BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah untuk mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standart atau yang ditetapkan. Dalam riset pemasaran, ada bermacam-macam metode pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, focus group, teknik proyeksi, survei, dan triangulasi (gabungan). Oleh karena itu untuk lebih memahami metode pengumpulan data yang digunakan dalam riset pemasaran, dalam bab ini akan dibahas mengenai macammacam metode pengumpulan data.

1.2 Tujuan 1. Untuk mengetahui metode pengumpulan data yang digunakan dalam riset pemasaran. 2. Untuk mengetahui jenis-jenis data dalam melakukan riset pemasaran..

. pendapat konsumen. dan lain-lain. Data memiliki berbagai wujud seperti angka penjualan. Informasi pada dasarnya berujung awal dari bahan mentah yang disebut data sehingga sering juga disebut sebagai data mentah (raw data).1 Pengertian Data dan Informasi Informasi yang dihasilkan oleh riset pemasaran marupakan hasil akhir proses pengolahan selama berlangsungnya riset. jumlah produk yang dihasilkan. gerak perilaku orang belanja.BAB II PEMBAHASAN 2.

Selanjutnya data sekunder bisa dipilah-pilah lagi atas dasar asal atau sumber penyedianya. Periset sekedar mencatat.2 Pembagian Jenis Data Ditinjau dari sumbernya. Periset hanya memanfaatkan data yang sudah ada untuk penelitiannya. Perusahaan atau organisasi yang memiliki data pelanggan yang terorganisir dengan baik. Data internal yang tersedia di dalam perusahaan biasanya berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan yang dicatat secara rutin. Data sekunder dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu data internal dan data eksternal.2. akan memiliki database lengkap yang berisi karakteristik pelanggannya. • Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain bukan oleh periset sendiri. analisis provitabilitas produk atau pola pembelian produk oleh konsumen yang secara umum berkaitan dengan kegiatan operasional atau transaksi. yaitu data sekunder dan data primer. data dapat dikategorikan menjadi dua kategori besar. . 1. Data Internal Sesuai dengan namanya data ini berasal dari perusahaan yang bersangkutan. Contoh data sekunder adalah data kependudukan yang diterbitkan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data-data internal ini mungkin akan cukup untuk pemasaran yang memiliki topik berupa deskripsi pelanggan saat ini. Data internal seringkali tidak tersedia secara lengkap di perusahaan yang kecil atau kurang terorganisir dengan baik. ramalan penjualan. mengakses atau meminta data tersebut (kadang sudah bentuk informasi) ke pihak lain yan telah mengumpulkannya di lapangan.

sikap. perusahaan investasi atau perusahaan riset. maka pemanfaatan data eksternal seringkali sudah mencakupi. hukum. organisasi nirlaba atau yayasan. data internal mempunyai beberapa kelebihan yaitu data sudah tersedia dan tidak membutuhkan biaya besar bagi periset untuk mendapatkannya. tingkat kepuasan. asosiasi dagang. motivasi. mengukur daya beli penduduk. data eksternal cenderung lebih banyak berhubungan dengan lingkungan makro seperti kondisi persaingan. artinya yang mengumpulkan atau mempublikasikan data tersebut bukanah perusahaan yang bersangkutan melainkan organisasi lain seperti pemerintah. ekonomi.Bila dibandingkan dengan sumber data yang lain. Bila diamati. politik. untuk riset dengan topik khusus. demografi. serta sosial dan budaya. menentukan wilayah pemasaran yang secara politik stabil atau mungkin mengidentifikasi jumah pesaing dan pangsa pasar. 2. Seperti data intenal yang memliki keterbatasan. sepert mengungkapkan perilaku. atau pengetahuan yang dimiliki pembeli akan sulit ditemui jika hanya mengandalkan . Untuk mendapatkan data eksternal yang kadang sudah berupa informasi. periset dapat mengunjungi berbagai perusahaan yang lengkap. Jadi bila topik riset pemasaran lebih mengarah pada aspek lingkungan luar seperti mengukur potensi pasar di suatu daerah. Data Eksternal Data eksternal merupakan data yang berasal dari luar perusahaan.

sehingga periset merupakan “tangan pertama” yang memperoleh data tersebut. data primer diperoleh secara langsung dari sumbernya.data eksternal. Karena data primer dikumpulkan sendiri oleh periset. . Artinya. Data kualitatif bersifat tidak terstruktur dalam arti variasi data yang diberikan oleh sumbernya (orang. Sebagai alternatifnya. • Data Primer Data primer merupakan data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. tentu saja dibutuhkan komitmen yang lebih besar dibandingkan perolehan data sekunder. 2. periset harus mengadakan atau mengumpulkan data sendiri yang membutuhkan komitmen yang lebih besar. Dalam riset pemasaran. Riset yang mengandalkan data primer relatif membutuhkan biaya dan sumber daya yang lebih besar seperti biaya. alat yang digunakan untuk bertanya kepada responden cenderung berupa topik dan biasanya tanpa diberikan pilihan jawaban. Karena tujuannya untuk menggali ide responden secara mendalam.2 Data Kualitatif Data kualitatif dikumpulkan melalui pertanyaan – pertanyaan yang tidak terstruktur. partisipan atau responden yang ditanyai) sangat beragam. waktu yang lebih lama dan lebih rumit dibandingkan data sekunder.

2. misal ekspresi muka yang ditunjukkan para konsumen yang sedang antre di depan kasir supermarket. misalnya perilaku mencuci pakaian dengan deterjen. et. periset tidak berkomunikasi atau bertanya dengan orang atau obyek yang sedang diobservasi sehingga orang atau obyek yang sedang diobservasi tidak sadar kalau mereka sedang diteliti.al. periset akan berusaha melakukan proses membuat data menjadi data kuantitatif yaitu mengubah data semula menjadi data berwujud angka..2. Data kuantitatif bersifat terstruktur atau berpola sehingga ragam data yang diperoleh dari sumbernya (responden yang ditanyai atau obyek yang diamati) cenderung memiliki pola yang lebih mudah dibaca oleh periset. karena sifat datanya terstruktur. . • Observasi Pengumpulan data melalui observasi dijalankan dengan mengamati dan mencatat pola perilaku orang. misalnya lalu lintas pengunjung yang berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain dalam satu mal. Observasi bisa dilakukan dengan mengamati beberapa hal diantaranya : a. wawancara. Perubahan mimik atau raut wajah.3 Data Kuantitatif Dalam pengumpulan data kuantitatif. survei. Perilaku fisik. c. Dalam hal ini. dan triangulasi (gabungan). b. dokumentasi. focus group. teknik proyeksi. obyek atau kejadian – kejadian melalui cara sistematik ( Malhotra. 1996 ). Perilaku mengonsumsi.4 Metode Pengumpulan Data Bermacam-macam metode pengumpulan data terdiri dari observasi.

Macam-macam Observasi dapat dibagi menjadi tiga. peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data. peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data. Tetapi suatu saat peneliti juga tidak terus terang atau tersamar dalam observasi. maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan observasi. Obyek.d. Sambil melakukan pengamatan. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini. dan ikut merasakan suka dukanya. bahwa ia sedang melakukan penelitian. Metode observasi menawarkan keunggulan beberapa perilaku yang nyata atau aktual dari orang atau obyek yang diamati sehingga tidak terjadi manipulasi oleh orang tersebut. tajam dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang tampak. . yaitu: 1) Observasi Partisipatif Dalam observasi ini. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang. 2) Observasi Terus Terang atau Tersamar Dalam hal ini. hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. misalnya mengamati merk – merk kemasan yang dibuang dalam keranjang sampah di daerah perumahan. maka data yang diperoleh akan lebih lengkap. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti.

• Wawancara Wawancara merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung. yaitu: 1) Wawancara terstruktur . Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab. mendalam. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan. 2004 ). Dalam wawancara. sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. seorang responden ditanya oleh pewawancara untuk mengungkapkan perasaan.3) Observasi Tak Berstruktur Observasi tidak tersturktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku. sikap atau keyakinannya terhadap suatu topik pemasaran ( Malhotra. tidak terstruktur dan individual. motivasi. Macam-macam interview/wawancara. Bentuk wawancara yang terkini memungkinkan pewawancara dan orang yang diwawancarai tidak bertemu secara fisik.

Untuk mendapatkan gambaran permasalahan yang lebih lengkap. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. 3) Wawancara tak berstruktur Wawancara tidak terstruktur atau terbuka adalah wawancara yang bebas dimana penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subyek yang diteliti. peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan. di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat. Dalam melakukan wawancara. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai permasalahan yang ada pada obyek. Pada penelitian pendahuluan. 2) Wawancara Semi terstruktur Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya telah disiapkan. . maka peneliti perlu melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang mewakili berbagai tingkatan yang ada dalam obyek. dan ide-idenya. sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti.Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data.

di tempat kerja atau di masyarakat. Diskusi group terfokus merupakan kelompok kecil yang terdiri dari 8-10 orang yang dipilih untuk mendiskusikan topik tertentu tanpa menggunakan kuesioner yang terstruktur. Dari diskusi focus group ini diharapkan muncul ide secara spontan dari para peserta. akan lebih kredibel atau dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil. karena foto dibuat untuk kepentingan tertentu. Hasil penelitian dari hasil observasi atau wawancara. sering subyektif. Sebagai contoh banyak foto yang tidak mencerminkan keadaan aslinya. dalam diskusi grup terfokus pun dimungkinkan bahwa antar anggota tidak bertemu secara langsung dalam diskusi. Tetapi perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki kredibilitas yang tinggi. diskusi grup terfokus lebih menitikberatkan hasil yang mencerminkan ide – ide yang mewakili kelompok. Dibandingkan wawancara. Dokumen bisa berbentuk tulisan. Seperti halnya wawancara yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi. di sekolah. gambar. Demikian juga autobiografi yang ditulis untuk dirinya sendiri. • Focus Group Suatu bentuk pengumpulan data melalui diskusi kelompok dalam pemasaran dikenal sebagai focus group atau diskusi grup terfokus. Bentuk diskusi grup terfokus melalui diskusi interaktif dengan menggunakan internet sudah mulai biasa diterapkan dalam riset . atau karya-karya monumental dari seseorang.• Dokumentasi Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

sehingga bisa menghemat biaya yang dikeluarkan untuk transportasi peserta dan biaya – biaya fasilitas. a. penyelesaiaan kalimat atau uji melalui gambar. Asosiasi kata . • Teknik Proyeksi Teknik proyeksi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan mendorong responden menggungkapkan perasaan. motivasi. Teknik proyeksi dapat dijalankan melalui beberapa cara seperti asosiasi kata. 2004 ). sikap atau keyakinannya terhadap suatu topik pemasaran dengan pertanyaan tidak langsung dan tidak terstruktur ( Malhotra. Bagi manajer pemasaran. ide tentang cara penggunaan produk dan lain – lain. ide tentang pesan suatu iklan. informasi yang yang didapat dari teknik proyeksi ini akan memperkaya pandangannya mengenai masalah yang sedang diteliti dan memperluas ide – ide baru seperti ide tentang nama merk produk. Pengertian tidak langsung disini berarti bahwa partisipan bebas memproyeksikan atau menyamaartikan apa saja yang muncul dalam pikiran atau perasaannya barkaitan dengan obyek atau topik yang disampaikan peneliti.

• Survei Survei merupakan metode yang digunakan secara luas. Cara ini akan membantu partisipan mengingat kembali dengan baik obyek atau produk yang diteliti. Informasi dikumpulkan dengan menanyai orang melalui daftar pertanyaan atau kuesioner yang terstruktur. Penyelesaian kalimat Melalui cara ini suatu kalimat yang tidak lengkap akan ditampilkan kehadapan partisipan.Melalui asosiasi kata. . khususnya dalam riset konsumen. menggunakan alat bantu berupa gambar atau foto yang mewakili obyek yang akan diteliti. partisipan diminta untuk melengkapi kalimat itu menjadi kalimat yang utuh sesuai dengan pandangan . partisipan diminta untuk menyebutkan satu atau beberapa kata yang muncul di benak mereka saat sebuah kata atau serangkaian kata utama disebutkan atau ditampilkan oleh periset. Disini partisipan akan mengasosiasikan atau mengidentikkan makna kata – kata yang disebutkan dengan kata atau rangkaian kata yang ditampilkan semula. c. Tes gambar Teknik proyeksi melalui tes gambar. b. Selanjutnya. perasaan atau pendapatnya.

survei dapat dikelompokkan menjadi beberapa bantuk yaitu survei secara individu. atau pendapat responden yang diungkapkan dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan. b. Periset atau etugas lapangan yang ditugaskan akan menanyai responden dengan sejumlah pertanyaan terstruktur yang sudah disiapkan sebelumnya. survei melalui surat. lalu meminta kesediannya secara sukarela untuk berpartisipasi dalam survei. Dalam hal ini periset akan mengidentifikasi lebih dulu calon responden yang diyakini qualifed sesuai dengan topik riset. c. Ditinjau dari cara menjalankannya. Suvei melalui telepon Survei ini dijalankan melalui percakapan lewat telepon. survei intersep. survei melalui telepon. Responden yang digunakan tentunya terbatas pada pemilik telepon yang biasanya terdaftar dalam . Survei intersep Survei intersep berarti survei yang dilakukan dengan “menghentikan” responen yang sedang berjalan di mal atau tempat – tempat lain. Survei secara individu Survei ini dijalankan periset dengan menemui responden secara bertatap muka.Dengan survei. a. sikap. periset bertujuan memperoleh informasi seperti preferensi. Jawaban responden terhadap pertanyaan – pertanyaan ini akan dicatat oleh periset untuk dianalisis lebih lanjut. dan survei menggunakan internet.

Demikian juga internet memiliki kelemahan pada ketidakpastian kualitas respondennya.generasi yang sangat tua atau mereka yang jauh dari teknologi tentu tidak dapat berpartisipasi jika survei dijalankan melalui internet. Di samping manfaat yang bisa diperoleh. Survei melalui internet Bentuk survei terkini dapat dijalankan melalui pamanfaatan fasilitas internet. • Triangulasi (gabungan) . e. Penggunaan survei melalui internet tentunya memiliki kelebihan dalam cakupan geografi responden yang luas dengan biaya yang murah dan waktu yang cepat. Calon responden terlebih dahulu akan dihubungi lewat telepon atau media yang lain dan akan dimohon kesediaannya untuk berpartisipasi dalam riset. Survei melalui surat Bentuk survei melalui surat “dijawab sendiri” oleh responden sehingga dimungkinkan bahwa periset dan responden tidak pernah saling bertemu baik secara langsung maupun tidak langsung maupun melalui percakapan. d. Metode ini dipandang murah namun periset tidak mampu mengontrol tanggapan responden dan kemungkinan responden mengabaikan cukup besar.buku petunjuk nomor telepon. survei melalui internet memiliki beberapa kelemahan yaitu terbatas pada penggunaan internet yang biasanya memiliki karakteristis tertentu.

triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Triangulasi sumber berarti untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data. Peneliti menggunakan observasi partisipatif. wawancara mendalam dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. . berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.Dalam teknik pengumpulan data. yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data. Triangulasi teknik.

data dapat dikategorikan menjadi dua kategori besar yaitu data sekunder dan data primer. Sedangkan data primer .BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Ditinjau dari sumbernya. Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain bukan oleh periset sendiri.

wawancara. survei. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data. focus group. Dalam sebuah penelitian diperlukan beberapa metode untuk mendapatkan data. maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standart atau yang ditetapkan. . teknik proyeksi. dan triangulasi (gabungan).merupakan data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. dokumentasi. Ada bermacam-macam metode yang dapat digunakan dalam pengumpulan data yang terdiri dari observasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful