P. 1
Tentir Sistem Endokrin 2012

Tentir Sistem Endokrin 2012

|Views: 136|Likes:
Published by yolabilynov

More info:

Published by: yolabilynov on Nov 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2012

pdf

text

original

2012

Tentir Sistem Endokrin- Sie Pend FKUI 2012

Laksmi Bestari

[Sie Pendidikan FKUI 2012]

tetapi menjadi sebuah sistem secara fungsional. Fundamentals of Anatomy and Physiology. sistem endokrin bahu-membahu dengan sistem saraf dalam mencapai tujuan mulia mereka untuk menjaga homeostasis tubuh. Kelenjar-kelenjar endokrin ini menghasilkan hormon yang berpindah melalui darah (sebab sistem endokrin tidak memiliki saluran tersendiri) dan juga mengalami interaksi dengan berbagai kelenjar endokrin. yaitu sebagai pengatur dalam aktivitas sel yang membutuhkan durasi waktu.. (Martini.Tentir Sistem Endokrin. Dalam hal inilah sistem endokrin memiliki peranan. Kelenjar yang menyusun sistem ini memang tidak terhubung secara anatomis. atau bagaimana hormon antidiuretik (ADH) berperan dalam menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh dengan cara mengatur berapa banyak air yang harus dikeluarkan tubuh dalam pembentukan urin. perintah yang diberikan oleh saraf sangat spesifik dan umumnya hanya untuk ‘tugas jangka sangat pendek’. Jadi tidak mungkin kalau sistem saraf mampu menangani semua masalah ini.. karena hormon yang dihasilkan oleh sistem ini akan dikirim menuju sel target guna membuat sel target melakukan aktivitas untuk menjaga homeostasis tubuh... Contoh yang paling kita dengar adalah bagaimana peran hormon insulin dan glukagon dalam menstabilkan kadar gula dalam darah.ed 9) Nah. seperti proses tubuh menjadi dewasa dengan cara semakin berkembangnya sistem reproduksi dan pertambahan tinggi. Jika ditinjau dari persamaan antara keduanya : a. Dan juga. dan juga melibatkan atau mempengaruhi aktivitas metabolik banyak sel. dibutuhkan regulator untuk mengatur aktivitas selular.hormon) Laksmi Bestari Page 2 .. (kalau sistem saraf adanya neurotransmitter. Keberadaan sistem endokrin ini amat penting untuk menjaga homeostasis tubuh. sedangkan kalau di sistem endokrin adalah. Nath..Sie Pend FKUI 2012 Untuk menjaga homeostasis tubuh kita yang ‘besar’ ini. Keduanya sama-sama melepaskan senyawa kimia yang akan diikat oleh reseptor spesifik di sel target. Sistem ini tersusun atas kelenjar endokrin yang memproduksi hormon. Tentu teman-teman sedikit-sedikit sudah kenal kan dengan sistem saraf? Sistem saraf memonitor dan mengkontrol sel-sel spesifik atau sekelompok sel. Kesemua proses ini membutuhkan waktu yang lama. hingga bertahun-tahun... Sebagai sistem regulasi. Sedangkan banyak proses kehidupan yang membutuhkan waktu lama. jadi hanya sebagian kecil saja. Bartolomeuw. dari introduksi singkat di atas tersirat bahwa sistem endokrin adalah sistem yang mengatur aktivitas yang membutuhkan durasi waktu.

Misalnya saja adalah norephinephrine dan epinephrine yang disebut hormon saat dilepaskan dalam aliran darah. Tentang Hormon Hormon? Apa itu hormon? Jadi. Contohnya adalah sekresi epinefrin yang diatur oleh sarah simpatik pada kelenjar medula adrenal. merupakan perhubungan antara sistem saraf dan sistem endokrin. Contohnya norepinefrin. c. Hipotalamus yang ada di otak. kalau menurut Martini dkk. Sel-sel target ini memiliki reseptor spesifik sehingga dapat mengikat hormon tertentu. organ. d. kalau menurut Sherwood. Laksmi Bestari Page 3 . Sedangkan. jaringan. yang mencakup saraf dan juga komponen hormonal.Tentir Sistem Endokrin. namun berperan sebagai neurotransmitter saat dilepaskan di celah sinaps. f. Kontrol sistem endokrin kebanyakan melibatkan refleks neuroendokrin. maupun sistem lain. hormon adalah chemical messenger yang dilepaskan oleh suatu jaringan dan dikirimkan melalui aliran darah untuk mempengaruhi aktivitas sel spesifik pada jaringan lain. Keberadaan beberapa hormon berperan dalam perkembangan otak pada janin. Beberapa neuron melepaskan neurotransmitter yang kemudian berfungsi sebagai hormon karena dilepaskan dari ujung saraf menuju ke peredaran darah. d. Kedua sistem ini menggunakan banyak senyawa kimia secara bersama-sama. hubungan antara sistem saraf dan sistem endokrin itu: a. Beberapa hormon berperan sebagai neuromodulator. Kedua sistem diatur melalui mekanisme umpan balik. Sistem saraf secara langsung atau tidak langsung mengatur sekresi banyak hormon. Hormon ini kemudian dialirkan ke sel target yang berada pada jarak tertentu dari sel sekretori. b. Sistem saraf+sistem endokrin mempengaruhi beberapa target yang sama. c. e. misalnya saja keduanya membantu sistem pencernaan.Sie Pend FKUI 2012 b. Kedua sistem ini memiliki tujuan yang sama  menjaga homeostasis dengan mengkoordinasi dan mengatur aktivitas sel. Secara ringkas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sekresi hormon seketika sebagai respon terhadap rangsangan spesifik. g. yang merubah keefektifan sinaptik dan mempengaruhi kepekaan sistem saraf. hormon adalah chemical messengers jarak jauh yang secara spesifik disekresikan ke darah oleh kelenjar endokrin sebagai respon terhadap rangsangan tertentu.

Sie Pend FKUI 2012 (Martini. Nath. Bartolomeuw.Tentir Sistem Endokrin.ed 9) Berdasarkan sifat kelarutannya. Laksmi Bestari Page 4 . Fundamentals of Anatomy and Physiology. hormon diklasifikasikan menjadi hormon hidrofilik (larut dalam air) dan hormon lipofilik (larut dalam lipid).

dopamin dari hipotalamus. Laksmi Bestari Page 5 .Sie Pend FKUI 2012 peptides hormone Hidrofilik Hormon peptida Hormon protein katekolamin tersusun >200asam amino derivat AA tirosin derivat AA triptofan amines hormone Hormon Hormon tiroid Lipofilik Hormon steroid derivat kolesterol indoleamin derivat AA tirosin ber-iodium AA = Asam Amino Katekolamin: hormon dari kelenjar medula adrenal. Indoleamin: melatonin dari kelenjar pineal Hanya hormon dari sel follicular pada kelenjar tiroid.Tentir Sistem Endokrin.

jadi jelas dong kenapa hormon lipofilik dapat masuk dengan mudah menuju ke reseptor yang berada di dalam sel target. Sedangkan. [catatan: Hormon tiroid memang merupakan hormon lipofilik. dibutuhkan second messenger untuk menyampaikan instruksi yang dibawa oleh hormon (first messenger) untuk mempengaruhi aktivitas protein intraselular yang ada (biasanya enzim) untuk menghasilkan efek yang diinginkan. hormon steroid tidak mengalami masa penyimpanan. Kalau lingkaran merah. Ribosom mensintesis protein berdasar informasi yang dibawa mRNA. Begitu diproduksi. hormon harus ‘memberitahu kedatangannya’ kepada sel target dengan cara mengikatkan diri pada reseptor. Membran plasma itu kan tersusun atas lipid. a. Lokasi reseptor hormon tentu saja mempengaruhi mekanisme aksi hormon. menunjukkan perbedaan lokasi reseptor hormon pada sel target. komplek reseptor hormon berikatan dengan area penempelan spesifik pada DNA yang disebut Hormone Response Element (HRE). terlihat bahwa hormon peptides dan amine (ya intinya materi asalnya samasama protein) itu mengalami masa penyimpanan hingga datang stimulus yang memacu sekresi hormon itu.Tentir Sistem Endokrin. reseptor ini memiliki area spesifik untuk mengikat hormon. Namun. Laksmi Bestari Protein baru menghasilkan respon Page 6 . Hormon lipofilik dan hormon tiroid hormon berdifusi masuk ke dalam sel hormon diikat oleh reseptor intraselular yang berada di sitoplasma/ nukleus membentuk komplek reseptor-hormon. Pada hormon hidrofilik. sedangkan yang lipofilik di dalam sih? Hayoooo. coba diingat komponen penyusun membran plasma. hormon tiroid ini merupakan derivat tirosin teriodinasi yang notabene adalah asam amino]. hormon hidrofilik yang tidak mampu melakukan hal tersebut membutuhkan reseptor yang berada di luar membran plasma. Reseptor hanya mampu berikatan dgn DNA bila sudah mengikat hormon Pengikatan dengan DNA mengaktifkan gen spesifik. Hal yang harus diingat adalah bahwa respon terhadap hormon tidak selalu berupa pembentukan molekul baru. Sedangkan. tapi bisa saja berupa perubahan permeabilitas membran plasma. stimulasi transpor zat ke dalam/keluar sel. gen ini mengandung kode utk sintesis protein. dan area lain untuk mengikat DNA. beda hormon beda pula HRE. Kenapa yang hidrofilik di luar. atau menyebabkan kontraksi pada otot.Sie Pend FKUI 2012 Perhatikan yang dilingkari! Mari kita analisis sedikit B) Pada lingkaran hijau. hormon ini langsung berdifusi menuju aliran darah. Hanya kolesterol prekursor-nya saja yang masih disimpan dalam jumlah tertentu pada sel steroidogenic. gen ini diterjemahkan jadi mRNA. tapi jika dilihat dari materi penyusunnya. Sedangkan hormon lipofilik yang memiliki reseptor di dalam sel target dapat secara langsung mengaktifkan gen spesifik untuk membentuk protein (enzimatik atau struktural) yang akan menghasilkan efek.

efek yang dihasilkan oleh hormon akan jadi semakin kuat) c. seperti Ca2+. dan diasilgliserol (DAG). cGMP (cyclic guanosine monophosphat. Jumlah reseptor pada sel target. Setelah respon selesai. tapi begitu ada sedikit hormon tiroid.b. Interaksi Hormon Responsifitas hormon bergantung pada a. Misalnya saja epinefrin sendirian hanya dapat menstimulasi lipofisis dengan lemah. Adenilil silase teraktivasi merubah ATP menjadi cAMP (cyclic AMP) dengan melepaskan 2 fosfat. terdapat pula second messenger lain. Protein G mengaktifkan adenilil silase. cAMP dan molekul lain yang tadi berpartisipasi kembali nonaktif sehingga pesan interselular terhapus dan respon berhenti kecuali hormon yang baru melekat pada reseptor. Pengaruh yang dihasilkan oleh hormon lain. selain cAMP. Protein kinase memfosforilasi beberapa protein interselular yang membuat protein tsb jadi aktif atau non aktif. nukleotida siklik yang mirip dengan cAMP). (kadang. Hormon hidrofilik berikatan dengan reseptor. 6. 5. Protein terfosforilasi memberikan respon fisiologis. Enzim fosfodiesterase menonaktifkan cAMP. subunit α (subunit dari protein G yang mengaktifkan adenilil silase) mengkonversi GTP menjadi GDP dan kembali bergabung dengan subunit β dan ɣ pada protein G dan menjadikan protein G nonaktif kembali. inositol triophosphate (IP3). Protein kinase berbeda berada pada sel target berbeda atau pada organel berbeda pada sel yang sama. Konsentrasi hormon dalam darah. b. Hormon hidrofilik (jalur cAMP) 1. 4. kerja hormon pada sel target membutuhkan dukungan secara simultan atau sesaat dari second hormone). second hormone dikatakan memiliki efek permisif. cAMP (second messenger) mengaktifkan protein kinase. (semakin banyak. Komplek reseptor-hormon ini mengaktifkan protein G. 3. Beda protein kinase ini memberi dampak yg berbeda. Pada hormon hidrofilik. Dalam kasus ini. einefrin . 2.

Umpan balik negatif (mayoritas): memberi efek yang berlawanan (melemahkan produksi hormon tsb). c. Kontrol Sekresi pada Hormon Kontrol sekresi ini menjaga agar hormon itu tidak kebanyakan (overproduction) atau kekurangan (underproduction). Tulang pada tangan. Contohnya insulin yang meningkatkan sintesis glikogen dengan glukagon yang meningkatkan perombakan glikogen. d. Ada 2 jenis efek yang dihasilkan:  Efek sinergis = hasil dari kerja bareng lebih besar dari kerja sendirian. Ada 2 mekanisme: a. Dwarfisme pituitari : kekurangan human Growth Hormone (hGH) yang mengakibatkan lambatnya pertumbuhan tulang sebelum tercapainya tinggi normal. Bikin jadi tinggi banget. Organ lain juga gagal berkembang dan proporsi tubuh seperti anak-anak. e. Tapi proporsi tubuh tetap normal. Contohnya perkembangan oosit di ovarium yang membutuhkan FSH dan estrogen. Contoh: dalam proses melahirkan. Contoh: CRH menstimulasi pelepasan ACTH  pelepasan ACTH menstimulasi pelepasan kortisol  pelepasan kortisol menghambat produksi ACTH dan CRH. Perubahan kimiawi dalam darah. Hormon permisif dapat meningkatkan jumlah reseptor untuk hormon lain. Sekresi hormon diatur oleh: a. b. kaki. Contoh: impuls saraf ke medula adrenal mengatur pelepasan epinefrin. Tidak menyebabkan tulang jadi lebih panjang. Contoh: kadar kalsium dalam darah mengatur sekresi hormon paratiroid. Sinyal dari sistem saraf. Abnormalitas perpanjangan tulang. dagu menebal dan jaringan lain membesar. Laksmi Bestari Page 8 .  Efek antagonis = jika kedua hormon memiliki efek yang berlawanan. Hipotiroidisme congenital : kurang sekresi hormon tiroid pada saat baru lahir yang menyebabkan kretinisme. Hipoparatiroidisme : kekurangan hormon paratiroid yang menyebabkan kekurangan kalsium dalam darah.Sie Pend FKUI 2012 dengan jumlah yang sama dapat memberikan efek jauh lebih kuat. Umpan balik positif : memperkuat produksi hormon tersebut. dan dapat pula meningkatkan sintesis enzim yang dibutuhkan untuk ekspresi hormon lain. Akromegali : kelebihan sekresi hGH pada masa dewasa. hormon oksitosin menstimulasi kontraksi uterus. f. Gigantisme : kelebihan sekresi hGH pada masa anak-anak. b.Tentir Sistem Endokrin. Hormon lain. Kalau cuma 1 aja ga bisa. Diabetes insipidus : kurang ADH yang menyebabkan volume urin yang dihasilkan besar. b. Kelainan yang diakibatkan abnormalitas produksi hormon a. c. dan peningkatan kontraksi pada serviks menyebabkan peningkatan produksi oksitosin. Contoh: hormon adrenokortikortropik menstimulasi pelepasan hormon kortisol.

Referensi (Maaf belum di-vancouver-in hehe. Derrickson B. kontrol sekresi. Hiperparatiroidisme: kelebihan hormon paratiroid. Gambar: Yang organ dan tabel itu dari e-book Martini. Bagian interaksi. Principles of Anatomy and Physiology. Martini. Ed 13.Sie Pend FKUI 2012 g. Nath. Laksmi Bestari Page 9 . Ed 9. Fundamentals of Anatomy and Physiology. Introduction to Human Physiology. 2. Nath. h. Ed 8. Tortora GJ. Semua materi di atas itu merupakan kompilasi dari:) 1. dan pada tulang tulang mudah patah. Ed 8. Dapat menyebabkan tingginya kalsium dan ion fosfat dalam darahbatu ginjal. Diabetes mellitus tipe 1 : kekurangan insulin yang disebabkan rusaknya sel beta pada pankreas. 3.Tentir Sistem Endokrin. dan kelainan bersumber dari buku 3. Ed 13. Fundamentals of Anatomy and Physiology. Principles of Anatomy and Physiology. Menyebabkan tingginya kadar gula darah. Bartolomew. Mekanisme aksi hormon lipofilik dan hidrofilik dari e-book Tortora GJ. Bartolomew. Sherwood L. Derrickson B.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->