P. 1
Tugas Makalah Kapita Selekta

Tugas Makalah Kapita Selekta

|Views: 362|Likes:
Published by Asep Rijwan Suhendi

More info:

Published by: Asep Rijwan Suhendi on Nov 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah. Peran pendidikan, sungguh penting untuk kemajuan suatu bangsa. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencapai bangsa yang berkualitas adalah dengan melaksanakan wajib belajar. Untuk mencapai hal ini mantan Presiden Soeharto telah mencanangkan wajib belajar enam tahun tepat pada hari Hardiknas tanggal 2 Mei 1984. Kemudian untuk percepatan mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, maka sepuluh tahun kemudian, Mei 1994. mantan Presiden mencanangkan lagi wajib belajar sembilan tahun. Untuk mensukseskan wajib belajar sembilan tahun itu sangat dituntut tenaga pendidik yang betul-betul ahli dalam bidangnya (profesional) agar dapat mengelola pendidikan di lapangan secara baik. Mengingat betapa pentingnya sektor pendidikan dalam pelaksanaan pembangunan nasional jangka panjang tahap dua, khusus pembangunan sumber daya manusia, kita tidak dapat menutup mata dan telinga terhadap sektor pendidikan kita yang mutunya masih tertinggal . Berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan telah sama-sama kita rasakan dan kita lihat. Begitu pula banyak pembaharuan demi peningkatan mutu yang sudah dilakukan. Mengganti kurikulum yang diikuti oleh perubahan struktur buku-buku pelajaran yang membanjir di pasaran. Membentuk proyek peningkatan kwalitas guru-guru yang dilaksanakan dalam bentuk penataran, seminar-seminar dan latihan kerja. Begitu juga penyediaan sarana dan prasarana bidang pendidikan. Namun usaha-usaha ini belum lagi menampakkan harapan dan pencapaian target. Kita dapat mengetahuinya lewat hasil UASBN yang tetap rendah tiap tahun. Dan kita langsung mem¬perhatikan betapa bertambahnya jumlah murid yang mengalami malas. Dari membaca media massa atau langsung melihat fakta yang menunjukkan adanya keruwetan dalam sekolah dan meningkatnya angka kenakalan pelajar. Data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999). Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di

Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8. baik pendidikan formal maupun informal. (5). (2). (7). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan. Memasuki abad ke. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: (1). Oleh karena itu. efisiensi dan standardisasi pengajaran.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP).dunia. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Rendahnya kualitas guru. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Rendahnya sarana fisik. Dari 20. nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan. kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. (6). Baik pendidikan formal maupun informal. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang. (3). B. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan. Batasan Permasalahan Begitu Banyak dan komplek masalah yang dihadapi dunia pendidikan di Negara kita. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Dan . Rendahnya prestasi siswa. Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. pengkajian dan pembahasan tentang permasalahan pendidikan ini. (4). Setelah kita amati. Telah banyak perbincangan. Mahalnya biaya pendidikan. Rendahnya kesejahteraan guru. dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain.

Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia ? 3. Mendeskripsikan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini.hal itu menjadi sebuah perjalanan yang panjang seiring panjangnya sejarah pendidikan di Indonesia. Mendeskripsikan peran guru dalam pendidikan dan hal-hal yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidik di Indonesia. 4. yang kami susun dalam bentuk makalah yang bertemakan “Problematika Guru di Indonesia”. 3. Bagaimana peran dan problematika Guru bagi pendidikan di Indonesia ? 4. kami mencoba untuk sedikit membahas salah satu permasalahan tersebut. Dalam kesempatan ini berkenaan dengan adanya tugas mandiri yang di berikan oleh dosen mata kuliah kapita selekta pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Mas’udiyah (STAIMAS) Sukabumi. . Sebagai batasan. Solusi yang bisa di berikan bagi permasalahan Guru di Indonesia ? C. Bagaimana ciri-ciri pendidikan di Indonesia ? 2. 2. Tujuan Penulisan 1. Mendeskripsikan ciri-ciri pendidikan di Indonesia. maka pembahasan akan diskonsentrasikan pada : 1. Mendeskripsikan solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan guru di Indonesia.

BAB II PEMBAHASAN A. Kualitas Pendidikan di Indonesia Seperti yang telah di uraikan pada bagian pendahuluan di atas. bahkan dari Negara Malaysia sekalipun kita masih kalah dalam hal pendidikan. Realitanya bahwa masih banyak orang yang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana (Pertimbangan financial). Bahan-bahan yang diserap melalui media itu akan berintegrasi dalam rohani para siswa/mahasiswa. B. tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun. yang terpenting adalah ilmu terapan yang benar-benar dipakai buat hidup dan kerja. Hal ini terbukti dari kualitas guru. Namun. bagi penduduk di daerah terbelakang tersebut. Sarana pembelajaran juga turut menjadi faktor semakin terpuruknya pendidikan di Indonesia. lewat mimbar-mimbar agama dan ketuhanan di televisi. melalui kehidupan beragama di asrama-asrama.. Guru-guru tentunya punya harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada siswanya. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut. dapat terlihat bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat tertinggal jauh di banding dengan Negara maju yang lain. Guru-guru saat ini masing dianggap kurang kompeten. pemecahan berbagai masalah. Belum lagi masalah gaji guru. terutama bagi penduduk di daerah terbelakang. dan murid-muridnya. Pikiran para siswa/mahasiswa diasah melalui pemecahan soal-soal. sarana belajar. menganalisis sesuatu serta menyimpulkannya. Kecuali guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru. surat kabar dan sebagainya. Aspek ketuhanan sudah dikembangkan dengan banyak cara seperti melalui pendidikanpendidikan agama di sekolah maupun di perguruan tinggi. mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai pelajaran yang mereka ajarkan. melalui ceramah-ceramah agama di masyarakat. Ada banyak masalah yang menyebabkan mereka tidak belajar secara normal seperti kebanyakan siswa pada umumnya. . Pengembangan pikiran sebagian besar dilakukan di sekolah-sekolah atau perguruanperguruan tinggi melalui bidang studi-bidang studi yang mereka pelajari. sebab pendidikan Indonesia yang dimaksud di sini ialah pendidikan yang dilakukan di bumi Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia. melalui radio. Ciri-ciri Pendidikan di Indonesia Cara melaksanakan pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak terlepas dari tujuan pendidikan di Indonesia. antara lain guru dan sekolah. Selain berpengalaman mengajar murid.

antara penduduk kota dan . Langkah terakhir. Langkah kedua. Pemerintah memberikan prioritas yang tinggi pada perkembangan sektor pendidikan didasarkan pada asumsi bahwa dengan pendidikanlah pembangunan ekonomi Indonesia akan berhasil dengan baik. Memang semenjak Orde Baru. seperti ketidakmerataan di desa dan kota. Langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah. pembiayaan bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas penddikan. Didukung dengan hasil minyak bumi. perkembangan sektor pendidikan di Indonesia berkembang dengan pesat. khususnya gedung sekolah dasar dapat dilaksanakan pada tingkat yang luar biasa. 8. Dan hasilnya secara statistik perkembangan pendidikan di Indonesia sangat menggembirakan. Langkah keempat. 6. pemerintah berencana membangun infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan di sekolah-sekolah. antara lain yaitu: 1. serta meningkatkan nilai rata-rata kelulusan dalam ujian nasional.” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas di Gedung Depdiknas. Langkah keenam. 4. Sedang ketidakmerataan pendidikan berujud adanya perbedaan memperoleh kesempatan pendidikan antara laki-laki dan wanita.“Pendidikan ini menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Presiden memaparkan beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Langkah kelima. 5. Langkah ketiga. Langkah ketujuh. serta jender. yakni meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan di Indonesia. adalah penggunaan teknologi informasi dalam aplikasi pendidikan. Puluhan ribu guru diangkat. dunia pendidikan di Indonesia ternyata menghadapi problema yang berat. b) external in-efficiency. training dan bentuk latihan peningkatan kualitas guru diselenggarakan. dibalik itu semua. Untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan. Jl Jenderal Sudirman. yang dapat dikategorikan menjadi: a) internal in-efficiency. maka perkembangan sarana fisik. Senin (12/3/2007). dan c) ketidakmerataan kesempatan pendidikan. Sedangkan external in-efficiency berujud lulusan pendidikan tidak dapat diserap oleh pasar tenaga kerja ataupun dapat dipakai tetapi antara pekerjaan yang dilakukan berbeda dengan pendidikan yang diperoleh. meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen. ratusan judul buku paket dicetak. Namun. 2. khususnya mulai PELITA I. Tolak ukurnya dari angka partisipasi. pemerintah akan menambah jumlah jenis pendidikan di bidang kompetensi atau profesi sekolah kejuruan. 3. internal in-efficiency dalam sektor pendidikan berujud dalam bentuk tingginya angka drop-outs dan angka repeaters (ulang kelas yang sama). menghilangkan ketidakmerataan dalam akses pendidikan. pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidikan. 7. Jakarta.

sedang keluarga yang relatif miskin akan memperoleh sekolah yang juga relatif rendah kualitasnya. dengan bukti bukti empiris dari dunia ketiga. sudah mulai dapat diperkecil dengan berbagai kebijakan pendidikan yang telah dilaksanakan. perubahan-perubahan di sektor pendidikan: misalnya. Akibat dari ketidakmampuan pendidikan memperhitungkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Sebab pada diri pendidikan itu sendiri terdapat stratifikasi sosial (lihat. 1977). Kalau ketidakmerataan memperoleh pendidikan menurut sex dan desa/kota. pendidikan juga tidak mampu untuk menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh sektor ekonomi dan industri. sistem dan kurikulum pendidikan dikembangkan dan didasarkan pada keadaan masyarakat saat itu dan proyeksi keadaan masyarakat di masa mendatang. Sedangkan sebagian besar anak didik yang bisa memperoleh sekolah "favorit" datang dari kalangan keluarga mampu. Karabel dan Halsey. Secara tidak langsung. Art dan peranan manpower planning semakin merosot karena tidak bisa merencanakan demand dan supply tenaga kerja dengan tepat Maka rentetan berikutnya adalah naiknya tingkat pengangguran terdidik tidak dapat terelakkan lagi. khususnya sektor ekonomi dan politik. . Perubahan-perubahan pada sistem dan kurikulum pendidikan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Perubahan-perubahan bidang ekonomi dan teknologi sedemikian cepat. Pembaharuan pendidikan secara langsung dimaksudkan untuk memecahkan ketiga problema di atas: internal in-efficiency. Hal ini tidak mengherankan. tidak demikian dengan ketidakmerataan pendidikan di antara penduduk miskin dan kaya. Pengalaman pembangunan di negara-negara Barat. external in-efficiency. Problema ketiga adalah ketidakmerataan kesempatan mendapatkan pendidikan. Perbedaan pendidikan menurut status ekonomi antara kaya dan miskin masih sulit untuk dipecahkan. tempat tinggal. karena adanya suatu perubahan di sektor pendidikan akan membawa dampak yang sangat luas dan besar pada kehidupan masyarakat secara keseluruhan. menunjukkan bahwa justru pendidikan memperbesar jurang kaya dan miskin. Hal ini erat kaitannya dengan kualitas sekolah. di lain pihak perubahan dunia pendidikan berjalan lambat. Teori-teori Dependency. Ketidakmerataan ini bisa dilihat menurut jenis kelamin. Namun pada era teknologi dewasa ini sangat sulit atau dapat dikatakan hampir tidak mungkin bisa meramalkan keadaan masa mendatang dengan tepat. karena anak didik yang dapat memenuhi kualifikasi untuk masuk sekolah favorit sebagian besar adalah anak dari keluarga yang relatif mampu.penduduk desa dan antara kaya dan miskin External in-efficiency pada sektor pendidikan tidaklah bisa dipisahkan dengan sektor yang lain. dan ketidakmerataan pendapatan. dan terutama menurut status sosial ekonomi. Kualitas sekolah dan juga jenis atau jurusan akan menentukan status di masa depan. yang memang secara riil lebih pandai Para ahli dan pengambil keputusan di bidang pendidikan terus menerus mengadakan pembaharuan. Teori klasik menyatakan bahwa pendidikan akan menjembatani jurang antara kelompok kaya dan kelompok miskin di masyarakat sudah banyak mendapatkan kritikan dan tantangan.

Metoda CBSA mementingkan proses berpikir dan melatih inquiry skid. sebab guru-guru di kota lebih siap untuk menerima pembaharuan yang dilaksanakan. Lebih mendasar lagi. Misalnya. Sebagai ilustrasi kritik ini dapat diambil sebagai contoh pembaharuan pada metoda pengajaran. tidak jarang suatu pembaharuan pendidikan akan mengakibatkan perbedaan semakin tajam antara pendidikan di urban dan di rural. Sebab pada hakekatnya pembaharuan pendidikan harus berdasarkan pada What is. Dengan mempertanyakan hakekat ide yang akan dilaksanakan itu akan dapat diperhitungkan kemungkinan implementasinya. Guru harus mempunyai pengetahuan yang relatif luas. Di samping itu pendidikan di negara sedang berkembang cenderung mengambil alih apa yang telah berhasil dilaksanakan di dunia Barat. hampir pada semua pokok bahasan dicantumkan metoda cara belajar siswa aktif (CBSA) sebagai metoda yang harus digunakan. baik dalam arti content dan instructional delivery system. Pembaharuan pendidikan yang dilaksanakan cenderung bersifat "technocratic perspective". tidak jarang pembaharuan yang kita laksanakan merupakan pengambilalihan dari Barat. Pada diri murid . artinya pembaharuan cenderung menekankan pada adopsi dari suatu perubahan daripada implementasi pada level klas (Verspoar&Reno. Kritik Havelock dan Huberman (1977) dan World Bank (1980) yang ditujukan pada pembaharuan pendidikan di negara-negara berkembang. Dalam kurikulum 1984. Sehingga inovasi yang dilaksanakan bersifat "metropolitan sentris". merupakan upaya agar pendidikan menjadi agent of development yang canggih. Namun pembaharuan-pembaharuan yang teiah dilaksanakan tidak jarang mengandung kelemahan dan perlu untuk dikritik. di banyak hal pembaharuan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia tidak mempunyai strategi monitoring dan prosedure evaluasi yang mantap. Namun perlu diingat bahwa metoda ini memerlukan persyaratan tertentu untuk bisa diimplementasikan. Salah satu kritik pernah dilontarkan oleh Winarno Surachmad (1986) yang menilai bahwa pembaharuan pendidikan di Indonesia bersifat tambal sulam dan kurang mendasar. termasuk sangat tepat untuk ditujukan pada pembaharuan pendidikan di Indonesia. Hal ini bisa dimaklumi. Mereka menyatakan bahwa pembaharuan pendidikan yang dilakukan tidak dapat dipraktekkan karena keterbatasan pengetahuan pada tingkat pelaksana. tanpa mengadakan modifikasi yang berarti dan mempertanyakan secara mendalam hakekat dan aspek-aspek yang pokok yang ada pada ide yang akan diambil tersebut. pelaksanaan metoda CBSA memerlukan kondisi dan iklim kelas yang tidak terlalu formal dan fleksibel. Perubahan-perubahan kurikulum hanya menciptakan konfigurasi baru dengan isi yang lama. Karena bersifat "metropolitan sentris" . 1986). Metoda ini telah berhasil menaikkan "gengsi" pendidikan di Amerika pada tahuntahun 1960-an. 1961). tidak pada What ought to be.perubahan struktur pendidikan dan kurikulum. Sebagai contoh bisa disebut pembaharuan sistem dan kurikulum sekolah pembangunan. merangsang intrinsic motivation dan memberikan kemungkinan daya ingat yang lama pada diri siswa (Bruner. Kelebihan lain dari metoda ini adalah meningkatkan critical thinking. Di samping itu. pembaharuan harus cocok dengan realitas ruang-ruang kelas.

Guru akan memberikan respon yang positif pada setiap usaha pembaharuan yang akan dapat meningkatkan kemampuan profesional mereka dan memberikan ruang bagi mereka untuk berimprovisasi secara aktif dalam proses pembaharuan tersebut. oleh karena itu mereka tidak berani membicarakan apa yang di luar silabi. Sangsi-sangsi akan dijatuhkan kepada siapa saja yang melanggar tatanan yang ada. Peran dan Problematika Guru Dalam setiap pembaharuan pendidikan. rasa keterlibatan. objektif dan bersifat toleransi. dan kesadaran para guru. Apa yang terdapat dan terjadi di masyarakat. Patut kita pertanyakan sudahkah syarat-syarat tersebut ada pada kelas-kelas dan siswasiswa di tanah air kita? Apa yang diketemukan di kelas-kelas di Indonesia jauh dari yang diperlukan.sudah terpatri kecintaan dan kesadaran pada hakekat ilmu. Di samping apa yang dikemukakan di atas. Sehingga setiap kebijaksanaan sebagai ujud pembaharuan pendidikan lebih banyak bersifat instruksi yang harus dipatuhi dan dilaksanakan dan tidak ada ruang bagi guru untuk berimprovisiasi. Kelas-kelas masih sangat kaku dan formal. Sebagai suatu masyarakat kecil. pada dasarnya terujud juga dalam sekolah. oleh karena itu tidak perlu dipertanyakan dan diuji lagi. pembaharuan pendidikan di negara-negara sedang berkembang. jarang mengevaluasi dan mengembangkan aspek lain dari pendidikan formal di luar kurikulum dan kemampuan guru. menerima dan mencatat apa yang diterangkan oleh guru. tidak mengherankan kalau metoda CBSA hampir dapat dikatakan tidak pernah dilaksanakan dalam ruang-ruang kelas. guru memegang peran yang strategis. murid cenderung untuk mendengarkan. sebab merekalah yang merupakan pelaksana pembaharuan pada level kelas. termasuk di Indonesia. namun perlu dicatat bahwa pelaksanaan pembaharuan pendidikan sangat tergantung pada semangat. Di fihak lain. baik anak didik maupun guru. pengalaman di Indonesia menunjukkan guru lebih banyak dilihat sebagai objek dalam pembaharuan pendidikan. sekolah merupakan cermin dari masyarakat dimana sekolah itu berada. Selama kondisi tersebut belum terpenuhi metoda CBSA tidak akan pernah hadir di kelas secara riil. menghargai pikiran-pikiran dan bukti-bukti kebenaran. Di sekolah terdapat aturan-aturan yang mengikat para anggotanya. sikap ingin tahu. C. Namun. Perencanaan dan kebijaksanaan nasional memang perlu. Oleh karena itu setiap upaya pembaharuan pendidikan seharusnya menjadikan guru . terdapat interaksi antara sesamanya baik secara individual maupun kelompok. sekolah mempunyai aspek lain. terdapat konflik-konflik interes baik nampak maupun tersembunyi. Ada norma-norma dalam pergaulan yang harus dipatuhi. yaitu aspek sosiologis. sekolah merupakan "a mini society". Di samping aspek kurikulum dan kemampuan guru. Pengetahuan para guru relatif terbatas. Hak-hak dan kewajiban guru dan murid diakui. Karena membicarakan di luar silabi memang di luar kemampuannya. Apa yang diterangkan oleh guru sudah dianggap merupakan kebenaran. Maka.

c) kualitas pendidikan guru. dengan materi bidang studi tidak saja guru akan mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Pada waktu diberlakukannya kurikulum pendidikan guru 1984. Hasil pendekatan ini adalah bahwa rendahnya kualitas guru dewasa ini di samping muncul dari keadaan guru sendiri juga sangat terkait dengan faktorfaktor luar guru. mengembangkan critical thinking. mendorong kemampuan untuk belajar lebih lanjut. dan untuk mata pelajaran matematika dan IPA lebih rendah lagi. Permasalahan pendidikan dapat diamati dengan pendekatan macrocosmics dan microcosmics. antara lain: a) penguasaan guru atas bidang studi. Tetapi perlu dicatat bahwa. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas guru. Pendekatan macrocosmics berarti permasalahan guru dikaji dalam kaitannya dengan faktor-faktor lain di luar guru. terjadi perubahan yang mendasar. kemampuan metode dalam pengajaran kalau diwujudkan dalam simbol bagaikan angka "0". 2. Dalam kaitan ini perlu untuk didengar pendapat Fullan (1985) bahwa keberhasilan pembaharuan pendidikan tergantung pada apa yang difikir dan dilakukan guru. Sebab. Suatu studi menunjukkan bahwa penguasaan bidang studi para guru kalau diwujudkan dalam skor yang terentang antara 0-10. Penguasaan guru atas bidang studi yang akan diajarkan kepada para siswa merupakan sesuatu yang mutlak sifatnya. Rendahnya penguasaan guru pada bidang studi tidak lepas dari kualitas pendidikan guru dan rekrutmen colon guru. cenderung untuk gagal. b) penguasaan guru atas metode pengajaran.sebagai partisipan yang aktif. juga ditambah dengan beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan didaktik khusus. i) dukungan pemerintah. h) dukungan masyarakat. Dalam masalah penguasaan materi bidang studi inilah kelemahan guru sangat menonjol. dan STKIP) sebelum kurikulum IKIP 1984. g) manajemen sekolah. Penguasaan kemampuan guru di bidang metodologi pengajaran juga penting. terletak pada titik sekitar 7. e) kompensasi guru. d) rekrutmen guru. betatapun banyak dan tingginya kemampuan metodologi pengajaran tidak memiliki nilai apa-apa. Mahasiswa pendidikan guru harus lebih menekankan pada metode mengajar dibandingkan dengan penguasaan materi bidang . Pembaharuan pendidikan yang cenderung menjadikan guru sebagai objek dan sekedar penerima pembaharuan. apalagi hanya lewat instruksi. dan yang tidak kalah pentingnya adalah menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ilmu pengetahuan itu sendiri pada diri siswa. tidak hanya sebagai penerima pembaharuan. tetapi lebih daripada itu. Pada kurun waktu tersebut kurikulum pendidikan guru tidak jauh berbeda dengan kurikulum jurusan yang sama di universitas. apabila tidak digabungkan dengan angka lain 1. f) status guru di masyarakat. Artinya. Fase pertama ditunjukkan dengan kurikulum pendidikan guru (IKIP. Dapat dicatat bahwa selama ini terdapat tiga bentuk kurikulum yang mencerminkan fase pemikiran di lingkungan lembaga pendidikan guru. 3 dan seterusnya sampai 9 yang merupakan wujud dari kemampuan penguasaan bidang studi. dan. dengan materi bidang studi itu guru akan menanamkan disiplin. Perbedaannya adalah pada mahasiswa pendidikan guru di samping memiliki bekal bidang studi yang memadai. FKIP.

lembaga in-service training bagi soft-profession amat penting. sangat ditentukan oleh kondisi dan situasi tertentu. Berdasarkan pemahaman bahwa tugas guru merupakan soft profession. pendidikan guru akan memperoleh input yang berkualitas . Pada akhir tahun 1980-an kembali terdapat perubahan kurikulum di lingkungan pendidikan guru. khususnya di bidang penguasaan bidang studi. kurikulum baru juga menunjukkan ambivalensi antara penekanan pada bidang studi dan pada metode mengajar. langkah-langkah dan tindakan yang harus diambil. Apakah ke dalam universitas yang sudah ada atau baru bukan hal yang prinsip. mata kuliah bidang studi jauh berkurang. Kedua. Barangkali. advokat. dan guru merupakan contoh dari kategori profesi ini. Sebaliknya. Sebaliknya. Oleh karena itu tidak mengherankan. Ketiga. pendidikan guru tidak inferior dibandingkan dengan pendidikan ilmu murni. IKIP tidak perlu diperluas menjadi universitas. Oleh karena itu. Prinsip yang mendasar adalah bahwa semua fakultas atau bidang studi di universitas memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang sudah menyelesaikan mata kuliah bidang studi untuk memiliki sertifikat mengajar dengan mengambil mata kuliah pendidikan dan praktek mengajar di sekolah. sistem pendidikan guru ini memiliki kelebihan dari yang sekarang ini. Kemampuan ini dari waktu ke waldu harus ditingkatkan agar dapat melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan perkembangan masyarakat. Dengan kualifikasi ini seseorang sudah mampu dan akan terus mampu melaksanakan tugas profesinya secara mandiri meskipun tanpa pendidikan lagi. Dengan demikian. Apakah guru diketagorikan sebagai hard profession atau soft profession. lbaratnya. kualifikasi lulusan jelas dan seragam di manapun pendidikan itu berlangsung. masing-masing kategori memiliki implikasi yang berbeda terhadap lembaga dan program pendidikan guru. Pekerjaan dokter merupakan contoh yang tepat untuk mewakili kategori hard profession. lulusan pendidikan guru dengan kurikulum 1984 tidak mampu mengajar sebagaimana seharusnya. kategori soft profession adalah diperlukannya kadar seni dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Sesungguhnya perubahan kurikulum pendidikan guru yang terjadi tidak bisa dilepaskan begitu saja pada pemahaman akan hakekat profesi guru. maka diperlukan perubahan yang mendasar pada proses pendidikan guru kita. kalau beban SKS di lingkungan pendidikan guru didominasi oleh mata kuliah pendidikan. Sebab. pendidikan guru adalah S1 PLUS bidang pendidikan. Artinya. Suatu pekerjaan dapat dikategorikan sebagai hard profession apabila pekerjaan tersebut dapat didetailkan dalam perilaku dan langkah-langkah yang jelas dan relatif pasti. pada kurikulum 1984 ini cara memegang kapurpun diajarkan di IKIP/FKIP/STKIR Hasilnya.studi. wartawan. Pendidikan yang diperlukan bagi profesi ini adalah menghasilkan output pendidikan yang dapat distandarisasikan. sebaliknya IKIP harus dilebur dalam universitas. Pertama. Sebab. Namun. Implikasi kategori soft profession tidak menuntut pendidikan dapat menghasilkan lulusan dengan standar tertentu melainkan menuntut lulusan dibekali dengan kemampuan minimal. Ciri pekerjaan tersebut tidak dapat dijabarkan secara detail dan pasti. Oleh karena itu hasil pendidikan guru masih juga diragukan.

Sebab. simbol kemakmuran masyarakat dewasa ini. Oleh karena itu. perbandingan gaji guru antar negara akan tidak pas kalau tidak ditimbang dengan kemakmuran bangsa tersebut. Artinya. Misalnya. karena kekurangan tenaga guru akan meningkatkan daya saing guru. Memang terdapat kemungkinan sangat sedikit mahasiswa yang mengambil sertifikasi mengajar. barangkali merupakan suatu kemustahilan. Oleh karena itu keputusan tentang bagaimana proses belajar mengajar harus dilaksanakan yang ditentukan dari atas sulit untuk dapat diterima akal sehat. justru guru yang paling tahu apa yang harus dilakukan. menempatkan guru pada posisi yang tidak menyenangkan. Lagu “Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” sangat mulia dan terhormat. Namun. Manajemen pendidikan yang sentralistis. perbandingan akan berbeda manakala kedua gaji tersebut diperbandingkan dengan pendapatan perkapita negara masing-masing. Kualitas guru yang ditunjukkan oleh kualitas kerja tidak dapat dilepaskan dari manajemen pendidikan.dengan mengundang mahasiswa yang berotak cemerlang. Karena kegagalan dalam rnengajar bukan hanya dikarenakan olehnya tetapi juga oleh instruksi dari atas yang tidak jalan karena tidak cocok dengan keadaan di lapangan. kompensasi atau gaji guru tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi suatu negara. barangkali bagi guru sendiri akan lebih senang kalau lagu diubah menjadi "Guru Pahlawan Penuh Tanda Jasa”. kelak tidak hanya muballigh yang ber BMW atau Mercy. bukan hanya gaji yang penting melainkan bagaimana dukungan masyarakat dan pemerintah bagi kesejahteraan dan status guru. Namun. Di fihak lain. Dalam setiap kesempatan wisuda sering lagu tersebut diperdengarkan. Rasa tanggung jawab ini mutlak diperlukan dalam meningkatkan kualitas guru. pemberian otoriomi yang lebih besar kepada guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar akan memberikan rasa tanggung jawab lebih besar kepada guru. Kualitas guru tidak bisa dilepaskan dari kompensasi yang mereka terima dan status guru di masyarakat. Kalau untuk keperluan lain dana mudah diperoleh misalnya untuk prestasi olah raga. Oleh karena itu. Dengan demikian. pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas sangat tergantung pada kondisi dan situasi yang dipengaruhi oleh berbagai variabel. partisipasi orang tua dan dukungan masyarakat mutlak diperlukan untuk meningkatkan kualitas guru. dengan menempatkan pengambilan keputusan di tangan-tangan yang jauh dari guru tidak menguntungkan bagi usaha meningkatkan kualitas kerja guru. secara absolut. sudah masanya untuk dipikirkan mobilisasi dana pendidikan atau dana kesejahteraan guru yang berasal dari masyarakat. Dengan pendekatan microcosmics dapat dideskripsikan bahwa keberhasilan guru sangat . Sebab. keadaan ini hanya bersifat sementara. Namun. Gaji guru di Malaysia lebih besar dibandingkan dengan gaji guru di Indonesia. untuk merealisir kompensasi guru yang memadai kalau hanya bersandarkan kepada anggaran pemerintah. paling tidak untuk jangka pendek. tetapi juga para guru akan ber-Kijang atau ber-Escudo. Namun. dan hadirin terbuai dengan kesyahduan. Barangkali. keharusan guru untuk mengajar dengan CBSA. dengan adanya ketentuan dari pusat beban guru lebih ringan. mengapa tidak bagi prestasi guru? Di sinilah letaknya. Namun.

dan. Karakteristik kerja guru ini menyebabkan guru merupakan pekerjaan yang tidak pernah mendapatkan umpan balik. kebijakan dan program peningkatan kualitas guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar tidak mungkin secara spesifik mendasarkan pada kategorisasi tersebut. Tanpa adanya umpan balik sulit bagi guru untuk dapat meningkatkan kualitas profesinya. pekerjaan guru dilakukan di ruang-ruang kelas yang terisolir dalam jangka waktu yang lama. tetapi mampu dan penuh dedikasi. untuk mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan dan bagaimana hasilnya. menunjukkan bahwa persoalan guru dapat dikategorikan ke dalam berbagai kelompok. 3) ekonomi cukup. Oleh karena itu. Dengan kata lain guru sebagai subjek bukannya . 5) ekonomi kurang. 8) ekonomi kurang. tidak mampu dan tidak memiliki dedikasi. gambaran kategori tersebut perlu untuk direnungkan dalam membenahi dan menata guru dewasa ini. ini merupakan akibat pertama dan kedua. Sudah barang tentu. guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar juga harus mampu membangkitkan semangat untuk berprestasi di kalangan siswa. 6) ekonomi tidak mampu. Tugas tersebut tidak ringan mengingat karakteristik yang melekat pada pekerjaan guru. Sebab. Betapapun juga. Umpan balik merupakan sesuatu yang diperlukan oleh guru. 4) ekonomi cukup. Paling tidak. tidak mampu dan tidak memiliki dedikasi. mampu dan dedikasi tinggi. dan variable dedikasi dengan predikat penuh dedikasi dan kurang dedikasi.tergantung pada kemampuan dan dedikasi guru di satu fihak dan motivasi dan usaha keras dari siswa di fihak lain. Dengan demikian terdapat delapan kelompok guru: 1) ekonomi cukup. Untuk itu. tetapi memiliki dedikasi tinggi. Kedua. waktu guru untuk berdialog akademik dengan sesama guru sangat terbatas. yang tidak mencakup ketiga aspek tersebut cenderung akan mengalami kegagalan. Kebijakan yang tidak lengkap. Ketiga. Mengikuti model analisis yang dikembangkan Boediono mengelompokan sasaran wajib belajar menjadi 8 kelompok berdasarkan kemampuan ekonomi dan aspirasi pendidikan orang tua. Analisis dengan gabungan pendekatan macrocosmics dan microcosmics. Kebijakan untuk meningkatkan kualitas guru harus banyak bertumpu pada inisiatif dan kemauan yang datang dari fihak guru sendiri. tetapi tidak memiliki dedikasi. Karakteristik pertama adalah pekerjaan guru bersifat individual dan cenderung non-collaborative. 2) ekonomi cukup. tidak memiliki dedikasi tetapi mampu. kemampuan dengan predikat mampu dan tidak mampu. persoalan guru dapat dikategorikan berdasarkan tiga variabel: ekonomi dengan predikat cukup dan kurang. yakni semangat-dedikasi guru dan kesejahteraannya. mampu. tidak mampu tetapi memiliki dedikasi tinggi. masih ada faktor lain yang perlu sentuhan. aspek semangat dan dedikasi. Kebijakan dan program peningkatan kualitas guru daiam melaksanakan proses belajar mengajar harus menyentuh tiga aspek sebagaimana dikemukakan di atas: aspek kemampuan. kurang mampu. guru perlu dilengkapi dengan kemampuan untuk melakukan self-reflection. dan aspek kesejahteraan. 7) ekonomi kurang. upaya peningkatan kualitas guru dengan penataran untuk meningkatkan kemampuan tidak cukup.

sebagai akibat adanya perbedaan kualitas sekolah. jukiak dan juknis yang berkaitan dengan pengajaran harus diminimalkan. termasuk tanggung jawab memajukan sekolah. kemampuan untuk mencari sumber pengetahuan. Untuk itu instruksi. kerja efektifdan efisien. sistem kerjasama orang tua dan sekolah perlu dikembang-suburkan. Prinsip school site based management menuntut partisipasi dari fihak orang tua siswa dan masyarakat lebih besar. Upaya peningkatan kualitas sekolah. Anggaran pemerintah seyogyanya diarahkan ke sekolah-sekolah yang tidak mampu memobilisasi dana disebabkan kemampuan orang tua siswa yang rendah. Terdapat kecenderungan bahwa semakin berkualitas suatu sekolah maka akan semakin besar kemampuan sekolah untuk memobilisasi dana pendidikan dari kalangan orang tua siswa dan masyarakat Sudah barang tentu hal ini tidak perlu untuk dicegah. Dengan sistem manajemen ini otoritas sekolah semakin besar. Kepuasan konsumen harus ditempatkan pada prioritas paling tinggi. Hasil kerja sekolah atas pencapaian target harus dapat dievaluasi dengan jelas oleh orang tua dan masyarakat. Salah satu yang mungkin dilaksanakan adalah membekali guru dengan kemampuan untuk melakukan self reflection. Kemampuan untuk belajar ini akan dapat terus hidup dan tumbuh subur manakala guru memiliki cukup ruang untuk berinisiatif dan berimprovisasi. Dalam kaitan inilah. dan. Dalam kaitan ini suatu mekanisme atau prosedur untuk munculnya umpan balik bagi guru sangat penting artinya. Perluasan otoritas guru ini harus pula diiringi dengan kebijakan untuk mengembangkan sistem accountabilitas sekolah yang jelas dan transparan. Sekolah harus dijiwai watak ekonomi. kalau tidak dapat dihilangkan sama sekali. dan partisipasi kedua adalah aktivitas mereka dalam ikut memikirkan kemajuan sekolah. Upaya peningkatan kualitas guru untuk meningkatkan kualitas lulusan harus disertai dengan peningkatan kesejahteraan guru. Semakin besar otoritas dan tanggung jawab ini pada gilirannya akan meningkatkan kesadaran pada diri guru untuk memberikan yang terbaik bagi siswanya. Yang penting adalah alokasi anggaran pendidikan pemerintah perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Usaha yang tiada pernah mengenal akhir bagi suatu negara adalah usaha untuk . Kemampuan belajar mencakup kemampuan untuk membaca dan mengkaji fenomena masyarakat secara efisien. lewat action research. Oleh karena itu. Untuk pengembangan kemampuan guru untuk belajar (bukan mengajar) sangat penting. Dalam mobilisasi dana pendidikan akan terjadi ketimpangan antara satu sekolah dengan sekolah lain. Sekolah. Untuk itu. Sekolah harus meletakkan orang tua dan masyarakat sebagai konsumen. Partisipasi yang pertama berkaitan dengan upaya mobilisasi dana pendidikan. kemampuan untuk menentukan bahan yang relevan dan perlu untuk dikaji.objek. school site based management merupakan suatu tuntutan dasar dalam. termasuk guru harus menyusun program dan target kegiatan yang jelas dan dikomunikasikan kepada orang tua siswa dan masyarakat. sekolah di bawah pimpinan kepala sekolah harus dapat bekerja secara mandiri.

Sangat mustahil kalau guru-guru yang demikian dapat bertindak atas nama peningkatan kualitas. yakni.sepenuhnya menyadari dua kebenaran yang fundamental . Andai kata mereka mengikuti penataran atau sanggar. suatu bangsa harus. yakni guru jangan mengajar asal-asalan. D. a). dan agaknya tidak ada alasan lagi bagi guru untuk selalu berlindung di balik alasan untuk tidak belajar. otodidaktif. Sediakanlah waktu setiap hari untuk menyentuh buku-buku yang bermanfaat dan dapat menambah wawasan berfikir dengan . keberhasilan usaha mencapai kemajuan tergantung pada keberhasitan menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik daripada sebelumnya. Agar dapat memainkan peranan dengan baik dalam dunia pendidikan maka guru harus senantiasa membelajarkan diri. dalam upaya meningkatkan kemakmuran bangsanya. kiranya negara-negara sedang berkembang patut menyimak peringatan Task Force on Teaching as a Profession on the Carnegie Forum on Education and the Economy bahwa "Dalam usaha kemajuan.meningkatkan kemakmuran bangsanya. Maksudnya untuk memperoleh murid yang berkualitas tentu dibutuhkan pula guru yang. Khususnya negara-negara sedang berkembang. janganlah hanya sekedar mengharapkan sertifikat untuk kredit poin.negara sedang berkembang termasuk Indonesia. kunci keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan tergantung pada keberhasilan mempersiapkan dan menciptakan guru-guru yang profesional yang memiliki kekuatan dan tanggung jawab yang baru untuk merencanakan sekolah masa depan. Hal itu dikarenakan padahakekatnya apa yang dinamakan kemakmuran tidak ada batasnya. Mustahil pula seorang guru akan ikut berpartisipasi sempurna dalam pendidikan kalau ia sendiri belum menampakkan. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar peran guru tidak hanya sekedar membantu proses pembelajaran atau sebagai seorang pengambil keputusan instruksional. Suatu keuntungan bagi negara. dan b). Jerman dan Amerika Serikat. berkualitas. Solusi yang bisa di berikan Untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas adalah lewat sumber daya manusia yang berkualitas pula. Untuk itu kita mengharapkan agar guru-guru bersikap tulus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan diri sendiri. motivator dan fasilitator agar proses pembelajaran anak didik tidak asal-asalan saja. Tetapi lebih dari itu yaitu guru harus dapat berperan sebagai konselor. Untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas agaknya sederhana saja rumusnya. masih juga berjuang keras untuk mencapai tingkat kemakmuran yang lebih tinggi. berfungsi sebagai konselor. Negara yang sudah sedemikian maju pun. mengharapkan sejumlah kecil maten dan begitu pula jangan hanya bersikap pasif atau sekedar hura-hura. misalnya. kualitas diri. nampaknya harus berusaha lebih keras dalam upaya meningkatkan kemakmuran masrarakatnya. adalah bisa mengambil pelajaran dari apa yang dialami oleh negara-negara yang sudah terdahulu mengalami kemajuan. motivator dan fasilitator bagi murid-murid. seperti Jepang. Dalam kaitan ini. misalnya.

harapan kita semua dapat menjadi guru yang berkualitas agar kita dapat mendidik murid-murid menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas .

i) dukungan pemerintah. solidaritas dan kebaikan untuk semuanya. Pendidikan dituntut untuk menekankan pengembangan kemampuan tertentu . d) rekrutmen guru. Permasalahan Guru dapat diamati melalui dua pendekatan.BAB III PENUTUP A. Dan kualitas sumber daya manusia akan sangat tergantung dari kualitas pendidikan bangsa tersebut. Dengan adanya paradigma baru di atas maka tuntutan kualifikasi hasil pendidikan juga akan berubah. Hal ini terlihat dari aspek-aspek pendidikan itu sendiri yang realitanya masih belum baik. Yaitu pengkajian kualitas dan keberhasilan guru dilihat dari pengaruh kemampuan dan dedikasi guru di satu fihak dan motivasi dan usaha keras dari siswa di fihak lain Kemajuan sebuah bangsa tergantung dari kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Guru sebagai ujung tombak pendidikan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting bagi upaya memajukan bangsa dan Negara Indonesia. Permasalahan pendidikan di Indonesia bisa di generalisasikan menjadi tiga kategori yaitu : 1. e) kompensasi guru. f) status guru di masyarakat. Pendekatan microcosmics. Pandangan yang menafsirkan bahwa pendidikan akan menekankan pada pendekatan yang menyeluruh dan bersifat global. yakni tidak semata-mata bermakna ekonomis. Internal in-efficiency. Saran Trend perkembangan dunia sebagaimana ditunjukkan dengan adanya perubahan sosial yang cepat menuntut adanya paradigma baru dunia pendidikan. Antara lain: a) penguasaan guru atas bidang studi. pembaharuan makna efisiensi. g) manajemen sekolah. a). dan b). External in-efficiency. tetapi meliputi pula keharmonisan dengan lingkungan. 2. B. Ketidakmerataan kesempatan pendidikan. b) penguasaan guru atas metode pengajaran. Yaitu : 1. dan 3. dan. c) kualitas pendidikan guru. Hal tersebut dipengaruhi dengan berbagai factor yang berkaitan dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang memang belum se maju Negara-negara maju yang lain. Kesimpulan Kualitas mutu pendidikan di Indonesia masih jauh bila dibandingkan dengan Negara lain. 2. yaitu permasalahan guru dikaji dalam kaitannya dengan faktor-faktor lain di luar guru. Bahwa pendidikan akan menekankan pada anak didik "berfikir secara global dan bertindak bersifat lokal". Pendekatan macrocosmics. h) dukungan masyarakat. Pandangan holistis ini akan menimbulkan dua pembaharuan di dunia pendidikan.

c) kemampuan untuk menghubungkan peristiwa satu dengan yang lain secara kreatif. dan tuntutan pembaharuan pendidikannya maka dunia pendidikan memerlukan guru-guru dengan kualifikasi dan kemampuan baru. e) menekankan pengajaran lebih pada learning how to learn. d) meningkatkan kemandirian anak karena tingkat otonomi kehidupan pribadi dan keluarga semakin tinggi.wordpress.html http://meilanikasim. Sebagai konsekuensi lebih lanjut berarti pembaharuan pendidikan menuntut pembaharuan bagi pendidikan guru. Sebagai konsekuensi paradigma baru pendidikan.com/2009/03/08/makalah-masalah-pendidikan-di-indonesia/ .pendidikan. Antara lain : a) kemampuan untuk mendekati permasalahan secara global dengan pendekatan multidisipliner. untuk kemudian dapat dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari. b) kemampuan untuk menyeleksi arus informasi yang sedemikian deras.net/pradigma_pdd_ms_depan_33. DAFTAR PUSTAKA : http://pakguruonline.pada diri anak didik. Pembaharuan pada pendidikan guru pada dasarnya di arahkan agar pendidikan guru mampu menghasilkan guru-lulusan sesuai dengan tuntutan kualifikasi masa depan di mana masyarakat senantiasa berubah dengan cepat. dari pada learning something.

MAKALAH KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN PROBLEMATIKA GURU DI INDONESIA Disusun Oleh : Asep Rijwan Suhendi PAI / VII Disusun dan Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Dosen Mata Kuliah Kapita Selekta Pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Mas’udiyah (STAIMAS) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Mas’Udiyah (STAIMAS) SUKABUMI 2011 / 2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->