P. 1
PENGUJIAN IMPAK

PENGUJIAN IMPAK

|Views: 44|Likes:
Published by liyoud

More info:

Published by: liyoud on Nov 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2014

pdf

text

original

PENGUJIAN IMPAK

I. Tujuan pengujian: Untuk mengetahui respon atau ketahanan bahan terhadap pembebanan yang datang secara tiba-tiba (kejut). II. Dasar teori :

Prinsip pengujian : Pengujian impak merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengukur ketahanan bahan terhadap beban kejut. Pengujian ini merupakan suatu upaya untuk mensimulasikan kondisi operasi material yang sering ditemui dalam perlengkapan transportasi atau konstruksi. Dasar dari pengujian ini adalah penyerapan energi potensial dari pendulum beban yang berayun dari suatu ketinggian tertentu dan menumbuk benda uji sehingga benda uji mengalami deformasi. Suatu material dikatakan tangguh bila memiliki kemampuan menyerap suatu beban kejut yang besar tanpa timbul adanya suatu retak atau terdeformasi dengan mudah. Harga impak (HI) suatu bahan yang diuji dengan metode Charpy diberikan oleh : HI = E =energi yang diserap A = luas penampang dibawah takik Secara umum benda uji impak dikelompokkan ke dalam dua golongan sample standar yaitu : batang uji Charpy, banyak digunakan di Amerika Serikat dan batang uji Izod yang lazim digunakan di Inggris dan Eropa. Benda uji Charpy memiliki luas penampang lintang bujur sangkar ( 10x 10 mm )dan memiliki takik berbentuk V dengan sudut 45˚, dengan jari-jari dasar 0,25 mm dan kedalaman 2 mm. benda uji ini diletakkan pada tumpuan pada posisi mendatar dan bagian yang tertakik diberi beban impak dari ayunan bandul. Benda uji Izod mempunyai penampang lintang bujur sangkar atau lingkaran dengan takik V di dekat ujung yang dijepit. E A

Pengukuran lain yang biasa dilakukan dalam pengujian impak Charpy adalah penelaahan permukaan perpatahan untuk menentukan jenis perpatahan yang terjadi. hingga temperatur tinggi di atas 100 derajat Celcius. Dengan semakin tinggi vibrasi itu maka pergerakan dislokasi menjadi relatif sulit sehingga dibutuhkan energi yang lebih besar untuk mematahkan benda uji dan sebaliknya pada temperatur di bawah nol derajat Celcius. Perpatahan berserat ( fibrous facture ). . 2. Hampir semua logam berkekuatan rendah dengan struktur kristal FCC seperti tembaga dan aluminium bersifat ulet pada semua temperatur sementara bahan dengan kekuatan luluh yang tinggi bersifat rapuh. polimer dan logam-logam BCC dengan kekuatan luluh rendah dan sedang memiliki transisi rapuhulet bila temperatur dinaikan. yang dihasilkan oleh pembelahan pada butiran-butiran dari bahan yang rapuh. yang melibatkan mekanisme penggeseran bidang. Temperatur transisi adalah temperatur yang menunjukkan transisi perubahan jenis perpatahan jenis suatu bahan bila diuji pada temperatur yang berbeda-beda. Perpatahan campuran ( berserat dan granular ).bidang kristal di dalam bahan yang ulet. Hampir semua baja karbon yang dipakai pada jembatan. Hasil lain yang diperoleh dari pengujian impak adalah temperatur transisi bahan. Ditandai dengan permukaan patahan berserat yang berbentuk dimpel yang menyerap cahaya dan berpenampilan buram. Informasi mengenai temperature transisi menjadi penting bila suatu material akan didesain untuk aplikasi yang melibatkan rentang temperatur yang besar. Merupakan kombinasi 2 jenis perpatahan di atas. Fenomena ini berkaitan dengan vibrasi atom-atom bahan pada temperatur yang berbeda dimana pada temperatur kamar vibrasi itu berada dalam kondisi kesetimbangan dan akan menjadi tinggi bila temperatur dinaikkan. 3. jaringan pipa dan sebagainya bersifat rapuh pada temperatur rendah. Perpatahan granular/ kristalin. Vibrasi atom inilah yang berperan sebagai suatu penghalang terhadap pergerakan dislokasi pada saat terjadi deformasi kejut dari luar. Pada temperatur tinggi material akan bersifat ulet sedangkan pada temperatur rendah material akan bersifat rapuh. kapal. dari temperatur di bawah nol derajat Celcius. Secara umum perpatahan digolongkan menjadi 3 jenis yaitu: 1. Bahan keramik. Ditandai dengan permukaan patahan yang datar yang mampu memberikan daya pantul cahaya yang tinggi ( mengkilat ).

Kemudian di beri pukulan beban yang di peroleh dari ayunan bandul yang di lepaskan dari ketinggian tertentu. Alat dan bahan Dilakukan dengan dua metode yaitu impak izod dan charpy.1.III. Benda uji diberi pembebanan pukulan pada sisi belakang takik hingga patah. Dari bentuk patahan dapat diketahui sifat perpatahannya. Metodologi pengujian III. III. 2 Flow chart . dengan panjang lengan ayun dan berat bandul yang sudah di tentukan. Benda uji di cekam pada mesin uji.

Benda uji dengan ukuran dan bentuk yang stadar Ukur luas penampang dan damnya takikan Pasang benda sesuai dengan ketentuan Lepaskan bandul dan catat energi yang mematahkan benda uji Posisikan bandul pada skala nol Lakukan pada temperature berbeda Amati dan gambar bentuk patahan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->