PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PENDIDIKAN TINGGI

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN TERINTEGRASI A

BUKU AJAR III

BANGSA, NEGARA, DAN PANCASILA

Tim Penulis: R. Ismala Dewi Slamet Soemiarno Agnes Sri Poerbasari Eko A. Meinarno

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2012

1

BAB I BANGSA INDONESIA

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami konsep bangsa dan membangun sikap terbuka dan kritis terhadap kemajemukan bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan masalah integrasi, konflik, faktorfaktor pemersatu bangsa, serta jati diri bangsa.

Sebagai negara kebangsaan (nation state), Indonesia merupakan kumpulan dari berbagai ikatan primordial—agama, suku, ras, bahasa, budaya, daerah, dan adat—yang berbeda satu sama lain. Kemajemukan bangsa Indonesia dengan perbedaan-perbedaan yang ada itu menimbulkan berbagai masalah integrasi dan konflik yang berkaitan dengan keberadaan dasar dan ideologi bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai pengikat bangsa, faktor-faktor pemersatu bangsa lainnya, serta jati diri bangsa.

1. Pengertian Bangsa dan Suku Bangsa Secara konseptual, yang dimaksud dengan bangsa adalah sekelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Contoh: Bangsa Indonesia, India, dsb.1 Sekelompok masyarakat yang membentuk suatu bangsa, sebagaimana definisi bangsa tersebut tidaklah sesederhana itu. Suatu bangsa terbentuk melalui suatu proses perjalanan sejarah, yang berbeda dengan bangsa lain. Keberadaan suatu bangsa pun sering kali dipengaruhi oleh interaksinya dengan bangsa-bangsa lain. Sebagai suatu bangsa, Indonesia mempunyai ciri atau corak yang khas. Ciri khas itu muncul karena latar belakang sejarah pembentukannya yang berbeda dengan bangsa lain. Salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang menonjol adalah bahwa bangsa Indonesia dibentuk oleh kesatuan dari berbagai suku bangsa sehingga disebut bangsa yang majemuk.

1

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta, 2002), hlm. 102.

2

Mengenai pengertian konsep suku bangsa, Koentjaraningrat memberikan penjelasan sebagai berikut. Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai komunitas desa, kota, kelompok kekerabatan, atau kelompok adat lainnya, menampilkan corak khas tertentu yang terutama dilihat oleh orang luar yang bukan warga masyarakat bersangkutan. Corak khas tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur kebudayaan yang ada pada komunitas itu, misalnya hasil kebudayaan fisik dan pranata-pranata yang ada pada pola sosial khusus. Kekhasan corak kebudayaan pada suatu masyarakat itu yang membedakannya dengan masyarakat lainnya. Dalam etnografi (deskripsi atau tulisan tentang bangsa-bangsa), suatu kebudayaan dengan corak khas itu dinamakan suku bangsa atau kelompok etnik (ethnic group). Di antara kedua istilah di atas —suku bangsa dan kelompok etnik—istilah yang lebih tepat bagi kelompok masyarakat dengan corak yang khas tersebut adalah suku bangsa, bukan kelompok etnik karena suku bangsa merupakan golongan sosial bukan kelompok sosial. Golongan sosial dan kelompok sosial merupakan dua konsep mengenai kesatuan-kesatuan sosial atau unsur-unsur masyarakat. Kedua konsep itu mempunyai pengertian yang berbeda. Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu, yang mempunyai ikatan identitas sosial. Kelompok sosial merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya yaitu adanya sistem interaksi antara para anggota, adat-istiadat serta sistem norma yang mengatur interaksi itu, kontinuitas, serta adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota tadi. Di samping ketiga ciri tadi, suatu kesatuan manusia yang disebut kelompok juga mempunyai ciri tambahan yaitu organisasi dan sistem kepemimpinan dan selalu tampak sebagai kesatuan-kesatuan dari individu-individu yang pada masa-masa tertentu, secara berulang, berkumpul dan kemudian bubar lagi. Suku bangsa sebagai golongan sosial adalah golongan manusia yang terikat oleh identitas dan kesadaran akan ―kesatuan kebudayaan‖. Kesadaran dan identitas itu sering kali dikuatkan pula oleh kesatuan bahasa. ―Kesatuan kebudayaan‖ tersebut bukan ditentukan oleh pihak luar, misalnya ahli antropologi, ahli kebudayaan, atau ahli lainnya, dengan metodemetode analisis ilmiah, melainkan oleh warga kebudayaan itu sendiri. Contoh kebudayaan suku bangsa yang diuraikan di atas ialah kebudayaan Sunda yang merupakan suatu kesatuan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan Jawa atau Batak. Kesatuan kebudayaan Sunda itu bukan ditentukan oleh pihak luar, melainkan karena orangorang Sunda sadar bahwa di antara mereka ada keseragaman mengenai kebudayaan mereka,

3

Oleh karena itu interaksi antar-suku 4 . atau juga berupa perkumpulan suku bangsa. yang berbeda dengan bahasa Jawa atau Batak. yang berbeda dengan kebudayaan lain. 3. Keanggotaan seseorang di dalam sebuah suku bangsa yang bercorak askpritif berbeda dari keanggotaan seseorang di dalam sebuah kelas sosial atau kelompok profesi yang coraknya diperoleh melalui prestasi kerja atau usaha. suku bangsa terwujud sebagai perorangan atau individu dan kelompok. Corak jati diri atau identitas diri bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh jati diri suku-suku bangsa pendukung bangsa Indonesia. (Suparlan. Keanggotaan di dalam suku bangsa bercorak askriptif.yang mempunyai kepribadian dan identitas khusus. 2002: 263— 266. 1. Mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang didukung oleh kesatuan dari aneka suku bangsa. komuniti. menyebabkan semakin tingginya kesadaran akan kepribadian khusus tadi. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia maka jati diri seseorang merupakan jati diri bangsa Indonesia. maka diperlukan pemahaman terhadap suku-suku bangsa tersebut. suku bangsa mempunyai ciri-ciri berikut. (Koentjaraningrat. 2005: 3—6.) Sebagai makhluk sosial. Sebagai kelompok. Apalagi adanya bahasa Sunda. Keanggotaan seseorang di dalam suatu suku bangsa adalah keanggotaan terus-menerus atau untuk selamanya. dan secara umum berbeda dengan kelompok suku bangsa lain. setiap orang mempunyai lebih dari satu jati diri atau identitas diri. yaitu dengan adanya keluarga yang dibentuk melalui perkawinan. yang mengacu kepada asal orang tua yang melahirkan dan asal daerah tempat seseorang dilahirkan. suku bangsa terwujud sebagai keluarga. Suku bangsa merupakan satuan kehidupan yang secara biologi mampu berkembang biak dan lestari. Sebagai kelompok. 2. Sebagai golongan sosial. sedangkan keanggotaan di dalam kelas sosial atau kelompok profesi akan hilang pada waktu yang bersangkutan tidak lagi mampu menunjukkan kemampuan ekonomi yang menjadi ciri-ciri dari kelas sosial yang di dalamnya dia tergolong atau pada waktu seseorang itu tidak lagi mengerjakan profesi yang selama ini ditekuninya. Jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan termasuk salah satu di antara jati diri yang dapat menjadi jati diri utama. masyarakat. suku bangsa merupakan kategori atau golongan sosial yang askriptif yaitu keanggotaan dalam suku bangsa tersebut diperoleh bersama dengan kelahiran.) Menurut Suparlan. atau dapat juga menjadi jati diri yang menempel dan memperkuat jati diri utama seseorang. Suku bangsa mempunyai kebudayaan bersama yang merupakan pedoman bagi kehidupan mereka.

Berbagai suku bangsa tersebut ialah suku bangsa Jawa. dan lain-lain. Batak. perlu pula dilakukan dengan tetap mengedepankan jati diri sebagai bangsa Indonesia. 2000: 805). yang masing-masing mempunyai corak jati diri yang berbeda itu. dan biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa suatu masyarakat yang majemuk akan melahirkan kebudayaan majemuk. yang merupakan interaksi sosial dan politik dari orang-orang yang cara hidup dan cara berpikirnya berbeda dalam suatu masyarakat (Haviland. institusi. 2. bahasa. yaitu berbeda bahasa. dan sering kali kepercayaan yang sama (Haviland. karena berasal dari satu keturunan. yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. cara hidup. Pengertian bangsa ini tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Haviland yaitu suatu komunitas orang-orang yang memandang dirinya sebagai ―kesatuan manusia‖ yang didasari oleh nenek moyang. 2000: 386). Aceh. ideologi. dan sebagainya. sejarah. 2000: 664). yaitu kebulatan kemasyarakatan yang mempunyai kebudayaan sendiri. Sesungguhnya suku bangsa itu masing-masing merupakan satu bangsa dalam arti etnik. bangsa Indonesia terdiri dari berbagai bagian lagi yang disebut sebagai suku bangsa. Indonesia Bangsa yang Majemuk Menurut Haviland. Masing-masing suku bangsa itu mempunyai kebudayaan sendiri. Yang dimaksud dengan bangsa. Kemajemukan Bangsa Indonesia sebagai Realitas Di samping pengertian bangsa dalam arti kenegaraan tersebut di atas. adat-istiadat. menurut kamus istilah antropologi. Permasalahan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk berkaitan dengan interaksi antar-suku bangsa akan diuraikan lebih lanjut pada sub-bab mengenai masyarakat majemuk bangsa Indonesia. Sunda. masyarakat. adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan aneka suku bangsa yang membentuk satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia. Minangkabau. wilayah. Berdasarkan data sensus penduduk tahun 5 . masyarakat majemuk adalah masyarakat yang memiliki keberagaman pola-pola kebudayaan (societies that have a diversity of cultural patterns) (Haviland. a.bangsa.

2 Rusman Heriawan. (Suparlan. hubungan-hubungan sosial di antara warga suku bangsa yang berbeda itu lazim berlangsung di tempat-tempat umum (pasar. lapisan. yang disebut bahasa daerah (Loebis.) Aneka suku bangsa yang terdapat dalam Negara Republik Indonesia adalah sama banyak jumlahnya dengan bahasa-bahasa mereka. Keberagaman kelompok berkaitan antara lain dengan keberagaman kelompok etnik.931 km2.128 suku bangsa. 2) sistem suku bangsa.2 Menurut Suparlan. Rabu tanggal 3 Februari 2010. misalnya keanekaragaman profesi. dengan jumlah penduduk keseluruhannya sebanyak 237. yaitu bangsa Indonesia. dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI.910. Indonesia dikatakan sebagai sebuah masyarakat yang majemuk karena mengenal tiga sistem yang digunakan sebagai acuan atau pedoman di dalam kehidupan warga masyarakatnya. dan pendidikan. Sebagai sebuah masyarakat yang terdiri atas sejumlah suku bangsa. Oleh karena itu. dan golongan (meskipun substansinya sama dengan bentuk pluralitas yang disebutkan terdahulu). Sistem-sistem itu adalah 1) sistem nasional. Di samping itu.363 orang. misalnya keberagaman etnis. aneka suku bangsa yang ada perlu disikapi dengan kesadaran akan Indonesia sebagai bangsa yang satu. afiliasi politik. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu realita yang tidak dapat diingkari.2010 dari Badan Pusat Statistik (BPS). 2005: 54—60. kegiatan-kegiatan sosial bersama) yang menjadikan fungsi tempattempat umum tersebut menjadi penting untuk berinteraksi. dan agama yang dianut. 1979: 10—11). Oleh karena itu. tingkat ekonomi. Indonesia adalah sebuah masyarakat yang terdiri atas masyarakatmasyarakat suku bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai satu bangsa atau nasion. agama dan bahasa. Sebagai sebuah bangsa. dan 3) sistem tempat-tempat umum. dan dengan luas wilayahnya sekitar 1. Kepala BPS. dan 2) pluralitas vertikal. jumlah suku bangsa di Indonesia adalah sebanyak 1. masyarakat Indonesia hidup dalam sebuah satuan politik yaitu sebuah negara kesatuan yang menempati sebuah wilayah yang dinamakan Negara Republik Indonesia. bentuk pluralitas bangsa Indonesia dapat pula dilihat dari keberagaman kelompok. 6 . tempat-tempat hiburan. Bentuk pluraritas bangsa Indonesia setidaknya dapat dilihat dalam dua macam yaitu 1) pluralitas horizontal.556.

bahasa dan simbolsimbol yang sama sebagai identitas kebangsaan. Mengapa kemajemukan masyarakat menjadi salah satu sebab munculnya persoalan konflik atau masalah integrasi bangsa di Indonesia? Hal ini dapat dijelaskan dengan menunjukkan bahwa keberagaman suku bangsa di Indonesia menimbulkan beberapa konsekuensi ketika anggota masyarakat dari berbagai suku bangsa itu berinteraksi satu sama lain. Di sisi lain integrasi bangsa dapat didorong oleh aspek-aspek seperti pengalaman sejarah yang sama. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu keluarga atau kelompok kerabat pada dasarnya adalah kebudayaan suku bangsa. tujuan yang sama. yang diwujudkan antara lain dalam bentuk stereotip etnik pada suku bangsa lain. Konflik berpotensi terjadi apabila terdapat cara pandang tertentu seperti sikap etnosentrisme atau primordialisme. kebudayaan suku bangsa menjadi sebuah acuan utama dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dari masyarakat tersebut. adalah sebuah masyarakat suku bangsa. Pada masyarakat suku bangsa. Pengetahuan mengenai suku bangsa sendiri dan suku-suku bangsa lainnya yang hidup bersama-sama dalam sebuah masyarakat akan memunculkan keyakinan-keyakinan mengenai 7 . Masalah-Masalah Terkait Pluralitas Bangsa Indonesia Konsekuensi dari pluralitas atau heterogenitas masyarakat Indonesia adalah potensi terjadinya konflik atau integrasi. adalah sebuah masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsa. atau yang selama beberapa generasi menempati suatu wilayah. Masyarakat suku bangsa ini. Dalam interaksi antar-anggota masyarakat yang berbeda suku bangsa itu akan muncul jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan masing-masing yang diakui oleh anggota masyarakat dari suatu suku bangsa maupun oleh anggota masyarakat suku bangsa lainnya dalam interaksi yang terjadi. Sebuah masyarakat yang anggota-anggotanya secara langsung atau tidak langsung berasal dari satu keturunan yang sama. Acuan jati diri suku bangsa adalah kebudayaan suku bangsa yang terwujud dalam bentuk atribut-atribut yang menjadi ciri-ciri dari suku bangsa masingmasing pelaku dalam suatu interaksi. Dalam masyarakat luas yang heterogen atau majemuk. kebudayaan masing-masing suku bangsa berisikan keyakinan-keyakinan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa dan mencakup juga pengetahuan mengenai diri atau suku bangsa sendiri yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. Perbedaan atau pertentangan dengan suku bangsa lainnya itu—secara sadar atau tidak sadar— memunculkan keberadaan jati diri suku bangsa sendiri dan jati diri suku-suku bangsa lainnya.b. sama halnya dengan keluarga atau kelompok kekerabatan.

Jatiman mengemukakan bahwa akar dari bangsa Indonesia adalah satuan sosial atau kelompok yang berbeda-beda dalam suku bangsa. Dari sejumlah pengalaman yang terbatas itu. Padahal. Hukum merupakan aturan yang menjadi pedoman hidup seseorang atau 8 . Demikianlah pengetahuan itu disebut stereotip. Konsep-konsep ini disebut stereotip (stereotype). Pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang atau sejumlah anggota masyarakat suku bangsa mengenai sesuatu suku bangsa tersebut kemudian disebarluaskan kepada sesama anggota masyarakat sehingga pengetahuan yang sifatnya terbatas mengenai ciri-ciri sesuatu suku bangsa tersebut menjadi sebuah pengetahuan yang bersifat umum dan baku yang diyakini kebenarannya. Oleh sebab itulah maka permasalahan integrasi nasional berkaitan dengan konflik dalam hal SARA.kebenaran yang subjektif terkait dengan pengetahuan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa lainnya itu. Namun lebih jauh dikemukakan bahwa permasalahan yang sesungguhnya bukan hanya itu melainkan juga kesepakatan bangsa tentang keberadaan Pancasila dan UUD 1945 sebagai cita-cita. Kebudayaan yang beragam itu menyebabkan sistem hukum yang ada juga beragam. Sebuah stereotip mengenai sesuatu suku bangsa biasanya muncul dari pengalaman seseorang atau sejumlah orang dalam berhubungan dengan para pelaku dari suku bangsa itu. di samping hukum negara dan hukum internasional. pengetahuan itu amat terbatas dan subjektif karena berisikan interpretasi dari pengalaman si pelaku sendiri yang terbatas jumlah dan ruang lingkupnya tetapi kemudian digeneralisasi sebagai ciri-ciri dari sesuatu suku bangsa tersebut. dan stereotip dapat berkembang menjadi prasangka (prejudice). sebenarnya. Kemajemukan budaya melahirkan kemajemukan hukum. agama dan ras (SARA). mengingat bahwa integrasi bangsa Indonesia dilandasi oleh kesamaan nasib dan kesamaan cita yang kemudian secara konkret dituangkan dalam Pancasila dan UUD 1945. 2005: 3—6. (Suparlan. muncullah pengetahuan yang diyakini kebenarannya dan menjadi bagian dari kebudayaan suku bangsa tertentu. Pengetahuan anggota masyarakat suatu suku bangsa terhadap suatu suku bangsa lainnya berisikan konsep-konsep yang sering kali digunakan sebagai acuan dalam menghadapi anggota-anggota suku-suku bangsa lainnya itu.) Berkaitan dengan permasalahan masyarakat Indonesia yang majemuk. lapisan dan golongan melahirkan keberagaman kebudayaan pula. mengingat hukum merupakan aspek kebudayaan yang memiliki fungsi sebagai pedoman bertingkah laku dan fungsi kontrol sosial. Kemajemukan masyarakat Indonesia dengan keberagaman kelompok. yang dipahami dengan mengacu pada kebudayaannya. yaitu pengetahuan mengenai ciri-ciri suku bangsa itu.

Sebagai contoh. bahkan ras dan golongan. antara lain: 1) latar belakang sejarah bangsa. yaitu klen (clan). Aturan tersebut antara lain adalah aturan adat. Ketiga pedoman perilaku di atas merupakan pemberi dasar kehidupan kesatuan bangsa dan kemajemukan masyarakat Indonesia.suatu masyarakat. misalnya kebijakan politik. Ketiganya juga menjadi pertimbangan utama dalam sistem pengelolaan konflik. Orientasi nilai ini sangat ditentukan oleh pranatapranata primordial dan ikatan kekerabatan yang dijaga melalui mitos-mitos lama. 3. dan daerah asal. yakni kewajiban-kewajiban yang oleh orangorang Maluku Tengah diakui dan harus dipenuhi berdasarkan perjanjian di antara nenek moyang mereka di masa lalu. Aturan adat ialah orientasi nilai. Faktor-faktor Pemersatu Bangsa Indonesia Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan perekat atau pemersatu bangsa. Aturan adat hanya dapat hidup pada perangkat sosial yang paling dasar. dan soa di Maluku Tengah (Ihromi. seperti suku di Minang. melainkan oleh kesamaan keyakinan religius yang melintasi dan meniadakan perbedaan asal-usul. Aturan agama tidak ditentukan oleh pranata kekerabatan. dan aturan nasional. persilangan darah. Aturan nasional merupakan produk dari pranata politik nasional. sosial. Hal ini disebabkan mobilitas sosial yang berbeda di dalam seting persekutuan hidup tertentu. yaitu persamaan nenek moyang. di Maluku Tengah ada aturan adat yang dinamakan pela. 3) simbol-simbol atau 9 . kebijakan ekonomi. atau norma/pedoman hidup yang mengatur bagaimana masyarakat adat berperilaku. Biasanya aturan ini dikembangkan dalam bentuk produk hukum formal yang mencakup masalah ekonomi. marga di Tapanuli. 1986: 4—7). 2) Pancasila dan UUD 1945. yang di dalamnya ditentukan bahwa para warga klen atau negeri itu dan keturunannya akan selalu saling membantu dan mereka tidak boleh mengadakan hubungan perkawinan. dan peraturan perundangundangan. Masalah integrasi dan konflik merupakan konsekuensi dari suatu masyarakat yang majemuk. Perjanjian itu biasanya dibuat antara dua klen atau negeri. aturan agama. Hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor pemersatu bangsa Indonesia sebagaimana diuraikan berikut ini. Masyarakat memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda kepada ketiga orientasi nilai tersebut. politik dan budaya.

Lembaga (institute) adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. yang mempunyai bahasa kesatuan. organisasi atau wadah). Sebagaimana telah dikemukakan. dilakukan upaya-upaya untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak. Di antara 10 . dan 4) kebudayaan nasional. ―pranata‖ adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. Berbeda dengan istilah ―lembaga‖ (dalam arti sebagai institusi. Faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan saling terkait satu sama lain sebagai landasan bagi tumbuhnya jati diri bangsa. yaitu negara Republik Indonesia. dan satu negara. dan tata krama.lambang-lambang persatuan bangsa. Bangsa Indonesia yang terbentuk itu berusaha dengan kuat. Dalam proses perjalanan bangsa Indonesia yang berjuang untuk menjadi bangsa yang merdeka dan kemudian membangun bangsanya. Lembaga dengan aturan-aturan di dalamnya itu terdapat di setiap kehidupan kelompok masyarakat. kebiasaan. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia secara garis besar diawali dengan timbulnya kesadaran rakyat untuk menjadi bangsa. Keseimbangan tersebut diwujudkan dalam bentuk lembaga atau pranata (institutions) yang merupakan aturan-aturan. a. Di samping itu. Latar Belakang Sejarah Bangsa Indonesia Terbentuknya Negara Indonesia (state building) terjadi melalui suatu proses panjang sejarah pembentukan Bangsa Indonesia (nation building) terlebih dahulu. individu-individu dalam suatu masyarakat banyak melakukan tindakan dalam berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. yaitu sebagai pendukung dari negara. yaitu bahasa Indonesia. seluruh rakyat Indonesia yang berada di dalam negara Indonesia berjuang untuk mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyatnya (Simbolon. Dalam menjalankan kehidupannya. Setelah merdeka. Kata bangsa di sini ialah bangsa dalam arti politis (kenegaraan). Indonesia merupakan kumpulan suku bangsa dalam satu kesatuan. yaitu bangsa Indonesia. baik yang formal seperti undang-undang atau peraturan. Dalam hal ini lembaga berfungsi sebagai pengatur hubungan antarmanusia. berjuang membentuk Negara Indonesia merdeka. maupun yang informal seperti adat. keberadaan faktor-faktor itu perlu selalu dijaga untuk dapat tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 1995: xviii—xix).

Waktu itu dataran Sunda masih merupakan daratan. Filipina. Pranata atau lembaga dalam rangkaian upaya tersebut di atas ada di setiap tahap pembentukan bangsa Indonesia. 1981: 2—20). baik pada kondisi masyarakat yang masih sederhana maupun yang sudah kompleks. Taiwan. Tahap awal pembentukan bangsa Indonesia dimulai dengan tahap persebaran penduduk ke Indonesia pada masa prasejarah. pendudukan Jepang. Asia Tenggara merupakan bagian benua dan bagian kepulauan yang masih bersambung menjadi satu. Sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu berinteraksi menurut pola-pola resmi. Sumatera. dan masuk ke Sulawesi (sampai ke Sulawesi Selatan). bukan lembaga (institute) (Koentjaraningrat. berdasarkan penelitian terhadap fosil-fosil yang ditemukan antara lain di beberapa desa di daerah lembah Bengawan Solo. yang datang dari berbagai tempat (Koentjaraningrat. Ketika itu Papua masih menjadi satu dengan benua Australia. maka daerah Sulawesi Selatan dapat dianggap sebagai tempat perpaduan antara berbagai macam pengaruh kebudayaan dan percampuran antara berbagai ras manusia. Di samping pengaruh dari ras Austro-Melanosoid. pendudukan VOC dan penjajahan Belanda. dan Sulawesi Selatan. sebelum orang kulit putih menduduki benua itu) yang menyebar ke Papua. ternyata manusia Indonesia tertua sudah ada kira-kira satu juta tahun yang lalu. kerajaan-kerajaan Islam. Ras Mongoloid berasal dari Asia Timur yang menyebar ke selatan melalui kepulauan Ryukyu. dan masa kemerdekaan. Selain di Papua. kedatangan Portugis. 11 . dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata (bahasa Inggris institution). Dalam sejarah persebaran penduduk ke Indonesia. Mengingat manusia Austro-Melanosoid juga masuk sampai ke Sulawesi Selatan. 2002: 162—171). Persebaran manusia yang masuk ke Indonesia merupakan manusia dengan ciri-ciri Austro-Melanosoid (ciri-ciri ras penduduk pribumi Australia.semua tindakannya yang berpola tadi. ada yang merupakan tindakan-tindakan yang dilakukannya menurut pola-pola yang tidak resmi. manusia Austro-Melanosoid juga berada di Jawa. dan terpisah ketika jaman es keempat berakhir. Tahap berikutnya—secara berturutturut— ialah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Pranata yang terkait dengan rangkaian upaya mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak selalu ada di setiap masyarakat. yang kemudian dalam tahap selanjutnya akan membentuk negara Indonesia. dan ada yang menurut pola-pola yang resmi. manusia Indonesia juga dipengaruhi oleh ras Mongoloid. Sangir.

Kebudayaannya masih merupakan kebudayaan batu (neolithicum). sifat kekuasaan lokal Nusantara tersebut terpusat di tangan raja. Hal ini berakibat pada rendahnya tingkat kelembagaan dan 12 . Bogor. kerajaan-kerajaan yang disebut dalam tulisan-tulisan pada batu-batu tadi merupakan kerajaankerajaan Indonesia asli. sekitar 2000 tahun yang lalu. Tahap kerajaan-kerajaan Islam juga memberikan pengaruh kepada kebudayaan Indonesia.‖ Tahap kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Kerajaan-kerajaan Islam muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam melalui hubungan perdagangan. Tahap kekuasaan lokal Nusantara di atas merupakan kekuasaan raja-raja sebelum kedatangan bangsa-bangsa Barat. yang datang sekitar 3000 tahun lalu. yang hidup makmur berkat perdagangan dengan negara-negara di India Selatan. Mereka dikenal sebagai ras Melayu. sekitar abad IV Masehi. Dua gelombang terpenting adalah Proto-Melayu. Kerajaan Islam di Nusantara yang dipengaruhi oleh kerajaan atau kesultanan Islam di tanah Arab ialah—antara lain—Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Menurut beberapa penafsiran dari fakta sejarah yang ada.Catatan sejarah lainnya menjelaskan bahwa persebaran penduduk Indonesia. dan Deutro-Melayu. Berbeda dengan Proto-Melayu. Catatan sejarah kerajaan Hindu diperoleh dari batu-batu bertulis yang ada di Jawa Barat. baik yang dipengaruhi oleh Hindu-Buddha maupun Islam. Para penyebar dakwah atau mubaligh mengajarkan agama Islam kepada para pedagang penduduk asli yang kemudian menyebarkannya kepada penduduk lainnya. memberikan pengaruh kepada kebudayaan bangsa Indonesia. serta Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku. dan di pantai Kalimantan Timur. Penduduk Indonesia atau masyarakat Nusantara pada waktu itu diperintah oleh raja-raja. Proto-Melayu (Melayu-Polynesia) tersebar dari Madagaskar sampai ke Pasifik Timur. sebagai ciri ―bhinneka tunggal ika. Menurut ahli sejarah purbakala Indonesia. Kutai. Ciri pokoknya adalah pembauran manusia dari berbagai ras dan daerah asal. daerah Muara Kaman. Persebaran penduduk melalui proses rumit dan perjalanan panjang melalui berbagai wilayah di dunia tersebut di atas menjadi awal terbentuknya penduduk Indonesia. Raja-rajanya mengadopsi konsep-konsep Hindu dengan cara mengundang ahliahli dan orang-orang pandai dari golongan Brahmana (pendeta) di India Selatan yang beragama Wisnu dan Brahma. atau rakyat kerajaan kuno Nusantara berasal dari daerah Cina Selatan (propinsi Yunan). Deutro-Melayu sudah membawa kebudayaan besi. di daerah sungai Cisadane. yang datang secara bergelombang. Kerajaan Mataram di Jawa.

Politik etis merupakan kebijakan pemerintahan kolonial Belanda yang seolah-olah memberikan kebaikan-kebaikan kepada bangsa Indonesia sebagai tanda balas budi. Proses pembentukan bangsa Indonesia tersebut merupakan salah satu ciri dari suatu proses yang disebut unintended consequences. Ini terjadi karena masyarakat Indonesia bukanlah peralatan otomatis yang reaksinya selalu dapat diperhitungkan oleh penggunanya (Simbolon. baik tindakan-tindakan yang dicita-citakan dan direncanakan. Akibat perang di Eropa. 1995: xxii). Dalam masa penjajahan Belanda. Hal ini tentu tidak diinginkan dan tidak diduga oleh Belanda yang ingin tetap bertahan sebagai penguasa kolonial di Nusantara. maupun yang tidak. 1995: 6— 32). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli (dr. pemerintah kolonial Belanda selalu berupaya menanamkan pengaruhnya kepada para penguasa pribumi melalui birokrasi dan melalui pendidikan bagi generasi penerus para 13 . Douwes Dekker).kepastian. perlakuan-perlakuan kolonial terhadap bangsa Indonesia justru menjadi pemicu munculnya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia. kekuasaan atas Indonesia pernah diambil alih oleh Inggris (1811—1816). Namun sesungguhnya hal itu dilakukan dalam rangka mempertahankan statusnya sebagai penguasa di tanah jajahan. Dua peristiwa bersejarah yang menunjukkan adanya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia yang ingin merdeka dari penjajahan yang terjadi antara tahun 1899 sampai 1942 ialah Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). serta kerasnya penggunaan kekuasaan yang ada bahkan menimbulkan peristiwa berdarah sehingga pada akhirnya kekuasaan raja-raja tersebut runtuh (Simbolon. Tahap setelah kekuasaan raja-raja di Nusantara adalah tahap kolonialisasi atau tahap pejajahan bangsa Indonesia oleh VOC (1602—1800) yang diteruskan oleh Belanda (1800— 1942). Dalam melakukan politik etis untuk mempertahankan kekuasaannya. dan Jepang (1942—1945). Istilah ini dapat diartikan sebagai terjadinya akibat yang tidak diperhitungkan dari tindakan yang dilakukan terhadap suatu susunan kehidupan. Dalam hal ini pengembangan kebangsaan Indonesia merupakan akibat yang tidak diperhitungkan oleh penguasa kolonial terhadap susunan kehidupan masyarakat yang kini disebut sebagai bangsa Indonesia. Masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia dari 1602—1945 itu juga merupakan proses panjang pembentukan bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku bangsa.

Para pemuda dari kalangan elit itu dididik oleh Belanda untuk menjadi penguasa yang mengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda. Jakarta. 14 . Ikatan solidaritas ini terus berkembang menjadi suatu semangat persatuan sebagai satu bangsa yang menginginkan kemerdekaannya. ‗Yang paling 3 Sardjono Jatiman. tidak hanya yang berada di Pulau Jawa. ―Integrasi Bangsa: Antara Kesepakatan Normatif dan Kenyataan Empirik. Depok. baik pemerintah maupun swasta. Tanggal 17 merupakan tanggal yang sengaja dipilih Bung Karno dengan alasan tertentu sebagaimana terungkap dalam dialog antara Bung Karno dengan para pemuda yang menculik dan membawanya ke Rengasdengklok: ―Dengan suara rendah ia (Bung Karno) mulai berbicara. dan Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. yang bergerak di bidang pemerintahan maupun pendidikan. Melalui interaksi itu tumbuhlah benih-benih solidaritas baru yaitu perasaan senasib sebagai bangsa yang terjajah. tetapi juga yang di negeri Belanda. yang dirumuskan dalam satu kesepakatan dalam bentuk ikrar bahwa mereka: ―Bertumpah darah satu Indonesia. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56. Mereka dididik di berbagai lembaga pendidikan Belanda. 16—17 Januari 1996. Kebangkitan Bangsa dan Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menandai kelahiran bangsa Indonesia dari berbagai suku bangsa melalui kesepakatan normatif.3 Bangsa Indonesia menghadapi babak baru dalam sejarah perjuangan bangsa yang dimulai dari masa pembentukan bangsa sampai masa pembentukan Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Hal yang sama juga memunculkan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Tanpa disadari.‖ makalah yang disampaikan pada Seminar Nasional Tinjauan Kritikal tentang Integrasi Bangsa.penguasa. yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berbangsa satu Indonesia. yaitu semangat persatuan yang berkembang dari berbagai suku bangsa yang saling berinteraksi. Di dalam institusi pendidikan terjadi interaksi yang intensif antara pemuda-pemuda yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Interaksi ini terjadi terutama di dalam berbagai institusi buatan Belanda.‖ Solidaritas yang menumbuhkan semangat persatuan ini melahirkan cita-cita membangun bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. baik di Indonesia—yang umumnya dipusatkan di Pulau Jawa—maupun di Negeri Belanda. Belanda telah mendorong dan menciptakan ruang gerak terjadinya interaksi antar-berbagai suku bangsa melalui interaksi antarpemuda dari kalangan elit suku bangsa. Keadaan itulah yang mendorong Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh lahirnya kelompok kebangsaan Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei tahun 1908.

yang dibentuk untuk melanjutkan tugas Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI. oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia‘‖ (Hardi. Tanggal 17 besok hari Jumat. Tanggal 17 adalah angka suci. yang menyebabkan Jepang menyerah kepada sekutu. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai) Indonesia menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. sedangkan pembentukannya secara resmi adalah pada tanggal 12 Agustus 1945). maka Indonesia memanfaatkan keadaan dengan memproklamasikan kemerdekaannya. Namun setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945. Melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI.penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. PPKI dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1945 (bukan 7 Agustus 1945 karena pada tanggal 7 Agustus 1945 yang terjadi hanyalah pemberian izin oleh pemerintahan Jepang di Tokyo untuk mendirikan PPKI. 2004: 1—13). mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. sedangkan PPKI dibentuk untuk menyatakan atau mengesahkan kemerdekaan dan melakukan peralihan kekuasaan dari negara jajahan menjadi negara merdeka (Kusuma. ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tahap perkembangan bangsa Indonesia selanjutnya adalah tahap mengisi kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Soekarno dan Moh. hari Jumat itu Jumat legi. Penjajahan terhadap bangsa Indonesia berhasil diakhiri dengan proklamasi kemerdekaaan yang memanfaatkan keadaan setelah Jepang dibom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di atas kota Hiroshima. Negara Indonesia yang masih baru itu masih mengalami berbagai ujian untuk mempertahankan kemerdekaannya itu. namun diambil alih oleh Jepang karena Belanda yang bergabung dengan sekutu-sekutunya 15 . Setelah bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Kerajaan Belanda ketika itu ingin menjajah kembali Indonesia dengan alasan Indonesia dulunya adalah bagian sah dari kerajaan Belanda. 1984: 61). bahwa itu adalah saat yang baik. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan. Tugas BPUPKI adalah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Dasar guna menyongsong kemerdekaan. PPKI adalah panitia baru. Hatta. orang Islam sembahyang 17 rakaat. Jumat suci. AlQur'an diturunkan tanggal 17. waktu kita semua berpuasa. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai) yang sebelumnya telah dibentuk pada 29 April 1945. … Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal. Jumat yang berbahagia. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku. Setelah melalui tahap pembentukan bangsa dan tahap pembentukan negara.

telah kalah perang dengan Jepang pada tahun 1941. Dalam kenyataannya persoalan Pancasila 16 . yaitu Pancasila dan UUD 1945. yaitu NKRI diubah menjadi NRIS berdasarkan Konstitusi RIS 1949 pada tanggal 29 Desember 1949. dan hukum. merupakan hukum dasar yang mengatur prinsip-prinsip dan mekanisme ketatanegaraan untuk menjamin demokrasi. Setelah proklamasi dan masa transisi sampai tahun 1949. Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar pemersatu dan pengikat untuk menjamin keberlangsungan integrasi dan demokrasi di Negara Indonesia. maka Belanda mengklaim bahwa Indonesia secara hukum internasional kembali menjadi bagian dari kerajaan Belanda. Dengan demikian Pancasila merupakan kaidah-kaidah penuntun dalam kehidupan sosial. mulailah masa Demokrasi Liberal (1950—1959). Dengan kata lain. b. UUD 1945. Pada perkembangan selanjutnya. Namun pengakuan itu disertai syarat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diubah menjadi Negara Republik Indonesia Serikat. Setelah syarat dipenuhi. 2009: 120-122). dan ‗perang‘ diplomasi melalui perundingan-perundingan antar pemerintah kedua negara. Orde Baru (1966—1998). Pancasila dan UUD 1945 Persatuan suku-suku bangsa menjadi bangsa Indonesia dalam suatu negara memerlukan dasar dan ideologi negara sebagai landasan berbangsa dan bernegara. maka sejak itu secara de jure Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. yang mencantumkan Pancasila dalam bagian pembukaaannya. sampai akhirnya dicapai persetujuan melakukan Perjanjian Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI. dan juga memasang rambu-rambu untuk menjaga keutuhan bangsa. dan era Reformasi (1998—sekarang) Proses pembentukan Negara dan hal-hal yang berhubungan dengan negara akan diuraikan lebih lanjut dalam bab II mengenai negara Indonesia. bukan 17 Agustus 1945 (Mahfud. Mengingat pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. yang secara berturut-turut diikuti oleh era Demokrasi Terpimpin— yang kemudian disebut Orde Lama—(1959—1965). politik. dengan kekalahan Jepang dalam perang Pasifik pada tahun 1945. Indonesia baru berhasil mempertahankan kemerdekaannya setelah melalui berbagai upaya seperti perang yang disebut revolusi kemerdekaan sebagai perang konvensional. maka keberadaannya harus dipertahankan dan butir-butir muatannya diamalkan agar kelangsungan dan keutuhan bangsa dan negara tetap terjaga.

Kekuasaan eksekutif. Semua lembaga kekuasaan negara tersebut harus bekerja secara sinergis. dan kekuasaan dari lembaga legislatif yang melakukannya secara politik melalui pembentukan undang-undang. dan politis. yang juga menjamin integrasi bangsa dan negara. yuridis. Sebagai dasar dan ideologi negara. melalui peradilan melawan setiap gerakan disintegratif. Secara filosofis. yakni aspek filosofis. Demikian pula dengan kekuasaan lainnya yaitu yudikatif. mulai dari hukum yang hierarkinya paling atas sampai dengan yang paling bawah. Secara politis. Pancasila merupakan dasar keyakinan tentang masyarakat yang dicita-citakan serta dasar bagi penyelenggaraan negara yang dikristalisasikan dari nilai-nilai yang telah tumbuh dan berkembang serta berakar jauh dari kehidupan leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia. namun banyak persoalan atau kendala dalam pengamalannya yang terkait dengan kondisi dan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila dipandang sebagai kesepakatan luhur (modus vivendi) yang mempersatukan semua ikatan primordial ke dalam satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dalam prinsip persatuan. selain menjalankan roda pemerintahan. Pancasila dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga aspek.bukan hanya masalah menghapal lima butir Pancasila. Selain Pancasila. 17 . Oleh sebab itu hukum di Indonesia harus berdasar pada Pancasila. UUD 1945 juga merupakan perekat integrasi dan pengawal demokrasi di Indonesia. Secara yuridis. Lembaga-lembaga kekuasaan itu adalah kekuasaan kehakiman yang mengawal hukum bagi setiap perbuatan pemerintah dan rakyat yang mengancam integrasi atau mengancam tatanan dan aturan main. juga mengawal negara menghadapi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa melalui kekuatan pertahanan dan keamanan. Isi hukum konsisten atau sesuai dengan Pancasila. UUD 1945 memuat dasar aturan politik mengenai mekanisme ketatanegaraan yang demokratis. Pancasila merupakan cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia. Hal itu diwujudkan antara lain melalui pemilihan umum (pemilu) yaitu pemilihan pejabat-pejabat publik tertentu secara jujur dan adil dan melalui pengawasan dan perimbangan (checks and balances) antar-lembaga-lembaga kekuasaan. Pasal ini juga dipagari oleh pasal lainnya yaitu Pasal 18 dan Pasal 37 ayat (5). 1) Pasal 1 ayat (1) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Beberapa muatan dari UUD 1945 yang mengikat bangsa dalam kesatuan bangsa Indonesia adalah yang berikut.

Demokrasi harus berjalan di atas prosedur hukum dengan segala falsafah dan tata urut perundangundangan yang mendasarinya. Ancaman terhadap ketahanan nasional atau disintegrasi bangsa dapat berasal dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri. dan gangguan. setiap kegiatan bangsa dan negara haruslah berdasarkan hukum (nomokrasi). Namun ketahanan nasional merupakan salah satu saja dari sekurangkurangnya tiga syarat berlangsungnya Negara Kebangsaan. Contoh ancaman dari dalam negeri ialah kesenjangan taraf hidup masyarakat yang masih 18 . yang sekarang tidak lagi membedakan orang Indonesia asli dan yang tidak asli.2) Pasal 1 ayat (2) menegaskan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. tantangan. terutama kaum muda. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan pembangunan nasional‖ (Sunardi. Perbedaan tersebut hanya menunjukkan latar belakang sejarah tetapi tidak untuk membedakan hak dan kewajiban secara diskriminatif. Demokrasi tanpa nomokrasi dapat menjadi anarki dan dapat mengancam integrasi bangsa. Menurut Sunardi. yang melanda masyarakat Indonesia. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Contoh ancaman dari luar ialah westernisasi atau ―pembaratan‖ yaitu masuknya nilai-nilai budaya Barat yang belum tentu sehat dan sesuai dengan budaya Indonesia. secara langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas. dan ketahanan (Mahmud MD. hambatan. 4) Pasal 26 mengatur mengenai warga negara dan penduduk. 3) Pasal 1 ayat (3) menegaskan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. ketahanan nasional adalah ―kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala macam ancaman. yaitu kedaulatan. Bagaimana mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 juga menyangkut ketahanan nasional bangsa Indonesia. 5) Pasal 30 mengatur tugas pertahanan dan keamanan yang masing-masing dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap ancaman dari luar maupun perpecahan di dalam negeri. Ketahanan nasional diperlukan agar Negara Indonesia sebagai Negara Kebangsaan dapat berlangsung. Artinya. yang menunjukkan bahwa sebagai negara kebangsaan Indonesia menganut prinsip dan sistem demokrasi. indentitas. nasionalisme. 2009: 40—54). 2004: 190—195).

c. korupsi yang merajalela. dan Lambang Negara. dan Lambang Negara. bahasa. Demikian pula dalam bernegara. rasa keterikatan. Bahasa. kesatuan dalam keragaman budaya. manusia juga disebut manusia budaya yang dengan kegiatan akalnya dapat mengubah dan bahkan menciptakan realitas dengan menggunakan sistem perlambangan. dan lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖. bahasa nasional. serta Lagu Kebangsaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan Pasal 36B (mengenai lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖) dan dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Umpamanya. solidaritas dan identitas anggota masyarakatnya dijaga sebagai satu kesatuan bangsa dan negara dengan menggunakan simbolsimbol atau lambang-lambang persatuan. serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu. Artinya. identitas. 19 . Penggunaan lambang-lambang persatuan negara itu diatur dalam UUD 1945: Pasal 35 (mengenai Bendera Merah Putih). Lambang-lambang tersebut merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. Pasal 36A (mengenai lambang negara Garuda Pancasila). Universitas Indonesia menggunakan makara sebagai lambang yang mempunyai makna khusus di samping sebagai salah satu identitas sebagai suatu perguruan tinggi. serta Lagu Kebangsaan. seperti manusia sebagai insan akali dan makhluk sosial. pertentangan antarkelompok. Pasal 36 (mengenai Bahasa Indonesia). lambang negara. dalam kehidupan sebagai manusia kita tidak terlepas dari simbol-simbol atau lambanglambang. dan lemahnya penegakan hukum. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035). misalnya bahasa atau lambang-lambang tertentu lainnya. dikemukakan bahwa bendera. Simbol-simbol/Lambang-lambang Persatuan Bangsa Di samping berbagai istilah yang dikenakan kepada diri manusia. dan lambang negara. Beberapa lambang persatuan itu adalah bendera merah putih.tinggi.4 4 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009. Bahasa. dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

seorang antropolog Inggris. Oleh karena itu.d. yang dalam skala tertentu dapat menimbulkan primordalisme. kebudayaan harus memiliki kemampuan untuk berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan baru. dan sikap stereotip etnik terhadap suku bangsa atau kelompok lainnya. yang pada tahun 1871 mendefinisikan kebudayaan sebagai: 20 . terutama melalui sarana bahasa. entnosentrisme. (Haviland. untuk menjaga keutuhan persatuan bangsa dalam Negara Republik Indonesia. Dalam kebudayaan yang beragam itu tentu dapat muncul loyalitas terhadap suku bangsa atau kelompok. dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas pada suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu. kepercayaan-kepercayaan. dan kebudayaan mengatur bagaimana masyarakatnya itu berperilaku. Dalam hal ini kebudayaan harus dimiliki bersama dan digunakan untuk menemukan keseimbangan antara kepentingan pribadi masing-masing orang dan kebutuhan masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Akhirnya. Oleh karena itu kelestarian kebudayaan harus dipelihara sehingga kebudayaan dapat mengatur anggota-anggota masyarakatnya untuk dapat hidup secara teratur. kebudayaan mempunyai arti yang beragam. yang tercermin dalam perilakunya. dan kelompok yang melahirkan kebudayaan yang beragam pula. (1) Konsep Kebudayaan Secara konseptual. Salah satu di antaranya ialah Sir Edward Burnett Tylor. Unsur-unsur yang ada pada kebudayaan berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terpadu atau terintegrasi. kebudayaan ada dalam berbagai aspek kehidupan yang meliputi cara-cara berlaku. Kebudayaan Nasional Pluralitas bangsa Indonesia bukan hanya keanekaan suku bangsanya saja. Dengan kata lain. sikap-sikap. Kebudayaan ada untuk menangani masalah dan persoalan yang dihadapi suatu masyarakat. Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis melainkan harus dipelajari. Semua itu adalah milik bersama para anggota masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat diharapkan melakukan perbuatan yang sesuai dengan kebudayaannya itu. Keberadaan kebudayaan tidak terlepas dari adanya suatu masyarakat karena masyarakat merupakan pendukung dari kebudayaan. 1995: 331—342.) Konsep kebudayaan muncul dan dikembangkan oleh para ahli antropologi menjelang akhir abad XIX. kebudayaan nasional mempunyai arti penting sebagai perekat rasa persatuan sebagai satu bangsa dan negara. melainkan juga keragaman agama. pelapisan sosial.

merasakan dan bertindak‖ (Ranjabar. L. Koentjaraningrat (2002: 179—185) mendefinisikan kebudayaan yang didasarkan pada pemikiran mengenai sistem tindakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kebudayaan terdiri atas segala sesuatu yang dipelajari oleh pola-pola perilaku yang normatif. tindakan. Istilah Inggris culture berasal dari kata Latin colere yang berarti ‗mengolah‘ atau ‗mengerjakan‘. Radcliffe-Brown (1881-1955). mendefinisikan kebudayaan sebagai ―seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat yang kalau— dilaksanakan oleh para anggotanya—melahirkan perilaku yang oleh mereka dipandang layak dan dapat diterima. 1995: 331—342). moral. kesenian. adatistiadat. Oleh karena itu kebudayaan didefinisikan sebagai ―keseluruhan sistem gagasan. sebagai aspek yang penting.‖ Definisi kebudayaan tersebut antara lain dikemukakan oleh Malinowski (1961) dalam karya-karyanya mengenai kebutuhan-kebutuhan manusia dan pemenuhannya 21 . Istilah ini berkembang artinya sebagai ―segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam. Kroeber dan Clyde Kluckhohn.―kompleks yang mencakup pengetahuan. mendefinisikan kebudayaan modern sebagai ―seperangkat peraturan standar yang—apabila dipenuhi oleh para anggota masyarakat—menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh para anggotanya. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. 2006: 21). B. kepercayaan.‖ Dapat dikatakan pula bahwa ―kebudayaan adalah sebuah pedoman menyeluruh bagi kehidupan sebuah masyarakat dan para warganya. artinya mencakup segala cara atau pola berpikir. kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. Secara etimologis kata kebudayaan berasal dari kata buddhaya (bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti ‗budi‘ atau ‗akal‘ dalam bahasa Sansekerta). Pada tahun 1950-an. R. selama manusia hidup.‖ Definisi kebudayaan lain adalah ―sebagai pedoman bagi kehidupan manusia yang secara bersama dimiliki oleh para warga sebuah masyarakat. Tylor tersebut di atas. dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat atau dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. sehingga harus dibiasakan melalui proses belajar. terutama mengolah tanah atau ‗bertani‘.‖ Masyarakat di sini didefinisikan sebagai ―sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu dan yang bersama-sama memiliki tradisi kebudayaan yang sama‖ (Haviland. Sistem tindakan itu tidak terkandung di dalam gen manusia. A. hukum.‖ Definisi tersebut sejalan dengan yang dikemukakan E. Dengan demikian.

Disarankan agar unsur-unsur puncak (dalam arti ‗yang paling‘) dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan unsur-unsur warisan nenek moyang dijadikan sebagai isi kebudayaan nasional. Tindakan itu dapat berbentuk dorongan atau motivasi bagi pemenuhan kebutuhan maupun sebagai tanggapan-tanggapan (response) atas rangsangan (stimuli) dari lingkungannya. dan metode-metode dipilih secara selektif. Kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah fungsional dalam struktur kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. dan bukan hanya pada tingkat gejala sebagai tingkat kelakuan atau hasil kelakuan sebagaimana didefinisikan oleh Koentjaraningrat. yang mengemukakan bahwa kebudayaan nasional harus unik. dan bermutu tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan setiap warga bangsa Indonesia akan perasaan bangga terhadap bangsanya sendiri dan menjadi identitas nasionalnya. mana yang paling sesuai sebagai acuan bagi para pemilik kebudayaan dalam menghadapi lingkungannya. Dalam pada itu Geertz (1973) melihat kebudayaan sebagai sistem-sistem makna.melalui fungsi dan pola-pola kebudayaan. Kebudayaan yang demikian merupakan sistem-sistem acuan yang ada pada berbagai tingkat pengetahuan dan kesadaran. Salah satu tokohnya adalah Ki Hajar Dewantara. Golongan yang pertama menyatakan bahwa suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah. dan metode-metode yang diyakini kebenarannya oleh warga masyarakat pemiliknya. beberapa cendekiawan mempunyai gagasan berbeda. Kluckhon (1944) melihat kebudayaan sebagai blue print bagi kehidupan manusia. konsep-konsep. Dalam perspektif tersebut kebudayaan terdiri atas konsep-konsep. teori-teori. yang dapat dikelompokkan dalam dua golongan. teori-teori. Kebudayaan merupakan acuan bagi manusia dalam berhubungan/berinteraksi dan mengidentifikasi berbagai gejala sebagai kategori-kategori yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya tersebut (Koentjaraningrat. (2) Gagasan Kebudayaan Nasional Mengenai Kebudayaan Nasional (dalam konteks Indonesia). Pilihan selektif itu digunakan untuk menginterpretasi dan memanfaatkan lingkungan beserta isinya dalam bentuk tindakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai manusia. Sebagai sistem-sistem acuan. berkepribadian khas. 22 . 2002: 179—185).

Golongan yang kedua menyarankan suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia baru. 1987a). Gagasan kebudayaan nasional dari golongan pertama memenuhi fungsi pertama. identitas nasional dapat dikuatkan oleh hasil-hasil karya unik yang dapat dibanggakan sebagai hasil karya bangsanya (Koentjaraningrat. sebenarnya gagasan dari dua golongan cendekiawan di atas saling melengkapi untuk memenuhi kedua fungsi tadi. Oleh karena itu. angklung. Yang perlu diperhatikan adalah upaya pengembangan kebudayaan nasional tidak hanya menyangkut pengembangan unsur-unsur bagian kebudayaan saja. Oleh karena itu unsur-unsur dari kebudayaan nasional tidak dapat diambil dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah atau dari warisan nenek-moyang. Sistem nilai budaya merupakan inti dari suatu kebudayaan (yang dianggap bernilai tinggi) yang menjiwai semua pedoman yang mengatur tingkah laku warga kebudayaan yang bersangkutan. gamelan. suatu kebudayaan nasional mempunyai dua fungsi yaitu 1) memperkuat rasa identitas nasional warga suatu bangsa atau negara dan 2) memperluas rasa solidaritas nasional warga suatu bangsa atau negara. Contoh kebudayaan nasional yang berasal dari puncak-puncak kebudayaan daerah antara lain adalah Borobudur. karapan sapi. Secara teoretis. Gagasannya adalah kebudayaan nasional Indonesia harus dipahami setiap warga Indonesia. Erikson. tetapi juga sistem nilai budayanya. seni film. rasa identitas diri dapat dikuatkan apabila individu yang bersangkutan dapat mengacu pada suatu karya unik yang dapat dibanggakan. Menurut ahli psikologi E. mementingkan sains dan teknologi. sistem norma. batik tradisional. Kebudayaan nasional Indonesia sebaiknya diciptakan baru karena kebudayaan nasional Indonesia harus mengacu ke masa depan. Sebagian besar unsur-unsur kebudayaan nasional tersebut perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. Pedoman tingkah laku itu adalah adat-istiadat. Unsur-unsur ini harus dapat mengintensifkan komunikasi antar-suku bangsa yang berbeda-beda dan dapat dipahami maknanya sehingga dapat menumbuhkan toleransi dan solidaritas. Salah satu tokoh golongan kedua ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana. yang lepas dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan berorientasi ke peradaban dunia masa kini. dan lain-lain. seni drama masa kini. dan gagasan kebudayaan nasional dari golongan kedua memenuhi fungsi kedua. H. tari-tarian tradisional. Contoh unsur-unsur kebudayaan yang dapat memperkuat rasa solidaritas atau yang dapat memenuhi fungsi kedua tadi antara lain adalah bahasa nasional (bahasa Indonesia). Berdasarkan dua fungsi itu. dan sistem hukum nasional. yang merupakan unsur kebudayaan warisan nenek-moyang. 23 .

aturan sopan-santun.aturan etika. 2) didasarkan pada demokrasi dan nomokrasi sekaligus. aturan moral. Jati Diri Bangsa Belakangan ini kita sering melihat gaya hidup masayarakat kita. 4) masalah hubungan manusia dengan alam sekitarnya. yaitu 1) masalah makna atau hakekat hidup manusia. baik secara teritorial maupun secara ideologis. Haviland mengkritik konsep modernisasi karena. 3) masalah persepsi manusia terhadap waktu. Kaidah-kaidah bagi hukum yang dibuat di Indonesia haruslah 1) bertujuan membangun dan menjamin integrasi bangsa Indonesia. mencerdaskan kehidupan bangsa. 4. Hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. dan lain-lain. yaitu membangun segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. 1987b). Pancasila merupakan dasar pencapaian tujuan negara yang melahirkan kaidah-kaidah penuntun hukum. 3) ditujukan untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut C. Hanya untuk masalah-masalah kebendaan dan fisik teori Moore dapat digunakan. konsep modernisasi ini terbentuk berdasarkan cara pandang satu 24 . khususnya kaum muda. Di sini terjadi suatu pemahaman keliru antara menjadi modern dan menjadi seperti orang Barat. Artinya. pandangan hidup. masalah-masalah dalam kehidupan manusia yang dinilai tinggi dan universal ada di setiap kebudayaan di dunia itu menyangkut setidaknya lima hal. menurutnya. Menurut Wilbert Moore. konsep itu bersudut pandang etnosentris. memajukan kesejahteraan umum. serta menggunakan hasil temuan ilmiah dan teknologi tersebut untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. seperti dalam berbahasa. modernisasi adalah penggabungan diri pada masyarakat/bangsa yang telah mengakumulasikan berbagai hasil dari telaah ilmiah dan menerapkannya. Dalam pembangunan hukum. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. dan 4) didasarkan pada toleransi beragama yang berkeadaban (Mahfud MD. 2009: 52—54). dan 5) masalah manusia dengan manusia (Koentjaraningrat. Salah satu dari kebudayaan nasional kita yang perlu terus dikembangkan adalah hukum nasional. Pembentukan hukum nasional itu harus ditujukan untuk mencapai tujuantujuan negara sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. bertingkah laku maupun berbusana (misalnya kebaratbaratan) yang tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa Indonesia. Kluckhohn. 2) masalah makna pekerjaan/karya dan amal perbuatan manusia. atau antara mordernisasi dengan westernisasi.

lemahnya perasaan gotongroyong. Peristiwa-peristiwa itu antara lain ialah konflik/perkelahian antara suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain. atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda. munculnya elemen-elemen separatisme dan kedaerahan/primordialisme. makalah pada Diskusi Panel Revitalisasi Jati Diri Bangsa yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Humas. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: 2002). Dewasa ini kita juga sering mendengar berita-berita di televisi atau media lainnya mengenai banyak peristiwa yang dapat mengarah kepada kondisi disintegrasi bangsa.kelompok masyarakat yang melihat bahwa kebudayaan yang dimilikinya lebih superior daripada kebudayaan kelompok masyarakat lainnya (Haviland. Hal ini menunjukkan. gambaran. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. antara lain: lemahnya toleransi terhadap perbedaan pendapat. solidaritas. kemudian pembentukan negara. dan perkelahian massal atau tawuran banyak terjadi di kalangan murid sekolah. Jakarta. perlu menjadi bahan refleksi kita dalam memandang keberadaan kita sekarang. 462. dan ketidaksepahaman dalam menyikapi proses globalisasi. dan kemitraan. Telaah terhadap jati diri bangsa tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia yang berasal dari ikatan-ikatan primordial. 6 25 . Deputi Seswapres Bidang Politik. mulai dari pembentukan kesadaran berbangsa. 14 Juni 2006.5 Semua itu merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional. Jati diri pun diartikan sebagai identitas. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan rasa kebangsaan anggota masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang juga berhubungan dengan jati diri bangsa. Persatuan bangsa perlu terus diupayakan keutuhannya dengan menyadari jati diri bangsa kita sebagai bangsa Indonesia. Deputi Mensesneg Bidang Sumber Daya Manusia bersama Biro Kewilayahan dan Wawasan. pendekatan fragmentatif dalam menghadapi persoalanpersoalan bangsa. ketiadaan atau kelangkaan tokoh panutan. 2000: 755). Oleh karena itu perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa kebhinekaan bangsa Indonesia merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus diterima sebagai kekayaan bangsa Indonesia.6 Jadi jati diri bangsa Indonesia adalah ciri-ciri atau identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Pluralitas bangsa Indonesia adalah suatu kenyataan. atau antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Pusat Bahasa. Istilah jati diri dapat diartikan sebagai ciri-ciri. hlm. 5 Muladi. penafsiran keliru terhadap otonomi daerah sebagai federalisme. Kantor Sekretariat Negara RI. sampai dengan pengisian kemerdekaan Indonesia sebagai negara bangsa yang berdaulat. ―Jati Diri Bangsa‖.

dan masakan tradisional Indonesia. Kebudayaan nasional dimaksud adalah yang berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah (puncak-puncak kebudayaan daerah) yang dapat menimbulkan perasaan bangga terhadap bangsa sendiri dan berfungsi untuk memperkuat rasa identitas nasional warga bangsa atau negara. diciptakan baru dan mengacu ke masa depan.8 Dalam perjalanan bangsa Indonesia selanjutnya. Hal itu dapat dijalankan melalui fungsi kedua kebudayaan yaitu memperluas rasa solidaritas nasional warga bangsa atau negara. Kebudayaan nasional itu adalah yang dapat dipahami oleh setiap warga Indonesia. Pengalaman sejarah merupakan ―guru‖ yang baik bagi kita sebagai bangsa. Semangat itu diwujudkan dengan lahirnya Kebangkitan Nasional tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Nilai-nilai itu mengikat bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa. Arus globalisasi dengan kemajuan transportasi dan telekomunikasi menjadi salah satu ancaman dari luar yang perlu disadari dan dihadapi dengan bijaksana oleh segenap bangsa Indonesia. yang harus dilaksanakan secara benar dan konsisten. Lihat uraian di atas mengenai golongan kedua yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. tari-tarian.Mengingat bangsa Indonesia berasal dari ikatan-ikatan primordial. mengingat keberadaan bangsa Indonesia bukanlah di ruang hampa. kesadaran akan jati diri bangsa haruslah terus diperjuangkan. maka jati diri bangsa Indonesia diarahkan pada nilai-nilai yang menunjukkan diri kita sejatinya sebagai bangsa Indonesia. mengingat bangsa Indonesia terdiri dari ikatan-ikatan primordial atau dari berbagai suku bangsa. contohnya ialah batik. Perlu diresapi bagaimana semangat kebangsaan itu tumbuh di masa lalu.7 Selain itu jati diri bangsa juga harus ditopang oleh rasa solidaritas bersama antar-suku bangsa atau antar-ikatan primordial yang ada di Indonesia. Di samping itu bentuk dari jati diri bangsa Indonesia dapat dikenali dengan mengacu kepada kebudayaan nasional. contohnya ialah bahasa nasional dan hukum nasional. yang terumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945. 8 26 . 7 Lihat uraian di atas mengenai golongan pertama yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. Oleh sebab itulah maka acuan bagi jati diri bangsa Indonesia sebagai pedoman tertinggi bangsa atau ideologi dan hukum dasar dalam bernegara adalah Pancasila dan UUD 1945. Semangat kebangsaan sebagai bangsa yang satu itu tumbuh karena perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah.

Pada saat ini ketika kita sudah merdeka. Dengan demikian diharapkan berbagai upaya yang dilakukan akan dapat membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat. 27 . dalam pembentukan jati diri bangsa juga diperlukan teladan yang baik dari pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh. antara lain melalui pendekatan kebudayaan dan pengembangan kebudayaan nasional. dan pengembangan kebudayaan nasional sebagai upaya untuk meningkatkan rasa soliaritas dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Pendekatan kebudayaan sebagai media untuk dapat saling memahami antar-suku bangsa. baik yang sudah tiada (pahlawan bangsa) maupun yang sekarang berkuasa atau menduduki jabatan. Perasaan sebagai bagian dari negara kesatuan harus dikembangkan. Di samping itu. maka pemahaman musuh bersama itu harus digantikan dengan masalah-masalah yang melanda bangsa Indonesia yang harus kita hadapi secara bersama-sama.

Dalam perkembangan selanjutnya mereka membentuk wadah organisasi yang akan melindungi diri dan tempat tinggalnya. yang terkait dengan konsep geostrategi dan geopolitik/ wawasan nusantara. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) (Jakarta. Agar mampu menghadapi musuh. serta mampu membangun pikiran yang terbuka dan kritis terhadap masalah negara dalam arti wilayah. yang terkait dengan sistem pemerintahannya. 66. hlm. serta harus patuh pada hukum dan pemerintah yang sah.BAB II NEGARA INDONESIA Setelah membaca bab ini. yang dapat terdiri atas berbagai golongan sosial. dan pemerintah yang bersifat konstitutif dan telah dikukuhkan melalui Konvensi Montevideo. Rakyat adalah rakyat yang mendiami wilayah tersebut. Ketiga syarat negara itu dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. mahasiswa mampu memahami konsep negara. negara meliputi wilayah. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggalnya sebagai negara. negara berhak menuntut kesetiaan para warganya. Rumusan tujuan nasional dalam konstitusi merupakan 9 Sekretariat Negara Republik Indonesia. ―Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan‖. rakyat. Kedaulatan merupakan ciri yang membedakan organisasi pemerintah dengan organisasi sosial. ideologi. 28 . Organisasi itu disebut negara (state).9 Oleh karena itu. Kepada ketiga syarat tersebut dapat pula ditambahkan adanya pengakuan kedaulatan dari negara lain (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. 2001: 36) dan tujuan negara yang tersurat/tersirat dalam konstitusi. dan batas-batasnya ditentukan melalui perjanjian internasional. maupun dalam arti institusi/organisasi njegara. Dalam pengertian ini. Hakikat Negara Menurut Ir. 1. 1992). Soekarno di hadapan Sidang BPUPKI. Wilayah yang dimaksud adalah wilayah yang telah dinyatakan sebagai milik bangsa. dan konstitusi. Pemerintah adalah pemerintah yang berhak mengatur dan berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan perundang-undangan yang mengikat warganya.

negara adalah suatu organisasi masyarakat yang bertujuan. Lingkup kedaulatan adalah gagasan kedaulatan sebagai konsep mengenai kekuasaan tertinggi yang meliputi proses pengambilan keputusan. Ajaran kedaulatan Tuhan menganggap Tuhan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara. Dalam ilmu hukum dikenal lima teori atau ajaran mengenai siapa yang berdaulat. dengan kekuasaannya. Sementara menurut Max Weber. Tujuan nasional bangsa Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea IV) yang antara lain menyatakan ―Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Yang dimaksud dengan kedaulatan adalah konsep mengenai kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Dalam praktiknya. 29 . sesuatu badan. misalnya seberapa besar kekuatan keputusan-keputusan yang ditetapkan itu.pedoman untuk mencapai tujuan nasional dalam bernegara. negara adalah suatu struktur masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam sesuatu wilayah. yaitu teori kedaulatan Tuhan. Dalam mengatur hubungan itu. teori kedaulatan raja. teori kedaulatan hukum. Kedaulatan pada prinsipnya dapat dipegang oleh seseorang. atau sekelompok badan yang melakukan legislasi dan administrasi fungsifungsi pemerintahan. perdamaian abadi dan kesejahteraan sosial. dalam setiap analisis mengenai konsep kekuasaan ada dua hal penting yang terkait yaitu lingkup kekuasaan (scope of power) dan jangkauan kekuasaan (domain of power). Jangkauan kekuasaan meliputi siapa yang menguasai dan apa yang dikuasai. kedaulatan Tuhan ini dapat menjelma dalam hukum yang harus dipatuhi oleh kepala negara atau dapat pula menjelma dalam kekuasaan raja sebagai kepala negara yang mengklaim wewenang untuk menetapkan hukum atas nama Tuhan. ada legitimasi bagi negara untuk memaksa dengan kekuasaannya yang sah terhadap semua kolektiva dalam masyarakat. Menurut Jack H. memajukan kesejahteraan umum. Dengan demikian negara merupakan alat masyarakat untuk mengatur hubungan manusia dengan masyarakat. dan teori kedaulatan rakyat. Nagel. Di atas telah dikemukakan bahwa negara tidak terlepas dari konsep kedaulatan. mencerdaskan kehidupan bangsa.‖ Menurut Logemann. sekelompok orang. baik di lapangan legislatif maupun eksekutif. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. teori kedaulatan negara. mengatur serta menyelenggarakan sesuatu masyarakat. namun titik beratnya ada pada apa yang dikuasai.

Menurut Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. Mencakup semua berarti bahwa semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang—warga atau penduduknya. Ajaran kedaulatan hukum menganggap bahwa sesungguhnya negara tidaklah memegang kedaulatan. Sumber kekuasaan tertinggi adalah hukum dan setiap kepala negara harus tunduk kepada hukum. Ada tiga sifat kedaulatan yang harus dicermati oleh penyelenggara negara yaitu 1) memaksa. Dari ketiga sifat inilah timbul konsep negara hukum. Ajaran kedaulatan rakyat meyakini bahwa yang sesungguhnya berdaulat dalam setiap negara adalah rakyat. Monopoli berarti bahwa negara mempunyai hak dan kuasa tunggal menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Secara formal. hampir semua negara modern menganut asas kedaulatan rakyat. Masing-masing kerajaan di Eropa melepaskan diri dari ikatan negara dunia yang diperintah oleh raja. Memaksa berarti bahwa negara memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara sah (legal) agar dapat tertib dan aman. 2) monopoli. yang sekaligus memegang kekuasaan sebagai Kepala Gereja. Sebagai teori. Ajaran kedaulatan negara merupakan reaksi terhadap kesewenangan raja yang muncul bersamaan dengan timbulnya konsep negara bangsa dalam pengalaman sejarah di Eropa. Konsep kedaulatan rakyat adalah prinsip dasar yang kemudian dikenal sebagai konsep demokrasi.Ajaran kedaulatan raja beranggapan bahwa rajalah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Kehendak rakyat merupakan satu-satunya sumber kekuasaan bagi setiap pemerintah. Menurut penelitian Amos J. Demikian pula halnya dengan di Indonesia. Akar perkembangan gagasan kedaulatan rakyat tumbuh dari tradisi Romawi kuno. dan kekuasaan pemerintah bersumber dari kehendak rakyat. tidak satu pun dari kelima ajaran itu yang dapat disebut paling modern. dan 3) mencakup semua. 90% negara di dunia dengan tegas mencantumkan dalam konstitusinya masing-masing bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Peaslee tahun 1950. Dalam kenyataan saat ini. sedangkan gagasan kedaulatan hukum tumbuh dari tradisi Yunani kuno. Namun. 30 . Pandangan ini muncul terutama setelah periode sekularisasi negara dan hukum di Eropa. demokrasi menjadi sesuatu yang diidealkan di tiap negara. kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar.

bangsa dan negara.implementasinya di satu negara berbeda dengan di negara lain. 4) musyawarah khusus (convention). Pedoman itu adalah ideologi bangsa dan negara yang digali dari budaya bangsa. Ideologi dan Konstitusi Negara Agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap serasi. serta membentuk masyarakat menuju cita-cita. 2) tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa. diperlukan suatu pedoman hidup. Kata konstitusi (dari bahasa Perancis constituir yang berarti ‗membentuk‘) diartikan sebagai pengaturan dasar pembentukan negara. reformatif dan dinamis. termasuk kerja sama antara rakyat (masyarakat) dan negara dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut UUD 1945. 2) referendum/plebisit. dan 4) suatu keinginan. 3) pandangan pendiri/tokoh bangsa yang hendak diwujudkan untuk masa sekarang dan yang akan datang. Ini semua harus tercermin dalam berbagai bidang dan kebijakan program-program negara. bila sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota MPR hadir dan sekurang kurangnya 2/3 dari anggota yang hadir itu setuju. 2) merupakan sumber motivasi dan semangat bangsa. Persayaratan lain suatu negara modern adalah adanya konstitusi. dan 3) bersifat terbuka. penjabaran peraturan perundang-undangan dan aspek normatif lainnya. Konsitusi adalah dokumen tertulis formal yang merupakan 1) hasil perjuangan politik bangsa di masa lampau. 2. Menurut Budiardjo (2008: 17). Orang Belanda menyebutnya grondwet yang mengandung pengertian aturan dasar atau fundamental law. Ini adalah persoalan yang dihadapi pelaksanaan dalam demokrasi di zaman sekarang. perkembangan ketatanegaraan bangsa. harus mengacu kepada Pancasila. perubahan UUD dimungkinkan. 3) persetujuan ¾ negara bagian. 31 . Oleh karena itu. makna ideologi bagi negara adalah 1) mencerminkan cara berfikir masyarakat. dalam negara demokrasi konstitusional. Yang dimaksud dengan aturan dasar adalah sejumlah aturan dasar dan ketentuan yang dibentuk untuk mengatur fungsi dan struktur lembaga negara dan lembaga pemerintah. Ideologi negara bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang ditetapkan di dalam konstitusi sebagaimana tersurat di dalam Pembukaan UUD 1945. termasuk penyusunan doktrin bangsa. dan seimbang. Menurut Kaelan. selaras. Konstitusi Indonesia dimungkinkan untuk diubah melalui 1) sidang legislatif dengan tambahan syarat. konstitusi (UUD) berfungsi khas membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang.

Periode UUD 1945—1949 Pada awalnya. Sejarah pemberlakuan dan pengubahan UUD 1945 banyak menimbulkan kontroversi. Setelah itu BPUPKI dibubarkan dan diganti oleh Dokuritsu Inkai atau PPKI yang diketuai oleh Soekarno.. rancangan UUD disiapkan oleh Dokuritsu Junbi Coosakai atau BPUPKI. Dalam periode 1945—1949. Hal ini dapat ditunjukkan dengan dijalankannya kekuasaan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional karena MPR. sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk menyiapkan sebuah UUD bagi Indonesia apabila dimerdekakan. namun peristiwa itu telah membuat kondisi negara tidak stabil atau tidak dalam keadaan normal untuk melasanakan UUD 1945 dengan baik. dll. UUD 1945 tetap sah karena fungsi dan tugas kedua 32 .Perjalanan panjang sejarah pelaksanaan UUD di Indonesia terjadi dalam beberapa periode. dan 7) periode UUD 1945 yang diamandemen (1999—sekarang). mulai dari pembentukannya pada tahun 1945 sampai dengan masa reformasi sekarang ini. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI juga menetapkan UUD 1945 yang sebelumnya telah disusun oleh BPUPKI dengan sedikit revisi. 3) periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950—5 Juli 1959). Pada tanggal 18 Agustus 1945. 5) periode UUD 1945 masa orde baru (11 Maret 1966—21 Mei 1998). 4) periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959—1966). PPKI ini yang menetapkan peralihan kekuasaan dari jajahan menjadi negara merdeka setelah sehari sebelumnya Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. a. 2) periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949—17 Agustus 1950). Sekutu masuk ke berbagai wilayah Indonesia yang diboncengi oleh Belanda (NICA) setelah kekalahan Jepang. Pelaksanaan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia penuh dengan dinamika. Pada masa transisi itu. Meskipun yang menyusun dan yang menetapkan UUD 1945 dua badan yang berbeda. 6) periode UUD 1945 pasca-orde baru (21 Mei 1998—19 Oktober 1999). UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena kondisi negara dalam masa transisi setelah proklamasi kemerdekaan. UUD 1945 mengalami banyak ujian dalam pelaksanaannya (Meliono. Demikian pula yang terjadi pada periode-periode selanjutnya. Beberapa kali terjadi penyimpangan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penyempurnaan. 2010: 129—138). yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat. yaitu: 1) periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945—27 Desember 1949). DPR dan DPA belum diangkat. Indonesia akhirnya berhasil mempertahankan kemerdekaannya.

dan DPA kepada Presiden dengan bantuan Komite Nasional. antara lain oleh Mohammad Natsir 33 . Oleh karena itu diserukan. UUD 1945 secara resmi diganti dengan Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 (KRIS 1949). Hasil dari perundingan-perundingan itu adalah diadakannya Konferensi Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. c. DPR. beberapa kalangan melakukan penolakan karena dianggap sebagai kreasi Belanda (arsiteknya Van Mook) untuk memecah-belah Indonesia. Perubahan bentuk negara dan konstitusi ini merupakan hasil akhir dari perundingan-perundingan antara pemerintah Indonesia dan kerajaan Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali setelah Jepang—yang sedang menduduki Indonesia ketika itu—kalah dalam perang Pasifik 1945. Periode Konstitusi RIS 1949—1950 Seiring dengan diubahnya bentuk negara kesatuan menjadi negara federal atau Republik Indonesia Serikat (RIS) sejak tanggal 29 Desember 1949. BPUPKI menyusun rancangan UUD. b. muncul Maklumat X pada tanggal 16 Oktober 1945 karena adanya gerakan untuk tidak memberlakukan UUD 1945 yang dianggap berwatak fasis dan menjadi sumber otoriterisme. Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya dengan perang konvensional dan perundingan-perundingan. Maklumat X 1945 kemudian disusul dengan Maklumat Pemerintah tertanggal 14 November 1945 yang berisi perubahan sistem kabinet dari sistem presidensial menjadi sistem parlementer. Istilah ―maklumat‖ tidak menjadi persoalan karena pada saat itu Indonesia belum memiliki UU tentang peraturan perundang-undangan sehingga muncul istilah maklumat atau peraturan. Periode UUDS 1950—1959 Pada tahun 1950. Watak tersebut ditunjukkan dengan ketentuan Pasal IV Peralihan UUD 1945 yang memberikan kekuasaan MPR. Hasil konferensi itu adalah pengubahan bentuk negara dari NKRI menjadi NRIS.badan itu memang berbeda. sedangkan PPKI melakukan peralihan kekuasaan dan menetapkan atau mengesahkan berlakunya UUD. Dalam praktik kedua maklumat itu merupakan penyimpangan dari UUD 1945 meskipun secara resmi tidak membatalkan atau mencabut UUD itu. dan juga pengubahan konstitusi dengan memberlakukan Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949 (KRIS 1949). Dua bulan sejak UUD 1945 diberlakukan. terhadap bentuk negara federal tersebut di atas.

2) pencabutan berlakunya UUDS 1950 dan pemberlakuan kembali UUD 1945. Di pihak lain. Hatta dan Prawoto Mangkusasmito mengatakan dekrit itu adalah kudeta terhadap lembaga negara yang sah. tidak sedikit yang membenarkan dikeluarkannya dekrit itu dengan alasan negara dalam keadaan bahaya sehingga Presiden dapat mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan negara. agar Indonesia kembali ke NKRI. 34 . Isi dekrit itu adalah 1) pembubaran Konstituante. Ketentuan konstitusional itu menjadi dasar penyelenggaraannya Pemilu 1955 untuk memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Mengingat perdebatan tersebut berpotensi membahayakan negara karena muncul berbagai front yang menggambarkan aliran politik yang panas akibat perdebatan itu. seruan Natsir itu berhasil mendorong lahirnya UU Federal Nomor 7 Tahun 1950.‖ Pada tanggal 17 Agustus 1950. Ada yang mempertanyakan. namun yang terjadi adalah perdebatan yang berarut-larut tentang dasar negara. sedangkan Konstituante merupakan badan khusus yang bertugas menetapkan UUD bersama pemerintah. yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1953. sidang Konstituante pun dilaksanakan. baik untuk DPR maupun untuk Konstituante. dan 3) (janji) pembentukan MPRS dan DPAS. maka pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang dikenal sebagai Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Seruan itu disebut ―Mosi Integral Natsir.(tokoh Masyumi). Kembali ke UUD 1945—1966 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959) Di dalam UUDS 1950 ditetapkan keharusan mengadakan Pemilu untuk memilih wakil-wakil rakyat. Menurut Mahfud. Beberapa pihak menganggap bahwa dekrit tersebut inkonstitusional. DPR adalah lembaga legislatif biasa. d. mengapa digunakan kata sementara. yang pada pokoknya berisi 1) bentuk negara Indonesia diubah menjadi negara kesatuan dan 2) Konstitusi RIS 1949 diganti dengan Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 1950). sejak awal para pemimpin Indonesia sudah melihat bahwa UUD permanen haruslah dibentuk oleh lembaga negara yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu agar UUD itu dapat mencerminkan resultante rakyat. Bahkan Moh. Setelah Pemilu.

ada 13 Keppres yang mengandung penyusupan materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Kedua. Hasil penelitian Erliyana menunjukkan penyimpangan di masa Orde Baru itu. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum (Mahfud MD. Penelitiannya itu dilakukan terhadap Keputusan Presiden (Keppres) RI dalam kurun waktu dari tahun 1987 hingga 1998. Keppres yang melanggar asas larangan melampaui wewenang tersebut terjadi karena 1) adanya pertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 2005: 113—155). Pertama. terdapat 351 (87. dan legalitas. tidak boleh melawan hukum—baik formal maupun materil dalam arti luas—dan tidak boleh melampaui/menyelewengkan kewenangan menurut undang-undang. tindakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau kepentingan umum. Artinya. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan.53%) Keppres dari 401 yang tidak dimuat dalam Lembaran Negara sehingga secara umum tidak dapat disebut sebagai peraturan dalam perundang-undangan. Yang membedakan otoriterisme Orde Lama dan Orde Baru adalah cara membangun sistem itu. terdapat 56 dari 224 Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Tindakan pemerintah harus memenuhi legitimasi. Periode UUD 1945 Masa Orde Baru 1966—1998 Pemerintahan Orde Baru yang semboyannya ―Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Pada era Orde Lama. yuridisitas.e. Berdasarkan peraturan-peraturan yang ada. 2) materi muatan yang bukan merupakan materi muatan Keppres. otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. policy rules) yang dibuat sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 1998 (12 tahun). menemukan hal-hal berikut. 35 . 3) pelaksanaan wewenang Menteri yang dilakukan Presiden. dan 4) materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Pada masa Orde Baru sistem politik yang dibangun adalah korporatis atau rezim militer-teknokratis. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. terutama pelanggaran terhadap hak-hak sipil dan hak-hak politik rakyat. policy rules) tetapi disusupkan dalam materi muatan Keppres sebagai peraturan umum (regeling). Ketiga. policy rules) yang melanggar asas larangan melampaui wewenang selama 12 tahun berturut-turut.‖ juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. sedangkan pada era Orde Baru.

Seluruh gugatan kandas karena dari awal sudah dinyatakan bukan wewenang Pengadilan Tata Usaha Negara. atau peraturan kebijakan (beleidsregel. policy rules). seluruh Keppres yang dijadikan objek gugatan oleh hakim dinilai sebagai ―peraturan perundangundangan‖ yang memiliki derajat sama dengan undang-undang. banding. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI. keputusan (beschikking). J. Peraturanperaturan itu. Pertimbangan hukum Majelis Hakim. 3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. melainkan merupakan wewenang Mahkamah Agung untuk melaksanakan Hak Uji materil (Erliyana. ialah 1) Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945 dan tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya. f. dan digantikan oleh B. Periode UUD 1945 Periode 21 Mei 1998—19 Oktober 1998 Munculnya gerakan reformasi pada tahun 1998 merupakan akumulasi dari kekecewaan atas kondisi rakyat Indonesia yang kian terpuruk karena dilanda krisis yang berkepanjangan. dan 3) bersifat kebijakan sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. dan hukum. Dari segi materi muatan. 2005: 192—195). yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983. policy rules). Keppres dapat dibedakan atas yang 1) bersifat mengatur atau sebagai peraturan umum (regeling). baik pada tingkat pertama. 2) Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945.Temuan lain adalah yang menyangkut perkara yang diputus Pengadilan Tata Usaha Negara dengan Presiden sebagai Tergugat dan Keppres sebagai objek gugatannya. Habibie yang pada waktu 36 . Desakan ini memuncak pada tuntutan agar dilakukan Sidang Istimewa MPR dan tuntutan (terutama oleh mahasiswa) agar Presiden Soeharto mundur. terlebih dahulu harus meminta pendapat rakyat melalui referendum. Akibat krisis tersebut muncul desakan agar segera dilaksanakan reformasi menyeluruh terutama di bidang politik. ekonomi. Krisis itu bukan hanya di bidang ekonomi dan moneter saja. belum memilah Keppres dengan rinci sebagai peraturan umum (regeling). 2) bersifat ketetapan atau penetapan sebagai keputusan (beschikking). Pada masa Orde Baru. maupun kasasi. antara lain. melainkan juga di bidang politik. Oleh karena itu. UUD 1945 disakralkan sebagai konstitusi dengan pemberlakuan sejumlah peraturan yang mempersulit usaha untuk mengubahnya.

terutama di kampus-kampus. bahwa penerapan pasal-pasal UUD 1945 merupakan upaya sentralisasi kekuasaan terutama pada Presiden. Konstruksi pemikiran atas munculnya otoriterisme yang dibangun 37 . otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. Yang membedakan otoriterisme Soekarno dan Soeharto adalah cara membangun sistem itu. Menurut Deliar Noer. dll. Dalam bidang konstitusi dan hukum. Pemerintahan Orde Baru juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. Pada periode demokrasi terpimpin (1959—1966) pemerintahan yang dipimpin Presiden Soekarno bertindak otoriter. misalnya. Pada saat berakhirnya masa transisi pada tanggal 19 Oktober 1999. Artinya. Inilah yang melatarbelakangi politik di masa Orde Baru yang berupaya melestarikan UUD 1945 (Meliono. UUD 1945. pelanggaran terhadap konstitusi dilakukan dengan dikeluarkannya berbagai Penetapan Presiden (Penpres) yang jelas-jelas inkonstitusional karena berada di luar ketentuan UUD 1945.. Pada era Soekarno. 25 dari 37 pasal UUD 1945 adalah interpretatif sehingga perlu disempurnakan. Pada era Soeharto. Pada periode pertama (1945-1949) pemerintahan tampil dengan sentralisasi kekuasaan yang—oleh golongan muda ketika itu—dianggap bersifat fasis karena Presiden memegang seluruh kekuasaan lembaga negara berdasarkan Aturan Peralihan. Berdasarkan hasil studi oleh sejumlah pakar konstitusi dan ketatanegaraan. Wacana amandemen terhadap UUD 1945 didasarkan pada suatu kenyataan sejarah selama masa Orde Lama dan Orde Baru. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. 2010: 136). Soeharto membangun sistem politik yang korporatis atau rezim militer-teknokratis.itu menjabat Wakil Presiden. terutama dengan pelanggaran terhadap hakhak sipil dan hak-hak politik rakyat. Pada periode inilah Provinsi Timor Timur lepas dari NKRI. Pasal IV. otoriterisme dibangun melalui celah-celah yang dibuka oleh UUD 1945 itu sendiri. UUD 1945 tidak lagi disakralkan. Periode UUD 1945 yang Diamandemen 1998—sekarang (Reformasi) Pada masa reformasi. Periode baru ini sampai dengan tanggal 19 Oktober 1999 dikenal sebagai masa transisi. Sidang Umum MPR 1999 sedang melakukan sidang Perubahan Pertama UUD 1945 pada tanggal 14--21 Oktober 1999. g. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan.

dan sesudah perubahan UUD 1945 adalah suatu hal yang wajar sebagai wujud dari demokrasi. Dengan dicabutnya Ketetapan MPR tersebut. Sebelum melakukan amandemen. Oleh sebab itu adalah suatu keniscayaan apabila dalam membuat kesepakatan politik itu terjadi kontroversi. C. UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen) dalam kurun waktu 1999—2002 yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR. tidak mungkin sebuah konstitusi dapat lahir tanpa perdebatan dan kontroversi. Tujuan dilakukannya amandemen bukanlah untuk mengganti UUD 1945 sama sekali. Wheare. dan 4) Perubahan Keempat (Sidang Umum MPR tanggal 1—11 Agustus 2002). yaitu sikap untuk tunduk kepada. 2) Perubahan Kedua (Sidang Umum MPR tanggal 7—18 Agustus 2000). Konstitusi mempunyai arti yang sangat penting bagi penyelenggaraan negara dan pemerintahan. MPR dalam sidang istimewa tahun 1998 terlebih dahulu mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum. dan melaksanakan konstitusi dengan sebaik-baiknya. konstitusi adalah resultante atau kesepakatan politik bangsa melalui para pembuatnya (misalnya konstituante atau badan legislasi) sesuai dengan situasi tempat. Sidang istimewa itu juga membuat Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI hanya dua kali. Munculnya kontroversi pada masa sebelum. 38 . apabila sebuah resultante atau kesepakatan politik sudah dicapai melalui prosedur yang sah. Pada era reformasi. Dalam menyikapi kontroversi yang terjadi dalam proses pembentukan atau perubahan konstitusi. 3) Perubahan Ketiga (Sidang Umum MPR tanggal 1—9 November 2001). 3) terlalu banyak memuat atribusi kewenangan untuk mengatur hal-hal penting yang diberikan kepada lembaga legislatif. ketika. 2) memuat pasal-pasal yang ambigu (multi-tafsir). Perubahan-perubahan itu ialah 1) Perubahan Pertama (Sidang Umum MPR tanggal 14—21 Oktober 1999). melainkan merupakan upaya untuk menyempurnakannya tanpa harus menggantikannya. Oleh karena itu. MPR tidak perlu lagi meminta pendapat rakyat untuk mengubah UUD 1945. Menurut K. kecuali dalam keadaan tidak normal ketika sebuah konstitusi ditetapkan secara sepihak oleh suatu kekuatan penguasa.berdasarkan peluang yang ada di dalam UUD 1945 ialah bahwa UUD 1945: 1) menganut sistem yang executive-heavy (meletakkan tumpuan kekuasaan pada Presiden). perlu dikedepankan sikap konstitusional. serta perlindungan hak-hak rakyat.

apabila kita simak instruksi Kanselir Frederick Agung dari Prusia kepada para jenderalnya: ―Bila kamu tidak tahu tentang wilayah. Pada era reformasi. Oleh karena itu tidaklah salah. Kelima. UUD memuat masalahmasalah HAM secara rinci. Ketiga. Sekarang lembaga legislatif harus berhati-hati atau tidak dapat sembarangan dalam membuat UU karena produk legislasi pada saat ini sudah dapat diuji oleh lembaga yudisial yaitu Mahkamah Konstitusi. Pada masa Orde Lama maupun Orde Baru. yang sebelum diamandemen hanya mengaturnya secara sumir (Mahfud MD.Setelah UUD 1945 diubah. Keempat. Oleh karena itu.‖ maka perebutan ruang hidup menjadi hal yang selalu terjadi dan menimbulkan konflik antarmanusia. sekarang Presiden tidak dapat lagi berbuat sewenang-wenang. yaitu antarindividu. Konsep ini 39 . Konsep wawasan kebangsaan tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX. beberapa kemajuan telah dicapai. demokrasi harus tetap bersama-sama dengan nomokrasi. dulu kekuasaan membentuk UU terletak di tangan Presiden. karena demokrasi tanpa nomokrasi dapat menimbulkan kekacauan atau anarkisme. melainkan juga karena Presiden dimungkinkan untuk diberhentikan melalui penilaian politik dan penilaian hukum dengan alasan-alasan tertentu yang disebutkan di dalam UUD. hingga saat ini. tidak ada satu pun lahir UU yang berasal dari hak inisiatif DPR. Pertama. agar suatu bangsa dapat mempertahankan ruang hidupnya. kehidupan demokrasi tumbuh lebih baik. DPR menjadi lebih berdaya. 2009: 113—155). sekarang pengujian UU terhadap UUD dapat dilakukan. Kedua. namun harus melalui prosedur yang tidak mudah. dalam praktik politik. bukan hanya karena masa jabatannya yang dibatasi menjadi hanya dua kali. antara lain yang berikut. sebagai perwakilan rakyat. sudah lebih dari 30 UU yang lahir berdasarkan hak inisiatif DPR. antarmasyarakat. antarkeluarga. selain kesalahan fatal‖ (Collins. 3. Namun. dan antarbangsa. Dulu tidak ada peluang untuk itu karena diasumsikan bahwa UU itu tidak dapat dibatalkan melalui peninjauan judisial ( judicial review) melainkan hanya dapat dibatalkan dengan peninjauan legislatif (legislative review). namun sekarang berada di tangan DPR sehingga. maka bangsa itu harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan kebangsaan/wawasan nasional. 1973: 167). Negara dalam Arti Wilayah Berkaitan dengan pernyataan bahwa ―Orang dan tempat tinggalnya tidak dapat dipisahkan. kamu tidak dapat berbuat untuk negara. misalnya yang berkaitan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat.

dalam arti distribusi kekuatan. terutama para pemuda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. perlu dilakukan pengkajian mengenai siapa ―mitra strategi‖ dan ―apa lingkungan strategi‖ yang akan mempengaruhi politik Indonesia. Konsep wawasan nasional harus ditindaklanjuti melalui pembuatan konsep geostrategi. Teori mereka ditulis ulang dan menjadi disertasi Karl Haushofer yang menitikberatkan pembentukan ruang dan kekuatan. 2004: 157). Upaya mencapai tujuan nasional bangsa perlu dilakukan melalui strategi-strategi yang tidak dapat dilakukan secara singkat. pada hamparan geografi negara. di samping sejarah terjadinya konsep wawasan nasional perlu pula dibahas teori geopolitik serta implementasinya. Dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah ―dunia ideal‖ yang kita kejar. Dalam hal ini keinginan bersama adalah politik nasional. sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu ―baru‖ dicurigai sebagai upaya pembenaran atas konsep ruang (Sunardi. Untuk keperluan tersebut perlu disusun pedoman pelaksanaan yang dikenal sebagai politik nasional dan strategi nasional.dikenal sebagai geopolitik. Politik nasional dan strategi nasional merupakan proses kegiatan untuk mewujudkan kondisi sistem kehidupan nasional. Wilie. namun harus dilakukan sepanjang hayat. Gagasan itu diperkuat oleh tulisan Rudolf Kjellen yang mengatakan bahwa untuk berkembang diperlukan kekuatan dan intelektual bangsa. Geostrategi adalah ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. yang pada mulanya membahas geografi dari segi politik negara. Konsep geopolitik dan geostrategi berkembang seiring dengan kesadaran manusia untuk berbangsa dan bernegara—mulai dari terbentuknya bangsa. Gagasan awal geopolitik ditulis oleh Friedrich Ratzel yang mengatakan bahwa terbentuknya negara ibarat pertumbuhan makhluk hidup yang membutuhkan ruang untuk pertumbuhannya. menurut Laksda (USN) J. 1973: 15). adalah ―rencana aksi untuk mengakhiri keinginan bersama dan dapat diukur hasilnya‖ (Collins. Selanjutnya berkembang konsep politik. perbatasan negara hanya bersifat sementara sehingga teorinya dikenal sebagai Teori Kekuatan. seperti teori Charles Darwin. Pada konsep geostrategi. Teorinya itu kemudian menjadi wawasan nasional Jerman. Menurutnya. yang terpuruk pasca-Perang Dunia I. Ketiga konsep tersebut hendaknya dipahami benar oleh segenap bangsa Indonesia. Strategi. Oleh karena itu dalam pembahasan masalah wawasan nasional. C. yang merupakan pelaksaan dari geopolitik. kemudian negara—dan adanya kemajuan teknologi. Perang Dunia I sebenarnya merupakan upaya negara Eropa Barat/sekutu untuk membangkitkan gerakan nasionalisme Eropa Tengah dan Eropa Timur serta Asia dari kekuasaan dinasti yang 40 .

sedang berkuasa (Habsburg dan Romanov). Mereka juga ingin mengerdilkan dinasti Usmaniah (Ottoman) yang menguasai wilayah Balkan, Jazirah Arab, dan Afrika Utara. Pokok-pokok teori Haushofer adalah yang berikut: 1) negara harus mempunyai ruang hidup ―cukup‖; 2) negara harus swasembada; dan 3) dunia dibagi atas empat pan-region dan setiap pan-region harus dipimpin dan dikendalikan oleh bangsa (ras) unggulan. Keempat panregion adalah benua Eropa-Afrika (Jerman); wilayah Rusia-India (Rusia); wilayah Asia Timur, termasuk Australia (Jepang); dan benua Amerika (Amerika Serikat). Konsep yang bernuansa rasialis ini benar-benar dihayati oleh ras Austro-Jerman. Namun teori Haushofer didahului beberapa doktrin wawasan yang bersifat pembangunan kemitraan berkaitan dengan perkembangan teknologi transportasi, telekomunikasi, dan kesenjataan. Wawasan Maritim yang dikembangkan oleh Walter Raleigh berkaitan dengan teknologi kapal dan kepelabuhanan Inggris yang lebih unggul dari Spanyol dan Portugis. Pada wawasan maritim ini orientasi commodities berubah. Konsep itu, antara lain, ialah: ―Siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan; siapa yang menguasai perdagangan akan menguasai kekayaan dunia—artinya, akan menguasai dunia.‖ Konsep itu menggambarkan perebutan ruang hidup dan laut secara fisik yang tidak dapat dihindari. Negara pantai yang lemah akan dikuasai oleh Inggris. Sampai dengan Perang Dunia II, Inggris mengobarkan semangat bangsanya dengan semboyan ―Britain rules the waves.‖ Alfred T. Mahan mengemukakan bahwa ―Sumber daya laut, termasuk akses ke laut, harus dipertahankan dan dimanfaatkan.‖ Konsep ini menyebabkan orang berlomba-lomba mengeksploitasi sumber daya laut sesuai dengan konsep rezim klasik hukum laut yang beranggapan bahwa laut merupakan hak bersama (common heritage of mankind) dan pemikiran bahwa yang datang duluan mendapat hak duluan (first come first served). Wawasan kontitental dikembangkan oleh Halford Mackinder yang beranggapan bahwa kekayaan dunia terdapat di ―Pulau Dunia‖ yang meliputi benua Eropa, Asia, dan Afrika. Wilayah dunia yang lain disebut kepulauan dan samudera. Dalam Pulau Dunia wilayah dibagi atas daerah Jantung dan daerah Bulan Sabit, yang meliputi pantai-pantai Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Selatan dan Eropa Barat. Kekayaan dunia ada di daerah Jantung—kira-kira Siberia sekarang. Untuk menguasai daerah Jantung perlu dibangun kekuatan darat. Nicholas Spijkman memperbaiki teori di atas dengan teori Daerah Batas. Menurutnya, wilayah dunia terdiri atas: 1) daerah jantung (pivot area); 2) Offshore Continent Land yaitu

41

daerah pantai Eropa dan Asia; 3) Oceanic Belt (pulau dan pantai di luar pantai Eropa-Asia) termasuk daerah ini Afrika Selatan: dan 4) The New World (benua Amerika). Wilayah yang akan menjadi daerah penting adalah Offshore continent land. Wilayah ini merupakan pusat pergolakan dunia karena memiliki sifat maritim dan kontinental. Sedangkan Amerika merupakan daerah aman dari pergolakan karena untuk menuju Amerika dibutuhkan teknologi maju. Seiring dengan kemajuan teknologi dirgantara, manusia mulai membangun kekuatan udara dan menghendaki pembentukan Angkatan Udara (AU) yang terpisah dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Alasan utamanya adalah AU dapat beroperasi sendiri dan mampu menghancurkan musuh di kandang sendiri. Kemenangan terakhir ada pada AU.

a. Ciri Khas Wilayah Indonesia Secara formal bangsa Indonesia menjadi negara sejak Proklamasi Kemerdekaan. Wujud keformalan Indonesia adalah berupa 1) rakyat, 2) wilayah (eks Hindia Belanda), 3) kedaulatan (sejak Proklamasi Kemerdekaan), 4) pemerintah (sejak terpilihnya Presiden), 5) tujuan negara (mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila), dan 6) bentuk negara yang berupa negara kesatuan. Negara dalam arti wilayah dapat dibedakan atas 1) negara daratan yang berbatasan dengan daratan negara tetangga dan 2) negara yang berbatasan dengan laut, yang dapat dibedakan atas: a) negara pantai, b) negara pulau, dan c) negara kepulauan. Menurut regim hukum laut klasik, laut menjadi pemisah dari pulau-pulau. Akibat ketentuan rezim hukum itu, Indonesia dan banyak negara nasional baru, yang merdeka pasca-Perang Dunia II, menjadi tidak utuh. Agar utuh dan menjadi satu entitas, Indonesia mengeluarkan Deklarasi Pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda, pada tanggal 13 Desember 1957 yang menginginkan pembaharuan ―asas negara kepulauan‖. Dengan semakin banyaknya negara merdeka yang baru, maka melalui Sidang Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea, UNCLOS) pada tahun 1982 di Montego Bay, Jamaica, perjuangan tersebut baru berhasil, setelah 25 tahun. Merujuk pada Pasal 46 UNCLOS 1982, Negara Kepulauan ialah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu kepulauan atau lebih yang dapat mencakup pulau-pulau lainnya. Istilah ―kepulauan‖ diartikan sebagai suatu gugusan pulau. Yang termasuk gugusan pulau adalah pulau-pulau, perairan, dan lain-lain wujud alamiah, yang hubungan satu sama lainnya

42

sedemikian erat sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau secara historis dianggap demikian.

b. Geopolitik Indonesia Ciri khas Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah bahwa NKRI 1) merupakan negara kepulauan; 2) berada di antara dua samudera, yaitu samudera India dan Pasifik, dan di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia; serta 3) berada di bawah lintasan Geostationary Satelite Orbit (GSO) sepanjang 12,8 % GSO bumi. Ciri khas ini menghendaki bangsa Indonesia memiliki cara padang yang sama dalam upaya mengelola wilayah. Oleh karena itu disusunlah doktrin Geopolitik Indonesia yang merupakan kesatuan pandang bangsa tentang diri dan lingkungannya. Geopolitik Indonesia disebut Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka, dan lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada awal era reformasi istilah Wawasan Nusantara menjadi tidak populer. Para elit politik enggan menggunakan istilah ini sehingga tidak tercantum lagi dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 (yang terakhir) sebagai wawasan bangsa Indonesia. Tujuan Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional yang dikenal sebagai ―astagatra‖. Astagatra meliputi geografi, demografi dan sumber daya alam yang merupakan aspek potensi alamiah serta ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan militer (kini pertahanan-keamanan), yang merupakan aspek potensi sosial yang turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Oleh karena itu hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan yang merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi, dan potensi geografi dan pedoman pola tindak dan pola pikir kebijaksanaan nasional. Wawasan Nusantara sebagai paradigma sistem kehidupan bangsa Indonesia diurutkan sebagai berikut: 1) Pancasila sebagai filsafat, ideologi bangsa dan dasar negara; 2) UUD-1945 sebagai konstitusi negara; 3) Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia; 4) Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan negara Indonesia; dan 5) Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional.

43

3) menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Dengan implementasi konsep pertahanan dan keamanan segenap wilayah Indonesia. 2) menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan. dianjurkan. dan 4) pedoman melaksanakan salah satu tujuan nasional. 44 . 2) pola dasar pemanfaatan lingkungan yang ada hubungan erat dan saling terkait serta tergantung antara masyarakat dengan ruang hidupnya. yaitu ikut serta dalam upaya perdamaian dunia. bangsa Indonesia diharapkan mampu memberi makna kepada tanah air. Tanah air berarti bahwa tanah dan air merupakan satu maujud atau entitas yang utuh. Konsep Wawasan Nusantara merupakan gambaran ―dunia ideal‖ yang kita kejar dan hendaknya diikuti oleh konsep ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. Dunia nyata yang harus diwujudkan tidak lain adalah konsep geostrategi Indonesia. Wawasan Nusantara berperan untuk 1) mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras. Berdasarkan keempat peran itu Wasasan Nusantara dipakai sebagai 1) pola dasar perencanaan pembangunan nasional. c. benua maritim.Yang dimaksud dengan doktrin adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. Benua maritim berarti bahwa air diperlakukan sebagai penyambung daratan dan bukan sebagai pemisah. 3) pola dasar implementasi konsep pertahanan-keamanan untuk menjamin segenap wilayah Indonesia. Konsep itu disebut Ketahanan Nasional. 1995. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan. dalam rangka meninjau wilayah Indonesia yang tidak diduduki oleh Pemerintah Belanda (NICA). Konsep Presiden Soekarno itu menekankan pentingnya penyusunan konsep ketahanan jiwa bangsa (Basry. Gagasan konsep ketahanan nasional berawal dari pidato Presiden Soekarno di Kotaraja—kini Banda Aceh—pada tanggal 16 Juni 1948. dan 4) merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian. 50-51). disusunlah konsep geostrategi yang disebut ketahanan nasional. dan diterima sebagai kebenaran. segenap aspek kehidupan nasional. Doktrin dasar merupakan doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat filosofis. Hakikat laut tidak dapat dibagi-bagi tetapi dapat dibedakan dalam rezim hukum yang mengaturnya. dan hakikat laut. Geostrategi Indonesia Untuk melaksanakan konsep Wawasan Nusantara.

2) ketahanan nasional pada hakikatnya tergantung pada kemampuan bangsa dan negara dalam memanfaatkan trigatra sebagai modal dasar peningkatan pancagatra. serta kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman. masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebuah koin. konsep ketahanan nasional meliputi masa damai maupun masa perang. ekonomi. sosial budaya. politik. Pancasila digunakan sebagai kerangka pikir yang komprehensifintegral. yang langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia (Panitia LEMHANNAS. Prinsip perang dan damai bangsa Indonesia menjadi satu bagian 45 . kekayaan alam. 1980: 227). 1980: 85). menurut Brigjen TNI Haryomataram.Setelah pengakuan kedaulatanan pada 1949. dan 3) kelemahan pada salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan pada gatra lainnya dan akan mempengaruhi kondisi keseluruhan. ekonomi. Bung Karno pada tahun 1965 mendirikan Lembaga Pertahanan Nasional (kini Lembaga Ketahanan Nasional) yang bertugas mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional dan menghasilkan konsep Ketahanan Nasional. serta pertahanan-keamanan). Oleh karena itu. sosial budaya. Pertama. Namun. dan kemampuan penduduk) dan pancagatra berupa aspek kekuatan sosial (ideologi. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. konsep yang disempurnakan tahun 1972 diharapkan dapat diterapkan di negara-negara sedang berkembang (Panitia LEMHANNAS. politik. Hubungan antargatra dalam astagatra dapat digambarkan demikian: 1) trigatra dan pancagatra merupakan satu kesatuan yang bulat. Konsep Ketahanan Nasional disusun dengan sistematika seperti dalam konsep Wawasan Nusantara: Astagatra yang terdiri dari trigatra yaitu aspek kekuatan alamiah (geografi. bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik (keamanan) sebagai prioritas selanjutnya. yakni pembangunan jiwa bangsa. dan pertahanan-keamanan) dengan ketentuan sebagai berikut. ketahanan nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial (ideologi. Konsep ketahanan nasional merupakan konsep pengaturan keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan nasional. Konsep yang dihasilkan pada tahun-tahun 1968 dan 1969 pada awalnya hanya berlaku di Indonesia. dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional). Kedua. Ketahanan Nasional diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan. Ketiga. garis besar pembangunan politik Indonesia adalah “nation and character building‖. Dalam konsep ini.

integral dengan sifat-sifat 1) cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. konsep ketahanan nasional juga ―tersisih‖ di era Reformasi karena keengganan elit politik untuk membicarakan konsep ini. Seperti halnya konsep Wawasan Nusantara. yang dikonotasikan dengan era sebelumnya—Orde Lama dan Orde Baru. dan 3) rela berkorban untuk tanah air. Makna ―kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan‖ adalah bahwa demokrasi kita tidak meniru demokrasi Barat 46 . Negara dalam Arti Institusi/Organisasi Negara Bentuk Negara Republik Indonesia adalah negara persatuan. Menghadapi berbagai kecenderungan regional maupun global. berkerakyatan. dan berkeadilan sosial. khususnya negara-negara demokrasi liberal yang sudah mapan dengan liberalisasi perdagangan dan demokrasi politik. negara kebangsaan yang berketuhanan. negara Indonesia bukan negara federasi melainkan negara kesatuan yang kekuasaan utamanya berada di tangan Pemerintah Pusat. Artinya. Oleh karena itu. Hakikat negara Pancasila adalah negara persatuan. berkeadaban. Regional diartikan sebagai kawasan sekitar kita (Sunardi. konsep geopolitik dan geostrategi perlu ditindaklanjuti dengan menyiapkan konsep ketahanan regional. Kedaulatan berkerakyatan berarti bahwa dalam upaya menyelenggarakan kehidupan kenegaraan kita dituntut hidup berdemokrasi yang sesuai dengan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. negara integralistik. demikian Penjelasan Pembukaan UUD 1945. Kita tidak dapat melawan ―serbuan‖ negara-negara maju. Untuk itu perlu direnungkan makna negara menurut Pancasila. 2004: 212) dan sekaligus merupakan lingkungan dan mitra strategis kita. Oleh karena itu masalah desentralisasi perlu dibahas dengan saksama agar kita tidak terjebak dalam pengertian desentralisasi yang mengarah kepada bentuk negara federal. Yang tidak boleh dilupakan adalah kehendak rakyat kepulauan nusantara untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia. Kekuatan sosial yang terbina dengan baik secara persuasif akan mampu mengajak masyarakat untuk membangun kekuatan fisik untuk kesejahteraan dan keamanan negara dan bangsa. yaitu negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya. bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik sebagai prioritas selanjutnya. 4. 2) tidak mengenal menyerah. Asas kedaulatan rakyat bangsa Indonesia telah digariskan di dalam sila keempat Pancasila.

yaitu kekuasaan legislatif (kekuasaan 47 . sebagaimana dinyatakan dalam doktrin Trias Politica. bulat kata karena mufakat‖. dunia terpecah dalam dua blok yaitu blok demokrasi liberal. serta masalah pemerintahan). Perwakilan golongan meliputi alim ulama (ahli agama). Pembahasan politik nasional Indonesia mencakup pemisahan kekuasaan (separation of power). sehingga dalam menyelesaikan masalah bangsa harus melalui upaya saling berhadapan (interface). dan kebijakan tindakan dari negara tentang pembinaan dan penggunaan segenap potensi nasional. Dalam perjalanan sejarahnya penerapan sistem tersebut menjadi tidak murni karena sangat dipengaruhi oleh proses politik dunia pasca-Perang Dunia II. Bangsa Indonesia lebih menekankan keserasian hidup sehingga lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan. baik untuk mencapai tujuan nasional. yang dikenal sebagai blok Barat. tetapi juga perwakilan golongan. yang tidak harus perwakilan politik saja. Ini menandakan bahwa kita selalu menjaga keserasian hidup.yang berwatak idividualistik. dan tujuan negara. usaha. termasuk kelembagaan politik. dan blok komunis atau demokrasi sosialis yang dikenal sebagai blok Timur. Bangsa Indonesia mengutamakan ajaran agama dan memberikan penghormatan kepada ketua adat. Undang-undang Dasar kita menghendaki Negara Republik dengan sistem pemerintahan presidensial dengan pemisahan kekuasaan negara dalam tiga bagian. Politik Nasional Indonesia Politik nasional Indonesia merupakan asas. a. Kedua blok ini berupaya menyeret negara-negara merdeka ―baru‖ yang dikenal sebagai negara sedang berkembang untuk bergabung dengan mereka masing-masing. atau demokrasi sosialis yang lebih mengutamakan golongan/komunal daripada individu. kedaulatan negara. Pemisahan kekuasaan di Indonesia adalah pemisahan lembaga-lembaga negara secara horizontal menurut fungsinya. cerdik pandai (ahli ilmu pengetahuan. pengambilan keputusan dilakukan melalui perwakilan. sebagaimana telah disebutkan di atas. Doktrin itu membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bagian. perlu disimak latar belakang perkembangan politik di jaman modern—tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara Eropa. Dalam melakukan musyawarah dan mufakat diperlukan setidaknya tiga pilar yang mewakili kepentingan masyarakat. dan Afrika. Oleh karena itu perlu direnungkan makna peribahasa ―Bulat air karena pembuluh. Pasca-Perang Dunia II. haluan. Dalam membahas sistem pemerintahan di Indonesia. adat. penghulu adat (ahli dalam masalah tradisi. Dalam musyawarah. Asia.

yang sebelumnya mempunyai kekuasaan konsultatif bagi Presiden. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan menguji Undang-Undang Dasar (Pasal 24C dan 25). yang memiliki kekuasaan eksekutif yaitu menjalankan pemerintahan negara (Pasal 4—17) . dan kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengawasi pelaksanaan undang-undang atau kekuasaan mengadili pelanggaran undang-undang (rule-adjudication function)). Berdasarkan ketentuan UUD NRI Tahun 1945. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan yudikatif yaitu mengawasi pelaksanaan undang-undang (Pasal 24. UUD NRI Tahun 1945. 4) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 2) Pemerintah negara yaitu Presiden serta Menteri dan aparat di bawahnya. dan 6) Mahkamah Konstitusi (MK). dan ada satu lembaga tinggi negara baru yang dibentuk yaitu Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah UUD 1945 diamandemen—sampai amandemen keempat—ada satu lembaga tinggi negara yang dihapuskan yaitu Dewan Pertimbangan Agung (DPA). hanya fungsi pokok yang dibedakan menurut sifatnya dan diserahkan kepada badan yang berbeda.membuat undang-undang (rule-making function)). tetapi kerja sama di antara fungsi-fungsi tersebut tetap diperlukan untuk kelancaran organisasi (Budiarjo. Artinya. 24A—24B. Hal ini memungkinkan adanya saling kontrol di antara lembaga-lembaga tersebut dalam permasalahan yang 48 . Penafsiran Trias politica tidak lagi sebagai pemisahan kekuasaan tetapi sebagai pembagian kekuasaan. kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang (rule-application function)). Fungsi dan kekuasaan negara itu tidak dibagi secara terpisah dalam tiga lembaga saja tapi didistribusikan ke dalam enam lembaga tinggi negara. dan 25). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan inspektif yaitu melakukan pemeriksaan keuangan negara (Pasal 23 E—23 G). 5) Mahkamah Agung (MA). 3) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pendistribusian kekuasaan negara pada lembaga-lembaga tinggi negara di atas merupakan bentuk pembatasan antar-lembaga secara horizontal atau sederajat. kekuasaan yang ada pada negara didistribusikan kepada 1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Implementasi pembagian kekuasaan di Indonesia merupakan varian dari Trias Politica sesuai dengan konstitusi Indonesia. Pembatasan tersebut juga menunjukkan pembagian kewenangan pada beberapa lembaga tinggi negara sehingga kewenangan tidak didominasi oleh satu lembaga saja. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan legislatif yaitu membentuk undang-undang (Pasal 19—22). 2008: 151—155). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan konstitutif yaitu kekuasaan membentuk Undang-Undang Dasar (Pasal 2 dan 3).

dan para menterinya. Untuk memperlancar tugasnya dibentuklah badan pelaksana yang bersifat permanen dan profesional yakni birokrasi. Pengendalian dilakukan oleh pemerintah melalui ilmu pengetahuan. Dalam konsep trias politika klasik. Oleh karena itu tidak terelakkan bahwa kaum ahli perlu ditunjuk. Terdapat kontroversi mengenai perlu tidaknya dibentuk birokrasi. ketiga cabang kekuasaan harus benar-benar dipisahkan (Budiardjo. hanya melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan oleh badan legislatif. kepala pemerintahan. Pada kenyataannya.berkaitan. Dalam buku ini pengertian badan eksekutif dipersempit. adalah bagian dari birokrasi yang harus langsung di bawah Kepala Negara bukan di bawah Kepala Pemerintahan. Birokrasi dibangun untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi yang bersifat teknis yang tentu tidak dapat ditangani oleh para politisi. laut. badan yudikatif sebenarnya berperan juga sebagai penguji peraturan perundang-undangan (judicial review). 2008: 200). dan militer. Di sisi lain. Di negara demokrasi biasanya badan eksekutif terdiri dari kepala negara atau kepala pemerintahan. sehingga pada zaman modern ini yang ada adalah distribusi kekuasaan saja. yakni hanya mencakup kepala negara. yaitu angkatan darat. pegawai negeri sipil. hanya fungsi pokoknya saja yang dipisahkan sedangkan fungsi lainnya yang bersifat 49 . Artinya. dan udara. Dalam kaitan ini militer. Harold Laski tidak setuju dibentuk birokrasi dan mengatakan bahwa kekuasaan kaum birokrat tidak mudah dikendalikan oleh lembaga-lembaga demokratis. Pemerintah atau badan eksekutif adalah organisasi yang berwenang merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk dalam suatu wilayah. Tugas badan eksekutif. beserta menteri-menteri. Kaum birokrat secara terusmenerus memperluas ruang lingkup kekuasaannya sehingga sulit dikendalikan. Dalam konsep politik. pemisahanan tidak mungkin dapat dilaksanakan sepenuhnya. Max Weber setuju dengan adanya lembaga ini dan menyatakan bahwa birokrasi mampu mencapai efisiensi yang paling tinggi dan bentuk administrasi yang paling rasional karena birokrasi merupakan pelaksana. Berikut ini uraian mengenai lingkup kewenangan dari beberapa lembaga negara tersebut di atas. Badan yudikatif merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Pemerintah bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan negara. Tetapi pada kenyataannya badan eksekutif lebih luas ruang geraknya dibandingkan dengan badan legislatif. menurut tafsiran tradisional asas trias politika.

Menurut teori yang berlaku maka rakyatlah yang berdaulat dan mempunyai suatu kemauan. Untuk menjalankan pemerintahan daerah dengan otonomi seluas-luasnya. MK wajib memberikan pendapat atas pendapat DPR tentang dugaan pelanggaran oleh Presiden. DPR Sementara (1950—1956). Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas provinsi dan setiap provinsi dibagi atas kabupaten dan kota. pelayanan. 50 . Badan legislatif dianggap merumuskan kemauan rakyat dengan jalan menentukan kebijakan umum (public policy) yang mengikat seluruh masyarakat. bentuk dan susunan badan-badan legislatif berbeda pada tiap negara. memutuskan sengketa kewenangan lembaga yang kewenangannya diberikan UUD—termasuk membubarkan partai politik—dan perselisihan hasil pemilihan umum. dan Komisi Yudisial. DPR dan Senat RIS (1949—1950). dan daya saing daerah. Ini disebabkan semakin kompleksnya tugas-tugas kenegaraan. Anggotanya dianggap mewakili rakyat. Mahkamah Konstitusi berfungsi menguji UU terhadap UUD. b. Badan legislatif adalah badan yang membuat undang-undang. Komisi Yudisial mempunyai kewenangan untuk mengusulkan Hakim Agung dan kewenangan lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Indonesia kini memiliki tiga badan yudikatif yakni Mahkamah Agung (MA).teknis dari ketiga cabang tersebut terjalin satu sama lain. DPR dan DPD hasil Pemilihan Umum 2004 dan 2009. Komite Nasional Indonesia (1945—1949). DPR Peralihan (1959—1960). Mahkamah Agung berfungsi menyelenggarakan peradilan termasuk menguji materi perundang-undangan di bawah UU. Badan legislatif di Indonesia adalah Volksraad (1912—1942). DPR Gotong-Royong (Demokrasi Pancasila) (1966— 1971) DPR hasil Pemilihan Umum secara periodik (1971—sekarang). UU Nomor 32/2004). DPR Gotong-Royong (Demokrasi Terpimpin) (1960—1959). serta perilaku hakim. dibentuklah pemerintah daerah yang terdiri atas kepala daerah dan perangkat daerah dan DPRD. Mahkamah Konstitusi (MK). martabat. Dalam kenyataannya. yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (Pasal 2. Merujuk kepada UUD 1945 amandemen keempat tahun 2002. Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan perbantuan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. DPR Hasil Pemilu (1956—1959). keluhuran.

namun. diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan atau ke arah perairan kepulauan. keikutsertaan dalam pemeliharaan keamanan. Kewenangan atas wilayah laut meliputi pengelolaan sumber daya eksplorasi. Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah provinsi meliputi 16 urusan. pengaturan tata ruang. Urusan pemerintahan provinsi bersifat pilihan sesuai dengan kondisi dan kekhasan provinsi (Pasal 13. keamanan. Oleh karena kebijakannya hendaknya diarahkan kepada pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat dan pengaturan daerahnya menjadi tertib dan berkepastian hukum. Falsafah yang harus diperhatikan oleh seorang pimpinan daerah otonom adalah bahwa Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani dan bahwa rakyat adalah pemberi legitimasi. serta penyediaan sarana dan prasrana umum. perencanaan. eksploitasi. dan wilayah kabupaten/kota memperoleh 1/3 dari wilayah provinsi. pertahanan. dan pengelolaan laut. konservasi. tetapi diakui bahwa tidak semua daerah mampu mendanai sendiri jalannya roda pemerintahan. Demikian pula kewenangan daerah kabupaten/kota. UU Nomor 32 Tahun 2004). moneter dan fiskal. antara lain perencanaan dan pengendalian pembangunan. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan dari Pemerintah. pemanfaatan. Pinjaman Daerah yang bertujuan memperoleh sumber pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan wilayah laut sejauh 12 mil laut. yustisi. dan keikutsertaan dalam pertahanan kedaulatan negara (Pasal 18. pengaturan administrasi. dan agama (Pasal 10 ayat (3) UU Nomor 32 tahun 2004). dan pendapatan-pendapatan lain yang ditujukan untuk memberikan peluang kepada daerah untuk memperoleh pendapatan selain yang disebut di atas (UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah). penyelengaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Dana untuk keperluan pembinaan wilayah meliputi Pendapatan Asli Daerah (pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah) Dana Perimbangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah.Urusan pemerintahan yang tidak diturunkan kewenangannya kepada daerah meliputi politik luar negeri. dan pengawasan tata ruang. UU Nomor 32 Tahun 2004). Untuk mendukung jalannya pemerintahan di daerah diperlukan dana. UU Nomor 3 Tahun 2004). Ada di antara kandidat kepala daerah yang kurang menguasai ajaran Wawasan Nusantara 51 . dalam skala kabupaten/kota (Pasal 14.

namun karena tidak melihat potensi wilayahnya secara keseluruhan. yang masuk karena kurang/tidak ditangani oleh pusat pemerintahan dengan baik. Sifatnya sangat dinamis dan dapat digeser-geser dan berada di antara masyarakat bangsa. Pengaruh itu kemudian dapat berubah menjadi pengaruh politik yang berujung pada pemisahan diri masyarakat daerah beranda depan (Sunardi. Akibat lain dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung ialah munculnya fenomena rezim keluarga. Kebangkrutan terjadi bukan semata-mata akibat buruknya perencanaan anggaran daerah. tidak jarang dapat menyebabkan timbulnya masalah kerusakan lingkungan. yang berkaitan dengan masalah otonomi daerah adalah kemungkinan kebangkrutan yang dialami sejumlah daerah. Daerah ini dikenal sebagai daerah beranda depan (frontier). Beranda depan terjadi karena pengaruh dari negara di luar perbatasan. Namun. misalnya isteri. artinya yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah berasal dari satu keluarga. dan bahkan anak. hendaknya menyadari dan mendalami makna falsafah otonomi daerah sehingga wilayah yang terpencil tidak menjadi rusak dan terisolasi dari akses nyata maupun maya pada era globalisasi. Pimpinan daerah. apabila kualitas kompetensinya rendah maka hal itu akan berdampak pada menurunnya kualitas kepala daerah yang akan terpilih. agama. sosial. 2004: 175). yaitu terjadinya proses pembiayaan politik. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah apabila si calon memang benar-benar mempunyai kompetensi yang tinggi. ekonomi. Secara politis pengaruh efektif dari pemerintah tidak lagi mencakup seluruh wilayah kedaulatan tetapi dikurangi luas wilayah sampai dengan batas beranda depan yang sudah dipengaruhi kekuasaan asing dari seberang perbatasan. politisi.(geopolitik Indonesia) yang setelah terpilih berupaya meningkatkan pendapatan daerah. juga mungkin timbul persaingan yang tidak sehat yang dapat menutup peluang bagi calon lain yang sesungguhnya berpotensi. suami. maka beranda depan merupakan batas imajiner dari dua negara. dan ras. tetapi juga dipicu oleh persoalan yang lebih serius. Di samping itu. Apabila perbatasan (boundary) merupakan sempadan resmi dari dua negara. Ini dapat terjadi karena calon-calon kepala daerah kurang menyadari bahwa alokasi Anggaran Pendapatan 52 . Daerah terisolasi atau tertinggal ini dikenal sebagai daerah pedalaman (hinterland). Fenomena yang terjadi pada tahun 2011. maupun para pejabat di tingkat pusat. Pengaruh asing dapat berawal dari budaya. Daerah tertinggal menjadi persoalan antar-bangsa bila terjadi di perbatasan antar-negara.

Indonesia perlu mewaspadai The Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang masih berlaku. ada beberapa daerah yang menjadi bangkrut dan tidak dapat membayar gaji pegawai. yaitu kemampuan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. dan gangguan terhadap Indonesia. ancaman. dan Singapura yang ditandatangani pada tahun 1971. Menghadapi Australia dengan proyek Australia Maritime Identification Zone (AMIZ)-nya. Dengan telah disahkannya konsep negara kepulauan oleh PBB tahun 1994 (melalui UNCLOS 1982). 2003: 25). daerah itu seharusnya lebih makmur dibandingkan dengan daerah lain. Ada empat golongan negara yang sangat berkepentingan dengan wilayah kita. akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat. tindakan yang dapat dilakukan setidak-tidaknya adalah mewaspadai silent occupation dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim khusus. 53 . kemampuan nelayan membaca peta laut dan 10 Kompas. dan hanya 40% untuk pembangunan. negara dengan armada perikanan besar (salah satu di antaranya Jepang). Kebangkrutan di daerah menunjukkan telah terjadi penyimpangan berkaitan dengan pemerintahan yang baik (good governance). dengan perbandingan 60% merupakan belanja atau gaji pegawai. Dari sisi anggaran. Selandia Baru. misalnya. negara pemilik perusahaan perkapalan (sea liners). Ironisnya. yaitu negara-negara tetangga (beberapa negara anggota ASEAN dan Austalia). meskipun telah mendapat dana bagi hasil dari minyak dan gas. Australia. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan adalah meningkatkan kemampuan nelayan Indonesia sendiri. dan negara adidaya yang berupaya memperoleh kemudahan untuk manuver armada militernya dalam rangka melaksanakan strategi global geopolitiknya (Kusumaatmadja.Belanja Daerah (APBD) sangat terbatas. timbullah tantangan. Malaysia. 12 April 2011. Lima kekuatan negara tersebut akan saling berkonsultasi apabila terjadi agresi eksternal atau ancaman serangan terhadap Semenanjung Malaysia (Malaysia Timur tidak termasuk wilayah tanggung jawab FPDA) atau Singapura. pemerintah daerah harus ikut mewaspadai manuver negara lain yang berkepentingan atas wilayah kita. Bentuk-bentuk perhatian terhadap rakyat di daerah perbatasan perlu terus dilakukan. Menghadapi Malaysia dan Singapura. Menghadapi negara-negara tetangga. Kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke perbatasan. Five Power Defence Arrangements adalah serangkaian hubungan pertahanan yang didasarkan atas perjanjian bilateral antara Inggris.10 Meskipun urusan luar negeri menjadi urusan pemerintah pusat. Indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas.

Dalam pada itu ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia dengan menindaklanjuti pengawasan secara proaktif. kita juga menghadapinya dengan tetap menolak penambahan ALKI.menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. karena pada hakikatnya membuat wilayah kita terbuka akan kontraproduktif dengan Deklarasi Djuanda. Penambahan ALKI dapat berakibat wilayah kita terbuka kembali sehingga laut Nusantara menjadi laut bebas (high sea). membangun desa pantai yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. dan menjadikan nelayan sebagai monitor terhadap pengganggu negara dalam hal pencurian ikan. 54 . Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi adalah penolakan terhadap penambahan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) oleh International Maritime Organization tetap diteruskan. Negara adidaya yang sejak semula menentang negara nusantara. dan perusakan alat navigasi laut. pencemaran lingkungan.

pada situasi dunia yang dinamis. PANCASILA Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa mampu memahami secara kritis nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. 2009: 168). 1974: 84). 55 .BAB III. belum ada. Para pendiri bangsa yang sejak awal menyadari hal ini. dibutuhkan ikatan lain yang dianggap umum sekaligus berbeda dengan bangsa lain. dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena ikatan-ikatan primordial seperti etnis dan agama tidak dapat dikenakan pada bangsa Indonesia. Awalnya adalah kelompok. Dengan demikian. dari berbagai cara untuk membangun kesatuan dalam kelompok besar atau bangsa. diajukan pola yang dianggap sama dan dapat diterima oleh semua pihak. Akhirnya. memiliki tujuan yang sama dan anggota merasa dirinya sebagai bagian kelompok (Halida. Bagi banyak negara yang baru saja merdeka dan berdaulat. sebagai nilai dasar berperilaku. bergabungnya individu dalam satu kelompok kecil atau besar karena yang dianggap adanya kesamaan-kesamaan tertentu akan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan tujuan yang dapat diraih bersama. Upaya ini adalah sebuah bentuk kreasi sosial yang bermanfaat bagi pengembangan dan pembedaan kelompok (Tajfel. khususnya Soekarno. Yang ada adalah kelompok-kelompok besar berdasarkan etnis dan kelompok berbasis keagamaan. karena pada awalnya yang disebut sebagai bangsa Indonesia . Untuk itu. Beberapa di antaranya adalah mempersepsi dan dipersepsi sebagai satu kesatuan. mereka menghadapi masalah bagaimana membangun rasa kebangsaan. para pendiri bangsa. Soekarno menyebutnya sebagai lima nilai dasar atau yang sekarang dikenal sebagai Pancasila. mencetuskan ide bahwa nilailah yang dapat menimbulkan rasa kesatuan itu. Pada bagian ini pembaca diajak untuk kembali mengingat ikatan dasar dari bangsa Indonesia. yang memiliki ciri-ciri dasar khusus.

Dalam kurun waktu tertentu. Padahal. warga Negara. 2010: 10). nyaris dipastikan adanya keselarasan antara nilai dan tingkah laku individu/masyarakat. 2010: 59). Adanya kata “masyarakat” menandakan bahwa nilai yang diutamakan saling berbeda ada kemungkinan pada tiap kelompok masyarakat . justru Pancasila dianggap tidak lagi menjadi bagian bangsa Indonesia. Dalam konteks bangsa. dapat diperkirakan tingkah lakunya. Dengan diketahui nilai yang dianut dari individu. Sebagai contoh. ditemukan nilai kesetaraan (equality) lebih tinggi dan berbeda secara cukup berarti pada kelompok mahasiswa yang 56 .A. Berdasar hal itu. Walau terlihat sukses. nyaris tak ada institusi yang tidak tersentuh oleh Pancasila. Dengan demikian. nilai yang utama (core value) bangsa Amerika Serikat (AS) tidak sama dengan nilai utama India dan nilai utama dari kedua bangsa tadi tidak sama dengan bangsa Indonesia (Kusuma. Perilaku ini diaplikasikan sebagai bangsa. Sebaliknya. dalam berbagai situasi (Rokeach. sudut pandang dari tulisan ini adalah melihat nilai sebagai landasan berperilaku. 2006: 18). 2012: 298). Pancasila pernah dijadikan mitos (Somantri. Menuju Nilai Pancasila Kekhawatiran dalam melihat Pancasila adalah ketika mengingat bahwa Pancasila sempat diajarkan dengan cara-cara yang justru membuat masyarakat tidak nyaman. Hal mendasar dari nilai adalah suatu konsep yang dianggap baik atau buruk dan tepat atau tidak tepat yang disepakati oleh masyarakat. Pancasila sejatinya adalah nilai (Kusuma. Misalnya. B. Pancasila justru menjadi produk milik penguasa yang berorientasi pada pemaksaan kehendak daripada pengembangan dari nilai berkehidupan dan bermasyarakat bangsa Indonesia (Wirutomo. 2010: 26-27). Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) oleh pemerintah Orde Baru. 1973: 122). dan pada akhirnya menjadi warga dunia. masing-masing bangsa mempunyai nilainilai yang dianggap paling utama sebagai pandangan hidup bangsa (Rinjin. 2010: 59). 2010: 23). Pancasila yang Mewujud dalam Kehidupan Sehari-hari Nilai dijunjung oleh masyarakat karena memberikan arahan dalam pengambilan keputusan dan bentuk kegiatannya (Rinjin. Melalui program yang disebut sebagai penataran Pendidikan. bahkan untuk menyampaikan Pancasila digunakan cara-cara yang bernuansa indoktrinasi (Azra.

pada kenyataannya terdapat banyak hal yang tidak menunjukkan keselarasan antara nilai. 1995: 280). Dapat saja seseorang yang menjunjung nilai kejujuran melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencuri atau korupsi. Nilai yang spesifik. dan tingkah laku individu atau masyarakat di masyarakat itu sendiri. juga berhubungan positif dengan sikap untuk mendonasikan uang untuk penelitian kanker (Maio dan Olson. Penguatan nilai yang dipegang individu mewujud pada tingkah-tingkah laku yang disepakati bersama oleh lingkungan sosial. antara nilai dan tingkah laku belum tentu sejalan. Merujuk pada definisi ini. nilai amat diyakini sebagai bagian dari diri dan penghubung antara individu dan masyarakatnya (Hitlin. 1937 dalam Takwin. Secara khusus dalam konteks bermasyarakat dan bernegara di Indonesia nilai yang menjadi rujukan adalah nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua faktor ini yang secara alami ada di lingkungan sosial dari individu. mereka berlaku kejam dengan melakukan ekspansi terhadap kelompok lain (Gonick. Bagi masyarakat Indonesia Pancasila sebagai nilai merupakan fondasi dari pembentukan karakter. Sejarah mencatat bahwa sekitar 1200 SM. Atau dapat terjadi. Dengan demikian. Keberagaman ini harus 57 . perlakuan mereka terhadap kelompok lain justru sebaliknya. Harapan bahwa nilai menjadi dasar tingkah laku tidak lepas dari adanya kekuatan sosial di sekitar individu. tindakan yang baik seperti menyeberangkan lansia di jalan raya oleh seseorang belum tentu didasari nilai hormat pada lansia tadi. 2006: 226). Namun. C.menjadi anggota dari asosiasi nasional untuk kemajuan orang dari kelompok berwarna dibandingkan dengan yang bukan anggota (Rokeach. Yang perlu ditambahkan adalah kemungkinan terjadi sebuah nilai yang dianggap penting dalam satu kelompok. karakter. 1973: 123). 2003: 119). Namun. terlepas dari hubungan nilai dengan tingkah laku. Oleh karena itu. Mengapa Nilai Pancasila sebagai Fondasi Bertingkah Laku? Keinginan para pendiri bangsa saat mengemukakan ide Indonesia tentu harus didasari oleh pemahaman tentang keberagaman yang ada. 2011: 117). Karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu (Allport. tidak diterapkan terhadap kelompok lainnya. suku Doria di kawasan Mediterania amat memedulikan sesama mereka. seperti nilai menolong. karakter dapat dipengaruhi oleh dua faktor yakni nilai dan norma.

keadilan sosial pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk kepentingan bersama dengan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. cinta tanah air dan bangsa. 2011). Di sisi lain. keadilan dan dengan mawas diri (dalam bentuk kualitas luhur kerendahatian. persatuan Sila keempat. ketuhanan Sila kedua. sayang pada sesama. Untuk selanjutnya. Meinarno & Juneman. setia kawan) tanggung jawab. fair.. kesatuan. 1995: 1). 2006: 23. 2011. Menurut Somatri. nilai-nilai umum itu mengandung nilai ketuhanan. Tabel 1. Suwartono & Meinarno. nilai di dalam Pancasila tidak terpisahkan satu sama lain. demokrasi. Temuan ini menjadi awal pembuktian bahwa hubungan antarnilai bukan semata wacana yang sifatnya mengawang-awang.dihargai dan dihormati dalam bentuk toleransi yang cukup tinggi. demokrasi Definisi percaya pada Tuhan dan menjalankan perintahNya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain mengakui persamaan hak dan kewajiban. spirituality and religiousness respek. dan keadilan sosial. secara empirik dipastikan bahwa masing-masing nilai berhubungan satu sama lain. Adapun nilai Pancasila yang selama ini dikenal adalah yang tertulis dalam butir-butir Pancasila. Ramage. menolong manusia) dan pengembangan diri yang bertujuan untuk memajukan kehidupan sosial. Meinarno & Juneman. Nilai Pancasila juga berhubungan positif sehingga kecenderungan masingmasing nilai saling menguatkan pemahamannya. harmoni Sila kelima. 2011) 58 . Markum. 2010. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. Nilai Pancasila (Markum. dapat dipertanggungjawabkan dan melaksanakan keputusan yang diambil. menjaga keseimbangan hak-kewajiban sosial persahabatan. Ketika tercetus menjelang kemerdekaan. kewarganegaraan (memiliki pendirian yang kuat terhadap kewajibannya. sehingga menjadi yakin bahwa nilai-nilai ini penting bagi bangsa Indonesia. kemanusiaan. toleransi pada kelompok yang berbeda keyakinan. dan mengembangkan rasa persatuan bagi bangsa. Namun. kemanusiaan Sila ketiga. dengan sudut pandang psikologi diketahui bahwa secara empirik nilai dalam Pancasila adalah lima nilai dasar yang di dalamnya terdapat sub-subnilai yang berdiri sendiri (Suwartono & Meinarno. courage loyalitas. Nilai Sila atau nilai pertama. nila-nilai itu disebut sebagai Pancasila yang justru menekankan toleransi (Somatri. Rincian faithfulness. Hal lainnya yang dipertimbangkan adalah pilihan terbaik untuk membangun negara-bangsa yang khas seperti Indonesia yaitu penemuan kesamaaan nilai dari beragam nilai yang dianut oleh kelompok-kelompok yang ada.

Joseph Stalin menempatkan bahasa sebagai unsur dasar penting dari terbangunnya identitas nasional (Oomen. Salah satu langkah persiapan itu adalah Sumpah Pemuda. 28 Oktober 1928. dan bahasa persatuan. Dari ketiga isu ini. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Indonesia yang bukan sebagai perpanjangandari sejarah sebuah kelompok etnis atau satu golongan agama tertentu. Ada tiga isu yang mengemuka dalam Sumpah Pemuda. Keberadaan bahasa bagi sebuah bangsa menjadi penting karena hubungan antarkelompok di dalamnya dimulai dengan bahasa yang dapat dipahami bersama. Simpson. 2012: 7). tanah air. 2009: 199.Menjadi Indonesia adalah sesuatu yang khas. 2011). Penelitian menunjukkan adanya pola hubungan yang positif antara identitas nasional dan nilai Pancasila (Meinarno dan Suwartono. 2001: 8. Nilai Pancasila sering dikaitkan dengan identitas nasional. Hasil analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa nilai Pancasila berkontribusi terhadap terbentuknya identitas nasional Indonesia dari para partisipan remaja tadi. Fondasi Berperilaku sebagai Bangsa Nilai pertama dari Pancasila adalah ketuhanan. 2007: 333). Langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai tadi di masyarakat agar tidak sekedar menjadi wacana sehari-hari. Keadaan ini seperti yang diajukan oleh Pilsudzki bahwa negaralah yang membentuk bangsa dan bukan sebaliknya sebagaimana umumnya (Simbolon. Reicher & Hopkins. Hal ini dapat dimengerti karena Pancasila adalah produk dari masyarakat baru yang mengupayakan adanya pola kesamaan di dalamnya. Pemimpin Uni Soviet. Penelitian yang dilakukan terhadap 165 remaja menujukkan bahwa adanya hubungan positif antara nilai Pancasila dan identitas nasional. yakni bangsa. D. yang dapat dikategorikan sebagai sebuah kreativitas sosial dalam membangun identitas baru bangsa Indonesia adalah adanya bahasa Indonesia. Untuk itu. 2001 dalam Wirutomo. para pendiri bangsa (founding fathers) bersepakat untuk secara perlahan membangun sebuah bangsa. Hasil penelitian ini dapat menjadi awal pemahaman bahwa nilai Pancasila penting bagi bangsa Indonesia. Nilai utama ini mengacu pada keyakinan pada Tuhan dan hidup dengan menjalankan perintah-Nya tanpa mengganggu urusan (utamnya) agama masing-masing. Ironisnya data menunjukkan perusakan 59 .

Di sisi lain. Masyarakat Indonesia membuktikan bahwa menerima perbedaan dalam satu wadah sudah ada sejak zaman Majapahit. Pada hal sejarah mencatat kenyataan yang berbeda.rumah ibadah semakin meningkat (Dhakidae. Cerminan tingkah laku dari nilai kedua sebagai bangsa adalah ketika mengakui bangsa-bangsa lain yang menyatakan diri merdeka dan berdaulat sesuai dengan prosedur yang berlaku. sayang pada sesama. Saat ia menghembuskan asap rokok. 2012: 155). ketika para perokok mendengung-dengungkan hak untuk merokok sebagai hal utama. 2003 dalam Kusumadewi. Mereka memberi slot atau bagian khusus untuk film 60 . Berdirinya menara masjid Kudus dan makanan sate kerbau (umat Hindu mengharamkan makan sapi. cinta tanah air dan bangsa. harapan utamanya akan tercermin dalam perilaku sebagi individu dan masyarakat sebagai bangsa. Menjadi aneh. Amerika Serikat dengan industri film Hollywood menjadi buktinya. dalam kehidupan sehari-hari nilai ini dapat mewujud dalam keberanian untuk menyatakan suatu hal yang benar di tengah situasi yang kurang selaras. kita melihat bahwa perokok tidak mengidahkan hak dasar dari orang-orang di sekitarnya. maka orang lain yang tidak merokok “dipaksa merokok bersama”. Dalam kehidupan sehari-hari. 1993: 232). Dari lima nilai Pancasila. Ketika ada sebuah kedaulatan yang berbasis penjajahan atas bangsa lain. yaitu agama Hindu dan agama Buda (Poseponegoro & Notosusanto. dan pengembangan rasa persatuan bagi bangsa. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati. Catatan ini penting untuk menjadi contoh bahwa berabadabad lalu di Indonesia telah dikenal pemahaman toleransi di bidang keagamaan. Indonesia belum dapat menerima hal itu. Berbagai bentuk tingkah laku dapat dilakukan untuk membuat konkret nilai ini hadir di masyarakat. Oleh karenanya. Salah satu pengejawantahan nilai patriotisme juga dapat dilihat dalam produksi film tentang kebangsaan. nilai ketiga berupaya untuk mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. Nilai kedua Pancasila pada prinsipnya mengakui persamaan hak dan kewajiban. Dalam menjalankan kerajaan Majapahit. Raja Hayam Wuruk memerintahkan para pejabat urusan agama agar mengatur secara baik pelaksanaan dua agama besar secara berdampingan. hak menghirup udara bersih bagi non-perokok dan bahkan untuk perokok itu sendiri. sebaliknya Muslim mengadakan kurban dengan hewan ternak semisal sapi) adalah bagian dari sejarah yang menunjukkan keberbedaan dapat hidup dalam kesatuan.

Pada masyarakat desa yang agraris. Pada dasarnya demokrasi memosisikan rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh atas dirinya. Acaraacara yang menggugah patriotisme disuguhkan dan bahkan film-film layar lebar dengan tema yang sama mulai berani merilis dengan film-film bertema umum lainnya. ada mekanisme rapat desa di berbagai komunitas di pulau-pulau nusantara. 1977: 6. membangun saluran 61 .1. Gambar 3. Contoh poster film yang dibuat untuk menunjukkan jati diri bangsa. sebuah aktivitas bantuan kepada pihak lain yang meminta secara santun untuk menyelesaikan satu tugas agar tercapai tujuan bersama (Koentjaraningrat. Pada nilai keempat Pancasila mengetengahkan tema demokrasi. 2011: 387).bertema perjuangan dengan latar Amerika Serikat. seorang raja tidak bisa semena-mena pada rakyatnya karena secara prinsip raja dibatasi oleh sistem yang mengutamakan logika dan keadilan. bangsa Indonesia sudah mengenal pola demokrasi yang hidup di masyarakat. Marzali. Jika tidak dipenuhi. Misalnya. Uniknya. seperti gambar berikut. misalnya The Patriot dan Indepence Day. Industri pertelevisian dan film Indonesia juga mulai melakukan hal yang sama. Upaya untuk mengejawantahkan nilai kelima dalam Pancasila sebagai bangsa Indonesia telah diupayakan sebelumnya. setidaknya di Minangkabau. Di sana. Jauh sebelum merdeka. Dalam keseharian kita sering mendengar istilah gotong-royong. mereka merilis film-film tersebut pada bulan Juli atau menjelang Juli. 2005: 159). perintah raja akan ditolak (Malaka dalam Latif. Tan Malaka pernah mengklaim bahwa demokrasi yang merupakan wujud kedaulatan rakyat sudah dikenal sekitar abad XIV.

Di sisi lain pemerintah juga menjaga kehidupan bertoleransi ini dengan membuat peraturan- 62 . Maka. kehidupan ibadah masing-masing agama bukan urusan yang dapat dicampuri oleh umat lain. Nilai pertama dari Pancasila yang menekankan pada perintah-Nya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain bagi masyarakat Indonesia tampaknya menjadi hal alami. Gambar 3. Sebagai warga negara. Hak-hak dan kewajiban ini yang membuat hubungan individu dan negara mencapai keselarasan. Rida (1988: 124-125) menyatakan bahwa nilai (Pancasila) yang diamalkan tentu memenuhi tanggung jawab individu sebagai warga negara. Contoh lain menunjukkan bahwa nilai kelima diwujudkan untuk membangun karakter.2. Keyakinan masing-masing umat sangat dihargai. nilai ini mendasari tingkah laku umat agama tertentu pada umat agama lainnya. Wilayah Indonesia E. masih terdapat kelompok agama lain yang penganutnya adalah sesama warga Indonesia. Berlaku sebagai Warga Negara UUD 1945 yang didasari Pancasila juga telah mewujudkan hak dan kewajiban. Walaupun Islam menjadi agama yang mayoritas bagi penduduk. melainkan terkait pula dengan warga lain.air untuk sawah pribadinya jelas bukan sekadar pekerjaan pribadi. hak untuk mendapatkan air seiring dengan kewajiban menjaga sumber dan saluran air untuk pertaniannya. bahkan dalam UUD 1945 diberikan porsi khusus yakni dalam bab XI pasal 29. Isu plagiarisme memperlihatkan kurang mawas diri dalam mengamati hak dari kewajiban menjalankan tanggung jawab sebagai peneliti. Konsekuensinya adalah dalam kehidupan sehari-hari.

harus didiakui pula bahwa masih terdapat kesenjangan dalam mewujudkan nilai kedua ini. Agak berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang sejak merdeka hingga tahun 1960-an. untuk angka buta huruf juga masih lebih tinggi perempuan dua kali lipat daripada lelaki. Sebagai perbandingan. upaya untuk mewujudkan nilai ketiga dapat dikatakan cukup mudah. dengan tidak membedabedakan perlakuan atas ras atau warna kulit. yakni pembedaan perlakuan berbasis jenis kelamin (Seda dkk. pola ini akan mengganggu pada penurunan kesejahteraan di aspek lainnya. Tidak hanya akses sekolah. Widianto. dan Shakuntala menemukan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan masih di bawah lelaki sejak 1971 hingga 2004. Indonesia tidak membedakan hak suara dalam pemilu. 2011: 78). tingginya angka kematian ibu (AKI) karena kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi pada kelompok perempuan yang umumnya diberikan di sekolah. semisal. Namun. Menjadi warga negara yang berbahasa Indonesia adalah salah satunya. Febriana. Upaya mendasar dilakukan. Kejadian-kejadian seperti penolakan peribadatan dari satu kelompok agama jelas tidak sesuai dengan nilai pertama dari Pancasila. Agustin. 63 .peraturan yang mengakomodasi nilai ini daripada peraturan yang bersifat memaksa atau memiliki kecenderungan-kecenderungan mengabaikan hak dasar suatu kelompok agama. Salah satu penyebab keadaan ini adalah kecenderungan masyarakat mengutamakan anak lelaki untuk bersekolah daripada anak perempuan. Pola menegakkan nilai kedua dari Pancasila bagi warga Indonesia dapat terlihat sejak awal kemerdekaan. Jika bertahan. misalnya. Alasan yang mengemuka masih sama. pada kebijakan pemerintah atas pendidikan masih belum diterjemahkan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Seda. Ini dapat dilihat. pemerintahnya melakukan kebijakan segregrasi khususnya dalam hal warna kulit berlaku di segala aspek kehidupan (Meinarno. Masih terjadi ketimpangan akses pendidikan bagi warga secara khusus pada kelompok masyarakat tertentu. di antaranya. Kejadian ini sangat berlawanan dengan upaya mewujudkan nilai kedua dari Pancasila. Halida.2012: 187-189). pada kelompok perempuan atau kelompok etnis tertentu sejak merdeka hingga sekarang. Mereka melakukan kebijakan segregrasi mulai dari kebijakan publik yang berdampak pada layanan publik. Sebagai warga negara.

Bahwa sesungguhnya sarjana adalah harapan masyarakat dikarenakan proses pendidikan di perguruan tinggi yang membekali mahasiswa dalam pola pikir yang berbasis ilmu pengetahuan. Penulisan ilmiah dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar memupuk rasa persatuan bagi para penulisnya karena adanya kebakuan yang dipahami setara secara bersama-sama. Nilai kelima dari Pancasila hanya dapat dimaknai sebagai nilai sosial semata. Nilai keempat inilah yang mendasari kita sebagai warga dapat memahami keputusan yang diambil dari pemimpin (yang dipilih bersama) untuk kemaslahatan bersama.karena merupakan amanat dari UUD 194511. komunikasi antarilmuwan nasional juga mencapai keselarasan yang pada akhirnya menunjang rasa kesatuan sebagai ilmuwan dan warga negara Indonesia. tanpa adanya pemaksaan kehendak dari pihak lain dapat menjadi ekspresi nilai keempat. Dengan demikian. membicarakan nilai kelima dalam konteks mahasiswa dan sarjana menjadi relevan. maka diharapkan muncul ide-ide kreatif yang dapat 11 UUD 1945. penggunaan bahasa Indonesia dilakukan dalam konteks keseharian di dalam lingkungan akademis. setidaknya dapat mengurangi potensi konflik yang didasari pada ketidakpuasan dalam berpendapat dan oposisional terhadap langkah yang diambil pemimpin. Peningkatan kreativitas diri yang menjadikan kehidupan masayarakat menuju yang lebih baik saat ini sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman ini. Maka. pemilihan ketua RT yang demokratis. Bab XV. Keseharian kita sebagai warga negara dan secara khusus menjadi warga di tempat kita berinteraksi sosial dapat menjadi ajang mengekspresikan nilai keempat. 2007: 9) di seluruh Indonesia. Tentunya hal ini dilakukan agar langkah yang diambil dapat dipertangungjawabkan secara individu sebagai keputusan bersama. seperti keamanan dan kebersihan lingkungan. pasal 36 64 . Bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. 2006 dalam Lauder. Ketua RT terpilih melakukan pengambilan keputusan-keputusan yang mengacu pada kepentingan bersama. Dalam keseharian kita melihat jumlah pengangguran berlatar pendidikan tinggi perlahan meningkat dari tahun ke tahun. Padahal dalam penjabarannya. Dengan tidak menafikan keberadaan 742 bahasa daerah (Summer Institute of Linguistic. dimungkinkan peningkatan kualitas manusia Indonesia berdasar nilai ini.

Keikutsertaan ini bukan selalu atas dasar politik. Sebagai contoh. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mengupayakan kehidupan beragama yang toleran. Bagi negara lain asal dari salah satu orang tua anak tadi. Mulder (1999 dalam Kusumadewi. Catatan terpenting adalah perilaku dari individu Indonesia tetap didasari nilai-nilai dasar masyarakat Indonesia. Ini adalah kesepakatan universal yang diakui bersama. Ini dapat diartikan bahwa masyarakat Indonesia berkontribusi dalam memaknai agama-agama yang hadir di Indonesia. upaya membuat peluang kerja menjadi prioritas daripada mencari pekerjaan. khususnya nilai pertama. Berlaku sebagai Warga Global Sebagai warga dunia. perlakuan ini juga bermakna perlindungan manusia untuk mendapatkan hak-hak dasar kewarganegaraan. 2012: 135-136) melihat bahwa Indonesia menjadi model yang khas dari tumbuhnya semangat keagamaan yang bercorak kebudayaan lokal. Kontribusi ini penting bagi masyarakat dunia. Pancasila sebagai nilai juga mendasari corak kehidupan interaksi umat beragama Indonesia. di masa depan kesiapan warga negara Indonesia untuk lebih dapat berkiprah di dunia nyaris tanpa batas ini akan semakin dibutuhkan.membantu masyarakat memecahkan masalah. masyarakat Indonesia juga ikut dalam dinamika dunia. penerapan kewarganegaraan khususnya pada anak hasil pernikahan WNI dan WNA sampai usia 18 tahun dinyatakan sebagai WNI. Pemahaman lanjut dari situasi ini adalah terciptanya tatanan sosial yang lebih baik. Upaya menyelaraskan perilaku dengan nilai kedua dalam konteks global sebenarnya juga ada dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para sarjana. Hal ini membuat anak terlindungi dari masalah tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. Mengacu pada nilai Pancasila. warga Indonesia akan menjadi bagian dari aksi yang toleran. sehingga dapat menjadi model dari toleransi antar-umat beragama di dunia. Walaupun pernyataan Juergensmeyer dikaitkan dengan ideologi. sehingga negara itu pada akhirnya memandang Indonesia sebagai 65 . Kita dapat memulainya untuk tidak melakukan pembedaan-pembedaan yang didasari prasangka. Keadaan ini tidak dapat dinafikan karena Indonesia secara pasti menjadi tempat perlintasan beragam kebudayaan. Nilai Pancasila bahkan dianggap sebagai religiously friendly ideology oleh Juergensmeyer (2010 dalam Azra. 2010: 11). melainkan masih banyak hal lainnya. Untuk itu. F.

Pengejawantahan nilai keempat dalam kehidupan global bagi negara dan masyarakat terlihat dalam kebijakan dan tingkah laku. tetapi di sisi lain produk dalam negeri perlahan tersisih. Sebagai anggota ASEAN sekaligus ketua ASEAN tahun 2011. Indonesia mengambil posisi tidak mengucilkan Myanmar. Sejak memasuki krisis moneter 1997. Akibatnya. dengan tidak mengisolasi Myanmar bahkan intensif membuka jalur diplomatik. konsumen disuguhkan banyak pilihan. konsumen membeli produk impor yang bukan hanya menyisihkan produk dalam negeri. Pengejawantahan nilai ketiga dari Pancasila dalam konteks global adalah dengan menjadi bagian kegiatan ekonomi dunia yang berorientasi nasional. 66 . nilai ketiga Pancasila masih relevan untuk diangkat menjadi dasar bagi peningkatan ketahanan nasional. Indonesia memahami bahwa cara tersebut tidak populer di mata bangsa-bangsa Barat. tetapi diplomasi ala Indonesia mampu membuat Myanmar mengambil kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri yang cenderung terbuka dan dapat diterima masyarakat internasional. Indonesia mengambil peran yang sesuai dengan nilai tadi. Langkah mengutamakan produk yang dapat dihasilkan dalam negeri sebelum membeli produk buatan luar negeri juga dilakukan oleh negara-negara maju. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia.negara yang mengakui hak asasi manusia. Dalam konteks pemerintah. hampir semua negara Barat tengah mengembargo Myanmar dan meminta ASEAN ikut menekan. Negara-negara maju menutupi kepentingan dalam negeri melalui mekanisme perdaganagn dunia seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Terbukanya jalur diplomatik justru membuat Myanmar lebih membuka diri yang pada akhirnya embargo negara-negara Barat mulai berkurang. Untuk itu nilai ketiga dari Pancasila yang menekankan cinta tanah air perlu diangkat kembali untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan demikian. Pada akhirnya terbangunlah hubungan saling menghormati antarnegara. Pada saat yang sama. Mereka berupaya menjaga agar produk asing tidak membanjiri pasar lokalnya sehingga petani/pengusaha/masyarakat tetap sejahtera. Hanya dengan alasan harganya tidak kompetitif. Kondisi ini secara prinsip tidak salah. tetapi juga menghancurkan perusahaan lokal. pintu impor semakin terbuka yang memungkinkan segala produk masuk ke dalam negeri. Langkah Indonesia cukup mengejutkan.

Dengan demikian. yakni saat bubarnya Uni Soviet tahun 1991. Yang kemudian model ini dianggap baik oleh dunia. berbangsa.Kontribusi Indonesia untuk masalah pembangunan dunia yang berkeadilan sosial semestinya dapat dilakukan dengan kemampuan dasar ekonomi kerakyatan Indonesia. berbekal konsep arisan amat menekankan kesejahteraan anggotanya. 67 . G.Penutup Nilai bagi semua individu dan kelompok adalah bagian dari pembentukan tingkah laku yang diharapkan dalam masyarakatnya. Dengan demikian. Model ekonomi komunis sudah rubuh terlebih dahulu. Pancasila menjadi penentu dari corak kehidupan masyakat Indonesia. Hal ini penting karena muncul gejala kegagalan ekonomi kapitalis sejak 2008 yang dimulai di AS dan menjalar ke Eropa sampai tulisan ini dibuat (2012). Koperasi sebagai pengejawantahan pembangunan ekonomi yang memiliki wajah sosial dapat menjadi solusi bagi pola pembangunan negara-negara dunia ketiga yang jumlahnya lebih banyak daripada negara maju. dibutuhkan sedikit sentuhan dari para sarjana agar nilai kelima dari Pancasila dapat menjadi bagian dari solusi atas masalah ekonomi dunia saat ini dan masa depan. dari tingkat individu hingga tingkat bangsa. dan bernegara serta menjadi warga dunia. karena koperasi bertujuan menyejahterakan anggota bukan menguatkan kapital dari investor atau pemodal. Di sinilah peluang Indonesia untuk ikut dalam mendesain ulang tatanan mekanisme ekonomi. Muhammad Yunus dari Bangladesh. Setidaknya peraih nobel 2006. Salah satu bentuknya adalah koperasi. Nilai yang ada dalam Pancasila merupakan nilai dasar untuk aktivitas bermasyarakat.

nilai Pancasila juga dapat diacu oleh warga dunia pula. Hilangnya Pancasila memudarkan pula semangat ikatan nasional sebagai bangsa Indonesia. perlahan nilai akan memudar dan hilang. Ketika nilai tidak menjadi rujukan tingkah laku.3. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila oleh sebagian orang dianggap universal. sebagai nilai yang mendasari tingkah laku warga Indonesia.yakni Indonesia. Hal yang terpenting dari Pancasila adalah upaya kita mencoba menerapkannya dalam kehidupan. Jika asumsi ini digunakan. Kondisi ini beranalogi ketika Pancasila tidak menjadi acuan perilaku.Gambar 3. Indonesia adalah warga dunia. tingkah lakunya juga selaras dengan warga dunia. Setidaknya. Artinya dapat berlaku atau hadir di semua masyarakat di dunia. nilai Pancasila akan tergantikan oleh nilai lain atau bahkan hilang. Bukankah itu berarti mengkhianati mimpi para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia? 68 . yang dapat berujung pada rubuhnya rumah nusantara.

ia direndahkan. Ketika Bung Hatta kuliah di Belanda pada tahun 1920-an. Kebijakan-kebijakan Belanda tidak hanya melahirkan sistem pembedaan status (diskriminasi) yang dilandasi perbedaan warna kulit. Kajian ini telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM) dan masa Kerajaan Romawi (± 1 M). Hak-hak sebagai civis tidak diberikan kepada rakyat biasa maupun rakyat di wilayah kekuasaan kerajaan (Poole. Bung Hatta menyimpulkan. 69 . serta mampu bersikap terbuka dan kritis bagi implementasi hak dan kewajiban warga negara di masyarakat.BAB IV KEWARGANEGARAAN Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami saling pengaruh antara hak dan kewajiban negara dan warga negara. yakni antara golongan priyayi dan rakyat biasa. 1953: 51). ―Jika satu bangsa mulia. antara bangsa kulit putih dan pribumi. citizenship dan Latin. maka seseorang tidak dipandang di dunia internasional‖ (Hatta. Kebangsaan sering kali diidentikkan dengan kewarganegaraan. Merekalah yang memperoleh hak-hak istimewa. membuat penilaian kritis atas pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. 1999: 85—86). Bertolak dari pengalaman itu. ia merasakan pedihnya menjadi penduduk di bawah pemerintahan kolonial Belanda. tetapi juga melanggengkan stratifikasi sosial yang merupakan warisan sistem kerajaan. Kewarganegaraan (dalam bahasa Inggris. tepatnya ketika bangsa ini berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. tetapi jika tidak memiliki kebangsaan. Kata civis sendiri pertama kali digunakan pada masa kerajaan Romawi untuk merujuk kepada orang-orang kaya dan para tuan tanah. Dalam pergaulan internasional ia merasa tersisih karena masalah kebangsaan. civis) telah lama menjadi objek pemikiran. juga pernah dialami bangsa Indonesia. Apa yang dialami rakyat biasa di kerajaan Romawi. maka individu-individunya juga dihargai. Pengalaman Bung Hatta merupakan pengalaman tentang pentingnya arti kebangsaan (nationality). Ia merasa bahwa sebagai penduduk di wilayah jajahan. dan keduanya tidak dapat dipisahkan ketika kita mengkaji tentang negara maupun pemerintahan.

pemahaman yang sederhana ini memiliki sejarah panjang dan kompleks. dalam aktivitas keagamaan dan budaya. hingga akhirnya berdirilah negara Indonesia pada tahun 1945. mulai dari politik. Untuk memahami hak dan kewajiban warga negara. antara lain dapat berpartisipasi dalam penyusunan undang-undang dan dalam pelaksanaan administrasi negara. agama. Pada masa kerajaan Romawi (± 1 M). Aktivitas-aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pusat kehidupan warga negara mencakup setiap aspek kehidupan. serta dapat masuk dinas militer—yang penting artinya bagi pertahanan negara. Pada masa itu. 1999: 25). hingga pertahanan negara. Warga negara dalam pengertian masa Yunani Kuno juga dapat dikatakan lebih menekankan kemampuan seseorang untuk mengemban tanggung jawab negara (Poole. antara lain. seperti tercermin dalam hak dan kewajiban bagi setiap warga negara. para tokoh pergerakan mengadakan sidang-sidang di BPUPKI dan PPKI untuk menyusun UUD. Apa yang Dimaksud dengan Kewarganegaraan? Secara umum kewarganegaraan dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang menyangkut warga negara. Orang-orang bebas yang dikategorikan sebagai warga negara memiliki status istimewa. yakni yang berikut. pengakuan kesetaraan bagi seluruh rakyat atau warga negara. Namun demikian. Sebagai objek pemikiran. Hasil sidang-sidang itu adalah UUD 1945 yang di dalamnya dinyatakan. Sebaliknya. para budak dan—dalam konteks saat itu—kaum perempuan serta anakanak tidak dikategorikan sebagai orang bebas sehingga mereka tidak dapat disebut sebagai warga negara. 70 . budaya. maka pokok-pokok bahasan dalam bab ini dibagi menjadi empat bagian.Ketidaksetaraan dan penindasan Belanda terhadap rakyat biasa akhirnya menjadi pemicu gerakan nasionalisme Indonesia. 1. kewarganegaraan pada awalnya dimaknai sebagai pemilikan atas status istimewa bagi para tuan tanah dan orang-orang kaya. Di dalam proses penyiapan negara yang merdeka dan berdaulat itu. 1) Apa yang dimaksud dengan kewarganegaraan dan siapakah warga negara Indonesia? 2) Prinsip-prinsip dasar apa yang melandasi hubungan timbal-balik antara negara dan warga negara? 3) Bagaimana implementasi hak dan kewajiban warga negara? 4) Evaluasi kritis terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. warga negara diidentikkan dengan orang bebas. kewarganegaraan telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM).

kesamaan nasib. rakyat merupakan warga negara. melainkan lebih merupakan tuntutan legal agar rakyat di wilayah taklukan diperlakukan setara dengan rakyat/warga kerajaan. kini mendapat pengakuan baru sebagai kesatuan warga negara yang setara dan memiliki status legal. bahasa. Status legal yang dimiliki tiap warga negara memiliki konsekuensi terhadap pendefinisian bangsa. terjadi perubahan luar biasa dalam hal bentuk negara. Rakyat yang telah bersatu karena faktor-faktor tersebut semakin diperkuat oleh kesadaran nasionalnya karena negara pun mulai melembagakan 1) nilai HAM yang menghargai kebebasan individu dan menjunjung kesetaraan bagi seluruh warga negara. hubungan negara dan warga negara dikonsepsikan sebagai hubungan timbal-balik. demokrasi.) Sumbangan prinsip nasionalisme adalah terciptanya kesadaran nasional dan solidaritas rakyat yang berlandaskan faktor-faktor budaya. Pemenuhan tujuan ini bagi warga negara merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban negara (Habermas. Perubahan penting mengenai pengertian kewarganegaraan terjadi di abad XVIII dan XIX. dan kesamaan keturunan. seiring dengan meluasnya imperium Romawi. sejarah. 71 . Bangsa yang semula dianggap sebagai komunitas yang disatukan oleh faktor budaya. 1996: 185—289. khususnya di Eropa Barat.Selanjutnya. timbullah tuntutan-tuntutan rakyat di wilayah-wilayah taklukan. maka dalam negara modern. Dengan status legal itu. dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia di negara-bangsa modern (Habermas. Bila dalam monarki absolut rakyat biasa menjadi abdi raja. Perubahan radikal itu dimungkinkan oleh terjadinya pelembagaan prinsip-prinsip nasionalisme. dan 3) prinsip demokrasi yang mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan politik. 2) prinsip negara republik yang mengakui otonomi politik warga negara. 1996: 285—289). merupakan seperangkat hak bagi individu untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Ketiga prinsip tersebut memberikan pengakuan bahwa warga negara memiliki status legal yang kemudian terwujud dalam hak-hak sipil. Jadi kewarganegaraan tidak lagi diartikan sebagai rasa tanggung jawab terhadap negara. Pada abad XVIII. republik. Status legal. dalam wujud hak-hak sipil. yang membuat warga negara melihat negara sebagai organisasi untuk mengejar kesejahteraan dan kebahagiaan. ketika model monarki absolut secara berangsur-angsur digantikan dengan bentuk negara-bangsa modern. Rakyat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda menuntut diperlakukan secara terhormat seperti warga kerajaan Roma. dan sejarah. Selain itu mereka juga menuntut perlindungan dari kerajaan. bahasa.

Secara berangsur-angsur Belanda memisahkan staf administrasi kerajaan dari pengawasan raja dan kemudian mengubahnya menjadi dinas sipil. sementara penduduk pribumi hanya 72 . anak tangga di bawahnya lagi diduduki kaum ulama. dan elit politik lain yang memiliki kekuasaan legal. 2. Hubungan negara dan warga negara dalam arti kesetaraan dan status legal itu yang kini menjadi kata kunci dalam pembahasan tentang kewarganegaraan.Sementara itu. khususnya Pulau Jawa. hanya orang Belanda yang dapat menduduki jabatan puncak. Dikatakan demikian karena memasuki abad XXI. yaitu memerintah rakyat dengan perantaraan elit birokrat Jawa yang dikenal sebagai golongan priyayi. Anak tangga di bawahnya diduduki oleh para pejabat tinggi yang mengabdi raja. a. Setelah struktur politik berubah. Siapakah Warga Negara Indonesia? Berikut ini dipaparkan sejarah singkat status penduduk Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan masa pascakemerdekaan. situasi masyarakat saat itu sudah tersusun secara hierarkis. Mereka sadar bahwa hanya dalam negara yang merdeka dan berdaulatlah kebebasan dan otonomi politik mereka terjamin. dan kekuasaan raja-raja di Jawa pun mulai melemah. Diskriminasi rasial tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. konsep kewarganegaraan belum dikenal. Belanda telah membangun pemerintahan tidak langsung. apalagi otonomi politik. Dalam masyarakat yang hierarkis demikian. tidak ada satu negara pun yang tidak mendefiniskan batas-batas sosialnya tanpa mengacu kepada hak-hak warga negara untuk membatasi siapa yang menjadi warga negaranya dan siapa yang bukan. yaitu keanggotaan dalam masyarakat ditentukan oleh kelahiran dan stratifikasi sosial yang ditentukan oleh ras. militer. Puncak hierarki adalah raja dan keluarga. Dengan kebijakan itu. Rakyat biasa adalah abdi raja yang tidak memiliki kebebasan individu. Sebagai contoh. Status Rakyat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda (Kasus: Status Rakyat di Jawa) Sebelum bangsa Belanda menguasai Indonesia. raja berhak menuntut kebaktian dari rakyat. Jadi. Pada abad XVII. di pihak warga negara pun terdapat kesadaran bahwa mereka wajib berkorban untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara-bangsa. struktur masyarakat pun ikut berubah dengan munculnya hubungan kolonial yang mirip dengan sistem kasta. Belanda mulai meneguhkan kedaulatannya di Jawa.

Sementara itu. dan permukiman orang Belanda (Kartodirdjo. baik dalam pendidikan maupun dalam politik. dan juru tulis. Untuk dapat diterima masuk ke sekolah dengan sistem Belanda. Dalam pergaulan sosial pun terdapat pemisahan fisik. Kaum elit yang diangkat di tiap kabupaten kemudian melahirkan kelas tersendiri di masyarakat. Wong cilik merupakan massa terbesar yang tidak memiliki kesempatan.‖ Barulah lapisan di bawah priyayi cilik diisi mayoritas rakyat kecil yang disebut ―wong cilik‖ (Kartodirdjo. yang disebut golongan priyayi. Belanda tidak menghapus kekuasaan raja-raja sama sekali sehingga keluarga raja dan kaum bangsawan masih mendapat tempat yang tinggi dalam hierarki masyarakat. disusul oleh patih. Kategori sekolah yang demikian ketat menyebabkan terbatasnya kesempatan penduduk pribumi. 1999: 83). yaitu: sekolah Eropa dengan model sekolah di negeri Belanda. calon murid harus berasal dari keluarga dengan status pegawai negeri tertentu dan dengan gaji tertentu pula. Elit priyayi tersusun sebagai berikut: para bupati berada di puncak birokrasi.mendapat jabatan rendahan. harus dipenuhi syarat berikut: orang tua adalah elit yang memiliki kedudukan tinggi dalam birokrasi kolonial. wedana. khususnya wong cilik. dan sekolah dengan sistem pribumi. melainkan juga melanggengkan sistem masyarakat yang bercorak feodal. Hierarki masyarakat tradisional ini diperkuat lagi dengan kebijakan kolonial untuk mengangkat elit administrasi atau birokrasi yang dahulu adalah abdi raja. lapangan olah raga. Lulusan sekolah-sekolah tersebut yang berhasil memperoleh kedudukan dalam birokrasi. 209. Hubungan kolonial tidak hanya menciptakan diskriminasi rasial. 73 . Terbatasnya kesempatan untuk memasuki sekolah berstandar Eropa dan sekolah dengan pengantar bahasa Belanda menyebabkan terbatas pula kesempatan kaum terpelajar pribumi mendapat pekerjaan di birokrasi pemerintahan kolonial. mereka yang tidak memilih bekerja di birokrasi di kemudian hari banyak yang menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional. Orangorang Jawa dilarang memasuki perkumpulan. Jenjang-jenjang jabatan tersebut kemudian digolongkan atas ―priyayi gedhe‖ dan ―priyayi cilik. memiliki status terhormat di masyarakat dan mereka hidup dengan gaya hidup priyayi. 1999: 206. 211). sekolah bagi pribumi dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. mantri. Untuk memasuki sekolah dengan pengantar bahasa Belanda pun. Pada masa kolonial terdapat empat kategori sekolah. sekolah. sekolah pribumi dengan pengantar bahasa daerah.

karena dewan daerah tidak mampu mencapai seluruh rakyat. lembaga politik berupa Badan Perwakilan didirikan. Pejabat-pejabat Belanda ditempatkan di tingkat keresidenan hingga distrik. Halnya demikian karena parlemen di Belandalah yang sesungguhnya memegang kekuasaan legislatif di Hindia Belanda. tetap dibedakan status warga negara Belanda dan status penduduk pribumi. Volksraad hanya berfungsi sebagai penasihat yang tidak memiliki kekuasaan untuk merancang anggaran dan membuat undang-undang. Perubahan besar terjadi pada tahun 1925. yaitu terbitnya UU Tata Pemerintahan Belanda. Pendek kata. komposisi keanggotaan masih didominasi orang Belanda. Pemerintah Belanda memang telah mengatur status penduduk Indonesia dalam Nederlandsch Onderdaan. Namun. hak pilih rakyat dibatasi dengan syarat bahwa hanya mereka yang berpenghasilan sedikitnya f300 (tiga ratus gulden)/tahunlah yang boleh memilih. Namun keberadaannya tidak dapat disamakan dengan parlemen. 1999: 43—44). yakni setelah diberlakukannya Undang-undang desentralisasi dan otonomi penduduk. 74 . sistem pemilihan dilakukan secara tidak langsung. Baru pada tahun 1903. Volksraad diubah menjadi badan ko-legislatif dengan kekuasaan untuk mengajukan petisi mengubah UU serta mengundangkannya.Di bidang politik. Sebagai contoh. pemerintah kolonial sangat otokratis dan menerapkan sentralisasi dengan birokrasi yang amat ketat. Pada tahun 1916 pemerintah kolonial memberi angin segar dengan membentuk volksraad atau dewan rakyat. Namun demikian. sejauh itu. UU desentralisasi hanya mewujudkan demokratisasi dalam arti minimal. Dalam pelaksanaannya. baik karena diskriminasi rasial maupun karena sistem masyarakat yang feodalistis. Anggota-anggotanya hanya terdiri dari orang Belanda dan elit pribumi yang terpilih karena mekanisme penunjukan dan pemilihan tidak langsung. Mereka menjabat sebagai penasihat merangkap pengawas pejabat-pejabat pribumi. Bangsa Indonesia—khususnya masyarakat Jawa—semakin terpilah-pilah. status penduduk belum menunjukkan status kewarganegaraan yang sesungguhnya. volksraad masih juga belum mampu mendorong demokratisasi. padahal massa rakyat hanya berpenghasilan rata-rata f40—f50/tahun. Kebijakan pendidikan dan politik tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan kolonial tidak berkehendak membangun kesetaraan dan otonomi politik bagi penduduk Indonesia. desentralisasi tidak mampu mendorong partisipasi politik rakyat dan bahkan organisasi atau pertemuan politik dilarang oleh pemerintah (Kartodirdjo. Di tanah jajahan.

Status Rakyat Indonesia Pascakemerdekaan Dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tertulis. Sejak awal. Arab. Kata penduduk disebutkan karena terkait dengan kedaulatan negaranegara lain. atau bangsa lain—yang telah lama menetap di Indonesia—sebagai warga negara Indonesia. Satu hal yang patut ditekankan di sini adalah bahwa menurut UUD 1945 warga negara memiliki status legal yang sama. 12 Ketentuan terakhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menerima keturunan Arab. UU RI 12 Lihat UUD 1945. Sejak kemerdekaan ada beberapa UU tentang kewarganegaraan yang telah dikeluarkan. . 1999: 48. dengan segala hak dan kewajiban yang melekat di dalamnya. 75 . Sumatera. demikian pula suku dan ras serta daerah asal. . keberagaman masyarakat telah menjiwai perumusan UUD 1945.‖ Siapa saja yang tercakup dalam pengertian bangsa Indonesia di sini? UUD 1945 dirumuskan oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dengan latar belakang yang beragam. Sulawesi. UU RI Nomor 62 Tahun 1958. kewarganegaraan Indonesia diatur dalam undang-undang tentang kewarganegaraan. Ada yang berasal dari Jawa. Tionghoa. 192). dan lain-lain. dan keberagaman tersebut dapat disatukan karena kepedulian yang luar biasa dari para tokoh akan kepentingan rakyat. Perumus UUD juga bukan hanya laki-laki. yakni Belanda.Menurut perundang-undangan yang berlaku (tahun 1854. c. Pasal 26. Yang ditetapkan sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa Indonesia asli atau bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga negara. Sumbangan pemikiran mereka antara lain adalah rumusan tentang bangsa Indonesia. b. ―. Menjadi Warga Negara Indonesia Secara prosedural. 1910). di Hindia Belanda terdapat tiga kategori kewargaan. Pasal 26. Tionghoa. yaitu UU RI Nomor 3 Tahun 1946. pribumi (dengan status sebagai bawahan Belanda). dalam UUD 1945. Sebagai tambahan. Ambon. Kesemuanya mewakili berbagai golongan dan aliran politik. tertera pula kata-kata penduduk selain warga negara. Orang asing tentu tidak dapat menikmati hak dan melaksanakan kewajiban yang sama dengan WNI. . . pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia. dan bangsa Timur Asing (Kartodirdjo. Mereka mempunyai latar belakang agama yang berbeda. melainkan juga tokoh-tokoh pergerakan perempuan. 1892. Yang dimaksud dengan penduduk adalah WNI dan orang asing yang tinggal di Indonesia.

Asas kewarganegaraan tunggal merupakan asas yang menetapkan satu kewaraganegaraan bagi setiap orang. Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh atas dasar: 1) kelahiran. perkawinan antarbangsa. seseorang secara otomatis menjadi WNI karena ayah dan ibunya adalah WNI. merupakan beberapa fenomena yang dapat menggambarkan semakin peliknya masalah kewarganegaraan sehingga hampir setiap negara harus mampu mendefinisikan kembali siapa yang dimaksud dengan warga negaranya. Tujuannya adalah untuk mencegah apatride. Asas ius soli merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran (diberlakukan terbatas bagi anak-anak dan diatur dalam UU). Pelarian orangorang yang mencari suaka politik. Asas kewarganegaraan ganda merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak yang diatur dalam UU. UU RI Nomor 3 Tahun 1976. ius solii. 27-28. kewarganegaraan tunggal. negara dapat memberikan status warga negara bagi anak yang dilahirkan di luar negeri dengan salah satu orang tua (ayah atau ibu) adalah WNI. 76 . dan kewarganegaraan ganda. Dengan dasar pengangkatan. kecuali anak-anak dan penduduk tanpa kewarganegaraan. masalah kriminal oleh pelaku kejahatan lintas negara. 2) pemberian status. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 disebutkan empat asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan yakni ius sanguinis. Untuk menghindari kasus tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. 6) perkawinan. 4) permohonan. walau dia dilahirkan di luar negeri. 13 Lihat Penjelasan UU RI Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. seorang anak WNA—yang berumur 5 tahun (atau kurang)— yang diangkat anak oleh WNI dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Ketentuan ini merupakan implementasi dari asas keturunan (ius sanguinis): anak tetap WNI. dan 7) kehormatan. 5) naturalisasi. Instruksi Presiden. Perubahan-perubahan UU tersebut mencerminkan adanya dinamika dalam masyarakat maupun interaksi penduduk antarbangsa yang begitu cepat. Dengan dasar kelahiran.Nomor 4 Tahun 1969. Peraturan Pemerintah maupun Surat Keputusan Bersama Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri. 3) pengangkatan. dsb.13 Indonesia tidak mengakui penduduk dengan kewarganegaraan ganda (bipatride). sedangkan yang satu lagi bukan WNI. Asas ius sanguinis merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan. dan UU RI Nomor 12 Tahun 2006. dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 (Jakarta: Visimedia) hlm. Selain UU juga terdapat peraturan-peraturan lain berupa Keputusan Presiden.

yang ayah dan ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda. Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia Bila seseorang telah menjadi WNI. negara akan mengakuinya untuk seumur hidupnya. sekalipun ia bertempat tinggal di luar negeri. Kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada orang asing yang sungguh-sungguh ingin menjadi WNI melalui naturalisasi. 26. perempuan atau laki-laki yang menikah dengan pasangan dari negara yang memiliki peraturan bahwa orang asing yang menikah dengan warga negaranya harus menjadi warga negaranya pula). kewarganegaraan seseorang dapat dinyatakan hilang karena pada 14 Lihat UU Nomor 12 Tahun 2000. Pemerintah dapat mengabulkan permohonannya setelah ia meninggalkan kewarganegaraan sebelumnya. namun hal itu tidak boleh mengakibatkan yang bersangkutan memiliki kewarganegaraan ganda. kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada anak berusia 18 tahun. d) tinggal di luar wilayah negara Indonesia. sebelum jangka 5 tahun berakhir. Dengan perkawinan. Oleh negara. dan 28. tentang Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia.Atas dasar permohonan. WNI dan asing (WNA). WNI. tidak dalam rangka dinas negara selama 5 tahun berturut-turut dan. Namun WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya karena hal-hal berikut ini:14 a) atas kemauan sendiri menjadi WNA. agar tidak terjadi kewarganegaan ganda. c) masuk dinas tentara asing tanpa seizin Presiden. namun kemudian ingin menjadi WNI untuk mengikuti ayah atau ibunya yang berkewarganegaraan Indonesia. dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk mempertahankan kewarganegaraannya. 77 . Bab IV. Pasal 23. dan e) perkawinan dengan WNA (kententuan ini berlaku bagi. serta setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI. d. Pada awalnya ia menjadi WNA. Negara dapat memberikan kewarganegaraan kehormatan kepada orang-orang asing tertentu yang telah berjasa kepada negara. Pemberian kewarganegaraan kehormatan itu dilakukan oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR. pihak suami atau istri yang berstatus WNA dapat mengikuti pasangannya yang berstatus WNI dengan syarat bahwa ia harus melepaskan kewarganegaraan sebelumnya terlebih dahulu. demi kesatuan kewarganegaraan dalam keluarga. b) melanggar asas kewarganegaraan tunggal (ketentuan ini berlaku bagi WNI yang memiliki kewarganegaraan asing dan tidak mau melepaskan status WNA-nya).

Hubungan itu secara mendasar terbangun dari tujuan awal terbentuknya negara Indonesia. 15 Ketentuan mengenai hal ini diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2006. Negara kesatuan merupakan bentuk negara di mana wewenang legislatif dipusatkan dalam satu badan legislatif nasional/pusat. Untuk mencapai tujuan tersebut. 16 17 78 . UUD telah menetapkan prinsip-prinsip dasar16 yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara bagi pemerintahan maupun rakyat. Pasal 31 dan 37. dan prinsip negara hukum. tentang Bentuk dan Kedaulatan Negara.15 3. bab V. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraanya karena mengikuti orang lain (status suami/istri yang WNA) pada prinsipnya dapat diberi kesempatan untuk kembali menjadi WNI. Pemerintah pusat memiliki wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi (sistem desentralisasi). prinsip negara kesatuan yang berbentuk republik. terhadap Indonesia dan terhadap negara lain. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis membebaskan dirinya dari hak dan kewajiban sebagai WNI. Prinsip-prinsip itu meliputi sila-sila Pancasila. Kekuasaan terletak pada pemerintah pusat dan tidak pada pemerintah daerah. dengan syarat bahwa ia tidak lagi mengikuti status suami/istrinya. tentang Syarat dan Tata Cara Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. Pasal 1. Prinsip-Prinsip dalam Hubungan Timbal-Balik: Negara dan Warga Negara Hubungan antara negara dan warga negara merupakan hubungan timbal-balik yang melibatkan unsur hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. Demikian pula dengan anak-anak yang sebelumnya mengikuti status ayah/ibu yang berkewarganegaraan asing. sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945: 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. 3) mencerdaskan kehidupan bangsa. 2) memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. tetapi pada tahap terakhir. Lihat sila-sila Pancasila dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Lihat UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen).prinsipnya negara tidak menginginkan warga negaranya memiliki loyalitas ganda.17 Prinsip negara kesatuan. prinsip kedaulatan rakyat.

para perumus UUD 1945. Kedaulatan merupakan hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah. dengan kata lain. Namun ketetapan atas bentuk negara kesatuan juga diiringi oleh satu ketentuan pula. Usulan para perumus kemudian tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945 (sebelum amandemen). Prinsip Kedaulatan Rakyat. atau. serta mengangkat Presiden dan wakil Presiden. untuk mencegah timbulnya provinsialisme yang memberi peluang kepada gerakan separatisme. seperti di negara federal atau konfederasi. Dalam sidang-sidang BPUPKI dikemukakan pertimbangan bahwa kedaulatan rakyat merupakan bentuk kedaulatan yang dianggap dapat mencegah terjadinya negara kekuasaan yang absolut atau negara penindas. hal itu tidak berarti bahwa daerah itu berdaulat sebab pengawasan kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. menekankan pentingnya jaminan pada rakyat dalam bentuk kemerdekaan untuk berpikir. sebagaimana dikutip Budiardjo. Kedaulatan rakyat berarti rakyat memiliki hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah diri mereka sendiri. Kedaulatan rakyat dalam MPR dicerminkan dalam komposisi keanggotaan yang terdiri dari wakil-wakil golongan (seperti serikat pekerja. 2008: 269—270). khususnya Bung Hatta. dsb. bagi warga negara di dalam negara yang berbentuk kesatuan.Dalam negara kesatuan. Kekuasaan MPR adalah menetapkan UUD dan GBHN. Pertimbangan para pendiri bangsa atas bentuk negara kesatuan adalah agar di bawah pemerintah pusat tidak ada negara lagi. yakni bahwa pemerintah pusat tetap memperhatikan kepentingan daerah. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat mengalami ujian berat khususnya pada masa Orde Baru. Dalam negara telah terjadi penyelewengan kekuasaan yang diawali oleh dominasi 79 . Konstitusi negara kesatuan tidak mengakui badan legislatif lain selain badan legislatif pusat. Dengan demikian. hanya ada satu pemerintahan saja (Strong. Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mewujudkan kedaulatan rakyat. Dalam UUD 1945 (sebelum amandemen).) dan wakil-wakil daerah. golongan tani. Hasil rumusan BPUPKI kemudian tertuang dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan rakyat dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. MPR memegang kekuasaan tertinggi dan Presiden adalah penyelenggara pemerintahan negara. kedaulatan tak terbagi karena pemerintah pusat memegang kedaulatan ke luar maupun ke dalam. Hakikat dari pertimbangan tersebut adalah upaya untuk menghindari terjadinya perpecahan bangsa dan negara. Agar negara tidak menjadi negara penindas. Jika pemerintah daerah mengeluarkan peraturan bagi daerahnya.

MPR kini berkedudukan sebagai salah satu lembaga negara yang setara dengan DPR. terjadi perubahan politik yang signifikan yaitu berlangsungnya demokratisasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. berhenti. Pemilihan langsung juga dilakukan terhadap anggota DPR dan kepala daerah. mengeluarkan Ketetapan (TAP) MPR (kecuali untuk menetapkan Wakil Presiden menjadi Presiden bila Presiden mangkat. Keanggotaan MPR kini mencakup unsur DPR dan DPD. Ide republik secara teoretis mendukung kedaulatan rakyat. pasal 7A. DPD. yang paling mendasar dalam amandemen UUD adalah kedaulatan tersebut diwujudkan melalui pemilu. Pemerintah daerah juga mengalami demokratisasi dengan dihilangkannya kedudukan kepala daerah sebagai penguasa tunggal dan DPRD menjadi lembaga legislatif daerah. BPK. diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya) (Budiardjo. Lantas siapa pemegang kedaulatan rakyat saat ini? UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal yang menjamin kedaulatan rakyat dapat terwujud (lihat perubahan pasal tentang masa jabatan Presiden. yang telah menyulut Gerakan Reformasi dan berakhir dengan pengunduran diri Presiden Soeharto (Budiardjo. MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. UUD memberi hak kepada rakyat (melalui MPR dan atas usul DPR) untuk memberhentikan Presiden18 serta hak untuk tidak memilih kembali anggota-anggota DPR/DPRD yang tidak dapat melayani rakyat. Namun. yaitu dengan memilih wakil-wakil rakyat di DPR/DPRD serta memilih Presiden dan kepala daerah secara langsung. 2008: 313). tetapi dalam arti independensi. yaitu kebebasan dari dominasi 18 Lihat UUD 1945 sesudah amandemen. Perubahan diawali dengan melakukan empat kali amandemen terhadap UUD 1945. perubahan terbesar menyangkut MPR adalah MPR tidak lagi berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara. Dalam UUD 1945 (sesudah amandemen). penetapan pemilihan Presiden secara langsung dan desentralisasi). pemegang dan pelaksana kedaulatan rakyat. 2008: 350). Setelah itu. dua di antaranya ialah masa jabatan Presiden dibatasi dan warga negara berhak memilih pasangan Presiden dan wakil Presiden secara langsung. Prinsip Negara Republik. Prinsip ini mengisyaratkan adanya kebebasan—bukan dalam arti liberal. MA dan MK. 80 . juga diberlakukan desentralisasi—yaitu penyerahan wewenang pemerintah pusat pada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan daerah. Selain itu. Jika pejabat-pejabat terpilih tersebut gagal mengemban amanat rakyat.mutlak dalam kehidupan politik. yaitu kebebasan dari intervensi pihak (negara) lain.

Dalam UUD terkandung cita-cita bangsa. Bentuk tanggung jawab ini merupakan aktivitas politik atau partisipasi warga negara untuk membentuk diri sekaligus membangun negara (Poole. Hubungan inilah yang melahirkan kewajiban bagi tiap warga negara untuk memelihara dan mempertahankan negara.20 Prinsip-prinsip dasar tersebut selanjutnya tercermin dalam pasal-pasal menyangkut hak dan kewajiban warga negara—yang tidak dapat terpenuhi tanpa kehadiran institusi politik/negara. Republik merupakan bentuk yang dapat mencerminkan kedaulatan rakyat ketimbang bentuk negara lainnya seperti monarki yang melanggengkan dinasti (kekuasaan turun-temurun). Pasal 9. Kebebasan rakyat dalam negara republik selalu disertai oleh tanggung jawab rakyat untuk mempertahankan independensi negara. UUD berisi otoritas tertinggi yang daripadanya seluruh kekuasaan cabang-cabang pemerintahan dan pejabat-pejabat terpilih berasal dan diatur. yaitu memberikan kondisi bagi terpenuhinya hak-hak warga negara. telah 19 20 Lihat Lafal Sumpah Presiden selengkapnya dalam UUD 1945 sesudah amandemen. Sementara itu. negara akan merumuskan kesejahteraan dan kemerdekaan rakyat dalam berpendapat. negara kesatuan dengan bentuk republik. Bentuk negara republik merupakan ketetapan yang dipilih oleh semua tokoh bangsa yang merumuskan UUD. dsb. kedaulatan rakyat dan negara hukum. kemerdekaan suatu negara tidak dapat dipertahankan tanpa kesadaran nasional (nasionalisme) warga negara. dengan adanya prinsip independensi. berkumpul.pihak lain. 1999: 83). Prinsip ini menuntut pemerintahan agar berjalan dengan tuntunan hukum dan bukan dengan kekuasaan.19 Dalam UUD terkandung pula prinsip-prinsip dasar yang mengikat negara dan warga negara yaitu Pancasila. Prinsip Negara Hukum. merupakan sumber norma yang mengatur pemerintahan maupun rakyat. Di sini tidak hanya dalam konteks warga negara sebagai individu yang memiliki otonomi politik tetapi juga sebagai manusia yang memiliki otonomi pribadi. Dalam negara republik. Hukum. Kewajiban negara. 81 . khususnya UUD. Jadi. sistem pemerintahan dan kerangka kerja bagi pemerintah. Begitu pentingnya UUD sehingga setiap Presiden yang dilantik harus mengucapkan sumpah untuk memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturan-peraturan dengan selurus-lurusnya. sebaliknya. dalam UUD 1945. Keputusan tersebut dilandasi oleh pengalaman bangsa yang pernah hidup dalam bentuk kerajaan yang despotis dan feodalis serta pemerintahan kolonial Belanda yang menindas. maka dalam negara yang berbentuk republik diharapkan tidak ada lagi dominasi dari negara lain dan di tingkat warga negara tidak ada lagi perbudakan atau ketergantungan kepada orang lain. untuk mendapatkan hak itu negara harus menjalankan kewajibannya.

keamanan. kesehatan. hak merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat. Konkretnya ialah 82 . atau seseorang peminjam uang berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari orang lain. mengemukakan pendapat.termaktub dalam tujuan negara sebagaimana digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). Hak moral adalah hak yang berfungsi dalam sistem moral. melainkan semata-mata karena ia manusia. Sebagai contoh. hak beragama. ketika pemerintah mengeluarkan peraturan tentang kenaikan gaji pegawai negeri. Hak khusus timbul karena relasi khusus antar-beberapa orang atau karena fungsi khusus yang dimiliki seseorang terhadap orang lain. Ada beberapa jenis hak yang kita kenal. Umpamanya. 4. tetapi banyak hak moral yang sekaligus juga merupakan hak legal. Contohnya ialah hak atas kehidupan. Dengan hak negatif. Hak ini sering disebut hak asasi manusia. Klaim atau tuntutan tersebut adalah klaim yang sah atau dapat dibenarkan. karena orang yang mempunyai hak bisa menuntut bahwa orang lain akan memenuhi atau menghormati hak itu (Bertens. kepemilikan. Hak dan Kewajiban Warga Negara Secara umum. dsb. 2000: 178—179). maka setiap pegawai negeri berhak mendapat tunjangan itu. 2000: 179—187). dan mengikuti hati nurani. atau dokumen legal lainnya. Misalnya. c) hak positif dan hak negatif. dengan kata lain. namun tentu dipertanyakan nilai etis dari penjajahan itu sendiri. hak untuk menggunakan gelar doktor setelah menyelesaikan persyaratan untuk mendapat gelar tersebut. peraturan hukum. berasal dari undang-undang. d) hak individual dan sosial (Bertens. negara-negara kolonial di masa silam sering mengetengahkan hak-hak legal mereka untuk menguasai wilayah jajahan. berkumpul. Hak legal adalah hak yang berdasarkan hukum. siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang melakukan atau memiliki sesuatu. janji antarteman. Contohnya ialah sepasang suami istri yang berjanji untuk saling setia. Sedangkan hak legal belum tentu menampilkan nilai etis sehingga harus dikritik dengan norma moral. hanya terbatas pada hak moral saja. b) hak khusus dan umum. misalnya hak orang tua untuk dihormati anak-anaknya. yaitu a) hak legal dan moral. seseorang bebas melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu. Hak umum diperoleh seseorang bukan karena hubungan atau fungsi tertentu. Hak moral belum tentu merupakan hak legal. yang dilakukan secara pribadi.

kesadaran atas HAM dalam diri manusia dan pada bangsa-bangsa dapat dikelompokkan ke dalam tiga generasi (Budiardjo. Hak individual ialah hak yang dimiliki individu terhadap negara. dsb. perbudakan. dan pekerjaan yang layak. Dari perspektif sejarah. Contoh lain adalah hak atas makanan. untuk mengatur kehidupan sedemikian rupa sehingga setiap warga negara memperoleh apa yang menjadi haknya. kita lihat bahwa pemenuhan hak-hak negatif atau hak-hak individual hampir selalu sesuai dengan kewajiban seseorang untuk menghormati orang lain yang sedang menikmati hak-haknya. Sementara yang dimaksud dengan hak sosial adalah hak yang dimiliki seseorang sebagai anggota masyarakat seperti hak atas pekerjaan yang layak dan hak atas pendidikan. Hak ini bersifat positif. Hak positif adalah hak seseorang yang membolehkan orang lain berbuat sesuatu untuknya. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengetahuan tentang sejarah penegakan HAM dapat membantu memahami arti penting HAM dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. hak beragama. genosida. 2008: 212). Hak-hak sosial ekuivalen dengan keadilan sosial. pelayanan kesehatan. Pemenuhan hak-hak sosial memang agak rumit. antara lain. negara tidak dapat menghalangi individu mewujudkan hak ini. hak berserikat. penindasan.bahwa. setiap orang memiliki hak atas pendidikan. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya sebagai guru memberi pengajaran kepada orang-orang tertentu. a. Sejarah penegakan HAM merupakan sejarah perjuangan manusia untuk menjadi manusia dan untuk melepaskan diri dari penyiksaan. semua orang yang terancam bahaya berhak bahwa orang lain membantu menyelamatkannya. Hak Asasi Manusia Pembahasan tentang hak dan kewajiban tidak akan lengkap bila hak asasi manusia tidak dimasukkan. dan hak mengemukakan pendapat. Apakah hak selalu memiliki hubungan timbal-balik dengan kewajiban? Kewajiban memang sering kali memiliki hubungan timbal-balik dengan hak. Hak individual dan hak sosial sering disebut dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (DUHAM). negara atau siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang menulis pendapatnya di surat kabar. namun hubungan itu tidak bisa dikatakan mutlak dan tanpa pengecualian. atau negara. Sebagai contoh. Sebagai contoh. Generasi pertama lahir di 83 . Hak individual termasuk hak-hak negatif. pendidikan. Hak sosial semacam ini sesuai dengan kewajiban masyarakat. Contohnya ialah hak mengikuti hati nurani.

Generasi ketiga ialah generasi yang memiliki kesadaran untuk memperjuangkan hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan di negara-negara Dunia Ketiga. Raja John ―dipaksa‖ untuk mengakui hak kelompok aristokrat yaitu hak untuk diperiksa di muka hakim (habeas corpus).negara-negara Barat. Hak asasi yang berhasil mereka perjuangkan itu masih terbatas pada hak politik seperti hak atas kebebasan dan kesetaraan serta hak untuk menyatakan pendapat. 3) meletusnya dua Perang Dunia. pada masa itu hanya kelompok aristokrat dan kelas menengah saja yang dapat menikmati HAM. meliputi hak atas hidup. Pemikiran tentang HAM pada generasi kedua ini didukung oleh banyak pemikir Barat serta negara-negara yang baru merdeka di Asia-Afrika. dan 4) tampilnya blok negara sosialis dan komunis. Generasi kedua merupakan generasi dengan kesadaran akan hak ekonomi. dan hak untuk memiliki harta benda. sementara rakyat biasa tetap dipandang sebagai abdi yang harus menerima perintah dari penguasa. yaitu 1) Depresi Besar yang bermula di AS dan kemudian menjalar ke penjuru dunia pada tahun 1929—1934. Ketika itu. hak akan kebebasan. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis pada masa Perang Dingin (tahun 1945— 1970-an). Namun demikian. terjadi banyak peristiwa penting di dunia yang mempengaruhi generasi kedua perjuangan HAM. 2) tampilnya Hitler sebagai pemimpin Jerman yang menyebabkan pembunuhan jutaan orang Yahudi di kamp konsentrasi. sosial. Di samping itu juga muncul pemikiran bahwa penguasa yang memerintah harus mendapat persetujuan rakyat. Perjuangan HAM dari generasi pertama yang lahir di Eropa Barat ditandai oleh penandatanganan Magna Charta di Inggris pada tahun 1215. 84 . Hak alamiah. sebagaimana dikemukakan oleh John Locke (1632—1704) dan pemikir lain seperti Jean Jacque Rousseau. Perumusan HAM semakin berkembang seiring dengan munculnya pemikiran-pemikiran tentang hak alamiah manusia yang digaungkan untuk menentang pemikiran bahwa hak memerintah berasal dari wahyu ilahi yang pada waktu itu dianut oleh raja-raja. Hak ini sendiri dituntut sebagai imbalan atas dukungan kaum aristokrat dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan perang. yaitu generasi yang melahirkan kesadaran akan hak-hak sipil dan politik. Menginjak awal abad XX. dan budaya. Hak-hak tersebut dituangkan dalam Bill of Rights di Inggris pada tahun 1689 dan satu abad kemudian dalam Bill of Rights di AS (1783) dan Declaration des droits de l’homme et du citoyen di Prancis (1789). Hasil pemikiran dan perjuangan HAM terbesar pada XVII dan XVIII itu adalah hancurnya monarki absolut yang memberi kewenangan kepada raja untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya.

Yang menarik dari generasi kedua ini adalah upaya-upaya negara-negara blok sosialis dan negara-negara yang baru merdeka (negara-negara ―Dunia Ketiga‖) untuk mengembangkan hak-hak sosial dan ekonomi yang meliputi hak atas pekerjaan. dan kebebasan dari kemiskinan. PBB telah merintis upaya ini dengan mencanangkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada tahun 1948 dan kemudian diperkuat dengan dua kovenan internasional tentang hak politik dan sipil dan hak ekonomi.Peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan penderitaan yang luar biasa pada jutaan manusia: mati karena kelaparan. Roosevelt dari AS yang merumuskan empat kebebasan. dan genosida. 2008: 218). kebebasan beragama. hak atas penghidupan yang layak. dan bergabung dalam organisasi. Tokoh-tokoh yang memperjuangkan hak-hak tersebut antara lain ialah Presiden F. dengan tekanan pada hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan. dan hak atas pendidikan. D. Perubahan paling signifikan dibandingkan dengan keadaan pada abad XVII dan XVIII adalah bahwa hak-hak politik diberikan kepada seluruh rakyat dengan tujuan untuk melindungi setiap individu dari penyalahgunaan kekuasaan pemerintah. Mencuatnya tuntutan akan hak-hak tersebut antara lain adalah sebagai reaksi terhadap rumusan HAM negara-negara Barat yang lebih menonjolkan kebebasan individu dan hak politik ketimbang hak-hak sosial dan ekonomi yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan. maka pelaksanaan hak-hak sosial dan ekonomi justru mendorong pemerintah untuk terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Generasi ketiga dimotori oleh Dunia Ketiga (negara-negara berkembang yang tersebar di Asia-Afrika dan baru merdeka setelah PD II) sehingga hak-hak yang diajukan pun mencerminkan kepentingan masyarakat di wilayah itu. Rumusan HAM warisan liberalisme yang menekankan hak-hak alamiah ternyata tidak memadai sehingga perlu semakin dipertajam dan bahkan direinterpretasikan. sosial. Kemajuan HAM pada generasi kedua juga ditandai oleh kesadaran untuk merumuskan HAM yang diakui di seluruh dunia sebagai standar universal bagi tingkah laku manusia (Budiardjo. kebebasan dari ketakutan. Hak-hak yang semula disebut hak alamiah diubah menjadi HAM (human rights) yang menekankan kebebasan individu yang meliputi hak untuk menyatakan pendapat dan hak untuk mendirikan. peperangan. yaitu kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. berbeda dengan pelaksanaan hak politik dalam pemikiran liberal yang membatasi peran pemerintah. dan budaya. Selain 85 . Selain itu. Upaya mereka mulai menonjol pada tahun 1980-an.

kekeluargaan. sebagian besar pemikiran para tokoh itu dilatarbelakangi oleh antikolonialisme dan antiliberalisme. Isi deklarasi itu merupakan kompromi antara negara-negara Barat dan negara-negara Dunia Ketiga. 2008: 244—245). Namun.itu. khususnya. Dampak persaingan antarnegara inilah yang kemudian melahirkan kolonialisme dan imperalisme. Secara historis. dan gotong-royong merupakan nilai yang tepat untuk menjiwai pembentukan pasal-pasal mengenai hak warga negara. Di samping itu. khususnya menyangkut pasal-pasal berisi HAM. alam liberalisme juga ditandai oleh semakin tajamnya konflik buruh–majikan dan juga timbulnya persaingan antarnegara. Dengan latar belakang sejarah tersebut. Mereka pun telah melihat bahwa rumusan HAM dari negara-negara Barat sendiri sangat bercorak liberal dan individualistis. dan gagal menghapuskan kemiskinan di negara-negara Barat yang saat itu diguncang depresi. juga diyakini dapat membawa perdamaian dunia bila diterapkan oleh bangsa-bangsa lain. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan. HAM dalam UUD 1945 Pembicaraan tentang hak dan kewajiban WNI tentu harus melibatkan UUD sebagai sumber atau landasan otoritas bagi rakyat untuk menikmati hak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara. Penerimaan terhadap upaya negara-negara Dunia Ketiga ini dinyatakan dalam Deklarasi Wina (Juni 1993). Melihat dampak-dampak tersebut. pasal tentang HAM tidak dicantumkan secara khusus sehingga timbul pertanyaan. maka nilai keadilan sosial. para tokoh bangsa yang merumuskan hak-hak warga negara sependapat bahwa HAM tidak perlu dimasukkan secara khusus. wilayah. konsep kekhasan nasional. para tokoh tersebut menjadi yakin bahwa untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur. sehingga rakyat tetap diberi hak untuk mengeluarkan pendapat dan 86 . b. latar belakang budaya dan agama juga diterima sebagai bahan pertimbangan. Sumbangan Indonesia dalam forum itu adalah penekanan pada perlunya hak asasi ditingkatkan dalam konteks kerja sama internasional atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan negara-negara yang berdaulat dan terhadap identitas nasional masing-masing (Budiardjo. dalam UUD 1945 sebelum amandemen dan yang sesudah amandemen. Dalam UUD 1945 sebelum amandemen. mereka tetap berpegang pada prinsip kedaulatan rakyat. apa yang melatarbelakangi para perumus UUD 1945 sehingga mereka tidak memasukkan pasal-pasal tersebut? Perdebatan di antara para tokoh bangsa dalam sidang-sidang BPUPKI bermuara pada rumusan hak-hak warga negara. Nilai keadilan sosial.

222—223. serta hak kesetaraan di hadapan hukum dan dalam pemerintahan. kasus Talang Sari. 1992: 206—209. 29. hak untuk mengembangkan diri. pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar oleh negara. 22 87 . Selain prinsip kedaulatan rakyat.bersidang. hak untuk memperoleh keadilan. Sejumlah peristiwa atau kasus yang terjadi. seperti Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh. Akhirnya.21 Pasal-pasal tentang hak warga negara tetap tak berubah hingga terjadinya amandemen UUD 1945. Hak-hak itu meliputi hak umum. Secara umum. Perubahan terjadi setelah bangsa Indonesia menempuh jalan gelap pada masa Orde Baru. hak dan kewajiban penduduk Indonesia telah ditetapkan dalam UUD. serta hak untuk memperoleh suaka politik dari negara lain. HAM melengkapi hak-hak sosial warga negara yang sangat ditekankan dalam UUD 1945 sebelum amandemen. kasus Semanggi I dan II. Bagaimana implementasi hak dan kewajiban tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara 21 Lihat UUD 1945 (sebelum amandemen) Pasal 27. 31 dan 34. sila-sila Pancasila juga sangat mewarnai perumusan hak-hak warga negara seperti terlihat dari sila keadilan sosial dalam perumusan hak pendidikan. perjuangan penegakan HAM mencapai puncaknya dengan masuknya pasal-pasal khusus mengenai HAM dalam UUD 1945 sesudah amandemen. di bawah pemerintahan Megawati ditetapkankanlah TAP MPR No. Tuntutan mereka bergaung dalam Gerakan Reformasi pada tahun 1998. Secara formal. hak negatif dan positif. kasus Marsinah.22 Perubahan signifikan lainnya adalah pencantuman batasan-batasan terhadap hak warga negara. kasus Tanjung Priok. dan dari sila pertama yang menjiwai pasal tentang kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. lihat pasal 28 A–J. Kemerdekaan atau hak tersebut harus diberikan untuk mencegah terjadinya negara kekuasaan. Lihat juga perdebatan para tokoh bangsa Sekretariat Negara Republik Indonesia. Selengkapnya. Hal ini menyadarkan anggota masyarakat untuk berjuang menegakkan HAM di Indonesia. Hak-hak sosial pun semakin dijamin dengan penegasan atas hak atau jaminan sosial. dan kerusuhan di Ambon dan Poso telah menimbulkan jatuhnya banyak korban. UUD 1945 (sesudah amandemen). hak untuk perlindungan diri dan bebas dari penyiksaan. c. XVII/MPR/1998 tentang HAM yang kemudian menjadi UU Nomor 39 Tahun 1999 yang di dalamnya juga ditetapkan hak perempuan dan anak. Implementasi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Kehidupan Sehari-hari Secara formal. kasus Trisakti. HAM dalam UUD meliputi hak untuk hidup. serta hak individual dan sosial.

Bila terjadi kekeliruan dalam penangkapan. Hal ini berarti bahwa dalam kehidupan sehari-hari setiap orang juga dijamin keamanannya terhadap tindakan negara yang tidak adil. aliran politik. agama. kemerdekaan negara-bangsa merupakan prasyarat bagi kemerdekaan tiap-tiap warga negara. Inilah hakikat individu sebagai warga negara yang 23 24 UU RI No. profesi dan status sosial-ekonomi diperlakukan setara. karena kemerdekaan menempatkan individu sebagai ―persona‖ atau pribadi yang bermartabat di dalam negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.24 (3) Kemerdekaan (indepedensi) Kata kemerdekaan kita jumpai pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945. kesetaraan. maka seseorang dapat meminta ganti rugi.praktis? Untuk melihat aspek praktis dari pasal-pasal tentang hak warga negara. budaya. dan secara internal berupa tindakan kriminal. kepastian yang adil. Perlindungan dan jaminan pemerintah atas keamanan ini diperlukan oleh setiap orang karena ancaman terhadap penduduk bisa datang dari luar yaitu serangan bangsa lain. (1) Keamanan Dalam Pembukaan UUD disebutkan bahwa salah satu tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. perlindungan. Tujuan ini tentu akan diemban sebagai kewajiban tiap pemerintah untuk menjamin keamanan negara dan keselamatan penduduk yang tinggal di wilayah Indonesia. UU tentang prosedur ini secara khusus diatur dalam KUHAP. jaminan. atau penuntutan. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana Pasal 95. Kesetaraan ini menempatkan setiap warga negara mendapat pengakuan. UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal tentang HAM.23 (2) Kesetaraan Seluruh warga negara tanpa memandang suku. dan perlakuan yang sama di hadapan hukum. Kemerdekaan di sini bermakna lebih dari kebebasan dalam pengertian liberal. penahanan. Lihat Pasal 27 UUD 1945 (sesudah amandemen). 88 . dan kemerdekaan. maka berikut ini hak-hak itu akan diuraikan dalam tiga kategori. misalnya tindakan penangkapan tanpa alasan yang mencukupi. yakni keamanan.

Bila ditinjau lebih jauh. dalam kehidupan sehari-hari sering kali aparat negara melakukan salah tangkap terhadap seseorang yang tidak bersalah. Kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan memperoleh informasi juga terkait erat dengan kebebasan pers karena pemenuhan akan hak tersebut akan mengacu kepada sarana-sarana untuk mengeluarkan pendapat dalam wujud tulisan. dsb. 25 Lihat Pasal 28 dan 28 F. Bersamaan dengan itu. dan menggunakannya bila diperlukan. dsb. jaminan sosial. 1999: 83). yang dilakukan dengan penuh kesadaran (Poole. dapat menyuarakan pendapat mereka. serta sumber-sumber informasi modern seperti radio. kampanye. buku. Dengan kemerdekaan berserikat. Dalam menghadapi keijakankebijakan tersebut. seperti koran. Hal ini dijelaskan berikut ini. UUD 1945 (sesudah amandemen). Hak berserikat. Sebagai contoh.25 Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat pemerintah membuat kebijakan-kebijakn yang berpengaruh luas seperti menaikkan harga dasar listrik (TDL). mulai dari klub olah raga. Hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapatkan informasi. Rakyat juga dijamin haknya untuk hadir dalam rapat umum.tidak hanya diposisikan di hadapan lembaga-lembaga hukum dalam negara. melainkan juga memiliki hak untuk mengajukan tuntutan terhadap negara.. mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). asosiasi profesi. Hak untuk mendapatkan informasi juga berarti mengetahui hak-hak. hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapat informasi tentu harus dipergunakan untuk mengawal pemerintah agar bertindak untuk kepentingan seluruh rakyat. meningkatkan pajak penjualan. pengakuan terhadap hak itu juga menuntut tanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara. aktivitas politik yang dilakukan tiap-tiap warga negara sebenarnya juga merupakan sarana untuk memenuhi hak-haknya. Jika warga negara tersebut sadar akan hak-haknya maka ia pun dapat terhindar dari perlakuan yang tidak adil tersebut. 89 . dan bersikap kritis bila ternyata dampak kebijakan tersebut tidak untuk kepentingan seluruh rakyat. hingga partai politik. dan internet. Rakyat harus mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah. Tanggung jawab untuk ini sendiri bukanlah bentuk paksaan melainkan merupakan bentuk aktivitas bebas warga negara. televisi. rakyat dapat membentuk organisasi-organisasi. dsb. majalah.

UUD 1945. Sesuai dengan prinsip kesetaraan. Batasan-batasan terhadap Hak dan Kebebasan Warga Negara Dengan pemenuhan hak-hak warga negara tidak dapat diartikan bahwa warga negara dapat melaksanakan haknya tanpa batasan. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal bahwa kebebasan manusia memiliki batasan-batasan. atau bentuk lembaga lain untuk membantu meringankan beban masyarakat. 90 . lembaga bantuan hukum. Seiring dengan itu maka Pasal 73 dan 74 UU Nomor 39 Tahun 1999. Hak atau kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat sangat penting dalam negara yang menganut sistem demokrasi karena dengan itu warga negara dapat memperoleh 26 Lihat Pasal 29. Masalah itu antara lain ialah kemiskinan. Hak untuk memilih merupakan salah satu hak yang penting sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab warga negara. Penyelesaian masalah-masalah tersebut mengundang partisipasi aktif warga negara. Dalam kehidupan bermasyarakat kita menjumpai persoalan-persoalan yang begitu kompleks dan tidak dapat diatasi oleh pemerintah semata-mata. Hak untuk memilih dalam pemilu. baik secara individu maupun melalui organisasi semacam lembaga swadaya masyarakat (LSM). tetapi juga partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. Dalam pemilihan umum. Dengan hak yang telah ditetapkan dalam pasal 29 ini26 pemerintah menjamin rakyat untuk menjalankan ajaran agama mereka. Jadi. Pemenuhan hak ini secara bertanggung jawab akan memastikan pergantian kepemimpinan secara tertib dan damai. d. warga negara memilih orang-orang yang akan duduk dalam pemerintahan dan suara pemilih merupakan mandat bagi pemerintah yang terpilih.Hak untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. dan kepentingan bangsa. kesusilaan. ketertiban umum. dan Pasal 28 UUD 1945 tentang HAM telah mengatur batasanbatasan tentang hak dan kebebasan warga negara. Hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Hal itu dilakukan untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan orang lain. kalau ternyata bahwa mereka yang terpilih tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik maka warga negara berhak untuk tidak memilihnya kembali pada pemilu berikutnya. pengangguran. maka pemerintah tidak akan memperlakukan rakyat secara berbeda karena agama yang dipeluknya. Dengan demikian partisipasi dalam pemerintahan tidak hanya berupa hak untuk memilih atau dipilih untuk menduduki jabatanjabatan pemerintah. dan kekerasan dalam rumah tangga.

menghasut. Demokrasi akan berkembang bila warga negara dapat menggunakan hak berpendapat itu tanpa rasa takut. pengunjuk rasa wajib memberitahukan rencananya kepada aparat negara terlebih dahulu agar unjuk rasa itu berjalan tertib dan tidak menggangu hak orang lain. Dari batasan-batasan terhadap kebebasan warga negara dapat dilihat bahwa hak warga negara bukanlah tak terbatas. Pihak negara (pemerintah) dapat menetapkan UU atau peraturan-peraturan yang membatasi hak-hak warga negara. Tanggung jawab sebenarnya merupakan bentuk kewajiban juga. Namun. Sebagai contoh. Kebebasan berserikat pun memiliki batasanbatasan. Berbeda dengan kewajiban. misalnya kegiatan kelompok tidak akan ditoleransi bila melanggar ketertiban umum atau menggunakan cara-cara kekerasan untuk menekan kelompok-kelompok lain. maka tiap warga negara diharapkan menyadari bahwa untuk memenuhi hak-haknya secara penuh ia pun wajib menghargai hak-hak orang lain pula. berdiskusi. karena hak warga negara. warga negara tidak boleh menyalahgunakan hak untuk berpendapat dan berbicara serta kebebasan pers dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik orang lain. Kewajiban Warga Negara Pembicaraan tentang hak warga negara selalu berbarengan dengan kewajiban warga negara. menyuarakan pendapat. warga negara juga memiliki tanggung jawab. dalam kasus tertentu. pemenuhan kewajiban warga negara juga merupakan tindakan yang memastikan penyelenggaraan negara berjalan baik. Dengan kesadaran bahwa orang lain dan masyarakat juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan ketertiban masyarakat secara umum. 91 . bahkan dapat dipenjara. e. berbohong. sebagai seorang individu. Seperti halnya pemenuhan hak-hak warga negara. Kewajiban menuntut pemenuhannya walaupun warga negara (mungkin) enggan melakukannya. Menyuarakan pendapat dengan cara unjuk rasa juga diatur agar tidak mengganggu ketertiban umum. Pihak yang nama baiknya dicemarkan berhak meminta perlindungan dari yang berwajib. tetapi pemenuhannya hanya secara sukarela atau tanpa paksaan. harus berhadapan dengan hak orang lain dan hak masyarakat.informasi. Kewajiban warga negara menuntutnya melakukan sesuatu dan jika dia tidak melakukannya maka dia dapat dikenai denda atau. Hal ini diatur dalam KUHP Pasal 310. yaitu apa yang seharusnya dilakukan. atau membocorkan rahasia negara yang dapat membahayakan negara. misalnya pengguna jalan raya. dsb.

sekolah merupakan sarana yang penting untuk mempersiapkannya menjadi warga negara yang baik. Lihat Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 (sesudah amandemen).28 Pemenuhan kewajiban ini akan memastikan keamanan negara dan bangsa. serta melindungi harta milik mereka. hukum pidana—yang mengatur agar tindakan seseorang/sekelompok orang tidak merugikan pihak lain—dan berbagai peraturan yang ditujukan agar masyarakat dapat hidup bersama dengan rukun. Melalui sekolah seseorang mendapatkan pendidikan yang bukan hanya berupa pengetahuan melainkan juga keterampilan dan 27 28 29 Lihat Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 (sesudah amandemen). (1) Menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan27 Kalau negara menerapkan prinsip hukum. Penggunaannya antara lain ialah untuk membangun fasilitas yang amat vital seperti pembangunan jalan. gedunggedung pemerintah dan berbagai fasilitas lain. antara lain ialah 1) menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan. Bilamana hukum tidak dipatuhi. Lihat Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 (sesudah amandemen). serta pegawai birokrasi yang bertugas melayani rakyat. dan 5) menghormati hak asasi orang lain. Pajak juga digunakan untuk gaji aparat negara. dan dengan demikian juga keamanan warga negara. melindungi keamanan dan keselamatan warga negara. 92 . maka sulit bagi pemerintah untuk menegakkan ketertiban. seperti tentara dan polisi yang bertugas untuk mempertahankan keamanan negara dan menjaga ketertiban rakyat. maka konsekuensinya adalah bahwa hukum harus dijunjung. Hukum dapat berupa peraturan lalu lintas. 4) mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah). baik oleh pemerintah maupun oleh warga negara. (3) Membayar pajak Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang penting. (4) Mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah)29 Bagi warga negara.Beberapa kewajiban yang harus dijalankan setiap warga negara. (2) Membela negara Membela negara merupakan salah satu kewajiban warga negara yang penting. 2) membela negara. 3) membayar pajak.

dalam hal perusahaan. Solusi dari konflik disebut menghormati hak asasi bila tidak melibatkan tindak kekerasan. UUD 1945 (sesudah amandemen). Dalam interaksi-interaksi tersebut tidak jarang dijumpai adanya perbedaan pendapat atau bahkan konflik. (5) Menghormati hak asasi orang lain30 Menghormati hak asasi orang lain merupakan syarat agar hak kita sendiri juga dihormati orang lain. berbangsa. Di Indonesia. misalnya di dalam keluarga. yang diwajibkan bagi warga negara adalah mengikuti pendidikan dasar. tidak melarang orang beribadah menurut agama atau kepercayaannya atau. Tingkah laku menghormati dan menerima pendapat orang lain ini disebut toleransi. pimpinan perusahaan tidak melakukan tindakan seperti tidak membayar gaji pegawai. tidak menghasut. dsb. Kebuntuan berpotensi terjadi di masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang. Di samping menghargai keberagaman.kemampuan dasar sebagai warga negara—seperti kemampuan menyuarakan pendapat dalam bentuk lisan dan tulisan. dan dalam hal yang melibatkan kaum muda. Toleransi sangat dibutuhkan dalam negara dengan sistem demokrasi. dsb. Bila pertukaran ide tidak disertai oleh toleransi maka akan terjadi kebuntuan. warga negara juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak-hak orang lain yang tidak sependapat dengannya. tidak melakukan keributan yang menggangu kenyamanan orang lain. interaksi sosial merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari. 30 Lihat Pasal 28 J. tiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. Rasa saling hormat mengarah kepada terciptanya ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. seperti memelihara kebersihan halte bus. dan bernegara. karena di alam demokrasi. dsb. tidak menjarah harta milik orang lain. Bersamaan dengan kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. kemampuan untuk mencari dan memilah informasi. tempat kerja. dan kampus. Warga negara diharapkan mampu menghargai dan menerima pendapat orang lain tanpa memandang latar belakang budaya. Dalam konteks ini. agama. sejauh ini. aliran politik. Dalam kehidupan sehari-hari. warga negara juga wajib menghargai hak orang lain dengan cara ikut memelihara berbagai fasilitas umum yang digunakan banyak orang. tidak merusak peralatan telepon umum. 93 . tiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghargai pendapat orang lain.

mencerdaskan kehidupan bangsa. dan (3). Kewajiban dan Hak Negara Di atas telah dikemukakan bahwa negara dan warga negara memiliki hubungan timbal-balik. 6. Hal itu menunjukkan bahwa upaya bela negara. 2008: 248). Keempat tujuan tersebut yang menjiwai kewajiban dan tanggung jawab negara sebagaimana tertuang dalam pasal-pasal UUD. hak untuk mendapat pekerjaan yang layak. sosial. sebaliknya. dan. Warga negara wajib memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara dan sejumlah kewajiban warga negara yang lain sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. UUD 1945 (sebelum amandemen) telah mencakup hak asasi di dalamnya. Pemenuhan kewajiban negara tentu memiliki konsekuensi bagi warga negara—yang pada gilirannya menjadi hak negara. Kewajiban negara secara implisit termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yakni pada alinea keempat yang berisi tujuan negara yang harus dilaksanakan setiap pemerintahan yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. pendidikan. Pasal 29 ayat (2). Indonesia tidak demikian. ekonomi. memajukan kesejahteraan umum. (2). perdamaian abadi. hak mengemukakan pendapat. dan lain-lain merupakan aktivitas-aktivitas warga negara untuk memenuhi hak negara. Hak-hak tersebut termuat dalam Pasal 27—31 yaitu tentang hak di bidang politik. Pasal 32 ayat (1) dan (2). seperti yang tercermin dalam hak dan kewajiban masing-masing pihak. Pasal 28. Hanya melalui tindakan timbal-balik dalam pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak—negara dan warga negara—tujuan negara akan tercapai. yaitu hak atas kehidupan. UUD 1945 (sesudah amandemen). mematuhi hukum. Pasal 30 ayat (1). dan keadilan sosial. dan diatur dalam UUD. dan budaya (Budiardjo. Penjajahan Belanda di Indonesia telah menyebabkan para pendiri bangsa bersikap kritis 31 Lihat Pasal 27 ayat (1) dan (2). Pasal 28 A–J. membayar pajak. dan seterusnya. dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Evaluasi Kritis terhadap Hubungan Timbal-balik antara Negara dan Warga Negara Bila negara lain seperti AS memiliki piagam hak asasi yang terpisah dari UUD. Hak dan kewajiban negara (pemerintah) dan warga negara bersumber dari. Pasal 31 ayat (1) dan (2). Pencantuman hak-hak tersebut memiliki latar belakang sejarah yang menarik.5. hak-hak warga negara akan terpenuhi pula. hak beragama. Pasal 34 ayat (1). 94 .31 yaitu bahwa negara harus membuat kebijakan-kebijakan untuk dapat memenuhi hak-hak warga negara.

padahal kesejahteraan merupakan masalah krusial bagi negaranegara yang baru merdeka seperti Indonesia. 95 . maka dalam perumusan UUD. hak atas penghidupan yang layak.32 Namun. di tengah kuatnya arus pemikiran untuk lebih menekankan hak atau kemerdekaan warga negara di bidang sosial dan ekonomi. Liberalisme misalnya telah digunakan negara-negara Barat untuk merumuskan hak asasi. Ada satu hal yang membanggakan dan patut diketengahkan di sini. seperti hak bangsa untuk menentukan nasib sendiri (lihat Pembukaan UUD 1945). Pencantuman hak-hak tersebut dilakukan mendahului Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang baru diundangkan tiga tahun kemudian. dan budaya. 2008: 244). pada masa tahun 1930-an juga menyebabkan krisis ekonomi di negara-negara Barat dan memicu terjadinya perang antarnegara. keadilan sosial lebih ditekankan. Sebagai jawaban atas masalah tersebut. dan kebebasan pers tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh warga negara. Dengan diterimanya usulan-usulan tentang pencantuman hak mengeluarkan pendapat dan berserikat. kita patut menghargai pemikiranpemikiran tokoh pendiri bangsa kita. hak untuk fakir miskin dan anak terlantar. sosial. Dari sejarah perjalanan bangsa terlihat bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat. hak ekonomi dan sosial seperti hak mendapat pengajaran. maka UUD 1945 sebelum amandemen telah mencantumkan hak-hak politik. karena adanya batasan-batasan seperti pembubaran partai 32 Lihat Pasal 31. yakni bahwa UUD 1945 memuat hak-hak kolektif. ekonomi. Tujuan pencantuman hak tersebut tidak lain untuk mencegah timbulnya negara kekuasaan yang berpotensi menindas rakyat. kapitalisme. terutama di Asia dan Afrika. dan individualisme. Liberalisme pula yang mendorong adanya kompetisi bebas antarnegara sehingga timbul benih-benih kolonialisme yang berakibat pada penjajahan. yakni pada tahun 1948 (Budiardjo. Pasal 33. Pasal 34 UUD 1945 (sebelum amandemen). kolonialisme. Dengan demikian.terhadap paham-paham seperti liberalisme. Pembicaraan tentang pemikiran tentu tidak akan lengkap bila tidak mencakup aspek tindakan dalam bentuk kebijakan negara di bidang pemenuhan hak-hak warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD. Liberalisme dan kapitalisme yang dipraktikkan tanpa batas. dst. ada tokoh seperti Hatta yang tetap kokoh untuk mencantumkan hak rakyat untuk mengeluarkan pendapat dan berserikat. kebebasan berserikat. Dampak penerapan liberalisme dan kapitalisme tersebut telah menyadarkan tokoh-tokoh bangsa bahwa hak-hak politik seperti hak mengeluarkan pendapat dan berserikat yang ditekankan di alam liberalisme tidak mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat atau kesetaraan di bidang ekonomi. dari sudut sejarah pemikiran.

politik dan pembredelan pers, dan tindakan sewenang-wenang seperti kekerasan militer (pemberlakuan daerah operasi militer /DOM) di Aceh, kasus Tanjung Priok, dan kasus Trisakti. Faktor-faktor tersebut, bersama-sama dengan keterpurukan ekonomi dan masalahmasalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang kronis, telah mendorong berbagai elemen masyarakat melakukan gerakan reformasi untuk mengakhiri pemerintahan Soeharto. Satu hal yang menarik dan patut dipelajari dari peristiwa-peristiwa tersebut adalah bahwa ketika negara menjadi negara kekuasaan maka negara (dalam hal ini pemerintah) memakai kekuasaan untuk menafsirkan UUD demi kepentingan kekuasaan itu sendiri sehingga dalam praktik rakyat menjadi pihak yang tertindas. Pada masa Orde Baru, sering kali terjadi ketidaksamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat tentang konsep ―kepentingan umum‖ dan ―keamanan nasional‖. Dalam tafsiran pemerintah, tidak jelas kapan kepentingan individu berakhir dan kepentingan umum mulai. Sebagai contoh, dalam kasus penggusuran, penduduk diminta menyerahkan lahannya untuk pendirian fasilitas rumah sakit. Dalam kasus seperti ini, masyarakat biasanya tidak mempersoalkannya, tetapi dalam kasus penggusuran untuk pendirian pusat komersial, interpretasi tentang ―kepentingan umum‖ dapat bertolak belakang karena dapat dipandang sebagai pelanggaran hak asasi. Demikian pula interpretasi tentang ―keamanan‖, tidak pernah jelas kapan keamanan terancam dan kapan unjuk rasa masih dapat ditoleransi sebagai upaya untuk mengeluarkan pendapat. Kekuasaan menafsir ―kepentingan umum‖, ―keamanan umum‖ dan ―stabilitas nasional‖ merupakan monopoli negara (Budiardjo, 2008: 251—253). Negara dengan demikian telah menampilkan diri sebagai negara kekuasaan. Menghadapi situasi demikian, maka memasuki era Reformasi, berbagai elemen masyarakat menuntut penguatan hak asasi. Upaya ini berhasil dengan diundangkannya UU RI Nomor 39 Tahun 1999. Pemberlakuan dan pelaksanaan UU itu merupakan kemajuan hak-hak asasi politik, seperti hak untuk mengeluarkan pendapat, hak berserikat, dan kebebasan pers yang kini dapat dinikmati rakyat secara bebas. Selain itu, terbitnya UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasaan dalam rumah tangga telah menguatkan hak asasi perempuan. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI terdapat pasal yang mengesahkan status anak yang terlahir dari ibu WNI dan ayah WNA. Dengan UU ini, status anak yang terlahir dari ibu WNI adalah mengikuti kewarganegaraan ibunya sampai ia dapat menentukan statusnya sendiri pada usia 18 tahun. UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang

96

pemberantasan tindak pidana perdagangan orang diterbitkan agar bila perkawinan berakhir dengan perceraian, hak asuh anak tetap pada ibu. Adapun pemenuhan hak-hak politik ternyata tidak diimbangi dengan pemenuhan hak warga negara di bidang sosial-ekonomi dan budaya. Saat ini Indonesia masih terbelit oleh masalah pengangguran, pendidikan dan kesehatan yang mahal, kemiskinan, dan korupsi. Kebijakan-kebijakan pemerintah ternyata belum mampu memenuhi tujuan-tujuan yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Kesejahteraan dan keadilan sosial masih jauh dari harapan. Masalah kesetaraan di hadapan hukum pun masih menjadi persoalan sehingga timbul rasa ketidakadilan di kalangan rakyat. Di pihak warga negara, yang juga patut mendapat perhatian khusus adalah bahwa perilaku kebebasan tanpa batas seperti tindak anarki, amuk massa, tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan toleransi dalam hidup beragama, perilaku korupsi, dsb. merupakan cermin melemahnya kesadaran akan pentingnya hukum untuk ketertiban bersama dan menciptakan keadilan. Dengan melihat keadaan yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa masalah keamanan, kesetaraan, dan kebebasan tetap menjadi masalah penting dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pemenuhan hak-hak warga negara di ketiga bidang tersebut memerlukan peran negara. Namun, mengingat permasalahan dalam masyarakat begitu rumit dan beragam, negara juga membutuhkan partisipasi warga negara. Partisipasi politik warga negara merupakan kekuatan penyeimbang bagi kekuasaan negara. Melalui hubungan kerja sama atau hubungan timbal-balik antara negara dan warga negaralah penyelenggaraan negara dapat terarah pada cita-cita bersama sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

97

BAB V INDONESIA DAN DUNIA INTERNASIONAL

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami dinamika hubungan antarbangsa di dunia, serta mampu membangun sikap terbuka dan kritis terhadap peran politik Indonesia di dunia internasional.

1. Hubungan Antarbangsa Hubungan antarbangsa tidak selamanya serasi karena menyangkut kepentingan nasional masing-masing. Kepentingan nasional antara dua bangsa/negara dapat berbeda, malah saling berbenturan. Perbedaan kepentingan yang menimbulkan pertentangan biasanya disebut konflik. Dalam perkembangannya konflik dapat meruncing dan berlanjut dengan penggunaan senjata. Keadaan terakhir itu disebut perang. Gambaran plastis hubungan antara dua negara dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, integrasi (kerja sama); hal ini dapat terjadi karena kepentingan dua negara sejalan. Kedua, konflik (pertentangan); hal ini dapat terjadi karena kepentingan masing-masing negara saling bertentangan. Untuk yang kedua ini, ada beberapa cara penyelesaiannya yaitu tindak kekerasan, penekanan atau pemaksaan (coersion), dan akomodasi. Tindak kekerasan biasanya berupa penyelesaian dengan perang bersenjata. Dalam hal penekanan atau pemaksaan, biasanya salah satu negara melakukan gerakan provokasi agar negara lainnya takut/tunduk, misalnya dengan mengadakan latihan militer di daerah perbatasan. Akomodasi ialah keadaan kedua bangsa saling menghormati dengan koeksistensi, kompromi, dan kompetisi kepentingan secara sehat. Peningkatan atau eskalasi konflik antarnegara bagaikan sebuah spektrum. Eskalasi dimulai apabila salah satu negara merasa dirugikan yaitu ketika, umpamanya, upayanya untuk memakai produksi sendiri terganggu. Keadaan ini biasanya berlanjut dengan peningkatan tarif bea masuk, kuota perdagangan, pembatasan peredaran valuta asing, konsesi dagang dengan negara (mitra) tertentu, hal yang sudah barang tentu akan dibalas oleh negara yang tidak mendapat konsesi dengan cara boikot dan/atau sabotase atas barang negara ―lawan‖ (yang

98

Peran Indonesia dalam Hubungan Antarbangsa Butir keempat dari tujuan nasional Indonesia sebagaimana tertulis pada Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 asli merupakan ―politik bebas aktif‖. Perang panas atau perang terbuka dimulai dengan pencaplokan atau aneksasi teritorial.tidak memberi konsesi). Pembentukan kedua blok didasarkan pada ideologi yang berkembang pada abad XX. Bahkan perang dapat menjadi tidak terkendali apabila tidak segera diselesaikan. Ini merupakan keunikan hukum tentang hak dan kewajiban warga negara di Indonesia. Sejarah konflik antarmanusia. Keadaan ini. 99 . pasca-Perang Dunia (masa perang dingin). yang mirip dengan keadaan perang tetapi tanpa penggunaan senjata. Untuk mengatasi eskalasi seperti itu masing-masing negara biasanya menyiapkan warga negaranya untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara maupun upaya pertahanankeamanan. antarmasyarakat maupun antarbangsa selalu melibatkan masyarakat atau bangsa lain sehingga terbentuk blok-blok. yaitu negara-negara yang dianggap tidak dipengaruhi oleh Barat (Huntington. sekitar tahun 1920-an dunia seolah-olah dibagi hanya atas dua sebagai dunia Barat dan sisanya. di samping blok Barat dan blok Timur muncul pula blok lain yaitu negara-negara yang baru merdeka. Kedua blok itu berupaya menyelesaikan konflik dengan perang dingin. 2. masing-masing blok liberal (blok Barat) dan blok sosialis (blok Timur). Perang tidak terkendali apabila kedua pihak menggunakan senjata nuklir. Laut. 1959: 13). insiden perbatasan. Blok Barat merangkul mantan musuhnya dalam Perang Dunia II. Pada abad XVII dua blok yang saling berhadapan adalah dinasti Bourbon di Eropa Barat dengan dinasti Hapsburg di Eropa Tengah. dan kimia (Eccles. biologi. Pasca-Perang Dunia I. Hal ini diatur dalam Pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1) UUD 1945. dan Udara). yang sebenarnya merupakan upaya koersi kedua blok tersebut. Bagi bangsa Indonesia kedua upaya ini merupakan hak dan kewajiban. Pada pertengahan abad XX. Dalam pengertian ini negara koloni dianggap masuk ke blok Barat. disebut perang dingin. Dalam perang dingin dapat terjadi ―perang terbatas‖ dengan tanda-tanda seperti penahanan kapal ―lawan‖ dengan muatannya. dan huru-hara yang dikendalikan dari luar. 1998: 23—26). Kebijakan politik bebas aktif dilakukan untuk menghadapi kenyataan adanya dua blok negara pemenang Perang Dunia II. kemudian pernyataan perang yang dilanjutkan dengan penggunaan satuansatuan Angkatan Perang (Darat.

Jepang dan Jerman Barat menjadi raksasa ekonomi baru dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Kedua blok (Barat dan Timur) berupaya menarik negara-negara merdeka baru ke dalam blok mereka masing-masing. lebih pesat perekonomiannya daripada Prancis. Dalam gerakan ini Indonesia termasuk negara pemrakasa (Huntington. Negara-negara Amerika Latin yang sebelumnya pro Barat. Jepang dirangkul dan dipayungi oleh Amerika Serikat selama Jepang bersedia menjadi negara demokrasi liberal. sosial. budaya. sangat disayangkan bahwa pimpinan (elit politik) negara-negara pemrakasa kurang memberi kesempatan kepada generasi yang lebih muda sehingga terkesan kurang demokratis. Negara-negara yang tergabung dalan gerakan non-blok dikenal sebagai negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang (NSB). 2004: 1062). Legitimasi doktrin-doktrin dasar 100 . 1998: 24—25). termasuk sistem agraria dan pendidikan (Robert. Di era ―Perang Dingin 1960-an‖ juga terjadi krisis politik di Indonesia. Gerakan selanjutnya berupaya melakukan pemurnian ideologi Pancasila dan UUD 1945 secara konsekuen dan merumuskan paradigma tata kehidupan nasional dengan menyusun doktrin-doktrin dasar. Kedua negara itu mengalahkan negara-negara pemenang perang. pada era ini bergabung dengan negara-negara Asia dan Afrika. Indonesia bersama India. Dalam pada itu. Sri Langka dan Myanmar (dahulu Birma) berupaya agar negara baru tidak terseret ke dalam salah satu kubu. Secara tidak langsung arah politik kita cenderung ke demokrasi liberal. Pada era Perang Dingin 1960-an ke dalam blok baru itu kemudian bergabung Yugoslavia yang sedikit merenggang dengan blok negara-negara demokrasi sosialis. Presiden Soeharto sebagai kepala pemerintahan memprioritaskan pengamanan dalam negeri dan sekaligus pembangunan ekonomi dalam negeri. apalagi setelah krisis ekonomi. Ini tidak lain karena Jepang dan Jerman Barat meminimalkan biaya keamanan nasionalnya yang telah dipayungi oleh blok Barat (sekutu). Pakistan. Jerman Barat. Gerakan non-blok berperan penting dalam meredam konflik atau perang dingin. Gerakan yang dipelopori Indonesia itu mendapat respons dari Mesir pasca-tergulingnya monarki dan berhasil mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menjadi cikal-bakal Gerakan Non-Blok. Sepeninggal mereka. gerakan non-blok menjadi kurang efektif. dengan maksud agar dapat meredakan ketegangan dunia. misalnya. dan dimasukan dalam pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO). Akibatnya. dan politik melanda negara-negara anggotanya. mengingat bahwa syarat utama gerakan ini adalah kestabilan politik pada masing-masing negara peserta.Jerman Barat. Namun.

2) ―percepatan‖ jalannya sejarah sebagai akibat kemajuan teknologi telekomunikasi. 3) penemuan persenjataan baru (yang lebih modern).adalah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan Ketahanan Nasional sebagai geostrategi melalui ketetapan MPR. Dalam konsep ini seorang pembeli dianggap sebagai raja. yaitu melalui pengaruh budaya. Di era ini muncul konsep ―dunia tanpa batas‖ yang pada hakikatnya adalah perkembangan dari berdirinya perusahaan-perusahaan multinasional (multinational corporations). Berbagai Kecenderungan di Era Globalisasi Dekade akhir abad XX dan awal abad XXI disebut masa (era) globalisasi. 3. 1942: 4—7). Konflik fisik masih terjadi baik dalam rangka perebutan wilayah secara fisik maupun melalui maya. yang tidak lain merupakan bentuk liberalisasi ekonomi dunia. Oleh karena itu isu era globalisasi diidentikkan dengan pemanasan global dan perebutan wilayah sumber daya alam (Wright. ASEAN). yang berawal dari perebutan sumber daya alam. Hubungan dengan negara tetangga yang selama itu ―kurang baik‖ dibangun kembali dengan mendirikan perhimpunan negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. Dunia tanpa batas akan merugikan bangsa yang sedang berkembang apabila bangsa itu tidak memiliki karakter nasional yang kuat dan intelektual yang tinggi. Oleh karena itu tidaklah salah apabila Wright berkata bahwa perang fisik dipicu oleh 1) dunia yang ―menciut‖ sebagai akibat kemajuan teknologi transportasi. dan 4) kebangkitan demokrasi. Era globalisasi ditandai oleh kemajuan teknologi dalam bidang transportasi—terutama setelah pesawat terbang digunakan sebagai angkutan masal. Pada masa ini setiap negara menjadi negara terbuka untuk perdagangan bebas. Dari keempat penyebab perang itu. Negara maju dan kaya mencita-citakan dunia tanpa batas. Implementasi kedua doktrin itu dalam politik luar negeri dimulai dengan upaya pembangunan stabilitas politik dan ekonomi di kawasan regional. Pada era ini pula orang terdorong menjadi warga negara dunia (kosmopolit). baik untuk penumpang maupun barang— telekomunikasi—yang kini telah berkembang menjadi teknologi informatika—serta semangat perdagangan bebas. Tidaklah mengherankan apabila akan terjadi konflik antarnegara maupun interen negara nasional yang dipicu oleh perbedaan persepsi mengenai nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ekonomi dan sebagainya. tiga di antaranya menyebabkan penggunaan sumber daya alam—terutama yang tidak dapat diperbaharui—yang berlebihan. tetapi dalam kenyataannya dia terpaksa membeli 101 .

Kecenderungan politik sebenarnya menjadi penyebab awal kebangkitan demokrasi. Akibat lanjutannya. budaya. Persaingan penjualan hasil produk akan dimenangkan oleh perusahaan yang mampu merakit barang berkat penyebaran teknologi (dispersion of technology). berlanjut dengan krisis politik. terutama sejak runtuhnya tembok Berlin. dan ideologi. Oleh karena itu perusahaan yang berupaya mempengaruhi konsumen menjadi perusahaan multi-nasional yang didirikan oleh beberapa negara (Ohmae. tidak mustahil terjadi tindak-tindak kriminal yang diikuti oleh gerakan politik yang akan berakhir dengan kejatuhan negara nasional baru. Semangat untuk mengadakan perubahan segera dan cepat juga melanda banyak negara lain. 1991: 34—71). Kelompok-kelompok etnik saling berhadapan dan berjuang untuk kepentingan etniknya dan tidak jarang diselesaikan dengan kekerasan. baik antarnegara maupun di dalam negara nasional sendiri. Perusahaan besar akan tetap membina perusahaan kecil dan mungkin ikut membiayai penelitian dan pengembangan sehingga produknya dijadikan modal tetap sebagai biaya tetap (fixed cost). Akibatnya. banyak negara demokrasi sosialis terpaksa harus segera melakukan perubahan dengan menyesuaikan diri dengan mitra dan lingkungan strategisnya. Banyak negara nasional pecah menjadi negara kecil yang berbasis etnik. termasuk negara maju. Berdasarkan uraian di atas. Konflik-konflik yang semula berbasis ekonomi banyak diselesaikan melalui politik sambil menunjukkan identitas masyarakat (Huntington. Euforia runtuhnya tembok Berlin dan keinginan terbentuknya dunia tanpa batas menjadikan banyak negara menjadi tidak aman dan damai. 1998: 21). Krisis ekonomi dianggap sebagai penyebab awal kecenderungan ekonomi global. Dalam hal ini sistem politik negara-negara Barat dianggap ―lebih baik‖ daripada yang dilaksanakan di 102 . ekonomi. tidaklah salah apabila dikatakan bahwa era globalisasi merupakan bentuk kolonisasi perusahaan multinasional melalui dunia maya.barang hanya demi menjaga gengsi—memakai merek tertentu. dan berakhir dengan kebangkitan demokrasi. Timbul konflik. Masalah mata uang dan negara (currency and country) akan menjadi kendala apabila perusahaan itu dimiliki oleh satu negara. terutama di negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. Sudah barang tentu konsep ini akan ditolak oleh negarawan dan politisi nasional yang patriotik. dan tidak mustahil juga akan mengarah kepada tindak-tindak kriminal antarnegara. yang mengarah kepada penjajahan sosial. Pada awal era globalisasi. blok demokrasi sosialis mendapat bencana multi-dimensi yang berawal dengan krisis ekonomi.

Namun yang patut diwaspadai adalah keinginan Barat. 1998: 207). Oleh karena itu.negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. Jepang muncul menjadi raksasa ekonomi. Timbul benturan budaya yang berlanjut dengan pecahnya negara nasional menjadi negara yang bersifat etnik atau agama. Negara-negara Eropa yang takut ditinggalkan berupaya ―tampak‖ ikut berperan. dunia seolah-olah pecah karena pengaruh perkembangan kebangkitan budaya bangsa (Huntington. Kecenderungan yang mengutamakan hak daripada kewajiban mulai ditinggalkan sehingga muncul Gerakan Tanggung Jawab Insani (Human Responsibilities Movement). terutama negara-negara Anglo-Sakson (Amerika Serikat. Konsep visi dan misi pertahanan keamanan diciptakan oleh masing-masing negara. Budaya dan kearifan lokal bersaing ketat dengan budaya pop yang mendunia. Sudan menjadi negara terakhir (sampai dengan tahun 2011) yang pecah menjadi negara nasional yang bersifat etnik dengan menjadi Sudan (dengan mayoritas penduduk beragama Islam) dan Sudan Selatan (dengan mayoritas penduduk Kristen dan yang belum beragama). Inggris. Kalau pada abad pertengahan kolonialisme berbentuk fisik. Berdirinya negara-negara nasional baru dengan pendekatan budaya/etnik dan agama menambah pengelompokan satuan budaya. Isu-isu yang mereka kembangkan adalah perang melawan terorisme internasional dan penegakan demokrasi. Kecenderungan bentuk pertahanan keamanan dipengaruhi oleh runtuhnya blok Timur yang merupakan isyarat perubahan pada visi. Apa yang terjadi di dunia pada saat yang bersamaan dapat diketahui melalui media elektronik di rumah-rumah masyarakat lainnya. Kecenderungan sosial budaya juga diakibatkan oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dengan makin berkembangnya teknik informatika. Kecenderungan ekonomi terjadi karena pergeseran pusat perekonomian dunia ke arah kawasan negara-negara Pasifik. strategi. dan Selandia Baru) untuk tetap menguasai dunia. Kanada. dan konsep politik nasional. Australia. Rusia juga bereaksi dengan berusaha menampakkan kekuatannya di kawasan Pasifik. pendidikan kepribadian dan karakter perlu dibangun dengan baik dan terusmenerus. Banyaknya satuan budaya dapat dikelompokkan menjadi satuan budaya besar yang merupakan garis perbatasan (frontier) budaya. Menurut 103 . Oleh karena itu isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia yang didengung-dengungkan Barat menjadi mendunia. misi. Pada era ini. maka kini berbentuk demokrasi dan ekonomi liberal. Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan Kanada bergeser ke Barat karena melihat kesempatan yang lebih besar.

Vietnam. Indonesia dan Globalisasi Indonesia pada awal era ini juga dilanda bencana nasional. dan Perancis). etnik. termasuk Sachalin Utara. Pada era globalisasi upaya mereka itu dilakukan dengan dalih demokratisasi di negara yang kurang demokratis. maka pada masa pasca-Perang Dingin hal itu diwujudkan melalui kekuatan ekonomi. sosial. 3) budaya Afrika. 4. dan perdagangan dan mungkin dapat mengarah ke politik kekuatan (Huntington. dan e) Indonesia. blok Barat—terutama negara-negara dengan latar belakang mayoritas etnik Anglo-Sakson—kehilangan musuh. dan 9) budaya Jepang (Sinto) yang meliputi Jepang. Belanda. 2) budaya Amerika Latin. and absolute power corrupts absolutely” (Cohen dan Cohen. 6) budaya Hindu. 8) budaya Buddha di daerah Asia Tenggara. upaya melindungi dan membantu gerakan hak asasi manusia. c) Somalia. 7) budaya Kristen Ortodoks yang meliputi wilayah dengan mayoritas penganut agama Kristen Ortodoks di perbatasan sebelah Timur dari Eropa Tengah hingga eks Uni Sovyet. mulai dari Afrika Tengah sampai ke Selatan. dan memerangi terorisme. yang berawal dari krisis ekonomi dan moneter dan kemudian berkembang menjadi krisis budaya yang menyentuh segenap sendi kehidupan bangsa. Penggunaan kekerasan yang menonjol ini juga merupakan salah satu cerminan dari kebangkitan demokrasi (Wright. Negara-negara itu memiliki kekuasaan mutlak sehingga Lord Acton (1834—1902) mengatakan ―Power tends to corrupt. Apabila pada masa lalu (awal abad XX) konsep ruang diwujudkan melalui mekanisme politik dan militer. d) sebagian wilayah eks Uni Sovyet. dan Korea. 159). 1998: 27. Mereka tetap berusaha melebarkan pengaruhnya ke arah negara yang lemah sebagai perwujudan konsep ruangnya. mulai dari Mexico hingga Argentina (kecuali tiga negara Guyana (eks jajahan Inggris.Huntington kini ada sembilan satuan budaya besar atau utama. Garis perbatasan ini saling mempengaruhi melalui budaya. Masyarakat kita berpikir dan bertindak cepat atas dasar intuisi tanpa memperhitungkan akibat perilakunya. 28. b) sebagian Balkan. 5) budaya Sinik yang meliputi wilayah Cina. Kesembilan garis perbatasan budaya tersebut adalah 1) budaya Barat yang meliputi negara-negara dengan mayoritas penduduk Kristen Barat yang juga dikenal sebagai negara-negara Barat modern sekuler. 4) budaya Islam di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang mencakup a) Afrika Utara. Salah satu akibatnya adalah budaya kekerasan menjadi menonjol. 1980: 1). 104 . 1942: 4—7). Pasca-robohnya Federasi Uni Sovyet. ajaran agama.

Konsep pembentukan ASEAN ini merupakan konsep geostrategi berlapis. Indonesia. Dimensi internasional doktrim ketahanan nasional dijabarkan melalui konsep ketahanan regional. Norwegia. kerja sama bilateral saja tidak cukup sehingga harus dikembangkan kerja sama regional dan internasional. 2) South-Pacific Forum (SPF). yang pada awalnya terdiri dari lima negara. Kerja sama regional merupakan strategi untuk menghadapi negara yang lebih kuat sehingga negara-negara anggota mempunyai posisi tawar yang lebih kuat pada era perdagangan global. Bagi Indonesia ASEAN merupakan lapis pertama geostrategi. dan persatuan negara-negara 105 . Bahkan kini negara-negara Eropa daratan membentuk Uni Eropa. Kerja sama regional lapis pertama sesungguhnya merupakan posisi garis perbatasan budaya karena terbentuk berdasarkan kesamaan budaya. dan Thailand. karena hal itu akan mengarah kepada perlombaan pengembangan kesenjataan. dan Vietnam bergabung.Untuk menghadapi kondisi ini. dengan komponen stabilitas politik. dan kekuatan militer yang siaga. Jumlah negara anggota ASEAN pada saat ini telah berkembang menjadi sepuluh negara yaitu setelah Brunei Darussalam. Pada kasus ini Indonesia telah memprakarsai pembentukan Perhimpunan Negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. Malaysia. dan sumber daya. Wilayah regional diartikan sebagai daerah sekitar negara dengan penekanan pada wilayah yang homogen atas dasar ciri geostrategis dan dapat berupa persamaan ras. Kerja sama itu tidak dalam bentuk pakta pertahanan. Singapura. yakni Filipina. Kerja sama regional dan internasional hendaknya merupakan implikasi doktrim geopolitik dan geostrategi dalam dimensi internasional dan ditujukan untuk meningkatkan daya tawar untuk menghadapi negara-negara adidaya. budaya. Konsep ASEAN kini banyak dikembangkan pada era globalisai dengan pembentukan badan atau forum seperti 1) South East Asia Association for Regional Cooperation (SAARC). Kamboja. Myanmar (dahulu Burma). Oleh karena itu ketahanan regional sangat tergantung pada semangat kebersamaan di antara anggota dan adaptasi sesama anggota. dan Denmark. Laos. ASEAN) pada tahun 1967. sedangkan keikutsertaan Indonesia dalam Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan konsep geostrategis lapis kedua. dan 3) Gulf Countries Council. Pembentukan kesatuan negara regional diharapkan meningkatkan ketahanan nasional masing-masing negara anggota. meskipun sebelumnya telah terbentuk pesatuan negaranegara Skandinavia yaitu Swedia. kekuatan ekonomi.

dan 3) International Safety Management Code. Nederlan. 106 . negara maju—baik adidaya maupun negara ―kecil‖—menciptakan hambatan yang seolah-olah ―wajar‖ dengan ketentuanketentuan seperti: 1) eco-labeling. Konsep inilah yang merupakan konsep ketahanan nasional Indonesia yang disebut ketahanan berlapis. Untuk menghadapi negara-negara sedang berkembang.BENELUX (Belgia. Ini menunjukkan bahwa proksimitas geografi lebih diutamakan untuk mempermudah kohesi dan respon bersama menghadapi perubahan global yang tidak menentu. dan Luksemburg). Untuk itu diperlukan daya tawar kolektif (collective bargaining power) dari negara-negara sedang berkembang sekawasan. 2) International Standard Organization Code.

Grand Strategy: Principle and Practices. Yogyakarta. J. Hasan. Bertens. Inc. Pa: Stackpole Coy. 2008. on the Past and Future of Sovereignty and Citizenship‖. Jakarta: CSIS. Basry. Ember. 1996.. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Jakarta: LIH ITI.J.DAFTAR PUSTAKA A. Logistics in the National Defense. Miriam. K. Jakarta. 1973. Anthropology (edisi ke-9). Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Keputusan Presiden: Analisis Keppres RI 1987—1998.. 1995. Melvin. A. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Indonesia and the Law of the Sea. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.M & M. 2002. dan Ember. 1995. Cohen. London: Verso. Ma: US Naval Institute. The Pinguin Dictionary of Quotations. Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Jakarta: KOPKAR PTP. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa): Bagian I & II. Erliyana. dalam Gopal Balakrishnan (ed. Basrie. Jurgen. 2010. Dasar-dasar Ilmu Politik.). Harrisburg. 2000. Jiid 1. Azra. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Chaidir. 2001. 1959. Budiardjo. Habermas. Jimly. Insist Press dan Pustaka Pelajar. 2005. Jakarta: FPP ‗45. 2001. Asshiddiqie. 107 . Buku dan Makalah Anderson. Dalam Rindu Pancasila. Kepustakaan Populer Gramedia.. Penyunting: Mulyawan Karim. Jakarta: Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Anna. Jakarta. Carol R. L. 1983. Revisitasi Pancasila. Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. Penerbit Buku Kompas. 1994. Djalal. Evaluasi ST MPR 2002 Perubahan UUD 1945. 1980.. Collins. ―The European Nation State: Its Achievements and Its Limits.. Departemen Luar Negeri. Komunitas-komunitas Terbayang (terjemahan). Kartun Riwayat Peradaban. Jakarta: Direktorat Perjanjian Internasional. New Jersey: PrenticeHall. Henry E. Untuk Apa Kita Merdeka: Kumpulan Amanat Bung Karno di Sumatera dalam Masa Perang Kemerdekaan 1945--1948. Front Pembela Proklamasi ‗45. John M. 2006. M. Middlesex:. Eccles. Etika. Gonick. Hasjim. 1996. B. 1995. Wawasan Nusantara. Annapolis. Mapping the Nation.

1987b. 1977. Salemba Humanika. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. Koentjaraningrat. Antropologi. Jakarta: Djambatan. PSP-Press. 30. Jakarta. th. Jakarta: Rineka Cipta. Berita Antropologi. 1953. Sistem gotong-royong dan jiwa gotong royong. Jilid 1. Orlando: Harcourt. Pendidikan Pancasila Edisi Reformasi. Haviland. B. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. London: Tochtone Books. ____________. ―Kebudayaan Nasional Indonesia. 2004. ―Orientasi Nilai Budaya dalam Kebudayaan Nasional Indonesia.‖ Kompas. 1993. Bianglala Hukum. _______________. A.‖ Kompas. Koentjaraningrat. Kaelan. IX No. (ed. 108 . The Clash of Civilization and the Remaking of World Order. Ihromi. S. Kusumaatmadja. Pebruari 1977. 2003. W. Konsistensi Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Negara. Lasmidjah. Bandung: Tarsito. R. Penyunting: Sarlito W Sarwono dan Eko A Meinarno. 2009. Anthropology (ed. 2010. 1999. 1984. Kartodirdjo. 2003. S. Kusuma. 2002.). Dalam Psikologi sosial. Kebudayaan. 1995. Terbitan khusus. 11 Maret 1987. Individu dalam Kelompok. RMAB. Sartono. dan Pembangunan. 2. Yogyakarta. Konsep Hukum Negara Nusantara pada Konvensi Hukum Laut III. Hardi. Values as the Core of Personal Identity: Drawing Links Between Two Theories of Self. Jakarta: Erlangga. ke-9). A. ______________. ______________. Samuel T. Jakarta: PT Gramedia. Kumpulan Karangan s. 2002. Hatta. T. Muhammad. Bandung: Alumni.v. __________. Kusuma. Hitlin. 9 Maret 1987. Social Psychology Quarterly. M. Pengantar Ilmu Antropologi. 1981. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional Jilid 2. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Samudera Merah Putih 19 September 1945. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. Inc. Huntington. 1986. Mentalitas. Mochtar. 1985. 1998. 66. Jun 2003. Tudjuan dan Politik Pergerakan Nasional di Indonesia. 2000. ______________.Halida. 1987a. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Yogyakarta: Paradigma. Jakarta: Pustaka Jaya.O. Jakarta: Penerbitan dan Balai Buku Indonesia. Bunga Rampai Antropologi Hukum.

Asas-asas Ilmu Bangsa-Bangsa. Kebangsaan. 1980. 1995 Markum. London: Fontana. Raja Grafindo Persada Maio. EA. Penyunting: Paulus Wirutomo. New York: Mc Graw Hill. Salemba Humanika. Sejarah Nasional Indonesia II. MD. 2005. Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi. Jakarta: PT. Bunga Rampai Ketahanan Nasional: Konsepsi dan Teori. Attitudes. A. GR.. 2011. 2011. N. Wawasan Nusantara. Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat: Pandangan Antropologi dan Sosiologi.. Widianto. 1999.Kusumadewi. Antropologi & Pembangunan Indonesia. Nation and Identity. Oomen. (2009). Jakarta: Erlangga. Balai Pustaka Poole. UI Press. dan Aktualitas Pancasila. Hubungan Pancasila dan Identitas Nasional: Masihkah Remaja Kita Mengingatnya? Laporan penelitian hibah riset pascasarjana Universitas Indonesia tahun 2011. Ohmae. Kenichi. Meinarno. Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. Loebis. Sekilas Mengenai Pemetaan Bahasa. R.. Halida. Jakarta. R. Lauder. Jakarta.. EA. 1979. Lembaga Pertahanan Nasional. B. 2009. Marzali. Journal of Experimental Social Psychology. Meinarno. 2012. Panitia Lemhannas.. Kewarganegaraan. Latif. Meinarno. TK.. Morgenthau. JM. Juneman. 2011. Mirhad.. PT Gramedia Pustaka Utama. Poesponegoro. New York: Routledge. MRMT. 2006 (direvisi oleh Thompson dan Clinton). Fakultas Ilmu Budaya Indonesia-Akbar Media Eka Sarana. 1973. Y. 1991. 2011. How Pancasila form the national identity of Indonesian people? Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. Rasionalitas. Ali Basja. Jakarta: Balai Pustaka– Lemhannas. EA. Polititcs among Nations: The Struggle for Power and Peace. Purnomo. Relasi Sosial Antarkelompok Agama di Indonesia: Integrasi atau Disintegrasi? Dalam Sistem sosial Indonesia. 1995. and Behavioral Intentions: The Moderating Role of Attitude Function. Relations between Values. 266-285. 31. Power and Strategy in the Interlined Economy. (diktat untuk KRA) Jakarta: Lembaga pertahanan Nasional. Yogyakarta. 2007. 21-24 Juli. Olson. Jakarta. P. Ross. LR. Negara Paripurna: Historitas. ME. Moh. The Borderless World. & Etnisitas: Mendamaikan Persaingan Identitas. 1993. Jakarta. Jakarta. Mahfud MD. Notosusanto. Hans J. 109 . Jakarta: Ripers Utama. Kreasi Wacana. Jakarta. Prenada Media. Yogyakarta.

Jacobus. Agustin. 1995. Dalam Sistem sosial Indonesia. 2001.. Jakarta: Balai Pustaka. Suparlan. FSSE. Sistem Sosial Budaya Indonesia.. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan Dasar Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. SM. Rida. DE. Routledge. 2010. Sage Publication. Parsudi. Jakarta. S. 1992. E. Somantri. Febriana. 2010. Ranjabar. UI Press. 2005. 2004. Dipaparkan dalam seminar CICP... Buku I: Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Kompas. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. Penyunting: Andrew Simpson. Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak dipublikasikan. Rinjin. Reicher. London: . 2006. Yogyakarta. Politics in Indonesia: Democracy. The Free Press. J. 2012. 2007. R. Meinarno. K. Contestation and Mobilization.. Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Pancasila. 2002. The Nature of Human Values. Relasi Gender dalam Masyarakat Indonesia. Ramage. Dalam Language & national identity in Asia. Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Dalam restorasi Pancasila: Mendamaikan politik identitas dan modernitas. Suku Bangsa dan Hubungan Antar Suku Bangsa. Juli 2010 110 . Islam and the Ideology of Tolerance. M. RRS. 2006. A. Penyunting: Irfan Nasution dan Ronny Agustinus... Parakitri T.M. C. Shakuntala. Suwartono.. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jakarta: Kuaternita Adidarma. PSP-Press. 1988. Penyunting: Paulus Wirutomo. 1973. Tesis strata dua Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional. Simbolon. N. Sunardi. Oxford. Sekretariat Negara Republik Indonesia. London. Robert. Jakarta. 2004. The New Peguin History of the World. Menjadi Indonesia. Rokeach. London. The Measurement of Pancasila: An Effort to make Psychological Measurement from Pancasila Values. Pancasila dalam Perubahan Sosial-Politik Indonesia Modern.Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. New York. Hopkins. Z. Seda. Oxford University Press. EA. Self and Nation: Categorization. 1995. Simpson. Jakarta: Ghalia Indonesia. M. Universitas Indonesia. GR. Yogyakarta.. Indonesia.

Kekuatan dan Keutamaan Karakter sebagai Hasil dari Daya-daya Spiritual. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. P. 1942. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. _________. 21-24 Juli. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035. Construct Validation of Pancasila Scale: An Empirical Report. Jakarta. Study of War. pp. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. etika. dan Lambang Negara. B. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. Bahasa. Chicago: The University of Chicago Press. Quincy. _________. EA. Takwin. 2012. UI Press. 2011. Tim Pengajar Antropologi Budaya Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Wirutomo. penyunting: Paulus Wirutomo. H. Dalam Sistem sosial Indonesia. 2011. Penyunting: Bagus Takwin. Wright. 1974. Meinarno.Suwartono. Menyongsong Masa Depan Integrasi Masyarakat Indonesia. Social Science Information. penyunting: Paulus Wirutomo. C. Lamuddin Finoza. Wirutomo. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.. Undang-Undang Dasar 1945 (sebelum dan sesudah Amandemen I sampai dengan IV). 65-93. Undang-Undang Nomor 24 Tahun1992 tentang Penataan Ruang. UI Press. B. Yogyakarta. Universitas Indonesia. _________. Jakarta. _________. Dalam Sistem sosial Indonesia. P. _________. Undang-undang Republik Indonesia. 2000. _________. 65. Tajfel. 13. Social Identity and Intergroup Behavior. Daftar Gambar 111 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Buku Ajar Antropologi Budaya. H Zakky Mubarak. _________. serta Lagu Kebangsaan. Depok. dan kekuatan dan keutamaan karakter. logika. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Integrasi Sosial Masyarakat Indonesia: Teori dan Konsep. Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. 2012. Dalam Buku ajar 1: Filsafat. _________.

gif&zoom=1&w=4500&h=2234&iact=hc&ei=zP7hTLHCcPQceTg8YsM&oei=wP7hTLzEEYq8vgOE9KjVDg&esq=2&page=2&tbnh=80&tbnw=16 1&start=8&ndsp=10&ved=1t:429.google.s:8&biw=1024&bih=388 (Nov.s:57.swotti.imageshack.com/calories-loacker-wafersi183107&docid=Fo5jl3JxNikwQM&imgurl=http://static.id/showthread.r:1.google.Gambar The Patriot: http://www.jpg&w=200&h=165&ei=06TeTPgMM_jrAfehZ3IDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=165&vpy=244&dur=2182&hovh=132&hov w=160&tx=81&ty=98&sig=110374437010778634995&page=1&tbnh=132&tbnw=160&start =0&ndsp=12&ved=1t:429.google.i:88&biw=1366&bih=558 Gambar wafer Loacker: http://www.about. 2010) 112 .jpg&w=400&h=300&ei=j6feT8vXDofOrQfhldXGDQ&zoom=1&biw=1366&bih=558 Gambar peta Indonesia: Gambar peta dunia: gambar dunia: http://www.html&docid=Jufl8WJ9zzhvUM&imgurl=http://bicarafilm.caloriecount.r:6.co.co.com/images/medi um/loacker-wafers-sandwich-hazelnut101966.com/baca/2011/07/13/yuk-nonton-shootinggaruda-di-dadaku2.co.jpg&w=200&h=200&ei=P6beT637AsXsrAfwweGsDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=335 &vpy=249&dur=1064&hovh=160&hovw=160&tx=60&ty=104&sig=1103744370107786349 95&page=4&tbnh=160&tbnw=160&start=57&ndsp=18&ved=1t:429.indowebster.com/gallery/data/media/8/A_large_blank_world_map_with_oce ans_marked_in_blue.s:0.i:254&biw=136 6&bih=558 Gambar poster film Garuda di dadaku: http://www.com/freevectors/art-designs/free-vector-worldmap/&imgurl=http://vectorya.php%3Ft%3D160748%26p age%3D91&docid=JZLESngNxFZcgM&imgurl=http://img51.co.id/imgres?q=garuda+di+dadaku&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=VLa cUBdcY2u90M:&imgrefurl=http://bicarafilm.com/tmp/swotti/cacheDGHLIHBHDHJPB3Q=RW50ZXJ0YWLUBWVU DC1NB3ZPZXM=/imgthe%20patriot3.google.id/imgres?q=wafer+loacker&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=1_lf60m hSPmISM:&imgrefurl=http://caloriecount.id/imgres?q=wafer+tango&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=excensyo8 KZYhM:&imgrefurl=http://www.com/images/medium/2325poster.us/img51/8526/tan govanillasugarfree.r:7.id/imglanding?q=world+map&hl=id&gbv=2&tbs=isch:1&tbnid=wJme Qu2avHIOMM:&imgrefurl=http://vectorya.about.web.jpg Gambar wafer Tango: http://www.

Magister Hukum (S2) Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. dan Ilmu Budaya Dasar. Antropologi (2001–2007) dan Individu. dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan disiplin ilmu hukum. Sebelum bergabung dengan UI (MKU dan Tim PDPT). adalah pengajar tetap di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Beberapa bentuk karyanya adalah dalam bentuk artikel dalam jurnal nasional. Fakultas Hukum UI. Psikologi Sosial (2001-sekarang). Antropologi Hukum. dan Masyarakat (2008-2012). di samping tetap sebagai anggota TNI AU di kesatuan wilayah. Lembaga Adminstrasi Negara R. dan Doktor (S3) dari Program Pascasarjana S3 Bidang Studi Ilmu Hukum. sebagai dosen/widyaiswara luar biasa pada Proyek Pendidikan Latihan Departemen Keuangan R. juga sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu Akademik FHUI. Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Ismala Dewi adalah tenaga pengajar tetap di Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk Mata Kuliah Antropologi Budaya. serta kegiatan pengabdian pada masyarakat. Pendikab S-1 Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Admininistrasi. Selain sebagai tenaga pengajar di UI. Latar belakang pendidikannya adalah S1 jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Airlangga.I dan SESPANAS Lembaga Addministrasi Negara dengan bahan ajar Administrasi Perlengkapan Pemerintah. Aktivitas lain adalah menjadi anggota APsyA (Asian Psychological Association) dan anggota dewan editor pada beberapa jurnal psikologi nasional. Latar pendidikan strata dua (S-2) adalah Antropologi dari FISIP UI dan strata satu (S-1) Psikologi UI. Meinarno. pemeliharaan. Eko A. Kebudayaan. dan S-2 Pengkajian Ketahaan Nasional di Fakultas Pacasarjana Universitas Indonesia. Mk Pendidikan Kewarganegaraan sejak 1995. tulisan dalam buku nasional dan internasional.I. Kemudian sebagai Koordinator Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT) . pendidikan dan keanggotaan Legislatif Agnes Sri Poerbasari. Latar belakang pendidikan adalah Sarjana Hukum (S1) dari Fakultas Hukum UI. Bentuk konkretnya adalah menjadi anggota tim ajar Psikologi Lintas Budaya (2004–2009).DATA PENULIS R. Pendidikan jenjang diawali AAU hingga SESKOAU. adalah fasilitator PDPT UI – MPKT di lingkungan Univesitas Indonesia.PDPT UI di FHUI. Minatnya terhadap kondisi sosial membuatnya berkecimpung di Psikologi dengan peminatan Psikologi Sosial.. pengajar luar biasa UI. 113 . dan S2 di Program Studi Kajian Wilayah Amerika. serta Dosen MPKT di lingkungan Universitas Indonesia. Slamet Soemiarno.