P. 1
Pengaruh Suplementasi Minyak Ikan Terhadap Produksi Telur

Pengaruh Suplementasi Minyak Ikan Terhadap Produksi Telur

|Views: 15|Likes:
Published by Jonny Cible

More info:

Published by: Jonny Cible on Nov 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK IKAN, MINYAK JAGUNG DAN ZnC0 3 DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR DAN KANDUNGAN

-3, -6 PUFA” TELUR AYAM KAMPUNG Denny Rusmana, Atun Budiman, Diding Latifudin ABSTRAK Penelitian mengenai “Suplementasi Minyak Ikan, Minyak Ja gung, dan ZnC03 dalam Ransum Ayam Kampung Beti a” bertujuan untuk (1) menent kan kombinasi n u minyak ikan dan minyak jagung dalam ransum ayam kampung agar telur dan karkas kaya asam lemak -3 dan -6 dengan komposisi yang seimbang; (2) meningkatkan produksi telur dengan suplementasi ZnC0 3 dalam ransum yang mengandung kombinasi minyak ikan dan minyak jagung. Penelitian menggunakan ayam kampung betina sebanyak 96 ekor berumur enam belas minggu. Ayam-ayam tersebut dibagi ke dalam enam kelompok secara acak. Ayam dalam satu kelompok ditempatkan ke dalam empat petak kandang. Petak kandang dibagi menjadi empat kandang individu yang diisi satu ekor ayam. Ayam dalam satu kelompok diberi satu macam ransum perlakuan dari enam ransum perlakuan yang mengandung 6% minyak. Dua kelompok masing-masing diberi ransum yang mengandung 6% minyak kelapa sawit atau minyak ikan. Empat kelompok lain masing-masing diberi ransum yang mengandung 6% minyak ikan dan beberapa kombinasi minyak ikan dan minyak jagung yang semuanya disuplementasi 200 ppm ZnC0 3 Produksi telur memperlihatkan penurunan pada ayam yang diberi ransum yang mengandung 6% minyak ikan, tetapi produksi telur memperlihatkan peningkatan kembali pada ayam yang diberi ransum yang mengandung 6% minyak ikan yang disuplementasi ZnCO3 atau kombinasi 4% minyak ikan dan 2% minyak jagung yang dis uplementasi ZnCO3. Pemberian ransum yang mengandung kombinasi 4% minyak ikan dan 2% minyak jagung menunjukkan peningkatan asam lemak -3 dalam kuning telur maupun karkas dengan imbangan asam lemak -3 dan -6 yang ideal yaitu 1 : 4. Penelitian ini membuktikan bahwa suplementasi kombinasi 4% minyak ikan, 2% minyak jagung dan 200 ppm ZnCO 3 dalam ransum memberikan efek yang terbaik terhadap produksi telur ayam kampung, kandungan dan imbangan asam lemak -3 dan -6 telur. EFFECT OF FISH OIL, CORN OIL AND ZnCO3 SUPPLEMENTATION IN THE DIET ON EGG PRODUCTION AND “-3, -6 PUFA” CONTENT IN EGG OF LOCAL HENS Denny Rusmana, Atun Budiman, Diding Latifudin ABSTRACT The effect of fish oil, corn oil and ZnCO3 supplementation in the diet of local hens was studied in order to study the egg production and -3, -6 Poly Unsaturated Fatty Acid (PUFA) content in the egg yolk. Ninety six local hens were divided into six groups. Hens of each group were housed in four cages. There were four hens in each cage, started from sixteen till thirty six weeks of age. Hens of ea group were fed the treatment diet containing 6% oil. ch

.Two groups were fed a diet con taining 6% palm oil and a diet containing 6% fish oil. Merekayasa aspek pakan adalah upaya yang dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang kaya akan asam lemak -3 dan -6. or a diet containing 4% fish oil and 2% corn oil supplemented with ZnC03.. Peningkatan kandungan asam lemak -3 dan -6 dalam telur dengan ratio yang dianjurkan dapat diupayakan dengan penambahan kombinasi minyak asal jagung dengan minyak ikan dalam ransum ayam. or a diet containing 6% palm oil gave the highest egg production. 1989) Berbagai upaya telah banyak diakukan. tumor dan berpengaruh pada kekebalan tubuh (Hunter. 1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan atau suplementasi asam lemak -3 dan -6 pada ransum akan disimpan pada berbagai jaringan tubuh (Suarez et al. Bahan pakan yang kaya akan asam lemak -6 umumnya banyak dikandung dari minyak yang berasal dari tumbuhan diantaranya minyak jagung. untuk memperkaya kandungan asam l lemak -3 dan -6 pada berbagai pangan. Selain itu berfungsi juga dalam hal mencegah penyakit kardiovaskuler (aterosklerosis dan jantung koroner). 1994). Hens that were fed a diet containing 4% fish oil and 2% corn oil increased -3 PUFA content in the egg yolk with ideal ratio of total -3 and -6 PUFA (1:4). Four groups were fed diets containing 6% fish oil and different combination of fish oil and corn oil supplemented with 200 ppm ZnC03. 2% corn oil and 200 ppm ZnC03 in local hens gave the best effect on the egg production. Sumber pakan yang kaya akan asam lemak -3 dapat diperoleh dari minyak ikan laut. serta merupakan faktor penting dalam pembentukan dan pertumbuhan otak. kanker. 1990. Hens fed diet containing 6% fish oil supplemented with ZnC0 3. and the -3 and -6 PUFA ratio. dan National Research Council. 1989). salah satu diantaranya adalah pada telur ayam kampung. the total content of -3 and -6 PUFA in the egg yolk. 1987 dan Simopoulos. It was concluded that the supplementation of 4% fish oil. Di bidang peternakan juga tertantang untuk mengupayakan agar produk peternakan kaya akan asam lemak -3 dan -6. dan Scaife et al. . Beberapa hasil penelitian merekomendasikan bahwa imbangan -3 dan -6 untuk dikonsumsi manusia adalah 1 : 4 sampai 1 : 10 (Health and Welfare Canada. PENDAHULUAN Beberapa fakta menunjukkan bahwa asam lemak -3 dan -6 dari makanan yang dikonsumsi manusia berperan penting dalam fungsi dan integritas otak.

000 mg. dengan berat antara 850 .0 3. yang pada gilirannya d iharapkan dapat meningkatkan produksi telur.5 6.5 17. Mn= 3700mg.5 200ppm 200ppm 200ppm 100. . E = 900mg.0 6. B2 = 270mg .0 17.0 21. Tabel 1.0 R3 R4 R5 40.0 21. Cu = 140 mg.0 6. D3=144.0 100. B1 = 90 mg.5 0 0 0 4.0 9.Penambahan minyak ikan dan minyak jagung yang kaya akan PUFA pada ransum ayam dapat dikombinasikan dengan suplementasi Zn.0 * Komposisi Vitamin dan Mineral Setiap kg Mengandung : Vitamin: A= 720.0 9.5 0 6. Ayam dalam satu kelompok ditempatakan ke dalam empat petak kandang sebagai ulangan.0 0 6. Ayam-ayam tersebut dibagi ke dalam enam kelompok secara acak berd asarkan perlakuan. B12 = 1200 mcg .0 40.0 4.5 100. Setiap kandang individu dilengkapi dengan tempat makan dan minum terbuat dari plastik ditempatkan di luar kandang.0 40.000 IU.0 21. I = 14 mg.0 0 0 6.5 0. Folic Acid = 54 mg.0 R1 40.0 9.0 17. Se = 7mg..0 R2 40.0 3.5 0 6.0 9.5 17. K3 = 90mg. Choline= 5600 mg. L-Lysine = 10.0 9. B6 = 96mg. selanjutnya setiap kelompok diberi satu jenis ransum percobaan dari enam jenis ransum percobaan . 1984). MATERI DAN METODE Hewan dan Ransum Percobaan Penelitian menggunakan ayam kampung betina sebanyak 96 ekor yang berumur enam belas minggu. Setiap petak kandang dibagi menjadi empat kandang individu ukuran 22 cm x 40 cm x 40 cm yang diisi satu ekor ayam.0 100. Susunan Ransum Penelitian (%) Pakan Dedak Padi Jagung Tepung Ikan Bungkil Kelapa Minyak Kelapa Minyak Ikan Minyak Jagung Limstone Vitamin dan Mineral* Suplementasi ZnCO 3 Jumlah R0 40.0 2.0 17.5 200ppm 100.0 21.5 0.0 6. Fe= 1700mg.0 0. Nicotinamide = 1440 mg.0 0.000 IU. Dua minggu awal penelitian ayam diberi ransum basal.0 2.0 21.0 0. Kehadiran Zn sangat bermanfaat terhadap transformasi metabolik dari PUFA menjadi prostaglandin yang berperan dalam sistem reproduksi (Chanmugan et al.0 9. Zn= 2800mg.0 0. Calpan = 480 mg. Mineral : Co = 10 mg.900 g.0 0 6..0 17. Mhetionine = 5600 mg.0 21.5 100.

2 7.55 12.2 7.2 14.53 29.70 2.0 R1 2747. diambil satu butir telur secara acak dari setiap ekor ayam kemudian disimpan di lemari es.91 1. Jumlah ransum yang tidak dikonsumsi dikumpulkan setiap hari.91 1.53 129 R5 2761. Kuning telur yang berasal dari .55 12.2 14.2 14.2 7.Tabel 2.2 7.. Kandungan Nutrien dan Energi Metabolis Ransum Penelitian Kandungan Nutrien dan Energi Metabolis EM (Kkal/kg)*** Protein (%)** Lemak (%)** Serat Kasar (%)** Kalsium (%)** Posfor (%)** Zn (ppm) ** R0 2756.70 2.91 1.70 2.55 12.7 14.53 29. Rumus produksi telur (% Hen day) adalah sebagai berikut : Jumlah telur selama satu minggu setiap petak kandang Produksi telur (% Hen day) = Jumlah ayam yang hidup setiap petak kandang x 7 x 100% Analisis Asam Lemak Telur Minggu terakhir percobaan (umur ayam 36 minggu).2 7.2 14.2 14.70 2.91 1.91 1. Jumlah ransum yang dik onsumsi diukur setiap minggu.70 2. Jumlah ransum yang dikonsumsi dihitung dari jumlah pemberian ransum tiap hari selama satu minggu dikurangi j mlah yang tidak dikonsumsi setiap hari selama satu u minggu.53 129 ** Hasil Analisa Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor *** Hasil perhitungan Berdasarkan NRC (1994) Parameter yang Diukur Konsumsi Ransum Ayam diberi ransum percobaan setiap hari ad libitum.55 12. Produksi Telur Produksi telur (% Hen day) dihitung dari setiap petak kandang dimulai dari saat umur dewasa kelamin sampai ayam berumur 36 minggu setiap minggu.53 129 R3 2754.2 7.70 2.91 1.0 R2 2747.55 12.53 129 R4 2757.55 12.

Pembanding asam lemak standar 74 dan 84 (Nu-Chek-Prep. 1980). Analisis Statistika Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal (Steel and Torrie. Asam lemak metil e ster dianalisis dengan gas chromatography (GC 9-A Shimadzu) menggunakan “ DB-23 capilaary coulmn”. Hasil ini mirip dengan hasil penelitian Widyastuti (1994).26 a 78. bahwa konsumsi ransum pada . Tabel 3. Inc) digunakan untuk mengidentifikasi Asam lemak. 1990).26 g/hari. minyak ikan dan kombinasi minyak ikan minyak jagung serta suplementasi ZnCO 3 terhadap konsumsi ransum dapat dilihat pada Tabel 3. Rataan Konsumsi Ransum Perlakuan R0 R1 R2 R3 R4 R5 *Konsumsi Ransum (g/hari) 80.telur ayam dalam satu petak kandang dicampurkan untuk selanjutnya dianalisa kandungan asam lemak Sampel diekstraksi dengan kloroform dan metanol dengan perbandingan 2 : 1 (Metode Folch.56 a 74. R1 : Ransum 6% minyak ikan.05) R0 : Ransum 6% minyak kelapa sawit. Selanjutnya preparasi asam lemak metil ester deng NaOH an metanolik 0.25 a 77.20 a 78.08 a 80. R2 : Ransum 6% minyak ikan + suplementasi 200 ppm ZnC0 R3 : Ransum 4% minyak ikan 2% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R4 : Ransum 3% minyak ikan 3% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R5 : Ransum 2% minyak ikan 4% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 * Rata-rata konsumsi Per hari mulai umur enam belas minggu sampai umur 36 minggu dari empat ulangan Rataan konsumsi ransum ternyata berkisar antara 74. 1957). HASIL DAN PEMBAHASAN Konsumsi Ransum Pengaruh pemberian minyak sawit..25 g/hari sampai 80.5 N (AOCS official Method Ce 1-62.42 a Keterangan :Superskrip dengan huruf yang tidak sama kearah kolom menunjukan berbeda nyata (P<0.

tetapi tidak nyata jika a dibandingkan dengan produksi telur ayam yang diberi ransum y ang mengandung 6% minyak kelapa sawit. Produksi Telur Rataan produksi telur (% hen day) selama penelitian pengaruh pemberian ransum perlakuan dapat dilihat pada Gambar 1. (1994). Hasil penelitian al. Pengaruh pemberian ransum perlakuan terhadap rataan konsumsi ransum tidak menunjukan perbedaan yang nyat . Menurut National Research Council (1987). meskipun terdapat perbedaan dalam penggunaan jenis minyak yang ditambahkan ke dalam ransum. yang paling utama menentukan jumlah konsumsi ransum pada ternak u nggas adalah energi ransum. Produksi telur akibat pemberian ransum yang mengandung 6% minyak ikan yang disuplementasi ZnCO3 dan pemberian ransum yang mengandung kombinasi 4% minyak ikan dan 2% minyak jagung yang disuplementasi ZnCO3 nyata lebih tinggi (P<0. a Keenam ransum penelitian me iliki energi m metebolisme yang sama. . menunjukkan bahwa suplementasi Zn sampai 3000 ppm pada ransum ayam petelur tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi ransum.. Suplementasi 200 ppm ZnCO tidak 3 memberikan pengaruh yan g nyata Xu et dibandingkan dengan ransum yang tidak disuplementasi ZnCO3. Pengaruh pemberian ransum perl kuan terhadap rataan produksi telur a menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0.36 g/hari.05) akibat pemberian ransum yang mengandung kombinasi 3% minyak ikan dengan 3% minyak jagung dan kombinasi 2% minyak ikan dengan 4% minyak jagung meskipun disuplementasi ZnCO 3.05) dibandingkan dengan p emberian ransum yang mengandung 6% minyak ikan tanp suplementasi ZnCO3.05).ayam kampung dengan tingkat energi 2750 kkal/kg dan protein 15% konsumsi ransum sekitar 81. Produksi telur menunjukan penurunan yang nyata (P<0.

R2 : Ransum 6% minyak ikan + suplementasi 200 ppm ZnC0 R3 : Ransum 4% minyak ikan 2% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R4 : Ransum 3% minyak ikan 3% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R5 : Ransum 2% minyak ikan 4% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 * Rata-rata produksi telur (% Hen day) mulai umur pertama kali ayam bertelur sampai umur 36 minggu dari empat ulangan Tingginya produksi telur akiba pemberian ransum yang kandun t gan minyak ikannya 6% atau 4% serta disuplementasi ZnCO3.29 b 22. *Produksi telur (% Hen day) Keterangan :Superskrip dengan huruf yang tidak sama kearah samping menunjukkan berbeda nyata (P<0.36 b 29. Sebaliknya kehadiran Zn sangat berperan terhadap transformasi metabolik dari asam arachidonat menjadi prostaglandin. 1994). et al..08 b 26. disebabkan oleh kandungan arachidonat yang lebih tinggi dalam ransum serta adanya intera ksi dengan ZnCO3 dalam proses metabolisme. Menurut Scott. R1 : Ransum 6% minyak ikan. Salah satu fungsi hormon PGE2 adalah mengatur absorbsi Zn dalam tubuh (Song dan Adam.% Hen Day 35 30 25 20 15 10 5 0 R0 R1 30. Asam arachidonat yang dikonsumsi akan dimetabolisasi lebih lanjut dalam tubuh salah satunya menjadi ho rmon prostaglandin E2 (PGE2) (British Nutrition Foundation’s.04 a 23.17 a 32. Ransum yang mengandung minyak kelapa sawit kandungan asam le ak m arachidonat lebih rendah dibandingkan dengan ransum yang me ngandung kombinasi minyak ikan dan minyak jagung namun produksinya lebih tinggi. Penambahan minyak ikan dalam ransum akan meningkatkan kandungan asam linolenat ransum yang pada gilirannya .05) R0 : Ransum 6% minyak kelapa sawit.22 a R2 R3 R4 R5 Gambar 1. (1976) kehadiran Zn penting untuk produksi telur. 1979).

75 a 33. Menurut Leece dan Allman (1996).22 d 0. Lebih rendahnya imbangan asam lemak linolenat : linoleat pada ransum yang mengandung minyak kelapa sawit akan memacu transformasi metabolik asam linoleat menjadi asam arachidonat.akan meningkatkan imbangan asam linolenat : asam linoleat. R2 : Ransum 6% minyak ikan + suplementasi 200 ppm ZnC0 R3 : Ransum 4% minyak ikan 2% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R4 : Ransum 3% minyak ikan 3% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R5 : Ransum 2% minyak ikan 4% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 Sampel kuning telur diambil pada umur ayam 36 minggu dari empat ulangan .61 b 9.96 a 0.98 a R3 R4 R5 -3 LNA (C18 : 3) EPA (C20 : 5) DHA (C22 : 6) -6 LA (C18 : 2) AA (C20 : 4) 0.41 c 11. sehingga diharapkan dapat mengimbangi rendahnya asam arachidonat yang dikonsumsi dibandingkan dengan pemberian ransum perlakuan lainnya.79 b 4.13 b 2.15 a 3.07 a 0.49 c 0. tingginya imbangan asa linoleat dapat menghambat pr ses transformasi m o metabolik asam arachidonat dari asam linoleat.72 b 0.72 b 0.83 c 0. Lebih lanjut asam arachidonat akan disintetis menjadi PGE2 yang sangat berperan dalam absorbsi Zn yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi telur. Tabel 4.42 a 0.85 c 1. Kandungan Asam Lemak -3 dan -6 dalam Kuning Telur Asam lemak R0 R1 R2 (mg/g ) Kuning telur 0. R1 : Ransum 6% minyak ikan.62 a 1.96 c 1.46 b 0.95 d 24.64 b 8.95 e 2.07 b Keterangan : Superskrip dengan huruf yang tidak sama kearah baris menunjukkan berbeda nyata (P<0.47 d 25.77 d 2.05) R0 : Ransum 6% minyak kelapa sawit.73 b 9.09 c 10.33 c 50.86 c 37.14 c 40. Kandungan Asam Lemak -3 dan -6 dalam Kuning Telur Kandungan asam lemak -3 dan -6 dalam kuning telur pengaruh pemberian ransum perlakuan dapat dilihat pada Tabel 4.

27 B 26. Kandungan asam lemak -3 dalam kuning telur didominasi oleh DHA sebagai akibat dari minyak ikan yang digunakan adalah minyak ikan tuna.05) untuk asam lemak -6 total R0 : Ransum 6% minyak kelapa sawit.81 D 42.32 a 0 R0 R1 R2 R3 R4 R5 Gambar 2. EPA dan DHA -6 total adalah jumlah dari kandungan asam lemak linoleat (LA) dan arachidonat (AA) Pada Perlakuan yang diberi ran sum yang mengandung minyak ika n diperoleh kuning telur dengan kandungan asam lemak -3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan ransum yang hanya diberi minyak kelapa sawit.77 c 10 4.82 b 10. R2 : Ransum 6% minyak ikan + suplementasi 200 ppm ZnC0 R3 : Ransum 4% minyak ikan 2% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R4 : Ransum 3% minyak ikan 3% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R5 : Ransum 2% minyak ikan 4% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 -3 total adalah jumlah dari kandungan asam lemak linolent (LNA).84 d 39.94 c 10.89 d 9.13 A OMEGA-3 OMEGA-6 12. Dominasi asam lemak -3 DHA dalam kuning telur diseb abkan juga oleh proses transformasi metabolik asam lemak linolenat dan EPA menjadi DHA ( British Nutrition Foundation’s. Makin tinggi kandungan minyak ikan dalam ransum semakin tinggi asam lemak -3 yang dideposisi dalam kuning telur. Keterangan : Superskrip dengan huruf kecil yang tidak sama ke arah samping menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0.69 A 13. Hal ini disebabkan ransum yang mengandung minyak ikan kaya akan asam lemak -3. bahwa asam lemak -3 dalam minyak ikan tuna didominasi oleh DHA. Hasil yang dilaporkan oleh Ackman (1982). Kandungan Asam Lemak -3 dan -6 Total dalam Kuning Telur.05) untuk asam lemak -3 total Superskrip dengan huruf kapital yang tidak sama ke arah samping menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0. R1 : Ransum 6% minyak ikan. .85 C 38.01 B 26. 1994 ).60 50 40 30 20 mg/g 53.

Kandungan asam lemak arachidonat dalam kuning telur nyata lebih tinggi (P<0. dan National Research Council. Suplementasi minyak ikan pada ransum menyebabk meningkatkan an kandungan asam linolenat ransum. Fenomena ini dipengaruhi oleh imbangan antara asam linolenat dan asam linoleat dalam ransum.Kandungan asam lemak -6 dalam kuning telur meningkat sejalan dengan kandungan minyak jagung dalam ransum. yang pada gilirannya imbangan asam linolenat : asam linoleat menjadi lebih tinggi pada ransum yang mengandung minyak ikan dibandingkan dengan ransum yang disuplementasi minyak kelapa sawit. 1990. 1989). Hal lain yang perlu diperhatikan selain tingginya asam lemak -3 dan -6 yang dideposisi dalam kuning telur adalah imbangan asam lemak -3 dan -6 total. Kandungan asam lemak arachidonat ransum yang tertinggi justru terdapat pada ransum yang mengandung minyak ikan. disebabkan kelapa sawit mengandung asam lemak -6 dalam bentuk linoleat lebih tinggi dibandingkan dengan minyak ikan.05) pada ayam yang diberi ransum minyak kelapa sawit dibanding dengan ayam yang diberi ransum yang mengandung minyak ikan.05)lebih tinggi bila dibanding ransum yang mengandung 6% minyak ikan dengan dominasi kandungan asam linoleat. sehingga proses transformasi metabolik asam lemak linoleat menjadi asam arachidonat pada ayam yang diberi ransum y ang mengandung minyak ikan lebih rendah dibanding akibat pemberian ransum yang mengandung minyak kelapa sawit. 1995). tingginya imbangan asam linolenat : asam linoleat da pat menghambat proses transformasi metabolik asam lemak linoleat menjadi asam arac hidonat dalam tubuh. . Imbangan asam lemak -3 dan -6 total dalam kuning telur dapat dilihat pada lembaga luar negeri yang m enangani bidang pangan Tabel 5. Menurut Leece dan Allman (1996). Beberapa merekomendasikan bahwa imbangan asam lemak -3 dan -6 total untuk dikonsumsi adalah 1 : 4 sampai 1 : 10 (Health and Walfare Canada. Ransum ya mengandung minyak kelapa sa ng wit menghasilkan kandungan asam lemak -6 kuning telur nyata (P<0. karena minyak jagung kaya akan asam lemak 6 (Suprijana. Tabel 5. memperlihatkan pemberian ransum dengan suplementasi kombinasi minyak jagung dengan minyak ikan dapat memperbaiki imbangan asam lemak -3 total dan -6 total dalam kuning telur.

Hunter. The Report of The British Nutrition Foundation’s. DAFTAR PUSTAKA Ackman. Soc. Oil Chem. Chapman & Hall.E. Fatty Acid Composition of Fish Oils..03 1 : 4. London. T Report of the he Scientific Review Committee.80 1 : 1. C..M. R1 : Ransum 6% minyak ikan. Nutritional Evaluation of Long Chain Fatty Acids in Fish Oil. 1987. Unsaturated Fa Acid. kandungan dan imbangan asam lemak -3 dan -6 telur. 2% minyak jagung dan 200 ppm ZnCO 3 dalam ransum memberikan efek yang terbaik terhadap produksi telur ayam kampung. Imbangan Asam Lemak -3 dan -6 Total Kuning Telur Perlakuan R0 R1 R2 R3 R4 R5 Imbangan Asam Lemak -3 dan -6 Total Kuning Telur 1 : 8. R. Health and Welfare Canada. 1984. Canada. The effect of zinc deficiency on prostaglandin synthesis in rat testis. Hwang. Nutritional and tty Physiological Significance. Wheler and D. Barlow and M. Am. 35-39 Chanmugan. London. 19 90.93 1 : 2. J. 1994. 1982. Nurition Recomendation.Tabel 5. In S. J. British Nutrition Foundation’s (BNF). 114: 2066-2072.00 1 : 3. P. Nutr. 25-88. E. EPA dan DHA -6 total adalah jumlah dari kandungan asam lemak linoleat (LA) dan arachidonat (AA) KESIMPULAN Penelitian membuktikan bahwa suplementasi kombinasi 4% minyak ikan. Ministry of Supply and Service.00 Keterangan : R0 : Ransum 6% minyak kelapa sawit.G. Task Force.. J. 64: 10881092 . PUFA and eicosanoid research.92 1 : 5. R2 : Ransum 6% minyak ikan + suplementasi 200 ppm ZnC0 R3 : Ransum 4% minyak ikan 2% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R4 : Ransum 3% minyak ikan 3% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 R5 : Ransum 2% minyak ikan 4% minyak jagung + suplementasi 200 ppm ZnC0 -3 total adalah jumlah dari kandungan asam lemak Linolent (LNA). Stasty Eds. H. Academic Press.

K. Disertasi. The relationships between dietary linolenic : linoleic acid and rat platelet eicosapentaenoic and arachidonic acids. M. Penentuan Efisiensi Penggunaan Protein.C. polyunsaturated fatty acids composition in rats at weaning. A. 109: 2152-2159. Gill. L. G. J. Allman.C.. 1987. Michie. Effects of short-period feeding of zinc oxide supplemented diet on laying performance and egg yolk zinc content of laying hens. 1989. M. 42-47.. 35: 107 -118. P. and J. 12(4): 287-291. 1996. J. Song. l Food and Nutrition Board. M. H.H. T. of Nutr. Majalah Ilmiah Universitas Padjadjaran. National Academy Press. Am.L. Pengaruh minyak ikan dalam diet terhadap lipoprotein plasma pada tikus. 1980.. Bandung. and M..J. 1995. A. College. of Nutr. 1976. D. 22: 521-527. Zhang. Recomended Daily Alowances. Nutrient Requirement of Poultry. Suarez. Program Pascasarjana. Nutr. Sci. Torrie. J. J. Inc. 1996 Dietary long chain .. Inst. Effect of different dietary supplemental fats and oil on the tissue fatty acid composition and growth of female broilers. Scott. . Xu. J.R. National Research Council (NRC). Acad. Washington.. Moyo. Nutrition of the Chiken. 126: 887-897. 1989. National Research Council (NRC). C. J. Widyastuti. A.. Suprijana. H. and A. A.Leece. National Academy Press.. Evidence for an important role of prostaglandin E2 and F2 in the regulation of zinc transport in the rat. W. Sum mary of the NATO advanced research workshop on dietary -3 dan -6 fatty acids: Biological effects and nutritional essentially. Steel. 1994. Whasington.D. 61-78.C. Young. British J. British Poultry Science. 10th Ed. Adham. Scaife. 1994. Nut. Principles and Procedures of Statistics. Ithaca.F. of Shanghai Agri. Campb ell. M. Kebutuhan Protein dan Energi untuk Pertumbuhan dan Produksi Telur Ayam Sentul pada Kandang Sistem Cage dan Sistem Litter. New York Simopoulos.F. J. Faus. O.. 1994. Nutr. and Y. Universitas Padjadjaran. and N.. and V. MC GrawHill. D. Scott & Associates. 1979. Ramirez. M. National Research Council (NRC).D... 1996. X. Nesheim and R. 13(2) : 29 Xu. M. USA.A. 76: 447-452. Galb raith. Predicting Feed In take of Food-Producing Animals.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->