PROGRAM TAHUNAN

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran : : SMA Kimia Kelas/Semester : Tahun Ajaran : XI/1 2008/2009

Semester 1

No. 1.

Materi Pokok/Kompetensi Dasar Struktur Atom dan Sistem Periodik

Alokasi Waktu 10 JP

Keterangan

1.1.
2.

3.

4.

5.

2

6.

8.

Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik Bentuk molekul dan gaya antarmolekul 1.3 Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul 1.4 Menjelaskan interaksi antarmolekul (gaya antarmolekul) dengan sifatnya Termokimia 2.1 Mendeskripikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm, dan reaksi endoterm 2.2 Menentukan ∆H reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar dan data energi ikatan Laju Reaksi 3.1 Mendeskripsikan pengetian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 3.2 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari Kesetimbangan Kimia 3.3 Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan 3.4 Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan 3.5 Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri Jumlah Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan 4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa 4.3 Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis 4.4 Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup 4.5 Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut 4.6 Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 5.1 Membuat berbagai sistem koloid dengan bahanbahan yang ada di sekitarnya 5.2 Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Jumlah

10 JP

14 JP

18 JP

20 JP

72 JP 20 JP

10 JP

10 JP

Guru Mata Pelajaran

62 JP …………………………. 2008 Mengetahui, Kepala Sekolah

Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA

1

CV. GRAHADI

NIP.

NIP.

PROGRAM SEMESTER
Mata Pelajaran : Kimia Kelas : XI Semester : 1
No. 1 1. Materi Pokok/Kompetensi Dasar 2 Struktur Atom dan Sistem Periodik 1.1. Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik Ulangan Harian I Bentuk molekul dan gaya antarmolekul a.3 Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul a.4 Menjelaskan interaksi antarmolekul (gaya antarmolekul) dengan sifatnya Ulangan Harian II Termokimia 2.1 Mendeskripikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm, dan reaksi endoterm 2.2 Menentukan ∆H reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar dan data energi ikatan Ulangan Harian III Laju Reaksi 3.1 Mendeskripsikan pengetian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 3.2 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari Ulangan Harian IV Kesetimbangan Kimia 3.3 Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan 3.4 Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan 3.5 Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri Ulangan Harian V Latihan Ulangan Umum semester 1 Ulangan Umum Semester 1 Jumlah Jml Jam 3 10 Juli 2 3 5 6 x Bulan Agustus September Oktober November Desember 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Ket. Januari 2 3 4 31 32 33 34

1 4

4 7 x

1 8 x

2.

10

x

x

x

3.

14

x

x

x

x

4.

18

x

x

x

x

x

5.

20

x

x

x

x

x

72

Keterangan:
= Kegiatan tengah semester = Libur bulan Ramadan dan sesudah Idul Fitri = Latihan ulangan umum semester 1 = Ulangan umum semester 1 = Libur semester 1

Guru Mata Pelajaran

…………………………. 2008 Mengetahui, Kepala Sekolah

NIP.

NIP.

Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA

2

CV. GRAHADI

Persiapan Penerimaan Rapor

RINCIAN MINGGU EFEKTIF
Satuan Pendidikan: SMA Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/1 Tahun Ajaran : 2008/2009

I.

Jumlah minggu dalam semester 1 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Total Jumlah Minggu 2 5 4 4 5 4 4 28

II.

Jumlah minggu tidak efektif dalam semester 1 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kegiatan Kegiatan tengah semester Libur bulan Ramadan dan sesudah Idul Fitri Latihan ulangan umum semester 1 Ulangan umum semester 1 Persiapan penerimaan rapor Libur semester 1 Total Jumlah Minggu 1 4 1 1 1 2 10

III.

Jumlah minggu efektif dalam semester 1 Jumlah minggu dalam semester 1 – jumlah minggu tidak efektif dalam semester 1 = 28 minggu – 10 minggu = 18 minggu efektif

Guru Mata Pelajaran

…………………………. 2008 Mengetahui, Kepala Sekolah

NIP.

NIP.

Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA

3

CV. GRAHADI

PENGEMBANGAN SILABUS
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, dan sifat-sifat senyawa

Kompetensi Dasar 1.1.

Materi Pelajaran

Strategi Pembelajaran Metode - Ceramah - Diskusi - Penugasan Pengalaman Belajar

Alokasi Waktu

Sumber Bahan

Menjelaskan Teori atom Bohr teori atom Bohr Bohr menyusun teori berdasar spectrum atom dan mekanika hydrogen, yaitu: kuantum untuk a. elektron menuliskan bergerak mengelilingi inti atom pada lintasankonfigurasi lintasan tertentu yang brbentuk lingkaran, elektron dan b. elektron diagram orbital dapat bpindah dari lintasan satu ke limtasan serta menentukan lain dengan menyerap tau memancarkan letak unsur dalam sejumlah energi tabel periodik 2. Teori atom mekanika kuantum Dicetuskan oleh Schrodinger yang mengatakan behwa atom mempunyai inti bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti. 3. Bilangan kuantum Agar elektron-elektron dapat dibedakan satu dengan yang lain, maka diberikan empat bilangan kuantum untuk setiap elektron. a. Bilangan kuantum utama (n) Berharga 1, 2, 3, 4 ….. Menunjukkan besarnya lintasan elektron

Telah mempelajari teori 5 x pertemuan 1. Buk atom Niels Bohr, teori (10 x 45 menit) u paket Kimia Max Planck, teori Louis untuk kelas XI de Broglie, konsep 2. Buk Schrodinger dan u lain yang Warner Heisenberg relevan 3. Tab el SPU 4. LKS

b.
c.

Bilangan kuantum azimut ( l ) Berharga 0, 1, 2, 3, ….. (n - 1) Menunjukkan di subkulit (sublintasan) mana elektron bergerak dan juga menentukan bentuk orbital Bilangan kuantum magnetik (m) Berharga −l , ….0,…, +l Menentukan kedudukan orientasi orbital Bilangan kuantum spin (s) atau

d.

1 1 Berharga + 2 dan − 2 Harga s memberikan gambaran tentang arah perputaran elektron Bentuk-bentuk orbital: orbital s dan orbital p 4. Bentuk dan orientasi orbital Bentuk orbital bergantung pada bilangan kuantum azimut (l), artinya orbital dengan bilangan kuantum azimut sama mempunyai bentuk yang sama. Orientasi orbital terkait dengan bilangan kuantum magnetik. a. Orbital di subkulit s Z Y

-

X

b.
Z Y X pX

Z

Orbital di subkulit p
Z

Y X pY
p
Z

Y

X

c.
Z a x i s
Y a x i s

Orbital di subkulit d

Y

Y a x i s

Z

a x

i s

a x i s a x i s

X
dZ dX
2

2

2

- Y

dX

Z

dX

Y

dY

Z

5. Konfigurasi elektron Konfigurasi elektron menggambarkan lokasi semua elektron menurut orbital-orbital yang ditempati Dalam menulis konfigurasi elektron mengikuti aturan-aturan: a. Prinsip Aufbau: Elektron akan mengisi orbital atom yang

Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA

4

CV. GRAHADI

Guru Mata Pelajaran …………………………. periode 6 dan 7. c. NIP. unsur-unsur SPU dibedakan menjadi: a. Kepala Sekolah NIP.Golongan utama (Golongan A) b. Larangan Pauli: Tidak mungkin ada dua elektron dengan keempat bilangan-bilangan kuantum sama. nonlogam. b. Blok s tergolong logam aktif. semuanya terletak pada golongan III B. Unsur blok d disebut juga unsur transisi.Blok d: golongan III B sampai II B. a. Blok p disebut juga unsur wakil karena terdapat semua jenis unsur (logam. kecuali H (nonlogam) dan He (gas mulia). 2008 Mengetahui. semuanya tergolong logam. blok d. unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi atas blok s.Golongan transisi (Golongan B) Berdasarkan jenis orbital yang ditempati oleh elektron terakhir. Berdasarkan golongannya.Blok f: unsur blok f ini disebut juga unsur transisi dalam. 2)Periode 7 dikenal sebagai deret aktinida (5f).Blok s: golongan I A dan II A.tingkat energi relatifnya lebih rendah dahulu baru orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih tinggi Urutan tingkat energi: 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d b.Blok p: golongan III A sampai dengan VIII A. dan metaloid). dan blok f. 1) Periode 6 dikenal sebagai deret lantanida (4f). Aturan Hund pada pengisian orbital-orbital setingkat. setiap orbital dapat diisi oleh maksimal 2 elektron c. Sistem periodik modern terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik Sistem periodik modern (SPU) disusun berdasarkan kenaikan nomor atom (lajur horizontal atau periode) dan kemiripan sifat (lajur vertikal atau golongan). Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 5 CV. GRAHADI . d. blok p. elektronelektron tidak membentuk pasangan lebih dahulu sebelum masing-masing orbital setingkat terisi sebuah elektron Contoh: Konfigurasi elektron 4 8O = 1s² 2s² 2p diagram orbital 6.

Bilangan kuantum azimut ( l ) .Berharga 0. Carilah informasi dari buku atau literatur tentang perkembangan model atom dari teori atom Dalton hingga teori atom mekanika kuantum! 2. maka bagaimana distribusi elektron untuk tiap orbitalnya! 3. Tunjukkan kelemahan yang ada pada masing-masing teori! 4. …. Berapa elektron tunggalnya 4. Nomor atom dan konfigurasi elektronnya b. Jika 5 elektron terdapat pada subkulit p.. Teori atom mekanika kuantum Dicetuskan oleh Schrodinger yang mengatakan behwa atom mempunyai inti bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti. artinya orbital dengan bilangan kuantum azimut sama mempunyai bentuk yang sama. dan sifat-sifat senyawa Penilaian Kompetensi Dasar Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik Materi Pelajaran 1.elektron dapat bpindah dari lintasan satu ke limtasan lain dengan menyerap tau memancarkan sejumlah energi 2. Bilangan kuantum elektron terakhir suatu atom adalah n =4 l = 1. 3. aturan Aufbau Praktik 1.0. 3.PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur. Orbital di subkulit p Z Z Y X Z Y X pY pX Y X pZ c. struktur molekul. Berapa orbital yang terisi elektron berpasangan? iii.Letaknya dalam SPU 5. 2.Harga s memberikan gambaran tentang arah perputaran elektron . Bilangan kuantum magnetik (m) Jenis Tagihan Kuis Bentuk Tagihan Pilihan ganda Uraian Instrumen Pengetahuan dan pemahaman konsep 1. s = − 1 . Orbital di subkulit s Z Y X Tentukan: a. …. Dua elektron dalam satu orbital harus mempunyai spin yang berlawanan. Atom Ga memiliki 31 elektron i. (n .Berharga − l . 4 …. d.. Menunjukkan besarnya lintasan elektron b.Menunjukkan di subkulit (sublintasan) mana elektron bergerak dan juga menentukan bentuk orbital a.Orbital di subkulit d Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 6 CV. 2 Ranah Penilaian K √ √ √ P A Ket.1) . Bentuk dan orientasi orbital Bentuk orbital bergantung pada bilangan kuantum azimut (l). Buatlah rangkuman dan informasi yang Anda peroleh! 3. Bilangan kuantum Agar elektron-elektron dapat dibedakan satu dengan yang lain. Bilangan kuantum spin (s) − 1 Berharga + 2 dan 1 2 . GRAHADI . hipotesis de Broglie d. √ √ . 3. Orientasi orbital terkait dengan bilangan kuantum magnetik. Jelaskan tentang teori atom Bohr! 2. asas Heisenberg e. yaitu: a. m = 0.elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang brbentuk lingkaran. a. Bagaimana konfigurasi elektron dan diagram orbitalnya ii. b.….Bentuk-bentuk orbital: orbital s dan orbital p 4. larangan Pauli c. Pernyataan ini sesuai dengan… a. 2. + l . Bilangan kuantum utama (n) Berharga 1. maka diberikan empat bilangan kuantum untuk setiap elektron.Menentukan kedudukan atau orientasi orbital b. 1. Menurut teori Teori atom Bohr Bohr menyusun teori berdasar speKtrum atom hydrogen. aturan Hund b. Bagaimana kesimpulan yang anda peroleh? √ √ √ √ e.

Blok s: golongan I A dan II A.Z a x i s Y a x i s Y a x i s dZ dX 2 2 2 . d. blok p.Golongan transisi (Golongan B) Berdasarkan jenis orbital yang ditempati oleh elektron terakhir. setiap orbital dapat diisi oleh maksimal 2 elektron c. unsurunsur SPU dibedakan menjadi: a. periode 6 dan 7. Aturan Hund pada pengisian orbital-orbital setingkat. Konfigurasi elektron Konfigurasi elektron menggambarkan lokasi semua elektron menurut orbital-orbital yang ditempati Dalam menulis konfigurasi elektron mengikuti aturan-aturan: a.Blok d: golongan III B sampai II B. c. semuanya tergolong logam. Hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik Sistem periodik modern (SPU) disusun berdasarkan kenaikan nomor atom (lajur horizontal atau periode) dan kemiripan sifat (lajur vertikal atau golongan). nonlogam. elektronelektron tidak membentuk pasangan lebih dahulu sebelum masing-masing orbital setingkat terisi sebuah elektron Contoh: Konfigurasi elektron 4 8O = 1s² 2s² 2p diagram orbital 6. dan metaloid).Golongan utama (Golongan A) b. 1) Periode 6 dikenal sebagai deret lantanida (4f). Guru Mata Pelajaran …………………………. semuanya terletak pada golongan III B. kecuali H (nonlogam) dan He (gas mulia). dan blok f.Blok p: golongan III A sampai dengan VIII A. a. Blok s tergolong logam aktif. unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi atas blok s.Y Y Z a x a i sx i s X dX Z a x i s dX Y dY Z 6. 2)Periode 7 dikenal sebagai deret aktinida (5f). Prinsip Aufbau: Elektron akan mengisi orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih rendah dahulu baru orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih tinggi Urutan tingkat energi: 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d b. b.Blok f: unsur blok f ini disebut juga unsur transisi dalam. Unsur blok d disebut juga unsur transisi. Larangan Pauli: Tidak mungkin ada dua elektron dengan keempat bilangan-bilangan kuantum sama. Berdasarkan golongannya. Kepala Sekolah Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 7 CV. Blok p disebut juga unsur wakil karena terdapat semua jenis unsur (logam. Sistem periodik modern terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. blok d. 2008 Mengetahui. GRAHADI .

Bilangan kuantum azimut ( l ) .1) .. II. Bilangan kuantum utama (n) . (n .elektron dapat bpindah dari lintasan satu ke limtasan lain dengan menyerap tau memancarkan sejumlah energi 2. Orbital di subkulit p Z Y X pX Z Z Y X pY i s pZ Y X c. 2. 3. Orientasi orbital terkait dengan bilangan kuantum magnetik. Bilangan kuantum spin (s) : Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur. NIP.Berharga 0. Teori atom mekanika kuantum Dicetuskan oleh Schrodinger yang mengatakan bahwa atom mempunyai inti bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti. a.NIP. ….1. b. diskusi dan tanya jawab 3 x pertemuan (6 x 45 menit) Materi Pelajaran 1.Menunjukkan di subkulit (sublintasan) mana elektron bergerak dan juga menentukan bentuk orbital a. Bilangan kuantum magnetik (m) Berharga − l .d.Menunjukkan besarnya lintasan elektron b. III.….Bentuk-bentuk orbital: orbital s dan orbital p 4. +l .Bentuk dan orientasi orbital Bentuk orbital bergantung pada bilangan kuantum azimut (l).Berharga 1. Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik : - Berharga + 1 2 dan − 1 2 . Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Struktur atom dan sistem periodik 1 s. . dan sifat-sifat senyawa : 1. Orbital di subkulit s Z Y X b. Konfigurasi elektron Konfigurasi elektron menggambarkan lokasi semua elektron menurut orbital-orbital yang ditempati Dalam menulis konfigurasi elektron mengikuti aturan-aturan: Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 8 CV. ….Orbital di subkulit d Z a x Y a x i s Y Y a x i s Z a x a i xs i s X a x i s dZ dX 2 2 2 . Teori atom Bohr Bohr menyusun teori berdasar speKtrum atom hydrogen.Harga s memberikan gambaran tentang arah perputaran elektron . GRAHADI . maka diberikan empat bilangan kuantum untuk setiap elektron.0. 4 …. 3. 3.elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang brbentuk lingkaran. 1.. struktur molekul. 2. 3 Ceramah. Bilangan kuantum Agar elektron-elektron dapat dibedakan satu dengan yang lain. a. yaitu: a.Menentukan kedudukan atau orientasi orbital b.Y dX Z dX Y dY Z 5. artinya orbital dengan bilangan kuantum azimut sama mempunyai bentuk yang sama. REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I.

Sumber Bacaan : Molimod : : Kuis : . 2008 Mengetahui. Larangan Pauli: Tidak mungkin ada dua elektron dengan keempat bilangan-bilangan kuantum sama. Media Pembelajaran Penilaian a. konfigurasi elektron Memimpin diskusi tentang konfigurasi elektron atom/ion dan memberikan perta-nyaan Murid : Memperhatikan penjelasan guru. Aturan Hund pada pengisian orbital-orbital setingkat. setiap orbital dapat diisi oleh maksimal 2 elektron c. dan Warner Heisenberg 2. Strategi Pembelajaran : Kegiatan 1. Kepala Sekolah NIP. bilangan kuantum.Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . VI. Prinsip Aufbau: Elektron akan mengisi orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih rendah dahulu baru orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih tinggi Urutan tingkat energi: 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d b.LKS Guru Mata Pelajaran …………………………. aturan Hund dan asas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital Prasyarat : Siswa telah mempelajari teori atom Niels Bohr. Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan tentang struktur atom.Buku paket Kimia kelas XI . elektron-elektron tidak membentuk pasangan lebih dahulu sebelum masing-masing orbital setingkat terisi sebuah elektron Contoh: Konfigurasi elektron 4 8O = 1s² 2s² 2p IV. Penutup Tugas Uji kompetensi V. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa untuk memahami teori kuantum dan bentuk-bentuk orbital. teori Max Planck.Buku lain yang relevan . GRAHADI . bentuk-bentuk orbital. Jenis Tagihan b. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 9 CV. mampu menggunakan prinsip Aufbau. NIP.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih .a.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : . Tindak Lanjut Waktu 10 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 200 Personal dan akademik 60 Personal dan akademik VII. mencatat Berdiskusi tentang konfigurasi elektron atom/ion Menjawat pertanyaan 3.

Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . VI. Penutup Tugas . dan sifat-sifat senyawa II.Blok s: golongan I A dan II A. blok p. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa untuk memahami hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik Prasyarat : Siswa telah mempelajari teori atom 5. 1) Periode 6 dikenal sebagai deret lantanida (4f). d. dan blok f.2008 Mengetahui. kecuali H (nonlogam) dan He (gas mulia). Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan tentang pengelompokan unsurunsur ke dalam periode. nonlogam.Blok p: golongan III A sampai dengan VIII A. Blok p disebut juga unsur wakil karena terdapat semua jenis unsur (logam. semuanya tergolong logam.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : .Blok d: golongan III B sampai II B. blok d. diskusi dan tanya jawab 2 x pertemuan (4 x 45 menit) : Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur. Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik III. Jenis Tagihan b. GRAHADI .1.LKS …………………………. Blok s tergolong logam aktif. dan blok dan letaknya dalam sistem periodik Mengetes kemampuan siswa membaca sistem periodik unsur dengan mengajukan pertanyaan Murid : Memperhatikan penjelasan guru.Blok f: unsur blok f ini disebut juga unsur transisi dalam. periode 6 dan 7. Sumber Bacaan : Molimod : : Kuis : . Strategi Pembelajaran : Kegiatan 4. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 10 CV. mencatat Berdiskusi tentang konfigurasi elektron atom/ion Menjawat pertanyaan 6. Materi Pelajaran : 6. Tindak Lanjut Waktu 10 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 110 Personal dan akademik 60 Personal dan akademik VII. Kompetensi Dasar : 1. dan metaloid).Buku paket Kimia kelas XI . Berdasarkan golongannya. Sistem periodik modern terdiri atas 7 periode dan 8 golongan.Golongan utama (Golongan A) b. b. Hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik Sistem periodik modern (SPU) disusun berdasarkan kenaikan nomor atom (lajur horizontal atau periode) dan kemiripan sifat (lajur vertikal atau golongan).Ulangan harian 1 V. c. unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi atas blok s.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih . struktur molekul.Golongan transisi (Golongan B) Berdasarkan jenis orbital yang ditempati oleh elektron terakhir. semuanya terletak pada golongan III B.Uji kompetensi . golongan. Standar Kompetensi : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Struktur atom dan sistem periodik 4 dan 5 Ceramah.REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I. 2)Periode 7 dikenal sebagai deret aktinida (5f) IV. unsur-unsur SPU dibedakan menjadi: a.Buku lain yang relevan . a. Unsur blok d disebut juga unsur transisi. Media Pembelajaran Penilaian a.

NIP. GRAHADI .Guru Mata Pelajaran Kepala Sekolah NIP. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 11 CV.

3 Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul 1.Molekul poliatom (memiliki lebih dari 1 ikatan kovalen). salah satu ikatannya merupakan ikatan kovalen polar dan bentuknya tidak simetris.Tanya jawab molekul di kelas X untuk kelas XI 2.PEB) > tolakan (PEB .4Menjelaskan interaksi antarmolekul (gaya antarmolekul) dengan sifatnya Materi Pelajaran 1. HBr Gaya London: Gaya tarik-menarik antarmolekul dalam senyawa kovalen nonpolar.Diskusi sifat kepolaran (10 x 45 menit) u paket Kimia . Gaya Van der Waals: taya tarikmenarik antarmolekul yang lemah a. Dapat dijelaskan dengan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi atau teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repultion) Strategi Pembelajaran Alokasi Sumber Bahan Waktu Metode Pengalaman Belajar . 4. Gaya Antarmolekul . Contoh: dalam molekul CH4. N) dengan atom hidrogen. b. 2008 Mengetahui. 3. Kepolaran molekul Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikatan kovalen dan bentuk molekulnya. O. LKS - Pada molekul kovalen terdapat pasanganpasangan elektron baik PEI maupun PEB. maka terjadi tolak-menolak antarpasangan elektron. Hibridisasi adalah peleburan beberapa orbital atom dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama.PEI) > tolakan (PEI . b.Ceramah Telah mempelajari 5 x pertemuan 1. struktur molekul dan sifat-sifat senyawa Kompetensi Dasar 1. Tolakan (PEB . Kepala Sekolah Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 12 CV.Molekul dwiatom (memiliki ikatan kovalen). CCl4 Ikatan hidrogen: Ikatan antara atom yang sangat elektronegatif (F. Gaya antardipol: tarik-menarik antarmolekul dalam senyawa kovalen polar. H2O. Contoh: dalam HCl.PENGEMBANGAN SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur. Karena pasangan-pasangan elektron mempunyai muatan sejenis. GRAHADI . Guru Mata Pelajaran Contoh : HF. Buk . ikatan dalam molekul merupakan ikatan kovalen polar.PEI) Adanya gaya tolak-menolak menyebabkan atom-atom yang berikatan membentuk struktur ruang yang tertentu dari suatu molekul dengan demikian bentuk molekul dipengaruhi oleh banyaknya PEI maupun PEB yang dimiliki pada atom pusat.Hibridisasi Bentuk molekul juga sangat erat hubungannya dengan peristiwa hibridisasi. Tab el SPU 4. Contoh molekul CH4 memiliki 4 PEI Bentuk molekul CH4 tetrahedral 2. Bentuk molekul - Bentuk molekul tergantung pada susunan ruang pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) atom pusat dalam molekul. NH3 …………………………. Buk u lain yang relevan 3. a. Suatu molekul akan bersifat polar apabila memenuhi hal-hal berikut.Gaya Dispresi (gaya London) Gaya London adalah gaya tarik menarik yang lemah antarmolekul nonpolar akibat terbentuknya dipol sesaat.

NIP. GRAHADI . Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 13 CV.NIP.

BCl3 b. alkuna.Molekul poliatom (memiliki lebih dari 1 ikatan kovalen).PEI) Adanya gaya tolakmenolak menyebabkan atom-atom yang berikatan membentuk struktur ruang yang tertentu dari suatu molekul dengan demikian bentuk molekul dipengaruhi oleh banyaknya PEI maupun PEB yang dimiliki pada atom pusat. Dapat dijelaskan dengan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi atau teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repultion) √ √ √ - Pada molekul kovalen terdapat pasanganpasangan elektron baik PEI maupun PEB.PEB) > tolakan (PEB . a. Bentuk molekul Jenis Tagihan Kuis Bentuk Tagihan . carilah hubungan antara pelarut dan zat yang dilarutkan dalam hal kepolaran! Carilah informasi tentang titik didih dan titik leleh: a.PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur. Hibridisasi adalah peleburan beberapa orbital atom dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama. Kepolaran molekul Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikatan kovalen dan bentuk molekulnya. 5. Titik didih senyawa berikut K Ranah Penilaian P A Ket. CH3OH dan H2O b. sedang amonia (NH3) mempunyai titik didih = –33. CH4 dan NH3 c.H dan HCl Kemudian buatlah suatu kesimpulan! - NH3 dan PH3 Bentuk molekul CH4 tetrahedral 2. SF6 e. kemudian buatlah kesimpulan b. Jelaskan perbedaan titik didih yang sangat besar antara kedua senyawa tersebut.Uraian Instrumen Pengetahuan dan pemahaman konsep 1.5°C. Di antara senyawa berikut ini. Alkana. GRAHADI .4Menjelaskan interaksi antarmolekul (gaya antarmolekul) dengan sifatnya Penilaian Materi Pelajaran 1. dan PEI-PEI? 4. b. PEB-PEI. yang keduanya memiliki ikatan hidrogen adalah …. Metana (CH4) mempunyai titik didih = –161.Molekul dwiatom (memiliki ikatan kovalen). salah satu ikatannya Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 14 CV. Mengapa neopentana mempunyai titik didih lebih rendah daripada n-pentana? 2. maka terjadi tolak-menolak antarpasangan elektron. .Pilihan ganda . CO2 dan C2H5OH e. Suatu molekul akan bersifat polar apabila memenuhi hal-hal berikut.PEI) > tolakan (PEI . H2S dan HF d. a. a. PCl5 3. alkena. HCl dan C2H6 Praktik Carilah informasi dari berbagai sumber tentang berbagai pelarut yang banyak digunakan sehari-hari. Contoh molekul CH4 memiliki 4 PEI √ √ √ H2O dan H2S .4°C. Karena pasanganpasangan elektron mempunyai muatan sejenis. - Bentuk molekul tergantung pada susunan ruang pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) atom pusat dalam molekul.Hibridisasi Bentuk molekul juga sangat erat hubungannya dengan peristiwa hibridisasi. Di antara pasangan berikut ini. SiH4 d. yang mempunyai bentuk molekul oktahedral adalah ... Bagaimana urutan kekuatan tolak-menolak di antara pasangan-pasangan elektron: PEB-PEB. Tolakan (PEB .3 Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul 1. ikatan dalam molekul merupakan ikatan kovalen polar. struktur molekul dan sifat-sifat senyawa Kompetensi Dasar 1. CO2 c. 3.

O. Contoh: dalam molekul CH4. H2O.Gaya Dispresi (gaya London) Gaya London adalah gaya tarik menarik yang lemah antarmolekul nonpolar akibat terbentuknya dipol sesaat. Kepala Sekolah NIP. Contoh : HF. Gaya Antarmolekul . HBr Gaya London: Gaya tarik-menarik antarmolekul dalam senyawa kovalen nonpolar. GRAHADI . N) dengan atom hidrogen. Gaya Van der Waals: taya tarik-menarik antarmolekul yang lemah a.merupakan ikatan kovalen polar dan bentuknya tidak simetris. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 15 CV. NH3 b. Contoh: dalam HCl. 4. 2008 Mengetahui. Gaya antardipol: tarik-menarik antarmolekul dalam senyawa kovalen polar. NIP. Guru Mata Pelajaran …………………………. CCl4 Ikatan hidrogen: Ikatan antara atom yang sangat elektronegatif (F.

3 Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul 1.Molekul dwiatom (memiliki ikatan kovalen). Contoh: dalam HCl.d. CCl4 Ikatan hidrogen: Ikatan antara atom yang sangat elektronegatif (F.PEB) > tolakan (PEB . Gaya Antarmolekul . Tolakan (PEB . GRAHADI . diskusi dan penugasan 5 x pertemuan (10 x 45 menit) I. Contoh molekul CH4 memiliki 4 PEI Bentuk molekul CH4 tetrahedral 2. b. Suatu molekul akan bersifat polar apabila memenuhi hal-hal berikut. Materi Pelajaran 1.PEI) > tolakan (PEI .Gaya Van der Waals: taya tarik-menarik antarmolekul yang lemah . ikatan dalam molekul merupakan ikatan kovalen polar. 360 menit Personal dan akademik Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 16 CV.Hibridisasi Bentuk molekul juga sangat erat hubungannya dengan peristiwa hibridisasi.REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Bentuk molekul dan gaya antarmolekul 6 s.Gaya antardipol: tarik-menarik antarmolekul dalam senyawa kovalen polar.4 Menjelaskan interaksi antarmolekul (gaya antarmolekul) dengan sifatnya : III. 10 Ceramah. HBr Gaya London: Gaya tarik-menarik antarmolekul dalam senyawa kovalen nonpolar. Kepolaran molekul Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikatan kovalen dan bentuk molekulnya. maka terjadi tolak-menolak antarpasangan elektron. struktur molekul.PEI) Adanya gaya tolak-menolak menyebabkan atom-atom yang berikatan membentuk struktur ruang yang tertentu dari suatu molekul dengan demikian bentuk molekul dipengaruhi oleh banyaknya PEI maupun PEB yang dimiliki pada atom pusat. II.Gaya Dispresi (gaya London) - Gaya London adalah gaya tarik menarik yang lemah antarmolekul nonpolar akibat terbentuknya dipol sesaat . 3. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur. H2O. Dapat dijelaskan dengan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi atau teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repultion) Pada molekul kovalen terdapat pasangan-pasangan elektron baik PEI maupun PEB. Contoh : HF. dan sifat-sifat senyawa Prasyarat : Siswa telah mempelajari sifat kepolaran molekul 2. struktur moleku dan sifat-sifat senyawa : 1. Karena pasangan-pasangan elektron mempunyai muatan sejenis. Kegiatan Inti Guru : Waktu 15 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik IV. 4. NH3 Strategi Pembelajaran : Kegiatan 1. O. Hibridisasi adalah peleburan beberapa orbital atom dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama. salah satu ikatannya merupakan ikatan kovalen polar dan bentuknya tidak simetris. N) dengan atom hidrogen. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur. Bentuk molekul - Bentuk molekul tergantung pada susunan ruang pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) atom pusat dalam molekul. a. Contoh: dalam molekul CH4.Molekul poliatom (memiliki lebih dari 1 ikatan kovalen).

LKS Guru Mata Pelajaran …………………………. Sumber Bacaan : : Kuis : .Aseton - Etanol Karbon tetraklorida Molimod VII.Kain wol dan flanel .Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . Penutup Penguasaan Uji kompetensi Ulangan harian 2 V. NIP. Menjelaskan tentang kepolaran ikatan.- Menjelaskan tentang bentuk molekul.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih .Air .Buku lain yang relevan . Jenis Tagihan b.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : . gaya antarmolekul Memimpin eksperimen tentang penyelidikan kepolaran senyawa Memimpin diskusi hasil eksperimen Murid : Memperhatikan dan mengamati molimod Memperhatikan dan melakukan persiapan eksperimen Melakukan eksperimen Berdiskusi tentang hasil eksperimen dan menjawab pertanyaan Berdiskusi dan menjawab pertanyaan 75 menit 3. Tindak Lanjut Personal dan akademik . Kepala Sekolah NIP. Media Pembelajaran : Buret dan statif Batang politena Gelas kimia Penilaian a.Buku paket Kimia kelas XI . GRAHADI . sudut ikatan dan struktur ruang molekul dengan molimod. VI. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 17 CV. 2008 Mengetahui.

Sistem dan lingkungan Sistem: sesuatu yang sedang kita pelajari/kita amati Lingkungan: sesuatu yang berada di luar sistem Antara sistem dan lingkungan terjadi interaksi baik perpindahan energi maupun materi Sistem dalam ilmu kimia: reaksi kimia atau zat-zat dalam reaksi Jumlah energi yang terkandung dalam suatu zat disebut entalpi (H) 5. 7.Reaksi eksoterm dan endoterm Reaksi endoterm: reaksi yang menyerap (memerlukan) kalor. Kalor mengalir dari sistem ke lingkungan. Materi Pelajaran Hukum Kekelan - Strategi Pembelajaran Metode Pengalaman Belajar Ceramah Tanya jawab Diskusi Penugasan Alokasi Waktu Sumber Bahan 2. GRAHADI . LKS 3. Perubahan entalpi pembentukan standar (∆H°f) = perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan standar Perubahan entalpi penguraian standar (∆H°d) = penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada keadaan standar Perubahan entalpi pembakaran standar (∆H°c) perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran 1 mol zat pada keadaan standar Perubahan entalpi penguapan standar (∆H°v) perubahan entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol zat dari fase cair menjadi gas pada keadaan standar b.PENGEMBANGAN SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukuran Kompetensi Dasar 1.14 x pertemuan 1. Buk tang termokimia (28 x 45 menit) u paket Kimia kelas XI 2. ∆H = negatif (∆H > 0) berarti Hawal > Hakhir 6. dalam persamaan reaksi ditandai dengan ∆H positif (∆H > 0) Reaksi eksoterm: reaksi yang melepas (menghasilkan) kalor. e. dan data energi ikatan Perubahan Entalpi (∆H) Perubahan entalpi adalah jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan dalam suatu reaksi kimia. Perubahan entalpi pelarutan standar (∆H°s) = perubahan entalpi yang terjadi pada pelarutan 1 mol zat menjadi larutan encer pada keadaan standar. Entalpi (H) Entalpi (isi kalor) adalah besarnya energi yang dimiliki oleh suatu benda dan dilambangkan 2. tetapi dapat reaksi. c. dan lain endoterm 2. yang dapat tukan standar diukur hanya perubahannya. DH = entalpi hasil reaksi – entalpi pereaksi DH = entalpi zat ruas kanan – entalpi zat ruas kiri DH = Hr – Hp Contoh: Pada reaksi pA qB. entalpi NH3 () data perubahan entalpi CO2 () entalpi pembenBesarnya entalpi tidak dapat diukur.Menentukan ∆H Reaksi dengan Kalorimeter Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 18 CV.2 Menentukan ∆H dengan H (heat content). d. a.1 Mendeskripsikan Energi perubahan Hukum kekekalan energi: energi tidak dapat entalpi suatu diciptakan maupun dimusnahkan. reaksi berdasarContoh: kan prcobaan. Buk u lain yang relevan 3.Macam-macam perubahan entalpi Telah mempelajari ten. entalpi air () hukum Hess. DH = qHB – pHAP 4. reaksi diubah dari bentuk energi satu ke bentuk energi eksoterm.

5 kJ 9.Menghitung ∆H menggunakan hukum Hess “Setiap reaksi memiliki ∆H yang tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksi atau jumlah tahap reaksi” Contohnya.18 joule 8. 2008 Mengetahui.Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan secara eksperimen dengan menggunakan kalori meter Penentuan ∆H dengan kalorimeter berdasar pada asas Black. GRAHADI . Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 19 CV.0 kJ C(s) + O2(g) CO2(g) H = –393. Karena kalor yan dilepas = Q. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data energi ikatan ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan ruas kiri – jumlah energi ikatan ruas kanan atau ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan yang diputuskan – jumlah energi ikatan yang terbentuk Guru Mata Pelajaran …………………………. Satu tahap C(s) + O2(g) CO2(g) ∆H = –393.5 kJ b. maka ∆H = .Q Q = m x c x ∆t Q = kalor reaksi (kal) M = massa air dalam kalori meter (gr) ∆t = perbedaan suhu (°C) c = kalor jenis air (kal/gr°C) ∆H = perubahan entalpi (kJ/mol) 1 kal = 4. Dua tahap C(s) + ½O2(g) CO(g) H = –110. a. NIP. reaksi pembentukan gas CO2 dapat berlangsung satu tahap dan dapat juga dua tahap. Kepala Sekolah NIP.5 kJ CO(g) + ½O2(g) CO2(g) H = –283. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data ∆H pembentukan Harga ∆H reaksi dapat dihitung dengan data ∆H pembentukan standar (∆H°f) dengan rumus: ∆H = jumlah ∆Hf – jumlah ∆Hf (ruas kanan/ (ruas kiri/reaktan) hasil) ∆Hf unsur = 0 (nol) 10. yaitu kalor yang dilepas = kalor yang diterima.

sistem menyerap kalor K Ranah Penilaian P A Ket. √ √ √ c. dalam persamaan reaksi ditandai dengan ∆H positif (∆H > 0) Reaksi eksoterm: reaksi yang melepas (menghasilkan) kalor.Pilihan ganda . ∆H negatif d. DH = entalpi hasil reaksi – entalpi pereaksi DH = entalpi zat ruas kanan – entalpi zat ruas kiri DH = Hr – Hp Contoh: Pada reaksi pA qB. Perub ahan Entalpi (∆H) Perubahan entalpi adalah jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan dalam suatu reaksi kimia. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 20 CV. Berapa ∆H reaksinya? 6. Diketahui reaksi 2NO + O2  N2O4 ∆H = a kJ NO + ½ O2 NO2 ∆H = b kJ Berapa ∆H untuk reaksi 2NO + O2  N2O4? 7. jelaskan! Dalam sebuah kalorimeter direaksikan 11 gram NH4Cl dengan 32 gram Ba (OH)2. Kalor mengalir dari sistem ke lingkungan. Bagaimanakah bunyi hukum kekelan energi? 2. a.PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukuran Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pelajaran Jenis Tagihan Kuis Bentuk Tagihan . Hitunglah perubahan entalpi yang terjadi pada adisi 112 gram entena (C2H4) oleh gas HBr menurut reaksi C2H4 + HBr  C2H5 Br √ 3. Entalp reaksi berdasar-kan i (H) prcobaan. Huku perubahan entalpi m Kekelan Energi suatu reaksi.06 kJ H – Br = 367. reaksi Hukum kekekalan energi: energi eksoterm.44 kJ 8.Macam-macam perubahan entalpi √ 5.2 Menentukan ∆H 2. GRAHADI . energi sistem berkurang b. lingkungan menerima kalor e. Perub ahan entalpi pembentukan standar (∆H°f) = perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan standar ahan entalpi Perub penguraian b. Siste m dan lingkungan Sistem: sesuatu yang sedang kita pelajari/kita amati Lingkungan: sesuatu yang berada di luar sistem Antara sistem dan lingkungan terjadi interaksi baik perpindahan energi maupun materi Sistem dalam ilmu kimia: reaksi kimia atau zat-zat dalam reaksi Jumlah energi yang terkandung dalam suatu zat disebut entalpi (H) 5. DH = qHB – pHAP 4. √ √ √ a.5 kJ C – Br = 285. 8H2O dan mengakibat-kan perbedaan suhu 42°C. data besarnya energi yang dimiliki perubahan entalpi oleh suatu benda dan pemben-tukan dilambangkan dengan H (heat standar dan data content). entalpi awal > entalpi akhir 4. Berdasarkan macam reaksinya. perubahan entalpi dapat dibedakan menjadi berapa. tetapi dapat diubah dari bentuk energi satu ke bentuk energi lain 2.1 Mendeskripsikan 1. Kalor jenis campuran = 1kal/gr°C. yang dapat diukur hanya perubahannya. dan tidak dapat diciptakan maupun endoterm dimusnahkan.Reaksi eksoterm dan endoterm Reaksi endoterm: reaksi yang menyerap (memerlukan) kalor. Pernyataan berikut yang benar tentang reksi endoterm adalah …. hukum Entalpi (isi kalor) adalah Hess. Apakah yang dimaksud sistem dan lingkungan dalam suatu reaksi? 3.6 kJ C – C = 349. Diketahui energi ikatan C = C = 609 kJ C – H = 417. ∆H = negatif (∆H > 0) berarti Hawal > Hakhir 6. 2.Uraian Instrumen Pengetahuan dan pemahaman konsep 1. energi ikatan Contoh: entalpi air () entalpi NH3 () entalpi CO2 () Besarnya entalpi tidak dapat diukur.

5 kJ 9.5 kJ CO(g) + ½O2(g) CO2(g) H = –283. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data ∆H pembentukan Harga ∆H reaksi dapat dihitung dengan data ∆H pembentukan standar (∆H°f) dengan rumus: ∆H = jumlah ∆Hf – jumlah ∆Hf (ruas kanan/ (ruas kiri/reaktan) hasil) ∆Hf unsur = 0 (nol) 10.Menghitung ∆H menggunakan hukum Hess “Setiap reaksi memiliki ∆H yang tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksi atau jumlah tahap reaksi” Contohnya. Karena kalor yan dilepas = Q.standar (∆H°d) = penguraian 1 mol senyawa menjadi unsurunsurnya pada keadaan standar c. Perub ahan entalpi pelarutan standar (∆H°s) = perubahan entalpi yang terjadi pada pelarutan 1 mol zat menjadi larutan encer pada keadaan standar. yaitu kalor yang dilepas = kalor yang diterima. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data energi ikatan ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan ruas kiri – jumlah energi ikatan ruas kanan atau ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan yang diputuskan – jumlah energi ikatan yang terbentuk e. a.0 kJ C(s) + O2(g) CO2(g) H = –393. Perub ahan entalpi pembakaran standar (∆H°c) perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran 1 mol zat pada keadaan standar Perub ahan entalpi penguapan standar (∆H°v) perubahan entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol zat dari fase cair menjadi gas pada keadaan standar d.Q Q = m x c x ∆t Q = kalor reaksi (kal) M = massa air dalam kalori meter (gr) ∆t = perbedaan suhu (°C) c = kalor jenis air (kal/gr°C) ∆H = perubahan entalpi (kJ/mol) 1 kal = 4. Satu tahap C(s) + O2(g) CO2(g) ∆H = –393. maka ∆H = . Dua tahap C(s) + ½O2(g) CO(g) H = –110.Menentukan ∆H Reaksi dengan Kalorimeter Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan secara eksperimen dengan menggunakan kalori meter Penentuan ∆H dengan kalorimeter berdasar pada asas Black. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 21 CV. 7.5 kJ b.18 joule 8. GRAHADI . reaksi pembentukan gas CO2 dapat berlangsung satu tahap dan dapat juga dua tahap.

dan reaksi endoterm Materi Pelajaran : 1. GRAHADI . tetapi dapat diubah dari bentuk energi satu ke bentuk energi lain 2. Strategi Pembelajaran : Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 22 CV. Contoh: entalpi air () entalpi NH3 () entalpi CO2 () Besarnya entalpi tidak dapat diukur. Perubahan Entalpi (∆H) Perubahan entalpi adalah jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan dalam suatu reaksi kimia.1 Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi. Perubahan entalpi pembentukan standar (∆H°f) = perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan standar b. Hukum Kekelan Energi Hukum kekekalan energi: energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. pengamatan. III. Kalor mengalir dari sistem ke lingkungan. e.Macam-macam perubahan entalpi a. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Termokimia 11 dan 12 Eksperimen. II. tanya jawab 2 x pertemuan (4 x 45 menit) : Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukuran : 2. 2008 Mengetahui. ∆H = negatif (∆H > 0) berarti Hawal > Hakhir 6. Entalpi (H) Entalpi (isi kalor) adalah besarnya energi yang dimiliki oleh suatu benda dan dilambangkan dengan H (heat content). keadaan standar Perubahan entalpi penguraian standar (∆H°d) = penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada c.Lingkungan: sesuatu yang berada di luar sistem . DH = entalpi hasil reaksi – entalpi pereaksi DH = entalpi zat ruas kanan – entalpi zat ruas kiri DH = Hr – Hp Contoh: Pada reaksi pA qB. REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I.Sistem dalam ilmu kimia: reaksi kimia atau zat-zat dalam reaksi . Sistem dan lingkungan .Jumlah energi yang terkandung dalam suatu zat disebut entalpi (H) 5. Perubahan entalpi penguapan standar (∆H°v) perubahan entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol zat dari fase cair menjadi gas pada keadaan standar Perubahan entalpi pelarutan standar (∆H°s) = perubahan entalpi yang terjadi pada pelarutan 1 mol zat menjadi larutan encer pada keadaan standar. reaksi eksoterm. NIP.Antara sistem dan lingkungan terjadi interaksi baik perpindahan energi maupun materi . 3.Guru Mata Pelajaran …………………………. dalam persamaan reaksi ditandai dengan ∆H positif (∆H > 0) Reaksi eksoterm: reaksi yang melepas (menghasilkan) kalor. IV. yang dapat diukur hanya perubahannya. Kepala Sekolah NIP.Reaksi eksoterm dan endoterm Reaksi endoterm: reaksi yang menyerap (memerlukan) kalor.Sistem: sesuatu yang sedang kita pelajari/kita amati . DH = qHB – pHAP 4. Perubahan entalpi pembakaran standar (∆H°c) perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran 1 mol zat pada keadaan standar d. diskusi.

Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : .Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih .Kegiatan 1. 2008 Mengetahui. NIP. GRAHADI .Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . Penutup Membuat rangkuman Penugasan Uji Kompetensi V.Buku lain yang relevan VII. gamping (kapur tohor) : : Kuis : . Kepala Sekolah NIP. reaksi eksoterm dan endoterm dan memahami macam-macam perubahan entalpi Prasyarat : Siswa telah mempelajari ikatan kimia 2. VI. air. Media Pembelajaran Penilaian a. Jenis Tagihan b. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa mampu membedakan sistem dan lingkungan.Buku paket Kimia kelas XI . Sumber Bacaan Guru Mata Pelajaran …………………………. Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan tentang reaksi eksoterm dan endoterm dan macam-macam perubahan entalpi Menugaskan siswa melakukan eksperimen dan pengamatan terhadap reaksi eksoterm dan endoterm Memimpin diskusi dan mengajukan pertanyaan Murid : Memperhatikan penjelasan guru Melakukan eksperimen dan pengamatan Mendiskusikan hasil pengamatan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan 3. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 23 CV. Tindak Lanjut Waktu 10 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 120 menit Personal dan akademik 50 menit Personal dan akademik : Tabung reaksi.

d. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data ∆H pembentukan Harga ∆H reaksi dapat dihitung dengan data ∆H pembentukan standar (∆H°f) dengan rumus: ∆H = jumlah ∆Hf – jumlah ∆Hf (ruas kanan/ (ruas kiri/reaktan) hasil) ∆Hf unsur = 0 (nol) 10. III. Satu tahap C(s) + O2(g) CO2(g) ∆H = –393.18 joule 8. hukum Hess.Menentukan ∆H Reaksi dengan Kalorimeter Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan secara eksperimen dengan menggunakan kalori meter Penentuan ∆H dengan kalorimeter berdasar pada asas Black. Karena kalor yan dilepas = Q. data perubahan entalpi pembentukan standar. a. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa dapat menentukan ∆H reaksi secara eksperimen Prasyarat : Siswa telah mempelajari ikatan kimia 2. Standar Kompetensi : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Termokimia 13 s. Strategi Pembelajaran : Waktu 10 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik Kegiatan 1. cara pengukuran dan sifat ketidakteraturan dalam alam semesta Kompetensi Dasar : 2. dan data energi ikatan Materi Pelajaran : 7.5 kJ b. reaksi pembentukan gas CO2 dapat berlangsung satu tahap dan dapat juga dua tahap.REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I.Menghitung ∆H menggunakan hukum Hess “Setiap reaksi memiliki ∆H yang tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksi atau jumlah tahap reaksi” Contohnya. 14 Eksperimen. Dua tahap C(s) + ½O2(g) CO(g) H = –110. GRAHADI . Kegiatan Inti Guru : Memimpin dan mengawasi eksperimen yang dilakukan siswa Memimpin diskusi dan memberikan pertanyaan-pertanyaan dari hasil eksperimen Murid : 110 menit Personal dan akademik - Melaksanakan eksperimen untuk menentukan ∆H reaksi Mendiskusikan hasil eksperimen dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 24 CV. II. yaitu kalor yang dilepas = kalor yang diterima.5 kJ 9. tanya jawab 2 x pertemuan (4 x 45 menit) : Memahami perubahan energi dalam kimia. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data energi ikatan ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan ruas kiri – jumlah energi ikatan ruas kanan atau ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan yang diputuskan – jumlah energi ikatan yang terbentuk IV. diskusi.5 kJ CO(g) + ½O2(g) CO2(g) H = –283.0 kJ C(s) + O2(g) CO2(g) H = –393.Q Q = m x c x ∆t Q = kalor reaksi (kal) M = massa air dalam kalori meter (gr) ∆t = perbedaan suhu (°C) c = kalor jenis air (kal/gr°C) ∆H = perubahan entalpi (kJ/mol) 1 kal = 4. pengamatan. maka ∆H = .2 Menentukan ∆H reaksi berdasarkan percobaan.

Jenis Tagihan b. 2008 Mengetahui.Buku paket Kimia kelas XI .3. larutan KOH 0.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : .2 M : : Kuis : .2 M. Sumber Bacaan : kalorimeter. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 25 CV. Tindak Lanjut 60 menit Personal dan akademik VII. pengaduk. Penutup Membuat rangkuman Uji kompetensi V.Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . Kepala Sekolah NIP.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih . Media Pembelajaran Penilaian a. NIP.LKS Guru Mata Pelajaran …………………………. larutan HCl 0. GRAHADI . VI.Buku lain yang relevan .

data perubahan entalpi pembentukan standar.Menghitung ∆H menggunakan hukum Hess “Setiap reaksi memiliki ∆H yang tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksi atau jumlah tahap reaksi” Contohnya. Satu tahap C(s) + O2(g) CO2(g) ∆H = –393. Sumber Bacaan : .Buku lain yang relevan .Buku paket Kimia kelas XI . Penutup Penugasan Uji Kompetensi Ulangan harian 3 V.2 Menentukan ∆H reaksi berdasarkan percobaan. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data energi ikatan ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan ruas kiri – jumlah energi ikatan ruas kanan. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa mampu menghitung ∆H menggunakan hukum Hess Prasyarat : Siswa telah mempelajari ikatan kimia 2.REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih . III. Kegiatan Inti Guru : - Menjelaskan tentang cara menghitung ∆H dengan menggunakan hukum Hess Menugaskan siswa melakukan eksperimen untuk membuktikan hasil eksperimen Murid : Memperhatikan penjelasan guru Melakukan eksperimen dan pengamatan Mendiskusikan hasil pengamatan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan 3. a. Tindak Lanjut 200 menit Personal dan akademik 60 menit Personal dan akademik : Tabung reaksi.5 kJ CO(g) + ½O2(g) CO2(g) H = –283. II. Guru Mata Pelajaran Kepala Sekolah Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 26 CV. Menghitung ∆H reaksi menggunakan data ∆H pembentukan Harga ∆H reaksi dapat dihitung dengan data ∆H pembentukan standar (∆H°f) dengan rumus: ∆H = jumlah ∆Hf – jumlah ∆Hf (ruas kanan/ (ruas kiri/reaktan) hasil) ∆Hf unsur = 0 (nol) 10.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% VII.5 kJ b. tanya jawab 3 x pertemuan (6 x 45 menit) : Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukuran : 2. dan data energi ikatan : 8.LKS …………………………. Media Pembelajaran Penilaian a.5 kJ 9. Jenis Tagihan b. 2008 Mengetahui. Strategi Pembelajaran : Kegiatan Waktu 10 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 1. hukum Hess. atau ∆Hreaksi = jumlah energi ikatan yang diputuskan – jumlah energi ikatan yang terbentuk IV. GRAHADI . pengamatan. air. reaksi pembentukan gas CO2 dapat berlangsung satu tahap dan dapat juga dua tahap. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pelajaran : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Termokimia 15 dan 17 Eksperimen.Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . VI. gamping (kapur tohor) : : Kuis : . diskusi.0 kJ C(s) + O2(g) CO2(g) H = –393. Dua tahap C(s) + ½O2(g) CO(g) H = –110.

GRAHADI . Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 27 CV.NIP. NIP.

2 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi dan terapannya dalam kehidupan seharihari Materi Pelajaran 1. karena makin cepat gerak partikel-partikel pereaksi dan makin besar pula energi kinetiknya sehingga banyak partikel-partikel pereaksi yang memiliki energi yang mencapai energi pengaktifan. c) suhu. tetapi tidak semua tumbukan yang terjadi menghasilkan reaksi. misalnya katalis Fe2O3 digunakan dalam pembuatan amonia Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 28 CV. Faktorfaktor yang mempengaruhi. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 4.Bertambahnya konsentrasi C tiap satuan waktu 3.Diskusi tang laju reaksi (18 x 45 menit) Kimia kelas -Tanya XI jawab .Buku lain yang relevan . dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 6. persamaan laju reaksi dapat dinyatakan dengan v = k [A]m [B]n v = laju reaksi k = tetapan laju reaksi [A] = konsentrasi/mola-ritas A [B] = konsentrasi/molari -tas B m = orde/tingkat reaksi terhadap A n = orde/tingkat reaksi terhadap B m + n = orde reaksi total Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi Makin luas permukaan sentuhan semakin banyak kemungkinan terjadinya tumbukan antarpartikel pereaksi.9 x pertemuan .Buku paket .Teori tumbukan Reaksi kimia terjadi karena partikel-partikel zat yang bereaksi saling bertumbukan. sehingga semakin cepat reaksinya Pengaruh suhu terhadap laju reaksi Reaksi makin cepat jika suhu dinaikkan.Berkurannya konsentrasi A dan B tiap satuan waktu . GRAHADI . Pada reaksi: mA + nB  C. b) luas permukaan. akibatnya reaksi menjadi lebih cepat. semakin cepat reaksi berlangsung karena semakin besar konsentrasi berarti jarak antarmolekul semakin rapat. serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri Strategi Pembelajaran Alokasi Sumber Bahan Waktu Metode Pengalaman Belajar . antara lain:a) konsentrasi. 5. sehingga semakin mudah terjadi tumbukan yang menghasilkan reaksi. kesetimbangan kimia. d) katalis. Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi Semakin besar konsentrasi. akibatnya reaksi makin cepat. Molaritas (Kemolaran) Molaritas (M) = M ca mpuran = mol zat terlarut 1 liter laru tan M= 10 × ρ× 0 0 Mr mol campuran volume campuran V1M1 = V2M2 2. dapat diartikan: . Konsep Laju reaksi Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi tiap satuan waktu Reaksi = A + B  C. v2 = v1 ( 2) 7.PENGEMBANGAN SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami kinetika reaksi. ∆t 10  1  10 t 2 = t1    2 ∆t Pengaruh katalis terhadap laju reaksi Katalis mempercepat reaksi dengan jalan menurunkan energi aktivasi Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Misalnya: Penggunaan kayu/arang dengan ukuran kecil untuk bahan bakar - Pengaruh katalis dalam industri.Eksperimen Telah mempelajari ten.1 Mendeskripsika n pengetian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktorfaktor yang mempengaruhi laju reaksi 3.LKS Kompetensi Dasar 3.

Guru Mata Pelajaran …………………………. NIP. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 29 CV. 2008 Mengetahui. Kepala Sek NIP. GRAHADI .

ternyata laju reaksi menjadi 16 kali lebih cepat. GRAHADI . dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 3 b. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi Reaksi makin cepat jika suhu dinaikkan. d) katalis. karena makin cepat gerak partikel-partikel pereaksi dan makin besar pula energi kinetiknya sehingga banyak partikel-partikel pereaksi yang memiliki energi yang mencapai energi pengaktifan. Apakah yang dimaksud laju reaksi dari reaksi di atas? b.Uraian Instrumen Pengetahuan dan pemahaman konsep K Ranah Penilaian P A Ket. 2 Praktik Buatlah laporan secara menyeluruh faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan hasil percobaan dan buku-buku literatur yang Anda peroleh! Carilah dan gunakan buku-buku literatur sebanyak mungkin! √ - √ Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 30 CV. Apakah yang dimaksud molaritas? Merupakan satuan apa? Pada reaksi 2H2 + O2  2H2O.1 80 0. 0 d. Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi Semakin besar konsentrasi. a. dan vH2Oadalah … .4 0.Pilihan ganda . Faktor-faktor yang mempengaruhi. Sedangkan bila [Q] dinaikkan 2 kali dan [P] tetap laju reaksinya tetap. tetapi tidak semua tumbukan yang terjadi menghasilkan reaksi. Pada reaksi: mA + nB  C.PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMP Kimia XI/1 2008/2009 Memahami kinetika reaksi. persamaan laju reaksi dapat dinyatakan dengan v = k [A]m [B]n v = laju reaksi k = tetapan laju reaksi [A] = konsentrasi/mola-ritas A [B] = konsentrasi/molari -tas B m = orde/tingkat reaksi terhadap A n = orde/tingkat reaksi terhadap B m + n = orde reaksi total 5. akibatnya reaksi menjadi lebih cepat. Konsep Laju reaksi Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi tiap satuan waktu Reaksi = A + B  C.2 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 4.Teori tumbukan Reaksi kimia terjadi karena partikelpartikel zat yang bereaksi saling bertumbukan. 1 e. Bila [P] dinaikkan 4 kali dan [Q] dibuat tetap. sehingga semakin mudah terjadi tumbukan yang menghasilkan reaksi. antara lain:a) konsentrasi. Berapakah orde reaksi terhadap P dan Q? √ √ - √ Untuk reaksi A+BC diperoleh data: [A] [M] [B][M] t [det] 0. vO2. dan H2O. c) suhu. kesetimbangan kimia. O2. Diketahui suatu reaksi P + Q  PQ a.Berkurannya konsentrasi A dan B tiap satuan waktu .1 40 0.2 40 Orde reaksi total dari reaksi di atas adalah … .1 0. dapat diartikan: . sehingga semakin cepat reaksinya 6. serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri Penilaian Kompetensi Dasar 3. semakin cepat reaksi berlangsung karena semakin besar konsentrasi berarti jarak antarmolekul semakin rapat. b) luas permukaan.3 Mendeskripsikan pengetian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktorfaktor yang mempengaruhi laju reaksi 3. bila laju reaksi terhadap H2. Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi Makin luas permukaan sentuhan semakin banyak kemungkinan terjadinya tumbukan antarpartikel pereaksi. dan H2O dinyatakan sebagai VH2. mol zat terlarut Molaritas (M) = 1 liter laru tan - M= 10 × ρ × 0 0 Mr mol campuran volume campuran M campuran = V1M1 = V2M2 2.Bertambahnya konsentrasi C tiap satuan waktu 3.4 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi dan terapannya dalam kehidupan seharihari Materi Pelajaran 1. akibatnya reaksi makin cepat. maka hubungan vH2. 4 c. Molaritas (Kemolaran) Jenis Tagihan Kuis Bentuk Tagihan . vO2.

NIP. 2008 Mengetahui. GRAHADI .0 v2 = v ( 12) 1 ∆t  1  10 t 2 = t1    2 ∆t 7. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 31 CV. misalnya katalis Fe2O3 digunakan dalam pembuatan amonia Guru Mata Pelajaran …………………………. Kepala Sekolah NIP. Pengaruh katalis terhadap laju reaksi Katalis mempercepat reaksi dengan jalan menurunkan energi aktivasi Pengaru h luas permukaan terhadap laju reaksi banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Misalnya: Penggunaan kayu/arang dengan ukuran kecil untuk bahan bakar - Pengaru h katalis dalam industri.

VI. 20 Eksperimen.Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% .Buku lain yang relevan . GRAHADI . tanya jawab 3 x pertemuan (6 x 45 menit) III. mampu menuliskan ungkapan laju reaksi (v). II. Jenis Tagihan b. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 32 CV. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa memahami kemolaran dan pengunaannya. laju reaksi. : Memahami kinetika dan kesetimbangan reaksi kimia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya Kompetensi Dasar : 3. Prasyarat : Siswa telah mempelajari termokimia 2.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : .Buku paket Kimia kelas XI . Media Pembelajaran Penilaian a. stop watch. dan tingkat/orde reaksi Memimpin dan mengawasi eksperimen Memimpin diskusi dan memberikan perta-nyaan-pertanyaan Murid: Memperhatikan Melaksanakan eksperimen Melaksanakan diskusi hasil eksperimen dan menjawab pertanyaanpertanyaan 3. larutan HCl 2 M.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih . 2008 Mengetahui. Na2S2O3 0. diskusi. V1M1 = V2M2 Strategi Pembelajaran : Kegiatan Waktu 20 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 1.REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I. Tindak Lanjut 200 menit Personal dan akademik 50 menit Personal dan akademik VII. Penutup Penugasan Uji Kompetensi V. Standar Kompetensi : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Laju reaksi 18 s.LKS ………………………….2 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari Materi Pelajaran : 1. pengamatan.d.1 Mendeskripsikan pengetian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 3. Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan tentang kemolaran.2 M : : Kuis : . gelas ukur. Molaritas (Kemolaran) Molaritas (M) = M campuran = mol zat terlarut 1 liter laru tan M= 10 × ρ × 0 0 Mr mol campuran volume campuran IV. Sumber Bacaan : Gelas kimia.

Standar Kompetensi : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Laju reaksi 21 s. Uji Kompetensi : : : : Gelas kimia. d) katalis. : Memahami kinetika dan kesetimbangan reaksi kimia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya Kompetensi Dasar : 3. b) luas permukaan. dapat diartikan: Berkurannya konsentrasi A dan B tiap satuan waktu Bertambahnya konsentrasi C tiap satuan waktu 3. diskusi. Konsep Laju reaksi Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi tiap satuan waktu Reaksi = A + B  C. Strategi Pembelajaran : Kegiatan Waktu 20 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 1. Tindak Lanjut Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 33 CV. Penutup Penugasan 200 menit Personal dan akademik 50 menit Personal dan akademik V. Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi Semakin besar konsentrasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa memahami konsep laju reaksi dan teori tumbukan Prasyarat : Siswa telah mempelajari kemolaran 2.d. Jenis Tagihan b. semakin cepat reaksi berlangsung karena semakin besar konsentrasi berarti jarak antarmolekul semakin rapat.2 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari Materi Pelajaran : 2.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% Media Pembelajaran Penilaian a. tetapi tidak semua tumbukan yang terjadi menghasilkan reaksi. GRAHADI . Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 7. stop watch. tanya jawab 3 x pertemuan (6 x 45 menit) III. pengamatan. Na2S2O3 0. antara lain:a) konsentrasi. NIP.1 Mendeskripsikan pengetian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 3. VI. Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan tentang konsep laju reaksi dan teori tumbukan Memimpin diskusi dan memberikan perta-nyaan-pertanyaan Murid: Melaksanakan eksperimen Melaksanakan diskusi hasil eksperimen dan menjawab pertanyaanpertanyaan 3.NIP. Pada reaksi: mA + nB  C. larutan HCl 2 M.2 M Kuis . II. gelas ukur.Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . sehingga semakin mudah terjadi tumbukan yang menghasilkan reaksi. c) suhu.Teori tumbukan Reaksi kimia terjadi karena partikel-partikel zat yang bereaksi saling bertumbukan. 23 Eksperimen. persamaan laju reaksi dapat dinyatakan dengan v = k [A]m [B]n v = laju reaksi k = tetapan laju reaksi [A]= konsentrasi/mola-ritas A [B] konsentrasi/molari -tas B m = orde/tingkat reaksi terhadap A n = orde/tingkat reaksi terhadap B m + n = orde reaksi total IV. akibatnya reaksi menjadi lebih cepat.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih . REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I.

gelas ukur. : Memahami kinetika dan kesetimbangan reaksi kimia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya Kompetensi Dasar : 3. Kepala Sekolah NIP.VII. Na2S2O3.Pengaruh katalis dalam industri. 2008 Mengetahui. Na2S2O3 0. Media Pembelajaran Penilaian a.d. akibatnya reaksi makin cepat. larutan HCl. larutan HCl 3 M.Buku lain yang relevan .4 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari Materi Pelajaran : 5.LKS Guru Mata Pelajaran …………………………. 26 Eksperimen. sehingga semakin cepat reaksinya 6. Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Memimpin dan mengawasi eksperimen Memimpin diskusi dan memberikan perta-nyaan-pertanyaan Murid: Melaksanakan eksperimen Melaksanakan diskusi hasil eksperimen dan menjawab pertanyaanpertanyaan 3. Penutup Penugasan Uji Kompetensi Ulangan harian 4 V. REKAYASA PEMBELAJARAN : : : : : : : NIP.15 M Kuis Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 34 CV. diskusi. Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi Makin luas permukaan sentuhan semakin banyak kemungkinan terjadinya tumbukan antarpartikel pereaksi. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa memahami faktorfaktor yang mempengaruhi laju reaksi Prasyarat :Siswa telah mempelajari konsep laju reaksi dan teori tumbukan 2. stop watch. Strategi Pembelajaran : Kegiatan Waktu 10 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 1. termometer. Sumber Bacaan : . misalnya katalis Fe2O3 digunakan dalam pembuatan amonia ∆t 10 ∆t IV. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi Reaksi makin cepat jika suhu dinaikkan.3 Mendeskripsikan pengetian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 3. Jenis Tagihan : : : 200 menit Personal dan akademik - 60 menit Personal dan akademik Gelas kimia. GRAHADI . dan kasa. pipet tetes. tanya jawab 3 x pertemuan (6 x 45 menit) III.  1  10 t 2 = t1   v2 = v1 ( 2)  2 7. pengamatan. lampu spiritus. Standar Kompetensi SMA Kimia XI/1 Laju reaksi 24 s. tabung reaksi. VI. penjepit kaki tiga. karena makin cepat gerak partikel-partikel pereaksi dan makin besar pula energi kinetiknya sehingga banyak partikel-partikel pereaksi yang memiliki energi yang mencapai energi pengaktifan. II. Pengaruh katalis terhadap laju reaksi Katalis mempercepat reaksi dengan jalan menurunkan energi aktivasi Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Misalnya: Penggunaan kayu/arang dengan ukuran kecil untuk bahan bakar . bejana kaca. Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I.Buku paket Kimia kelas XI . sumbat berpipa.

a. maka kesetimbangan bergeser dari arah penambahan b. 3. VII.LKS Kompetensi Dasar Materi Pelajaran 3.b. Kepala Sekolah NIP.4Menentukan Keadaan kesetimbangan adalah keadan di hubungan kuantitatif mana dalam suatu reaksi.3 Menjelaskan 1. GRAHADI . Tindak Lanjut : Sumber Bacaan : - Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% Buku paket Kimia kelas XI Buku lain yang relevan LKS Guru Mata Pelajaran …………………………. Kondisi optimum tersebut dapat diperoleh dengan menerapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan agar reaksi bergeser ke arah hasil reaksi dan berlangsung cepat sehingga menguntungkan secara ekonomis 4. Reaksi berkesudahan (ireversibel) mempengaruhi b. Perubahan tekanan atau volume Bila tekanan diperbesar atau volume diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah molnya kecil (jumlah koefisien kecil) c.Tanya jawab kimia . Reaksi kesetimbangan (reversibel) adalah pergeseran arah reaksi yang berlangsung dua arah sehingga zat kesetimbangan hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi dengan melakukan reaktan percobaan Contoh: H2(g) + Cl2(g) 2HCl 3. Perubahan suhu Bila suhu dinaikkan. yaitu kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. maka sistem akan mengadakan reaksi sehingga pengaruh reaksi tersebut sekecil-kecilnya. Berdasarkan fase zat. dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Buku paket . Tetapan kesetimbangan Pada keadaan setimbang suatu reaksi terdapat hubungan yang erat antara konsentrasi pereaksi dengan konsentrasi hasil reaksi. Kesetimbangan dalam industri Untuk memproduksi bahan-bahan kimia dalam industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan diperlukan kondisi optimum. NIP. maka kesetimbangan bergeser ke arah pengurangan zat dan sebaliknya. kesetimbangan kimia. Bila hasil kali konsentrasi hasil reaksi yang dipangkatkan koefisiennya dibandingkan dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang dipangkatkan koefisiennya. kesetimbangan kesetimbangan dibedakan menjadi dua.Diskusi tang kesetimbangan (20 x 45 menit) Kimia kelas XI . Perubahan konsentrasi Bila konsentrasi salah satu zat dikurangi.Eksperimen Telah mempelajari ten. Harga Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 35 CV. kesetimbangan bergeser ke arah endotermis Bila suhu diturunkan maka kesetimbangan bergeser ke arah eksotermis 3. laju reaksi ke antara pereaksi kanan sama dengan laju reaksi ke kiri atau dengan hasil reaksi laju raksi maju sama dengan laju reaksi dari suatu reaksi balik.5 Menjelaskan Untuk kesetimbangan heterogen (fase zat penerapan prinsip lebih dari satu macam) harga tetapan kesetimbangan kesetimbangannya dipengaruhi oleh zat dalam kehidupan yang konsentrasinya mudah berubah. Keadaan kesetimbangan kesetimbangan dan Berdasarkan arah reaksi faktor-faktor yang a. PENGEMBANGAN SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami kinetika reaksi. 2008 Mengetahui. serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri. sehari-hari dan Contoh: CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g) industri k = [CO2] 2. perbandingan tersebut tetap. Strategi Pembelajaran Alokasi Sumber Bahan Waktu Metode Pengalaman Belajar .10 x pertemuan . bila salah satu zat ditambahkan konsentrasinya. pergeseran kesetimbangan Pergeseran kesetimbangan dapat dijelaskan dengan asas Le Chatelier: “Apabila terhadap sistem kesetimbangan diberi reaksi.Buku lain yang relevan .

082 P= n . P = tekanan (atm) V = volume ( l ) n = mol R = 0. 2008 Mengetahui. diperoleh hubungan KP dengan Kc sebagai berikut. Derajat disosiasi (α) = perbandingan antara jumlah zat yang terturai dengan jumlah zat mulamula jumlah zat yang terurai α = jumlah zat mula . HUbungan antara Kp dengan Kc Tekanan parsial gas bergantung pada konsentrasi. Untuk reaksi: mA(g) + nB(g)  pC(g) + qD(g) rumus kc = p g [ C ] [D ] [A] m [B ] n Harga konsentrasi yang dapat dimasukkan dalam rumus kc hanyalah gas dan zat terlarut saja. Kp = Kc (RT)Dn 7.mula Guru Mata Pelajaran …………………………. sedangkan zat padat dan cair tidak dimasukkan dalam rumus kc 5.R.T. Kepala Sekolah NIP. NIP. Berdasarkan rumusan gas ideal PV = nRT. maka diperoleh hubungan V ∆ kP = kc (RT) n atau ∆ kc = kP (RT) – n ∆n = jumlah koefisien produk – jumlah koefisien reaktan 6. GRAHADI .yang tetap tersebut disebut tetapan kesetimbangan (kc). Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 36 CV. Tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp) Tekanan total campuran gas merupakan jumlah tekanan parsial masing-masing gas Secara umum pada reaksi: mA(g) + nB(g)  pC(g) + qD(g) Ptotal = PA + PB + PC + PD p q [ PC] [PD] k P = [PA] m [ PB] n PA = tekanan parsial A P = mol A mol total Ptotal Hubungan kP dengan kc Dengan beranggapan gas ideal PV = nRT.

maka sistem akan prinsip mengadakan reaksi sehingga kesetimba pengaruh reaksi tersebut sekecilngan kecilnya. laju reaksi ke kanan sama dengan dengan laju reaksi ke kiri atau laju melakuka raksi maju sama dengan laju n reaksi balik.Uraian Instrumen Pengetahuan dan pemahaman konsep 1.Buatlah laporan hasil percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan dengan didukung oleh bukubuku literatur yang ada untuk memperkuat laporan Anda! √ √ Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 37 CV. dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Apakah yang dimaksud kesetimbangan homogen dan heterogen? 3. yaitu kesetimbangan 3. pergeseran kesetimbangan kesetimba Pergeseran kesetimbangan dapat ngan dijelaskan dengan asas Le 3.14 kJ.Reaksi kesetim-bangan bersifat dinamis. secara mikros-kopis dan makroskopis reaksi terus berlangsung ke arah hasil reaksi dan ke arah pereaksi 2.Reaksi kesetim-bangan: CO(g) + 2H2(g)  CH3OH(g) ∆H = -91.. zat hasil reaksi dapat terurai kembali men-jadi pereaksi c.. bila salah satu zat ditambahkan konsentrasinya. kesetimbangan bergeser ke arah endotermis Bila suhu diturunkan maka kesetimbangan bergeser ke arah eksotermis 3. Reaksi kesetimbangan faktor (reversibel) adalah reaksi yang yang berlangsung dua arah sehingga mempeng zat hasil reaksi dapat bereaksi aruhi kembali menjadi reaktan pergesera Contoh: H2(g) + Cl2(g) 2HCl n arah Keadaan kesetimbangan adalah kesetimba keadan di mana dalam suatu ngan reaksi. Untuk kesetimbangan hubungan heterogen (fase zat lebih dari satu kuantitatif macam) harga tetapan antara kesetimbangannya dipengaruhi pereaksi oleh zat yang konsentrasinya dengan mudah berubah. Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pelajaran Jenis Tagihan Kuis Bentuk Tagihan . reaksi berlangsung ke arah kanan dan kiri b. percobaa kesetimbangan dibedakan n menjadi dua. a. serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.5Menjelaska Chatelier: “Apabila terhadap n sistem kesetimbangan diberi penerapan reaksi. mol CO makin banyak yang bereaksi K Ranah Penilaian Ket... Kesetimbangan dalam industri Untuk memproduksi bahan-bahan kimia dalam industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan diperlukan kondisi optimum.. kesetimbangan tidak terpenga-ruh e. berarti bahwa . reaksi ke kiri Praktik . Keadaan kesetimbangan an Berdasarkan arah reaksi kesetimba a. GRAHADI . Perubahan kehidupan konsentrasi sehari-hari Bila konsentrasi salah satu dan zat dikurangi. secara mikros-kopis reaksi terus berlang-sung ke arah hasil reaksi dan ke arah pereaksi d. maka industri kesetimbangan bergeser ke arah pengurangan zat dan sebaliknya.PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Standar Kompetensi : : : : : SMA Kimia XI/1 2008/2009 Memahami kinetika reaksi. hasil Contoh: CaCO3(s)  CaO(s) + reaksi dari CO2(g) suatu k = [CO2] reaksi 2.3 Menjelask . maka kesetimbangan bergeser dari arah penambahan b. a. Berdasarkan fase zat.. Perubahan tekanan atau volume Bila tekanan diperbesar atau volume diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah molnya kecil (jumlah koefisien kecil) c.4Menentuka homogen dan kesetimbangan n heterogen. dalam a.Pilihan ganda . CH3OH makin mudah √ reaksi bergeser ke arah eksotermis d. terbentuk c. P A 3. Apabila pada sistem tersebut suhu dinaikkan maka = . 1. Perubahan suhu Bila suhu dinaikkan.. Kondisi optimum tersebut dapat diperoleh dengan menerapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan agar reaksi bergeser ke arah hasil reaksi dan berlangsung cepat √ b. secara makros-kopis reaksi terus berlang-sung ke arah hasil reaksi dan ke arah pereaksi e. kesetimbangan kimia. Reaksi berkesudahan ngan dan (ireversibel) faktorb.

Harga yang tetap tersebut disebut tetapan kesetimbangan (kc). Hubungan antara Kp dengan Kc Tekanan parsial gas bergantung pada konsentrasi. sedangkan zat padat dan cair tidak dimasukkan dalam rumus kc 5. Kp = Kc (RT)Dn 7. diperoleh hubungan KP dengan Kc sebagai berikut. Tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp) Tekanan total campuran gas merupakan jumlah tekanan parsial masing-masing gas Secara umum pada reaksi: mA(g) + nB(g) D pC(g) + qD(g) Ptotal = PA + PB + PC + PD p q [ PC] [ PD] k P = [ PA ] m [ PB] n PA = tekanan parsial A P = mol A mol total Ptotal Hubungan kP dengan kc Dengan beranggapan gas ideal PV = nRT. NIP. maka diperoleh V hubungan ∆ kP = kc (RT) n atau ∆ kc = kP (RT) – n ∆n = jumlah koefisien produk – jumlah koefisien reaktan 6. 2008 Mengetahui. Kepala Sekolah NIP.R. Derajat disosiasi (α) = perbandingan antara jumlah zat yang terturai dengan jumlah zat mula-mula jumlah zat yang terurai α = jumlah zat mula .sehingga menguntungkan secara ekonomis 4.mula Guru Mata Pelajaran ………………………….T. Berdasarkan rumusan gas ideal PV = nRT. GRAHADI . P = tekanan (atm) V = volume ( l ) n = mol R = 0. Untuk reaksi: mA(g) + nB(g)  pC(g) + qD(g) rumus kc = p g [ C ] [D ] [A] m [B ] n Harga konsentrasi yang dapat dimasukkan dalam rumus kc hanyalah gas dan zat terlarut saja.082 P= n . Bila hasil kali konsentrasi hasil reaksi yang dipangkatkan koefisiennya dibandingkan dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang dipangkatkan koefisiennya. Tetapan kesetimbangan Pada keadaan setimbang suatu reaksi terdapat hubungan yang erat antara konsentrasi pereaksi dengan konsentrasi hasil reaksi. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 38 CV. perbandingan tersebut tetap.

GRAHADI .Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 39 CV.

pengamatan.3 Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan 3. Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan pengertian kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi-nya Menugaskan kepada siswa melakukan eksperimen Mengajukan pertanyaan-pertanyaan hasil eksperimen Murid: Memperhatikan Melaksanakan eksperimen Waktu 10 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 380 menit Personal dan akademik Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 40 CV. Contoh: CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g) k = [CO2] 2. yaitu kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. bila salah satu zat ditambahkan konsentrasinya.d. - IV. b. Perubahan tekanan atau volume Bila tekanan diperbesar atau volume diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah molnya kecil (jumlah koefisien kecil) c. Kondisi optimum tersebut dapat diperoleh dengan menerapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan agar reaksi bergeser ke arah hasil reaksi dan berlangsung cepat sehingga menguntungkan secara ekonomis Strategi Pembelajaran : Kegiatan 1.REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I. kesetimbangan kimia. : Memahami kinetika reaksi. a. 31 Eksperimen. maka sistem akan mengadakan reaksi sehingga pengaruh reaksi tersebut sekecil-kecilnya.5 Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri Materi Pelajaran : 1. pergeseran kesetimbangan Pergeseran kesetimbangan dapat dijelaskan dengan asas Le Chatelier: “Apabila terhadap sistem kesetimbangan diberi reaksi. Berdasarkan fase zat. memahami faktorfaktor yang mempengaruhi kesetimbangan Prasyarat : Siswa telah mempelajari laju reaksi 2. tanya jawab 5 x pertemuan (10 x 45 menit) III. kesetimbangan dibedakan menjadi dua. II. Standar Kompetensi : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Kesetimbangan Kimia 27 s. Untuk kesetimbangan heterogen (fase zat lebih dari satu macam) harga tetapan kesetimbangannya dipengaruhi oleh zat yang konsentrasinya mudah berubah. Kesetimbangan dalam industri Untuk memproduksi bahan-bahan kimia dalam industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan diperlukan kondisi optimum. Perubahan suhu Bila suhu dinaikkan. Keadaan kesetimbangan Berdasarkan arah reaksi Reaksi berkesudahan (ireversibel) Reaksi kesetimbangan (reversibel) adalah reaksi yang berlangsung dua arah sehingga zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi reaktan Contoh: H2(g) + Cl2(g) 2HCl Keadaan kesetimbangan adalah keadan di mana dalam suatu reaksi. maka kesetimbangan bergeser dari arah penambahan b. GRAHADI . laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri atau laju raksi maju sama dengan laju reaksi balik.4Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan 3. dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri Kompetensi Dasar : 4. maka kesetimbangan bergeser ke arah pengurangan zat dan sebaliknya. Perubahan konsentrasi Bila konsentrasi salah satu zat dikurangi. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa memahami kesetimbangan kimia dan mampu meramalkan arah pergeseran kesetimbangan. kesetimbangan bergeser ke arah endotermis Bila suhu diturunkan maka kesetimbangan bergeser ke arah eksotermis 3. a.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan 60 menit Membuat rangkuman Uji kompetensi Personal dan akademik Media Pembelajaran : Tabung reaksi pyrex. statif dan klem.Buku paket Kimia kelas XI . erlenmeyer. Penutup V. VI. Tindak Lanjut : . pemanas spiritus.LKS VII. Jenis Tagihan : Kuis b. Pb(NO3)2 Penilaian : a. Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 41 CV. tabung reaksi kecil. NIP.Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . GRAHADI .Buku lain yang relevan . 2008 Mengetahui.Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : .3. Sumber Bacaan Guru Mata Pelajaran …………………………. Kepala Sekolah NIP. sumbat karet.Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih .

P = tekanan (atm) V = volume ( l ) n = mol R = 0.mula ∆ Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 42 CV. Untuk reaksi: mA(g) + nB(g) D pC(g) + qD(g) rumus kc = p g [ C ] [D ] [A] m [B ] n Harga konsentrasi yang dapat dimasukkan dalam rumus kc hanyalah gas dan zat terlarut saja.6 Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri Materi Pelajaran : 4. pengamatan. maka diperoleh hubungan kP = kc (RT) n atau ∆ kc = kP (RT) – n ∆n = jumlah koefisien produk – jumlah koefisien reaktan 6. diperoleh hubungan KP dengan Kc sebagai berikut. II. sedangkan zat padat dan cair tidak dimasukkan dalam rumus kc 5. tanya jawab 5 x pertemuan (10 x 45 menit) III.d. kesetimbangan kimia.3 Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan 3. 36 Eksperimen. Bila hasil kali konsentrasi hasil reaksi yang dipangkatkan koefisiennya dibandingkan dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang dipangkatkan koefisiennya.T. Berdasarkan rumusan gas ideal PV = nRT. Tetapan kesetimbangan Pada keadaan setimbang suatu reaksi terdapat hubungan yang erat antara konsentrasi pereaksi dengan konsentrasi hasil reaksi. Standar Kompetensi : : : : : : : SMA Kimia XI/1 Kesetimbangan Kimia 32 s. Harga yang tetap tersebut disebut tetapan kesetimbangan (kc).082 n P = V . GRAHADI . Kp = Kc (RT)Dn 7.REKAYASA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeMetode Waktu I. Derajat disosiasi (α) = perbandingan antara jumlah zat yang terturai dengan jumlah zat mula-mula jumlah zat yang terurai α = jumlah zat mula . HUbungan antara Kp dengan Kc Tekanan parsial gas bergantung pada konsentrasi. Tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp) Tekanan total campuran gas merupakan jumlah tekanan parsial masing-masing gas Secara umum pada reaksi: mA(g) + nB(g)  pC(g) + qD(g) Ptotal = PA + PB + PC + PD p q [ PC] [ PD ] kP = [ PA ] m [ PB] n PA = tekanan parsial A mol P = mol A P total total Hubungan kP dengan kc Dengan beranggapan gas ideal PV = nRT.R. dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri Kompetensi Dasar : 5.4Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan 3. perbandingan tersebut tetap. : Memahami kinetika reaksi.

pergeseran kesetimbangan. Pendahuluan Motivasi : Memotivasi siswa memahami kesetimbangan kimia dan mampu meramalkan arah pergeseran kesetimbangan.Buku lain yang relevan . Penutup Membuat rangkuman Uji kompetensi Ulangan harian 4 Latihan Ujian Semester I V. Kepala Sekolah NIP. Sumber Bacaan Guru Mata Pelajaran ………………………….Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih .Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65% : . erlenmeyer. Kegiatan Inti Guru : Menjelaskan tetapan kesetimbangan kimia dan derajat disosiasi Menugaskan kepada siswa melakukan eksperimen Mengajukan pertanyaan-pertanyaan hasil eksperimen Murid: Memperhatikan Melaksanakan eksperimen Menjawab pertanyaan-pertanyaan 3. pemanas spiritus.IV. Tindak Lanjut : . Tim Kreatif SIMPATI SMA/MA 43 CV. memahami faktorfaktor yang mempengaruhi kesetimbangan Prasyarat : Siswa telah mempelajari keadaan kesetimbangan.Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% . 2008 Mengetahui. Strategi Pembelajaran : Kegiatan Waktu 15 menit Aspek Life Skill yang Dikembangkan Personal dan akademik 1.Buku paket Kimia kelas XI . Jenis Tagihan : Kuis b. statif dan klem.LKS VII. tabung reaksi kecil. 350 menit Personal dan akademik - 75 menit Personal dan akademik Media Pembelajaran : Tabung reaksi pyrex. Pb(NO3)2 Penilaian : a. VI. GRAHADI . sumbat karet. NIP. dan kesetimbangan dalam industri 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful