PANCASILA

TE 8102
YANU PRAPTO S TEKNIK ELEKTRO UNUD
1

SUBPOKOK BAHASAN
1. Pengertian Pancasila 2. Nilai dan Filsafat Pancasila 2.1. Pancasila Sebagai Sumber Nilai 2.2. Pancasila Sebagai Suatu Sistem Filsafat 3. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara 4. Panca Sila Sebagai Dasar Negara

2

5. Aktualisasi Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bangsa Di Lingkungan Kampus

3

SASARAN YANG INGIN DICAPAI
• Mahasiswa dapat mendefinisikan pengertian Pancasila; • Mahasiswa dapat mendefinisikan pengertian nilai, filsafat dan filsafat Pancasila; • Mahasiswa dapat menjelaskan Pancasila sebagai jati diri bangsa; • Mahasiswa dapat menganalisis sila sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat; • Mahasiswa dapat menjelaskan Pancasila sebagai ideologi nasional Indonesia; • Mahasiswa dapat menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
4

SISTEM PENILAIAN • • • • Absensi : 15 % (dengan kehadiran minimal 75 %) Tugas : 20 % MS : 30 % UAS : 35 % 5 .

Secara Terminologis Secara Etimologis (asal usul kata) Pancasila berasal dari Bahasa India yakni Bahasa Sansekerta. Secara Etimologis 2. Moh. Menurut Prof. H.PENGERTIAN PANCASILA 1. Yamin Pancasila ada dua macam arti yaitu : 6 . Sedang bahasa rakyat jelata adalah prakerta. bahasa kasta brahmana.

artinya peraturan yang penting.Panca : artinya lima Syila : dengan satu i. Dengan demikian maka . atau lima dasar Sedang Pancasyiila berarti lima aturan hal yang penting. artinya batu sendi. atu senonoh Dari kata syiila ini dalam Bahasa Indonesia menjadi susila artinya hal yang baik. baik atau senonoh. alas atau dasar Syiila : dengan dua i. baik. berdasarkan yang lima. perkataan Pancasyila berarti batu sendi yang lima. 7 .

Pancasila berarti lima aturan ( (Five moral principles) yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganut biasa/awam Agama Budha. yang dalam bahasa aslinya yaitu Bahasa Pali.Secara Historis Secara historis istilah Pancasila mula mula-mula dipergunakan oleh masyarakat India yang memeluk Agama Budha. Pancasila yang berisikan lima pantangan yang bunyinya menurut ensiklopedia atau kamus Budhisme : 8 .

2. Kameshu micchacara veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah berhubungan kelamin yang tidak sah dengan perempuan. Maksudnya dilarang berdusta. Maksudnya dilarang berzina. 4.1. Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami Jangan mencabut nyawa setiap yang hidup. Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah mengambil barang yang tidak diberikan. 9 . Musawada veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah berkata palsu. Maksudnya dilarang membunuh. Maksudnya dilarang mencuri 3.

Selanjutnya istilah Pancasila masuk dalam kasanah kesusastraan Jawa kuno pada zaman Majapahit di bawah Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Istilah pancasila terdapat dalam buku keropak Negara Kertagama yang berupa syair pujian ditulis oleh pujangga istana bernama Mpu Prapanca selesai pada tahun 1365.5.Sura meraya-majja pamadattha veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah meminum minuman yang menghilangkan pikiran. yakni pada sarga 53 bait 2 yang berbunyi sebagai berikut : 10 . Maksudnya dilarang minum minuman keras.

Yatnanggegwani pancasyila kertasangska rabhi sakakakrama artinya : Raja menjalankan dengan setia kelima pantangan (pancasila) itu begitu pula upacara-upacara adat dan p e n o b a t a n . Selain terdapat dalam buku Negara Kertagama yang masih dalam jaman Majapahit istilah pancasila juga terdapat dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. pancasila krama. yaitu : 11 . Dalam buku Sutasoma ini istilah pancasila disamping mempunyai arti berbatu sendi yang lima (dalam bahasa sansekerta) juga dalam mempunyai arti pelaksanaan kesusilaan yang lima.p e n o b a t a n .

1. Tidak boleh mabuk minum minuman keras Demikianlah perkembangan istilah Pancasila dari bahasa sansekerta menjadi Bahasa Jawa kuno yang artinya tetap sama dengan yang terdapat di jaman Majapahit. Tidak boleh berbohong 5. Tidak boleh berjiwa dengki 4. Tidak boleh melakukan kekerasan 2. Tidak boleh mencuri 3. 12 .

Maen : artinya berjudi 13 . Mateni : artinya membunuh 2. Maleng : artinya mencuri 3.Sesudah Majapahit runtuh dan Islam tersebar ke seluruh Indonesia maka sisa-sisa dari pengaruh ajaran moral Budha yaitu pancasila masih terdapat juga dan dikenal masyarakat Jawa sibagai lima larangan (pantangan. Madat : artinya menghisap candu 5. Larangan tersebut adalah : 1. wewaler. Madon : artinya berzina 4. pamali) dan isinya agak lain yaitu yang disebut " Ma Lima" yaitu lima larangan yang dimulai dari kata "ma".

diberikan dari temanya yang pada waktu itu duduk di s a m p i n g B u n g K a r n o . yaitu dimulai sejang sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.Lima larangan moral atau "Ma Lima" ini dalam masyarakat Jawa masih dikenal dan masih juga menjadi pedoman moral. 14 . tetapi namanya bukan Pancasila. tetapi tetap "Ma Lima". Pancasila dipergunakan oleh Bung Karno untuk memberi nama pada lima prinsip dasar Negara Indonesia yang diusulkannya Sedang istilah tersebut diusulkannya. Secara Terminologis (mengistilah) Secara terminologis.

Artinya lima dasar yang dimaksud ialah dasar falsafah Negara Republik Indonesia yang isinya sebagaimana tertera dalam alinea IV b a g i a n a k h i r p e m b u k a a n UUD '45. 15 . Selanjutnya istilah Pancasila dalam Bahasa Indonesia dan secara yuridis yang dimaksud-kan adalah 5 sila Pancasila yang kita anut saat ini. keesokan harinya 18 Agustus 1945 disahkanlah UUD '45 yang sebelumnya masih merupakan rencana di mana dalam pembukaannya memuat rumusan lima Dasar Negara Republik Indonesia yang diberi nama Pancasila.Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka.

dan selanjutnya "Ma Lima" dalam bahasa Jawa kuno berarti lima pantangan yang kesemuanya itu dipergunakan dalam Agama Budha. 16 . yang akhirnya Pancasila menjadi Bahasa Indonesia yang dipakai sebagai istilah untuk n a m a d a s a r f i l s a f a t n e g a r a Republik Indonesia sampai sekarang.Penggunaan Terakhir Istilah Pancasila Pancasila yang semula berasal dari bahasa sansekerta yang berarti lima aturan hal yang penting.

ditulis huruf latin pertama pertama-tama. Karena istilah Pancasila dipakai nama dasar filsafat negara yang isinya merupakan satu kesatuan. 17 . maka menurut Prof. Notonagoro penulisanya tidak dapat dipisahkan. penulisanya pun mengalami proses perkembangan Menurut ejaan aslinya perkembangan.Disamping perkembangan arti istilahnya. Kemudian disesuaikan dengan ejaan Bahasa I n d o n e s i a l a m a menjadi Pantja-Sila. tetapi harus dirangkai jadi satu ejaan yang disempurnakan penulisannya menjadi "Pancasila". ditulis dengan " Panca-Syila".

meski pemilu terselenggara – 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundur mengundur-kan diri • 18 .NILAI DAN FILSAFAT PANCASILA • Masa 5 Juli 1959 – 11 Maret 1966 – Terjadi banyak penyelewengan – Keluarlah Tritura sebagai dasar terbitnya Supersemar 1966 Masa 11 Maret 1966 – 19 Oktober 1999 – Kilasan sejarah Orde Baru – Kelemahan UUD 1945 dimanfaatkan oleh Presiden Soeharto denganmenguasai proses rekrutmen MPR melalui rekayasa undang-undang susunan dan kedudukan undang parlemen.

• Masa 19 Oktober 1999 – Sekarang – Pertanggung jawaban BJ Habibie ditolak MPR – Amandemen I UUD 1945 (19 Oktober 1999 – 18 Agustus 2000) – Amandemen II UUD 1945 (18 Agustus 2000 – 9 Nov 2001) – Amandemen III UUD 1945 (9 November 2001 – 10 Agustus 2002) – Amandemen IV UUD 1945 (10 Agustus 2002 sekarang) 19 .

Hasil Amandemen UUD 1945 mempertegas deklarasi negara hukum dari semula hanya ada di dalam penjelasan ukum menjadi bagian dari batang tubuh UUD 1945 • Pemisahan kekuasaan negara ditegaskan • Dasar hukum sistem pemilu diatur • Pemilu langsung diterapkan bagi presiden dan wakil presiden • Periodisasi lembaga kepresidenan dibatasi secara tegas • Kekuasaan kehakiman yang mandiri • Adanya perlindungan secara tegas terhadap HAM 20 .

Dengan tidak diubahnya Pembukaan UUD 1945 maka sistematika dan rumusan Pancasila tidak mengalami perubahan. 21 .• Akuntabilitas politik melalui proses rekrutmen anggota parleman (suara terbanyak). Satu hal yang perlu dicatat bahwa amandemen hanya dilakukan terhadap batang tubuh UUD 1945 tanpa sedikitpun merubah pembukaan UUD 1945 yang pada hakekatnya adalah ruh negara proklamasi.

sistem filsafat (ontologi. epistemologi & aksiologi) dalam Pancasila adalah kodrati karena selaras dengan nilai-nilai idealitas yang diharapkan manusia.Nilai dan filsafat Pancasila terbukti tetap bertahan di sepanjang perubahan sistem ketatanegaraan Indonesia hingga saat ini. 22 . Ini artinya.

23 . Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai . dalam pembukaan UUD 1945. dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. bermutu.PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI • PENGERTIAN NILAI Nilai adalah sesuatu yang berharga. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka Perumusan pancasila sebagai terbuka. menunjukkan kualitas. sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. dan berguna bagi manusia Sesuatu itu bernilai berarti manusia.

menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan undang hukum dasar tertulis itu. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental.Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Penjelasan UUD 1945 sendiri . Nilai Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. 24 . Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. sifatnya belum operasional.

Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai nilai-nilai dasarnya.Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan bentuk semangat yang sama dan dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. 25 .

Misalnya. Kejujuran adalah nilai. a. 26 .• CIRI-CIRI NILAI Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah Sebagai berikut. orang yang memiliki kejujuran. . Yang dapat kita indra adalah niliai kejujuran itu. tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu.

Misalnya. harapan. Misalnya. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/ motivator dan manusia adalah pendukung nilai.b. cita-cita. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai k e a d i l a n . c. semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan. bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. nilai keadilan. 27 . dan suatu keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen Nilai diwujudkan dalam sollen). Nilai memiliki sifat normatif artinya nilai mengandung normatif. nilai ketakwaan Adanya nilai ini menjadikan ketakwaan.

Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan. nilai dibedakan dalam tiga macam. dalam kehidupan. yaitu a. tidak bisa mengatakan siswa itu buruk karena jawabanya salah. b. Nilai estetika adalah nilai indah tidak indah. c. 28 .• MACAM-MACAM NILAI Dalam filsafat. – Berdasarkan klasifikasi di atas kita dapat memberikan contoh atas. Apabila ia keliru dalam menjawab kita katakan salah. Kita menjawab. Nilai logika adalah nilai benar salah. Buruk adalah nilai moral sehingga bukan pada tempatnya kita mengatakan demikian demikian. ia benar secara logika. Nilai etika/moral adalah nilai baik buruk.

nilai pertunjukan. Kita tidak bisa m e m a k s a k a n b a h w a lukisan itu indah. Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah. m e n o n t o n sebuah pentas pertunjukan atau merasakan makanan. estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari. 29 . tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia.– Nilai moral adalah suatu bagian dari nilai. – Contoh nilai estetika adalah apabila kita melihat suatu p e m a n d a n g a n . tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral.moral selalu berhubungan dengan nilai. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia.

. kebaikan atau nilai moral yang ber. 30 . Nilai religius yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia. will) manusia.sumber pada kehendak (karsa.2) Nilai unsur 3) Nilai unsur keindahan atau nilai estetis yang ber-sumber pada perasaan (emotion) manusia.

a. Nilai material. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan ragawi manusia. budi. b.• Notonegoro dalam Kaelan (2000 menyebutkan adanya 3 macam 2000) n i l a i i t u a d a l a h n i l a i . Nilai vital. Nilai kerohanian meliputi. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. cipta) manusia. Nilai kerohanian. 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio. 31 . c. K e t i g a sebagai berikut. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.

n i l a i d a n Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.• MAKNA NILAI DALAM PANCASILA • Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok. 32 . nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. • Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. • Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. nilai Persatuan Indonesia. landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia.

Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama. tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antar umat beragama. menghormati kemerdekaan beragama.a. Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. b. Nilai Ketuhanan Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. 33 .

d. dan untuk rakyat dengan ca ra perwakilan. 34 . Nilai Persatuan Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Persatuan Indonesia sekaligus Indonesia. ol eh rakyat. mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia. Nilai Kerakyatan Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari raky at.c.

Nilai Keadilan Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagaidasar sekaligus tujuan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya nilai abstrak dan normatif.e. nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. 35 . isinya belum dapat dioperasionalkan. yaitu tercapainya masyarakat I n d o n e s i a Y a n g A d i l dan Makmur secara lahiriah ataupun batiniah. nilai Artinya. dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabar-kan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan nilai negara Indonesia. Sebagai nilai dasar. perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

pengetahuan. 36 . kearifan. Kata philosophia merupakan kata majemuk yang terususun dari kata philos atau philein yang berarti kekasih.PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT PANCASILA Pengertian Filsafat Istilah ‘filsafat’ secara etimologis merupakan padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa Yunani φιλοσοφια (philosophia). mencintai dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan. sahabat. hikmat.

37 . • Ketika Pythagoras ditanya. Sedangkan kebijaksanaan mempunyai arti yang bermacam bermacam-macam yang berbeda satu dari yang lainnya. Cinta mempunyai pengertian yang luas. Istilah philosophos pertama kali digunakan oleh Pythagoras. apakah engkau seorang yang bijaksana? • Dengan rendah hati Pythagoras menjawab.Dengan demikian philosophia secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan. mencintai hikmat atau mencintai pengetahuan. ‘saya hanyalah philosophos. yakni orang yang mencintai pengetahuan’.

sebagai pandangan hidup.Ada dua pengertian filsafat. dan bernegara bagi bangsa Indonesia. berbangsa. dan dalam arti praktis. Filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidup Filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis. 38 . Ini berarti Filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap. tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. yaitu yaitu: Filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk. Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk. dalam bermasyarakat.

Pengertian Filsafat Pancasila Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan. Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila Pancasila. nilai. 39 .

Pancasila dikatakan sebagai filsafat. 40 . karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the faounding father kita. Filsafat Pancasila memberi pengetahuan dan penngertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasla (Notonagoro). yang dituangkan dalam suatu sistem (Ruslan Abdul Gani).

Cara induktif yaitu dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat. dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejala gejala-gejala itu.PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT Pembahasan mengenai Pancasila sebagai sistem filsafat dapat dilakukan dengan cara deduktif dan induktif. 41 . merefleksikannya. Cara deduktif yaitu dengan mencari hakikat Pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secara sistematis menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif komprehensif.

dengan diri sendiri. Pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila. antara sila-sila Pancasila organis. saling bekerjasama untuk tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh.• Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. dengan sesama. itu saling berkaitan. • Yang dimaksud sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan. • Sila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis Artinya. dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia. saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. yaitu pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan. 42 .

Dengan kata lain.4 dan 5. idealisme.• Dengan demikian Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri khas yang berbeda dengan sistem sistem-sistem filsafat lainnya. • Ciri sistem Filsafat Pancasila itu antara lain: 1.3. Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang bulat dan utuh. Susunan Pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut berikut: • Sila 1. seperti materialisme. meliputi. rasionalisme. pisah 2. mendasari dan menjiwai sila 2. komunisme dan sebagainya. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah maka itu bukan Pancasila. 43 . liberalisme.

5.3. dan mendasari dan menjiwai sila 4. didasari. • Inti sila-sila Pancasila meliputi: Tuhan. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial Satu. didasari. 44 . diliputi. diliputi. Sila 4. didasari. diliputi. diliputi. Sila 5. 2. Sila 3.2. yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.4. didasari. yaitu sebagai kausa prima Manusia.2.• • • • Sila 2. dan mendasari dan menjiwai sila 3. dan mendasari dan menjiwai sila 5. yaitu unsur mutlak negara. 4 dan 5. dijiwai sila 1. harus bekerja sama dan gotong royong Adil. dijiwai sila 1.3. dijiwai sila 1. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri Rakyat. dijiwai sila 1.

Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan ontologi. Epistemologis Pancasila dan Aksiologis Pancasila. dan aksiologi.Membahas Pancasila sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran Pancasila yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia. Oleh karena itu. epistemologi. Ketiga bidang tersebut dapat dianggap mencakup kesemestaan. melainkan juga bagi manusia pada umumnya. berikut ini akan dibahas landasan Ontologis Pancasila. 45 .

keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika metafisika. benda. sebagaimana yang tampak pada makhluk hidup? Dan seterusnya. menurut Aristoteles adalah ilmu yang meyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada. 46 . Bidang ontologi menyelidiki tentang makna yang ada (eksistensi dan keberadaan) manusia. yaitu benda? Apakah ada suatu rahasia di balik realitas itu. Landasan Ontologis Pancasila Ontologi.1. metafisika. Masalah ontologis antara lain Apakah hakikat sesuatu itu? lain: Apakah realitas yang ada tampak ini suatu realitas sebagai wujudnya. alam semesta (kosmologi).

yang memiliki hakikat mutlak yaitu monopluralis. karena itu juga disebut sebagai dasar antropologis.Secara ontologis. sila 47 . Pancasila yang terdiri atas lima sila. Subyek pendukung pokok dari sila-sila Pancasila adalah manusia. atau monodualis. Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia. satu kesatuan dasar ontologis. setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri-sendiri. malainkan memiliki . penyelidikan Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.

1975: 53). Maka secara hirarkis sila pertama mendasari dan menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. yang berkemanusiaan yang adil dan beradab. yaitu terdiri atas susunan kodrat. Sifat kodrat manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial serta sebagai makhluk pribadi dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. jasmani dan rohani. Sedangkan manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. 48 . yang berpersatuan. (lihat Notonagoro. yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial pada hakikatnya adalah manusia. raga dan jiwa.Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa yang Berketuhanan Yang Maha Esa.

manusia. manusia. rakyat.Hubungan kesesuaian antara negara dan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibat: Negara sebagai pendukung hubungan. rakyat dan adil adalah sebagai sebab. 49 . satu. dan negara adalah sebagai akibat. sedangkan Tuhan. Landasan sila-sila Pancasila yaitu Tuhan. dan adil sebagai pokok pangkal hubungan. satu.

Landasan Epistemologis Pancasila Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal. metode. proses dan syarat terjadinya pengetahuan. 3. Tentang sumber pengetahuan manusia. Epistemologi adalah ilmu tentang ilmu atau teori terjadinya ilmu atau science of science. 50 . 2. susunan. dan validitas ilmu pengetahuan. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. batas dan validitas ilmu pengetahuan. Tentang watak pengetahuan manusia. Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. yaitu: 1. Epistemologi meneliti sumber pengetahuan.2. syarat.

menjadi suatu ideologi. Dasar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. sistem cita-cita.Secara epistemologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. Oleh karena itu Pancasila harus memiliki unsur rasionalitas terutama dalam kedudukannya sebagai sistem pengetahuan pengetahuan. Ini berarti Pancasila telah menjadi suatu belief system. 51 . Pancasila sebagai sistem filsafat pada hakikatnya juga merupakan sistem pengetahuan. Maka.

Pancasila sebagai suatu obyek pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan dan susunan pengetahuan Pancasila. Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana telah dipahami bersama adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia nilai sendiri. Nilai-nilai tersebut merupakan kausa materialis Pancasila. Tentang susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan, maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal piramidal.

52

Sifat hirarkis dan bentuk piramidal itu nampak dalam susunan Pancasila, di mana sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainny, sila kedua didasari sila pertama dan mendasari serta menjiwai sila ketiga, keempat dan kelima, sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua, serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima, sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama, kedua dan ketiga, serta mendasari dan menjiwai sila kelma, sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama, kedua, ketiga dan keempat Dengan demikian susunan Pancasila memiliki sistem logis baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya kuantitasnya.

53

Susunan isi arti Pancasila meliputi tiga hal, yaitu: 1. Isi arti Pancasila yang umum universal, yaitu hakikat sila-sila Pancasila yang merupakan inti sari Pancasila sehingga merupakan pangkal tolak dalam pelaksanaan dalam bidang kenegaraan dan tertib hukum Indonesia serta dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan konkrit. 2. Isi arti Pancasila yang umum kolektif, yaitu isi arti Pancasila sebagai pedoman kolektif negara dan bangsa Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia.

54

3. Isi arti Pancasila yang bersifat khusus dan konkrit,

yaitu isi arti Pancasila dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan sehingga memiliki sifat khusus konkrit serta dinamis (lihat Notonagoro, 1975: 36-40)

55

intuisi. refleksi. hakikat manusia adalah monopluralis. dan animal. vegetatif. reseptif. analogi. potensi atau daya tersebut mampu meresapkan pengetahuan dan menstranformasikan pengetahuan dalam demontrasi. yaitu hakikat manusia yang memiliki unsur pokok susunan kodrat yang terdiri atas raga dan jiwa. Hakikat raga manusia memiliki unsur fisis anorganis. berdasarkan pemikiran memoris.Menurut Pancasila. Hakikat jiwa memiliki unsur akal. Selain itu. kritis dan kreatif. inspirasi dan ilham. imajinasi. 56 . asosiasi. kehendak yang merupakan potensi sebagai sumber daya cipta manusia yang melahirkan pengetahuan yang benar. rasa.

57 . Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberi landasan kebenaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. juga menyangkut isi arti Pancasila tersebut.Dasar-dasar rasional logis Pancasila menyangkut kualitas maupun kuantitasnya.

epistemologi Pancasila juga mengakui kebenaran wahyu yang bersifat mutlak.Manusia pada hakikatnya kedudukan dan kodratnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 58 . rasa dan kehendak manusia untuk mendapatkankebenaran yang tinggi. Hal ini sebagai tingkat kebenaran yang tinggi. maka sesuai dengan sila pertama Pancasila. Dengan demikian kebenaran dan pengetahuan manusia merupapakan suatu sintesa yang harmonis antara potensipotensi kejiwaan manusia yaitu akal.

dan kelima. maka epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial sosial. maka Pancasila mendasarkan pada pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalamupaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia. 59 .Selanjutnya dalam sila ketiga. keempat. Sebagai suatu paham epistemologi.

dan kedudukan metafisika suatu nilai.3. Aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. dan logos yang artinya pikiran. Aksiologi adalah teori nilai. yaitu sesuatu yang diinginkan. yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. manfaat. Landasan Aksiologis Pancasila Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. kriteria nilai. 60 . Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai. Bidang yang diselidiki adalah hakikat nilai. disukai atau yang baik. ilmu atau teori.

61 . Nilai itu suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu obyek. baik. Nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia (dictionary of sosiology an related science). Nilai itu sesuatu yang berguna.Nilai (value dalam Inggris) berasal dari kata Latin valere yang artinya kuat. Dalam kajian filsafat merujuk pada sesuatu yang sifatnya abstrak yang dapat diartikan sebagai “keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness). berharga. Nilai juga mengandung harapan akan sesuatu yang diinginkan.

lembaga Nilai praksis. dan nilai praktis. adalah asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang asas bersifat mutlak.Dalam filsafat Pancasila. dan nilai keadilan. adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara. Nilai instrumental. yaitu nilai dasar. Nilai dasar. nilai instrumental. benar 62 . Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai nilai ketuhanan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat. nilai kerakyatan. nilai kemanusiaan. nilai persatuan. sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi. adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. disebutkan ada tiga tingkatan nilai.

yang berkemanusiaan. yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial.Nila-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral merupakan nilai dasar yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya mendasari semua aktivitas kehidupan masyarakat. 63 . Secara aksiologis. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subscriber of value Pancasila). yang berpersatuan. yaitu bangsa yang berketuhanan. dan bernegara. berbansa.

dan perbuatan bangsa Indonesia sehingga mencerminkan sifat khas sebagai Manusia Indonesia 64 .Pengakuan. tingkah laku. penerimaan dan penghargaan atas nilai-nilai Pancasila itu nampak dalam sikap.

65 . cita-cita itu berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau sekelompok orang menjadi suatu pegangan hidup. pandangan.PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA • Pengertian Ideologi Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan. cita-cita dan logos yang berarti ilmu. Cita-cita yang dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar. pengertian dasar. Ideologi yang semula berarti gagasan. konsep. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian dasar. ide atau citacita. paham. ide.

ide. Gunawan Setiardja merumuskan ideologi sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan citacita hidup. keyakinan. Hornby mengatakan bahwa ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seorang atau sekelompok orang. Soerjono Soekanto menyatakan bahwa secara umum ideologi sebagai kumpulan gagasan. kebudayaan. 66 . sosial. kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka.S. dan agama.• Beberapa pengertian ideologi: A. yang menyangkut bidang politik.

yang diajukan dengan mutlak. nilai nilai-nilai itu sifatnya dasar. Ideologi terbuka. melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras. melainkan digali dan diambil dari moral. Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar. merupakan suatu pemikiran yang terbuka. atas nama ideologi dibenarkan pengorbananpengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat. merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional operasional. isinya bukan hanya nilainilai dan cita-cita tertentu. melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut. 67 . dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang.Ideologi tertutup. Ciri-cirinya: merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat. budaya masyarakat itu sendiri.

• Sumber semangat yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah terdapat dalam penjelasan UUD 1945: “terutama bagi negara baru dan negara muda. lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok.• Fungsi utama ideologi dalam masyarakat menurut Ramlan Surbakti (1999) ada dua. Dengan demikian memenuhi syarat sebagai suatu ideologi terbuka. dan sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat. sedangkan aturan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah caranya membuat. mengubah dan mencabutnya 68 . yaitu: sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh suatu masyarakat. • Pancasila sebagai ideologi mengandung nilai-nilai yang berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafat bangsa.

terutama pada waktu ideologi itu lahir. 2. sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka bersama Pancasila mengandung sifat dimensi bersama. Dimensi fleksibilitas: ideologi itu memberikan penyegaran. dimensi idealisme. Dimensi Realitas: nilai yang terkandung dalam dirinya. bersumber dari nilainilai yang hidup dalam masyarakat. 1.• Sifat Ideologi Ada tiga dimensi sifat ideologi. Pancasila bukan saja memenuhi dimensi idealisme ini tetapi juga berkaitan dengan dimensi realitas. Pancasila memiliki dimensi fleksibilitas karena memelihara. 69 . berbangsa dan bernegara. memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis. 3. realitas ini dalam dirinya. memperkuat relevansinya dari masa ke masa. . yaitu dimensi realitas. demokrastis. Dimensi idealisme: ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin diicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. dan dimensi fleksibilitas.

70 . Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional. Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku cenderung meredupkan perkembangan dirinya.• Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat. Pengalaman sejarah politik masa lampau.

71 . yaitu: Stabilitas nasional yang dinamis Larangan terhadap ideologi marxisme. leninnisme dan komunisme Mencegah berkembangnya paham liberalisme Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat Penciptaan norma-norma baru harus melalui konsensus. namun ada batasbatas keterbukaan yang tidak boleh dilanggar.• Sekalipun Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka.

dan yang Persatuan. visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan. karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia. Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara. 72 . yang ber-Kemanusiaan. Dengan kata lain. ber-Keadilan. yang ber-Persatuan.• Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilainilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama. yang ber-Kerakyatan.

• Pengertian Dasar Negara Dasar Negara adalah landasan kehidupan bernegara. Setiap negara harus mempunyai landasan dalam melaksanakan kehidupan bernegaranya. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Dasar negara bagi suatu negara merupakan sesuatu yang amat penting. 73 .

sehingga memudahkan m u n c u l n y a kekacauan Dasar negara sebagai pedoman hidup ber ber-negara mencakup cita-cita negara. norma cita bernegara. tujuan negara.Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. 74 . maka akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas.

75 .AKTUALISASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BANGSA DI LINGKUNGAN KAMPUS Tri Dharma PT Pendidikan Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat Tri Dharma • Tujuan PT : 1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yg memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional.

Mengembangkan dan menyebarluaskan IPTEKS serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. • Moral Etika Pancasila Perlunya sosialisasi budaya “etika pluralisme” yaitu etika yg mengajarkan sopan santun dlm sikap dan mau menerima beda pendapat dlm musyawarah dan mufakat sbg penjelmaan demokrasi pancasila. 76 .2.

• Tradisi Kebebasan Akademik – Masyarakat ilmiah perlu dikembangkan dlm lingkungan PT – Otonomi PT merupakan syarat mutlak bagi pengembangan IPTEKS. Lewat mimbar akademik (proses perkuliahan). 77 . • Kebebasan Mimbar Akademik PT memiliki otonomi yg menghendaki adanya kebebasan akademik (academic freedom yaitu serangkaian kegiatan academic freedom) akademik untuk mencari kebenaran ilmiah.

Nuklir dll) IPTEKS hanya memiliki otonomi dlm sisi kajian internal (terbatas pada p e n e r a p a n m e t o d o l o g i n y a u n t u k mencapai kebenaran ilmiah). tetapi masalah moral akan tetap timbul bila berkaitan dengan penggunaan pengetahuan ilmiah tersebut. Masyarakat ilmiah yg lahir dari PT adalah pelopor dari pola2 pikir pembaharuan. Kloning. 78 . • Peran mhs di Masyarakat Perkembangan IPTEKS di masyarakat akan tergantung pd kemampuan ilmuwan utk mengkomunikasikan hasil inovasi yg telah dicapai.• Otonomi Keilmuan IPTEKS dapat memperoleh otonomi (kemandirian) dlm melakukan kegiatannya utk mempelajari alam semesta. ( Bayi tabung.

• Mhs merupakan kelompok masyarakat yg sdg berproses untuk menjadi ilmuwan. Mhs perlu belajar utk mengkomunikasikan hasil2 penelitian dan laporan hasil kajian dan diskusinya kepada masyarakat. Mhs sbg pribadi yg sdg berproses memerlukan pembinaan akademik. 79 . b. c. terutama membantu masyarakat miskin. • Berbagai peran mhs di masyarakat : a. Mhs berperan sbg agent of modernisation.

HAM dan demokrasi.• Kampus Sbg Kekuatan Moral Penegakan Hukum dan HAM Kampus diharapkan menjadi kekuatan moral dlm mengembangkan HUKUM. Karena kampus adalah tempat pengembangan ilmu. Sedangkan hukum adalah aturan yg disepakati agar terjadi keteraturan hidup. sedang demokrasi merupakan cara utk menyelesaikan masalah dlm kehidupan kehidupan. HAM merupakan hak bawaan kodrat yg dimiliki semua org pd segala jaman. 80 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful