TEORI PERUBAHAN PERILAKU

KELAS PROMOSI KESEHATAN AHMAD NOOR YUHDI 1106021475

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA

b) Teori “Dissonance” : Festinger teori ini sebenarnya sama dengan konsep ketidakseimbangan. stimulus yang diberikan selanjutnya haruslah dapat meyakinkan organisme tersebut agar berubah. Singkatnya teori S-O-R adalah. panas) c. c) Teori fungsi: Katz   Perubahan perilaku terjadi karena adanya kebutuhan. yaitu pada posisi tidak seimbang. Oleh sebab itu stimulus atau obyek perilaku harus sesuai dengan kebutuhan orang (subyek). Stimulus – Organisme — Respons. senang) . di satu pihak. Teori-teori Perubahan Perilaku a) Teori S-O-R: Perubahan perilaku didasari oleh asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan prilaku tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. Perilaku merupakan pertahanan diri dalam menghadapi lingkungan (bila hujan. penyelesaian masalah ini adalah mencoba menyesuaikan sehingga terjadi keseimbangan dan akhirnya perubahan sikap. manusia akan berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali. Contohnya seorang ibu rumah tangga yang bekerja di kantor. Prinsip teori fungsi: a. Perilaku merupakan fungsi instrumental (memenuhi kebutuhan subyek) b. Perilaku sebagai penerima obyek dan pemberi arti obyek (respons terhadap gejala sosial) d. pada posisi ini disebut consonance (keseimbangan).1. Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dalam menjawab situasi (marah.  Perubahan perilaku terjadi dgn cara meningkatkan atau memperbanya rangsangan (stimulus). dengan bekerja ia dapat tambahan pendapatan bagi keluarganya akan tetapi ia khawatir akan perawatan anakanaknya. kedua hal ini bertentangan namun sama pentingnya.

Perubahan perilaku terjadi apabila ada ketidak seimbangan antara kedua kekuatan tersebut. Teori Perubahan Perilaku Kesehatan a. 2. kekuatan penahan menurun. Adanya lingkungan yang kondusif. Kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan perilaku: a. 3. Health Belief Model didasarkan atas 3 faktor esensial . Kekuatan pendorong meningkat. b.d) Teori “Driving forces”: Kurt Lewin    Perilaku adalah merupakan keseimbangan antara kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan penahan (restraining forces). kekuatanpenahan tetap. Health Belief Model menurut Becker (1979) ditentukan oleh : • Percaya bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan • Menganggap serius masalah • yakin terhadap efektivitas pengobatan • tidak mahal • menerima anjuran untuk mengambil tindakan kesehatan . Ketiga berhubungan faktor dengan diatas dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang kepribadian dan lingkungan individu. Kekuatan pendorong meningkat. Kesiapan individu intuk merubah perilaku agar dapat menghindari suatu penyakit dan memperkecil risiko kesehatan. Perilaku itu sendiri. 1. 2. c. Kekuatan pendorong tetap. serta pengalaman berhubungan dengan sarana & petugas kesehatan. kekuatan penahan menurun.

Preparasi (Jendela kesempatan untuk melangkah maju atau kembali ke tahap kontemplasi). Menimbang-nimbang antara alasan untuk berubah ataupun tidak. Konselor mendiskusikan keuntungan dan kerugian apabila menerapkan informasi yang diberikan. Pemeliharaan Pemeliharaan perubahan perilaku yang telah dicapai perlu dilakukan untuk terjadinya pencegahan kekambuhan.b. Greene & Gottlieb. 1995) Terdapat 6 tahapan perubahan : a. d. e. Goalnya adalah dihasilkannya perubahan perilaku sesuai masalah. b. Oleh karena itu memerlukan informasi dan umpan balik untuk menimbulkan kesadaran akan adanya masalah dan kemungkinan untuk berubah. Aksi (Tindakan) Klien mulai melakukan perubahan. Nasehat mengenai sesuatu hal/informasi tidak akan berhasil bila dilakukan pada tahap ini. . Prekontemplasi Pada tahap ini klien belum menyadari adanya permasalahan ataupun kebutuhan untuk melakukan perubahan. 1980 Teori ini menyatakan bahwa perilaku dipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif. Teori TRA kemudian disempurnakan menjadi theory of planned behavior yang menyebutkan bahwa ada variable lain yang turut memengaruhi yaitu masa lalunya c. Kontemplasi Sudah timbul kesadaran akan adanya masalah. Tahapan Perubahan Perilaku “Model Transteoretikal” (Simon-Morton. Namun masih dalam tahap keraguraguan. Teori Reasoned Action :Ajzen & Fishbein. c.

f. Kesiapan berubah (Readiness to change): Perubahan perilaku karena terjadinya proses internal (readiness) pada diri yang bersangkutan. Tahapan ini bertujuan untuk kembalinya upaya aksi. Bentuk-bentuk Perubahan Perilaku a. dan atau peraturan atau perundangan. 4. 3. Relaps Saat terjadi kekambuhan. Perubahan alamiah (natural change): Perubahan perilaku karena terjadi perubahan alam (lingkungan) secara alamiah b. Pendekatan Untuk Mengubah Perilaku a) Menggunakan kekuatan/kekuasaan b) Informasi c) Pemasaran d) Insentif e) Restriksi (memberikan pembatasan untuk mencegah perilaku tertentu) f) Indoktrinasi (Memberikan paksaan untuk perilaku tertentu) g) Peraturan 5. menggunakan . Inforcement (Paksaan):  Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan. Perubahan terencana (planned change): Perubahan perilaku karena memang direncanakan oleh subjek c. dimana proses internal ini berbeda pada setiap individu. proses perubahan perlu diawali kembali. Strategi Perubahan Perilaku a.

 Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat. 2005. Diskusi pastisipasi Cara ini merupakan peningkatan cara yang kedua sehingga pemberian informasinya menjadi dua arah. sehingga pengetahuan yang diterima menjadi mantap dan lebih mendalam Soekidjo Notoadmodjo. Rineka Cipta. mulai dari pemberian informasi atau penyuluhan-penyuluhan. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. tetapi makan waktu lama. Education : Perubahan perilaku dilakukan melalui proses pembelajaran. Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng. c. Jakarta . tetapi untuk sementara (tidak langgeng) b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful