PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PENDIDIKAN TINGGI

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN TERINTEGRASI A

BUKU AJAR III

BANGSA, NEGARA, DAN PANCASILA

Tim Penulis: R. Ismala Dewi Slamet Soemiarno Agnes Sri Poerbasari Eko A. Meinarno

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2012

1

BAB I BANGSA INDONESIA

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami konsep bangsa dan membangun sikap terbuka dan kritis terhadap kemajemukan bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan masalah integrasi, konflik, faktorfaktor pemersatu bangsa, serta jati diri bangsa.

Sebagai negara kebangsaan (nation state), Indonesia merupakan kumpulan dari berbagai ikatan primordial—agama, suku, ras, bahasa, budaya, daerah, dan adat—yang berbeda satu sama lain. Kemajemukan bangsa Indonesia dengan perbedaan-perbedaan yang ada itu menimbulkan berbagai masalah integrasi dan konflik yang berkaitan dengan keberadaan dasar dan ideologi bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai pengikat bangsa, faktor-faktor pemersatu bangsa lainnya, serta jati diri bangsa.

1. Pengertian Bangsa dan Suku Bangsa Secara konseptual, yang dimaksud dengan bangsa adalah sekelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Contoh: Bangsa Indonesia, India, dsb.1 Sekelompok masyarakat yang membentuk suatu bangsa, sebagaimana definisi bangsa tersebut tidaklah sesederhana itu. Suatu bangsa terbentuk melalui suatu proses perjalanan sejarah, yang berbeda dengan bangsa lain. Keberadaan suatu bangsa pun sering kali dipengaruhi oleh interaksinya dengan bangsa-bangsa lain. Sebagai suatu bangsa, Indonesia mempunyai ciri atau corak yang khas. Ciri khas itu muncul karena latar belakang sejarah pembentukannya yang berbeda dengan bangsa lain. Salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang menonjol adalah bahwa bangsa Indonesia dibentuk oleh kesatuan dari berbagai suku bangsa sehingga disebut bangsa yang majemuk.

1

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta, 2002), hlm. 102.

2

Mengenai pengertian konsep suku bangsa, Koentjaraningrat memberikan penjelasan sebagai berikut. Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai komunitas desa, kota, kelompok kekerabatan, atau kelompok adat lainnya, menampilkan corak khas tertentu yang terutama dilihat oleh orang luar yang bukan warga masyarakat bersangkutan. Corak khas tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur kebudayaan yang ada pada komunitas itu, misalnya hasil kebudayaan fisik dan pranata-pranata yang ada pada pola sosial khusus. Kekhasan corak kebudayaan pada suatu masyarakat itu yang membedakannya dengan masyarakat lainnya. Dalam etnografi (deskripsi atau tulisan tentang bangsa-bangsa), suatu kebudayaan dengan corak khas itu dinamakan suku bangsa atau kelompok etnik (ethnic group). Di antara kedua istilah di atas —suku bangsa dan kelompok etnik—istilah yang lebih tepat bagi kelompok masyarakat dengan corak yang khas tersebut adalah suku bangsa, bukan kelompok etnik karena suku bangsa merupakan golongan sosial bukan kelompok sosial. Golongan sosial dan kelompok sosial merupakan dua konsep mengenai kesatuan-kesatuan sosial atau unsur-unsur masyarakat. Kedua konsep itu mempunyai pengertian yang berbeda. Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu, yang mempunyai ikatan identitas sosial. Kelompok sosial merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya yaitu adanya sistem interaksi antara para anggota, adat-istiadat serta sistem norma yang mengatur interaksi itu, kontinuitas, serta adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota tadi. Di samping ketiga ciri tadi, suatu kesatuan manusia yang disebut kelompok juga mempunyai ciri tambahan yaitu organisasi dan sistem kepemimpinan dan selalu tampak sebagai kesatuan-kesatuan dari individu-individu yang pada masa-masa tertentu, secara berulang, berkumpul dan kemudian bubar lagi. Suku bangsa sebagai golongan sosial adalah golongan manusia yang terikat oleh identitas dan kesadaran akan ―kesatuan kebudayaan‖. Kesadaran dan identitas itu sering kali dikuatkan pula oleh kesatuan bahasa. ―Kesatuan kebudayaan‖ tersebut bukan ditentukan oleh pihak luar, misalnya ahli antropologi, ahli kebudayaan, atau ahli lainnya, dengan metodemetode analisis ilmiah, melainkan oleh warga kebudayaan itu sendiri. Contoh kebudayaan suku bangsa yang diuraikan di atas ialah kebudayaan Sunda yang merupakan suatu kesatuan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan Jawa atau Batak. Kesatuan kebudayaan Sunda itu bukan ditentukan oleh pihak luar, melainkan karena orangorang Sunda sadar bahwa di antara mereka ada keseragaman mengenai kebudayaan mereka,

3

Sebagai kelompok. komuniti. Apalagi adanya bahasa Sunda. yang berbeda dengan bahasa Jawa atau Batak. sedangkan keanggotaan di dalam kelas sosial atau kelompok profesi akan hilang pada waktu yang bersangkutan tidak lagi mampu menunjukkan kemampuan ekonomi yang menjadi ciri-ciri dari kelas sosial yang di dalamnya dia tergolong atau pada waktu seseorang itu tidak lagi mengerjakan profesi yang selama ini ditekuninya. yang berbeda dengan kebudayaan lain. suku bangsa terwujud sebagai perorangan atau individu dan kelompok. (Koentjaraningrat. Keanggotaan seseorang di dalam sebuah suku bangsa yang bercorak askpritif berbeda dari keanggotaan seseorang di dalam sebuah kelas sosial atau kelompok profesi yang coraknya diperoleh melalui prestasi kerja atau usaha. maka diperlukan pemahaman terhadap suku-suku bangsa tersebut. 2002: 263— 266. 1. Sebagai golongan sosial. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia maka jati diri seseorang merupakan jati diri bangsa Indonesia.) Menurut Suparlan. Sebagai kelompok. (Suparlan. Oleh karena itu interaksi antar-suku 4 . Suku bangsa mempunyai kebudayaan bersama yang merupakan pedoman bagi kehidupan mereka. atau dapat juga menjadi jati diri yang menempel dan memperkuat jati diri utama seseorang.) Sebagai makhluk sosial. setiap orang mempunyai lebih dari satu jati diri atau identitas diri. masyarakat. yaitu dengan adanya keluarga yang dibentuk melalui perkawinan. menyebabkan semakin tingginya kesadaran akan kepribadian khusus tadi. Jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan termasuk salah satu di antara jati diri yang dapat menjadi jati diri utama. 3. atau juga berupa perkumpulan suku bangsa. 2005: 3—6. 2. dan secara umum berbeda dengan kelompok suku bangsa lain. suku bangsa terwujud sebagai keluarga.yang mempunyai kepribadian dan identitas khusus. suku bangsa mempunyai ciri-ciri berikut. Suku bangsa merupakan satuan kehidupan yang secara biologi mampu berkembang biak dan lestari. Keanggotaan di dalam suku bangsa bercorak askriptif. suku bangsa merupakan kategori atau golongan sosial yang askriptif yaitu keanggotaan dalam suku bangsa tersebut diperoleh bersama dengan kelahiran. Corak jati diri atau identitas diri bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh jati diri suku-suku bangsa pendukung bangsa Indonesia. yang mengacu kepada asal orang tua yang melahirkan dan asal daerah tempat seseorang dilahirkan. Keanggotaan seseorang di dalam suatu suku bangsa adalah keanggotaan terus-menerus atau untuk selamanya. Mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang didukung oleh kesatuan dari aneka suku bangsa.

adat-istiadat. menurut kamus istilah antropologi. Aceh. karena berasal dari satu keturunan. Masing-masing suku bangsa itu mempunyai kebudayaan sendiri. ideologi. Berbagai suku bangsa tersebut ialah suku bangsa Jawa. perlu pula dilakukan dengan tetap mengedepankan jati diri sebagai bangsa Indonesia. bahasa. Pengertian bangsa ini tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Haviland yaitu suatu komunitas orang-orang yang memandang dirinya sebagai ―kesatuan manusia‖ yang didasari oleh nenek moyang. sejarah. bangsa Indonesia terdiri dari berbagai bagian lagi yang disebut sebagai suku bangsa. wilayah. Minangkabau. dan lain-lain. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan aneka suku bangsa yang membentuk satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia. cara hidup.bangsa. Yang dimaksud dengan bangsa. Batak. yang merupakan interaksi sosial dan politik dari orang-orang yang cara hidup dan cara berpikirnya berbeda dalam suatu masyarakat (Haviland. a. 2. yang masing-masing mempunyai corak jati diri yang berbeda itu. dan sering kali kepercayaan yang sama (Haviland. institusi. dan sebagainya. masyarakat majemuk adalah masyarakat yang memiliki keberagaman pola-pola kebudayaan (societies that have a diversity of cultural patterns) (Haviland. Kemajemukan Bangsa Indonesia sebagai Realitas Di samping pengertian bangsa dalam arti kenegaraan tersebut di atas. 2000: 664). Sunda. masyarakat. 2000: 805). 2000: 386). Berdasarkan data sensus penduduk tahun 5 . Sesungguhnya suku bangsa itu masing-masing merupakan satu bangsa dalam arti etnik. Permasalahan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk berkaitan dengan interaksi antar-suku bangsa akan diuraikan lebih lanjut pada sub-bab mengenai masyarakat majemuk bangsa Indonesia. yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum. dan biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi. Indonesia Bangsa yang Majemuk Menurut Haviland. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa suatu masyarakat yang majemuk akan melahirkan kebudayaan majemuk. yaitu kebulatan kemasyarakatan yang mempunyai kebudayaan sendiri. yaitu berbeda bahasa.

Sistem-sistem itu adalah 1) sistem nasional.) Aneka suku bangsa yang terdapat dalam Negara Republik Indonesia adalah sama banyak jumlahnya dengan bahasa-bahasa mereka. masyarakat Indonesia hidup dalam sebuah satuan politik yaitu sebuah negara kesatuan yang menempati sebuah wilayah yang dinamakan Negara Republik Indonesia. aneka suku bangsa yang ada perlu disikapi dengan kesadaran akan Indonesia sebagai bangsa yang satu. dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI. 2 Rusman Heriawan. Bentuk pluraritas bangsa Indonesia setidaknya dapat dilihat dalam dua macam yaitu 1) pluralitas horizontal. misalnya keberagaman etnis. yaitu bangsa Indonesia. Kepala BPS. dengan jumlah penduduk keseluruhannya sebanyak 237. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu realita yang tidak dapat diingkari. dan 2) pluralitas vertikal. bentuk pluralitas bangsa Indonesia dapat pula dilihat dari keberagaman kelompok. tingkat ekonomi. Oleh karena itu. Indonesia dikatakan sebagai sebuah masyarakat yang majemuk karena mengenal tiga sistem yang digunakan sebagai acuan atau pedoman di dalam kehidupan warga masyarakatnya. yang disebut bahasa daerah (Loebis. Di samping itu. 1979: 10—11). afiliasi politik.2010 dari Badan Pusat Statistik (BPS).910. Sebagai sebuah masyarakat yang terdiri atas sejumlah suku bangsa.931 km2. lapisan. misalnya keanekaragaman profesi. Sebagai sebuah bangsa. dan golongan (meskipun substansinya sama dengan bentuk pluralitas yang disebutkan terdahulu). dan dengan luas wilayahnya sekitar 1. Rabu tanggal 3 Februari 2010. 6 .556.363 orang. hubungan-hubungan sosial di antara warga suku bangsa yang berbeda itu lazim berlangsung di tempat-tempat umum (pasar. 2) sistem suku bangsa. Indonesia adalah sebuah masyarakat yang terdiri atas masyarakatmasyarakat suku bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai satu bangsa atau nasion. (Suparlan. Keberagaman kelompok berkaitan antara lain dengan keberagaman kelompok etnik.2 Menurut Suparlan. dan agama yang dianut. dan 3) sistem tempat-tempat umum. jumlah suku bangsa di Indonesia adalah sebanyak 1. 2005: 54—60. tempat-tempat hiburan.128 suku bangsa. kegiatan-kegiatan sosial bersama) yang menjadikan fungsi tempattempat umum tersebut menjadi penting untuk berinteraksi. Oleh karena itu. dan pendidikan. agama dan bahasa.

Masyarakat suku bangsa ini. kebudayaan masing-masing suku bangsa berisikan keyakinan-keyakinan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa dan mencakup juga pengetahuan mengenai diri atau suku bangsa sendiri yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. Konflik berpotensi terjadi apabila terdapat cara pandang tertentu seperti sikap etnosentrisme atau primordialisme. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu keluarga atau kelompok kerabat pada dasarnya adalah kebudayaan suku bangsa. Pengetahuan mengenai suku bangsa sendiri dan suku-suku bangsa lainnya yang hidup bersama-sama dalam sebuah masyarakat akan memunculkan keyakinan-keyakinan mengenai 7 . Masalah-Masalah Terkait Pluralitas Bangsa Indonesia Konsekuensi dari pluralitas atau heterogenitas masyarakat Indonesia adalah potensi terjadinya konflik atau integrasi. adalah sebuah masyarakat suku bangsa. yang diwujudkan antara lain dalam bentuk stereotip etnik pada suku bangsa lain. bahasa dan simbolsimbol yang sama sebagai identitas kebangsaan. Mengapa kemajemukan masyarakat menjadi salah satu sebab munculnya persoalan konflik atau masalah integrasi bangsa di Indonesia? Hal ini dapat dijelaskan dengan menunjukkan bahwa keberagaman suku bangsa di Indonesia menimbulkan beberapa konsekuensi ketika anggota masyarakat dari berbagai suku bangsa itu berinteraksi satu sama lain. Pada masyarakat suku bangsa. adalah sebuah masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsa. Dalam interaksi antar-anggota masyarakat yang berbeda suku bangsa itu akan muncul jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan masing-masing yang diakui oleh anggota masyarakat dari suatu suku bangsa maupun oleh anggota masyarakat suku bangsa lainnya dalam interaksi yang terjadi. Acuan jati diri suku bangsa adalah kebudayaan suku bangsa yang terwujud dalam bentuk atribut-atribut yang menjadi ciri-ciri dari suku bangsa masingmasing pelaku dalam suatu interaksi. Dalam masyarakat luas yang heterogen atau majemuk. Perbedaan atau pertentangan dengan suku bangsa lainnya itu—secara sadar atau tidak sadar— memunculkan keberadaan jati diri suku bangsa sendiri dan jati diri suku-suku bangsa lainnya.b. Di sisi lain integrasi bangsa dapat didorong oleh aspek-aspek seperti pengalaman sejarah yang sama. sama halnya dengan keluarga atau kelompok kekerabatan. kebudayaan suku bangsa menjadi sebuah acuan utama dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dari masyarakat tersebut. tujuan yang sama. Sebuah masyarakat yang anggota-anggotanya secara langsung atau tidak langsung berasal dari satu keturunan yang sama. atau yang selama beberapa generasi menempati suatu wilayah.

Konsep-konsep ini disebut stereotip (stereotype). Kemajemukan masyarakat Indonesia dengan keberagaman kelompok. yaitu pengetahuan mengenai ciri-ciri suku bangsa itu. pengetahuan itu amat terbatas dan subjektif karena berisikan interpretasi dari pengalaman si pelaku sendiri yang terbatas jumlah dan ruang lingkupnya tetapi kemudian digeneralisasi sebagai ciri-ciri dari sesuatu suku bangsa tersebut. dan stereotip dapat berkembang menjadi prasangka (prejudice). sebenarnya. yang dipahami dengan mengacu pada kebudayaannya. lapisan dan golongan melahirkan keberagaman kebudayaan pula. Kebudayaan yang beragam itu menyebabkan sistem hukum yang ada juga beragam. Oleh sebab itulah maka permasalahan integrasi nasional berkaitan dengan konflik dalam hal SARA. Pengetahuan anggota masyarakat suatu suku bangsa terhadap suatu suku bangsa lainnya berisikan konsep-konsep yang sering kali digunakan sebagai acuan dalam menghadapi anggota-anggota suku-suku bangsa lainnya itu. agama dan ras (SARA). (Suparlan. di samping hukum negara dan hukum internasional. Sebuah stereotip mengenai sesuatu suku bangsa biasanya muncul dari pengalaman seseorang atau sejumlah orang dalam berhubungan dengan para pelaku dari suku bangsa itu. Demikianlah pengetahuan itu disebut stereotip. Padahal. Hukum merupakan aturan yang menjadi pedoman hidup seseorang atau 8 . muncullah pengetahuan yang diyakini kebenarannya dan menjadi bagian dari kebudayaan suku bangsa tertentu.) Berkaitan dengan permasalahan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kemajemukan budaya melahirkan kemajemukan hukum. Jatiman mengemukakan bahwa akar dari bangsa Indonesia adalah satuan sosial atau kelompok yang berbeda-beda dalam suku bangsa. Namun lebih jauh dikemukakan bahwa permasalahan yang sesungguhnya bukan hanya itu melainkan juga kesepakatan bangsa tentang keberadaan Pancasila dan UUD 1945 sebagai cita-cita. Dari sejumlah pengalaman yang terbatas itu. 2005: 3—6. mengingat bahwa integrasi bangsa Indonesia dilandasi oleh kesamaan nasib dan kesamaan cita yang kemudian secara konkret dituangkan dalam Pancasila dan UUD 1945. Pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang atau sejumlah anggota masyarakat suku bangsa mengenai sesuatu suku bangsa tersebut kemudian disebarluaskan kepada sesama anggota masyarakat sehingga pengetahuan yang sifatnya terbatas mengenai ciri-ciri sesuatu suku bangsa tersebut menjadi sebuah pengetahuan yang bersifat umum dan baku yang diyakini kebenarannya.kebenaran yang subjektif terkait dengan pengetahuan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa lainnya itu. mengingat hukum merupakan aspek kebudayaan yang memiliki fungsi sebagai pedoman bertingkah laku dan fungsi kontrol sosial.

dan soa di Maluku Tengah (Ihromi. Ketiganya juga menjadi pertimbangan utama dalam sistem pengelolaan konflik. di Maluku Tengah ada aturan adat yang dinamakan pela. marga di Tapanuli. yakni kewajiban-kewajiban yang oleh orangorang Maluku Tengah diakui dan harus dipenuhi berdasarkan perjanjian di antara nenek moyang mereka di masa lalu. Aturan adat ialah orientasi nilai. 2) Pancasila dan UUD 1945. yaitu persamaan nenek moyang. Sebagai contoh. Perjanjian itu biasanya dibuat antara dua klen atau negeri. atau norma/pedoman hidup yang mengatur bagaimana masyarakat adat berperilaku. Faktor-faktor Pemersatu Bangsa Indonesia Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan perekat atau pemersatu bangsa. Aturan agama tidak ditentukan oleh pranata kekerabatan. 1986: 4—7). persilangan darah. misalnya kebijakan politik. kebijakan ekonomi. Aturan tersebut antara lain adalah aturan adat. politik dan budaya.suatu masyarakat. yang di dalamnya ditentukan bahwa para warga klen atau negeri itu dan keturunannya akan selalu saling membantu dan mereka tidak boleh mengadakan hubungan perkawinan. melainkan oleh kesamaan keyakinan religius yang melintasi dan meniadakan perbedaan asal-usul. Orientasi nilai ini sangat ditentukan oleh pranatapranata primordial dan ikatan kekerabatan yang dijaga melalui mitos-mitos lama. Aturan adat hanya dapat hidup pada perangkat sosial yang paling dasar. seperti suku di Minang. Hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor pemersatu bangsa Indonesia sebagaimana diuraikan berikut ini. Ketiga pedoman perilaku di atas merupakan pemberi dasar kehidupan kesatuan bangsa dan kemajemukan masyarakat Indonesia. dan peraturan perundangundangan. Aturan nasional merupakan produk dari pranata politik nasional. aturan agama. sosial. 3) simbol-simbol atau 9 . 3. yaitu klen (clan). Masalah integrasi dan konflik merupakan konsekuensi dari suatu masyarakat yang majemuk. Hal ini disebabkan mobilitas sosial yang berbeda di dalam seting persekutuan hidup tertentu. dan daerah asal. dan aturan nasional. antara lain: 1) latar belakang sejarah bangsa. bahkan ras dan golongan. Masyarakat memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda kepada ketiga orientasi nilai tersebut. Biasanya aturan ini dikembangkan dalam bentuk produk hukum formal yang mencakup masalah ekonomi.

maupun yang informal seperti adat. Dalam hal ini lembaga berfungsi sebagai pengatur hubungan antarmanusia. individu-individu dalam suatu masyarakat banyak melakukan tindakan dalam berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya.lambang-lambang persatuan bangsa. Setelah merdeka. Lembaga (institute) adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. Kata bangsa di sini ialah bangsa dalam arti politis (kenegaraan). dilakukan upaya-upaya untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak. dan satu negara. dan 4) kebudayaan nasional. 1995: xviii—xix). Keseimbangan tersebut diwujudkan dalam bentuk lembaga atau pranata (institutions) yang merupakan aturan-aturan. yaitu bangsa Indonesia. ―pranata‖ adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. Lembaga dengan aturan-aturan di dalamnya itu terdapat di setiap kehidupan kelompok masyarakat. yaitu negara Republik Indonesia. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia secara garis besar diawali dengan timbulnya kesadaran rakyat untuk menjadi bangsa. organisasi atau wadah). Di antara 10 . yaitu sebagai pendukung dari negara. seluruh rakyat Indonesia yang berada di dalam negara Indonesia berjuang untuk mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyatnya (Simbolon. Dalam menjalankan kehidupannya. Indonesia merupakan kumpulan suku bangsa dalam satu kesatuan. Sebagaimana telah dikemukakan. yaitu bahasa Indonesia. kebiasaan. a. Berbeda dengan istilah ―lembaga‖ (dalam arti sebagai institusi. Latar Belakang Sejarah Bangsa Indonesia Terbentuknya Negara Indonesia (state building) terjadi melalui suatu proses panjang sejarah pembentukan Bangsa Indonesia (nation building) terlebih dahulu. Dalam proses perjalanan bangsa Indonesia yang berjuang untuk menjadi bangsa yang merdeka dan kemudian membangun bangsanya. dan tata krama. keberadaan faktor-faktor itu perlu selalu dijaga untuk dapat tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan saling terkait satu sama lain sebagai landasan bagi tumbuhnya jati diri bangsa. yang mempunyai bahasa kesatuan. baik yang formal seperti undang-undang atau peraturan. berjuang membentuk Negara Indonesia merdeka. Di samping itu. Bangsa Indonesia yang terbentuk itu berusaha dengan kuat.

Selain di Papua. Ras Mongoloid berasal dari Asia Timur yang menyebar ke selatan melalui kepulauan Ryukyu. 2002: 162—171). Sumatera. dan masuk ke Sulawesi (sampai ke Sulawesi Selatan). Taiwan. ternyata manusia Indonesia tertua sudah ada kira-kira satu juta tahun yang lalu. Asia Tenggara merupakan bagian benua dan bagian kepulauan yang masih bersambung menjadi satu. Pranata yang terkait dengan rangkaian upaya mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak selalu ada di setiap masyarakat. Tahap awal pembentukan bangsa Indonesia dimulai dengan tahap persebaran penduduk ke Indonesia pada masa prasejarah. maka daerah Sulawesi Selatan dapat dianggap sebagai tempat perpaduan antara berbagai macam pengaruh kebudayaan dan percampuran antara berbagai ras manusia. Sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu berinteraksi menurut pola-pola resmi. yang kemudian dalam tahap selanjutnya akan membentuk negara Indonesia. ada yang merupakan tindakan-tindakan yang dilakukannya menurut pola-pola yang tidak resmi. Pranata atau lembaga dalam rangkaian upaya tersebut di atas ada di setiap tahap pembentukan bangsa Indonesia. Di samping pengaruh dari ras Austro-Melanosoid. dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata (bahasa Inggris institution).semua tindakannya yang berpola tadi. sebelum orang kulit putih menduduki benua itu) yang menyebar ke Papua. berdasarkan penelitian terhadap fosil-fosil yang ditemukan antara lain di beberapa desa di daerah lembah Bengawan Solo. dan masa kemerdekaan. Mengingat manusia Austro-Melanosoid juga masuk sampai ke Sulawesi Selatan. yang datang dari berbagai tempat (Koentjaraningrat. baik pada kondisi masyarakat yang masih sederhana maupun yang sudah kompleks. Waktu itu dataran Sunda masih merupakan daratan. 11 . Tahap berikutnya—secara berturutturut— ialah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. pendudukan VOC dan penjajahan Belanda. Sangir. manusia Austro-Melanosoid juga berada di Jawa. pendudukan Jepang. dan ada yang menurut pola-pola yang resmi. 1981: 2—20). kedatangan Portugis. dan Sulawesi Selatan. manusia Indonesia juga dipengaruhi oleh ras Mongoloid. Filipina. dan terpisah ketika jaman es keempat berakhir. bukan lembaga (institute) (Koentjaraningrat. Persebaran manusia yang masuk ke Indonesia merupakan manusia dengan ciri-ciri Austro-Melanosoid (ciri-ciri ras penduduk pribumi Australia. Dalam sejarah persebaran penduduk ke Indonesia. Ketika itu Papua masih menjadi satu dengan benua Australia. kerajaan-kerajaan Islam.

Kerajaan Islam di Nusantara yang dipengaruhi oleh kerajaan atau kesultanan Islam di tanah Arab ialah—antara lain—Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. yang datang sekitar 3000 tahun lalu. Kutai. Berbeda dengan Proto-Melayu. dan di pantai Kalimantan Timur. yang datang secara bergelombang. daerah Muara Kaman. Menurut ahli sejarah purbakala Indonesia. Kerajaan-kerajaan Islam muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam melalui hubungan perdagangan. Tahap kerajaan-kerajaan Islam juga memberikan pengaruh kepada kebudayaan Indonesia. baik yang dipengaruhi oleh Hindu-Buddha maupun Islam.Catatan sejarah lainnya menjelaskan bahwa persebaran penduduk Indonesia. di daerah sungai Cisadane. Proto-Melayu (Melayu-Polynesia) tersebar dari Madagaskar sampai ke Pasifik Timur. Raja-rajanya mengadopsi konsep-konsep Hindu dengan cara mengundang ahliahli dan orang-orang pandai dari golongan Brahmana (pendeta) di India Selatan yang beragama Wisnu dan Brahma. sekitar abad IV Masehi. yang hidup makmur berkat perdagangan dengan negara-negara di India Selatan. sebagai ciri ―bhinneka tunggal ika. sekitar 2000 tahun yang lalu.‖ Tahap kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Dua gelombang terpenting adalah Proto-Melayu. Penduduk Indonesia atau masyarakat Nusantara pada waktu itu diperintah oleh raja-raja. kerajaan-kerajaan yang disebut dalam tulisan-tulisan pada batu-batu tadi merupakan kerajaankerajaan Indonesia asli. Ciri pokoknya adalah pembauran manusia dari berbagai ras dan daerah asal. atau rakyat kerajaan kuno Nusantara berasal dari daerah Cina Selatan (propinsi Yunan). Menurut beberapa penafsiran dari fakta sejarah yang ada. sifat kekuasaan lokal Nusantara tersebut terpusat di tangan raja. serta Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku. Para penyebar dakwah atau mubaligh mengajarkan agama Islam kepada para pedagang penduduk asli yang kemudian menyebarkannya kepada penduduk lainnya. Mereka dikenal sebagai ras Melayu. memberikan pengaruh kepada kebudayaan bangsa Indonesia. Kerajaan Mataram di Jawa. Deutro-Melayu sudah membawa kebudayaan besi. Persebaran penduduk melalui proses rumit dan perjalanan panjang melalui berbagai wilayah di dunia tersebut di atas menjadi awal terbentuknya penduduk Indonesia. Kebudayaannya masih merupakan kebudayaan batu (neolithicum). Tahap kekuasaan lokal Nusantara di atas merupakan kekuasaan raja-raja sebelum kedatangan bangsa-bangsa Barat. dan Deutro-Melayu. Bogor. Hal ini berakibat pada rendahnya tingkat kelembagaan dan 12 . Catatan sejarah kerajaan Hindu diperoleh dari batu-batu bertulis yang ada di Jawa Barat.

1995: xxii). Dalam melakukan politik etis untuk mempertahankan kekuasaannya. Hal ini tentu tidak diinginkan dan tidak diduga oleh Belanda yang ingin tetap bertahan sebagai penguasa kolonial di Nusantara. kekuasaan atas Indonesia pernah diambil alih oleh Inggris (1811—1816). dan Jepang (1942—1945). Akibat perang di Eropa. Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli (dr. pemerintah kolonial Belanda selalu berupaya menanamkan pengaruhnya kepada para penguasa pribumi melalui birokrasi dan melalui pendidikan bagi generasi penerus para 13 . Istilah ini dapat diartikan sebagai terjadinya akibat yang tidak diperhitungkan dari tindakan yang dilakukan terhadap suatu susunan kehidupan. Namun sesungguhnya hal itu dilakukan dalam rangka mempertahankan statusnya sebagai penguasa di tanah jajahan. Ini terjadi karena masyarakat Indonesia bukanlah peralatan otomatis yang reaksinya selalu dapat diperhitungkan oleh penggunanya (Simbolon. Politik etis merupakan kebijakan pemerintahan kolonial Belanda yang seolah-olah memberikan kebaikan-kebaikan kepada bangsa Indonesia sebagai tanda balas budi.kepastian. 1995: 6— 32). maupun yang tidak. Proses pembentukan bangsa Indonesia tersebut merupakan salah satu ciri dari suatu proses yang disebut unintended consequences. Dua peristiwa bersejarah yang menunjukkan adanya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia yang ingin merdeka dari penjajahan yang terjadi antara tahun 1899 sampai 1942 ialah Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). serta kerasnya penggunaan kekuasaan yang ada bahkan menimbulkan peristiwa berdarah sehingga pada akhirnya kekuasaan raja-raja tersebut runtuh (Simbolon. Dalam masa penjajahan Belanda. Dalam hal ini pengembangan kebangsaan Indonesia merupakan akibat yang tidak diperhitungkan oleh penguasa kolonial terhadap susunan kehidupan masyarakat yang kini disebut sebagai bangsa Indonesia. baik tindakan-tindakan yang dicita-citakan dan direncanakan. perlakuan-perlakuan kolonial terhadap bangsa Indonesia justru menjadi pemicu munculnya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia. Douwes Dekker). Masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia dari 1602—1945 itu juga merupakan proses panjang pembentukan bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku bangsa. Tahap setelah kekuasaan raja-raja di Nusantara adalah tahap kolonialisasi atau tahap pejajahan bangsa Indonesia oleh VOC (1602—1800) yang diteruskan oleh Belanda (1800— 1942).

‗Yang paling 3 Sardjono Jatiman.‖ makalah yang disampaikan pada Seminar Nasional Tinjauan Kritikal tentang Integrasi Bangsa. tetapi juga yang di negeri Belanda. Kebangkitan Bangsa dan Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menandai kelahiran bangsa Indonesia dari berbagai suku bangsa melalui kesepakatan normatif. Jakarta. Belanda telah mendorong dan menciptakan ruang gerak terjadinya interaksi antar-berbagai suku bangsa melalui interaksi antarpemuda dari kalangan elit suku bangsa. yang dirumuskan dalam satu kesepakatan dalam bentuk ikrar bahwa mereka: ―Bertumpah darah satu Indonesia. Ikatan solidaritas ini terus berkembang menjadi suatu semangat persatuan sebagai satu bangsa yang menginginkan kemerdekaannya.3 Bangsa Indonesia menghadapi babak baru dalam sejarah perjuangan bangsa yang dimulai dari masa pembentukan bangsa sampai masa pembentukan Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. ―Integrasi Bangsa: Antara Kesepakatan Normatif dan Kenyataan Empirik. Tanggal 17 merupakan tanggal yang sengaja dipilih Bung Karno dengan alasan tertentu sebagaimana terungkap dalam dialog antara Bung Karno dengan para pemuda yang menculik dan membawanya ke Rengasdengklok: ―Dengan suara rendah ia (Bung Karno) mulai berbicara. 14 . Keadaan itulah yang mendorong Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh lahirnya kelompok kebangsaan Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei tahun 1908. Hal yang sama juga memunculkan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. baik pemerintah maupun swasta. Tanpa disadari. yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Melalui interaksi itu tumbuhlah benih-benih solidaritas baru yaitu perasaan senasib sebagai bangsa yang terjajah. dan Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Depok. Para pemuda dari kalangan elit itu dididik oleh Belanda untuk menjadi penguasa yang mengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56. yang bergerak di bidang pemerintahan maupun pendidikan. yaitu semangat persatuan yang berkembang dari berbagai suku bangsa yang saling berinteraksi. 16—17 Januari 1996. Mereka dididik di berbagai lembaga pendidikan Belanda. baik di Indonesia—yang umumnya dipusatkan di Pulau Jawa—maupun di Negeri Belanda. Di dalam institusi pendidikan terjadi interaksi yang intensif antara pemuda-pemuda yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Interaksi ini terjadi terutama di dalam berbagai institusi buatan Belanda. tidak hanya yang berada di Pulau Jawa. Berbangsa satu Indonesia.‖ Solidaritas yang menumbuhkan semangat persatuan ini melahirkan cita-cita membangun bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat.penguasa.

tahap perkembangan bangsa Indonesia selanjutnya adalah tahap mengisi kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Soekarno dan Moh. Jumat suci. yang menyebabkan Jepang menyerah kepada sekutu. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan. namun diambil alih oleh Jepang karena Belanda yang bergabung dengan sekutu-sekutunya 15 . PPKI dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1945 (bukan 7 Agustus 1945 karena pada tanggal 7 Agustus 1945 yang terjadi hanyalah pemberian izin oleh pemerintahan Jepang di Tokyo untuk mendirikan PPKI. Hatta. Jumat yang berbahagia. 1984: 61). Tugas BPUPKI adalah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Dasar guna menyongsong kemerdekaan. hari Jumat itu Jumat legi.penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. … Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal. sedangkan PPKI dibentuk untuk menyatakan atau mengesahkan kemerdekaan dan melakukan peralihan kekuasaan dari negara jajahan menjadi negara merdeka (Kusuma. maka Indonesia memanfaatkan keadaan dengan memproklamasikan kemerdekaannya. Penjajahan terhadap bangsa Indonesia berhasil diakhiri dengan proklamasi kemerdekaaan yang memanfaatkan keadaan setelah Jepang dibom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di atas kota Hiroshima. yang dibentuk untuk melanjutkan tugas Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI. 2004: 1—13). bahwa itu adalah saat yang baik. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai) yang sebelumnya telah dibentuk pada 29 April 1945. Namun setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945. AlQur'an diturunkan tanggal 17. Kerajaan Belanda ketika itu ingin menjajah kembali Indonesia dengan alasan Indonesia dulunya adalah bagian sah dari kerajaan Belanda. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai) Indonesia menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia‘‖ (Hardi. Setelah bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Tanggal 17 besok hari Jumat. sedangkan pembentukannya secara resmi adalah pada tanggal 12 Agustus 1945). Setelah melalui tahap pembentukan bangsa dan tahap pembentukan negara. PPKI adalah panitia baru. waktu kita semua berpuasa. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku. ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 adalah angka suci. orang Islam sembahyang 17 rakaat. Melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI. Negara Indonesia yang masih baru itu masih mengalami berbagai ujian untuk mempertahankan kemerdekaannya itu.

Setelah proklamasi dan masa transisi sampai tahun 1949. Pada perkembangan selanjutnya. politik. Dengan kata lain. Dengan demikian Pancasila merupakan kaidah-kaidah penuntun dalam kehidupan sosial. maka sejak itu secara de jure Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. maka keberadaannya harus dipertahankan dan butir-butir muatannya diamalkan agar kelangsungan dan keutuhan bangsa dan negara tetap terjaga. 2009: 120-122). bukan 17 Agustus 1945 (Mahfud. maka Belanda mengklaim bahwa Indonesia secara hukum internasional kembali menjadi bagian dari kerajaan Belanda. mulailah masa Demokrasi Liberal (1950—1959). Mengingat pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. yaitu Pancasila dan UUD 1945. merupakan hukum dasar yang mengatur prinsip-prinsip dan mekanisme ketatanegaraan untuk menjamin demokrasi.telah kalah perang dengan Jepang pada tahun 1941. Orde Baru (1966—1998). yang secara berturut-turut diikuti oleh era Demokrasi Terpimpin— yang kemudian disebut Orde Lama—(1959—1965). Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar pemersatu dan pengikat untuk menjamin keberlangsungan integrasi dan demokrasi di Negara Indonesia. yang mencantumkan Pancasila dalam bagian pembukaaannya. dan juga memasang rambu-rambu untuk menjaga keutuhan bangsa. b. Indonesia baru berhasil mempertahankan kemerdekaannya setelah melalui berbagai upaya seperti perang yang disebut revolusi kemerdekaan sebagai perang konvensional. Namun pengakuan itu disertai syarat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diubah menjadi Negara Republik Indonesia Serikat. dengan kekalahan Jepang dalam perang Pasifik pada tahun 1945. UUD 1945. sampai akhirnya dicapai persetujuan melakukan Perjanjian Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI. dan era Reformasi (1998—sekarang) Proses pembentukan Negara dan hal-hal yang berhubungan dengan negara akan diuraikan lebih lanjut dalam bab II mengenai negara Indonesia. yaitu NKRI diubah menjadi NRIS berdasarkan Konstitusi RIS 1949 pada tanggal 29 Desember 1949. Setelah syarat dipenuhi. dan ‗perang‘ diplomasi melalui perundingan-perundingan antar pemerintah kedua negara. dan hukum. Pancasila dan UUD 1945 Persatuan suku-suku bangsa menjadi bangsa Indonesia dalam suatu negara memerlukan dasar dan ideologi negara sebagai landasan berbangsa dan bernegara. Dalam kenyataannya persoalan Pancasila 16 .

Semua lembaga kekuasaan negara tersebut harus bekerja secara sinergis. 17 . yakni aspek filosofis. selain menjalankan roda pemerintahan. 1) Pasal 1 ayat (1) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. yang juga menjamin integrasi bangsa dan negara. Sebagai dasar dan ideologi negara. Pancasila merupakan dasar keyakinan tentang masyarakat yang dicita-citakan serta dasar bagi penyelenggaraan negara yang dikristalisasikan dari nilai-nilai yang telah tumbuh dan berkembang serta berakar jauh dari kehidupan leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia. Oleh sebab itu hukum di Indonesia harus berdasar pada Pancasila.bukan hanya masalah menghapal lima butir Pancasila. Secara filosofis. yuridis. Demikian pula dengan kekuasaan lainnya yaitu yudikatif. dan politis. Pasal ini juga dipagari oleh pasal lainnya yaitu Pasal 18 dan Pasal 37 ayat (5). Selain Pancasila. Lembaga-lembaga kekuasaan itu adalah kekuasaan kehakiman yang mengawal hukum bagi setiap perbuatan pemerintah dan rakyat yang mengancam integrasi atau mengancam tatanan dan aturan main. UUD 1945 juga merupakan perekat integrasi dan pengawal demokrasi di Indonesia. UUD 1945 memuat dasar aturan politik mengenai mekanisme ketatanegaraan yang demokratis. Pancasila merupakan cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia. dan kekuasaan dari lembaga legislatif yang melakukannya secara politik melalui pembentukan undang-undang. melalui peradilan melawan setiap gerakan disintegratif. Secara yuridis. juga mengawal negara menghadapi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa melalui kekuatan pertahanan dan keamanan. Pancasila dipandang sebagai kesepakatan luhur (modus vivendi) yang mempersatukan semua ikatan primordial ke dalam satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dalam prinsip persatuan. Hal itu diwujudkan antara lain melalui pemilihan umum (pemilu) yaitu pemilihan pejabat-pejabat publik tertentu secara jujur dan adil dan melalui pengawasan dan perimbangan (checks and balances) antar-lembaga-lembaga kekuasaan. namun banyak persoalan atau kendala dalam pengamalannya yang terkait dengan kondisi dan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kekuasaan eksekutif. mulai dari hukum yang hierarkinya paling atas sampai dengan yang paling bawah. Beberapa muatan dari UUD 1945 yang mengikat bangsa dalam kesatuan bangsa Indonesia adalah yang berikut. Secara politis. Isi hukum konsisten atau sesuai dengan Pancasila. Pancasila dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga aspek.

2) Pasal 1 ayat (2) menegaskan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Ancaman terhadap ketahanan nasional atau disintegrasi bangsa dapat berasal dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri. hambatan. Bagaimana mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 juga menyangkut ketahanan nasional bangsa Indonesia. yang sekarang tidak lagi membedakan orang Indonesia asli dan yang tidak asli. 2009: 40—54). Namun ketahanan nasional merupakan salah satu saja dari sekurangkurangnya tiga syarat berlangsungnya Negara Kebangsaan. secara langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas. 5) Pasal 30 mengatur tugas pertahanan dan keamanan yang masing-masing dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap ancaman dari luar maupun perpecahan di dalam negeri. Ketahanan nasional diperlukan agar Negara Indonesia sebagai Negara Kebangsaan dapat berlangsung. Contoh ancaman dari dalam negeri ialah kesenjangan taraf hidup masyarakat yang masih 18 . Menurut Sunardi. ketahanan nasional adalah ―kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala macam ancaman. 4) Pasal 26 mengatur mengenai warga negara dan penduduk. indentitas. yang menunjukkan bahwa sebagai negara kebangsaan Indonesia menganut prinsip dan sistem demokrasi. Demokrasi harus berjalan di atas prosedur hukum dengan segala falsafah dan tata urut perundangundangan yang mendasarinya. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan pembangunan nasional‖ (Sunardi. 2004: 190—195). yaitu kedaulatan. tantangan. dan gangguan. yang melanda masyarakat Indonesia. Perbedaan tersebut hanya menunjukkan latar belakang sejarah tetapi tidak untuk membedakan hak dan kewajiban secara diskriminatif. setiap kegiatan bangsa dan negara haruslah berdasarkan hukum (nomokrasi). baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Artinya. terutama kaum muda. Demokrasi tanpa nomokrasi dapat menjadi anarki dan dapat mengancam integrasi bangsa. dan ketahanan (Mahmud MD. Contoh ancaman dari luar ialah westernisasi atau ―pembaratan‖ yaitu masuknya nilai-nilai budaya Barat yang belum tentu sehat dan sesuai dengan budaya Indonesia. 3) Pasal 1 ayat (3) menegaskan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. nasionalisme.

dan Pasal 36B (mengenai lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖) dan dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Umpamanya. Bahasa.tinggi. dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009. Artinya. Beberapa lambang persatuan itu adalah bendera merah putih. serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu. Universitas Indonesia menggunakan makara sebagai lambang yang mempunyai makna khusus di samping sebagai salah satu identitas sebagai suatu perguruan tinggi. dan Lambang Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035). kesatuan dalam keragaman budaya. bahasa. bahasa nasional. Pasal 36A (mengenai lambang negara Garuda Pancasila). korupsi yang merajalela. c. lambang negara. dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta Lagu Kebangsaan.4 4 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Penggunaan lambang-lambang persatuan negara itu diatur dalam UUD 1945: Pasal 35 (mengenai Bendera Merah Putih). dikemukakan bahwa bendera. Bahasa. Pasal 36 (mengenai Bahasa Indonesia). dalam kehidupan sebagai manusia kita tidak terlepas dari simbol-simbol atau lambanglambang. misalnya bahasa atau lambang-lambang tertentu lainnya. solidaritas dan identitas anggota masyarakatnya dijaga sebagai satu kesatuan bangsa dan negara dengan menggunakan simbolsimbol atau lambang-lambang persatuan. 19 . identitas. Demikian pula dalam bernegara. seperti manusia sebagai insan akali dan makhluk sosial. dan lemahnya penegakan hukum. dan lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖. pertentangan antarkelompok. serta Lagu Kebangsaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. Lambang-lambang tersebut merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. dan lambang negara. rasa keterikatan. dan Lambang Negara. manusia juga disebut manusia budaya yang dengan kegiatan akalnya dapat mengubah dan bahkan menciptakan realitas dengan menggunakan sistem perlambangan. Simbol-simbol/Lambang-lambang Persatuan Bangsa Di samping berbagai istilah yang dikenakan kepada diri manusia.

dan sikap stereotip etnik terhadap suku bangsa atau kelompok lainnya. 1995: 331—342. Oleh karena itu. Akhirnya. untuk menjaga keutuhan persatuan bangsa dalam Negara Republik Indonesia. Keberadaan kebudayaan tidak terlepas dari adanya suatu masyarakat karena masyarakat merupakan pendukung dari kebudayaan. kebudayaan ada dalam berbagai aspek kehidupan yang meliputi cara-cara berlaku. kebudayaan mempunyai arti yang beragam. Kebudayaan ada untuk menangani masalah dan persoalan yang dihadapi suatu masyarakat. Dalam kebudayaan yang beragam itu tentu dapat muncul loyalitas terhadap suku bangsa atau kelompok. Dengan kata lain. yang pada tahun 1871 mendefinisikan kebudayaan sebagai: 20 . pelapisan sosial. kebudayaan nasional mempunyai arti penting sebagai perekat rasa persatuan sebagai satu bangsa dan negara. Oleh karena itu kelestarian kebudayaan harus dipelihara sehingga kebudayaan dapat mengatur anggota-anggota masyarakatnya untuk dapat hidup secara teratur. yang tercermin dalam perilakunya.d. kepercayaan-kepercayaan. terutama melalui sarana bahasa. Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis melainkan harus dipelajari. yang dalam skala tertentu dapat menimbulkan primordalisme. seorang antropolog Inggris. Dalam hal ini kebudayaan harus dimiliki bersama dan digunakan untuk menemukan keseimbangan antara kepentingan pribadi masing-masing orang dan kebutuhan masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Semua itu adalah milik bersama para anggota masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat diharapkan melakukan perbuatan yang sesuai dengan kebudayaannya itu. Salah satu di antaranya ialah Sir Edward Burnett Tylor. (Haviland. Unsur-unsur yang ada pada kebudayaan berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terpadu atau terintegrasi. kebudayaan harus memiliki kemampuan untuk berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan baru. melainkan juga keragaman agama. dan kelompok yang melahirkan kebudayaan yang beragam pula.) Konsep kebudayaan muncul dan dikembangkan oleh para ahli antropologi menjelang akhir abad XIX. entnosentrisme. dan kebudayaan mengatur bagaimana masyarakatnya itu berperilaku. sikap-sikap. Kebudayaan Nasional Pluralitas bangsa Indonesia bukan hanya keanekaan suku bangsanya saja. (1) Konsep Kebudayaan Secara konseptual. dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas pada suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu.

merasakan dan bertindak‖ (Ranjabar. 1995: 331—342).―kompleks yang mencakup pengetahuan. terutama mengolah tanah atau ‗bertani‘. Istilah Inggris culture berasal dari kata Latin colere yang berarti ‗mengolah‘ atau ‗mengerjakan‘. B.‖ Definisi kebudayaan lain adalah ―sebagai pedoman bagi kehidupan manusia yang secara bersama dimiliki oleh para warga sebuah masyarakat. kepercayaan. Sistem tindakan itu tidak terkandung di dalam gen manusia. mendefinisikan kebudayaan modern sebagai ―seperangkat peraturan standar yang—apabila dipenuhi oleh para anggota masyarakat—menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh para anggotanya. dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat atau dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. adatistiadat. 2006: 21). Koentjaraningrat (2002: 179—185) mendefinisikan kebudayaan yang didasarkan pada pemikiran mengenai sistem tindakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya. Radcliffe-Brown (1881-1955). Kroeber dan Clyde Kluckhohn. artinya mencakup segala cara atau pola berpikir. Oleh karena itu kebudayaan didefinisikan sebagai ―keseluruhan sistem gagasan. Pada tahun 1950-an.‖ Definisi kebudayaan tersebut antara lain dikemukakan oleh Malinowski (1961) dalam karya-karyanya mengenai kebutuhan-kebutuhan manusia dan pemenuhannya 21 .‖ Definisi tersebut sejalan dengan yang dikemukakan E. selama manusia hidup. R. Tylor tersebut di atas. Secara etimologis kata kebudayaan berasal dari kata buddhaya (bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti ‗budi‘ atau ‗akal‘ dalam bahasa Sansekerta).‖ Dapat dikatakan pula bahwa ―kebudayaan adalah sebuah pedoman menyeluruh bagi kehidupan sebuah masyarakat dan para warganya. sebagai aspek yang penting. L. kesenian. hukum. Istilah ini berkembang artinya sebagai ―segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.‖ Masyarakat di sini didefinisikan sebagai ―sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu dan yang bersama-sama memiliki tradisi kebudayaan yang sama‖ (Haviland. Dengan demikian. mendefinisikan kebudayaan sebagai ―seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat yang kalau— dilaksanakan oleh para anggotanya—melahirkan perilaku yang oleh mereka dipandang layak dan dapat diterima. moral. tindakan. kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. A. sehingga harus dibiasakan melalui proses belajar. Kebudayaan terdiri atas segala sesuatu yang dipelajari oleh pola-pola perilaku yang normatif.

Kebudayaan yang demikian merupakan sistem-sistem acuan yang ada pada berbagai tingkat pengetahuan dan kesadaran. Disarankan agar unsur-unsur puncak (dalam arti ‗yang paling‘) dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan unsur-unsur warisan nenek moyang dijadikan sebagai isi kebudayaan nasional. Dalam pada itu Geertz (1973) melihat kebudayaan sebagai sistem-sistem makna. Dalam perspektif tersebut kebudayaan terdiri atas konsep-konsep. Tindakan itu dapat berbentuk dorongan atau motivasi bagi pemenuhan kebutuhan maupun sebagai tanggapan-tanggapan (response) atas rangsangan (stimuli) dari lingkungannya. Pilihan selektif itu digunakan untuk menginterpretasi dan memanfaatkan lingkungan beserta isinya dalam bentuk tindakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai manusia. mana yang paling sesuai sebagai acuan bagi para pemilik kebudayaan dalam menghadapi lingkungannya. dan metode-metode dipilih secara selektif. beberapa cendekiawan mempunyai gagasan berbeda. Sebagai sistem-sistem acuan. yang mengemukakan bahwa kebudayaan nasional harus unik. dan bukan hanya pada tingkat gejala sebagai tingkat kelakuan atau hasil kelakuan sebagaimana didefinisikan oleh Koentjaraningrat. dan metode-metode yang diyakini kebenarannya oleh warga masyarakat pemiliknya. Golongan yang pertama menyatakan bahwa suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah. teori-teori. 22 . 2002: 179—185). konsep-konsep.melalui fungsi dan pola-pola kebudayaan. teori-teori. (2) Gagasan Kebudayaan Nasional Mengenai Kebudayaan Nasional (dalam konteks Indonesia). berkepribadian khas. yang dapat dikelompokkan dalam dua golongan. Kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah fungsional dalam struktur kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. Salah satu tokohnya adalah Ki Hajar Dewantara. Kluckhon (1944) melihat kebudayaan sebagai blue print bagi kehidupan manusia. Kebudayaan merupakan acuan bagi manusia dalam berhubungan/berinteraksi dan mengidentifikasi berbagai gejala sebagai kategori-kategori yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya tersebut (Koentjaraningrat. dan bermutu tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan setiap warga bangsa Indonesia akan perasaan bangga terhadap bangsanya sendiri dan menjadi identitas nasionalnya.

batik tradisional. Sistem nilai budaya merupakan inti dari suatu kebudayaan (yang dianggap bernilai tinggi) yang menjiwai semua pedoman yang mengatur tingkah laku warga kebudayaan yang bersangkutan. Pedoman tingkah laku itu adalah adat-istiadat. Unsur-unsur ini harus dapat mengintensifkan komunikasi antar-suku bangsa yang berbeda-beda dan dapat dipahami maknanya sehingga dapat menumbuhkan toleransi dan solidaritas. Gagasannya adalah kebudayaan nasional Indonesia harus dipahami setiap warga Indonesia. Erikson. Salah satu tokoh golongan kedua ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana. Yang perlu diperhatikan adalah upaya pengembangan kebudayaan nasional tidak hanya menyangkut pengembangan unsur-unsur bagian kebudayaan saja. Kebudayaan nasional Indonesia sebaiknya diciptakan baru karena kebudayaan nasional Indonesia harus mengacu ke masa depan. dan sistem hukum nasional. Contoh unsur-unsur kebudayaan yang dapat memperkuat rasa solidaritas atau yang dapat memenuhi fungsi kedua tadi antara lain adalah bahasa nasional (bahasa Indonesia). tari-tarian tradisional. dan gagasan kebudayaan nasional dari golongan kedua memenuhi fungsi kedua. Berdasarkan dua fungsi itu. Menurut ahli psikologi E.Golongan yang kedua menyarankan suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia baru. rasa identitas diri dapat dikuatkan apabila individu yang bersangkutan dapat mengacu pada suatu karya unik yang dapat dibanggakan. yang lepas dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan berorientasi ke peradaban dunia masa kini. Contoh kebudayaan nasional yang berasal dari puncak-puncak kebudayaan daerah antara lain adalah Borobudur. H. gamelan. Sebagian besar unsur-unsur kebudayaan nasional tersebut perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. sistem norma. seni drama masa kini. Gagasan kebudayaan nasional dari golongan pertama memenuhi fungsi pertama. Oleh karena itu. sebenarnya gagasan dari dua golongan cendekiawan di atas saling melengkapi untuk memenuhi kedua fungsi tadi. identitas nasional dapat dikuatkan oleh hasil-hasil karya unik yang dapat dibanggakan sebagai hasil karya bangsanya (Koentjaraningrat. dan lain-lain. 1987a). Oleh karena itu unsur-unsur dari kebudayaan nasional tidak dapat diambil dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah atau dari warisan nenek-moyang. mementingkan sains dan teknologi. angklung. yang merupakan unsur kebudayaan warisan nenek-moyang. suatu kebudayaan nasional mempunyai dua fungsi yaitu 1) memperkuat rasa identitas nasional warga suatu bangsa atau negara dan 2) memperluas rasa solidaritas nasional warga suatu bangsa atau negara. seni film. karapan sapi. Secara teoretis. 23 . tetapi juga sistem nilai budayanya.

dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Pembentukan hukum nasional itu harus ditujukan untuk mencapai tujuantujuan negara sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945.aturan etika. 2) masalah makna pekerjaan/karya dan amal perbuatan manusia. konsep itu bersudut pandang etnosentris. aturan sopan-santun. 4. yaitu 1) masalah makna atau hakekat hidup manusia. 4) masalah hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Kluckhohn. yaitu membangun segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Salah satu dari kebudayaan nasional kita yang perlu terus dikembangkan adalah hukum nasional. 2009: 52—54). dan lain-lain. Dalam pembangunan hukum. dan 4) didasarkan pada toleransi beragama yang berkeadaban (Mahfud MD. atau antara mordernisasi dengan westernisasi. bertingkah laku maupun berbusana (misalnya kebaratbaratan) yang tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa Indonesia. konsep modernisasi ini terbentuk berdasarkan cara pandang satu 24 . Kaidah-kaidah bagi hukum yang dibuat di Indonesia haruslah 1) bertujuan membangun dan menjamin integrasi bangsa Indonesia. 3) ditujukan untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. aturan moral. Jati Diri Bangsa Belakangan ini kita sering melihat gaya hidup masayarakat kita. Di sini terjadi suatu pemahaman keliru antara menjadi modern dan menjadi seperti orang Barat. serta menggunakan hasil temuan ilmiah dan teknologi tersebut untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. seperti dalam berbahasa. 3) masalah persepsi manusia terhadap waktu. Pancasila merupakan dasar pencapaian tujuan negara yang melahirkan kaidah-kaidah penuntun hukum. dan 5) masalah manusia dengan manusia (Koentjaraningrat. mencerdaskan kehidupan bangsa. masalah-masalah dalam kehidupan manusia yang dinilai tinggi dan universal ada di setiap kebudayaan di dunia itu menyangkut setidaknya lima hal. modernisasi adalah penggabungan diri pada masyarakat/bangsa yang telah mengakumulasikan berbagai hasil dari telaah ilmiah dan menerapkannya. Haviland mengkritik konsep modernisasi karena. Menurut C. 2) didasarkan pada demokrasi dan nomokrasi sekaligus. menurutnya. khususnya kaum muda. Hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Artinya. Hanya untuk masalah-masalah kebendaan dan fisik teori Moore dapat digunakan. memajukan kesejahteraan umum. baik secara teritorial maupun secara ideologis. pandangan hidup. 1987b). Menurut Wilbert Moore.

5 Muladi. ―Jati Diri Bangsa‖. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. hlm. 14 Juni 2006. lemahnya perasaan gotongroyong. Dewasa ini kita juga sering mendengar berita-berita di televisi atau media lainnya mengenai banyak peristiwa yang dapat mengarah kepada kondisi disintegrasi bangsa. kemudian pembentukan negara. penafsiran keliru terhadap otonomi daerah sebagai federalisme. Kantor Sekretariat Negara RI. Istilah jati diri dapat diartikan sebagai ciri-ciri.5 Semua itu merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. makalah pada Diskusi Panel Revitalisasi Jati Diri Bangsa yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Humas. gambaran. Oleh karena itu perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa kebhinekaan bangsa Indonesia merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus diterima sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Deputi Seswapres Bidang Politik.6 Jadi jati diri bangsa Indonesia adalah ciri-ciri atau identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Jakarta. dan kemitraan. 2000: 755). atau antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. 6 25 . Deputi Mensesneg Bidang Sumber Daya Manusia bersama Biro Kewilayahan dan Wawasan. dan ketidaksepahaman dalam menyikapi proses globalisasi. Pluralitas bangsa Indonesia adalah suatu kenyataan. mulai dari pembentukan kesadaran berbangsa. 462. atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda. Peristiwa-peristiwa itu antara lain ialah konflik/perkelahian antara suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain. solidaritas. Telaah terhadap jati diri bangsa tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia yang berasal dari ikatan-ikatan primordial. Jati diri pun diartikan sebagai identitas. pendekatan fragmentatif dalam menghadapi persoalanpersoalan bangsa.kelompok masyarakat yang melihat bahwa kebudayaan yang dimilikinya lebih superior daripada kebudayaan kelompok masyarakat lainnya (Haviland. Persatuan bangsa perlu terus diupayakan keutuhannya dengan menyadari jati diri bangsa kita sebagai bangsa Indonesia. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan rasa kebangsaan anggota masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang juga berhubungan dengan jati diri bangsa. antara lain: lemahnya toleransi terhadap perbedaan pendapat. sampai dengan pengisian kemerdekaan Indonesia sebagai negara bangsa yang berdaulat. ketiadaan atau kelangkaan tokoh panutan. perlu menjadi bahan refleksi kita dalam memandang keberadaan kita sekarang. Pusat Bahasa. dan perkelahian massal atau tawuran banyak terjadi di kalangan murid sekolah. Departemen Pendidikan Nasional. munculnya elemen-elemen separatisme dan kedaerahan/primordialisme. Hal ini menunjukkan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: 2002).

kesadaran akan jati diri bangsa haruslah terus diperjuangkan. Oleh sebab itulah maka acuan bagi jati diri bangsa Indonesia sebagai pedoman tertinggi bangsa atau ideologi dan hukum dasar dalam bernegara adalah Pancasila dan UUD 1945. mengingat bangsa Indonesia terdiri dari ikatan-ikatan primordial atau dari berbagai suku bangsa. diciptakan baru dan mengacu ke masa depan. yang terumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945.7 Selain itu jati diri bangsa juga harus ditopang oleh rasa solidaritas bersama antar-suku bangsa atau antar-ikatan primordial yang ada di Indonesia. Nilai-nilai itu mengikat bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa. 7 Lihat uraian di atas mengenai golongan pertama yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. Pengalaman sejarah merupakan ―guru‖ yang baik bagi kita sebagai bangsa. Perlu diresapi bagaimana semangat kebangsaan itu tumbuh di masa lalu.8 Dalam perjalanan bangsa Indonesia selanjutnya. 8 26 . yang harus dilaksanakan secara benar dan konsisten. maka jati diri bangsa Indonesia diarahkan pada nilai-nilai yang menunjukkan diri kita sejatinya sebagai bangsa Indonesia. Arus globalisasi dengan kemajuan transportasi dan telekomunikasi menjadi salah satu ancaman dari luar yang perlu disadari dan dihadapi dengan bijaksana oleh segenap bangsa Indonesia. Kebudayaan nasional itu adalah yang dapat dipahami oleh setiap warga Indonesia. dan masakan tradisional Indonesia. mengingat keberadaan bangsa Indonesia bukanlah di ruang hampa.Mengingat bangsa Indonesia berasal dari ikatan-ikatan primordial. Semangat kebangsaan sebagai bangsa yang satu itu tumbuh karena perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah. Di samping itu bentuk dari jati diri bangsa Indonesia dapat dikenali dengan mengacu kepada kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional dimaksud adalah yang berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah (puncak-puncak kebudayaan daerah) yang dapat menimbulkan perasaan bangga terhadap bangsa sendiri dan berfungsi untuk memperkuat rasa identitas nasional warga bangsa atau negara. Lihat uraian di atas mengenai golongan kedua yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. Hal itu dapat dijalankan melalui fungsi kedua kebudayaan yaitu memperluas rasa solidaritas nasional warga bangsa atau negara. contohnya ialah batik. Semangat itu diwujudkan dengan lahirnya Kebangkitan Nasional tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. contohnya ialah bahasa nasional dan hukum nasional. tari-tarian.

Pendekatan kebudayaan sebagai media untuk dapat saling memahami antar-suku bangsa. Dengan demikian diharapkan berbagai upaya yang dilakukan akan dapat membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat.Pada saat ini ketika kita sudah merdeka. dan pengembangan kebudayaan nasional sebagai upaya untuk meningkatkan rasa soliaritas dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. dalam pembentukan jati diri bangsa juga diperlukan teladan yang baik dari pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh. 27 . baik yang sudah tiada (pahlawan bangsa) maupun yang sekarang berkuasa atau menduduki jabatan. antara lain melalui pendekatan kebudayaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Perasaan sebagai bagian dari negara kesatuan harus dikembangkan. Di samping itu. maka pemahaman musuh bersama itu harus digantikan dengan masalah-masalah yang melanda bangsa Indonesia yang harus kita hadapi secara bersama-sama.

maupun dalam arti institusi/organisasi njegara. serta mampu membangun pikiran yang terbuka dan kritis terhadap masalah negara dalam arti wilayah.9 Oleh karena itu. Ketiga syarat negara itu dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. Dalam pengertian ini. 2001: 36) dan tujuan negara yang tersurat/tersirat dalam konstitusi. negara meliputi wilayah.BAB II NEGARA INDONESIA Setelah membaca bab ini. mahasiswa mampu memahami konsep negara. dan batas-batasnya ditentukan melalui perjanjian internasional. ideologi. 28 . 1. yang dapat terdiri atas berbagai golongan sosial. serta harus patuh pada hukum dan pemerintah yang sah. Dalam perkembangan selanjutnya mereka membentuk wadah organisasi yang akan melindungi diri dan tempat tinggalnya. Hakikat Negara Menurut Ir. Rakyat adalah rakyat yang mendiami wilayah tersebut. Organisasi itu disebut negara (state). Pemerintah adalah pemerintah yang berhak mengatur dan berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan perundang-undangan yang mengikat warganya. 66. dan konstitusi. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) (Jakarta. rakyat. yang terkait dengan konsep geostrategi dan geopolitik/ wawasan nusantara. Kedaulatan merupakan ciri yang membedakan organisasi pemerintah dengan organisasi sosial. yang terkait dengan sistem pemerintahannya. 1992). hlm. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggalnya sebagai negara. dan pemerintah yang bersifat konstitutif dan telah dikukuhkan melalui Konvensi Montevideo. negara berhak menuntut kesetiaan para warganya. Agar mampu menghadapi musuh. Rumusan tujuan nasional dalam konstitusi merupakan 9 Sekretariat Negara Republik Indonesia. Soekarno di hadapan Sidang BPUPKI. ―Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan‖. Kepada ketiga syarat tersebut dapat pula ditambahkan adanya pengakuan kedaulatan dari negara lain (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Wilayah yang dimaksud adalah wilayah yang telah dinyatakan sebagai milik bangsa.

kedaulatan Tuhan ini dapat menjelma dalam hukum yang harus dipatuhi oleh kepala negara atau dapat pula menjelma dalam kekuasaan raja sebagai kepala negara yang mengklaim wewenang untuk menetapkan hukum atas nama Tuhan. perdamaian abadi dan kesejahteraan sosial. 29 . dalam setiap analisis mengenai konsep kekuasaan ada dua hal penting yang terkait yaitu lingkup kekuasaan (scope of power) dan jangkauan kekuasaan (domain of power). teori kedaulatan hukum. Nagel. Menurut Jack H. teori kedaulatan raja. Tujuan nasional bangsa Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea IV) yang antara lain menyatakan ―Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam mengatur hubungan itu. dengan kekuasaannya. Dengan demikian negara merupakan alat masyarakat untuk mengatur hubungan manusia dengan masyarakat. yaitu teori kedaulatan Tuhan. teori kedaulatan negara. sekelompok orang. negara adalah suatu struktur masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam sesuatu wilayah. Dalam ilmu hukum dikenal lima teori atau ajaran mengenai siapa yang berdaulat.‖ Menurut Logemann. dan teori kedaulatan rakyat. baik di lapangan legislatif maupun eksekutif. ada legitimasi bagi negara untuk memaksa dengan kekuasaannya yang sah terhadap semua kolektiva dalam masyarakat. memajukan kesejahteraan umum. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. namun titik beratnya ada pada apa yang dikuasai. mengatur serta menyelenggarakan sesuatu masyarakat. misalnya seberapa besar kekuatan keputusan-keputusan yang ditetapkan itu. Yang dimaksud dengan kedaulatan adalah konsep mengenai kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Di atas telah dikemukakan bahwa negara tidak terlepas dari konsep kedaulatan. Sementara menurut Max Weber. atau sekelompok badan yang melakukan legislasi dan administrasi fungsifungsi pemerintahan. sesuatu badan. Dalam praktiknya. negara adalah suatu organisasi masyarakat yang bertujuan. Ajaran kedaulatan Tuhan menganggap Tuhan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara.pedoman untuk mencapai tujuan nasional dalam bernegara. Jangkauan kekuasaan meliputi siapa yang menguasai dan apa yang dikuasai. Kedaulatan pada prinsipnya dapat dipegang oleh seseorang. Lingkup kedaulatan adalah gagasan kedaulatan sebagai konsep mengenai kekuasaan tertinggi yang meliputi proses pengambilan keputusan. mencerdaskan kehidupan bangsa.

demokrasi menjadi sesuatu yang diidealkan di tiap negara. Menurut Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. Memaksa berarti bahwa negara memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara sah (legal) agar dapat tertib dan aman. Konsep kedaulatan rakyat adalah prinsip dasar yang kemudian dikenal sebagai konsep demokrasi. 90% negara di dunia dengan tegas mencantumkan dalam konstitusinya masing-masing bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Ajaran kedaulatan rakyat meyakini bahwa yang sesungguhnya berdaulat dalam setiap negara adalah rakyat. sedangkan gagasan kedaulatan hukum tumbuh dari tradisi Yunani kuno. Ada tiga sifat kedaulatan yang harus dicermati oleh penyelenggara negara yaitu 1) memaksa. tidak satu pun dari kelima ajaran itu yang dapat disebut paling modern. 2) monopoli. Sebagai teori. Akar perkembangan gagasan kedaulatan rakyat tumbuh dari tradisi Romawi kuno. Sumber kekuasaan tertinggi adalah hukum dan setiap kepala negara harus tunduk kepada hukum. Namun. Masing-masing kerajaan di Eropa melepaskan diri dari ikatan negara dunia yang diperintah oleh raja. dan 3) mencakup semua. Pandangan ini muncul terutama setelah periode sekularisasi negara dan hukum di Eropa. dan kekuasaan pemerintah bersumber dari kehendak rakyat. Menurut penelitian Amos J. Dalam kenyataan saat ini. Monopoli berarti bahwa negara mempunyai hak dan kuasa tunggal menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Demikian pula halnya dengan di Indonesia. 30 . Mencakup semua berarti bahwa semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang—warga atau penduduknya.Ajaran kedaulatan raja beranggapan bahwa rajalah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Secara formal. yang sekaligus memegang kekuasaan sebagai Kepala Gereja. kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar. Peaslee tahun 1950. Ajaran kedaulatan negara merupakan reaksi terhadap kesewenangan raja yang muncul bersamaan dengan timbulnya konsep negara bangsa dalam pengalaman sejarah di Eropa. Dari ketiga sifat inilah timbul konsep negara hukum. Ajaran kedaulatan hukum menganggap bahwa sesungguhnya negara tidaklah memegang kedaulatan. Kehendak rakyat merupakan satu-satunya sumber kekuasaan bagi setiap pemerintah. hampir semua negara modern menganut asas kedaulatan rakyat.

4) musyawarah khusus (convention). perkembangan ketatanegaraan bangsa. dan 4) suatu keinginan. Yang dimaksud dengan aturan dasar adalah sejumlah aturan dasar dan ketentuan yang dibentuk untuk mengatur fungsi dan struktur lembaga negara dan lembaga pemerintah. Konsitusi adalah dokumen tertulis formal yang merupakan 1) hasil perjuangan politik bangsa di masa lampau. harus mengacu kepada Pancasila. 2) referendum/plebisit. Konstitusi Indonesia dimungkinkan untuk diubah melalui 1) sidang legislatif dengan tambahan syarat. penjabaran peraturan perundang-undangan dan aspek normatif lainnya. bila sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota MPR hadir dan sekurang kurangnya 2/3 dari anggota yang hadir itu setuju. Menurut Budiardjo (2008: 17). Pedoman itu adalah ideologi bangsa dan negara yang digali dari budaya bangsa. Persayaratan lain suatu negara modern adalah adanya konstitusi. termasuk penyusunan doktrin bangsa. Orang Belanda menyebutnya grondwet yang mengandung pengertian aturan dasar atau fundamental law. selaras. dan seimbang. Oleh karena itu. Kata konstitusi (dari bahasa Perancis constituir yang berarti ‗membentuk‘) diartikan sebagai pengaturan dasar pembentukan negara. dalam negara demokrasi konstitusional. konstitusi (UUD) berfungsi khas membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. 3) persetujuan ¾ negara bagian. Ideologi negara bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang ditetapkan di dalam konstitusi sebagaimana tersurat di dalam Pembukaan UUD 1945. termasuk kerja sama antara rakyat (masyarakat) dan negara dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara. 2) tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa.implementasinya di satu negara berbeda dengan di negara lain. 2) merupakan sumber motivasi dan semangat bangsa. bangsa dan negara. 31 . diperlukan suatu pedoman hidup. Menurut Kaelan. Ini adalah persoalan yang dihadapi pelaksanaan dalam demokrasi di zaman sekarang. serta membentuk masyarakat menuju cita-cita. 2. perubahan UUD dimungkinkan. Ideologi dan Konstitusi Negara Agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap serasi. reformatif dan dinamis. Menurut UUD 1945. makna ideologi bagi negara adalah 1) mencerminkan cara berfikir masyarakat. Ini semua harus tercermin dalam berbagai bidang dan kebijakan program-program negara. dan 3) bersifat terbuka. 3) pandangan pendiri/tokoh bangsa yang hendak diwujudkan untuk masa sekarang dan yang akan datang.

Indonesia akhirnya berhasil mempertahankan kemerdekaannya. DPR dan DPA belum diangkat. dan 7) periode UUD 1945 yang diamandemen (1999—sekarang). yaitu: 1) periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945—27 Desember 1949). Pada masa transisi itu. namun peristiwa itu telah membuat kondisi negara tidak stabil atau tidak dalam keadaan normal untuk melasanakan UUD 1945 dengan baik. Beberapa kali terjadi penyimpangan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penyempurnaan. Periode UUD 1945—1949 Pada awalnya. mulai dari pembentukannya pada tahun 1945 sampai dengan masa reformasi sekarang ini. a. dll. Setelah itu BPUPKI dibubarkan dan diganti oleh Dokuritsu Inkai atau PPKI yang diketuai oleh Soekarno. Pelaksanaan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia penuh dengan dinamika.. yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat. Demikian pula yang terjadi pada periode-periode selanjutnya. Dalam periode 1945—1949.Perjalanan panjang sejarah pelaksanaan UUD di Indonesia terjadi dalam beberapa periode. 2) periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949—17 Agustus 1950). 2010: 129—138). Sekutu masuk ke berbagai wilayah Indonesia yang diboncengi oleh Belanda (NICA) setelah kekalahan Jepang. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI juga menetapkan UUD 1945 yang sebelumnya telah disusun oleh BPUPKI dengan sedikit revisi. sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk menyiapkan sebuah UUD bagi Indonesia apabila dimerdekakan. UUD 1945 tetap sah karena fungsi dan tugas kedua 32 . PPKI ini yang menetapkan peralihan kekuasaan dari jajahan menjadi negara merdeka setelah sehari sebelumnya Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. UUD 1945 mengalami banyak ujian dalam pelaksanaannya (Meliono. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena kondisi negara dalam masa transisi setelah proklamasi kemerdekaan. 4) periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959—1966). Sejarah pemberlakuan dan pengubahan UUD 1945 banyak menimbulkan kontroversi. Hal ini dapat ditunjukkan dengan dijalankannya kekuasaan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional karena MPR. 6) periode UUD 1945 pasca-orde baru (21 Mei 1998—19 Oktober 1999). Pada tanggal 18 Agustus 1945. 5) periode UUD 1945 masa orde baru (11 Maret 1966—21 Mei 1998). 3) periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950—5 Juli 1959). rancangan UUD disiapkan oleh Dokuritsu Junbi Coosakai atau BPUPKI. Meskipun yang menyusun dan yang menetapkan UUD 1945 dua badan yang berbeda.

Maklumat X 1945 kemudian disusul dengan Maklumat Pemerintah tertanggal 14 November 1945 yang berisi perubahan sistem kabinet dari sistem presidensial menjadi sistem parlementer. dan DPA kepada Presiden dengan bantuan Komite Nasional. UUD 1945 secara resmi diganti dengan Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 (KRIS 1949). terhadap bentuk negara federal tersebut di atas. c. Perubahan bentuk negara dan konstitusi ini merupakan hasil akhir dari perundingan-perundingan antara pemerintah Indonesia dan kerajaan Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali setelah Jepang—yang sedang menduduki Indonesia ketika itu—kalah dalam perang Pasifik 1945. antara lain oleh Mohammad Natsir 33 . Periode Konstitusi RIS 1949—1950 Seiring dengan diubahnya bentuk negara kesatuan menjadi negara federal atau Republik Indonesia Serikat (RIS) sejak tanggal 29 Desember 1949. DPR. Dalam praktik kedua maklumat itu merupakan penyimpangan dari UUD 1945 meskipun secara resmi tidak membatalkan atau mencabut UUD itu. Dua bulan sejak UUD 1945 diberlakukan. Hasil dari perundingan-perundingan itu adalah diadakannya Konferensi Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. beberapa kalangan melakukan penolakan karena dianggap sebagai kreasi Belanda (arsiteknya Van Mook) untuk memecah-belah Indonesia. Istilah ―maklumat‖ tidak menjadi persoalan karena pada saat itu Indonesia belum memiliki UU tentang peraturan perundang-undangan sehingga muncul istilah maklumat atau peraturan. Watak tersebut ditunjukkan dengan ketentuan Pasal IV Peralihan UUD 1945 yang memberikan kekuasaan MPR.badan itu memang berbeda. Periode UUDS 1950—1959 Pada tahun 1950. dan juga pengubahan konstitusi dengan memberlakukan Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949 (KRIS 1949). Oleh karena itu diserukan. b. sedangkan PPKI melakukan peralihan kekuasaan dan menetapkan atau mengesahkan berlakunya UUD. Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya dengan perang konvensional dan perundingan-perundingan. BPUPKI menyusun rancangan UUD. muncul Maklumat X pada tanggal 16 Oktober 1945 karena adanya gerakan untuk tidak memberlakukan UUD 1945 yang dianggap berwatak fasis dan menjadi sumber otoriterisme. Hasil konferensi itu adalah pengubahan bentuk negara dari NKRI menjadi NRIS.

yang pada pokoknya berisi 1) bentuk negara Indonesia diubah menjadi negara kesatuan dan 2) Konstitusi RIS 1949 diganti dengan Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 1950). d. 34 . DPR adalah lembaga legislatif biasa. mengapa digunakan kata sementara. Kembali ke UUD 1945—1966 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959) Di dalam UUDS 1950 ditetapkan keharusan mengadakan Pemilu untuk memilih wakil-wakil rakyat. sedangkan Konstituante merupakan badan khusus yang bertugas menetapkan UUD bersama pemerintah. seruan Natsir itu berhasil mendorong lahirnya UU Federal Nomor 7 Tahun 1950. agar Indonesia kembali ke NKRI. Ketentuan konstitusional itu menjadi dasar penyelenggaraannya Pemilu 1955 untuk memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. sejak awal para pemimpin Indonesia sudah melihat bahwa UUD permanen haruslah dibentuk oleh lembaga negara yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu agar UUD itu dapat mencerminkan resultante rakyat. Isi dekrit itu adalah 1) pembubaran Konstituante. Beberapa pihak menganggap bahwa dekrit tersebut inkonstitusional. Mengingat perdebatan tersebut berpotensi membahayakan negara karena muncul berbagai front yang menggambarkan aliran politik yang panas akibat perdebatan itu. Di pihak lain. yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1953. namun yang terjadi adalah perdebatan yang berarut-larut tentang dasar negara. Hatta dan Prawoto Mangkusasmito mengatakan dekrit itu adalah kudeta terhadap lembaga negara yang sah. Ada yang mempertanyakan. Seruan itu disebut ―Mosi Integral Natsir. tidak sedikit yang membenarkan dikeluarkannya dekrit itu dengan alasan negara dalam keadaan bahaya sehingga Presiden dapat mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan negara. Menurut Mahfud. 2) pencabutan berlakunya UUDS 1950 dan pemberlakuan kembali UUD 1945. Bahkan Moh. Setelah Pemilu.(tokoh Masyumi). dan 3) (janji) pembentukan MPRS dan DPAS. maka pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang dikenal sebagai Dekrit Presiden 5 Juli 1959. sidang Konstituante pun dilaksanakan. baik untuk DPR maupun untuk Konstituante.‖ Pada tanggal 17 Agustus 1950.

dan legalitas. Tindakan pemerintah harus memenuhi legitimasi. terdapat 351 (87. 3) pelaksanaan wewenang Menteri yang dilakukan Presiden.‖ juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. terdapat 56 dari 224 Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. tindakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau kepentingan umum. policy rules) yang melanggar asas larangan melampaui wewenang selama 12 tahun berturut-turut. otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. yuridisitas. 2005: 113—155). policy rules) yang dibuat sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 1998 (12 tahun). otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. terutama pelanggaran terhadap hak-hak sipil dan hak-hak politik rakyat.e. Keppres yang melanggar asas larangan melampaui wewenang tersebut terjadi karena 1) adanya pertentangan dengan peraturan perundang-undangan. ada 13 Keppres yang mengandung penyusupan materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum (Mahfud MD. Pada era Orde Lama.53%) Keppres dari 401 yang tidak dimuat dalam Lembaran Negara sehingga secara umum tidak dapat disebut sebagai peraturan dalam perundang-undangan. dan 4) materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Pertama. Artinya. Ketiga. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. Kedua. policy rules) tetapi disusupkan dalam materi muatan Keppres sebagai peraturan umum (regeling). Berdasarkan peraturan-peraturan yang ada. menemukan hal-hal berikut. Penelitiannya itu dilakukan terhadap Keputusan Presiden (Keppres) RI dalam kurun waktu dari tahun 1987 hingga 1998. tidak boleh melawan hukum—baik formal maupun materil dalam arti luas—dan tidak boleh melampaui/menyelewengkan kewenangan menurut undang-undang. sedangkan pada era Orde Baru. Periode UUD 1945 Masa Orde Baru 1966—1998 Pemerintahan Orde Baru yang semboyannya ―Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Pada masa Orde Baru sistem politik yang dibangun adalah korporatis atau rezim militer-teknokratis. 35 . Yang membedakan otoriterisme Orde Lama dan Orde Baru adalah cara membangun sistem itu. Hasil penelitian Erliyana menunjukkan penyimpangan di masa Orde Baru itu. 2) materi muatan yang bukan merupakan materi muatan Keppres.

maupun kasasi. terlebih dahulu harus meminta pendapat rakyat melalui referendum. 2) Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. melainkan merupakan wewenang Mahkamah Agung untuk melaksanakan Hak Uji materil (Erliyana. f. banding. baik pada tingkat pertama. 2005: 192—195). antara lain. J. 2) bersifat ketetapan atau penetapan sebagai keputusan (beschikking). yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983. Dari segi materi muatan. dan 3) bersifat kebijakan sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI. policy rules). Peraturanperaturan itu. Krisis itu bukan hanya di bidang ekonomi dan moneter saja. Keppres dapat dibedakan atas yang 1) bersifat mengatur atau sebagai peraturan umum (regeling). melainkan juga di bidang politik. Seluruh gugatan kandas karena dari awal sudah dinyatakan bukan wewenang Pengadilan Tata Usaha Negara. seluruh Keppres yang dijadikan objek gugatan oleh hakim dinilai sebagai ―peraturan perundangundangan‖ yang memiliki derajat sama dengan undang-undang. belum memilah Keppres dengan rinci sebagai peraturan umum (regeling). Desakan ini memuncak pada tuntutan agar dilakukan Sidang Istimewa MPR dan tuntutan (terutama oleh mahasiswa) agar Presiden Soeharto mundur. dan digantikan oleh B. atau peraturan kebijakan (beleidsregel. Oleh karena itu. Pertimbangan hukum Majelis Hakim. keputusan (beschikking). dan hukum. Pada masa Orde Baru. Akibat krisis tersebut muncul desakan agar segera dilaksanakan reformasi menyeluruh terutama di bidang politik. 3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. Habibie yang pada waktu 36 . ialah 1) Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945 dan tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya. ekonomi. UUD 1945 disakralkan sebagai konstitusi dengan pemberlakuan sejumlah peraturan yang mempersulit usaha untuk mengubahnya. policy rules). Periode UUD 1945 Periode 21 Mei 1998—19 Oktober 1998 Munculnya gerakan reformasi pada tahun 1998 merupakan akumulasi dari kekecewaan atas kondisi rakyat Indonesia yang kian terpuruk karena dilanda krisis yang berkepanjangan.Temuan lain adalah yang menyangkut perkara yang diputus Pengadilan Tata Usaha Negara dengan Presiden sebagai Tergugat dan Keppres sebagai objek gugatannya.

Periode baru ini sampai dengan tanggal 19 Oktober 1999 dikenal sebagai masa transisi. bahwa penerapan pasal-pasal UUD 1945 merupakan upaya sentralisasi kekuasaan terutama pada Presiden. Konstruksi pemikiran atas munculnya otoriterisme yang dibangun 37 . Periode UUD 1945 yang Diamandemen 1998—sekarang (Reformasi) Pada masa reformasi. UUD 1945.. pelanggaran terhadap konstitusi dilakukan dengan dikeluarkannya berbagai Penetapan Presiden (Penpres) yang jelas-jelas inkonstitusional karena berada di luar ketentuan UUD 1945. Soeharto membangun sistem politik yang korporatis atau rezim militer-teknokratis. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. Pada periode inilah Provinsi Timor Timur lepas dari NKRI. terutama di kampus-kampus. 25 dari 37 pasal UUD 1945 adalah interpretatif sehingga perlu disempurnakan. Pada era Soekarno. Pemerintahan Orde Baru juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum. otoriterisme dibangun melalui celah-celah yang dibuka oleh UUD 1945 itu sendiri. misalnya. Pada periode demokrasi terpimpin (1959—1966) pemerintahan yang dipimpin Presiden Soekarno bertindak otoriter. Wacana amandemen terhadap UUD 1945 didasarkan pada suatu kenyataan sejarah selama masa Orde Lama dan Orde Baru. Pada saat berakhirnya masa transisi pada tanggal 19 Oktober 1999. Pada era Soeharto. Inilah yang melatarbelakangi politik di masa Orde Baru yang berupaya melestarikan UUD 1945 (Meliono. g. Yang membedakan otoriterisme Soekarno dan Soeharto adalah cara membangun sistem itu. UUD 1945 tidak lagi disakralkan. Sidang Umum MPR 1999 sedang melakukan sidang Perubahan Pertama UUD 1945 pada tanggal 14--21 Oktober 1999. Menurut Deliar Noer. Artinya. dll. terutama dengan pelanggaran terhadap hakhak sipil dan hak-hak politik rakyat. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. 2010: 136). Pada periode pertama (1945-1949) pemerintahan tampil dengan sentralisasi kekuasaan yang—oleh golongan muda ketika itu—dianggap bersifat fasis karena Presiden memegang seluruh kekuasaan lembaga negara berdasarkan Aturan Peralihan. Pasal IV. Dalam bidang konstitusi dan hukum. Berdasarkan hasil studi oleh sejumlah pakar konstitusi dan ketatanegaraan.itu menjabat Wakil Presiden. otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi.

kecuali dalam keadaan tidak normal ketika sebuah konstitusi ditetapkan secara sepihak oleh suatu kekuatan penguasa. Perubahan-perubahan itu ialah 1) Perubahan Pertama (Sidang Umum MPR tanggal 14—21 Oktober 1999). 2) Perubahan Kedua (Sidang Umum MPR tanggal 7—18 Agustus 2000). 38 . 3) terlalu banyak memuat atribusi kewenangan untuk mengatur hal-hal penting yang diberikan kepada lembaga legislatif. Dengan dicabutnya Ketetapan MPR tersebut. Wheare. melainkan merupakan upaya untuk menyempurnakannya tanpa harus menggantikannya. perlu dikedepankan sikap konstitusional. MPR tidak perlu lagi meminta pendapat rakyat untuk mengubah UUD 1945.berdasarkan peluang yang ada di dalam UUD 1945 ialah bahwa UUD 1945: 1) menganut sistem yang executive-heavy (meletakkan tumpuan kekuasaan pada Presiden). Menurut K. Oleh sebab itu adalah suatu keniscayaan apabila dalam membuat kesepakatan politik itu terjadi kontroversi. Oleh karena itu. yaitu sikap untuk tunduk kepada. Pada era reformasi. konstitusi adalah resultante atau kesepakatan politik bangsa melalui para pembuatnya (misalnya konstituante atau badan legislasi) sesuai dengan situasi tempat. Sebelum melakukan amandemen. serta perlindungan hak-hak rakyat. Dalam menyikapi kontroversi yang terjadi dalam proses pembentukan atau perubahan konstitusi. 3) Perubahan Ketiga (Sidang Umum MPR tanggal 1—9 November 2001). tidak mungkin sebuah konstitusi dapat lahir tanpa perdebatan dan kontroversi. MPR dalam sidang istimewa tahun 1998 terlebih dahulu mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum. dan sesudah perubahan UUD 1945 adalah suatu hal yang wajar sebagai wujud dari demokrasi. 2) memuat pasal-pasal yang ambigu (multi-tafsir). Sidang istimewa itu juga membuat Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI hanya dua kali. dan 4) Perubahan Keempat (Sidang Umum MPR tanggal 1—11 Agustus 2002). UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen) dalam kurun waktu 1999—2002 yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR. dan melaksanakan konstitusi dengan sebaik-baiknya. apabila sebuah resultante atau kesepakatan politik sudah dicapai melalui prosedur yang sah. ketika. Munculnya kontroversi pada masa sebelum. Konstitusi mempunyai arti yang sangat penting bagi penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Tujuan dilakukannya amandemen bukanlah untuk mengganti UUD 1945 sama sekali. C.

3. hingga saat ini. dulu kekuasaan membentuk UU terletak di tangan Presiden. antarmasyarakat. Konsep wawasan kebangsaan tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX. 2009: 113—155). yaitu antarindividu. dalam praktik politik. namun harus melalui prosedur yang tidak mudah. selain kesalahan fatal‖ (Collins. sekarang pengujian UU terhadap UUD dapat dilakukan. sebagai perwakilan rakyat. antara lain yang berikut. kamu tidak dapat berbuat untuk negara. Pada masa Orde Lama maupun Orde Baru.Setelah UUD 1945 diubah. karena demokrasi tanpa nomokrasi dapat menimbulkan kekacauan atau anarkisme. apabila kita simak instruksi Kanselir Frederick Agung dari Prusia kepada para jenderalnya: ―Bila kamu tidak tahu tentang wilayah. demokrasi harus tetap bersama-sama dengan nomokrasi. bukan hanya karena masa jabatannya yang dibatasi menjadi hanya dua kali. Ketiga. Kedua. misalnya yang berkaitan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat. yang sebelum diamandemen hanya mengaturnya secara sumir (Mahfud MD. Pada era reformasi. Pertama. Namun. Negara dalam Arti Wilayah Berkaitan dengan pernyataan bahwa ―Orang dan tempat tinggalnya tidak dapat dipisahkan. Kelima. DPR menjadi lebih berdaya. Keempat. maka bangsa itu harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan kebangsaan/wawasan nasional. UUD memuat masalahmasalah HAM secara rinci. kehidupan demokrasi tumbuh lebih baik. sekarang Presiden tidak dapat lagi berbuat sewenang-wenang. beberapa kemajuan telah dicapai. tidak ada satu pun lahir UU yang berasal dari hak inisiatif DPR. melainkan juga karena Presiden dimungkinkan untuk diberhentikan melalui penilaian politik dan penilaian hukum dengan alasan-alasan tertentu yang disebutkan di dalam UUD. dan antarbangsa. antarkeluarga. Oleh karena itu tidaklah salah. namun sekarang berada di tangan DPR sehingga. sudah lebih dari 30 UU yang lahir berdasarkan hak inisiatif DPR. Oleh karena itu. Sekarang lembaga legislatif harus berhati-hati atau tidak dapat sembarangan dalam membuat UU karena produk legislasi pada saat ini sudah dapat diuji oleh lembaga yudisial yaitu Mahkamah Konstitusi. 1973: 167). agar suatu bangsa dapat mempertahankan ruang hidupnya. Konsep ini 39 .‖ maka perebutan ruang hidup menjadi hal yang selalu terjadi dan menimbulkan konflik antarmanusia. Dulu tidak ada peluang untuk itu karena diasumsikan bahwa UU itu tidak dapat dibatalkan melalui peninjauan judisial ( judicial review) melainkan hanya dapat dibatalkan dengan peninjauan legislatif (legislative review).

C. adalah ―rencana aksi untuk mengakhiri keinginan bersama dan dapat diukur hasilnya‖ (Collins. dalam arti distribusi kekuatan. Menurutnya. Dalam hal ini keinginan bersama adalah politik nasional. Pada konsep geostrategi. Selanjutnya berkembang konsep politik. Teori mereka ditulis ulang dan menjadi disertasi Karl Haushofer yang menitikberatkan pembentukan ruang dan kekuatan.dikenal sebagai geopolitik. seperti teori Charles Darwin. Upaya mencapai tujuan nasional bangsa perlu dilakukan melalui strategi-strategi yang tidak dapat dilakukan secara singkat. yang terpuruk pasca-Perang Dunia I. 2004: 157). namun harus dilakukan sepanjang hayat. kemudian negara—dan adanya kemajuan teknologi. Teorinya itu kemudian menjadi wawasan nasional Jerman. pada hamparan geografi negara. Oleh karena itu dalam pembahasan masalah wawasan nasional. sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu ―baru‖ dicurigai sebagai upaya pembenaran atas konsep ruang (Sunardi. Perang Dunia I sebenarnya merupakan upaya negara Eropa Barat/sekutu untuk membangkitkan gerakan nasionalisme Eropa Tengah dan Eropa Timur serta Asia dari kekuasaan dinasti yang 40 . Dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah ―dunia ideal‖ yang kita kejar. Gagasan awal geopolitik ditulis oleh Friedrich Ratzel yang mengatakan bahwa terbentuknya negara ibarat pertumbuhan makhluk hidup yang membutuhkan ruang untuk pertumbuhannya. terutama para pemuda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. Konsep wawasan nasional harus ditindaklanjuti melalui pembuatan konsep geostrategi. Politik nasional dan strategi nasional merupakan proses kegiatan untuk mewujudkan kondisi sistem kehidupan nasional. yang pada mulanya membahas geografi dari segi politik negara. Strategi. Gagasan itu diperkuat oleh tulisan Rudolf Kjellen yang mengatakan bahwa untuk berkembang diperlukan kekuatan dan intelektual bangsa. menurut Laksda (USN) J. Geostrategi adalah ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. Konsep geopolitik dan geostrategi berkembang seiring dengan kesadaran manusia untuk berbangsa dan bernegara—mulai dari terbentuknya bangsa. Ketiga konsep tersebut hendaknya dipahami benar oleh segenap bangsa Indonesia. Wilie. Untuk keperluan tersebut perlu disusun pedoman pelaksanaan yang dikenal sebagai politik nasional dan strategi nasional. perbatasan negara hanya bersifat sementara sehingga teorinya dikenal sebagai Teori Kekuatan. perlu dilakukan pengkajian mengenai siapa ―mitra strategi‖ dan ―apa lingkungan strategi‖ yang akan mempengaruhi politik Indonesia. 1973: 15). yang merupakan pelaksaan dari geopolitik. di samping sejarah terjadinya konsep wawasan nasional perlu pula dibahas teori geopolitik serta implementasinya.

sedang berkuasa (Habsburg dan Romanov). Mereka juga ingin mengerdilkan dinasti Usmaniah (Ottoman) yang menguasai wilayah Balkan, Jazirah Arab, dan Afrika Utara. Pokok-pokok teori Haushofer adalah yang berikut: 1) negara harus mempunyai ruang hidup ―cukup‖; 2) negara harus swasembada; dan 3) dunia dibagi atas empat pan-region dan setiap pan-region harus dipimpin dan dikendalikan oleh bangsa (ras) unggulan. Keempat panregion adalah benua Eropa-Afrika (Jerman); wilayah Rusia-India (Rusia); wilayah Asia Timur, termasuk Australia (Jepang); dan benua Amerika (Amerika Serikat). Konsep yang bernuansa rasialis ini benar-benar dihayati oleh ras Austro-Jerman. Namun teori Haushofer didahului beberapa doktrin wawasan yang bersifat pembangunan kemitraan berkaitan dengan perkembangan teknologi transportasi, telekomunikasi, dan kesenjataan. Wawasan Maritim yang dikembangkan oleh Walter Raleigh berkaitan dengan teknologi kapal dan kepelabuhanan Inggris yang lebih unggul dari Spanyol dan Portugis. Pada wawasan maritim ini orientasi commodities berubah. Konsep itu, antara lain, ialah: ―Siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan; siapa yang menguasai perdagangan akan menguasai kekayaan dunia—artinya, akan menguasai dunia.‖ Konsep itu menggambarkan perebutan ruang hidup dan laut secara fisik yang tidak dapat dihindari. Negara pantai yang lemah akan dikuasai oleh Inggris. Sampai dengan Perang Dunia II, Inggris mengobarkan semangat bangsanya dengan semboyan ―Britain rules the waves.‖ Alfred T. Mahan mengemukakan bahwa ―Sumber daya laut, termasuk akses ke laut, harus dipertahankan dan dimanfaatkan.‖ Konsep ini menyebabkan orang berlomba-lomba mengeksploitasi sumber daya laut sesuai dengan konsep rezim klasik hukum laut yang beranggapan bahwa laut merupakan hak bersama (common heritage of mankind) dan pemikiran bahwa yang datang duluan mendapat hak duluan (first come first served). Wawasan kontitental dikembangkan oleh Halford Mackinder yang beranggapan bahwa kekayaan dunia terdapat di ―Pulau Dunia‖ yang meliputi benua Eropa, Asia, dan Afrika. Wilayah dunia yang lain disebut kepulauan dan samudera. Dalam Pulau Dunia wilayah dibagi atas daerah Jantung dan daerah Bulan Sabit, yang meliputi pantai-pantai Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Selatan dan Eropa Barat. Kekayaan dunia ada di daerah Jantung—kira-kira Siberia sekarang. Untuk menguasai daerah Jantung perlu dibangun kekuatan darat. Nicholas Spijkman memperbaiki teori di atas dengan teori Daerah Batas. Menurutnya, wilayah dunia terdiri atas: 1) daerah jantung (pivot area); 2) Offshore Continent Land yaitu

41

daerah pantai Eropa dan Asia; 3) Oceanic Belt (pulau dan pantai di luar pantai Eropa-Asia) termasuk daerah ini Afrika Selatan: dan 4) The New World (benua Amerika). Wilayah yang akan menjadi daerah penting adalah Offshore continent land. Wilayah ini merupakan pusat pergolakan dunia karena memiliki sifat maritim dan kontinental. Sedangkan Amerika merupakan daerah aman dari pergolakan karena untuk menuju Amerika dibutuhkan teknologi maju. Seiring dengan kemajuan teknologi dirgantara, manusia mulai membangun kekuatan udara dan menghendaki pembentukan Angkatan Udara (AU) yang terpisah dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Alasan utamanya adalah AU dapat beroperasi sendiri dan mampu menghancurkan musuh di kandang sendiri. Kemenangan terakhir ada pada AU.

a. Ciri Khas Wilayah Indonesia Secara formal bangsa Indonesia menjadi negara sejak Proklamasi Kemerdekaan. Wujud keformalan Indonesia adalah berupa 1) rakyat, 2) wilayah (eks Hindia Belanda), 3) kedaulatan (sejak Proklamasi Kemerdekaan), 4) pemerintah (sejak terpilihnya Presiden), 5) tujuan negara (mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila), dan 6) bentuk negara yang berupa negara kesatuan. Negara dalam arti wilayah dapat dibedakan atas 1) negara daratan yang berbatasan dengan daratan negara tetangga dan 2) negara yang berbatasan dengan laut, yang dapat dibedakan atas: a) negara pantai, b) negara pulau, dan c) negara kepulauan. Menurut regim hukum laut klasik, laut menjadi pemisah dari pulau-pulau. Akibat ketentuan rezim hukum itu, Indonesia dan banyak negara nasional baru, yang merdeka pasca-Perang Dunia II, menjadi tidak utuh. Agar utuh dan menjadi satu entitas, Indonesia mengeluarkan Deklarasi Pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda, pada tanggal 13 Desember 1957 yang menginginkan pembaharuan ―asas negara kepulauan‖. Dengan semakin banyaknya negara merdeka yang baru, maka melalui Sidang Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea, UNCLOS) pada tahun 1982 di Montego Bay, Jamaica, perjuangan tersebut baru berhasil, setelah 25 tahun. Merujuk pada Pasal 46 UNCLOS 1982, Negara Kepulauan ialah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu kepulauan atau lebih yang dapat mencakup pulau-pulau lainnya. Istilah ―kepulauan‖ diartikan sebagai suatu gugusan pulau. Yang termasuk gugusan pulau adalah pulau-pulau, perairan, dan lain-lain wujud alamiah, yang hubungan satu sama lainnya

42

sedemikian erat sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau secara historis dianggap demikian.

b. Geopolitik Indonesia Ciri khas Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah bahwa NKRI 1) merupakan negara kepulauan; 2) berada di antara dua samudera, yaitu samudera India dan Pasifik, dan di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia; serta 3) berada di bawah lintasan Geostationary Satelite Orbit (GSO) sepanjang 12,8 % GSO bumi. Ciri khas ini menghendaki bangsa Indonesia memiliki cara padang yang sama dalam upaya mengelola wilayah. Oleh karena itu disusunlah doktrin Geopolitik Indonesia yang merupakan kesatuan pandang bangsa tentang diri dan lingkungannya. Geopolitik Indonesia disebut Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka, dan lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada awal era reformasi istilah Wawasan Nusantara menjadi tidak populer. Para elit politik enggan menggunakan istilah ini sehingga tidak tercantum lagi dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 (yang terakhir) sebagai wawasan bangsa Indonesia. Tujuan Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional yang dikenal sebagai ―astagatra‖. Astagatra meliputi geografi, demografi dan sumber daya alam yang merupakan aspek potensi alamiah serta ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan militer (kini pertahanan-keamanan), yang merupakan aspek potensi sosial yang turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Oleh karena itu hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan yang merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi, dan potensi geografi dan pedoman pola tindak dan pola pikir kebijaksanaan nasional. Wawasan Nusantara sebagai paradigma sistem kehidupan bangsa Indonesia diurutkan sebagai berikut: 1) Pancasila sebagai filsafat, ideologi bangsa dan dasar negara; 2) UUD-1945 sebagai konstitusi negara; 3) Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia; 4) Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan negara Indonesia; dan 5) Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional.

43

yaitu ikut serta dalam upaya perdamaian dunia. 3) pola dasar implementasi konsep pertahanan-keamanan untuk menjamin segenap wilayah Indonesia. Geostrategi Indonesia Untuk melaksanakan konsep Wawasan Nusantara. 3) menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. dan hakikat laut. Konsep Wawasan Nusantara merupakan gambaran ―dunia ideal‖ yang kita kejar dan hendaknya diikuti oleh konsep ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. Doktrin dasar merupakan doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat filosofis. Konsep itu disebut Ketahanan Nasional. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan. 44 . dalam rangka meninjau wilayah Indonesia yang tidak diduduki oleh Pemerintah Belanda (NICA). benua maritim. Benua maritim berarti bahwa air diperlakukan sebagai penyambung daratan dan bukan sebagai pemisah. 1995. Hakikat laut tidak dapat dibagi-bagi tetapi dapat dibedakan dalam rezim hukum yang mengaturnya. 2) menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan. segenap aspek kehidupan nasional. Dengan implementasi konsep pertahanan dan keamanan segenap wilayah Indonesia. 50-51). Berdasarkan keempat peran itu Wasasan Nusantara dipakai sebagai 1) pola dasar perencanaan pembangunan nasional. dan 4) pedoman melaksanakan salah satu tujuan nasional. dianjurkan. c. Wawasan Nusantara berperan untuk 1) mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras. 2) pola dasar pemanfaatan lingkungan yang ada hubungan erat dan saling terkait serta tergantung antara masyarakat dengan ruang hidupnya. dan 4) merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian. Tanah air berarti bahwa tanah dan air merupakan satu maujud atau entitas yang utuh.Yang dimaksud dengan doktrin adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. Dunia nyata yang harus diwujudkan tidak lain adalah konsep geostrategi Indonesia. Konsep Presiden Soekarno itu menekankan pentingnya penyusunan konsep ketahanan jiwa bangsa (Basry. disusunlah konsep geostrategi yang disebut ketahanan nasional. Gagasan konsep ketahanan nasional berawal dari pidato Presiden Soekarno di Kotaraja—kini Banda Aceh—pada tanggal 16 Juni 1948. bangsa Indonesia diharapkan mampu memberi makna kepada tanah air. dan diterima sebagai kebenaran.

Ketiga. Namun. 1980: 85). baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Oleh karena itu. dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional). masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebuah koin. garis besar pembangunan politik Indonesia adalah “nation and character building‖. Konsep yang dihasilkan pada tahun-tahun 1968 dan 1969 pada awalnya hanya berlaku di Indonesia. sosial budaya. sosial budaya. serta pertahanan-keamanan). bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik (keamanan) sebagai prioritas selanjutnya. politik. Prinsip perang dan damai bangsa Indonesia menjadi satu bagian 45 . Pertama. yang langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia (Panitia LEMHANNAS. ketahanan nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial (ideologi. Hubungan antargatra dalam astagatra dapat digambarkan demikian: 1) trigatra dan pancagatra merupakan satu kesatuan yang bulat. Konsep Ketahanan Nasional disusun dengan sistematika seperti dalam konsep Wawasan Nusantara: Astagatra yang terdiri dari trigatra yaitu aspek kekuatan alamiah (geografi. Ketahanan Nasional diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan. Kedua. dan 3) kelemahan pada salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan pada gatra lainnya dan akan mempengaruhi kondisi keseluruhan. Konsep ketahanan nasional merupakan konsep pengaturan keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan nasional. Pancasila digunakan sebagai kerangka pikir yang komprehensifintegral. konsep ketahanan nasional meliputi masa damai maupun masa perang. kekayaan alam. 1980: 227). ekonomi. menurut Brigjen TNI Haryomataram. dan kemampuan penduduk) dan pancagatra berupa aspek kekuatan sosial (ideologi. dan pertahanan-keamanan) dengan ketentuan sebagai berikut. Dalam konsep ini. yakni pembangunan jiwa bangsa. serta kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman. Bung Karno pada tahun 1965 mendirikan Lembaga Pertahanan Nasional (kini Lembaga Ketahanan Nasional) yang bertugas mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional dan menghasilkan konsep Ketahanan Nasional. ekonomi.Setelah pengakuan kedaulatanan pada 1949. konsep yang disempurnakan tahun 1972 diharapkan dapat diterapkan di negara-negara sedang berkembang (Panitia LEMHANNAS. 2) ketahanan nasional pada hakikatnya tergantung pada kemampuan bangsa dan negara dalam memanfaatkan trigatra sebagai modal dasar peningkatan pancagatra. politik.

integral dengan sifat-sifat 1) cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. konsep ketahanan nasional juga ―tersisih‖ di era Reformasi karena keengganan elit politik untuk membicarakan konsep ini. Negara dalam Arti Institusi/Organisasi Negara Bentuk Negara Republik Indonesia adalah negara persatuan. Kekuatan sosial yang terbina dengan baik secara persuasif akan mampu mengajak masyarakat untuk membangun kekuatan fisik untuk kesejahteraan dan keamanan negara dan bangsa. yang dikonotasikan dengan era sebelumnya—Orde Lama dan Orde Baru. Oleh karena itu masalah desentralisasi perlu dibahas dengan saksama agar kita tidak terjebak dalam pengertian desentralisasi yang mengarah kepada bentuk negara federal. berkeadaban. Kedaulatan berkerakyatan berarti bahwa dalam upaya menyelenggarakan kehidupan kenegaraan kita dituntut hidup berdemokrasi yang sesuai dengan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 2004: 212) dan sekaligus merupakan lingkungan dan mitra strategis kita. Untuk itu perlu direnungkan makna negara menurut Pancasila. Regional diartikan sebagai kawasan sekitar kita (Sunardi. Seperti halnya konsep Wawasan Nusantara. demikian Penjelasan Pembukaan UUD 1945. bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik sebagai prioritas selanjutnya. negara kebangsaan yang berketuhanan. 2) tidak mengenal menyerah. khususnya negara-negara demokrasi liberal yang sudah mapan dengan liberalisasi perdagangan dan demokrasi politik. dan berkeadilan sosial. Makna ―kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan‖ adalah bahwa demokrasi kita tidak meniru demokrasi Barat 46 . yaitu negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya. 4. negara integralistik. konsep geopolitik dan geostrategi perlu ditindaklanjuti dengan menyiapkan konsep ketahanan regional. Yang tidak boleh dilupakan adalah kehendak rakyat kepulauan nusantara untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia. dan 3) rela berkorban untuk tanah air. Asas kedaulatan rakyat bangsa Indonesia telah digariskan di dalam sila keempat Pancasila. negara Indonesia bukan negara federasi melainkan negara kesatuan yang kekuasaan utamanya berada di tangan Pemerintah Pusat. Menghadapi berbagai kecenderungan regional maupun global. Hakikat negara Pancasila adalah negara persatuan. Artinya. Oleh karena itu. berkerakyatan. Kita tidak dapat melawan ―serbuan‖ negara-negara maju.

Bangsa Indonesia mengutamakan ajaran agama dan memberikan penghormatan kepada ketua adat. dan kebijakan tindakan dari negara tentang pembinaan dan penggunaan segenap potensi nasional. yang tidak harus perwakilan politik saja. dan blok komunis atau demokrasi sosialis yang dikenal sebagai blok Timur. Undang-undang Dasar kita menghendaki Negara Republik dengan sistem pemerintahan presidensial dengan pemisahan kekuasaan negara dalam tiga bagian. Dalam membahas sistem pemerintahan di Indonesia. termasuk kelembagaan politik. Pemisahan kekuasaan di Indonesia adalah pemisahan lembaga-lembaga negara secara horizontal menurut fungsinya. Dalam melakukan musyawarah dan mufakat diperlukan setidaknya tiga pilar yang mewakili kepentingan masyarakat. atau demokrasi sosialis yang lebih mengutamakan golongan/komunal daripada individu. Politik Nasional Indonesia Politik nasional Indonesia merupakan asas. Perwakilan golongan meliputi alim ulama (ahli agama). Ini menandakan bahwa kita selalu menjaga keserasian hidup. haluan. sebagaimana telah disebutkan di atas. penghulu adat (ahli dalam masalah tradisi. kedaulatan negara. bulat kata karena mufakat‖. Pasca-Perang Dunia II. Oleh karena itu perlu direnungkan makna peribahasa ―Bulat air karena pembuluh. sehingga dalam menyelesaikan masalah bangsa harus melalui upaya saling berhadapan (interface). Kedua blok ini berupaya menyeret negara-negara merdeka ―baru‖ yang dikenal sebagai negara sedang berkembang untuk bergabung dengan mereka masing-masing. sebagaimana dinyatakan dalam doktrin Trias Politica. Asia. perlu disimak latar belakang perkembangan politik di jaman modern—tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara Eropa. yang dikenal sebagai blok Barat. a. Dalam musyawarah. yaitu kekuasaan legislatif (kekuasaan 47 . pengambilan keputusan dilakukan melalui perwakilan. tetapi juga perwakilan golongan. dunia terpecah dalam dua blok yaitu blok demokrasi liberal. Dalam perjalanan sejarahnya penerapan sistem tersebut menjadi tidak murni karena sangat dipengaruhi oleh proses politik dunia pasca-Perang Dunia II.yang berwatak idividualistik. dan Afrika. Pembahasan politik nasional Indonesia mencakup pemisahan kekuasaan (separation of power). serta masalah pemerintahan). adat. Doktrin itu membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bagian. usaha. Bangsa Indonesia lebih menekankan keserasian hidup sehingga lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan. baik untuk mencapai tujuan nasional. cerdik pandai (ahli ilmu pengetahuan. dan tujuan negara.

3) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan 6) Mahkamah Konstitusi (MK). kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang (rule-application function)). 2008: 151—155). Penafsiran Trias politica tidak lagi sebagai pemisahan kekuasaan tetapi sebagai pembagian kekuasaan. Hal ini memungkinkan adanya saling kontrol di antara lembaga-lembaga tersebut dalam permasalahan yang 48 . kekuasaan yang ada pada negara didistribusikan kepada 1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Fungsi dan kekuasaan negara itu tidak dibagi secara terpisah dalam tiga lembaga saja tapi didistribusikan ke dalam enam lembaga tinggi negara. yang sebelumnya mempunyai kekuasaan konsultatif bagi Presiden. Berdasarkan ketentuan UUD NRI Tahun 1945. tetapi kerja sama di antara fungsi-fungsi tersebut tetap diperlukan untuk kelancaran organisasi (Budiarjo. dan kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengawasi pelaksanaan undang-undang atau kekuasaan mengadili pelanggaran undang-undang (rule-adjudication function)). 2) Pemerintah negara yaitu Presiden serta Menteri dan aparat di bawahnya.membuat undang-undang (rule-making function)). yang memiliki kekuasaan eksekutif yaitu menjalankan pemerintahan negara (Pasal 4—17) . Pendistribusian kekuasaan negara pada lembaga-lembaga tinggi negara di atas merupakan bentuk pembatasan antar-lembaga secara horizontal atau sederajat. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan konstitutif yaitu kekuasaan membentuk Undang-Undang Dasar (Pasal 2 dan 3). 5) Mahkamah Agung (MA). dan 25). Artinya. hanya fungsi pokok yang dibedakan menurut sifatnya dan diserahkan kepada badan yang berbeda. UUD NRI Tahun 1945. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan yudikatif yaitu mengawasi pelaksanaan undang-undang (Pasal 24. Setelah UUD 1945 diamandemen—sampai amandemen keempat—ada satu lembaga tinggi negara yang dihapuskan yaitu Dewan Pertimbangan Agung (DPA). dan ada satu lembaga tinggi negara baru yang dibentuk yaitu Mahkamah Konstitusi (MK). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan legislatif yaitu membentuk undang-undang (Pasal 19—22). Implementasi pembagian kekuasaan di Indonesia merupakan varian dari Trias Politica sesuai dengan konstitusi Indonesia. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan menguji Undang-Undang Dasar (Pasal 24C dan 25). 4) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pembatasan tersebut juga menunjukkan pembagian kewenangan pada beberapa lembaga tinggi negara sehingga kewenangan tidak didominasi oleh satu lembaga saja. 24A—24B. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan inspektif yaitu melakukan pemeriksaan keuangan negara (Pasal 23 E—23 G).

Tugas badan eksekutif. Di sisi lain. dan para menterinya. hanya fungsi pokoknya saja yang dipisahkan sedangkan fungsi lainnya yang bersifat 49 . Dalam konsep politik. Dalam kaitan ini militer. Pemerintah atau badan eksekutif adalah organisasi yang berwenang merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk dalam suatu wilayah. sehingga pada zaman modern ini yang ada adalah distribusi kekuasaan saja. laut. 2008: 200). Terdapat kontroversi mengenai perlu tidaknya dibentuk birokrasi. Dalam konsep trias politika klasik.berkaitan. menurut tafsiran tradisional asas trias politika. Pengendalian dilakukan oleh pemerintah melalui ilmu pengetahuan. yaitu angkatan darat. hanya melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan oleh badan legislatif. beserta menteri-menteri. pegawai negeri sipil. yakni hanya mencakup kepala negara. Di negara demokrasi biasanya badan eksekutif terdiri dari kepala negara atau kepala pemerintahan. Kaum birokrat secara terusmenerus memperluas ruang lingkup kekuasaannya sehingga sulit dikendalikan. Harold Laski tidak setuju dibentuk birokrasi dan mengatakan bahwa kekuasaan kaum birokrat tidak mudah dikendalikan oleh lembaga-lembaga demokratis. Pada kenyataannya. Oleh karena itu tidak terelakkan bahwa kaum ahli perlu ditunjuk. dan militer. Artinya. Birokrasi dibangun untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi yang bersifat teknis yang tentu tidak dapat ditangani oleh para politisi. Berikut ini uraian mengenai lingkup kewenangan dari beberapa lembaga negara tersebut di atas. badan yudikatif sebenarnya berperan juga sebagai penguji peraturan perundang-undangan (judicial review). adalah bagian dari birokrasi yang harus langsung di bawah Kepala Negara bukan di bawah Kepala Pemerintahan. kepala pemerintahan. pemisahanan tidak mungkin dapat dilaksanakan sepenuhnya. Pemerintah bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan negara. Dalam buku ini pengertian badan eksekutif dipersempit. ketiga cabang kekuasaan harus benar-benar dipisahkan (Budiardjo. Badan yudikatif merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Untuk memperlancar tugasnya dibentuklah badan pelaksana yang bersifat permanen dan profesional yakni birokrasi. Tetapi pada kenyataannya badan eksekutif lebih luas ruang geraknya dibandingkan dengan badan legislatif. dan udara. Max Weber setuju dengan adanya lembaga ini dan menyatakan bahwa birokrasi mampu mencapai efisiensi yang paling tinggi dan bentuk administrasi yang paling rasional karena birokrasi merupakan pelaksana.

DPR Gotong-Royong (Demokrasi Pancasila) (1966— 1971) DPR hasil Pemilihan Umum secara periodik (1971—sekarang). Mahkamah Konstitusi berfungsi menguji UU terhadap UUD. Mahkamah Konstitusi (MK). yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (Pasal 2. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas provinsi dan setiap provinsi dibagi atas kabupaten dan kota. Anggotanya dianggap mewakili rakyat. 50 . Ini disebabkan semakin kompleksnya tugas-tugas kenegaraan. Badan legislatif dianggap merumuskan kemauan rakyat dengan jalan menentukan kebijakan umum (public policy) yang mengikat seluruh masyarakat. DPR Gotong-Royong (Demokrasi Terpimpin) (1960—1959). Indonesia kini memiliki tiga badan yudikatif yakni Mahkamah Agung (MA). bentuk dan susunan badan-badan legislatif berbeda pada tiap negara. Dalam kenyataannya. dibentuklah pemerintah daerah yang terdiri atas kepala daerah dan perangkat daerah dan DPRD. Merujuk kepada UUD 1945 amandemen keempat tahun 2002. DPR dan Senat RIS (1949—1950). Badan legislatif adalah badan yang membuat undang-undang. DPR Hasil Pemilu (1956—1959). martabat. MK wajib memberikan pendapat atas pendapat DPR tentang dugaan pelanggaran oleh Presiden. Menurut teori yang berlaku maka rakyatlah yang berdaulat dan mempunyai suatu kemauan. serta perilaku hakim. UU Nomor 32/2004). Komite Nasional Indonesia (1945—1949). dan Komisi Yudisial. pelayanan.teknis dari ketiga cabang tersebut terjalin satu sama lain. Komisi Yudisial mempunyai kewenangan untuk mengusulkan Hakim Agung dan kewenangan lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Mahkamah Agung berfungsi menyelenggarakan peradilan termasuk menguji materi perundang-undangan di bawah UU. Badan legislatif di Indonesia adalah Volksraad (1912—1942). keluhuran. DPR Peralihan (1959—1960). Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan perbantuan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. memutuskan sengketa kewenangan lembaga yang kewenangannya diberikan UUD—termasuk membubarkan partai politik—dan perselisihan hasil pemilihan umum. DPR Sementara (1950—1956). b. DPR dan DPD hasil Pemilihan Umum 2004 dan 2009. Untuk menjalankan pemerintahan daerah dengan otonomi seluas-luasnya. dan daya saing daerah.

pertahanan. dan pengawasan tata ruang. keamanan. Ada di antara kandidat kepala daerah yang kurang menguasai ajaran Wawasan Nusantara 51 . serta penyediaan sarana dan prasrana umum. dan pendapatan-pendapatan lain yang ditujukan untuk memberikan peluang kepada daerah untuk memperoleh pendapatan selain yang disebut di atas (UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah). Falsafah yang harus diperhatikan oleh seorang pimpinan daerah otonom adalah bahwa Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani dan bahwa rakyat adalah pemberi legitimasi. perencanaan. UU Nomor 32 Tahun 2004). UU Nomor 32 Tahun 2004). Dana untuk keperluan pembinaan wilayah meliputi Pendapatan Asli Daerah (pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah) Dana Perimbangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. penyelengaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan dari Pemerintah.Urusan pemerintahan yang tidak diturunkan kewenangannya kepada daerah meliputi politik luar negeri. Kewenangan atas wilayah laut meliputi pengelolaan sumber daya eksplorasi. dan agama (Pasal 10 ayat (3) UU Nomor 32 tahun 2004). eksploitasi. keikutsertaan dalam pemeliharaan keamanan. tetapi diakui bahwa tidak semua daerah mampu mendanai sendiri jalannya roda pemerintahan. yustisi. konservasi. dan wilayah kabupaten/kota memperoleh 1/3 dari wilayah provinsi. pengaturan administrasi. diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan atau ke arah perairan kepulauan. pengaturan tata ruang. UU Nomor 3 Tahun 2004). Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah provinsi meliputi 16 urusan. moneter dan fiskal. Pinjaman Daerah yang bertujuan memperoleh sumber pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. Demikian pula kewenangan daerah kabupaten/kota. dalam skala kabupaten/kota (Pasal 14. dan keikutsertaan dalam pertahanan kedaulatan negara (Pasal 18. dan pengelolaan laut. Oleh karena kebijakannya hendaknya diarahkan kepada pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat dan pengaturan daerahnya menjadi tertib dan berkepastian hukum. Untuk mendukung jalannya pemerintahan di daerah diperlukan dana. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan wilayah laut sejauh 12 mil laut. pemanfaatan. Urusan pemerintahan provinsi bersifat pilihan sesuai dengan kondisi dan kekhasan provinsi (Pasal 13. antara lain perencanaan dan pengendalian pembangunan. namun.

Di samping itu. Pengaruh itu kemudian dapat berubah menjadi pengaruh politik yang berujung pada pemisahan diri masyarakat daerah beranda depan (Sunardi. politisi. 2004: 175). Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah apabila si calon memang benar-benar mempunyai kompetensi yang tinggi. juga mungkin timbul persaingan yang tidak sehat yang dapat menutup peluang bagi calon lain yang sesungguhnya berpotensi. Pengaruh asing dapat berawal dari budaya. Daerah ini dikenal sebagai daerah beranda depan (frontier). sosial. misalnya isteri. maka beranda depan merupakan batas imajiner dari dua negara. maupun para pejabat di tingkat pusat. apabila kualitas kompetensinya rendah maka hal itu akan berdampak pada menurunnya kualitas kepala daerah yang akan terpilih. Beranda depan terjadi karena pengaruh dari negara di luar perbatasan. Sifatnya sangat dinamis dan dapat digeser-geser dan berada di antara masyarakat bangsa. namun karena tidak melihat potensi wilayahnya secara keseluruhan. tidak jarang dapat menyebabkan timbulnya masalah kerusakan lingkungan. Apabila perbatasan (boundary) merupakan sempadan resmi dari dua negara. Fenomena yang terjadi pada tahun 2011. hendaknya menyadari dan mendalami makna falsafah otonomi daerah sehingga wilayah yang terpencil tidak menjadi rusak dan terisolasi dari akses nyata maupun maya pada era globalisasi. agama. Ini dapat terjadi karena calon-calon kepala daerah kurang menyadari bahwa alokasi Anggaran Pendapatan 52 . ekonomi. artinya yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah berasal dari satu keluarga. Daerah terisolasi atau tertinggal ini dikenal sebagai daerah pedalaman (hinterland). yaitu terjadinya proses pembiayaan politik. Akibat lain dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung ialah munculnya fenomena rezim keluarga. dan ras. Pimpinan daerah. Secara politis pengaruh efektif dari pemerintah tidak lagi mencakup seluruh wilayah kedaulatan tetapi dikurangi luas wilayah sampai dengan batas beranda depan yang sudah dipengaruhi kekuasaan asing dari seberang perbatasan. Daerah tertinggal menjadi persoalan antar-bangsa bila terjadi di perbatasan antar-negara. yang berkaitan dengan masalah otonomi daerah adalah kemungkinan kebangkrutan yang dialami sejumlah daerah.(geopolitik Indonesia) yang setelah terpilih berupaya meningkatkan pendapatan daerah. Namun. Kebangkrutan terjadi bukan semata-mata akibat buruknya perencanaan anggaran daerah. suami. dan bahkan anak. yang masuk karena kurang/tidak ditangani oleh pusat pemerintahan dengan baik. tetapi juga dipicu oleh persoalan yang lebih serius.

dan Singapura yang ditandatangani pada tahun 1971. Menghadapi Malaysia dan Singapura. akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat. Kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke perbatasan. ada beberapa daerah yang menjadi bangkrut dan tidak dapat membayar gaji pegawai. kemampuan nelayan membaca peta laut dan 10 Kompas. Ironisnya. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan adalah meningkatkan kemampuan nelayan Indonesia sendiri. yaitu negara-negara tetangga (beberapa negara anggota ASEAN dan Austalia). meskipun telah mendapat dana bagi hasil dari minyak dan gas. negara dengan armada perikanan besar (salah satu di antaranya Jepang). Dengan telah disahkannya konsep negara kepulauan oleh PBB tahun 1994 (melalui UNCLOS 1982). Lima kekuatan negara tersebut akan saling berkonsultasi apabila terjadi agresi eksternal atau ancaman serangan terhadap Semenanjung Malaysia (Malaysia Timur tidak termasuk wilayah tanggung jawab FPDA) atau Singapura. timbullah tantangan. 12 April 2011. ancaman.Belanja Daerah (APBD) sangat terbatas. Malaysia. dan gangguan terhadap Indonesia. Indonesia perlu mewaspadai The Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang masih berlaku. daerah itu seharusnya lebih makmur dibandingkan dengan daerah lain. Australia. Indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. misalnya. dengan perbandingan 60% merupakan belanja atau gaji pegawai. Dari sisi anggaran.10 Meskipun urusan luar negeri menjadi urusan pemerintah pusat. negara pemilik perusahaan perkapalan (sea liners). pemerintah daerah harus ikut mewaspadai manuver negara lain yang berkepentingan atas wilayah kita. Menghadapi Australia dengan proyek Australia Maritime Identification Zone (AMIZ)-nya. dan hanya 40% untuk pembangunan. tindakan yang dapat dilakukan setidak-tidaknya adalah mewaspadai silent occupation dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim khusus. Five Power Defence Arrangements adalah serangkaian hubungan pertahanan yang didasarkan atas perjanjian bilateral antara Inggris. Bentuk-bentuk perhatian terhadap rakyat di daerah perbatasan perlu terus dilakukan. Ada empat golongan negara yang sangat berkepentingan dengan wilayah kita. Selandia Baru. 2003: 25). yaitu kemampuan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. Kebangkrutan di daerah menunjukkan telah terjadi penyimpangan berkaitan dengan pemerintahan yang baik (good governance). dan negara adidaya yang berupaya memperoleh kemudahan untuk manuver armada militernya dalam rangka melaksanakan strategi global geopolitiknya (Kusumaatmadja. Menghadapi negara-negara tetangga. 53 .

Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi adalah penolakan terhadap penambahan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) oleh International Maritime Organization tetap diteruskan. membangun desa pantai yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut.menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. Dalam pada itu ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia dengan menindaklanjuti pengawasan secara proaktif. dan perusakan alat navigasi laut. 54 . Negara adidaya yang sejak semula menentang negara nusantara. dan menjadikan nelayan sebagai monitor terhadap pengganggu negara dalam hal pencurian ikan. karena pada hakikatnya membuat wilayah kita terbuka akan kontraproduktif dengan Deklarasi Djuanda. kita juga menghadapinya dengan tetap menolak penambahan ALKI. Penambahan ALKI dapat berakibat wilayah kita terbuka kembali sehingga laut Nusantara menjadi laut bebas (high sea). pencemaran lingkungan.

Beberapa di antaranya adalah mempersepsi dan dipersepsi sebagai satu kesatuan. mereka menghadapi masalah bagaimana membangun rasa kebangsaan. khususnya Soekarno. Upaya ini adalah sebuah bentuk kreasi sosial yang bermanfaat bagi pengembangan dan pembedaan kelompok (Tajfel. Yang ada adalah kelompok-kelompok besar berdasarkan etnis dan kelompok berbasis keagamaan. Akhirnya. 55 . dari berbagai cara untuk membangun kesatuan dalam kelompok besar atau bangsa. PANCASILA Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa mampu memahami secara kritis nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Untuk itu. mencetuskan ide bahwa nilailah yang dapat menimbulkan rasa kesatuan itu. dibutuhkan ikatan lain yang dianggap umum sekaligus berbeda dengan bangsa lain. memiliki tujuan yang sama dan anggota merasa dirinya sebagai bagian kelompok (Halida. pada situasi dunia yang dinamis. Para pendiri bangsa yang sejak awal menyadari hal ini. Soekarno menyebutnya sebagai lima nilai dasar atau yang sekarang dikenal sebagai Pancasila. bergabungnya individu dalam satu kelompok kecil atau besar karena yang dianggap adanya kesamaan-kesamaan tertentu akan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan tujuan yang dapat diraih bersama. para pendiri bangsa. Awalnya adalah kelompok. 1974: 84). Dengan demikian. Pada bagian ini pembaca diajak untuk kembali mengingat ikatan dasar dari bangsa Indonesia. Bagi banyak negara yang baru saja merdeka dan berdaulat. sebagai nilai dasar berperilaku. belum ada.BAB III. karena pada awalnya yang disebut sebagai bangsa Indonesia . yang memiliki ciri-ciri dasar khusus. dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2009: 168). diajukan pola yang dianggap sama dan dapat diterima oleh semua pihak. Karena ikatan-ikatan primordial seperti etnis dan agama tidak dapat dikenakan pada bangsa Indonesia.

Melalui program yang disebut sebagai penataran Pendidikan. 2010: 10). warga Negara. bahkan untuk menyampaikan Pancasila digunakan cara-cara yang bernuansa indoktrinasi (Azra. Dalam kurun waktu tertentu. nilai yang utama (core value) bangsa Amerika Serikat (AS) tidak sama dengan nilai utama India dan nilai utama dari kedua bangsa tadi tidak sama dengan bangsa Indonesia (Kusuma. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) oleh pemerintah Orde Baru. Menuju Nilai Pancasila Kekhawatiran dalam melihat Pancasila adalah ketika mengingat bahwa Pancasila sempat diajarkan dengan cara-cara yang justru membuat masyarakat tidak nyaman. 2012: 298). Pancasila yang Mewujud dalam Kehidupan Sehari-hari Nilai dijunjung oleh masyarakat karena memberikan arahan dalam pengambilan keputusan dan bentuk kegiatannya (Rinjin. Sebaliknya. Padahal. 2010: 23). nyaris tak ada institusi yang tidak tersentuh oleh Pancasila. Pancasila justru menjadi produk milik penguasa yang berorientasi pada pemaksaan kehendak daripada pengembangan dari nilai berkehidupan dan bermasyarakat bangsa Indonesia (Wirutomo. masing-masing bangsa mempunyai nilainilai yang dianggap paling utama sebagai pandangan hidup bangsa (Rinjin. dapat diperkirakan tingkah lakunya. 2010: 59). 1973: 122). sudut pandang dari tulisan ini adalah melihat nilai sebagai landasan berperilaku. ditemukan nilai kesetaraan (equality) lebih tinggi dan berbeda secara cukup berarti pada kelompok mahasiswa yang 56 . Dengan diketahui nilai yang dianut dari individu. Dalam konteks bangsa. Pancasila sejatinya adalah nilai (Kusuma. Dengan demikian.A. Sebagai contoh. Perilaku ini diaplikasikan sebagai bangsa. Hal mendasar dari nilai adalah suatu konsep yang dianggap baik atau buruk dan tepat atau tidak tepat yang disepakati oleh masyarakat. justru Pancasila dianggap tidak lagi menjadi bagian bangsa Indonesia. dalam berbagai situasi (Rokeach. 2010: 59). 2010: 26-27). Adanya kata “masyarakat” menandakan bahwa nilai yang diutamakan saling berbeda ada kemungkinan pada tiap kelompok masyarakat . Walau terlihat sukses. dan pada akhirnya menjadi warga dunia. B. 2006: 18). Pancasila pernah dijadikan mitos (Somantri. Berdasar hal itu. nyaris dipastikan adanya keselarasan antara nilai dan tingkah laku individu/masyarakat. Misalnya.

2011: 117). Bagi masyarakat Indonesia Pancasila sebagai nilai merupakan fondasi dari pembentukan karakter. karakter. mereka berlaku kejam dengan melakukan ekspansi terhadap kelompok lain (Gonick. Oleh karena itu. karakter dapat dipengaruhi oleh dua faktor yakni nilai dan norma. Mengapa Nilai Pancasila sebagai Fondasi Bertingkah Laku? Keinginan para pendiri bangsa saat mengemukakan ide Indonesia tentu harus didasari oleh pemahaman tentang keberagaman yang ada. C. dan tingkah laku individu atau masyarakat di masyarakat itu sendiri. 1995: 280). nilai amat diyakini sebagai bagian dari diri dan penghubung antara individu dan masyarakatnya (Hitlin.menjadi anggota dari asosiasi nasional untuk kemajuan orang dari kelompok berwarna dibandingkan dengan yang bukan anggota (Rokeach. tidak diterapkan terhadap kelompok lainnya. Merujuk pada definisi ini. juga berhubungan positif dengan sikap untuk mendonasikan uang untuk penelitian kanker (Maio dan Olson. Namun. Karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu (Allport. Namun. Yang perlu ditambahkan adalah kemungkinan terjadi sebuah nilai yang dianggap penting dalam satu kelompok. Sejarah mencatat bahwa sekitar 1200 SM. 2006: 226). 2003: 119). terlepas dari hubungan nilai dengan tingkah laku. Keberagaman ini harus 57 . tindakan yang baik seperti menyeberangkan lansia di jalan raya oleh seseorang belum tentu didasari nilai hormat pada lansia tadi. Nilai yang spesifik. Atau dapat terjadi. Dapat saja seseorang yang menjunjung nilai kejujuran melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencuri atau korupsi. Dengan demikian. Harapan bahwa nilai menjadi dasar tingkah laku tidak lepas dari adanya kekuatan sosial di sekitar individu. Penguatan nilai yang dipegang individu mewujud pada tingkah-tingkah laku yang disepakati bersama oleh lingkungan sosial. Kedua faktor ini yang secara alami ada di lingkungan sosial dari individu. 1973: 123). pada kenyataannya terdapat banyak hal yang tidak menunjukkan keselarasan antara nilai. 1937 dalam Takwin. perlakuan mereka terhadap kelompok lain justru sebaliknya. seperti nilai menolong. antara nilai dan tingkah laku belum tentu sejalan. Secara khusus dalam konteks bermasyarakat dan bernegara di Indonesia nilai yang menjadi rujukan adalah nilai yang terkandung dalam Pancasila. suku Doria di kawasan Mediterania amat memedulikan sesama mereka.

kesatuan. Untuk selanjutnya. Temuan ini menjadi awal pembuktian bahwa hubungan antarnilai bukan semata wacana yang sifatnya mengawang-awang. fair. setia kawan) tanggung jawab. secara empirik dipastikan bahwa masing-masing nilai berhubungan satu sama lain. Meinarno & Juneman. nilai di dalam Pancasila tidak terpisahkan satu sama lain. kemanusiaan Sila ketiga. demokrasi Definisi percaya pada Tuhan dan menjalankan perintahNya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain mengakui persamaan hak dan kewajiban. Hal lainnya yang dipertimbangkan adalah pilihan terbaik untuk membangun negara-bangsa yang khas seperti Indonesia yaitu penemuan kesamaaan nilai dari beragam nilai yang dianut oleh kelompok-kelompok yang ada. kemanusiaan. 2010. 2011. 2011) 58 . Markum. sayang pada sesama. sehingga menjadi yakin bahwa nilai-nilai ini penting bagi bangsa Indonesia.. persatuan Sila keempat. Tabel 1. Suwartono & Meinarno. spirituality and religiousness respek. cinta tanah air dan bangsa. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. Adapun nilai Pancasila yang selama ini dikenal adalah yang tertulis dalam butir-butir Pancasila. keadilan dan dengan mawas diri (dalam bentuk kualitas luhur kerendahatian. courage loyalitas. toleransi pada kelompok yang berbeda keyakinan. demokrasi. Menurut Somatri. keadilan sosial pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk kepentingan bersama dengan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 2011). dan mengembangkan rasa persatuan bagi bangsa. nila-nilai itu disebut sebagai Pancasila yang justru menekankan toleransi (Somatri. nilai-nilai umum itu mengandung nilai ketuhanan. dengan sudut pandang psikologi diketahui bahwa secara empirik nilai dalam Pancasila adalah lima nilai dasar yang di dalamnya terdapat sub-subnilai yang berdiri sendiri (Suwartono & Meinarno.dihargai dan dihormati dalam bentuk toleransi yang cukup tinggi. Meinarno & Juneman. menjaga keseimbangan hak-kewajiban sosial persahabatan. Rincian faithfulness. ketuhanan Sila kedua. 2006: 23. 1995: 1). Nilai Pancasila (Markum. dapat dipertanggungjawabkan dan melaksanakan keputusan yang diambil. Nilai Pancasila juga berhubungan positif sehingga kecenderungan masingmasing nilai saling menguatkan pemahamannya. Nilai Sila atau nilai pertama. Di sisi lain. harmoni Sila kelima. kewarganegaraan (memiliki pendirian yang kuat terhadap kewajibannya. dan keadilan sosial. Ramage. Namun. Ketika tercetus menjelang kemerdekaan. menolong manusia) dan pengembangan diri yang bertujuan untuk memajukan kehidupan sosial.

2009: 199. Hasil analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa nilai Pancasila berkontribusi terhadap terbentuknya identitas nasional Indonesia dari para partisipan remaja tadi. 2001 dalam Wirutomo. 2011). 2001: 8.Menjadi Indonesia adalah sesuatu yang khas. tanah air. Hasil penelitian ini dapat menjadi awal pemahaman bahwa nilai Pancasila penting bagi bangsa Indonesia. 28 Oktober 1928. 2007: 333). yang dapat dikategorikan sebagai sebuah kreativitas sosial dalam membangun identitas baru bangsa Indonesia adalah adanya bahasa Indonesia. Penelitian menunjukkan adanya pola hubungan yang positif antara identitas nasional dan nilai Pancasila (Meinarno dan Suwartono. Hal ini dapat dimengerti karena Pancasila adalah produk dari masyarakat baru yang mengupayakan adanya pola kesamaan di dalamnya. Penelitian yang dilakukan terhadap 165 remaja menujukkan bahwa adanya hubungan positif antara nilai Pancasila dan identitas nasional. Joseph Stalin menempatkan bahasa sebagai unsur dasar penting dari terbangunnya identitas nasional (Oomen. Fondasi Berperilaku sebagai Bangsa Nilai pertama dari Pancasila adalah ketuhanan. Ada tiga isu yang mengemuka dalam Sumpah Pemuda. para pendiri bangsa (founding fathers) bersepakat untuk secara perlahan membangun sebuah bangsa. Nilai Pancasila sering dikaitkan dengan identitas nasional. Pemimpin Uni Soviet. Nilai utama ini mengacu pada keyakinan pada Tuhan dan hidup dengan menjalankan perintah-Nya tanpa mengganggu urusan (utamnya) agama masing-masing. Keberadaan bahasa bagi sebuah bangsa menjadi penting karena hubungan antarkelompok di dalamnya dimulai dengan bahasa yang dapat dipahami bersama. Reicher & Hopkins. Keadaan ini seperti yang diajukan oleh Pilsudzki bahwa negaralah yang membentuk bangsa dan bukan sebaliknya sebagaimana umumnya (Simbolon. D. yakni bangsa. Dari ketiga isu ini. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Indonesia yang bukan sebagai perpanjangandari sejarah sebuah kelompok etnis atau satu golongan agama tertentu. Simpson. dan bahasa persatuan. Ironisnya data menunjukkan perusakan 59 . Langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai tadi di masyarakat agar tidak sekedar menjadi wacana sehari-hari. Salah satu langkah persiapan itu adalah Sumpah Pemuda. Untuk itu. 2012: 7).

Oleh karenanya. harapan utamanya akan tercermin dalam perilaku sebagi individu dan masyarakat sebagai bangsa. ketika para perokok mendengung-dengungkan hak untuk merokok sebagai hal utama. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati. Catatan ini penting untuk menjadi contoh bahwa berabadabad lalu di Indonesia telah dikenal pemahaman toleransi di bidang keagamaan. hak menghirup udara bersih bagi non-perokok dan bahkan untuk perokok itu sendiri. Menjadi aneh. Berbagai bentuk tingkah laku dapat dilakukan untuk membuat konkret nilai ini hadir di masyarakat. 2003 dalam Kusumadewi. Raja Hayam Wuruk memerintahkan para pejabat urusan agama agar mengatur secara baik pelaksanaan dua agama besar secara berdampingan. Dalam menjalankan kerajaan Majapahit. kita melihat bahwa perokok tidak mengidahkan hak dasar dari orang-orang di sekitarnya. 1993: 232). maka orang lain yang tidak merokok “dipaksa merokok bersama”. Pada hal sejarah mencatat kenyataan yang berbeda. cinta tanah air dan bangsa. Dari lima nilai Pancasila. Salah satu pengejawantahan nilai patriotisme juga dapat dilihat dalam produksi film tentang kebangsaan. dan pengembangan rasa persatuan bagi bangsa. Indonesia belum dapat menerima hal itu. Di sisi lain. 2012: 155). Mereka memberi slot atau bagian khusus untuk film 60 . Amerika Serikat dengan industri film Hollywood menjadi buktinya. Cerminan tingkah laku dari nilai kedua sebagai bangsa adalah ketika mengakui bangsa-bangsa lain yang menyatakan diri merdeka dan berdaulat sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ketika ada sebuah kedaulatan yang berbasis penjajahan atas bangsa lain. Berdirinya menara masjid Kudus dan makanan sate kerbau (umat Hindu mengharamkan makan sapi. Dalam kehidupan sehari-hari. sayang pada sesama. yaitu agama Hindu dan agama Buda (Poseponegoro & Notosusanto. Saat ia menghembuskan asap rokok.rumah ibadah semakin meningkat (Dhakidae. sebaliknya Muslim mengadakan kurban dengan hewan ternak semisal sapi) adalah bagian dari sejarah yang menunjukkan keberbedaan dapat hidup dalam kesatuan. Nilai kedua Pancasila pada prinsipnya mengakui persamaan hak dan kewajiban. nilai ketiga berupaya untuk mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. dalam kehidupan sehari-hari nilai ini dapat mewujud dalam keberanian untuk menyatakan suatu hal yang benar di tengah situasi yang kurang selaras. Masyarakat Indonesia membuktikan bahwa menerima perbedaan dalam satu wadah sudah ada sejak zaman Majapahit.

sebuah aktivitas bantuan kepada pihak lain yang meminta secara santun untuk menyelesaikan satu tugas agar tercapai tujuan bersama (Koentjaraningrat. Industri pertelevisian dan film Indonesia juga mulai melakukan hal yang sama. seorang raja tidak bisa semena-mena pada rakyatnya karena secara prinsip raja dibatasi oleh sistem yang mengutamakan logika dan keadilan. Contoh poster film yang dibuat untuk menunjukkan jati diri bangsa. bangsa Indonesia sudah mengenal pola demokrasi yang hidup di masyarakat. Marzali.1. Jauh sebelum merdeka. perintah raja akan ditolak (Malaka dalam Latif. 2005: 159). Pada masyarakat desa yang agraris. 2011: 387). Pada nilai keempat Pancasila mengetengahkan tema demokrasi. misalnya The Patriot dan Indepence Day. Tan Malaka pernah mengklaim bahwa demokrasi yang merupakan wujud kedaulatan rakyat sudah dikenal sekitar abad XIV. mereka merilis film-film tersebut pada bulan Juli atau menjelang Juli. Misalnya. setidaknya di Minangkabau. Uniknya. Di sana. membangun saluran 61 . Upaya untuk mengejawantahkan nilai kelima dalam Pancasila sebagai bangsa Indonesia telah diupayakan sebelumnya. Dalam keseharian kita sering mendengar istilah gotong-royong. Gambar 3. ada mekanisme rapat desa di berbagai komunitas di pulau-pulau nusantara. 1977: 6.bertema perjuangan dengan latar Amerika Serikat. seperti gambar berikut. Jika tidak dipenuhi. Acaraacara yang menggugah patriotisme disuguhkan dan bahkan film-film layar lebar dengan tema yang sama mulai berani merilis dengan film-film bertema umum lainnya. Pada dasarnya demokrasi memosisikan rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh atas dirinya.

Hak-hak dan kewajiban ini yang membuat hubungan individu dan negara mencapai keselarasan. Walaupun Islam menjadi agama yang mayoritas bagi penduduk. bahkan dalam UUD 1945 diberikan porsi khusus yakni dalam bab XI pasal 29. Contoh lain menunjukkan bahwa nilai kelima diwujudkan untuk membangun karakter. Konsekuensinya adalah dalam kehidupan sehari-hari. Gambar 3. kehidupan ibadah masing-masing agama bukan urusan yang dapat dicampuri oleh umat lain. hak untuk mendapatkan air seiring dengan kewajiban menjaga sumber dan saluran air untuk pertaniannya. Isu plagiarisme memperlihatkan kurang mawas diri dalam mengamati hak dari kewajiban menjalankan tanggung jawab sebagai peneliti. Rida (1988: 124-125) menyatakan bahwa nilai (Pancasila) yang diamalkan tentu memenuhi tanggung jawab individu sebagai warga negara. melainkan terkait pula dengan warga lain. masih terdapat kelompok agama lain yang penganutnya adalah sesama warga Indonesia. Berlaku sebagai Warga Negara UUD 1945 yang didasari Pancasila juga telah mewujudkan hak dan kewajiban. Nilai pertama dari Pancasila yang menekankan pada perintah-Nya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain bagi masyarakat Indonesia tampaknya menjadi hal alami. Di sisi lain pemerintah juga menjaga kehidupan bertoleransi ini dengan membuat peraturan- 62 . Wilayah Indonesia E. Maka. Keyakinan masing-masing umat sangat dihargai.air untuk sawah pribadinya jelas bukan sekadar pekerjaan pribadi. nilai ini mendasari tingkah laku umat agama tertentu pada umat agama lainnya.2. Sebagai warga negara.

harus didiakui pula bahwa masih terdapat kesenjangan dalam mewujudkan nilai kedua ini. Sebagai warga negara.2012: 187-189). misalnya. Alasan yang mengemuka masih sama. Agak berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang sejak merdeka hingga tahun 1960-an. Ini dapat dilihat. semisal. di antaranya. 2011: 78). Pola menegakkan nilai kedua dari Pancasila bagi warga Indonesia dapat terlihat sejak awal kemerdekaan. Kejadian-kejadian seperti penolakan peribadatan dari satu kelompok agama jelas tidak sesuai dengan nilai pertama dari Pancasila. dan Shakuntala menemukan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan masih di bawah lelaki sejak 1971 hingga 2004. pemerintahnya melakukan kebijakan segregrasi khususnya dalam hal warna kulit berlaku di segala aspek kehidupan (Meinarno. Mereka melakukan kebijakan segregrasi mulai dari kebijakan publik yang berdampak pada layanan publik. yakni pembedaan perlakuan berbasis jenis kelamin (Seda dkk. upaya untuk mewujudkan nilai ketiga dapat dikatakan cukup mudah. Halida. Salah satu penyebab keadaan ini adalah kecenderungan masyarakat mengutamakan anak lelaki untuk bersekolah daripada anak perempuan. tingginya angka kematian ibu (AKI) karena kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi pada kelompok perempuan yang umumnya diberikan di sekolah. 63 . Tidak hanya akses sekolah. Agustin. pola ini akan mengganggu pada penurunan kesejahteraan di aspek lainnya. Masih terjadi ketimpangan akses pendidikan bagi warga secara khusus pada kelompok masyarakat tertentu.peraturan yang mengakomodasi nilai ini daripada peraturan yang bersifat memaksa atau memiliki kecenderungan-kecenderungan mengabaikan hak dasar suatu kelompok agama. Namun. Widianto. Indonesia tidak membedakan hak suara dalam pemilu. Febriana. pada kebijakan pemerintah atas pendidikan masih belum diterjemahkan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Jika bertahan. Kejadian ini sangat berlawanan dengan upaya mewujudkan nilai kedua dari Pancasila. untuk angka buta huruf juga masih lebih tinggi perempuan dua kali lipat daripada lelaki. Seda. pada kelompok perempuan atau kelompok etnis tertentu sejak merdeka hingga sekarang. Sebagai perbandingan. Upaya mendasar dilakukan. dengan tidak membedabedakan perlakuan atas ras atau warna kulit. Menjadi warga negara yang berbahasa Indonesia adalah salah satunya.

Nilai kelima dari Pancasila hanya dapat dimaknai sebagai nilai sosial semata. dimungkinkan peningkatan kualitas manusia Indonesia berdasar nilai ini. Padahal dalam penjabarannya. seperti keamanan dan kebersihan lingkungan. 2007: 9) di seluruh Indonesia. Penulisan ilmiah dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar memupuk rasa persatuan bagi para penulisnya karena adanya kebakuan yang dipahami setara secara bersama-sama. Ketua RT terpilih melakukan pengambilan keputusan-keputusan yang mengacu pada kepentingan bersama. Bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Bab XV. Dengan demikian. membicarakan nilai kelima dalam konteks mahasiswa dan sarjana menjadi relevan. setidaknya dapat mengurangi potensi konflik yang didasari pada ketidakpuasan dalam berpendapat dan oposisional terhadap langkah yang diambil pemimpin. Dengan tidak menafikan keberadaan 742 bahasa daerah (Summer Institute of Linguistic. 2006 dalam Lauder.karena merupakan amanat dari UUD 194511. Dengan pemahaman ini. Maka. Keseharian kita sebagai warga negara dan secara khusus menjadi warga di tempat kita berinteraksi sosial dapat menjadi ajang mengekspresikan nilai keempat. Peningkatan kreativitas diri yang menjadikan kehidupan masayarakat menuju yang lebih baik saat ini sangat dibutuhkan. komunikasi antarilmuwan nasional juga mencapai keselarasan yang pada akhirnya menunjang rasa kesatuan sebagai ilmuwan dan warga negara Indonesia. tanpa adanya pemaksaan kehendak dari pihak lain dapat menjadi ekspresi nilai keempat. Tentunya hal ini dilakukan agar langkah yang diambil dapat dipertangungjawabkan secara individu sebagai keputusan bersama. penggunaan bahasa Indonesia dilakukan dalam konteks keseharian di dalam lingkungan akademis. maka diharapkan muncul ide-ide kreatif yang dapat 11 UUD 1945. Bahwa sesungguhnya sarjana adalah harapan masyarakat dikarenakan proses pendidikan di perguruan tinggi yang membekali mahasiswa dalam pola pikir yang berbasis ilmu pengetahuan. pemilihan ketua RT yang demokratis. Nilai keempat inilah yang mendasari kita sebagai warga dapat memahami keputusan yang diambil dari pemimpin (yang dipilih bersama) untuk kemaslahatan bersama. pasal 36 64 . Dalam keseharian kita melihat jumlah pengangguran berlatar pendidikan tinggi perlahan meningkat dari tahun ke tahun.

membantu masyarakat memecahkan masalah. Kita dapat memulainya untuk tidak melakukan pembedaan-pembedaan yang didasari prasangka. Hal ini membuat anak terlindungi dari masalah tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mengupayakan kehidupan beragama yang toleran. Catatan terpenting adalah perilaku dari individu Indonesia tetap didasari nilai-nilai dasar masyarakat Indonesia. Berlaku sebagai Warga Global Sebagai warga dunia. F. warga Indonesia akan menjadi bagian dari aksi yang toleran. Kontribusi ini penting bagi masyarakat dunia. Ini dapat diartikan bahwa masyarakat Indonesia berkontribusi dalam memaknai agama-agama yang hadir di Indonesia. perlakuan ini juga bermakna perlindungan manusia untuk mendapatkan hak-hak dasar kewarganegaraan. upaya membuat peluang kerja menjadi prioritas daripada mencari pekerjaan. Sebagai contoh. Nilai Pancasila bahkan dianggap sebagai religiously friendly ideology oleh Juergensmeyer (2010 dalam Azra. Keikutsertaan ini bukan selalu atas dasar politik. Pancasila sebagai nilai juga mendasari corak kehidupan interaksi umat beragama Indonesia. khususnya nilai pertama. Ini adalah kesepakatan universal yang diakui bersama. Untuk itu. Mengacu pada nilai Pancasila. masyarakat Indonesia juga ikut dalam dinamika dunia. Pemahaman lanjut dari situasi ini adalah terciptanya tatanan sosial yang lebih baik. Upaya menyelaraskan perilaku dengan nilai kedua dalam konteks global sebenarnya juga ada dalam kehidupan sehari-hari. melainkan masih banyak hal lainnya. di masa depan kesiapan warga negara Indonesia untuk lebih dapat berkiprah di dunia nyaris tanpa batas ini akan semakin dibutuhkan. Walaupun pernyataan Juergensmeyer dikaitkan dengan ideologi. Bagi para sarjana. 2012: 135-136) melihat bahwa Indonesia menjadi model yang khas dari tumbuhnya semangat keagamaan yang bercorak kebudayaan lokal. 2010: 11). Bagi negara lain asal dari salah satu orang tua anak tadi. Mulder (1999 dalam Kusumadewi. sehingga dapat menjadi model dari toleransi antar-umat beragama di dunia. sehingga negara itu pada akhirnya memandang Indonesia sebagai 65 . penerapan kewarganegaraan khususnya pada anak hasil pernikahan WNI dan WNA sampai usia 18 tahun dinyatakan sebagai WNI. Keadaan ini tidak dapat dinafikan karena Indonesia secara pasti menjadi tempat perlintasan beragam kebudayaan.

pintu impor semakin terbuka yang memungkinkan segala produk masuk ke dalam negeri. hampir semua negara Barat tengah mengembargo Myanmar dan meminta ASEAN ikut menekan. Mereka berupaya menjaga agar produk asing tidak membanjiri pasar lokalnya sehingga petani/pengusaha/masyarakat tetap sejahtera. Indonesia memahami bahwa cara tersebut tidak populer di mata bangsa-bangsa Barat. Dengan demikian. Pengejawantahan nilai ketiga dari Pancasila dalam konteks global adalah dengan menjadi bagian kegiatan ekonomi dunia yang berorientasi nasional. nilai ketiga Pancasila masih relevan untuk diangkat menjadi dasar bagi peningkatan ketahanan nasional. Untuk itu nilai ketiga dari Pancasila yang menekankan cinta tanah air perlu diangkat kembali untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. tetapi juga menghancurkan perusahaan lokal. Indonesia mengambil peran yang sesuai dengan nilai tadi. 66 . dengan tidak mengisolasi Myanmar bahkan intensif membuka jalur diplomatik. Terbukanya jalur diplomatik justru membuat Myanmar lebih membuka diri yang pada akhirnya embargo negara-negara Barat mulai berkurang. konsumen membeli produk impor yang bukan hanya menyisihkan produk dalam negeri. Kondisi ini secara prinsip tidak salah. Sebagai anggota ASEAN sekaligus ketua ASEAN tahun 2011. Langkah Indonesia cukup mengejutkan. Dalam konteks pemerintah. Langkah mengutamakan produk yang dapat dihasilkan dalam negeri sebelum membeli produk buatan luar negeri juga dilakukan oleh negara-negara maju. konsumen disuguhkan banyak pilihan. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia. Pengejawantahan nilai keempat dalam kehidupan global bagi negara dan masyarakat terlihat dalam kebijakan dan tingkah laku. Indonesia mengambil posisi tidak mengucilkan Myanmar. Akibatnya. Pada akhirnya terbangunlah hubungan saling menghormati antarnegara. tetapi di sisi lain produk dalam negeri perlahan tersisih. Negara-negara maju menutupi kepentingan dalam negeri melalui mekanisme perdaganagn dunia seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sejak memasuki krisis moneter 1997. tetapi diplomasi ala Indonesia mampu membuat Myanmar mengambil kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri yang cenderung terbuka dan dapat diterima masyarakat internasional. Pada saat yang sama.negara yang mengakui hak asasi manusia. Hanya dengan alasan harganya tidak kompetitif.

G. Koperasi sebagai pengejawantahan pembangunan ekonomi yang memiliki wajah sosial dapat menjadi solusi bagi pola pembangunan negara-negara dunia ketiga yang jumlahnya lebih banyak daripada negara maju. Dengan demikian. Pancasila menjadi penentu dari corak kehidupan masyakat Indonesia.Kontribusi Indonesia untuk masalah pembangunan dunia yang berkeadilan sosial semestinya dapat dilakukan dengan kemampuan dasar ekonomi kerakyatan Indonesia.Penutup Nilai bagi semua individu dan kelompok adalah bagian dari pembentukan tingkah laku yang diharapkan dalam masyarakatnya. Yang kemudian model ini dianggap baik oleh dunia. dan bernegara serta menjadi warga dunia. Nilai yang ada dalam Pancasila merupakan nilai dasar untuk aktivitas bermasyarakat. Salah satu bentuknya adalah koperasi. 67 . Model ekonomi komunis sudah rubuh terlebih dahulu. yakni saat bubarnya Uni Soviet tahun 1991. dari tingkat individu hingga tingkat bangsa. berbangsa. Hal ini penting karena muncul gejala kegagalan ekonomi kapitalis sejak 2008 yang dimulai di AS dan menjalar ke Eropa sampai tulisan ini dibuat (2012). Dengan demikian. Muhammad Yunus dari Bangladesh. Setidaknya peraih nobel 2006. berbekal konsep arisan amat menekankan kesejahteraan anggotanya. dibutuhkan sedikit sentuhan dari para sarjana agar nilai kelima dari Pancasila dapat menjadi bagian dari solusi atas masalah ekonomi dunia saat ini dan masa depan. karena koperasi bertujuan menyejahterakan anggota bukan menguatkan kapital dari investor atau pemodal. Di sinilah peluang Indonesia untuk ikut dalam mendesain ulang tatanan mekanisme ekonomi.

Kondisi ini beranalogi ketika Pancasila tidak menjadi acuan perilaku. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila oleh sebagian orang dianggap universal. Setidaknya.3. Hal yang terpenting dari Pancasila adalah upaya kita mencoba menerapkannya dalam kehidupan.yakni Indonesia. perlahan nilai akan memudar dan hilang. nilai Pancasila juga dapat diacu oleh warga dunia pula. Indonesia adalah warga dunia.Gambar 3. Artinya dapat berlaku atau hadir di semua masyarakat di dunia. Ketika nilai tidak menjadi rujukan tingkah laku. Hilangnya Pancasila memudarkan pula semangat ikatan nasional sebagai bangsa Indonesia. tingkah lakunya juga selaras dengan warga dunia. nilai Pancasila akan tergantikan oleh nilai lain atau bahkan hilang. yang dapat berujung pada rubuhnya rumah nusantara. Bukankah itu berarti mengkhianati mimpi para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia? 68 . sebagai nilai yang mendasari tingkah laku warga Indonesia. Jika asumsi ini digunakan.

membuat penilaian kritis atas pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. Hak-hak sebagai civis tidak diberikan kepada rakyat biasa maupun rakyat di wilayah kekuasaan kerajaan (Poole. Kajian ini telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM) dan masa Kerajaan Romawi (± 1 M). tetapi jika tidak memiliki kebangsaan. 1999: 85—86). ia merasakan pedihnya menjadi penduduk di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Kata civis sendiri pertama kali digunakan pada masa kerajaan Romawi untuk merujuk kepada orang-orang kaya dan para tuan tanah. 69 . Kebangsaan sering kali diidentikkan dengan kewarganegaraan. tetapi juga melanggengkan stratifikasi sosial yang merupakan warisan sistem kerajaan. Ia merasa bahwa sebagai penduduk di wilayah jajahan. Kebijakan-kebijakan Belanda tidak hanya melahirkan sistem pembedaan status (diskriminasi) yang dilandasi perbedaan warna kulit. citizenship dan Latin. Pengalaman Bung Hatta merupakan pengalaman tentang pentingnya arti kebangsaan (nationality). Kewarganegaraan (dalam bahasa Inggris. Dalam pergaulan internasional ia merasa tersisih karena masalah kebangsaan. tepatnya ketika bangsa ini berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. antara bangsa kulit putih dan pribumi. Merekalah yang memperoleh hak-hak istimewa.BAB IV KEWARGANEGARAAN Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami saling pengaruh antara hak dan kewajiban negara dan warga negara. dan keduanya tidak dapat dipisahkan ketika kita mengkaji tentang negara maupun pemerintahan. 1953: 51). civis) telah lama menjadi objek pemikiran. Apa yang dialami rakyat biasa di kerajaan Romawi. ―Jika satu bangsa mulia. yakni antara golongan priyayi dan rakyat biasa. ia direndahkan. juga pernah dialami bangsa Indonesia. Bung Hatta menyimpulkan. maka seseorang tidak dipandang di dunia internasional‖ (Hatta. serta mampu bersikap terbuka dan kritis bagi implementasi hak dan kewajiban warga negara di masyarakat. Ketika Bung Hatta kuliah di Belanda pada tahun 1920-an. Bertolak dari pengalaman itu. maka individu-individunya juga dihargai.

agama. antara lain dapat berpartisipasi dalam penyusunan undang-undang dan dalam pelaksanaan administrasi negara. Warga negara dalam pengertian masa Yunani Kuno juga dapat dikatakan lebih menekankan kemampuan seseorang untuk mengemban tanggung jawab negara (Poole. Aktivitas-aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pusat kehidupan warga negara mencakup setiap aspek kehidupan. 1) Apa yang dimaksud dengan kewarganegaraan dan siapakah warga negara Indonesia? 2) Prinsip-prinsip dasar apa yang melandasi hubungan timbal-balik antara negara dan warga negara? 3) Bagaimana implementasi hak dan kewajiban warga negara? 4) Evaluasi kritis terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. pengakuan kesetaraan bagi seluruh rakyat atau warga negara. para budak dan—dalam konteks saat itu—kaum perempuan serta anakanak tidak dikategorikan sebagai orang bebas sehingga mereka tidak dapat disebut sebagai warga negara. hingga pertahanan negara. antara lain.Ketidaksetaraan dan penindasan Belanda terhadap rakyat biasa akhirnya menjadi pemicu gerakan nasionalisme Indonesia. Namun demikian. Pada masa kerajaan Romawi (± 1 M). 1. dalam aktivitas keagamaan dan budaya. budaya. 1999: 25). para tokoh pergerakan mengadakan sidang-sidang di BPUPKI dan PPKI untuk menyusun UUD. pemahaman yang sederhana ini memiliki sejarah panjang dan kompleks. warga negara diidentikkan dengan orang bebas. hingga akhirnya berdirilah negara Indonesia pada tahun 1945. Sebaliknya. Sebagai objek pemikiran. Apa yang Dimaksud dengan Kewarganegaraan? Secara umum kewarganegaraan dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang menyangkut warga negara. yakni yang berikut. Pada masa itu. Untuk memahami hak dan kewajiban warga negara. Di dalam proses penyiapan negara yang merdeka dan berdaulat itu. maka pokok-pokok bahasan dalam bab ini dibagi menjadi empat bagian. Hasil sidang-sidang itu adalah UUD 1945 yang di dalamnya dinyatakan. seperti tercermin dalam hak dan kewajiban bagi setiap warga negara. serta dapat masuk dinas militer—yang penting artinya bagi pertahanan negara. mulai dari politik. kewarganegaraan telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM). 70 . Orang-orang bebas yang dikategorikan sebagai warga negara memiliki status istimewa. kewarganegaraan pada awalnya dimaknai sebagai pemilikan atas status istimewa bagi para tuan tanah dan orang-orang kaya.

kesamaan nasib. republik. Perubahan radikal itu dimungkinkan oleh terjadinya pelembagaan prinsip-prinsip nasionalisme. maka dalam negara modern. dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia di negara-bangsa modern (Habermas. terjadi perubahan luar biasa dalam hal bentuk negara. Selain itu mereka juga menuntut perlindungan dari kerajaan. yang membuat warga negara melihat negara sebagai organisasi untuk mengejar kesejahteraan dan kebahagiaan. bahasa. Jadi kewarganegaraan tidak lagi diartikan sebagai rasa tanggung jawab terhadap negara. Status legal yang dimiliki tiap warga negara memiliki konsekuensi terhadap pendefinisian bangsa. merupakan seperangkat hak bagi individu untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya. timbullah tuntutan-tuntutan rakyat di wilayah-wilayah taklukan. kini mendapat pengakuan baru sebagai kesatuan warga negara yang setara dan memiliki status legal. demokrasi.Selanjutnya. Pada abad XVIII. Dengan status legal itu. Rakyat yang telah bersatu karena faktor-faktor tersebut semakin diperkuat oleh kesadaran nasionalnya karena negara pun mulai melembagakan 1) nilai HAM yang menghargai kebebasan individu dan menjunjung kesetaraan bagi seluruh warga negara. Ketiga prinsip tersebut memberikan pengakuan bahwa warga negara memiliki status legal yang kemudian terwujud dalam hak-hak sipil. ketika model monarki absolut secara berangsur-angsur digantikan dengan bentuk negara-bangsa modern. Bangsa yang semula dianggap sebagai komunitas yang disatukan oleh faktor budaya. khususnya di Eropa Barat. Rakyat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda menuntut diperlakukan secara terhormat seperti warga kerajaan Roma. dan 3) prinsip demokrasi yang mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan politik. Perubahan penting mengenai pengertian kewarganegaraan terjadi di abad XVIII dan XIX. dan sejarah. Pemenuhan tujuan ini bagi warga negara merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban negara (Habermas. bahasa. Bila dalam monarki absolut rakyat biasa menjadi abdi raja. dan kesamaan keturunan. 1996: 185—289.) Sumbangan prinsip nasionalisme adalah terciptanya kesadaran nasional dan solidaritas rakyat yang berlandaskan faktor-faktor budaya. Status legal. seiring dengan meluasnya imperium Romawi. dalam wujud hak-hak sipil. 1996: 285—289). hubungan negara dan warga negara dikonsepsikan sebagai hubungan timbal-balik. sejarah. melainkan lebih merupakan tuntutan legal agar rakyat di wilayah taklukan diperlakukan setara dengan rakyat/warga kerajaan. 2) prinsip negara republik yang mengakui otonomi politik warga negara. 71 . rakyat merupakan warga negara.

struktur masyarakat pun ikut berubah dengan munculnya hubungan kolonial yang mirip dengan sistem kasta. dan elit politik lain yang memiliki kekuasaan legal. Setelah struktur politik berubah. Secara berangsur-angsur Belanda memisahkan staf administrasi kerajaan dari pengawasan raja dan kemudian mengubahnya menjadi dinas sipil. 2. Rakyat biasa adalah abdi raja yang tidak memiliki kebebasan individu.Sementara itu. Hubungan negara dan warga negara dalam arti kesetaraan dan status legal itu yang kini menjadi kata kunci dalam pembahasan tentang kewarganegaraan. Jadi. situasi masyarakat saat itu sudah tersusun secara hierarkis. dan kekuasaan raja-raja di Jawa pun mulai melemah. Dikatakan demikian karena memasuki abad XXI. Status Rakyat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda (Kasus: Status Rakyat di Jawa) Sebelum bangsa Belanda menguasai Indonesia. raja berhak menuntut kebaktian dari rakyat. Diskriminasi rasial tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. di pihak warga negara pun terdapat kesadaran bahwa mereka wajib berkorban untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara-bangsa. yaitu memerintah rakyat dengan perantaraan elit birokrat Jawa yang dikenal sebagai golongan priyayi. apalagi otonomi politik. hanya orang Belanda yang dapat menduduki jabatan puncak. Siapakah Warga Negara Indonesia? Berikut ini dipaparkan sejarah singkat status penduduk Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan masa pascakemerdekaan. Dengan kebijakan itu. anak tangga di bawahnya lagi diduduki kaum ulama. konsep kewarganegaraan belum dikenal. Belanda telah membangun pemerintahan tidak langsung. Sebagai contoh. Belanda mulai meneguhkan kedaulatannya di Jawa. Anak tangga di bawahnya diduduki oleh para pejabat tinggi yang mengabdi raja. militer. yaitu keanggotaan dalam masyarakat ditentukan oleh kelahiran dan stratifikasi sosial yang ditentukan oleh ras. khususnya Pulau Jawa. Dalam masyarakat yang hierarkis demikian. tidak ada satu negara pun yang tidak mendefiniskan batas-batas sosialnya tanpa mengacu kepada hak-hak warga negara untuk membatasi siapa yang menjadi warga negaranya dan siapa yang bukan. Puncak hierarki adalah raja dan keluarga. sementara penduduk pribumi hanya 72 . a. Pada abad XVII. Mereka sadar bahwa hanya dalam negara yang merdeka dan berdaulatlah kebebasan dan otonomi politik mereka terjamin.

Orangorang Jawa dilarang memasuki perkumpulan. baik dalam pendidikan maupun dalam politik. Hubungan kolonial tidak hanya menciptakan diskriminasi rasial. dan sekolah dengan sistem pribumi. sekolah pribumi dengan pengantar bahasa daerah. yang disebut golongan priyayi. Lulusan sekolah-sekolah tersebut yang berhasil memperoleh kedudukan dalam birokrasi. Wong cilik merupakan massa terbesar yang tidak memiliki kesempatan. Terbatasnya kesempatan untuk memasuki sekolah berstandar Eropa dan sekolah dengan pengantar bahasa Belanda menyebabkan terbatas pula kesempatan kaum terpelajar pribumi mendapat pekerjaan di birokrasi pemerintahan kolonial. memiliki status terhormat di masyarakat dan mereka hidup dengan gaya hidup priyayi. melainkan juga melanggengkan sistem masyarakat yang bercorak feodal. 73 . dan permukiman orang Belanda (Kartodirdjo. harus dipenuhi syarat berikut: orang tua adalah elit yang memiliki kedudukan tinggi dalam birokrasi kolonial. sekolah. yaitu: sekolah Eropa dengan model sekolah di negeri Belanda. Untuk dapat diterima masuk ke sekolah dengan sistem Belanda. mereka yang tidak memilih bekerja di birokrasi di kemudian hari banyak yang menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional. wedana. disusul oleh patih. lapangan olah raga. sekolah bagi pribumi dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Jenjang-jenjang jabatan tersebut kemudian digolongkan atas ―priyayi gedhe‖ dan ―priyayi cilik. mantri. Kategori sekolah yang demikian ketat menyebabkan terbatasnya kesempatan penduduk pribumi. Dalam pergaulan sosial pun terdapat pemisahan fisik. Hierarki masyarakat tradisional ini diperkuat lagi dengan kebijakan kolonial untuk mengangkat elit administrasi atau birokrasi yang dahulu adalah abdi raja. Elit priyayi tersusun sebagai berikut: para bupati berada di puncak birokrasi. Kaum elit yang diangkat di tiap kabupaten kemudian melahirkan kelas tersendiri di masyarakat. dan juru tulis. Untuk memasuki sekolah dengan pengantar bahasa Belanda pun. Belanda tidak menghapus kekuasaan raja-raja sama sekali sehingga keluarga raja dan kaum bangsawan masih mendapat tempat yang tinggi dalam hierarki masyarakat. 211). khususnya wong cilik. 1999: 83). 1999: 206.‖ Barulah lapisan di bawah priyayi cilik diisi mayoritas rakyat kecil yang disebut ―wong cilik‖ (Kartodirdjo. 209.mendapat jabatan rendahan. calon murid harus berasal dari keluarga dengan status pegawai negeri tertentu dan dengan gaji tertentu pula. Sementara itu. Pada masa kolonial terdapat empat kategori sekolah.

pemerintah kolonial sangat otokratis dan menerapkan sentralisasi dengan birokrasi yang amat ketat. Di tanah jajahan. Namun demikian. Baru pada tahun 1903. Pendek kata.Di bidang politik. Mereka menjabat sebagai penasihat merangkap pengawas pejabat-pejabat pribumi. lembaga politik berupa Badan Perwakilan didirikan. sistem pemilihan dilakukan secara tidak langsung. tetap dibedakan status warga negara Belanda dan status penduduk pribumi. Namun. hak pilih rakyat dibatasi dengan syarat bahwa hanya mereka yang berpenghasilan sedikitnya f300 (tiga ratus gulden)/tahunlah yang boleh memilih. sejauh itu. Sebagai contoh. status penduduk belum menunjukkan status kewarganegaraan yang sesungguhnya. Dalam pelaksanaannya. Kebijakan pendidikan dan politik tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan kolonial tidak berkehendak membangun kesetaraan dan otonomi politik bagi penduduk Indonesia. Pada tahun 1916 pemerintah kolonial memberi angin segar dengan membentuk volksraad atau dewan rakyat. Anggota-anggotanya hanya terdiri dari orang Belanda dan elit pribumi yang terpilih karena mekanisme penunjukan dan pemilihan tidak langsung. baik karena diskriminasi rasial maupun karena sistem masyarakat yang feodalistis. Halnya demikian karena parlemen di Belandalah yang sesungguhnya memegang kekuasaan legislatif di Hindia Belanda. 1999: 43—44). UU desentralisasi hanya mewujudkan demokratisasi dalam arti minimal. Bangsa Indonesia—khususnya masyarakat Jawa—semakin terpilah-pilah. padahal massa rakyat hanya berpenghasilan rata-rata f40—f50/tahun. Pemerintah Belanda memang telah mengatur status penduduk Indonesia dalam Nederlandsch Onderdaan. Perubahan besar terjadi pada tahun 1925. Namun keberadaannya tidak dapat disamakan dengan parlemen. 74 . Volksraad diubah menjadi badan ko-legislatif dengan kekuasaan untuk mengajukan petisi mengubah UU serta mengundangkannya. karena dewan daerah tidak mampu mencapai seluruh rakyat. komposisi keanggotaan masih didominasi orang Belanda. Volksraad hanya berfungsi sebagai penasihat yang tidak memiliki kekuasaan untuk merancang anggaran dan membuat undang-undang. yakni setelah diberlakukannya Undang-undang desentralisasi dan otonomi penduduk. yaitu terbitnya UU Tata Pemerintahan Belanda. volksraad masih juga belum mampu mendorong demokratisasi. Pejabat-pejabat Belanda ditempatkan di tingkat keresidenan hingga distrik. desentralisasi tidak mampu mendorong partisipasi politik rakyat dan bahkan organisasi atau pertemuan politik dilarang oleh pemerintah (Kartodirdjo.

tertera pula kata-kata penduduk selain warga negara. Pasal 26. 75 . Sebagai tambahan.‖ Siapa saja yang tercakup dalam pengertian bangsa Indonesia di sini? UUD 1945 dirumuskan oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dengan latar belakang yang beragam. . 1999: 48. 1910). dan lain-lain. Kata penduduk disebutkan karena terkait dengan kedaulatan negaranegara lain. pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia. dan keberagaman tersebut dapat disatukan karena kepedulian yang luar biasa dari para tokoh akan kepentingan rakyat. Sumbangan pemikiran mereka antara lain adalah rumusan tentang bangsa Indonesia. . UU RI 12 Lihat UUD 1945. di Hindia Belanda terdapat tiga kategori kewargaan. dengan segala hak dan kewajiban yang melekat di dalamnya. . atau bangsa lain—yang telah lama menetap di Indonesia—sebagai warga negara Indonesia. ―. dan bangsa Timur Asing (Kartodirdjo. demikian pula suku dan ras serta daerah asal. Menjadi Warga Negara Indonesia Secara prosedural. Sejak kemerdekaan ada beberapa UU tentang kewarganegaraan yang telah dikeluarkan. Ambon. kewarganegaraan Indonesia diatur dalam undang-undang tentang kewarganegaraan. Pasal 26. Mereka mempunyai latar belakang agama yang berbeda. Yang dimaksud dengan penduduk adalah WNI dan orang asing yang tinggal di Indonesia. 12 Ketentuan terakhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menerima keturunan Arab. Arab. keberagaman masyarakat telah menjiwai perumusan UUD 1945. Sulawesi. yaitu UU RI Nomor 3 Tahun 1946. Kesemuanya mewakili berbagai golongan dan aliran politik. yakni Belanda. dalam UUD 1945. c. Tionghoa. UU RI Nomor 62 Tahun 1958. Sumatera.Menurut perundang-undangan yang berlaku (tahun 1854. . pribumi (dengan status sebagai bawahan Belanda). Perumus UUD juga bukan hanya laki-laki. Orang asing tentu tidak dapat menikmati hak dan melaksanakan kewajiban yang sama dengan WNI. Status Rakyat Indonesia Pascakemerdekaan Dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tertulis. 1892. Yang ditetapkan sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa Indonesia asli atau bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga negara. melainkan juga tokoh-tokoh pergerakan perempuan. Satu hal yang patut ditekankan di sini adalah bahwa menurut UUD 1945 warga negara memiliki status legal yang sama. b. Tionghoa. 192). Ada yang berasal dari Jawa. Sejak awal.

dan 7) kehormatan. walau dia dilahirkan di luar negeri. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 disebutkan empat asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan yakni ius sanguinis. 13 Lihat Penjelasan UU RI Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Ketentuan ini merupakan implementasi dari asas keturunan (ius sanguinis): anak tetap WNI. Peraturan Pemerintah maupun Surat Keputusan Bersama Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri. Selain UU juga terdapat peraturan-peraturan lain berupa Keputusan Presiden. Untuk menghindari kasus tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. ius solii. 27-28. Asas kewarganegaraan ganda merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak yang diatur dalam UU.13 Indonesia tidak mengakui penduduk dengan kewarganegaraan ganda (bipatride). perkawinan antarbangsa. Asas ius sanguinis merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan. dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 (Jakarta: Visimedia) hlm. Asas kewarganegaraan tunggal merupakan asas yang menetapkan satu kewaraganegaraan bagi setiap orang. 5) naturalisasi. UU RI Nomor 3 Tahun 1976. 2) pemberian status. Perubahan-perubahan UU tersebut mencerminkan adanya dinamika dalam masyarakat maupun interaksi penduduk antarbangsa yang begitu cepat. 76 . Dengan dasar pengangkatan. kecuali anak-anak dan penduduk tanpa kewarganegaraan. seorang anak WNA—yang berumur 5 tahun (atau kurang)— yang diangkat anak oleh WNI dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia. merupakan beberapa fenomena yang dapat menggambarkan semakin peliknya masalah kewarganegaraan sehingga hampir setiap negara harus mampu mendefinisikan kembali siapa yang dimaksud dengan warga negaranya. Pelarian orangorang yang mencari suaka politik. 6) perkawinan. dsb. negara dapat memberikan status warga negara bagi anak yang dilahirkan di luar negeri dengan salah satu orang tua (ayah atau ibu) adalah WNI. Asas ius soli merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran (diberlakukan terbatas bagi anak-anak dan diatur dalam UU). Instruksi Presiden. 4) permohonan. masalah kriminal oleh pelaku kejahatan lintas negara. kewarganegaraan tunggal. seseorang secara otomatis menjadi WNI karena ayah dan ibunya adalah WNI. sedangkan yang satu lagi bukan WNI. dan kewarganegaraan ganda. Tujuannya adalah untuk mencegah apatride.Nomor 4 Tahun 1969. Dengan dasar kelahiran. Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh atas dasar: 1) kelahiran. dan UU RI Nomor 12 Tahun 2006. 3) pengangkatan.

perempuan atau laki-laki yang menikah dengan pasangan dari negara yang memiliki peraturan bahwa orang asing yang menikah dengan warga negaranya harus menjadi warga negaranya pula). WNI. tentang Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia. pihak suami atau istri yang berstatus WNA dapat mengikuti pasangannya yang berstatus WNI dengan syarat bahwa ia harus melepaskan kewarganegaraan sebelumnya terlebih dahulu. sebelum jangka 5 tahun berakhir. negara akan mengakuinya untuk seumur hidupnya. dan 28. Dengan perkawinan. sekalipun ia bertempat tinggal di luar negeri. Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia Bila seseorang telah menjadi WNI.Atas dasar permohonan. dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk mempertahankan kewarganegaraannya. Bab IV. Kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada orang asing yang sungguh-sungguh ingin menjadi WNI melalui naturalisasi. 77 . serta setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI. Pemerintah dapat mengabulkan permohonannya setelah ia meninggalkan kewarganegaraan sebelumnya. kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada anak berusia 18 tahun. Pada awalnya ia menjadi WNA. tidak dalam rangka dinas negara selama 5 tahun berturut-turut dan. Oleh negara. dan e) perkawinan dengan WNA (kententuan ini berlaku bagi. d. WNI dan asing (WNA). yang ayah dan ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda. agar tidak terjadi kewarganegaan ganda. c) masuk dinas tentara asing tanpa seizin Presiden. demi kesatuan kewarganegaraan dalam keluarga. Pasal 23. d) tinggal di luar wilayah negara Indonesia. Pemberian kewarganegaraan kehormatan itu dilakukan oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR. kewarganegaraan seseorang dapat dinyatakan hilang karena pada 14 Lihat UU Nomor 12 Tahun 2000. 26. namun hal itu tidak boleh mengakibatkan yang bersangkutan memiliki kewarganegaraan ganda. Negara dapat memberikan kewarganegaraan kehormatan kepada orang-orang asing tertentu yang telah berjasa kepada negara. Namun WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya karena hal-hal berikut ini:14 a) atas kemauan sendiri menjadi WNA. b) melanggar asas kewarganegaraan tunggal (ketentuan ini berlaku bagi WNI yang memiliki kewarganegaraan asing dan tidak mau melepaskan status WNA-nya). namun kemudian ingin menjadi WNI untuk mengikuti ayah atau ibunya yang berkewarganegaraan Indonesia.

tentang Bentuk dan Kedaulatan Negara. UUD telah menetapkan prinsip-prinsip dasar16 yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara bagi pemerintahan maupun rakyat. bab V. Kekuasaan terletak pada pemerintah pusat dan tidak pada pemerintah daerah. terhadap Indonesia dan terhadap negara lain. Pasal 1. perdamaian abadi dan keadilan sosial. 3) mencerdaskan kehidupan bangsa.15 3. Lihat sila-sila Pancasila dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Pemerintah pusat memiliki wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi (sistem desentralisasi).prinsipnya negara tidak menginginkan warga negaranya memiliki loyalitas ganda. kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraanya karena mengikuti orang lain (status suami/istri yang WNA) pada prinsipnya dapat diberi kesempatan untuk kembali menjadi WNI. tetapi pada tahap terakhir. dengan syarat bahwa ia tidak lagi mengikuti status suami/istrinya. prinsip negara kesatuan yang berbentuk republik.17 Prinsip negara kesatuan. Pasal 31 dan 37. Untuk mencapai tujuan tersebut. Hubungan itu secara mendasar terbangun dari tujuan awal terbentuknya negara Indonesia. dan prinsip negara hukum. 15 Ketentuan mengenai hal ini diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2006. Lihat UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). prinsip kedaulatan rakyat. sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945: 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Prinsip-Prinsip dalam Hubungan Timbal-Balik: Negara dan Warga Negara Hubungan antara negara dan warga negara merupakan hubungan timbal-balik yang melibatkan unsur hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. 2) memajukan kesejahteraan umum. 16 17 78 . WNI yang telah kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis membebaskan dirinya dari hak dan kewajiban sebagai WNI. tentang Syarat dan Tata Cara Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. Demikian pula dengan anak-anak yang sebelumnya mengikuti status ayah/ibu yang berkewarganegaraan asing. Negara kesatuan merupakan bentuk negara di mana wewenang legislatif dipusatkan dalam satu badan legislatif nasional/pusat. Prinsip-prinsip itu meliputi sila-sila Pancasila.

hal itu tidak berarti bahwa daerah itu berdaulat sebab pengawasan kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. untuk mencegah timbulnya provinsialisme yang memberi peluang kepada gerakan separatisme. hanya ada satu pemerintahan saja (Strong. kedaulatan tak terbagi karena pemerintah pusat memegang kedaulatan ke luar maupun ke dalam. Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mewujudkan kedaulatan rakyat. Dalam negara telah terjadi penyelewengan kekuasaan yang diawali oleh dominasi 79 . Konstitusi negara kesatuan tidak mengakui badan legislatif lain selain badan legislatif pusat. MPR memegang kekuasaan tertinggi dan Presiden adalah penyelenggara pemerintahan negara. seperti di negara federal atau konfederasi. Kedaulatan merupakan hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah. Kedaulatan rakyat dalam MPR dicerminkan dalam komposisi keanggotaan yang terdiri dari wakil-wakil golongan (seperti serikat pekerja. serta mengangkat Presiden dan wakil Presiden. Kekuasaan MPR adalah menetapkan UUD dan GBHN. sebagaimana dikutip Budiardjo. atau. Kedaulatan rakyat berarti rakyat memiliki hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah diri mereka sendiri. Hasil rumusan BPUPKI kemudian tertuang dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan rakyat dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. khususnya Bung Hatta. golongan tani. Hakikat dari pertimbangan tersebut adalah upaya untuk menghindari terjadinya perpecahan bangsa dan negara. Prinsip Kedaulatan Rakyat. Dalam sidang-sidang BPUPKI dikemukakan pertimbangan bahwa kedaulatan rakyat merupakan bentuk kedaulatan yang dianggap dapat mencegah terjadinya negara kekuasaan yang absolut atau negara penindas. yakni bahwa pemerintah pusat tetap memperhatikan kepentingan daerah. dengan kata lain. Dengan demikian.Dalam negara kesatuan. bagi warga negara di dalam negara yang berbentuk kesatuan.) dan wakil-wakil daerah. Dalam UUD 1945 (sebelum amandemen). Pertimbangan para pendiri bangsa atas bentuk negara kesatuan adalah agar di bawah pemerintah pusat tidak ada negara lagi. menekankan pentingnya jaminan pada rakyat dalam bentuk kemerdekaan untuk berpikir. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat mengalami ujian berat khususnya pada masa Orde Baru. dsb. Agar negara tidak menjadi negara penindas. 2008: 269—270). Usulan para perumus kemudian tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945 (sebelum amandemen). para perumus UUD 1945. Jika pemerintah daerah mengeluarkan peraturan bagi daerahnya. Namun ketetapan atas bentuk negara kesatuan juga diiringi oleh satu ketentuan pula.

perubahan terbesar menyangkut MPR adalah MPR tidak lagi berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara. 2008: 313). yaitu kebebasan dari intervensi pihak (negara) lain.mutlak dalam kehidupan politik. mengeluarkan Ketetapan (TAP) MPR (kecuali untuk menetapkan Wakil Presiden menjadi Presiden bila Presiden mangkat. Perubahan diawali dengan melakukan empat kali amandemen terhadap UUD 1945. berhenti. 80 . pasal 7A. Pemilihan langsung juga dilakukan terhadap anggota DPR dan kepala daerah. Prinsip ini mengisyaratkan adanya kebebasan—bukan dalam arti liberal. Pemerintah daerah juga mengalami demokratisasi dengan dihilangkannya kedudukan kepala daerah sebagai penguasa tunggal dan DPRD menjadi lembaga legislatif daerah. Setelah itu. pemegang dan pelaksana kedaulatan rakyat. yaitu dengan memilih wakil-wakil rakyat di DPR/DPRD serta memilih Presiden dan kepala daerah secara langsung. Lantas siapa pemegang kedaulatan rakyat saat ini? UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal yang menjamin kedaulatan rakyat dapat terwujud (lihat perubahan pasal tentang masa jabatan Presiden. penetapan pemilihan Presiden secara langsung dan desentralisasi). tetapi dalam arti independensi. Dalam UUD 1945 (sesudah amandemen). DPD. BPK. dua di antaranya ialah masa jabatan Presiden dibatasi dan warga negara berhak memilih pasangan Presiden dan wakil Presiden secara langsung. Ide republik secara teoretis mendukung kedaulatan rakyat. juga diberlakukan desentralisasi—yaitu penyerahan wewenang pemerintah pusat pada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan daerah. Namun. diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya) (Budiardjo. terjadi perubahan politik yang signifikan yaitu berlangsungnya demokratisasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. yang telah menyulut Gerakan Reformasi dan berakhir dengan pengunduran diri Presiden Soeharto (Budiardjo. yang paling mendasar dalam amandemen UUD adalah kedaulatan tersebut diwujudkan melalui pemilu. MA dan MK. Keanggotaan MPR kini mencakup unsur DPR dan DPD. 2008: 350). Selain itu. MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. MPR kini berkedudukan sebagai salah satu lembaga negara yang setara dengan DPR. yaitu kebebasan dari dominasi 18 Lihat UUD 1945 sesudah amandemen. Jika pejabat-pejabat terpilih tersebut gagal mengemban amanat rakyat. Prinsip Negara Republik. UUD memberi hak kepada rakyat (melalui MPR dan atas usul DPR) untuk memberhentikan Presiden18 serta hak untuk tidak memilih kembali anggota-anggota DPR/DPRD yang tidak dapat melayani rakyat.

Keputusan tersebut dilandasi oleh pengalaman bangsa yang pernah hidup dalam bentuk kerajaan yang despotis dan feodalis serta pemerintahan kolonial Belanda yang menindas. Pasal 9.19 Dalam UUD terkandung pula prinsip-prinsip dasar yang mengikat negara dan warga negara yaitu Pancasila. khususnya UUD. Jadi. Begitu pentingnya UUD sehingga setiap Presiden yang dilantik harus mengucapkan sumpah untuk memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturan-peraturan dengan selurus-lurusnya. telah 19 20 Lihat Lafal Sumpah Presiden selengkapnya dalam UUD 1945 sesudah amandemen. Dalam negara republik. 81 . Prinsip ini menuntut pemerintahan agar berjalan dengan tuntunan hukum dan bukan dengan kekuasaan. yaitu memberikan kondisi bagi terpenuhinya hak-hak warga negara. sistem pemerintahan dan kerangka kerja bagi pemerintah. berkumpul. Hubungan inilah yang melahirkan kewajiban bagi tiap warga negara untuk memelihara dan mempertahankan negara. Republik merupakan bentuk yang dapat mencerminkan kedaulatan rakyat ketimbang bentuk negara lainnya seperti monarki yang melanggengkan dinasti (kekuasaan turun-temurun). Bentuk tanggung jawab ini merupakan aktivitas politik atau partisipasi warga negara untuk membentuk diri sekaligus membangun negara (Poole. UUD berisi otoritas tertinggi yang daripadanya seluruh kekuasaan cabang-cabang pemerintahan dan pejabat-pejabat terpilih berasal dan diatur. untuk mendapatkan hak itu negara harus menjalankan kewajibannya. kemerdekaan suatu negara tidak dapat dipertahankan tanpa kesadaran nasional (nasionalisme) warga negara. Bentuk negara republik merupakan ketetapan yang dipilih oleh semua tokoh bangsa yang merumuskan UUD. Kewajiban negara. negara kesatuan dengan bentuk republik. Di sini tidak hanya dalam konteks warga negara sebagai individu yang memiliki otonomi politik tetapi juga sebagai manusia yang memiliki otonomi pribadi.20 Prinsip-prinsip dasar tersebut selanjutnya tercermin dalam pasal-pasal menyangkut hak dan kewajiban warga negara—yang tidak dapat terpenuhi tanpa kehadiran institusi politik/negara. 1999: 83). negara akan merumuskan kesejahteraan dan kemerdekaan rakyat dalam berpendapat. dengan adanya prinsip independensi. dsb. Prinsip Negara Hukum. kedaulatan rakyat dan negara hukum. dalam UUD 1945. Dalam UUD terkandung cita-cita bangsa. Hukum. maka dalam negara yang berbentuk republik diharapkan tidak ada lagi dominasi dari negara lain dan di tingkat warga negara tidak ada lagi perbudakan atau ketergantungan kepada orang lain. merupakan sumber norma yang mengatur pemerintahan maupun rakyat. sebaliknya.pihak lain. Kebebasan rakyat dalam negara republik selalu disertai oleh tanggung jawab rakyat untuk mempertahankan independensi negara. Sementara itu.

karena orang yang mempunyai hak bisa menuntut bahwa orang lain akan memenuhi atau menghormati hak itu (Bertens. Hak moral belum tentu merupakan hak legal. misalnya hak orang tua untuk dihormati anak-anaknya. hanya terbatas pada hak moral saja. yaitu a) hak legal dan moral. Sedangkan hak legal belum tentu menampilkan nilai etis sehingga harus dikritik dengan norma moral. ketika pemerintah mengeluarkan peraturan tentang kenaikan gaji pegawai negeri. Hak legal adalah hak yang berdasarkan hukum. Umpamanya. hak merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat. berasal dari undang-undang. Hak umum diperoleh seseorang bukan karena hubungan atau fungsi tertentu. tetapi banyak hak moral yang sekaligus juga merupakan hak legal. Ada beberapa jenis hak yang kita kenal. Hak ini sering disebut hak asasi manusia. kesehatan. dan mengikuti hati nurani. mengemukakan pendapat. Contohnya ialah hak atas kehidupan. b) hak khusus dan umum. atau dokumen legal lainnya. kepemilikan. Hak khusus timbul karena relasi khusus antar-beberapa orang atau karena fungsi khusus yang dimiliki seseorang terhadap orang lain. dengan kata lain. Misalnya. maka setiap pegawai negeri berhak mendapat tunjangan itu. berkumpul. melainkan semata-mata karena ia manusia. 2000: 178—179). namun tentu dipertanyakan nilai etis dari penjajahan itu sendiri. dsb.termaktub dalam tujuan negara sebagaimana digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). janji antarteman. seseorang bebas melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu. yang dilakukan secara pribadi. keamanan. negara-negara kolonial di masa silam sering mengetengahkan hak-hak legal mereka untuk menguasai wilayah jajahan. siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang melakukan atau memiliki sesuatu. Contohnya ialah sepasang suami istri yang berjanji untuk saling setia. Sebagai contoh. hak untuk menggunakan gelar doktor setelah menyelesaikan persyaratan untuk mendapat gelar tersebut. 4. peraturan hukum. Klaim atau tuntutan tersebut adalah klaim yang sah atau dapat dibenarkan. Konkretnya ialah 82 . d) hak individual dan sosial (Bertens. Hak moral adalah hak yang berfungsi dalam sistem moral. 2000: 179—187). hak beragama. atau seseorang peminjam uang berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari orang lain. c) hak positif dan hak negatif. Hak dan Kewajiban Warga Negara Secara umum. Dengan hak negatif.

negara atau siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang menulis pendapatnya di surat kabar. dsb. pelayanan kesehatan. semua orang yang terancam bahaya berhak bahwa orang lain membantu menyelamatkannya. Hak sosial semacam ini sesuai dengan kewajiban masyarakat. negara tidak dapat menghalangi individu mewujudkan hak ini. dan hak mengemukakan pendapat. Hak individual ialah hak yang dimiliki individu terhadap negara. Sejarah penegakan HAM merupakan sejarah perjuangan manusia untuk menjadi manusia dan untuk melepaskan diri dari penyiksaan. untuk mengatur kehidupan sedemikian rupa sehingga setiap warga negara memperoleh apa yang menjadi haknya. kesadaran atas HAM dalam diri manusia dan pada bangsa-bangsa dapat dikelompokkan ke dalam tiga generasi (Budiardjo. antara lain. Apakah hak selalu memiliki hubungan timbal-balik dengan kewajiban? Kewajiban memang sering kali memiliki hubungan timbal-balik dengan hak. Contohnya ialah hak mengikuti hati nurani. genosida. Hak Asasi Manusia Pembahasan tentang hak dan kewajiban tidak akan lengkap bila hak asasi manusia tidak dimasukkan. Dari perspektif sejarah. perbudakan. penindasan. kita lihat bahwa pemenuhan hak-hak negatif atau hak-hak individual hampir selalu sesuai dengan kewajiban seseorang untuk menghormati orang lain yang sedang menikmati hak-haknya. Hak individual dan hak sosial sering disebut dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (DUHAM). Sementara yang dimaksud dengan hak sosial adalah hak yang dimiliki seseorang sebagai anggota masyarakat seperti hak atas pekerjaan yang layak dan hak atas pendidikan. Generasi pertama lahir di 83 . Pengetahuan tentang sejarah penegakan HAM dapat membantu memahami arti penting HAM dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hak-hak sosial ekuivalen dengan keadilan sosial. Pemenuhan hak-hak sosial memang agak rumit.bahwa. dan pekerjaan yang layak. 2008: 212). hak beragama. a. namun hubungan itu tidak bisa dikatakan mutlak dan tanpa pengecualian. hak berserikat. Sebagai contoh. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya sebagai guru memberi pengajaran kepada orang-orang tertentu. Hak ini bersifat positif. Hak individual termasuk hak-hak negatif. pendidikan. Sebagai contoh. Contoh lain adalah hak atas makanan. atau negara. Hak positif adalah hak seseorang yang membolehkan orang lain berbuat sesuatu untuknya. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara. setiap orang memiliki hak atas pendidikan.

Hak alamiah. Hak-hak tersebut dituangkan dalam Bill of Rights di Inggris pada tahun 1689 dan satu abad kemudian dalam Bill of Rights di AS (1783) dan Declaration des droits de l’homme et du citoyen di Prancis (1789). dan hak untuk memiliki harta benda. sementara rakyat biasa tetap dipandang sebagai abdi yang harus menerima perintah dari penguasa. yaitu generasi yang melahirkan kesadaran akan hak-hak sipil dan politik. sosial. hak akan kebebasan. yaitu 1) Depresi Besar yang bermula di AS dan kemudian menjalar ke penjuru dunia pada tahun 1929—1934. Pemikiran tentang HAM pada generasi kedua ini didukung oleh banyak pemikir Barat serta negara-negara yang baru merdeka di Asia-Afrika. Hak ini sendiri dituntut sebagai imbalan atas dukungan kaum aristokrat dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan perang. Ketika itu. Generasi ketiga ialah generasi yang memiliki kesadaran untuk memperjuangkan hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan di negara-negara Dunia Ketiga. Generasi kedua merupakan generasi dengan kesadaran akan hak ekonomi. Perumusan HAM semakin berkembang seiring dengan munculnya pemikiran-pemikiran tentang hak alamiah manusia yang digaungkan untuk menentang pemikiran bahwa hak memerintah berasal dari wahyu ilahi yang pada waktu itu dianut oleh raja-raja. Raja John ―dipaksa‖ untuk mengakui hak kelompok aristokrat yaitu hak untuk diperiksa di muka hakim (habeas corpus). Menginjak awal abad XX. 84 . Namun demikian. Hak asasi yang berhasil mereka perjuangkan itu masih terbatas pada hak politik seperti hak atas kebebasan dan kesetaraan serta hak untuk menyatakan pendapat. Hasil pemikiran dan perjuangan HAM terbesar pada XVII dan XVIII itu adalah hancurnya monarki absolut yang memberi kewenangan kepada raja untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Perjuangan HAM dari generasi pertama yang lahir di Eropa Barat ditandai oleh penandatanganan Magna Charta di Inggris pada tahun 1215.negara-negara Barat. sebagaimana dikemukakan oleh John Locke (1632—1704) dan pemikir lain seperti Jean Jacque Rousseau. dan budaya. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis pada masa Perang Dingin (tahun 1945— 1970-an). Di samping itu juga muncul pemikiran bahwa penguasa yang memerintah harus mendapat persetujuan rakyat. pada masa itu hanya kelompok aristokrat dan kelas menengah saja yang dapat menikmati HAM. terjadi banyak peristiwa penting di dunia yang mempengaruhi generasi kedua perjuangan HAM. 3) meletusnya dua Perang Dunia. 2) tampilnya Hitler sebagai pemimpin Jerman yang menyebabkan pembunuhan jutaan orang Yahudi di kamp konsentrasi. dan 4) tampilnya blok negara sosialis dan komunis. meliputi hak atas hidup.

Mencuatnya tuntutan akan hak-hak tersebut antara lain adalah sebagai reaksi terhadap rumusan HAM negara-negara Barat yang lebih menonjolkan kebebasan individu dan hak politik ketimbang hak-hak sosial dan ekonomi yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan. maka pelaksanaan hak-hak sosial dan ekonomi justru mendorong pemerintah untuk terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Rumusan HAM warisan liberalisme yang menekankan hak-hak alamiah ternyata tidak memadai sehingga perlu semakin dipertajam dan bahkan direinterpretasikan. dan genosida. Tokoh-tokoh yang memperjuangkan hak-hak tersebut antara lain ialah Presiden F. peperangan. Selain 85 . Yang menarik dari generasi kedua ini adalah upaya-upaya negara-negara blok sosialis dan negara-negara yang baru merdeka (negara-negara ―Dunia Ketiga‖) untuk mengembangkan hak-hak sosial dan ekonomi yang meliputi hak atas pekerjaan.Peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan penderitaan yang luar biasa pada jutaan manusia: mati karena kelaparan. Hak-hak yang semula disebut hak alamiah diubah menjadi HAM (human rights) yang menekankan kebebasan individu yang meliputi hak untuk menyatakan pendapat dan hak untuk mendirikan. hak atas penghidupan yang layak. berbeda dengan pelaksanaan hak politik dalam pemikiran liberal yang membatasi peran pemerintah. Selain itu. dan hak atas pendidikan. 2008: 218). D. Kemajuan HAM pada generasi kedua juga ditandai oleh kesadaran untuk merumuskan HAM yang diakui di seluruh dunia sebagai standar universal bagi tingkah laku manusia (Budiardjo. dengan tekanan pada hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan. sosial. PBB telah merintis upaya ini dengan mencanangkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada tahun 1948 dan kemudian diperkuat dengan dua kovenan internasional tentang hak politik dan sipil dan hak ekonomi. dan bergabung dalam organisasi. dan kebebasan dari kemiskinan. Roosevelt dari AS yang merumuskan empat kebebasan. kebebasan beragama. Perubahan paling signifikan dibandingkan dengan keadaan pada abad XVII dan XVIII adalah bahwa hak-hak politik diberikan kepada seluruh rakyat dengan tujuan untuk melindungi setiap individu dari penyalahgunaan kekuasaan pemerintah. Generasi ketiga dimotori oleh Dunia Ketiga (negara-negara berkembang yang tersebar di Asia-Afrika dan baru merdeka setelah PD II) sehingga hak-hak yang diajukan pun mencerminkan kepentingan masyarakat di wilayah itu. yaitu kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. Upaya mereka mulai menonjol pada tahun 1980-an. dan budaya. kebebasan dari ketakutan.

konsep kekhasan nasional.itu. Dengan latar belakang sejarah tersebut. Melihat dampak-dampak tersebut. pasal tentang HAM tidak dicantumkan secara khusus sehingga timbul pertanyaan. Namun. Sumbangan Indonesia dalam forum itu adalah penekanan pada perlunya hak asasi ditingkatkan dalam konteks kerja sama internasional atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan negara-negara yang berdaulat dan terhadap identitas nasional masing-masing (Budiardjo. Dalam UUD 1945 sebelum amandemen. khususnya menyangkut pasal-pasal berisi HAM. HAM dalam UUD 1945 Pembicaraan tentang hak dan kewajiban WNI tentu harus melibatkan UUD sebagai sumber atau landasan otoritas bagi rakyat untuk menikmati hak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara. b. Secara historis. Mereka pun telah melihat bahwa rumusan HAM dari negara-negara Barat sendiri sangat bercorak liberal dan individualistis. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Isi deklarasi itu merupakan kompromi antara negara-negara Barat dan negara-negara Dunia Ketiga. apa yang melatarbelakangi para perumus UUD 1945 sehingga mereka tidak memasukkan pasal-pasal tersebut? Perdebatan di antara para tokoh bangsa dalam sidang-sidang BPUPKI bermuara pada rumusan hak-hak warga negara. 2008: 244—245). mereka tetap berpegang pada prinsip kedaulatan rakyat. wilayah. dan gagal menghapuskan kemiskinan di negara-negara Barat yang saat itu diguncang depresi. latar belakang budaya dan agama juga diterima sebagai bahan pertimbangan. alam liberalisme juga ditandai oleh semakin tajamnya konflik buruh–majikan dan juga timbulnya persaingan antarnegara. dalam UUD 1945 sebelum amandemen dan yang sesudah amandemen. dan gotong-royong merupakan nilai yang tepat untuk menjiwai pembentukan pasal-pasal mengenai hak warga negara. khususnya. para tokoh bangsa yang merumuskan hak-hak warga negara sependapat bahwa HAM tidak perlu dimasukkan secara khusus. Nilai keadilan sosial. maka nilai keadilan sosial. Dampak persaingan antarnegara inilah yang kemudian melahirkan kolonialisme dan imperalisme. sebagian besar pemikiran para tokoh itu dilatarbelakangi oleh antikolonialisme dan antiliberalisme. Di samping itu. Penerimaan terhadap upaya negara-negara Dunia Ketiga ini dinyatakan dalam Deklarasi Wina (Juni 1993). juga diyakini dapat membawa perdamaian dunia bila diterapkan oleh bangsa-bangsa lain. kekeluargaan. sehingga rakyat tetap diberi hak untuk mengeluarkan pendapat dan 86 . para tokoh tersebut menjadi yakin bahwa untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur.

hak untuk mengembangkan diri. pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar oleh negara. serta hak individual dan sosial. Selain prinsip kedaulatan rakyat.bersidang. c. hak dan kewajiban penduduk Indonesia telah ditetapkan dalam UUD. dan kerusuhan di Ambon dan Poso telah menimbulkan jatuhnya banyak korban. kasus Talang Sari. kasus Marsinah. Implementasi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Kehidupan Sehari-hari Secara formal. 222—223. 22 87 . Hak-hak sosial pun semakin dijamin dengan penegasan atas hak atau jaminan sosial. hak negatif dan positif.21 Pasal-pasal tentang hak warga negara tetap tak berubah hingga terjadinya amandemen UUD 1945. kasus Trisakti. Sejumlah peristiwa atau kasus yang terjadi. HAM dalam UUD meliputi hak untuk hidup. XVII/MPR/1998 tentang HAM yang kemudian menjadi UU Nomor 39 Tahun 1999 yang di dalamnya juga ditetapkan hak perempuan dan anak. hak untuk perlindungan diri dan bebas dari penyiksaan. seperti Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh. hak untuk memperoleh keadilan. 1992: 206—209. Akhirnya. Selengkapnya. lihat pasal 28 A–J. serta hak untuk memperoleh suaka politik dari negara lain.22 Perubahan signifikan lainnya adalah pencantuman batasan-batasan terhadap hak warga negara. Secara formal. Hal ini menyadarkan anggota masyarakat untuk berjuang menegakkan HAM di Indonesia. dan dari sila pertama yang menjiwai pasal tentang kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Perubahan terjadi setelah bangsa Indonesia menempuh jalan gelap pada masa Orde Baru. Tuntutan mereka bergaung dalam Gerakan Reformasi pada tahun 1998. Hak-hak itu meliputi hak umum. kasus Semanggi I dan II. HAM melengkapi hak-hak sosial warga negara yang sangat ditekankan dalam UUD 1945 sebelum amandemen. 31 dan 34. Bagaimana implementasi hak dan kewajiban tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara 21 Lihat UUD 1945 (sebelum amandemen) Pasal 27. UUD 1945 (sesudah amandemen). Kemerdekaan atau hak tersebut harus diberikan untuk mencegah terjadinya negara kekuasaan. perjuangan penegakan HAM mencapai puncaknya dengan masuknya pasal-pasal khusus mengenai HAM dalam UUD 1945 sesudah amandemen. Secara umum. sila-sila Pancasila juga sangat mewarnai perumusan hak-hak warga negara seperti terlihat dari sila keadilan sosial dalam perumusan hak pendidikan. 29. serta hak kesetaraan di hadapan hukum dan dalam pemerintahan. kasus Tanjung Priok. di bawah pemerintahan Megawati ditetapkankanlah TAP MPR No. Lihat juga perdebatan para tokoh bangsa Sekretariat Negara Republik Indonesia.

dan secara internal berupa tindakan kriminal. perlindungan. karena kemerdekaan menempatkan individu sebagai ―persona‖ atau pribadi yang bermartabat di dalam negara.praktis? Untuk melihat aspek praktis dari pasal-pasal tentang hak warga negara. Kemerdekaan di sini bermakna lebih dari kebebasan dalam pengertian liberal. Inilah hakikat individu sebagai warga negara yang 23 24 UU RI No. atau penuntutan. dan perlakuan yang sama di hadapan hukum. kepastian yang adil. jaminan. Tujuan ini tentu akan diemban sebagai kewajiban tiap pemerintah untuk menjamin keamanan negara dan keselamatan penduduk yang tinggal di wilayah Indonesia. aliran politik. maka berikut ini hak-hak itu akan diuraikan dalam tiga kategori. 88 . budaya. Perlindungan dan jaminan pemerintah atas keamanan ini diperlukan oleh setiap orang karena ancaman terhadap penduduk bisa datang dari luar yaitu serangan bangsa lain. maka seseorang dapat meminta ganti rugi.24 (3) Kemerdekaan (indepedensi) Kata kemerdekaan kita jumpai pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945. Bila terjadi kekeliruan dalam penangkapan. dan kemerdekaan. kemerdekaan negara-bangsa merupakan prasyarat bagi kemerdekaan tiap-tiap warga negara. profesi dan status sosial-ekonomi diperlakukan setara. UU tentang prosedur ini secara khusus diatur dalam KUHAP. Kesetaraan ini menempatkan setiap warga negara mendapat pengakuan. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana Pasal 95.23 (2) Kesetaraan Seluruh warga negara tanpa memandang suku. yakni keamanan. Lihat Pasal 27 UUD 1945 (sesudah amandemen). (1) Keamanan Dalam Pembukaan UUD disebutkan bahwa salah satu tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal tentang HAM. misalnya tindakan penangkapan tanpa alasan yang mencukupi. penahanan. Hal ini berarti bahwa dalam kehidupan sehari-hari setiap orang juga dijamin keamanannya terhadap tindakan negara yang tidak adil. agama. kesetaraan.

hingga partai politik. seperti koran. Tanggung jawab untuk ini sendiri bukanlah bentuk paksaan melainkan merupakan bentuk aktivitas bebas warga negara. asosiasi profesi. majalah. buku. Sebagai contoh. dalam kehidupan sehari-hari sering kali aparat negara melakukan salah tangkap terhadap seseorang yang tidak bersalah. pengakuan terhadap hak itu juga menuntut tanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara. Hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapatkan informasi. rakyat dapat membentuk organisasi-organisasi. Dalam menghadapi keijakankebijakan tersebut. yang dilakukan dengan penuh kesadaran (Poole. melainkan juga memiliki hak untuk mengajukan tuntutan terhadap negara. jaminan sosial. Bila ditinjau lebih jauh. meningkatkan pajak penjualan. Hak untuk mendapatkan informasi juga berarti mengetahui hak-hak. 1999: 83). kampanye. mulai dari klub olah raga. 25 Lihat Pasal 28 dan 28 F. Kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan memperoleh informasi juga terkait erat dengan kebebasan pers karena pemenuhan akan hak tersebut akan mengacu kepada sarana-sarana untuk mengeluarkan pendapat dalam wujud tulisan. Hal ini dijelaskan berikut ini. dsb. Rakyat harus mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah.25 Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat pemerintah membuat kebijakan-kebijakn yang berpengaruh luas seperti menaikkan harga dasar listrik (TDL). 89 . Bersamaan dengan itu. mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). UUD 1945 (sesudah amandemen). Jika warga negara tersebut sadar akan hak-haknya maka ia pun dapat terhindar dari perlakuan yang tidak adil tersebut. dan internet. dapat menyuarakan pendapat mereka. dan menggunakannya bila diperlukan. Dengan kemerdekaan berserikat. Hak berserikat.tidak hanya diposisikan di hadapan lembaga-lembaga hukum dalam negara. dsb. dan bersikap kritis bila ternyata dampak kebijakan tersebut tidak untuk kepentingan seluruh rakyat. televisi.. aktivitas politik yang dilakukan tiap-tiap warga negara sebenarnya juga merupakan sarana untuk memenuhi hak-haknya. hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapat informasi tentu harus dipergunakan untuk mengawal pemerintah agar bertindak untuk kepentingan seluruh rakyat. dsb. serta sumber-sumber informasi modern seperti radio. Rakyat juga dijamin haknya untuk hadir dalam rapat umum.

Seiring dengan itu maka Pasal 73 dan 74 UU Nomor 39 Tahun 1999. ketertiban umum. kalau ternyata bahwa mereka yang terpilih tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik maka warga negara berhak untuk tidak memilihnya kembali pada pemilu berikutnya. Hak untuk memilih dalam pemilu. 90 . tetapi juga partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. warga negara memilih orang-orang yang akan duduk dalam pemerintahan dan suara pemilih merupakan mandat bagi pemerintah yang terpilih. Penyelesaian masalah-masalah tersebut mengundang partisipasi aktif warga negara. Hal itu dilakukan untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan orang lain. Dengan hak yang telah ditetapkan dalam pasal 29 ini26 pemerintah menjamin rakyat untuk menjalankan ajaran agama mereka. Dalam pemilihan umum. dan kekerasan dalam rumah tangga. Pemenuhan hak ini secara bertanggung jawab akan memastikan pergantian kepemimpinan secara tertib dan damai. Jadi. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal bahwa kebebasan manusia memiliki batasan-batasan. lembaga bantuan hukum. Hak untuk memilih merupakan salah satu hak yang penting sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab warga negara. kesusilaan. atau bentuk lembaga lain untuk membantu meringankan beban masyarakat. UUD 1945. Dengan demikian partisipasi dalam pemerintahan tidak hanya berupa hak untuk memilih atau dipilih untuk menduduki jabatanjabatan pemerintah. Batasan-batasan terhadap Hak dan Kebebasan Warga Negara Dengan pemenuhan hak-hak warga negara tidak dapat diartikan bahwa warga negara dapat melaksanakan haknya tanpa batasan. Hak atau kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat sangat penting dalam negara yang menganut sistem demokrasi karena dengan itu warga negara dapat memperoleh 26 Lihat Pasal 29. d. Hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. dan kepentingan bangsa. baik secara individu maupun melalui organisasi semacam lembaga swadaya masyarakat (LSM).Hak untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Masalah itu antara lain ialah kemiskinan. dan Pasal 28 UUD 1945 tentang HAM telah mengatur batasanbatasan tentang hak dan kebebasan warga negara. maka pemerintah tidak akan memperlakukan rakyat secara berbeda karena agama yang dipeluknya. Dalam kehidupan bermasyarakat kita menjumpai persoalan-persoalan yang begitu kompleks dan tidak dapat diatasi oleh pemerintah semata-mata. pengangguran. Sesuai dengan prinsip kesetaraan.

Tanggung jawab sebenarnya merupakan bentuk kewajiban juga. tetapi pemenuhannya hanya secara sukarela atau tanpa paksaan. berbohong. Dengan kesadaran bahwa orang lain dan masyarakat juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi. Hal ini diatur dalam KUHP Pasal 310. Kewajiban menuntut pemenuhannya walaupun warga negara (mungkin) enggan melakukannya. e. dalam kasus tertentu. misalnya pengguna jalan raya.informasi. menghasut. Kewajiban warga negara menuntutnya melakukan sesuatu dan jika dia tidak melakukannya maka dia dapat dikenai denda atau. Pihak negara (pemerintah) dapat menetapkan UU atau peraturan-peraturan yang membatasi hak-hak warga negara. sebagai seorang individu. Namun. pengunjuk rasa wajib memberitahukan rencananya kepada aparat negara terlebih dahulu agar unjuk rasa itu berjalan tertib dan tidak menggangu hak orang lain. maka tiap warga negara diharapkan menyadari bahwa untuk memenuhi hak-haknya secara penuh ia pun wajib menghargai hak-hak orang lain pula. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan ketertiban masyarakat secara umum. Berbeda dengan kewajiban. Seperti halnya pemenuhan hak-hak warga negara. warga negara juga memiliki tanggung jawab. Kewajiban Warga Negara Pembicaraan tentang hak warga negara selalu berbarengan dengan kewajiban warga negara. menyuarakan pendapat. bahkan dapat dipenjara. 91 . karena hak warga negara. misalnya kegiatan kelompok tidak akan ditoleransi bila melanggar ketertiban umum atau menggunakan cara-cara kekerasan untuk menekan kelompok-kelompok lain. yaitu apa yang seharusnya dilakukan. Demokrasi akan berkembang bila warga negara dapat menggunakan hak berpendapat itu tanpa rasa takut. harus berhadapan dengan hak orang lain dan hak masyarakat. Kebebasan berserikat pun memiliki batasanbatasan. berdiskusi. Dari batasan-batasan terhadap kebebasan warga negara dapat dilihat bahwa hak warga negara bukanlah tak terbatas. Sebagai contoh. Pihak yang nama baiknya dicemarkan berhak meminta perlindungan dari yang berwajib. atau membocorkan rahasia negara yang dapat membahayakan negara. dsb. pemenuhan kewajiban warga negara juga merupakan tindakan yang memastikan penyelenggaraan negara berjalan baik. Menyuarakan pendapat dengan cara unjuk rasa juga diatur agar tidak mengganggu ketertiban umum. warga negara tidak boleh menyalahgunakan hak untuk berpendapat dan berbicara serta kebebasan pers dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik orang lain.

28 Pemenuhan kewajiban ini akan memastikan keamanan negara dan bangsa. Melalui sekolah seseorang mendapatkan pendidikan yang bukan hanya berupa pengetahuan melainkan juga keterampilan dan 27 28 29 Lihat Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 (sesudah amandemen). Bilamana hukum tidak dipatuhi. baik oleh pemerintah maupun oleh warga negara. hukum pidana—yang mengatur agar tindakan seseorang/sekelompok orang tidak merugikan pihak lain—dan berbagai peraturan yang ditujukan agar masyarakat dapat hidup bersama dengan rukun. seperti tentara dan polisi yang bertugas untuk mempertahankan keamanan negara dan menjaga ketertiban rakyat. serta melindungi harta milik mereka. (1) Menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan27 Kalau negara menerapkan prinsip hukum. sekolah merupakan sarana yang penting untuk mempersiapkannya menjadi warga negara yang baik. Lihat Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 (sesudah amandemen). antara lain ialah 1) menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan. (4) Mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah)29 Bagi warga negara. dan dengan demikian juga keamanan warga negara. Hukum dapat berupa peraturan lalu lintas. (2) Membela negara Membela negara merupakan salah satu kewajiban warga negara yang penting. Penggunaannya antara lain ialah untuk membangun fasilitas yang amat vital seperti pembangunan jalan. 3) membayar pajak. gedunggedung pemerintah dan berbagai fasilitas lain. maka konsekuensinya adalah bahwa hukum harus dijunjung. Lihat Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 (sesudah amandemen). maka sulit bagi pemerintah untuk menegakkan ketertiban. serta pegawai birokrasi yang bertugas melayani rakyat. 2) membela negara. Pajak juga digunakan untuk gaji aparat negara. 4) mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah). (3) Membayar pajak Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang penting.Beberapa kewajiban yang harus dijalankan setiap warga negara. melindungi keamanan dan keselamatan warga negara. 92 . dan 5) menghormati hak asasi orang lain.

Di Indonesia. sejauh ini. 30 Lihat Pasal 28 J. Di samping menghargai keberagaman. Solusi dari konflik disebut menghormati hak asasi bila tidak melibatkan tindak kekerasan. 93 . dan dalam hal yang melibatkan kaum muda. UUD 1945 (sesudah amandemen). tidak menghasut. warga negara juga wajib menghargai hak orang lain dengan cara ikut memelihara berbagai fasilitas umum yang digunakan banyak orang. karena di alam demokrasi. Warga negara diharapkan mampu menghargai dan menerima pendapat orang lain tanpa memandang latar belakang budaya. misalnya di dalam keluarga. dalam hal perusahaan. Tingkah laku menghormati dan menerima pendapat orang lain ini disebut toleransi. kemampuan untuk mencari dan memilah informasi. berbangsa. seperti memelihara kebersihan halte bus. tidak merusak peralatan telepon umum. Bila pertukaran ide tidak disertai oleh toleransi maka akan terjadi kebuntuan. Dalam konteks ini. (5) Menghormati hak asasi orang lain30 Menghormati hak asasi orang lain merupakan syarat agar hak kita sendiri juga dihormati orang lain. tiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghargai pendapat orang lain.kemampuan dasar sebagai warga negara—seperti kemampuan menyuarakan pendapat dalam bentuk lisan dan tulisan. Rasa saling hormat mengarah kepada terciptanya ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. yang diwajibkan bagi warga negara adalah mengikuti pendidikan dasar. dsb. tiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. dsb. Kebuntuan berpotensi terjadi di masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang. tidak menjarah harta milik orang lain. tidak melarang orang beribadah menurut agama atau kepercayaannya atau. Dalam interaksi-interaksi tersebut tidak jarang dijumpai adanya perbedaan pendapat atau bahkan konflik. Dalam kehidupan sehari-hari. agama. dan kampus. dan bernegara. Toleransi sangat dibutuhkan dalam negara dengan sistem demokrasi. dsb. pimpinan perusahaan tidak melakukan tindakan seperti tidak membayar gaji pegawai. Bersamaan dengan kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. aliran politik. tempat kerja. warga negara juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak-hak orang lain yang tidak sependapat dengannya. tidak melakukan keributan yang menggangu kenyamanan orang lain. interaksi sosial merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari.

UUD 1945 (sesudah amandemen). dan keadilan sosial. dan. Indonesia tidak demikian. Keempat tujuan tersebut yang menjiwai kewajiban dan tanggung jawab negara sebagaimana tertuang dalam pasal-pasal UUD. Pasal 29 ayat (2). mematuhi hukum. Warga negara wajib memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara dan sejumlah kewajiban warga negara yang lain sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. dan seterusnya. (2). dan (3). dan lain-lain merupakan aktivitas-aktivitas warga negara untuk memenuhi hak negara. Pencantuman hak-hak tersebut memiliki latar belakang sejarah yang menarik. Kewajiban negara secara implisit termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yakni pada alinea keempat yang berisi tujuan negara yang harus dilaksanakan setiap pemerintahan yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. yaitu hak atas kehidupan.5. perdamaian abadi. membayar pajak. Kewajiban dan Hak Negara Di atas telah dikemukakan bahwa negara dan warga negara memiliki hubungan timbal-balik. Hak-hak tersebut termuat dalam Pasal 27—31 yaitu tentang hak di bidang politik. Hanya melalui tindakan timbal-balik dalam pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak—negara dan warga negara—tujuan negara akan tercapai. 6. mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 32 ayat (1) dan (2). Hak dan kewajiban negara (pemerintah) dan warga negara bersumber dari. Hal itu menunjukkan bahwa upaya bela negara. Pemenuhan kewajiban negara tentu memiliki konsekuensi bagi warga negara—yang pada gilirannya menjadi hak negara. hak untuk mendapat pekerjaan yang layak. dan budaya (Budiardjo. hak beragama. Pasal 30 ayat (1). dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. UUD 1945 (sebelum amandemen) telah mencakup hak asasi di dalamnya. memajukan kesejahteraan umum. sebaliknya. seperti yang tercermin dalam hak dan kewajiban masing-masing pihak. dan diatur dalam UUD. Pasal 28. hak mengemukakan pendapat. hak-hak warga negara akan terpenuhi pula.31 yaitu bahwa negara harus membuat kebijakan-kebijakan untuk dapat memenuhi hak-hak warga negara. pendidikan. sosial. Penjajahan Belanda di Indonesia telah menyebabkan para pendiri bangsa bersikap kritis 31 Lihat Pasal 27 ayat (1) dan (2). Pasal 34 ayat (1). ekonomi. Evaluasi Kritis terhadap Hubungan Timbal-balik antara Negara dan Warga Negara Bila negara lain seperti AS memiliki piagam hak asasi yang terpisah dari UUD. Pasal 28 A–J. 2008: 248). 94 . Pasal 31 ayat (1) dan (2).

hak untuk fakir miskin dan anak terlantar. Ada satu hal yang membanggakan dan patut diketengahkan di sini. Liberalisme pula yang mendorong adanya kompetisi bebas antarnegara sehingga timbul benih-benih kolonialisme yang berakibat pada penjajahan. Liberalisme dan kapitalisme yang dipraktikkan tanpa batas. maka UUD 1945 sebelum amandemen telah mencantumkan hak-hak politik. kebebasan berserikat. yakni pada tahun 1948 (Budiardjo. padahal kesejahteraan merupakan masalah krusial bagi negaranegara yang baru merdeka seperti Indonesia. Dampak penerapan liberalisme dan kapitalisme tersebut telah menyadarkan tokoh-tokoh bangsa bahwa hak-hak politik seperti hak mengeluarkan pendapat dan berserikat yang ditekankan di alam liberalisme tidak mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat atau kesetaraan di bidang ekonomi. 2008: 244). Dengan diterimanya usulan-usulan tentang pencantuman hak mengeluarkan pendapat dan berserikat. dst. kita patut menghargai pemikiranpemikiran tokoh pendiri bangsa kita. Pencantuman hak-hak tersebut dilakukan mendahului Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang baru diundangkan tiga tahun kemudian. ada tokoh seperti Hatta yang tetap kokoh untuk mencantumkan hak rakyat untuk mengeluarkan pendapat dan berserikat. di tengah kuatnya arus pemikiran untuk lebih menekankan hak atau kemerdekaan warga negara di bidang sosial dan ekonomi. dari sudut sejarah pemikiran. keadilan sosial lebih ditekankan. yakni bahwa UUD 1945 memuat hak-hak kolektif. hak ekonomi dan sosial seperti hak mendapat pengajaran. Tujuan pencantuman hak tersebut tidak lain untuk mencegah timbulnya negara kekuasaan yang berpotensi menindas rakyat. pada masa tahun 1930-an juga menyebabkan krisis ekonomi di negara-negara Barat dan memicu terjadinya perang antarnegara. Pasal 33. hak atas penghidupan yang layak. dan budaya. ekonomi. dan kebebasan pers tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh warga negara. Pembicaraan tentang pemikiran tentu tidak akan lengkap bila tidak mencakup aspek tindakan dalam bentuk kebijakan negara di bidang pemenuhan hak-hak warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD. terutama di Asia dan Afrika.terhadap paham-paham seperti liberalisme. Dari sejarah perjalanan bangsa terlihat bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat. Pasal 34 UUD 1945 (sebelum amandemen). Dengan demikian. kapitalisme. Liberalisme misalnya telah digunakan negara-negara Barat untuk merumuskan hak asasi. dan individualisme. sosial. maka dalam perumusan UUD. kolonialisme. Sebagai jawaban atas masalah tersebut. karena adanya batasan-batasan seperti pembubaran partai 32 Lihat Pasal 31. 95 . seperti hak bangsa untuk menentukan nasib sendiri (lihat Pembukaan UUD 1945).32 Namun.

politik dan pembredelan pers, dan tindakan sewenang-wenang seperti kekerasan militer (pemberlakuan daerah operasi militer /DOM) di Aceh, kasus Tanjung Priok, dan kasus Trisakti. Faktor-faktor tersebut, bersama-sama dengan keterpurukan ekonomi dan masalahmasalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang kronis, telah mendorong berbagai elemen masyarakat melakukan gerakan reformasi untuk mengakhiri pemerintahan Soeharto. Satu hal yang menarik dan patut dipelajari dari peristiwa-peristiwa tersebut adalah bahwa ketika negara menjadi negara kekuasaan maka negara (dalam hal ini pemerintah) memakai kekuasaan untuk menafsirkan UUD demi kepentingan kekuasaan itu sendiri sehingga dalam praktik rakyat menjadi pihak yang tertindas. Pada masa Orde Baru, sering kali terjadi ketidaksamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat tentang konsep ―kepentingan umum‖ dan ―keamanan nasional‖. Dalam tafsiran pemerintah, tidak jelas kapan kepentingan individu berakhir dan kepentingan umum mulai. Sebagai contoh, dalam kasus penggusuran, penduduk diminta menyerahkan lahannya untuk pendirian fasilitas rumah sakit. Dalam kasus seperti ini, masyarakat biasanya tidak mempersoalkannya, tetapi dalam kasus penggusuran untuk pendirian pusat komersial, interpretasi tentang ―kepentingan umum‖ dapat bertolak belakang karena dapat dipandang sebagai pelanggaran hak asasi. Demikian pula interpretasi tentang ―keamanan‖, tidak pernah jelas kapan keamanan terancam dan kapan unjuk rasa masih dapat ditoleransi sebagai upaya untuk mengeluarkan pendapat. Kekuasaan menafsir ―kepentingan umum‖, ―keamanan umum‖ dan ―stabilitas nasional‖ merupakan monopoli negara (Budiardjo, 2008: 251—253). Negara dengan demikian telah menampilkan diri sebagai negara kekuasaan. Menghadapi situasi demikian, maka memasuki era Reformasi, berbagai elemen masyarakat menuntut penguatan hak asasi. Upaya ini berhasil dengan diundangkannya UU RI Nomor 39 Tahun 1999. Pemberlakuan dan pelaksanaan UU itu merupakan kemajuan hak-hak asasi politik, seperti hak untuk mengeluarkan pendapat, hak berserikat, dan kebebasan pers yang kini dapat dinikmati rakyat secara bebas. Selain itu, terbitnya UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasaan dalam rumah tangga telah menguatkan hak asasi perempuan. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI terdapat pasal yang mengesahkan status anak yang terlahir dari ibu WNI dan ayah WNA. Dengan UU ini, status anak yang terlahir dari ibu WNI adalah mengikuti kewarganegaraan ibunya sampai ia dapat menentukan statusnya sendiri pada usia 18 tahun. UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang

96

pemberantasan tindak pidana perdagangan orang diterbitkan agar bila perkawinan berakhir dengan perceraian, hak asuh anak tetap pada ibu. Adapun pemenuhan hak-hak politik ternyata tidak diimbangi dengan pemenuhan hak warga negara di bidang sosial-ekonomi dan budaya. Saat ini Indonesia masih terbelit oleh masalah pengangguran, pendidikan dan kesehatan yang mahal, kemiskinan, dan korupsi. Kebijakan-kebijakan pemerintah ternyata belum mampu memenuhi tujuan-tujuan yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Kesejahteraan dan keadilan sosial masih jauh dari harapan. Masalah kesetaraan di hadapan hukum pun masih menjadi persoalan sehingga timbul rasa ketidakadilan di kalangan rakyat. Di pihak warga negara, yang juga patut mendapat perhatian khusus adalah bahwa perilaku kebebasan tanpa batas seperti tindak anarki, amuk massa, tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan toleransi dalam hidup beragama, perilaku korupsi, dsb. merupakan cermin melemahnya kesadaran akan pentingnya hukum untuk ketertiban bersama dan menciptakan keadilan. Dengan melihat keadaan yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa masalah keamanan, kesetaraan, dan kebebasan tetap menjadi masalah penting dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pemenuhan hak-hak warga negara di ketiga bidang tersebut memerlukan peran negara. Namun, mengingat permasalahan dalam masyarakat begitu rumit dan beragam, negara juga membutuhkan partisipasi warga negara. Partisipasi politik warga negara merupakan kekuatan penyeimbang bagi kekuasaan negara. Melalui hubungan kerja sama atau hubungan timbal-balik antara negara dan warga negaralah penyelenggaraan negara dapat terarah pada cita-cita bersama sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

97

BAB V INDONESIA DAN DUNIA INTERNASIONAL

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami dinamika hubungan antarbangsa di dunia, serta mampu membangun sikap terbuka dan kritis terhadap peran politik Indonesia di dunia internasional.

1. Hubungan Antarbangsa Hubungan antarbangsa tidak selamanya serasi karena menyangkut kepentingan nasional masing-masing. Kepentingan nasional antara dua bangsa/negara dapat berbeda, malah saling berbenturan. Perbedaan kepentingan yang menimbulkan pertentangan biasanya disebut konflik. Dalam perkembangannya konflik dapat meruncing dan berlanjut dengan penggunaan senjata. Keadaan terakhir itu disebut perang. Gambaran plastis hubungan antara dua negara dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, integrasi (kerja sama); hal ini dapat terjadi karena kepentingan dua negara sejalan. Kedua, konflik (pertentangan); hal ini dapat terjadi karena kepentingan masing-masing negara saling bertentangan. Untuk yang kedua ini, ada beberapa cara penyelesaiannya yaitu tindak kekerasan, penekanan atau pemaksaan (coersion), dan akomodasi. Tindak kekerasan biasanya berupa penyelesaian dengan perang bersenjata. Dalam hal penekanan atau pemaksaan, biasanya salah satu negara melakukan gerakan provokasi agar negara lainnya takut/tunduk, misalnya dengan mengadakan latihan militer di daerah perbatasan. Akomodasi ialah keadaan kedua bangsa saling menghormati dengan koeksistensi, kompromi, dan kompetisi kepentingan secara sehat. Peningkatan atau eskalasi konflik antarnegara bagaikan sebuah spektrum. Eskalasi dimulai apabila salah satu negara merasa dirugikan yaitu ketika, umpamanya, upayanya untuk memakai produksi sendiri terganggu. Keadaan ini biasanya berlanjut dengan peningkatan tarif bea masuk, kuota perdagangan, pembatasan peredaran valuta asing, konsesi dagang dengan negara (mitra) tertentu, hal yang sudah barang tentu akan dibalas oleh negara yang tidak mendapat konsesi dengan cara boikot dan/atau sabotase atas barang negara ―lawan‖ (yang

98

biologi. Blok Barat merangkul mantan musuhnya dalam Perang Dunia II. Kebijakan politik bebas aktif dilakukan untuk menghadapi kenyataan adanya dua blok negara pemenang Perang Dunia II. Perang panas atau perang terbuka dimulai dengan pencaplokan atau aneksasi teritorial. kemudian pernyataan perang yang dilanjutkan dengan penggunaan satuansatuan Angkatan Perang (Darat. Dalam perang dingin dapat terjadi ―perang terbatas‖ dengan tanda-tanda seperti penahanan kapal ―lawan‖ dengan muatannya. Hal ini diatur dalam Pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1) UUD 1945. pasca-Perang Dunia (masa perang dingin).tidak memberi konsesi). Keadaan ini. yang mirip dengan keadaan perang tetapi tanpa penggunaan senjata. 1998: 23—26). Perang tidak terkendali apabila kedua pihak menggunakan senjata nuklir. masing-masing blok liberal (blok Barat) dan blok sosialis (blok Timur). Ini merupakan keunikan hukum tentang hak dan kewajiban warga negara di Indonesia. Pada abad XVII dua blok yang saling berhadapan adalah dinasti Bourbon di Eropa Barat dengan dinasti Hapsburg di Eropa Tengah. 1959: 13). dan kimia (Eccles. Bagi bangsa Indonesia kedua upaya ini merupakan hak dan kewajiban. Untuk mengatasi eskalasi seperti itu masing-masing negara biasanya menyiapkan warga negaranya untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara maupun upaya pertahanankeamanan. Pembentukan kedua blok didasarkan pada ideologi yang berkembang pada abad XX. yaitu negara-negara yang dianggap tidak dipengaruhi oleh Barat (Huntington. dan Udara). Pasca-Perang Dunia I. insiden perbatasan. 2. antarmasyarakat maupun antarbangsa selalu melibatkan masyarakat atau bangsa lain sehingga terbentuk blok-blok. Bahkan perang dapat menjadi tidak terkendali apabila tidak segera diselesaikan. di samping blok Barat dan blok Timur muncul pula blok lain yaitu negara-negara yang baru merdeka. Sejarah konflik antarmanusia. yang sebenarnya merupakan upaya koersi kedua blok tersebut. Dalam pengertian ini negara koloni dianggap masuk ke blok Barat. Peran Indonesia dalam Hubungan Antarbangsa Butir keempat dari tujuan nasional Indonesia sebagaimana tertulis pada Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 asli merupakan ―politik bebas aktif‖. 99 . Kedua blok itu berupaya menyelesaikan konflik dengan perang dingin. Laut. Pada pertengahan abad XX. disebut perang dingin. sekitar tahun 1920-an dunia seolah-olah dibagi hanya atas dua sebagai dunia Barat dan sisanya. dan huru-hara yang dikendalikan dari luar.

Pakistan. Gerakan non-blok berperan penting dalam meredam konflik atau perang dingin.Jerman Barat. dengan maksud agar dapat meredakan ketegangan dunia. dan politik melanda negara-negara anggotanya. 1998: 24—25). Jerman Barat. Kedua negara itu mengalahkan negara-negara pemenang perang. misalnya. Jepang dirangkul dan dipayungi oleh Amerika Serikat selama Jepang bersedia menjadi negara demokrasi liberal. mengingat bahwa syarat utama gerakan ini adalah kestabilan politik pada masing-masing negara peserta. Secara tidak langsung arah politik kita cenderung ke demokrasi liberal. apalagi setelah krisis ekonomi. Legitimasi doktrin-doktrin dasar 100 . Gerakan selanjutnya berupaya melakukan pemurnian ideologi Pancasila dan UUD 1945 secara konsekuen dan merumuskan paradigma tata kehidupan nasional dengan menyusun doktrin-doktrin dasar. Presiden Soeharto sebagai kepala pemerintahan memprioritaskan pengamanan dalam negeri dan sekaligus pembangunan ekonomi dalam negeri. budaya. Gerakan yang dipelopori Indonesia itu mendapat respons dari Mesir pasca-tergulingnya monarki dan berhasil mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menjadi cikal-bakal Gerakan Non-Blok. Sri Langka dan Myanmar (dahulu Birma) berupaya agar negara baru tidak terseret ke dalam salah satu kubu. Namun. Jepang dan Jerman Barat menjadi raksasa ekonomi baru dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Kedua blok (Barat dan Timur) berupaya menarik negara-negara merdeka baru ke dalam blok mereka masing-masing. pada era ini bergabung dengan negara-negara Asia dan Afrika. Negara-negara yang tergabung dalan gerakan non-blok dikenal sebagai negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang (NSB). termasuk sistem agraria dan pendidikan (Robert. Pada era Perang Dingin 1960-an ke dalam blok baru itu kemudian bergabung Yugoslavia yang sedikit merenggang dengan blok negara-negara demokrasi sosialis. Ini tidak lain karena Jepang dan Jerman Barat meminimalkan biaya keamanan nasionalnya yang telah dipayungi oleh blok Barat (sekutu). gerakan non-blok menjadi kurang efektif. Dalam gerakan ini Indonesia termasuk negara pemrakasa (Huntington. Negara-negara Amerika Latin yang sebelumnya pro Barat. Sepeninggal mereka. Di era ―Perang Dingin 1960-an‖ juga terjadi krisis politik di Indonesia. Akibatnya. sangat disayangkan bahwa pimpinan (elit politik) negara-negara pemrakasa kurang memberi kesempatan kepada generasi yang lebih muda sehingga terkesan kurang demokratis. Dalam pada itu. lebih pesat perekonomiannya daripada Prancis. 2004: 1062). Indonesia bersama India. sosial. dan dimasukan dalam pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Oleh karena itu tidaklah salah apabila Wright berkata bahwa perang fisik dipicu oleh 1) dunia yang ―menciut‖ sebagai akibat kemajuan teknologi transportasi. Tidaklah mengherankan apabila akan terjadi konflik antarnegara maupun interen negara nasional yang dipicu oleh perbedaan persepsi mengenai nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3) penemuan persenjataan baru (yang lebih modern). Dari keempat penyebab perang itu. Implementasi kedua doktrin itu dalam politik luar negeri dimulai dengan upaya pembangunan stabilitas politik dan ekonomi di kawasan regional. ekonomi dan sebagainya. tiga di antaranya menyebabkan penggunaan sumber daya alam—terutama yang tidak dapat diperbaharui—yang berlebihan. Era globalisasi ditandai oleh kemajuan teknologi dalam bidang transportasi—terutama setelah pesawat terbang digunakan sebagai angkutan masal.adalah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan Ketahanan Nasional sebagai geostrategi melalui ketetapan MPR. yang tidak lain merupakan bentuk liberalisasi ekonomi dunia. tetapi dalam kenyataannya dia terpaksa membeli 101 . Pada era ini pula orang terdorong menjadi warga negara dunia (kosmopolit). Dunia tanpa batas akan merugikan bangsa yang sedang berkembang apabila bangsa itu tidak memiliki karakter nasional yang kuat dan intelektual yang tinggi. 1942: 4—7). yang berawal dari perebutan sumber daya alam. Konflik fisik masih terjadi baik dalam rangka perebutan wilayah secara fisik maupun melalui maya. Oleh karena itu isu era globalisasi diidentikkan dengan pemanasan global dan perebutan wilayah sumber daya alam (Wright. Di era ini muncul konsep ―dunia tanpa batas‖ yang pada hakikatnya adalah perkembangan dari berdirinya perusahaan-perusahaan multinasional (multinational corporations). baik untuk penumpang maupun barang— telekomunikasi—yang kini telah berkembang menjadi teknologi informatika—serta semangat perdagangan bebas. Hubungan dengan negara tetangga yang selama itu ―kurang baik‖ dibangun kembali dengan mendirikan perhimpunan negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. yaitu melalui pengaruh budaya. 2) ―percepatan‖ jalannya sejarah sebagai akibat kemajuan teknologi telekomunikasi. Pada masa ini setiap negara menjadi negara terbuka untuk perdagangan bebas. Negara maju dan kaya mencita-citakan dunia tanpa batas. Berbagai Kecenderungan di Era Globalisasi Dekade akhir abad XX dan awal abad XXI disebut masa (era) globalisasi. dan 4) kebangkitan demokrasi. ASEAN). Dalam konsep ini seorang pembeli dianggap sebagai raja. 3.

1991: 34—71). Pada awal era globalisasi. Persaingan penjualan hasil produk akan dimenangkan oleh perusahaan yang mampu merakit barang berkat penyebaran teknologi (dispersion of technology). dan tidak mustahil juga akan mengarah kepada tindak-tindak kriminal antarnegara. Dalam hal ini sistem politik negara-negara Barat dianggap ―lebih baik‖ daripada yang dilaksanakan di 102 . Euforia runtuhnya tembok Berlin dan keinginan terbentuknya dunia tanpa batas menjadikan banyak negara menjadi tidak aman dan damai. dan ideologi. dan berakhir dengan kebangkitan demokrasi. berlanjut dengan krisis politik. Sudah barang tentu konsep ini akan ditolak oleh negarawan dan politisi nasional yang patriotik. Semangat untuk mengadakan perubahan segera dan cepat juga melanda banyak negara lain. Perusahaan besar akan tetap membina perusahaan kecil dan mungkin ikut membiayai penelitian dan pengembangan sehingga produknya dijadikan modal tetap sebagai biaya tetap (fixed cost). ekonomi. Konflik-konflik yang semula berbasis ekonomi banyak diselesaikan melalui politik sambil menunjukkan identitas masyarakat (Huntington. Banyak negara nasional pecah menjadi negara kecil yang berbasis etnik. yang mengarah kepada penjajahan sosial. Berdasarkan uraian di atas. tidak mustahil terjadi tindak-tindak kriminal yang diikuti oleh gerakan politik yang akan berakhir dengan kejatuhan negara nasional baru. Masalah mata uang dan negara (currency and country) akan menjadi kendala apabila perusahaan itu dimiliki oleh satu negara. Krisis ekonomi dianggap sebagai penyebab awal kecenderungan ekonomi global. Timbul konflik. Oleh karena itu perusahaan yang berupaya mempengaruhi konsumen menjadi perusahaan multi-nasional yang didirikan oleh beberapa negara (Ohmae. Akibat lanjutannya. Kecenderungan politik sebenarnya menjadi penyebab awal kebangkitan demokrasi. terutama sejak runtuhnya tembok Berlin. 1998: 21). budaya. tidaklah salah apabila dikatakan bahwa era globalisasi merupakan bentuk kolonisasi perusahaan multinasional melalui dunia maya. termasuk negara maju. terutama di negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. banyak negara demokrasi sosialis terpaksa harus segera melakukan perubahan dengan menyesuaikan diri dengan mitra dan lingkungan strategisnya. Akibatnya. blok demokrasi sosialis mendapat bencana multi-dimensi yang berawal dengan krisis ekonomi.barang hanya demi menjaga gengsi—memakai merek tertentu. baik antarnegara maupun di dalam negara nasional sendiri. Kelompok-kelompok etnik saling berhadapan dan berjuang untuk kepentingan etniknya dan tidak jarang diselesaikan dengan kekerasan.

Kalau pada abad pertengahan kolonialisme berbentuk fisik. dunia seolah-olah pecah karena pengaruh perkembangan kebangkitan budaya bangsa (Huntington. dan konsep politik nasional. Pada era ini.negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. Kecenderungan yang mengutamakan hak daripada kewajiban mulai ditinggalkan sehingga muncul Gerakan Tanggung Jawab Insani (Human Responsibilities Movement). Kecenderungan sosial budaya juga diakibatkan oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dengan makin berkembangnya teknik informatika. strategi. 1998: 207). Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan Kanada bergeser ke Barat karena melihat kesempatan yang lebih besar. Isu-isu yang mereka kembangkan adalah perang melawan terorisme internasional dan penegakan demokrasi. Jepang muncul menjadi raksasa ekonomi. Kecenderungan bentuk pertahanan keamanan dipengaruhi oleh runtuhnya blok Timur yang merupakan isyarat perubahan pada visi. Timbul benturan budaya yang berlanjut dengan pecahnya negara nasional menjadi negara yang bersifat etnik atau agama. Apa yang terjadi di dunia pada saat yang bersamaan dapat diketahui melalui media elektronik di rumah-rumah masyarakat lainnya. Oleh karena itu. Banyaknya satuan budaya dapat dikelompokkan menjadi satuan budaya besar yang merupakan garis perbatasan (frontier) budaya. Rusia juga bereaksi dengan berusaha menampakkan kekuatannya di kawasan Pasifik. Menurut 103 . Kanada. terutama negara-negara Anglo-Sakson (Amerika Serikat. Sudan menjadi negara terakhir (sampai dengan tahun 2011) yang pecah menjadi negara nasional yang bersifat etnik dengan menjadi Sudan (dengan mayoritas penduduk beragama Islam) dan Sudan Selatan (dengan mayoritas penduduk Kristen dan yang belum beragama). Oleh karena itu isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia yang didengung-dengungkan Barat menjadi mendunia. maka kini berbentuk demokrasi dan ekonomi liberal. Negara-negara Eropa yang takut ditinggalkan berupaya ―tampak‖ ikut berperan. Berdirinya negara-negara nasional baru dengan pendekatan budaya/etnik dan agama menambah pengelompokan satuan budaya. Australia. pendidikan kepribadian dan karakter perlu dibangun dengan baik dan terusmenerus. Konsep visi dan misi pertahanan keamanan diciptakan oleh masing-masing negara. Inggris. Kecenderungan ekonomi terjadi karena pergeseran pusat perekonomian dunia ke arah kawasan negara-negara Pasifik. dan Selandia Baru) untuk tetap menguasai dunia. Budaya dan kearifan lokal bersaing ketat dengan budaya pop yang mendunia. misi. Namun yang patut diwaspadai adalah keinginan Barat.

upaya melindungi dan membantu gerakan hak asasi manusia. maka pada masa pasca-Perang Dingin hal itu diwujudkan melalui kekuatan ekonomi. blok Barat—terutama negara-negara dengan latar belakang mayoritas etnik Anglo-Sakson—kehilangan musuh. termasuk Sachalin Utara. ajaran agama. 4. 6) budaya Hindu. 1998: 27. Penggunaan kekerasan yang menonjol ini juga merupakan salah satu cerminan dari kebangkitan demokrasi (Wright. 1942: 4—7). 28. 2) budaya Amerika Latin. 4) budaya Islam di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang mencakup a) Afrika Utara. Indonesia dan Globalisasi Indonesia pada awal era ini juga dilanda bencana nasional. Mereka tetap berusaha melebarkan pengaruhnya ke arah negara yang lemah sebagai perwujudan konsep ruangnya. Pasca-robohnya Federasi Uni Sovyet. 3) budaya Afrika. 1980: 1). Salah satu akibatnya adalah budaya kekerasan menjadi menonjol. c) Somalia. dan Korea. Belanda. dan perdagangan dan mungkin dapat mengarah ke politik kekuatan (Huntington. Negara-negara itu memiliki kekuasaan mutlak sehingga Lord Acton (1834—1902) mengatakan ―Power tends to corrupt. Masyarakat kita berpikir dan bertindak cepat atas dasar intuisi tanpa memperhitungkan akibat perilakunya. Pada era globalisasi upaya mereka itu dilakukan dengan dalih demokratisasi di negara yang kurang demokratis. 7) budaya Kristen Ortodoks yang meliputi wilayah dengan mayoritas penganut agama Kristen Ortodoks di perbatasan sebelah Timur dari Eropa Tengah hingga eks Uni Sovyet. and absolute power corrupts absolutely” (Cohen dan Cohen. Apabila pada masa lalu (awal abad XX) konsep ruang diwujudkan melalui mekanisme politik dan militer. etnik. dan Perancis). sosial. 104 . dan e) Indonesia. yang berawal dari krisis ekonomi dan moneter dan kemudian berkembang menjadi krisis budaya yang menyentuh segenap sendi kehidupan bangsa. dan memerangi terorisme. 5) budaya Sinik yang meliputi wilayah Cina. Kesembilan garis perbatasan budaya tersebut adalah 1) budaya Barat yang meliputi negara-negara dengan mayoritas penduduk Kristen Barat yang juga dikenal sebagai negara-negara Barat modern sekuler. b) sebagian Balkan. Garis perbatasan ini saling mempengaruhi melalui budaya. mulai dari Afrika Tengah sampai ke Selatan. d) sebagian wilayah eks Uni Sovyet. dan 9) budaya Jepang (Sinto) yang meliputi Jepang. Vietnam.Huntington kini ada sembilan satuan budaya besar atau utama. 8) budaya Buddha di daerah Asia Tenggara. 159). mulai dari Mexico hingga Argentina (kecuali tiga negara Guyana (eks jajahan Inggris.

ASEAN) pada tahun 1967. Wilayah regional diartikan sebagai daerah sekitar negara dengan penekanan pada wilayah yang homogen atas dasar ciri geostrategis dan dapat berupa persamaan ras. Kerja sama regional dan internasional hendaknya merupakan implikasi doktrim geopolitik dan geostrategi dalam dimensi internasional dan ditujukan untuk meningkatkan daya tawar untuk menghadapi negara-negara adidaya. Dimensi internasional doktrim ketahanan nasional dijabarkan melalui konsep ketahanan regional. karena hal itu akan mengarah kepada perlombaan pengembangan kesenjataan. Pembentukan kesatuan negara regional diharapkan meningkatkan ketahanan nasional masing-masing negara anggota. Bagi Indonesia ASEAN merupakan lapis pertama geostrategi. Singapura. Oleh karena itu ketahanan regional sangat tergantung pada semangat kebersamaan di antara anggota dan adaptasi sesama anggota. Kerja sama regional merupakan strategi untuk menghadapi negara yang lebih kuat sehingga negara-negara anggota mempunyai posisi tawar yang lebih kuat pada era perdagangan global. dan persatuan negara-negara 105 . kekuatan ekonomi. yakni Filipina. 2) South-Pacific Forum (SPF). Jumlah negara anggota ASEAN pada saat ini telah berkembang menjadi sepuluh negara yaitu setelah Brunei Darussalam.Untuk menghadapi kondisi ini. dan 3) Gulf Countries Council. kerja sama bilateral saja tidak cukup sehingga harus dikembangkan kerja sama regional dan internasional. dan Denmark. Bahkan kini negara-negara Eropa daratan membentuk Uni Eropa. Kamboja. Myanmar (dahulu Burma). Kerja sama itu tidak dalam bentuk pakta pertahanan. Pada kasus ini Indonesia telah memprakarsai pembentukan Perhimpunan Negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. budaya. Konsep ASEAN kini banyak dikembangkan pada era globalisai dengan pembentukan badan atau forum seperti 1) South East Asia Association for Regional Cooperation (SAARC). dan Thailand. Malaysia. Konsep pembentukan ASEAN ini merupakan konsep geostrategi berlapis. Laos. yang pada awalnya terdiri dari lima negara. meskipun sebelumnya telah terbentuk pesatuan negaranegara Skandinavia yaitu Swedia. Indonesia. dan kekuatan militer yang siaga. dengan komponen stabilitas politik. Kerja sama regional lapis pertama sesungguhnya merupakan posisi garis perbatasan budaya karena terbentuk berdasarkan kesamaan budaya. sedangkan keikutsertaan Indonesia dalam Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan konsep geostrategis lapis kedua. dan sumber daya. Norwegia. dan Vietnam bergabung.

negara maju—baik adidaya maupun negara ―kecil‖—menciptakan hambatan yang seolah-olah ―wajar‖ dengan ketentuanketentuan seperti: 1) eco-labeling.BENELUX (Belgia. Ini menunjukkan bahwa proksimitas geografi lebih diutamakan untuk mempermudah kohesi dan respon bersama menghadapi perubahan global yang tidak menentu. Nederlan. dan 3) International Safety Management Code. Konsep inilah yang merupakan konsep ketahanan nasional Indonesia yang disebut ketahanan berlapis. 2) International Standard Organization Code. Untuk itu diperlukan daya tawar kolektif (collective bargaining power) dari negara-negara sedang berkembang sekawasan. 106 . dan Luksemburg). Untuk menghadapi negara-negara sedang berkembang.

Kepustakaan Populer Gramedia. Miriam. Asshiddiqie. dalam Gopal Balakrishnan (ed. 2008. on the Past and Future of Sovereignty and Citizenship‖. 107 . Inc. 1995. Indonesia and the Law of the Sea. Front Pembela Proklamasi ‗45. Revisitasi Pancasila. Logistics in the National Defense. L. 1973. K. B. 1980. Jakarta: FPP ‗45. Cohen. 2001. 2005. Basrie. Mapping the Nation. Keputusan Presiden: Analisis Keppres RI 1987—1998. Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. Jakarta. Pa: Stackpole Coy. Jimly. Insist Press dan Pustaka Pelajar.)... 2001. Penerbit Buku Kompas. Jakarta: CSIS. 1994. 1959. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Wawasan Nusantara. Jurgen. Melvin. Dasar-dasar Ilmu Politik. Chaidir. Anthropology (edisi ke-9). Penyunting: Mulyawan Karim. Ma: US Naval Institute. Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Basry. 1996.. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa): Bagian I & II. Erliyana. Gonick. Jakarta. Jakarta: Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 2000. Yogyakarta. Buku dan Makalah Anderson. ―The European Nation State: Its Achievements and Its Limits. 1995. Anna. Djalal. Dalam Rindu Pancasila. New Jersey: PrenticeHall. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Komunitas-komunitas Terbayang (terjemahan). Hasan. Budiardjo. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Jiid 1. Henry E. dan Ember. Annapolis. Untuk Apa Kita Merdeka: Kumpulan Amanat Bung Karno di Sumatera dalam Masa Perang Kemerdekaan 1945--1948. 2010.. Jakarta: LIH ITI. M. The Pinguin Dictionary of Quotations. A. Azra. J. Harrisburg. Etika. 2006. Grand Strategy: Principle and Practices.J. Kartun Riwayat Peradaban. London: Verso. 1996. 1995. Hasjim. 1983. Collins.DAFTAR PUSTAKA A. Bertens. Departemen Luar Negeri.. Middlesex:. Evaluasi ST MPR 2002 Perubahan UUD 1945. 2002. Ember. Eccles.M & M. Jakarta: KOPKAR PTP. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Carol R. Jakarta: Direktorat Perjanjian Internasional. Habermas. John M.

Kumpulan Karangan s. Lasmidjah. S. Mochtar. 1998. Penyunting: Sarlito W Sarwono dan Eko A Meinarno. Values as the Core of Personal Identity: Drawing Links Between Two Theories of Self. S. __________. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 30. 1993. ―Kebudayaan Nasional Indonesia. Koentjaraningrat. Yogyakarta. 66. Social Psychology Quarterly. Bandung: Alumni. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Sistem gotong-royong dan jiwa gotong royong. Jakarta: Penerbitan dan Balai Buku Indonesia. Jilid 1. 1981. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. ____________. RMAB. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. Antropologi. 1995. Hardi. Tudjuan dan Politik Pergerakan Nasional di Indonesia. 1999. 1984. dan Pembangunan. Pengantar Ilmu Antropologi.). Jakarta: PT Gramedia. 2010. B. Konsistensi Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Negara. Anthropology (ed. Orlando: Harcourt. Pebruari 1977. 2009. W. 1977. 1985. 2003. 11 Maret 1987. Jakarta: Rineka Cipta. _______________.‖ Kompas. Haviland.O. 2002. The Clash of Civilization and the Remaking of World Order. Bianglala Hukum. th. ______________. 108 . London: Tochtone Books. Ihromi. Hitlin.Halida. Kusuma. Mentalitas. Kebudayaan. Kusuma. Bandung: Tarsito. Samudera Merah Putih 19 September 1945. 1987a. Huntington. Dalam Psikologi sosial. Salemba Humanika. (ed. Pendidikan Pancasila Edisi Reformasi. IX No. 2002.‖ Kompas. 1986. Koentjaraningrat. Konsep Hukum Negara Nusantara pada Konvensi Hukum Laut III. T. Jakarta: Erlangga. Muhammad. 9 Maret 1987. Kusumaatmadja. ______________. 1953. ______________. 2003. ke-9).v. Hatta. A. Jakarta. Kaelan. ―Orientasi Nilai Budaya dalam Kebudayaan Nasional Indonesia. Individu dalam Kelompok. Jakarta: Pustaka Jaya. Samuel T. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional Jilid 2. Kartodirdjo. M. 2000. Berita Antropologi. PSP-Press. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 2004. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Terbitan khusus. Yogyakarta: Paradigma. Inc. Jun 2003. 2. R. Sartono. A. Bunga Rampai Antropologi Hukum. 1987b. Jakarta: Djambatan.

Morgenthau. Kenichi. Hubungan Pancasila dan Identitas Nasional: Masihkah Remaja Kita Mengingatnya? Laporan penelitian hibah riset pascasarjana Universitas Indonesia tahun 2011. Sejarah Nasional Indonesia II. EA. 21-24 Juli. 1993. 2006 (direvisi oleh Thompson dan Clinton). Nation and Identity. A. GR. Jakarta. B. 1995 Markum. N. Ross. Asas-asas Ilmu Bangsa-Bangsa. Marzali. Purnomo. and Behavioral Intentions: The Moderating Role of Attitude Function. Panitia Lemhannas. 2011. 2011.. 109 . Relations between Values. Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat: Pandangan Antropologi dan Sosiologi. Yogyakarta. UI Press. Meinarno. 31.. 2011. 2011. Jakarta. Oomen. Jakarta. Notosusanto. Attitudes.Kusumadewi. Meinarno. Kewarganegaraan. Y. P. Jakarta. Widianto. LR. Yogyakarta. New York: Routledge. Antropologi & Pembangunan Indonesia. Kebangsaan. Mirhad. Sekilas Mengenai Pemetaan Bahasa. Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi. 1999. Halida. Raja Grafindo Persada Maio. & Etnisitas: Mendamaikan Persaingan Identitas. 1979. EA... JM... Polititcs among Nations: The Struggle for Power and Peace. Jakarta: Ripers Utama. PT Gramedia Pustaka Utama. Salemba Humanika. 1995. Wawasan Nusantara. Penyunting: Paulus Wirutomo. Loebis. 2012. Meinarno. 1980. Juneman. Moh. Jakarta. Balai Pustaka Poole. Mahfud MD. R. R. (diktat untuk KRA) Jakarta: Lembaga pertahanan Nasional. ME. Jakarta: Balai Pustaka– Lemhannas. Ohmae. Jakarta: Erlangga. Journal of Experimental Social Psychology. Relasi Sosial Antarkelompok Agama di Indonesia: Integrasi atau Disintegrasi? Dalam Sistem sosial Indonesia. TK. MRMT. London: Fontana. 2009. Lembaga Pertahanan Nasional. 266-285. 1991. Fakultas Ilmu Budaya Indonesia-Akbar Media Eka Sarana. Power and Strategy in the Interlined Economy. The Borderless World. (2009). New York: Mc Graw Hill. Latif. Rasionalitas. Kreasi Wacana. EA. dan Aktualitas Pancasila. How Pancasila form the national identity of Indonesian people? Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. Poesponegoro. Negara Paripurna: Historitas. Lauder.. 2007. 1973. Ali Basja. 2005. MD. Bunga Rampai Ketahanan Nasional: Konsepsi dan Teori. Prenada Media. Jakarta: PT. Olson. Jakarta. Hans J.

2010. Penyunting: Andrew Simpson. Meinarno. M. 2010. Simpson.. 1973. London. Reicher. J. Yogyakarta. A. Jacobus. RRS. Dalam Language & national identity in Asia. Parakitri T. 1992. 1995. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Rokeach. PSP-Press. Universitas Indonesia. Suparlan. C. Robert. Simbolon. Ranjabar. Rinjin. DE.. 1995. Jakarta: Kompas. Jakarta. 2004.. Dalam restorasi Pancasila: Mendamaikan politik identitas dan modernitas. FSSE. 2006. The Free Press.Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Suwartono. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan Dasar Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1988.. Menjadi Indonesia. Juli 2010 110 . Indonesia. Routledge. 2001. Sunardi. Oxford University Press. London: . The Measurement of Pancasila: An Effort to make Psychological Measurement from Pancasila Values. GR. R. Penyunting: Paulus Wirutomo. Tesis strata dua Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional. Self and Nation: Categorization. London. Agustin. Buku I: Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Sage Publication. Rida. Jakarta: Balai Pustaka. Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. UI Press. Tidak dipublikasikan. Suku Bangsa dan Hubungan Antar Suku Bangsa. Z. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2004. Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Pancasila.. Seda. 2007. Politics in Indonesia: Democracy. Shakuntala. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Ramage. K. Jakarta: Kuaternita Adidarma. New York. Yogyakarta. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).. Relasi Gender dalam Masyarakat Indonesia. E. Somantri. N. Hopkins. Dalam Sistem sosial Indonesia. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya.M. Oxford.. Febriana. SM. The New Peguin History of the World. S. Contestation and Mobilization. 2006. Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian. EA.. 2012. M. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2005. Sistem Sosial Budaya Indonesia. The Nature of Human Values. Islam and the Ideology of Tolerance. Dipaparkan dalam seminar CICP.. Penyunting: Irfan Nasution dan Ronny Agustinus. Pancasila dalam Perubahan Sosial-Politik Indonesia Modern. Parsudi. 2002.

dan Lambang Negara. 2012. serta Lagu Kebangsaan. logika. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. EA. 21-24 Juli. Wirutomo. 13. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dalam Sistem sosial Indonesia. Meinarno. Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. _________. 2011. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. B. etika. penyunting: Paulus Wirutomo. Kekuatan dan Keutamaan Karakter sebagai Hasil dari Daya-daya Spiritual.Suwartono. Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. _________. Wirutomo. pp. Tajfel. Chicago: The University of Chicago Press. _________. Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. H Zakky Mubarak. _________. Penyunting: Bagus Takwin. Jakarta. B. Social Science Information. Daftar Gambar 111 . 65. Undang-Undang Dasar 1945 (sebelum dan sesudah Amandemen I sampai dengan IV). 2011. Wright. Quincy. Dalam Buku ajar 1: Filsafat. 2000. Takwin. Bahasa. H. Construct Validation of Pancasila Scale: An Empirical Report.. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Jakarta. 1974. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035. _________. Integrasi Sosial Masyarakat Indonesia: Teori dan Konsep. UI Press. _________. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. penyunting: Paulus Wirutomo. Social Identity and Intergroup Behavior. Dalam Sistem sosial Indonesia. Yogyakarta. Depok. 2012. C. P. Undang-undang Republik Indonesia. _________. P. Tim Pengajar Antropologi Budaya Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Universitas Indonesia. dan kekuatan dan keutamaan karakter. Lamuddin Finoza. Buku Ajar Antropologi Budaya. Undang-Undang Nomor 24 Tahun1992 tentang Penataan Ruang. Menyongsong Masa Depan Integrasi Masyarakat Indonesia. 65-93. UI Press. Study of War. 1942. _________.

google.php%3Ft%3D160748%26p age%3D91&docid=JZLESngNxFZcgM&imgurl=http://img51.com/tmp/swotti/cacheDGHLIHBHDHJPB3Q=RW50ZXJ0YWLUBWVU DC1NB3ZPZXM=/imgthe%20patriot3.jpg&w=200&h=165&ei=06TeTPgMM_jrAfehZ3IDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=165&vpy=244&dur=2182&hovh=132&hov w=160&tx=81&ty=98&sig=110374437010778634995&page=1&tbnh=132&tbnw=160&start =0&ndsp=12&ved=1t:429.i:88&biw=1366&bih=558 Gambar wafer Loacker: http://www.swotti. 2010) 112 .com/calories-loacker-wafersi183107&docid=Fo5jl3JxNikwQM&imgurl=http://static.about.id/imgres?q=wafer+loacker&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=1_lf60m hSPmISM:&imgrefurl=http://caloriecount.jpg Gambar wafer Tango: http://www.about.com/gallery/data/media/8/A_large_blank_world_map_with_oce ans_marked_in_blue.i:254&biw=136 6&bih=558 Gambar poster film Garuda di dadaku: http://www.id/showthread.indowebster.com/images/medi um/loacker-wafers-sandwich-hazelnut101966.imageshack.r:1.html&docid=Jufl8WJ9zzhvUM&imgurl=http://bicarafilm.id/imgres?q=wafer+tango&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=excensyo8 KZYhM:&imgrefurl=http://www.co.id/imglanding?q=world+map&hl=id&gbv=2&tbs=isch:1&tbnid=wJme Qu2avHIOMM:&imgrefurl=http://vectorya.google.co.co.us/img51/8526/tan govanillasugarfree.s:8&biw=1024&bih=388 (Nov.com/images/medium/2325poster.r:6.jpg&w=400&h=300&ei=j6feT8vXDofOrQfhldXGDQ&zoom=1&biw=1366&bih=558 Gambar peta Indonesia: Gambar peta dunia: gambar dunia: http://www.com/freevectors/art-designs/free-vector-worldmap/&imgurl=http://vectorya.s:57.id/imgres?q=garuda+di+dadaku&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=VLa cUBdcY2u90M:&imgrefurl=http://bicarafilm.r:7.Gambar The Patriot: http://www.caloriecount.s:0.co.google.google.jpg&w=200&h=200&ei=P6beT637AsXsrAfwweGsDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=335 &vpy=249&dur=1064&hovh=160&hovw=160&tx=60&ty=104&sig=1103744370107786349 95&page=4&tbnh=160&tbnw=160&start=57&ndsp=18&ved=1t:429.web.gif&zoom=1&w=4500&h=2234&iact=hc&ei=zP7hTLHCcPQceTg8YsM&oei=wP7hTLzEEYq8vgOE9KjVDg&esq=2&page=2&tbnh=80&tbnw=16 1&start=8&ndsp=10&ved=1t:429.com/baca/2011/07/13/yuk-nonton-shootinggaruda-di-dadaku2.

I. adalah pengajar tetap di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Latar belakang pendidikan adalah Sarjana Hukum (S1) dari Fakultas Hukum UI. Kemudian sebagai Koordinator Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT) . Latar pendidikan strata dua (S-2) adalah Antropologi dari FISIP UI dan strata satu (S-1) Psikologi UI. dan S2 di Program Studi Kajian Wilayah Amerika. Slamet Soemiarno. Beberapa bentuk karyanya adalah dalam bentuk artikel dalam jurnal nasional. Pendidikan jenjang diawali AAU hingga SESKOAU. Eko A. Kebudayaan. Aktivitas lain adalah menjadi anggota APsyA (Asian Psychological Association) dan anggota dewan editor pada beberapa jurnal psikologi nasional.DATA PENULIS R. di samping tetap sebagai anggota TNI AU di kesatuan wilayah. dan S-2 Pengkajian Ketahaan Nasional di Fakultas Pacasarjana Universitas Indonesia. Bentuk konkretnya adalah menjadi anggota tim ajar Psikologi Lintas Budaya (2004–2009). Antropologi Hukum. adalah fasilitator PDPT UI – MPKT di lingkungan Univesitas Indonesia.PDPT UI di FHUI. Ismala Dewi adalah tenaga pengajar tetap di Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk Mata Kuliah Antropologi Budaya. Selain sebagai tenaga pengajar di UI. tulisan dalam buku nasional dan internasional. Latar belakang pendidikannya adalah S1 jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Airlangga. Fakultas Hukum UI. sebagai dosen/widyaiswara luar biasa pada Proyek Pendidikan Latihan Departemen Keuangan R. Program Pascasarjana Universitas Indonesia. pendidikan dan keanggotaan Legislatif Agnes Sri Poerbasari. Magister Hukum (S2) Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 113 . serta kegiatan pengabdian pada masyarakat. serta Dosen MPKT di lingkungan Universitas Indonesia. Antropologi (2001–2007) dan Individu. Psikologi Sosial (2001-sekarang). pemeliharaan. Pendikab S-1 Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Admininistrasi. Lembaga Adminstrasi Negara R. Sebelum bergabung dengan UI (MKU dan Tim PDPT). Meinarno. dan Ilmu Budaya Dasar. Mk Pendidikan Kewarganegaraan sejak 1995. dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan disiplin ilmu hukum..I dan SESPANAS Lembaga Addministrasi Negara dengan bahan ajar Administrasi Perlengkapan Pemerintah. dan Doktor (S3) dari Program Pascasarjana S3 Bidang Studi Ilmu Hukum. Minatnya terhadap kondisi sosial membuatnya berkecimpung di Psikologi dengan peminatan Psikologi Sosial. dan Masyarakat (2008-2012). pengajar luar biasa UI. juga sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu Akademik FHUI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful