P. 1
Laporan Biologi Dasar Jaringan Tumbuhan Dan Hewan

Laporan Biologi Dasar Jaringan Tumbuhan Dan Hewan

|Views: 257|Likes:
Published by irmarukmana

More info:

Published by: irmarukmana on Nov 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2015

pdf

text

original

laporan biologi dasar JARINGAN TUMBUHAN DAN HEWAN

1. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. Jenis – jenis jaringan pada tumbuhan antara lain : jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, jaringan xylem dan jaringan floem (annonymous, 2010a). Jaringan pada tumbuhan tidak berdiri sendiri – sendiri melainkan bersama jaringan lain untuk membentuk suatu organ. Organ pada tumbuhan tinggi berupa akar, batang, daun, bunga, buah dan biji (tedbio, 2010). Jaringan pada hewan - pada tubuh hewan tingkat tinggi (vertebrata) terdapat berbagai macam jaringan yang dapat dikelompokkan menjadi : jaringan meristematik, jaringan ephitelium, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf ( annonymous, 2010b) Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi bagian permukaan tubuh hewan multiseluler, baik permukaan luar maupun dalam. Fungsi umum epitel adalah sebagai pelindung dan menyeleksi apa saja yang masuk dan keluar tubuh (asnani, 2009) 1.2 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud praktikum tentang jaringan hewan dan tumbuhan agar praktikan memahami dan mengerti tentang struktur jaringan sel yang menyusun tumbuhan dan hewan. Tujuan praktikum tentang jaringan hewan dan tumbuhan untuk mengamati struktur sel yang menyusun jaringan hewan dan tumbuhan serta mengetahui perbedaan jaringan hewan dan tumbuhan. 1.3 WAKTU DAN TEMPAT Praktikum tentang jaringan hewan dan tumbuhan dilaksanakan pada hari Jumat, 8 oktober 2010 pada pukul 15.00-16.45 WIB dan bertempat di laboratorium IIP (Ilmu-Ilmu Perairan) gedung C lantai 1, fakultas perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Brawijaya, Malang.

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 IDENTIFIKAISI JARINGAN Sel – sel tubuh yang mengalami spesialisasi yang sama disebut jaringan. Suatu jaringan dapat diberi batasan sebagai sekelompok sel yang mengalami spesialisasi yang sama untuk bersama-sama melakukan fungsi khusus tertentu. Tiap jaringan terdiri dari sel yang mempunyai bentuk, ukuran, dan susunan yang khas (villee, 1984) Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. Jenis – jenis jaringan pada tumbuhan yakni meristem, parenkim, epidermis, kolenkim, sklrenkim, xylem, dan floem (annonymous, 2010) 2.2 DIFERENSIASI JARINGAN

a) b)

       a)

Daerah diferensiasi terletak dibelakang daerah pemanjangan. Sel- sel yang telah tumbuh mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Sebagian sel yang mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, xilem dan floem. Sebagian lagi membentuk parenkim, kolenkim dan sklerenkim (mohpandoyo, 2009) Daerah diferensiasi terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel – sel di daerah ini telah mengalami diferensiasi, artinya sel - sel telah berubah bentuk sesuai fungsinya (gudangmateri, 2010). 2.3 JARINGAN HEWAN DAN MACAM – MACAMNYA Jaringan pada hewan – pada tubuh hewan tingkat tinggi terdapat berbagai macam jaringan yang dapat dikelompokkan menjadi jaringan meristem, jaringan ephitelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf (annonymous, 2010). Menurut ville (1984), jaringan hewan dapat dibagi dalam 6 kelompok besar. Kelompok ini adalah jaringan epitel, pengikat, otot, darah, daraf dan reproduksi. 2.4 JARINGAN TUMBUHAN DAN MACAM – MACAMNYA Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Jaringan pada hewa dan tumbuhan berbeda. Jenis jaringan pada tumbuhan antara lain : jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan klorenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, jaringan xylem dan floem ( annonymous, 2010a) Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah. Jaringan meristem dibagi 2 macam : Jaringan meristem primer : jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Jaringan meristem sekunder : jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem dewasa yaitu kambium batang dan kambium gabus (annonymous, 2010b) 3. METODOLOGI 3.1 ALAT DAN FUNGSINYA Alat – alat yang digunakan adalah : Mikroskop : untuk mengamati jaringan pada hewan dan tumbuhan. Cover glass : untuk menutup preparat. Objek glass : untuk meletakkan preparat. Silet : untuk memotong/ menyayat bagian objek/ preparat. Nampan : tempat alat dan bahan. 3.2 BAHAN DAN FUNGSINYA Bahan – bahan yang digunakan adalah : Penampang melintang (akar, batang, daun) monokotil maupun dikotil : obyek yang diamati. Penampang organ tubuh hewan : obyek yang diamati. 3.3 SKEMA KERJA Penampang melintang (akar, batang, daun) monokotil dan dikotil

b) Jaringan epitel

c) Jaringan otot

d) Jaringan tulang rawan

4. PEMBAHASAN 4.1 DATA PENGAMATAN

Gambar jaringan akar paku-pakuan

gambar jaringan akar umbi

Gambar jaringan gabus

gambar jaringan hati

Gambar jaringan umbi

4.2 ANALISA PROSEDUR Dalam praktikum tentang jaringan hewan dan tumbuhan, disiapkan dahulu alat dan bahan yaitu mikroskop binokuler untuk mengamati jaringan hewan dan tumbuhan, objek glass untuk meletakkan preparat, cover glass untuk menutup preparat, silet untuk menyayat objek.

Dalam percobaan umbi bawang, umbi diiris setipis mungkin dengan silet. Kemudian diletakkan objek glass dan ditutup cover glass. Diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 400x dan digambar bagian – bagiannya. Disiapkan daun bawang, diamati dengan perbesaran 400x dan digambar. Dalam percobaan akar paku – pakuan, disiapkan preparat akar paku-pakuan. Diletakkan pada objek glass dan ditutup cover glass. Diamati dengan perbesaran 400x dan digambar. 4.3 ANALISA HASIL 4.3.1 Umbi bawang Dari hasil pengamatan, umbi bawang, jaringannya terdiri dari sel-sel yang berbentuk panjang, bentuknya tetap karena memiliki dinding sel, memiliki inti sel, dan terletak tidak beraturan. 4.3.2 Daun bawang Dari hasil pengamatan daun bawang, jaringannya terdiri dari sel-sel yang berbentuk panjang, memiliki dinding sel, dan xylem-floem terletak tidak beraturan. 4.3.3 Akar paku – pakuan Dari hasil pengamatan akar paku – pakuan, jaringannya tersusun dari sel-sel yang berbentuk tidak beraturan, memiliki dinding sel.

5. PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Setelah melakukan praktikum tentang jaringan hewan dan tumbuhan, dapat disimpulkan bahwa :  Jaringan adlah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama.  Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel tumbuhan yang mempunyai struktur sama.  Jaringan hewan adalah sekumpula sel-sel hewan yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama  Jaringan ada otot dibedakan menjadi 3, yaitu jaringan otot polos, otot larik, dan otot jantung.  Jaringan pada hewan ada 4, yaitu Ephitelium, ikat, otot, dan syaraf. 5.2 SARAN Pada praktikum kali ini, para praktikan diharapkan memperhatikan dengan saksama setiap arahan dan penjelasan yang diberikan dari asisten dan mencatat penjelasan yang diberikan.

DAFTAR PUSTAKA http : // www.membrant.blogspot.com diakses 10 oktober 2010 17.01 http :// www.membuatblog.com diakses 10 oktober 2010 17.09 http :// www.asnani.blogspot.com diakses 09 oktober 2010 18.00 http :// www.mohpandoyo.blogspot.com diakses 13 oktober 2010 15.15 http :// www.gudangmateri.blogspot.com diakses 13 oktober 2010 15.20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->