P. 1
LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

|Views: 56|Likes:

More info:

Published by: Adhitya Matius Wijaya on Nov 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

LATAR BELAKANG Pengendalian internal dilakukan agar seluruh aktifitas yang dijalankan dalam perusahaan betul-betul berjalan

baik sesuai dengan yang ditetapkan oleh pimpinan. Agar Pengendalian Internal berfungsi sesuai dengan fungsinya, maka diperlukan suatu Audit Internal. Dengan adanya audit internal, manajemen diharapkan dapat memperoleh informasi yang benar untuk mendukung pengambilan keputusan dan dalam melakukan tindakan selanjutnya terutama pengendalian atas operasi perusahaan. Selain itu dengan adanya audit internal dapat dijadikan dasar untuk meyakinkan kebutuhan operasional yang tepat, khususnya untuk membantu manajemen dalam mengamankan harta perusahaan, meyakinkan apakah catatancatatan keuangan terpelihara dengan akurat dan juga untuk mendeteksi adanya kecurangan. Audit internal merupakan aplikasi pembantu bagi manajemen untuk mengatur dan mengembangkan struktur pengendalian perusahaan secara efektif. Lebih daripada itu, audit internal dituntu mampu membantu manajemen dalam menjalankan tugasnya dan kebijakankebijakannya serta memberikan berbagai penilaian, informasi, rekomendasi yang berhubungan dengan aktivitas yang dijalankan untuk menguji dan menilai kelayakan dari pengendalian internal. Kondisi ekonomi yang selalu berubah adalah salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas perusahaan sehingga perusahaan harus mempersiapkan diri mereka masing-masing dengan cara mempunyai pengendalian dalam setiap aktivitas perusahaan, salah satunya adalah aktivitas penjualan. Setiap perusahaan menetapkan perolehan laba sebagai tujuan perusahaan. Hal ini perlu dilakukan agar kelangsungan hidup perusahaan tetap terjamin dalam arti pendapatan yang diterima dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, aktifitas penjualan merupakan hal yang penting agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Dalam aktivitas penjualan ini, pengendalian internal sangat perlu diterapkan untuk aktifitas penjualan. Pengendalian penjualan merupakan suatu metode dan prosedur yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan segala bentuk kecurangan dan penyelewengan yang mungkin dapat merugikan perusahaan, sehingga pengendalian ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang kegiatan operasinya semakin meningkat. Tujuan pengendalian penjualan dapat tercapai jika unsur-unsur dari pengendalian berjalan efektif dan efisien, maka diperlukan suatu bagian khusus

yang mengawasi dan mengevaluasi efisiensi dan efektifitas pengendalain tersebut, dan bagian ini adalah bagian pemeriksaan internal. Pemeriksaan internal dapat memberikan bantuan pada manajemen atau pimpinan perusahaan dengan menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan baik untuk efektifitas perencanaan, pengkoordinasian, ataupun dalam aktivitas pengendalian. Sedangkan pengendalian penjualan diperlukan untuk mengetahui setiap transaksi penjualan yang terjadi sehingga dapat mempermudah pengecekan data penjualan oleh pimpinan. Tujuan penelitian ini adalah yang pertama untuk mengetahui aktifitas audit internal atas penjualan, yang kedua untuk mengetahui efektivitas pengendalian internal penjualan, yang ketiga untuk mengetahui pengaruh audit internal penjualan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal penjualan.

KERANGKA TEORITIS Pengaruh Audit Internal dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan Salah satu aktivitas terpenting dalam suatu perusahaan adalah aktivitas penjualan, karena akhir dari siklus ini perusahaan memperoleh penghasilan yang setelah dikurangi biaya-biaya akan memperoleh laba yang mana laba ini mempunyai peranan penting bagi perusahaan dalam mengukur kemampuan dirinya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, karena suatu perusahaan didirikan untuk waktu yang tidak terbatas. Untuk mengetahui apakah pengelolaan suatu kegiatan dalam perusahaan efektif dan mengadakan perbaikan-perbaikan bila terdapat penyimpangan, maka perlu dilakukan suatu pengendalian internal. Suatu pengendalian internal yang baik, akan dapat menekan atau memperkecil terjadinya kesalahan, penyelewengan, dan kecurangan terhadap aktiva perusahaan serta mampu mengatasinya dengan cepat. Menurut Arens (2006:288) definisi pengendalian internal adalah sebagai berikut: “an understanding of internal control, especially those control’s to the reability of financial reporting, are important to the auditor’s purposes”.

Berdasarkan uraian tersebut, maka pengertian pengendalian internal dapat diterjemahkan secara bebas dalam suatu proses yang didesain untuk mendapatkan jaminan yang memadai dalam mencapai kebijakan dan peraturan. Pelaksanaan pengendalian internal tidak lepas dari faktor manusia, dimana ketaatan dan ketelitian dapat brkurang jika tidak diawasi secara terus-menerus, untuk mengetahui apakah pengndalian tersebut berjalan sebagaimana mestinya maka diperlukan adanya bagian khusus yang melaksanakan tugas pengawasan dan keseluruhan aktivitas perusahaan, yang disebut dengan audit internal. Menurut Tugiman (2006:11) mengemukakan bahwa: “Internal auditing adalah suatu fungsi penilaian yang independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan” Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan audit internal adalah membantu para anggota organisasi dalam usaha mencapai tujuannya dengan cara memberikan suatu pendekatan disiplin yang sistematik untuk mengevaluasi dan meningkatkan keefektifan manajemen risiko, pengendalian dan proses pengaturan dan pengelolaan organisasi. Adanya audit internal yang berjalan dengan baik dapat memberikan alternatif tindakan yang terbaik bagi manajemen untuk memperbaiki dan menunjang pengendalian intern perusahaan bersangkutan. Audit internal harus dilaksanakan secara independen dan kontinue bersifat prefentif yang memungkinkan mengurangi atau mencegah kejadian yang merugikan, sehingga manajemen dapat dengan segara mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan serta menjaga pengendalian internal yang memadai. Untuk meyakinkan sejauh mana kinerja auditor, dibutuhkan suatu standar yang disebut Standar Profesi Audit Internal (SPAI) yang isinya antara lain : 1.Independensi Auditor Intern. 2.Kemampuan Profesional Audit Internal. 3.Program Audit internal.

4.Pelaksanaan Audit. 5.Komunikasi Hasil Penugasan Audit Internal. 6.Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Audit Internal oleh Manajemen. Agar Audit Internal dapat dilihat sejauh mana peranannya diperlukan efektifitas Syahril (2004:326) mendefinisikan efektivitas sebagai berikut : “Tingkat dimana kinerja yang sesungguhnya (actual) sebanding dengan kinerja yang ditargetkan.” Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah ukuran keberhasilan dalam pelaksanaan kerja terhadap waktu yang dibutuhkan dengan tujuannya dalam pelaksanaan kerja sebagai hubungan antara keluaran suatu pusat pertanggungjawaban dengan sasaran yang ingin dicapai. Sedangkan teori yang menyatakan keterkaitan antara Audit Intern dan Pengendalian Intern yang dikemukakan oleh Halim (2008:199) adalah “Struktur Pengendalian intern dapat dilakukan secara efektif untuk mencegah penggelapan maupun penyimpangan. Dengan kata lain struktur Pengendalian Intern memberikan kepastian bahwa penggelapan laporan keuangan dapat dicegah atau dideteksi lebih dini. Auditor berkepentingan untuk memperoleh pemahaman atas struktur pengendalian intern yang akan digunakan kemudian untuk melakukan penaksiran resiko pengendalian untuk asersi yang terdapat dalam saldo akun, golongan transaksi, dan komponen pengungkapan dalam laporan keuangan. Setelah memperoleh pemahaman dan menaksir resiko pengendalian, auditor dapat mencari pengurangan lebih lanjut tingkat resiko pengendalian taksiran untuk asersi tertentu”.

Perusahaan (PT. Multi GarmenJaya)

Auditor Internal

Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan Dilihat dari dua kriteria yaitu;

Diatur dalam Standar Auditor Internal yang meliputi : - Independensi - Kemampuan profesional - Program audit internal - Pelaksanaan audit - Komunikasi hasil penugasan audit internal - Tindak lanjut atas laporan hasil audit internal oleh manajemen

-

Terpenuhinya unsurunsur pengendalian internal penjualan Pencapaian tujuan pengendalian internal atas penjualan

-

Analisis

Hipotesis: Terdapat pengaruh auditor internal terrhadap efektifitas pengendalian internal penjualan Gambar 1 Kerangka Pemikiran

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis mencoba untuk menyusun suatu hipotesis sebagai berikut : “Jika Aktivitas Audit Internal dilakukan dengan baik, maka akan menunjang efektifitas pengendalian internal penjualan”.

METODE PENELITIAN Teknik dan Sumber Pengumpulan Data Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut: 1. Data Primer Merupakan data yang diperoleh secara langsung dengan cara melakukan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan pemelitian yang dilakukan. Data primer diperoleh dengan mengadakan penelitian dan kuesioner. 2. Data Sekunder Merupakan data yang berfungsi sebagai pelengkap data primer. Data sekunder dapat diperoleh melalui media lain yang bersumber pada buku-buku perpustakaan atau data-data dari perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk mengumpulkan dan mengelola data adalah sebagai berikut : 1. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data sekunder dan untuk mengetahui indikator-indikator dari variabel yang diukur. Penelitian ini juga berguna sebagai pedoman teoritis pada waktu melalukan penelitian lapangan serta untuk mendukung dan menganalisis data. 2. Penelitian Lapangan (Field Research) Merupakan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dengan mengunjungi langsung objek penelitian yang bersangkutan untuk memperoleh data yang diperlukan secara langsung dari objek penelitian tersebut, yang dengan penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian lapangan untuk penelitian ini, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu: a. Observasi b. Wawancara c. Kuesioner

Variabel dan Skala Pengukuran Menurut Jogiyanto (2005:64) skala adalah suatu alat atau mekanisme yang dapat digunakan untuk membedakan individual-individual ke dalam variabel-variabel yang akan digunakan di dalam riset. Sedangkan menurut Jogiyanto (2005:61) pengukuran merupakan pemberian nilai properti dari suatu objek. Skala pengukuran dalam penelitian ini adalah skala ordinal, yaitu data berjenjang yang jarak satu dengan lainnya tidak sama. Operasional variabel, indikator, dan skala pengukuran yang digunakan diikhtisarkan pada tabel berikut ini: Tabel II Operasionalisasi Variabel

Variabel

Indikator

Skala Pengukuran Ordinal

Instrumen Kuesioner

Audit internal yang 1. Kualifikasi Auditor Internal memadai (Variabel Independen) a. Independensi b. Kompetensi c. Pelaksanaan Audit Internal d. Program Audit e. Ruang Lingkup Audit f. Pelaksanaan Pekerjaan Audit g. Laporan Hasil Audit h. Tindak Lanjut

Tabel II (Lanjutan) Operasionalisasi Variabel

Variabel

Indikator

Skala Pengukuran

Instrumen

Efektivitas pengendalian internal penjualan Dependen) (Variabel

1. Komponen Pengendalian Internal a. Lingkungan Pengendalian b. Penafsiran Risiko c. Informasi dan Komunikasi d. Aktivitas Pengendalian e. Pemantauan

Ordinal

Kuesioner

2. Tujuan Penjualan

Pengendalian

Internal

a. Eksistensi b. Kelengkapan c. Akurasi d. Klasifikasi e. Ketepatan Waktu f. Posting dan Ikhtisar

Sawyer (2005:62-63) Untuk setiap pertanyaan disediakan lima alternative jawaban dengan bobot nilai yang berbeda. Skala pembobotan untuk jawaban kuesioner adalah sebagai berikut: Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju = = = = 5 4 3 2 1

Sangat Tidak Setuju =

Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Ada dua syarat yang berlaku pada sebuah kuesioner, yaitu keharusan sebuah angket untuk validitas dan reabilitas. Dalam pengujian validitas dari instrument atau kuesioner, menurut Singarimbun (1999;137) dilakukan perhitungan korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total dengan menggunakan rumus teknik korelasi Product moment, yaitu:

ryx 
Dimana : X = skor butir Y = skor total N = jumlah responden

n X

n XY    X  Y 
2 2

  X  n Y 2   Y 



2

Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: Jika rxy hitung > r tabel pernyataan dikatakan valid Jika rxy hitung < r tabel pernyataan dikatakan tidak valid Menurut Singarimbun (1994;44) pengujian reabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua ganjil genap, dimana penelitian dilakukan dengan mengelompokkan skor butir genap sebagai belahan kedua. Rumus yang digunakan adalah rumus Spearman-Brown, yaitu:

ri 

2.r½ ½ 1  r½ ½

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Data Responden Di dalam penelitian ini dikumpulkan data primer untuk mengetahui “PENGARUH AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL

PENJUALAN” melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang menjadi sampel penelitian. Pada analisis deskriptif ini, data responden dijelaskan melalui tabel tunggal. Data responden dalam penelitian ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui latar belakang responden yang dapat dijadikan masukan untuk menjelaskan hasil yang diperoleh dari penelitian. Analisis deskriptif data responden ini terdiri atas 2 tabel tunggal dengan data sebagai berikut: Tabel IV Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Laki-laki 18

No 1

Persentase 60.00%

2

Perempuan Total

12 30

40.00% 100.00%

Tabel diatas menunjukkan banyaknya responden berdasarkan Jenis Kelamin. Mayoritas responden sebanyak 18 orang atau 60,00% adalah responden yang berjenis kelamin “Laki-laki” dan sisanya adalah responden yang berjenis kelamin “Perempuan” yakni sebanyak 12 orang atau 40,00%. Pendidikan Tabel V Pendidikan No 1 2 3 4 5 Pendidikan SMU Akademi Sarjana/S1 Master/S2 Doktor/S3 Total Frekuensi Persentase 2 1 26 1 0 10 6.67% 3.33% 86.67% 3.33% 0.00% 30

Tabel diatas menunjukkan banyaknya responden berdasarkan Pendidikan. Mayoritas responden sebanyak 26 orang atau 86,67% adalah responden yang pendidikannya “Sarjana/S1” dan paling sedikit adalah responden yang pendidikannya “Akademi dan Master/S2” yakni masing-masing sebanyak 1 orang atau 3,33%. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Pengujian ini dilakukan untuk menguji kesahan setiap item pernyataan dalam mengukur variabelnya. Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan

skor masing-masing pernyataan item yang ditujukan kepada responden dengan total skor untuk seluruh item. Teknik korelasi yang digunakan untuk menguji validitas butir pernyataan dalam penelitian ini adalah korelasi pearson product moment. Apabila nilai koefisien korelasi butir item pernyataan yang sedang diuji lebih besar dari r-kritis 0,3, maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan tersebut merupakan konstruksi (construct) yang valid (Kaplan & Saccuzzo;1993). Adapun hasil uji validitas kuesioner kedua variabel yang diteliti disajikan pada tabel berikut : Tabel VI Rekapitulasi hasil uji validitas Audit Internal Yang Memadai (X)

Butir Pernyataan

Indeks Validitas 0.689 0.542 0.520 0.650 0.723 0.615 0.305 0.783 0.845 0.162

Nilai Kritis

Keterangan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

0.30 0.30 0.30 0.30 0.30 0.30 0.30 0.30 0.30 0.30

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

27

0.162

0.30

Tidak Valid

Pada kedua tabel di atas terlihat bahwa terdapat nilai indeks validitas butir pernyataan yang lebih kecil dari r-kritis 0,3 yaitu butir pernyataan 10 dan 27, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua butir pernyataan tersebut tidak layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dilakukan terhadap butir pernyataan yang termasuk dalam kategori valid. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan cara menguji coba instrument sekali saja, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode alpha cronbach. Kuesioner dikatakan andal apabila koefisien reliabilitas bernilai positif dan lebih besar dari pada 0,70 (Kaplan & Saccuzzo;1993). Adapun hasil dari uji reliabilitas berdasarkan pada rumus alpha cronbach dengan menggunakan bantuan software SPSS 13.0, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel VIII Rekapitulasi hasil uji reliabilitas kuesioner penelitian Indeks Reliabilitas Nilai Kritis

Variabel

Keterangan

Audit Internal Yang Memadai (X) Efektivitas Pengendalian

0.881

0.70

Reliabel

Internal Penjualan (Y)

0.888

0.70

Reliabel

Nilai reliabilitas butir pernyataan pada kuesioner masing-masing variabel yang sedang diteliti lebih besar dari 0,70 hasil ini menunjukkan bahwa butir kuesioner pada masing-masing variabel andal untuk mengukur variabelnya masing-masing.

Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Pengujian normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil

perhitungan Kolmogorov-Smirnov sebagai berikut : Tabel XIII Hasil Uji Normalitas
One -Sam ple Kolm ogorov-Sm irnov Te st A udit Internal Y ang Memadai (X) 30 55.7209 10.83338 .121 .121 -.093 .662 .774 Ef ektivitas Pengendalian Internal Penjualan (Y ) 30 60.7183 10.47270 .161 .161 -.095 .882 .418

N Normal Parameters a,b Mos t Ex treme Dif f erences Kolmogorov-Smirnov Z A sy mp. Sig. (2-tailed)

Mean Std. Deviation A bs olute Positive Negative

a. Test dis tribution is Normal. b. Calc ulated f rom data.

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,662 dengan nilai sig = 0,774 pada variabel Audit Internal Yang Memadai (X) dan sebesar 0,882 dengan nilai sig = 0,418 pada variabel Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan (Y). Dikarenakan nilai sig pada masing-masing variabel lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data varibel independen dan variabel dependen berdistribusi normal.

Uji Heteroskedastistias Pengujian heterokedastisitas data dilakukan dengan menggunakan Scatterplot. Hasil Scatterplot sebagai berikut :

Gambar 4 Hasil Uji Heteroskedastistias Dari gambar diatas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola. Serta titik-titik menyebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi tersebut, sehingga model regresi layak dipakai untuk analisa berikutnya. 4.1.1 Analisis Koefisien Korelasi Product Moment Analisis ini digunakan untuk mengetahui derajat atau kekuatan hubungan antara variabel X (Audit Internal Yang Memadai) dengan variabel Y (Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan) secara bersamaan. Dengan menggunakan SPSS versi 13 didapat output sebagai berikut Tabel XIV Hasil Analisis Koefisien Korelasi Product Moment
b Mode l Sum m ary

Model 1

R .740 a

R Square .548

A djusted R Square .532

Std. Error of the Es timate 7.16299

a. Predic tors: (Constant), Audit Internal Y ang Memadai (X) b. Dependent Variable: Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan (Y )

Dari analisis diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi adalah sebesar 0,740. Nilai tersebut termasuk kedalam korelasi yang kuat dan merupakan korelasi positif, yaitu berada diantara 0,600 - 0,799. Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel X (Audit Internal Yang Memadai) terhadap variabel Y (Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan). Tujuannya untuk meramalkan atau memperkirakan nilai variabel dependen dalam hubungannya dengan nilai variabel lain. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS versi 13, maka diperoleh output dan persamaan hubungan regresi sederhana sebagai berikut: Tabel XV Hasil Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana
a Coe fficients

Model 1

(Cons tant) Audit Internal Yang Memadai (X)

Unstandardiz ed Coef f icients B Std. Error 20.831 6.965 .716 .123

Standardized Coef f icients Beta .740

t 2.991 5.830

Sig. .006 .000

a. Dependent Variable: Ef ektiv itas Pengendalian Internal Penjualan (Y)

Y = a + bX

Dimana :

Y a X b

= Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan = Nilai intersep (konstanta) = Audit Internal Yang Memadai = Koefisien regresi

Dari hasil pengolahan SPSS di atas didapat nilai a = 20,831 dan nilai b = 0,716. Dengan demikian diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = 20,831 + 0,716 X Persamaan di atas dapat diartikan sebagai berikut: a = 20,831 : artinya jika Audit Internal Yang Memadai (X) bernilai nol (0), maka Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan (Y) akan bernilai 20,831. b = 0,716 : artinya jika Audit Internal Yang Memadai (X) meningkat sebesar satu satuan, maka Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan (Y) akan meningkat sebesar 0,716 satuan. Analisis Koefisien Determinasi Setelah didapat nilai koefisien korelasi, kemudian dilakukan perhitungan persentase pengaruh variabel X terhadap variabel Y digunakan rumus Koefisien Determinasi (KD) sebagai berikut: KD = (rxy)2 x 100% Dimana : KD (rxy)2 = koefisien determinasi = koefisien korelasi product moment Berdasarkan output SPSS pada Tabel XIV, dapat diperoleh hasil analisis koefisien determinasi sebagai berikut: KD = ryx 2 x 100% = (0,740)2 x 100% = 54,8% Dari analisis diatas dapat dilihat bahwa variabel X (Audit Internal Yang Memadai) memiliki pengaruh terhadap variabel Y (Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan) sebesar 54,8%, sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati.

Pengujian Hipotesis (Uji-t) Setelah dilakukan analisis koefisien determinasi maka kemudian dilakukan pengujian hipotesis untuk menguji apakah terdapat pengaruh yang signifikan atau tidak antara kedua variabel dengan menggunakan uji-t sebagai berikut: Ho : b = 0, artinya Audit Internal Yang Memadai tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan. Ha : b ≠0, artinya Audit Internal Yang Memadai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan. Berdasarkan output SPSS pada Tabel XV, diperoleh nilai t-hitung sebesar 5,830 dengan nilai p-value sebesar 0,000. Dikarenakan nilai p-value < 0,05 (α = 5%) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan Audit Internal Yang Memadai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari PT. MULTI GARMENJAYA dan perhitungan yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka penulis akan kemukakan mengenai kesimpulan. Kesimpulan yang dikemukakan penulis adalah sebagai berikut: 1. Aktifitas audit internal atas penjualan PT.MULTI GARMENJAYA termasuk dalam kategori Cukup Baik, karena dilihat dari hasil analisis data penelitian. 2. Efektivitas pengendalian internal penjualan pada PT.MUTLI GARMENJAYA termasuk dalam kategori Cukup Baik, karena dilihat dari hasil analisis data penelitian. 3. Audit Internal Yang Memadai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan sebesar 54,8% sedangkan sisanya sebesar 45,2% adalah pengaruh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa audit internal yang memadai berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal penjualan.

Saran Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan di atas, maka saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut: 1. Sebaiknya auditor internal lebih meningkatkan kinerja kerja yang telah dicapai agar menjadi lebih baik dan memantau agar temuan dan rekomendasi yang berkaitan dengan efektivitas pengendalian intern penjualan berjalan dengan baik. 2. Diharapkan kelak untuk penelitian selanjutnya, untuk meneliti pengaruh bagian-bagian lain di perusahaan terhadap efektivitas pengendalian internal penjualan.

DAFTAR PUSTAKA Arens, Alvin A.,Randal J. Elder and Mark S. Beasley, (2006), Auditing and Assurance Services, Eleventh Edition, New Jersey: Prentice Hall Inc. Cooper, Donald R. and C. William Emory, (1996), Metode Penelitian Bisnis, Edisi Kelima, Jakarta: Erlangga. Institute of Internal Auditors. (2004). The Proffesional Practices Framework. USA: The IIA Global Practies center Jogiyanto, H.M., (2005), Metodologi Penelitian Bisnis, Yogyakarta : BPFE. Sugiyono, (2004), Metodelogi Penelitian Bisnis, Cetakan Keenam, IKAPI: Alfabeta. Statistik, Konsultan. (2012). Uji Asumsi Klasik, 16 Maret 2009 diakses dari http:/www.konsultanstatistik.com/2009/03/uji-asumsi-klasik pada tanggal 28 April 2012. Singarimbun, Masri, (1999), Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3S Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito. Tugiman, Hiro. (2006). Standar Profesional Audit Internal, Yogyakarta: Penerbit Kanisius Tugiman, Hiro. (2006). Pandangan Baru Internal Auditing, Yogyakarta: Kanisius

Mini Riset PENGARUH AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PENJUALAN

Tugas Akhir Untuk Mata Kuliah Metedologi Penelitian Dosen Pengampu Chandra Sinuraya

Oleh ADHITYA MATIUS / AK-N / 3

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->