P. 1
KALIMAT EFEKTIF

KALIMAT EFEKTIF

|Views: 9|Likes:
Published by Agustina Dwi

More info:

Published by: Agustina Dwi on Nov 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

KALIMAT EFEKTIF

Disusun oleh : Kartika Kusuma N Dwi Agustina Rahmalia Tri Novita Nina Qoriah – – – – 1209216349 1209216366 1209216391 1209216417

Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi – Universitas Pancasila Jakarta 2012

PENGERTIAN
• Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat mewakili pikiran atau perasaan pihak penulis atau pembicara serta sanggup menimbulkan gambaran yang sama tepatnya kepada pembaca atau pendengar.

SYARAT-SYARAT
a) Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. b) Mengemukakan pemahaman yang sama, tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

CIRI-CIRI
a) Ketatabahasan
“Masalah kaidah merupakan salah satu faktor penting dalam penyusunan kalimat efektif. “

Contoh : (S) Bapak guru mengajari matematika kepada murid-murid

(B) Bapak guru mengajarkan matematika kepada murid-muridnya.

CIRI-CIRI
b) Keterpaduan (koherensi)
Keterpaduan dalam kalimat adalah “keterkaitan antar

unsur yang berupa subjek, objek, dan keterangan.”
Hal ini bertujuan untuk mengungkapkan informasi yang lebih jelas sehingga memperlihatkan jalan pikiran lebih logis dan bersistem. Contoh : (S) Bapak Asmawi meninggalkan Jakarta bersama anak istrinya. (B) Bapak Asmawi bersama anak istrinya meninggalkan Jakarta.

CIRI-CIRI
c) Penegasan (Penekanan)
Penegasan atau penekanan dalam kalimat adalah “penonjolan ide pokok dari salah satu unsur kalimat.” Penonjolan itu dapat dilakukan dengan cara pemutasian, repetisi, partikel, pengontrasan, kelogisan urutan, dan kevariasian.
Contoh : 1. (Pemutasian) -> Utusan itu sudah datang pagi tadi. 2. (Repetisi) -> Demikian harapan kami dan demikian pula hendaknya harapan generasi muda. 3. (Partikel) -> Harga mobil itu 2,3 miliar rupiah per unit. 4. (Pengontrasan) -> Senyumnya masam tetapi manis. 5. (Kelogisan urutan) -> Kasus-kasus itu dicermati, diklasifikasi, dikelompokkan, dianalisis, dan disimpulkan.

6. (Kevariasian) -> Akhir-akhir ini pemerintah DKI berusaha mempertebal disiplin masyarakat, warga kota, kelompok, dan semua yang memakai jasa dan prasarana ibu kota.

CIRI-CIRI
d) Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif adalah “pemakaian kata, frasa, klausa

secara hemat sehingga tidak ada satu kata pun yang sebenarnya tidak diperlukan atau mubazir.”
Contoh : 1. Penghilangan sinonim yang mubazir (S) Gedung seperti itu hanya satu-satunya di kota ini. (B) Gedung seperti itu satu-satunya di kota ini. 2. Penghindaran (S) Toko swalayan Tip Top gemerlapan oleh kemilau lampu neon. (B) Toko swalayan Tip Top gemerlap oleh kemilau neon. 3. Penghilangan Pengulangan (S-P-O) (S) Mereka siap belajar begitu mereka mengetahui ujian tinggal seminggu lagi. (B) Mereka siap-siap belajar begitu mengethaui ujian tinggal seminggu lagi.

CIRI-CIRI
e) Kesejajaran atau Paralelisme Kesejajaran dalam kalimat adalah “kesamaam penempatan gagasan atau fungsi melalui konstruksi kalimat. “
Hal ini bearti , gagasan atau fungsi yang sama dinyatakan dalam struktur kalimat yang sama pula.
Contoh : (S) Pak Hendra menegur anaknya karena diketahui anaknya mencuri. (B) ParPak Hendra menegur anaknya karena mengetahui anaknya mencuri.

CIRI-CIRI
f) Kesatuan
Kesatuan dalam kalimat efektif adalah “keselarasan

hubungan antara penataan unsur kalimat dan gagasan yang hendak dicapai penulis.”
Contoh : (S) Dalam penyusunan laporan yang lengkap itu memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. (B) Penyusunan laporan yang lengkap itu memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

CIRI-CIRI
g) Kelogisan atau Penalaran
Kelogisan kalimat erat kaitannya dengan ketatabahasaan dan kesatuan gagasan yang hendak dicapai penulis sehingga kelogisan kalimat dapat dipahami oleh pembaca. Contoh : (S) Perkelahian itu dimulai dengan melempari batu ke arah lawan. (B) Perkelahian itu dimulai dengan melemparkan batu ke arah lawan.

CIRI-CIRI
h) Ketepatan Ejaan dan Pungtuasi (Tanda Baca)
Ejaan da pungtuasi perlu mendapat perhatian yang cermat terutama dalam kalimat yang efektif. Pungtuasi diletakkan secara cermat dalam kalimat karena tanda baca dapat mengubah makna kalimat. Contoh :
(S) Yth. Bapak Direktur P.T. ABC, jalan HOS Tjokroaminoto 9, Menteng, Jakarta Pusat (B) Yth. Direktur PT ABC Jalan HOS Tjokroaminoto 9 Menteng Jakarta Pusat.

• Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus mebayar uang kuliah ( tidak efektif ) Seharusnya -> Semua mahasiswa perguruan

tinggi ini harus membayar uang kuliah.

CONTOH

• Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen ( tidak efektif ) Seharusnya -> Dalam menyusun laporan itu,

saya di bantu oleh para dosen.

• Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa Presiden datang ( tidak efektif ) Seharusnya -> Hadirin serentak berdiri setelah

mengetahui bahwa presiden datang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->