AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007

)

PSAK No. 27 (REVISI 1998)

PERNYATAAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

PSAK No.

27
IKATAN AKUNTAN INDONESIA

AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REVISI 1998) (REFORMAT 2007)

PSAK No. 27 (Revisi 1998) tentang AKUNTASI PERKOPERASIAN telah disetujui dalam rapat Komite Standar Akuntansi Keuangan pada tanggal 10 Juli 1998 dan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 4 September 1998. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsure-unsur yang tidak material (immaterial items). Jakarta, 4 September 1998 Komiter Standar Akuntansi Keuangan Jusuf Halim Istini T. Siddharta Mirza Mochtar Wahjudi Prakasa Katjep K. Abdoelkadir Jan Hoesada Hein G. Surjaatmadja Sobo Sitorus Timoty E. Marnandus Mirawati Sudjono Nur Indriantoro Rusdy Daryono Siti Ch. Fadjriah Osman Sitorus Jusuf Wibisana Yosefa Sayekti Heri Wahyu Setiyarso Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

.40-42 KEWAJIBAN……………………………………………………….19-28 Modal Penyertaan…………………………………………………………………....…..01-17 Karakteristik Koperasi.33-35 Cadangan…………………..11-16 Definisi……………………………………………………………………………...36-39 Sisa Hasil Usaha……………………………………………………………………...29-32 Modal Sumbangan……..57 Perhitungan Hasil Usaha (PHU)…………………………………………………...43-44 ASET………………………………………………………………………………..……………....…………………………………………………………….45-48 PENDAPATAN DAN BEBAN………………………………………………….61-64 Catatan atas Laporan Keuangan………………………………………………….56-65 Neraca…………………………………………………………………………….17 PENJELASAN…………………………………………………………………….58-59 Laporan Arus Kas………………………………………………………………….....AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No.49-55 Transaksi Usaha Koperasi dengan Anggota……………………………………….…………………………………………….08-09 Tujuan………………………………………………………………………………10 Ruang Lingkup……………………………………………………………………..01-05 Struktus Pengorganisasian Koperasi....…………………………………………………………….65 TANGGAL EFEKTIF……………………………………………………………66 ...49-55 LAPORAN KEUANGAN KOPERASI………………………………………….06-07 Usaha dan Jenis Koperasi…………………………………………………………. 27 (REVISI 1998) DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN……………………………………………………………..60 Laporan Promosi Ekonomi Anggota……………………………………………....………………………………………………………. 18-42 Ekuitas………………………………………………………………………………18 Modal Anggota…………………………………………………………………….

Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. dimodali. yaitu anggota sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi (user own oriented firm). Selain itu anggota-anggota koperasi percaya pada nilainilai etika kejujuran. tanggung jawab sosial. koperasi tidak hanya dituntut mempromosikan usaha-usaha ekonomi anggota. Jika terdapat kelebihan kemampuan pelayanan koperasi kepada anggotanya maka kelebihan kemampuan pelayanan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang nonanggota koperasi. diatur dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri oleh anggotanya. keadilan. d. Tugas pokok badan usaha koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya dalam rangka memajukan kesejahteraan anggota (promotion of the members’ welfare). PENDAHULUAN Karakteristik Koperasi 01 Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip Koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya. keterbukaan. Prinsip-prinsip tersebut terdiri dari: kemandirian. Koperasi didirikan dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai percaya diri untuk menolong dan bertanggung jawab kepada diri sendiri. 03 Karakteristik utama koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lain adalah bahwa anggota koperasi memiliki identitas ganda (the dual identity of the member). . pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. 04 Dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 27 (REVISI 1998) PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. c. tetapi juga mengembangkan sumber daya anggota melalui pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan sehingga anggota semakin profesional dan mampu mengikuti perkembangan bidang usahanya. dibiayai. dan kepedulian terhadap orang lain. 02 Prinsip-prinsip koperasi merupakan landasan pokok koperasi dalam menjalankan usahanya sebagai badan usaha dan gerakan ekonomi rakyat. Koperasi dimiliki oleh anggota yang bergabung atas dasar sedikitnya ada satu kepentingan ekonomi yang sama. Koperasi didirikan. keanggotaan bersifat terbuka. e. b.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. 27 AKUNTANSI PERKOPERASIAN Paragraf-paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring adalah paragraf standar yang harus dibaca dalam konteks dengan paragraf-paragraf penjelasan. persamaan dan demokrasi. pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi. pengelolaan dilakukan secara demokratis pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Oleh karena itu: a. kesetiakawanan. dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional.

perlindungan dan peluang usaha tersebut koperasi perlu berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Usaha dan Jenis Koperasi 08 Koperasi dapat melakukan usaha-usaha sebagaimana badan usaha lain. Koperasi Primer adalah koperasi yang beranggotakan orang seseorang. 12 Pernyataan ini tidak mengatur akuntansi transaksi yang timbul dari hubungan koperasi dengan non-anggota. pemerintah sangat berkepentingan terhadap keberhasilan koperasi. Oleh karena itu laporan keuangan Koperasi Primer dan Sekunder tidak dikonsolidasikan. Ruang Lingkup 11 Pernyataan ini mengatur akuntansi bagi badan usaha koperasi atas transaksi yang timbul dari hubungan koperasi bagi anggotanya. dan Koperasi Pemasaran. pengukuran. Koperasi Sekunder adalah koperasi yang beranggotakan badan-badan hukum koperasi. seperti di sektor perdagangan. baik pada Koperasi Primer maupun Koperasi Sekunder pada prinsipnya adalah sama. perlindungan dan peluang usaha pada koperasi. 07 Jumlah pemilikan anggota pada koperasi. koperasi digolongkan ke dalam empat jenis. Tujuan 10 Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi yang timbul dari hubungan transaksi antara koperasi dengan anggotanya dan transaksi lain yang spesifik pada koperasi. yakni Koperasi Konsumen. Dalam pelaksanaan pembinaan. Pernyataan ini mencakup pengaturan mengenai pengakuan. jasa asuransi. di antaranya cadangan. 09 Koperasi dapat digolongkan dalam beberapa jenis. Perlakuan akuntansi koperasi ini mengacu pada PSAK yang mengatur perlakuan akuntansi dalam setiap sektor industri tersebut. Koperasi Produsen. namun berdasarkan kepentingan anggota dan usaha utama koperasi. serta penyajian dan pengungkapannya dalam laporan keuangan. Koperasi Simpan Pinjam. Oleh karena itu pemerintah berperan dalam memberikan pembinaan. jasa keuangan dan pembiayaan. penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan. yaitu meliputi transaksi setoran anggota koperasi dan transaksi usaha koperasi dengan anggotanya. modal sumbangan. Struktur Pengorganisasian Koperasi 06 Koperasi terbagi ke dalam Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder. 27 (REVISI 1998) 05 Sebagai penggerak ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional. modal penyertaan. jasa profesi dan jasa lainnya. dengan demikian tidak terdapat pemilikan mayoritas dan minoritas dalam koperasi. jasa transportasi. beban-beban perkoperasian. Ketentuanketentuan tersebut juga berpengaruh terhadap perlakuan akuntansi pada koperasi. dan transaksi yang spesifik pada badan usaha koperasi. . Transaksi tersebut diperlakukan sama dengan transaksi yang terjadi pada badan usaha lainnya.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. industri manufaktur.

14 Pernyataan ini berlaku bagi laporan keuangan untuk disajikan kepada pihak eksternal yaitu anggota koperasi. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan menjadi anggota. . dan kegiatan utamanya menyediakan. atau mengelola sarana produksi bersama. Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi Pemasaran dalam penyajian laporan keuangannya dapat menampakkan kekhususan masing-masing. 27 (REVISI 1998) 13 Hal-hal yang bersifat umum atau yang tidak secara khusus diatur dalam Pernyataan ini. Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang kegiatan atau jasa utamanya menyediakan jasa penyimpanan dan peminjaman untuk anggotanya. Koperasi Produsen adalah koperasi yang anggotanya tidak memiliki rumah tangga usaha atau perusahaan sendiri-sendiri tetapi bekerja sama dalam wadah koperasi untuk menghasilkan dan memasarkan barang atau jasa. Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi. Contoh Koperasi Produsen adalah Koperasi Jasa Konsultasi. Definisi 17 Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini: Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orangseorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. pemerintah.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan atau sama nilainya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. kreditur dan pihak lain yang berkepentingan. dan Koperasi Produsen. termasuk akuntansi untuk transaksi unit usaha otonom koperasi. Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang anggotanya para produsen atau pemilik barang atau penyedia jasa dan kegiatan atau jasa utamanya melakukan pemasaran bersama. misalnya Koperasi Konsumen. Contoh Koperasi Konsumen adalah koperasi yang kegiatan utamanya mengelola warung serba ada atau supermarket. mungkin memerlukan informasi khusus untuk tujuan tertentu. dan untuk itu dapat diatur dalam pedoman akuntansi tersendiri dengan mengacu pada Pernyataan ini. mengoperasikan. Penyajian informasi khusus ini diatur dalam pedoman akuntansi tersendiri yang mengacu pada pernyataan ini. Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan untuk kepentingan pemerintah tersebut. dan kegiatan atau jasa utama melakukan pembelian bersama. Koperasi Konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang atau jasa. dan telah membayar penuh simpanan pokok yang ditetapkan. 16 Bermacam-macam jenis koperasi. 15 Pemerintah sebagai salah satu pihak pemakai laporan keuangan koperasi. harus diperlakukan dengan mengacu pada PSAK yang lain.

. Cadangan adalah bagian dari sisa hasil usaha yang disisihkan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar atau ketetapan rapat anggota. Modal Sumbangan adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah dan tidak mengikat. Beban Perkoperasian adalah beban sehubungan dengan gerakan perkoperasian dan tidak berhubungan dengan kegiatan usaha.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. Partisipasi Neto adalah kontribusi anggota terhadap hasil usaha koperasi yang merupakan selisih antara partisipasi bruto dengan beban pokok. yang mencakup harga pokok dan partisipasi neto. Pendapatan dari non-anggota adalah penjualan barang/ jasa kepada non-anggota. Modal Anggota adalah simpanan pokok dan simpanan wajib yang harus dibayar anggota kepada koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada koperasi. Modal Penyertaan adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang ditanamkan oleh pemodal untuk menambah dan memperkuat struktur permodalan dalam meningkatkan usaha koperasi. Modal sumbangan tidak dapat dibagikan kepada anggota selama koperasi belum dibubarkan. Contoh: sebuah KUD memiliki unit usaha otonom simpan pinjam. ditambah atau dikurangi dengan pendapatan dan beban lain serta beban perkoperasian dan pajak penghasilan badan koperasi. 27 (REVISI 1998) Simpanan Wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Tiap anggota memiliki hak suara yang sama. tidak tergantung pada besarnya modal anggota pada koperasi. sehingga unit usaha otonom tersebut setara dengan sebuah entitas akuntansi. Unit Usaha Otonom adalah bagian organisasi yang mandiri berkegiatan dan beranggota khusus dalam sebuah koperasi. unit usaha otonom konsumen dan unit usaha otonom distribusi. Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah gabungan dari hasil partisipasi neto dan laba atau rugi kotor dengan non-anggota. Promosi Ekonomi Anggota adalah peningkatan pelayanan koperasi kepada anggotanya dalam bentuk manfaat ekonomi yang diperoleh sebagai anggota koperasi. Partisipasi Bruto adalah kontribusi anggota kepada koperasi sebagai imbalan penyerahan barang dan jasa kepada anggota. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan menjadi anggota.

25 Pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib dapat dilakukan dengan cara angsuran yang jumlah dan lamanya ditetapkan dalam anggaran dasar atau ketentuan lain. tidak dapat diakui sebagai ekuitas. 23 Walaupun simpanan pokok dan simpanan wajib dapat diambil kembali jika yang bersangkutan keluar dari anggota koperasi. namun diasumsikan bahwa anggota koperasi akan tetap menjadi anggota dalam waktu yang tidak terbatas. cadangan dan sisa hasil usaha belum dibagi. 26 Kelebihan setoran simpanan pokok dan simpanan wajib anggota baru di atas nilai nominal simpanan pokok dan simpanan wajib anggota pendiri diakui sebagai Modal Penyetaraan Partisipasi Anggota. simpanan lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau simpanan wajib. Di samping itu ia juga harus menyetor uang sejumlah tertentu secara berkala sebagai simpanan wajib. modal penyertaan. simpanan wajib. Jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib yang belum diterima dari anggota disajikan sebagai piutang simpanan pokok dan simpanan wajib. anggota dapat diakui sebagai anggota koperasi jika ia telah menyetor uang sejumlah tertentu sebagai simpanan pokok pada saat pertama menjadi anggota. Modal Anggota 19 Simpanan pokok. simpanan wajib dan simpanan lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau simpanan wajib diakui sebagai ekuitas koperasi dan dicatat sebesar nilai nominalnya. 27 (REVISI 1998) PENJELASAN Ekuitas 18 Ekuitas koperasi terdiri dari modal anggota berbentuk simpanan pokok. 21 Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat menjadi anggota. . 20 Secara formal. Simpanan wajib yang terkait dengan pinjaman anggota dan jenis simpanan wajib lain yang dalam prakteknya justru dapat diambil setelah pinjaman yang bersangkutan lunas atau pada waktuwaktu tertentu. Penyajian nilai simpanan pokok dan simpanan wajib di neraca adalah dengan menyajikan nilai nominal simpanan pokok dan simpanan wajib.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. Dengan demikian simpanan pokok dan simpanan wajib tersebut bersifat permanen. 22 Simpanan pokok dan simpanan wajib berfungsi sebagai penutup risiko dan karena itu tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota. 24 Simpanan pokok dan simpanan wajib yang belum diterima disajikan sebagai piutang simpanan pokok dan simpanan wajib. modal sumbangan. Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang yang tidak harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu.

maka kelebihan tersebut juga diakui sebagai modal penyetaraan partisipasi anggota. maka modal penyertaan tersebut dinilai sebesar harga pasar yang berlaku pada saat diterima. 30 Modal penyertaan ikut menutup risiko kerugian dan memiliki sifat relatif permanen. 27 (REVISI 1998) 27 Rapat anggota dapat menetapkan jumlah setoran simpanan pokok dan simpanan wajib bagi anggota baru yang masuk kemudian yang jumlahnya setara dengan jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib anggota pendiri. dan dalam hal modal penyertaan diterima dalam bentuk selain uang tunai. tetapi harus diakui sebagai kewajiban lain-lain jangka panjang dan dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. maka kelebihan tersebut diakui sebagai modal penyetaraan partisipasi anggota. Modal ini bukan milik anggota penyetor. Modal Sumbangan 33 Modal sumbangan yang diterima oleh koperasi yang dapat menutup risiko kerugian diakui sebagai ekuitas. 31 Modal penyertaan dicatat dengan nilai nominal. Sumbangan ini tidak dapat diakui sebagai ekuitas. Modal Penyertaan 29 Modal penyertaan diakui sebagai ekuitas dan dicatat sebesar jumlah nominal setoran. maka bila terdapat penyetoran lebih dari nilai nominal simpanan oleh anggota baru. karena itu tidak dapat diambil kembali pada saat anggota keluar dari keanggotaan koperasi. Jika terdapat kelebihan nilai setoran simpanan tersebut di atas nilai nominal simpanan pokok dan simpanan wajib anggota pendiri. 35 Kadangkala sumbangan diterima oleh koperasi dengan persyaratan tertentu yang mengikat. dan imbalan atas pemodal didasarkan atas hasil usaha yang diperoleh. Apabila nilai pasar tidak tersedia dapat digunakan nilai taksiran.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. Penjelasan yang cukup harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan atas penilaian yang dilakukan. 28 Apabila koperasi juga menetapkan simpanan lain selain simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai ekuitas. Dalam hal modal penyertaan yang diterima selain uang tunai. 32 Ketentuan mengenai perjanjian dengan pemodal yang menyangkut pembagian keuntungan atau hasil usaha. maka modal penyertaan tersebut dicatat sebesar nilai pasar yang berlaku pada saat diterima. maka dimungkinkan koperasi memperoleh sumbangan dari pemerintah dan pihak lain. Sumbangan tersebut dapat diakui sebagai ekuitas jika ia dapat menanggung risiko atas kerugian. . jangka waktu dan hakhak pemodal harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. tanggungan kerugian. sehingga hakekat sumbangan tersebut adalah pinjaman. sedangkan modal sumbangan yang substansinya merupakan pinjaman diakui sebagai kewajiban jangka panjang dan dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. Oleh karena itu modal pernyertaan tersebut diakui sebagai ekuitas. 34 Oleh karena koperasi mengemban misi nasional untuk menggerakkan ekonomi rakyat dan menjadi soko guru perekonomian nasional.

selain menerima pengembalian simpanan pokok. Apabila jenis dan jumlah pembagiannya belum diatur secara jelas. Sebagai bagian dari ekuitas. 37 Pembentukan cadangan dapat ditujukan antara lain untuk pengembangan usaha koperasi. Penggunaan sisa hasil usaha yang dibagikan tersebut diantaranya adalah untuk anggota. Keharusan pembagian sisa hasil usaha tersebut juga dinyatakan dalam undang-undang perkoperasian. 38 Pembayaran tambahan kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi di atas jumlah simpanan pokok. 41 Suatu kebiasaan dalam koperasi. bahwa sisa hasil usaha yang diperoleh dalam tahun berjalan dibagi sesuai dengan ketentuan anggaran dasar atau anggaran rumah tangga. cadangan berpengaruh terhadap total nilai kekayaan bersih koperasi yang mencerminkan nilai pemilikan anggota dalam koperasi. dan simpanan lain sebesar nilai nominalnya. simpanan wajib dan simpanan lain-lain dibebankan pada cadangan. Dalam hal pembagian tidak dapat dilakukan karena jenis dan jumlah pembagiannya belum diatur secara jelas dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga. . tetapi harus menunggu rapat anggota. maka sisa hasil usaha tersebut dicatat sebagai sisa hasil usaha belum dibagi dan harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. Oleh karena itu anggota yang keluar dalam tahun berjalan.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. Jumlah yang dialokasikan selain untuk koperasi diakui sebagai kewajiban. koperasi dapat menetapkan pembayaran tambahan dalam jumlah yang proporsional dengan nilai kekayaan bersih koperasi atau jumlah tertentu yang ditetapkan rapat anggota. Pembayaran tambahan tersebut dibebankan pada cadangan koperasi. maka sisa hasil usaha tersebut dicacat sebagai sisa hasil usaha belum dibagi dan harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. dan pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi. menutup risiko kerugian. 42 Pembagian sisa usaha tersebut harus dilakukan pada akhir periode pembukuan. simpanan wajib. 27 (REVISI 1998) Cadangan 36 Cadangan dan tujuan penggunaannya dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. Jumlah yang merupakan hak Koperasi diakui sebagai cadangan. 39 Cadangan yang dibentuk dari sisa hasil usaha yang diperoleh setiap tahun buku yang dimaksudkan untuk pemupukan modal untuk pengembangan usaha dan untuk menutup risiko kerugian merupakan bagian dari ekuitas.Tujuan penggunaan cadangan tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. Cadangan yang dibentuk dari sisa hasil usaha dicatat dalam akun Cadangan. dana pendidikan dan untuk koperasi sendiri. Dalam hal jenis dan jumlah pembagian sisa hasil telah diatur secara jelas maka bagian yang tidak menjadi hak koperasi diakui sebagai kewajiban. Sisa Hasil Usaha 40 Sisa hasil usaha tahun berjalan dibagi sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada koperasi.

46 Sebagai penggerak ekonomi rakyat dan sebagai soko guru perekonomian nasional. 48 Rapat anggota koperasi dapat menetapkan pengumpulan dana tertentu dari anggota yang digunakan untuk tujuan khusus sesuai kepentingan anggota.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. tidak diakui sebagai asset dan harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. Dana tersebut tidak diakui sebagai asset koperasi. Simpanan ini tidak menanggung risiko kerugian dan sifatnya sementara karenanya diakui sebagai kewajiban. Dalam hal Aset tetap tersebut tidak dapat menutup risiko kerugian sebagaimana disyaratkan oleh penyumbangnya atau ditetapkan dalam perjanjiann(akta penerimaan) sumbangan. . 27 (REVISI 1998) KEWAJIBAN 43 Simpanan anggota yang tidak berkarakteristik sebagai ekuitas diakui sebagai kewajiban jangka pendek atau jangka panjang sesuai dengan tanggal jatuh temponya dan dicatat sebesar nilai nominalnya. misalnya dana pemeliharaan jalan dan peremajaan kebun pada koperasi perkebunan kelapa sawit. Barang modal tersebut dapat diakui sebagai Aset tetap milik koperasi walaupun Aset tetap tersebut tidak dapat dijual untuk menutup risiko kerugian. Dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa untuk anggota. 50 Partisipasi bruto pada dasarnya adalah penjualan barang/jasa kepada anggota. partisipasi bruto dihitung dari harga pelayanan yang diterima atau dibayar oleh anggota yang mencakup beban pokok dan partisipasi bruto dihitung dari beban jual hasil produksi anggota baik kepada nonanggota maupun kepada anggota. PENDAPATAN DAN BEBAN Transaksi Usaha Koperasi dengan Anggota 49 Pendapatan koperasi yang timbul dari transaksi dengan anggota diakui sebagai partisipasi bruto. ASET 45 Aset yang diperoleh dari sumbangan yang terikat penggunaannya dan tidak dapat dijual untuk menutup kerugian koperasi diakui sebagai Aset lain-lain. Dana tersebut merupakan milik anggota yang pengelolaannya dikuasakan kepada koperasi. koperasi sering mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk bantuan atau sumbangan barang modal untuk menjalankan usahanya. maka asset tetap tersebut dikelompokkan dalam asset lain-lain. Sifat pembatasan asset tetap disajikan dalam catatan laporan keuangan. 44 Simpanan anggota yang berkarakteristik sebagai ekuitas adalah sejumlah tertentu dalam nilai uang yang diserahkan oleh anggota pada koperasi atas kehendak sendiri sebagai simpanan dan dapat diambil sewaktu-waktu sesuai perjanjian. Namun sebagai pengelola koperasi harus membuat pertanggung jawaban tersendiri dan keberadaan dana tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. Sifat keterikatan penggunaan tersebut dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. tetapi bukan milik koperasi. 47 Aset-aset yang dikelola koperasi.

dan catatan atas laporan keuangan. karena itu pendapatan dari anggota disajikan terpisah dari pendapatan yang berasal dari transaksi nonanggota. Kegiatan ini tidak dilakukan oleh badan usaha lain. Beban-beban yang dikeluarkan untuk kegiatan ini disebut dengan beban perkoperasian. Neraca 57 Neraca menyajikan informasi mengenai asset. Selisih antara pendapatan dan beban pokok transaksi dengan nonanggota diakui sebagai laba atau rugi kotor dengan nonanggota. . Dalam hal ini. 54 Beban usaha dan beban-beban perkoperasian harus disajikan terpisah dalam laporan perhitungan hasil usaha. 27 (REVISI 1998) 51 Pendapatan koperasi yang berasal dari transaksi dengan nonanggota diakui sebagai pendapatan (penjualan) dan dilaporkan terpisah dari partisipasi anggota dalam laporan perhitungan hasil usaha sebesar nilai transaksi. kewajiban. 52 Dalam hal koperasi memiliki kelebihan kapasitas setelah pelayanan kepada anggota. Penyajian ini lebih mencerminkan bahwa usaha koperasi mementingkan transaksi atau pelayanan kepada anggotanya daripada non anggota. tetapi jua harus menjalankan fungsi lain untuk meningkatkan kemampuan sumber daya anggota. laporan promosi ekonomi anggota. maka perhitungan hasil usaha harus menonjolkan secara jelas kegiatan usaha koperasi dengan anggotanya. beban pengembangan usaha anggota. berarti koperasi memasuki pasar bebas dan kedudukan koperasi adalah sama seperti badan usaha lain. dan ekuitas koperasi pada waktu tertentu. LAPORAN KEUANGAN KOPERASI 56 Laporan keuangan koperasi meliputi neraca. laporan arus kas.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. koperasi tidak hanya berfungsi menjalankan usaha-usaha bisnis yang memberikan manfaat atau keuntungan ekonomi kepada anggota. koperasi dapat memanfaatkan kelebihan kapasitas tersebut kepada nonanggota. perhitungan hasil usaha. 55 Dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. dan beban iuran untuk gerakan koperasi (Dewan Koperasi Indonesia). 53 Oleh karena laporan keuangan koperasi harus dapat mencerminkan tujuan koperasi. Termasuk dalam beban ini antara lain adalah beban pelatihan anggota. Koperasi boleh menggunakan motivasi mencari laba sebesarbesarnya sejauh pelanggan adalah pasar bebas. Perhitungan Hasil Usaha (PHU) 58 Perhitungan hasil usaha harus memuat hasil usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan nonanggota. baik secara khusus maupun sumber daya koperasi secara nasional.

Laporan promosi ekonomi anggota ini disesuaikan dengan jenis koperasi dan usaha yang dijalankannya. (iii) Dasar penetapan harga pelayanan kepada anggota dan nonanggota. penilaian persediaan.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. 27 (REVISI 1998) 59 Perhitungan hasil usaha menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban-beban usaha dan beban perkoperasian selama periode tertentu. Bagian sisa hasil usaha untuk anggota merupakan manfaat ekonomi yang diterima anggota pada akhir tahun buku. (ii) Kebijakan akuntansi tentang asset tetap. piutang. . Istilah perhitungan hasil usaha digunakan mengingat manfaat dari usaha koperasi tidak semata-mata diukur dari sisa hasil usaha atau laba tetapi lebih ditentukan pada manfaat bagi anggota. Laporan Promosi Ekonomi Anggota 61 Dalam hal sisa hasil usaha tahun berjalan belum dibagi. Catatan atas Laporan Keuangan 65 Catatan atas laporan keuangan menyajikan pengungkapan (disclosures) yang memuat: (a) Perlakuan akuntansi antara lain mengenai: (i) Pengakuan pendapatan dan beban sehubungan dengan transaksi koperasi dengan anggota dan nonanggota. Dalam hal pembagian sisa hasil usaha tahun berjalan belum dibagi karena tidak diatur secara tegas pembagiannya dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga dan harus menunggu hasil usaha dapat dicatat atas dasar taksiran jumlah bagian sisa hasil usaha yang akan diterima oleh anggota. dan saldo akhir kas pada periode tertentu. Perhitungan hasil usaha menyajikan hasil akhir yang disebut sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha yang diperoleh mencakup hasil usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan nonanggota. 63 Manfaat tersebut mencakup manfaat yang diperoleh selama tahun berjalan dari transaksi pelayanan yang dilakukan koperasi untuk anggota dan manfaat yang diperoleh pada akhir tahun buku dari pembagian sisa hasil usaha tahun berjalan. (a) manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama (b) manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengelolaan bersama (c) manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi (d) manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha. maka manfaat ekonomi yang diperoleh anggota dari pembagian sisa hasil usaha pada akhir tahun buku dapat dicatat sebesar taksiran jumlah sisa hasil usaha yang akan dibagi untuk anggota. dan sebagainya. sumber penerimaan kas. 64 Sisa hasil usaha tahun berjalan harus dibagi sesuai dengan ketentuan anggaran dan anggaran rumah tangga koperasi. 62 Laporan promosi ekonomi anggota adalah laporan yang memperhatikan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota koperasi selama satu tahun tertentu. Laporan tersebut mencakup empat unsur yaitu. Laporan Arus Kas 60 Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai perubahan kas yang meliputi saldo awal kas.

(vi) Aset yang dioperasikan oleh koperasi tetapi bukan milik koperasi (vii) Aset yang diperoleh secara hibah dalam bentuk pengalihan saham dari perusahaan swasta. TANGGAL EFEKTIF 66 Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999. dan penciptaan lapangan usaha baru untuk anggota. . Penerapan lebih dini dianjurkan. (v) Pembatasan penggunaan dan risiko atas asset tetap yang diperoleh atas dasar hibah atau sumbangan. (ix) Hak dan tanggungan pemodal modal penyertaan (x) Penyelenggaraan rapat anggota. (viii) Pembagian sisa hasil usaha dan penggunaan cadangan. (iv) Pengklasifikasian piutang dan utang yang timbul dari transaksi koperasi dengan anggota dan nonanggota. dan keputusan-keputusan penting yang berpengaruh terhadap perlakuan akuntansi dan penyajian laporan keuangan. manajmen yang diselenggarakan untuk anggota. pendidikan dan pelatihan perkoperasian. (iii) Ikatan atau kewajiban bersyarat yang timbul dan transaksi koperasi dengan anggota dan nonanggota.AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. usaha. (ii) Aktivitas koperasi dalam pengembangan sumber daya dan mempromosikan usaha ekonomi anggota. 27 (REVISI 1998) (b) Pengungkapan informasi lain antara lain: (i) Kegiatan atau pelayanan utama koperasi kepada anggota baik yang tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga maupun dalam praktik atau yang telah dicapai oleh koperasi.

Urutan penyajian dan deskripsi. KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT NERACA 31 Desember 20X1 dan 20X0 AKTIVA AKTIVA LANCAR Rp Rp Kas dan Bank Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Piutang Pinjaman Anggota Piutang Pinjaman NonAnggota Piutang Lain-lain Peny. Jangka Pendek Rp xxxxx Rp xxxxx KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang Bank Rp xxxxx Rp xxxxx Hutang Jangka Panjang lainnya xxxxx xxxxx Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Rp xxxxx Rp xxxxx EKUITAS Simpanan Wajib Simpanan Pokok Modal Penyetaraan Partisipasi Anggota Modal Penyertaan Modal Sumbangan Cadangan SHU Belum Dibagi Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Rp xxxxx Rp xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx INVESTASI JANGKA PANJANG Penyertaan Pada Koperasi Rp xxxxx Rp xxxxx Penyertaan Pada Non. xxxxx xxxxx Jumlah Investasi Jangka Panjang Rp xxxxx Rp xxxxx AKTIVA TETAP Tanah/Hak atas Tanah Bangunan Mesin Iventaris Akumulasi Penyusutan Jumlah Aktiva Tetap AKTIVA LAIN-LAIN Ak. Tetap Dalam Konstruksi Beban Ditangguhkan Jumlah Aktiva Lain-lain JUMLAH AKTIVA Rp xxxxx Rp xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx (xxxxx) (xxxxx) Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx xxxxx xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx .AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No. Tujuan lampiran ini adalah mengilustrasikan penerapan Pernyataan ini dalam rangka membantu memahami artinya. Kwj. Piutang Tak Tertagih Persediaan Pendapatan Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar 20X1 xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx 20X0 xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx KEWAJIBAN DAN EKUITAS 20X1 20X0 xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx (xxxxx) (xxxxx) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx Rp xxxxx Rp xxxxx KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Usaha Rp xxxxx Rp xxxxx Hutang Bank xxxxx xxxxx Hutang Pajak xxxxx xxxxx Hutang Simpanan Anggota xxxxx xxxxx Hutang Dana Bagian SHU xxxxx xxxxx Hutang Jangka Panjang Akan Jatuh Tempo xxxxx xxxxx Biaya Harus Dibayar xxxxx xxxxx Jml. dapat diubah sesuai dengan kondisi masing-masing koperasi agar tercapai penyajian laporan keuangan secara wajar. bila perlu. 27 (REVISI 1998) LAMPIRAN Lampiran ini hanya ilustrasi dan bukan bagian dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ini.Kop.

27 (REVISI 1998) KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT PERHITUNGAN HASIL USAHA Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 19X1 dan 19X0 20X1 PARTISIPASI ANGGOTA Partisipasi Bruto Anggota Beban Pokok Partisipasi Neto Anggota PENDAPATAN DARI NON-ANGGOTA Penjualan Harga Pokok Laba (Rugi) Kotor Dengan Non-Anggota Sisa Hasil Usaha Kotor BEBAN OPERASI: Beban Usaha Sisa Hasil Usaha Koperasi Beban Perkoperasian Sisa Hasil Usaha Setelah Beban Perkoperasian Pendapatan dan Beban Lain-lain Sisa Hasil Usaha Sebelum Pos-pos Luar Biasa Pendapatan Dan Beban Luar Biasa Sisa Hasil Usaha Sebelum Pajak Pajak Penghasilan Sisa Hasil Usaha Setelah Pajak Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx xxxxxx Rp xxxxxx xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx 20X0 Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx xxxxxx Rp xxxxxx xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx .AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No.

Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar Harga Koperasi .Kelebihan Balas Jasa Simpanan Anggota Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Penyediaan Jasa Untuk Anggota Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Selama Tahun Berjalan PROMOSI EKONOMI PADA AKHIR TAHUN Pembagian Sisa Hasil Usaha Tahun Berjalan Untuk Anggota Jumlah Promosi Ekonomi Anggota 20X2 Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx . 27 (REVISI 1998) KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 20X1 dan 20X0 (Koperasi Konsumen) 20X1 PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN MANFAAT EKONOMI DARI PEMASARAN PRODUK ANGGOTA: .Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Pasar .Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar Harga Pasar Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Pemasaran Produk Anggota MANFAAT EKONOMI DARI PENGADAAN BARANG UNTUK ANGGOTA: .AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No.Penghematan Beban Pinjaman Anggota .Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Koperasi Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Pengadaan Barang Untuk Anggota MANFAAT EKONOMI DARI SIMPAN PINJAM LEWAT KOPERASI: .

Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Koperasi Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Pengadaan Barang Untuk Anggota MANFAAT EKONOMI DARI PENYEDIAAN JASA UNTUK ANGGOTA: . 27 (REVISI 1998) KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 20X1 dan 20X0 (Koperasi Produsen) 20X1 PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN MANFAAT EKONOMI DARI PEMASARAN PRODUK ANGGOTA: .Penyediaan Jasa Atas Dasar Harga Koperasi Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Penyediaan Jasa Untuk Anggota Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Selama Tahun Berjalan PROMOSI EKONOMI PADA AKHIR TAHUN Pembagian Sisa Hasil Usaha Tahun Berjalan Untuk Anggota Jumlah Promosi Ekonomi Anggota 20X0 Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx (xxxxxx) Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx Rp xxxxxx .Penyediaan Jasa Atas Dasar Harga Pasar .AKUNTANSI PERKOPERASIAN (REFORMAT 2007) PSAK No.Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar Harga Koperasi Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Pemasaran Produk Anggota MANFAAT EKONOMI DARI PENGADAAN BARANG UNTUK ANGGOTA: .Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Pasar .Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar Harga Pasar .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful