P. 1
Progress Report

Progress Report

|Views: 13|Likes:
Published by Aziz Pilar Syefiaji

More info:

Published by: Aziz Pilar Syefiaji on Nov 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

A.

LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan Negara hukum yang berarti negara yang berdasarkan hukum, tidak berdasarkan kekuasaan, dan pemerintahanya berdasarkan sistem konstitusi ( hukum dasar ) bukan absolitme (kekuasaan yang tidak terbatas ). Perwujudan negara hukum negara Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. Dalam rangka menegakkan keadilan serta menyelesaikan masalah di masyarakat yang menyangkut tentang Tata Usaha Negara maka didirikanlah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Peradilan Tata Usaha Negara adalah saah satu pelaku kekuasaan kehakiman untuk rakyat yang mencari keadilan terhadap sengketa Tata Usaha Negara. PTUN diciptakan untuk menyelesaikan sengketa antara pemerintah, badan-badan usaha dan warga Negara. Dengan demikian PTUN ditujukan untuk melindungi hak-hak warga Negara yang dilanggar akibat tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah. Dalam kasus yang akan dibahas, Pengadilan Tata Usaha Negara yang berkedudukan di Semarang menyelenggarakan peradilan tentang pemberhentian dengan tidak hormat seorang Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sebagai Guru di SD Negeri 3 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas oleh Bupati Banyumas berdasarkan Surat Keputusan Bupati Banyumas.

1

B. PERMASALAHAN  Duduk permasalahan yang dihadapi oleh seorang mantan Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sabagai Guru di SD Negeri 3 Kliting, Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas yang menggugat Bupati Banyumas serta jalannya persidangan.  Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang

2

C.PEMBAHASAN MASALAH

a) TENTANG DUDUKNYA PERKARA
Perkara antara Muhammad Taufiq,S.Pd. (penggugat) sebagai mantan guru PNS di SDN 03 Klinting Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas dengan Bupati Banyumas, dengan surat gugatan tertanggal 7 Mei 2007 telah didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadian Tata Usaha Negara Semarang pada tanggal 8 Mei 2007. Adapun duduk persoalannya yaitu, penggugat adalah seorang PNS yang diberhentikan dengan tidak hormat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor: 888/044/2007 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil A.n.Sdr. Muhammad Taufiq,S.Pd.(penggugat). Surat Keputusan Bupati Banyumas tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atas nama penggugat tersebut, diterima oleh penggugat pada 29 Maret 2007 di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas di Purwokerto sehingga masih dalam tenggang waktu 90 hari sebagaimana dimaksud pasal 55 Undang-Undang nomor 5 Tahun 1986. Penggugat merasa keberatan dengan Surat Keputusan Bupati Banyumas tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atas nama penggugat tersebut sehingga Penggugat mengajukan gugatan kepada Tergugat kepada Pengadilan Tata Usaha Negara di Semarang tentang pembatalan Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor: 888/044/2007 tanggal 24 Maret 2007. Sebagai alasan pertama gugatan Penggugat tersebut adalah didasarkan pada Pasal 53 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 9 tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yakni Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan Perundang-undangan yang berlaku adalah Penggugat sebelum Surat Keputusan Bupati Banyumas tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Penggugat dikeluarkan, Penggugat tidak pernah dipanggil oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banyumas atau pejabat ain yang berwenang untuk membela diri, sehingga dapat dinilai bahwa
3

Surat Keputusan tersebut bertentangan dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang bersifat prosedural/formal. Disamping bertentangan dengan Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004, Keputusan Bupati Banyumas tersebut bertentangan dengan Pasal 23 ayat (4) huruf a Undang-Undang nomor 43 tahun 1999 yang mana isinya Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan dengan Tidak Hormat adalah yang dijatuhi hukuman pidana 4 tahun atau lebih sehingga keputusan Tergugat tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku oleh karena itu maka keputusan Tergugat dapat dinyatakan batal atau tidak sah. Surat Keputusan Bupati Banyumas tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Penggugat ternyata daam kosideran keputusannya hanya mempertimbangkan besarnya ancaman hukuman penjara Pasal 294 ayat (1) KUHP yang dikenakan terhadap diri Penggugat menurut Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 909 K/Pid/2006 tanggal 28 Juni 2006 sebagaimana tersebut diatas dengan tanpa memperhatikan jasa dan pengabdian Penggugat kepada Pemerintah Republik Indonesia. Penggugat juga keberatan terhadap Surat Keputusan Bupati Banyumas tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atas nama Penggugat karena dalam penerbitannya tidak mempertimbangkan prestasi kerja penggugat, mengingat Penggugat telah mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil sejak tahun 1991 dan telah dapat menunjukkan prestasi kerja yang baik sehingga penggugat telah dinaikkan pangkatnya dari Penata Muda (Gol.III/a) menjadi Penata Muda Tingkat I (Gol.III/b) dengan kenaikan pangkat pilihan. Berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas penggugat mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang yang memeriksa perkara ini untuk mengadili dan menjatuhkan putusan sebagai berikut : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya 2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 888/044/2007 tanggal 27 Maret 2007 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil A.n. Sdr. MUHAMMAD TAUFIQ,S.Pd.
4

3. Memerintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 888/044/2007 tanggal 27 Maret 2007 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil A.n. Sdr. MUHAMMAD TAUFIQ,S.Pd. 4. Memerintahkan kepada Tergugat untuk menerbitkan Surat Keputusan Bupati yang baru untuk mengangkat kembali MUHAMMAD TAUFIQ,S.Pd. sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas 5. Menghuku Tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini 6. Atau jika Pengadilan Tata Usaha Negara di Semarang berpendapat lain berkenan memberikan Putusan yang adil menurut hokum

Dengan gugatan yang diajukan oleh penggugat tersebut, pihak tergugat telah mengajukan jawabannya dalam persidangan pada tanggal 27 Juni 2007 yang isinya sebagai berikut:

DALAM EKSEPSI EKSEPSI LAIN-LAIN Bahwa gugatan Penggugat sangat tidak jelas, kabur dan tidak lengkap yang sangat membingungkan Tergugat karena pada posita gugat angka 04 didalilkan bahwa sebagai alasan pertama gugatan Penggugat tersebut adalah alasan yang ditentukan dalam Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yakni Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut Penggugat Keputusan Tergugat tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Penggugat dikeluarkan oleh Tergugat tidak pernah dipanggil oleh Bada Kepegawaian Daerah Kabupaten Banyumas atau pejabat lain yan diberi kesempatan untuk membea diri yang menurut Penggugat dinilai bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang bersifat procedural/formal yang mana yang dilanggar oleh Tergugat. Dengan demikian, Surat Gugatan Pengugat tersebut dapat dikatakan tidak memenuhi syarat substansial suatu gugatan sebagaimana ditentukan dalam pasal 56 ayat (1) huruf c Undang-Undang nomor 5 tahun 1986 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 9 tahun 2004, sehingga berdasarkan

5

ketentuan pasal 62 ayat (1) Undang-Undang tersebut diatas gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima. Bahwa berdasarkan uraian diatas, maka Tergugat mohon dengan hormat kepada Majelis Hakim berkenan untuk: a. Menerima Eksepsi Tergugat b. Memutuskan dan menyatakan hukumnya, bahwa surat gugatan Penggugat tidak jelas, sangat kabur, tidak lengkap dan/atau tidak cermat, sehingga gugatan yang demikian itu tidak sempurna dan tidak memenuhi syarat substansial suatu gugatan, dan dinyatakan tidak diterima c. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini

DALAM POKOK PERKARA 1. Bahwa Tergugat mohon agar uraian dalam Eksepsi sepanjang diperlukan dianggap termuat kembali pada pokok perkara 2. Bahwa Tergugat menolak seluruh dalil Penggugat, kecuali yang diakui secara tegas 3. Bahwa benar Tergugat mengeluarkan Surat Keputusa Nomor: 888/044/2007 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Sdr. MUHAMMAD TAUFIQ,S.Pd. dan disampaikan serta diterima oleh Penggugat pada tanggal 29 Maret 2007 di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banyumas sebgaimana didalilkan oleh Penggugat pada posita gugat angka 01 dan 02 4. Bahwa terhadap keberatan Penggugat terhadap Surat Keputusan Tergugat tersbut diatas sebagaimana didalilkan oleh Penggugat pada posita gugat angka 03 adalah hak penggugat untuk mengajukan gugatan kepada Tergugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara di Semarang 5. Bahwa tergugat menolak denga tegas dalil Penggugat pada posita gugat angka 04, karena tergugat dalam mengeluarkan keputusan tersbut sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu, pasal 23 ayat (4) huruf a Undang-Undang
6

Nomor 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian dan pasal 8 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang menyebutkan antara lain bahwa : Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil karena dihukum penjara berdasarkan Keputusan Pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena dengan sengaja melakukan suatu tindak pidana penjara setinggi-tingginya 4 (empat) tahun atau diancam dengan pidana yang lebih berat. Bahwa penggugat berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, telah terbukti melakukan perbuatan/tindak pidana pasal 294 ayat (1) KUHP tentang Pencabulan Anak yang berdasarkan ketentuan tersebut ancaman hukumannya adalah 7 (tujuh) tahun, sehingga berdasarkan pasal 23 ayat (4) tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Pasal 8 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dapat diberhentikan dengan tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, meskipun putusan pengadilan menjatuhakan hukuman pidana penjara kepada Penggugat selama 2 (dua) tahun. Dengan demikian, karena Penggugat telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang ancaman hukumannya & (tujuh) tahun, maka mengacu pada ketentuan pasal 23 ayat (4 ) huruf a Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Pasal 8 huruf b Peraturan Pemerintah 32 Tahun 1979 kepada Penggugat pada prinsipnya dapat diajtuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan tidak hormat. Untuk sampai keputusan tersebut telah mempertimbangkan factor-faktor yang mendorong dan memberatkan Penggugat melakukan tindak pidana kejahatan itu. Faktor-faktor yang mendorong Penggugat melakukan tidak pidana Pasal 294 ayat (1) KUHP tentang pencabulan anak adalah bahwa Penggugat mempunyai hasrat biologis/seksual yang sangat besar dan sulit untuk dikendalikan, sehingga terbukti Penggugat sampai melakukan tindakan pencabulan terhadap anak didiknya sendiri yang masih dibawah umur di lingkungan sekolah. Sedangkan unsur-unsur yang memberatkan dalam keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap adalah perbuatan Penggugat

7

tersebut dilakukan terhadap anak didiknya sendiri, sehingga merendahkan martabat guru yang mengakibatkan fatal. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka Tergugat setelah mendapatkan saran pertimbangan dari Badan Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil sampai pada keputusan untuk memberhentikan dengan tidak hormat Penggugat sebagai Pegawai Negeri Sipil, Karena dikhawatirkan apabila tidak diberhentikan dengan tidak hormat akan mengulangi perbuatan yang sama lagi yang bisa mengakibatkan korban pencabuan terhadap anak bertambah. Dalam mengambil keputusan tersebut Tergugat tidak sewenang-wenang karena telah terlebih dahulu disidangkan dan dibahas oleh Badan Pertimabangan Penjatuhan Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Penggugat telah terbukti melakukan tindak pidana pencabulan anak yang teah memiliki kekuatan hukum yang tetap. Oleh karena itu dalil Penggugat pada angka 04 harus ditolak. 6. Bahwa berdasarkan ketentuan pasal 23 ayat (4) huruf a UU NO.43 tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian yang secara jelas menyebutkan, bahwa : “ Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan tidak hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih”. Seperti diketahui bahwa Penggugat terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan anak yang ancaman hukumannya adaah 7 (tujuh) tahun, sehingga meskipun hanya dijatuhi hukuman penjara 2 (dua) tahun, tetapi tindak pidana yang dilakukan ancaman hukumannya adalah 7 (tujuh) tahun, sehingga perbuatan pelanggaran Penggugat teah memenuhi unsur ketentuan pasal 23 ayat 4 huruf a UU no.43 tahun 1999 jo. UU no.8 tahun 1974 seperti yang tersebut diatas. 7. Meskipun Penggugat telah mengabdi kepada Negara sebagai Pegawai Negeri Sipil, tetapi dengan perbuatan yang telah dilakukan tersebut merusak citra Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah dan Negara, sekaligus merusak kehormatan anak didiknya sendiri yang mestinya harus dilindungi, sehingga mengakibatkan penderitaan lahir dan batin bagi anak didiknya yang bernama SUSI SUSANTI yang masih dibawah umur. Keputusan Tergugat
8

untuk memberhentikan Penggugat dengan tidak hormat sebagai Pegawai negeri Sipil telah dilakukan berdasar peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan telah didasari oleh pertimbangan yang obyektif dan adil sehingga dalil Penggugat yang menyatakan keberatan atas pemberhentian Pnggugat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan tidak hormat harus ditolak 8. Mengenai dalil Penggugat yang menyatakan bahwa Penggugat tidak pernah dipanggil dan dan diberikan kesempatan untuk membela diri serta memberikan keterangan adalah tidak benar, karena sebenarnya Penggugat telah diberikan kesempatan untuk membela diri dan memberikan keterangan dalam sidang pengadilan dari mulai di tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi sampai ke Mahkamah Agung.

Berdasarkan segala apa yang telah terurai diatas, Tergugat mohon dengan hormat agar Pengadilan Tata Usaha Negara di Semarang berkenan memutuskan : 1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya, atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima 2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara

Menjawab atas pernyataan yang diberikan oleh tergugat, penggugat telah mengajukan Replik pada persidangan tanggal 2 Juli 2007 yang pada pokoknya tetap pada dilil-dalil gugatannya. Menimbang atas Replik yang diberikan Pihak Penggugat tersebut, tergugat telah mengajukan Duplik tertanggal 5 Juli 2008 yang pada pokoknya tetap pada dalil-dalil Jawabannya.

9

Untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti-bukti surat berupa foto copy surat-surat yang telah dimateraikan dengan cukup dan telah diberi tanda tangan dan telah dicocokkan pula dengan aslinya, surat-surat bukti sebagai berikut :

Foto copy Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 888/044/2007 tanggal 24 Maret 2007 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil A.n. Sdr. MUHAMMAD TAUFIQ, S.Pd. Foto copy Kitab Undang-Undang Nomor 43 Thaun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Thaun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Foto copy dari Salinan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 909 K/PID/2006 tanggal 28 Juni 2006, atas nama terdakwa : Muhammad Taufiq Bin Kartomihardjo Foto copy Petikan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor : 813.2/12181/1991 tanggal 27 Nopember 1991 tentang Pengangkatan Penggugat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di SD dalam Wilayah Kabupaten Dati II Banyumas Foto copy Petikan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor : 821.1/13790/1993 tanggal 31 Agustus 1993 tentang Pengangkatan Penggugat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan tugas pekerjaan sebagai Guru SD Klinting III Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas Foto copy Petikan Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 823.3/334/2005 tanggal 10 Maret 2003 tentang Kenaikan Pangkat dari Penata Muda (Gol III/a) menjadi Penata Muda tk.I (Gol III/b) atas nama MUHAMMAD TAUFIQ,S.Pd. Foto copy Jenis Prestasi yang diperoleh MUHAMMAD TAUFIQ selama mengajar di SDN 3 Klinting Foto copy Daftar Rata-Rata NEM / Rata-Rata Mata Pelajaran Tingkat Kecamatan Somagede tanggal 17 Juni 2000 yang dibuat dan ditandatangani oleh Pengawas TK/SD Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas Foto copy Piagam Penghargaan Nomor : 374/103.22.19/DS/2000 tanggal 20 Juni 2000 atas nama MUHAMMAD TAUFIQ, S.Pd yang diberi oleh Kepala Kanin Depdiknas Kecamatan Somagede kepada Penggugat

10

Foto copy Data perolehan rata-rata nilai UAS Tahun 2001-2002 Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Somagede, yang dibuat dan ditandatangani oleh Kepaa Cabang Dinas Pendidikan Somagede Foto copy Surat Keterangan Nomor : 800/030/2005 tangga 17 Juni 2005 dari Kepala SD Negeri 3 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas Foto copy Daftar Kolektip Nilai Ebtanas Murni SD Negeri Klinting III, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas tanggal 17 Juni 2000 dari Ketua Panitia Ebtanas Rayon/Sub Rayon Foto copy Daftar Kolektip Nilai UAS Murni Tahun 2002 SD Negeri 3 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas tanggal 20 Juni 2002 dari Kepala Sekolah SDN 3 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas Foto copy Daftar Kolektip Nilai UAS Murni SD Negeri 3 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas tanggal 20 Juni 2002 dari Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas Foto copy Surat Keterangan Nomor : 800/029/2005 tanggal 17 Juni 2005 dari Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Klinting tentang sikap dan perilaku Penggugat di Sekolah Dasar Negeri 3 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas Foto copy Surat Pernyataan tanggal 10 April 2006 dari Pimpinan Pondok Pesantren Borgol Thoyibah Raden Paku Jogyakarta tentang kelakuan dari Penggugat Foto copy Berita Acara Pemeriksaan tersangka tanggal 16 Mei 2005 dan Berita Acara Pemeriksaan lanjutan tersangka tertanggal 26 Mei 2005 dari Penyidik Pembantu Polres Banyumas Foto copy Laporan tertanggal 23 Mei 2005 dari Muhammad Taufiq (penggugat) kepada Kepolisian Resort Banyumas Foto copy Surat tertanggal 31 Mei 2005 dari Muhammad Taufiq (penggugat) yang ditujukan kepada Ketua LKBH PGRI Jawa Tengah di Semarang Foto copy Laporan Polisi No.Pol : LP/K/175/V/2005/SPK tanggal 9 Mei 2005, dari Tri Wuryaningsih, Msi, Pekerjaan Dosen tentang Tindak pidana pemerkosaan yang Foto copy Surat Perintah Penahanan No.Pol : SP.Han/132/V/2005/Reskrim atas nama tersangka Muhammad Taufiq Bin Kartomihardjo, yang dikeluarkan / ditetapkan tanggal
11

27 Juni 2005 oleh Kepala Kepolisian Resort Banyumas dalam hal ini Kepala Satuan Reskrim Untuk menguatakan dalil-dalil jawabannya, Tergugat dipersidangan telah mengajukan alat-alat bukti berupa fotocopy yang telah dimateraikan dengan cukup dan telah dicocokan sesuai dengan aslinya, alat bukti tersebut adalah sebagai berikut: Foto copy Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 3344), pasal 56 ayat (1) huruf c, Pasal 62 ayat (1) Foto coy Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 294 ayat (1) Foto copy Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 3890), Pasal 23 ayat (4) huruf a Foto copy Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 47, Tambahan Lemabaran Negara Republik Indonesia 3149), Pasal 8 haruf b Foto copt Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 888/044/2007 tangga 24 Maret 2007 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Saudara Muhammad Taufiq, S.Pd Foto copy Keputusan Mahkamah Agung Nomor : 909 K/PID/2006

Pihak Penggugat dan pihak Tergugat di persidangan tidak mengajukan saksi.

12

Pada akhir persidangan pihak Penggugat dan pihak Tergugat telah mengajukan kesimpulan masing-masing tertanggal 12 Juli 2007, serta para pihak menyatakan tidak akan mengajukan bukti-bukti lagi, selanjutnya para pihak mohon Putusan. Segala hal yang tercantum daam Berita Acara persidangan ini dianggap telah termuat dalam Putusan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam Putusan ini.

b) TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
DALAM EKSEPSI Menimbang, bahwa Tergugat dalam Jawabannya tertanggal 27 Juni 2007 telah mengajukan eksepsi yang pada pokoknya mendalilkan bahwa gugatan Penggugat tidak jelas, sangat kabur dan tidak lengkap karena alasan gugatan Penggugat adalah alasan yang ditentukan dalam Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yakni Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Tetapi Penggugat tidak menyebutkan Peraturan Perundang-undangan mana yang dilanggar oleh Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian tidak dengan hormat atas nama Penggugat Menimbang, bahwa menurut Penggugat ia tidak pernah dipanggil oleh Badan Pengawa Daerah Kabupaten Banyumas atau Pejabat lain yang diberi kesempatan untuk membela diri, hal ini dinilai Penggugat bertentangan denga Peraturan Perundang-undangan yang bersifat procedural formal tetapi Penggugat tidak menjelaskan Peraturan Perundang-undangan mana yang dilanggar oleh Tergugat. Dengan demikian gugatan Penggugat tersebut dapat dikatakan tidak memenuhi syarat substansial suatu gugatan sebagaimana ditentukan dalam pasal 56 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004, sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang tersebut diatas gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima Menimbang,bahwat terhadap eksepsi Tergugata tersebut Majelis Hakim

mempertimbangkan sebagai berikut:
13

Menimbang, ahwa Pasal 56 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana telah diubah dengan undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 menyebutkan ayat (1) gugatan harus memuat : a. Nama, kewarganegaraan, tempat tinggal dan pekerjaan b. Nama jabatan, dan tempat kedudukan Tergugat c. Dasar gugatan, dan hal yang diminta untuk diputuskan oleh Pengadilan Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mempelajari gugatan Penggugat Majelia Hakim berpendapat gugatan Penggugat telah memenuhi syarat formal sebagaimana disebutkan Pasal 56 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 jo. UndangUndang Nomor 9 Tahun 2004 Menimbang, bahwa mengenai ketentuan Pasal 56 ayat (1) huruf c Majelis Hakim berpendapat bahwa dasar gugatan Penggugat dan petitum gugatan Penggugat telah cukup jelas sebagaimana diuraikan dalam gugatan Penggugat dalam duduk perkara diatas. Pada pokoknya sengketa antara Penggugata dan Tergugat mengenai masalah kepegawaian yang mengacu kepada Undang-Undang Pokok-Pokok Kepegawaian yaitu Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tahun 1974 Menimbang, bahwa mengenai ketentuan Pasal 62 merupakan kewenangan Ketua Pengadilan daam Dismissal Proses, sedangkan perkara a quo telah lolos dismissal dengan demikian telah menjadi kewenangan Majelis Hakim yang ditunujuk oleh Ketua Pengadilan untuk memeriksa, memutus dan menyelesaika sengketa Tata Usaha Negara ini Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan hukum diatas Majelis Hakim berpendapat Eksepsi Tergugat yang mengatakan gugatan Penggugat tidak jelas, sangat kabur dan tidak lengkap tidak beralasan hukum oleh karena itu haruslah ditolak.

14

DALAM POKOK PERKARA Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adaah sebagaimana diuraikan dalam duduk sengketa diatas. Menimbang, bahwa apa yang telah dipertimbangkan dalam eksepsi diats juga merupakan pertimbangan dan satu kesatuan dalam pokok perkara ini. Menimbang, bahwa objek sengketa dalam perkara ini adalah :  Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 888/044/2007 tanggal 24 Maret 2007 tentang Pemberhentian Tidak dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil a.n. Sdr. MUHAMMAD TAUFIQ, S.Pd. Menimbang, bahwa menurut Penggugat surat keputusan objek sengketa tersebut diterbitkan bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dengan alasan sebelum Surat Keputusan Bupati Banyumas tersebut dikeluarkan Penggugat tidak pernah dipanggil oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banyumas dan atau Pejabat lain yang berwenang unutk diberi kesempatan unutk membela diri.  Bahwa hukuma pidana penjara yang dijatuhkan kepada Penggugat adalah dua tahun penjara, sedangkan yang dimaksud dalam Pasal 23 ayat (4) huruf a Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan dengan tidak hormat adalah yang dijatuhi hukuman pidana 4 tahun atau lebih.  Bahwa Tergugat dalam menerbitkan surat keputusan objek sengketa tidak

mempertimbangkan prestasi kerja Penggugat. Menimbang,bahwa dalil gugatan Penggugat tersebut telah dibantah oleh Tergugat kecuali yang diakui secara tegas kebenarannya oleh Tergugat bahwa benar Tergugat telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor : 888/044/2007 tanggal 24 Maret 2007 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil a.n. Sdr.MUHAMMAD TAUFIQ, S.Pd.

15

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya Penggugat telah mengajukan alat bukti berupa foto copy surat. Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil bantahannya Tergugat telah mengajukan alat bukti berupa foto copy surat. Menimbang, bahwa Pihak Penggugat dan Tergugat tidak mengajuka saksi dalam perakar ini. Menimbang, bahwa Majelis Hakim memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara ini berdasarkan kepada ketentuan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 yang menyebutkan Hakim menentukan apa yang harus dibuktikan, dan untuk sahnya pembuktian diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti berdasarkan keyakinan Hakim. Menimbang, bahwa latar belakang dikeluarkannya Surat Keputusan objek sengketa adalah sebagai berikut :  Bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 909 K/Pid/2006 tanggal 28 Juni 2006 Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd Guru SD Negeri 03 Klinting Kecamatan Somagede teah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tendak pidana Perbuatan cabul dengan anak yang belum dewasa yang dipercayakan kepadanya untuk dididik sebagaimana dimaksud Pasal 294 ayat (1) KUHP dan menjatuhkan pidana kepada Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahu,  Bahwa tindak pidana sebagaimana dimaksud Pasal 294 ayat (1) KUHP adalah tindak pidana dengan ancaman Pidana Penjara paling lama tujuh tahun sehingga berdasarkan Pasal 23 ayat (4) huruf a Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Pasal 8 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1974 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dapat diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil.

16

Menimbang, bahwa persoalan humum dalam sengketa Tata Usaha Negara ini adalah : Apakah surat keputusan objek sengketa a quo diterbitkan telah sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku atau apakah bertentangan dengan Peraturan Perundangundangan yang berlaku? Menimbang, bahwa sebelum diterbitkan surat keputusan objek sengketa a quo oleh Tergugat, Penggugat telah diperiksa di persidangan Pengadilan Negeri Banyumas, Pengadilan Tinggi Semarang, Mahkamah Agung RI sehubungan dengan tindak pidana yang didakwakan kepada Penggugat, selama masa menjalani persidangan tersebut Penggugat telah diberhentikan sementara berdasarkan Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 887/543/2005 tanggal 16 Juni 2005 tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri Sipil a.n. Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. Menimbang, bahwa terhadap tindak pidana yang didakwakan kepada Penggugat telah diputus oleh Mahkamah Agung RI dengan Putusan Nomor : 909 K/PID/2006 tanggal 28 Juni 2006. Menimbang, bahwa berdasarkan Keputusan Mahkamah Agung tersebut Permasalahan Penggugat Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd ditindaklanjuti dengan surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumastanggal 21 Desember 2006 Nomor : 862/7208/2006 Perihal tindak lanjut hasil permasalahan Pegawai Negeri Sipil Guru SD ata nama Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. NIP. 131 969 434, kemudian diadakan sidang Tim Penjatuhan Hukuman Disipin Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Banyumas tanggal 7 Februari 2007. Menimbang, bahwa berdasarkan uraian hukum diatas kemudian Tergugat menerbitkan surat keputusan objek sengketa a quo berdasarkan ketentuan pasal 23 ayat (4) huruf a UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, berbunyi sebagai berikut : Pasal 23 ayat (4) Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena :
17

a. Dihukum penjara berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. Penjelasan Pasal 23 ayat (4) menyebutkan : Diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau diberhentikan tidak dengan hormat tergantung kepada berat ringannya pelanggaran yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dan memperhatikan jasa dan pengabdiannya. Menimbang, bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 909.K/PID/2006 tanggal 28 Juni 2006 menyatakan terdakwa Muhammad Taufiq, S.Pd. bin Karto Mihardjo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Perbuatan cabul dengan anak yang belum dewasa yang dipercayakan kepadanya untuk dididik. Menjatuhkan pidana kepada tedakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun. Perbuatan tersebut adalah sebagaimana diuraikan Pasal 294 (1) KUHP. Menimbang, bahwa Pasal 294 (1) KUHP ancamannya adalah pidana penjara paling lama tujuh tahun. Menimbang, bahwa bila substansi Pasal 23 ayat 4 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 dihubungkan dengan substansi Pasal 294 (1) KUHP Majelis Hakim berpendapat berdasarkan ketentuan penjatuhan hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil maka Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. (Penggugat perkara a quo) memenuhi unsur mendapat sanksi administrasi sebagaimana diatur pasal 23 ayat (4) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tersebut. Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati prosedur formil dan materiil Penjatuhan Hukuman Disiplin Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. sampai terbitnya surat keputusan objek sengketa a quo sebagaimana telah diuraikan dalam pertimbangan hukum Majelis Hakim berpendapat Tergugat telah memenuhi prosedur administrasi yang harus dilalui sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
18

Menimbang, bahwa karena Penjatuhan Hukuman Disiplin terhadap Penggugat berdasarkan kepada Putusan Pidana yang telah berkekuatan hukum tetap maka sesuai konstruksi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tidak perlu dilakukan proses administrasi pemanggilan tehadap Pegawai Negeri Sipil yang akan dijatuhi hukuman disiplin untuk membela diri. Menimbang, bahwa terhadap dalil Penggugat yang menyatakan Tergugat daam menerbitkan surat keputusan objek sengketa tidak mempertimbangkan prestasi kerja Penggugat menurut hemat Majelis Hakim sesuai dengan dalil Tergugat yang menyatakan bahwa perbuatan Penggugat tersebut dilakukan terhadap anak didiknya sendiri, sehingga merendahkan martabat guru merupakan hal yang memberatkan sehingga Penggugat dijatuhi hukuman disiplin Pemberhentian dengan tidak hormat hal tersebut merupakan pertimbangan yang tidak bertentangan dengan substansi penjelasan Pasal 23 ayat (4) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Menimbang, bahwa berdasarkan uraian pertimbangan diatas Pengadilan berpendapat bahwa Surat Keputusan Bupati Banyumas No. 888/044/2007 tanggal 24 Maret 2007 tentang Pemberhentian tidak dengan hormat Sdr. Muhammad Taufiq S.Pd. (objek sengketa a quo) penerbitannya tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dengan demikian dalil gugatan Penggugat tidak terbukti kebenarannya, olah karena itu gugatan Penggugat haruslah ditolak. Menimbang, bahwa karena gugatan Penggugat ditolak sesuai dengan ketentuan Pasal 110 jo. Pasal 112 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 9 Tahun 2004 Penggugat dihukum untuk membayar biaya perkara yang jumlahnya akan disebutkan dalam amar Putusan ini. Menimbang, bahwa bukti-bukti yang relevan telah dipertimbangkan dan bukti yang tidak relevan dikesampingkan namun tetap satu kesatuan dalam berkas perkara ini.
19

Mengingat ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaiman telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Peraturan Perundang-undangan lain yang berkaitan dengan Perkara ini. ------------------------------MENGADILI--------------------------------DALAM EKSEPSI Menolak Eksepsi Tergugat DALAM POKOK PERKARA 1. Menolak gugatan Penggugat 2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sejumlah Rp. 119.000,- (seratus Sembilan belas ribu rupiah) Demikian diputus dalam rapat Permusyawaratan Majelis Hakim pada hari Jumat tanggal 20 Juli 2007 oleh Ketua Majelis dan Hakim Anggota. Putusan tersebut diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari Selasa, tanggal 31 Juli 2007 oleh Ketua Majelis dan Hakim Anggota dengan dibantu oleh Panitera Pengganti dihadiri oleh Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat.

20

D. KESIMPULAN Perkara antara Muhammad Taufiq sebagai mantan Guru di SD Negeri 3 Klinting, Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas menyangkut Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 888/044/2007 tanggal 24 Maret 2007 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Muhammad Taufiq, S.Pd. Dengan diterbitkannya Surat Keputusan tersebut Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. merasa keberatan karena Surat Keputusan tersebut dikeluarkan tanpa ada pemanggilan terlebih dahulu kepada Penggugat sebelumnya untuk membela diri dan Surat Keputusan tersebut dikeluarkan tanpa mempertimbangkan prestasi kerja Penggugat. Dan juga Penggugat merasa keberatan karena Surat Keputusan tersebut bertentangan dengan pasal 23 ayat (4) huruf a Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999. Oleh karena itu, Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. menuntut Bupati Banyumas dan memasukkan gugatannya ke Peradilan Tata Usaha Negara di Semarang. Dalam menanggapi gugatan dari Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. tersebut Bupati Banyumas memberikan jawaban bahwa keputusan Bupati Banyumas dalam mengeluarkan Surat Keputusan yang berisi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat sebagai Pegawai Negeri Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil karena Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. telah melakukan tindak pidana Pencabulan terhadap anak didiknya sendiri di lingkungan sekolah dan Penggugat diancam hukuman selama 7 (tujuh) tahun penjara dan Penggugat dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 tahun. Hal tersebut jelas melanggar Pasal 23 ayat (4) huruf a Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 dan Pasa 8 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang menyatakan bahwa “Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil karena dihukum penjara berdasarkan berdasarkan Keputusa Pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena dengan sengaja melakukan suatu tindak pidana penjara setinggi-tingginya 4 (empat) tahun atau diancam dengan pidana yang lebih berat.” Selain itu, tindakan yang dilakukan Penggugat telah merusak martabat sebagai seorang Guru sehingga Bupati Banyumas setelah berdiskusi dengan pejabat terkait mengeluarkan Surat Keputusan tersebut.

21

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara di Semarang menolak gugatan dari Sdr. Muhammad Taufiq, S.Pd. dan Penggugat harus membayar semua biaya perkara. Dengan kata lain Muhammad Taufiq, S.Pd. telah kalah dalam persidangan tersebut dan segala tuntutan Muhammad Taufiq, S.Pd ditolak.

22

DAFTAR PUSTAKA http:///id.wikipedia.org

Putusan/Penetapan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang

http:///rozy.web.id/category/informasi

23

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->