BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Unit 1. HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DI SD/MI 1.1 Teori Belajar Behaviorisme 1.2 Teori Belajar Kognitivisme 1.3 Teori Belajar Konstruktivisme 1.4 Teori Belajar Humanisme:

1.

Teori Belajar Behaviorisme Menurut Teori Behaviorisme, ada 3 jenis teori belajar: a. Teori Belajar Respondent Conditioning Didasarkan pada pemikiran bahwa perilaku atau tingkah laku merupakan respon yang dapat diamati dan diramalkan (Pavlov). b. Teori Belajar Operant Conditioning Skinner berpendapat bahwa belajar menghasilkan perubahan perilaku yang dapat diamati. Teori Skinner (1954) sering disebut Operant Conditioning yang berunsur rangsangan atau stimuli, respon, dan konsekuensi. Stimuli (tanda/syarat) bertindak sebagai pemancing respon, sedangkan konsekuensi tanggapan dapat bersifat positif atau negatif, namun keduanya memperkukuh atau memperkuat (reinforcement).

Respondent Conditioning Peserta reaksinya menjawab bertanya (Pavlov) didik yang atas 2

Operant Conditioning

(Skinner) disebut Peserta didik disebut operants, dipancing yang dipancing aksi lingkungan instrumentalnya pada lingkungan

respondents,

(contoh: marah atau tertawa), (contoh: menyanyi, menulis surat, setelah guru mencium bayi, membaca buku) saudara sebagai tindakan spontan, kendali jumlah

kandungnya (reaksi otomatis atas dari diri sendiri situasi spesifik) Contoh Penerapan Operant Learning di Kelas
Stimuli (S) Guru bertanya Operant Consequence Response (Reinforce-ment Implikasi (R) atau Punishment) Peserta didik Dijawab benar, Peserta didik menjawab guru Bagus Guru Peserta berkata: terdorong untuk mau menjawab didik untuk saling

(reinforcement) didik Guru mengurangi Peserta istirahat terdorong selama 10 menit tidak

menjelaskan saling mengobrol jam dengan teman

sebagai hukuman mengobrol dengan Fisika diujikan Peserta mempelajari bahan kali berulang (punishment) teman didik Peserta didik Peserta mendapat nilai A terdorong didik untuk

belajar lagi dengan cara yang sama

c. Teori Observational (Belajar Pengamatan) atau Socio-Cognitive Learning (Belajar Sosio-Kognitif) John W. Santrock (1981) menyebut pandangan Albert Bandura tentang teori belajar sosial sebagai teori belajar sosial kognitif. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa meniru perilaku model melibatkan proses-proses psikologis yang sangat bersifat kognitif seperti dikemukakan berikut ini. 1) Perhatian (attention) 2) Ingatan (retention)
3) Kinerja motorik (motorik reproduction)

4) Kondisi penguatan dan insentif

2.

Teori Belajar Kognitivisme Mengacu pada wacana psikologis kognitif, dan berupaya menganalisis secara ilmiah proses mental dan struktur ingatan atau cognition dalam aktivitas belajar. Perhatian utama dari psikologi kognitif adalah mencari, menyeleksi, mengorganisasi-kan, dan menyimpan informasi. a. Teori Perkembangan Kognitif

Menurut Jean Piaget, individu sebagai struktur kognitif, peta mental, skema atau jaringan konsep guna memahami dan menanggapi pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. b. Teori Kognisi Sosial Teori ini dikembangkan oleh L.S. Vygotsky, yang didasari oleh pemikiran bahwa budaya berperan penting dalam belajar seseorang. c. Teori Pemrosesan Informasi Model belajar pemrosesan informasi disebut juga model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1) Sensory atau intake register: Informasi masuk ke sistem

melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas.
2) Working

memory:

pengerjaan

atau

operasi

informasi

berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahannya sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3) Long-term memory; yang secara potensial tidak terbatas

kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi

yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.

3.

Teori Belajar Konstruktivisme Pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran didasari oleh kenyataan bahwa tiap individu memiliki kemampuan untuk

mengkonstruksi kembali pengalaman atau pengetahuan yang telah dimilikinya. Nik Azis Nik Pa (1999) dalam Sharifah Maimunah (2001:8) menjelaskan tentang konstruktivisme dalam belajar: Konstruktivisme adalah tidak lebih daripada satu komitmen terhadap pandangan bahwa manusia membina pengetahuan sendiri. Ini bermakna bahwa sesuatu pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang individu adalah hasil daripada aktiviti yang dilakukan oleh individu tersebut, dan bukan sesuatu maklumat atau pengajaran yang diterima secara pasif daripada luar. Pengetahuan tidak boleh dipindahkan daripada pemikiran seseorang individu kepada pemikiran individu yang lain. Sebaliknya, setiap insan membentuk pengetahuan sendiri dengan menggunakan pengalamannya secara terpilih.

4.Pendapat Nik Azis Nik Pa seperti dikutip di atas menunjukkan bahwa keaktifan peserta didik menjadi syarat utama dalam pembelajaran konstruktivisme. afektif. mengasimilasi dan mengadaptasi sendiri informasi. . didalam diri tiap individu terdapat sejumlah kebutuhan yang tersusun secara berjenjang. dan konatif (psikomotorik). Teori Belajar Humanisme Teori belajar humanisme memandang kegiatan belajar merupakan kegiatan yang melibatkan potensi psikis yang bersifat kognitif. Peranan guru hanya sebagai fasilitator atau pencipta kondisi belajar yang memungkinkan peserta didik secara aktif mencari sendiri informasi. dan mengkonstruksinya menjadi pengetahuan yang baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki masing-masing. Menurut teori kebutuhan maslow. Teori ini banyak dipengaruhi oleh teori kebutuhan yang diperkenalkan oleh Abraham H. mulai dari kebutuhan yang paling rendah tetapi mendasar sampai pada jenjang paling tinggi (self actulization). Maslow.

Anda telah mempelajari secara khusus tentang teori belajar yang menguraikan pengertian dan hakikat belajar dan pembelajaran di SD/MI yang menunjang pencapaian Kompetensi Dasar 1 (Mampu menjelaskan konsep-konsep dasar belajar dari berbagai teori atau pandangan). Sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK).RANGKUMAN UNIT 1 Proses pembelajaran yang mendidik adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik berkembang secara utuh. dan Humanisme. Dalam Unit 1 mata kuliah Belajar dan Pembelajaran di SD/MI ini. Teori belajar yang banyak mempengaruhi pemikiran tentang proses pembelajaran dan pendidikan adalah teori belajar Behaviorisme. Salah satu kaidah ilmu kependidikan yang Anda dapat jadikan dasar pengelolaan proses pembelajaran yang mendidik adalah teori belajar yang telah dikembangkan oleh para ahli psikologi dan ilmu pendidikan. pembelajaran yang mendidik diorientasikan ke penguasaan sejumlah kompetensi oleh peserta didik serta didasarkan pada sejumlah kaidah ilmu kependidikan. Konstruktivisme. baik dalam dimensi kognitif maupun dalam dimensi afektif dan psikomotorik. Masing-masing teori belajar tersebut memiliki sudut pandang yang khas dalam menjelaskan . Kognitivisme.

. karena pada prinsipnya peserta didik mempunyai kemampuan. Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan. akan tetapi semuanya saling melengkapi dan memiliki dampak pedagogis yang relatif sama. Dalam proses pembelajaran. penerimaan. dan cinta dari orang lain. pengagungan. kebutuhan-kebutuhan tersebut perlu diperhatikan agar peserta didik tidak merasa dikecewakan. penghargaan. Oleh karena proses belajar merupakan kegiatan yang melibatkan keseluruhan potensi psikis dan phisik peserta didik. maka pembelajaran yang mendidik harus berpusat pada peserta didik sesuai dengan karakteristik masing-masing.pengertian dan hakikat belajar dan pembelajaran. Peserta didik harus didorong untuk memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapat. Keaktifan peserta didik harus diutamakan dalam proses pembelajaran.

TES FORMATIF UNIT 1 1. Jelaskan jenis keterampilan yang harus dikuasai peserta didik dalam proses pembelajaran yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)! . tindakan apakah yang sebaiknya Anda lakukan terhadap murid tersebut? Jelaskan! 2. Apa maksud pernyataan ini? Jelaskan! 4. sebaiknya guru meresponnya dengan cara mengucapkan kata apa? Jelaskan! 3. Pembelajaran yang mendidik mempersyaratkan implikasi pedagogik dari konsep belajar sebagai kegiatan yang dilakukan peserta didik. pada jam pelajaran Olahraga Kesehatan tidak bersedia ikut latihan berenang di sungai. Seorang murid wanita kelas V SD Negeri 2 Pontianak. Sebagai seorang guru. Jelaskan pendapat Skinner tentang bagaimana caranya membantu peserta didik agar berhasil dalam belajarnya! 5. Apabila seorang murid menjawab benar pertanyaan guru pada saat jam pelajaran PPKn berlangsung.

Peserta didik harus selalu diberi penguatan. Guru perlu menghargai alasan yang dikemukakan murid bersangkutan. guru perlu berkata “benar”. dan bukan menguasai materi atau cara-cara mengerjakan sesuatu. 3. atau ”bagus”. karena inti sari teori yang dikemukakan Skinner adalah pemberian penguatan belajar (reinforcement) baik secara positif (hadiah) maupun secara negatif (hukuman) dengan cara yang tepat. bukan dengan cara mengucapkan kata ”ok”. 4. atau ”baik”. 5.RAMBU-RAMBU JAWABAN TES FORMATIF UNIT 1 1. Apabila guru menyuruh murid tersebut melakukan kegiatan lain. karena KBK dimaksudkan membelajarkan peserta didik menguasai sejumlah kompetensi atau keterampilan. Guru perlu memberi kesempatan agar peserta didik dapat mengaktualisasi diri melalui penguasaan sejumlah kompetensi. karena pembelajaran yang mendidik bertujuan utama adalah pengembangan diri peserta didik yang memiliki jati diri yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. karena jawaban peserta didik tersebut benar. itu berarti tidak melaksanakan pembelajaran yang mendidik secara professional. . Keterampilan yang harus dikuasai peserta didik adalah keterampilan hidup yang akan digunakan kelak setelah lulus sekolah.

dan strategi pembelajaran inilah yang biasa disebut kurikulum. perlu dilakukan berbagai hal sebagai bagian rerformasi pendidikan antara lain sebagai kerikut.2 Prinsip Perencanaan Pembelajaran 1. Di dalam pendidikan formal seperti di SD/MI. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan.PRINSIP PERENCANAAN PEMBELAJARAN 2. Landasan Yuridis Perencanaan Pembelajaran Perangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. misi. Prinsip . standar yang menjadi acuan dalam merencakan dan mengatur proses pembelajaran adalah visi. Penyelenggaraan pendidikan dinyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. bahan.1 Landasan Yuridis Perencanaan Pembelajaran 2.UNIT 2. isi. a. serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. dan tujuan pendidikan yang ditetapkan dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional. Terkait dengan visi dan misi pendidikan nasional tersebut di atas.

fungsi. . seluruh kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. b. yang antara lain . Artinya. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintegrasi dengan lingkungan sosial-kulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. dan tujuan seperti diamanatkan di dalam Pasal 2dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. mandiri. dapat dikatakan bahwa pendidikan nasional yang bermutu hendaknya diarahkan untuk pengembangan potensi p-eserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigma manusia sebagai sumber daya pembangunan. sehat.tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan. berakhlak mulia. c.meliputi kriteria dan kriteria minimal berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. menjadi paradigma manusia sebagai subjek pembangunan secara utuh. Sesuai dengan dasar. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi pendidikan nasional. diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. cakap. kreatif. berilmu. d.

(d) berilmu. (e) cakap. dan strategi pembelajaran yang diberlakukan pada setiap satuan pendidikan. melainkan secara komprehensif ditujukan kepada keterbentukan peserta didik sebagai manusia yang (a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (c) sehat. Pengembangan kurikulum tersebut berisi rencana dan pengaturan mengenai tujuan.mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pada jenjang Artinya. 2. dan (h) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. (b) berakhlak mulia. bahan. Prinsip Perencanaan Pembelajaran Pada prinsipnya pengembangan kurikulum merupakan perencanaan proses pembelajaran pada suatu satuan pendidikan yang sesuai dengan standar tertentu yang telah ditetapkan. Proses pembelajaran yang dirancang dan diatur untuk membantu peserta didik mengembangkan dirinya ke arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional inilah yang disebut pembelajaran yang mendidik. isi. proses pembelajaran di sekolah tidak hanya ditujukan kepada penguasaan materi mata pelajaran oleh peserta didik. (f) kreatif. (g) mandiri. . Sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran yang mendidik atau dalam pengembangan kurikulum di SD/MI (termasuk pula pada satuan pendidikan lainnya pada tingkat pendidikan dasar dan menengah): Berpusat pada peserta didik dan lingkungan .

jenjang dan jenis pendidikan. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu. teknologi. berilmu. teknologi. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. Kurikulum. status sosial. suku. kondisi daerah. kreatif. dan jender.Kurikulum hendaknya dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa . serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. adat istiadat. Prinsip relevan dengan kebutuhan kehidupan . mandiri. dan seni. budaya. c. Prinsip beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman . ekonomi. muatan lokal. . cakap. karakteristik peserta didik. sehat. berakhlak mulia. Prinsip tanggap terhadap perkembangan perkembangan ilmu pengetahuan. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. dan seni yang berkembang secara dinamis. teknologi. dan pengembangan diri secara terpadu. dan seni (Ipteks) Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan.

keseluruhan dimensi kompetensi. dunia usaha. nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Prinsip seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan . Prinsip belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan pendidikan. dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan . Prinsip menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum yang dikembangkan harus mencakup . bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. non formal. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antar unsur-unsur pendidikan formal. dan dunia kerja.

Tuntutan pengembangan daerah dan nasional e. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia b.denngan motto Bhineka Tunggal Ika dan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan seni (Ipteks) g. Agama h. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat k. teknologi. dan minatsesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik c. Peningkatan potensi. kecerdasan. pengembangan kurikulum harus mengacu pada halhal sebagai berikut: a. Kesetaraan jender l. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan j. Secara operasional. Karakteristik satuan pendidikan . Tuntutan dunia kerja f. Keragaman potensi dan karkteristik daerah dan lingkungan d. Perkembangan ilmu pengetahuan. Dinamika perkembangan sosial i.

artinya komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkatperkembangan fisik. artinya cakupan. terutama ilmu pendidikan dan pembelajaran. Sistematis. intelektual. c. artinya keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Relevan. b. sosial. Ilmiah. . tingkat kesukaran. emosional. kedalaman.RELEVAN ILMIAH SISTEMATIS MENYELURUH SILABUS MATA PELAJARAN KONSISTEN FLEKSIBEL AKTUAL Dan KONTEKSTUAL MEMADAI Penyusunan silabus mata pelajaran dengan penjelasan sebagai berikut: a. dan spiritual peserta didik.

artinya cakupan indikator. afektif. dan h. sumber belajar. pengalaman belajar. psikomotor). artinya keseluruhan komponen pribadi dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. dan peristiwa yang terjadi. f. kegiatan pembelajaran. indikator.d. kegiatan pembelajaran. taat asas) antara kompetensi dasar. Menyeluruh. dan sistem penilaian memperhatkan perkembangan ilmu teknologi. Aktual dan kontektual. materi pokok. pengalaman belajar. Fleksibel. g. materi pokok. e. dan sistem penilaian. materi pokok. Konsisten. artinya cakupan indikator. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Memadai. artinya adanya hubungan yang konsisten (ajeg. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi belajar. sumber belajar. pengalaman belajar. . artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. kegiatan pembelajaran. sumber belajar.

Setibanya di sekolah. Ibu Sri segera memasuki ruang kelas 4 dengan disambut ucapan ”Selamat pagi Bu!” oleh semua peserta didik secara serempak dalam keadaan berdiri dipimpin ketua kelasnya. Ibu Sri bertanya.” peserta didik saling berbisik satu sama lain sambil mendudukkan kepala. Ibu Sri guru kelas 4 SD Inpres 1 Kaliurang yang terletak di lereng gunung Merapi berangkat naik sepeda motor ke sekolah dengan membonceng anaknya yang duduk di kelas 3. tetapi kalau ternyata ada yang tidak . Jam di arloji Ibu Sri sudah menunjukkan pukul 07. Dengan suara datar Ibu Sri berkata. ”Siapa yang tidak mengerjakan PR silahkan berdiri di depan kelas.00 WIB.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat). ”Baik kalau semua mengerjakan PR saya akan periksa.Pagi itu. peserta didik sudah berada di ruang kelas karena jam sekolah dimulai tepat pukul 07. ”Ok. Setelah mengantar anaknya ke ruang kelas 3. Ibu Sri berkata lagi dengan suara yang agak keras.” Semua peserta didik serempak duduk sambil mengambil buku tulis PR Matematika dan membukanya di atas meja. duduk dan keluarkan buku PR Matematika. padahal jarak antara rumah Ibu Sri dengan sekolah + 6 km.

”Mengapa kamu hanya mengerjakan 2 nomor PR. akPada meja peserta didik yang kelima. Kamu berdiri dan kerjakan PR nomor 3 sampai dengan nomor 5 di papan tulis. Ibu Sri menemukan PR yang dikerjakannya hanya 2 nomor dari 5 nomor PR. Apakah Ibu Sri mengelola pembelajaran mengikuti langkah- langkah tertentu? Jelaskan jawaban Anda! .. dan nakal. Pertanyaan 1.. Ibu Sri dengan segera menyuruh peserta didik tersebut berdiri dengan satu kaki sambil memegang kedua belah telinganya. dan tidak seorang pun yang berani bergerak atau saling berbisik. dasar anak malas . saya akan suruh keluar dan tidak boleh ikut pelajaran hari ini. Ibu Sri langsung membentak. dan selanjutnya menjelaskan materi pembelajaran berikutnya.” Peserta didik diam semuanya.. awas ya..mengerjakan.” Peserta didik bersangkutan langsung berdiri dan menuju ke papan tulis akan tetapi tidak dapat mengerjakan PR tersebut. Ibu Sri langsung menghentikan kegiatan pembelajaran membahas pengerjaan PR Matematika. Ibu Sri berjalan berkeliling sambil memeriksa buku peserta didik satu per satu. bodoh .

(2). pasal 18 ayat (1). pasal 14 (1). (3). (3). (6). (5). (2). (14). pasal 17 ayat (1). Standar Isi (SI) yang ditetapkan dengan Permendiknas No. apakah Ibu Sri mengikuti prinsip tersebut dalam pembelajaran yang dikelolanya pagi itu? Jelaskan jawaban Anda! 3. pasal 11 ayat (1). (3). 2. (4). pasal 13 (1). (2). (13). 22 tahun 2006. pasal 36 ayat (1). pasal 35 ayat (2). (4). . (2). (2). (3). (15) ayat (1). (2). (3). (4). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (3). (2). pasal 6 ayat (6). (2). (4). pasal 37 ayat (1). 3. Ditinjau dari prinsip penyusunan silabus mata pelajaran. (5). (8). (2). (3). (3). (2). (7). pasal 38 ayat (1). pasal 18 ayat (1). (2). (3). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. pasal 32 ayat (1). khususnya pasal 1 ayat (19).2. (4). (2). (2). (3). Ditinjau dari teori belajar Skinner. pasal 10 ayat (1). (2). pasal 20. prinsip pembelajaran apakah yang diterapkan Ibu Sri terhadap peserta didik yang tidak mengerakan PR Matematika? Jelaskan jawaban Anda! RANGKUMAN UNIT 2 PRINSIP PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK Prinsip yuridis perencanaan pembelajaran yang mendidik: 1. pasal 8 ayat (1). pasal 16 ayat (1). pasal 7 ayat (1). (3). (3). khususnya pasal 1 ayat (5). (4). (2).

teknologi. Meningkatkan iman dan takwa serta akhlak mulia. Diarahkan pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. yakni: a. kebutuhan.4. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. . Menghormati keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. d. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. 2. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 8. dan seni (Ipteks) 4. e. b. Berpusat pada potensi. Mengakomodasi tuntutan perkembangan daerah dan nasional. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Meningkatkan potensi kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Beragam dan terpadu 3. Mengantisipasi tuntutan dunia kerja dan perkembangan ipteks serta dinamika perkembangan sosial. Belajar sepanjang hayat 7. c. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 tahun 2006. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Prinsip Akademik Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik: 1.

ketakwaan dan toleransi beragama. Memelihara persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Prinsip utama apakah yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran yang mendidik? Jelaskan jawaban Anda! . g. Jelaskan maksud dari prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik! 4. Jelaskan arah dari seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah dalam prinsip pembelajaran yang mendidik! 3. Jelaskan standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik! 2. Jelaskan aturan tentang Standar Isi yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006! 5. Meningkatkan keimanan.f. TES FORMATIF UNIT 2 1.

RAMBU-RAMBU JAWABAN TES FORMATIF UNIT 2 1. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik adalah tujuan pendidikan nasional seperti termaktub dalam perundang-undangan dan peraturan pemerintah tentang sistem pendidikan nasional. Pembelajaran di sekolah tidak diarhkan hanya untuk penguasaan materi pembelajaran oleh peserta didik melainkan ditujukan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional. 2. Seluruh kegiatan opembelajaran di sekolah diarahkan untuk kepentingan peserta didik dalam menguasai berbagai keterampilan hidup yang dibutuhkan kelas. Artinya seluruh proses pembelajaran ditujukan untuk . 3.

aktual. . fleksibel. relevan. memadai. Standar Isi yang ditetapkan dalam Permendikan Nomor 22 Tahun 2006 memuat aturan tentang kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah. konstektual. terutama yang berkaitan dengan lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal yang harus dikuasai peserta didik disertai sejumlah acuan tentang beban belajar peserta didik dan kalender pendidikan. Pembelajaran yang mendidik dilaksanakan berdasarkan prinsip berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan secara ilmiah.pencapaian kompetensi oleh peserta didik. dan menyeluruh. konsisten. bukan hanya sebagai pelaksanaan tugas guru sesuai dengan tanggung jawabnya. 5. 4. sistematis.

Langkah Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang guru. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).2 Contoh Perencanaan Pembelajaran 1. dalam pedoman penyusunan KTSP mengemukakan langkah-langkah yang ditempuh dalam pengembangan silabus mata pelajaran adalah (1) Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar. karena merupakan kegiatan menetapkan hal-hal yang harus dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik.1 Langkah Perencanaan Pembelajaran 3. LANGKAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN 3.UNIT 3. (2) mengidentifikasi .

Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar . dan (7) menentukan sumber belajar. Identifikasi Materi Pokok Pembelajaran 4. (5) menetapkan jenis penilaian berdasarkan indikator pencapaian kompetensi. (6) menentukan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran. Penentuan Jenis Penilaian Pembelajaran 7.materi pokok pembelajaran. (3) mengembangkan kegiatan pembelajaran. Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK 1. Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2. Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Rancangan Kegiatan Pembelajaran 5. (4) merumuskan indikator pencapaian kompetensi. Media dan Sumber Pembelajaran a. Rancangan Pengalaman Belajar Peserta Didik 3. Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran 8.

Merancang Pengalaman Belajar Kegiatan merancang pengalaman belajar ini menjadi mudah dilakukan apabila kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran telah selesai dikaji atau dijabarkan. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.Pembelajaran yang mendidik akan dapat dikelola dengan baik apabila mengacu dan diarahkan kepada pencapaian kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. 2. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Anda perlu memperhatikan hal-hal tersebut: 1. c. b. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran . 3. Keterkaitan antara standar kompetensi dasar antara mata pelajaran. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Didalam melakukan kajian standdar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran.

Identifikasi materi pokok/pembelajaran hendaknya dipilih yang menunjang pencapaian kompetensi dasar yang telah ditetapkan dengan mempertimbangkan halhal seperti berikut: Faktor yang dipertimbangkan dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran Relevan dengan karakteristik daerah Poptensi peserta didik Tingkat perkembangan peserta didik Ketepatan alokasi waktu PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK 9.Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran merupakan langkah ketiga dalam merancang pembelajaran yang mendidik. Kompetensi dan Manfaat bagi peserta didik Relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntunan lingkungan Aktualitas. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran . dan keluasan Struktur keilmuan d. kedalaman.

lingkungan. 3. khususnya guru. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik serta berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1.Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. 4. peserta didik dengan guru. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta . 2. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

Indikator ini harus peserta potensi dikembangkan didik. pelajaran. karena akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Perumusan menggunakan kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. yaitu kegiatan peserta didik dan materi pembelajaran.didik. f. mata sesuai dengan satuan indikator karakteristik pendidikan. Penentuan Jenis Penilaian Pembelajaran Penilaian pembelajaran dimaksudkan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator yang telah dirancang sebelumnya. dan keterampilan. daerah. pengetahuan. e. .

Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. yaitu berdasarkan proses pembelajaran. 5. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Penilaian menggunakan acuan kriteria. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. sehingga dalam penentuan jenis penilaian perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.Hasil penilaian pembelajaran tersebut merupakan informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. 4. 2. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. 3. 1. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu . dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. g.

Kedua adalah pentingnya membuat kaitan antara . Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. h.mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi. kegiatan pembelajaran. tingkat kesulitan. Pertama adalah peran aktif peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna. kedalaman. dan budaya. Contoh Perencanaan Pembelajaran Tasker (1992: 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme sebagai berikut. serta lingkungan fisik. 2. narasumber. keluasan. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. sosial. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. alam. yang berupa media cetak dan elektronik.

Kedua. (3) strategi peserta didik lebih bernilai. Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima. fungsi kognisi bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki anak. tetapi secara aktif oleh struktur kognitif peserta didik. (2) matematika menjadi lebih bermakna karena peserta didik mengerti. yaitu (1) peserta didik mengkonstruksi mengintegrasikan pengetahuan matematika dengan cara ide yang mereka miliki. Wheatley (1991: 12) mendukung pendapat Tasker dengan mengajukan dua prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstruktivisme.gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna. pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. dan (4) peserta didik . Selain penekanan dan tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori belajar konstruktivisme. Pertama. hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya denganpembelajaran matematika.

mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya. pandangan. 1992: 756) mengungkapkan bahwa matematika diajarkan di sekolah dalam rangka memenuhi kebutuhan jangka panjang bagi peserta didik dan masyarakat. komentar sebagai berikut: Jackson. 1. Untuk menjawab pertanyaan matematika ini sejumlah pakar dalam pembelajaran atau memberikan pendapat. di satu sisi merupakan .” oleh karena itu. Dari beberapa uraian di atas dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika di sekolah.(1992: 756) mengatakan bahwa secara umum matematika adalah ”penting bagi kehidupan masyarakat. Mengapa pembelajaran Matematika di SD? Salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum mengajarkan matematika di sekolah adalah mengapa matematika perlu diajarkan di sekolah. Dreeben (dalam Romberg. matematika dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

pembelajaran dengan teori belajar konstruktivisme meliputi empat kegiatan. (2) mengandung kegiatan pengalaman nyata (experiences). 1990: 59). antara lain (1) berkaitan dengan prior knowledge peserta didik. (3) terjadi interaksi sosial . (2) tahap eksplorasi. Menurut Tobin dan Timon (dalam Lalik. Bagaimana cara mengajarkan matematika menurut Teori Belajar Konstruktivisme? Secara umum. (3) tahap diskusi dan penjelasan konsep. dan (4) tahap pengembangan dan aplikasi konsep (Horsley. pembelajaran berdasarkan teori belajar konstruktivisme meliputi empat tahap: (1) tahap persepsi (mengungkap konsepsi awal dan membangkitkan motivaasi belajar peserta didik. 2.hal yang penting untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik. 1997:19). di sisi lain terdapat pakar yang menilai bahwa pembelajaran matematika di sekolah hanyalah merupakan kebutuhan yang bersifat pelengkap dari apa yang telah dikembangkan oleh para ilmuan dalam matematika. Namun.

juga tidak boleh diabaikan. . benar-benar harus memperhatikan kondisi lingkungan bagi anak. Beberapa uraian di atas dapat memberi pandangan kepada guru agar dalam menerapkan prinsip belajar konstruktivisme. bukanlah satu-satunya yang perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh bagi guru. Dengan kata lain. Di samping itu. dan (4) terbentuknya kepekaan terhadap lingkungan (sense making). pengertian tentang kediapan anak untuk belajar.(social interacton). bahwa faktor lingkungan sebagai suatu sarana interaksi bagi anak.

Perencanaan ini perlu dilakukan karena merupakan kegiatan menetapkan hal-hal yang harus dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik. Perencanaan pembelajaran yang mendidikperlu mengikuti prosedur yang tepat agar rencana tersebut sesuai dengan aturan .RANGKUMAN UNIT 3 LANGKAH MENDIDIK PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG Pembelajaran yang mendidik merupakan kegiatan yang harus dilakukan seorang guru sebagai implikasi pedagogik dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK).

mengembangkan kegiatan pembelajaran. (5) menetapkan jenis penilaian berdasarkan indikator pencapaian kompetensi. . (BSNP). (4) merumuskan indikator pencapaian kompetensi. (6) menentukan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran. Badan Standar Nasional Pendidikan KTSP dalam pedoman penyusunan mengemukakan langkah-langkah yang ditempuh dalam pengembangan silabus mata pelajaran adalah (1) mengkaji standar kompetensi dan kompetensi pokok dasar. Ketujuh langkah perencanaan pembelajaran yang mendidik tersebut merupakan satu kesatuan yang diikat oleh hasil kajian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai dalam tiap mata pelajaran. (2) (3) mengidentifikasi materi pembelajaran. dan (7) menentukan sumber belajar.yang berlaku dan sesuai dengan teori belajar dan pembelajaran.

Prinsip utama apakah yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran yang mendidik? Jelaskan jawaban Anda! . Jelaskan langlah pertama perencanaan pembelajaran yang mendidik! 3. Jelaskan aturan tentang Standar isi yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006! 5.TES FORMATIF UNIT 3 1. Jelaskan standar yang menjadi acuan dalam menyusun langkah perencanaan pembelajaran yang mendidik! 2. Jelaskan alasan mengapa pembelajaran yang berpusat pada peserta didik! 4.

Standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik adalah tujuan pendidikan nasional seperti dan termaktub dalam perundang-undangan peraturan pemerintah tentang sistem pendidikan nasional. Seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah diarahkan untuk kepentingan peserta didik dalam menguasai berbagai keterampilan hidup yang dibutuhkannya kelak. 2.RAMBU-RAMBU JAWABAN TES FORMATIF 1. Pembelajaran di sekolah tidak diarahkan hanya untuk penguasaan materi pembelajaran oleh peserta .

Artinya seluruh proses pembelajaran ditujukan untuk pencapaian kompetensi oleh peserta didik. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. terutama yang berkaitan dengan lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal yang harus dikuasai peserta didik disertai sejumlah acuan tentang beban belajar peserta didik dan kalender pendidikan.didik melainkan ditujukan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional. . Standar isi yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 memuat aturan tentang struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah. bukan hanya sebagai pelaksanaan tugas guru sesuai dengan tanggung jawabnya. 3. 4.

2 Penerapan Prinsip dan Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik 1. relevan. dan Penilaian Pembelajaran Dalam Pembelajaran Prinsip dan Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik Hal pertama yang harus guru lakukan adalah: . aktual. sistematis. Materi. Keterkaitan Antara Tujuan. memadai. Kegiatan. UNIT 4.5. Kegiatan. Materi. Pembelajaran yang mendidik dilaksanakan berdasarkan prinsip berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan secara ilmiah. dan Penilaian Pembelajaran Dalam Pembelajaran Prinsip dan Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik 4. kontekstual.1 Keterkaitan Antara Tujuan. PRINSIP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. dan menyeluruh. fleksibel. konsisten.

Ciri perubahan dalam peserta didik yang perlu diperhatikan guru: a. Materi pembelajaran yang telah dipilih sesuai pengalaman belajar yang dirancang berdasarkan kompetensi dasar mata pelajaran. Perubahan tingkah laku harus disadari peserta didik b. 2. Kegiatan pembelajaran yang telah dirancang berdasarkan materi pembelajaran dan pengalaman belajar peserta didik. Metode dan instrumen penilaian pembelajaran yang disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi. 4. Perubahan tingkah laku dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional . serta yang telah dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar mata pelajaran. 3.1. Tujuan dari pembelajaran berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah diatur dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

c. Perubahan tingkah laku dalam belajar bertujuan f. Perubahan tingkah laku dalam belajar bersifat positif dan aktif d. Perubahan tingkah laku dalam belajar tidak bersifat sementara e. Perubahan tingkah laku mencakup seluruh aspek tingkah laku RANGKUMAN RANGKAIAN MENDIDIK RANCANGAN PEMBELAJARAN YANG TUJUAN PEMBELAJARAN SKL KD PENILAIAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (SKL/KD) .

1 Keterkaitan Tujuan. Penerapan Prinsip dan Langkah Perencanaan Rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Behaviorisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR BEHAVIORISME Menekankan perubahan tingkah laku yang Perubahan tingkah laku peserta didik dapat atau dihentikan melalui teramati dalam diri peserta didik diperkuat melalui pemberian hadiah (positive reinforcement) oleh guru.Gambar 4. pemberian hukuman (negative reinforcement) . Penerapan Pembelajaran a. Kegiatan pembelajaran Dalam pembelajaran yang Mendidik SKL = Standar Kompetensi Lulusan KD = Kompetensi Dasar 2. Materi.

atau penyesuaian bentuk. Penerapan Rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Kognitivisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Menekankan pada pemetaan dalam skema semua informasi atau pengetahuan yang diterima peserta didik melalui kegiatan belajarnya. dan bentuk perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Guru tidak perlu memperhatikan pengetahuan dasar yang dimiliki peserta didik sebelum pembelajaran berlangsung. . atau Proses akomodasi atau asimilasi informasi pengetahuan baru tersebut dilakukan peserta didik dalam bentuk penolakan. Informasi atau pengetahuan baru harus diakomodasikan atau diasimilasikan oleh peserta didik dalam skema kognitifnya.- Pembelajaran dirancang berdasarkan kecenderungan tingkah laku peserta didik yang dapat diamati dan diukur. b.

Belajar merupakan kegiatan yang . Rencana pembelajaran yang mendidik yang telah disusun hendaknya diterapkan oleh guru berdasarkan pada pemikiran bahwa tiap-tiap peserta didik memiliki karakteristik sendiri-sendiri sebagai konsekuensi dari karakteristik lingkungan dari mana mereka berasal. Penerapan rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Humanisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR HUMANISME . Konstruktivisme. Masingmasing teori belajar tersebut memiliki keunggulan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. d. RANGKUMAN Penerapan rencana pembelajaran hendaknya didasarkan pada konsep dasar belajar dalam teori belajar (Behaviorisme.c.Menekankan peran keaktifan peserta didik memproses atau menguasai informasi atau pengetahuan baru berdasarkan informasi atau pengetahuan lama yang telah dipelajarinya. Penerapan Rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Konstruktivisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME .Menekankan peran kepuasan peserta didik dalam belajar sesuai dengan kebutuhan (needs) yang dirasakannya. dan Humanisme).

Sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Apabila peserta didik merasa upaya belajarnya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya terabaikan maka besar kemungkinan di dalam dirinya tidak akan tumbuh keaktifan. kemampuan psikologis masing-masing peserta didik perlu diperhatikan oleh guru agar peserta didik tidak merasa dikecewakan. Dalam Unit 4 mata kuliah Belajar dan Pembelajaran di SD/MI ini. kreativitas untuk berprestasi dalam belajarnya. motivasi. pembelajaran yang mendidik diorientasikan ke penguasaan sejumlah kompetensi oleh peserta didik serta didasarkan pada sejumlah kaidah ilmu kependidikan.dilakukan peserta didik itu sendiri. RANGKUMAN UNIT 4 Pelaksanaan proses pembelajaran yang mendidik hendaknya diarahkan untuk membantu peserta didik berkembang secara utuh. Setiap manusia memiliki kemampuan psikologis seperti motivasi dan kebutuhan dalam meresponsegala rangsangan belajar baik berupa informasi maupun berupa materi pengetahuan baru. Dalam proses pembelajaran yang mendidik. Salah satu kaidah ilmu kependidikan yang Anda dapat jadikan dasar pengelolaan proses pembelajaran yang mendidik adalah teori belajar yang telah dikembangkan oleh para ahli psikologi dan ilmu pendidikan. . baik dalam dimensi kognitif maupun dalam dimensi afektif dan psikomotorik.

menerapkan Kognitivisme. Konsep atau hakikat belajar menurut teori belajar yang banyak mempengaruhi dan pemikiran pendidikan guru dalam tentang proses pembelajaran menjadi (Behaviorisme. dan masingmasing saling melengkapi dan memiliki dampak pedagogis yang relatif sama. Hal ini disebabkan karena masing-masing teori belajar tersebut memiliki sudut pandang yang khas dalam menjelaskan pengertian dan hakikat belajar dan pembelajaran. Humanisme) hendaknya pertimbangan rancangan pembelajaran di kelas. Konstruktivisme.Anda telah mempelajari secara khusus tentang rancangan pelaksanaan pembelajaran di SD/MI yang menunjang pencapaian Kompetensi Dasar 4 (Rancangan pelaksanaan pembelajaran yang mendidik). maka pembelajaran yang mendidik harus berpusat pada . Oleh karena proses belajar merupakan kegiatan yang melibatkan keseluruhan potensi psikis peserta didik.

. karena pada prinsipnya peserta didik mempunyai kemampuan. Peserta didik perlu didorong untuk memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapat.peserta didik sesuai dengan karakteristik masing-masing. Keaktifan peserta didik harus diutamakan dalam proses pembelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful