BAB II PEMBAHASAN A.

Pengertian Komunikasi Terapeutik Komunikasi dalam bidang keperawatan merupakan proses untuk menciptakan hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien untuk mengenal kebutuhan pasien dan menentukan rencana tindakan serta kerjasama dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu komunikasi terapeutik memegang peranan penting memecahkan masalah yang dihadapi pada dasarnya komunikasi terapeutik merupakan komunikasi proposional yang mengarah pada tujuan yaitu penyembuhan pasien pada komunikasi terapeutik terdapat dua komonen penting yaitu proses komunikasinya dan efek komunikasinya. Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi untuk personal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar petugas kesehatan dengan pasien. Menurut Purwanto komunikasi terapeutik merupakan bentuk keterampilan dasar utnuk melakukan wawancara dan penyuluhan dalam artian wawancara digunakan pada saat petugas kesehatan melakukan pengkajian member penyuluhan kesehatan dan perencaan perawatan. B. Tujuan komunikasi terapeutik Menurut Purwanto tujuan dari komunikasi terapeutik : 1. membantu pasien memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran mempertahakan kekuatan egonya. 2. Membantu mengambil tindakan yang efektif untuk mengubah situasi yang ada 3. Mengulang keraguan membantu dalam pengambilan tindakan yang efektif dan mempengaruhi orang lai lingkungan fisik dan dirinya. Dalam mencapai tujuan ini sering sekali perawat memenuhi kendala komunikasi yaitu : a. Tingkah laku perawat Dirumah sakit pemerintah maupun swasta, perawat memegang peranan penting; tingkah laku; gerak-gerik perawat selalu dinilai oleh masyarakat. Bahkan sering juga surat kabar memuat beritaberita tentang perawat rumah

1

sakit. Bertindak yang tidak sebenarnya. Dipandang oleh klien perawat judes, jahat dan sebagainya. b. Perawatan yang berorientasi Rumah sakit Pelaksanaan perawatan difokuskan pada penyakit yang diderita klien semata, sedangkan psikososial kurang mendapat perhatian. Tujuan pelaksaan perawatan yang sebenarnya yaitu manusia seutuhnya yang meliputi bio, psiko dan sosial. i. ii. iii. Bio : Kebutuhan dasar, makan minum, oksigen dan perkembangan keturunan. Psiko : Jiwa, perawat supaya turut membantu memecahkan masalah yang ada hubungnnya dengan jiwa Sosial : Perawat juga mengetahui kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat dari klien di dalam masyarakat. c. Perawat kurang tanggap terhadap kebutuhan, keluhan-keluhan, serta kurang memperhatikan apa yang dirasakan oleh klien sehingga menghambat hubungan baik. Saya sudah hampir 20 tahun menjadi perawat di rumah sakit ini, walaupun gaji saya kecil tapi saya dituntut untuk bekerja keras melayani para pasien sering kali saya mendapat cacian dari pasien karena saya terlambat memberikan pelayanan. Hal ini sering terjadi kalau saya piket malam karena keterbatasan jumlah perawat yang piket kemudian permintaan pelayanan dari pasien banyak sehingga kami kewalahan melayaninya dan berdampak pada keterlambatan pelayanan ujar suster T. Sehingga sering kali karena terlambat kami menerima cacian dari pasien dan takala kami menerangkan alasannya kenapa kami telat terus kami minta pengertaian dari pasiean untuk bersabar malah pasien sering mensalah artikan kata-kata kami sehingga kami kadang mendapat julukan suster cerewet atau suster judes “ tambahnya. Hal inilah yang sering terjadi sehingga dapat menghambat terjalinnya komunikasi terapeutik yang harmonis diantara perawat dan pasien. C. Manfaat Komunikasi Terapeutik 1. Mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dg pasien melalui hubungan perawat-klien 2

2. Mengidentifikasi, mengungkapkan perasaan, dan mengkaji masalah & mengevaluasi tindakan yg dilakukan oleh perawat D. Macam-Macsm Komunikasi Terapeutik Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan memungkinkan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya. Menurut Potter dan Perry (1993) dalam Purba (2003), komunikasi terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal, interpersonal dan publik. Menurut Potter dan Perry (1993), Swansburg (1990), Szilagyi (1984), dan Tappen (1995) dalam Purba (2003) ada tiga jenis komunikasi yaitu verbal, tertulis dan non-verbal yang dimanifestasikan secara terapeutik. 1. Komunikasi Verbal Jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah pertukaran informasi secara verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu. Kata-kata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengekspresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon emosional, atau menguraikan obyek, observasi dan ingatan. Sering juga untuk menyampaikan arti yang tersembunyi, dan menguji minat seseorang. Keuntungan komunikasi verbal dalam tatap muka yaitu memungkinkan tiap individu untuk berespon secara langsung. Komunikasi Verbal yang efektif harus: a. Jelas dan ringkas Komunikasi yang efektif harus sederhana, pendek dan langsung. Makin sedikit kata-kata yang digunakan makin kecil keniungkinan teijadinya kerancuan. Kejelasan dapat dicapai dengan berbicara secara lambat dan mengucapkannya dengan jelas. Penggunaan contoh bisa membuat penjelasan lebih mudah untuk dipahami. Ulang bagian yang penting dari pesan yang disampaikan. Penerimaan pesan perlu mengetahui apa, mengapa, bagaimana, 3

Perbendaharaan Kata (Mudah dipahami) Komunikasi tidak akan berhasil. perasaan atau ide yang terdapat dalam suatu kata. Selaan dan kesempatan berbicara Kecepatan dan tempo bicara yang tepat turut menentukan keberhasilan komunikasi verbal. dan jika ini digunakan oleh perawat. terutama sangat penting ketika menjelaskan tujuan terapi. siapa dan dimana. Banyak istilah teknis yang digunakan dalam keperawatan dan kedokteran. Ucapkan pesan dengan istilah yang dimengerti klien. b. memberi waktu kepada pendengar untuk mendengarkan dan memahami arti kata. sedangkan arti konotatif merupakan pikiran. 4 . tetapi perawat akan menggunakan kata kritis untuk menjelaskan keadaan yang mendekati kematian. Selaan perlu digunakan untuk menekankan pada hal tertentu. dengan menggunakan kata-kata yang mengekspresikan ide secara sederhana. d. menyimak isyarat nonverbal dari pendengar yang mungkin menunjukkan. Arti denotatif dan konotatif Arti denotatif memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan. Perawat sebaiknya tidak berbicara dengan cepat sehingga kata-kata tidak jelas. Daripada mengatakan “Duduk. Ketika berkomunikasi dengan keperawat harus hati-hati memilih kata-kata sehingga tidak mudah untuk disalah tafsirkan. terapi dan kondisi klien. Kata serius dipahami klien sebagai suatu kondisi mendekati kematian. jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan. klien dapat menjadi bingung dan tidak mampu mengikuti petunjuk atau mempelajari informasi penting. Selaan yang tepat dapat dilakukan dengan memikirkan apa yang akan dikatakan sebelum mengucapkannya. c. Selaan yang lama dan pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain mungkin akan menimbulkan kesan bahwa perawat sedang menyembunyikan sesuatu terhadap klien.kapan. Ringkas. sementara saya akan mengauskultasi paru paru anda” akan lebih baik jika dikatakan “Duduklah sementara saya mendengarkan paru-paru anda”.

Oleh karena itu. pembuatan memo. 2. iklan di surat kabar dan lain. perawat harus peka terhadap ketepatan waktu untuk berkomunikasi. meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit. Konkrit 5 . tidak waktunya untuk menjelaskan resiko operasi. e. Lengkap b.lain. f. Begitu pula komunikasi verbal akan lebih bermakna jika pesan yang disampaikan berkaitan dengan minat dan kebutuhan klien. seperti komunikasi melalui surat menyurat. Humor Dugan (1989) dalam Purba (2003) mengatakan bahwa tertawa membantu pengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres. mengurangi ansietas. Pertimbangan d. Sullivan dan Deane (1988) dalam Purba (2006) melaporkan bahwa humor merangsang produksi catecholamines dan hormon yang menimbulkan perasaan sehat. Komunikasi Tertulis Komunikasi tertulis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam bisnis. memfasilitasi relaksasi pernapasan dan menggunakan humor untuk menutupi rasa takut dan tidak enak atau menutupi ketidak mampuannya untuk berkomunikasi dengan klien. Kendatipun pesan diucapkan secara jelas dan singkat. Prinsip-prinsip komunikasi tertulis terdiri dari : a. Bila klien sedang menangis kesakitan. tetapi waktu tidak tepat dapat menghalangi penerimaan pesan secara akurat.Perawat juga bisa menanyakan kepada pendengar apakah ia berbicara terlalu lambat atau terlalu cepat dan perlu untuk diulang. dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien. laporan. Waktu dan Relevansi Waktu yang tepat sangat penting untuk menangkap pesan. Ringkas c.

misalnya.e. Benar Fungsi komunikasi tertulis adalah: a. Dapat meyampaikan ide yang rumit f. c. surat pengangkatan. Alat pengingat/berpikir bilamana diperlukan. Dapat menegaskan. evaluasi dan ringkasan menyebarkan informasi kepada khalayak ramai c. Adanya dokumen tertulis b. Memakan waktu lama untuk membuatnya b. Sebagai tanda bukti tertulis yang otentik. Susah untuk mendapatkan umpan balik segera f. Komunikasi tertulis cenderung lebih formal d. Sebagai bukti penerimaan dan pengiriman Memberikan analisa. Keuntungan Komunikasi tertulis adalah: a. Memakan biaya yang mahal c. misalnya surat yang telah diarsipkan. Sopan g. Dapat menimbulkan masalah karena salah penafsiran e. persetujuan operasi. misalnya surat keputusan. Dokumentasi historis. Jaminan keamanan. e. Bentuk dan isi surat tidak dapat di ubah bila telah dikirimkan 6 . e. Pedoman atau dasar bertindak. surat perintah. Untuk penelitian dan bukti di pengadilan Kerugian Komunikasi tertulis adalah: a. b. Membentuk dasar kontrak atau perjanjian h. menafsirkan dan menjelaskan komunikasi lisan. Jelas f. g. d. d. misalnya surat dalam arsip lama yang digali kembali untuk mengetahui perkembangan masa lampau. umpamanya surat keterangan jalan.

Bila penulisan kurang baik maka akan membingungkan Si pembaca. merabaraba. c. Paralinguistik Paralinguistik meliputi setiap penggunaan suara sehingga dia bermanfaat kalau kita hendak menginterprestasikan simbol verbal. Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. 3. obat yang mujarab. cara memakai kondom. mengelus dan mencubit. cara mengaduk obat. karena isyarat non verbal menambah arti terhadap pesan verbal. Proksemik Proksemik yaitn bahasa non verbal yang ditunjukkan oleh “ruang” dan “jarak” antara individu dengan orang lain waktu berkomunikasi atau antara individu dengan objek. b. Perawat yang mendektesi suatu kondisi dan menentukan kebutuhan asuhan keperawatan. Perhatikan bahwa dalam pengalihan informasi mengenai kesehatan. Atas dasar itu maka ada ahli kumunikasi non verbal yang mengatakan haptik itu sama dengan menepuk-nepuk. Perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan klien mulai dan saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan. Morris (1977) dalam Liliweni (2004) membagi pesan non verbal sebagai berikut: a. Sebagai contoh. memegang. artinya tidak ada lagi jarak di antara dua orang waktu berkomunikasi. Haptik mengkomunikasikan relasi anda dengan seseorang. para penyuluh tidak saja menggunakan katakata secara verbal tetapi juga memperkuat pesan-pesan itu dengan bahasa isyarat untuk mengatakan suatu penyakit yang berbahaya. Haptik Haptik seringkali disebut zero proxemics. Kinesik Kinesik adalah pesan non verbal yang diimplementasikan dalam bentuk bahasa isyarat tubuh atau anggota tubuh. dan lain-lain. orang7 .g. d. Komunikasi Non Verbal Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata.

f. kurus. Mengeritik orang lain biasanya tidak diungkapkan secara langsung tetapi dengan anekdot. terutama bagi organisasi swasta. Artifak Kita memehami artifak dalam komunikasi komunikasi non verbal dengan pelbagai benda material disekitar kita. Salah satu keutamaan pesan atau informasi kesehatan adalah persuasif. maka makin tinggi status sosial orang itu. Kita sering menilai seseorang mulai dari warna kulitnya. Namun dalam situasi sosial tertentu benda-benda itu memberikan pesan kepada orang lain. memutuskan untuk membeli atau menolak produk bisnis yang disebarluaskan oleh sumber informasi. Ini berbeda dengan orang Batak dan Timor yang mengungkapkan segala sesuatu dengan suara keras. 8 .orang Muang Thai merupakan orang yang rendah hati. Logo dan Warna Kreasikan perancang untuk menciptakan logo dalam penyuluhan merupaka karya komunikasi bisnis. gemuk. pakaian. mobil. Tampilan Fisik Tubuh Acapkali anda mempunyai kesan tertentu terhadap tampilan fisik tubuh dari lawan bicara anda. televisi. tipe tubuh (atletis. Kita dapat menduga status sosial seseorang dan pakaian atau mobil yang mereka gunakan. Makin mahal mobil yang mereka pakai. Sepeda motor. (Liliweri. ceking. bungkuk. mirip dengan orang jawa yang tidak mengungkapkan kemarahan dengan suara yang keras. namun model keija m dapat ditirn dalam komunikasi kesehatan. e. menikmati informasi. gendut. lalu bagaimana cara benda-benda itu digunakan untuk menampilkan pesan tatkala dipergunakan. Biasanya logo dirancang untuk dijadikan simbol da suatu karaya organisasi atau produk da suatu organisasi. Bentuk logo umumnya berukuran kecil dengan pilihan bentuk. warna dan huruf yang mengandung visi dan misi organisasi. artinya bagaimana kita merancang pesan sedemikian rupa sehingga mampu mempengaruhi orang lain agar mereka dapat mengetahui informasi. komputer mungkin sekedar benda.Tipe tubuh itu merupakan cap atau warna yang kita berikan kepada orang itu. dan lain-lain). g. 2007:108). kulkas.

E. percaya. dan menghargai 3. 3. 8. 9. Perawatan mengenal dirinya Komunitas harus ditandai dengan sikap saling menerima. Alturism Prinsip komunikasi terapeutik menurut Suryani 1. 2. Prinsip Komunikasi Terapeutik Prinsip komunikasi terapeutik menurut Carl Rogers 1. 5. Klien harus merupakan focus utama dari interaksi 9 . Perawat harus memahami dan menghayati nilai yang dianut klien Perawat harus menyadari pentingnya kebutuhan klien Perawat harus menciptakan suasana yang nyaman Perawat harus memotivasi klien Perawat harus menguasai perasaannya sendiri Memahami betul arti empati Berpegang pada etika 10. Hubungan perawat dank lien saling menguntungkan Perawat harus menghargai keunikan klien Perawat harus mampu menjaga harga dirinya dan harga diri klien Komunikasi yang menciptakan tumbuhnya hubungan saling percaya (trust) Prinsip kominikasi terapeutik menurut Purwanto 1. 4. 2. 4. Bertanggung jawab 11. 6. 7.

Sikap Konkret 10 . Sikap empati Bentuk sikap dengan cara menempatkan diri kita pada posisi anak danorang tua. Tingkah laku professional Membuka diri Hubungan social dengan klien harus dihindari Kerahasiaan klien harus dijaga Kompetensi intelektual harus dikaji untuk menentukan pemahaman Implementasi intervensi berdasarkan teori Memelihara interaksi yang tidak menilai Beri petunjuk klien untuk mengintrepetasikan kembali pengalaman secara rasional 10. 7. 9. sikapkepercayaan kita pada anak. 4. rasa suka dan menghargai klien. Sikap hormat B entuk s ikap yan g menunj ukkan adan ya s uatu kepedu l ian atau perhatian.2. Misalnya : senyum pada saat yangtepat. 2. 8. 3. Telusuri interaksi verbal klien melalui statement klarifikasi dan hindari perubahan subyek atau topic jika perubahan isi topic merupakan sesuatu yang sangat menarik klien Prinsip komunikasi terapeutik menurut DE VITO 1. 6. melaku kan jabat tangan atau s entuhan ya ng lemb u t dengan s eizi n komunikan. 3. Sikap kesejatian M enghi ndari me mb uka diri yan g terlalu dini s ampai den g an a nak menunjukkan kesiapan untuk berespon positif terhadap keterbukaan. 5. 4.

kibaran bendera. F.rabaan (lambang yang berupa rangsangan rabaan). e . keluarga maupun masyarakat. dan sebagainya. Dirumah sakit message bisa berupa nasehat perawat. gerakan dan sebagainya. individu. M e d i a Sarana tersebut bisa meliputi. pembicaraan.B entuk s ikap dengan menggu nakan ter minolog i ya ng s pes if ik dan bukan abstrak pada saat komunikasi. d . Bisa berupa pasien. Komunikator bisa juga berarti tempat berasalnya sumber pengertian yang dikomunikasikan. atau tanda-tanda lain dengan interpretasi yang tepat akan memberikan arti dan makna tertentu. keluarga maupun kelompok yang mengambil inisiatif dalam menyelenggarakan komunikasi dengan individu atau kelompok lain yangmenjadi sasarannya. Message (Pesan) Merupakan berita yang disampaikan oleh komunikator melaluilambanglambang. F e e d b a c k Merupakan arus umpan balik dalam rangka proses berlangsungnya aruskomunikasi. Tahap interaksi pada komunikasi terapeutik 11 . suara lambaian tangan. laporan. b. sinar. Komponen Komunikasi Komponen-komponen Komunikasi Ada 5 faktor yang berperan dalam berkomunikasi. penciuman (lambang berupa bau). penglihatan (lambang berupa gambar. c. sinar). Message bisa berupagerakan. hasil konsultasi pada status pasien. Komunikator (Pembawa berita) Bisa individu. Hal ini bisa juga dijadikan patokan sejauh mana pencapaian dari pesan yang telah disampaikan. pendengaran (lambang berupa suara). Komunikan (Penerima berita) Merupakan objek sasaran dari kegiatan komunikasi atau orang yangmenerima berita atau lambang. Kelima faktor tersebut antara lain : a. G.

Tahap Prainteraksi M engum pulkan b. melakukan validasi . Tahap Perkenalan Memberi salam dan senyum pada klien. Kualitas-kualitas keterbukaan dan lain seperti sifat juga bersahabat terungkap. berkembang melalui tahap-tahap yaitu : 1. Tahap Terminasi Menyimpulkan hasil wawancara meliputi evaluasi proses dan hasil. Tahap awal atau tahap orientasi pada tahap ini antara petugas dan pasien terjadi kontak dan pada tahap iini penampilan fisik begitu penting karena dimensi fisik paling terbuka untuk diamati. Tahap Kerja Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya karena akanmemberitahu tentang hal yang kurang dimengerti dalam komunikasi. mengobservasi. kehangatan. Yang dapat dinamisme dialkukan pada terapi ini menurut purwanto ialah pengenalan. waktu dan menjelaskan kerahasiaan klien c. memperkenalkan nama d e n g a n tujuan. tindak lanj ut. d an meng akhiri wawancara dengan cara yang baik Wood mengatakan pada umumnya hubungan antar pribadi data tentang klien dengan mempe laj ari s tatu s atau bertanya kepada orangtua tentang masalah yang ada. yang ada.a. mengidentifikasi masalah dan mengukur tingkat kecemasan diri pasien. kontrak. 12 pengkajian evaluasi . selain itu juga menanyakan keluhan utama. menurut purwanto (1994: 25) dialkukan untuk meningkatkan sikap penerimaan melanjutkan satu sama lain dan untuk mengatasi masalah kecemasan. d. 2. Tahap lanjutan adalah tahap pengenalan lebih jauh.membe r ik an reinf orceme nt pos itif. mencari k e b e n a r a n data yang ada.

Pada tahap ini termasuk pada tahap persahabatan yang menghendaki agar kedua pihak harus merasa mempunyai kedudukan yang sama. Terminasi sementara adalah akhir dari setiap pertemuan. pada terminasi ini klien akan bertemu kembali pada 13 . persahabatan mempunyai beberapa fungsi. melakukan peningkatan komunikasi untuk mengurangi ketergantungan pasien pada petugas. Secara psikologis komunikasi yang bersifat terapeutik akan membuat pasien lebih tenang. membuat pihak lain menjadi senang 4. Menurut Uripni (1993: 61) bahwa tahap terminasi dibagi dua. membagi pengalaman agar kedua pihak merasa sama-sama puas dan sukses 2. yang diukur antara lain mengantisipasi masalah yang akan timbul karena pada tahap ini merupakan tahap persiapan mental atas rencana pengobatan. dalam artian ada keseimbangan dan kesejajaran kedudukan. merupakan fase persiapan mental untuk membuat perencanaan tentang kesimpulan perawatan yang didapat dan mempertahankan batas hubungan yang ditentukan. membantu sesama kalau dia berhalangan untuk suatu urusan Purwanto (1994:26) mengatakan pada tahap komunikasi terapeutik ini harus (1) melanjutkan pengkajian dan evaluasi masalah yang ada (2) meningkatkan komunikasi (3) mempertahankan tujuan yang telah disepakati dan mengambil tindakan berdasarkan masalah yang ada. yaitu : 1. menunjukan hubungan emosional 3. Terminasi merupakan akhir dari setiap pertemuan antara petugas dengan klien. Argyle dan Henderson dalam Liliweri (1997:55) mengemukakan. Tahapan terminasi menurut purwanto (1994:26) pada tahap ini terjadi pengikatan antar pribadi yang lebih jauh. dan tidak gelisah.menurut De Vito (1997:24) komunikasi pada tahap ini mengikatkan pada diri kita untuk lebih mengenal orang lain dan juga mengungkapkan diri kita. yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir.

Peraturan-peraturan rumah sakit 2.waktu yang telah ditentukan. bel dimeja bila keperluan memanggil perawat 6. Hal 14 . peraturan jam berkunjung 3. 8. Orang yang jujur dapat menjamin kekekalan persahabatan. WC dan sebagainya. Kejujuran Untuk keberhasilan suatu pekerjaan tergantung pada manusia yang jujur dalam menjalankannya. peraturan makan sehari 3 kali 4. sedangkan terminasi akhir terjadi jika klien selesai menjalani pengobatan. Karena dari budi pekertilah yang menentukan martabat/derajat tinggi rendahnya sifat manusia itu sendiri. bagi klien yang bisa jalan. Budi Pekerti Dalam Keperawatan Budi pekerti keperawatan merupakan salah satu pendorong kekuatan (stimulus) bagi perawat dalam melaksanakan tugasnya setiap hari. Lebih-lebih pekerjaan di rumah sakit. di mana hidup dan mati sering tergantung pada hal-hal yang remeh saja. keberesan pekerjaan dan kehormatan. perlu diberitahu tempat kamar mandi. makanan yang perlu dimakan (dietnya) atau bila ada keluarga yang membawa makanan sendiri 5. Mempertebal kejujuran itu bukan suatu usaha yang mudah. Penjelasan Perawat-Klien Baru datang Yang perlu dijelaskan oleh perawat kepada klien yang baru datang adalah meliputi : 1. waktu jam mandi 9. jam kunjungan dokter 7. Memperkenalkan teman klien sekamar (klien di bed sebelahnya).

Mengisi status atau daftar mengenai pasien harus tepat dan yakin akan ketepatannya. Hendaknay jangan sekali-kali memiliki atau menggunakan barang orang lain secara tidak sah tanpa ijin pemiliknya. Kejujuran ini penting bagi perawat itu sendiri maupun bagi rumah sakit dan masyarakat umum. melaporkan hal sebenarnyatentang keadaan klien kepada atasan secara benar. 2. Sehingga kesalahan itu dapat segera dibetulkan/diperbaiki atau sekurang-kurangnya bisa disederhanakan. Tidak membohong. Jujur dalam kelakuan dan tindakan serta pembicaraan adalah penting untuk klien dan lingkungannya. Hal ini penting karena perawat dalam melaksanakan pekerjaannya setiap hari selalu berhubungan dengan orang banyak. Jika menemukan kesalahan dalam mengambil tindakan atau dalam pelaksanaan tugas. 3.ini memerlukan latihan intensif dari athun ke tahun yang sabar. Kejujuran dalam keperawatan dapat dibagi menjadi 3 (tiga) : 1. Jujur terhadap pekerjaan misalnya mengenai pengobatan. Jujur dalam perkataan. Bila menemukan perawat tidak jujur dalam arti kata memalsukan laporan atau membuat laporan tidak betul sehingga fatal bagi pasien seharusnya tidak diberi tanggung jawab atau diskors sama sekali dari 15 . jujur terhadap lingkungan. Dalam dunia keperawatan kejujuran itu mempunyai arti yang luas sekali. hendaknya segera lapor kepada atasan atau kepala ruangan. Tidak menceritakan kejengkelan orang lain ataupun mengadu domba. Menuliskan suhu klien tidak bisa dikira-kira begitu saja karena mengacaukan diagnosis nantinya tindakan demikian tidak jujur namanya. Kejujuran dalam menunaikan tugas bagi perawat sangat penting karena bertalian dengan keselamatan jiwa pasien. Jujur serta bertanggung jawab dalam mengurus klien setiap hari. laporan-laporan yang berhubungan dengan keadaan pasien.

Open-ended question 5. Karena menjadi perawat tidak boleh sembrono dalam bertindak. Mengklarifikasi 7. Humor I.tugas-tugasnya. Menanyakan pertanyaan yg berkaitan 4. Unsur komunikasi terdiri dari : Sumber komunikasi yaitu pengirim pesan atau sering disebut komunikator yaitu orang yang menyampaikan atau menyiapkan pesan. Menempatkan kejadian scr berurutan 17. Memberikan kesempatan pd klien utk menguraikan persepsi 18. Mendengarkan dg penuh perhatian 2. Teknik Komunikasi Terapeutik 1. Menunjukkan penerimaan 3. Menyatakan hasil observasi 9. H. Menawarkan informasi 10. Komunikator dalam makalah ini adalah para 16 . Diam ( memelihara ketenangan ) 11. Memberikan kesempatan pd klien utk memulai pembicaraan 15. Memfokuskan 8. Menawarkan diri 14. Proses Komunikasi terapeutik Proses ini terdiri dari unsur komunikasi prinsip komunikasi dan tahapan komunikasi. Menganjurkan utk meneruskan pembicaraan 16. Assertive (mengekspresikan pikiran & perasaan diri) 20. Refleksi 19. Memberikan penghargaan 13. Mengulang ucapan klien dg kata-kata sendiri 6. Meringkas 12.

Terjadi antara nurse ‘n klien atau anggota tim kesehatan lainnya. karena mempunyai tujuan. dan berfokus pd pasien yg membutuhkan bantuan c. dan dapat diterima komunikan. Perbedaan Komunikasi Terapeutik dengan Komunikasi Sosial 1. yaitu pesan merupakan salah satu unsur penting yang harus ada dalam proses komunikasi. Pesan itu harus menarik minat dan kebutuhan pribadi penerima 4. Prinsip komunikasi terapeutik Komunikasi prinsip yang interpersonal dengan yang terapeutik mempunyai De beberapa Vito yaitu sama komunikasi interpersonal keterbukaan. Pesan harus berisi hal-hal yang mudah difahami 5. proses komunikasi tidak terjadi. Komunikasi terapeutik : a. Pesan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti kedua belah pihak 3. 1981:104). sakit kronis. Pesan harus direncanakan 2. empati. Komunikasi Sosial : a. sifat mendukung sikap positif dan kesetaraan. Komunikasi bersifat dangkal. Pesan yang disampaikan tidak samar-samar. b. Komunikasi ini umumnya lebih akrab. Unsur komunikasi terapeutik selain komunikator. Tanpa kehadiran pesan.perawat yang tugas utamanya ialah membantu pasien dalam mengatasi masalah sakit akut. Kemampuan komunikator mencakup keahliaan atau kredibilitas daya tarik dan keterpercayaan merupakan faktor yang sangat berpengaruh dan menentukan keberhasilan dalam melakukan komunikasi (TAN. tidak mempunyai tujuan 17 . Effendy (2000:41) mengatakan bahwa komunikasi akan berhasil bila pesan yang disampaikan memenuhi syarat sebagai berikut: 1. Terjadi setiap hari antar-orang per orang b. Moore dalam Rakhmat (1993:297) mengemukakan bahwa keberhasilan komunikasi sangat ditentukan oleh daya tarik pesan. Nurse secara aktif mendengarkan & memberi respon kepada klien dg cara menunjukkan sikap mau menerima & mau memahaminya 2. J. dan memberikan pertolongan pertama pada pasien dalam keadaan gawat darurat. dapat dimengerti. Komunikasi akan berhasil bila pesan yang disampaikan tepat. Komunikator memiliki peranan penting untuk menentukan keberhasilan dalam membentuk kesamaan persepsi dengan pihak lain dalam makalah ini ialah pasien.

Dapat direncanakan tetapi juga dapat tidak direncanakan 18 . dll d. aktifitas sosial.c. Pembicara tidak mempunyai focus tertentu. hanya kebersamaan dan rasa senang e. Lebih banyak terjadi dlm pekerjaan.

?” (sambil tersenyum).sambil meringis) : “Namanya Pak Ridwan Burhanudin”. Pasien Keluarga Perawat :( Pasien hanya diam..”...).. (sambil tersenyum).. boleh saya tahu nama Bapak siapa.iya Pak untuk mempermudah dan memperlancar proses pengobatan Bapak disini... : “Bapaknya senang dipanggil apa?” 19 . “Oh.BAB III Role Play BAB III B.... baik berupa respon berbicara maupun gerak tubuhnya.berumur 45 tahun...pasien ini bernama Bapak Riduan Burhanuddin.Pasien ini masih mampu memberi respon terhadap setiap stimulus yang diberikan kepadanya.Berikut ini kami akan menampilkan roleplaynya. (Pasien diam dan terlihat lemah ) : “Perkenalkan nama saya suster Monika.7.kami dari kelompok 10 akan menampilkan rolepaly mengenai komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat terhadap pasiennya. Roleplay Asslm.Roleplay ini akan dimainkan oleh : Pasien Perawat Leader : Muhammad Riduan : Monicha Edita Prima : Janiati Keluarga Pasien : M..(sambil tersenyum)”.Dari pemeriksaan yang dilakukan pasien ini mengalami demam yang sangat tinggi dan timbul bercak-bercak merah di kulitnya. Pasien didiagnosa menderita DBD (Demam Berdarah )...Pagi ini pasien dipindahkan ke ruangan Melati no.... Reza Azmei Pasien tiba di rumah sakit Medika tadi pagi sekitar jam 03:00 dan diinapkan sementara di ruangan Unit Gawat Darurat. “Saya akan membantu bapak selama berada di rumah sakit ini”. : “Wa’alaikumsalam. (sambil tersenyum ramah.”... Perawat Keluarga Perawat : “Assalammuala’ikum.

Sus...Sus.. Panasnya tinggi.... : “Hmm.).”.....).!” (wajah pasien memelas dan berbicara dengan nada rendah ) : “Iya.)..?” (perawat empati. Sus.....7. Pasien Keluarga Perawat : (Pasien tersenyum... saya mau bertanya sebelum Bapak masuk rumah sakit apa keluhan-keluhan yang bapak rasakan..?” (Perawat mulai mengintrogasi. (keluarga kelihatan khawatir. demam panasnya yang tinggi baru kemarin Sus.)...”. “Pak. (sambil tersenyum.)...”....... dengan tahu siapa nama Bapak.)..... (sambil tersenyum. : “Tiga hari yang lalu.... : “Tapi. : ( Pasien mengangguk.......Kemarin... : “Iya. semoga bapak merasa nyaman selama disini. : “Oh...?” : “Oh saya anaknya Sus.Mas ini siapanya Pak Ridwan..)...... Panasnya sangat tinggi dan kulit Bapak mulai timbul seperti bercak-bercak merah”.”.Sejak kapan bapak mulai demam panas. Jadi saya enak memanggil Bapak.. 20 .).. : “Oh...”. : “Permisi Pak.) : “Bapak biasanya dipanggil Pak Ridwan....Terima kasih atas informasinya Pak.. (sambil tersenyum ramah)... (sambil tersenyum ramah.Kalau begitu saya panggil Pak Ridwan saja ya... Bapak sekarang berada di Rumah Sakit Medika Ruangan Melati No.Sus... (wajah keluarga kelihatan khawatir). Pasien Keluarga Perawat Pasien Keluarga : “Saya sering menggigil...?” dan suka menggigil.........Pasien Keluarga Perawat Pasien Perawat Keluarga Perawat : ( Pasien tidak menjawab.”.”...Sus....!” (suara pasien parau.) : “Hmm.

).... : “Baiklah.. saya akan melakukan pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah bapak.. “Bapak mau melakukan sendiri atau saya bantu Pak.!” (Perawat menyiapkan alat..... Pasien Perawat Perawat : “Maaf saya dibantu saja Sus. (Beberapa menit kemudian..)..)...... : “Baiklah Pak ternyata suhu tubuh Bapak 40*C dan tekanan darah Bapak 70/60mmHg”.)...Sus......?” “Jadi....Perawat : “Menurut Bapak apa yang menyebabkan Bapak suka menggigil dan upaya apa saja yang telah Bapak lakukan untuk mengurangi rasa menggigil Bapak itu”.. (keluarga berusaha menjelaskan. Bapak hanya meminum obat penurun panas biasa... (Perawat menerangkan kepada keluarga dan pasien... : “Jadi......!” (Pasien kelihatan lemah hampir tidak berdaya.(Perawat tersenyum. Pasien Keluarga Perawat : “Saya merasa dingin.Sus........ “ Sekarang kita periksa tekanan darah Bapak ya!” (sambil mempersiapkan tensi.. bagaimana pengobatannya ....?” (keluarga kelihatan panik sekali..)..). baiklah pak saya sudah melakukan pengukuran suhu tubuh Bapak”..?” (Perawat sambil memegang alat. tapi tidak tahu apa sebabnya. (Beberapa menit kemudian. : “Pak untuk mengetahui keluhan-keluhan yang bapak rasakan.).)........). Pasien Perawat Keluarga : “Baiklah .... Pak saya mau mengukur suhu tubuh bapak dulu!” (sambil tersenyum ramah kepada pasien.. selama saya periksa.. 21 ..... (Perawat kelihatan serius..Sus.. : “Hmm.)....).!” (Perawat menjelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan...).).....). Bapak sakit apa ya...sekali Sus.... : “Bapak tenang saja ya pak....” (Pasien merintih..... Pasien Perawat : (Pasien hanya menganggukkan kepala..”.“Permisi ya. Pak”..”. : “Selama di rumah..Sus.. ).

.Bapaknya.... kita kompres Bapaknya dulu ya.).. “Mas..karena obatnya belum diambil...?” Pasien Perawat Pasien Perawat Pasien : “Masih sama...Sus...Pak mau saya bantu lagi atau Bapak sendiri yang mengukurnya?” (sambil tersenyum...Sus.Pak saya kompres dulu ya.)...... : “Iya...saya ukur lagi ya suhu tubuh Bapak.....!” (Pasien kelihatan lemah....Sus.!” (Perawat mempersiapkan alat....).... (Pasien dan keluarga menjawab serentak.lakukan..!” mempersiapkan alat...)..Sus. : “Dibantu saja......!” (Perawat memperagakan cara mengompres kepada keluarga pasien. : “Oh.pasrah.?” “Selama saya pergi mas............!” (sambil tersenyum..)... : “Iya..... Pasien & Keluarga Keluarga Perawat : “Terima kasih..............)........ : “Begini saja mas...”. “Maaf ...Sus.. : “Baiklah Pak..!” (suara pasien parau.) : “Jadi apa yang harus kami lakukan Sus?” (wajah keluarga memelas. “Coba mas... “Bagaimana keadaan Bapak setelah di kompres...Mas nanti kalau kompresnya sudah kering nanti celupkan lagi ya waslapnya...!” (Beberapa menit kemudian..?” “Apa Bapak merasa lebih enakan.)...... jadi saya belum tahu penyakitnya... (Perawat Keluarga Perawat : “Begini ya.!” “Seperti ini ya... (Perawat menenangkan pasien dan keluarga.)....ramah...)...Perawat : “Mas tenang saja.!” (Pasien kelihatan..).......!” (Perawat mengompres pasien............)..bisa tolong saya....mas kompresnya...untuk menurunkan panasnya..).).. 22 .iya.?” (Keluarga kelihatan sudah mengerti...... karena saya belum konsultasi dengan dokternya..kompres dulu ya..

. ”Mas.sekitar 1 jam lagi saya kembali”..... : “Saya permisi dulu ya..tolong di jaga ya Bapaknya.. 23 ...Assalammuala’ikum..)..... “Pak....!” (Beberapa menit kemudian..........suhu tubuh Bapak belum ada perubahan”.”Mas...!” “Maaf...ramah)....! ”Nanti saya lihat perubahan suhu tubuh Bapak dan tindakan apa yang tepat untuk Bapak”. “Sampai jumpa nanti..Pak saya ukur ya...kompres terus Bapaknya seperti yang saya ajarkan tadi ya. (Sambil tersenyum.........”. (Pasien dan keluarga menjawab serentak..”.....).....Pak saya tinggal dulu ya.Sus. Pasien & keluarga Perawat : “Iya..Perawat : “Baiklah...Pak..”...

FAKTOR PRESDISPOSISI 1. IDENTITAS KLIEN Nama/ Jenis Kelamin Tanggal masuk RS Alamat Status Perkawinan Sumber Data Bentuk tubuh II. ALASAN MASUK : : : : : : Umur No CM Pendidikan Pekerjaan Suku : : : : : III.BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN PENGKAJIAN KEPEAWATAN KESEHATAN JIWA Ruang rawat : I. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu? ( ) ya. Pengobatan sebelumnya kemana : 3. Trauma Usia Pelaku Korban Saksi Aniaya Fisik Aniaya Seksual Penolakan Kekerasan dalam keluarga Tindakan Kriminal Jelaskan : 4 Adakah anggota keluarga yang mengalami ganguang jiwa? ( )ya ( ) tidak Hubungan keluarga : Gejala: Riwayat pengobatan: Adakah pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan? (perceraian/perpisahan/konflik dsb) 5 24 .tahun ( ) tidak 2.

PRESEPSI KELUAGA TAS MASALAHNYA 3. PEMERIKAAN FISIK 1. Koping keluarga terhadap masalah klien VII. KOPING DAN HARAPAN KLIEN/KELUARGA 1. TD mmHg N x/menit S o C P x/menit 25 . Koping klien terhadap masalah yang dihadapi 2. HARAPAN KELUARGA SEHUBUNGAN DENGAN PEMECAHAN MASALAH VI. PRESEPSI KLIEN ATAS MASALANYA 2.IV FAKTOR PRESPITASI V PRESEPSI DAN HARAPAN KLIEN DAN KELUARGA 1. HARAPAN KLIEN SEHUBUNGAN DENGAN PEMECAHAN MASALAH 4.

KELUARGA GENOGRAM 1. KONSEP DIRI Citra Tubuh Identitas Peran Ideal diri Harga diri 2. PSIKOSOSIAL 1. PRESEPSI GANGGUAN KELUARGA IX. HUBUNGAN SOSIAL Orang yang berarti 26 . POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN 2. PRESEPSI PERAN DALAM KELUARGA 3.2. Keluhan Fisik kg TB Cm VIII. Berat Badan 3.

SPIRITUAL Nilai dan keyakinan Kegiatan Ibadah X. PENDIDIKAN DAN PERKEJAAN 4. BUDAYA 6. GAYA HIDUP 5. penampilan ( ) tidak rapi ( ) penggunaan pakaian tidak sesuai ( ) cara berpakaian tidak seperti biasa Jelaskan : 2 Aktifitas motorik ( ) lesu ( ) tik ( )tegang ( )grimasem ( ) gelisah ( ) agitasi ( )tremor ( ) kompulsif 27 .Peran serta dalam kehdupan masyarakat/kelompok Hambatan hubugan dengan orang lain 3. STATUS MENTAL 1.

Arus pikir ( ) sirkumstansial ( ) tangensial Jelaskan : : : halusinasi ( ) pendengaran ( ) perabaan ( )pengelihatan : ( ) pengecapan ( ) depersonalisasi ( ) ide yang terkait ( ) nihilistis ( ) sisip piker ( ) pikiran magis ( ) hipokondria ( ) curiga ( ) kebesaran ( ) control piker ( ) siar piker ( ) flight of idea ( ) blocking ( ) perseverasi ( ) kehilangan asosiasi 9. Isi piker ( ) obsesi ( ) phobia Waham ( ) agama ( ) somatic Jelaskan 8.Jelaskan : 3 Alam perasaan ( ) sedih ( ) kuatir ( ) gembira berlebihan Jelaskan : 4 EFEK ( ) labil Jelaskan : ( ) Ketakutan ( )putus asa ( ) datar ( ) tumpul ( ) tidak sesuai 5 Interaksi selama wawancara ( )deensif ( ) curiga ( ) mudah tersinggung ( ) bermusuhan ( ) tidak kooperatif Jelaskan . Persepsin Jelaskan 7. Tingkat kesadaran 28 . 6.

Memori : ( ) stupor ( ) disorientasi waktu ( ) disorientasi orang ( ) disorientasi tempat ( ) gangguan daya ingat jangka panjang ( ) gangguan daya ingat jangka pendek Jelaskan : ( ) gangguan daya ingat saat ini ( ) konfabulasi 11. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan ( ) makanan ( ) keamanan ( ) pakaian Jelaskan : 2. Kemampuan penilaian ( ) gangguan ringan Jelaskan : ( ) gangguan bermakna 13. KEBUTUHAN PERENCANAAN PULANG 1. Perawatan diri 29 ya ya tidak tidak tidak ya tidak ( ) transportasi ( ) tempat tinggal ( ) uang ya ya ya tidak tidak tidak ( ) perawatan kesehatan ya . Kegiatan hidup sehari – hari a. Daya tilik diri ( ) mengingkari penyakit yang diderita Jelaskan : ( ) menyalahkan hal-hal diluar dirinya XI. Tingkat konsentrasi dan berhitung ( ) mudah beralih ( ) tidak mampu berkonsentrasi ( ) tidak mampu berhitung 12.( ) bingung ( ) sedasi Jelaskan 10.

Nutrisi Bantuan Minimal Apakah anda puas dengan pola makan anda : ( ) ya Apakah anda makan memisahkan diri : ( ) ya. Tidur ( ) menurun kg ( ) menurun ( ) berlebihan ( ) tidak ( ) tidak frekuensi kudapan sehari : x ( ) sedikit – Berat Badan Tertinggi : Apakah ada masalah tidur : Apakah merasa segar setelah bangun tidur : Apakah ada kebiasaan tidur siang : Lama tidur siang : Apa yang menolong tidur : 30 jam .Bantuan Total ( ) mandi ( ) kebersihan ( ) makan ( ) BAK / BAB ( ) ganti pakaian Jelaskan : b. jelaskan Frekuensi makan sehari : x sehari sehari Nafsu makan : ( ) meningkat sedikit Berat badan : ( ) meningkat Berat Badan Terendah : kg Jelaskan : c.

Tidur malam : Apakah ada gangguan tidur : ( ) sulit untuk tidur sonambulisme ( ) terbangun saat tidur tidur Jelaskan : 3. Klien memiliki system pendukung Keluarga Terapis Teman sejawat Kelompok social Jelaskan : : ya : ya : ya : ya bangun jam : ( ) bangun terlalu pagi ( ) gelisah saat tidur ( ) ( ) berbicara saat ( ) ya ( ) ya ( ) ya ( ) tidak ( ) tidak ( ) tidak ( ) tidak Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri ( ) ya tidak tidak tidak tidak 5. Kemampuan klien dalam : Mengantisipasi kebutuhan sendiri Mengatur penggunaan obat Melakukan pemeriksaan kesehatan Jelaskan : 4. Apakah klien menikmati saat bekerja. ASPEK MEDIK Diagnosa Medik : 31 . kegiatan produktif atau hobi ? ( ) ya tidak Jelaskan : ( ) XII.

Data Subyektif dan Data Obyektif Masalah Keperawatan 32 .Terapi Medik : XIII. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN FORMAT ANALISA DATA No.

(Sebutkan Sp keberapa yang akan dilaksanakan) 33 . tulis diagnose ke berapa) SP ………. DIAGNOSA KEPERAWATAN (Tuliskan diagnose keperawatan yang akan diatasi pada pertemuan ini berdasarkan data di atas.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN NAMA MAHASISWA NAMA PASIEN / RUANG NO MEDREK HARI/TANGGAL HARI KE / PERTEMUAN KE FASE I. KONDISI KLIEN (Gambarkan kondisi klien pada saat terakhir bertemu) DO: DS : 2. PROSES KEPERAWATAN : : : : : : 1.

3. yang akan dicapai pada pertemuan ini sesuai dengan dignosa dan SP yang dimaksud) 4. buat semua dalam bentuk kalimat langsung) 1. TUJUAN KEPERAWATAN (Tuliskan tujuan khusus keperawatan. STRATEGI KOMUNIKASI TERAPEUTIK (Penjabaran dari semua tindakan keperawatan. ORIENTASI • Salam terapeutik • Memperkenalkan diri • Membuka pembicaraan dengan topic umum 34 . TINDAKAN KEPERAWATAN (Tuliskan tindakan keperawatan secara teroritis dari tujuan keperawatan di atas yang akan diselesaikan pada pertemuan ini) II.

• Evaluasi / validasi kontrak (topic. tempat) 2. KERJA (Penjabaran tindakan keperawatan yang akan dilakukan pada pertemuan dengan kalimat langsung) 3. TERMINASI • Evaluasi perasaan klien setelah berbincang-bincang • Evaluasi isi materi yang sudah dibicarakan pada pertemuan ini 35 .waktu.

diingat/ditulis dengan melihat hasil evaluasi. tempat) 36 . beri PR untuk mengingat/memahami (topic berikutnya masih ini). beri PR berkaitan dengan topic yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya • Kontak untuk pertemuan yang akan datang (topic.• Tindak lanjut (dalam bentuk kalimat langsung) (PR untuk klien) -----. Bila klien sudah paham. waktu. Bila klien belum bisa menyebutkan/paham.

BAB V PENUTUP 37 .

DAFTAR PUSTAKA 38 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful