P. 1
Petunjuk Praktis Pemicuan CLTS

Petunjuk Praktis Pemicuan CLTS

|Views: 464|Likes:
Published by STBM Indonesia
Buku ini adalah draft terjemahan dari buku pegangan fasilitator lapangan CLTS yang dibuat oleh Kamal Khar. 2004.
Buku ini adalah draft terjemahan dari buku pegangan fasilitator lapangan CLTS yang dibuat oleh Kamal Khar. 2004.

More info:

Published by: STBM Indonesia on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2014

pdf

text

original

Petunjuk Praktis Memicu Sanitasi Total Dipimpin oleh Masyarakat (CLTS

)
Berdasarkan pengalaman melaksanakan CLTS di paling sedikit delapan Negara berbeda di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika Timur petunjuk dasar ini telah dikembangkan untuk digunakan oleh fasilitator lapangan

DRAFT untuk Komentar November 2004 Kamal Kar

Institut Studi Pembangunan Universitas Sussex Brighton, BN1 9RE, UK

1

Sanitasi Total yang dipimpin oleh Masyarakat (CLTS) melibatkan fasilitasi atas suatu proses untuk menyemangati serta memberdayakan masyarakat setempat untuk menghentikan buang air besar di tempat terbuka dan membangun serta menggunakan jamban. Melalui penggunaan metode PRA para anggota masyarakat menganalisa profil sanitasinya masing-masing termasuk luasnya buang air besar di tempat terbuka serta penyebaran kontaminasi dari kotoran-kemulut yang mempengaruhi dan memperburuk keadaan setiap orang. Pendekatan CLTS menimbulkan perasaan jijik dan malu di antara peserta PRA. Secara kolektif mereka menyadari dampak buruk dari buang air besar di tempat terbuka: bahwa mereka akan selamanya saling memakan kotorannya masingmasing apabila buang air besar di tempat terbuka masih berlangsung. Kesadaran ini menggerakkan mereka untuk memprakarsai tindakan lokal secara kolektif guna memperbaiki keadaan sanitasi di dalam komunitas.

Apabila difasilitasi secara benar, CLTS dapat memicu tindakan lokal yang dipimpin oleh masyarakat untuk secara tuntas menghentikan buang air besar di tempat terbuka, dan tanpa program sanitasi eksternal yang menyediakan subsidi atau petunjuk untuk model jamban. Sekali tersulut, CLTS akan memicu tindakan yang spontan dan komunitas akan mulai menggali lobang-lobang untuk pembuatan lubang pembuangan jamban yang dibuat sendiri. Keluarga-keluarga mulai memasang jamban yang masih berada dalam batas kemampuannya, atau bersama-sama memakai jamban komunitas untuk mencapai desa yang bebas 100% dari buang air besar di tempat terbuka. Sekali tercapai, komunitas dengan bangga akan memasang papan pengumuman di jalan masuk ke desa bahwa desanya telah bebas dari buang air besar di tempat terbuka dan orang lainpun tidak diperbolehkan melakukan demikian di desa mereka. Pendekatan CLTS pertama kali dilaksanakan pada tahun 1999 oleh Kamal Kar yang bekerja dengan Pusat Sumber Daya Pendidikan Desa (VERC) dan didukung oleh Water Aid, di sebuah komunitas kecil di district Rajshahi di Bangladesh. Sejak itu pendekatan demikian telah tersebar di seluruh Bangladesh dan telah diperkenalkan ke sejumlah negara lainnya di Asia dan Afrika dalam skala kecil. Pengalaman dini telah memberi tanda adanya kemungkinan bahwa CLTS dapat menjadi gerakan yang menyebar dengan sendirinya, dikarenakan biaya input adalah rendah (subsidi tidak diperlukan). Kunci keberhasilan penyebaran CLTS adalah keberlangsungan kwalitas yang baik dari fasilitasi tersebut. Petunjuk dasar “bagaimana caranya” ini bertujuan untuk membantu personil garis depan dan fasilitator lapangan untuk memahami filosofi dan prinsip CLTS, serta menggunakan beberapa alat dan teknik praktis secara fleksibel dan bebas.

2

Bagaimana caranya memicu CLTS
Sanitas Total yang dipimpin oleh masyarakat (CLTS) didasarkan atas menstimulasikan secara bersama suatu perasaan jijik dan malu di antara para anggota komunitas pada waktu mereka menghadapi fakta sederhana mengenai buang air besar di tempat terbuka secara massal serta dampak negatifnya pada keseluruhan komunitas. Asumsi dasar adalah bahwa tiada seorang manusia pun yang tidak tergerak sekali mereka mengetahui bahwa selama ini mereka telah mencerna kotoran manusia lainnya. Secara umum reaksi sebuah komunitas adalah sangat kuat dan segera mencari solusi untuk merubah keadaan demikian atas usahanya sendiri. CLTS tidak melibatkan subsidi. Subsidi hanya menyebabkan adanya sikap pengharapan eksternal dan ketergantungan. CLTS juga tidak menunjuk pada suatu model jamban tertentu, melainkan lebih ke arah mendorong inisiatif dan kapasitas komunitas. Tujuannya adalah untuk menyulut dan mendorong keinginan yang termotifasi dengan sendirinya untuk merubah perilaku. Beberapa bagian komunitas memiliki motivasi khusus untuk merubah status quo. Misalkan:  Keluarga yang sudah memiliki kakus menemukan bahwa mereka tetap rentan terhadap kontaminasi kotoran-ke-mulut dikarenakan tindakan dari orang-orang sekitar yang tidak memiliki kakus.  Orang-orang yang tidak memiliki tanah seringkali dikritik dan dilecehkan karena membuang air besar di tanah orang lain.  Perempuan dan anak perempuan yang menderita paling banyak karena kekurangan kebebasan pribadi dalam membuang air besar di tempat terbuka.  Pemuka agama menyadari tidak berartinya memakai pakaian bersih karena mereka pun terkena kotoran manusia. Perasaan dan hasrat yang kuat untuk bertindak di beberapa bagian khusus komunitas ini jangan dibiarkan. Seharusnya, mereka didorong untuk membentuk kelompok tersendiri untuk membujuk yang lainnya untuk berubah.  PETUNJUK: Kunci keberhasilan adalah sikap dan pendekatan fasilitator. Tujuan CLTS adalah untuk memicu kesadaran diri di antara anggota komunitas bahwa mereka sendiri harus merubah perilakunya masing-masing, dengan demikian fasilitator tidak pernah boleh memberi kuliah atau nasehat mengenai kebiasaan-kebiasaan sanitasi, dan seharusnya jangan memberikan solusi eksternal pada tahap permulaan terkait dengan model-model jamban. Tujuan fasilitator adalah murni untuk membantu anggota komunitas melihat sendiri bahwa buang air besar di tempat terbuka mempunyai akibat yang menjijikkan serta menciptakan lingkungan yang kurang menyenangkan. Kemudian terserah 3

kepada anggota-anggota komunitas untuk menentukan bagaimana caranya menangani masalah ini serta mengambil langkah-langkah tindakan.

Urutan langkah-langkah
Berikut adalah urutan secara kasar dari langkah-langkah yang dapat diikuti, dengan peralatan yang dapat digunakan untuk memicu CLTS di pedesaan. Sudah tentu ini bukan merupakan satu-satunya cara untuk memicu CLTS – namun demikian ada beberapa unsur mendasar yang akan ditekankan. Anda bebas untuk memodifikasi serta merubah sesuai dengan keadaan, akan tetapi yang LAKUKAN dan yang JANGAN dilakukan adalah penting. 1) Perkenalan dan menjalin kebersamaan 2) Analisa partisipatif 3) Saat penyulutan 4) Rencana tindak oleh komunitas 5) Tindak lanjut

1) Perkenalan dan menjalin kebersamaan
Fase pertama dari proses tersebut adalah memasuki desa. Anda harus menjelaskan tujuan kunjungan Anda dan menjalin kebersamaan dengan komunitas. Pada waktu CLTS pertama kali dilaksanakan, ini dilakukan di pedesaan di mana LSM sudah mempunyai program dan telah menjalin kebersamaan. Apabila tidak demikian dalam hal ini Anda perlu waktu tambahan untuk menjelaskan mengapa Anda ada di situ. Apabila kunjungan Anda dipertanyakan, katakan kepada mereka bahwa Anda dan tim Anda sedang mempelajari profil sanitasi pedesaan di kabupaten tersebut. Anda sedang mencoba mencari tahu jumlah pedesaan di kabupaten di mana orang masih mempraktekkan buang air besar di tempat terbuka dan menunggu untuk subsidi eksternal untuk menyelamatkan mereka dari keadaan yang sangat tidak menyenangkan tersebut, serta berapa pedesaan yang siap untuk keluar dari keadaan yang tidak higenis demikian melalui inisiatif mereka sendiri. Seringkali Anda dapat memulai pembicaraan dengan beberapa anggota sambil berjalan kaki melalui desa (jalan kaki transect). Ini bertujuan untuk memotivasi orang untuk mengadakan analisa sanitasi yang lebih luas lagi dengan melibatkan seluruh komunitas. Di titik ini Anda harus membujuk mereka untuk memanggil anggota komunitas lainnya atau mengatur jadwal waktu lain untuk melaksanakannya. Anda juga memerlukan sepetak tanah yang cukup luas dan terbuka di mana sejumlah besar orang dapat membuat peta partisipatif.

LAKUKAN menemukan semua kata-kata setempat untuk “tahi” dan “berak”. Jangan gunakan kata-kata manis dan sopan tetapi gunakanlah istilah kasar masyarakat setempat untuk perilaku ini sepanjang proses fasilitasi.

4

JANGAN percaya bahwa Anda berada di sana untuk mendidik orang, merubah perilakunya atau menawarkan subsidi dalam bentuk apapun. Yang hanya Anda lakukan di situ adalah membantu komunitas dalam melaksanakan analisa mereka sendiri mengenai keadaan sanitasi.

2) Fasilitasi Analisa Sanitasi
Sekali Anda telah memperoleh perhatian sebagian besar komunitas, fase berikutnya adalah untuk memfasilitasi suatu analisa komprehensif oleh komunitas setempat mengenai sanitasi dalam desanya, dengan menggunakan peralatan dan metode PRA.  PETUNJUK Anda dapat memulai PRA CLTS dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti “siapakah yang telah buang air besar di tempat terbuka hari ini?” dan “apakah Anda telah melihat atau mencium kotoran manusia dalam desa Anda hari ini?” dengan cara angkat tangan. Berikut adalah beberapa gagasan untuk metode dan pertanyaan berbeda yang dapat Anda gunakan untuk memfasilitasi analisa tersebut. Urutan metode yang digunakan dalam analisa sanitasi tidaklah penting, meskipun dimulai dengan mengadakan jalan kaki “transect” seringkali berhasil dengan baik. Anda juga harus merasa bebas untuk berinovasi dengan metode-metode baru selain dari apa yang disebut di sini. Ingat, tujuannya adalah untuk membantu para anggota komunitas untuk menyadari sendiri bahwa perilakunya adalah tidak higenis dan bahwa mereka perlu merubahnya. Bukan Anda yang harus memberitahukan atau mendidik mereka. Jalan Kaki Transect Suatu perjalanan transect adalah suatu kegiatan jalan kaki dengan anggota masyarakat melalui komunitas dari satu sisi ke sisi lain dari desa dengan mengamati, mengajukan pertanyaan dan mendengarkan. Selagi dalam jalan kaki untuk CLTS tersebut Anda dapat mengenali tempat-tempat buang air besar di tempat terbuka dan mengunjungi semua jenis jamban yang berlainan sepanjang jalan kaki tersebut. Adalah hal yang penting untuk berhenti di tempat-tempat buang air besar di tempat terbuka dan membuat kalkulasi lainnya (tersebut di bawah) sembari menghirup bau yang kurang sedap dan mengamati pemandangan yang kurang menyenangkan dari buang air besar dengan skala besar. Apabila orang-orang mencoba untuk mengajak Anda pindah, tetaplah tinggal di sana meskipun mereka malu. Mengalami pemandangan dan bau yang menjijikkan dengan cara baru demikian, dengan ditemani oleh seorang dari luar komunitas, merupakan factor kunci yang memicu mobilisasi.  PETUNJUK Pada waktu jalan kaki transect, ajukan pertanyaan seperti keluarga mana menggunakan daerah mana untuk membuang air

5

besar, perempuan pergi ke mana, dan apa yang terjadi pada waktu buang air besar darurat di malam hari atau semasa mengalami diare.  PETUNJUK Pada waktu jalan kaki transect, tarik perhatian mereka pada lalat-lalat di atas kotoran manusia, dan ayam-ayam yang sedang mematuk dan makan kotoran manusia tersebut. Tanyakan berapa seringkah terdapat lalat pada makanan mereka atau makanan anakanak mereka, dan apakah mereka senang makan ayam lokal demikian. Ada banyak cara untuk membantu memicu perasaan jijik di antara anggota komunitas tanpa mengajari atau memberitahukannya apapun. Anda dapat kreatif dalam pertanyaan yang Anda ajukan. Lihat Kotak di bawah untuk salah satu contoh. Jalan kaki transect adalah satu-satunya alat motivasi yang penting. Malu yang dialami sepanjang “jalan-jalan malu” demikian menghasilkan keinginan langsung untuk menghentikan buang air besar di tempat terbuka dan menghilangkan daerah-daerah demikian. Meskipun semua orang melihat kotoran dan tahi setiap harinya, mereka hanya sadar akan masalahnya apabila pihak luar memaksakan mereka untuk melihat dan menganalisa keadaannya secara rinci. JANGAN menghindari daerah-daerah tempat buang air besar, akan tetap justru luangkan waktu selama mungkin di sana dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, memaksakan orang untuk menghirup bau kotorannya sendiri dan merasa tidak nyaman membawa orang luar ke sana. Ini akan membantu memicu rasa malu dan jijik yang akan mengarahkan mereka untuk ingin melakukan sesuatu untuk merubah.

6

Bagaimana memicu rasa jijik dalam mengkonsumsi kotoran orang lain Mintalah segelas air minum. Saat minuman tersebut diantarkan, tawarkanlah kepada sesorang dan tanyakan apakah mereka mau meminumnya. Apabila mereka mau tanyalah pada orang lain lagi sampai mereka semua setuju bahwa mereka dapat meminum air tersebut. Selanjutnya, cabutlah sehelai rambut dari kepala Anda dan tanyakan benda apakah yang terdapat di tangan Anda. Tanyakan apakah mereka dapat melihatnya. Lalu sentuhkan helai rambut tersebut ke kotoran manusia yang ada di tanah sedemikian sehingga semua orang dapat melihatnya. Lalu, celupkan helai rambut tersebut ke dalam air minum tadi dan tanyakan apakah mereka dapat melihat sesuatu di dalam segelas air minum itu. Selanjutnya, tawarkan air minum tersebut ke orang yang berdiri paling dekat dengan Anda dan minta mereka untuk meminumnya. Mereka akan langsung menolaknya. Edarkan air minum tersebut kepada yang lainnya dan tanyakan apakah mereka dapat meminumya. Tak akan ada yang mau meminumnya. Tanyakan mengapa mereka menolaknya. Mereka akan menjawab bahwa air tersebut mengandung kotoran manusia. Sekarang, tanyakan berapa jumlah kaki seekor lalat. Beritahukan kepada mereka bahwa seekor lalat memiliki enam kaki dan keenam kaki tersebut bentuknya tidak rata (bergerigi). Tanyakan apakah lebih banyak kotoran manusia dapat menempel pada lalat daripada pada rambut. Jawaban yang seharusnya adalah “ya”. Sekarang, tanyakan kepada mereka apa yang akan terjadi apabila lalat hinggap di makanan dan piring mereka atau anak-anak mereka : apakah yang dibawa oleh lalat tersebut dari tempat-tempat di mana dilakukan buang air besar di tempat terbuka? Terakhir, tanyakan kepada mereka apakah yang mereka makan bersama-sama dengan makanan mereka. Kesimpulannya adalah: semua orang di desa tersebut memakan kotoran sesamanya. Mintalah kepada mereka untuk menghitung jumlah kotoran manusia yang mereka makan setiap harinya. Tanyakan bagaimana perasaan mereka mengenai makan kotoran sesamanya karena adanya buang air besar di tempat terbuka? Jangan menganjurkan apa-apa pada titik ini. Biarkan mereka berpikir sendiri untuk saat ini, dan ingatkan mereka mengenai hal ini saat Anda mengambil kesimpulan di akhir analisa lingkungan. Pemetaan tempat-tempat buang air besar Pemetaan melibatkan pembuatan peta lingkungan yang sederhana di atas tanah untuk menempatkan rumah, sumber daya dan masalah-masalah, dan untuk merangsang diskusi. Peta ini merupakan alat yang berguna untuk mengajak seluruh anggota lingkungan melibatkan diri dalam analisa praktis dan visual dari situasi sanitasi lingkungan. Para anggota lingkungan harus mengidentifikasi (menunjuk) tempat terbuka yang luas di atas tanah di mana peta tersebut digambarkan. Lalu, seluruh partisipan harus mengidentifikasi rumah mereka pada peta tersebut, misalnya dengan menandai tanah, atau dengan

7

menandainya dengan menggunakan daun atau batu, atau dengan membuat gambar di atas tanah.  PETUNJUK Anda tidak membutuhkan terlalu banyak sumber daya untuk membuat peta. Dorong partisipan untuk menggunakan dedaunan, bijibijian, batangan atau bahan lain yang mudah diperoleh untuk melambangkan hal-hal yang berbeda. Jangan terlampau banyak memberikan instruksi. Dorong rasa kreativitas dan buatlah kegiatan ini menjadi menyenangkan. Dalam kegiatan membuat peta, semua rumah tangga (keluarga) harus diajak ikut serta untuk menunjukkan lokasi mereka pada peta, sebagai contoh, dengan menandai tanah, atau dengan menandai dengan sehelai daun atau sebuah batu, dan memberikan tanda apakah mereka memiliki kakus atau tidak. Wilayah buang air besar di tempat terbuka dapat diberikan tanda dan garis dapat digambarkan untuk menghubungkannya dengan keluarga-keluarga yang mengunjunginya. Peta tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan banyak hal. Tarik perhatian mereka pada berapa jauh mereka harus berjalan untuk membuang air besar dan pada jam berapa saja dalam satu hari. Apakah terdapat permasalahan mengenai keamanan? Minta mereka untuk menelusuri alur kotoran manusia dari wilayah buang air besar di tempat terbuka ke kolamkolam dan sumber air lainnya, yang mengakibatkan kontaminasi yang mereka alami.  LAKUKAN “wawancarai” peta tersebut. Hal ini berarti Anda harus menanyakan beberapa pertanyaan dan mendesak maksud dan implikasi dari hal yang terlihat. Peta tersebut harus menjadi alat bagi lingkungan untuk lebih memahami situasi sanitasi, dan bukan menjadi sebuah akhir.
 PETUNJUK Peta yang dibuat di atas tanah dapat dipindahkan ke atas

kertas, menggambarkan keluarga yang memiliki kakus dan yang tidak memiliki kakus. Selanjutnya peta ini dapat dipertunjukkan di gedung lingkungan untuk mengingatkan lingkungan untuk melakukan sesuatu. Seiring dengan keluarga-keluarga yang memiliki kakus (milik mereka pribadi atau milik bersama) dan menghilangkan buang air besar di tempat terbuka, mereka sendiri dapat menandainya di atas peta, misalnya dengan menggunakan warna yang berbeda. Apabila seluruh keluarga sudah ditandai karena sudah memiliki kakus maka seluruh desa dapat menyatakan diri bahwa mereka sudah terbebas dari buang air besar di tempat terbuka. Perhitungan Menghitung jumlah kotoran manusia yang dihasilkan dapat membantu mengilustrasikan betapa besarnya permasalahan sanitasi. Berapa banyak jumlah kotoran manusia yang dihasilkan tiap individu atau keluarga tiap harinya? Keluarga dapat menggunakan metode mereka sendiri dan ukuran setempat

8

untuk menghitung berapa banyak yang mereka tambahkan ke dalam permasalahan tersebut. Jumlah dari tiap keluarga lalu dapat ditambahkan untuk memperoleh angka untuk seluruh lingkungan. Jumlah harian dapat dikalikan untuk mengetahui berapa banyak kotoran manusia yang dihasilkan tiap minggu, tiap bulan, atau tiap tahunnya. Jumlah tersebut dapat mencapai berton-ton yang dapat mengejutkan lingkungan. Di tempat-tempat di mana orang-orang membuang air besar di air (sungai, danau, bendungan, dll) akan terdapat akibat yang lebih sedikit secara visual dalam melakukan jalan kaki transect. Bagaimanapun, Anda akan menemukan bahwa anggota lingkungan menggunakan air tersebut untuk mandi dan mencuci mulut mereka. Dalam situasi ini Anda dapat meminta satu ember air, dan menanyakan apakah mereka bersedia mencuci mulut mereka dengan air tersebut? Mereka akan menjawab ya. Sekarang jumlahkan kotoran yang dihasilkan oleh keluarga-keluarga di lingkungan tersebut setiap harinya. Juga tanyakan bagaimana kemungkinan lingkungan lain melakukan buang air besar di air yang sama (misalnya, wilayah lain dari sungai yang sama atau daerah sekitar danau). Setelah perhitungan ini, minta mereka untuk mencuci muka dan mulut mereka dan berkumur dengan air tersebut. Kemungkinan besar tidak akan ada yang bersedia melakukan hal tersebut. Tanyakan mengapa mereka menolak melakukannya apabila mereka menggunakan air yang sama untuk buang air besar dan bersih-bersih sampai saat ini. Perhitungan jumlah kotoran manusia yang dihasilkan oleh lingkungan seharusnya memancing pertanyaan dan diskusi yang lebih jauh lagi, misalnya, kemana perginya semua kotoran manusia itu? Apakah akibat yang mungkin terjadi pada lingkungan dengan begitu banyaknya kotoran manusia di tanah? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan membuat lingkungan berpikir sendiri mengenai akibat yang mungkin timbul karena buang air besar di tempat terbuka. Anda tidak perlu memberitahukan mereka lagi.  LAKUKAN mengajukan beberapa pertanyaan dan usahakan agar lingkungan memperoleh jawabannya sendiri. Berikan pertanyaan pada anggota lingkungan yang berbeda: laki-laki dan perempuan, anak-anak, orang-orang kaya dan miskin untuk memastikan bahwa mereka semua ikut bertanggung jawab. Di akhir analisa, Anda dapat bertanya kepada mereka siapa yang akan melakukan buang air besar di tempat terbuka besok? Atau siapakah yang akan mandi di kolam atau sungai di mana seluruh lingkungan membuang air besarnya? Minta mereka untuk mengangkat tangan. Apabila tidak ada yang mengangkat tangan, tanyakan pada mereka apakah yang akan mereka lakukan?  JANGAN berusaha meyakinkan lingkungan untuk menghentikan buang air besar di tempat terbuka dan mulai membangun kakus. Tugas Anda adalah memfasilitasi analisa yang baik yang merangsang rasa jijik dan malu, dan mendorong orang dari buang air besar di tempat terbuka sembarangan ke

9

buang air besar di tempat yang tetap di tempat yang tertutup yang menghentikan jalur kontaminasi.  JANGAN memberi kuliah atau berusaha memberikan pendidikan pada lingkungan mengenai penyakit yang diakibatkan buang air besar di tempat terbuka, lalat sebagai pengantar kontaminasi, atau kebutuhan untuk membersihkan tangan pada tahap ini. Elemen terpenting yang memicu CLTS bukanlah pengetahuan mengenai bahaya kesehatan, namun elemen rasa jijik, malu dan rasa tidak bersih, perasaan kotor dan tidak suci di berbagai agama.  JANGAN membicarakan mengenai subsidi dalam hal apapun. Katakan pada mereka dengan jelas bahwa Anda disini bukan untuk menyediakan subsidi apapun atau untuk menyarankan bentuk kakus.

3) Saat pemicuan
Titik kunci dalam proses pemicuan CLTS dicapai saat lingkungan sampai pada pemahaman bersama bahwa akibat adanya buang air besar di tempat terbuka maka setiap orang memakan kotoran sesamanya, dan bahwa hal ini akan berlanjut apabila praktek ini tidak dihentikan secara keseluruhan. Tepat pada saat itulah, fasilitator harus berterima kasih kepada masyarakat atas analisanya dan memberikan kesimpulannya. Katakan kepada mereka bahwa Anda bukan berada di situ untuk menyarankan mereka untuk menghentikan praktek tersebut dan bahwa Anda bukan berada di situ untuk menjual kakus atau mendistribusikan subsidi. Katakan pada mereka bahwa mereka bebas untuk melanjutkan hal yang selama ini mereka lakukan, yaitu bahwa mereka memakan kotoran sesamanya, dan mandi dan mencuci mulut mereka dengan air di mana orang-orang membuang air besar. Berterima kasihlah kepada mereka semua dan lakukan penutupan! Biasanya pada tahap ini semangat memuncak dan perdebatan yang keras terjadi di antara anggota lingkungan mengenai bagaimana menghentikan buang air besar di tempat terbuka. Jangan ganggu atau memberikan saran. Dengarkan diskusi yang dilakukan lingkungan. Apabila mereka bertanya kepada Anda, katakan pada mereka bahwa Anda tidak tahu banyak mengenai keadaan setempat karena Anda adalah orang luar, dan bahwa mereka tahu jauh lebih banyak mengenai apa yang terbaik dalam situasi demikian. Katakan pada mereka bahwa mereka bebas memilih apapun, termasuk melanjutkan buang air besar di tempat terbuka. Apabila pada tahap ini mereka menyatakan bahwa mereka tertarik dan bersedia membangun kakus namun hal itu memakan biaya yang mahal dan bahwa mereka takkan mampu membiayainya, katakan pada mereka bahwa hal tersebut tidaklah mahal. Segera gambarkan kakus yang sederhana. Tanyakan berapa biayanya dan seberapa sulitnya membangun satu unit kakus sederhana?

10

Beritahukan mereka bahwa rancangan tersebut bukanlah rancangan Anda, melainkan rancangan orang miskin dari salah satu negara termiskin di dunia. Anda juga dapat berbagi pengalaman dari lingkungan lain yang telah melakukan pergerakan sanitasi secara keseluruhan dan berhasil.  JANGAN menyarankan rancangan kakus. Ingat bahwa ide pokok CLTS adalah bukan untuk menyarankan kepada lingkungan bentuk kakus yang paling baik dan tahan lama, namun untuk merangsang kegiatan setempat dalam mencari alternatif sendiri.  JANGAN khawatir apabila tidak ada yang berbicara mengenai langsung memulai kegiatan setempat. Dalam kasus tersebut, berterima kasihlah kepada mereka sekali lagi dan katakan bahwa Anda akan mencatat mereka sebagai desa di mana warganya bersedia melanjutkan buang air besar di tempat terbuka dan memakan kotoran sesamanya.

4) Perencanaan kegiatan
Apabila beberapa kegiatan positif menuju CLTS dimulai, maka berikan bantuan dan lakukan fasilitasi dengan hati-hati. Semangati para warga dengan memberitahukan mereka bahwa mereka dapat mencapai 100% sanitasi total dan menghentikan buang air besar di tempat terbuka, dan bahwa banyak orang dari desa luar dan desa tetangga akan datang dan mengunjungi desa mereka untuk melihatnya. Beritahukan mereka akan kemungkinan mereka menjadi terkenal sebagai desa pertama di Blok, Kabupaten, Kota atau Propinsi, yang terbebas dari buang air besar di tempat terbuka. Proses perencanaan seharusnya berkonsentrasi pada rencana cepat kegiatan positif. Kegiatan dapat mengikutsertakan:  Membentuk Kelompok Kegiatan Sanitasi  Membuat daftar atau peta keluarga dan status sanitasi mereka saat ini  Membuat rencana individu tiap keluarga untuk menghentikan buang air besar di tempat terbuka  Menggali lubang dan menggunakannya sebagai kakus buatan untuk sementara waktu  Memperoleh janji dari keluarga yang berada untuk memulai pembangunan kakus secepatnya  Mencari penyedia bahan bangunan kakus Dorong keluarga yang berada untuk membantu keluarga yang kurang berada dalam mencari jalan untuk menghentikan buang air besar di tempat terbuka, karena hal itu juga akan bermanfaat bagi mereka. Mereka dapat meminjamkan tanah atau mengizinkan keluarga yang kurang berada untuk menggunakan kakus mereka untuk sementara waktu. Manfaat bersama dari menghentikan buang air besar di tempat terbuka dapat membantu mendorong pendekatan yang lebih mendukung.

11

 LAKUKAN perhatian pada pemimpin alami yang timbul dalam proses pemicuan PRA atau CLTS. Dorong mereka untuk memimpin dan membagi ide mereka kepada seluruh lingkungan mengenai akibat buang air besar di tempat terbuka dan apakah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menghindarinya.  LAKUKAN melibatkan anak-anak dalam diskusi dan tanyakan apakah yang akan mereka lakukan untuk menghentikan buang air besar di tempat terbuka. Seringkali anak-anak memulai prosesi dengan slogan-slogan keras untuk menentang buang air besar di tempat terbuka. Dorong kegiatan semacam ini. Mereka menganggapnya menyenangkan.

5) Kegiatan lingkungan dan tindak lanjut
CLTS yang terpicu dengan baik membangkitkan tindakan kolektif yang cepat yang mengurangi praktek buang air besar di tempat terbuka dengan amat cepat dan dapat mencapai status 100% bebas dari buang air besar di tempat terbuka dalam waktu mingguan atau bulanan, tergantung pada ukuran desa. Biasanya hal ini terjadi langsung atau tidak terjadi sama sekali. Namun demikian, beberapa tindak lanjut adalah penting dalam CLTS untuk memastikan bahwa CLTS dipertahankan dan perbaikan dalam kakus dilakukan dalam jangka waktu panjang. Identifikasi pemimpin alami dan menyemangati mereka untuk mengambil alih dalam memastikan bahwa rencana kegiatan terlaksana dan bahwa perubahan perilaku dapat dipertahankan merupakan kepentingan yang diutamakan. Ingat bahwa Anda di sana untuk memicu lingkungan memimpin inisiatif untuk menghapuskan buang air besar di tempat terbuka, namun tugas Anda adalah tidak melakukannya sendiri. Setelah sanitasi total tercapai, dorong anggota lingkungan untuk membuat papan atau tanda yang menyatakan demikian. Hal ini akan meningkatkan harga diri dan juga berguna untuk membangkitkan rasa tertarik di antara orang-orang yang berkunjung ke desa dan mungkin tertarik untuk melakukan hal yang sama. Untuk memastikan bahwa para warga tidak kembali ke perilaku lama setelah sanitasi total tercapai, lingkungan dapat memutuskan untuk memberikan hukuman bagi mereka yang melanjutkan praktek buang air besar di tempat terbuka. Seiring dengan berjalannya waktu, terdapat perubahan sedikit demi sedikit perilaku lingkungan: setelah keluarga mulai menggunakan kakus mereka akan terbiasa dengan keamanan, kepuasan dan kenyamanan dalam menggunakan kakus, dan cenderung tidak ingin kembali melakukan buang air besar di tempat terbuka. Perubahan perilaku ini, dan bukan pembangunan kakus berkualitas, adalah kunci dalam daya tahan pendekatan CLTS. Bagaimanapun, kakus lokal pertama berbiaya rendah mungkin takkan bertahan lama: dalam waktu satu tahun atau lebih kakus tersebut akan penuh atau bangunannya mungkin akan

12

runtuh. Seringkali keluarga akan dengan spontan membangun kakus yang lebih baik dan lebih tahan lama saat hal ini terjadi. Meskipun demikian dalam beberapa kasus, beberapa tindak lanjut akan dibutuhkan untuk mendorong anggota lingkungan menepati janji yang pernah mereka buat.

Rangkuman Kunci Lakukan dan Jangan Lakukan JANGAN LAKUKAN Mengajari Memfasilitasi Memberitahukan apa yang baik dan Membiarkan mereka menyadarinya yang buruk sendiri Menawarkan subsidi Memicu kegiatan setempat Mempromosikan rancangan kakus Membiarkan warga merancang kakus tertentu sederhana Memimpin Mengalihkannya kepada pemimpin setempat Memaksa atau menuntut kegiatan Memicu mobilisasi diri melalui fasilitasi yang baik

Mengukur CLTS
Gaya fasilitasi, misalnya sikap dan pendekatan fasilitator, adalah kunci dalam memicu CLTS. Fasilitator harus, dalam hal apapun, menghindari memberikan pendidikan atau saran, dan memastikan bahwa lingkungan mencapai sendiri pemahaman mereka atas permasalahan sanitasi mereka dan bertanggung jawab sepenuhnya atas tugas untuk menanggulanginya. Pendekatan ini seringkali lebih sulit untuk “orang luar yang lebih berpendidikan” yang akan merasa sulit untuk menekan keinginan mereka untuk memberikan kuliah mengenai sanitasi dan memberitahukan orang-orang apa yang harus mereka lakukan. Fasilitator terbaik cenderung pada warga setempat yang mempelajari CLTS dari pengalaman langsung dan tidak memiliki kebiasaan “mengajar”. Fasilitator lingkungan dapat diberikan pelatihan singkat berdasarkan petunjuk dalam panduan ini untuk memberikan bimbingan dan ide yang lebih jauh kepada mereka. Selain daripada itu, mereka akan membutuhkan beberapa sumber daya selain akses untuk transportasi untuk pergi ke lingkungan lain dan bayaran yang sepantasnya untuk pekerjaan mereka. Oleh karena itu, CLTS dapat diukur secara lokal dan dengan biaya yang rendah. Di mana lembaga donor, departemen pemerintahan, dan LSM nasional dan internasional memutuskan untuk mengintegrasikan CLTS ke dalam program sanitasi mereka, atau menggunakannya sebagai jalan masuk untuk program taraf hidup yang lebih luas, mereka harus mengingat bahwa fasilitator lingkungan akan lebih pantas. Saat mengukur CLTS, harus juga diingat bahwa keadaan tertentu dapat lebih mendukung CLTS yang berhasil. Penggalian kakus rendah biaya harus dapat

13

dilakukan oleh warga setempat, misalnya harus terdapat tanah yang dapat digali sampai kedalaman tertentu dengan tenaga kerja dan mesin lokal. Di daerah perkotaan tanah mungkin langka, hal ini telah menjadi tantangan dan CLTS belum diaplikasikan secara sukses. CLTS dapat dilaksanakan di daerah dengan jumlah penduduk yang tinggi, seiring dengan buang air besar di tempat terbuka yang terbukti menjadi gangguan kesehatan, dan kebutuhan akan kegiatan penanggulangan dapat diketahui dengan mudah. Pemukiman yang berkelompok membantu penyebaran CLTS karena akan tersebar berita bahwa satu lingkungan mencapai sanitasi total dan lingkungan lain akan merasa tertarik. Akhirnya, CLTS mengakibatkan beberapa perubahan dalam pemikiran program sanitasi, dari program subsidi untuk mempromosikan pembangunan kakus yang dirancang secara eksternal ke mobilisasi setempat untuk membangun kakus sederhana tanpa biaya atau berbiaya rendah untuk kepentingan bersama. Aspek yang berbeda dari perubahan pendekatan ini dirangkum dalam tabel di bawah ini. SEKARANG DAN MASA DEPAN Sanitasi Sebagian Total Sanitasi Pimpinan Berdasarkan Target Lingkungan Benda Orang Membangun kakus Memicu dan memfasilitasi proses Insinyur Inovator dari lingkungan Satu atau sedikit Banyak Semen, pipa, batu bata, Bambu, kayu, kaleng, dll, dibeli dari luar rami, plastic, dll, hampir seluruhnya tersedia secara lokal Tinggi Bisa di bawah $1 Kakus yang terbangun Buang air besar di tempat terbuka berakhir Sebagian Tinggi Keluarga yang berada Semua, termasuk yang paling miskin Subsidi Harga diri Sebagian Total Lebih sedikit: buang air Lebih banyak: buang air besar di tempat terbuka besar di tempat terbuka berlanjut berakhir DAHULU

Dimulai dari Kegiatan Inti Kakus dirancang oleh Jumlah rancangan Bahan utama

Biaya Indikator Daya tahan Yang memperoleh manfaat Motivasi utama Penutupan/penggunaan Manfaat

Akibat dari perubahan ini dapat mempunyai arti signifikan bagi badan-badan yang ingin mengadopsi atau mengukur CLTS. Hal ini berakibat pada perubahan dalam kerangka berpikir institusional dan perilaku yang cenderung cinta sesama 14

manusia (misalnya dengan memberikan subsidi), profesional (misalnya, untuk mempromosikan standar yang tinggi), dan penuh birokrasi (misalnya, untuk menghabiskan anggaran yang besar). Sebaliknya, CLTS dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip bahwa tidak ada subsidi peralatan dan fasilitasi “non-ahli” setempat oleh fasilitator lingkungan, didukung oleh pelatihan rendah biaya, di mana keduanya tidak membutuhkan anggaran yang besar. Hal ini bertujuan untuk menjadi proses yang dipimpin sepenuhnya oleh lingkungan dan pengukuran juga perlu didorong pada tahap lingkungan. Hal ini tidak boleh distandarisasi oleh agen internasional yang ingin menganggapnya sebagai miliknya sendiri, atau terdorong oleh kebutuhan untuk menghabiskan dana. Seharusnya peran mereka hanyalah memberikan sedikit dukungan dan promosi internasional.

wb209899 E:\File diseminasi CLTS\Basic practical guide KP-Indonesian - 24 pages.doc March 4, 2005 2:08 PM

15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->