Gua Liang Bua merupakan peninggalan pra sejarah di Indonesia.

Gua ini adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di gua inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores, yang memiliki tinggi badan hanya sekitar 100 cm dan beratnya 25 kg.Tengkorak manusia ini diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu, yang hidup bersama dengan gajah-gajah pigmi dan komodo. Pada 2001 telah dilakukan eskavasi arkeologi yang merupakan kerja sama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bersama University of New England, Australia. Gua Liang Bua menjadi tempat sejarah menarik untuk dikunjungi para wisatawan. Untuk mencapai kawasan wisata sejarah ini, di mulai dari kota Kupang Ibukota provinsi NTT, naik pesawat dengan waktu tempuh satu setengah jam ke kota Ende di Pulau Flores. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ruteng dengan angkutan umum berupa minibus dengan waktu sekitar 4 jam. Dari Kota Ruteng, dilanjutkan menuju Rampasasa, berjarak 13 km dengan menggunakan angkutan umum.

.

.

Verhoeven.R. Liang Momer. Gua ini adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores. Kecamatan Ruteng. Belanda. Juga ditemukan lapisan budaya berupa berbagai artefak yang diyakini sebagai sisa pendukung keberadaan mereka. lalu diteruskan oleh Th. Provinsi Nusa Tenggara Timur. dan lain-lain. Di situs inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores. Kerangka-kerangka ini adalah H.Liang Bua. Kabupaten Manggarai. Dr. Secara geologi. di samping tulang-tulang di Liang Bua. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa. Mereka hidup bersama-sama dengan gajah-gajah pigmi dan kadal-kadal raksasa seperti komodo. Tengkorak manusia kerdil ini ditemukan seukuran buah jeruk dan diperkirakan hidup 13. Batuan gamping ini diperkirakan berasal dari periode Miosen tengah atau sekitar 15 juta tahun yang lampau. Kawasan kars di NTT ini. Tinggi badan manusia Flores sekitar 100 cm dan beratnya hanya 25 kg. tim yang diketuai Prof. Bersamaan dengan itu ditemukan pula kuburan manusia purba. . dan merupakan tempat penemuan makhluk mirip manusia (hominin) baru yang dinamakan Homo floresiensis pada tahun 2001. Gua Liang Boa terletak di Pulau Flores. Temuan-temuan dari masa ini dibawa ke Leiden. lengkap dengan bekal kuburnya yang masih relatif utuh. Desa Liang Bua. gua ini merupakan bentukan endokars yang berkembang pada batu gamping yang berselingan dengan batu gamping pasiran. Timnya menemukan antara lain rangka sangat pendek (tetapi tidak katai) di Liang Toge. Menjelang akhir tahun 1970-an. Nusa Tenggara Timur di Indonesia. juga memiliki ciri-ciri khusus yang berlainan dengan kawasan kars lainnya. seorang pendeta Katolik. Para arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) sejak tahun 1976 sudah melakukan penelitian secara intensif di Liang Bua.000 tahun lalu. Kecamatan Ruteng. van Heekeren pada tahun 1950-an. Liang Bua dan gua-gua lainnya sekawasan telah digali secara arkeologi sejak tahun 1930-an. Raden Panji Soejono itu bahkan telah mendapatkan temuan “spektakuler” berupa tengkorak manusia dan kerangka tubuh manusia dewasa. Penggalian dan penelitian dilanjutkan oleh tim pimpinan H. Situs Prasejarah di Nusa Tenggara Timur Liang Bua merupakan peninggalan pra sejarah di Indonesia. sapiens. Liang Bua dalam bahasa Manggarai berarti “gua/lubang sejuk” Situs Gua Liang Bua adalah salah satu situs arkeologi penting dunia. tepatnya di Dusun Rampasasa. Kabupaten Manggarai. Desa Liangbua. sebagaimana kawasan kars di tempat lain di Indonesia.

wilayah Indonesia modern merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama: Lempeng Eurasia. serta gerabah.” ujar Soejono. Karena ketiadaan biaya. hanya 10. dan Lempeng Pasifik.P. dan Flores. Jakarta. Di tengah ketiadaan dana. Australia (dipimpin Mike Morwood). hingga tahun 1989. serta tikus besar. Mike Morwood dari University of New England memimpin tim dari Australia.000 tahun yang lalu. Setelah melakukan serangkaian ekskavasi. pada tahun 1960-an menemukan pula sisa-sisa manusia termasuk rahang bawah. Penelitian baru berlanjut setelah ada kerja sama antara Puslit Arkenas (dipimpin R. biawak raksasa. Dengan anggota tim sebanyak 18 orang. di Liang Bua.A. Bersamaan dengan manusia purba itu ditemukan pula perkakas batu yang dikenal telah digunakan oleh Homo erectus (seperti yang ditemukan di Sangiran) serta sisasisa tulang Stegodon (gajah purba) kerdil. Prof. ahli antropologi ragawi dari Universitas Airlangga. logam (besi dan perunggu). Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es. Soejono) dan Universitas New England.Hanya saja. Tahun-tahun berikutnya. London. tim gabungan ini berhasil mendapatkan temuan menghebohkan itu: si hobbit dari Liang Bua! Peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian di sana adalah A. ketika itu kami harus naik Dakota ke Flores. Belum lagi biaya untuk kebutuhan lain. kira-kira sejak 1. penelitian cenderung bersifat sporadis. bagian tubuh hewan. datang tawaran kerja sama dari Australia. Surabaya. sedangkan RP Soejono bertindak sebagai ketua tim dari Puslit Arkenas. Yogyakarta. Lempeng Indo-Australia. penelitian pun sempat terhenti. Pada bulan September 2003 ditemukan kerangka unik yang kemudian diidentifikasi sebagai H. . September 2003. Sisa-sisa kerangka dari periode awal hingga terakhir tersimpan di Leiden. Dari tahun 1978-1989. Panji Soejono menemukan antara lain tulang paha di Liang Bua. Secara geologi. Penelitian selanjutnya dihentikan karena tidak ada pendanaan. sisa-sisa peralatan dari batu. floresiensis.000 tahun lalu. tahun 2001. berdasarkan temuan-temuan yang ada. Pra Sejarah Indonesia Indonesia pada periode prasejarah mencakup suatu periode yang sangat panjang. Sukadana. “Untuk melakukan penelitian di Liang Bua butuh biaya cukup besar. Hanya dikatakan bahwa ras manusia yang tinggal di sana paling tidak berasal dari sekitar 10. ketika itu para arkeolog Indonesia belum memiliki alat dan kemampuan yang memadai untuk membuat suatu kesimpulan yang agak menyeluruh. setelah singgah di Denpasar dan Kupang. Pengetahuan orang terhadap hal ini didukung oleh temuan-temuan fosil hewan dan manusia (hominid). R.7 juta tahun yang lalu.

Proses migrasi ini merupakan bagian dari pendudukan Pasifik. erectus hingga masa Zaman Es terakhir. pengolahan perunggu dan besi. Gelombang pendatang berbahasa Austronesia dengan kultur Neolitikum datang secara bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melalui Formosa dan Filipina membawa kultur beliung persegi (kebudayaan Dongson). Penemuan sisa-sisa “manusia Flores” (Homo floresiensis) di Liang Bua. .Pada masa Pleistosen. Mereka. membuka kemungkinan masih bertahannya H. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni pertama adalah fosil-fosil Homo erectus manusia Jawa dari masa 2 juta hingga 500. Pendatang ini membawa serta teknik-teknik pertanian. beternak kerbau. ketika masih terhubung dengan Asia Daratan. Pada abad pertama SM sudah terbentuk pemukiman-pemukiman serta kerajaan-kerajaan kecil. menjadi nenek moyang penduduk asli Melanesia (termasuk Papua) sekarang dan membawa kultur kapak lonjong (Paleolitikum). termasuk bercocok tanam padi di sawah (bukti paling lambat sejak abad ke-8 SM).000 tahun lalu. dan pada sekitar 50. Homo sapiens pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100. praktek-praktek megalitikum. yang berciri rasial berkulit gelap dan berambut ikal rapat (Negroid).000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia. teknik tenun ikat. masuklah pemukim pertama. dan sangat mungkin sudah masuk pengaruh kepercayaan dari India akibat hubungan perniagaan. Kedatangan gelombang penduduk berciri Mongoloid ini cenderung ke arah barat.000 tahun yang lalu melewati jalur pantai Asia dari Asia Barat. mendesak penduduk awal ke arah timur atau berkawin campur dengan penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta Nusa Tenggara. Flores. serta pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme).

serta temuan-temuan sisa tulang hewan dan alat-alat di sekitarnya. biawak. serta tulang yang terbakar. kerangka ini diperkirakan berasal dari 94. yang memiliki tubuh dan volume otak kecil. Para pakar antropologi dari tim gabungan Australia dan Indonesia berargumen menggunakan berbagai ciri-ciri. telah ditemukan banyak kerangka Homo sapiens dan berbagai mamalia (seperti makhluk mirip gajah Stegodon. mata panah. Tim Indonesia dipimpin oleh Raden Pandji Soejono dari Puslitbang Arkeologi Nasional (dulu Puslit Arkenas) dan tim Australia dipimpin oleh Mike Morwood dari Universitas New England. ukuran tulang. sudah sejak masa penjajahan menjadi tempat ekskavasi arkeologi dan paleontologi. Hingga 1989. Pulau Flores. Liang Bua. dijuluki Hobbit) adalah nama yang diberikan oleh kelompok peneliti untuk spesies dari genus Homo. yang menunjukkan tingkat peradaban penghuninya.[1][2][3] Kesembilan sisa-sisa tulang itu (diberi kode LB1 sampai LB9) menunjukkan postur paling tinggi sepinggang manusia moderen (sekitar 100 cm). pada tahun 2001. berdasarkan serial subfosil (sisa-sisa tubuh yang belum sepenuhnya membatu) dari sembilan individu yang ditemukan di Liang Bua. beliung. serta tikus besar) yang barangkali menjadi bahan makanan mereka. Pada bulan September 2003. floresiensis. setelah penggalian pada kedalaman lima meter (ekspedisi .000 tahun yang lalu.Homo floresiensis Homo floresiensis ("Manusia Flores". baik ukuran tengkorak. tempat ditemukannya sisa-sisa kerangka ini. arang. tempat ditemukannya seri fosil H. kondisi kerangka yang tidak memfosil. Kerja sama penggalian Indonesia-Australia dimulai tahun 2001 untuk mencari jejak peninggalan migrasi nenek moyang orang Aborigin Australia di Indonesia. Di samping itu ditemukan pula alat-alat batu seperti pisau.000 hingga 13.[4] [1][2] Usia seri Liang Bua.

000 dan 13. Untuk pemindahan.sebelumnya tidak pernah mencapai kedalaman itu). yang kemudian disebut H. Pendugaan usia kerangka dengan radiokarbon sulit dilakukan karena metode konservasi tulang tidak memungkinkan teknik itu untuk dilakukan. yang menderita gangguan pertumbuhan yang disebut mikrosefali ("kepala kecil"). floresiensis. Terdapat sembilan individu namun tidak ada yang lengkap. . ditemukan pada lapisan berusia sekitar 18.000 tahun. Diperkirakan. tidak dapat diperoleh sisa material genetik. Pendapat bahwa fosil ini berasal dari spesies bukan manusia ditentang oleh kelompok peneliti yang juga terlibat dalam penelitian ini.000 tahun. [5] Menurut tim ini. terdiri dari tengkorak. dilakukan pengeringan dan perekatan terlebih dahulu. sehingga tidak memungkinkan analisis DNA untuk dilakukan. sehingga dimungkinkan usia lapisan lebih tua daripada usia kerangka. LB1. Liang Bua dipakai sebagai tempat pekuburan. serta beberapa tulang badan. yang sampai sekarang masih bisa diamati pada beberapa populasi di sekitar lokasi penemuan. Teuku Jacob dari UGM. diperkirakan adalah betina. Individu terlengkap. sisa manusia dari Liang Bua merupakan moyang manusia katai Homo sapiens yang sekarang juga masih hidup di Flores dan termasuk kelompok Australomelanesoid. Kerangka yang ditemukan terbaring di Liang Bua itu menderita microcephali. yaitu bertengkorak kecil dan berotak kecil. dimotori oleh Prof. Berdasarkan temuannya. Walaupun tidak membatu. Individu-individu lainnya berusia antara 94. Salinan tengkorak H. ditemukan kerangka mirip manusia tetapi luar biasa kerdil. Perlu disadari bahwa pendugaan usia ini dilakukan berdasarkan usia lapisan tanah bukan dari tulangnya sendiri. fosil dari Liang Bua ini berasal dari sekelompok orang katai Flores. floresiensis "LB1" (kiri) dibandingkan dengan tengkorak manusia yang terkena mikrosefali yang pernah hidup di Pulau Kreta. tiga tungkai (tidak ada lengan kiri). Tulang-tulang itu tidak membatu (bukan fosil) tetapi rapuh dan lembap.

Hasil kajian morfometri ini menunjukkan bahwa H. Jacob (wafat 2007). dan dibandingkan dengan manusia modern. lokasi penemuan kembali dapat diakses bagi penelitian. bahkan sampai membuat Liang Bua dan beberapa gua di sekitarnya dinyatakan tertutup untuk peneliti asing. para ilmuwan peneliti Homo floresiensis menemukan petunjuk baru berdasarkan pengamatan terhadap pergelangan tangan fosil yang ditemukan. Sepeninggal Prof. serta tengkorak hominin purba menunjukkan bahwa H.[7] Hasil analisis kladistika dan statistika morfometri terhadap tengkorak dan bagian tulang lainnya dari individu LB1 (betina). floresiensis tidak dapat dipisahkan dari H. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa Homo floresiensis bukan merupakan manusia modern melainkan merupakan spesies yang berbeda. Hal ini sekaligus menjadi jawaban terhadap tentangan sejumlah ilmuwan mengenai keabsahan spesies baru ini karena hasil penemuan menunjukkan bahwa tulang Homo floresiensis berbeda dari tulang Homo sapiens (manusia modern) maupun manusia Neandertal.Perdebatan yang terjadi sempat memanas. sapiens (baik normal maupun patologis) dan beberapa Homo primitif. sapiens dan berada pada wilayah variasi H.[6] Dua publikasi pada tahun 2009 memperkuat argumen bahwa spesimen LB1 lebih primitif daripada H. erectus dan berbeda dari H. sebagaimana dimuat dalam jurnal Significance. . beberapa kelompok masyarakat pigmi di Afrika dan Asia. kedua kajian ini tidak membandingkan H. floresiensis dengan kerangka manusia kerdil Flores yang menderita mikrosefali. floresiensis secara nyata memiliki ciri-ciri berbeda dari manusia modern dan lebih dekat kepada hominin purba. Publikasi pertama yang dimuat di Anthropological Science membandingkan LB1 dengan spesimen H. manusia modern dengan mikrosefali.[8][9] Meskipun demikian. sapiens normal maupun patologis karena mikrosefali. Pada bulan September 2007. erectus.

gua besar yang pernah dihuni manusia purba di Flores. membersihkan fragmen tulang hasil penggalian Liang Bua. Gua kapur itu begitu gede. Nah. Selain pendek. Dikisahkan. ISTILAH Hobbit itu kali pertama beken lewat trilogi The Lord of the Rings karangan John Ronald Reuel Tolkien. dan manusia. ibu kota Manggarai. Nusa Tenggara Timur (NTT). Tensianus Tahu. julukan homo floresiensis.Liang Bua. lebih dari 10 ribu tahun lalu. Tempat itu berada sekitar 14 kilometer di utara Ruteng. mendiami kawasan The Shire. warga Liang Bua. manusia purba bertubuh kate (kerdil) yang dipercaya sebagai percabangan evolusi manusia. Mereka hidup berdampingan di Bumi Tengah (Middle Earth) bersama kaum Elf (peri). Dwarf (kurcaci). rambut keriwil-keriwil. Liang Bua adalah sebuah gua kapur di Desa Liang Bua. Liang Bua di Ruteng. para Hobbit adalah manusia kate setinggi rata-rata tiga kaki atau sekitar 1 meter. Rumah “Hobbit Flores” yang Terus Digali Kepulauan Flores memang memikat. Kabupaten Manggarai. Lebarnya 40 meter. Itu adalah tempat indah dengan rumah-rumah pendek dengan warna hijau rumput. . Termasuk kehadiran homo floresiensis. Namun. Para Hobbit. plus ujung telinga runcing. 34. makhluk yang selalu riang itu. Plafon gua itu berhias stalaktit yang berjuntai-juntai. Kecamatan Rahong Utara. Panjangnya sekitar 50 meter. para Hobbit punya telapak kaki lebar. Langit-langit tertingginya 25 meter. Wizards (penyihir). Hobbit kian mendunia saat epik tersebut diangkat ke layar lebar oleh sutradara kondang Peter Jackson pada 2001-2003. adalah rumah orang-orang pendek itu. Liang Bua bukan The Shire…. Kabupaten Manggarai. Alamnya elok. Liang Bua (dalam bahasa Manggarai berarti gua dingin atau gua es) itulah yang dipercaya sebagai tempat tinggal Hobbit Flores. sejarahnya juga unik.

kaki. penggalian Liang Bua memang belum mandek. spesies yang tak ada duanya di belahan dunia mana pun. “Tapi. peneliti utama di Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas). ilmuwan yang skeptis cenderung percaya bahwa kerangka kate itu bukan spesies baru. LB 1 adalah perempuan. Senin siang (10/9) itu Jatmiko bersama sekitar 40 warga mengais-ngais Liang Bua. “Sebab. lengan. tengkorak tua itulah yang menjadi pangkal kehebohan di jagat ilmiah hingga sekarang. Volume otak kerangka itu hanya 400 cc. Usianya sekitar 20-30 tahun. LB 1 yang akhirnya digolongkan dalam spesies homo floresiensis punya karakter serupa dengan Lucy. Tulang bahu. jauh lebih kecil katimbang otak simpanse. Menurut Jatmiko. Itu kira-kira setinggi panggul orang dewasa. Namun. Itu terlihat dari panggulnya yang besar. cebol atau mikrosepali (volume kepala yang mengecil).” ujar pria 55 tahun tersebut. Ukurannya begitu kecil. Bisa jadi itu kerangka manusia purba. hingga jemarinya juga ada. staf Smithsonian Institute National Museum of Natural History. Amerika Serikat. Yaitu. keduanya dari Australia. Pada tahun itu Arkenas bekerja sama dengan University of New England dan Wollongong University. Red) menunjukkan sebuah karakter yang unik. Di antara mereka ada Matthew Tocheri. sebagai orang yang menemukan langsung kerangka tersebut. Tengkoraknya nyaris utuh.” kata Jatmiko. Sejauh ini temuan yang paling fenomenal dari sisi kontroversi dan gaungnya adalah Hobbit Flores yang ditemukan pada 2004. Ini yang menjadi kontroversi ahli palaeoantropologis di seluruh dunia sampai sekarang. Secara anatomi. Setidaknya pada 1978-1989 dilanjutkan mulai 2001 hingga saat ini Arkenas terus berupaya menyingkap tabir kehidupan masa lalu di Liang Bua. Misalnya. Tingginya hanya 115 sentimeter. fosil manusia tertua berumur 3 juta tahun yang ditemukan di Ethiopia. . Menurut Jatmiko. bisa juga modern yang mengalami kelainan fisik.” ujar Jatmiko. LB 1 (sebutan resmi untuk kerangka itu. Jatmiko lebih condong ke pendapat bahwa tulang belulang manusia cebol itu adalah spesies anyar. ada kelainan fisik pada kerangka tersebut. panggul. Ya. sekitar sepertiga otak manusia modern. Smithsonian Institute baru masuk sebagai bagian dari kerja sama tersebut pada 2008. LB 1 juga punya karakter anatomis manusia modern. Nah. homo floresiensis alias Hobbit Flores. kerangka pertama homo floresiensis relatif komplet. Tapi.“Saya ikut terlibat dalam penemuan pertama homo floresiensis itu. Sebagian ahli percaya bahwa homo floresiensis adalah spesies anyar di percabangan evolusi antara homo erectus (manusia yang pertama berjalan tegak) dengan homo sapiens atau manusia modern.

dia menemukan tujuh kerangka .5 meter. Benarkah dia spesies baru atau hanya manusia cacat yang kebetulan kerangkanya ditemukan” Penelitian dan penggalian seperti yang dilakukan Arkenas pun terus berlangsung. Dengan kata lain. Berdasar temuan itu. Saat itu ada Pastur Theodore Verhoeven yang mengajar warga desa di Liang Bua.” tambah pria asli Jogjakarta tersebut. Pada 1965.” katanya. Flores. di kedalaman itu kami juga menemukan ribuan artefak batu. Jadi. di sela-sela mengajar. dan Magister Universitas Indonesia. LB 1 ditemukan pada kedalaman 595 cm. Sebab. Hanya ada fragmen-fragmen rahang. LB 1 tak sendiri. Bali. ada aktivitas vulkanik purba yang memisahkan era Hobbit Flores dengan manusia modern saat ini. “Sebelum mencapai kedalaman itu. ada endapan abu vulkanik dengan ketebalan satu meter. tampak bahwa para Hobbit tinggal di zaman yang begitu “mengerikan”. Pastur Verhoeven menggali salah satu bagian lantai Liang Bua. Diskusi juga masih berlangsung soal apakah para Hobbit punah atau sempat beranak-pinak dan punya keturunan di era modern ini. Mereka punya tata kemasyarakatan dan aktivitas kehidupan lainnya. Pada kedalaman kurang dari satu meter. Sebab. pastur Belanda yang mengajar di Seminari Mataloko. Bagi Jatmiko. tulang jari. Artinya. Dia adalah spesies baru yang punya tata kehidupan khas di eranya. Jakarta. dia menemukan banyak fragmen tulang manusia dan aneka gerabah. Tapi. kata Jatmiko. Semua bertujuan menggali informasi soal keunikan spesies manusia cebol itu.” kata alumnus Universitas Udayana. Temuannya cukup mengagetkan. tersebut. Ngada. itu memanfaatkan Liang Bua sebagai ruang kelas. Lantaran tak ada fasilitas sekolah. atau femur (tulang paha). Sebelum itu. “Dia tidak menyendiri. tak ada satu ahli pun yang menggali hingga kedalaman itu. mereka bertani dan meramu seperti manusia modern. Jumlahnya enam. hingga marabou atau bangau purba setinggi lebih dari 1. Sampai sekarang daya tarik homo floresiensis masih begitu kuat. tikus raksasa. tulang-tulang mereka tak komplet. stegodon atau gajah cebol. Sebab. Saat itulah rohaniwan yang juga arkeolog paro waktu itu tergugah rasa ingin tahunya. Di kedalaman 6 meter itu. Ahli-ahli kepurbakalaan di seluruh dunia masih terus memperbincangkannya. kehidupan para Hobbit habis total karena ada letusan gunung api di era tersebut. “Kami juga menemukan individu lain. *** Magnet Liang Bua sebagai tempat penelitian terjadi sejak era 1960-an. mereka yang kate itu harus berjuang di tengah lingkungan yang juga ditinggali komodo raksasa. ini mendukung teori bahwa Hobbit Flores bukanlah manusia cacat.Jatmiko ingat betul.

tanah digali 10 sentimeter demi 10 sentimeter pada petak berukuran 2 x 2 meter persegi. Mereka juga bisa menjelaskan salah kaprah bahwa homo floresiensis punya keturunan sampai sekarang. seluruh fasilitas ditanggung. 34. Mereka diberi honor Rp 45 ribu per hari per orang. Tanah yang diangkat lalu dicuci untuk memisahkan fragmen tulang atau temuan lain. warga di sini bisa disebut arkeolog. terutama yang masih muda. Liang Bua ini sudah akrab dengan warga di sekitar sini. hingga rokok yang diberikan sehari dua kali. Yang sering wisata minat khusus. Misalnya. ada Hobbit yang menjadikan gua tersebut sebagai rumah. “Saya berani jamin.” kata Jatmiko. yang bertugas menyortir fosil sebelum dikirim ke Arkenas. menggali situs penelitian tak sama dengan menggali kubur. “Sehingga. Bahkan. beliung. Warga pun tak hanya dilibatkan untuk menggali. “Mereka smart dan mau belajar.” katanya. Kalau saja tak ada aktivitas dari Arkenas siang itu. Berdasar penelitian itu tampak bahwa Liang Bua dihuni manusia modern sejak 10 ribu tahun silam. Padahal. jejak aktivitas pada masa Pastur Verhoeven pun kadang masih muncul. Jakarta. Setiap Arkenas melakukan penelitian di Liang Bua “selama kurang lebih dua bulan tiap tahun” ada sekitar 40 warga yang dilibatkan. manik-manik. sembari menunjukkan potongan tulang. suasana Liang Bua masih terasa sepi. Honor itu diterimakan tiap pekan. kopi. mulai warga purba hingga warga modern. “Yang wisata memang tak banyak. Kini. penjaga situs wisata Liang Bua. Sejak saat itu Liang Bua kondang sebagai tempat kajian arkeologis yang menyimpan berlaksa daya tarik. Selain honor. dan perunggu dari masa setelah zaman batu atau awal zaman logam. membersihkan.” kata Kornelis Jaman. Setelah itu. Warga ini lebih jago. memberikan pengawet khusus atau mengelem bagian yang retak. Meski sudah kondang sebagai tempat penelitian dan tempat wisata. warga sekitar Liang Bua terus-menerus dilibatkan untuk membantu penelitian. Warga Liang Bua. memang mendapat pujian secara khusus oleh Jatmiko. “Sampai sekarang kami masih temukan jejak-jejak peradaban lampau itu. tanah dikembalikan lagi ke tempat penggalian. warga Liang Bua.” kata Jatmiko. Makan.manusia modern disertai bekal-bekal kubur berupa periuk. Ini fosil tulang telinga stegodon. Saya berani adu mereka dengan arkeolog yang baru lulus perguruan tinggi. batu tulis anak-anak sekolah sekitar delapan dekade silam. “Kami memang sudah biasa memegang fosil.” kata Jatmiko. gua besar itu bisa jadi melompong. Di Liang Bua. Tim peneliti kerap menemukan grip dan sabak. Jauh sebelum itu. hingga melakukan perbaikan kecil terhadap fragmen-fragmen yang ditemukan.” kata Tensianus Tahu. Mereka juga bisa memilah. . kendi.

sayang tak banyak yang tertarik. Memang.Padahal. Namun. Mereka kerap dikunjungi turis.” kata Kornelis. Kantor Kornelis Jaman sendiri juga menjelma sebagai sebuah tempat pameran mini. Siang itu Kornelis mengajak saya ke Desa Rampasasa di dekat Liang Bua. diajak berfoto. Ada pula potret binatang purba yang pernah mendiami kawasan tersebut. Sekitar 200 meter sebelum Liang Bua ada gapura sederhana untuk menyambut pendatang. Di situ ada gambar-gambar sejarah Liang Bua plus patung orang kerdil setinggi sekitar 100 cm. ajakan Kornelis saya tolak. “Di situ ada keturunan orang pendek. plus dikasih duit. niat itu tampak tak terlampau besar. Cukup apik. Namun. Saya hanya tak tega melihat orang-orang yang kebetulan tubuhnya lebih pendek lantas “dituduh” begitu saja sebagai keturunan Hobbit… (doan – flores) (169) . niat menjadikan Liang Bua sebagai tempat rekreasi arkeologis sudah ada. Tembok waktu yang membuatnya tak mungkin beranak-pinak hingga sekarang. di Rampasasa ada beberapa orang yang tingginya hanya sekitar 140 cm. Saya bukannya condong ke pemikiran tim Arkenas bahwa homo floresiensis sudah punah dan ada tembok waktu dari aktivitas gunung purba yang memisahkannya dengan manusia modern.

sehingga tampil jendela pencarian spt gmb berikut: Jika anda ingin mencari kata atau kalimat tertentu pada website yang sedang aktif. Kita mulai saja dengan menggunakan fasilitas Search Setelah Internet Expolorer aktif. silahkan ketikkan kata atau kalimat yang ingin anda cari pada kotak isian dan lanjutkan dengan menekan Enter. kata atau kalimat yang anda cari akan ditampilkan Jika anda ingin mengadakan pencarian pada komputer anda sendiri. klick tool Search. klik “Search this computer for file” dan ditampilkan dialog berikut. Tunggu beberapa saat. komputer melakukan pencarian pada website yang aktif dan jika ditemukan.Fasilitas Internet Explorer Pada kesempatan ini anda di ajak untuk menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh Internet Explorer. .

dan komputer akan menampilkan semua yang berkaitan dengan gambar. Pilih “Picture and Photos” untuk menampilkan semua gambar dan foto. ketikan ?a”. Selanjutnya ditampilkan dialog berikut. musik atau video. pada kotak isian. photo. spt brkt Apabila pencarian dilakukan secara terbatas. misalnya hanya mencari file file yang huruf kedua nama file adalah “a”. music. Selanjutnya perintahkan untuk mencari dengan mengklik “Search” Tunggu beberapa saat.Pilih “ Picture. or video” untuk mencari yang berkaitan dengan gambar. Selanjutnya klik “Search .

Dengan menggunakan tombol tombol yang ada dibawah gambar. dan akan ditampilkan dialog spt gambar berikut. file-file tertentu ataupun folder tertentu Berikut anda di ajak untuk menggunakan fasilitas Internet Explorer yang lain yaitu Tool Favorites. untuk mengorganisir website yang pernah anda kunjungi sehingga memudahkan anda untuk mengunjunginya kembali apabila dibutuhkan Setelah internet explorer diaktifkan. Selanjutnya akan ditampilkan gambar yang anda pilih.Gambar yang anda temukan dapat anda akses dengan mengklik pada salah satu gambar yang anda inginkan. Klik Organizer. maka gambar tersebut dapat anda edit Selanjutnya anda sudah dapat mencoba untuk melakukan pencarian hal lain sperti musik. klik Favorites. video. . akan ditempilkan gambar sbb.

Pada jendela Hostory terdapat dua menu yaitu View untuk melihat topik dan Search untuk . digunakan untuk melihat perkembangan atau alur penjelajahan yang pernah anda dilakukan Klik “History”. akan ditampilkan jendela sbb. akhiri dengan menekan tombol Cloce Sekarang anda di ajak untuk menggunakan fasilitas Internet Explorer yang lain yaitu tool History.Dari gambar diatas dapat dilakukan beberapa hal: Creat Folder : Membuat folder baru Rename : Mengubah nama folder Delete : Menghapus folder Move to folder : Memindahkan ke folder tertentu Apabila kegiatan pengorganisiran website yang menjadi favorit anda selesai.

melakukan pencarian Klik View. akan ditampilkan daftar situs yang pernah ditelusuri pada hari ini ( To Day)sbb. dan ditampilkan spt gmb brk. jika pada pada inbok terdapat angka tertentu berarti ada surat masuk yang belum dibaca sebanyak angka tersebut. maka akan ditampilkan jendela Outlook Expres sperti gambar berikut: Perhatikan “Messages”. klik Read Mail. Untuk membacanya surat yang masuk. dan lanjutkan dengan memilih By site. silahkan anda klick “Inbox” . mengirim dan mendokumentasikan surat Klik tool Mail. Fasilitas lainnya yaitu Tool Mail digunakan untuk hal hal yang berkaitan dengan e-mail seperti membaca. Jika ingin membaca e-mail yang ada di dalam inbox anda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful