P. 1
Sistem Rangka

Sistem Rangka

|Views: 281|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nurhidayah Salsabila on Nov 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2014

pdf

text

original

I.

dPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem organ pada tubuh manusia bekerja secara serentak dan terkoordinasi, serta sepenuhnya serasi melakukan tujuan yang sama yakni agar tubuh tetap hidup. Gerakan terkecil yang kita lakukan setiap harinya, seperti bernapas, menangis, menjerit kesakitan, senyum, lompat dan lain-lain merupakan hasil koordinasi yang sempurna dalam tubuh manusia. Pergerakan, baik internal maupun eksternal merupakan ciri khas semua makhluk hidup. Pergerakan merupakan karakteristik penting organisme yang harus memperoleh makanan. Pada kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa melakukan gerakan yang tujuannya sebagai alat untuk melakukan perpindahan secara signifikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa rangka adalah penunjang alat gerak pasif pada tubuh, sekaligus menopang tubuh dan juga melindungi bagian-bagian lunak dari tubuh. Tanpa adanya rangka, maka dapat dibayangkan betapa rapuhnya tubuh, dan mustahil bagi otot-otot dapat melakukan kontraksi tanpa dibantu oleh rangka. Selain melakukan fungsi-fungsi tersebut di atas, sistem rangka juga berfungsi melindungi alat-alat vital di dalam tubuh dari benturan keras ataupun luka mekanis. Hal ini agar organorgan di dalam tubuh manusia dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam kehidupan sehari-hari, sistem rangka merupakan suatu sistem penopang tubuh yang dapat menegakkan tubuh sehingga tubuh kelihatan seimbang dan proporsional. Berdasarkan uraian di atas, kita dapat memperoleh informasi mengenai sistem rangka. Akan tetapi, akan sulit bagi mahasiswa untuk memahami materi sistem rangka tersebut dengan baik hanya melalui teori. Terkadang teori hanya membuat mahasiswa meraba-raba suatu fakta alam karena adanya keterbatasan indera manusia. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengamatan langsung pada objeknya, sehingga mahasiswa bisa memahami letak, fungsi, ciri, dan struktur tulang yang menyusun sistem rangka pada makhluk hidup serta mampu menjelaskannya. Mengingat pentingnya mempelajari sistem rangka sebagai salah satu materi perkuliahan Struktur Hewan, maka dilakukanlah pengamatan pada sistem rangka ini.

B. Tujuan Praktikum
1. 2. 3. 4. 5. 6. Untuk mengamati tulang-tulang penyususun tengkorak Untuk mengamati tulang-tulang penyusun anggota badan Untuk mengamati tulang anggota gerak Untuk mengamati tulang penyusun rangka aves Untuk mengamati tulang penyusun rangka pisces Untuk mengamati tulang penyusun rangka amphibi

II. TINJAUAN PUSTAKA
Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini meliputi eksoskeleton dan endoskeleton. Eksoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja atau keduanya. Sedangkan endoskeleton secara embriologis berasal dari jaringa subdermal, yaitu endoskeleton tulang, endoskeleton rawan dan korda. Eksoskeleton umumnya dijumpai pada hewan invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal sebagai dermal skeleton. Endoskeleton umunya dijumpai pada hewan vertebrata (Pagarra, 2004). Menurut Anonima (2011), secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).

1. Rangka Aksial Rangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh, diantaranya adalah: a. Tulang tengkorak b. Tulang hioid c. Tulang belakang (vertebrae) d. Tulang dada (sternum) e. Tulang rusuk (costa) 2. Rangka Apendikuler Rangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak. Rangka apendikuler terdiri atas bahu, tulang-tulang tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, tangan dan kaki Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial) dan rangka anggota (rangka appendikular), rangka aksial meliputi tengkorak (kranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (kostae) dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pektoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvik) dengan rangka anggota belakang (Pagarra, 2004). Menurut Setiadi (2007), klasifikasi tulang menurut bentuknya terbagi atas: 1. Tulang panjang, yaitu tulang yang berbentuk silindris, yang terdiri dari diafisis dan epifisis yang berfungsi untuk menahan berat tubuh dan berperan dalam pergerakan. 2. Tulang pendek, yaitu tulang yang berstruktur kuboid yang biasanya ditemukan berkelompok yang berfungsi memberikan kekuatan dan kekompakan pada area yang pergerakannya terbatas. 3. Tulang pipih, yaitu tulang yang strukturnya mirip lempeng yang berfungsi untuk perlekatan otot dan memberikan perlindungan. 4. Tulang ireguler, yaitu tulang yang bentuknya tidak beraturan dengan struktur tulang yang sama dengan tulang pendek. 5. Tulang sesamoid, yaitu tulang kecil bulat yang masuk dalam formasi persendian yang bersambungan dengan kartilago, ligamen atau tulang lainnya. Menurut Anonimb (2011), Sistem skeletal adalah sistem yang terdiri dari tulang (rangka) dan struktur yang membangun hubungan (sendi) di antara tulang-tulang tersebut. Secara umum fungsi dari sistem skeletal adalah: 1. Menyediakan bentuk untuk menopang tubuh, 2. Sebagai alat gerak pasif, 3. Melindungi organ-organ internal dari trauma mekanik, 4. Menyimpan dan melindungi sumsum tulang selaku sel hemopoietic (red bone marrow), 5. Menyediakan tempat untuk menyimpan kelebihan kalsium, dan 6. Menyimpan lemak (yellow bone marrow). Bentuk tulang mempunyai hubungan erat dengan tugasnya. Tulang tempurung kepala bersenyawa, sedangkan cingulum anterior dan cingulum posterior merupakan tulang-tulang yang terangkai menjadi satu. Tulang yang bersenyawa tak dapat digerak-gerakkan terhadap satu sama lain, sedang sebagian besar tulang-tulang dapat digerakkan satu terhadap yang lain. Pada humerus dan femur terdapat hubungan bentuk bola dan mangkokan yang menyebabkan gerak berputar. Hubungan engsel terdapat pada siku dan lutut. Gerakan-gerakan tulang itu dimungkinkan oleh adanya otot ligamen dari jaringan ikat. Kecuali itu juga disebabkan oleh otototot daging yang dapat kontraksi memanjang dan memendek, sebagai penggeraknya. Pada tulang yang panjang dibedakan atas bagian central yang disebut diaphyse sedang kedua ujungnya disebut epiphyse. Pada tulang-tulang yang bersenyawa terdapat hubungan satu sama lain, dan masing-masing epiphyse dan diaphyse juga terdapat hubungan tidak teratur dan terkunci oleh

suture. Pada katak sutura masih berupa tulang rawan, sehingga tulang itu dapat tumbuh terus. Pada burung dan sebagian besar mamalia, masing-masing sutura menjadi tulang keras pada saat tertentu. Dengan demikian pertumbuhan lebih besar lagi tidak mungkin terjadi (Jasin, 1992). Umunya struktur appendages (alat gerak) depan lebih rumit daripada belakang. Alat geraka pada ikan berupa sirip. Tulang di bagian ventral dari pusat sirip ikan hiu disebut korakoid, sedangkan yang memanjang ke arah dorsal di bagian tepi sirip disebut skapula. Selanjutnya untuk kelompok ikan ini, tulang gigi berasal dari dermal. Sirip pada ikan pari merupakan modifikasi daripada beberapa tulang gigi yang hilang. Tulang-tulang bagian panggul pada ikan lebih sederhana daripada bagian gelang bahu dan hampir melekat pada kolumna vertebralis (Sukiya, 2003).

III. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Kamis, 26 Mei 2011 Waktu : Pukul 11.40 s.d. 13.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi Lantai III Timur FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan
1. 2. 3. 4. Torso manusia Kerangka amphibi (katak) Kerangka aves (burung) Kerangka pisces (ikan)

C. Prosedur Kerja
1. Pengamatan I a. Mengamati tulang tempurung kepala seperti: os. frontal, os. parietal, os. oksipital, os. spenoidal, os. temporal. b. Mengamati tulang wajah seperti maksilla, mandibula, os. zigomaticum, os. nasal, dan os. lakrimal. c. Mengamati tulang belakang, seperti vertebra servikalis, vertebra torakalis, vertebra lumbalis, vertebra sakralis dan vertebra koksigealis. d. Mengamati tulang dada, seperti manubrium sterni, corpus sterni, processus xiphoideus dan tulang rusuk, seperti costae vera, costa spuria dan costa fluktuantes. e. Mengamati tulang anggota gerak pada bagian atas yang terdiri dari:scaula, clavicula, humerus, radius, ulna, carpal, metacarpal dala phalanges. f. Mengamati tulang anggota gerak bawah yang terdiri dari: femur, patella, tibia, fibula, tarsal, metatarsal, maleolus, calcaneus dan phalanges. g. Menggambar hasil pengamatan. 2. Pengamatan II a. Mengamati struktur bagian tubuh (skeleton) pada aves b. Menggambar hasil pengamatan. 3. Pengamatan III a. Mengamati struktur bagian tubuh (skeleton) pada amphibi b. Menggambar hasil pengamatan. 4. Pengamatan IV a. Mengamati struktur bagian tubuh (skeleton) pada pisces b. Menggambar hasil pengamatan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Pengamatan I
a. Tulang Manusia Keterangan:

1. Cranium 2. Vertebra Servikalis 3. Clavicula 4. Scapula 5. Humerus 6. Vertebra Lumbalis 7. Illium 8. Vertebra Sacralis 9. Vertebra Cocsigalis 10. Ischium 11. Femur 12. Patella 13. Tibia 14. Metatarsal 15. Digiti/Phalanges 16. Calcaneus 17. Tarsal 18. Maleolus 19. Fibula 20. Digiti/Phalanges 21. Metacarpal 22. Carpal 23. Sternum 24. Costae

b. Tulang Penyusun Tengkorak

Keterangan: 1. Os Frontal 2. Os Ethmoidal 3. Os Nasal 4. Os Spenoidal 5. Os Lacrimal 6. Os Zigomatic 7. Os Maxilla 8. Os Mandibula 9. Os Oxipetal 10. Os Temporal 11. Os Parietal

c. Tulang Penyusun Anggota Badan

Keterangan: 1. Os Clavicula (tulang selangka) 2. Os Manubrium (tulang dada bagian hulu) 3. Os Corpus Sterni (tulang dada bagian batang) 4. Os Proseccus Xypoideus (taju pedang) 5. Os Illium (tulang usus) 6. Os Ischium (tulang duduk) 7. Os Pubicum (tulang kemaluan) 8. Os Costa Fluktuantes (tulang rusuk melayang) 9. Os Costa Spuria (tulang rusuk palsu) 10. Os Costa Vera (tulang rusuk sejati)

d. Tulang Belakang

Keterangan: 1. Vertebra Cervicalis 2. Vertebra Thoracalis 3. Vertebra Lumbalis 4. Vertebra Sacralis 5. Vertebra Coccigalis

e. Ekstremitas Superior

Keterangan: 1. Os Humerus 2. Os Ulna 3. Os Radius 4. Os Carpal 5. Os Metacarpal 6. Os Phalanges 7. Distal Phalanges 8. Medial Phalanges 9. Proksimal Phalanges 10. Prosesus Stiloideus Ulnae 11. Tuberositas Radi 12. Trochla Humeri

f.

Ekstremitas Inferior

Keterangan: 1. Os Femur 2. Os Patella 3. Os Tibia 4. Os Fibula 5. Os Tarsal 6. Os Metatarsal 7. Os Phalanges 8. Calcaneus 9. Maleolus Lateral 10. Maleolus Medial

2. Pengamatan II Bahan : Rangka amphibi (katak)

Keterangan: 1. Sphenethmoid 2. Frontoparietal 3. Pterygoid 4. Squamosal 5. Prootic 6. Exoocipital 7. Atlas 8. Columna Vertebratalis 9. Vertebra Sacralis 10. Urostyle 11. Illium 12. Femur 13. Tibia-fibula 14. Calcar 15. Astragalus

16. Calcaneus 17. Ischium 18. Tarsal 19. Metatarsal 20. Phalanges 21. Humerus 22. Radio Ulna 23. Suprascapula 24. Carpal 25. Metacarpal 26. Phalanges 27. Nasal 28. Vomer 29. Maxilla 30. Mandibula

3. Pengamatan III Bahan : Rangka aves (burung) Keterangan: 1. Orbita 2. Metacarpal 3. Ulna 4. Radius 5. Humerus 6. Scapula 7. Vertebra Thoracalis 8. Proseccus Unicatus 9. Pelvicus 10. Vertebrae Caudalis 11. Femur 12. Costae 13. Patella 14. Tibio-tarsus 15. Tarso-metatarsus 16. Carina 17. Sternum 18. Clavicula 19. Coracoid 20. Vertebrae Servikalis 21. Mandibula

4. Pengamatan IV Bahan : Rangka pada pisces (ikan)

Keterangan: 1. Operculum 2. Parietal 3. Frontae 4. Capsula Opticus 5. Frontal 6. Nasal 7. Premaxilla 8. Dentary 9. Tulang Quadral 10. Gordhel Pectoralis 11. Pinna Pectoralis 12. Pinna Pelvicus 13. Costae 14. Vertebra Toracalis 15. Tulang Interspinal 16. Pinna Analis 17. Prosesus Spinosus Haemalis 18. Prosesus Spinosus Haemal 19. Pinna Caudalis 20. Sirip Dorsalis Lunak 21. Radii Pinna Dorsalis

B. Pembahasan
1. Pengamatan I Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada rangka manusia, maka diketahui bahwa sistem pada manusia terbagia atas tiga bagian, yaitu bagian tulang tengkorak, tulang anggota badan dan tulang anggota gerak. Tengkorak (kranium) dibentuk oleh beberapa tulang yang bentuknya melengkug satu sama lain berhubungan sangat erat sekali dan terdiri atas dua bagian yaitu tulang tempurung kepala dan tulang bagian wajah. Tulang tempurung otak terdiri dari tulang-tulang yang dihubungkan satu sama lain oleh tulang bergerigi yang disebut sutura. Tulang anggota badan dibentuk oleh ruas-ruas tulang belakang (vertebra), tulang dada (sternum), tulang rusuk (costae), tulang gelang bahu (pektoralis), dan tulang pinggul (pelvis) sedangkan pada tulang anggota gerak (ekstremitas) terdiri atas ekstremitas atas dan ekstremitas bawah. a. Tengkorak tersusun atas tulang kranial dan tulang wajah. Tulang kranial tersebut meliputi: 1) Os frontal, Tulang frontal merupakan tulang kranial yang berada di sisi anterior, berbatasan dengan tulang parietal melalui sutura koronalis. Pada tulang frontal ini terdapat suatu sinus (rongga) yang disebut sinus frontalis, yang terhubung dengan rongga hidung. 2) Os ethmoidal, Tulang ethmoid merupakan tulang yang berada di belakang tulang nasal dan lakrimal. Beberapa bagian dari tulang ethmoid adalah crista galli (proyeksi superior untuk perlekatan meninges), cribriform plate (dasar crista galli, dengan foramen olfaktori yang melewatkan nervus olfaktori), perpendicular plate (bagian dari nasal septum) dan konka. Selain itu terdapat juga sinus ethmoid, yang membuka ke rongga hidung. 3) Os Nasal, Tulang nasal merupakan tulang yang membentuk jembatan pada hidung dan berbatasan dengan tulang maksila. 4) Os Spenoidal, Tulang sphenoid merupakan tulang yang membentang dari sisi fronto-parieto-temporal yang satu ke sisi yang lain. 5) Os Lacrimal, Tulang lakrimal merupakan tulang yang berbatasan dengan tulang ethmoid dan tulang maksila, berhubungan duktus nasolakrimal sebagai saluran air mata. 6) Os Zigomatic, Tulang zigomatikum merupakan tulang pipi, yang berartikulasi dengan tulang frontal, temporal dan maksila. 7) Os Maxilla, Tulang maksila merupakan tulang rahang atas. Maksila meliputi antara lain prosesus palatin yang membentuk bagian anterior palatum dan prosesus alveolar yang memegang gigi bagian atas. 8) Os Mandibula, Mandibula merupakan tulang rahang bawah, yang berartikulasi dengan tulang temporal melalui prosesus kondilar. 9) Os Oxipetal, Tulang oksipital merupakan tulang yang terletak di sisi belakang tengkorak. Antara tulang oksipital dan tulang parietal dipisahkan oleh sutura lambdoid. Di dasar tulang oksipital terdapat foramen magnum, suatu foramen yang menghubungkan otak dan medula spinalis. 10) Os Temporal, Terdapat dua tulang temporal di setiap sisi lateral tengkorak. Antara tulang temporal dan tulang parietal dibatasi oleh sutura skuamosa. Persambungan antara tulang temporal dan tulang zigomatikum disebut sebagai prosesus zigomatikum. 11) Os Parietal, Terdapat dua tulang parietal, yang dipisahkan satu sama lain melalui sutura sagitalis. Sedangkan sutura skuamosa memisahkan tulang parietal dan tulang temporal

b. Toraks merupakan rangka yang menutupi dada dan melindungi organ-organ penting di dalamnya. Secara umum toraks tersusun atas klavikula, skapula, sternum, dan tulang-tulang kostal. 1) Os scapula merupakan tulang yang terletak di sebelah posterior, dan berartikulasi dengan klavikula melalui akromion. Selain itu, skapula juga berhubungan dengan humerus melalui fossa glenoid. 2) Os clavicula merupakan tulang yang berartikulasi dengan skapula melalui akromion, dan di ujungnya yang lain berartikulasi dengan manubrium sternum. 3) Sternum merupakan suatu tulang yang memanjang, dari atas ke bawah, tersusun atas manubrium, korpus sternum, dan prosesus xyphoideus. Manubrium berartikulasi dengan klavikula , kostal pertama, dan korpus sternum. Sedangkan korpus stenum merupakan tempat berartikulasinya kartilago kostal ke-2 hingga kostal ke-12. 4) Os costae merupakan tulang yang berartikulasi dengan vertebra segmen torakal di posterior, dan di anterior berartikulasi dengan manubrium dan korpus sternum. Ada 12 tulang kostal; 7 kostal pertama disebut kostal sejati (karena masing-masing secara terpisah di bagian anterior berartikulasi dengan manubrium dan korpus sternum), 3 kostal kedua disebut kostal palsu (karena di bagian anterior ketiganya melekat dengan kostal ke-7), dan 2 kostal terakhir disebut kostal melayang (karena di bagian anterior keduanya tidak berartikulasi sama sekali). c. Kolumna vertebra terbentuk dari tulang-tulang individual yang disebut sebagai vertebra. Terdapat sekitar 26 vertebra, meliputi 7 vertebra servikal, 12 vertebra torakal, 5 vertebra lumbar, 1 vertebra sakral (yang terdiri atas 5 vertebra individual) dan 1 vertebra koksigeal (yang terdiri atas 4-5 koksigeal kecil). d. Ekstremitas superior 1) Os Humerus, Humerus merupakan tulang panjang pada lengan atas, yang berhubungan dengan skapula melalui fossa glenoid. Di bagian proksimal, humerus memiliki beberapa bagian antara lain leher anatomis, leher surgical, tuberkel mayor, tuberkel minor dan sulkus intertuberkular. Di bagian distal, humerus memiliki beberapa bagian antara lain condyles, epicondyle lateral, capitulum, trochlear, epicondyle medial dan fossa olecranon (di sisi posterior). Tulang ulna akan berartikulasi dengan humerus di fossa olecranon, membentuk sendi engsel. 2) Os Ulna, Ulna merupakan tulang lengan bawah yang terletak di sisi medial pada posisi anatomis. Di daerah proksimal, ulna berartikulasi dengan humerus melalui fossa olecranon (di bagian posterior) dan melalui prosesus coronoid (dengan trochlea pada humerus). Artikulasi ini berbentuk sendi engsel, memungkinkan terjadinya gerak fleksi-ekstensi. Ulna juga berartikulasi dengan radial di sisi lateral. Artikulasi ini berbentuk sendi kisar, memungkinkan terjadinya gerak pronasi-supinasi. Di daerah distal, ulna kembali berartikulasi dengan radial, juga terdapat suatu prosesus yang disebut sebagai prosesus styloid. 3) Os Radius, Radius merupakan tulang lengan bawah yang terletak di sisi lateral pada posisi anatomis. Di daeraha proksimal, radius berartikulasi dengan ulna, sehingga memungkinkan terjadinya gerak pronasi-supinasi. Sedangkan di daerah distal, terdapat prosesus styloid dan area untuk perlekatan tulang-tulang karpal antara lain tulang scaphoid dan tulang lunate. 4) Os Carpal, Tulang karpal terdiri dari 8 tulang pendek yang berartikulasi dengan ujung distal ulna dan radius, dan dengan ujung proksimal dari tulang metakarpal.

Antara tulang-tulang karpal tersebut terdapat sendi geser. Ke delapan tulang tersebut adalah scaphoid, lunate, triqutrum, piriformis, trapezium, trapezoid, capitate, dan hamate. 5) Os Metacarpal, Metakarpal terdiri dari 5 tulang yang terdapat di pergelangan tangan dan bagian proksimalnya berartikulasi dengan bagian distal tulang-tulang karpal. Persendian yang dihasilkan oleh tulang karpal dan metakarpal membuat tangan menjadi sangat fleksibel. Pada ibu jari, sendi pelana yang terdapat antara tulang karpal dan metakarpal memungkinkan ibu jari tersebut melakukan gerakan seperti menyilang telapak tangan dan memungkinkan menjepit/menggenggam sesuatu. Khusus di tulang metakarpal jari 1 (ibu jari) dan 2 (jari telunjuk) terdapat tulang sesamoid. 6) Os Phalanges, Tulang-tulang phalangs adalah tulang-tulang jari, terdapat 2 phalangs di setiap ibu jari (phalangs proksimal dan distal) dan 3 di masingmasing jari lainnya (phalangs proksimal, medial, distal). Sendi engsel yang terbentuk antara tulang phalangs membuat gerakan tangan menjadi lebih fleksibel terutama untuk menggenggam sesuatu. e. Ekstremitas inferior,Ekstremitas bawah terdiri dari tulang pelvis, femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsal, dan tulang-tulang phalangs. 1) Os Femur, Femur merupakan tulang betis, yang di bagian proksimal berartikulasi dengan pelvis dan dibagian distal berartikulasi dengan tibia melalui condyles. Di daerah proksimal terdapat prosesus yang disebut trochanter mayor dan trochanter minor, dihubungkan oleh garis intertrochanteric. Di bagian distal anterior terdapat condyle lateral dan condyle medial untuk artikulasi dengan tibia, serta permukaan untuk tulang patella. Di bagian distal posterior terdapat fossa intercondylar. 2) Os Tibia, Tibia merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih medial dibanding dengan fibula. Di bagian proksimal, tibia memiliki condyle medial dan lateral di mana keduanya merupakan facies untuk artikulasi dengan condyle femur. Terdapat juga facies untuk berartikulasi dengan kepala fibula di sisi lateral. Selain itu, tibia memiliki tuberositas untuk perlekatan ligamen. Di daerah distal tibia membentuk artikulasi dengan tulang-tulang tarsal dan malleolus medial. 3) Os Fibula, Fibula merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih lateral dibanding dengan tibia. Di bagian proksimal, fibula berartikulasi dengan tibia. Sedangkan di bagian distal, fibula membentuk malleolus lateral dan facies untuk artikulasi dengan tulang-tulang tarsal 2. Pengamatan II Skeleton aves bila dibandingkan dengan mamalia merupakan tulang yang berongga dan ringan. Hal ini merupakan modifikasi untuk terbang. Tulang tempurung kepala terdiri atas kotakotak yang bulat, rongga mata dan rahang (maxillae) yang terproyeksi ke luar (sebagai paruh), rahang bawah (mandibullae) bersendi dengan tulang quadral yang mudah digerakkan. Persendian antara tulang kepala dan leher dngan sebuah sistem condyl (condylus occipitalis). Leher tersusun atas kurang lebih 16 vertebrae servicalis, yang masing-masing mempunyai persendian. Tulang thorax melindungi alat-alat bagian dalam dan merupakan bagian yang menyokong pada mechanisme terbang. Tulangtulang yang mengambil bagian dalam: (1) tulang vertebrae sebelah dorsal, (2) tulang costae yang pipih sebelah lateral, (3) tulang sternum sebelah ventral yang mempunyai tonjolan sebelah median yang disebut carina, sebagai tempat melekatnya muskulus

pectoralis guna keperluan terbang. Carina hanya terdapat pada burung-burung yang terbang (carinatae). Pada sternum terdapat tonjolan-tonjolan (processus). 3. Pengamatan III Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang di susun oleh bagian-bagian yang lunak. Tempurung kepala, vertebrae dan sternum merupakan skeleton axiale sedangkan kaki merupakan skeleton appendiculare. Masing-masing setengah rahang atas (archus maxillaris) yang terdiri atas premaxillaris, maxillae yang bergigi dan os quadrato jugularis. Semua bagian tersebut bersatu dengan kranium. Rahang bawah (archus mandibularis) pada masing-masing setengah bagian tersusun atas batang tulang rawan (mento mackelian) sebelah anterior, bersambung dengan os dentary dan os angulosplenial. Tulang yang berakhir ini mempunyai hubungan sendi dengan tulang rawan quadrato pada cranium. Tulang punggung yang bersambung dengan kepala dan extrimitas berfungsi menyokong tubuh dan melidungi sumsum, terdiri atas 9 columna vertebralis dan urostyl, yang silindris, masing-masing vertebrae merupakan suatu segmen pendek yang fleksibel seperti vertebrae pada vertebrata lainnya. 4. Pengamatan IV Sistem rangka Pada pisces dibangun oleh sisik dan sirip yang merupakan exeskeleton dan tulang merupakan endoskeleton, seperti tulang tempurung kepala, columna vertebralis,cingulum pectoralis, tulang-tulang kecil tambahan yang menyokong sirip. Tulang tempurung kepala terdiri atas cranium sebagai tempat otak, capsula untuk tempat beberapa pasang organon sensoris (olfactory, optic, auditory) dan skeleton viceralis, yang merupakan bagian pembentuk tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk mekanisme. Tengkorak atau tempurung kepala melekat dekat sekali dengan columna vertebralis. Oleh karena itu ikan tidak dapat memutar kepalanya. Gigi biasanya terdapat pada tulang premaxillae dentary, vomer dan tulang palatina.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan 1. Secara umum tulang-tulang penyusun sistem rangka pada manusia antara lain; cranium, vertebra servikalis, clavicula, scapula, humerus, vertebra lumbalis, illium, vertebra sacralis, vertebra cocsigealis, ischium, femur, patella, tibia, metatarsal, digiti/phalanges, calcaneus, tarsal, maleolus, fibula, digiti/phalanges, metacarpal, carpal, sternum dan costae. 2. Rangka pada aves tersusun atas orbita, metacarpal, ulna, radius, humerus, scapula, vertebra thoracalis, processus unicatus, pelvicus, vertebrae caudalis, femur, costae, patella, tibio-tarsus, tarso-metatarsus, carina, sternum, clavicula, coracoid, vertebrae servikalis dan mandibulla. 3. Rangka pada pisces tersusun atas perculum, parietal, frontae, capsula opticus, frontal, nasal, premaxilla, dentary, tulang quadral,gordhel pectoralis, pinna pectoralis, pinna pelvicus, costae, vertebra toracalis, tulang interspinal, pinna analis, prosesus spinosus haemalis, prosesus spinosus haemal, pinna caudalis, sirip dorsalis lunak dan radii pinna dorsalis. 4. Rangkaa pada amphibi tersusun atas sphenethmoid, calcaneus, frontoparietal, ischium, pterigoid, tarsal, squamosal, metatarsal, prootic, phalanges, exoocipital, humerus, atlas, radio ulna, columna vertebralis, suprascapula, vertebra sacralis, carpal, urostyle, metacarpal, illium, phalanges, femur, nasal, tibia-fibula, vomer, calcar, maxilla, astragalus dan mandibula.

B. Saran
1. Sebaiknya kondisi alat maupun bahan praktikum sebagai unsur pendukung utama lebih diperhatikan demi tercapainya tujuan praktikum. 2. Sekiranya jumlah asisten pendamping dapat disesuaikan dengan jumlah kelompok praktikan. Agar praktikan benar-benar memperoleh bimbingan maksimal selama praktikum. 3. Pihak laboratorium sebaiknya lebih memperhatikan kondisi sarana dan prasarana praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Adnan dan Halifah Pagarra. 2011. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM. Pagarra, Halifah dan Adnan. 2004. Struktur Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM. Anonima. 2011. Sistem rangka. http://belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net/. Diakses pada tanggal 26 Mei 2011. Anonimb. 2011. Anatomi Sistem Rangka. http://sectiocadaveris.wordpress.com/. Diakses pada tanggal 3 Juni 2011. Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya. Setiadi. 2007. Anatomi dan Fisiologi Manusia. Yogya: Graha Ilmu. Sukiya. 2003. Biologi Vertebrata. Malang: JICA.

Keterangan:
1. Sphenethmoid 2. Frontoparietal 3. 4. Squamosal 5. Prootic 6. Exoocipital 7. Atlas 8. Columna Vertebratalis 9. Vertebra Sacralis 10. Urostyle 11. Illium 12. Femur 13. Tibia-fibula 14. Calcar 15. Astragalus 16. Calcaneus 17. Ischium 18. Tarsal 19. Metatarsal 20. Phalanges 21. Humerus 22. Radio Ulna 23. Suprascapula 24. Carpal 25. Metacarpal 26. Phalanges 27. Nasal 28. Vomer 29. Maxilla 30. Mandibula

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30 9

Keterangan:
1. Sphenethmoid 2. Frontoparietal 3. Squamosal 4. Prootic 5. Exoocipital 6. Atlas 7. Columna Vertebratalis 8. Vertebra Sacralis 9. Urostyle 10. Illium 11. Femur 12. Tibia-fibula 13. Calcar 14. Tarsal 15. Metatarsal 16. Phalanges 17. Suprascapula 18. Humerus 19. Radio Ulna 20. Carpal 21. Metacarpal 22. Maxilla

KELOMPOK III
ISMAIL UMAR IFA SAFIRA NURHIDAYAH SURIANI SYARIFUDDIN REZKITAMI USMAN MAYA JUANITA SALAMA ARAFAH FENNY HASANUDDIN

KLASIFIKASI Kingdom Phylum Subphylum Classis Ordo Family Genus Species : Animalia : Chordata : Vertebrata : Amphibia : Procoela : Bufonidae : Bufo : Bufo sp. (Jasin, 1992)

KELAS A 2010

IRVAN LUKMAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->