P. 1
KONSEP DIRI MAHASISWA

KONSEP DIRI MAHASISWA

|Views: 33|Likes:
Published by Reni Novita Sari

More info:

Published by: Reni Novita Sari on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

KONSEP DIRI PADA ANAK Konsep diri di sini adalah bagaimana anak-anak itu mempersepsikan dirinya.

Menurut kesimpulan Dr. Maxwell Maltz, tindakan manusia itu erat kaitannya dengan bagaimana manusia itu mendefinisikan dirinya. Persepsi dan definisi-diri ini ada yang positif ada yang negatif. Ada yang mendukung atas munculnya success-factors dan ada yang mendukung munculnya failure-factors. Ada yang merusak dan ada yang membangun. Ada yang lemah dan ada yang kuat. Menurut Harter (1991), pengaruh konsep-diri yang paling besar itu pada dua hal, yaitu: § Afeksi § Motivasi Afeksi di sini mengarah pada kondisi emosi

seseorang. Konsep-diri positif akan berpengaruh atas munculnya emosi positif, seperti kebahagian, kepuasaan, dan seterusnya. Sebaliknya, konsep-diri negatif akan berpengaruh pada munculnya emosi negatif, misalnya kesedihan, tekanan, depresi, dan seterusnya. Emosi positif akan memunculkan harga-diri positif sedangkan emosi negatif kerap menjadi sumber harga diri negatif. Harga diri negatif inilah yang kerap menjadi biangnya kerusakan emosi. Sedangkan motivasi di situ mengarah pada pengertian kualitas motif seseorang untuk mengembangkan potensinya dalam meraih keinginan-keinginannya (prestasi). Konsep-diri positif akan menjadi sumber motif perjuangan yang kuat. Sebaliknya, konsepdiri negatif kerap menjadi sumber munculnya motif yang lemah. Seorang anak yang punya cita-cita bagus, punya harga-diri yang bagus, punya penyerapan yang bagus terhadap nilainilai, umumnya memiliki motif yang kuat untuk mengembangkan potensinya atau meraih prestasinya. Perlu kita sadari bahwa proses terbentuknya konsep-diri pada anak-anak itu

agak berbeda dengan orang dewasa. Ini karena orang dewasa sudah melewati sekian proses kehidupan yang memungkinkannya untuk mengaktifkan kapasitas dalam membedakan sesuatu. Hal ini berbeda dengan anak-anak. Konsep-diri pada anak-anak antara lain diperoleh dari pendapat / penilaian dari luar dirinya (orang lain atau lingkungan). Karena itu, teori pendidikannya mengatakan, sebagian besar cara belajar anak-anak itu adalah imitasi, mengkopi dan merefleksikan rangsangan atau stimuli dari luar (pengalaman indrawi). Dorothy Law Nolte mengatakan: "jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki, jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah, jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan, jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri". Prakteknya mungkin tidak se-teknis yang dikatakan Dorothy ini. Hemat saya, ini adalah acuan agar kita perlu lebih banyak menanamkan "pil" positif kepada anak-anak dan selalu berusaha mengurangi masuknya pil-pil negatif. Menurut Cooley (1991), omongan

dari luar itu berperan penting dalam proses pembentukan konsep diri, baik bagi orang dewasa dan lebih-lebih bagi anak-anak. Omongan orang lain berperan membentuk persepsi seseorang atas dirinya. Penilaian atau kritik orang lain berperan membentuk persepsi seseorang atas dirinya. Keadaan atau situasi berperan membentuk persepsi seseorang atas dirinya. Konsep-diri yang terbentuk dalam masa kanak-kanak itu umumnya akan "bagaikan mengukir di atas batu". Meminjam istilah dalam teori kompetensi, ia masuk dalam core personality yang sulit untuk diubah dan diukur hidden. Ia menjadi semacam apa yang kita sebut bawaan, watak, sifat, atau culture. Ini beda dengan pengetahuan atau skill. Keduanya masuk dalam surface personality (permukaan). Biasanya in lebih gampang diubah dan bisa diukur atau dilihat Karena itu, jangan heran bila ada orang yang sudah sekolah kemanamana bahkan sampai di luar negeri segala, tapi ketika sudah bicara kultur hidup atau prilaku sehari-hari, ia mengakui peranan orangtuanya atau gurunya atau lembaganya waktu masih kecil. Ini bukan saja terjadi pada kehidupan Bang Buyung Nasution atau Prof. Hamka. Pak Karno pun mengakui peranan Cokroaminoto, meski bukan orangtua asli.

Hal-hal yang Bisa Kita Lakukan Sebagai orangtua, kita kerap mengatakan bahwa anak-anak itu adalah masa depan kita, penerus perjuangan kita atau kader kita. Ini tentu benar. Cuma, yang kerap kita lupakan adalah peranan kita sendiri bagi anak-anak. Kita bukan saja masa depan anak-anak, tapi juga hari ini dan masa lalu bagi mereka. Artinya, porsi pendidikan (dalam arti yang seluasluasnya) yang mestinya kita berikan kepada anak-anak itu tidak bisa ditinggalkan, diwakilkan atau diserahkan kepada siapapun, termasuk kepada sekolah yang paling mahal sekali pun. Ini mengingat betapa pentingnya peranan kita bagi mereka. Pendidikan sekolah punya porsi sendiri dan pendidikan kita juga demikian. Kata Gibran, anak-anakmu memang bukan milikmu, tapi mereka adalah tanggung jawabmu. Kalau mau jujur, sebetulnya masih banyak yang dapat kita lakukan untuk menanamkan konsep-diri positif itu. Ini terlepas apakah kita sebagai orangtua yang super sibuk, yang sibuk atau biasa-biasa saja sibuknya. Sebagian dari sekian hal yang masih bisa kita lakukan itu antara lain di bawah ini: 1. memberikan rangsangan yang membangkitkan. Rangsangan ini bentuknya banyak

dan bisa kita pilih sesuai keadaan, keadaan dalam arti kebutuhan, kepentingan, kemanfaatan atau isi kantong. Ini misalnya saja: membangkitkan jiwanya, membesarkan hatinya, memperkuat imannya atau mentalnya, memberikan bacaan yang meng-inspirasi,

melawan kesulitan. mendiskusikan PR-nya. Koneksi ini tentu sangat menentukan ketika dewasa. dan seterusnya dan seterusnya. tetapi bedanya adalah: ada yang sudah diucapkannya dengan pengungkapan yang mendidik tetapi ada yang hanya didiamkan. Kita semua sudah yakin bahwa pada setiap bayi yang lahir ke dunia ini memiliki kelebihan-kelebihan. ada yang memang didasari kesadaran untuk mendidik tetapi ada yang hanya karena reaksi / emosi sesaat. kegigihan. lebih cepat "nyambung" dan seterusnya. pentingnya menyadari potensi dan kelebihan. tidak ada yang menemai atau tidak ada mendorong atau tidak ada yang peduli. pentingnya keikhlasan. koneksinya jarang dan putus-putus. Akibatnya. mungkin ada anak-anak yang berinisiatif mengabaikan tugas-tugas rumah dari sekolah karena di rumahnya tidak ada yang mengontrol. Sementara. otak yang jarang distimulasi. Bentuknya mungkin bisa bakat umum atau khusus. muncul efek kurang peduli atau muncul efek tidak mau susah ikut memikirkan persoalan anak. Koneksi yang bagus akan membuat orang lebih kreatif. Kalau melihat ilustrasi milik Profesor Marian Diamond tentang otak yang dirangsang dan otak yang tidak distimulasi. Harus kita akui memang. seni. Akibatnya. lebih kritis. Otak yang distimulasi punya koneksi yang cukup banyak. dan lain-lain. kemampuan sosial. Perlu kita sadari bahwa meskipun bentuk-bentuk rangsangan itu remeh menurut kita. Ini terkadang terkesan lebih merupakan ungkapan kekesalan kita. lebih responsif. 2. kecerdasan akademis. dan lain-lain. namun dalam prakteknya kita kerap lupa. Yang tak kalah pentingnya adalah bermain dengan anak dimana kita bisa memasukkan pil-pil positif saat hatinya senang. 3. membantu anak dalam mengungkap kelebihan-kelebihannya. leadership. pentingnya melawan keminderan dan kemalasan. Misalnya saja pemahaman tentang pentingnya tolong menolong. Sebut saja misalnya kita mengatakan si anak itu pemalas dengan nada marah atau kesal pada saat tidak merapikan tempat tidur. memberikan pemahaman yang benar terhadap persoalan hidup (realitas). kejujuran. Biasanya ini terjadi ketika kita sebagai orang dewasa terlalu memikirkan urusan kita pribadi dengan berbagai macam pernakperniknya. kecenderungan atau kesenangan (hobi) terhadap bidang-bidang tertentu. hampir semua orangtua sudah melakukan ini.mengarahkan dia untuk mengidolakan tokoh-tokoh yang bermutu. mau tidak mau. ternyata bedanya terletak pada jumlah koneksi. bukan kesadaran kita untuk mendidik. di samping juga kekurangan-kekurangan. Meski sudah sedemikian rupa keyakinan itu ada. menyediakan fasilitas pendidikan di rumah. Terkadang . mengajak mereka untuk mengunjungi event-event yang bermutu. tetapi tidak bagi mereka.

sejak usia dini. Usia sangat tua (very old) : diatas 90 tahun Permasalahan Pada Lanjut Usia Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pencapaian kesejahteraan lanjut usia antara lain (Setiabudhi.Makin besarnya jumlah lansia yang berada di bawah garis kemiskinan. Di atas dari tiga hal di atas.Makin melemahnya nilai kekerabatan sehingga anggota keluarga yang berusia lanjut kurang diperhatikan. Sebab. kenakalannya.lanjut usia dikelompokkan menjadi: a. ketika yang kita temukan atau yang berusaha untuk kita temukan dari si anak itu adalah yang jelekjeleknya saja atau yang minus-minusnya saja. 4. ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun. Usia pertengahan (middle age). melainkan kesadaran baru. Permasalahan Umum : . Salah persepsi akan sama bahayanya dengan persepsi yang negatif. misalnya. Ini tentu kita sudah tahu semua. . menerima enam komentar negatif untuk setiap satu dorongan yang positif (Jack Canfield: 1982) Bagaimana dengan penyimpangannya. setiap anak. kalau kita hanya memuji terus namun mengabaikan teguran / koreksi yang faktanya itu dibutuhkan. yang lebih kuat mendorong kita untuk melakukan sesuatu itu terkadang bukan pengetahuan. terkadang itu kita jadikan semacam label untuk anak. Pelabelan (labelling) inilah yang kurang mendukung keinginan kita untuk membangun definisi-diri positif. Sebab. ini juga bisa membikin anak salah persepsi tentang dirinya. Letak ketidakadilan itu. kekurangannya? Tentu saja tetap kita awasi namun tetap diupayakan asas keadilan tadi.1999: 40 . Lanjut usia (elderly) : antara 60 dan 74 tahun. Lanjut usia tua (old) : antara 75 dan 90 tahun d.42): 1. Fatalnya lagi. dihargai dan dihormati. . Yang selalu dibutuhkan adalah kesadaran baru dan kesadaran baru. b. adalah keteladanan. c.kita kurang adil dalam melihat sosok si anak. Konsep Lansia Batasan Lansia Menurut Organisasi Kesehatan Dunia . Sebuah penelitian di Amerika mengungkap.

Teori Proses Menua Teori-Teori Biologi 1. .Berkurangnya integrasi sosial lanjut usia.. Sebagai contoh yang khas adalah mutasi dari sel-sel kelamin.Rendahnya produktivitas kerja lansia.Belum membudaya dan melembaganya kegiatan pembinaan kesejahteraan lansia. 2. 3. Teori Stres . . (terjadi penurunan kemampuan fungsional sel). 5. Teori Genetik dan Mutasi (Somatic Mutatie Theory) Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu.Adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu kesehatan fisik lansia. mental maupun sosial. . Reaksi dari kekebalan sendiri (Auto Immune Theory) Di dalam proses metabolisme tubuh. Teori "Immunologi Slow Virus" (Immunology Slow Virus Theory) Sistem immun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh.Lahirnya kelompok masyarakat industri.Masih rendahnya kuantitas dan kualitas tenaga profesional pelayanan lanjut usia.Berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah baik fisik. Ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit. . . suatu saat diproduksi suatu zat khusus. telantar dan cacat.Berubahnya nilai sosial masyarakat yang mengarah pada tatanan masyarakat individualistik. 4. . 2. "Pemakaian dan Rusak" kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah (terpakai). Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekulmolekul/DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi.Banyaknya lansia yang miskin. Permasalahan khusus : . .

seseorang secara berangsurangsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan . Teori ini merupakan gabungan dari teori di atas. kekacauan. Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah kegiatan secara langsung. Pada teori ini menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya. Teori Program Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah sel-sel tersebut mati. dan hilangnya fungsi. Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada cara hidup dari lanjut usia. b. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal. Kepribadian berlanjut (Continuity Theory) Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini menyatakan bahwa pada lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis. Teori Kejiwaan Sosial 1.Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. 8. reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat. Aktivitas atau Kegiatan (Activity Theory) a. 7. 2. kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai. Mempertahankan hubungan antara sistem sosial dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lnjut usia. Teori Rantai Silang Sel-sel yang tua atau usang. khususnya jaringan kolagen. Radikal ini menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi. Teori Pembebasan (Disengagement Theory) Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia. 6. tidak stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan-bahan organik seperti karbohidrat dan protein. c. 3. Teori Radikal Bebas Radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas.

timbul kebutaan dan ketulian • Gangguan gizi akibat kehilakngan jabatan . gastrointestinal. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia menurun. Perubahan-perubahan Fisik Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai ke semua sistem organ tubuh diantaranya sistem pernafasan. sistem respirasi. 2000:19): tres Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia 1.sekitarnya. Kehilangan peran (Loos of Role) b. baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjadi kehilangan ganda (Triple Loos). penglihatan. Berkurangnya komitmen (Reduced commitment to Social Mores and Values) Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuaan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuaan adalah (Nugroho. yakni : a. kardio vaskuler. sistem pengaturan temperatur tubuh. genitourinaria. muskuloskletal. khususnya organ perasa • Kesehatan umum • Tingkat pendidikan • Keturunan (Hereditas) • Lingkungan • Gangguan saraf panca indera. pendengaran. endokrin dan integumen Perubahan-perubahan mental Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental • Pertama-tama perubahan fisik. Hambatan kontak sosial (Restraction of Contact and Relation Ships) c.

yaitu kehilangan hubungan dengan teman-teman dan family • Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik : perubahan terhadap gambaran diri. (Murray dan Zentner. Rentang respon emosi individu dapat berfluktuasi dalam rentang respon emosi dari adaptif sampai maladaptif. Demensia Konsep Depresi Definisi Depresi adalah suatu kelainan alam perasaan berupa hilangnya minat atau kesenangan dalam aktivitas-aktivitas yang biasa dan pada waktu yang lampau (Townsend. 2000: 42): 1. yakni (Nugroho. 1970). Respon depresi merupakan emosi yang mal adaptif (Keliat. • Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya. Gangguan pendengaran 3. Jenis-Jenis Depresi Penggolongan depresi dapat dibedakan (Wilkinson. 1970). Gangguan pada koksa / sendi panggul 6. Anemia 7. Perkembangan Spiritual • Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya (Maslow. Bronkitis kronis 4.26): .1995:18 . Gangguan pada tungkai / sikap berjalan 5.• Rangkaian dari kehilangan. perubahan konsep diri.1998:179). Depresi mental 2.1996:2). hal ini terlihat dalam berfikir dan bertindak dalam sehari-hari. Penyakit yang sering dijumpai pada lansia Menurut "The national Old People's Welfare Council" Di Inggris mengemukakan bahwa penyakit atau gangguan umum pada lanjut usia ada 12 macam.

Depresi primer dan sekunder Tujuan penggolongan ini adalah untuk memisahkan depresi yang disebabkan penyakit fisik atau psiatrik atau kecanduan obat atau alkohol (depresi 'sekunder') dengan depresi yang tidak mempunyai penyebab-penyebab ini (depresi 'primer').Depresi neurotik Depresi neurotik biasanya terjadi setelah mengalami peristiwa yang menyedihkan tetapi yang jauh lebih berat daripada biasanya. Penderitanya seringkali dipenuhi trauma emosional yang mendahului penyakit misalnya kehilangan orang yang dicintai. pekerjaan. . . .Depresi reaktif Pada depresi reaktif. 2. Penggolongan ini lebih banyak digunakan untuk penelitian tujuan perawatan. gairah. cemas dan sekaligus merasa depresi. atau seorang kekasih. Mereka menderita hipokondria atau ketakutan yang abnormal seperti agrofobia tetapi mereka tidak menderita delusi atau halusinasi. dan aktivitas secara berlebihan gambaran ini disebut 'mania'. gejalanya diperkirakan akibat stres luar seperti kehilangan seseorang atau kehilangan pekerjaan. Orang yang menderita depresi neurotik bisa merasa gelisah.1. .Psikosis depresi manik Depresi manik biasanya merupakan penyakit yang kambuh kembali disertai gangguan suasana hati yang berat. milik berharga. gejalanya terjadi tanpa dipengaruhi oleh faktor lain.Pemisahan diantara keduanya Para dokter membedakan antara depresi neurotik dan psikotik tidak hanya berdasarkan gejala lain yang ada dan seberapa terganggunya perilaku orang tersebut. Orang yang mengalami gangguan ini menunjukkan gabungan depresi dan rasa cemas tetapi kadang-kadang hal ini dapat diganti dengan perasaan gembira. Menurut gejalanya .Depresi endogenus Pada depresi endogenous. .Depresi psikotik Secara tegas istilah 'psikotik' harus dipakai untuk penyakit depresi yang berkaitan dengan delusi dan halusinasi atau keduanya. . Menurut Penyebabnya .

. .1998:181 .Depresi pascalahir Banyak wanita kadang-kadang mengalami periode gangguan emosional dalam 10 hari pertama setelah melahirkan bayi ketika emosi mereka masih labil dan mereka merasa sedih dan suka menangis. kadangkadang depresi pada manula ditutupi oleh penyakit fisik dan cacat tubuh seperti penglihatan atau pendengaran yang terganggu. misalnya rasa sakit yang lama tanpa sebab yang nyata atau hipokondria atau sebaliknya perilaku yang tidak dapat diterangkan seperti wanita lanjut usia yang suka mengutil.3. Teori Biologis a. Namun. Genetik. Proses ini membuat orang yang kehilangan itu mampu menerima kenyataan tersebut. Seringkali hal itu berlangsung selama satu atau dua hari kemudian berlalu.Depresi dan manula Usia tua merupakan saat meningkatnya kerentanan terhadap depresi. .Berduka Proses kesedihan itu wajar dan merupakan reaksi yang diperlukan terhadap suatu kehilangan. sangatlah penting untuk mengingat kemungkinan terjadinya penyakit depresi pada orang tua. Faktor Predisposisi Terdapat 2 teori untuk menjelaskan faktor pendukung terjadinya depresii (Townsend. mengalami rasa sakit akibat kesedihan yang menimpa. Dari sejumlah penyelidikan yang telah dilakukan ditemukan bahwa terdapat dukungan keterlibatan herediter dalam penyakit depresi. Menurut arah penyakit . Luasnya akibat pada pokoknya tampak menjadi lebih tinggi diantara individu-individu yang memiliki hubungan keluarga dengan kelainan tersebut daripada diantara populasi umum (DSM-III-R. b.Depresi tersembunyi Diagnosa depresi tersembunyi (atau atipikal) kadang-kadang dibuat bilamana depresi dianggap mendasari gangguan fisik dan mental yang tidak dapat diterangkan. 1960).183): 1. menderita putusnya hubungan dengan orang yang dicintai dan penyesuaian kembali. Biokimia. Oleh karena itu. Suatu kesalahan hasil metabolisme dalam perubahan natrium dan kalium di dalam neuron (Gibbons. Ketidakseimbangan elektrolit tampak memainkan peranan dalam penyakit depresif. 1987). .

Teori Kehilangan Objek. dan serotinin. Teori ini (Klein. individu merasa tidak berdaya untuk berhasil dalam usaha-usaha yang keras. suatu kondisi yang digambarkan sebagai suatu kehilangan. Respons berduka belum terpecahkan. sementara superego meluas dan menjadi menghukum. c. 2. 1979) yakin bahwa penyakit depresif terjadi sebagai suatu hasil dari kelainan kognitif. 1934) melibatkan suatu ketidakpuasan dalam hubungan awal ibu-bayi sebagai suatu predisposisi untuk penyakit depresif. Pandangan untuk masa depan merupakan suatu kepesimisan keputusasaan.Teori biokimia yang lainnya menyangkut biogenik amin norepinefrin. Tingkatan zat-zat kimia ini mengalami defisiensi dalam individu dengan penyakit depresif (Janowsky et al. Teori Psikososial a. dan oleh karena itu berhenti mencoba. Kebutuhan bayi tidak terpenuhi. Ahli teori-teori ini (Beck et al. dan kemarahan dan permusuhan ditunjukkan kepada diri sendiri. Persepsi merupakan ketidakadekuatan dan ketidakberhargaan. Teori ini (Bowly. dan anak menarik diri dari orang lain dan lingkungan. Kelainan proses pikir membantu perkembangan evaluasi diri individu. b. Kognitif. 1988). Proses ikatan diputuskan. d. Pembelajaran ketidakberdayaan ini digambarkan sebagai suatu predisposisi untuk penyakit depresif. dopamin. Ini dianggap bahwa keyakinan ini muncul dari pengalaman-pengalaman yang mengakibatkan kegagalan (baik yang dirasakan atau yang nyata). Psikoanalisa. Teori ini (seligman. Setelah sejumlah kegagalan. 1973) mengemukakan bahwa penyakit depresif dipengaruhi oleh keyakinan individu bahwa ada kurang kontrol atau situasi-situasi kehidupannya. Teori Pembelajaran. 1973) menyatakan bahwa penyakit depresif terjadi jika pribadi tersebut terpisah dari atau ditolak orang terdekat selama 6 bulan pertama kehidupan. Ego tetap lemah. Faktor Pencetus .

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada usia lanjut : a. . steroid. Neurobiologik Perubahan neuroendokrinologik seperti hormon.1998:260): 1. b. Peristiwa besar dalam kehidupan sering dilaporkan sebagai pendahulu episode depresi dan mempunyai dampak terhadap masalah-masalah yang dihadapi sekarang dan kemampuan menyelesaikan masalah. dopamin. c.Dukungan sosial yang buruk. seseorang. penyekat beta dan anti hipertensi lainnya. Pengelolaan Depresi Pada Usia Lanjut (FKUI. fenobarbiton. seperti infeksi. Obat-obatan Beberapa jenis obat seperti digoksin. 2. maka persepsi pasien merupakan hal yang sangat penting. Depresi pada usia lanjut dapat diakibatkan oleh proses neurodegeneratif. atau harga diri. Karena elemen aktual dan simbolik melibatkan konsep kehilangan. neurotransmiter (serotonin. kedudukan. Peran dan ketegangan peran telah dilaporkan mempengaruhi perkembangan depresi. yang nyata atau yang dibayangkan. . fungsi fisik. misalnya orang yang pencemas semasa mudanya ketika mengalami depresi di usia lanjut memperlihatkan gambaran depresi neurotik yang menyolok. L-dopa. Perubahan fisiologik diakibatkan oleh obat-obatan atau berbagai penyakit fisik. neoplasma. dan pemakaian neuroleptik jangka lama dapat mengakibatkan depresi. Psikososial . termasuk kehilangan cinta. pemberian benzodiazepin jangka panjang. kapasitas membina keakraban yang lemah juga berperan dalam terjadinya depresi.Ada empat sumber utama stresor yang dapat mencetuskan gangguan alam perasaan (Sundeen. dan gangguan keseimbangan metabolik. 4. dapat mencetuskan gangguan alam perasaan.2000:60 . dll) menyebabkan usia lanjut rentan terhadap depresi. terutama pada wanita.76) 1.Kepribadian pasien sebelum sakit turut berperan dalam manifestasi gejala depresi. misalnya depresi sebagai gejala dari demensia. Kehilangan keterikatan.Stuart. 3.

kelelahan. pikiran bunuh diri dan insomnia. • Hilang minat atau gairah. dan sebagainya lebih sering terjadi pada pasien-pasien usia lanjut dengan depresi dibandingkan dengan usia lanjut yang sehat. mencela diri sendiri. dan umumnya cenderung meminimalkan atau menyangkal mood depresinya. hilangnya rasa senang. perlambatan motorik. 3. Hal lain yang tidak menguntungkan adalah pasien usia lanjut umumnya kurang mau mencari bantuan psikiater karena tak dapat menerima penjelasan yang bersifat psikologis untuk gangguan depresi yang mereka alami. pindah rumah. . Yang terlihat adalah gejala hilangnya tenaga (loyo). preokupasi gejala fisik. Gambaran klinik depresi pada pasien berusia lanjut (dibandingkan dengan pasien yang lebih muda). adalah mereka lebih banyak menonjolkan gejala somatiknya disamping mengeluh tentang gangguan memori. tidak bisa tidur atau keluhan rasa sakit dan nyeri. anak yang cacat menanjak dewasa. sedang dan berat sesuai dengan banyak dan beratnya gejala serta dampaknya terhadap fungsi kehidupan seseorang.. peringatan peristiwa sedih. Gambaran Klinis Depresi Pada Usia Lanjut Seorang usia lanjut yang mengalami depresi kebanyakan menyangkal adanya mood depresi. • Hilang tenaga dan mudah lelah. Diagnosis Depresi Gangguan depresi dibedakan dalam depresi ringan. problem keuangan yang berat. yang disertai dengan gejala lain seperti : menurun. 2.Berbagai peristiwa kehidupan seperti kematian pasangan. Menurut ICD 10. pada gangguan depresi ada 3 gejala utama yaitu : • Mood terdepresi (suasana perasaan hati murung / sedih). Menurut Brodaty (1991) gejala yang sering tampil adalah ansietas (kecemasan).

Pemeriksaan pasien Depresi Salah satu langkah awal yang penting dalam penatalaksanaan depresi adalah mendeteksi atau mengidentifikasi. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik pada pasien depresi sangat penting karena gejala-gejala depresi sering disertai dengan penyakit fisik. Salah satu instrumen yang dapat membantu adalah Geriatric Depression Scale (GDS) yang terdiri atas 30 pertanyaan yang harus dijawab oleh pasien sendiri. harus dilakukan lagi pemeriksaan yang lebih rinci sebagai berikut : 1. kepribadian d. riwayat keluarga b. Riwayat klinik / anamnesis a. gangguan psikiatri yang lampau c. ide / percobaan bunuh diri f. 3.1Pedoman Berat Ringannya Depresi Depresi Gejala Utama Gejala lain Fungsi Keterangan Ringan 2 2 Baik Distress + Sedang 2 3 atau 4 Terganggu Berlangsung minimal 2 minggu Berat 3 4 Terganggu berat Intensitas gejala sangat berat Sumber:Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI.2000 4. perkembangan gejala-gejala depresi 2. gangguan-gangguan somatik g. riwayat sosial e. Bilamana ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada depresi.Tabel 2. Pemeriksaan kognitif . GDS ini dapat dimampatkan menjadi hanya 15 pertanyaan saja. Sampai saat ini belum ada suatu konsensus atau prosedur khusus untuk penapisan / skrining depresi pada populasi usia lanjut.

4. Umumnya pasien akan sembuh dan tetap dapat berfungsi dengan baik jika depresi diobati dan ditatalaksana dengan baik. seperti tidak adekuatnya asupan cairan. Hasil terapi yang kurang baik tampaknya berhubungan dengan episode awal yang parah dan adanya komorbiditas dengan penyakit kronik. 5.Tes fungsi Tiroid . maka perlu dipertimbangkan pemeriksaan sebagai berikut : .Mood / suasana perasaan hati .Gejala ansietas . Pemeriksaan lainnya Mengingat pasien usia lanjut rentan terhadap gangguan metabolik sekunder akibat penyakit depresi yang berat.Lain-lain : serum sifilis.darah lengkap dan hitung jenis . Prognosis Prognosis depresi pada usia lanjut tidaklah berbeda dengan prognosis pada usia yang lebih muda.Vitamin B12 dan Folat .ureum dan elektrolit .Penampilan dan perilaku .Foto dada .Electro Encephalo Graphy ( EEG). CTscan dst. Penatalaksanaan Depresi Pada usia Lanjut . menunjukkan bahwa pasien dengan depresi mengalami masalah konsentrasi dan memori yang mempengaruhi fungsi kognitifnya. 6. Pemeriksaan status mental .Penilaian Mini Mental State Examination (MMSE) pada usia lanjut yang menunjukkan gejala depresi bermanfaat dalam tindak lanjut penatalaksanaan pasien.Pembicaraan .Isi pikiran . Perbaikan pada MMSE setelah dilakukan terapi terhadap depresi.Electro Cardio Graphy ( ECG).Gejala hipokondriakal 5.

Melalui latihan-latihan. ECT diberikan 1. dilanjutkan dengan anti depresan untuk mencegah kekambuhan. tak mampu dan sebagainya) ke arah pola pikir yang netral atau positif. dunia. lebih mampu mengatasi persoalannya serta lebih percaya diri.1. Terapi Psikologik a. Baik pendekatan psikodinamik maupun kognitif behaviour sama keberhasilannya. semua obat antidepresan sama efektivitasnya.10 kali). diri tak berguna. tugas-tugas dan aktivitas tertentu terapi kognitif bertujuan mengubah perilaku dan pola pikir. ada perubahan posisi dari dominan menjadi dependen pada orang usia lanjut. Psikoterapi Psikoterapi individual maupun kelompok paling efektif jika dilakukan bersama-sama dengan pemberian antidepresan.perilaku bertujuan mengubah pola pikir pasien yang selalu negatif (persepsi diri. Biasanya pengobatan dimulai dengan dosis separuh dosis dewasa.2 kali seminggu pada pasien rawat nginap. b. Ternyata pasien usia lanjut dengan depresi dapat menerima metode ini meskipun penjelasan harus diberikan secara singkat dan terfokus. Terapi kognitif Terapi kognitif . b. berniat bunuh diri atau retardasi hebat maka ECT merupakan pilihan terapi yang efektif dan aman. Terapi keluarga Problem keluarga dapat berperan dalam perkembangan penyakit depresi. masa depan. Terapi fisik a. sehingga dukungan terhadap keluarga pasien sangat penting. Terapi ECT diberikan sampai ada perbaikan mood (sekitar 5 . Meskipun mekanisme psikoterapi tidak sepenuhnya dimengerti. Pemilihan jenis antidepresan ditentukan oleh pengalaman klinikus dan pengenalan terhadap berbagai jenis antidepresan. unilateral untuk mengurangi confusion/memory problem. lalu dinaikkan perlahanlahan sampai ada perbaikan gejala. . 2. Proses penuaan mengubah dinamika keluarga. Terapi Elektrokonvulsif (ECT) Untuk pasien depresi yang tidak bisa makan dan minum. c. namun kecocokan antara pasien dan terapis dalam proses terapeutik akan meredakan gejala dan membuat pasien lebih nyaman. Obat Secara umum.

1993). Dalam penelitian ini akan dilakukan pengamatan bagaimana konsep diri mahasiswa yang mempunyai latar belakang budaya Jawa Pesisir dan Jawa Pedalaman. Sebaliknya. keluarga saat ini menyediakan kepedulian yang lebih luas selama periode waktu yang lama (Schmall. Skala . Pratt. 7. d. Untuk menguasai teknik ini diperlukan kursus singkat terapi relaksasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 489 mahasiswa Psikologi dan data yang dapat dianalisis sesuai dengan kategori Jawa Pedalaman 109 subjek. Salah satu variabel yang dimaksudkan adalah konsep diri. kepercayaan yang umum. mengubah dan memperbaiki sikap / struktur dalam keluarga yang menghambat proses penyembuhan pasien. Teknik ini dapat dilakukan dalam praktek umum sehari-hari. KONSEP DIRI MAHASISWA JAWA PESISIR DAN JAWA PEDALAMAN Variabel non kognitif dalam proses pembelajaran dan proses pendidikan secara umum perlu diperhatikan dengan lebih serius. atau ada masalah-masalah yang telah berlangsung lama dan keterasingan. beberapa trend demografi dan sosial mempunyai akibat / impak yang signifikan pada kemampuan anggota keluarga dalam menyediakan dukungan. Ketika keluarga tidak menjadi bagian kehidupan seseorang yang telah lansia. umumnya menyebabkan orang tersebut tidak mempunyai tempat tinggal. Penanganan Ansietas (Relaksasi) Teknik yang umum dipergunakan adalah program relaksasi progresif baik secara langsung dengan instruktur (psikolog atau terapis okupasional) atau melalui tape recorder.Tujuan terapi terhadap keluarga pasien yang depresi adalah untuk meredakan perasaan frustasi dan putus asa. Dukungan Keluarga dalam Kaitannya dengan Depresi Pada Lansia Keluarga memainkan suatu peranan yang signifikan dalam kehidupan pada hampir semua orang lanjut usia (lansia). Dibandingkan dengan "kenyamanan di hari tua". ketika orang lansia akan membutuhkan bantuan keluarga menyediakan sekurang-kurangnya 80% dukungan / bantuan. dan Jawa Pesisiran 216 subjek. Walaupun anak yang telah dewasa adalah suatu sumber utama yang memberi bantuan terhadap orangtua yang lansia. Hal ini tidak berarti bahwa keluarga bertanggung jawab atas timbulnya depresi pada seseorang namun sudah jelas bahwa banyak masalah depresi berkisar di seputar kesulitan dalam cara anggota keluarga saling berkomunikasi dan saling berhubungan.

tetapi saat ini semakin menjadi perhatian dunia. Dilihat dari profilnya. Konsep diri adalah gambaran deskriptif dan evaluatif individu mengenai diri sendiri.615 (p>0. rerata konsep diri untuk mahasiswa dengan latar belakang budaya Jawa Pesisiran sebesar 660. seiring dengan meningkatnya jumlah anak jalanan di berbagai kota besar di dunia. University of Western Sydney. dan rerata konsep diri untuk mahasiswa dengan latar belakang budaya Jawa Pedalaman sebesar 665.63. Marsh dari Self-Concept Enhancement and Learning Facilitation (SELF) Research Centre. digunakan uji-T dengan menggunakan bantuan SPSS versi 11.konsep diri yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi dari Self Description Questionaire III (SDQ III) yang dikembangkan oleh Herberth W. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai T yang didapatkan sebesar-0. penelitian . p=0. artinya konsep diri mahasiswa dengan latar belakang budaya Jawa Pesisiran dan Jawa Pedalaman tidak berbeda.05. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan konsep diri pada mahasiswa Jawa Pedalaman dan Jawa Pesisiran. KONSEP DIRI ANAK JALANAN USIA REMAJA Abstrak Fenomena anak jalanan sebetulnya sudah berkembang lama.539) sehingga hipotesis ditolak.00.55. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana gambaran konsep diri anak jalanan usia remaja dan mengapa konsep diri tersebut dapat terbentuk.

Tingkah laku individu sangat bergantung pada kualitas konsep dirinya yaitu konsep diri positif atau konsep diri negatif. mengobservasi diri dalam setiap tindakan serta mampu mengevaluasi setiap tindakan sehingga mengerti dan memahami tingkah laku yang dapat diterima oleh lingkungan. Konsep Diri Positif dan Konsep Diri Negatif Konsep diri merupakan faktor penting didalam berinteraksi. masyarakat. yakni orangtua. orang yang memiliki konsep diri positif menunjukkan karakteristik sebagai berikut: . Kemampuan manusia bila dibandingkan dengan mahluk lain adalah lebih mampu menyadari siapa dirinya. faktor pembentuk konsep diri remaja adalah orangtua. konsep diri yang terbentuk pada diri subyek adalah konsep diri yang negatif. Setiap individu dapat saja menyadari keadaannya atau identitas yang dimilikinya akan tetapi yang lebih penting adalah menyadari seberapa baik atau buruk keadaan yang dimiliki serta bagaimana harus bersikap terhadap keadaan tersebut. dan belajar. ataupun cara seseorang memandang dirinya sendiri. kawan sebaya. kawan sebaya. Menurut Brooks dan Emmart (1976). dan berpartisipasi penuh di jalanan. diketahui bahwa secara umum. Hal ini terlihat dari beberapa bagian diri subyek yang sebagian besar memandang dirinya secara negatif.atau penaksiran mengenai diri sendiri. Sampel dalam penelitian ini adalah seorang anak jalanan yang sudah putus hubungan dengan keluarganya. dan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh setiap individu dalam bertingkah laku sedapat mungkin disesuaikan dengan konsep diri. Dari hasil analisis data. Hal tersebut juga dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yang membentuk konsep diri subyek ke arah yang negatif. Menurut Baldwin dan Holmes (dalam Calhoun dan Acocella 1995). baik secara sosial maupun ekonomi. Dengan demikian manusia memiliki kecenderungan untuk menetapkan nilai-nilai pada saat mempersepsi sesuatu.

Bersikap yang berlebihan terhadap tindakan yang telah dilakukan. Pemahaman terhadap pujian. Merasa setara dengan orang lain. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif untuk mengatasi persoalan-persoalan obyektif yang dihadapi. Pengetahuan dan kekayaan didapatkan dari proses belajar dan bekerja sepanjang hidup. Bersikap responsif terhadap pujian. Merasa kurang mampu dalam berinteraksi dengan orang-orang lain. Mengalami hambatan dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Mempunyai sikap hiperkritik. Menerima pujian tanpa rasa malu.Merasa mampu mengatasi masalah. Pemahaman tersebut menyebabkan individu tidak merasa lebih atau kurang terhadap orang lain. Merasa mampu memperbaiki diri. Cenderung merasa tidak disukai orang lain. Kemampuan untuk melakukan proses refleksi diri untuk memperbaiki perilaku yang dianggap kurang. atau penghargaan layak diberikan terhadap individu berdasarkan dari hasil apa yang telah dikerjakan sebelumnya. Perasaan subyektif bahwa setiap orang lain disekitarnya memandang dirinya dengan negatif. Suka melakukan kritik negatif secara berlebihan terhadap orang lain. . Kurangnya kemampuan untuk menerima kritik dari orang lain sebagai proses refleksi diri. Sedangkan orang yang memiliki konsep diri yang negatif menunjukkan karakteristik sebagai berikut: Peka terhadap kritik. Pemahaman bahwa manusia dilahirkan tidak dengan membawa pengetahuan dan kekayaan. sehingga merasa segala tindakannya perlu mendapat penghargaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->