PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PENDIDIKAN TINGGI

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN TERINTEGRASI A

BUKU AJAR III

BANGSA, NEGARA, DAN PANCASILA

Tim Penulis: R. Ismala Dewi Slamet Soemiarno Agnes Sri Poerbasari Eko A. Meinarno

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2012

1

BAB I BANGSA INDONESIA

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami konsep bangsa dan membangun sikap terbuka dan kritis terhadap kemajemukan bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan masalah integrasi, konflik, faktorfaktor pemersatu bangsa, serta jati diri bangsa.

Sebagai negara kebangsaan (nation state), Indonesia merupakan kumpulan dari berbagai ikatan primordial—agama, suku, ras, bahasa, budaya, daerah, dan adat—yang berbeda satu sama lain. Kemajemukan bangsa Indonesia dengan perbedaan-perbedaan yang ada itu menimbulkan berbagai masalah integrasi dan konflik yang berkaitan dengan keberadaan dasar dan ideologi bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai pengikat bangsa, faktor-faktor pemersatu bangsa lainnya, serta jati diri bangsa.

1. Pengertian Bangsa dan Suku Bangsa Secara konseptual, yang dimaksud dengan bangsa adalah sekelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Contoh: Bangsa Indonesia, India, dsb.1 Sekelompok masyarakat yang membentuk suatu bangsa, sebagaimana definisi bangsa tersebut tidaklah sesederhana itu. Suatu bangsa terbentuk melalui suatu proses perjalanan sejarah, yang berbeda dengan bangsa lain. Keberadaan suatu bangsa pun sering kali dipengaruhi oleh interaksinya dengan bangsa-bangsa lain. Sebagai suatu bangsa, Indonesia mempunyai ciri atau corak yang khas. Ciri khas itu muncul karena latar belakang sejarah pembentukannya yang berbeda dengan bangsa lain. Salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang menonjol adalah bahwa bangsa Indonesia dibentuk oleh kesatuan dari berbagai suku bangsa sehingga disebut bangsa yang majemuk.

1

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta, 2002), hlm. 102.

2

Mengenai pengertian konsep suku bangsa, Koentjaraningrat memberikan penjelasan sebagai berikut. Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai komunitas desa, kota, kelompok kekerabatan, atau kelompok adat lainnya, menampilkan corak khas tertentu yang terutama dilihat oleh orang luar yang bukan warga masyarakat bersangkutan. Corak khas tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur kebudayaan yang ada pada komunitas itu, misalnya hasil kebudayaan fisik dan pranata-pranata yang ada pada pola sosial khusus. Kekhasan corak kebudayaan pada suatu masyarakat itu yang membedakannya dengan masyarakat lainnya. Dalam etnografi (deskripsi atau tulisan tentang bangsa-bangsa), suatu kebudayaan dengan corak khas itu dinamakan suku bangsa atau kelompok etnik (ethnic group). Di antara kedua istilah di atas —suku bangsa dan kelompok etnik—istilah yang lebih tepat bagi kelompok masyarakat dengan corak yang khas tersebut adalah suku bangsa, bukan kelompok etnik karena suku bangsa merupakan golongan sosial bukan kelompok sosial. Golongan sosial dan kelompok sosial merupakan dua konsep mengenai kesatuan-kesatuan sosial atau unsur-unsur masyarakat. Kedua konsep itu mempunyai pengertian yang berbeda. Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu, yang mempunyai ikatan identitas sosial. Kelompok sosial merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya yaitu adanya sistem interaksi antara para anggota, adat-istiadat serta sistem norma yang mengatur interaksi itu, kontinuitas, serta adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota tadi. Di samping ketiga ciri tadi, suatu kesatuan manusia yang disebut kelompok juga mempunyai ciri tambahan yaitu organisasi dan sistem kepemimpinan dan selalu tampak sebagai kesatuan-kesatuan dari individu-individu yang pada masa-masa tertentu, secara berulang, berkumpul dan kemudian bubar lagi. Suku bangsa sebagai golongan sosial adalah golongan manusia yang terikat oleh identitas dan kesadaran akan ―kesatuan kebudayaan‖. Kesadaran dan identitas itu sering kali dikuatkan pula oleh kesatuan bahasa. ―Kesatuan kebudayaan‖ tersebut bukan ditentukan oleh pihak luar, misalnya ahli antropologi, ahli kebudayaan, atau ahli lainnya, dengan metodemetode analisis ilmiah, melainkan oleh warga kebudayaan itu sendiri. Contoh kebudayaan suku bangsa yang diuraikan di atas ialah kebudayaan Sunda yang merupakan suatu kesatuan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan Jawa atau Batak. Kesatuan kebudayaan Sunda itu bukan ditentukan oleh pihak luar, melainkan karena orangorang Sunda sadar bahwa di antara mereka ada keseragaman mengenai kebudayaan mereka,

3

) Sebagai makhluk sosial. atau juga berupa perkumpulan suku bangsa. (Suparlan. Sebagai kelompok. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia maka jati diri seseorang merupakan jati diri bangsa Indonesia. yang berbeda dengan kebudayaan lain. sedangkan keanggotaan di dalam kelas sosial atau kelompok profesi akan hilang pada waktu yang bersangkutan tidak lagi mampu menunjukkan kemampuan ekonomi yang menjadi ciri-ciri dari kelas sosial yang di dalamnya dia tergolong atau pada waktu seseorang itu tidak lagi mengerjakan profesi yang selama ini ditekuninya. Oleh karena itu interaksi antar-suku 4 .) Menurut Suparlan. masyarakat. Suku bangsa merupakan satuan kehidupan yang secara biologi mampu berkembang biak dan lestari. suku bangsa terwujud sebagai perorangan atau individu dan kelompok. Suku bangsa mempunyai kebudayaan bersama yang merupakan pedoman bagi kehidupan mereka. maka diperlukan pemahaman terhadap suku-suku bangsa tersebut. Jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan termasuk salah satu di antara jati diri yang dapat menjadi jati diri utama. Apalagi adanya bahasa Sunda. Keanggotaan seseorang di dalam sebuah suku bangsa yang bercorak askpritif berbeda dari keanggotaan seseorang di dalam sebuah kelas sosial atau kelompok profesi yang coraknya diperoleh melalui prestasi kerja atau usaha. Corak jati diri atau identitas diri bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh jati diri suku-suku bangsa pendukung bangsa Indonesia. komuniti. suku bangsa merupakan kategori atau golongan sosial yang askriptif yaitu keanggotaan dalam suku bangsa tersebut diperoleh bersama dengan kelahiran. Sebagai golongan sosial. yang berbeda dengan bahasa Jawa atau Batak. 1. 2005: 3—6. (Koentjaraningrat. Keanggotaan seseorang di dalam suatu suku bangsa adalah keanggotaan terus-menerus atau untuk selamanya. yang mengacu kepada asal orang tua yang melahirkan dan asal daerah tempat seseorang dilahirkan. 3. 2. atau dapat juga menjadi jati diri yang menempel dan memperkuat jati diri utama seseorang. yaitu dengan adanya keluarga yang dibentuk melalui perkawinan. Keanggotaan di dalam suku bangsa bercorak askriptif. setiap orang mempunyai lebih dari satu jati diri atau identitas diri. suku bangsa mempunyai ciri-ciri berikut. Mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang didukung oleh kesatuan dari aneka suku bangsa. suku bangsa terwujud sebagai keluarga.yang mempunyai kepribadian dan identitas khusus. dan secara umum berbeda dengan kelompok suku bangsa lain. menyebabkan semakin tingginya kesadaran akan kepribadian khusus tadi. 2002: 263— 266. Sebagai kelompok.

karena berasal dari satu keturunan. Aceh. 2. Minangkabau. ideologi. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa suatu masyarakat yang majemuk akan melahirkan kebudayaan majemuk. Berbagai suku bangsa tersebut ialah suku bangsa Jawa. sejarah. Permasalahan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk berkaitan dengan interaksi antar-suku bangsa akan diuraikan lebih lanjut pada sub-bab mengenai masyarakat majemuk bangsa Indonesia. menurut kamus istilah antropologi. yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. bangsa Indonesia terdiri dari berbagai bagian lagi yang disebut sebagai suku bangsa. masyarakat. institusi. bahasa. a. yang merupakan interaksi sosial dan politik dari orang-orang yang cara hidup dan cara berpikirnya berbeda dalam suatu masyarakat (Haviland. 2000: 805). Sunda. 2000: 664). Indonesia Bangsa yang Majemuk Menurut Haviland. cara hidup. dan sebagainya. Batak. Sesungguhnya suku bangsa itu masing-masing merupakan satu bangsa dalam arti etnik. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan aneka suku bangsa yang membentuk satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia. wilayah. Berdasarkan data sensus penduduk tahun 5 . adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum. Pengertian bangsa ini tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Haviland yaitu suatu komunitas orang-orang yang memandang dirinya sebagai ―kesatuan manusia‖ yang didasari oleh nenek moyang. dan sering kali kepercayaan yang sama (Haviland. Yang dimaksud dengan bangsa. dan lain-lain. dan biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi.bangsa. yaitu kebulatan kemasyarakatan yang mempunyai kebudayaan sendiri. Masing-masing suku bangsa itu mempunyai kebudayaan sendiri. perlu pula dilakukan dengan tetap mengedepankan jati diri sebagai bangsa Indonesia. yang masing-masing mempunyai corak jati diri yang berbeda itu. Kemajemukan Bangsa Indonesia sebagai Realitas Di samping pengertian bangsa dalam arti kenegaraan tersebut di atas. yaitu berbeda bahasa. masyarakat majemuk adalah masyarakat yang memiliki keberagaman pola-pola kebudayaan (societies that have a diversity of cultural patterns) (Haviland. adat-istiadat. 2000: 386).

Oleh karena itu. dan 2) pluralitas vertikal. (Suparlan. misalnya keanekaragaman profesi. Sistem-sistem itu adalah 1) sistem nasional. hubungan-hubungan sosial di antara warga suku bangsa yang berbeda itu lazim berlangsung di tempat-tempat umum (pasar. 2005: 54—60. bentuk pluralitas bangsa Indonesia dapat pula dilihat dari keberagaman kelompok. 2 Rusman Heriawan. lapisan. agama dan bahasa. Di samping itu. dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI. 1979: 10—11). aneka suku bangsa yang ada perlu disikapi dengan kesadaran akan Indonesia sebagai bangsa yang satu.2 Menurut Suparlan. Bentuk pluraritas bangsa Indonesia setidaknya dapat dilihat dalam dua macam yaitu 1) pluralitas horizontal. dan dengan luas wilayahnya sekitar 1. dengan jumlah penduduk keseluruhannya sebanyak 237.) Aneka suku bangsa yang terdapat dalam Negara Republik Indonesia adalah sama banyak jumlahnya dengan bahasa-bahasa mereka. jumlah suku bangsa di Indonesia adalah sebanyak 1. Sebagai sebuah bangsa. masyarakat Indonesia hidup dalam sebuah satuan politik yaitu sebuah negara kesatuan yang menempati sebuah wilayah yang dinamakan Negara Republik Indonesia.931 km2. dan golongan (meskipun substansinya sama dengan bentuk pluralitas yang disebutkan terdahulu).363 orang.2010 dari Badan Pusat Statistik (BPS). yang disebut bahasa daerah (Loebis. Oleh karena itu. tingkat ekonomi. Kepala BPS. Sebagai sebuah masyarakat yang terdiri atas sejumlah suku bangsa. 2) sistem suku bangsa. 6 .556. Indonesia dikatakan sebagai sebuah masyarakat yang majemuk karena mengenal tiga sistem yang digunakan sebagai acuan atau pedoman di dalam kehidupan warga masyarakatnya. dan 3) sistem tempat-tempat umum. misalnya keberagaman etnis. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu realita yang tidak dapat diingkari.910. Rabu tanggal 3 Februari 2010. dan agama yang dianut.128 suku bangsa. afiliasi politik. tempat-tempat hiburan. yaitu bangsa Indonesia. kegiatan-kegiatan sosial bersama) yang menjadikan fungsi tempattempat umum tersebut menjadi penting untuk berinteraksi. dan pendidikan. Keberagaman kelompok berkaitan antara lain dengan keberagaman kelompok etnik. Indonesia adalah sebuah masyarakat yang terdiri atas masyarakatmasyarakat suku bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai satu bangsa atau nasion.

kebudayaan suku bangsa menjadi sebuah acuan utama dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dari masyarakat tersebut. Mengapa kemajemukan masyarakat menjadi salah satu sebab munculnya persoalan konflik atau masalah integrasi bangsa di Indonesia? Hal ini dapat dijelaskan dengan menunjukkan bahwa keberagaman suku bangsa di Indonesia menimbulkan beberapa konsekuensi ketika anggota masyarakat dari berbagai suku bangsa itu berinteraksi satu sama lain. kebudayaan masing-masing suku bangsa berisikan keyakinan-keyakinan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa dan mencakup juga pengetahuan mengenai diri atau suku bangsa sendiri yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. Pada masyarakat suku bangsa. adalah sebuah masyarakat suku bangsa. Acuan jati diri suku bangsa adalah kebudayaan suku bangsa yang terwujud dalam bentuk atribut-atribut yang menjadi ciri-ciri dari suku bangsa masingmasing pelaku dalam suatu interaksi. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu keluarga atau kelompok kerabat pada dasarnya adalah kebudayaan suku bangsa. sama halnya dengan keluarga atau kelompok kekerabatan. Dalam masyarakat luas yang heterogen atau majemuk. Pengetahuan mengenai suku bangsa sendiri dan suku-suku bangsa lainnya yang hidup bersama-sama dalam sebuah masyarakat akan memunculkan keyakinan-keyakinan mengenai 7 . yang diwujudkan antara lain dalam bentuk stereotip etnik pada suku bangsa lain. Perbedaan atau pertentangan dengan suku bangsa lainnya itu—secara sadar atau tidak sadar— memunculkan keberadaan jati diri suku bangsa sendiri dan jati diri suku-suku bangsa lainnya.b. Masalah-Masalah Terkait Pluralitas Bangsa Indonesia Konsekuensi dari pluralitas atau heterogenitas masyarakat Indonesia adalah potensi terjadinya konflik atau integrasi. Di sisi lain integrasi bangsa dapat didorong oleh aspek-aspek seperti pengalaman sejarah yang sama. bahasa dan simbolsimbol yang sama sebagai identitas kebangsaan. Dalam interaksi antar-anggota masyarakat yang berbeda suku bangsa itu akan muncul jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan masing-masing yang diakui oleh anggota masyarakat dari suatu suku bangsa maupun oleh anggota masyarakat suku bangsa lainnya dalam interaksi yang terjadi. adalah sebuah masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsa. atau yang selama beberapa generasi menempati suatu wilayah. Sebuah masyarakat yang anggota-anggotanya secara langsung atau tidak langsung berasal dari satu keturunan yang sama. Masyarakat suku bangsa ini. Konflik berpotensi terjadi apabila terdapat cara pandang tertentu seperti sikap etnosentrisme atau primordialisme. tujuan yang sama.

Oleh sebab itulah maka permasalahan integrasi nasional berkaitan dengan konflik dalam hal SARA. pengetahuan itu amat terbatas dan subjektif karena berisikan interpretasi dari pengalaman si pelaku sendiri yang terbatas jumlah dan ruang lingkupnya tetapi kemudian digeneralisasi sebagai ciri-ciri dari sesuatu suku bangsa tersebut. sebenarnya. Namun lebih jauh dikemukakan bahwa permasalahan yang sesungguhnya bukan hanya itu melainkan juga kesepakatan bangsa tentang keberadaan Pancasila dan UUD 1945 sebagai cita-cita. agama dan ras (SARA).kebenaran yang subjektif terkait dengan pengetahuan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa lainnya itu. lapisan dan golongan melahirkan keberagaman kebudayaan pula. Sebuah stereotip mengenai sesuatu suku bangsa biasanya muncul dari pengalaman seseorang atau sejumlah orang dalam berhubungan dengan para pelaku dari suku bangsa itu. Konsep-konsep ini disebut stereotip (stereotype). mengingat hukum merupakan aspek kebudayaan yang memiliki fungsi sebagai pedoman bertingkah laku dan fungsi kontrol sosial. Pengetahuan anggota masyarakat suatu suku bangsa terhadap suatu suku bangsa lainnya berisikan konsep-konsep yang sering kali digunakan sebagai acuan dalam menghadapi anggota-anggota suku-suku bangsa lainnya itu.) Berkaitan dengan permasalahan masyarakat Indonesia yang majemuk. Hukum merupakan aturan yang menjadi pedoman hidup seseorang atau 8 . Padahal. Kemajemukan masyarakat Indonesia dengan keberagaman kelompok. (Suparlan. 2005: 3—6. yang dipahami dengan mengacu pada kebudayaannya. Kebudayaan yang beragam itu menyebabkan sistem hukum yang ada juga beragam. mengingat bahwa integrasi bangsa Indonesia dilandasi oleh kesamaan nasib dan kesamaan cita yang kemudian secara konkret dituangkan dalam Pancasila dan UUD 1945. Pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang atau sejumlah anggota masyarakat suku bangsa mengenai sesuatu suku bangsa tersebut kemudian disebarluaskan kepada sesama anggota masyarakat sehingga pengetahuan yang sifatnya terbatas mengenai ciri-ciri sesuatu suku bangsa tersebut menjadi sebuah pengetahuan yang bersifat umum dan baku yang diyakini kebenarannya. Kemajemukan budaya melahirkan kemajemukan hukum. yaitu pengetahuan mengenai ciri-ciri suku bangsa itu. di samping hukum negara dan hukum internasional. Jatiman mengemukakan bahwa akar dari bangsa Indonesia adalah satuan sosial atau kelompok yang berbeda-beda dalam suku bangsa. muncullah pengetahuan yang diyakini kebenarannya dan menjadi bagian dari kebudayaan suku bangsa tertentu. Dari sejumlah pengalaman yang terbatas itu. dan stereotip dapat berkembang menjadi prasangka (prejudice). Demikianlah pengetahuan itu disebut stereotip.

Aturan tersebut antara lain adalah aturan adat.suatu masyarakat. bahkan ras dan golongan. 1986: 4—7). 3. melainkan oleh kesamaan keyakinan religius yang melintasi dan meniadakan perbedaan asal-usul. Perjanjian itu biasanya dibuat antara dua klen atau negeri. marga di Tapanuli. sosial. Aturan adat hanya dapat hidup pada perangkat sosial yang paling dasar. Hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor pemersatu bangsa Indonesia sebagaimana diuraikan berikut ini. Faktor-faktor Pemersatu Bangsa Indonesia Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan perekat atau pemersatu bangsa. dan aturan nasional. di Maluku Tengah ada aturan adat yang dinamakan pela. kebijakan ekonomi. antara lain: 1) latar belakang sejarah bangsa. Masalah integrasi dan konflik merupakan konsekuensi dari suatu masyarakat yang majemuk. Aturan adat ialah orientasi nilai. aturan agama. Aturan nasional merupakan produk dari pranata politik nasional. yang di dalamnya ditentukan bahwa para warga klen atau negeri itu dan keturunannya akan selalu saling membantu dan mereka tidak boleh mengadakan hubungan perkawinan. Aturan agama tidak ditentukan oleh pranata kekerabatan. Ketiga pedoman perilaku di atas merupakan pemberi dasar kehidupan kesatuan bangsa dan kemajemukan masyarakat Indonesia. atau norma/pedoman hidup yang mengatur bagaimana masyarakat adat berperilaku. politik dan budaya. Orientasi nilai ini sangat ditentukan oleh pranatapranata primordial dan ikatan kekerabatan yang dijaga melalui mitos-mitos lama. 2) Pancasila dan UUD 1945. yaitu klen (clan). Ketiganya juga menjadi pertimbangan utama dalam sistem pengelolaan konflik. yakni kewajiban-kewajiban yang oleh orangorang Maluku Tengah diakui dan harus dipenuhi berdasarkan perjanjian di antara nenek moyang mereka di masa lalu. misalnya kebijakan politik. dan daerah asal. yaitu persamaan nenek moyang. Sebagai contoh. dan soa di Maluku Tengah (Ihromi. seperti suku di Minang. Masyarakat memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda kepada ketiga orientasi nilai tersebut. 3) simbol-simbol atau 9 . persilangan darah. dan peraturan perundangundangan. Biasanya aturan ini dikembangkan dalam bentuk produk hukum formal yang mencakup masalah ekonomi. Hal ini disebabkan mobilitas sosial yang berbeda di dalam seting persekutuan hidup tertentu.

Latar Belakang Sejarah Bangsa Indonesia Terbentuknya Negara Indonesia (state building) terjadi melalui suatu proses panjang sejarah pembentukan Bangsa Indonesia (nation building) terlebih dahulu. individu-individu dalam suatu masyarakat banyak melakukan tindakan dalam berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam menjalankan kehidupannya. Keseimbangan tersebut diwujudkan dalam bentuk lembaga atau pranata (institutions) yang merupakan aturan-aturan. Di antara 10 .lambang-lambang persatuan bangsa. baik yang formal seperti undang-undang atau peraturan. Lembaga (institute) adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. kebiasaan. dan 4) kebudayaan nasional. seluruh rakyat Indonesia yang berada di dalam negara Indonesia berjuang untuk mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyatnya (Simbolon. ―pranata‖ adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. maupun yang informal seperti adat. Berbeda dengan istilah ―lembaga‖ (dalam arti sebagai institusi. Bangsa Indonesia yang terbentuk itu berusaha dengan kuat. Kata bangsa di sini ialah bangsa dalam arti politis (kenegaraan). keberadaan faktor-faktor itu perlu selalu dijaga untuk dapat tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lembaga dengan aturan-aturan di dalamnya itu terdapat di setiap kehidupan kelompok masyarakat. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia secara garis besar diawali dengan timbulnya kesadaran rakyat untuk menjadi bangsa. organisasi atau wadah). dan satu negara. Dalam proses perjalanan bangsa Indonesia yang berjuang untuk menjadi bangsa yang merdeka dan kemudian membangun bangsanya. Dalam hal ini lembaga berfungsi sebagai pengatur hubungan antarmanusia. 1995: xviii—xix). dilakukan upaya-upaya untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak. dan tata krama. yang mempunyai bahasa kesatuan. Sebagaimana telah dikemukakan. yaitu sebagai pendukung dari negara. Faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan saling terkait satu sama lain sebagai landasan bagi tumbuhnya jati diri bangsa. a. Indonesia merupakan kumpulan suku bangsa dalam satu kesatuan. berjuang membentuk Negara Indonesia merdeka. yaitu negara Republik Indonesia. Di samping itu. yaitu bangsa Indonesia. Setelah merdeka. yaitu bahasa Indonesia.

sebelum orang kulit putih menduduki benua itu) yang menyebar ke Papua. Persebaran manusia yang masuk ke Indonesia merupakan manusia dengan ciri-ciri Austro-Melanosoid (ciri-ciri ras penduduk pribumi Australia. dan Sulawesi Selatan. ternyata manusia Indonesia tertua sudah ada kira-kira satu juta tahun yang lalu. baik pada kondisi masyarakat yang masih sederhana maupun yang sudah kompleks. 2002: 162—171). Mengingat manusia Austro-Melanosoid juga masuk sampai ke Sulawesi Selatan. Tahap berikutnya—secara berturutturut— ialah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Di samping pengaruh dari ras Austro-Melanosoid. kerajaan-kerajaan Islam. dan ada yang menurut pola-pola yang resmi. Selain di Papua. Sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu berinteraksi menurut pola-pola resmi. manusia Indonesia juga dipengaruhi oleh ras Mongoloid. yang datang dari berbagai tempat (Koentjaraningrat. pendudukan Jepang. Ras Mongoloid berasal dari Asia Timur yang menyebar ke selatan melalui kepulauan Ryukyu. maka daerah Sulawesi Selatan dapat dianggap sebagai tempat perpaduan antara berbagai macam pengaruh kebudayaan dan percampuran antara berbagai ras manusia. Filipina. ada yang merupakan tindakan-tindakan yang dilakukannya menurut pola-pola yang tidak resmi. Taiwan. Pranata yang terkait dengan rangkaian upaya mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak selalu ada di setiap masyarakat. yang kemudian dalam tahap selanjutnya akan membentuk negara Indonesia. dan masuk ke Sulawesi (sampai ke Sulawesi Selatan). pendudukan VOC dan penjajahan Belanda. kedatangan Portugis. manusia Austro-Melanosoid juga berada di Jawa. Dalam sejarah persebaran penduduk ke Indonesia. Pranata atau lembaga dalam rangkaian upaya tersebut di atas ada di setiap tahap pembentukan bangsa Indonesia. Waktu itu dataran Sunda masih merupakan daratan. berdasarkan penelitian terhadap fosil-fosil yang ditemukan antara lain di beberapa desa di daerah lembah Bengawan Solo. Sangir. 1981: 2—20). Asia Tenggara merupakan bagian benua dan bagian kepulauan yang masih bersambung menjadi satu.semua tindakannya yang berpola tadi. dan masa kemerdekaan. 11 . Tahap awal pembentukan bangsa Indonesia dimulai dengan tahap persebaran penduduk ke Indonesia pada masa prasejarah. bukan lembaga (institute) (Koentjaraningrat. Ketika itu Papua masih menjadi satu dengan benua Australia. dan terpisah ketika jaman es keempat berakhir. dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata (bahasa Inggris institution). Sumatera.

Kerajaan Mataram di Jawa. yang datang secara bergelombang. sebagai ciri ―bhinneka tunggal ika. Catatan sejarah kerajaan Hindu diperoleh dari batu-batu bertulis yang ada di Jawa Barat. sekitar abad IV Masehi.‖ Tahap kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. yang datang sekitar 3000 tahun lalu. serta Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku.Catatan sejarah lainnya menjelaskan bahwa persebaran penduduk Indonesia. Penduduk Indonesia atau masyarakat Nusantara pada waktu itu diperintah oleh raja-raja. sekitar 2000 tahun yang lalu. Berbeda dengan Proto-Melayu. Bogor. Ciri pokoknya adalah pembauran manusia dari berbagai ras dan daerah asal. Hal ini berakibat pada rendahnya tingkat kelembagaan dan 12 . Kebudayaannya masih merupakan kebudayaan batu (neolithicum). kerajaan-kerajaan yang disebut dalam tulisan-tulisan pada batu-batu tadi merupakan kerajaankerajaan Indonesia asli. Raja-rajanya mengadopsi konsep-konsep Hindu dengan cara mengundang ahliahli dan orang-orang pandai dari golongan Brahmana (pendeta) di India Selatan yang beragama Wisnu dan Brahma. Persebaran penduduk melalui proses rumit dan perjalanan panjang melalui berbagai wilayah di dunia tersebut di atas menjadi awal terbentuknya penduduk Indonesia. atau rakyat kerajaan kuno Nusantara berasal dari daerah Cina Selatan (propinsi Yunan). Menurut ahli sejarah purbakala Indonesia. Dua gelombang terpenting adalah Proto-Melayu. memberikan pengaruh kepada kebudayaan bangsa Indonesia. Para penyebar dakwah atau mubaligh mengajarkan agama Islam kepada para pedagang penduduk asli yang kemudian menyebarkannya kepada penduduk lainnya. baik yang dipengaruhi oleh Hindu-Buddha maupun Islam. dan Deutro-Melayu. Kerajaan-kerajaan Islam muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam melalui hubungan perdagangan. Deutro-Melayu sudah membawa kebudayaan besi. Kerajaan Islam di Nusantara yang dipengaruhi oleh kerajaan atau kesultanan Islam di tanah Arab ialah—antara lain—Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. di daerah sungai Cisadane. daerah Muara Kaman. sifat kekuasaan lokal Nusantara tersebut terpusat di tangan raja. dan di pantai Kalimantan Timur. Kutai. Tahap kerajaan-kerajaan Islam juga memberikan pengaruh kepada kebudayaan Indonesia. yang hidup makmur berkat perdagangan dengan negara-negara di India Selatan. Proto-Melayu (Melayu-Polynesia) tersebar dari Madagaskar sampai ke Pasifik Timur. Menurut beberapa penafsiran dari fakta sejarah yang ada. Tahap kekuasaan lokal Nusantara di atas merupakan kekuasaan raja-raja sebelum kedatangan bangsa-bangsa Barat. Mereka dikenal sebagai ras Melayu.

pemerintah kolonial Belanda selalu berupaya menanamkan pengaruhnya kepada para penguasa pribumi melalui birokrasi dan melalui pendidikan bagi generasi penerus para 13 . Akibat perang di Eropa. Dalam masa penjajahan Belanda. kekuasaan atas Indonesia pernah diambil alih oleh Inggris (1811—1816). Tahap setelah kekuasaan raja-raja di Nusantara adalah tahap kolonialisasi atau tahap pejajahan bangsa Indonesia oleh VOC (1602—1800) yang diteruskan oleh Belanda (1800— 1942). Istilah ini dapat diartikan sebagai terjadinya akibat yang tidak diperhitungkan dari tindakan yang dilakukan terhadap suatu susunan kehidupan. Masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia dari 1602—1945 itu juga merupakan proses panjang pembentukan bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku bangsa. 1995: 6— 32). Dalam melakukan politik etis untuk mempertahankan kekuasaannya. Dalam hal ini pengembangan kebangsaan Indonesia merupakan akibat yang tidak diperhitungkan oleh penguasa kolonial terhadap susunan kehidupan masyarakat yang kini disebut sebagai bangsa Indonesia. maupun yang tidak. Douwes Dekker). Namun sesungguhnya hal itu dilakukan dalam rangka mempertahankan statusnya sebagai penguasa di tanah jajahan. 1995: xxii). Hal ini tentu tidak diinginkan dan tidak diduga oleh Belanda yang ingin tetap bertahan sebagai penguasa kolonial di Nusantara. Proses pembentukan bangsa Indonesia tersebut merupakan salah satu ciri dari suatu proses yang disebut unintended consequences. Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli (dr. serta kerasnya penggunaan kekuasaan yang ada bahkan menimbulkan peristiwa berdarah sehingga pada akhirnya kekuasaan raja-raja tersebut runtuh (Simbolon. Ini terjadi karena masyarakat Indonesia bukanlah peralatan otomatis yang reaksinya selalu dapat diperhitungkan oleh penggunanya (Simbolon. Politik etis merupakan kebijakan pemerintahan kolonial Belanda yang seolah-olah memberikan kebaikan-kebaikan kepada bangsa Indonesia sebagai tanda balas budi. Dua peristiwa bersejarah yang menunjukkan adanya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia yang ingin merdeka dari penjajahan yang terjadi antara tahun 1899 sampai 1942 ialah Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). perlakuan-perlakuan kolonial terhadap bangsa Indonesia justru menjadi pemicu munculnya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia.kepastian. dan Jepang (1942—1945). baik tindakan-tindakan yang dicita-citakan dan direncanakan.

yaitu semangat persatuan yang berkembang dari berbagai suku bangsa yang saling berinteraksi. Tanggal 17 merupakan tanggal yang sengaja dipilih Bung Karno dengan alasan tertentu sebagaimana terungkap dalam dialog antara Bung Karno dengan para pemuda yang menculik dan membawanya ke Rengasdengklok: ―Dengan suara rendah ia (Bung Karno) mulai berbicara. ‗Yang paling 3 Sardjono Jatiman. tetapi juga yang di negeri Belanda. yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56.‖ makalah yang disampaikan pada Seminar Nasional Tinjauan Kritikal tentang Integrasi Bangsa.‖ Solidaritas yang menumbuhkan semangat persatuan ini melahirkan cita-cita membangun bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. baik pemerintah maupun swasta. Melalui interaksi itu tumbuhlah benih-benih solidaritas baru yaitu perasaan senasib sebagai bangsa yang terjajah. Keadaan itulah yang mendorong Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh lahirnya kelompok kebangsaan Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei tahun 1908. Interaksi ini terjadi terutama di dalam berbagai institusi buatan Belanda. baik di Indonesia—yang umumnya dipusatkan di Pulau Jawa—maupun di Negeri Belanda. Para pemuda dari kalangan elit itu dididik oleh Belanda untuk menjadi penguasa yang mengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda. Mereka dididik di berbagai lembaga pendidikan Belanda. dan Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.penguasa. Ikatan solidaritas ini terus berkembang menjadi suatu semangat persatuan sebagai satu bangsa yang menginginkan kemerdekaannya. Tanpa disadari. Hal yang sama juga memunculkan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. ―Integrasi Bangsa: Antara Kesepakatan Normatif dan Kenyataan Empirik. Jakarta. 16—17 Januari 1996. Kebangkitan Bangsa dan Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menandai kelahiran bangsa Indonesia dari berbagai suku bangsa melalui kesepakatan normatif.3 Bangsa Indonesia menghadapi babak baru dalam sejarah perjuangan bangsa yang dimulai dari masa pembentukan bangsa sampai masa pembentukan Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Berbangsa satu Indonesia. 14 . Di dalam institusi pendidikan terjadi interaksi yang intensif antara pemuda-pemuda yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. yang dirumuskan dalam satu kesepakatan dalam bentuk ikrar bahwa mereka: ―Bertumpah darah satu Indonesia. Belanda telah mendorong dan menciptakan ruang gerak terjadinya interaksi antar-berbagai suku bangsa melalui interaksi antarpemuda dari kalangan elit suku bangsa. yang bergerak di bidang pemerintahan maupun pendidikan. Depok. tidak hanya yang berada di Pulau Jawa.

Setelah bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Namun setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945. yang dibentuk untuk melanjutkan tugas Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI. waktu kita semua berpuasa. Jumat yang berbahagia. maka Indonesia memanfaatkan keadaan dengan memproklamasikan kemerdekaannya. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai) yang sebelumnya telah dibentuk pada 29 April 1945. yang menyebabkan Jepang menyerah kepada sekutu. … Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal. Jumat suci. Setelah melalui tahap pembentukan bangsa dan tahap pembentukan negara. hari Jumat itu Jumat legi. tahap perkembangan bangsa Indonesia selanjutnya adalah tahap mengisi kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Soekarno dan Moh. PPKI dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1945 (bukan 7 Agustus 1945 karena pada tanggal 7 Agustus 1945 yang terjadi hanyalah pemberian izin oleh pemerintahan Jepang di Tokyo untuk mendirikan PPKI. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku. Kerajaan Belanda ketika itu ingin menjajah kembali Indonesia dengan alasan Indonesia dulunya adalah bagian sah dari kerajaan Belanda. Tanggal 17 besok hari Jumat. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai) Indonesia menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. namun diambil alih oleh Jepang karena Belanda yang bergabung dengan sekutu-sekutunya 15 . Tanggal 17 adalah angka suci. sedangkan PPKI dibentuk untuk menyatakan atau mengesahkan kemerdekaan dan melakukan peralihan kekuasaan dari negara jajahan menjadi negara merdeka (Kusuma.penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. sedangkan pembentukannya secara resmi adalah pada tanggal 12 Agustus 1945). Hatta. 1984: 61). ini berarti saat yang paling suci bagi kita. PPKI adalah panitia baru. Negara Indonesia yang masih baru itu masih mengalami berbagai ujian untuk mempertahankan kemerdekaannya itu. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan. 2004: 1—13). mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia‘‖ (Hardi. bahwa itu adalah saat yang baik. AlQur'an diturunkan tanggal 17. Penjajahan terhadap bangsa Indonesia berhasil diakhiri dengan proklamasi kemerdekaaan yang memanfaatkan keadaan setelah Jepang dibom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di atas kota Hiroshima. orang Islam sembahyang 17 rakaat. Melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI. Tugas BPUPKI adalah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Dasar guna menyongsong kemerdekaan.

Setelah syarat dipenuhi. yang mencantumkan Pancasila dalam bagian pembukaaannya.telah kalah perang dengan Jepang pada tahun 1941. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar pemersatu dan pengikat untuk menjamin keberlangsungan integrasi dan demokrasi di Negara Indonesia. Dengan kata lain. 2009: 120-122). Pancasila dan UUD 1945 Persatuan suku-suku bangsa menjadi bangsa Indonesia dalam suatu negara memerlukan dasar dan ideologi negara sebagai landasan berbangsa dan bernegara. politik. mulailah masa Demokrasi Liberal (1950—1959). yang secara berturut-turut diikuti oleh era Demokrasi Terpimpin— yang kemudian disebut Orde Lama—(1959—1965). Namun pengakuan itu disertai syarat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diubah menjadi Negara Republik Indonesia Serikat. dan juga memasang rambu-rambu untuk menjaga keutuhan bangsa. b. yaitu NKRI diubah menjadi NRIS berdasarkan Konstitusi RIS 1949 pada tanggal 29 Desember 1949. dengan kekalahan Jepang dalam perang Pasifik pada tahun 1945. dan era Reformasi (1998—sekarang) Proses pembentukan Negara dan hal-hal yang berhubungan dengan negara akan diuraikan lebih lanjut dalam bab II mengenai negara Indonesia. maka sejak itu secara de jure Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. maka Belanda mengklaim bahwa Indonesia secara hukum internasional kembali menjadi bagian dari kerajaan Belanda. Mengingat pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Dengan demikian Pancasila merupakan kaidah-kaidah penuntun dalam kehidupan sosial. bukan 17 Agustus 1945 (Mahfud. merupakan hukum dasar yang mengatur prinsip-prinsip dan mekanisme ketatanegaraan untuk menjamin demokrasi. yaitu Pancasila dan UUD 1945. Indonesia baru berhasil mempertahankan kemerdekaannya setelah melalui berbagai upaya seperti perang yang disebut revolusi kemerdekaan sebagai perang konvensional. maka keberadaannya harus dipertahankan dan butir-butir muatannya diamalkan agar kelangsungan dan keutuhan bangsa dan negara tetap terjaga. dan hukum. Setelah proklamasi dan masa transisi sampai tahun 1949. Dalam kenyataannya persoalan Pancasila 16 . Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI. dan ‗perang‘ diplomasi melalui perundingan-perundingan antar pemerintah kedua negara. UUD 1945. sampai akhirnya dicapai persetujuan melakukan Perjanjian Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Orde Baru (1966—1998). Pada perkembangan selanjutnya.

Selain Pancasila. Semua lembaga kekuasaan negara tersebut harus bekerja secara sinergis. Beberapa muatan dari UUD 1945 yang mengikat bangsa dalam kesatuan bangsa Indonesia adalah yang berikut. juga mengawal negara menghadapi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa melalui kekuatan pertahanan dan keamanan. Pancasila dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga aspek. namun banyak persoalan atau kendala dalam pengamalannya yang terkait dengan kondisi dan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. mulai dari hukum yang hierarkinya paling atas sampai dengan yang paling bawah. Secara filosofis. Lembaga-lembaga kekuasaan itu adalah kekuasaan kehakiman yang mengawal hukum bagi setiap perbuatan pemerintah dan rakyat yang mengancam integrasi atau mengancam tatanan dan aturan main. Secara politis. dan politis. Pancasila merupakan cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia. Hal itu diwujudkan antara lain melalui pemilihan umum (pemilu) yaitu pemilihan pejabat-pejabat publik tertentu secara jujur dan adil dan melalui pengawasan dan perimbangan (checks and balances) antar-lembaga-lembaga kekuasaan. 17 . Pancasila dipandang sebagai kesepakatan luhur (modus vivendi) yang mempersatukan semua ikatan primordial ke dalam satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dalam prinsip persatuan. UUD 1945 memuat dasar aturan politik mengenai mekanisme ketatanegaraan yang demokratis. melalui peradilan melawan setiap gerakan disintegratif. yakni aspek filosofis. Pasal ini juga dipagari oleh pasal lainnya yaitu Pasal 18 dan Pasal 37 ayat (5). UUD 1945 juga merupakan perekat integrasi dan pengawal demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu hukum di Indonesia harus berdasar pada Pancasila. yang juga menjamin integrasi bangsa dan negara. Isi hukum konsisten atau sesuai dengan Pancasila. dan kekuasaan dari lembaga legislatif yang melakukannya secara politik melalui pembentukan undang-undang. Demikian pula dengan kekuasaan lainnya yaitu yudikatif.bukan hanya masalah menghapal lima butir Pancasila. Pancasila merupakan dasar keyakinan tentang masyarakat yang dicita-citakan serta dasar bagi penyelenggaraan negara yang dikristalisasikan dari nilai-nilai yang telah tumbuh dan berkembang serta berakar jauh dari kehidupan leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia. Kekuasaan eksekutif. yuridis. 1) Pasal 1 ayat (1) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Secara yuridis. selain menjalankan roda pemerintahan. Sebagai dasar dan ideologi negara.

2004: 190—195). baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Perbedaan tersebut hanya menunjukkan latar belakang sejarah tetapi tidak untuk membedakan hak dan kewajiban secara diskriminatif. ketahanan nasional adalah ―kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala macam ancaman. nasionalisme. secara langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas. 4) Pasal 26 mengatur mengenai warga negara dan penduduk. yang melanda masyarakat Indonesia. hambatan. 5) Pasal 30 mengatur tugas pertahanan dan keamanan yang masing-masing dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap ancaman dari luar maupun perpecahan di dalam negeri. Artinya. Bagaimana mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 juga menyangkut ketahanan nasional bangsa Indonesia. dan ketahanan (Mahmud MD. yang menunjukkan bahwa sebagai negara kebangsaan Indonesia menganut prinsip dan sistem demokrasi. Namun ketahanan nasional merupakan salah satu saja dari sekurangkurangnya tiga syarat berlangsungnya Negara Kebangsaan. yaitu kedaulatan. dan gangguan. Ancaman terhadap ketahanan nasional atau disintegrasi bangsa dapat berasal dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri. Contoh ancaman dari dalam negeri ialah kesenjangan taraf hidup masyarakat yang masih 18 . Ketahanan nasional diperlukan agar Negara Indonesia sebagai Negara Kebangsaan dapat berlangsung. 3) Pasal 1 ayat (3) menegaskan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. Demokrasi tanpa nomokrasi dapat menjadi anarki dan dapat mengancam integrasi bangsa.2) Pasal 1 ayat (2) menegaskan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. yang sekarang tidak lagi membedakan orang Indonesia asli dan yang tidak asli. Demokrasi harus berjalan di atas prosedur hukum dengan segala falsafah dan tata urut perundangundangan yang mendasarinya. tantangan. terutama kaum muda. indentitas. setiap kegiatan bangsa dan negara haruslah berdasarkan hukum (nomokrasi). Contoh ancaman dari luar ialah westernisasi atau ―pembaratan‖ yaitu masuknya nilai-nilai budaya Barat yang belum tentu sehat dan sesuai dengan budaya Indonesia. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan pembangunan nasional‖ (Sunardi. 2009: 40—54). Menurut Sunardi.

dan lambang negara. Pasal 36 (mengenai Bahasa Indonesia).tinggi. Artinya. bahasa. pertentangan antarkelompok. dalam kehidupan sebagai manusia kita tidak terlepas dari simbol-simbol atau lambanglambang. Umpamanya. bahasa nasional. Demikian pula dalam bernegara. Bahasa. 19 . misalnya bahasa atau lambang-lambang tertentu lainnya. c. Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009. rasa keterikatan. korupsi yang merajalela. solidaritas dan identitas anggota masyarakatnya dijaga sebagai satu kesatuan bangsa dan negara dengan menggunakan simbolsimbol atau lambang-lambang persatuan. Simbol-simbol/Lambang-lambang Persatuan Bangsa Di samping berbagai istilah yang dikenakan kepada diri manusia. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035). identitas. dan Lambang Negara. seperti manusia sebagai insan akali dan makhluk sosial. Bahasa. Pasal 36A (mengenai lambang negara Garuda Pancasila). dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. lambang negara. dikemukakan bahwa bendera. Penggunaan lambang-lambang persatuan negara itu diatur dalam UUD 1945: Pasal 35 (mengenai Bendera Merah Putih). dan lemahnya penegakan hukum. Universitas Indonesia menggunakan makara sebagai lambang yang mempunyai makna khusus di samping sebagai salah satu identitas sebagai suatu perguruan tinggi. dan Pasal 36B (mengenai lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖) dan dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Beberapa lambang persatuan itu adalah bendera merah putih. kesatuan dalam keragaman budaya. serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu.4 4 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera. dan Lambang Negara. serta Lagu Kebangsaan. dan lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖. serta Lagu Kebangsaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. Lambang-lambang tersebut merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. manusia juga disebut manusia budaya yang dengan kegiatan akalnya dapat mengubah dan bahkan menciptakan realitas dengan menggunakan sistem perlambangan.

) Konsep kebudayaan muncul dan dikembangkan oleh para ahli antropologi menjelang akhir abad XIX. dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas pada suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu. Semua itu adalah milik bersama para anggota masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat diharapkan melakukan perbuatan yang sesuai dengan kebudayaannya itu. seorang antropolog Inggris. Keberadaan kebudayaan tidak terlepas dari adanya suatu masyarakat karena masyarakat merupakan pendukung dari kebudayaan. dan sikap stereotip etnik terhadap suku bangsa atau kelompok lainnya. kebudayaan harus memiliki kemampuan untuk berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan baru. Akhirnya. Unsur-unsur yang ada pada kebudayaan berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terpadu atau terintegrasi. Salah satu di antaranya ialah Sir Edward Burnett Tylor. dan kelompok yang melahirkan kebudayaan yang beragam pula. Kebudayaan ada untuk menangani masalah dan persoalan yang dihadapi suatu masyarakat. untuk menjaga keutuhan persatuan bangsa dalam Negara Republik Indonesia. kebudayaan ada dalam berbagai aspek kehidupan yang meliputi cara-cara berlaku. Dengan kata lain. pelapisan sosial. entnosentrisme. Dalam hal ini kebudayaan harus dimiliki bersama dan digunakan untuk menemukan keseimbangan antara kepentingan pribadi masing-masing orang dan kebutuhan masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Kebudayaan Nasional Pluralitas bangsa Indonesia bukan hanya keanekaan suku bangsanya saja. kepercayaan-kepercayaan. 1995: 331—342. Oleh karena itu. yang dalam skala tertentu dapat menimbulkan primordalisme. Oleh karena itu kelestarian kebudayaan harus dipelihara sehingga kebudayaan dapat mengatur anggota-anggota masyarakatnya untuk dapat hidup secara teratur. (Haviland.d. Dalam kebudayaan yang beragam itu tentu dapat muncul loyalitas terhadap suku bangsa atau kelompok. Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis melainkan harus dipelajari. sikap-sikap. melainkan juga keragaman agama. kebudayaan nasional mempunyai arti penting sebagai perekat rasa persatuan sebagai satu bangsa dan negara. dan kebudayaan mengatur bagaimana masyarakatnya itu berperilaku. yang tercermin dalam perilakunya. yang pada tahun 1871 mendefinisikan kebudayaan sebagai: 20 . terutama melalui sarana bahasa. kebudayaan mempunyai arti yang beragam. (1) Konsep Kebudayaan Secara konseptual.

1995: 331—342). selama manusia hidup. R. mendefinisikan kebudayaan sebagai ―seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat yang kalau— dilaksanakan oleh para anggotanya—melahirkan perilaku yang oleh mereka dipandang layak dan dapat diterima.‖ Definisi kebudayaan lain adalah ―sebagai pedoman bagi kehidupan manusia yang secara bersama dimiliki oleh para warga sebuah masyarakat. Istilah ini berkembang artinya sebagai ―segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam. Oleh karena itu kebudayaan didefinisikan sebagai ―keseluruhan sistem gagasan. moral. B. Kroeber dan Clyde Kluckhohn. dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat atau dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.‖ Dapat dikatakan pula bahwa ―kebudayaan adalah sebuah pedoman menyeluruh bagi kehidupan sebuah masyarakat dan para warganya. terutama mengolah tanah atau ‗bertani‘. tindakan.‖ Masyarakat di sini didefinisikan sebagai ―sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu dan yang bersama-sama memiliki tradisi kebudayaan yang sama‖ (Haviland. merasakan dan bertindak‖ (Ranjabar. artinya mencakup segala cara atau pola berpikir. adatistiadat. kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. Tylor tersebut di atas. Pada tahun 1950-an. sehingga harus dibiasakan melalui proses belajar.―kompleks yang mencakup pengetahuan. Koentjaraningrat (2002: 179—185) mendefinisikan kebudayaan yang didasarkan pada pemikiran mengenai sistem tindakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya. L. mendefinisikan kebudayaan modern sebagai ―seperangkat peraturan standar yang—apabila dipenuhi oleh para anggota masyarakat—menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh para anggotanya. Secara etimologis kata kebudayaan berasal dari kata buddhaya (bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti ‗budi‘ atau ‗akal‘ dalam bahasa Sansekerta). kepercayaan. Istilah Inggris culture berasal dari kata Latin colere yang berarti ‗mengolah‘ atau ‗mengerjakan‘. Dengan demikian. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Radcliffe-Brown (1881-1955). hukum. 2006: 21). Sistem tindakan itu tidak terkandung di dalam gen manusia. A.‖ Definisi tersebut sejalan dengan yang dikemukakan E. Kebudayaan terdiri atas segala sesuatu yang dipelajari oleh pola-pola perilaku yang normatif.‖ Definisi kebudayaan tersebut antara lain dikemukakan oleh Malinowski (1961) dalam karya-karyanya mengenai kebutuhan-kebutuhan manusia dan pemenuhannya 21 . kesenian. sebagai aspek yang penting.

dan metode-metode dipilih secara selektif. Dalam pada itu Geertz (1973) melihat kebudayaan sebagai sistem-sistem makna. dan bermutu tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan setiap warga bangsa Indonesia akan perasaan bangga terhadap bangsanya sendiri dan menjadi identitas nasionalnya. (2) Gagasan Kebudayaan Nasional Mengenai Kebudayaan Nasional (dalam konteks Indonesia). beberapa cendekiawan mempunyai gagasan berbeda. dan bukan hanya pada tingkat gejala sebagai tingkat kelakuan atau hasil kelakuan sebagaimana didefinisikan oleh Koentjaraningrat. konsep-konsep. teori-teori. Sebagai sistem-sistem acuan. mana yang paling sesuai sebagai acuan bagi para pemilik kebudayaan dalam menghadapi lingkungannya. Pilihan selektif itu digunakan untuk menginterpretasi dan memanfaatkan lingkungan beserta isinya dalam bentuk tindakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai manusia. Golongan yang pertama menyatakan bahwa suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah. Kebudayaan merupakan acuan bagi manusia dalam berhubungan/berinteraksi dan mengidentifikasi berbagai gejala sebagai kategori-kategori yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya tersebut (Koentjaraningrat. Dalam perspektif tersebut kebudayaan terdiri atas konsep-konsep. dan metode-metode yang diyakini kebenarannya oleh warga masyarakat pemiliknya. yang dapat dikelompokkan dalam dua golongan. yang mengemukakan bahwa kebudayaan nasional harus unik.melalui fungsi dan pola-pola kebudayaan. 22 . Salah satu tokohnya adalah Ki Hajar Dewantara. Kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah fungsional dalam struktur kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. teori-teori. Tindakan itu dapat berbentuk dorongan atau motivasi bagi pemenuhan kebutuhan maupun sebagai tanggapan-tanggapan (response) atas rangsangan (stimuli) dari lingkungannya. 2002: 179—185). Kebudayaan yang demikian merupakan sistem-sistem acuan yang ada pada berbagai tingkat pengetahuan dan kesadaran. Kluckhon (1944) melihat kebudayaan sebagai blue print bagi kehidupan manusia. Disarankan agar unsur-unsur puncak (dalam arti ‗yang paling‘) dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan unsur-unsur warisan nenek moyang dijadikan sebagai isi kebudayaan nasional. berkepribadian khas.

Salah satu tokoh golongan kedua ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana. tetapi juga sistem nilai budayanya. mementingkan sains dan teknologi. yang merupakan unsur kebudayaan warisan nenek-moyang. Oleh karena itu.Golongan yang kedua menyarankan suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia baru. Sistem nilai budaya merupakan inti dari suatu kebudayaan (yang dianggap bernilai tinggi) yang menjiwai semua pedoman yang mengatur tingkah laku warga kebudayaan yang bersangkutan. batik tradisional. seni drama masa kini. Menurut ahli psikologi E. 1987a). identitas nasional dapat dikuatkan oleh hasil-hasil karya unik yang dapat dibanggakan sebagai hasil karya bangsanya (Koentjaraningrat. Gagasan kebudayaan nasional dari golongan pertama memenuhi fungsi pertama. karapan sapi. 23 . Unsur-unsur ini harus dapat mengintensifkan komunikasi antar-suku bangsa yang berbeda-beda dan dapat dipahami maknanya sehingga dapat menumbuhkan toleransi dan solidaritas. Contoh kebudayaan nasional yang berasal dari puncak-puncak kebudayaan daerah antara lain adalah Borobudur. Secara teoretis. dan lain-lain. Contoh unsur-unsur kebudayaan yang dapat memperkuat rasa solidaritas atau yang dapat memenuhi fungsi kedua tadi antara lain adalah bahasa nasional (bahasa Indonesia). Erikson. Kebudayaan nasional Indonesia sebaiknya diciptakan baru karena kebudayaan nasional Indonesia harus mengacu ke masa depan. Yang perlu diperhatikan adalah upaya pengembangan kebudayaan nasional tidak hanya menyangkut pengembangan unsur-unsur bagian kebudayaan saja. suatu kebudayaan nasional mempunyai dua fungsi yaitu 1) memperkuat rasa identitas nasional warga suatu bangsa atau negara dan 2) memperluas rasa solidaritas nasional warga suatu bangsa atau negara. Berdasarkan dua fungsi itu. Oleh karena itu unsur-unsur dari kebudayaan nasional tidak dapat diambil dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah atau dari warisan nenek-moyang. dan sistem hukum nasional. sebenarnya gagasan dari dua golongan cendekiawan di atas saling melengkapi untuk memenuhi kedua fungsi tadi. Sebagian besar unsur-unsur kebudayaan nasional tersebut perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. seni film. rasa identitas diri dapat dikuatkan apabila individu yang bersangkutan dapat mengacu pada suatu karya unik yang dapat dibanggakan. H. Pedoman tingkah laku itu adalah adat-istiadat. angklung. sistem norma. dan gagasan kebudayaan nasional dari golongan kedua memenuhi fungsi kedua. tari-tarian tradisional. Gagasannya adalah kebudayaan nasional Indonesia harus dipahami setiap warga Indonesia. gamelan. yang lepas dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan berorientasi ke peradaban dunia masa kini.

Pembentukan hukum nasional itu harus ditujukan untuk mencapai tujuantujuan negara sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Artinya. Haviland mengkritik konsep modernisasi karena. yaitu 1) masalah makna atau hakekat hidup manusia. baik secara teritorial maupun secara ideologis. 3) ditujukan untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3) masalah persepsi manusia terhadap waktu. pandangan hidup. 2009: 52—54). Kaidah-kaidah bagi hukum yang dibuat di Indonesia haruslah 1) bertujuan membangun dan menjamin integrasi bangsa Indonesia. konsep modernisasi ini terbentuk berdasarkan cara pandang satu 24 . memajukan kesejahteraan umum. 1987b). Dalam pembangunan hukum. aturan moral. Salah satu dari kebudayaan nasional kita yang perlu terus dikembangkan adalah hukum nasional.aturan etika. dan 5) masalah manusia dengan manusia (Koentjaraningrat. masalah-masalah dalam kehidupan manusia yang dinilai tinggi dan universal ada di setiap kebudayaan di dunia itu menyangkut setidaknya lima hal. seperti dalam berbahasa. 2) masalah makna pekerjaan/karya dan amal perbuatan manusia. konsep itu bersudut pandang etnosentris. mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Wilbert Moore. menurutnya. bertingkah laku maupun berbusana (misalnya kebaratbaratan) yang tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa Indonesia. modernisasi adalah penggabungan diri pada masyarakat/bangsa yang telah mengakumulasikan berbagai hasil dari telaah ilmiah dan menerapkannya. atau antara mordernisasi dengan westernisasi. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. aturan sopan-santun. Menurut C. 4) masalah hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Di sini terjadi suatu pemahaman keliru antara menjadi modern dan menjadi seperti orang Barat. Jati Diri Bangsa Belakangan ini kita sering melihat gaya hidup masayarakat kita. 2) didasarkan pada demokrasi dan nomokrasi sekaligus. Hanya untuk masalah-masalah kebendaan dan fisik teori Moore dapat digunakan. yaitu membangun segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. serta menggunakan hasil temuan ilmiah dan teknologi tersebut untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. khususnya kaum muda. Kluckhohn. dan lain-lain. Pancasila merupakan dasar pencapaian tujuan negara yang melahirkan kaidah-kaidah penuntun hukum. 4. dan 4) didasarkan pada toleransi beragama yang berkeadaban (Mahfud MD.

pendekatan fragmentatif dalam menghadapi persoalanpersoalan bangsa. Jati diri pun diartikan sebagai identitas. munculnya elemen-elemen separatisme dan kedaerahan/primordialisme. Kantor Sekretariat Negara RI. lemahnya perasaan gotongroyong. ―Jati Diri Bangsa‖. Dewasa ini kita juga sering mendengar berita-berita di televisi atau media lainnya mengenai banyak peristiwa yang dapat mengarah kepada kondisi disintegrasi bangsa. Pusat Bahasa. penafsiran keliru terhadap otonomi daerah sebagai federalisme. 462. Jakarta. mulai dari pembentukan kesadaran berbangsa. ketiadaan atau kelangkaan tokoh panutan. dan perkelahian massal atau tawuran banyak terjadi di kalangan murid sekolah. perlu menjadi bahan refleksi kita dalam memandang keberadaan kita sekarang. Telaah terhadap jati diri bangsa tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia yang berasal dari ikatan-ikatan primordial. Oleh karena itu perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa kebhinekaan bangsa Indonesia merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus diterima sebagai kekayaan bangsa Indonesia. makalah pada Diskusi Panel Revitalisasi Jati Diri Bangsa yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Humas. atau antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. 14 Juni 2006. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan rasa kebangsaan anggota masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang juga berhubungan dengan jati diri bangsa. solidaritas. Departemen Pendidikan Nasional. Istilah jati diri dapat diartikan sebagai ciri-ciri.5 Semua itu merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. dan ketidaksepahaman dalam menyikapi proses globalisasi. antara lain: lemahnya toleransi terhadap perbedaan pendapat. Deputi Seswapres Bidang Politik. hlm. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa-peristiwa itu antara lain ialah konflik/perkelahian antara suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain. gambaran. kemudian pembentukan negara. dan kemitraan. atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda. 2000: 755). Pluralitas bangsa Indonesia adalah suatu kenyataan. 5 Muladi.kelompok masyarakat yang melihat bahwa kebudayaan yang dimilikinya lebih superior daripada kebudayaan kelompok masyarakat lainnya (Haviland. Hal ini menunjukkan. 6 25 . sampai dengan pengisian kemerdekaan Indonesia sebagai negara bangsa yang berdaulat. Deputi Mensesneg Bidang Sumber Daya Manusia bersama Biro Kewilayahan dan Wawasan.6 Jadi jati diri bangsa Indonesia adalah ciri-ciri atau identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: 2002). Persatuan bangsa perlu terus diupayakan keutuhannya dengan menyadari jati diri bangsa kita sebagai bangsa Indonesia.

Semangat itu diwujudkan dengan lahirnya Kebangkitan Nasional tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.8 Dalam perjalanan bangsa Indonesia selanjutnya. dan masakan tradisional Indonesia. Semangat kebangsaan sebagai bangsa yang satu itu tumbuh karena perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah. mengingat bangsa Indonesia terdiri dari ikatan-ikatan primordial atau dari berbagai suku bangsa. maka jati diri bangsa Indonesia diarahkan pada nilai-nilai yang menunjukkan diri kita sejatinya sebagai bangsa Indonesia. mengingat keberadaan bangsa Indonesia bukanlah di ruang hampa.Mengingat bangsa Indonesia berasal dari ikatan-ikatan primordial. Di samping itu bentuk dari jati diri bangsa Indonesia dapat dikenali dengan mengacu kepada kebudayaan nasional. Arus globalisasi dengan kemajuan transportasi dan telekomunikasi menjadi salah satu ancaman dari luar yang perlu disadari dan dihadapi dengan bijaksana oleh segenap bangsa Indonesia. kesadaran akan jati diri bangsa haruslah terus diperjuangkan. Perlu diresapi bagaimana semangat kebangsaan itu tumbuh di masa lalu. contohnya ialah batik. tari-tarian. Pengalaman sejarah merupakan ―guru‖ yang baik bagi kita sebagai bangsa. 7 Lihat uraian di atas mengenai golongan pertama yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. Nilai-nilai itu mengikat bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa. Lihat uraian di atas mengenai golongan kedua yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. diciptakan baru dan mengacu ke masa depan. Kebudayaan nasional dimaksud adalah yang berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah (puncak-puncak kebudayaan daerah) yang dapat menimbulkan perasaan bangga terhadap bangsa sendiri dan berfungsi untuk memperkuat rasa identitas nasional warga bangsa atau negara. Kebudayaan nasional itu adalah yang dapat dipahami oleh setiap warga Indonesia. 8 26 . Oleh sebab itulah maka acuan bagi jati diri bangsa Indonesia sebagai pedoman tertinggi bangsa atau ideologi dan hukum dasar dalam bernegara adalah Pancasila dan UUD 1945. yang harus dilaksanakan secara benar dan konsisten. yang terumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945. contohnya ialah bahasa nasional dan hukum nasional.7 Selain itu jati diri bangsa juga harus ditopang oleh rasa solidaritas bersama antar-suku bangsa atau antar-ikatan primordial yang ada di Indonesia. Hal itu dapat dijalankan melalui fungsi kedua kebudayaan yaitu memperluas rasa solidaritas nasional warga bangsa atau negara.

maka pemahaman musuh bersama itu harus digantikan dengan masalah-masalah yang melanda bangsa Indonesia yang harus kita hadapi secara bersama-sama. dalam pembentukan jati diri bangsa juga diperlukan teladan yang baik dari pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh. Di samping itu.Pada saat ini ketika kita sudah merdeka. Perasaan sebagai bagian dari negara kesatuan harus dikembangkan. dan pengembangan kebudayaan nasional sebagai upaya untuk meningkatkan rasa soliaritas dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. antara lain melalui pendekatan kebudayaan dan pengembangan kebudayaan nasional. 27 . Pendekatan kebudayaan sebagai media untuk dapat saling memahami antar-suku bangsa. Dengan demikian diharapkan berbagai upaya yang dilakukan akan dapat membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat. baik yang sudah tiada (pahlawan bangsa) maupun yang sekarang berkuasa atau menduduki jabatan.

mahasiswa mampu memahami konsep negara. yang terkait dengan konsep geostrategi dan geopolitik/ wawasan nusantara. 28 . dan konstitusi. serta harus patuh pada hukum dan pemerintah yang sah. Kepada ketiga syarat tersebut dapat pula ditambahkan adanya pengakuan kedaulatan dari negara lain (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. yang dapat terdiri atas berbagai golongan sosial. Agar mampu menghadapi musuh. Wilayah yang dimaksud adalah wilayah yang telah dinyatakan sebagai milik bangsa. Kedaulatan merupakan ciri yang membedakan organisasi pemerintah dengan organisasi sosial. serta mampu membangun pikiran yang terbuka dan kritis terhadap masalah negara dalam arti wilayah. negara berhak menuntut kesetiaan para warganya. Rumusan tujuan nasional dalam konstitusi merupakan 9 Sekretariat Negara Republik Indonesia. maupun dalam arti institusi/organisasi njegara. Rakyat adalah rakyat yang mendiami wilayah tersebut. Soekarno di hadapan Sidang BPUPKI. 1992). Dalam pengertian ini. negara meliputi wilayah. 1. rakyat. Hakikat Negara Menurut Ir. hlm. 2001: 36) dan tujuan negara yang tersurat/tersirat dalam konstitusi.BAB II NEGARA INDONESIA Setelah membaca bab ini. Organisasi itu disebut negara (state). dan pemerintah yang bersifat konstitutif dan telah dikukuhkan melalui Konvensi Montevideo.9 Oleh karena itu. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggalnya sebagai negara. ―Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan‖. ideologi. dan batas-batasnya ditentukan melalui perjanjian internasional. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) (Jakarta. Ketiga syarat negara itu dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. 66. Pemerintah adalah pemerintah yang berhak mengatur dan berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan perundang-undangan yang mengikat warganya. Dalam perkembangan selanjutnya mereka membentuk wadah organisasi yang akan melindungi diri dan tempat tinggalnya. yang terkait dengan sistem pemerintahannya.

ada legitimasi bagi negara untuk memaksa dengan kekuasaannya yang sah terhadap semua kolektiva dalam masyarakat. negara adalah suatu struktur masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam sesuatu wilayah. dengan kekuasaannya.‖ Menurut Logemann. 29 . Kedaulatan pada prinsipnya dapat dipegang oleh seseorang. sesuatu badan. Nagel. Sementara menurut Max Weber.pedoman untuk mencapai tujuan nasional dalam bernegara. teori kedaulatan raja. negara adalah suatu organisasi masyarakat yang bertujuan. baik di lapangan legislatif maupun eksekutif. atau sekelompok badan yang melakukan legislasi dan administrasi fungsifungsi pemerintahan. memajukan kesejahteraan umum. Dalam praktiknya. Di atas telah dikemukakan bahwa negara tidak terlepas dari konsep kedaulatan. mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mengatur hubungan itu. namun titik beratnya ada pada apa yang dikuasai. perdamaian abadi dan kesejahteraan sosial. kedaulatan Tuhan ini dapat menjelma dalam hukum yang harus dipatuhi oleh kepala negara atau dapat pula menjelma dalam kekuasaan raja sebagai kepala negara yang mengklaim wewenang untuk menetapkan hukum atas nama Tuhan. Tujuan nasional bangsa Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea IV) yang antara lain menyatakan ―Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. dalam setiap analisis mengenai konsep kekuasaan ada dua hal penting yang terkait yaitu lingkup kekuasaan (scope of power) dan jangkauan kekuasaan (domain of power). teori kedaulatan hukum. yaitu teori kedaulatan Tuhan. dan teori kedaulatan rakyat. Dalam ilmu hukum dikenal lima teori atau ajaran mengenai siapa yang berdaulat. Dengan demikian negara merupakan alat masyarakat untuk mengatur hubungan manusia dengan masyarakat. misalnya seberapa besar kekuatan keputusan-keputusan yang ditetapkan itu. teori kedaulatan negara. Ajaran kedaulatan Tuhan menganggap Tuhan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara. mengatur serta menyelenggarakan sesuatu masyarakat. Yang dimaksud dengan kedaulatan adalah konsep mengenai kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Jangkauan kekuasaan meliputi siapa yang menguasai dan apa yang dikuasai. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Lingkup kedaulatan adalah gagasan kedaulatan sebagai konsep mengenai kekuasaan tertinggi yang meliputi proses pengambilan keputusan. Menurut Jack H. sekelompok orang.

Memaksa berarti bahwa negara memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara sah (legal) agar dapat tertib dan aman. Ajaran kedaulatan negara merupakan reaksi terhadap kesewenangan raja yang muncul bersamaan dengan timbulnya konsep negara bangsa dalam pengalaman sejarah di Eropa. dan 3) mencakup semua. Ajaran kedaulatan rakyat meyakini bahwa yang sesungguhnya berdaulat dalam setiap negara adalah rakyat. Namun. Mencakup semua berarti bahwa semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang—warga atau penduduknya. Monopoli berarti bahwa negara mempunyai hak dan kuasa tunggal menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Ajaran kedaulatan hukum menganggap bahwa sesungguhnya negara tidaklah memegang kedaulatan. dan kekuasaan pemerintah bersumber dari kehendak rakyat. Menurut Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. Secara formal. demokrasi menjadi sesuatu yang diidealkan di tiap negara. Peaslee tahun 1950. Menurut penelitian Amos J. Kehendak rakyat merupakan satu-satunya sumber kekuasaan bagi setiap pemerintah. Akar perkembangan gagasan kedaulatan rakyat tumbuh dari tradisi Romawi kuno. Sumber kekuasaan tertinggi adalah hukum dan setiap kepala negara harus tunduk kepada hukum. 30 . 2) monopoli. sedangkan gagasan kedaulatan hukum tumbuh dari tradisi Yunani kuno. Pandangan ini muncul terutama setelah periode sekularisasi negara dan hukum di Eropa. Ada tiga sifat kedaulatan yang harus dicermati oleh penyelenggara negara yaitu 1) memaksa. Demikian pula halnya dengan di Indonesia. Konsep kedaulatan rakyat adalah prinsip dasar yang kemudian dikenal sebagai konsep demokrasi.Ajaran kedaulatan raja beranggapan bahwa rajalah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Dalam kenyataan saat ini. Masing-masing kerajaan di Eropa melepaskan diri dari ikatan negara dunia yang diperintah oleh raja. Dari ketiga sifat inilah timbul konsep negara hukum. tidak satu pun dari kelima ajaran itu yang dapat disebut paling modern. kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar. Sebagai teori. yang sekaligus memegang kekuasaan sebagai Kepala Gereja. hampir semua negara modern menganut asas kedaulatan rakyat. 90% negara di dunia dengan tegas mencantumkan dalam konstitusinya masing-masing bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.

31 . 2) merupakan sumber motivasi dan semangat bangsa. Menurut Kaelan. harus mengacu kepada Pancasila. perubahan UUD dimungkinkan. dalam negara demokrasi konstitusional.implementasinya di satu negara berbeda dengan di negara lain. dan seimbang. Ideologi dan Konstitusi Negara Agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap serasi. 2) tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa. penjabaran peraturan perundang-undangan dan aspek normatif lainnya. reformatif dan dinamis. 2) referendum/plebisit. perkembangan ketatanegaraan bangsa. Konstitusi Indonesia dimungkinkan untuk diubah melalui 1) sidang legislatif dengan tambahan syarat. Menurut Budiardjo (2008: 17). Orang Belanda menyebutnya grondwet yang mengandung pengertian aturan dasar atau fundamental law. dan 4) suatu keinginan. Yang dimaksud dengan aturan dasar adalah sejumlah aturan dasar dan ketentuan yang dibentuk untuk mengatur fungsi dan struktur lembaga negara dan lembaga pemerintah. termasuk penyusunan doktrin bangsa. 3) pandangan pendiri/tokoh bangsa yang hendak diwujudkan untuk masa sekarang dan yang akan datang. serta membentuk masyarakat menuju cita-cita. Ini adalah persoalan yang dihadapi pelaksanaan dalam demokrasi di zaman sekarang. makna ideologi bagi negara adalah 1) mencerminkan cara berfikir masyarakat. dan 3) bersifat terbuka. 2. Persayaratan lain suatu negara modern adalah adanya konstitusi. bangsa dan negara. Pedoman itu adalah ideologi bangsa dan negara yang digali dari budaya bangsa. diperlukan suatu pedoman hidup. Kata konstitusi (dari bahasa Perancis constituir yang berarti ‗membentuk‘) diartikan sebagai pengaturan dasar pembentukan negara. 4) musyawarah khusus (convention). konstitusi (UUD) berfungsi khas membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. 3) persetujuan ¾ negara bagian. Menurut UUD 1945. bila sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota MPR hadir dan sekurang kurangnya 2/3 dari anggota yang hadir itu setuju. Ini semua harus tercermin dalam berbagai bidang dan kebijakan program-program negara. Ideologi negara bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang ditetapkan di dalam konstitusi sebagaimana tersurat di dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu. selaras. termasuk kerja sama antara rakyat (masyarakat) dan negara dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsitusi adalah dokumen tertulis formal yang merupakan 1) hasil perjuangan politik bangsa di masa lampau.

Sekutu masuk ke berbagai wilayah Indonesia yang diboncengi oleh Belanda (NICA) setelah kekalahan Jepang. 6) periode UUD 1945 pasca-orde baru (21 Mei 1998—19 Oktober 1999). Sejarah pemberlakuan dan pengubahan UUD 1945 banyak menimbulkan kontroversi. 2) periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949—17 Agustus 1950). dll. namun peristiwa itu telah membuat kondisi negara tidak stabil atau tidak dalam keadaan normal untuk melasanakan UUD 1945 dengan baik. Pada tanggal 18 Agustus 1945. Beberapa kali terjadi penyimpangan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penyempurnaan. DPR dan DPA belum diangkat. Meskipun yang menyusun dan yang menetapkan UUD 1945 dua badan yang berbeda.Perjalanan panjang sejarah pelaksanaan UUD di Indonesia terjadi dalam beberapa periode. Hal ini dapat ditunjukkan dengan dijalankannya kekuasaan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional karena MPR. sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk menyiapkan sebuah UUD bagi Indonesia apabila dimerdekakan. a. mulai dari pembentukannya pada tahun 1945 sampai dengan masa reformasi sekarang ini. PPKI ini yang menetapkan peralihan kekuasaan dari jajahan menjadi negara merdeka setelah sehari sebelumnya Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Pelaksanaan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia penuh dengan dinamika. 3) periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950—5 Juli 1959). yaitu: 1) periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945—27 Desember 1949). Dalam periode 1945—1949. Demikian pula yang terjadi pada periode-periode selanjutnya. UUD 1945 tetap sah karena fungsi dan tugas kedua 32 . Pada masa transisi itu. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI juga menetapkan UUD 1945 yang sebelumnya telah disusun oleh BPUPKI dengan sedikit revisi. dan 7) periode UUD 1945 yang diamandemen (1999—sekarang). Setelah itu BPUPKI dibubarkan dan diganti oleh Dokuritsu Inkai atau PPKI yang diketuai oleh Soekarno. 2010: 129—138). Periode UUD 1945—1949 Pada awalnya. yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena kondisi negara dalam masa transisi setelah proklamasi kemerdekaan. 5) periode UUD 1945 masa orde baru (11 Maret 1966—21 Mei 1998). UUD 1945 mengalami banyak ujian dalam pelaksanaannya (Meliono. 4) periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959—1966). Indonesia akhirnya berhasil mempertahankan kemerdekaannya. rancangan UUD disiapkan oleh Dokuritsu Junbi Coosakai atau BPUPKI..

Oleh karena itu diserukan. Watak tersebut ditunjukkan dengan ketentuan Pasal IV Peralihan UUD 1945 yang memberikan kekuasaan MPR. dan juga pengubahan konstitusi dengan memberlakukan Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949 (KRIS 1949). b. Dalam praktik kedua maklumat itu merupakan penyimpangan dari UUD 1945 meskipun secara resmi tidak membatalkan atau mencabut UUD itu. Maklumat X 1945 kemudian disusul dengan Maklumat Pemerintah tertanggal 14 November 1945 yang berisi perubahan sistem kabinet dari sistem presidensial menjadi sistem parlementer. sedangkan PPKI melakukan peralihan kekuasaan dan menetapkan atau mengesahkan berlakunya UUD. Periode UUDS 1950—1959 Pada tahun 1950. c. antara lain oleh Mohammad Natsir 33 . Periode Konstitusi RIS 1949—1950 Seiring dengan diubahnya bentuk negara kesatuan menjadi negara federal atau Republik Indonesia Serikat (RIS) sejak tanggal 29 Desember 1949.badan itu memang berbeda. Dua bulan sejak UUD 1945 diberlakukan. muncul Maklumat X pada tanggal 16 Oktober 1945 karena adanya gerakan untuk tidak memberlakukan UUD 1945 yang dianggap berwatak fasis dan menjadi sumber otoriterisme. Perubahan bentuk negara dan konstitusi ini merupakan hasil akhir dari perundingan-perundingan antara pemerintah Indonesia dan kerajaan Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali setelah Jepang—yang sedang menduduki Indonesia ketika itu—kalah dalam perang Pasifik 1945. Istilah ―maklumat‖ tidak menjadi persoalan karena pada saat itu Indonesia belum memiliki UU tentang peraturan perundang-undangan sehingga muncul istilah maklumat atau peraturan. BPUPKI menyusun rancangan UUD. DPR. Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya dengan perang konvensional dan perundingan-perundingan. Hasil konferensi itu adalah pengubahan bentuk negara dari NKRI menjadi NRIS. terhadap bentuk negara federal tersebut di atas. dan DPA kepada Presiden dengan bantuan Komite Nasional. Hasil dari perundingan-perundingan itu adalah diadakannya Konferensi Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. UUD 1945 secara resmi diganti dengan Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 (KRIS 1949). beberapa kalangan melakukan penolakan karena dianggap sebagai kreasi Belanda (arsiteknya Van Mook) untuk memecah-belah Indonesia.

agar Indonesia kembali ke NKRI. 34 . dan 3) (janji) pembentukan MPRS dan DPAS. Bahkan Moh. yang pada pokoknya berisi 1) bentuk negara Indonesia diubah menjadi negara kesatuan dan 2) Konstitusi RIS 1949 diganti dengan Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 1950). Beberapa pihak menganggap bahwa dekrit tersebut inkonstitusional. Mengingat perdebatan tersebut berpotensi membahayakan negara karena muncul berbagai front yang menggambarkan aliran politik yang panas akibat perdebatan itu. d.(tokoh Masyumi). Seruan itu disebut ―Mosi Integral Natsir. Kembali ke UUD 1945—1966 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959) Di dalam UUDS 1950 ditetapkan keharusan mengadakan Pemilu untuk memilih wakil-wakil rakyat. seruan Natsir itu berhasil mendorong lahirnya UU Federal Nomor 7 Tahun 1950. Setelah Pemilu. baik untuk DPR maupun untuk Konstituante. Di pihak lain. yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1953. mengapa digunakan kata sementara. namun yang terjadi adalah perdebatan yang berarut-larut tentang dasar negara.‖ Pada tanggal 17 Agustus 1950. maka pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang dikenal sebagai Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Ada yang mempertanyakan. 2) pencabutan berlakunya UUDS 1950 dan pemberlakuan kembali UUD 1945. Menurut Mahfud. sejak awal para pemimpin Indonesia sudah melihat bahwa UUD permanen haruslah dibentuk oleh lembaga negara yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu agar UUD itu dapat mencerminkan resultante rakyat. tidak sedikit yang membenarkan dikeluarkannya dekrit itu dengan alasan negara dalam keadaan bahaya sehingga Presiden dapat mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan negara. Ketentuan konstitusional itu menjadi dasar penyelenggaraannya Pemilu 1955 untuk memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Isi dekrit itu adalah 1) pembubaran Konstituante. sidang Konstituante pun dilaksanakan. Hatta dan Prawoto Mangkusasmito mengatakan dekrit itu adalah kudeta terhadap lembaga negara yang sah. DPR adalah lembaga legislatif biasa. sedangkan Konstituante merupakan badan khusus yang bertugas menetapkan UUD bersama pemerintah.

3) pelaksanaan wewenang Menteri yang dilakukan Presiden.53%) Keppres dari 401 yang tidak dimuat dalam Lembaran Negara sehingga secara umum tidak dapat disebut sebagai peraturan dalam perundang-undangan. policy rules) tetapi disusupkan dalam materi muatan Keppres sebagai peraturan umum (regeling). 2005: 113—155). Pertama. 2) materi muatan yang bukan merupakan materi muatan Keppres. Ketiga. Pada era Orde Lama. Penelitiannya itu dilakukan terhadap Keputusan Presiden (Keppres) RI dalam kurun waktu dari tahun 1987 hingga 1998.‖ juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. menemukan hal-hal berikut. tidak boleh melawan hukum—baik formal maupun materil dalam arti luas—dan tidak boleh melampaui/menyelewengkan kewenangan menurut undang-undang. Periode UUD 1945 Masa Orde Baru 1966—1998 Pemerintahan Orde Baru yang semboyannya ―Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. yuridisitas. terutama pelanggaran terhadap hak-hak sipil dan hak-hak politik rakyat. policy rules) yang melanggar asas larangan melampaui wewenang selama 12 tahun berturut-turut. Artinya. Tindakan pemerintah harus memenuhi legitimasi. Berdasarkan peraturan-peraturan yang ada. dan legalitas. 35 . otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. terdapat 351 (87. dan 4) materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. terdapat 56 dari 224 Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. sedangkan pada era Orde Baru. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. Pada masa Orde Baru sistem politik yang dibangun adalah korporatis atau rezim militer-teknokratis. policy rules) yang dibuat sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 1998 (12 tahun). ada 13 Keppres yang mengandung penyusupan materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. tindakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau kepentingan umum. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum (Mahfud MD. Yang membedakan otoriterisme Orde Lama dan Orde Baru adalah cara membangun sistem itu. Keppres yang melanggar asas larangan melampaui wewenang tersebut terjadi karena 1) adanya pertentangan dengan peraturan perundang-undangan. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi.e. Kedua. Hasil penelitian Erliyana menunjukkan penyimpangan di masa Orde Baru itu.

3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. policy rules). baik pada tingkat pertama. Desakan ini memuncak pada tuntutan agar dilakukan Sidang Istimewa MPR dan tuntutan (terutama oleh mahasiswa) agar Presiden Soeharto mundur. dan 3) bersifat kebijakan sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Dari segi materi muatan. Oleh karena itu. dan hukum. belum memilah Keppres dengan rinci sebagai peraturan umum (regeling). Periode UUD 1945 Periode 21 Mei 1998—19 Oktober 1998 Munculnya gerakan reformasi pada tahun 1998 merupakan akumulasi dari kekecewaan atas kondisi rakyat Indonesia yang kian terpuruk karena dilanda krisis yang berkepanjangan. melainkan juga di bidang politik. terlebih dahulu harus meminta pendapat rakyat melalui referendum. J. 2) bersifat ketetapan atau penetapan sebagai keputusan (beschikking). banding. seluruh Keppres yang dijadikan objek gugatan oleh hakim dinilai sebagai ―peraturan perundangundangan‖ yang memiliki derajat sama dengan undang-undang. antara lain. keputusan (beschikking). melainkan merupakan wewenang Mahkamah Agung untuk melaksanakan Hak Uji materil (Erliyana. Habibie yang pada waktu 36 . UUD 1945 disakralkan sebagai konstitusi dengan pemberlakuan sejumlah peraturan yang mempersulit usaha untuk mengubahnya. Seluruh gugatan kandas karena dari awal sudah dinyatakan bukan wewenang Pengadilan Tata Usaha Negara. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983. Keppres dapat dibedakan atas yang 1) bersifat mengatur atau sebagai peraturan umum (regeling). Akibat krisis tersebut muncul desakan agar segera dilaksanakan reformasi menyeluruh terutama di bidang politik. Krisis itu bukan hanya di bidang ekonomi dan moneter saja. f. atau peraturan kebijakan (beleidsregel. policy rules). ekonomi. Pada masa Orde Baru. 2) Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. 2005: 192—195). ialah 1) Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945 dan tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya. dan digantikan oleh B. maupun kasasi. Pertimbangan hukum Majelis Hakim.Temuan lain adalah yang menyangkut perkara yang diputus Pengadilan Tata Usaha Negara dengan Presiden sebagai Tergugat dan Keppres sebagai objek gugatannya. Peraturanperaturan itu.

UUD 1945. misalnya. Menurut Deliar Noer. Pada era Soeharto. Sidang Umum MPR 1999 sedang melakukan sidang Perubahan Pertama UUD 1945 pada tanggal 14--21 Oktober 1999. bahwa penerapan pasal-pasal UUD 1945 merupakan upaya sentralisasi kekuasaan terutama pada Presiden. 2010: 136). otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. Pada saat berakhirnya masa transisi pada tanggal 19 Oktober 1999. Periode baru ini sampai dengan tanggal 19 Oktober 1999 dikenal sebagai masa transisi. pelanggaran terhadap konstitusi dilakukan dengan dikeluarkannya berbagai Penetapan Presiden (Penpres) yang jelas-jelas inkonstitusional karena berada di luar ketentuan UUD 1945. Artinya. Inilah yang melatarbelakangi politik di masa Orde Baru yang berupaya melestarikan UUD 1945 (Meliono. g. Soeharto membangun sistem politik yang korporatis atau rezim militer-teknokratis. Konstruksi pemikiran atas munculnya otoriterisme yang dibangun 37 . Pasal IV.itu menjabat Wakil Presiden. terutama dengan pelanggaran terhadap hakhak sipil dan hak-hak politik rakyat. Pada periode inilah Provinsi Timor Timur lepas dari NKRI. Berdasarkan hasil studi oleh sejumlah pakar konstitusi dan ketatanegaraan. terutama di kampus-kampus. UUD 1945 tidak lagi disakralkan. 25 dari 37 pasal UUD 1945 adalah interpretatif sehingga perlu disempurnakan. Periode UUD 1945 yang Diamandemen 1998—sekarang (Reformasi) Pada masa reformasi. Pada periode pertama (1945-1949) pemerintahan tampil dengan sentralisasi kekuasaan yang—oleh golongan muda ketika itu—dianggap bersifat fasis karena Presiden memegang seluruh kekuasaan lembaga negara berdasarkan Aturan Peralihan. Yang membedakan otoriterisme Soekarno dan Soeharto adalah cara membangun sistem itu.. Wacana amandemen terhadap UUD 1945 didasarkan pada suatu kenyataan sejarah selama masa Orde Lama dan Orde Baru. Pada periode demokrasi terpimpin (1959—1966) pemerintahan yang dipimpin Presiden Soekarno bertindak otoriter. Pada era Soekarno. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. dll. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. Pemerintahan Orde Baru juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. otoriterisme dibangun melalui celah-celah yang dibuka oleh UUD 1945 itu sendiri. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum. Dalam bidang konstitusi dan hukum.

kecuali dalam keadaan tidak normal ketika sebuah konstitusi ditetapkan secara sepihak oleh suatu kekuatan penguasa. Sidang istimewa itu juga membuat Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI hanya dua kali. Tujuan dilakukannya amandemen bukanlah untuk mengganti UUD 1945 sama sekali. 2) Perubahan Kedua (Sidang Umum MPR tanggal 7—18 Agustus 2000).berdasarkan peluang yang ada di dalam UUD 1945 ialah bahwa UUD 1945: 1) menganut sistem yang executive-heavy (meletakkan tumpuan kekuasaan pada Presiden). apabila sebuah resultante atau kesepakatan politik sudah dicapai melalui prosedur yang sah. Oleh karena itu. Konstitusi mempunyai arti yang sangat penting bagi penyelenggaraan negara dan pemerintahan. 3) Perubahan Ketiga (Sidang Umum MPR tanggal 1—9 November 2001). Wheare. UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen) dalam kurun waktu 1999—2002 yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR. Sebelum melakukan amandemen. C. Pada era reformasi. serta perlindungan hak-hak rakyat. ketika. perlu dikedepankan sikap konstitusional. MPR tidak perlu lagi meminta pendapat rakyat untuk mengubah UUD 1945. Menurut K. dan sesudah perubahan UUD 1945 adalah suatu hal yang wajar sebagai wujud dari demokrasi. konstitusi adalah resultante atau kesepakatan politik bangsa melalui para pembuatnya (misalnya konstituante atau badan legislasi) sesuai dengan situasi tempat. MPR dalam sidang istimewa tahun 1998 terlebih dahulu mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum. Munculnya kontroversi pada masa sebelum. Dalam menyikapi kontroversi yang terjadi dalam proses pembentukan atau perubahan konstitusi. dan melaksanakan konstitusi dengan sebaik-baiknya. tidak mungkin sebuah konstitusi dapat lahir tanpa perdebatan dan kontroversi. dan 4) Perubahan Keempat (Sidang Umum MPR tanggal 1—11 Agustus 2002). yaitu sikap untuk tunduk kepada. melainkan merupakan upaya untuk menyempurnakannya tanpa harus menggantikannya. Oleh sebab itu adalah suatu keniscayaan apabila dalam membuat kesepakatan politik itu terjadi kontroversi. Perubahan-perubahan itu ialah 1) Perubahan Pertama (Sidang Umum MPR tanggal 14—21 Oktober 1999). 2) memuat pasal-pasal yang ambigu (multi-tafsir). 3) terlalu banyak memuat atribusi kewenangan untuk mengatur hal-hal penting yang diberikan kepada lembaga legislatif. Dengan dicabutnya Ketetapan MPR tersebut. 38 .

UUD memuat masalahmasalah HAM secara rinci. kehidupan demokrasi tumbuh lebih baik. beberapa kemajuan telah dicapai. 1973: 167). namun harus melalui prosedur yang tidak mudah. dan antarbangsa. apabila kita simak instruksi Kanselir Frederick Agung dari Prusia kepada para jenderalnya: ―Bila kamu tidak tahu tentang wilayah. dulu kekuasaan membentuk UU terletak di tangan Presiden. kamu tidak dapat berbuat untuk negara. yaitu antarindividu. Namun. bukan hanya karena masa jabatannya yang dibatasi menjadi hanya dua kali. Pertama. Kelima. hingga saat ini. misalnya yang berkaitan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat. Negara dalam Arti Wilayah Berkaitan dengan pernyataan bahwa ―Orang dan tempat tinggalnya tidak dapat dipisahkan. Keempat. antarkeluarga. maka bangsa itu harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan kebangsaan/wawasan nasional. Pada masa Orde Lama maupun Orde Baru. dalam praktik politik. Dulu tidak ada peluang untuk itu karena diasumsikan bahwa UU itu tidak dapat dibatalkan melalui peninjauan judisial ( judicial review) melainkan hanya dapat dibatalkan dengan peninjauan legislatif (legislative review). 3. antara lain yang berikut. selain kesalahan fatal‖ (Collins. karena demokrasi tanpa nomokrasi dapat menimbulkan kekacauan atau anarkisme.‖ maka perebutan ruang hidup menjadi hal yang selalu terjadi dan menimbulkan konflik antarmanusia. melainkan juga karena Presiden dimungkinkan untuk diberhentikan melalui penilaian politik dan penilaian hukum dengan alasan-alasan tertentu yang disebutkan di dalam UUD. Oleh karena itu. tidak ada satu pun lahir UU yang berasal dari hak inisiatif DPR. sudah lebih dari 30 UU yang lahir berdasarkan hak inisiatif DPR. sebagai perwakilan rakyat. yang sebelum diamandemen hanya mengaturnya secara sumir (Mahfud MD. Sekarang lembaga legislatif harus berhati-hati atau tidak dapat sembarangan dalam membuat UU karena produk legislasi pada saat ini sudah dapat diuji oleh lembaga yudisial yaitu Mahkamah Konstitusi. Pada era reformasi. Ketiga. demokrasi harus tetap bersama-sama dengan nomokrasi. 2009: 113—155). Konsep wawasan kebangsaan tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX. Oleh karena itu tidaklah salah. antarmasyarakat. sekarang Presiden tidak dapat lagi berbuat sewenang-wenang. namun sekarang berada di tangan DPR sehingga. sekarang pengujian UU terhadap UUD dapat dilakukan. DPR menjadi lebih berdaya. Konsep ini 39 .Setelah UUD 1945 diubah. agar suatu bangsa dapat mempertahankan ruang hidupnya. Kedua.

perlu dilakukan pengkajian mengenai siapa ―mitra strategi‖ dan ―apa lingkungan strategi‖ yang akan mempengaruhi politik Indonesia. Pada konsep geostrategi. Teori mereka ditulis ulang dan menjadi disertasi Karl Haushofer yang menitikberatkan pembentukan ruang dan kekuatan. Wilie. Konsep wawasan nasional harus ditindaklanjuti melalui pembuatan konsep geostrategi. yang merupakan pelaksaan dari geopolitik. perbatasan negara hanya bersifat sementara sehingga teorinya dikenal sebagai Teori Kekuatan.dikenal sebagai geopolitik. menurut Laksda (USN) J. seperti teori Charles Darwin. terutama para pemuda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. namun harus dilakukan sepanjang hayat. C. Oleh karena itu dalam pembahasan masalah wawasan nasional. Upaya mencapai tujuan nasional bangsa perlu dilakukan melalui strategi-strategi yang tidak dapat dilakukan secara singkat. yang terpuruk pasca-Perang Dunia I. Dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah ―dunia ideal‖ yang kita kejar. Menurutnya. Ketiga konsep tersebut hendaknya dipahami benar oleh segenap bangsa Indonesia. Perang Dunia I sebenarnya merupakan upaya negara Eropa Barat/sekutu untuk membangkitkan gerakan nasionalisme Eropa Tengah dan Eropa Timur serta Asia dari kekuasaan dinasti yang 40 . Dalam hal ini keinginan bersama adalah politik nasional. 1973: 15). Untuk keperluan tersebut perlu disusun pedoman pelaksanaan yang dikenal sebagai politik nasional dan strategi nasional. dalam arti distribusi kekuatan. Strategi. 2004: 157). Politik nasional dan strategi nasional merupakan proses kegiatan untuk mewujudkan kondisi sistem kehidupan nasional. Teorinya itu kemudian menjadi wawasan nasional Jerman. yang pada mulanya membahas geografi dari segi politik negara. pada hamparan geografi negara. Selanjutnya berkembang konsep politik. kemudian negara—dan adanya kemajuan teknologi. adalah ―rencana aksi untuk mengakhiri keinginan bersama dan dapat diukur hasilnya‖ (Collins. Konsep geopolitik dan geostrategi berkembang seiring dengan kesadaran manusia untuk berbangsa dan bernegara—mulai dari terbentuknya bangsa. Geostrategi adalah ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. Gagasan itu diperkuat oleh tulisan Rudolf Kjellen yang mengatakan bahwa untuk berkembang diperlukan kekuatan dan intelektual bangsa. Gagasan awal geopolitik ditulis oleh Friedrich Ratzel yang mengatakan bahwa terbentuknya negara ibarat pertumbuhan makhluk hidup yang membutuhkan ruang untuk pertumbuhannya. sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu ―baru‖ dicurigai sebagai upaya pembenaran atas konsep ruang (Sunardi. di samping sejarah terjadinya konsep wawasan nasional perlu pula dibahas teori geopolitik serta implementasinya.

sedang berkuasa (Habsburg dan Romanov). Mereka juga ingin mengerdilkan dinasti Usmaniah (Ottoman) yang menguasai wilayah Balkan, Jazirah Arab, dan Afrika Utara. Pokok-pokok teori Haushofer adalah yang berikut: 1) negara harus mempunyai ruang hidup ―cukup‖; 2) negara harus swasembada; dan 3) dunia dibagi atas empat pan-region dan setiap pan-region harus dipimpin dan dikendalikan oleh bangsa (ras) unggulan. Keempat panregion adalah benua Eropa-Afrika (Jerman); wilayah Rusia-India (Rusia); wilayah Asia Timur, termasuk Australia (Jepang); dan benua Amerika (Amerika Serikat). Konsep yang bernuansa rasialis ini benar-benar dihayati oleh ras Austro-Jerman. Namun teori Haushofer didahului beberapa doktrin wawasan yang bersifat pembangunan kemitraan berkaitan dengan perkembangan teknologi transportasi, telekomunikasi, dan kesenjataan. Wawasan Maritim yang dikembangkan oleh Walter Raleigh berkaitan dengan teknologi kapal dan kepelabuhanan Inggris yang lebih unggul dari Spanyol dan Portugis. Pada wawasan maritim ini orientasi commodities berubah. Konsep itu, antara lain, ialah: ―Siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan; siapa yang menguasai perdagangan akan menguasai kekayaan dunia—artinya, akan menguasai dunia.‖ Konsep itu menggambarkan perebutan ruang hidup dan laut secara fisik yang tidak dapat dihindari. Negara pantai yang lemah akan dikuasai oleh Inggris. Sampai dengan Perang Dunia II, Inggris mengobarkan semangat bangsanya dengan semboyan ―Britain rules the waves.‖ Alfred T. Mahan mengemukakan bahwa ―Sumber daya laut, termasuk akses ke laut, harus dipertahankan dan dimanfaatkan.‖ Konsep ini menyebabkan orang berlomba-lomba mengeksploitasi sumber daya laut sesuai dengan konsep rezim klasik hukum laut yang beranggapan bahwa laut merupakan hak bersama (common heritage of mankind) dan pemikiran bahwa yang datang duluan mendapat hak duluan (first come first served). Wawasan kontitental dikembangkan oleh Halford Mackinder yang beranggapan bahwa kekayaan dunia terdapat di ―Pulau Dunia‖ yang meliputi benua Eropa, Asia, dan Afrika. Wilayah dunia yang lain disebut kepulauan dan samudera. Dalam Pulau Dunia wilayah dibagi atas daerah Jantung dan daerah Bulan Sabit, yang meliputi pantai-pantai Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Selatan dan Eropa Barat. Kekayaan dunia ada di daerah Jantung—kira-kira Siberia sekarang. Untuk menguasai daerah Jantung perlu dibangun kekuatan darat. Nicholas Spijkman memperbaiki teori di atas dengan teori Daerah Batas. Menurutnya, wilayah dunia terdiri atas: 1) daerah jantung (pivot area); 2) Offshore Continent Land yaitu

41

daerah pantai Eropa dan Asia; 3) Oceanic Belt (pulau dan pantai di luar pantai Eropa-Asia) termasuk daerah ini Afrika Selatan: dan 4) The New World (benua Amerika). Wilayah yang akan menjadi daerah penting adalah Offshore continent land. Wilayah ini merupakan pusat pergolakan dunia karena memiliki sifat maritim dan kontinental. Sedangkan Amerika merupakan daerah aman dari pergolakan karena untuk menuju Amerika dibutuhkan teknologi maju. Seiring dengan kemajuan teknologi dirgantara, manusia mulai membangun kekuatan udara dan menghendaki pembentukan Angkatan Udara (AU) yang terpisah dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Alasan utamanya adalah AU dapat beroperasi sendiri dan mampu menghancurkan musuh di kandang sendiri. Kemenangan terakhir ada pada AU.

a. Ciri Khas Wilayah Indonesia Secara formal bangsa Indonesia menjadi negara sejak Proklamasi Kemerdekaan. Wujud keformalan Indonesia adalah berupa 1) rakyat, 2) wilayah (eks Hindia Belanda), 3) kedaulatan (sejak Proklamasi Kemerdekaan), 4) pemerintah (sejak terpilihnya Presiden), 5) tujuan negara (mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila), dan 6) bentuk negara yang berupa negara kesatuan. Negara dalam arti wilayah dapat dibedakan atas 1) negara daratan yang berbatasan dengan daratan negara tetangga dan 2) negara yang berbatasan dengan laut, yang dapat dibedakan atas: a) negara pantai, b) negara pulau, dan c) negara kepulauan. Menurut regim hukum laut klasik, laut menjadi pemisah dari pulau-pulau. Akibat ketentuan rezim hukum itu, Indonesia dan banyak negara nasional baru, yang merdeka pasca-Perang Dunia II, menjadi tidak utuh. Agar utuh dan menjadi satu entitas, Indonesia mengeluarkan Deklarasi Pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda, pada tanggal 13 Desember 1957 yang menginginkan pembaharuan ―asas negara kepulauan‖. Dengan semakin banyaknya negara merdeka yang baru, maka melalui Sidang Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea, UNCLOS) pada tahun 1982 di Montego Bay, Jamaica, perjuangan tersebut baru berhasil, setelah 25 tahun. Merujuk pada Pasal 46 UNCLOS 1982, Negara Kepulauan ialah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu kepulauan atau lebih yang dapat mencakup pulau-pulau lainnya. Istilah ―kepulauan‖ diartikan sebagai suatu gugusan pulau. Yang termasuk gugusan pulau adalah pulau-pulau, perairan, dan lain-lain wujud alamiah, yang hubungan satu sama lainnya

42

sedemikian erat sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau secara historis dianggap demikian.

b. Geopolitik Indonesia Ciri khas Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah bahwa NKRI 1) merupakan negara kepulauan; 2) berada di antara dua samudera, yaitu samudera India dan Pasifik, dan di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia; serta 3) berada di bawah lintasan Geostationary Satelite Orbit (GSO) sepanjang 12,8 % GSO bumi. Ciri khas ini menghendaki bangsa Indonesia memiliki cara padang yang sama dalam upaya mengelola wilayah. Oleh karena itu disusunlah doktrin Geopolitik Indonesia yang merupakan kesatuan pandang bangsa tentang diri dan lingkungannya. Geopolitik Indonesia disebut Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka, dan lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada awal era reformasi istilah Wawasan Nusantara menjadi tidak populer. Para elit politik enggan menggunakan istilah ini sehingga tidak tercantum lagi dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 (yang terakhir) sebagai wawasan bangsa Indonesia. Tujuan Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional yang dikenal sebagai ―astagatra‖. Astagatra meliputi geografi, demografi dan sumber daya alam yang merupakan aspek potensi alamiah serta ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan militer (kini pertahanan-keamanan), yang merupakan aspek potensi sosial yang turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Oleh karena itu hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan yang merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi, dan potensi geografi dan pedoman pola tindak dan pola pikir kebijaksanaan nasional. Wawasan Nusantara sebagai paradigma sistem kehidupan bangsa Indonesia diurutkan sebagai berikut: 1) Pancasila sebagai filsafat, ideologi bangsa dan dasar negara; 2) UUD-1945 sebagai konstitusi negara; 3) Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia; 4) Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan negara Indonesia; dan 5) Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional.

43

dan 4) merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian. 1995. Benua maritim berarti bahwa air diperlakukan sebagai penyambung daratan dan bukan sebagai pemisah. Dengan implementasi konsep pertahanan dan keamanan segenap wilayah Indonesia. Konsep Presiden Soekarno itu menekankan pentingnya penyusunan konsep ketahanan jiwa bangsa (Basry. Wawasan Nusantara berperan untuk 1) mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras. 2) pola dasar pemanfaatan lingkungan yang ada hubungan erat dan saling terkait serta tergantung antara masyarakat dengan ruang hidupnya. c. Konsep Wawasan Nusantara merupakan gambaran ―dunia ideal‖ yang kita kejar dan hendaknya diikuti oleh konsep ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. 44 . bangsa Indonesia diharapkan mampu memberi makna kepada tanah air. 3) menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. dianjurkan. benua maritim. Doktrin dasar merupakan doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat filosofis. Berdasarkan keempat peran itu Wasasan Nusantara dipakai sebagai 1) pola dasar perencanaan pembangunan nasional. dan 4) pedoman melaksanakan salah satu tujuan nasional. Hakikat laut tidak dapat dibagi-bagi tetapi dapat dibedakan dalam rezim hukum yang mengaturnya. dalam rangka meninjau wilayah Indonesia yang tidak diduduki oleh Pemerintah Belanda (NICA). dan hakikat laut. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan. disusunlah konsep geostrategi yang disebut ketahanan nasional. yaitu ikut serta dalam upaya perdamaian dunia. Geostrategi Indonesia Untuk melaksanakan konsep Wawasan Nusantara. dan diterima sebagai kebenaran. 50-51).Yang dimaksud dengan doktrin adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. Tanah air berarti bahwa tanah dan air merupakan satu maujud atau entitas yang utuh. Gagasan konsep ketahanan nasional berawal dari pidato Presiden Soekarno di Kotaraja—kini Banda Aceh—pada tanggal 16 Juni 1948. Konsep itu disebut Ketahanan Nasional. segenap aspek kehidupan nasional. 3) pola dasar implementasi konsep pertahanan-keamanan untuk menjamin segenap wilayah Indonesia. Dunia nyata yang harus diwujudkan tidak lain adalah konsep geostrategi Indonesia. 2) menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan.

Dalam konsep ini. sosial budaya. yakni pembangunan jiwa bangsa. ekonomi. Konsep Ketahanan Nasional disusun dengan sistematika seperti dalam konsep Wawasan Nusantara: Astagatra yang terdiri dari trigatra yaitu aspek kekuatan alamiah (geografi. sosial budaya. dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional). Konsep yang dihasilkan pada tahun-tahun 1968 dan 1969 pada awalnya hanya berlaku di Indonesia. ekonomi. Oleh karena itu. Ketahanan Nasional diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan. konsep yang disempurnakan tahun 1972 diharapkan dapat diterapkan di negara-negara sedang berkembang (Panitia LEMHANNAS. masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebuah koin.Setelah pengakuan kedaulatanan pada 1949. garis besar pembangunan politik Indonesia adalah “nation and character building‖. politik. dan pertahanan-keamanan) dengan ketentuan sebagai berikut. ketahanan nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial (ideologi. 1980: 85). bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik (keamanan) sebagai prioritas selanjutnya. dan kemampuan penduduk) dan pancagatra berupa aspek kekuatan sosial (ideologi. Hubungan antargatra dalam astagatra dapat digambarkan demikian: 1) trigatra dan pancagatra merupakan satu kesatuan yang bulat. serta kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman. kekayaan alam. Konsep ketahanan nasional merupakan konsep pengaturan keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan nasional. Prinsip perang dan damai bangsa Indonesia menjadi satu bagian 45 . yang langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia (Panitia LEMHANNAS. politik. Pancasila digunakan sebagai kerangka pikir yang komprehensifintegral. 2) ketahanan nasional pada hakikatnya tergantung pada kemampuan bangsa dan negara dalam memanfaatkan trigatra sebagai modal dasar peningkatan pancagatra. Kedua. Bung Karno pada tahun 1965 mendirikan Lembaga Pertahanan Nasional (kini Lembaga Ketahanan Nasional) yang bertugas mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional dan menghasilkan konsep Ketahanan Nasional. dan 3) kelemahan pada salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan pada gatra lainnya dan akan mempengaruhi kondisi keseluruhan. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. menurut Brigjen TNI Haryomataram. serta pertahanan-keamanan). Namun. Pertama. Ketiga. 1980: 227). konsep ketahanan nasional meliputi masa damai maupun masa perang.

Kekuatan sosial yang terbina dengan baik secara persuasif akan mampu mengajak masyarakat untuk membangun kekuatan fisik untuk kesejahteraan dan keamanan negara dan bangsa. Menghadapi berbagai kecenderungan regional maupun global. berkeadaban. negara integralistik. Kedaulatan berkerakyatan berarti bahwa dalam upaya menyelenggarakan kehidupan kenegaraan kita dituntut hidup berdemokrasi yang sesuai dengan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. yang dikonotasikan dengan era sebelumnya—Orde Lama dan Orde Baru. 4. Untuk itu perlu direnungkan makna negara menurut Pancasila. demikian Penjelasan Pembukaan UUD 1945. Hakikat negara Pancasila adalah negara persatuan. Yang tidak boleh dilupakan adalah kehendak rakyat kepulauan nusantara untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia.integral dengan sifat-sifat 1) cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Oleh karena itu. negara kebangsaan yang berketuhanan. Kita tidak dapat melawan ―serbuan‖ negara-negara maju. dan 3) rela berkorban untuk tanah air. dan berkeadilan sosial. Asas kedaulatan rakyat bangsa Indonesia telah digariskan di dalam sila keempat Pancasila. Makna ―kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan‖ adalah bahwa demokrasi kita tidak meniru demokrasi Barat 46 . bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik sebagai prioritas selanjutnya. Artinya. 2004: 212) dan sekaligus merupakan lingkungan dan mitra strategis kita. konsep ketahanan nasional juga ―tersisih‖ di era Reformasi karena keengganan elit politik untuk membicarakan konsep ini. berkerakyatan. yaitu negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya. Negara dalam Arti Institusi/Organisasi Negara Bentuk Negara Republik Indonesia adalah negara persatuan. konsep geopolitik dan geostrategi perlu ditindaklanjuti dengan menyiapkan konsep ketahanan regional. Oleh karena itu masalah desentralisasi perlu dibahas dengan saksama agar kita tidak terjebak dalam pengertian desentralisasi yang mengarah kepada bentuk negara federal. khususnya negara-negara demokrasi liberal yang sudah mapan dengan liberalisasi perdagangan dan demokrasi politik. Regional diartikan sebagai kawasan sekitar kita (Sunardi. 2) tidak mengenal menyerah. Seperti halnya konsep Wawasan Nusantara. negara Indonesia bukan negara federasi melainkan negara kesatuan yang kekuasaan utamanya berada di tangan Pemerintah Pusat.

sehingga dalam menyelesaikan masalah bangsa harus melalui upaya saling berhadapan (interface). a. dan Afrika. sebagaimana dinyatakan dalam doktrin Trias Politica. Pemisahan kekuasaan di Indonesia adalah pemisahan lembaga-lembaga negara secara horizontal menurut fungsinya. Ini menandakan bahwa kita selalu menjaga keserasian hidup. Pasca-Perang Dunia II. Kedua blok ini berupaya menyeret negara-negara merdeka ―baru‖ yang dikenal sebagai negara sedang berkembang untuk bergabung dengan mereka masing-masing. yaitu kekuasaan legislatif (kekuasaan 47 . Pembahasan politik nasional Indonesia mencakup pemisahan kekuasaan (separation of power). Asia. Bangsa Indonesia mengutamakan ajaran agama dan memberikan penghormatan kepada ketua adat. kedaulatan negara. sebagaimana telah disebutkan di atas. dan kebijakan tindakan dari negara tentang pembinaan dan penggunaan segenap potensi nasional. termasuk kelembagaan politik.yang berwatak idividualistik. Dalam membahas sistem pemerintahan di Indonesia. pengambilan keputusan dilakukan melalui perwakilan. Perwakilan golongan meliputi alim ulama (ahli agama). cerdik pandai (ahli ilmu pengetahuan. baik untuk mencapai tujuan nasional. Politik Nasional Indonesia Politik nasional Indonesia merupakan asas. Undang-undang Dasar kita menghendaki Negara Republik dengan sistem pemerintahan presidensial dengan pemisahan kekuasaan negara dalam tiga bagian. yang tidak harus perwakilan politik saja. tetapi juga perwakilan golongan. Dalam perjalanan sejarahnya penerapan sistem tersebut menjadi tidak murni karena sangat dipengaruhi oleh proses politik dunia pasca-Perang Dunia II. usaha. bulat kata karena mufakat‖. dan blok komunis atau demokrasi sosialis yang dikenal sebagai blok Timur. Doktrin itu membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bagian. Dalam melakukan musyawarah dan mufakat diperlukan setidaknya tiga pilar yang mewakili kepentingan masyarakat. yang dikenal sebagai blok Barat. atau demokrasi sosialis yang lebih mengutamakan golongan/komunal daripada individu. serta masalah pemerintahan). adat. Dalam musyawarah. dan tujuan negara. dunia terpecah dalam dua blok yaitu blok demokrasi liberal. penghulu adat (ahli dalam masalah tradisi. haluan. Bangsa Indonesia lebih menekankan keserasian hidup sehingga lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan. Oleh karena itu perlu direnungkan makna peribahasa ―Bulat air karena pembuluh. perlu disimak latar belakang perkembangan politik di jaman modern—tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara Eropa.

Hal ini memungkinkan adanya saling kontrol di antara lembaga-lembaga tersebut dalam permasalahan yang 48 . 4) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan ketentuan UUD NRI Tahun 1945. 2) Pemerintah negara yaitu Presiden serta Menteri dan aparat di bawahnya. tetapi kerja sama di antara fungsi-fungsi tersebut tetap diperlukan untuk kelancaran organisasi (Budiarjo.membuat undang-undang (rule-making function)). dan 25). yang memiliki kekuasaan eksekutif yaitu menjalankan pemerintahan negara (Pasal 4—17) . UUD NRI Tahun 1945. Pendistribusian kekuasaan negara pada lembaga-lembaga tinggi negara di atas merupakan bentuk pembatasan antar-lembaga secara horizontal atau sederajat. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan inspektif yaitu melakukan pemeriksaan keuangan negara (Pasal 23 E—23 G). dan ada satu lembaga tinggi negara baru yang dibentuk yaitu Mahkamah Konstitusi (MK). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan menguji Undang-Undang Dasar (Pasal 24C dan 25). yang sebelumnya mempunyai kekuasaan konsultatif bagi Presiden. kekuasaan yang ada pada negara didistribusikan kepada 1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 2008: 151—155). Artinya. 24A—24B. 3) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Implementasi pembagian kekuasaan di Indonesia merupakan varian dari Trias Politica sesuai dengan konstitusi Indonesia. hanya fungsi pokok yang dibedakan menurut sifatnya dan diserahkan kepada badan yang berbeda. dan kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengawasi pelaksanaan undang-undang atau kekuasaan mengadili pelanggaran undang-undang (rule-adjudication function)). kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang (rule-application function)). 5) Mahkamah Agung (MA). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan konstitutif yaitu kekuasaan membentuk Undang-Undang Dasar (Pasal 2 dan 3). Penafsiran Trias politica tidak lagi sebagai pemisahan kekuasaan tetapi sebagai pembagian kekuasaan. Setelah UUD 1945 diamandemen—sampai amandemen keempat—ada satu lembaga tinggi negara yang dihapuskan yaitu Dewan Pertimbangan Agung (DPA). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan legislatif yaitu membentuk undang-undang (Pasal 19—22). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan yudikatif yaitu mengawasi pelaksanaan undang-undang (Pasal 24. Fungsi dan kekuasaan negara itu tidak dibagi secara terpisah dalam tiga lembaga saja tapi didistribusikan ke dalam enam lembaga tinggi negara. dan 6) Mahkamah Konstitusi (MK). Pembatasan tersebut juga menunjukkan pembagian kewenangan pada beberapa lembaga tinggi negara sehingga kewenangan tidak didominasi oleh satu lembaga saja.

Max Weber setuju dengan adanya lembaga ini dan menyatakan bahwa birokrasi mampu mencapai efisiensi yang paling tinggi dan bentuk administrasi yang paling rasional karena birokrasi merupakan pelaksana. menurut tafsiran tradisional asas trias politika. Tetapi pada kenyataannya badan eksekutif lebih luas ruang geraknya dibandingkan dengan badan legislatif. pemisahanan tidak mungkin dapat dilaksanakan sepenuhnya. Dalam konsep politik. Birokrasi dibangun untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi yang bersifat teknis yang tentu tidak dapat ditangani oleh para politisi. Pengendalian dilakukan oleh pemerintah melalui ilmu pengetahuan. pegawai negeri sipil. dan udara. sehingga pada zaman modern ini yang ada adalah distribusi kekuasaan saja. Untuk memperlancar tugasnya dibentuklah badan pelaksana yang bersifat permanen dan profesional yakni birokrasi. Kaum birokrat secara terusmenerus memperluas ruang lingkup kekuasaannya sehingga sulit dikendalikan. Berikut ini uraian mengenai lingkup kewenangan dari beberapa lembaga negara tersebut di atas. kepala pemerintahan. Tugas badan eksekutif. badan yudikatif sebenarnya berperan juga sebagai penguji peraturan perundang-undangan (judicial review). hanya melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan oleh badan legislatif. Pemerintah atau badan eksekutif adalah organisasi yang berwenang merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk dalam suatu wilayah. Dalam buku ini pengertian badan eksekutif dipersempit. yakni hanya mencakup kepala negara. Pada kenyataannya. Di sisi lain. beserta menteri-menteri. Oleh karena itu tidak terelakkan bahwa kaum ahli perlu ditunjuk. 2008: 200). Badan yudikatif merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Terdapat kontroversi mengenai perlu tidaknya dibentuk birokrasi. Pemerintah bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan negara. yaitu angkatan darat. Harold Laski tidak setuju dibentuk birokrasi dan mengatakan bahwa kekuasaan kaum birokrat tidak mudah dikendalikan oleh lembaga-lembaga demokratis. dan para menterinya. ketiga cabang kekuasaan harus benar-benar dipisahkan (Budiardjo.berkaitan. Artinya. Di negara demokrasi biasanya badan eksekutif terdiri dari kepala negara atau kepala pemerintahan. dan militer. adalah bagian dari birokrasi yang harus langsung di bawah Kepala Negara bukan di bawah Kepala Pemerintahan. laut. hanya fungsi pokoknya saja yang dipisahkan sedangkan fungsi lainnya yang bersifat 49 . Dalam konsep trias politika klasik. Dalam kaitan ini militer.

dibentuklah pemerintah daerah yang terdiri atas kepala daerah dan perangkat daerah dan DPRD. dan Komisi Yudisial. Mahkamah Agung berfungsi menyelenggarakan peradilan termasuk menguji materi perundang-undangan di bawah UU. b. Badan legislatif di Indonesia adalah Volksraad (1912—1942). dan daya saing daerah. DPR Sementara (1950—1956). Mahkamah Konstitusi berfungsi menguji UU terhadap UUD. Badan legislatif dianggap merumuskan kemauan rakyat dengan jalan menentukan kebijakan umum (public policy) yang mengikat seluruh masyarakat. Mahkamah Konstitusi (MK). pelayanan. Dalam kenyataannya. DPR dan DPD hasil Pemilihan Umum 2004 dan 2009. Merujuk kepada UUD 1945 amandemen keempat tahun 2002. DPR Peralihan (1959—1960). martabat. keluhuran. DPR Hasil Pemilu (1956—1959). Anggotanya dianggap mewakili rakyat. serta perilaku hakim. Komisi Yudisial mempunyai kewenangan untuk mengusulkan Hakim Agung dan kewenangan lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Komite Nasional Indonesia (1945—1949).teknis dari ketiga cabang tersebut terjalin satu sama lain. bentuk dan susunan badan-badan legislatif berbeda pada tiap negara. DPR dan Senat RIS (1949—1950). Badan legislatif adalah badan yang membuat undang-undang. MK wajib memberikan pendapat atas pendapat DPR tentang dugaan pelanggaran oleh Presiden. DPR Gotong-Royong (Demokrasi Terpimpin) (1960—1959). Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan perbantuan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (Pasal 2. memutuskan sengketa kewenangan lembaga yang kewenangannya diberikan UUD—termasuk membubarkan partai politik—dan perselisihan hasil pemilihan umum. Indonesia kini memiliki tiga badan yudikatif yakni Mahkamah Agung (MA). Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas provinsi dan setiap provinsi dibagi atas kabupaten dan kota. Untuk menjalankan pemerintahan daerah dengan otonomi seluas-luasnya. 50 . UU Nomor 32/2004). Menurut teori yang berlaku maka rakyatlah yang berdaulat dan mempunyai suatu kemauan. Ini disebabkan semakin kompleksnya tugas-tugas kenegaraan. DPR Gotong-Royong (Demokrasi Pancasila) (1966— 1971) DPR hasil Pemilihan Umum secara periodik (1971—sekarang).

namun. dan pengelolaan laut. dan pendapatan-pendapatan lain yang ditujukan untuk memberikan peluang kepada daerah untuk memperoleh pendapatan selain yang disebut di atas (UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah). Ada di antara kandidat kepala daerah yang kurang menguasai ajaran Wawasan Nusantara 51 . perencanaan. dan keikutsertaan dalam pertahanan kedaulatan negara (Pasal 18. Oleh karena kebijakannya hendaknya diarahkan kepada pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat dan pengaturan daerahnya menjadi tertib dan berkepastian hukum.Urusan pemerintahan yang tidak diturunkan kewenangannya kepada daerah meliputi politik luar negeri. diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan atau ke arah perairan kepulauan. UU Nomor 3 Tahun 2004). Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan wilayah laut sejauh 12 mil laut. UU Nomor 32 Tahun 2004). moneter dan fiskal. dan pengawasan tata ruang. Pinjaman Daerah yang bertujuan memperoleh sumber pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. penyelengaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Dana untuk keperluan pembinaan wilayah meliputi Pendapatan Asli Daerah (pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah) Dana Perimbangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. yustisi. serta penyediaan sarana dan prasrana umum. keikutsertaan dalam pemeliharaan keamanan. UU Nomor 32 Tahun 2004). tetapi diakui bahwa tidak semua daerah mampu mendanai sendiri jalannya roda pemerintahan. antara lain perencanaan dan pengendalian pembangunan. keamanan. pengaturan administrasi. dan agama (Pasal 10 ayat (3) UU Nomor 32 tahun 2004). Urusan pemerintahan provinsi bersifat pilihan sesuai dengan kondisi dan kekhasan provinsi (Pasal 13. eksploitasi. pengaturan tata ruang. pertahanan. dalam skala kabupaten/kota (Pasal 14. Falsafah yang harus diperhatikan oleh seorang pimpinan daerah otonom adalah bahwa Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani dan bahwa rakyat adalah pemberi legitimasi. Kewenangan atas wilayah laut meliputi pengelolaan sumber daya eksplorasi. pemanfaatan. dan wilayah kabupaten/kota memperoleh 1/3 dari wilayah provinsi. Demikian pula kewenangan daerah kabupaten/kota. konservasi. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan dari Pemerintah. Untuk mendukung jalannya pemerintahan di daerah diperlukan dana. Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah provinsi meliputi 16 urusan.

tetapi juga dipicu oleh persoalan yang lebih serius. Daerah tertinggal menjadi persoalan antar-bangsa bila terjadi di perbatasan antar-negara. yang masuk karena kurang/tidak ditangani oleh pusat pemerintahan dengan baik. juga mungkin timbul persaingan yang tidak sehat yang dapat menutup peluang bagi calon lain yang sesungguhnya berpotensi. apabila kualitas kompetensinya rendah maka hal itu akan berdampak pada menurunnya kualitas kepala daerah yang akan terpilih. yaitu terjadinya proses pembiayaan politik. misalnya isteri. Beranda depan terjadi karena pengaruh dari negara di luar perbatasan. tidak jarang dapat menyebabkan timbulnya masalah kerusakan lingkungan. Daerah ini dikenal sebagai daerah beranda depan (frontier). Pimpinan daerah. Pengaruh itu kemudian dapat berubah menjadi pengaruh politik yang berujung pada pemisahan diri masyarakat daerah beranda depan (Sunardi. Secara politis pengaruh efektif dari pemerintah tidak lagi mencakup seluruh wilayah kedaulatan tetapi dikurangi luas wilayah sampai dengan batas beranda depan yang sudah dipengaruhi kekuasaan asing dari seberang perbatasan. sosial. dan ras. Namun. ekonomi. Kebangkrutan terjadi bukan semata-mata akibat buruknya perencanaan anggaran daerah. Pengaruh asing dapat berawal dari budaya. Apabila perbatasan (boundary) merupakan sempadan resmi dari dua negara. Akibat lain dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung ialah munculnya fenomena rezim keluarga. maupun para pejabat di tingkat pusat.(geopolitik Indonesia) yang setelah terpilih berupaya meningkatkan pendapatan daerah. Di samping itu. namun karena tidak melihat potensi wilayahnya secara keseluruhan. artinya yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah berasal dari satu keluarga. suami. Sifatnya sangat dinamis dan dapat digeser-geser dan berada di antara masyarakat bangsa. Ini dapat terjadi karena calon-calon kepala daerah kurang menyadari bahwa alokasi Anggaran Pendapatan 52 . politisi. Daerah terisolasi atau tertinggal ini dikenal sebagai daerah pedalaman (hinterland). yang berkaitan dengan masalah otonomi daerah adalah kemungkinan kebangkrutan yang dialami sejumlah daerah. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah apabila si calon memang benar-benar mempunyai kompetensi yang tinggi. agama. hendaknya menyadari dan mendalami makna falsafah otonomi daerah sehingga wilayah yang terpencil tidak menjadi rusak dan terisolasi dari akses nyata maupun maya pada era globalisasi. 2004: 175). maka beranda depan merupakan batas imajiner dari dua negara. Fenomena yang terjadi pada tahun 2011. dan bahkan anak.

Indonesia perlu mewaspadai The Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang masih berlaku. Kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke perbatasan. Australia. negara pemilik perusahaan perkapalan (sea liners). Malaysia. Selandia Baru. negara dengan armada perikanan besar (salah satu di antaranya Jepang). Ada empat golongan negara yang sangat berkepentingan dengan wilayah kita. 2003: 25). Menghadapi Australia dengan proyek Australia Maritime Identification Zone (AMIZ)-nya. yaitu negara-negara tetangga (beberapa negara anggota ASEAN dan Austalia). dan hanya 40% untuk pembangunan.10 Meskipun urusan luar negeri menjadi urusan pemerintah pusat. ancaman. pemerintah daerah harus ikut mewaspadai manuver negara lain yang berkepentingan atas wilayah kita. 53 . Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan adalah meningkatkan kemampuan nelayan Indonesia sendiri. misalnya. Bentuk-bentuk perhatian terhadap rakyat di daerah perbatasan perlu terus dilakukan. dan negara adidaya yang berupaya memperoleh kemudahan untuk manuver armada militernya dalam rangka melaksanakan strategi global geopolitiknya (Kusumaatmadja. ada beberapa daerah yang menjadi bangkrut dan tidak dapat membayar gaji pegawai. Five Power Defence Arrangements adalah serangkaian hubungan pertahanan yang didasarkan atas perjanjian bilateral antara Inggris. dengan perbandingan 60% merupakan belanja atau gaji pegawai. dan Singapura yang ditandatangani pada tahun 1971. Indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. Dari sisi anggaran. 12 April 2011. daerah itu seharusnya lebih makmur dibandingkan dengan daerah lain.Belanja Daerah (APBD) sangat terbatas. Kebangkrutan di daerah menunjukkan telah terjadi penyimpangan berkaitan dengan pemerintahan yang baik (good governance). akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat. Lima kekuatan negara tersebut akan saling berkonsultasi apabila terjadi agresi eksternal atau ancaman serangan terhadap Semenanjung Malaysia (Malaysia Timur tidak termasuk wilayah tanggung jawab FPDA) atau Singapura. dan gangguan terhadap Indonesia. tindakan yang dapat dilakukan setidak-tidaknya adalah mewaspadai silent occupation dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim khusus. meskipun telah mendapat dana bagi hasil dari minyak dan gas. kemampuan nelayan membaca peta laut dan 10 Kompas. Menghadapi negara-negara tetangga. Menghadapi Malaysia dan Singapura. yaitu kemampuan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. Dengan telah disahkannya konsep negara kepulauan oleh PBB tahun 1994 (melalui UNCLOS 1982). Ironisnya. timbullah tantangan.

membangun desa pantai yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. karena pada hakikatnya membuat wilayah kita terbuka akan kontraproduktif dengan Deklarasi Djuanda. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi adalah penolakan terhadap penambahan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) oleh International Maritime Organization tetap diteruskan.menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. pencemaran lingkungan. kita juga menghadapinya dengan tetap menolak penambahan ALKI. Penambahan ALKI dapat berakibat wilayah kita terbuka kembali sehingga laut Nusantara menjadi laut bebas (high sea). Dalam pada itu ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia dengan menindaklanjuti pengawasan secara proaktif. dan menjadikan nelayan sebagai monitor terhadap pengganggu negara dalam hal pencurian ikan. Negara adidaya yang sejak semula menentang negara nusantara. dan perusakan alat navigasi laut. 54 .

Pada bagian ini pembaca diajak untuk kembali mengingat ikatan dasar dari bangsa Indonesia. memiliki tujuan yang sama dan anggota merasa dirinya sebagai bagian kelompok (Halida. belum ada. Beberapa di antaranya adalah mempersepsi dan dipersepsi sebagai satu kesatuan.BAB III. Soekarno menyebutnya sebagai lima nilai dasar atau yang sekarang dikenal sebagai Pancasila. para pendiri bangsa. khususnya Soekarno. pada situasi dunia yang dinamis. Upaya ini adalah sebuah bentuk kreasi sosial yang bermanfaat bagi pengembangan dan pembedaan kelompok (Tajfel. Karena ikatan-ikatan primordial seperti etnis dan agama tidak dapat dikenakan pada bangsa Indonesia. dibutuhkan ikatan lain yang dianggap umum sekaligus berbeda dengan bangsa lain. bergabungnya individu dalam satu kelompok kecil atau besar karena yang dianggap adanya kesamaan-kesamaan tertentu akan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan tujuan yang dapat diraih bersama. yang memiliki ciri-ciri dasar khusus. karena pada awalnya yang disebut sebagai bangsa Indonesia . dari berbagai cara untuk membangun kesatuan dalam kelompok besar atau bangsa. Para pendiri bangsa yang sejak awal menyadari hal ini. diajukan pola yang dianggap sama dan dapat diterima oleh semua pihak. Bagi banyak negara yang baru saja merdeka dan berdaulat. dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. sebagai nilai dasar berperilaku. Dengan demikian. Untuk itu. PANCASILA Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa mampu memahami secara kritis nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. mencetuskan ide bahwa nilailah yang dapat menimbulkan rasa kesatuan itu. 2009: 168). 55 . Yang ada adalah kelompok-kelompok besar berdasarkan etnis dan kelompok berbasis keagamaan. 1974: 84). Awalnya adalah kelompok. Akhirnya. mereka menghadapi masalah bagaimana membangun rasa kebangsaan.

Dengan diketahui nilai yang dianut dari individu. 2010: 59). Berdasar hal itu. 2010: 26-27). Melalui program yang disebut sebagai penataran Pendidikan. B. nilai yang utama (core value) bangsa Amerika Serikat (AS) tidak sama dengan nilai utama India dan nilai utama dari kedua bangsa tadi tidak sama dengan bangsa Indonesia (Kusuma. justru Pancasila dianggap tidak lagi menjadi bagian bangsa Indonesia. dalam berbagai situasi (Rokeach. Adanya kata “masyarakat” menandakan bahwa nilai yang diutamakan saling berbeda ada kemungkinan pada tiap kelompok masyarakat . Dengan demikian. 2010: 10). bahkan untuk menyampaikan Pancasila digunakan cara-cara yang bernuansa indoktrinasi (Azra. 2006: 18). sudut pandang dari tulisan ini adalah melihat nilai sebagai landasan berperilaku. warga Negara. Sebaliknya. Dalam kurun waktu tertentu. 2010: 23). 2010: 59). ditemukan nilai kesetaraan (equality) lebih tinggi dan berbeda secara cukup berarti pada kelompok mahasiswa yang 56 . Pancasila justru menjadi produk milik penguasa yang berorientasi pada pemaksaan kehendak daripada pengembangan dari nilai berkehidupan dan bermasyarakat bangsa Indonesia (Wirutomo. Hal mendasar dari nilai adalah suatu konsep yang dianggap baik atau buruk dan tepat atau tidak tepat yang disepakati oleh masyarakat. 1973: 122). 2012: 298). Menuju Nilai Pancasila Kekhawatiran dalam melihat Pancasila adalah ketika mengingat bahwa Pancasila sempat diajarkan dengan cara-cara yang justru membuat masyarakat tidak nyaman. Padahal. Pancasila sejatinya adalah nilai (Kusuma. Walau terlihat sukses.A. Dalam konteks bangsa. dan pada akhirnya menjadi warga dunia. nyaris dipastikan adanya keselarasan antara nilai dan tingkah laku individu/masyarakat. Perilaku ini diaplikasikan sebagai bangsa. Pancasila pernah dijadikan mitos (Somantri. masing-masing bangsa mempunyai nilainilai yang dianggap paling utama sebagai pandangan hidup bangsa (Rinjin. nyaris tak ada institusi yang tidak tersentuh oleh Pancasila. Misalnya. dapat diperkirakan tingkah lakunya. Pancasila yang Mewujud dalam Kehidupan Sehari-hari Nilai dijunjung oleh masyarakat karena memberikan arahan dalam pengambilan keputusan dan bentuk kegiatannya (Rinjin. Sebagai contoh. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) oleh pemerintah Orde Baru.

Sejarah mencatat bahwa sekitar 1200 SM. pada kenyataannya terdapat banyak hal yang tidak menunjukkan keselarasan antara nilai. Mengapa Nilai Pancasila sebagai Fondasi Bertingkah Laku? Keinginan para pendiri bangsa saat mengemukakan ide Indonesia tentu harus didasari oleh pemahaman tentang keberagaman yang ada. karakter dapat dipengaruhi oleh dua faktor yakni nilai dan norma. Yang perlu ditambahkan adalah kemungkinan terjadi sebuah nilai yang dianggap penting dalam satu kelompok. C. Dengan demikian. juga berhubungan positif dengan sikap untuk mendonasikan uang untuk penelitian kanker (Maio dan Olson. Namun. Nilai yang spesifik. Karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu (Allport. Harapan bahwa nilai menjadi dasar tingkah laku tidak lepas dari adanya kekuatan sosial di sekitar individu. Dapat saja seseorang yang menjunjung nilai kejujuran melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencuri atau korupsi.menjadi anggota dari asosiasi nasional untuk kemajuan orang dari kelompok berwarna dibandingkan dengan yang bukan anggota (Rokeach. 2011: 117). dan tingkah laku individu atau masyarakat di masyarakat itu sendiri. 2003: 119). Kedua faktor ini yang secara alami ada di lingkungan sosial dari individu. mereka berlaku kejam dengan melakukan ekspansi terhadap kelompok lain (Gonick. Secara khusus dalam konteks bermasyarakat dan bernegara di Indonesia nilai yang menjadi rujukan adalah nilai yang terkandung dalam Pancasila. tindakan yang baik seperti menyeberangkan lansia di jalan raya oleh seseorang belum tentu didasari nilai hormat pada lansia tadi. 1937 dalam Takwin. Oleh karena itu. terlepas dari hubungan nilai dengan tingkah laku. antara nilai dan tingkah laku belum tentu sejalan. Merujuk pada definisi ini. tidak diterapkan terhadap kelompok lainnya. perlakuan mereka terhadap kelompok lain justru sebaliknya. nilai amat diyakini sebagai bagian dari diri dan penghubung antara individu dan masyarakatnya (Hitlin. 1973: 123). Namun. Bagi masyarakat Indonesia Pancasila sebagai nilai merupakan fondasi dari pembentukan karakter. 1995: 280). 2006: 226). suku Doria di kawasan Mediterania amat memedulikan sesama mereka. karakter. seperti nilai menolong. Atau dapat terjadi. Penguatan nilai yang dipegang individu mewujud pada tingkah-tingkah laku yang disepakati bersama oleh lingkungan sosial. Keberagaman ini harus 57 .

nila-nilai itu disebut sebagai Pancasila yang justru menekankan toleransi (Somatri. sehingga menjadi yakin bahwa nilai-nilai ini penting bagi bangsa Indonesia. cinta tanah air dan bangsa. Markum. 2006: 23. Tabel 1. Adapun nilai Pancasila yang selama ini dikenal adalah yang tertulis dalam butir-butir Pancasila. Di sisi lain. dan mengembangkan rasa persatuan bagi bangsa. keadilan dan dengan mawas diri (dalam bentuk kualitas luhur kerendahatian. Nilai Sila atau nilai pertama. persatuan Sila keempat. menolong manusia) dan pengembangan diri yang bertujuan untuk memajukan kehidupan sosial. toleransi pada kelompok yang berbeda keyakinan. Hal lainnya yang dipertimbangkan adalah pilihan terbaik untuk membangun negara-bangsa yang khas seperti Indonesia yaitu penemuan kesamaaan nilai dari beragam nilai yang dianut oleh kelompok-kelompok yang ada. dan keadilan sosial. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. setia kawan) tanggung jawab. Meinarno & Juneman. 2011) 58 . Namun. Nilai Pancasila juga berhubungan positif sehingga kecenderungan masingmasing nilai saling menguatkan pemahamannya. Suwartono & Meinarno. 1995: 1). kewarganegaraan (memiliki pendirian yang kuat terhadap kewajibannya. Rincian faithfulness. nilai-nilai umum itu mengandung nilai ketuhanan. Nilai Pancasila (Markum. 2011). nilai di dalam Pancasila tidak terpisahkan satu sama lain. Ramage. Meinarno & Juneman. dapat dipertanggungjawabkan dan melaksanakan keputusan yang diambil. Temuan ini menjadi awal pembuktian bahwa hubungan antarnilai bukan semata wacana yang sifatnya mengawang-awang. Ketika tercetus menjelang kemerdekaan. Untuk selanjutnya. demokrasi. dengan sudut pandang psikologi diketahui bahwa secara empirik nilai dalam Pancasila adalah lima nilai dasar yang di dalamnya terdapat sub-subnilai yang berdiri sendiri (Suwartono & Meinarno. secara empirik dipastikan bahwa masing-masing nilai berhubungan satu sama lain. spirituality and religiousness respek. 2010.. courage loyalitas. sayang pada sesama.dihargai dan dihormati dalam bentuk toleransi yang cukup tinggi. kemanusiaan Sila ketiga. kesatuan. Menurut Somatri. kemanusiaan. ketuhanan Sila kedua. menjaga keseimbangan hak-kewajiban sosial persahabatan. keadilan sosial pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk kepentingan bersama dengan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. demokrasi Definisi percaya pada Tuhan dan menjalankan perintahNya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain mengakui persamaan hak dan kewajiban. fair. 2011. harmoni Sila kelima.

Dari ketiga isu ini. 2012: 7). 2007: 333). Hasil analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa nilai Pancasila berkontribusi terhadap terbentuknya identitas nasional Indonesia dari para partisipan remaja tadi. Nilai Pancasila sering dikaitkan dengan identitas nasional. Keberadaan bahasa bagi sebuah bangsa menjadi penting karena hubungan antarkelompok di dalamnya dimulai dengan bahasa yang dapat dipahami bersama. Pemimpin Uni Soviet. Joseph Stalin menempatkan bahasa sebagai unsur dasar penting dari terbangunnya identitas nasional (Oomen. yakni bangsa. D. Hasil penelitian ini dapat menjadi awal pemahaman bahwa nilai Pancasila penting bagi bangsa Indonesia. Untuk itu. 2009: 199. Salah satu langkah persiapan itu adalah Sumpah Pemuda. 2011). Fondasi Berperilaku sebagai Bangsa Nilai pertama dari Pancasila adalah ketuhanan. Hal ini dapat dimengerti karena Pancasila adalah produk dari masyarakat baru yang mengupayakan adanya pola kesamaan di dalamnya. Simpson. Ironisnya data menunjukkan perusakan 59 . 28 Oktober 1928. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Indonesia yang bukan sebagai perpanjangandari sejarah sebuah kelompok etnis atau satu golongan agama tertentu. 2001: 8. yang dapat dikategorikan sebagai sebuah kreativitas sosial dalam membangun identitas baru bangsa Indonesia adalah adanya bahasa Indonesia.Menjadi Indonesia adalah sesuatu yang khas. Penelitian yang dilakukan terhadap 165 remaja menujukkan bahwa adanya hubungan positif antara nilai Pancasila dan identitas nasional. para pendiri bangsa (founding fathers) bersepakat untuk secara perlahan membangun sebuah bangsa. Reicher & Hopkins. Keadaan ini seperti yang diajukan oleh Pilsudzki bahwa negaralah yang membentuk bangsa dan bukan sebaliknya sebagaimana umumnya (Simbolon. Ada tiga isu yang mengemuka dalam Sumpah Pemuda. dan bahasa persatuan. tanah air. Penelitian menunjukkan adanya pola hubungan yang positif antara identitas nasional dan nilai Pancasila (Meinarno dan Suwartono. 2001 dalam Wirutomo. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai tadi di masyarakat agar tidak sekedar menjadi wacana sehari-hari. Nilai utama ini mengacu pada keyakinan pada Tuhan dan hidup dengan menjalankan perintah-Nya tanpa mengganggu urusan (utamnya) agama masing-masing.

Menjadi aneh. hak menghirup udara bersih bagi non-perokok dan bahkan untuk perokok itu sendiri. dalam kehidupan sehari-hari nilai ini dapat mewujud dalam keberanian untuk menyatakan suatu hal yang benar di tengah situasi yang kurang selaras. Dalam menjalankan kerajaan Majapahit. harapan utamanya akan tercermin dalam perilaku sebagi individu dan masyarakat sebagai bangsa. Cerminan tingkah laku dari nilai kedua sebagai bangsa adalah ketika mengakui bangsa-bangsa lain yang menyatakan diri merdeka dan berdaulat sesuai dengan prosedur yang berlaku. nilai ketiga berupaya untuk mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. Masyarakat Indonesia membuktikan bahwa menerima perbedaan dalam satu wadah sudah ada sejak zaman Majapahit. Di sisi lain. Berdirinya menara masjid Kudus dan makanan sate kerbau (umat Hindu mengharamkan makan sapi. Pada hal sejarah mencatat kenyataan yang berbeda. Amerika Serikat dengan industri film Hollywood menjadi buktinya.rumah ibadah semakin meningkat (Dhakidae. Oleh karenanya. Dalam kehidupan sehari-hari. 2003 dalam Kusumadewi. kita melihat bahwa perokok tidak mengidahkan hak dasar dari orang-orang di sekitarnya. Nilai kedua Pancasila pada prinsipnya mengakui persamaan hak dan kewajiban. Saat ia menghembuskan asap rokok. sebaliknya Muslim mengadakan kurban dengan hewan ternak semisal sapi) adalah bagian dari sejarah yang menunjukkan keberbedaan dapat hidup dalam kesatuan. Catatan ini penting untuk menjadi contoh bahwa berabadabad lalu di Indonesia telah dikenal pemahaman toleransi di bidang keagamaan. Dari lima nilai Pancasila. 1993: 232). dan pengembangan rasa persatuan bagi bangsa. 2012: 155). sayang pada sesama. ketika para perokok mendengung-dengungkan hak untuk merokok sebagai hal utama. Raja Hayam Wuruk memerintahkan para pejabat urusan agama agar mengatur secara baik pelaksanaan dua agama besar secara berdampingan. yaitu agama Hindu dan agama Buda (Poseponegoro & Notosusanto. Berbagai bentuk tingkah laku dapat dilakukan untuk membuat konkret nilai ini hadir di masyarakat. Indonesia belum dapat menerima hal itu. Ketika ada sebuah kedaulatan yang berbasis penjajahan atas bangsa lain. cinta tanah air dan bangsa. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati. Salah satu pengejawantahan nilai patriotisme juga dapat dilihat dalam produksi film tentang kebangsaan. Mereka memberi slot atau bagian khusus untuk film 60 . maka orang lain yang tidak merokok “dipaksa merokok bersama”.

Acaraacara yang menggugah patriotisme disuguhkan dan bahkan film-film layar lebar dengan tema yang sama mulai berani merilis dengan film-film bertema umum lainnya. Gambar 3. 2011: 387). Jika tidak dipenuhi. Uniknya. Pada dasarnya demokrasi memosisikan rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh atas dirinya. seperti gambar berikut. mereka merilis film-film tersebut pada bulan Juli atau menjelang Juli. Di sana. Upaya untuk mengejawantahkan nilai kelima dalam Pancasila sebagai bangsa Indonesia telah diupayakan sebelumnya. perintah raja akan ditolak (Malaka dalam Latif. sebuah aktivitas bantuan kepada pihak lain yang meminta secara santun untuk menyelesaikan satu tugas agar tercapai tujuan bersama (Koentjaraningrat. seorang raja tidak bisa semena-mena pada rakyatnya karena secara prinsip raja dibatasi oleh sistem yang mengutamakan logika dan keadilan. membangun saluran 61 . Dalam keseharian kita sering mendengar istilah gotong-royong. misalnya The Patriot dan Indepence Day. 1977: 6. Misalnya. Pada nilai keempat Pancasila mengetengahkan tema demokrasi. Contoh poster film yang dibuat untuk menunjukkan jati diri bangsa. bangsa Indonesia sudah mengenal pola demokrasi yang hidup di masyarakat. Industri pertelevisian dan film Indonesia juga mulai melakukan hal yang sama. Marzali.1. 2005: 159). setidaknya di Minangkabau. Tan Malaka pernah mengklaim bahwa demokrasi yang merupakan wujud kedaulatan rakyat sudah dikenal sekitar abad XIV. Pada masyarakat desa yang agraris.bertema perjuangan dengan latar Amerika Serikat. ada mekanisme rapat desa di berbagai komunitas di pulau-pulau nusantara. Jauh sebelum merdeka.

Maka. Walaupun Islam menjadi agama yang mayoritas bagi penduduk. bahkan dalam UUD 1945 diberikan porsi khusus yakni dalam bab XI pasal 29. Konsekuensinya adalah dalam kehidupan sehari-hari.2. Berlaku sebagai Warga Negara UUD 1945 yang didasari Pancasila juga telah mewujudkan hak dan kewajiban. nilai ini mendasari tingkah laku umat agama tertentu pada umat agama lainnya. masih terdapat kelompok agama lain yang penganutnya adalah sesama warga Indonesia. melainkan terkait pula dengan warga lain. Di sisi lain pemerintah juga menjaga kehidupan bertoleransi ini dengan membuat peraturan- 62 . Hak-hak dan kewajiban ini yang membuat hubungan individu dan negara mencapai keselarasan. Keyakinan masing-masing umat sangat dihargai. Rida (1988: 124-125) menyatakan bahwa nilai (Pancasila) yang diamalkan tentu memenuhi tanggung jawab individu sebagai warga negara.air untuk sawah pribadinya jelas bukan sekadar pekerjaan pribadi. Sebagai warga negara. Gambar 3. hak untuk mendapatkan air seiring dengan kewajiban menjaga sumber dan saluran air untuk pertaniannya. Nilai pertama dari Pancasila yang menekankan pada perintah-Nya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain bagi masyarakat Indonesia tampaknya menjadi hal alami. Wilayah Indonesia E. Isu plagiarisme memperlihatkan kurang mawas diri dalam mengamati hak dari kewajiban menjalankan tanggung jawab sebagai peneliti. Contoh lain menunjukkan bahwa nilai kelima diwujudkan untuk membangun karakter. kehidupan ibadah masing-masing agama bukan urusan yang dapat dicampuri oleh umat lain.

Agak berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang sejak merdeka hingga tahun 1960-an. Tidak hanya akses sekolah. Sebagai warga negara. dengan tidak membedabedakan perlakuan atas ras atau warna kulit.2012: 187-189). pemerintahnya melakukan kebijakan segregrasi khususnya dalam hal warna kulit berlaku di segala aspek kehidupan (Meinarno. upaya untuk mewujudkan nilai ketiga dapat dikatakan cukup mudah. Salah satu penyebab keadaan ini adalah kecenderungan masyarakat mengutamakan anak lelaki untuk bersekolah daripada anak perempuan. 2011: 78). 63 . di antaranya. Febriana. Sebagai perbandingan. Seda. Widianto. Mereka melakukan kebijakan segregrasi mulai dari kebijakan publik yang berdampak pada layanan publik. dan Shakuntala menemukan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan masih di bawah lelaki sejak 1971 hingga 2004. Jika bertahan. tingginya angka kematian ibu (AKI) karena kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi pada kelompok perempuan yang umumnya diberikan di sekolah.peraturan yang mengakomodasi nilai ini daripada peraturan yang bersifat memaksa atau memiliki kecenderungan-kecenderungan mengabaikan hak dasar suatu kelompok agama. pada kebijakan pemerintah atas pendidikan masih belum diterjemahkan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Ini dapat dilihat. Kejadian-kejadian seperti penolakan peribadatan dari satu kelompok agama jelas tidak sesuai dengan nilai pertama dari Pancasila. Masih terjadi ketimpangan akses pendidikan bagi warga secara khusus pada kelompok masyarakat tertentu. harus didiakui pula bahwa masih terdapat kesenjangan dalam mewujudkan nilai kedua ini. pola ini akan mengganggu pada penurunan kesejahteraan di aspek lainnya. Indonesia tidak membedakan hak suara dalam pemilu. Halida. semisal. misalnya. pada kelompok perempuan atau kelompok etnis tertentu sejak merdeka hingga sekarang. Alasan yang mengemuka masih sama. Menjadi warga negara yang berbahasa Indonesia adalah salah satunya. untuk angka buta huruf juga masih lebih tinggi perempuan dua kali lipat daripada lelaki. Agustin. Kejadian ini sangat berlawanan dengan upaya mewujudkan nilai kedua dari Pancasila. yakni pembedaan perlakuan berbasis jenis kelamin (Seda dkk. Pola menegakkan nilai kedua dari Pancasila bagi warga Indonesia dapat terlihat sejak awal kemerdekaan. Namun. Upaya mendasar dilakukan.

dimungkinkan peningkatan kualitas manusia Indonesia berdasar nilai ini. maka diharapkan muncul ide-ide kreatif yang dapat 11 UUD 1945. Dengan tidak menafikan keberadaan 742 bahasa daerah (Summer Institute of Linguistic. Tentunya hal ini dilakukan agar langkah yang diambil dapat dipertangungjawabkan secara individu sebagai keputusan bersama.karena merupakan amanat dari UUD 194511. Penulisan ilmiah dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar memupuk rasa persatuan bagi para penulisnya karena adanya kebakuan yang dipahami setara secara bersama-sama. Bab XV. Nilai keempat inilah yang mendasari kita sebagai warga dapat memahami keputusan yang diambil dari pemimpin (yang dipilih bersama) untuk kemaslahatan bersama. komunikasi antarilmuwan nasional juga mencapai keselarasan yang pada akhirnya menunjang rasa kesatuan sebagai ilmuwan dan warga negara Indonesia. pasal 36 64 . Nilai kelima dari Pancasila hanya dapat dimaknai sebagai nilai sosial semata. Bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Bahwa sesungguhnya sarjana adalah harapan masyarakat dikarenakan proses pendidikan di perguruan tinggi yang membekali mahasiswa dalam pola pikir yang berbasis ilmu pengetahuan. 2006 dalam Lauder. seperti keamanan dan kebersihan lingkungan. 2007: 9) di seluruh Indonesia. Dalam keseharian kita melihat jumlah pengangguran berlatar pendidikan tinggi perlahan meningkat dari tahun ke tahun. penggunaan bahasa Indonesia dilakukan dalam konteks keseharian di dalam lingkungan akademis. setidaknya dapat mengurangi potensi konflik yang didasari pada ketidakpuasan dalam berpendapat dan oposisional terhadap langkah yang diambil pemimpin. Padahal dalam penjabarannya. Dengan demikian. Dengan pemahaman ini. Ketua RT terpilih melakukan pengambilan keputusan-keputusan yang mengacu pada kepentingan bersama. Keseharian kita sebagai warga negara dan secara khusus menjadi warga di tempat kita berinteraksi sosial dapat menjadi ajang mengekspresikan nilai keempat. membicarakan nilai kelima dalam konteks mahasiswa dan sarjana menjadi relevan. Maka. Peningkatan kreativitas diri yang menjadikan kehidupan masayarakat menuju yang lebih baik saat ini sangat dibutuhkan. tanpa adanya pemaksaan kehendak dari pihak lain dapat menjadi ekspresi nilai keempat. pemilihan ketua RT yang demokratis.

Ini dapat diartikan bahwa masyarakat Indonesia berkontribusi dalam memaknai agama-agama yang hadir di Indonesia. khususnya nilai pertama. Keadaan ini tidak dapat dinafikan karena Indonesia secara pasti menjadi tempat perlintasan beragam kebudayaan. masyarakat Indonesia juga ikut dalam dinamika dunia. Sebagai contoh. Mulder (1999 dalam Kusumadewi. di masa depan kesiapan warga negara Indonesia untuk lebih dapat berkiprah di dunia nyaris tanpa batas ini akan semakin dibutuhkan. Keikutsertaan ini bukan selalu atas dasar politik. perlakuan ini juga bermakna perlindungan manusia untuk mendapatkan hak-hak dasar kewarganegaraan. upaya membuat peluang kerja menjadi prioritas daripada mencari pekerjaan. Catatan terpenting adalah perilaku dari individu Indonesia tetap didasari nilai-nilai dasar masyarakat Indonesia. 2010: 11). Mengacu pada nilai Pancasila. Kita dapat memulainya untuk tidak melakukan pembedaan-pembedaan yang didasari prasangka. Walaupun pernyataan Juergensmeyer dikaitkan dengan ideologi. 2012: 135-136) melihat bahwa Indonesia menjadi model yang khas dari tumbuhnya semangat keagamaan yang bercorak kebudayaan lokal. Bagi para sarjana. Bagi negara lain asal dari salah satu orang tua anak tadi. Berlaku sebagai Warga Global Sebagai warga dunia. Hal ini membuat anak terlindungi dari masalah tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. sehingga negara itu pada akhirnya memandang Indonesia sebagai 65 . Upaya menyelaraskan perilaku dengan nilai kedua dalam konteks global sebenarnya juga ada dalam kehidupan sehari-hari. F. Pancasila sebagai nilai juga mendasari corak kehidupan interaksi umat beragama Indonesia. melainkan masih banyak hal lainnya. Untuk itu. penerapan kewarganegaraan khususnya pada anak hasil pernikahan WNI dan WNA sampai usia 18 tahun dinyatakan sebagai WNI. Kontribusi ini penting bagi masyarakat dunia. sehingga dapat menjadi model dari toleransi antar-umat beragama di dunia.membantu masyarakat memecahkan masalah. Pemahaman lanjut dari situasi ini adalah terciptanya tatanan sosial yang lebih baik. Nilai Pancasila bahkan dianggap sebagai religiously friendly ideology oleh Juergensmeyer (2010 dalam Azra. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mengupayakan kehidupan beragama yang toleran. Ini adalah kesepakatan universal yang diakui bersama. warga Indonesia akan menjadi bagian dari aksi yang toleran.

Pengejawantahan nilai keempat dalam kehidupan global bagi negara dan masyarakat terlihat dalam kebijakan dan tingkah laku.negara yang mengakui hak asasi manusia. Sejak memasuki krisis moneter 1997. Langkah mengutamakan produk yang dapat dihasilkan dalam negeri sebelum membeli produk buatan luar negeri juga dilakukan oleh negara-negara maju. Terbukanya jalur diplomatik justru membuat Myanmar lebih membuka diri yang pada akhirnya embargo negara-negara Barat mulai berkurang. pintu impor semakin terbuka yang memungkinkan segala produk masuk ke dalam negeri. tetapi diplomasi ala Indonesia mampu membuat Myanmar mengambil kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri yang cenderung terbuka dan dapat diterima masyarakat internasional. Dengan demikian. tetapi di sisi lain produk dalam negeri perlahan tersisih. hampir semua negara Barat tengah mengembargo Myanmar dan meminta ASEAN ikut menekan. 66 . Pada saat yang sama. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia. dengan tidak mengisolasi Myanmar bahkan intensif membuka jalur diplomatik. Untuk itu nilai ketiga dari Pancasila yang menekankan cinta tanah air perlu diangkat kembali untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Mereka berupaya menjaga agar produk asing tidak membanjiri pasar lokalnya sehingga petani/pengusaha/masyarakat tetap sejahtera. Indonesia mengambil peran yang sesuai dengan nilai tadi. Akibatnya. Sebagai anggota ASEAN sekaligus ketua ASEAN tahun 2011. Indonesia mengambil posisi tidak mengucilkan Myanmar. Dalam konteks pemerintah. Hanya dengan alasan harganya tidak kompetitif. konsumen membeli produk impor yang bukan hanya menyisihkan produk dalam negeri. konsumen disuguhkan banyak pilihan. Kondisi ini secara prinsip tidak salah. Pengejawantahan nilai ketiga dari Pancasila dalam konteks global adalah dengan menjadi bagian kegiatan ekonomi dunia yang berorientasi nasional. Indonesia memahami bahwa cara tersebut tidak populer di mata bangsa-bangsa Barat. Negara-negara maju menutupi kepentingan dalam negeri melalui mekanisme perdaganagn dunia seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). nilai ketiga Pancasila masih relevan untuk diangkat menjadi dasar bagi peningkatan ketahanan nasional. tetapi juga menghancurkan perusahaan lokal. Langkah Indonesia cukup mengejutkan. Pada akhirnya terbangunlah hubungan saling menghormati antarnegara.

karena koperasi bertujuan menyejahterakan anggota bukan menguatkan kapital dari investor atau pemodal. 67 . Di sinilah peluang Indonesia untuk ikut dalam mendesain ulang tatanan mekanisme ekonomi. yakni saat bubarnya Uni Soviet tahun 1991. Pancasila menjadi penentu dari corak kehidupan masyakat Indonesia. dari tingkat individu hingga tingkat bangsa. berbekal konsep arisan amat menekankan kesejahteraan anggotanya. Model ekonomi komunis sudah rubuh terlebih dahulu. dibutuhkan sedikit sentuhan dari para sarjana agar nilai kelima dari Pancasila dapat menjadi bagian dari solusi atas masalah ekonomi dunia saat ini dan masa depan. G. Dengan demikian. Setidaknya peraih nobel 2006.Penutup Nilai bagi semua individu dan kelompok adalah bagian dari pembentukan tingkah laku yang diharapkan dalam masyarakatnya. Yang kemudian model ini dianggap baik oleh dunia. dan bernegara serta menjadi warga dunia. Salah satu bentuknya adalah koperasi. Hal ini penting karena muncul gejala kegagalan ekonomi kapitalis sejak 2008 yang dimulai di AS dan menjalar ke Eropa sampai tulisan ini dibuat (2012). berbangsa. Dengan demikian. Koperasi sebagai pengejawantahan pembangunan ekonomi yang memiliki wajah sosial dapat menjadi solusi bagi pola pembangunan negara-negara dunia ketiga yang jumlahnya lebih banyak daripada negara maju. Muhammad Yunus dari Bangladesh. Nilai yang ada dalam Pancasila merupakan nilai dasar untuk aktivitas bermasyarakat.Kontribusi Indonesia untuk masalah pembangunan dunia yang berkeadilan sosial semestinya dapat dilakukan dengan kemampuan dasar ekonomi kerakyatan Indonesia.

tingkah lakunya juga selaras dengan warga dunia. Hilangnya Pancasila memudarkan pula semangat ikatan nasional sebagai bangsa Indonesia. Setidaknya. Bukankah itu berarti mengkhianati mimpi para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia? 68 . nilai Pancasila juga dapat diacu oleh warga dunia pula. nilai Pancasila akan tergantikan oleh nilai lain atau bahkan hilang. Ketika nilai tidak menjadi rujukan tingkah laku. perlahan nilai akan memudar dan hilang.yakni Indonesia. Hal yang terpenting dari Pancasila adalah upaya kita mencoba menerapkannya dalam kehidupan. Artinya dapat berlaku atau hadir di semua masyarakat di dunia. Kondisi ini beranalogi ketika Pancasila tidak menjadi acuan perilaku. Jika asumsi ini digunakan.3. Indonesia adalah warga dunia. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila oleh sebagian orang dianggap universal. sebagai nilai yang mendasari tingkah laku warga Indonesia. yang dapat berujung pada rubuhnya rumah nusantara.Gambar 3.

Bertolak dari pengalaman itu. 69 . ia merasakan pedihnya menjadi penduduk di bawah pemerintahan kolonial Belanda. maka seseorang tidak dipandang di dunia internasional‖ (Hatta. Dalam pergaulan internasional ia merasa tersisih karena masalah kebangsaan. serta mampu bersikap terbuka dan kritis bagi implementasi hak dan kewajiban warga negara di masyarakat. Kewarganegaraan (dalam bahasa Inggris. tetapi juga melanggengkan stratifikasi sosial yang merupakan warisan sistem kerajaan. Kebangsaan sering kali diidentikkan dengan kewarganegaraan. membuat penilaian kritis atas pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. 1999: 85—86). ia direndahkan. citizenship dan Latin. 1953: 51). ―Jika satu bangsa mulia. Kata civis sendiri pertama kali digunakan pada masa kerajaan Romawi untuk merujuk kepada orang-orang kaya dan para tuan tanah. Ia merasa bahwa sebagai penduduk di wilayah jajahan. maka individu-individunya juga dihargai. Pengalaman Bung Hatta merupakan pengalaman tentang pentingnya arti kebangsaan (nationality). juga pernah dialami bangsa Indonesia. dan keduanya tidak dapat dipisahkan ketika kita mengkaji tentang negara maupun pemerintahan. tetapi jika tidak memiliki kebangsaan. Apa yang dialami rakyat biasa di kerajaan Romawi. Merekalah yang memperoleh hak-hak istimewa. Kebijakan-kebijakan Belanda tidak hanya melahirkan sistem pembedaan status (diskriminasi) yang dilandasi perbedaan warna kulit. tepatnya ketika bangsa ini berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. yakni antara golongan priyayi dan rakyat biasa.BAB IV KEWARGANEGARAAN Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami saling pengaruh antara hak dan kewajiban negara dan warga negara. antara bangsa kulit putih dan pribumi. civis) telah lama menjadi objek pemikiran. Kajian ini telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM) dan masa Kerajaan Romawi (± 1 M). Hak-hak sebagai civis tidak diberikan kepada rakyat biasa maupun rakyat di wilayah kekuasaan kerajaan (Poole. Bung Hatta menyimpulkan. Ketika Bung Hatta kuliah di Belanda pada tahun 1920-an.

Orang-orang bebas yang dikategorikan sebagai warga negara memiliki status istimewa. Hasil sidang-sidang itu adalah UUD 1945 yang di dalamnya dinyatakan. kewarganegaraan telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM). para tokoh pergerakan mengadakan sidang-sidang di BPUPKI dan PPKI untuk menyusun UUD. serta dapat masuk dinas militer—yang penting artinya bagi pertahanan negara. Sebagai objek pemikiran. Pada masa itu. 1. 70 . agama. Warga negara dalam pengertian masa Yunani Kuno juga dapat dikatakan lebih menekankan kemampuan seseorang untuk mengemban tanggung jawab negara (Poole. antara lain. mulai dari politik. warga negara diidentikkan dengan orang bebas. maka pokok-pokok bahasan dalam bab ini dibagi menjadi empat bagian. dalam aktivitas keagamaan dan budaya. pemahaman yang sederhana ini memiliki sejarah panjang dan kompleks. Untuk memahami hak dan kewajiban warga negara. Pada masa kerajaan Romawi (± 1 M). 1) Apa yang dimaksud dengan kewarganegaraan dan siapakah warga negara Indonesia? 2) Prinsip-prinsip dasar apa yang melandasi hubungan timbal-balik antara negara dan warga negara? 3) Bagaimana implementasi hak dan kewajiban warga negara? 4) Evaluasi kritis terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. budaya. 1999: 25). kewarganegaraan pada awalnya dimaknai sebagai pemilikan atas status istimewa bagi para tuan tanah dan orang-orang kaya. Apa yang Dimaksud dengan Kewarganegaraan? Secara umum kewarganegaraan dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang menyangkut warga negara. Aktivitas-aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pusat kehidupan warga negara mencakup setiap aspek kehidupan. Sebaliknya. Namun demikian. antara lain dapat berpartisipasi dalam penyusunan undang-undang dan dalam pelaksanaan administrasi negara. pengakuan kesetaraan bagi seluruh rakyat atau warga negara. Di dalam proses penyiapan negara yang merdeka dan berdaulat itu. para budak dan—dalam konteks saat itu—kaum perempuan serta anakanak tidak dikategorikan sebagai orang bebas sehingga mereka tidak dapat disebut sebagai warga negara. hingga pertahanan negara.Ketidaksetaraan dan penindasan Belanda terhadap rakyat biasa akhirnya menjadi pemicu gerakan nasionalisme Indonesia. yakni yang berikut. hingga akhirnya berdirilah negara Indonesia pada tahun 1945. seperti tercermin dalam hak dan kewajiban bagi setiap warga negara.

1996: 285—289). Perubahan penting mengenai pengertian kewarganegaraan terjadi di abad XVIII dan XIX. Bangsa yang semula dianggap sebagai komunitas yang disatukan oleh faktor budaya. Jadi kewarganegaraan tidak lagi diartikan sebagai rasa tanggung jawab terhadap negara. Status legal. Pada abad XVIII. Dengan status legal itu. 71 . dan 3) prinsip demokrasi yang mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan politik. Selain itu mereka juga menuntut perlindungan dari kerajaan. yang membuat warga negara melihat negara sebagai organisasi untuk mengejar kesejahteraan dan kebahagiaan. dan kesamaan keturunan. 1996: 185—289. demokrasi. dan sejarah. maka dalam negara modern. dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia di negara-bangsa modern (Habermas. rakyat merupakan warga negara. Pemenuhan tujuan ini bagi warga negara merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban negara (Habermas. Ketiga prinsip tersebut memberikan pengakuan bahwa warga negara memiliki status legal yang kemudian terwujud dalam hak-hak sipil. sejarah. republik. Rakyat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda menuntut diperlakukan secara terhormat seperti warga kerajaan Roma. melainkan lebih merupakan tuntutan legal agar rakyat di wilayah taklukan diperlakukan setara dengan rakyat/warga kerajaan. Rakyat yang telah bersatu karena faktor-faktor tersebut semakin diperkuat oleh kesadaran nasionalnya karena negara pun mulai melembagakan 1) nilai HAM yang menghargai kebebasan individu dan menjunjung kesetaraan bagi seluruh warga negara. Bila dalam monarki absolut rakyat biasa menjadi abdi raja. dalam wujud hak-hak sipil. hubungan negara dan warga negara dikonsepsikan sebagai hubungan timbal-balik. seiring dengan meluasnya imperium Romawi. bahasa. timbullah tuntutan-tuntutan rakyat di wilayah-wilayah taklukan. ketika model monarki absolut secara berangsur-angsur digantikan dengan bentuk negara-bangsa modern. bahasa. 2) prinsip negara republik yang mengakui otonomi politik warga negara. merupakan seperangkat hak bagi individu untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya. khususnya di Eropa Barat.) Sumbangan prinsip nasionalisme adalah terciptanya kesadaran nasional dan solidaritas rakyat yang berlandaskan faktor-faktor budaya. Perubahan radikal itu dimungkinkan oleh terjadinya pelembagaan prinsip-prinsip nasionalisme. terjadi perubahan luar biasa dalam hal bentuk negara. Status legal yang dimiliki tiap warga negara memiliki konsekuensi terhadap pendefinisian bangsa. kesamaan nasib. kini mendapat pengakuan baru sebagai kesatuan warga negara yang setara dan memiliki status legal.Selanjutnya.

Rakyat biasa adalah abdi raja yang tidak memiliki kebebasan individu. konsep kewarganegaraan belum dikenal. Diskriminasi rasial tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. yaitu keanggotaan dalam masyarakat ditentukan oleh kelahiran dan stratifikasi sosial yang ditentukan oleh ras. raja berhak menuntut kebaktian dari rakyat. di pihak warga negara pun terdapat kesadaran bahwa mereka wajib berkorban untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara-bangsa. Anak tangga di bawahnya diduduki oleh para pejabat tinggi yang mengabdi raja. apalagi otonomi politik. Belanda telah membangun pemerintahan tidak langsung. Setelah struktur politik berubah. Puncak hierarki adalah raja dan keluarga. Belanda mulai meneguhkan kedaulatannya di Jawa. Status Rakyat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda (Kasus: Status Rakyat di Jawa) Sebelum bangsa Belanda menguasai Indonesia. Dikatakan demikian karena memasuki abad XXI.Sementara itu. tidak ada satu negara pun yang tidak mendefiniskan batas-batas sosialnya tanpa mengacu kepada hak-hak warga negara untuk membatasi siapa yang menjadi warga negaranya dan siapa yang bukan. 2. Sebagai contoh. khususnya Pulau Jawa. militer. Siapakah Warga Negara Indonesia? Berikut ini dipaparkan sejarah singkat status penduduk Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan masa pascakemerdekaan. hanya orang Belanda yang dapat menduduki jabatan puncak. sementara penduduk pribumi hanya 72 . Dengan kebijakan itu. Dalam masyarakat yang hierarkis demikian. anak tangga di bawahnya lagi diduduki kaum ulama. situasi masyarakat saat itu sudah tersusun secara hierarkis. yaitu memerintah rakyat dengan perantaraan elit birokrat Jawa yang dikenal sebagai golongan priyayi. a. Hubungan negara dan warga negara dalam arti kesetaraan dan status legal itu yang kini menjadi kata kunci dalam pembahasan tentang kewarganegaraan. Mereka sadar bahwa hanya dalam negara yang merdeka dan berdaulatlah kebebasan dan otonomi politik mereka terjamin. dan kekuasaan raja-raja di Jawa pun mulai melemah. Secara berangsur-angsur Belanda memisahkan staf administrasi kerajaan dari pengawasan raja dan kemudian mengubahnya menjadi dinas sipil. dan elit politik lain yang memiliki kekuasaan legal. Pada abad XVII. Jadi. struktur masyarakat pun ikut berubah dengan munculnya hubungan kolonial yang mirip dengan sistem kasta.

Pada masa kolonial terdapat empat kategori sekolah. harus dipenuhi syarat berikut: orang tua adalah elit yang memiliki kedudukan tinggi dalam birokrasi kolonial. Orangorang Jawa dilarang memasuki perkumpulan. Untuk memasuki sekolah dengan pengantar bahasa Belanda pun. khususnya wong cilik. wedana. disusul oleh patih. dan permukiman orang Belanda (Kartodirdjo. Kaum elit yang diangkat di tiap kabupaten kemudian melahirkan kelas tersendiri di masyarakat. sekolah pribumi dengan pengantar bahasa daerah. calon murid harus berasal dari keluarga dengan status pegawai negeri tertentu dan dengan gaji tertentu pula. Hierarki masyarakat tradisional ini diperkuat lagi dengan kebijakan kolonial untuk mengangkat elit administrasi atau birokrasi yang dahulu adalah abdi raja. mantri. sekolah bagi pribumi dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. dan juru tulis. yaitu: sekolah Eropa dengan model sekolah di negeri Belanda. yang disebut golongan priyayi. melainkan juga melanggengkan sistem masyarakat yang bercorak feodal.mendapat jabatan rendahan. 209. mereka yang tidak memilih bekerja di birokrasi di kemudian hari banyak yang menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional. Kategori sekolah yang demikian ketat menyebabkan terbatasnya kesempatan penduduk pribumi. 211). lapangan olah raga. memiliki status terhormat di masyarakat dan mereka hidup dengan gaya hidup priyayi. Elit priyayi tersusun sebagai berikut: para bupati berada di puncak birokrasi. Wong cilik merupakan massa terbesar yang tidak memiliki kesempatan. Untuk dapat diterima masuk ke sekolah dengan sistem Belanda. 1999: 206. Dalam pergaulan sosial pun terdapat pemisahan fisik. Terbatasnya kesempatan untuk memasuki sekolah berstandar Eropa dan sekolah dengan pengantar bahasa Belanda menyebabkan terbatas pula kesempatan kaum terpelajar pribumi mendapat pekerjaan di birokrasi pemerintahan kolonial. Hubungan kolonial tidak hanya menciptakan diskriminasi rasial. baik dalam pendidikan maupun dalam politik. 73 . Jenjang-jenjang jabatan tersebut kemudian digolongkan atas ―priyayi gedhe‖ dan ―priyayi cilik. Belanda tidak menghapus kekuasaan raja-raja sama sekali sehingga keluarga raja dan kaum bangsawan masih mendapat tempat yang tinggi dalam hierarki masyarakat. 1999: 83). Lulusan sekolah-sekolah tersebut yang berhasil memperoleh kedudukan dalam birokrasi. dan sekolah dengan sistem pribumi.‖ Barulah lapisan di bawah priyayi cilik diisi mayoritas rakyat kecil yang disebut ―wong cilik‖ (Kartodirdjo. sekolah. Sementara itu.

Pejabat-pejabat Belanda ditempatkan di tingkat keresidenan hingga distrik. status penduduk belum menunjukkan status kewarganegaraan yang sesungguhnya. Sebagai contoh. Pemerintah Belanda memang telah mengatur status penduduk Indonesia dalam Nederlandsch Onderdaan. sejauh itu. pemerintah kolonial sangat otokratis dan menerapkan sentralisasi dengan birokrasi yang amat ketat. Pendek kata.Di bidang politik. volksraad masih juga belum mampu mendorong demokratisasi. Pada tahun 1916 pemerintah kolonial memberi angin segar dengan membentuk volksraad atau dewan rakyat. Namun keberadaannya tidak dapat disamakan dengan parlemen. Mereka menjabat sebagai penasihat merangkap pengawas pejabat-pejabat pribumi. lembaga politik berupa Badan Perwakilan didirikan. Baru pada tahun 1903. sistem pemilihan dilakukan secara tidak langsung. Volksraad hanya berfungsi sebagai penasihat yang tidak memiliki kekuasaan untuk merancang anggaran dan membuat undang-undang. Anggota-anggotanya hanya terdiri dari orang Belanda dan elit pribumi yang terpilih karena mekanisme penunjukan dan pemilihan tidak langsung. Volksraad diubah menjadi badan ko-legislatif dengan kekuasaan untuk mengajukan petisi mengubah UU serta mengundangkannya. Halnya demikian karena parlemen di Belandalah yang sesungguhnya memegang kekuasaan legislatif di Hindia Belanda. Di tanah jajahan. Kebijakan pendidikan dan politik tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan kolonial tidak berkehendak membangun kesetaraan dan otonomi politik bagi penduduk Indonesia. desentralisasi tidak mampu mendorong partisipasi politik rakyat dan bahkan organisasi atau pertemuan politik dilarang oleh pemerintah (Kartodirdjo. yakni setelah diberlakukannya Undang-undang desentralisasi dan otonomi penduduk. Bangsa Indonesia—khususnya masyarakat Jawa—semakin terpilah-pilah. karena dewan daerah tidak mampu mencapai seluruh rakyat. 74 . UU desentralisasi hanya mewujudkan demokratisasi dalam arti minimal. 1999: 43—44). hak pilih rakyat dibatasi dengan syarat bahwa hanya mereka yang berpenghasilan sedikitnya f300 (tiga ratus gulden)/tahunlah yang boleh memilih. Perubahan besar terjadi pada tahun 1925. Namun demikian. yaitu terbitnya UU Tata Pemerintahan Belanda. Namun. padahal massa rakyat hanya berpenghasilan rata-rata f40—f50/tahun. Dalam pelaksanaannya. baik karena diskriminasi rasial maupun karena sistem masyarakat yang feodalistis. tetap dibedakan status warga negara Belanda dan status penduduk pribumi. komposisi keanggotaan masih didominasi orang Belanda.

Sebagai tambahan. Sumatera. yakni Belanda. Sejak kemerdekaan ada beberapa UU tentang kewarganegaraan yang telah dikeluarkan. Kata penduduk disebutkan karena terkait dengan kedaulatan negaranegara lain. ―. 1910). 1892. Yang ditetapkan sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa Indonesia asli atau bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga negara. 192). . Status Rakyat Indonesia Pascakemerdekaan Dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tertulis. Satu hal yang patut ditekankan di sini adalah bahwa menurut UUD 1945 warga negara memiliki status legal yang sama. Sulawesi. UU RI 12 Lihat UUD 1945. dengan segala hak dan kewajiban yang melekat di dalamnya. Sumbangan pemikiran mereka antara lain adalah rumusan tentang bangsa Indonesia.‖ Siapa saja yang tercakup dalam pengertian bangsa Indonesia di sini? UUD 1945 dirumuskan oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dengan latar belakang yang beragam. demikian pula suku dan ras serta daerah asal. dan bangsa Timur Asing (Kartodirdjo. . dan lain-lain. kewarganegaraan Indonesia diatur dalam undang-undang tentang kewarganegaraan. c. atau bangsa lain—yang telah lama menetap di Indonesia—sebagai warga negara Indonesia. Ambon. b. dan keberagaman tersebut dapat disatukan karena kepedulian yang luar biasa dari para tokoh akan kepentingan rakyat. melainkan juga tokoh-tokoh pergerakan perempuan. Mereka mempunyai latar belakang agama yang berbeda. Arab. Sejak awal. Perumus UUD juga bukan hanya laki-laki. pribumi (dengan status sebagai bawahan Belanda). UU RI Nomor 62 Tahun 1958. Tionghoa.Menurut perundang-undangan yang berlaku (tahun 1854. Menjadi Warga Negara Indonesia Secara prosedural. Orang asing tentu tidak dapat menikmati hak dan melaksanakan kewajiban yang sama dengan WNI. 12 Ketentuan terakhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menerima keturunan Arab. Tionghoa. Kesemuanya mewakili berbagai golongan dan aliran politik. Pasal 26. yaitu UU RI Nomor 3 Tahun 1946. pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia. tertera pula kata-kata penduduk selain warga negara. di Hindia Belanda terdapat tiga kategori kewargaan. 75 . keberagaman masyarakat telah menjiwai perumusan UUD 1945. . Ada yang berasal dari Jawa. 1999: 48. . dalam UUD 1945. Yang dimaksud dengan penduduk adalah WNI dan orang asing yang tinggal di Indonesia. Pasal 26.

masalah kriminal oleh pelaku kejahatan lintas negara. Asas kewarganegaraan tunggal merupakan asas yang menetapkan satu kewaraganegaraan bagi setiap orang. Peraturan Pemerintah maupun Surat Keputusan Bersama Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri. 5) naturalisasi. dsb. Untuk menghindari kasus tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. kecuali anak-anak dan penduduk tanpa kewarganegaraan. Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh atas dasar: 1) kelahiran. dan kewarganegaraan ganda. Instruksi Presiden. Asas ius soli merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran (diberlakukan terbatas bagi anak-anak dan diatur dalam UU). perkawinan antarbangsa. seseorang secara otomatis menjadi WNI karena ayah dan ibunya adalah WNI. seorang anak WNA—yang berumur 5 tahun (atau kurang)— yang diangkat anak oleh WNI dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Dengan dasar pengangkatan. ius solii. 6) perkawinan.13 Indonesia tidak mengakui penduduk dengan kewarganegaraan ganda (bipatride). dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 (Jakarta: Visimedia) hlm. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 disebutkan empat asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan yakni ius sanguinis. 3) pengangkatan. negara dapat memberikan status warga negara bagi anak yang dilahirkan di luar negeri dengan salah satu orang tua (ayah atau ibu) adalah WNI. dan 7) kehormatan. 13 Lihat Penjelasan UU RI Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.Nomor 4 Tahun 1969. 2) pemberian status. walau dia dilahirkan di luar negeri. 4) permohonan. Perubahan-perubahan UU tersebut mencerminkan adanya dinamika dalam masyarakat maupun interaksi penduduk antarbangsa yang begitu cepat. kewarganegaraan tunggal. dan UU RI Nomor 12 Tahun 2006. Asas ius sanguinis merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan. sedangkan yang satu lagi bukan WNI. Tujuannya adalah untuk mencegah apatride. 76 . UU RI Nomor 3 Tahun 1976. Asas kewarganegaraan ganda merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak yang diatur dalam UU. Ketentuan ini merupakan implementasi dari asas keturunan (ius sanguinis): anak tetap WNI. Dengan dasar kelahiran. Pelarian orangorang yang mencari suaka politik. Selain UU juga terdapat peraturan-peraturan lain berupa Keputusan Presiden. merupakan beberapa fenomena yang dapat menggambarkan semakin peliknya masalah kewarganegaraan sehingga hampir setiap negara harus mampu mendefinisikan kembali siapa yang dimaksud dengan warga negaranya. 27-28.

d) tinggal di luar wilayah negara Indonesia. d. WNI dan asing (WNA). Kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada orang asing yang sungguh-sungguh ingin menjadi WNI melalui naturalisasi. dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk mempertahankan kewarganegaraannya. Oleh negara.Atas dasar permohonan. namun kemudian ingin menjadi WNI untuk mengikuti ayah atau ibunya yang berkewarganegaraan Indonesia. kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada anak berusia 18 tahun. dan e) perkawinan dengan WNA (kententuan ini berlaku bagi. negara akan mengakuinya untuk seumur hidupnya. Namun WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya karena hal-hal berikut ini:14 a) atas kemauan sendiri menjadi WNA. Pemerintah dapat mengabulkan permohonannya setelah ia meninggalkan kewarganegaraan sebelumnya. sebelum jangka 5 tahun berakhir. Pasal 23. 77 . tidak dalam rangka dinas negara selama 5 tahun berturut-turut dan. Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia Bila seseorang telah menjadi WNI. agar tidak terjadi kewarganegaan ganda. WNI. namun hal itu tidak boleh mengakibatkan yang bersangkutan memiliki kewarganegaraan ganda. demi kesatuan kewarganegaraan dalam keluarga. Bab IV. kewarganegaraan seseorang dapat dinyatakan hilang karena pada 14 Lihat UU Nomor 12 Tahun 2000. serta setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI. Negara dapat memberikan kewarganegaraan kehormatan kepada orang-orang asing tertentu yang telah berjasa kepada negara. perempuan atau laki-laki yang menikah dengan pasangan dari negara yang memiliki peraturan bahwa orang asing yang menikah dengan warga negaranya harus menjadi warga negaranya pula). c) masuk dinas tentara asing tanpa seizin Presiden. pihak suami atau istri yang berstatus WNA dapat mengikuti pasangannya yang berstatus WNI dengan syarat bahwa ia harus melepaskan kewarganegaraan sebelumnya terlebih dahulu. yang ayah dan ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda. Pada awalnya ia menjadi WNA. 26. tentang Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dengan perkawinan. sekalipun ia bertempat tinggal di luar negeri. Pemberian kewarganegaraan kehormatan itu dilakukan oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR. b) melanggar asas kewarganegaraan tunggal (ketentuan ini berlaku bagi WNI yang memiliki kewarganegaraan asing dan tidak mau melepaskan status WNA-nya). dan 28.

Hubungan itu secara mendasar terbangun dari tujuan awal terbentuknya negara Indonesia. Demikian pula dengan anak-anak yang sebelumnya mengikuti status ayah/ibu yang berkewarganegaraan asing. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis membebaskan dirinya dari hak dan kewajiban sebagai WNI. kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut.17 Prinsip negara kesatuan. Negara kesatuan merupakan bentuk negara di mana wewenang legislatif dipusatkan dalam satu badan legislatif nasional/pusat. tentang Syarat dan Tata Cara Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pemerintah pusat memiliki wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi (sistem desentralisasi). Prinsip-prinsip itu meliputi sila-sila Pancasila. 15 Ketentuan mengenai hal ini diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2006. tentang Bentuk dan Kedaulatan Negara. 2) memajukan kesejahteraan umum. Pasal 31 dan 37. 3) mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 1. prinsip kedaulatan rakyat.prinsipnya negara tidak menginginkan warga negaranya memiliki loyalitas ganda.15 3. Prinsip-Prinsip dalam Hubungan Timbal-Balik: Negara dan Warga Negara Hubungan antara negara dan warga negara merupakan hubungan timbal-balik yang melibatkan unsur hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. tetapi pada tahap terakhir. Lihat sila-sila Pancasila dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraanya karena mengikuti orang lain (status suami/istri yang WNA) pada prinsipnya dapat diberi kesempatan untuk kembali menjadi WNI. sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945: 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kekuasaan terletak pada pemerintah pusat dan tidak pada pemerintah daerah. UUD telah menetapkan prinsip-prinsip dasar16 yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara bagi pemerintahan maupun rakyat. prinsip negara kesatuan yang berbentuk republik. dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. terhadap Indonesia dan terhadap negara lain. 16 17 78 . bab V. Lihat UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). dengan syarat bahwa ia tidak lagi mengikuti status suami/istrinya. dan prinsip negara hukum.

Jika pemerintah daerah mengeluarkan peraturan bagi daerahnya. 2008: 269—270). Pertimbangan para pendiri bangsa atas bentuk negara kesatuan adalah agar di bawah pemerintah pusat tidak ada negara lagi. yakni bahwa pemerintah pusat tetap memperhatikan kepentingan daerah. Dalam negara telah terjadi penyelewengan kekuasaan yang diawali oleh dominasi 79 . Prinsip Kedaulatan Rakyat. sebagaimana dikutip Budiardjo.Dalam negara kesatuan. Kedaulatan merupakan hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah. khususnya Bung Hatta. Kekuasaan MPR adalah menetapkan UUD dan GBHN. MPR memegang kekuasaan tertinggi dan Presiden adalah penyelenggara pemerintahan negara. Dalam UUD 1945 (sebelum amandemen). MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat mengalami ujian berat khususnya pada masa Orde Baru. bagi warga negara di dalam negara yang berbentuk kesatuan. Konstitusi negara kesatuan tidak mengakui badan legislatif lain selain badan legislatif pusat. Dalam sidang-sidang BPUPKI dikemukakan pertimbangan bahwa kedaulatan rakyat merupakan bentuk kedaulatan yang dianggap dapat mencegah terjadinya negara kekuasaan yang absolut atau negara penindas. hanya ada satu pemerintahan saja (Strong. menekankan pentingnya jaminan pada rakyat dalam bentuk kemerdekaan untuk berpikir. Kedaulatan rakyat dalam MPR dicerminkan dalam komposisi keanggotaan yang terdiri dari wakil-wakil golongan (seperti serikat pekerja. hal itu tidak berarti bahwa daerah itu berdaulat sebab pengawasan kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. Hasil rumusan BPUPKI kemudian tertuang dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan rakyat dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. seperti di negara federal atau konfederasi. para perumus UUD 1945. Hakikat dari pertimbangan tersebut adalah upaya untuk menghindari terjadinya perpecahan bangsa dan negara. Dengan demikian.) dan wakil-wakil daerah. Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mewujudkan kedaulatan rakyat. golongan tani. Namun ketetapan atas bentuk negara kesatuan juga diiringi oleh satu ketentuan pula. Usulan para perumus kemudian tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945 (sebelum amandemen). Kedaulatan rakyat berarti rakyat memiliki hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah diri mereka sendiri. untuk mencegah timbulnya provinsialisme yang memberi peluang kepada gerakan separatisme. Agar negara tidak menjadi negara penindas. kedaulatan tak terbagi karena pemerintah pusat memegang kedaulatan ke luar maupun ke dalam. atau. serta mengangkat Presiden dan wakil Presiden. dengan kata lain. dsb.

juga diberlakukan desentralisasi—yaitu penyerahan wewenang pemerintah pusat pada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan daerah. terjadi perubahan politik yang signifikan yaitu berlangsungnya demokratisasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. Lantas siapa pemegang kedaulatan rakyat saat ini? UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal yang menjamin kedaulatan rakyat dapat terwujud (lihat perubahan pasal tentang masa jabatan Presiden. Keanggotaan MPR kini mencakup unsur DPR dan DPD. berhenti. MPR kini berkedudukan sebagai salah satu lembaga negara yang setara dengan DPR. yang paling mendasar dalam amandemen UUD adalah kedaulatan tersebut diwujudkan melalui pemilu. UUD memberi hak kepada rakyat (melalui MPR dan atas usul DPR) untuk memberhentikan Presiden18 serta hak untuk tidak memilih kembali anggota-anggota DPR/DPRD yang tidak dapat melayani rakyat. Ide republik secara teoretis mendukung kedaulatan rakyat. 80 . perubahan terbesar menyangkut MPR adalah MPR tidak lagi berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara. tetapi dalam arti independensi. mengeluarkan Ketetapan (TAP) MPR (kecuali untuk menetapkan Wakil Presiden menjadi Presiden bila Presiden mangkat. Selain itu. yang telah menyulut Gerakan Reformasi dan berakhir dengan pengunduran diri Presiden Soeharto (Budiardjo. MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. MA dan MK. Jika pejabat-pejabat terpilih tersebut gagal mengemban amanat rakyat. Dalam UUD 1945 (sesudah amandemen). Setelah itu. Perubahan diawali dengan melakukan empat kali amandemen terhadap UUD 1945. pasal 7A. pemegang dan pelaksana kedaulatan rakyat. Prinsip ini mengisyaratkan adanya kebebasan—bukan dalam arti liberal. dua di antaranya ialah masa jabatan Presiden dibatasi dan warga negara berhak memilih pasangan Presiden dan wakil Presiden secara langsung. Pemilihan langsung juga dilakukan terhadap anggota DPR dan kepala daerah. diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya) (Budiardjo. Prinsip Negara Republik. BPK. 2008: 313). yaitu kebebasan dari intervensi pihak (negara) lain. DPD. penetapan pemilihan Presiden secara langsung dan desentralisasi). yaitu dengan memilih wakil-wakil rakyat di DPR/DPRD serta memilih Presiden dan kepala daerah secara langsung.mutlak dalam kehidupan politik. Pemerintah daerah juga mengalami demokratisasi dengan dihilangkannya kedudukan kepala daerah sebagai penguasa tunggal dan DPRD menjadi lembaga legislatif daerah. 2008: 350). Namun. yaitu kebebasan dari dominasi 18 Lihat UUD 1945 sesudah amandemen.

20 Prinsip-prinsip dasar tersebut selanjutnya tercermin dalam pasal-pasal menyangkut hak dan kewajiban warga negara—yang tidak dapat terpenuhi tanpa kehadiran institusi politik/negara. Prinsip Negara Hukum. kedaulatan rakyat dan negara hukum. Dalam UUD terkandung cita-cita bangsa. khususnya UUD. Keputusan tersebut dilandasi oleh pengalaman bangsa yang pernah hidup dalam bentuk kerajaan yang despotis dan feodalis serta pemerintahan kolonial Belanda yang menindas. Prinsip ini menuntut pemerintahan agar berjalan dengan tuntunan hukum dan bukan dengan kekuasaan. merupakan sumber norma yang mengatur pemerintahan maupun rakyat. maka dalam negara yang berbentuk republik diharapkan tidak ada lagi dominasi dari negara lain dan di tingkat warga negara tidak ada lagi perbudakan atau ketergantungan kepada orang lain. sebaliknya. negara akan merumuskan kesejahteraan dan kemerdekaan rakyat dalam berpendapat. Pasal 9. UUD berisi otoritas tertinggi yang daripadanya seluruh kekuasaan cabang-cabang pemerintahan dan pejabat-pejabat terpilih berasal dan diatur. 1999: 83). Hubungan inilah yang melahirkan kewajiban bagi tiap warga negara untuk memelihara dan mempertahankan negara. sistem pemerintahan dan kerangka kerja bagi pemerintah. Kewajiban negara. Bentuk negara republik merupakan ketetapan yang dipilih oleh semua tokoh bangsa yang merumuskan UUD. 81 . negara kesatuan dengan bentuk republik. Sementara itu. Hukum. dalam UUD 1945. yaitu memberikan kondisi bagi terpenuhinya hak-hak warga negara. Bentuk tanggung jawab ini merupakan aktivitas politik atau partisipasi warga negara untuk membentuk diri sekaligus membangun negara (Poole. Republik merupakan bentuk yang dapat mencerminkan kedaulatan rakyat ketimbang bentuk negara lainnya seperti monarki yang melanggengkan dinasti (kekuasaan turun-temurun). untuk mendapatkan hak itu negara harus menjalankan kewajibannya. telah 19 20 Lihat Lafal Sumpah Presiden selengkapnya dalam UUD 1945 sesudah amandemen. kemerdekaan suatu negara tidak dapat dipertahankan tanpa kesadaran nasional (nasionalisme) warga negara. Di sini tidak hanya dalam konteks warga negara sebagai individu yang memiliki otonomi politik tetapi juga sebagai manusia yang memiliki otonomi pribadi. Dalam negara republik.19 Dalam UUD terkandung pula prinsip-prinsip dasar yang mengikat negara dan warga negara yaitu Pancasila. berkumpul. dsb. Begitu pentingnya UUD sehingga setiap Presiden yang dilantik harus mengucapkan sumpah untuk memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturan-peraturan dengan selurus-lurusnya. dengan adanya prinsip independensi. Jadi.pihak lain. Kebebasan rakyat dalam negara republik selalu disertai oleh tanggung jawab rakyat untuk mempertahankan independensi negara.

berasal dari undang-undang. hak merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat. tetapi banyak hak moral yang sekaligus juga merupakan hak legal. Hak dan Kewajiban Warga Negara Secara umum. c) hak positif dan hak negatif. berkumpul. negara-negara kolonial di masa silam sering mengetengahkan hak-hak legal mereka untuk menguasai wilayah jajahan. dsb. misalnya hak orang tua untuk dihormati anak-anaknya. Sebagai contoh. kesehatan. Contohnya ialah sepasang suami istri yang berjanji untuk saling setia. Contohnya ialah hak atas kehidupan. Sedangkan hak legal belum tentu menampilkan nilai etis sehingga harus dikritik dengan norma moral. seseorang bebas melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu. peraturan hukum. janji antarteman.termaktub dalam tujuan negara sebagaimana digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). Misalnya. Konkretnya ialah 82 . hanya terbatas pada hak moral saja. Hak khusus timbul karena relasi khusus antar-beberapa orang atau karena fungsi khusus yang dimiliki seseorang terhadap orang lain. Hak legal adalah hak yang berdasarkan hukum. b) hak khusus dan umum. Hak umum diperoleh seseorang bukan karena hubungan atau fungsi tertentu. dengan kata lain. Klaim atau tuntutan tersebut adalah klaim yang sah atau dapat dibenarkan. yang dilakukan secara pribadi. Umpamanya. atau seseorang peminjam uang berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari orang lain. maka setiap pegawai negeri berhak mendapat tunjangan itu. siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang melakukan atau memiliki sesuatu. 2000: 179—187). Hak moral belum tentu merupakan hak legal. d) hak individual dan sosial (Bertens. 2000: 178—179). Ada beberapa jenis hak yang kita kenal. mengemukakan pendapat. namun tentu dipertanyakan nilai etis dari penjajahan itu sendiri. karena orang yang mempunyai hak bisa menuntut bahwa orang lain akan memenuhi atau menghormati hak itu (Bertens. atau dokumen legal lainnya. kepemilikan. hak untuk menggunakan gelar doktor setelah menyelesaikan persyaratan untuk mendapat gelar tersebut. yaitu a) hak legal dan moral. melainkan semata-mata karena ia manusia. 4. Dengan hak negatif. Hak ini sering disebut hak asasi manusia. dan mengikuti hati nurani. keamanan. ketika pemerintah mengeluarkan peraturan tentang kenaikan gaji pegawai negeri. Hak moral adalah hak yang berfungsi dalam sistem moral. hak beragama.

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengetahuan tentang sejarah penegakan HAM dapat membantu memahami arti penting HAM dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. atau negara. hak beragama. Hak-hak sosial ekuivalen dengan keadilan sosial. namun hubungan itu tidak bisa dikatakan mutlak dan tanpa pengecualian. Hak ini bersifat positif. dan hak mengemukakan pendapat. negara atau siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang menulis pendapatnya di surat kabar. dsb. negara tidak dapat menghalangi individu mewujudkan hak ini. genosida. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya sebagai guru memberi pengajaran kepada orang-orang tertentu. dan pekerjaan yang layak. perbudakan. untuk mengatur kehidupan sedemikian rupa sehingga setiap warga negara memperoleh apa yang menjadi haknya. Sejarah penegakan HAM merupakan sejarah perjuangan manusia untuk menjadi manusia dan untuk melepaskan diri dari penyiksaan.bahwa. semua orang yang terancam bahaya berhak bahwa orang lain membantu menyelamatkannya. Sementara yang dimaksud dengan hak sosial adalah hak yang dimiliki seseorang sebagai anggota masyarakat seperti hak atas pekerjaan yang layak dan hak atas pendidikan. Apakah hak selalu memiliki hubungan timbal-balik dengan kewajiban? Kewajiban memang sering kali memiliki hubungan timbal-balik dengan hak. penindasan. Hak sosial semacam ini sesuai dengan kewajiban masyarakat. Generasi pertama lahir di 83 . Hak individual termasuk hak-hak negatif. setiap orang memiliki hak atas pendidikan. pelayanan kesehatan. Contoh lain adalah hak atas makanan. Hak individual dan hak sosial sering disebut dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (DUHAM). kesadaran atas HAM dalam diri manusia dan pada bangsa-bangsa dapat dikelompokkan ke dalam tiga generasi (Budiardjo. 2008: 212). Hak individual ialah hak yang dimiliki individu terhadap negara. Pemenuhan hak-hak sosial memang agak rumit. Contohnya ialah hak mengikuti hati nurani. Hak positif adalah hak seseorang yang membolehkan orang lain berbuat sesuatu untuknya. a. hak berserikat. Sebagai contoh. Hak Asasi Manusia Pembahasan tentang hak dan kewajiban tidak akan lengkap bila hak asasi manusia tidak dimasukkan. Dari perspektif sejarah. pendidikan. kita lihat bahwa pemenuhan hak-hak negatif atau hak-hak individual hampir selalu sesuai dengan kewajiban seseorang untuk menghormati orang lain yang sedang menikmati hak-haknya. Sebagai contoh. antara lain.

Ketika itu.negara-negara Barat. yaitu generasi yang melahirkan kesadaran akan hak-hak sipil dan politik. dan hak untuk memiliki harta benda. 3) meletusnya dua Perang Dunia. sebagaimana dikemukakan oleh John Locke (1632—1704) dan pemikir lain seperti Jean Jacque Rousseau. sementara rakyat biasa tetap dipandang sebagai abdi yang harus menerima perintah dari penguasa. yaitu 1) Depresi Besar yang bermula di AS dan kemudian menjalar ke penjuru dunia pada tahun 1929—1934. Hak alamiah. Generasi ketiga ialah generasi yang memiliki kesadaran untuk memperjuangkan hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan di negara-negara Dunia Ketiga. dan budaya. Menginjak awal abad XX. 2) tampilnya Hitler sebagai pemimpin Jerman yang menyebabkan pembunuhan jutaan orang Yahudi di kamp konsentrasi. pada masa itu hanya kelompok aristokrat dan kelas menengah saja yang dapat menikmati HAM. Raja John ―dipaksa‖ untuk mengakui hak kelompok aristokrat yaitu hak untuk diperiksa di muka hakim (habeas corpus). Namun demikian. Pemikiran tentang HAM pada generasi kedua ini didukung oleh banyak pemikir Barat serta negara-negara yang baru merdeka di Asia-Afrika. Perumusan HAM semakin berkembang seiring dengan munculnya pemikiran-pemikiran tentang hak alamiah manusia yang digaungkan untuk menentang pemikiran bahwa hak memerintah berasal dari wahyu ilahi yang pada waktu itu dianut oleh raja-raja. Generasi kedua merupakan generasi dengan kesadaran akan hak ekonomi. hak akan kebebasan. Hak asasi yang berhasil mereka perjuangkan itu masih terbatas pada hak politik seperti hak atas kebebasan dan kesetaraan serta hak untuk menyatakan pendapat. sosial. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis pada masa Perang Dingin (tahun 1945— 1970-an). Di samping itu juga muncul pemikiran bahwa penguasa yang memerintah harus mendapat persetujuan rakyat. 84 . dan 4) tampilnya blok negara sosialis dan komunis. terjadi banyak peristiwa penting di dunia yang mempengaruhi generasi kedua perjuangan HAM. Perjuangan HAM dari generasi pertama yang lahir di Eropa Barat ditandai oleh penandatanganan Magna Charta di Inggris pada tahun 1215. Hak ini sendiri dituntut sebagai imbalan atas dukungan kaum aristokrat dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan perang. Hasil pemikiran dan perjuangan HAM terbesar pada XVII dan XVIII itu adalah hancurnya monarki absolut yang memberi kewenangan kepada raja untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Hak-hak tersebut dituangkan dalam Bill of Rights di Inggris pada tahun 1689 dan satu abad kemudian dalam Bill of Rights di AS (1783) dan Declaration des droits de l’homme et du citoyen di Prancis (1789). meliputi hak atas hidup.

2008: 218). dan genosida. D. maka pelaksanaan hak-hak sosial dan ekonomi justru mendorong pemerintah untuk terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kemajuan HAM pada generasi kedua juga ditandai oleh kesadaran untuk merumuskan HAM yang diakui di seluruh dunia sebagai standar universal bagi tingkah laku manusia (Budiardjo. kebebasan dari ketakutan.Peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan penderitaan yang luar biasa pada jutaan manusia: mati karena kelaparan. hak atas penghidupan yang layak. Tokoh-tokoh yang memperjuangkan hak-hak tersebut antara lain ialah Presiden F. dan budaya. Upaya mereka mulai menonjol pada tahun 1980-an. PBB telah merintis upaya ini dengan mencanangkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada tahun 1948 dan kemudian diperkuat dengan dua kovenan internasional tentang hak politik dan sipil dan hak ekonomi. Selain 85 . Rumusan HAM warisan liberalisme yang menekankan hak-hak alamiah ternyata tidak memadai sehingga perlu semakin dipertajam dan bahkan direinterpretasikan. Roosevelt dari AS yang merumuskan empat kebebasan. sosial. Yang menarik dari generasi kedua ini adalah upaya-upaya negara-negara blok sosialis dan negara-negara yang baru merdeka (negara-negara ―Dunia Ketiga‖) untuk mengembangkan hak-hak sosial dan ekonomi yang meliputi hak atas pekerjaan. Perubahan paling signifikan dibandingkan dengan keadaan pada abad XVII dan XVIII adalah bahwa hak-hak politik diberikan kepada seluruh rakyat dengan tujuan untuk melindungi setiap individu dari penyalahgunaan kekuasaan pemerintah. Hak-hak yang semula disebut hak alamiah diubah menjadi HAM (human rights) yang menekankan kebebasan individu yang meliputi hak untuk menyatakan pendapat dan hak untuk mendirikan. dan hak atas pendidikan. Generasi ketiga dimotori oleh Dunia Ketiga (negara-negara berkembang yang tersebar di Asia-Afrika dan baru merdeka setelah PD II) sehingga hak-hak yang diajukan pun mencerminkan kepentingan masyarakat di wilayah itu. Selain itu. kebebasan beragama. yaitu kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. berbeda dengan pelaksanaan hak politik dalam pemikiran liberal yang membatasi peran pemerintah. Mencuatnya tuntutan akan hak-hak tersebut antara lain adalah sebagai reaksi terhadap rumusan HAM negara-negara Barat yang lebih menonjolkan kebebasan individu dan hak politik ketimbang hak-hak sosial dan ekonomi yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan. dan bergabung dalam organisasi. dan kebebasan dari kemiskinan. dengan tekanan pada hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan. peperangan.

Secara historis. alam liberalisme juga ditandai oleh semakin tajamnya konflik buruh–majikan dan juga timbulnya persaingan antarnegara. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan.itu. latar belakang budaya dan agama juga diterima sebagai bahan pertimbangan. wilayah. sebagian besar pemikiran para tokoh itu dilatarbelakangi oleh antikolonialisme dan antiliberalisme. pasal tentang HAM tidak dicantumkan secara khusus sehingga timbul pertanyaan. 2008: 244—245). HAM dalam UUD 1945 Pembicaraan tentang hak dan kewajiban WNI tentu harus melibatkan UUD sebagai sumber atau landasan otoritas bagi rakyat untuk menikmati hak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara. dalam UUD 1945 sebelum amandemen dan yang sesudah amandemen. mereka tetap berpegang pada prinsip kedaulatan rakyat. Penerimaan terhadap upaya negara-negara Dunia Ketiga ini dinyatakan dalam Deklarasi Wina (Juni 1993). Isi deklarasi itu merupakan kompromi antara negara-negara Barat dan negara-negara Dunia Ketiga. Di samping itu. khususnya. sehingga rakyat tetap diberi hak untuk mengeluarkan pendapat dan 86 . Dalam UUD 1945 sebelum amandemen. dan gagal menghapuskan kemiskinan di negara-negara Barat yang saat itu diguncang depresi. apa yang melatarbelakangi para perumus UUD 1945 sehingga mereka tidak memasukkan pasal-pasal tersebut? Perdebatan di antara para tokoh bangsa dalam sidang-sidang BPUPKI bermuara pada rumusan hak-hak warga negara. b. khususnya menyangkut pasal-pasal berisi HAM. dan gotong-royong merupakan nilai yang tepat untuk menjiwai pembentukan pasal-pasal mengenai hak warga negara. Namun. Mereka pun telah melihat bahwa rumusan HAM dari negara-negara Barat sendiri sangat bercorak liberal dan individualistis. Melihat dampak-dampak tersebut. para tokoh tersebut menjadi yakin bahwa untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur. Dampak persaingan antarnegara inilah yang kemudian melahirkan kolonialisme dan imperalisme. juga diyakini dapat membawa perdamaian dunia bila diterapkan oleh bangsa-bangsa lain. Sumbangan Indonesia dalam forum itu adalah penekanan pada perlunya hak asasi ditingkatkan dalam konteks kerja sama internasional atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan negara-negara yang berdaulat dan terhadap identitas nasional masing-masing (Budiardjo. Nilai keadilan sosial. konsep kekhasan nasional. para tokoh bangsa yang merumuskan hak-hak warga negara sependapat bahwa HAM tidak perlu dimasukkan secara khusus. Dengan latar belakang sejarah tersebut. maka nilai keadilan sosial. kekeluargaan.

Lihat juga perdebatan para tokoh bangsa Sekretariat Negara Republik Indonesia. hak untuk memperoleh keadilan. Bagaimana implementasi hak dan kewajiban tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara 21 Lihat UUD 1945 (sebelum amandemen) Pasal 27. dan kerusuhan di Ambon dan Poso telah menimbulkan jatuhnya banyak korban. perjuangan penegakan HAM mencapai puncaknya dengan masuknya pasal-pasal khusus mengenai HAM dalam UUD 1945 sesudah amandemen. dan dari sila pertama yang menjiwai pasal tentang kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. kasus Talang Sari. hak negatif dan positif. Sejumlah peristiwa atau kasus yang terjadi. 22 87 . kasus Marsinah. Perubahan terjadi setelah bangsa Indonesia menempuh jalan gelap pada masa Orde Baru. hak untuk mengembangkan diri. Tuntutan mereka bergaung dalam Gerakan Reformasi pada tahun 1998. Akhirnya.21 Pasal-pasal tentang hak warga negara tetap tak berubah hingga terjadinya amandemen UUD 1945. serta hak individual dan sosial. Secara umum. Secara formal. lihat pasal 28 A–J. Implementasi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Kehidupan Sehari-hari Secara formal. kasus Trisakti. HAM dalam UUD meliputi hak untuk hidup. Kemerdekaan atau hak tersebut harus diberikan untuk mencegah terjadinya negara kekuasaan. 222—223. serta hak kesetaraan di hadapan hukum dan dalam pemerintahan. seperti Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh. 1992: 206—209. XVII/MPR/1998 tentang HAM yang kemudian menjadi UU Nomor 39 Tahun 1999 yang di dalamnya juga ditetapkan hak perempuan dan anak. Hak-hak sosial pun semakin dijamin dengan penegasan atas hak atau jaminan sosial.22 Perubahan signifikan lainnya adalah pencantuman batasan-batasan terhadap hak warga negara. UUD 1945 (sesudah amandemen).bersidang. Hak-hak itu meliputi hak umum. c. pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar oleh negara. Selengkapnya. di bawah pemerintahan Megawati ditetapkankanlah TAP MPR No. kasus Tanjung Priok. sila-sila Pancasila juga sangat mewarnai perumusan hak-hak warga negara seperti terlihat dari sila keadilan sosial dalam perumusan hak pendidikan. Selain prinsip kedaulatan rakyat. serta hak untuk memperoleh suaka politik dari negara lain. hak untuk perlindungan diri dan bebas dari penyiksaan. Hal ini menyadarkan anggota masyarakat untuk berjuang menegakkan HAM di Indonesia. hak dan kewajiban penduduk Indonesia telah ditetapkan dalam UUD. 29. HAM melengkapi hak-hak sosial warga negara yang sangat ditekankan dalam UUD 1945 sebelum amandemen. kasus Semanggi I dan II. 31 dan 34.

kemerdekaan negara-bangsa merupakan prasyarat bagi kemerdekaan tiap-tiap warga negara. misalnya tindakan penangkapan tanpa alasan yang mencukupi. maka berikut ini hak-hak itu akan diuraikan dalam tiga kategori. kepastian yang adil. profesi dan status sosial-ekonomi diperlakukan setara. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana Pasal 95. (1) Keamanan Dalam Pembukaan UUD disebutkan bahwa salah satu tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.24 (3) Kemerdekaan (indepedensi) Kata kemerdekaan kita jumpai pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945. Tujuan ini tentu akan diemban sebagai kewajiban tiap pemerintah untuk menjamin keamanan negara dan keselamatan penduduk yang tinggal di wilayah Indonesia. penahanan. Inilah hakikat individu sebagai warga negara yang 23 24 UU RI No. atau penuntutan. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perlindungan dan jaminan pemerintah atas keamanan ini diperlukan oleh setiap orang karena ancaman terhadap penduduk bisa datang dari luar yaitu serangan bangsa lain. perlindungan. Kemerdekaan di sini bermakna lebih dari kebebasan dalam pengertian liberal. Lihat Pasal 27 UUD 1945 (sesudah amandemen). dan secara internal berupa tindakan kriminal. jaminan. kesetaraan.praktis? Untuk melihat aspek praktis dari pasal-pasal tentang hak warga negara. 88 . UU tentang prosedur ini secara khusus diatur dalam KUHAP. Bila terjadi kekeliruan dalam penangkapan. aliran politik. agama. Hal ini berarti bahwa dalam kehidupan sehari-hari setiap orang juga dijamin keamanannya terhadap tindakan negara yang tidak adil. UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal tentang HAM. budaya. karena kemerdekaan menempatkan individu sebagai ―persona‖ atau pribadi yang bermartabat di dalam negara. maka seseorang dapat meminta ganti rugi. Kesetaraan ini menempatkan setiap warga negara mendapat pengakuan.23 (2) Kesetaraan Seluruh warga negara tanpa memandang suku. dan perlakuan yang sama di hadapan hukum. dan kemerdekaan. yakni keamanan.

Bersamaan dengan itu. mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). dsb. melainkan juga memiliki hak untuk mengajukan tuntutan terhadap negara. Dalam menghadapi keijakankebijakan tersebut. buku. 1999: 83).25 Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat pemerintah membuat kebijakan-kebijakn yang berpengaruh luas seperti menaikkan harga dasar listrik (TDL). Kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan memperoleh informasi juga terkait erat dengan kebebasan pers karena pemenuhan akan hak tersebut akan mengacu kepada sarana-sarana untuk mengeluarkan pendapat dalam wujud tulisan. Jika warga negara tersebut sadar akan hak-haknya maka ia pun dapat terhindar dari perlakuan yang tidak adil tersebut. dsb. dan internet. pengakuan terhadap hak itu juga menuntut tanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara. Sebagai contoh. Dengan kemerdekaan berserikat. majalah. dalam kehidupan sehari-hari sering kali aparat negara melakukan salah tangkap terhadap seseorang yang tidak bersalah. Hak berserikat. rakyat dapat membentuk organisasi-organisasi. asosiasi profesi. seperti koran. dapat menyuarakan pendapat mereka.tidak hanya diposisikan di hadapan lembaga-lembaga hukum dalam negara. jaminan sosial.. Hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapatkan informasi. Rakyat juga dijamin haknya untuk hadir dalam rapat umum. Hal ini dijelaskan berikut ini. serta sumber-sumber informasi modern seperti radio. Bila ditinjau lebih jauh. Tanggung jawab untuk ini sendiri bukanlah bentuk paksaan melainkan merupakan bentuk aktivitas bebas warga negara. meningkatkan pajak penjualan. yang dilakukan dengan penuh kesadaran (Poole. 25 Lihat Pasal 28 dan 28 F. hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapat informasi tentu harus dipergunakan untuk mengawal pemerintah agar bertindak untuk kepentingan seluruh rakyat. dan bersikap kritis bila ternyata dampak kebijakan tersebut tidak untuk kepentingan seluruh rakyat. Hak untuk mendapatkan informasi juga berarti mengetahui hak-hak. televisi. hingga partai politik. kampanye. mulai dari klub olah raga. 89 . dan menggunakannya bila diperlukan. dsb. aktivitas politik yang dilakukan tiap-tiap warga negara sebenarnya juga merupakan sarana untuk memenuhi hak-haknya. UUD 1945 (sesudah amandemen). Rakyat harus mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah.

tetapi juga partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. d. dan kekerasan dalam rumah tangga. dan kepentingan bangsa. kalau ternyata bahwa mereka yang terpilih tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik maka warga negara berhak untuk tidak memilihnya kembali pada pemilu berikutnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal bahwa kebebasan manusia memiliki batasan-batasan. Dengan demikian partisipasi dalam pemerintahan tidak hanya berupa hak untuk memilih atau dipilih untuk menduduki jabatanjabatan pemerintah. kesusilaan. 90 . pengangguran. UUD 1945. Hak untuk memilih merupakan salah satu hak yang penting sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab warga negara. Hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Hak untuk memilih dalam pemilu. ketertiban umum. dan Pasal 28 UUD 1945 tentang HAM telah mengatur batasanbatasan tentang hak dan kebebasan warga negara. Jadi.Hak untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Hak atau kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat sangat penting dalam negara yang menganut sistem demokrasi karena dengan itu warga negara dapat memperoleh 26 Lihat Pasal 29. atau bentuk lembaga lain untuk membantu meringankan beban masyarakat. Seiring dengan itu maka Pasal 73 dan 74 UU Nomor 39 Tahun 1999. Dalam kehidupan bermasyarakat kita menjumpai persoalan-persoalan yang begitu kompleks dan tidak dapat diatasi oleh pemerintah semata-mata. Pemenuhan hak ini secara bertanggung jawab akan memastikan pergantian kepemimpinan secara tertib dan damai. Hal itu dilakukan untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan orang lain. Masalah itu antara lain ialah kemiskinan. maka pemerintah tidak akan memperlakukan rakyat secara berbeda karena agama yang dipeluknya. Penyelesaian masalah-masalah tersebut mengundang partisipasi aktif warga negara. warga negara memilih orang-orang yang akan duduk dalam pemerintahan dan suara pemilih merupakan mandat bagi pemerintah yang terpilih. Dalam pemilihan umum. lembaga bantuan hukum. baik secara individu maupun melalui organisasi semacam lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sesuai dengan prinsip kesetaraan. Dengan hak yang telah ditetapkan dalam pasal 29 ini26 pemerintah menjamin rakyat untuk menjalankan ajaran agama mereka. Batasan-batasan terhadap Hak dan Kebebasan Warga Negara Dengan pemenuhan hak-hak warga negara tidak dapat diartikan bahwa warga negara dapat melaksanakan haknya tanpa batasan.

Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan ketertiban masyarakat secara umum. misalnya kegiatan kelompok tidak akan ditoleransi bila melanggar ketertiban umum atau menggunakan cara-cara kekerasan untuk menekan kelompok-kelompok lain. Tanggung jawab sebenarnya merupakan bentuk kewajiban juga. tetapi pemenuhannya hanya secara sukarela atau tanpa paksaan. Kewajiban warga negara menuntutnya melakukan sesuatu dan jika dia tidak melakukannya maka dia dapat dikenai denda atau. Kewajiban menuntut pemenuhannya walaupun warga negara (mungkin) enggan melakukannya. karena hak warga negara. Seperti halnya pemenuhan hak-hak warga negara. Namun. Dari batasan-batasan terhadap kebebasan warga negara dapat dilihat bahwa hak warga negara bukanlah tak terbatas. dalam kasus tertentu. Sebagai contoh. Berbeda dengan kewajiban. Kebebasan berserikat pun memiliki batasanbatasan. Hal ini diatur dalam KUHP Pasal 310. bahkan dapat dipenjara. sebagai seorang individu. atau membocorkan rahasia negara yang dapat membahayakan negara. maka tiap warga negara diharapkan menyadari bahwa untuk memenuhi hak-haknya secara penuh ia pun wajib menghargai hak-hak orang lain pula. yaitu apa yang seharusnya dilakukan. Demokrasi akan berkembang bila warga negara dapat menggunakan hak berpendapat itu tanpa rasa takut. pemenuhan kewajiban warga negara juga merupakan tindakan yang memastikan penyelenggaraan negara berjalan baik. misalnya pengguna jalan raya. Kewajiban Warga Negara Pembicaraan tentang hak warga negara selalu berbarengan dengan kewajiban warga negara. dsb. warga negara juga memiliki tanggung jawab. Dengan kesadaran bahwa orang lain dan masyarakat juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi. berbohong. Pihak negara (pemerintah) dapat menetapkan UU atau peraturan-peraturan yang membatasi hak-hak warga negara. berdiskusi.informasi. menghasut. Menyuarakan pendapat dengan cara unjuk rasa juga diatur agar tidak mengganggu ketertiban umum. e. 91 . harus berhadapan dengan hak orang lain dan hak masyarakat. Pihak yang nama baiknya dicemarkan berhak meminta perlindungan dari yang berwajib. pengunjuk rasa wajib memberitahukan rencananya kepada aparat negara terlebih dahulu agar unjuk rasa itu berjalan tertib dan tidak menggangu hak orang lain. menyuarakan pendapat. warga negara tidak boleh menyalahgunakan hak untuk berpendapat dan berbicara serta kebebasan pers dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik orang lain.

melindungi keamanan dan keselamatan warga negara. 3) membayar pajak. maka sulit bagi pemerintah untuk menegakkan ketertiban. (3) Membayar pajak Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang penting. 2) membela negara.28 Pemenuhan kewajiban ini akan memastikan keamanan negara dan bangsa. (1) Menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan27 Kalau negara menerapkan prinsip hukum. Hukum dapat berupa peraturan lalu lintas. Bilamana hukum tidak dipatuhi. sekolah merupakan sarana yang penting untuk mempersiapkannya menjadi warga negara yang baik. serta melindungi harta milik mereka. hukum pidana—yang mengatur agar tindakan seseorang/sekelompok orang tidak merugikan pihak lain—dan berbagai peraturan yang ditujukan agar masyarakat dapat hidup bersama dengan rukun. (4) Mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah)29 Bagi warga negara. Lihat Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 (sesudah amandemen). gedunggedung pemerintah dan berbagai fasilitas lain. baik oleh pemerintah maupun oleh warga negara. Melalui sekolah seseorang mendapatkan pendidikan yang bukan hanya berupa pengetahuan melainkan juga keterampilan dan 27 28 29 Lihat Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 (sesudah amandemen). serta pegawai birokrasi yang bertugas melayani rakyat. 92 . dan 5) menghormati hak asasi orang lain. seperti tentara dan polisi yang bertugas untuk mempertahankan keamanan negara dan menjaga ketertiban rakyat. (2) Membela negara Membela negara merupakan salah satu kewajiban warga negara yang penting. Penggunaannya antara lain ialah untuk membangun fasilitas yang amat vital seperti pembangunan jalan. antara lain ialah 1) menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan. Pajak juga digunakan untuk gaji aparat negara. 4) mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah). maka konsekuensinya adalah bahwa hukum harus dijunjung.Beberapa kewajiban yang harus dijalankan setiap warga negara. Lihat Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 (sesudah amandemen). dan dengan demikian juga keamanan warga negara.

aliran politik. kemampuan untuk mencari dan memilah informasi. Dalam konteks ini. Dalam kehidupan sehari-hari. tidak menjarah harta milik orang lain. Di Indonesia. sejauh ini. dsb. tiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. berbangsa. Toleransi sangat dibutuhkan dalam negara dengan sistem demokrasi.kemampuan dasar sebagai warga negara—seperti kemampuan menyuarakan pendapat dalam bentuk lisan dan tulisan. pimpinan perusahaan tidak melakukan tindakan seperti tidak membayar gaji pegawai. tiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghargai pendapat orang lain. tidak menghasut. 30 Lihat Pasal 28 J. tidak merusak peralatan telepon umum. Warga negara diharapkan mampu menghargai dan menerima pendapat orang lain tanpa memandang latar belakang budaya. dsb. seperti memelihara kebersihan halte bus. Tingkah laku menghormati dan menerima pendapat orang lain ini disebut toleransi. dsb. misalnya di dalam keluarga. agama. warga negara juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak-hak orang lain yang tidak sependapat dengannya. tidak melakukan keributan yang menggangu kenyamanan orang lain. karena di alam demokrasi. dan kampus. Bila pertukaran ide tidak disertai oleh toleransi maka akan terjadi kebuntuan. Bersamaan dengan kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. (5) Menghormati hak asasi orang lain30 Menghormati hak asasi orang lain merupakan syarat agar hak kita sendiri juga dihormati orang lain. Rasa saling hormat mengarah kepada terciptanya ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. dalam hal perusahaan. interaksi sosial merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari. dan bernegara. yang diwajibkan bagi warga negara adalah mengikuti pendidikan dasar. Kebuntuan berpotensi terjadi di masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang. dan dalam hal yang melibatkan kaum muda. Dalam interaksi-interaksi tersebut tidak jarang dijumpai adanya perbedaan pendapat atau bahkan konflik. 93 . warga negara juga wajib menghargai hak orang lain dengan cara ikut memelihara berbagai fasilitas umum yang digunakan banyak orang. UUD 1945 (sesudah amandemen). tempat kerja. Solusi dari konflik disebut menghormati hak asasi bila tidak melibatkan tindak kekerasan. tidak melarang orang beribadah menurut agama atau kepercayaannya atau. Di samping menghargai keberagaman.

Pasal 34 ayat (1). Pasal 29 ayat (2). membayar pajak. UUD 1945 (sebelum amandemen) telah mencakup hak asasi di dalamnya. 6. ekonomi. 94 . dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Pasal 30 ayat (1). Hanya melalui tindakan timbal-balik dalam pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak—negara dan warga negara—tujuan negara akan tercapai. seperti yang tercermin dalam hak dan kewajiban masing-masing pihak. sosial. hak beragama. Pasal 28. Pencantuman hak-hak tersebut memiliki latar belakang sejarah yang menarik.31 yaitu bahwa negara harus membuat kebijakan-kebijakan untuk dapat memenuhi hak-hak warga negara.5. hak mengemukakan pendapat. dan. dan seterusnya. Pasal 32 ayat (1) dan (2). dan diatur dalam UUD. Hal itu menunjukkan bahwa upaya bela negara. Hak-hak tersebut termuat dalam Pasal 27—31 yaitu tentang hak di bidang politik. Hak dan kewajiban negara (pemerintah) dan warga negara bersumber dari. Keempat tujuan tersebut yang menjiwai kewajiban dan tanggung jawab negara sebagaimana tertuang dalam pasal-pasal UUD. sebaliknya. mencerdaskan kehidupan bangsa. hak untuk mendapat pekerjaan yang layak. Kewajiban dan Hak Negara Di atas telah dikemukakan bahwa negara dan warga negara memiliki hubungan timbal-balik. dan lain-lain merupakan aktivitas-aktivitas warga negara untuk memenuhi hak negara. yaitu hak atas kehidupan. perdamaian abadi. pendidikan. dan budaya (Budiardjo. hak-hak warga negara akan terpenuhi pula. Evaluasi Kritis terhadap Hubungan Timbal-balik antara Negara dan Warga Negara Bila negara lain seperti AS memiliki piagam hak asasi yang terpisah dari UUD. memajukan kesejahteraan umum. dan (3). 2008: 248). (2). Pasal 31 ayat (1) dan (2). dan keadilan sosial. Warga negara wajib memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara dan sejumlah kewajiban warga negara yang lain sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. Penjajahan Belanda di Indonesia telah menyebabkan para pendiri bangsa bersikap kritis 31 Lihat Pasal 27 ayat (1) dan (2). UUD 1945 (sesudah amandemen). Indonesia tidak demikian. Pemenuhan kewajiban negara tentu memiliki konsekuensi bagi warga negara—yang pada gilirannya menjadi hak negara. Pasal 28 A–J. Kewajiban negara secara implisit termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yakni pada alinea keempat yang berisi tujuan negara yang harus dilaksanakan setiap pemerintahan yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. mematuhi hukum.

dan budaya. dari sudut sejarah pemikiran. maka dalam perumusan UUD. dan kebebasan pers tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh warga negara. yakni pada tahun 1948 (Budiardjo. yakni bahwa UUD 1945 memuat hak-hak kolektif. 95 . karena adanya batasan-batasan seperti pembubaran partai 32 Lihat Pasal 31. Pencantuman hak-hak tersebut dilakukan mendahului Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang baru diundangkan tiga tahun kemudian. Sebagai jawaban atas masalah tersebut. dan individualisme. Dengan demikian.terhadap paham-paham seperti liberalisme. Dampak penerapan liberalisme dan kapitalisme tersebut telah menyadarkan tokoh-tokoh bangsa bahwa hak-hak politik seperti hak mengeluarkan pendapat dan berserikat yang ditekankan di alam liberalisme tidak mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat atau kesetaraan di bidang ekonomi. Dari sejarah perjalanan bangsa terlihat bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat. Liberalisme misalnya telah digunakan negara-negara Barat untuk merumuskan hak asasi. kapitalisme. terutama di Asia dan Afrika. kolonialisme. Pasal 34 UUD 1945 (sebelum amandemen). maka UUD 1945 sebelum amandemen telah mencantumkan hak-hak politik. ada tokoh seperti Hatta yang tetap kokoh untuk mencantumkan hak rakyat untuk mengeluarkan pendapat dan berserikat. seperti hak bangsa untuk menentukan nasib sendiri (lihat Pembukaan UUD 1945). 2008: 244). keadilan sosial lebih ditekankan. hak atas penghidupan yang layak. Ada satu hal yang membanggakan dan patut diketengahkan di sini. Pembicaraan tentang pemikiran tentu tidak akan lengkap bila tidak mencakup aspek tindakan dalam bentuk kebijakan negara di bidang pemenuhan hak-hak warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD. ekonomi. hak ekonomi dan sosial seperti hak mendapat pengajaran. Liberalisme pula yang mendorong adanya kompetisi bebas antarnegara sehingga timbul benih-benih kolonialisme yang berakibat pada penjajahan. dst. di tengah kuatnya arus pemikiran untuk lebih menekankan hak atau kemerdekaan warga negara di bidang sosial dan ekonomi. hak untuk fakir miskin dan anak terlantar. sosial.32 Namun. Pasal 33. kita patut menghargai pemikiranpemikiran tokoh pendiri bangsa kita. Tujuan pencantuman hak tersebut tidak lain untuk mencegah timbulnya negara kekuasaan yang berpotensi menindas rakyat. pada masa tahun 1930-an juga menyebabkan krisis ekonomi di negara-negara Barat dan memicu terjadinya perang antarnegara. padahal kesejahteraan merupakan masalah krusial bagi negaranegara yang baru merdeka seperti Indonesia. kebebasan berserikat. Liberalisme dan kapitalisme yang dipraktikkan tanpa batas. Dengan diterimanya usulan-usulan tentang pencantuman hak mengeluarkan pendapat dan berserikat.

politik dan pembredelan pers, dan tindakan sewenang-wenang seperti kekerasan militer (pemberlakuan daerah operasi militer /DOM) di Aceh, kasus Tanjung Priok, dan kasus Trisakti. Faktor-faktor tersebut, bersama-sama dengan keterpurukan ekonomi dan masalahmasalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang kronis, telah mendorong berbagai elemen masyarakat melakukan gerakan reformasi untuk mengakhiri pemerintahan Soeharto. Satu hal yang menarik dan patut dipelajari dari peristiwa-peristiwa tersebut adalah bahwa ketika negara menjadi negara kekuasaan maka negara (dalam hal ini pemerintah) memakai kekuasaan untuk menafsirkan UUD demi kepentingan kekuasaan itu sendiri sehingga dalam praktik rakyat menjadi pihak yang tertindas. Pada masa Orde Baru, sering kali terjadi ketidaksamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat tentang konsep ―kepentingan umum‖ dan ―keamanan nasional‖. Dalam tafsiran pemerintah, tidak jelas kapan kepentingan individu berakhir dan kepentingan umum mulai. Sebagai contoh, dalam kasus penggusuran, penduduk diminta menyerahkan lahannya untuk pendirian fasilitas rumah sakit. Dalam kasus seperti ini, masyarakat biasanya tidak mempersoalkannya, tetapi dalam kasus penggusuran untuk pendirian pusat komersial, interpretasi tentang ―kepentingan umum‖ dapat bertolak belakang karena dapat dipandang sebagai pelanggaran hak asasi. Demikian pula interpretasi tentang ―keamanan‖, tidak pernah jelas kapan keamanan terancam dan kapan unjuk rasa masih dapat ditoleransi sebagai upaya untuk mengeluarkan pendapat. Kekuasaan menafsir ―kepentingan umum‖, ―keamanan umum‖ dan ―stabilitas nasional‖ merupakan monopoli negara (Budiardjo, 2008: 251—253). Negara dengan demikian telah menampilkan diri sebagai negara kekuasaan. Menghadapi situasi demikian, maka memasuki era Reformasi, berbagai elemen masyarakat menuntut penguatan hak asasi. Upaya ini berhasil dengan diundangkannya UU RI Nomor 39 Tahun 1999. Pemberlakuan dan pelaksanaan UU itu merupakan kemajuan hak-hak asasi politik, seperti hak untuk mengeluarkan pendapat, hak berserikat, dan kebebasan pers yang kini dapat dinikmati rakyat secara bebas. Selain itu, terbitnya UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasaan dalam rumah tangga telah menguatkan hak asasi perempuan. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI terdapat pasal yang mengesahkan status anak yang terlahir dari ibu WNI dan ayah WNA. Dengan UU ini, status anak yang terlahir dari ibu WNI adalah mengikuti kewarganegaraan ibunya sampai ia dapat menentukan statusnya sendiri pada usia 18 tahun. UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang

96

pemberantasan tindak pidana perdagangan orang diterbitkan agar bila perkawinan berakhir dengan perceraian, hak asuh anak tetap pada ibu. Adapun pemenuhan hak-hak politik ternyata tidak diimbangi dengan pemenuhan hak warga negara di bidang sosial-ekonomi dan budaya. Saat ini Indonesia masih terbelit oleh masalah pengangguran, pendidikan dan kesehatan yang mahal, kemiskinan, dan korupsi. Kebijakan-kebijakan pemerintah ternyata belum mampu memenuhi tujuan-tujuan yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Kesejahteraan dan keadilan sosial masih jauh dari harapan. Masalah kesetaraan di hadapan hukum pun masih menjadi persoalan sehingga timbul rasa ketidakadilan di kalangan rakyat. Di pihak warga negara, yang juga patut mendapat perhatian khusus adalah bahwa perilaku kebebasan tanpa batas seperti tindak anarki, amuk massa, tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan toleransi dalam hidup beragama, perilaku korupsi, dsb. merupakan cermin melemahnya kesadaran akan pentingnya hukum untuk ketertiban bersama dan menciptakan keadilan. Dengan melihat keadaan yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa masalah keamanan, kesetaraan, dan kebebasan tetap menjadi masalah penting dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pemenuhan hak-hak warga negara di ketiga bidang tersebut memerlukan peran negara. Namun, mengingat permasalahan dalam masyarakat begitu rumit dan beragam, negara juga membutuhkan partisipasi warga negara. Partisipasi politik warga negara merupakan kekuatan penyeimbang bagi kekuasaan negara. Melalui hubungan kerja sama atau hubungan timbal-balik antara negara dan warga negaralah penyelenggaraan negara dapat terarah pada cita-cita bersama sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

97

BAB V INDONESIA DAN DUNIA INTERNASIONAL

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami dinamika hubungan antarbangsa di dunia, serta mampu membangun sikap terbuka dan kritis terhadap peran politik Indonesia di dunia internasional.

1. Hubungan Antarbangsa Hubungan antarbangsa tidak selamanya serasi karena menyangkut kepentingan nasional masing-masing. Kepentingan nasional antara dua bangsa/negara dapat berbeda, malah saling berbenturan. Perbedaan kepentingan yang menimbulkan pertentangan biasanya disebut konflik. Dalam perkembangannya konflik dapat meruncing dan berlanjut dengan penggunaan senjata. Keadaan terakhir itu disebut perang. Gambaran plastis hubungan antara dua negara dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, integrasi (kerja sama); hal ini dapat terjadi karena kepentingan dua negara sejalan. Kedua, konflik (pertentangan); hal ini dapat terjadi karena kepentingan masing-masing negara saling bertentangan. Untuk yang kedua ini, ada beberapa cara penyelesaiannya yaitu tindak kekerasan, penekanan atau pemaksaan (coersion), dan akomodasi. Tindak kekerasan biasanya berupa penyelesaian dengan perang bersenjata. Dalam hal penekanan atau pemaksaan, biasanya salah satu negara melakukan gerakan provokasi agar negara lainnya takut/tunduk, misalnya dengan mengadakan latihan militer di daerah perbatasan. Akomodasi ialah keadaan kedua bangsa saling menghormati dengan koeksistensi, kompromi, dan kompetisi kepentingan secara sehat. Peningkatan atau eskalasi konflik antarnegara bagaikan sebuah spektrum. Eskalasi dimulai apabila salah satu negara merasa dirugikan yaitu ketika, umpamanya, upayanya untuk memakai produksi sendiri terganggu. Keadaan ini biasanya berlanjut dengan peningkatan tarif bea masuk, kuota perdagangan, pembatasan peredaran valuta asing, konsesi dagang dengan negara (mitra) tertentu, hal yang sudah barang tentu akan dibalas oleh negara yang tidak mendapat konsesi dengan cara boikot dan/atau sabotase atas barang negara ―lawan‖ (yang

98

Sejarah konflik antarmanusia. Pada pertengahan abad XX. dan huru-hara yang dikendalikan dari luar. pasca-Perang Dunia (masa perang dingin). masing-masing blok liberal (blok Barat) dan blok sosialis (blok Timur). Pada abad XVII dua blok yang saling berhadapan adalah dinasti Bourbon di Eropa Barat dengan dinasti Hapsburg di Eropa Tengah. Hal ini diatur dalam Pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1) UUD 1945. Dalam perang dingin dapat terjadi ―perang terbatas‖ dengan tanda-tanda seperti penahanan kapal ―lawan‖ dengan muatannya. yang mirip dengan keadaan perang tetapi tanpa penggunaan senjata. Pasca-Perang Dunia I. Pembentukan kedua blok didasarkan pada ideologi yang berkembang pada abad XX. Kebijakan politik bebas aktif dilakukan untuk menghadapi kenyataan adanya dua blok negara pemenang Perang Dunia II. Dalam pengertian ini negara koloni dianggap masuk ke blok Barat. Ini merupakan keunikan hukum tentang hak dan kewajiban warga negara di Indonesia. insiden perbatasan. Bahkan perang dapat menjadi tidak terkendali apabila tidak segera diselesaikan. sekitar tahun 1920-an dunia seolah-olah dibagi hanya atas dua sebagai dunia Barat dan sisanya. yang sebenarnya merupakan upaya koersi kedua blok tersebut. Perang tidak terkendali apabila kedua pihak menggunakan senjata nuklir. Peran Indonesia dalam Hubungan Antarbangsa Butir keempat dari tujuan nasional Indonesia sebagaimana tertulis pada Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 asli merupakan ―politik bebas aktif‖. biologi. di samping blok Barat dan blok Timur muncul pula blok lain yaitu negara-negara yang baru merdeka. kemudian pernyataan perang yang dilanjutkan dengan penggunaan satuansatuan Angkatan Perang (Darat. Laut. disebut perang dingin.tidak memberi konsesi). Untuk mengatasi eskalasi seperti itu masing-masing negara biasanya menyiapkan warga negaranya untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara maupun upaya pertahanankeamanan. Perang panas atau perang terbuka dimulai dengan pencaplokan atau aneksasi teritorial. yaitu negara-negara yang dianggap tidak dipengaruhi oleh Barat (Huntington. 99 . 1998: 23—26). 1959: 13). Kedua blok itu berupaya menyelesaikan konflik dengan perang dingin. 2. dan kimia (Eccles. Blok Barat merangkul mantan musuhnya dalam Perang Dunia II. antarmasyarakat maupun antarbangsa selalu melibatkan masyarakat atau bangsa lain sehingga terbentuk blok-blok. Keadaan ini. Bagi bangsa Indonesia kedua upaya ini merupakan hak dan kewajiban. dan Udara).

2004: 1062). Jepang dirangkul dan dipayungi oleh Amerika Serikat selama Jepang bersedia menjadi negara demokrasi liberal. 1998: 24—25). termasuk sistem agraria dan pendidikan (Robert. Di era ―Perang Dingin 1960-an‖ juga terjadi krisis politik di Indonesia. Presiden Soeharto sebagai kepala pemerintahan memprioritaskan pengamanan dalam negeri dan sekaligus pembangunan ekonomi dalam negeri. Gerakan non-blok berperan penting dalam meredam konflik atau perang dingin. Kedua blok (Barat dan Timur) berupaya menarik negara-negara merdeka baru ke dalam blok mereka masing-masing. Negara-negara Amerika Latin yang sebelumnya pro Barat. misalnya. Pakistan. pada era ini bergabung dengan negara-negara Asia dan Afrika. Kedua negara itu mengalahkan negara-negara pemenang perang. gerakan non-blok menjadi kurang efektif. Dalam pada itu. mengingat bahwa syarat utama gerakan ini adalah kestabilan politik pada masing-masing negara peserta. apalagi setelah krisis ekonomi. Dalam gerakan ini Indonesia termasuk negara pemrakasa (Huntington.Jerman Barat. Pada era Perang Dingin 1960-an ke dalam blok baru itu kemudian bergabung Yugoslavia yang sedikit merenggang dengan blok negara-negara demokrasi sosialis. dengan maksud agar dapat meredakan ketegangan dunia. Ini tidak lain karena Jepang dan Jerman Barat meminimalkan biaya keamanan nasionalnya yang telah dipayungi oleh blok Barat (sekutu). Gerakan yang dipelopori Indonesia itu mendapat respons dari Mesir pasca-tergulingnya monarki dan berhasil mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menjadi cikal-bakal Gerakan Non-Blok. budaya. Jepang dan Jerman Barat menjadi raksasa ekonomi baru dengan tingkat kesejahteraan tinggi. sosial. Akibatnya. sangat disayangkan bahwa pimpinan (elit politik) negara-negara pemrakasa kurang memberi kesempatan kepada generasi yang lebih muda sehingga terkesan kurang demokratis. Sepeninggal mereka. Negara-negara yang tergabung dalan gerakan non-blok dikenal sebagai negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang (NSB). lebih pesat perekonomiannya daripada Prancis. Indonesia bersama India. Gerakan selanjutnya berupaya melakukan pemurnian ideologi Pancasila dan UUD 1945 secara konsekuen dan merumuskan paradigma tata kehidupan nasional dengan menyusun doktrin-doktrin dasar. Sri Langka dan Myanmar (dahulu Birma) berupaya agar negara baru tidak terseret ke dalam salah satu kubu. Namun. dan politik melanda negara-negara anggotanya. Legitimasi doktrin-doktrin dasar 100 . dan dimasukan dalam pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO). Secara tidak langsung arah politik kita cenderung ke demokrasi liberal. Jerman Barat.

Dalam konsep ini seorang pembeli dianggap sebagai raja. Negara maju dan kaya mencita-citakan dunia tanpa batas. baik untuk penumpang maupun barang— telekomunikasi—yang kini telah berkembang menjadi teknologi informatika—serta semangat perdagangan bebas.adalah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan Ketahanan Nasional sebagai geostrategi melalui ketetapan MPR. Era globalisasi ditandai oleh kemajuan teknologi dalam bidang transportasi—terutama setelah pesawat terbang digunakan sebagai angkutan masal. tetapi dalam kenyataannya dia terpaksa membeli 101 . 2) ―percepatan‖ jalannya sejarah sebagai akibat kemajuan teknologi telekomunikasi. 3) penemuan persenjataan baru (yang lebih modern). ASEAN). yang tidak lain merupakan bentuk liberalisasi ekonomi dunia. ekonomi dan sebagainya. Konflik fisik masih terjadi baik dalam rangka perebutan wilayah secara fisik maupun melalui maya. Dunia tanpa batas akan merugikan bangsa yang sedang berkembang apabila bangsa itu tidak memiliki karakter nasional yang kuat dan intelektual yang tinggi. 1942: 4—7). yang berawal dari perebutan sumber daya alam. Oleh karena itu tidaklah salah apabila Wright berkata bahwa perang fisik dipicu oleh 1) dunia yang ―menciut‖ sebagai akibat kemajuan teknologi transportasi. Berbagai Kecenderungan di Era Globalisasi Dekade akhir abad XX dan awal abad XXI disebut masa (era) globalisasi. Oleh karena itu isu era globalisasi diidentikkan dengan pemanasan global dan perebutan wilayah sumber daya alam (Wright. 3. yaitu melalui pengaruh budaya. Hubungan dengan negara tetangga yang selama itu ―kurang baik‖ dibangun kembali dengan mendirikan perhimpunan negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. tiga di antaranya menyebabkan penggunaan sumber daya alam—terutama yang tidak dapat diperbaharui—yang berlebihan. dan 4) kebangkitan demokrasi. Pada era ini pula orang terdorong menjadi warga negara dunia (kosmopolit). Dari keempat penyebab perang itu. Pada masa ini setiap negara menjadi negara terbuka untuk perdagangan bebas. Tidaklah mengherankan apabila akan terjadi konflik antarnegara maupun interen negara nasional yang dipicu oleh perbedaan persepsi mengenai nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di era ini muncul konsep ―dunia tanpa batas‖ yang pada hakikatnya adalah perkembangan dari berdirinya perusahaan-perusahaan multinasional (multinational corporations). Implementasi kedua doktrin itu dalam politik luar negeri dimulai dengan upaya pembangunan stabilitas politik dan ekonomi di kawasan regional.

tidak mustahil terjadi tindak-tindak kriminal yang diikuti oleh gerakan politik yang akan berakhir dengan kejatuhan negara nasional baru. terutama di negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. Euforia runtuhnya tembok Berlin dan keinginan terbentuknya dunia tanpa batas menjadikan banyak negara menjadi tidak aman dan damai. blok demokrasi sosialis mendapat bencana multi-dimensi yang berawal dengan krisis ekonomi. termasuk negara maju. Sudah barang tentu konsep ini akan ditolak oleh negarawan dan politisi nasional yang patriotik. dan tidak mustahil juga akan mengarah kepada tindak-tindak kriminal antarnegara.barang hanya demi menjaga gengsi—memakai merek tertentu. Berdasarkan uraian di atas. banyak negara demokrasi sosialis terpaksa harus segera melakukan perubahan dengan menyesuaikan diri dengan mitra dan lingkungan strategisnya. Konflik-konflik yang semula berbasis ekonomi banyak diselesaikan melalui politik sambil menunjukkan identitas masyarakat (Huntington. Perusahaan besar akan tetap membina perusahaan kecil dan mungkin ikut membiayai penelitian dan pengembangan sehingga produknya dijadikan modal tetap sebagai biaya tetap (fixed cost). 1991: 34—71). terutama sejak runtuhnya tembok Berlin. dan ideologi. dan berakhir dengan kebangkitan demokrasi. Dalam hal ini sistem politik negara-negara Barat dianggap ―lebih baik‖ daripada yang dilaksanakan di 102 . Persaingan penjualan hasil produk akan dimenangkan oleh perusahaan yang mampu merakit barang berkat penyebaran teknologi (dispersion of technology). ekonomi. Kecenderungan politik sebenarnya menjadi penyebab awal kebangkitan demokrasi. berlanjut dengan krisis politik. Pada awal era globalisasi. 1998: 21). Krisis ekonomi dianggap sebagai penyebab awal kecenderungan ekonomi global. baik antarnegara maupun di dalam negara nasional sendiri. Oleh karena itu perusahaan yang berupaya mempengaruhi konsumen menjadi perusahaan multi-nasional yang didirikan oleh beberapa negara (Ohmae. Akibatnya. tidaklah salah apabila dikatakan bahwa era globalisasi merupakan bentuk kolonisasi perusahaan multinasional melalui dunia maya. yang mengarah kepada penjajahan sosial. Kelompok-kelompok etnik saling berhadapan dan berjuang untuk kepentingan etniknya dan tidak jarang diselesaikan dengan kekerasan. Akibat lanjutannya. Banyak negara nasional pecah menjadi negara kecil yang berbasis etnik. budaya. Semangat untuk mengadakan perubahan segera dan cepat juga melanda banyak negara lain. Timbul konflik. Masalah mata uang dan negara (currency and country) akan menjadi kendala apabila perusahaan itu dimiliki oleh satu negara.

pendidikan kepribadian dan karakter perlu dibangun dengan baik dan terusmenerus. Sudan menjadi negara terakhir (sampai dengan tahun 2011) yang pecah menjadi negara nasional yang bersifat etnik dengan menjadi Sudan (dengan mayoritas penduduk beragama Islam) dan Sudan Selatan (dengan mayoritas penduduk Kristen dan yang belum beragama). Rusia juga bereaksi dengan berusaha menampakkan kekuatannya di kawasan Pasifik. misi. Oleh karena itu. Timbul benturan budaya yang berlanjut dengan pecahnya negara nasional menjadi negara yang bersifat etnik atau agama. dunia seolah-olah pecah karena pengaruh perkembangan kebangkitan budaya bangsa (Huntington. Kecenderungan ekonomi terjadi karena pergeseran pusat perekonomian dunia ke arah kawasan negara-negara Pasifik. Berdirinya negara-negara nasional baru dengan pendekatan budaya/etnik dan agama menambah pengelompokan satuan budaya. Kalau pada abad pertengahan kolonialisme berbentuk fisik. Oleh karena itu isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia yang didengung-dengungkan Barat menjadi mendunia.negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan Kanada bergeser ke Barat karena melihat kesempatan yang lebih besar. Kecenderungan sosial budaya juga diakibatkan oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dengan makin berkembangnya teknik informatika. Australia. Kecenderungan yang mengutamakan hak daripada kewajiban mulai ditinggalkan sehingga muncul Gerakan Tanggung Jawab Insani (Human Responsibilities Movement). terutama negara-negara Anglo-Sakson (Amerika Serikat. Namun yang patut diwaspadai adalah keinginan Barat. Pada era ini. Kecenderungan bentuk pertahanan keamanan dipengaruhi oleh runtuhnya blok Timur yang merupakan isyarat perubahan pada visi. Isu-isu yang mereka kembangkan adalah perang melawan terorisme internasional dan penegakan demokrasi. dan Selandia Baru) untuk tetap menguasai dunia. Banyaknya satuan budaya dapat dikelompokkan menjadi satuan budaya besar yang merupakan garis perbatasan (frontier) budaya. Inggris. Menurut 103 . Konsep visi dan misi pertahanan keamanan diciptakan oleh masing-masing negara. maka kini berbentuk demokrasi dan ekonomi liberal. Negara-negara Eropa yang takut ditinggalkan berupaya ―tampak‖ ikut berperan. 1998: 207). Apa yang terjadi di dunia pada saat yang bersamaan dapat diketahui melalui media elektronik di rumah-rumah masyarakat lainnya. dan konsep politik nasional. strategi. Kanada. Budaya dan kearifan lokal bersaing ketat dengan budaya pop yang mendunia. Jepang muncul menjadi raksasa ekonomi.

dan e) Indonesia. Garis perbatasan ini saling mempengaruhi melalui budaya. Pada era globalisasi upaya mereka itu dilakukan dengan dalih demokratisasi di negara yang kurang demokratis. etnik. Belanda. dan Korea. 3) budaya Afrika. 8) budaya Buddha di daerah Asia Tenggara. 1942: 4—7). 7) budaya Kristen Ortodoks yang meliputi wilayah dengan mayoritas penganut agama Kristen Ortodoks di perbatasan sebelah Timur dari Eropa Tengah hingga eks Uni Sovyet. Kesembilan garis perbatasan budaya tersebut adalah 1) budaya Barat yang meliputi negara-negara dengan mayoritas penduduk Kristen Barat yang juga dikenal sebagai negara-negara Barat modern sekuler. dan memerangi terorisme. maka pada masa pasca-Perang Dingin hal itu diwujudkan melalui kekuatan ekonomi. Salah satu akibatnya adalah budaya kekerasan menjadi menonjol. 2) budaya Amerika Latin. 6) budaya Hindu. sosial. dan perdagangan dan mungkin dapat mengarah ke politik kekuatan (Huntington.Huntington kini ada sembilan satuan budaya besar atau utama. and absolute power corrupts absolutely” (Cohen dan Cohen. 28. Apabila pada masa lalu (awal abad XX) konsep ruang diwujudkan melalui mekanisme politik dan militer. dan 9) budaya Jepang (Sinto) yang meliputi Jepang. upaya melindungi dan membantu gerakan hak asasi manusia. Vietnam. Penggunaan kekerasan yang menonjol ini juga merupakan salah satu cerminan dari kebangkitan demokrasi (Wright. termasuk Sachalin Utara. 1980: 1). Masyarakat kita berpikir dan bertindak cepat atas dasar intuisi tanpa memperhitungkan akibat perilakunya. blok Barat—terutama negara-negara dengan latar belakang mayoritas etnik Anglo-Sakson—kehilangan musuh. mulai dari Mexico hingga Argentina (kecuali tiga negara Guyana (eks jajahan Inggris. dan Perancis). Negara-negara itu memiliki kekuasaan mutlak sehingga Lord Acton (1834—1902) mengatakan ―Power tends to corrupt. 4) budaya Islam di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang mencakup a) Afrika Utara. c) Somalia. b) sebagian Balkan. Pasca-robohnya Federasi Uni Sovyet. mulai dari Afrika Tengah sampai ke Selatan. 5) budaya Sinik yang meliputi wilayah Cina. 104 . 159). 4. Mereka tetap berusaha melebarkan pengaruhnya ke arah negara yang lemah sebagai perwujudan konsep ruangnya. yang berawal dari krisis ekonomi dan moneter dan kemudian berkembang menjadi krisis budaya yang menyentuh segenap sendi kehidupan bangsa. ajaran agama. Indonesia dan Globalisasi Indonesia pada awal era ini juga dilanda bencana nasional. 1998: 27. d) sebagian wilayah eks Uni Sovyet.

Wilayah regional diartikan sebagai daerah sekitar negara dengan penekanan pada wilayah yang homogen atas dasar ciri geostrategis dan dapat berupa persamaan ras. ASEAN) pada tahun 1967. Konsep pembentukan ASEAN ini merupakan konsep geostrategi berlapis. Indonesia. Kerja sama regional merupakan strategi untuk menghadapi negara yang lebih kuat sehingga negara-negara anggota mempunyai posisi tawar yang lebih kuat pada era perdagangan global. 2) South-Pacific Forum (SPF). dengan komponen stabilitas politik. dan sumber daya. dan Vietnam bergabung. Kerja sama regional lapis pertama sesungguhnya merupakan posisi garis perbatasan budaya karena terbentuk berdasarkan kesamaan budaya. dan Thailand. dan Denmark. Pembentukan kesatuan negara regional diharapkan meningkatkan ketahanan nasional masing-masing negara anggota. Norwegia. Malaysia. kerja sama bilateral saja tidak cukup sehingga harus dikembangkan kerja sama regional dan internasional. Kerja sama itu tidak dalam bentuk pakta pertahanan. Bahkan kini negara-negara Eropa daratan membentuk Uni Eropa. dan 3) Gulf Countries Council. dan persatuan negara-negara 105 . Konsep ASEAN kini banyak dikembangkan pada era globalisai dengan pembentukan badan atau forum seperti 1) South East Asia Association for Regional Cooperation (SAARC). meskipun sebelumnya telah terbentuk pesatuan negaranegara Skandinavia yaitu Swedia.Untuk menghadapi kondisi ini. yakni Filipina. Singapura. budaya. Kerja sama regional dan internasional hendaknya merupakan implikasi doktrim geopolitik dan geostrategi dalam dimensi internasional dan ditujukan untuk meningkatkan daya tawar untuk menghadapi negara-negara adidaya. dan kekuatan militer yang siaga. Pada kasus ini Indonesia telah memprakarsai pembentukan Perhimpunan Negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. Jumlah negara anggota ASEAN pada saat ini telah berkembang menjadi sepuluh negara yaitu setelah Brunei Darussalam. sedangkan keikutsertaan Indonesia dalam Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan konsep geostrategis lapis kedua. Myanmar (dahulu Burma). Laos. Bagi Indonesia ASEAN merupakan lapis pertama geostrategi. kekuatan ekonomi. yang pada awalnya terdiri dari lima negara. Kamboja. Dimensi internasional doktrim ketahanan nasional dijabarkan melalui konsep ketahanan regional. karena hal itu akan mengarah kepada perlombaan pengembangan kesenjataan. Oleh karena itu ketahanan regional sangat tergantung pada semangat kebersamaan di antara anggota dan adaptasi sesama anggota.

106 . dan Luksemburg). Konsep inilah yang merupakan konsep ketahanan nasional Indonesia yang disebut ketahanan berlapis. Untuk itu diperlukan daya tawar kolektif (collective bargaining power) dari negara-negara sedang berkembang sekawasan.BENELUX (Belgia. negara maju—baik adidaya maupun negara ―kecil‖—menciptakan hambatan yang seolah-olah ―wajar‖ dengan ketentuanketentuan seperti: 1) eco-labeling. Ini menunjukkan bahwa proksimitas geografi lebih diutamakan untuk mempermudah kohesi dan respon bersama menghadapi perubahan global yang tidak menentu. 2) International Standard Organization Code. Untuk menghadapi negara-negara sedang berkembang. dan 3) International Safety Management Code. Nederlan.

Bertens. Hasan. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa): Bagian I & II. Kartun Riwayat Peradaban. Erliyana. Jakarta: LIH ITI. 1996. Azra. Hasjim. Wawasan Nusantara. Jakarta: KOPKAR PTP.J. Mapping the Nation. John M.. Habermas. The Pinguin Dictionary of Quotations. New Jersey: PrenticeHall. Ma: US Naval Institute.. 107 . Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. 2005.DAFTAR PUSTAKA A. Carol R. Revisitasi Pancasila. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Jakarta: Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 2001. Harrisburg. Basrie. Budiardjo. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Melvin. Asshiddiqie. Inc. Yogyakarta. Departemen Luar Negeri. Buku dan Makalah Anderson. Insist Press dan Pustaka Pelajar. L. 2000. 1995. Annapolis. dan Ember. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Middlesex:. Jakarta. 2002. Grand Strategy: Principle and Practices. Collins. Anthropology (edisi ke-9). Penyunting: Mulyawan Karim.). Dalam Rindu Pancasila. Untuk Apa Kita Merdeka: Kumpulan Amanat Bung Karno di Sumatera dalam Masa Perang Kemerdekaan 1945--1948. A. dalam Gopal Balakrishnan (ed. ―The European Nation State: Its Achievements and Its Limits. K. Basry. London: Verso. Eccles. Anna. on the Past and Future of Sovereignty and Citizenship‖. Henry E. Front Pembela Proklamasi ‗45. Cohen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1994. Ember.. Jimly. Keputusan Presiden: Analisis Keppres RI 1987—1998. 1995. J. B. 1983. M. Komunitas-komunitas Terbayang (terjemahan). Jakarta: CSIS. Dasar-dasar Ilmu Politik. Indonesia and the Law of the Sea. Jakarta. Pa: Stackpole Coy. 1996. Gonick.. 2010. Jakarta: FPP ‗45.. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 1973. Etika. Jiid 1. 2006. Kepustakaan Populer Gramedia. Jakarta: Direktorat Perjanjian Internasional. 2008.M & M. 2001. 1995. Djalal. Chaidir. Evaluasi ST MPR 2002 Perubahan UUD 1945. 1980. 1959. Logistics in the National Defense. Penerbit Buku Kompas. Miriam. Jurgen.

30. IX No. 1986. Bianglala Hukum. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional Jilid 2. Kaelan. T. Muhammad. Jilid 1. Bunga Rampai Antropologi Hukum. Kebudayaan. ____________. 1993. Kartodirdjo. Jun 2003. ―Kebudayaan Nasional Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. Hardi. Kumpulan Karangan s. 2010. Mentalitas. dan Pembangunan. Values as the Core of Personal Identity: Drawing Links Between Two Theories of Self. Samudera Merah Putih 19 September 1945. 1985. Bandung: Tarsito. th. RMAB. R. A. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta. Konsistensi Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Negara. 108 . 1995. Bandung: Alumni. 1981. Koentjaraningrat. 2004. Anthropology (ed.). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. The Clash of Civilization and the Remaking of World Order. Haviland. 9 Maret 1987. Kusuma. (ed. 1977. W. Sistem gotong-royong dan jiwa gotong royong. ______________.v. Jakarta: Penerbitan dan Balai Buku Indonesia. Kusuma. Hitlin. Terbitan khusus. Lasmidjah. Salemba Humanika. Jakarta: Djambatan. 2002. S. B. ______________. Koentjaraningrat. Social Psychology Quarterly. ______________. 2000. Jakarta: Pustaka Jaya. Inc. Pendidikan Pancasila Edisi Reformasi. 1987a. ―Orientasi Nilai Budaya dalam Kebudayaan Nasional Indonesia. Sartono. Pebruari 1977. Dalam Psikologi sosial. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. 1987b. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. _______________. Orlando: Harcourt.‖ Kompas. Jakarta: Erlangga.Halida. Mochtar. Kusumaatmadja. ke-9). 66. Yogyakarta: Paradigma. Yogyakarta. S. __________. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2003. Berita Antropologi. Konsep Hukum Negara Nusantara pada Konvensi Hukum Laut III. Tudjuan dan Politik Pergerakan Nasional di Indonesia. 11 Maret 1987. 2. 1999. London: Tochtone Books.‖ Kompas. 1953. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. 1984. Samuel T. Penyunting: Sarlito W Sarwono dan Eko A Meinarno. 1998. PSP-Press. 2002. Ihromi. Hatta. Individu dalam Kelompok. M. A. Huntington. Antropologi.O.

Jakarta. Olson. Hans J. Jakarta. 266-285. R. 1980. Kewarganegaraan. 2011. Sejarah Nasional Indonesia II. Y. Panitia Lemhannas. Sekilas Mengenai Pemetaan Bahasa. 1999. Notosusanto. MD. Morgenthau. 21-24 Juli. (diktat untuk KRA) Jakarta: Lembaga pertahanan Nasional. Poesponegoro. Oomen. Balai Pustaka Poole. 2007. Asas-asas Ilmu Bangsa-Bangsa. Nation and Identity. Raja Grafindo Persada Maio. New York: Routledge. Jakarta: Ripers Utama. 2009. 1973. The Borderless World. 2012. dan Aktualitas Pancasila. Jakarta. Jakarta: Balai Pustaka– Lemhannas. Mahfud MD. 109 . Salemba Humanika.. How Pancasila form the national identity of Indonesian people? Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. B. EA. 1995 Markum. Meinarno. ME. Ali Basja. Penyunting: Paulus Wirutomo. Yogyakarta.. Ohmae. UI Press.Kusumadewi. 31. 2006 (direvisi oleh Thompson dan Clinton). Latif. Jakarta. 2005. EA. Ross. Antropologi & Pembangunan Indonesia. Bunga Rampai Ketahanan Nasional: Konsepsi dan Teori. Juneman.. R. Hubungan Pancasila dan Identitas Nasional: Masihkah Remaja Kita Mengingatnya? Laporan penelitian hibah riset pascasarjana Universitas Indonesia tahun 2011. Polititcs among Nations: The Struggle for Power and Peace. Power and Strategy in the Interlined Economy. Wawasan Nusantara. JM. Jakarta: PT.. 1991. Relasi Sosial Antarkelompok Agama di Indonesia: Integrasi atau Disintegrasi? Dalam Sistem sosial Indonesia. Yogyakarta. Jakarta: Erlangga. Journal of Experimental Social Psychology. Negara Paripurna: Historitas. LR. N. and Behavioral Intentions: The Moderating Role of Attitude Function. Widianto. Lauder. Meinarno. Kreasi Wacana. 2011. EA. 1995. London: Fontana. Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. Halida. Moh. Relations between Values. A. Kebangsaan.. 2011. Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat: Pandangan Antropologi dan Sosiologi. Kenichi. Lembaga Pertahanan Nasional. Attitudes. PT Gramedia Pustaka Utama. MRMT. GR. 1993. Jakarta. 1979. TK. Marzali. Fakultas Ilmu Budaya Indonesia-Akbar Media Eka Sarana. Meinarno. & Etnisitas: Mendamaikan Persaingan Identitas.. New York: Mc Graw Hill. 2011. Jakarta.. Purnomo. (2009). Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi. Mirhad. Rasionalitas. P. Loebis. Prenada Media.

Penyunting: Irfan Nasution dan Ronny Agustinus. Buku I: Akar-akar Kebangsaan Indonesia. 2002. Somantri. Rida. Jakarta: Kompas. Dipaparkan dalam seminar CICP.. Ramage. A. Tidak dipublikasikan. London: . The New Peguin History of the World. Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Pancasila.. Agustin. 1992. M. 2006. Indonesia. 2001. Simbolon. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Meinarno. 2010. Dalam Sistem sosial Indonesia.M.. 2006. Jakarta: Kuaternita Adidarma. Routledge. New York. Yogyakarta. Simpson. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. Suwartono. Jacobus. Dalam Language & national identity in Asia. Seda. 1995.Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. The Measurement of Pancasila: An Effort to make Psychological Measurement from Pancasila Values. Penyunting: Andrew Simpson. London. DE.. Parakitri T. GR. Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian. Self and Nation: Categorization. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan Dasar Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. FSSE. Pancasila dalam Perubahan Sosial-Politik Indonesia Modern. 2012. Z. Suku Bangsa dan Hubungan Antar Suku Bangsa. Suparlan. Jakarta: Balai Pustaka. E. 1995. Rokeach. Politics in Indonesia: Democracy. C. Reicher. Menjadi Indonesia. Robert. Relasi Gender dalam Masyarakat Indonesia. Parsudi. 1973.. Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. The Free Press. Penyunting: Paulus Wirutomo. Kamus Besar Bahasa Indonesia. J. Hopkins. M. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Juli 2010 110 . London. Sunardi. 2005.. Tesis strata dua Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional. Febriana. S. Yogyakarta. SM. Dalam restorasi Pancasila: Mendamaikan politik identitas dan modernitas. Jakarta. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Islam and the Ideology of Tolerance. Ranjabar.. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. EA. Oxford. Oxford University Press.. Universitas Indonesia. 2004.. The Nature of Human Values. Shakuntala. Jakarta. PSP-Press. 2004. N. Sage Publication. Jakarta: Ghalia Indonesia. R. UI Press. Contestation and Mobilization. 2010. 1988. RRS. 2007. Rinjin. K.

P. UI Press. Penyunting: Bagus Takwin. _________. penyunting: Paulus Wirutomo. Study of War. Universitas Indonesia. 2000. 1942. Social Identity and Intergroup Behavior. Wirutomo. _________. C. Dalam Sistem sosial Indonesia. B. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Daftar Gambar 111 . Kekuatan dan Keutamaan Karakter sebagai Hasil dari Daya-daya Spiritual. Construct Validation of Pancasila Scale: An Empirical Report. 13. Dalam Buku ajar 1: Filsafat. P. Quincy. _________. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035. Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. Dalam Sistem sosial Indonesia. Chicago: The University of Chicago Press. 65. Takwin. _________. UI Press. Jakarta. Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. penyunting: Paulus Wirutomo. Undang-undang Republik Indonesia. serta Lagu Kebangsaan. 2012. Wirutomo. Bahasa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. Undang-Undang Nomor 24 Tahun1992 tentang Penataan Ruang. Tim Pengajar Antropologi Budaya Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Buku Ajar Antropologi Budaya. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.Suwartono. Undang-Undang Dasar 1945 (sebelum dan sesudah Amandemen I sampai dengan IV). Meinarno. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. etika. Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. _________. Integrasi Sosial Masyarakat Indonesia: Teori dan Konsep. pp. Depok. dan Lambang Negara. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.. dan kekuatan dan keutamaan karakter. _________. EA. 21-24 Juli. 2011. _________. logika. 2012. 1974. B. H Zakky Mubarak. Wright. Lamuddin Finoza. 2011. Tajfel. 65-93. Yogyakarta. _________. Social Science Information. H. Jakarta. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Menyongsong Masa Depan Integrasi Masyarakat Indonesia.

google.Gambar The Patriot: http://www.com/calories-loacker-wafersi183107&docid=Fo5jl3JxNikwQM&imgurl=http://static.s:0.co.swotti.html&docid=Jufl8WJ9zzhvUM&imgurl=http://bicarafilm.r:1.indowebster.caloriecount.id/showthread.google.com/tmp/swotti/cacheDGHLIHBHDHJPB3Q=RW50ZXJ0YWLUBWVU DC1NB3ZPZXM=/imgthe%20patriot3.web.about.jpg&w=400&h=300&ei=j6feT8vXDofOrQfhldXGDQ&zoom=1&biw=1366&bih=558 Gambar peta Indonesia: Gambar peta dunia: gambar dunia: http://www.co.com/images/medium/2325poster.com/gallery/data/media/8/A_large_blank_world_map_with_oce ans_marked_in_blue.i:254&biw=136 6&bih=558 Gambar poster film Garuda di dadaku: http://www.s:57.jpg Gambar wafer Tango: http://www.us/img51/8526/tan govanillasugarfree.id/imglanding?q=world+map&hl=id&gbv=2&tbs=isch:1&tbnid=wJme Qu2avHIOMM:&imgrefurl=http://vectorya.php%3Ft%3D160748%26p age%3D91&docid=JZLESngNxFZcgM&imgurl=http://img51.jpg&w=200&h=165&ei=06TeTPgMM_jrAfehZ3IDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=165&vpy=244&dur=2182&hovh=132&hov w=160&tx=81&ty=98&sig=110374437010778634995&page=1&tbnh=132&tbnw=160&start =0&ndsp=12&ved=1t:429. 2010) 112 .google.com/freevectors/art-designs/free-vector-worldmap/&imgurl=http://vectorya.r:7.co.i:88&biw=1366&bih=558 Gambar wafer Loacker: http://www.id/imgres?q=garuda+di+dadaku&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=VLa cUBdcY2u90M:&imgrefurl=http://bicarafilm.s:8&biw=1024&bih=388 (Nov.com/images/medi um/loacker-wafers-sandwich-hazelnut101966.co.google.jpg&w=200&h=200&ei=P6beT637AsXsrAfwweGsDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=335 &vpy=249&dur=1064&hovh=160&hovw=160&tx=60&ty=104&sig=1103744370107786349 95&page=4&tbnh=160&tbnw=160&start=57&ndsp=18&ved=1t:429.imageshack.com/baca/2011/07/13/yuk-nonton-shootinggaruda-di-dadaku2.gif&zoom=1&w=4500&h=2234&iact=hc&ei=zP7hTLHCcPQceTg8YsM&oei=wP7hTLzEEYq8vgOE9KjVDg&esq=2&page=2&tbnh=80&tbnw=16 1&start=8&ndsp=10&ved=1t:429.id/imgres?q=wafer+tango&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=excensyo8 KZYhM:&imgrefurl=http://www.id/imgres?q=wafer+loacker&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=1_lf60m hSPmISM:&imgrefurl=http://caloriecount.about.r:6.

dan Ilmu Budaya Dasar. Fakultas Hukum UI.. Eko A. Magister Hukum (S2) Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Beberapa bentuk karyanya adalah dalam bentuk artikel dalam jurnal nasional. Psikologi Sosial (2001-sekarang). dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan disiplin ilmu hukum. Pendidikan jenjang diawali AAU hingga SESKOAU.I dan SESPANAS Lembaga Addministrasi Negara dengan bahan ajar Administrasi Perlengkapan Pemerintah. dan S-2 Pengkajian Ketahaan Nasional di Fakultas Pacasarjana Universitas Indonesia. Latar belakang pendidikan adalah Sarjana Hukum (S1) dari Fakultas Hukum UI. Latar pendidikan strata dua (S-2) adalah Antropologi dari FISIP UI dan strata satu (S-1) Psikologi UI. tulisan dalam buku nasional dan internasional. Antropologi Hukum. serta kegiatan pengabdian pada masyarakat. Kebudayaan. juga sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu Akademik FHUI. pendidikan dan keanggotaan Legislatif Agnes Sri Poerbasari. Aktivitas lain adalah menjadi anggota APsyA (Asian Psychological Association) dan anggota dewan editor pada beberapa jurnal psikologi nasional. dan S2 di Program Studi Kajian Wilayah Amerika. Meinarno. Slamet Soemiarno.I.DATA PENULIS R. Lembaga Adminstrasi Negara R. dan Masyarakat (2008-2012). pengajar luar biasa UI. Selain sebagai tenaga pengajar di UI. di samping tetap sebagai anggota TNI AU di kesatuan wilayah. Kemudian sebagai Koordinator Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT) . sebagai dosen/widyaiswara luar biasa pada Proyek Pendidikan Latihan Departemen Keuangan R. dan Doktor (S3) dari Program Pascasarjana S3 Bidang Studi Ilmu Hukum. adalah fasilitator PDPT UI – MPKT di lingkungan Univesitas Indonesia. Latar belakang pendidikannya adalah S1 jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Airlangga. pemeliharaan. adalah pengajar tetap di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pendikab S-1 Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Admininistrasi. Mk Pendidikan Kewarganegaraan sejak 1995. Program Pascasarjana Universitas Indonesia. serta Dosen MPKT di lingkungan Universitas Indonesia. Bentuk konkretnya adalah menjadi anggota tim ajar Psikologi Lintas Budaya (2004–2009). Sebelum bergabung dengan UI (MKU dan Tim PDPT). Ismala Dewi adalah tenaga pengajar tetap di Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk Mata Kuliah Antropologi Budaya. Minatnya terhadap kondisi sosial membuatnya berkecimpung di Psikologi dengan peminatan Psikologi Sosial. Antropologi (2001–2007) dan Individu.PDPT UI di FHUI. 113 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful