P. 1
Maping Sip 1

Maping Sip 1

|Views: 192|Likes:

More info:

Published by: Estiningtyas Kusuma Wardani on Nov 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2015

pdf

text

original

RAHASIA 1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN SELATAN RESORT BANJAR Jalan. A. Yani Km.

38,900 Martapura

MAPING KERAWANAN SOSIAL YG BERPOTENSI MENIMBULKAN KONFLIK DIWILAYAH HUKUM POLRES BANJAR TAHUN 2012

I.

PENDAHULUAN Kabupaten Banjar mempunyai luas wilayah 4.668,50 km2 terletak antara 2 .49’.55” – 3.43’.38” pada garis lintang selatan dan 115.35’.37” pada bujur timur berada pada ketinggian antara 0 – 1.878 meter diatas permukaan air laut (DPL) dan terbagi dalam 19 kecamatan serta 259 desa / kelurahan , jumlah penduduk mencapai 498.088 jiwa terdiri dari laki-laki 2.44.622 dan perempuan sebanyak 235.466 jiwa dengan ratio kepadatan rata-rata mencapai 2.166 jiwa setiap km2 Wilayah Kabupaten Banjar memiliki batas wilayah dengan kabupaten tetangga antara lain : Sebelah utara dengan Kabupaten Tapin . Sebelah selatan dengan Kabupaten Tanah Laut dan Kotamadya Banjarbaru . Sebelah timur dengan Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten tanah Bumbu. Sebelah barat dengan Kodya Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala .

Wilayah Kabupaten Banjar memiliki sumber daya alam berupa batubara , bijih besi , emas ,mangaan , minyak dan gas bumi yang menarik perhatian para investor dari luar daerah untuk berinvestasi dan melakukan eksplorasi terhadap bahan tambang tersebut . Banyaknya sumber daya alam dan tingginya minat investor dari luar daerah untuk melakukan usaha pertambangan diwilayah kabupaten Banjar telah membawa pengaruh positif bagi penduduk setempat yaitu berupa tersedianya lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup bagi penduduk setempat . Disamping pengaruh positif yang dirasakan oleh penduduk , kegiatan usaha pertambangan telah menimbulkan dampak berupa sengekata perbatasan baik antara kabupaten Banjar dengan kabupaten tetangga maupun sengketa batas wilayah desa dalam lingkup kabupaten banjar yang mayoritas dilatar belakangi oleh keinginan mendapatkan bagian keuntungan dari Cominity Development (CD) serta belum adanya kejelasan tentang ketetapan tata batas dari instansi yang berwenang mengeluarkan keputusan tersebut dalam hal ini Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan. Disamping masalah perbatasan wilayah terdapat beberapa permasalahan sosial lainya yang juga berpotensi menimbulkan konflik sosial yang dipetakan sb :

RAHASIA

RAHASIA 2 Sengketa tapal batas yang terjadi diwilayah kabupaten banjar meliputi : Kabupaten Banjar dengan Kabupaten tanah laut terdapat diwilayah dusun Sungai Tabuk desa kiram kecamatan Karang Intan dengan desa Bentok Darat kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut . Kabupaten Banjar dengan Kabupaten Barito Kuala terdapat kecamatan Simpang empat dengan Kecamatan Jejangkit dan kecamatan Cerbon kabupaten Batola . Kabupaten Banjar dengan Kabupaten Tapin berada di desa Batang banyu kecamatan sambung Makmur dengan desa tarungin kecamatan Hatungun kabupaten Tapin . Sengketa batas antara desa Kampung Baru kecamatan Mataraman dengan desa Pulau Nyiur dan desa Habirau kecamatan Karang Intan dalam lingkup wilayah Kabupaten Banjar . Sengketa batas antara warga desa Padang Panjang kecamatan Karang Intan dengan Batalion 623 / BWU Penolakan eksplorasi Gas Metan oleh Pt. BBG dari warga kecamatan Gambut dan kecamatan Beruntung baru . Kasus pembunuhan yang terjadi di desa tungkaran dengan tersangka warga suku Madura dan korbannya adalah suku Banjar .

-

-

-

-

-

-

Permasalahan sengketa tata batas dan beberapa masalah sosial sebagaimana tersebut diatas yang tak kunjung mencapai penyelesaian dalam kurun waktu lama telah menimbulkan berbagai macam bentuk kerawanan sosial yang apabila dibiarkan dapat menimbulkan konflik horizontal .. II. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI . A. SENGKETA BATAS ANTARA KAB..BANJAR DENGAN KAB. BATOLA 1. LATAR BELAKANG Sengketa perbatasan antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Barito Kuala mulai muncul pada tahun 2006 dimana wilayah yang menjadi sengketa yaitu Wilayah Kec.Simpang Empat dengan Wilayah Kec.Cirebon dan Wilayah Simpang Empat dengan wilayah Kec.Jejangkit sehingga diperkirakan dengan adanya sengketa perbatasan wilayah tersebut berdampak adanya gangguan kamtibmas. Pada tahun 2006 timbul permasalahan sengketa tapal batas antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Batola dimana sengketa di wilayah Kec.Simapang Empat Kab.Banjar dengan Wilayah RAHASIA

RAHASIA 3 Kec.Cerebon Kab.Batola dan Kec.Simpang Empat Kab.Banjar dengan Kec.Jejangkit Kab.Batola. Desa Makmur Karya yang berbatasan dengan Kec,Cerebon Kab.Batola dan DESA Simpang 5 yang berbatasan dengan Desa Jejangkit Kab.Batola yang dijadikan lokasi sengketa , yang mana kawasan tersebut pada mulanya merupakan kawasan rawa-rawa dan hutan serta bukan merupakan daerah pemukiman dan bukan juga sebagai potensi penghasil Pendapatan Daerah. Awal mula adanya konflik sengketa dimana adanya Investor PT PALMINA UTAMA yang mengembangkan perkebunan dan pembibitan kelapa sawit dengan lahan seluas  15.000 Ha dimana akte pendirian serta Domisili masuk dalam Pemkab Banjar ( SK Bupati Banjar Nomor:02/IL-TAPEM/2006). Permasalahan sengketa tersebut semakin meruncing ketika Pemkab Batola juga mengembangkan Sentral Agro Bisnis di daerah yang sama diawali dengan pembuatan saluran-saluran irigasi / kanal sebagai pengairan yang di kerjakan oleh CV KARYA BARITO di lokasi Hantasan gulungan sei Gendung dan Handil Suwardi Desa Julungan dengan pengerjaan pembuatan 3 (tiga) buah tabat beton, CV KARYA AGUNG di lokasi Handil Nasir Simpang Bahalang dan simpang Nungki Desa Sawahan dan Desa Simpang Nungki dengan pengerjaan pembuatan 3 (tiga) tabat beton, CV ANDEMAN pengerjaan rehab handil sepanjang 6.800 meter, di sei Sedandan 5000 m dan di Desa Sawahan dan Desa Sungai Raya 1,800m. Dengan demikian Pemkab Barito kuala telah melakukan aktifitas pembangunan memasuki wilayah Kab.Banjar sehingga dari Pihak Pemkab Banjar merasa keberatan di karenakan sebelumnya tidak ada koordinasi menyangkut titik koordinat sehingga menimbulkan permasalahan dalam penentuan tapal batas. Dengan adanya pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab.Batola berdampak kepada PT PALMINA UTAMA hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat keberatan yang di tujukan kepada Pemkab.Banjar dengan Nomor :001/PALMINA BJM/XII/2006 tanggal 5 Desember 2006 menyatakan bahwa dengan adanya aktifitas pembuatan parit pengairan oleh Pamkab Batola akan berakibat akan rusaknya system manajemen tata air perkebunan sawit serta mendorong masyarakat untuk masuk dan mencetak sawah baru di dalam areal perkebunan PT PALMINA UTAMA sehingga akan menimbulkan klaim lahan di perkebunan di kemudian hari. Dengan adanya keberatan dari PT PALMINA UTAMA terhadap aktifitas pembuatan parit irigasi telah membuka konflik sengketa wilayah hal tersebut di buktikan dengan munculnya surat dari masing-masing pemerintah kabupaten yang telah mengklaim bahwa wilayah di sengketakan adalah masuk wilayahnya hal tersebut dribuktikan dengan adanya surat ke Gubernur Kalsel RAHASIA

Jejangkit Kab. PREDIKSI KERAWANAN Walaupun kasus perbatasan antara Kab.Simpang Emapt yang berbatasan dengan Desa Sawahan Kec.Serbon Kab. RAHASIA .Batola. Batola belum menimbulkan konflik yang melibatkan masyarakat setempat sebagaimana halnya yang pernah terjadi pada sengketa tata batas antara kabupaten Banjar dengan Kab.Batola dan selama melakukan aktifitas tersebut dari pihak Pemkab Batola tidak pernah koordinasi dengan unsure Muspika Kec. Pada hari kamis tanggal 16 Mei 2007 bertempat di ruang rapat Dharma Wanita lantai dasar kantor Gubernur Kalsel telah dilaksanakan rapat dalam penegasan tapal batas. 2. Tanah Bumbu tetapi tidak menutup kemungkinan suatu saat apabila di wilayah perbatasan tersebut terdapat rencana pembangunan ataupun adanya peningkatan nilai harga tanah maka diprediksi akan terjadi konflik serupa .Batola.Banjar sejauh  7 Km dari daerah yang di sengketakan yaitu Desa Makmur Karya Kec.ARDIANSYAH dari Tim Penentuan Batas Daerah Provinsi Kalsel namun dalam pertemuan tersebut bulum di capai kata Sepakat penegasan batas wilayah kedua Kabupaten yang bersengketa. Aktifitas yang dilakukan Pemkab.Simpang empat.Talenta yaitu ganti rugi lahan terhadap 125 orang warga Jejangkit yang hingga saat ini belum terealisasi .Batola telah memasuki perbatasan wilayah Kab.RAHASIA 4 tentang klaim dari pemerintah kabupaten tersebut diatas sebagai berikut : Surat dari Pemkab Banjar dengan nomor : 100/01109/Tapem tanggal 8 Desember 2006 yang di tujukan kepada Gubernur Kalsel dan di tanda tangani oleh Bupati Banbjar H. Demikian juga aktifitas pembangunan yang di lakukan Pemkab Batola telah memasuki perbatasan dengan Desa Simpang 5 Kab.EDY SUKARMA yang inti dari surat tersebut menyatakan bahwa proyek pembuatan parit yang di kerjakan merupakan wilayah Kab.Gt. dari Pemkab Batola di wakili Drs NOOR IPANI dan dari Pemkab Banjar di wakili Drs RIDUANSYAH yang di saksikan oleh Drs H. Surat dari Pemkab Batola dengan Nomor: 100/2612/Pem tanggal 15 Desember 2006 yang ditujukan kepada Gubernur Kalsel yang di tanda tangani Bupati Batola H. KHAIRUL SALEH dengan inti pokok bahwa merasa keberatan atas proyek pembuatan parit pengairan yang di selenggarakan oleh Pemkab Batola adalah merupakan wilayah Kab.Banjar sejauh  15 Km yang berbatasan dengan Desa Jejangkit timur Kec.Banjar. Banjar dan Kab. Disamping masalah sengketa batas masih terdapat permasalahan yang diperkirakan mengandung kerawanan yang cukup tinggi terkait adanya pembangunan jalan khusus batu bara oleh Pt.

Kronologigi sengketa tata batas antara Kabupaten banjar dengan Kabupaten tanah Laut sbb : a. koperasi simpan RAHASIA . Koordinasi dengan instansi terkait agar dalam setiap melakukan langkah tetap memperhatikan kamtibmas dan selalu berupaya melakukan solusi yang terbaik. Karang intan Kab.RAHASIA 5 3. SITUASI SAAT INI Situasi saat ini dilokasi yang menjadi obyek sengketa tata batas relatif kondusif . b. B SENGKETA BATAS ANTARA KAB BANJAR DENGAN KAB TANAH LAUT 1. kerawanan diperkirakan akan muncul pada saat di wilayah tersebut mengalami peningkatan harga tanah atau adanya pembangunan sarana dan prasarana yang membawa kearah peningkatan nilai harga jual tanah dilokasi tersebut . Melakukan monitoring dan pulbaket terhadap setiap perkembangan situasi yang berkaitan dengan permasalahan perbatasan antara kabupaten Banjar dan kabupaten Barito kuala agar dapat diambil langkah antisipasi secara dini dan tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar. LANGKAH YANG TELAH DIAMBIL a. Melakukan pendekatan kepada tokoh – tokoh masyarakat supaya tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Pada Tahun 1977 Desa Mandiangin di mekarkan menjadi Dua Desa yaitu Desa Kiram dan Desa Mandiangin Barat selama Desa Kiram terbentuk sampai dengan sekarang berbagai sarana seperti listrik. 4.Banjar dengan Wilayah Desa Bentok Darat Kec.Karang Intan Kab. c.Tanah Laut terlebih dengan adanya pembangunan gedung Sekolah Dasar sebanyak 2 (Dua) Kelas yang di lengkapi dengan Toilet oleh Pemkab Tala dan pembangunan tersebut di setujui oleh sebagian masyarakat Desa Kiram Kec. Tala dengan adanya sengketa perbatasan tersebut diperkirakan akan berdampak adanya gangguan kamtibmas. LATAR BELAKANG Sengketa perbatasan antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tanah Laut mulai muncul pada tahun 2008 dimana wilayah yang menjadi sengketa yaitu Wilayah dusun Sungai Tabuk Desa Kiram Kec.air bersih.Bati bati Kab. Banjar yang berpihak atau membentuk pemerintahan Desa sendiri menjadi bagian dari pemerintah Kab.

f.Bati bati Kab. Banjar. BLT dan pemilu selalu dari Kab. Titik 3 / PBU -03 titik koordinat kesepakatan X RAHASIA g. Banjar. Titik – titik koordinat pilar batas yang dipasang oleh Kab.Titik 2 / PBU-02 titik koordinat kesepakatan X 02723557 Y 9596464 koordinat pilar terpasang X 0273582 Y 9596428.Karang Intan Kab. Titik 1 / PBU01 titik koordinat kesepakatan X 0272592 Y 9599125 koordinat pilar terpasang X 0272592 Y9599124. Pada hari senin tanggal 25 Agustus 2008 bertempat di ruang rapat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalsel telah di laksanakan rapat fasilitasi penegasan batas Daerah antara Kabupaten Banjar dengan Kabupaten Tanah Laut yang difasilitasi oleh Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) Prov Kalsel.Tanah Laut . Banjar bersama dengan rombongan menggunakan 9 (Sembilan) buah mobil Dinas Kabupaten Tanah Laut tanpa pemberitahuan sebelumnya. c. Permasalahan sengketa tapal batas mulai timbul di mana Pemkab Tanah Laut mengajukan protes terhadap pembangunan jalan dan jembatan yang di lakukan oleh Pemkab Banjar di kawasan yang di anggap sebagai daerah perbatasan kedua wilayah. Adapun hasil Rapat tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan pemasangan pilar Batas yang telah dilaksanakan oleh Kabupaten Tanah Laut terhadap 6 (Enam) titik koordinat yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua Kabupaten: 1).Karang Intan dan hal tersebut di latar belakangi oleh keinginan masyarakat Desa Kiram Kec. 02 Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kab. Tanah Laut dan disetujui oleh Kab.Banjar yaitu di dusun sungai tabuk Desa Kiram Kec. . Sekitar tanggal 15 Oktober 2008 Bupati Tanah Laut datang ke Dusun Sungai Tabuk Rt. d. Pemkab Banjar mengklaim bahwa pembangunan fasilitas tersebut di lakukan di wilayah Kab. b.RAHASIA 6 pinjam. e.Karang Intan namun dari pihak Pemkab Tala bahwa proyek tersebut sudah masuk ke dalam wilayahnya.Banjar dengan Wilayah Desa Bentok Darat Kec. kedatangan Bupati Tanah Laut beserta rombongan tidak ada maksud tertentu hanya sekedar melihat – lihat situasi saja. Sekitar bulan Oktober tahun 2008 timbul permasalahan sengketa tapal batas antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tanah Laut dimana sengketa di wilayah Dusun Sungai Tabuk Desa Kiram Kec. Banjar bahkan KTP masyarakat Desa Kiram 99% ber KTP Kab.

ABDUL HALIL nomor : 1. Kedua belah pihak sepakat meminta kesediaan pemerintah Provinsi Kalsel menindaklanjuti kesepakatan ini sebagaimana dinyatakan pada poin 2 dan 3 Berita acara ini secara legal formal akan dituangkan dalam bentuk keputuasan Gubenur demi menjamin kepastian hukum dan pelayanan public. Titik 4 / PBU -04 titik koordinat kesepakatan X 0271687 Y 9593228 koordinat pilar terpasang X 0271442 Y 9592978. .0" LS. Banjar agar dapa mengagendakan kegiatan pemasangan pilar batas pada anggaran Tahun 2010. Muspika Kec. Banjar oleh Pemerintah Kab.120/Pem/Kr/V/2010 tanggal 07 Mei 2010 tentang adanya rencana akan dibangun Sekolah Dasar dan pengaspalan di Desa Kiram Rt 02 Kec. menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan ini. Kab. Pada titik koordinat 7 s/d 20 akan dilaksanakan pemasangan pilar oleh Kab. Tala. Kedua Kabupaten sepakat untuk mensosialisasikan pilar yang telah terpasang dan disepakati bersama ke berbagai pihak terkait lainnya di Daerah. 3). Titik 5 / PBU -05 titik koordinat kesepakatan X 0279757 Y 9590144 koordinat pilar terpasang X 0279673 Y9590140 dan Titik 6 / PBU -06 titik koordinat kesepakatan X 0270192 Y 9599484 koordinat pilar terpasang X 0270195 Y 9599478. Tala. Karang Intan dan Muspida Kab. 4). 6). Kemudian pada hari Senin tanggal 26 Juli 2010 menindak lanjuti Surat dari Pambakal Desa Kiram an. Banjar dan Kota Banjarbaru) yang telah di pasang oleh Kab. Posisi pilar batas Titik PBU 0010 di sungai apukan yang merupakan batas daerah antara 3 (Tiga) Kabupaten /Kota (Kab. Banjar melaksanakan pengecekan ke lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan gedung sekolah. Tala Tahun 2006 pada koordinat 03° 32' 41.5" BT dan 114° 53' 11. Tanah Laut pada Tahun Anggaran 2008.RAHASIA 7 0272556 Y 9596340 koordinat pilar terpasang X 0272555 Y 9596340. h. 2). 5). Untuk titik koordinat 21 s/d 28 pemasangan pilar dimintakan kepada Kab. Pemkab Banjar telah membuat surat yang ditujukan kepada Bupati Tala tentang penghentian sementara pembangunan gedung sekolah sesuai dengan nomor : 100/00108/Tapem RAHASIA i. Karang Intan Kab.

. Banjar pada posisi 266488 – 967609 atau S3º32´51. Pada saat dilakukan pengecekan di lokasi yang akan di dirikan bangunan di lokasi tersebut telah dilakukan pembersihan yang dilakukan oleh 5 (lima) orang pekerja warga Desa Kurau Kab. di dalamnya juga berdiri Rt. papan bertuliskan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut Dinas Pendidikan Alamat Jln Datu Insad Komplek Perkantoran Gagas Telp (0511) 21039 Pelaihari 70814 serta mencantumkan keterangan proyek yaitu : Nama Kegiatan : Pembangunan Gedung Sekolah Nama Pekerjaa : Pembangunan 2 RKB + 1 WC SDN Bentok Darat III RAHASIA k.6” – E114º53´519” yang diakui oleh Pemkab Tala masih masuk dalam wilayah Ds. Kiram Kec. 02 Ds. Banjar masih masuk ke dalam wilayah RT. Bati – bati Kab. Hasil pengecekan ke lokasi bahwa benar telah dilaksanakan proses pembangunan gedung sekolah diatas sebidang tanah milik Sdr. Bentok Darat Kec. 5. SAMSUNI dengan ukuran tanah sekitar 35 m x 40 m dengan taksiran harga nilai jual luas tanah tersebut berkisar Rp. m. l. Bentok Darat Rt. Bati – bati Kab. 14 Ds. keberadaan bangunan tersebut dilihat dari letak geografis Kab. Karang Intan Kab. Jumlah penduduk di Rt. RIFANI dengan ketua RT Sdr. Banjar dengan tembusan Gubernur Kalimantan Selatan.-.RAHASIA 8 tanggal 26 Juli 2010 sebagai dasar pengiriman surat yaitu wilayah tersebut binaan Kab. Kiram Kec. SARWANI.000. Tala dengan jumlah KK sebanyak 3 KK an. Karang intan Kab. Setelah dilakukan negosiasi akhirnya kegiatan tersebut dihentikan pada hari itu juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan dari pihak Pemkab Banjar mengatakan apabila pembangunan tetap dilaksanakan akan dilakukan pembongkaran oleh Sat Pol PP Kab. Fakta di lapangan menunjukan bahwa proses pembangunan gedung sekolah tetap dilanjutkan oleh Pemkab Tala hal tersebut di dasari dengan adanya papan Proyek yang menerangkan Kop. Banjar sebanyak 219 jiwa terdiri dari 61 KK dengan ketua RT Sdr. ZAELANI yang telah menjabat ± 13 tahun.000. Banjar dan di Desa tersebut telah terdaftar SDN milik pemerintah Kab. 02 Ds. Tala yang mulai membangun tempat peristirahatan/basecamp untuk para pekerja dengan menggunakan papan kayu. 14 Kec. Tala. Dandim 1006 Martapura dan Kapolres Banjar j. SAMSUNI dengan masa jabatan selama 3 tahun sampai sekarang. Banjar. M.

.11/160/DISDIK/2010 Rp 208. karena sebelumnya pada hari selasa Tanggal 24 Agustus 2010 skj. Dengan mengatas namakan Kab Banjar selanjutnya berita acara di tutup dengan di tanda tangani oleh 1). BAMBANG TRENGGONO beserta anggota melakukan inspeksi ke lokasi dengan maksud menghentikan proses pembangunan gedung sekolah. Kasat Pol PP : Drs BAMBANG T 3). KHAIRIL AKHYAR. n. ZAITUN agar menghentikan pembangunan tersebut dan menarik pekerja yang ada di lokasi. Kegiatan penghentian pembangunan gedung sekolah Dasar di akiri dengan pembuatan Berita Acara penutupan pembangunan SD Di Desa Kiram Rt 2 Kec Karang Intan Kab Banjar dengan mempertimbangkan 2 (Dua) hal yaitu : 1) Lokasi tersebut masih dalam status quo sambil menunggu keputusan dari Gubernur Kalimantan selatan.RAHASIA 9 Nomor Kontrak Nilai Kontrak Dana Waktu Pelaksanaan Pelaksana Konsultan Tahun Anggaran : : : : : : : 425. HJ.450. sebelumnya diketahui bahwa Pemerintah Kab. Tala mengirimkan bahan bangunan berupa Semen. Kasat Pol PP Drs. Batu Bata dan Besi guna pembangunan sebuah gedung sekolah Dasar sebanyak 2 (Dua) Kelas yang di lengkapi dengan Toilet dan pembangunan tersebut informasinya di setujui oleh aparat Desa setempat.000 APBD II 135 Hari Kalender CV REFA’I CV ADIHANMAN TATA RENCANG 2010 Dari hasil pengamatan dan dokumentasi bahwa pembangunan tersebut telah di laksanakan sekitar 10% yaitu berupa bangunan bata setinggi 2 meter di atas pondasi dan tanah seluas kurang lebih 10 m x 20 m dan masih dalam tahap pembangunan. Melihat situasi kondisi tersebut diatas selanjutnya Pemkab Banjar diwakili oleh Camat Karang Intan an. Di himbau agar masing-masing pihak menjaga keamanan dan ketertiban di Desa tersebut.00 Wita dari pihak Pemkab Banjar melalui Sat Pol PP menghubungi pelaksana CV. Camat Karang Intan : Drs HAIRIL AHYAR 2). Saat di laksanakan inspeksi tersebut tidak nampak para buruh melakukan aktivitas pengerjaan proyek namun menurut informasi bahwa sebelumnya mereka sedang melakukan pengerjaan dan saat melihat ada tim dari Kab Banjar melarikan diri dari tempat tersebut. Pembekal Desa Kiram : ABDUL HALIL RAHASIA o. 2). 09. REFA’I an.

Tala dengan Kab. SAHRUDIN 20. MASRANI 36. SAHRAN 34. Kiram yaitu Gunung Damar Gusang yang merupakan batas Kab. JALUS 35. UWAI 28. Karang intan Kab. AIDAH 25. SAPRANI 4. IPAN beserta istrinya an.4). MILA 17. SURI 39. pada hari Minggu tanggal 29 Agustus 2010 Skj. Perkembangan informasi aktual di lapangan bahwa : 1). 07. ASRAT 24. Warga yang menerima uang tersebut di haruskan menandatangani selembar surat yang isinya kosong. FANI untuk diserahkan kepada pihak Pemkab Tala. p. NAPI 13. NURLIANA . Kiram Kec. ILMI 29. Bentok Darat an. KAMAR 32. SALIH 10. 40 (empat puluh) KK dari 60 (enam puluh) KK warga Rt. BAYAH 8. LIAH 7. MASTIAR 37. Kiram yang tidak mau menerima uang RAHASIA . DIJAH 12.sebanyak 40 (empat puluh) Kepala Keluarga Rt. A. MASRUN 33. SALA 21. ABDUL HALIL tentang telah dilakukannya pembagian uang sebesar Rp. M. 02 Ds. SENANG 16. ARNI 26. Banjar yang sudah menerimanya. 2). Cara ketiga orang tersebut membagikan uang pemberian dari Pemkab Tala adalah dengan cara mendatangi dari rumah ke rumah warga.. Banjar.JENNOR 31. SAMSUNI lebih banyak menunggu di luar rumah warga. FANI Kemudian surat berita acara tersebut diserahkan kepada Sdr. 3). MUDAH 27. NILAM 23. 14 Ds Bentok An SAMSUNI untuk penyerahan kepada warga dibantu oleh sdr. SAMSUDIN 3. 02 Ds.(tiga ratus ribu rupiah) per kepala keluarga yang dilakukan oleh pihak Pemkab Tala melalui sdr ISUR (pegawai Kantor Dinas Kehutanan Kab Tala) uang tersebut diserahkan kepada ketua Rt. JAILANI 2. LIMAH 5. 02 Ds. SLAMET H b. AMSAN 11. BARAHIM 22. NURLIANA yang lebih aktif dalam membagikan uang tersebut sedangkan Ketua Rt 14 Ds. TOIBAH 15. Alasan ketiga orang tersebut membagikan uang tersebut merupakan uang terimakasih dari Bupati Tala bahwa pihak Pemkab Tala telah membebaskan lahan sekitar 750 Ha di Rt. Kiram an. MISBAH 30. 300. Sdr. Menurut keterangan sumber dari ke 40 (empat puluh) KK yang menerima uang tersebut masih ada 20 (dua puluh) KK lagi warga Rt.00 Wita telah diperoleh informasi dari Pembakal Ds. NOR 40. SABRAN 18. Kiram yang menerima uang tersebut adalah : 1. HERLINA 9. MULIA 14. ALIANSYAH RAHASIA 10 Saksi-saksi : 4). A. MASLAN 38. IPAN beserta istrinya an. a. 02 Ds. AMINAH 6. IPIN 19.000.

Banjar dalam keadaan kondusif berkaitan dengan sengketa RAHASIA s.00 wita bertempat di pendopo kediaman Bupati Banjar telah datang kurang lebih 15 (Lima belas) orang toko masyarakat dan pemuda warga Rt 2 dipimpin langsung oleh pambakal Desa Kiram Kec Karang Intan Kab Banjar an ABDUL HALIL . r. Banjar yang menurut Pemkab Tala telah dibebaskan yaitu Gunung Damar Gusang merupakan sumber daya alam ( SDA ) yang mengandung mineral Emas. Kiram Kec. q. H. s. Pada awal Nopember 2011 melalui dana ABT pihak Diknas Kabupaten Banjar membangun gedung Sekolah Dasar yang lokasinya berdekatan dengan bangunan Gedung Sekolah Dasar yang dibangun oleh Pemkab Tanah Laut dan mendapat protes dari Pemkab tala yang menganggap wilayah tersebut masih dalam status quo . Acara tersebut dipasilitasi oleh Kapolres Banjar dan dihadiri oleh assisten I Setda Banjar Drs. Karang Intan Kab. Karang Intan Kab.G Khairul Saleh. ALI HANAFIAH. Situasi saat ini di wilayah Ds. akibat adanya protes tersebut pembangunan gedung sekolah dasar oleh Pemkab Banjar untuk sementara dihentikan . M.) Pembangunan sekolah Taman kanak-kanak (TK Alqur`an) dan TK 2). MULKANIE AWIE disaksikan wadir Intel Drs.tujuan kedatangan tersebut untuk menyampaikan situasi terakhir di Rt 2 Desa Kiram dan beberapa permintaan kepada Bupati Banjar H.30 Agustus 2010 skj 20. MOCHAMAD RIFA’I serat Kapolsek Bati-Bati AKP AMIN MULYANTO.dimana pertemuan tersebut Bupati Banjar mensetujui atas permintaan warga yang antara lain : 1.RAHASIA 11 pemberian Pemkab Tala tersebut. Pada hari Senin. Pada hari Senin. 02 Ds. 06 September 2010 telah dilaksanakan rapat koordinasi pencegahan konflik tapal batas antara Kabupaten Banjar dengan Kabupaten Tanah Laut bertempat di ruang Kemitraan Polres Banjar. Kiram Kec.. Selain keterangan tersebut di atas sumber juga menginformasikan bahwa di lahan Rt. Pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 700 M di Rt 2 Desa Kiram Untuk pelaksanaan pembangunan Sekolah Tk Alqur~an dan TK akan dilaksanakan awal Oktober 2010. . dari pemkab Tala diwakili Kabag Tapem Drs.sedangkan pengaspalan jalan dilaksanakan pada awal tahun 2011. dengan alasan tidak berani untuk menandatangani surat kosong tersebut.

RAHASIA e. f. Penerbitan ijin kuasa penambangan yang di keluarkan oleh masing-masing kepala daerah perlu dilakukan pengecekan ulang mengingat lokasi yang di persengketakan terdapat kekayaan alam mayoritas masuk dalam kawasan hutan lindung yang merupakan penyangga waduk riam kanan. a. c. Persengkataan batas antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tala yang baru-baru ini terjadi di buat seolah-olah adalah inspirasi dari warga setempat namun dalam kenyataannya persengketaan tersebut di picu adanya kepentingan ekonomis yang terdapat dalam lokasi yang di persengketakan. Permasalahan sengketa antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tala agar di selesaikan secepatnya jangan di tundatunda baik secara hukum maupun kekeluargaan mengingat dengan adanya sengketa tersebut yang menjadi korban adalah warga setempat dan hal tersebut akan berdampak kepada stabilitas kamtibmas. . Di dalam daerah sengketa di dusun Sungai Tabuk Desa Kiram Kec.RAHASIA 12 tapal batas menyerahkan sepenuhnya ke pihak Pemerintah dalam hal ini Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam lokasi yang di persengketakan kaya akan kekayaan alam dan dari masing-masing kepala daerah baik dari Pemkab Banjar maupun Pemkab Tala telah menerbitkan ijin kuasa penambangan. b. 3. PREDIKSI KERAWANAN .Karang Intan Kab Banjar dari pihak Pemkab Tala telah meresmikan berdirinya sebuah Rt (rukun tetangga) sehingga dengan adanya hal tersebut Pemkab Banjar beranggapan bahwa Pemkab Tala telah mencaplok daerahnya padahal di daerah tersebut juga terdapat Rt (rukun tetangga) yang berada di bawah naungan Pemkab Banjar dengan adanya kondisi tersebut seolah-olah dari Pihak Pemkab Tala telah memprovokasi warga setempat untuk memuluskan keinginannya. Kehidupan masyarakat yang berada di daerah yang di persengketakan antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tala yang sebelumnya tampak harmonis namun sekarang setelah adanya persengketaan tapal batas tersebut kurang harmonis sehingga hal-hal demikian yang menjadi embrio-embrio kerawanan yang dapat menganggu stabilitas kamtibmas yang selama ini sudah cukup kondusif. d.

Hadir dalam acara mediasi tersebut antara lain : 1) Kapolres Banjar 2) Kasat Intelkam Polres Banjar 3) Kabag Tapem pemkab Banjar 4) Camat Karang Intan 5) Pembekal Desa Kiram 6) Kabag Tapem pemkab Tanah Laut 7) Kasat Intel Polres Tanah Laut 8) Kapolsek Bati-bati 9) Pembekal desa Bentok Dalam acara tersebut kedua belah pihak bersepakat untuk tidak melakukan aktivitas pembangunan apapun sementara pelayanan administrasi pemerintahan dan pelayan kesehatan tetap berjalan seperti biasa sambil menunggu keputusan final dari Pemda provinsi Kalimantan Selatan. b. Melakukan Gal terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang berada di daerah sengketa agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi baik dari pihak Pemkab Banjar maupun pihak Pemkab Tala sehingga suasana kamtibmas tetap kondusif. Telah dilakukan mediasi bertempat diruang kemitraan Polres Banjar untuk mencari solusi terbaik dan mencegah berkembangnya konflik horisontal sambil menunggu proses penyelesaian oleh pemerintah daerah provinsi Kalimantan Selatan.Banjar mengenai asal-usul daerah yang menjadi sengketa antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tala. 5. 4. hal tersebut terutama dipicu oleh pembangunan sarana sekolah yang dibangun oleh Pemkab Tala pada lokasi yang diklaim milik Pemkab Banjar sementara penduduk setempat yang nota bene memilki kartu tanda penduduk (KTP) desa Kiram Kecamatan Karang Intan justru mendukung agar pembangunan gedung sekolah yang dibangun oleh Pemkab Tala agar RAHASIA . RAHASIA 13 Terjadinya konlik antara masyarakat sekitar karena adanya permasalahan tapal batas tersebut. SITUASI SAAT INI Situasi diwilayah yang menjadi obyek sengketa saat ini relatif kondusif tetapi masih tetap mengandung kerawanan apabila sengketa batas antara Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut tidak segera diselesaikan..Karang Intan Kab. c. d. Melakukan monitoring dan pulbaket terhadap setiap perkembangan situasi yang berkaitan dengan Persengketaan antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tala agar dapat diambil langkah antisipasi secara dini dan tidak berkembang menjadi gangguan stabilitas kamtibmas . LANGKAH YANG TELAH DIAMBIL a.g. Melakukan pemanggilan dan interogasi terhadap pejabat Desa Kiram Kec.

RAHASIA 14 tetap diteruskan karena memang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat setempat . KRONOLOGIS. Rukun Makmur . LATAR BELAKANG . Rukun Makmur memberikan alasan bahwa fee desa untuk desa Batang Banyu akan diberikan setelah selesai proses penetapan tata batas antara kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin 3. SYAHRUN EFFENDI lokasi tambang Pt Rukun Makmur masuk wilayah desa Batang Banyu berdasarkan peta hasil penetapan batas daerah antara kabupaten Tapin dan kabupaten Banjar tahun 2006 yang telah ditanda tangani oleh pembekal Batang Banyu . Camat Sambung Makmur dan Camat Hatungun serta unsure pemerintah daerah dari dua kabupaten . PREDIKSI KERAWANAN a. Rukun Makmur cq Sub Kontraknya Pt RBU (RINDRA BARA UTAMA ) dengan Sdr. Pada hari minggu tanggal 9 Januari 2011 skj 13. pembekal Tarungin .bangan oleh Pt.. Dari pihak perusahaan Pt. Penutupan tersebut dilakukan karena menurut warga setempat pihak perusahaan selama tiga bulan tidak membayar fee desa . Persengkataan batas antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tapin diperkirakan bermotif kepentingan dari aparat desa setempat yang mengingkan mendapatkan bagian / fee dari adanya kegiatan penam. c. a. b. b. Sengketa tata batas antara Kabupaten banjar dan Kabupaten Tapin dilator belakangi oleh keberadaan perusahaan Tambang Batubara Pt.Syahrun Effendi telah melakukan penutupan aktifitas penambangan Pt.SYAHRUN Pembakal desa Batang Banyu terkait masalah fee desa yang selama 3 bulan terakhir tidak dibayarkan oleh pihak manajemen perusahaan 2. Menurut keterangan pembekal desa Batang Banyu Sdr. C SENGKETA TATA BATAS ANTARA KABUPATEN BANJAR DAN KABUPATEN TAPIN 1. Walaupun lokasi tambang Pt Rukun Makmur berada diwilayah desa Batang Banyu kecamatan Sambung Makmur tetapi dalam kenyataannya pihak perusahaan dalam melsakukan aktifiyas penambangan selalu berkoordinasi dengan pembekal tarungin kecamatan Hatungun sehingga hal tersebut menimbulkan kecemburuan social bagi warga desa Batang Banyu d. Dalam lokasi yang di persengketakan kaya akan kekayaan alam dan dari masing-masing kepala desa baik pembekal Batang Banyu kecamatan RAHASIA .00 wita masyarakat desa Batang Banyu dan desa Baru kecamatan Sanbung makmur yang dipimpin oleh pembekal desa Batang Banyu Sdr. Rukun makmur.

LANGKAH YANG TELAH DIAMBIL a. Kehidupan masyarakat yang berada di daerah yang di persengketakan antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tapin yang sebelumnya tampak harmonis namun sekarang setelah adanya persengketaan tapal batas tersebut mulai nampak adanya pengkotak-kotakan sehingga rawan konflik. e. Bangun Banua Persada Kalimantan Sambil menunggu proses penyelesaian tata batas antara desa Batang Banyu kecamatan Sambung Makmur kabupaten Banjar dengan desa Tarungin kecamatan Hatungun kabupaten Tapin masing-masing pihak bersepakat untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat provokatif yang dapat memicu timbulnya aksi-aksi anarkis. d.. Acara tersebut dihadiri oleh pihak-pihak terkait. telah dilaksanakan pertemuan dalam rangka pencegahan konflik sengketa perbatasan antara desa Batang Banyu kecamatan Sambung Makmur kabupaten Banjar dengan desa Tarungin kecematan Hatungun kabupaten Tapin. 4. Melakukan monitoring dan pulbaket terhadap setiap perkembangan situasiyang berkaitan dengan Persengketaan antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tapin agar dapat diambil langkah antisipasi secara dini dan tidak berkembang menjadi gangguan stabilitas kamtibmas . Permasalahan sengketa antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tapin agar segera diupayakan soslusi terbaik agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih komplek sehingga sulit untuk diselesaikan . RBU 10) PT. b. Melakukan pemanggilan dan interogasi terhadap pejabat Desa Batang Banyu mengenai asal-usul daerah yang menjadi sengketa antara Pemkab Banjar dengan Pemkab Tala. RAHASIA . Pada hari Jumat tangga 14 Januari 2011 bertempat diruang kemitraan Polres Banjar.antara lain : 1) Kapolres Banjar 2) Kasat Intelkam Polres Banjar 3) Kapolsek Sambung Makmur 4) Kapolsek Hatungun 5) Asisten I Setda kabupaten Banjar 6) Kadistamben kabupaten Banjar 7) Kabag Tapem kabupaten Banjar 8) Pembekal desa Batang Banyu 9) PT. c. c. Melakukan Gal terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang berada di daerah sengketa agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi baik dari pihak Pemkab Banjar maupun pihak Pemkab Tapin sehingga suasana kamtibmas tetap kondusif.RAHASIA 15 Sambung Makmur dan pembekal Tarungin kecamatan Hatungun berkepentingan ingin memasukan daerah tersebut ke wilayah desanya . Rukun Makmur 11) PT.

sementara pihak perusahaan bersikukuh walaupun dana untuk itu telah dianggarkan tetapi pembayaran tetap akan dilakukan setelah ada kepastian tata batas wilayah . KRONOLOGIS a. Draft peta kecamatan Mataraman tersebut merupakan inisiatif dari camat. Balimas yaitu sebuah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang perkebunan karet sementara lahan tersebut diklaim masuk dalam wilayah desa Kampung Baru kecamatan Mataraman . SITUASI SAAT INI Saat ini situasi diwilayah yang menjadi obyek sengketa relatif kondusif . karena selama ini pada tingkat desa tidak memiliki peta desar. yang mengajukan draft peta ke bagian Tapem kabupaten Banjar. D. pihak Pemkab Banjar menengarai bahwa permasalahan sengketa tata batas dilatarbelakangi keinginan untuk menguasai lahan yang ada pada daerah sengketa tersebut. b. tetapi masih tetap menyimpan beberapa potensi konflik hal tersebut terkait antara lain dikarenakan pihak Desa Batang banyu masih tetap menuntut agar fee desa selama 3 bulan tetap harus dibayar oleh pihak perusahaan . Beredar nya peta di setiap desa diwilayah kecamatan Mataraman. SENGKETA BATAS ANTARA DS KAMPUNG BARU KEC MATARAMAN DENGAN DS PULAU NYIUR DAN DS HABIRAU KEC KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR 1. Dalam menyikapi sengketa batas desa tersebut. pihak Tapem pemkab Banjar menyebutkan bahwa sampai saat ini kabupaten Banjar belum mengeluarkan surat keputusan terkait tata batas secara definitif. Dan draft tersebut mendapat sanggahan dari camat Karang Intan karena dalam peta tersebut ternyata terdapat sebagian wilayah kecamatan Karang Intan yang masuk dalam peta wilayah kecamatan Mataraman.RAHASIA 16 5. 2. ataupun kabupaten. Permasalahan sengketa perbatasan muncul setelah adanya program rencana pemetaan tata batas wilayah oleh kecamatan Mataraman. Sedangkan dasar pembuatan gambar peta desa di wilayah kecamatan Mataraman adalah mengacu pada Peta Rupa Bumi Indonesia tahun 1991 edisi I yang didapat dari bagian Tapem kabupaten Banjar. RAHASIA . LATAR BELAKANG Sengketa batas wilayah desa Kampung Baru kecamatan Mataraman dengan desa Pulau Nyiur kecamatan Karang intan dilatar belakangi oleh adanya penjualan lahan seluas 250 ha oleh warga desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan ke Pt. tingkat kecamatan. bukan merupakan pedoman ataupun penentu tata batas secara final. Sedangkan Peta Rupa Bumi Indonesia yang ada saat ini hanya sebagai acuan dalam menetapkan tata batas antar wilayah baik tingkat desa.

Hal tersebut pernah terjadi pada tahun 2004 ketika terjadi sengketa tata batas antara desa Kampung baru kecamatan Mataraman dengan desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan telah membawa korban 2 orang warga desa Pulau Nyiur meninggal dunia akibat tindakan penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum warga desa kampung Baru.Tanggapan dari pembekal desa Kampung Baru kecamatan Mataraman menyebutkan bahwa memasangan patok dan penanaman pohon karet diareal yang di per sengketakan oleh warga desar Kampung Baru dilakukan karena warga mendengar adanya rencana penjualan lahan oleh kelompok warga desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan kepada sebuah perusahaan swasta. e. Acara tersebut diprakarsai oleh Kapolres Banjar dan dihadiri oleh : 1) Kabag Tapem kabupaten Banjar 2) Camat Karang Intan 3) Camat Mataraman 4) Kasat Pol PP kabupaten Banjar 5) Kabag Linmas Pemkab Banjar 6) Kasat Intelkam Polres Banjar 7) Kapolsek Karang Intan 8) Kapolsek Mataraman 9) 15 orang tokoh masyarakat dari dua desa yang bersengketa RAHASIA . 3. mengingat rata-rata mayoritas penduduk adalah warga asli Kalimantan yang mempunyai tipikal tempramen tinggi serta kebiasaan membawa senjata tajam. b. LANGKAH-LANGKAH YG TELAH DIAMBIL a. d.Balimas yang dilakukan oleh masyarakat setempat . PREDIKSI KERAWANAN Sengketa tata batas antara desa Kampung Baru kecamatan Mataraman dengan Desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan mengandung potensi kerawanan yang cukup tinggi.RAHASIA 17 c. 4. Pada hari Jumat tanggal 17 desember 2010 bertempat diruang kemitraan Polres Banjar telah dilakukan mediasi sebagai upaya prefentif dalam pencegahan konflik antara warga desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan dengan warga desa Kampung Baru kecamatan Mataraman sebagai pihak yang bersengketa atas perbatasan kedua desa tersebut.Pada saat ini dilokasi yang disengketakan terdapat aktifitas berupa pembersihan pada areal kebun karet milik PT.Tanggapan dari pihak desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan menyebutkan bahwa pihaknya siap dan bersedia melakukan musyawarah dengan desa Kampung Baru dalam rangka upaya penyelesaian sengketa tata batas yang saat ini terjadi.

GT. SITUASI SAAT INI Diwilayah yang menjadi obyek sengketa tata batas antara desa Kampung Baru kecamatan Mataraman dan desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan sampai saat ini relatif kondusif. 2.Karang Intan Kab. Sebelah timur berbatasan dengan sdr PERWIRO (alm) .PM.ABDULRAHMAN (alm) yang dibuat di Martapura tanggal 20 September 1955 yang mana dalam surat tersebut terdapat peta lahan yang dimiliki oleh warga desa Padang Panjang dan sebagai saksi dalam jual beli tersebut adalah Sdr. 1. Identitas pemilik lahan tersebut adalah milik sdr. RAHASIA . Latar Belakang Adanya perintah dari Komandan Korem 101 /Antasari nomor Sprin / 966 / XII / 2009 tanggal 28 Desember 2009 tentang perintah pengamanan asset tanah milik TNI AD di daerah Sungai Ulin dan sekitarnya seluas 2.03/02 kec. SENGKETA BATAS ANTARA WARGA DS PADANG PANJANG KECAMATAN KARANG INTAN DGN BATALION 623 BWU .01 kecamatan karang intan kabupaten Banjar yang diperoleh dari warisan dari orang tuanya yang bernama BAKRI . namun masih mengandung beberapa potensi kerawanan yang setiap saat dapat muncul apabila salah satu pihak atau kedua-duanya melanggar kesepakatan yang sudah di lakukan.500 ( dua ribu lima ratus ) ha .Muhdi di desa Padang Panjang kampung kosambi rt. Kronologi kejadian a.EMRAN yang menjabat sebagai kepala kampung Karang Intan dan sdr AIMAN (alm) yang menjabata sebagai kepala padang karang intan dimana dalam petas tersebut lahan milik sdr BAKRI (alm) berukuran panjang 160 depa dan lebar 82 depa dengan batas-batas : Sebelah utara berbatasan dengan sdr SAIMAN .RAHASIA 18 5.Banjar rencana akan dilaksanakan eksekusi /pembongkaran bangunan tanpa izin yang akan dilakukan oleh Batalion 623 BWU . Sesuai surat keterangan jual beli yang dilakukan oleh sdr ATJUT bin MATALI (alm) kepada Sdr.Noor . E .   Sebelah barat berbatasan dengan sdr MASRUN Sebelah selatan berbatasan dengan straat Kusambi (sekarang jalan PM. b.MUHDI 49 thn pekerjaan petani alamat desa padang panjang rt. Pada hari jum’at tanggal 16 Desember 2011 sekira jam 10.Noor tepatnya dilahan yang diklaim milik Sdr.00 wita bertempat di Jl.

Camat karang Intan Kapolsek Karang Intan Iptu I NYOMAN WIDHI SH tokoh masyarakat Karang intan yang sekaligus anggota DPRD Kab banjar serta lebih kurang 20 warga desa Padang panjang.Noor desa Padang panjang rt 03/02 kecamatan karang intan kabupaten banjar telah dilakukan pertemuan antara pihak Batalion 623 / BWU yang diwakili oleh Pasi Intel LETDA ODE SAIPUDIN dengan pihak MUHDI dan disaksikan oleh Pembakal Padang panjang AMIR HUSIN . e. RAHASIA . Surat pemberitahuan nomor :B/736/XII/2011 tanggal 14 Desember 2011 berisi perihal perintah pembongkaran bangunan dalam waktu 1 x 24 jam atau paling lambat tanggal 15 Desember 2011 dan apabila dalam tempo tersebut tidak dilakukan pembongkaran oleh pemilik maka akan dilakukan pembongkaran oleh anggota TNI dari Yon 623 /BWU .P.M. bangunan tersebut mulai didirikan pada awal desember 2011 tetapi sampai saat ini belum selesai karena alasan dana .RAHASIA 19 c. setelah mendapat penjelasan tersebut yang bersangkutan pulang .MUHDI rencana akan didirikan bangunan untuk usaha pembuatan kusen dengan konstruksi bangunan semi permanen dengan ukuran 5 x 7 meter . Selanjutnya pada hari jum’at tanggal 16 Desember 2011 skj 10. Pada saat itu petugas dari Yon 623/BWU sekaligus memberikan surat dari pemberitahuan dari Yon 623 kepada Sdr MUHDI dengan tembusan ketua rt. Dalam pertemuan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa agar warga desa padang panjang yang memiliki tanan yang diklaim oleh pihak Batalion 623 /BWU agar mengumpulkan foto copy sertifikat / SKT /Segel dan bukti pembayaran pajak PBB untuk dilakukan penelitian oleh Tim yang akan dibentuk oleh Pemkab Banjar 3.03 . Oleh pembekal dijelaskan bahwa lahan tersebut adalah benar milik sdr MUHDI yang merupakan warisan dari sdr BAKRI sebagai orang tua kandung dari sdr MUHDI . kepala desa dan Camat Karang Intan . Setelah mendapat surat tersebut Sdr MUHDI mendatangi ketua rt 01 dan pembekal padang panjang untuk memperoleh penjelasan mengenai maksud dan tujuan dari surat pemberitahuan dari Batalion 623 serta menanyakan status lahan yang dimilikinya . Awal mulanya terjadi sengketa lahan tersebut adalah pada hari rabu tanggal 14 Desember 2011 . dimana pada saat sdr MUHDI dan para pekerja sedang mengerjakan bangunan datang anggota TNI dari Batalion 623 / BWU yang menyatakan bahwa bangunan yang didirikan tersebut masuk dalam kawasan lahan milik Batalion invantri 623 /BWU dan memerintahkan untuk menghentikan bangunan tersebut karena pemilik bangunan tidak memberitahukan/meminta izin kepada pihak Bnatalion 623/BWU . d.00 wita bertempat dilahan milik sdr MUHDI jl. Lahan yang diklaim milik Sdr. Prediksi .

Situasi saat ini . Untuk menghidari terjadinya konflik antara warga masyarakat dengan anggota TNI yang ditugaskan menjaga aset milik TNI AD tidak ada jalan lain kecuali masing-masing pihak disarankan untuk berusaha menahan diri sambil bermusyawarah dan bila tidak tercapai agar ditempuh jalur hukum dalam penyelesaiannya a. Langkah-langkah yg tlh diambil . Pihak masyarakat merasa memiliki lahan tersebut karena secara turun temurun sudah lama menghuni lahan tersebut dan dikuatkan dengan alas hak berupa sertifikat . namun masih mengandung beberapa potensi RAHASIA . b. Melakukan pulbaket dan pendekatan dan penggalangan kepada warga masyarakat agar dalam penyelesaian masalah sengketa lahan antara warga desa Padang Panjang dengan Batalion 623 /BWU dapat ditempuh melalui masyawarah . 5. Membawa permasalahan ini pada forum rapat Komunity Intelijen daerah ( Kominda ) pada hari Jum’at tanggal 16 Desember 2011 di Ruang Mahligai Sultan Adam untuk dibentuk sebuah Tim dari unsur terkait dalam rangka pencegahan terjadinya konflik . sedangkan dari pihak TNI AD cq Batalion 623 /BWU belum dapat menunjukkan alas hak melainkan hanya klaim kepemilikan berupa surat periintah dari kesatuan atas dalam hal ini Korem 101/Antasari dan adanya kehadiran warga masyarakat dan aparat pemerintahan desa ke tempat rencana pembongkaran adalah suatu bentuk perlawanan secara terselubung yang setiap saat dapat menjadi tindakan nyata apabila pembongkaran tersebut benar-benar dilaksanakan . Surat keterangan tanah dan membayar PBB .RAHASIA 20 Permasalahan sengketa tanah antara warga desa Padang Panjang kecamatan Karang Intan dengan pihak TNI AD cq Batalion 623 /BWU diperkirakan sulit menemui titik temu . menurut versi TNI AD istilah MC diartikan sebagai Militery Complek atau komplek Militer . hal tersebut dikarenakan adanya penafsiran yang berbeda dari klaim kepemilikan masing-masing yang bersengketa antara lain : a. sedangkan menurut versi Pemerintah daerah kata MC diistilahkan sebagai Minning Consersi atau daerah Tambang karena cakupannya mulai dari kecamatan Cempaka hingga ke kecamatan Pengaron dan sekitarnya . Adanya perbedaan tafsir antara pihak TNI AD cq Korem 101/Antasari dengan pihak Pemerintah Daerah tentang peta peninggalan belanda menyangkut istilah “MC “ . b. Diwilayah yang menjadi obyek sengketa tata batas antara warga desa Padang Panjang kecamatan Karang Intan dengan Batalion 623 / BWU sampai saat ini relatif kondusif. 4.

Selanjutnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat khususnya Ds. Gambut terkait dengan rencana eksplorasi dari PT. Beruntung Baru sekitar tahun 2010 dimana pada awal mulanya pihak perusahaan telah datang ke kantor Kecamatan guna melakukan pendekatan untuk bisanya diijinkan masuk ke daerah tersebut serta untuk dicarikan lahan guna bisa dilakukan tahapan eksplorasi terhadap gas metan. Kampung Baru Kec. Perusahaan Barito Basin Gas (BBG) mulai masuk ke Kec. Kampung Baru yang mana daerah tersebut rencana akan dibangun lokasi eksplorasi gas metan. Beruntung Baru sehingga pihak Muspika tidak mengetahui secara pasti akan hasil dari sosialisasi tersebut. 1. YUDI. desa dan masyarakat dari perusahaan BBG diwakili oleh Sdri. Beruntung Baru adalah adanya aksi penolakan dari warga Ds. 2. Kampung Baru menyetujui akan adanya kegiatan dari perusahaan tersebut. Pada waktu tahap sosialisasi kepada pihak pemerintah kecamatan. Sebagai Kontraktor dalam rencana kegiatan pengeboran/ eksplorasi gas methan tersebut adalah perusahaan Barito Basin Gas (PT. Namun disisi lain kegiatan sosialisasi tersebut tidak mengundang unsur Muspika Kec. Dan hasil dari sosialisasi tersebut sebagian besar warga masyarakat Ds. RAHASIA . perekrutan karyawan dalam pembuatan siring/ pondasi dan petugas sucurity serta pengurukan tanahnya diserahkan kepada Sub Kontraktor dalam hal ini adalah perusahaan Tata Wira Utama (PT. Guntung Ujung Kec.RAHASIA 21 kerawanan yang setiap saat dapat muncul apabila salah satu pihak atau kedua-duanya melanggar kesepakatan yang sudah di lakukan F. Kronologi kejadian a. Latar Belakang . HELDA sedangkan dari perusahaan TWU diwakili oleh Sdr. TWU). b. BBG terhenti. BBG dimana lokasi yang semestinya dijadikan sebagai lahan eksplorasi berbatasan dengan tanah wakaf milik warga Ds. BBG) namun pengerjaan dalam hal pembuatan siring/ pondasi. pengadaan kayu dan tanah. Awal mula terjadinya permasalahan yang mana pada akhirnya berujung pada penolakan dan penghentian aktifitas pekerjaan dari PT. Barito Basin Gas dalam hal eksplorasi gas metan di wilayah Ds. Gambut dan dengan adanya aksi penolakan tersebut maka akhirnya semua aktifitas pekerjaan dari PT. Guntung Ujung Kec.BBG OLEH WARGA KECAMATAN BERUNTUNG BARU DAN KECAAMATAN GAMBUT . PENOLAKAN EKSPLORASI GAS METAN PT.

MUHAMMAD NOOR yang menerangkan sebagai berikut : Pertama kali perusahaan Barito Basin Gas (PT. Gambut. i. BBG berada di Ds. Dengan adanya penolakan dari warga maka selanjutnya pihak kecamatan sering melakukan pertemuan yang melibatkan unsure Muspika Kec. e. BBG masuk ke daerah tersebut adalah untuk melakukan tahap eksplorasi terhadap keberadaan gas metan yang mana kegiatan tersebut sesuai dengan site plan dari pihak perusahaan bahwa lokasi eksplorasi untuk wilayah RAHASIA d. Dari beberapa kali pertemuan tersebut tidak ada jawaban yang pasti dari warga sehingga pihak kecamatan tidak bisa menyimpulkan apa alasan warga menolak keberadaan eksplorasi perusahaan. Baruntung Baru dan warga dengan maksud ingin mengetahui alasan dari warga terkait penolakan tersebut apakah dari warga akan meminta sesuatu/ tuntutan terhadap perusahaan ataukan ada permasalahan lain yang sekiranya hal tersebut sangat berdampak terhadap khalayak banyak. semen dsb namun sampai dengan saat ini pembangunan PAUD tidak terlaksana dengan alasan dana untuk para pekerja (Upah tukang) tidak ada. Beruntung Baru An. Namun dari pihak Kecamatan tidak mengetahui secara persis apa penyebab penolakan kegiatan eksplorasi tersebut. Keterangan Pembekal Ds. Terkait dengan adanya hal tersebut maka selanjutnya pihak kecamatan beserta pembekal Ds. Baruntung Baru maka selanjutnya pihak kecamatan berkeinginan untuk mengajukan proposal kepada pihak perusahaan. Kampung Baru sangat mendukung rencana keberadaan eksplorasi gas metan oleh PT. . kayu. h. BBG namun pada akhirnya ada sebagian masyarakat yang menolak adanya eksplorasi gas metan hal tersebut dikarenakan adanya pengarh dari warga Ds. Adapun proposal tersebut berisikan minta bantuan dibuatkan PAUD di Kecamatan Beruntung Baru dan selanjutnya proposal tersebut disetujui oleh pihak perusahaan dengan memberikan bahan-bahan material bangunan seperti batu. Gambut dan Kec. pasir.c. Kampung Baru berencana akan mengadakan pertemuan dengan Bupati Banjar dengan menghadirkan para warga dan rencana tersebut akan dilakukan pada bulan Januari 2012. Dengan masuknya perusahaan ke daerah Kec. f. Kampung Baru Kec. Baruntung Baru pada tahun 2010 dimana maksud dari PT. Beruntung Baru tepatnya di Rt 05 dimana pada lokasi tersebut berbatasan dengan tanah wakaf milik salah satu warga dari Ds. Guntung Ujung yang memang menolak adanya kegiatan eksplorasi di Ds. Pada awalnya warga masyarakat Ds. Guntung Ujung Kec. Kampung Baru. BBG) masuk ke Kec. g. Kampung Baru Kec. RAHASIA 22 Lokasi/ lahan eksplorasi dari PT.

warga juga membuat spanduk yang dipasang di atas jembatan yang mana isi dari spanduk tersebut adalah “ HAI. Lahan tersebut didapat oleh perusahaan setelah dilakukan sewa lahan kepada para pemilik dengan jangka waktu sewa selama 2 tahun dan apabila tahapan eksplorasi belum selesai maka bisa diperpanjang sampai dengan 3 tahun namun sekarang lahan/ lokasi tersebut menjadi permasalahan karena disamping lahan eksplorasi terdapat tanah wakaf yang mana pemilik dari tanah tersebut tidak memperbolehkan adanya kegiatan eksplorasi. SITI RAHMAH. Pada awalnya sebagian besar warga masyarakat Ds. Tambak Babi dan Ds. Baruntung Baru lokasi/ lahan yang rencana akan dijadikan tahap eksplorasi adalah Ds. Kec. sebelah Timur berbatasan dengan jalan kecamatan dan sebelah Selatan berbatasan dengan lahan milik BURHAN. Alasan penolakan tersebut adalah apabila perusahaan sudah melakukan operasinya maka akan mengganggu ekosistem dan merusak tanah di daerah tersebut seperti yang terjadi di daerah Sidoarjo Jawa Timur (Luapan Lapindo). Ds. Untuk di Kec. BBG selain itu ada juga pengaruh dari warga desa lain yang masih masuk di wilayah Kec Beruntung Baru diantaranya Ds. Ds. Beruntung Baru. Sungai Tabuk. Menurut Pembekal bahwa aksi tanda tangan penolakan tersebut sebagian besar berasal dari warga luar Ds. SELAMAT PRIBADI. Kampung Baru.RAHASIA 23 Kab. PEMERINTAH DAERAH KAMI TIDAK SETUJU ADANYA PENGEBORAN GAN METHAN DI DESA KAMI OLEH RAHASIA . Selain aksi tanda tangan. Untuk batas-batas lahan eksplorasi adalah sebelah Barat berbatasan dengan lahan milik H. sebelah Utara berbatasan dengan tanah wakaf. Banjar adalah wilayah Kec. Simpang Empat dan Kec. Yang mana lahan tersebut merupakan lahan pertanian yang biasa ditanami padi pada saat musim penghujan datang. Guntung Ujung yang memang dari awal tidak menyetujui akan adanya aktifitas eksplorasi oleh PT. Kampung Baru sangat antusias dengan masuknya investor ke daerah tersebut dengan alasan nantinya bisa untuk memajukan desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Aksi penolakan dari warga berupa pengumpulan tanda tangan warga untuk tidak menyetujui dilakukan eksplorasi dan sesuai informasi yang didapat ada sekitar 401 (Empat ratus satu) orang yang tidak menyetujui. Lawahan. Kampung Baru tepatnya di Rt 05. Handil Gayam. AWI dan Sdr. AWI. H. Menurut Pembekal bahwa lokasi yang akan dijadikan lahan eksplorasi seluas ± 2 Ha sedangkan pemilik lahan tersebut ada tiga orang diantaranya adalah Sdri. Sd. Handil Baru. Aksi penolakan tersebut terkait dengan adanya pengaruh dari warga Ds. namun pada akhirnya ada sebagian dari warga masyarakat yang menolak akan keberadaan investor tersebut.

BBG dijawab bahwa semua urusan masalah permohonan bantuan diserahkan kepada pihak Sub Kontraktor dalam hal ini PT. Selain itu adanya rasa kecemburuan social dari warga lain kampung di wilayah Kec. Keladan Baru Kec. Kampung Baru sudah melaporkan ke unsure Muspida tingkat II Kab. Adapun rencana memasukkan kayu galam tersebut sebanyak ± 30. Adapun bentuk permintaannya adalah untuk memberikan tandon air sebanyak 10 (Sepuluh) buah guna diserahkan kepada pondok pesantren yang berada di wilayah Kec.RAHASIA 24 EXXON MOBEL DAN PERUSAHAAN APAPUN “ HENTIKAN !!! TERTANDA MASYARAKAT. Tata Wira Utama.000 (Tiga puluh ribu) buah namun sampai dengan saat ini baru ± 10. Beruntung Baru dan Kec. Pengerjaan penumpukan kayu dan tanah tersebut dilakukan oleh Sub Kontraktor yaitu PT. Kampung Baru dimana ada sekitar 32 (Tiga puluh dua) orang dengan rincian 20 (Dua puluh) orang bekerja sebagai pembuat pondasi/ siring dan 12 (Dua belas) orang bekerja sebagai security. Terkait dengan aksi penolakan tersebut Pembekal Ds. Dengan adanya investor yang masuk ke Ds. Kampung Baru dan warga Ds. Kampung Baru maka selanjutnya pihak pemerintah Ds. Guntung Ujung Kec. Kampung Baru pihak perusahaan telah melakukan kegiatan berupa mendatangkan kayukayu galam dan pengurukan tanah di lokasi eksplorasi. Menurut pembekal Ds. Gambut dimana proposal tersebut berisikan permohonan perbaikan langgar namun oleh pihak perusahaan PT. Gambut. Beruntung Baru dimana dengan masuknya investor maka hanya RAHASIA . Kampung Baru permasalahan awal dari penolakan kegiatan eksplorasi gas methan di Ds. Handil Gayung Kec. Kayu-kayu tersebut ditumpuk di lokasi eksplorasi dan rencana kayu tersebut akan digunakan sebagai bahan pondasi/ siring dengan cara ditanam di lahan dan selanjutnya dilakukan pengurukan tanah. Namun karena mendapat penolakan dari warga maka kegiatan penumpukan kayu dan tanah terhenti. Sedangkan permintaan lain adalah supaya diberikan santunan kepada warga yang meninggal dunia serta minta dibuatkan langgar namun kedua permintaan tersebut belum mendapat jawaban dari pihak perusahaan. Kepolisian dan perusahaan. Baruntung Baru dan 3 (Tiga) buah diberikan ke pondok pesantren Darul Falah yang berada di Ds. Gambut namun oleh perusahaan hanya diberikan 5 (Lima) buah yang mana 2 (Dua) buah diberikan ke pondok pesantren Tahasus yang berada di Ds. Kampung Baru pernah mengajukan permohonan bantuan kepada pihak perusahaan.000 (Sepuluh ribu) buah dengan ukuran sepanjang 6 (Enam) meter. Sejak memperoleh ijin dari pemerintah Kec. pemerintah Ds. Kampung Baru adalah adanya keterlambatan dari pihak perusahaan terkait adanya proposal yang diajukan oleh pemerintah Ds. Beruntung Baru. Tata Wira Utama dan para pekerjanya diambilkan dari warga masyarakat Ds. Banjar.

Gambut adalah Guru Yamani 40 Th.468 (Tiga ribu empat ratus enam puluh delapan) M2. Menurut pembekal bahwa lokasi yang rencana dijadikan sebagai tahap eksplorasi gas methan tersebut saat ini sedang bermasalah dimana permasalahannya adalah lahan eksplorasi berbatasan dengan lahan tanah wakaf. Guntung Ujung Kec. Beruntung Baru. Hampir semua warga Ds. Kampung Baru saja sedangkan desa-desa yang lain tidak akan mendapat kebagian keuntungan. J. Guru UMAR sekarang sudah meninggal dan sebagai penggantinya sebagai tokoh agama di Rt 01 Ds. Beruntung Baru dan rencana kegiatan tersebut akan dilakukan pada bulan Januari tahun 2012. Gambut. Tanah tersebut merupakan tanah kosong yang peruntukannya sebagai lahan pertanian dimana nantinya setelah lahan tersebut panen maka hasilnya akan dibagi dua antara pengelola dan diserahkan ke Mushola Darul Iman yang berada di Rt 01 Ds. HASBULLAH yang menerangkan sebagai berikut : Gambut An. Kampung Baru Kec. BBG tidak lagi bekerja di PT. Baruntung Baru. pihak perusahaan telah melakukan sosialisasi kepada warga yang mana dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh unsur Muspika Kec. Sepengetahuan pembekal tanah wakaf tersebut berukuran ± 12 (Dua belas) borong atau sekitar 3. ANANG SYAHRANI. Guntung Ujung Kec. unsur pemerintahan Ds. Kampung Baru Kec. Situasi saat ini untuk di wilayah Ds. 70 Th. Hal tersebut sesuai dengan amanah dari pemilik asal tanah tersebut dalam hal ini (Alm) H. Kampung Baru Kec. RAHASIA . Alamat Rt 01 Ds. Guntung Ujung Kec. Beruntung Baru. Keterangan Pembekal Ds. Guntung Ujung sekitar ± 500 (Lima ratus) orang. Guru UMAR (Sekarang sudah meninggal) bahwa tanah wakaf sesuai dengan aturan agama peruntukannya harus sesuai dengan amanah dari pemiliknya yang sudah meninggal. Guntung Ujung dan Guru HASBI. Gambut. Permulaannya pihak perusahaan berencana akan menyewa tanah wakaf tersebut namun karena adanya masukan dari tokoh agama yang berada di Rt 01 An. Kampung Baru adalah akan melakukan pertemuan dengan Bupati Banjar dengan melibatkan unsur Muspika Tingkat II Kec. BBG) masuk ke wilayah Kec. Tani. Guntung Ujung dan warga Ds. Sehingga dengan adanya masukan dan penjelasan dari tokoh agama tersebut maka pihak pengelola tanah tersebut tidak memperbolehkan tanah tersebut untuk dijadikan sebagai lokasi eksplorasi gas methan. Guntung Ujung. Alamat Ds. Beruntung Baru masih kondusif meskipun semua warga yang bekerja di PT. Kampung Baru yang terdiri dari 7 (Tujuh) Rt masih mendukung adanya kegiatan eksplorasi oleh perusahaan BBG. Sebelum perusahaan Barito Basin Gas (PT. Sedangkan langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh pihak pemerintah Ds. Pertemuan tersebut dalam rangka sosialisasi rencana adanya lokasi pengeboran/ tahap eksplorasi gas methan di Ds. BBG.RAHASIA 25 memajukan dan meningkatkan perekonomian warga Ds. Pertemuan tersebut dilakukan di rumah pembekal Ds.

RAHASIA 26 35 Th. Alamat Rt 01 Ds. Guntung Ujung yang terdiri dari 3 (Tiga) Rt menolak pengeboran gas methan. Guntung Ujung khususnya Rt 01 dan umumnya semua warga Ds. Tambak Babi Kec. ada juga dari beberapa desa yang wilayahnya masuk Kec. apabila lokasi tersebut jadi dilakukan pengeboran gas maka dampaknya akan menjadi luas dimana warga khawatir kejadian di Sidoarjo Jawa Timur (Lumpur Lapindo) akan terjadi diwilayah tersebut selain itu warga khususnya Rt 01 Ds. Guntung Ujung. Lawahan Kec. Beruntung Baru. Handil Babirik Kec. RAHASIA . YANSYAH. Dengan adanya penolakan tersebut maka pihak Muspika Kec. Beruntung Baru pihak pemerintah Ds. Beruntung Baru. HAMSYI yang merupakan pengelola mushola Darul Iman Rt 01 Ds. Penolakan tersebut akhirnya menyebar dan sekarang hampir semua warga Ds. Gambut masih kondusif dan terkait dengan kegiatan eksplorasi gas methan tersebut warga masyarakat sebagian besar masih menolak kegiatannya. Pembekal juga menjelaskan bahwa warga yang menolak kegiatan eksplorasi tersebut adalah selain warga Ds. Guntung Ujung An. Guntung Ujung sering melakukan pertemuan dengan pihak warga masyarakat namun hasil dari semua pertemuan tersebut pihak masyarakat masih bersikukuh untuk tetap menolak adanya rencana pengeboran gas methan di lokasi yang bersampingan dengan tanah wakaf tersebut. Guntung Ujung tidak pernah memasukkan proposal ke pihak perusahaan. Situasi saat ini wilayah Ds. Sdr. Guntung Ujung serta pengelola mushola yang diamanahkan sebagai pengelola tanah wakaf. Sejak masuknya perusahaan ke wilayah Kec. Guntung Ujung melakukan pertemuan dengan Bupati Banjar guna dilakukan langkah-langkah pendekatan terkait penolakan dari warga tersebut yaitu dengan mendatangi acara selamatan dari pihak perusahaan pada saat pertama kali akan melakukan pekerjaan pengurukan dan pembuatan siring/ pondasi namun oleh Camat dan pembekal tidak diperbolehkan dengan alasan khawatir Bupati akan mendapat cercaan/ suara-suara tidak menyenangkan dari warga terkait rencana kegiatan pengeboran gas methan sehingga kegiatan tersebut urung dilaksanakan oleh Bupati Banjar. Guntung Ujung yang mana keduanya adalah masih kerabat/ saudara dari Guru UMAR. Gambut beserta unsur pemerintah Ds. Ds. Selain itu kedua tokoh agama tersebut juga berprofesi sebagai guru pengajar di Pondok Pesantren Akhsanul Ihsan yang berada di Ds. Selain itu hampir semua warga Rt 01 Ds. Beruntung Baru. Ds. Handil Gayam Kec. Guntung Ujung Kec. Adapun tokoh-tokoh yang berpengaruh terkait dengan adanya aksi penolakan tersebut adalah Ketua Rt 01 Ds. Guntung Ujung menyayangkan kepada pihak perusahaan yang tidak melakukan ijin terlebih dahulu kepada pihak warga Rt 01 Ds. Beruntung Baru yang diantaranya adalah warga Ds. Guntung Ujung. Guntung Ujung juga menolak keberadaan eksplorasi gas methan. Menurut pembekal pernah pihak Muspika Kec. Handil Lima Kec. Alasan dari pihak pengelola/ warga tidak memperbolehkan tanah tersebut disewa adalah selain tidak sesuai dengan amanah dari pemilik tanah. Beruntung Baru dan Ds. Beruntung Baru. Gambut beserta pemerintah Ds.

30 tahun. Alamat Komplek Griya Tungkaran Persada desa Tungkaran kecamatan martapura Kota kabupaten Banjar dengan tempat kejadian perkara sama dengan alamat korban. 2. NURAHMAN. 38 tahun. 5. Beruntung Baru. Setelah itu saksi melihat korban di seret dari teras rumah menuju halaman rumah sejauh sekitar 6 meter. Suku Banjar.RAHASIA 27 3. Kampung Baru Kec. 4. para pelaku meninggalkan TKP dengan menggunakan sepeda motor jenis matic. Menurut keterangan saksi An. . di ketahui korban telah membuka pintu dan melakukan perbincangan dengan dengan dua orang laki laki hingga akhirnya terjadinya gerakan seperti orang membacok. Swasta. namun sekitar 10 menit setelah pelaku meninggalkan TKP saksi keluar rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut ke tetangga sekitarnya. Waktu mendengar suara tersebut saksi mengintip keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi atas kegaduhan tersebut. Pada hari Senin tanggal 24 Oktober 2011 sekitar pukul 24. dan di halaman rumah korban di keroyok sebanyak 6 orang yangvsemuanya menggunakan alat semacam senjata tajam. FAKTA – FAKTA B. Penghentian pengerjaan pada lokasi pengeboran/ eksplorasi adalah sebagai akibat dari adanya oknum warga yang melakukan aksi pengumpulan tanda tangan warga untuk menolak pekerjaan pengeboran di lokasi eksplorasi selain itu disinyalir juga adanya kecemburuan social dari warga terkait dengan rencana adanya pengerjaan pengeboran gas methan yang berlokasi di Ds. ADI FAHRIADI. Karena ada rasa takut maka saksi tidak langsung menghampiri korban. swasta. Disamping bitu kurangnya sosialisasi dan pendekatan dari pihak perusahaan juga menjadi salah satu pemicu adanya penolakan adanya kegiatan pengeboran/ eksplorasi gas methan sehingga warga beranggapan bahwa perusahaan hanya mementingkan urusan dengan para pejabat pemerintah saja tanpa memperhatikan kesejahteraan warga sekitar. Prediksi .30 wita saksi mendengar ada suara keributan di rumah korban dengan cara memanggil nama korban dan menggedor pintu rumah korban dan meminta korban untuk keluar dari dalam rumah. Sekira pukul 24. 3.30 Wita terjadi pembunuhan terhadap korban An. alamat sama dengan TKP (tetangga korban dengan posisi rumah berseberangan) menyebutkan bahwa : 1. Setelah melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam maka para pelaku meninggalkan korban di TKP dengan posisi tubuh korban tertelungkup. RAHASIA C.

4. SANIMAN. Untuk mengetahui siapa yang mendatangi rumahnya tersebut maka saksi mengintip lewat jendela dan di ketahui beberapa orang laki laki yang di kenali suaranya adalah An. 31 tahun. 7. Saat di persembunyian saksi berusaha mencari pinjaman Hand Phone untuk meminta pertolongan hingga akhirnya dapat menghubungi anggota Polresta Banjarmasin An. Terhadap beberapa orang RAHASIA . suku Madura. Ibu rumah tangga.RAHASIA 28 D. Saat itu korban berusaha lari ke arah luar rumah namun di kejar oleh pelaku dan saat itu juga saksi melarikan diri dengan anaknya melewati pintu belakang rumah. 2. Setelah mengetahui keadaan tersebut maka saksi memberitahukan kepada korban bahwa di cari orang tersebut. Sejak saat itu dirinya sering mendapatkan ancaman / teror yang menyebutkan akan di bunuh bersama dengan korban. 3. sempat di dengar perbincangan antara korban dengan para pelaku namun saksi tidak mendengarnya dengan jelas. Karena dalam hubungan rumah tangganya terdapat permasalahan dan saksi menjalin hubungan lagi dengan korban. Saat dalam upaya meninggalkan rumah maka saksi sempat mendengar suara seperti pukulan ke tubuh orang tapi tidak melihatnya dengan jelas hingga akhirnya saksi berhasil meninggalkan rumahnya untuk bersembunyi. NAWI. Saksi keluar dari persembunyianya setelah mengetahui di sekitar rumahnya banyak orang dan telah ada polisi yang saat itu pula baru di ketahui bahwa suaminya telah meninggal dunia dengan bekas penganiayaan. alamat Sama dengan TKP ( istri korban ) menyebutkan bahwa : 1. alamat desa Madurejo. MUSAIR. 2 Menurut …… E. H. Menurut keterangan saksi An. datang ke rumahnya beberapa orang laki laki dengan dengan cara memanggil nama korban dan menggedor pintu rumah korban dengan memanggil manggil nama korban. RIAN DANA ARIWIJAYA. Sekira pukul 24. 6. umur 9 tahun. SAMUD.00 wita. Saat saksi masuk kedalam kamar bermaksud berganti baju maka korban membuka pintu dan kelompok pelaku masuk rumah. LILI RIKAYANTI. sedang yang lainnya yang di lihat An. LILY RIKAYANTI menyebutkan bahwa kasus ini ada hubungannya dengan masalah pribadinya sebagai istri dari H. Dengan adanya kejadian tersebut saksi An. oleh korban saksi di suruh untuk meninggalkan rumah bersama anaknya An. seorang yang tidak di kenal dan masih ada orang yang tidak jelas di lihat berada di kegelapan dekat sumur. F. JHONY ARIEF. H. sebagai orang yang di kenal saksi dan di ingat nomor hand phonenya. 5.

Terhadap permasalahan tersebut maka Polres Banjar telah melakukan langkah – langkah. G. anak kunci sepeda motor milik korban.sama dengan korban. kepala bagian belakang.00 wita korban di evakuasi ke RSU D Ratu zalecha martapura. lengan tangan kiri. punggung. Sekira …… G. lengan tangan kanan. Menurut keterangan dari saksi An. bahu kanan. MAWI suku Madura dan saat ini masih dalam pemerksaan oleh Sat Reskrim Polres Banjar untuk dapat di lakukan pengembangan pengungkapan latar belakang dan motifasi kasus. . Sekira pukul 04. Sdri.RAHASIA 29 yang mendatangi rumahnya saat kejadian tersebut di atas maka saksi adalah mengenalnya karena lebih dari 10 tahun kenal dengan dekat terhadap orangorang tersebut. hal ini dapat di lihat dari kedatangan pelaku ke rumah korban pada malam hari dengan serta telah membawa senjata tajam dan dilakukan oleh banyak pelaku dan di dukung pula adanya permasalahan keluarga dan masa lalu istri korban. III. D. bahu kiri. Barang bukti yang di amankan Sat Reskrim di Mapolres Banjar adalah berupa sebuah senjata tajam berupa celurit yang terdapat bekas bercak darah yang di duga milik salah satu pelaku . CATATAN A. LILI RIKAYANTI bahwa pada bulan Mei 2011 yang bersangkutan juga pernah mengalami peristiwa penganiaayaan terhadap dirinya di rumah saksi ( Banjarmasin ) yang dilakukan oleh pelaku yang menyebabkan dirinya mengalami luka lebam pada bagian wajah dan ancaman akan dibunuh dengan menggunakan pisau namun peristiwa tersebut dicegah oleh salah seorang rekan pelaku dengan tujuan untuk menghabisi nyawa saksi bersama . 3 F. Melihat fakta-fakta tersebut maka dapat di tarik kesimpulan bahwa terjadinya kasus pembunuhan di atas terdapat indikasi adanya unsur perencanaan . Serta kerawanan yang perlu di antisipasi adalah kemungkinan adanya tuntutan balas dendam dari pihak keluarga korban terhadap para pelaku dimana kerawanan yang lebih besar adalah korban berasal dari suku Banjar dan pelaku dari suku Madura. Dari hasil fisum Et repertum mayat pada tubuh korban di temukan luka bacok / luka terbuka bekas benda tajam pada : leher bagian depan. sebuah anak kunci pintu rumah milik korban. Dipandang perlu dilakukan monitoring perkembangan pasca terjadinya kasus tersebut di atas mengingat menurut keterangan beberapa saksi menyebutkan bahwa pelaku lebih dari empat orang dan saat ini baru di amankan satu orang yang di duga sebagai pelaku. sebagai berikut : RAHASIA B. Setelah kejadian tersebut pihak Polres Banjar telah mengamankan seorang laki laki yang di duga sebagai pelaku yakni An. sehingga tidak menutup kemungkinan bila hal ini di manfaatkan oleh pihak tertentu maka menjadi pemicu konflik antar suku. siku tangan kanan. C.

BBG dalam hal eksplorasi. Perusahaan Barito Basin Gas (PT. B. CATATAN A. Beruntung Baru yang mana pada lokasi tersebut berbatasan dengan lahan milik warga yang sudah diwakafkan. 5. Kampung Baru Kec. Kurangnya sosialisasi dan pendekatan dari pihak perusahaan juga menjadi salah satu pemicu adanya penolakan adanya kegiatan pengeboran/ eksplorasi gas methan sehingga warga beranggapan bahwa perusahaan hanya mementingkan urusan dengan para pejabat pemerintah saja tanpa memperhatikan kesejahteraan warga sekitar. 2. lokasi serta 4. Dimana sesuai dengan penjelasan dari tokoh agama Ds. Mengumpulkan Baket terkait tersebvut di sekitar pengembangannya. Guntung Ujung bahwa lahan wakaf peruntukannya harus sesuai dengan amanah dari pemilik tanah. Banjar diantaranya adalah di Kec. Kampung Baru Kec. Mengamankan orang yang di duga sebagai pelaku dan mengembangkan kasus untuk mengungkap latar belakang dan motifasi kasus. Guntung Ujung Kec. Penghentian pengerjaan pada lokasi pengeboran/ eksplorasi adalah sebagai akibat dari adanya oknum warga yang melakukan aksi pengumpulan tanda tangan warga untuk menolak pekerjaan pengeboran di lokasi eksplorasi selain itu disinyalir juga adanya kecemburuan social dari warga terkait dengan rencana adanya pengerjaan pengeboran gas methan yang berlokasi di Ds. 4 4.. Selain itu alasan lain adalah warga tidak mau terjadi kasus Lapindo terjadi di daerah tersebut serta tidak adanya inisiatif dari perusahaan dalam hal pendekatan dan meminta ijin terlebih dahulu kepada pengelola tanah wakaf maupun warga Rt 01 Ds. RAHASIA . Awal mula terjadinya permasalahan adalah adanya rencana dari perusahaan Barito Basin Gas (PT. III. BBG) melakukan tahapan eksplorasi/ pengeboran gas methan di beberapa daerah di wilayah Kab. D.. C. Sungai Tabuk. Beruntung Baru. Mengevakuasi korban ke RSU Ratu zalecha martapura. Beruntung Baru. Mengamankan . Simpang Empat dan Kec. RAHASIA 30 Melakukan pengamanan dan Olah TKP.. 3.. Kec. BBG) yang akan melakukan tahapan eksplorasi/ pengeboran gas methan di lokasi Rt 01 Ds.1. Kegiatan tersebut sesuai dengan site plant yang dimiliki oleh PT. Gambut. menyusun dan menyampaikan laporan kepada satuan atas.

Melaporkan kepada satuan atas. Martapura . Guntung Ujung dan Ds.serta para tokoh masyarakat serta alim ulama . RAHASIA 31 Perlunya dilakukan koordinasi.E. serta upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dengan melibatkan instansi terkait . PENUTUP Demikian Mapping Peta Kerawanan Sengketa perbatasan yang ada diwilayah hukum Polres Banjar ini dibuat sebagai upaya memberikan gambaran adanya kerawanan sosial yang menjurus kearah potensi konflik . Melakukan pulbaket terhadap kisaran suara masyarakat. F. Kampung Baru. 4. 2. Melakukan pemantauan situasi terkait penolakan oleh warga terhadap kegiatan pengeboran/ eksplorasi gas methan. 9 Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas telah dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : 1. 3. III. 5. Gambut dan Beruntung Baru serta pembekal Ds.. Sehubungan…. F. Melakukan koordinasi dengan unsur Muspika Kec. masing-masing pihak yang bersengketa bersedia menahan diri demi terciptanya stabilitas keamanan . Sampai dengan saat ini situasi masih tetap kondusif . RAHASIA Januari 2012 . Hingga saat ini proses penyelesaian sengketa tata batas baik antar kabupaten yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Selatan maupun sengketa wilayah desa dalam lingkup Kabupaten Banjar oleh Pemerintah Daerah kabupaten Banjar masih menunggu proses penyelesaian . Melakukan penyelidikan terhadap asal usul tanah yang menjadi persengketaan. pertemuan-pertemuan dengan melibatkan semua unsur yang terkait guna diperoleh jalan pemecahan dengan adanya aksi penolakan dari warga tersebut guna menghindari adanya gangguan Sitkamtibmas dan menciptakan situasi kondisi yang kondusif di daerah tersebut.

RAHASIA 32 KEPALA KEPOLISIAN RESORT BANJAR WAHYU DWI ARIWIBOWO AKBP NRP 71040687 RAHASIA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->