P. 1
askep hipertensi

askep hipertensi

|Views: 80|Likes:
Published by Dea Arista

More info:

Published by: Dea Arista on Nov 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2014

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. LATAR BELAKANG
  • B. TUJUAN
  • BAB II
  • TINJAUAN TEORITIS
  • A.KONSEP KELUARGA
  • 3.Tipe Keluarga
  • 4.Peran Keluarga
  • 5.Fungsi Keluarga
  • 6.Tahap perkembangan keluarga
  • 7.Tugas Kesehatan Keluarga
  • 1.Konsep Keperawatan Keluarga
  • Pengertian
  • 2.Konsep Hipertensi
  • c.Klasifikasi Hipertensi
  • d.Manifestasi Klinik
  • 3.Fokus Intervensi
  • RESUME KEPERAWATAN
  • GAMBARAN KASUS
  • Diagnosa Keperawatan 1
  • Diagnosa Keperawatan 2
  • Tujuan Khusus 5 :
  • BAB III
  • PEMBAHASAN
  • A.Diagnosa Keperawatan I
  • B.Diagnosa Keperawatan 2
  • BAB IV
  • IMPLIKASI KEPERAWATAN
  • ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI PADA
  • USIA PERTENGAHAN
  • KASUS
  • I.PENGKAJIAN
  • ANALISA DATA
  • II.PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
  • Prioritas masalah keperawatan
  • III.PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Hipertensi merupakan salah satu penyakit system kardiovaskuler yang banyak dijumpai di masyarakat. Hipertensi bukanlah penyakit menular, namun harus senantiasa diwaspadai. Tekanan Darah tinggi atau Hipertesi dan arteriosclerosis ( pengerasan arteri ) adalah dua kondisi pokok yang mendasari banyak bentuk penyakit kardiovaskuler. Lebih jauh, tidak jarang tekanan darah tinggi juga menyebabkan gangguan ginjal.Sampai saat ini, usaha-usaha baik mencegah maupun mengobati penyakit hipertensi belum berhasil sepenuhnya, karena adanya factor-faktor penghambat seperti kurang pengetahuan tentang hipertensi ( pengertian, tanda dan gejala, sebab akibat, komplikasi ) dan juga perawatannya. Saat ini, angka kematian karena hipertensi di Indonesia sangat tinggi. Oleh karena perlu di galakkan pada masyarakat mengenai pengobatan dan perawatan Hipertensi. Diharapkan dengan di buatnya Asuhan Keperawatan keluarga resiko tinggi hipertensi ini dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian karena hipertensi dalam masyarakat khususnya dalam keluarga.

B.

TUJUAN Ada 2 macam tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

Tujuan Umum : Mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan keluarga agar mandiri mengatasi masalah kesehatannya. Tujuan Khusus adalah keluarga dapat :

a. Mengenal masalah kesehatan b. Menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah keluarga c. Melakukan tindakan keperawatan kesehatan kepada anggota keluarga yang sakit atau yang mempunyai gangguan fungsi tubuh atau yang membutuhkan asuhan keperawatan. d. Memelihara lingkungan baik fisik, psikis maupun social sehingga dapat menunjang peningkatan kesehatan keluarga. e. Memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat seperti Puskesmas, Puskesmaspembantu, kartu sehat, posyandu, RS,dll untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. KONSEP KELUARGA 1. Pengertian

a. Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam peranannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan. (Bailon dan Maglaya, 1989 dikutip Nasrul Effendy, 1998, hal ; 32 - 33). b. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketegantungan. ( Departemen Kesehatan RI, 1988 dikutip Nasrul Effendy, 1998, hal ; 32).

Dari kedua definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah : 1) Unit terkecil dari masyarakat 2) Terdiri dari 2 orang atau lebih 3) Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah 4) Hidup dalam satu rumah tangga 5) Di bawah asuhan seorang kepala keluarga 6) Berinterkasi diantara sesama anggota keluarga 7) Setiap anggota keluarga mempunyai perannya masing-masing 8) Menciptakan, mempertahankan suatu budaya

2. Ciri – ciri Struktur Keluarga

Menurut Anderson Carter . f. kakek. misalnya . 3. b. Tipe Keluarga Menurut Nasrul Effendy (1998) hal 33 – 34 tipe keluarga terdiri dari : a. Keluarga berantai (Serial Family) Adalah keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan suatu keluarga inti. c. keponakan. c. Keluarga inti (Nuclear Family) Adalah keluarga yang terdiri dari ayah. b. dikutip Nasrul Effendy 1998 hal 33 dibagi menjadi 3 yaitu : a. nenek. ibu dan anak. bibi dan sebagainya. saudara sepupu. Terorganisasi : Saling berhubungan. saling ketergantungan antara anggota keluarga.anak. paman. Keluarga berkomposisi (Compocite) Adalah keluarga yang berpoligami yang hidup bersama. d. Keluarga duda atau janda (Single Family) Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian. Keluarga kabitas (Cahabitation) . Ada perbedaan dan kekhususan : Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing – masing. Ada Keterbatasan : Setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing – masing. Keluarga besar (Extended Family) Adalah keluarga inti di tambah sanak saudara. e.

4. 5. disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. mental. pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. pelindung. . c. sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.pendidik. Peran ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak – anaknya. b. Peran Keluarga Berbagai peranan yang terdapat didalam keluarga menurut Nasrul Effendy 1998. sebagai kepala keluarga. hal 34 adalah sebagai berikut : a. Peran anak : Anak – anak melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik. Fungsi Keluarga Fungsi keluarga menurut Friedman.Adalah keluarga yang terdiri dari dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk satu keluarga. didefinisikan sebagai hasil atau konsekwensi dari struktur keluarga. Lima fungsi keluarga yang paling berhubungan erat saat mengkaji dan mengintervensi keluarga adalah . berperan sebagai pencari nafkah. 1998 hal 100. Ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga sebagai pengasuh dan pendidik anak – anaknya. dan pemberi rasa aman. Peran ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak – anak. sosial dan spiritual.

b. Fungsi Reproduksi : untuk menjaga kelangsungan keturunan/generasi dan menambah sumber daya manusia. sandang. tahap dan tugas perkembangan keluarga ada 8. 1998. b. dan juga sebagai penganugrahan status anggota keluarga. Fungsi Afektif (Fungsi pemeliharaan kepribadian) : untuk stabilitas kepribadian kaum dewasa. Delapan tahap siklus kehidupan keluarga. d. c. Tahap perkembangan keluarga Menurut Duvall (1977) dikutip Friedman. memenuhi kebutuhan – kebutuhan para anggota keluarga. Tugas perkembangan membangun perkawinan yang saling memuaskan menghububgkan jaringan persaudaraan secara harminis keluarga berencana (keputusan tentang kedudukan sebagai orangtua Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap. Fungsi Ekonomis : untuk mengadakan sumber – sumber ekonomi yang memadai dan mengalokasikan sumber – sumber tersebut secara efektif. No Tahap Perkembangan 1 Keluarga pemula a. juga untuk kelangsungan hidup masyarakat.a. yaitu: Tabel I. papan dan perawatan kesehatan. Sosialisai dan Fungsi penempatan sosial : untuk sosialisasi primer anak – anak yang bertujuan untuk membuat mereka menjadi anggota masyarakat yang produktif. 2 Keluarga sedang mengasuh anak a. Fungsi Perawat Kesehatan : untuk mengadalan kebutuhan-kebutuhan fisik – pangan. e. hal 109 –135. 6. c. .

Memperluas siklus keluarga dengan muda memasukkan anggota keluarga baru didapatkan melalui perkawinan anak-anak b. Mengembangkan kebebasan dengan tanggungjawab ketika remaja menjadi dewasa dan semakin mandiri b. keamanan b. Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan b. Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga Keluarga dengan anak usia a. Mengintegrasikan anak yang baru sementara tetap memenuhi kebutuhan anak-anak yang lain d. c. Membantu orangtua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami maupun istri Orangtua usia pertengahan a. Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran-peran orangtua dan kakek nenek Keluarga dengan anak usia a. Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga Keluarga dengan anak remaja a. Memfokuskan kembali hubungan perkawinan c. sekolah termasuk meningkatkan prastasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat b. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan c. ruang bermain. Berkomunikasi secara terbuka antara orangtua dan anak-anak Keluarga melepaskan anak dewasa a. Memenuhi kebutuhan anggota prasekolah keluarga se[erti rumah.3 4 5 6 7 b. privasi. Melanjutkan untuk memperbaharui dan menyesuaikan kembali hubungan perkawinan c. Mensosialisasikan anak c. Rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga. Mensosialisasikan anak-anak. Mempertahankan hubungan – hubungan yang memuaskan dan penuh arti dengan para orangtua . Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan d.

b. Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun c. Memperkokoh hubungan perkawinan a. Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka (penelaahan dan integrasi hidup) 7. c. Mempertahankan ikatan keluarga antar generasi f. Mempertahankan hubungan perkawinan d. Tugas Kesehatan Keluarga Tugas kesehatan keluarga menurut Nasrul effendy. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat. . e.8 Keluarga lansia lansia dan anak-anak c. Mempertahankan hubungan dengan (menggunakan) fasilitas kesehatan masyarakat. Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat. hal 42. Mengenal masalah kesehatan. d. Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan b. 1998. Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan e. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit. adalah sebagai berikut : a.

Seseoarang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastol. Perawatan kesehatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau kesatuan yang di rawat dengan sehat sebagai tujuan melalui perawatan sebagai sarana atau penyalur. Penyebab . Konsep Hipertensi a.on dan Aracelis Maglaya 1978. Bail. Pengertian Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal.ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI 1.D. b. Konsep Keperawatan Keluarga Pengertian Asuhan keperawatan keluarga menurut Salvicion G. 2. hal 356). (Elisabet Corwin.

Terdapat sekitar 95 % kasus. Klasifikasi Hipertensi Klasifikasi a.Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 bagian yaitu : (Mansjoer Arif. Normal Sistolik mmHg < 130 Diastolik mmHg < 85 . dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 1. hiper aldesteronisme sindrom chausing. Penyebabnya specifik diketahui seperti penggunaan estrogen. Klasifikasi Hipertensi Klasifikasi Hipertensi (JNL. 1997) : The sixt Report of Join National Committee on Prevention 1997 dikutip oleh Mansjoer Arif. c. Faktor resiko dari hipertensi essensial adalah : a) Usia b) Jenis kelamin c) Riwayat keluarga d) Obesitas e) Serum lipid f) Diet g) Perokok 2) Hipertensi Sekunder atau Hipertensi Renal Terdapat sekitar 5 % kasus.1999 hal 518) 1) Hipertensi Essensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya disebut juga Hipertensi Idiopatik.dkk. dkk. hipertensi vaskuler renal. 1999 hal 519. penyakit ginjal. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan dan lain-lain.

gejala baru ada setelah terjadi komplikasi pada ginjal. (Mansjoer Arif. mata. dkk. Perbatasan c. Manifestasi Klinik Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala bila demikian. 1999). . Gejala lain yang sering ditemukan adalah sakit kepala. Hipertensi tingkat 3 130 – 139 140 – 159 160 – 179 > 180 85 – 89 90 – 99 100 – 109 > 110 d. telinga berdenging. marah. Hipertensi tingkat 2 e. mata berkunang-kunang dan pusing . Hipertensi tingkat I d.b. otak atau jantung. epistaksis.

drh otak meningkat Nyeri kepala Gangguan rs nyaman Resti injuri Sinkope Gangguan perfusi jaringan Blood flow menurun Respon RAA After load meningkat Nyeri dada Resti injuri CVA Vasokontriksi Rangsang Aldosteron Odem Penurunan COP Retensi Na Fatique Gangguan keseimbangan . Pathway Pathway Keperawatan disusun dengan mengambil sumber dari . drh otak meningkat Suplay O2 otak menurun Ginjal Vasokontriksi pemb drh ginjal Sistemik vasokontriksi Koroner jntung Iskhemi miokard Spasmus arteriole Diplopia Tek.Kapita Selecta Kedokteran. Ketiga. Jilid I. 1999. Ed. Asuhan Keperawatan Keluarga..e.Pemb. Jenis kelamin HYPERTENSI Otak Pembuluh darah Retina Gaya hidup Obesitas Umur Resistensi pemb. 1999 dan Nasrul Effendy.

3. 8) Identifikasi rujukan atau layanan komunitas yang diperlukan untuk tindak lanjut. Intervensi : faktor-faktor penyebab atau penunjang yang . 3) Tingkatkan percaya diri dan kemajuan diri yang positif. 5) Tingkatkan sikap positif keikutsertaan individu dan keluarga. Diagnosa 2 : Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral. faktor resiko. 6) Jelaskan dan bicarakan : a) Proses penyakit b) Aturan pengobatan c) Perubahan gaya hidup yang diperlukan d) Metode untuk memantau kondisi 7) Jelaskan bahwa perubahan gaya hidup dan kebutuhan belajar akan membutuhkan waktu untuk integrasi. pembatasan diet. pengobatan. Intervensi : 1) Identifikasi menghalangi. Fokus Intervensi Individu Diagnosa 1 : Resiko terhadap ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik yang berhubungan dengan ketidakcukupan pengetahuan tentang kondisi. 4) Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar. 2) Bangun rasa percaya dan kekuatan. Fokus Intervensi a.

Fokus Intervensi pada keluarga Berikut ini intervensi keperawatan keluarga yang dilakukan pada masalah hipertensi sesuai dengan 5 tugas keluarga : 1) Mengenal masalah kesehatan Intervensi : a) Gali pengetahuan keluarga tentang hipertensi b) Jelaskan pada keluarga tentang pengertian hipertensi c) Jelaskan pada keluarga mengenai macam-macam penyebab hipertensi d) Jelaskan pada keluarga tanda dan gejala hipertensi 2) Mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat Intervensi : a) Jelaskan akibat-akibat bila hipertensi tidak ditangani dengan tepat b) Motivasi keluarga untuk mengambil keputusan yang tepat guna menangani hipertensi c) Beri reinforcement positif atas keputusan keluarga . 4) Bantu pasien untuk ambulasi sesuai kebutuhan. 2) Berikan tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala. b. 3) Hilangkan/minimalkan aktifitas vasokonstriksi yang dapat meningkatkan rasa sakit kepala. misalnya mengejan.1) Pertahankan tirah baring selama fase akut.

3) Merawat anggota keluarga yang sakit Intervensi : a) Jelaskan pada keluarga tentang perawatan hipertensi b) Demonstrasikan cara pembuatan obat tradisional untuk hipertensi c) Beri kesempatan keluarga untuk mendemonstrasikannya d) Beri reinforcement atas ketrampilan keluarga 4) Memodifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan Intervensi : Jelaskan tentang pencegahan hipertensi yang dapat dilakukan keluarga di rumah 5) Memanfaatkan fasilitas kesehatan Intervensi : a) Jelaskan pada keluarga mengenai tempat pelayanan kesehatan yang dapat digunakan untuk pengobatan hipertensi b) Motivasi keluarga untuk mengunjungi tempat fasilitas kesehatan c) Beri reinforcement (+) atas minat keluarga. .

dan anak-anaknya.. Anggota keluarga terdiri dari 3 orang yaitu Ny. sebagai anak hanya lulsan MTs. Kecamatan Lebaksiu. T sendiri.T adalah keluarga inti yang terdiri dari ayah. Pencari nafkah adalah Tn. berumur 55 tahun.M sebagai pedagang dan ibu rumah tangga.T sebagai petani penggarap sawah sendiri. ibu. GAMBARAN KASUS Pengkajian dilakukan pada keluarga Tn. An. M. sedangkan Ny. berumur 60 tahun. pekerjaan sehari-hari membantu ibu berjualan di rumah. Tipe keluarga Tn. T dengan kepala keluarga Tn. K berumur 17 tahun. Dengan . Kabupaten Tegal dan dilakukan melalui pendekatan proses keperawatan. sebagai istri. Pekerjaan Tn. T dibantu oleh istrinya sebagai pedagang dan menyewakan peralatan hajatan. pekerjaan tani dan pendidikan terakhir adalah SR.BAB II RESUME KEPERAWATAN Dalam bab ini penulis akan memberikan gambaran asuhan keperawatan keluarga yang telah dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 12 – 14 Juli 2003 di RT 18 RW V Desa Kambangan.

. Sedang tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah .000. M merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. 650. Hubungan rumah tangga mereka dengan dengan orantua masing-masing harmonis. Kabupaten Tegal. Ia lulusan sekolah rakyat dan pengetahuan tentang kesehatan masih kurang. Tn. Orangtua Ny.serta berkumpul bersama sambil menonton TV di ruang keluarga. yang tinggal hanya kakak perempuan pertamanya. T adalah Tn. T. Ibu Tn. Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah melepas anak ke masyarakat. Ny. Aktifitas rekreasi keluarga adalah dengan mendengarkan radio.-. saat ini dalam keadaan sehat. serta pengeluaran rata-rata adalah Rp. Orangtua Tn.sampai dengan Rp. M dengan usia 55 tahun. Tempat tinggal di Desa Kambangan RT 18 RW V Kecamatan Lebaksiu. An. T khususnya bapak sudah meninggal dunia sedangkan ibunya masih hidup dan dalam keadaan sehat. Penentu keuangan dalam keluarga Tn. sedang anak-anak yang lain (Sdr M dan Sdr G) sedang kuliah di Jakarta.penghasilan rata-rata Rp 800. 700. T merupakan anak terakhir dari 4 bersaudara. rencananya tahun depan mau naik haji.000.. dengan suku Jawa / Indonesia. M selain sebagai ibu rumah tangga juga membantu suaminya mencari nafkah yaitu dengan berjualan di rumah (warung).-/bulan. K usia 17 tahun sebagai anak pekerjaannya membantu ibu berjualan di rumah (warung).000. T tinggal bersebelahan dengan keluarga Tn. T sendiri. Anggota keluarga Tn. T yang tinggal serumah antara lain Ny. 2 kakak laki-lakinya sudah meninggal.T memeluk agama Islam dan taat menjalankan ibadah. Keluarga Tn. membantu anak untuk mandiri di masyarakat. Sedang Ny. M khususnya bapak sudah meninggal dunia juga sedangkan ibunya masih hidup dan dalam keadaan sehat.

Dari hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/95 mmHg. T dengan tetangga juga baik. ia dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa mengalami gangguan yang berarti. T dalam keadaan sehat. Keluarga Tn. nadi 88x/menit. Tn. menggunakan Bahasa Indonesia. T mampu dan lancar . arisan serta pengajian Bapak-bapak. kamar tidur tidak ada jendela sehingga tidak ada sinar matahari yang masuk. berdinding bata. K dalam keadaan sehat dan menjalankan aktifitas membantu ibu di warung tanpa mengalami gangguan. lantai terbuat dari plester. sedang dari Ny. T tidak ada riwayat penyakit menular ataupun penyakit kronis. Keluarga Tn. Sedang Ny. Untuk bahasa sehari – hari menggunakan bahasa Jawa ngoko dengan dialek Tegal. kebiasaan BAB menggunakan lubang yang disalurkan ke sungai yang berada di sebelah rumah. pembuangan sampah dengan cara dibakar. kuduk terasa cengeng/nyeri. T sambil ngobrol. pernafasan 22x/menit dan berat badan 85 kg. hal itu tampak dari kebiasaan tetangga sering berkumpul de teras rumah keluarga Tn. ruang dapur dapur cukup ventilasi. M aktif mengikuti jamiah seminggu 2 kali. suhu 365 C. Saat dilakukan pengkajian Tn. An. hubungan keluarga Tn. Ny. Hubungan keluarga tampak harmonis terlihat dari cara berkomunikasi antar anggota keluarga. Lingkungan rumah sekitar cukup bersih. M mengatakan kepala terasa pusing. M saat pengkajian dalam keadaan kurang sehat/sakit. T diketahui keadaan rumah sudah permanen. Dari hasil observasi keadan lingkungan rumah Tn. S ibunya punya riwayat penyakit hipertensi. T adalah pemeluk agama Islam yang taat menjalankan ibadah yaitu sholat 5 waktu. penglihatan kadang-kadang kurang jelas. T aktif mengikuti kegiatan di Rtnya yaitu kumpulan RT.Dalam keluarga Tn. ruang tamu cukup ventilasi. Namun Ny. luas rumah kurang lebih 5 x 11 meter.

T tidak menghadapi strssor yang berat walaupun Ny. Diagnosa Keperawatan 1 Resiko terjadinya serangan ulang pada Ny. M menderita hipertensi. Berikut ini akan diuraikan tindakan yang telah dilakukan beserta evaluasi hasil dari tiap diagnosa keperawatan yang ditemukan dan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. M yang mempunyai tekanan darah 160/95 mmHg tetapi hanya menganggap sakit biasa dan tidak minum obat serta tidak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan yang ada. ia baru istirahat dengan mengurangi aktifitas. T berharap dengan kedatangan petugas kesehatan (penulis) dapat menambah pengetahuan tentang kesehatan serta penyakit Ny. Dari gambaran kasus di atas dapat dirumuskan diagnosa keperawatan. M akan berkurang ataupun lebih ringan. Hal itu terlihat dari Ny. T menganggap sakit biasa. Keluarga Tn. kecuali sudah dirasakan sangat sakit atau mengganggu aktifitas maka segera berobat. . sedangkan proses keperawatan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1. namun Tn. M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit. Apabila rasa sakit itu sudah tidak bisa ditahan atau kurang enak badan.Dalam kehidupan sehari-hari keluarga Tn.

2) Mendiskusikan cara pengolahan makanan untuk penderita hipertensi. Implementasi : 1) Menjelaskan pada keluarga komplikasi dari penyakit hipertensi. T dapat menjelaskan kembali tentang komplikasi dari hipertensi. 3) Keluarga Tn T mampu menyebutkan jenis makanan yang tidak boleh/dikurangi. penyebab. 4) Memberikan pujian pada keluarga atas keputusan yang diambil. 2) Keluarga Tn. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga. Tujuan Khusus 2 : Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan selama 25 menit diharapkan keluarga mampu mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat. tanda dan gejala serta pencegahan hipertensi. 2) Keluarga Tn T sudah tahu tentang tanda dan gejala serta pencegahan dari hipertensi . T mengatakan sudah jelas dengan materi yang disampaikan oleh penulis. T mampu menyebutkan cara pengolahan makanan bagi . 3) Memberikan bimbingan cara pengolahan makanan. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. Evaluasi: 1) Keluarga Tn. T mengatakan sudah mengerti tentang hipertensi. 4) Memberi kesempatan pada keluarga untuk mengelompokkan makanan yang tidak boleh/dikurangi. 2) Menjelaskan tentang pengertian. Tujuan Khusus 1: Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan selama 25 menit keluarga mampu mengenal masalah kesehatan. Implementasi :1) Menggali pengetahuan keluarga mengenai hipertensi. 5) Keluarga Tn. 5) Mengulangi penjelasan yang telah disampaikan. 3) Mendiskusikan cara pencegahan hipertensi.Tujuan Umum : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi kenaikan tekanan darah diatas 140/90 mmHg.

Tujuan Khusus 4 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pertemuan 20 menit diharapkan keluarga mampu memodifikasi lingkungan. 2) Membimbing keluarga Tn. 3) Memberi kesempatan pada keluarga TN. 3) Memberikan pujian pada keluarga Tn. 3) Keluarga Tn. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga. 4) Mengulangi penjelasan cara perawatan hipertensi. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga. T mampu menyebutkan cara pencegahan dan perawatan hipertensi. 2) Mendemonstrasikan pembuatan obat tradisional. 2) Ny M mampu mendemonstrasikan pembuatan obat tradisional. T mampu menyebutkan cara membuat obat tradisional. T dapat menjelaskan kembali tentang perawatan hipertensi dengan di bantu oleh penyuluh. 4) Memberikan pujian atas redemonstrasi yang dilakukan.penderita hipertensi. T tentang pencegahan dan perawatan hipertensi. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. Implementasi : 1) Menjelaskan cara membuat obat tradisional hipertensi. Implementasi : 1) Menggali pengetahuan keluarga tentang perawatan hipertensi. T untuk redemonstrasi pembuatan obat tradisional. T mengatakan penjelasan yang disampaikan cukup jelas. 2) Keluarga Tn. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga. T atas cara perawatan yang diambil. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. Tujuan Khusus 3 : Setelah dilakukan tindakan perawatanatau pertemuan selama 25 menit keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit. .

Tujuan Khusus 5 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pertemuan selama 20 menit diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan. Implementasi: 1) Menjelaskan pada keluarga berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat didunakan, 2) Menanyakan pada keluarga Tn. T fasilitas kesehatan yang akan digunakan, 3) Memberikan dorongan untuk mengunjungi pelayanan kesehatan terdekat. Evaluasi: 1) Keluarga Tn. Tmampu menyebutkan jenis fasilitas pelayanan

kesehatan, 2) Keluarga Tn. T mengatakan mau mengunjungi Puskesmas untuk mengobati sakitnya. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Diagnosa Keperawatan 2 Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Tujuan Umum : Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan atau penyuluhan , diharapkan nyeri berkurang sampai dengan hilang. Tujuan Khusus 1 : Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan sebanyak 2 x diharapkan keluarga mampu mengenal masalah kesehatan. Implementasi : 1) Menanyakan pada keluarga tentang relaksasi, 2) Mendiskusikan cara menangani nyeri, 3) Memberi penyuluhan tentang relaksasi, 4) Melakukan demonstrasi relaksasi, 5) Memberikan keempatan pada keluarga Tn. T untuk redemonstrasi relaksasi, 6) Memberi pujian untuk tindakan yang benar.

Evaluasi : 1) Keluarga Tn. T sudah tahu tentang relaksasi, 2) Keluarga Tn. T mampu melakukan relaksasi. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 2 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau penyuluhan kesehatan selama 20 menit diharapkan keluarga mampu memutuskan tindakan yang tepat. Implementasi : 1) Menjelaskan pada keluarga Tn. T tentang penyebab nyeri, 2) Mendiskusikan dengan keluarga Tn. T untuk mengurangi nyeri, 3) Memberikan bimbingan untuk mengurangi nyeri, 4) Memberikan pujian atas keputusan yang diambil. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. T mampu menyebutkan penyebab nyeri, 2) Keluarga Tn. T mampu mengambil keputusan untuk mengurangi nyeri. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 3 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau kunjungan rumah selama 25 menit diharapkan keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit. Implementasi : 1) Menjelaskan tentang akibat nyeri, 2) Memberikan pujian untuk tindakan yang benar, 3) Mengulangi penjelasan agar lebih jelas lagi. Evaluasi : 1) Keluarga mampu menyebutkan akibat nyeri yang berkelanjutan. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 4 :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau penyuluhan kesehatan sebanyak 2 x kunjungan diharapkan keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk

mengurangi nyeri. Implementasi : 1) Memberikan kesempatan pada Ny. M untuk melakukan

relaksasi, 2) Mendemonstrasikan cara pembuatan obat tradisional, 3) Memberikan kesempatan pada Ny. M untuk membuat obat tradisional, 4) Mempersilakan pada Ny. M untuk minum obat yang telah di buat. Evaluasi : 1) Keluarga mampu melakukan relaksasi, 2) Keluarga mampu membuat obat tradisional, 3) Ny. M mau minum obat tradisional. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga. Tujuan Khusus 5 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pertemuan selama 25 menit diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Implementasi : 1) Menjelaskan pada keluarga Tn. T tentang fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat digunakan, 2) Menanyakan pada keluarga Tn. T fasilitas mana yang akan digunakan, 3) Memberikan dorongan untuk mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat. Evaluasi : 1) Keluarga dapat mengerti fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat digunakan, 2) Keluarga Tn. T mengatakan akan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada bila ada yang mengalami gangguan kesehatan, 3) Ny.M mau mengunjungi Puskesmas. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

T dengan Hipertensi . perawatan diri (self – care).BAB III PEMBAHASAN Dalam bab ini penulis akan mencoba memibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendokumentasian. Hal ini penting karena untuk membina hubungan saling percaya. serta upaya-upaya yang berarti dapat mengurangi resiko yang diciptakan oleh pola hidup dan bahaya dari lingkungan. yang telah dilakukan selama 3 hari dari tanggal 10 – 12 Juli 2003. 6). Hasil asuhan keperawatan yang telah penulis laksanakan dengan menggunakan proses keperawatan secara komprehensif pada keluarga Tn. hal . membuat diagnosa keperawatan. yang mana secara tidak langsung mengangkat deraja kesehatan dari setiap anggota keluarga (Friedman 1998. Pengkajian dilakukan dengan wawancara. pendidikan kesehatan dan konseling keluarga. Melalui perawatan kesehatan keluarga yang berfokus pada peningkatan. identifikasi masalah. observasi serta pemeriksaan fisik anggota keluarga. dan masalah-masalah yang perlu dibahas dihubungkan dengan teori yang ada melalui pendekatan proses keperawatan. . di Desa Kambangan RT 18 RW V Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Dalam pelaksanaanya asuhan keperawatan keluarga inipenulis memerlukan waktu untuk pendekatan dengan keluarga. kesenjangan. Dari data yang terkumpul kemudian di buat suatu analisa. Tujuannya adalah untuk mengangkat derajat kesehatan keluarga secara menyeluruh. yaitu dengan melakukan perkenalan dan penjelasan maksud serta tujuan kunjungan. yaitu mulai tanggal 7 – 9 Juli 2003. memprioritaskan masalah.

Penyebab yang ditampilkan yaitu “Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi. M mengatakan pernah dirawat di Rumah Sakit pada tahun 2000 dengan tekanan darah 190/100 mmHg. pandangan kabur. 2001). M mengatakan makan penyakit dan penurunan situasi . sekarang Ny. M menyatakan kepala nyeri. Maksud dari ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik : suatu pola dimana individu mengalami atau beresiko tinggi untuk mengalami kesukaran berintegrasi ke dalam suatu program kehidupan sehari-hari untuk pengobatan beresiko (Carpenito. 2001). Berdasarkan teori diterangkan bahwa resiko adalah diagnosa yang menggambarkan penilaian klinis di mana individu atau kelompok lebih rentan untuk merngalami masalah ketimbang orang lain dalam situasi yang sama atau serupa (Carpenito.membuat skoring serta langkah selanjutnya adalah merencanakan tindakan. tekanan darah 160/95 mmHg. Penulis mengangkat diagnosa tersebut karena saat dilakukan pengkajian Ny. A. M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. Penulis menyadari bahwa diagnosa diatas kurang tepat. M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit (Carpenito. kuduk terasa sakit/nyeri. 2001). diagnosa yang tepat adalah Penatalaksanaaan program terapeutik tak efektif pada Ny. Sebab dari hasil pengkajian didapatkan data Ny. Diagnosa Keperawatan I Resiko terjadinya serangan ulang pada Ny. melaksanakan tindakan serta mengevaluasinya.

Ny. M tidak minum obat. Tujuannya adalah untuk mengangkat derajat kesehatan keluarga secara menyeluruh. T. Serta keluarga ingin mengetahui atau mengenal lebih jauh tentang hipertensi dan cara perawatannya. Karena pendidikan kesehatan merupakan salah satu fokus dalam perawatan kesehatan keluarga disamping peningkatan perawatan diri dan konseling keluarga. 6). akibat jika hipertensi tidak ditangani. serta upaya-upaua yang berarti dapat mengurangi resiko yang diciptakan oleh pola hidup dan bahaya dari lingkungan. 1998 . perawatan hipertensi dengan leaflet dan lembar balik serta demonstrasi pembuatan obat tradisional juga penjelasan tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan yang ada beserta rasionalnya. T mampu merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi. Disamping itu keluarga hanya tahu kalu hipertensi itu tekanan darah diatas 200 serta keluarga menganggap jika penyakit hipertensi sudah dirawat di Rumah Sakit dan pulang dalam keadaan sembuh maka penyakit itu tidak akan berulang kembali. Pendidikan kesehatan itu berupa penyuluhan mengenai pengertian hipertensi. Dengan diangkatnya diagnosa tersebut diharapkan keluarga Tn. yang mana secara tidak langsung mengangkat derajat kesehatan dari setiap anggota keluarga (Friedman.tiap hari bebas tidak ada diet yang benar. skore untuk diagnosa ini adalah 3 5/6. Berdasarkan masalah yang ada di susun rencana tindakan keperawatan yaitu melalui pendidikan kesehatan. Ny. penyebab tanda dan gejala. juga karena keluarga menganggap bahwa masalahnya harus segera ditangani. M tidak berobat secara rutin. . Diagnosa ini menempati prioritas utama karena didasarkan pada skore dan menonjolnya masalah pada keluarga Tn.

Adapun uraian pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : a. penyebab . 3) Jelaskan cara pencegahan hipertensi Rasional : untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan hipertensi 4) Beri kesempatan pada keluarga untuk mengelompokkan makanan yang tidak boleh/dikurangi. Intervensinya : 1) Gali pengetahuan keluarga mengenai hipertensi. tanda dan gejala dari hipertensi. Rasional : persepsi yang salah dapat menghambat program pengobatan . 5) Bimbing keluarga mengulangi penjelasan. Dari diagnosa di atas penulis menentukan tujuan jangka panjang yaitu setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi serangan ulang. 2) Jelaskan tentang pengertian. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit keluarga mampu mengenal masalah kesehatan. penyebab. tanda dan gejala hipertensi. Rasional : makanan yang tinggi garam dan tinggi lemak akan memperberat hipertensi.Melalui penyuluhan tersebut di atas penulis berharap keluarga dapat mengetahui dan memahami tentang masalah hipertensi serta dapat meningkatkan psikomotor dan afektif dalam melaksanakan 5 tugas keluarga. . Rasional : keluarga dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengertian.

Rasional : keluarga mengetahui akibat lanjut hipertensi bila tidak ditangani. Rasional : memberikan pengetahuan pengolahan makanan dimana keluarga membuat pertimbangan dalam mengolah makanan untuk penderita hipertensi. Rasional : merupakan penghargaan dan motivasi pada keluarga b. 3) Beri pujian atas keputusan yang diambil. 2) Bimbing keluarga untuk mencegah serangan. . Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan selama 20 menit diharapkan keluarga mampu mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat.Rasional : mempermudah untuk mengulangi penjelasan. Rasional : dengan membimbing keluarga diharapkan tidak terjadi serangan ulang. Rasional : memberikan penghargaan dan motivasi pada keluarga atas keputusan yang diambil dalam mencegah hipertensi.. 5) Ulangi penjelasan yang telah disampaikan. Intervensinya : 1) Jelaskan pada keluarga akibat lanjut dari hipertensi. Rasional : mempermudah untuk mengingat penjelasan. 4) Diskusikan bersama keluarga cara pengolahan makanan untuk penderita hipertensi. 6) Beri pujian pada keluarga atas jawaban yang benar.

Rasional : keluarga mengetahui dan memahami perawatan hipertensi dengan benar. Rasional : untuk mengetahui cara pembuatan obat tradisional hipertensi. Rasional : dengan menjelaskan akibat lanjut. 2) Bimbing keluarga untuk melakukan pencegahan dan perawatan hipertensi. Rasional : keluarga melihat secara langsung pembuatan obat tradisional. Rasional : memberikan penghargaan dan motivasi pada keluarga atas perawatan yang dilakukan. Intervensinya : 1) Jelaskan akibat lanjut hipertensi. . Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 25 menit diharapkan keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit. 4) Ulangi penjelasan bila ada yang kurang jelas. 3) Beri pujian atas keputusan perawatan yang diambil. d. Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 30 menit diharapkan keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang menunjang kesehatan. 2) Demonstrasikan cara pembuatan obat tradisional. keluarga mampu menanggulangi hipertensi secara dini. Rasional : mempermudah untuk mengingat dan melakukannya.c. Intervensinya : 1) Jelaskan cara membuat obat tradisional.

Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 20 menit diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Rasional : untuk mengetahui respon keluarga apabila ada keluarga yang sakit. e. T dan Ny. Rasional : memberikan penghargaan dan motivasi terhadap keluarga atas tindakan yang telah dilakukan. Rasional : keluarga dapat memilih fasilitas kesehatan yang sesuai dengan pilihannya. T fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan. 3) Anjurkan untuk mengunjungi tempat pelayanan kesehatan bila sakit. Rasional : keluarga dapat mengunjungi fasilitas kesehatan yang ada. Intervensinya : 1) Jelaskan pada keluarga Tn. kurang mengerti istilah-istilah kesehatan. keluarga dapat melakukan pembuatan obat tradisional Dalam pelaksanaan inplementasi selama 3 hari khususnya tentang penyuluhan kesehatan dijumpai beberapa faktor penghambat yaitu latar belakang pendidikan keluarga terutama Tn. M berpendidikan SR. 4) Beri pujian atas redemonstrasi. 2) Tanyakan pada keluarga fasilitas mana yang akan digunakan apabila ada keluarga yang sakit. sehingga materi yang diberikan haris .3) Beri kesempatan untuk melakukan redemonstrasi pembuatan obat tradisional Rasional : sendiri.

T penulis menggunakan metode penyuluhan dengan ceramah. Sedangkan faktor pendukung dari pelaksanaan penyuluhan adalah dari sikap keluarga yang terbuka dan rasa kekeluargaan yang tinggi. 1998 .memakai bahasa daerah Tegalan. Metode diskusi digunakan penulis untuk memperluas pandangan tiap peserta dan memungkinkan peserta dapat mengungkapkan pendapat ataupun pertanyaan serta membuat topik menjadi menarik. Tindakan atau intervensi umum yang bisa digunakan dalam mengatani masalah keluarga adalah dengan penyuluhan. Partisipasi keluarga. Serta harus mengulang penjelasan sampai 2 kali dengan menampilkan gambar-gambar untuk lebih mudah dimengerti oleh keluarga termasuk juga sulitnya mendapatkan benda asli untuk peragaan. 1998 . sehingga dalam setiap pertemuan keluarga selalu hadir walaupun harus meninggalkan pekerjaan di sawah. 232 – 243) . konsultasi dan kontrak. Di samping itu juga keluarga mempunyai motivasi yang baik untuk dapat merawata anggota keluarga yang sakit. manajemen kasus dan kolaborasi. 405 – 501). Metode demonstrasi digunakan untuk memudahkan penjelasan dan membantu sasaran untuk lebih memahami materi serta untuk memberikan ketrampilan pada sasaran (Nasrul Effendy. konseling. (Friedman. Penulis menggunakan metode ceramah karena metode ini mudah digunakan dapat diterima oleh sasaran yang tidak bisa membaca dan mudah mengorganisasinya. Dalam intervensi pada keluarga Tn. diskusi dan demonstrasi serta bekerjasama/berkolaborasi dengan perawat kesehatan masyarakat Puskesmas Kambangan.

Alih bahasa I Made Karyasa. Evaluasi jangka pendek dari diagnosa keperawatan keluarga ini adalah setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pertemuan keluarga Tn. penyebab dan tanda-tanda hipertensi serta keluarga mengatakan sekarang sudah mengerti tentang penyakit hipertensi. T mampu menyebutkan definisi. dkk (2001). Edisi 3. Bahkan keluarga sudah mulai melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang terkena hipertensi. EGC. didasarkan atas adanya resistensi pembuluh otak yang meningkat menimbulkan nyeri kepala hal ini mengakibatkan gangguan rasa nyaman. Berdasarkan teori yang ada pada kasus hipertensi muncul gangguan rasa nyaman nyeri. Diagnosa keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri adalah berhubungan dengan tekanan vaskular cerebral akut atau sakit kepala (Doengoes ME. B. dkk. Selain itu penulis juga menggunakan bahan-bahan / contoh asli. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa tujuan sudah teratasi sebagian. Nyeri kronik adalah keadaan dimana seorang individu . Jakarta) Nyeri yang dimaksudkan disini adalah nyeri kronik karena nyeri timbul lebih dari enam bulan. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian). Diagnosa Keperawatan 2 Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.Untuk lebih meningkatkan pemahaman keluarga terhadap materi yang disampaikan penulis menggunakan gambar yang apresiasf.

Penyebab yang ditampilkan yaitu ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. M mengatakan sakitnya sudah biasa dan akan hilang sendiri kalau istirahat. dimana diagnosa ini mempunyai skor 3 2/3. M mengatakan kepala nyeri. Alasan diagnosa ini dijadikan prioritas kedua adalah berdasarkan hasil perhitungan nilai dengan menggunakan skala prioritas dalam menyusun masalah kesehatan keluarga. akibat nyeri serta pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Diagnosa ini mempunyai tujuan jangka panjang yaitu setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri berkurang sampai dengan hilang. Adapun uraian pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau kunjungan rumah sebanyak 2 x pertemuan diharapkan keluarga mampu mengenal masalah kesehatan. Dengan diangkatnya diagnosa tersebut diharapkan keluarga Tn. Ny. tekanan darah 160/90. T mampu mengenal masalah kesehatan penyakit hipertensi. Berdasarkan masalah yang ada disusun rencana tindakan keperawatan berupa penyuluhan kesehatan mengenai tehnik relaksasi. penyebab nyeri.mengalami nyeri yang menetap atau intermiten dan berlangsung lebih dari enam bulan (Carpenito. M tetap bekerja dan beraktifitas seperti biasa tanpa memperdulikan rasa sakitnya. kuduk terasa sakit. Sebab dari hasil pengkajian didapatkan Ny. Penulis mengangkat diagnosa tersebut karena saat dilakukan pengkajian Ny. Intervensinya : 1) Gali pengetahuan keluarga tentang relaksasi. . 2001).

4) Beri pujian tetang pendapat yang benar Rasional : merupakan penghargaan dan motivasi pada keluarga. 5) Demonstrasikan tekhnik relaksasi Rasional : melihat secara langsung tekhnik relaksasi. 3) Beri penjelasan tentang relaksasi. b. Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan selama 20 menit diharapkan keluarga mampu mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat. Rasional : dapat melakukan relaksasi tanpa bantuan. 6) Beri kesempatan redemonstrasi relaksasi. 2) Bimbing keluarga untuk mengurangi nyeri. Rasional : memberikan informasi yang benar sehingga tahu tentang relaksasi. 2) Diskusikan cara relaksasi. Intervensinya : 1) Jelaskan penyebab nyeri Rasional : keluarga tahu penyebab nyeri sehingga tidak salah dalam menangani atau mengobati nyeri. Rasional : memberikan pengetahuan dasar dimana keluarga dapat membuat pertimbangan dalam melakukan relaksasi. Rasional : keluarga mampu mengurangi / menanggulangi nyeri. 3) Diskusikan cara mengurangi nyeri .Rasional : untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan keluarga mengenai relaksasi.

Intervensinya : 1) Diskusikan cara relaksasi Rasional : keluarga membuat pertimbangan untuk melakukan cara relaksasi. Rasional : keluarga mengerti betul akibat nyeri. Intervensinya : 1) Jelaskan tentang akibat nyeri Rasional : keluarga mampu menangani nyeri sedini mungkin. 3) Ulangi penjelasan yang kurang dimengerti. c. Rasional : memberikan penghargaan dan motivasi pada keluarga atas tindakan yang benar. 2) Beri pujian untuk tindakan yang benar. Setelah dilakukan tindakan perawatan/ kunjungan rumah selama 20 menit diharapkan keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk mengurangi nyeri. 2) Demonstrasikan relaksasi Rasional : melihat secara langsung tekhnik relaksasi. 3) Beri kesempatan untuk redemonstrasi . Setelah dilakukan tindakan perawatan atau pertemuan selama 25 menit diharapkan keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit. d.Rasional : keluarga membbuat pertimbangan untuk mengatasi nyeri. 4) Beri pujian atas keputusan yang diambil Rasional : memberikan penghargaan dan motivasi pada keluarga atas keputusan yang diambil.

dengan . Rasional : untuk mengetahui respon keluarga tentang adanya fasilitas kesehatan yang ada. 3) Anjurkan pada keluarga untuk mengunjunginya. 4) Beri pujian atas tindakan yang dilkukan Rasional : memberikan penghargaan dan motivasi pada keluarga atas tindakan yang benar. Setelah dilakukan tindakan perawatan atau pertemuan selam 25 menit diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Dari hasil evaluasi tindakan selama 3 hari didapatkan data bahwa keluarga mengerti penjelasan mengenai pengertian. 2) Tanyakan fasilitas kesehatan mana yang akan digunakan keluarga kaitannya dengan sakit yang di derita anggota keluarganya. e. Rasional : keluarga dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.Rasional : keluarga dapat melakukan relaksasi. penyebab. makanan yang mengandung kolestrol. tanda dan gejala hipertensi serta perawatan hipertensi juga hal lainnya. Rasional : untuk mengarahkan keluarga ke mana harus membawa anggota keluarganya yang sakit. M sudah mulai mengurangi makan. Intervensinya : 1) Jelaskan pada keluarga tempat–tempat pelayanan kesehatan yang dapat digunakan. Bahkan Ny.

demikian penulis menyimpulkan bahwa semua masalah dapat teratasi dengan baik. Untuk kekuatan di dalam pelaksanaan intervensi pada diri keluarga telah ada perubahan yang baik dengan evaluasi : keluarga mau menggunakan atau memanfaatkan fasilitas kesehatan (posyandu lansia) guna memeriksakan kesehatannya secara teratur. BAB IV IMPLIKASI KEPERAWATAN Dari hasil asuhan keperawatan keluarga yang telah dilaksanakan penulis ingin menyampaikan beberapa saran dan rekomendasi yang penulis temukan selama melaksanakan asuhan keperawatan sebagai berikut : . M pernah mengalami tekanan darah yang lebih dari 180 mmHg. Namun penulis menyadari karena kurang mendalamnya pengkajian serta mempertimbangkan keadaan dan ketentuan dari akademik. Dalam hal ini berkaitan dengan kasus yang ada yaitu mempertahankan suatu pola tingkah laku karena kebiasaan yang melekat pada keluarga dan diri penulis sendiri. Dari semua diagnosa yang ditegakkan penulis. sebenarnya masih terdapat diagnosa yang mungkin muncul yaitu “resiko tinggi perubahan perfusi jaringan” karena Ny. Di sampimg itu juga agar penulis lebih terfokus pada permasalahan di dalam pendokumentasiannya. Dalam melakukan implementasi / tindakan keperawatan terdapat banyak faktor kelemahan baik di dalam diri penulis maupun keluarga.

Posyandu. Saat kunjungan ke rumah Bp. 2. . 3. Anak pertamanya telah menikah dan tinggal dengan istri beserta 2 orang anaknya yang masih sekolah SD. A (60 th) tinggal dengan istrinya Ibu N (57 th). A. Dalam melakukan asuhan keperawatan keluarga hendaknya menggunakan komunikasi yang dimengerti yaitu dengan menggunakan bahasa daerah setempat / digunakan oleh keluarga. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI PADA USIA PERTENGAHAN KASUS Bp. Dalam melakukan asuhan keperawatan pada keluarga dengan penyakit hipertensi hendaknya dijelaskan bahwa selain obat juga disertai dengan pengaturan pola makan juga diet rendah garam dan rendah lemak. perawat Nunuk menemukan data bahwa TD Bp. Rumah Sakit ataupun Bidan) sehingga tekanan darah dapat terkontrol.1. Pada penderita hipertensi hendaknya ditekankan untuk memeriksakan tekanan darahnya seminggu sekali ke tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas.

Bp. 1.A adalah 190/100 mmHg. Namun. N Istri 57 th P Kawin SR IRT perkawinan Pendidi kan pekerjaa n Ketera ngan imunis asi _ Tipe Keluarga : Nuklear Family ( Keluarga inti ) Genogram : Kakek Tn.dg KK Umur L Status / P 1 Ny. PENGKAJIAN A.A meninggal . Buatlah askep keluarga dengan mengembangkan kasus di atas( Pengkajian sampai dengan rencana intervensi )! I. Data Umum Nama KK Umur Alamat Pekerjaan KK Pendidikan: SR : Tn. Sukadana RT 05 RW II Kendal : Petani Komposisi Keluarga No Nama Hub. A mengatakan tidak merasakan kepalanya pusing. Cari dan uraikan konsep yang terkait dengan kasus di atas 2. A : 60 Tahun : Ds.

Tahun ini rencana mau naik Haji.A 50Th.A 60Th Ht Ny. Tn.A. Tidak ada pantangan dalam makanan atau hal-hal yang lain asalkan tidak bertentangan dengan budaya dan agama. Sholat dilakukan dengan berjamaah dan selalu membaca Al Qur’an setelah sholat. Daging babi tidak boleh dimakan. N 57 th Keterangan : : laki-laki : klien : Perempuan : meninggal Suku Bangsa : Semua anggota keluarga berasal dari suku Jawa.dengan kultur budaya Jawa. N sakit sering pergi ke orang pintar ( dukun ) Agama : semua anggota keluarga beragama Islam. Status Sosial ekonomi keluarga . Menurut keluarga Tn.Nenek Tn.Stroke Klien.A meninggal( stroke ) Adik Tn. Hanya saja terkadang apabila Ny.A meninggal Ayah Tn A. taat menjalankan sholat.Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa “ngoko halus”.80Th Ibu Tn. Tiap malam selalu sholat tahajud.

Aktivitas rekreasi keluarga : Kelurga Tn A beraktivitas rekreasi dengan menonton Tv dan mendengarkan radio. Ny.A termasuk keluarga dengan ekonomi menengah ke atas. kulkas 2 pintu. dispenser. N tidak mempunyai riwayat kesehatan yang bermasalah.Hasil keuntungan toko 500ribu perbulan. listrik 80ribu. A menderita hipertensi 190/100 mmHg tapi tidak merasakan pusing ataupun keluhan lainnya. Dan tidak pernah pergi ke tempat rekrasi atau jalan-jalan ke Mall. Dengan perabot rumah yaitu TV 24 inci. sepeda dll. Hasil pertanian jika panen bisa mencapai 10juta terutama apabila musim tembakau. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga Tahap Perkembangan keluarga saat ini : Tahap perkembangan Tn. A. A jarang melakukan kontrol ke pelayanan kesehatan dan belum pernah opname di Rumah Sakit. Selain itu menyewakan barang-barang untuk hajatan. sofa. radio.A suka makan asin dan berlemak. Tn. Biaya makan tiap hari 30ribu.ini dapat diketahui dari pernyataan Tn. Riwayat keluarga inti : Dalam keluarga Tn. A untuk saat ini berada pada tahap perkembangan keluarga usia pertengahan Tugas perkembangan kelurga yang belum terpenuhi : Tugas perkembangan keluarga pada usia pertengahan yang belum terpenuhi adalah belum dapat memodifikasi lingkungan kesehatan. kompor gas. Tn. A bahwa Tn. B.Keluarga Tn. . Sambil bercengkrama.

C. 2 kamar tidur. kondisi rumah bersih dn tertata rapi.tdr KM KM . Dan mempunyai toko yang terletak di samping rimah dengan ukuran 3 x 5 m2. A yang berumur 55 th menderita stroke. A menderita penyakit hipertensi dan adik dari Tn . Dalam keluarga Tn. 1 tempat sholatdan ruang makan serta 1 ruang keluarga. Setiap hari lantai disapu. Pembuangan sampah ada dibelakang rumah. kecuali ruang tamu mempunyai 2 jendela. kadang-kadang dipel. kondisi air bening tidak berbau.tdr toko U K. Ayah dari Tn. A bersifat permanent dengan ukuran 11 x 5 m2. dengan lantai keramik yang terdiri dari 1 ruang tamu. Karakteristik tetangga dan komunitas Ruang tamu K. 1 kamar mandi. Pengkajian Lingkungan Karakteristik rumah Jenis bangunan rumah Tn. Ventilasi rumah baik dengan 1jendela tiap ruangan.Riwayat Kesehatan Sebelumnya. A tidak ada yang mempunyai penyakit menular.

Tn. apabila ada anggota keluarga yang sakit menggunakan transportasi sepeda motor atau angkutan untuk mencapai tempat pelayanan kesehatan. N ikut dalam perkumpulan PKK RT setiap bulan sekali dan pengajian seminggu sekali setiap hari kamis. Sedangkan transportasi yang berada di desa Tn. A yang sehat adalah Ny. A mayoritas sebagai petani tiap pagi berangkat ke sawah dengan naik sepeda. Hubungan keluarga Tn. apabila ada keluarga Tn. A akan berobat dengan menggunakan sepeda motor. Dan kesempatan ini digunakan oleh keluarga untuk saking bercerita dan bersenda gurau. A yang sakit. apabila ada salah satu anggota keluarga yang sakit maka anggota yang lain memberikan dorongan atau mengingatkan serta mengantar untuk berobat ke pelayanan kesehatan. A adalah angutan pedesaan. A juga ikut perkumpulan RT setiap bulan sekali serta aktif mengikuti Yasinan setiap malam Jum’at.Lingkungan rumah Tn. . D. System Pendukung Keluarga Anggota keluarga Tn. Sedangkan masyarakat menjenguk apabila ada anggota keluarga Tn. A dengan tetangga tampak baik dan harmonis. A belum pernah berpindah tempat. Struktur Keluarga Pola komunikasi keluarga . Mobilitas geografis keluarga Keluarga Tn. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Dalam keluarga Tn A sering dikunjungi oleh anaknya. N. Ny.

Akan tetapi pengambil keputusan adalah Tn. N juga mampu menjalankan perannya sebagai Ibu rumah tangga seperti memasak. Peran Informal :setiap anggota keluarga berperan sebagai pendorong jika ada salah satu anggota keluarga yang bermasalah. Nilai atau norma kel. sebagai sahabat bagi semua anggota keluarga dan sebagai penghibur apabila ada anggota keluarga yang sedang bersedih. Setiap anggota keluarga menerima dan menghargai hasil keputusan terakhir. Fungsi Keluarga Fungsi Affektif .uarga Nilai yang dianut keluarga adalah saling menghormati antar anggota keluarga yang satu dengan yang lain.dan membantu mencari tambahan nafkah dengan menjaga toko. nilai yang ada dikeluarga merupakan gambaran diri dari agama yang dianut. A mempunyai persepsi bahwa penyakitnya sudah biasa dan tidak dirasakan sehingga jarang kontrol.Dalam berkomunikasi sehari-hari Tn. Menurut Ny. Keluarga Tn. manager keuangan. membersihkan rumah. tidak terlihat adanya konflik dalam nilai. Dan kalau ada masalah dimusyawarahkan. M semau anggota keluarga berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. A mampu menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. A dan anggota keluarga menggunakan bahasa Jawa dengan komunikasi secara verbal. E. mengormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. A selaku kepala rumah tangga Struktur Peran Peran formal : Tn. Ny.

30 dan tidak pernah tidur siang karena harus menjaga toko.Keluarga Tn. lauk pauk. A kurang tahu bagaimana memodifikasi lingkungan kaitannya dengan pola makan dalam keluarga tersebut.00 serta tidak pernah tidur siang. sayuran. A kurang mengenal masalah karena Tn. A menerapkan disiplin yang tinggi pada anaknya baik disipil waktu maupun disiplin dalam janji. Fungsi Sosialisasi Hubungan antara anggota keluarga tampak baik dimana anak dan menantu beserta cucu-cucunya menjenguk Tn. N tidur jam 23. Fungsi Perawatan Kesehatan Makan sehari 3 kali berupa nasi. A sering makan yang asin dan berlemak serta jarang control ke pelayanan kesehatan. . Kluarga tn. Apabila ada anggota keluarga yang sakit langsung dibawa ke pelayanan kesehatan. Tn. Tn.Sehingga menjadikan anaknya brhasil dalam pendidikannya dan bahagia dalam rumah tangganya bersama istri dan anaknya. Keluarga Tn.00 bangun jam 04. Keluarga Tn.A mengikuti adapt dan norma yang ada di masyarakat. Keluarga Tn. A sekeluarga. antar anggota keluarga saling menghargai dan menghormati. A tidur jam 23. Ny. A : Tn. A tampak sangat harmonis.00 dan bangun jam 04. A belum dapat mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan. Sedang pola istirahat pada keluarga Tn. buah dan susu (4 sehat lima sempurna). A jarang Kontrol. hal ini bisa dilihat Tn. A menerapkan disiplin yang tinggi terhadap anaknya yang sudah menikah.

saat ini sudah berkeluarga dan tinggal bersama istrinya.M apabila sakit pergi ke RS. A satu. Pakaian yang penting bersih. dokter swasta ataupun bidan untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada pada keluarga. Setelah 5 tahun brhenti menggunakan KB. Keluarga Tn. Stress dan Koping Keluraga Stresor jangka pendek dan jangka panjang.Apabila sakit Tn. tetapi lebih sering pergi ke orang pintar ( dukun ) apabial telah berobat tidak sembuh. N menggunakan KB suntik. A jarang menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada yaitu Puskesmas. A mempunyai rumah sendiri. Stresor jangka panjang : Bagaimana jika tiba-tiba meninggal tetapi tidak ada anak disampingnya. setelah melahirkan anak pertamanya Ny. F. Kadang merasa sepi dan sendiri apabila anak dan cucunya tidak datang menjenguknya. beli baju setahun sekali kalau mau lebaran.Sedangkan Ny. Fungsi reproduksi Jumlah anak keluarga Tn. keluarga Tn. Fungsi ekonomi Dalam memenuhi kebutuhan makan.Keluarga Tn. Strategi koping yang di gunakan . A sering makan makaan yang berlemak. A jarang kontrol ke RS karena merasa bahwa penyakitnya merupakan hal yang biasa. Stresor pendak : Yang menjadi pemikiran keluarga saat ini adalah merasa ditinggal oleh anak satu-satunya. walaupun diselingi denganmakanan yang lain. Dulu pada saat masa muda.

N 120/80 mmHg 92x/mt 24x/mt 55 kg/ 155cm ada Beruban. G. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik TD N RR BB/TB Rambut Konjungtiva Sklera Hidung Telinga Mulut Leher Dada: Paru Tn A 190/100mmHg 96x/mt 20x/mt 60 kg/160 cm Beruban. hanya bisa menuggu anak dan cucunya datang. Dan mengusir kesepiannya dengan berjualan di toko untuk mengisi kesibukannya. tidak Ny. ada bising Datar. tidak sariawan tidak sariawan Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan limfe Tidak ada keluhan kelenjar tiroid dan limfe Tidak ada keluhan Tidak ada bunyi nafas Tidak ada bunyi nafas yang abnormal paru yang abnormal jantung Abdomen Irama jantung teratur dan Irama jantung teratur tampak jelas Datar. simetris secret.Apabila ada masalah di selesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. simetris Tidak keluar seruman Tidak kelaur serumen Mukosa bibir lembab. Dan dicari jalan yang terbaik serta tidak lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Mukosa bibir lembab. ada bising usus . Kemampuan keluarga dalamberespon terhadap stressor Keluarga tidak bisa apa-apa. tidak ketombe Tidak anemi Tidak ikterik Tidak ada ada ketombe Tidak anemi Tidak ikterik Tidak ada secret.

dan keriput keriput kering Cukup baik Tidak ada keluhan H. apabila Tidak edema. berjalan berjalan tampak tertatih agak trtatih dan lambat Kulit dan lambat Bersih.usus20x/mt. Harapan Keluarga kering Cukup Baik Tidak ada keluhan Harapan keluarga Tn A pada petugas kesehatan adalah Mendapatkan infornasi yang berguna bagi kesehatan anggota keluarganya. sawo dan tampak matang. tidak nyeri 25x/mt. Bersih. tidak nyeri tekan Ekstremitas tekan Tidak edema. sawo tampak Turgor kulit Keluhan matang. ANALISA DATA data Etiologi problem .

S : 37 C. . A mengatakan suka makanan yanga asin dan berlemak.Keluarga merasa masalah ini merupakan hal yang biasa. Ds : Tn. TD : 190/ 100 mmHg. ketidak efektifan penatalaksanaan program terapeutik. Jarang periksa ke Yan Kes Do : Makanan terasa asin Tn. Apabila kambuh keluarga hanya memberikan obat gosok atau kerokan. Do : TD = 190/100 mmHg. Ds : Tn. N : 72 x/mt Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. A mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya dan tidak merasakan keluhan apaapa. RR : 20 x/mt. perfusi jaringan 2. RR : 20 x/mt. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah Resiko gg.1. N : 72 x/mt. A tidak mau minum obat dan tidak mau periksa .

Ketidak efektifan keluarga dalam penatalaksanaan program terapeutik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota kelurga yang sakit.II. Skoring 1. PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Resiko gg perfusi jaringan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah 2. Resiko gg perfusi jaringan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah No kriteria skore bobot jumlah total pembenaran .

Kemungkinan masalah dapat diubah :Masalah mudah diubah 2 2 2/2 X 1 1 Masalah dapat mudah diubah karena dalam hal ini keluarga belum mengenal masalah dan jarang pergi ke YanKes sehingga diharapkan dengan pendekatan yang baik dari .1 Sifat masalah : Ancaman kesehatan 2 1 2/3 X 1 2/3 Apabila masalah yang dialami Tn A berkelanjutan maka akan mengakibatka n suatu amsalah yang semakin fatal yaitu stroke 2.

A apabila tidak mendapatkan tindakan akan Membahayaka 0 4. Menonjolnya masalah : Masalah tidak 0 1 0/1 X 1 n Tn. Potensi untuk dicegah : cukup 1 2 2/3 X 1 2/3 Masalah belum berat walaupun Tn.A tidak merasakan keluhan apaapa.A tidak merasakan keluhan apaapa.Dan .petugas bisa mengubah kebiasaan diet makanannya dan dengan bantuan peran serta anggota keluarga 3. tetapi TD Tn.

Kriteria Sifat masalah: actual skor 3 bobot 1 Jumlah 3/3 X 1 total 1 pembenaran Masalah adalah actual sudah terjadi untuk itu perlu tindakan perawatan. sehingga tidak berdampak pada masalah . Jumlah 1 1/2 2. Ketidakefektifan keluarga dalam penatalaksanaan program terapeutik berhubungan dengan ketidakmampuan kelurga dalam merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi No 1.dirasakan keluarga menganggap masalah ini hal yang biasa .

ada tenaga kesehatan yang akan membina. untuk dicegah: cukup 2 1 2/3 X 1 2/3 belum berat. dan Kemungkinan 2. dalam merubah perilaku pemenuhan nutrisi.lain (stroke) Masalah dapat dicegah untuk lebih parah. Masalah Potensial 3. dan membutuhkan waktu untuk mengubah kebiasaan . masalah dapat 1 diubah: sebagian 2 1/2 X 2 1 membutuhkan peran serta keluarga yang amat besar.

.A tidak dirasakan total 3 1/3 Prioritas masalah keperawatan 1) Ketidakefektifan keluarga dalam penatalaksanaan program terapeutik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit.A menganggap masalah Anggapan Menonjolnya 4 masalah tidak dirasakan 0 1 0 X1 0 keluarga.keluarga Tn. bahwa masalah Ht ini adalah masalah yang biasa dan oleh Tn.

2) Resiko gg perfusi jaringan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah III.A dapat melakukan perawatan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan dilakukan pertemuan 1x 20 menit keluarga mampu:: mengenal masalah tentang penyakit Ht: 1 Keluarga mampu menyebutk an kembali pengertian Ht kriteria standar intervensi 1) Beri kesempa tan pada keluarga untuk menyebu tkan pengerti an Ht 2) Beri reinforce ment positif atas jawaban Respon Ht adalah verbal Suatu kenaikan TD yang diakibatkan oleh adanya peningkata n tekanan dalam perifer . PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA DP 1ketidakefektifan keluarga dlm penetalaksanaan program terapeutik b/d ketidakmampuan klrg dalam merawat anggota keluarga yang sakit Tujuan Jangka panjang Jangka pendek Setelah Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 1 minggu pada keluarga Tn.

yang benar 3) Tanyaka n kembali hal-hal yang telah didiskusi kan 4) Beri kesempa tan keluarga untuk brtanya tentang hal-hal yang belum diket. 5) Beri kesempa tan pada keluarga .

untuk menyebu tkan pengerti an Ht 6) Beri reinforce ment positif atas jawaban yang benar Tanyakan kembali hal-hal .

BAB II TINJAUAN TEORI KONSEP KALUARGA USIA PERTENGAHAN .

Keluarga usia pertengahan adalah keluarga yang dimulai ketika anak terakhir meninggalkan rumah dan berakhir pada saat pension atau kematian salah satu pasangan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->