P. 1
Membentuk Kepribadian Anak Dengan Islam

Membentuk Kepribadian Anak Dengan Islam

|Views: 49|Likes:
Published by Zoel Afkar Mk

More info:

Published by: Zoel Afkar Mk on Nov 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Membentuk Kepribadian Anak dengan Islam

Anak-anak adalah petualang dan pembelajar sejati yang penuh kejujuran dalam merealisasikan pikiran dan mengekspresikan perasaannya. Semua orang tua tentu ingin membahagiakan anak-anaknya, melihat mereka tumbuh sehat, cerdas dan sukses dalam kehidupannya. Namun, dalam praktiknya, keinginan tersebut seringkali menjadi ekspektasi yang berlebihan bahkan ambisi yang justru bisa menimbulkan masalah bagi proses pembentukan kepribadiannya. Dalam prosesnya, kepribadian terbentuk berdasarkan hasil meniru, baik dari dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan luar. Akan tetapi, faktor internal dalam keluarga seperti kasih sayang, perhatian, pola asuh, didikan, serta metode pendekatan/pendidikan dalam membentuk kepribadian juga membangun kecerdasannya memiliki porsi lebih besar. Di samping itu, kita juga harus menyadari dan memahami adanya faktor alami seperti bakat dan dorongan minatnya. Karena itu, dalam upaya membentuk kepribadian dan mendidik anak, serta mengantarkannya menuju kesuksesan ada beberapa hal berikut yang harus benar-benar dipahami orang tua. Pertama, hindari ekspektasi dan ambisi berlebihan dalam mendidik, mengarahkan dan membentuk kepribadian serta perkembangan anak. Ambisi berlebihan berpengaruh terhadap pemaksaan kehendak yang seringkali membawa masalah dalam pola asuh, komunikasi, serta hubungan orang tua dan anak di fase-fase berikutnya. Tidak sedikit anak yang mengalami stress, frustasi bahkan depresi karena merasa gagal, tidak mampu memenuhi keinginan orang tua, sehingga mereka banyak yang merasa menjadi “korban”

Hal ini juga perlu ditunjang dengan keadilan dalam sikap. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan kepribadiannya. yakni adanya keselarasan pemahaman prinsip antara metode pendidikan sekolah dengan pola asuh dan didikan di rumah. faktor kecerdasan emosional dan advertisal lebih banyak membantu membangun kepribadian anak yang lebih matang. cara berbicara dan cara memperlakukan mereka sebagai subjek kehidupan yang akan terus tumbuh dan berkembang. orang tua dapat mengasah. tidak berani mengambil keputusan. objek idealisme yang kurang realistis. Ketiga.ambisi orang tua. memupuk dan mengarahkan bakat. Dalam hal ini. bahkan menjadi target sebuah kepentingan. meskipun pendidikan di sekolah hanya sebagai penunjang pendidikan keluarga. Kecerdasan intelektual bukan satu-satunya pembentuk kecerdasan otak yang penting untuk dikembangkan. orang tua harus memahami tingkat kemampuan anak dan tingkat kecerdasan anak. faktor kenyamanan anak dalam belajar dan bersekolah menjadi hal yang harus lebih diutamakan karena hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan pribadi dan mentalitasnya di kemudian hari. sehingga ada kesamaan atau kesesuaian pendekatan antara keduanya. Sekolah dapat dikatakan sebagai rumah kedua bagi anak. Bisa saja ia akan menjadi pribadi yang kurang percaya diri. pesimis. Keunggulan sebuah sekolah tidak hanya terletak pada kelengkapan fasilitas. adanya harmoni komunikasi dengan pendidikan keluarga. tetapi sebagai orang tua kita harus berupaya menstimulasi pertumbuhan otaknya dan mengoptimalkan kompetensi anak. Dalam kehidupan nyata sehari-hari. lebih siap menghadapi masalah. atau bahkan mampu menginspirasi dan memperbaiki pola-pola yang salah dalam pendidikan di rumah. sehingga orang tua dapat menghargai dan memperlakukan anak secara adil. memahami multiple intellegencies anak. Tidak sedikit anak-anak yang terlihat biasa saja dalam kecerdasan kognitifnya. pahami konsep ”sekolah unggul” dengan benar. tetapi memiliki bakat tertentu yang justru membuatnya lebih kreatif dan sukses. sehingga orang tua dapat mengenali dan memahami bakat juga minat anak untuk kemudian mengarahkannya dengan benar Dengan memahami hal ini. Lebih dari semua itu. Tidak semua anak memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi. serta menumbuhkan minat anak di bidang tertentu yang bisa menjadi pegangan penting dalam kehidupannya di masa depan. . memahami siklus kompetensi dan pertumbuhan otak anak. tetapi juga keunggulan metode pendidikan dan penerapannya. Keempat. Kedua. takut salah.

ciptakan suasana yang nyaman. karena islam merupakan agama yang sempurna yang mengatur sluruh aspek kehidupan tak terkecuali kepribadian seseorang. pandangan dan pemikiran yang ada di masyarakat sekitarnya. 475 . Jika dalam diri anak terdapat banyak memori negatif yang disertai dengan self image yang buruk seperti memberikan label „anak bodoh‟. Pola sikap pada diri seseorang tentu sangat ditentukan oleh 'nilai paling dasar' atau ideologi yang diyakininya. Sebagai umat Islam. tentu harus mengacu kepada Islam pula. Dari pola sikap inilah bisa diketahui bagaimana sikap. self image. pandangan atau pemikiran yang dikembangkan oleh seseorang atau yang digunakannya dalam menanggapi berbagai sikap. Keempat faktor pembentuk karakter tersebut sangat membantu pemahaman kita atas keempat hal di atas. pembiasaan-pembiasaan yang positif. sebagai muslim/muslimah tentu kita menginginkan bahagia didunia dan selamat diakhirat kelak. selain meningkatkan pengetahuan keislaman (tsaqafah islamiyah) dan menjalankannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. syakhsiyah secara bahasa bermakna “shifaatun tumayyizu alsyakhsya min ghoirihi” (sifat atau karakter satu orang dengan yang lainya).Keempat hal tersebut. -seperti . pandangan atau pemikiran yang ada pada dirinya dalam mensikapi atau menanggapi berbagai pandangan dan pemikiran tertentu. firman Allah dalam surat almaidah ayat 3. maka akan membentuk kepribadian yang negattif dan kebiasaan yang buruk pula. Disamping itu. serta sikap dan perlakuan yang menyenangkan bagi anak agar ia memiliki kenangan indah dan tumbuh menjadi pribadi yang positif. (1972) dalam kitabnya Al Mu‟jam Al Wasith hlm. Pola sikap seseorang ditunjukkan dengan sikap. bila kita perhatikan berkaitan dengan pentingnya memahami karakter anak dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian anak. Oleh karena itu. Karakter terletak di alam bawah sadar yang meliputi memori. Ibrahim Anis et. seseorang akan mengembangkan suatu ide/konsep. untuk membentuk kepribadian yang unggul kepada anak-anak kita maupun diri kita sendiri. personality dan habit. Menurut An-Nabhani (2000) kepribadian adalah perwujudan dari pola sikap/pola pikir (yakni bagaimana ia bersikap dan berpikir) dan pola tingkah laku (bagaimana ia bertingkah laku). Arti Kepribadian Menurut Dr. Tidak ada cara lain agar tujuan itu tercapai. Misalnya. Al.

Seseorang akan makan-minum apa saja dalam memenuhi kebutuhan biologisnya bila ideologi yang diyakininya membolehkan hal itu. yang kedua komponen tersebut terpancar dari ideologi(Aqidah)yang khas/tertentu. Seseorangpun akan memuaskan naluri seksualnya dengan cara apa saja bila ideologi yang diyakininya membolehkan hal itu. maupun kebutuhan naluriahnya (beribadah. Jadi. Begitu pula sebaliknya. bila ideologinya melarang hal seperti itu. konsep dan pemikiran yang ada di masyarakat. persamaan dan kesetaraan. Begitu pula sebaliknya.kebebasan. bermasyarakat. bergaul.bila ideologi yang diyakininya membolehkan hal tersebut. bila ideologi yang diyakininya membolehkan hal itu. kepribadian (Syakhshiyah) terbentuk dari pola sikap (Aqliyah) dan pola tingkah laku (Nafsiyyah). berpakaian. maka 'corak' kepribadian seseorang memang sangat bergantung kepada ideologi/aqidah yang dianutnya. Sedangkan 'pola tingkah laku' adalah perbuatan-perbuatan nyata yang dilakukan seseorang dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya (kebutuhan biologis maupun naluriahnya).. dimana semua pandangan dan konsep tersebut distandarisasi dengan ilmu dan nilai-nilai Islami.). berketurunan. seseorang dikatakan memiliki syakhshiyah Islamiyah. Dari sinilah maka ketika membahas tentang kepribadian Islam (Syakhshiyyah Islamiyyah) berarti berbicara tentang sejauh mana seseorang memiliki pola sikap yang Islami (Aqliyyah Islamiyyah) dan sejauh mana ia memiliki pola tingkah laku yang Islami (Nafsiyyah Islamiyyah). pandangan.). minum. Sedangkan Nafsiyyah Islamiyyah hanya akan terbentuk dan menjadi kuat bila seseorang menjadikan aturan-aturan Islam dalam memenuhi kebutuhan biologisnya (makan. jika ia memiliki aqliyah . dsb. Dalam bahasa yang lebih praktis. Pola tingkah laku pada diri seseorang pun sangat ditentukan oleh 'nilai paling dasar' atau ideologi yang diyakininya. Dan ia pun akan mengatur aturan peribadahannya. tata cara bergaulnya dan berakhlak sesuai dengan keinginannya. Walhasil. tata cara berpakaiannya. Aqliyyah Islamiyyah hanya akan terbentuk dan menjadi kuat bila ia memiliki keyakinan yang benar dan kokoh terhadap aqidah Islamiyah dan ia memiliki ilmu-ilmu ke-Islaman yang cukup untuk bersikap terhadap berbagai ide.dsb. pola sikap dan pola tingkah laku inilah yang menentukan 'corak' kepribadian seseorang. Dan karena pola sikap dan pola tingkah laku ini sangat ditentukan oleh nilai dasar/ideologi yang diyakininya.

Barang siapa menabur angin. Langkah dalam Menyusun Kepribadian Islam kepribadian pada anak untuk memeliki unggul langkah pertama yang harus diintroduksikan dan ditanamkan pada diri seseorang adalah aqidah Islam. iman kepada para Rasul utusan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa bersikap/berfikir atas dasar pola berfikir Islami dan orang-orang yang senantiasa memenuhi kebutuhan jasmani dan nalurinya sesuai dengan aturan Islam. Iman kepada hari akhir dia fahami sebagai tempat pertanggungjawaban seluruh keimanan dengan segala konsekuensi dan konsistensi dalam kehidupan di dunia. Allah SWT memang menciptakan hidup dan mati ini untuk diuji siapa yang terbaik amalannya. Dia berfirman: َْ ُ‫الغفُىس‬ ُ ِ َْ ‫العضٌض‬ ‫وهُى‬ َ َ ً‫عمال‬ ََ ُ‫أَحْ سه‬ َ ‫أٌَُّكم‬ ُْ ‫لٍَِبلُىكم‬ ُْ َ ْ َ‫والحٍَبة‬ َ ْ َ َ‫المىْ ث‬ َْ ‫خلَق‬ َ َ ‫الَّزي‬ ِ Yang menjadikan mati dan hidup. supaya Dia menguji kamu. tinggi pula tingkat ketaatannya terhadap ajaran Islam.Islamiyah dan nafsiyah Islamiyah. yang baik maupun yang buruk. dan iman kepada qodlo dan qodar-Nya. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. adalah rasul utusan Allah. Ia paham bahwa dunia adalah ladang menanam kebajikan untuk dituai buahnya di akhirat. Ia bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah (laa ma‟buuda) kecuali Allah. lailahaillallah. iman kepada hari kiamat. kuat aqidahnya. Terlepas apakah ia memiliki syakhshiyah Islamiyah yang kuat atau yang lemah. tidak mengikuti hawa nafsunya semata. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS. baik iman kepada sifat-sifat Allah dan asmaul husnaNya. Hanya saja perlu dipahami disini. iman kepada para malaikat-Nya. tinggi tingkat pemikirannya. . Dia juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw. Sebaliknya. Iman kepada dua kalimat syahadat itu disadarinya sebagai iman kepada seluruh persoalan yang harus diimani menurut ajaran Islam. Yang dibutuhkan Islam justeru orang-orang yang memiliki syakhshiyah Islamniyah yang kokoh. akan menuai badai. bahwa Islam tidak menganjurkan agar umatnya memiliki syakhshiyah Islamiyah sebatas ala kadarnya. Al Mulk 2). Sehingga seseorang sadar bahwa dirinya adalah seorang muslim. orang yang lalai akan ceroboh dan berbuat yang justru membahayakan dirinya sendiri di akhirat nanti. yang jelas ia telah memiliki syakhshiyah/ kepribadian Islam. iman kepada kitab-kitab-Nya.

Ali Imron 110). dan beriman kepada Allah. Dengan tekad itu. Dengan langkah kedua ini seorang muslim telah selesai dalam pembentukan kepribadian Islam (takwinus syakhshiyyah). dan mencegah dari yang munkar. . (QS. Fiqh. Al Qur‟an. Dia ‫الىَّبط‬ ِ berfirman: ‫علَى‬ َ ‫شهَذَاء‬ َ ُ ُ ‫لِخَكىوُىا‬ ‫وسطًب‬ َ َ ً‫أُمت‬ َّ ‫جع ْلىَبكم‬ ُْ َ َ ‫وكزلِك‬ َ ََ َ Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam). umat terbaik. telah seorang memiliki cara berfikir Islami (aqliyah Islamiyah) dan sikap jiwa Islami (nafsiyahIslami). umat adil dan pilihan. baik aqidah Islamiyah itu sendiri. hadits. umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia (QS. As Sunnah. Sifat-sifat Unik/berPribadian unggul Muslim Islami Seorang muslim atau individu-individu kaum muslimin dengan aqidah yang mereka anut memang akan melahirkan sosok pribadi atau generasi yang berbeda dengan umat-umat lain. Dia telah dikatakan telah memiliki kepribadian Islam (syakhshiyyah Islamiyah) sekalipun baru tahap awal dalam berfikir secara Islami dan mengolah sikap jiwa secara Islami. seorang muslim itu membina cara berfikir Islaminya dengan meningkatkan pengetahuannya tentang ilmu-ilmu Islam. Al Baqoroh 143). Dalam ayat lain Allah SWT menjadikan mereka sebagai umat wasatho. Tafsir ayat-ayat Al Qur‟an. Langkah ketiga. menyuruh kepada yang َ‫وحُؤمىُىن‬ ِ ْ َ ma`ruf. bahasa Arab dan lain-lain yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas cara berfikirnya yang senantiasa menghubungkan segala sesuatu yang difikirkannya dengan informasi Islam. Allah SWT berfirman: َّ ِ‫بِبّلل‬ ْ َ ْ َ ِ ْ َْْ ‫كىخُم خَ ٍش أُمت أُخشجج لِلىَّبط حَأْمشُونَ بِبلمعشُوف وحَىهَىْ نَ عَه المىكش‬ ٍ َّ َ ْ ْ ُْ ِ ُ ِ ِ ِ َُْْ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. siroh. adalah bertekad menjadikan aqidah Islam sebagai landasan (qoidah) dalam berfikir menilai segala sesuatu dan dijadikan landasan (qoidah) dalam bersikap dan berperilaku.Langkah kedua. Al Qur‟an menggelari mereka dengan sebutan khairu ummah.

d. Bengis dan kasar di medan pertempuran. Dia memahami hidup secara benar sehingga dapat mengusai dunia dengan sebenarnya dan senantiasa berupaya mengapai akhirat dengan beragai aktivitas yang mengantaran kepada kesuksesan di akhirat. Allah SWT berfirman: ٌ َّ َ ُ ‫الكفَّبس‬ ‫علَى‬ ‫أَشذاء‬ ُ‫معه‬ ‫َّللا‬ ‫سسُىل‬ ُ َ ‫محمذ‬ َ َ‫والَّزٌه‬ ُ َّ ِ ََ ِ َ ِ َّ ِ ُْ Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras ‫بٍَىَهُم‬ ْ ْ ‫سُحمبء‬ ُ َ َ terhadap orang-orang kafir.. namun rendah hati di saat patroli. b. dan berjihad fisabilillah. orang-orang mukmin (al mukminun).Bagaimana rincian karakteistik dari manusia yang mendaatkan gelar yang paling top dalam kehidupan kemanusiaan. Seorang abid atau hamba Allah yang khusyu‟ dalam sholat. (QS. Al Qur‟an menyebut indikasi-indikasi dari pribadi-pribadi unggul itu tatkala menguraikan sifat-sifat sahabat Rasulullah. e. para hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang (ibadurrahman). h. Tidak materialisik seperti budak-budak dunia. hukum fiqh. perdagangann. menjauhi perkataan yang tiada berguna. maupun politik. Mumpuni dalam pemerintahan. Dia mampu mengumpulkan sifat zuhud dan sangat menikmati hidup. membayar zakat.. 4( َ‫قَذ أَفلَح المؤمىُىنَ (1)الَّزٌهَ هُم فًِ صالحِهم خبشعُىنَ (2)والَّزٌهَ هُم عه اللَّغى معْشضُىنَ (3)والَّزٌهَ هُم لِلضكبة فَبعلُىن‬ ْ ِ ِ َ َّ ْ ِ َ ِ َ ِ َ ِْ َ َ ِ ِ ُْْ َ ْ ْ ِ ُ ِ ْ ِ َ ْ . Dia mampu mengumpulkan sifat lembut dan keras. c. dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah (almujahidin). f. menundukkan pandangan. namun juga tidak tenggelam pada sifat papa lara ala penganut Hindu. akan memiliki sifat-sifat sebagai berikut: a. AL Fath 29). yakni khoiru umah dan umah wasatho. Itulah karakteristik seorang muslim yang telah memiliki kepribadian Islami yang dibentuk oleh Islam dan dijadikannya sebagai kepribadian terbaik di antara anak manusia. memenuhi kesepakatan dalam perjanjian. memelihara amanat. Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam Kitab As Sakhshiyah Juz I/11-12 menulis bahwa seorang muslim yang telah terbentuk dalam dirinya asliyah islamiyah dan nafsiyah Islamiyah. melaksanakan janji yang diucapkan. Dia ahli menjadi pemimpin sekaligus sanggup menjadi prajurit. g. tetapi berkasih sayang sesama mereka.

Dan gembirakanlah orang-orang mu'min itu (QS. mereka kekal di dalamnya. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. AL Mukminun 1-4). dia . ُْْ ُ َ ‫لَكه الشسُىل والَّزٌهَ ءامىُىا معه ُ جبهَذُوا بِأَمىالِهم وأَوفُسهم وأُولَئك لَهُم الخٍشاث وأُولَئِك هُم المفلِحُىنَ (88)أَعذ َّللاُ لَهُم‬ ْ َّ َّ َ َ ََ ِ َ ُ َّ ِ ِ َ ُ َ َْ ْ ُ َ ِ َ ِْ ِ ْ َ ِْ َ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ 88(‫العظٍم‬ ‫الفَىْ ص‬ ‫رلِك‬ ‫فٍِهَب‬ ‫اْلَوهَبس‬ ُ ْ ْ ‫حَحْ خِهَب‬ ‫مه‬ ‫حَجْ شي‬ ‫)جىَّبث‬ َ َ َ‫خبلِذٌه‬ ٍ َ ُ ِ َْ ِ َ ِ Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan. At Taubah 112). yang beribadat.Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. ُ ِ ُِ َ ْ ُ َْ َْْ ‫الخَّبئِبُىنَ العببِذونَ الحبمذونَ السَّبئِحُىنَ الشَّاكعُىنَ السَّبجذونَ اَمشُونَ بِبلمعشُوف والىَّبهُىنَ عه المىْكش والحبفِظُىنَ لِحذُود‬ َ ْ َ ِ َ ُْ ِ َ ِ ُ ِ ْ ِ َ ِ َّ ‫وبَشش‬ َ‫المؤمىٍِه‬ ِ ُْْ ِ‫َّللا‬ ِ ِّ َ Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat. yang sujud. yang memuji (Allah).(QS.(QS. mereka mengucapkan kata-kata yang baik. dan orang-orang yang menunaikan zakat. Oleh karena itu. Semboyan seorang muslim tentunya adalah hidup mulia dan mati syahid. yang melawat. ْ ُ ْ ُ ِ َ َ َ َ َّ ُ ْ ِ َ ‫وعبَبد الشَّحْ مه الَّزٌهَ ٌَمشىنَ علَى اْلَسْ ض هَىْ وًب وإِرا خبطَبَهُم الجبهلُىنَ قَبلُىا سالمب(33)والَّزٌهَ ٌَبٍِخُىنَ لِشبِّهم سجذًا‬ َ ِ َ ِ َ ْ ُ ِ ِ َ ً ََ ِ 34(‫)وقٍَِبمب‬ ً َ Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya. yang menyuruh berbuat ma`ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah.AL-Furqon 63-64). yang ruku`. Itulah kemenangan yang besar. dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. At Taubah88-89). Kesimpulan Tentu saja seorang muslim tidak ingin hidup hina di dunia dan sengsara di akhirat. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Memberikan contoh keteladaan/kehebatan para sahabat dan tabi‟in dengan kepribadian unggul yang dimilikinya.(QS. mereka berjihad dengan harta dan diri mereka.

Secara serius dia mengkaji Islam dan belajar bahasa Arab bukan hanya untuk mengisi waktu yang luang atau hanya untuk kepauasan batin semata. tetapi semata-mata untuk memahami Al Qur‟an dan As Sunnah supaya bisa melaksanakan ketaatan lebih sempurna.akan berjuang sekuat tenaga untuk menjadi manusia yang mulia dengan ilmu Allah SWT dan dengan ketaqwaan yang dihiaskan dalam dirinya. Wallahu a‟lam bis showab Diposkan oleh asryfillah di 04:37 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog  ▼ 2011 (9) o ▼ Desember (1)  Berkepribadian Unggul o ► November (6) o ► Oktober (2) Mengenai Saya asryfillah Lihat profil lengkapku . Dengan itu kepribadiannya akan sempurna.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->