16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KWH Meter

2.1.1 KWH Meter Analog

Kwh meter adalah alat yang digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besar pemakaian daya konsumen. Alat ini sangat umum dijumpai di masyarakat. Bagian utama dari sebuah KWH meter adalah kumparan tegangan, kumparan arus, piringan aluminium, magnet tetap yang tugasnya menetralkan piringan aluminium dari induksi medan magnet dan gear mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium.

Alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakkan piringan yang terbuat dari aluminium. Putaran piringan tersebut akan menggerakkan counter digit sebagai tampilan jumlah KWH nya.

Gambar 2.1 KWH Meter Analog

Universitas Sumatera Utara

17

a. Medan Magnet Pada KWH Meter

b. Model Fisik KWH Meter

Gambar 2.2 KWH Meter Listrik

Gambar 2.2.a mengambarkan kepada kita bagaimana medan magnet memutarkan piringan alumunium. Arus listrik yang melalui kumparan arus mengalir sesuai dengan perubahan arus terhadap waktu. Hal ini menimbulkan adanya medan di permukaan kawat tembaga pada koil kumparan arus. Kumparan tegangan membantu mengarahkan medan magnet agar menerpa permukaan alumunium sehingga terjadi suatu gesekan antara piringan alumunium dengan medan magnet disekelilingnya. Dengan demikian maka piringan tersebut mulai berputar dan kecepatan putarnya dipengaruhi oleh besar kecilnya arus listrik yang melalui kumparan arus.

Gambar 2.2.b merupakan koneksi KWH Meter dimana ada empat buah terminal yang terdiri dari dua buah terminal masukan dari jala – jala listrik PLN dan dua terminal lainnya merupkan terminal keluaran yang akan menyuplai tenaga listrik ke rumah.

Gambar 2.3 Skema Hubungan Kumparan Pada KWH Meter

Universitas Sumatera Utara

demikian pula sebaliknya. Semakin besar daya yang terpakai. maka torsi motor sebanding dengan EI cos θ. Karena itu kecepatan putaran piringan sebanding dengan daya aktif yang terpakai. 2. sehingga menimbulkan tegangan dan eddy current.1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Secara umum perhitungan untuk daya listrik dapat di bedakan menjadi tiga macam.3. yaitu : Universitas Sumatera Utara . Kumparan tegangan Bp juga mengasilkan fluks bolak-balik Φp yang memintas arus If. yang melewati piringan aluminium dan menginduksinya.4 Prinsip Dasar KWH Meter Torsi ini sebanding dengan fluks Φp dan arus IF serta harga cosinus dari sudut antaranya. kecepatan piringan semakin besar. Karena itu piringan mendapat gaya. Gambar 2. yaitu daya aktif yang diberikan ke beban.1 Prinsip Kerja KWH Meter Berikut diberikan gambar KWH meter analog beserta gambar prinsip kerja dari KWH meter tersebut apabila ditinjau dari segi fisika. dan resultan dari torsi membuat piringan berputar.1.4 di bawah dapat dijelaskan bahwa arus beban I menghasilkan fluks bolakbalik Φc.18 Dua terminal masukan dihubungkan ke kumparan tegangan secara parallel dan antara terminal masukan dan keluaran dihubungkan ke kumparan arus. Karena Φp dan IF sebanding dengan tegangan E dan arus beban I. Dari gambar 2.

2 Perhitungan Biaya KWH Meter KWH Meter berarti Kilo Watt Hour Meter dan kalau diartikan menjadi n ribu watt dalam satu jamnya.I cos φ ……………………………………….I sin φ  Daya aktif P(Watt) = V. yang terukur pada KWH meter adalah daya aktif.I …………………………………………………………………………(2. Aplikasi ini sangat memudahkan masyarakat dan PLN dalam hal proses pengisian rekening listrik yang efektif.1. 2.1.…(2.2 KWH Meter Prabayar PLN Kwh meter pbrabayar ini dirancang denngan menggunakan kwh meter elektrik yang baru. artinya untuk mencapai 1 KWH dibutuhkan putaran sebanyak x kali putaran dalam setiap jamnya.I  Daya reaktif Q(VAR) = V. 2.1. Jumlah KWH itu secara kumulatif dihitung dan pada akhir bulan dicatat oleh petugas besarnya pemakaian lalu dikalikan dengan tarif dasar listrik atau TDL ditambah dengan biaya abodemen dan pajak menghasilkan jumlah tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya.2) Dari ketiga daya diatas. Sistem pembayaran atau pengisian rekening listrk adalah dengan menggunakan aplikasi chip card. Chip card adalah suatu jenis kartu alat Universitas Sumatera Utara . Contohnya jika 900 putaran per KWH maka harus ada 900 putaran setiap jamnya untuk dikatakan sebesar satu KWH.1) Hubungan dari ketiga daya diatas dapat dituliskan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : S  P2  Q2 S  (VI ) 2 . (sin 2   cos2  ) S V .19  Daya kompleks S(VA) = V. Jika membeli sebuah KWH Meter maka akan tercantum X putaran per KWH. yang dinyatakan dengan satuan Watt.

2. 2. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh Pengelola Gedung dari penggunaan KWh meter pra-bayar di antaranya adalah: 1. Salah satu kemungkinan aplikasi chip card adalah sebagai alat bayar konsumsi energi listrik. sehingga dapat menambah likuiditas perusahaan ini.2. dan selanjutnya nilai kredit tersebut dijadikan acuan untuk mengontrol bekerjanya Kwh meter. 3. Pengendalian transaksi lebih mudah sehingga mengurangi kemungkinan tagihan yang tidak terbayar dan pencurian listrik. Nilai kredit didalam register akan dikurangi secara bertahap sebanding dengan nilai energi listrik yang telah dikonsumsi (digunakan). Universitas Sumatera Utara . Pemasaran listrik prabayar ini dapat juga diserahkan pada pihak ketiga. karena pembayaran yang dilakukan diawal dapat digunakan untuk membatasi konsumsi 2. Mengurangi kesalahan penagihan yang disebabkan human error. Kwh meter akan beroperasi berdasarkan nilai kredit yang dimasukkan (download) dari chip card kedalam register Kwh. Kehadiran chip card tidak dapat dihindari dimana penggunaannya semakin luas baik volume maupun lingkup aplikasinya. Pengendalian penggunaan listrik dapat lebih baik. Sedangkan bagi konsumen.20 pembayaran yang semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi mikroelektronika serta semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap alat pembayaran yang praktis. Mendapatkan uang kas lebih awal sebelum listrik diproduksi dan digunakan. sistem ini juga dapat menguntungkan yaitu : 1.1. Pengurangan overhead atau biaya yang diperlukan untuk pengecekan konsumsi listrik ke rumah-rumah atau konsumen lainnya. Perbaikan sistem pengukuran karena perangkat elektronik yang digunakan adalah elektronis dengan ketelitian dan keamanan yang lebih tinggi 3.1 Prinsip Kerja Kwh Meter Prabayar Chip Card Chip card dapat digunakan sebagai alat pembayaran rekening listrik dengan mengembangkan Kwh meter Elektronik Digital yang dilengkapi dengan perangkat pembaca kartu serta perangkat transaksi lunak berbasis smart card.

Kwh Prabayar Rakitan mengguakan Kwh Meter analog. sedangkan Kwh Meter Prabayar PLN menggunakan Kwh Elektronik 2. dan jika setelah jangka waktu yang telah ditetapkan belum juga diisi nilai kreditnya maka Kwh meter akan memutus saklar pemutus atau Internal Contactor sehingga supply daya terputus. Universitas Sumatera Utara .21 Jika isi register telah habis maka Kwh meter harus segera diisi kembali (register sisa pulsa sama dengan 10%) maka ada alarm (LED ON). 2. Pengisian pulsa listrik kedalam smart card menggunakan Portable Terminal yang koneksi dengan Perangkat Lunak Sinkronisasi Dan Billing Sistem yang telah diinstal di Komputer (Master Station). Perbedaan Kwh Meter Prabayar Rakitan Dengan Kwh Meter Prabayar PLN. Kwh Prabayar Rakitan menggunakan sensor optocoupler untuk menghitung daya beban pemakaian.2 Relay Relay berfungsi untuk menghubungkan atau memutus aliran arus listrik yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus tertentu pada koilnya. Dalam memutus atau menghubungkan kontak digerakkan oleh fluksi yang ditimbulkan dari adanya medan magnet listrik yang dihasilkan oleh kumparan yang melilit pada besi lunak. sedangkan pada Kwh Prabayar PLN menggunakan perangkat pembaca kartu (Chip Card Reader) dan ada juga yang menggunakan keypad 4x4 sebagai interfacenya. sedangkan Kwh Prabayar PLN langsung menggunakan rangkaian otomaris yang sudah digabungkan dengan Kwh elektronik 3. Kwh Prabayar Rakitan menggunakan Keypad 4x4 sebagai interface untuk pengisian voucher listrik. Relay biasanya hanya mempunyai satu kumparan tetapi relay dapat mempunyai beberapa kontak. Perbedaan yang dapat dilihat dari kedua alat yaitu antara Kwh Meter Prabayar Rakitan dengan Kwh Meter Prabayar PLN adalah : 1.

yang mampu menangani berbagai macam program aplikasi (misalnya pengolah kata.5 Relay 8 Pin 2.3 Mikrokontroler ATMEGA8535 Tidak seperti system komputer. Masing-masing kontak biasanya digambarkan sebagai kontak yang tampak dengan kumparan tidak diberi tanaga atau daya.1 Prinsip Kerja Relay Kontak Normally Open akan membuka ketika tidak ada arus mengalir pada kumparan. Kontak normally Close akan tertutup apabila kumparan tidak diberi tenaga dan membuka ketika kumparan diberi daya. sedangkan rutin-rutin antarmuka Universitas Sumatera Utara . Perbedaan lainnya terletak pada perbandingan RAM-nya dan ROM. Pada system computer perbandingan RAM dan ROM-nya besar.2. mikrokontroler hanya bisa digunakan untuk satu aplikasi tertentu saja. pengolah angka dan lain sebagainya). artinya program-program pengguna disimpan dalam ruang RAM yang relative besar. Gambar 2.22 Gambar 2.6 Relay Elektromekanis 2. tetapi tertutup secepatnya setelah kumparan menghantarkan arus atau diberi tenaga.

Port antarmuka SPI8535 “memory map” 13. Unit interupsi (internal dan external) 12. 6 Sleep Modes : Idle. termasuk register-register yang digunakan pada mikrokontroler yang bersangkutan.1 Arsitektur Mikrokontroler AVR ATMEGA8535 AVR termasuk kedalam jenis mikrokontroler RISC (Reduced Instruction Set Computing) 8 bit. arsitektur mikrokontroler ATMEGA8535 terdiri dari : 1. 512 byte EEPROM 10. Port USART untuk komunikasi serial dengan kecepatan maksimal 2. 10 bit 8 Channel ADC (Analog to Digital Converter) 3. Power-Down. 4 Channel PWM 4. Port C dan Port D) 2. Power-save. untuk menjalankan sebuah instruksi dibutuhkan waktu sebanyak 12 siklus clock. 2. Port B. Secara garis besar. 6. 32 saluran I/O (Port A. 512 byte SRAM 9. 3 buah timer/counter.5 Mbps Universitas Sumatera Utara . Berbeda dengan mikrokontroler keluarga MCS-51 yang berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing). Pada mikrokontroler dengan teknologi RISC semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit (16 bits words) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 clock. sedangkan pada teknologi CISC seperti yang diterapkan pada mikrokontroler MCS-51. Analog Compararator 7. Watchdog timer dengan osilator internal 8.23 perangkat keras disimpan dalam ruang ROM yang kecil. sedangkan RAM digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara.3. 8 kb Flash memory dengan kwmampuan Read While Write 11. perbandingan ROM dan RAM-nya yang besar artinya program control disimpan dalam ROM (bisa Masked ROM atau Flash PEROM) yang ukurannya relatif lebih besar. Standby and Extended Standby 5. Sedangkan pada mikrokontroler. ADC Noise Reduction.

3. Sementara itu register khusus untuk menangani I/O dan kontrol Universitas Sumatera Utara .5 V sampai 5. 64 buah register I/O. Register untuk keperluan umum menempati space data pada alamat terbawah yaitu $00 sampai $1F. 0 sampai 16 MHz Gambar 2. dan 512 byte SRAM internal.5 V operation.24 14.7 Arsitektur ATMEGA8535 2. Memori data terbagi menjadi 3 bagian yaitu : 32 buah register umum.2 Peta Memory ATMega8535 ATMega8535 memiliki ruang pengalamatan memori data dan memori program yang terpisah. 4.

3. dan sebagainya. timer/counter. Alamat EEPROM dimulai dari $000 sampai $1FF. 2.3 Status Register Status register adalah register berisi status yang dihasilkan pada setiap operasi yang dilakukan ketika suatu instruksi dieksekusi. SREG merupakan bagian dari inti CPU mikrokontroler. Universitas Sumatera Utara . Gambar 2. Alamat memori berikutnya digunakan untuk SRAM 512 byte. yaitu pada lokasi $60 sampai dengan $25F. fungsi fungsi I/O.25 terhadap mikrokontroler menempati 64 alamat berikutnya. yaitu mulai dari $20 sampai $5F.8 Memori AVR ATMega8535 Selain itu AVR ATmega8535 juga memilki memori data berupa EEPROM 8-bit sebanyak 512 byte. Register khusus alamat memori secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah . seperti kontrol register. Register tersebut merupakan register yang khusus digunakan untuk mengatur fungsi terhadap berbagai peripheral mikrokontroler.

2. Suatu bit dalam sebuah register GPR dapat disalin ke bit T menggunakan instruksi BST. jika suatu operasi matematis menghasilkan bilangan negatif. 5.4 Konfigurasi Pin Mikrokontroler AVR ATMEGA8535 Mikrokontroler ATMega8535 memiliki 40 pin untuk model PDIP.9 Status Register Status Register ATMega8535 1. 3. Bit harus di Set untuk mengenable semua jenis interupsi. dan 44 pin untuk model TQFP dan PLCC. dan sebaliknya bit T dapat disalin kembali kesuatu bit dalam register GPR dengan menggunakan instruksi BLD. Bit3 --> V (Two's Component Overflow Flag) Bit ini berfungsi untuk mendukung operasi matematis. 2. 6. Bit4 --> S (Sign Bit) merupakan hasil operasi EOR antara flag -N (negatif) dan flag V (komplemen dua overflow).26 Gambar 2. Bit0 --> C (Cary Flag) Bit ini akan menjadi set apabila suatu operasi menghasilkan carry. 8. Instruksi BLD dan BST menggunakan bit T sebagai sumber atau tujuan dalam operasi bit. Bit6 --> T (Bit Copy Storage). Nama-nama pin pada mikrokontroler ini adalah : Universitas Sumatera Utara . 7.3. Bit7 --> I (Global Interrupt Enable). Bi5 --> H (Half Cary Flag) 4. Bit2 --> N (Negative Flag) Flag N akan menjadi Set. Bit1 --> Z (Zero Flag) Bit ini akan menjadi Set apabila hasil operasi matematis menghasilkan bilangan 0.

27 1. Port C (PC0 – PC7) : merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. AVCC : merupakan pin masukan tegangan untuk ADC. Port A Universitas Sumatera Utara . RESET : merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler. interupsi eksternal dan komunikasi serial. AREF : merupakan pin tegangan referensi ADC Gambar 2.PA7) : merupakan pin I/O dan pin masukan ADC 4. Port B (PB0 – PB7) : merupakan akan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. input ADC dan Timer Osilator. 7.10 IC Mikrokontroler ATMEGA8535 Deskripsi pin-pin pada mikrokontroler ATMega8535 : 1. yaitu sebagai Timer/Counter. komperator analog. 9. XTAL1 dan XTAL2 : merupakan pin masukan clock eksternal. 5. GND : merupakan pin ground. yaitu TWI. 6. 3.. komperator analog dan SPI. 10.. VCC : merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya 2. yaitu komperator analog. 8. Port A (PA0. Port D (PD0 – PD7) : merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus.

Tabel 2. Output buffer Port A dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). Output buffer Port C dapat memberi arus 20 mA dan T0 = timer/counter 0 external counter input T1 = timer/counter 0 external counter input AIN0 = analog comparator positive input AIN1 = analog comparator negative input SS = SPI slave select input MOSI = SPI bus master output / slave input MISO = SPI bus master input / slave output SCK = SPI bus serial clock Universitas Sumatera Utara . 2. kedelapan pin port A juga digunakan untuk masukan sinyal analog bagi A/D converter. atau diisi 1 jika sebagai output. Bit-bit DDRB diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port B yang bersesuaian sebagai input.1 Fungsi Pin-pin Port B Port Pin Fungsi Khusus PB0 PB1 PB2 PB3 PB4 PB5 PB6 PB7 3. Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). Bit-bit DDRA diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port A yang bersesuaian sebagai input. Port C Merupakan 8-bit directional port I/O. Data Direction Register port A (DDRA) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port A digunakan. Data Direction Register port B (DDRB) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port B digunakan. Selain itu.28 Merupakan 8-bit directional port I/O. atau diisi 1 jika sebagai output. Output buffer Port B dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). Port B Merupakan 8-bit directional port I/O. Pin-pin port B juga memiliki untuk fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel berikut.

29 dapat mengendalikan display LED secara langsung. RESET RST pada pin 9 merupakan reset dari AVR. 4. pin-pin port D juga memiliki untuk fungsifungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel berikut.2 Fungsi Pin-pin Port D Port Pin Fungsi Khusus PD0 PD1 PD2 PD3 PD4 PD5 PD6 PD7 RDX (UART input line) TDX (UART output line) INT0 ( external interrupt 0 input ) INT1 ( external interrupt 1 input ) OC1B (Timer/Counter1 output compareB match output) OC1A (Timer/Counter1 output compareA match output) ICP (Timer/Counter1 input capture pin) OC2 (Timer/Counter2 output compare match output) 5. Selain itu. Bit-bit DDRD diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port D yang bersesuaian sebagai input. Jika pada pin ini diberi masukan low selama minimal 2 machine cycle maka system akan di-reset. Data Direction Register port D (DDRD) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port D digunakan. Output buffer Port D dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. dua pin port C (PC6 dan PC7) juga memiliki fungsi alternatif sebagai oscillator untuk timer/counter 2. Port D Merupakan 8-bit directional port I/O. Selain itu. Data Direction Register port C (DDRC) harus disetting terlebih dahulu sebelum Port C digunakan. Setiap pinnya dapat menyediakan internal pullup resistor (dapat diatur per bit). atau diisi 1 jika sebagai output. Universitas Sumatera Utara . Tabel 2. Bit-bit DDRC diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port C yang bersesuaian sebagai input. atau diisi 1 jika sebagai output.

4. Optocoupler sendiri terdiri dari 2 bagian. 8. Biasanya optocoupler digunakan sebagai saklar elektrik. Hubungkan kaki ini ke GND. AREF AREF adalah kaki masukan referensi bagi A/D Converter. kecuali jika board memiliki anlaog ground yang terpisah. yaitu antara bagian cahaya dengan bagian deteksi sumber cahaya terpisah. AGND AGND adalah kaki untuk analog ground.30 6. XTAL1 XTAL1 adalah masukan ke inverting oscillator amplifier dan input ke internal clock operating circuit. Kaki ini harus secara eksternal terhubung ke Vcc melalui lowpass filter. suatu level tegangan antara AGND dan Avcc harus dibeikan ke kaki ini. tidak ada bagian yang konduktif antara kedua rangkaian tersebut.4 Sensor Optocoupler 2. Dengan kata lain. Untuk operasionalisasi ADC. Optocoupler atau optoisolator merupakan komponen penggandeng (coupling) antara rangkaian input dengan rangkaian output yang menggunakan media cahaya (opto) sebagai penghubung. Universitas Sumatera Utara . 2. 9. AVcc Avcc adalah kaki masukan tegangan bagi A/D Converter.1 Pengertian Optocoupler Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri dari 2 bagian yaitu transmitter dan receiver. XTAL2 XTAL2 adalah output dari inverting oscillator amplifier. 10. yaitu transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). yang bekerja secara otomatis. 7.

Receiver Merupakan bagian yang terhubung dengan rangkaian output atau rangkaian beban. Suatu sumber cahaya menghasilkan energi panas. Transmiter Merupakan bagian yang terhubung dengan rangkaian input atau rangkaian kontrol. Gambar 2. Komponen penerima cahaya ini dapat berupa photodioda atapun phototransistor. Jika dilihat dari penggunaannya. maka phototransistor lebih peka untuk menangkap radiasi dari sinar infra merah. Karena spekrum infra mempunyai efek panas yang lebih besar dari cahaya tampak. LED infra merah memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap sinyal tampak.11 Bentuk fisik Sensor Optocoupler Optocoupler merupakan gabungan dari LED infra merah dengan fototransistor yang terbungkus menjadi satu chips. Pada bagian ini terdapat sebuah LED infra merah (IR LED) yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal kepada receiver. Padatransmitter dibangun dari sebuah LED infra merah. optocoupler biasa digunakan untuk mengisolasi common rangkaian input dengan common rangkaian output. Cahaya yang dipancarkan oleh LED infra merah tidak terlihat oleh mata telanjang. Pada bagian receiver dibangun dengan dasar komponen phototransistor. Jika dibandingkan dengan menggunakan LED biasa. Sehingga supply tegangan untuk masing-masing rangkaian tidak saling terbebani dan juga untuk mencegah kerusakan pada rangkaian kontrol (rangkaian input). 2.31 1. Phototransistor merupakan suatu transistor yang peka terhadap tenaga cahaya. dan berisi komponen penerima cahaya yang dipancarkan oleh transmitter. begitu pula dengan spektrum infra merah. Cahaya infra merah termasuk dalam gelombang Universitas Sumatera Utara .

elektron lepas dari ikatannya karena memerlukan tenaga dari catu daya listrik. Universitas Sumatera Utara . Fototransistor memiliki sambungan kolektor–basis yang besar dengan cahaya infra merah. cahaya yang masuk akan menimbulkan arus pada kolektor. Jika diberi prasikap maju. Tipe fototransistor juga sama dengan transistor pada umumnya yaitu PNP dan NPN. Sinar infra merah mempunyai daerah frekuensi 1 x 1012 Hz sampai dengan 1 x 1014 GHz atau daerah frekuensi dengan panjang gelombang 1µm – 1mm.9 mikrometer. Proses terjadinya pancaran cahaya pada LED infra merah dalam optocoupler adalah sebagai berikut. Dengan diberi prasikap maju. Simbol optocoupler seperti terlihat pada Gambar 2. Fototransistor memiliki bahan utama yaitu germanium atau silikon yang sama dengan bahan pembuat transistor. Sinar ini tidak tampak oleh mata karena mempunyai panjang gelombang berkas cahaya yang terlalu panjang bagi tanggapan mata manusia. Cahaya infra merah yang terdapat pada optocoupler tidak perlu lensa untuk memfokuskan cahaya karena dalam satu chip mempunyai jarak yang dekat dengan penerimanya. Setelah elektron lepas.32 elektromagnetik yang tidak tampak oleh mata telanjang. LED infra merah yang terdapat pada optocoupler akan mengeluarkan panjang gelombang sekitar 0. Fototransistor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai detektor cahaya infra merah. oleh sebab itu fototransistor termasuk dalam golongan detektor optik. Detektor cahaya ini mengubah efek cahaya menjadi sinyal listrik. karena cahaya ini dapat membangkitkan pasangan lubang elektron. sehingga dioda akan menyala atau memancarkan cahaya pada saat dilewati arus. Pada optocoupler yang bertugas sebagai penerima cahaya infra merah adalah fototransistor. banyak elektron yang bergabung dengan lubang yang ada di sekitarnya (memasuki lubang lain yang kosong).10. LED infra merah ini merupakan komponen elektronika yang memancarkan cahaya infra merah dengan konsumsi daya sangat kecil. sedangkan transistor biasa ditempatkan pada rumah logam yang tertutup. Pada saat masuk lubang yang lain. elektron melepaskan tenaga yang akan diradiasikan dalam bentuk cahaya. Saat dioda menghantarkan arus. Perbedaan transistor dengan fototransistor hanya terletak pada rumahnya yang memungkinkan cahaya infra merah mengaktifkan daerah basis.

LCDM1632 merupakan modul LCD dengan tampilan 16 x 2 baris Universitas Sumatera Utara . 2. Jika diperlukan kecepatan switching yang cukup tinggi maka optoisolator harus dikonfigurasikan sehingga yang digunakan adalah sebagai photodiodenya. Sebaliknya jika antara phototransistor dan LED tidak terhalang maka phototransistor dan LED tidak terhalang maka phototransistor tersebut akan on sehingga output-nya akan berlogika low. Jika antara phototransistor dan LED terhalang maka phototransistor tersebut akan off sehingga output dari kolektor akan berlogika high. 2.5 LCD (Liquid Crystal Display) LCD berfungsi menampilkan suatu nilai hasil sensor.33 Gambar 2. 2. LCD yang digunakan adalah jenis LCD M1632. atau menampilkan menu pada aplikasi mikrokontroler.2 Prinsip Kerja dari Rangkaian Optocoupler Prinsip kerja dari rangkaian Optocoupler adalah sebagai berikut : 1. Hal ini disebabkan karena efek dari area yang sensistif terhadap cahaya dan timbulnya efek kapasitansi pada ‘junction’-nya.4. menampilkan teks.12 Simbol Optocoupler Kerugian atau keburukan dari optocoupler adalah pada kecepatan switchingnya.

Kegunaan LCD banyak sekali dalam perancangan suatu sistem dengan menggunakan mikrokontroler.3 Fungsi pin-pin pada Liquid Crystal Display Universitas Sumatera Utara . Modul ini dilengkapi dengan mikrokontroler yang didisain khusus untuk mengendalikan LCD. Pada bab ini akan dibahas antarmuka LCD dengan mikrokontroler ATMega8535. atau menampilkan menu pada aplikasi mikrokontroler. Gambar 2. umumnya.13 LCD (Liquid Crystal Display) Urutan pin (1).34 dengan konsumsi daya rendah. 2 pin terakhir (15 & 16) adalah anoda dan katoda untuk back-lighting. M1632 adalah merupakan modul LCD dengan tampilan 16 x 2 baris dengan konsumsi daya yang rendah. dimulai dari sebelah kiri (terletak di pojok kiri atas) dan untuk LCD yang memiliki 16 pin. Tabel 2. menampilkan teks. LCD dapat berfungsi untuk menampilkan suatu nilai hasil sensor.

EN harus diset ke 0 dan tunggu beberapa saat (tergantung pada datasheet LCD). Kode ASCII yang ditampilkan sepanjang 8 bit dikirim ke LCD secara 4 atau 8 bit pada satu waktu. lainnya merupakan instruksi penulisan. Mode 8 bit sangat baik digunakan ketika kecepatan menjadi keutamaan dalam sebuah aplikasi dan setidaknya minimal tersedia Universitas Sumatera Utara . Instruksi pembacaan hanya satu. Untuk mengirim data ke LCD program harus menset EN ke kondisi high (1) dan kemudian menset dua jalur kontrol lainnya (RS dan R/W) atau juga mengirimkan data ke jalur data bus. Ketika RS dalam kondisi high atau 1. posisi kursor dll). DB3. R/W selalu diset ke 0. Ketika jalur RS berada dalam kondisi low (0). menentukan mode operasi merupakan hal yang paling penting. DB5. Jalur kontrol R/W harus berada dalam kondisi low (0) saat informasi pada data bus akan dituliskan ke LCD.14 LCD M1632 Jalur kontrol EN digunakan untuk memberitahu LCD bahwa mikrokontroller mengirimkan data ke LCD. Untuk membuat sebuah aplikasi interface LCD. Jalur data dapat terdiri 4 atau 8 jalur (tergantung mode yang dipilih pengguna). data yang dikirimkan ke LCD dianggap sebagai sebuah perintah atau instruksi khusus (seperti bersihkan layar. maka 2 nibble data dikirim untuk membuat sepenuhnya 8 bit (pertama dikirim 4 bit MSB lalu 4 bit LSB dengan pulsa clock EN setiap nibblenya). Jadi hampir setiap aplikasi yang menggunakan LCD. DB2. DB6 dan DB7. data yang dikirimkan adalah data ASCII yang akan ditampilkan dilayar. Misal. mereka dinamakan DB0. dimana hal ini sangat memudahkan dan sangat cepat dalam pembacaan dan penulisan data dari atau ke LCD. Saat jalur lainnya sudah siap. Jika mode 4 bit yang digunakan. DB4.35 Sebagaimana terlihat pada kolom deskripsi (symbol and functions). yaitu Get LCD status (membaca status LCD). Apabila R/W berada dalam kondisi high (1). untuk menampilkan huruf pada layar maka RS harus diset ke 1. Berikut adalah contoh LCD (2×16) yang umum digunakan : Gambar 2. maka program akan melakukan query (pembacaan) data dari LCD. interface LCD merupakan sebuah parallel bus. DB1. Mengirim data secara parallel baik 4 atau 8 bit merupakan 2 mode operasi primer. dan set EN kembali ke high (1).

Selain kemudahannya dengan perangkat keras dan perangkat lunak. 4 untuk data).6 Keypad 2. 8 pin untuk data). misalnya kita membuat pengaturan dengan titik setel akan kontrol umpan balik pada saat program masih berjalan.6. Interfacing keypad 4×4 dengan pemindaian pola tidak Universitas Sumatera Utara .36 11 pin I/O (3 pin untuk kontrol. Keypad diperlukan untuk interaksi dengan sistem. Dasarnya keypad 4×4 adalah 16 tombol push-button dalam matriks.15 Keypad 4x4 Keypad 4×4 sangat sering digunakan oleh programmer. Berikut ini adalah contoh konfigurasi keypad 4 × 4.1 Keypad untuk ATMega8535 Dasarnya keypad adalah sejumlah tombol yang disusun sedemikian rupa sehingga pembentukan bentuk tombol angka dan beberapa menu yang lain. Bahkan untuk keypad di hardware setiap programmer bisa berbeda. Sebenarnya setiap programmer mempunyai cara interaksi yang berbeda dengan sistem. Hal ini lebih karena kebutuhan yang berbeda. 2. Sedangkan mode 4 bit minimal hanya membutuhkan 7 bit (3 pin untuk kontrol. Gambar 2. mengingat koneksi parallel yang cukup mudah antara kontroller dan LCD. Aplikasi dengan LCD dapat dibuat dengan mudah dan waktu yang singkat.

program yang digunakan adalah pemrograman bahasa C.768 s/d 32.647 0 s/d 4.535 -32. K2.768 s/d 32. Tipe Data Berikut ini adalah tipe-tipe data yang ada dalam bahasa C dan yang dikenali oleh CodeVisionAVR : Tabel 2. 2.147.147. Dioda 1N4001 yang diterapkan terikat oleh seri dengan K1.647 1.295 -2.37 mudah dilakukan. K3 dan K4 dengan bagian dari Anoda.147.4*10+38 Jangkauan Nilai 2.768 s/d 32.147.483. Berikut penjelasan dasar-dasar pemrograman bahasa C : 1. Konstanta berisi data yang nilainya tetap dan Universitas Sumatera Utara .294.2*10-38 s/d 3. Selain harus memiliki keypad 4×4.4*10+38 1.1 Pemrograman C Pada perancangan program pada alat.967.767 0 s/d 65.7 Perangkat Lunak 2.483.483. kita hanya membutuhkan sebuah dioda sebagai komponen pendukung.2*10-38 s/d 3.648 s/d 2.483.4 Tipe Data Tipe Data Bit Char Unsigned Char Signed Char Int Short Int Unsigned Int Signed Int Long Int Unsigned Long Int Signed Long Int Float Double Ukuran 1 bit 1 byte 1 byte 1 byte 2 byte 2 byte 2 byte 2 byte 4 byte 4 byte 4 byte 4 byte 4 byte 0 atau 1 -128 s/d 225 0 s/d 225 -128 s/d 127 -32.767 -2.767 -32. Konstanta dan Variabel Konstanta dan variabel merupakan sebuah tempat untuk menyimpan data yang berada di dalam memori.648 s/d 2.7.

sedangkan variabel berisi data yang bisa berubah nilainya saat program dijalankan.38 tidak dapat diubah selama program dijalankan. Deklarasi variabel : [tipe_data][nama_variabel]=[nilai_awal] Contoh : Char variabelku. Nilai_awal merupakan nilai default variabel tersebut dan jika tidak diisi maka nilai defaultnya adalah 0 (nol). 3. Pada deklarasi variabel. Beberapa variabel dengan tipe yang sama dapat dideklarasikan dalam satu baris seperti contoh berikut : Char data_a. Bit variabel_bit=1. Komentar Komentar adalah tulisan yang tidak dianggap sebagau bagian dari tubuh program. [nilai_awal] bersifat operasional sehingga boleh diisi dan boleh tidak diisi. yaitu dengan sintaks berikut : Deklarasi konstanta : Const [tipe_data][nama_konstanta]=[nilai] Contoh : Const char konstantaku=0x10. Untuk membuat sebuah konstanta atau variabel maka kita harus mendeklarasikannya lebih dahulu. Char variabelku=0x20. informasi ataupun keterangan-keterangan yang dapat membantu mempermudah dalam memahami kode program baik bagi si pembuat program maupun bagi orang lain yang membacanya. Komentar yang hanya satu baris ditulis dengan diawali ’//’ sedangkan komentar yang lebih dari satu baris diawali dengan ’/*’ dan diakhiri dengan ’*/’. Contoh : // Ini adalah komentar satu baris /* Sedangkan yang ini adalah komentar yang lebih dari satu baris*/ Universitas Sumatera Utara . Komentar digunakan untuk memberikan penjelasan. data_b. data_c. Bit variabel_bit.

// pernyataan_3 } 6.39 Selain dihunakan untuk memberikan keterangan program. PORTC = 0x0F.h> 5. Pernyataan Pernyataan adalah satu buah instruksi lengkap berdiri sendiri. Dengan pengarah preprosesor ini maka pendeklarasian register-register dan penamaannya dilakukan pada file yang lain yang disisipkan dalam program utama dengan sintaks sebagai berikut : # include <nama_preprosessor> Contoh : # include <mega8535. Pengarah Preprosessor Pengarah preprosessor digunakan untuk mendefenisikan prosessor yang digunakan. Pernyataan diatas merupakan sebuah instruksi untuk mengeluarkan data 0x0F ke Port C.5 Operator Aritmatika Operator + * Keterangan Operator untuk operasi penjumlahan Operator untuk operasi pengurangan Operator untuk operasi perkalian Universitas Sumatera Utara . dalam hal ini adalah untuk mendefenisikan jenis mikrokontroller yang digunakan. // pernyataan_1 PORTB=0x0F. Tabel 2. komentar juga dapat digunakan untuk membantu dalam pengujian program yaitu dengan menon-aktifkan dan mengaktifkan kembali bagian program tertentu selama proses pengujian. Contoh sebuah blok pernyataan : { PORTA=0x00. Operator Aritmatika Operator aritmatika adalah beberapa operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan aritmatika. 4. // pernyataan_2 PORTC=0xFF.

6 Operator Logika Operator && ΙΙ ! Keterangan Operator untuk logika AND Operator untuk logika OR Operator untuk logika NOT Contoh : if ( (a==b) && (c!=d) ) = 0xFF. Operator Logika Operator logika digunakan untuk membentuk suatu logika atas dua buah kondisi atau lebih.40 / % Operator untuk operasi pembagian Operator untuk operasi sisa pembagian 7. Universitas Sumatera Utara .7 Operator Penambahan dan Pengurangan Operator ++ Keterangan Operator untuk penambahan nilai variabel dengan 1 Operator pengurangan nilai variabel dengan 1 -- Contoh : a = 1. Pernyataan diatas terdiri dari 2 buah kondisi yaitu a==b dan c!=d yang keduanya dihubungkan dengan logika && (AND). Jika logika yang dihasilkan benar maka perintah PORTC = 0xFF akan dikerjakan dan jika salah tidak akan dikerjakan. b = 5. 8. Berikut ini adalah tabel operator logika : Tabel 2. Operator Penambahan dan Pengurangan Operator penambahan dan pengurangan adalah operator yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan nilai sebuah variabel dengan selisih 1. Tabel 2.

Pernyataan If Pernyataan If digunakan untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap dua buah kemungkinan yaitu mengerjakan suatu blok pernyataan atau tidak. Maka operator a++ akan mengubah variable a dari 1 menjadi 2 dan operator b—akan mengubah variable b dari 5 menjadi 4. jika ya maka variable dataku diisi dengan nilai PINA dan data 0xFF dikeluarkan ke PORT C. PORTC=0xFF. Apabila dalam blok pernyataan hanya terdapat satu pernyataan saja maka tanda { dan } dapat dihilangkan seperti : if (PINA>0x80) PORTC=0xFF. namun kita tetap dapat menggunakannya dengan mudah karena terdapat Universitas Sumatera Utara .7. } Perntataan if diatas akan mengecek apakah data yang terbaca pada Port A (PINA) nilainya lebih dari 0x80 atau tidak. b--. Bentuk pernyataan If adalah : if (kondisi) { // blok pernyataan yang akan dikerjakan // jika kondisi if terpenuhi } Contoh : if (PINA>0x80) { Dataku=PINA. 9. Meskipun CodeVisionAVR termasuk software komersial.41 a++. 2.2 CodeVisionAVR CodeVisionAVR merupakan salah satu software compiler yang khusus digunakan untuk mikrokontroller keluarga AVR.

Gambar 2. mendownload program) serta tampilannya terlihat menarik dan mudah dimengerti 3.42 versi evaluasi yang disediakan secara gratis walaupun dengan kemampuan yang dibatasi. Fasilitas yang disediakan lengkap (mengedit program. Memiliki fasilitas debugger sehingga dapat menggunakan software compiler lain untuk mengecek kode assemblernya. contoh AVRStudio 6. CodeVisionAVR merupakan yang terbaik jika dibandingkan dengan kompiler-kompiler yang lain karena memiliki beberapa kelebihan yang dimiliki oleh CodeVisionAVR antara lain : 1.16 Tampilan CodeVisionAVR Universitas Sumatera Utara . Memiliki fasilitas untuk mendownload program langsung dari CodeVisionAVR dengan menggunakan hardware khusus seperti Atmel STK500. Menggunakan IDE (Integrated Devvelopment Environment) 2. Kanda System STK200+/300 dan bebarapa hardware lain yang telah didefenisikan oleh CodeVisionaAVR 5. mengkompile program. Mampu membangkitkan kode program secara otomatis dengan menggunakan fasilitas CodeWizardAVR 4. Dari bebarapa software kompiler C yang pernah digunakan. Memiliki terminal komunikasi serial yang terintegrasi dalam CodeVisionAVR sehingga dapat digunakan untuk membantu pengecekan program yang telah dibuat khususnya yang menggunakan fasilitas komunikasi serial USART.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful