Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil - Secara umum, tumbuhan Dikotil dan Monokotil dapat dibedakan dengan jelas

. Adapun perbedaan struktur tubuh tumbuhan Monokotil dan Dikotil, dijelaskan dalam uraian berikut. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari akarnya : Tumbuhan Dikotil : AKar tersusun dalam akar tunggang yang kokoh.Ujung akar tidak diliputi oleh selaput pelindung. Tumbuhan Monokotil :Akar tersusun dalam akar serabut yang kurang kokoh. Ujung akar lembaga dan pucuk lembaga dilindungi oleh suatu sarung yang masing-masing disebut koleorhiza dan koleoptil. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Kambiumnya : Tumbuhan Dikotil : Akar dan batang berkambium sehingga dapat mengadakan pertumbuhan membesar dan melebar serta meninggi. Tumbuhan Monokotil :Akar dan batang tidak berkambium sehingga tidak dapat mengadakan pertumbuhan melebar dan membesar yang ada hanyalah pertumbuhan meninggi. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Batangnya : Tumbuhan Dikotil :Batang bercabang-cabang. Tumbuhan Monokotil :Batang tidak bercabang-cabang. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Struktur Daunnya : Tumbuhan Dikotil :Pertulangan daun menyirip atau menjari. Tumbuhan Monokotil :Pertulangan daun sejajar atau melengkung. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Bijinya : Tumbuhan Dikotil : Biji yang berkecambah berbelah dua dan memperlihatkan dua daun lembaga (biji berkeping dua).

GAI.berujud benih yang menangguhkan perkecambahannya hingga waktu yang tepat. GA3. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Pembuluh angkutnya : Tumbuhan Dikotil : Berkas pembuluh angkut teratur dalam lingkaran/cincin. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Bunganya : Tumbuhan Dikotil : Jumlah bagian-bagian bunga 4. sementara giberelin meningkat. benih dapat mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya dari kemungkinan mati jika berkecambah pada waktu yang tidak tepat . 5. GA2. seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3). ARFs) diredam oleh miRNA. dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated). Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal.Dengan dorman di dalam tanah . baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. SPY. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokuslokus yang mengatur pemasakan embrio. Proses ini murni fisik. Tumbuhan Monokotil :Berkas pembuluh angkut tidak teratur. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena [[sel {biologi)|sel]]-sel embrio membesar) dan biji melunak. udara. 1. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji. dan SLY. PKL. dormansi benih merupakan sifat adabtasi benih yang penting. FUSCA 3 (FUS3). maupun media lainnya. Jadi. atau kelipatannya. Situasi demikian terutama terjadi di daerah beriklim subtropics.Tumbuhan Monokotil : Biji yang berkecambah tetap utuh dan tidak membelah (biji berkeping satu). Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum").[1] . seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1). baik tanah. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors.2 Landasan Teori Secara alamiah benih matang yang disebarkan oleh tumbuhan induknya bisa segera berkecambah atau tetap dorman . ERA1.

Dan untuk batang dikotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang muda berbeda yaitu di temukannya empelur pada batang muda dan sebaliknya pada batang tua (Atinirmala. sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur.Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah. Pada tanaman buncis. sedangkan pada akar tumbuhan monokotil di antara xylem dan floem tidak di jumpai kambium.com/2012/07/laporan-praktikum-strukturkecambah. Daun ini terus tumbuh dan berkembang menjadi hijau dan mulai berfotosintesis. Kambium merupakan titik pertumbuhan sekunder kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk floem. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh biji. hipokotil akan tumbuh dan mendorong epikotil dan kotiledon ke atas permukaan tanah.html#JPdbBV1ATYblxufb. bentuk tulang daun menjari. dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya.99 Dapat di ketahui bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas pembuluh. Selanjutnya plumula yang terletak di ujung epikotil. bunga kelipatan 5 dan . Berkas pembuluh terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut sari makanan dan unsur hara dari tanah keseluruh tubuh tumbuhan dan floem yaitu berkas yang berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana. yang pada akhirnya pecah. seperti di bagian ujung radikula. Menurut literatur pada akar tumbuhan dikotil. di antara xylem dan floem terdapat kambium. berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur. tidak di temukannya tudung akar. 2004). Perkecambahan biji yang disebabkan oleh pertumbuhan hipokotil yang mendorong kotiledon dan epikotil ke atas permukaan tanah ini disebut tipe perkecambahan epigeal.blogspot. Organ pertama yang muncul dari biji yang berkecambah dinamakan radikula (bakal akar). Sedangkan pada batang monokotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang tua sama. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam. Read more at http://sitiga. Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Zat-zat makanan dipindahkan dari endosperma atau kotiledon ke bagian embrio yang sedang tumbuh. akan berkembang menjadi daun pertama. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang. memecahkan kulit biji. 2006) Dan secara umum dapat pula dikatakan bahwa tumbuhan dikotil memiliki ciri berupa akar tunggang. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan. Kotiledon akan layu dan rontok dari biji karena cadangan makanannya telah dihabiskan oleh embrio yang berkecambah.

serta sistem berkas pembuluh. Pada tubuh tumbuhan primer. Sistem jaringan dasar pada daun monokotil dan dikotil dapat dibedakan. 2008). Struktur Anatomi Daun Daun tumbuhan tersusun atas epidermis yang berkutikula dan terdapat stomata atau trikoma.Secara umum perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil adalah: . sistem jaringan dasar berupa korteks. sistem jaringan pembuluh dan sistem jaringan dasar. batang. di temukannya tudung akar.000 spesies) dan tumbuhan dikotil (sekitar 170. Sistim jaringan pembuluh terdapat diantara sistim jaringan dasar. distribusi berkas pembuluh pada batang. Divisi ini dibedakan atas 2 kelas yaitu tumbuhan monokotil (sekitar 65. pada tumbuhan Zea mays atau monokotil letak berkas pembuluh angkutnya tersebar. sedangkan untuk tumbuhan Haliantus annus letak pembuluh angkutnya teratur. Pada akar sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang tersusun berselang-seling. Perbedaan pokok antara ketiga organ tersebut terdapat pada distribusi relatif sistem jaringan pembuluh dan sistim jaringan dasar. Akar. Sistim jaringan pembuluh terdiri dari xilem dan floem.biji berkeping 2(dua). Sistem jaringan dermal terdapat pada bagian terluar tubuh tumbuh-tumbuhan. tidak demikian halnya pada monokotil khususnya famili Graminae. Struktur Anatomi Batang Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata. giospermae merupakan tumbuhan berpembuluh berbiji tertutup. struktur bunga. Angiospermae terdiri atas satu divisi yaitu Anthophyta (tumbuhan berbunga) yang merupakan 80% tumbuhan saat ini. endodermis.000 spesies). Perbedaan panampang akar pada Zea mays dan Hibiscus rossa adalah pada monokotil antar xylem dan floem tidak di jumpai kambium sedangkan pada dikotil antara xylem dan floem di temukan kambium. dan struktur akar. batang dan daun terdiri dari 3 sistem jaringan yang sama. sedangkan pada tumbuhan monokotil memiliki ciri berupa akar serabut. Tumbuhan dikotil dan monokotil dibedakan atas beberapa hal. Struktur Anatomi Akar Secara umum struktur anatomi akar tersusun atas jaringan epidermis. sistem jaringan dasar berupa korteks dan empulur. epidermis digantikan oleh jaringan periderm. antara lain: struktur biji (jumlah kotiledon). Struktur anatomi akar tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda. Perbedaan penampang batang pada Zea mays dan Haliantus annus adalah pembuluh angkutnya. Organ vegetatif tumbuhan ini terdiri dari akar. 2008). bunga kelipatan 3 dan biji berkeping 1(satu) (wikipedia. Xilem berfungsi mengangkut air dan larutan garam dari akar ke daun melalui batang. sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ lainnya. bentuk tulang daun sejajar. Xilem dan floem tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil. Xilem dan floem tersusun berbeda pada kedua kelas tumbuhan tersebut. dan empulur. Pada tumbuhan dikotil sistem jaringan dasar (mesofil) dapat dibedakan atas jaringan pagar dan bunga karang. yaitu: sistem jaringan dermal/penutup. Sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang terdapat pada tulang daun (wikipedia. sistim jaringan ini terdiri dari jaringan epidermis. dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem. sedangkan pada tubuh tumbuhan sekunder. dan daun. yang sebagian besar terdiri dari jaringan parenkim.

adalah jaringan yang mengelilingi embrio dan terdapat di kotiledon yang mengandung cadangan makanan. Hipokotil. Epikotil. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah. Radikula (bakal akar). Koleoptil. Kecambah adalah . Kotiledon mengandung cadangan makanan yang di dalamnya terdapat pati. Embryonic axis. Embrio (bakal tumbuhan) Perkecambahan Perkecambahan (germination) merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan. embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. adalah bagian bawah/pangkal embrio. adalah bagian atas embryonic axis yang melekat pada kotiledon.Perbedaan Bentuk akar Bentuk tulang Kaliptrogen/tudung akar Jumlah kelopak bunga Jumlah keping biji I Tumbuhan Monokotil I Berakar serabut I Tumbuhan Dikotil I Berakar tunggang I Bentuk tulang daun sejajar I Bentuk tulang daun menjari I I Di temukannya tudung akar I Tidak di temukan tudung akar I Bunga kelipatan 3 I Biji berkeping 1 I Bunga kelipatan 5 I Biji berkeping lebih dari 1 Pertumbuhan akar dan batang I Tidak bisa berkemb Struktur Biji Monokotil Kulit Biji Endosperma. adalah bagian bawah embryonic axis yang melekat pada kotiledon. Plumula. adalah kuncup primer pucuk batang lembaga. adalah bagian yang menyelubungi akar. khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini. Koleoriza. adalah selubung ujung embrio/plumula. Skutellum / kotiledon / keping biji. protein dan beberapa jenis enzim.

Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis. yang pada akhirnya pecah. Awal perkembangan didahului aktifnya enzim hidrolase (protease. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel biologi. udara. dan kotiledon (daun lembaga). maupun media lainnya. sel-sel embrio membesar dan biji melunak. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji. Selanjutnya bagian yang aktif melakukan mitosis terangsang melakukan pembelahan sel. hipokotil. Biji memperoleh energi melalui pemecahan glukosa saat proses respirasi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya. dan karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Timbunan pati di uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa. Kecambah biasanya dibagi menjadi tiga bagian utama: radikula (akar embrio). plumula tumbuh di atas permukaan tanah. antara lain imbibisi. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. seperti di bagian ujung radikula. hidrolisis cadangan makanan. yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel-sel yang baru. sekresi hormon dan enzim. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya. Tahap perkembangan ini disebut perkecambahan dan merupakan satu tahap kritis dalam kehidupan tumbuhan. Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio.tumbuhan (sporofit) muda yang baru saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti “minum”). Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh . serta asimilasi (fotosintetis). lipase. baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan pecahnya testa. Semua proses tersebut memerlukan energi. Setelah beberapa hari. Air yang masuk kedalam kotiledon membengkak. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan. baik tanah. Tipe Perkecambahan Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Asam amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma. Tahapan perkecambahan Perkembangan bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Enzim protease segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino.

komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Untuk analisis kemurnian benih. dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran.memanjang. tidak masak Ø Benih yang telah berkecambah sebelum diuji Ø Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya. salah satunya yaitu analisis kemurnian. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.[ps] ANALISIS KEMURNIAN BENIH Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman di lapangan. benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. mengkerut. dan bagaimana melakukan pengujian benih. struktur. adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. Petunjuk ini menjelaskan bagaimana mempersiapkan contoh yang mewakili lot benih untuk keperluan pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud . dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih. Yang termasuk benihmurni diantaranya adalah : Ø Benih masak utuh Ø Benih yang berukuran kecil. semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua. pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Oleh karena itu. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. benih tanaman lain. akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut : a) Benih murni. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni. Demikianlah artikel mengenai struktur biji monokotil. Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni.

adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali. adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. c) Kotoran benih. biji-bijian herba/Gulma dan kotoran benih. b) Secara simplo.Ø Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali b) Benih tanaman lain. partikel tanah. Analisis kemurnian benih merupakan kegiatan untuk menelaah kapositipan fisik komponenkomponen benih.5 ukuran normal @ Cangkang benih @ Kulit benih Ø Bahan lain @ Sekam. pasir. tangkai. ranting. daun. Selain itu juga untuk mengidentifikasi benih tanaman lain dan kotoran yang terdapat dalam contoh benih. Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan. . jerami. berarti para pengguna benih terhindar dari berbagai kerugian yang dapat terjadi pada usahataninya akibat dari rendahnya kualitas benih yang digunakan. termasuk pula prosentase berat dari benih murni . benih tanaman lain/benih varietas lain. dll. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: Ø Benih dan bagian benih @ Benih tanpa kulit benih @ Benih yang terlihat bukan benih sejati @ Bijihampa tanpa lembaga pecahan benih ≤ 0. adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali Pengujian benih sangat penting artinya sebab dengan terujinya benih yang akan digunakan. Tujuan dari analisis kemurnian benih adalah untuk menentukan komponen benih berdasarkan berat komponen dalam contoh benih yang mencerminkan komposisi benih dalam lot. yaitu: a) Secara duplo.

Yang kedua adalah untuk pengujian kadar air ini harus dilakukan sesegera mungkin. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pengujian kadar air benih ini adalah contoh kerja yang digunakan merupakan benih yang diambil dan ditempatkan dalam wadah yang kedap udara. Contoh kerja ini memegang peranan yang sangat penting dalam satu proses analisis kemurnian. Selanjutnya ketiga komponen tersebut diprosentasekan berdasarkan beratnya.Analisis kemurnian fisik benih dilakukan terhadap sample benih yang dikirim ke laboratorium. kadar air. baik dalam menentukan asal benih yang akan diambil contoh kerjanya. KADAR AIR BENIH Yang dimaksud kadar air benih. Untuk mendapatkan contoh kerja dalam analisis kemurnian fisik benih yang memenuhi persyaratan/sesuai dengan ketentuan harus berpedoman pada aturan yang berlaku (pedoman dari ISTA). kesehatan benih adalah nilai dari benih murninya bukan dari benih campuran. Analisis kemurnian benih ini sebaiknya dilakukan pertama kali sebelum pengujian-pengujian yang lain dilakukan. selama penetapan diusahakan agar contoh benih sesedikit mungkin berhubungan dengan udara luar serta untuk jenis tanaman yang tidak memerlukan penghancuran. berat (pelajari modul cara pengambilan contoh benih). Karena untuk penetapan kadar air. . sebab apabila contoh kerja yang akan digunakan tidak sesuai dengan ketentuan / yang dipersyaratkan maka hasil dari analisis tersebut tidak dapat digunakan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. contoh benih tidak boleh lebih dari 2 menit berada di luar wadah. benih tanaman lain. Prinsip dari analisis kemurnian di laboratorium adalah memisahkan contoh benih dalam 3 (tiga) komponen yaitu komponen benih murni. sebab nilai pengujian lain yang ingin diperoleh. misalnya daya kecambah. ialah berat air yang “dikandung” dan yang kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. dan kotoran benih. yang dinyatakan dalam persentase terhadap berat awal contoh benih. Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut & dinyatakan dalam % terhadap berat asal contoh benih. jika contoh kerja yang digunakan telah terkontaminasi udara luar maka kemungkinan besar kadar air benih yang diuji bukan merupakan kadar air benih yang sebenarnya karena telah mengalami perubahan akibat adanya kontaminasi udara dari lingkungan. Contoh kerja merupakan contoh benih yang akan digunakan dalan analisis kemurnian di laboratorium. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahankan viabilitas benih tersebut.

Pada media simpan serbuk gergaji dan kontrol benih kakao berkecambah dalam masa penyimpanan. Terkait dengan hal tersebut di atas. Kondisi simpan yang tepat dalam penyimpanan dapat mempertahankan vigor benih selama penyimpanan. Sedangkan pada media serbuk arang benih kakao tidak berkecambah sampai pada hari ke – 14. yaitu menggunakan media serbuk gergaji dan serbuk arang yang kondisinya lembap dan kontrol (M0). Kadar air rata-rata benih kakao sebelum penyimpanan atau pada saat masak fisiologis adalah 30 . wadah simpan dan periode simpan. yaitu : a) Konvensional ( Menggunakan Oven ) Skema pengujian kadar air benih dengan metode konvensional (oven) Beberapa faktor yang mempengaruhi viabilitas benih rekalsitran antara lain kadar air benih. sedangkan kontrol tidak menggunakan media apapun. Berdasarkan pengujian berbagai media simpan dan lama penyimpanan terhadap vigor benih kakao dapat disimpulkan sebagai berikut :  Media simpan yang baik dan cocok untuk penyimpanan benih kakao adalah serbuk arang karena serbuk arang mampu menjaga kelembapan dalam media simpan dan mempertahankan kadar air benih tetap stabil yakni 36% sehingga viabilitas benih kakao tetap stabil yakni 100%.Metode yang digunakan untuk menguji kadar air ini juga harus diperhatikan. Kadar air benih sangat menentukan viabilitas benih untuk mempertahankan daya simpannya. Dalam pengujian ini penyimpanan benih mengggunakan metode simpan konvensional. Media simpan serbuk arang mampu menjaga kelembapan dan dapat mempertahankan kadar air benih tetap stabil sehingga viabilitas benih kakao tetap terjaga. Hal ini menunjukan bahwa faktor kadar air yang terkandung dalam benih dan kelembapan media simpan/ruang penyimpanan juga mempengaruhi penyimpanan benih. Kadar air benih selama penyimpanan dipengaruhi oleh kadar air awal dan kondisi ruang simpan. BBP2TP Ambon melaksanakan uji media simpan dan lama penyimpanan terhadap vigor benih kakao. suhu ruang simpan. namun jika kondisi penyimpanan tidak tepat maka vigor benih akan menurun seiring lamanya penyimpanan benih. Dari hasil pengamatan perlakuan menggunakan media arang dan media serbuk gergaji menunjukkan hasil yang berbeda.41%. . Ada dua metode dalam pengujian kadar air benih. Selain media simpan benih.  Dalam masa periode simpan benih kakao selama 14 hari dalam media simpan serbuk arang benih tetap terlindung dari serangan hama dan jamur. maka dari itu kadar air benih diusahakan tetap tinggi atau diatas. Caranya yaitu dengan memasukkan benih kedalam serbuk gergaji atau serbuk arang. Interval pengamatan pada hari ke-7 dan hari ke-14. kandungan air benih dan kelembapan ruang penyimpanan juga merupakan kendala utama dalam penyimpanan benih kakao yang bersifat rekalsitran. kelembapan. Semakin rendah kadar air benih selama penyimpanan semakin cepat benih tersebut kehilangan viabilitasnya.

sedangkan air kimia tidak boleh teruapkan karena air kimia itu adalah zat makanan siembrio nantinya. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahankan viabilitas benih tersebut.air fisika dapat teruapkan. bahwa kehilangan viabilitas benih Kentucky blugrass yang baru dipanen berkorelasi dengan kadar air benihnya serta lamanya benih disimpan pada suhu tertentu.Kadar air benih adalah hilangnya berat ketika benih dikeringkan sesuai ketentuan yang ditetapkan Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut & dinyatakan dalam % terhadap berat asal contoh benih. atau benihnya masih berkadar air tinggi yang juga harus segera dipanen. 1994) . Menurut Bass (1953) mendapatkan. Oleh karena itu benih yang sudah masak dan cukup kering penting untuk segera dipanen. Tetapi benih berkadar air 44% akan tahan pada suhu 450C selama 36 jam tanpa kehilangan viabilitasnya. Benih berkadar air 54% disimpan pada suhu 300C selama 45 jam kehilangan daya kecambah sebanyak 20%.karena dalam air kimia ini mengandung protein dan karbohidrat.benih mengandung air bersifat fisika dan kimia. untuk mengetahui kadar air benih maka perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu. Kadar air benih selama penyimpanan merupakan faktor yang paling mempengaruhi masa hidupnya. Benih berkadar air 22 dan 11% tidak menunjukkan kehilangan viabilitas pada suhu 500C selama 45 jam (Justice and Louis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful