P. 1
Lumba lumba

Lumba lumba

|Views: 1,308|Likes:

More info:

Published by: Luthfi fharuq Al Fairuz on Nov 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2015

pdf

text

original

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

BAB I PENDAHULAN A. Latar Belakang Lumba-lumba (Delphinus delphis) adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumbalumba. Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk

berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerebat lumba - lumba dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba. Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan lumba - lumba dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumbalumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan ikan lumba - lumba sudah langka, maka lumba-lumba dan ikan lumba - lumba harus dilindungi. Lumba-lumba dan ikan lumba - lumba telah mulai dilindungi di seluruh dunia. Hal inilah yang menjadi latar belakang kami untuk mengangkat materi dalam makalah kami.

1

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana klasifikasi lumba – lumba? 2. Bagaimana deskripsi lumba – lumba? 3. Bagaimana adaptasi dan evolusi lumba – lumba? 4. Bagaimana keunikan yang dimiliki oleh lumba – lumba? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui klasifikasi lumba – lumba? 2. Untuk mengetahui deskripsi lumba – lumba? 3. Untuk mengetahui adaptasi dan evolusi lumba – lumba? 4. Untuk mengetahui keunikan yang dimiliki oleh lumba – lumba?

2

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

BAB II LANDASAN TEORI

A. Sejarah Evolusi lumba – lumba (Delphinus delphis) Lumba-lumba masuk dalam keluarga Delphinidae. Kata ini berasal dari bahasa Yunani δελφύς (delphus) yang berarti rahim, dikarenakan orang jaman dahulu sering menyebut mereka „ikan‟ dengan rahim. Saat ini ada sekitar 40 spesies lumba-lumba, 5 diantaranya merupakan lumba-lumba air tawar yang lebih rentan punah. Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Semua lumba-lumba dan lumba - lumba itu berkerabat. Bukti fosil dari epoh Eosen awal menunjukkan kalau lumba-lumba purba atau Protocetidae sudah bersifat akuatis sekitar 45-50 juta tahun lalu. Walau begitu, mereka sedikit saja kemiripannya dengan lumbalumba dan puas masa kini. Diduga kalau mamalia primitif bernama Mesonychidae hidup di sepanjang dataran Afrika pada masa epoh Eosen awal. Walaupun sudah lama punah sekarang, di masa mereka, mamalia purba ini berevolusi pada banyak niche ekologis dan berukuran aneka ragam mulai dari ukuran kucing hingga beruang. Diduga pula kalau mereka juga merupakan leluhur dari kuda modern. Dengan membandingkan struktur fosil rahang dan gigi mesonychidae dengan protocetidae, ahli paleontologi yakin kalau kelompok yang hidup di pantai mulai menghabiskan lebih banyak waktunya mencari makan di rawa-rawa dan samudera. Seiring waktu mereka semakin tergantung pada kelimpahan makanan di samudera dan melewati tahap amfibi sebelum menyerahkan seluruh hidupnya ke samudera. Bisa dibayangkan kalau selama transisi antara daratan dan samudera, lumba-lumba primitif mirip dengan singa laut yang kita lihat sekarang; makan di samudera sambil pulang ke darat untuk kawin. Fosil lumba-lumba dapat dilacak dengan perubahan pada giginya. Sekali di samudera, perlu jutaan tahun baginya untuk berkembang menjadi cetacean sejati. Pada 40 juta tahun lalu, ia

3

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

adalah Dorudontinae. Mahluk ini menunjukkan tengkorak mirip teleskop, namun lubang hidungnya masih di moncong walaupun lebih muda dari Protocetidae. Pada akhirnya selama Oligosen atas, sekitar 30 juta tahun lalu, lumba-lumba purba membelah silisahnya menjadi dua kelompok utama yang kita ketahui sekarang: lumba - lumba bergigi (Odontoceti) dan lumba - lumba baleen (Mysticet). Delphie, kelompok asal lumba-lumba modern muncul, mulai hadir di awal Miosen sekitar 25 juta tahun lalu. Karena jalur evolusi lumba-lumba membelah sekitar 50 juta tahun lalu, struktur fisik mereka mempunyai waktu yang cukup untuk berkembang independen dari mamalia darat. Sebagai contoh, catatan fosil menunjukkan kalau ada sebuah tahap ketika hewan ini bersifat amfibi. Walau begitu, catatan ini juga menunjukkan kalau ketika lumba-lumba purba memutuskan menjadi akuatis, tidak butuh waktu lama bagi tulang-tulang di kaki belakang untuk lenyap bersamaan. Tubuh lumba-lumba yang hidrodinamis menyebabkan hidup di air menghasilkan sejumlah modifikasi lain pada fisiologi hewan ini. Tubuh yang menebal dan kepala yang naik menyebabkan vertebrae di leher cetacean ini menyatu. Bukannya pasokan darah utama ke otak disalurkan dari luar leher seperti hewan darat, ia melewati arteri yang berada di dalam vertebrae yang menyatu. Hal ini memastikan pasokan darah konstant ketika lumba-lumba menyelam ke kedalaman ekstrim di samudera. Karena tengkorak panjang lumba-lumba dan lumba - lumba, mudah memikirkan kalau lubang hidung atau lubang hembusnya bergerak ke belakang tengkorak. Faktanya struktur berbentuk kubah di depan lubang hembus adalah jaringan lemak yang disebut melon dan berhubungan dengan bibir atas kita. Melon bertindak sebagai lensa untuk memfokuskan suara ketika lumba-lumba menghasilkan klik nada tinggi untuk ekolokasi. Selama bertahun-tahun diduga kalau melon juga menerima suara ketika suaranya memantul, membuat lumba-lumba bisa memetakan sonar. Walau begitu, diketahui kalau sebuah tulang kecil di bawah dagu bernama tulang pan lah yang menerima laporan sonik dan merangsang otak lewat telinga dalam. Diduga pula kalau gigi

4

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

lumba-lumba akan bergetar harmonis dengan gema objek target sehingga memberikan lebih banyak informasi bagi lumba-lumba. B. Identifikasi 1. Klasifikasi ilmiah a. Ordo Cetacea Semua lumba-lumba, dan lumba - lumba termasuk dalam ordo cetacean. Terdiri dari kurang lebih 80 spesies yang masih hidup, yang terbagi dalam tiga subordo yaitu Odontoceti, Mysticeti dan Archaeoceti. Archaeoceti merupakan subordo dimana anggota spesiesnya telah punah. Odontoceti dan Mysticeti memilik karakter yang berbeda. Odontoceti dicirikan dengan susunan gigi seperti gigi pada umumnya, lubang nafas sebuah, cara berburu dengan metode echolocation, ukuran yang lebih kecil, dan seksual dimorfisme berupa ukuran jantan yang kadang lebih besar serta bentuk sirip dorsal yang berbeda. Mysticeti dicirikan dengan susunan gigi seperti lempengan, lubang nafas dua buah, cara makan adalah dengan metode filter feeder, ukuran lebih esar dibanding Odontoceti, serta seksual dimorfisme dimana ukuran betina selalu lebih besar disbanding dengan jantan b. Famili Delphinidae Pada famili ini terdapat kurang lebih 32 spesies. Lumba - lumba pembunuh merupakan yang terbesar ukurannya dalam famili Delphinidae ini. c. Genus, spesies (Delphinus delphis) Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.
5

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

2. Distribusi dan Habitat Delphinus delphis hidup di laut lepas atau pesisir pantai, pada kedalaman kurang dari 200 meter. Tetapi ada juga yang hidup di air tawar. tersebar di perairan tropis hingga sub tropis pada kisaran lintang 600 LU di Atlantik Utara, 500 LU di Pasifik Utara dan 500 di Kutub Selatan. Penyebaran genus ini di Indonesia adalah perairan laut dari Selat Malaka hingga Papua 3. Karakter Fisik a. Ukuran Panjang rata-rata hewan dewasa jenis ini sekitar 2-4 meter dan beratnya 150-650 kilogram. Lumba-lumba jantannya lebih kurus dan memiliki populasi yang lebih besar dibanding rata-rata populasi betina. Ukuran lumba-lumba ini sangat bergantung pada habitatnya. Contohnya, lumba-lumba yang hidup di air yang bersuhu hangat akan memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding mereka yang hidup di air yang lebih dingin. Bagian ujung (cuping ekor) dan sirip belakang disusun dari jaringan yang padat, tapi tidak mengandung tulang atau otot. Hewan ini berenang melalui ujung ekor yang bergerak ke atas dan ke bawah. Sirip dada (di bagian sisi tubuh) berfungsi sebagai kemudi. b. Bentuk tubuh Bentuk tubuh dari lumba - lumba pembunuh adalah fusiform, streamline yang memudahkannya dalam aktivitas berenang. c. Warna Warna tubuh dari lumba – lumba adalah kombinasi antara warna hitam dan putih. Permukaan dorsal dan sirip pectoral berwarna hitam kecuali pada area di bawah dan di belakang sirip dorsal yang berwarna abu-abu. Bagian ventral tubuh hingga ke permukaan ventral dari ekor berwarna putih. Eyespot berwarna putih berada di atas belakang setiap mata. Pewarnaan tubuh yang unik ini meningkatkan kemampuannya dalam berburu. Warna hitam di bagian dorsal bercampur dengan warna

6

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

kedalaman laut apabila dilihat dari atas. Sedangkan warna putih di bagian ventral bercampur dengan cahaya apabila dilihat dari bawah. d. Sirip Pectoral Sirip pectoral berbentuk membulat, tersusun atas tulang seperti pada mamalia darat, namun memendek dan termodifikasi dengan keberadaan jaringan ikat yang padat dan kartilago. e. Sirip Dorsal dan ekor (Flukes) Sirip dorsal dan ekor tersusun atas jaringan ikat yang padat, tidak terdapat tulang sejati ataupun tulang lunak. Sirip dorsal dapat tumbuh tegak atau membengkok di bagian ujung.

(gambar 1. Morfologi lumba – lumba) 4. Sistem Indera a. Sistem Pendengaran Indera pendengaran pada Odontoceti berkembang baik. Auditory cortex pada otak berkembang dengan baik. Frekuensi suara yang mampu didengar antara 0,5 hingga 125 kHz. Mampu memproduksi suara pada frekuensi yang berbeda. “Click” dengan frekuensi yang lebih tinggi berfungsi utama pada kemampuan echolocation. Sedangkan fungsi suara dengan frekuensi yang lebih rendah belum diketahui fungsinya. Lumbalumba dapat mendengar frekuensi 10 kali atau lebih di atas batas atas pendengaran manusia dewasa. Echolocation adalah suatu kemampuan untuk mengenal lokasi dan membedakan objek dengan memproduksi suara dengan frekuensi tinggi

7

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

yang

kemudian

dipantulkan

kembali

oleh

objek

tersebut

dan

diinterpretasikan gemanya. Frekuensi suara yang dihasilkan adalah antara 10 hingga 80 kHz. Bila gendang telinga binatang itu rusak, mereka akan kehilangan arah, dan kemudian muncul ke permukaan lalu berenang tak tentu arah b. Sistem Penglihatan Lumba-lumba memiliki penglihatan yang kurang baik. Sebagai gantinya, lumba-lumba menggunakan suara (sistem sonar) untuk mencari kearah mana dia harus berenang mencari makan. c. Sistem Penciuman Lobus olfaktori pada otak serta saraf olfaktori tidak ditemukan pada seluruh spesies Odontoceti. Hal ini mengindikasikan kelemahannya adalah pada bau. Sehingga Lumba-lumba diyakini tidak memiliki indera penciuman. 5. Adaptasi terhadap Lingkungan Air a. Berenang Kemampuan berenangnya adalah yang paling cepat jika

dibandingkan dengan mamalia laut lainnya. Kecepatan berenang dapat mencapai kecepatan 60 km/jam nya atau 37 mph. b. Menyelam Saat menyelam, umumnya kedalaman yang dicapai hanya hingga 30,5 samapi 60 meter. Lumba - lumba tidak biasa menyelam terlalu dalam, meskipun dalam eksperimen pernah mencapai 274,3 meter. Lama menyelam rata-rata 20 sampai 30 detik. Terjadi adaptasi fisiologi saat menyelam, antara lain kemampuan untuk menghemat oksigen dan melambatnya detak jantung dari 60 menjadi 30 detakan permenit. Lumba lumba dan mamalia air lainnya memiliki myoglobin, protein pengikat oksigen yang lebih tinggi. Tingginya konsentrasi ini mampu mencegah terjadinya kekurangan oksigen dalam otot. Di dalam air, Lumba - lumba tidak menghirup udara.

8

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

c. Respirasi Walaupun mereka hidup di dalam air, lumba-lumba adalah mamalia yang bernafas melalui blowhole, yang terletak di bagian atas kepala mereka. Beberapa jenis lumba-lumba harus naik ke permukaan untuk bernafas setiap 20 sampai 30 detik. . Selama menyelam, Lumba lumba menahan nafas. Saat akan mengambil nafas, otot penutup lubang terbuka, dan menutup selama menyelam. d. Termoregulasi Lumba - lumba memiliiki beberapa adaptasi sehingga mampu menjaga suhu tubuh tetap hangat selama menyelam. Adaptasi itu antara lain berupa lapisan lemak yang tebalnya 7,6 hingga 10 cm. Sistem sirkulasi pada Lumba - lumba berbeda, dimana pada sirip pectoral, ekor dan sirip dorsal, pembuluh arteri dikelilingi olej pembuluh vena. Sehingga panas yang dibawa oleh darah dalam arteri ditransfer menuju vena, dan bukan ke lingkungan. Kemampuan ini mampu untuk menjaga panas tubuh. e. Sistem pencernaan Beberapa spesies lumba-lumba memiliki hingga 250 gigi. Gigi lumba-lumba diyakini berfungsi sebagai antena untuk menerima suara yang masuk dan menentukan lokasi yang tepat dari sebuah objek. Ikan dan cumi-cumi adalah makanan utama lumba lumba. Lumbalumba terkenal senang berburu dalam kelompok dengan cara

menggembala makanannya (ikan) membentuk bola umpan sebelum dieksekusi. f. Kelenjar susu Lumba-Lumba adalah binatang menyusui dimana sepasang kelenjar susu terletak di bagian perut. Lumba-lumba betina dapat mempertahankan kemampuan menyusi mereka bahkan setelah kehilangan kemampuan untuk membuat bayi.

9

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

(gambar 2. Anatomi Lumba - Lumba) 6. Behavior a. Struktur Sosial Lumba - lumba hidup dalam suatu kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 30 individu. Setiap lokasi geografis yang berbeda, jumlah indvidu per kelompok juga bervariasi. Misalnya di Alaska dalam satu kelompok dapat terdiri hingga 100 individu. Kelompok kecil ini diistilahkan dengan pod. Setiap pod terdiri atas jantan dan betina dewasa serta keturunannya. Pod bukanlah grup sosial terkecil atau terbesar dalam komunitas lumba - lumba. Dari sebuah penelitian diketahui bahwa unit paling dasar dari suatu resident pod adalah gruo maternal. Sebuah grup maternal terdiri atas seorang ibu, dan keturunannya. Satu atau lebih grup maternal dapat pergi bersama dalam sebuah subpod. Lumba - lumba dalam subpod masih memiliki hubungan kekerabatan dekat, yang umumnya terdiri dari ibu, anak, dan kemungkinan keponakan-keponakannya. Klan adalah level sosial yang lebih tinggi dari level pod. Klan dibentuk dari sekelompok pod pada suatu area dengan dialek yang mirip. Suatu pod kemungkinan terbentuk dari perkembangan suatu pod ancestor, yang dalam perkembangannya terbentuk kelompok-kelompok. Tingkat tertinggi struktur sosial dari Lumba - lumba adalah sebuah komunitas. Sebuah komunitas terdiri dari beberapa pod yang hidup bersama-sama. Apabila berpergian ke suatu area lain, pod dari suatu komunitas tidak pernah terlihat berpergian dengan komunitas lainnya.

10

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

Terjadinya pertukaran anggota antar pod kadang-kadang terjadi, terutama saat musim kawin. b. Komunikasi Komunikasi yang terjadi antar individu, adalah dengan suara dengan frekuensi 0,5 kHz hingga 16 kHz. Suara diproduksi bukan dari pita suara, namun dengan pergerakan udara yang berada di area sekitar lubang nafas. Suara yang dihasilkan biasanya dilakukan berulang-ulang dan disebut seruan stereotype. Seluruh seruan stereotype yang dilakukan berulang-ulang membuat suatu system vokal yang disebut dengan dialek. Dialek ini adalah suatu sistem komunikasi antar individu dalam suatu pod. Pod yang berada berdekatan mampu saling mengerti sistem komunikasi itu. Namun demikian dari penelitian diketahui bahwa sistem komunikasi itu masih cukup berbeda hingga peneliti pun mampu mengidentifikasi suatu pod hanya dari suara yang dihasilkannya. c. Kebiasaan Individual Kebiasaan unik dari Lumba - lumba adalah spy hopping, yakni bergantung di air dengan posisi horizontal dangan kepala sebagian berada di ataas air. Breaching, yakni gerakan melompat dari air dengan posisi miring atau terbalik. Lob –tailing, yaitu gerakan memukul-mukulkan ekor ke permukaan air. Pec-tailing, yaitu gerakan memukul-mukulkan sirip pectoral ke permukaan air. Dan dorsal fin slapping, yaitu gerakan berputar ke samping untuk memukulkan sirip dorsalnya ke air. Gerakan-gerakan ini adalah suatu kebiasaan yang menunjukkan dominansi suatu area. Menurut Shane (1990), lumba-lumba memiliki tingkah laku sosial yang ditandai dengan :  Greeting : lumba-lumba melakukan greeting pada beberapa keadaan ketika bertemu kelompoknya dengan cara berenang cepat diantara yang lainnya di permukaan air sambil ekornya digerakkan atau dengan cara mengeluarkan suara  Roughhousing : lumba-lumba dengan penuh semangat membuat keributan dan kegaduhan dengan menggunakan rostrum dan flukes

11

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

untuk menyambut anaknya yang baru dilahirkan ;  Alloparental care : lumba-lumba muda berenang dan bermain bersama lumba-lumba dewasa lainnya (babysister) selama lebih dari 1 jam ketika ibunya mencari makan pada jarak beberapa ratus meter dari mereka. d. Tidur Otak lumba-lumba besar (40% lebih besar dari otak manusia) dan sangat kompleks. Kedua sisi otak lumba-lumba bekerja secara terpisah. Lumba lumba berisitirahat dengan hanya mengaktifkan setengah dari otak mereka, dan matanya terbuka sebelah. Selama 8 jam, kedua sisi otak itu sadar. Kemudian sisi yang kiri akan tidur selama 8 jam. Setelah sisi itu terbangun, sisi yang kanan akan tidur selama 8 jam. Dengan demikian lumba-lumba bisa tidur selama 8 jam tanpa harus berhenti secara fisik dan terus berenang. Meskipun hidupnya dihabiskan dilautan, sebenarnya lumba – lumba justru tidak bisa tidur di dalam air, jika hal ini terjadi maka lumba – lumba akan tenggelam. e. Makanan dan cara makan Weber and Thurman (1991) mengatakan bahwa lumba-

lumba kebanyakan pemakan ikan, walaupun mereka juga memakan cumicumi. Mereka memangsa bermacam-macam ikan dengan giginya dan menelannya bulat-bulat. Lumba-lumba kecil makanan utamanya ikan-ikan kecil dan cumi-cumi yang berada di laut terbuka, beberapa zona epipelagikdi perairan

spesies makanannya adalah ikan dasar di

perairan dangkal dekat pantai, teluk dan sungai. Cockcroft and Ross (1986) mengemukakan bahwa lumba-lumba hidung botol di perairan Natal, Afrika Selatan memakan berbagai jenis ikan pelagis, cepalopoda, dan beberapa jenis ikan laut dalam. Barros and Odell (1990) mengatakan bahwa lumba-lumba hidung botol lebih memilih jenis Mullet sebagai makanannya. Sementara Barros and Odell (1990) mengatakan bahwa tidak terdapat perbedaaan jenis makanan antara

lumba-lumba hidung botol betina dan jantan. Makanan utamamereka
12

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

adalah

Cynoscion, Micropogonias

dan Leiostomus.

Menurut Shane (1990) lumba-lumba memiliki cara makan sebagai berikut :  Bottom feeding : lumba-lumba, sendiri atau pada saat bebas atau pada saat menyebar luas biasanya menyelam dengan batang ekor atau ujung ekor diangkat ke atas, kadang-kadang Lumpur teraduk ke atas.  Against current feeding : lumba-lumba kadang-kadang melawan arus pasang surut yang kuat dan tetap berada di satu tempat kecuali sedang menangkap dan mengejar ikan, paling sering berada di permukaan  Horizontal circle feeding : lumba-lumba sering berenang

membentuk lingkaran hanya di bawah permukaan dengan dua cara. Pertama, lumba- lumba berenang cepat di sisi lingkaran dengan tubuh membongkok ke depan, lebih seperti kucing mengejar ekornya. Kedua, lumba-lumba berada pada posisi yang hamper vertikal di kolom perairan dengan kepala ke atas, kemudian lumba-lumba itu akan memutar kepalanya atau sangat jarang seluruh tubuhnya akan berputar 360 derajat membentuk busur sehingga satu atau beberapa ikan kecil akan lari ke lingkaran dipinggir mulut lumba-lumba dibawah permukaan  Edge feeding : Lumba-lumba berenang sepanjang batas penghalang pasir (sand bar), penghalang tiram (oyster bar) di bawah permukaan air (submerged bar), kanal dan garis pantai mangrove untuk mencari makan  Cara makan dengan menyerbu (feeding rush) ini terlihat pada cara makan di tepi air. Lumba-lumba akan meningkatkan

kecepatannya secara tiba-tiba sejauh 10-20 meter kearah garis pantai. Sebelum mencapai pantai, lumba- lumba akan bersandar pada salah satu sisi dan berputar atau membuat tikungan tajam ke bawah untuk menangkap mangsanya ;
13

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

 Fish kicking atau menendang ikan adalah cara makan yang paling unik, Lumba-lumba menggunakan ujung atau batang ekornya untuk menendang ikan yang berada di dekat permukaan air ke udara. Fish kicking biasanya dilakukan oleh seekor lumbalumba yang berenang ke arah schooling ikan  Sebelum membawa mangsanya ke bawah, lumba-lumba

mengosongkan permukaan air dari mangsanya dengan cara menghentakkan ekornya ke permukaan. Hal ini menyebabkan hisapan ke bawah yang kemudian diikuti dengan feeding circles dan feeding rush  Pada beberapa kesempatan lumba-lumba diam di

permukaan menggerakkan

lalu melambung ke atas dan ke bawah atau badannya dengan kepala di bawah seperti

memainkan sesuatu. C. Siklus hidup (sistem reproduksi) 1. Bayi Bayi lumba-lumba (juga disebut calf) lahir setelah masa hamil 11-12 bulan. 2. Remaja Setelah berumur 3-6 tahun, lumba-lumba remaja akan memutuskan jalan hidup mereka sendiri untuk tetap dalam kawanan induknya atau meninggalkan induk dan kawanannya. 3. Dewasa Saat usia 5-13 tahun, lumba-lumba betina dewasa akan kembali ke kelompok di mana mereka dilahirkan. Kawanan lumba-lumba juga dikenal dengan nama pod, untuk kawanan dengan jumlah ratusan lumbalumba di dalamnya sering disebut dengan superpod. Lumba-lumba mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 7-12 tahun untuk betina dan 10-15 tahun untuk jantan.

14

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

Lumba-lumba jantan dewasa senang bergaul dan bergerak di antara betina. Mereka bebas dari tanggung jawab dan hanya berkelana, satu-satunya peran yang mereka mainkan adalah kawin. Sedangkan betina dewasa berperan utama dalam semua keputusan, terutama dalam melindungi dan memberi makan anak-anak mereka. \

(Gambar 3. Alat reproduksi lumba lumba jantan) 1. Masa kawin Sekitar usia 12 tahun, lumba-lumba jantan akan mencari pasangan untuk berkembang biak. Mereka terkadang terlibat dalam tindakan agresi sebagai bentuk persaingan memperebutkan betina. Musim kawin biasanya terjadi selama musim semi. Lumba-lumba akan menjajaki masa perkenalan dengan pasangan selama berhari-hari. Pada masa ini, pasangan akan terlihat selalu berenang bersama dan saling membelai dengan sirip mereka. Proses kawin berlangsung sangat cepat, biasanya dalam hitungan detik.

15

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

2. Proses Kelahiran Tidak seperti mamalia darat, proses kelahiran lumba-lumba dimulai dengan ekor keluar terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan jika kepala yang keluar pertama, tidak akan cukup waktu untuk sang bayi mencapai permukaan untuk bernapas. Proses kelahiran lumba-lumba memakan waktu sekitar 3 jam, dan selama proses ini akan ada darah, yang akan memancing pemangsa seperti hiu untuk mendekat. Untuk melindungi induk lumba-lumba saat melahirkan, lumba-lumba lain dalam kelompok akan membentuk lingkaran di sekelilingnya. Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibantu oleh sang induk dibawa ke permukaan agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba betina biasanya akan melahirkan sekitar setiap 4 atau 5 tahun. Mereka memilih merawat anak-anaknya terlebih dahulu hingga cukup mandiri, sebelum mengandung anak berikutnya. Seekor lumba-lumba mampu memiliki hingga 11 anak dalam seumur hidup mereka, dan masih dapat kawin hingga usia di atas 40 tahun. Harapan hidup lumba-lumba jantan adalah 40 tahun, dan 50 tahun untuk betina. D. Keunikan yang dimiliki Lumba-lumba merupakan makhluk laut paling cerdas dan bisa dilatih untuk menuruti perintah manusia. Yang menarik, ternyata hewan air yang kerap dijuluki sahabat manusia ini punya kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Kemampuan tersebut diteliti oleh Michael Zasloff, peneliti dari Georgetown University Medical Center. Ia mengumpulkan beberapa dokumen insiden cedera serius yang dialami lumba-lumba, yang kemungkinan disebabkan gigitan hiu. Luka gigitan tersebut, sebagian bahkan lebih besar dari bola basket, bisa sembuh dalam waktu seminggu tanpa menyebabkan lumba-lumba kesakitan atau terganggu.

16

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

"Ini membuat kita kagum pada hewan yang bisa berenang lebih cepat dari manusia dan punya kecerdasan yang hampir menyampai kompleksnya emosi dan sosial kita, tetapi mampu menyembuhkan diri sendiri," kata Zasloff. Selain itu, selama proses penyembuhan luka, tubuh lumba-lumba tidak menunjukkan gejala infeksi. Para ilmuwan menemukan, kulit mereka dan juga lemaknya mengandung senyawa antibakteri sehingga mencegah infeksi. Kelebihan lainnya adalah lumba-lumba tidak menunjukkan reaksi sakit. Padahal, pada umumnya luka yang terbuka akan memengaruhi perilaku dan pola makan hewan selama beberapa minggu. Pada lumba-lumba, mereka tetap berlaku normal meski mengalami luka berat. Lumba-lumba banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak, seperti militer AS yang pernah melakukan percobaan terhadap lumba-lumba untuk misi Spionase (mata mata). Lumba-lumba memiliki kemampuan unik yang sesungguhnya bila kita sebagai manusia jeli dapat menangkap maksud dari perubahan perilaku lumba-lumba tersebut. Kemampuan uniknya yang lain, suka menolong manusia yang kebetulan tersesat atau terombang ambing di tengah laut (biasanya lumba-lumba menolong dan membimbing menuju perairan), selain itu dapat juga mengetahui kapan bencana gempa akan terjadi. E. Penerapan ilmu yang bekaitan dengan lumba - lumba kulit lumba-lumba memiliki tekstur dan sistem yang berbeda dengan kulit hewan yang hidup dia air pada umumnya, jika di lihat secara kasat mata kulit lumba – lumba sangat licin dan mengkilap. Permukaan kulit ini mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba. Selain itu, lumba – lumba memiliki sistem komunikasi yang dikenal dengan sistem sonar. Sistem ini bukan hanya untuk berkomunikasi antara lumba – lumba, tetapi juga berguna untuk memekakan mereka terhadap rangsangan,
17

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

sehingga dapat menghindar dari benda yang ada di depannya, selain itu digunakan juga untuk mendeteksi mangsanganya. Sistem ini kemudian diteliti dan diadaptasi untuk diterapkan dan digunakan sebagai elemen penting dalam pembuatan radar kapal selam. F. Sistematika Suborde Odontoceti, toothed whales a. Familia Delphinidae, Lumba-Lumba Samudra i. Genus Delphinus 1. Lumba-lumba moncong panjang, Delphinus capensis 2. Lumba-lumba moncong pendek, Delphinus delphis ii. Genus Tursiops 1. Lumba-lumba hidung botol, Tursiops truncatus 2. Indo-Pacific Bottlenose Dolphin, Tursiops aduncus iii. Genus Lissodelphis 1. Northern Rightwhale Dolphin, Lissodelphis borealis 2. Southern Rightwhale Dolphin, Lissiodelphis peronii iv. Genus Sotalia 1. Tucuxi, Sotalia fluviatilis v. Genus Sousa 1. Indo-Pacific Hump-backed Dolphin, Sousa chinensis a. Lumba-lumba putih China (jenis dari China), Sousa chinensis chinensis 2. Lumba-Lumba bongkok Atlantik, Sousa teuszii vi. Genus Stenella 1. Atlantic Spotted Dolphin, Stenella frontalis 2. Clymene Dolphin, Stenella clymene 3. Pantropical Spotted Dolphin, Stenella attenuata

18

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

4. Spinner Dolphin, Stenella longirostris 5. Lumba-lumba belang, Stenella coeruleoalba vii. Genus Steno 1. Rough-Toothed Dolphin, Steno bredanensis 2. viii. Genus Cephalorynchus 1. Lumba-lumba Chili, Cephalorhynchus eutropia 2. Commerson's Dolphin, Cephalorhynchus commersonii 3. Heaviside's Dolphin, Cephalorhynchus heavisidii 4. Hector's Dolphin, Cephalorhynchus hectori ix. Genus Grampus 1. Risso's Dolphin, Grampus griseus x. Genus Lagenodelphis 1. Fraser's Dolphin, Lagenodelphis hosei xi. Genus Lagenorhyncus 1. Lumba-Lumba bersisi putih Atlantik, Lagenorhynchus acutus 2. Dusky Dolphin, Lagenorhynchus obscurus 3. Hourglass Dolphin, Lagenorhynchus cruciger 4. Lumba-Lumba bersisi putih Pasifik, Lagenorhynchus obliquidens 5. Peale's Dolphin, Lagenorhynchus australis 6. Lumba-lumba moncong putih, Lagenorhynchus albirostris xii. Genus Orcaella 1. Australian Snubfin Dolphin, Orcaella heinsohni 2. Pesut, Orcaella brevirostris xiii. Genus Peponocephala 1. Melon-headed Whale, Peponocephala electra xiv. Genus Orcinus

19

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

1. Lumba - lumba Pembunuh, Orcinus orca xv. Genus Feresa 1. Lumba - lumba Pembunuh Kerdil, Feresa attenuata xvi. Genus Pseudorca 1. Lumba - lumba Pembunuh palsu, Pseudorca crassidens xvii. Genus Globicephala 1. Long-finned Pilot Whale, Globicephala melas 2. Short-finned Pilot Whale, Globicephala macrorhynchus b. Familia Platanistoidea, Lumba-Lumba Sungai i. Genus Inia 1. Boto (Lumba-Lumba Sungai Amazon), Inia geoffrensis ii. Genus Lipotes 1. Lumba-Lumba Sungai China (Baiji), Lipotes vexillifer iii. Genus Platanista 1. Lumba-Lumba Sungai Gangga, Platanista gangetica 2. Lumba-Lumba Sungai Indus, Platanista minor iv. Genus Pontoporia 1. La Plata Dolphin (Franciscana), Pontoporia blainvillei

20

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

BAB III KESIMPULAN

Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan parLumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari bendabenda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumbalumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerebat lumba - lumba dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba. perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba. Panjang rata-rata hewan dewasa jenis ini sekitar 2-4 meter dan beratnya 150-650 kilogram. Lumba-lumba jantannya lebih kurus dan memiliki populasi yang lebih besar dibanding rata-rata populasi betina. Ukuran lumba-lumba ini sangat bergantung pada habitatnya. Contohnya, lumba-lumba yang hidup di air yang bersuhu hangat akan memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding mereka yang hidup di air yang lebih dingin. Bagian ujung (cuping ekor) dan sirip belakang disusun dari jaringan yang padat, tapi tidak mengandung tulang atau otot. Hewan ini berenang melalui ujung ekor yang bergerak ke atas dan ke bawah. Sirip dada (di bagian sisi tubuh) berfungsi sebagai kemudi.

21

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

DAFTAR REFERENSI http://ebookpp.com/ma/mamalia-doc.html http://id.shvoong.com/f/tags/klasifikasi-lumba-lumba/page-2/ http://adearisandi.wordpress.com/2011/08/10/siklus-hidup-lumba-lumba/ http://www.seaworld.org/animal-info/info-books/killer-whale/index.html http://www.wikipedia.com/lumba-lumba. http://www.kompas.com/sabtu-12-november-2011 Jasin. Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.

22

Zoology vertebrae/biology-ed/uin-alauddin/lutfi

Catatan:

23

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->