PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PENDIDIKAN TINGGI

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN TERINTEGRASI A

BUKU AJAR III

BANGSA, NEGARA, DAN PANCASILA

Tim Penulis: R. Ismala Dewi Slamet Soemiarno Agnes Sri Poerbasari Eko A. Meinarno

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2012

1

BAB I BANGSA INDONESIA

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami konsep bangsa dan membangun sikap terbuka dan kritis terhadap kemajemukan bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan masalah integrasi, konflik, faktorfaktor pemersatu bangsa, serta jati diri bangsa.

Sebagai negara kebangsaan (nation state), Indonesia merupakan kumpulan dari berbagai ikatan primordial—agama, suku, ras, bahasa, budaya, daerah, dan adat—yang berbeda satu sama lain. Kemajemukan bangsa Indonesia dengan perbedaan-perbedaan yang ada itu menimbulkan berbagai masalah integrasi dan konflik yang berkaitan dengan keberadaan dasar dan ideologi bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai pengikat bangsa, faktor-faktor pemersatu bangsa lainnya, serta jati diri bangsa.

1. Pengertian Bangsa dan Suku Bangsa Secara konseptual, yang dimaksud dengan bangsa adalah sekelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Contoh: Bangsa Indonesia, India, dsb.1 Sekelompok masyarakat yang membentuk suatu bangsa, sebagaimana definisi bangsa tersebut tidaklah sesederhana itu. Suatu bangsa terbentuk melalui suatu proses perjalanan sejarah, yang berbeda dengan bangsa lain. Keberadaan suatu bangsa pun sering kali dipengaruhi oleh interaksinya dengan bangsa-bangsa lain. Sebagai suatu bangsa, Indonesia mempunyai ciri atau corak yang khas. Ciri khas itu muncul karena latar belakang sejarah pembentukannya yang berbeda dengan bangsa lain. Salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang menonjol adalah bahwa bangsa Indonesia dibentuk oleh kesatuan dari berbagai suku bangsa sehingga disebut bangsa yang majemuk.

1

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta, 2002), hlm. 102.

2

Mengenai pengertian konsep suku bangsa, Koentjaraningrat memberikan penjelasan sebagai berikut. Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai komunitas desa, kota, kelompok kekerabatan, atau kelompok adat lainnya, menampilkan corak khas tertentu yang terutama dilihat oleh orang luar yang bukan warga masyarakat bersangkutan. Corak khas tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur kebudayaan yang ada pada komunitas itu, misalnya hasil kebudayaan fisik dan pranata-pranata yang ada pada pola sosial khusus. Kekhasan corak kebudayaan pada suatu masyarakat itu yang membedakannya dengan masyarakat lainnya. Dalam etnografi (deskripsi atau tulisan tentang bangsa-bangsa), suatu kebudayaan dengan corak khas itu dinamakan suku bangsa atau kelompok etnik (ethnic group). Di antara kedua istilah di atas —suku bangsa dan kelompok etnik—istilah yang lebih tepat bagi kelompok masyarakat dengan corak yang khas tersebut adalah suku bangsa, bukan kelompok etnik karena suku bangsa merupakan golongan sosial bukan kelompok sosial. Golongan sosial dan kelompok sosial merupakan dua konsep mengenai kesatuan-kesatuan sosial atau unsur-unsur masyarakat. Kedua konsep itu mempunyai pengertian yang berbeda. Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu, yang mempunyai ikatan identitas sosial. Kelompok sosial merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya yaitu adanya sistem interaksi antara para anggota, adat-istiadat serta sistem norma yang mengatur interaksi itu, kontinuitas, serta adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota tadi. Di samping ketiga ciri tadi, suatu kesatuan manusia yang disebut kelompok juga mempunyai ciri tambahan yaitu organisasi dan sistem kepemimpinan dan selalu tampak sebagai kesatuan-kesatuan dari individu-individu yang pada masa-masa tertentu, secara berulang, berkumpul dan kemudian bubar lagi. Suku bangsa sebagai golongan sosial adalah golongan manusia yang terikat oleh identitas dan kesadaran akan ―kesatuan kebudayaan‖. Kesadaran dan identitas itu sering kali dikuatkan pula oleh kesatuan bahasa. ―Kesatuan kebudayaan‖ tersebut bukan ditentukan oleh pihak luar, misalnya ahli antropologi, ahli kebudayaan, atau ahli lainnya, dengan metodemetode analisis ilmiah, melainkan oleh warga kebudayaan itu sendiri. Contoh kebudayaan suku bangsa yang diuraikan di atas ialah kebudayaan Sunda yang merupakan suatu kesatuan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan Jawa atau Batak. Kesatuan kebudayaan Sunda itu bukan ditentukan oleh pihak luar, melainkan karena orangorang Sunda sadar bahwa di antara mereka ada keseragaman mengenai kebudayaan mereka,

3

2005: 3—6. Corak jati diri atau identitas diri bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh jati diri suku-suku bangsa pendukung bangsa Indonesia. Mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang didukung oleh kesatuan dari aneka suku bangsa. Suku bangsa merupakan satuan kehidupan yang secara biologi mampu berkembang biak dan lestari. suku bangsa mempunyai ciri-ciri berikut. yang mengacu kepada asal orang tua yang melahirkan dan asal daerah tempat seseorang dilahirkan.) Sebagai makhluk sosial. 2002: 263— 266. suku bangsa terwujud sebagai keluarga. atau dapat juga menjadi jati diri yang menempel dan memperkuat jati diri utama seseorang. suku bangsa terwujud sebagai perorangan atau individu dan kelompok. atau juga berupa perkumpulan suku bangsa. Sebagai kelompok. 3. Suku bangsa mempunyai kebudayaan bersama yang merupakan pedoman bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu interaksi antar-suku 4 . masyarakat. Sebagai kelompok. menyebabkan semakin tingginya kesadaran akan kepribadian khusus tadi. dan secara umum berbeda dengan kelompok suku bangsa lain. suku bangsa merupakan kategori atau golongan sosial yang askriptif yaitu keanggotaan dalam suku bangsa tersebut diperoleh bersama dengan kelahiran. 2. Sebagai golongan sosial. maka diperlukan pemahaman terhadap suku-suku bangsa tersebut. yaitu dengan adanya keluarga yang dibentuk melalui perkawinan. yang berbeda dengan bahasa Jawa atau Batak. setiap orang mempunyai lebih dari satu jati diri atau identitas diri. 1. Apalagi adanya bahasa Sunda. (Koentjaraningrat. komuniti. Keanggotaan seseorang di dalam sebuah suku bangsa yang bercorak askpritif berbeda dari keanggotaan seseorang di dalam sebuah kelas sosial atau kelompok profesi yang coraknya diperoleh melalui prestasi kerja atau usaha. (Suparlan. yang berbeda dengan kebudayaan lain. Keanggotaan seseorang di dalam suatu suku bangsa adalah keanggotaan terus-menerus atau untuk selamanya. Jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan termasuk salah satu di antara jati diri yang dapat menjadi jati diri utama. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia maka jati diri seseorang merupakan jati diri bangsa Indonesia. sedangkan keanggotaan di dalam kelas sosial atau kelompok profesi akan hilang pada waktu yang bersangkutan tidak lagi mampu menunjukkan kemampuan ekonomi yang menjadi ciri-ciri dari kelas sosial yang di dalamnya dia tergolong atau pada waktu seseorang itu tidak lagi mengerjakan profesi yang selama ini ditekuninya. Keanggotaan di dalam suku bangsa bercorak askriptif.) Menurut Suparlan.yang mempunyai kepribadian dan identitas khusus.

2000: 805). 2000: 664). Berdasarkan data sensus penduduk tahun 5 . adat-istiadat. Batak. wilayah. yang masing-masing mempunyai corak jati diri yang berbeda itu. 2. bangsa Indonesia terdiri dari berbagai bagian lagi yang disebut sebagai suku bangsa. dan sering kali kepercayaan yang sama (Haviland. yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum. Indonesia Bangsa yang Majemuk Menurut Haviland. Minangkabau. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa suatu masyarakat yang majemuk akan melahirkan kebudayaan majemuk. Kemajemukan Bangsa Indonesia sebagai Realitas Di samping pengertian bangsa dalam arti kenegaraan tersebut di atas. Pengertian bangsa ini tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Haviland yaitu suatu komunitas orang-orang yang memandang dirinya sebagai ―kesatuan manusia‖ yang didasari oleh nenek moyang. Aceh. cara hidup. dan biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi. Masing-masing suku bangsa itu mempunyai kebudayaan sendiri. dan sebagainya. sejarah. menurut kamus istilah antropologi. Yang dimaksud dengan bangsa. ideologi. 2000: 386).bangsa. perlu pula dilakukan dengan tetap mengedepankan jati diri sebagai bangsa Indonesia. institusi. yaitu kebulatan kemasyarakatan yang mempunyai kebudayaan sendiri. Sunda. Permasalahan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk berkaitan dengan interaksi antar-suku bangsa akan diuraikan lebih lanjut pada sub-bab mengenai masyarakat majemuk bangsa Indonesia. yang merupakan interaksi sosial dan politik dari orang-orang yang cara hidup dan cara berpikirnya berbeda dalam suatu masyarakat (Haviland. a. masyarakat majemuk adalah masyarakat yang memiliki keberagaman pola-pola kebudayaan (societies that have a diversity of cultural patterns) (Haviland. masyarakat. bahasa. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan aneka suku bangsa yang membentuk satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia. karena berasal dari satu keturunan. yaitu berbeda bahasa. Berbagai suku bangsa tersebut ialah suku bangsa Jawa. dan lain-lain. Sesungguhnya suku bangsa itu masing-masing merupakan satu bangsa dalam arti etnik.

dan golongan (meskipun substansinya sama dengan bentuk pluralitas yang disebutkan terdahulu). Sebagai sebuah bangsa. aneka suku bangsa yang ada perlu disikapi dengan kesadaran akan Indonesia sebagai bangsa yang satu. dan 2) pluralitas vertikal. dengan jumlah penduduk keseluruhannya sebanyak 237. yaitu bangsa Indonesia. 1979: 10—11). Oleh karena itu. Indonesia adalah sebuah masyarakat yang terdiri atas masyarakatmasyarakat suku bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai satu bangsa atau nasion.2 Menurut Suparlan.556. misalnya keberagaman etnis. dan pendidikan. tempat-tempat hiburan. dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI. Indonesia dikatakan sebagai sebuah masyarakat yang majemuk karena mengenal tiga sistem yang digunakan sebagai acuan atau pedoman di dalam kehidupan warga masyarakatnya.128 suku bangsa. 2 Rusman Heriawan. Sistem-sistem itu adalah 1) sistem nasional.) Aneka suku bangsa yang terdapat dalam Negara Republik Indonesia adalah sama banyak jumlahnya dengan bahasa-bahasa mereka. misalnya keanekaragaman profesi. Kepala BPS. hubungan-hubungan sosial di antara warga suku bangsa yang berbeda itu lazim berlangsung di tempat-tempat umum (pasar. Bentuk pluraritas bangsa Indonesia setidaknya dapat dilihat dalam dua macam yaitu 1) pluralitas horizontal. dan dengan luas wilayahnya sekitar 1. (Suparlan. agama dan bahasa. Sebagai sebuah masyarakat yang terdiri atas sejumlah suku bangsa.910. tingkat ekonomi. dan agama yang dianut.931 km2.363 orang. kegiatan-kegiatan sosial bersama) yang menjadikan fungsi tempattempat umum tersebut menjadi penting untuk berinteraksi. lapisan. afiliasi politik. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu realita yang tidak dapat diingkari.2010 dari Badan Pusat Statistik (BPS). masyarakat Indonesia hidup dalam sebuah satuan politik yaitu sebuah negara kesatuan yang menempati sebuah wilayah yang dinamakan Negara Republik Indonesia. 6 . Oleh karena itu. dan 3) sistem tempat-tempat umum. jumlah suku bangsa di Indonesia adalah sebanyak 1. 2005: 54—60. yang disebut bahasa daerah (Loebis. bentuk pluralitas bangsa Indonesia dapat pula dilihat dari keberagaman kelompok. Di samping itu. Rabu tanggal 3 Februari 2010. Keberagaman kelompok berkaitan antara lain dengan keberagaman kelompok etnik. 2) sistem suku bangsa.

sama halnya dengan keluarga atau kelompok kekerabatan. Mengapa kemajemukan masyarakat menjadi salah satu sebab munculnya persoalan konflik atau masalah integrasi bangsa di Indonesia? Hal ini dapat dijelaskan dengan menunjukkan bahwa keberagaman suku bangsa di Indonesia menimbulkan beberapa konsekuensi ketika anggota masyarakat dari berbagai suku bangsa itu berinteraksi satu sama lain. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu keluarga atau kelompok kerabat pada dasarnya adalah kebudayaan suku bangsa. tujuan yang sama. Konflik berpotensi terjadi apabila terdapat cara pandang tertentu seperti sikap etnosentrisme atau primordialisme. kebudayaan suku bangsa menjadi sebuah acuan utama dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dari masyarakat tersebut. Masyarakat suku bangsa ini. Di sisi lain integrasi bangsa dapat didorong oleh aspek-aspek seperti pengalaman sejarah yang sama. Acuan jati diri suku bangsa adalah kebudayaan suku bangsa yang terwujud dalam bentuk atribut-atribut yang menjadi ciri-ciri dari suku bangsa masingmasing pelaku dalam suatu interaksi. Perbedaan atau pertentangan dengan suku bangsa lainnya itu—secara sadar atau tidak sadar— memunculkan keberadaan jati diri suku bangsa sendiri dan jati diri suku-suku bangsa lainnya. Pengetahuan mengenai suku bangsa sendiri dan suku-suku bangsa lainnya yang hidup bersama-sama dalam sebuah masyarakat akan memunculkan keyakinan-keyakinan mengenai 7 . adalah sebuah masyarakat suku bangsa. Dalam interaksi antar-anggota masyarakat yang berbeda suku bangsa itu akan muncul jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan masing-masing yang diakui oleh anggota masyarakat dari suatu suku bangsa maupun oleh anggota masyarakat suku bangsa lainnya dalam interaksi yang terjadi. adalah sebuah masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsa. atau yang selama beberapa generasi menempati suatu wilayah. kebudayaan masing-masing suku bangsa berisikan keyakinan-keyakinan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa dan mencakup juga pengetahuan mengenai diri atau suku bangsa sendiri yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. Sebuah masyarakat yang anggota-anggotanya secara langsung atau tidak langsung berasal dari satu keturunan yang sama. Masalah-Masalah Terkait Pluralitas Bangsa Indonesia Konsekuensi dari pluralitas atau heterogenitas masyarakat Indonesia adalah potensi terjadinya konflik atau integrasi. Pada masyarakat suku bangsa. Dalam masyarakat luas yang heterogen atau majemuk. bahasa dan simbolsimbol yang sama sebagai identitas kebangsaan.b. yang diwujudkan antara lain dalam bentuk stereotip etnik pada suku bangsa lain.

pengetahuan itu amat terbatas dan subjektif karena berisikan interpretasi dari pengalaman si pelaku sendiri yang terbatas jumlah dan ruang lingkupnya tetapi kemudian digeneralisasi sebagai ciri-ciri dari sesuatu suku bangsa tersebut. Hukum merupakan aturan yang menjadi pedoman hidup seseorang atau 8 . Sebuah stereotip mengenai sesuatu suku bangsa biasanya muncul dari pengalaman seseorang atau sejumlah orang dalam berhubungan dengan para pelaku dari suku bangsa itu. mengingat hukum merupakan aspek kebudayaan yang memiliki fungsi sebagai pedoman bertingkah laku dan fungsi kontrol sosial. Demikianlah pengetahuan itu disebut stereotip. Kebudayaan yang beragam itu menyebabkan sistem hukum yang ada juga beragam. Pengetahuan anggota masyarakat suatu suku bangsa terhadap suatu suku bangsa lainnya berisikan konsep-konsep yang sering kali digunakan sebagai acuan dalam menghadapi anggota-anggota suku-suku bangsa lainnya itu. Kemajemukan masyarakat Indonesia dengan keberagaman kelompok. Jatiman mengemukakan bahwa akar dari bangsa Indonesia adalah satuan sosial atau kelompok yang berbeda-beda dalam suku bangsa. Namun lebih jauh dikemukakan bahwa permasalahan yang sesungguhnya bukan hanya itu melainkan juga kesepakatan bangsa tentang keberadaan Pancasila dan UUD 1945 sebagai cita-cita.) Berkaitan dengan permasalahan masyarakat Indonesia yang majemuk. mengingat bahwa integrasi bangsa Indonesia dilandasi oleh kesamaan nasib dan kesamaan cita yang kemudian secara konkret dituangkan dalam Pancasila dan UUD 1945. yang dipahami dengan mengacu pada kebudayaannya. di samping hukum negara dan hukum internasional. muncullah pengetahuan yang diyakini kebenarannya dan menjadi bagian dari kebudayaan suku bangsa tertentu. (Suparlan. Kemajemukan budaya melahirkan kemajemukan hukum. sebenarnya. dan stereotip dapat berkembang menjadi prasangka (prejudice). 2005: 3—6. lapisan dan golongan melahirkan keberagaman kebudayaan pula. yaitu pengetahuan mengenai ciri-ciri suku bangsa itu. Konsep-konsep ini disebut stereotip (stereotype).kebenaran yang subjektif terkait dengan pengetahuan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa lainnya itu. Oleh sebab itulah maka permasalahan integrasi nasional berkaitan dengan konflik dalam hal SARA. Padahal. Dari sejumlah pengalaman yang terbatas itu. Pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang atau sejumlah anggota masyarakat suku bangsa mengenai sesuatu suku bangsa tersebut kemudian disebarluaskan kepada sesama anggota masyarakat sehingga pengetahuan yang sifatnya terbatas mengenai ciri-ciri sesuatu suku bangsa tersebut menjadi sebuah pengetahuan yang bersifat umum dan baku yang diyakini kebenarannya. agama dan ras (SARA).

Aturan agama tidak ditentukan oleh pranata kekerabatan. Faktor-faktor Pemersatu Bangsa Indonesia Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan perekat atau pemersatu bangsa. sosial. 3) simbol-simbol atau 9 . Ketiga pedoman perilaku di atas merupakan pemberi dasar kehidupan kesatuan bangsa dan kemajemukan masyarakat Indonesia. yaitu klen (clan). marga di Tapanuli. dan peraturan perundangundangan. Aturan adat hanya dapat hidup pada perangkat sosial yang paling dasar. Biasanya aturan ini dikembangkan dalam bentuk produk hukum formal yang mencakup masalah ekonomi. bahkan ras dan golongan. yang di dalamnya ditentukan bahwa para warga klen atau negeri itu dan keturunannya akan selalu saling membantu dan mereka tidak boleh mengadakan hubungan perkawinan. Masyarakat memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda kepada ketiga orientasi nilai tersebut. Aturan adat ialah orientasi nilai. Hal ini disebabkan mobilitas sosial yang berbeda di dalam seting persekutuan hidup tertentu. di Maluku Tengah ada aturan adat yang dinamakan pela. kebijakan ekonomi. antara lain: 1) latar belakang sejarah bangsa. Aturan tersebut antara lain adalah aturan adat. dan daerah asal. yaitu persamaan nenek moyang. Ketiganya juga menjadi pertimbangan utama dalam sistem pengelolaan konflik. politik dan budaya. 3.suatu masyarakat. Hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor pemersatu bangsa Indonesia sebagaimana diuraikan berikut ini. Sebagai contoh. aturan agama. misalnya kebijakan politik. seperti suku di Minang. Aturan nasional merupakan produk dari pranata politik nasional. Perjanjian itu biasanya dibuat antara dua klen atau negeri. 1986: 4—7). dan aturan nasional. dan soa di Maluku Tengah (Ihromi. melainkan oleh kesamaan keyakinan religius yang melintasi dan meniadakan perbedaan asal-usul. Orientasi nilai ini sangat ditentukan oleh pranatapranata primordial dan ikatan kekerabatan yang dijaga melalui mitos-mitos lama. 2) Pancasila dan UUD 1945. persilangan darah. Masalah integrasi dan konflik merupakan konsekuensi dari suatu masyarakat yang majemuk. atau norma/pedoman hidup yang mengatur bagaimana masyarakat adat berperilaku. yakni kewajiban-kewajiban yang oleh orangorang Maluku Tengah diakui dan harus dipenuhi berdasarkan perjanjian di antara nenek moyang mereka di masa lalu.

seluruh rakyat Indonesia yang berada di dalam negara Indonesia berjuang untuk mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyatnya (Simbolon. Latar Belakang Sejarah Bangsa Indonesia Terbentuknya Negara Indonesia (state building) terjadi melalui suatu proses panjang sejarah pembentukan Bangsa Indonesia (nation building) terlebih dahulu. dilakukan upaya-upaya untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak. maupun yang informal seperti adat. a. berjuang membentuk Negara Indonesia merdeka. Sebagaimana telah dikemukakan. Di antara 10 . 1995: xviii—xix). keberadaan faktor-faktor itu perlu selalu dijaga untuk dapat tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah merdeka. Lembaga dengan aturan-aturan di dalamnya itu terdapat di setiap kehidupan kelompok masyarakat. Keseimbangan tersebut diwujudkan dalam bentuk lembaga atau pranata (institutions) yang merupakan aturan-aturan. Bangsa Indonesia yang terbentuk itu berusaha dengan kuat. yaitu bahasa Indonesia. Kata bangsa di sini ialah bangsa dalam arti politis (kenegaraan). Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia secara garis besar diawali dengan timbulnya kesadaran rakyat untuk menjadi bangsa. kebiasaan. Berbeda dengan istilah ―lembaga‖ (dalam arti sebagai institusi.lambang-lambang persatuan bangsa. dan 4) kebudayaan nasional. yang mempunyai bahasa kesatuan. organisasi atau wadah). dan tata krama. yaitu negara Republik Indonesia. Lembaga (institute) adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. baik yang formal seperti undang-undang atau peraturan. Dalam proses perjalanan bangsa Indonesia yang berjuang untuk menjadi bangsa yang merdeka dan kemudian membangun bangsanya. individu-individu dalam suatu masyarakat banyak melakukan tindakan dalam berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. yaitu bangsa Indonesia. yaitu sebagai pendukung dari negara. ―pranata‖ adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. Faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan saling terkait satu sama lain sebagai landasan bagi tumbuhnya jati diri bangsa. Di samping itu. Dalam menjalankan kehidupannya. dan satu negara. Indonesia merupakan kumpulan suku bangsa dalam satu kesatuan. Dalam hal ini lembaga berfungsi sebagai pengatur hubungan antarmanusia.

dan masuk ke Sulawesi (sampai ke Sulawesi Selatan). maka daerah Sulawesi Selatan dapat dianggap sebagai tempat perpaduan antara berbagai macam pengaruh kebudayaan dan percampuran antara berbagai ras manusia. berdasarkan penelitian terhadap fosil-fosil yang ditemukan antara lain di beberapa desa di daerah lembah Bengawan Solo. bukan lembaga (institute) (Koentjaraningrat. dan terpisah ketika jaman es keempat berakhir. Sangir. manusia Austro-Melanosoid juga berada di Jawa. Ras Mongoloid berasal dari Asia Timur yang menyebar ke selatan melalui kepulauan Ryukyu. kerajaan-kerajaan Islam. 11 . ternyata manusia Indonesia tertua sudah ada kira-kira satu juta tahun yang lalu. Pranata atau lembaga dalam rangkaian upaya tersebut di atas ada di setiap tahap pembentukan bangsa Indonesia. Mengingat manusia Austro-Melanosoid juga masuk sampai ke Sulawesi Selatan. manusia Indonesia juga dipengaruhi oleh ras Mongoloid. Filipina. pendudukan VOC dan penjajahan Belanda. Asia Tenggara merupakan bagian benua dan bagian kepulauan yang masih bersambung menjadi satu. Taiwan. Di samping pengaruh dari ras Austro-Melanosoid. dan masa kemerdekaan. Persebaran manusia yang masuk ke Indonesia merupakan manusia dengan ciri-ciri Austro-Melanosoid (ciri-ciri ras penduduk pribumi Australia. baik pada kondisi masyarakat yang masih sederhana maupun yang sudah kompleks. Selain di Papua. kedatangan Portugis. Waktu itu dataran Sunda masih merupakan daratan. sebelum orang kulit putih menduduki benua itu) yang menyebar ke Papua. Tahap berikutnya—secara berturutturut— ialah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. pendudukan Jepang. ada yang merupakan tindakan-tindakan yang dilakukannya menurut pola-pola yang tidak resmi. Pranata yang terkait dengan rangkaian upaya mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak selalu ada di setiap masyarakat. yang datang dari berbagai tempat (Koentjaraningrat. Dalam sejarah persebaran penduduk ke Indonesia.semua tindakannya yang berpola tadi. yang kemudian dalam tahap selanjutnya akan membentuk negara Indonesia. Sumatera. dan ada yang menurut pola-pola yang resmi. dan Sulawesi Selatan. Sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu berinteraksi menurut pola-pola resmi. dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata (bahasa Inggris institution). 2002: 162—171). 1981: 2—20). Ketika itu Papua masih menjadi satu dengan benua Australia. Tahap awal pembentukan bangsa Indonesia dimulai dengan tahap persebaran penduduk ke Indonesia pada masa prasejarah.

serta Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku. memberikan pengaruh kepada kebudayaan bangsa Indonesia. Penduduk Indonesia atau masyarakat Nusantara pada waktu itu diperintah oleh raja-raja. Persebaran penduduk melalui proses rumit dan perjalanan panjang melalui berbagai wilayah di dunia tersebut di atas menjadi awal terbentuknya penduduk Indonesia. sifat kekuasaan lokal Nusantara tersebut terpusat di tangan raja. Berbeda dengan Proto-Melayu. Kerajaan Mataram di Jawa. Mereka dikenal sebagai ras Melayu. sebagai ciri ―bhinneka tunggal ika. dan di pantai Kalimantan Timur. baik yang dipengaruhi oleh Hindu-Buddha maupun Islam. Tahap kekuasaan lokal Nusantara di atas merupakan kekuasaan raja-raja sebelum kedatangan bangsa-bangsa Barat. yang hidup makmur berkat perdagangan dengan negara-negara di India Selatan. Kerajaan Islam di Nusantara yang dipengaruhi oleh kerajaan atau kesultanan Islam di tanah Arab ialah—antara lain—Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Tahap kerajaan-kerajaan Islam juga memberikan pengaruh kepada kebudayaan Indonesia.Catatan sejarah lainnya menjelaskan bahwa persebaran penduduk Indonesia. Kebudayaannya masih merupakan kebudayaan batu (neolithicum). Para penyebar dakwah atau mubaligh mengajarkan agama Islam kepada para pedagang penduduk asli yang kemudian menyebarkannya kepada penduduk lainnya. Catatan sejarah kerajaan Hindu diperoleh dari batu-batu bertulis yang ada di Jawa Barat. Menurut beberapa penafsiran dari fakta sejarah yang ada. Deutro-Melayu sudah membawa kebudayaan besi.‖ Tahap kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. atau rakyat kerajaan kuno Nusantara berasal dari daerah Cina Selatan (propinsi Yunan). Kerajaan-kerajaan Islam muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam melalui hubungan perdagangan. daerah Muara Kaman. Hal ini berakibat pada rendahnya tingkat kelembagaan dan 12 . yang datang sekitar 3000 tahun lalu. Ciri pokoknya adalah pembauran manusia dari berbagai ras dan daerah asal. Menurut ahli sejarah purbakala Indonesia. Kutai. dan Deutro-Melayu. yang datang secara bergelombang. Proto-Melayu (Melayu-Polynesia) tersebar dari Madagaskar sampai ke Pasifik Timur. sekitar abad IV Masehi. Dua gelombang terpenting adalah Proto-Melayu. Bogor. sekitar 2000 tahun yang lalu. di daerah sungai Cisadane. Raja-rajanya mengadopsi konsep-konsep Hindu dengan cara mengundang ahliahli dan orang-orang pandai dari golongan Brahmana (pendeta) di India Selatan yang beragama Wisnu dan Brahma. kerajaan-kerajaan yang disebut dalam tulisan-tulisan pada batu-batu tadi merupakan kerajaankerajaan Indonesia asli.

Dalam hal ini pengembangan kebangsaan Indonesia merupakan akibat yang tidak diperhitungkan oleh penguasa kolonial terhadap susunan kehidupan masyarakat yang kini disebut sebagai bangsa Indonesia. Dalam melakukan politik etis untuk mempertahankan kekuasaannya. Douwes Dekker). Proses pembentukan bangsa Indonesia tersebut merupakan salah satu ciri dari suatu proses yang disebut unintended consequences. maupun yang tidak. Masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia dari 1602—1945 itu juga merupakan proses panjang pembentukan bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku bangsa. 1995: 6— 32). Dalam masa penjajahan Belanda. Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli (dr. Namun sesungguhnya hal itu dilakukan dalam rangka mempertahankan statusnya sebagai penguasa di tanah jajahan. Dua peristiwa bersejarah yang menunjukkan adanya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia yang ingin merdeka dari penjajahan yang terjadi antara tahun 1899 sampai 1942 ialah Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). serta kerasnya penggunaan kekuasaan yang ada bahkan menimbulkan peristiwa berdarah sehingga pada akhirnya kekuasaan raja-raja tersebut runtuh (Simbolon. pemerintah kolonial Belanda selalu berupaya menanamkan pengaruhnya kepada para penguasa pribumi melalui birokrasi dan melalui pendidikan bagi generasi penerus para 13 . Politik etis merupakan kebijakan pemerintahan kolonial Belanda yang seolah-olah memberikan kebaikan-kebaikan kepada bangsa Indonesia sebagai tanda balas budi. dan Jepang (1942—1945). kekuasaan atas Indonesia pernah diambil alih oleh Inggris (1811—1816). Akibat perang di Eropa. 1995: xxii). Ini terjadi karena masyarakat Indonesia bukanlah peralatan otomatis yang reaksinya selalu dapat diperhitungkan oleh penggunanya (Simbolon. Istilah ini dapat diartikan sebagai terjadinya akibat yang tidak diperhitungkan dari tindakan yang dilakukan terhadap suatu susunan kehidupan. Tahap setelah kekuasaan raja-raja di Nusantara adalah tahap kolonialisasi atau tahap pejajahan bangsa Indonesia oleh VOC (1602—1800) yang diteruskan oleh Belanda (1800— 1942). baik tindakan-tindakan yang dicita-citakan dan direncanakan. perlakuan-perlakuan kolonial terhadap bangsa Indonesia justru menjadi pemicu munculnya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia.kepastian. Hal ini tentu tidak diinginkan dan tidak diduga oleh Belanda yang ingin tetap bertahan sebagai penguasa kolonial di Nusantara.

‖ Solidaritas yang menumbuhkan semangat persatuan ini melahirkan cita-cita membangun bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. baik di Indonesia—yang umumnya dipusatkan di Pulau Jawa—maupun di Negeri Belanda. ‗Yang paling 3 Sardjono Jatiman. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56. Tanggal 17 merupakan tanggal yang sengaja dipilih Bung Karno dengan alasan tertentu sebagaimana terungkap dalam dialog antara Bung Karno dengan para pemuda yang menculik dan membawanya ke Rengasdengklok: ―Dengan suara rendah ia (Bung Karno) mulai berbicara. ―Integrasi Bangsa: Antara Kesepakatan Normatif dan Kenyataan Empirik. yang dirumuskan dalam satu kesepakatan dalam bentuk ikrar bahwa mereka: ―Bertumpah darah satu Indonesia. yaitu semangat persatuan yang berkembang dari berbagai suku bangsa yang saling berinteraksi. baik pemerintah maupun swasta. Di dalam institusi pendidikan terjadi interaksi yang intensif antara pemuda-pemuda yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. tidak hanya yang berada di Pulau Jawa. Tanpa disadari. Interaksi ini terjadi terutama di dalam berbagai institusi buatan Belanda. Kebangkitan Bangsa dan Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menandai kelahiran bangsa Indonesia dari berbagai suku bangsa melalui kesepakatan normatif. 16—17 Januari 1996. Depok. Para pemuda dari kalangan elit itu dididik oleh Belanda untuk menjadi penguasa yang mengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda. Mereka dididik di berbagai lembaga pendidikan Belanda. dan Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Jakarta.‖ makalah yang disampaikan pada Seminar Nasional Tinjauan Kritikal tentang Integrasi Bangsa. Berbangsa satu Indonesia. yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ikatan solidaritas ini terus berkembang menjadi suatu semangat persatuan sebagai satu bangsa yang menginginkan kemerdekaannya. yang bergerak di bidang pemerintahan maupun pendidikan.3 Bangsa Indonesia menghadapi babak baru dalam sejarah perjuangan bangsa yang dimulai dari masa pembentukan bangsa sampai masa pembentukan Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. tetapi juga yang di negeri Belanda. Hal yang sama juga memunculkan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Melalui interaksi itu tumbuhlah benih-benih solidaritas baru yaitu perasaan senasib sebagai bangsa yang terjajah.penguasa. Keadaan itulah yang mendorong Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh lahirnya kelompok kebangsaan Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei tahun 1908. Belanda telah mendorong dan menciptakan ruang gerak terjadinya interaksi antar-berbagai suku bangsa melalui interaksi antarpemuda dari kalangan elit suku bangsa. 14 .

Penjajahan terhadap bangsa Indonesia berhasil diakhiri dengan proklamasi kemerdekaaan yang memanfaatkan keadaan setelah Jepang dibom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di atas kota Hiroshima. maka Indonesia memanfaatkan keadaan dengan memproklamasikan kemerdekaannya. sedangkan pembentukannya secara resmi adalah pada tanggal 12 Agustus 1945). Melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI.penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Tanggal 17 adalah angka suci. PPKI adalah panitia baru. 1984: 61). Tugas BPUPKI adalah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Dasar guna menyongsong kemerdekaan. PPKI dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1945 (bukan 7 Agustus 1945 karena pada tanggal 7 Agustus 1945 yang terjadi hanyalah pemberian izin oleh pemerintahan Jepang di Tokyo untuk mendirikan PPKI. Jumat yang berbahagia. Setelah melalui tahap pembentukan bangsa dan tahap pembentukan negara. mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. waktu kita semua berpuasa. bahwa itu adalah saat yang baik. ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Jumat suci. Hatta. sedangkan PPKI dibentuk untuk menyatakan atau mengesahkan kemerdekaan dan melakukan peralihan kekuasaan dari negara jajahan menjadi negara merdeka (Kusuma. … Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal. Kerajaan Belanda ketika itu ingin menjajah kembali Indonesia dengan alasan Indonesia dulunya adalah bagian sah dari kerajaan Belanda. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku. tahap perkembangan bangsa Indonesia selanjutnya adalah tahap mengisi kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Soekarno dan Moh. Namun setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945. yang menyebabkan Jepang menyerah kepada sekutu. AlQur'an diturunkan tanggal 17. Tanggal 17 besok hari Jumat. Setelah bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. orang Islam sembahyang 17 rakaat. oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia‘‖ (Hardi. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai) Indonesia menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. namun diambil alih oleh Jepang karena Belanda yang bergabung dengan sekutu-sekutunya 15 . Negara Indonesia yang masih baru itu masih mengalami berbagai ujian untuk mempertahankan kemerdekaannya itu. 2004: 1—13). yang dibentuk untuk melanjutkan tugas Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI. hari Jumat itu Jumat legi. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai) yang sebelumnya telah dibentuk pada 29 April 1945.

2009: 120-122). maka keberadaannya harus dipertahankan dan butir-butir muatannya diamalkan agar kelangsungan dan keutuhan bangsa dan negara tetap terjaga. dengan kekalahan Jepang dalam perang Pasifik pada tahun 1945. Namun pengakuan itu disertai syarat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diubah menjadi Negara Republik Indonesia Serikat. Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI. yaitu Pancasila dan UUD 1945. Pancasila dan UUD 1945 Persatuan suku-suku bangsa menjadi bangsa Indonesia dalam suatu negara memerlukan dasar dan ideologi negara sebagai landasan berbangsa dan bernegara. dan juga memasang rambu-rambu untuk menjaga keutuhan bangsa. merupakan hukum dasar yang mengatur prinsip-prinsip dan mekanisme ketatanegaraan untuk menjamin demokrasi. yang secara berturut-turut diikuti oleh era Demokrasi Terpimpin— yang kemudian disebut Orde Lama—(1959—1965). Indonesia baru berhasil mempertahankan kemerdekaannya setelah melalui berbagai upaya seperti perang yang disebut revolusi kemerdekaan sebagai perang konvensional. Setelah proklamasi dan masa transisi sampai tahun 1949. Dengan demikian Pancasila merupakan kaidah-kaidah penuntun dalam kehidupan sosial. maka Belanda mengklaim bahwa Indonesia secara hukum internasional kembali menjadi bagian dari kerajaan Belanda. mulailah masa Demokrasi Liberal (1950—1959). dan hukum. Mengingat pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. politik. UUD 1945. Dalam kenyataannya persoalan Pancasila 16 . yaitu NKRI diubah menjadi NRIS berdasarkan Konstitusi RIS 1949 pada tanggal 29 Desember 1949. dan era Reformasi (1998—sekarang) Proses pembentukan Negara dan hal-hal yang berhubungan dengan negara akan diuraikan lebih lanjut dalam bab II mengenai negara Indonesia.telah kalah perang dengan Jepang pada tahun 1941. Setelah syarat dipenuhi. b. Orde Baru (1966—1998). dan ‗perang‘ diplomasi melalui perundingan-perundingan antar pemerintah kedua negara. yang mencantumkan Pancasila dalam bagian pembukaaannya. Pada perkembangan selanjutnya. bukan 17 Agustus 1945 (Mahfud. maka sejak itu secara de jure Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Dengan kata lain. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar pemersatu dan pengikat untuk menjamin keberlangsungan integrasi dan demokrasi di Negara Indonesia. sampai akhirnya dicapai persetujuan melakukan Perjanjian Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.

namun banyak persoalan atau kendala dalam pengamalannya yang terkait dengan kondisi dan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara filosofis. melalui peradilan melawan setiap gerakan disintegratif. Pancasila merupakan cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia. Oleh sebab itu hukum di Indonesia harus berdasar pada Pancasila. Pancasila merupakan dasar keyakinan tentang masyarakat yang dicita-citakan serta dasar bagi penyelenggaraan negara yang dikristalisasikan dari nilai-nilai yang telah tumbuh dan berkembang serta berakar jauh dari kehidupan leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia. Lembaga-lembaga kekuasaan itu adalah kekuasaan kehakiman yang mengawal hukum bagi setiap perbuatan pemerintah dan rakyat yang mengancam integrasi atau mengancam tatanan dan aturan main. Pancasila dipandang sebagai kesepakatan luhur (modus vivendi) yang mempersatukan semua ikatan primordial ke dalam satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dalam prinsip persatuan. mulai dari hukum yang hierarkinya paling atas sampai dengan yang paling bawah. UUD 1945 juga merupakan perekat integrasi dan pengawal demokrasi di Indonesia. Selain Pancasila. UUD 1945 memuat dasar aturan politik mengenai mekanisme ketatanegaraan yang demokratis. Beberapa muatan dari UUD 1945 yang mengikat bangsa dalam kesatuan bangsa Indonesia adalah yang berikut. yang juga menjamin integrasi bangsa dan negara. Pancasila dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga aspek. Isi hukum konsisten atau sesuai dengan Pancasila. Secara yuridis. 1) Pasal 1 ayat (1) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Demikian pula dengan kekuasaan lainnya yaitu yudikatif. Pasal ini juga dipagari oleh pasal lainnya yaitu Pasal 18 dan Pasal 37 ayat (5). selain menjalankan roda pemerintahan. dan kekuasaan dari lembaga legislatif yang melakukannya secara politik melalui pembentukan undang-undang. juga mengawal negara menghadapi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa melalui kekuatan pertahanan dan keamanan. Kekuasaan eksekutif.bukan hanya masalah menghapal lima butir Pancasila. Hal itu diwujudkan antara lain melalui pemilihan umum (pemilu) yaitu pemilihan pejabat-pejabat publik tertentu secara jujur dan adil dan melalui pengawasan dan perimbangan (checks and balances) antar-lembaga-lembaga kekuasaan. 17 . Secara politis. yakni aspek filosofis. Sebagai dasar dan ideologi negara. yuridis. dan politis. Semua lembaga kekuasaan negara tersebut harus bekerja secara sinergis.

setiap kegiatan bangsa dan negara haruslah berdasarkan hukum (nomokrasi). yaitu kedaulatan. indentitas. yang sekarang tidak lagi membedakan orang Indonesia asli dan yang tidak asli. 5) Pasal 30 mengatur tugas pertahanan dan keamanan yang masing-masing dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap ancaman dari luar maupun perpecahan di dalam negeri. dan ketahanan (Mahmud MD. Namun ketahanan nasional merupakan salah satu saja dari sekurangkurangnya tiga syarat berlangsungnya Negara Kebangsaan. Demokrasi harus berjalan di atas prosedur hukum dengan segala falsafah dan tata urut perundangundangan yang mendasarinya. yang menunjukkan bahwa sebagai negara kebangsaan Indonesia menganut prinsip dan sistem demokrasi. Perbedaan tersebut hanya menunjukkan latar belakang sejarah tetapi tidak untuk membedakan hak dan kewajiban secara diskriminatif. Contoh ancaman dari dalam negeri ialah kesenjangan taraf hidup masyarakat yang masih 18 . hambatan. secara langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas. Menurut Sunardi. yang melanda masyarakat Indonesia. Contoh ancaman dari luar ialah westernisasi atau ―pembaratan‖ yaitu masuknya nilai-nilai budaya Barat yang belum tentu sehat dan sesuai dengan budaya Indonesia. terutama kaum muda. Artinya.2) Pasal 1 ayat (2) menegaskan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. 4) Pasal 26 mengatur mengenai warga negara dan penduduk. nasionalisme. Ketahanan nasional diperlukan agar Negara Indonesia sebagai Negara Kebangsaan dapat berlangsung. Ancaman terhadap ketahanan nasional atau disintegrasi bangsa dapat berasal dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri. 2009: 40—54). 3) Pasal 1 ayat (3) menegaskan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. 2004: 190—195). baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Bagaimana mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 juga menyangkut ketahanan nasional bangsa Indonesia. dan gangguan. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan pembangunan nasional‖ (Sunardi. ketahanan nasional adalah ―kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala macam ancaman. tantangan. Demokrasi tanpa nomokrasi dapat menjadi anarki dan dapat mengancam integrasi bangsa.

Pasal 36 (mengenai Bahasa Indonesia). dan lambang negara. korupsi yang merajalela. Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009. Demikian pula dalam bernegara. Umpamanya. bahasa. dan Lambang Negara. solidaritas dan identitas anggota masyarakatnya dijaga sebagai satu kesatuan bangsa dan negara dengan menggunakan simbolsimbol atau lambang-lambang persatuan. Simbol-simbol/Lambang-lambang Persatuan Bangsa Di samping berbagai istilah yang dikenakan kepada diri manusia. dikemukakan bahwa bendera. lambang negara. seperti manusia sebagai insan akali dan makhluk sosial. Bahasa. dan lemahnya penegakan hukum. Pasal 36A (mengenai lambang negara Garuda Pancasila). Universitas Indonesia menggunakan makara sebagai lambang yang mempunyai makna khusus di samping sebagai salah satu identitas sebagai suatu perguruan tinggi. dan lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖. serta Lagu Kebangsaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. Bahasa. Artinya. dan Pasal 36B (mengenai lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖) dan dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Penggunaan lambang-lambang persatuan negara itu diatur dalam UUD 1945: Pasal 35 (mengenai Bendera Merah Putih). dan Lambang Negara. dalam kehidupan sebagai manusia kita tidak terlepas dari simbol-simbol atau lambanglambang. Beberapa lambang persatuan itu adalah bendera merah putih. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035).tinggi. identitas. serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu. dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. rasa keterikatan. Lambang-lambang tersebut merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. 19 . misalnya bahasa atau lambang-lambang tertentu lainnya. c.4 4 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera. bahasa nasional. manusia juga disebut manusia budaya yang dengan kegiatan akalnya dapat mengubah dan bahkan menciptakan realitas dengan menggunakan sistem perlambangan. serta Lagu Kebangsaan. pertentangan antarkelompok. kesatuan dalam keragaman budaya. dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

kebudayaan nasional mempunyai arti penting sebagai perekat rasa persatuan sebagai satu bangsa dan negara. melainkan juga keragaman agama. dan sikap stereotip etnik terhadap suku bangsa atau kelompok lainnya. Akhirnya. kebudayaan harus memiliki kemampuan untuk berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan baru. Dalam hal ini kebudayaan harus dimiliki bersama dan digunakan untuk menemukan keseimbangan antara kepentingan pribadi masing-masing orang dan kebutuhan masyarakat sebagai suatu keseluruhan.d. dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas pada suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu. kepercayaan-kepercayaan. dan kelompok yang melahirkan kebudayaan yang beragam pula. seorang antropolog Inggris. dan kebudayaan mengatur bagaimana masyarakatnya itu berperilaku. Kebudayaan ada untuk menangani masalah dan persoalan yang dihadapi suatu masyarakat. yang dalam skala tertentu dapat menimbulkan primordalisme. Oleh karena itu. kebudayaan mempunyai arti yang beragam. yang tercermin dalam perilakunya. sikap-sikap. (1) Konsep Kebudayaan Secara konseptual. yang pada tahun 1871 mendefinisikan kebudayaan sebagai: 20 . Kebudayaan Nasional Pluralitas bangsa Indonesia bukan hanya keanekaan suku bangsanya saja. Semua itu adalah milik bersama para anggota masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat diharapkan melakukan perbuatan yang sesuai dengan kebudayaannya itu. Unsur-unsur yang ada pada kebudayaan berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terpadu atau terintegrasi. Keberadaan kebudayaan tidak terlepas dari adanya suatu masyarakat karena masyarakat merupakan pendukung dari kebudayaan. 1995: 331—342. terutama melalui sarana bahasa. (Haviland. kebudayaan ada dalam berbagai aspek kehidupan yang meliputi cara-cara berlaku. Oleh karena itu kelestarian kebudayaan harus dipelihara sehingga kebudayaan dapat mengatur anggota-anggota masyarakatnya untuk dapat hidup secara teratur.) Konsep kebudayaan muncul dan dikembangkan oleh para ahli antropologi menjelang akhir abad XIX. entnosentrisme. Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis melainkan harus dipelajari. Dengan kata lain. pelapisan sosial. untuk menjaga keutuhan persatuan bangsa dalam Negara Republik Indonesia. Salah satu di antaranya ialah Sir Edward Burnett Tylor. Dalam kebudayaan yang beragam itu tentu dapat muncul loyalitas terhadap suku bangsa atau kelompok.

B. terutama mengolah tanah atau ‗bertani‘. Istilah ini berkembang artinya sebagai ―segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam. Tylor tersebut di atas. artinya mencakup segala cara atau pola berpikir. Istilah Inggris culture berasal dari kata Latin colere yang berarti ‗mengolah‘ atau ‗mengerjakan‘.‖ Dapat dikatakan pula bahwa ―kebudayaan adalah sebuah pedoman menyeluruh bagi kehidupan sebuah masyarakat dan para warganya. kepercayaan. mendefinisikan kebudayaan sebagai ―seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat yang kalau— dilaksanakan oleh para anggotanya—melahirkan perilaku yang oleh mereka dipandang layak dan dapat diterima.‖ Definisi kebudayaan lain adalah ―sebagai pedoman bagi kehidupan manusia yang secara bersama dimiliki oleh para warga sebuah masyarakat. mendefinisikan kebudayaan modern sebagai ―seperangkat peraturan standar yang—apabila dipenuhi oleh para anggota masyarakat—menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh para anggotanya.‖ Definisi tersebut sejalan dengan yang dikemukakan E.―kompleks yang mencakup pengetahuan.‖ Definisi kebudayaan tersebut antara lain dikemukakan oleh Malinowski (1961) dalam karya-karyanya mengenai kebutuhan-kebutuhan manusia dan pemenuhannya 21 . tindakan. R. A. adatistiadat. selama manusia hidup. hukum. L. merasakan dan bertindak‖ (Ranjabar. Secara etimologis kata kebudayaan berasal dari kata buddhaya (bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti ‗budi‘ atau ‗akal‘ dalam bahasa Sansekerta).‖ Masyarakat di sini didefinisikan sebagai ―sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu dan yang bersama-sama memiliki tradisi kebudayaan yang sama‖ (Haviland. kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. Oleh karena itu kebudayaan didefinisikan sebagai ―keseluruhan sistem gagasan. Koentjaraningrat (2002: 179—185) mendefinisikan kebudayaan yang didasarkan pada pemikiran mengenai sistem tindakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya. sehingga harus dibiasakan melalui proses belajar. Radcliffe-Brown (1881-1955). sebagai aspek yang penting. Kroeber dan Clyde Kluckhohn. moral. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. 2006: 21). 1995: 331—342). dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat atau dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. Sistem tindakan itu tidak terkandung di dalam gen manusia. Kebudayaan terdiri atas segala sesuatu yang dipelajari oleh pola-pola perilaku yang normatif. kesenian. Pada tahun 1950-an. Dengan demikian.

Kebudayaan yang demikian merupakan sistem-sistem acuan yang ada pada berbagai tingkat pengetahuan dan kesadaran. Golongan yang pertama menyatakan bahwa suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah. dan metode-metode yang diyakini kebenarannya oleh warga masyarakat pemiliknya. Kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah fungsional dalam struktur kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. dan bukan hanya pada tingkat gejala sebagai tingkat kelakuan atau hasil kelakuan sebagaimana didefinisikan oleh Koentjaraningrat. mana yang paling sesuai sebagai acuan bagi para pemilik kebudayaan dalam menghadapi lingkungannya. dan metode-metode dipilih secara selektif. beberapa cendekiawan mempunyai gagasan berbeda. konsep-konsep. (2) Gagasan Kebudayaan Nasional Mengenai Kebudayaan Nasional (dalam konteks Indonesia). Dalam pada itu Geertz (1973) melihat kebudayaan sebagai sistem-sistem makna. teori-teori. berkepribadian khas. Salah satu tokohnya adalah Ki Hajar Dewantara. Kluckhon (1944) melihat kebudayaan sebagai blue print bagi kehidupan manusia. Kebudayaan merupakan acuan bagi manusia dalam berhubungan/berinteraksi dan mengidentifikasi berbagai gejala sebagai kategori-kategori yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya tersebut (Koentjaraningrat.melalui fungsi dan pola-pola kebudayaan. Pilihan selektif itu digunakan untuk menginterpretasi dan memanfaatkan lingkungan beserta isinya dalam bentuk tindakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai manusia. teori-teori. Dalam perspektif tersebut kebudayaan terdiri atas konsep-konsep. dan bermutu tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan setiap warga bangsa Indonesia akan perasaan bangga terhadap bangsanya sendiri dan menjadi identitas nasionalnya. 2002: 179—185). Sebagai sistem-sistem acuan. Disarankan agar unsur-unsur puncak (dalam arti ‗yang paling‘) dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan unsur-unsur warisan nenek moyang dijadikan sebagai isi kebudayaan nasional. yang mengemukakan bahwa kebudayaan nasional harus unik. yang dapat dikelompokkan dalam dua golongan. Tindakan itu dapat berbentuk dorongan atau motivasi bagi pemenuhan kebutuhan maupun sebagai tanggapan-tanggapan (response) atas rangsangan (stimuli) dari lingkungannya. 22 .

Pedoman tingkah laku itu adalah adat-istiadat. Contoh unsur-unsur kebudayaan yang dapat memperkuat rasa solidaritas atau yang dapat memenuhi fungsi kedua tadi antara lain adalah bahasa nasional (bahasa Indonesia). Oleh karena itu. Oleh karena itu unsur-unsur dari kebudayaan nasional tidak dapat diambil dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah atau dari warisan nenek-moyang. 23 . seni film.Golongan yang kedua menyarankan suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia baru. seni drama masa kini. karapan sapi. sebenarnya gagasan dari dua golongan cendekiawan di atas saling melengkapi untuk memenuhi kedua fungsi tadi. tetapi juga sistem nilai budayanya. Contoh kebudayaan nasional yang berasal dari puncak-puncak kebudayaan daerah antara lain adalah Borobudur. dan sistem hukum nasional. suatu kebudayaan nasional mempunyai dua fungsi yaitu 1) memperkuat rasa identitas nasional warga suatu bangsa atau negara dan 2) memperluas rasa solidaritas nasional warga suatu bangsa atau negara. Sebagian besar unsur-unsur kebudayaan nasional tersebut perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. 1987a). yang lepas dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan berorientasi ke peradaban dunia masa kini. mementingkan sains dan teknologi. identitas nasional dapat dikuatkan oleh hasil-hasil karya unik yang dapat dibanggakan sebagai hasil karya bangsanya (Koentjaraningrat. batik tradisional. Kebudayaan nasional Indonesia sebaiknya diciptakan baru karena kebudayaan nasional Indonesia harus mengacu ke masa depan. angklung. H. dan gagasan kebudayaan nasional dari golongan kedua memenuhi fungsi kedua. dan lain-lain. gamelan. Salah satu tokoh golongan kedua ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana. Gagasan kebudayaan nasional dari golongan pertama memenuhi fungsi pertama. Gagasannya adalah kebudayaan nasional Indonesia harus dipahami setiap warga Indonesia. Menurut ahli psikologi E. yang merupakan unsur kebudayaan warisan nenek-moyang. Yang perlu diperhatikan adalah upaya pengembangan kebudayaan nasional tidak hanya menyangkut pengembangan unsur-unsur bagian kebudayaan saja. sistem norma. rasa identitas diri dapat dikuatkan apabila individu yang bersangkutan dapat mengacu pada suatu karya unik yang dapat dibanggakan. Erikson. tari-tarian tradisional. Berdasarkan dua fungsi itu. Unsur-unsur ini harus dapat mengintensifkan komunikasi antar-suku bangsa yang berbeda-beda dan dapat dipahami maknanya sehingga dapat menumbuhkan toleransi dan solidaritas. Secara teoretis. Sistem nilai budaya merupakan inti dari suatu kebudayaan (yang dianggap bernilai tinggi) yang menjiwai semua pedoman yang mengatur tingkah laku warga kebudayaan yang bersangkutan.

konsep modernisasi ini terbentuk berdasarkan cara pandang satu 24 . Artinya. khususnya kaum muda. aturan sopan-santun. Kluckhohn. pandangan hidup. masalah-masalah dalam kehidupan manusia yang dinilai tinggi dan universal ada di setiap kebudayaan di dunia itu menyangkut setidaknya lima hal. dan 4) didasarkan pada toleransi beragama yang berkeadaban (Mahfud MD. 2) didasarkan pada demokrasi dan nomokrasi sekaligus.aturan etika. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. 1987b). Haviland mengkritik konsep modernisasi karena. Pancasila merupakan dasar pencapaian tujuan negara yang melahirkan kaidah-kaidah penuntun hukum. 2009: 52—54). bertingkah laku maupun berbusana (misalnya kebaratbaratan) yang tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa Indonesia. 3) ditujukan untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembentukan hukum nasional itu harus ditujukan untuk mencapai tujuantujuan negara sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. 4. konsep itu bersudut pandang etnosentris. Jati Diri Bangsa Belakangan ini kita sering melihat gaya hidup masayarakat kita. dan 5) masalah manusia dengan manusia (Koentjaraningrat. yaitu 1) masalah makna atau hakekat hidup manusia. serta menggunakan hasil temuan ilmiah dan teknologi tersebut untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. memajukan kesejahteraan umum. Hanya untuk masalah-masalah kebendaan dan fisik teori Moore dapat digunakan. 3) masalah persepsi manusia terhadap waktu. Di sini terjadi suatu pemahaman keliru antara menjadi modern dan menjadi seperti orang Barat. atau antara mordernisasi dengan westernisasi. Menurut C. 4) masalah hubungan manusia dengan alam sekitarnya. 2) masalah makna pekerjaan/karya dan amal perbuatan manusia. aturan moral. Dalam pembangunan hukum. baik secara teritorial maupun secara ideologis. Hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. seperti dalam berbahasa. Kaidah-kaidah bagi hukum yang dibuat di Indonesia haruslah 1) bertujuan membangun dan menjamin integrasi bangsa Indonesia. Salah satu dari kebudayaan nasional kita yang perlu terus dikembangkan adalah hukum nasional. yaitu membangun segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. dan lain-lain. modernisasi adalah penggabungan diri pada masyarakat/bangsa yang telah mengakumulasikan berbagai hasil dari telaah ilmiah dan menerapkannya. mencerdaskan kehidupan bangsa. menurutnya. Menurut Wilbert Moore.

Persatuan bangsa perlu terus diupayakan keutuhannya dengan menyadari jati diri bangsa kita sebagai bangsa Indonesia. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan rasa kebangsaan anggota masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang juga berhubungan dengan jati diri bangsa. Jakarta. mulai dari pembentukan kesadaran berbangsa. Kantor Sekretariat Negara RI. dan perkelahian massal atau tawuran banyak terjadi di kalangan murid sekolah.5 Semua itu merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Oleh karena itu perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa kebhinekaan bangsa Indonesia merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus diterima sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Peristiwa-peristiwa itu antara lain ialah konflik/perkelahian antara suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain. atau antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Deputi Seswapres Bidang Politik. 5 Muladi. dan ketidaksepahaman dalam menyikapi proses globalisasi. Pusat Bahasa. solidaritas. atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda. kemudian pembentukan negara. Hal ini menunjukkan. penafsiran keliru terhadap otonomi daerah sebagai federalisme.kelompok masyarakat yang melihat bahwa kebudayaan yang dimilikinya lebih superior daripada kebudayaan kelompok masyarakat lainnya (Haviland. makalah pada Diskusi Panel Revitalisasi Jati Diri Bangsa yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Humas. perlu menjadi bahan refleksi kita dalam memandang keberadaan kita sekarang. 462. gambaran. 6 25 .6 Jadi jati diri bangsa Indonesia adalah ciri-ciri atau identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Jati diri pun diartikan sebagai identitas. hlm. 2000: 755). Istilah jati diri dapat diartikan sebagai ciri-ciri. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: 2002). dan kemitraan. ―Jati Diri Bangsa‖. sampai dengan pengisian kemerdekaan Indonesia sebagai negara bangsa yang berdaulat. pendekatan fragmentatif dalam menghadapi persoalanpersoalan bangsa. Telaah terhadap jati diri bangsa tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia yang berasal dari ikatan-ikatan primordial. Dewasa ini kita juga sering mendengar berita-berita di televisi atau media lainnya mengenai banyak peristiwa yang dapat mengarah kepada kondisi disintegrasi bangsa. munculnya elemen-elemen separatisme dan kedaerahan/primordialisme. 14 Juni 2006. lemahnya perasaan gotongroyong. Pluralitas bangsa Indonesia adalah suatu kenyataan. antara lain: lemahnya toleransi terhadap perbedaan pendapat. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional. ketiadaan atau kelangkaan tokoh panutan. Deputi Mensesneg Bidang Sumber Daya Manusia bersama Biro Kewilayahan dan Wawasan.

yang harus dilaksanakan secara benar dan konsisten. 7 Lihat uraian di atas mengenai golongan pertama yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. contohnya ialah bahasa nasional dan hukum nasional. Pengalaman sejarah merupakan ―guru‖ yang baik bagi kita sebagai bangsa. dan masakan tradisional Indonesia. maka jati diri bangsa Indonesia diarahkan pada nilai-nilai yang menunjukkan diri kita sejatinya sebagai bangsa Indonesia.8 Dalam perjalanan bangsa Indonesia selanjutnya. Semangat itu diwujudkan dengan lahirnya Kebangkitan Nasional tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. mengingat keberadaan bangsa Indonesia bukanlah di ruang hampa. Hal itu dapat dijalankan melalui fungsi kedua kebudayaan yaitu memperluas rasa solidaritas nasional warga bangsa atau negara. Di samping itu bentuk dari jati diri bangsa Indonesia dapat dikenali dengan mengacu kepada kebudayaan nasional. mengingat bangsa Indonesia terdiri dari ikatan-ikatan primordial atau dari berbagai suku bangsa. yang terumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945. Kebudayaan nasional itu adalah yang dapat dipahami oleh setiap warga Indonesia. Perlu diresapi bagaimana semangat kebangsaan itu tumbuh di masa lalu.Mengingat bangsa Indonesia berasal dari ikatan-ikatan primordial. Oleh sebab itulah maka acuan bagi jati diri bangsa Indonesia sebagai pedoman tertinggi bangsa atau ideologi dan hukum dasar dalam bernegara adalah Pancasila dan UUD 1945. Nilai-nilai itu mengikat bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa.7 Selain itu jati diri bangsa juga harus ditopang oleh rasa solidaritas bersama antar-suku bangsa atau antar-ikatan primordial yang ada di Indonesia. Kebudayaan nasional dimaksud adalah yang berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah (puncak-puncak kebudayaan daerah) yang dapat menimbulkan perasaan bangga terhadap bangsa sendiri dan berfungsi untuk memperkuat rasa identitas nasional warga bangsa atau negara. contohnya ialah batik. Arus globalisasi dengan kemajuan transportasi dan telekomunikasi menjadi salah satu ancaman dari luar yang perlu disadari dan dihadapi dengan bijaksana oleh segenap bangsa Indonesia. tari-tarian. diciptakan baru dan mengacu ke masa depan. kesadaran akan jati diri bangsa haruslah terus diperjuangkan. 8 26 . Semangat kebangsaan sebagai bangsa yang satu itu tumbuh karena perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah. Lihat uraian di atas mengenai golongan kedua yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional.

antara lain melalui pendekatan kebudayaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Perasaan sebagai bagian dari negara kesatuan harus dikembangkan. dan pengembangan kebudayaan nasional sebagai upaya untuk meningkatkan rasa soliaritas dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.Pada saat ini ketika kita sudah merdeka. Dengan demikian diharapkan berbagai upaya yang dilakukan akan dapat membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat. maka pemahaman musuh bersama itu harus digantikan dengan masalah-masalah yang melanda bangsa Indonesia yang harus kita hadapi secara bersama-sama. Di samping itu. baik yang sudah tiada (pahlawan bangsa) maupun yang sekarang berkuasa atau menduduki jabatan. dalam pembentukan jati diri bangsa juga diperlukan teladan yang baik dari pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh. 27 . Pendekatan kebudayaan sebagai media untuk dapat saling memahami antar-suku bangsa.

Agar mampu menghadapi musuh. Rumusan tujuan nasional dalam konstitusi merupakan 9 Sekretariat Negara Republik Indonesia. serta harus patuh pada hukum dan pemerintah yang sah. Wilayah yang dimaksud adalah wilayah yang telah dinyatakan sebagai milik bangsa.9 Oleh karena itu. Soekarno di hadapan Sidang BPUPKI. mahasiswa mampu memahami konsep negara. 1992). Pemerintah adalah pemerintah yang berhak mengatur dan berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan perundang-undangan yang mengikat warganya. dan konstitusi. 28 . serta mampu membangun pikiran yang terbuka dan kritis terhadap masalah negara dalam arti wilayah.BAB II NEGARA INDONESIA Setelah membaca bab ini. 1. negara meliputi wilayah. Rakyat adalah rakyat yang mendiami wilayah tersebut. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) (Jakarta. 66. Kepada ketiga syarat tersebut dapat pula ditambahkan adanya pengakuan kedaulatan dari negara lain (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Organisasi itu disebut negara (state). setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggalnya sebagai negara. yang dapat terdiri atas berbagai golongan sosial. yang terkait dengan konsep geostrategi dan geopolitik/ wawasan nusantara. 2001: 36) dan tujuan negara yang tersurat/tersirat dalam konstitusi. ―Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan‖. Dalam perkembangan selanjutnya mereka membentuk wadah organisasi yang akan melindungi diri dan tempat tinggalnya. yang terkait dengan sistem pemerintahannya. dan pemerintah yang bersifat konstitutif dan telah dikukuhkan melalui Konvensi Montevideo. Hakikat Negara Menurut Ir. Ketiga syarat negara itu dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. maupun dalam arti institusi/organisasi njegara. dan batas-batasnya ditentukan melalui perjanjian internasional. ideologi. negara berhak menuntut kesetiaan para warganya. rakyat. Dalam pengertian ini. hlm. Kedaulatan merupakan ciri yang membedakan organisasi pemerintah dengan organisasi sosial.

sesuatu badan.pedoman untuk mencapai tujuan nasional dalam bernegara.‖ Menurut Logemann. teori kedaulatan hukum. Dalam mengatur hubungan itu. Lingkup kedaulatan adalah gagasan kedaulatan sebagai konsep mengenai kekuasaan tertinggi yang meliputi proses pengambilan keputusan. Yang dimaksud dengan kedaulatan adalah konsep mengenai kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. namun titik beratnya ada pada apa yang dikuasai. negara adalah suatu struktur masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam sesuatu wilayah. Jangkauan kekuasaan meliputi siapa yang menguasai dan apa yang dikuasai. teori kedaulatan raja. memajukan kesejahteraan umum. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dalam setiap analisis mengenai konsep kekuasaan ada dua hal penting yang terkait yaitu lingkup kekuasaan (scope of power) dan jangkauan kekuasaan (domain of power). sekelompok orang. Menurut Jack H. baik di lapangan legislatif maupun eksekutif. ada legitimasi bagi negara untuk memaksa dengan kekuasaannya yang sah terhadap semua kolektiva dalam masyarakat. yaitu teori kedaulatan Tuhan. perdamaian abadi dan kesejahteraan sosial. Nagel. negara adalah suatu organisasi masyarakat yang bertujuan. dengan kekuasaannya. Dalam praktiknya. dan teori kedaulatan rakyat. 29 . Sementara menurut Max Weber. mengatur serta menyelenggarakan sesuatu masyarakat. teori kedaulatan negara. Dengan demikian negara merupakan alat masyarakat untuk mengatur hubungan manusia dengan masyarakat. Di atas telah dikemukakan bahwa negara tidak terlepas dari konsep kedaulatan. Kedaulatan pada prinsipnya dapat dipegang oleh seseorang. kedaulatan Tuhan ini dapat menjelma dalam hukum yang harus dipatuhi oleh kepala negara atau dapat pula menjelma dalam kekuasaan raja sebagai kepala negara yang mengklaim wewenang untuk menetapkan hukum atas nama Tuhan. Tujuan nasional bangsa Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea IV) yang antara lain menyatakan ―Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam ilmu hukum dikenal lima teori atau ajaran mengenai siapa yang berdaulat. misalnya seberapa besar kekuatan keputusan-keputusan yang ditetapkan itu. atau sekelompok badan yang melakukan legislasi dan administrasi fungsifungsi pemerintahan. mencerdaskan kehidupan bangsa. Ajaran kedaulatan Tuhan menganggap Tuhan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara.

dan kekuasaan pemerintah bersumber dari kehendak rakyat. Dari ketiga sifat inilah timbul konsep negara hukum. 90% negara di dunia dengan tegas mencantumkan dalam konstitusinya masing-masing bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Sebagai teori. 30 . Ajaran kedaulatan hukum menganggap bahwa sesungguhnya negara tidaklah memegang kedaulatan. kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar. Menurut penelitian Amos J. Menurut Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. Namun. Ada tiga sifat kedaulatan yang harus dicermati oleh penyelenggara negara yaitu 1) memaksa. Ajaran kedaulatan rakyat meyakini bahwa yang sesungguhnya berdaulat dalam setiap negara adalah rakyat. Ajaran kedaulatan negara merupakan reaksi terhadap kesewenangan raja yang muncul bersamaan dengan timbulnya konsep negara bangsa dalam pengalaman sejarah di Eropa. Mencakup semua berarti bahwa semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang—warga atau penduduknya. Demikian pula halnya dengan di Indonesia. Secara formal. demokrasi menjadi sesuatu yang diidealkan di tiap negara. hampir semua negara modern menganut asas kedaulatan rakyat. Konsep kedaulatan rakyat adalah prinsip dasar yang kemudian dikenal sebagai konsep demokrasi. sedangkan gagasan kedaulatan hukum tumbuh dari tradisi Yunani kuno. 2) monopoli. Sumber kekuasaan tertinggi adalah hukum dan setiap kepala negara harus tunduk kepada hukum. Peaslee tahun 1950. Memaksa berarti bahwa negara memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara sah (legal) agar dapat tertib dan aman. Pandangan ini muncul terutama setelah periode sekularisasi negara dan hukum di Eropa. tidak satu pun dari kelima ajaran itu yang dapat disebut paling modern. Kehendak rakyat merupakan satu-satunya sumber kekuasaan bagi setiap pemerintah. dan 3) mencakup semua. Masing-masing kerajaan di Eropa melepaskan diri dari ikatan negara dunia yang diperintah oleh raja. yang sekaligus memegang kekuasaan sebagai Kepala Gereja. Akar perkembangan gagasan kedaulatan rakyat tumbuh dari tradisi Romawi kuno.Ajaran kedaulatan raja beranggapan bahwa rajalah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Dalam kenyataan saat ini. Monopoli berarti bahwa negara mempunyai hak dan kuasa tunggal menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.

Ini semua harus tercermin dalam berbagai bidang dan kebijakan program-program negara. Konstitusi Indonesia dimungkinkan untuk diubah melalui 1) sidang legislatif dengan tambahan syarat. perkembangan ketatanegaraan bangsa. Pedoman itu adalah ideologi bangsa dan negara yang digali dari budaya bangsa. dan 3) bersifat terbuka. Orang Belanda menyebutnya grondwet yang mengandung pengertian aturan dasar atau fundamental law. konstitusi (UUD) berfungsi khas membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. 2. 2) merupakan sumber motivasi dan semangat bangsa. penjabaran peraturan perundang-undangan dan aspek normatif lainnya. dan 4) suatu keinginan. perubahan UUD dimungkinkan. 2) referendum/plebisit. Ini adalah persoalan yang dihadapi pelaksanaan dalam demokrasi di zaman sekarang. Kata konstitusi (dari bahasa Perancis constituir yang berarti ‗membentuk‘) diartikan sebagai pengaturan dasar pembentukan negara. Menurut Budiardjo (2008: 17). termasuk kerja sama antara rakyat (masyarakat) dan negara dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi dan Konstitusi Negara Agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap serasi. dalam negara demokrasi konstitusional. 3) pandangan pendiri/tokoh bangsa yang hendak diwujudkan untuk masa sekarang dan yang akan datang. serta membentuk masyarakat menuju cita-cita. dan seimbang. reformatif dan dinamis. Menurut Kaelan. 31 . makna ideologi bagi negara adalah 1) mencerminkan cara berfikir masyarakat. Oleh karena itu. Ideologi negara bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang ditetapkan di dalam konstitusi sebagaimana tersurat di dalam Pembukaan UUD 1945. termasuk penyusunan doktrin bangsa. selaras. 4) musyawarah khusus (convention). Konsitusi adalah dokumen tertulis formal yang merupakan 1) hasil perjuangan politik bangsa di masa lampau. harus mengacu kepada Pancasila. Menurut UUD 1945. Persayaratan lain suatu negara modern adalah adanya konstitusi. bila sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota MPR hadir dan sekurang kurangnya 2/3 dari anggota yang hadir itu setuju. 2) tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa.implementasinya di satu negara berbeda dengan di negara lain. 3) persetujuan ¾ negara bagian. Yang dimaksud dengan aturan dasar adalah sejumlah aturan dasar dan ketentuan yang dibentuk untuk mengatur fungsi dan struktur lembaga negara dan lembaga pemerintah. bangsa dan negara. diperlukan suatu pedoman hidup.

sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk menyiapkan sebuah UUD bagi Indonesia apabila dimerdekakan. namun peristiwa itu telah membuat kondisi negara tidak stabil atau tidak dalam keadaan normal untuk melasanakan UUD 1945 dengan baik. Pada tanggal 18 Agustus 1945. DPR dan DPA belum diangkat. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI juga menetapkan UUD 1945 yang sebelumnya telah disusun oleh BPUPKI dengan sedikit revisi. Setelah itu BPUPKI dibubarkan dan diganti oleh Dokuritsu Inkai atau PPKI yang diketuai oleh Soekarno. UUD 1945 mengalami banyak ujian dalam pelaksanaannya (Meliono. 2010: 129—138). Periode UUD 1945—1949 Pada awalnya. Sejarah pemberlakuan dan pengubahan UUD 1945 banyak menimbulkan kontroversi. Beberapa kali terjadi penyimpangan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penyempurnaan. dll.. Meskipun yang menyusun dan yang menetapkan UUD 1945 dua badan yang berbeda.Perjalanan panjang sejarah pelaksanaan UUD di Indonesia terjadi dalam beberapa periode. yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat. 5) periode UUD 1945 masa orde baru (11 Maret 1966—21 Mei 1998). Hal ini dapat ditunjukkan dengan dijalankannya kekuasaan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional karena MPR. Indonesia akhirnya berhasil mempertahankan kemerdekaannya. Pada masa transisi itu. yaitu: 1) periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945—27 Desember 1949). Sekutu masuk ke berbagai wilayah Indonesia yang diboncengi oleh Belanda (NICA) setelah kekalahan Jepang. Demikian pula yang terjadi pada periode-periode selanjutnya. 6) periode UUD 1945 pasca-orde baru (21 Mei 1998—19 Oktober 1999). Pelaksanaan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia penuh dengan dinamika. 2) periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949—17 Agustus 1950). a. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena kondisi negara dalam masa transisi setelah proklamasi kemerdekaan. 3) periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950—5 Juli 1959). dan 7) periode UUD 1945 yang diamandemen (1999—sekarang). mulai dari pembentukannya pada tahun 1945 sampai dengan masa reformasi sekarang ini. 4) periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959—1966). PPKI ini yang menetapkan peralihan kekuasaan dari jajahan menjadi negara merdeka setelah sehari sebelumnya Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. rancangan UUD disiapkan oleh Dokuritsu Junbi Coosakai atau BPUPKI. UUD 1945 tetap sah karena fungsi dan tugas kedua 32 . Dalam periode 1945—1949.

Periode Konstitusi RIS 1949—1950 Seiring dengan diubahnya bentuk negara kesatuan menjadi negara federal atau Republik Indonesia Serikat (RIS) sejak tanggal 29 Desember 1949. b. DPR. BPUPKI menyusun rancangan UUD. Istilah ―maklumat‖ tidak menjadi persoalan karena pada saat itu Indonesia belum memiliki UU tentang peraturan perundang-undangan sehingga muncul istilah maklumat atau peraturan. beberapa kalangan melakukan penolakan karena dianggap sebagai kreasi Belanda (arsiteknya Van Mook) untuk memecah-belah Indonesia. antara lain oleh Mohammad Natsir 33 . Hasil dari perundingan-perundingan itu adalah diadakannya Konferensi Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Periode UUDS 1950—1959 Pada tahun 1950. muncul Maklumat X pada tanggal 16 Oktober 1945 karena adanya gerakan untuk tidak memberlakukan UUD 1945 yang dianggap berwatak fasis dan menjadi sumber otoriterisme. Oleh karena itu diserukan. dan DPA kepada Presiden dengan bantuan Komite Nasional. Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya dengan perang konvensional dan perundingan-perundingan. terhadap bentuk negara federal tersebut di atas. dan juga pengubahan konstitusi dengan memberlakukan Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949 (KRIS 1949). Perubahan bentuk negara dan konstitusi ini merupakan hasil akhir dari perundingan-perundingan antara pemerintah Indonesia dan kerajaan Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali setelah Jepang—yang sedang menduduki Indonesia ketika itu—kalah dalam perang Pasifik 1945. sedangkan PPKI melakukan peralihan kekuasaan dan menetapkan atau mengesahkan berlakunya UUD. UUD 1945 secara resmi diganti dengan Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 (KRIS 1949). Dalam praktik kedua maklumat itu merupakan penyimpangan dari UUD 1945 meskipun secara resmi tidak membatalkan atau mencabut UUD itu. Dua bulan sejak UUD 1945 diberlakukan.badan itu memang berbeda. Maklumat X 1945 kemudian disusul dengan Maklumat Pemerintah tertanggal 14 November 1945 yang berisi perubahan sistem kabinet dari sistem presidensial menjadi sistem parlementer. Watak tersebut ditunjukkan dengan ketentuan Pasal IV Peralihan UUD 1945 yang memberikan kekuasaan MPR. Hasil konferensi itu adalah pengubahan bentuk negara dari NKRI menjadi NRIS. c.

sejak awal para pemimpin Indonesia sudah melihat bahwa UUD permanen haruslah dibentuk oleh lembaga negara yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu agar UUD itu dapat mencerminkan resultante rakyat. seruan Natsir itu berhasil mendorong lahirnya UU Federal Nomor 7 Tahun 1950. sedangkan Konstituante merupakan badan khusus yang bertugas menetapkan UUD bersama pemerintah. dan 3) (janji) pembentukan MPRS dan DPAS. Hatta dan Prawoto Mangkusasmito mengatakan dekrit itu adalah kudeta terhadap lembaga negara yang sah. sidang Konstituante pun dilaksanakan. d. maka pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang dikenal sebagai Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Ketentuan konstitusional itu menjadi dasar penyelenggaraannya Pemilu 1955 untuk memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. DPR adalah lembaga legislatif biasa. Di pihak lain. Ada yang mempertanyakan. agar Indonesia kembali ke NKRI. Isi dekrit itu adalah 1) pembubaran Konstituante. mengapa digunakan kata sementara. baik untuk DPR maupun untuk Konstituante. Menurut Mahfud. yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1953. 2) pencabutan berlakunya UUDS 1950 dan pemberlakuan kembali UUD 1945. yang pada pokoknya berisi 1) bentuk negara Indonesia diubah menjadi negara kesatuan dan 2) Konstitusi RIS 1949 diganti dengan Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 1950). Bahkan Moh.(tokoh Masyumi).‖ Pada tanggal 17 Agustus 1950. tidak sedikit yang membenarkan dikeluarkannya dekrit itu dengan alasan negara dalam keadaan bahaya sehingga Presiden dapat mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan negara. 34 . namun yang terjadi adalah perdebatan yang berarut-larut tentang dasar negara. Setelah Pemilu. Beberapa pihak menganggap bahwa dekrit tersebut inkonstitusional. Seruan itu disebut ―Mosi Integral Natsir. Kembali ke UUD 1945—1966 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959) Di dalam UUDS 1950 ditetapkan keharusan mengadakan Pemilu untuk memilih wakil-wakil rakyat. Mengingat perdebatan tersebut berpotensi membahayakan negara karena muncul berbagai front yang menggambarkan aliran politik yang panas akibat perdebatan itu.

53%) Keppres dari 401 yang tidak dimuat dalam Lembaran Negara sehingga secara umum tidak dapat disebut sebagai peraturan dalam perundang-undangan. yuridisitas. terdapat 351 (87. tindakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau kepentingan umum. policy rules) tetapi disusupkan dalam materi muatan Keppres sebagai peraturan umum (regeling). policy rules) yang melanggar asas larangan melampaui wewenang selama 12 tahun berturut-turut. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum (Mahfud MD. Berdasarkan peraturan-peraturan yang ada. sedangkan pada era Orde Baru. otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. Tindakan pemerintah harus memenuhi legitimasi. Keppres yang melanggar asas larangan melampaui wewenang tersebut terjadi karena 1) adanya pertentangan dengan peraturan perundang-undangan.‖ juga melahirkan pemerintahan yang otoriter.e. terutama pelanggaran terhadap hak-hak sipil dan hak-hak politik rakyat. 2) materi muatan yang bukan merupakan materi muatan Keppres. Periode UUD 1945 Masa Orde Baru 1966—1998 Pemerintahan Orde Baru yang semboyannya ―Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. terdapat 56 dari 224 Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. 3) pelaksanaan wewenang Menteri yang dilakukan Presiden. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. 35 . dan 4) materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Hasil penelitian Erliyana menunjukkan penyimpangan di masa Orde Baru itu. Artinya. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. Penelitiannya itu dilakukan terhadap Keputusan Presiden (Keppres) RI dalam kurun waktu dari tahun 1987 hingga 1998. Pada era Orde Lama. Ketiga. Pada masa Orde Baru sistem politik yang dibangun adalah korporatis atau rezim militer-teknokratis. Yang membedakan otoriterisme Orde Lama dan Orde Baru adalah cara membangun sistem itu. tidak boleh melawan hukum—baik formal maupun materil dalam arti luas—dan tidak boleh melampaui/menyelewengkan kewenangan menurut undang-undang. ada 13 Keppres yang mengandung penyusupan materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. policy rules) yang dibuat sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 1998 (12 tahun). menemukan hal-hal berikut. Kedua. dan legalitas. 2005: 113—155). Pertama.

Temuan lain adalah yang menyangkut perkara yang diputus Pengadilan Tata Usaha Negara dengan Presiden sebagai Tergugat dan Keppres sebagai objek gugatannya. baik pada tingkat pertama. dan digantikan oleh B. atau peraturan kebijakan (beleidsregel. keputusan (beschikking). f. melainkan merupakan wewenang Mahkamah Agung untuk melaksanakan Hak Uji materil (Erliyana. Oleh karena itu. Periode UUD 1945 Periode 21 Mei 1998—19 Oktober 1998 Munculnya gerakan reformasi pada tahun 1998 merupakan akumulasi dari kekecewaan atas kondisi rakyat Indonesia yang kian terpuruk karena dilanda krisis yang berkepanjangan. Dari segi materi muatan. Krisis itu bukan hanya di bidang ekonomi dan moneter saja. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983. dan hukum. Seluruh gugatan kandas karena dari awal sudah dinyatakan bukan wewenang Pengadilan Tata Usaha Negara. ekonomi. 2005: 192—195). Desakan ini memuncak pada tuntutan agar dilakukan Sidang Istimewa MPR dan tuntutan (terutama oleh mahasiswa) agar Presiden Soeharto mundur. policy rules). policy rules). maupun kasasi. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI. terlebih dahulu harus meminta pendapat rakyat melalui referendum. Akibat krisis tersebut muncul desakan agar segera dilaksanakan reformasi menyeluruh terutama di bidang politik. dan 3) bersifat kebijakan sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. melainkan juga di bidang politik. 2) bersifat ketetapan atau penetapan sebagai keputusan (beschikking). 2) Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. Keppres dapat dibedakan atas yang 1) bersifat mengatur atau sebagai peraturan umum (regeling). UUD 1945 disakralkan sebagai konstitusi dengan pemberlakuan sejumlah peraturan yang mempersulit usaha untuk mengubahnya. J. banding. Pada masa Orde Baru. Pertimbangan hukum Majelis Hakim. Peraturanperaturan itu. Habibie yang pada waktu 36 . antara lain. 3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. ialah 1) Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945 dan tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya. seluruh Keppres yang dijadikan objek gugatan oleh hakim dinilai sebagai ―peraturan perundangundangan‖ yang memiliki derajat sama dengan undang-undang. belum memilah Keppres dengan rinci sebagai peraturan umum (regeling).

Konstruksi pemikiran atas munculnya otoriterisme yang dibangun 37 . Pada periode pertama (1945-1949) pemerintahan tampil dengan sentralisasi kekuasaan yang—oleh golongan muda ketika itu—dianggap bersifat fasis karena Presiden memegang seluruh kekuasaan lembaga negara berdasarkan Aturan Peralihan. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. 25 dari 37 pasal UUD 1945 adalah interpretatif sehingga perlu disempurnakan.itu menjabat Wakil Presiden. Pada saat berakhirnya masa transisi pada tanggal 19 Oktober 1999. Sidang Umum MPR 1999 sedang melakukan sidang Perubahan Pertama UUD 1945 pada tanggal 14--21 Oktober 1999. terutama dengan pelanggaran terhadap hakhak sipil dan hak-hak politik rakyat. Soeharto membangun sistem politik yang korporatis atau rezim militer-teknokratis. UUD 1945. Periode baru ini sampai dengan tanggal 19 Oktober 1999 dikenal sebagai masa transisi. Pada era Soeharto. Pada periode inilah Provinsi Timor Timur lepas dari NKRI.. g. Pada periode demokrasi terpimpin (1959—1966) pemerintahan yang dipimpin Presiden Soekarno bertindak otoriter. Inilah yang melatarbelakangi politik di masa Orde Baru yang berupaya melestarikan UUD 1945 (Meliono. Yang membedakan otoriterisme Soekarno dan Soeharto adalah cara membangun sistem itu. Menurut Deliar Noer. Artinya. terutama di kampus-kampus. Pemerintahan Orde Baru juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. bahwa penerapan pasal-pasal UUD 1945 merupakan upaya sentralisasi kekuasaan terutama pada Presiden. Pasal IV. UUD 1945 tidak lagi disakralkan. Periode UUD 1945 yang Diamandemen 1998—sekarang (Reformasi) Pada masa reformasi. otoriterisme dibangun melalui celah-celah yang dibuka oleh UUD 1945 itu sendiri. pelanggaran terhadap konstitusi dilakukan dengan dikeluarkannya berbagai Penetapan Presiden (Penpres) yang jelas-jelas inkonstitusional karena berada di luar ketentuan UUD 1945. misalnya. Pada era Soekarno. otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. Wacana amandemen terhadap UUD 1945 didasarkan pada suatu kenyataan sejarah selama masa Orde Lama dan Orde Baru. dll. Dalam bidang konstitusi dan hukum. Berdasarkan hasil studi oleh sejumlah pakar konstitusi dan ketatanegaraan. 2010: 136).

tidak mungkin sebuah konstitusi dapat lahir tanpa perdebatan dan kontroversi. Wheare. kecuali dalam keadaan tidak normal ketika sebuah konstitusi ditetapkan secara sepihak oleh suatu kekuatan penguasa. konstitusi adalah resultante atau kesepakatan politik bangsa melalui para pembuatnya (misalnya konstituante atau badan legislasi) sesuai dengan situasi tempat. UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen) dalam kurun waktu 1999—2002 yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR. Oleh karena itu. MPR dalam sidang istimewa tahun 1998 terlebih dahulu mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum. Munculnya kontroversi pada masa sebelum. Oleh sebab itu adalah suatu keniscayaan apabila dalam membuat kesepakatan politik itu terjadi kontroversi. Pada era reformasi. dan melaksanakan konstitusi dengan sebaik-baiknya. apabila sebuah resultante atau kesepakatan politik sudah dicapai melalui prosedur yang sah. 2) Perubahan Kedua (Sidang Umum MPR tanggal 7—18 Agustus 2000). ketika. Konstitusi mempunyai arti yang sangat penting bagi penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Dengan dicabutnya Ketetapan MPR tersebut. yaitu sikap untuk tunduk kepada. melainkan merupakan upaya untuk menyempurnakannya tanpa harus menggantikannya. 3) Perubahan Ketiga (Sidang Umum MPR tanggal 1—9 November 2001). Sebelum melakukan amandemen. Sidang istimewa itu juga membuat Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI hanya dua kali. perlu dikedepankan sikap konstitusional. Dalam menyikapi kontroversi yang terjadi dalam proses pembentukan atau perubahan konstitusi. Perubahan-perubahan itu ialah 1) Perubahan Pertama (Sidang Umum MPR tanggal 14—21 Oktober 1999). dan 4) Perubahan Keempat (Sidang Umum MPR tanggal 1—11 Agustus 2002). 3) terlalu banyak memuat atribusi kewenangan untuk mengatur hal-hal penting yang diberikan kepada lembaga legislatif. Tujuan dilakukannya amandemen bukanlah untuk mengganti UUD 1945 sama sekali. 38 . Menurut K. MPR tidak perlu lagi meminta pendapat rakyat untuk mengubah UUD 1945.berdasarkan peluang yang ada di dalam UUD 1945 ialah bahwa UUD 1945: 1) menganut sistem yang executive-heavy (meletakkan tumpuan kekuasaan pada Presiden). serta perlindungan hak-hak rakyat. C. dan sesudah perubahan UUD 1945 adalah suatu hal yang wajar sebagai wujud dari demokrasi. 2) memuat pasal-pasal yang ambigu (multi-tafsir).

tidak ada satu pun lahir UU yang berasal dari hak inisiatif DPR. UUD memuat masalahmasalah HAM secara rinci. Dulu tidak ada peluang untuk itu karena diasumsikan bahwa UU itu tidak dapat dibatalkan melalui peninjauan judisial ( judicial review) melainkan hanya dapat dibatalkan dengan peninjauan legislatif (legislative review). antarmasyarakat. misalnya yang berkaitan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat. sudah lebih dari 30 UU yang lahir berdasarkan hak inisiatif DPR. hingga saat ini. kehidupan demokrasi tumbuh lebih baik. antarkeluarga. dulu kekuasaan membentuk UU terletak di tangan Presiden. kamu tidak dapat berbuat untuk negara. 3. dalam praktik politik. demokrasi harus tetap bersama-sama dengan nomokrasi. dan antarbangsa. Oleh karena itu. beberapa kemajuan telah dicapai. Ketiga. sekarang Presiden tidak dapat lagi berbuat sewenang-wenang.Setelah UUD 1945 diubah. DPR menjadi lebih berdaya. Konsep ini 39 . sekarang pengujian UU terhadap UUD dapat dilakukan. namun harus melalui prosedur yang tidak mudah. namun sekarang berada di tangan DPR sehingga.‖ maka perebutan ruang hidup menjadi hal yang selalu terjadi dan menimbulkan konflik antarmanusia. Negara dalam Arti Wilayah Berkaitan dengan pernyataan bahwa ―Orang dan tempat tinggalnya tidak dapat dipisahkan. yang sebelum diamandemen hanya mengaturnya secara sumir (Mahfud MD. apabila kita simak instruksi Kanselir Frederick Agung dari Prusia kepada para jenderalnya: ―Bila kamu tidak tahu tentang wilayah. yaitu antarindividu. melainkan juga karena Presiden dimungkinkan untuk diberhentikan melalui penilaian politik dan penilaian hukum dengan alasan-alasan tertentu yang disebutkan di dalam UUD. Namun. karena demokrasi tanpa nomokrasi dapat menimbulkan kekacauan atau anarkisme. Konsep wawasan kebangsaan tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX. Pada era reformasi. agar suatu bangsa dapat mempertahankan ruang hidupnya. bukan hanya karena masa jabatannya yang dibatasi menjadi hanya dua kali. Keempat. Kedua. Pertama. sebagai perwakilan rakyat. maka bangsa itu harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan kebangsaan/wawasan nasional. 2009: 113—155). Pada masa Orde Lama maupun Orde Baru. Oleh karena itu tidaklah salah. Sekarang lembaga legislatif harus berhati-hati atau tidak dapat sembarangan dalam membuat UU karena produk legislasi pada saat ini sudah dapat diuji oleh lembaga yudisial yaitu Mahkamah Konstitusi. 1973: 167). Kelima. antara lain yang berikut. selain kesalahan fatal‖ (Collins.

Menurutnya. dalam arti distribusi kekuatan. C. terutama para pemuda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. adalah ―rencana aksi untuk mengakhiri keinginan bersama dan dapat diukur hasilnya‖ (Collins. Wilie. menurut Laksda (USN) J. Ketiga konsep tersebut hendaknya dipahami benar oleh segenap bangsa Indonesia. namun harus dilakukan sepanjang hayat. yang pada mulanya membahas geografi dari segi politik negara. Oleh karena itu dalam pembahasan masalah wawasan nasional. kemudian negara—dan adanya kemajuan teknologi. Teori mereka ditulis ulang dan menjadi disertasi Karl Haushofer yang menitikberatkan pembentukan ruang dan kekuatan. yang merupakan pelaksaan dari geopolitik. Strategi. perlu dilakukan pengkajian mengenai siapa ―mitra strategi‖ dan ―apa lingkungan strategi‖ yang akan mempengaruhi politik Indonesia. Politik nasional dan strategi nasional merupakan proses kegiatan untuk mewujudkan kondisi sistem kehidupan nasional. Gagasan itu diperkuat oleh tulisan Rudolf Kjellen yang mengatakan bahwa untuk berkembang diperlukan kekuatan dan intelektual bangsa. Konsep wawasan nasional harus ditindaklanjuti melalui pembuatan konsep geostrategi. Konsep geopolitik dan geostrategi berkembang seiring dengan kesadaran manusia untuk berbangsa dan bernegara—mulai dari terbentuknya bangsa. Selanjutnya berkembang konsep politik. pada hamparan geografi negara. 1973: 15). Pada konsep geostrategi. Dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah ―dunia ideal‖ yang kita kejar. Dalam hal ini keinginan bersama adalah politik nasional. Perang Dunia I sebenarnya merupakan upaya negara Eropa Barat/sekutu untuk membangkitkan gerakan nasionalisme Eropa Tengah dan Eropa Timur serta Asia dari kekuasaan dinasti yang 40 . Geostrategi adalah ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu ―baru‖ dicurigai sebagai upaya pembenaran atas konsep ruang (Sunardi. Teorinya itu kemudian menjadi wawasan nasional Jerman. Untuk keperluan tersebut perlu disusun pedoman pelaksanaan yang dikenal sebagai politik nasional dan strategi nasional.dikenal sebagai geopolitik. yang terpuruk pasca-Perang Dunia I. perbatasan negara hanya bersifat sementara sehingga teorinya dikenal sebagai Teori Kekuatan. Gagasan awal geopolitik ditulis oleh Friedrich Ratzel yang mengatakan bahwa terbentuknya negara ibarat pertumbuhan makhluk hidup yang membutuhkan ruang untuk pertumbuhannya. 2004: 157). di samping sejarah terjadinya konsep wawasan nasional perlu pula dibahas teori geopolitik serta implementasinya. seperti teori Charles Darwin. Upaya mencapai tujuan nasional bangsa perlu dilakukan melalui strategi-strategi yang tidak dapat dilakukan secara singkat.

sedang berkuasa (Habsburg dan Romanov). Mereka juga ingin mengerdilkan dinasti Usmaniah (Ottoman) yang menguasai wilayah Balkan, Jazirah Arab, dan Afrika Utara. Pokok-pokok teori Haushofer adalah yang berikut: 1) negara harus mempunyai ruang hidup ―cukup‖; 2) negara harus swasembada; dan 3) dunia dibagi atas empat pan-region dan setiap pan-region harus dipimpin dan dikendalikan oleh bangsa (ras) unggulan. Keempat panregion adalah benua Eropa-Afrika (Jerman); wilayah Rusia-India (Rusia); wilayah Asia Timur, termasuk Australia (Jepang); dan benua Amerika (Amerika Serikat). Konsep yang bernuansa rasialis ini benar-benar dihayati oleh ras Austro-Jerman. Namun teori Haushofer didahului beberapa doktrin wawasan yang bersifat pembangunan kemitraan berkaitan dengan perkembangan teknologi transportasi, telekomunikasi, dan kesenjataan. Wawasan Maritim yang dikembangkan oleh Walter Raleigh berkaitan dengan teknologi kapal dan kepelabuhanan Inggris yang lebih unggul dari Spanyol dan Portugis. Pada wawasan maritim ini orientasi commodities berubah. Konsep itu, antara lain, ialah: ―Siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan; siapa yang menguasai perdagangan akan menguasai kekayaan dunia—artinya, akan menguasai dunia.‖ Konsep itu menggambarkan perebutan ruang hidup dan laut secara fisik yang tidak dapat dihindari. Negara pantai yang lemah akan dikuasai oleh Inggris. Sampai dengan Perang Dunia II, Inggris mengobarkan semangat bangsanya dengan semboyan ―Britain rules the waves.‖ Alfred T. Mahan mengemukakan bahwa ―Sumber daya laut, termasuk akses ke laut, harus dipertahankan dan dimanfaatkan.‖ Konsep ini menyebabkan orang berlomba-lomba mengeksploitasi sumber daya laut sesuai dengan konsep rezim klasik hukum laut yang beranggapan bahwa laut merupakan hak bersama (common heritage of mankind) dan pemikiran bahwa yang datang duluan mendapat hak duluan (first come first served). Wawasan kontitental dikembangkan oleh Halford Mackinder yang beranggapan bahwa kekayaan dunia terdapat di ―Pulau Dunia‖ yang meliputi benua Eropa, Asia, dan Afrika. Wilayah dunia yang lain disebut kepulauan dan samudera. Dalam Pulau Dunia wilayah dibagi atas daerah Jantung dan daerah Bulan Sabit, yang meliputi pantai-pantai Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Selatan dan Eropa Barat. Kekayaan dunia ada di daerah Jantung—kira-kira Siberia sekarang. Untuk menguasai daerah Jantung perlu dibangun kekuatan darat. Nicholas Spijkman memperbaiki teori di atas dengan teori Daerah Batas. Menurutnya, wilayah dunia terdiri atas: 1) daerah jantung (pivot area); 2) Offshore Continent Land yaitu

41

daerah pantai Eropa dan Asia; 3) Oceanic Belt (pulau dan pantai di luar pantai Eropa-Asia) termasuk daerah ini Afrika Selatan: dan 4) The New World (benua Amerika). Wilayah yang akan menjadi daerah penting adalah Offshore continent land. Wilayah ini merupakan pusat pergolakan dunia karena memiliki sifat maritim dan kontinental. Sedangkan Amerika merupakan daerah aman dari pergolakan karena untuk menuju Amerika dibutuhkan teknologi maju. Seiring dengan kemajuan teknologi dirgantara, manusia mulai membangun kekuatan udara dan menghendaki pembentukan Angkatan Udara (AU) yang terpisah dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Alasan utamanya adalah AU dapat beroperasi sendiri dan mampu menghancurkan musuh di kandang sendiri. Kemenangan terakhir ada pada AU.

a. Ciri Khas Wilayah Indonesia Secara formal bangsa Indonesia menjadi negara sejak Proklamasi Kemerdekaan. Wujud keformalan Indonesia adalah berupa 1) rakyat, 2) wilayah (eks Hindia Belanda), 3) kedaulatan (sejak Proklamasi Kemerdekaan), 4) pemerintah (sejak terpilihnya Presiden), 5) tujuan negara (mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila), dan 6) bentuk negara yang berupa negara kesatuan. Negara dalam arti wilayah dapat dibedakan atas 1) negara daratan yang berbatasan dengan daratan negara tetangga dan 2) negara yang berbatasan dengan laut, yang dapat dibedakan atas: a) negara pantai, b) negara pulau, dan c) negara kepulauan. Menurut regim hukum laut klasik, laut menjadi pemisah dari pulau-pulau. Akibat ketentuan rezim hukum itu, Indonesia dan banyak negara nasional baru, yang merdeka pasca-Perang Dunia II, menjadi tidak utuh. Agar utuh dan menjadi satu entitas, Indonesia mengeluarkan Deklarasi Pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda, pada tanggal 13 Desember 1957 yang menginginkan pembaharuan ―asas negara kepulauan‖. Dengan semakin banyaknya negara merdeka yang baru, maka melalui Sidang Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea, UNCLOS) pada tahun 1982 di Montego Bay, Jamaica, perjuangan tersebut baru berhasil, setelah 25 tahun. Merujuk pada Pasal 46 UNCLOS 1982, Negara Kepulauan ialah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu kepulauan atau lebih yang dapat mencakup pulau-pulau lainnya. Istilah ―kepulauan‖ diartikan sebagai suatu gugusan pulau. Yang termasuk gugusan pulau adalah pulau-pulau, perairan, dan lain-lain wujud alamiah, yang hubungan satu sama lainnya

42

sedemikian erat sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau secara historis dianggap demikian.

b. Geopolitik Indonesia Ciri khas Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah bahwa NKRI 1) merupakan negara kepulauan; 2) berada di antara dua samudera, yaitu samudera India dan Pasifik, dan di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia; serta 3) berada di bawah lintasan Geostationary Satelite Orbit (GSO) sepanjang 12,8 % GSO bumi. Ciri khas ini menghendaki bangsa Indonesia memiliki cara padang yang sama dalam upaya mengelola wilayah. Oleh karena itu disusunlah doktrin Geopolitik Indonesia yang merupakan kesatuan pandang bangsa tentang diri dan lingkungannya. Geopolitik Indonesia disebut Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka, dan lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada awal era reformasi istilah Wawasan Nusantara menjadi tidak populer. Para elit politik enggan menggunakan istilah ini sehingga tidak tercantum lagi dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 (yang terakhir) sebagai wawasan bangsa Indonesia. Tujuan Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional yang dikenal sebagai ―astagatra‖. Astagatra meliputi geografi, demografi dan sumber daya alam yang merupakan aspek potensi alamiah serta ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan militer (kini pertahanan-keamanan), yang merupakan aspek potensi sosial yang turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Oleh karena itu hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan yang merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi, dan potensi geografi dan pedoman pola tindak dan pola pikir kebijaksanaan nasional. Wawasan Nusantara sebagai paradigma sistem kehidupan bangsa Indonesia diurutkan sebagai berikut: 1) Pancasila sebagai filsafat, ideologi bangsa dan dasar negara; 2) UUD-1945 sebagai konstitusi negara; 3) Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia; 4) Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan negara Indonesia; dan 5) Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional.

43

dianjurkan. 2) pola dasar pemanfaatan lingkungan yang ada hubungan erat dan saling terkait serta tergantung antara masyarakat dengan ruang hidupnya. benua maritim. Berdasarkan keempat peran itu Wasasan Nusantara dipakai sebagai 1) pola dasar perencanaan pembangunan nasional. Konsep itu disebut Ketahanan Nasional. Geostrategi Indonesia Untuk melaksanakan konsep Wawasan Nusantara. 3) pola dasar implementasi konsep pertahanan-keamanan untuk menjamin segenap wilayah Indonesia. Tanah air berarti bahwa tanah dan air merupakan satu maujud atau entitas yang utuh. Gagasan konsep ketahanan nasional berawal dari pidato Presiden Soekarno di Kotaraja—kini Banda Aceh—pada tanggal 16 Juni 1948. segenap aspek kehidupan nasional. Dunia nyata yang harus diwujudkan tidak lain adalah konsep geostrategi Indonesia. 2) menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan. c. yaitu ikut serta dalam upaya perdamaian dunia. Konsep Wawasan Nusantara merupakan gambaran ―dunia ideal‖ yang kita kejar dan hendaknya diikuti oleh konsep ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. dan 4) pedoman melaksanakan salah satu tujuan nasional. Benua maritim berarti bahwa air diperlakukan sebagai penyambung daratan dan bukan sebagai pemisah. disusunlah konsep geostrategi yang disebut ketahanan nasional. Konsep Presiden Soekarno itu menekankan pentingnya penyusunan konsep ketahanan jiwa bangsa (Basry. Dengan implementasi konsep pertahanan dan keamanan segenap wilayah Indonesia.Yang dimaksud dengan doktrin adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. Doktrin dasar merupakan doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat filosofis. 50-51). Hakikat laut tidak dapat dibagi-bagi tetapi dapat dibedakan dalam rezim hukum yang mengaturnya. dalam rangka meninjau wilayah Indonesia yang tidak diduduki oleh Pemerintah Belanda (NICA). dan 4) merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian. dan diterima sebagai kebenaran. Wawasan Nusantara berperan untuk 1) mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras. 3) menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. 44 . dan hakikat laut. 1995. bangsa Indonesia diharapkan mampu memberi makna kepada tanah air.

dan 3) kelemahan pada salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan pada gatra lainnya dan akan mempengaruhi kondisi keseluruhan. sosial budaya. dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional). politik. menurut Brigjen TNI Haryomataram. Ketiga.Setelah pengakuan kedaulatanan pada 1949. kekayaan alam. Konsep ketahanan nasional merupakan konsep pengaturan keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan nasional. ketahanan nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial (ideologi. serta pertahanan-keamanan). ekonomi. garis besar pembangunan politik Indonesia adalah “nation and character building‖. masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebuah koin. Ketahanan Nasional diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan. dan kemampuan penduduk) dan pancagatra berupa aspek kekuatan sosial (ideologi. Prinsip perang dan damai bangsa Indonesia menjadi satu bagian 45 . 1980: 227). baik yang datang dari luar maupun dari dalam. yang langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia (Panitia LEMHANNAS. konsep ketahanan nasional meliputi masa damai maupun masa perang. serta kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman. 1980: 85). Konsep yang dihasilkan pada tahun-tahun 1968 dan 1969 pada awalnya hanya berlaku di Indonesia. bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik (keamanan) sebagai prioritas selanjutnya. Konsep Ketahanan Nasional disusun dengan sistematika seperti dalam konsep Wawasan Nusantara: Astagatra yang terdiri dari trigatra yaitu aspek kekuatan alamiah (geografi. Pertama. Dalam konsep ini. Namun. Pancasila digunakan sebagai kerangka pikir yang komprehensifintegral. ekonomi. politik. sosial budaya. dan pertahanan-keamanan) dengan ketentuan sebagai berikut. Kedua. konsep yang disempurnakan tahun 1972 diharapkan dapat diterapkan di negara-negara sedang berkembang (Panitia LEMHANNAS. Oleh karena itu. yakni pembangunan jiwa bangsa. Bung Karno pada tahun 1965 mendirikan Lembaga Pertahanan Nasional (kini Lembaga Ketahanan Nasional) yang bertugas mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional dan menghasilkan konsep Ketahanan Nasional. Hubungan antargatra dalam astagatra dapat digambarkan demikian: 1) trigatra dan pancagatra merupakan satu kesatuan yang bulat. 2) ketahanan nasional pada hakikatnya tergantung pada kemampuan bangsa dan negara dalam memanfaatkan trigatra sebagai modal dasar peningkatan pancagatra.

Yang tidak boleh dilupakan adalah kehendak rakyat kepulauan nusantara untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia. Menghadapi berbagai kecenderungan regional maupun global. Kedaulatan berkerakyatan berarti bahwa dalam upaya menyelenggarakan kehidupan kenegaraan kita dituntut hidup berdemokrasi yang sesuai dengan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. negara kebangsaan yang berketuhanan.integral dengan sifat-sifat 1) cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Regional diartikan sebagai kawasan sekitar kita (Sunardi. Oleh karena itu masalah desentralisasi perlu dibahas dengan saksama agar kita tidak terjebak dalam pengertian desentralisasi yang mengarah kepada bentuk negara federal. Untuk itu perlu direnungkan makna negara menurut Pancasila. 2) tidak mengenal menyerah. yaitu negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya. khususnya negara-negara demokrasi liberal yang sudah mapan dengan liberalisasi perdagangan dan demokrasi politik. 4. berkeadaban. berkerakyatan. Artinya. Kekuatan sosial yang terbina dengan baik secara persuasif akan mampu mengajak masyarakat untuk membangun kekuatan fisik untuk kesejahteraan dan keamanan negara dan bangsa. dan berkeadilan sosial. yang dikonotasikan dengan era sebelumnya—Orde Lama dan Orde Baru. konsep ketahanan nasional juga ―tersisih‖ di era Reformasi karena keengganan elit politik untuk membicarakan konsep ini. dan 3) rela berkorban untuk tanah air. Seperti halnya konsep Wawasan Nusantara. Kita tidak dapat melawan ―serbuan‖ negara-negara maju. Asas kedaulatan rakyat bangsa Indonesia telah digariskan di dalam sila keempat Pancasila. Negara dalam Arti Institusi/Organisasi Negara Bentuk Negara Republik Indonesia adalah negara persatuan. konsep geopolitik dan geostrategi perlu ditindaklanjuti dengan menyiapkan konsep ketahanan regional. negara Indonesia bukan negara federasi melainkan negara kesatuan yang kekuasaan utamanya berada di tangan Pemerintah Pusat. Hakikat negara Pancasila adalah negara persatuan. negara integralistik. Makna ―kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan‖ adalah bahwa demokrasi kita tidak meniru demokrasi Barat 46 . bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik sebagai prioritas selanjutnya. 2004: 212) dan sekaligus merupakan lingkungan dan mitra strategis kita. demikian Penjelasan Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu.

sebagaimana dinyatakan dalam doktrin Trias Politica. Kedua blok ini berupaya menyeret negara-negara merdeka ―baru‖ yang dikenal sebagai negara sedang berkembang untuk bergabung dengan mereka masing-masing. Pemisahan kekuasaan di Indonesia adalah pemisahan lembaga-lembaga negara secara horizontal menurut fungsinya. yang dikenal sebagai blok Barat. a. dan blok komunis atau demokrasi sosialis yang dikenal sebagai blok Timur. Perwakilan golongan meliputi alim ulama (ahli agama). pengambilan keputusan dilakukan melalui perwakilan. yaitu kekuasaan legislatif (kekuasaan 47 . Bangsa Indonesia lebih menekankan keserasian hidup sehingga lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan. dan Afrika. dan kebijakan tindakan dari negara tentang pembinaan dan penggunaan segenap potensi nasional. Asia. Ini menandakan bahwa kita selalu menjaga keserasian hidup. Pembahasan politik nasional Indonesia mencakup pemisahan kekuasaan (separation of power). Pasca-Perang Dunia II.yang berwatak idividualistik. perlu disimak latar belakang perkembangan politik di jaman modern—tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara Eropa. Doktrin itu membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bagian. Oleh karena itu perlu direnungkan makna peribahasa ―Bulat air karena pembuluh. adat. Dalam melakukan musyawarah dan mufakat diperlukan setidaknya tiga pilar yang mewakili kepentingan masyarakat. Undang-undang Dasar kita menghendaki Negara Republik dengan sistem pemerintahan presidensial dengan pemisahan kekuasaan negara dalam tiga bagian. haluan. baik untuk mencapai tujuan nasional. atau demokrasi sosialis yang lebih mengutamakan golongan/komunal daripada individu. serta masalah pemerintahan). usaha. tetapi juga perwakilan golongan. Dalam membahas sistem pemerintahan di Indonesia. kedaulatan negara. yang tidak harus perwakilan politik saja. penghulu adat (ahli dalam masalah tradisi. Politik Nasional Indonesia Politik nasional Indonesia merupakan asas. termasuk kelembagaan politik. sebagaimana telah disebutkan di atas. dan tujuan negara. Dalam perjalanan sejarahnya penerapan sistem tersebut menjadi tidak murni karena sangat dipengaruhi oleh proses politik dunia pasca-Perang Dunia II. Dalam musyawarah. Bangsa Indonesia mengutamakan ajaran agama dan memberikan penghormatan kepada ketua adat. dunia terpecah dalam dua blok yaitu blok demokrasi liberal. bulat kata karena mufakat‖. cerdik pandai (ahli ilmu pengetahuan. sehingga dalam menyelesaikan masalah bangsa harus melalui upaya saling berhadapan (interface).

yang memiliki kekuasaan eksekutif yaitu menjalankan pemerintahan negara (Pasal 4—17) . dan kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengawasi pelaksanaan undang-undang atau kekuasaan mengadili pelanggaran undang-undang (rule-adjudication function)). Berdasarkan ketentuan UUD NRI Tahun 1945. 2) Pemerintah negara yaitu Presiden serta Menteri dan aparat di bawahnya. tetapi kerja sama di antara fungsi-fungsi tersebut tetap diperlukan untuk kelancaran organisasi (Budiarjo. dan 25). Hal ini memungkinkan adanya saling kontrol di antara lembaga-lembaga tersebut dalam permasalahan yang 48 . UUD NRI Tahun 1945.membuat undang-undang (rule-making function)). Pembatasan tersebut juga menunjukkan pembagian kewenangan pada beberapa lembaga tinggi negara sehingga kewenangan tidak didominasi oleh satu lembaga saja. dan ada satu lembaga tinggi negara baru yang dibentuk yaitu Mahkamah Konstitusi (MK). Penafsiran Trias politica tidak lagi sebagai pemisahan kekuasaan tetapi sebagai pembagian kekuasaan. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan yudikatif yaitu mengawasi pelaksanaan undang-undang (Pasal 24. Fungsi dan kekuasaan negara itu tidak dibagi secara terpisah dalam tiga lembaga saja tapi didistribusikan ke dalam enam lembaga tinggi negara. 24A—24B. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan legislatif yaitu membentuk undang-undang (Pasal 19—22). dan 6) Mahkamah Konstitusi (MK). yang sebelumnya mempunyai kekuasaan konsultatif bagi Presiden. Artinya. 5) Mahkamah Agung (MA). kekuasaan yang ada pada negara didistribusikan kepada 1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang (rule-application function)). hanya fungsi pokok yang dibedakan menurut sifatnya dan diserahkan kepada badan yang berbeda. 4) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 3) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 2008: 151—155). Pendistribusian kekuasaan negara pada lembaga-lembaga tinggi negara di atas merupakan bentuk pembatasan antar-lembaga secara horizontal atau sederajat. Implementasi pembagian kekuasaan di Indonesia merupakan varian dari Trias Politica sesuai dengan konstitusi Indonesia. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan konstitutif yaitu kekuasaan membentuk Undang-Undang Dasar (Pasal 2 dan 3). Setelah UUD 1945 diamandemen—sampai amandemen keempat—ada satu lembaga tinggi negara yang dihapuskan yaitu Dewan Pertimbangan Agung (DPA). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan menguji Undang-Undang Dasar (Pasal 24C dan 25). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan inspektif yaitu melakukan pemeriksaan keuangan negara (Pasal 23 E—23 G).

Badan yudikatif merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. beserta menteri-menteri. Dalam konsep politik. Kaum birokrat secara terusmenerus memperluas ruang lingkup kekuasaannya sehingga sulit dikendalikan. laut. Harold Laski tidak setuju dibentuk birokrasi dan mengatakan bahwa kekuasaan kaum birokrat tidak mudah dikendalikan oleh lembaga-lembaga demokratis. dan para menterinya. pemisahanan tidak mungkin dapat dilaksanakan sepenuhnya. ketiga cabang kekuasaan harus benar-benar dipisahkan (Budiardjo. pegawai negeri sipil. hanya melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan oleh badan legislatif. sehingga pada zaman modern ini yang ada adalah distribusi kekuasaan saja. Berikut ini uraian mengenai lingkup kewenangan dari beberapa lembaga negara tersebut di atas. yakni hanya mencakup kepala negara. Tetapi pada kenyataannya badan eksekutif lebih luas ruang geraknya dibandingkan dengan badan legislatif. Di negara demokrasi biasanya badan eksekutif terdiri dari kepala negara atau kepala pemerintahan. Dalam konsep trias politika klasik.berkaitan. Terdapat kontroversi mengenai perlu tidaknya dibentuk birokrasi. Oleh karena itu tidak terelakkan bahwa kaum ahli perlu ditunjuk. Di sisi lain. Pengendalian dilakukan oleh pemerintah melalui ilmu pengetahuan. kepala pemerintahan. dan udara. badan yudikatif sebenarnya berperan juga sebagai penguji peraturan perundang-undangan (judicial review). Max Weber setuju dengan adanya lembaga ini dan menyatakan bahwa birokrasi mampu mencapai efisiensi yang paling tinggi dan bentuk administrasi yang paling rasional karena birokrasi merupakan pelaksana. menurut tafsiran tradisional asas trias politika. Artinya. Pemerintah atau badan eksekutif adalah organisasi yang berwenang merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk dalam suatu wilayah. Tugas badan eksekutif. 2008: 200). yaitu angkatan darat. adalah bagian dari birokrasi yang harus langsung di bawah Kepala Negara bukan di bawah Kepala Pemerintahan. Pada kenyataannya. Pemerintah bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan negara. hanya fungsi pokoknya saja yang dipisahkan sedangkan fungsi lainnya yang bersifat 49 . Untuk memperlancar tugasnya dibentuklah badan pelaksana yang bersifat permanen dan profesional yakni birokrasi. Birokrasi dibangun untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi yang bersifat teknis yang tentu tidak dapat ditangani oleh para politisi. dan militer. Dalam buku ini pengertian badan eksekutif dipersempit. Dalam kaitan ini militer.

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas provinsi dan setiap provinsi dibagi atas kabupaten dan kota. Untuk menjalankan pemerintahan daerah dengan otonomi seluas-luasnya. DPR dan DPD hasil Pemilihan Umum 2004 dan 2009. Badan legislatif adalah badan yang membuat undang-undang. DPR Hasil Pemilu (1956—1959). DPR Gotong-Royong (Demokrasi Pancasila) (1966— 1971) DPR hasil Pemilihan Umum secara periodik (1971—sekarang). yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (Pasal 2. Mahkamah Konstitusi berfungsi menguji UU terhadap UUD. DPR dan Senat RIS (1949—1950). memutuskan sengketa kewenangan lembaga yang kewenangannya diberikan UUD—termasuk membubarkan partai politik—dan perselisihan hasil pemilihan umum. 50 . Mahkamah Konstitusi (MK). keluhuran. DPR Peralihan (1959—1960). MK wajib memberikan pendapat atas pendapat DPR tentang dugaan pelanggaran oleh Presiden. Badan legislatif di Indonesia adalah Volksraad (1912—1942). Ini disebabkan semakin kompleksnya tugas-tugas kenegaraan.teknis dari ketiga cabang tersebut terjalin satu sama lain. bentuk dan susunan badan-badan legislatif berbeda pada tiap negara. DPR Sementara (1950—1956). Merujuk kepada UUD 1945 amandemen keempat tahun 2002. serta perilaku hakim. Menurut teori yang berlaku maka rakyatlah yang berdaulat dan mempunyai suatu kemauan. Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan perbantuan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan Komisi Yudisial. DPR Gotong-Royong (Demokrasi Terpimpin) (1960—1959). Indonesia kini memiliki tiga badan yudikatif yakni Mahkamah Agung (MA). Komisi Yudisial mempunyai kewenangan untuk mengusulkan Hakim Agung dan kewenangan lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. martabat. Komite Nasional Indonesia (1945—1949). dan daya saing daerah. dibentuklah pemerintah daerah yang terdiri atas kepala daerah dan perangkat daerah dan DPRD. b. UU Nomor 32/2004). Dalam kenyataannya. Mahkamah Agung berfungsi menyelenggarakan peradilan termasuk menguji materi perundang-undangan di bawah UU. Anggotanya dianggap mewakili rakyat. Badan legislatif dianggap merumuskan kemauan rakyat dengan jalan menentukan kebijakan umum (public policy) yang mengikat seluruh masyarakat. pelayanan.

perencanaan. Pinjaman Daerah yang bertujuan memperoleh sumber pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. keikutsertaan dalam pemeliharaan keamanan. Dana untuk keperluan pembinaan wilayah meliputi Pendapatan Asli Daerah (pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah) Dana Perimbangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. konservasi. dan keikutsertaan dalam pertahanan kedaulatan negara (Pasal 18. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan dari Pemerintah. Demikian pula kewenangan daerah kabupaten/kota. pengaturan tata ruang. penyelengaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. yustisi. pengaturan administrasi. dan agama (Pasal 10 ayat (3) UU Nomor 32 tahun 2004). dan pengawasan tata ruang. dan pendapatan-pendapatan lain yang ditujukan untuk memberikan peluang kepada daerah untuk memperoleh pendapatan selain yang disebut di atas (UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah). antara lain perencanaan dan pengendalian pembangunan. dan pengelolaan laut. UU Nomor 32 Tahun 2004). UU Nomor 3 Tahun 2004). keamanan. serta penyediaan sarana dan prasrana umum.Urusan pemerintahan yang tidak diturunkan kewenangannya kepada daerah meliputi politik luar negeri. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan wilayah laut sejauh 12 mil laut. eksploitasi. UU Nomor 32 Tahun 2004). Falsafah yang harus diperhatikan oleh seorang pimpinan daerah otonom adalah bahwa Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani dan bahwa rakyat adalah pemberi legitimasi. Oleh karena kebijakannya hendaknya diarahkan kepada pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat dan pengaturan daerahnya menjadi tertib dan berkepastian hukum. diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan atau ke arah perairan kepulauan. namun. Urusan pemerintahan provinsi bersifat pilihan sesuai dengan kondisi dan kekhasan provinsi (Pasal 13. dan wilayah kabupaten/kota memperoleh 1/3 dari wilayah provinsi. dalam skala kabupaten/kota (Pasal 14. pertahanan. tetapi diakui bahwa tidak semua daerah mampu mendanai sendiri jalannya roda pemerintahan. Untuk mendukung jalannya pemerintahan di daerah diperlukan dana. moneter dan fiskal. Ada di antara kandidat kepala daerah yang kurang menguasai ajaran Wawasan Nusantara 51 . Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah provinsi meliputi 16 urusan. Kewenangan atas wilayah laut meliputi pengelolaan sumber daya eksplorasi. pemanfaatan.

dan ras. Pengaruh itu kemudian dapat berubah menjadi pengaruh politik yang berujung pada pemisahan diri masyarakat daerah beranda depan (Sunardi. Secara politis pengaruh efektif dari pemerintah tidak lagi mencakup seluruh wilayah kedaulatan tetapi dikurangi luas wilayah sampai dengan batas beranda depan yang sudah dipengaruhi kekuasaan asing dari seberang perbatasan. Pengaruh asing dapat berawal dari budaya. maka beranda depan merupakan batas imajiner dari dua negara. Di samping itu. Fenomena yang terjadi pada tahun 2011. dan bahkan anak. yaitu terjadinya proses pembiayaan politik. Beranda depan terjadi karena pengaruh dari negara di luar perbatasan. sosial. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah apabila si calon memang benar-benar mempunyai kompetensi yang tinggi. yang berkaitan dengan masalah otonomi daerah adalah kemungkinan kebangkrutan yang dialami sejumlah daerah. Daerah tertinggal menjadi persoalan antar-bangsa bila terjadi di perbatasan antar-negara. misalnya isteri. Daerah ini dikenal sebagai daerah beranda depan (frontier). juga mungkin timbul persaingan yang tidak sehat yang dapat menutup peluang bagi calon lain yang sesungguhnya berpotensi. Sifatnya sangat dinamis dan dapat digeser-geser dan berada di antara masyarakat bangsa. Pimpinan daerah. 2004: 175). Akibat lain dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung ialah munculnya fenomena rezim keluarga. tetapi juga dipicu oleh persoalan yang lebih serius.(geopolitik Indonesia) yang setelah terpilih berupaya meningkatkan pendapatan daerah. yang masuk karena kurang/tidak ditangani oleh pusat pemerintahan dengan baik. suami. Namun. Kebangkrutan terjadi bukan semata-mata akibat buruknya perencanaan anggaran daerah. namun karena tidak melihat potensi wilayahnya secara keseluruhan. Ini dapat terjadi karena calon-calon kepala daerah kurang menyadari bahwa alokasi Anggaran Pendapatan 52 . agama. politisi. ekonomi. Apabila perbatasan (boundary) merupakan sempadan resmi dari dua negara. apabila kualitas kompetensinya rendah maka hal itu akan berdampak pada menurunnya kualitas kepala daerah yang akan terpilih. maupun para pejabat di tingkat pusat. Daerah terisolasi atau tertinggal ini dikenal sebagai daerah pedalaman (hinterland). tidak jarang dapat menyebabkan timbulnya masalah kerusakan lingkungan. hendaknya menyadari dan mendalami makna falsafah otonomi daerah sehingga wilayah yang terpencil tidak menjadi rusak dan terisolasi dari akses nyata maupun maya pada era globalisasi. artinya yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah berasal dari satu keluarga.

negara pemilik perusahaan perkapalan (sea liners). 53 . Lima kekuatan negara tersebut akan saling berkonsultasi apabila terjadi agresi eksternal atau ancaman serangan terhadap Semenanjung Malaysia (Malaysia Timur tidak termasuk wilayah tanggung jawab FPDA) atau Singapura.10 Meskipun urusan luar negeri menjadi urusan pemerintah pusat. ancaman. dan gangguan terhadap Indonesia. Menghadapi negara-negara tetangga.Belanja Daerah (APBD) sangat terbatas. Dari sisi anggaran. Five Power Defence Arrangements adalah serangkaian hubungan pertahanan yang didasarkan atas perjanjian bilateral antara Inggris. Ironisnya. Australia. Indonesia perlu mewaspadai The Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang masih berlaku. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan adalah meningkatkan kemampuan nelayan Indonesia sendiri. 2003: 25). 12 April 2011. yaitu kemampuan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. Selandia Baru. kemampuan nelayan membaca peta laut dan 10 Kompas. Indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. Menghadapi Malaysia dan Singapura. daerah itu seharusnya lebih makmur dibandingkan dengan daerah lain. Ada empat golongan negara yang sangat berkepentingan dengan wilayah kita. dengan perbandingan 60% merupakan belanja atau gaji pegawai. negara dengan armada perikanan besar (salah satu di antaranya Jepang). dan Singapura yang ditandatangani pada tahun 1971. dan negara adidaya yang berupaya memperoleh kemudahan untuk manuver armada militernya dalam rangka melaksanakan strategi global geopolitiknya (Kusumaatmadja. tindakan yang dapat dilakukan setidak-tidaknya adalah mewaspadai silent occupation dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim khusus. Dengan telah disahkannya konsep negara kepulauan oleh PBB tahun 1994 (melalui UNCLOS 1982). Kebangkrutan di daerah menunjukkan telah terjadi penyimpangan berkaitan dengan pemerintahan yang baik (good governance). Menghadapi Australia dengan proyek Australia Maritime Identification Zone (AMIZ)-nya. akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat. Malaysia. misalnya. ada beberapa daerah yang menjadi bangkrut dan tidak dapat membayar gaji pegawai. dan hanya 40% untuk pembangunan. pemerintah daerah harus ikut mewaspadai manuver negara lain yang berkepentingan atas wilayah kita. Kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke perbatasan. timbullah tantangan. yaitu negara-negara tetangga (beberapa negara anggota ASEAN dan Austalia). meskipun telah mendapat dana bagi hasil dari minyak dan gas. Bentuk-bentuk perhatian terhadap rakyat di daerah perbatasan perlu terus dilakukan.

dan perusakan alat navigasi laut. karena pada hakikatnya membuat wilayah kita terbuka akan kontraproduktif dengan Deklarasi Djuanda. 54 . membangun desa pantai yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut.menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. dan menjadikan nelayan sebagai monitor terhadap pengganggu negara dalam hal pencurian ikan. pencemaran lingkungan. kita juga menghadapinya dengan tetap menolak penambahan ALKI. Penambahan ALKI dapat berakibat wilayah kita terbuka kembali sehingga laut Nusantara menjadi laut bebas (high sea). Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi adalah penolakan terhadap penambahan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) oleh International Maritime Organization tetap diteruskan. Dalam pada itu ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia dengan menindaklanjuti pengawasan secara proaktif. Negara adidaya yang sejak semula menentang negara nusantara.

bergabungnya individu dalam satu kelompok kecil atau besar karena yang dianggap adanya kesamaan-kesamaan tertentu akan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan tujuan yang dapat diraih bersama. Awalnya adalah kelompok. Beberapa di antaranya adalah mempersepsi dan dipersepsi sebagai satu kesatuan. dari berbagai cara untuk membangun kesatuan dalam kelompok besar atau bangsa. mereka menghadapi masalah bagaimana membangun rasa kebangsaan. memiliki tujuan yang sama dan anggota merasa dirinya sebagai bagian kelompok (Halida. 1974: 84). 55 . sebagai nilai dasar berperilaku. 2009: 168). Dengan demikian. dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Upaya ini adalah sebuah bentuk kreasi sosial yang bermanfaat bagi pengembangan dan pembedaan kelompok (Tajfel. yang memiliki ciri-ciri dasar khusus. Untuk itu. Bagi banyak negara yang baru saja merdeka dan berdaulat. Karena ikatan-ikatan primordial seperti etnis dan agama tidak dapat dikenakan pada bangsa Indonesia. pada situasi dunia yang dinamis. belum ada. Soekarno menyebutnya sebagai lima nilai dasar atau yang sekarang dikenal sebagai Pancasila. para pendiri bangsa. diajukan pola yang dianggap sama dan dapat diterima oleh semua pihak. mencetuskan ide bahwa nilailah yang dapat menimbulkan rasa kesatuan itu. Yang ada adalah kelompok-kelompok besar berdasarkan etnis dan kelompok berbasis keagamaan. Para pendiri bangsa yang sejak awal menyadari hal ini. khususnya Soekarno. PANCASILA Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa mampu memahami secara kritis nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pada bagian ini pembaca diajak untuk kembali mengingat ikatan dasar dari bangsa Indonesia. Akhirnya.BAB III. karena pada awalnya yang disebut sebagai bangsa Indonesia . dibutuhkan ikatan lain yang dianggap umum sekaligus berbeda dengan bangsa lain.

masing-masing bangsa mempunyai nilainilai yang dianggap paling utama sebagai pandangan hidup bangsa (Rinjin. 2010: 59). dalam berbagai situasi (Rokeach. Dalam konteks bangsa. nyaris dipastikan adanya keselarasan antara nilai dan tingkah laku individu/masyarakat. Berdasar hal itu. Adanya kata “masyarakat” menandakan bahwa nilai yang diutamakan saling berbeda ada kemungkinan pada tiap kelompok masyarakat . Sebagai contoh. Dalam kurun waktu tertentu. Pancasila yang Mewujud dalam Kehidupan Sehari-hari Nilai dijunjung oleh masyarakat karena memberikan arahan dalam pengambilan keputusan dan bentuk kegiatannya (Rinjin. Walau terlihat sukses. dan pada akhirnya menjadi warga dunia. justru Pancasila dianggap tidak lagi menjadi bagian bangsa Indonesia. Melalui program yang disebut sebagai penataran Pendidikan. Hal mendasar dari nilai adalah suatu konsep yang dianggap baik atau buruk dan tepat atau tidak tepat yang disepakati oleh masyarakat. ditemukan nilai kesetaraan (equality) lebih tinggi dan berbeda secara cukup berarti pada kelompok mahasiswa yang 56 . sudut pandang dari tulisan ini adalah melihat nilai sebagai landasan berperilaku. dapat diperkirakan tingkah lakunya. Sebaliknya. 2006: 18). B. Dengan demikian. warga Negara. Pancasila justru menjadi produk milik penguasa yang berorientasi pada pemaksaan kehendak daripada pengembangan dari nilai berkehidupan dan bermasyarakat bangsa Indonesia (Wirutomo. 2010: 10). Misalnya.A. nyaris tak ada institusi yang tidak tersentuh oleh Pancasila. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) oleh pemerintah Orde Baru. 2010: 59). Pancasila sejatinya adalah nilai (Kusuma. Dengan diketahui nilai yang dianut dari individu. Menuju Nilai Pancasila Kekhawatiran dalam melihat Pancasila adalah ketika mengingat bahwa Pancasila sempat diajarkan dengan cara-cara yang justru membuat masyarakat tidak nyaman. Padahal. 2012: 298). 1973: 122). bahkan untuk menyampaikan Pancasila digunakan cara-cara yang bernuansa indoktrinasi (Azra. Pancasila pernah dijadikan mitos (Somantri. nilai yang utama (core value) bangsa Amerika Serikat (AS) tidak sama dengan nilai utama India dan nilai utama dari kedua bangsa tadi tidak sama dengan bangsa Indonesia (Kusuma. Perilaku ini diaplikasikan sebagai bangsa. 2010: 23). 2010: 26-27).

Harapan bahwa nilai menjadi dasar tingkah laku tidak lepas dari adanya kekuatan sosial di sekitar individu. Namun. suku Doria di kawasan Mediterania amat memedulikan sesama mereka. dan tingkah laku individu atau masyarakat di masyarakat itu sendiri. Mengapa Nilai Pancasila sebagai Fondasi Bertingkah Laku? Keinginan para pendiri bangsa saat mengemukakan ide Indonesia tentu harus didasari oleh pemahaman tentang keberagaman yang ada. tindakan yang baik seperti menyeberangkan lansia di jalan raya oleh seseorang belum tentu didasari nilai hormat pada lansia tadi. 2003: 119). Secara khusus dalam konteks bermasyarakat dan bernegara di Indonesia nilai yang menjadi rujukan adalah nilai yang terkandung dalam Pancasila. terlepas dari hubungan nilai dengan tingkah laku. Yang perlu ditambahkan adalah kemungkinan terjadi sebuah nilai yang dianggap penting dalam satu kelompok. 1937 dalam Takwin. tidak diterapkan terhadap kelompok lainnya. Merujuk pada definisi ini. antara nilai dan tingkah laku belum tentu sejalan. karakter dapat dipengaruhi oleh dua faktor yakni nilai dan norma. C. juga berhubungan positif dengan sikap untuk mendonasikan uang untuk penelitian kanker (Maio dan Olson. Keberagaman ini harus 57 .menjadi anggota dari asosiasi nasional untuk kemajuan orang dari kelompok berwarna dibandingkan dengan yang bukan anggota (Rokeach. Dengan demikian. perlakuan mereka terhadap kelompok lain justru sebaliknya. nilai amat diyakini sebagai bagian dari diri dan penghubung antara individu dan masyarakatnya (Hitlin. 2006: 226). Dapat saja seseorang yang menjunjung nilai kejujuran melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencuri atau korupsi. Penguatan nilai yang dipegang individu mewujud pada tingkah-tingkah laku yang disepakati bersama oleh lingkungan sosial. Sejarah mencatat bahwa sekitar 1200 SM. Nilai yang spesifik. 1995: 280). 2011: 117). Atau dapat terjadi. Oleh karena itu. mereka berlaku kejam dengan melakukan ekspansi terhadap kelompok lain (Gonick. Bagi masyarakat Indonesia Pancasila sebagai nilai merupakan fondasi dari pembentukan karakter. 1973: 123). Namun. seperti nilai menolong. pada kenyataannya terdapat banyak hal yang tidak menunjukkan keselarasan antara nilai. Karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu (Allport. Kedua faktor ini yang secara alami ada di lingkungan sosial dari individu. karakter.

2010. Markum. keadilan sosial pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk kepentingan bersama dengan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. keadilan dan dengan mawas diri (dalam bentuk kualitas luhur kerendahatian. 1995: 1). Meinarno & Juneman. Ramage. menjaga keseimbangan hak-kewajiban sosial persahabatan. fair. sayang pada sesama. Temuan ini menjadi awal pembuktian bahwa hubungan antarnilai bukan semata wacana yang sifatnya mengawang-awang. 2011. Meinarno & Juneman. ketuhanan Sila kedua. dan keadilan sosial. nilai di dalam Pancasila tidak terpisahkan satu sama lain. kewarganegaraan (memiliki pendirian yang kuat terhadap kewajibannya.. persatuan Sila keempat. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. courage loyalitas.dihargai dan dihormati dalam bentuk toleransi yang cukup tinggi. dengan sudut pandang psikologi diketahui bahwa secara empirik nilai dalam Pancasila adalah lima nilai dasar yang di dalamnya terdapat sub-subnilai yang berdiri sendiri (Suwartono & Meinarno. 2011). harmoni Sila kelima. kemanusiaan. kemanusiaan Sila ketiga. demokrasi Definisi percaya pada Tuhan dan menjalankan perintahNya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain mengakui persamaan hak dan kewajiban. Tabel 1. Adapun nilai Pancasila yang selama ini dikenal adalah yang tertulis dalam butir-butir Pancasila. Rincian faithfulness. Ketika tercetus menjelang kemerdekaan. spirituality and religiousness respek. sehingga menjadi yakin bahwa nilai-nilai ini penting bagi bangsa Indonesia. dan mengembangkan rasa persatuan bagi bangsa. secara empirik dipastikan bahwa masing-masing nilai berhubungan satu sama lain. Nilai Pancasila juga berhubungan positif sehingga kecenderungan masingmasing nilai saling menguatkan pemahamannya. Untuk selanjutnya. nila-nilai itu disebut sebagai Pancasila yang justru menekankan toleransi (Somatri. Nilai Pancasila (Markum. 2006: 23. demokrasi. Menurut Somatri. dapat dipertanggungjawabkan dan melaksanakan keputusan yang diambil. Di sisi lain. menolong manusia) dan pengembangan diri yang bertujuan untuk memajukan kehidupan sosial. Nilai Sila atau nilai pertama. Suwartono & Meinarno. toleransi pada kelompok yang berbeda keyakinan. nilai-nilai umum itu mengandung nilai ketuhanan. Hal lainnya yang dipertimbangkan adalah pilihan terbaik untuk membangun negara-bangsa yang khas seperti Indonesia yaitu penemuan kesamaaan nilai dari beragam nilai yang dianut oleh kelompok-kelompok yang ada. kesatuan. setia kawan) tanggung jawab. cinta tanah air dan bangsa. 2011) 58 . Namun.

Ada tiga isu yang mengemuka dalam Sumpah Pemuda. Hasil analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa nilai Pancasila berkontribusi terhadap terbentuknya identitas nasional Indonesia dari para partisipan remaja tadi. Dari ketiga isu ini. Pemimpin Uni Soviet. 2012: 7). Simpson. Reicher & Hopkins.Menjadi Indonesia adalah sesuatu yang khas. 28 Oktober 1928. Ironisnya data menunjukkan perusakan 59 . 2009: 199. 2001 dalam Wirutomo. Keadaan ini seperti yang diajukan oleh Pilsudzki bahwa negaralah yang membentuk bangsa dan bukan sebaliknya sebagaimana umumnya (Simbolon. Nilai Pancasila sering dikaitkan dengan identitas nasional. yakni bangsa. tanah air. Salah satu langkah persiapan itu adalah Sumpah Pemuda. 2011). Nilai utama ini mengacu pada keyakinan pada Tuhan dan hidup dengan menjalankan perintah-Nya tanpa mengganggu urusan (utamnya) agama masing-masing. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Indonesia yang bukan sebagai perpanjangandari sejarah sebuah kelompok etnis atau satu golongan agama tertentu. Joseph Stalin menempatkan bahasa sebagai unsur dasar penting dari terbangunnya identitas nasional (Oomen. 2001: 8. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai tadi di masyarakat agar tidak sekedar menjadi wacana sehari-hari. Keberadaan bahasa bagi sebuah bangsa menjadi penting karena hubungan antarkelompok di dalamnya dimulai dengan bahasa yang dapat dipahami bersama. 2007: 333). Hasil penelitian ini dapat menjadi awal pemahaman bahwa nilai Pancasila penting bagi bangsa Indonesia. yang dapat dikategorikan sebagai sebuah kreativitas sosial dalam membangun identitas baru bangsa Indonesia adalah adanya bahasa Indonesia. D. Penelitian yang dilakukan terhadap 165 remaja menujukkan bahwa adanya hubungan positif antara nilai Pancasila dan identitas nasional. Hal ini dapat dimengerti karena Pancasila adalah produk dari masyarakat baru yang mengupayakan adanya pola kesamaan di dalamnya. para pendiri bangsa (founding fathers) bersepakat untuk secara perlahan membangun sebuah bangsa. Fondasi Berperilaku sebagai Bangsa Nilai pertama dari Pancasila adalah ketuhanan. dan bahasa persatuan. Untuk itu. Penelitian menunjukkan adanya pola hubungan yang positif antara identitas nasional dan nilai Pancasila (Meinarno dan Suwartono.

sayang pada sesama. cinta tanah air dan bangsa. Dari lima nilai Pancasila. 1993: 232). dan pengembangan rasa persatuan bagi bangsa. Oleh karenanya. 2012: 155). Amerika Serikat dengan industri film Hollywood menjadi buktinya. Cerminan tingkah laku dari nilai kedua sebagai bangsa adalah ketika mengakui bangsa-bangsa lain yang menyatakan diri merdeka dan berdaulat sesuai dengan prosedur yang berlaku. Nilai kedua Pancasila pada prinsipnya mengakui persamaan hak dan kewajiban. Pada hal sejarah mencatat kenyataan yang berbeda. Mereka memberi slot atau bagian khusus untuk film 60 . yaitu agama Hindu dan agama Buda (Poseponegoro & Notosusanto. Salah satu pengejawantahan nilai patriotisme juga dapat dilihat dalam produksi film tentang kebangsaan. kita melihat bahwa perokok tidak mengidahkan hak dasar dari orang-orang di sekitarnya. Masyarakat Indonesia membuktikan bahwa menerima perbedaan dalam satu wadah sudah ada sejak zaman Majapahit. Ketika ada sebuah kedaulatan yang berbasis penjajahan atas bangsa lain. dalam kehidupan sehari-hari nilai ini dapat mewujud dalam keberanian untuk menyatakan suatu hal yang benar di tengah situasi yang kurang selaras.rumah ibadah semakin meningkat (Dhakidae. 2003 dalam Kusumadewi. Saat ia menghembuskan asap rokok. Berbagai bentuk tingkah laku dapat dilakukan untuk membuat konkret nilai ini hadir di masyarakat. Dalam menjalankan kerajaan Majapahit. Berdirinya menara masjid Kudus dan makanan sate kerbau (umat Hindu mengharamkan makan sapi. Catatan ini penting untuk menjadi contoh bahwa berabadabad lalu di Indonesia telah dikenal pemahaman toleransi di bidang keagamaan. sebaliknya Muslim mengadakan kurban dengan hewan ternak semisal sapi) adalah bagian dari sejarah yang menunjukkan keberbedaan dapat hidup dalam kesatuan. hak menghirup udara bersih bagi non-perokok dan bahkan untuk perokok itu sendiri. harapan utamanya akan tercermin dalam perilaku sebagi individu dan masyarakat sebagai bangsa. Di sisi lain. ketika para perokok mendengung-dengungkan hak untuk merokok sebagai hal utama. maka orang lain yang tidak merokok “dipaksa merokok bersama”. nilai ketiga berupaya untuk mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati. Raja Hayam Wuruk memerintahkan para pejabat urusan agama agar mengatur secara baik pelaksanaan dua agama besar secara berdampingan. Dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi aneh. Indonesia belum dapat menerima hal itu.

Di sana. misalnya The Patriot dan Indepence Day. setidaknya di Minangkabau. membangun saluran 61 . bangsa Indonesia sudah mengenal pola demokrasi yang hidup di masyarakat. seorang raja tidak bisa semena-mena pada rakyatnya karena secara prinsip raja dibatasi oleh sistem yang mengutamakan logika dan keadilan. mereka merilis film-film tersebut pada bulan Juli atau menjelang Juli. Misalnya.bertema perjuangan dengan latar Amerika Serikat. Dalam keseharian kita sering mendengar istilah gotong-royong. 2005: 159). Tan Malaka pernah mengklaim bahwa demokrasi yang merupakan wujud kedaulatan rakyat sudah dikenal sekitar abad XIV. Industri pertelevisian dan film Indonesia juga mulai melakukan hal yang sama.1. 1977: 6. Pada dasarnya demokrasi memosisikan rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh atas dirinya. Marzali. Acaraacara yang menggugah patriotisme disuguhkan dan bahkan film-film layar lebar dengan tema yang sama mulai berani merilis dengan film-film bertema umum lainnya. Upaya untuk mengejawantahkan nilai kelima dalam Pancasila sebagai bangsa Indonesia telah diupayakan sebelumnya. Gambar 3. Jauh sebelum merdeka. ada mekanisme rapat desa di berbagai komunitas di pulau-pulau nusantara. Jika tidak dipenuhi. sebuah aktivitas bantuan kepada pihak lain yang meminta secara santun untuk menyelesaikan satu tugas agar tercapai tujuan bersama (Koentjaraningrat. perintah raja akan ditolak (Malaka dalam Latif. Pada nilai keempat Pancasila mengetengahkan tema demokrasi. seperti gambar berikut. 2011: 387). Uniknya. Pada masyarakat desa yang agraris. Contoh poster film yang dibuat untuk menunjukkan jati diri bangsa.

hak untuk mendapatkan air seiring dengan kewajiban menjaga sumber dan saluran air untuk pertaniannya. nilai ini mendasari tingkah laku umat agama tertentu pada umat agama lainnya. Berlaku sebagai Warga Negara UUD 1945 yang didasari Pancasila juga telah mewujudkan hak dan kewajiban. bahkan dalam UUD 1945 diberikan porsi khusus yakni dalam bab XI pasal 29. Konsekuensinya adalah dalam kehidupan sehari-hari. Keyakinan masing-masing umat sangat dihargai. Wilayah Indonesia E. Maka. Rida (1988: 124-125) menyatakan bahwa nilai (Pancasila) yang diamalkan tentu memenuhi tanggung jawab individu sebagai warga negara. Contoh lain menunjukkan bahwa nilai kelima diwujudkan untuk membangun karakter. Nilai pertama dari Pancasila yang menekankan pada perintah-Nya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain bagi masyarakat Indonesia tampaknya menjadi hal alami. Gambar 3. kehidupan ibadah masing-masing agama bukan urusan yang dapat dicampuri oleh umat lain. melainkan terkait pula dengan warga lain. Walaupun Islam menjadi agama yang mayoritas bagi penduduk.air untuk sawah pribadinya jelas bukan sekadar pekerjaan pribadi.2. Isu plagiarisme memperlihatkan kurang mawas diri dalam mengamati hak dari kewajiban menjalankan tanggung jawab sebagai peneliti. Sebagai warga negara. Di sisi lain pemerintah juga menjaga kehidupan bertoleransi ini dengan membuat peraturan- 62 . masih terdapat kelompok agama lain yang penganutnya adalah sesama warga Indonesia. Hak-hak dan kewajiban ini yang membuat hubungan individu dan negara mencapai keselarasan.

Widianto. Alasan yang mengemuka masih sama. Agustin. upaya untuk mewujudkan nilai ketiga dapat dikatakan cukup mudah. dengan tidak membedabedakan perlakuan atas ras atau warna kulit. Indonesia tidak membedakan hak suara dalam pemilu. 2011: 78). Mereka melakukan kebijakan segregrasi mulai dari kebijakan publik yang berdampak pada layanan publik. Sebagai warga negara. Namun. di antaranya. tingginya angka kematian ibu (AKI) karena kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi pada kelompok perempuan yang umumnya diberikan di sekolah. Masih terjadi ketimpangan akses pendidikan bagi warga secara khusus pada kelompok masyarakat tertentu. Sebagai perbandingan. pada kelompok perempuan atau kelompok etnis tertentu sejak merdeka hingga sekarang. dan Shakuntala menemukan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan masih di bawah lelaki sejak 1971 hingga 2004.2012: 187-189). Ini dapat dilihat. Pola menegakkan nilai kedua dari Pancasila bagi warga Indonesia dapat terlihat sejak awal kemerdekaan. Kejadian-kejadian seperti penolakan peribadatan dari satu kelompok agama jelas tidak sesuai dengan nilai pertama dari Pancasila. harus didiakui pula bahwa masih terdapat kesenjangan dalam mewujudkan nilai kedua ini. Tidak hanya akses sekolah. misalnya. Salah satu penyebab keadaan ini adalah kecenderungan masyarakat mengutamakan anak lelaki untuk bersekolah daripada anak perempuan. Jika bertahan. yakni pembedaan perlakuan berbasis jenis kelamin (Seda dkk. Halida. pada kebijakan pemerintah atas pendidikan masih belum diterjemahkan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Kejadian ini sangat berlawanan dengan upaya mewujudkan nilai kedua dari Pancasila. semisal.peraturan yang mengakomodasi nilai ini daripada peraturan yang bersifat memaksa atau memiliki kecenderungan-kecenderungan mengabaikan hak dasar suatu kelompok agama. Seda. Upaya mendasar dilakukan. pemerintahnya melakukan kebijakan segregrasi khususnya dalam hal warna kulit berlaku di segala aspek kehidupan (Meinarno. untuk angka buta huruf juga masih lebih tinggi perempuan dua kali lipat daripada lelaki. Febriana. Menjadi warga negara yang berbahasa Indonesia adalah salah satunya. Agak berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang sejak merdeka hingga tahun 1960-an. 63 . pola ini akan mengganggu pada penurunan kesejahteraan di aspek lainnya.

2007: 9) di seluruh Indonesia. seperti keamanan dan kebersihan lingkungan. pemilihan ketua RT yang demokratis. Dengan tidak menafikan keberadaan 742 bahasa daerah (Summer Institute of Linguistic. Dengan demikian. Penulisan ilmiah dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar memupuk rasa persatuan bagi para penulisnya karena adanya kebakuan yang dipahami setara secara bersama-sama. Bahwa sesungguhnya sarjana adalah harapan masyarakat dikarenakan proses pendidikan di perguruan tinggi yang membekali mahasiswa dalam pola pikir yang berbasis ilmu pengetahuan. Dengan pemahaman ini.karena merupakan amanat dari UUD 194511. Bab XV. Nilai keempat inilah yang mendasari kita sebagai warga dapat memahami keputusan yang diambil dari pemimpin (yang dipilih bersama) untuk kemaslahatan bersama. maka diharapkan muncul ide-ide kreatif yang dapat 11 UUD 1945. komunikasi antarilmuwan nasional juga mencapai keselarasan yang pada akhirnya menunjang rasa kesatuan sebagai ilmuwan dan warga negara Indonesia. penggunaan bahasa Indonesia dilakukan dalam konteks keseharian di dalam lingkungan akademis. Bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Maka. pasal 36 64 . tanpa adanya pemaksaan kehendak dari pihak lain dapat menjadi ekspresi nilai keempat. setidaknya dapat mengurangi potensi konflik yang didasari pada ketidakpuasan dalam berpendapat dan oposisional terhadap langkah yang diambil pemimpin. Peningkatan kreativitas diri yang menjadikan kehidupan masayarakat menuju yang lebih baik saat ini sangat dibutuhkan. Padahal dalam penjabarannya. Keseharian kita sebagai warga negara dan secara khusus menjadi warga di tempat kita berinteraksi sosial dapat menjadi ajang mengekspresikan nilai keempat. Tentunya hal ini dilakukan agar langkah yang diambil dapat dipertangungjawabkan secara individu sebagai keputusan bersama. Dalam keseharian kita melihat jumlah pengangguran berlatar pendidikan tinggi perlahan meningkat dari tahun ke tahun. Ketua RT terpilih melakukan pengambilan keputusan-keputusan yang mengacu pada kepentingan bersama. 2006 dalam Lauder. membicarakan nilai kelima dalam konteks mahasiswa dan sarjana menjadi relevan. dimungkinkan peningkatan kualitas manusia Indonesia berdasar nilai ini. Nilai kelima dari Pancasila hanya dapat dimaknai sebagai nilai sosial semata.

Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mengupayakan kehidupan beragama yang toleran. Keikutsertaan ini bukan selalu atas dasar politik. khususnya nilai pertama. Nilai Pancasila bahkan dianggap sebagai religiously friendly ideology oleh Juergensmeyer (2010 dalam Azra. melainkan masih banyak hal lainnya. Untuk itu. Upaya menyelaraskan perilaku dengan nilai kedua dalam konteks global sebenarnya juga ada dalam kehidupan sehari-hari. Kontribusi ini penting bagi masyarakat dunia. Ini dapat diartikan bahwa masyarakat Indonesia berkontribusi dalam memaknai agama-agama yang hadir di Indonesia. 2012: 135-136) melihat bahwa Indonesia menjadi model yang khas dari tumbuhnya semangat keagamaan yang bercorak kebudayaan lokal. Ini adalah kesepakatan universal yang diakui bersama. Sebagai contoh. upaya membuat peluang kerja menjadi prioritas daripada mencari pekerjaan. Pemahaman lanjut dari situasi ini adalah terciptanya tatanan sosial yang lebih baik. F. Bagi negara lain asal dari salah satu orang tua anak tadi. Mengacu pada nilai Pancasila. Catatan terpenting adalah perilaku dari individu Indonesia tetap didasari nilai-nilai dasar masyarakat Indonesia. Kita dapat memulainya untuk tidak melakukan pembedaan-pembedaan yang didasari prasangka. Keadaan ini tidak dapat dinafikan karena Indonesia secara pasti menjadi tempat perlintasan beragam kebudayaan. sehingga dapat menjadi model dari toleransi antar-umat beragama di dunia. perlakuan ini juga bermakna perlindungan manusia untuk mendapatkan hak-hak dasar kewarganegaraan. masyarakat Indonesia juga ikut dalam dinamika dunia. di masa depan kesiapan warga negara Indonesia untuk lebih dapat berkiprah di dunia nyaris tanpa batas ini akan semakin dibutuhkan. Pancasila sebagai nilai juga mendasari corak kehidupan interaksi umat beragama Indonesia. Mulder (1999 dalam Kusumadewi. sehingga negara itu pada akhirnya memandang Indonesia sebagai 65 . Berlaku sebagai Warga Global Sebagai warga dunia. warga Indonesia akan menjadi bagian dari aksi yang toleran. Bagi para sarjana. penerapan kewarganegaraan khususnya pada anak hasil pernikahan WNI dan WNA sampai usia 18 tahun dinyatakan sebagai WNI. 2010: 11). Walaupun pernyataan Juergensmeyer dikaitkan dengan ideologi.membantu masyarakat memecahkan masalah. Hal ini membuat anak terlindungi dari masalah tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda.

konsumen membeli produk impor yang bukan hanya menyisihkan produk dalam negeri. Sejak memasuki krisis moneter 1997. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia. Dengan demikian. Dalam konteks pemerintah. dengan tidak mengisolasi Myanmar bahkan intensif membuka jalur diplomatik. nilai ketiga Pancasila masih relevan untuk diangkat menjadi dasar bagi peningkatan ketahanan nasional. hampir semua negara Barat tengah mengembargo Myanmar dan meminta ASEAN ikut menekan. Mereka berupaya menjaga agar produk asing tidak membanjiri pasar lokalnya sehingga petani/pengusaha/masyarakat tetap sejahtera. Hanya dengan alasan harganya tidak kompetitif. Negara-negara maju menutupi kepentingan dalam negeri melalui mekanisme perdaganagn dunia seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). tetapi di sisi lain produk dalam negeri perlahan tersisih. Indonesia mengambil posisi tidak mengucilkan Myanmar. Pada saat yang sama. Pengejawantahan nilai ketiga dari Pancasila dalam konteks global adalah dengan menjadi bagian kegiatan ekonomi dunia yang berorientasi nasional. Kondisi ini secara prinsip tidak salah. Indonesia memahami bahwa cara tersebut tidak populer di mata bangsa-bangsa Barat. tetapi diplomasi ala Indonesia mampu membuat Myanmar mengambil kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri yang cenderung terbuka dan dapat diterima masyarakat internasional. pintu impor semakin terbuka yang memungkinkan segala produk masuk ke dalam negeri. Langkah Indonesia cukup mengejutkan. Pada akhirnya terbangunlah hubungan saling menghormati antarnegara. tetapi juga menghancurkan perusahaan lokal. Langkah mengutamakan produk yang dapat dihasilkan dalam negeri sebelum membeli produk buatan luar negeri juga dilakukan oleh negara-negara maju. Pengejawantahan nilai keempat dalam kehidupan global bagi negara dan masyarakat terlihat dalam kebijakan dan tingkah laku. Sebagai anggota ASEAN sekaligus ketua ASEAN tahun 2011. konsumen disuguhkan banyak pilihan. 66 . Untuk itu nilai ketiga dari Pancasila yang menekankan cinta tanah air perlu diangkat kembali untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.negara yang mengakui hak asasi manusia. Indonesia mengambil peran yang sesuai dengan nilai tadi. Terbukanya jalur diplomatik justru membuat Myanmar lebih membuka diri yang pada akhirnya embargo negara-negara Barat mulai berkurang. Akibatnya.

Pancasila menjadi penentu dari corak kehidupan masyakat Indonesia. Model ekonomi komunis sudah rubuh terlebih dahulu. Hal ini penting karena muncul gejala kegagalan ekonomi kapitalis sejak 2008 yang dimulai di AS dan menjalar ke Eropa sampai tulisan ini dibuat (2012). Dengan demikian. dari tingkat individu hingga tingkat bangsa. Yang kemudian model ini dianggap baik oleh dunia. 67 . Dengan demikian. G. karena koperasi bertujuan menyejahterakan anggota bukan menguatkan kapital dari investor atau pemodal. dibutuhkan sedikit sentuhan dari para sarjana agar nilai kelima dari Pancasila dapat menjadi bagian dari solusi atas masalah ekonomi dunia saat ini dan masa depan. Nilai yang ada dalam Pancasila merupakan nilai dasar untuk aktivitas bermasyarakat. berbekal konsep arisan amat menekankan kesejahteraan anggotanya. yakni saat bubarnya Uni Soviet tahun 1991. Salah satu bentuknya adalah koperasi. Di sinilah peluang Indonesia untuk ikut dalam mendesain ulang tatanan mekanisme ekonomi.Penutup Nilai bagi semua individu dan kelompok adalah bagian dari pembentukan tingkah laku yang diharapkan dalam masyarakatnya. Muhammad Yunus dari Bangladesh. berbangsa. dan bernegara serta menjadi warga dunia. Koperasi sebagai pengejawantahan pembangunan ekonomi yang memiliki wajah sosial dapat menjadi solusi bagi pola pembangunan negara-negara dunia ketiga yang jumlahnya lebih banyak daripada negara maju. Setidaknya peraih nobel 2006.Kontribusi Indonesia untuk masalah pembangunan dunia yang berkeadilan sosial semestinya dapat dilakukan dengan kemampuan dasar ekonomi kerakyatan Indonesia.

Setidaknya. Kondisi ini beranalogi ketika Pancasila tidak menjadi acuan perilaku. Bukankah itu berarti mengkhianati mimpi para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia? 68 . Jika asumsi ini digunakan.Gambar 3. yang dapat berujung pada rubuhnya rumah nusantara. tingkah lakunya juga selaras dengan warga dunia. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila oleh sebagian orang dianggap universal. perlahan nilai akan memudar dan hilang.3.yakni Indonesia. Indonesia adalah warga dunia. nilai Pancasila akan tergantikan oleh nilai lain atau bahkan hilang. Artinya dapat berlaku atau hadir di semua masyarakat di dunia. nilai Pancasila juga dapat diacu oleh warga dunia pula. Ketika nilai tidak menjadi rujukan tingkah laku. Hal yang terpenting dari Pancasila adalah upaya kita mencoba menerapkannya dalam kehidupan. sebagai nilai yang mendasari tingkah laku warga Indonesia. Hilangnya Pancasila memudarkan pula semangat ikatan nasional sebagai bangsa Indonesia.

1953: 51). ia merasakan pedihnya menjadi penduduk di bawah pemerintahan kolonial Belanda. membuat penilaian kritis atas pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. juga pernah dialami bangsa Indonesia. maka individu-individunya juga dihargai. Merekalah yang memperoleh hak-hak istimewa. Ketika Bung Hatta kuliah di Belanda pada tahun 1920-an. Kebangsaan sering kali diidentikkan dengan kewarganegaraan. Apa yang dialami rakyat biasa di kerajaan Romawi. ia direndahkan. Bertolak dari pengalaman itu. Pengalaman Bung Hatta merupakan pengalaman tentang pentingnya arti kebangsaan (nationality). tetapi juga melanggengkan stratifikasi sosial yang merupakan warisan sistem kerajaan. Ia merasa bahwa sebagai penduduk di wilayah jajahan. Hak-hak sebagai civis tidak diberikan kepada rakyat biasa maupun rakyat di wilayah kekuasaan kerajaan (Poole. civis) telah lama menjadi objek pemikiran. tepatnya ketika bangsa ini berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. 69 . antara bangsa kulit putih dan pribumi. citizenship dan Latin. dan keduanya tidak dapat dipisahkan ketika kita mengkaji tentang negara maupun pemerintahan. ―Jika satu bangsa mulia. 1999: 85—86). Kata civis sendiri pertama kali digunakan pada masa kerajaan Romawi untuk merujuk kepada orang-orang kaya dan para tuan tanah. yakni antara golongan priyayi dan rakyat biasa.BAB IV KEWARGANEGARAAN Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami saling pengaruh antara hak dan kewajiban negara dan warga negara. Kewarganegaraan (dalam bahasa Inggris. tetapi jika tidak memiliki kebangsaan. maka seseorang tidak dipandang di dunia internasional‖ (Hatta. Dalam pergaulan internasional ia merasa tersisih karena masalah kebangsaan. Kajian ini telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM) dan masa Kerajaan Romawi (± 1 M). serta mampu bersikap terbuka dan kritis bagi implementasi hak dan kewajiban warga negara di masyarakat. Kebijakan-kebijakan Belanda tidak hanya melahirkan sistem pembedaan status (diskriminasi) yang dilandasi perbedaan warna kulit. Bung Hatta menyimpulkan.

hingga pertahanan negara. mulai dari politik. antara lain dapat berpartisipasi dalam penyusunan undang-undang dan dalam pelaksanaan administrasi negara. Pada masa kerajaan Romawi (± 1 M). Aktivitas-aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pusat kehidupan warga negara mencakup setiap aspek kehidupan. Sebagai objek pemikiran. para budak dan—dalam konteks saat itu—kaum perempuan serta anakanak tidak dikategorikan sebagai orang bebas sehingga mereka tidak dapat disebut sebagai warga negara. kewarganegaraan telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM). budaya. Apa yang Dimaksud dengan Kewarganegaraan? Secara umum kewarganegaraan dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang menyangkut warga negara. Warga negara dalam pengertian masa Yunani Kuno juga dapat dikatakan lebih menekankan kemampuan seseorang untuk mengemban tanggung jawab negara (Poole. Di dalam proses penyiapan negara yang merdeka dan berdaulat itu.Ketidaksetaraan dan penindasan Belanda terhadap rakyat biasa akhirnya menjadi pemicu gerakan nasionalisme Indonesia. dalam aktivitas keagamaan dan budaya. 70 . Hasil sidang-sidang itu adalah UUD 1945 yang di dalamnya dinyatakan. antara lain. para tokoh pergerakan mengadakan sidang-sidang di BPUPKI dan PPKI untuk menyusun UUD. Sebaliknya. yakni yang berikut. Pada masa itu. 1) Apa yang dimaksud dengan kewarganegaraan dan siapakah warga negara Indonesia? 2) Prinsip-prinsip dasar apa yang melandasi hubungan timbal-balik antara negara dan warga negara? 3) Bagaimana implementasi hak dan kewajiban warga negara? 4) Evaluasi kritis terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. 1999: 25). pemahaman yang sederhana ini memiliki sejarah panjang dan kompleks. maka pokok-pokok bahasan dalam bab ini dibagi menjadi empat bagian. kewarganegaraan pada awalnya dimaknai sebagai pemilikan atas status istimewa bagi para tuan tanah dan orang-orang kaya. warga negara diidentikkan dengan orang bebas. serta dapat masuk dinas militer—yang penting artinya bagi pertahanan negara. 1. agama. Untuk memahami hak dan kewajiban warga negara. hingga akhirnya berdirilah negara Indonesia pada tahun 1945. Namun demikian. Orang-orang bebas yang dikategorikan sebagai warga negara memiliki status istimewa. pengakuan kesetaraan bagi seluruh rakyat atau warga negara. seperti tercermin dalam hak dan kewajiban bagi setiap warga negara.

Status legal. Ketiga prinsip tersebut memberikan pengakuan bahwa warga negara memiliki status legal yang kemudian terwujud dalam hak-hak sipil. republik. 71 . dan 3) prinsip demokrasi yang mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan politik. 1996: 185—289. Pada abad XVIII. timbullah tuntutan-tuntutan rakyat di wilayah-wilayah taklukan. hubungan negara dan warga negara dikonsepsikan sebagai hubungan timbal-balik. Perubahan penting mengenai pengertian kewarganegaraan terjadi di abad XVIII dan XIX. Perubahan radikal itu dimungkinkan oleh terjadinya pelembagaan prinsip-prinsip nasionalisme. dan kesamaan keturunan. bahasa. Rakyat yang telah bersatu karena faktor-faktor tersebut semakin diperkuat oleh kesadaran nasionalnya karena negara pun mulai melembagakan 1) nilai HAM yang menghargai kebebasan individu dan menjunjung kesetaraan bagi seluruh warga negara. terjadi perubahan luar biasa dalam hal bentuk negara. sejarah. kini mendapat pengakuan baru sebagai kesatuan warga negara yang setara dan memiliki status legal. seiring dengan meluasnya imperium Romawi. Pemenuhan tujuan ini bagi warga negara merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban negara (Habermas. dan sejarah. Rakyat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda menuntut diperlakukan secara terhormat seperti warga kerajaan Roma. dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia di negara-bangsa modern (Habermas. 1996: 285—289). ketika model monarki absolut secara berangsur-angsur digantikan dengan bentuk negara-bangsa modern. Selain itu mereka juga menuntut perlindungan dari kerajaan. Bila dalam monarki absolut rakyat biasa menjadi abdi raja. merupakan seperangkat hak bagi individu untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya. kesamaan nasib. Dengan status legal itu. melainkan lebih merupakan tuntutan legal agar rakyat di wilayah taklukan diperlakukan setara dengan rakyat/warga kerajaan. Bangsa yang semula dianggap sebagai komunitas yang disatukan oleh faktor budaya. 2) prinsip negara republik yang mengakui otonomi politik warga negara. demokrasi. khususnya di Eropa Barat. dalam wujud hak-hak sipil.Selanjutnya. maka dalam negara modern.) Sumbangan prinsip nasionalisme adalah terciptanya kesadaran nasional dan solidaritas rakyat yang berlandaskan faktor-faktor budaya. yang membuat warga negara melihat negara sebagai organisasi untuk mengejar kesejahteraan dan kebahagiaan. Jadi kewarganegaraan tidak lagi diartikan sebagai rasa tanggung jawab terhadap negara. rakyat merupakan warga negara. bahasa. Status legal yang dimiliki tiap warga negara memiliki konsekuensi terhadap pendefinisian bangsa.

anak tangga di bawahnya lagi diduduki kaum ulama. yaitu memerintah rakyat dengan perantaraan elit birokrat Jawa yang dikenal sebagai golongan priyayi. apalagi otonomi politik. Dalam masyarakat yang hierarkis demikian. Sebagai contoh. Dikatakan demikian karena memasuki abad XXI. Status Rakyat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda (Kasus: Status Rakyat di Jawa) Sebelum bangsa Belanda menguasai Indonesia. struktur masyarakat pun ikut berubah dengan munculnya hubungan kolonial yang mirip dengan sistem kasta. Dengan kebijakan itu. yaitu keanggotaan dalam masyarakat ditentukan oleh kelahiran dan stratifikasi sosial yang ditentukan oleh ras. 2. Siapakah Warga Negara Indonesia? Berikut ini dipaparkan sejarah singkat status penduduk Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan masa pascakemerdekaan. hanya orang Belanda yang dapat menduduki jabatan puncak. Secara berangsur-angsur Belanda memisahkan staf administrasi kerajaan dari pengawasan raja dan kemudian mengubahnya menjadi dinas sipil. dan kekuasaan raja-raja di Jawa pun mulai melemah. dan elit politik lain yang memiliki kekuasaan legal. sementara penduduk pribumi hanya 72 . tidak ada satu negara pun yang tidak mendefiniskan batas-batas sosialnya tanpa mengacu kepada hak-hak warga negara untuk membatasi siapa yang menjadi warga negaranya dan siapa yang bukan. raja berhak menuntut kebaktian dari rakyat. a. konsep kewarganegaraan belum dikenal. Anak tangga di bawahnya diduduki oleh para pejabat tinggi yang mengabdi raja. Mereka sadar bahwa hanya dalam negara yang merdeka dan berdaulatlah kebebasan dan otonomi politik mereka terjamin. Pada abad XVII. situasi masyarakat saat itu sudah tersusun secara hierarkis.Sementara itu. militer. Hubungan negara dan warga negara dalam arti kesetaraan dan status legal itu yang kini menjadi kata kunci dalam pembahasan tentang kewarganegaraan. Rakyat biasa adalah abdi raja yang tidak memiliki kebebasan individu. Jadi. khususnya Pulau Jawa. Puncak hierarki adalah raja dan keluarga. Diskriminasi rasial tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. di pihak warga negara pun terdapat kesadaran bahwa mereka wajib berkorban untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara-bangsa. Belanda telah membangun pemerintahan tidak langsung. Belanda mulai meneguhkan kedaulatannya di Jawa. Setelah struktur politik berubah.

sekolah bagi pribumi dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Dalam pergaulan sosial pun terdapat pemisahan fisik. wedana. Terbatasnya kesempatan untuk memasuki sekolah berstandar Eropa dan sekolah dengan pengantar bahasa Belanda menyebabkan terbatas pula kesempatan kaum terpelajar pribumi mendapat pekerjaan di birokrasi pemerintahan kolonial. dan sekolah dengan sistem pribumi. mereka yang tidak memilih bekerja di birokrasi di kemudian hari banyak yang menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional. 1999: 206. Untuk memasuki sekolah dengan pengantar bahasa Belanda pun. sekolah pribumi dengan pengantar bahasa daerah. Belanda tidak menghapus kekuasaan raja-raja sama sekali sehingga keluarga raja dan kaum bangsawan masih mendapat tempat yang tinggi dalam hierarki masyarakat. 1999: 83). dan permukiman orang Belanda (Kartodirdjo.‖ Barulah lapisan di bawah priyayi cilik diisi mayoritas rakyat kecil yang disebut ―wong cilik‖ (Kartodirdjo. Elit priyayi tersusun sebagai berikut: para bupati berada di puncak birokrasi. disusul oleh patih. lapangan olah raga. memiliki status terhormat di masyarakat dan mereka hidup dengan gaya hidup priyayi.mendapat jabatan rendahan. Kaum elit yang diangkat di tiap kabupaten kemudian melahirkan kelas tersendiri di masyarakat. Untuk dapat diterima masuk ke sekolah dengan sistem Belanda. calon murid harus berasal dari keluarga dengan status pegawai negeri tertentu dan dengan gaji tertentu pula. 209. Orangorang Jawa dilarang memasuki perkumpulan. Wong cilik merupakan massa terbesar yang tidak memiliki kesempatan. baik dalam pendidikan maupun dalam politik. Pada masa kolonial terdapat empat kategori sekolah. Hierarki masyarakat tradisional ini diperkuat lagi dengan kebijakan kolonial untuk mengangkat elit administrasi atau birokrasi yang dahulu adalah abdi raja. Lulusan sekolah-sekolah tersebut yang berhasil memperoleh kedudukan dalam birokrasi. Kategori sekolah yang demikian ketat menyebabkan terbatasnya kesempatan penduduk pribumi. melainkan juga melanggengkan sistem masyarakat yang bercorak feodal. 211). sekolah. khususnya wong cilik. Sementara itu. yaitu: sekolah Eropa dengan model sekolah di negeri Belanda. 73 . mantri. yang disebut golongan priyayi. dan juru tulis. Jenjang-jenjang jabatan tersebut kemudian digolongkan atas ―priyayi gedhe‖ dan ―priyayi cilik. harus dipenuhi syarat berikut: orang tua adalah elit yang memiliki kedudukan tinggi dalam birokrasi kolonial. Hubungan kolonial tidak hanya menciptakan diskriminasi rasial.

Pada tahun 1916 pemerintah kolonial memberi angin segar dengan membentuk volksraad atau dewan rakyat. Volksraad diubah menjadi badan ko-legislatif dengan kekuasaan untuk mengajukan petisi mengubah UU serta mengundangkannya. yaitu terbitnya UU Tata Pemerintahan Belanda. Pendek kata. karena dewan daerah tidak mampu mencapai seluruh rakyat. 74 . tetap dibedakan status warga negara Belanda dan status penduduk pribumi. 1999: 43—44). yakni setelah diberlakukannya Undang-undang desentralisasi dan otonomi penduduk. Baru pada tahun 1903. hak pilih rakyat dibatasi dengan syarat bahwa hanya mereka yang berpenghasilan sedikitnya f300 (tiga ratus gulden)/tahunlah yang boleh memilih. Namun demikian. volksraad masih juga belum mampu mendorong demokratisasi. lembaga politik berupa Badan Perwakilan didirikan. Bangsa Indonesia—khususnya masyarakat Jawa—semakin terpilah-pilah. Sebagai contoh. status penduduk belum menunjukkan status kewarganegaraan yang sesungguhnya. sejauh itu. desentralisasi tidak mampu mendorong partisipasi politik rakyat dan bahkan organisasi atau pertemuan politik dilarang oleh pemerintah (Kartodirdjo. Mereka menjabat sebagai penasihat merangkap pengawas pejabat-pejabat pribumi. UU desentralisasi hanya mewujudkan demokratisasi dalam arti minimal. Anggota-anggotanya hanya terdiri dari orang Belanda dan elit pribumi yang terpilih karena mekanisme penunjukan dan pemilihan tidak langsung. Pejabat-pejabat Belanda ditempatkan di tingkat keresidenan hingga distrik. Pemerintah Belanda memang telah mengatur status penduduk Indonesia dalam Nederlandsch Onderdaan. Perubahan besar terjadi pada tahun 1925. Kebijakan pendidikan dan politik tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan kolonial tidak berkehendak membangun kesetaraan dan otonomi politik bagi penduduk Indonesia. sistem pemilihan dilakukan secara tidak langsung. pemerintah kolonial sangat otokratis dan menerapkan sentralisasi dengan birokrasi yang amat ketat. Namun. komposisi keanggotaan masih didominasi orang Belanda. Namun keberadaannya tidak dapat disamakan dengan parlemen.Di bidang politik. padahal massa rakyat hanya berpenghasilan rata-rata f40—f50/tahun. baik karena diskriminasi rasial maupun karena sistem masyarakat yang feodalistis. Di tanah jajahan. Volksraad hanya berfungsi sebagai penasihat yang tidak memiliki kekuasaan untuk merancang anggaran dan membuat undang-undang. Dalam pelaksanaannya. Halnya demikian karena parlemen di Belandalah yang sesungguhnya memegang kekuasaan legislatif di Hindia Belanda.

kewarganegaraan Indonesia diatur dalam undang-undang tentang kewarganegaraan. keberagaman masyarakat telah menjiwai perumusan UUD 1945. ―.Menurut perundang-undangan yang berlaku (tahun 1854. dalam UUD 1945. dengan segala hak dan kewajiban yang melekat di dalamnya. . . Menjadi Warga Negara Indonesia Secara prosedural. Arab. Sejak awal. tertera pula kata-kata penduduk selain warga negara. b. Yang dimaksud dengan penduduk adalah WNI dan orang asing yang tinggal di Indonesia. Orang asing tentu tidak dapat menikmati hak dan melaksanakan kewajiban yang sama dengan WNI.‖ Siapa saja yang tercakup dalam pengertian bangsa Indonesia di sini? UUD 1945 dirumuskan oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dengan latar belakang yang beragam. 1999: 48. yakni Belanda. . 1910). 75 . Sebagai tambahan. UU RI 12 Lihat UUD 1945. Sumbangan pemikiran mereka antara lain adalah rumusan tentang bangsa Indonesia. Ambon. atau bangsa lain—yang telah lama menetap di Indonesia—sebagai warga negara Indonesia. melainkan juga tokoh-tokoh pergerakan perempuan. Status Rakyat Indonesia Pascakemerdekaan Dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tertulis. 12 Ketentuan terakhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menerima keturunan Arab. Sulawesi. Yang ditetapkan sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa Indonesia asli atau bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga negara. Kata penduduk disebutkan karena terkait dengan kedaulatan negaranegara lain. dan keberagaman tersebut dapat disatukan karena kepedulian yang luar biasa dari para tokoh akan kepentingan rakyat. Tionghoa. Pasal 26. pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia. UU RI Nomor 62 Tahun 1958. Sumatera. c. demikian pula suku dan ras serta daerah asal. di Hindia Belanda terdapat tiga kategori kewargaan. yaitu UU RI Nomor 3 Tahun 1946. Sejak kemerdekaan ada beberapa UU tentang kewarganegaraan yang telah dikeluarkan. Perumus UUD juga bukan hanya laki-laki. pribumi (dengan status sebagai bawahan Belanda). . 192). Ada yang berasal dari Jawa. Kesemuanya mewakili berbagai golongan dan aliran politik. Pasal 26. Satu hal yang patut ditekankan di sini adalah bahwa menurut UUD 1945 warga negara memiliki status legal yang sama. dan bangsa Timur Asing (Kartodirdjo. Mereka mempunyai latar belakang agama yang berbeda. Tionghoa. 1892. dan lain-lain.

Instruksi Presiden. Asas ius soli merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran (diberlakukan terbatas bagi anak-anak dan diatur dalam UU). Untuk menghindari kasus tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. perkawinan antarbangsa. kecuali anak-anak dan penduduk tanpa kewarganegaraan. 2) pemberian status. ius solii. Pelarian orangorang yang mencari suaka politik.Nomor 4 Tahun 1969. walau dia dilahirkan di luar negeri. Peraturan Pemerintah maupun Surat Keputusan Bersama Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri. dsb. kewarganegaraan tunggal. Tujuannya adalah untuk mencegah apatride. negara dapat memberikan status warga negara bagi anak yang dilahirkan di luar negeri dengan salah satu orang tua (ayah atau ibu) adalah WNI. 5) naturalisasi. merupakan beberapa fenomena yang dapat menggambarkan semakin peliknya masalah kewarganegaraan sehingga hampir setiap negara harus mampu mendefinisikan kembali siapa yang dimaksud dengan warga negaranya. Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh atas dasar: 1) kelahiran. Asas ius sanguinis merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan. sedangkan yang satu lagi bukan WNI. 3) pengangkatan. Dengan dasar kelahiran. Perubahan-perubahan UU tersebut mencerminkan adanya dinamika dalam masyarakat maupun interaksi penduduk antarbangsa yang begitu cepat. 6) perkawinan. Selain UU juga terdapat peraturan-peraturan lain berupa Keputusan Presiden. dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 (Jakarta: Visimedia) hlm. 76 .13 Indonesia tidak mengakui penduduk dengan kewarganegaraan ganda (bipatride). seorang anak WNA—yang berumur 5 tahun (atau kurang)— yang diangkat anak oleh WNI dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 disebutkan empat asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan yakni ius sanguinis. Ketentuan ini merupakan implementasi dari asas keturunan (ius sanguinis): anak tetap WNI. dan UU RI Nomor 12 Tahun 2006. seseorang secara otomatis menjadi WNI karena ayah dan ibunya adalah WNI. dan 7) kehormatan. UU RI Nomor 3 Tahun 1976. Asas kewarganegaraan tunggal merupakan asas yang menetapkan satu kewaraganegaraan bagi setiap orang. masalah kriminal oleh pelaku kejahatan lintas negara. dan kewarganegaraan ganda. Asas kewarganegaraan ganda merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak yang diatur dalam UU. Dengan dasar pengangkatan. 4) permohonan. 13 Lihat Penjelasan UU RI Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. 27-28.

Negara dapat memberikan kewarganegaraan kehormatan kepada orang-orang asing tertentu yang telah berjasa kepada negara. Kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada orang asing yang sungguh-sungguh ingin menjadi WNI melalui naturalisasi. tentang Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia. 77 . c) masuk dinas tentara asing tanpa seizin Presiden. Dengan perkawinan. dan e) perkawinan dengan WNA (kententuan ini berlaku bagi. dan 28. namun hal itu tidak boleh mengakibatkan yang bersangkutan memiliki kewarganegaraan ganda. 26. namun kemudian ingin menjadi WNI untuk mengikuti ayah atau ibunya yang berkewarganegaraan Indonesia. Pasal 23. serta setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI. WNI. WNI dan asing (WNA). d. sekalipun ia bertempat tinggal di luar negeri. d) tinggal di luar wilayah negara Indonesia. yang ayah dan ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda.Atas dasar permohonan. kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada anak berusia 18 tahun. tidak dalam rangka dinas negara selama 5 tahun berturut-turut dan. demi kesatuan kewarganegaraan dalam keluarga. perempuan atau laki-laki yang menikah dengan pasangan dari negara yang memiliki peraturan bahwa orang asing yang menikah dengan warga negaranya harus menjadi warga negaranya pula). dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk mempertahankan kewarganegaraannya. agar tidak terjadi kewarganegaan ganda. b) melanggar asas kewarganegaraan tunggal (ketentuan ini berlaku bagi WNI yang memiliki kewarganegaraan asing dan tidak mau melepaskan status WNA-nya). Pemberian kewarganegaraan kehormatan itu dilakukan oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR. Oleh negara. Namun WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya karena hal-hal berikut ini:14 a) atas kemauan sendiri menjadi WNA. Pada awalnya ia menjadi WNA. pihak suami atau istri yang berstatus WNA dapat mengikuti pasangannya yang berstatus WNI dengan syarat bahwa ia harus melepaskan kewarganegaraan sebelumnya terlebih dahulu. kewarganegaraan seseorang dapat dinyatakan hilang karena pada 14 Lihat UU Nomor 12 Tahun 2000. Bab IV. Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia Bila seseorang telah menjadi WNI. sebelum jangka 5 tahun berakhir. negara akan mengakuinya untuk seumur hidupnya. Pemerintah dapat mengabulkan permohonannya setelah ia meninggalkan kewarganegaraan sebelumnya.

sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945: 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.15 3. dengan syarat bahwa ia tidak lagi mengikuti status suami/istrinya. kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. Prinsip-Prinsip dalam Hubungan Timbal-Balik: Negara dan Warga Negara Hubungan antara negara dan warga negara merupakan hubungan timbal-balik yang melibatkan unsur hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis membebaskan dirinya dari hak dan kewajiban sebagai WNI. Pasal 31 dan 37. perdamaian abadi dan keadilan sosial. 2) memajukan kesejahteraan umum. Untuk mencapai tujuan tersebut. tetapi pada tahap terakhir. 3) mencerdaskan kehidupan bangsa. tentang Bentuk dan Kedaulatan Negara. tentang Syarat dan Tata Cara Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. bab V. Demikian pula dengan anak-anak yang sebelumnya mengikuti status ayah/ibu yang berkewarganegaraan asing. Hubungan itu secara mendasar terbangun dari tujuan awal terbentuknya negara Indonesia. UUD telah menetapkan prinsip-prinsip dasar16 yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara bagi pemerintahan maupun rakyat. Pemerintah pusat memiliki wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi (sistem desentralisasi). prinsip negara kesatuan yang berbentuk republik. Lihat sila-sila Pancasila dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Lihat UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). Kekuasaan terletak pada pemerintah pusat dan tidak pada pemerintah daerah.17 Prinsip negara kesatuan. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraanya karena mengikuti orang lain (status suami/istri yang WNA) pada prinsipnya dapat diberi kesempatan untuk kembali menjadi WNI. 16 17 78 .prinsipnya negara tidak menginginkan warga negaranya memiliki loyalitas ganda. prinsip kedaulatan rakyat. terhadap Indonesia dan terhadap negara lain. dan prinsip negara hukum. 15 Ketentuan mengenai hal ini diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2006. Pasal 1. Negara kesatuan merupakan bentuk negara di mana wewenang legislatif dipusatkan dalam satu badan legislatif nasional/pusat. Prinsip-prinsip itu meliputi sila-sila Pancasila.

untuk mencegah timbulnya provinsialisme yang memberi peluang kepada gerakan separatisme. Hakikat dari pertimbangan tersebut adalah upaya untuk menghindari terjadinya perpecahan bangsa dan negara. kedaulatan tak terbagi karena pemerintah pusat memegang kedaulatan ke luar maupun ke dalam. khususnya Bung Hatta. Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mewujudkan kedaulatan rakyat. para perumus UUD 1945. Agar negara tidak menjadi negara penindas. bagi warga negara di dalam negara yang berbentuk kesatuan. Jika pemerintah daerah mengeluarkan peraturan bagi daerahnya. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat mengalami ujian berat khususnya pada masa Orde Baru. Prinsip Kedaulatan Rakyat. atau. hal itu tidak berarti bahwa daerah itu berdaulat sebab pengawasan kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. 2008: 269—270). dengan kata lain. sebagaimana dikutip Budiardjo. yakni bahwa pemerintah pusat tetap memperhatikan kepentingan daerah. Dalam sidang-sidang BPUPKI dikemukakan pertimbangan bahwa kedaulatan rakyat merupakan bentuk kedaulatan yang dianggap dapat mencegah terjadinya negara kekuasaan yang absolut atau negara penindas. Namun ketetapan atas bentuk negara kesatuan juga diiringi oleh satu ketentuan pula. hanya ada satu pemerintahan saja (Strong. Konstitusi negara kesatuan tidak mengakui badan legislatif lain selain badan legislatif pusat. menekankan pentingnya jaminan pada rakyat dalam bentuk kemerdekaan untuk berpikir. Kedaulatan merupakan hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah.Dalam negara kesatuan. Kekuasaan MPR adalah menetapkan UUD dan GBHN. seperti di negara federal atau konfederasi. Usulan para perumus kemudian tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945 (sebelum amandemen). Kedaulatan rakyat berarti rakyat memiliki hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah diri mereka sendiri. golongan tani. Hasil rumusan BPUPKI kemudian tertuang dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan rakyat dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. MPR memegang kekuasaan tertinggi dan Presiden adalah penyelenggara pemerintahan negara.) dan wakil-wakil daerah. serta mengangkat Presiden dan wakil Presiden. Dengan demikian. Pertimbangan para pendiri bangsa atas bentuk negara kesatuan adalah agar di bawah pemerintah pusat tidak ada negara lagi. Dalam UUD 1945 (sebelum amandemen). Kedaulatan rakyat dalam MPR dicerminkan dalam komposisi keanggotaan yang terdiri dari wakil-wakil golongan (seperti serikat pekerja. dsb. Dalam negara telah terjadi penyelewengan kekuasaan yang diawali oleh dominasi 79 .

pasal 7A. yaitu kebebasan dari dominasi 18 Lihat UUD 1945 sesudah amandemen. yaitu dengan memilih wakil-wakil rakyat di DPR/DPRD serta memilih Presiden dan kepala daerah secara langsung.mutlak dalam kehidupan politik. terjadi perubahan politik yang signifikan yaitu berlangsungnya demokratisasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. juga diberlakukan desentralisasi—yaitu penyerahan wewenang pemerintah pusat pada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan daerah. Setelah itu. Jika pejabat-pejabat terpilih tersebut gagal mengemban amanat rakyat. Keanggotaan MPR kini mencakup unsur DPR dan DPD. tetapi dalam arti independensi. Pemilihan langsung juga dilakukan terhadap anggota DPR dan kepala daerah. Lantas siapa pemegang kedaulatan rakyat saat ini? UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal yang menjamin kedaulatan rakyat dapat terwujud (lihat perubahan pasal tentang masa jabatan Presiden. yaitu kebebasan dari intervensi pihak (negara) lain. perubahan terbesar menyangkut MPR adalah MPR tidak lagi berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara. MPR kini berkedudukan sebagai salah satu lembaga negara yang setara dengan DPR. 80 . Pemerintah daerah juga mengalami demokratisasi dengan dihilangkannya kedudukan kepala daerah sebagai penguasa tunggal dan DPRD menjadi lembaga legislatif daerah. Selain itu. BPK. Namun. Prinsip Negara Republik. Prinsip ini mengisyaratkan adanya kebebasan—bukan dalam arti liberal. penetapan pemilihan Presiden secara langsung dan desentralisasi). dua di antaranya ialah masa jabatan Presiden dibatasi dan warga negara berhak memilih pasangan Presiden dan wakil Presiden secara langsung. Perubahan diawali dengan melakukan empat kali amandemen terhadap UUD 1945. yang telah menyulut Gerakan Reformasi dan berakhir dengan pengunduran diri Presiden Soeharto (Budiardjo. diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya) (Budiardjo. Dalam UUD 1945 (sesudah amandemen). MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. yang paling mendasar dalam amandemen UUD adalah kedaulatan tersebut diwujudkan melalui pemilu. Ide republik secara teoretis mendukung kedaulatan rakyat. mengeluarkan Ketetapan (TAP) MPR (kecuali untuk menetapkan Wakil Presiden menjadi Presiden bila Presiden mangkat. UUD memberi hak kepada rakyat (melalui MPR dan atas usul DPR) untuk memberhentikan Presiden18 serta hak untuk tidak memilih kembali anggota-anggota DPR/DPRD yang tidak dapat melayani rakyat. MA dan MK. 2008: 313). 2008: 350). berhenti. DPD. pemegang dan pelaksana kedaulatan rakyat.

negara kesatuan dengan bentuk republik. yaitu memberikan kondisi bagi terpenuhinya hak-hak warga negara. Prinsip ini menuntut pemerintahan agar berjalan dengan tuntunan hukum dan bukan dengan kekuasaan. Republik merupakan bentuk yang dapat mencerminkan kedaulatan rakyat ketimbang bentuk negara lainnya seperti monarki yang melanggengkan dinasti (kekuasaan turun-temurun).19 Dalam UUD terkandung pula prinsip-prinsip dasar yang mengikat negara dan warga negara yaitu Pancasila. sebaliknya. dsb. Bentuk negara republik merupakan ketetapan yang dipilih oleh semua tokoh bangsa yang merumuskan UUD. 81 . merupakan sumber norma yang mengatur pemerintahan maupun rakyat. Sementara itu. 1999: 83).pihak lain. dengan adanya prinsip independensi. Jadi. Begitu pentingnya UUD sehingga setiap Presiden yang dilantik harus mengucapkan sumpah untuk memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturan-peraturan dengan selurus-lurusnya. Dalam negara republik. Dalam UUD terkandung cita-cita bangsa. kedaulatan rakyat dan negara hukum. sistem pemerintahan dan kerangka kerja bagi pemerintah. Hukum. Bentuk tanggung jawab ini merupakan aktivitas politik atau partisipasi warga negara untuk membentuk diri sekaligus membangun negara (Poole. UUD berisi otoritas tertinggi yang daripadanya seluruh kekuasaan cabang-cabang pemerintahan dan pejabat-pejabat terpilih berasal dan diatur. berkumpul. maka dalam negara yang berbentuk republik diharapkan tidak ada lagi dominasi dari negara lain dan di tingkat warga negara tidak ada lagi perbudakan atau ketergantungan kepada orang lain. negara akan merumuskan kesejahteraan dan kemerdekaan rakyat dalam berpendapat. Kewajiban negara. Pasal 9. telah 19 20 Lihat Lafal Sumpah Presiden selengkapnya dalam UUD 1945 sesudah amandemen. Keputusan tersebut dilandasi oleh pengalaman bangsa yang pernah hidup dalam bentuk kerajaan yang despotis dan feodalis serta pemerintahan kolonial Belanda yang menindas. Kebebasan rakyat dalam negara republik selalu disertai oleh tanggung jawab rakyat untuk mempertahankan independensi negara. dalam UUD 1945. Prinsip Negara Hukum.20 Prinsip-prinsip dasar tersebut selanjutnya tercermin dalam pasal-pasal menyangkut hak dan kewajiban warga negara—yang tidak dapat terpenuhi tanpa kehadiran institusi politik/negara. khususnya UUD. kemerdekaan suatu negara tidak dapat dipertahankan tanpa kesadaran nasional (nasionalisme) warga negara. untuk mendapatkan hak itu negara harus menjalankan kewajibannya. Di sini tidak hanya dalam konteks warga negara sebagai individu yang memiliki otonomi politik tetapi juga sebagai manusia yang memiliki otonomi pribadi. Hubungan inilah yang melahirkan kewajiban bagi tiap warga negara untuk memelihara dan mempertahankan negara.

Ada beberapa jenis hak yang kita kenal. negara-negara kolonial di masa silam sering mengetengahkan hak-hak legal mereka untuk menguasai wilayah jajahan. melainkan semata-mata karena ia manusia. kepemilikan. Contohnya ialah hak atas kehidupan. Contohnya ialah sepasang suami istri yang berjanji untuk saling setia. yaitu a) hak legal dan moral. b) hak khusus dan umum. dsb. berkumpul. c) hak positif dan hak negatif. namun tentu dipertanyakan nilai etis dari penjajahan itu sendiri. yang dilakukan secara pribadi. misalnya hak orang tua untuk dihormati anak-anaknya. Misalnya. Hak moral belum tentu merupakan hak legal. Konkretnya ialah 82 . hak merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat. hak beragama. Sedangkan hak legal belum tentu menampilkan nilai etis sehingga harus dikritik dengan norma moral. Hak ini sering disebut hak asasi manusia. dan mengikuti hati nurani. 2000: 178—179). kesehatan. mengemukakan pendapat. Dengan hak negatif. berasal dari undang-undang. keamanan. maka setiap pegawai negeri berhak mendapat tunjangan itu. d) hak individual dan sosial (Bertens. 2000: 179—187). atau dokumen legal lainnya. Hak moral adalah hak yang berfungsi dalam sistem moral. Umpamanya. siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang melakukan atau memiliki sesuatu. ketika pemerintah mengeluarkan peraturan tentang kenaikan gaji pegawai negeri. Hak dan Kewajiban Warga Negara Secara umum. hanya terbatas pada hak moral saja. peraturan hukum. Hak khusus timbul karena relasi khusus antar-beberapa orang atau karena fungsi khusus yang dimiliki seseorang terhadap orang lain. janji antarteman. hak untuk menggunakan gelar doktor setelah menyelesaikan persyaratan untuk mendapat gelar tersebut. atau seseorang peminjam uang berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari orang lain. tetapi banyak hak moral yang sekaligus juga merupakan hak legal. Hak umum diperoleh seseorang bukan karena hubungan atau fungsi tertentu. karena orang yang mempunyai hak bisa menuntut bahwa orang lain akan memenuhi atau menghormati hak itu (Bertens.termaktub dalam tujuan negara sebagaimana digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). Sebagai contoh. Hak legal adalah hak yang berdasarkan hukum. Klaim atau tuntutan tersebut adalah klaim yang sah atau dapat dibenarkan. seseorang bebas melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu. dengan kata lain. 4.

Generasi pertama lahir di 83 . a. kesadaran atas HAM dalam diri manusia dan pada bangsa-bangsa dapat dikelompokkan ke dalam tiga generasi (Budiardjo. pendidikan. Hak individual ialah hak yang dimiliki individu terhadap negara. untuk mengatur kehidupan sedemikian rupa sehingga setiap warga negara memperoleh apa yang menjadi haknya. dan pekerjaan yang layak. negara atau siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang menulis pendapatnya di surat kabar. Hak ini bersifat positif. Hak-hak sosial ekuivalen dengan keadilan sosial. namun hubungan itu tidak bisa dikatakan mutlak dan tanpa pengecualian. hak beragama. kita lihat bahwa pemenuhan hak-hak negatif atau hak-hak individual hampir selalu sesuai dengan kewajiban seseorang untuk menghormati orang lain yang sedang menikmati hak-haknya. Hak individual termasuk hak-hak negatif. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.bahwa. Contohnya ialah hak mengikuti hati nurani. 2008: 212). perbudakan. negara tidak dapat menghalangi individu mewujudkan hak ini. Apakah hak selalu memiliki hubungan timbal-balik dengan kewajiban? Kewajiban memang sering kali memiliki hubungan timbal-balik dengan hak. Sejarah penegakan HAM merupakan sejarah perjuangan manusia untuk menjadi manusia dan untuk melepaskan diri dari penyiksaan. Sementara yang dimaksud dengan hak sosial adalah hak yang dimiliki seseorang sebagai anggota masyarakat seperti hak atas pekerjaan yang layak dan hak atas pendidikan. Dari perspektif sejarah. setiap orang memiliki hak atas pendidikan. atau negara. dan hak mengemukakan pendapat. genosida. Pengetahuan tentang sejarah penegakan HAM dapat membantu memahami arti penting HAM dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. dsb. penindasan. Sebagai contoh. hak berserikat. pelayanan kesehatan. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya sebagai guru memberi pengajaran kepada orang-orang tertentu. Hak Asasi Manusia Pembahasan tentang hak dan kewajiban tidak akan lengkap bila hak asasi manusia tidak dimasukkan. semua orang yang terancam bahaya berhak bahwa orang lain membantu menyelamatkannya. Hak individual dan hak sosial sering disebut dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (DUHAM). Hak positif adalah hak seseorang yang membolehkan orang lain berbuat sesuatu untuknya. Sebagai contoh. Contoh lain adalah hak atas makanan. Hak sosial semacam ini sesuai dengan kewajiban masyarakat. antara lain. Pemenuhan hak-hak sosial memang agak rumit.

Perjuangan HAM dari generasi pertama yang lahir di Eropa Barat ditandai oleh penandatanganan Magna Charta di Inggris pada tahun 1215. 3) meletusnya dua Perang Dunia. dan hak untuk memiliki harta benda. Pemikiran tentang HAM pada generasi kedua ini didukung oleh banyak pemikir Barat serta negara-negara yang baru merdeka di Asia-Afrika. Menginjak awal abad XX. terjadi banyak peristiwa penting di dunia yang mempengaruhi generasi kedua perjuangan HAM. hak akan kebebasan. sosial. sebagaimana dikemukakan oleh John Locke (1632—1704) dan pemikir lain seperti Jean Jacque Rousseau. Di samping itu juga muncul pemikiran bahwa penguasa yang memerintah harus mendapat persetujuan rakyat. Ketika itu. pada masa itu hanya kelompok aristokrat dan kelas menengah saja yang dapat menikmati HAM. dan 4) tampilnya blok negara sosialis dan komunis. Perumusan HAM semakin berkembang seiring dengan munculnya pemikiran-pemikiran tentang hak alamiah manusia yang digaungkan untuk menentang pemikiran bahwa hak memerintah berasal dari wahyu ilahi yang pada waktu itu dianut oleh raja-raja. Generasi kedua merupakan generasi dengan kesadaran akan hak ekonomi. Hak-hak tersebut dituangkan dalam Bill of Rights di Inggris pada tahun 1689 dan satu abad kemudian dalam Bill of Rights di AS (1783) dan Declaration des droits de l’homme et du citoyen di Prancis (1789). 2) tampilnya Hitler sebagai pemimpin Jerman yang menyebabkan pembunuhan jutaan orang Yahudi di kamp konsentrasi. yaitu 1) Depresi Besar yang bermula di AS dan kemudian menjalar ke penjuru dunia pada tahun 1929—1934. meliputi hak atas hidup. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis pada masa Perang Dingin (tahun 1945— 1970-an). 84 .negara-negara Barat. sementara rakyat biasa tetap dipandang sebagai abdi yang harus menerima perintah dari penguasa. Hak ini sendiri dituntut sebagai imbalan atas dukungan kaum aristokrat dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan perang. Generasi ketiga ialah generasi yang memiliki kesadaran untuk memperjuangkan hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan di negara-negara Dunia Ketiga. Hak alamiah. dan budaya. yaitu generasi yang melahirkan kesadaran akan hak-hak sipil dan politik. Hasil pemikiran dan perjuangan HAM terbesar pada XVII dan XVIII itu adalah hancurnya monarki absolut yang memberi kewenangan kepada raja untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Raja John ―dipaksa‖ untuk mengakui hak kelompok aristokrat yaitu hak untuk diperiksa di muka hakim (habeas corpus). Namun demikian. Hak asasi yang berhasil mereka perjuangkan itu masih terbatas pada hak politik seperti hak atas kebebasan dan kesetaraan serta hak untuk menyatakan pendapat.

kebebasan dari ketakutan. Rumusan HAM warisan liberalisme yang menekankan hak-hak alamiah ternyata tidak memadai sehingga perlu semakin dipertajam dan bahkan direinterpretasikan. dan bergabung dalam organisasi. PBB telah merintis upaya ini dengan mencanangkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada tahun 1948 dan kemudian diperkuat dengan dua kovenan internasional tentang hak politik dan sipil dan hak ekonomi. dengan tekanan pada hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan. Yang menarik dari generasi kedua ini adalah upaya-upaya negara-negara blok sosialis dan negara-negara yang baru merdeka (negara-negara ―Dunia Ketiga‖) untuk mengembangkan hak-hak sosial dan ekonomi yang meliputi hak atas pekerjaan. dan genosida. hak atas penghidupan yang layak. dan budaya. Tokoh-tokoh yang memperjuangkan hak-hak tersebut antara lain ialah Presiden F. Mencuatnya tuntutan akan hak-hak tersebut antara lain adalah sebagai reaksi terhadap rumusan HAM negara-negara Barat yang lebih menonjolkan kebebasan individu dan hak politik ketimbang hak-hak sosial dan ekonomi yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan. 2008: 218). Selain itu. Selain 85 . Hak-hak yang semula disebut hak alamiah diubah menjadi HAM (human rights) yang menekankan kebebasan individu yang meliputi hak untuk menyatakan pendapat dan hak untuk mendirikan. dan kebebasan dari kemiskinan. Generasi ketiga dimotori oleh Dunia Ketiga (negara-negara berkembang yang tersebar di Asia-Afrika dan baru merdeka setelah PD II) sehingga hak-hak yang diajukan pun mencerminkan kepentingan masyarakat di wilayah itu. yaitu kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. peperangan. sosial. maka pelaksanaan hak-hak sosial dan ekonomi justru mendorong pemerintah untuk terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. D.Peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan penderitaan yang luar biasa pada jutaan manusia: mati karena kelaparan. Perubahan paling signifikan dibandingkan dengan keadaan pada abad XVII dan XVIII adalah bahwa hak-hak politik diberikan kepada seluruh rakyat dengan tujuan untuk melindungi setiap individu dari penyalahgunaan kekuasaan pemerintah. Roosevelt dari AS yang merumuskan empat kebebasan. kebebasan beragama. Kemajuan HAM pada generasi kedua juga ditandai oleh kesadaran untuk merumuskan HAM yang diakui di seluruh dunia sebagai standar universal bagi tingkah laku manusia (Budiardjo. Upaya mereka mulai menonjol pada tahun 1980-an. dan hak atas pendidikan. berbeda dengan pelaksanaan hak politik dalam pemikiran liberal yang membatasi peran pemerintah.

Di samping itu. dan gagal menghapuskan kemiskinan di negara-negara Barat yang saat itu diguncang depresi. Dampak persaingan antarnegara inilah yang kemudian melahirkan kolonialisme dan imperalisme. konsep kekhasan nasional. wilayah. alam liberalisme juga ditandai oleh semakin tajamnya konflik buruh–majikan dan juga timbulnya persaingan antarnegara.itu. khususnya menyangkut pasal-pasal berisi HAM. mereka tetap berpegang pada prinsip kedaulatan rakyat. sebagian besar pemikiran para tokoh itu dilatarbelakangi oleh antikolonialisme dan antiliberalisme. 2008: 244—245). HAM dalam UUD 1945 Pembicaraan tentang hak dan kewajiban WNI tentu harus melibatkan UUD sebagai sumber atau landasan otoritas bagi rakyat untuk menikmati hak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara. sehingga rakyat tetap diberi hak untuk mengeluarkan pendapat dan 86 . Nilai keadilan sosial. Dalam UUD 1945 sebelum amandemen. Melihat dampak-dampak tersebut. b. Dengan latar belakang sejarah tersebut. pasal tentang HAM tidak dicantumkan secara khusus sehingga timbul pertanyaan. para tokoh bangsa yang merumuskan hak-hak warga negara sependapat bahwa HAM tidak perlu dimasukkan secara khusus. dan gotong-royong merupakan nilai yang tepat untuk menjiwai pembentukan pasal-pasal mengenai hak warga negara. para tokoh tersebut menjadi yakin bahwa untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur. khususnya. maka nilai keadilan sosial. latar belakang budaya dan agama juga diterima sebagai bahan pertimbangan. Penerimaan terhadap upaya negara-negara Dunia Ketiga ini dinyatakan dalam Deklarasi Wina (Juni 1993). Namun. apa yang melatarbelakangi para perumus UUD 1945 sehingga mereka tidak memasukkan pasal-pasal tersebut? Perdebatan di antara para tokoh bangsa dalam sidang-sidang BPUPKI bermuara pada rumusan hak-hak warga negara. juga diyakini dapat membawa perdamaian dunia bila diterapkan oleh bangsa-bangsa lain. kekeluargaan. Mereka pun telah melihat bahwa rumusan HAM dari negara-negara Barat sendiri sangat bercorak liberal dan individualistis. Isi deklarasi itu merupakan kompromi antara negara-negara Barat dan negara-negara Dunia Ketiga. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Sumbangan Indonesia dalam forum itu adalah penekanan pada perlunya hak asasi ditingkatkan dalam konteks kerja sama internasional atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan negara-negara yang berdaulat dan terhadap identitas nasional masing-masing (Budiardjo. Secara historis. dalam UUD 1945 sebelum amandemen dan yang sesudah amandemen.

kasus Marsinah. dan kerusuhan di Ambon dan Poso telah menimbulkan jatuhnya banyak korban. lihat pasal 28 A–J. 1992: 206—209.bersidang. Implementasi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Kehidupan Sehari-hari Secara formal.21 Pasal-pasal tentang hak warga negara tetap tak berubah hingga terjadinya amandemen UUD 1945. serta hak kesetaraan di hadapan hukum dan dalam pemerintahan. 22 87 . serta hak untuk memperoleh suaka politik dari negara lain. di bawah pemerintahan Megawati ditetapkankanlah TAP MPR No. serta hak individual dan sosial. 222—223. kasus Tanjung Priok. 31 dan 34. Perubahan terjadi setelah bangsa Indonesia menempuh jalan gelap pada masa Orde Baru. HAM dalam UUD meliputi hak untuk hidup. hak untuk memperoleh keadilan. hak negatif dan positif. Kemerdekaan atau hak tersebut harus diberikan untuk mencegah terjadinya negara kekuasaan. Hal ini menyadarkan anggota masyarakat untuk berjuang menegakkan HAM di Indonesia. UUD 1945 (sesudah amandemen).22 Perubahan signifikan lainnya adalah pencantuman batasan-batasan terhadap hak warga negara. sila-sila Pancasila juga sangat mewarnai perumusan hak-hak warga negara seperti terlihat dari sila keadilan sosial dalam perumusan hak pendidikan. dan dari sila pertama yang menjiwai pasal tentang kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. XVII/MPR/1998 tentang HAM yang kemudian menjadi UU Nomor 39 Tahun 1999 yang di dalamnya juga ditetapkan hak perempuan dan anak. seperti Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh. Hak-hak itu meliputi hak umum. kasus Trisakti. kasus Talang Sari. c. pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar oleh negara. 29. Selain prinsip kedaulatan rakyat. kasus Semanggi I dan II. Sejumlah peristiwa atau kasus yang terjadi. Hak-hak sosial pun semakin dijamin dengan penegasan atas hak atau jaminan sosial. HAM melengkapi hak-hak sosial warga negara yang sangat ditekankan dalam UUD 1945 sebelum amandemen. Lihat juga perdebatan para tokoh bangsa Sekretariat Negara Republik Indonesia. Tuntutan mereka bergaung dalam Gerakan Reformasi pada tahun 1998. Akhirnya. Secara umum. Bagaimana implementasi hak dan kewajiban tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara 21 Lihat UUD 1945 (sebelum amandemen) Pasal 27. perjuangan penegakan HAM mencapai puncaknya dengan masuknya pasal-pasal khusus mengenai HAM dalam UUD 1945 sesudah amandemen. hak dan kewajiban penduduk Indonesia telah ditetapkan dalam UUD. hak untuk mengembangkan diri. hak untuk perlindungan diri dan bebas dari penyiksaan. Selengkapnya. Secara formal.

Tujuan ini tentu akan diemban sebagai kewajiban tiap pemerintah untuk menjamin keamanan negara dan keselamatan penduduk yang tinggal di wilayah Indonesia. perlindungan. kepastian yang adil. (1) Keamanan Dalam Pembukaan UUD disebutkan bahwa salah satu tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. UU tentang prosedur ini secara khusus diatur dalam KUHAP.praktis? Untuk melihat aspek praktis dari pasal-pasal tentang hak warga negara. yakni keamanan. dan kemerdekaan. misalnya tindakan penangkapan tanpa alasan yang mencukupi. Bila terjadi kekeliruan dalam penangkapan. Kesetaraan ini menempatkan setiap warga negara mendapat pengakuan. dan secara internal berupa tindakan kriminal. Inilah hakikat individu sebagai warga negara yang 23 24 UU RI No. Lihat Pasal 27 UUD 1945 (sesudah amandemen). agama. kesetaraan. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana Pasal 95.23 (2) Kesetaraan Seluruh warga negara tanpa memandang suku. jaminan.24 (3) Kemerdekaan (indepedensi) Kata kemerdekaan kita jumpai pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945. kemerdekaan negara-bangsa merupakan prasyarat bagi kemerdekaan tiap-tiap warga negara. UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal tentang HAM. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. aliran politik. atau penuntutan. 88 . maka berikut ini hak-hak itu akan diuraikan dalam tiga kategori. penahanan. Kemerdekaan di sini bermakna lebih dari kebebasan dalam pengertian liberal. maka seseorang dapat meminta ganti rugi. karena kemerdekaan menempatkan individu sebagai ―persona‖ atau pribadi yang bermartabat di dalam negara. Perlindungan dan jaminan pemerintah atas keamanan ini diperlukan oleh setiap orang karena ancaman terhadap penduduk bisa datang dari luar yaitu serangan bangsa lain. Hal ini berarti bahwa dalam kehidupan sehari-hari setiap orang juga dijamin keamanannya terhadap tindakan negara yang tidak adil. profesi dan status sosial-ekonomi diperlakukan setara. budaya. dan perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Bersamaan dengan itu. dsb. dan bersikap kritis bila ternyata dampak kebijakan tersebut tidak untuk kepentingan seluruh rakyat. mulai dari klub olah raga. Hak berserikat. seperti koran. Hak untuk mendapatkan informasi juga berarti mengetahui hak-hak. 25 Lihat Pasal 28 dan 28 F. dsb. Hal ini dijelaskan berikut ini. yang dilakukan dengan penuh kesadaran (Poole. Bila ditinjau lebih jauh. majalah. pengakuan terhadap hak itu juga menuntut tanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara. rakyat dapat membentuk organisasi-organisasi. Dalam menghadapi keijakankebijakan tersebut. Jika warga negara tersebut sadar akan hak-haknya maka ia pun dapat terhindar dari perlakuan yang tidak adil tersebut. Rakyat harus mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah. dapat menyuarakan pendapat mereka. Tanggung jawab untuk ini sendiri bukanlah bentuk paksaan melainkan merupakan bentuk aktivitas bebas warga negara.25 Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat pemerintah membuat kebijakan-kebijakn yang berpengaruh luas seperti menaikkan harga dasar listrik (TDL). jaminan sosial. Rakyat juga dijamin haknya untuk hadir dalam rapat umum. hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapat informasi tentu harus dipergunakan untuk mengawal pemerintah agar bertindak untuk kepentingan seluruh rakyat. UUD 1945 (sesudah amandemen). hingga partai politik. serta sumber-sumber informasi modern seperti radio. kampanye. Kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan memperoleh informasi juga terkait erat dengan kebebasan pers karena pemenuhan akan hak tersebut akan mengacu kepada sarana-sarana untuk mengeluarkan pendapat dalam wujud tulisan. televisi. meningkatkan pajak penjualan. dan menggunakannya bila diperlukan. 1999: 83). melainkan juga memiliki hak untuk mengajukan tuntutan terhadap negara.tidak hanya diposisikan di hadapan lembaga-lembaga hukum dalam negara. buku. Dengan kemerdekaan berserikat. 89 . aktivitas politik yang dilakukan tiap-tiap warga negara sebenarnya juga merupakan sarana untuk memenuhi hak-haknya. mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapatkan informasi. dalam kehidupan sehari-hari sering kali aparat negara melakukan salah tangkap terhadap seseorang yang tidak bersalah. dsb. asosiasi profesi.. dan internet. Sebagai contoh.

Jadi. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal bahwa kebebasan manusia memiliki batasan-batasan. ketertiban umum. dan kekerasan dalam rumah tangga. maka pemerintah tidak akan memperlakukan rakyat secara berbeda karena agama yang dipeluknya. dan kepentingan bangsa. Dalam pemilihan umum. Hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. baik secara individu maupun melalui organisasi semacam lembaga swadaya masyarakat (LSM). Batasan-batasan terhadap Hak dan Kebebasan Warga Negara Dengan pemenuhan hak-hak warga negara tidak dapat diartikan bahwa warga negara dapat melaksanakan haknya tanpa batasan. dan Pasal 28 UUD 1945 tentang HAM telah mengatur batasanbatasan tentang hak dan kebebasan warga negara. kesusilaan.Hak untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Dalam kehidupan bermasyarakat kita menjumpai persoalan-persoalan yang begitu kompleks dan tidak dapat diatasi oleh pemerintah semata-mata. UUD 1945. tetapi juga partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. Hak untuk memilih dalam pemilu. Masalah itu antara lain ialah kemiskinan. Hak atau kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat sangat penting dalam negara yang menganut sistem demokrasi karena dengan itu warga negara dapat memperoleh 26 Lihat Pasal 29. Dengan hak yang telah ditetapkan dalam pasal 29 ini26 pemerintah menjamin rakyat untuk menjalankan ajaran agama mereka. Pemenuhan hak ini secara bertanggung jawab akan memastikan pergantian kepemimpinan secara tertib dan damai. Dengan demikian partisipasi dalam pemerintahan tidak hanya berupa hak untuk memilih atau dipilih untuk menduduki jabatanjabatan pemerintah. Hak untuk memilih merupakan salah satu hak yang penting sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab warga negara. Penyelesaian masalah-masalah tersebut mengundang partisipasi aktif warga negara. kalau ternyata bahwa mereka yang terpilih tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik maka warga negara berhak untuk tidak memilihnya kembali pada pemilu berikutnya. 90 . Seiring dengan itu maka Pasal 73 dan 74 UU Nomor 39 Tahun 1999. d. Hal itu dilakukan untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan orang lain. lembaga bantuan hukum. warga negara memilih orang-orang yang akan duduk dalam pemerintahan dan suara pemilih merupakan mandat bagi pemerintah yang terpilih. Sesuai dengan prinsip kesetaraan. pengangguran. atau bentuk lembaga lain untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Hal ini diatur dalam KUHP Pasal 310. 91 . atau membocorkan rahasia negara yang dapat membahayakan negara. Pihak negara (pemerintah) dapat menetapkan UU atau peraturan-peraturan yang membatasi hak-hak warga negara. warga negara tidak boleh menyalahgunakan hak untuk berpendapat dan berbicara serta kebebasan pers dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik orang lain. Dengan kesadaran bahwa orang lain dan masyarakat juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi. sebagai seorang individu. Seperti halnya pemenuhan hak-hak warga negara. pemenuhan kewajiban warga negara juga merupakan tindakan yang memastikan penyelenggaraan negara berjalan baik. misalnya kegiatan kelompok tidak akan ditoleransi bila melanggar ketertiban umum atau menggunakan cara-cara kekerasan untuk menekan kelompok-kelompok lain. Kewajiban warga negara menuntutnya melakukan sesuatu dan jika dia tidak melakukannya maka dia dapat dikenai denda atau. berbohong. warga negara juga memiliki tanggung jawab. Berbeda dengan kewajiban. Dari batasan-batasan terhadap kebebasan warga negara dapat dilihat bahwa hak warga negara bukanlah tak terbatas. Kewajiban menuntut pemenuhannya walaupun warga negara (mungkin) enggan melakukannya. Sebagai contoh. dalam kasus tertentu. menyuarakan pendapat. Kebebasan berserikat pun memiliki batasanbatasan. Pihak yang nama baiknya dicemarkan berhak meminta perlindungan dari yang berwajib.informasi. yaitu apa yang seharusnya dilakukan. Tanggung jawab sebenarnya merupakan bentuk kewajiban juga. menghasut. e. Kewajiban Warga Negara Pembicaraan tentang hak warga negara selalu berbarengan dengan kewajiban warga negara. maka tiap warga negara diharapkan menyadari bahwa untuk memenuhi hak-haknya secara penuh ia pun wajib menghargai hak-hak orang lain pula. misalnya pengguna jalan raya. karena hak warga negara. dsb. Namun. tetapi pemenuhannya hanya secara sukarela atau tanpa paksaan. bahkan dapat dipenjara. pengunjuk rasa wajib memberitahukan rencananya kepada aparat negara terlebih dahulu agar unjuk rasa itu berjalan tertib dan tidak menggangu hak orang lain. Menyuarakan pendapat dengan cara unjuk rasa juga diatur agar tidak mengganggu ketertiban umum. Demokrasi akan berkembang bila warga negara dapat menggunakan hak berpendapat itu tanpa rasa takut. harus berhadapan dengan hak orang lain dan hak masyarakat. berdiskusi. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan ketertiban masyarakat secara umum.

4) mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah). gedunggedung pemerintah dan berbagai fasilitas lain. Bilamana hukum tidak dipatuhi. 3) membayar pajak. serta melindungi harta milik mereka. hukum pidana—yang mengatur agar tindakan seseorang/sekelompok orang tidak merugikan pihak lain—dan berbagai peraturan yang ditujukan agar masyarakat dapat hidup bersama dengan rukun. Penggunaannya antara lain ialah untuk membangun fasilitas yang amat vital seperti pembangunan jalan. baik oleh pemerintah maupun oleh warga negara. Hukum dapat berupa peraturan lalu lintas. Lihat Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 (sesudah amandemen). melindungi keamanan dan keselamatan warga negara. dan dengan demikian juga keamanan warga negara. Lihat Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 (sesudah amandemen). (3) Membayar pajak Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang penting.Beberapa kewajiban yang harus dijalankan setiap warga negara. antara lain ialah 1) menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan. Pajak juga digunakan untuk gaji aparat negara. maka konsekuensinya adalah bahwa hukum harus dijunjung. maka sulit bagi pemerintah untuk menegakkan ketertiban.28 Pemenuhan kewajiban ini akan memastikan keamanan negara dan bangsa. (1) Menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan27 Kalau negara menerapkan prinsip hukum. (4) Mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah)29 Bagi warga negara. dan 5) menghormati hak asasi orang lain. seperti tentara dan polisi yang bertugas untuk mempertahankan keamanan negara dan menjaga ketertiban rakyat. serta pegawai birokrasi yang bertugas melayani rakyat. (2) Membela negara Membela negara merupakan salah satu kewajiban warga negara yang penting. 2) membela negara. Melalui sekolah seseorang mendapatkan pendidikan yang bukan hanya berupa pengetahuan melainkan juga keterampilan dan 27 28 29 Lihat Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 (sesudah amandemen). sekolah merupakan sarana yang penting untuk mempersiapkannya menjadi warga negara yang baik. 92 .

kemampuan dasar sebagai warga negara—seperti kemampuan menyuarakan pendapat dalam bentuk lisan dan tulisan. tidak melakukan keributan yang menggangu kenyamanan orang lain. aliran politik. dsb. Dalam interaksi-interaksi tersebut tidak jarang dijumpai adanya perbedaan pendapat atau bahkan konflik. sejauh ini. dan dalam hal yang melibatkan kaum muda. (5) Menghormati hak asasi orang lain30 Menghormati hak asasi orang lain merupakan syarat agar hak kita sendiri juga dihormati orang lain. Toleransi sangat dibutuhkan dalam negara dengan sistem demokrasi. UUD 1945 (sesudah amandemen). dan kampus. 93 . seperti memelihara kebersihan halte bus. Solusi dari konflik disebut menghormati hak asasi bila tidak melibatkan tindak kekerasan. tempat kerja. dan bernegara. yang diwajibkan bagi warga negara adalah mengikuti pendidikan dasar. tiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. 30 Lihat Pasal 28 J. Warga negara diharapkan mampu menghargai dan menerima pendapat orang lain tanpa memandang latar belakang budaya. dsb. karena di alam demokrasi. Rasa saling hormat mengarah kepada terciptanya ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia. Tingkah laku menghormati dan menerima pendapat orang lain ini disebut toleransi. dsb. tidak melarang orang beribadah menurut agama atau kepercayaannya atau. Dalam konteks ini. tidak merusak peralatan telepon umum. Di samping menghargai keberagaman. Dalam kehidupan sehari-hari. tidak menghasut. dalam hal perusahaan. Bersamaan dengan kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. agama. interaksi sosial merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari. Bila pertukaran ide tidak disertai oleh toleransi maka akan terjadi kebuntuan. kemampuan untuk mencari dan memilah informasi. tidak menjarah harta milik orang lain. pimpinan perusahaan tidak melakukan tindakan seperti tidak membayar gaji pegawai. warga negara juga wajib menghargai hak orang lain dengan cara ikut memelihara berbagai fasilitas umum yang digunakan banyak orang. Kebuntuan berpotensi terjadi di masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang. tiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghargai pendapat orang lain. warga negara juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak-hak orang lain yang tidak sependapat dengannya. misalnya di dalam keluarga. berbangsa.

UUD 1945 (sesudah amandemen). Penjajahan Belanda di Indonesia telah menyebabkan para pendiri bangsa bersikap kritis 31 Lihat Pasal 27 ayat (1) dan (2). Pasal 34 ayat (1). Pasal 28 A–J. perdamaian abadi. Pencantuman hak-hak tersebut memiliki latar belakang sejarah yang menarik. Kewajiban negara secara implisit termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yakni pada alinea keempat yang berisi tujuan negara yang harus dilaksanakan setiap pemerintahan yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. pendidikan. Hak dan kewajiban negara (pemerintah) dan warga negara bersumber dari. hak beragama.31 yaitu bahwa negara harus membuat kebijakan-kebijakan untuk dapat memenuhi hak-hak warga negara. dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Warga negara wajib memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara dan sejumlah kewajiban warga negara yang lain sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya.5. 2008: 248). memajukan kesejahteraan umum. seperti yang tercermin dalam hak dan kewajiban masing-masing pihak. mencerdaskan kehidupan bangsa. membayar pajak. ekonomi. yaitu hak atas kehidupan. 6. sosial. Pasal 32 ayat (1) dan (2). Pasal 28. Hal itu menunjukkan bahwa upaya bela negara. Indonesia tidak demikian. Hanya melalui tindakan timbal-balik dalam pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak—negara dan warga negara—tujuan negara akan tercapai. Pasal 30 ayat (1). hak untuk mendapat pekerjaan yang layak. Pemenuhan kewajiban negara tentu memiliki konsekuensi bagi warga negara—yang pada gilirannya menjadi hak negara. 94 . dan diatur dalam UUD. (2). Pasal 29 ayat (2). sebaliknya. dan (3). dan lain-lain merupakan aktivitas-aktivitas warga negara untuk memenuhi hak negara. dan keadilan sosial. Kewajiban dan Hak Negara Di atas telah dikemukakan bahwa negara dan warga negara memiliki hubungan timbal-balik. hak mengemukakan pendapat. Evaluasi Kritis terhadap Hubungan Timbal-balik antara Negara dan Warga Negara Bila negara lain seperti AS memiliki piagam hak asasi yang terpisah dari UUD. Pasal 31 ayat (1) dan (2). dan. Hak-hak tersebut termuat dalam Pasal 27—31 yaitu tentang hak di bidang politik. dan budaya (Budiardjo. UUD 1945 (sebelum amandemen) telah mencakup hak asasi di dalamnya. dan seterusnya. mematuhi hukum. Keempat tujuan tersebut yang menjiwai kewajiban dan tanggung jawab negara sebagaimana tertuang dalam pasal-pasal UUD. hak-hak warga negara akan terpenuhi pula.

hak ekonomi dan sosial seperti hak mendapat pengajaran. Dengan diterimanya usulan-usulan tentang pencantuman hak mengeluarkan pendapat dan berserikat. Dari sejarah perjalanan bangsa terlihat bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat. dan kebebasan pers tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh warga negara. karena adanya batasan-batasan seperti pembubaran partai 32 Lihat Pasal 31. 2008: 244). kapitalisme. Pembicaraan tentang pemikiran tentu tidak akan lengkap bila tidak mencakup aspek tindakan dalam bentuk kebijakan negara di bidang pemenuhan hak-hak warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD.terhadap paham-paham seperti liberalisme. padahal kesejahteraan merupakan masalah krusial bagi negaranegara yang baru merdeka seperti Indonesia. dan individualisme. Pasal 34 UUD 1945 (sebelum amandemen). pada masa tahun 1930-an juga menyebabkan krisis ekonomi di negara-negara Barat dan memicu terjadinya perang antarnegara. di tengah kuatnya arus pemikiran untuk lebih menekankan hak atau kemerdekaan warga negara di bidang sosial dan ekonomi. sosial. ekonomi. terutama di Asia dan Afrika. dari sudut sejarah pemikiran.32 Namun. kolonialisme. dan budaya. Ada satu hal yang membanggakan dan patut diketengahkan di sini. kebebasan berserikat. Dampak penerapan liberalisme dan kapitalisme tersebut telah menyadarkan tokoh-tokoh bangsa bahwa hak-hak politik seperti hak mengeluarkan pendapat dan berserikat yang ditekankan di alam liberalisme tidak mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat atau kesetaraan di bidang ekonomi. ada tokoh seperti Hatta yang tetap kokoh untuk mencantumkan hak rakyat untuk mengeluarkan pendapat dan berserikat. Tujuan pencantuman hak tersebut tidak lain untuk mencegah timbulnya negara kekuasaan yang berpotensi menindas rakyat. 95 . Pasal 33. kita patut menghargai pemikiranpemikiran tokoh pendiri bangsa kita. yakni bahwa UUD 1945 memuat hak-hak kolektif. Pencantuman hak-hak tersebut dilakukan mendahului Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang baru diundangkan tiga tahun kemudian. hak atas penghidupan yang layak. Liberalisme dan kapitalisme yang dipraktikkan tanpa batas. yakni pada tahun 1948 (Budiardjo. Dengan demikian. dst. Liberalisme pula yang mendorong adanya kompetisi bebas antarnegara sehingga timbul benih-benih kolonialisme yang berakibat pada penjajahan. Sebagai jawaban atas masalah tersebut. maka dalam perumusan UUD. hak untuk fakir miskin dan anak terlantar. Liberalisme misalnya telah digunakan negara-negara Barat untuk merumuskan hak asasi. seperti hak bangsa untuk menentukan nasib sendiri (lihat Pembukaan UUD 1945). keadilan sosial lebih ditekankan. maka UUD 1945 sebelum amandemen telah mencantumkan hak-hak politik.

politik dan pembredelan pers, dan tindakan sewenang-wenang seperti kekerasan militer (pemberlakuan daerah operasi militer /DOM) di Aceh, kasus Tanjung Priok, dan kasus Trisakti. Faktor-faktor tersebut, bersama-sama dengan keterpurukan ekonomi dan masalahmasalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang kronis, telah mendorong berbagai elemen masyarakat melakukan gerakan reformasi untuk mengakhiri pemerintahan Soeharto. Satu hal yang menarik dan patut dipelajari dari peristiwa-peristiwa tersebut adalah bahwa ketika negara menjadi negara kekuasaan maka negara (dalam hal ini pemerintah) memakai kekuasaan untuk menafsirkan UUD demi kepentingan kekuasaan itu sendiri sehingga dalam praktik rakyat menjadi pihak yang tertindas. Pada masa Orde Baru, sering kali terjadi ketidaksamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat tentang konsep ―kepentingan umum‖ dan ―keamanan nasional‖. Dalam tafsiran pemerintah, tidak jelas kapan kepentingan individu berakhir dan kepentingan umum mulai. Sebagai contoh, dalam kasus penggusuran, penduduk diminta menyerahkan lahannya untuk pendirian fasilitas rumah sakit. Dalam kasus seperti ini, masyarakat biasanya tidak mempersoalkannya, tetapi dalam kasus penggusuran untuk pendirian pusat komersial, interpretasi tentang ―kepentingan umum‖ dapat bertolak belakang karena dapat dipandang sebagai pelanggaran hak asasi. Demikian pula interpretasi tentang ―keamanan‖, tidak pernah jelas kapan keamanan terancam dan kapan unjuk rasa masih dapat ditoleransi sebagai upaya untuk mengeluarkan pendapat. Kekuasaan menafsir ―kepentingan umum‖, ―keamanan umum‖ dan ―stabilitas nasional‖ merupakan monopoli negara (Budiardjo, 2008: 251—253). Negara dengan demikian telah menampilkan diri sebagai negara kekuasaan. Menghadapi situasi demikian, maka memasuki era Reformasi, berbagai elemen masyarakat menuntut penguatan hak asasi. Upaya ini berhasil dengan diundangkannya UU RI Nomor 39 Tahun 1999. Pemberlakuan dan pelaksanaan UU itu merupakan kemajuan hak-hak asasi politik, seperti hak untuk mengeluarkan pendapat, hak berserikat, dan kebebasan pers yang kini dapat dinikmati rakyat secara bebas. Selain itu, terbitnya UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasaan dalam rumah tangga telah menguatkan hak asasi perempuan. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI terdapat pasal yang mengesahkan status anak yang terlahir dari ibu WNI dan ayah WNA. Dengan UU ini, status anak yang terlahir dari ibu WNI adalah mengikuti kewarganegaraan ibunya sampai ia dapat menentukan statusnya sendiri pada usia 18 tahun. UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang

96

pemberantasan tindak pidana perdagangan orang diterbitkan agar bila perkawinan berakhir dengan perceraian, hak asuh anak tetap pada ibu. Adapun pemenuhan hak-hak politik ternyata tidak diimbangi dengan pemenuhan hak warga negara di bidang sosial-ekonomi dan budaya. Saat ini Indonesia masih terbelit oleh masalah pengangguran, pendidikan dan kesehatan yang mahal, kemiskinan, dan korupsi. Kebijakan-kebijakan pemerintah ternyata belum mampu memenuhi tujuan-tujuan yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Kesejahteraan dan keadilan sosial masih jauh dari harapan. Masalah kesetaraan di hadapan hukum pun masih menjadi persoalan sehingga timbul rasa ketidakadilan di kalangan rakyat. Di pihak warga negara, yang juga patut mendapat perhatian khusus adalah bahwa perilaku kebebasan tanpa batas seperti tindak anarki, amuk massa, tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan toleransi dalam hidup beragama, perilaku korupsi, dsb. merupakan cermin melemahnya kesadaran akan pentingnya hukum untuk ketertiban bersama dan menciptakan keadilan. Dengan melihat keadaan yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa masalah keamanan, kesetaraan, dan kebebasan tetap menjadi masalah penting dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pemenuhan hak-hak warga negara di ketiga bidang tersebut memerlukan peran negara. Namun, mengingat permasalahan dalam masyarakat begitu rumit dan beragam, negara juga membutuhkan partisipasi warga negara. Partisipasi politik warga negara merupakan kekuatan penyeimbang bagi kekuasaan negara. Melalui hubungan kerja sama atau hubungan timbal-balik antara negara dan warga negaralah penyelenggaraan negara dapat terarah pada cita-cita bersama sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

97

BAB V INDONESIA DAN DUNIA INTERNASIONAL

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami dinamika hubungan antarbangsa di dunia, serta mampu membangun sikap terbuka dan kritis terhadap peran politik Indonesia di dunia internasional.

1. Hubungan Antarbangsa Hubungan antarbangsa tidak selamanya serasi karena menyangkut kepentingan nasional masing-masing. Kepentingan nasional antara dua bangsa/negara dapat berbeda, malah saling berbenturan. Perbedaan kepentingan yang menimbulkan pertentangan biasanya disebut konflik. Dalam perkembangannya konflik dapat meruncing dan berlanjut dengan penggunaan senjata. Keadaan terakhir itu disebut perang. Gambaran plastis hubungan antara dua negara dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, integrasi (kerja sama); hal ini dapat terjadi karena kepentingan dua negara sejalan. Kedua, konflik (pertentangan); hal ini dapat terjadi karena kepentingan masing-masing negara saling bertentangan. Untuk yang kedua ini, ada beberapa cara penyelesaiannya yaitu tindak kekerasan, penekanan atau pemaksaan (coersion), dan akomodasi. Tindak kekerasan biasanya berupa penyelesaian dengan perang bersenjata. Dalam hal penekanan atau pemaksaan, biasanya salah satu negara melakukan gerakan provokasi agar negara lainnya takut/tunduk, misalnya dengan mengadakan latihan militer di daerah perbatasan. Akomodasi ialah keadaan kedua bangsa saling menghormati dengan koeksistensi, kompromi, dan kompetisi kepentingan secara sehat. Peningkatan atau eskalasi konflik antarnegara bagaikan sebuah spektrum. Eskalasi dimulai apabila salah satu negara merasa dirugikan yaitu ketika, umpamanya, upayanya untuk memakai produksi sendiri terganggu. Keadaan ini biasanya berlanjut dengan peningkatan tarif bea masuk, kuota perdagangan, pembatasan peredaran valuta asing, konsesi dagang dengan negara (mitra) tertentu, hal yang sudah barang tentu akan dibalas oleh negara yang tidak mendapat konsesi dengan cara boikot dan/atau sabotase atas barang negara ―lawan‖ (yang

98

tidak memberi konsesi). sekitar tahun 1920-an dunia seolah-olah dibagi hanya atas dua sebagai dunia Barat dan sisanya. yaitu negara-negara yang dianggap tidak dipengaruhi oleh Barat (Huntington. Blok Barat merangkul mantan musuhnya dalam Perang Dunia II. kemudian pernyataan perang yang dilanjutkan dengan penggunaan satuansatuan Angkatan Perang (Darat. Kebijakan politik bebas aktif dilakukan untuk menghadapi kenyataan adanya dua blok negara pemenang Perang Dunia II. Perang panas atau perang terbuka dimulai dengan pencaplokan atau aneksasi teritorial. Hal ini diatur dalam Pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1) UUD 1945. biologi. Peran Indonesia dalam Hubungan Antarbangsa Butir keempat dari tujuan nasional Indonesia sebagaimana tertulis pada Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 asli merupakan ―politik bebas aktif‖. Pasca-Perang Dunia I. dan Udara). dan kimia (Eccles. antarmasyarakat maupun antarbangsa selalu melibatkan masyarakat atau bangsa lain sehingga terbentuk blok-blok. Ini merupakan keunikan hukum tentang hak dan kewajiban warga negara di Indonesia. Pembentukan kedua blok didasarkan pada ideologi yang berkembang pada abad XX. 2. Kedua blok itu berupaya menyelesaikan konflik dengan perang dingin. Untuk mengatasi eskalasi seperti itu masing-masing negara biasanya menyiapkan warga negaranya untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara maupun upaya pertahanankeamanan. 99 . Perang tidak terkendali apabila kedua pihak menggunakan senjata nuklir. Laut. Dalam pengertian ini negara koloni dianggap masuk ke blok Barat. masing-masing blok liberal (blok Barat) dan blok sosialis (blok Timur). 1998: 23—26). 1959: 13). pasca-Perang Dunia (masa perang dingin). di samping blok Barat dan blok Timur muncul pula blok lain yaitu negara-negara yang baru merdeka. Dalam perang dingin dapat terjadi ―perang terbatas‖ dengan tanda-tanda seperti penahanan kapal ―lawan‖ dengan muatannya. Keadaan ini. Pada abad XVII dua blok yang saling berhadapan adalah dinasti Bourbon di Eropa Barat dengan dinasti Hapsburg di Eropa Tengah. Bagi bangsa Indonesia kedua upaya ini merupakan hak dan kewajiban. yang mirip dengan keadaan perang tetapi tanpa penggunaan senjata. insiden perbatasan. disebut perang dingin. yang sebenarnya merupakan upaya koersi kedua blok tersebut. dan huru-hara yang dikendalikan dari luar. Bahkan perang dapat menjadi tidak terkendali apabila tidak segera diselesaikan. Sejarah konflik antarmanusia. Pada pertengahan abad XX.

Sepeninggal mereka. Pada era Perang Dingin 1960-an ke dalam blok baru itu kemudian bergabung Yugoslavia yang sedikit merenggang dengan blok negara-negara demokrasi sosialis. Kedua blok (Barat dan Timur) berupaya menarik negara-negara merdeka baru ke dalam blok mereka masing-masing.Jerman Barat. Pakistan. Secara tidak langsung arah politik kita cenderung ke demokrasi liberal. Gerakan selanjutnya berupaya melakukan pemurnian ideologi Pancasila dan UUD 1945 secara konsekuen dan merumuskan paradigma tata kehidupan nasional dengan menyusun doktrin-doktrin dasar. Kedua negara itu mengalahkan negara-negara pemenang perang. dan dimasukan dalam pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO). sangat disayangkan bahwa pimpinan (elit politik) negara-negara pemrakasa kurang memberi kesempatan kepada generasi yang lebih muda sehingga terkesan kurang demokratis. apalagi setelah krisis ekonomi. pada era ini bergabung dengan negara-negara Asia dan Afrika. Negara-negara yang tergabung dalan gerakan non-blok dikenal sebagai negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang (NSB). Jerman Barat. 2004: 1062). 1998: 24—25). dan politik melanda negara-negara anggotanya. sosial. Di era ―Perang Dingin 1960-an‖ juga terjadi krisis politik di Indonesia. Dalam gerakan ini Indonesia termasuk negara pemrakasa (Huntington. termasuk sistem agraria dan pendidikan (Robert. Indonesia bersama India. Dalam pada itu. Jepang dirangkul dan dipayungi oleh Amerika Serikat selama Jepang bersedia menjadi negara demokrasi liberal. dengan maksud agar dapat meredakan ketegangan dunia. Jepang dan Jerman Barat menjadi raksasa ekonomi baru dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Namun. Ini tidak lain karena Jepang dan Jerman Barat meminimalkan biaya keamanan nasionalnya yang telah dipayungi oleh blok Barat (sekutu). Legitimasi doktrin-doktrin dasar 100 . lebih pesat perekonomiannya daripada Prancis. Gerakan non-blok berperan penting dalam meredam konflik atau perang dingin. Negara-negara Amerika Latin yang sebelumnya pro Barat. misalnya. Gerakan yang dipelopori Indonesia itu mendapat respons dari Mesir pasca-tergulingnya monarki dan berhasil mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menjadi cikal-bakal Gerakan Non-Blok. Akibatnya. budaya. Sri Langka dan Myanmar (dahulu Birma) berupaya agar negara baru tidak terseret ke dalam salah satu kubu. mengingat bahwa syarat utama gerakan ini adalah kestabilan politik pada masing-masing negara peserta. gerakan non-blok menjadi kurang efektif. Presiden Soeharto sebagai kepala pemerintahan memprioritaskan pengamanan dalam negeri dan sekaligus pembangunan ekonomi dalam negeri.

Dunia tanpa batas akan merugikan bangsa yang sedang berkembang apabila bangsa itu tidak memiliki karakter nasional yang kuat dan intelektual yang tinggi. Dalam konsep ini seorang pembeli dianggap sebagai raja. tiga di antaranya menyebabkan penggunaan sumber daya alam—terutama yang tidak dapat diperbaharui—yang berlebihan. 3. Negara maju dan kaya mencita-citakan dunia tanpa batas. baik untuk penumpang maupun barang— telekomunikasi—yang kini telah berkembang menjadi teknologi informatika—serta semangat perdagangan bebas. dan 4) kebangkitan demokrasi. ekonomi dan sebagainya. 1942: 4—7). Di era ini muncul konsep ―dunia tanpa batas‖ yang pada hakikatnya adalah perkembangan dari berdirinya perusahaan-perusahaan multinasional (multinational corporations). Implementasi kedua doktrin itu dalam politik luar negeri dimulai dengan upaya pembangunan stabilitas politik dan ekonomi di kawasan regional. Berbagai Kecenderungan di Era Globalisasi Dekade akhir abad XX dan awal abad XXI disebut masa (era) globalisasi. 3) penemuan persenjataan baru (yang lebih modern). 2) ―percepatan‖ jalannya sejarah sebagai akibat kemajuan teknologi telekomunikasi. yang tidak lain merupakan bentuk liberalisasi ekonomi dunia. Oleh karena itu isu era globalisasi diidentikkan dengan pemanasan global dan perebutan wilayah sumber daya alam (Wright. Pada era ini pula orang terdorong menjadi warga negara dunia (kosmopolit). Konflik fisik masih terjadi baik dalam rangka perebutan wilayah secara fisik maupun melalui maya. yaitu melalui pengaruh budaya.adalah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan Ketahanan Nasional sebagai geostrategi melalui ketetapan MPR. Oleh karena itu tidaklah salah apabila Wright berkata bahwa perang fisik dipicu oleh 1) dunia yang ―menciut‖ sebagai akibat kemajuan teknologi transportasi. Pada masa ini setiap negara menjadi negara terbuka untuk perdagangan bebas. Dari keempat penyebab perang itu. yang berawal dari perebutan sumber daya alam. ASEAN). tetapi dalam kenyataannya dia terpaksa membeli 101 . Hubungan dengan negara tetangga yang selama itu ―kurang baik‖ dibangun kembali dengan mendirikan perhimpunan negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. Tidaklah mengherankan apabila akan terjadi konflik antarnegara maupun interen negara nasional yang dipicu oleh perbedaan persepsi mengenai nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Era globalisasi ditandai oleh kemajuan teknologi dalam bidang transportasi—terutama setelah pesawat terbang digunakan sebagai angkutan masal.

Krisis ekonomi dianggap sebagai penyebab awal kecenderungan ekonomi global. Pada awal era globalisasi. 1991: 34—71). Dalam hal ini sistem politik negara-negara Barat dianggap ―lebih baik‖ daripada yang dilaksanakan di 102 . blok demokrasi sosialis mendapat bencana multi-dimensi yang berawal dengan krisis ekonomi. Berdasarkan uraian di atas. Akibat lanjutannya. banyak negara demokrasi sosialis terpaksa harus segera melakukan perubahan dengan menyesuaikan diri dengan mitra dan lingkungan strategisnya. Kecenderungan politik sebenarnya menjadi penyebab awal kebangkitan demokrasi. dan berakhir dengan kebangkitan demokrasi. Konflik-konflik yang semula berbasis ekonomi banyak diselesaikan melalui politik sambil menunjukkan identitas masyarakat (Huntington. Euforia runtuhnya tembok Berlin dan keinginan terbentuknya dunia tanpa batas menjadikan banyak negara menjadi tidak aman dan damai. Perusahaan besar akan tetap membina perusahaan kecil dan mungkin ikut membiayai penelitian dan pengembangan sehingga produknya dijadikan modal tetap sebagai biaya tetap (fixed cost). berlanjut dengan krisis politik. Kelompok-kelompok etnik saling berhadapan dan berjuang untuk kepentingan etniknya dan tidak jarang diselesaikan dengan kekerasan. Banyak negara nasional pecah menjadi negara kecil yang berbasis etnik. Sudah barang tentu konsep ini akan ditolak oleh negarawan dan politisi nasional yang patriotik. Persaingan penjualan hasil produk akan dimenangkan oleh perusahaan yang mampu merakit barang berkat penyebaran teknologi (dispersion of technology). Akibatnya. terutama sejak runtuhnya tembok Berlin. yang mengarah kepada penjajahan sosial. tidaklah salah apabila dikatakan bahwa era globalisasi merupakan bentuk kolonisasi perusahaan multinasional melalui dunia maya. budaya. Oleh karena itu perusahaan yang berupaya mempengaruhi konsumen menjadi perusahaan multi-nasional yang didirikan oleh beberapa negara (Ohmae. ekonomi. terutama di negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. tidak mustahil terjadi tindak-tindak kriminal yang diikuti oleh gerakan politik yang akan berakhir dengan kejatuhan negara nasional baru. Timbul konflik. termasuk negara maju. dan ideologi. Masalah mata uang dan negara (currency and country) akan menjadi kendala apabila perusahaan itu dimiliki oleh satu negara. Semangat untuk mengadakan perubahan segera dan cepat juga melanda banyak negara lain. 1998: 21). dan tidak mustahil juga akan mengarah kepada tindak-tindak kriminal antarnegara. baik antarnegara maupun di dalam negara nasional sendiri.barang hanya demi menjaga gengsi—memakai merek tertentu.

Inggris. Oleh karena itu isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia yang didengung-dengungkan Barat menjadi mendunia. dan Selandia Baru) untuk tetap menguasai dunia. Berdirinya negara-negara nasional baru dengan pendekatan budaya/etnik dan agama menambah pengelompokan satuan budaya. dunia seolah-olah pecah karena pengaruh perkembangan kebangkitan budaya bangsa (Huntington. Kecenderungan yang mengutamakan hak daripada kewajiban mulai ditinggalkan sehingga muncul Gerakan Tanggung Jawab Insani (Human Responsibilities Movement). Kecenderungan bentuk pertahanan keamanan dipengaruhi oleh runtuhnya blok Timur yang merupakan isyarat perubahan pada visi. Kalau pada abad pertengahan kolonialisme berbentuk fisik. Namun yang patut diwaspadai adalah keinginan Barat. Menurut 103 . terutama negara-negara Anglo-Sakson (Amerika Serikat. Timbul benturan budaya yang berlanjut dengan pecahnya negara nasional menjadi negara yang bersifat etnik atau agama. Jepang muncul menjadi raksasa ekonomi. pendidikan kepribadian dan karakter perlu dibangun dengan baik dan terusmenerus. Kecenderungan ekonomi terjadi karena pergeseran pusat perekonomian dunia ke arah kawasan negara-negara Pasifik. strategi. Australia. Pada era ini. dan konsep politik nasional. maka kini berbentuk demokrasi dan ekonomi liberal. Isu-isu yang mereka kembangkan adalah perang melawan terorisme internasional dan penegakan demokrasi. Apa yang terjadi di dunia pada saat yang bersamaan dapat diketahui melalui media elektronik di rumah-rumah masyarakat lainnya. Sudan menjadi negara terakhir (sampai dengan tahun 2011) yang pecah menjadi negara nasional yang bersifat etnik dengan menjadi Sudan (dengan mayoritas penduduk beragama Islam) dan Sudan Selatan (dengan mayoritas penduduk Kristen dan yang belum beragama). Negara-negara Eropa yang takut ditinggalkan berupaya ―tampak‖ ikut berperan.negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. Konsep visi dan misi pertahanan keamanan diciptakan oleh masing-masing negara. Oleh karena itu. Rusia juga bereaksi dengan berusaha menampakkan kekuatannya di kawasan Pasifik. 1998: 207). misi. Banyaknya satuan budaya dapat dikelompokkan menjadi satuan budaya besar yang merupakan garis perbatasan (frontier) budaya. Kanada. Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan Kanada bergeser ke Barat karena melihat kesempatan yang lebih besar. Kecenderungan sosial budaya juga diakibatkan oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dengan makin berkembangnya teknik informatika. Budaya dan kearifan lokal bersaing ketat dengan budaya pop yang mendunia.

Mereka tetap berusaha melebarkan pengaruhnya ke arah negara yang lemah sebagai perwujudan konsep ruangnya. 159). yang berawal dari krisis ekonomi dan moneter dan kemudian berkembang menjadi krisis budaya yang menyentuh segenap sendi kehidupan bangsa. maka pada masa pasca-Perang Dingin hal itu diwujudkan melalui kekuatan ekonomi. dan memerangi terorisme. Pada era globalisasi upaya mereka itu dilakukan dengan dalih demokratisasi di negara yang kurang demokratis. Pasca-robohnya Federasi Uni Sovyet. Belanda. c) Somalia. and absolute power corrupts absolutely” (Cohen dan Cohen. b) sebagian Balkan. mulai dari Afrika Tengah sampai ke Selatan. 28. 4. Negara-negara itu memiliki kekuasaan mutlak sehingga Lord Acton (1834—1902) mengatakan ―Power tends to corrupt. 5) budaya Sinik yang meliputi wilayah Cina. Vietnam.Huntington kini ada sembilan satuan budaya besar atau utama. dan Korea. Penggunaan kekerasan yang menonjol ini juga merupakan salah satu cerminan dari kebangkitan demokrasi (Wright. etnik. termasuk Sachalin Utara. ajaran agama. 1998: 27. dan 9) budaya Jepang (Sinto) yang meliputi Jepang. sosial. 8) budaya Buddha di daerah Asia Tenggara. 7) budaya Kristen Ortodoks yang meliputi wilayah dengan mayoritas penganut agama Kristen Ortodoks di perbatasan sebelah Timur dari Eropa Tengah hingga eks Uni Sovyet. Salah satu akibatnya adalah budaya kekerasan menjadi menonjol. blok Barat—terutama negara-negara dengan latar belakang mayoritas etnik Anglo-Sakson—kehilangan musuh. 2) budaya Amerika Latin. upaya melindungi dan membantu gerakan hak asasi manusia. dan Perancis). d) sebagian wilayah eks Uni Sovyet. Indonesia dan Globalisasi Indonesia pada awal era ini juga dilanda bencana nasional. dan e) Indonesia. Garis perbatasan ini saling mempengaruhi melalui budaya. 3) budaya Afrika. Apabila pada masa lalu (awal abad XX) konsep ruang diwujudkan melalui mekanisme politik dan militer. Masyarakat kita berpikir dan bertindak cepat atas dasar intuisi tanpa memperhitungkan akibat perilakunya. mulai dari Mexico hingga Argentina (kecuali tiga negara Guyana (eks jajahan Inggris. 1942: 4—7). 104 . dan perdagangan dan mungkin dapat mengarah ke politik kekuatan (Huntington. 4) budaya Islam di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang mencakup a) Afrika Utara. Kesembilan garis perbatasan budaya tersebut adalah 1) budaya Barat yang meliputi negara-negara dengan mayoritas penduduk Kristen Barat yang juga dikenal sebagai negara-negara Barat modern sekuler. 1980: 1). 6) budaya Hindu.

kekuatan ekonomi. Kerja sama regional dan internasional hendaknya merupakan implikasi doktrim geopolitik dan geostrategi dalam dimensi internasional dan ditujukan untuk meningkatkan daya tawar untuk menghadapi negara-negara adidaya. meskipun sebelumnya telah terbentuk pesatuan negaranegara Skandinavia yaitu Swedia. Singapura. ASEAN) pada tahun 1967.Untuk menghadapi kondisi ini. dan kekuatan militer yang siaga. Kerja sama regional merupakan strategi untuk menghadapi negara yang lebih kuat sehingga negara-negara anggota mempunyai posisi tawar yang lebih kuat pada era perdagangan global. Jumlah negara anggota ASEAN pada saat ini telah berkembang menjadi sepuluh negara yaitu setelah Brunei Darussalam. Wilayah regional diartikan sebagai daerah sekitar negara dengan penekanan pada wilayah yang homogen atas dasar ciri geostrategis dan dapat berupa persamaan ras. Konsep pembentukan ASEAN ini merupakan konsep geostrategi berlapis. Bagi Indonesia ASEAN merupakan lapis pertama geostrategi. dan 3) Gulf Countries Council. Indonesia. Konsep ASEAN kini banyak dikembangkan pada era globalisai dengan pembentukan badan atau forum seperti 1) South East Asia Association for Regional Cooperation (SAARC). Kamboja. Kerja sama itu tidak dalam bentuk pakta pertahanan. dan Denmark. dan Thailand. Laos. karena hal itu akan mengarah kepada perlombaan pengembangan kesenjataan. dan persatuan negara-negara 105 . budaya. 2) South-Pacific Forum (SPF). sedangkan keikutsertaan Indonesia dalam Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan konsep geostrategis lapis kedua. Kerja sama regional lapis pertama sesungguhnya merupakan posisi garis perbatasan budaya karena terbentuk berdasarkan kesamaan budaya. Dimensi internasional doktrim ketahanan nasional dijabarkan melalui konsep ketahanan regional. dengan komponen stabilitas politik. Bahkan kini negara-negara Eropa daratan membentuk Uni Eropa. Norwegia. yakni Filipina. Pada kasus ini Indonesia telah memprakarsai pembentukan Perhimpunan Negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. Malaysia. kerja sama bilateral saja tidak cukup sehingga harus dikembangkan kerja sama regional dan internasional. Oleh karena itu ketahanan regional sangat tergantung pada semangat kebersamaan di antara anggota dan adaptasi sesama anggota. dan sumber daya. dan Vietnam bergabung. Myanmar (dahulu Burma). yang pada awalnya terdiri dari lima negara. Pembentukan kesatuan negara regional diharapkan meningkatkan ketahanan nasional masing-masing negara anggota.

dan Luksemburg). Konsep inilah yang merupakan konsep ketahanan nasional Indonesia yang disebut ketahanan berlapis. 2) International Standard Organization Code.BENELUX (Belgia. Untuk menghadapi negara-negara sedang berkembang. dan 3) International Safety Management Code. Ini menunjukkan bahwa proksimitas geografi lebih diutamakan untuk mempermudah kohesi dan respon bersama menghadapi perubahan global yang tidak menentu. 106 . Untuk itu diperlukan daya tawar kolektif (collective bargaining power) dari negara-negara sedang berkembang sekawasan. Nederlan. negara maju—baik adidaya maupun negara ―kecil‖—menciptakan hambatan yang seolah-olah ―wajar‖ dengan ketentuanketentuan seperti: 1) eco-labeling.

2002. 2006. 1996. 1994. ―The European Nation State: Its Achievements and Its Limits. Insist Press dan Pustaka Pelajar. Jakarta. Hasan. Hasjim. Anna. Yogyakarta. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Djalal. Jurgen. Carol R. Keputusan Presiden: Analisis Keppres RI 1987—1998. Evaluasi ST MPR 2002 Perubahan UUD 1945. J. Henry E. Jakarta: Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia.M & M. 2000. Asshiddiqie. Dasar-dasar Ilmu Politik. dalam Gopal Balakrishnan (ed. Annapolis. Penyunting: Mulyawan Karim. Chaidir. 1983. 1973. Pa: Stackpole Coy. Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. Jakarta. 1980. Jimly. Grand Strategy: Principle and Practices. Buku dan Makalah Anderson. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Jiid 1. A. Middlesex:. Dalam Rindu Pancasila. Indonesia and the Law of the Sea. L. 1995. Komunitas-komunitas Terbayang (terjemahan). 2008. Cohen. Gonick. John M. Collins. London: Verso. Kepustakaan Populer Gramedia. Departemen Luar Negeri. Jakarta: LIH ITI. Basrie. M. Harrisburg. Penerbit Buku Kompas. Jakarta: FPP ‗45. 2001. B. Eccles. Anthropology (edisi ke-9). Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia... 1996. dan Ember. Wawasan Nusantara. Habermas.. Jakarta: Direktorat Perjanjian Internasional. Logistics in the National Defense. 107 .). on the Past and Future of Sovereignty and Citizenship‖. Jakarta: CSIS.. Melvin. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Inc. Ma: US Naval Institute. Etika.. Front Pembela Proklamasi ‗45. 1995. Jakarta: KOPKAR PTP. 1995. Budiardjo. Mapping the Nation. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. 2001. The Pinguin Dictionary of Quotations. 2010. Revisitasi Pancasila. K. Bertens. Ember. New Jersey: PrenticeHall. Untuk Apa Kita Merdeka: Kumpulan Amanat Bung Karno di Sumatera dalam Masa Perang Kemerdekaan 1945--1948. 1959. Erliyana. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Basry.DAFTAR PUSTAKA A. Miriam. Azra. 2005. Kartun Riwayat Peradaban.J. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa): Bagian I & II.

O. S. Mochtar. S. Mentalitas. 2009. B. A. Kumpulan Karangan s. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Bandung: Tarsito. 2004. 1985. dan Pembangunan. 2000. Konsep Hukum Negara Nusantara pada Konvensi Hukum Laut III. Jakarta: Erlangga. 1953. Ihromi. 1998. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. 1995. ―Kebudayaan Nasional Indonesia. Konsistensi Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Negara. 1984. PSP-Press. 1986. RMAB. 2. Bandung: Alumni. Salemba Humanika. Hitlin. Anthropology (ed. Berita Antropologi. _______________. W. 2002. Sistem gotong-royong dan jiwa gotong royong. M. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. Tudjuan dan Politik Pergerakan Nasional di Indonesia. Yogyakarta. Terbitan khusus. Dalam Psikologi sosial. 2010.‖ Kompas. __________. Hardi. 1987a. 1987b. 9 Maret 1987. Huntington. IX No. Samudera Merah Putih 19 September 1945. 66. Antropologi. Kusuma. Lasmidjah. Hatta. Jakarta: Djambatan. ke-9). Muhammad. 108 . 1977. 1981. ______________. Kartodirdjo. Kusumaatmadja. Jakarta: Rineka Cipta. R. Yogyakarta: Paradigma. Individu dalam Kelompok. ____________. T. ―Orientasi Nilai Budaya dalam Kebudayaan Nasional Indonesia. 2003. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. Jakarta: Penerbitan dan Balai Buku Indonesia. 30. 1999.‖ Kompas. ______________. Jun 2003. Pebruari 1977. Kebudayaan. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional Jilid 2.). 2002. Bianglala Hukum. Bunga Rampai Antropologi Hukum. ______________. (ed. The Clash of Civilization and the Remaking of World Order. Inc. London: Tochtone Books. Jakarta. 2003. A. 1993. 11 Maret 1987. Orlando: Harcourt. Penyunting: Sarlito W Sarwono dan Eko A Meinarno. Kaelan. Pengantar Ilmu Antropologi. Samuel T. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Koentjaraningrat. Pendidikan Pancasila Edisi Reformasi. Social Psychology Quarterly. Koentjaraningrat. Values as the Core of Personal Identity: Drawing Links Between Two Theories of Self. Jakarta: PT Gramedia. th. Sartono.v.Halida. Kusuma. Haviland. Jilid 1. Jakarta: Pustaka Jaya.

Sekilas Mengenai Pemetaan Bahasa. Lembaga Pertahanan Nasional. MD.. Kreasi Wacana. 109 . 1993. Attitudes. & Etnisitas: Mendamaikan Persaingan Identitas. (diktat untuk KRA) Jakarta: Lembaga pertahanan Nasional. Panitia Lemhannas. R. Notosusanto. Jakarta: Balai Pustaka– Lemhannas. Relasi Sosial Antarkelompok Agama di Indonesia: Integrasi atau Disintegrasi? Dalam Sistem sosial Indonesia. 2005. 2012. Meinarno. Marzali. Meinarno. Salemba Humanika. Widianto. Prenada Media. EA. Jakarta. 2007. 2009. 1991.. and Behavioral Intentions: The Moderating Role of Attitude Function. Yogyakarta. Wawasan Nusantara. P. 2011. Yogyakarta. Kebangsaan. Balai Pustaka Poole. Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat: Pandangan Antropologi dan Sosiologi. Jakarta. Loebis. Jakarta: Erlangga. Purnomo. Lauder. 1979. Polititcs among Nations: The Struggle for Power and Peace. 1980. Hubungan Pancasila dan Identitas Nasional: Masihkah Remaja Kita Mengingatnya? Laporan penelitian hibah riset pascasarjana Universitas Indonesia tahun 2011. UI Press. TK. EA. Kenichi. Power and Strategy in the Interlined Economy. Latif. dan Aktualitas Pancasila. R. Rasionalitas. 1995 Markum. Nation and Identity. Jakarta: PT.. New York: Mc Graw Hill. Oomen. Jakarta.. Hans J. 2011. 31. London: Fontana. Antropologi & Pembangunan Indonesia. Jakarta. Olson. Halida. 266-285. 2011. 1995. 21-24 Juli. Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. The Borderless World.. Kewarganegaraan. Jakarta: Ripers Utama. Juneman. PT Gramedia Pustaka Utama. GR. Penyunting: Paulus Wirutomo. Asas-asas Ilmu Bangsa-Bangsa. 2006 (direvisi oleh Thompson dan Clinton). N. 1973. B. 2011. Sejarah Nasional Indonesia II. Negara Paripurna: Historitas. Poesponegoro. A. Jakarta. EA. How Pancasila form the national identity of Indonesian people? Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. Raja Grafindo Persada Maio. Journal of Experimental Social Psychology.. Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi. 1999. Jakarta. ME.Kusumadewi. New York: Routledge. Mirhad. Y. Morgenthau. (2009). Fakultas Ilmu Budaya Indonesia-Akbar Media Eka Sarana. Mahfud MD. Bunga Rampai Ketahanan Nasional: Konsepsi dan Teori. MRMT. Ross. Relations between Values. Meinarno. Ali Basja. JM.. Ohmae. LR. Moh.

Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Oxford. Ramage. Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Z. 1995. Tidak dipublikasikan. Pancasila dalam Perubahan Sosial-Politik Indonesia Modern. Parakitri T. 2006. The Measurement of Pancasila: An Effort to make Psychological Measurement from Pancasila Values.. Suwartono. 2004. 2010. 1992. Shakuntala. 2007. Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Pancasila. M.. Simbolon. Oxford University Press. Contestation and Mobilization. K.. Seda. The Free Press. M. Menjadi Indonesia. A. Routledge. Indonesia. R. J. Suparlan.Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. C. Sage Publication. Politics in Indonesia: Democracy. N. Rida... The New Peguin History of the World. 2006. Yogyakarta. Rokeach. 2012.. Kamus Besar Bahasa Indonesia. E. Parsudi.M. 2002. Penyunting: Paulus Wirutomo. Reicher. Jakarta: Ghalia Indonesia. SM. UI Press. London: .. RRS. Robert. FSSE.. Agustin. Sistem Sosial Budaya Indonesia. 2001. The Nature of Human Values. Ranjabar. 1995. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Penyunting: Andrew Simpson. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. 2010. 1973. Self and Nation: Categorization. 2005. Buku I: Akar-akar Kebangsaan Indonesia.. Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian. Dalam restorasi Pancasila: Mendamaikan politik identitas dan modernitas. Rinjin. Islam and the Ideology of Tolerance. Jakarta. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jacobus. Tesis strata dua Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional. GR. Juli 2010 110 . Simpson. PSP-Press. Penyunting: Irfan Nasution dan Ronny Agustinus. London. EA. Yogyakarta. Dipaparkan dalam seminar CICP. 1988. S. Somantri. Universitas Indonesia. London. New York. Jakarta: Kuaternita Adidarma. 2004. Jakarta: Kompas. Dalam Sistem sosial Indonesia. Suku Bangsa dan Hubungan Antar Suku Bangsa. Sunardi. Hopkins. Relasi Gender dalam Masyarakat Indonesia. Febriana. Jakarta. Meinarno. DE. Dalam Language & national identity in Asia. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan Dasar Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meinarno. UI Press. Undang-Undang Nomor 24 Tahun1992 tentang Penataan Ruang. _________. Wright. Dalam Buku ajar 1: Filsafat. Chicago: The University of Chicago Press. Yogyakarta. 2011. _________. 1942. 1974. Wirutomo. Undang-undang Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. B. serta Lagu Kebangsaan. dan Lambang Negara. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.Suwartono. Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Study of War.. Tajfel. _________. Dalam Sistem sosial Indonesia. UI Press. Construct Validation of Pancasila Scale: An Empirical Report. _________. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Integrasi Sosial Masyarakat Indonesia: Teori dan Konsep. Takwin. Depok. dan kekuatan dan keutamaan karakter. C. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 2000. Wirutomo. _________. Kekuatan dan Keutamaan Karakter sebagai Hasil dari Daya-daya Spiritual. 21-24 Juli. Social Identity and Intergroup Behavior. Penyunting: Bagus Takwin. etika. H. _________. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. 65. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035. 13. EA. P. Jakarta. Bahasa. Universitas Indonesia. Daftar Gambar 111 . Undang-Undang Dasar 1945 (sebelum dan sesudah Amandemen I sampai dengan IV). _________. Dalam Sistem sosial Indonesia. penyunting: Paulus Wirutomo. 65-93. Lamuddin Finoza. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta. pp. Buku Ajar Antropologi Budaya. penyunting: Paulus Wirutomo. H Zakky Mubarak. 2011. 2012. 2012. Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. _________. Quincy. B. logika. Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Tim Pengajar Antropologi Budaya Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Menyongsong Masa Depan Integrasi Masyarakat Indonesia. Social Science Information. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. P.

gif&zoom=1&w=4500&h=2234&iact=hc&ei=zP7hTLHCcPQceTg8YsM&oei=wP7hTLzEEYq8vgOE9KjVDg&esq=2&page=2&tbnh=80&tbnw=16 1&start=8&ndsp=10&ved=1t:429.co.com/calories-loacker-wafersi183107&docid=Fo5jl3JxNikwQM&imgurl=http://static.co.id/imgres?q=wafer+loacker&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=1_lf60m hSPmISM:&imgrefurl=http://caloriecount.Gambar The Patriot: http://www.s:8&biw=1024&bih=388 (Nov.id/imgres?q=wafer+tango&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=excensyo8 KZYhM:&imgrefurl=http://www.swotti.jpg&w=400&h=300&ei=j6feT8vXDofOrQfhldXGDQ&zoom=1&biw=1366&bih=558 Gambar peta Indonesia: Gambar peta dunia: gambar dunia: http://www.i:88&biw=1366&bih=558 Gambar wafer Loacker: http://www.google.web.about.html&docid=Jufl8WJ9zzhvUM&imgurl=http://bicarafilm.com/gallery/data/media/8/A_large_blank_world_map_with_oce ans_marked_in_blue.google.jpg Gambar wafer Tango: http://www.id/showthread.r:7.jpg&w=200&h=200&ei=P6beT637AsXsrAfwweGsDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=335 &vpy=249&dur=1064&hovh=160&hovw=160&tx=60&ty=104&sig=1103744370107786349 95&page=4&tbnh=160&tbnw=160&start=57&ndsp=18&ved=1t:429.com/tmp/swotti/cacheDGHLIHBHDHJPB3Q=RW50ZXJ0YWLUBWVU DC1NB3ZPZXM=/imgthe%20patriot3.r:1.jpg&w=200&h=165&ei=06TeTPgMM_jrAfehZ3IDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=165&vpy=244&dur=2182&hovh=132&hov w=160&tx=81&ty=98&sig=110374437010778634995&page=1&tbnh=132&tbnw=160&start =0&ndsp=12&ved=1t:429.co.com/images/medium/2325poster. 2010) 112 .com/images/medi um/loacker-wafers-sandwich-hazelnut101966.s:0.php%3Ft%3D160748%26p age%3D91&docid=JZLESngNxFZcgM&imgurl=http://img51.i:254&biw=136 6&bih=558 Gambar poster film Garuda di dadaku: http://www.google.r:6.s:57.us/img51/8526/tan govanillasugarfree.caloriecount.google.co.com/freevectors/art-designs/free-vector-worldmap/&imgurl=http://vectorya.id/imglanding?q=world+map&hl=id&gbv=2&tbs=isch:1&tbnid=wJme Qu2avHIOMM:&imgrefurl=http://vectorya.id/imgres?q=garuda+di+dadaku&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=VLa cUBdcY2u90M:&imgrefurl=http://bicarafilm.com/baca/2011/07/13/yuk-nonton-shootinggaruda-di-dadaku2.imageshack.indowebster.about.

Lembaga Adminstrasi Negara R. Psikologi Sosial (2001-sekarang). di samping tetap sebagai anggota TNI AU di kesatuan wilayah. Program Pascasarjana Universitas Indonesia. pengajar luar biasa UI.DATA PENULIS R. Latar pendidikan strata dua (S-2) adalah Antropologi dari FISIP UI dan strata satu (S-1) Psikologi UI. Sebelum bergabung dengan UI (MKU dan Tim PDPT).PDPT UI di FHUI. Beberapa bentuk karyanya adalah dalam bentuk artikel dalam jurnal nasional. pemeliharaan. 113 . Kemudian sebagai Koordinator Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT) . Fakultas Hukum UI. sebagai dosen/widyaiswara luar biasa pada Proyek Pendidikan Latihan Departemen Keuangan R. Latar belakang pendidikan adalah Sarjana Hukum (S1) dari Fakultas Hukum UI. Latar belakang pendidikannya adalah S1 jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Airlangga.I. dan S2 di Program Studi Kajian Wilayah Amerika. dan Ilmu Budaya Dasar. Aktivitas lain adalah menjadi anggota APsyA (Asian Psychological Association) dan anggota dewan editor pada beberapa jurnal psikologi nasional. Eko A. Kebudayaan. Magister Hukum (S2) Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. juga sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu Akademik FHUI. adalah fasilitator PDPT UI – MPKT di lingkungan Univesitas Indonesia. dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan disiplin ilmu hukum. Mk Pendidikan Kewarganegaraan sejak 1995. Antropologi (2001–2007) dan Individu. dan Doktor (S3) dari Program Pascasarjana S3 Bidang Studi Ilmu Hukum.I dan SESPANAS Lembaga Addministrasi Negara dengan bahan ajar Administrasi Perlengkapan Pemerintah. dan S-2 Pengkajian Ketahaan Nasional di Fakultas Pacasarjana Universitas Indonesia.. Pendikab S-1 Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Admininistrasi. Bentuk konkretnya adalah menjadi anggota tim ajar Psikologi Lintas Budaya (2004–2009). Minatnya terhadap kondisi sosial membuatnya berkecimpung di Psikologi dengan peminatan Psikologi Sosial. serta kegiatan pengabdian pada masyarakat. dan Masyarakat (2008-2012). Selain sebagai tenaga pengajar di UI. Pendidikan jenjang diawali AAU hingga SESKOAU. adalah pengajar tetap di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Slamet Soemiarno. Meinarno. pendidikan dan keanggotaan Legislatif Agnes Sri Poerbasari. Ismala Dewi adalah tenaga pengajar tetap di Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk Mata Kuliah Antropologi Budaya. tulisan dalam buku nasional dan internasional. serta Dosen MPKT di lingkungan Universitas Indonesia. Antropologi Hukum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful