P. 1
MAKALAH INVESTASI PASAR MODAL

MAKALAH INVESTASI PASAR MODAL

5.0

|Views: 2,198|Likes:
Published by sayu22
MAKALAH
MAKALAH

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: sayu22 on Nov 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/06/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Benar adanya bahwa perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari perkembangan pasar modal. Perkembangan pasar modal di negara-negara maju, termasuk di negara-negara muslim sekalipun, kiranya menuntut untuk dicermati lebih lanjut. Hal ini menjadi keharusan, selain terkait dengan semakin membesarnya peran pasar modal di dalam memobilisasi dana ke sektor riil, juga disebabkan adanya tuntutan bahwa sekuritas yang diperdagangkan harus selaras dengan syariat Islam. Sependapat dengan hipotesis Fauzi (lihat dalam Achsien, hal. xv, 2003), bahwa masyarakat yang semakin terdidik akan semakin tidak suka menanamkan dana mereka di bank komersial, karena bank komersial memberikan return yang relatif kecil, meskipun risikonya juga relatif kecil. Tapi, justru di sinilah masalahnya. Masyarakat yang semakin paham akan pasar keuangan, semakin mengerti akan penilaian dan pengendalian risiko investasi, akan semakin berani memasuki area yang lebih berisiko. Dalam konteks investasi syariah di pasar modal, pemahaman akan pengendalian risiko dan return saja tidak cukup, hal lain yang tak kalah penting untuk dipahami adalah pengenalan akan sekuritas-sekuritas mana yang selaras dengan syariah Islam. Dari banyak jenis sekuritas yang ada, beberapa di antaranya telah telah memperoleh pengakuan dari Dewan Syariah Nasional (DSN) atas kesyariahannya. Yang dikehendaki dari pengenalan prinsip-prinsip keuangan Islami tersebut, terutama tentang bentuk-bentuk kontraknya, adalah baik investor maupun para akademisi nantinya dapat kritis menilai setiap sekuritas yang tersedia, serta tetap konsisten menggunakan sekuritas,reksadana yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan demikian, mereka tidak akan menjadi naif, menolak seluruh sekuritas yang ada dengan anggapan sama sekali bertentangan dengan syariah Islam.

1

Sedangkan pendapat lain investasi di artikan sebagai komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan pada saat ini. 2 .1995). kata invest didefinisikan sebagai to make use of for future benefits or advantages and to commit (money) in order to earn a financial return. investasi berarti mengorbankan dollar sekarang untuk dollar pada masa depan (Sharpe. misalnya berupa sertifikat deposito. 1999). perkebunan. commercial paper. yaitu investment. Ini berarti adalah penanaman modal saat ini untuk di peroleh mamfaatnya di masa depan. pendirian pabrik. Dalam Webster’s New Collegiate Ditionary. Surat berharga pasar uang (SBPU).1. Investasi didefinisikan sebagai saham penukaran uang dengan dengan bentuk-bentuk kekayaan lain seperti saham atau harta tidak bergerak yang di harabkan dapat di tahan selama periode waktu tertentu supaya menghasilkan pendapat (Wirasasmita. pada dasarnya sama yaitu penempatan sejumlah kekayaan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi juga dapat dilakukan di pasar Modal. misalnya berupa saham. obsi. Selain itu. Kata invest sebagai kata dasar dari investment memiliki arti menanam. dan lainnya. Kemudian kata investment diartikan sebagai the outley of money use for income or profit. pembukaan pertambangan. dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tendelilin. obligasi.2001). warrant. Sedangkan investasi pada real asset dapat dilakukan dengan pembelian aset produktif. Investasi pada financial asset di lakukan di pasar uang. dan yang lainnya. Pengertian dan Tujuan Investasi Kata investasi merupakan kata adopsi dari bahasa inggris. Dalam kamus istilah Pasar Modal dan keuangan kata invesment diartikan sebagai penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan (Arifin. dan yang lainnya. yaitu investasi pada vinancial asset dan investasi pada real asset.1999). Dan dalam kamus Lengkap Ekonomi. Pada umumnya investasi dibedakan menjadi dua.BAB II PEMBAHASAN 2. Jadi.

3 . Jadi. Investasi dalam sebuah bisnis tertentu dapat dikategorikan sebagai langkah mitigasi yang efektif. tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam keuntungan maupun risiko. pada dasarnya ada beberapa tahapan dalam pengambilan keputusan investasi antara lain: 1. menurut Tandelilin (2001) ada beberapa motif mengapa seseorang melakukan investasi.Sedangkan Tujuan investasi syariah adalah mendapat sejumlah pendapatan keuntungan. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak merupakan keinginan setiap manusia. hal demikian karena variable inflasi dapat mengereksi seluruh pendapatan yang ada. yang dapat dilakukan adalah meminimalkan risiko akibat adanya inflasi. sehingga upaya-upaya untuk mencapi hal tersebut di masa depan selalu akan di lakukan. Menurut Sharpe (1995). Untuk mencapai tujuan investasi. Di karenakan ada hubungan positif antara risiko dan return. Dalam konteks perekonomian. Menentukan kebijakan investasi Pada tahapan ini. sehingga keputusan tersebut sudah mempertimbangkan ekspektasi return yang di dapatkan dan juga risiko yang akan dihadapi. c. investor menentuakan tujuan investasi dan kemampuan/kekayaannya yang dapat diinvestasikan. Sebagai usaha untuk menghemat pajak Di antara negara belahan dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada usaha tertentu. maka hal yang tepat bagi para investor untuk menyatakan tujuan investasinya tidak hanya untuk memperoleh banyak keuntungan saja. b. tetapi juga memahami bahwa ada kemungkinan risiko yang berpotensi menyebabkan kerugian. antara lain adalah: a. Mengurangi tekanan inflasi Faktor inflasi tidak pernah dapat dihindarkan dalam kehidupan ekonomi. investasi membutuhkan suatu proses dalam pengambilan keputusan.

Evaluasi kinerja portofolio Pada tahapan terakhir ini. Sejalan dengan waktu. 3. investor mungkin mengubah tujuan investasinya yaitu membentuk portofolio baru yang lebih optimal.2. 4 . penentuan waktu. Kategori Investor Para investor dalam dunia pasar modal memiliki preferensi (trend) serta karakter yang berbeda satu sama lain. Melakukan revisi portofolio Pada tahapan ini. 2. Salah satu tujuan melakukan penilaian tersebut adalah untuk mengidentifikasi sekuritas yang salah harga (mispriced). 4. Motifasi lainnya di sesuaikan dengan preferensi investor tentang resiko dan return itu sendiri. investor melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio secara periodik dalam arti tidak hanya return yang di perhatikan tetapi juga risiko yang di hadapi. Jadi. Analisis sekuritas Pada tahapan ini berarti melakukan analisis sekuritas yang meliputi penilaian terhadap sekuritas secara individual atau beberapa kelompok sekuritas. 5. dan diversifikasi perlu menjadi perhatian investor. Disini masalah selektivitas.2. Pembentukan portofolio Pada tahapan ketiga ini adalah membentuk portofolio yang melibatkan identifikasi aset khusus mana yang akan diinvestasikan dan juga menentukanseberapa besar investasi pada tiap aset tersebut. karena perbedaan inilah seorang menejer investasi diharuskan memahami dan menganalisis tipikal serta perilaku para investor dalam aktivitas investasi. di perlukan ukuran yang tepat tentang return dan resiko juga standar yang relevan. berkenaan dengan pengulangan secara periodik dari tiga langkah sebelumnya.

Ibnu Taimiah berpendapat bahwa penawaran bisa datang dari produk domestik dan impor. 5 .3. Harga terbentuk setelah terjadinya mekanisme pasar. sedangkan permintaan sangat ditentukan harapan dan pendapatan. jika harta tersebut didiamkan maka lambat laun akan termakan oleh zakatnya. Mereka yang berani mengambil resiko tinggi dengan harapan imbal hasil yang juga relatif tinggi (high risk high return). 2. 3. Sebab setiap harta ada zakatnya.Secara garis besar tipikal investor terbagi menjadi 2 (dua) macam. tipikal yang berani mengambil risiko (nonrisk taker) dan mereka yang tidak berani mengambil risiko (nonrisk taker). Harta yang diinvestasikan tidak akan termakan oleh zakat. yaitu: 1. Perubahan dalam penawaran digambarkan sebagai peningkatan atau penurunan dalam jumlah barang yang ditawarkan. Dalam investasi mengenal harga. Besar kecilnya kenaikan harga tergantung besarnya perubahan penawaran dan atau permintaan. Suatu pernyataan penting al-Ghozali sebagai ulama’ besar adalah keuntungan merupakan kompensasi dari kepayahan perjalanan. Mereka yang cukup berani risiko yang moderat dengan imbal hasil yang juga moderat ( medium risk medium return). kenaikan harga yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT. Mereka yang hanya berani mengambil resiko dalam tingkat yang relatif rendah (low risk low return). 2. Harga adalah nilai jual atau beli dari sesuatu yang diperdagangkan. risiko bisnis dan ancaman keselamatan diri pengusaha. Risk taker terbagi lagi menjadi 3 (tiga) bagian. kecuali keuntungannya saja. Investasi dalam Perspektif Islam Investasi merupakan bentuk aktif dari ekonomi syariah. Salah satu hikmah dari zakat ini adalah mendorong untuk setiap muslim menginvestasikan hartanya. Bila seluruh transaksi sudah sesuai dengan aturan. Sehingga sangat wajar seseorang memperoleh keuntungan yang merupakan kompensasi dari risiko yang ditanggungnya. Selisih harga beli terhadap harga jual disebut profit margin.

Tidak ada unsur riba. Bentuk-bentuk Investasi Syariah 1. baik dari segi zatnya maupun cara mendapatkannya. Perputaran modal pada kegiatan pasar modal syariah tidak boleh disalurkan kepada jenis industri yang melaksanakan kegiatankegiatan yang diharamkan.5. tidak bersifat spekulatif atau judi dan semua transaksi harus transparan. Keadilan pendistribusian kemakmuran.2. diharamkan adanya insider trading. Semua transaksi yang terjadi di bursa efek harus atas dasar suka sama suka. Pembelian saham pabrik minuman keras. Prinsip-prinsip Ekonomi Islam dalam Investasi Prinsip-prinsip Islam dalam muamalah yang harus diperhatikan oleh pelaku investasi syariah (pihak terkait) adalah: a. yaitu kedua belah pihak yang mengadakan kontrak antara pemilik dana dan mudharib akan menentukan kapasitas baik sebagai nasabah maupun pemilik. Berdasarkan keterangan di atas. 2. c. tidak ada pihak yang didzalimi atau mendzalimi. b. Di dalam akad tercantum pernyataan yang harus dilakukan kedua belah pihak yang mengadakan kontrak dengan ketentuan sebagai berikut: 6 . pembangunan penginapan untuk prostitusi dan lainnya yang bertentangan dengan syariah berarti diharamkan. transaksi ini mempunyai karakteristik tersendiri.4. Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi. serta tidak menggunakannya untuk hal-hal yang haram. maka kegiatan di pasar modal mengacu pada hukum syariat yang berlaku. tidak ada unsur pemaksaan. e. Tidak mencari rizki pada hal yang haram. Tidak ada unsur riba. Transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha. Deposito Syariah Dalam operasionalisasi di dunia perbankan. Seperti goreng-menggoreng saham. maysir dan gharar (ketidakjelasan). d.

Didalam perjanjian tersebut harus dinyatakan secara tersurat maupun tersirat mengenai tujuan kontrak. Pasar Modal Syariah Dalam arti sempit pengertian pasar merupakan tempat para penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi. 2. pengadaan kontrak dapat dilaksanakan untuk keseluruhan modal dan pembayarannya kepada mudharib dapat dibuat dalam beberapa angsuran. 7 . Penawaran dan penerimaan harus disepakati kedua belah pihak di dalam kontrak tersebut. e. Modal adalah sejumlah uang pemilik dana diberikan kepada mudharib untuk diinvestasikan dikelola) dalam kegiatan usaha mudharabah. Jumlah modal harus diketahui secara pasti termasuk jenis mata uangnya. seandainya berbentuk aset menurut Jumhur Ulama Fiqh diperbolehkan. Beberapa Fuqaha berbeda pendapat mengenai cara realisasi pencarian dana. yaitu dibayar langsung dengan cara lain dilaksanakan dengan memungkinkan mudharib untuk memperoleh manfaat dari modal tersebut bagaimanapun cara akuisisinya. Modal mudharabah langsung dibayar kepada mudharib. d. Modal harus tersedia dalam bentuk tunai tidak dalam bentuk piutang. Maksud penawaran dan penerimaan merupakan suatu kesatuan informasi yang sama penjelasannya. asalkan berbentuk barang niaga dan mempunyai nilai atau historinya pada saat mengadakan kontrak. Modal harus dalam bentuk tunai. b. Keuntungan adalah jumlah yang melebihi jumlah modal dan merupakan tujuan mudharabah dengan syarat-syarat sebagai berikut Keuntungan ini haruslah berlaku bagi kedua belah pihak dan tidak ada satu pihakpun yang akan memilikinya. Adapun Syarat yang tercakup dalam modal adalah sebagai berikut: a.perjanjian bisa saja berlangsung melalui proposal tertulis dan langsung ditandatangani. Sesuai dengan pendapat kedua. c. Artinya pembeli dan penjual langsung bertemu untuk melakukan transaksi dalam suatu lokasi tertentu.

sehingga mereka berusaha untuk menjual efek di pasar modal.000. Dalam hal ini bank syariah mengelola dana yang diinvestasikan oleh penabung secara produktif. Contoh perhitungan bagi hasil. Modal yang diperdagangkan dalam pasar modal merupakan modal yang bila diukur dari waktunya merupakan modal jangka panjang. Namun dalam arti luas pengertian pasar merupakan tempat melakukan transaksi antara pembeli dan penjual.6. Bila perbandingan bagi hasil antara nasabah dan bank sebesar 50:50 dan pendapatan bank yang dibagihasilkan untuk tabungan sebesar Rp 1 juta maka bagi hasil yang didapatkan oleh Bapa Huda adalah sebesar: (Rp 1 juta : Rp 50 juta X Rp 1 juta X 50% = Rp 10. Hasil keuntungannya akan dibagikan kepada penabung dan bank. Sedangkan pembeli (investor) adalah pihak yang ingin membeli modal diperusahaan yang menurut mereka menguntungkan. Tabungan Bagi Hasil (Mudharabah) Tabungan bagi hasil adalah tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah. menguntungkan dan memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam. akan tetapi dapat dilakukan melalui sarana informasi yang ada seperti sarana elektronika.00. Saldo rata-rata Bapa Huda bulan November 2004 sebesar Rp 1 juta sedangkan saldo rata-rata tabungan seluruh nasabah Bank Syariah pada bulan tersebut sebesar Rp 50 juta.Lokasi atau tempat pertemuan tersebut disebut pasar. 2. Jenis Investasi Berdasarkan Syariah 1. Pengertian pasar modal secara umum merupakan suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. dimana pembeli dan penjual tidak harus bertemu dalam suatu tempat atau bertemu langsung. Pasar modal dikenal dengan nama bursa efek. Sehingga Bapa Huda akan menerima 8 . sesuai perbandingan bagi hasil atau nisbah yang disepakati bersama. Penjual (emiten) dalam pasar modal merupakan perusahaan yang membutuhkan modal. dan di Indonesia dewasa ini ada dua buah bursa efek yaitu Bursa Fek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).

Dengan prinsip ini bank akan mengelola dana yang dan diinvestasikan nasabah secara produktif. Dana akan diinvestasikan kepada sektor riil yang menguntungkan sesuai keinginan nasabah. Investasi Khusus (Mudharabah Muqayyadah) Investasi khusus adalah suatu bentuk investasi nasabah yang disalurkan langsung kepada pembiayaan tertentu sesuai dengan keinginan nasabah. Contoh ilustrasi perhitungan bagi hasil. Deposito Bagi Hasil (Mudharabah) Deposito Bagi Hasil merupakan produk investasi jangka waktu tertentu. Contoh perhitungan bagi hasil. keuntungannya akan dibagikan kepada nasabah dan bank sesuai nisbah yang disepakati bersama sebelumnya. Hasil menguntungkan memenuhi prinsip-prinsip hukum Islam. 2. Bagi hasil yang didapatkan dari bank syariah dapat berubah setiap bulan. nasabah serta penasihat keuangan jika diperlukan (dapat dinegosiasikan). Perbandingan atau nisbah bagi hasil yang ditetapkan berdasarkan kesepatan antara bank. 10 ribu rupiah dalam bulan November 2004 atas tabungan saldo rata-rata sebesar Rp. 1 juta.00. Bapa Huda menginvestasikan dana sebesar Rp 5 juta dengan pilihan untuk pembiayaan kepada pedagang bahan 9 .000. Bila perbandingan bagi hasil antara nasabah dan bank sebesar 65:35 dan pendapatan bank syariah yang dibagihasilkan untuk deposito sebesar Rp 10 juta maka bagi hasil yang didapatkan oleh Bapa Huda adalah: (Rp 10 juta : Rp 500 juta X Rp 10 juta X 65% = Rp 130. Berbeda dengan bank konvensional yang pendapatan bunganya tetap sepanjang tidak ada perubahan. Produk ini menggunakan prinsip mudharabah muthlaqah. tergantung pendapatan bagi hasil yang diterima bank syariah dari para peminjam. 3.bagi hasil sebesar Rp. Nasabahnya bisa perorangan maupun badan. Saldo rata-rata Bapa Huda bulan November 2004 sebesar Rp 10 juta sedangkan saldo rata-rata deposito seluruh nasabah bank syariah pada bulan tersebut sebesar Rp 500 juta.

sedangkan menurut Jones (1996) resiko adalah kemungkinan pendapatan yang diterima (actual return) dala suatu investasi akan berbeda dengan pendapatan yang di harabkan (expected return). 4. Resiko mempunyai hubungan positif dan linear dengan return yang di harapkan dari suatu investasi. nilai dari aset atau kewajiban dari bunga.7. Brigham dan 10 . Resiko dalam Investasi Setiap keputusan investasi selalu menyangkut dua hal. return yang di peroleh berasal dari dua sumber. Gup (1998). Bila pada bulan berikutnya keuntungan investasi yang diterima bank dari pedagang bahan bangunan sebesar Rp 2 juta sementara kesepakatan nisbah antara nasabah dan bank sebesar 65:35. baik perusahaan non publik (private equity) maupun perusahaan publik/terbuka. Investasi Saham Sesuai Syariah di Pasar Modal Salah satu bentuk investasi yang sesuai dengan syariah adalah membeli saham perusahaan. secara jeneral. sedangkan resiko investasi saham tercermin pada variabilitas pendapatan (return saham) yang di peroleh. Cara paling mudah dalam melakukan investasi saham sesuai syariah di BEJ adalah memilih dan membeli jenis saham-saham yang dimasukkan dalam Jakarta Islamic Index (JII). khususnya pada sukuritas saham. 2.300. maka bagi hasil yang didapatkan Bapa Huda adalah sebesar: Rp 2 juta X 65% = Rp 1. mengemukakan bahwa risiko adalah penyimpangan dari return yang di harabkan (expected return). dimana ada kemungkinan suatu saat apabila pedagang tersebut mengalami kerugian maka bisa saja kita tidak mendapat bagi hasil alias 0. Jorion (2007). yaitu resiko dalam retern. yaitu deviden dan capital gain. sehingga semakin besar ritern yang di harapkan semakin besar pula resiko yang harus di tanggung oleh seorang investor. Dalam melakukan keputusan investasi. menyetakan resiko sebagai valatility dari suatu hasil yang tidak diekspektasi.000 Pendapatan bagi hasil yang diterima oleh deposan investasi khusus dalam hal ini akan sangat bervariasi tergantung dari kinerja dari pedagang yang diberikan pinjaman.bangunan.

Financial Risk. Jika suku bunga naik. Perubahan tingkat suku bunga ini berpengaruh negatif terhadap harga sukuritas. Dalam teori portofolio. Market Risk. Liquidity Risk. b. risiko total dari berbagai aset keuntungan bersumber dari: a. Ukuran ini dinyatakan dalam standar deviasi) yang merupakan ukuran untuk resiko total. yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil dari return yang di harabkan. Karenanya resiko mempunyai dua dimensi. karena lenders membutuhkan tambahan premium inflasi untuk mengganti kerugian purchasing power. Menurut tandelilin (2001).Gapennski (1999). Karenanya resiko mempunyai dua dimensi. c. demikian sebaliknya. dalam analisis tradisional. Resiko yang berasal dari variabilitas return akibat perubahan tingkat suku bunga. maka inflasi juga meningkat. Business Risk. Interest Rate Risk. Sustu fsktor ysng mempengaruhi semua sekuritas adalah purchasing power risk. Dalam teori portofolio. risiko dinyatakan sebagai kemungkinan keuntungan menyimpang dari yang diharabkan. risiko dinyatakan sebagai kemungkinan keuntungan menyimpang dari yang di harapkan. d. yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil dari return yang diharapkan. Resiko yang ada karena melakukan bisnis pada industri tertentu. Suatu investasi jika dapat di beli dan di jual dengan cepat tanpa perubahan harga yang signifikan. berpendapat bahwa risiko merupakan kemungkinan keuntungan yang di teriama lebih kecil dari keuntungan dari keuntungan yang di harapkan. Inflation Risk. Risiko yang timbul karena penggunaan leverage finansial oleh perusahaan. e. 11 . maka investasi tersebut dikatakan liquid. Risiko yang berasal variabilitas return karena fluktuasi dalam keseluruhan pasar sehingga berpengaruh pada semua sukuritas. f. Risiko yang berhubungan dengan pasar sekunder tertentu di mana sukuritas di perdagangkan.

analisis investasi modern membagi resiko total menjadi dua bagian. Ada beberapa kendala untuk mengembangkan pasar modal syariah. Exchange Rate Risk. 2. Contry risk. 12 .g. h. Belum ada ketentuan yang menjadi legitimasi pasar modal syariah dari Bapepam atau pemerintah.8. Risiko yang tidak sistematis adalah resiko yang di sebabkan oleh faktor-faktor pada suatu sukuritas. Selama ini pasar modal syariah lebih populer sebagai sebuah wacana di mana banyak bicara tentang bagaimana pasar yang di syriahkan. sedangkan pelaku bisnis (investor) senantiasa menghitung-hitung risiko dengan return yang diterimanya. Ada yang membedakan spekulan dengan pelaku bisnis (investor) dari derajat ketidak pastian yang di hadpapinya. 1998). Risiko ini menyangkut politik suatu negara sehingga mengarah pada political risk.dan dapat dihilangkan dengan menghilangkan diversivikasi. Berbeda dengan analisis tradisional. yaitu resiko sistematis dan resiko tidak sistematis (Husnan. Spekulasi di Pasar Modal Kegiatan spekulasi tidak berbeda dengan kegiatan mengambil resiko (risk taking action) yang biasa di lakukan oleh pelaku bisnis atau investor. Spekulan berani menghadapi sesuatu yang derajat ketidak pastian tinggi tanpa perhitungan. 2. Risiko yang berasal dari variabilitas return sekuritas karena fluktuasi karena fluktuasi kurs kurrency. 2003) antara lain: 1. Perkembangan Keberadaan pasar modal syariah saat ini merupakan gambaran bagaimana legalitas yang diberikan Bapepam dan pemerintah lebih tergantung dari permintaan pelaku pasar yang menginginkan keberadaan pasar modal syariah. Spekulan adalah game of change sedangkan bisnis game of skill. kendala-kendala tersebut (sudarsono. misalnya undang-undang.

Sementara tantangan dan ganjalan yang dihadapi dalam investasi syariah adalah konsep bagi hasil yang tidak mampu memberikan patokan tingkat penghasilan yang pasti.1. masih sangat dimungkinkan jika pengaruh cara pandang ekonomi konvensional masih kental terasa.BAB III PENUTUP 3. inilah yang merupakan tantangan bagi konsep dan sistem ekonomi Islam untuk dapat membuktikan diri secara aplikatif mampu menjadi sistem altenatif ekonomi umat. Namun. Kesimpulan Tidak dipungkiri. Disadari bahwa instrumen investasi syariah masih terbatas. sehingga kemampuan pengelola dana dalam mengatur portofolionya juga harus piawai. juga didasarkan pada konsep bagi hasil sehingga patokan tingkat penghasilan juga tidak pasti. Hal yang sama juga dialami dalam produk perbankan syariah. Oleh karena itu. Sesungguhnya. konsep ekonomi konvensional yang sampai saat ini masih kontroversial digunakan di industri keuangan Islam. Pintar tidaknya pengelola dana akan menjadi ukuran sekaligus berdampak pada hasil yang bisa diperoleh investor. Kemampuan pengelola atau profesionalisme yang terlibat di dalamnya akan sangat menentukan kinerja perbankan syariah 13 . Sebagaimana yang diungkapkan oleh Achsien (2003). dengan melihat perkembangan industri pasar modal syariah yang masih baru. antara lain penerapan time value of money atau positive time preference serta margin trading. hal ini tidak seharusnya menjadikan umat dan pelaku pasar muslim bersikap permisif serta tidak kritis untuk menilai ulang fakta yang ada. Diversifikasi investasi yang terbatas jelas akan menyulitkan pengelola dana. Dalam produk perbankan syariah. disamping belum adanya variabel benchmark untuk menentukan tingkat diskonto (discount rate) dari sekuritas ataupun pembiayaan syariah. investasi syariah mempunyai risiko yang lebih tinggi.

Ketiga. al Fiqh al Islami wa adillatuhu.0160. Kedua. Kencana. Wahabah.2007. Damaskus: Cet. Iggie H. 14 . Hakim.DAFTAR PUSTAKA Huda Nurul/ Mustafa Edwin Nasution. Makalah. Jakarta: PT. Kedua. Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. 2003.ke-1 Achsien. Gramedia Pustaka Utama. disampaikan pada kuliah informal Ekonomi Islam. 1989. Cecep Maskanul. Cet.. Obligasi Syariah di Indonesia: Kendala dan Prospek. Fakultas Universitas Indonesia. 2004. Juz 3. cet. Investasi pada Pasar Modal Syariah. Cet. Investasi Syariah di Pasar Modal: Menggagas Konsep dan Praktek Manajemen Portofolio Syariah. 2005. 16 April 2005. Zuhaily.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->