BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hal yang sangat mempengaruhi kualitas kehidupan kita adalah Lingkungan tempat kita hidup. Beberapa komponen yang sangat erat dalam kehidupan kita adalah air yang kita minum setiap hari dan udara yang kita isap setiap saat. Udara dan air yang bersih sangat diperlukan untuk kesehatan sehingga dapat menunjang aktivitas kita untuk berkreasi dan menghasilkan hal yang positif. Tetapi sebaliknya, bila dua komponen utama tersebut tercemar, maka pencemarannya akan menimbulkan perubahan terhadap kualitas kehidupan kita. Kesehatan tubuh mulai menurun, begitu pula daya tahan tubuh terhadap infeksi penyakit. Semuanya itu akan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas dalam berkarya. Air yang kita pergunakan setiap hari tidak lepas dari pengaruhpencemaran yang diakibatkan oleh ulah manusia juga. Beberapa bahan pencemar seperti bahan mikrobiologik (bakteri, virus, parasit), bahkan organik (pestisida, deterjen) dan beberapa bahan inorganik (garam, asam, logam), serta beberapa bahan kimia lainnya sudah banyak ditemukan dalam air yang kita pergunakan. Air yang sudah tercemar tersebut disamping terasa tidak enak kalau di minum juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan terhadap orang yang meminumnya. Karena itu, memonitor kualitas air yang dipergunakan setiap hari sangat diperlukan untuk mencegah akibat negatif yang ditimbulkan. Dalam hubungan kualitas lingkungan, logam berat biasanya hadir bersama limbah dari industri, berupa limbah cair yang merupakan senyawa asam atau garam logam yang dibuang di sungai atau lautan. Kedua bentuk senyawa logam biasanya merusak lingkungan karena menyebabkan kematian biota maupun hewan air dan juga tanaman. Jelaslah bahwa pencemaran lingkungan sangat buruk akibatnya terhadap kehidupan di bumi ini. Oleh sebab itu pengawasan dan pencegahan pencemaran

lingkungan harus selalu diupayakan demi kelestarian kehidupan di planet kita ini. Untuk mengetahui prinsip alkalinitas. . Untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan maka kami melakukan percobaan ini untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk sampel sudah tercemar atau belum. 1. Untuk mengetahui alkalinitas pada sampel.2 Tujuan Percobaan Untuk mengetahui pengertian alkalinitas.

Ingat bahwa asam ini akan bereaksi dengan air menurut persamaan berikut: . Sebaliknya basa seperti magnesium. Inilah sebabnya mengapa jus lemon dan cuka rasanya asam. maka reaksi dapat ditulis : HCl H+ + Cl- HCl adalah suatu elektrolit kuat. terkandung konsentrasi ion H3O+ yang tinggi karena HCl yang pekat mengandung asam kuat. Umunya kertas tipis yang telah dicelupkan kedalam lakmus terdapat dalam labolatorium untuk mengetes keasaman atau kebasaan dari larutan. Sedangkan bila lakmus biru dicelupkan kedalam laruta asam akan menjadi warna merah muda. Banyaknya asam yang merupakan elektrolit lemah. ada senyawa –senyawa yang kita namakan asam dan basa. Sebab itu dalam larutan HCl yang pekat .  Asam Pada umumnya.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Diantara zat-zat yang kita pelajari. hidroksida dalam milkaf magnesia mempunyai rasa sepat. misalnya asam asetat. Contoh yang khas adalah zat kimia yang mempunyai warna biru dalam larutan basa dan merah muda dalam larutan asam. akan menjadi biru. berarti asam ini dalam larutan terdisosiasi 100 %. HCl + H2O H3O+ + Cl Bila kita gunakan H+ sebagai kependekan dari ion hidronium dan molekul air yang membawa H + kita hilangkan. Misalnya hydrogen klorida adalah suatu asam karena bila dilarutkan dalam air akan bereaksi dengan solven tersebut menghasilkan H3O+ . Suatu zat kimia yang warnanya tergantung dari keasaman atau kebasaan larutan. Sifat-sifat lain dari asam dan basa adalah pengaruhnya pada indicator. Asam dan basa mempunyai sifat –sifat tertentu yang dapat mempermudah kita untuk mengenalnya. asam adalah zat-zat molekuler yang bila direaksikan pada air akan menghasilkan ion hidronium. misalnya larutan suatu asam mempunyai rasa asam. Arrhenius mengetahui hal-hal itu sebagai elektrolit juga dan senyawa-senyawa ini termasuk zat-zat kimia. Bila lakmus merah dicelupkan kedalam larutan basa.

Akibatnya. asam asetat dan asam-asam lain merupakan elektrolit lemah sehingga dikatakan asam lemah. Berarti konsentrasi ion H3O+ dalam larutan sanagt rendah. Banyak asam lain yang dapat memberikan lebih dari satu proton permolekul asamnya.HO2H3O2 + H2O HC2H3O2 H3O+ + O2 + H3O2 – H+ + C2H3O2 – atau lebih sederhana Ini adalah suatu kesetimbangan dan dalam larutan HO2H3O2 ini hany sebagian kecil dari solutnya akan terionisasi menjadi ion. Akan terdisosiasi dalam tiga tingkat : H3PO4 H2PO4 HPO4-2 H+ + H2PO4 – H+ + HPO4 -2 H+ + PO4 -3 Semua asam yag telah dibicarakan mengandung hydrogen dalam rumusnya. Hydrogen lain yang tak bersifat asam dituliskan kemudian. Baik HCl maupun HO2H3O2 hanya dapat memberikan satu ion hydrogen permolekul asamnya. Ini terjadi dalam dua tingkat : H2SO4 HSO4H+ + HSO4H+ + SO4 -2 Demikian juga asam fosfat yang merupakan contoh dari asam triprotik. hydrogen muncul 2 kali pertama pada permukaan rumus. Asam semacam ini dinamakan asam poliportik. Contoh yang umu adalah . kemudian ditengah-tengah rumus. Asam semacam itu disebut asam monoprotik. Perhatikan bahwa dalam rumus asam asetat HO2H3O2. Dalam menulis rumus untuk suatu asam suatu hal ang bisa utuk menulis hydrogen yang asam yaitu dapat dipindahkemolekul air membentuk ion H3O+ pada permukaan rumus. Walaupun molekul asam asetat mengandung asam empat atom hydrogen hanya satu yang dapat bereaksi dengan molekl air membentuk ino H3O+. tetapi menghasilkan larutan asam bila dilarutkan dalam air. Tetapi ada juga zat-zat lain yang tak terkandung hydrogen. Dua contoh misalnya asam sulfat ( H2SO4) dan asam fosfat ( H3PO4). Asam sulfat disebut juga suatu asam diportik karena tiap molekulnya dapat memberikan 2 proton.

NH3 bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan : NH3 + H2O NH4 + + OH- Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan perubahan asam tanpa penurunan nilai pH larutan. Bila dilarutkan dalam air ( misalnya dalam minuman yang mengadung soda ) akan bereaksi sebagai berikut : CO2 + H2O H2CO3 Senyawa H2CO3 dinamakan asam karbonat. Mak ion dari hidroksida logam adalah basa kuat. bikarbonat (HCO3-). Sama halnya dengan larutan bufer. Alkaliniti dalam air disebabkan oleh ion-ion karbonat (CO32-). silikat (SiO44-) dan sebagainya. H2CO3 H+ + HCO3- Asam inilah yang menyebabkan adanya gula-gula batu kapur yang besar yang terdapat diberbagai tempat didunia. fosfat (PO43-). Contoh basa dari zat molekuler aling umu adalah ammonia. asam-asam kuat hanya ada sedikit sedangkan bila kita melihat disuatu daftar yang tak masuk daftar itu. pada keadaan padat zat-zat ini terdiri dari ion logam dan ion hidroksida yang bila dilarutkan dalam air akan terdisosiasi : NaOH Ca(OH)2 Na + + OHCa 2+ + 2OH- Sebagian senyawa ionic yang khas bila dilarutkan dalam air. hidroksida (OH-). Alkaliniti di nyatakan dalam mek/liter (secara kimiawi dan tepat) atau mgCaCO3/l (ara kuno). alkaliniti merupakan pertahanan air terhadap pengasaman. dimana tingkat pertamanya.  Basa Secara prinsip ada 2 macam basa : hidroksida ionic dan zat molekuler yang bisa bereaksi dengan air akan menghasilkan ion OH-. . borat (BO33). Suatu oksida yang bukan logam yang dapat bereaksi dengan air mebentuk asam aksa dinamakan anhidrida asam yang berarti “ sam tanpa air.karbondioksida. disosiasinya akan sempurna. suatu asam diprotik lemah yang terionisasi dalam dua tingkat. Natrium hidroksida dan kalsium hidroksida ionic. Alkaliniti adalah reaksi-reaksi terpisah dalam larutan hingga merupakan sebuah analisa makro yang menggabungkan beberapa reaksi. berarti termasuk asam lemah.

tetapi kurang dari pada alkalinitas jumlah. bila alkalinitas phenolftalin lebih besar dari pada setengah alkalinitas jumlah. b. Secara elektrometris atau perubahan warna. Dengan indicator phenolftalin ditentukan alkalinitas hidroksida dan setengah dari karbonat. Titik ekuivalen adalah titik dimana asam telah bereaksi sempurna atau telah ternetralkan oleh basa. bila alkalinitas phenolftalin kurang dari setengah alkalinitas jumlah. karbonat dan hidroksida.Penyusun alkalinitas yang utama adalah bikarbonat. karbonat dan hidroksida. Alkalinitas didalam air biasanya disebabkan oleh bikarbonat. Harga pH berikut ini merupakan titik ekuivalen yang berkaitan dengan kadar alkalinitas sebagai kalsium karbonat. Jumlahnya ditentukan dengan titrsi menggunakan larutan standar asam kuat. Penentuan alkalinitas phenolftalin dan alkalinitas jumlah sangat berguna untuk menentukan bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk pengolahan air tersebut.4 C . Dengan indicator yang perubahan warnanya pada pH 4-5 ditentukan alkalinits dari hidroksida. c.yaitu : Alkalinitas (mg CaCO3/L) = A x B x 1000 x 50. Samapi titk ekuivalen bikarbonat atau asam karbonat. pH 5. Alkalinitas karbonat ada . Adapun perhitungan alkalinitas. karbonat dan bikarbonat. Titik ini biasanya ditandai dengan perubahan warna indicator yang tajam.  Kaitan alkalinitas a. Alkalinitas akan menentukan ekuivalen. yang telah ditambahkanTitik ekuivalen pada penentuan alkalinitas jumlah dapat diketahui dengan adanya kadar karbondioksida sedikit dan apabila pengadukan selama titrasi tidak kuat.6. indicator campuran antara brom kresal hijau dan metal jingga untuk pH kurang dari 4. Alkalinitas hidroksida ada .1 untuk lkalinitas jumlah 30 mg/l. Alkalinitas karbonat ada bila alkalinitas phenolftalin tidak nol.

indikator lainnya yang banyak digunakan merupakan basa dan berwarna kuning dalam bentuk molekulnya. Metil oranye. Campuran dari karbonat dan bikarbonat. sulfit (SO32-). atau karbonat dan hidroksida dapat dititrasi dengan HCl standar sampai kedua titik akhir yang ditulis. Alkaliniti juga merupakan parameter pengontrol untuk anaerobik digeser dan instalasi lumpur aktif. Indikator fenolftalein yang sudah dikenal merupakan asam diprotik dan tidak berwarna. Dalam keadaan seperti ini kadar karbonat dan hidroksida naik dan menyebabkan pH larutan naik. . dalam air buangan khususnya dari industri kadar alkaliniti yang tinggi menunjukkan adanya senyawa garam dan asam lemah seperti asam asetat. amoniak. Air ledeng memerlukan ion alkaliniti tersebut dalam konsentrasi tertentu : kalau kadar alkaliniti terlalu tinggi (dibandingkan dengan kadar Ca2+ dan Mg2+ yaitu kadar kesadahan) air menjadi agresif dan menyebabkan karat pada pipa.Dimana A : Volume H2SO4 (mL) B : Normalitas H2SO4 C : Volume sampel (mL) Penyusun alkalinitas terbesar adalah bikarbonat dan sisanya adalah karbonat dan hidroksida. menghasilkan warna merah. popionat. Pada keadaan tertentu (siang hari) adanya ganggang dalam air menyebabkan turunnya kadar karbondioksida dan bikarbonat. sebaliknya alkaliniti yang rendah dan tidak seimbang dengan kesadahan dapat menyebabkan karat CaCO3 pada dinding pipa yang dapat memperkecil penampang basah pipa. Air irigasi boleh mengandung kadar alkalinitas tinggi. Indikator ini terurai dahulu menjadi bentuk tidak berwarna dan kemudian dengan hilangnya proton kedua menjadi ion dengan sistem terkonjugat.

.2. . .1. di titrasi larutan baku H2SO4 0.1.1 Alat-alat Buret Statif Corong kaca Gelas Beker Gelas Ukur Labu Erlenmeyer Pipet Tetes Klem 3. .1 Penentuan alkalinitas fenolftalin (karbonat) .2 Prosedur Percobaan 3. .Di ukur 100 ml cuplikan (air sungai).2 Bahan-bahan Larutan H2SO4 0.02 N sampai warna merah muda hilang.BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN 3.Di tambahkan 3 tetes indikator fenolftalin.02 M Indikator fenolftalin Indikator metil jingga Air Sungai Air Bendungan Aquadest Tissue 3.1 Alat dan Bahan 3.Apabila berwarna merah muda.Di lakukan kembali pada air cuplikan kedua (air bendungan).Di masukkan didalam labu Erlenmeyer.

.Di lakukan kembali untuk air cuplikan kedua (air bendungan) sebanyak empat kali.Di masukkan didalam labu Erlenmeyer.2.3.2 Penentuan alkalinitas metil jingga (total) .Di tambahkan 3 tetes indikator metil jingga.Di lakukan dua kali menggunakan air yang sama. .Di ukur 100 ml cuplikan (air sungai). . .02 N sampai warna merah jingga. . .Di titrasi dengan larutan baku H2SO4 0.

2 Perhitungan 4.9 4 0 12 5 0 10.02 N Alkalinitas 112.7 Konsentrasi H2SO4 Alkalinitas 0.0 3 0 5.456 mgCaCO3/L 4.1 Air sungai + Indikator PP Dik : A = 0 ml B = 0.896 mgCaCO3/L 9.4 100 = 0 mg CaCO3/l 4.02 x 1000 x 50.2.BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.0 4 0 4.02 N C = 100 ml Dit : Alkalinitas ? Jawab : Alkalinitas (mg CaCO3/l) = 0 x 0.2 mL H2SO4 2 0 5.6 Konsentrasi H2SO4 0.2 Air bendungan + Indikator PP Dik : A = 0 ml .1 Penentuan Alkalinitas Indikator Fenolftalein 4.1.1.1 Hasil Percobaan Sampel 1 1 Phenolftalein Metil Jingga 0 9.02 N 57.4 2 0 mL H2SO4 3 0 14.2.1 Sampel 2 1 Phenolftalein Metil Jingga 0 8.2.

2.02 x 1000 x 50.04 100 = 0.456 mg CaCO3/l .2.4 = 57.02 x 1000 x 50.0014 x 1000 x 50.02 N C = 100 ml Dit : Alkalinitas ? Jawab : Alkalinitas (mg CaCO3/l) = 11.2.2 x 0.725x 0.02 x 1000 x 50.2.00224 x 1000 x 50.B = 0.2.4 100 = 0 mg CaCO3/l 4.02 N C = 100 ml Dit : Alkalinitas ? Jawab : Alkalinitas (mg CaCO3/l) = 5.2 Air Sumur + Indikator Metil Jingga Dik : A = 5.1 Air sungai + Indikator Metil Jingga Dik : Ā = 11.4 = 112.2 ml (rata-rata mL H2SO4) B = 0.896 mg CaCO3/l 4.725 ml (rata-rata mL H2SO4) B = 0.02 N C = 100 ml Dit : Alkalinitas ? Jawab : Alkalinitas (mg CaCO3/l) = 0 x 0.2 Penentuan Alkalinitas Indikator Metil Jingga 4.04 100 = 0.

Alkalinitas mempunyai dampak pada lingkungan. sehingga penyusun alkalinitas adalah karbonat dan bikarbonat. . Nilai alkalinitas berkaitan erat dengan karofitas larutan dengan logam. Pada percobaan alkalinitas menggunakan indikator metil jingga (alkalinitas total).5 lebih besar. Hasil percobaan alkalinitas ini adalah sebagai berikut : a. b. Ini semua juga dapat terjadi karena air sumur yang diambil berada didekat pemukiman sehingga airnya telah tercampur oleh limbah rumah tangga yang dihasilkan penduduk.3 Pembahasan Prinsip percobaan yang digunakan adalah penentuan jumlah alkalinitas suatu zat yang didasarkan pada pengukuran perubahan warna pada air sampel dengan menggunakan indikator fenolftalein dan indikator metil jingga. Karena volume H2SO4 yang dibutuhkan untuk mencapai pH 4. Pada semua air sampel yang digunakan (air PDAM dan air sumur) tidak menunjukkan perubahan warna yang mengartikan bahwa air tidak mengandung karbonat (kurang atau sangat sedikit alkalinitasnya). jika alkalinitas rendah dan tidak seimbang dengan kesadahan dapat menyebabkan kerak CaCO3 pada dinding pipa yang nantinya dapat memperkecil lubang diameter pipa.4. Pada percobaan alkalinitas menggunakan indikator fenolftalein (PP) atau alkalinitas karbonat. Air yang didistribusikan dengan jaringan perpipaan memerlukan ion alkalinitas dakam konsentrasi tertentu. Pada sampel air sumur terdapat lebih banyak alkalinitas dibandingkan air PDAM. Adanya lumut dan ganggang didalam air menyebabkan turunya kadar O2 dan bikarbonat sehingga kadar karbonat dan hidroksida naik yang menyebabkan naiknya juga nilai pH larutan. Hal ini juga menunjukkan bahwa P< ½ M. Bila keadaan alkali Mg2+ maka air menjadi agresif dan menyebabkan karat pada pipa.

alkalinitas pembentuknya adalah bikarbonat dan karbonat. oleh karena itu alkalinitas penyusun semua sampelnya adalah karbonat. P<1/2 M. Maka diketahui bahwa percobaan termasuk dalm P=0. alkalinitas pembentuknya adalah bikarbonat.P adalah jumlah volume larutan yang dibutuhkan untuk mencapai pH=8. alkalinitas pembentukannya adalah hidroksida. alkalinitas pembentuknya adalah karbonat dan hidroksida. P>1/2 M. alkalinitas pembentuknya adalah karbonat. P=0.3 sebagai alkalinitsa karbonat.5. dan M adalah jumlah mL larutan titran yang dibutuhkan untuk mencapai pH=4. P=1/2 M. Indikator Fenolftalein : OH OH OO C + OH - C + H2O O C O C O- O Bening Merah Indikstor Metil Jingga : O CH3 OO S N=N N +H2SO4 CH3 . Maka jika : P=M.

Kuning O CH3 O S N N N+ O N Merah CH3 .

pada sampel 2 (air bendungan) sebesar 57. Alkalinitas pada sampel 1 (air sungai) sebesar 112.456 MgCaCO3/L.1 Kesimpulan Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan nilai pH larutan. Prinsip percobaan alkalinitas adalah penetralan atau penentuan pertambahan asam tanpa menurunkan pH larutan melalui reaksi asam basa menggunakan titrasi H2SO4 dan karbonat.2 Saran Setiap melakukan pengukuran sebaiknya menggunakan gelas ukur. larutan titrat tidak boleh mengenai dinding labu erlenmeyer. Saat melakukan titrasi. .BAB 5 PENUTUP 5.896 MgCaCO3/L. Alkalinitas juga diartikan sebagai kapasitas penyangga terhadap perubahan pH perairan. 5. agar ukuran yang dihasilkan lebih tepat.

2002. Jakarta : Erlangga . Alaerts. A. Ir. Jakarta : Erlangga RA.L. G. Sc. 1991. Ir. dkk. Analisis Kimia Kuantitatif. Metode Penelitian Air. Kimia untuk Universitas. Ir dan Underwood.DAFTAR PUSTAKA DR. M. 1999. Srisumertiti Santika. Day. Surabaya : Usaha Nasional Keenan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful