1.

PERUBAHAN IKLIM Perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang. LAPAN (2002) mendefinisikan perubahan iklim adalah perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. Sedangkan istilah perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim dengan acuan wilayah bumi secara keseluruhan. IPCC (Intergovermental Panel of Climate Change) (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan. Istilah perubahan iklim sering digunakan secara tertukar dengan istilah ’pemanasan global’, padahal fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim, karena parameter iklim tidak hanya temperatur saja, melainkan ada parameter lain yang terkait seperti presipitasi, kondisi awan, angin, maupun radiasi matahari. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global. Pemanasan global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim global (Budianto, 2000). Meskipun pemanasan global hanya merupakan 1 bagian dalam fenomena perubahan iklim, namun pemanasan global menjadi hal yang penting untuk dikaji. Hal tersebut karena perubahan temperatur akan memberikan dampak yang

Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim

0

Ini artinya bahwa pemanasan global akan mengancam kehidupan manusia secara menyeluruh. Dengan demikian. Sistem kerjanya adalah dengan mengembalikan pantulan sinar matahari dari permukaan agar tetap berada dalam sistem atmosfer bumi. suhu di permukaan bumi akan berada pada angka -18˚C bukan seperti suhu saat ini. IPCC menemukan bahwa.74oC. Perubahan temperatur bumi dapat mengubah kondisi lingkungan yang pada tahap selanjutkan akan berdampak pada tempat dimana kita dapat hidup. dan organisme apa yang dapat mengancam. Tingkat pemanasan rata-rata selama 50 tahun terakhir hampir dua kali lipat dari yang terjadi pada 100 tahun terakhir. bagaimana dan dimana kita dapat menanam bahan makanan. Akhir tahun 1990an dan awal abad 21 merupakan tahun-tahun terpanas sejak adanya arsip data modern. PROSES PERUBAHAN IKLIM DAN KEADAAN SAAT INI Salah satu komponen iklim adalah temperatur. Masalahnya yang terjadi saat ini adalah konsentrasi gas rumah kaca semakin bertambah melebihi tingkat normal sehingga sebagian radiasi yang berasal dari matahari maupun permukaan bumi terjebak oleh gas-gas rumah kaca yang mengakibatkan radiasi tidak dapat ke luar angkasa dan kembali ke permukaan bumi sehingga memanaskan suhu bumi. selama 100 tahun terakhir (1906-2005) temperatur permukaan bumi rata-rata telah naik sekitar 0. Tanpa adanya efek rumah kaca yang alami. 2. Gas rumah kaca adalah salah satu kelompok gas dalam atmosfer yang dapat menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat. pada dasarnya gas rumah kaca dan efeknya diperlukan untuk menjaga kehidupan di bumi. Memanasnya suhu bumi memicu Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 1 . dengan pemanasan yang lebih besar pada daratan dibandingkan lautan.signifikan terhadap aktivitas manusia. apa tumbuhan yang kita makan dapat tumbuh. Kondisi atmosfer bumi yang hangat memungkinkan manusia dan mahluk hidup lainnya tumbuh dan berkembang biak.2oC diproyeksikan akan terjadi untuk setiap dekade pada dua dekade kedepan. Peningkatan pemanasan sebesar 0.

kebanjiran bahkan mencairnya es dikutub. dan gas. Namun. kekeringan. minyak. juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Konsentrasi CO2 dalam atmosfer kita saat ini. Karbon dioksida tersebut merupakan salah satu dari kontributor utama terhadap pemanasan global saat ini. dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). di akhir abad ke 21. Aktivitas manusia telah meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca dalam atmosfer (sebagian besar berupa karbon dioksida yang berasal dari pembakaran batu bara. ditambah gas-gas lainnya). Rusaknya hutanhutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2. bahwa konsentrasi karbon dioksida sebesar 490 – 1260 ppm (75 – 350%) di atas angka konsentrasi di masa pra industri.berbagai peristiwa seperti cuaca ekstri. Tingkat karbon dioksida sebelum masa industri (sebelum Revolusi Industri dimulai) adalam sekitar 280 ppmv.000 tahun. dan tingkat karbon dioksida saat ini adalah sekitar 370 ppmv (IPCC). berdasarkan laporan khusus dari IPCC mengenai skenario emisi (Special Report on Emission Scenarios –SRES). Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 2 . Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk. belum pernah meningkat selama 420. Gas rumah kaca lainnya yang menjadi kontributor utama pemanasan global adalah metana (CH4) yang dihasilkan dari aktivitas agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak).

Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Pada musim kemarau cenderung kering dengan trend hujan makin turun salah satu dampak kebakaran lahan dan hutan sering terjadi. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan. Prediksi emisi CO2 dari sektor energi Indonesia tanpa upaya intervensi (Business as Usual – BAU) 3. konsentrasi es di Puncak Jayawija Papua semakin berkurang dan munculnya kondisi cuaca ekstrim Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 3 . Dampak Perubahan Iklim Regional Pola musim mulai tidak beraturan sejak 1991 yang mengganggu swasembada pangan nasional hingga kini tergantung import pangan. Dampak ekstrem dari perubahan iklim terutama adalah terjadinya kenaikan temperatur serta pergeseran musim. Meningkatnya muka air danau khususnya danau Toba makin susut dan mungkin danau/waduk lain di Indonesia.Gambar 1.

2007). Terjadinya pergeseran musim dan perubahan pola hujan. Gejala ini sebetulnya sudah terjadi di kawasan Delta Mahakam Kalimantan Timur. Kalimantan dan Sulawesi (UNDP. Adaptasi bisa dilakukan dengan menciptakan bibit unggul atau mengubah waktu tanam. Beberapa kajian dari IPCC 4AR yang menyinggung Indonesia secara spesifik antara lain : Meningkatnya hujan di kawasan utara dan menurunnya hujan di selatan (khatulistiwa). Aceh. di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster. 1998). Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir diperkirakan akan memberikan dampak negatif pada produksi lokal. Pada tahun 1991. Terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen. Kebakaran hutan dan lahan yang peluangnya akan makin besar dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas El-Nino. Naiknya permukaan air laut akan menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan dan udang di Jawa. terutama pada sektor penyediaan pangan di daerah subtropis dan tropis. Akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50% biota laut. akibatnya Indonesia harus mengimpor beras. cumi-cumi dan Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 4 . Dampak Perubahan iklim terhadap kenaikan Muka Air Laut. Dampak perubahan iklim terhadap pertanian Diperkirakan produktivitas pertanian di daerah tropis akan mengalami penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara 1-2o C sehingga meningkatkan risiko bencana kelaparan. Delta Sungai Mahakam masuk ke dalam peta kawasan pantai yang rentan.yang sering yang menimbulkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di beberapa lokasi dalam beberapa tahun terakhir. krisis air bersih dan kebakaran hutan. (Murdiyarso. apabila suhu air laut naik 1. Indonesia mengimpor sebesar 600 ribu ton beras dan tahun 1994 jumlah beras yang diimpor lebih dari satu juta ton (KLH.50C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnahkan 98% terumbu karang. 2007). Peningkatan suhu regional juga akan memberikan dampak negatif kepada penyebaran dan reproduksi ikan.

serta merubah sifat biofisik dan biokimia di zona pesisir. Dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air. Sehingga akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai. suhu berhubungan negatif dengan kasus DBD. Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare. Di Maluku. gizi buruk. nelayan amat sulit memperkirakan waktu dan lokasi yang sesuai untuk menangkap ikan karena pola iklim yang berubah. Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 5 . Hal ini membawa banyak perubahan bagi kehidupan di bawah laut. rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak 10-40%. ”Pemanasan global” juga memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah. infeksi salmonela. Kenaikan muka air laut juga akan merusak ekosistem hutan bakau. Pada pertengahan abad ini. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering. dan "hay fever" (demam akibat alergi rumput kering). Gelombang panas yang melanda Eropa tahun 2005 meningkatkan angka "heat stroke" (serangan panas kuat) yang mematikan. Frequensi timbulnya penyakit seperti malaria dan demam berdarah meningkat.rajungan. serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan. seperti pemutihan terumbu karang dan punahnya berbagai jenis ikan. Penderita alergi dan asma akan meningkat secara signifikan. kasus DBD akan meningkat.. Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Faktor iklim berpengaruh terhadap risiko penularan penyakit tular vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. karena itu peningkatan suhu udara per minggu akan menurunkan kasus DBD. Semakin tinggi curah hujan. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut.

permukaan tanah turun: pendirian bangunan bertingkat dan meningkatnya pengurasan air tanah telah menyebabkan tanah turun. kependudukan. Dampak perubahan iklim pada pemukim perkotaan Kenaikan muka air laut antara 8 hingga 30 centimeter juga akan berdampak parah pada kota-kota pesisir seperti Jakarta dan Surabaya yang akan makin rentan terhadap banjir dan limpasan badai. Suatu penelitian memperkirakan bahwa paduan kenaikan muka air laut setinggi 0. Dampak terhadap penataan ruang dapat terjadi antara lain apabila penyimpangan iklim berupa curah hujan yang cukup tinggi. yang 1. dan tiga di Bekasi – Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 6 .5 meter dan turunnya tanah yang terus berlanjut dapat menyebabkan enam lokasi terendam secara permanen dengan total populasi sekitar 270. alam akan lebih rapuh terhadap perubahan iklim. Penjaringan dan Cilincing. memicu terjadinya gerakan tanah (longsor) yang berpotensi menimbulkan bencana alam.Namun Jakarta memang sudah secara rutin dilanda banjir besar:p ada awal Februari.000 jiwa.500 buah di antaranya rusak atau hanyut.banjir di Jakarta menewaskan 57 orang dan memaksa 422. Masalah ini sudah menjadi makin parah di Jakarta karena bersamaan dengan kenaikan muka air laut.Total kerugian ditaksir sekitar 695 juta dolar. Karena lingkungan rusak. berupa : banjir dan tanah longsor.2007. dan kemiskinan.300 meninggalkan rumah.air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya Dampak perubahan iklim Sektor Lingkungan Dampak perubahan iklim akan diperparah oleh masalah lingkungan. Dampak perubahan iklim pada Sektor Ekonomi Semua dampak yang terjadi pada setiap sektor tersebut diatas pastilah secara langsung akan memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia akibat kerugian ekonomi yang harus ditanggung. Dengan kata lain daerah rawan bencana menjadi perhatian perencanaan dalam mengalokasikan pemanfaatan ruang. yakni: tiga di Jakarta – Kosambi.

usaha yang dapat dilakukan adalah mengurangi sebab pemanasan global dari sumbernya. Babelan dan Tarumajaya. Pada tahun 2007 di Sinjai. dapat dilakukan persiapan diri untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada.000 penduduk. keamanan pangan. mitigasi bisa berupa gerakan cinta lingkungan seperti pengelolaan sampah. Banjir besar di Aceh. penghijauan. Gunanya agar laju pemanasan itu melambat. Dalam skala kecil.000 orang mengungsi ke tenda-tenda dan barak-barak darurat. Seluruh kementerian dalam pemerintahan dan perencanaan nasional perlu mempertimbangkan perubahan iklim dalam program-program mereka. Dan pada saat bersamaan. Selanjutnya masih pada tahun itu. pengendalian penyakit. dan perencanaan tata kota. misalnya. 4. Melalui mitigasi.Banyak wilayah lain di negeri ini juga akhir-akhir ini baru dilanda bencana banjir.banjir dan longsor yang melanda Morowali. re-use. pengelolaan bencana. Namun ini bukan merupakan tugas Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 7 . Sedangkan beradaptasi dapat dilakukan dengan melakukan penataan lansekap lingkungan. pemberdayaan masyarakat.berkenaan dengan beragam persoalan seperti pengentasan kemiskinan. Beradaptasi terhadap perubahan iklim merupakan prioritas mendesak bagi Indonesia. bike to work. Kedua istilah ini menjadi penting karena menyangkut strategi menghadapi perubahan alam. hemat energi dan lain sebagainya.Muaragembong. di penghujung tahun 2006 menewaskan 96 orang dan membuat mengungsi 110.000 orang yang kehilangan sumber penghidupan dan harta benda mereka. Sulawesi Selatan banjir yang berlangsung berhari-hari telah merusak jalan dan memutus jembatan. PENANGANAN MASALAH DENGAN ADAPTASI DAN MITIGASI Mitigasi dalam kamus John M. Echols dan Hassan Shadily atinya pengurangan. mengurangi penggunaan plastik. Sehingga diharapkan akan ditemukan suatu titik temu yang menjamin kelangsungan hidup manusia. recycling dan lain-lain. serta mengucilkan 200. Sedangkan adaptation atau adaptasi artinya penyesuaian diri. menggunakan AC yang non CFC. menjaga daerah resapan. Sulawesi Utara memaksa 3.

Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 8 . Kenaikan muka air laut yang dapat menggenangi ratusan pulau dan menenggelamkan batas wilayah negara Indonesia.dan bila kita tidak segera belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru ini. atau memanfaatkan efek-efek positifnya. Dampaknya dapat memperparah berbagai risiko dan kerentanan yang dihadapi oleh rakyat miskin. Seperti yang akan diungkap laporan ini. Anakanak menderita kurang gizi akut. serta pihak swasta. Musim tanam dan panen yang tidak menentu diselingi oleh kemarau panjang yang menyengsarakan. dan semua organisasi nonpemerintah. Di tahun-tahun belakangan ini masyarakat dunia semakin meresahkan efek pemanasan global dan di awal tahun 1990an telah mengonsep United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC). tetapi harus menjadi upaya nasional yang melibatkan pemerintah daerah. Umumnya berita perubahan iklim di Indonesia berkisar pada soal penggundulan hutan secara besar-besaran. kebakaran hutan.mencakup cara-cara menghadapi perubahan iklim dengan melakukan penyesuaian yang tepat – bertindak untuk mengurangi berbagai pengaruh negatifnya. jutaan rakyat akan menanggung akibat buruknya. menghancurkan sumber nafkah pengusaha ikan. yang diberlakukan pada 1994. Perubahan iklim mengancam berbagai upaya Indonesia untuk memerangi kemiskinan. Semua itu memang terjadi. Air laut menyusup ke delta sungai. masyarakat umum. kerusakan lahan rawa. serta menambah beban persoalan yang sudah di luar kemampuan mereka untuk menghadapinya. Banjir melanda sebagian besar jalan raya di berbagai kota besar di pesisir. Itu bukan berita perubahan iklim kita yang biasa. tetapi itu baru merupakan separuh cerita.pemerintah pusat belaka. serta hilangnya serapan karbondioksida – yang menempatkan Indonesia sebagai penyumbang utama pemanasan global. Di dalam kerangka ini mereka mengajukan dua strategi utama: mitigasi dan adaptasi . Mitigasi meliputi pencarian cara-cara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca atau menahannya. Sementara itu adaptasi. bangsa Indonesia juga akan menjadi korban utama perubahan iklim . atau menyerapnya ke hutan atau ‘penyerap’ karbon lainnya.

tetapi bagi masyarakat termiskin. Apa yang dapat kita lakukan terhadap semua ini? Sejauh ini. prioritas yang paling mendesak adalah menemukan berbagai cara untuk mengatasi kondisi lingkungan hidup yang baru ini – beradaptasi. sejak dulu sudah membangun rumah panggung. ketahanan pangan. Semua tindakan ini penting.Dengan demikian. Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 9 . Meski mereka tidak menyebutnya dengan istilah ‘adaptasi’. Berbagai persoalan besar seperti pengentasan kemiskinan. semua departemen pemerintahan dan badan perencanaan nasional perlu mempertimbangkan dampak perubahan iklim ini ke dalam program masing-masing. pemberdayaan masyarakat. Adaptasi dalam perencanaan pembangunan Yang jadi masalah saat ini adalah bahwa adaptasi dapat dilihat hanya sebagai masalah lingkungan hidup semata – dan merupakan tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup.perhatian terhadap perubahan iklim terutama difokuskan pada ‘mitigasi’ dan utamanya pada upaya-upaya untuk menurunkan karbon dioksida. banyak yang telah berpengalaman dalam ‘adaptasi’ ini. pengendalian penyakit. misalnya. Para petani di wilayah yang sering mengalami kemarau panjang sudah belajar untuk melakukan diversifikasi pada sumber pendapatan mereka. pemeliharaan infrastruktur. perencanaan perkotaan. Orang-orang yang tinggal di daerah yang rawan banjir. misalnya dengan menanam tanaman pangan yang lebih tahan kekeringan dan dengan mengoptimalkan penggunaan air yang sulit didapat. perubahan iklim menghambat upaya orang miskin untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga mereka. perencanaan tata ruang. Yang masih perlu dilakukan sekarang ini adalah mengevaluasi dan membangun di atas kearifan tradisional yang sudah ada itu untuk membantu rakyat melindungi dan mengurangi kerentanan sumber-sumber nafkah mereka. semuanya mesti ditinjau ulang dari perspektifperubahan iklim. yang hanya punya andil kecil saja terhadap emisi gas tersebut. Padahal. atau bahkan berimigrasi sementara untuk mencari kerja di tempat lain.

Baik masyarakat di pedesaan maupun di perkotaan sudah seyogyanya menargetkan pembangunan manusia yang berkelanjutan dan ancaman perubahan iklim kini makin mendesakkan kepentingannya. Para petani yang terpapar kemarau panjang sudah belajar untuk mendiversifikasikan sumber pendapatan mereka. Di wilayah rawan longsor. Kemudian strategi adaptasi harus diintegrasikan ke dalam berbagai rencana dan anggaran. masyarakat sudah berpengalaman lama dalam beradaptasi dengan berbagai tindakan yang sudah dipraktikkan selama berabad-abad. bahkan bermigrasi sementara untuk mencari pekerjaan di tempat lain. menanam tanaman pangan yang tahan kekeringan dan mengoptimalkan penggunaan air yang terbatas. Dampak perubahan iklim terhadap ekonomi dan pembangunan manusia harus dievaluasi secara seksama dan dipetakan. orang-orang membangun tanggul penahan longsor yang kukuh. Jika kita tidak mengubah pola pembangunan. Hal ini akan mempersyaratkan suatu perubahan dalam arah pembangunan. baik pada tingkat pusat maupun daerah.Tantangannya adalah membuat perencanaan pembangunan menjadi ‘tangguh terhadap iklim’. Upaya-upaya pengentasan kemiskinan harus ditingkatkan di bidang-bidang yang khusunya rentan terhadap perubahan iklim dan dibutuhkan berbagai investasi tambahan untuk menggiatkan pengurangan risiko bencana. Apakah itu melalui prakarsa di tingkat publik atau individual.maka seluruh sumber daya yang tersedia bagi Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 10 . Orang-orang yang tinggal di wilayah yang rentan banjir sejak dulu membangun rumah panggung dan banyak masyarakat masa kini masih meneruskan praktik ini. meski bahan-bahan yang digunakan sudah modern seperti tiang beton atau genteng besi. adaptasi hendaknya mencakup penguatan sumber-sumber penghidupan dan mengurangi kerentanannya. Semua upaya ini juga harus dipadukan ke dalam berbagai upaya di tingkat masyarakat dan rumah tangga. Pola itu harus diubah. Bagaimanapun. Di masa lalu sebagian besar pembangunan di Indonesia didasarkan pada eksploitasi sumber daya alam – dengan manfaat ekonomi yang dinikmati di perkotaan dan biaya lingkungannya dibebankan ke wilayah pedesaan.

rakyat – pangan. Adaptasi dalam pertanian Di antara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim adalah para petani Indonesia. air. seperti jenis padi hasil persilangan yang berbunga pada waktu dini hari sehingga dimungkin terhindar dari suhu lebih tinggi di siang hari. Sementara adaptasi merupakan faktor vital dalam seluruh aktivitas pembangunan. Para petani juga perlu mengupayakan cara-cara untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan bahanbahan organik bagi tanah supaya lebih mampu menahan air – yaitu dengan menggunakan lebih banyak pupuk alamiah Prioritas lainnya adalah pengelolaan air yang lebih baik. dan lokal. genangan air. dan sektor swasta – memadukan antara pendekatan pada tingkat pemerintahan dan kelembagaan dengan pendekatan bottom-up yang berakar pada pengetahuan kewilayahan. dengan air memainkan peran lintas sektoral di berbagai bidang ini. intrusi air laut – atau berbagai varietas padi yang lekas matang yang cocok untuk musim hujan yang lebih pendek. penyediaan air. masyarakat sipil. Caranya mungkin adalah dengan lebih banyak berinvestasi untuk irigasi dan juga dalam menampung dan menyimpan air – untuk menyeimbangkan peningkatan curah hujan di bulan Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 11 . secara khusus adaptasi penting dilakukan dalam bidangbidang pertanian. Perubahan pola pembangunan ini memerlukan strategi adaptasi yang lebih luas yang melibatkan pemerintah. Para petani juga mungkin dapat menggunakan varietas yang lebih mampu bertahan terhadap kondisi yang ekstrem – kemarau panjang. para petani di Jawa berhasil menanam padi dua kali dalam setahun. tetapi dengan perubahan iklim. Mereka.wilayah pesisir. para petani yang sudah banyak berpengalaman mengatasi dampak buruk kejadian iklim yang ekstrem akan harus lebih banyak beradaptasi lagi di masa mendatang. misalnya akan perlu mempertimbangkan berbagai varietas tanaman pangan. panen kali kedua tampaknya akan menjadi lebih rentan. Beberapa jenis tanaman pangan memiliki kapasitas adaptasi secara alamiah. kesehatan dan wilayah perkotaan. Sejauh ini. Oleh karena itu. dan wilayah pemukiman kemungkinan dapat menjadi makin sulit didapat. kebangsaan.

mereka juga mungkin menghadapi berbagai kendala kelembagaan atau kultural. entah itu karena tanah garapan mereka tidak subur. Namun.mungkin dengan bermigrasi sementara ke daerah lain atau ke kota lain. Para petani mungkin akan lebih tangguh menghadapi perubahan iklim bila mereka memiliki perkiraan cuaca yang akurat dan tahu bagaimana harus merespon perubahan itu. Mereka juga dapat beralih ke tanaman pangan yang lebih tinggi nilai jualnya meski hal ini bergantung pada kualitas benih dan masukan serta berbagai bantuan tambahan. dapat beradaptasi dengan bekerja di bidang non-tani. dengan menyediakan pengetahuan baru atau peralatan baru atau mencarikan teknologi-teknologi baru. Atau jika mereka tahu tahun itu akan menjadi tahun kemarau. mereka akan dapat memanen hasil yang lebih baik karena tanaman pangan mereka memperoleh lebih banyak unsur penyubur. Agustus. Jika para petani memiliki akses ke informasi dan sarana yang tepat mereka akan dapat melakukan sendiri adaptasi yang dibutuhkan. Akhirnya. atau karena pasokan air tidak memadai. Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 12 . atau karena mereka tidak memiliki modal.Dalam berbagai kasus seperti ini. Mei dan Juni. Jika. pemerintah bisa membantu melalui intervensi yang langsung dan terencana. dengan penurunan curah hujan di bulan Juli. misalnya. para petani yang tengah menghadapi atau sudah mengalami tahun gagal panen. Sementara itu mereka juga dapat melakukan penyesuaian antara menanam tanaman pangan dan memelihara ternak. mereka mungkin tidak tahu bagaimana menginterpretasikan informasi itu. mereka dapat menyesuaikan waktu tanam dengan turun hujan pertama. Suatu prakarasa untuk menjembatani hal ini adalah Sekolah Lapang Iklim seperti yang diadakan di Indramayu yang bertujuan menerjemahkan perkiraan ilmiah iklim ke dalam bahasa petani yang lebih sederhana dan melatih para petani untuk merespon. dan September.misalnya.April. Selain itu. dan bukan padi. Saat ini meski para petani ini sudah mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika. sebagian dari mereka akan lebih sulit melakukan adaptasi. maka mereka dapat mengganti tanaman pangan – mungkin dengan menanam kacang hijau.

Adaptasi di wilayah pesisir – Penduduk yang menghadapi masalah kenaikan muka air laut dapat melakukan tiga strategi umum: ‘membuat perlindungan’. yaitu dengan menanam tanaman penghadang seperti pohon mangrove. Adaptasi dalam pengelolaan bencana Di negeri yang memang rawan bencana ini. Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 13 . Alih-alih hanya merespon setelah bencana terjadi. perubahan iklim makin mendesakkan pentingnya ‘pengelolaan yang cermat’ terhadap bencana. kita perlu memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat. Adaptasi untuk penyediaan air Kita akan perlu menerapkan pengelolaan sumber air yang lebih terpadu – dengan melestarikan ekosistem disertai perbaikan waduk-waduk dan infrastruktur lainnya. Adaptasi untuk bidang kesehatan Dengan lingkungan hidup yang lebih sulit nanti. dengan beralih ke sumber-sumber nafkah yang lain.Dan karena iklim yang lebih panas akan memungkinkan penyebaran nyamuk-nyamuk ke wilayah-wilayah baru. maka diperlukan suatu sistem pengawasan kesehatan yang lebih handal untuk memonitor penyebaran penyakit seperti malaria dan deman berdarah dengue. yang mesti dicapai adalah mengurangi risiko dan membuat persiapan untuk menghadapi bencana sebelum bencana itu terjadi. dengan bermukim jauh dari pantai. Adaptasi untuk wilayah perkotaan Di seluruh wilayah negeri ini. kita membutuhkan berbagai strategi yang lebih handal untuk mengurangi risiko perubahan iklim.‘mundur’. atau ‘melakukan penyesuaian’ yaitu misalnya. khususnya di wilayah pesisir dan kota yang rawan dilanda banjir.

pembagian air. yaitu UU pengesahan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang perubahan iklim. Sektor Dampak Kendala suplai irigasi dan air Pengairan minum. Indonesia tidak wajib ikut menekan emisi GRK. Kebakaran Pengelolaan Pertamanan Intervensi fisik Perubahan alokasi air Perubahan alokasi air. Tabel 1. Pantai Ekosistem Air Perubahan ekosistem sungai dan sawah Eutropikasi Ekosystem Perusakan terumbukarang Adaptasi Perencanaan. mengurangi aliran masuk hara Penyemaian terumbu karang Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 14 . Menurut UU lingkungan hidup no 23 tahun 1997. dan peningkatan salinitas Intrusi air asin ke daratan dan aquifer pantai Peningkatan salinitas pertanian dan aliran air Ekosistem Darat Kepunahan Hayati Peningkatan resiko kebakaran Invasi Gulma Salinisasi lahan sawah di wil. Menurut UU no 6 tahun 1994. menjaga kelestarian lingkungan hidup adalah suatu yang harus dilakukan agar pembangunan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sektor-sektor yang akan terkena dampak perubahan iklim dan upaya adaptasi yang dapat dilakukan. mundur praktek di lahan Perubahan penggunaan lahan Keanekaragaman Pengelolaan Pertamanan Pengelolaan lahan. Jadi upaya mengurangi laju emisi GRK menjadi keharusan dalam rangka melestarikan lingkungan.Menurut penggolongan IPCC. tetapi hanya bersifat sukarela. komersialisasi Suplai air alternatif. Perlindungan thd. Indonesia tidak termasuk dalam negara katagori Annex I (negara-negara maju).

resiko Perubahan pengelolaan dan banjir dan kekeringan. peningkatan CO2 diikuti dengan penyemprotan penurunan produksi oleh Merubah teknik usaha tani dan industri Relokasi Monitoring.Pantai Limbah beracun Penurunan produktivitas. Boer. resiko kebijakan. pengelolaan perencanaan perubahan iklim Hortikultur Perikanan Perumahan. pengendalian Kesehatan penyakit Peningkatan udara polusi fotokimia eradikasi atau Pengendalian emisi Dalam UU no 6 tahun 1994 jika negara bukan anggota Annex I ikut dalam upaya menekan emisi GRK ataupun melakukan upaya-upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Agar dapat memanfaatkan dana ini Indonesia harus melakukan beberapa tahapan antara lain ( Murdiyarso. 2001): Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 15 . 2001 . industry Dampak campuran + dan – tergantung spesies dan lokasi Perubahan tangkapan Peningkatan dampak banjir. badai Pewilayahan. oleh Pengendalian terpadu. kebakaran hutan Perubahan pada pasar global terhadap perlindungan kebakaran dan peramalan musim Pertanian dan Peningkatan serangan hama dan Pemasaran. dan kehutanan penyakit Peningkatan produksi perdaganngan Karbon. dan kenaikan muka air laut Ekspansi dan perluasan vektor bencana Karantina. perencanaan . maka dalam melakukan upaya tersebut berhak menggunakan dana Climate Change Fund yang disediakan oleh UNFCC.

KENDALA DALAM MEMERANGI PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 16 . Mekanisme ini telah dibicarakan dengan beberapa mitra kerjasama pembangunan Indonesia. 6. 5. serta memobilisasi sumber pendanaan terutama dari hibah luar negeri. EU. KEBIJAKAN IKLIM DI INDONESIA Dalam rangka mengatasi dampak perubahan iklim.o o Penyusunan data base dan sistim informasi Kajian ilmiah dan kemampuan prediksi serta analisis dampak perubahan iklim o Menyusun Building Capacity dalam rangka adaptasi terhadap dampak perubahan iklim o o o Menyiapkan kelembagaan di tingkat pusat dan daerah Menyiapkan perangkat hukum dan perundangan Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Dalam waktu dekat program-program pembangunan menghadapi climate change akan ditekankan dan diintegrasikan pada penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2009 dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) berikutnya. diantaranya Belanda. dan Bank Dunia untuk mendukung program kebijakan perubahan iklim di Indonesia. Norwegia. Hal ini menunjukkan langkah nyata yang akan diambil Pemerintah Indonesia setelah pertemuan UNFCCC di Bali. Pemerintah akan lebih menekankan dan mengintegrasikan kebijakan program untuk perubahan iklim ke dalam sistem perencanaan pembangunan perencanaan pembangunan nasional dan kebijakan keuangan Negara. sebagai bagian dari rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) tahun 2005-2025. dalam rangka mitigasi dan adaptasi climate change.

Pusfatsatklim LAPAN.Mengapa Indonesia harus beradaptasi untuk melindungi rakyat miskinnya.or. 2009. Pusfatsatklim LAPAN. Adaptasi dan Mitigasi. http://iklim. United Nations Development Programme – Indonesia. Bagaimana Iklim Dapat Berubah. 2009.or.http://iklim. Pengertian Iklim dan Perubahan Iklim. Semua upaya tidak dibarengi dengan penekanan pada penegakan hukum 4.dirgantaralapan. 2007. Sisi lain perubahan iklim . 2.php?option=com_content&view=article&id=79 Bidang Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan.php?option=com_content&view=article&id=80&catid=43 &Itemid=77 Bidang Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan.id/index. http://iklim. 2009. 2007. http://iklim.dirgantaralapan.or.php?option=com_content&view=article&id=71&Itemid=79 Kementrian Negara Lingkungan Hidup.id/index. 5.1.dirgantaralapan. Pusfatsatklim LAPAN. Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 17 . Tindakan penanganan masih melibatkan kepentingan pihak tertentu. Jakarta. Dampak Perubahan Iklim. Pusfatsatklim LAPAN. ISBN: 978-979-17069-0-2. 3. 2009. Pusfatsatklim LAPAN.id/index.or.php?option=com_content&view=article&id=61&Itemid=41 Bidang Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan.or. http://iklim.id/index. Suatu masalah ditanggapi sebagai permasalahan sesaat dan penyelesaiiannya tidak menyentuh kepada akar permasalahan. Rencana Aksi Nasional Dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Sehingga masih banyak terjadinya pelanggaran. Adanya instruksi yang terbatas pada daerah tertentu tidak menyeluruh secara nasional.dirgantaralapan.dirgantaralapan.id/index.php?option=com_content&view=article&id=60&Itemid=37 Bidang Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan. 2009. DAFTAR PUSTAKA Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan. KebijakanIiklim. Upaya preventif yang dilakukan tidak dimulai dari tahap perencanaan.

Kelompok 7 |Makalah Ilmu Lingkungan Tentang Perubahan Iklim 18 . Kerjsama Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Pelestarian Lingkungan. 2004. BUMI MAKIN PANAS .Meiviana. Moekti H Soejachmoen. Armely.ANCAMAN PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA. Diah R Sulistiowati. Pelangi dan JICA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful