Hukum Syirkah

Kata syirkah dalam bahasa Arab berasal dari kata syarika (fi’il mâdhi), yasyraku (fi’il mudhâri’), syarikan/syirkatan/syarikatan (mashdar/kata dasar); artinya menjadi sekutu atau serikat (Kamus Al-Munawwir, hlm. 765). Kata dasarnya boleh dibaca syirkah, boleh juga dibaca syarikah. Akan tetapi, menurut Al-Jaziri dalam Al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib alArba’ah, 3/58, dibaca syirkah lebih fasih (afshah). Menurut arti asli bahasa Arab (makna etimologis), syirkah berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi dibedakan satu bagian dengan bagian lainnya (An-Nabhani, 1990: 146). Adapun menurut makna syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan (An-Nabhani, 1990: 146). Syirkah hukumnya jâ’iz (mubah), berdasarkan dalil Hadis Nabi Shalallahu alaihi wasalam berupa taqrîr (pengakuan) beliau terhadap syirkah. Pada saat beliau diutus sebagai nabi, orang-orang pada saat itu telah bermuamalah dengan cara ber-syirkah dan Nabi Shalallahu alaihi wasalam membenarkannya. Nabi Shalallahu alaihi wasalam bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra : Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya. [HR. Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni]. Rukun syirkah yang pokok ada 3 (tiga) yaitu:
• • •

1. Akad (ijab-kabul), disebut juga shighat; 2. Dua pihak yang berakad (‘âqidâni), syaratnya harus memiliki kecakapan (ahliyah) melakukan tasharruf (pengelolaan harta); 3. Obyek akad (mahal), disebut juga ma’qûd ‘alayhi, yang mencakup pekerjaan (amal) dan/atau modal (mâl) (Al-Jaziri, 1996: 69; Al-Khayyath, 1982: 76; 1989: 13).

Adapun syarat sah akad ada 2 (dua) yaitu:
• •

1. Obyek akadnya berupa tasharruf, yaitu aktivitas pengelolaan harta dengan melakukan akad-akad, misalnya akad jual-beli; 2. Obyek akadnya dapat diwakilkan (wakalah), agar keuntungan syirkah menjadi hak bersama di antara para syarîk (mitra usaha) (An-Nabhani, 1990: 146).

Macam-Macam Syirkah Menurut An-Nabhani, berdasarkan kajian beliau terhadap berbagai hukum syirkah dan dalil-dalilnya, terdapat lima macam syirkah dalam Islam: yaitu: (1) syirkah inân;

(2) syirkah abdan; (3) syirkah mudhârabah; (4) syirkah wujûh; dan (5) syirkah mufâwadhah (An-Nabhani, 1990: 148). An-Nabhani berpendapat bahwa semua itu adalah syirkah yang dibenarkan syariah Islam, sepanjang memenuhi syarat-syaratnya. Pandangan ini sejalan dengan pandangan ulama Hanafiyah dan Zaidiyah. Menurut ulama Hanabilah, yang sah hanya empat macam, yaitu: syirkah inân, abdan, mudhârabah, dan wujûh. Menurut ulama Malikiyah, yang sah hanya tiga macam, yaitu: syirkah inân, abdan, dan mudhârabah. Menurut ulama Syafi’iyah, Zahiriyah, dan Imamiyah, yang sah hanya syirkah inân dan mudhârabah (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu, 4/795). Syirkah Inân Syirkah inân adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberi konstribusi kerja (‘amal) dan modal (mâl). Syirkah ini hukumnya boleh berdasarkan dalil as-Sunnah dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 148). Contoh syirkah inân: A dan B insinyur teknik sipil. A dan B sepakat menjalankan bisnis properti dengan membangun dan menjualbelikan rumah. Masing-masing memberikan konstribusi modal sebesar Rp 500 juta dan keduanya sama-sama bekerja dalam syirkah tersebut. Dalam syirkah ini, disyaratkan modalnya harus berupa uang (nuqûd); sedangkan barang (‘urûdh), misalnya rumah atau mobil, tidak boleh dijadikan modal syirkah, kecuali jika barang itu dihitung nilainya (qîmah al-‘urûdh) pada saat akad. Keuntungan didasarkan pada kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung oleh masingmasing mitra usaha (syarîk) berdasarkan porsi modal. Jika, misalnya, masing-masing modalnya 50%, maka masing-masing menanggung kerugian sebesar 50%. Diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam kitab Al-Jâmi’, bahwa Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata, “Kerugian didasarkan atas besarnya modal, sedangkan keuntungan didasarkan atas kesepakatan mereka (pihak-pihak yang bersyirkah).” (An-Nabhani, 1990: 151). Syirkah ‘Abdan Syirkah ‘abdan adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan konstribusi kerja (‘amal), tanpa konstribusi modal (mâl). Konstribusi kerja itu dapat berupa kerja pikiran (seperti pekerjaan arsitek atau penulis) ataupun kerja fisik (seperti pekerjaan tukang kayu, tukang batu, sopir, pemburu, nelayan, dan sebagainya)

(An-Nabhani, 1990: 150). Syirkah ini disebut juga syirkah ‘amal (Al-Jaziri, 1996: 67; AlKhayyath, 1982: 35). Contohnya: A dan B. keduanya adalah nelayan, bersepakat melaut bersama untuk mencari ikan. Mereka sepakat pula, jika memperoleh ikan dan dijual, hasilnya akan dibagi dengan ketentuan: A mendapatkan sebesar 60% dan B sebesar 40%. Dalam syirkah ini tidak disyaratkan kesamaan profesi atau keahlian, tetapi boleh berbeda profesi. Jadi, boleh saja syirkah ‘abdan terdiri dari beberapa tukang kayu dan tukang batu. Namun, disyaratkan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan pekerjaan halal. (AnNabhani, 1990: 150); tidak boleh berupa pekerjaan haram, misalnya, beberapa pemburu sepakat berburu babi hutan (celeng). Keuntungan yang diperoleh dibagi berdasarkan kesepakatan; nisbahnya boleh sama dan boleh juga tidak sama di antara mitra-mitra usaha (syarîk). Syirkah ‘abdan hukumnya boleh berdasarkan dalil as-Sunnah (An-Nabhani, 1990: 151). Ibnu Mas’ud ra. pernah berkata, “Aku pernah berserikat dengan Ammar bin Yasir dan Sa’ad bin Abi Waqash mengenai harta rampasan perang pada Perang Badar. Sa’ad membawa dua orang tawanan, sementara aku dan Ammar tidak membawa apa pun.” [HR. Abu Dawud dan al-Atsram]. Hal itu diketahui Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam dan beliau membenarkannya dengan taqrîr beliau (An-Nabhani, 1990: 151). Syirkah Mudhârabah Syirkah mudhârabah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl) (An-Nabhani, 1990: 152). Istilah mudhârabah dipakai oleh ulama Irak, sedangkan ulama Hijaz menyebutnya qirâdh (Al-Jaziri, 1996: 42; Az-Zuhaili, 1984: 836). Contoh: A sebagai pemodal (shâhib al-mâl/rabb al-mâl) memberikan modalnya sebesar Rp 10 juta kepada B yang bertindak sebagai pengelola modal (‘âmil/mudhârib) dalam usaha perdagangan umum (misal, usaha toko kelontong). Ada dua bentuk lain sebagai variasi syirkah mudhârabah. Pertama, dua pihak (misalnya, A dan B) sama-sama memberikan konstribusi modal, sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan konstribusi kerja saja. Kedua, pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus, sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal, tanpa konstribusi kerja. Kedua bentuk syirkah ini masih tergolong syirkah mudhârabah (An-Nabhani, 1990: 152). Hukum syirkah mudhârabah adalah jâ’iz (boleh) berdasarkan dalil as-Sunnah (taqrîr Nabi Shalallahu alaihi wasalam) dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 153). Dalam syirkah ini, kewenangan melakukan tasharruf hanyalah menjadi hak pengelola (mudhârib/‘âmil). Pemodal tidak berhak turut campur dalam tasharruf. Namun demikian, pengelola terikat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal.

Maka dari itu. 2/66). yang dikenal tidak jujur. bukan berdasarkan kesepakatan. Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah. pihak A dan B adalah tokoh masyarakat.Jika ada keuntungan. Syirkah wujûh kedua ini hakikatnya termasuk dalam syirkah ‘abdan (An-Nabhani. 1990: 154). dalam mudhârabah berlaku hukum wakalah (perwakilan). bukan sematasemata ketokohan di masyarakat. Hukum kedua bentuk syirkah di atas adalah boleh. Disebut syirkah wujûh karena didasarkan pada kedudukan. dengan cara membeli barang dari seorang pedagang (misalnya C) secara kredit. sedangkan bentuk kedua termasuk syirkah ‘abdan. ia dibagi sesuai kesepakatan di antara pemodal dan pengelola modal. sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki. Dalam hal ini. jika kerugian itu terjadi karena kesengajaannya atau karena melanggar syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal (Al-Khayyath. bukan berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki. sah syirkah wujûh yang dilakukan oleh seorang biasa-biasa saja. keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan. Namun demikian. sedangkan kerugian ditanggung hanya oleh pemodal. A dan B bersepakat. atau suka menyalahi janji dalam urusan keuangan. sedangkan harga pokoknya dikembalikan kepada C (pedagang). Sebab. 1990: 154). karena bentuk pertama sebenarnya termasuk syirkah mudhârabah. 1990: 152). Misal: A dan B adalah tokoh yang dipercaya pedagang. Namun demikian. 1990: 154). atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya. Sebaliknya. atau keahlian (wujûh) seseorang di tengah masyarakat. pengelola turut menanggung kerugian. ketokohan. sementara seorang wakil tidak menanggung kerusakan harta atau kerugian dana yang diwakilkan kepadanya (An-Nabhani. 1990: 154). Syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak (misal A dan B) yang sama-sama memberikan konstribusi kerja (‘amal). An-Nabhani mengingatkan bahwa ketokohan (wujûh) yang dimaksud dalam syirkah wujûh adalah kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah). Syirkah Wujûh Syirkah wujûh disebut juga syirkah ‘ala adz-dzimam (Al-Khayyath. masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. Asy-Syarîkât fî asySyarî‘ah al-Islâmiyyah. tetapi oleh para pedagang dia dianggap memiliki . Lalu A dan B ber-syirkah wujûh. tidak sah syirkah yang dilakukan seorang tokoh (katakanlah seorang menteri atau pedagang besar). Syirkah mudhârabah dan syirkah ‘abdan sendiri telah jelas kebolehannya dalam syariat Islam (An-Nabhani. Bentuk kedua syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang ber-syirkah dalam barang yang mereka beli secara kredit. 2/49). Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudhârabah sehingga berlaku ketentuan-ketentuan syirkah mudhârabah padanya (An-Nabhani. dengan pihak ketiga (misalnya C) yang memberikan konstribusi modal (mâl). Lalu keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua. tanpa konstribusi modal dari masing-masing pihak (An-Nabhani. Dalam syirkah wujûh kedua ini.

pada awalnya yang ada adalah syirkah ‘abdan. berarti terwujud syirkah wujûh antara B dan C. sedangkan B dan C sebagai pengelola. ~ oleh Abu Al Maira di/pada Juni 19.kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah) yang tinggi. 2007. Dengan demikian. dua insinyur teknik sipil. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan kesepakatan. Abu Bakr Jabr Al Jazairi. Membangun Sistem Ekonomi Alternatif. Sebab. Dalam hal ini. maka sah pula ketika digabungkan dengan jenis syirkah lainnya (An-Nabhani. yang sebelumnya sepakat. bahwa masing-masing berkonstribusi kerja. Edisi Revisi. Kemudian B dan C juga sepakat untuk berkonstribusi modal. yaitu ditanggung oleh para pemodal sesuai porsi modal (jika berupa syirkah inân). Syirkah mufâwadhah dalam pengertian ini. Taqiyuddin. Minhajul Muslim. atau ditanggung mitra-mitra usaha berdasarkan persentase barang dagangan yang dimiliki (jika berupa syirkah wujûh). mudhârabah. Majalah Al Waie 57 An Nabhani. 1982: 25). Penerbit Buku Islam Kaffah. untuk membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada B dan C. Shiddiq. 1996. bentuk syirkah seperti ini telah menggabungkan semua jenis syirkah yang ada. misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan keuangan (An-Nabhani. berkonstribusi modal kepada B dan C. sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan jenis syirkah-nya. 1990: 156). Al-Khayyath. berarti di antara mereka bertiga terwujud syirkah mudhârabah. Ditulis dalam Muamalah . yaitu ketika B dan C sepakat masing-masing ber-syirkah dengan memberikan konstribusi kerja saja. di samping konstribusi kerja. berarti terwujud syirkah inân di antara B dan C. Lalu. Ketika B dan C membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya. Ensiklopedia Muslim. dan wujûh) (An-Nabhani. menurut An-Nabhani adalah boleh. Surabaya: Risalah Gusti. atau ditanggung pemodal saja (jika berupa syirkah mudhârabah). ‘abdan. 1990: 155-156). Contoh: A adalah pemodal. Syirkah Mufâwadhah Syirkah mufâwadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inân. Ketika B dan C sepakat bahwa masing-masing memberikan konstribusi modal. yang disebut syirkah mufâwadhah. 1990: 156. 2005. setiap jenis syirkah yang sah ketika berdiri sendiri. Sumber : • • • Al Jawi. Kerjasama Bisnis (Syirkah) Dalam Islam. ketika A memberikan modal kepada B dan C. Di sini A sebagai pemodal.

Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz.” (QS An-Nisaa': 12) Dari Saib ra bahwa ia berkata kepada Nabi saw. PENSYARI’ATAN SYIRKAH Allah swt berfirman: “Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain. “Engkau pernah menjadi kongsiku pada (zaman) jahiliyah. menurut bahasa. “(Syirkah syar’iyah) terwujud (terealisasi) atas dasar sama-sama ridha di antara dua orang atau lebih. dengan syarat masing-masing di antara mereka mendapat keuntungan sesuai dengan besarnya saham yang diserahkan kepada syirkah tersebut. Adapun menurut istilah syirkah (kongsi) ialah perserikatan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang didorong oleh kesadaran untuk meraih keuntungan. PENGERTIAN SYIRKAH Syirkah. meskipun besarnya modal tidak sama. Dalam kacamata syari’at. misalnya berkaitan dengan harta warisan. 3. dan amat sedikitlah mereka ini. “Jika seorang mati. atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah . dan tidak berbantah-bantahan denganku. yang masing-masing dari mereka mengeluarkan modal dalam ukuran yang tertentu. keuntungannya dibagi rata antara mereka. Kemudian modal bersama itu dikelola untuk mendapatkan keuntungan. SYIRKAH SYAR’IYAH (BENTUK KONGSI YANG DISYARATKAN) Dalam kitabnya. as-Sailul Jarrar III: 246 dan 248. maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu.” (QS Shaad: 24). baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak. tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja). adalah ikhthilath (berbaur). Engkau tidak menyelisihku. Terkadang syirkah ini terbentuk tanpa disengaja. 2.” Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi. (Fathul Bari V: 129).Bab Syirkah Fadly Tuesday. walaupun saham sebagian mereka lebih sedikit sedang yang lain lebih besar jumlahnya. Namun manakala mereka semua sepakat dan ridha. Imam Asy-Syaukani rahimahullah menulis sebagai berikut.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1853 dan Ibnu Majah II: 768 no: 2287). maka hal itu boleh dan sah. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih. (ketika itu) engkau adalah kongsiku yang paling baik. karena usaha bisnis itu yang terpenting didasarkan atas ridha sama ridha. toleransi dan lapang dada. 15 May 2007 1. hal seperti ini tidak mengapa. maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta.

hlm. Macam-Macam Syirkah Menurut An-Nabhani.: Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Pada saat beliau diutus sebagai nabi. orang-orang pada saat itu telah bermuamalah dengan cara ber-syirkah dan Nabi saw. membenarkannya. syirkah berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi dibedakan satu bagian dengan bagian lainnya (An-Nabhani. berdasarkan dalil Hadis Nabi saw. hlm. Akan tetapi. yaitu aktivitas pengelolaan harta dengan melakukan akad-akad. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). 1982: 76. Rukun syirkah yang pokok ada 3 (tiga) yaitu: (1) akad (ijab-kabul). Terakhir kali diperbaharui ( Monday. 1989: 13).Ash-Shahihah. Adapun menurut makna syariat. (HR Abu Dawud.689. Nabi saw. 1996: 69. dan ad-Daruquthni). Menurut arti asli bahasa Arab (makna etimologis). Hukum dan Rukun Syirkah Syirkah hukumnya jâ’iz (mubah). disebut juga ma‘qûd ‘alayhi. syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih. dibaca syirkah lebih fasih (afshah). bersabda. yang mencakup pekerjaan (amal) dan/atau modal (mâl) (Al-Jaziri. agar keuntungan syirkah menjadi hak bersama di antara para syarîk (mitra usaha) (An-Nabhani. misalnya akad jual-beli. Aku keluar dari keduanya. (3) obyek akad (mahal). 3/58. al-Baihaqi. 1990: 146). Kalau salah satunya berkhianat. terj. 1990: 146). 765). berupa taqrîr (pengakuan) beliau terhadap syirkah. disebut juga shighat. terdapat lima macam syirkah dalam Islam: yaitu: (1) . yasyraku (fi’il mudhâri‘). Al-Khayyath. yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan. berdasarkan kajian beliau terhadap berbagai hukum syirkah dan dalil-dalilnya. boleh juga dibaca syarikah. 21 May 2007 ) Pengertian Syirkah Kata syirkah dalam bahasa Arab berasal dari kata syarika (fi’il mâdhi). Adapun syarat sah akad ada 2 (dua) yaitu: (1) obyek akadnya berupa tasharruf. (An-Nabhani. (2) obyek akadnya dapat diwakilkan (wakalah). menurut Al-Jaziri dalam Al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-Arba‘ah. Kata dasarnya boleh dibaca syirkah. 687 . syaratnya harus memiliki kecakapan (ahliyah) melakukan tasharruf (pengelolaan harta). (2) dua pihak yang berakad (‘âqidâni). 1990: 146). artinya menjadi sekutu atau serikat (Kamus Al-Munawwir. sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra. syarikan/syirkatan/syarikatan (mashdar/kata dasar).

Menurut ulama Syafiiyah. Contoh syirkah inân: A dan B insinyur teknik sipil. yang sah hanya tiga macam. 1982: 35).) Syirkah ‘Abdan Syirkah ‘abdan adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masingmasing hanya memberikan konstribusi kerja (‘amal). misalnya. Konstribusi kerja itu dapat berupa kerja pikiran (seperti pekerjaan arsitek atau penulis) ataupun kerja fisik (seperti pekerjaan tukang kayu. pernah berkata. mudhârabah. yang sah hanya syirkah inân dan mudhârabah (Wahbah Az-Zuhaili. . tidak boleh berupa pekerjaan haram. dan Imamiyah. Syirkah ini hukumnya boleh berdasarkan dalil As-Sunnah dan Ijma Sahabat (An-Nabhani. disyaratkan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan pekerjaan halal. boleh saja syirkah ‘abdan terdiri dari beberapa tukang kayu dan tukang batu. 1990: 148). kecuali jika barang itu dihitung nilainya (qîmah al-‘urûdh) pada saat akad. Jika. sedangkan barang (‘urûdh). Al-Khayyath. jika memperoleh ikan dan dijual. 1990: 151. Syirkah ini disebut juga syirkah ‘amal (Al-Jaziri. dan sebagainya). nelayan. keduanya adalah nelayan. 1990: 150). (An-Nabhani. Dalam syirkah ini. Mereka sepakat pula. (An-Nabhani. bersepakat melaut bersama untuk mencari ikan. Menurut ulama Hanabilah. tukang batu. yaitu: syirkah inân. An-Nabhani berpendapat bahwa semua itu adalah syirkah yang dibenarkan syariah Islam. A dan B sepakat menjalankan bisnis properti dengan membangun dan menjualbelikan rumah. beberapa pemburu sepakat berburu babi hutan (celeng). Menurut ulama Malikiyah. bahwa Ali bin Abi Thalib ra. misalnya. (2) syirkah abdan. Al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu. sepanjang memenuhi syarat-syaratnya. sopir. Masing-masing memberikan konstribusi modal sebesar Rp 500 juta dan keduanya sama-sama bekerja dalam syirkah tersebut. (3) syirkah mudhârabah. Zahiriyah. 1990: 150). (4) syirkah wujûh. dan mudhârabah. abdan. tetapi boleh berbeda profesi. Dalam syirkah ini tidak disyaratkan kesamaan profesi atau keahlian. masing-masing modalnya 50%. misalnya rumah atau mobil. tidak boleh dijadikan modal syirkah. (An-Nabhani. Jadi. sedangkan keuntungan didasarkan atas kesepakatan mereka (pihak-pihak yang bersyirkah). abdan. sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha (syarîk) berdasarkan porsi modal. Keuntungan didasarkan pada kesepakatan. hasilnya akan dibagi dengan ketentuan: A mendapatkan sebesar 60% dan B sebesar 40%. pemburu. dan wujûh. 4/795). Diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam kitab Al-Jâmi‘. 1990: 148). yaitu: syirkah inân.syirkah inân. tanpa konstribusi modal (mâl). Namun. “Kerugian didasarkan atas besarnya modal. dan (5) syirkah mufâwadhah (An-Nabhani. Syirkah Inân Syirkah inân adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberi konstribusi kerja (‘amal) dan modal (mâl). yang sah hanya empat macam. disyaratkan modalnya harus berupa uang (nuqûd). 1996: 67. Pandangan ini sejalan dengan pandangan ulama Hanafiyah dan Zaidiyah. maka masing-masing menanggung kerugian sebesar 50%. Contohnya: A dan B.

2/49). 1990: 152). pengelola terikat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal. A dan B) sama-sama memberikan konstribusi modal. Dalam syirkah ini. Ibnu Mas‘ud ra. pengelola turut menanggung kerugian. Jika ada keuntungan. Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah alIslâmiyyah. Pemodal tidak berhak turut campur dalam tasharruf. (An-Nabhani. nisbahnya boleh sama dan boleh juga tidak sama di antara mitra-mitra usaha (syarîk). sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan konstribusi kerja saja. Ada dua bentuk lain sebagai variasi syirkah mudhârabah. Kedua bentuk syirkah ini masih tergolong syirkah mudhârabah (An-Nabhani. usaha toko kelontong). Hukum syirkah mudhârabah adalah jâ’iz (boleh) berdasarkan dalil As-Sunnah (taqrîr Nabi saw. kewenangan melakukan tasharruf hanyalah menjadi hak pengelola (mudhârib/’âmil).Keuntungan yang diperoleh dibagi berdasarkan kesepakatan. Contoh: A sebagai pemodal (shâhib al-mâl/ rabb al-mâl) memberikan modalnya sebesar Rp 10 juta kepada B yang bertindak sebagai pengelola modal (‘âmil/mudhârib) dalam usaha perdagangan umum (misal. (Al-Khayyath. 2/66). 1996: 42. sedangkan ulama Hijaz menyebutnya qirâdh. sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl). dan beliau membenarkannya dengan taqrîr beliau. Sa’ad membawa dua orang tawanan. pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus. Az-Zuhaili. 1990: 151). 1990: 152). ketokohan. satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal). sementara seorang wakil tidak menanggung kerusakan harta atau kerugian dana yang diwakilkan kepadanya (An-Nabhani. AsySyarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah. Syirkah Wujûh Syirkah wujûh disebut juga syirkah ‘ala adz-dzimam (Al-Khayyath. dalam mudhârabah berlaku hukum wakalah (perwakilan). Hal itu diketahui Rasulullah saw. Syirkah ‘abdan hukumnya boleh berdasarkan dalil As-Sunnah (An-Nabhani. jika kerugian itu terjadi karena kesengajaannya atau karena melanggar syaratsyarat yang ditetapkan oleh pemodal. sedangkan kerugian ditanggung hanya oleh pemodal. (An-Nabhani. Kedua. Namun demikian. Namun demikian. tanpa konstribusi kerja. Pertama.” (HR Abu Dawud dan al-Atsram). 1990: 153).) dan Ijma Sahabat (An-Nabhani. atau keahlian (wujûh) seseorang di tengah . Sebab. 1984: 836). 1990: 152). sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal. ia dibagi sesuai kesepakatan di antara pemodal dan pengelola modal. pernah berkata (yang artinya). dua pihak (misalnya. Syirkah Mudhârabah Syirkah mudhârabah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan. Disebut syirkah wujûh karena didasarkan pada kedudukan. Istilah mudhârabah dipakai oleh ulama Irak. 1990: 151). (Al-Jaziri. “Aku pernah berserikat dengan Ammar bin Yasir dan Sa’ad bin Abi Waqash mengenai harta rampasan perang pada Perang Badar. sementara aku dan Ammar tidak membawa apa pun.

Syirkah mudhârabah dan syirkah ‘abdan sendiri telah jelas kebolehannya dalam syariat Islam (An-Nabhani. Hukum kedua bentuk syirkah di atas adalah boleh. atau ditanggung mitra-mitra usaha berdasarkan persentase barang dagangan yang dimiliki (jika berupa syirkah wujûh). 1990: 156. bukan semata-semata ketokohan di masyarakat. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan kesepakatan. Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudhârabah sehingga berlaku ketentuan-ketentuan syirkah mudhârabah padanya. atau suka menyalahi janji dalam urusan keuangan. Syirkah wujûh kedua ini hakikatnya termasuk dalam syirkah ‘abdan (An-Nabhani. Al-Khayyath. bukan berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki. Maka dari itu. yang dikenal tidak jujur. (An-Nabhani. dengan cara membeli barang dari seorang pedagang (misalnya C) secara kredit. keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan. tanpa konstribusi modal dari masing-masing pihak. sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki. Sebaliknya. ‘abdan. tetapi oleh para pedagang dia dianggap memiliki kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah) yang tinggi. A dan B bersepakat. Dalam hal ini. (An-Nabhani. menurut An-Nabhani adalah boleh. bukan berdasarkan kesepakatan. mudhârabah. 1990: 156). (An-Nabhani. maka sah pula ketika digabungkan dengan jenis syirkah lainnya. atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya. Bentuk kedua syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang ber-syirkah dalam barang yang mereka beli secara kredit. Misal: A dan B adalah tokoh yang dipercaya pedagang.masyarakat. Lalu keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua. dan wujûh) (An-Nabhani. karena bentuk pertama sebenarnya termasuk syirkah mudhârabah. Sebab. tidak sah syirkah yang dilakukan seorang tokoh (katakanlah seorang menteri atau pedagang besar). atau ditanggung pemodal saja (jika berupa syirkah mudhârabah). Dalam syirkah wujûh kedua ini. sedangkan harga pokoknya dikembalikan kepada C (pedagang). 1990: 154). Syirkah mufâwadhah dalam pengertian ini. misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan keuangan. 1990: 154). (An-Nabhani. Lalu A dan B ber-syirkah wujûh. 1990: 154). 1990: 155-156). dengan pihak ketiga (misalnya C) yang memberikan konstribusi modal (mâl). setiap jenis syirkah yang sah ketika berdiri sendiri. sah syirkah wujûh yang dilakukan oleh seorang biasa-biasa saja. Syirkah Mufâwadhah Syirkah mufâwadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inân. masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan jenis syirkah-nya. . yaitu ditanggung oleh para pemodal sesuai porsi modal (jika berupa syirkah inân). Syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak (misal A dan B) yang sama-sama memberikan konstribusi kerja (‘amal). An-Nabhani mengingatkan bahwa ketokohan (wujûh) yang dimaksud dalam syirkah wujûh adalah kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah). 1982: 25). pihak A dan B adalah tokoh masyarakat. Namun demikian. sedangkan bentuk kedua termasuk syirkah ‘abdan. 1990: 154).

Denhag: Kluwer Law International. Dalam hal ini. Beirut : Mua’ssasah ar-Risalah. Islamic Law and Finance: Religion. Dengan demikian. 1982. yaitu ketika B dan C sepakat masing-masing ber-syirkah dengan memberikan konstribusi kerja saja. Di sini A sebagai pemodal. Cetakan I. Abdurrahman. 1999. Jakarta : Bank Indonesia & Tazkia Institute. Antonio. pada awalnya yang ada adalah syirkah ‘abdan. Abdul Aziz. 1996. Juz IV. 2 3 4 5 6 7 8 Vogel. T. untuk membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada B dan C. Az-Zuhaili. . berarti di antara mereka bertiga terwujud syirkah mudhârabah. 1984. 1996. 1989. Kemudian B dan C juga sepakat untuk berkonstribusi modal. Beirut : Darul Ummah. An-Nizhâm al-Iqtishâdî fî al-Islâm. Cetakan III. Al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-Arba’ah. Taqiyuddin. :Darus Salam. Asy-Syarîkât fî Dhaw’ al-Islâm. Cetakan I. δ Daftar Pustaka 1 An-Nabhani. Syafi’i. berarti terwujud syirkah wujûh antara B dan C. Lalu. Ketika B dan C sepakat bahwa masing-masing memberikan konstribusi modal. Al-Jaziri. 1998. Beirut : Darul Fikr. di samping konstribusi kerja. M. Nejatullah.Contoh: A adalah pemodal. Siddiqi. —————. Risk and Return. & Samuel L. dua insinyur teknik sipil. ketika A memberikan modal kepada B dan C. yang disebut syirkah mufâwadhah. M. Cetakan IV. Ketika B dan C membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya. Damaskus: Darul Fikr. yang sebelumnya sepakat. bentuk syirkah seperti ini telah menggabungkan semua jenis syirkah yang ada. Al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu. Bank Syariah Wacana Ulama dan Cendekiawan. berkonstribusi modal kepada B dan C. Yogyakarta : Dana Bhakti Prima Yasa. Kemitraan Usaha dan Bagi Hasil dalam Hukum Islam (Partnership and Profit Sharing in Islamic Law). bahwa masing-masing berkonstribusi kerja. Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah wa al-Qânûn al-Wâdh‘i. Wahbah. Juz III. Terjemahan oleh Fakhriyah Mumtihani. Hayes III. Al-Khayyath. sedangkan B dan C sebagai pengelola. berarti terwujud syirkah inân di antara B dan C. Frank E. 1990.Tp.

(Fathul Bari V: 129). keuntungannya dibagi rata antara mereka. maka hal itu boleh dan sah. 2. SYIRKAH SYAR"IYAH (BENTUK KONGSI YANG DISYARATKAN) Dalam kitabnya. meskipun besarnya modal tidak sama. hal seperti ini tidak mengapa. maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu." Sumber: Diadaptasi dari "Abdul "Azhim bin Badawi al-Khalafi. toleransi dan lapang dada. "(Syirkah syar"iyah) terwujud (terealisasi) atas dasar sama-sama ridha di antara dua orang atau lebih. Imam Asy-Syaukani rahimahullah menulis sebagai berikut. misalnya berkaitan dengan harta warisan. adalah ikhthilath (berbaur). as-Sailul Jarrar III: 246 dan 248." (QS An-Nisaa": 12) Dari Saib Radhiyallahu "Anhu bahwa ia berkata kepada Nabi saw. Dalam kacamata syari"at. Terkadang syirkah ini terbentuk tanpa disengaja. dan tidak berbantah-bantahan denganku." (QS Shaad: 24). baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak. (ketika itu) engkau adalah kongsiku yang paling baik. 3. "Engkau pernah menjadi kongsiku pada (zaman) jahiliyah. dengan syarat masing-masing di antara mereka mendapat keuntungan sesuai dengan besarnya saham yang diserahkan kepada syirkah tersebut. menurut bahasa.Syirkah 1. karena usaha bisnis itu yang terpenting didasarkan atas ridha sama ridha. walaupun saham sebagian mereka lebih sedikit sedang yang lain lebih besar jumlahnya. Adapun menurut istilah syirkah (kongsi) ialah perserikatan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang didorong oleh kesadaran untuk meraih keuntungan. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih. Engkau tidak menyelisihku. PENSYARI"ATAN SYIRKAH Allah Subhaanahu Wata"aala berfirman: "Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain. yang masing-masing dari mereka mengeluarkan modal dalam ukuran yang tertentu. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil "Aziz. Kemudian modal bersama itu dikelola untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang. dan amat sedikitlah mereka ini. tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja)." (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1853 dan Ibnu Majah II: 768 no: 2287). Namun manakala mereka semua sepakat dan ridha. atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur"an dan . maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. "Jika seorang mati. PENGERTIAN SYIRKAH Syirkah.

As-Sunnah Ash-Shahihah. Dengan demikian. zara’a al-habb yazra’uhu zar’an artinya badzarahu (menyemainya).php? option=com_content&task=view&id=268&Itemid=22 Penjelasan Lebih Lengkap tentang SYIRKAH. Sumber : http://alislamu. 24 Juni 2008 Oleh: Yahya Abdurrahman Muzara’ah secara bahasa merupakan bentuk mufa’alah dari az-zar’u. Aktivitas bercocok tanam (pertanian) itu kadang dilakukan oleh dua pihak: pihak pemilik tanah dengan pihak lain. Menurut Ibn Darid. Ibn Manzhur menambahkan. bahwa az-zar’u adalah segala macam tumbuhan yang ditanam. terj. Ma"ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). Abu dawud). “Muzara’ah dengan sepertiga atau seperempat. masdar dari zara’a.pengusahamuslim. hlm. Leasing Syariah Pertama di Indonesia Ekonomi Islam Bukan Hanya Bank Syariah Metode Ijtihad Ibrahim Hosen Wakaf dan • . az-zira’ah (penanaman/pertanian) merupakan kegiatan bercocok tanam tanaman apa saja baik tanaman pangan.com/modules/smartsection/item.” (HR.php?itemid=63 Muzara’ah dan Mukhabarah Selasa. sayuran atau yang lain yang ditanam dengan benih atau biji. az-zar’u adalah apa yang Anda tanam berupa tanaman atau sayuran. Ibn Sayidih dan Ibn Manzhur menyatakan. menurut as-Samarqandi. Imam sarkhasi di dalam Al-Mabsuth menjelaskan yang terjadi di antara dua pihak untuk maksud itu (yakni aktivitas pertanian) disebut muzara’ah. Al-Manawi menjelaskan bahwa az-zar’u adalah apa yang ditanam dengan benih atau biji. “Apakah Mukhabarah itu?” Zaid menjawab. Al-Laits yang dikutip oleh al-Azhari dalam Tahdzib al-Lughah menyatakan.689. baca : http://www. Secara syar’i. dan juga disebut mukhabarah berdasarkan apa yang diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra: “Nabi Saw melarang Mukhabarah. ‘Alaudin al- Opini Lainnya • • • • • Etika Dalam Bermazhab Semangat Menunaikan Ibadah Haji Seri Akhlak Ekonomi Islam: Time Value of Good Deeds Nyamuk Dan Petualangannya Tugas Pemimpin Popular • • • • AKAR KRISIS KEUANGAN GLOBAL : BUBBLE ECONOMY DAN FENOMENA RIBAWI ALIF.com/index. Az-Zar’u lebih dominan digunakan untuk al-burr (gandum) dan asysya’ir (barley) dan bentuk jamaknya az-zuruu’. dikatakan az-zar’u adalah semua tanaman yang ditanam. 687 . Dikatakan juga. az-zar’u adalah menanam benih.

hendaklah ia menanaminya atau menyerahkannya kepada saudaranya untuk ditatanami tanpa kompensasi dan jangan menyewakannya dengan sepertiga. Dasarnya adalah riwayat dari Zaid bin Tsabit di atas.Kasani dan Dr. Al-Manawi mengartikan muzara’ah sebagai muamalah atas tanah dengan imbalan sebagai hasil tanamannya: misal sepertiga. jika bibit berasal dari pemilik tanah maka itu muzara’ah. Ibn Qudamah dan M. Artinya. Ruwas Qal’aji menjelaskan bahwa muzara’ah adalah menyerahkan tanah kepada orang yang menanami atau menggarapnya dan hasilnya dibagi di antara keduanya (pemilik dan yang menanami/penggarap). Hukum Penyewaan Lahan untuk Pertanian Jabir bin Abdullah ra. muzara’ah sama dengan mukhabarah. Hanabilah. menuturkan: “Rasulullah Saw melarang penyewaan tanah (lahan).” (HR. Dalam pengertian para ulama. baik muzara’ah. Menurut an-Nawawi. Abu Dawud. Namun. seperempat dan jangan dengan makanan yang disepakati (jenis dan jumlahnya). uang atau harta lainnya maka itu merupakan penyewaan lahan (kira al-ardhi). muzara’ah itu adalah penyewaan tanah – as-Samarqandi menambahkan “atau menyewa penggarap” – dengan imbalan sebagian dari hasilnya. Malikiyah dan sebagian Syafiiyah. sedangkan jika bibit dari penggarap maka itu mukhabarah. anNasa’i dan Ahmad). seperempat dan bagian tertentu lainnya. Adapun jika tanah itu disewakan dengan pembayaran berupa dinar. dirham. Zhuhair bin Rafi’ bertutur: Nabi Saw pernah datang dan Perwakafan di Indonesia . Menurut as-Sindi dan as-Samarqandi. Muslim. Menurut ulama Hanafiyah. Sa’di Abu Habib. mukhabarah ataupun kira al-ardhi merupakan muamalah penyewaan lahan untuk pertanian. Rafi’ bin Khadij menuturkan dari pamannya bahwa Nabi Saw juga pernah bersabda: “ Siapa saja yang memiliki tanah. muzara’ah dan mukhabarah itu imbalannya adalah sebagian hasil pertaniannya. an-Nasa’i dan Ibn Majah). muzara’ah adalah ungkapan tentang akad pertanian dengan imbalan sebagian dari hasilnya.” (HR. sebagian ulama Syafiiyah yang lain membedakan keduanya.

“Milik siapa tanaman dan tanah itu?” Ia menjawab.” (HR. “Kami sewakan dengan bagian dekat parit. “Apa yang kalian perbuat dengan lahan pertanian kalian?” Aku menjawab. Terdapat qarinah (indikasi) yang menunjukkan larangan ini bersifat tegas. Nabi Saw kemudian bertanya kepadanya.” Kami berkata. Nabi Saw juga bersabda kepada Rafi’. Indikasi itu adalah adanya penegasan Nabi Saw dalam riwayat an-Nasa’i dari Usaid bin Zhuhair: Nabi Saw melarang penyewaan tanah. kami sewakan dengan sejumlah biji-bijian.” Kami berkata. Jelas sekali nash-nash di atas (masih ada nash lainnya) bahwa Nabi Saw melarang penyewaan lahan untuk pertanian secara umum. Tanamanku dengan benihku dan kerjaku. “Kalau begitu. “jangan.bertanya kepada kami. lalu Nabi Saw lewat dan ia sedang menyirami tanamannya. Jabir bin Abdullah menuturkan.” (HR. Abu Dawud). “Kami menyewakannya atas seperempat dan atas beberapa wasq kurma dan barley. penyewaan lahan untuk pertanian dengan imbalan (sewa) dalam bentuk apapun baik hasilnya.” Indikasi lainnya adalah sabda Nabi Saw.” Nabi Saw pun bersabda: “kalian berdua telah melakukan riba. hukumnya haram. Lalu kami berkata. Muslim.” Beliau menjawab. sejumlah makanan tertentu. “Fal ya’dzan bi harb (in) min Allah wa rasuulihi (Beritahukan bahwa Allah dan Rasul-Nya menyatakan perang terhadapnya. “kami sewakan dengan jerami.” Jawab Nabi Saw.” (HR al-Bukhari. “Jangan. Bagiku separuh dan Bani Fulan separuh. Ibn Majah dan an-Nasa’i). ia mendengar Nabi Saw pernah bersabda: “Siapa saja yang tidak meninggalkan mukhabarah maka beritahukan bahwa Allah dan RasulNya menyatakan perang kepadanya. Dengan demikian. tanamilah atau berikan kepada saudaramu. dengan cara bagi hasil.” Jawab Beliau. Abu Dawud) Rafi’ bin Khadij menuturkan bahwa ia pernah menanami tanah. atau dengan imbalan sejumlah makanan tertentu. jelas praktik yang dilakukan Rafi’ itu adalah . “jangan. Kembalikan tanah itu kepada yang punya dan ambillah biaya yang engkau keluarkan.” Artinya.” (Zarinah yang sama digunakan dalam QS 2:279 untuk menegaskan haramnya riba). “Arbaytuma” (Kalian telah melakukan riba). atau harta lainnya. tanamilah atau berikan kepada orang lain agar dia tanami tanpa kompensasi atau tahanlah.” Beliau bersabda: “Jangan kalian lakukan.

dinar. Jabir bin Abdullah menuturkan: “Rasulullah Saw melarang menjual tanah pertanian dua atau tiga tahun.” Rafi’ bin Khadij berkata.94 Tahun VIII 1-30 Juni 2008 Opini . pakaian. An-Nasa’i). atau harta apapun hukumnya adalah haram. uang. Memang Rafi’ bin Khadij. An-Nasa’i). Dengan demikian. ia menjawab. melainkan Beliau melarang penyewaan dengan hasilnya.” (HR. Pernyataan tersebut merupakan pernyataan Rafi’ tidak bisa dijadikan hujjah.(zar) Wallaahu a’lam wa ahkam. Menyewakan tanah dengan uang jelas tercakup dalam keumuman larangan menyewakan tanah di atas. “Aku berhaji bersama kakekku Rafi’ bin Khadij. Sesungguhnya Rasulullah Saw telah melarang penyewaan tanah. Penyewaan atau menjualnya untuk beberapa waktu dengan harga berupa dinar.” (HR. “Ya. tinggalkan itu. “Anakku. “Tidak. Menjual tanah dua atau tiga tahun adalah menyewakannya dua atau tiga tahun dengan uang. sejumlah makanan tertentu.terlarang dan haram sebagaimana riba.” (HR Muslim). kakek kami menyewakan tanah kami kepada fulanah dengan sewa dua ratus dirham. Apalgi penyewaan dengan emas dan perak (uang) itu belum dikenal pada masa Nabi Saw sebagaimana riwayat al-Bukhari dari Rafi’ bin Khadij. Allah akan memberikan rezeki yang lain kepadamu. yaitu Imran bin Sahal bin Rafi’ bin Khadij. Isa bin Sahal bin rafi’ bin Khadij menuturkan. Sumber: Majalah al-wa’ie No. dirham. “Adapun (penyewaan tanah dengan) emas dan wariq (perak) maka belum ada pada waktu itu (masa Nabi saw)” Ini juga bertentangan dengan pernyataan Rafi’ sendiri yang menyatakan penyewaan lahan dengan dirham termasuk yang dilarang. Lalu datang saudaraku. dirham atau uang maka hal itu juga dilarang. ketika ditanya tentang penyewaan dengan pembayaran emas dan perak. baik dengan pembayaran sebagian dari hasilnya (dengan cara bagi hasil). Ia berkata. Adapun pembayaran emas atau perak maka tidak apa-apa. menyewakan lahan untuk pertanian. ia berkata.

Qadhi Abu Thayyib. baik dari buah – buahan maupun dari hasil pertahun (palawija)” (H.R. Dasar Hukum Muzara’ah Dan Mukhabaroh ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ََ ِ ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ ُ َ ِ ِ َ َ َ ّ َ ََ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ ّ ُ َ ً ْ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ‫عن رافع بن خديج قال كنااكثرالنصار حقل فكنا نكرىالرض على ان لنا هذه فربما أخرجت هذه ولم تخرج هذه‬ َ َِ ْ َ َ َ َ َ ‫فنهاناعن ذلك‬ Artinya : Berkata Rafi’ bin Khadij: “Diantara Anshar yang paling banyak mempunyai tanah adalah kami.• • Etika Dalam Bermazhab Semangat Menunaikan Ibadah Haji Hikmah • • Ekonomi Syariah Salah Satu Sarana Menuju Ridha Allah SwT Sabar dalam Mengembangkan Ekonomi syariah. yaitu Imam Rafi’I berdasar dhahir nash Imam Syafi’i. MUZARA’AH DAN MUKHABARAH A. Melarang paroan dengan cara demikian (H. Telah memberikan kebun kepada penduduk khaibar agar dipelihara oleh mereka dengan perjanjian mereka akan diberi sebagian dari penghasilan. Mengartikan sama dengan memberi ketetntuan: usaha mengerjakan tanah (orang lain) yang hasilnya dibagi. sepertiga atau seperempat). Sedangkan ulama yang menyamakan ta’rif muzara’ah dan mukhabarah diantaranya Nawawi. Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung pemilik tanah Mukhabarah ialah mengerjakan tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan sebagian hasilnya (seperdua. maka oleh karenanya Raulullah SAW. Al Bandaniji.R Muslim) . sepertiga atau seperempat). Bukhari) ‫)عن ابن عمران النبي صلى ال عليه وسلم عامل أهل خيبر بشرط مايخرج منها من ثمر اوزرع )رواه مسلم‬ ٍ ْ َ ْ َ ٍ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ ّ ّ ََ َ ُ ِ ْ ِ ْ َ Artinya: Dari Ibnu Umar: “Sesungguhna Nabi SAW. maka kami persewakan. Munculnya pengertian muzara’ah dan mukhabarah dengan ta’rif yang berbeda tersebut karena adanya ulama yang membedakan antara arti muzara’ah dan mukhabarah. B. sebagian tanah untuk kami dan sebagian tanah untuk mereka yang mengerjakannya. kadang sebagian tanah itu berhasil baik dan yang lain tidak berhasil. Imam Jauhari. Pengertian Muzara’ah dan Mukhabarah Muzara’ah ialah mengerjakan tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan sebagian hasilnya (seperdua. II. Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung orang yang mengerjakan.

Pandangan Ulama Terhadap Hukum Muzara’ah Dan Mukhabarah Dua Hadits di atas yang dijadikan pijakan ulama untuk menuaikan kebolehan dan katidakbolehan melakukan muzara’ah dan mukhabarah. Pendapat ini dikuatkan oleh Nawawi. Kalau benih dari keduanya. H. Zakat Muzara’ah Dan Mukhabarah Zakat hasil paroan sawah atau ladang ini diwajibkan atas orang yang punya benih. zakat diwajibkan atas yang punya tanah karena pada hakekatnya dialah yang bertanam. Setengah ulama melarang paroan tanah ataupun ladang beralasan pada Hadits yang diriwayatkan oleh bukhari tersebut di atas Ulama yang lain berpendapat tidak ada larangan untuk melakukan muzara’ah ataupun mukhabarah. Juga pendapat ini dikuatkan orang banyak. PT. maka zakat wajib atas keduanya. sedangkan petani dapat meningkatkan tarap hidupnya DAFTAR PUSTAKA H. Karena memang kejadian di masa dahulu. Dalam Hadits yang melarang itu. 1992 DR. mereka memarohkan tanah dengan syarat dia akan mengambil penghasilan dari sebagian tanah yang lebih subur keadaan inilah yang dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. dan Khatabbi. diambil dari jumlah pendapatan sebelum dibagi III. Suparta dkk.C. karena pada hakekatnya dialah yang bertanam. Penghasilan yang didapat dari upah tidak wajib dibayar zakatnya. Baik pihak pemilik sawah atau ladang maupun pihak penggarap tanah. Biro Penerbit Jurusan Syariah STAIN Cirebon. petani hanya mengambil upah bekerja. Fiqhul Islam. Pemilik tanah lahannya dapat digarap. Materi Pokok Fiqih I. (He) Drs. zakatnya wajib atas petani yang bekerja. Ibnu Mundzir. KESIMPULAN Mukhabarah ialah mengerjakan tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan sebagian hasilnya (seperdua. 2000 Diposkan oleh Wiji Supriyanto di 06:04 Memanfaatkan Tanah Pertanian .S Sholahuddin. karena pekerjaan demikian bukanlah dengan cara adil dan insaf. Bnandung. sepertiga atau seperempat). sedangkan penghasilan sewaan tidak wajib dikeluarkan zakatnya Sedangkan pada mukhabarah. Sinar Baru Algensindo. Fiqih Islam. D. yang punya tanah seolah – olah mengambil sewa tanahnya. Dengan adanya praktek mukahbarah sangat menguntungkan kedua belah pihak. Sulaeman Rasyid. 1994 Drs. jadi pada muzara’ah. Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung orang yang mengerjakan. mereka mengambil alsan Hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di atas Adapun Hadits yang melarang tadi maksudnya hanya apabila ditentukan penghasilan dari sebagian tanah. Universitas terbuka. mesti kepunyaan salah seorang diantara mereka.

Mungkin diserahkan kepada orang lain untuk ditanami tanpa imbalan suatu apapun.a.16. Mungkin ditanaminya sendiri.Apabila seorang muslim memiliki tanah pertanian. "Rasulullah s. Diurus sendiri dengan ditanaminya tumbuh-tumbuhan atau ditaburi benih kemudian disiram dan dipelihara. Kebanyakan sahabat Anshar adalah hidup bercocok-tanam. Mereka urus sendiri tanahtanah mereka itu." (Riwayat Ahmad dan Muslim) Berdasar dhahir hadis ini sementara ulama salaf berpendapat. Begitulah sampai keluar hasilnya. atau 2. . tinggalkanlah. Cara semacam ini sangat dituntut oleh Islam. Abu Hurairah meriwayatkan. melarang keras disia-siakannya harta.w. Islam samasekali tidak menyukai dikosongkannya tanah pertanian itu. melarang membuang-buang harta. sedang dia samasekali tidak mengambil hasilnya.1 Cara Pemanfaatannya Cara pertama. sebagaimana telah diterangkan terdahulu. maka tanamilah sendiri atau suruhlah saudaranya untuk menanaminya. Maka sabda Nabi: barangsiapa memiliki tanah. bibit ataupun binatang untuk mengolah tanah.a. maka dipinjamkannya tanahnya itu kepada orang lain yang mampu mengurusnya dengan bantuan alat." (Riwayat Bukhari dan Muslim) Dalam satu riwayat dikatakan demikian: "Dari Jabir ia berkata: Kami biasa menyewa tanah dengan mendapatkan sebagai dari hasil (mukhabarah). Yakni pengawasan terhadap tanah dilakukan oleh pemiliknya sedang hasilnya diambil oleh yang mengerjakannya.w. 4. burung dan binatang ternak. di mana pemiliknya akan mendapat pahala dari Allah karena tanamannya itu bisa dimanfaatkan oleh manusia. kemudian kami mendapat hasil tanah itu begini dan begini.2. maka dia harus memanfaatkan tanah tersebut dengan bercocoktanam. Cara kedua. bahwa Rasulullah s. Cara semacam ini adalah cara yang terpuji. Kalau dia tidak mungkin dapat mengurus sendiri. sedang Rasulullah s. maka tanamilah atau berikan kepada kawannya. bersabda sebagai berikut: "Barangsiapa memiliki tanah." Pemilik tanah ini dapat memanfaatkannya dengan berbagai cara. sebab hal tersebut berarti menghilangkan nikmat dan membuang-buang harta. bahwa pemanfaatan tanah hanya dapat ditempuh dengan salah satu dua cara: 1.a. kalau tidak.w.

a. bahwa Nabi melarangnya. ialah cara muzara'ah.a. menyewakan tanah kepada penduduk Khaibar dengan perjanjian separuh hasilnya untuk pemilik tanah. Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdullah. misalnya: 1/2. yang juga dikerjakan oleh Rasulullah s." Cara seperti ini tidak boleh dianggap mansukh. pernah memberitahukan kepadaku. Makhul. dan kemudian disepakati oleh para khalifahnya dan mereka pun . yaitu pemilik tanah menyerahkan alat. bahwa 'Amr bin Dinar berkata: aku berkata kepada Thawus. Adapun sesuatu yang dikerjakan oleh Nabi sampai beliau meninggal dunia. bahwa tanah yang tidak ditanami. kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin sampai mereka meninggal dunia.a. Imam Bukhari meriwayatkan. di antaranya: Ibnu Umar. bahwa Rasulullah s. tidak melarangnya.Ibnu Hazm meriwayatkan dengan sanadnya sendiri sampai kepada al-Auza'i.w.w. 1/3 atau kurang atau lebih menurut persetujuan bersama. bukan wajib tetapi hanya sunnat belaka. Dan begitu juga isteri-isteri Nabi s. Dan kemudian diikuti oleh orang-orang sesudahnya. dan mereka berkata: "Muzara'ah adalah perkara yang baik dan sudah biasa berlaku. Kemudian Thawus berkata: orang yang lebih tahu. Boleh juga si pemilik tanah itu membantu kepada yang hendak menaminya berupa bibit. Hadis ini diriwayatkan oleh beberapa orang sahabat. sampai beliau meninggal dunia. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim diterangkan. yakni Ibnu Abbas.19 Sebab terjadinya mansukh harus semasa hidup Rasulullah s.a. cuma beliau bersabda demikian: "Sungguh salah seorang di antara kamu akan memberikan tanahnya kepada kawannya.a. bahwa Abdullah bin Abbas berpendapat. benih dan hewan kepada yang hendak menanaminya dengan suatu ketentuan dia akan mendapat hasil yang telah ditentukan. Hadis ini dijadikan alasan oleh orang yang membolehkan muzara'ah. bahwa Rasulullah s. musagaat atau mukhabarah.w. maka mereka akan beranggapan. tidak boleh disewakan dengan dirham maupun dinar dan tidak juga dipekerjakan. sepeninggal beliau. bahwa perintah memberi tanah dalam hadis-hadis di atas. Sehingga tidak seorang pun ahli bait Nabi di Madinah yang tidak mengerjakan hal ini. melainkan harus ditanami oleh si pemiliknya sendiri atau diberikannya kepada orang lain. bahwa ia berkata: "Atha'. alat atau hewan. salah seorang rekan Ibnu Abbas: kalau kamu tinggalkan mukhabarah." (Riwayat Bukhari) Cara ketiga. Cara seperti ini disebut: muzara'ah. Mujahid dan Hasan Basri semuanya berpendapat.w." Diriwayatkan.w. lebih baik daripada dia mengambil atas tanahnya itu hasil yang ditentukan.

padahal kisah Khaibar ini sangat masyhur di kalangan mereka? Siapakah perawi mansukh ini.RIDJALUDDIN. AL QUR'AN & HADIST TENTANG EKONOMI ISLAM Sebelum mengamati bagaimana peranan ekonomi Islam dalam beberapa teori ekonomi modern perlu kiranya bagaimana al-Qur’an & Al-Hadits menyatakan tentang . sesudah) Halal dan Haram dalam Islam Oleh Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi Alih bahasa: H.muhammad syafi'i antonio. 1993 HUKUM ISLAM Deskripsi : suatu bentuk yang lebih sederhana dari muzaraah di mana si penggarap hanya bertanggung jawab atas penyiraman dan pemeliharaan dan sebagai imbalannya si penggarap berhak atas nisbah tertentu dari hasil panen Sumber : bank syariah (dari teori ke praktik).H. maka bagaimana mungkin hal semacam ini dianggap mansukh? Kalau hal itu dimansukh semasa hidup Nabi.Ag 1. Bina Ilmu. sehingga mereka tidak menyebut dan dia sendiri tidak menyampaikan hal itu kepada para sahabat yang lain? (sebelum.mengerjakannya.2001 PERANAN EKONOMI ISLAM DALAM TEORI EKONOMI MODERN DR.jakarta.gema insan. Mu'ammal Hamidy Penerbit: PT.FN. tetapi mengapa beliau sendiri mengerjakannya sesudah dimansukhnya hukum tersebut? Mengapa mansukhnya itu justru dirahasiakan sehingga tidak seorang khalifah pun yang menyampaikan hal itu..M. dan tidak seorangpun yang menentangnya.

Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah. " Tahap ketiga. maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Allah mengharamkan salah satu bentuk riba.hal-hal tersebut. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya. maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)" Tahap kedua : Allah dalam firmanNya menyatakan : ‫وأخذهم الرباوقدنهوا عنه وأكلهم أموال الناس بالباطل وأعتدنا للكافرين منهم عذابا أليما‬ ً َِ ً َ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ْ ََ ِ ِ َ ْ ِ ِ ّ َ َ ْ َ ْ ِ ِْ ََ ُ ْ َ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ِ ِ ْ ََ Artinya: "Dan disebabkan mereka memakan riba. yaitu yang bersifat berlipat ganda dengan larangan yang tegas. umpamanya tentang permasalahan larangan Islam terhadap Riba: Tahap Pertama : Allah SWT dalam firmanNya menyatakan bahwa : َ ُ ِ ُ ٍ َ َ ّ ُْ َ َ َ َ ِ َ ِ ُْ َ َ َ ِ ّ ِ َ ْ َ ِ ُْ َِ ًّ ّ ُْ َ َ َ َ ‫ومآءاتيتم من ربا ليربوا في أموال الناس فل يربوا عند ال ومآءاتيتم من زكاة تريدون‬ َ ُ ِ ُ ْ ُ ُ َ ِ َ ْ َُ ِ َ ْ َ ‫وجه ال فأولئك هم المضْعفون‬ Artinya : "Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia. dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Hal ini disampaikan oleh Allah SWT dalam firmanNya menyatakan bahwa : َ ‫يا أيها الذين ءامنوا ل تأكلوا الربا أضعافا مضا َفة واتقوا ال لعلكم تفلحو‬ ‫َ َ َّ ُ ْ ُ ِْ ُ ن‬ ُّ َ ً َ ‫َّ َ ْ َ ً ّ َ ع‬ ُُ ْ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ . Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir dl antara mereka itu siksa yang pedih.

mereka kekal dl dalamnya (275). maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). " Tahap terakhir. Allah mengharamkan riba secara total dengan segala bentuknya. adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). dalam firman Allah SWT dinyatakan bahwa . Keadaan mereka yang demikian itu. maka orang itu adalah penghuni penghuni neraka. ْ ُ ّ َ ِ َ َِ ّ َ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ ُ ُ ّ َ َ َ ِ ّ ُ ُ َ َ َ ّ ِ َ ُ ُ َ َ َ ّ َ ُ ُ ْ َ َ ِ ّ ‫الذين يأكلون الربا ل يقومون إل كما يقوم الذي يتخبطه الشيطان من المس ذلك بأنهم‬ ‫قالوا إنما البيع مثل الربا وأحل ال البيع وحرم الربا فمن جآءه موعظة من ربه فانتهى‬ َ َ َ ِ ّ ّ ّ ُ َ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ َ ّ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ََ َ ّ ُ ْ ِ ُ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ َ {275} ‫فله ما سلف وأمره إلى ال ومن عاد فأولئك أصحاب النار هم فيها خالدون‬ َ ُ ِ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ُ َ ْ َ َ ِ َْ ُ َ َ َ ْ َ َ ِ َِ ُ ُ ْ ََ َ ََ َ ُ ََ 276} ‫}يمحق ال الربا ويربي الصدقات وال ل يحب كل كفار أثيم‬ ٍ َِ ٍ َّ ّ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ِ َ َ ّ ِْ َُ َّ ُ ُ َ ْ َ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. lalu terus berhenti (dari mengambil riba). dan urusannya (terserah) kepada Allah. " . Orang yang mengulangi (mengambil riba). padahal Allah telah menghalalkan jual bell dan mengharamkan riba. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran.Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. dan selalu berbuat dosa"(276) Terakhir dalam firman Allah SWT dinyatakan bahwa : َ ِِ ْ ّ ُ ُ ِ َّ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ َ َ ‫يآأيها الذين ءامنوا اتقوا ال وذروا مابقي من الربا إن كنتم مؤمنين‬ ُ ّ َُ َ َ ِ ّ َ َّ َ "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. sesungguhnya jual bell itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya.

. Maka apabila telah ditunaikan shalat. bahwa beliau bersabda. bahwa Sayyidina Abbas bin Abdul Muthallib jika memberikan dana ke mitra usahanya secara mudharabah la mensyaratkan agar dananya . ْ ُّ ِ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ‫فهم شركآء في الثلث‬ Dan dalam firman Allah Rabbul Izzati menyatakan bahwa. Nabi saw. ِ َ ِّ ‫وإن كثيرا من الخلطآء ليبغي بعضهم على بعض إل الذين ءامنوا وعملوا الصالحات‬ ُِ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ِ ٍ ْ َ ََ ْ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ َُ ْ َ ِ ً ِ َ ّ َِ ْ ُ ّ ٌ َِ َ ‫وقليل ماهم‬ landasan Hadistnya. maka hendaklah kamu bertebaran di muka bumi dan carilah karuinia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.Syirkah . Dalam hadist Rasulullah Saw dinyatakan : "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Dalam firman Allah SWT menyatakan bahwa . Allah SWT berfirman dalam ayatNya : ْ ُ َّ ّ ً ِ َ َ ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال واذكروا ال كثيرا لعلكم‬ ُ ُ ْ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ َ ُ ِْ ُ ‫تفلحون‬ Artinya. ‫ليس عليكم جناح أن تبتغوا فضل من‬ ّ ً ْ َ ُ َ ْ َ َ ٌ َ ُ ْ ُ ْ ََ َ ْ َ Artinya : Tidaklah dosa bagi kamu untuk mencari karunia dari Tuhanmu. Landasan firman Allah SWT menyatakan bahwa .

Dan selamat Itu binasa ini. R Thabrani). maka boleh (H R. menuruni lembah yang berbahaya. (HR Bukhari. Dari Shalih bin Suhaib bah wa Rasulullah bersabda: "Tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkatan: jual beli secara tangguh.tidak dibawa mengarungi lautan. muqaradhah (mudharabah) dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah. Jika menyalahi peraturan tersebut. " ( H . "Kami kebanyakan pemilik tanah di Madinah melakukan muzara ah. satu bagian dari padanya diperuntukan bagi pemilik tanah. bukan untuk dyual. dan tidak ada bagi orang-orang sewa menyewa selain ini. riwayat dari Handhalah bin Qais menyatakan : "Orang-orang di zaman Rasulullah SAW. atau seorang atau seekor binatang makan sebagian dari padanya. atau membeli ternak. lalu binasa ini. maka ." ( HR Thabrani dan Ibnu Majah) "Tiada seorang muslim pun yang menaburkan benih atau menanam tanaman. Maka mereka tetap padanya sampai Umar keluarkan mereka dari padanya. Oleh sebab Itu Rasululah SAW. lalu seekor burung. Tirmidzi) Dari ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW. selamat itu. (HR. maka yang bersangkutan bertanggung ja wab atas dana tersebut. dengan syarat bahwa mereka akan menggarap tanah itu dengan mendapat separoh dari buahnya. Bukhari dan Muslim). Muslim) Khudaij memberitakan bahwa . Maka Rasulullah SAW berkata kepada mereka : Kami perkenankan kalian padanya menurut syarat itu selama kami kehendaki ". Muslim) Muzara'ah yg Terlarang karena : Mengandung unsur penipuan dan spsekulasi . Adapun sesuatu yang ma 'lum dan ditanggung.Bukhari Muslim) Carilah rizki dari tumbuh-tumbuhan bumi (HR."(HR. telah melakukan mu'amalah dengan penduduk Khaibar dengan separoh hasil yang keluar dari buah atau biji-bijian. kami menyewakan tanah. Disampaikanlah syarat-syarat tersebut kepada Rasulullah dan Rasulullah pun membolehkannya. kecuali akan dinilai sebagai shadaqah. menyewakan tanah dengan barang yang tumbuh di perjalanan dan yang tumbuh di pinggir pinggir selokan dan dengan beberapa macam dari tumbuh-tumbuhan. Dan pada satu riwayat bagi keduanya: "Mereka minta kepadanya (Rasul) supaya beliau membiarkan mereka dengannya (garapan). melarang padanya.

Bukhari ) Musaqah: Kerjasama untuk tanaman tahunan. 2. Bukhari dan Muslim). (HR. Oleh karenanya kami dilarang ( H R. dasar hukum dibolehkannya melakukan musaqah antara lain adalah hadis Rasulullah SAW: Dari ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW. mudahmudahan kamu berbahagia. KEJAYAAN ISLAM TERHADAP TEORI EKONOMI . Mudharabah. dan carilah karunia Allah. Dan kadangkadang yang lain Itu ditimpa bencana. dan ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya. berlandasan firman Allah SWT yang menyatakan bahwa : ِ ِ ْ َ ِ َ ُ َْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ُِ ْ َ َ ُ َ َ ‫ءاخرون يضربون في الرض يبتغون من فضل ال‬ Artinya : Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah Dan dalam firman Allah SWT dinyatakan bahwa : ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال واذكروا ال كثيرا لعلكم‬ ْ ُ َّ ّ ً ِ َ َ ُ ُ ْ َ ِ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ َ ُ ِْ ُ ‫تفلحون‬ Artinya :Apabila telah ditunaikan shalat. maka bertebaranlah kamu di muka bumi.kadang-kadang (garapan yang hasilnya diperuntukan bagi) si pemilik tanah itu ditimpa bencana. sedang yang lainnya selamat. sedangkan tanah garapan yang lainnya selamat. telah melakukan mu'amalah dengan penduduk Khaibar dengan separoh hasil yang keluar dari buah atau biji-bijian.

Banyak sekali teori teori ekonomi modern yang sekarang berkembang diseantero dunia dan dipelajari oleh bangsa-bangsa merupakan pencurian dari teori-teori yang ditulis oleh para ekonom Muslim pada zaman kejayaan Islam yaitu kejayaan Islam pada masa Daulat Umayyah dan Daulat Bani Abbasiyah. reformasi. Akibatnya. keadaan ini melahirkan renaissance. secara tidak sadar mereka menolak pemikiran ekonomi Islam itu sendiri. mereka mendirikan universitas dengan meniru pola Islam dan mengajarkan ilmu ilmu yang dipelajari di universitas-universitas Islam itu. Akibatnya mereka menjadikan Negara Barat sehagai sumber teori-teori ekonomi yang mereka anggap andal. Setelah mereka pulang kenegerinya masing-masing. kemudian menerjemahkan karya-karya ilmiah umat Islam. Hal ini dimulai sejak abad ke 12 M. sehingga mereka kurang dapat menghargai pemikiran cemerlang yang ada pada kitab kitab klasik tersebut sebagai suatu ilmu di dunia Barat sangat dikedepankan. Kelompok ketiga para pemikir Muslim adalah mereka yang mendapat pendidikan Barat namun mempunyai minat (Ghirah) Islam yang tinggi. Dalam perkembangan berikutnya.' Mereka tidak mempunyai akses terhadap buku klasik Islam yang sebenarnya menjadi sumber rujukan bagi ekonomi Barat yang mereka kagumi. Sebaliknya para pemikir Muslim yang mendapat pendidikan di pesantren tradisional yang mempunyai akses terhadap buku-buku klasik Islam (kitab Kuning orang Jawa menyebutnya) yang merupakan sumber pencurian para ekonom Barat. Diantara saluran masuknya peradabaiv Islam ke Barat itu adalah Perang Salib. sebab para ekonom Barat yang melakukan jiplakan terhadap teori ekonomi Islam mereka tak menyebut sumber-sumber yang berasal dari kitab-kitab klasik Islam. Sewaktu negara-negara Muslim dijajah ditindas beratus tahun lamanya oleh penjajah Barat hingga keadaan perekonomian orang-orang Muslim jauh tertinggal. tanpa mereka menyadari bahwa banyak dari teori-teori ekonomi Barat tersebut sebenarnya merupakan hasil pencurian dari kitab-kitab klasik Islam. Kemajuan Eropah (biasa disebut dengan Barat) memang bersumber dari khazanah ilmu pengetahuan dan metode barpikir Islam yang rasional. sehingga mereka menolak teori-teori ekonomi Barat yang dianggap "Tidak Islami". para pemikir Islam yang mendapat pendidikan Barat mulai terkesima akan kemajuan ekonomi Barat. dan yang terpenting adalah Spanyol menjadi Islam. Eropah yang datang belajar kesana. Sicilia. PERANAN EKONOMI ISLAM DALAM TEORI EKONOMI MODERN . Mereka cenderung memposisikan diri untuk menolak seluruh yang datang dari para ekonom Barat 3. dan rasionalisme di Barat. Hal ini tidak dapat dipungkiri. walaupun para ekonom Barat tersebut tidak pernah mau mengakui proses pencurian dan memboyongnya ke negerinya tersebut. tidak menguasai metodologi ilmu ekonomi.

Toulouse. dan Prancis Selatan yang belajar di Pusat Perkuliah Islam untuk belajar berbagai ilmu antara lain matematika. Para ahli ekonomi Muslim sendiri mengakui banyak membaca dan dipengaruhi oleh tulisan tokoh Yunani: Aristoteles sebagai filosuf yang banyak menulis masalah masalah ekonomi. Dalam abad ke 11 dan ke 1 2 . sehingga kebanyakan sejarawan menduga bahwa St Thomas Aquinas mencuri ide-ide tersebut dari ekonom ekonom Islam. Adelard of Bath sengaja melakukan perjalanan ke Timur Tengah. Proses pencurian ilmu ekonomi Islam oleh dunia Barat mengambil beberapa bentuk. banyak menulis tentang kekayaan keilmuan Arab. yaitu masa yang dikenal sebagai masa kegelapan. kosmografi. ia mampu berbahasa Arab. Padua. Salerno. sejumlah pemikir Barat seperti Constantine the African. dan Paris adalah beberapa Negara yang meniru Pusat-Pusat Perguruan Islam (Jamiah Islamiyah) di Timur Tengah. Misalnya. the Council of Vienna di tahun 1311 Masehi . belajar bahasa Arab. Schumpeter menyebutkan dua kontribusi ekonom Scholastic. dan melakukan penggalian serta membawa ilmuilmu baru (Islam) ke Eropah. Masa kegelapan kebodohan dan keterbelakangan Eropah tersebut sebenarnya adalah masa kegemilangan dan kejayaan Islam. Islam berkembang pesat sampai ke Spanyol oleh tokohnya yang terkenal Tariq bin Siyad. Spanyol.M yang telah melakukan perjalanan jauh ke Negara-negara Arab. filsafat. yang antara lain dapat digambarkan sebagai berikut. Aljazair pada abad ke 1 2 . Schumpeter hanya menufiskan tiga baris dalam catatan kakinya nama Ibnu Rusyd dalam kaitan proses transmisi pemikiran-pemikiran Aristoteles ke St Thomas Aquinas. yaitu penemu kembali tulisan-tulisan Aristoteles dan Towering Achievement St Thomas Aquinas. serta metodologi pemblajaranya. Oxford. kedokteran.yaitu pada masa Daulat Bani Umayyah dan Daulat Bani Abasiyah. termasuk kurikulum. Sepulangnya Raymond Lily tahun 1223 -1315. belajar aritmatika dan matematikanya AlKhawarizmi dan sekembalinya menulis beberapa buku diantaranya Liber Abaci pada tahun 1202 Belakangan banyak mahasiswa dari Italia. Montpelleir. Universitas Naples. Pemikiran-pemikiran St Thomas Aquinas tentang ekonomi sendiri banyak bertentangan dengan dogma-dogma gereja. dan menjadi kandidat guru besar di universitasuniversitas pertama di Barat yang menggunakan pola pengajaran di Pusat Perkuliah Islam.Seorang sarjana Eropah bernama Josep Schumpeter mengatakan bahwa adanya jurang pemisah yang besar dalam sejarah pemikiran ekonomi selama kurang lebih lima ratus tahun yang lalu. Salamaca. Suatu hal yang mereka sembunyikan oleh Eropah sebab pemikiran-pemikiran ekonomi Islam pada masa inilah yang kemudian banyak dicuri oleh para ahli ekonomi Barat dan diboyong ke negaranya ditelaah dan dikembangkannya. namun tetap memegang teguh kepada al Qur'an dan al Hadits Rasulullah Saw sebagai sumber (rujukan) yang utama mereka dalam menulis teori-teori ekonomi yang Islam. Leonardo Fibonacci belajar di Bougie.

di Tuiscany didirikan untuk membiayai usaha eksploitasi tambang besi dan perdagangan besi. John of Seville. menyalin banyak bab dari Tahafut al Falasifah. Constantine the African. Zerahiah Gracian. M. Moses ben Solomon of Solon. Theodorus of Antioch. Raymond Martini. Beberapa penerjemah bangsa Yahudi adalah Jacob of Anatolio. Palerno. Yaqub ben Abbon Marie. Sicilia. Herman the German. Shem-Tob ben Isaac of Tortosa. Sedangkan karya-karya ekonom Islam yang diterjemahkan oleh para ekonom Barat adalah karya-karya AI Kindi. Robert Chester. dan Ar Razi. Jacob ben Macher Ibn Tibbon. Faraj ben Salim. M yang dalam bahasa Inggrisnya adalah persis judul bukunya Adam Smith. hingga banyak yang kemudian menerjemahkan karya ekonom Islam Beberapa penerjemah karya-karya Islam kedalam bahasa mereka antara lain ialah : Adelard of Bath. Adam Smith pada tahun 1776. Alferd of Sareshel. funduq (specialized large scale commercial institutions and markets which developed into virtual stock axchanges. Mauna (sejenis private bank). antara lain Teori Pareto Optimum diambil dari kitab nahjul Balaghah karya Imam Ali. William of Luna. Demikianlah yang terjadi pada masa itu ternyata ilmu-ilmu Islam telah diboyong oleh ekonom Barat demikian banyaknya. dengan bukunya The Wealth of Nation diduga banyak rriendapat inspirasi dari buku AlAmwaknya Abu Ubaid di tahun 838 . Bagaimana Ekonomi Islam periode kedua pada tahun 1058 1446 Masehi ? . Plato of Tivoli. Pendeta Gereja Spanyol Ordo Diminican. Cordova. Bar Hebraeus. AI Farabi. Ibnu Rusdy. Ibnu Sina. Dominic Gundislavi. Kalanymus ben Kalonumus. Beberapa lembaga ekonomi yang ditiru oteh Barat dari dunia Islam adalah syirkah (serikat dagang). suftaja (bills of exchange). Mishkat ul Anwar. Beberapa pemikiran ekonom Islam yang dicuri ekonom Barat tanpa pernah menyebut sumber kutipannya. Dar-ut tiraz (pabrik yang didirikan dan dijalankan Negara) didirikan di Spanyol. Ibnu Bajja. hawala (letter of credit). Ibnu Hazn. AI Khawirizmi.dengan bangga mendirikan lima universitas yang mengajarkan bahasa Arab. Maqasid ul Falasifa. Jabir Ibnu Hayyan. dan Ihya-nya AI Ghazali Ekonom St Thomas menjalin banyak bab dari Farabi (St Thomas yang belajar di Ordo Dominican mempelajari ide-ide Imam Al Ghazali dari Bar Hebraeus dan Martini ) . Funduq untuk biji-bijian dan tekstil ditiru dari Bagdad. Gerard of Cremona. Michael Scot. dan Damaskus. Solomon ibn Ayyub Todros Todrosi. Ibnu Haythan. pendeta Syirac Jacobite Church. Berengar of Valencia. Bahkan bapak Ekonomi Barat. menjalin beberapa bab Ihya Ulumuddin karya AI Ghazali Greshan Law dan Oresme Treatise diambil dari kitab karya Ibnu Taimiyah. The Wealth. Al Munqid. yang dikenal di Barat sebagai Maona. Imam AI Ghazali. dan Mathew of Aquasparta.

mereka itulah para ahli ekonomi Islam terbaik dimasa itu AI-Ghazali (Ekonom Islam yang terkenal nama lengkapnya Abu Hamid AlGhazali dilahirkan dl Thus. Nizamun Mulk Tusi. dan penimbunan uang di bawah lantai atau bantal akan mengeluarkan uang dari proses perdagangan ini. industri & trade macro economic of taxation (pajak). Ibnu Taimiyah. yaitu mengecilkan pajak dan meningkatkan pengeluaran pemerintah. Jika pasar pemerintah mengalami penurunan. Najmudin AI Razi. trade cyclys. Jalaluddin Rummi. AI Shaizari. yang menemukan teori Laffler Curve. bahkan dalam agregat yang lebih besar" . Ibnu Tufayl. kependudukan. dan public expenditure. Ibnul Ukhuwa. namun juga menerangkan tentang hal-hal yang positif dalam ekonomi. AI Qushayri. Abu Ishaq al Shatibi. Ibnu Mas'ud AI Kasani . Tokoh ekonom Islam Ibnu Khaldun menawarkan konsep untuk mengatasi resesi dunia. dan keadaan abnormal yang dapat dibolehkan memungut zakat di atas apa yang ditetapkan oleh syariah. AI-Ghazali juga mengecum penimbunan uang di bawah lantai atau bantal. produksi penyaluran barang. AI Attar. dalam hal besarnya pendapatan dan penerimaannya. karena uang diciptakan untuk memfasilitasi perdagangan. berterus terang mengatakan bahwa ia memang mengambil ide-ide Ibnu Khaidun. merek dagang yang mendunia. AI-Ghazali juga memperkaya ekonomi Islam dengan topic pembagian kerja dan teori evolusi uang. pertanian. Muhamad bin Abdurrakhman al Habashi. pembentukan modal dan pertumbuhan. dan beberapa asset lainnya. ibu dari semua pasar. Leffler. peraturan tera timbangan dan ukuran. AI-Hujwayri. alat-alat untuk membesarkan keluarga. Tokoh ekonom Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan tugas kemasyarakatan meliputi manajemen uang. AI Maqrizi. Ibnu Arabi. Syamsuddin AI Sarakhsi. maka adalah wajar bila pasar yang lain pun ikut menurun. Tokoh ekonomi Islam Ibnu Khaldun membahas tentang pembagian kerja. Ibnu Qayyim. tahun 450 Hijriyah bertepatan dengan tahun 1058 Masehi) menjelaskan bahwa kebutuhan dasar termasuk juga alat-alat untuk kebutuhan rumah tangga yang diperlukan. peralatan pernikahan. Ibnu Baja. salah satu kota dl negeri Khurasan Persi. uang dan harga. penasehat ekonomi mantan Presiden Ronaici Reagen dari Amerika. Abdul Qadir Jailani. Ibnu Taimiyah tidak saja berbicara tentang norma-norma ekonomi. property and prosperity (kemakmuran).Menurut catatan sejarah bahwa para ekonom Islam pada periode kedua antara lain ialah : Al Ghazali. control harga bila diperlukan. furniture. "Pemerintah adalah pasar terbesar. Fakhruddin AI Razi. Ibnu Taimiyah juga menjelaskan pajak tidask langsung dan bagaimana beban pajak tersebut dialihkan dari produsen kepada konsumen yang harus membayar harga yang lebih tinggi. Ibnu Khaldun. Antara lain mekanisme penawaran dan permintaun dalam menentukan harga. Ibnu Rusdy.

EKONOMI MIKRO DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM Berbeda dengan pemikiran ekonomi modern mengenai asumsi rasionalitas manusia sebagai homo economicus yang menunjukkan perilaku memaksimalkan keuntungan dan kepuasannya. jalan. Dilarang perjudian dan riba adalah sebab bertentangan dengan prinsip kerjasama tersebut. Mufti Muhammad Abduh. Surat Al Furqan ayat 63) Perilaku seorang Ibadurrahman akan dipandang rasional bila dalam tingkah laku dan perbuatannya sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. 4. QS 25:63. Seperti: membalas ucapanucapan orang-orang j ahil dengan perkataan yang menyakitkan hati tetapi bila perlu membalasnya dengan ucapan yang baik. mereka berkata (yang mengandung) keselamatan. Syekh Ahmad Sirhindi. menjelaskan pentingnya kerjasama sebagai dasar kegiatan ekonomi. Makna kepemilikan bagi manusia adalah ia lebih berhak untuk menggunakan untuk menggunakan dari yang lain. hukum dan peraturan.1931 Masehi ? Tokoh-tokohnya antara lain ialah : Shah Waliullah Al Delhi. Ibnu Nujaym. Tokoh ekonom Islam Shah Waliullah. Mereka menggunakan secara bersama dengan dasar first come first served (yang datang duluan mendapat pelayanan duluan). Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. gedung dan lain sebagainya: Oleh karena itu. Shah Walilullah juga menjelaskan perlu adanya pemerintah yang memiliki pegawai untuk menjaga keamanan. Perilaku manusia yang rasional manakala dia dapat memaksimalkan nilai-nilai konformitas sesuai dengan norma Islam. pajak diperlukan untuk memenuhi pengeluaran rutin dan perigeluaran pembangunan yang bila tidak dilakukan oleh pernerintah akan sulit untuk dilakukan oleh rakyat atau jauh di luar kemampuan rakyat untuk melakukannya. Jamaluddin AI Afghani. Jadi dalam . Semua tempat pada dasarnya adalah sperti mesjid atau tempat beristirahat untuk orang yang melakukan perjalanan. Dalam konsepsi pemikiran ekonomi Islam mengenai manusia yang mendapat predikat yang khas yaitu "Ibaddurrahman" (hamba Allah Yang Pengasih) ‫وعباد الرحمان الذين يمشون على الرض هونا وإذاخاطبهم الجاهلون قالوا سلما‬ ً َ َ ُ َ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ َ َ َ َِ ً ْ َ ِ ْ َ ْ ََ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ْ ّ ُ َ ِ َ Dan hamba-hamba yang Maha Pengasih ialah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.Bagaimana ekonomi Islam periode ketiga pada tahun 1446. Muhammad Iqbal. Muhammad Abdul Wahab. serta untuk membangun jembatan. peradilan dan lain sebagainya. Ibnu Abidin.

Keimanan akan kehidupan akhirat (wafil akhirati hasanah) menjadi pengendali dalam setiap perilakunya. 2. Alternatif penggunaan pendapatan (dari hasil usahanya dengan jalan halal) akan bertambah dengan memasukkannya manfaat yang diperoleh di akhirat kelak (Fain khairan fa khairan wa in syarran fa syarran= apabila didapat dengan cara yang baik pahala di akhirat kelak tapi apabila yang didapat dengan j alan buruk (menipu) maka ganjaran siksaan yang pedih). Skala waktu bagi seorang muslim adalah kehidupan di dunia sampai akhirat. Sehingga kepuasan (Utilitas) yang diturunkan dari pilihan tersebut merupakan total nilai sekarang (present value) dari kedua dampak tersebut. Hasil dari pilihan tindakan yang dilakukan terdiri atas dampak langsung di dunia (Man amila amalan shaalihan min dzakarin au unsaa wahuwa mukmin. Rasionalitas dalam prespektif Islam manakala mencakup elemen-elemen dasar sebagai berikut. b. Konsep barang 5. 4. َ َّ ‫وأقيموا الصلة وءاتوا الزكاة‬ ُ َ َ ََ ّ ُ ِ ََ Artinya :Dirikanlah salat dan bayarlah zakat hartamu. infak dan sadaqah. Konsep sukses dalam Islam selalu dikaitkan dengan nilai-nilai moral: Manakala perilaku seseorang selalu dikaitkan dengan standar nilai yang baku semakin tinggi kualitas kebaikan (akhlak) nya semakin sukses orang tersebut. Aspek ini berdampak pada perilaku (akhlak) konsumsi sebagai berikut.prespektif ekonomi Islam pengertian rasional tidak selalu sejalan dengan pengertian maksimisasi secara material (kebendaan). Konsep kekayaan. Konsep Etika. 2. a. Sehingga pendapatan yang diperoleh disamping untuk kebutuhan konsumsi yang disisihkan untuk membayar kewaj iban zakat. fa ajruhu ala laahi) dan dampaknya nanti di akhirat. Penjelasan dari :konsep di atas menurut Siddiqi (Sarjana Muslim) adalah sebagai berikut: l. Skala waktu dalam konsumsi 3. " Juga dinyatakan dalam firman-Nya bahwasanya : . Seperti disebutkan dalam ayat suci alquran . 1. Konsep sukses dalam Islam selalu dikaitkan dengan nilai-nilai moral. Dan juga dinyatakan dalam Surat Nya bahwasanya : ‫خذ من أموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها‬ َ ِ ْ ِ ّ َ َُ ْ ُ ُ ّ َ ُ ً َ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ Artinya: Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka.

dan sawah ladang. dan pada sisi Allah adalah sebaik-baik tempat kembali. telah berkata. harta yang berlimpah dari jenis emas. mengerjakan amal saleh. binatang ternak. mereka mendapatkan pahala dari sisi Tuhannnya. mendirikan salat. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati " Dalam hadits riwayat Ahmad dan Muslim dinyatakan : Dari Abi Hurairah. '(hadits ini panjang)` (Innama shadaqatu lil fukaraai wal masakin. "Rasulullah Saw. perak. dan menunauikan zakat. Konsep kekayaan (al-Ghany) dalam Islam merupakan karunia dan pemberian dari Allah. dan seterusnya. akan dibakar dalam neraka jahanam. tidak dikeluarkan zakatnya. 3. atas kekayaan yang dimilikinya. wab nissabil. kemudian disetrika ke lambung dan dahinya. Karena pemilik yang sebenarnya adalah Allah SWT. Manusia sifatnya hanya memiliki `hak guna' amanat. kuda yang bagus.seperti dinyatakan dalam frman Allah SWT ِ ّ ِ ْ َ ِ َ ّ َ ِ ِ َ َ َ ُ ْ ِ ِ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ ّ َ ِ ِ َ َ ّ ّ ُ ِ ّ ِ َ ُّ ‫زين للناس حب الشهوات من النساء والبنين والقناطير المقنطرة من الذهب والفضة‬ ِ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ ِ ُ َ َ ْ ّ ِ َ َ ْ ُ َ َ َ َِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ ُ ْ ِ ْ َ ْ َ ‫والخيل المسومة والنعام والحرث ذلك متاع الحياة الدنيا وال عنده حسن المئاب‬ Artinya : Dan d~adikan indah bagi manusia mencintai bermacam-macam yang diingini. (diantaranya) kepada perempuan perempuan. anakanak. Jadi barang dalam perspektif . "Seseorang yang menyimpan hartanya. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dalam pandangan Islam mengenai barang terutama barang konsumsi adalah semua barang (al-Maal) yang dikaitkan dengan aspek nilai moral. sesungguhnya zakat itu untuk orangorang fakir dan orang-orang m iskin) . baginya dibuatkan setrika dari api. Implikasi yang ditimbulkan dari pandangan ini adalah dalam penggunaan semua bentuk kekayaan manusia selalu melakukan evaluasi apakah tindakannya sudah benar dengan syariat Islam atau belum. 4.ْ ِ َّ َ ِ ْ ُ ُ ْ َ ْ ُ َ َ َ ّ ُ َ َ َ َ َ ّ ‫إن الذين ءامنوا وعملوا الصالحات وأقاموا الصلة وءاتوا الزكاة لهم أجرهم عند ربهم‬ ُ َ ََ ِ َ ِ ّ ُِ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ْ ََ ٌ ْ َ َ َ ‫ول خوف عليهم ول هم يحزنون‬ Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. Perlu diingatkan pula bahwa harta (kekayaan) yang dimiliki tersebut adalah sebagai hiasan kehidupan manusia di dunia.

Daftar Kepustakaan S.L Poerdisastra. yang mengandung lima dimensi yaitu keadilan. selalu dianjurkan untuk selalu berakhlak mulia sebagai mana terangkum dalam hadits Nabi Saw yang berbunyi : Innamal ummamu akhlaqu ba bakiat wain humu dzahabat akhlakuhu dahabuu: Sesungguhnya suatu kaum itu akan tetap jaya di kehidupan dunia bila tetap berakhlak yang mulia). kemurahan hati dan moralitas. kolusi dan nepotisme) narkotika. mencari rezki secara halal. 2. Barang yang kita miliki ini bisa menjadi sumber bencana/fitnah bagi dirinya dan bagi masyarakat pada umumnya sebagai mana pernyataan Allah dalam firmanNya : Artinya: Hanya sesungguhnya harta-harta kamu dan anak-anak kamu adalah cobaan. 6.adalah semua bentuk materi yang dapat membawa manfaat. 1986. Sumbangan Islam Kepada Ilmu & Peradaban Dunia. kebersihan. Dan di sisi Allah pahala yang besar. . Dalam hal konsumsi Islam ini terangkum dalam beberapa hal yaitu:Menafkahkan harta dalam kebaikan dan menjauhkan sifat kikir. barang hasil KKN (korupsi. moral maupun spiritual. Mengajarkan bersikap sederhana. Aspek etika (akhlak al karimah) dalam konsumsi menurut Islam. menguntungkan dan dapat dikansumsi sedemikian rupa sehingga membawa kesejahteraan bagi konsumsi baik secara material. (Jakarta: P3M. Barang yang tidak membawa pada kebaikan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan merupakaan barang clan tidak dapat dianggap sebagai bentuk kekayaan seperti barang haram.

Isadore Twersky and George William (ed). 1992. Journal of Economic History.29. De Lacy. Durant. Arabic Thought and Its Pulce in History. Alvabet. Desember 1999. Harvard University Press. Encyclopedia of l. 1966. Lingkup. New York. Madrasa and Universitv in the Middle Age" Studi (Islamica 32. 1974 . bicf. Vol 1 dan 11. London. Peluang.slam. Wolfson A. Studies in the History of Philosophy and Religion. Routledge and Kegan Paul Ltd. Capitalism in Medieval Islam. Medieval and Early Modern Science. Wiesbaden. Jakarta.Tantangan dan Prospek. vol I. Simon and Schuster. 1970. George Makdisi. Memahami Bank Syariah. Subhi Labib. Will Durant. 1963. The Philosophy of Al Farabi and Its Influence on Medieval Thought. London. Otto Harrassowitz.Zainul Arifiin. Giullaume. Harvard University Press. Cambridge. Crombie. Vol 2. 1973. A History o f Muslim Philosophy. New York. The Age of Faith. Vo1. The Legacy of lslam. New Edition. Sharif (ed). 1952 Hammond. 1969 Sharif. 1950.

1993 . makalah dalam Short Course on Figh for Economics. Teori dan Praktik Ekonomi Islam (terjemahan). Petaling Jaya. The Development of Figh Schools of Thought.A1 Izzah Anis Muda. 30 Mei-Juni 1994 Muhammad Abdul Mannan. International Islamic University. Dana Bhakti Wakaf Yogyakarta. Ahmad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful