PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PENDIDIKAN TINGGI

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN TERINTEGRASI A

BUKU AJAR III

BANGSA, NEGARA, DAN PANCASILA

Tim Penulis: R. Ismala Dewi Slamet Soemiarno Agnes Sri Poerbasari Eko A. Meinarno

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2012

1

BAB I BANGSA INDONESIA

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami konsep bangsa dan membangun sikap terbuka dan kritis terhadap kemajemukan bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan masalah integrasi, konflik, faktorfaktor pemersatu bangsa, serta jati diri bangsa.

Sebagai negara kebangsaan (nation state), Indonesia merupakan kumpulan dari berbagai ikatan primordial—agama, suku, ras, bahasa, budaya, daerah, dan adat—yang berbeda satu sama lain. Kemajemukan bangsa Indonesia dengan perbedaan-perbedaan yang ada itu menimbulkan berbagai masalah integrasi dan konflik yang berkaitan dengan keberadaan dasar dan ideologi bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai pengikat bangsa, faktor-faktor pemersatu bangsa lainnya, serta jati diri bangsa.

1. Pengertian Bangsa dan Suku Bangsa Secara konseptual, yang dimaksud dengan bangsa adalah sekelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Contoh: Bangsa Indonesia, India, dsb.1 Sekelompok masyarakat yang membentuk suatu bangsa, sebagaimana definisi bangsa tersebut tidaklah sesederhana itu. Suatu bangsa terbentuk melalui suatu proses perjalanan sejarah, yang berbeda dengan bangsa lain. Keberadaan suatu bangsa pun sering kali dipengaruhi oleh interaksinya dengan bangsa-bangsa lain. Sebagai suatu bangsa, Indonesia mempunyai ciri atau corak yang khas. Ciri khas itu muncul karena latar belakang sejarah pembentukannya yang berbeda dengan bangsa lain. Salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang menonjol adalah bahwa bangsa Indonesia dibentuk oleh kesatuan dari berbagai suku bangsa sehingga disebut bangsa yang majemuk.

1

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta, 2002), hlm. 102.

2

Mengenai pengertian konsep suku bangsa, Koentjaraningrat memberikan penjelasan sebagai berikut. Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai komunitas desa, kota, kelompok kekerabatan, atau kelompok adat lainnya, menampilkan corak khas tertentu yang terutama dilihat oleh orang luar yang bukan warga masyarakat bersangkutan. Corak khas tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur kebudayaan yang ada pada komunitas itu, misalnya hasil kebudayaan fisik dan pranata-pranata yang ada pada pola sosial khusus. Kekhasan corak kebudayaan pada suatu masyarakat itu yang membedakannya dengan masyarakat lainnya. Dalam etnografi (deskripsi atau tulisan tentang bangsa-bangsa), suatu kebudayaan dengan corak khas itu dinamakan suku bangsa atau kelompok etnik (ethnic group). Di antara kedua istilah di atas —suku bangsa dan kelompok etnik—istilah yang lebih tepat bagi kelompok masyarakat dengan corak yang khas tersebut adalah suku bangsa, bukan kelompok etnik karena suku bangsa merupakan golongan sosial bukan kelompok sosial. Golongan sosial dan kelompok sosial merupakan dua konsep mengenai kesatuan-kesatuan sosial atau unsur-unsur masyarakat. Kedua konsep itu mempunyai pengertian yang berbeda. Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu, yang mempunyai ikatan identitas sosial. Kelompok sosial merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya yaitu adanya sistem interaksi antara para anggota, adat-istiadat serta sistem norma yang mengatur interaksi itu, kontinuitas, serta adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota tadi. Di samping ketiga ciri tadi, suatu kesatuan manusia yang disebut kelompok juga mempunyai ciri tambahan yaitu organisasi dan sistem kepemimpinan dan selalu tampak sebagai kesatuan-kesatuan dari individu-individu yang pada masa-masa tertentu, secara berulang, berkumpul dan kemudian bubar lagi. Suku bangsa sebagai golongan sosial adalah golongan manusia yang terikat oleh identitas dan kesadaran akan ―kesatuan kebudayaan‖. Kesadaran dan identitas itu sering kali dikuatkan pula oleh kesatuan bahasa. ―Kesatuan kebudayaan‖ tersebut bukan ditentukan oleh pihak luar, misalnya ahli antropologi, ahli kebudayaan, atau ahli lainnya, dengan metodemetode analisis ilmiah, melainkan oleh warga kebudayaan itu sendiri. Contoh kebudayaan suku bangsa yang diuraikan di atas ialah kebudayaan Sunda yang merupakan suatu kesatuan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan Jawa atau Batak. Kesatuan kebudayaan Sunda itu bukan ditentukan oleh pihak luar, melainkan karena orangorang Sunda sadar bahwa di antara mereka ada keseragaman mengenai kebudayaan mereka,

3

suku bangsa merupakan kategori atau golongan sosial yang askriptif yaitu keanggotaan dalam suku bangsa tersebut diperoleh bersama dengan kelahiran. Sebagai kelompok. 1. Sebagai golongan sosial. yang berbeda dengan bahasa Jawa atau Batak. Mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang didukung oleh kesatuan dari aneka suku bangsa. atau juga berupa perkumpulan suku bangsa. suku bangsa mempunyai ciri-ciri berikut. dan secara umum berbeda dengan kelompok suku bangsa lain.) Sebagai makhluk sosial. yaitu dengan adanya keluarga yang dibentuk melalui perkawinan. masyarakat. 2005: 3—6.) Menurut Suparlan. (Suparlan. Sebagai kelompok. Oleh karena itu interaksi antar-suku 4 . Keanggotaan seseorang di dalam sebuah suku bangsa yang bercorak askpritif berbeda dari keanggotaan seseorang di dalam sebuah kelas sosial atau kelompok profesi yang coraknya diperoleh melalui prestasi kerja atau usaha. sedangkan keanggotaan di dalam kelas sosial atau kelompok profesi akan hilang pada waktu yang bersangkutan tidak lagi mampu menunjukkan kemampuan ekonomi yang menjadi ciri-ciri dari kelas sosial yang di dalamnya dia tergolong atau pada waktu seseorang itu tidak lagi mengerjakan profesi yang selama ini ditekuninya. suku bangsa terwujud sebagai keluarga. Suku bangsa mempunyai kebudayaan bersama yang merupakan pedoman bagi kehidupan mereka. Apalagi adanya bahasa Sunda. 2002: 263— 266. 2. yang berbeda dengan kebudayaan lain. Keanggotaan seseorang di dalam suatu suku bangsa adalah keanggotaan terus-menerus atau untuk selamanya. 3. yang mengacu kepada asal orang tua yang melahirkan dan asal daerah tempat seseorang dilahirkan. (Koentjaraningrat.yang mempunyai kepribadian dan identitas khusus. Suku bangsa merupakan satuan kehidupan yang secara biologi mampu berkembang biak dan lestari. suku bangsa terwujud sebagai perorangan atau individu dan kelompok. Keanggotaan di dalam suku bangsa bercorak askriptif. setiap orang mempunyai lebih dari satu jati diri atau identitas diri. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia maka jati diri seseorang merupakan jati diri bangsa Indonesia. maka diperlukan pemahaman terhadap suku-suku bangsa tersebut. Jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan termasuk salah satu di antara jati diri yang dapat menjadi jati diri utama. komuniti. Corak jati diri atau identitas diri bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh jati diri suku-suku bangsa pendukung bangsa Indonesia. menyebabkan semakin tingginya kesadaran akan kepribadian khusus tadi. atau dapat juga menjadi jati diri yang menempel dan memperkuat jati diri utama seseorang.

adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum. Minangkabau. sejarah. menurut kamus istilah antropologi. Aceh. ideologi. masyarakat. cara hidup. dan sebagainya. Sunda. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan aneka suku bangsa yang membentuk satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia.bangsa. Indonesia Bangsa yang Majemuk Menurut Haviland. 2000: 664). a. Berdasarkan data sensus penduduk tahun 5 . bahasa. Berbagai suku bangsa tersebut ialah suku bangsa Jawa. yaitu berbeda bahasa. adat-istiadat. Yang dimaksud dengan bangsa. masyarakat majemuk adalah masyarakat yang memiliki keberagaman pola-pola kebudayaan (societies that have a diversity of cultural patterns) (Haviland. dan lain-lain. dan sering kali kepercayaan yang sama (Haviland. Permasalahan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk berkaitan dengan interaksi antar-suku bangsa akan diuraikan lebih lanjut pada sub-bab mengenai masyarakat majemuk bangsa Indonesia. yang masing-masing mempunyai corak jati diri yang berbeda itu. Sesungguhnya suku bangsa itu masing-masing merupakan satu bangsa dalam arti etnik. yang merupakan interaksi sosial dan politik dari orang-orang yang cara hidup dan cara berpikirnya berbeda dalam suatu masyarakat (Haviland. wilayah. yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. bangsa Indonesia terdiri dari berbagai bagian lagi yang disebut sebagai suku bangsa. Masing-masing suku bangsa itu mempunyai kebudayaan sendiri. 2000: 386). perlu pula dilakukan dengan tetap mengedepankan jati diri sebagai bangsa Indonesia. 2. Batak. yaitu kebulatan kemasyarakatan yang mempunyai kebudayaan sendiri. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa suatu masyarakat yang majemuk akan melahirkan kebudayaan majemuk. Pengertian bangsa ini tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Haviland yaitu suatu komunitas orang-orang yang memandang dirinya sebagai ―kesatuan manusia‖ yang didasari oleh nenek moyang. Kemajemukan Bangsa Indonesia sebagai Realitas Di samping pengertian bangsa dalam arti kenegaraan tersebut di atas. 2000: 805). institusi. dan biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi. karena berasal dari satu keturunan.

6 . (Suparlan. Rabu tanggal 3 Februari 2010.) Aneka suku bangsa yang terdapat dalam Negara Republik Indonesia adalah sama banyak jumlahnya dengan bahasa-bahasa mereka. dengan jumlah penduduk keseluruhannya sebanyak 237. Oleh karena itu. Sebagai sebuah masyarakat yang terdiri atas sejumlah suku bangsa. lapisan. dan pendidikan. Sebagai sebuah bangsa. dan agama yang dianut. Kepala BPS.910. agama dan bahasa. yang disebut bahasa daerah (Loebis. 2 Rusman Heriawan. 2) sistem suku bangsa. tempat-tempat hiburan. dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan suatu realita yang tidak dapat diingkari.2010 dari Badan Pusat Statistik (BPS). dan golongan (meskipun substansinya sama dengan bentuk pluralitas yang disebutkan terdahulu). masyarakat Indonesia hidup dalam sebuah satuan politik yaitu sebuah negara kesatuan yang menempati sebuah wilayah yang dinamakan Negara Republik Indonesia. dan dengan luas wilayahnya sekitar 1. 2005: 54—60. kegiatan-kegiatan sosial bersama) yang menjadikan fungsi tempattempat umum tersebut menjadi penting untuk berinteraksi. Keberagaman kelompok berkaitan antara lain dengan keberagaman kelompok etnik.2 Menurut Suparlan.128 suku bangsa. 1979: 10—11).556. misalnya keanekaragaman profesi. Indonesia dikatakan sebagai sebuah masyarakat yang majemuk karena mengenal tiga sistem yang digunakan sebagai acuan atau pedoman di dalam kehidupan warga masyarakatnya. Sistem-sistem itu adalah 1) sistem nasional.363 orang. misalnya keberagaman etnis. Oleh karena itu. tingkat ekonomi. Indonesia adalah sebuah masyarakat yang terdiri atas masyarakatmasyarakat suku bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai satu bangsa atau nasion. Di samping itu.931 km2. hubungan-hubungan sosial di antara warga suku bangsa yang berbeda itu lazim berlangsung di tempat-tempat umum (pasar. yaitu bangsa Indonesia. Bentuk pluraritas bangsa Indonesia setidaknya dapat dilihat dalam dua macam yaitu 1) pluralitas horizontal. aneka suku bangsa yang ada perlu disikapi dengan kesadaran akan Indonesia sebagai bangsa yang satu. afiliasi politik. dan 3) sistem tempat-tempat umum. dan 2) pluralitas vertikal. bentuk pluralitas bangsa Indonesia dapat pula dilihat dari keberagaman kelompok. jumlah suku bangsa di Indonesia adalah sebanyak 1.

adalah sebuah masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsa. bahasa dan simbolsimbol yang sama sebagai identitas kebangsaan. kebudayaan suku bangsa menjadi sebuah acuan utama dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dari masyarakat tersebut. Sebuah masyarakat yang anggota-anggotanya secara langsung atau tidak langsung berasal dari satu keturunan yang sama. yang diwujudkan antara lain dalam bentuk stereotip etnik pada suku bangsa lain. Pada masyarakat suku bangsa. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu keluarga atau kelompok kerabat pada dasarnya adalah kebudayaan suku bangsa. tujuan yang sama. kebudayaan masing-masing suku bangsa berisikan keyakinan-keyakinan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa dan mencakup juga pengetahuan mengenai diri atau suku bangsa sendiri yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. Pengetahuan mengenai suku bangsa sendiri dan suku-suku bangsa lainnya yang hidup bersama-sama dalam sebuah masyarakat akan memunculkan keyakinan-keyakinan mengenai 7 . Dalam interaksi antar-anggota masyarakat yang berbeda suku bangsa itu akan muncul jati diri suku bangsa atau kesukubangsaan masing-masing yang diakui oleh anggota masyarakat dari suatu suku bangsa maupun oleh anggota masyarakat suku bangsa lainnya dalam interaksi yang terjadi. Dalam masyarakat luas yang heterogen atau majemuk. Perbedaan atau pertentangan dengan suku bangsa lainnya itu—secara sadar atau tidak sadar— memunculkan keberadaan jati diri suku bangsa sendiri dan jati diri suku-suku bangsa lainnya. atau yang selama beberapa generasi menempati suatu wilayah. Masyarakat suku bangsa ini. Masalah-Masalah Terkait Pluralitas Bangsa Indonesia Konsekuensi dari pluralitas atau heterogenitas masyarakat Indonesia adalah potensi terjadinya konflik atau integrasi. adalah sebuah masyarakat suku bangsa. Mengapa kemajemukan masyarakat menjadi salah satu sebab munculnya persoalan konflik atau masalah integrasi bangsa di Indonesia? Hal ini dapat dijelaskan dengan menunjukkan bahwa keberagaman suku bangsa di Indonesia menimbulkan beberapa konsekuensi ketika anggota masyarakat dari berbagai suku bangsa itu berinteraksi satu sama lain. Acuan jati diri suku bangsa adalah kebudayaan suku bangsa yang terwujud dalam bentuk atribut-atribut yang menjadi ciri-ciri dari suku bangsa masingmasing pelaku dalam suatu interaksi. Di sisi lain integrasi bangsa dapat didorong oleh aspek-aspek seperti pengalaman sejarah yang sama.b. sama halnya dengan keluarga atau kelompok kekerabatan. Konflik berpotensi terjadi apabila terdapat cara pandang tertentu seperti sikap etnosentrisme atau primordialisme.

Demikianlah pengetahuan itu disebut stereotip. Konsep-konsep ini disebut stereotip (stereotype). (Suparlan. mengingat hukum merupakan aspek kebudayaan yang memiliki fungsi sebagai pedoman bertingkah laku dan fungsi kontrol sosial. di samping hukum negara dan hukum internasional. Kemajemukan budaya melahirkan kemajemukan hukum. Dari sejumlah pengalaman yang terbatas itu. sebenarnya. Hukum merupakan aturan yang menjadi pedoman hidup seseorang atau 8 . lapisan dan golongan melahirkan keberagaman kebudayaan pula. pengetahuan itu amat terbatas dan subjektif karena berisikan interpretasi dari pengalaman si pelaku sendiri yang terbatas jumlah dan ruang lingkupnya tetapi kemudian digeneralisasi sebagai ciri-ciri dari sesuatu suku bangsa tersebut. Pengetahuan anggota masyarakat suatu suku bangsa terhadap suatu suku bangsa lainnya berisikan konsep-konsep yang sering kali digunakan sebagai acuan dalam menghadapi anggota-anggota suku-suku bangsa lainnya itu. mengingat bahwa integrasi bangsa Indonesia dilandasi oleh kesamaan nasib dan kesamaan cita yang kemudian secara konkret dituangkan dalam Pancasila dan UUD 1945. Sebuah stereotip mengenai sesuatu suku bangsa biasanya muncul dari pengalaman seseorang atau sejumlah orang dalam berhubungan dengan para pelaku dari suku bangsa itu. yaitu pengetahuan mengenai ciri-ciri suku bangsa itu. yang dipahami dengan mengacu pada kebudayaannya.kebenaran yang subjektif terkait dengan pengetahuan mengenai ciri-ciri suku-suku bangsa lainnya itu. Kemajemukan masyarakat Indonesia dengan keberagaman kelompok. dan stereotip dapat berkembang menjadi prasangka (prejudice). agama dan ras (SARA). Kebudayaan yang beragam itu menyebabkan sistem hukum yang ada juga beragam. Oleh sebab itulah maka permasalahan integrasi nasional berkaitan dengan konflik dalam hal SARA. Jatiman mengemukakan bahwa akar dari bangsa Indonesia adalah satuan sosial atau kelompok yang berbeda-beda dalam suku bangsa. Namun lebih jauh dikemukakan bahwa permasalahan yang sesungguhnya bukan hanya itu melainkan juga kesepakatan bangsa tentang keberadaan Pancasila dan UUD 1945 sebagai cita-cita. muncullah pengetahuan yang diyakini kebenarannya dan menjadi bagian dari kebudayaan suku bangsa tertentu. Pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang atau sejumlah anggota masyarakat suku bangsa mengenai sesuatu suku bangsa tersebut kemudian disebarluaskan kepada sesama anggota masyarakat sehingga pengetahuan yang sifatnya terbatas mengenai ciri-ciri sesuatu suku bangsa tersebut menjadi sebuah pengetahuan yang bersifat umum dan baku yang diyakini kebenarannya. Padahal.) Berkaitan dengan permasalahan masyarakat Indonesia yang majemuk. 2005: 3—6.

Aturan adat ialah orientasi nilai. yaitu persamaan nenek moyang. atau norma/pedoman hidup yang mengatur bagaimana masyarakat adat berperilaku. Aturan agama tidak ditentukan oleh pranata kekerabatan. 2) Pancasila dan UUD 1945. dan soa di Maluku Tengah (Ihromi. Masyarakat memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda kepada ketiga orientasi nilai tersebut. Ketiganya juga menjadi pertimbangan utama dalam sistem pengelolaan konflik. sosial. Aturan tersebut antara lain adalah aturan adat. Ketiga pedoman perilaku di atas merupakan pemberi dasar kehidupan kesatuan bangsa dan kemajemukan masyarakat Indonesia. politik dan budaya. di Maluku Tengah ada aturan adat yang dinamakan pela. Biasanya aturan ini dikembangkan dalam bentuk produk hukum formal yang mencakup masalah ekonomi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor pemersatu bangsa Indonesia sebagaimana diuraikan berikut ini. 3) simbol-simbol atau 9 . bahkan ras dan golongan. marga di Tapanuli.suatu masyarakat. Aturan nasional merupakan produk dari pranata politik nasional. Faktor-faktor Pemersatu Bangsa Indonesia Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan perekat atau pemersatu bangsa. kebijakan ekonomi. Orientasi nilai ini sangat ditentukan oleh pranatapranata primordial dan ikatan kekerabatan yang dijaga melalui mitos-mitos lama. Aturan adat hanya dapat hidup pada perangkat sosial yang paling dasar. aturan agama. Hal ini disebabkan mobilitas sosial yang berbeda di dalam seting persekutuan hidup tertentu. Sebagai contoh. yakni kewajiban-kewajiban yang oleh orangorang Maluku Tengah diakui dan harus dipenuhi berdasarkan perjanjian di antara nenek moyang mereka di masa lalu. antara lain: 1) latar belakang sejarah bangsa. Perjanjian itu biasanya dibuat antara dua klen atau negeri. yaitu klen (clan). dan aturan nasional. yang di dalamnya ditentukan bahwa para warga klen atau negeri itu dan keturunannya akan selalu saling membantu dan mereka tidak boleh mengadakan hubungan perkawinan. Masalah integrasi dan konflik merupakan konsekuensi dari suatu masyarakat yang majemuk. 1986: 4—7). seperti suku di Minang. melainkan oleh kesamaan keyakinan religius yang melintasi dan meniadakan perbedaan asal-usul. 3. misalnya kebijakan politik. dan peraturan perundangundangan. persilangan darah. dan daerah asal.

berjuang membentuk Negara Indonesia merdeka. individu-individu dalam suatu masyarakat banyak melakukan tindakan dalam berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini lembaga berfungsi sebagai pengatur hubungan antarmanusia. Lembaga dengan aturan-aturan di dalamnya itu terdapat di setiap kehidupan kelompok masyarakat. kebiasaan. a. Indonesia merupakan kumpulan suku bangsa dalam satu kesatuan. keberadaan faktor-faktor itu perlu selalu dijaga untuk dapat tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Latar Belakang Sejarah Bangsa Indonesia Terbentuknya Negara Indonesia (state building) terjadi melalui suatu proses panjang sejarah pembentukan Bangsa Indonesia (nation building) terlebih dahulu. dilakukan upaya-upaya untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak. 1995: xviii—xix). dan satu negara. Setelah merdeka. seluruh rakyat Indonesia yang berada di dalam negara Indonesia berjuang untuk mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyatnya (Simbolon. Lembaga (institute) adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia secara garis besar diawali dengan timbulnya kesadaran rakyat untuk menjadi bangsa. ―pranata‖ adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. Di samping itu. Sebagaimana telah dikemukakan. yaitu sebagai pendukung dari negara. Kata bangsa di sini ialah bangsa dalam arti politis (kenegaraan). Bangsa Indonesia yang terbentuk itu berusaha dengan kuat. Berbeda dengan istilah ―lembaga‖ (dalam arti sebagai institusi. dan tata krama. Dalam proses perjalanan bangsa Indonesia yang berjuang untuk menjadi bangsa yang merdeka dan kemudian membangun bangsanya. Di antara 10 . baik yang formal seperti undang-undang atau peraturan. maupun yang informal seperti adat. yaitu bahasa Indonesia. yang mempunyai bahasa kesatuan.lambang-lambang persatuan bangsa. dan 4) kebudayaan nasional. yaitu negara Republik Indonesia. yaitu bangsa Indonesia. Dalam menjalankan kehidupannya. organisasi atau wadah). Keseimbangan tersebut diwujudkan dalam bentuk lembaga atau pranata (institutions) yang merupakan aturan-aturan. Faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan saling terkait satu sama lain sebagai landasan bagi tumbuhnya jati diri bangsa.

Dalam sejarah persebaran penduduk ke Indonesia. dan terpisah ketika jaman es keempat berakhir. yang datang dari berbagai tempat (Koentjaraningrat. ternyata manusia Indonesia tertua sudah ada kira-kira satu juta tahun yang lalu. ada yang merupakan tindakan-tindakan yang dilakukannya menurut pola-pola yang tidak resmi. pendudukan VOC dan penjajahan Belanda. Sumatera. bukan lembaga (institute) (Koentjaraningrat. Waktu itu dataran Sunda masih merupakan daratan. Ras Mongoloid berasal dari Asia Timur yang menyebar ke selatan melalui kepulauan Ryukyu. Asia Tenggara merupakan bagian benua dan bagian kepulauan yang masih bersambung menjadi satu. dan ada yang menurut pola-pola yang resmi. dan masa kemerdekaan. dan masuk ke Sulawesi (sampai ke Sulawesi Selatan). Pranata atau lembaga dalam rangkaian upaya tersebut di atas ada di setiap tahap pembentukan bangsa Indonesia. maka daerah Sulawesi Selatan dapat dianggap sebagai tempat perpaduan antara berbagai macam pengaruh kebudayaan dan percampuran antara berbagai ras manusia. Tahap awal pembentukan bangsa Indonesia dimulai dengan tahap persebaran penduduk ke Indonesia pada masa prasejarah. 2002: 162—171). Filipina. Ketika itu Papua masih menjadi satu dengan benua Australia. dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata (bahasa Inggris institution). Mengingat manusia Austro-Melanosoid juga masuk sampai ke Sulawesi Selatan. Selain di Papua. manusia Indonesia juga dipengaruhi oleh ras Mongoloid. Di samping pengaruh dari ras Austro-Melanosoid. dan Sulawesi Selatan. sebelum orang kulit putih menduduki benua itu) yang menyebar ke Papua. 11 . Pranata yang terkait dengan rangkaian upaya mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat di satu pihak dan kekuasaan (negara) di lain pihak selalu ada di setiap masyarakat. Taiwan. Persebaran manusia yang masuk ke Indonesia merupakan manusia dengan ciri-ciri Austro-Melanosoid (ciri-ciri ras penduduk pribumi Australia. 1981: 2—20). berdasarkan penelitian terhadap fosil-fosil yang ditemukan antara lain di beberapa desa di daerah lembah Bengawan Solo. Tahap berikutnya—secara berturutturut— ialah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. kedatangan Portugis. baik pada kondisi masyarakat yang masih sederhana maupun yang sudah kompleks. Sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu berinteraksi menurut pola-pola resmi. yang kemudian dalam tahap selanjutnya akan membentuk negara Indonesia. Sangir. kerajaan-kerajaan Islam.semua tindakannya yang berpola tadi. pendudukan Jepang. manusia Austro-Melanosoid juga berada di Jawa.

Ciri pokoknya adalah pembauran manusia dari berbagai ras dan daerah asal. Penduduk Indonesia atau masyarakat Nusantara pada waktu itu diperintah oleh raja-raja. Tahap kekuasaan lokal Nusantara di atas merupakan kekuasaan raja-raja sebelum kedatangan bangsa-bangsa Barat. dan di pantai Kalimantan Timur. kerajaan-kerajaan yang disebut dalam tulisan-tulisan pada batu-batu tadi merupakan kerajaankerajaan Indonesia asli. Mereka dikenal sebagai ras Melayu. Menurut ahli sejarah purbakala Indonesia.Catatan sejarah lainnya menjelaskan bahwa persebaran penduduk Indonesia. Kerajaan-kerajaan Islam muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam melalui hubungan perdagangan. yang datang secara bergelombang. yang datang sekitar 3000 tahun lalu. daerah Muara Kaman. baik yang dipengaruhi oleh Hindu-Buddha maupun Islam. memberikan pengaruh kepada kebudayaan bangsa Indonesia.‖ Tahap kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Berbeda dengan Proto-Melayu. Kebudayaannya masih merupakan kebudayaan batu (neolithicum). Menurut beberapa penafsiran dari fakta sejarah yang ada. Catatan sejarah kerajaan Hindu diperoleh dari batu-batu bertulis yang ada di Jawa Barat. Hal ini berakibat pada rendahnya tingkat kelembagaan dan 12 . sekitar 2000 tahun yang lalu. Deutro-Melayu sudah membawa kebudayaan besi. atau rakyat kerajaan kuno Nusantara berasal dari daerah Cina Selatan (propinsi Yunan). dan Deutro-Melayu. Para penyebar dakwah atau mubaligh mengajarkan agama Islam kepada para pedagang penduduk asli yang kemudian menyebarkannya kepada penduduk lainnya. Raja-rajanya mengadopsi konsep-konsep Hindu dengan cara mengundang ahliahli dan orang-orang pandai dari golongan Brahmana (pendeta) di India Selatan yang beragama Wisnu dan Brahma. sifat kekuasaan lokal Nusantara tersebut terpusat di tangan raja. Bogor. Persebaran penduduk melalui proses rumit dan perjalanan panjang melalui berbagai wilayah di dunia tersebut di atas menjadi awal terbentuknya penduduk Indonesia. sekitar abad IV Masehi. di daerah sungai Cisadane. serta Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku. Tahap kerajaan-kerajaan Islam juga memberikan pengaruh kepada kebudayaan Indonesia. Dua gelombang terpenting adalah Proto-Melayu. sebagai ciri ―bhinneka tunggal ika. Kutai. Kerajaan Islam di Nusantara yang dipengaruhi oleh kerajaan atau kesultanan Islam di tanah Arab ialah—antara lain—Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Kerajaan Mataram di Jawa. yang hidup makmur berkat perdagangan dengan negara-negara di India Selatan. Proto-Melayu (Melayu-Polynesia) tersebar dari Madagaskar sampai ke Pasifik Timur.

Dalam melakukan politik etis untuk mempertahankan kekuasaannya. Proses pembentukan bangsa Indonesia tersebut merupakan salah satu ciri dari suatu proses yang disebut unintended consequences. Douwes Dekker). perlakuan-perlakuan kolonial terhadap bangsa Indonesia justru menjadi pemicu munculnya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia. Istilah ini dapat diartikan sebagai terjadinya akibat yang tidak diperhitungkan dari tindakan yang dilakukan terhadap suatu susunan kehidupan. Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli (dr. pemerintah kolonial Belanda selalu berupaya menanamkan pengaruhnya kepada para penguasa pribumi melalui birokrasi dan melalui pendidikan bagi generasi penerus para 13 . dan Jepang (1942—1945). Tahap setelah kekuasaan raja-raja di Nusantara adalah tahap kolonialisasi atau tahap pejajahan bangsa Indonesia oleh VOC (1602—1800) yang diteruskan oleh Belanda (1800— 1942). kekuasaan atas Indonesia pernah diambil alih oleh Inggris (1811—1816). Namun sesungguhnya hal itu dilakukan dalam rangka mempertahankan statusnya sebagai penguasa di tanah jajahan. Dua peristiwa bersejarah yang menunjukkan adanya kesadaran berbangsa yang satu sebagai bangsa Indonesia yang ingin merdeka dari penjajahan yang terjadi antara tahun 1899 sampai 1942 ialah Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Dalam hal ini pengembangan kebangsaan Indonesia merupakan akibat yang tidak diperhitungkan oleh penguasa kolonial terhadap susunan kehidupan masyarakat yang kini disebut sebagai bangsa Indonesia. maupun yang tidak. Dalam masa penjajahan Belanda. Masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia dari 1602—1945 itu juga merupakan proses panjang pembentukan bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku bangsa. Ini terjadi karena masyarakat Indonesia bukanlah peralatan otomatis yang reaksinya selalu dapat diperhitungkan oleh penggunanya (Simbolon. Hal ini tentu tidak diinginkan dan tidak diduga oleh Belanda yang ingin tetap bertahan sebagai penguasa kolonial di Nusantara. serta kerasnya penggunaan kekuasaan yang ada bahkan menimbulkan peristiwa berdarah sehingga pada akhirnya kekuasaan raja-raja tersebut runtuh (Simbolon. 1995: xxii). Politik etis merupakan kebijakan pemerintahan kolonial Belanda yang seolah-olah memberikan kebaikan-kebaikan kepada bangsa Indonesia sebagai tanda balas budi. Akibat perang di Eropa. 1995: 6— 32).kepastian. baik tindakan-tindakan yang dicita-citakan dan direncanakan.

yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Belanda telah mendorong dan menciptakan ruang gerak terjadinya interaksi antar-berbagai suku bangsa melalui interaksi antarpemuda dari kalangan elit suku bangsa. 16—17 Januari 1996. baik di Indonesia—yang umumnya dipusatkan di Pulau Jawa—maupun di Negeri Belanda. Di dalam institusi pendidikan terjadi interaksi yang intensif antara pemuda-pemuda yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Keadaan itulah yang mendorong Kebangkitan Nasional yang ditandai oleh lahirnya kelompok kebangsaan Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei tahun 1908. Kebangkitan Bangsa dan Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menandai kelahiran bangsa Indonesia dari berbagai suku bangsa melalui kesepakatan normatif. 14 .3 Bangsa Indonesia menghadapi babak baru dalam sejarah perjuangan bangsa yang dimulai dari masa pembentukan bangsa sampai masa pembentukan Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Mereka dididik di berbagai lembaga pendidikan Belanda. tetapi juga yang di negeri Belanda.‖ makalah yang disampaikan pada Seminar Nasional Tinjauan Kritikal tentang Integrasi Bangsa. Jakarta. yang bergerak di bidang pemerintahan maupun pendidikan. Hal yang sama juga memunculkan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.penguasa. Tanggal 17 merupakan tanggal yang sengaja dipilih Bung Karno dengan alasan tertentu sebagaimana terungkap dalam dialog antara Bung Karno dengan para pemuda yang menculik dan membawanya ke Rengasdengklok: ―Dengan suara rendah ia (Bung Karno) mulai berbicara. tidak hanya yang berada di Pulau Jawa. Para pemuda dari kalangan elit itu dididik oleh Belanda untuk menjadi penguasa yang mengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda. Tanpa disadari. Depok. Interaksi ini terjadi terutama di dalam berbagai institusi buatan Belanda. dan Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56. ―Integrasi Bangsa: Antara Kesepakatan Normatif dan Kenyataan Empirik.‖ Solidaritas yang menumbuhkan semangat persatuan ini melahirkan cita-cita membangun bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Berbangsa satu Indonesia. Melalui interaksi itu tumbuhlah benih-benih solidaritas baru yaitu perasaan senasib sebagai bangsa yang terjajah. yang dirumuskan dalam satu kesepakatan dalam bentuk ikrar bahwa mereka: ―Bertumpah darah satu Indonesia. baik pemerintah maupun swasta. Ikatan solidaritas ini terus berkembang menjadi suatu semangat persatuan sebagai satu bangsa yang menginginkan kemerdekaannya. yaitu semangat persatuan yang berkembang dari berbagai suku bangsa yang saling berinteraksi. ‗Yang paling 3 Sardjono Jatiman.

2004: 1—13). Tanggal 17 adalah angka suci. … Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal. Setelah melalui tahap pembentukan bangsa dan tahap pembentukan negara. Melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI. Jumat suci.penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. namun diambil alih oleh Jepang karena Belanda yang bergabung dengan sekutu-sekutunya 15 . Penjajahan terhadap bangsa Indonesia berhasil diakhiri dengan proklamasi kemerdekaaan yang memanfaatkan keadaan setelah Jepang dibom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di atas kota Hiroshima. Namun setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945. bahwa itu adalah saat yang baik. ini berarti saat yang paling suci bagi kita. sedangkan PPKI dibentuk untuk menyatakan atau mengesahkan kemerdekaan dan melakukan peralihan kekuasaan dari negara jajahan menjadi negara merdeka (Kusuma. orang Islam sembahyang 17 rakaat. Tugas BPUPKI adalah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Dasar guna menyongsong kemerdekaan. 1984: 61). sedangkan pembentukannya secara resmi adalah pada tanggal 12 Agustus 1945). Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku. hari Jumat itu Jumat legi. Tanggal 17 besok hari Jumat. mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai) Indonesia menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Setelah bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. PPKI dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1945 (bukan 7 Agustus 1945 karena pada tanggal 7 Agustus 1945 yang terjadi hanyalah pemberian izin oleh pemerintahan Jepang di Tokyo untuk mendirikan PPKI. yang menyebabkan Jepang menyerah kepada sekutu. waktu kita semua berpuasa. Hatta. oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia‘‖ (Hardi. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai) yang sebelumnya telah dibentuk pada 29 April 1945. Jumat yang berbahagia. AlQur'an diturunkan tanggal 17. PPKI adalah panitia baru. yang dibentuk untuk melanjutkan tugas Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI. maka Indonesia memanfaatkan keadaan dengan memproklamasikan kemerdekaannya. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan. Kerajaan Belanda ketika itu ingin menjajah kembali Indonesia dengan alasan Indonesia dulunya adalah bagian sah dari kerajaan Belanda. Negara Indonesia yang masih baru itu masih mengalami berbagai ujian untuk mempertahankan kemerdekaannya itu. tahap perkembangan bangsa Indonesia selanjutnya adalah tahap mengisi kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Soekarno dan Moh.

b. Setelah proklamasi dan masa transisi sampai tahun 1949. yaitu NKRI diubah menjadi NRIS berdasarkan Konstitusi RIS 1949 pada tanggal 29 Desember 1949.telah kalah perang dengan Jepang pada tahun 1941. dan era Reformasi (1998—sekarang) Proses pembentukan Negara dan hal-hal yang berhubungan dengan negara akan diuraikan lebih lanjut dalam bab II mengenai negara Indonesia. dan juga memasang rambu-rambu untuk menjaga keutuhan bangsa. Pancasila dan UUD 1945 Persatuan suku-suku bangsa menjadi bangsa Indonesia dalam suatu negara memerlukan dasar dan ideologi negara sebagai landasan berbangsa dan bernegara. Pada perkembangan selanjutnya. Namun pengakuan itu disertai syarat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diubah menjadi Negara Republik Indonesia Serikat. 2009: 120-122). mulailah masa Demokrasi Liberal (1950—1959). Dalam kenyataannya persoalan Pancasila 16 . yang secara berturut-turut diikuti oleh era Demokrasi Terpimpin— yang kemudian disebut Orde Lama—(1959—1965). Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar pemersatu dan pengikat untuk menjamin keberlangsungan integrasi dan demokrasi di Negara Indonesia. merupakan hukum dasar yang mengatur prinsip-prinsip dan mekanisme ketatanegaraan untuk menjamin demokrasi. Mengingat pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. sampai akhirnya dicapai persetujuan melakukan Perjanjian Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Orde Baru (1966—1998). yang mencantumkan Pancasila dalam bagian pembukaaannya. yaitu Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian Pancasila merupakan kaidah-kaidah penuntun dalam kehidupan sosial. dan hukum. maka Belanda mengklaim bahwa Indonesia secara hukum internasional kembali menjadi bagian dari kerajaan Belanda. Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI. dengan kekalahan Jepang dalam perang Pasifik pada tahun 1945. dan ‗perang‘ diplomasi melalui perundingan-perundingan antar pemerintah kedua negara. Setelah syarat dipenuhi. maka sejak itu secara de jure Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Indonesia baru berhasil mempertahankan kemerdekaannya setelah melalui berbagai upaya seperti perang yang disebut revolusi kemerdekaan sebagai perang konvensional. politik. Dengan kata lain. bukan 17 Agustus 1945 (Mahfud. maka keberadaannya harus dipertahankan dan butir-butir muatannya diamalkan agar kelangsungan dan keutuhan bangsa dan negara tetap terjaga. UUD 1945.

UUD 1945 juga merupakan perekat integrasi dan pengawal demokrasi di Indonesia. UUD 1945 memuat dasar aturan politik mengenai mekanisme ketatanegaraan yang demokratis. Beberapa muatan dari UUD 1945 yang mengikat bangsa dalam kesatuan bangsa Indonesia adalah yang berikut. namun banyak persoalan atau kendala dalam pengamalannya yang terkait dengan kondisi dan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.bukan hanya masalah menghapal lima butir Pancasila. dan kekuasaan dari lembaga legislatif yang melakukannya secara politik melalui pembentukan undang-undang. Kekuasaan eksekutif. Secara politis. Demikian pula dengan kekuasaan lainnya yaitu yudikatif. Pancasila dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga aspek. Pancasila merupakan cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia. 1) Pasal 1 ayat (1) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Secara filosofis. Pasal ini juga dipagari oleh pasal lainnya yaitu Pasal 18 dan Pasal 37 ayat (5). yakni aspek filosofis. Pancasila dipandang sebagai kesepakatan luhur (modus vivendi) yang mempersatukan semua ikatan primordial ke dalam satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dalam prinsip persatuan. Hal itu diwujudkan antara lain melalui pemilihan umum (pemilu) yaitu pemilihan pejabat-pejabat publik tertentu secara jujur dan adil dan melalui pengawasan dan perimbangan (checks and balances) antar-lembaga-lembaga kekuasaan. Secara yuridis. Isi hukum konsisten atau sesuai dengan Pancasila. yuridis. juga mengawal negara menghadapi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa melalui kekuatan pertahanan dan keamanan. Selain Pancasila. selain menjalankan roda pemerintahan. dan politis. 17 . Pancasila merupakan dasar keyakinan tentang masyarakat yang dicita-citakan serta dasar bagi penyelenggaraan negara yang dikristalisasikan dari nilai-nilai yang telah tumbuh dan berkembang serta berakar jauh dari kehidupan leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia. Semua lembaga kekuasaan negara tersebut harus bekerja secara sinergis. mulai dari hukum yang hierarkinya paling atas sampai dengan yang paling bawah. Oleh sebab itu hukum di Indonesia harus berdasar pada Pancasila. melalui peradilan melawan setiap gerakan disintegratif. yang juga menjamin integrasi bangsa dan negara. Sebagai dasar dan ideologi negara. Lembaga-lembaga kekuasaan itu adalah kekuasaan kehakiman yang mengawal hukum bagi setiap perbuatan pemerintah dan rakyat yang mengancam integrasi atau mengancam tatanan dan aturan main.

yang melanda masyarakat Indonesia. 4) Pasal 26 mengatur mengenai warga negara dan penduduk. terutama kaum muda. indentitas. Perbedaan tersebut hanya menunjukkan latar belakang sejarah tetapi tidak untuk membedakan hak dan kewajiban secara diskriminatif. Demokrasi harus berjalan di atas prosedur hukum dengan segala falsafah dan tata urut perundangundangan yang mendasarinya. 3) Pasal 1 ayat (3) menegaskan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. baik yang datang dari luar maupun dari dalam.2) Pasal 1 ayat (2) menegaskan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Namun ketahanan nasional merupakan salah satu saja dari sekurangkurangnya tiga syarat berlangsungnya Negara Kebangsaan. dan gangguan. Ketahanan nasional diperlukan agar Negara Indonesia sebagai Negara Kebangsaan dapat berlangsung. 2004: 190—195). Bagaimana mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 juga menyangkut ketahanan nasional bangsa Indonesia. hambatan. Contoh ancaman dari luar ialah westernisasi atau ―pembaratan‖ yaitu masuknya nilai-nilai budaya Barat yang belum tentu sehat dan sesuai dengan budaya Indonesia. setiap kegiatan bangsa dan negara haruslah berdasarkan hukum (nomokrasi). Contoh ancaman dari dalam negeri ialah kesenjangan taraf hidup masyarakat yang masih 18 . Demokrasi tanpa nomokrasi dapat menjadi anarki dan dapat mengancam integrasi bangsa. dan ketahanan (Mahmud MD. ketahanan nasional adalah ―kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala macam ancaman. Ancaman terhadap ketahanan nasional atau disintegrasi bangsa dapat berasal dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri. tantangan. yang menunjukkan bahwa sebagai negara kebangsaan Indonesia menganut prinsip dan sistem demokrasi. 5) Pasal 30 mengatur tugas pertahanan dan keamanan yang masing-masing dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap ancaman dari luar maupun perpecahan di dalam negeri. yang sekarang tidak lagi membedakan orang Indonesia asli dan yang tidak asli. secara langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan pembangunan nasional‖ (Sunardi. nasionalisme. 2009: 40—54). Menurut Sunardi. Artinya. yaitu kedaulatan.

Lambang-lambang tersebut merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. dan Lambang Negara. Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009. kesatuan dalam keragaman budaya. serta Lagu Kebangsaan. Artinya. Beberapa lambang persatuan itu adalah bendera merah putih. Bahasa. Penggunaan lambang-lambang persatuan negara itu diatur dalam UUD 1945: Pasal 35 (mengenai Bendera Merah Putih). misalnya bahasa atau lambang-lambang tertentu lainnya. Universitas Indonesia menggunakan makara sebagai lambang yang mempunyai makna khusus di samping sebagai salah satu identitas sebagai suatu perguruan tinggi. Pasal 36 (mengenai Bahasa Indonesia). dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bahasa. Demikian pula dalam bernegara. rasa keterikatan.4 4 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera. lambang negara. dan Pasal 36B (mengenai lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖) dan dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Umpamanya. serta Lagu Kebangsaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. Simbol-simbol/Lambang-lambang Persatuan Bangsa Di samping berbagai istilah yang dikenakan kepada diri manusia. solidaritas dan identitas anggota masyarakatnya dijaga sebagai satu kesatuan bangsa dan negara dengan menggunakan simbolsimbol atau lambang-lambang persatuan. dan lemahnya penegakan hukum. bahasa. korupsi yang merajalela. 19 . seperti manusia sebagai insan akali dan makhluk sosial. dan lambang negara. c. dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dikemukakan bahwa bendera. Pasal 36A (mengenai lambang negara Garuda Pancasila).tinggi. manusia juga disebut manusia budaya yang dengan kegiatan akalnya dapat mengubah dan bahkan menciptakan realitas dengan menggunakan sistem perlambangan. identitas. dalam kehidupan sebagai manusia kita tidak terlepas dari simbol-simbol atau lambanglambang. dan Lambang Negara. pertentangan antarkelompok. serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035). dan lagu kebangsaan ―Indonesia Raya‖. bahasa nasional.

Salah satu di antaranya ialah Sir Edward Burnett Tylor. dan kelompok yang melahirkan kebudayaan yang beragam pula. untuk menjaga keutuhan persatuan bangsa dalam Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu. entnosentrisme. Kebudayaan ada untuk menangani masalah dan persoalan yang dihadapi suatu masyarakat. Dengan kata lain. kebudayaan nasional mempunyai arti penting sebagai perekat rasa persatuan sebagai satu bangsa dan negara. Dalam kebudayaan yang beragam itu tentu dapat muncul loyalitas terhadap suku bangsa atau kelompok. melainkan juga keragaman agama.d. Oleh karena itu kelestarian kebudayaan harus dipelihara sehingga kebudayaan dapat mengatur anggota-anggota masyarakatnya untuk dapat hidup secara teratur. seorang antropolog Inggris. Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis melainkan harus dipelajari. pelapisan sosial. terutama melalui sarana bahasa. yang dalam skala tertentu dapat menimbulkan primordalisme. dan sikap stereotip etnik terhadap suku bangsa atau kelompok lainnya. (Haviland. Kebudayaan Nasional Pluralitas bangsa Indonesia bukan hanya keanekaan suku bangsanya saja. yang tercermin dalam perilakunya. Akhirnya. 1995: 331—342. Semua itu adalah milik bersama para anggota masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat diharapkan melakukan perbuatan yang sesuai dengan kebudayaannya itu. kebudayaan harus memiliki kemampuan untuk berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan baru. Keberadaan kebudayaan tidak terlepas dari adanya suatu masyarakat karena masyarakat merupakan pendukung dari kebudayaan. kebudayaan ada dalam berbagai aspek kehidupan yang meliputi cara-cara berlaku. Unsur-unsur yang ada pada kebudayaan berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terpadu atau terintegrasi. Dalam hal ini kebudayaan harus dimiliki bersama dan digunakan untuk menemukan keseimbangan antara kepentingan pribadi masing-masing orang dan kebutuhan masyarakat sebagai suatu keseluruhan. kebudayaan mempunyai arti yang beragam. yang pada tahun 1871 mendefinisikan kebudayaan sebagai: 20 . dan kebudayaan mengatur bagaimana masyarakatnya itu berperilaku.) Konsep kebudayaan muncul dan dikembangkan oleh para ahli antropologi menjelang akhir abad XIX. dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas pada suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu. kepercayaan-kepercayaan. sikap-sikap. (1) Konsep Kebudayaan Secara konseptual.

‖ Dapat dikatakan pula bahwa ―kebudayaan adalah sebuah pedoman menyeluruh bagi kehidupan sebuah masyarakat dan para warganya. terutama mengolah tanah atau ‗bertani‘. dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat atau dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian.‖ Definisi tersebut sejalan dengan yang dikemukakan E. mendefinisikan kebudayaan sebagai ―seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat yang kalau— dilaksanakan oleh para anggotanya—melahirkan perilaku yang oleh mereka dipandang layak dan dapat diterima. L. R. Koentjaraningrat (2002: 179—185) mendefinisikan kebudayaan yang didasarkan pada pemikiran mengenai sistem tindakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya. artinya mencakup segala cara atau pola berpikir. Kroeber dan Clyde Kluckhohn. Secara etimologis kata kebudayaan berasal dari kata buddhaya (bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti ‗budi‘ atau ‗akal‘ dalam bahasa Sansekerta).‖ Definisi kebudayaan tersebut antara lain dikemukakan oleh Malinowski (1961) dalam karya-karyanya mengenai kebutuhan-kebutuhan manusia dan pemenuhannya 21 . Sistem tindakan itu tidak terkandung di dalam gen manusia. kepercayaan. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. 1995: 331—342). hukum.‖ Masyarakat di sini didefinisikan sebagai ―sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu dan yang bersama-sama memiliki tradisi kebudayaan yang sama‖ (Haviland. A.‖ Definisi kebudayaan lain adalah ―sebagai pedoman bagi kehidupan manusia yang secara bersama dimiliki oleh para warga sebuah masyarakat. tindakan. moral. kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. merasakan dan bertindak‖ (Ranjabar. Pada tahun 1950-an. selama manusia hidup. sebagai aspek yang penting. sehingga harus dibiasakan melalui proses belajar. Radcliffe-Brown (1881-1955). 2006: 21). Tylor tersebut di atas. adatistiadat. kesenian. B. Kebudayaan terdiri atas segala sesuatu yang dipelajari oleh pola-pola perilaku yang normatif. Oleh karena itu kebudayaan didefinisikan sebagai ―keseluruhan sistem gagasan.―kompleks yang mencakup pengetahuan. Istilah ini berkembang artinya sebagai ―segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam. mendefinisikan kebudayaan modern sebagai ―seperangkat peraturan standar yang—apabila dipenuhi oleh para anggota masyarakat—menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh para anggotanya. Istilah Inggris culture berasal dari kata Latin colere yang berarti ‗mengolah‘ atau ‗mengerjakan‘.

Kebudayaan yang demikian merupakan sistem-sistem acuan yang ada pada berbagai tingkat pengetahuan dan kesadaran. dan bukan hanya pada tingkat gejala sebagai tingkat kelakuan atau hasil kelakuan sebagaimana didefinisikan oleh Koentjaraningrat. Kluckhon (1944) melihat kebudayaan sebagai blue print bagi kehidupan manusia. Pilihan selektif itu digunakan untuk menginterpretasi dan memanfaatkan lingkungan beserta isinya dalam bentuk tindakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai manusia. 22 . berkepribadian khas. mana yang paling sesuai sebagai acuan bagi para pemilik kebudayaan dalam menghadapi lingkungannya. yang mengemukakan bahwa kebudayaan nasional harus unik. Sebagai sistem-sistem acuan. Salah satu tokohnya adalah Ki Hajar Dewantara. Dalam pada itu Geertz (1973) melihat kebudayaan sebagai sistem-sistem makna. 2002: 179—185). Golongan yang pertama menyatakan bahwa suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah. konsep-konsep. (2) Gagasan Kebudayaan Nasional Mengenai Kebudayaan Nasional (dalam konteks Indonesia). teori-teori. dan metode-metode yang diyakini kebenarannya oleh warga masyarakat pemiliknya. dan metode-metode dipilih secara selektif. teori-teori. Kebudayaan merupakan acuan bagi manusia dalam berhubungan/berinteraksi dan mengidentifikasi berbagai gejala sebagai kategori-kategori yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya tersebut (Koentjaraningrat. Kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah fungsional dalam struktur kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. yang dapat dikelompokkan dalam dua golongan. Dalam perspektif tersebut kebudayaan terdiri atas konsep-konsep. Tindakan itu dapat berbentuk dorongan atau motivasi bagi pemenuhan kebutuhan maupun sebagai tanggapan-tanggapan (response) atas rangsangan (stimuli) dari lingkungannya. beberapa cendekiawan mempunyai gagasan berbeda. dan bermutu tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan setiap warga bangsa Indonesia akan perasaan bangga terhadap bangsanya sendiri dan menjadi identitas nasionalnya. Disarankan agar unsur-unsur puncak (dalam arti ‗yang paling‘) dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan unsur-unsur warisan nenek moyang dijadikan sebagai isi kebudayaan nasional.melalui fungsi dan pola-pola kebudayaan.

sistem norma. gamelan. dan sistem hukum nasional. Sebagian besar unsur-unsur kebudayaan nasional tersebut perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. Contoh kebudayaan nasional yang berasal dari puncak-puncak kebudayaan daerah antara lain adalah Borobudur. Oleh karena itu. seni drama masa kini. Gagasannya adalah kebudayaan nasional Indonesia harus dipahami setiap warga Indonesia. H. 1987a). Contoh unsur-unsur kebudayaan yang dapat memperkuat rasa solidaritas atau yang dapat memenuhi fungsi kedua tadi antara lain adalah bahasa nasional (bahasa Indonesia). sebenarnya gagasan dari dua golongan cendekiawan di atas saling melengkapi untuk memenuhi kedua fungsi tadi. seni film. karapan sapi. yang merupakan unsur kebudayaan warisan nenek-moyang. suatu kebudayaan nasional mempunyai dua fungsi yaitu 1) memperkuat rasa identitas nasional warga suatu bangsa atau negara dan 2) memperluas rasa solidaritas nasional warga suatu bangsa atau negara.Golongan yang kedua menyarankan suatu pengembangan kebudayaan nasional Indonesia baru. Unsur-unsur ini harus dapat mengintensifkan komunikasi antar-suku bangsa yang berbeda-beda dan dapat dipahami maknanya sehingga dapat menumbuhkan toleransi dan solidaritas. Sistem nilai budaya merupakan inti dari suatu kebudayaan (yang dianggap bernilai tinggi) yang menjiwai semua pedoman yang mengatur tingkah laku warga kebudayaan yang bersangkutan. Kebudayaan nasional Indonesia sebaiknya diciptakan baru karena kebudayaan nasional Indonesia harus mengacu ke masa depan. tari-tarian tradisional. Oleh karena itu unsur-unsur dari kebudayaan nasional tidak dapat diambil dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah atau dari warisan nenek-moyang. Yang perlu diperhatikan adalah upaya pengembangan kebudayaan nasional tidak hanya menyangkut pengembangan unsur-unsur bagian kebudayaan saja. Gagasan kebudayaan nasional dari golongan pertama memenuhi fungsi pertama. tetapi juga sistem nilai budayanya. mementingkan sains dan teknologi. Erikson. dan lain-lain. Pedoman tingkah laku itu adalah adat-istiadat. batik tradisional. 23 . Salah satu tokoh golongan kedua ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana. yang lepas dari kebudayaan suku-suku bangsa di daerah dan berorientasi ke peradaban dunia masa kini. dan gagasan kebudayaan nasional dari golongan kedua memenuhi fungsi kedua. identitas nasional dapat dikuatkan oleh hasil-hasil karya unik yang dapat dibanggakan sebagai hasil karya bangsanya (Koentjaraningrat. Menurut ahli psikologi E. Berdasarkan dua fungsi itu. Secara teoretis. angklung. rasa identitas diri dapat dikuatkan apabila individu yang bersangkutan dapat mengacu pada suatu karya unik yang dapat dibanggakan.

2) didasarkan pada demokrasi dan nomokrasi sekaligus. Kluckhohn. atau antara mordernisasi dengan westernisasi. 1987b). menurutnya. 3) ditujukan untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Haviland mengkritik konsep modernisasi karena. konsep itu bersudut pandang etnosentris. 4) masalah hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Salah satu dari kebudayaan nasional kita yang perlu terus dikembangkan adalah hukum nasional. khususnya kaum muda. yaitu 1) masalah makna atau hakekat hidup manusia. Hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa. Di sini terjadi suatu pemahaman keliru antara menjadi modern dan menjadi seperti orang Barat. aturan moral. Pembentukan hukum nasional itu harus ditujukan untuk mencapai tujuantujuan negara sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. aturan sopan-santun. dan 5) masalah manusia dengan manusia (Koentjaraningrat. Dalam pembangunan hukum. seperti dalam berbahasa. dan 4) didasarkan pada toleransi beragama yang berkeadaban (Mahfud MD. Jati Diri Bangsa Belakangan ini kita sering melihat gaya hidup masayarakat kita. Kaidah-kaidah bagi hukum yang dibuat di Indonesia haruslah 1) bertujuan membangun dan menjamin integrasi bangsa Indonesia. Menurut Wilbert Moore. baik secara teritorial maupun secara ideologis. Hanya untuk masalah-masalah kebendaan dan fisik teori Moore dapat digunakan. Menurut C. konsep modernisasi ini terbentuk berdasarkan cara pandang satu 24 . 3) masalah persepsi manusia terhadap waktu. 2009: 52—54). serta menggunakan hasil temuan ilmiah dan teknologi tersebut untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. yaitu membangun segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. 2) masalah makna pekerjaan/karya dan amal perbuatan manusia. 4. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. dan lain-lain. Artinya. modernisasi adalah penggabungan diri pada masyarakat/bangsa yang telah mengakumulasikan berbagai hasil dari telaah ilmiah dan menerapkannya. Pancasila merupakan dasar pencapaian tujuan negara yang melahirkan kaidah-kaidah penuntun hukum. bertingkah laku maupun berbusana (misalnya kebaratbaratan) yang tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa Indonesia.aturan etika. pandangan hidup. masalah-masalah dalam kehidupan manusia yang dinilai tinggi dan universal ada di setiap kebudayaan di dunia itu menyangkut setidaknya lima hal.

penafsiran keliru terhadap otonomi daerah sebagai federalisme. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. perlu menjadi bahan refleksi kita dalam memandang keberadaan kita sekarang. Istilah jati diri dapat diartikan sebagai ciri-ciri. Jakarta. mulai dari pembentukan kesadaran berbangsa. Deputi Seswapres Bidang Politik. Oleh karena itu perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa kebhinekaan bangsa Indonesia merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus diterima sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Deputi Mensesneg Bidang Sumber Daya Manusia bersama Biro Kewilayahan dan Wawasan. kemudian pembentukan negara. Telaah terhadap jati diri bangsa tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia yang berasal dari ikatan-ikatan primordial. 6 25 . Peristiwa-peristiwa itu antara lain ialah konflik/perkelahian antara suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain. ketiadaan atau kelangkaan tokoh panutan. antara lain: lemahnya toleransi terhadap perbedaan pendapat. lemahnya perasaan gotongroyong. Kantor Sekretariat Negara RI. 462. Departemen Pendidikan Nasional. Pluralitas bangsa Indonesia adalah suatu kenyataan. Jati diri pun diartikan sebagai identitas. gambaran. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan rasa kebangsaan anggota masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang juga berhubungan dengan jati diri bangsa. dan ketidaksepahaman dalam menyikapi proses globalisasi. 5 Muladi.5 Semua itu merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Dewasa ini kita juga sering mendengar berita-berita di televisi atau media lainnya mengenai banyak peristiwa yang dapat mengarah kepada kondisi disintegrasi bangsa. dan perkelahian massal atau tawuran banyak terjadi di kalangan murid sekolah. dan kemitraan. 2000: 755). 14 Juni 2006. sampai dengan pengisian kemerdekaan Indonesia sebagai negara bangsa yang berdaulat. ―Jati Diri Bangsa‖. Hal ini menunjukkan. hlm. makalah pada Diskusi Panel Revitalisasi Jati Diri Bangsa yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Humas. munculnya elemen-elemen separatisme dan kedaerahan/primordialisme. Pusat Bahasa. Persatuan bangsa perlu terus diupayakan keutuhannya dengan menyadari jati diri bangsa kita sebagai bangsa Indonesia.6 Jadi jati diri bangsa Indonesia adalah ciri-ciri atau identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: 2002). pendekatan fragmentatif dalam menghadapi persoalanpersoalan bangsa. solidaritas. atau antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda.kelompok masyarakat yang melihat bahwa kebudayaan yang dimilikinya lebih superior daripada kebudayaan kelompok masyarakat lainnya (Haviland.

yang terumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945. yang harus dilaksanakan secara benar dan konsisten. 7 Lihat uraian di atas mengenai golongan pertama yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. mengingat bangsa Indonesia terdiri dari ikatan-ikatan primordial atau dari berbagai suku bangsa.8 Dalam perjalanan bangsa Indonesia selanjutnya. Kebudayaan nasional dimaksud adalah yang berlandaskan pada unsur-unsur kebudayaan suku-suku bangsa di daerah (puncak-puncak kebudayaan daerah) yang dapat menimbulkan perasaan bangga terhadap bangsa sendiri dan berfungsi untuk memperkuat rasa identitas nasional warga bangsa atau negara. Pengalaman sejarah merupakan ―guru‖ yang baik bagi kita sebagai bangsa. dan masakan tradisional Indonesia. 8 26 . Lihat uraian di atas mengenai golongan kedua yang mengemukakan mengenai kebudayaan nasional. maka jati diri bangsa Indonesia diarahkan pada nilai-nilai yang menunjukkan diri kita sejatinya sebagai bangsa Indonesia. Kebudayaan nasional itu adalah yang dapat dipahami oleh setiap warga Indonesia. Hal itu dapat dijalankan melalui fungsi kedua kebudayaan yaitu memperluas rasa solidaritas nasional warga bangsa atau negara. kesadaran akan jati diri bangsa haruslah terus diperjuangkan. contohnya ialah bahasa nasional dan hukum nasional. Di samping itu bentuk dari jati diri bangsa Indonesia dapat dikenali dengan mengacu kepada kebudayaan nasional. Semangat itu diwujudkan dengan lahirnya Kebangkitan Nasional tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Nilai-nilai itu mengikat bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa. Arus globalisasi dengan kemajuan transportasi dan telekomunikasi menjadi salah satu ancaman dari luar yang perlu disadari dan dihadapi dengan bijaksana oleh segenap bangsa Indonesia. diciptakan baru dan mengacu ke masa depan. mengingat keberadaan bangsa Indonesia bukanlah di ruang hampa. tari-tarian. Perlu diresapi bagaimana semangat kebangsaan itu tumbuh di masa lalu. Semangat kebangsaan sebagai bangsa yang satu itu tumbuh karena perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah.Mengingat bangsa Indonesia berasal dari ikatan-ikatan primordial. Oleh sebab itulah maka acuan bagi jati diri bangsa Indonesia sebagai pedoman tertinggi bangsa atau ideologi dan hukum dasar dalam bernegara adalah Pancasila dan UUD 1945.7 Selain itu jati diri bangsa juga harus ditopang oleh rasa solidaritas bersama antar-suku bangsa atau antar-ikatan primordial yang ada di Indonesia. contohnya ialah batik.

dalam pembentukan jati diri bangsa juga diperlukan teladan yang baik dari pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh. Dengan demikian diharapkan berbagai upaya yang dilakukan akan dapat membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat. 27 . Perasaan sebagai bagian dari negara kesatuan harus dikembangkan. Pendekatan kebudayaan sebagai media untuk dapat saling memahami antar-suku bangsa. baik yang sudah tiada (pahlawan bangsa) maupun yang sekarang berkuasa atau menduduki jabatan. maka pemahaman musuh bersama itu harus digantikan dengan masalah-masalah yang melanda bangsa Indonesia yang harus kita hadapi secara bersama-sama. Di samping itu.Pada saat ini ketika kita sudah merdeka. dan pengembangan kebudayaan nasional sebagai upaya untuk meningkatkan rasa soliaritas dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. antara lain melalui pendekatan kebudayaan dan pengembangan kebudayaan nasional.

hlm. Hakikat Negara Menurut Ir. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggalnya sebagai negara. maupun dalam arti institusi/organisasi njegara. serta mampu membangun pikiran yang terbuka dan kritis terhadap masalah negara dalam arti wilayah. negara meliputi wilayah. rakyat. ideologi. negara berhak menuntut kesetiaan para warganya. Wilayah yang dimaksud adalah wilayah yang telah dinyatakan sebagai milik bangsa. Rumusan tujuan nasional dalam konstitusi merupakan 9 Sekretariat Negara Republik Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) (Jakarta. serta harus patuh pada hukum dan pemerintah yang sah. Pemerintah adalah pemerintah yang berhak mengatur dan berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan perundang-undangan yang mengikat warganya. Agar mampu menghadapi musuh. 1992). 2001: 36) dan tujuan negara yang tersurat/tersirat dalam konstitusi. 1. Ketiga syarat negara itu dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. Kedaulatan merupakan ciri yang membedakan organisasi pemerintah dengan organisasi sosial. Soekarno di hadapan Sidang BPUPKI. mahasiswa mampu memahami konsep negara. Dalam pengertian ini. 28 . yang terkait dengan sistem pemerintahannya. yang dapat terdiri atas berbagai golongan sosial. Dalam perkembangan selanjutnya mereka membentuk wadah organisasi yang akan melindungi diri dan tempat tinggalnya.BAB II NEGARA INDONESIA Setelah membaca bab ini. Kepada ketiga syarat tersebut dapat pula ditambahkan adanya pengakuan kedaulatan dari negara lain (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. dan konstitusi. ―Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan‖. 66. yang terkait dengan konsep geostrategi dan geopolitik/ wawasan nusantara. Organisasi itu disebut negara (state). dan pemerintah yang bersifat konstitutif dan telah dikukuhkan melalui Konvensi Montevideo.9 Oleh karena itu. Rakyat adalah rakyat yang mendiami wilayah tersebut. dan batas-batasnya ditentukan melalui perjanjian internasional.

Dalam mengatur hubungan itu. mengatur serta menyelenggarakan sesuatu masyarakat. sekelompok orang. dengan kekuasaannya. Jangkauan kekuasaan meliputi siapa yang menguasai dan apa yang dikuasai. Yang dimaksud dengan kedaulatan adalah konsep mengenai kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Di atas telah dikemukakan bahwa negara tidak terlepas dari konsep kedaulatan. Lingkup kedaulatan adalah gagasan kedaulatan sebagai konsep mengenai kekuasaan tertinggi yang meliputi proses pengambilan keputusan.‖ Menurut Logemann. teori kedaulatan hukum. negara adalah suatu struktur masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam sesuatu wilayah. memajukan kesejahteraan umum. Sementara menurut Max Weber. mencerdaskan kehidupan bangsa. teori kedaulatan raja. namun titik beratnya ada pada apa yang dikuasai. ada legitimasi bagi negara untuk memaksa dengan kekuasaannya yang sah terhadap semua kolektiva dalam masyarakat. Dalam ilmu hukum dikenal lima teori atau ajaran mengenai siapa yang berdaulat. Tujuan nasional bangsa Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea IV) yang antara lain menyatakan ―Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Menurut Jack H. atau sekelompok badan yang melakukan legislasi dan administrasi fungsifungsi pemerintahan. yaitu teori kedaulatan Tuhan. kedaulatan Tuhan ini dapat menjelma dalam hukum yang harus dipatuhi oleh kepala negara atau dapat pula menjelma dalam kekuasaan raja sebagai kepala negara yang mengklaim wewenang untuk menetapkan hukum atas nama Tuhan. Kedaulatan pada prinsipnya dapat dipegang oleh seseorang. Ajaran kedaulatan Tuhan menganggap Tuhan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara. Nagel.pedoman untuk mencapai tujuan nasional dalam bernegara. perdamaian abadi dan kesejahteraan sosial. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. teori kedaulatan negara. dan teori kedaulatan rakyat. dalam setiap analisis mengenai konsep kekuasaan ada dua hal penting yang terkait yaitu lingkup kekuasaan (scope of power) dan jangkauan kekuasaan (domain of power). 29 . misalnya seberapa besar kekuatan keputusan-keputusan yang ditetapkan itu. Dalam praktiknya. Dengan demikian negara merupakan alat masyarakat untuk mengatur hubungan manusia dengan masyarakat. baik di lapangan legislatif maupun eksekutif. sesuatu badan. negara adalah suatu organisasi masyarakat yang bertujuan.

sedangkan gagasan kedaulatan hukum tumbuh dari tradisi Yunani kuno. Ajaran kedaulatan negara merupakan reaksi terhadap kesewenangan raja yang muncul bersamaan dengan timbulnya konsep negara bangsa dalam pengalaman sejarah di Eropa. Masing-masing kerajaan di Eropa melepaskan diri dari ikatan negara dunia yang diperintah oleh raja. Konsep kedaulatan rakyat adalah prinsip dasar yang kemudian dikenal sebagai konsep demokrasi. kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar. Pandangan ini muncul terutama setelah periode sekularisasi negara dan hukum di Eropa. Secara formal. Akar perkembangan gagasan kedaulatan rakyat tumbuh dari tradisi Romawi kuno. Memaksa berarti bahwa negara memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara sah (legal) agar dapat tertib dan aman. Dalam kenyataan saat ini. hampir semua negara modern menganut asas kedaulatan rakyat. dan 3) mencakup semua. Sumber kekuasaan tertinggi adalah hukum dan setiap kepala negara harus tunduk kepada hukum. Ada tiga sifat kedaulatan yang harus dicermati oleh penyelenggara negara yaitu 1) memaksa. yang sekaligus memegang kekuasaan sebagai Kepala Gereja. Dari ketiga sifat inilah timbul konsep negara hukum. Kehendak rakyat merupakan satu-satunya sumber kekuasaan bagi setiap pemerintah. demokrasi menjadi sesuatu yang diidealkan di tiap negara. tidak satu pun dari kelima ajaran itu yang dapat disebut paling modern. Menurut penelitian Amos J. Monopoli berarti bahwa negara mempunyai hak dan kuasa tunggal menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Sebagai teori. Mencakup semua berarti bahwa semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang—warga atau penduduknya. Ajaran kedaulatan rakyat meyakini bahwa yang sesungguhnya berdaulat dalam setiap negara adalah rakyat. 90% negara di dunia dengan tegas mencantumkan dalam konstitusinya masing-masing bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.Ajaran kedaulatan raja beranggapan bahwa rajalah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Menurut Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. 30 . Ajaran kedaulatan hukum menganggap bahwa sesungguhnya negara tidaklah memegang kedaulatan. 2) monopoli. Namun. dan kekuasaan pemerintah bersumber dari kehendak rakyat. Peaslee tahun 1950. Demikian pula halnya dengan di Indonesia.

serta membentuk masyarakat menuju cita-cita. 3) persetujuan ¾ negara bagian. Ideologi dan Konstitusi Negara Agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap serasi. 2. Oleh karena itu. Kata konstitusi (dari bahasa Perancis constituir yang berarti ‗membentuk‘) diartikan sebagai pengaturan dasar pembentukan negara. termasuk kerja sama antara rakyat (masyarakat) dan negara dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara. penjabaran peraturan perundang-undangan dan aspek normatif lainnya. 4) musyawarah khusus (convention). dan 3) bersifat terbuka. 3) pandangan pendiri/tokoh bangsa yang hendak diwujudkan untuk masa sekarang dan yang akan datang. dalam negara demokrasi konstitusional. Persayaratan lain suatu negara modern adalah adanya konstitusi. Menurut UUD 1945. makna ideologi bagi negara adalah 1) mencerminkan cara berfikir masyarakat. Konstitusi Indonesia dimungkinkan untuk diubah melalui 1) sidang legislatif dengan tambahan syarat. diperlukan suatu pedoman hidup. perkembangan ketatanegaraan bangsa. termasuk penyusunan doktrin bangsa. 31 . Ini semua harus tercermin dalam berbagai bidang dan kebijakan program-program negara.implementasinya di satu negara berbeda dengan di negara lain. 2) merupakan sumber motivasi dan semangat bangsa. selaras. Pedoman itu adalah ideologi bangsa dan negara yang digali dari budaya bangsa. Ideologi negara bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang ditetapkan di dalam konstitusi sebagaimana tersurat di dalam Pembukaan UUD 1945. Orang Belanda menyebutnya grondwet yang mengandung pengertian aturan dasar atau fundamental law. Ini adalah persoalan yang dihadapi pelaksanaan dalam demokrasi di zaman sekarang. dan seimbang. reformatif dan dinamis. 2) tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa. 2) referendum/plebisit. harus mengacu kepada Pancasila. perubahan UUD dimungkinkan. Yang dimaksud dengan aturan dasar adalah sejumlah aturan dasar dan ketentuan yang dibentuk untuk mengatur fungsi dan struktur lembaga negara dan lembaga pemerintah. bangsa dan negara. dan 4) suatu keinginan. Menurut Budiardjo (2008: 17). Konsitusi adalah dokumen tertulis formal yang merupakan 1) hasil perjuangan politik bangsa di masa lampau. Menurut Kaelan. konstitusi (UUD) berfungsi khas membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. bila sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota MPR hadir dan sekurang kurangnya 2/3 dari anggota yang hadir itu setuju.

Pelaksanaan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia penuh dengan dinamika. namun peristiwa itu telah membuat kondisi negara tidak stabil atau tidak dalam keadaan normal untuk melasanakan UUD 1945 dengan baik. mulai dari pembentukannya pada tahun 1945 sampai dengan masa reformasi sekarang ini. a. Indonesia akhirnya berhasil mempertahankan kemerdekaannya. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena kondisi negara dalam masa transisi setelah proklamasi kemerdekaan. dll. Pada masa transisi itu. rancangan UUD disiapkan oleh Dokuritsu Junbi Coosakai atau BPUPKI. 2) periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949—17 Agustus 1950). Sejarah pemberlakuan dan pengubahan UUD 1945 banyak menimbulkan kontroversi. 4) periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959—1966). sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk menyiapkan sebuah UUD bagi Indonesia apabila dimerdekakan. Sekutu masuk ke berbagai wilayah Indonesia yang diboncengi oleh Belanda (NICA) setelah kekalahan Jepang. Setelah itu BPUPKI dibubarkan dan diganti oleh Dokuritsu Inkai atau PPKI yang diketuai oleh Soekarno.. PPKI ini yang menetapkan peralihan kekuasaan dari jajahan menjadi negara merdeka setelah sehari sebelumnya Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. dan 7) periode UUD 1945 yang diamandemen (1999—sekarang). UUD 1945 mengalami banyak ujian dalam pelaksanaannya (Meliono. Hal ini dapat ditunjukkan dengan dijalankannya kekuasaan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional karena MPR. Pada tanggal 18 Agustus 1945.Perjalanan panjang sejarah pelaksanaan UUD di Indonesia terjadi dalam beberapa periode. DPR dan DPA belum diangkat. 3) periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950—5 Juli 1959). 5) periode UUD 1945 masa orde baru (11 Maret 1966—21 Mei 1998). Beberapa kali terjadi penyimpangan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penyempurnaan. Dalam periode 1945—1949. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI juga menetapkan UUD 1945 yang sebelumnya telah disusun oleh BPUPKI dengan sedikit revisi. UUD 1945 tetap sah karena fungsi dan tugas kedua 32 . Periode UUD 1945—1949 Pada awalnya. yaitu: 1) periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945—27 Desember 1949). Demikian pula yang terjadi pada periode-periode selanjutnya. 2010: 129—138). Meskipun yang menyusun dan yang menetapkan UUD 1945 dua badan yang berbeda. 6) periode UUD 1945 pasca-orde baru (21 Mei 1998—19 Oktober 1999). yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat.

terhadap bentuk negara federal tersebut di atas. Hasil konferensi itu adalah pengubahan bentuk negara dari NKRI menjadi NRIS. Perubahan bentuk negara dan konstitusi ini merupakan hasil akhir dari perundingan-perundingan antara pemerintah Indonesia dan kerajaan Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali setelah Jepang—yang sedang menduduki Indonesia ketika itu—kalah dalam perang Pasifik 1945. DPR. Watak tersebut ditunjukkan dengan ketentuan Pasal IV Peralihan UUD 1945 yang memberikan kekuasaan MPR. Dua bulan sejak UUD 1945 diberlakukan. dan DPA kepada Presiden dengan bantuan Komite Nasional. c. Periode Konstitusi RIS 1949—1950 Seiring dengan diubahnya bentuk negara kesatuan menjadi negara federal atau Republik Indonesia Serikat (RIS) sejak tanggal 29 Desember 1949. antara lain oleh Mohammad Natsir 33 . Oleh karena itu diserukan. dan juga pengubahan konstitusi dengan memberlakukan Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949 (KRIS 1949). muncul Maklumat X pada tanggal 16 Oktober 1945 karena adanya gerakan untuk tidak memberlakukan UUD 1945 yang dianggap berwatak fasis dan menjadi sumber otoriterisme. Istilah ―maklumat‖ tidak menjadi persoalan karena pada saat itu Indonesia belum memiliki UU tentang peraturan perundang-undangan sehingga muncul istilah maklumat atau peraturan. b. BPUPKI menyusun rancangan UUD. sedangkan PPKI melakukan peralihan kekuasaan dan menetapkan atau mengesahkan berlakunya UUD.badan itu memang berbeda. Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya dengan perang konvensional dan perundingan-perundingan. UUD 1945 secara resmi diganti dengan Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 (KRIS 1949). beberapa kalangan melakukan penolakan karena dianggap sebagai kreasi Belanda (arsiteknya Van Mook) untuk memecah-belah Indonesia. Dalam praktik kedua maklumat itu merupakan penyimpangan dari UUD 1945 meskipun secara resmi tidak membatalkan atau mencabut UUD itu. Periode UUDS 1950—1959 Pada tahun 1950. Maklumat X 1945 kemudian disusul dengan Maklumat Pemerintah tertanggal 14 November 1945 yang berisi perubahan sistem kabinet dari sistem presidensial menjadi sistem parlementer. Hasil dari perundingan-perundingan itu adalah diadakannya Konferensi Meja Bundar yang berhasil memaksa Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.

DPR adalah lembaga legislatif biasa. maka pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang dikenal sebagai Dekrit Presiden 5 Juli 1959. 34 . Hatta dan Prawoto Mangkusasmito mengatakan dekrit itu adalah kudeta terhadap lembaga negara yang sah. sidang Konstituante pun dilaksanakan. Bahkan Moh. Kembali ke UUD 1945—1966 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959) Di dalam UUDS 1950 ditetapkan keharusan mengadakan Pemilu untuk memilih wakil-wakil rakyat. d. Ketentuan konstitusional itu menjadi dasar penyelenggaraannya Pemilu 1955 untuk memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Di pihak lain. agar Indonesia kembali ke NKRI. dan 3) (janji) pembentukan MPRS dan DPAS. Setelah Pemilu. tidak sedikit yang membenarkan dikeluarkannya dekrit itu dengan alasan negara dalam keadaan bahaya sehingga Presiden dapat mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan negara. sedangkan Konstituante merupakan badan khusus yang bertugas menetapkan UUD bersama pemerintah. Mengingat perdebatan tersebut berpotensi membahayakan negara karena muncul berbagai front yang menggambarkan aliran politik yang panas akibat perdebatan itu. yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1953. mengapa digunakan kata sementara. Ada yang mempertanyakan. baik untuk DPR maupun untuk Konstituante. Beberapa pihak menganggap bahwa dekrit tersebut inkonstitusional. namun yang terjadi adalah perdebatan yang berarut-larut tentang dasar negara. Menurut Mahfud. Seruan itu disebut ―Mosi Integral Natsir. seruan Natsir itu berhasil mendorong lahirnya UU Federal Nomor 7 Tahun 1950.(tokoh Masyumi). yang pada pokoknya berisi 1) bentuk negara Indonesia diubah menjadi negara kesatuan dan 2) Konstitusi RIS 1949 diganti dengan Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 1950). Isi dekrit itu adalah 1) pembubaran Konstituante. 2) pencabutan berlakunya UUDS 1950 dan pemberlakuan kembali UUD 1945. sejak awal para pemimpin Indonesia sudah melihat bahwa UUD permanen haruslah dibentuk oleh lembaga negara yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu agar UUD itu dapat mencerminkan resultante rakyat.‖ Pada tanggal 17 Agustus 1950.

dan legalitas. terdapat 351 (87. Yang membedakan otoriterisme Orde Lama dan Orde Baru adalah cara membangun sistem itu. menemukan hal-hal berikut. Hasil penelitian Erliyana menunjukkan penyimpangan di masa Orde Baru itu. Ketiga. ada 13 Keppres yang mengandung penyusupan materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Pada masa Orde Baru sistem politik yang dibangun adalah korporatis atau rezim militer-teknokratis. otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum (Mahfud MD. 3) pelaksanaan wewenang Menteri yang dilakukan Presiden. policy rules) tetapi disusupkan dalam materi muatan Keppres sebagai peraturan umum (regeling). terutama pelanggaran terhadap hak-hak sipil dan hak-hak politik rakyat. Berdasarkan peraturan-peraturan yang ada. tindakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau kepentingan umum. yuridisitas.e. Pertama.53%) Keppres dari 401 yang tidak dimuat dalam Lembaran Negara sehingga secara umum tidak dapat disebut sebagai peraturan dalam perundang-undangan. Periode UUD 1945 Masa Orde Baru 1966—1998 Pemerintahan Orde Baru yang semboyannya ―Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. 2) materi muatan yang bukan merupakan materi muatan Keppres. tidak boleh melawan hukum—baik formal maupun materil dalam arti luas—dan tidak boleh melampaui/menyelewengkan kewenangan menurut undang-undang. policy rules) yang dibuat sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 1998 (12 tahun). banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. dan 4) materi muatan Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Penelitiannya itu dilakukan terhadap Keputusan Presiden (Keppres) RI dalam kurun waktu dari tahun 1987 hingga 1998. Keppres yang melanggar asas larangan melampaui wewenang tersebut terjadi karena 1) adanya pertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Kedua.‖ juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. Pada era Orde Lama. sedangkan pada era Orde Baru. 2005: 113—155). terdapat 56 dari 224 Keppres sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. Artinya. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. policy rules) yang melanggar asas larangan melampaui wewenang selama 12 tahun berturut-turut. 35 . Tindakan pemerintah harus memenuhi legitimasi.

2) Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. atau peraturan kebijakan (beleidsregel. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983. UUD 1945 disakralkan sebagai konstitusi dengan pemberlakuan sejumlah peraturan yang mempersulit usaha untuk mengubahnya. terlebih dahulu harus meminta pendapat rakyat melalui referendum. seluruh Keppres yang dijadikan objek gugatan oleh hakim dinilai sebagai ―peraturan perundangundangan‖ yang memiliki derajat sama dengan undang-undang.Temuan lain adalah yang menyangkut perkara yang diputus Pengadilan Tata Usaha Negara dengan Presiden sebagai Tergugat dan Keppres sebagai objek gugatannya. Habibie yang pada waktu 36 . dan digantikan oleh B. 2) bersifat ketetapan atau penetapan sebagai keputusan (beschikking). Oleh karena itu. melainkan merupakan wewenang Mahkamah Agung untuk melaksanakan Hak Uji materil (Erliyana. policy rules). banding. melainkan juga di bidang politik. J. 2005: 192—195). belum memilah Keppres dengan rinci sebagai peraturan umum (regeling). Pada masa Orde Baru. Akibat krisis tersebut muncul desakan agar segera dilaksanakan reformasi menyeluruh terutama di bidang politik. dan hukum. Dari segi materi muatan. maupun kasasi. Seluruh gugatan kandas karena dari awal sudah dinyatakan bukan wewenang Pengadilan Tata Usaha Negara. Pertimbangan hukum Majelis Hakim. Peraturanperaturan itu. f. Desakan ini memuncak pada tuntutan agar dilakukan Sidang Istimewa MPR dan tuntutan (terutama oleh mahasiswa) agar Presiden Soeharto mundur. dan 3) bersifat kebijakan sebagai peraturan kebijakan (beleidsregel. keputusan (beschikking). policy rules). Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI. ekonomi. Keppres dapat dibedakan atas yang 1) bersifat mengatur atau sebagai peraturan umum (regeling). 3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. ialah 1) Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945 dan tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya. baik pada tingkat pertama. Krisis itu bukan hanya di bidang ekonomi dan moneter saja. antara lain. Periode UUD 1945 Periode 21 Mei 1998—19 Oktober 1998 Munculnya gerakan reformasi pada tahun 1998 merupakan akumulasi dari kekecewaan atas kondisi rakyat Indonesia yang kian terpuruk karena dilanda krisis yang berkepanjangan.

otoriterisme dibangun melalui celah-celah yang dibuka oleh UUD 1945 itu sendiri. pelanggaran terhadap konstitusi dilakukan dengan dikeluarkannya berbagai Penetapan Presiden (Penpres) yang jelas-jelas inkonstitusional karena berada di luar ketentuan UUD 1945. terutama di kampus-kampus. Menurut Deliar Noer. Pada periode pertama (1945-1949) pemerintahan tampil dengan sentralisasi kekuasaan yang—oleh golongan muda ketika itu—dianggap bersifat fasis karena Presiden memegang seluruh kekuasaan lembaga negara berdasarkan Aturan Peralihan. g. Periode UUD 1945 yang Diamandemen 1998—sekarang (Reformasi) Pada masa reformasi. UUD 1945 tidak lagi disakralkan. Pada era Soeharto. Inilah yang melatarbelakangi politik di masa Orde Baru yang berupaya melestarikan UUD 1945 (Meliono.. Pasal IV. Artinya. tetapi secara prosedural diberi bentuk hukum (dijadikan peraturan perundang-undangan) dulu sehingga seolah-olah menjadi benar secara hukum. Pada periode inilah Provinsi Timor Timur lepas dari NKRI.itu menjabat Wakil Presiden. bahwa penerapan pasal-pasal UUD 1945 merupakan upaya sentralisasi kekuasaan terutama pada Presiden. UUD 1945. Pemerintahan Orde Baru juga melahirkan pemerintahan yang otoriter. Pada periode demokrasi terpimpin (1959—1966) pemerintahan yang dipimpin Presiden Soekarno bertindak otoriter. otoriterisme dibangun dengan terang-terangan melanggar konstitusi. Wacana amandemen terhadap UUD 1945 didasarkan pada suatu kenyataan sejarah selama masa Orde Lama dan Orde Baru. Periode baru ini sampai dengan tanggal 19 Oktober 1999 dikenal sebagai masa transisi. terutama dengan pelanggaran terhadap hakhak sipil dan hak-hak politik rakyat. Konstruksi pemikiran atas munculnya otoriterisme yang dibangun 37 . Berdasarkan hasil studi oleh sejumlah pakar konstitusi dan ketatanegaraan. 2010: 136). Soeharto membangun sistem politik yang korporatis atau rezim militer-teknokratis. dll. 25 dari 37 pasal UUD 1945 adalah interpretatif sehingga perlu disempurnakan. Yang membedakan otoriterisme Soekarno dan Soeharto adalah cara membangun sistem itu. Dalam bidang konstitusi dan hukum. misalnya. Sidang Umum MPR 1999 sedang melakukan sidang Perubahan Pertama UUD 1945 pada tanggal 14--21 Oktober 1999. banyak pelanggaran konstitusi dan hukum dilakukan. Pada era Soekarno. otoriterisme dibangun melalui formalisasi pemuatan di dalam aturan-aturan secara halus atas masalah-masalah yang sebenarnya melanggar konstitusi. Pada saat berakhirnya masa transisi pada tanggal 19 Oktober 1999.

Dengan dicabutnya Ketetapan MPR tersebut. 2) memuat pasal-pasal yang ambigu (multi-tafsir). konstitusi adalah resultante atau kesepakatan politik bangsa melalui para pembuatnya (misalnya konstituante atau badan legislasi) sesuai dengan situasi tempat. dan melaksanakan konstitusi dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu. 3) Perubahan Ketiga (Sidang Umum MPR tanggal 1—9 November 2001). Munculnya kontroversi pada masa sebelum. tidak mungkin sebuah konstitusi dapat lahir tanpa perdebatan dan kontroversi. Sidang istimewa itu juga membuat Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI hanya dua kali. Menurut K. C. Wheare. dan 4) Perubahan Keempat (Sidang Umum MPR tanggal 1—11 Agustus 2002). serta perlindungan hak-hak rakyat. Perubahan-perubahan itu ialah 1) Perubahan Pertama (Sidang Umum MPR tanggal 14—21 Oktober 1999). perlu dikedepankan sikap konstitusional. yaitu sikap untuk tunduk kepada. apabila sebuah resultante atau kesepakatan politik sudah dicapai melalui prosedur yang sah. ketika. 2) Perubahan Kedua (Sidang Umum MPR tanggal 7—18 Agustus 2000). Dalam menyikapi kontroversi yang terjadi dalam proses pembentukan atau perubahan konstitusi. kecuali dalam keadaan tidak normal ketika sebuah konstitusi ditetapkan secara sepihak oleh suatu kekuatan penguasa. MPR dalam sidang istimewa tahun 1998 terlebih dahulu mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum. Sebelum melakukan amandemen.berdasarkan peluang yang ada di dalam UUD 1945 ialah bahwa UUD 1945: 1) menganut sistem yang executive-heavy (meletakkan tumpuan kekuasaan pada Presiden). melainkan merupakan upaya untuk menyempurnakannya tanpa harus menggantikannya. UUD 1945 mengalami empat kali perubahan (amandemen) dalam kurun waktu 1999—2002 yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR. 3) terlalu banyak memuat atribusi kewenangan untuk mengatur hal-hal penting yang diberikan kepada lembaga legislatif. 38 . Tujuan dilakukannya amandemen bukanlah untuk mengganti UUD 1945 sama sekali. Konstitusi mempunyai arti yang sangat penting bagi penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Pada era reformasi. dan sesudah perubahan UUD 1945 adalah suatu hal yang wajar sebagai wujud dari demokrasi. Oleh sebab itu adalah suatu keniscayaan apabila dalam membuat kesepakatan politik itu terjadi kontroversi. MPR tidak perlu lagi meminta pendapat rakyat untuk mengubah UUD 1945.

UUD memuat masalahmasalah HAM secara rinci. Dulu tidak ada peluang untuk itu karena diasumsikan bahwa UU itu tidak dapat dibatalkan melalui peninjauan judisial ( judicial review) melainkan hanya dapat dibatalkan dengan peninjauan legislatif (legislative review). 1973: 167). Namun. antarmasyarakat. Pada masa Orde Lama maupun Orde Baru. selain kesalahan fatal‖ (Collins. maka bangsa itu harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan kebangsaan/wawasan nasional. dulu kekuasaan membentuk UU terletak di tangan Presiden. beberapa kemajuan telah dicapai. yaitu antarindividu. namun sekarang berada di tangan DPR sehingga. karena demokrasi tanpa nomokrasi dapat menimbulkan kekacauan atau anarkisme. bukan hanya karena masa jabatannya yang dibatasi menjadi hanya dua kali. Oleh karena itu tidaklah salah. sekarang pengujian UU terhadap UUD dapat dilakukan.Setelah UUD 1945 diubah. apabila kita simak instruksi Kanselir Frederick Agung dari Prusia kepada para jenderalnya: ―Bila kamu tidak tahu tentang wilayah. hingga saat ini. namun harus melalui prosedur yang tidak mudah. Negara dalam Arti Wilayah Berkaitan dengan pernyataan bahwa ―Orang dan tempat tinggalnya tidak dapat dipisahkan. Konsep wawasan kebangsaan tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX. Kelima. antarkeluarga. misalnya yang berkaitan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat. Sekarang lembaga legislatif harus berhati-hati atau tidak dapat sembarangan dalam membuat UU karena produk legislasi pada saat ini sudah dapat diuji oleh lembaga yudisial yaitu Mahkamah Konstitusi. dalam praktik politik. demokrasi harus tetap bersama-sama dengan nomokrasi. Oleh karena itu.‖ maka perebutan ruang hidup menjadi hal yang selalu terjadi dan menimbulkan konflik antarmanusia. agar suatu bangsa dapat mempertahankan ruang hidupnya. tidak ada satu pun lahir UU yang berasal dari hak inisiatif DPR. 2009: 113—155). 3. sudah lebih dari 30 UU yang lahir berdasarkan hak inisiatif DPR. antara lain yang berikut. DPR menjadi lebih berdaya. Konsep ini 39 . Keempat. kehidupan demokrasi tumbuh lebih baik. dan antarbangsa. kamu tidak dapat berbuat untuk negara. sekarang Presiden tidak dapat lagi berbuat sewenang-wenang. sebagai perwakilan rakyat. Kedua. Ketiga. Pertama. Pada era reformasi. yang sebelum diamandemen hanya mengaturnya secara sumir (Mahfud MD. melainkan juga karena Presiden dimungkinkan untuk diberhentikan melalui penilaian politik dan penilaian hukum dengan alasan-alasan tertentu yang disebutkan di dalam UUD.

yang merupakan pelaksaan dari geopolitik. perlu dilakukan pengkajian mengenai siapa ―mitra strategi‖ dan ―apa lingkungan strategi‖ yang akan mempengaruhi politik Indonesia. 1973: 15). Selanjutnya berkembang konsep politik. Dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah ―dunia ideal‖ yang kita kejar. terutama para pemuda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu ―baru‖ dicurigai sebagai upaya pembenaran atas konsep ruang (Sunardi. Upaya mencapai tujuan nasional bangsa perlu dilakukan melalui strategi-strategi yang tidak dapat dilakukan secara singkat. adalah ―rencana aksi untuk mengakhiri keinginan bersama dan dapat diukur hasilnya‖ (Collins. C. perbatasan negara hanya bersifat sementara sehingga teorinya dikenal sebagai Teori Kekuatan. Oleh karena itu dalam pembahasan masalah wawasan nasional. yang pada mulanya membahas geografi dari segi politik negara. menurut Laksda (USN) J. Ketiga konsep tersebut hendaknya dipahami benar oleh segenap bangsa Indonesia. Teori mereka ditulis ulang dan menjadi disertasi Karl Haushofer yang menitikberatkan pembentukan ruang dan kekuatan. Geostrategi adalah ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. Gagasan awal geopolitik ditulis oleh Friedrich Ratzel yang mengatakan bahwa terbentuknya negara ibarat pertumbuhan makhluk hidup yang membutuhkan ruang untuk pertumbuhannya. Untuk keperluan tersebut perlu disusun pedoman pelaksanaan yang dikenal sebagai politik nasional dan strategi nasional. seperti teori Charles Darwin. yang terpuruk pasca-Perang Dunia I. namun harus dilakukan sepanjang hayat. dalam arti distribusi kekuatan. Konsep wawasan nasional harus ditindaklanjuti melalui pembuatan konsep geostrategi. Strategi. Konsep geopolitik dan geostrategi berkembang seiring dengan kesadaran manusia untuk berbangsa dan bernegara—mulai dari terbentuknya bangsa. Menurutnya. Teorinya itu kemudian menjadi wawasan nasional Jerman. kemudian negara—dan adanya kemajuan teknologi. Gagasan itu diperkuat oleh tulisan Rudolf Kjellen yang mengatakan bahwa untuk berkembang diperlukan kekuatan dan intelektual bangsa.dikenal sebagai geopolitik. di samping sejarah terjadinya konsep wawasan nasional perlu pula dibahas teori geopolitik serta implementasinya. Politik nasional dan strategi nasional merupakan proses kegiatan untuk mewujudkan kondisi sistem kehidupan nasional. Wilie. Perang Dunia I sebenarnya merupakan upaya negara Eropa Barat/sekutu untuk membangkitkan gerakan nasionalisme Eropa Tengah dan Eropa Timur serta Asia dari kekuasaan dinasti yang 40 . Dalam hal ini keinginan bersama adalah politik nasional. Pada konsep geostrategi. pada hamparan geografi negara. 2004: 157).

sedang berkuasa (Habsburg dan Romanov). Mereka juga ingin mengerdilkan dinasti Usmaniah (Ottoman) yang menguasai wilayah Balkan, Jazirah Arab, dan Afrika Utara. Pokok-pokok teori Haushofer adalah yang berikut: 1) negara harus mempunyai ruang hidup ―cukup‖; 2) negara harus swasembada; dan 3) dunia dibagi atas empat pan-region dan setiap pan-region harus dipimpin dan dikendalikan oleh bangsa (ras) unggulan. Keempat panregion adalah benua Eropa-Afrika (Jerman); wilayah Rusia-India (Rusia); wilayah Asia Timur, termasuk Australia (Jepang); dan benua Amerika (Amerika Serikat). Konsep yang bernuansa rasialis ini benar-benar dihayati oleh ras Austro-Jerman. Namun teori Haushofer didahului beberapa doktrin wawasan yang bersifat pembangunan kemitraan berkaitan dengan perkembangan teknologi transportasi, telekomunikasi, dan kesenjataan. Wawasan Maritim yang dikembangkan oleh Walter Raleigh berkaitan dengan teknologi kapal dan kepelabuhanan Inggris yang lebih unggul dari Spanyol dan Portugis. Pada wawasan maritim ini orientasi commodities berubah. Konsep itu, antara lain, ialah: ―Siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan; siapa yang menguasai perdagangan akan menguasai kekayaan dunia—artinya, akan menguasai dunia.‖ Konsep itu menggambarkan perebutan ruang hidup dan laut secara fisik yang tidak dapat dihindari. Negara pantai yang lemah akan dikuasai oleh Inggris. Sampai dengan Perang Dunia II, Inggris mengobarkan semangat bangsanya dengan semboyan ―Britain rules the waves.‖ Alfred T. Mahan mengemukakan bahwa ―Sumber daya laut, termasuk akses ke laut, harus dipertahankan dan dimanfaatkan.‖ Konsep ini menyebabkan orang berlomba-lomba mengeksploitasi sumber daya laut sesuai dengan konsep rezim klasik hukum laut yang beranggapan bahwa laut merupakan hak bersama (common heritage of mankind) dan pemikiran bahwa yang datang duluan mendapat hak duluan (first come first served). Wawasan kontitental dikembangkan oleh Halford Mackinder yang beranggapan bahwa kekayaan dunia terdapat di ―Pulau Dunia‖ yang meliputi benua Eropa, Asia, dan Afrika. Wilayah dunia yang lain disebut kepulauan dan samudera. Dalam Pulau Dunia wilayah dibagi atas daerah Jantung dan daerah Bulan Sabit, yang meliputi pantai-pantai Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Selatan dan Eropa Barat. Kekayaan dunia ada di daerah Jantung—kira-kira Siberia sekarang. Untuk menguasai daerah Jantung perlu dibangun kekuatan darat. Nicholas Spijkman memperbaiki teori di atas dengan teori Daerah Batas. Menurutnya, wilayah dunia terdiri atas: 1) daerah jantung (pivot area); 2) Offshore Continent Land yaitu

41

daerah pantai Eropa dan Asia; 3) Oceanic Belt (pulau dan pantai di luar pantai Eropa-Asia) termasuk daerah ini Afrika Selatan: dan 4) The New World (benua Amerika). Wilayah yang akan menjadi daerah penting adalah Offshore continent land. Wilayah ini merupakan pusat pergolakan dunia karena memiliki sifat maritim dan kontinental. Sedangkan Amerika merupakan daerah aman dari pergolakan karena untuk menuju Amerika dibutuhkan teknologi maju. Seiring dengan kemajuan teknologi dirgantara, manusia mulai membangun kekuatan udara dan menghendaki pembentukan Angkatan Udara (AU) yang terpisah dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Alasan utamanya adalah AU dapat beroperasi sendiri dan mampu menghancurkan musuh di kandang sendiri. Kemenangan terakhir ada pada AU.

a. Ciri Khas Wilayah Indonesia Secara formal bangsa Indonesia menjadi negara sejak Proklamasi Kemerdekaan. Wujud keformalan Indonesia adalah berupa 1) rakyat, 2) wilayah (eks Hindia Belanda), 3) kedaulatan (sejak Proklamasi Kemerdekaan), 4) pemerintah (sejak terpilihnya Presiden), 5) tujuan negara (mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila), dan 6) bentuk negara yang berupa negara kesatuan. Negara dalam arti wilayah dapat dibedakan atas 1) negara daratan yang berbatasan dengan daratan negara tetangga dan 2) negara yang berbatasan dengan laut, yang dapat dibedakan atas: a) negara pantai, b) negara pulau, dan c) negara kepulauan. Menurut regim hukum laut klasik, laut menjadi pemisah dari pulau-pulau. Akibat ketentuan rezim hukum itu, Indonesia dan banyak negara nasional baru, yang merdeka pasca-Perang Dunia II, menjadi tidak utuh. Agar utuh dan menjadi satu entitas, Indonesia mengeluarkan Deklarasi Pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda, pada tanggal 13 Desember 1957 yang menginginkan pembaharuan ―asas negara kepulauan‖. Dengan semakin banyaknya negara merdeka yang baru, maka melalui Sidang Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea, UNCLOS) pada tahun 1982 di Montego Bay, Jamaica, perjuangan tersebut baru berhasil, setelah 25 tahun. Merujuk pada Pasal 46 UNCLOS 1982, Negara Kepulauan ialah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu kepulauan atau lebih yang dapat mencakup pulau-pulau lainnya. Istilah ―kepulauan‖ diartikan sebagai suatu gugusan pulau. Yang termasuk gugusan pulau adalah pulau-pulau, perairan, dan lain-lain wujud alamiah, yang hubungan satu sama lainnya

42

sedemikian erat sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau secara historis dianggap demikian.

b. Geopolitik Indonesia Ciri khas Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah bahwa NKRI 1) merupakan negara kepulauan; 2) berada di antara dua samudera, yaitu samudera India dan Pasifik, dan di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia; serta 3) berada di bawah lintasan Geostationary Satelite Orbit (GSO) sepanjang 12,8 % GSO bumi. Ciri khas ini menghendaki bangsa Indonesia memiliki cara padang yang sama dalam upaya mengelola wilayah. Oleh karena itu disusunlah doktrin Geopolitik Indonesia yang merupakan kesatuan pandang bangsa tentang diri dan lingkungannya. Geopolitik Indonesia disebut Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka, dan lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada awal era reformasi istilah Wawasan Nusantara menjadi tidak populer. Para elit politik enggan menggunakan istilah ini sehingga tidak tercantum lagi dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 (yang terakhir) sebagai wawasan bangsa Indonesia. Tujuan Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional yang dikenal sebagai ―astagatra‖. Astagatra meliputi geografi, demografi dan sumber daya alam yang merupakan aspek potensi alamiah serta ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan militer (kini pertahanan-keamanan), yang merupakan aspek potensi sosial yang turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Oleh karena itu hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan yang merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi, dan potensi geografi dan pedoman pola tindak dan pola pikir kebijaksanaan nasional. Wawasan Nusantara sebagai paradigma sistem kehidupan bangsa Indonesia diurutkan sebagai berikut: 1) Pancasila sebagai filsafat, ideologi bangsa dan dasar negara; 2) UUD-1945 sebagai konstitusi negara; 3) Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia; 4) Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan negara Indonesia; dan 5) Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional.

43

Wawasan Nusantara berperan untuk 1) mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras. benua maritim. segenap aspek kehidupan nasional. Tanah air berarti bahwa tanah dan air merupakan satu maujud atau entitas yang utuh. 2) menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan. 1995. 3) menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional.Yang dimaksud dengan doktrin adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. yaitu ikut serta dalam upaya perdamaian dunia. 50-51). 2) pola dasar pemanfaatan lingkungan yang ada hubungan erat dan saling terkait serta tergantung antara masyarakat dengan ruang hidupnya. Konsep itu disebut Ketahanan Nasional. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan. dan diterima sebagai kebenaran. 44 . Geostrategi Indonesia Untuk melaksanakan konsep Wawasan Nusantara. dan hakikat laut. c. Konsep Wawasan Nusantara merupakan gambaran ―dunia ideal‖ yang kita kejar dan hendaknya diikuti oleh konsep ―dunia nyata‖ yang harus diwujudkan. 3) pola dasar implementasi konsep pertahanan-keamanan untuk menjamin segenap wilayah Indonesia. dianjurkan. Benua maritim berarti bahwa air diperlakukan sebagai penyambung daratan dan bukan sebagai pemisah. Konsep Presiden Soekarno itu menekankan pentingnya penyusunan konsep ketahanan jiwa bangsa (Basry. dan 4) merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian. Doktrin dasar merupakan doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat filosofis. Hakikat laut tidak dapat dibagi-bagi tetapi dapat dibedakan dalam rezim hukum yang mengaturnya. bangsa Indonesia diharapkan mampu memberi makna kepada tanah air. disusunlah konsep geostrategi yang disebut ketahanan nasional. dalam rangka meninjau wilayah Indonesia yang tidak diduduki oleh Pemerintah Belanda (NICA). Gagasan konsep ketahanan nasional berawal dari pidato Presiden Soekarno di Kotaraja—kini Banda Aceh—pada tanggal 16 Juni 1948. Dengan implementasi konsep pertahanan dan keamanan segenap wilayah Indonesia. Dunia nyata yang harus diwujudkan tidak lain adalah konsep geostrategi Indonesia. dan 4) pedoman melaksanakan salah satu tujuan nasional. Berdasarkan keempat peran itu Wasasan Nusantara dipakai sebagai 1) pola dasar perencanaan pembangunan nasional.

Namun. Dalam konsep ini. dan 3) kelemahan pada salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan pada gatra lainnya dan akan mempengaruhi kondisi keseluruhan. Konsep yang dihasilkan pada tahun-tahun 1968 dan 1969 pada awalnya hanya berlaku di Indonesia. Pertama. Prinsip perang dan damai bangsa Indonesia menjadi satu bagian 45 . garis besar pembangunan politik Indonesia adalah “nation and character building‖. masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebuah koin. bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik (keamanan) sebagai prioritas selanjutnya. dan kemampuan penduduk) dan pancagatra berupa aspek kekuatan sosial (ideologi. konsep yang disempurnakan tahun 1972 diharapkan dapat diterapkan di negara-negara sedang berkembang (Panitia LEMHANNAS. Hubungan antargatra dalam astagatra dapat digambarkan demikian: 1) trigatra dan pancagatra merupakan satu kesatuan yang bulat. baik yang datang dari luar maupun dari dalam.Setelah pengakuan kedaulatanan pada 1949. Ketiga. Kedua. menurut Brigjen TNI Haryomataram. ekonomi. yakni pembangunan jiwa bangsa. Pancasila digunakan sebagai kerangka pikir yang komprehensifintegral. sosial budaya. dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional). ekonomi. serta kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman. ketahanan nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial (ideologi. konsep ketahanan nasional meliputi masa damai maupun masa perang. kekayaan alam. yang langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia (Panitia LEMHANNAS. Konsep Ketahanan Nasional disusun dengan sistematika seperti dalam konsep Wawasan Nusantara: Astagatra yang terdiri dari trigatra yaitu aspek kekuatan alamiah (geografi. 1980: 227). Konsep ketahanan nasional merupakan konsep pengaturan keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan nasional. serta pertahanan-keamanan). Ketahanan Nasional diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan. dan pertahanan-keamanan) dengan ketentuan sebagai berikut. Oleh karena itu. Bung Karno pada tahun 1965 mendirikan Lembaga Pertahanan Nasional (kini Lembaga Ketahanan Nasional) yang bertugas mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional dan menghasilkan konsep Ketahanan Nasional. politik. sosial budaya. politik. 2) ketahanan nasional pada hakikatnya tergantung pada kemampuan bangsa dan negara dalam memanfaatkan trigatra sebagai modal dasar peningkatan pancagatra. 1980: 85).

2004: 212) dan sekaligus merupakan lingkungan dan mitra strategis kita. Oleh karena itu masalah desentralisasi perlu dibahas dengan saksama agar kita tidak terjebak dalam pengertian desentralisasi yang mengarah kepada bentuk negara federal. Kekuatan sosial yang terbina dengan baik secara persuasif akan mampu mengajak masyarakat untuk membangun kekuatan fisik untuk kesejahteraan dan keamanan negara dan bangsa. Oleh karena itu.integral dengan sifat-sifat 1) cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Menghadapi berbagai kecenderungan regional maupun global. Kita tidak dapat melawan ―serbuan‖ negara-negara maju. Hakikat negara Pancasila adalah negara persatuan. berkerakyatan. Asas kedaulatan rakyat bangsa Indonesia telah digariskan di dalam sila keempat Pancasila. dan berkeadilan sosial. konsep geopolitik dan geostrategi perlu ditindaklanjuti dengan menyiapkan konsep ketahanan regional. Untuk itu perlu direnungkan makna negara menurut Pancasila. yang dikonotasikan dengan era sebelumnya—Orde Lama dan Orde Baru. berkeadaban. konsep ketahanan nasional juga ―tersisih‖ di era Reformasi karena keengganan elit politik untuk membicarakan konsep ini. negara Indonesia bukan negara federasi melainkan negara kesatuan yang kekuasaan utamanya berada di tangan Pemerintah Pusat. Kedaulatan berkerakyatan berarti bahwa dalam upaya menyelenggarakan kehidupan kenegaraan kita dituntut hidup berdemokrasi yang sesuai dengan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Makna ―kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan‖ adalah bahwa demokrasi kita tidak meniru demokrasi Barat 46 . bangsa Indonesia mengutamakan pembangunan kekuatan sosial sebagai prioritas utama dan pembangunan kekuatan fisik sebagai prioritas selanjutnya. Seperti halnya konsep Wawasan Nusantara. negara integralistik. Negara dalam Arti Institusi/Organisasi Negara Bentuk Negara Republik Indonesia adalah negara persatuan. yaitu negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya. 4. Regional diartikan sebagai kawasan sekitar kita (Sunardi. negara kebangsaan yang berketuhanan. Yang tidak boleh dilupakan adalah kehendak rakyat kepulauan nusantara untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia. 2) tidak mengenal menyerah. Artinya. dan 3) rela berkorban untuk tanah air. demikian Penjelasan Pembukaan UUD 1945. khususnya negara-negara demokrasi liberal yang sudah mapan dengan liberalisasi perdagangan dan demokrasi politik.

Dalam melakukan musyawarah dan mufakat diperlukan setidaknya tiga pilar yang mewakili kepentingan masyarakat. yang dikenal sebagai blok Barat. cerdik pandai (ahli ilmu pengetahuan. Kedua blok ini berupaya menyeret negara-negara merdeka ―baru‖ yang dikenal sebagai negara sedang berkembang untuk bergabung dengan mereka masing-masing. Perwakilan golongan meliputi alim ulama (ahli agama). sebagaimana dinyatakan dalam doktrin Trias Politica. dan blok komunis atau demokrasi sosialis yang dikenal sebagai blok Timur. Ini menandakan bahwa kita selalu menjaga keserasian hidup. Oleh karena itu perlu direnungkan makna peribahasa ―Bulat air karena pembuluh. a. yaitu kekuasaan legislatif (kekuasaan 47 . atau demokrasi sosialis yang lebih mengutamakan golongan/komunal daripada individu. Undang-undang Dasar kita menghendaki Negara Republik dengan sistem pemerintahan presidensial dengan pemisahan kekuasaan negara dalam tiga bagian. dan tujuan negara. yang tidak harus perwakilan politik saja. penghulu adat (ahli dalam masalah tradisi. serta masalah pemerintahan). termasuk kelembagaan politik. haluan. Bangsa Indonesia lebih menekankan keserasian hidup sehingga lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan. Pasca-Perang Dunia II. Asia. Doktrin itu membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bagian. sebagaimana telah disebutkan di atas. usaha. dan kebijakan tindakan dari negara tentang pembinaan dan penggunaan segenap potensi nasional. Pemisahan kekuasaan di Indonesia adalah pemisahan lembaga-lembaga negara secara horizontal menurut fungsinya. dunia terpecah dalam dua blok yaitu blok demokrasi liberal. baik untuk mencapai tujuan nasional. bulat kata karena mufakat‖. adat. kedaulatan negara. Dalam perjalanan sejarahnya penerapan sistem tersebut menjadi tidak murni karena sangat dipengaruhi oleh proses politik dunia pasca-Perang Dunia II. tetapi juga perwakilan golongan. Bangsa Indonesia mengutamakan ajaran agama dan memberikan penghormatan kepada ketua adat. Dalam musyawarah. sehingga dalam menyelesaikan masalah bangsa harus melalui upaya saling berhadapan (interface).yang berwatak idividualistik. perlu disimak latar belakang perkembangan politik di jaman modern—tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara Eropa. dan Afrika. Politik Nasional Indonesia Politik nasional Indonesia merupakan asas. pengambilan keputusan dilakukan melalui perwakilan. Pembahasan politik nasional Indonesia mencakup pemisahan kekuasaan (separation of power). Dalam membahas sistem pemerintahan di Indonesia.

tetapi kerja sama di antara fungsi-fungsi tersebut tetap diperlukan untuk kelancaran organisasi (Budiarjo. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan menguji Undang-Undang Dasar (Pasal 24C dan 25). Berdasarkan ketentuan UUD NRI Tahun 1945. Pembatasan tersebut juga menunjukkan pembagian kewenangan pada beberapa lembaga tinggi negara sehingga kewenangan tidak didominasi oleh satu lembaga saja. 3) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). kekuasaan yang ada pada negara didistribusikan kepada 1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan legislatif yaitu membentuk undang-undang (Pasal 19—22). Implementasi pembagian kekuasaan di Indonesia merupakan varian dari Trias Politica sesuai dengan konstitusi Indonesia. dan kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengawasi pelaksanaan undang-undang atau kekuasaan mengadili pelanggaran undang-undang (rule-adjudication function)). UUD NRI Tahun 1945. Artinya. Pendistribusian kekuasaan negara pada lembaga-lembaga tinggi negara di atas merupakan bentuk pembatasan antar-lembaga secara horizontal atau sederajat. Penafsiran Trias politica tidak lagi sebagai pemisahan kekuasaan tetapi sebagai pembagian kekuasaan. kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang (rule-application function)). lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan inspektif yaitu melakukan pemeriksaan keuangan negara (Pasal 23 E—23 G). 2008: 151—155). dan 25). yang memiliki kekuasaan eksekutif yaitu menjalankan pemerintahan negara (Pasal 4—17) . lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan yudikatif yaitu mengawasi pelaksanaan undang-undang (Pasal 24. 5) Mahkamah Agung (MA). Setelah UUD 1945 diamandemen—sampai amandemen keempat—ada satu lembaga tinggi negara yang dihapuskan yaitu Dewan Pertimbangan Agung (DPA). yang sebelumnya mempunyai kekuasaan konsultatif bagi Presiden. 24A—24B. hanya fungsi pokok yang dibedakan menurut sifatnya dan diserahkan kepada badan yang berbeda. 4) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Fungsi dan kekuasaan negara itu tidak dibagi secara terpisah dalam tiga lembaga saja tapi didistribusikan ke dalam enam lembaga tinggi negara. lembaga tinggi negara yang memiliki kekuasaan konstitutif yaitu kekuasaan membentuk Undang-Undang Dasar (Pasal 2 dan 3). dan ada satu lembaga tinggi negara baru yang dibentuk yaitu Mahkamah Konstitusi (MK). 2) Pemerintah negara yaitu Presiden serta Menteri dan aparat di bawahnya.membuat undang-undang (rule-making function)). Hal ini memungkinkan adanya saling kontrol di antara lembaga-lembaga tersebut dalam permasalahan yang 48 . dan 6) Mahkamah Konstitusi (MK).

beserta menteri-menteri. pemisahanan tidak mungkin dapat dilaksanakan sepenuhnya. menurut tafsiran tradisional asas trias politika. Tugas badan eksekutif. Tetapi pada kenyataannya badan eksekutif lebih luas ruang geraknya dibandingkan dengan badan legislatif. Pemerintah bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan negara. ketiga cabang kekuasaan harus benar-benar dipisahkan (Budiardjo. Harold Laski tidak setuju dibentuk birokrasi dan mengatakan bahwa kekuasaan kaum birokrat tidak mudah dikendalikan oleh lembaga-lembaga demokratis. dan militer. Dalam buku ini pengertian badan eksekutif dipersempit. hanya fungsi pokoknya saja yang dipisahkan sedangkan fungsi lainnya yang bersifat 49 . dan para menterinya. Pada kenyataannya. Dalam kaitan ini militer. Berikut ini uraian mengenai lingkup kewenangan dari beberapa lembaga negara tersebut di atas. Badan yudikatif merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Terdapat kontroversi mengenai perlu tidaknya dibentuk birokrasi. badan yudikatif sebenarnya berperan juga sebagai penguji peraturan perundang-undangan (judicial review). dan udara. Untuk memperlancar tugasnya dibentuklah badan pelaksana yang bersifat permanen dan profesional yakni birokrasi. Dalam konsep politik. pegawai negeri sipil. hanya melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan oleh badan legislatif. Pengendalian dilakukan oleh pemerintah melalui ilmu pengetahuan. Di negara demokrasi biasanya badan eksekutif terdiri dari kepala negara atau kepala pemerintahan.berkaitan. laut. adalah bagian dari birokrasi yang harus langsung di bawah Kepala Negara bukan di bawah Kepala Pemerintahan. Kaum birokrat secara terusmenerus memperluas ruang lingkup kekuasaannya sehingga sulit dikendalikan. sehingga pada zaman modern ini yang ada adalah distribusi kekuasaan saja. Dalam konsep trias politika klasik. Max Weber setuju dengan adanya lembaga ini dan menyatakan bahwa birokrasi mampu mencapai efisiensi yang paling tinggi dan bentuk administrasi yang paling rasional karena birokrasi merupakan pelaksana. Di sisi lain. Pemerintah atau badan eksekutif adalah organisasi yang berwenang merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk dalam suatu wilayah. Oleh karena itu tidak terelakkan bahwa kaum ahli perlu ditunjuk. yakni hanya mencakup kepala negara. Birokrasi dibangun untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi yang bersifat teknis yang tentu tidak dapat ditangani oleh para politisi. kepala pemerintahan. Artinya. yaitu angkatan darat. 2008: 200).

DPR Gotong-Royong (Demokrasi Terpimpin) (1960—1959).teknis dari ketiga cabang tersebut terjalin satu sama lain. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas provinsi dan setiap provinsi dibagi atas kabupaten dan kota. DPR dan DPD hasil Pemilihan Umum 2004 dan 2009. Komite Nasional Indonesia (1945—1949). martabat. dan daya saing daerah. Badan legislatif adalah badan yang membuat undang-undang. Komisi Yudisial mempunyai kewenangan untuk mengusulkan Hakim Agung dan kewenangan lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Anggotanya dianggap mewakili rakyat. memutuskan sengketa kewenangan lembaga yang kewenangannya diberikan UUD—termasuk membubarkan partai politik—dan perselisihan hasil pemilihan umum. bentuk dan susunan badan-badan legislatif berbeda pada tiap negara. Dalam kenyataannya. dan Komisi Yudisial. 50 . UU Nomor 32/2004). pelayanan. DPR dan Senat RIS (1949—1950). Menurut teori yang berlaku maka rakyatlah yang berdaulat dan mempunyai suatu kemauan. Mahkamah Konstitusi (MK). DPR Hasil Pemilu (1956—1959). Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan perbantuan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjalankan pemerintahan daerah dengan otonomi seluas-luasnya. DPR Gotong-Royong (Demokrasi Pancasila) (1966— 1971) DPR hasil Pemilihan Umum secara periodik (1971—sekarang). MK wajib memberikan pendapat atas pendapat DPR tentang dugaan pelanggaran oleh Presiden. Mahkamah Agung berfungsi menyelenggarakan peradilan termasuk menguji materi perundang-undangan di bawah UU. Merujuk kepada UUD 1945 amandemen keempat tahun 2002. DPR Peralihan (1959—1960). Ini disebabkan semakin kompleksnya tugas-tugas kenegaraan. DPR Sementara (1950—1956). b. serta perilaku hakim. Badan legislatif di Indonesia adalah Volksraad (1912—1942). Mahkamah Konstitusi berfungsi menguji UU terhadap UUD. dibentuklah pemerintah daerah yang terdiri atas kepala daerah dan perangkat daerah dan DPRD. keluhuran. Indonesia kini memiliki tiga badan yudikatif yakni Mahkamah Agung (MA). Badan legislatif dianggap merumuskan kemauan rakyat dengan jalan menentukan kebijakan umum (public policy) yang mengikat seluruh masyarakat. yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (Pasal 2.

penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan dari Pemerintah. Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah provinsi meliputi 16 urusan. pertahanan. Demikian pula kewenangan daerah kabupaten/kota. pengaturan administrasi. tetapi diakui bahwa tidak semua daerah mampu mendanai sendiri jalannya roda pemerintahan. namun. dalam skala kabupaten/kota (Pasal 14. Kewenangan atas wilayah laut meliputi pengelolaan sumber daya eksplorasi. dan pendapatan-pendapatan lain yang ditujukan untuk memberikan peluang kepada daerah untuk memperoleh pendapatan selain yang disebut di atas (UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah). Untuk mendukung jalannya pemerintahan di daerah diperlukan dana. penyelengaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. keamanan. dan pengawasan tata ruang.Urusan pemerintahan yang tidak diturunkan kewenangannya kepada daerah meliputi politik luar negeri. Pinjaman Daerah yang bertujuan memperoleh sumber pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah. moneter dan fiskal. eksploitasi. pemanfaatan. diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan atau ke arah perairan kepulauan. serta penyediaan sarana dan prasrana umum. yustisi. perencanaan. UU Nomor 32 Tahun 2004). keikutsertaan dalam pemeliharaan keamanan. UU Nomor 3 Tahun 2004). konservasi. dan keikutsertaan dalam pertahanan kedaulatan negara (Pasal 18. Ada di antara kandidat kepala daerah yang kurang menguasai ajaran Wawasan Nusantara 51 . dan wilayah kabupaten/kota memperoleh 1/3 dari wilayah provinsi. Urusan pemerintahan provinsi bersifat pilihan sesuai dengan kondisi dan kekhasan provinsi (Pasal 13. Falsafah yang harus diperhatikan oleh seorang pimpinan daerah otonom adalah bahwa Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani dan bahwa rakyat adalah pemberi legitimasi. UU Nomor 32 Tahun 2004). dan agama (Pasal 10 ayat (3) UU Nomor 32 tahun 2004). Dana untuk keperluan pembinaan wilayah meliputi Pendapatan Asli Daerah (pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah) Dana Perimbangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. antara lain perencanaan dan pengendalian pembangunan. Oleh karena kebijakannya hendaknya diarahkan kepada pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat dan pengaturan daerahnya menjadi tertib dan berkepastian hukum. dan pengelolaan laut. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan wilayah laut sejauh 12 mil laut. pengaturan tata ruang.

Akibat lain dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung ialah munculnya fenomena rezim keluarga. Beranda depan terjadi karena pengaruh dari negara di luar perbatasan. namun karena tidak melihat potensi wilayahnya secara keseluruhan. agama. Namun. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah apabila si calon memang benar-benar mempunyai kompetensi yang tinggi. politisi. Fenomena yang terjadi pada tahun 2011. Secara politis pengaruh efektif dari pemerintah tidak lagi mencakup seluruh wilayah kedaulatan tetapi dikurangi luas wilayah sampai dengan batas beranda depan yang sudah dipengaruhi kekuasaan asing dari seberang perbatasan. suami. tetapi juga dipicu oleh persoalan yang lebih serius. juga mungkin timbul persaingan yang tidak sehat yang dapat menutup peluang bagi calon lain yang sesungguhnya berpotensi. maupun para pejabat di tingkat pusat. maka beranda depan merupakan batas imajiner dari dua negara. Pengaruh asing dapat berawal dari budaya. artinya yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah berasal dari satu keluarga. Pengaruh itu kemudian dapat berubah menjadi pengaruh politik yang berujung pada pemisahan diri masyarakat daerah beranda depan (Sunardi. Daerah tertinggal menjadi persoalan antar-bangsa bila terjadi di perbatasan antar-negara. sosial. Daerah terisolasi atau tertinggal ini dikenal sebagai daerah pedalaman (hinterland). Pimpinan daerah.(geopolitik Indonesia) yang setelah terpilih berupaya meningkatkan pendapatan daerah. hendaknya menyadari dan mendalami makna falsafah otonomi daerah sehingga wilayah yang terpencil tidak menjadi rusak dan terisolasi dari akses nyata maupun maya pada era globalisasi. tidak jarang dapat menyebabkan timbulnya masalah kerusakan lingkungan. Apabila perbatasan (boundary) merupakan sempadan resmi dari dua negara. Daerah ini dikenal sebagai daerah beranda depan (frontier). Sifatnya sangat dinamis dan dapat digeser-geser dan berada di antara masyarakat bangsa. yang berkaitan dengan masalah otonomi daerah adalah kemungkinan kebangkrutan yang dialami sejumlah daerah. ekonomi. misalnya isteri. yang masuk karena kurang/tidak ditangani oleh pusat pemerintahan dengan baik. dan bahkan anak. apabila kualitas kompetensinya rendah maka hal itu akan berdampak pada menurunnya kualitas kepala daerah yang akan terpilih. 2004: 175). Ini dapat terjadi karena calon-calon kepala daerah kurang menyadari bahwa alokasi Anggaran Pendapatan 52 . dan ras. yaitu terjadinya proses pembiayaan politik. Di samping itu. Kebangkrutan terjadi bukan semata-mata akibat buruknya perencanaan anggaran daerah.

10 Meskipun urusan luar negeri menjadi urusan pemerintah pusat. dengan perbandingan 60% merupakan belanja atau gaji pegawai. Indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. negara pemilik perusahaan perkapalan (sea liners). Ironisnya. yaitu negara-negara tetangga (beberapa negara anggota ASEAN dan Austalia). Lima kekuatan negara tersebut akan saling berkonsultasi apabila terjadi agresi eksternal atau ancaman serangan terhadap Semenanjung Malaysia (Malaysia Timur tidak termasuk wilayah tanggung jawab FPDA) atau Singapura. Menghadapi Australia dengan proyek Australia Maritime Identification Zone (AMIZ)-nya. Five Power Defence Arrangements adalah serangkaian hubungan pertahanan yang didasarkan atas perjanjian bilateral antara Inggris. 53 . Kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke perbatasan. Indonesia perlu mewaspadai The Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang masih berlaku. 12 April 2011. timbullah tantangan. misalnya. Ada empat golongan negara yang sangat berkepentingan dengan wilayah kita. negara dengan armada perikanan besar (salah satu di antaranya Jepang). dan gangguan terhadap Indonesia. ada beberapa daerah yang menjadi bangkrut dan tidak dapat membayar gaji pegawai. Australia. tindakan yang dapat dilakukan setidak-tidaknya adalah mewaspadai silent occupation dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim khusus.Belanja Daerah (APBD) sangat terbatas. meskipun telah mendapat dana bagi hasil dari minyak dan gas. dan hanya 40% untuk pembangunan. Dari sisi anggaran. daerah itu seharusnya lebih makmur dibandingkan dengan daerah lain. Kebangkrutan di daerah menunjukkan telah terjadi penyimpangan berkaitan dengan pemerintahan yang baik (good governance). 2003: 25). pemerintah daerah harus ikut mewaspadai manuver negara lain yang berkepentingan atas wilayah kita. kemampuan nelayan membaca peta laut dan 10 Kompas. dan Singapura yang ditandatangani pada tahun 1971. dan negara adidaya yang berupaya memperoleh kemudahan untuk manuver armada militernya dalam rangka melaksanakan strategi global geopolitiknya (Kusumaatmadja. Menghadapi negara-negara tetangga. Dengan telah disahkannya konsep negara kepulauan oleh PBB tahun 1994 (melalui UNCLOS 1982). Bentuk-bentuk perhatian terhadap rakyat di daerah perbatasan perlu terus dilakukan. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan adalah meningkatkan kemampuan nelayan Indonesia sendiri. Malaysia. Selandia Baru. Menghadapi Malaysia dan Singapura. ancaman. akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat. yaitu kemampuan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut.

dan menjadikan nelayan sebagai monitor terhadap pengganggu negara dalam hal pencurian ikan.menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. pencemaran lingkungan. Dalam pada itu ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia dengan menindaklanjuti pengawasan secara proaktif. kita juga menghadapinya dengan tetap menolak penambahan ALKI. membangun desa pantai yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi adalah penolakan terhadap penambahan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) oleh International Maritime Organization tetap diteruskan. Negara adidaya yang sejak semula menentang negara nusantara. 54 . dan perusakan alat navigasi laut. Penambahan ALKI dapat berakibat wilayah kita terbuka kembali sehingga laut Nusantara menjadi laut bebas (high sea). karena pada hakikatnya membuat wilayah kita terbuka akan kontraproduktif dengan Deklarasi Djuanda.

memiliki tujuan yang sama dan anggota merasa dirinya sebagai bagian kelompok (Halida. Upaya ini adalah sebuah bentuk kreasi sosial yang bermanfaat bagi pengembangan dan pembedaan kelompok (Tajfel. 55 . diajukan pola yang dianggap sama dan dapat diterima oleh semua pihak. Yang ada adalah kelompok-kelompok besar berdasarkan etnis dan kelompok berbasis keagamaan. khususnya Soekarno. dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian. sebagai nilai dasar berperilaku. bergabungnya individu dalam satu kelompok kecil atau besar karena yang dianggap adanya kesamaan-kesamaan tertentu akan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan tujuan yang dapat diraih bersama. pada situasi dunia yang dinamis. Pada bagian ini pembaca diajak untuk kembali mengingat ikatan dasar dari bangsa Indonesia. 1974: 84). Karena ikatan-ikatan primordial seperti etnis dan agama tidak dapat dikenakan pada bangsa Indonesia. mencetuskan ide bahwa nilailah yang dapat menimbulkan rasa kesatuan itu. Bagi banyak negara yang baru saja merdeka dan berdaulat. Beberapa di antaranya adalah mempersepsi dan dipersepsi sebagai satu kesatuan.BAB III. PANCASILA Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa mampu memahami secara kritis nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Akhirnya. mereka menghadapi masalah bagaimana membangun rasa kebangsaan. Awalnya adalah kelompok. yang memiliki ciri-ciri dasar khusus. 2009: 168). karena pada awalnya yang disebut sebagai bangsa Indonesia . Soekarno menyebutnya sebagai lima nilai dasar atau yang sekarang dikenal sebagai Pancasila. belum ada. Para pendiri bangsa yang sejak awal menyadari hal ini. dari berbagai cara untuk membangun kesatuan dalam kelompok besar atau bangsa. Untuk itu. para pendiri bangsa. dibutuhkan ikatan lain yang dianggap umum sekaligus berbeda dengan bangsa lain.

Adanya kata “masyarakat” menandakan bahwa nilai yang diutamakan saling berbeda ada kemungkinan pada tiap kelompok masyarakat . bahkan untuk menyampaikan Pancasila digunakan cara-cara yang bernuansa indoktrinasi (Azra. Pancasila yang Mewujud dalam Kehidupan Sehari-hari Nilai dijunjung oleh masyarakat karena memberikan arahan dalam pengambilan keputusan dan bentuk kegiatannya (Rinjin. warga Negara.A. Melalui program yang disebut sebagai penataran Pendidikan. Padahal. Dengan diketahui nilai yang dianut dari individu. Menuju Nilai Pancasila Kekhawatiran dalam melihat Pancasila adalah ketika mengingat bahwa Pancasila sempat diajarkan dengan cara-cara yang justru membuat masyarakat tidak nyaman. dalam berbagai situasi (Rokeach. Pancasila sejatinya adalah nilai (Kusuma. B. Dengan demikian. Perilaku ini diaplikasikan sebagai bangsa. 2010: 10). 2006: 18). Sebagai contoh. 2010: 23). Sebaliknya. Dalam kurun waktu tertentu. justru Pancasila dianggap tidak lagi menjadi bagian bangsa Indonesia. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) oleh pemerintah Orde Baru. nyaris dipastikan adanya keselarasan antara nilai dan tingkah laku individu/masyarakat. sudut pandang dari tulisan ini adalah melihat nilai sebagai landasan berperilaku. dan pada akhirnya menjadi warga dunia. Pancasila pernah dijadikan mitos (Somantri. 2012: 298). ditemukan nilai kesetaraan (equality) lebih tinggi dan berbeda secara cukup berarti pada kelompok mahasiswa yang 56 . Pancasila justru menjadi produk milik penguasa yang berorientasi pada pemaksaan kehendak daripada pengembangan dari nilai berkehidupan dan bermasyarakat bangsa Indonesia (Wirutomo. 2010: 59). Berdasar hal itu. Walau terlihat sukses. masing-masing bangsa mempunyai nilainilai yang dianggap paling utama sebagai pandangan hidup bangsa (Rinjin. 2010: 26-27). 2010: 59). nyaris tak ada institusi yang tidak tersentuh oleh Pancasila. Misalnya. Hal mendasar dari nilai adalah suatu konsep yang dianggap baik atau buruk dan tepat atau tidak tepat yang disepakati oleh masyarakat. dapat diperkirakan tingkah lakunya. 1973: 122). Dalam konteks bangsa. nilai yang utama (core value) bangsa Amerika Serikat (AS) tidak sama dengan nilai utama India dan nilai utama dari kedua bangsa tadi tidak sama dengan bangsa Indonesia (Kusuma.

suku Doria di kawasan Mediterania amat memedulikan sesama mereka. Penguatan nilai yang dipegang individu mewujud pada tingkah-tingkah laku yang disepakati bersama oleh lingkungan sosial. Kedua faktor ini yang secara alami ada di lingkungan sosial dari individu. karakter dapat dipengaruhi oleh dua faktor yakni nilai dan norma. Merujuk pada definisi ini. 2006: 226). Namun. mereka berlaku kejam dengan melakukan ekspansi terhadap kelompok lain (Gonick. Dapat saja seseorang yang menjunjung nilai kejujuran melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencuri atau korupsi. Nilai yang spesifik. nilai amat diyakini sebagai bagian dari diri dan penghubung antara individu dan masyarakatnya (Hitlin. Yang perlu ditambahkan adalah kemungkinan terjadi sebuah nilai yang dianggap penting dalam satu kelompok. Sejarah mencatat bahwa sekitar 1200 SM. Secara khusus dalam konteks bermasyarakat dan bernegara di Indonesia nilai yang menjadi rujukan adalah nilai yang terkandung dalam Pancasila. 1995: 280). 1937 dalam Takwin. Bagi masyarakat Indonesia Pancasila sebagai nilai merupakan fondasi dari pembentukan karakter. 1973: 123). karakter. Karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu (Allport. Oleh karena itu. terlepas dari hubungan nilai dengan tingkah laku. C. 2003: 119). Dengan demikian. tidak diterapkan terhadap kelompok lainnya. 2011: 117). tindakan yang baik seperti menyeberangkan lansia di jalan raya oleh seseorang belum tentu didasari nilai hormat pada lansia tadi. Namun.menjadi anggota dari asosiasi nasional untuk kemajuan orang dari kelompok berwarna dibandingkan dengan yang bukan anggota (Rokeach. Keberagaman ini harus 57 . antara nilai dan tingkah laku belum tentu sejalan. juga berhubungan positif dengan sikap untuk mendonasikan uang untuk penelitian kanker (Maio dan Olson. perlakuan mereka terhadap kelompok lain justru sebaliknya. dan tingkah laku individu atau masyarakat di masyarakat itu sendiri. pada kenyataannya terdapat banyak hal yang tidak menunjukkan keselarasan antara nilai. Harapan bahwa nilai menjadi dasar tingkah laku tidak lepas dari adanya kekuatan sosial di sekitar individu. Atau dapat terjadi. Mengapa Nilai Pancasila sebagai Fondasi Bertingkah Laku? Keinginan para pendiri bangsa saat mengemukakan ide Indonesia tentu harus didasari oleh pemahaman tentang keberagaman yang ada. seperti nilai menolong.

Rincian faithfulness. dan mengembangkan rasa persatuan bagi bangsa. kewarganegaraan (memiliki pendirian yang kuat terhadap kewajibannya. demokrasi Definisi percaya pada Tuhan dan menjalankan perintahNya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain mengakui persamaan hak dan kewajiban. 2010. harmoni Sila kelima. Menurut Somatri. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. 2011) 58 . Suwartono & Meinarno. Temuan ini menjadi awal pembuktian bahwa hubungan antarnilai bukan semata wacana yang sifatnya mengawang-awang. kemanusiaan. Ramage. nila-nilai itu disebut sebagai Pancasila yang justru menekankan toleransi (Somatri. Ketika tercetus menjelang kemerdekaan. Meinarno & Juneman. toleransi pada kelompok yang berbeda keyakinan. Di sisi lain. dapat dipertanggungjawabkan dan melaksanakan keputusan yang diambil. 1995: 1). Nilai Pancasila (Markum. dan keadilan sosial. dengan sudut pandang psikologi diketahui bahwa secara empirik nilai dalam Pancasila adalah lima nilai dasar yang di dalamnya terdapat sub-subnilai yang berdiri sendiri (Suwartono & Meinarno. Meinarno & Juneman. nilai di dalam Pancasila tidak terpisahkan satu sama lain. menolong manusia) dan pengembangan diri yang bertujuan untuk memajukan kehidupan sosial. spirituality and religiousness respek. keadilan sosial pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk kepentingan bersama dengan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 2011. Namun. keadilan dan dengan mawas diri (dalam bentuk kualitas luhur kerendahatian. courage loyalitas. fair. cinta tanah air dan bangsa. secara empirik dipastikan bahwa masing-masing nilai berhubungan satu sama lain. Hal lainnya yang dipertimbangkan adalah pilihan terbaik untuk membangun negara-bangsa yang khas seperti Indonesia yaitu penemuan kesamaaan nilai dari beragam nilai yang dianut oleh kelompok-kelompok yang ada.. sehingga menjadi yakin bahwa nilai-nilai ini penting bagi bangsa Indonesia. Markum. 2011). setia kawan) tanggung jawab.dihargai dan dihormati dalam bentuk toleransi yang cukup tinggi. Nilai Pancasila juga berhubungan positif sehingga kecenderungan masingmasing nilai saling menguatkan pemahamannya. 2006: 23. Adapun nilai Pancasila yang selama ini dikenal adalah yang tertulis dalam butir-butir Pancasila. menjaga keseimbangan hak-kewajiban sosial persahabatan. sayang pada sesama. demokrasi. Nilai Sila atau nilai pertama. nilai-nilai umum itu mengandung nilai ketuhanan. Tabel 1. kesatuan. Untuk selanjutnya. kemanusiaan Sila ketiga. ketuhanan Sila kedua. persatuan Sila keempat.

Simpson. Joseph Stalin menempatkan bahasa sebagai unsur dasar penting dari terbangunnya identitas nasional (Oomen. 2011). D. Penelitian yang dilakukan terhadap 165 remaja menujukkan bahwa adanya hubungan positif antara nilai Pancasila dan identitas nasional. 2009: 199. 2001 dalam Wirutomo. dan bahasa persatuan. Reicher & Hopkins. Ironisnya data menunjukkan perusakan 59 . Penelitian menunjukkan adanya pola hubungan yang positif antara identitas nasional dan nilai Pancasila (Meinarno dan Suwartono. Hal ini dapat dimengerti karena Pancasila adalah produk dari masyarakat baru yang mengupayakan adanya pola kesamaan di dalamnya. Nilai utama ini mengacu pada keyakinan pada Tuhan dan hidup dengan menjalankan perintah-Nya tanpa mengganggu urusan (utamnya) agama masing-masing. para pendiri bangsa (founding fathers) bersepakat untuk secara perlahan membangun sebuah bangsa. 2012: 7). Untuk itu. 2001: 8. yakni bangsa. Nilai Pancasila sering dikaitkan dengan identitas nasional. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Indonesia yang bukan sebagai perpanjangandari sejarah sebuah kelompok etnis atau satu golongan agama tertentu. Hasil penelitian ini dapat menjadi awal pemahaman bahwa nilai Pancasila penting bagi bangsa Indonesia. Fondasi Berperilaku sebagai Bangsa Nilai pertama dari Pancasila adalah ketuhanan.Menjadi Indonesia adalah sesuatu yang khas. yang dapat dikategorikan sebagai sebuah kreativitas sosial dalam membangun identitas baru bangsa Indonesia adalah adanya bahasa Indonesia. Keberadaan bahasa bagi sebuah bangsa menjadi penting karena hubungan antarkelompok di dalamnya dimulai dengan bahasa yang dapat dipahami bersama. 2007: 333). Langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai tadi di masyarakat agar tidak sekedar menjadi wacana sehari-hari. tanah air. Pemimpin Uni Soviet. Keadaan ini seperti yang diajukan oleh Pilsudzki bahwa negaralah yang membentuk bangsa dan bukan sebaliknya sebagaimana umumnya (Simbolon. 28 Oktober 1928. Ada tiga isu yang mengemuka dalam Sumpah Pemuda. Hasil analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa nilai Pancasila berkontribusi terhadap terbentuknya identitas nasional Indonesia dari para partisipan remaja tadi. Dari ketiga isu ini. Salah satu langkah persiapan itu adalah Sumpah Pemuda.

ketika para perokok mendengung-dengungkan hak untuk merokok sebagai hal utama. Dari lima nilai Pancasila. Amerika Serikat dengan industri film Hollywood menjadi buktinya. nilai ketiga berupaya untuk mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. 2003 dalam Kusumadewi. Nilai kedua Pancasila pada prinsipnya mengakui persamaan hak dan kewajiban. Ketika ada sebuah kedaulatan yang berbasis penjajahan atas bangsa lain. Dalam kehidupan sehari-hari. Berdirinya menara masjid Kudus dan makanan sate kerbau (umat Hindu mengharamkan makan sapi. sebaliknya Muslim mengadakan kurban dengan hewan ternak semisal sapi) adalah bagian dari sejarah yang menunjukkan keberbedaan dapat hidup dalam kesatuan. Saat ia menghembuskan asap rokok.rumah ibadah semakin meningkat (Dhakidae. hak menghirup udara bersih bagi non-perokok dan bahkan untuk perokok itu sendiri. Catatan ini penting untuk menjadi contoh bahwa berabadabad lalu di Indonesia telah dikenal pemahaman toleransi di bidang keagamaan. dan pengembangan rasa persatuan bagi bangsa. kita melihat bahwa perokok tidak mengidahkan hak dasar dari orang-orang di sekitarnya. yaitu agama Hindu dan agama Buda (Poseponegoro & Notosusanto. maka orang lain yang tidak merokok “dipaksa merokok bersama”. Mereka memberi slot atau bagian khusus untuk film 60 . Indonesia belum dapat menerima hal itu. Di sisi lain. 2012: 155). Oleh karenanya. Masyarakat Indonesia membuktikan bahwa menerima perbedaan dalam satu wadah sudah ada sejak zaman Majapahit. Salah satu pengejawantahan nilai patriotisme juga dapat dilihat dalam produksi film tentang kebangsaan. harapan utamanya akan tercermin dalam perilaku sebagi individu dan masyarakat sebagai bangsa. cinta tanah air dan bangsa. Raja Hayam Wuruk memerintahkan para pejabat urusan agama agar mengatur secara baik pelaksanaan dua agama besar secara berdampingan. sayang pada sesama. Berbagai bentuk tingkah laku dapat dilakukan untuk membuat konkret nilai ini hadir di masyarakat. menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati. Menjadi aneh. 1993: 232). dalam kehidupan sehari-hari nilai ini dapat mewujud dalam keberanian untuk menyatakan suatu hal yang benar di tengah situasi yang kurang selaras. Pada hal sejarah mencatat kenyataan yang berbeda. Cerminan tingkah laku dari nilai kedua sebagai bangsa adalah ketika mengakui bangsa-bangsa lain yang menyatakan diri merdeka dan berdaulat sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dalam menjalankan kerajaan Majapahit.

Upaya untuk mengejawantahkan nilai kelima dalam Pancasila sebagai bangsa Indonesia telah diupayakan sebelumnya. ada mekanisme rapat desa di berbagai komunitas di pulau-pulau nusantara. Tan Malaka pernah mengklaim bahwa demokrasi yang merupakan wujud kedaulatan rakyat sudah dikenal sekitar abad XIV. setidaknya di Minangkabau. Jauh sebelum merdeka. Gambar 3. Pada masyarakat desa yang agraris. Jika tidak dipenuhi.bertema perjuangan dengan latar Amerika Serikat. Pada dasarnya demokrasi memosisikan rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh atas dirinya. Pada nilai keempat Pancasila mengetengahkan tema demokrasi. seorang raja tidak bisa semena-mena pada rakyatnya karena secara prinsip raja dibatasi oleh sistem yang mengutamakan logika dan keadilan. bangsa Indonesia sudah mengenal pola demokrasi yang hidup di masyarakat. Acaraacara yang menggugah patriotisme disuguhkan dan bahkan film-film layar lebar dengan tema yang sama mulai berani merilis dengan film-film bertema umum lainnya. seperti gambar berikut. membangun saluran 61 . 2005: 159). Industri pertelevisian dan film Indonesia juga mulai melakukan hal yang sama. Di sana. 1977: 6.1. misalnya The Patriot dan Indepence Day. Marzali. sebuah aktivitas bantuan kepada pihak lain yang meminta secara santun untuk menyelesaikan satu tugas agar tercapai tujuan bersama (Koentjaraningrat. Misalnya. Dalam keseharian kita sering mendengar istilah gotong-royong. mereka merilis film-film tersebut pada bulan Juli atau menjelang Juli. perintah raja akan ditolak (Malaka dalam Latif. Uniknya. 2011: 387). Contoh poster film yang dibuat untuk menunjukkan jati diri bangsa.

Rida (1988: 124-125) menyatakan bahwa nilai (Pancasila) yang diamalkan tentu memenuhi tanggung jawab individu sebagai warga negara. Hak-hak dan kewajiban ini yang membuat hubungan individu dan negara mencapai keselarasan. Gambar 3.2. bahkan dalam UUD 1945 diberikan porsi khusus yakni dalam bab XI pasal 29. nilai ini mendasari tingkah laku umat agama tertentu pada umat agama lainnya.air untuk sawah pribadinya jelas bukan sekadar pekerjaan pribadi. Isu plagiarisme memperlihatkan kurang mawas diri dalam mengamati hak dari kewajiban menjalankan tanggung jawab sebagai peneliti. masih terdapat kelompok agama lain yang penganutnya adalah sesama warga Indonesia. Berlaku sebagai Warga Negara UUD 1945 yang didasari Pancasila juga telah mewujudkan hak dan kewajiban. Wilayah Indonesia E. Contoh lain menunjukkan bahwa nilai kelima diwujudkan untuk membangun karakter. Walaupun Islam menjadi agama yang mayoritas bagi penduduk. hak untuk mendapatkan air seiring dengan kewajiban menjaga sumber dan saluran air untuk pertaniannya. Nilai pertama dari Pancasila yang menekankan pada perintah-Nya sesuai dengan keyakinan dan tidak memaksakan kepercayaan pada orang lain bagi masyarakat Indonesia tampaknya menjadi hal alami. kehidupan ibadah masing-masing agama bukan urusan yang dapat dicampuri oleh umat lain. Di sisi lain pemerintah juga menjaga kehidupan bertoleransi ini dengan membuat peraturan- 62 . Konsekuensinya adalah dalam kehidupan sehari-hari. Maka. Sebagai warga negara. Keyakinan masing-masing umat sangat dihargai. melainkan terkait pula dengan warga lain.

Kejadian ini sangat berlawanan dengan upaya mewujudkan nilai kedua dari Pancasila. Kejadian-kejadian seperti penolakan peribadatan dari satu kelompok agama jelas tidak sesuai dengan nilai pertama dari Pancasila. Jika bertahan. dengan tidak membedabedakan perlakuan atas ras atau warna kulit. Sebagai warga negara. harus didiakui pula bahwa masih terdapat kesenjangan dalam mewujudkan nilai kedua ini. Namun. pada kelompok perempuan atau kelompok etnis tertentu sejak merdeka hingga sekarang. Pola menegakkan nilai kedua dari Pancasila bagi warga Indonesia dapat terlihat sejak awal kemerdekaan. Menjadi warga negara yang berbahasa Indonesia adalah salah satunya. 2011: 78). Halida. Mereka melakukan kebijakan segregrasi mulai dari kebijakan publik yang berdampak pada layanan publik. pemerintahnya melakukan kebijakan segregrasi khususnya dalam hal warna kulit berlaku di segala aspek kehidupan (Meinarno. Agak berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang sejak merdeka hingga tahun 1960-an. di antaranya. tingginya angka kematian ibu (AKI) karena kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi pada kelompok perempuan yang umumnya diberikan di sekolah. 63 . Febriana. misalnya. pada kebijakan pemerintah atas pendidikan masih belum diterjemahkan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Seda. semisal.peraturan yang mengakomodasi nilai ini daripada peraturan yang bersifat memaksa atau memiliki kecenderungan-kecenderungan mengabaikan hak dasar suatu kelompok agama. dan Shakuntala menemukan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan masih di bawah lelaki sejak 1971 hingga 2004. Tidak hanya akses sekolah. Agustin. yakni pembedaan perlakuan berbasis jenis kelamin (Seda dkk. Upaya mendasar dilakukan. Sebagai perbandingan. untuk angka buta huruf juga masih lebih tinggi perempuan dua kali lipat daripada lelaki. Masih terjadi ketimpangan akses pendidikan bagi warga secara khusus pada kelompok masyarakat tertentu. pola ini akan mengganggu pada penurunan kesejahteraan di aspek lainnya. upaya untuk mewujudkan nilai ketiga dapat dikatakan cukup mudah. Alasan yang mengemuka masih sama. Widianto. Ini dapat dilihat.2012: 187-189). Salah satu penyebab keadaan ini adalah kecenderungan masyarakat mengutamakan anak lelaki untuk bersekolah daripada anak perempuan. Indonesia tidak membedakan hak suara dalam pemilu.

Dengan pemahaman ini. 2007: 9) di seluruh Indonesia. Peningkatan kreativitas diri yang menjadikan kehidupan masayarakat menuju yang lebih baik saat ini sangat dibutuhkan. Nilai kelima dari Pancasila hanya dapat dimaknai sebagai nilai sosial semata. maka diharapkan muncul ide-ide kreatif yang dapat 11 UUD 1945. pasal 36 64 . Ketua RT terpilih melakukan pengambilan keputusan-keputusan yang mengacu pada kepentingan bersama. Keseharian kita sebagai warga negara dan secara khusus menjadi warga di tempat kita berinteraksi sosial dapat menjadi ajang mengekspresikan nilai keempat. penggunaan bahasa Indonesia dilakukan dalam konteks keseharian di dalam lingkungan akademis. Bab XV. Penulisan ilmiah dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar memupuk rasa persatuan bagi para penulisnya karena adanya kebakuan yang dipahami setara secara bersama-sama. Bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. tanpa adanya pemaksaan kehendak dari pihak lain dapat menjadi ekspresi nilai keempat. 2006 dalam Lauder. Bahwa sesungguhnya sarjana adalah harapan masyarakat dikarenakan proses pendidikan di perguruan tinggi yang membekali mahasiswa dalam pola pikir yang berbasis ilmu pengetahuan. Nilai keempat inilah yang mendasari kita sebagai warga dapat memahami keputusan yang diambil dari pemimpin (yang dipilih bersama) untuk kemaslahatan bersama. dimungkinkan peningkatan kualitas manusia Indonesia berdasar nilai ini. Padahal dalam penjabarannya. Dengan demikian. pemilihan ketua RT yang demokratis. seperti keamanan dan kebersihan lingkungan. Dengan tidak menafikan keberadaan 742 bahasa daerah (Summer Institute of Linguistic. Dalam keseharian kita melihat jumlah pengangguran berlatar pendidikan tinggi perlahan meningkat dari tahun ke tahun. Tentunya hal ini dilakukan agar langkah yang diambil dapat dipertangungjawabkan secara individu sebagai keputusan bersama.karena merupakan amanat dari UUD 194511. Maka. komunikasi antarilmuwan nasional juga mencapai keselarasan yang pada akhirnya menunjang rasa kesatuan sebagai ilmuwan dan warga negara Indonesia. setidaknya dapat mengurangi potensi konflik yang didasari pada ketidakpuasan dalam berpendapat dan oposisional terhadap langkah yang diambil pemimpin. membicarakan nilai kelima dalam konteks mahasiswa dan sarjana menjadi relevan.

Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mengupayakan kehidupan beragama yang toleran. 2012: 135-136) melihat bahwa Indonesia menjadi model yang khas dari tumbuhnya semangat keagamaan yang bercorak kebudayaan lokal. di masa depan kesiapan warga negara Indonesia untuk lebih dapat berkiprah di dunia nyaris tanpa batas ini akan semakin dibutuhkan. Keadaan ini tidak dapat dinafikan karena Indonesia secara pasti menjadi tempat perlintasan beragam kebudayaan. sehingga negara itu pada akhirnya memandang Indonesia sebagai 65 . Sebagai contoh. masyarakat Indonesia juga ikut dalam dinamika dunia. Kita dapat memulainya untuk tidak melakukan pembedaan-pembedaan yang didasari prasangka. penerapan kewarganegaraan khususnya pada anak hasil pernikahan WNI dan WNA sampai usia 18 tahun dinyatakan sebagai WNI. Mulder (1999 dalam Kusumadewi. Hal ini membuat anak terlindungi dari masalah tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. Mengacu pada nilai Pancasila. Kontribusi ini penting bagi masyarakat dunia. F. Untuk itu. sehingga dapat menjadi model dari toleransi antar-umat beragama di dunia. Ini adalah kesepakatan universal yang diakui bersama. warga Indonesia akan menjadi bagian dari aksi yang toleran. Bagi negara lain asal dari salah satu orang tua anak tadi. Upaya menyelaraskan perilaku dengan nilai kedua dalam konteks global sebenarnya juga ada dalam kehidupan sehari-hari. khususnya nilai pertama. Pemahaman lanjut dari situasi ini adalah terciptanya tatanan sosial yang lebih baik. Catatan terpenting adalah perilaku dari individu Indonesia tetap didasari nilai-nilai dasar masyarakat Indonesia. Keikutsertaan ini bukan selalu atas dasar politik.membantu masyarakat memecahkan masalah. Ini dapat diartikan bahwa masyarakat Indonesia berkontribusi dalam memaknai agama-agama yang hadir di Indonesia. Berlaku sebagai Warga Global Sebagai warga dunia. Pancasila sebagai nilai juga mendasari corak kehidupan interaksi umat beragama Indonesia. perlakuan ini juga bermakna perlindungan manusia untuk mendapatkan hak-hak dasar kewarganegaraan. Nilai Pancasila bahkan dianggap sebagai religiously friendly ideology oleh Juergensmeyer (2010 dalam Azra. melainkan masih banyak hal lainnya. upaya membuat peluang kerja menjadi prioritas daripada mencari pekerjaan. 2010: 11). Bagi para sarjana. Walaupun pernyataan Juergensmeyer dikaitkan dengan ideologi.

Dengan demikian. konsumen disuguhkan banyak pilihan. pintu impor semakin terbuka yang memungkinkan segala produk masuk ke dalam negeri. dengan tidak mengisolasi Myanmar bahkan intensif membuka jalur diplomatik. Hanya dengan alasan harganya tidak kompetitif. konsumen membeli produk impor yang bukan hanya menyisihkan produk dalam negeri. tetapi juga menghancurkan perusahaan lokal. Indonesia memahami bahwa cara tersebut tidak populer di mata bangsa-bangsa Barat. Sebagai anggota ASEAN sekaligus ketua ASEAN tahun 2011.negara yang mengakui hak asasi manusia. Sejak memasuki krisis moneter 1997. Pada saat yang sama. hampir semua negara Barat tengah mengembargo Myanmar dan meminta ASEAN ikut menekan. Pengejawantahan nilai ketiga dari Pancasila dalam konteks global adalah dengan menjadi bagian kegiatan ekonomi dunia yang berorientasi nasional. tetapi di sisi lain produk dalam negeri perlahan tersisih. nilai ketiga Pancasila masih relevan untuk diangkat menjadi dasar bagi peningkatan ketahanan nasional. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia. Untuk itu nilai ketiga dari Pancasila yang menekankan cinta tanah air perlu diangkat kembali untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Langkah Indonesia cukup mengejutkan. tetapi diplomasi ala Indonesia mampu membuat Myanmar mengambil kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri yang cenderung terbuka dan dapat diterima masyarakat internasional. Terbukanya jalur diplomatik justru membuat Myanmar lebih membuka diri yang pada akhirnya embargo negara-negara Barat mulai berkurang. Langkah mengutamakan produk yang dapat dihasilkan dalam negeri sebelum membeli produk buatan luar negeri juga dilakukan oleh negara-negara maju. Indonesia mengambil peran yang sesuai dengan nilai tadi. Pengejawantahan nilai keempat dalam kehidupan global bagi negara dan masyarakat terlihat dalam kebijakan dan tingkah laku. Negara-negara maju menutupi kepentingan dalam negeri melalui mekanisme perdaganagn dunia seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Mereka berupaya menjaga agar produk asing tidak membanjiri pasar lokalnya sehingga petani/pengusaha/masyarakat tetap sejahtera. Pada akhirnya terbangunlah hubungan saling menghormati antarnegara. Indonesia mengambil posisi tidak mengucilkan Myanmar. Kondisi ini secara prinsip tidak salah. Dalam konteks pemerintah. Akibatnya. 66 .

67 . Model ekonomi komunis sudah rubuh terlebih dahulu. G. Pancasila menjadi penentu dari corak kehidupan masyakat Indonesia. berbangsa. Nilai yang ada dalam Pancasila merupakan nilai dasar untuk aktivitas bermasyarakat. Salah satu bentuknya adalah koperasi. Koperasi sebagai pengejawantahan pembangunan ekonomi yang memiliki wajah sosial dapat menjadi solusi bagi pola pembangunan negara-negara dunia ketiga yang jumlahnya lebih banyak daripada negara maju. dibutuhkan sedikit sentuhan dari para sarjana agar nilai kelima dari Pancasila dapat menjadi bagian dari solusi atas masalah ekonomi dunia saat ini dan masa depan. Hal ini penting karena muncul gejala kegagalan ekonomi kapitalis sejak 2008 yang dimulai di AS dan menjalar ke Eropa sampai tulisan ini dibuat (2012). Dengan demikian. berbekal konsep arisan amat menekankan kesejahteraan anggotanya. dari tingkat individu hingga tingkat bangsa.Penutup Nilai bagi semua individu dan kelompok adalah bagian dari pembentukan tingkah laku yang diharapkan dalam masyarakatnya. Muhammad Yunus dari Bangladesh. dan bernegara serta menjadi warga dunia. Dengan demikian.Kontribusi Indonesia untuk masalah pembangunan dunia yang berkeadilan sosial semestinya dapat dilakukan dengan kemampuan dasar ekonomi kerakyatan Indonesia. yakni saat bubarnya Uni Soviet tahun 1991. Di sinilah peluang Indonesia untuk ikut dalam mendesain ulang tatanan mekanisme ekonomi. Setidaknya peraih nobel 2006. karena koperasi bertujuan menyejahterakan anggota bukan menguatkan kapital dari investor atau pemodal. Yang kemudian model ini dianggap baik oleh dunia.

nilai Pancasila juga dapat diacu oleh warga dunia pula. Indonesia adalah warga dunia. nilai Pancasila akan tergantikan oleh nilai lain atau bahkan hilang. Setidaknya. yang dapat berujung pada rubuhnya rumah nusantara.Gambar 3.yakni Indonesia. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila oleh sebagian orang dianggap universal. Artinya dapat berlaku atau hadir di semua masyarakat di dunia. tingkah lakunya juga selaras dengan warga dunia. Bukankah itu berarti mengkhianati mimpi para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia? 68 . Ketika nilai tidak menjadi rujukan tingkah laku. Jika asumsi ini digunakan. Kondisi ini beranalogi ketika Pancasila tidak menjadi acuan perilaku.3. sebagai nilai yang mendasari tingkah laku warga Indonesia. Hilangnya Pancasila memudarkan pula semangat ikatan nasional sebagai bangsa Indonesia. perlahan nilai akan memudar dan hilang. Hal yang terpenting dari Pancasila adalah upaya kita mencoba menerapkannya dalam kehidupan.

yakni antara golongan priyayi dan rakyat biasa. Bertolak dari pengalaman itu. ia direndahkan. citizenship dan Latin. maka individu-individunya juga dihargai. 69 . maka seseorang tidak dipandang di dunia internasional‖ (Hatta. Kewarganegaraan (dalam bahasa Inggris. Kebijakan-kebijakan Belanda tidak hanya melahirkan sistem pembedaan status (diskriminasi) yang dilandasi perbedaan warna kulit. Apa yang dialami rakyat biasa di kerajaan Romawi. serta mampu bersikap terbuka dan kritis bagi implementasi hak dan kewajiban warga negara di masyarakat. tepatnya ketika bangsa ini berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Kajian ini telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM) dan masa Kerajaan Romawi (± 1 M). 1999: 85—86). Hak-hak sebagai civis tidak diberikan kepada rakyat biasa maupun rakyat di wilayah kekuasaan kerajaan (Poole. membuat penilaian kritis atas pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. Pengalaman Bung Hatta merupakan pengalaman tentang pentingnya arti kebangsaan (nationality). Merekalah yang memperoleh hak-hak istimewa.BAB IV KEWARGANEGARAAN Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami saling pengaruh antara hak dan kewajiban negara dan warga negara. Ia merasa bahwa sebagai penduduk di wilayah jajahan. 1953: 51). ia merasakan pedihnya menjadi penduduk di bawah pemerintahan kolonial Belanda. dan keduanya tidak dapat dipisahkan ketika kita mengkaji tentang negara maupun pemerintahan. tetapi juga melanggengkan stratifikasi sosial yang merupakan warisan sistem kerajaan. Bung Hatta menyimpulkan. juga pernah dialami bangsa Indonesia. civis) telah lama menjadi objek pemikiran. Dalam pergaulan internasional ia merasa tersisih karena masalah kebangsaan. tetapi jika tidak memiliki kebangsaan. ―Jika satu bangsa mulia. Kebangsaan sering kali diidentikkan dengan kewarganegaraan. Ketika Bung Hatta kuliah di Belanda pada tahun 1920-an. antara bangsa kulit putih dan pribumi. Kata civis sendiri pertama kali digunakan pada masa kerajaan Romawi untuk merujuk kepada orang-orang kaya dan para tuan tanah.

hingga pertahanan negara. 1999: 25). maka pokok-pokok bahasan dalam bab ini dibagi menjadi empat bagian. Hasil sidang-sidang itu adalah UUD 1945 yang di dalamnya dinyatakan. pengakuan kesetaraan bagi seluruh rakyat atau warga negara. agama. antara lain dapat berpartisipasi dalam penyusunan undang-undang dan dalam pelaksanaan administrasi negara. warga negara diidentikkan dengan orang bebas. Sebagai objek pemikiran. 70 . kewarganegaraan pada awalnya dimaknai sebagai pemilikan atas status istimewa bagi para tuan tanah dan orang-orang kaya. Warga negara dalam pengertian masa Yunani Kuno juga dapat dikatakan lebih menekankan kemampuan seseorang untuk mengemban tanggung jawab negara (Poole. yakni yang berikut. Orang-orang bebas yang dikategorikan sebagai warga negara memiliki status istimewa. 1) Apa yang dimaksud dengan kewarganegaraan dan siapakah warga negara Indonesia? 2) Prinsip-prinsip dasar apa yang melandasi hubungan timbal-balik antara negara dan warga negara? 3) Bagaimana implementasi hak dan kewajiban warga negara? 4) Evaluasi kritis terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. Namun demikian. Sebaliknya. serta dapat masuk dinas militer—yang penting artinya bagi pertahanan negara. Aktivitas-aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pusat kehidupan warga negara mencakup setiap aspek kehidupan. Apa yang Dimaksud dengan Kewarganegaraan? Secara umum kewarganegaraan dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang menyangkut warga negara. antara lain. seperti tercermin dalam hak dan kewajiban bagi setiap warga negara. 1. hingga akhirnya berdirilah negara Indonesia pada tahun 1945. pemahaman yang sederhana ini memiliki sejarah panjang dan kompleks. Pada masa kerajaan Romawi (± 1 M). kewarganegaraan telah muncul sejak masa Yunani Kuno (± 400 SM). Pada masa itu. para tokoh pergerakan mengadakan sidang-sidang di BPUPKI dan PPKI untuk menyusun UUD.Ketidaksetaraan dan penindasan Belanda terhadap rakyat biasa akhirnya menjadi pemicu gerakan nasionalisme Indonesia. para budak dan—dalam konteks saat itu—kaum perempuan serta anakanak tidak dikategorikan sebagai orang bebas sehingga mereka tidak dapat disebut sebagai warga negara. mulai dari politik. Di dalam proses penyiapan negara yang merdeka dan berdaulat itu. budaya. dalam aktivitas keagamaan dan budaya. Untuk memahami hak dan kewajiban warga negara.

maka dalam negara modern. timbullah tuntutan-tuntutan rakyat di wilayah-wilayah taklukan. bahasa. Jadi kewarganegaraan tidak lagi diartikan sebagai rasa tanggung jawab terhadap negara. 1996: 285—289). Bila dalam monarki absolut rakyat biasa menjadi abdi raja. Perubahan penting mengenai pengertian kewarganegaraan terjadi di abad XVIII dan XIX. dalam wujud hak-hak sipil. melainkan lebih merupakan tuntutan legal agar rakyat di wilayah taklukan diperlakukan setara dengan rakyat/warga kerajaan. dan kesamaan keturunan. khususnya di Eropa Barat. Selain itu mereka juga menuntut perlindungan dari kerajaan. 1996: 185—289. Pada abad XVIII. yang membuat warga negara melihat negara sebagai organisasi untuk mengejar kesejahteraan dan kebahagiaan. kesamaan nasib. 71 . Ketiga prinsip tersebut memberikan pengakuan bahwa warga negara memiliki status legal yang kemudian terwujud dalam hak-hak sipil. 2) prinsip negara republik yang mengakui otonomi politik warga negara. dan sejarah. Rakyat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda menuntut diperlakukan secara terhormat seperti warga kerajaan Roma.Selanjutnya. sejarah. terjadi perubahan luar biasa dalam hal bentuk negara. Status legal. Dengan status legal itu. bahasa. merupakan seperangkat hak bagi individu untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya. dan 3) prinsip demokrasi yang mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan politik.) Sumbangan prinsip nasionalisme adalah terciptanya kesadaran nasional dan solidaritas rakyat yang berlandaskan faktor-faktor budaya. republik. seiring dengan meluasnya imperium Romawi. kini mendapat pengakuan baru sebagai kesatuan warga negara yang setara dan memiliki status legal. rakyat merupakan warga negara. Status legal yang dimiliki tiap warga negara memiliki konsekuensi terhadap pendefinisian bangsa. ketika model monarki absolut secara berangsur-angsur digantikan dengan bentuk negara-bangsa modern. Rakyat yang telah bersatu karena faktor-faktor tersebut semakin diperkuat oleh kesadaran nasionalnya karena negara pun mulai melembagakan 1) nilai HAM yang menghargai kebebasan individu dan menjunjung kesetaraan bagi seluruh warga negara. dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia di negara-bangsa modern (Habermas. demokrasi. Perubahan radikal itu dimungkinkan oleh terjadinya pelembagaan prinsip-prinsip nasionalisme. Pemenuhan tujuan ini bagi warga negara merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban negara (Habermas. hubungan negara dan warga negara dikonsepsikan sebagai hubungan timbal-balik. Bangsa yang semula dianggap sebagai komunitas yang disatukan oleh faktor budaya.

yaitu memerintah rakyat dengan perantaraan elit birokrat Jawa yang dikenal sebagai golongan priyayi. di pihak warga negara pun terdapat kesadaran bahwa mereka wajib berkorban untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara-bangsa. dan elit politik lain yang memiliki kekuasaan legal. Dalam masyarakat yang hierarkis demikian. yaitu keanggotaan dalam masyarakat ditentukan oleh kelahiran dan stratifikasi sosial yang ditentukan oleh ras. Mereka sadar bahwa hanya dalam negara yang merdeka dan berdaulatlah kebebasan dan otonomi politik mereka terjamin. Jadi. hanya orang Belanda yang dapat menduduki jabatan puncak. Pada abad XVII. apalagi otonomi politik. Sebagai contoh. struktur masyarakat pun ikut berubah dengan munculnya hubungan kolonial yang mirip dengan sistem kasta. anak tangga di bawahnya lagi diduduki kaum ulama. khususnya Pulau Jawa. raja berhak menuntut kebaktian dari rakyat. a. militer. Diskriminasi rasial tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan negara dan warga negara dalam arti kesetaraan dan status legal itu yang kini menjadi kata kunci dalam pembahasan tentang kewarganegaraan. tidak ada satu negara pun yang tidak mendefiniskan batas-batas sosialnya tanpa mengacu kepada hak-hak warga negara untuk membatasi siapa yang menjadi warga negaranya dan siapa yang bukan. Belanda telah membangun pemerintahan tidak langsung. dan kekuasaan raja-raja di Jawa pun mulai melemah. Rakyat biasa adalah abdi raja yang tidak memiliki kebebasan individu. Anak tangga di bawahnya diduduki oleh para pejabat tinggi yang mengabdi raja. Dengan kebijakan itu. Status Rakyat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda (Kasus: Status Rakyat di Jawa) Sebelum bangsa Belanda menguasai Indonesia.Sementara itu. Siapakah Warga Negara Indonesia? Berikut ini dipaparkan sejarah singkat status penduduk Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan masa pascakemerdekaan. konsep kewarganegaraan belum dikenal. situasi masyarakat saat itu sudah tersusun secara hierarkis. Secara berangsur-angsur Belanda memisahkan staf administrasi kerajaan dari pengawasan raja dan kemudian mengubahnya menjadi dinas sipil. 2. Puncak hierarki adalah raja dan keluarga. Dikatakan demikian karena memasuki abad XXI. sementara penduduk pribumi hanya 72 . Belanda mulai meneguhkan kedaulatannya di Jawa. Setelah struktur politik berubah.

wedana. Sementara itu. mantri. Hubungan kolonial tidak hanya menciptakan diskriminasi rasial. melainkan juga melanggengkan sistem masyarakat yang bercorak feodal. Lulusan sekolah-sekolah tersebut yang berhasil memperoleh kedudukan dalam birokrasi. Kaum elit yang diangkat di tiap kabupaten kemudian melahirkan kelas tersendiri di masyarakat. calon murid harus berasal dari keluarga dengan status pegawai negeri tertentu dan dengan gaji tertentu pula. lapangan olah raga. sekolah. Jenjang-jenjang jabatan tersebut kemudian digolongkan atas ―priyayi gedhe‖ dan ―priyayi cilik.‖ Barulah lapisan di bawah priyayi cilik diisi mayoritas rakyat kecil yang disebut ―wong cilik‖ (Kartodirdjo. mereka yang tidak memilih bekerja di birokrasi di kemudian hari banyak yang menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional. Wong cilik merupakan massa terbesar yang tidak memiliki kesempatan. Elit priyayi tersusun sebagai berikut: para bupati berada di puncak birokrasi. Dalam pergaulan sosial pun terdapat pemisahan fisik. 211). dan permukiman orang Belanda (Kartodirdjo. Untuk memasuki sekolah dengan pengantar bahasa Belanda pun. yaitu: sekolah Eropa dengan model sekolah di negeri Belanda. harus dipenuhi syarat berikut: orang tua adalah elit yang memiliki kedudukan tinggi dalam birokrasi kolonial. 1999: 83). Kategori sekolah yang demikian ketat menyebabkan terbatasnya kesempatan penduduk pribumi. yang disebut golongan priyayi. khususnya wong cilik. sekolah pribumi dengan pengantar bahasa daerah. disusul oleh patih. 209. Pada masa kolonial terdapat empat kategori sekolah. dan sekolah dengan sistem pribumi. Hierarki masyarakat tradisional ini diperkuat lagi dengan kebijakan kolonial untuk mengangkat elit administrasi atau birokrasi yang dahulu adalah abdi raja. baik dalam pendidikan maupun dalam politik.mendapat jabatan rendahan. 73 . Belanda tidak menghapus kekuasaan raja-raja sama sekali sehingga keluarga raja dan kaum bangsawan masih mendapat tempat yang tinggi dalam hierarki masyarakat. Untuk dapat diterima masuk ke sekolah dengan sistem Belanda. sekolah bagi pribumi dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Terbatasnya kesempatan untuk memasuki sekolah berstandar Eropa dan sekolah dengan pengantar bahasa Belanda menyebabkan terbatas pula kesempatan kaum terpelajar pribumi mendapat pekerjaan di birokrasi pemerintahan kolonial. Orangorang Jawa dilarang memasuki perkumpulan. dan juru tulis. 1999: 206. memiliki status terhormat di masyarakat dan mereka hidup dengan gaya hidup priyayi.

Bangsa Indonesia—khususnya masyarakat Jawa—semakin terpilah-pilah. Baru pada tahun 1903. Pada tahun 1916 pemerintah kolonial memberi angin segar dengan membentuk volksraad atau dewan rakyat. Pemerintah Belanda memang telah mengatur status penduduk Indonesia dalam Nederlandsch Onderdaan. Volksraad hanya berfungsi sebagai penasihat yang tidak memiliki kekuasaan untuk merancang anggaran dan membuat undang-undang. 74 . padahal massa rakyat hanya berpenghasilan rata-rata f40—f50/tahun. Perubahan besar terjadi pada tahun 1925. karena dewan daerah tidak mampu mencapai seluruh rakyat. komposisi keanggotaan masih didominasi orang Belanda. pemerintah kolonial sangat otokratis dan menerapkan sentralisasi dengan birokrasi yang amat ketat. UU desentralisasi hanya mewujudkan demokratisasi dalam arti minimal. yaitu terbitnya UU Tata Pemerintahan Belanda. Kebijakan pendidikan dan politik tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan kolonial tidak berkehendak membangun kesetaraan dan otonomi politik bagi penduduk Indonesia. Volksraad diubah menjadi badan ko-legislatif dengan kekuasaan untuk mengajukan petisi mengubah UU serta mengundangkannya. volksraad masih juga belum mampu mendorong demokratisasi. hak pilih rakyat dibatasi dengan syarat bahwa hanya mereka yang berpenghasilan sedikitnya f300 (tiga ratus gulden)/tahunlah yang boleh memilih. Namun keberadaannya tidak dapat disamakan dengan parlemen. status penduduk belum menunjukkan status kewarganegaraan yang sesungguhnya. sistem pemilihan dilakukan secara tidak langsung. baik karena diskriminasi rasial maupun karena sistem masyarakat yang feodalistis. Mereka menjabat sebagai penasihat merangkap pengawas pejabat-pejabat pribumi.Di bidang politik. Halnya demikian karena parlemen di Belandalah yang sesungguhnya memegang kekuasaan legislatif di Hindia Belanda. yakni setelah diberlakukannya Undang-undang desentralisasi dan otonomi penduduk. Namun. Di tanah jajahan. Pejabat-pejabat Belanda ditempatkan di tingkat keresidenan hingga distrik. tetap dibedakan status warga negara Belanda dan status penduduk pribumi. Sebagai contoh. Namun demikian. Pendek kata. 1999: 43—44). Anggota-anggotanya hanya terdiri dari orang Belanda dan elit pribumi yang terpilih karena mekanisme penunjukan dan pemilihan tidak langsung. sejauh itu. Dalam pelaksanaannya. lembaga politik berupa Badan Perwakilan didirikan. desentralisasi tidak mampu mendorong partisipasi politik rakyat dan bahkan organisasi atau pertemuan politik dilarang oleh pemerintah (Kartodirdjo.

1999: 48. Sumbangan pemikiran mereka antara lain adalah rumusan tentang bangsa Indonesia. Tionghoa. yakni Belanda. Sulawesi. 1910). 1892. Menjadi Warga Negara Indonesia Secara prosedural. UU RI 12 Lihat UUD 1945. pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia.‖ Siapa saja yang tercakup dalam pengertian bangsa Indonesia di sini? UUD 1945 dirumuskan oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dengan latar belakang yang beragam. b. Sumatera. Sejak awal. melainkan juga tokoh-tokoh pergerakan perempuan. . Status Rakyat Indonesia Pascakemerdekaan Dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tertulis.Menurut perundang-undangan yang berlaku (tahun 1854. Mereka mempunyai latar belakang agama yang berbeda. Pasal 26. Kesemuanya mewakili berbagai golongan dan aliran politik. Kata penduduk disebutkan karena terkait dengan kedaulatan negaranegara lain. . Satu hal yang patut ditekankan di sini adalah bahwa menurut UUD 1945 warga negara memiliki status legal yang sama. c. Yang dimaksud dengan penduduk adalah WNI dan orang asing yang tinggal di Indonesia. demikian pula suku dan ras serta daerah asal. 192). Ada yang berasal dari Jawa. Sejak kemerdekaan ada beberapa UU tentang kewarganegaraan yang telah dikeluarkan. pribumi (dengan status sebagai bawahan Belanda). Ambon. atau bangsa lain—yang telah lama menetap di Indonesia—sebagai warga negara Indonesia. Sebagai tambahan. yaitu UU RI Nomor 3 Tahun 1946. Pasal 26. 75 . . dan bangsa Timur Asing (Kartodirdjo. dan lain-lain. keberagaman masyarakat telah menjiwai perumusan UUD 1945. Perumus UUD juga bukan hanya laki-laki. dan keberagaman tersebut dapat disatukan karena kepedulian yang luar biasa dari para tokoh akan kepentingan rakyat. tertera pula kata-kata penduduk selain warga negara. ―. 12 Ketentuan terakhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menerima keturunan Arab. dalam UUD 1945. UU RI Nomor 62 Tahun 1958. Tionghoa. . di Hindia Belanda terdapat tiga kategori kewargaan. Orang asing tentu tidak dapat menikmati hak dan melaksanakan kewajiban yang sama dengan WNI. Arab. kewarganegaraan Indonesia diatur dalam undang-undang tentang kewarganegaraan. dengan segala hak dan kewajiban yang melekat di dalamnya. Yang ditetapkan sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa Indonesia asli atau bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga negara.

seorang anak WNA—yang berumur 5 tahun (atau kurang)— yang diangkat anak oleh WNI dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Asas ius soli merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran (diberlakukan terbatas bagi anak-anak dan diatur dalam UU). dan 7) kehormatan. kewarganegaraan tunggal. perkawinan antarbangsa. seseorang secara otomatis menjadi WNI karena ayah dan ibunya adalah WNI. Instruksi Presiden. 4) permohonan. UU RI Nomor 3 Tahun 1976. 27-28. Tujuannya adalah untuk mencegah apatride. 3) pengangkatan. Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh atas dasar: 1) kelahiran. Untuk menghindari kasus tanpa kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. negara dapat memberikan status warga negara bagi anak yang dilahirkan di luar negeri dengan salah satu orang tua (ayah atau ibu) adalah WNI. Selain UU juga terdapat peraturan-peraturan lain berupa Keputusan Presiden. 5) naturalisasi. 6) perkawinan. sedangkan yang satu lagi bukan WNI. Pelarian orangorang yang mencari suaka politik.Nomor 4 Tahun 1969. 76 . Perubahan-perubahan UU tersebut mencerminkan adanya dinamika dalam masyarakat maupun interaksi penduduk antarbangsa yang begitu cepat. 13 Lihat Penjelasan UU RI Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Asas kewarganegaraan ganda merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak yang diatur dalam UU. merupakan beberapa fenomena yang dapat menggambarkan semakin peliknya masalah kewarganegaraan sehingga hampir setiap negara harus mampu mendefinisikan kembali siapa yang dimaksud dengan warga negaranya. dsb. dan UU RI Nomor 12 Tahun 2006. dan kewarganegaraan ganda. ius solii. Asas kewarganegaraan tunggal merupakan asas yang menetapkan satu kewaraganegaraan bagi setiap orang. Dengan dasar kelahiran. masalah kriminal oleh pelaku kejahatan lintas negara. Asas ius sanguinis merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan. dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 (Jakarta: Visimedia) hlm. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 disebutkan empat asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan yakni ius sanguinis.13 Indonesia tidak mengakui penduduk dengan kewarganegaraan ganda (bipatride). Peraturan Pemerintah maupun Surat Keputusan Bersama Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri. walau dia dilahirkan di luar negeri. 2) pemberian status. Ketentuan ini merupakan implementasi dari asas keturunan (ius sanguinis): anak tetap WNI. kecuali anak-anak dan penduduk tanpa kewarganegaraan. Dengan dasar pengangkatan.

b) melanggar asas kewarganegaraan tunggal (ketentuan ini berlaku bagi WNI yang memiliki kewarganegaraan asing dan tidak mau melepaskan status WNA-nya). Pemberian kewarganegaraan kehormatan itu dilakukan oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR. Namun WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya karena hal-hal berikut ini:14 a) atas kemauan sendiri menjadi WNA. Oleh negara. Pasal 23. Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia Bila seseorang telah menjadi WNI. Pada awalnya ia menjadi WNA. Kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada orang asing yang sungguh-sungguh ingin menjadi WNI melalui naturalisasi. kewarganegaraan seseorang dapat dinyatakan hilang karena pada 14 Lihat UU Nomor 12 Tahun 2000.Atas dasar permohonan. d. serta setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI. kewarganegaraan Indonesia dapat diberikan kepada anak berusia 18 tahun. c) masuk dinas tentara asing tanpa seizin Presiden. sebelum jangka 5 tahun berakhir. yang ayah dan ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda. WNI. tidak dalam rangka dinas negara selama 5 tahun berturut-turut dan. agar tidak terjadi kewarganegaan ganda. pihak suami atau istri yang berstatus WNA dapat mengikuti pasangannya yang berstatus WNI dengan syarat bahwa ia harus melepaskan kewarganegaraan sebelumnya terlebih dahulu. namun hal itu tidak boleh mengakibatkan yang bersangkutan memiliki kewarganegaraan ganda. negara akan mengakuinya untuk seumur hidupnya. sekalipun ia bertempat tinggal di luar negeri. dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk mempertahankan kewarganegaraannya. Bab IV. d) tinggal di luar wilayah negara Indonesia. Negara dapat memberikan kewarganegaraan kehormatan kepada orang-orang asing tertentu yang telah berjasa kepada negara. dan 28. WNI dan asing (WNA). Pemerintah dapat mengabulkan permohonannya setelah ia meninggalkan kewarganegaraan sebelumnya. tentang Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dengan perkawinan. dan e) perkawinan dengan WNA (kententuan ini berlaku bagi. namun kemudian ingin menjadi WNI untuk mengikuti ayah atau ibunya yang berkewarganegaraan Indonesia. 77 . perempuan atau laki-laki yang menikah dengan pasangan dari negara yang memiliki peraturan bahwa orang asing yang menikah dengan warga negaranya harus menjadi warga negaranya pula). 26. demi kesatuan kewarganegaraan dalam keluarga.

Negara kesatuan merupakan bentuk negara di mana wewenang legislatif dipusatkan dalam satu badan legislatif nasional/pusat. kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat.17 Prinsip negara kesatuan. Prinsip-Prinsip dalam Hubungan Timbal-Balik: Negara dan Warga Negara Hubungan antara negara dan warga negara merupakan hubungan timbal-balik yang melibatkan unsur hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. tentang Bentuk dan Kedaulatan Negara. tetapi pada tahap terakhir. 2) memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan prinsip negara hukum. 3) mencerdaskan kehidupan bangsa. Hubungan itu secara mendasar terbangun dari tujuan awal terbentuknya negara Indonesia. dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. prinsip kedaulatan rakyat. tentang Syarat dan Tata Cara Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. prinsip negara kesatuan yang berbentuk republik. UUD telah menetapkan prinsip-prinsip dasar16 yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara bagi pemerintahan maupun rakyat. Kekuasaan terletak pada pemerintah pusat dan tidak pada pemerintah daerah. Pasal 1. dengan syarat bahwa ia tidak lagi mengikuti status suami/istrinya. Prinsip-prinsip itu meliputi sila-sila Pancasila. sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945: 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.15 3. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraanya karena mengikuti orang lain (status suami/istri yang WNA) pada prinsipnya dapat diberi kesempatan untuk kembali menjadi WNI. Lihat UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). 15 Ketentuan mengenai hal ini diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2006. WNI yang telah kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis membebaskan dirinya dari hak dan kewajiban sebagai WNI. bab V. 16 17 78 . Untuk mencapai tujuan tersebut.prinsipnya negara tidak menginginkan warga negaranya memiliki loyalitas ganda. Demikian pula dengan anak-anak yang sebelumnya mengikuti status ayah/ibu yang berkewarganegaraan asing. Pasal 31 dan 37. Lihat sila-sila Pancasila dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Pemerintah pusat memiliki wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi (sistem desentralisasi). terhadap Indonesia dan terhadap negara lain.

Jika pemerintah daerah mengeluarkan peraturan bagi daerahnya. Kedaulatan merupakan hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah. Kekuasaan MPR adalah menetapkan UUD dan GBHN.Dalam negara kesatuan. MPR memegang kekuasaan tertinggi dan Presiden adalah penyelenggara pemerintahan negara. Hasil rumusan BPUPKI kemudian tertuang dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan rakyat dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. seperti di negara federal atau konfederasi. Usulan para perumus kemudian tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945 (sebelum amandemen). menekankan pentingnya jaminan pada rakyat dalam bentuk kemerdekaan untuk berpikir. Dalam UUD 1945 (sebelum amandemen). Agar negara tidak menjadi negara penindas. atau. Hakikat dari pertimbangan tersebut adalah upaya untuk menghindari terjadinya perpecahan bangsa dan negara. bagi warga negara di dalam negara yang berbentuk kesatuan. Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mewujudkan kedaulatan rakyat. Konstitusi negara kesatuan tidak mengakui badan legislatif lain selain badan legislatif pusat. yakni bahwa pemerintah pusat tetap memperhatikan kepentingan daerah. kedaulatan tak terbagi karena pemerintah pusat memegang kedaulatan ke luar maupun ke dalam. serta mengangkat Presiden dan wakil Presiden. Dalam negara telah terjadi penyelewengan kekuasaan yang diawali oleh dominasi 79 . dengan kata lain. Kedaulatan rakyat dalam MPR dicerminkan dalam komposisi keanggotaan yang terdiri dari wakil-wakil golongan (seperti serikat pekerja. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat mengalami ujian berat khususnya pada masa Orde Baru. Prinsip Kedaulatan Rakyat. sebagaimana dikutip Budiardjo. khususnya Bung Hatta. Dalam sidang-sidang BPUPKI dikemukakan pertimbangan bahwa kedaulatan rakyat merupakan bentuk kedaulatan yang dianggap dapat mencegah terjadinya negara kekuasaan yang absolut atau negara penindas. untuk mencegah timbulnya provinsialisme yang memberi peluang kepada gerakan separatisme. dsb. Kedaulatan rakyat berarti rakyat memiliki hak atau kekuasaan tertinggi untuk memerintah diri mereka sendiri. Namun ketetapan atas bentuk negara kesatuan juga diiringi oleh satu ketentuan pula. 2008: 269—270). golongan tani. para perumus UUD 1945. hal itu tidak berarti bahwa daerah itu berdaulat sebab pengawasan kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat.) dan wakil-wakil daerah. Pertimbangan para pendiri bangsa atas bentuk negara kesatuan adalah agar di bawah pemerintah pusat tidak ada negara lagi. hanya ada satu pemerintahan saja (Strong. Dengan demikian.

Keanggotaan MPR kini mencakup unsur DPR dan DPD. Namun.mutlak dalam kehidupan politik. Pemilihan langsung juga dilakukan terhadap anggota DPR dan kepala daerah. berhenti. Prinsip Negara Republik. mengeluarkan Ketetapan (TAP) MPR (kecuali untuk menetapkan Wakil Presiden menjadi Presiden bila Presiden mangkat. tetapi dalam arti independensi. yang paling mendasar dalam amandemen UUD adalah kedaulatan tersebut diwujudkan melalui pemilu. penetapan pemilihan Presiden secara langsung dan desentralisasi). Setelah itu. yaitu kebebasan dari intervensi pihak (negara) lain. yang telah menyulut Gerakan Reformasi dan berakhir dengan pengunduran diri Presiden Soeharto (Budiardjo. 80 . yaitu kebebasan dari dominasi 18 Lihat UUD 1945 sesudah amandemen. Jika pejabat-pejabat terpilih tersebut gagal mengemban amanat rakyat. MA dan MK. MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. yaitu dengan memilih wakil-wakil rakyat di DPR/DPRD serta memilih Presiden dan kepala daerah secara langsung. DPD. Prinsip ini mengisyaratkan adanya kebebasan—bukan dalam arti liberal. Ide republik secara teoretis mendukung kedaulatan rakyat. diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya) (Budiardjo. 2008: 313). pasal 7A. Perubahan diawali dengan melakukan empat kali amandemen terhadap UUD 1945. pemegang dan pelaksana kedaulatan rakyat. terjadi perubahan politik yang signifikan yaitu berlangsungnya demokratisasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. juga diberlakukan desentralisasi—yaitu penyerahan wewenang pemerintah pusat pada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan daerah. Lantas siapa pemegang kedaulatan rakyat saat ini? UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal yang menjamin kedaulatan rakyat dapat terwujud (lihat perubahan pasal tentang masa jabatan Presiden. Pemerintah daerah juga mengalami demokratisasi dengan dihilangkannya kedudukan kepala daerah sebagai penguasa tunggal dan DPRD menjadi lembaga legislatif daerah. Dalam UUD 1945 (sesudah amandemen). BPK. UUD memberi hak kepada rakyat (melalui MPR dan atas usul DPR) untuk memberhentikan Presiden18 serta hak untuk tidak memilih kembali anggota-anggota DPR/DPRD yang tidak dapat melayani rakyat. perubahan terbesar menyangkut MPR adalah MPR tidak lagi berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara. MPR kini berkedudukan sebagai salah satu lembaga negara yang setara dengan DPR. 2008: 350). Selain itu. dua di antaranya ialah masa jabatan Presiden dibatasi dan warga negara berhak memilih pasangan Presiden dan wakil Presiden secara langsung.

Republik merupakan bentuk yang dapat mencerminkan kedaulatan rakyat ketimbang bentuk negara lainnya seperti monarki yang melanggengkan dinasti (kekuasaan turun-temurun). Prinsip Negara Hukum. Keputusan tersebut dilandasi oleh pengalaman bangsa yang pernah hidup dalam bentuk kerajaan yang despotis dan feodalis serta pemerintahan kolonial Belanda yang menindas. 81 . negara kesatuan dengan bentuk republik. maka dalam negara yang berbentuk republik diharapkan tidak ada lagi dominasi dari negara lain dan di tingkat warga negara tidak ada lagi perbudakan atau ketergantungan kepada orang lain. Di sini tidak hanya dalam konteks warga negara sebagai individu yang memiliki otonomi politik tetapi juga sebagai manusia yang memiliki otonomi pribadi. yaitu memberikan kondisi bagi terpenuhinya hak-hak warga negara. Hukum. Sementara itu. Bentuk tanggung jawab ini merupakan aktivitas politik atau partisipasi warga negara untuk membentuk diri sekaligus membangun negara (Poole. Pasal 9.pihak lain. dalam UUD 1945. kedaulatan rakyat dan negara hukum.19 Dalam UUD terkandung pula prinsip-prinsip dasar yang mengikat negara dan warga negara yaitu Pancasila. berkumpul. Kewajiban negara. Kebebasan rakyat dalam negara republik selalu disertai oleh tanggung jawab rakyat untuk mempertahankan independensi negara. Bentuk negara republik merupakan ketetapan yang dipilih oleh semua tokoh bangsa yang merumuskan UUD. 1999: 83). Begitu pentingnya UUD sehingga setiap Presiden yang dilantik harus mengucapkan sumpah untuk memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturan-peraturan dengan selurus-lurusnya. sistem pemerintahan dan kerangka kerja bagi pemerintah. Dalam negara republik.20 Prinsip-prinsip dasar tersebut selanjutnya tercermin dalam pasal-pasal menyangkut hak dan kewajiban warga negara—yang tidak dapat terpenuhi tanpa kehadiran institusi politik/negara. Hubungan inilah yang melahirkan kewajiban bagi tiap warga negara untuk memelihara dan mempertahankan negara. sebaliknya. Jadi. kemerdekaan suatu negara tidak dapat dipertahankan tanpa kesadaran nasional (nasionalisme) warga negara. merupakan sumber norma yang mengatur pemerintahan maupun rakyat. telah 19 20 Lihat Lafal Sumpah Presiden selengkapnya dalam UUD 1945 sesudah amandemen. khususnya UUD. Dalam UUD terkandung cita-cita bangsa. dsb. Prinsip ini menuntut pemerintahan agar berjalan dengan tuntunan hukum dan bukan dengan kekuasaan. negara akan merumuskan kesejahteraan dan kemerdekaan rakyat dalam berpendapat. UUD berisi otoritas tertinggi yang daripadanya seluruh kekuasaan cabang-cabang pemerintahan dan pejabat-pejabat terpilih berasal dan diatur. dengan adanya prinsip independensi. untuk mendapatkan hak itu negara harus menjalankan kewajibannya.

siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang melakukan atau memiliki sesuatu. yang dilakukan secara pribadi. Misalnya. b) hak khusus dan umum. Dengan hak negatif. Hak umum diperoleh seseorang bukan karena hubungan atau fungsi tertentu. Umpamanya. negara-negara kolonial di masa silam sering mengetengahkan hak-hak legal mereka untuk menguasai wilayah jajahan. berkumpul. berasal dari undang-undang. Konkretnya ialah 82 . Ada beberapa jenis hak yang kita kenal. dsb. Sebagai contoh. hanya terbatas pada hak moral saja. d) hak individual dan sosial (Bertens. maka setiap pegawai negeri berhak mendapat tunjangan itu. Hak dan Kewajiban Warga Negara Secara umum. namun tentu dipertanyakan nilai etis dari penjajahan itu sendiri. karena orang yang mempunyai hak bisa menuntut bahwa orang lain akan memenuhi atau menghormati hak itu (Bertens. Hak legal adalah hak yang berdasarkan hukum. kepemilikan. hak beragama.termaktub dalam tujuan negara sebagaimana digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 (sebelum dan sesudah amandemen). kesehatan. hak merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat. c) hak positif dan hak negatif. Sedangkan hak legal belum tentu menampilkan nilai etis sehingga harus dikritik dengan norma moral. atau dokumen legal lainnya. Contohnya ialah hak atas kehidupan. keamanan. misalnya hak orang tua untuk dihormati anak-anaknya. Hak ini sering disebut hak asasi manusia. dengan kata lain. Hak moral belum tentu merupakan hak legal. dan mengikuti hati nurani. janji antarteman. 2000: 179—187). melainkan semata-mata karena ia manusia. 2000: 178—179). mengemukakan pendapat. Klaim atau tuntutan tersebut adalah klaim yang sah atau dapat dibenarkan. Hak khusus timbul karena relasi khusus antar-beberapa orang atau karena fungsi khusus yang dimiliki seseorang terhadap orang lain. tetapi banyak hak moral yang sekaligus juga merupakan hak legal. seseorang bebas melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu. Hak moral adalah hak yang berfungsi dalam sistem moral. yaitu a) hak legal dan moral. 4. atau seseorang peminjam uang berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari orang lain. hak untuk menggunakan gelar doktor setelah menyelesaikan persyaratan untuk mendapat gelar tersebut. Contohnya ialah sepasang suami istri yang berjanji untuk saling setia. peraturan hukum. ketika pemerintah mengeluarkan peraturan tentang kenaikan gaji pegawai negeri.

namun hubungan itu tidak bisa dikatakan mutlak dan tanpa pengecualian. Sementara yang dimaksud dengan hak sosial adalah hak yang dimiliki seseorang sebagai anggota masyarakat seperti hak atas pekerjaan yang layak dan hak atas pendidikan. Hak-hak sosial ekuivalen dengan keadilan sosial. setiap orang memiliki hak atas pendidikan. kesadaran atas HAM dalam diri manusia dan pada bangsa-bangsa dapat dikelompokkan ke dalam tiga generasi (Budiardjo. untuk mengatur kehidupan sedemikian rupa sehingga setiap warga negara memperoleh apa yang menjadi haknya. dsb. Sebagai contoh. Pemenuhan hak-hak sosial memang agak rumit. a. Hak individual ialah hak yang dimiliki individu terhadap negara. antara lain. kita lihat bahwa pemenuhan hak-hak negatif atau hak-hak individual hampir selalu sesuai dengan kewajiban seseorang untuk menghormati orang lain yang sedang menikmati hak-haknya. penindasan. Hak individual termasuk hak-hak negatif. pendidikan. Hak individual dan hak sosial sering disebut dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (DUHAM).bahwa. Generasi pertama lahir di 83 . Pengetahuan tentang sejarah penegakan HAM dapat membantu memahami arti penting HAM dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Contohnya ialah hak mengikuti hati nurani. perbudakan. Hak sosial semacam ini sesuai dengan kewajiban masyarakat. Contoh lain adalah hak atas makanan. Apakah hak selalu memiliki hubungan timbal-balik dengan kewajiban? Kewajiban memang sering kali memiliki hubungan timbal-balik dengan hak. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara. dan hak mengemukakan pendapat. pelayanan kesehatan. negara tidak dapat menghalangi individu mewujudkan hak ini. Dari perspektif sejarah. Sejarah penegakan HAM merupakan sejarah perjuangan manusia untuk menjadi manusia dan untuk melepaskan diri dari penyiksaan. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya sebagai guru memberi pengajaran kepada orang-orang tertentu. dan pekerjaan yang layak. negara atau siapa pun tidak boleh menghalangi seseorang menulis pendapatnya di surat kabar. Hak positif adalah hak seseorang yang membolehkan orang lain berbuat sesuatu untuknya. semua orang yang terancam bahaya berhak bahwa orang lain membantu menyelamatkannya. Sebagai contoh. Hak ini bersifat positif. hak berserikat. 2008: 212). atau negara. hak beragama. Hak Asasi Manusia Pembahasan tentang hak dan kewajiban tidak akan lengkap bila hak asasi manusia tidak dimasukkan. genosida.

Di samping itu juga muncul pemikiran bahwa penguasa yang memerintah harus mendapat persetujuan rakyat. yang diperjuangkan oleh negara-negara sosialis pada masa Perang Dingin (tahun 1945— 1970-an). yaitu 1) Depresi Besar yang bermula di AS dan kemudian menjalar ke penjuru dunia pada tahun 1929—1934. 2) tampilnya Hitler sebagai pemimpin Jerman yang menyebabkan pembunuhan jutaan orang Yahudi di kamp konsentrasi. Hak ini sendiri dituntut sebagai imbalan atas dukungan kaum aristokrat dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan perang. Menginjak awal abad XX. Hak asasi yang berhasil mereka perjuangkan itu masih terbatas pada hak politik seperti hak atas kebebasan dan kesetaraan serta hak untuk menyatakan pendapat. 84 . Generasi kedua merupakan generasi dengan kesadaran akan hak ekonomi. Pemikiran tentang HAM pada generasi kedua ini didukung oleh banyak pemikir Barat serta negara-negara yang baru merdeka di Asia-Afrika. dan hak untuk memiliki harta benda. sementara rakyat biasa tetap dipandang sebagai abdi yang harus menerima perintah dari penguasa. yaitu generasi yang melahirkan kesadaran akan hak-hak sipil dan politik. terjadi banyak peristiwa penting di dunia yang mempengaruhi generasi kedua perjuangan HAM. sosial. Hasil pemikiran dan perjuangan HAM terbesar pada XVII dan XVIII itu adalah hancurnya monarki absolut yang memberi kewenangan kepada raja untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Hak-hak tersebut dituangkan dalam Bill of Rights di Inggris pada tahun 1689 dan satu abad kemudian dalam Bill of Rights di AS (1783) dan Declaration des droits de l’homme et du citoyen di Prancis (1789). Namun demikian. dan 4) tampilnya blok negara sosialis dan komunis.negara-negara Barat. Raja John ―dipaksa‖ untuk mengakui hak kelompok aristokrat yaitu hak untuk diperiksa di muka hakim (habeas corpus). sebagaimana dikemukakan oleh John Locke (1632—1704) dan pemikir lain seperti Jean Jacque Rousseau. Perumusan HAM semakin berkembang seiring dengan munculnya pemikiran-pemikiran tentang hak alamiah manusia yang digaungkan untuk menentang pemikiran bahwa hak memerintah berasal dari wahyu ilahi yang pada waktu itu dianut oleh raja-raja. 3) meletusnya dua Perang Dunia. Generasi ketiga ialah generasi yang memiliki kesadaran untuk memperjuangkan hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan di negara-negara Dunia Ketiga. Hak alamiah. meliputi hak atas hidup. pada masa itu hanya kelompok aristokrat dan kelas menengah saja yang dapat menikmati HAM. Perjuangan HAM dari generasi pertama yang lahir di Eropa Barat ditandai oleh penandatanganan Magna Charta di Inggris pada tahun 1215. Ketika itu. dan budaya. hak akan kebebasan.

PBB telah merintis upaya ini dengan mencanangkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada tahun 1948 dan kemudian diperkuat dengan dua kovenan internasional tentang hak politik dan sipil dan hak ekonomi. Hak-hak yang semula disebut hak alamiah diubah menjadi HAM (human rights) yang menekankan kebebasan individu yang meliputi hak untuk menyatakan pendapat dan hak untuk mendirikan. sosial. dengan tekanan pada hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan. Mencuatnya tuntutan akan hak-hak tersebut antara lain adalah sebagai reaksi terhadap rumusan HAM negara-negara Barat yang lebih menonjolkan kebebasan individu dan hak politik ketimbang hak-hak sosial dan ekonomi yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan. yaitu kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. Yang menarik dari generasi kedua ini adalah upaya-upaya negara-negara blok sosialis dan negara-negara yang baru merdeka (negara-negara ―Dunia Ketiga‖) untuk mengembangkan hak-hak sosial dan ekonomi yang meliputi hak atas pekerjaan. Upaya mereka mulai menonjol pada tahun 1980-an. D. Perubahan paling signifikan dibandingkan dengan keadaan pada abad XVII dan XVIII adalah bahwa hak-hak politik diberikan kepada seluruh rakyat dengan tujuan untuk melindungi setiap individu dari penyalahgunaan kekuasaan pemerintah. Selain 85 . kebebasan dari ketakutan. hak atas penghidupan yang layak. dan bergabung dalam organisasi. Generasi ketiga dimotori oleh Dunia Ketiga (negara-negara berkembang yang tersebar di Asia-Afrika dan baru merdeka setelah PD II) sehingga hak-hak yang diajukan pun mencerminkan kepentingan masyarakat di wilayah itu. Roosevelt dari AS yang merumuskan empat kebebasan. Tokoh-tokoh yang memperjuangkan hak-hak tersebut antara lain ialah Presiden F. berbeda dengan pelaksanaan hak politik dalam pemikiran liberal yang membatasi peran pemerintah. 2008: 218). Kemajuan HAM pada generasi kedua juga ditandai oleh kesadaran untuk merumuskan HAM yang diakui di seluruh dunia sebagai standar universal bagi tingkah laku manusia (Budiardjo.Peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan penderitaan yang luar biasa pada jutaan manusia: mati karena kelaparan. Selain itu. kebebasan beragama. dan budaya. maka pelaksanaan hak-hak sosial dan ekonomi justru mendorong pemerintah untuk terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. dan hak atas pendidikan. dan kebebasan dari kemiskinan. dan genosida. Rumusan HAM warisan liberalisme yang menekankan hak-hak alamiah ternyata tidak memadai sehingga perlu semakin dipertajam dan bahkan direinterpretasikan. peperangan.

latar belakang budaya dan agama juga diterima sebagai bahan pertimbangan. khususnya menyangkut pasal-pasal berisi HAM. dan gotong-royong merupakan nilai yang tepat untuk menjiwai pembentukan pasal-pasal mengenai hak warga negara. alam liberalisme juga ditandai oleh semakin tajamnya konflik buruh–majikan dan juga timbulnya persaingan antarnegara. sehingga rakyat tetap diberi hak untuk mengeluarkan pendapat dan 86 . Isi deklarasi itu merupakan kompromi antara negara-negara Barat dan negara-negara Dunia Ketiga. dan gagal menghapuskan kemiskinan di negara-negara Barat yang saat itu diguncang depresi. Secara historis. Dalam UUD 1945 sebelum amandemen. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan. juga diyakini dapat membawa perdamaian dunia bila diterapkan oleh bangsa-bangsa lain. Sumbangan Indonesia dalam forum itu adalah penekanan pada perlunya hak asasi ditingkatkan dalam konteks kerja sama internasional atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan negara-negara yang berdaulat dan terhadap identitas nasional masing-masing (Budiardjo. pasal tentang HAM tidak dicantumkan secara khusus sehingga timbul pertanyaan. apa yang melatarbelakangi para perumus UUD 1945 sehingga mereka tidak memasukkan pasal-pasal tersebut? Perdebatan di antara para tokoh bangsa dalam sidang-sidang BPUPKI bermuara pada rumusan hak-hak warga negara.itu. khususnya. sebagian besar pemikiran para tokoh itu dilatarbelakangi oleh antikolonialisme dan antiliberalisme. Mereka pun telah melihat bahwa rumusan HAM dari negara-negara Barat sendiri sangat bercorak liberal dan individualistis. konsep kekhasan nasional. Dampak persaingan antarnegara inilah yang kemudian melahirkan kolonialisme dan imperalisme. HAM dalam UUD 1945 Pembicaraan tentang hak dan kewajiban WNI tentu harus melibatkan UUD sebagai sumber atau landasan otoritas bagi rakyat untuk menikmati hak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara. para tokoh tersebut menjadi yakin bahwa untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur. Dengan latar belakang sejarah tersebut. para tokoh bangsa yang merumuskan hak-hak warga negara sependapat bahwa HAM tidak perlu dimasukkan secara khusus. maka nilai keadilan sosial. wilayah. b. dalam UUD 1945 sebelum amandemen dan yang sesudah amandemen. Nilai keadilan sosial. Melihat dampak-dampak tersebut. mereka tetap berpegang pada prinsip kedaulatan rakyat. kekeluargaan. Namun. Di samping itu. 2008: 244—245). Penerimaan terhadap upaya negara-negara Dunia Ketiga ini dinyatakan dalam Deklarasi Wina (Juni 1993).

Hal ini menyadarkan anggota masyarakat untuk berjuang menegakkan HAM di Indonesia. serta hak untuk memperoleh suaka politik dari negara lain. 29. dan dari sila pertama yang menjiwai pasal tentang kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. 22 87 . dan kerusuhan di Ambon dan Poso telah menimbulkan jatuhnya banyak korban. seperti Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh. pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar oleh negara. hak untuk mengembangkan diri. Selengkapnya. 31 dan 34. 1992: 206—209. kasus Semanggi I dan II. Implementasi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Kehidupan Sehari-hari Secara formal. perjuangan penegakan HAM mencapai puncaknya dengan masuknya pasal-pasal khusus mengenai HAM dalam UUD 1945 sesudah amandemen. UUD 1945 (sesudah amandemen). Perubahan terjadi setelah bangsa Indonesia menempuh jalan gelap pada masa Orde Baru. Akhirnya. Hak-hak sosial pun semakin dijamin dengan penegasan atas hak atau jaminan sosial. Sejumlah peristiwa atau kasus yang terjadi. HAM melengkapi hak-hak sosial warga negara yang sangat ditekankan dalam UUD 1945 sebelum amandemen. HAM dalam UUD meliputi hak untuk hidup. lihat pasal 28 A–J. Kemerdekaan atau hak tersebut harus diberikan untuk mencegah terjadinya negara kekuasaan. di bawah pemerintahan Megawati ditetapkankanlah TAP MPR No. Hak-hak itu meliputi hak umum. hak negatif dan positif. sila-sila Pancasila juga sangat mewarnai perumusan hak-hak warga negara seperti terlihat dari sila keadilan sosial dalam perumusan hak pendidikan. serta hak individual dan sosial. hak untuk perlindungan diri dan bebas dari penyiksaan. XVII/MPR/1998 tentang HAM yang kemudian menjadi UU Nomor 39 Tahun 1999 yang di dalamnya juga ditetapkan hak perempuan dan anak. Lihat juga perdebatan para tokoh bangsa Sekretariat Negara Republik Indonesia. Secara umum. hak dan kewajiban penduduk Indonesia telah ditetapkan dalam UUD. hak untuk memperoleh keadilan. Bagaimana implementasi hak dan kewajiban tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara 21 Lihat UUD 1945 (sebelum amandemen) Pasal 27.22 Perubahan signifikan lainnya adalah pencantuman batasan-batasan terhadap hak warga negara. Secara formal. kasus Tanjung Priok. kasus Marsinah. 222—223. kasus Trisakti. serta hak kesetaraan di hadapan hukum dan dalam pemerintahan.bersidang.21 Pasal-pasal tentang hak warga negara tetap tak berubah hingga terjadinya amandemen UUD 1945. Tuntutan mereka bergaung dalam Gerakan Reformasi pada tahun 1998. Selain prinsip kedaulatan rakyat. kasus Talang Sari. c.

88 . Perlindungan dan jaminan pemerintah atas keamanan ini diperlukan oleh setiap orang karena ancaman terhadap penduduk bisa datang dari luar yaitu serangan bangsa lain. UUD 1945 sesudah amandemen telah menetapkan pasal-pasal tentang HAM. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana Pasal 95. kepastian yang adil. UU tentang prosedur ini secara khusus diatur dalam KUHAP. dan kemerdekaan. perlindungan. Kemerdekaan di sini bermakna lebih dari kebebasan dalam pengertian liberal.praktis? Untuk melihat aspek praktis dari pasal-pasal tentang hak warga negara. misalnya tindakan penangkapan tanpa alasan yang mencukupi. penahanan. jaminan. Bila terjadi kekeliruan dalam penangkapan. agama. Kesetaraan ini menempatkan setiap warga negara mendapat pengakuan. karena kemerdekaan menempatkan individu sebagai ―persona‖ atau pribadi yang bermartabat di dalam negara. atau penuntutan. Hal ini berarti bahwa dalam kehidupan sehari-hari setiap orang juga dijamin keamanannya terhadap tindakan negara yang tidak adil. yakni keamanan. profesi dan status sosial-ekonomi diperlakukan setara. kemerdekaan negara-bangsa merupakan prasyarat bagi kemerdekaan tiap-tiap warga negara. kesetaraan. dan perlakuan yang sama di hadapan hukum. maka berikut ini hak-hak itu akan diuraikan dalam tiga kategori.24 (3) Kemerdekaan (indepedensi) Kata kemerdekaan kita jumpai pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945. Lihat Pasal 27 UUD 1945 (sesudah amandemen). budaya. (1) Keamanan Dalam Pembukaan UUD disebutkan bahwa salah satu tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. aliran politik. Inilah hakikat individu sebagai warga negara yang 23 24 UU RI No. maka seseorang dapat meminta ganti rugi.23 (2) Kesetaraan Seluruh warga negara tanpa memandang suku. Tujuan ini tentu akan diemban sebagai kewajiban tiap pemerintah untuk menjamin keamanan negara dan keselamatan penduduk yang tinggal di wilayah Indonesia. dan secara internal berupa tindakan kriminal. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

dan menggunakannya bila diperlukan. Sebagai contoh. televisi. dapat menyuarakan pendapat mereka. dalam kehidupan sehari-hari sering kali aparat negara melakukan salah tangkap terhadap seseorang yang tidak bersalah. majalah. Hal ini dijelaskan berikut ini. pengakuan terhadap hak itu juga menuntut tanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara. Bila ditinjau lebih jauh. yang dilakukan dengan penuh kesadaran (Poole. mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). Rakyat juga dijamin haknya untuk hadir dalam rapat umum. Hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapatkan informasi. Rakyat harus mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah. melainkan juga memiliki hak untuk mengajukan tuntutan terhadap negara. buku. meningkatkan pajak penjualan. serta sumber-sumber informasi modern seperti radio. jaminan sosial. Kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan memperoleh informasi juga terkait erat dengan kebebasan pers karena pemenuhan akan hak tersebut akan mengacu kepada sarana-sarana untuk mengeluarkan pendapat dalam wujud tulisan. dsb. 1999: 83). Jika warga negara tersebut sadar akan hak-haknya maka ia pun dapat terhindar dari perlakuan yang tidak adil tersebut.. rakyat dapat membentuk organisasi-organisasi. 89 . asosiasi profesi. hingga partai politik. 25 Lihat Pasal 28 dan 28 F. UUD 1945 (sesudah amandemen). seperti koran. Tanggung jawab untuk ini sendiri bukanlah bentuk paksaan melainkan merupakan bentuk aktivitas bebas warga negara. hak untuk mengeluarkan pendapat dan mendapat informasi tentu harus dipergunakan untuk mengawal pemerintah agar bertindak untuk kepentingan seluruh rakyat. Dengan kemerdekaan berserikat. dan internet. mulai dari klub olah raga. dsb. kampanye. aktivitas politik yang dilakukan tiap-tiap warga negara sebenarnya juga merupakan sarana untuk memenuhi hak-haknya. dsb. Dalam menghadapi keijakankebijakan tersebut. Hak berserikat.tidak hanya diposisikan di hadapan lembaga-lembaga hukum dalam negara. Bersamaan dengan itu. dan bersikap kritis bila ternyata dampak kebijakan tersebut tidak untuk kepentingan seluruh rakyat. Hak untuk mendapatkan informasi juga berarti mengetahui hak-hak.25 Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat pemerintah membuat kebijakan-kebijakn yang berpengaruh luas seperti menaikkan harga dasar listrik (TDL).

Seiring dengan itu maka Pasal 73 dan 74 UU Nomor 39 Tahun 1999. Jadi. pengangguran. Masalah itu antara lain ialah kemiskinan. baik secara individu maupun melalui organisasi semacam lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dalam pemilihan umum. dan Pasal 28 UUD 1945 tentang HAM telah mengatur batasanbatasan tentang hak dan kebebasan warga negara. tetapi juga partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. maka pemerintah tidak akan memperlakukan rakyat secara berbeda karena agama yang dipeluknya. Dengan hak yang telah ditetapkan dalam pasal 29 ini26 pemerintah menjamin rakyat untuk menjalankan ajaran agama mereka. Hak atau kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat sangat penting dalam negara yang menganut sistem demokrasi karena dengan itu warga negara dapat memperoleh 26 Lihat Pasal 29. kalau ternyata bahwa mereka yang terpilih tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik maka warga negara berhak untuk tidak memilihnya kembali pada pemilu berikutnya.Hak untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. atau bentuk lembaga lain untuk membantu meringankan beban masyarakat. UUD 1945. Hak untuk memilih dalam pemilu. Hal itu dilakukan untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan orang lain. Pemenuhan hak ini secara bertanggung jawab akan memastikan pergantian kepemimpinan secara tertib dan damai. dan kekerasan dalam rumah tangga. Sesuai dengan prinsip kesetaraan. d. 90 . dan kepentingan bangsa. lembaga bantuan hukum. Dalam kehidupan bermasyarakat kita menjumpai persoalan-persoalan yang begitu kompleks dan tidak dapat diatasi oleh pemerintah semata-mata. Dengan demikian partisipasi dalam pemerintahan tidak hanya berupa hak untuk memilih atau dipilih untuk menduduki jabatanjabatan pemerintah. warga negara memilih orang-orang yang akan duduk dalam pemerintahan dan suara pemilih merupakan mandat bagi pemerintah yang terpilih. kesusilaan. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal bahwa kebebasan manusia memiliki batasan-batasan. Batasan-batasan terhadap Hak dan Kebebasan Warga Negara Dengan pemenuhan hak-hak warga negara tidak dapat diartikan bahwa warga negara dapat melaksanakan haknya tanpa batasan. Penyelesaian masalah-masalah tersebut mengundang partisipasi aktif warga negara. Hak untuk memilih merupakan salah satu hak yang penting sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab warga negara. ketertiban umum.

Berbeda dengan kewajiban. maka tiap warga negara diharapkan menyadari bahwa untuk memenuhi hak-haknya secara penuh ia pun wajib menghargai hak-hak orang lain pula. misalnya pengguna jalan raya. Kewajiban Warga Negara Pembicaraan tentang hak warga negara selalu berbarengan dengan kewajiban warga negara. warga negara juga memiliki tanggung jawab. misalnya kegiatan kelompok tidak akan ditoleransi bila melanggar ketertiban umum atau menggunakan cara-cara kekerasan untuk menekan kelompok-kelompok lain. dsb. Dengan kesadaran bahwa orang lain dan masyarakat juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi. Sebagai contoh. karena hak warga negara. Demokrasi akan berkembang bila warga negara dapat menggunakan hak berpendapat itu tanpa rasa takut. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan ketertiban masyarakat secara umum. yaitu apa yang seharusnya dilakukan. Hal ini diatur dalam KUHP Pasal 310. e. berbohong. sebagai seorang individu. atau membocorkan rahasia negara yang dapat membahayakan negara. harus berhadapan dengan hak orang lain dan hak masyarakat. warga negara tidak boleh menyalahgunakan hak untuk berpendapat dan berbicara serta kebebasan pers dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik orang lain. dalam kasus tertentu.informasi. Dari batasan-batasan terhadap kebebasan warga negara dapat dilihat bahwa hak warga negara bukanlah tak terbatas. pemenuhan kewajiban warga negara juga merupakan tindakan yang memastikan penyelenggaraan negara berjalan baik. Kewajiban warga negara menuntutnya melakukan sesuatu dan jika dia tidak melakukannya maka dia dapat dikenai denda atau. Pihak negara (pemerintah) dapat menetapkan UU atau peraturan-peraturan yang membatasi hak-hak warga negara. menyuarakan pendapat. bahkan dapat dipenjara. menghasut. Namun. 91 . Kewajiban menuntut pemenuhannya walaupun warga negara (mungkin) enggan melakukannya. Pihak yang nama baiknya dicemarkan berhak meminta perlindungan dari yang berwajib. Seperti halnya pemenuhan hak-hak warga negara. Menyuarakan pendapat dengan cara unjuk rasa juga diatur agar tidak mengganggu ketertiban umum. berdiskusi. tetapi pemenuhannya hanya secara sukarela atau tanpa paksaan. Tanggung jawab sebenarnya merupakan bentuk kewajiban juga. Kebebasan berserikat pun memiliki batasanbatasan. pengunjuk rasa wajib memberitahukan rencananya kepada aparat negara terlebih dahulu agar unjuk rasa itu berjalan tertib dan tidak menggangu hak orang lain.

Bilamana hukum tidak dipatuhi. Lihat Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 (sesudah amandemen). seperti tentara dan polisi yang bertugas untuk mempertahankan keamanan negara dan menjaga ketertiban rakyat. Hukum dapat berupa peraturan lalu lintas. 4) mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah). (1) Menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan27 Kalau negara menerapkan prinsip hukum. maka konsekuensinya adalah bahwa hukum harus dijunjung. serta pegawai birokrasi yang bertugas melayani rakyat. melindungi keamanan dan keselamatan warga negara. (3) Membayar pajak Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang penting. antara lain ialah 1) menjunjung/mematuhi hukum dan pemerintahan. dan dengan demikian juga keamanan warga negara. hukum pidana—yang mengatur agar tindakan seseorang/sekelompok orang tidak merugikan pihak lain—dan berbagai peraturan yang ditujukan agar masyarakat dapat hidup bersama dengan rukun. 92 . (2) Membela negara Membela negara merupakan salah satu kewajiban warga negara yang penting. sekolah merupakan sarana yang penting untuk mempersiapkannya menjadi warga negara yang baik. 3) membayar pajak. maka sulit bagi pemerintah untuk menegakkan ketertiban. Penggunaannya antara lain ialah untuk membangun fasilitas yang amat vital seperti pembangunan jalan.Beberapa kewajiban yang harus dijalankan setiap warga negara. Lihat Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 (sesudah amandemen). serta melindungi harta milik mereka. 2) membela negara. (4) Mengikuti pendidikan dasar (wajib sekolah)29 Bagi warga negara.28 Pemenuhan kewajiban ini akan memastikan keamanan negara dan bangsa. gedunggedung pemerintah dan berbagai fasilitas lain. baik oleh pemerintah maupun oleh warga negara. Pajak juga digunakan untuk gaji aparat negara. dan 5) menghormati hak asasi orang lain. Melalui sekolah seseorang mendapatkan pendidikan yang bukan hanya berupa pengetahuan melainkan juga keterampilan dan 27 28 29 Lihat Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 (sesudah amandemen).

tempat kerja. Warga negara diharapkan mampu menghargai dan menerima pendapat orang lain tanpa memandang latar belakang budaya. Dalam interaksi-interaksi tersebut tidak jarang dijumpai adanya perbedaan pendapat atau bahkan konflik. tidak menghasut. Bila pertukaran ide tidak disertai oleh toleransi maka akan terjadi kebuntuan. dsb. karena di alam demokrasi. dan bernegara. seperti memelihara kebersihan halte bus. Bersamaan dengan kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain.kemampuan dasar sebagai warga negara—seperti kemampuan menyuarakan pendapat dalam bentuk lisan dan tulisan. agama. tiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghargai pendapat orang lain. warga negara juga wajib menghargai hak orang lain dengan cara ikut memelihara berbagai fasilitas umum yang digunakan banyak orang. tidak melarang orang beribadah menurut agama atau kepercayaannya atau. Dalam kehidupan sehari-hari. sejauh ini. 30 Lihat Pasal 28 J. Di Indonesia. warga negara juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak-hak orang lain yang tidak sependapat dengannya. kemampuan untuk mencari dan memilah informasi. dsb. aliran politik. Toleransi sangat dibutuhkan dalam negara dengan sistem demokrasi. dan kampus. pimpinan perusahaan tidak melakukan tindakan seperti tidak membayar gaji pegawai. tiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. Kebuntuan berpotensi terjadi di masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang. dan dalam hal yang melibatkan kaum muda. dsb. tidak menjarah harta milik orang lain. tidak melakukan keributan yang menggangu kenyamanan orang lain. yang diwajibkan bagi warga negara adalah mengikuti pendidikan dasar. interaksi sosial merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari. berbangsa. Rasa saling hormat mengarah kepada terciptanya ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Tingkah laku menghormati dan menerima pendapat orang lain ini disebut toleransi. Dalam konteks ini. Solusi dari konflik disebut menghormati hak asasi bila tidak melibatkan tindak kekerasan. Di samping menghargai keberagaman. misalnya di dalam keluarga. dalam hal perusahaan. 93 . (5) Menghormati hak asasi orang lain30 Menghormati hak asasi orang lain merupakan syarat agar hak kita sendiri juga dihormati orang lain. tidak merusak peralatan telepon umum. UUD 1945 (sesudah amandemen).

Evaluasi Kritis terhadap Hubungan Timbal-balik antara Negara dan Warga Negara Bila negara lain seperti AS memiliki piagam hak asasi yang terpisah dari UUD. seperti yang tercermin dalam hak dan kewajiban masing-masing pihak. sebaliknya. hak mengemukakan pendapat. Indonesia tidak demikian. Hanya melalui tindakan timbal-balik dalam pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak—negara dan warga negara—tujuan negara akan tercapai. Pasal 28 A–J. dan budaya (Budiardjo. UUD 1945 (sebelum amandemen) telah mencakup hak asasi di dalamnya. Hak dan kewajiban negara (pemerintah) dan warga negara bersumber dari. 6. Pasal 32 ayat (1) dan (2).31 yaitu bahwa negara harus membuat kebijakan-kebijakan untuk dapat memenuhi hak-hak warga negara. 2008: 248). perdamaian abadi. Pasal 30 ayat (1). sosial. dan. dan diatur dalam UUD. mematuhi hukum. Hal itu menunjukkan bahwa upaya bela negara. hak-hak warga negara akan terpenuhi pula. hak beragama. dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan lain-lain merupakan aktivitas-aktivitas warga negara untuk memenuhi hak negara. Pasal 34 ayat (1). ekonomi. Kewajiban negara secara implisit termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yakni pada alinea keempat yang berisi tujuan negara yang harus dilaksanakan setiap pemerintahan yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. hak untuk mendapat pekerjaan yang layak. Pasal 29 ayat (2). memajukan kesejahteraan umum. (2). Penjajahan Belanda di Indonesia telah menyebabkan para pendiri bangsa bersikap kritis 31 Lihat Pasal 27 ayat (1) dan (2). mencerdaskan kehidupan bangsa.5. Warga negara wajib memelihara dan mempertahankan kemerdekaan negara dan sejumlah kewajiban warga negara yang lain sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. pendidikan. 94 . Kewajiban dan Hak Negara Di atas telah dikemukakan bahwa negara dan warga negara memiliki hubungan timbal-balik. membayar pajak. Pemenuhan kewajiban negara tentu memiliki konsekuensi bagi warga negara—yang pada gilirannya menjadi hak negara. dan keadilan sosial. UUD 1945 (sesudah amandemen). Pasal 31 ayat (1) dan (2). dan (3). dan seterusnya. Hak-hak tersebut termuat dalam Pasal 27—31 yaitu tentang hak di bidang politik. Keempat tujuan tersebut yang menjiwai kewajiban dan tanggung jawab negara sebagaimana tertuang dalam pasal-pasal UUD. Pencantuman hak-hak tersebut memiliki latar belakang sejarah yang menarik. Pasal 28. yaitu hak atas kehidupan.

maka dalam perumusan UUD. kolonialisme. dan budaya. dan kebebasan pers tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh warga negara. Liberalisme dan kapitalisme yang dipraktikkan tanpa batas. terutama di Asia dan Afrika. 95 . dan individualisme. maka UUD 1945 sebelum amandemen telah mencantumkan hak-hak politik. yakni pada tahun 1948 (Budiardjo. hak atas penghidupan yang layak. Pasal 34 UUD 1945 (sebelum amandemen).terhadap paham-paham seperti liberalisme. Pasal 33. Liberalisme pula yang mendorong adanya kompetisi bebas antarnegara sehingga timbul benih-benih kolonialisme yang berakibat pada penjajahan. ada tokoh seperti Hatta yang tetap kokoh untuk mencantumkan hak rakyat untuk mengeluarkan pendapat dan berserikat. hak untuk fakir miskin dan anak terlantar. Pencantuman hak-hak tersebut dilakukan mendahului Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang baru diundangkan tiga tahun kemudian. padahal kesejahteraan merupakan masalah krusial bagi negaranegara yang baru merdeka seperti Indonesia. Tujuan pencantuman hak tersebut tidak lain untuk mencegah timbulnya negara kekuasaan yang berpotensi menindas rakyat. kebebasan berserikat. Dari sejarah perjalanan bangsa terlihat bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat. Dengan demikian. Liberalisme misalnya telah digunakan negara-negara Barat untuk merumuskan hak asasi. ekonomi. keadilan sosial lebih ditekankan. hak ekonomi dan sosial seperti hak mendapat pengajaran.32 Namun. sosial. 2008: 244). Ada satu hal yang membanggakan dan patut diketengahkan di sini. dst. pada masa tahun 1930-an juga menyebabkan krisis ekonomi di negara-negara Barat dan memicu terjadinya perang antarnegara. dari sudut sejarah pemikiran. Dampak penerapan liberalisme dan kapitalisme tersebut telah menyadarkan tokoh-tokoh bangsa bahwa hak-hak politik seperti hak mengeluarkan pendapat dan berserikat yang ditekankan di alam liberalisme tidak mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat atau kesetaraan di bidang ekonomi. kita patut menghargai pemikiranpemikiran tokoh pendiri bangsa kita. Dengan diterimanya usulan-usulan tentang pencantuman hak mengeluarkan pendapat dan berserikat. di tengah kuatnya arus pemikiran untuk lebih menekankan hak atau kemerdekaan warga negara di bidang sosial dan ekonomi. Sebagai jawaban atas masalah tersebut. Pembicaraan tentang pemikiran tentu tidak akan lengkap bila tidak mencakup aspek tindakan dalam bentuk kebijakan negara di bidang pemenuhan hak-hak warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD. kapitalisme. yakni bahwa UUD 1945 memuat hak-hak kolektif. karena adanya batasan-batasan seperti pembubaran partai 32 Lihat Pasal 31. seperti hak bangsa untuk menentukan nasib sendiri (lihat Pembukaan UUD 1945).

politik dan pembredelan pers, dan tindakan sewenang-wenang seperti kekerasan militer (pemberlakuan daerah operasi militer /DOM) di Aceh, kasus Tanjung Priok, dan kasus Trisakti. Faktor-faktor tersebut, bersama-sama dengan keterpurukan ekonomi dan masalahmasalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang kronis, telah mendorong berbagai elemen masyarakat melakukan gerakan reformasi untuk mengakhiri pemerintahan Soeharto. Satu hal yang menarik dan patut dipelajari dari peristiwa-peristiwa tersebut adalah bahwa ketika negara menjadi negara kekuasaan maka negara (dalam hal ini pemerintah) memakai kekuasaan untuk menafsirkan UUD demi kepentingan kekuasaan itu sendiri sehingga dalam praktik rakyat menjadi pihak yang tertindas. Pada masa Orde Baru, sering kali terjadi ketidaksamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat tentang konsep ―kepentingan umum‖ dan ―keamanan nasional‖. Dalam tafsiran pemerintah, tidak jelas kapan kepentingan individu berakhir dan kepentingan umum mulai. Sebagai contoh, dalam kasus penggusuran, penduduk diminta menyerahkan lahannya untuk pendirian fasilitas rumah sakit. Dalam kasus seperti ini, masyarakat biasanya tidak mempersoalkannya, tetapi dalam kasus penggusuran untuk pendirian pusat komersial, interpretasi tentang ―kepentingan umum‖ dapat bertolak belakang karena dapat dipandang sebagai pelanggaran hak asasi. Demikian pula interpretasi tentang ―keamanan‖, tidak pernah jelas kapan keamanan terancam dan kapan unjuk rasa masih dapat ditoleransi sebagai upaya untuk mengeluarkan pendapat. Kekuasaan menafsir ―kepentingan umum‖, ―keamanan umum‖ dan ―stabilitas nasional‖ merupakan monopoli negara (Budiardjo, 2008: 251—253). Negara dengan demikian telah menampilkan diri sebagai negara kekuasaan. Menghadapi situasi demikian, maka memasuki era Reformasi, berbagai elemen masyarakat menuntut penguatan hak asasi. Upaya ini berhasil dengan diundangkannya UU RI Nomor 39 Tahun 1999. Pemberlakuan dan pelaksanaan UU itu merupakan kemajuan hak-hak asasi politik, seperti hak untuk mengeluarkan pendapat, hak berserikat, dan kebebasan pers yang kini dapat dinikmati rakyat secara bebas. Selain itu, terbitnya UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasaan dalam rumah tangga telah menguatkan hak asasi perempuan. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI terdapat pasal yang mengesahkan status anak yang terlahir dari ibu WNI dan ayah WNA. Dengan UU ini, status anak yang terlahir dari ibu WNI adalah mengikuti kewarganegaraan ibunya sampai ia dapat menentukan statusnya sendiri pada usia 18 tahun. UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang

96

pemberantasan tindak pidana perdagangan orang diterbitkan agar bila perkawinan berakhir dengan perceraian, hak asuh anak tetap pada ibu. Adapun pemenuhan hak-hak politik ternyata tidak diimbangi dengan pemenuhan hak warga negara di bidang sosial-ekonomi dan budaya. Saat ini Indonesia masih terbelit oleh masalah pengangguran, pendidikan dan kesehatan yang mahal, kemiskinan, dan korupsi. Kebijakan-kebijakan pemerintah ternyata belum mampu memenuhi tujuan-tujuan yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Kesejahteraan dan keadilan sosial masih jauh dari harapan. Masalah kesetaraan di hadapan hukum pun masih menjadi persoalan sehingga timbul rasa ketidakadilan di kalangan rakyat. Di pihak warga negara, yang juga patut mendapat perhatian khusus adalah bahwa perilaku kebebasan tanpa batas seperti tindak anarki, amuk massa, tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan toleransi dalam hidup beragama, perilaku korupsi, dsb. merupakan cermin melemahnya kesadaran akan pentingnya hukum untuk ketertiban bersama dan menciptakan keadilan. Dengan melihat keadaan yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa masalah keamanan, kesetaraan, dan kebebasan tetap menjadi masalah penting dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pemenuhan hak-hak warga negara di ketiga bidang tersebut memerlukan peran negara. Namun, mengingat permasalahan dalam masyarakat begitu rumit dan beragam, negara juga membutuhkan partisipasi warga negara. Partisipasi politik warga negara merupakan kekuatan penyeimbang bagi kekuasaan negara. Melalui hubungan kerja sama atau hubungan timbal-balik antara negara dan warga negaralah penyelenggaraan negara dapat terarah pada cita-cita bersama sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

97

BAB V INDONESIA DAN DUNIA INTERNASIONAL

Setelah membaca bab ini mahasiswa mampu memahami dinamika hubungan antarbangsa di dunia, serta mampu membangun sikap terbuka dan kritis terhadap peran politik Indonesia di dunia internasional.

1. Hubungan Antarbangsa Hubungan antarbangsa tidak selamanya serasi karena menyangkut kepentingan nasional masing-masing. Kepentingan nasional antara dua bangsa/negara dapat berbeda, malah saling berbenturan. Perbedaan kepentingan yang menimbulkan pertentangan biasanya disebut konflik. Dalam perkembangannya konflik dapat meruncing dan berlanjut dengan penggunaan senjata. Keadaan terakhir itu disebut perang. Gambaran plastis hubungan antara dua negara dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, integrasi (kerja sama); hal ini dapat terjadi karena kepentingan dua negara sejalan. Kedua, konflik (pertentangan); hal ini dapat terjadi karena kepentingan masing-masing negara saling bertentangan. Untuk yang kedua ini, ada beberapa cara penyelesaiannya yaitu tindak kekerasan, penekanan atau pemaksaan (coersion), dan akomodasi. Tindak kekerasan biasanya berupa penyelesaian dengan perang bersenjata. Dalam hal penekanan atau pemaksaan, biasanya salah satu negara melakukan gerakan provokasi agar negara lainnya takut/tunduk, misalnya dengan mengadakan latihan militer di daerah perbatasan. Akomodasi ialah keadaan kedua bangsa saling menghormati dengan koeksistensi, kompromi, dan kompetisi kepentingan secara sehat. Peningkatan atau eskalasi konflik antarnegara bagaikan sebuah spektrum. Eskalasi dimulai apabila salah satu negara merasa dirugikan yaitu ketika, umpamanya, upayanya untuk memakai produksi sendiri terganggu. Keadaan ini biasanya berlanjut dengan peningkatan tarif bea masuk, kuota perdagangan, pembatasan peredaran valuta asing, konsesi dagang dengan negara (mitra) tertentu, hal yang sudah barang tentu akan dibalas oleh negara yang tidak mendapat konsesi dengan cara boikot dan/atau sabotase atas barang negara ―lawan‖ (yang

98

Peran Indonesia dalam Hubungan Antarbangsa Butir keempat dari tujuan nasional Indonesia sebagaimana tertulis pada Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 asli merupakan ―politik bebas aktif‖. dan kimia (Eccles. Dalam perang dingin dapat terjadi ―perang terbatas‖ dengan tanda-tanda seperti penahanan kapal ―lawan‖ dengan muatannya. kemudian pernyataan perang yang dilanjutkan dengan penggunaan satuansatuan Angkatan Perang (Darat. Bagi bangsa Indonesia kedua upaya ini merupakan hak dan kewajiban. yaitu negara-negara yang dianggap tidak dipengaruhi oleh Barat (Huntington. Hal ini diatur dalam Pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1) UUD 1945.tidak memberi konsesi). Untuk mengatasi eskalasi seperti itu masing-masing negara biasanya menyiapkan warga negaranya untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara maupun upaya pertahanankeamanan. 99 . Pada pertengahan abad XX. disebut perang dingin. Pada abad XVII dua blok yang saling berhadapan adalah dinasti Bourbon di Eropa Barat dengan dinasti Hapsburg di Eropa Tengah. yang sebenarnya merupakan upaya koersi kedua blok tersebut. Bahkan perang dapat menjadi tidak terkendali apabila tidak segera diselesaikan. antarmasyarakat maupun antarbangsa selalu melibatkan masyarakat atau bangsa lain sehingga terbentuk blok-blok. Dalam pengertian ini negara koloni dianggap masuk ke blok Barat. 2. masing-masing blok liberal (blok Barat) dan blok sosialis (blok Timur). Pembentukan kedua blok didasarkan pada ideologi yang berkembang pada abad XX. 1959: 13). Pasca-Perang Dunia I. Ini merupakan keunikan hukum tentang hak dan kewajiban warga negara di Indonesia. pasca-Perang Dunia (masa perang dingin). Perang panas atau perang terbuka dimulai dengan pencaplokan atau aneksasi teritorial. Keadaan ini. sekitar tahun 1920-an dunia seolah-olah dibagi hanya atas dua sebagai dunia Barat dan sisanya. insiden perbatasan. Perang tidak terkendali apabila kedua pihak menggunakan senjata nuklir. 1998: 23—26). biologi. Blok Barat merangkul mantan musuhnya dalam Perang Dunia II. Kebijakan politik bebas aktif dilakukan untuk menghadapi kenyataan adanya dua blok negara pemenang Perang Dunia II. di samping blok Barat dan blok Timur muncul pula blok lain yaitu negara-negara yang baru merdeka. dan Udara). dan huru-hara yang dikendalikan dari luar. Kedua blok itu berupaya menyelesaikan konflik dengan perang dingin. Sejarah konflik antarmanusia. yang mirip dengan keadaan perang tetapi tanpa penggunaan senjata. Laut.

dan dimasukan dalam pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO). Indonesia bersama India. apalagi setelah krisis ekonomi. Secara tidak langsung arah politik kita cenderung ke demokrasi liberal. Gerakan yang dipelopori Indonesia itu mendapat respons dari Mesir pasca-tergulingnya monarki dan berhasil mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menjadi cikal-bakal Gerakan Non-Blok. Dalam gerakan ini Indonesia termasuk negara pemrakasa (Huntington. pada era ini bergabung dengan negara-negara Asia dan Afrika. 2004: 1062). Jepang dan Jerman Barat menjadi raksasa ekonomi baru dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Negara-negara yang tergabung dalan gerakan non-blok dikenal sebagai negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang (NSB). Kedua blok (Barat dan Timur) berupaya menarik negara-negara merdeka baru ke dalam blok mereka masing-masing. Di era ―Perang Dingin 1960-an‖ juga terjadi krisis politik di Indonesia. Dalam pada itu. Kedua negara itu mengalahkan negara-negara pemenang perang. Akibatnya. dan politik melanda negara-negara anggotanya. Negara-negara Amerika Latin yang sebelumnya pro Barat. Jepang dirangkul dan dipayungi oleh Amerika Serikat selama Jepang bersedia menjadi negara demokrasi liberal. budaya. Sepeninggal mereka. Namun. gerakan non-blok menjadi kurang efektif. Pada era Perang Dingin 1960-an ke dalam blok baru itu kemudian bergabung Yugoslavia yang sedikit merenggang dengan blok negara-negara demokrasi sosialis. Sri Langka dan Myanmar (dahulu Birma) berupaya agar negara baru tidak terseret ke dalam salah satu kubu. Pakistan. lebih pesat perekonomiannya daripada Prancis. Ini tidak lain karena Jepang dan Jerman Barat meminimalkan biaya keamanan nasionalnya yang telah dipayungi oleh blok Barat (sekutu). termasuk sistem agraria dan pendidikan (Robert. Gerakan selanjutnya berupaya melakukan pemurnian ideologi Pancasila dan UUD 1945 secara konsekuen dan merumuskan paradigma tata kehidupan nasional dengan menyusun doktrin-doktrin dasar. sosial. Presiden Soeharto sebagai kepala pemerintahan memprioritaskan pengamanan dalam negeri dan sekaligus pembangunan ekonomi dalam negeri. 1998: 24—25). misalnya. Jerman Barat. dengan maksud agar dapat meredakan ketegangan dunia. Legitimasi doktrin-doktrin dasar 100 . Gerakan non-blok berperan penting dalam meredam konflik atau perang dingin. mengingat bahwa syarat utama gerakan ini adalah kestabilan politik pada masing-masing negara peserta. sangat disayangkan bahwa pimpinan (elit politik) negara-negara pemrakasa kurang memberi kesempatan kepada generasi yang lebih muda sehingga terkesan kurang demokratis.Jerman Barat.

Era globalisasi ditandai oleh kemajuan teknologi dalam bidang transportasi—terutama setelah pesawat terbang digunakan sebagai angkutan masal. yang tidak lain merupakan bentuk liberalisasi ekonomi dunia. ASEAN). Berbagai Kecenderungan di Era Globalisasi Dekade akhir abad XX dan awal abad XXI disebut masa (era) globalisasi. ekonomi dan sebagainya. tiga di antaranya menyebabkan penggunaan sumber daya alam—terutama yang tidak dapat diperbaharui—yang berlebihan. Hubungan dengan negara tetangga yang selama itu ―kurang baik‖ dibangun kembali dengan mendirikan perhimpunan negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. 3) penemuan persenjataan baru (yang lebih modern). dan 4) kebangkitan demokrasi. 1942: 4—7). yang berawal dari perebutan sumber daya alam. Negara maju dan kaya mencita-citakan dunia tanpa batas. Di era ini muncul konsep ―dunia tanpa batas‖ yang pada hakikatnya adalah perkembangan dari berdirinya perusahaan-perusahaan multinasional (multinational corporations). Pada era ini pula orang terdorong menjadi warga negara dunia (kosmopolit). Oleh karena itu isu era globalisasi diidentikkan dengan pemanasan global dan perebutan wilayah sumber daya alam (Wright. Dari keempat penyebab perang itu. Oleh karena itu tidaklah salah apabila Wright berkata bahwa perang fisik dipicu oleh 1) dunia yang ―menciut‖ sebagai akibat kemajuan teknologi transportasi. Konflik fisik masih terjadi baik dalam rangka perebutan wilayah secara fisik maupun melalui maya. yaitu melalui pengaruh budaya. 3. Pada masa ini setiap negara menjadi negara terbuka untuk perdagangan bebas. Dalam konsep ini seorang pembeli dianggap sebagai raja. Tidaklah mengherankan apabila akan terjadi konflik antarnegara maupun interen negara nasional yang dipicu oleh perbedaan persepsi mengenai nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dunia tanpa batas akan merugikan bangsa yang sedang berkembang apabila bangsa itu tidak memiliki karakter nasional yang kuat dan intelektual yang tinggi. 2) ―percepatan‖ jalannya sejarah sebagai akibat kemajuan teknologi telekomunikasi. tetapi dalam kenyataannya dia terpaksa membeli 101 . baik untuk penumpang maupun barang— telekomunikasi—yang kini telah berkembang menjadi teknologi informatika—serta semangat perdagangan bebas. Implementasi kedua doktrin itu dalam politik luar negeri dimulai dengan upaya pembangunan stabilitas politik dan ekonomi di kawasan regional.adalah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan Ketahanan Nasional sebagai geostrategi melalui ketetapan MPR.

Kecenderungan politik sebenarnya menjadi penyebab awal kebangkitan demokrasi. banyak negara demokrasi sosialis terpaksa harus segera melakukan perubahan dengan menyesuaikan diri dengan mitra dan lingkungan strategisnya.barang hanya demi menjaga gengsi—memakai merek tertentu. Banyak negara nasional pecah menjadi negara kecil yang berbasis etnik. baik antarnegara maupun di dalam negara nasional sendiri. Akibat lanjutannya. termasuk negara maju. Timbul konflik. dan ideologi. 1991: 34—71). dan tidak mustahil juga akan mengarah kepada tindak-tindak kriminal antarnegara. berlanjut dengan krisis politik. Berdasarkan uraian di atas. Konflik-konflik yang semula berbasis ekonomi banyak diselesaikan melalui politik sambil menunjukkan identitas masyarakat (Huntington. Kelompok-kelompok etnik saling berhadapan dan berjuang untuk kepentingan etniknya dan tidak jarang diselesaikan dengan kekerasan. Krisis ekonomi dianggap sebagai penyebab awal kecenderungan ekonomi global. terutama di negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. budaya. Akibatnya. yang mengarah kepada penjajahan sosial. Persaingan penjualan hasil produk akan dimenangkan oleh perusahaan yang mampu merakit barang berkat penyebaran teknologi (dispersion of technology). 1998: 21). terutama sejak runtuhnya tembok Berlin. tidaklah salah apabila dikatakan bahwa era globalisasi merupakan bentuk kolonisasi perusahaan multinasional melalui dunia maya. Perusahaan besar akan tetap membina perusahaan kecil dan mungkin ikut membiayai penelitian dan pengembangan sehingga produknya dijadikan modal tetap sebagai biaya tetap (fixed cost). Pada awal era globalisasi. Euforia runtuhnya tembok Berlin dan keinginan terbentuknya dunia tanpa batas menjadikan banyak negara menjadi tidak aman dan damai. blok demokrasi sosialis mendapat bencana multi-dimensi yang berawal dengan krisis ekonomi. Dalam hal ini sistem politik negara-negara Barat dianggap ―lebih baik‖ daripada yang dilaksanakan di 102 . Semangat untuk mengadakan perubahan segera dan cepat juga melanda banyak negara lain. ekonomi. dan berakhir dengan kebangkitan demokrasi. Oleh karena itu perusahaan yang berupaya mempengaruhi konsumen menjadi perusahaan multi-nasional yang didirikan oleh beberapa negara (Ohmae. Masalah mata uang dan negara (currency and country) akan menjadi kendala apabila perusahaan itu dimiliki oleh satu negara. tidak mustahil terjadi tindak-tindak kriminal yang diikuti oleh gerakan politik yang akan berakhir dengan kejatuhan negara nasional baru. Sudah barang tentu konsep ini akan ditolak oleh negarawan dan politisi nasional yang patriotik.

pendidikan kepribadian dan karakter perlu dibangun dengan baik dan terusmenerus. Timbul benturan budaya yang berlanjut dengan pecahnya negara nasional menjadi negara yang bersifat etnik atau agama.negara-negara blok Timur dan di negara-negara sedang berkembang. 1998: 207). maka kini berbentuk demokrasi dan ekonomi liberal. Kalau pada abad pertengahan kolonialisme berbentuk fisik. Inggris. Australia. dan konsep politik nasional. Kecenderungan yang mengutamakan hak daripada kewajiban mulai ditinggalkan sehingga muncul Gerakan Tanggung Jawab Insani (Human Responsibilities Movement). Menurut 103 . Negara-negara Eropa yang takut ditinggalkan berupaya ―tampak‖ ikut berperan. Isu-isu yang mereka kembangkan adalah perang melawan terorisme internasional dan penegakan demokrasi. terutama negara-negara Anglo-Sakson (Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan Kanada bergeser ke Barat karena melihat kesempatan yang lebih besar. Namun yang patut diwaspadai adalah keinginan Barat. Pada era ini. Oleh karena itu. Budaya dan kearifan lokal bersaing ketat dengan budaya pop yang mendunia. Kanada. misi. Apa yang terjadi di dunia pada saat yang bersamaan dapat diketahui melalui media elektronik di rumah-rumah masyarakat lainnya. strategi. Berdirinya negara-negara nasional baru dengan pendekatan budaya/etnik dan agama menambah pengelompokan satuan budaya. Banyaknya satuan budaya dapat dikelompokkan menjadi satuan budaya besar yang merupakan garis perbatasan (frontier) budaya. Oleh karena itu isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia yang didengung-dengungkan Barat menjadi mendunia. Kecenderungan ekonomi terjadi karena pergeseran pusat perekonomian dunia ke arah kawasan negara-negara Pasifik. dunia seolah-olah pecah karena pengaruh perkembangan kebangkitan budaya bangsa (Huntington. Jepang muncul menjadi raksasa ekonomi. Kecenderungan sosial budaya juga diakibatkan oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dengan makin berkembangnya teknik informatika. dan Selandia Baru) untuk tetap menguasai dunia. Kecenderungan bentuk pertahanan keamanan dipengaruhi oleh runtuhnya blok Timur yang merupakan isyarat perubahan pada visi. Sudan menjadi negara terakhir (sampai dengan tahun 2011) yang pecah menjadi negara nasional yang bersifat etnik dengan menjadi Sudan (dengan mayoritas penduduk beragama Islam) dan Sudan Selatan (dengan mayoritas penduduk Kristen dan yang belum beragama). Konsep visi dan misi pertahanan keamanan diciptakan oleh masing-masing negara. Rusia juga bereaksi dengan berusaha menampakkan kekuatannya di kawasan Pasifik.

1980: 1). termasuk Sachalin Utara. d) sebagian wilayah eks Uni Sovyet. 159). sosial.Huntington kini ada sembilan satuan budaya besar atau utama. Penggunaan kekerasan yang menonjol ini juga merupakan salah satu cerminan dari kebangkitan demokrasi (Wright. 4. and absolute power corrupts absolutely” (Cohen dan Cohen. 8) budaya Buddha di daerah Asia Tenggara. 1998: 27. maka pada masa pasca-Perang Dingin hal itu diwujudkan melalui kekuatan ekonomi. Belanda. 7) budaya Kristen Ortodoks yang meliputi wilayah dengan mayoritas penganut agama Kristen Ortodoks di perbatasan sebelah Timur dari Eropa Tengah hingga eks Uni Sovyet. dan Perancis). 104 . Vietnam. 2) budaya Amerika Latin. dan perdagangan dan mungkin dapat mengarah ke politik kekuatan (Huntington. mulai dari Mexico hingga Argentina (kecuali tiga negara Guyana (eks jajahan Inggris. Mereka tetap berusaha melebarkan pengaruhnya ke arah negara yang lemah sebagai perwujudan konsep ruangnya. 1942: 4—7). Indonesia dan Globalisasi Indonesia pada awal era ini juga dilanda bencana nasional. Pasca-robohnya Federasi Uni Sovyet. dan memerangi terorisme. dan Korea. b) sebagian Balkan. upaya melindungi dan membantu gerakan hak asasi manusia. 5) budaya Sinik yang meliputi wilayah Cina. Masyarakat kita berpikir dan bertindak cepat atas dasar intuisi tanpa memperhitungkan akibat perilakunya. Salah satu akibatnya adalah budaya kekerasan menjadi menonjol. c) Somalia. Kesembilan garis perbatasan budaya tersebut adalah 1) budaya Barat yang meliputi negara-negara dengan mayoritas penduduk Kristen Barat yang juga dikenal sebagai negara-negara Barat modern sekuler. blok Barat—terutama negara-negara dengan latar belakang mayoritas etnik Anglo-Sakson—kehilangan musuh. 28. Apabila pada masa lalu (awal abad XX) konsep ruang diwujudkan melalui mekanisme politik dan militer. dan 9) budaya Jepang (Sinto) yang meliputi Jepang. Pada era globalisasi upaya mereka itu dilakukan dengan dalih demokratisasi di negara yang kurang demokratis. Negara-negara itu memiliki kekuasaan mutlak sehingga Lord Acton (1834—1902) mengatakan ―Power tends to corrupt. 6) budaya Hindu. dan e) Indonesia. etnik. ajaran agama. 3) budaya Afrika. Garis perbatasan ini saling mempengaruhi melalui budaya. yang berawal dari krisis ekonomi dan moneter dan kemudian berkembang menjadi krisis budaya yang menyentuh segenap sendi kehidupan bangsa. mulai dari Afrika Tengah sampai ke Selatan. 4) budaya Islam di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang mencakup a) Afrika Utara.

Singapura. Kerja sama itu tidak dalam bentuk pakta pertahanan. Konsep ASEAN kini banyak dikembangkan pada era globalisai dengan pembentukan badan atau forum seperti 1) South East Asia Association for Regional Cooperation (SAARC). Dimensi internasional doktrim ketahanan nasional dijabarkan melalui konsep ketahanan regional. Laos. dan Thailand. kekuatan ekonomi. Bahkan kini negara-negara Eropa daratan membentuk Uni Eropa. Pada kasus ini Indonesia telah memprakarsai pembentukan Perhimpunan Negara Asia Tenggara (Association of South East Asia Nations. Konsep pembentukan ASEAN ini merupakan konsep geostrategi berlapis. Kerja sama regional merupakan strategi untuk menghadapi negara yang lebih kuat sehingga negara-negara anggota mempunyai posisi tawar yang lebih kuat pada era perdagangan global. Kerja sama regional dan internasional hendaknya merupakan implikasi doktrim geopolitik dan geostrategi dalam dimensi internasional dan ditujukan untuk meningkatkan daya tawar untuk menghadapi negara-negara adidaya. 2) South-Pacific Forum (SPF). dan sumber daya. meskipun sebelumnya telah terbentuk pesatuan negaranegara Skandinavia yaitu Swedia. dan kekuatan militer yang siaga.Untuk menghadapi kondisi ini. Indonesia. dan Vietnam bergabung. dan persatuan negara-negara 105 . kerja sama bilateral saja tidak cukup sehingga harus dikembangkan kerja sama regional dan internasional. Malaysia. Bagi Indonesia ASEAN merupakan lapis pertama geostrategi. Jumlah negara anggota ASEAN pada saat ini telah berkembang menjadi sepuluh negara yaitu setelah Brunei Darussalam. ASEAN) pada tahun 1967. dengan komponen stabilitas politik. Myanmar (dahulu Burma). budaya. yakni Filipina. Kamboja. Norwegia. Pembentukan kesatuan negara regional diharapkan meningkatkan ketahanan nasional masing-masing negara anggota. Kerja sama regional lapis pertama sesungguhnya merupakan posisi garis perbatasan budaya karena terbentuk berdasarkan kesamaan budaya. dan Denmark. karena hal itu akan mengarah kepada perlombaan pengembangan kesenjataan. yang pada awalnya terdiri dari lima negara. sedangkan keikutsertaan Indonesia dalam Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan konsep geostrategis lapis kedua. Oleh karena itu ketahanan regional sangat tergantung pada semangat kebersamaan di antara anggota dan adaptasi sesama anggota. dan 3) Gulf Countries Council. Wilayah regional diartikan sebagai daerah sekitar negara dengan penekanan pada wilayah yang homogen atas dasar ciri geostrategis dan dapat berupa persamaan ras.

Nederlan. Untuk itu diperlukan daya tawar kolektif (collective bargaining power) dari negara-negara sedang berkembang sekawasan. Konsep inilah yang merupakan konsep ketahanan nasional Indonesia yang disebut ketahanan berlapis. 2) International Standard Organization Code. negara maju—baik adidaya maupun negara ―kecil‖—menciptakan hambatan yang seolah-olah ―wajar‖ dengan ketentuanketentuan seperti: 1) eco-labeling. Untuk menghadapi negara-negara sedang berkembang.BENELUX (Belgia. dan Luksemburg). Ini menunjukkan bahwa proksimitas geografi lebih diutamakan untuk mempermudah kohesi dan respon bersama menghadapi perubahan global yang tidak menentu. 106 . dan 3) International Safety Management Code.

―The European Nation State: Its Achievements and Its Limits. Jakarta: Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ma: US Naval Institute. 1996. Logistics in the National Defense. Jakarta. Jakarta: Direktorat Perjanjian Internasional. M. dan Ember.. 2008. Departemen Luar Negeri. J.. Jakarta: KOPKAR PTP. Insist Press dan Pustaka Pelajar. Komunitas-komunitas Terbayang (terjemahan).. 1994. 2001. 107 . Jakarta: CSIS. Basry. 1995. 1983. Anthropology (edisi ke-9). 1973. on the Past and Future of Sovereignty and Citizenship‖.M & M. Habermas. Wawasan Nusantara.J. 1980. 2006. 2002. Henry E. New Jersey: PrenticeHall. 1996. B. Kepustakaan Populer Gramedia. Penyunting: Mulyawan Karim. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa): Bagian I & II. 2010. Penerbit Buku Kompas. 1959. Buku dan Makalah Anderson. Azra.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Untuk Apa Kita Merdeka: Kumpulan Amanat Bung Karno di Sumatera dalam Masa Perang Kemerdekaan 1945--1948. Budiardjo. Jakarta: FPP ‗45. Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. John M. 1995. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.. Mapping the Nation. Basrie. Jurgen. Grand Strategy: Principle and Practices.. The Pinguin Dictionary of Quotations. Revisitasi Pancasila. Hasjim. Dalam Rindu Pancasila. Jakarta. dalam Gopal Balakrishnan (ed. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Gonick. 2000. Keputusan Presiden: Analisis Keppres RI 1987—1998. Bertens. Jimly. Kartun Riwayat Peradaban. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Cohen. Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. Djalal. Collins. Front Pembela Proklamasi ‗45. 2005. Annapolis. 2001. Melvin. Harrisburg. Indonesia and the Law of the Sea. Jakarta: LIH ITI. Anna. Erliyana. London: Verso. Chaidir. Ember. L. Jiid 1. Yogyakarta. Etika. Evaluasi ST MPR 2002 Perubahan UUD 1945. 1995. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.DAFTAR PUSTAKA A. Eccles. Miriam. Pa: Stackpole Coy. Carol R. Middlesex:. Hasan. K. Inc. A. Dasar-dasar Ilmu Politik. Asshiddiqie.

Jakarta: Djambatan. Koentjaraningrat. ―Orientasi Nilai Budaya dalam Kebudayaan Nasional Indonesia. PSP-Press. Hitlin. Konsistensi Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Negara. S. Haviland. Kusuma. The Clash of Civilization and the Remaking of World Order. Jakarta: Penerbitan dan Balai Buku Indonesia. Hardi. 1986. 2003. Pebruari 1977. Kusumaatmadja. Salemba Humanika. Sistem gotong-royong dan jiwa gotong royong. Bandung: Tarsito. th. 11 Maret 1987. Kaelan. Inc. Bandung: Alumni. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Koentjaraningrat. Jakarta: PT Gramedia. Social Psychology Quarterly. Bianglala Hukum. 1998. ―Kebudayaan Nasional Indonesia. 1987b. Kusuma. Terbitan khusus. 2000. 1987a. Yogyakarta. (ed. Hatta. 1981. Bunga Rampai Antropologi Hukum. 9 Maret 1987. __________.v. M. Kebudayaan. 2002. Individu dalam Kelompok. ____________. Konsep Hukum Negara Nusantara pada Konvensi Hukum Laut III. 2. S. Mentalitas. 1995. B. Jun 2003. 2004. Jakarta: Rineka Cipta. Penyunting: Sarlito W Sarwono dan Eko A Meinarno. 1985. Mochtar. 1993. Yogyakarta: Paradigma. A. W. 1953. Dalam Psikologi sosial. Berita Antropologi. Huntington. 1984. 108 . dan Pembangunan. 1977. Kartodirdjo.O. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Muhammad. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. 2010. Anthropology (ed. Orlando: Harcourt. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2002. 30. London: Tochtone Books. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.‖ Kompas. 66. Pendidikan Pancasila Edisi Reformasi. T. Samudera Merah Putih 19 September 1945. A. Antropologi. ______________. ke-9). Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. Sartono.Halida. Samuel T. Tudjuan dan Politik Pergerakan Nasional di Indonesia. Jilid 1. ______________. 2003. IX No. Kumpulan Karangan s.). Pengantar Ilmu Antropologi. ______________. _______________. 2009. Jakarta. RMAB. R. 1999. Ihromi. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Pustaka Jaya. Lasmidjah.‖ Kompas. Values as the Core of Personal Identity: Drawing Links Between Two Theories of Self. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional Jilid 2.

Poesponegoro. Meinarno. PT Gramedia Pustaka Utama. Fakultas Ilmu Budaya Indonesia-Akbar Media Eka Sarana. Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. 21-24 Juli. Ross. 1973. Bunga Rampai Ketahanan Nasional: Konsepsi dan Teori. EA. Jakarta. 2012. Purnomo. Prenada Media. London: Fontana. Panitia Lemhannas. Jakarta: Erlangga. Meinarno. Jakarta: PT. New York: Mc Graw Hill. R. 109 . Ali Basja. & Etnisitas: Mendamaikan Persaingan Identitas. Latif. Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi. (diktat untuk KRA) Jakarta: Lembaga pertahanan Nasional. 1979. Salemba Humanika. Y. EA. 2006 (direvisi oleh Thompson dan Clinton). Relasi Sosial Antarkelompok Agama di Indonesia: Integrasi atau Disintegrasi? Dalam Sistem sosial Indonesia.. Lauder. Moh. 2011. N. A. 2011. TK. Yogyakarta. Olson. Jakarta: Ripers Utama. 31. EA. 1993. Nation and Identity. Kenichi. MD. Sekilas Mengenai Pemetaan Bahasa. Mirhad. 266-285. Jakarta. Widianto.. Attitudes.. How Pancasila form the national identity of Indonesian people? Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. 1999. The Borderless World. JM. Halida. Jakarta. 2011. Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat: Pandangan Antropologi dan Sosiologi. ME. Juneman. (2009).. 1980. Penyunting: Paulus Wirutomo. Jakarta: Balai Pustaka– Lemhannas. Relations between Values. Morgenthau.. Ohmae. Hans J. Oomen. New York: Routledge. Notosusanto. Lembaga Pertahanan Nasional. Hubungan Pancasila dan Identitas Nasional: Masihkah Remaja Kita Mengingatnya? Laporan penelitian hibah riset pascasarjana Universitas Indonesia tahun 2011. GR. 2007. dan Aktualitas Pancasila. UI Press. 1995 Markum. Wawasan Nusantara. Raja Grafindo Persada Maio. Jakarta. LR. P. Rasionalitas. Loebis. 2009. B. Power and Strategy in the Interlined Economy. Meinarno. Balai Pustaka Poole.. Antropologi & Pembangunan Indonesia. and Behavioral Intentions: The Moderating Role of Attitude Function. 1995. 1991. Kebangsaan. R. 2005. Kreasi Wacana. Jakarta. Sejarah Nasional Indonesia II. Negara Paripurna: Historitas. Polititcs among Nations: The Struggle for Power and Peace. Yogyakarta. 2011. Marzali. Kewarganegaraan. Journal of Experimental Social Psychology. Jakarta.. MRMT.Kusumadewi. Mahfud MD. Asas-asas Ilmu Bangsa-Bangsa.

Agustin.M. The Free Press. Sunardi. Dalam Sistem sosial Indonesia. Somantri. The Measurement of Pancasila: An Effort to make Psychological Measurement from Pancasila Values. Penyunting: Paulus Wirutomo. S. Febriana. Islam and the Ideology of Tolerance. 1992. Relasi Gender dalam Masyarakat Indonesia. Sistem Sosial Budaya Indonesia.. Seda. Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2012. R. The Nature of Human Values. Ranjabar. Penyunting: Andrew Simpson. Sage Publication. Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian.. Rida. Simpson. Suwartono. EA. Kamus Besar Bahasa Indonesia. M. UI Press. Dalam restorasi Pancasila: Mendamaikan politik identitas dan modernitas. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Buku I: Akar-akar Kebangsaan Indonesia. GR. Politics in Indonesia: Democracy. Jakarta: Balai Pustaka. Suku Bangsa dan Hubungan Antar Suku Bangsa. Jakarta: Kuaternita Adidarma. Z. Tesis strata dua Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional. N. Rinjin. SM. 1995.. Juli 2010 110 . Oxford University Press.. PSP-Press.. Indonesia. Ramage. Penyunting: Irfan Nasution dan Ronny Agustinus. 2006. Jakarta: Kompas. 2002. Sekretariat Negara Republik Indonesia.Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. DE. Suparlan. K. RRS. Jakarta: Ghalia Indonesia. Shakuntala. Yogyakarta. Dipaparkan dalam seminar CICP. Universitas Indonesia. 2010. Parsudi. 1995. Jacobus. Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Pancasila. FSSE. Routledge. 2005. Dalam Language & national identity in Asia. New York. Menjadi Indonesia. Yogyakarta.. Simbolon. 2004. Jakarta. Jakarta. 2001. Meinarno. Pancasila dalam Perubahan Sosial-Politik Indonesia Modern. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan Dasar Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. C. 2006. 2010. M. London. Oxford. Rokeach. Robert. Hopkins. 1973. E. Tidak dipublikasikan. London: . The New Peguin History of the World. Dalam konsistensi Nilai-nilai Pancasila dalam UUD 1945 dan Implementasinya. London. 2004. A... J. Reicher. 2007. Contestation and Mobilization. 1988. Parakitri T. Self and Nation: Categorization.

_________. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Wright. Quincy. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Undang-undang Republik Indonesia. Jakarta. C. _________. _________. Dalam Buku ajar 1: Filsafat. 1942. Bahasa. Dalam Sistem sosial Indonesia. Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 65-93. Tajfel. _________. B. Penyunting: Bagus Takwin. Yogyakarta. Proceeding International Conference of Revisited Asian Society. UI Press. P. P. dan Lambang Negara. Depok. Social Identity and Intergroup Behavior. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5035. Takwin. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Tim Pengajar Antropologi Budaya Fakultas Hukum Universitas Indonesia.Suwartono. 2011. Dalam Sistem sosial Indonesia. Wirutomo. 21-24 Juli. Menyongsong Masa Depan Integrasi Masyarakat Indonesia. Integrasi Sosial Masyarakat Indonesia: Teori dan Konsep. 2000. 2011. penyunting: Paulus Wirutomo. Lamuddin Finoza. Wirutomo. penyunting: Paulus Wirutomo. 2012. _________. serta Lagu Kebangsaan. UI Press. Kekuatan dan Keutamaan Karakter sebagai Hasil dari Daya-daya Spiritual. Buku Ajar Antropologi Budaya. Meinarno. Social Science Information. Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. dan kekuatan dan keutamaan karakter. Study of War. logika. _________. EA. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Universitas Indonesia. 2012. 65. Chicago: The University of Chicago Press. Undang-Undang Dasar 1945 (sebelum dan sesudah Amandemen I sampai dengan IV). etika. Daftar Gambar 111 . pp. Jakarta. _________. B. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 1974. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109. _________. Undang-Undang Nomor 24 Tahun1992 tentang Penataan Ruang.. H. Construct Validation of Pancasila Scale: An Empirical Report. H Zakky Mubarak. 13.

caloriecount.about.about.com/images/medium/2325poster.r:6.co.r:1.com/baca/2011/07/13/yuk-nonton-shootinggaruda-di-dadaku2.indowebster.web.us/img51/8526/tan govanillasugarfree.r:7.imageshack.co.com/freevectors/art-designs/free-vector-worldmap/&imgurl=http://vectorya.id/showthread.s:0.co.gif&zoom=1&w=4500&h=2234&iact=hc&ei=zP7hTLHCcPQceTg8YsM&oei=wP7hTLzEEYq8vgOE9KjVDg&esq=2&page=2&tbnh=80&tbnw=16 1&start=8&ndsp=10&ved=1t:429.id/imgres?q=wafer+tango&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=excensyo8 KZYhM:&imgrefurl=http://www.jpg&w=400&h=300&ei=j6feT8vXDofOrQfhldXGDQ&zoom=1&biw=1366&bih=558 Gambar peta Indonesia: Gambar peta dunia: gambar dunia: http://www.id/imgres?q=garuda+di+dadaku&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=VLa cUBdcY2u90M:&imgrefurl=http://bicarafilm.google.html&docid=Jufl8WJ9zzhvUM&imgurl=http://bicarafilm.Gambar The Patriot: http://www.google.php%3Ft%3D160748%26p age%3D91&docid=JZLESngNxFZcgM&imgurl=http://img51.s:8&biw=1024&bih=388 (Nov. 2010) 112 .s:57.google.com/images/medi um/loacker-wafers-sandwich-hazelnut101966.com/gallery/data/media/8/A_large_blank_world_map_with_oce ans_marked_in_blue.jpg&w=200&h=165&ei=06TeTPgMM_jrAfehZ3IDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=165&vpy=244&dur=2182&hovh=132&hov w=160&tx=81&ty=98&sig=110374437010778634995&page=1&tbnh=132&tbnw=160&start =0&ndsp=12&ved=1t:429.co.jpg Gambar wafer Tango: http://www.i:254&biw=136 6&bih=558 Gambar poster film Garuda di dadaku: http://www.google.com/tmp/swotti/cacheDGHLIHBHDHJPB3Q=RW50ZXJ0YWLUBWVU DC1NB3ZPZXM=/imgthe%20patriot3.com/calories-loacker-wafersi183107&docid=Fo5jl3JxNikwQM&imgurl=http://static.id/imglanding?q=world+map&hl=id&gbv=2&tbs=isch:1&tbnid=wJme Qu2avHIOMM:&imgrefurl=http://vectorya.i:88&biw=1366&bih=558 Gambar wafer Loacker: http://www.id/imgres?q=wafer+loacker&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=1_lf60m hSPmISM:&imgrefurl=http://caloriecount.swotti.jpg&w=200&h=200&ei=P6beT637AsXsrAfwweGsDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=335 &vpy=249&dur=1064&hovh=160&hovw=160&tx=60&ty=104&sig=1103744370107786349 95&page=4&tbnh=160&tbnw=160&start=57&ndsp=18&ved=1t:429.

. Beberapa bentuk karyanya adalah dalam bentuk artikel dalam jurnal nasional. Eko A. dan S2 di Program Studi Kajian Wilayah Amerika. Ismala Dewi adalah tenaga pengajar tetap di Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk Mata Kuliah Antropologi Budaya. Program Pascasarjana Universitas Indonesia. pemeliharaan. juga sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu Akademik FHUI.I. Antropologi Hukum. Minatnya terhadap kondisi sosial membuatnya berkecimpung di Psikologi dengan peminatan Psikologi Sosial. adalah pengajar tetap di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Mk Pendidikan Kewarganegaraan sejak 1995. Latar belakang pendidikannya adalah S1 jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Airlangga. Slamet Soemiarno. dan Doktor (S3) dari Program Pascasarjana S3 Bidang Studi Ilmu Hukum. Aktivitas lain adalah menjadi anggota APsyA (Asian Psychological Association) dan anggota dewan editor pada beberapa jurnal psikologi nasional. pengajar luar biasa UI. di samping tetap sebagai anggota TNI AU di kesatuan wilayah. Pendidikan jenjang diawali AAU hingga SESKOAU. dan Masyarakat (2008-2012).I dan SESPANAS Lembaga Addministrasi Negara dengan bahan ajar Administrasi Perlengkapan Pemerintah. Psikologi Sosial (2001-sekarang). sebagai dosen/widyaiswara luar biasa pada Proyek Pendidikan Latihan Departemen Keuangan R.DATA PENULIS R. Meinarno. Sebelum bergabung dengan UI (MKU dan Tim PDPT). Antropologi (2001–2007) dan Individu. Selain sebagai tenaga pengajar di UI. Latar pendidikan strata dua (S-2) adalah Antropologi dari FISIP UI dan strata satu (S-1) Psikologi UI. Bentuk konkretnya adalah menjadi anggota tim ajar Psikologi Lintas Budaya (2004–2009). pendidikan dan keanggotaan Legislatif Agnes Sri Poerbasari. Kebudayaan. serta Dosen MPKT di lingkungan Universitas Indonesia. serta kegiatan pengabdian pada masyarakat. tulisan dalam buku nasional dan internasional. Fakultas Hukum UI. dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan disiplin ilmu hukum. Lembaga Adminstrasi Negara R.PDPT UI di FHUI. 113 . adalah fasilitator PDPT UI – MPKT di lingkungan Univesitas Indonesia. dan S-2 Pengkajian Ketahaan Nasional di Fakultas Pacasarjana Universitas Indonesia. Pendikab S-1 Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Admininistrasi. Kemudian sebagai Koordinator Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT) . Magister Hukum (S2) Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Latar belakang pendidikan adalah Sarjana Hukum (S1) dari Fakultas Hukum UI. dan Ilmu Budaya Dasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful