BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR: HK.00.05.3.02152 TAHUN 2002 TENTANG PENERAPAN PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BA!K

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN, Menimbang : a. bahwa Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik yang diberlakukan pada tahun 1988 sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang farmasi; b. bahwa naskah Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik hasil kerja Tim Revisi Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik; c bahwa untuk menjamin mutu, keamanan, khasiat, dan kemanfaatan obat yang beredar, industri farrnasi perlu menerapkan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik dalam setiap-aspek dan rangkaian kegiatan pembuatan obat; d. sehubungan dengan huruf a, b, dan c perlu ditetapkan Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik;

Mengingat

: a. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran .Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495); b. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara tahun 1998 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara .Nomor 3701);

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

c. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan

Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2002; d. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2002 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2002; e. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43/Menkes/SK/il/1980 tanggal 2 Pebmari 1988 tentang Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. f. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 02001/SK/KBPOM tanggal 26 Pebruari 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan; ,

g. Keputusan Kepala Bactan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.3.02147 tanggal 11 Juli 2001 tentang Tim Revisi Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TENTANG PENERAPAN PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK. Pertama : Industri Farmasi wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh aspek dan rangkaian kegiatan pembuatan obat.

Kedua

: CPOB

sebagaimana

dimaksud

dalam

diktum

Pertama

berpedoman kepada Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik seperti tercantum dalam lampiran keputusan ini sebagai pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam pembuatan obat.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

Ketiga

Terhadap Industri Farmasi yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam diktum Pertama diberikan sertifikat CPOB yang diperinci untuk setiap bentuk sediaan.

Keempat

Sertifikat CPOB sebagaimana dimaksud dalam diktum ketiga dapat dicabut dalam hal: a. Terjadi perubahan yang mengakibatkan tidak dipenuhinya persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam diktum Pertama. b. Industri Farmasi dengan sengaja melakukan tindakan yang mengakibatkan tidak terlaksananya penerapan CPOB.

Kelima

Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Nomor

05411/A/SK/XII/89 tanggal 16 Desember 1989 dinyatakan tidak berlaku. Keenam Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal Badan Pengawas
: Jakarta

15

:15 Juli2002 Obat dan Makanan

H. SAMPURNO NIP.14008774

Com .PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK (CPOB) Edisi 2001 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN IlmuFarmasi.

..................................... 104 PEMBUATAN GAS MEDISINAL........................................................................... 81 PENANGANAN KELUHAN TERHADAP OBAT........................................136 IlmuFarmasi...... 112 PEMBUATAN INHALASI DOSIS TERUKUR BERTEKANAN (AEROSOL).............................. PEMBUATAN PRODUK BIOLOGI................ III... 83 10. 116 PADANAN KATA......................................... 4............................................................ 9..................................... II................................................................................. 5..................................................................................DAFTAR ISI Halaman P E N G A N T A R ....................... KETENTUANUMUM .............................................. 1............... 2....................................... i 1 11 BANGUNAN DAN FASILITAS ......... 119 I N D E K S ............................................ 87 ADDENDUM I......................................... 126 PANITIA PENYUSUN................................ 20 SANITASI DAN HIGIENE. D O K U M E N T A S I ........................................................................................................ 63 INSPEKSI DIRI........................... PENARIKAN KEMBALI OBAT DAN OBAT KEMBALIAN ....... 5 6........... P E R S O N A L I A ....................................................... 14 P E R A L A T A N ........ 3......................................................................... 23 P R O D U K S I .........Com ........................................... 27 PENGAWASAN MUTU ................... 7.

1. 1.2. Akurasi Tingkat kedekatan hasil yang diperoleh terhadap nilai sesungguhnya dari suatu pengukuran atau analisis. KETENTUAN UMUM Cara.1.2.1.2.Com . 1. Definisi Dalam pedoman ini digunakan definisi berikut: 1. Pada pembuatan obat.1. peralatan yang dipakai dan personalia yang terlibat dalam pembuatan obat. Pembuatan secara sembarangan tidak dapat dibenarkan bagi obat yang digunakan untuk menyelamatkan jiwa atau memulihkan atau memelihara kesehatan. Bahan Awal Semua bahan baku dan bahan pengemas yang digunakan dalam produksi obat.2. Untuk menjamin mutu suatu obat jadi tidak boleh mengandalkan hanya pada suatu pengujian tertentu saja. Landasan Umum 1. Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) menyangkut seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu dan bertujuan untuk menjamin bahwa produk obat dibuat senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. tetapi yang sangat penting adalah bahwa mutu harus dibentuk ke dalam produk tersebut. pengawasan menyeluruh adalah sangat esensial untuk menjamin bahwa konsumen menerima obat yang bemutu tinggi.3.2. Tidaklah cukup bila obat jadi hanya sekedar lulus dari serangkaian pengujian. bila perlu dapat dilakukan penyesuaian dengan syarat bahwa standar mutu obat yang telah ditentukan tetap dicapai. 1.1. bangunan.1.1. CPOB ini merupakan pedoman yang bertujuan untuk memastikan agar sifat dan mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan yang dikehendaki. Mutu obat tergantung pada bahan awal. 1.1. 1.4. proses pembuatan dan pengawasan mutu. 1 IlmuFarmasi. Semua obat hendaklah dibuat dalam kondisi yang dikendalikan dan dipantau dengan cermat.CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK (CPOB) 1.

1. biakan sel dan endoparasit baik yang bersifat patogen maupun tidak.3.2. penambahan bahan dan pengeluaran bahan. Bets Sejumlah produk obat yang mempunyai sifat dan mutu yang seragam yang dihasilkan dalam satu siklus pembuatan atas suatu perintah pembuatan tertentu. 1. Bank Sel Kerja lazimnya disimpan pada suhu -70°C atau kurang.2. meliputi mikroba hasil rekayasa biogenetika. 1. Bahan Pengemas Semua bahan yang dipakai dalam proses pengemasan produk ruahan untuk menghasilkan produk jadi.6. Esensi suatu bets adalah homogenitasnya. Bank Sel Induk Biakan sel dengan ciri lengkap yang diisikan ke wadah-wadah dalam satu operasi tunggal setelah diproses sedemikian rupa untuk memastikan homogenitasnya dan disimpan pada kondisi yang tepat agar stabil.7.2.9.2. Biogenerator biasanya dilengkapi dengan peralatan asesori untuk mengatur.Com . Bank Sel Kerja Biakan sel yang berasal dari Bank Sel Induk dan dimaksudkan untuk penggunaan dalam produksi biakan sel selanjutnya. 1. yang berubah maupun tidak berubah. 1.2.2. 1. mengendalikan. Biogenerator Suatu sistem tertutup seperti fermentator dimana bahan biologi dimasukkan bersama bahan lain agar terjadi proses multiplikasi sel atau reaksi yang menghasilkan suatu zat baru. Bank sel mduk lazimnya disimpan padasuhu -70°C atau kurang.1.10. 1.2. Biakan Sel Hasil pertumbuhan sel in vitro yang diisolasi dari mikroba multiselular.8. yang digunakan dalam pengolahan obat walaupun tidak semua bahan tersebut masih terdapat di dalam produk ruahan. baik yang berkhasiat maupun tidak berkhasiat.2. Bahan Biologi Semua mikroba. 2 IlmuFarmasi.4.5. menyambungkan. Bahan Baku Semua bahan.

Daerah Bersih Daerah produksi dengan pengawasan dan pengendalian lingkungan terhadap cemaran partikulat dan mikrobiologi pada tingkat yang telah ditetapkan.2. 1. Sekurangkurangnya daerah ini hendaklah dipertahankan bertekanan negatif terhadap lingkungan luar langsung dan memungkinkan penghilangan cemaran dari udara sekitar meskipun dalam jumlah sedikit. pengemasan atau distribusi.15. 1.2.2.16.11. Pasokan udara yang mendekati standar lingkungan kelas III atau yang lebih baik adalah tepat di daerah ini.13.14. 3 IlmuFarmasi. Daerah Terkurung Daerah yang dilengkapi peralatan pengendali dan saringan udara dan dikonstruksi serta dioperasikan sedemikian rupa untuk menghindarkan cemaran bahan biologi yang berasal dari dalam daerah ke lingkungan luar. Tingkat pengendalian lingkungan yang dilakukan hendaklah memperhitungkan sifat organisme yang digunakan dalam proses. 1.2.1.Com . tumbuhnya dan tertahannya cemaran ke dalam daerah. Contoh Representatif Contoh yang menggambarkan secara tepat suatu lot atau bets atau sejumlah bahan yang diambil contohnya.2. 1. Daerah Terkendali Daerah yang dikonstruksi dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan pengendalian terhadap masuknya cemaran yang akan mengakibatkan munculnya mikroba secara tidak sengaja. Diluluskan Status bahan atau produk yang diijinkan untuk digunakan pada pengolahan.2.12. 1. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Bagian dari sistem pemastian mutu yang mengatur dan memastikan obat diproduksi dan mutunya dikendalikan secara konsisten sehingga produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai tujuan penggunaan produk disamping persyaratan lainnya. Konstaiksi dan penggunaan daerah ini ditetapkan sedemikian rupa untuk mengurangi masuknya.

2.2. Dokumentasi Seluruh prosedur. pengemasan atau distribusi.2.19.2.23. 1.1. Gas Cair Gas yang tetap dalam keadaan cair di dalam tabung pada suhu dan tekanan normal saat pengisian yang normal.Com . 1.2.2.2.17. 4 IlmuFarmasi. Ditolak Status bahan atau produk yang tidak diijinkan untuk digunakan dalam pengolahan.18. dan membandingkannya dengan nilai yang telah diketahui dari suatu acuan standar. apabila tidak terjadi kehilangan atau kesalahan selama pembuatan. 1. pengemasan atau distribusi. Karantina Status bahan atau produk yang dipisahkan secara fisik atau dengan sistem tertentu menunggu keputusan apakah bahan atau produk tersebut ditolak atau dapat digunakan untuk pengolahan. Basil Teoritis Jumlah yang dihasilkan pada tiap tahap pembuatan produk tertentu. Kalibrasi Serangkaian tindakan untuk menentukan tingkat kesamaan nilai yang diperoleh dari sebuah alat atau sistem ukur.25. 1. atau yang direpresentasikan dari pengukuran bahan.2. dihitung berdasarkan jumlah komponen yang digunakan. 1. Hasil Nyata Jumlah yang sebenarnya dihasilkan pada setiap tahap produksi suatu produk obat tertentu dari sejumlah bahan awal yang dipakai.21. instruksi dan catatan tertulis yang berhubungan dengan pembuatan obat. 1.20. 1.2. 1. Hasil Standar Jumlah yang telah dibakukan oleh produsen yang hendaknya dicapai pada tiap tahap produksi suatu produk obat tertentu.22.24. Kontaminasi Silang Pencemaran suatu bahan atau produk dengan bahan atau produk lain.

Apabila suatu produk obat diproduksi dengan proses terus menerus. Sebuah Lot Benih Induk dalam bentuk cairan lazimnya disimpan pada suhu -70°C atau kurang.1. Dalam banyak hal penggunaan sistem ini menambah efektivitas dari suatu sistem kurungan primer.2. 1. Lot Benih Kerja didistribusikan dalam wadah-wadah dan disimpan seperti halnya dengan Lot Benih Induk. Kurungan Sekunder Sistem pengurungan yang mencegah terlepasnya suatu bahan biologi ke lingkungan luar langsung atau ke daerah kerja lain. L o t Bagian tertentu dari suatu bets yang memiliki sifat dan mutu yang seragam dalam batas yang telah ditetapkan. 1.29. 5 IlmuFarmasi. ruang penyangga udara dan/atau alat untuk mensterilkan yang digunakan sebagai sarana bagi pengeluaran bahan dari ruang kerja dan prosedur kerja yang aman.26. Sistem ini menggunakan wadah atau tanki tertutup atau lemari aman biologi dan prosedur untuk keamanan kerja.2.2.27. Lot Benih Induk yang dikeringkan melalui pembekuan ('freeze dried') disimpan pada suhu yang ditetapkan untuk-memastikan stabilitasnya.28.2. lot berarti suatu bagian tertentu yang dihasilkan dalam suatu satuan waktu atau satuan jumlah sedemikian rupa sehingga menjamin bagian ini memiliki sifat dan mutu yang seragam dalam batas yang telah ditetapkan.Com . mencagah kontaminasi dan memastikan stabilitasnya. Lot Benih Induk Biakan satu mikroorganisme dari satu ruahan yang dipindahkan sedemikian rupa ke dalam wadah-wadah dalam suatu operasi tunggal untuk memastikan homogenitasnya. Lot Benih Kerja Biakan mikroba yang berasal dari Lot Benih Induk dan dimaksudkan untuk penggunaan dalam produksi rutin. 1. Sistem ini meliputi penggunaan ruang kerja yang dilengkapi pengendali udara dengan rancangan khusus.30.2. 1. Kurungan Primer Sistem pengurungan yang mencegah terlepasnya suatu bahan biologi ke lingkungan luar langsung.

34.2.1. Nomor Bets Penandaan yang terdiri dari angka atau huruf atau gabungan keduanya. Pemasok Terpilih ditetapkan juga berdasarkan hasil Penilaian Terhadap Pemasok. ditawarkan untuk dijual atau disajikan untuk digunakan (1) pengobatan.33.37.38.2. Manifold Peralatan berbentuk pipa yang dirancang khusus sehingga memungkinkan satu atau lebih wadah gas dapat diisi secara serempak dari satu sumber. Pemastian Mutu Seluruh pengaturan yang dikemas dalam suatu sistem dalam rangka memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki mutu yang telah ditetapkan sesuai tujuan penggunaannya.2.35.2. 1. Obat Tiap bahan atau campuran bahan yang dibuat. pengawasan dan distribusi. peredaan. 1. pengawasan dan distribusi. perbaikan atau pengubahan fungsi organik pada manusia atau hewan. Pemasok Terpilih Pemasok yang telah lama dikenal dan dipercaya memasok bahan awal yang selalu memenuhi spesifikasi serta bahan tersebut diterima dalam keadaan utuh dan dalam kemasan yang tepat. kelainan fisik atau gejala-gejalanyapada manusia atau hewan: atau (2) dalam pemulihan.Com .31. 1. 6 IlmuFarmasi. yang merupakan tanda pengenal suatu bets. 1. yang merupakan tanda pengenal suatu lot.2.36. Obat Jadi Suatu produk yang telah melalui seluruh tahap proses pembuatan. 1.2.2. Obat Kembalian Obat yang dikirimkan kembali ke gudang pabrik atau penyalur.2. yang memungkinkan penelusuran kembali riwayat lengkap pembuatan bets tersebut.32. 1. 1. Nomor Lot Penandaan yang terdiri dari huruf atau angka tertentu atau gabungan keduanya. yang memungkinkan penelusuran kembali riwayat lengkap pembuatan lot tersebut termasuk tahap-tahap produksi. pencegahan atau diagnosa suatu penyakit. termasuk tahap-tahap produksi.

kekuatan. termasuk pemeriksaan dan pengujian terhadap lingkungan dan peralatan. 1. 7 IlmuFarmasi.2. pengemasan sampai obat jadi untuk distribusi.45.2.44. Pengemasan Bagian siklus produksi yang dilakukan terhadap produk ruahan untuk menghasilkan obat jadi. Pembuatan Seluruh rangkaian kegiatan dalam menghasilkan suatu obat yang meliputi produksi dan pengawasan mutu mulai dari pengadaan bahan awal.39. 1. 1.Com . kemurnian dan karakteristik lain yang telah ditetapkan. 1.1.2.2. Bagian dari siklus produksi mulai dari penimbangan bahan baku sampai menghasilkan produk ruahan. proses pengolahan.2. identitas.42. 1.40.2. Pengawasan Mutu Semua upaya pengawasan yang dilakukan selama pembuatan dan dirancang untuk menjamin agar produk obat senantiasa memenuhi spesifikasi. 1.43. Pengolahan Ulang Pengerjaan kembali seluruh atau sebagian bets produk yang tidak memenuhi kualitas pada suatu langkah tertentu dari proses produksi agar kualitasnya dapat diterima sesudah melalui satu atau lebih proses tambahan. Pemulihan Penambahan seluruh atau sebagian produk dari satu bets sebelumnya yang memenuhi kualitas yang ditetapkan ke bets berikut pada suatu langkah tertentu dari proses produksi. Pengawasan Selama Proses Pemeriksaan dan pengujian yang dilembagakan dan dilaksanakan selama proses pembuatan obat.41. Pengolahan . Dalam hal ini produk ruahan steril adalah produk yang sudah terisi dalam kemasan primer sebelum dilanjutkan ke proses pengemasan akhir. Catatan : Lazimnya proses pengisian steril tidak dianggap sebagai bagian dari pengemasan.2.

2.Ripitabilitas (dalam laboratorium yang sama) . Prosedur Uraian tugas yang harus dilaksanakan serta peringatan yang diikuti secara langsung atau tidak langsung dalam pembuatan obat. Produk Ruahan Tiap bahan yang telah selesai diolah dan tinggal memerlukan pengemasan untuk menjadi obatjadi 1.Reprodusibilitas (antar laboratorium yang berbeda) 1. 1.2.2. 1. waktu analisis.50. 1. Termasuk dalam hal ini variasi antar analis. Suatu ruang penyangga udara dapat digunakan sebagai tempat lewatnya karyawan petugas atau bahan yang akan digunakan produksi.2. 1. pengujian terhadap ekstraksi yang sama dari contoh yang diberikan. pengolahan sampai dengan pengemasan untuk menghasilkan obatjadi.2.2. 8 IlmuFarmasi. Rekonsiliasi Perbandingan nilai ketidak-cocokan jumlah bahan-bahan masuk dan keluar sesudah selesai suatu proses atau serangkaian proses produksi.51. Presisi (dari metode analisis) Tingkat variasi (atau kecocokan) antara hasil uji dari masing-masing contoh terpisah yang diambil dari satu bets bahan atau produk yang homogen.52. Ruang Penyangga Udara „ Ruang tertutup berpintu dua atau lebih yang dihubungkan ke dua atau lebih ruang lain yang berbeda kelas kebersihan dan bertujuan untuk mengendalikan aliran udara saat pintu dari ruang lain tersebut terbuka.48.1.47. Produksi Semua kegiatan pembuatan mulai dari penerimaan bahan awal. Presisi lazimnyaterdiri dari: .2.46. Produk Antara Tiap bahan atau campuran bahan yang masih memerlukan satu atau lebih tahap pengolahan lebih lanjut untuk menjadi produk ruahan.49. dalam hal terakhir ini ruang penyangga udara disebut juga "Kotak Penyangga". ekstraksi yang berbeda dan antar laboratorium yang melaksanakan uji yang sama.Com .

Sistem bank sel divalidasi tingkat pasasenya atau jumlah penggandaan populasinya diluar jumlah yang diperoleh selamaproduksi rutin. Sistem Bank Sel Sistem dimana bets-bets berurutan dari suatu produk dibuat dengan proses pembiakan sel yang bersal dari satu bank sel induk (Lihat 'Bank Sel Induk') yang memiliki identitas lengkap serta bebas cemaran.54.2.Com . 1. tumbuhnya atau tertahannya cemaran. Ruang Steril atau Daerah Steril Ruang atau daerah yang memiliki kondisi lingkungan tertentu. Produk akhir (vaksin dalam produksi rutin) dibuat dari Lot Benih Kerja yang diperoleh dari beberapa kali pasase Lot Benih Induk yang sama. diperlengkapi dan digunakan sedemikian rupa untuk mengurangi masuknya. Sistem Lot Benih Sistem lot benih adalah satu sistem dimana pembuatan bets produk dibuat dari dari Lot Benih Induk yang sama dengan jumlah pasase yang telah ditentukan. Beberapa wadah dari bank sel induk digunakan untuk mendapatkan sebuah bank sel kerja (Lihat "Bank Sel Kerja").2.Suatu ruang penyangga udara dapat menjadi ruang antara untuk masuk ke ruang bersih dimana produk steril diproses.2. Asal dan riwayat pasase Lot Benih Induk dan Lot Benih Kerja hendaklah dicatat. Ruang atau daerah tersebut dibangun.55. Sanitasi Segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. 1.2. yang pencemaran debu dan mikrobanyaterkendalikan. 1.53. Jumlah pasase dari Lot Benih Induk sampai menjadi produk akhir tidak boleh melebihi jumlah pasase untuk membuat vaksin yang digunakan dalam uji klinis yang telah terbukti memuaskan baik dari aspek keamanan dan kemanjuran. Vaksin yang digunakan dalam uji klinis dibuat dari Lot Benih Kerja yang diperoleh dari beberapa kali pasase Lot Benih Induk. 1. 9 IlmuFarmasi.56.

2. 1. Tanggal Daluwarsa Tanggal yang menyatakan bahwa sebelum tanggal tersebut suatu bets atau lot tertentu masih memenuhi spesifikasi standar mutu yang disyaratkan.65. Spesifikasi tersebut menyatakan standar dan toleransi yang diperbolehkan yang biasanya dinyatakan secara deskriptif dan numerik.2. proses.2.62. 1. 1.Com . fisik dan biologi jika ada. Tanggal Pembuatan Tanggal yang menunjukkan selesainya proses pembuatan suatu bets tertentu.1. perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan. 1.63.64. mikrobiologi dan biofarmasi sebelum batas daluwarsa. Validasi Suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan. 1.58.2. produk antara.2. Spesifikasi Bahan Pemerian suatu bahan awal.61. Tangki Kriogenik Tangki yang dirancang khusus untuk penyimpanan gas cair pada suhu yang sangat rendah.60.2. prosedur.2. kegiatan. produk ruahan atau obat jadi mengenai sifat-sifat kimia. 10 IlmuFarmasi. sistem. Stabilitas Kemampuan produk untuk mempertahankan sifat fisika.2. yang dilakukan dengan cara yang sesuai. 1. 1.57. Sterilisasi Inaktifasi atau pengurangan mikroba hidup sampai batas yang dapat diterima.2. 1. kimia. Terinfeksi Kondisi pencemaran dengan bahan biologi eksternal dan dengan demikian sanggup menyebarkan infeksi.59. Tabung(gas) Tabung yang dirancang khusus untuk penyimpanan gas pada tekanan tinggi.

Mereka hendaklah mempunyai sikap dan kesadaran tinggi untuk mewujudkan CPOB.1. Manajer produksi hendaklah seorang apoteker yang cakap. Keduanya tidak boleh mempunyai kepentingan lain di luar organisasi pabrik. Masing-masing hendaklah diberi wewenang penuh dan sarana cukup yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif. Manajer pengawasan mutu hendaklah seorang apoteker yang cakap. yang dapat menghambat atau membatasi tanggungjawabnya atau yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan pribadi atau finansial. 2. Struktur organisasi perusahaan hendaklah sedemikian rupa sehingga bagian produksi dan bagian pengawasan mutu dipimpin oleh orang yang berlainan yang tidak saling bertanggung jawab satu terhadap yang lain. Manajer produksi hendaklah memiliki tanggungjawab bersama dalam mutu obat baik dengan manajer pengawasan mutu maupun manajer teknik. produk ruahan dan obatjadi bil a produk tersebut sesuai dengan spesifikasinya. PERSONALIA Jumlah karyawan di semua tingkatan hendaklah cukup serta memiliki pengetahuan. atau menolaknya bila tidak cocok dengan spesifikasinya atau bila 11 IlmuFarmasi. verifikasi dan pelaksanaan seluruh prosedur pengawasan mutu. Manajer pengawasan mutu hendaklah diberi wewenang dan tanggungjawab penuh dalam seluruh tugas pengawasan mutu yaitu dalam penyusunan. terlatih dan memiliki pengalaman praktis yang memadai di bidang industri farmasi dan keterampilan dalam kepemimpinan sehingga memungkinkan melaksanakan tugas secara profesional. 2. 2. Organisasi.2. keterampilan dan kemampuan sesuai dengan tugasnya.3.1. terlatih dan memiliki pengalaman praktis yang memadai untuk memungkinkan melaksanakan tugasnya secara profesional. Mereka hendaklah juga memiliki kesehatan mental dan fisik yang baik sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan sebagaimanamestinya.Com . Kualifikasi dan Tanggungjawab 2. Manajer pengawasan mutu adalah satu-satunya yang memiliki wewenang untuk meluluskan bahan awal.1. Manajer produksi hendaklah memiliki wewenang serta tanggungjawab penuh untuk mengelola produksi obat.1. produk antara.1.2.

latihan personalia. Manajer produksi dan manajer pengawasan mutu bersama-sama bertanggungjawab atau ikut bertanggungjawab dalam penyusunan dan pengesahan prosedur-prosedur tertulis. 12 IlmuFarmasi. namun rincian tugas tersebut dapat didelegasikan kepada seorang anggota staf terlatih dan berpengalaman cukup untuk mengesahkan pekerjaan yang dilakukan oleh staf departemen. kalibrasi alat-alat pengukur. 2.3. Meskipun seorang manajer pengawasan mutu mempunyai tanggungjawab pribadi maupun profesional untuk memastikan bahwa semua pemeriksaan dan pengujian sudah dilaksanakan. kebersihan pabrik dan validasi proses produksi.1. pemeriksaan audit. pengamanan produk dan bahan terhadap kerusakan dan kemunduran mutu dan dalam penyimpanan catatan-catatan.1.3.tidak dibuat sesuai dengan prosedur yang disetujui dan kondisi yang ditentukan.4. 2. pemantauan dan pengawasan lingkungan pembuatan obat.2. Disadari adanya ketergantungan seorang manajer peng awasan mutu kepada rekan-rekan kerja untuk menanamkan mutu dan pembuatan obat. dapat ditunjuk tenaga yang trampil dalam jumlah yang sesuai untuk melaksanakan supervisi langsung di bagian produksi dan pengawasan mutu. Untuk menunjang dan membantu tenaga inti tersebut di atas. 2. Pada akhirnya seorang manajer peng awasan mutu harus diyakinkan bahwa produksi dan pengujian sudah dilaksanakan dengan memuaskan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan melalui pemeriksaan langsung atau lazimnya melalui sistem pengawasan mutu yang berjalan sebagaimana mestinya antara lain persetujuan atas hal-hal yang diperlukan.5. oleh karena itu sangatlah penting untuk seorang manajer pengawasan mutu menjalin kerjasama yang baik dengan rekan-rekan penanggungjawab departemen lain terlebih dengan manajer produksi. Manajer pengawasan mutu menentukan secara jelas ruang lingkup tugasnya serta metode pendelegasian apabila berhalangan kerja. 2.Com .3.1. pemberian persetujuan terhadap pemasok bahan dan kontraktor.1. inspeksidiri dan pemeriksaan setempat.3.1. 2.1.

2.1. Perhatian khusus hendaklah diberikan dalam latihan bagi mereka yang bekerja di daerah steril dan daerah bersih atau bagi mereka yang bekerjamenggunakan bahan yang mempunyai resiko tinggi. Mereka bertanggungjawab kepada manajer produksi atau manajer pengawasan mutu. 2. Pada saat pengangkatan. 2. Setelah mengadakan pelatihan. Pelatihan mengenai CPOB hendaklah dilaksanakan menurut program tertulis yang telah disetujui oleh manajer produksi dan manajer pengawasan mutu.Tiap supervisor hendaklah cukup terlatih dan memiliki ketrampilan teknis yang memadai serta pengalaman praktis dalam bidang yang berkaitan dengan tugasnya. 2.Com .1.1.2. Pelatihan 2.3. Seluruh karyawan.2.2. prestasi karyawan hendaklah dinilai untuk menentukan apakah mereka telah memiliki kualifikasi yang memadai untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. kepada mereka hendaklah diberi latihan yang cukup.6. Tugas dan tanggungjawab hendaklah diberikan dengan jelas dan dapat dipahami dengan baik oleh setiap karyawan.7.2.2.2. 13 IlmuFarmasi. 2.1. toksik atau yang menimbulkan sensitisasi.8.2. Disamping staf tersebut di atas hendaklah tersedia tenaga yang terlatih secara teknis dalam jumlah yang memadai untuk melaksanakan kegiatan produksi dan pengawasan mutu sesuai dengan prosedur dan spesifikasi yang telah ditentukan. Catatan pelatihan karyawan mengenai CPOB hendaklah disimpan dan efektivitas program pelatihan hendaklah dinilai secara berkala. Pelatihan hendaklah diberikan oleh tenaga kompeten. Tanggungjawab yang diberikan kepada setiap karyawan tidak boleh terlalu berlebihan sehingga dapat menimbulkan risiko terhadap mutu obat. 2. Mereka hendaklah memahami petunjuk kerja tertulis.2. hendaklah dilatih mengenai kegiatan tertentu yang sesuai dengan tugasnya maupun mengenai prinsip CPOB.4. 2. 2. 2. yang langsung ikut serta dalam kegiatan pembuatan obat dan yang karena tugasnya mengharuskan mereka masuk ke daerah pembuatan obat.6. Pelatihan mengenai CPOB hendaklah dilakukan secara berkesinambungan dan dengan frekuensi yang memadai untuk menjamin agar para karyawan terbiasa dengan persyaratan CPOB yang berkaitan dengan tugasnya.5.

pembersihan dan pemeliharaan yang baik. Kesesuaian dengan kegiatan lain. kemungkinan terjadinya kontaminasi silang oleh obat atau 14 IlmuFarmasi. 3. Apabila bangunan itu terletak pada tempat yang tidak sesuai.3. sehingga setiap risiko terjadinya kekeliruan.4.3. tikus.2.2. Tata letak ruang yang sedemikian rupa untuk memungkinkan kegiatan produksi dilaksanakan di daerah yang letaknya diatur secara logis dan berhubungan mengikuti urutan tahap produksi dan menurut kelas kebersihan yang disyaratkan. Dalam menentukan rancang-bangun dan tata letak ruang hendaklah dipertimbangkan hal-hal berikut: 3. konstruksi serta letak yang memadai agar memudahkan dalam pelaksanaan kerja.3.3. yang memungkinkan penempatan peralatan dan bahan secara teratur dan logis serta untuk memungkinkan terlaksananya kegiatan. pencemaran silang dan pelbagai kesalahan lain yang dapat menurankan mutu obat dapat dihindarkan. tanah dan air maupun dari kegiatan di dekatnya. Luasnya ruang kerja. 3. Tiap sarana kerja hendaklah memadai. BANGUNAN DAN FASILITAS Bangunan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki ukuran.4. serangga atau hewan lainnya.1.3.Com . rembesan melalui tanah serta masuk dan bersarangnya binatang kecil. Rancang-bangun dan tata letak ruang hendaklah memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: 3. 3. rancang-bangun. Pencegahan terjadinya penggunaan kawasan produksi sebagai lalu lintas umum bagi karyawan atau bahan-bahan ataupun sebagai tempat penyimpanan kecuali untuk bahan-bahan yang sedang dalam proses.4. yang mungkin dilakukan dalam sarana yang sama atau dalam sarana yang berdampingan. tindakan yang efektif hendaklah diambil untuk mencegah pencemaran. 3. komunikasi dan pengawasan yang efektif maupun untuk mencegah kesesakan dan ketidakteraturan. Lokasi bangunan hendaklah sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pencemaran dari lingkungan sekelilingnya.1. burung. kelancaran arus kerja.3. 3. Banjir. 3. Gedung hendaklah dibangun dan dipelihara agar terlindung dari pengaruh cuaca. Dicegah risiko tercampur-baurnya obat atau komponen obat yang berbeda. seperti pencemaran dari udara.3. 3.1.

4.4.4.1. HendakJah diberi perhatian khusus bagi pengolahan bahan yang sangat beracun atau bahan yang dapat menimbulkan sensitisasi seperti hormon. tirai udara dan cara lain dapat digunakan.4. 3.2.3.4. 4. Produksi dapat dilakukan juga dengan cara produksi beberapa bets secara berurutan di daerah terpisah yang dibersihkan dan didekontaminasi menurut prosedur yang sudah divalidasi. Langkah pencegahan terhadap kontaminasi penisilin hendaklah diambil.4. 3. bahan sitotoksik dan antibiotika tertentu.bahan-bahan lain serta resiko terlewatnya salah satu langkah dalam proses produksi.4. Dalam hal ini perlu pemisahan bangunan untuk pembuatan obat yang mengandung bahan tersebut.4.Com . pemasangan ulang label untuk produk penisilin dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang dikhususkan untuk produk tersebut atau melalui proses pengemasan beberapa bets secara berurutan di daerah terpisah yang dibersihkan dan didekontaminasi menurut prosedur yang sudah divalidasi. Namun demikian. Obat yang mengandung golongan sefalosporin dapat diproduksi di ruang terpisah dalam satu bangunan dengan pengendalian udara dan peralatan termasuk lini pengemasan khusus untuk produk tersebut. Untuk mencapai tujuan ini sekat ruangan yang sesuai. Kontaminasi silang terhadap produk oleh bahan biologi aktif atau produk obat seperti steroida tertentu atau bahan sitotoksik yang dalam jumlah sangat sedikit dapat menyebabkan efek fisiologis hendaklah dicegah dengan upaya: t 3. mengendalikan cemaran udara sekitar dengan memberlakukan perbedaan tekanan udara yang tepat dalam daerah proses atau menggunakan sistem penghisap udara 15 IlmuFarmasi. 3. Obat yang mengandung golongan penisilin hendaklah diproduksi dalam suatu bangunan terpisah yang dilengkapi peralatan pengendali udara khusus untuk produksi tersebut.2. kegiatan produksi dilakukan di dalam bangunan terpisah atau dalam ruang tertutup yang terisolasi dengan baik atau dengan cara membuat beberapa bets berurutan dengan menggunakan peralatan yang sama atau diperuntukkan khusus bagi produk tersebut yang diikuti dengan pembersihan yang cermat dan fumigasi dimana perlu. Pemasangan ulang label untuk produk sefalosporin dapat dilakukan mengikuti kondisi yang dipersyaratkan dalam butir 3.2 3.

pemeriksaan berkalaterhadapkehadiran zat-zatterapetik yang digunakan dalam proses di lingkungan sekitar daerah produksi.4. 3.4. dan menggunakan peralatan khusus untuk satu jenis produk dimana memungkinkan: pengurungan terhadap cemaran yang dipindahkan.7.5.5.6. 3.3.5.4.4. 3. Penerimaan bahan 3. » 3. 3. 3.Com . Kamar ganti-simpan pakaian berhubungan langsung dengan daerah pengolahan tetapi letaknya terpisah. menyiapkan dan memberi perlindungan terhadap peralatan produksi.5.4.4.5. Karantina barang masuk 16 IlmuFarmasi. Disediakan ruang terpisah untuk membersihkan alat yang dapat dipindah-pindahkan dan ruangan untuk menyimpan bahan pembersih. 3. dan penyaring udara yang memadai. Toilet tidak terbuka langsung ke daerab produksi dan dilengkapi dengan ventilasi yang baik.8.4.4.7. Fasilitas pengendali udara untuk produksi obat sitotoksik hendaklah tepat. Kegiatan pengolahan bahan bagi produk bukan obat dipisahkan dari ruang produksi obat.4. Hewan ditempatkan dalam gedung terpisah.4.6.1.4. atau setidak-tidaknya dalam ruang yang terisolasi dengan baik.4.4. bersamaan dengan pengendalian udara yang disirkulasi kembali.4. kegiatan produksi dilakukan dalam ruang proses bertekanan negatif dengan ruang penyangga bertekanan relatif lebih tinggi. Untuk kegiatan-kegiatan berikut diperlukan daerah tertentu: 3. Dalam hal hanya beberapa gram bahan aktif yang diproses.4. kegiatan produksi dapat dilakukan dalam ruang proses bertekanan positif relatif terhadap tekanan atmosfir dengan ruang penyangga bertekanan lebih tinggi danpada ruang proses: dalam jumlah yang banyak. penggantian pakaian kerja dan dekontaminasi wadah dan barang lain yang digunakan sebelum barang-barang tersebut dikeluarkan dari ruang isolasi: pencucian terpisah untuk pakaian yang tercemar. 3.9. 3.4. dan melakukan validasi prosedurpembersihan 3. dilakukan melalui sistem ruang penyangga udara. 3.10.3.4.2.

5.5.9.2. Penyimpananbahanawal Penimbangan dan penyerahan Pengolahan Penyimpanan produk ruahan Pengemasan Karantinaobatjadi selama menunggu pelulusan akhir Penyimpanan obat j adi Pengiriman barang Laboratorium Pencucianperalatan 3. bebas dari keretakan dan sambungan terbuka serta mudah dibersihkan. 3. 3.5.12. 3.11. kelembaban dan 3. 3. 3. 3. 3. 3.5.6. 3.7.6. Lantai di daerah pengolahan hendaklah dibuat dari bahan kedap air.7. Bangunan hendaklah mendapat penerangan yang efektif dan mempunyai ventilasi dengan fasilitas pengendali udara (termasuk suhu. Ruang-ruang terpisah diperlukan bagi kegiatan-kegiatan berikut: Pembukaan kemasan komponen Pencucian peralatan serta wadah Pengolahan Pengisian dan penutupan wadah langsung Ruang penyangga udara yang menghubungkan ruang ganti pakaian dengan ruang pengisian.9.6. lantai dan langit-langit) hendaklah licin..6.Com . permukaannya rata dan memungkinkan pembersihan secara cepat dan efisien. 3. 3.4.6.5. 3. 3. Dinding hendaklah juga kedap air dan memiliki permukaan yang mudah dicuci.5.5.3.5. lantai dan langit-langit dalam daerah-daerah kritis hendaklah berbentuk lengkungan. 3.5.10. Sudut-sudut antara dinding. 3.6.8. Daerah pengolahan produk steril hendaklah dipisahkan dari daerah produksi lain serta dirancang dan dibangun secara khusus.1. 17 IlmuFarmasi.6.8.10.6.4. Penggantian pakaian steril sebelum memasuki ruang steril.5. Saluran terbuka hendaklah sedapat mungkin dicegah tetapi bila diperlukan hendaklah cukup dangkal untuk memudahkan pembersihan dan desinfeksi.3. Permukaan bagian dalam ruangan (dinding.6. 3.5. Saluran air limbah hendaklah cukup besar dan mempunyai bak kontrol serta ventilasi yang baik.3. 3. dan bila perlu mudah didesinfeksi. Lobang pemasukan dan pengeluaran udara serta pipa-pipa dan salurannya hendaklah dipasang sedemikian rupa untuk mencegah timbulnya pencemaran terhadap produk. 3.5.

3. laboratorium. Instalasi seperti ini sedapat mungkin dipasang di luar daerah pengolahan. Pipa. hendaklah dirawat agar senantiasa dalam keadaan bersih dan rapi.1. Daerah penyimpanan hendaklah cocok untuk melaksanakan pemisahan bahan dan produk yang dikarantina secara efektif.14. bahan mudah-meledak dan bahan yang sangat beracun. 3. gudang. misalnya suhu. Gudang penyimpanan hendaklah ditata sedemikian rupa untuk memungkinkan pemisahan yang efektif dan teratur terhadap berbagai kelompok bahan yang disimpan serta untuk memudahkan perputaran persediaan. bersih dan teratur.16. 3. 3. terang serta ditata dan dilengkapi sedemikian rupa untuk memungkinkan penyimpanan bahan dan produk dalam keadaan kering. 3. fiting lampu. pipa dan saluran udara di dalam ruangan hendaklah dicegah.11. 3.penyaring) yang sesuai untuk kegiatan dalam bangunan maupun dengan lingkungan sekitarnya. Daerah khusus dan terpisah hendaklah tersedia untuk penyimpanan bahan mudah-terbakar.3. 3. titik ventilasi dan instalasi lain di daerah produksi hendaklah dipasang sedemikian rupa untuk menghindarkan terbentuknya ceruk yang tidak dapat dibersihkan. Bila diperlukan hendaklah disediakan sarana gudang dengan kondisi khusus.13. Pipa-pipa yang terpasang di dalam ruangan tidak boleh menempel di dinding tetapi diganrungkan dengan menggunakan siku-siku padajarakcukup untuk memudahkan pembersihan.15. Gudang penyimpanan bahan hendaklah cukup luas. Apabila tidak terhindarkan. Pemasangan tulang atap. Tenaga listrik hendaklah memadai untuk menjamin kelancaran fungsi peralatan produksi dan laboratorium. gang dan daerah sekeliling gedung. Seluruh bangunan.12. 18 IlmuFarmasi. 3. Kondisi bangunan hendaklah diperiksa secara teratur dan dilakukan perbaikan dimana perlu. maka suatu prosedur tetap dan penjadwalan khusus mengenai pembersihan pasangan tersebut hendaklah dibuat dan diikuti.16.2.Com . 3. narkotika dan obat berbahaya lain serta untuk produk dan bahan yang ditolak. termasuk daerah produksi.16.16. Perhatian khusus perlu diberikan untuk menjamin agar perbaikan gedung atau kegiatan perawatannya tidak akan mengakibatkan pengaruh negatif terhadap produk. kelembaban dan keamanan tertentu.

16. ditarik kembali atau dikembalikan.5. Peraturan hendaklah dibuat untuk menjamin bahwa pintu tersebut hanya digunakan dalam situasi darurat. Pintu yang membuka langsung ke lingkungan luar dari ruang produksi seperti pintu bahaya kebakaran hendaklah selalu ditutup rapat untuk mencegah masuknya cemaran. Penyimpanan hendaklah ditata sedemikian rupa sehingga masingmasing label yang berbeda demikian pula bahan cetak lain. Pintu-pintu di dalam gedung yang difungsikan sebagai perintang terhadap kontaminasi silang hendaklah selalu dalam keadaan tertutup apabila sedang tidak digunakan. Hendaklah disediakan tempat penyimpanan terpisah bagi barangbarang yang ditolak. 3.17. 19 IlmuFarmasi.4.Com . tersimpan terpisah untuk mencegah terjadinya pencampuran.3. 3.16.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk suatu tujuan khusus. atau karenaperbaikan. modifikasi atau adaptasi yang salah. 4. tidak boleh bersentuhan langsung dengan bahan yang diolah karena hal ini dapat merubah identitas.1.1. 4. produk ruahan atau obat jadi.4. serta untuk memudahkan pembersihan dan perawatannya. seperti pelumas atau pendingin. Semua peralatan yang dipakai dalam pengolahan bahan kimia yang mudah terbakar. sehingga mutu yang dirancang bagi tiap produk obat terjamin secara seragam dari bets ke bets. Penyaring yang mengandung asbes tidak boleh digunakan walaupun penyaring khusus yang tidak melepas serat digunakan sesudahnya. bahan antara. Rancang-bangun dan Konstruksi Rancang-bangun dan konstruksi peralatan hendaklah memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: 4. 4.1.1. 4. menetesnya zat pelumas dan karenahal lain yang sejenis. yang dapat mengubah identitas. misalnya karena bocornya katup. produk ruahan atau obat jadi tidak boleh bereaksi. Peralatan hendaklah dapat dibersihkan dengan mudah. 4. 4. produk antara.Com . mengukur.1.5. mutu atau kemurniannya di luar batas yang telah ditentukan.2. Peralatan tidak boleh menimbulkan akibat yang merugikan terhadap produk.1. atau ditempatkan di daerah dimana digunakan bahan yang mudah terbakar. ukuran yang memadai serta ditempatkan dengan tepat.1. mutu atau kemurnian bahan baku.7. PERALATAN Peralatan yang digunakan dalam pembuatan obat hendaklah memiliki rancang-bangun dan konstruksi yang tepat. 4. Hasil pemeriksaan dan kalibrasi hendaklah dicatat dan catatan tersebut disimpan dengan baik.4. baik bagian dalam maupun bagian luar. Penyaring untuk cairan tidak boleh melepaskan serat ke dalam produk.1.1.3. 20 IlmuFarmasi. menguji dan mencatat hendaklah diperiksa ketelitiannya secara teratur serta dikalibrasi menurut suatu program dan prosedur yang tepat. mengadisi atau meng-absorbsi. hendaklah dilengkapi dengan perlengkapan elektris yang kedap eksplosi serta dibumikan dengan sempurna. Permukaan peralatan yang bersentuhan dengan bahan baku. pemeliharaan.6. Peralatan yang digunakan untuk menimbang.

Semua ban mekanis terbuka dan kerekan hendaklah dilengkapi dengan pengaman. 4. Peralatan hendaklah ditempatkan dengan jarak yang cukup renggang dari peralatan lain untuk memberikan keleluasaan kerja dan memastikan tidak terjadinya campur-baur atau kekeliruan. Tiap peralatan utama hendaklah diberi nomor pengenal yang jelas.2.7. 4. Peralatan hendaklah dirawat menurut jadwal yang tepat agar tetap berfungsi dengan baik dan mencegah terjadinya pencemaran yang dapat merubah identitas. udara bertekanan atau hampa udara hendaklah dipasang sedemikian rupa sehingga mudah dicapai selama kegiatan berlangsung.2. ventilasi. udara bertekanan dan gas hendaklah divalidasi untuk memastikan bahwa sistem-sistem tersebut senantiasa berfungsi sesuai dengan tujuannya. 4.6. 4. pemurnian air.2. selubung pipa uap atau pipa pendingin hendaklah diberi isolasi yang baik untuk mencegah kemungkinan terjadinya cacat dan memperkecil kehilangan energi. 4.3. kecuali bila alat tersebut hanya digunakan untuk satu jenis produk saja.2.4. Saluran pipa ke alat yang menggunakan uap bertekanan hendaklah dilengkapi dengan perangkap uap dan saluran pembuangan yang berfungsi dengan baik. 4. pengatur suhu udara. 4.3.4. Sistem-sistem penunjang seperti sistem pemanas.3. Nomor pengenal ini akan dipakai pada semua perintah dan catatan pembuatan bets untuk menunjukkan unit atau alat tertentu yang dipakai pada proses pembuatan tertentu untuk bets yang bersangkutan.2.2. mutu atau kemurnian produk.8. 21 IlmuFarmasi.2. Prosedur-prosedur tertulis untuk perawatan peralatan hendaklah dibuat dan dipatuhi.1. uap. Pemeliharaan 4.3. 4.2. Saluran air.1. Semua pipa.Com .2. tangki. Peralatan hendaklah ditempatkan sedemikian rupa untuk memperkecil kemungkinan pencemaran silang antar bahan di daerah yang sama.2. air minum. Pemasangan dan Penempatan 4. 4. uap.2. Saluran ini hendaklah diberi label atau tanda yang jelas agar mudah dikenali.5. penyulingan air.

waktu. kekuatan dan nomor setiap bets atau lot yang diolah dengan peralatan yang bersangkutan.Com .3.3. Catatan mengenai pelaksanaan pemeliharaan dan pemakaian suatu peralatan utama hendaklah dicakup dalam buku catatan harian yang menunjukkan tanggal. Catatan untuk peralatan yang digunakan khusus untuk satu produk saja dapat dimasukkan ke dalam catatan produksi bets produk tertentu. produk. 22 IlmuFarmasi.4.

Pakaian seragam yang kotor hendaklah disimpan dalam wadah tertutup sampai saat pencucian. Hendaklah dihindarkan persentuhan langsung antara tangan dengan bahan baku. 5. hendaklah disimpan terpisah dalam wadah tertutup sampai saat pencucian. hendaklah dilarang menangani bahan baku. bahan pengemas. 5. 5. bahan produksi serta wadahnya. Semua karyawan hendaklah menjalani pemeriksaan kesehatan. yang dapat dipakai kembali.1.4. produTc antara dan produk ruahan.1. karyawan hendaklah mengenakan pakaian pelindung badan yang bersih termasuk penutup rambut yang bersih sesuai dengan tugas yang mereka laksanakan. baik sebelum diterima menjadi karyawan maupun selama bekerja. Tiap karyawan yang pada suatu ketika mengidap suatu penyakit atau menderita suatu luka terbuka yang dapat merugikan kualitas produk. Semua karyawan hendaklah diperintahkan dan didorong untuk mela-porkan kepada atasannya langsung tiap keadaan (pabrik.1. 5.5. dan setiap hal yang dapat merupakan sumber pencemaran produk.Com . Semua karyawan hendaklah menerapkan higiene perorangan yang baik. SANITASI DAN HIGIENE Tingkat sanitasi dan higiene yang tinggi hendaklah diterapkan pada setiap aspek pembuatan obat.1. Kain lap pembersih yang kotor. bahan yang sedang dalam proses dan obat jadi sampai dia sembuh kembali. Untuk keamanan sendiri dan untuk menjamin perlindungan produk dari pencemaran. peralatan atau personalia) yang menurut penilaian mereka dapat merugikan produk. peralatan dan perlengkapan.1.3.1. Ruang lingkup sanitasi dan higiene meliputi personalia. Sumber pencemaran hendaklah dihilangkan melalui suatu program sanitasi dan higiene yang menyeluruh dan terpadu.6.1.1. bangunan. Semua karyawan yang berhubungan dengan proses pembuatan hendaklah memperhatikan tingkat higiene perorangan yang tinggi. 5.5. Hendaklah mereka dilatih mengenai penerapan higiene perorangan. 5. 23 IlmuFarmasi. Karyawan yang bertugas sebagai pemeriksa visual hendaklah menjalani pemeriksaan mata secara berkala.2. Personalia 5.

5.1.7.

Hanya petugas yang berwenang sajalah yang diperbolehkan memasuki bangunan dan fasilitas yang dinyatakan sebagai daerah terbatas. 5.1.8. Karyawan hendaklah diinstruksikan supaya mencuci tangan sebelum memasuki daerah produksi. Untuk tujuan itu perlu dipasang poster yang sesuai. 5.1.9. Merokok, makan, minum, mengunyah, meletakkan tanaman atau menyimpan makanan, minuman, bahan untuk merokok dan obat pribadi hanya diperbolehkan di daerah tertentu dan dilarang dalam daerah produksi, laboratorium, daerah gudang dan daerah lain yang mungkin merugikan mutu produk. 5.1.10. Prosedur higiene perorangan termasuk persyaratan untuk mengenakan pakaian pelindung hendaklah diberlakukan bagi semua orang yang memasuki daerah produksi. baik bagi mereka yang bekerja tetap ataupun sementara maupun bagi non-karyawan yang berada di daerah perusahaan, misalnya karyawan kontraktor, pengunjung, staf pimpinan perusahaan dan inspektur. 5.1.11. Persyaratan khusus untuk pembuatan obat steril dicakup dalam butir 6.8.8. dan 6.8.9. 5.2. Bangunan 5.2.1. Gedung yang digunakan untuk pembuatan obat hendaklah dirancang dan dibangun dengan tepat untuk memudahkan pelaksanaan sanitasi yang baik. Hendaklah tersedia dalam jumlah yang cukup toilet dengan ventilasi yang baik dan tempat cuci bagi karyawan yang letaknya mudah dicapai dari daerah kerja. Hendaklah disediakan fasilitas yang memadai untuk penyimpanan pakaian karyawan dan milik pribadinya di tempat yang tepat. Bakpencuci hendaklah ditempatkan di luar daerah stertf. Bila dipasang di dalam daerah steril, hendaklah mutunya layak dan dilengkapi dengan suatu sistem yang mencegah terjadinya luapan air dan air yang dialirkan ke bak pencuci setidak-tidaknya bermutu air minum. Penyiapan, penyimpanan dan konsumsi makanan serta minuman hendaklah dibatasi di daerah khusus, misalnya ruang makan. Fasilitas ini hendaklah memenuhi standar kebersihan. Sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk. Sampah hendaklah dikumpulkan di dalam wadah yang sesuai untuk dipindahkan ke tempat

5.2.2.

5.2.3. 5.2.4.

5.2.5.

5.2.6.

24

IlmuFarmasi.Com

penampungan di luar bangunan dan sering dibuang secara aman dan mengindahkan persyaratan kebersihan. 5.2.7. Rodentisida, insektisida, bahan fumigasi dan bahan pembersih tidak boleh mencemari peralatan, bahan baku, bahan pengemas, bahan dalam proses ataupun obat jadi. 5.2.8. Hendaklah ada prosedur tertulis yang menunjukkan penanggungjawab sanitasi serta menguraikan dengan cukup rinci mengenai jadwal, metoda, peralatan dan bahan pembersih yang harus digunakan maupun fasilitas-fasilitas yang harus dibersihkan. Prosedur tertulis ini hendaklah dipatuhi. 5.2.9. Persyaratan khusus untuk pembuatan obat steril dicakup dalam butir 6.8.11. 5.3. Peralatan 5.3.1. Setelah digunakan, peralatan hendaklah dibersihkan baik bagian luar maupun bagian dalam sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, serta dijaga dan disimpan dalam kondisi yang bersih. Sebelum dipakai, kebersihannya diperiksa lagi untuk memastikan bahwa seluruh produk atau bahan dari bets sebelumnya telah dihilangkan. 5.3.2. Pembersihan dengan cara vakum atau carabasah lebih dianjurkan. Udara bertekanan dan sikat hendaklah digunakan dengan hati-hati dan sedapat mungkin dihindari karena menambah resiko pencemaran produk. 5.3.3. Pembersihan dan penyimpanan peralatan yang dapat dipindahpindahkan dan penyimpanan bahan pembersih hendaklah dilakukan dalam ruangan yang terpisah dari ruangan pengolahan. 5 3.4. Prosedur tertulis yang cukup rinci untuk pembersihan dan sanitasi peralatan dan wadah yang digunakan dalam pembuatan obat hendaklah dibuat serta ditaati. Prosedur ini hendaklah dirancang dengan tepat agar pencemaran peralatan olah bahan pembersih dan sanitasi dapat dicegah. Prosedur ini sekurang-kurangnya meliputi penganggungjawab pembersihan, jadwal, metode, peralatan dan bahan yang dipakai dalam pembersihan serta metode pembongkaran dan perakitan kembali peralatan yang mungkin diperlukan untuk memastikan terlaksananya pembersihan yang cermat. Jika perlu prosedur juga meliputi sterilisasi peralatan, penghilangan identifikasi bets sebelumnya serta perlindungan peralatan yang telah bersih terhadap pencemaran sebelum digunakan.

25

IlmuFarmasi.Com

5.3.5. Catatan mengenai pelaksanaan pembersihan, sanitasi, sterilisasi dan inspeksi sebelum penggunaan peralatan hendaklah disimpan. 5.4. Kualifikasi dan Validasi Prosedur Sanitasi dan Higiene Prosedur sanitasi dan higiene hendaklah divalidasi dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa hasil penerapan prosedur yang bersangkutan cukup efektif dan selalu memenuhi persyaratan.

26

IlmuFarmasi.Com

hendaklah memenuhi spesifikasi bahan awal yang sudah ditetapkan dan diberi label dengan namayang dinyatakan dalam spesifikasi. BahanAwal 6.4.1. kode atau nama yang tidak resmi tidak boleh digunakan. kecocokan sebagian atau keseluruhan terhadap spesifikasi dapat diakui dengan adanya sertifikat analisis bahan awal yang bersangkutan yang dikuatkan dengan pemastian identitas yang dilakukan sendiri.1. tanggal diluluskan dan tanggal daluwarsa bila ada. 6. Untuk setiap kiriman atau bets bahan awal hendaklah diberi nomor rujukan yang akan menunjukkan identitas kiriman bahan atau bets yang bersangkutan selamapenyimpanan atau pengolahan. 6. Singkatan. Pada saat penerimaan terhadap setiap kiriman hendaklah dilakukan pemeriksaan secara visual tentang kondisi umum. pengeluaran dan sisabahan hendaklah dicatat. keutuhan kemasan.1. nomor bets atau lot. tanggal penerimaan atau pengeluaran. termasuk laporan analisis. Contoh tersebut hendak lah diuji terhadap spesifikasi bahan awal yang bersangkutan.Com . Catatan tersebut hendaklah meliputi keterangan mengenai persediaan. 6.6. sebelum dinyatakan lulus untuk digunakan. Untuk tujuan pengambilan contoh.1. Nomor ini hendaklah jelas tercantum pada label wadah untuk memungkinkan segera diperolehnya catatan yang memberi keterangan rinci yang lengkap tentang bahan yang hendak diperiksa.2. Dalam keadaan tertentu.3. kebocoran dan k'erusakan. PRODUKSI Produksi hendaklah dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan yang dapat menjamin senantiasa menghasilkan obat jadi yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan.1. dan contoh untuk pengujian diambil oleh petugtis dengan menggunakan metode yang telah disetujui oleh manajer pengawasan mutu. 27 IlmuFarmasi.1. pengujian dan pelulusan bets yang berbeda yang berasal dari satu kiriman hendaklah dianggap sebagai bets yang terpisah. Semua pemasukan. Setiap bahan awal. 6.

6.1.5.

Hendaklah diambil langkah yang menjamin bahwa semua kemasan pada suatu kiriman mengandung bahan awal yang benar, dan melakukan pengamanan terhadap kemungkinan kesalahan penandaan wadah oleh pemasok. Kiriman bahan awal hendaklah ditahan di karantina, sampai disetujui dan diluluskan untuk dipakai oleh manajer pengawasan mutu.

6.1.6.

6.1.7. Label yang menunjukkan status bahan awal hanyaboleh dipasang oleh petugas yang ditunjuk oleh penanggungjawab bagian pengawasan mutu. Untuk mencegah kekeliruan, label tersebut hendaklah berbeda dengan label yang digunakan oleh pemasok misalnya dengan mencantumkan nama atau logo perusahaan. Bila status bahan mengalami perubahan, maka label penunjuk status juga harus dirubah. 6.1.8. Persediaan bahan awal hendaklah diperiksa dalam selang waktu tertentu untuk meyakinkan bahwa wadahnya tertutup rapat, bertanda yang benar dan dalam kondisi yang baik. Terhadap bahan tersebut hendaklah dilakukan pengambilan contoh dan uji ulang setiap selang waktu tertentu sebagaimana disebut dalam spesifikasi bahan awal. Pelaksanaan pengambilan contoh ulang hendaklah diawali dengan pemasangan label pengujian ulang dan/atau menggunakan sistem dokumentasi lain yang samaefektifnya. Bahan awal yang dapat mengalami kerusakan oleh pengaruh suhu hendaklah disimpan dalam ruangan yang suhu udaranya diatur.

6.1.9.

6.1.10. Bahan awal yang cenderung menjadi rusak atau turun potensinya atau aktifitasnya selama dalam penyimpanan seperti misalnya antibiotika, beberapa vitamin dan enzim, hendaklah dinyatakan batas umurnya. 6.1.11. Pengeluaran bahan awal untuk pemakaian hendaklah dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan tata-cara yang sudah disetujui. Catatan mengenai persediaan bahan hendaklah disimpan dengan baik agar perujukan persediaan dapat dilakukan. 6.1.12. Hendaklah tersedia daerah penyerahan yang terpisah yang dilengkapi dengan baik untuk mencegah pencemaran silang. Mungkin diperlukan tempat dengan perlengkapan khusus untuk menimbang bahan yang dapat menimbulkan sensitisasi atau yang bertoksisitas tinggi atau bahan seperti hormon, sitotoksik dan antibiotika tertentu. 6.1.13. Alat timbang dan alat takar hendaklah diperiksa secara teratur untuk membuktikan bahwa kapasitas, ketelitian dan ketepatannya memenuhi

28

IlmuFarmasi.Com

persyaratan sesuai dengan jumlah bahan yang akan ditimbang atau ditakar. 6.1.14. Semua bahan awal yang tidak memenuhi syarat hendaklah ditandai secarajelas, disimpan terpisah dan secepatnya dimusnahkan atau dikembalikan pada pemasok. 6.2. Validasi Proses 6.2.1. Semua prosedur produksi hendaklah divalidasi dengan tepat. Validasi hendaklah dilaksanakan menurut prosedur yang telah ditentukan dan catatan hasilnya hendaklah disimpan. Luas serta tingkat validasi yang dilakukan tergantung dari sifat dan kerumitan produk dan proses yang bersangkutan. Program dan dokumentasi validasi hendaklah membuktikan kecocokan bahan yang dipakai, keandalan peralatan dan sisteni serta kemampuan petugas pelaksana. 6.2.2. Sebelum suatu Prosedur Pengolahan Induk diterapkan, hendaklah dilakukan langkah untuk membuktikan bahwa prosedur bersangkutan cocok untuk pelaksanaan produksi rutin, dan bahwa proses yang telah ditetapkan dengan menggunakan bahan dan peralatan yang telah ditentukan, akan senantiasa menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. 6.2.3. Perubahan yang berarti dalam proses, peralatan atau bahan hendaklah disertai dengan tindakan validasi ulang, untuk menjamin bahwa per ubahan tersebut akan tetap menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. 6.2.4. Proses dan prosedur hendaklah secara rutin dievaluasi kembali dengan kritis untuk memastikan bahwa proses dan prosedur ini tetap mampu memberikan hasil yang diinginkan. 6.3. Pencemaran Pencemaran kimiawi atau mikroba terhadapjsuatu obat yang dapat merugikan kesehatan atau mengurangi dayaterapetik atau naempengaruhi kualitas suatu produk tidak dapat diterima. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada masalah pencemaran silang, karena sekalipun sifat dan tingkatannya tidak berpengaruh langsung kepada kesehatan, hal ini menunjukkan pelaksanaan pembuatan obat yang tidak sesuai dengan CPOB. 6.4. Sistem Penomoran Bets dan Lot 6.4.1. Suatu sistem yang menjabarkan carapenomoran bets dan lot secara rinci diperlukan untuk memastikan bahwa produk antara, produk

29

IlmuFarmasi.Com

ruahan atau obat jadi suatu bets atau lot dapat dikenali dengan nomor bets atau lot tertentu. 6.4.2. Sitem penomoran bets dan lot yang digunakan pada tingkat pengolahan dan tingkat pengemasan selanjutnya hendaklah saling berkaitan. 6.4.3. Sistem penomoran bets dan lot hendaklah dapat menjamin bahwa nomor bets atau lot yang sama tidak digunakan secara berulang. 6.4.4. Pemberian nomor bets atau lot yang dialokasikan hendaklah segera dicatat dalam suatu buku catatan harian. Catatan mencakup tanggal pemberian nomor, identitas produk dan besarnya bets atau lot yang bersangkutan. 6.5. Penimbangan dan Penyerahan 6.5.1. Penimbangan. atau penghitungan dan penyerahan bahan baku, bahan pengemas. produk antara dan produk ruahan dianggap suatu bagian dari siklus produksi dan memerlukan dokumentasi dan rekonsiliasi yang lengkap. Pengawasan terhadap pengeluaran bahan dan produk tersebut di atas untuk diproduksi adalah sangatpenting. 6.5.2. Metode penanganan. penimbangan, penghitungan dan penyerahan bahan baku. bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan hendaklah tercakup dalam prosedur tertulis. 6.5.3. Semua pengeluaran bahan baku, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan termasuk tambahan bahan di luar yang telah diserahkan semula, hendaklah didokumentasikan. 6.5.4. Bahan baku. bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan yang boleh diserahkan hanyalah yang telah diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. 6.5.5. Untuk menghindari pencampur-bauran, pencemaran silang dan kehilangan identitas, bahan baku, produk antara dan produk ruahan yang boleh ditempatkan dalam daerah penyerahan hanyalah yang diperlukan untuk suatu bets tertentu saja. Setelah penimbangan, penyerahan dan penandaan, bahan baku, produk ruahan dan produk antara hendaklah diangkut dan disimpan secara tepat sehingga keutuhannya tetap terjaga sampai saat pengolahan berikutnya. 6.5.6. Untuk menghindari pencampur-bauran, hanya satu jenis bahan cetakan tertentu saja yang diperbolehkan diletakkan di tempat penandaan pada saat yang sama. Antara tempat-tempat penandaan hendaklah ada sekat pemisah yang memadai.

30

IlmuFarmasi.Com

Semua peralatan yang digunakan dalam pengolahan hendaklah diperiksa sebelum digunakan. 6.6.5.5. Bahan baku steril hendaklah ditimbang dan diserahkan dalam daerah steril. 6. Pengembalian 6. ketepatan dan ketelitian alat timbang dan alat ukur yang digunakan hendaklah sesuai dengan jumlah bahan yang ditimbang atau diukur. ketepatan identitas dan jumlah bahan yang ditimbang dan diukur oleh dua petugas secara terpisah. produk antara dan produk ruahan yang diserahkan hendaklah diperiksa ulang kebenarannya dan ditandatangani oleh supervisor produksi sebelum diserahkan ke bagian produksi.1. 6. Kebersihan tempat penimbangan dan penyerahan hendaklah dijaga. produk antara dan produk ruahan yang dikembalikan ke tempat penyimpanan hendaklah didokumentasikan dan dirujuksesuaikan dengan baik. Sebelum pengolahan dimulai hendaklah ditempuh langkah yang menjamin bahwa daerah pengolahan dan peralatan bebas dari bahan.5. 6.9. bahan pengemas. 6. 31 IlmuFarmasi.8. Semua bahan baku. produk antara dan produk ruahan tidak boleh dikembalikan ke gudang.5. Pengolahan 6. 6.Com .6.1.7. produk atau dokumen yang tidak diperlukan untuk pengolahan yang bersangkutan. Semua bahan yang dipakai dalam pengolahan hendaklah diperiksa lebih dahulu sebelum digunakan.12.10. Bahan baku.2. Penimbangan dan penyerahan hendaklah menggunakan peralatan yang cocok dan bersih. Bahan baku.6.7. Sebelum dilakukan penimbangan hendaklah dilakukan pemeriksaan terhadap kebenaran penandaan bahan baku termasuk label pelulusan dari bagian pengawasan mutu.2. Kapasitas.7. Kondisi daerah pengolahan hendaklah dipantau dan dikendalikan sampai tingkat yang disyaratkan untuk kegiatan yang akan dilakukan.3.11.7. Untuk setiap penimbangan atau pengukuran hendaklah dilakukan pembuktian kebenaran. bahan pengemas. Peralatan hendaklah dinyatakan bersih secara tertulis sebelum digunakan. kecuali bila memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.7. 6.6. 6.5. 6. 6.5.

6.7. Wadah dan penutup yang dipakai untuk bahan yang akan diolah.7.1. Semua produk antara atau produk ruahan harus diberi label yang tepat dan dikarantina. yang dapat mengijinkan pelulusan untuk pengolahan selanjutnya. 6. untuk produk antara dan produk ruahan.7. Penanganan bahan dan produk kering menimbulkan masalah pengendalian debu dan pencemaran silang. seluruh label atau tanda-tanda sebelumnya yang tidak sesuai hendaklah disingkirkan atau dihapus dengan sempurna. Bila ada penyim pangan yang berarti hendaklah diambil tindakan untuk mencegah pelulusan atau pengolahan lanjutan dari bets tersebut sampai diperoleh penjelasan yang memadai. 6. Semua kegiatan pengolahan hendaklah dilaksanakan mengikuti prosedur tertulis yang telah ditentukan. hendaklah diberi label yang tepat yang menyatakan tahap pengolahannya.7.7. sampai diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. 6. 32 IlmuFarmasi. Bahan dan Produk Kering 6. Hasil nyata dari setiap tahap proses bets yang dibuat hendaklah dicatat dan dicocokkan terhadap hasil teoritisnya. Sistem penghisap udara yang efektif hendaklah dipasang dengan letak lubang pembuangan yang tepat untuk men cegah pencemaran terhadap produk atau proses lain. hendaklah bersih. Semua wadah dan peralatan yang berisi produk antara. Sebelum label ini dipasang. dengan sifat dan jenis yang tepat untuk melindungi produk dan bahan terhadap pencemaran atau kerusakan.4. 6.6.7.8. 6. Untuk mengatasinya diperlukan perhatian khusus dalam rancangbangun. Untuk menangani bahan berdebu sedapat mungkin diterapkan suatu sistem pembuatan tertutup yang mencegah penyebaran debu atau metode lainnya yang sesuai 6.Com .7.9.10.7. Dalam seluruh tahap pengolahan perhatian utama hendaklah diberikan pada masalah pencemaran silang. harus dicatat dengan teliti pada saat pengolahan dilakukan. Tiap penyimpangan hendaklah dilaporkan dengan menyertakan alasan dan penjelasan.5.7.11. 6.11. pemeliharaan serta penggunaan sarana dan peralatan. 6.7.11.2.7. Seluruh pengawasan selamaproses seperti yang disyaratkan.

alu tablet dan lesung tablet hendaklah selalu diperiksa terhadap adanya keausan atau kerusakan sebelum dan setelah pemakaian. gelas atau kayu. 6.Com . Ayakan. Pencampuran dan Granulasi 6.7. Parameter operasional yang kritis (misalnya waktu. dan dipantau selama proses berlangsung serta dicatat dalam catatan bets. saringan. 6.7.7. Pemakaian alat penghilang debu pada tablet dan kapsul sangat dianjurkan.12. alat penghitung atau wadah produk ruahan. Padabeberapa produk yang berisiko tinggi atau yang dapat menimbulkan kepekaan. Pemakaian peralatan gelas sedapat mungkin dihindarkan. 6. 6.4. Mesin pencampur. Pencetakan tablet 6. Kantung penyaring yang dipasang pada mesin pengering pusar-beliung tidak boleh dipakai untuk produk yang berlainan tanpapencucian lebih dahulu.1. 6.2. Hendaklah diperhatikan jangan sampai ada tablet atau kapsul tertinggal di dalam peralatan. 6. hendaklah digunakan kantong penyaring khusus bagi masing-masing produk.12. kecuali bila bekerja dengan sistem tertutup. Tindakan pengamanan diperlukan ilntuk mencegah pencemaran silang oleh debu yang-keluar dari pengering tersebut. 12. suhu) bagi setiap proses pencampuran. pengayak dan pengaduk hendaklah dilengkapi dengan sistem pengendali debu. pengadukan dan pengeringan hendaklah tercantum dalam Dokumen Produksi Induk.Sistem penyaringan atau sistem lain yang sesuai hendaklah dipasang untuk menahan debu.11.13.3.7.3.7.1.12. 6.12. Udara yang masuk ke dalam alat pengering ini hendaklah disaring. kecepatan. Pembuatandanpenggunaan larutandansuspensihendaklah dilaksanakan sedemikian rupa sehingga risiko pencemaran atau pertumbuhan mikroba dapat dicegah.7.7.13. Mesin pencetak tablet hendaklah dilengkapi dengan fasilitas pengendali debu yang efektif dan ditempatkan sedemikian 33 IlmuFarmasi. Perhatian khusus hendaklah diberikan untukmelindungi produk terhadap pencemaran oleh serpihan logam.11.4.7.7.

13.13. 6. 6.7.5 berlaku juga untuk pengisian kapsul keras. Pengisian Kapsul Keras 6. Tablet yang diambil dari ruang pencetakan tablet untuk keperluan pengujian atau keperluan lain tidak boleh dikembalikan lagi ke dalam bets yang bersangkutan.7.1.1. regas atau terkena pengaruh kelembaban.2.7.7. Tiap mesin hendaklah ditempatkan dalam ruangan terpisah kecuali apabila mesin tersebut membuat produk yang sama Mesin yang dilengkapi dengan sistem pengendali udara yang tertutup boleh ditempatkan dalam ruangan tanpa pemisah Untuk mencegah terjadinya campur aduk antar granul maupun tablet. prosedural maupun penandaan. rupa untuk menghindari campur aduk antar produk.15. 6. Persyaratan pada butir 6.7. 6.7. 6. Dokumentasi mengenai pembuatan dan pemakaiannya hendakl ah dibuat.2.13. 6.7.6.13.4.7.2. Tablet yang ditolak atau yang disingkirkan hendaklah ditempatkan dalam wadah yang ditandai dengan jelas mengenai statusnya dan jumlahnya dicatat pada Catatan Pengolahan Bets.7. Hendaklah selalu tersedia alat timbang yang teliti dan telah dikalibrasi untuk dipakai dalam pemantauan berat tablet yang sedang dalam proses.1 sampai 6. 6.14. Udara yang dialirkan ke dalam panci penyalut untuk pengeringan hendaklah disanng dan memiliki mutu yang tepat. perlu dilakukan pengendalian baik secara fisik.13.14. Larutan penyalut dibuat dan digunakan dengan cara yang dapat menekan seminimal mungkin risiko pertumbuhan mikroba.15.5.Com .13.14. semua alu tablet dan lesung tablet tersebut harus diperiksa terhadap adanya keausan dan kesesuaiannya terhadap spesifikasi. 34 IlmuFarmasi.7. Kapsul kosong hendaklah dianggap dan diperlakukan sebagai bahan awal.6.3.15. Kapsul kosong ini hendaklah disimpan dalam kondisi yang dapat mencegahnya menjadi kering. Setiap kali sebelum dipakai. Catatan mengenai pemakaiannya hendaklah disimpan. Penyalutan 6.7.7.7.13. 6.

7.17.6. Baja taHan karat berkualitas tinggi adalah bahan pilihan untuk bagian peralatan yang bersentuhan dengan produk yang sedang diproses. Perhatian khusus hendakl ah diberikan untuk menghindarkan terjadinya campur-baur selama proses pemeriksaan.3. Tinta yang digunakan hendaklah tinta yang memenuhi persyaratan untuk bahan makanan.17.4. 35 IlmuFarmasi.16. Daerah produksi dimana produk dan juga wadah-wadah bersih tanpa tutup terpapar ke lingkungan hendaklah diventilasi secara efektif dengan udarayang disaring.7. 6. 6.7.3.1.1.7.7.17.17. Tindakan khusus hendaklah diberikan untuk menghindari campur-baur produk selama proses pemberian tanda pada tablet bersalut dan kapsul. Dalam merancang peralatan hendaklah diperhatikan agar tidak terdapat lekukan atau sambungan mati ('dead-legs') atau bagian-bagian di mana kotoran dapat terkumpul dan menumbuhkan mikroba. 6.Com . Apabila pada saat yang sama dilakukan pemberian tanda pada produk yang berbeda. krim dan salep hendaklah dibuat sedemikian rupa agar produk terlindung dari pencemaran mikroba dan pencemaran lain. pengerjaannya hendaklah dipisahkan. 6. 6. atau pada bets yang berbeda.2. pemilahan dan proses pengkilapan kapsul dan tablet bersalut. Pemberian Tanda Tablet Bersalut dan Kapsul 6.7. Kualitas kimiawi dan mikrobiologi air yang digunakan hendaklah ditetapkan dan selalu dipantau.16. Cairan. Produk berupa cairan. Air hendaklah memiliki bilangan kuman dalam batas ambang yang dapat diterima. 6.16.17. pipa dan pompa yang digunakan hendaklah dirancang dan dipasang sedemikian rupa sehingga memudahkan pembersihan dan sanitasi bila perlu. Krim dan Salep (Non-steril) 6.7. Sistem pembuatan dan pemindahan secara tertutup sangat dianjurkan.7.2. Peralatan tanki.7.16. wadah. Peralatan gelas sedapat mungkin dihindarkan penggunaannya.

6. 6. Apabilajaringanpipadigunakanuntukmengalirkanbahan baku atau produk ruahan.17. dan yang disterilkan dalam wadah akhir yang disebut 36 IlmuFarmasi.17.Com . 6. Perhatian hendaklah diberikan untuk mempertahankan homogenitas campuran.7. suspensi dan produk lain selama pengisian. 6. Jaringan pipa hendaklah dirancang dan dipasang dengan tepat sehinga mudah dibongkar dan dibersihkan. hendaklah diusahakan agar sistem tersebut mudah dibersihkan.9.5. 6.17. Sistem pengadaan air proses yang disanitasi dengan bahan kimia hendaklah divalidasi untuk memastikan bahan sanitasinya telah dibersihkan secara efektif. Produk Steril 6. Tongkat ini hendaklah dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dan tidak menyerap.7.8. Proses pencampuran dan pengisian hendaklah divalidasi. Hal ini banyak tergantung pada keterampilan. 6. 6.1.8. Perhatian hendaklah diberikan pada sistempemindahan bahan melalui pipa untuk memastikan bahan tersebutpindah ke tujuan yang tepat.6.8.17. Menurut cara produksi.7. sesudah penghentian dan pada akhir proses pengisian untuk memastikan produk selalu dalam keadaan homogen.17. Pengawasan dalam proses dalam pembuatan produk steril merupakan hal yang sangat penting.7.8.2. Produk steril hendaklah dibuat dengan pengawasan khusus dan memperhatikan hal-hal terinci dengan tujuan untuk menghilangkan pencemaran mikroba dan partikel lain. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada awal. Apabila produk ruahan tidak akan segera dikemas maka waktu paling lama produk boleh disimpan dan kondisi penyimpanan produk hendaklah ditetapkan dan diikuti.7. Ketelitian suatu sistem pengukur hendaklah diverifikasi. Dibandingkan dengan pembuatan obat jenis lain pembuatan obat steril memerlukan perhatian yang lebih besar. produk steril dapat digolongkan dalam dua kategori utama yaitu yang harus diproses dengan cara aseptik pada semua tahap. Tongkat pengukur hanyaboleh digunakan untuk wadah tertentu dan telah dikalibrasi untuk wadah yang bersangkutan. latihan dan sikap dari orang yang terjibat.7.

Ruang ini digunakan juga untuk persiapan komponeft dan pembuatan larutan. dalam pedoman disebut Ruang Kelas HI. Bilamungkin.4.6. juga sterilisasi akhir.Com .3.6. 6. 6 8.6. 6. Untuk mendapat keyakinan terhadap sterilisasi produk steril yang dibuat secara aseptik tanpa sterilisasi akhir diperlukan tindakan khusus. Ruang bersih yang digunakan untuk kegiatan bersih namun tidak harus kegiatan steril. produk steril hendaklah disterilisasi akhir.000 partikel berukuran 5 mikron atau lebih. Penghitungan rutin mikroba dalam ruangan hendaklah dilakukan sebelum dan selama proses pengolahan.000 partikel berukuran 0. Pembuatan produk steril memerlukan tiga kualitas ruangan yang berbeda: 6.1.5 mikron atau lebih. Untukmembuat produk steril diperlukan suatu ruangan terpisah yang khusus dirancang. Semua permukaan dalam daerah pengolahan hendaklah dirancang dengan tepat sehingga memudahkan kebersihan dan pembasmihamaan. tidak boleh mengandung lebih dari 3.8. Semuaproduk steril hendaklah dibuat pada kondisi yang terkendali dan dipantau dengan teliti.3.8.6. Ruang ganti pakaian dimana di satu daerah pakaian kerja pabrik ditanggalkan dan di daerah sebelahnya yang bersih pakaian pelindung steril dikenakan.5. Ruang ini.8. Memasuki ruangan ini hendaklah melalui suatu ruang penyangga udara atau jalan terusan lain yang sesuai. Ruangan hendaklah selalu bebas debu dan dialiri udara yang melewati saringan bakteri. 6. Saringan yang digunakan ini hendaklah diperiksa pada waktu pemasangan dan secara berkala. Produk yang akan disterilisasi akhir dapat diproses di ruang ini. Pelaksanaan proses akhir atau pengujian akhir tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya andalan untuk menjamin mutu produk akhir dalam hal kandungan mikroba dan partikel. Tekanan udara dalam ruangan hendaklah lebih tinggi dari ruangan di sebelah. Data perhitungan mikroba hendaklah didokumentasikan. serta tidak lebih dari 500 mikroba viabel setiap meter kubik udara.8.500. Hasil perhitungan hendaklah dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. 6.6.2. 20.8.8. Ruang steril digunakan untuk kegiatan steril. Petugas masuk ke ruang ini melalui suatu ruang penyangga udara atau cara 37 IlmuFarmasi.

Karyawan yang bekerja khusus di daerah bersih dan daerah steril hendaklah dipilih dengan seksamauntuk memastikan bahwa mereka dapat diandalkan untuk bekerja dengan penuh disiplin serta tidak menderita suatu penyakit atau memiliki kondisi kesehatan yang dapat menimbulkan pencemaran mikrobiologi terhadap produk. dalam pedoman disebut Ruang Kelas II.1.8. luka dan lain-lain) yang dapat menyebabkan penyebaran mikrobayang tidak normal jumlah dan jenisnya. Ruang ini.Com . 2000 partikel berukuran 5 mikron atau lebih. Dalam pedoman.8.8. Standar yang tinggi dari higiene dan kebersihan perorangan adalah suatu hal yang esensial. yang akan bekerja di daerah bersih atau daerah steril.8.8.termasuk dari bagian pemeliharaan. Daerah ini hendaklah dipantau terhadap kontaminasi mikroba.2. Di samping itu perlu dilakukan pemenksaan kesehatan secaraberkala.8.8. 38 IlmuFarmasi. hendaklah mendapat pelatihan dalam bidang yang berkaitan dengan pembuatan produk steril.8. serta tidak lebih dari 100 mikroba viabel setiap meter kubik udara. 6. daerah di bawah aliran udara laminer disebut Ruang Kelas I. Setiap meter kubik udara di bawah aliran udara laminer dalam ruang steril tidak boleh mengandung lebih dari 3.lain yang sesuai.000 partikel berukuran 0. tidak boleh mengandung lebih dari dari 350. infeksi kulit atau rambut.5 mikron atau lebih dan tidak boleh mengandung partikel berukuran 5 mikron atau lebih serta kandungan mikroba viabel harus kurang dari satu. 6.7.3. Bila sedang ada kegiatan hanya karyawan dalam jumlah terbatas dan yang diperlukan yang boleh berada di daerah bersih dan daerah steril. 6. Penting diperhatikan bahwa kontaminasi mikroba di ruangan bersih dan ruangan steril tidak melebihi nilai batas yang ditentukan. Semua karyawan. Pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan sedapat mungkin dilaksanakan dari luar. Karyawan hendaklah diinstruksikan untuk melaporkan setiap kondisi kesehatan (misalnyadiare. influenza. 6. batuk.8.500 partikel berukuran 0.8.4. 6. P e r s o n a l i a 6. termasuk higiene dan dasar mikrobiologi.5 mikron atau lebih.8.

8.3.9. P a k a i a n 6. dapat mencegah pencemaran yang berasal dari wajah dan enak dipakai.5. Pakaian ini hanya boleh dipakai di daerah bersih atau di daerah steril sesuai dengan peruntukkannya. Penutup muka yang digunakan hendaklah yang tidak melepaskan serat. Pakaian steril hendaklah selalu dipakai tiap kali memasuki ruangan steril. disterilkan dan ditangani dengan tepat sehingga tidak terkena cemaran. Karyawan yang masuk ke kamar ganti pakaian hendaklah sudah memakai pakaian kerja standar. 39 IlmuFarmasi. Setiap kali meninggalkan daerah steril penutup muka ditanggalkan. Pakaian untuk daerah bersih dan daerah steril hendaklah dicuci.Com .8. Penutup kaki hendaklah menyelubungi seluruh kaki dan bagian ujung celana diselipkan ke dalam penutup kaki. Penutup kepala hendaklah menutup seluruh rambut dan janggut dan diselipkan ke dalam leher baju. Cara berpakaian dan cara pencucian anggota badan hendaklah mengikuti prosedur tertulis. Pakaian ini hendaklah enak dipakai dan agak longgar untuk mencegah gesekan.9.8. 6. diseterika. Karyawan yang memasuki daerah bersih atau daerah steril hendaklah mengganti pakaiannya dengan pakaian khusus termasuk penutup kepala dan penutup kaki.1.8. Pakaian yang dipakai dari rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam kamar ganti pakaian yang berhubungan langsung dengan daerah bersih atau daerah steril.8. yang diikat di pergelangan tangan dan pergelangan kaki. 6. 6.9. Di daerah steril kary awan hendaklah memakai pakaian steril model terusan ataupun model celana baju yang dapat disatukan dengan bagian leher.9.9. Fasilitas pencucian hendaklah terpisah.9. perhiasan dan kosmetika tidak boleh dipakai dalam daerah bersih dan daerah steril.4. Sarung tangan plastik atau karet yang dipakai hendaklah bebas serbuk.8. Ujung lengan baju diselipkan ke dalam sarung tangan.6. Arloji. 6.2. Pakaian ini tidak boleh melepaskan serat atau partikel dan hendaklah mampu menahan partikel yang dilepaskan oleh tubuh.

Saringan udara terakhir hendaklah dipasang langsung atau sedekat mungkin pada lubang masuk udara ke dalam ruangan. Produk non-steril tidak boleh diolah bersamaproduk steril di daerah yang sama dan pada saat yang sama.1. Daerah untuk masing-masing jenis pekerjaan yang berbeda seperti penyiapan bahan awal dan komponen lain.10.10. kedap air dan tidak retak untuk mengurangi penyebaran atau penumpukan partikel dan untuk memungkinkan penggunaan bahan pembersih dan bahan desinfektan berulang kali.8. 40 IlmuFarmasi. maka sebelum digunakan untuk perflbuatan produk steril ruangan tersebut hendaklah dtdesinfeksi dengan cara yang tepat dan dialiri udara tersaring serta diverifikasi terhadap persyaratan ruang steril.8. pengisian larutan dan sterilisasi hendaklah terpisah. Ruangan-ruangan pengolahan hendaklah dialiri udara bertekanan positif secara efektif melalui saringan yang memiliki efisiensi yang diinginkan. Jika ruang steril digunakan untuk pengolahan produk non-steril.2. terpisah dari daerah produksi lain. Perhatian khusus perlu diberikan untuk memastikan bahwa aliran udara tidak menyebarkan partikel dari tubuh karyawan.10. Bangunan 6. Permukaan dinding. penyiapan larutan.8.Com .6. 6.10. Produk steril diolah di ruang produksi yang dirancangbangun dan dikonstruksi secara khusus. Kayu tanpa pelapis sebaiknya tidak dipakai. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada daerah dengan risiko tinggi yaitu daerah yang udaranyaberhubungan langsung dengan produk.4. 6.8. mesin (pemotong ampul.3. lantai dan langit-langit hendaklah licin. 6.8.10. Diperlukan sistem peringatan terhadap adanya kegagalan penyaluran udara dan alat penunjuk perbedaan tekanan antara ruangan atau daerah yang sangat membutuhkan perbedaan ini. penutup vial dan Iainlain) dan kegiatan yang dapat menyebarkan partikel ke suatu daerah yang tinggi risikonya terhadap produk. Aliran udara ini hendaklah mewujudkan perbedaan tekanan positif relatif terhadap sekitarnya dan juga di antara ruangan atau daerah kegiatan yang berbeda.

8.8. rak. Sudut yang menonjol. Langit-langit hendaklah ditutup rapat dengan selayaknya untuk mencegah pencemaran dari ruang atas. 6.10. 6.Com .7. peralatan yang dapat bergerak maupun tidak bergerak dan tampuk lampu listrik hendaklah sesedikit mungkin. cukup dangkal dan mudah dibersihkan serta dihubungkan dengan saluran pembuangan luar dengan tepat untuk mencegah kemungkinan pencemaran mikroba. dialiri secara efektif dengan udara tersaring dengan tekanan positif yang lebih rendah dari padatekanan di daerah bersih dan di daerah steril.8. Jalan masuk untuk petugas ke daerah steril dan daerah bersih hanya dapat melalui kamar ganti pakaian dimana pakaian kerja pabrik yang dikenakan diganti dengan pakaian pelindung khusus.11.10. 6. Suhu ruangan dan kelembaban hendaklah dijaga pada tingkat yang tidak menyebabkan karyawan berkeringat secara berlebihan dalam pakaian kerjanya.8.8.9.6. Jika dipasang hendaklah dilengkapi dengan jebakan yang efektif dan mudah dibersihkan. Bak cuci di daerah steril hendaklah ditiadakan. 6.10. Kamar ganti pakaian hendaklah dirancang dan digunakan dengan tepat untuk 41 IlmuFarmasi. Kamar ganti pakaian hendaklah dilengkapi dengan ruang penyangga udara.10. lemari.8. 6. Sudut antara dinding. Pipa dan saluran hendaklah dipasang dengan tepat sehingga tidak ada bagian tersembunyi yang sukar di bersihkan.8.10. Semua bak cuci yang dipasang di daerah bersih hendaklah terbuat dari baja tahan karat.10. Pipa dan saluran tersebut sedapat mungkin dibenarnkan ke dalam dinding yang dilaluinya. tanpa perlengkapan yang mencegah air untuk meluap dan mendapat pasokan air yang setidaktidaknya memiliki kualitas layak minum.5.8. berisi udarapenyangga untuk men cegah aliran balik. lantai dan langit-langit di daerah steril dan daerah bersih hendaklah dibuat melengkung.10. Semua saluran lantai hendaklah terbuka. Saluran pembuangan hendaklah dihindarkan di daerah steril kecuali bila sangat diperlukan.10.tidak boleh ada bagian tersembunyi dan sukar dibersihkan. 6.6. Untuk mengurangi penumpukan debu serta memudahkan pembersihan.

Daerah bersih.11.12.1. 6.8. hendaklah ada prosedur atau sistem yang tepat yang dapat mencegah pintu luar dan pintu dalam dibuka serentak.11. Pintu sorong hendaklah dihindarkan karena gigi sorong sulit dibersihkan. 42 IlmuFarmasi. Bila mekanisme membuka pintu seperti tersebut tidak mungkin.6. Sistem mekanik atau elektronik untuk komunikasi lisan dari dan ke daerah steril hendaklah dirancang dan dipasang dengan tepat sehingga mudah dibersihkan dan didesinfeksi secara efektif. Bila pembersihan dilakukan dengan menggunakan desinfektan hendaklah jenisnya ditukar secara bergilir untuk mencegah timbulny a mikroba yang resisten Desinfektan dan bahan deterjen yang digunakan hendak- 6. peralatan dan barang lain ke dalam daerah bersih dan daerah steril diatur dengan tepat sehingga hanya satu pintu pada satu sisi saja yang dapat dibuka pada satu saat.8.8. Perhatian khusus diperlukan untuk menghindarkan pencemaran daerah steril bilamana barang dilewatkan melalui ruang penyangga udara atau suatu ruang antara.2. Daerah bersih dan daerah steril tidak boleh digunakan untuk melaksanakan pengujian sterilitas atau pengujian mikrobiologi lain.10. 6. Ban ini berakhir pada dinding tersebut dan transportasi produk selanjutnya hanya lewat melalui permukaan statis.Com .10.15.8. wadah dan peralatan.10. Ban berjalan tidak boleh menembus dinding pembatas daerah steril. Ruangan ganti pakaian hanya digunakan untuk petugas dan tidak boleh dipakai untuk lalu lintas bahan. daerah steril dan daerah lain yang berkaita hendaklah sering dibersihkan dengan cermat sesuai program tertulis. Kebersihan dan Higiene 6.8. 6. membatasi pencemaran mikroba dan partikel terhadap pakaian pelindung dan memungkinkan pemisahan berbagai tahap penggantian pakaian serta pencucial anggotabadan.14.13.8.8.10. 6.11. Ruang antara atau ruang penyangga udara untuk lalu lintas bahan.

13. 6. Catalan tentang hasil pemantauan hendaklah didokumentasikan dan tindakan perbaikan diiakukan segera setelah terdapat penyimpangan yang berarti.12.3. Wadah yang sudah sebagian kosong tidak boleh diisi kembali. Validasi terhadap hasil pemasangan.8. P e n g o l a h a n 6. Colokan listrik dan perlengkapan layanan hendaklah dirancang dan di tempatkan dengan tepat sehingga petugas yang melakukan perawatan dan perbaikan sejauh mungkin tidak perlu masuk ke daerah bersih atau daerah steril.13.11. pemeliharaan berkala serta pemeriksaan terhadap kemampuan peralatan yang kritis seperti sterilisator. 43 IlmuFarmasi. Pemantauan hendak-iah dilaksanakan ketika proses produksi sedang ber-langsung. 6.1. Bahan awal tidak boleh mengandung mikroba atau pirogen dalam kadar yang berarti. Spesifikasi bahan awal hendaklah mengandung persyaratan pemantauan kandungan mikroba.8.4.12.3.8.Com . 6.12. sistem saringan udara dan alat penyuling adalah sangat penting. 6. cara apus pada permukaan benda.5.2.12. Peralatan 6.8. Hasil validasi hendaklah didokumentasikan. didesinfeksi atau disterilkan sesuai kebutuhan.8.8.. lah dipantau terhadap pencemaran mikroba.1. Alat pencatat hendaklah dikalibrasi dengan seksama pada saat pemasangan dan kemudian diperiksa setiap selang waktu tertentu. Hasil pengenceran hendakJah ditempatkan dalam wadah yang telah dicuci bersih dan tidak boleh disimpan kecuali telah disterilkan. pengambilan contoh daii udara atau cara lai n y ang sesuai. t 6. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada bahan awal yang digunakan untuk sediaan parenteral yang bervolume besar. jika perlu disertai dengan batas tertentu.8. Daerah bersih dan daerah steril hendaklah sering dipantau secara mikrobiologi dengan cara pemaparan cawan petri.8.12. Peralatan hendaklah dirancang dan dipasang dengan tepat sehingga mudah dibersihkan.

Instalasi pengolahan air hendaklah dirancang-bangun dikonstruksi dan dirawat dengan tepat untuk menjamin agar air yang dihasilkan memenuhi persyaratan kualitas yang ditentukan. kegiatan di daerah bersih dan daerah steril dibatasi sesedikit mungkin demikian pula dengan gerakan petugasnya.8.13.8.13. Volume larutan ruahan sebaiknya dibuat tidak lebih besar dari kapasitas pengisian sehari dan hendaklah disimpai ke dalam wadah akhir serta disterilkan pada hari yan) sama. Hasil pemantauan dan tindakan penanggulangan yang dilakukan hendaklah didokumentasikan. 6. 6.8. 6. Alat pengolah air tidak boleh dioperasi kan melebihi kapasitas yang dirancang. Pengolahan 44 IlmuFarmasi.13. Jarak waktu antara sterilisasi peralatan. Untuk mencegah penyebaran partikel dan mikroba secara berlebihan.8. Sumber air. Setelah pembersihan terakhir.8.2.4. Hendaklah dilakukan tindakan untuk mencegah pen cemaran produk oleh mikroba pada semua tahap peng olahan baik sebelum maupun sesudah sterilisasi. 6.13. peralatan pengolahan air dan air olahan hendaklah dipantau secara teratur terhadap pencemaran kimiawi dan mikroba dan jika perlu terhadap endotoksin pirogen. 6. 6.8.13. wadah dan komponen lain dengan waktu penggunaannya dalam proses aseptik hendaklah sesingkat mungkin. Wadah dan bahan yang dapat melepaskan partikel atau seratjangan dibawake daerah bersih atau daerah steril.8.5.13. Larutan ruahan sisa yang pengisian dan sterilisasiny tidak dapat diselesaikan pada hari yang sama hendaklai disimpan secara khusus. Pembilasan terakhir hendaklah dilakukan dengan air suling atau air dengan kualitas yang sesuai.3.10.8. Jarak waktu antara pencucian dan sterilisasi peralatan wadah dan komponen lain hendaklah sesingkat mungkin 6.13.7.6. Jarak waktu antara mulainyapembuatan larutan dan sterilisasi hendaklah sesingkat mungkin dengan bata waktu tertentu yang ditentukan. wadah dan komponen lainnya hendaklah ditangani dengan tepat untuk mencegah pencemaran kembali.6.9. 6.13.8.8.13.Com .

13.13. 6. S t e r i l i s a s i 6.8.12.13.8. Validasi juga dilakukan bila ada perubahan yang berarti dalam proses atau peralatan. Diperlukan cara yang jelas untuk membedakan produk yang telah dan belum disterilkan.8.Com . Efektifitas prosedur aseptik hendaklah divalidasi bila suatu proses aseptikbaru diperkenalkan dan dilanjutkan secara berkala. dengan penyaringan yang dilanjutkan dengan pengisian secara aseptik ke dalam wadah akhir yang steril.8. Barang yang digunakan di daerah steril dan memerlukan sterilisasi hendaklah disterilkan dan dimasukkan melalui unit sterilisator dua pintu atau cara lain yang dapat memberikan hasil yang sama. perlu dilakukan pengamanan yang ketat untuk jnencegah pencemaran mikroba dari indikator tersebut. Sterilisasi cara panas merupakan pilihan utama. Semua keranjang.14.11. atau dengan cara radiasi pengionan.13. Untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan timbulnya zat pirogen. baki dan wadah untuk produk atau komponen lain hendaklah diberi label yang jelas yang mencantumkan nama. 6. Tiap cara sterilisasi mempunyai keterbatasan dan digunakan untukpenerapan tertentu. 14.1. air suling yang akan digunakan untuk pengolahan tidak boleh dibiarkan lebih dari 24 jam kecuali dengan kondisi khusus misalnya disimpan pada suhu sekurang-kurangnya 70° C.2.14. Bilamana air dan larutan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. 45 IlmuFarmasi.3. penyimpanan dan distribusi air hendaklah tepat sehingga pertumbuhan mikroba dapat dicegah. 6. 5 S. nomor bets dan tanda apakah sudah disterilkan atau belum. Sterilisasi dapat dilakukan dengan sterilisasi cara panas (dengan cara pemanasan basah dan pemanasan kering) dengan gas etilen oksida. atau bilamana para petugas sedang dilatih.14. 6.6.14.8.13. 6.8.8. Bilamana indikator biologi digunakan. semua katup pengaman hendaklah dilindungi dengan saringan bakteri yang hidrofobik.

larutan bukan air dan bahan lain yang tahan terhadap suhu sterilisasi yang dikehendaki. Pada periode pendinginan setelah mencapai fase suhu tertinggi hendaklah dicegah kemungkinan kontaminasi terhadap muatan yang sudah steril oleh udara tidak steril yang masuk ke otoklaf pada saat pendinginan tersebut berlangsung.2. Sterilisasi Panas Kering 6.1. Sterilisasi Panas Basah 6. Dalam kondisidemikian.16.16. Sterilisasi panas basah dicapai dengan menggunakan uap airjenuh yang bertekanan dalam rongga sterilisasi yang sesuai. tetapi tekanan digunakan hanya untuk mencapai suhu yang dikehendaki dan tidak berperan dalam sterilisasi. 6.8.15.3.17.8. 6. selain dari produk berair dalam wadah tertutup rapat.4. Bahan jenis lain hendaklah disterilkan dengan cara lain.8. 6. Catatan suhu-waktu hendaklah merupakan bagian dari catatan bets.8.8. .15. hendaklah dibungkus dalam suatu bahan yang memungkinkan penghilangan udara dan penetrasi uap air.8. Indikator kimia dan biologi dapat digunakan sebagai tambahan tetapi tidak menggantikan peran pengawasan fisik. Cara ini cocok untuk larutan air dan bahan yang dapat dibasahi air. 6. Pemanasan kering cocok untuk sterilisasi peralatan.8.16.1. Semua siklus sterilisasi cara panas hendaklah dicatat pada suatu grafik suhu-waktu atau dengan cara otomatik lain yang sesuai. 6.17.6. terdapat hubungan yang pasti antara suhu dan tekanan uap air.8. suhu dan tekanan digunakan untuk mengawasi dan memantau proses.Com .8. 46 IlmuFarmasi.16. Waktu. Sterilisasi Cara Panas 6.16. 6.15.1. dan yang dalam keadaan normal tidak akan mengakibatkan pencemaran balik oleh mikroba setelah sterilisasi.2.8. Hendaklah diperhatikan agar uap air yang digunakan pada sterilisasi mempunyai mutu yang tepat dan tidak mengandung bahan tambahan dalam kadar yang dapat mencemari produk atau peralatan. Barang yang akan disterilkan.

6. lamanya persentuhan dengan bahan dan tingkat kontaminasi mikroba.1. Larutan atau cairan dapat disterilkan dengan penyaringan dengan ukuran nominal pori 0.19. Cara sterilisasi dengan penyaringan sebaiknya tidak dipakai bila sterilisasi carapanas masih memungkinkan. Efektifitas gas etilen oksida sebagai bahan sterilisasi tergantung pada konsentrasi.8.18.17. Seluruh siklus sterilisasi hendaklah dipantau dengan indikator biologi yang tepat yang ditempatkan pada seluruh muatan Catatan hasil pemantauan merupakan bagian dari catatan bets. misalnya menyerap bahan berkhasiat dari larutan atau melepas zat ke dalam larutan.6.2.2.8.3.8.1. Masa pakai saringan steril hendaklah dibatasi untuk memastikan tidak terjadinya pertumbuhan mikroba di dalam saringan tersebut. Keutuhan perangkat saringan hendaklah diperiksa dengan metode yang tepat misalnya uji tekanan titik-gelembung atau uji tekanan aliran-maju yang dilakukan segera sebelum dan sesudah pemakaian saringan. 6.8.18.22 mikron atau yang sama kemampuannya menahan mikroba.8.4.19. 6.19.8. Pemanasan hendaklah dilakukan di dalam suatu lemari sterilisasi atau peralatan lain yang dapat mencapai kondisi sterilisasi pada seluruh muatan.18.8. Sterilisasi dengan Gas Etilen Oksida 6.18.8. 6. 47 IlmuFarmasi. Sistem penyalur udara dan penghisap udara pada lemari sterilisasi hendaklah dilengkapi saringan yang tepat. Saringan tidakboleh menimbulkan akibat yang merugikan pada larutan.18. Sterilisasi Cara Saring 6. Hasil pemeriksaan dicatat pada catatan bets.5. Bilamana dimungkinkan hendaklah digunakan cara sterilisasi lain sebagai pilihan daripada sterilisasi dengan gas etilen oksida. Hasil saringan ditampung di dalam wadah yang sudah disterilkan.2. 6. 6.18. Karena sterilisasi cara saring mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan cara sterilisasi lain dianjurkan melakukan penyaringan ulang melalui saringan bakteri steril segera sebelum pengisian.8.8. 6. suhu.8. 6. 6. kelembaban.Com .18.

3. Selama sterilisasi dosis radiasi hendaklahrdipantau.4. Catatan ini merupakan bagian dari catatan bets. Untuk tujuan ini hendaklah ada prosedur pengukuran dosis yang menentukan jumlah atau ukuran dosis yang diterimaoleh produk.8. suhu dan kelembaban nisbi selama satu siklus hendaklah diawasi dan dicatat dalam suatu grafik atau dengan cara otomatik lain yang sesuai. 6. 6.1. Cara ini hanya dipakai bila telah terbukti bahwa tidak ada efek yang merugikan produk.8.8. 6. Tekanan. Indikator biologi hendaklah dipakai hanya sebagai tambahan. tekanan.3. Sterilisasi dengan cara radiasi dipakai terutama untuk mensterilkan bahan dan produk yang peka terhadap panas. Selama siklus sterilisasi hendaklah dicatat waktu untuk menyelesaikan satu siklus.8.20.20.19. 6.5.5.20. Radiasi yang digunakan dapat berupa sinar gamma dari radio isotop (misalnya Cobalt-60) atau elektron berenergi tinggi yang berasal dari suatu akselerator elektron.4. 6.8.Com .19.8.8. konsentrasi gas dan kelembaban dalam rongga sterilisasi.8. 6. Hendaklah diberikan penandaan yang jelas untuk membedakan bahan yang sudah dan yang belum diradiasi.20. Setelah sterilisasi selesai bahan hendaklah diletakkan dalam ruangan yang berventilasi baik untuk menghilangkan sisa etilen oksida serta produk hasil reaksinya.20.20. Radiasi dapat dilakukan oleh pabrik pembuat produk atau oleh seorang petugas di perusahaan penerima kontrak yang memiliki fasilitas radiasi. 48 IlmuFarmasi.20. Hendaklah dibuat catatan pemeriksaan bahwa semua indikator biologi telah disingkirkan dari produk.8.6.6. . 6. Sterilisasi Cara Radiasi 6. Hendaklah diambil langkah untuk mencegah pencemaran balik bahan yang sudah steril.2.19. suhu. Pabrik pembuat produk bertanggungjawab atas kualitas produk termasuk pencapaian tujuan dari produk yang diradiasikan. Catatan hasil pemantauan merupakan bagian dari catatan bets.8. Dalam hal ini kedua belah pihak harus memiliki otorisasi yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut. 6.

Rancang bangun sarana radiasi dan penggunaan pelat peka radiasi dapat membantu memberikan kepastian hal ini.20. Catatan proses dan pengawasan masing-masing bets yang diradiasi hendaklah diteliti dan ditanda-tangani oleh petugas yang ditunjuk dan kemudian disimpan. 49 IlmuFarmasi. 6.20. non-aditif dan dilindungi dari kontaminasi. Pabrik pembuat produk bertanggung jawab atas pemantauan mikrobiologi. 6. 6.21.8.21. Setiap penyimpangan hendaklah dilaporkan dan dituntaskan.8. 6. 6. Air yang tidak disirkulasi hanya boleh digunakan dalamwaktu tidak lebih dari 24 jam.8. 6. diradiasi dan dikirim keluar hendaklah direkonsiliasi satu dengan yang lain dan didokumentasikan.10.21.8.4. non-absortif.21.8.5. Jumlah wadah yang diterima. A i r 6. steril.Com .8. Air yang digunakan untuk membuat produk steril termasuk sistem penyimpanan dan penyalurannya hendaklah diawasi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan untuk setiap kegiatan.8.8. Kegiatan ini mencakup pemantauan lingkungan dimana produk dibuat dan pemantauan produk segera sebelum diradiasi sesuai yang ditetapkan dalam registrasi produk. Alat pencatat hendaklah digunakan untuk memantau suhu penyimpanan. Air untuk injeksi disimpan dalam wadah yang bersih.5 megarad.20. Air untuk injeksi dibuat dengan caradistilasi atau cara lain yang sesuai. 6.8.8. Metode dan tempat penyimpanan catatan hendaklah disetujui bersama oleh pihak perusahaan radiasi dan pabrik pembuat produk yang diradiasi. tidak reaktif. 6. Dosis minimum sterilisasi yang biasa adalah 2.2.6.21. 6. Rentang dosis sterilisasi yang diperoleh setiap wadah dalam satu bets atau satu pengiriman hendaklah dinyatakan secara tertulis oleh petugas radiasi. Air untuk injeksi yang dipakai dalam formulasi dianggap dan diperlakukan sebagai bahan awal.20.21.8.9.8.21. Air untuk injeksi disimpan dan disirkulasi terus menerus pada suhu sekurang-kurangnya 70° C. 6.3.1.7.

23.6.1.5.8.Com .3. Wadah yang telah diisi dengan larutan injeksi hendaklah diperiksa satu persatu terhadap partikel yang terlihat.22. 6.8.23.8. Indikator biologi dan kimia yang dipakai tersendiri tidak dapat dijadikan sebagai bukti bahwa sterilisasi telah berlangsung efektif dan hanya dapat menunjukkan bahwa sterilisasi telah gagal. Bila menggunakan deterjen atau bahan sejenis dalam pembilasan awal dari wadah.22. hendaklah adaprosedur yang memastikan tidak ada sisa yang tertinggal dalam wadah. hendaklah dilaksanakan dengan penerangan dan latar belakang yang tepat.22. 6. Kesempumaan penutupan wadah akhir hendaklah diperiksa dengan prosedur yang sesuai.8.1. 6. Tindakan pengamanan yang ketat hendaklah dilakukan dalam menangani indikator biologi. Pemantauan menggunakan indikator biologi kurang dapat diandalkan dibandingkan dengan pemantauan cara fisik kecuali pada sterilisasi dengan gas etilen oksida. 6.6. dikeringkan dani disterilkan hendaklah dipakai dalam batas waktu yang ditentukan.23. Indikator Biologi dan Kimia 6. 6.22.8. Petugas pemeriksa hendaklah diberi selang waktu istirahat yang cukup selama kegiatan pemeriksaan dan mendapat pemeriksaan mata secara teratur. Penyelesaian Produk Steril 6. Bila pemeriksaan dilakukan secara elektronik atau fotoelektrik.4.22.8.8. 6.2. Wadah akhir yang telah dicuci. Ampul hendaklah ditutup dengan menggunakan tehnik menarik ujungnya daripada menutup ujungnya.3.22.8. Wadah akhir produk steril hendaklah ditutup kedap dengan cara yang tepat.8. Bila pemeriksaan ini dilakukan dengan mata.23. 6. 6. Pembilasan akhir hendaklah menggunakan air suling atau air dengan kualitas yang sesuai.8. Petugas tidak dibenarkan memegang wadah dengan tangan! telanjang. maka efektifitas alat tersebut hendaklah divalidasi dan kepekaannya dipantau.22.2.8. untuk mencegah pencemaran oleh indikator tersebut ke dalam daerah yang 50 IlmuFarmasi.

4. Sebelum kegiatan pengemasan dimulai hendaklah dilakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa peralatan dan ruang kerja dalam keadaan bersih dan bebas dari produk dan sisa produk lain atau dokumen yang tidak diperlukan untuk kegiatan yang dilakukan.9.tadinya telah bersih secara mikrobiologi. karton dan komponen lain yang memerlukan prapenandaan dengan nomor bets atau lot.3. tabung kecil. Indikator biologi harus disimpan menurut spesifikasi produsennya. Indikator ini akan berubah wama sebagai akibat dan reaksi kimia yang terjadi karena proses sterilisasi. keutuhan dan kualitas barang yang sudah dikemas.Com . sachet atau dosimeter plastik. pengawasan untuk menjamin bahwa produk ruahan dan bahan pengemas (tercetak ataupun tidak tercetak) yang akan dipakai adalah benar. lembar perekat.9. Label. Proses pengemasan hendaklah dilaksanakan di bawah pengawasan ketat untuk menjaga identitas. 6. Pra-penandaan pada Bahan Pengemas 6. Untuk kegiatan pengemasan hendaklah adaprosedur tertulis yang menguraikan penerimaan serta identifikasi produk ruahan dan bahan pengemas.Pengemasan 6. 6.1. Indikator kimia untuk sterilisasi panas.1. Setiap penyerahan produk ruahan dan bahan pengemas hendaklah diperiksa dan diteliti terhadap kesesuaian dengan Prosedur Pengemasan Induk atau perintah pengemasan khusus. kartu titik warna. Oleh karena itu indikator tersebut tidak cukup memadai sebagai bukti sterilisasi. dan pemeriksaan akhir terhadap hasil pengemasan.5. Kegiatan pengemasan berfungsi membagi-bagi dan mengemas produk ruahan menjadi obat jadi. Perubahan wama ini mungkin terjadi sebelurn waktu sterilisasi diselesaikan. 6. gas etilen oksida dan sterilisasi cara radiasi biasanya tersedia dalam bentuk pita.8. rekonsiliasi terhadap produk ruahan dan bahan pengemas tercetak. kecuali dosimeter plastik yang digunakan pada proses sterilisasi cara radiasi.2. pengawasan dalam proses selama pengemasan. 6.9.9.4. 6. tanggal daluwarsa 51 IlmuFarmasi. Rincian pelaksanaan pengemasan hendaklah dicatat dalam catatan pengemasan bets.9.5.9. 6. Semua kegiatan pengemasan hendaklah dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang diberikan dan menggunakan bahan pengemas yang tercantum dalam Prosedur Pengemasan Induk.23.9.

4.2. Kesiapan Jalur Pengemasan Segera sebelum menempatkan bahan pengemas pada jalur pengemasan hendaklah diadakan pemeriksaan kesiapan jalur pengemasan yang bersangkutan oleh petugas yang ditunjuk.9. frekuensi pengambilan contoh. Prosedur ini hendaklah menjelaskan titik-titik pengambilan contoh. Pengawasan Selama Proses 6. Pengawasan selama proses hendaklah meliputi juga prosedur umum sebagai berikut: (a) volume atau jumlah unit dosis yang diisi dari produk yang dikemas hendaklah diperiksa pada saat pengemasan dimulai dan 52 IlmuFarmasi.6.1.2.dan informasi lain yang sesuai dengan perintah pengemasan hendaklah diawasi secara ketat pada setiap tahap proses sejak diterima dari gudang sampai menjadi bagian dari oba jadi atau dimusnahkan.3. jumlah contoh yang diambil untiik pemeriksaan. 6. memastikan bahwa semua bahan dan produk terkemas yang berasal dari kegiatan pengemasan sebelumnya telah benarbenar disingkirkan dari jalur pengemasan itu dan daerah sekitarnya. 6.3. 6. 6.1.9.6.9. meneliti kebersihan jalur dan daerah sekitarnya.6. memastikan kebersihan peralatan yang akan dipakai.9.9. dan 6.2. Bahan pengemas yang sudah ditentukan untuk prapenandaan hendaklah disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di daerah yang terpisah dan terjamin keamanannya. Prosedur tertulis untuk pengawasan dalam proses hendaklah dipatuhi.5.7.5. spesifikasi yang harus diperiksa dan batas yang masih dapat diterima untuk setiap spesifikasi.9.5. sesuai dengan prosedur tertulis yang ditentukan untuk: 6.6.9. 6.Com .7.7.9. 6. Pra-penandaan pada bahan pengemas hendaklah dilaksanakan di suatu daerah yang terpisah dari kegiatan pengemasan lain.9. 6.9. Seluruh bahan pengemas yang telah diberi pra-penandaan hendaklah diperiksa sebelum dipindahkan ke daerah pengemasan.

9. nama dan nomor bets produk yang sedang dikemas hendaklah dapat terlihat dengan jelas. Hasil pengujian dan pemeriksaan selamaprosestersebut hendaklah dicatat. tidak boleh dikemas pada jalur berdampingan.1. 6. 6.9. (c) penggunaan alat pembaca kode dan penghitung label elektronik.(b) produk yang telah dikemas hendaklah diperiksa seSama proses pengemasan berlangsung dengan selang waktu yang teratur untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang tertulis dalam Prosedur Pengemasan Induk.9.4.3. Produk yang bentuk atau rupanya sama atau hampir sama.3.5. (d) label dan barang cetak lain dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki tanda yang berbeda jelas terhadap produk yang berlainan. Pada setiap jalur pengemasan. dan (e) disamping pemeriksaan secara visual selama pengemasan berlangsung. obat yang baru dikemas sebagian atau sub-bets hendaklah diberi label atau ditandai untuk menunjukkan identitas. 6.8. Terjadinya kesalahan dalam pengemasan dapat diperkecil dengan cara sebagai berikut: (a) pemakaian label gulungan.7. Pelaksanaan Pengemasan 6. Wadah yang dipakai untuk menyimpan produk ruahan. 6.8.9.Com . Wadah yang akan diisi hendaklah diserahkan ke bagian pengemasan dalam keadaan bersih. 6.9.9. kecuali ada pemisahan secara fisik.8.9. (b) pemberian kode bets langsung pada jalur pemasangan label. Demikian halnya dengan seluruh komponen yang digunakan untuk pengemasan. nomor bets dan status produk tersebut.8.8. 6. hendaklah dilakukan pula pemerik saan secara terpisah oleh bagian pengawasan mutu selama dan setelah selesai pengemasan.8. Semua petugas bagian pengemasan hendaklah dilatih supay a menghayati pentingnya pengawasan dalam proses dan 53 IlmuFarmasi.9. 6.8. jumlah.2.6. Catatan ini merupakan bagian dari catatan pengemasan bets.

Petugas kebersihan hendaklah dilatih untuk menghindari tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya campur-baur atau pencemaran silang. 6.9.9. Dalam waktu tertentu selama hari kerja dan setiap saat terjadi tumpahan bahan.8. Kalau identitasnya berlainan maka barang tersebut hendaklah dimusnahkan dan jumlahnya dicatat.12. produk yang beracun dan bahan yang dapat menimbulkan kepekaan. 6. daerah pengemasan hendaklah dibersihkan. maka supervisor dapat mengembalikannya ke dalam proses pengemasan yang sedang berjalan.6. Peralatan untuk pengemasan yang bagian-bagiannya tidak bersentuhan langsung dengan produk ruahan namun dapat menjadi tempat menumpuknya debu. Bila produk tersebut setelah diperiksa oleh supervisor ternyata identitasnya sama dengan bets yang sedang dikemas dan keadaannya baik.7. 54 IlmuFarmasi.8. Produk yang telah diisikan ke dalam wadah akhirtetapi belum diberi label hendaklah dipisahkan dan diberi tanda untuk menjagajangan tercampur dengan produk lain. 6.8. Produk yang telah selesai atau yang hampir selesai dikemas yang ditemukan berada di luar jalur pengemasan. yang selanjutnya menempatkan bahan itu dalam wadah tertentu untuk keperluan rekonsiliasi dan memusnahkan setelah proses pengemasan berakhir. 6.8. Hendaklah dilakukan tindakan untuk menghindarkan penyebaran debu selama proses pengemasan produk kering.11. melaporkan terjadinya tiap penyimpangan yang mungkin terlihat sewaktu mereka menjalankan tugas masing-masing. serpihan.9.9.8. Setiap bahan pengemas-cetak yang ditemukan pada waktu pembersihan hendakJah diberikan kepada supervisor.8.10.9.9.8. 6. bahan pengemas ataupun produk yang kemudian dapat mengotori produk yang sedang dikemas "atau menjadi sumber pencemaran atau yang da-pat menyebabkan terjadinya pencampur-bauran hendaklah dibersihkan secara cermat. Daerah pengemasan terpisah diperlukan untuk beberapa produk tertentu misalnya obat berdosis rendah yang mempunyai risiko tinggi.9. hendaklah diserahkan kepada supervisor dan tidak boleh langsung dikembalikan ke jalur pengemasan.Com .

9. Penggunaan sikat sebagai alat pembersih hendaklah dibatasi karena dapat menimbulkan pencemaran dari bulu sikat atau partikel yang menempel pada sikat.1. Petugas hendaklah diingatkan untuk tidak menaruh bahan pengemas atau produk ke dalam saku mereka. perekat.16. Supervisor hendaklah mengawasi perhitungan dan pemusnahan bahan pengemas dan produk ruahan yang tidak 55 IlmuFarmasi. Bahan tersebut hendaklah dibawa dengan tangan atau dalam wadah tertutup yang diberi tandajel as. Hanya obat jadi yang berasal dari satu bets pengemasan saja yang boleh ditempatkan pada satu palet.9. Bila ada karton yang tidak penuh maka jumlah kemasan yang ada di dalam hendaklah dituliskai\pada karton tersebut.9.8.8. 6.9. tinta. 6.15.4.3. 6. 6.Com . Penyelesaian Proses Pengemasan 6.9. 6. cairan pembersih hendaklah ditempatkan dalam wadah yang berbeda dengan wadah produk dan diberi tanda yang menyebutkan isinya jelas.9.8. 6.9.9.8. Petugas yang memerlukan obat untukpenyakitnyayang tidak membahayakan produk atau orang lain sekitarnya.2.9.9. hendaklah diijinkan meninggalkan daerah pengemasan untuk memakan obatnya. Bahan dan produk tersebut hendaklah diberi tanda yangjelas. Pada penyelesaian proses pengemasan. Bahan yang diperlukan dalam pengemasan seperti pelincir. produk yang dikemas akhir hendaklah diperiksa dengan teliti untuk memastikan bahwa kemasan obat tersebut sesuai dengan persyaratan dalam Prosedur Pengemasan Induk.13. kelebihan bahan pengemas dan produk ruahan yang akan disingkirkan hendaklah diawasi dengan ketat agar hanya bahan dan produk yang dinyatakan memenuhi syarat saja yang dapat dikembalikan ke gudang untuk dimanfaatkan lagi. 6.9. Udara bertekanan tidak boleh digunakan untuk membersihkan peralatan di daerah pengemasan karena dapat menimbulkan pencemaran silang.9.14.9. Setelah proses rekonsiljasi pengemasan diselesaikan.6. namun dalam keadaan bagaimanapun obatnya tidak boleh dibawa ke daerah pengemasan.9.

9.9. * 6. serta hasilnya masih memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dan tidak terjadi perubahan yang berarti terhadap mutunya. Bahan atau Produk Pulihan 6. Dokumentasi hendaklah secara tepat mencatat prosedur pengolahan ulang yang telah dilakukan. kemanjuran atau keamanan tidak boleh ditambahkan ke dalam bets berikutnya.2. Hendaklah ada pembatasan yang disetujui oleh bagian pengawasan mutu terhadap jumlah sisa produk atau bahan atau produk pulihan yang dapat ditambahkan ke dalam bets berikutnya.4.2.dapat dikembalikan lagi ke gudang.10.9.3. Bets yang mengandung sisa produk atau bahan atau produk pulihan hanyaboleh diluluskan setelah semua bets asal sisa produk atau bahan atau produk pulihan yang bersangkutan telah dinilai dan dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.Com .7.6. Semua sisa bahan pengemas yang tidak terpakai dan sudah diberi tanda hendaklah dimusnahkan. Sisa Produk 6. obat jadi tersebut hendaklah dikarantina sambil menunggu pelulusan dari bagian pengawasan mutu. 6.5. 6.10. Setiap penyimpangan hasil pengemasan yang tidak dapat dijelaskan atau kegagalan untuk memenuhi spesifikasi hendaklah diselidiki secara teliti dengan mempertimbangkan bets atau produk lain yang mungkin terpengaruh juga.2.1. mutu. 6. Supervisor hendaklah menghitung dan mencatat pemakaian bersih untuk semua bahan pengemas dan produk ruahan.2.9. Setelah rekonsiliasi cocok. Jumlah yang dimusnahkan hendaklah dicatat pada catatan pengemasan bets.2.10.10.1.9.10. Bahan atau produk dapat diolah ulang atau dipulihkan asalkan bahan atau produk tersebut layak untuk diolah ulang melalui prosedur tertentu yang disahkan. 6.10.9. 6.10. 6.2. 56 IlmuFarmasi. 6. Prosedur penanganan sisa produk dan bahan atau produk yang akan diolah ulang atau dipulihkan dan carapenambahannya ke dalam bets berikutnya hendaklah disahkan secara khusus dan didokumentasikan. Sisa produk yang tidak layak untuk diolah ulang atau bahan pulihan yang tidak memenuhi spesifikasi.

kondisi produk dan riwayat serta lamanya produk dalam peredaran.10.1.10. Sebelum obat jadi dipindahkan ke gudang. Hendaklah dipertimbangkan perlunya penguj i an tambahan terhadap semua obat jadi yang mengandung bahan atau produk pulihan atau sisa produk. 6. 57 IlmuFarmasi.3. dapat diberi label kembali atau diolah ulang ke bets berikut asalkan tidak ada resiko terhadap mutu produk dan pengerjaan pengolahan ulang hendaklah disahkan dan didokumentasikan secara khusus.12. setelah dilakukan penilaian yang memberi kesimpulan bahwa risiko pengolahan ulang dapat diabaikan. Obat Kembalian 6. kondisi penyimpanan khusus yang ditetapkan. Prosedur pengolahan ulang hendaklah secara khusus disahkan dan didokumentasikan. 6. misal karena label atau kemasan luar kotor atau rusak. Karantina obat jadi merupakan titik akhir pengawasan sebelum obat jadi diserahkan ke gudang dan siap untuk didistribusikan.12. Obat jadi yang dikembalikan dari gudang pabrik.10. Pengolahan Ulang 6. Evaluasi tersebut meliputi sifat produk.3.3. diberi label kembali atau diolah ulang ke bets berikut hanya setelah dievaluasi secara kritis oleh petugas berwenang di bagian pengawasan mutu. 6.6. Prosedur tertulis hendaklah mencantumkan cara penyerahan obat jadi ke daerah karantina.2. pengawasan ketat hendaklah dilaksanakan untuk memastikan bahwa produk dan catatan menyeluruh tentang bets yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 6. cara penyimpanan sambil menunggu pelulusan.2. 6.10.11. Bila obat jadi tersebut diberi label kembali maka pengerjaannya perlu lebih hati-hati untuk meng-hindarkan campur-baur dengan produk lain atau terjadinya kesalahan pemberian label.12.1.adi 6.2. produk ini tidak boleh dipertimbangkan untuk didistribusikan kembali atau diolah ulang.3.1.Com . Pengolahan ulang tidakboleh dilakukan tanpapersetujuan bagian pengawasan mutu. 6.11. Bilamana ada keraguan terhadap mutu.11. Obat jadi yang dikembalikan dari peredaran dan sudah lepas dari pengawasan pabrik pembuat dapat dipertimbangkan untuk dijual kembali. Karantina Obat Jadi dan Penyerahan ke Guclung Obat J.3.

Sewaktu menerima obat jadi tersebut.1. Bagian pengawasan mutu menyimpan obat jadi dalam kemasan yang dipasarkan dan jumlah yang cukup sebagai contoh pertinggal yang akan digunakan untuk pengujian di masa mendatang. 6.4.12. Kemasan akhir atau penandaan memenuhi persyaratan.12. kecuali sebagai contoh untuk bagian pengawasan mutu. Pelulusan obat jadi oleh bagian pengawasan mutu harus didahului dengan penyelesaian yang memuaskan dari hal berikut: 6.13. 6. petugas gudang hendaklah mencatat pemasukan bets yang bersangkutan ke dalam kartu persediaan obat. Daerah karantina merupakan daerah terbatas hanya bagi petugas yang benar-benar dibutuhkan bekerja atau yang diberi wewenang untuk masuk ke daerah tersebut.8.3.12. Setelah bagian pengawasan mutu meluluskan suatu bets atau lot. Sistem distribusi hendaklah dirancang dengan tepat sehingga menjamin bahwa obat jadi yang pertama masuk didistribusikan lebih dahulu.Com .7.4.3.2.12. 6. dan obat tersebut hendaklah disimpan di tempat penyimpanan yang cocok di daerah karantina dengan kondisi tertentu. selama obat jadi itu masih berada di daerah karantina.7. sesuai hasil pemeriksaan bagian pengawasan mutu.5.12. Sambil menunggu pelulusan oleh bagian pengawasan mutu.6.13. persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pelulusan dan cara pemindahan selanjutnya ke gudang obat jadi. 58 IlmuFarmasi. Obat jadi yang diterima di dalam daerah karantina sesuai dengan jumlah yang tertera pada dokumen pemindahan barang.7.12.12. Pengawasan Distribusi Obat Jadi 6.7.12. 6.7.12.12. 6. 6.6. Setiap obat jadi yang membutuhkan syarat penyimpanan khusus.1.7. hendaklah diberi label yang jelas yang menyatakan syarat penyimpanan yang diharuskan. seluruh bets atau lot yang sudah terkemas hendaklah ditahan dalam status karantina.12. Rekonsiliasi bahan pengemas cetakcocok. Produkjadi memenuhi persyaratan pengawasan mutu dalam semua spesifikasi pengolahan dan pengemasan. 6. Tidak boleh ada obat yang diambil dari suatu bets.5. obat jadi tersebut hendaklah dipindahkan dari daerah karantina ke tempat gudang obat jadi. 6.9. 6.12. 6. 6.

1.13.1. Semua bahan hendaklah disimpan secara rapih dan teratur untuk mencegah risiko tercampur-baur atau pencemaran serta memudahkan pemeriksaan dan pemeliharaan. Semua bahan baku dan bahan pengemas yang diserahkan ke gudang penyimpanan hendaklah diperiksa identitas. Prosedur tertulis mengenai distribusi obat hendaklah dibuat dan dipatuhi.14.14.Com .5.4. Bahan hendaklah disimpan dalamkondisi lingkungan yang sesuai.2. Penyimpanan di luar gedung diperbolehkan bagi bahan yang dikemas dalam wadah kedap (misalnya drum logam) yang mutunya tidak terpengaruh oleh suhu. 6. 6. kelembaban dan faktor lainnya.14.14. kondisi wadah dan tanda pelulusan dari bagian pengawasan mutu.2.1.1. Sistem tersebut mencakup pula carapencatatan yang tepat sehingga distribusi tiap bets dapat segera diketahui untuk mempermudah penyelidikan dan penarikan kembalijikadiperlukan. 6.14. Penyimpanan Bahan Baku dan Bahan Pengemas 6. 6. Semua penyerahan ke tempat penyimpanan. 6.1.14. Produk Ruahan dan Obat Jadi 6. 6. produk antara.13. Kegiatan pergudangan hendaklah terpisah darikegiatan lainnya.6. Setiap kondisi penyimpanan khusus yang dibutuhkan hendaklah disediakan.4. 59 IlmuFarmasi.14. Kartu tersebut hendakfah senantiasa direkonsiliasi dan jika terdapat penyimpangan hendaklah dicatat disertai penjelasan.14.1. 6. Setiap bahan awal. Semua bahan hendaklah disimpan pada jarak yang cukup terhadap bahan lain maupun terhadap dinding dan tidak diletakkan di lantai.13. Penyimpangan terhadap prinsip pertama masuk pertama keluar hanya diperbolehkan untuk jangka waktu pendek dan hany a atas persetujuan pimpinan yang bertanggungjawab.3. termasuk barang kembalian hendaklah dicatat dengan baik. Produk Antara.2.6.14.1.3. Penyimpanan Bahan Awal. produk ruahan dan obat jadi yang disimpan hendaklah mempunyai kartu persediaan obat. 6.1.2. 6.1.14. 6.

2. Bahan baku dan bahan pengemas yang ditolak tidak boleh disimpan bersama-sama dengan bahan yang sudah diluluskan. tetapi disimpan dalam daerah khusus yang diperuntukkan bagi bahan yang ditolak.14. Persediaan tertua dan yang mendekati tanggal daluwarsa dari bahan baku dan bahan pengemas yang telah diluluskan hendaklah dipergunakan lebih dahulu.2.3. Bahan pengemas-cetak hendaklah disimpan di daerah penyimpanan tertentu dan dikeluarkan dengan pengawasan yang ketat.3. 6. 6.4. 6. 6.1.14.3. panas atau pengaruh lain yang merugikan mutunya. kekuatan. 6. Pembuatan obat berdasarkan kontrak berarti pembuatan sebagian atau keseluruhan dari suatu obat oleh satu atau lebih pabrik pembuat 60 IlmuFarmasi. Penyimpanan Produk Antara. produk ruahan dan obat jadi hendaklah dikarantina sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan dari bagian pengawasan mutu. produk ruahan dan obat jadi diragukan atau tidak sesuai dengan identitas atau persyaratan kondisi.4. Setiap penyerahan hendaklah diperiksa untuk memastikan bahwa bahan yang diserahkan sesuai dengan dokumen penyerahan.3. Bahan baku dan bahan pengemas hendaklah di uji ulang mengenai identitas.2. hendaklah wadah tersebut dikarantina untuk selanjutnya diperiksa oleh bagian pengawasan mutu.5. Produk antara.6.14.14.3.14. Bila identitas atau kondisi wadah suatu bahan baku atau bahan pengemas diragukan atau tidak sesuai dengan identitas atau persyaratan kondisi hendaklah wadah tersebut dikirim ke daerah karantina untuk selanjutnya diperiksa oleh bagian pengawasan mutu. misalnya setelah disimpan lama atau setelah kena udara. 6.Com .15.3.14.14. Pembuatan Obat Berdasarkan Kontrak 6. mutu dan kemurniannyabila perlu.2. Produk Ruahan dan Obat Jadi 6. Bila identitas atau kondisi wadah suatu produk antara.2.2. produk ruahan dan obat jadi yang diserahkan ke daerah penyimpanan hendaklah diperiksa mengenai identitas serta kondisi wadahnya.3.6. 6. 6. Setiap wadah produk antara.2.1.15. 6.14.14.14.

6. Penerima Kontrak tidak boleh mengal ihkan pekerj aan kontrak apapun yang tercantum dalam persetujuan kontrak kepada pihak lain. 6. 6.15. Aspek teknis dari kontrak hendaklah disusun oleh orang yang kompeten dan 61 IlmuFarmasi.Pemberi Kontrak bertanggungjawab mengevaluasi kemampuan Penerima Kontrak untuk melaksanakan dengan baik pekerjaan yang diberikan serta memastikan bahwa prinsip dan pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) diikuti secara cermat. produk ruahan dan obat jadi yang dikirimkan Penerima Kontrak telah memenuhi spesifikasi dan sudah diluluskan oleh manajerpengawasan mutu.9. 6. peralatan.Com . Penerima Kontrak hendaklah memastikan bahwa semua produk atau bahan yang dikirimkan Pemberi Kontrak sesuai dengan tujuan penggunaannya. Pemberi Kontrak hendaklah memastikan bahwa Penerima Kontrak telah memiliki izin operasional dan sertifikat CPOB yang sesuai dengan bentuk sediaan obat yang akan dikontrakkan. Semua aspek yang berhubungan dengan kontrak pembuatan obat termasuk usulan perubahan teknis atau pengaturan lain hendaklah sesuai dengan registrasi obat jadi yang bersangkutan.10.15.11.15. 6. 6.5. Pemberi Kontrak hendaklah memastikan bahwa Penerima Kontrak telah sepenuhny a mengetahui masalah yang berkaitan dengan pembuatan produk ataupun pekerjaan yang mungkin menimbulkan bahaya terhadap bangunan dan fasilitas.15.(disebut Penerima Kontrak) untuk kepentingan pihak lain (disebut Pemberi Kontrak).2. dan bahan atau produk lain. Pemberi Kontrak hendaklah memastikan bahwa semua produk antara.15.15. 6.15. Pemberi Kontrak hendaklah memberikan kepada Penerima Kontrak seluruh informasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan kontrak dengan tepat sesuai registrasi obat jadi dan peraturan lain yang berlaku. personalia. 6. 6. Perjanjian kontrak antara Pemberi Kontrak dan Penerima Kontrak hendaklah merinci tanggungjawab masing-masing pihak yang berkaitan dengan produksi dan pengawasan mutu.8. 6.15.4.15.7.3 Hendaklah dibuat suatu perjanjian kontrak yang mencakup seluruh aspek produksi dan pengaturan teknis terkait. 6. Penerima Kontrak tidak boleh melakukan kegiatan apapun yang dapat mempengaruhi mutu produk yang dibuat untuk Pemberi Kontrak.15.

Semua aspek dalam kontrak mengenai pembuatan obat hendaklah sesuai registrasi obat jadi dan disetujui kedua belah pihak. Kontrak hendaklah merinci pihak yang bertanggung jawab dalam pembelian bahan.12.13. Kontrak hendaklah merinci cara pelulusan suatu bets untuk diedarkan setelah dipastikan bahwabets tersebut dibuat sesuai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam registrasi obat jadi.14. 6.15.15. 6.6. Disamping itu. serta pengambilan contoh dan pengujian.15. contoh pertinggal serta distribusi obat hendaklah disimpan langsung oleh Pemberi Kontrak atau tersedia setiap saat diperlukan oleh Pemberi Kontrak.15. Catatan pembuatan. Catatan apapun yang berhubungan dengan penilaian mutu produk hendaklah dapat langsung diperoleh Pemberi Kontrak bila terjadi keluhan atau kecurigaan adanya kerusakan/cacat terhadap suatu obat. mempunyai pengetahuan yang memadai tentang teknologi farmasi dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). 6. analisis. pengujian bahan dan pelulusannya. 62 IlmuFarmasi. kontrak hendaklah merinci pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan produk cacat dan penarikan kembali obat jadi.15. Kontrak hendaklah memuat pasal yang mengizinkan Pemberi Kontrak memeriksa fasilitas pembuatan obat di Penerima Kontrak.Com . pelaksana produksi dan pengawasan mutu termasuk pengawasan dalam proses.

3 .4. pemeriksaan dan pengujian bahan awal.1. 7. Menyusun dan merevisi prosedur pengawasan dan spesifikasi. produk antara. 63 IlmuFarmasi. program penyimpanan contoh dan penyusunan serta penyimpanan spesifikasi yang berlaku dari tiap bahan dan produk termasuk metode pengujiannya.1. Pengawasan mutu meliputi juga program uji stabilitas. Sistem dokumentasi dan prosedur pelulusan oleh bagian pengawasan mutu hendaklah menjamin bahwa pemeriksaan dan pengujian yang diperlukan telah dilaksanakan dan bahwa bahan awal. produk antara. Untuk keperluan tersebut harus ada suatu bagian Pengawasan mutu yang berdiri sendiri. B agian pengawasan mutu melaksanakan tugas pokok sebagai berikut: 7. kemurnian. produk ruahan dan obat jadi. PENGAWASAN MUTU Pengawasan mutu adalah bagian yang esensial dari cara pembuatan obat yang baik untuk memastikan tiap obat yang dibuat senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaannya.1. 7. 7 . 7. Sistem pengawasan mutu hendaklah dirancang dengan tepat untuk menjamin bahwa tiap obat mengandung bahan yang benar dengan mutu dan jumlah yang telah ditetapkan dan dibuat pada kondisi yang tepat dan mengikuti prosedur standar sehingga obat tersebut senantiasa memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan untuk identitas.1.2. uji validasi.1.1. 7. pengkajian dokumentasi bets. kadar. Keterlibatan dan rasa tanggung jawab semua unsur yang berkepentingan dalam seluruh rangkaian pembuatan adalah mutlak untuk mencapai sasaran mutu yang ditetapkan mulai dari saat obat dibuat sampai distribusi obat jadi. Ketentuan Umum 7.1.7. pemantauan lingkungan kerja. Pengawasan mutu meliputi semua fungsi analisis yang dilakukan di laboratorium termasuk pengambilan contoh.1. 4. mutu dan keamanannya. 1 . pengujian dan analisis. Menyiapkan instruksi tertulis yang rinci untuk tiap pemeriksaan.4.Com .2. produk ruahan tidak digunakan dan bbatjadi tidak didistribusikan atau dijual sebelum hasil pemenksaan dan pengujian mutu dinilai telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Menyusun rancangan dan prosedur tertulis mengenai pengambilan contoh untuk pemeriksaan.1.4. dan menyiapkan instruksi mengenai cara penyimpanan bahan awal dan obatjadi di pabrik berdasarkan data stabilitas. bahan awal jikadiperlukan.1.15.4.8. 64 IlmuFarmasi. Mengevaluasi semua keluhan yang diterima atau kekurangan yang ditemukan mengenai suatu bets. 7. dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan. 7. Meluluskan atau menolak setiap bets bahan awal.10.1.1. bilaperlu bekerja sama dengan bagian lain. Menetapkan tanggal daluwarsa dan batas waktu penggunaan bahan awal dan obatjadi berdasarkan data stabilitas dan kondisi penyimpanannya.7.7.13.4.4.9.3. produk ruahan dan obat jadi. Meneliti semua dokumentasi yang berhubungan dengan pengolahan.1. Mengevaluasi obat kembalian dan menetapkan apakah obat tersebut dapat digunakan langsung atau diproses ulang atau harus dimusnahkan. Menyimpan catatan pemeriksaan dan pengujian semua contoh yang diambil. Mengevaluasi stabilitas semua obatjadi secaraberlanjut.4. 7. Menyimpan contoh pertinggal untukrujukan di masa mendatang. 7. pengemasan dan pengujian obat jadi bets yang bersangkutan sebelum meluluskannya untuk didistribusikan.Com .1.4.4.5.4.1.1. Menyediakan baku pembanding sekunder sesuai spe sifikasi yang terdapat pada prosedur pengujian yang berlaku dan menyimpan baku pembanding ini pada kondisi yang tepat.1. 7. 7. 7.6.4. 7. 7. 7. 7.4.4. produk antara.1.1.4. Mengevaluasi dan menyetujui prosedur pengolahan ulang suatu produk: Menyetujui penunjukan pemasok bahan baku dan bahan pengemas yang diketahui dan dipercayai mampu atau dapat diandalkan untuk memasok bahan awal yang memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditetapkan perusahaan.14.11.4. 7.1.1.4. Mengambil bagian atau memberikan bantuan dalam pelaksanaan program validasi.12.

7. Ruangan laboratorium biologi.4. 7. 7. 65 IlmuFarmasi.Com . dilengkapi peralatan dan memiliki ruang yang memadai sehingga dapat menampung dan melaksanakan semua kegiatan yang diperlukan. Rancangan laboratorium hendaklah memperhatikan kecocokan bahan bangunan yang dipakai. mikrobiologi dan radioisotop.2. udara. 7. penyaluran ke luar untuk gas serta asap yang berbahaya dan ventilasi.7.2.6.4.1. 7.7.2.2. Bahan beracun dan mudah terbakar hendaklah disimpan di tempat yang dirancang khusus dan terpisah. getaran.16. kelembaban yang berlebihan dan gangguan luar lainnya atau bilamana instrumen tersebut perlu diisolasi dari peralatan lainnya. Ruangan terpisah bagi instrumen mungkin diperlukan untuk melindungi terhadap gangguan listrik.1.4.2. Ruangan laboratorium hendaklah terpisah dari ruangan produksi.2.1. 7. 7.1. uap dan sebagainya hendaklah diberi penandaan yang jelas. Ikut serta dalam program inspeksi-diri bersama bagian Iain dalam perusahaan.1. mikrobiologi dan kimia hendaklah dipisahkan satu dengan yang lain.1.2.1.1.1. Bangunan 7. Semua pipa serta peralatan penyalur air.2. 7. Unit pengendali udara yang terpisahjiendaklah dipasang untuk masing-masing laboratorium biologi. Laboratorium Pengujian 7.3.2. dan Memberikan rekomendasi untuk pembuatan obat oleh pihak lain atas dasar kontrak setelah diadakan evaluasi terhadapkontraktoryangbersangkutan dan dinilai marnpu membuat obat yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan perusahaan. gas.2.5. Hendaklah disediakan sarana yang sesuai dan aman untuk sampah dan sisa bahan yang akan dibuang.1.1.17. Laboratorium pengujian hendaklah dirancang-bangun. Dalam hal ini perlu diperhatikan tersedianya sambungan pipa atau adaptor yang tidak dapat saling ditukarkan untuk gas atau cairan berbahaya.

5.3.1.2. Pemeriksaan untuk memastikan bahwa instrumen berfungsi baik hendaklah dilakukan tiap hari atau sebelum instrumen tersebut digunakan.2. Tiap karyawan hendaklah memakai pakaian pelindung dan alat pengaman seperti respirator atau masker. kaca mata pelindung dan sarung tangan yang tahan terhadap asam atau alkali sesuai dengan keperluan untuk melaksanakan tugasnya. Peralatan 7. 66 IlmuFarmasi. Tugas dan tanggung jawab masing-masing karyawan hendaklah jelas baik secara tertulis dalam uraian jabatannya maupun dalam bentuk lain yang sesuai.2.3. 7. Pancuran air pengaman dan pembasuh mata hendaklah tersedia di dekat tempat kerja.2. 7.2.1.2.2.2. 7.3.4.6. Prosedur tetap untuk pengoperasian tiap instrumen dan peralatan hendaklah tersedia dan diletakkan di dekat instrumen atau peralatan yang bersangkutan.Com . 7.3. Tanggal kalibrasi dan perawatan yang telah dilakukan serta tanggal kalibrasi dan perawatan berikutnya harus jelas tertera pada masing-masing instrumen atau dengan cara lain yang sesuai. pelatihan dan pengalaman yang sesuai untuk memungkinkan pelaksanaan tugasnya dengan baik. Peralatan dan instrumen hendaklah dirawat dan dikalibrasi dalam selang waktu yang telah ditetapkan dan pelaksanaannya didokumentasikan.2.2.2.2. 7.3. Personalia 7. Hendaklah diberi penandaan yang jelas untuk menunjukkan peralatan yang tidak berfungsi baik atau sedang dirawat.3.2. 7. Alat yang rusak hendaklah tidak digunakan sebelum diperbaiki.3. Setiap karyawan yang diberi tugas mengawasi atau yang langsung melakukan pekerjaan laboratorium hendaklah mempunyai pendidikan.2. 7.7.3. Peralatan serta instrumen laboratorium pengujian hendaklah cocok untuk prosedur pengujian yang dilakukan.2.

4. Kontrol positif maupun kontrol negatif hendaklah digunakan untuk memastikan kecocokan media pem biakan yang dipakai. Semua baku pembanding hendaklah disimpan dan digunakan secara tepat agar tidak berpengaruh terhadap mutunya. tanggal pertama kali tutup wadahnya dibuka dan bila perlu kondisi penyimpanannya.2.1. batas waktu penggunaan.2. Penerimaan dan pembuatan pereaksi dan media pembiakan hendaklah dicatat.2. Baku pembanding primer hanya digunakan untuk tujuan seperti diuraikan dalam monograf yang bersangkutan. berikut tanggal pembuatan dan tanda tangan petugas yang membuat pereaksi tersebut.4.4.2.1.1.2.4. 7. kondisi penyimpanan.6.2. Pada label dicantumkan konsentrasi.2.3.4. Baku Pembanding 7. Pereaksi dan Media Pembiakan 7.2.5. 7.Com . 7. 7.5.5. Besar inokulum dalam kontrol positif harus disesuaikan dengan kepekaan pertumbuhan yang diinginkan. Spesifikasi dan Prosedur Pengujian 7.2.5.2. Prosedur pengujian hendaklah divalidasi dengan mem-perhatikan fasilitas dan peralatan yang ada sebelum prosedur tersebut digunakan dalam pengujian rutin. tanggal standarisasi ulang harus dilaksanakan.2.7. 7. tanggal daluwarsa. 7.2.5.5. Pada label baku pembanding hendaklah dicantumkan konsentrasi.6. 7. faktor standarisasi.2. B aku pembanding sekunder atau baku pembanding kerj a dapat dibuat dan dipakai setelah dilakukan pengujian yang sesuai dan pemeriksaan secara periodik dan teratur untuk mengoreksi penyimpangan yang terjadi serta menjamin ketepatan hasilnya. Pereaksi yang dibuat di laboratorium hendaklah mengikuti prosedur pembuatan tertulis dan diberi label yang sesuai.5.3. 7. Baku pembanding hendaklah berada dalam tanggungjawab seseorang yang ditunjuk. 67 IlmuFarmasi. tanggal pembuatan.2.

2. (f) pernyataan mengenai toleransi yang diperbolehkan. Catatan Analisis Catatan analisis hendaklah mencakup: (a) nama dan nomor bets contoh. Semuapengujian yang dilakukan hendaklah mengikuti instruksi yang tercantum dalam prosedur pengujian untuk masing-masing bahan atau produk. (c) peralatan dan instrumen yang diperlukan untuk pengujian. produk ruahan dan obat jadi hendaklah memuat ketentuan dan cara pemeriksaan dan pengujian mengenai identitas. Prosedur pengujian hendaklah memuat: (a) banyaknyacontoh yang diperlukan untuk pengujian dan yang hams disimpan untuk rujukan masa mendatang. 7. (d) semua data analisis seperti bobot. terutama yang menyangkut perhitungan.4. dan (e) nilai sasaran dan toleransi dari tiap pengujian.2.6.2.2.7.Com . 7.3.6.2. kualitas dan kadar atau potensi.6. (b) nama petugas yang mengambil contoh. 7. larutan dapar dan Iain-lain yang diperlukan untuk pengujian.7. kemurnian. hendaklah diperiksa oleh supervisor sebelum bahan atau produk tersebut diluluskan atau ditolak. Hasil pengujian. 68 IlmuFarmasi.6.5. (c) metode analisis yang digunakan. 7.2. (b) banyaknya masing-masing pereaksi. (g) pemyataan apakah memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan spesifikasi. (d) rumus perhitungan yang digunakan. Spesifikasi hendaklah memuat frekuensi pemeriksaan ulang dari tiap bahan baku yang ditentukan dengan mempertimbangkan stabilitasnya. (h) tanggal dan tanda tangan petugas yang melakukan pengujian dan petugas yang memeriksa perhitungan. Spesifikasi dan prosedur pengujian untuk tiap bahan awal produk antara. volume dan pengenceran. (e) perhitungan dalam unit ukuran dan rumus yang digunakan. pembacaan buret.

3. 7.3. Kalibrasi Instrumen Kalibrasi instrumen yang dipakai dalam pengujian hendaklah dilakukan secaraberkala untuk menjamin bahwa instrumen tersebut senantiasa memberikan hasil pengukuran atau penimbangan yang tepat. 7.3. prinsip penetapan kadar dianggap cocok untuk prosedur yang ditetapkan. Contoh Pertinggal 7. (j) namapemasok. produk ruahan dan obat jadi dari bets atau lot yang dianalisis.1. direvisi atau diganti. 69 IlmuFarmasi.1. dan (k) jumlah keseluruhan dan jumlah wadah. 7.8.1. jumlah keseluruhan dan jumlah bahan awal yang diterima.2. Apabila ketelitian dan ketepatan dari penetapan kadar tidak memuaskan maka prosedur tersebut perlu ditinjau. Contoh obat jadi ini disimpan dalam kondisi yang sama dengan kondisi yang tertera pada label. 7. bahan baku. 7.3. dirancang kembali. Prosedur Penetapan Kadar Dalam pelaksanaan validasi.2. produk antara.2.(i) pernyataan apakah diluluskan atau ditolak serta saran mengenai tindakan selanjutnyayang ditandatangani dan diberi tanggal oleh petugas yang berwenang.2.2.1. Jumlah contoh pertinggal sekurang-kurangnyaduakali dari jumlah contoh yang dibutuhkan untuk pengujian lengkap kecuali untuk uji sterilitas.8. bahan pengemas.1. Bagian pengawasan mutu hendaklah melakukan validasi terhadap hal berikut: 7. Contoh pertinggal dengan identitas jelas yang mewakili setiap bets bahan baku berkhasiat yang diterima hendaklah disimpan untuk jangka waktu tertentu. Contoh pertinggal dengan identitas jelas yang mewakili setiap bets obat jadi dalam bentuk kemasan lengkap hendaklah disimpan untuk jangka waktu tertentu.2.8. Validasi 7.Com .8. Validasi dimaksudkan untuk mengetahui ketelitian dan ketepatan kadar tetapi bukan mengenai penyebab dari penyimpangan yang diamati.3.

(e) peringatan terhadap pengambilan contoh bahan atau produk yang tidak stabil dan / atau steril. dan (g) pentingnya mencatat hal yang tidak diharapkan atau tidak biasa.2. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh merupakan operasi penting karena hanya sebagian kecil saja dari satu bets yang diambil untuk pengujian mutu.1.2.4.3. Petugas pengambil contoh hendaklah mengikuti pelatihan tentang tata cara pengambilan contoh yang tepat pada awal penugasannya dan kemudian secara tetap dan teratur. Produk Antara. produk antara. produk ruahan dan obat jadi dapat dilihat dalam butir 10.2. Produk Ruahan dan Obat Jadi 7. Hal-hal yang dicakup dalam spesifikasi bahan awal. 70 IlmuFarmasi. wadah dan label secara visual. (d) risiko terjadi kontaminasi silang.4. Pengawasan terhadap Bahan Awal. 7.2. Bagian pengawasan mutu hendaklah memberi bantuan yang diperlukan atau m engambil bagian dalam pelaksanaan validasi berkala oleh bagian lain. Secara keseluruhan keabsahan kesimpulan mengenai mutu produk tidak dapat didasarkan pada pengujian yang dilakukan terhadap contoh yang tidak mewakili satu bets. terutama bagian produksi untuk menjamin bahwa setiap produk yang dihasilkan selalu memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. (c) teknik dan peralatan untuk mengambil contoh.7. Spesifikasi Tiap spesifikasi hendaklah disetujui terlebih dahulu dan disimpan oleh bagian pengawasan mutu.4.1. 7. Topik pelatihan meliputi: (a) rencana dan pola pengambilan contoh. Revisi berkala dari tiap spesifikasi perlu dilakukan dengan memperhatikan edisi terakhir dari farmakope nasional atau kompendia resmi lain. (b) prosedur tetap pengambilan contoh.Com . 7.4. (f) pentingnya memperhatikan pemerian bahan. Oleh karena itu pengambilan contoh yang tepat adalah bagian yang esensial dari sistem pemastian mutu.

Com . 7.4. Contoh hendaklah mewakili bets dari bahan yang diambil. pengetahuan tentang pemasok dan homogenitas contoh komposit itu sendiri. Mutu suatu bets bahan baku dapat dinilai dengan cara mengambil dan menguji contoh yang mewakili bets tersebut.2. Contoh yang diambil untuk pemeriksaan identitas dapat digunakan untuk maksud ini.2.3.4.2.6.4. Pengambilan contoh hendaklah dilakukan dengan tepat untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau efek lain yang mempengaruhi mutu. 7. Identitas suatu bets bahan baku yang diterima dalam beberapa wadah hany a dapat dipastikan apabila contoh bahan diambil dari tiap wadah dan dilakukan pemeriksaan identitas terhadap semua contoh.4. Rencana pengambilan contoh bahan pengemas hendaklah mempertimbangkan : jumlah yang diterima. (b) peralatan yang digunakan. Wadah bahan atau produk yang telah diambil contonnya hendaklah diberi label yang mencantumkan'antara lain isi wadah.5. Jumlah contoh yang dapat dicampur menjadi satu contoh komposit hendaklah ditetapkan dengan pertimbangan sifat bahan.7.2. (c) banyak contoh yang diambil.4. 7. pengambil contoh dan tanda bahwa contoh diambil dari wadah tersebut.2. Instruksi pengambilan contoh hendaklah meliputi: (a) cara dan rancangan pengambilan contoh.2. metode produksi dan pengetahuan tentang pelaksanaaan sistem pemastian mutu di pabrik pembuat bahan berdasarkan hasil audit pabrik yang dilakukan. sifat bahan (misalnya bahan pengemas primer dan / atau bahan penge mas cetak). 71 IlmuFarmasi.2. Pengambilan contoh hendaklah dilakukan sesuai prosedur tetap.7. 7. 7. Jumlah contoh yang digunakan sebagai contoh representatif hendaklah ditentukan secara statistik dan dirinci dalam rencana dan polapengambilan contoh. Jumlah contoh yang digunakan sebagai contoh representatif hendaklah ditentukan secara statistik dan dirinci dalam rencana pengambilan contoh. Wadah kemudian ditutup rapat secara hati-hati. tanggal peng ambilan contoh.4.4. nomor bets.

(g) kondisi penyimpanan. 7. yakni apakal untuk pengambilan contoh secara normal atai aseptik. kemurnian.3.instruksi membagi-bagi contoh sesuai kebutuhan.4. Pengujian 7.2.9. (d) (e) 72 IlmuFarmasi.2.3.Com . 7. Peralatan yang digunakan untuk mengambil contoh hendaklah dibersihkan dan jikaperlu disterilkan. (d) tanda tangan petugas yang mengambil contoh.4.3. tipe wadah contoh yang digunakan. 7. kualitas. 7. sebelum dan sesudah pemakaian dan disimpan secara terpisah dari alat laboratorium lainnya. 7. (f) peringatan khusus untuk diperhatikan terutama yang berkaitan dengan pengambilan contoh bahan produk steril atau berbahaya. Peringatan khusus diperlukan untuk penanganan bahan berbahaya atau bahan produk berpotensi tinggi. Bahan Baku Setiap bahan baku hendaklah diuji terhadap spesifikasi identitas. Tiap wadah contoh hendaklah diberi label yang menunjukkan: (a) nama bahan contoh. kekuatan. Bahan Pengemas Bahan pengemas hendaklah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan khususnya dalam hal kesesuaian jenis bahan terhadap produk yang diisikan ke dalam bahan tersebut.2.4.8. (b) nomor bets atau lot.2. dan (e) tanggal pengambilan contoh.4. (c) nomor wadah bahan dari mana contoh diambil. dan (h) instruksi tentang cara pembersihan dan penyimpanan alat pengambil contoh. dan persyaratan lain yang telah ditetapkan. Perhatian hendaklah diberikan pada saat pengambilan contoh untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau campur-baur terhadap atau oleh bahan atau produk yang diambil contohnya.4.1.10. Semua alat yang bersentuhan dengan bahan atau produk hendaklah bersih.4.

4. Obat Jadi (a) Tiap bets produk hendaklah dilakukan pengujian terhadap spesifikasi yang ditetapkan dan dinilai memenuhi syarat sebelum diluluskan untuk distribusi. 7. namun produk hasil pengolahan ulang harus memenuhi semua spesifikasi dan persyaratan mutu lain yang ditetapkan sebelum diluluskan untuk distribusi. kemurnian dan kualitasnya.4. Persetujuan dari bagian pengawasan mutu mutlak diperlukan sesudah selesainya tahap produksi yang kritis atau apabila produk telah lama tersimpan sebelum tahap produksi selanjutnya dilaksanakan.3.Com .4. Pengolahan ulang dapat dilakukan apabila memungkinkan. (b) Bets produk yang tidak memenuhi spesifikasi obat jadi dan persyaratan mutu lain yang ditetapkan hendaklah ditolak. Produk Antara dan Produk Ruahan (a) Untuk menjamin keseragaman dan keutuhan bets. 7. pengawasan dalam proses hendaklah dilakukan dengan mengambil contoh yang mewakili setiap bets produk antara dan produk ruahan untuk pengujian terhadap identitas.3.3.4. Produk Steril (a) Uji sterilitas Uji sterilitas yang dilakukan terhadap obat jadi hendaklah dianggap sebagai langkah terakhir dari serangkaian tindakan pengawasan untuk menjamin sterilitas. 7. kekuatan.5. (b) Produk antara dan produk ruahan yang ditolak hendaklah diberi tanda dan diawasi dengan sistem karantina yang dirancang untuk mencegah penggunaannya dalam proses produksi lanjutan kecuali apabila produk tersebut memenuhi syarat untuk diolah ulang. Hasil uji yang memenuhi syarat tidaklah 73 IlmuFarmasi.3.Cacat fisik yang kritis dan yang berdampak besar serta ketepatan tanda identitas bahan yang dapat memberi kesan meragukan terhadap kualitas produk hendaklah diperiksa.

p r o d u k r u ah an d an o b a t jad i te rh ad ap endotoksin / pirogen. Uji endotoksin/pirogen 1) Pada pembuatanpbat steril hendaklah dipertimbangkan perlunya pengujian bahan baku. dan 4) Semua hasil uji sterilitas hendaklah didokumentasikan.Com . Air untuk injeksi tidak boleh mengandung lebih dari 0.(b) menjamin sterilitas dari keseluruhan bets tersebut karena ada kemungkinan wadah yang tidak steril tidak terpilih pada pengambilan contoh.25 Unit endotoksin per ml. 74 IlmuFarmasi. sehingga tidak selalu memungkinkan tumbuhnya semua mikroba. makapenyebab kegagalan ini hendaklah ditelusuri dan kemudian dilakukan tindakan perbaikan yang sesuai. 2) Contoh suatu bets hendaklah diambil secara acak. hendaklah tertera dalam prosedur tetap pengujian. dan jamur. Dalam melakukan uji sterilitas hendaklah diperhatikar hal berikut: 1) Pedoman tentangjumlah minimal wadah contoh yang harus diuji serta metode standar yang dipakai untuk pengujian berbagai jenis sediaan terhadap bakteri aerob. hasil uji sterilitas dapat digunakan sebagai pedoman untuk meluluskan atau menolak suatu bets. 2) Air yang digunakan sebagai bahan baku atau obat jadi sangat berisiko mengandung endotok sin. bakteri anaerob. Sekalipun demikian dengan cara pengambilan contoh yang tepat dan pemakaian media yang sesuai untuk pengujian. termasuk dari tempat yang diperkirakan paling dingin pada muatan yang disterilkan secara panas dan yang berasa! dari awal dan akhir pengisian bets secara aseptik. 3) Bila hasil pengujian terhadap suatu bets ternyata tidak memenuhi syarat. Disamping itu metode pembiakan yang dipakai memiliki kepekaan yang terbatas.

3) Endotoksin / pirogen menjadi lebih berbahaya dalam obat injeksi volume besar. kekuatan. Spesifikasi pengawasan selama proses hendaklah konsisten dengan spesifikasi obat jadi.4.5.4. Pengawasan Lingkungan Pengawasan lingkungan kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut: 7.5.4. 7.4. 7. 7.Com .4.4. Obat injeksi hendaklah memenuhi syarat uji endotoksin / pirogen yang ditetapkan. Untuk menjamin keseragaman bets dan keutuhan obat jadi. peng awasan dan pengujian atau pemeriksaan terhadap produk selama proses dari tiap bets hendaklah ditetapkan dan diikuti. 7. 7.4. 7. Pengujian berkala terhadap lingkungan sekitar ruang produksi untuk mendeteksi adanya bahan obat lain yang akan mencemarkan produk yang sedang diolah. prosedur tertulis mengenai pengambilan contoh. dan ditetapkan dengan menggunakan metode statistik yang tepat dimana perlu. Jumlah contoh dan metode pengujian hendaklah mampu mendeteksi adanya organisme penunjuk (misalnya Pseudomonas) dalam konsentrasi kecil.4.4. Spesifikasi ini hendaklah dijabarkan dari rata-rata proses yang diterima sebelumnya serta bila mungkin berdasarkan perkiraan variabilitas proses.2.4.5. kualitas dan kemurniannya pada tahap yang tepat dan 75 IlmuFarmasi. Produk selama proses hendaklah diuji identitas.1. 7.4.3. Prosedur pengawasan tersebut dimaksudkan untuk memantau hasil produksi dan melakukan validasi terhadap kemampuan proses produksi yang mungkin menjadi penyebab dari variabilitas produk dalam prases.1.3. Pengawasan terhadap pencemaran yang ada di udara sekitar. terutama yang keluar dari tempat dimana air itu akan langsung digunakan. Pengawasan Selama Proses 7. Pemantauan berkala secara mikrobiologi terhadap lingkungan produksi.4.4.5.4.2. Pemantauan secara teratur terhadap mutu kimiawi dan mikrobiologi dari air yang digunakan dalam pengolahan obat.4.

7. Pengolahan Ulang 7. Evaluasi Bagian Pengawasan Mutu terhadap Prosedur Produksi 7. Selama pengemasan berlangsung hendaklah diambil contoh produk yang dikemas permulaan. 7. Pengawasan pada Pengemasan 7. produk ruahan dan obat jadi.4. 7.6.7. Jalur pengemasan hendaklah diperiksakembali oleh bagian pengawasan mutu sebelum kegiatan pengemasan berjalan. pertengahan dan pada akhir pengemasan.5. 7.6. 7. Pengujian Ulang Bahan atau Produk yang Telah Disetujui 7.5.4.1.5. Berdasarkan hasil uji ulang tersebut bahan atau produk itu dinyatakan diluluskan kembali untuk dipakai atau ditolak. 7.7.Com .7.6.4.4.1. Bila suatu bahan disimpan padakondisi yang tidaktepat bahan tersebut hendaklah diuji ulang dan diluluskan oleh bagian pengawasan mutu sebelum digunakan. Pengolahan ulang tidak boleh dilakukan sebelum prosedurnya diperiksa dan disetujui oleh bagian pengawasan mutu.3. Hendaklah ditetapkan batas waktu penyimpanan yang sesuai untuk setiap bahan awal.4. 7.1.4.2.6. Pengujian tambahan terhadap obat jadi hasil pengolahan ulang hendaklah dilakukan sesuai ketentuan.5.2. Bagian pengawasan mutu hendaklah ikut serta dalam pembuatan 76 IlmuFarmasi.3.6.5.2.dinyatakan diluluskan atau ditolak oleh bagian pengawasan mutu selama proses produksi.6. 7.1.4.4. kekuatan. kualitas dan kemurniannya. Pengolahan ulang suatu bets produk dapat dipertimbangkan hanya apabila risiko yang mungkin sekali terjadi akibat pengolahan ulang telah dievaluasi secara meyakinkan dan dinilai dapatdiabaikan. Produk akhir yang sudah dikemas hendaklah dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. 7. 7. Setelah batas waktu ini bahan atau produk tersebut harus diuji ulang oleh bagian pengawasan mutu terhadap identitas. Metode pengolahan ulang hendaklah disahkan secara khusus dan didokumentasi secara lengkap.5. produk antara.5. Uji stabilitas lanjut hendaklah dilakukan terhadap obat jadi hasil pengolahan ulang bila diperlukan. 7.

2. Laporan tertulis mengenai penyelidikan tersebut hendaklah dibuat disertai dengan kesimpulan dan tindak lanjut. Tiap bets yang menyimpang atau gagal dalam memenuhi spesifikasinya hendaklah diselidiki secaratuntas.7. kondisi penyimpanan. 7.1.8. 7. bermakna dan dapat diandalkan.8.8. Program pengujian stabilitas hendaklah dipatuhi dan mencakup: 7. Penelitian Stabilitas 7.2.3. 7.6.2.8.2.1.8. Bagian pengawasan mutu hendaklah memberikan persetujuan atas prosedur pembersihan dan sanitasi peralatan produksi. 7.1.Prosedur Pengolahan Induk dan Prosedur Pengemasan Induk untuk setiap ukuran bets suatu produk untuk menjamin keseragaman dari bets ke bets yang diproduksi. Hendaklah dirancang program pengujian stabilitas untuk mengetahui sifat stabilitas dari obat jadi dan untuk menentukan kondisi penyimpanan yang cocok serta tanggal daluwarsa.4.2. pengujian produk dalam kemasan yang sama dengan kemasan yang dipasarkan. 7. 7.3.Com . Produk baru (umumnya dilakukan pada bets percobaan). pengujian stabilitas dilakukan sebelum maupun sesudah rekonstitusi.8.2.2.7. 7.3. Penyelidikan hendaklah dilanjutkan terhadap bets lain dari produk yang sama dan produk lainnya yang mungkin ada hubungannya dengan penyimpangan atau kegagalan tertentu. metoda pengujian yang spesifik.2. pada obat jadi untuk rekonstitusi. 7. Penelitian stabilitas hendaklah dilakukan dalam hal berikut: 7.7.8. Peninjauan Catatan Bets Produksi 7.8.8. jumlah contoh danjadwal pengujian berdasarkan kriteria statistik tiap sifat yang diuji untuk menjamin kebenaran perkiraan stabilitas.8.2. dan 7.1. Tiap perubahan dan penyesuaian pada Prosedur Pengolahan Induk atau Prosedur Pengemasan Induk harus disetujui oleh bagian pengawasan mutu sebelum diterapkan diproduksi. 77 IlmuFarmasi.5. Semua catatan produksi dan pengawasan tiap bets obat jadi hendaklah diteliti oleh bagian pengawasan mutu untuk menentukan apakah pembuatan bets bersangkutan memenuhi semua prosedur yang telah ditetapkan sebelum diluluskan untuk distribusi. 7.

(b) contoh pertinggal. Pembahan formula.9. Keluhan terhadap Obat 7. 7. 7. dll. dimanaperlu. nama dan alamat pemberi keluhan.2.4. Hasilpenelitian Objek penelitian hendaklah mencakup: (a) produk yang dikeluhkan (daerah peredaran. kondisi pemakaian produk. Bets yang diluluskan dengan pengecualian yaitu yang sifatnya berbeda dengan standar atau bets yang diolah ulang.Com .3. kemasan dan nomor bets.). kondisi saat beredar.3. Bagian pengawasan mutu bekerjasama dengan bagian produksi dan/atau bagian pemasaran hendaklah meneliti penyebab keluhan dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah terulangnya keluhan tersebut.9. Hendaklah dirancang suatu sistempenanganan keluhan terhadap obat yang mencakup prosedur tetap dan penunjukan petugas yang bertanggung jawab menerima keluhan.7.2.5. Isi keluhan Isi keluhan hendaklah mengandung: (a) nama produk. 7. dan 7. dan (c) catatan pengujian. 7.9.3. Semuakeluhanyangditerimasecaratertulis ataupunlisanhendaklah diteliti dengan cermat.1.3.3.9.1.2. Hendaklah dibuat catatan keluhan terhadap obat berikut penanganannya dan mencakup informasi antara lain : 7.8. 7.3.9. dan (c) sifat keluhan (diberikan lengkap). Memiliki kemasan baru yang berbeda dengan standar yang telah ditetapkan.8. Hendaklah dilakukan pengamatan lanjut terhadap contoh pertinggal obatjadi. lokasi terjadinya keluhan.8. 78 IlmuFarmasi.8. (b) tanggal. catatan produksi dan kondisi penyimpanan produk yang dikeluhkan.9. bentuk sediaan. 7.3.8. metode pengolahan dan sumber bahan baku.4. 7. Produkyang beredar.3.

4. Obat kembalian yang akan dimusnahkan hendaklah ditangani sedemikian rupa untuk memastikan pemusnahan dilaksanakan dengan benar dan juga mencegah kemungkinan produk tersebut jatuh ke tangan yang tidak berwenang.7.10. bentuk sediaan.9. Catatan penanganan obat kembalian hendaklah disimpan. Evaluasi hasil penelitian 7. maka produk tersebut hendaklah diberi kode baru sesuai prosedur yang ditetapkan. kelembaban dan tekanan ekstrim. dan penarikan kembali obat. 7. bentuk kemasan.6.11.3.10. Penilaian terhadap Pemasok 7.4. 7.5. alasan pengembalian. Hendaklah dilakukan pemeriksaan fisik dan diteliti secara kritis apakah perlu dilakukan pengujian atau tidak terhadap semua obat kembalian. Obat Kembalian Bagian pengawasan mutu hendaklah bertanggungjawab atas pemeriksaan produk yang dikembalikan karena adanya keluhan. Obat kembalian yang sebelumnya berada pada kondisi penyimpanan yang tidak wajar termasuk kondisi suhu. Tindak lanjut yang dilaksanakan antara lain tindakan perbaikan.1.2. 7.3. 7.10. Dalam hal obat kembalian akan dikemas ulang agar dapat dijual kembali. Catatan hendaklah mencakup nama produk. Obat kembalian hendaklah diberi identitas yang jelas dan disimpan di daerah terpisah di gudang.1.10.10.9. Bagian pengawasan mutu hendaklah ikut bertanggungjawab bersama departemen yang relevan untuk memilih pemasok yang mampu dan 79 IlmuFarmasi. 7. nomor bets. 7.9. jumlah yang dikembalikan.11. 7. Produk yang memenuhi spesifikasi dan karakteristik yang ditentukan boleh dipindahkan statusnya menjadi obat jadi yang diluluskan dan dikembalikan ke persediaan agar dapat didistribusikan kembali.4. tanggal pemusnahan dan metode pemusnahan akhir. kekuatan.10. Catatan keluhan terhadap obat hendaklah disimpan untuk jangka waktu tertentu. kerusakan.Com .3. 7.3. terkena asap atau kebakaran hendaklah dimusnahkan.10. tanggapan kepada pemberi keluhan. 7. daluwarsa atau hal lain yang menimbulkan keraguan atas mutu produk itu.

Daftar pemasok terpilih untuk bahan awal hendaklah dibuat dan ditinjau secara berkala. 7.7. Inspeksi terhadap pemasok perlu dilakukan. Inspeksi hendaklah dilakukan bersama oleh wakil dari bagian pengawasan mutu.6. wakil-wakil dari bagian pengawasan mutu bagian produksi dan bagian pembelian hendaklah menilai kualifikasi teknis dari pemasok dan berusaha mengetahui sikapnya terhadap mutu.2. reputasi atau jaminan yang dianggap cukup sehingga inspeksi tidak diperlukan. 80 IlmuFarmasi. 7.4. 7.3. Semua calon pemasok hendaklah dievaluasi sebelum diberi pesanan. Sebagai calon pembeli.5. dapat dipercaya dalam penyediaan bahan awal yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.11.11. 7. kecuali pemasok itu mempunyai riwayat.11.11. Semua pemasok hendaklah dievaluasi secara berkala.11.Com . bagian produksi dan bagian pembelian untuk menetapkan pemasok yang memenuhi syarat.

1.1.2. 81 IlmuFarmasi. Penyimpanan bahan awal dan obat jadi 8.1.1.8. Hal-hal yang Diinspeksi Untuk mendapatkan standar inspeksi diri yang minimal dan seragam disusun daftar periksa selengkap mungkin. Tiap anggota tim hendaklah bebas dalam melakukan inspeksi dan dalam memberikan penilaian atas hasil inspeksi. Daftar periksa hendaklah mengandung pertanyaan mengenai ketentuan CPOB yang meliputi: 8. 8.3.3. Pengawasan mutu 8. Anggota tim dapat berasal dari lingkungan perusahaan atau dari luar perusahaan. Peralatan 8.1. Liputan dan Frekuensi Inspeksi Diri Inspeksi diri dapat dilakukan bagian demi bagian sesuai kebutuhan namun inspeksi diri yang menyeluruh hendaklah dilakukan sekurangkurangnya sekali setahun.4.6. Program inspeksi diri hendaklah dirancang untuk mendeteksi kelemahan pelaksanaan CPOB dan untuk menetapkan tindakan perbaikan. Bangunan termasuk fasilitas untuk karyawan 8. Karyawan 8.1.Com . Seluruh tindakan perbaikan yang disarankan hendaklah dilaksanakan.5. Prosedur dan catatan mengenai inspeksi diri hendaklah didokumentasikan.8.1. 8.7. Dokumentasi 8.1.1.2. Untuk pelaksanaan inspeksi diri ditunjuk tim inspeksi yang mampu menilai secara objektif pelaksanaan CPOB. Inspeksi diri hendaklah dilakukan secara teratur.1. Perawatan gedung dan peralatan Tim Inspeksi Diri Tim inspeksi diri ditunjuk oleh manajemen perusahaan terdiri dari sekurangkurangnya 3 orang yang ahli di dalam bidang pekerjaannya dan paham mengenai CPOB. 8. INSPEKSI DIRI Tujuan inspeksi diri adalah untuk melakukan penilaian apakah seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu dalam pabrik memenuhi ketentuan CPOB. Produksi 8.

1.4.5. 8.4. Laporan Inspeksi Diri Setelah menyelesaikan inspeksi diri hendaklah dibuat laporan yang mencakup 8. penilaian dankesimpulan 8. 82 IlmuFarmasi. usul tindakan perbaikan Tindak Lanjut Inspeksi Diri Berdasarkan laporan inspeksi diri.2.8.Com . manajemen perusahaan hendaklah mengevaluasi laporan dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.4.3.4. hasil inspeksi diri 8.

Terhadap tiap keluhan dan laporan hendaklah dilakukan penelitian dan evaluasi secara seksama termasuk: (a) (b) meninjau seluruh inforrnasi yang masuk tentang keluhan atau laporan tersebut melakukan pemeriksaan atau pengujian terhadap contoh yang diterima dan bila perlu memeriksa juga contoh pertinggal bets yang bersangkuatan meneliti kembali semua data dan dokumentasi yang berkaitan. 9.1.1.2. reaksi toksis. (c) 83 IlmuFarmasi.1 Hendaklah dibuat catatan tertulis mengenai semua keluhan dan laporan yang diterima. 9. Keluhan dan laporan hendaklah ditangani oleh bagian terkait sesuai dengan jenis keluhan atau laporan yang diterima. keluhan atau laporan tentang efek samping yang merugikan seperti reaksi alergi. Semua keluhan dan laporan keluhan hendaklah diteliti dan dievaluasi dengan cermat.1. Jenis keluhan dan laporan dapat berupa: 9. kemudian diambil tindak lanjut yang sesuai dan dibuatkan laporan.l. 9.1. 9.1.2. termasuk catatan bets.1. Penanganan Keluhan dan Laporan 9. efek samping yang merugikan atau masalah efek terapeutik.2.2.1.2. Keluhan terhadap Obat dan Laporan Keluhan terhadap obat dan laporan keluhan dapat menyangkut mutu. kimia dan biologi dari produk atau kemasannya.1. keluhan dan laporan medis lain seperti kurang manjur atau kurang memberikan respon klinis.1. keluhan mengenai mutu menyangkut keadaan fisik.3.1.Com . catatan distribusi. PENARIKAN KEMBALI OBAT DAN OBAT KEMBALIAN 9. 9.3. reaksi fatal atau hampir fatal dan lain sebagainya. 9.2. PENANGANAN KELUHAN TERHADAP OBAT.1.9.1. catatan hasil pengujian dan sebagainya.1.

9.1.2. Penarikan Kembali Obat Penarikan kembali obat dapat berupa penarikan kembali satu atau beberapa bets atau seluruh obat jadi tertentu dari semua mata rantai distribusi.4.2.9.2.2.3.1. Penarikan kembali dilakukan apabila ditemukan adanya produk yang tidak memenuh persyaratan mutu atau atas dasar pertimbangan adanya efek samping yang tidak diperhitungkan yang merugikan kesehatan.1. Keputusan Penarikan Kembali 9.2.1. Penarikan kembali seluruh obat tertentu dari peredaran dapat menyebabkan penghentian sementara atai penghentian tetap tehadap pembuatan jenis obat yang bersangkutan.3.2.1. Hasil pelaksanaan penanganan keluhan dan laporan termasuk hasil evaluasi penelitian dan tindak lanjut yann diambil hendaklah dicatat dan dilaporkan kepada bagian terkait dan kepada pejabat pemerintah yang berwenang 9. Penarikan kembali dapat dilakukan atas prakarsa produsen sendiri atau instruksi instansi pemerintah yang berwenang 9.1.1. Tindakan penarikan kembali hendaklah dilakukan segera setelah diketahui adanya obat yang tidak memenuhi persyaratan atau yang mempunyai efek samping yang tidak diperhitungkan sebelumnya yang membahayakan kesehatan.1. Keputusan penarikan kembali dapat pula sekaligus merupakan penghentian pembuatan obat yang bersangkutan. 84 IlmuFarmasi.2.Com .2. Keputusan penarikan kembali dapat berupa penarikan kembali satu atau beberapa bets atau seluruh obat yang bersangkutan. (b) penarikan kembali bets obat atau seluruh obat yan bersangkutan.2. 9.2.3. 9. 9. Pelaksanaan Penarikan Kembali 9.2. TindakLanjut 9. .1. Keputusan untuk melakukan penarikan kembali suatu obat adalah tanggung jawab manajer pengawasan mutu dan pimpinan perusahaan. dan (c) tindak lanjut lain yangsesuai. 9. Atas dasarhasil evaluasi dan penelitian dilakukan tinda lanjut berupa antara lain : (a) tindakan perbaikan y ang diperlukan.3.1.2.1.

1.5. Dalam hal ini penarikan kembali hendaklah dilakukan pula sampai pada tingkatkonsumen. Pabrik hendaklah membuat prosedur untuk menahan. atau sebab lain mengenai kondisi obat.Com . Identifikasi dan pencatatan mutu dari obat kembalian.1. selain tindakan penarikan kembali hendaklah segera diambil tindakan khusus agar obat yang bersangkutan dikenakan embargo untuk tidak digunakan.1.3. 9.4. masalah keabsahan. yang kemudian dikembalikan ke pabrik karena adanya keluhan. 9. 9.4. wadah atau kemasan sehingga menimbulkan keraguan akan keamanan. 9. Prosedur Penanganan Obat Kembalian Hendaklah dibuat prosedur penanganan obat kembalian dengan memperhatikan hal-hal berikut: 9. mutu danjumlah obat yang bersangkutan. Sistem dokumen pabrik hendaklah dapat mendukung pelaksanaan penarikan kembali dan embargo efektif.2. daluwarsa. 9. 85 IlmuFarmasi. b) obat kembalian yang masih dapat diolah ulang.1. cepat dan tuntas. menyelidiki dan menganalisis obat yang dikembalikan serta menetapkan apakah obat tersebut dapat diproses kembali atau harus dimusnahkan. Hendaklah dibuat pedoman dan prosedur penarikan kem bali obatjadi yang tepat sehinggapenarikan kembali dan embargo dapat dilakukan dengan cepat dan efektif dari seluruh mata rantai distribusi.2. kerusakan.2. Berdasarkan evaluasi obat kembalian dapat digolongkan sebagai berikut: i a) obat kembalian yang memenuhi spesifikasi sehingga dapat dikembalikan ke persediaan. Hendaklah dibuat catatan dan laporan pelaksanaan. Bagi obat yang mengandung resiko besar terhadap kesehatan.3. identitas.4. Obat Kembalian Obat kembalian adalah obat jadi yang telah beredar. dan c) obat kembalian yang tidak memenuhi spesifikasi dan tidak boleh diolah ulang. Terhadap obat kembalian dilakukan evaluasi yang seksama untuk menentukan apakah obat yang bersangkutan dapat diolah kembali atau dimusnahkan.2.1. hasil penarikan kembali dan embargo obat.2.9.

86 IlmuFarmasi. 9.2.5. jatuhnya obat tersebut ke tangan orang yang tidak berwenang. Keputusan untuk melakukan pengolahan ulang obat kembalian hendaklah dilakukan oleh manajemen perusahaan atas dasar evaluasi yang seksama. 9.3. Perlunyapengujian tambahan terhadap produk hasil pengolahan ulang 9. 9.4. Obat kembalian yang diterima hendaklah dikarantina. Penanganan Obat Kembalian yang Ditolak Obat kembalian yang tidak dapat diolah ulang hendaklah dimusnahkan Hendaklah dibuat prosedur pemusnahan bahan atau produk yang ditolak yang mencakup pencegahan pencemaran lingkungan dan mencegah kemungkin.4. Terhadap obat kembalian hendaklah dilakukan penelitian.9.4. 9.4. pemeriksan dan pengujian oleh bagian pengawasan mutu untuk menentukan tindak lanjut. Untuk tiap pemusnahan obat kembalian hendaklah dibuat berita acara yang ditandatangani oleh pelaksa pemusnahan dan saksi.5.Com .4.6. Dokumentasi Pelaksanaan penanganan terhadap obat kembalian dan tidak lanjut yang dilakukan hendaklah dicatat dan dilaporkan.

Sistem dokumentasi hendaklah menggambarkan riwayat lengkap dari setiap bets atau lot suatu produk sehingga memungkinkan penyelidikan serta penelusuran terhadap bets atau lot produk yang bersangkutan.10. prosedur. benar dan efektif. Jika dokumen memuat instruksi hendaklah ditulis dalam nada perintah serta disusun dalam langkah yang diberi nomor urut. Apabila terjadi atau ditemukan suatu kekeliruan pada dokumen. Hendaklah diberi juga kemungkinan bagi peninjauan berkala maupun perbaikan. DOKUMENTASI Dokumentasi pembuatan obat merupakan bagian dari sistem informasi manajemen yang meliputi spesifikasi.2.5. 10. pengawasan mutu. relaksanaan. distribusi dan hal spesifik lainnya yang berkaitan dengan CPOB. agar dapat digunakan dengan mudah. Instruksi tersebut 87 IlmuFarmasi. 10. dan dijaga agar selalu aktual. pengendalian serta evaluasi seluruh rangkaian kegiatan pembuatan obat.1.4. pergudangan. perencanaan. 10. Setiap perubahan hendaklah disahkan secara resmi.6. Ketentuan Umum 10. Dokumentasi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap petugas mendapat instruksi secara rinci dan jelas mengenai bidang tugas yang harus dilaksanakannya sehingga memperkecil risiko terjadinya salah tafsir dan kekeliruan yang biasanya timbul karenahanyamengandalkan komunikasi lisan. bila diperlukan. kemudian diparaf dan dibubuhi tanggal.1. perlengkapan dan personalia.1. 10.1. Dokumen hendaklah mencakup semua data penting. Dokumen hendaklah dapat mencatat kegiatan di bidang produksi. hendaklah dikoreksi dengan suatu cara yang tepat sehingga tulisan atau catatan semula tidak hilang sama sekali dan koreksi itu ditulis dan dicantumkan disamping tulisan semula. Dokumen hendaklah dirancang dan dibuat dengan teliti. pemeliharaan peralatan.1. Sistem dokumentasi digunakan pula dalam pemantauan dan pengendalian.1. misal ko ndisi lingkungan. tetapi tidak perlu berlebihan. 10.3. 10.Com .1.1. Hendaklah ada suato sistem untuk menghindarkan terjadinya penggunaan dokumen yang sudah tidak berlaku. metode dan instruksi.

Dokumentasi hendaklah tersediabagisemuapihak terkait.1. 10. Setiap dokumen produksi hendaklah dibubuhi tanggal dan tandatangan dan disahkan oleh manajer produksi maupun manajer pengawasan mutu. (i) nama pemasok yang disetujui. tidak berarti ganda dan ditulis dalam bahasa yang dimengerti oleh pemakai.1.hendaklah jelas.1. (f) jenis pengujian spesifik yang diperlukan dalam rangka penilaian ulang terhadap bahan yang sudah daluwarsa untuk menentukan kemungkinan perpanjangan masa daluwarsanya. Spesifikasi Bahan Baku 10. 88 IlmuFarmasi.7. dan (j) tanggal diterbitkan spesifikasi. Spesifikasi bahan baku hendaklah memuat: (a) nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan. jika ada. Bagian atau orang yang menerima turunan dokumen hendaklah tercantum setidak-tidaknyapada dokumentasi aslinya. tepat. Dokumen dan catatan yang berkaitan dengan suatu bets sebagaimana contoh rujukan obatjadi serta bahan awalnya hendaklah disimpan oleh perusahaan untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan keperluannya dan/atau jangka waktu yang ditentukan Badan POM.1. (h) masa pakai jika diperlukan. (g) kondisi penyimpanan atau tindakan pengamanan lain yang diperlukan.8. 10. (b) nama dan kode yang diberikan oleh pemasok.2. (d) rujukan monograf atau metode pengujian yang diguna kan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan. 10. (e) frekuensi pengujian ulang terhadap bahan yang di simpan. 10. produk ruahan dan obat jadi. karakteristik fisika dan karakteristik kimia serta standar mikrobiologi.1.1.Com .2. 10. bahan pengemas. (c) pemerian.2.9. produk antara. j ika perlu. Spesifikasi Dokumen spesifikasi meliputi spesifikasi bahan baku.

10. (g) kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan yang diperlukan.3. wama. 10. karakteristik fisika dan karakteristik kimia serta standar mikrobiologi. (h) masa pakai j ika diperlukan. (d) rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan. dan (j) tanggal diterbitkannya spesifikasi. (i) nama pemasok yang disetujui.2. Spesifikasi bahan pengemas hendaklah memuat : (a) nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan. pH. dimensi. Spesifikasi Produk Antara.2.10. produk ruahan atau spesifikasi obat jadi. kekuatan.2. kerapatan.1. jika ada. (b) bentuk sediaan dan kekuatannya.2.1. (c) pemerian. kekentalan.2. Spesifikasi produk antara. 10. Produk Ruahan dan Obat Jadi 10. Spesifikasi Bahan Pengemas 10. 89 IlmuFarmasi.3. Spesifikasi bahan pengemas dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk. (d) gambar teknis.2. seperti bobot standar atau volume pengisian (termasuk nilai batas). ketebalan. bila perlu. hendaklah memuat: (a) nama dan kode produk yang digunakan perusahaan. (b) nama dan kode yang diberikan oleh pemasok.Com . (c) pemerian antara lain jenis bahan. (e) rujukan monograf atau metodapengujian yang diguna kan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan.2. sesuai dengan bentuk sediaan dan tahap pembuatannya.2. Spesifikasi bahan baku dapatterpisah atau termasukdalam Dokumen Produksi Induk.2. (f) frekuensi pemeriksaan ulang terhadap bahan yang disimpanjika perlu.2. teks.2. (e) sifat fisika.1.

3.1. Isi dokumen induk hendaklah memuat: (a) bagian umum yang memuat jenis kemasan atau alternatif kemasan. daftar isi dan daftar distribusi. Spesifikasi produk antara. waktu hancur dan kemanfaatan hayati in-vitro.3. Dokumen Produksi Induk hendaklah mefnuat nama produk.2.3.2. kekuatan. (g) masapakai atau batas daluwarsa.3.1. bilaperlu.Com . 10. tindakan pengamanan selama penyimpanan 90 IlmuFarmasi. kekuatan serta besarnya bets.kekerasan.1. Adakalanyapada catatan produksi bets prosedur yang dicantumkan dalam Prosedur Produksi Induk tidak dicantumkan lagi secara nnci. (h) kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan yang diperlukan.1.dan (i) spesifikasi kemasan dan label. pemerian.3. 10. Dokumen Produksi Induk « 10. keregasan. (f) spesifikasi obat jadi hendakiahjugamencakup jenis dan spesifikasi bahan pengemasan yang digunakan. pernyataan tentang stabilitas produk. produk ruahan atau spesifikasi obat jadi dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk. Dokumen Produksi Dokumen produksi terdiri dari: (a) Dokumen Produksi Induk yang merupakan pedoman dasar produksi untuk tiap jenis obat jadi dengan bentuk sediaan dan kekuatan tertentu tanpamemperhatikan besarnyabets.2. (b) Prosedur Produksi Induk terdiri dari Prosedur Pengolahan Induk dan Prosedur Pengemasan Induk yang merupakan pedoman pengolahan dan pengemasan yang lebih rinci untuk masing-masing obat jadi dengan bentuk sediaan. nama pemeriksa yang terlibat. Prosedur Produksi Induk pada dasarnya telah divalidasi. bentuk sediaan. nama penyusun dan bagian. 10. 10. pengolahan dan pengemasan. (c) Catatan Produksi Bets yang terdiri dari catatan pengolahan bets dan catatan pengemasan bets yang pada dasarnya merupakan turunan dari Prosedur Produksi Induk yang sudah berisi data dan informasi mengenai pelaksanaan produksi.

baik.3. 10. (g) garis besar prosedur pengolahan dan pengemasan. Prosedur Pengolahan Induk hendaklah mencakup hal berikut: (a) nama dan kekuatan produk serta pemerian bentuk sediaan.serta tindakan pengamanan lain yang perlu dilaksanakan selamapengolahan dan pengemasan.3.2.3. dibubuhi tandatangan oleh manajer produksi serta diperiksa secara terpisah.2. 10.2. (e) daftar lengkap bahan pengemas. dan (j) masa pakai produk. (f) spesifikasi bahan pengemas. 10.2. (h) daftar peralatan yang dapat dipakai untuk pengolahan dan pengemasan. yang tidak akan berubah maupun yang akan mengalami perubahan selama proses.1. Prosedur Pengolahan Induk ini hendaklah memuat prosedur dan instruksi lengkap dan rinci mengenai pengolahan. 91 IlmuFarmasi. termasuk pengawasan dalam proses yang harus dilakukan bagian produksi dan pengawasan yang harus dilakukan bagian pengawasan mutu. (i) pengawasan dalam proses yang harus dilaksanakan selama pengolahan dan pengemasan. Prosedur Pengolahan Induk Prosedur pengolahan induk adalah dokumen yang kemudian digandakan untuk pencatatan pengolahan tiap bets produk. (b) komposisi/formula untuk tiap satuan takaran maupun (c) daftar lengkap bahan baku. Dokumen ini hendaklah dibuat.Com . Prosedur Pengolahan Induk hendaklah menyediakan ruang untuk mencatat data pengolahan. (d) spesifikasi bahan baku. diberi tanggal dan ditandatangani oleh manajer pengawasan mutu. tindakan pengamanan dan hal khusus yang perlu diperhatikan selama pengolahan dan selama penyimpanan produk antara dan produk ruahan.

(f) jumlah bets berbeda dari bahan berkhasiat dan tidak berkhasiat yang boleh digunakan dalam satu bets produk. (c) nama dan bobot atau ukuran dalam sistem metrik dari tiap bahan berkhasiat dan tidak berkhasiat untuk tiap satuan takaran atau ukuran bets. 10.3.Com . 10. (g) pernyataan mengenai bobot atau ukuran teoritis yang diperoleh pada tahap pengolahan tertentu. dengan menyebutkan nama serta kode yang spesifik untuk menunjukkan karakteristik mutu.1. Dokumen ini hendaklah dibuat. jika diperlukan. 10. tindakan pengamanan dan hal khusus yang perlu diperhatikan selama pengemasan.3. Prosedur Pengemasan Induk hendaklah menyediakan ruang untuk mencatat data pengemasan. misal monograf rujukannya. (e) banyaknya sisa produk yang boleh ditambahkan ke dalam bets berikutnya. Prosedur Pengemasan Induk Prosedur Pengemasan Induk adalah dokumen yang kemudian digandakan untuk pencatatan pengemasan tiap bets produk. diberi tanggal dan ditandatangani oleh manajer pengawasan mutu. (d) pemyataan mengenai pemakaianjumlah bahan baku yang dilebihkan yang telah diperhitungkan.3.3. Prosedur Pengemasan Induk hendaklah memuat prosedur dan instruksi lengkap dan rinci mengenai pengemasan termasuk pengawasan dalam proses yang harus dilakukan bagian produksi dan bagian pengawasan mutu.3. dan (i) lokasi pengolahan dan peralatan yang akan digunakan.(b) daftar lengkap bahan baku.2. Prosedur Pengemasan Induk hendaklah mencakup hal berikut: 92 IlmuFarmasi. (h) pernyataan mengenai hasil teoretis dan batas presentase termasuk persentase maksimum dan minimum hasil nyata yang diperoleh terhadap hasil teoritis yang diperkenankan. dibubuhi tanggal dan tanda tangan oleh manajer produksi serta diperiksa secara terpisah.3.

4. (d) prosedur rekonsiliasi antara produk ruahan dan bahan pengemas yang dikeluarkan.3. dan (e) lokasi pengemasan dan peralatan yang akan digunakan. Formulir untuk Catatan Pengolahan Bets adalah reproduksi dari Prosedur Pengolahan Induk yang kebenarannya diperiksa. (d) bobot atau volume sebenarnya dan nomor bets dari masing-masing bahan baku yang digunakan selama pengolahan serta paraf petugas yang menimbang atau mengukur dan paraf petugas yang melaksanakan pemeriksaan tandingan. tutup dan bahan pengemas lain termasuk satu contoh label dan penandaan lainnya yang ditandatangani dan dibubuhi tanggal oleh petugas yang berwenang untuk memberi persetujuan atas penandaan seperti itu.4.2.(a) nama.1. Catatan Pengolahan Bets hendaklah menunjukkan setiap langkah pengolahan yang telah diselesaikan dan mencakup data sebagai berikut: (a) Nomor bets: (b) tanggal mulai dan tanggal selesai pengolahan. Catatan Pengolahan Bets 10.4. (c) pernyataan mengenai hasil teoretis dan batas persentase maksimum dan minimum hasil nyata yang diperoleh terhadap hasil teoretis yang diperkenankan. 93 IlmuFarmasi. Catatan Pengolahan Bets hendaklah diadakan bagi setiap bets obat dan hendakJah mencakup data lengkap tentang pelaksanaan pengolahan dan pengawasan terhadap bets yang bersangkutan. 10.Com . (b) daftar lengkap wadah.3. dibubuhi tandatangan oleh manajerproduksi. (c) identitas setiap peralatan utama serta identitas jalur atau lokasi yang digunakan.3. 10. (e) nomor bets dan nomor persetujuan rujukan serta banyaknya sisa produk atau bahan pulihan yang digunakan jika ada. bentuk sediaan dan kekuatan serta pemerian produkruahan.

dan penyelidikan terhadap kegagalan proses yang spesifik atau ketidak-sesuaian hasil nyata.(f) (g) (h) (i) (j) (k) (11 (m) catatan tentang pelaksanaan pembersihan peralatan yangdipakai. pengambilan contoh yang dilakukan dalam berbagai tahap pengolahan. (b) tanggal mulai dan tanggal selesai pengemasan. Formulir untuk Catatan Pengemasan Bets adalah reproduksi dari Prosedur Pengemasan Induk yang kebenarannya diperiksa. Catatan Pengemasan Bets 10. hasil nyata maupun persentase terhadap hasil teoritis pada tiap tahap pengolahan yang kritis. Catatan Pengemasan Bets hendaklah diadakan bagi setiap bets obat dan hendaklah meliputi data lengkap tentang pelaksanaan pengemasan dan pengawasan terhadap bets yang bersangkutan. termasuk jumlahnya. hasil pengawasan selama proses dan uji laboratorium. Catatan Pengemasan Bets hendaklah menunjukkan setiap langkah pengemasan yang telah diselesaikan dan mencakup data sebagai berikut : (a) Nomor bets.1. 10.3. 10.5. paraf petugas yang melakukan dan supervisor yang mengawasi atau memeriksa setiap langkah pengolahan: rincian tiap penyimpangan dari ProsedurPengolahan Induk. dan persetujuan terhadap penyimpangan tersebut.3. 94 IlmuFarmasi. persetujuan yang dibubuhi tanggal dan tandatangan olen petugas berwenang yang menyatakan bahwa semua langkah pengolahan telah dilaksanakan sesuai Prosedur Pengolahan Induk dan bahwa tiap penyimpangan proses maupun variasi hasilnya dijelaskan secukupnya.5.5.2. (c) identitas tiap peralatan utama serta jalur atau lokasi yang digunakan.Com .3. dibubfuhi tanggal dan tandatangan oleh manajer prodcrksi.

dan (n) penyelidikan terhadap kegagalan proses yang spesifik atau ketidak-sesuaian hasil nyata.Com . Prosedur Pengambilan Contoh untuk Pengujian Prosedur pengambilan contoh untuk pengujian hendakJah menguraikan rancangan dan metode pengambilan contoh yang disahkan dengan 95 IlmuFarmasi. (i) contoh bahan pengemas cetak yang digunakan dan catatan pemeriksaannya termasuk bahan pengemas cetak yang diberi kode penandaan. (g) pemeriksaan kesiapan jalur pengemasan sebelum dan sesudah pengemasan oleh petugas yang berwenang: (h) hasil nyata maupun persentase terhadap hasil teoritis pada waktu penyelesaian pengemasan. 10. Laporan hasil pengujian dapat berupa sertifikat analisis. Prosedur pengambilan contoh u»tuk pengujian merupakan dokumen yang sangat penting dalam pengawasan mutu. Dokumen Pengawasan Mutu Dokumen pengawasan mutu terdiri dari : (a) Prosedur pengawasan mutu dan metode pengujian. (j) pengambilan contoh yang dilakukan selama dan sesudah pengemasan termasuk jumlah contoh.4. dan (b) Catatan analisis dan laporan hasil pengujian.4. (k) paraf petugas yang melakukan dan supervisor yang mengawasi atau memeriksa setiap langkah pengemasan: (1) catatan rekonsiliasi dan disposisi bahan pengemas yang tidak terpakai: (m) hasil pengujian obatjadi. (f) catatan tentang pelaksanaan pembersihan peralatanyangdipakai.(d) jumlah nyata dan nomor bets dari masing-masing bahan pengemas dan produk ruahan yang digunakan serta paraf petugas yang menimbang atau menghitung dan paraf petugas yang melaksanakan pemeriksaan tandingan. Catatan tentang hasil uji stabilitas biasanya diadakan sendiri.1. (e) hasil pengawasan dalam proses. 10.

4.4.2. 10.4. Metode Pengujian Metode pengujian adalah prosedur rinci untuk pengambilan contoh dan pengujian terhadap spesifikasi bahan awal. Hendaklah dibuat catatan analisis dan laporan hasil pengujian terhadap bahan awal. Catatan analisis dan laporan hasil pengujian hendaklah mencantumkan pelulusan atau penolakan bahan atau produk disertai tanggal dan tanda tangan analis yang melakukan pengujian dan supervisor.Com . Catatan Analisis dan Laporan Hasil Pengujian 10. (c) nama pemasok. uji identifikasi dan penetapan kadar serta formula perhitungan untuk memperoleh hasil analisis. (d) nama petugas atau bagian yang diberi wewenang untuk pengambilan contoh: (e) lokasi pengambilan contoh: (f) jumlah contoh yang diambil: dan (g) pola pembagian contoh apabila diperlukan. produk ruahan dan obat jadi.4. Catatan Pengambilan Contoh Hendaklah diadakan catatan pengambilan contoh untuk pengujian sesuai dengan prosedur pengambilan contoh yang disetujui. 10. Catatan analisis hendaklah memuat data sebagai berikut: (a) tanggal pelaksanaan pengujian.4. produk antara. produk ruahan dan obat jadi sesuai dengan metode pengujian yang disetujui.2. 10. 96 IlmuFarmasi.1.4. (b) alat dan wadah yang digunakan. Prosedur pengujian hendaklah mencakup pereaksi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan analisis. produk antara. (c) tindakan pengamanan selamapengambilan contoh termasuk penggunaan pakaian khusus oleh petugas yang mengambil contoh. (b) nama produk.membubuhi tanda tangan dan diberi tanggal oleh pejabat yang bervvenang serta mencakup hal sebagai berikut: (a) metode pengambilan contoh untuk pengujian termasuk rancangan pengambilan dan standar yang digunakan. 10.4.4.3. termasuk kode produk jika ada.

(g) jumlah yang diterima. (1) nomor sertifikat yang diterbitkan untuk keputusan pelulusan atau penolakan.Com . 97 IlmuFarmasi. dan (m) rujukan silang terhadap sertifikat yang diterbitkan sebelumnya. Catatan uji stabilitas selain memuat hal yang tersebut pada butir 10. (h) tanggal pengambilan contoh dan jumlah contoh. 10. dan 10.3. (b) masa pelaksanaan uji stabilitas. dan (g) tanggal dan tanda tangan analis dan manajer pengawasan mutu.4. bentuk sediaan dan kekuatan: (d) nomor bets dari pabrik.4. jika diperlukan. (e) nomor bets asal pemasok.4. (b) nomor sertifikat. Sertifikat analisis merupakan laporan hasil pengujian dan hendaklah memuat hal berikut: (a) nama dan alamat pabrik atau lembaga yang menerbitkan sertifikat tersebut.4. (f) pernyataan pelulusan atau penolakan disertai penjelasan yang diperlukan.4.4.2. (i) rujukan metode pengujian atau monograf yang digunakan. (d) hasil pengujian setelah setiap masa penyimpanan tertentu.4. (f) nomor bets yang diberikan oleh bagian pengawasan mutu. (c) kondisi penyimpanan produk seperti suhu dan kelembaban. hendaklah memuat pulahal berikut: (a) deskripsi bahan pengemas yang digunakan.(d) tanggal penerimaan. (c) nama bahan atau produk. (e) hasil pengujian dan nilai batas standar. (k) pernyataan pelulusan atau penolakan dari bagian pengawasan mutu yang dibubuhi tanggal dan tanda tangan penanggungjawab. (j) catatan hasil pengujian yang dilakukan yang dibubuhi tanggal dan tanda tangan analis dan supervisor.

diluluskan atau ditolak. 10.1. Dokumen Penyirapanan dan Distribusi Hendaklah diadakan dokumen penyimpanan dan distribusi obat. Dokumen tersebut berupa kartu persediaan dan catatan distribusi yang dapat dikerjakan secara manual atau komputerisasi.5. dikeluarkan dan yang tersedia untuk tiap bahan awal.1.1. dan (f) status bahan. apakah dikarantina. 10.5.5. (b) tanggal penerimaan dan pengeluaran atau penyerahan. Kartu persediaan hendaklah memuat: (a) nomor kode dan nama bahan atau produk. Kartu Persediaan Hendaklah diadakan kartu persediaan yang berisi catatan atau sistem dokumentasi lam tentang jumlah yang diterima. Catatan Distribusi Obat Jadi 10.5.2. misalnya bahan pengemas.5. (e) lokasi penyimpanan.1. 10. aktual 98 IlmuFarmasi. Penyimpangan dari prinsip ini dapaj diijinkan uwtuk jangka waktu pendek dan hanya atas persetujuan manajer yang berwenang.2. Catatan hendaklah dibuat sedemikian rupa sehingga data distribusi tiap bets obatjadi yang lengkap.(e) hasil pengujian dibandingkan dengan spesifikasi produk dan hasil pengujian awal.1. produk antara. Kartu persediaan hendaklah menjadi alat untuk melaksanakan prinsip pertama masuk pertama keluar dan pertama mendekati daluwarsa pestama keluar. 10.3. 10.5. Catatan distribusi mencakup distribusi obatjadi dari pabrik saja. Dianjurkan untuk membuat kartu persediaan dengan warna berbeda untuk tiap kelompok produk. (c) jumlah penerimaan atau penyerahan dan sisa persediaan. bahan berkhasiat.2.1.5.Com . produk ruahan dan obatjadi. bahan pembantu. 10. (d) nomor bets. produk antara. produk ruahan atau obatjadi.

Pembersihan dan Pemantauan Kondisi Ruangan dan Peralatan Dokumen terpenting dalam pemeliharaan.3.1.10. Pelaksanaan pemeliharaan dan pembersihan hendaklah dicatat.Com . Hendaklah dibuat prosedur pemeliharaan dan pember sihan untuk tiap peralatan yang mencakup jenis pekerjaan yang harus dilakukan dan jadwal pemeliharaan. (b) nomor dan tanggal surat perintah penyerahan.1.6. pembasmian hama serta catatan pemantauan partikel di udara sekitar dan/atau mikroba viabel di daerah tertentu. Hendaklah dibuat prosedur pembersihan peralatan yang digunakan dalam proses produksi yang menjelaskan cara pembersihan tiap pergantian produk atau pergantian bets. (d) nama.1. (f) nomor bets. 10.1. (c) tanggal penyerahan. Catatan distribusi hendaklah memuat data sebagai berikut: (a) nama dan alamat penerima. 10.1. Prosedur dan Catatan Pemeliharaan dan Pembersihan Peralatan 10.1.6. 10.2.5.2.6. (e) jumlah produk yang diserahkan. (g) tanggal daluwarsa. bentuk sediaan dan kekuatan produk.2.5.2. dan (h) syarat penyimpanan khusus atau tindakan pengamanan yang mungkin diperlukan untuk penanganan produk Persediaan obat jadi hendaklah dicatat dalam kartu persediaan seperti yang disebutkan dalam butir 10. Dokumen Pemeliharaan. termasuk perbaikan dan penggantian suku cadang.jika ada. Prosedur pembersihan hendaklah mencakup metode serta 99 IlmuFarmasi. pembersihan dan pemantauan kondisi ruangan dan peralatan pembuatan obat adalah prosedur dan catatan untuk pemeliharaan dan pembersihan ruangan dan peralatan. 10.5.6. dan progresif dapat dengan mudah diikuti dan diperoleh segera untuk memudahkan pelaksanaan tindakan penarikan kembali yang efektif dan cepat apabila diperlukan oleh pabrik.

2.1. metode penanganan dan evaluasi dari keluhan. Pelaksanaan pembersihan hendaklah dicatat dan dilampirkan ke dalam catatan bets yang bersangkutan.4. peralatan dan bahan pestisida yang digunakan.6. (b) jenis keluhan atau laporan. yang mencakup definisi tentang kelyhan dan reaksi merugikan dari obatjenis keluhan dan laporan. Penarikan Kembali Obat. peralatan dan bahan pembersih yang digunakan. Prosedur dan Catatan Pembasmian Hama Hendaklah diadakan prosedur pembasmian hama yang mencakup jadwal pembasmian. Dokumen Penanganan Keluhan Terhadap Obat.1. Pelaksanaan pembasmian hama hendaklah didokumentasikan. 10. cara pembersihan. termasuk tingkat siaga dan tingkat pengambilan tindakan. 10. spesifikasi.1. waktu dan jadwal pembersihan.7.2. 10. tindakan pengamanan. Pelaksanaan pembersihan hendaklah didokumentasikan. 100 IlmuFarmasi. daerah yang harus diliputi. 10.1. Prosedur dan Catatan Penanganan Keluhan Terhadap Obat 10. metode kerja. 10. Prosedur dan Catatan Pemantauan Partikel di Udara Sekitar dan Mikroba Hendaklah dibuat prosedur pemantauan partikel udara dan mikroba di daerah tertentu yang mencakup metode pemantauan dan daerah yang dipantau.7. bagian atau orang yang terlibat dalam pelaksanaan pembasmian hama tersebut. Hasil pemantauan hendaklah dicatat.Com . Hendaklah dibuat prosedur penanganan keluhan dan laporan mengenai reaksi yang merugikan dari obat. Catatan keluhan terhadap obat dan laporan reaksi merugikan dari obat memuat: (a) nama produk dan nomor bets.6. Obat Kembalian dan Pemusnahan Obat 10.3.6. Prosedur dan Catatan Pembersihan Daerah Produksi Hendaklah dibuat prosedur pembersihan untuk daerah produksi yang mencakup ruangan yang harus dibersihkan.7.7.peralatan dan bahan pembersih yang digunakan. (c) sumber keluhan atau laporan.

10.7.Com . hasil penyelidikan. Hendaklah dibuat catatan tindakan penarikan kembali yang mencakup : (a) nama produk. Prosedur dan Catatan Penarikan Kembali Obat 10. (d) jumlah sisa dan jumlah yang telah didistribusikan dari bets atau lot produk yang bersangkutan pada tanggal awal penarikan kembali. Prosedur dan Catatan Penanganan Obat Kembalian Hendaklah dibuat prosedur penanganan obat kembalian yang memuat pedoman untuk pengambilan keputusan apakah obat kembalian dapat digunakan kembali. (f) sumber produk yang dikembalikan. (h) tindak lanjut: dan (i) laporan penanganan penarikan kembali termasuk laporan kepadapemerintahjikadiperlukan. Penanganan dan pemusnahan obat kembalian hendaklah didokumentasikan. 10.3.2. (e) jumlah produk yang dikembalikan.7. 10.7. (b) tanggal dimulai dan selesainyapenarikan kembali.1. 10.1. ringkasan tentang keluhan atau laporan. dan tanggapan dan tindak lanjut terhadap keluhan atau laporan. (g) evaluasi dari penarikan kembali.2. Hendaklah dibuat prosedur penarikan kembali obat untuk satu bets atau lot atau seluruh bets obat dari peredaran.4.7. Prosedur dan Catatan Pemusnahan Bahan dan Produk yang Ditolak 10.7. Hendaklah dibuat prosedur pemusnahan bahan atau produk yang ditolak yang mencakup tindakan pencegahan pencemaran lingkungan dan kemungkinan jatuhnya bahan atau produk yang bersangkutan ke tangan orang yang tidak berwenang.2. 101 IlmuFarmasi. nomor bets dan ukuran bets.7. evaluasi dari keluhan atau laporan. (c) alasan penarikan kembali.(d) (e) (f) (g) (h) contoh produk yang bersangkutan.4.2. diolah ulang atau dimusnahkan.

1.9.7. standar rujukan. 10. Dokumen Untuk Peralatan Khusus Dokumen terpenting untuk peralatan khusus adalah prosedur kerja dan kalibrasi berikut catatan pemakaian alat dan kalibrasi alat.9.1. 10. dan (e) tanggal pemusnahan. Hendaklah dibuatcatatan pemusnahan bahan atauproduk yang ditolak yang memuat antara lain: (a) nama. (b) asalbahan atauproduk. metode kalibrasi atau buku pedoman kalibrasi yang digunakan. Prosedur kerja pada umumnya dibuat berdasarkan manual peralatan bersangkutan. (d) nama petugas yang melaksanakan dan yang menyaksikan pemusnahan. 10. Prosedur dan Catatan Inspeksi Diri 10.9.4. 10. 10. Prosedur kalibrasi hendaklah mencakup jadwal. Prosedur dan Catatan Kalibrasi Peralatan Khusus Hendaklah dibuat prosedur kalibrasi untuk tiap peralatan khusus untuk memastikan bahwa peralatan yang bersangkutan memberi hasil penimbangan atau pengukuran yang akurat. susunan tim dan jadwal inspeksi-diri. (c) metode pemusnahan. Hendaklah dibuat prosedur untuk pelaksanaan inspeksi-diri atas bangunan dan sistem pabrik. pereaksi dan alat kalibrasi yang diperlukan.Com . Hendaklah dibuat catatan pelaksanaan dan hasil inspeksi-diri yang mencakup evaluasi dan kesimpulan dari tim serta tindak lanju: perbaikan yang diperlukan. 102 IlmuFarmasi. Pelaksanaan dan hasil kalibrasi hendaklah didokumentasikan.2.2.2. Prosedur Kerja untuk Peralatan Khusus Hendaklah dibuat prosedur kerja untuk setiap peralatan tertentu untuk menghindarkan terjadinya penanganan yang salah yang dapat mempengaruhi kualitas suatu bets produk yang menggunakan alat tersebut atau yang dapat merusak alat.8.8. nomor bets dan jumlah bahan atau produk yang ditolak.8. Prosedur mencakup daftar periksa dan formulir inspeksi-diri.10.

Hendaklah dibuat pedoman pelatihan CPOB bagi karyawan sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab masingmasing.1.10. bagian atau lembaga yang memberikan pelatihan.jika ada. (e) peragaan yang dilakukan. (b) nama karyawan yang mengikuti pelatihan. dan (f) evaluasi terhadap peserta pelatihan. Pedoman dan Catatan Pelatihan CPOB Bagi Karyawan 10.2. (c) nama instruktur. 10. Hendaklah dibuat catatan pelaksanaan dan hasil pelatihan CPOB yang mencakup: (a) tanggal pelatihan.Com .10.10. 103 IlmuFarmasi.10. (d) materi pelatihan serta alat bantu yang digunakan.

pemeliharaan. enzim. hormon. Karena bahan biologi berpotensi sebagai sumber kontaminasi dan juga sangat rentan mengalami kontaminasi silang. Oleh karena itu pengawasan dalam proses berperan sangat penting dalam pembuatan produk biologi. Pendahuluan Pembuatan produk biologi memerlukan pertimbangan khusus dan perhatian tambahan berkenaan dengan sifat produk dan proses yang terlibat.ADDENDUM I PEMBUATAN PRODUK BIOLOGI 1. dan (d) propagasi substrat hidup pada embrio atau hewan. dan produk lain hasil fermentasi (termasuk antibodi monoklonal dan produk yang diperoleh dari r-DNA) yang dibuat dengan metode pembuatan berikut: (a) biakan mikroba: (b) biakan sel dan mikroba. 2. imunosera.1. pengawasan mutu dan administrasi.2. Personalia dan Pelatihan 2.Com . (c) ekstraksi dari jaringan biologi hewan dan manusia. hendaklah mendapatkan pelatihan tambahan yang spesifik berkaitan dengan produk yang dibuat. Produk biologi yang dicakup dalam CPOB ini adalah vaksin. antigen. Pengawasan mutu produk biologi biasanya mencakup tehnik analitis biologi yang memiliki tingkat variabilitas yang lebih besar dibandingkan penentuan secara fisikokimia. 104 IlmuFarmasi. Seluruh pelatihan hendaklah dilakukan secara teratur dan didokumentasikan dengan baik Personalia yang bertanggungjawab dalam produksi dan pengawasan mutu hendaklah memiliki pengetahuan memadai yang terkait dengan 2. proses pembuatan produk biologi hendaklah dilakukan pada ruang atau sistem yang mampu mencegah keluarnya bahan biologi ke lingkungan luar atau daerah kerja sekitarnya. informasi terkait dan pelatihan higiene dan mikrobiologi. Seluruh personalia yang terlibat dalam pembuatan produk biologi termasuk personalia yang menangani pembersihan.

Com . Daerah yang digunakan untuk memproses jaringan hewan dan mikroba yang tidak diperlukan pada proses produksi yang sedang berlangsung dan daerah untuk melakukan uji yang melibatkan hewan atau mikroba hendaklah terpisah dari sarana yang digunakan untuk pembuatan produk biologi steril. batuk. 2. 2. Karyawan tidak diperbolehkan melalui daerah lain dimanaterpapar kuman hidup atau binatang yang memungkinkan daerahnya terkontaminasi dengan produk lain atau kuman yang berbeda dengan yang ditanganinya. luka. 2. pengetahuan medis biologi atau kimia dan pengalaman praktis yang memadai untuk melaksanakan fungsi mereka atau proses pembuatan yang dilakukan. Karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan hendaklah berbeda dengan karyawan yang menangani hewan. 3. infeksi kulit atau rambut.6. pengawasan mutu. Produksi vaksin BCG dan produk tuberkulin hendaklah terbatas untuk orang yang telah dimonitor secara hati-hati melalui pengecekan teratur status imunologi dan sinarX.5. 2. berkenaan dengan kontaminasi bahan baku dan resikonya terhadap produk akhir. Karyawan hendaklah melaporkan keadaan seperti diare. demam yang tidak diketahui penyebabnya. apabila diperlukan dengan vaksin yang sesuai. seperti pemakaian fasilitas dan peralatan khusus.2. produksi bersama dan penggunaan sistem 105 IlmuFarmasi.3.1. Proses pembuatan produk biologi steril hendaklah dilakukan setidaknya pada ruangan Kelas II dan diisi di ruangan Kelas I 3. Bangunan dan Peralatan 3. dan melakukan pengecekan kesehatan secara teratur. yang dapat menyebarkan kuman ke dalam lingkungan kerja. pemeliharaan. Daerah tersebut hendaklah mempunyai sistem ventilasi yang benar-benar terpisah.2.7. pilek. kefarmasian.3.4. 3. dan penanganan hewan hendaklah divaksinasi. Pengunjung tidak diperperbolehkan memasuki daerah produksi. Seluruh personalian yang terlibat dengan produksi. terutama selama proses produksi dimana organisme hidup digunakan. memerlukan perhatian tambahan berkaitan dengan sarana dan peralatan. Tingkat pengendalian lingkungan terhadap kontaminasi oleh partikel dan mikroba di sarana produksi hendaklah diterapkan kepada produk dan tahapan produksinya. Risiko kontaminasi silang antara produk biologi.

Hendaklah digunakan sarana khusus dalam menangani Bacillus anthracis. organisme yang diduga bersifat patogen ditangani pada daerah yang khusus dirancang bertekanan negatif. Produksi pada sarana yang sama dapat diterima untuk organisme pembentuk spora yang lain dimana sarana tersebut khusus diperuntukkan produk kelompok ini dan tidak boleh ada lebih dari satu produk diproses pada saat yang sama. Produksi secara bersamaan di tempat yang sama menggunakan biofermentor sistem tertutup dapat diterima untuk produk antara lain antibodi monoklonal dan produk yang menggunakan teknik r-DNA. Sifat produk dan peralatan yang digunakan akan menentukan tingkat pemisahan yang diperlukan untuk menghindari kontaminasi silang. Organisme yang membentuk sporahendaklah ditangani di saranakhusus untuk kelompok produk tersebut sampai proses inaktivasi selesai.10. 3.Com .9. Clostridium botulinum dan Clostridium tetani. proses yang paralel hendaklah hanya dilakukan setelah inaktivasi biakan atau sesudah proses detoksifikasi. Unit pengendali udara hendaklah dibuat untuk daerah pengolahan dimana patogen hidup ditangani. bilaperlujugapembersihan dan sanitasi setelah selesai produksi tersebut. Daerah bertekananudarapositif hendaklah digunakan untuk pengolahan produk steril. daerah tersebut hendaklah dikelilingi dengan daerah steril bertekanan positif. 3. 3.4. Pada prinsipnya. 3. rancang bangun gedung dan peralatan hendaklah memungkinkan proses dekontaminasi yang efektif dengan fumigasi. 3. Untuk vaksin yang dimatikan dan toksoid. Namun demikian untuk daerah tertentu yang digunakan untuk mikroba patogen hendaklah bertekanan negatif untuk mencegah penyebaran mikroba patogen keluar dari daerah tersebut.5. Apabila daerah bertekanan negatif atau lemari pengaman digunakan untuk memproses patogen secara aseptis.8. sesuai dengan persyaratan perlindungan untuk produk tersebut. 3.7. sarana khusus hendaklah digunakan pada produksi vaksin BCG dan pada penanganan organisme hidup yang digunakan pada produk tuberculin. 3. Tahap proses setelah panen dapat dilakukan secara bersamaan di sarana produksi yang sama asalkan tindakan pencegahan yang sesuai dilakukan untuk mencegah kontaminasi silang. Pada umumnya.tertutup. Udara dari daerah ini tidak boleh disirkulasi balik melainkan dibuang melalui penyaring sterilisasi atau tindakan 106 IlmuFarmasi. Jika produk tertentu akan diproduksi secara bergantian.6. tata-letak ruang.

Kecukupan prosedur pembersihan dan dekontaminasi hendaklah divalidasi. 4. 3. Karyawan di sarana hewan hendaklah dilengkapi dengan baju khusus. beberapabahan tambahan atau bahan pembantu hendaklah diukur atau ditimbang selama proses produksi (misalnya dapar). sarana pakaian dan sarana mandi.Com . Penyaring udara hendaklah hidrofobik dan divalidasi selamajangkawaktu pemakaiannya. Sarana pemeliharaan hewan dilengkapi sistem ventilasi terpisah hendaklah disediakan untuk hewan yang dipakai dalam produksi dan pengawasan mutu produk biologi.12.katupdan saringan udarahendaklah dirancang secara tepat untuk memudahkan proses pembersihan dan sterilisasi.1. Hewan digunakan untuk produksi dan pengujian mutu untuk sejumlah produk biologi. 3. Rancang bangun dan penataan gedung produksi dan peralatan hendaklah memungkinkan proses pembersihan dan dekontaminasi yang efektif (misalnya dengan fumigasi). 107 IlmuFarmasi. 3. dekontaminasi lain untuk mencegah keluarnya patogen kelingkungan sekitarnya. Sarana ini hendaklah terpisah dari daerah produksi dan pengawasan mutu. 4.3. Adanyakeanekaragaman produk atau proses biologi. 3. Peralatan yang digunakan selama menangani organisme hidup hendaklah dirancang untuk menjaga biakan agar tetap dalam keadaan murni dan tidak terkontaminasi oleh sumber dariluar selama proses. Dalam hal ini dapat disediaakan bahan dalam jumlah sedikit yang disimpan di daerah produksi akantetapi tidak boleh dikembalikan lagi ke gudang.3. Penggunaan sistem bersihkan-di-tempat dan sterilisasi-di-tempat sangat dianjurkan. Kurungan primer hendaklah dirancang dan diuji untuk membuktikan bebas dari risiko kebocoran. Limbah yang kemungkinan mengandung mikrobapatogen hendaklah didekontaminasi secara efektif. Sistempemipaan.16. Penanganan Hewan 4.14. 3. Status kesehatan hewan dari mana bahan baku berasal dan yang akan digunakan untuk keperluan pengujian mutu dan uji keamanan hendaklah dipantau dan dicatat. 4.2.11.13.15. Katup pada tangki fermentasi hendaklah dapat disterilisasi dengan uap secara sempurna.

Produksi sediaan biologi dengan biakan mikroba. 5.4. 5.1. Jumlah generasi (pelipatgandaan.4.2.1.1. disimpan. 5. biakan sel. Sumber.4. Lot benih induk dan bank sel hendaklah dipersiapkan dari mikroba galur asli (strain I dan sel dan dipelihara pada media atau biakan khusus serta dalam kondisi penyimpanan yang menjamin kemumian dan kestabilannva.1. 108 IlmuFarmasi.3.1.2.2.3. asal dan kesesuaian bahan baku hendaklah ditetapkan secara jelas dalam spesifikasi bahan.2. Lot Benih dan Bank Sel 5. jika memungkinkan dengan uap.Peningkatan skala proses tidak boleh mengubah hubungan mendasar ini. Proses sterilisasi panas adalah rnetode pilihan bila sterilisasi dibutuhkan. 5. dan insinerator untuk memusnahkan linibah dan bangkai hewan. atau propagasi padaembno dari binatang hendaklah inengikuti sistem lot benih induk dan lot benih kerja dan/atau hank sel untuk mencegah terjadinya perubahan sifat yang menyimpang yang mungkin terjadi karena berulang-ulangnya subkultur atau pelipatgandaan generasi.2. Jika pengujian memakan waktu yang lama dapat dimungkinkan untuk mengolah bahan sebelurn menerima hasil uji dengan ketentuan bahwa pelulusan produk akhir tergantung pada hasil uji tersebut. Lot benih dan bank sel hendaklah dibuat. Bah anb aku 5. Metode seperti iradiasi dapat juga digunakan untuk inaktivasi bahan biologi. 5. Pengendalian Produksi 5. 5.Com .2.2. Hendaklah ada sarana untuk desinfeksi kandang hewan. pasase) antara lot benih atau bank sel dan produk akhir hendaklah konsisten dengan dokumen registrasi untuk pemasaran. dan digunakan 5. Lot benih dan bank sel hendaklah dikarakterisasi secara memadai dan diuji terhadap cemaran. Kesesuaian penggunaan hendaklah dapat diperlihatkan dengan melihat konsistensi karakteristik dan mutu dari bets produk yang berurutan.1.

5. Bukti adanya stabilitas dan pemulihan lot benih dan bank sel hendaklah didokumentasikan. Selama pembuatan lot benih dan bank sel. Setiap penyimpangan dari batas yang telah ditentukan dan tindakan perbaikan yang telah dilakukan hendaklah dicatat. dan disimpan pada suhu yang tepat. Akses ke bahan yang disimpan hendaklah dikendalikan.3. Persediaan bahan hendaklah disimpan dengan cermat dan rapi.2.3. Pembuatan lot benih dan bank sel hendaklah dilakukan di dalam lingkungan terkendali yang sesuai untuk melindungi lot benih dan bank sel. 5. 5. Suhu penyimpanan hendaklah dicatat secara terusmenerus untuk lemari pembeku. Wadah penyimpanan hendaklah tertutup kedap. 5.8. sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan risiko kontaminasi atau perubahan. dan apabila disimpan dalam nitrogen cair hendaklah dipantau volumenya.Com . tidak boleh ada bahan hidup atau infektif lain (seperti virus. 5. wadah tersebut tidak boleh dikembalikan ke persediaan semula.2. 5. Lot benih dan bank sel hendaklah disimpan terpisah dari bahan lain.2.2.2.5.9.3. Lot benih dan bank sel yang berbeda hendaklah disimpan sedemikian rupa untuk menghindari keraguan dan kontaminasi silang.2 Penambahan bahan atau biakan ke dalam fermentor dan tangki lain sertapengambilan contoh hendaklah dilakukan secara hatihati dalam kondisi yang terkendali untuk menghindari terjadinya kontaminasi. Semua wadah dari bank sel induk atau bank sel kerja dan lot benih hendaklah ditangani dengan cara yang sama selama penyimpanan. Proses Pembuatan 5.6.7. 5. Hanya karyawan yang diberi wewenang yang diizinkan untuk menangani bahan ini dan penanganan tersebut hendaklah dilakukan dalam pengawasan seorang penanggung jawab. diberi label yang jelas. Sekali dipindahkan dari penyimpanan. 109 IlmuFarmasi. cell lines atau galur sel) yang ditangani secara bersamaan di daerah yang sama dan oleh orang yang sama.1 Media biakan yang digunakan hendaklah memiliki sifat merangsang pertumbuhan yang dibutuhkan.

2. Peralatan yang digunakan untuk kromatografi hendaklah dikhususkan hanyauntuk pemurnian satu produk dan hendaklah disterilisasi dan disanitasi diantara bets yang akan dilakukan. Proses produksi tertentu seperti fermentasi hendaklah terus menerus dipantau. bahan pengurang busa. 6. Pengawasan dalam proses hendaklah diterapkan selama proses produksi untuk menjamin konsistensi mutu produk biologi. Pemakaian peralatan yang sama untuk proses berbeda tidak dianjurkan. misalnya penghilangan virus.3. Tindakan khusus hendaklah dilakukan pada saat menghilangkan atau inaktivasi virus untuk mencegah risiko terkontaminasinya kembali produk yang sudah tidak mengandung virus atau yang telah diinaktivasi dengan produk yang belum dilakukan penanganan.4. 6. yang timbul dari cara produksi jenis ini. Data yang yang terkumpul menjadi bagian dari catatan bets. asam atau basa. Penambahan gas.4 5. 6. kecuali untuk komponen media biakan. Jika biakan sel abadi (continuous culture) digunakan pertimbangan khusus hendaklah diberikan terhadap persyaratan pengujian mutu. 6. dan Iain-lain ke dalam fermentor hendaklah melalui penyaring sterilisasi yang terpasang di lini proses.3 5. 110 IlmuFarmasi. Pengawasan Mutu 6. media. produk antara dan produk akhir.5. Hendaklah dilakukan validasi proses pembuangae atau inaktivasi virus. memantau laju pertumbuhat dll. tapi yang tidak dapat dilakukan pada produk akhir hendaklah dilakukan pada tahapan produksi yang tepat.1.6 Sentrifugasi dan pencampuran produk hendaklah dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah peyebaran kuman hidup ke daerah sekelilingnya. Contoh pertinggal dibutuhkan dalamjumlah yang cukup untuk bahan baku. Mediabiakan lebih baik disterilisasi -di -tempat ("in situ" .5 5. misalnya untuk pencegahan kontaminasi. Kriteria penerimaan masa pakai dan metode sanitasi atau sterilisasi kolom kromatografi hendaklah ditetapkan.3.3.3..Com .3. Pengawasan dalam proses yang penting untuk mutu.

3. Dokumentasi 7. 111 IlmuFarmasi. Semua galur mikroba yang digunakan untuk produksi dan pengujian hendaklah didokumentasikan.7.1. Spesifikasi untuk bahan baku hendaklah mencakup sumber.Com . asal. metode pembuatan dan uji yang diterapkan terutamauji mikrobiologi. 7. 7. Spesifikasi hendaklah dibuat untuk bahan awal. produk ruahan dan produk akhir. produk antara.2.

2.2. Meskipun demikian risiko terjadinya kontaminasi silang dengan gas lain masih ada. "sudah diisi". Oleh karena itu pencemaran lingkungan terhadap produk adalah kecil. Meskipun demikian gas medisinal digolongkan sebagai obat. "lulus". 3. dan (c) pemisahan bagi tabung dengan status yang jelas misalnya "menunggu diisi". maka pabrik gas medisinal tidak selalu mengetahui peraturan yang ditetapkan untuk industri farmasi. Hendaklah tersedia ruangan dengan ukuran yang memadai untuk proses pembuatan.Com .3. Personalia Petugas yang bertanggungjawab meluluskan suatu bets hendaklah memiliki pengetahuan yang menyeluruh dan pengalaman praktis di bidang produksi dan pengawasan mutu gas medisinal. sehingga pembuatan gas medisinal hendaklah memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Seluruh karyawan harus memiliki pengetahuan cara pembuatan obat yang baik yang berhubungan dengan gas medisinal serta menyadari aspekpentingyangkritis danbahayapotensial bagi pasien pengguna gas medisinal tersebut. Bangunan dan Peralatan 3. 112 IlmuFarmasi.ADDENDUM II PEMBUATAN GAS MEDISINAL 1. "karantina". Pendahuluan Karena pembuatan gas medisinal merupakan proses industri khusus yang tidak lazim dilakukan oleh industri farmasi. pengisian dan pengawasan mutu dengan tata letak ruang sedemikian rupa untuk menghindari risiko terjadinya campur-baur Bangunan hendaklah bersih dan rapi agar memudahkan pelaksanaan pekerjaan yang benar.1. 3. (b) daerah terpisah dengan penandaan bagi tabung kosong dan tabung yang sudah terisi. Ruang pengisian hendaklah memiliki ukuran dan tata ruang yang memadai untuk menyediakan : (a) daerah terpisah yang diberi tanda bagi gas yang berbeda dan ukuran tabung yang berbeda. 3. Pembuatan gas medisinal umumny a dilakukan dengan menggunakan sistem tertutup.

9. Produksi dan Pengawasan Mutu 4.8. Seluruh proses pemindahan gas medisinal cair dan yang didinginkan dari tempat penyimpanan primer hendaklah mengikuti prosedur tertulis yang disiapkan untuk menghindari pencemaran. keadaan dan kompleksitas dari keseluruhan proses. Adalah perlu untuk memastikan bahwagas yang benar diisikan ke dalam tabung yang benar. sampel dari gas yang baru dikirim hendaklah diuji dahulu dan dinyatakan lulus uji. 3. atau 113 IlmuFarmasi. Penggunaan jenis manifold dan penghubung katup wadah hendaklah mengikuti peraturan nasional dan internasional.Com . 3. Penandaan di lantai. Metode pemisahan yang dipilih tergantung dari sifat.2. 4. pemberian label dan pemberian tanda hendaklah digunakan sesuai dengan kondisi. Gas medisinal cair yang didinginkan boleh dikirimdengan tangki untuk gas non-medisinal dengan syarat mutu gas non-medisinal minimal sama dengan gas medisinal.3. Selama produksi mutu dan tingkat kemurnian gas hendaklah dipantau secara terus-menerus. 4. Mulut tabung gas hendaklah diberi segel pengaman. Manifold hendaklah dilengkapi dengan alat penghubung pengisian khusus yang hanya cocok untuk tiap katup dari satu jenis gas saja atau suatu campuran gas sehingga wadah yang salah tidak dapat ditautkan pada manifold.4.7. 3. 3. Gas yang baru dikirim boleh ditambahkan ke dalam tangki penyimpanan gas yang berisi gas yang sama dari pengiriman sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut: (a) sebelum ditambahkan.6. palang pemisah. Gas medisinal hendaklah diisikan di daerah terpisah dari gas non-medisinal dan tidak boleh terjadi pertukaran tabung diantara ke dua daerah ini. Untuk mencegah pencemaran oleh gas non-medisinal hendaklah dipasang katup satu arah (non-return valve) pada pipa pemasok ke ruang pengisian dari gas non-medisinal.3. Tabung gas medisinal hendaklah memiliki karakteristik teknis yang sesuai.5. dengan ketentuan bahwa mutu gas non medisinal paling sedikit sama dengan mutu gas medisinal dan tabung disiapkan sesuai dengan persyaratan khusus. 3. Pengisian gas medisinal dan non-medisinal boleh dilakukan dari pipa yang samatetapi di ruangan yang berbeda. 4. Tidak boleh ada sambungan antar pipa dari gas yang berbeda.1. Kegiatan pemeliharaan dan perbaikan tidak boleh mempengaruhi mutu gasmedisinal. pemakaian dinding pemisah.

7.(b) Jika produk akhir berupa satu macam gas.4. Tabung gas baru dan tabung yang dikembalikan setelah dipakai hendaklah diuji dengan tes tekanan serta dilakukan pemeriksaan secara visual.6.5. Sebagai alternatif. bekas oli atau pelumas: (b) pemeriksaan sambungan katup dari tiap tabung gas atau tabung gas cair untuk memastikan bahwa jenis sambungan katup ini sesuai dengan gas yang akan diisikan. 114 IlmuFarmasi. Pemeriksaan yang dilakukan sebelum pengisian hendaklah meliputi: (a) pemeriksaan tiap tabung secara visual pada katup dan bagian luarnya terhadap kemungkinan terdapat penyok.8. gas yang tersisa di tiap tabung dianalisis secara lengkap.Com . 4. 4. maka contoh dapat diambil dari tangki penyimpanan yang berisi gas dari beberapa pengiriman atau dari tabung pertama yang diisi gas. dengan syarat bahwa pipa pengisian telah ditiup dan diberi gas dahulu (purging) setelah pengiriman gas yang terakhir ditambahkan ke tangki penyimpanan. Hendaklah dipertimbangkan untuk membalikkan tabung pada waktu ditiup untuk membantu mengeluarkan cemaran berbentuk cairan. noda bakar bekas las. Manifold gas medisinal hendaklah dipakai hanya untuk satu jenis gas saja atau suatu campuran gas. 4. Terhadap tabung yang dikembalikan untuk diisi ulang hendaklah dilakukan persiapan sebagai berikut : gas yang tersisa di dalanf setiap tabung hendaklah dikeluarkan dengan cara di purge (ditiup kemudian diisi gas sehingga sedikit bertekanan setelah itu kelebihan tekanan gas dikeluarkan atau tabung dibuat vakum (paling sedikit 635 mmHg atau tekanan absolut di bawah 150 mbar). Tiap tabung hendaklah diberi kode untuk mengetahui tanggal tes hidrostatik terakhir. 4. dan jika produk akhir adalah suatu campuran gas. kerusakan lain. (c) pemeriksaan untuk memastikan bahwa tes hidrostatik telah dilakukan sesuai dengan persyaratan. dan (d) pemeriksaan untuk memastikan bahwa tiap tabung diberi kode warna dan diberi label. 4. Pembersihan dan penyemburan alat dan pipa pengisian hendaklah mengikuti prosedur tetap serta diperiksa tidak adanya sisa bahan pembersih atau bahan cemaran lain sebelum sistem pengisian diluluskan untuk dipakai. maka setiap komponen hendaklah diperiksa secara terpisah.

4. maka paling sedikit satu tabung dari setiap siklus pengisian yang tidak terputus hendaklah diperiksa identitas dan kadarnya.17.11. Jika satu macam gas medisinal diisikan ke dalam tabung satu-per-satu. 4. 4. Jika gas dicampurkan langsung di dalam pipa pengisian (misal campuran gas nitrogen oksida dengan oksigen).15. 115 IlmuFarmasi. Hendaklah dilakukan pemeriksaan yang sesuai untuk memastikan bahwa tabung sudahdiisi. peralatan dan satu bets produk ruahan gas yang sama. Jika satu macam gas medisinal akan diisikan menggunakan manifold multisilinder (satu manifold dengan beberapa tautan pengisian tabung gas). maka contoh tidak perlu diambil setelah pengisian dengan syarat perusahaan pengisian gas memberikan sertifikat analisis dari contoh yang diambil dari tangki. 4.13. Contoh siklus pengisian yang tidak terputus adalah satu shift produksi dengan petugas. Jika suatu produk akhir gas medisinal diproduksi dengan mencampurkan tiga jenis gas dan diisikan ke dalam tabung. Jika tangki kriogenik yangadadi lokasi pemakai akan diisi ulang di tempat pemakai itu sendiri dengan menggunakan mobil tangki. dan paling sedikit satu tabung dari tiap tautan manifold diperiksa identitas dari gas yang lainnya dari campuran tersebut. maka setiap tabung hendaklah diperiksa identitas dan kadar dari dua macam gas dan paling sedikit satu tabung dari setiap tautan manifold hendaklah diperiksa identitas dari gas ketiga campuran tersebut. Jika gas cair kriogenik diisikan ke dalam tangki kriogenik untuk dikirim kepada pemakai. maka hendaklah dipastikan bahwa proses pengisian akan menghasilkan campuran gas yang benar dan homogen dalam tiap tabung.16. 4. 4. maka setiap tabung hendaklah diperiksa identitas dan kadar dari salah satu macam gas. maka setiap tangki hendaklah diperiksa identitas dan kadarnya. Tiap tabung yang sudah diisi hendaklah diperiksa kebocorannya dengan carayang sesuai.9. Jika satu tabung diisi lebih dari satu macam gas. Jika suatu produk akhir gas medisinal diproduksi dengan mencampurkan dua macam gas yang berbeda dan diisikan ke dalam tabung.10. 4.4. maka selama pengisian hendaklah dilakukan analisis secara terus-menerus terhadap campuran gas tersebut.12.14. misal dengan mengoleskan cairan pemeriksa kebocoran pada daerah sekitar katup. 4. maka paling sedikit satu tabung dari tiap tautan pengisian hendaklah diperiksa identitas dan kemurniannya setiap kali terjadi penggantian tabung.Com .

4.18. Sampel pertinggal tidak diperlukan kecuali jika ditentukan. 5. Penandaan Tiap tabung hendaklah diberi label dan kode warna. Penandaan nomor bets dapat dilakukan pada label terpisah. Penyimpanan - Pelulusan 6.1. Segera setelah diisi seluruh tabung hendaklah dikarantina hingga dinyatakan diluluskan oleh petugas yang berwenang. 6.2. Tabung gas hendaklah disimpan di bawah pelindung dan tidak terpapar terhadap suhu yang tinggi. Ruang penyimpanan hendaklah bersih, kering. aliran udara baik dan bebas dari bahan yang mudah terbakar. 6.3. Penyimpanan hendaklah diatur agar terdapat pemisah untuk gas yang berbeda. untuk tabung terisi dan tabung kosong serta memungkinkan dilakukan perputaran persediaan..

6.

116

IlmuFarmasi.Com

ADDENDUM III PEMBUATAN INHALASI DOSIS TERUKUR BERTEKANAN (AEROSOL)
1. Pendahuluan Pembuatan aerosol memerlukan pertimbangan khusus karena sifat alami dari bentuk sediaan ini. Pembuatan hendaklah dilakukan dalam kondisi yang dapat menekan sekecil mungkin teijadinya pencemaran mikroba dan partikel di dalam ruangan yang terkendali kondisinya misalnya suhu dan kelembaban rendah. Ada dua macam metode pengisian yang umum dilakukan, yaitu : (a) Proses pengisian-ganda (pengisian dengan tekanan). Untuk produksi bentuk ini bahan berkhasiat disuspensikan dalam propelan bertitik didih tinggi, kemudian diisikan ke dalam wadah, ditutup dengan katup, melalui katup diisikan propelan lain yang bertitik didih rendah. Suspensi bahan berkhasiat dalam propelan dijagapada suhu rendah untuk mengurangi kehilangan akibatpenguapan. (b) Proses pengisian-tunggal (pengisian dingin). Bahan berkhasiat disuspensikan dalam suatu campuran propelan, kemudian dijagapada tekanan tinggi atau pada suhu rendah atau kedua-duanya. Suspensi ini kemudian diisikan langsung ke dalam wadah dengan satu kali pengisian. 2. Bangunan 2.1. Pembuatan dan pengisian hendaklah dilakukan di ruang produksi dengan tingkat kebersihan Kelas III atau lebih baik. 2.2. Suhu dan kelembaban ruang pembuatan dan pengisian hendaklah dikendalikan sedemiWan rupa untuk mencegah terjadinyakondensasi dan penguapan propelan. 2.3. Jika berat jenis propelan yang dipakai lebih tinggi dari udara, maka hendaklah disediakan penghisap udara di bawah dekat lantai. 2.4. Hendaklah berhati-hati jikamenggunakan propelan yang mudah terbakar. Untuk mencegah terjadinya ledakan api,hendaklah tersedia ruangan dan peralatan yang tahan ledakan.

117

IlmuFarmasi.Com

3. Pengendalian Produksi

3.1. 3.2.

3.3. 3.4. 3.5.

3.6. 3.7.

Katup aerosol berperan penting untukmendapatkan bentuk dan dosis yang tepat oleh karena itu hendaklah divalidasi. Wadah dan katup hendaklah dibersihkan untuk memastikan tidak adanya sisacemaran seperti bahan pembantu operasional (misal: pelumas) atau cemaran mikroba. Wadah dan katup yang telah bersih hendaklah selalu disimpan di dalam wadah yang bersih dan tertutup dan selalu dicegah terhadap pencemaran selamapenanganan selanjutnya. Seluruh propelan (bentuk cair atau gas) hendaklah disaring untuk menghilangkan partikel yang lebih besar dari pada 0.2 mikrometer. Hendaklah dijagaagarsuspensi selalu homogen sejakdari awal pengisian hingga selesai proses pengisian. Untuk mencegah masuknyakelembaban ke dalam produk, maka ujung saluran pengisian hendaklah selalu disembur (purge) dengan gas nitrogen kering atau udara kering atau tindakan lainnya. Tangki dan alat lain hendaklah dibersihkan sesuai prosedurpembersihan yang telah divalidasi untuk memastikan bebas dari cemaran. Hanyatangki serta alat yang bersih dan kering sajayangboleh digunakan.

4. Pengawasan Mutu 4.1. Jika proses pengisian-ganda yang dipakai, perlu dipastikan bahwa kedua pengisian menghasilkan berat yang benar untuk memperoleh komposisi yang benar. Untuk tujuan ini pemeriksaan berat 100 % padatiap tahap sangat dianjurkan. Tiap wadah yang sudah diisi hendaklah diperiksa terhadap kebocoran. Uji kebocoran hendaklah dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah pencemaran mikroba atau sisa kelembaban. Uji fungsi katup hendaklah dilakukan terhadap tiap wadah yang sudah diisi dan disimpan setelah waktu tertentu.

4.2.

4.3.

118

IlmuFarmasi.Com

Biological material .Agent.(In) Flammable materials.Fabrication aid .Reference standard .Packaging material .Water for Injection .Raw material .Hemolytic antibodies .Absolute .Unprinted packaging materials .Trapped gullies .Purified water .Secondary AVorking reference standard .Highly toxic material/product .Premises 119 IlmuFarmasi. Substance.Printed packaging materials . Material .Primary reference standard .Conveyor belt .Back-siphonage .Regulatory Agency .Distilled water .Treated water .Com .Recovered material .Potable water .Autologous .PADANAN KATA Absolut Air olahan Airminum Airmumi Airsuling Airuntukinjeksi Akurasi Aliran balik Antibodi hemolitik Antibodi monoklonal Autolog Badan Pengawas Obat Bahan Bahan awal Bahan baku Bahan biologi Bahan mudah terbakar Bahan pembantu proses Bahan pengemas Bahan pengemas cetak Bahan pengemas tidak tercetak Bahan pengurang busa Bahan pulihan Bahan/produk sangat beracun Bak kontrol Baku pembanding Baku pembanding kerja Baku pembanding primer Ban berjalan Bangunan .Monoclonal antibodies .Starting material .Defoaming agent . Combustible material .Accuracy .

kontak Bersihkan-di-tempat Bets Biakan sel Biakan sel abadi Bilangan kuman Biogenerator Biologi Buku catatan harian Gas cair yang didinginkan Cacat (padamesin) Campur-baur Campuran bahan Cara aseptik Cara pemberian Cara Pembuatan Obat yang Baik(CPOB) Catatan Catatan pengemasan bets Catatan pengolahan bets Ceruk Contoh representatif (yang mewakili) Contoh Cocok silang Contoh pertinggal Daerah bersih Daerah terkendali Daerah terkurung Dekontaminasi Desinfeksi Desinfektan Deterjen kationik Detoksifikasi Dibumikan Master cell bank Working cell bank Shelf-life Contact Clean-in-place (CIP) Batch Cell culture Continuous culture Microbial count Biogenerator Biology. biological Log book Liquefied.Com .Bank sel induk Bank sel kerja Batas waktu penggunaan Bersentuhan. refrigerated (gas) Injury Mix-up Mixture of substances Aseptic means Route of administration Good Manufacturing Practice (GMP) Records Batch packaging record Batch processing record Recesses Representative sample Sample Cross match Retained / Retention sample Clean area / room Controlled area / room Contained area / room Decontamination Desinfection Desinfectant Cationic detergent Detoxification Grounded 120 IlmuFarmasi.

Liquified gas .Instruction circular .Valve .Dikendalikan Diluluskan Dinding pemisah Dipantau Ditolak Dokter ahli Dokumen bets Dokumen registrasi Dokumentasi Dosis terukur Efek putaran melingkar Galur (mikroba) Gas cair Gigi sorong Hasil nyata Hasil standar Hasil teoritis Higiene Homolog Imunisasi Inaktivasi Insinerator Interaksi Instruksikerja Jalur Kalibrasi Kandang (hewan) Kantung penyaring Kapsul keras Karantina Kartu titik warna - Controlled Released / Passed Partition Monitored Rejected Qualified Physician Batch dossier Marketing authorization dossier Documentation Metered dose . Operator .Non-return valve 121 IlmuFarmasi.Personnel.Com .Swirling effect .Strain (microorganism) .Path taken Calibration (Animal) quarters Filter bag Hard capsule Quarantine Color spot card Karyawan Katup Katup satu arah .Sliding gear Actual yield Standard yield Theoretical yield Hygiene Homologous Immunization Inactivation Incinerator Interact .

Kayu tanpa pelapis Keamanan terhadap virus Kedap eksplosi Kelembaban nisbi Keluhan Kesiapan jalur pengemasan Keutuhan Kinerjakapasitas Kontaminasi silang Kotak penyangga udara Kriteria penerimaan Kromatografi afmitas Kurungan primer Kurungan sekunder Lemari kerja pengaman Lembar perekat Lesung tablet (pada) Lini proses Ligan Lot Lot benih induk Lotbenihkerja Lulus. microbiological Monograph .Lot number 122 IlmuFarmasi.Batch number .Arc burns .Com . diluluskan Manifold Manifold multi-silinder Masa pakai Media pembiakan Memudahkan Mencair Menghilangkan virus Mikroba Mikrobiologi Monograf Noda bakar las Nomor bets Nomor lot - Bare wood Viral safety Explosion proof Relative humidity Complaint Line clearance Integrity Capacity performance Cross contamination Hatchway Acceptance criteria Affinity chromatography Primary containment Secondary containment Safety cabinet Adhesive tape / patch Dies In-line Ligand Lot Master seed lot Working seed lot Released/passed Manifold Multi-cylinder manifold Time period. life span Culture media (To) facilitate Thawing Virus removal Micro-organism Microbiology.

Com .Coating pan Safety shower Monitor Passage Pathogen Pathogenic Qualified person Training Lubricant Doublings.Pallet .Obat Obat jadi Obat kembalian Organisme hidup Palet Panci penyalut Pancuran airpengaman Pantau Pasase Patogen Patogenik Petugas berkualifikasi Pelatihan Pelincir Pelipat-gandaan Pemasok terpilih Pemastian mutu Pembiakan mikroba Pembiakan sel dan mikroba Pembuatan Pemakaian bersih Pemasok Pembasuh mata Pemberian (obat) Pembuangan saniter Pemolesan. multiple Approved vendor Quality assurance Microbial culture Microbial and cell culture Manufacturing Net-used Supplier Eye bath (Drug) administration Sanitary disposal Polishing Recovery In-process control Quality control Packaging Air control /handling Fluid bed drier Barrier Dust collector Two-shot filling process One-shot filling process Processing 123 IlmuFarmasi. Pengkilapan Pemulihan Pengawasan selama proses Pengawasan (pengendalian) miitu Pengemasan Pengendalian udara Pengering pusar beliung Penghalang pemisah Penghisap debu Pengisian-ganda Pengisian-tunggal Pengolahan - Drug Finished product (drug) Returned (drug) product Live organism .

Karyawan Pertama masuk pertama keluar Perubahan (yang ada) Pintu sorong Pirogen Presisi Produk antara Produkbiologi (Produk) Obat Produk ruahan Produk selular Produk non-steril Produksi Produksi beberapa bets dari satu produk secara berurutan Propagasi Propelan Prosedur Prosedur pengemasan induk Prosedur pengolahan ulang Rancangan.Pengolahan ulang Penyaring sterilisasi Penyaring ventilasi udara Penyemburan (oleh gas) Pereaksi Perintah pembuatan bets Pernyataan Perputaran stok Personalia.Com . rancang-bangun Reaksi yang merugikan Rekonsiliasi Reprodusibilitas Ruang antara Ruang bersih Ruang ganti pakaian Ruang pencetakan tablet Ruang penyangga udara Reprocessing Sterilizing filter Air vent filter (Gas) Purging Reagents Batch manufacturing order Statement Stock rotation Personnel First in first out (FIFO) (Any appropriate) modifier Sliding door Pyrogen Precision Intermediate product Biological product Medicinal (drug) product Bulk product Cellular product Non-sterile product Production. Manufacturing Production on a campaign basis Propagation Propellant Procedure Master packaging procedure Reprocessing procedure Design Adverse reaction Reconciliation Reproducibility Buffer room Clean room Gowning room Compressing cubicle Air-lock 124 IlmuFarmasi.

Com .Ruang (daerah) steril Saluran air limbah Sarana khusus Sediaan parenteral bervolume besar Segel yang tampak apabila dirusak Selang waktu Sentrifugasi Serologi Serokonversi Sisa produk Sisa uap Sistem bank sel Sistem lot benih Status imunologi Sterilisasi akhir Sterilisasi cara panas Sterilisasi dengan penyaringan dia atau ultra Sterilisasi panas basah Sterilisasi panas kering Sterilisasi cara radiasi Sterilisasi cara saring Sterilisasi-di-tempat Subkulturisasi berulang Substrat hidup Tanggal daluwarsa Tanggal pembuatan Tangki kriogenik Tata letak ruang Tes hidrostatik Tongkat pengukur Udara penyangga Unit pengendali udara Uji tekanan aliran maju Uji tekanan titik gelembung Vaksin yang dimatikan Sterile room (area) Drain Dedicated facility Large volume parenteral (LVP) Tamper-evident seal Interval Centrifugation Serology. Expiry Manufacturing date Cryogenic tank s Lay out Hydrostatic test Dipstick Air breaks Air handling unit Forward flow pressure test Bubble point pressure test Killed vaccines 1 IlmuFarmasi. serological Seroconversion Product residue Residual moisture Bank cell system Seed lot system Immunological status Terminal sterilization Heat sterilization Sterile dia or ultra filtration Sterilization by moist heat Sterilization by dry heat Sterilization by radiation Sterilization by filtration Sterilization-in-place (SIP) Repeating sub-cultures Live agents Expiration date.