Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah A.

Latar Belakang Masalah Sejalan dengan tantangan kehidupan global, pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan salah satu penentu mutu Sumber Daya Manusia. Dimana dewasa ini keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam, melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana mutu Sember Daya Manusia (SDM) berkorelasi positif dengan mutu pendidikan, mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik, memenuhi syarat, dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan, komponen-komponen tersebut adalah masukan, proses, keluaran, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana serta biaya. Mutu pendidikan tercapai apabila masukan, proses, keluaran, guru, sarana dan prasarana serta biaya apabila seluruh komponen tersebut memenuhi syarat tertentu. Namun dari beberapa komponen tersebut yang lebih banyak berperan adalah tenaga kependidikan yang bermutu yaitu yang mampu menjawab tantangan-tantangan dengan cepat dan tanggung jawab. Tenaga kependidikan pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut tenaga kependidikan untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. Pendidikan yang bermutu sangat membutuhkan tenaga kependidikan yang professional. Tenaga kependidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme ini membutuhkan dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting dalam hal ini adalah kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan keprofesionalan kepala sekolah ini pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan mudah dilakukan karena sesuai

Proses pengembangan SDM tersebut harus menyentuh berbagai bidang kehidupan yang tercermin dalam pribadi pimpinan. guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai. pengembangan SDM merupakan proses peningkatan kemampuan manusia agar mampu melakukan pilihan-pilahan. termasuk pemimpin pendidikan. PROFESIONALISME KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH Paradigma baru manajemen pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas secara efektif dan efisien. perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa: “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. untuk menghasilkan guru yang profesional juga bukanlah tugas yang mudah. dan seringnya datang terlambat.dengan fungsinya. proses. dan metode yang tepat. Karena tenaga kependidikan profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu. Tenaga kependidikan yang profesional mampu membelajarkan murid secara efektif sesuai dengan kendala sumber daya dan lingkungan. Profesionalisme tenaga kependidikan juga secara konsinten menjadi salah satu faktor terpenting dari mutu pendidikan. administrasi sekolah. seperti kepala sekolah. Ini mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. kepala sekolah memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin sehingga kompetensi guru tidak hanya mandeg pada kompetensi yang ia miliki sebelumnya. pembinaan tenaga kependidikan lainnya. Dalam hal ini. melainkan bertambah dan berkembang dengan baik sehingga profesionalisme guru akan terwujud. akan tetapi mampu memotivasi peserta didik. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran siswa. rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. bahan ajar. . Namun. wawasan kepala sekolah yang masih sempit . dan pendayagunaan serta pememliharaan sarana dan prasarana”. dan output) B. Namun banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak trasnparan. Agar proses pendidikan dapat berjalan efektif dan efisien. baik dari segi jenis maupun isinya.

Sementara Sudarwan Danin (2002:23) mendefinisikan bahwa: “Profesionalisme adalah komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengmbangkan strategi-strategi yang digunakanny dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu Kemudian Freidson (1970) dalam Syaiful Sagala (2005:199) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan profesionalisme adalah “sebagai komitmen untuk ide-ide professional dan karir”. C. proses. dan seringnya datang terlambat serta banyak faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. dan Kepala Sekolah 1. Pentingnya kepemimipinan seperti yang dikemukakan oleh James M. Kepemimpinan. Jadi dapat disimpulkan bahwa profesionalisme adalah suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan. Profesionalisme Kusnandar (2007:46) mengemukakan bahwa “Profesionalisme adalah kondisi. rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. Sementara R. 2. tujuan. Soekarto Indrafachrudi (2006:2) mengartikan “Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapailah tujuan . Black pada Manajemem: a Guide to Executive Commanddalam Sadili Samsudin (2006:287) yang dimaksud dengan “Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakkan orang lain agar mau bekerja sama di bawah kepemimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.Namun kenyataan dilapangan masih banyak kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan ini disebabkan karena dalam proses pengangkatannya tidak ada trasnfaransi. dan output). arah. Pengertian Profesionalisme. Selanjutnya Profesionalisme menurut Mohamad Surya (2007:214) adalah: Sebutan yang mengacu pada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota asuatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionlanya. nilai. dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian sesseorang”. Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisai karena sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi ditentukan oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut.

Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugas- .itu”. atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Sedangkan George R. Sedang sekolah adalah sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelejaran. 3. D. Wahjosumidjo (2002:83) mengartikan bahwa: “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah sorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Kemudian menurut Maman Ukas (2004:268) “Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain. Kepala Sekolah Kepala sekolah bersal dari dua kata yaitu “Kepala” dan “Sekolah” kata kepala dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempangaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. agar ia mau berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan”. Jadi secara umum kepala sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah atau suatu lembaga di mana temapat menerima dan memberi pelajaran. Sementara Rahman dkk (2006:106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah”. Jadi profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah berarti suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dalam menjalankan dan memimpin segala sumber daya ayang ada pada suatu sekolah untuk mau bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Terry dalam Miftah Thoha (2003:5) mengartikan bahwa “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi”. Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Perbuatan yang dilakukan oleh para guru. BP3. Serta harus dapat melihatsetiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan. Peran politis kepala sekolah dapat berkembang secara efektif. seperti organisasi profesi. Dalam lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yang bisa menimbulkan konflik untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah dalam konflik tersebut. Tidak ada satu organisasi pun yang berjalan mulus tanpa problem. kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible.  Kepala sekolah adalah seorang politisi. Demikian pula sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan dn kesulitan-kesulitan. Kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis.  Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional. OSIS.  Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah. siswa. Dalam berbagai macam pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang dipimpinnya. Adapun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan Wahjosumidjo (2002:97) adalah: 1. staf. (2) terbentuknya aliasi atau koalisi.tugas yang harus ia laksankan.  Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.  Kepala sekolah adalah seorang diplomat.  Kepala sekolah mengambil keputusan-keputusan sulit. Kepala sekolah harus dapat membangun hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi dan kesepakatan (compromise). dan sebagainya. Dan apabila terjadi . dan orang tua siswa tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah  Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan.Dengan segala keterbatasan. (3) terciptanya kerjasama (cooperation) dengan berbagai pihak. apabila: (1) dapat dikembangkan prinsip jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masingmasing. sehingga aneka macam aktivitas dapat dilaksanakan. Kepala sekola bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. seorang kepala sekolah harus dapat mengatur pemberian tugas secara cepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah. Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang lain.

staf dan siswa. (b) Peranan informasional.  Spokesman. . b. staf. Sebagai pengambil keputusan  Sebagai disseminator.  Penghubung (liasion). Kepala sekolah menyabarkan informasi kepada lingkungan di luar yang dianggap perlu. Kepala sekolah selalu mengadakan pengamatan terhadap lingkungan karena kemungkinan adanya informasi-informasi yang berpengaruh terhadap sekolah. (c) Sebagai pengambil keputusan. dapat penulis uraikan sebagai berikut: a. figurehead berarti lambang dengan pengertian sebagai kepala sekolah sebagai lambang sekolah. selain harus tahu dan paham tugasnya sebagai pemimpin. Kepala sekolah selalu berusaha memperbaiki penampilan sekolah melalui berbagai macam pemikiran program-program yang baru serta malakukan survey untuk mempelajari berbagai persoalan yang timbul di lingkungan sekolah. Kepala sekolah menjadi penghubung antara kepentingan kepala sekolah dengan kepentingan lingkungan di luar sekolah. Kepala sekolah adalah pemimpin untuk menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah sehingga dapat melahirkan etos kerja dan peoduktivitas yang tinggi untuk mencapai tujuan. yang tak kalah penting dari itu semua seyogyanya kepala sekolah memahami dan mengatahui perannya.kesulitan-kesulitan kepala sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan yang sulit tersebut.  murid. Adapun peran-peran kepala sekolah yang menjalankan peranannya sebagai manajer seperti yang diungkapkan oleh Wahjosumidjo (2002:90) adalah: (a)Peranan hubungan antar perseorangan. Dalam menjalankan kepemimpinannya. Peranan informasional  Sebagai monitor. Dari tiga peranan kepala sekolah sebagai manajer tersebut. Peranan hubungan antar perseorangan  Figurehead. Sedangkan secara internal kepala sekolah menjadi perantara antara guru. dan orang tua Enterpreneur. c.  Kepemimpinan (Leadership). Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menyebarluaskan dan memabagi-bagi informasi kepada para guru.

 A negotiator roles. kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). dan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. 2. Dengan mengefektifkan MGMP dan MKKS semua kesulitan dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dan kepala sekolah dalam kegiatan pendidikan dapat dipecahkan. Kepala sekolah harus mampu mengantisipasi gangguan yang timbul dengan memperhatikan situasi dan ketepatan keputusan yang diambil. wawasan kepala sekolah yang masih sempit . pusat kegiatan kepala sekolah (PKKS). banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak trasnparan. Peningkatan disiplin .  Orang yang menyediakan segala sumber (A Resource Allocater). Pembinaan kemampuan profesional kepala sekolah Wadah-wadah yang telah dikembangkan dalam pembinaan kemampuan profesional kepala sekolah adalah musyawarah kepala sekolah (MKS) . Revitalisasi MGMP dan MKKS di sekolah Melalui MGMP dan MKKS dapat dipikirkan bagaimana menyiasati kurikulum yang padat dan mencari alternatif pembelajaran yang tepat serta menemukan berbagai variasi metoda dan variasi media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. dengan program sarjana atau pasca sarjana bagi para kepala sekolah sesuai dengan bidang kehaliannya. Disamping itu peningkatan dapat dilakukan melalui pendidikan. dan seringnya datang terlambat. adapun pemecahannya adalah: 1. sehingga tidak terlepas dari koridor disiplin ilmu masing-masing. proses. dan output) Berdasarkan masalah-masalah tersebut. Ini mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. Orang yang memperhatikan gangguan (Disturbance handler). Kepala sekolah harus mampu untuk mengadakan pembicaraan dan musyawarah dengan pihak luar dalam memnuhi kebutuhan sekolah. serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti halnya diungkapkan di muka. 3. Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menentukan dan meneliti siapa yang akan memperoleh atau menerima sumber-sumber yang disediakan dan dibagikan.

4. Sedikitnya terdapat lima sifat layanan yang harus diwujudkan oleh kepala sekolah agar “pelanggan” puas. serta menciptakan budaya kerja dan budaya disiplin para tenaga kependidikan dalam melakukan tugasnya di sekolah. serta strategi manajemen pendidikan secara utuh yang berorientasi kepada mutu. Untuk itu kepal sekolah bertangggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan baik yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun dalam mencipatakan iklim sekolah yang kondusif yang menumbuhnkan semangat tenaga pendidik maupun peserta didik. Dengan kepemimpinan kepala sekolah inilah. Pembentukan kelompok diskusi profesi Kelompok diskusi profesi dapat dibentuk untuk mengatasi tenaga kependidikan yang kurang semangat dalam melakukan tugas-tugas kependidikan di sekolah yang melibatkan pengawas sekolah. Kesimpulan Kepala sekolah merupakan peimipin formal yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan tertentu. iklim sekolah yang kondusif (tangible). yakni layanan sesuai dengan yang dijanjikan (reliability). 5. Yang merupakan usaha sistematis dan terkoordinasi untuk secara terus-menerus memperbaiki kualitas layanan. Peningkatan layanan perpustakaan dan penambahan koleksi Salah satu sarana peningkatan profesionalisme kepala sekolah adalah tersedianya buku yang dapat menunjang kegiatan sekolah dalam mendorong visi menjadi aksi. memberikan perhatian penuh kepada peserta didik (emphaty). Karena akan sangat sulit dapat mengembangkan dan meningkatkan profesionalisme kepala sekolah jika tidak ditunjangkan oleh sumber belajar yang memadai. kepala sekolah diharapakan dapat memberikan dorongan serta . komite sekolah atau orang lain yang ahli dalam memecahkan masalah yang dihadapi kepala sekolah dan tenaga kependidikan. dan cepat tanggap terhadap kebutuhan peserta didik (responsiveness) BAB III PENUTUP A. Selain itu kepala sekolah harus memiliki visi dan misi. Strategi ini dikenal dengan manajemen mutu terpadu (MMT) atau kalau dunia bisnis dikenal dengan nama total quality management (TQM).Dalam menumbuhkan kepala sekolah profesional dalam paradigma baru manajemen pandidikan di sekolah diperlukan adanya peningkatan disiplin untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih kondusif dan dapat memotivasi kerja. mampu menajmin kualitas pembelajaran (assurance).

teknologi. Kepala sekolah diangkat melalui prosedur serta persyaratan tertentu yang bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan yang mengimplikasikan meningkatkanya prestasi belajar peserta didik. Peningkatan profesionalisme kepala sekolah perlu dilaksankan secara berkeinambungan dan terncana dengan melihat permaslahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. tenaga kependidikan yang tadinya tidak professional belum tentu akan selamanya tidak professional. Upaya peningkatan profesionalisme kepala sekolah merupakan proses keseluruhan dan organisasi sekolah serta harus dilakukan secara berkesinambungan karena peubahan yang terjadi selalu dinamis serta tidak bisa diprediksi sehingga kepala sekolah maupun tenaga kependidikan harus selalu siap dihadapkan pada kondisi perubahan. Untuk mewujudkan kepala sekolah yang professional tidak semudah memabalikkan telapak tangan. Peningkatan profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah harus dilakukan melalui suatu strategi. dengan begitu kepala sekolah akan melakukan penyesuian-penyesuian agar pendidikan berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. semua itu butuh proses yang panjang. Ada istilah seorang tenaga pendidik yang tadinya professional belum tentu akan terus professional bergitupun sebaliknya.<!–Saran Melalui strategi perbaikan mutu inilah diharapkan dapat mengatasi masalah rendahnya pendidikan mutu pendidikan yang mengoptimalkan segala sumber daya yang terdapat di sekolah. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sebab kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang juga bertanggung jawab dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya. Kepala sekolah yang professional akan berfikir untuk membuat perubahan tidak lagi berfikir bagaimana suatu perubahan sebagaimana adanya sehingga tidak terlindas oleh perubahan tersebut. seni dan budaya yang diterapkan dunia pendidikan.memberikan kemudahan untuk kemajuan serta dapat memberikan inspirasi dalam proses pencapaian tujuan. B. Dari pernyataan itu jelas kalau perubahan akan selalu terjadi dan menuntut . Untuk itu kepala sekolah dihadapkan pada tantangan untuk melasnakan pengembangan pendidikan secara terarah dan berkesinambungan. sehingga menuntut penguasaan kepala sekolah secara professional. Kepala sekolah yang professional akan mengetahui kabutuhan dunia pendidikan.

Bandung : Alfabeta CV Wahjosumidjo.2006. Mulyasa. Bagaimana Memimpin Sekolah yang efektif. Organisasi profesi. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Dan yang berperan dalam peningkatan profesionalisme kepala sekolah adalah pengawas sekolah yang juga merupakan pemimpin pendidikan yang bersama-sama kepala sekolah memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan sekolah. Rahman (at all). 2006. 2002. 2002. 2004. Dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala sekolah harus ada pihak yang berperan dalam peningkatan mutu tersebut.adanya penyasuaian sehingga kita dapat mengatasi perubahan tersebut dengan penuh persiapan. Jakarta: PT Raja Grafindo. Berdasarkan hal itu kepala sekolah harus memiliki DAFTAR PUSTAKA  E. Bandung: PT Remaja Kusnandar. Manajemen Sumber Daya Manusia. Peran Strategis Kapala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Sadili Samsudin. 2006. 2007.  Setia  Ghalia Indonesia  Profesionalisme Tenaga Kepandidikan. Upaya peningkatan keprofesionalan kepala sekolah tidak akan terwujud begitu tanpa adanya motivasi dan adanya kesadaran dalam diri kepala sekolah tersebut serta semangat mengabdi yang akan melahirkan visi kelembagaan maupun kemampuan konsepsional yang jelas.   Syaiful Sagala. Jatinangor: Alqaprint. Bandung: CV Pustaka Setia. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Raja Grafindo Maman Ukas. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Manajemen. kode etik dan Dewan Kehormatan Guru. Bogor: Sudarwan Danim. Guru Profesional. Miftah Toha. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Rosdakarya      Pendidikan. 2003. 2002. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada . 2006. Kepemimpinan dalam Manajemen. Dan ini merupakan faktor yang paling penting sebab tanapa adanya kesadaran dan motivasi semangat mengabdi inilah semua usaha yang dilakukan untuk meningkatkan keprofesionalannya hasilnya tidak akan maksimal dan perealisasiannyapun tidak akan optimal. Bandung: Agini Muhammad Surya. Bandung: CV Pustaka Soekarto Indarafachrudi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful