P. 1
eliminasi

eliminasi

|Views: 427|Likes:

More info:

Published by: Mutiara Rachmawati Viorha on Nov 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2014

pdf

text

original

Hormon Yang Terkait Dengan Eliminasi BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar belakang Alam menggunakan spektrum yang beragam molekul sebagai hormon, dan mengetahui struktur dasar hormon menyampaikan pengetahuan yang cukup tentang reseptor dan mekanisme tindakan.. Selain itu, struktur sederhana sering bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan molekul yang sama agonis dan antagonis yang terapi berharga. Eliminasi adalah proses pembuangan sisa metabolism tubuh baik berupa urine atau bowel (feses). Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang berbada. Klien sering meminta pertolongan dari perawat untuk memelihara kebiasaan eliminasi yang normal. Keadaan yang sakit dapat menghindari mereka sesuai dengan program yang teratur. Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang normal. Lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untuk klien dengan perubahan mobilitas. Perubahan kebutuhan peralatan kamar mandi.untuk menangani masalah eliminas klien perawat harus mengerti proses eliminasi yang normal dan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi.

1.2. Rumusan masalah 1. Apa yang dimaksud dengan eliminasi? 2. Jelaskan pengertian tentang gangguan eliminasi! 3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi! 4. Sebutkan hormone-hormon yang terkait di dalam eliminasi! 1.3. Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui apa itu arti eliminasi serta hormone – hormone yang terkait dengan eliminasi. 1.3.2 Tujuan Khusus 1. Mengetahui pengertian eliminasi 2. Mengetahui tentang gangguan-gangguan pada eliminasi 3. Serta mengetahui hormone-hormon yang terkait di dalam eliminasi

BAB II ISI DAN PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Eliminasi Eliminasi adalah proses pembuangan sisa metabolism tubuh baik berupa urine atau bowel (feses). Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi.sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya eliminasi urine adalah ginjal, ureter,kandung kemih dan uretra. Proses ini terjadi dari dua langkah utama yaitu : Kandungan kemih secara progresif terisi sampai tegangan di dindingnya meningkat di atas nilai ambang, yang kemudian mencetuskan langkah ke dua yaitu timbul refleks saraf yang disebut refleks miksi(refleks berkemih) yang berusaha mengosongkan kandung nkemih atau jika ini gagal , setidaktidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan untuk berkemih.meskipun refleks miksi adalah refleks autonomik medula spinalis, refleks ini bisa juga di hambat atau di timbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak. Kandung kemih di persarafi araf saraf sakral dan Saraf sensori dari kandung kemih di kirim ke medula spinalis sampai kemudian diteruskan ke pusat miksi pada susunan saraf pusat.pusat miksi mengirim signal pada kandung kemih untuk berkontraksi. Pada saat destrusor berkontraksi spinter interna berelaksasi dan spinter eksternal di bawah kontrol kesadaran akan berperan , apakah mau miksi atau di tahan. Pada saat miksi abdominan berkontraksi meningkatkan kontraksi otot kandung kemih, biasanya tidak lebih 10 ml urine tersisa dalam kandung kemih yang di sebut urine residu. Pada eliminasi urine normal sangat tergantung pada individu , biasanya miksi setelah bekerja, makan atau bangun tidur . Normal miksi sehari 5 kali .

b. yaitu adanya penumpukan urine di dalam kandung kemih dan ketidak sanggupan kandung kemih untuk mengosongkan diri. Keadaan yang sakit dapat menghindari mereka sesuai dengan program yang teratur.untuk menangani masalah eliminas klien perawat harus mengerti proses eliminasi yang normal dan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi. adalah perasaan seseorang untuk berkemih. c. yaitu tindakan memasukan selang kateter kedalam kandung kemih melalui uretra dengan tujuan mengeluarkan urine. Enuresis .2 Gangguan Eliminasi Gangguan eliminasi adalah suatu gangguan yang terjadi pada anak yang tidak dapat mengendalikan tingkah laku yang seharusnya sudah dapat dikendalikan sesuai tingkatan umurnya. feses kering. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang berbada. 2. Kontinensi urine. adanya rasa sakit atau kesulitan dalam berkemih .Frekuensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Memasukkan cairan hangat melalui anus sampai ke kolon desenden dengan menggunakan kanul rekti. 2.4 Reaksi Eliminasi . Baik huknah tinggi maupun huknah rendah. Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang normal.3 Gangguan Eliminasi Fekal Gangguan eliminasi fekal adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau beresiko tinggi mengalami statis pada usus besar. Dysuria . Klien sering meminta pertolongan dari perawat untuk memelihara kebiasaan eliminasi yang normal. Gangguan ini sangat menganggu orang dewasa dan orang-orang disekitarnya. keras. yaitu ketidak sanggupan sementara atau permanen otot sfingter exsterna untuk mengontrol keluarnya urine dari kandung kemih. Retensi . Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang normal.Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Macam-macam gangguan eliminasi antara lain Enurasis dan Enkopresis  Gangguan eliminasi urin Gangguan eliminasi urin adalah keadaan di mana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami disfungsi eliminasi urin. Perubahan kebutuhan peralatan kamar mandi. Lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untuk klien dengan perubahan mobilitas. Urgency . Ketika gelombang peristaltik mendorong feses ke kolon sigmoid dan rektum . Hal ini juga di sebut bowel movemen. 2.Biasanya orang yang mengalami gangguan eliminasi urin akan di lakukan katerisasi urine . e. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. dapat terjadi satu kali atau lebihn dalam semalam. d. Mengakibatkan jarang buang air besar. Masalah-masalah dalam eliminasi urin : a. sering terjadi pada anank-anak . Untuk mengatasi gangguan eliminasi fekal biasanya dilakukan huknah.saraf sensoris dalam rektum di rangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk devekasi. umumnya terjadi pada malam hari (nocturnal enuresis ).

Selain itu. terjadi penurunan kontrol otot sphincter sehingga terjadi inkontinensia. Malnutrisi menjadi dasar terjadinya penurunan tonus otot. d. Begitu pula pada eliminasi urine. pemilihan makanan yang kurang memerhatikan unsur manfaatnya. Usia Usia bukan hanya berpengaruh pada eliminasi feses dan urine saja. Di samping itu. Makanan yang rendah serat menyebabkan pergerakan sisa digestif menjadi lambat mencapai rektum. Selain itu. Beberapa reaksi eliminasi: 1. Hal tersebut menyebabkan kesulitan dalam pengontrolan eliminasi feses. dapat menghambat proses miksi. Diet Makanan merupakan faktor utama yang berpengaruh pada eliminasi fekal dan urine. sehingga meningkatkan penyerapan air. maka tubuh akan mengabsorbsi cairan dari usus besar dalam jumlah besar. Faktor tersebut antara lain: a. misalnya jengkol. Latihanfisik . Biasanya terjadi penurunan torus otot. Jengkol dapat menghambat miksi karena kandungan pada jengkol. urine juga dapat menjadi bau jengkol. Anak-anak masih belum mampu untuk mengontrol buang air besar maupun buang air kecil karena sistem neuromuskulernya belum berkembang dengan baik. Pada eliminasi urine. Hal tersebut menyebabkan feses menjadi keras. Eliminasi air dari alkohol 2. Manusia usia lanjut juga akan mengalami perubahan dalam eliminasi tersebut. Bila intake cairan tidak adekuat atau output cairan yang berlebihan. dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan menyumbat saluran kemih sehingga pengeluaran urine menjadi terganggu. yang paling penting akibat malnutrisi terhadap eliminasi fekal dan urine adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi yang menyerang pada organ pencernaan maupun organ perkemihan. tetapi juga berpengaruh terhadap kontrol eliminasi itu sendiri.Eliminasi hidrogen dari alkana (dehidrogenasi) 2. dan sulit melewati saluran pencernaan. sehingga mengurangi kemampuan seseorang untuk mengeluarkan feses maupun urine. kurangnya intake cairan menyebabkan volume darah yang masuk ke ginjal untuk difiltrasi menjadi berkurang sehingga urine menjadi berkurang dan lebih pekat. c. Hal ini berakibat terjadinya konstipasi.Reaksi eliminasi adalah penyingkiran atau penghilangan beberapa atom yang terjadi pada suatu senyawa. Makan yang teratur sangat berpengaruh pada keteraturan defekasi. kering.5 Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Eliminasi Ada beberapa faktor yang memengaruhi eliminasi feses dan urine. sehingga pada manusia usia lanjut berisiko mengalami konstipasi. yaitu asam jengkolat. sehingga peristaltik menjadi lambat. Cairan Intake cairan berpengaruh pada eliminasi fekal dan urine. Makanan berserat sangatlah diperlukan untuk pembentukan feses. b.

Hal tersebut menyebabkan tubuh akan kekurangan cairan sehingga dampaknya berpotensi terjadi konstipasi dan pengeluaran urine menjadi sedikit. maka cairan ditarik dengan proses osmosis keluar dari sel osmoreseptor sehingga mengurangi ukuran sel dan menimbulkan sinyal saraf dalam hipotalamus untuk menyekresi ADH tambahan. Sebaliknya bila cairan ekstraseluler terlalu encer. dan diafragma sangat penting bagi defekasi dan miksi. e. Salah satu rangsangan yang menyebabkan sekresi ADH menjadi kuat adalah penurunan volume darah. Hormon anti diuretic (ADH) duktus untuk meremeabilit Dibentuk dalam nucleus supraoptik dan mengandung asam amino. air bergerak melalui osmosis dengan arah berlawanan masuk ke dalam sel. Ini mempromosikan K + eliminasi dan mengurangi kehilangan air. kelemahan otot. Mekanisme kerja ADH adalah meningkatkan permeabilitas duktus untuk mereabsorpsi sebagian besar air yang disimpan dalam tubuh dan mempermudah difusi bebas air dari tubulus cairan tubuh kemudian diabsorpsi secara osmosis. Keadaan ini akan menurunkan sinyal saraf unutk menurunkan sekresi ADH. Temperatur Eliminasi dipengaruhi oleh temperatur tubuh. Seseorang yang demam akan mengalami peningkatan penguapan cairan tubuh karena meningkatnya aktivitas metabolik. Hormone ovarium (estrogen dan progesteron). urin. 3. 2. Mereka mengatur elektrolit dan keseimbangan air dalam tubuh misalnya keringat. adapula yang menyebabkan sulit buang air besar.Latihan fisik membantu seseorang untuk mempertahankan tonus otot. Aldosteron mengurangi Na + (dan Cl -) eliminasi dengan membantu dalam reabsorpsi aktif dari nephric filtrat dengan bertindak lebih dari tubulus distal dan tubulus convulated mengumpulkan. Sekresi aldosteron dirangsang oleh peningkatan K + atau jatuh dalam Na + konsentrasi dan volume darah. otot pelvis. demam juga dapat memengaruhi terhadap nafsu makan yaitu terjadi anoreksia. Strespsikologis Stres yang berlebihan akan memengaruhi eliminasi fekal dan urine. Jadi aldosteron menjaga keseimbangan elektrolit. Pengaturan produksi ADH: bila cairan ekstraseluler menjadi terlalu pekat. f. 2.. Namun. terkadang ia akan mengalami diare ataupun beser.6 Hormon-Hormon yang Terkait dengan Eliminasi 1. . Mineralocorticoids: adalah hormon steroid glomerulosa zona disekresikan oleh korteks adrenal. Ketika seseorang mengalami kecemasan atau ketakutan. Latihan fisik juga merangsang terhadap timbulnya peristaltik. Aldosteron: 95% dari kegiatan mineralokortikoid ada di rekening hormon ini. Selain itu. empedu dan air liur. Tonus otot yang baik dari otot-otot abdominal. Peranan penting dalam proses pembentukan laktasi adalah menyebabkan timbulnya pengiriman air susu dari alveoli ke duktus sehingga dapat diisap oleh bayi. dan penurunan intake cairan. disekresi oleh ovarium akibat respons terhadap dua hormone dari kelenjar hipofisis. Keadaan ini terjadi secara hebat saat volume darah turun 15-25% dengan kecepatan sekresi meningkat 50x dari normal.

memberikan suatu efek perlindungan pada mukosa pencernaan dengan meningkatkan lendir dan sekresi ion bikarbonat dan dengan meningkatkan aliran darah mukosa. dekat situs mereka sintesis. asam lemak laut seperti minyak ikan cod telah lama dikenal untuk memperbaiki kondisi rematik dan rematik. kontraksi uterus. dan mereka. Prostaglandin Prostagladin merupakan asam lemak yang ada pada jaringan yang berfungsi merespons radang. Hal ini dipasarkan dengan nama Caverject (alprostadil) sebagai pengobatan untuk disfungsi ereksi... evening primrose oil. Estrogen : alami yang menonjol adalah estroidal (estrogen kuat). atau lebih tepatnya. misalnya.mekanisme aksi estrogen mengatur ekspresi gen tertentu dalam sel yang bekerja sebagai sasaran. hal ini menyebabkan ereksi. Senyawa ini dibuang sebagai glucuronic (senyawa glikosid). Untuk beberapa prostaglandin. apa yang kita makan lemak. Dalam kata-kata peneliti medis A. itu membuat perbedaan yang cukup apa yang kita makan. dan ini merupakan agen farmasi penting dalam OB. 4. Estrogen beredar terikat pada protein plasma dan proses peningkatannya terjadi dalam hati yang melaksanakan peran ganda dalam metabolisme estrogen. benih Lena." Misoprostol adalah analog sintetik prostaglandin E1 (PGE1) Seperti PGE1 endogen. selama kehamilan diproduksi oleh plasenta. Fungsinya adalah dalam menyebabkan sakit tenaga kerja dengan merangsang kontraksi. seperti hormon mereka memainkan peran dalam berbagai proses fisiologis. sedangkan konsumsi omega-3 asam lemak merangsang produksi prostaglandin anti-inflamasi. ovarium hanya membuat estrodiol merupakan produk degradasi (perubahan senyawa) steroid-steroid pada wanita yang tidak hamil. A2 . asam lemak omega-6 seperti yang ditemukan dalam daging dan minyak nabati yang paling merangsang produksi prostaglandin inflamasi. Lea: "Intracavernous alprostadil (sintetik prostaglandin E1) adalah agen vasodilatasi yang bertindak dengan relaksasi otot polos corpus cavernosum dan dengan meningkatkan diameter arteri gua. E1.. Michael W. Pada umumnya. tidak ada hubungannya dengan ereksi organ seksual laki-laki. pengendalian tekanan darah. Pada ginjal. asam lemak ini berperan dalam mengatur sirkulasi ginjal ( Frandson. dimetabolisme sangat cepat. dengan sel target merangsang ke dalam tindakan Namun. 2003) Prostaglandin adalah sekelompok zat yang menyerupai hormon. Prostaglandin E2.. Prostaglandin biasanya disebut oleh huruf dan angka: A1. minyak borage dan minyak canola adalah produk tanaman . dan pengaturan pergerakan gastrointestinal. E2 . Ada satu prostaglandin tertentu yang memang berperan dalam saluran seksual laki-laki. Urine wanita hamil benyak mengandung estrogen yang dihasilkan oleh plasenta. prostaglandin E1. Untuk alasan ini. Mereka diberi nama oleh kesamaan kimia. mereka berbeda dari hormon dalam bahwa mereka bertindak secara lokal. Davidson dari Florida State University: "Prostaglandin bertindak dengan cara yang mirip dengan hormon. bukan oleh kesamaan efek fisiologis.  Progesteron : metabolism progesterone yang utama di dalam urine ialah pregnanediol (tidak aktif) dan pregnanetriol (perubahan korteks adrenal). Fitur lain yang tidak biasa adalah bahwa prostaglandin yang sama bertindak berbeda pada jaringan yang berbeda.

Apabila kita terkejut/takut anak ginjal memproduksi hormon adrenalin yang mengakibatkan denyut jantung meningkat. 5. mual. yaitu untuk mengatur kadar gula dalam darah tetap stabil. yaitu : Bagian Korteks Menghasilkan : • Hormon glukokortikoid (kortikosteroid/kortison) Fungsinya menurunkan metabolisme hidrat arang dan lemak. merupakan anggota dari hormon polipeptida berdasarkan sekuen asam amino yang homolog.  Kelenjar Pituitari Kelenjar pituitary adalah suatu struktur yang terletak dasar otak. Prolaktin.merangsang produksi prostaglandin anti-inflamasi. Gukokortikoidtid Hormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yang menyebabkan volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium ( Frandson. anggota gerak kurus. Selain itu. wajah seperti bulan purnama. hipertensi dan ketahanan terhadap stres menurun. hormon pertumbuhan (Growth Hormone) dan Placental Lactogen (PL atau chorionic somatomammotropin (CS)). Hipofungsi kelenjar adrenal mengakibatkan penyakit addison dengan gejala timbul kelelahan. yaitu bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula). Pada kebanyakan vertebrata. Salah satu hormon yang dihasilkan yaitu hormon adrenalin yang berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa. Prolactin diproduksi oleh sel yang terdapat pada anterior pituitary. 6. kelenjar ini terdiri atas tiga lobus: anterior. intermediet dan posterior. 2003)  Kelenjar Adrenal/Suprarenal/Anak Ginjal Kelenjar ini berbentuk bola yang menempel pada bagian atas ginjal. Lobus . kulit wajah memerah. Di setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal yang terbagi menjadi 2 bagian. Sedangkan hiperfungsi adrenal menyebabkan tumor kelenjar adrenal dengan akibat penyakit “Sindrom Cushing” dengan gejala : badan gemuk. berkurangnya nafsu makan. Walaupun bekerja berlawanan tapi tujuannya sama. Prolaktin terdapat ada sebagian besar hewan termasuk manusia. dan meningkatnya pigmen melanin. meningkatkan metabolisme protein dan lemak. Evening primrose oil Oleh karena itu digunakan oleh perempuan untuk mengatur rasa sakit menstruasi yang disebabkan oleh kontraksi-memfasilitasi prostaglandin. punuk lembu di punggung dan perutnya menggantung. muntah. Hormon Prolaktin Hormon prolaktin meningkatkan perkembangan kelenjar mammae dan pembentukan susu dan dua hormon ganadotropin. Hormon dan fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar adrenal. fungsi utama dari hormon prolaktin yaitu menginduksi dan pemeliharaan laktasi pada mamalia. Hormon adrenalin bekerja berlawanan dengan hormon insulin. mengurangi kekebalan.

c) Struktur Prolaktin Hormon pertumbuhan. Sejumlah penelitian telah dilakukan mengenai kelenjar pituitari. Pada pituitari normal. b) Sel lactotropic Sel lactotropic lebih sedikit jumlahnya dibandingkan somatotropic. choroid plexus Osmoregulasi  Fungsi prolaktin pada pemulaian laktasi . sel laktotropic umumnya bekembang menjadi sel somaotropic. prolaktin dan placental laktogen merupakan anggota dari hormon polipeptida yang signifikan dengan sekuen asam amino yang homolog. Kedua sel ini bisa di identifikasi dari eritrosin atau carmosin-nya. amnion.  Struktur gen Prolaktin. Struktur prolaktin pada manusia terdiri atas rantai tunggal asam amino dengan ikatan di sulfida (S-S). salah satunya yaitu hormon prolaktin. kelenjar pituitari memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh. Pada dasarnya struktur prolaktin hampir mirip dengan struktur hormon pertumbuhan dan placental laktogen. terdiri atas 199 asam amino. sepanjang cDNA dari mRNA sekuen homolog ketiga hormon tersebut hampir sama persis. Pada bagian Prolactin adenoma. ditemukan dalam jumlah besar pada sisi/bagian anterior pituitari. Pada asam amino terminal. granula sekretori bervariasi dari 150 hingga 700 nm dengan bentuk bulat atau oval. Karena ketiganya dihasilkan dari prekursor yang sama. Dengan penambahan ikatan disulfida pada asam amino ke tiga antara Cys-4 dan Cys-11. karena banyak sekresinya mengontrol kelenjar endokrin lainnya.intermediet terdapat dalam kelenjar pituitari bayi tetapi pada orang dewasa hanya merupakan sisa (vestige). Sering disebut ”nahkoda” (master gland). Beberapa hormon dihasilkan dari lobus anterior. Meskipun kecil ukuranya. Peningkatan ukuran pituitari yang terjadi selama kehamilan berkaitan dengan proliferasi dari laktotropic sel. Pada manusia dan tikus. a) Sel Somatotropic Sel somatotropic yang menyusun 35-45% dari seluruh sel pituitari. Efek prolaktin pada beberapa organ: • Organ Efek • Glandula mamae Sintesis DNA • Proliferasi sel • Sintesis protein susu • Sintesis FFA • Sintesis laktosa • Tumor mammary Prolaktin-induced protein • Ovary Corpus Luteum: • Maintenance atau regresi • Limfosit Immunostimulasi • Ovary dan testis Steroid biosintesis • Liver Sintesis RNA • Stimulasi dekarboksilasi ornitin • Ginjal.

hilangnya estrogen dan progesteron yang disekresi plasenta secara mendadak sekarang memungkinkan efek laktogenik prolaktin dari kelenjar hipofisis ibu mengambil peranan alamiahnya dan dalam dua atau tiga hari kelenjar mammae mulai menyekresikan susu dalam jumlah besar sebagai ganti kolostrum. jadi menyokong prolaktin dari pituitaria ibu.  Regulasi sekresi . Bila gelora prolaktin ini tak ada. tetapi hampir tidak mengandung lemak. saat ini meningkat ke kadar sangat tinggi. Inilah yang disebut reflek penghasilan susu atau reflek prolaktin. kadar basal sekresi prolaktin kembali ke kadar sebelum hamil dalam beberapa minggu berikutnya. Tetapi produksi susu dapat kontinyu selama beberapa tahun jika anak mengisap secara kontinyu. Setelah kelahiran bayi. atau jika penyusuan tidak kontinyu maka payudara kehilangan kesanggupannya untuk menghasilkan susu dalam beberapa hari. Cairan ini dinamakan kolostrum.  Reflek peghasilan susu atau reflek prolactin Ketika prolaktin dihasilkan oleh bagian anterior kelenjar pituitari. Disamping itu plasenta mensekresikan banyak somatotropin korionik manusia. meningkatkan sekresi air susu. Sebaliknya prolaktin bekerja atas payudara untuk menyiapkan susu bagi periode pnyusuan berikutnya.Walaupun estrogen dan progesteron penting bagi perkembangan fisik payudara selama kehamilan. Kolostrum pada hakekatnya mengandung protein dan laktosa yang sama jumlahnya seperti susu. yang juga mempunyai sifat laktogenik ringan. Bahkan hanya beberapa mililiter cairan disekresikan tiap hari sampai bayi lahir. jika ia dihambat sebagai akibat kerusakan hipotalamus atau hipofisis. Setiap ibu menyusukan bayinya isyarat syaraf dari putting susu ke hipotalamus menyebabkan gelora sekresi prolaktin hampir sepuluh kali lipat yang berlangsung sekitar satu jam. Akan tetapi. yang disekresikan dalam jumlah sangat besar selama plasenta masih dalam uterus dan yang benar-benar mengurangi efek laktogenik prolaktin dan somatomamotropin korionik manusia. sehingga prolaktin menyebabkan dihasilkannya susu oleh sel alveoli. dan impuls kemudian dihantarkan ke syaraf otak. Ketika bayi menghisap susu. Tidak adanya laktasi selama kehamilan disebabkan efek penekanan progesteron dan estrogen. akan menyebabkan sel alveoli menghasilkan susu. ujung syaraf puting terangsang. kedua hormon ini juga mempunyai efek khusus untuk menghambat sekresi susu sebenarnya. Hormon ini disekresikan oleh glandula pituitaria ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu terus meningkat sejak minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. dan kecepatan maksimum pembentukannya sekitar 1/100 kecepatan pembentukan susu selanjutnya. Di pihak lain hormon prolaktin mempunyai efek yang tepat berlawanan. segera setelah bayi dilahirkan. biasanya sepuluh kali dari kadar tidak hamil dan normal. tetapi normalnya kecepatan pembentukan susu sangat menurun dalam tujuh sampai sembilan bulan. kemudian kelenjar pituitari mengeluarkan prolaktin ke dalam darah.

Tetapi selama laktasi. lemak. dan rasa gatal serta dapat juga . Kortikosteroid menyebabkan vasokonstriksi. pembentuk PIF sendiri ditekan. Kortikosteroid (Glukokortikoid Dan Mineralokortikoid) Kortikosteroid merupakan salah satu hormon yang dikeluarkan oleh kortek adrenal tetapi tidak termasuk hormon seks. pergolide. untuk menekan sekresi ACTH. sekresi prolaktin dikontrol oleh efek yang tepat berlawanan. Anti Inflamasi Efek anti inflamasi ini merupakan efek utama yang diharapkan dalam dermatologi baik secara sistemik maupun topikal. yaitu glukokortikoid yang mempengaruhi metabolisme karbohidrat. Yaitu hipotalamus mensintesis ‘prolactin inhibitory factor’ (PIF). Kedua jenis kortikosteroid tersebut digunakan secara klinis untuk terapi penggantian hormon. dan protein. sebagai agen antiradang. udem. dan mesulergine) o GAP atau PIF 7. Faktor yang mempengaruhi sekresi prolaktin pada manusia: o Increase o Stimulasi Nipple o Stress (termasuk psychogenik) o Sleep (stage I dan II dan REM) o Stalk section o Penyakit pituitari dan cerebral o Prolaktinoma o TRH o Kehamilan o Estrogen o Hypotiroidism o Adrenal insufficiency o Obat-obatan yang menghambat dopamine o Decrease o Dopamine (seperti bromocryptine. Pada prinsipnya ada tiga mekanisme kerja dari kortikosteroid yang digunakan di dalam terapi dermatologi : 1. lisuride.Walaupun sekresi sebagian besar hormon hipofisis anterior ditingkatkan oleh neurosecretory releasing faktor yang dihantarkan oleh hipotalamus ke kelenjar hipofisis anterior melalui sistem porta hipotalamus-hipofisis. sejumlah besar PIF dihantarkan secara terus menerus ke kelenjar hipofisis anterior sehingga kecepata normal sekresi prolaktin sedikit. menurunkan permeabilitas membran sehingga mengurangi ekstravasasi serum. Efek anti-inflamasi bekerja dengan cara mencegah proses marginasi (melekatnya lekosit dan monosit pada endotel pembuluh darah) dan menghambat proses kemotaksis (migrasi sel-sel radang ke fokus inflamasi). dan imunosupresi. Kortikosteroid dibagi menjadi dua kelompok menurut aktifitas biologisnya. sehingga memungkinkan kelenjar hipofisis anterior mensekresi prolaktin dalam jumlah yang tak dihambat. Dan mineralokortikoid yang mempengaruhi pengaturan elektrolit dan keseimbangan air. Pada keadaan normal.

menghambat manifestasi inflamasi yang lebih lanjut seperti proliferasi fibroblas. Air (96 %) .71 Kebutuhan Eliminasi Urine Organ Yang Berperan Dalam Eliminasi Urine Organ yang berperan dalam terjadinya eliminasi urine adalah ginjal. Fungsi uretra pada wanita mempunyai fungsi berbeda denagn yang terdapat pada pria. mengurangi sintesis dan reparasi DNA. B. sedangkan pada wanita memiliki panjang 4-6. Pada pria. kortikosteroid digunakan untuk mengatasi gejala klinik suatu reaksi hipersensitivitas tetapi belum dapat dipastikan terapi kortikosteroid mempunyai efek yabg berarti pada titer antibodi IgG atau IgE yang berperanan pada reaksi alergi dan autoimun. yakni eliminasi urine (sisa metabolisme) dan elimiasi alvi/kebutuhan buang air besar (sisa pencernaan) 2. Oleh sebab itu. C. dan pembentukan sikatrik (FKUI) 2. melisiskan sel linfosit B dan menghambat kerja limfokin pada sasaran.7 Tanda dan Gejala Masalah Eliminasi Sisa Metabolisme dan Sisa Pencernaan. Ginjal berperan sebagai pengatur komposisi dan volume cairan dalam tubuh. Anti proliferasi Kortikosteroid mempunyai sifat anti proliferasi dengan menekan pembelahan sel. Komposisi urine: 1. kandung kemih. 3. kortikosteroid juga menhambat pembelahan sel-sel linfoid. Imunosupresi Sifat ini melibatkan sifat antiinflamasi karena karena bagian dari respon kekebalan tubuh. dan uretra. Ginjal juga menyaring bagian dari darah untuk di buang dalam bentuk urine sebagai zat sisa yang tidak di perlukan oleh tubuh. uretra digunakan sebagai tempat pengaliran urine dan sisitem reproduksi berukuran panjang ±20 cm. Uretra Uretra merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar. 2. pengumpulan kolagen. Peranan masing-masing organ tersebut diantaranya: A. Ginjal Ginjal merupakan organ retroperitoneal (di belakan selaput perut)nyang terdiri atas ginjal sebelah kiri dan kanan tulang punggung. Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua.5 cm san hanya berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar tubuh. Kandung kemih Kandung kemih merupakan sebuah kantong yang terdiri atas otot halus yang berfungsi sebagai penampung air seni / urine. Sehingga pada pemakaian jangka panjang pada kulit akan menyebabkan penipisan epidermis dan atropi sel serta dapat mengganggu sintesis kolagen sehingga terjadi striae di kulit. ureter. Sistem komplemen tidak dipengaruhi oleh kortikosteroid (FKUI). menurunkan transkripsi RNA.

Larutan anorganik (natrium. Pemeriksaan diagnostik 2. seperti Diabetes Melitus 8. amonia. Tingkat Perkembangan 7. Sosiokultural 9. Retensi urine Retensi urine merupakan penumpukan urine dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemihuntuk mengosongkan kandong kemih. 5.sulfat) 2. kalium. Protein dan natrium dapat menentukan jumlah urine yang di bentuk. Larutan organik (urea. Hal ini terkait dengan tersedianya fasilitas toilet.8 Faktor Yang Mempengaruhi Eliminasi Urine 1. klorida. ( 25-50 ml) o ketidakseimbangan jumlah urine yang dikeluarkan dengan asupannya o meningkatkan keresahan dan keinginan berkemih o adanya urine sebanyak 3000-4000 ml dalam kandung kemih. Diet dan Asupan (intake) jumlah dan tipe makanan merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah urine. Selain itu. kreatin dan asam urat) 4. pelvis vesika urinaria . Respons Keinginan Awal untuk Berkemih kebiasaan mengabaikan keinginan awal untuk berkemih dapat menyebabkan urine banyak tertahan di dalam vesika urinaria. minum kopi juga dapat meningkatkan pembentukan urine.8. Penyebab: o operasi pada daerah abdomen bawah. Kondisi Penyakit Kondisi penyakit dapat mempengaruhi produksi urime. Kebiasaan sesorang 10. Tanda klinis retensi: o ketidaknyamanan daerah pubis o distensi vesika urinaria o ketidak sanggupan untuk berkemih o sering berkemih. Gaya Hidup perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi. Larutan (4 %) 3. Tingkat Aktivitas 6. Sehingga mempengaruhi ukuran vesika urinaria dan jumlah pengeluaran urine. 4.1 Gangguan/Masalah Kebutuhan Eliminasi Urine a. 3.2. saat vesika urinaria berisi sedikit urine. Stres Psikologis Meningkatnya stres dapat meningkatkan frekuensi keinginan berkemih. 2.

Usus halus terdiri atas duodenum. Penyebab nya: proses penuaan (aging prodess). poliuria e. urgensi c. Inkontinesia Urine Merupakan ketidakmampuan otot spinkter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol eksresi urin. d. Faktor penyebab: o Kapasitas vesika urinaria lebih besar dari normal o Vesika urinaria peka ransang.o trauma sum sum tulang belakng o tekanan uretra yang tinggi karena otot detrusor yang lemah o sphincter yang kuat o sumbatan (striktur uretra dan pembesaran kelenjar prostat) b. c. dan ileum dengan panjang ± 6 m. jejunum. kerusakan motorik sensorik. frekuensi b. . Perubahan Pola Eliminasi Urine Merupakan keadaan seseorang yang mengalami gangguan pada eliminasi urine karena obstruksi anatomis.2 Kebutuhan Eliminasi Alvi (Buang Air Besar) Sistem Yang Berperan Dalam Eliminasi Alvi Sistem tubuh yang berperan dalam proses eliminasi alvi (buang air besar) adalah sistem gastrointertinal yang meliputi usus halus dan usus besar. atau neorologis sistem perkemihan o Makanan yang banyak mengandung garam dan mineral o Anak yang takut jalan gelap untuk ke kamar mandi. perubahan fisik. urinaria supresi. 2. Biasanya enuresis terjadi pada anak atau orang jompo. pembesaran kelnjar prostat. Perubahan pola eliminasi urin terdiri atas: a. disuria d. dan infeksi saluran kemih.8. serta penurunan kesadaran serta penggunaan obat narkotik. dan seterusnya tidak dapat menampung urine dalam jumlah besar o Suasana emosional yang tidak menyenangkan di rumah o Infeksi saluran kemih. Enuresis Merupakan ketidaksanggupan menahan kemih (ngompol) yang di akibatkan tidak mampu mengontrol sphincter eksterna.

kelemahan pelvis. immobilitas karena cidera serebrospinalis. Tanda klinis: . Konstipasi Merupan keadaan individu yang mengalami atau berisisko tinggi mengalami stasis usus besar sehingga menimbulkan eliminasi yang jarang atau keras. serta tinja yang keluar jadi terlalu kering dan keras. Tanda klinis: o adanya pengeluaran feses cair o frekuensi lebih dari 3 kali sehari o nyeri atau kram abdomen o bising usus meningkat kemungkinan penyebab: o malabsorpsi atau inflamsi.Proses Buang Air Besar (Defekasi) Defekasi adalah proses pengosongan usus yang sering disebut buang air besar. hingga mengalami proses pengeluaran feses tak di sadari.antibiotik. Gangguan/ Masalah Eliminasi Alvi a. Diare Merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko sering mengalami pengeluaran feses dalam bentuk cair. dll o pola defekasi yang tidak teratur o nyeri saat defekasi karena hemorroid o menurunnya peristaltik karena stres psikologis o penggunaan obat seperti antasida o proses menua/ usia lanjut b. dll o stres psikologis c. Tanda klinis: o adanya feses yang keras o defekasi kurang dari 3 kali seminggu o menurunnya bising usus o adanya keluhan pada rektum o nyeri pada saat mengejan dan defekasi o adanya perasaan masih ada sisa feses kemungkinan penyebab: o defek persarafan. Inkontinensia Usus Merupakan keadaan individu yang mengalami perubahan kebiasaan dari proses defekasi normal. proses infeksi o peningkatan peristaltik karean peningkatan metabolisme o efek tindakan pembedahan usus o efek penggunaan obat seperti antasida.

Faktor yang mempengaruhi proses defekasi a. CVA dll o kerusakan kognitif d. penyakit h. aktivitas kurang. Gangguan eliminasi adalah suatu gangguan yang terjadi pada anak yang tidak dapat mengendalikan tingkah laku yang seharusnya sudah dapat dikendalikan sesuai tingkatan . Hemorroid Merupakan keadaan terjadinya pelebaran vena di daerah anus sebagai akibat peningkatan tekanan di daerah anus yang dapat di sebabklan karena konstipasi. Kembung Merupakan keadaan penuh udara dalam perut karena pengumpulan gas secara berlebihan dalam lambung atau usus. kerusakan sensoris dan motoris BAB III PENUTUP 1. pembedahan dll o distensi rektum berlebih o kurangnya kontrol sphincter akibat cedera medula spinalis. usia b. aktivitas e. diet rendah serat. Fecal Impaction Merupakan massa feses keras dilipatan rektum yang di akibatkan oleh retensi dan akumulasi materi feses yang berkepanjangan.kandung kemih dan uretra. pengobatan f. ureter.1 Kesimpulan Eliminasi adalah proses pembuangan sisa metabolism tubuh baik berupa urine atau bowel (feses).o pengeluaran feses yang tidak di kehendaki kemungkinan penyebab: o gangguan sphincter rektal akibat cedera anus. e. peregangan saat defekasi dll f.sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya eliminasi urine adalah ginjal. asupan cairan d. nyeri i. Penyebab nya yaitu asupan kurang. gaya hidup g. dan kelemah tonus otot. diet c. Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi.

H. Drs. http://junsasta. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 pada pukul 16.com/2010/12/hormon.2 Saran Diharapkan mahasiswa untuk lebih bisa memahami. Diakses pada tanggal 18 Desember 2011 pada pukul 15. (2010). Setiawan.blogspot. Anatomi fisiologi tubuh manusia. (2011) . Gangguan ini sangat menganggu orang dewasa dan orang-orang disekitarnya.56 WIB.blogspot. (2006). Armala. Fungsi Enzim Enzim Pencernaah di Dalam Tubuh 1.32 WIB. DAFTAR PUSTAKA Syaifudin.umurnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi :  Usia  Diet  Cairan  Latihan fisik  Stress psikologis  Temperature Hormon-hormon yang terkait dengan eliminasi :  Hormone anti diuretic (ADH)  Aldosteron  Estrogen  Progesterone  Kortikosteroid (Glukokortikoid Dan Mineralokortikoid)  HORMON PROLAKTIN  Gukokortikoidtid  Prostaglandin 3. Enzim enzim pencernaan di dalam tubuh .html.com/2011/08/hormon-terkaiteliminasi. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Macam-macam gangguan eliminasi antara lain Enurasis dan Enkopresis.http://kumpulanpelajarankulia. mengetahui dan mengerti tentang eliminasi serta hormone-hormon yang terkait didalam nya. Juni.html.

Pankreas 8.Gambar di atas merupakan gambar dari sistem pencernaan yang ada di dalam tubuh kita. Enzim enzim tersebut berada di dalam organ organ pencernaan tersebut. Kemudian disebut "enzim pencernaan". tepatnya di kelenjar ludah. Tentu saja enzim tersebut mempunyai fungsinya masing masing. Sistem pencernaan terdiri dari: 1. Anus Tentunya organ organ tersebut dibantu oleh yang bernama "enzim". Kantong empedu 9. Usus besar 6. • Ø Enzim Pepsin Enzim pepsin berada di dalam lambung (ventrikulus) manusia. Enzim ptialin dihasilkan oleh glandula parotis yang juga berada di sekitar kelenjar ludah. Mulut 2. Yaitu • Ø Enzim Ptialin Enzim pencernaan manusia ini berada di dalam rongga mulut. • Ø Enzim Renin . Kerongkongan (esofagus) 3. Hati 7. Usus halus (usus 12 jari (duodenum) usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum) 5. Lambung 4. Enzim pepsin memiliki fungsi merubah protein yang diserap tubuh menjadi pepton. Enzim ptyalin memiliki fungsi mengubah amilum atau zat tepung menjadi glukosa sebagai bahan dasar energi manusia.

• Ø Enzim Lipase Enzim lipase juga dihasilkan melalui dinding lambung yang bersifat sangat asam. • Ø Enzim Peptidase Dikeluarkan bersama getah usus halus (intestinum). adapula enzim isomaltase. yang juga dihasilkan melalui getah usus. Enzim amilase memiliki kemampuan untuk mempercepat reaksi perubahan amilum menjadi maltosa. • Ø Enzim Tripsin Enzim tripsin dapat mengubah pepton menjadi senyawa dipeptida. yaitu mengubah zat maltosa menjadi komaltosa yang susunannya lebih sederhana. • Ø Enzim Laktase Enzim mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. yang lebih mudah diserap tubuh dan dicerna. yang kondisinya sangat berbeda dengan lambung membuat sifat enzim yang berada di dalamnya juga tidak sama. Enzim maltase mempunyai kemampuan mengubah maltose menjadi glukosa. • Ø Enzim Maltase Memasuki usus halus. sehingga lebih mudah direaksikan secara kimiawi oleh tubuh untuk diserap sebagai sumber energi.Sama seperti enzim peptin. Enzim sakrase dikeluarkan melalui getah usus halus manusia. struktur kimianya lebih simpel dan lebih mudah diterima sebagai nutrisi tubuh manusia. • Ø Enzim Isomaltase Selain maltase. enzim renin juga berada di dalam lambung. Kedua zat yang dihasilkan tersebut. Enzim ini dikeluarkan bersama dengan pepsin da • Ø Enzim Amilase Enzim ini dihasilkan oleh getah pankreas. • Ø Enzim Sakrase Berperan dalam mengubah atau menguraikan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. bersama dengan enzim lipase dan tripsin. Enzim isomaltase mempunyai kelebihan khusus. peptidase mampu menguraikan ikatan peptida yang cukup kokoh menjadi asam amino (protein) • Ø Enzim Ribonuklease . Enzim renin memiliki fungsi untuk mengendapkan kasein yang ada di dalam susu.

Enzim ribonuklease dapat menghidrolisis RNA. Disebabkan oleh bakteri bakteri. Di sinilah pencernaan terakhir pada pencernaan manusia.Coli). juga terdapat organ-organ yang tidak mempunyai enzim-enzim pencernaan. Karena disini hanya terjadi penyerapan air. diantaranya adalah Ecerichia Coli(E. • Usus Besar Karena di sinilah terjadinya penyerapan air yang tersisa pada pencernaan.Berperan dalam proses replikasi DNA. yaitu: • Kerongkongan Hanya terdapat otot halus yang berfungsi untuk mendorong makanan sampai ke lambung. Gerakan tersebut dimakan dengan gerakan Peristaltik. • Anus . Enzimribonukease juga dapat memisahkan ikatan fosfat yang saling menghubungkan nukleotida Diantara organ-organ pencernaan yang kita miliki. dan juga pembusukan pada makanan.

glukosa. Medulla berbentuk kerucut atau renal pyramid. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah. Didalam medulla akan terjadi proses reabsorbsi dan augmentasioleh tubulus proksimal dan tubulus distal. kita malah merasa jijik. bentuknya seperti cawan dan berdinding ganda. Ginjal terbagi menjadi tiga bagian. Setiap hari kita membawanya. Oleh sebab itu. Tapi kita tidak merasa jijik. seperti glukosa. sedangkan kapsula Bowman adalah lapisan yang melingkupi glomelurus. dan garam-garam lainnya . keping darah. Medulla merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler dari kapsula Bowman. Kulit Ginjal Kulit ginjal disebut kortek renalis. tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah. asam amino. Di sinilah tempat keluarnya sisa sisa pencernaan tersebut untuk selanjutnya di buang ke Toilet. natrium. Sedangkan yang sudah berada di luar. Selain penyaringan. Bagian luar adalah kulit ginjal atau korteks renalis.Tentu saja kita sudah tau. mengandung asam amino. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer. kalium. klorida. Di korteks terjadi penyaringan darah. natrium. bagian kedua adalah sumsum ginjal atau medulla. Glomelurus adalah kumpulan cabang – cabang yang halus atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks. kita tidak boleh merasa jijik dengan kotoran yang telah kita buang. kalium. Karena. Di dalam kulit ginjal terdapat Badan Malpighi yang terdiri atas glomelurus dan kapsula Bowman. Korteks renalis tersusun dari sel – sel ginjal atau nefron yang berjumlah lebih kurang satu juta sel. bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit). (cobalah kita renungkan) setiap hari di dalam perut kita terdapat kotoran tersebut. Struktur Ginjal Posted on 18 Oktober 2010 by dewiisti Ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula renalis yang terdiri atas jaringan fibrus. dan bagian ketiga adalah berupa rongga ginjal atau renalis. Proses pembentukan urine adalah sebagai berikut: Penyaringan (filtrasi) Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sumsum Ginjal Sumsum ginjal disebut Medulla. Lengkung henle juga merupakan bagian dari yang menghubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal. dan berada DI DALAM tubuh kita. dan sebagian besar protein plasma.

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder. Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin. obat-obatan seperti penisilin. FUNGSI GINJAL DAN PROSES PEMBENTUKAN URIN Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Kimia Klinik .Penyerapan kembali (reabsorbsi) Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia. urin akan menuju rongga ginjal. Sebaliknya. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. sedangkan air melalui peristiwa osmosis. dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Dari tubulus-tububulus ginjal. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. misalnya urea. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. Urin akan keluar melalui uretra. kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi.

Nama Mahasiswa : • • Saepul Anwar (110101096) ……….. .

berwarna merah kecokelatan.ANALIS KESEHATAN MH. dan berjumlah dua buah. Ginjal terletak retroperitonial yaitu di sebelah kanan dan kiri kolumna vertebralis di daerah pinggang. yaitu : . Beratnya antara 120-170 gram. Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah. THAMRIN 2011 Alat pengeluaran (ekskresi) utama pada manusia adalah ginjal Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). Letak Ginjal Bila ginjal dibelah secara simetri maka akan nampak bagian-bagiannya dari luar ke dalam. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Letak ginjal pada tubuh manusia dapat lihat pada gambar di bawah ini Gambar 1.

yang meliputi glomerulus dan kapsul Bowman. Nefron merupakan satuan struktur dan fungsional paling kecil dari ginjal dan terdiri atas : 1. Kapsul Bowman merupakan suatu selaput sebagai pembungkus glomerulus. Loop of Henle. • • • Tubulus proksimal merupakan suatu saluran berliku-liku yang letaknya dekat dengan Badan Malphigi Loop of Henle merupakan saluran penghubung antara tubulus proksimal dan tubulus distal.1. kandung kemih (vesika urinaria). Pada bagian korteks dan medula terdapat banyak nefron. Tubulus Distal merupakan saluran berilkuk-likuk yang letaknya jauh dari badan malphigi. Tubulus kontortus yang meliputi tubulus proksimal. Badan malphigi. Korteks Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks. 3. Pelvis renalis Bagian paling dalam disebut pelvis (rongga ginjal). kemudian ke uretra. 2. Medulla Terdapat di sebelah dalam sebelah dalam. . berwarna pucat. 2. dan tubulus distal. berwarna gelap. • • Glomerulus merupakan anyaman pembuluh darah kapiler. Rongga ini akan bermuara ke ureter.

asam urat.Gambar 2. Menyaring/Membersihkan Darah . dan lain-lain 2. Mengekskresikan zat-zat buangan (waste product) seperti urea. Struktur Ginjal dan Simpai Bowman FUNGSI GINJAL 1. kreatinin. kreatin.

Mineral.Bagian ginjal yang menjalankan fungsi ini adalah nefron. dan Gizi Ginjal akan mempertahankan zat-zat penting yang ikut masuk ke dalam nefron bersama cairan darah. Berdasarkan alasan itu maka ginjal akan mengeluarkan kadar garam yang berlebih dalam darah agar seimbang kembali. Hasil dari penyaringan darah yaitu berupa urine. Mendaur Ulang Air. 3. Tanpa control ginjal ini maka kemungkinan terburuk dalam tubuh akan terjadi. tangan. Sebaliknya. Mengatur Volume Darah Darah dapat mengatur jumlah cairan yang terlarut dalam darah sehingga volume dipertahankan untuk selalu seimbang didalam tubuh. jika jumlah kalium berlebih ginjal akan membuangnya. Ginjal juga mengatur kadar kalium dalam darah. Apabila kadar kalium dalam darah berkurang. yaitu tubuh menjadi kering karena kekurangan cairan tubuh atau tubuh tenggelam karena kebanjiran akibat cairan tubuh menumpuk tak terbuang. Tapi ginjal tidak menyerap kembali zat-zat ini jika jumlahnya berlebih dalam darah. 4. Jika demikian. dan kaki akan membengkak. Glukosa. 6. PROSES PEMBENTUKAN URIN . maka ginjal akan menyerap kembali kalium tersebut. karena urea yang berlebih dapat mengakibatkan keracunan yang disebut penyakit uremia. Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia Darah Salah satu contoh fungsi pengatur ini adalah mengatur kadar garam dalam darah. Menjaga Darah agar Tidak Terlalu Asam Ginjal berperan dalam menjaga pH darah agar tidak terlalu asam. 5. Akibat lain yaitu memperberat tugas jantung dalam memompa darah karena adanya cairan dalam darah tersebut. maka anggota tubuh seperti wajah. Zat lain yang perlu dijaga keseimbangannya adalah urea yang merupakan limbah pencernaan protein. Garam cenderung mengikat air sehingga jika kadar dalam gula darah berlebih mengakibatkan penumpukan cairan yang berlebihan dalam darah dan rongga sela antarsel tubuh. lalu mengembalikannya ke peredaran darah.

pembuluh darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsornsi aktif ion Na+ dan Cl. urine dikeluarkan dari tubuh. garm. 3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) : dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urine primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) dengan kadar urea yang tinggi yang dapat bersifat racun bagi tubuh. 2. urea dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomerus (urine primer). gula. urine dialirkan oleh pembuluh ureter ke kandung urine (vesika urinaria) kemudian melalui uretra. Di tempat sudah terbentuk urine yang sesungguhnya yang tidak terdapat glukosa dan protein lagi.Definisi ▪ Yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Proses pembentukan urin Terdapat 3 proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine. Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh. . Ekskesi (pengeluaran) : dalam tubulus kontortus distal. Dari kedua ginjal. asm amino dan garam-garam. misal glukosa. Filtrasi (penyaringan) : kapsula bowman dari badan malpighi menyaring darah dalam glomerus yang mengandung air. yaitu : 1. Gambar 3.dan sekresi H+ dan K+. selanjutnya akan disalurkan ke tubulus kolektifus ke pelvis renalis.

terutama NaCl (Natrium Chlorida) Zat-zat bersifat racun seperti sisa obat dan hormon FUNGSI URINE 1. 5.PENGELUARAN URINE proses jalannya pengeluaran urine dalam tubulus kolektivus yang berada dalam ren diteruskan oleh ureter menuju vessica urinaria menuju urethra dalam alat kelamin. Bila air minum yang masuk sedikit maka pengeluaran hormone ADH akan terpacu menjadi lebih banyak. 1. 2. sehingga urine yang dikeluarkan akan menjadi sedikit. 4. 3. asam ureat dan ammonia Zat warna empedu (Bilirubin dan Biliverdin) Garam mineral. Pengeluaran urine diatur oleh hormone ADH (Anti Diuretika Hormone). 2. Hal ini terjadi karena penyerapan air terhadap hormone ADH sedikit. Hal ini terjadi karena penyerapan air terhadap hormone ADH banyak. sehingga urine yang dikeluarkan juga banyak. DALAM URINE MENGANDUNG ZAT-ZAT SEPERTI: 1. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Air sebanyak 95 % Urea. Untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. sebagai penunjuk dehidrasi. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat . 2. Bila air minum yang masuk banyak maka pengeluaran hormone ADH akan berkurang.

Daftar Pustaka .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->