P. 1
uji lipid

uji lipid

|Views: 93|Likes:
Published by Sandy Akbar

More info:

Published by: Sandy Akbar on Nov 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

Tujuan Praktikum

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kelarutan lemak dalam berbagai solvent (zat pelarut), penjenuhan, ketengikan, emulsi dan sifat lemak yang lain.

Tinjauan Pustaka

Lipid adalah sekumpulan senyawa di dalam tubuh yang memiliki ciri-ciri yang serupa dengan malam, gemuk (grease), atau minyak. Karena bersifat hidrofobik, golongan senyawa ini dapat dipakai tubuh sebagai sarana yang bermanfaat untuk berbagai keperluan. Misalnya jenis lipid yang dikenal sebagai trigliserida berfungsi sebagai bahan bakar yang penting. Senyawa ini sangat efisien untuk dipakai sebagai simpanan bahan penghasil energi karena terkumpul dalam butir-butir kecil yang hampir-hampir bebas air, membuatnya jauh lebih ringan daripada timbunan karbohidrat setara yang sarat air.

Jenis lipid yang lain lagi merupakan bahan structural yang penting. Kemampuan lipid jenis ini untuk saling bergabung menyingkirkan air dan senyawa polar lain menyebabkannya dapat membentuk membran sehingga memungkinkan adanya berbagai organisme yang kompleks. Membran tersebut memisahkan satu sel dengan sel yang lain di dalam jaringan, serta memisahkan berbagai organel di dalam sel menjadi ruangan-ruangan yang memiliki ciri kimia tertentu sehingga dapat ditata dan diatur sendiri (Gilvery & Goldstein, 1996).

Lemak berkarakteristik sebagai biomolekul organik yang tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat diekstrasi dengan pelarut non-polar seperti chloroform, eter, benzene, heksana, aseton dan alcohol panas. Di masa lalu, lemak bukan merupakan subjek yang menarik untuk riset biokimia. Karena kesukarannya dalam meneliti senyawa yang tidak larut dalam air dan berfungsi sebagai cadangan energi dan komponen struktural dari membran, lemak dianggap tidak memiliki peranan metabolik beragam seperti yang dimiliki biomolekul lain, contohnya karbohidrat dan asam amino.

Namun, dewasa ini, riset lemak merupakan subjek yang paling menawan dari riset biokimia, khususnya dalam penelitian molekular mengenai membran. Pernah diduga sebagai struktur lembam (inert), dewasa ini membran dikenal secara fungsional sebagai dinamik dan suatu pengertian molekular dari fungsi selularnya merupakan kunci untuk menjelaskan berbagai komponen biologi

contohnya. dengan panjang 14 hingga 22 karbon. 1995). yang padat atau semi-padat pada suhu yang sama. jaringan lemak sekitar ginjal mengandung banyak lipid terutama lemak kira-kira sekitar 90%. namun. 1990). 1995). namun triasilgliserolutama ditemukan pada tumbuh-tumbuhan memiliki asam lemak dengan jumlah atom karbon genap. Sebagai akibatnya. Jaringan bawah kulit di sekitar perut. sementara asam lemak tidak jenuh memiliki satu atau lebih ikatan ganda. Asam lemak tidak jenuh paling melimpah memiliki satu atau dua ikatan ganda (masing-masing. asam lemak berantai empat-atau enam.adalah lazim ditemukan. sistem transport aktif dan respon selular terhadap rangsang luar (Armstrong. telah diidentifikasi lebih dari 70 asam lemak yang tersedia di alam. penasehat medis dan gizi menyarankan suatu penurunan dari lemah hewan . asam lemak tidak jenuh memiliki titik lebur yang lebih rendah dibandingkan asam lemak jenuh. contohnya. asam lemak jenuh C 18 (asam stearat) memiliki titih didih 70 oC. Perbedaan dalam kandungan asam lemak tidak jenuh ini mendapat banyak perhatian. Suatu asam lemak merupakan suatu rantai hodrokarbon dengan suatu gugusan karboksil terminal. yang kadang-kadang berada dalam konfigurasi geometris cis. Walaupun asam lemak berantai pendek. Contohnya. karena pengertian bahwa asupan harian yang berlebihan dari asam lemah jenuh dan kolesterol berkaitan dengan terjadinya penyakit jantung. suatu bentuk monoenoat (asam oleat) melebur pada 13 oC dan suatu bentuk dienoat (asam linoleat) pada -5 oC. Triasilgliserol tumbuhan (minyak tumbuh-tumbuhan) adalah cair pada suhu ruang. Tabel Komponen Lemak dan Titik Didih Pada hakekatnya. asam lemak olefinik dengan tiga (trienoat) dan empat (tetraenoat) ikatan ganda juga ditemukan secara alamiah(Armstrong.5-30% (Riawan.yang penting. dalam jaringan otak atau dalam telur terdapat lipid kira-kira sebesar 7. karena mereka memiliki proporsi asam lemak tidak jenuh yang lebih besar daripada triasilgliserol hewan (contohnya. lemak babi). asam lemak monoenoat dan dienoat). Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan ganda C=C dalam strukturnya.

Dua sifat yang saling bertolak belakang dalam satu molekul inilah yang umumnya mendasari berbagai fungsi biologis lipid. yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol. . yaitu: (1) lipid sederhana. Sebaliknya. Lemak merupakan komponen utama dari membrane sistem kehidupan. Molekul asam lemak memiliki daerah hidrofobik dan daerah hidrofilik sekaligus. lebih dari dua kali lipat kalori (energi) didapat dari lemak daripada karbohidrat dan protein (Armstrong. cenderung untuk berhubungan dengan lingkungan sekitar yang terutama terdiri atas air (Gilvery and Goldstein. yang disebut terakhir ini merupakan suatu lemak non-saponifikasi yang berasal dari eukariotik yang ditemukan dalam membrane seluler hewan (Armstrong. yaitu asam lemak yang mengandung dua atau lebih ikatan ganda).. gugus karboksilnya. contohnya lemak atau gliserida dan lilin (waxes). contohnya fosfolipid. Dua tipe lemak yang dapat tersaponifikasi dalam membrane memiliki suatu gugusan fosfat dalam strukturnya dan dengan demikian disebut fosfolipid. Salah satu jenis memiliki gliserol sebagai senyawa induk (fosfogliserida) dan yang lain memiliki sfingosin (sfingolipid). Asupan lemak yang lebih rendah juga merupakan kalori dari suatu diet. Dua komponen lemak lain yang penting dari membrane adalah glikolipid yang mengandung karbohidrat dan steroid kolesterol.(dan kolesterol) dalam diet. dengan proporsi yang lebih tinggi dari asupan lemak berupa triasilgliserol yang tinggi dalam asam lemak polyunsaturated. Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar. (2) lipid gabungan yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan. 1995). karena atas dasar berat. Senyawa-senyawa yang termasuk lipid dapat dibagi dalam beberapa golongan. 1995). Ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Ekor hidrokarbon asam lemak cenderung saling berkumpul sedemikian rupa sehingga hanya sedikit saja berhubungan dengan air. karena bersifat polar. 1996).

(3) derivate lipid. terpen. asam lemak tidak jenuh diubah menjadi asam lemak jenuh. Rumus pH untuk asam lemah pada umumnya telah dikemukakan oleh Henderson-Hasselbach. dan melalui proses penyabunan dengan basa NaOH atau KOH akan terbentuk sabun dan gliserol(Riawan. yakni yang dapat dihidrolisis dengan basa. contohnya steroid. Sabun digunakan sebagai bahan pembersih kotoran . gliserol dan sterol. lipid dapat dibagi dalam dua golongan besar. terutama kotoran yang bersifat seperti lemak atau minyak karena sabun dapat mengemulsikan lemak atau minyak. lilin. sfingolipid. fosfolipid. contohnya lemak. Jadi sabun dapat berfungsi sebagai emulgator. Asam lemak adalah asam lemah. Dengan demikian kotoran mudah terlepas dari kain atau benda lain. contohnya asam lemak.cerebrosida. Asam lemak dapat bereaksi dengan basa. yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid. Dalam hal ini pH larutan tergantung pada konstanta keasaman dan derajat ionisasi masing-masing asam lemak. bagian hidrofob sabun masuk ke dalam lemak. R-COOH + NaOH -> R-COONa + H2O Garam natrium atau kalium yang dihasilkan oleh asam lemak dapat larut dalam air dan dikenal sebagai sabun. Hal ini tampak dari timbulnya busa apabila sabun dilarutkan dalam air dan diaduk (Riawan. . Sabun kalium disebut sabun lunak dan digunakan untuk sabun bayi. yaitu lipid yang dapat disabunkan. Sabun mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air. maka kotoran akan terpecah menjadi partikel-partikel kecil dan membentuk emulsi. Di samping itu berdasarkan sifat kimianya yang penting. lemak. 1990). 1990). Melalui proses hidrogenasi dengan bantuan katalis Pt atau Ni. dan lipid yang tidak dapat disabunkan. Lipid dibagi dalam beberapa golongan berdasarkan kemiripan struktur kimianya. Pada proses pembentukan emulsi ini. Oleh karena adanya gaya tolak antara muatan listrik negate ini. steroid. Minyak adalah ester asam lemak tidak jenuh dengan gliserol. Apabila larut dalam air molekul asam lemak akan terionisasi sebagian dan melepaskan ion H+. membentuk garam. yaitu: asam lemak. Asam lemak yang digunakan pada sabun pada umumnya adalah asam palmitat atau stearat. 1990). sedangkan ujung yang bermuatan negatif ada di bagian luar. lipid kompleks (Riawan.

Hidrolisis Hidrolisis lipid seperti triasilgliserol dapat dilakukan secara enzimatik dengan bantuan lipase. Dengan demikian bilangan yodium turun. 1980). 1990). dan ini dapat merusak jaringanjaringan jidup kecuali terdapat antioksidan. Mengasingkan oksigen atau menambah zat antioksidan menghambat proses ketengikan. menghasilkan asam-asam lemak dan gliserol. 1980). Timbal atau tembaga mengkatalisis ketengikan. yang dihasilkan adalah gliserol dan garam alkali asam lemak yang disebut sabun (Harper. Radikalradikal bebas dihasilkan dihasilkan selama pembentukan peroksida. Penyebabnya antara lain auto oksidasi. hidrolisis dan kegiatan bakteri (Riawan. antara lain: a. Penyabunan Hidrolisis lemak oleh alkali disebut penyabunan. walaupun sedikit asam lemak bebas dan gliserol dilepaskan.Lipid memiliki reaksi kimia yang khas. c. Sifat lipase pancreas dapat dimanfaatkan yang lebih suka memecahkan ikatan ester pada posisi 1 dan 3 daripada posisi 2 dari triasilgliserol(Harper. 1980). Oksigen udara dianggap menyerang ikatan rangkap pada asm lemak untuk membentuk ikatan peroksida. ketengikan) lipid Ketengikan adalah perubahan kimia yang menimbulkan bau dan rasa tidak enak pada lemak(Harper. Penguraian (kerusakan. misalnya tokoferol (vitamin E) yang bereaksi radikalradikal bebas Alat dan Bahan Alat-alat . b.

Uji Kelarutan dan Terjadinya Emulsi Disediakan 5 tabung reaksi yang diisi dengan ketentuan sebagai berikut: tabung 1 berisi chloroform dan tiga tetes minyak kelapa dan kemudian digojok. . Tabung 2 diisi dengan 2 ml eter dan 3 tetes minyak kelapa dan kemudian digojok. Cara Kerja 1.Rak tabung Tabung reaksi Lampu spirtus Penjepit tabung Gelas ukur Pipet tetes Corong Korek api Penangas air Kertas minyak Lempeng tetes Bahan-bahan Chloroform Eter Air Na2CO3 Larutan empedu encer Pereaksi Hubl Minyak zaitun Minyak jarak Minyak kelapa Gliserol Larutan NaHSO4. Tabung 3 diisi dengan 2 ml air dan 3 tetes minyak kelapa.

5 gram sample (minyak atau margarine) yang sudah dicairkan. Kemudian dilakukan pencatatan jumlah mol KOH 0. Uji Noda Lemak Disediakan dua buah tabung reaksi. 3. 0. Pada tabung kedua diisikan 0. Filtrat yang tersisa diusap dengan kertas minyak dan dilakukan pengamatan noda lemak pada kertas.5 ml minyak kelapa dan 1 ml KHSO4 dan kemudian dipanaskan. Uji Akrolein Pada tabung pertama diisikan 0.25 ml phenolptalein dan kemudian semua campuran tersebut divortex. Amati perubahan yang terjadi.1 N yang diperlukan.5 ml gliserol dan 1 ml KHSO4 dan kemudian dipanaskan. Kemudian dilakukan titrasi dengan 1 N KOH hingga warna larutan menjadi tepat berwarna pink. Larutan yang terjadi dituangkan ke dalam droplet dan eter yang tertinggal dibiarkan menguap. Tabung 5 diisi dengan 2 ml larutan empedu encer dan 3 tetes minyak kelapa dan kemudian digojok. dimasukkan setengah sendok kecil tepung kedelai dan 2 ml eter dan kemudian digojok. Larutan yang terjadi dituangkan ke dalam droplet dan eter yang tertinggal dibiarkan menguap. 2. 4. tabung ketiga ditetesi oleh minyak hewan. Amati perubahan yang terjadi. Pada tabung kedua. Filtrat yang tersisa diusap dengan kertas minyak dan dilakukan pengamatan noda lemak pada kertas. ke dalam tabung reaksi pertama diisi dengan setengah sendok kecil tepung gandum dan 2 ml eter yang kemudian digojok. 12. Semua penetesan dilakukan hingga warna merah muda hilang. larutan tersebut dibagi ke dalam 3 buah tabung reaksi yang berbeda.5 ml pelarut lemak. Semua perubahan yang terjadi diamati dan dicatat. 2. Uji Kelarutan dan Terjadinya Emulsi . Uji Angka Asam Ke dalam sebuah tabung reaksi dicampurkan 2. Hasil Pengamatan 1. Tabung pertama ditetesi oleh minyak kalapa.Tabung ke 4 diisi dengan 2 ml Na2CO3 dan 3 tetes minyak kelapa. tabung kedua ditetesi oleh minyak jagung. Uji Angka Iod (Ketidak-jenuhan) Ke dalam tabung reaksi dicampurkan 9 ml chloroform dan 9 tetes pereaksi Hubl. Setelah digojok.

Minyak kelapa larut dalam chloroform. Terdapat warna kuning pada bagian ata larutan dan putih di bagian bawah. Tabung 3. Hal ini sesuai dengan dasar teori yang digunakan menurut Armstrong (1995). Setelah ditetesi 20 tetes warna menjadi jernih sekali Tabung 2. Seharusnya. khloroforn. Tabung 3. Sifat-sifat lemak yang mengalami saponifikasi dan membentuk emulsi juga sesuai dengan tinjauan pustaka. minyak kelapa yang diteteskan pada kloroform dan eter akan larut dan tidak larut dalam air. Tabung 2. 3. Terjadi sedikit gelembung putih pada permukaan larutan Tabung 5. Percoban ini kurang berhasil karena adanya kontaminan misalnya air. Minyak mempunyai sifar tidak larut dalam pelarut polar dan larut dalam pelarut non-polar seperti alkohol panas. Percobaan in ikurang berhasil karena kurang sesuai dengan tinjauan pustaka yang digunakan karena pada hasil percobaan tidak ditemukan konsistensi pola kejenuhan dan ketidakjenuhan. eter. Minyak tidak larut dalam air. Minyak mengalami emulsi. Pada hasil percobaan. benzene. makin jenuh suatu asam lemak. Tabung 4. Terdapat endapan melayang (agak keruh) dan bau yang ditimbulkan lebih tengik dari . Warna keruh sekali dan warna merah muda hilang setelah ditetesi 20 tetes. tetesan tidak sama. batas antara minyak dan air terlihat jelas.Tabung 1. Minyak kelapa larut dalam eter. Bau yang ditimbulkan tengik setekah dilakukan pemanasan. Warna agak keruh setelah ditetesi 25 tetes. Terbentuk adanya butir-butir lemak. maka makin banyak pereaksi Hubl yang dibutuhkan. Minyak kelapa dan minyak jagung termasuk ke dalam asam lemak tak jenuh yang mngandung ikatan ganda. Tabung 2. dan mungkin kurang homogen saat melakukan homogenasi. 2. Sedangkan minyak hewan termasuk asam lemak jenuh. Uji Angka Iod (Ketidakjenuhan) Tabung 1. Uji Akrolein (Ketengikan) Tabung 1. Minyak kelapa lebih jenuh daripada minyak jagung meskipun keduanya sama-sama asam lemak tak jenuh.

6)/ gram sample = (15 X 5. 5. Larutan yang terbentuk berwarna kuning dan setelah eter diuapkan dan noda diusapkan. Gliserol lebih cepat tengik daripada minyak karena gliserol mengalami dehidrasi menjadi akrolein. Lemak mempunyai banyak fungsi biologis yang sangat menunjang kehidupan organisme. benzene. penyusun membrane sel. 4. sedangkan asam lemak akan mengalami oksidasi menjadi keton dan aldehida. eter. Lemak akan terhidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Sedangkan pada tepung kedelai. Pada hasil percobaan tabung pertama terdapat sedikit noda lemak karena pad tepung gandum kandungan karbohidratnya lenih banyak daripada kandungan lemaknya. Larutan yang terbentuk adalah berwarna putih.18 mg KOH/gram sampel Uji angka asam adalah uji yang dilakukan untuk mengetahi jumlah milligram KOH yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas dari 1 gram lemak.5318 = 33. terdapat noda lemak yang lebih nyata dibandingkan dengan hasil tabung pertama. Hal ini sesuai dengan dasar teori yang digunakan menurut Riawan (1990) yang menyatakan bahwa penyebab ketengikan antara lain adanya auto-oksidasi. aseton dan alcohol panas. antara lai berperan dalam transport aktif sel. sebagai cadangan energi dan isolator . hidrolisis dan kegiatan bakteri (jasad renik). Kesimpulan Lemak memiliki sifat-sifat yang khas yaitu tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat diekstrasi dengan pelarut non-polar seperti chloroform.6)/ 2. kandungan lemaknya lebih banyak dibandingkan kandungan lemak tepung gandum. Uji Noda Lemak Tabung 1. Minyak kelapa harus mengalami hidrolisis terlebih dahulu. Uji Angka Asam dengan perhitungan angka asam: (ml titrasi X 5. heksana. Noda lemak yang terbentuk sangat sedikit Tabung 2.tabung pertama.

1996. Biokimia (Review of Physiological Chemistry). sebagai pelarut vitamin A. Edisi ketiga. . Binarupa Aksara: Jakarta http://yukiicettea. ketengikan. Daftar Pustaka Armstrong. dan K. S.com/2009/10/biochemistry-laporan-biokimia-lipida. EGC: Jakarta Gilvery. Biokimia Suatu Pendekatan Fungsional. semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. penyabunan dan lain-lain.panas. Edisi 3. 1990. Edisi 17. Buku Ajar Biokimia. 1995. hidrogenasi. E. Airlangga University Press: Surabaya Harper. D.html Terima kasih telah mengikuti materi dari GudangMateri . Lemak dapat mengalami reaksi hidrolisis. Edisi 1. Goldstein. 1980. et al. EGC: Jakarta Riawan. Kimia Organik. Frank B.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->