P. 1
filsafat

filsafat

|Views: 9|Likes:
Published by gangsta_rasta19

More info:

Published by: gangsta_rasta19 on Nov 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

JAWABAN UAS 2012-06-15 I. Jelaskan skematika??? 1.

Definisi  Filsafat merupakan sebuah pengetahuan yang mempelajari dengan pemikiran radikal dan komprehensif mengenai hakikat kebenaran segala sesuatu.1  Material Object merupakan segala sesuatu yang menjadi masalah filsafat dan masalah itu adalah persoalan hakikat Tuhan, hakikat Alam, dan hakikat Manusia.2  Formal Object merupakan proses usaha mencari keterangan secara radikal dan komprehensif tentang objek materi filsafat.3  Berfikir radikal merupakan pemikiran filsafat yang menggunakan daya kritisnya untuk mengkaji suatu objek sampai ke akar-akarnya.4  Berfikir Rasional merupakan salah satu pemikiran filsafat yang harus diuraikan dalam bentuk yang logis, yaitu suatu bentuk kebenaran yang mempunyai kaidah-kaidah berfikir.5  Berfikir Bebas artinya sampai batas-batas yang luas, berfikir filsafat bebas dari prasangka-prasangka social, historis, cultural, dan religious.6  Komprehensif merupakan pemikiran yang tidak hanya menggunakan satu sudut dalam mengenal objek tapi dengan menggunakan sudut totalitas atau keseluruhan.7  Kritis merupakan cara berfikir selalu berupaya mengembangkan kemampuan menimbang setiap permasalahan yang dihadapinya secara objektif.8  Objektif merupakan  Unlimitide objek (objek tak terbatas)?

1 2

Fuad Ihsan, filsafat Ilmu, rineka Cipta, thn; 2010, hal. 9. MKD IAIN Sunan Ampel, Pengantar Filsafat, IAIN Sunan Ampel Press, thn; 2011, hal. 11. 3 Ibid. 11. 4 Ibid. 15. 5 Fuad Ihsan, filsafat Ilmu, rineka Cipta, thn; 2010, hal. 6. 6 Ibid. 19. 7 MKD IAIN Sunan Ampel, Pengantar Filsafat, IAIN Sunan Ampel Press, thn; 2011, hal. 15. 8 Fuad Ihsan, filsafat Ilmu, rineka Cipta, thn; 2010, hal. 141.

 moralitas merupakan 2. keterkaitan satu dengan yang lain.

II. jelaskan dan buktikan 1. persoalan filsafat tidak berkaitan dengan fakta dengan kata lain persoalan filsafat lebih bersifat spekulatif. Persoalan yang dihadapi melampaui batas-batas pengetahuan ilmiah. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang menyangkut fakta. 2. Persoalan filsafat berkaitan dengan nilai, artinya persoalan-persoalan kefilsafatan bertalian dengan penilaian baik nilai moral-etika, estetika, agama, dan social. Nilai adalah suatu kualitas abstrak yang ada pada suatu hal. III. Karakteristik perkembangan pemikiran filsafat dari klasik samapai modern. Masa klasik Masa Klasik merupakan puncak filsafat yunani dan tokoh-tokohnya adalah sokrates, plato, dan aristoteles. Pada masa ini mengalami perubahan yang semula terarah pada Kosmos (alam semesta) pada masa kuno, menjadi corak berfikir filsafati yang terarah pada teori pengetahuan dan etika. Socrates merupakan filsuf yang sangat kritis Plato merupakan filsuf yang bertumpu pada ajaran tentang dunia Ide. Aristoteles merupakan filsuf yang sangat sistematis. Pada masa ini ada zaman Helenisme yang sangat signifikan sehingga melahirkan corak aliran filsafat yang menonjol yaitu stoisisme, Epikurisme, dan Neo-Platonisme. Masa Pertengahan Pada Masa Abad pertengahan ini ada dua zaman yaitu zaman Patristik yang memperlihatkan bahwa iman sesuai dengan pikiran-pikiran paling

dalam dari manusia dan skolastik yang tema-tema pokok dari ajaran dalam zaman ini adalah hubungan iman-akal budi, adanya dan hakikat tuhan, antropologi, etika dan politik. Masa Modern Di dalam Masa Modern ini ada empat zaman, yaitu:  zaman Renaissance, zaman ini ada pembaharuan terpenting yang kelihatan dalam filsafat renaissance itu antroposentris-nya, bkan lagi kosmos dan juga tuhan melainkan manusia.  zaman baraok, para filsaf di zaman ini menekankan kemungkinankemungkinan akal budi manusia dan juga pandai dalam bidang matematika.  zaman aufklarung, pada zaman ini ada perkembangan baru lagi yakni manusia sekarang dianggap dewasa dan dalam filsafat barat zaman ini disebut dengan zaman pencerahan atau fajar budi.  zaman Romantik, pada zaman ini ada aliran idealisme yang artinya rumusan pemikiran yang memprioritaskan ide-ide. IV. cabang-cabang filsafat (Ontologi, Epistimologi, Aksiologi). Ontologi Ontologi merupakan study yang membahas sesuatu yang ada, juga diartikan sebagai metafisika umum yaitu cabang filsafat yang mempelajari sifat dasar dari kenyataan yang terdalam, dan membahas asas-asas rasional dari kenyataan.9 Objek Material Ontologi adalah yang ada (being), artinya segala-galanya, meliputi yang ada sebagai wujud konkret dan abstrak, indrawi maupun tidak indrawi. Objek Formal Ontologi memberikan dasar yang paling umum tiap masalah yang menyangkut manusia, dunia, dan Tuhan.

9

Fuad Ihsan, filsafat Ilmu, rineka Cipta, thn; 2010, hal. 223.

Fungsi mempelajari ontology, antara lain:  Berfungsi sebagai refleksi kritis atas objek, konsep-konsep, asumsiasumsi dan postulat-postulat ilmu.  Dunia empiris itu dapat diketahui oleh manusia melalui pancaindera.  Fenomena yang terdapat didunia ini berhubungan satu dengan lainnya secara kausal.10 Metode pembuktian dalam Ontologi menurut Laurens Bagus dibedakan menjadi dua, yaitu pembuktian a priori dan pembuktian a posterior.11 Epistimologi Epistimology is the branch of philosophy which investigates the origin, structure, methods, and validity of knowledge.12 Persoalan utama yang dihadapi epistimologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan aspek ontology dan aksiologi masing-masing, sedangkan yang dihadapi oleh epistimologi keilmuan adalah bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjawab berbagai permasalahan dunia empiric yang akan digunakan sebagai alat untuk mengontrol gejala alam.13 Aksiologi Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang membicarakan tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri dan bagaiman manusia menggunakan ilmu tersebut. Objek kajian aksiologi ialah mengenai nilai kegunaan ilmu karena ilmu dalam konteks filasafat tidak bebas nilai.

10 11

Ibid. 224. MKD IAIN Sunan Ampel, Pengantar Filsafat, IAIN Sunan Ampel Press, thn; 2011, hal. 78. 12 Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung,t hn; 2002, hal. 23. 13 MKD IAIN Sunan Ampel, Pengantar Filsafat, IAIN Sunan Ampel Press, thn; 2011, hal. 81.

Dalam aksiologi ada dua komponen mendasar taitu etika dan estetika.14

14

Ibid. 94.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->