BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR: HK.00.05.3.02152 TAHUN 2002 TENTANG PENERAPAN PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BA!K

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN, Menimbang : a. bahwa Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik yang diberlakukan pada tahun 1988 sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang farmasi; b. bahwa naskah Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik hasil kerja Tim Revisi Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik; c bahwa untuk menjamin mutu, keamanan, khasiat, dan kemanfaatan obat yang beredar, industri farrnasi perlu menerapkan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik dalam setiap-aspek dan rangkaian kegiatan pembuatan obat; d. sehubungan dengan huruf a, b, dan c perlu ditetapkan Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik;

Mengingat

: a. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran .Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495); b. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara tahun 1998 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara .Nomor 3701);

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

c. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan

Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2002; d. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2002 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2002; e. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43/Menkes/SK/il/1980 tanggal 2 Pebmari 1988 tentang Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. f. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 02001/SK/KBPOM tanggal 26 Pebruari 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan; ,

g. Keputusan Kepala Bactan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.3.02147 tanggal 11 Juli 2001 tentang Tim Revisi Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TENTANG PENERAPAN PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK. Pertama : Industri Farmasi wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh aspek dan rangkaian kegiatan pembuatan obat.

Kedua

: CPOB

sebagaimana

dimaksud

dalam

diktum

Pertama

berpedoman kepada Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik seperti tercantum dalam lampiran keputusan ini sebagai pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam pembuatan obat.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

Ketiga

Terhadap Industri Farmasi yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam diktum Pertama diberikan sertifikat CPOB yang diperinci untuk setiap bentuk sediaan.

Keempat

Sertifikat CPOB sebagaimana dimaksud dalam diktum ketiga dapat dicabut dalam hal: a. Terjadi perubahan yang mengakibatkan tidak dipenuhinya persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam diktum Pertama. b. Industri Farmasi dengan sengaja melakukan tindakan yang mengakibatkan tidak terlaksananya penerapan CPOB.

Kelima

Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Nomor

05411/A/SK/XII/89 tanggal 16 Desember 1989 dinyatakan tidak berlaku. Keenam Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal Badan Pengawas
: Jakarta

15

:15 Juli2002 Obat dan Makanan

H. SAMPURNO NIP.14008774

Com .PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK (CPOB) Edisi 2001 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN IlmuFarmasi.

...................................................... PENARIKAN KEMBALI OBAT DAN OBAT KEMBALIAN ..... 104 PEMBUATAN GAS MEDISINAL........................... 63 INSPEKSI DIRI.................. 126 PANITIA PENYUSUN....... 112 PEMBUATAN INHALASI DOSIS TERUKUR BERTEKANAN (AEROSOL)................ 3.. PEMBUATAN PRODUK BIOLOGI............... 9................................................. 87 ADDENDUM I........... 1........................................................ i 1 11 BANGUNAN DAN FASILITAS ............................ III.... 116 PADANAN KATA.....................Com .............. 83 10......................................................................... 81 PENANGANAN KELUHAN TERHADAP OBAT........................................................... KETENTUANUMUM .................... 20 SANITASI DAN HIGIENE.............................................................DAFTAR ISI Halaman P E N G A N T A R ............................. 5........................................................................... P E R S O N A L I A ............. D O K U M E N T A S I ............................................................ 7.......... II.............................................................................................................. 27 PENGAWASAN MUTU .... 119 I N D E K S ........136 IlmuFarmasi.......................................................................................................................................... 5 6............... 14 P E R A L A T A N ......................................................... 2........................... 4...................... 23 P R O D U K S I ........

1. 1.1.2. CPOB ini merupakan pedoman yang bertujuan untuk memastikan agar sifat dan mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan yang dikehendaki. 1.2.2. peralatan yang dipakai dan personalia yang terlibat dalam pembuatan obat. Untuk menjamin mutu suatu obat jadi tidak boleh mengandalkan hanya pada suatu pengujian tertentu saja.1.3. Definisi Dalam pedoman ini digunakan definisi berikut: 1. 1 IlmuFarmasi. Bahan Awal Semua bahan baku dan bahan pengemas yang digunakan dalam produksi obat. Mutu obat tergantung pada bahan awal.2.CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK (CPOB) 1.4. 1. Semua obat hendaklah dibuat dalam kondisi yang dikendalikan dan dipantau dengan cermat. Pada pembuatan obat.2. Tidaklah cukup bila obat jadi hanya sekedar lulus dari serangkaian pengujian. proses pembuatan dan pengawasan mutu.1. KETENTUAN UMUM Cara. bangunan. bila perlu dapat dilakukan penyesuaian dengan syarat bahwa standar mutu obat yang telah ditentukan tetap dicapai. pengawasan menyeluruh adalah sangat esensial untuk menjamin bahwa konsumen menerima obat yang bemutu tinggi.Com . Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) menyangkut seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu dan bertujuan untuk menjamin bahwa produk obat dibuat senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Pembuatan secara sembarangan tidak dapat dibenarkan bagi obat yang digunakan untuk menyelamatkan jiwa atau memulihkan atau memelihara kesehatan. 1.1.1. Landasan Umum 1.1.1. 1. tetapi yang sangat penting adalah bahwa mutu harus dibentuk ke dalam produk tersebut. Akurasi Tingkat kedekatan hasil yang diperoleh terhadap nilai sesungguhnya dari suatu pengukuran atau analisis.

mengendalikan.10.1. Biakan Sel Hasil pertumbuhan sel in vitro yang diisolasi dari mikroba multiselular.2. baik yang berkhasiat maupun tidak berkhasiat. 1. 1.7. Bahan Baku Semua bahan. Bahan Pengemas Semua bahan yang dipakai dalam proses pengemasan produk ruahan untuk menghasilkan produk jadi. 1.3. 1.4. Bahan Biologi Semua mikroba.2.6.2. yang berubah maupun tidak berubah.Com .2. biakan sel dan endoparasit baik yang bersifat patogen maupun tidak. yang digunakan dalam pengolahan obat walaupun tidak semua bahan tersebut masih terdapat di dalam produk ruahan. Bets Sejumlah produk obat yang mempunyai sifat dan mutu yang seragam yang dihasilkan dalam satu siklus pembuatan atas suatu perintah pembuatan tertentu.9.8. Biogenerator biasanya dilengkapi dengan peralatan asesori untuk mengatur. Esensi suatu bets adalah homogenitasnya. 1. Bank Sel Induk Biakan sel dengan ciri lengkap yang diisikan ke wadah-wadah dalam satu operasi tunggal setelah diproses sedemikian rupa untuk memastikan homogenitasnya dan disimpan pada kondisi yang tepat agar stabil. 1. 1. menyambungkan.2. Biogenerator Suatu sistem tertutup seperti fermentator dimana bahan biologi dimasukkan bersama bahan lain agar terjadi proses multiplikasi sel atau reaksi yang menghasilkan suatu zat baru. penambahan bahan dan pengeluaran bahan.5. 2 IlmuFarmasi.2. Bank Sel Kerja lazimnya disimpan pada suhu -70°C atau kurang.2. Bank Sel Kerja Biakan sel yang berasal dari Bank Sel Induk dan dimaksudkan untuk penggunaan dalam produksi biakan sel selanjutnya.2. Bank sel mduk lazimnya disimpan padasuhu -70°C atau kurang. meliputi mikroba hasil rekayasa biogenetika.

1. tumbuhnya dan tertahannya cemaran ke dalam daerah.11. Diluluskan Status bahan atau produk yang diijinkan untuk digunakan pada pengolahan.15. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Bagian dari sistem pemastian mutu yang mengatur dan memastikan obat diproduksi dan mutunya dikendalikan secara konsisten sehingga produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai tujuan penggunaan produk disamping persyaratan lainnya. Sekurangkurangnya daerah ini hendaklah dipertahankan bertekanan negatif terhadap lingkungan luar langsung dan memungkinkan penghilangan cemaran dari udara sekitar meskipun dalam jumlah sedikit.12.2. Daerah Bersih Daerah produksi dengan pengawasan dan pengendalian lingkungan terhadap cemaran partikulat dan mikrobiologi pada tingkat yang telah ditetapkan. 1. 1. 1. 3 IlmuFarmasi.16. Daerah Terkendali Daerah yang dikonstruksi dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan pengendalian terhadap masuknya cemaran yang akan mengakibatkan munculnya mikroba secara tidak sengaja. Tingkat pengendalian lingkungan yang dilakukan hendaklah memperhitungkan sifat organisme yang digunakan dalam proses.13.Com . pengemasan atau distribusi.2. 1.14.2.2. Pasokan udara yang mendekati standar lingkungan kelas III atau yang lebih baik adalah tepat di daerah ini. Daerah Terkurung Daerah yang dilengkapi peralatan pengendali dan saringan udara dan dikonstruksi serta dioperasikan sedemikian rupa untuk menghindarkan cemaran bahan biologi yang berasal dari dalam daerah ke lingkungan luar. 1. Konstaiksi dan penggunaan daerah ini ditetapkan sedemikian rupa untuk mengurangi masuknya. Contoh Representatif Contoh yang menggambarkan secara tepat suatu lot atau bets atau sejumlah bahan yang diambil contohnya.2.2.

2.19.23. Basil Teoritis Jumlah yang dihasilkan pada tiap tahap pembuatan produk tertentu.22. dihitung berdasarkan jumlah komponen yang digunakan.24.2.1. 1. 1.25. instruksi dan catatan tertulis yang berhubungan dengan pembuatan obat.2. pengemasan atau distribusi.20. Hasil Nyata Jumlah yang sebenarnya dihasilkan pada setiap tahap produksi suatu produk obat tertentu dari sejumlah bahan awal yang dipakai. Kalibrasi Serangkaian tindakan untuk menentukan tingkat kesamaan nilai yang diperoleh dari sebuah alat atau sistem ukur. atau yang direpresentasikan dari pengukuran bahan.2.18.21.2. Karantina Status bahan atau produk yang dipisahkan secara fisik atau dengan sistem tertentu menunggu keputusan apakah bahan atau produk tersebut ditolak atau dapat digunakan untuk pengolahan.2.2.Com .2. pengemasan atau distribusi. dan membandingkannya dengan nilai yang telah diketahui dari suatu acuan standar. 4 IlmuFarmasi. 1. Kontaminasi Silang Pencemaran suatu bahan atau produk dengan bahan atau produk lain. Ditolak Status bahan atau produk yang tidak diijinkan untuk digunakan dalam pengolahan. Dokumentasi Seluruh prosedur. 1. 1. 1. apabila tidak terjadi kehilangan atau kesalahan selama pembuatan. 1.2. Gas Cair Gas yang tetap dalam keadaan cair di dalam tabung pada suhu dan tekanan normal saat pengisian yang normal. Hasil Standar Jumlah yang telah dibakukan oleh produsen yang hendaknya dicapai pada tiap tahap produksi suatu produk obat tertentu.17. 1.

5 IlmuFarmasi. Lot Benih Induk yang dikeringkan melalui pembekuan ('freeze dried') disimpan pada suhu yang ditetapkan untuk-memastikan stabilitasnya. Apabila suatu produk obat diproduksi dengan proses terus menerus.2.1. Sistem ini menggunakan wadah atau tanki tertutup atau lemari aman biologi dan prosedur untuk keamanan kerja. L o t Bagian tertentu dari suatu bets yang memiliki sifat dan mutu yang seragam dalam batas yang telah ditetapkan.28. 1.26. Sistem ini meliputi penggunaan ruang kerja yang dilengkapi pengendali udara dengan rancangan khusus.Com . Dalam banyak hal penggunaan sistem ini menambah efektivitas dari suatu sistem kurungan primer.2. Kurungan Sekunder Sistem pengurungan yang mencegah terlepasnya suatu bahan biologi ke lingkungan luar langsung atau ke daerah kerja lain.2. ruang penyangga udara dan/atau alat untuk mensterilkan yang digunakan sebagai sarana bagi pengeluaran bahan dari ruang kerja dan prosedur kerja yang aman.30. Kurungan Primer Sistem pengurungan yang mencegah terlepasnya suatu bahan biologi ke lingkungan luar langsung. lot berarti suatu bagian tertentu yang dihasilkan dalam suatu satuan waktu atau satuan jumlah sedemikian rupa sehingga menjamin bagian ini memiliki sifat dan mutu yang seragam dalam batas yang telah ditetapkan.2. Lot Benih Kerja Biakan mikroba yang berasal dari Lot Benih Induk dan dimaksudkan untuk penggunaan dalam produksi rutin.29. Lot Benih Induk Biakan satu mikroorganisme dari satu ruahan yang dipindahkan sedemikian rupa ke dalam wadah-wadah dalam suatu operasi tunggal untuk memastikan homogenitasnya.27. 1. mencagah kontaminasi dan memastikan stabilitasnya. Sebuah Lot Benih Induk dalam bentuk cairan lazimnya disimpan pada suhu -70°C atau kurang. 1. 1. Lot Benih Kerja didistribusikan dalam wadah-wadah dan disimpan seperti halnya dengan Lot Benih Induk.2.

2. yang memungkinkan penelusuran kembali riwayat lengkap pembuatan bets tersebut. yang merupakan tanda pengenal suatu lot.34.Com .37. ditawarkan untuk dijual atau disajikan untuk digunakan (1) pengobatan.31. 1. Pemasok Terpilih ditetapkan juga berdasarkan hasil Penilaian Terhadap Pemasok. Obat Tiap bahan atau campuran bahan yang dibuat. 1.1. 1. 1. pengawasan dan distribusi.2.2.2. yang merupakan tanda pengenal suatu bets. Nomor Bets Penandaan yang terdiri dari angka atau huruf atau gabungan keduanya. kelainan fisik atau gejala-gejalanyapada manusia atau hewan: atau (2) dalam pemulihan.2. Pemasok Terpilih Pemasok yang telah lama dikenal dan dipercaya memasok bahan awal yang selalu memenuhi spesifikasi serta bahan tersebut diterima dalam keadaan utuh dan dalam kemasan yang tepat. yang memungkinkan penelusuran kembali riwayat lengkap pembuatan lot tersebut termasuk tahap-tahap produksi. pencegahan atau diagnosa suatu penyakit.32. 1.2. perbaikan atau pengubahan fungsi organik pada manusia atau hewan. 1.2. Pemastian Mutu Seluruh pengaturan yang dikemas dalam suatu sistem dalam rangka memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki mutu yang telah ditetapkan sesuai tujuan penggunaannya. termasuk tahap-tahap produksi. Manifold Peralatan berbentuk pipa yang dirancang khusus sehingga memungkinkan satu atau lebih wadah gas dapat diisi secara serempak dari satu sumber.33. Obat Jadi Suatu produk yang telah melalui seluruh tahap proses pembuatan. Nomor Lot Penandaan yang terdiri dari huruf atau angka tertentu atau gabungan keduanya. pengawasan dan distribusi.36. Obat Kembalian Obat yang dikirimkan kembali ke gudang pabrik atau penyalur.35. peredaan. 1. 6 IlmuFarmasi.38.2.

Pengemasan Bagian siklus produksi yang dilakukan terhadap produk ruahan untuk menghasilkan obat jadi. termasuk pemeriksaan dan pengujian terhadap lingkungan dan peralatan.2. Pengawasan Selama Proses Pemeriksaan dan pengujian yang dilembagakan dan dilaksanakan selama proses pembuatan obat.43.Com .2.40. identitas.44. pengemasan sampai obat jadi untuk distribusi.2.41. Pengawasan Mutu Semua upaya pengawasan yang dilakukan selama pembuatan dan dirancang untuk menjamin agar produk obat senantiasa memenuhi spesifikasi.45. 1.1. Pengolahan .2. Pemulihan Penambahan seluruh atau sebagian produk dari satu bets sebelumnya yang memenuhi kualitas yang ditetapkan ke bets berikut pada suatu langkah tertentu dari proses produksi. 1.42. 1. Bagian dari siklus produksi mulai dari penimbangan bahan baku sampai menghasilkan produk ruahan.2. Pembuatan Seluruh rangkaian kegiatan dalam menghasilkan suatu obat yang meliputi produksi dan pengawasan mutu mulai dari pengadaan bahan awal. 1. Dalam hal ini produk ruahan steril adalah produk yang sudah terisi dalam kemasan primer sebelum dilanjutkan ke proses pengemasan akhir. kemurnian dan karakteristik lain yang telah ditetapkan. 7 IlmuFarmasi.2. Pengolahan Ulang Pengerjaan kembali seluruh atau sebagian bets produk yang tidak memenuhi kualitas pada suatu langkah tertentu dari proses produksi agar kualitasnya dapat diterima sesudah melalui satu atau lebih proses tambahan. 1.39. proses pengolahan. Catatan : Lazimnya proses pengisian steril tidak dianggap sebagai bagian dari pengemasan. 1.2. kekuatan.

Presisi lazimnyaterdiri dari: .Reprodusibilitas (antar laboratorium yang berbeda) 1.Com . Ruang Penyangga Udara „ Ruang tertutup berpintu dua atau lebih yang dihubungkan ke dua atau lebih ruang lain yang berbeda kelas kebersihan dan bertujuan untuk mengendalikan aliran udara saat pintu dari ruang lain tersebut terbuka. Produk Antara Tiap bahan atau campuran bahan yang masih memerlukan satu atau lebih tahap pengolahan lebih lanjut untuk menjadi produk ruahan.1.47.2. dalam hal terakhir ini ruang penyangga udara disebut juga "Kotak Penyangga". Rekonsiliasi Perbandingan nilai ketidak-cocokan jumlah bahan-bahan masuk dan keluar sesudah selesai suatu proses atau serangkaian proses produksi.Ripitabilitas (dalam laboratorium yang sama) . 1. Produksi Semua kegiatan pembuatan mulai dari penerimaan bahan awal. Produk Ruahan Tiap bahan yang telah selesai diolah dan tinggal memerlukan pengemasan untuk menjadi obatjadi 1. Termasuk dalam hal ini variasi antar analis.51. Suatu ruang penyangga udara dapat digunakan sebagai tempat lewatnya karyawan petugas atau bahan yang akan digunakan produksi.50. pengujian terhadap ekstraksi yang sama dari contoh yang diberikan. Prosedur Uraian tugas yang harus dilaksanakan serta peringatan yang diikuti secara langsung atau tidak langsung dalam pembuatan obat. pengolahan sampai dengan pengemasan untuk menghasilkan obatjadi. ekstraksi yang berbeda dan antar laboratorium yang melaksanakan uji yang sama. 1. 1. Presisi (dari metode analisis) Tingkat variasi (atau kecocokan) antara hasil uji dari masing-masing contoh terpisah yang diambil dari satu bets bahan atau produk yang homogen.2. 8 IlmuFarmasi.2.2.2.48.49.2.2. 1.52. waktu analisis.46.

Vaksin yang digunakan dalam uji klinis dibuat dari Lot Benih Kerja yang diperoleh dari beberapa kali pasase Lot Benih Induk. Ruang Steril atau Daerah Steril Ruang atau daerah yang memiliki kondisi lingkungan tertentu.Com . diperlengkapi dan digunakan sedemikian rupa untuk mengurangi masuknya. Sistem Lot Benih Sistem lot benih adalah satu sistem dimana pembuatan bets produk dibuat dari dari Lot Benih Induk yang sama dengan jumlah pasase yang telah ditentukan. Jumlah pasase dari Lot Benih Induk sampai menjadi produk akhir tidak boleh melebihi jumlah pasase untuk membuat vaksin yang digunakan dalam uji klinis yang telah terbukti memuaskan baik dari aspek keamanan dan kemanjuran. Produk akhir (vaksin dalam produksi rutin) dibuat dari Lot Benih Kerja yang diperoleh dari beberapa kali pasase Lot Benih Induk yang sama. tumbuhnya atau tertahannya cemaran. 1. Sanitasi Segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. 1.53.2. Beberapa wadah dari bank sel induk digunakan untuk mendapatkan sebuah bank sel kerja (Lihat "Bank Sel Kerja").2.55. Ruang atau daerah tersebut dibangun. 1.2. Asal dan riwayat pasase Lot Benih Induk dan Lot Benih Kerja hendaklah dicatat.Suatu ruang penyangga udara dapat menjadi ruang antara untuk masuk ke ruang bersih dimana produk steril diproses.54.56. yang pencemaran debu dan mikrobanyaterkendalikan.2. 1. Sistem Bank Sel Sistem dimana bets-bets berurutan dari suatu produk dibuat dengan proses pembiakan sel yang bersal dari satu bank sel induk (Lihat 'Bank Sel Induk') yang memiliki identitas lengkap serta bebas cemaran. 9 IlmuFarmasi. Sistem bank sel divalidasi tingkat pasasenya atau jumlah penggandaan populasinya diluar jumlah yang diperoleh selamaproduksi rutin.

Tanggal Pembuatan Tanggal yang menunjukkan selesainya proses pembuatan suatu bets tertentu.2. Tanggal Daluwarsa Tanggal yang menyatakan bahwa sebelum tanggal tersebut suatu bets atau lot tertentu masih memenuhi spesifikasi standar mutu yang disyaratkan. Tangki Kriogenik Tangki yang dirancang khusus untuk penyimpanan gas cair pada suhu yang sangat rendah.2. produk antara. 1. yang dilakukan dengan cara yang sesuai. Stabilitas Kemampuan produk untuk mempertahankan sifat fisika. produk ruahan atau obat jadi mengenai sifat-sifat kimia. perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan. 10 IlmuFarmasi.60. 1. Sterilisasi Inaktifasi atau pengurangan mikroba hidup sampai batas yang dapat diterima.Com .1. prosedur. 1.2.58.59. Terinfeksi Kondisi pencemaran dengan bahan biologi eksternal dan dengan demikian sanggup menyebarkan infeksi.61.2.63. 1. proses.2. sistem. kimia. kegiatan.2.64.2. 1.65.2. Spesifikasi tersebut menyatakan standar dan toleransi yang diperbolehkan yang biasanya dinyatakan secara deskriptif dan numerik.2.62.57. Tabung(gas) Tabung yang dirancang khusus untuk penyimpanan gas pada tekanan tinggi. 1. Validasi Suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan. mikrobiologi dan biofarmasi sebelum batas daluwarsa. Spesifikasi Bahan Pemerian suatu bahan awal. 1. 1. fisik dan biologi jika ada.

Keduanya tidak boleh mempunyai kepentingan lain di luar organisasi pabrik. Manajer pengawasan mutu adalah satu-satunya yang memiliki wewenang untuk meluluskan bahan awal. produk antara. Mereka hendaklah mempunyai sikap dan kesadaran tinggi untuk mewujudkan CPOB. PERSONALIA Jumlah karyawan di semua tingkatan hendaklah cukup serta memiliki pengetahuan. 2. Mereka hendaklah juga memiliki kesehatan mental dan fisik yang baik sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan sebagaimanamestinya. produk ruahan dan obatjadi bil a produk tersebut sesuai dengan spesifikasinya.1. verifikasi dan pelaksanaan seluruh prosedur pengawasan mutu.2. 2. Organisasi. Manajer pengawasan mutu hendaklah seorang apoteker yang cakap. Manajer pengawasan mutu hendaklah diberi wewenang dan tanggungjawab penuh dalam seluruh tugas pengawasan mutu yaitu dalam penyusunan. terlatih dan memiliki pengalaman praktis yang memadai untuk memungkinkan melaksanakan tugasnya secara profesional. Struktur organisasi perusahaan hendaklah sedemikian rupa sehingga bagian produksi dan bagian pengawasan mutu dipimpin oleh orang yang berlainan yang tidak saling bertanggung jawab satu terhadap yang lain. atau menolaknya bila tidak cocok dengan spesifikasinya atau bila 11 IlmuFarmasi.1.2. keterampilan dan kemampuan sesuai dengan tugasnya. yang dapat menghambat atau membatasi tanggungjawabnya atau yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan pribadi atau finansial.1.Com . Kualifikasi dan Tanggungjawab 2. terlatih dan memiliki pengalaman praktis yang memadai di bidang industri farmasi dan keterampilan dalam kepemimpinan sehingga memungkinkan melaksanakan tugas secara profesional. Masing-masing hendaklah diberi wewenang penuh dan sarana cukup yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif.3. Manajer produksi hendaklah memiliki tanggungjawab bersama dalam mutu obat baik dengan manajer pengawasan mutu maupun manajer teknik. Manajer produksi hendaklah memiliki wewenang serta tanggungjawab penuh untuk mengelola produksi obat.1. Manajer produksi hendaklah seorang apoteker yang cakap.1. 2.

pemeriksaan audit. 2.3. Manajer pengawasan mutu menentukan secara jelas ruang lingkup tugasnya serta metode pendelegasian apabila berhalangan kerja.5. 12 IlmuFarmasi. dapat ditunjuk tenaga yang trampil dalam jumlah yang sesuai untuk melaksanakan supervisi langsung di bagian produksi dan pengawasan mutu. Pada akhirnya seorang manajer peng awasan mutu harus diyakinkan bahwa produksi dan pengujian sudah dilaksanakan dengan memuaskan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan melalui pemeriksaan langsung atau lazimnya melalui sistem pengawasan mutu yang berjalan sebagaimana mestinya antara lain persetujuan atas hal-hal yang diperlukan. Untuk menunjang dan membantu tenaga inti tersebut di atas.1.1. kalibrasi alat-alat pengukur.tidak dibuat sesuai dengan prosedur yang disetujui dan kondisi yang ditentukan. namun rincian tugas tersebut dapat didelegasikan kepada seorang anggota staf terlatih dan berpengalaman cukup untuk mengesahkan pekerjaan yang dilakukan oleh staf departemen. 2. Disadari adanya ketergantungan seorang manajer peng awasan mutu kepada rekan-rekan kerja untuk menanamkan mutu dan pembuatan obat.3.1. Meskipun seorang manajer pengawasan mutu mempunyai tanggungjawab pribadi maupun profesional untuk memastikan bahwa semua pemeriksaan dan pengujian sudah dilaksanakan. pemantauan dan pengawasan lingkungan pembuatan obat.3. latihan personalia. Manajer produksi dan manajer pengawasan mutu bersama-sama bertanggungjawab atau ikut bertanggungjawab dalam penyusunan dan pengesahan prosedur-prosedur tertulis. inspeksidiri dan pemeriksaan setempat. pemberian persetujuan terhadap pemasok bahan dan kontraktor.1. pengamanan produk dan bahan terhadap kerusakan dan kemunduran mutu dan dalam penyimpanan catatan-catatan. kebersihan pabrik dan validasi proses produksi. 2.1. 2. 2.Com .4.2.1. oleh karena itu sangatlah penting untuk seorang manajer pengawasan mutu menjalin kerjasama yang baik dengan rekan-rekan penanggungjawab departemen lain terlebih dengan manajer produksi.3.

yang langsung ikut serta dalam kegiatan pembuatan obat dan yang karena tugasnya mengharuskan mereka masuk ke daerah pembuatan obat.1. 2. Disamping staf tersebut di atas hendaklah tersedia tenaga yang terlatih secara teknis dalam jumlah yang memadai untuk melaksanakan kegiatan produksi dan pengawasan mutu sesuai dengan prosedur dan spesifikasi yang telah ditentukan.3.8. Pelatihan 2.2. Pada saat pengangkatan. 2.2. Mereka hendaklah memahami petunjuk kerja tertulis. Tanggungjawab yang diberikan kepada setiap karyawan tidak boleh terlalu berlebihan sehingga dapat menimbulkan risiko terhadap mutu obat.Tiap supervisor hendaklah cukup terlatih dan memiliki ketrampilan teknis yang memadai serta pengalaman praktis dalam bidang yang berkaitan dengan tugasnya. 2. 13 IlmuFarmasi. prestasi karyawan hendaklah dinilai untuk menentukan apakah mereka telah memiliki kualifikasi yang memadai untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.6.2.2.1.1. Pelatihan mengenai CPOB hendaklah dilakukan secara berkesinambungan dan dengan frekuensi yang memadai untuk menjamin agar para karyawan terbiasa dengan persyaratan CPOB yang berkaitan dengan tugasnya.Com . Mereka bertanggungjawab kepada manajer produksi atau manajer pengawasan mutu. Pelatihan hendaklah diberikan oleh tenaga kompeten. 2.2.2. Tugas dan tanggungjawab hendaklah diberikan dengan jelas dan dapat dipahami dengan baik oleh setiap karyawan. kepada mereka hendaklah diberi latihan yang cukup. Catatan pelatihan karyawan mengenai CPOB hendaklah disimpan dan efektivitas program pelatihan hendaklah dinilai secara berkala. Pelatihan mengenai CPOB hendaklah dilaksanakan menurut program tertulis yang telah disetujui oleh manajer produksi dan manajer pengawasan mutu.6.7. Setelah mengadakan pelatihan.5. Perhatian khusus hendaklah diberikan dalam latihan bagi mereka yang bekerja di daerah steril dan daerah bersih atau bagi mereka yang bekerjamenggunakan bahan yang mempunyai resiko tinggi. 2.1.2. 2. 2. toksik atau yang menimbulkan sensitisasi. Seluruh karyawan. 2.2. hendaklah dilatih mengenai kegiatan tertentu yang sesuai dengan tugasnya maupun mengenai prinsip CPOB.4. 2.

3. Apabila bangunan itu terletak pada tempat yang tidak sesuai. 3.2. Kesesuaian dengan kegiatan lain. rancang-bangun. seperti pencemaran dari udara. BANGUNAN DAN FASILITAS Bangunan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki ukuran. 3.4. Dicegah risiko tercampur-baurnya obat atau komponen obat yang berbeda. kelancaran arus kerja.3. sehingga setiap risiko terjadinya kekeliruan. 3. 3. rembesan melalui tanah serta masuk dan bersarangnya binatang kecil. tanah dan air maupun dari kegiatan di dekatnya. 3. Rancang-bangun dan tata letak ruang hendaklah memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: 3.2. Banjir. yang memungkinkan penempatan peralatan dan bahan secara teratur dan logis serta untuk memungkinkan terlaksananya kegiatan.3. Tata letak ruang yang sedemikian rupa untuk memungkinkan kegiatan produksi dilaksanakan di daerah yang letaknya diatur secara logis dan berhubungan mengikuti urutan tahap produksi dan menurut kelas kebersihan yang disyaratkan. yang mungkin dilakukan dalam sarana yang sama atau dalam sarana yang berdampingan. burung.3.3. pencemaran silang dan pelbagai kesalahan lain yang dapat menurankan mutu obat dapat dihindarkan. komunikasi dan pengawasan yang efektif maupun untuk mencegah kesesakan dan ketidakteraturan. serangga atau hewan lainnya. Dalam menentukan rancang-bangun dan tata letak ruang hendaklah dipertimbangkan hal-hal berikut: 3. pembersihan dan pemeliharaan yang baik. 3.1. Lokasi bangunan hendaklah sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pencemaran dari lingkungan sekelilingnya.3. Gedung hendaklah dibangun dan dipelihara agar terlindung dari pengaruh cuaca. Luasnya ruang kerja. 3.1.3. konstruksi serta letak yang memadai agar memudahkan dalam pelaksanaan kerja. tikus.Com . kemungkinan terjadinya kontaminasi silang oleh obat atau 14 IlmuFarmasi.4.4. Pencegahan terjadinya penggunaan kawasan produksi sebagai lalu lintas umum bagi karyawan atau bahan-bahan ataupun sebagai tempat penyimpanan kecuali untuk bahan-bahan yang sedang dalam proses.1. Tiap sarana kerja hendaklah memadai. tindakan yang efektif hendaklah diambil untuk mencegah pencemaran.

Produksi dapat dilakukan juga dengan cara produksi beberapa bets secara berurutan di daerah terpisah yang dibersihkan dan didekontaminasi menurut prosedur yang sudah divalidasi.2. 4. Pemasangan ulang label untuk produk sefalosporin dapat dilakukan mengikuti kondisi yang dipersyaratkan dalam butir 3.bahan-bahan lain serta resiko terlewatnya salah satu langkah dalam proses produksi. kegiatan produksi dilakukan di dalam bangunan terpisah atau dalam ruang tertutup yang terisolasi dengan baik atau dengan cara membuat beberapa bets berurutan dengan menggunakan peralatan yang sama atau diperuntukkan khusus bagi produk tersebut yang diikuti dengan pembersihan yang cermat dan fumigasi dimana perlu.2. Untuk mencapai tujuan ini sekat ruangan yang sesuai. Obat yang mengandung golongan sefalosporin dapat diproduksi di ruang terpisah dalam satu bangunan dengan pengendalian udara dan peralatan termasuk lini pengemasan khusus untuk produk tersebut. Kontaminasi silang terhadap produk oleh bahan biologi aktif atau produk obat seperti steroida tertentu atau bahan sitotoksik yang dalam jumlah sangat sedikit dapat menyebabkan efek fisiologis hendaklah dicegah dengan upaya: t 3.4. mengendalikan cemaran udara sekitar dengan memberlakukan perbedaan tekanan udara yang tepat dalam daerah proses atau menggunakan sistem penghisap udara 15 IlmuFarmasi. Dalam hal ini perlu pemisahan bangunan untuk pembuatan obat yang mengandung bahan tersebut. Namun demikian.2 3. pemasangan ulang label untuk produk penisilin dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang dikhususkan untuk produk tersebut atau melalui proses pengemasan beberapa bets secara berurutan di daerah terpisah yang dibersihkan dan didekontaminasi menurut prosedur yang sudah divalidasi. 3.3. Obat yang mengandung golongan penisilin hendaklah diproduksi dalam suatu bangunan terpisah yang dilengkapi peralatan pengendali udara khusus untuk produksi tersebut. HendakJah diberi perhatian khusus bagi pengolahan bahan yang sangat beracun atau bahan yang dapat menimbulkan sensitisasi seperti hormon. Langkah pencegahan terhadap kontaminasi penisilin hendaklah diambil.4.4.4. tirai udara dan cara lain dapat digunakan.Com .4. 3.4.1. bahan sitotoksik dan antibiotika tertentu.4. 3.4.

5. dan menggunakan peralatan khusus untuk satu jenis produk dimana memungkinkan: pengurungan terhadap cemaran yang dipindahkan. 3.Com . Fasilitas pengendali udara untuk produksi obat sitotoksik hendaklah tepat.4. Dalam hal hanya beberapa gram bahan aktif yang diproses.4. menyiapkan dan memberi perlindungan terhadap peralatan produksi. Kamar ganti-simpan pakaian berhubungan langsung dengan daerah pengolahan tetapi letaknya terpisah.2. bersamaan dengan pengendalian udara yang disirkulasi kembali.4. Penerimaan bahan 3.4.4.4. Untuk kegiatan-kegiatan berikut diperlukan daerah tertentu: 3. Disediakan ruang terpisah untuk membersihkan alat yang dapat dipindah-pindahkan dan ruangan untuk menyimpan bahan pembersih.5.3.10.4.4.5.3. 3.8. Karantina barang masuk 16 IlmuFarmasi.4.5. kegiatan produksi dapat dilakukan dalam ruang proses bertekanan positif relatif terhadap tekanan atmosfir dengan ruang penyangga bertekanan lebih tinggi danpada ruang proses: dalam jumlah yang banyak.4.4.4. dan melakukan validasi prosedurpembersihan 3.4. penggantian pakaian kerja dan dekontaminasi wadah dan barang lain yang digunakan sebelum barang-barang tersebut dikeluarkan dari ruang isolasi: pencucian terpisah untuk pakaian yang tercemar. dilakukan melalui sistem ruang penyangga udara. 3.4.1. Toilet tidak terbuka langsung ke daerab produksi dan dilengkapi dengan ventilasi yang baik.7. kegiatan produksi dilakukan dalam ruang proses bertekanan negatif dengan ruang penyangga bertekanan relatif lebih tinggi. pemeriksaan berkalaterhadapkehadiran zat-zatterapetik yang digunakan dalam proses di lingkungan sekitar daerah produksi.7.4. 3.6. 3. 3. 3. 3.4.5. atau setidak-tidaknya dalam ruang yang terisolasi dengan baik. dan penyaring udara yang memadai. 3. » 3.9.4. Hewan ditempatkan dalam gedung terpisah.6. Kegiatan pengolahan bahan bagi produk bukan obat dipisahkan dari ruang produksi obat.

3. 3. Penggantian pakaian steril sebelum memasuki ruang steril. permukaannya rata dan memungkinkan pembersihan secara cepat dan efisien. 17 IlmuFarmasi.11. dan bila perlu mudah didesinfeksi. 3. lantai dan langit-langit) hendaklah licin. lantai dan langit-langit dalam daerah-daerah kritis hendaklah berbentuk lengkungan.5. 3.5.12. Bangunan hendaklah mendapat penerangan yang efektif dan mempunyai ventilasi dengan fasilitas pengendali udara (termasuk suhu.5. 3.5. Saluran air limbah hendaklah cukup besar dan mempunyai bak kontrol serta ventilasi yang baik.6.8.5.3. Lantai di daerah pengolahan hendaklah dibuat dari bahan kedap air.2.Com . 3. 3.5. 3.. Lobang pemasukan dan pengeluaran udara serta pipa-pipa dan salurannya hendaklah dipasang sedemikian rupa untuk mencegah timbulnya pencemaran terhadap produk. 3.3. Daerah pengolahan produk steril hendaklah dipisahkan dari daerah produksi lain serta dirancang dan dibangun secara khusus. 3.8. 3.5.6. 3. 3.5.6. bebas dari keretakan dan sambungan terbuka serta mudah dibersihkan.9. 3.6. Ruang-ruang terpisah diperlukan bagi kegiatan-kegiatan berikut: Pembukaan kemasan komponen Pencucian peralatan serta wadah Pengolahan Pengisian dan penutupan wadah langsung Ruang penyangga udara yang menghubungkan ruang ganti pakaian dengan ruang pengisian.6.7. 3.1. Penyimpananbahanawal Penimbangan dan penyerahan Pengolahan Penyimpanan produk ruahan Pengemasan Karantinaobatjadi selama menunggu pelulusan akhir Penyimpanan obat j adi Pengiriman barang Laboratorium Pencucianperalatan 3. Dinding hendaklah juga kedap air dan memiliki permukaan yang mudah dicuci.5. 3.6.6.10.4.7.4.6.5. kelembaban dan 3. Permukaan bagian dalam ruangan (dinding.6. Saluran terbuka hendaklah sedapat mungkin dicegah tetapi bila diperlukan hendaklah cukup dangkal untuk memudahkan pembersihan dan desinfeksi. Sudut-sudut antara dinding. 3.5.5. 3.3.9.10.

gang dan daerah sekeliling gedung. 3.12. 3. Gudang penyimpanan hendaklah ditata sedemikian rupa untuk memungkinkan pemisahan yang efektif dan teratur terhadap berbagai kelompok bahan yang disimpan serta untuk memudahkan perputaran persediaan. 3.16. Perhatian khusus perlu diberikan untuk menjamin agar perbaikan gedung atau kegiatan perawatannya tidak akan mengakibatkan pengaruh negatif terhadap produk.11. Gudang penyimpanan bahan hendaklah cukup luas.14.15. narkotika dan obat berbahaya lain serta untuk produk dan bahan yang ditolak. pipa dan saluran udara di dalam ruangan hendaklah dicegah. gudang.2. 3. 18 IlmuFarmasi. Instalasi seperti ini sedapat mungkin dipasang di luar daerah pengolahan. hendaklah dirawat agar senantiasa dalam keadaan bersih dan rapi.16. terang serta ditata dan dilengkapi sedemikian rupa untuk memungkinkan penyimpanan bahan dan produk dalam keadaan kering. bersih dan teratur. Kondisi bangunan hendaklah diperiksa secara teratur dan dilakukan perbaikan dimana perlu. Seluruh bangunan. 3.3. 3. bahan mudah-meledak dan bahan yang sangat beracun.16. 3.penyaring) yang sesuai untuk kegiatan dalam bangunan maupun dengan lingkungan sekitarnya. kelembaban dan keamanan tertentu. 3. Pipa. misalnya suhu. Daerah penyimpanan hendaklah cocok untuk melaksanakan pemisahan bahan dan produk yang dikarantina secara efektif.Com . termasuk daerah produksi. maka suatu prosedur tetap dan penjadwalan khusus mengenai pembersihan pasangan tersebut hendaklah dibuat dan diikuti.13. Pemasangan tulang atap. Tenaga listrik hendaklah memadai untuk menjamin kelancaran fungsi peralatan produksi dan laboratorium. 3. titik ventilasi dan instalasi lain di daerah produksi hendaklah dipasang sedemikian rupa untuk menghindarkan terbentuknya ceruk yang tidak dapat dibersihkan. Daerah khusus dan terpisah hendaklah tersedia untuk penyimpanan bahan mudah-terbakar. fiting lampu. Bila diperlukan hendaklah disediakan sarana gudang dengan kondisi khusus. Apabila tidak terhindarkan. Pipa-pipa yang terpasang di dalam ruangan tidak boleh menempel di dinding tetapi diganrungkan dengan menggunakan siku-siku padajarakcukup untuk memudahkan pembersihan.1.16. laboratorium.

17. 3. 19 IlmuFarmasi. Pintu yang membuka langsung ke lingkungan luar dari ruang produksi seperti pintu bahaya kebakaran hendaklah selalu ditutup rapat untuk mencegah masuknya cemaran.16. Penyimpanan hendaklah ditata sedemikian rupa sehingga masingmasing label yang berbeda demikian pula bahan cetak lain.3.5. ditarik kembali atau dikembalikan.Com .16. Pintu-pintu di dalam gedung yang difungsikan sebagai perintang terhadap kontaminasi silang hendaklah selalu dalam keadaan tertutup apabila sedang tidak digunakan. tersimpan terpisah untuk mencegah terjadinya pencampuran.4. Peraturan hendaklah dibuat untuk menjamin bahwa pintu tersebut hanya digunakan dalam situasi darurat. 3. Hendaklah disediakan tempat penyimpanan terpisah bagi barangbarang yang ditolak.

misalnya karena bocornya katup. PERALATAN Peralatan yang digunakan dalam pembuatan obat hendaklah memiliki rancang-bangun dan konstruksi yang tepat. modifikasi atau adaptasi yang salah. Penyaring yang mengandung asbes tidak boleh digunakan walaupun penyaring khusus yang tidak melepas serat digunakan sesudahnya. mengadisi atau meng-absorbsi.1.1.4.1. pemeliharaan. produk antara. 4.1.4. tidak boleh bersentuhan langsung dengan bahan yang diolah karena hal ini dapat merubah identitas.1. mengukur. Semua peralatan yang dipakai dalam pengolahan bahan kimia yang mudah terbakar.1. Peralatan tidak boleh menimbulkan akibat yang merugikan terhadap produk.1.1. baik bagian dalam maupun bagian luar. 4. ukuran yang memadai serta ditempatkan dengan tepat. mutu atau kemurnian bahan baku. 4.3.7. atau karenaperbaikan. hendaklah dilengkapi dengan perlengkapan elektris yang kedap eksplosi serta dibumikan dengan sempurna.6. Peralatan yang digunakan untuk menimbang. produk ruahan atau obat jadi. serta untuk memudahkan pembersihan dan perawatannya. 20 IlmuFarmasi. atau ditempatkan di daerah dimana digunakan bahan yang mudah terbakar. Permukaan peralatan yang bersentuhan dengan bahan baku. 4.1. 4. Hasil pemeriksaan dan kalibrasi hendaklah dicatat dan catatan tersebut disimpan dengan baik.5. seperti pelumas atau pendingin. Rancang-bangun dan Konstruksi Rancang-bangun dan konstruksi peralatan hendaklah memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: 4. Peralatan hendaklah dapat dibersihkan dengan mudah. produk ruahan atau obat jadi tidak boleh bereaksi. bahan antara. menguji dan mencatat hendaklah diperiksa ketelitiannya secara teratur serta dikalibrasi menurut suatu program dan prosedur yang tepat.2. yang dapat mengubah identitas. 4. menetesnya zat pelumas dan karenahal lain yang sejenis. 4. mutu atau kemurniannya di luar batas yang telah ditentukan. Penyaring untuk cairan tidak boleh melepaskan serat ke dalam produk.Com . sehingga mutu yang dirancang bagi tiap produk obat terjamin secara seragam dari bets ke bets. Bahan-bahan yang diperlukan untuk suatu tujuan khusus.

3. Semua ban mekanis terbuka dan kerekan hendaklah dilengkapi dengan pengaman. selubung pipa uap atau pipa pendingin hendaklah diberi isolasi yang baik untuk mencegah kemungkinan terjadinya cacat dan memperkecil kehilangan energi.2. uap. Sistem-sistem penunjang seperti sistem pemanas. Semua pipa.2. Saluran air.3. Peralatan hendaklah dirawat menurut jadwal yang tepat agar tetap berfungsi dengan baik dan mencegah terjadinya pencemaran yang dapat merubah identitas.Com . Saluran ini hendaklah diberi label atau tanda yang jelas agar mudah dikenali.4. Pemeliharaan 4.1.6. 4. 4.4. Pemasangan dan Penempatan 4.1. Peralatan hendaklah ditempatkan sedemikian rupa untuk memperkecil kemungkinan pencemaran silang antar bahan di daerah yang sama. 4.2.2. Prosedur-prosedur tertulis untuk perawatan peralatan hendaklah dibuat dan dipatuhi.2. pengatur suhu udara. 4. 4.8. ventilasi.2. penyulingan air.2. 4. mutu atau kemurnian produk.3. Peralatan hendaklah ditempatkan dengan jarak yang cukup renggang dari peralatan lain untuk memberikan keleluasaan kerja dan memastikan tidak terjadinya campur-baur atau kekeliruan.2.2. air minum.5. udara bertekanan atau hampa udara hendaklah dipasang sedemikian rupa sehingga mudah dicapai selama kegiatan berlangsung. tangki. uap.2. udara bertekanan dan gas hendaklah divalidasi untuk memastikan bahwa sistem-sistem tersebut senantiasa berfungsi sesuai dengan tujuannya. Nomor pengenal ini akan dipakai pada semua perintah dan catatan pembuatan bets untuk menunjukkan unit atau alat tertentu yang dipakai pada proses pembuatan tertentu untuk bets yang bersangkutan. Saluran pipa ke alat yang menggunakan uap bertekanan hendaklah dilengkapi dengan perangkap uap dan saluran pembuangan yang berfungsi dengan baik. 4. 21 IlmuFarmasi.2. Tiap peralatan utama hendaklah diberi nomor pengenal yang jelas. 4. kecuali bila alat tersebut hanya digunakan untuk satu jenis produk saja.7. 4. pemurnian air.3.

waktu. produk.3.3. kekuatan dan nomor setiap bets atau lot yang diolah dengan peralatan yang bersangkutan.4.Com . 22 IlmuFarmasi. Catatan mengenai pelaksanaan pemeliharaan dan pemakaian suatu peralatan utama hendaklah dicakup dalam buku catatan harian yang menunjukkan tanggal. Catatan untuk peralatan yang digunakan khusus untuk satu produk saja dapat dimasukkan ke dalam catatan produksi bets produk tertentu.

1. Hendaklah dihindarkan persentuhan langsung antara tangan dengan bahan baku. yang dapat dipakai kembali. Pakaian seragam yang kotor hendaklah disimpan dalam wadah tertutup sampai saat pencucian.1. hendaklah disimpan terpisah dalam wadah tertutup sampai saat pencucian. 5. Semua karyawan hendaklah diperintahkan dan didorong untuk mela-porkan kepada atasannya langsung tiap keadaan (pabrik. Tiap karyawan yang pada suatu ketika mengidap suatu penyakit atau menderita suatu luka terbuka yang dapat merugikan kualitas produk. dan setiap hal yang dapat merupakan sumber pencemaran produk.3. SANITASI DAN HIGIENE Tingkat sanitasi dan higiene yang tinggi hendaklah diterapkan pada setiap aspek pembuatan obat. Semua karyawan hendaklah menjalani pemeriksaan kesehatan. baik sebelum diterima menjadi karyawan maupun selama bekerja. Sumber pencemaran hendaklah dihilangkan melalui suatu program sanitasi dan higiene yang menyeluruh dan terpadu. Semua karyawan hendaklah menerapkan higiene perorangan yang baik. 5. Semua karyawan yang berhubungan dengan proses pembuatan hendaklah memperhatikan tingkat higiene perorangan yang tinggi. karyawan hendaklah mengenakan pakaian pelindung badan yang bersih termasuk penutup rambut yang bersih sesuai dengan tugas yang mereka laksanakan. 5. produTc antara dan produk ruahan.6.1. bahan produksi serta wadahnya. bahan pengemas.1. Ruang lingkup sanitasi dan higiene meliputi personalia. Personalia 5.1.1. 5. Hendaklah mereka dilatih mengenai penerapan higiene perorangan. bahan yang sedang dalam proses dan obat jadi sampai dia sembuh kembali.1. 23 IlmuFarmasi.1. Karyawan yang bertugas sebagai pemeriksa visual hendaklah menjalani pemeriksaan mata secara berkala.2. 5. peralatan atau personalia) yang menurut penilaian mereka dapat merugikan produk. Kain lap pembersih yang kotor.5. Untuk keamanan sendiri dan untuk menjamin perlindungan produk dari pencemaran. 5.4. peralatan dan perlengkapan.5.Com . hendaklah dilarang menangani bahan baku. bangunan.

5.1.7.

Hanya petugas yang berwenang sajalah yang diperbolehkan memasuki bangunan dan fasilitas yang dinyatakan sebagai daerah terbatas. 5.1.8. Karyawan hendaklah diinstruksikan supaya mencuci tangan sebelum memasuki daerah produksi. Untuk tujuan itu perlu dipasang poster yang sesuai. 5.1.9. Merokok, makan, minum, mengunyah, meletakkan tanaman atau menyimpan makanan, minuman, bahan untuk merokok dan obat pribadi hanya diperbolehkan di daerah tertentu dan dilarang dalam daerah produksi, laboratorium, daerah gudang dan daerah lain yang mungkin merugikan mutu produk. 5.1.10. Prosedur higiene perorangan termasuk persyaratan untuk mengenakan pakaian pelindung hendaklah diberlakukan bagi semua orang yang memasuki daerah produksi. baik bagi mereka yang bekerja tetap ataupun sementara maupun bagi non-karyawan yang berada di daerah perusahaan, misalnya karyawan kontraktor, pengunjung, staf pimpinan perusahaan dan inspektur. 5.1.11. Persyaratan khusus untuk pembuatan obat steril dicakup dalam butir 6.8.8. dan 6.8.9. 5.2. Bangunan 5.2.1. Gedung yang digunakan untuk pembuatan obat hendaklah dirancang dan dibangun dengan tepat untuk memudahkan pelaksanaan sanitasi yang baik. Hendaklah tersedia dalam jumlah yang cukup toilet dengan ventilasi yang baik dan tempat cuci bagi karyawan yang letaknya mudah dicapai dari daerah kerja. Hendaklah disediakan fasilitas yang memadai untuk penyimpanan pakaian karyawan dan milik pribadinya di tempat yang tepat. Bakpencuci hendaklah ditempatkan di luar daerah stertf. Bila dipasang di dalam daerah steril, hendaklah mutunya layak dan dilengkapi dengan suatu sistem yang mencegah terjadinya luapan air dan air yang dialirkan ke bak pencuci setidak-tidaknya bermutu air minum. Penyiapan, penyimpanan dan konsumsi makanan serta minuman hendaklah dibatasi di daerah khusus, misalnya ruang makan. Fasilitas ini hendaklah memenuhi standar kebersihan. Sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk. Sampah hendaklah dikumpulkan di dalam wadah yang sesuai untuk dipindahkan ke tempat

5.2.2.

5.2.3. 5.2.4.

5.2.5.

5.2.6.

24

IlmuFarmasi.Com

penampungan di luar bangunan dan sering dibuang secara aman dan mengindahkan persyaratan kebersihan. 5.2.7. Rodentisida, insektisida, bahan fumigasi dan bahan pembersih tidak boleh mencemari peralatan, bahan baku, bahan pengemas, bahan dalam proses ataupun obat jadi. 5.2.8. Hendaklah ada prosedur tertulis yang menunjukkan penanggungjawab sanitasi serta menguraikan dengan cukup rinci mengenai jadwal, metoda, peralatan dan bahan pembersih yang harus digunakan maupun fasilitas-fasilitas yang harus dibersihkan. Prosedur tertulis ini hendaklah dipatuhi. 5.2.9. Persyaratan khusus untuk pembuatan obat steril dicakup dalam butir 6.8.11. 5.3. Peralatan 5.3.1. Setelah digunakan, peralatan hendaklah dibersihkan baik bagian luar maupun bagian dalam sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, serta dijaga dan disimpan dalam kondisi yang bersih. Sebelum dipakai, kebersihannya diperiksa lagi untuk memastikan bahwa seluruh produk atau bahan dari bets sebelumnya telah dihilangkan. 5.3.2. Pembersihan dengan cara vakum atau carabasah lebih dianjurkan. Udara bertekanan dan sikat hendaklah digunakan dengan hati-hati dan sedapat mungkin dihindari karena menambah resiko pencemaran produk. 5.3.3. Pembersihan dan penyimpanan peralatan yang dapat dipindahpindahkan dan penyimpanan bahan pembersih hendaklah dilakukan dalam ruangan yang terpisah dari ruangan pengolahan. 5 3.4. Prosedur tertulis yang cukup rinci untuk pembersihan dan sanitasi peralatan dan wadah yang digunakan dalam pembuatan obat hendaklah dibuat serta ditaati. Prosedur ini hendaklah dirancang dengan tepat agar pencemaran peralatan olah bahan pembersih dan sanitasi dapat dicegah. Prosedur ini sekurang-kurangnya meliputi penganggungjawab pembersihan, jadwal, metode, peralatan dan bahan yang dipakai dalam pembersihan serta metode pembongkaran dan perakitan kembali peralatan yang mungkin diperlukan untuk memastikan terlaksananya pembersihan yang cermat. Jika perlu prosedur juga meliputi sterilisasi peralatan, penghilangan identifikasi bets sebelumnya serta perlindungan peralatan yang telah bersih terhadap pencemaran sebelum digunakan.

25

IlmuFarmasi.Com

5.3.5. Catatan mengenai pelaksanaan pembersihan, sanitasi, sterilisasi dan inspeksi sebelum penggunaan peralatan hendaklah disimpan. 5.4. Kualifikasi dan Validasi Prosedur Sanitasi dan Higiene Prosedur sanitasi dan higiene hendaklah divalidasi dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa hasil penerapan prosedur yang bersangkutan cukup efektif dan selalu memenuhi persyaratan.

26

IlmuFarmasi.Com

kebocoran dan k'erusakan. Catatan tersebut hendaklah meliputi keterangan mengenai persediaan.1. Nomor ini hendaklah jelas tercantum pada label wadah untuk memungkinkan segera diperolehnya catatan yang memberi keterangan rinci yang lengkap tentang bahan yang hendak diperiksa.6. Setiap bahan awal. Untuk tujuan pengambilan contoh. pengujian dan pelulusan bets yang berbeda yang berasal dari satu kiriman hendaklah dianggap sebagai bets yang terpisah.1.2.1. Untuk setiap kiriman atau bets bahan awal hendaklah diberi nomor rujukan yang akan menunjukkan identitas kiriman bahan atau bets yang bersangkutan selamapenyimpanan atau pengolahan. hendaklah memenuhi spesifikasi bahan awal yang sudah ditetapkan dan diberi label dengan namayang dinyatakan dalam spesifikasi. Singkatan. termasuk laporan analisis. BahanAwal 6. PRODUKSI Produksi hendaklah dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan yang dapat menjamin senantiasa menghasilkan obat jadi yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan. tanggal diluluskan dan tanggal daluwarsa bila ada. 6. kecocokan sebagian atau keseluruhan terhadap spesifikasi dapat diakui dengan adanya sertifikat analisis bahan awal yang bersangkutan yang dikuatkan dengan pemastian identitas yang dilakukan sendiri. keutuhan kemasan. Contoh tersebut hendak lah diuji terhadap spesifikasi bahan awal yang bersangkutan. kode atau nama yang tidak resmi tidak boleh digunakan. pengeluaran dan sisabahan hendaklah dicatat.1.3. Pada saat penerimaan terhadap setiap kiriman hendaklah dilakukan pemeriksaan secara visual tentang kondisi umum. 6. Dalam keadaan tertentu. dan contoh untuk pengujian diambil oleh petugtis dengan menggunakan metode yang telah disetujui oleh manajer pengawasan mutu.4. 6. nomor bets atau lot.1.1. tanggal penerimaan atau pengeluaran. sebelum dinyatakan lulus untuk digunakan. 6.Com . Semua pemasukan. 27 IlmuFarmasi.

6.1.5.

Hendaklah diambil langkah yang menjamin bahwa semua kemasan pada suatu kiriman mengandung bahan awal yang benar, dan melakukan pengamanan terhadap kemungkinan kesalahan penandaan wadah oleh pemasok. Kiriman bahan awal hendaklah ditahan di karantina, sampai disetujui dan diluluskan untuk dipakai oleh manajer pengawasan mutu.

6.1.6.

6.1.7. Label yang menunjukkan status bahan awal hanyaboleh dipasang oleh petugas yang ditunjuk oleh penanggungjawab bagian pengawasan mutu. Untuk mencegah kekeliruan, label tersebut hendaklah berbeda dengan label yang digunakan oleh pemasok misalnya dengan mencantumkan nama atau logo perusahaan. Bila status bahan mengalami perubahan, maka label penunjuk status juga harus dirubah. 6.1.8. Persediaan bahan awal hendaklah diperiksa dalam selang waktu tertentu untuk meyakinkan bahwa wadahnya tertutup rapat, bertanda yang benar dan dalam kondisi yang baik. Terhadap bahan tersebut hendaklah dilakukan pengambilan contoh dan uji ulang setiap selang waktu tertentu sebagaimana disebut dalam spesifikasi bahan awal. Pelaksanaan pengambilan contoh ulang hendaklah diawali dengan pemasangan label pengujian ulang dan/atau menggunakan sistem dokumentasi lain yang samaefektifnya. Bahan awal yang dapat mengalami kerusakan oleh pengaruh suhu hendaklah disimpan dalam ruangan yang suhu udaranya diatur.

6.1.9.

6.1.10. Bahan awal yang cenderung menjadi rusak atau turun potensinya atau aktifitasnya selama dalam penyimpanan seperti misalnya antibiotika, beberapa vitamin dan enzim, hendaklah dinyatakan batas umurnya. 6.1.11. Pengeluaran bahan awal untuk pemakaian hendaklah dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan tata-cara yang sudah disetujui. Catatan mengenai persediaan bahan hendaklah disimpan dengan baik agar perujukan persediaan dapat dilakukan. 6.1.12. Hendaklah tersedia daerah penyerahan yang terpisah yang dilengkapi dengan baik untuk mencegah pencemaran silang. Mungkin diperlukan tempat dengan perlengkapan khusus untuk menimbang bahan yang dapat menimbulkan sensitisasi atau yang bertoksisitas tinggi atau bahan seperti hormon, sitotoksik dan antibiotika tertentu. 6.1.13. Alat timbang dan alat takar hendaklah diperiksa secara teratur untuk membuktikan bahwa kapasitas, ketelitian dan ketepatannya memenuhi

28

IlmuFarmasi.Com

persyaratan sesuai dengan jumlah bahan yang akan ditimbang atau ditakar. 6.1.14. Semua bahan awal yang tidak memenuhi syarat hendaklah ditandai secarajelas, disimpan terpisah dan secepatnya dimusnahkan atau dikembalikan pada pemasok. 6.2. Validasi Proses 6.2.1. Semua prosedur produksi hendaklah divalidasi dengan tepat. Validasi hendaklah dilaksanakan menurut prosedur yang telah ditentukan dan catatan hasilnya hendaklah disimpan. Luas serta tingkat validasi yang dilakukan tergantung dari sifat dan kerumitan produk dan proses yang bersangkutan. Program dan dokumentasi validasi hendaklah membuktikan kecocokan bahan yang dipakai, keandalan peralatan dan sisteni serta kemampuan petugas pelaksana. 6.2.2. Sebelum suatu Prosedur Pengolahan Induk diterapkan, hendaklah dilakukan langkah untuk membuktikan bahwa prosedur bersangkutan cocok untuk pelaksanaan produksi rutin, dan bahwa proses yang telah ditetapkan dengan menggunakan bahan dan peralatan yang telah ditentukan, akan senantiasa menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. 6.2.3. Perubahan yang berarti dalam proses, peralatan atau bahan hendaklah disertai dengan tindakan validasi ulang, untuk menjamin bahwa per ubahan tersebut akan tetap menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. 6.2.4. Proses dan prosedur hendaklah secara rutin dievaluasi kembali dengan kritis untuk memastikan bahwa proses dan prosedur ini tetap mampu memberikan hasil yang diinginkan. 6.3. Pencemaran Pencemaran kimiawi atau mikroba terhadapjsuatu obat yang dapat merugikan kesehatan atau mengurangi dayaterapetik atau naempengaruhi kualitas suatu produk tidak dapat diterima. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada masalah pencemaran silang, karena sekalipun sifat dan tingkatannya tidak berpengaruh langsung kepada kesehatan, hal ini menunjukkan pelaksanaan pembuatan obat yang tidak sesuai dengan CPOB. 6.4. Sistem Penomoran Bets dan Lot 6.4.1. Suatu sistem yang menjabarkan carapenomoran bets dan lot secara rinci diperlukan untuk memastikan bahwa produk antara, produk

29

IlmuFarmasi.Com

ruahan atau obat jadi suatu bets atau lot dapat dikenali dengan nomor bets atau lot tertentu. 6.4.2. Sitem penomoran bets dan lot yang digunakan pada tingkat pengolahan dan tingkat pengemasan selanjutnya hendaklah saling berkaitan. 6.4.3. Sistem penomoran bets dan lot hendaklah dapat menjamin bahwa nomor bets atau lot yang sama tidak digunakan secara berulang. 6.4.4. Pemberian nomor bets atau lot yang dialokasikan hendaklah segera dicatat dalam suatu buku catatan harian. Catatan mencakup tanggal pemberian nomor, identitas produk dan besarnya bets atau lot yang bersangkutan. 6.5. Penimbangan dan Penyerahan 6.5.1. Penimbangan. atau penghitungan dan penyerahan bahan baku, bahan pengemas. produk antara dan produk ruahan dianggap suatu bagian dari siklus produksi dan memerlukan dokumentasi dan rekonsiliasi yang lengkap. Pengawasan terhadap pengeluaran bahan dan produk tersebut di atas untuk diproduksi adalah sangatpenting. 6.5.2. Metode penanganan. penimbangan, penghitungan dan penyerahan bahan baku. bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan hendaklah tercakup dalam prosedur tertulis. 6.5.3. Semua pengeluaran bahan baku, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan termasuk tambahan bahan di luar yang telah diserahkan semula, hendaklah didokumentasikan. 6.5.4. Bahan baku. bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan yang boleh diserahkan hanyalah yang telah diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. 6.5.5. Untuk menghindari pencampur-bauran, pencemaran silang dan kehilangan identitas, bahan baku, produk antara dan produk ruahan yang boleh ditempatkan dalam daerah penyerahan hanyalah yang diperlukan untuk suatu bets tertentu saja. Setelah penimbangan, penyerahan dan penandaan, bahan baku, produk ruahan dan produk antara hendaklah diangkut dan disimpan secara tepat sehingga keutuhannya tetap terjaga sampai saat pengolahan berikutnya. 6.5.6. Untuk menghindari pencampur-bauran, hanya satu jenis bahan cetakan tertentu saja yang diperbolehkan diletakkan di tempat penandaan pada saat yang sama. Antara tempat-tempat penandaan hendaklah ada sekat pemisah yang memadai.

30

IlmuFarmasi.Com

Semua bahan baku. bahan pengemas. Kondisi daerah pengolahan hendaklah dipantau dan dikendalikan sampai tingkat yang disyaratkan untuk kegiatan yang akan dilakukan. bahan pengemas.3. 6. ketepatan identitas dan jumlah bahan yang ditimbang dan diukur oleh dua petugas secara terpisah. 6. Bahan baku. produk antara dan produk ruahan yang dikembalikan ke tempat penyimpanan hendaklah didokumentasikan dan dirujuksesuaikan dengan baik.12. Pengembalian 6.6. Sebelum pengolahan dimulai hendaklah ditempuh langkah yang menjamin bahwa daerah pengolahan dan peralatan bebas dari bahan.7. ketepatan dan ketelitian alat timbang dan alat ukur yang digunakan hendaklah sesuai dengan jumlah bahan yang ditimbang atau diukur. Semua bahan yang dipakai dalam pengolahan hendaklah diperiksa lebih dahulu sebelum digunakan.5.7. produk antara dan produk ruahan yang diserahkan hendaklah diperiksa ulang kebenarannya dan ditandatangani oleh supervisor produksi sebelum diserahkan ke bagian produksi.2.11. 6. Untuk setiap penimbangan atau pengukuran hendaklah dilakukan pembuktian kebenaran. kecuali bila memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. 6. Kebersihan tempat penimbangan dan penyerahan hendaklah dijaga. 31 IlmuFarmasi.5.5.9.Com .7.5. Bahan baku. 6. Kapasitas.5. Bahan baku steril hendaklah ditimbang dan diserahkan dalam daerah steril.6.5. produk antara dan produk ruahan tidak boleh dikembalikan ke gudang. 6. Pengolahan 6.6.10.7. Semua peralatan yang digunakan dalam pengolahan hendaklah diperiksa sebelum digunakan.7. 6.8.1.2.1. Sebelum dilakukan penimbangan hendaklah dilakukan pemeriksaan terhadap kebenaran penandaan bahan baku termasuk label pelulusan dari bagian pengawasan mutu. 6. Peralatan hendaklah dinyatakan bersih secara tertulis sebelum digunakan. 6.6. 6. Penimbangan dan penyerahan hendaklah menggunakan peralatan yang cocok dan bersih. produk atau dokumen yang tidak diperlukan untuk pengolahan yang bersangkutan.

7.10. Semua kegiatan pengolahan hendaklah dilaksanakan mengikuti prosedur tertulis yang telah ditentukan.Com . dengan sifat dan jenis yang tepat untuk melindungi produk dan bahan terhadap pencemaran atau kerusakan.6. Wadah dan penutup yang dipakai untuk bahan yang akan diolah. Sebelum label ini dipasang.7.11. sampai diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. Untuk mengatasinya diperlukan perhatian khusus dalam rancangbangun.7. 6. Bahan dan Produk Kering 6.7.1. pemeliharaan serta penggunaan sarana dan peralatan.11. Dalam seluruh tahap pengolahan perhatian utama hendaklah diberikan pada masalah pencemaran silang.2. Untuk menangani bahan berdebu sedapat mungkin diterapkan suatu sistem pembuatan tertutup yang mencegah penyebaran debu atau metode lainnya yang sesuai 6. 6. 6.5.7. Seluruh pengawasan selamaproses seperti yang disyaratkan.7. 6.7.7. hendaklah bersih.4.7.9. Penanganan bahan dan produk kering menimbulkan masalah pengendalian debu dan pencemaran silang. Bila ada penyim pangan yang berarti hendaklah diambil tindakan untuk mencegah pelulusan atau pengolahan lanjutan dari bets tersebut sampai diperoleh penjelasan yang memadai.7. Semua produk antara atau produk ruahan harus diberi label yang tepat dan dikarantina. seluruh label atau tanda-tanda sebelumnya yang tidak sesuai hendaklah disingkirkan atau dihapus dengan sempurna. 32 IlmuFarmasi.7. Tiap penyimpangan hendaklah dilaporkan dengan menyertakan alasan dan penjelasan. 6. 6.11. Semua wadah dan peralatan yang berisi produk antara.8. Sistem penghisap udara yang efektif hendaklah dipasang dengan letak lubang pembuangan yang tepat untuk men cegah pencemaran terhadap produk atau proses lain. hendaklah diberi label yang tepat yang menyatakan tahap pengolahannya. yang dapat mengijinkan pelulusan untuk pengolahan selanjutnya. untuk produk antara dan produk ruahan. harus dicatat dengan teliti pada saat pengolahan dilakukan.6. Hasil nyata dari setiap tahap proses bets yang dibuat hendaklah dicatat dan dicocokkan terhadap hasil teoritisnya. 6.

pengayak dan pengaduk hendaklah dilengkapi dengan sistem pengendali debu. Udara yang masuk ke dalam alat pengering ini hendaklah disaring.12.Sistem penyaringan atau sistem lain yang sesuai hendaklah dipasang untuk menahan debu. Pencetakan tablet 6. Parameter operasional yang kritis (misalnya waktu. saringan.1.7. 6. Pemakaian peralatan gelas sedapat mungkin dihindarkan.13.1.7. 12. pengadukan dan pengeringan hendaklah tercantum dalam Dokumen Produksi Induk.11. Hendaklah diperhatikan jangan sampai ada tablet atau kapsul tertinggal di dalam peralatan. kecuali bila bekerja dengan sistem tertutup.13.3. Kantung penyaring yang dipasang pada mesin pengering pusar-beliung tidak boleh dipakai untuk produk yang berlainan tanpapencucian lebih dahulu.7.4. 6. dan dipantau selama proses berlangsung serta dicatat dalam catatan bets.3.7. Pemakaian alat penghilang debu pada tablet dan kapsul sangat dianjurkan. 6. Padabeberapa produk yang berisiko tinggi atau yang dapat menimbulkan kepekaan. 6. hendaklah digunakan kantong penyaring khusus bagi masing-masing produk. kecepatan. suhu) bagi setiap proses pencampuran. Ayakan.2. 6. Mesin pencampur. Pembuatandanpenggunaan larutandansuspensihendaklah dilaksanakan sedemikian rupa sehingga risiko pencemaran atau pertumbuhan mikroba dapat dicegah.4. Tindakan pengamanan diperlukan ilntuk mencegah pencemaran silang oleh debu yang-keluar dari pengering tersebut.7. gelas atau kayu. 6.7. 6.7. Pencampuran dan Granulasi 6.7. alat penghitung atau wadah produk ruahan.11.7. Perhatian khusus hendaklah diberikan untukmelindungi produk terhadap pencemaran oleh serpihan logam.12.12. Mesin pencetak tablet hendaklah dilengkapi dengan fasilitas pengendali debu yang efektif dan ditempatkan sedemikian 33 IlmuFarmasi.12.Com . alu tablet dan lesung tablet hendaklah selalu diperiksa terhadap adanya keausan atau kerusakan sebelum dan setelah pemakaian.

Kapsul kosong hendaklah dianggap dan diperlakukan sebagai bahan awal.6.2.5 berlaku juga untuk pengisian kapsul keras.7.15.14. Penyalutan 6.1. Tablet yang diambil dari ruang pencetakan tablet untuk keperluan pengujian atau keperluan lain tidak boleh dikembalikan lagi ke dalam bets yang bersangkutan. Catatan mengenai pemakaiannya hendaklah disimpan.5. 6. Kapsul kosong ini hendaklah disimpan dalam kondisi yang dapat mencegahnya menjadi kering. Udara yang dialirkan ke dalam panci penyalut untuk pengeringan hendaklah disanng dan memiliki mutu yang tepat.Com . 6. perlu dilakukan pengendalian baik secara fisik. Dokumentasi mengenai pembuatan dan pemakaiannya hendakl ah dibuat.7.7. Hendaklah selalu tersedia alat timbang yang teliti dan telah dikalibrasi untuk dipakai dalam pemantauan berat tablet yang sedang dalam proses. Setiap kali sebelum dipakai. semua alu tablet dan lesung tablet tersebut harus diperiksa terhadap adanya keausan dan kesesuaiannya terhadap spesifikasi.13.6. Persyaratan pada butir 6.2.7. Larutan penyalut dibuat dan digunakan dengan cara yang dapat menekan seminimal mungkin risiko pertumbuhan mikroba.13.7. 6.2.7. regas atau terkena pengaruh kelembaban.13. 34 IlmuFarmasi.14.7.14.15. 6.7. 6.7.7.13. 6.13.7.7. 6.1.4.13. Pengisian Kapsul Keras 6. 6. Tablet yang ditolak atau yang disingkirkan hendaklah ditempatkan dalam wadah yang ditandai dengan jelas mengenai statusnya dan jumlahnya dicatat pada Catatan Pengolahan Bets. prosedural maupun penandaan.15.1 sampai 6.3.13.7. rupa untuk menghindari campur aduk antar produk. Tiap mesin hendaklah ditempatkan dalam ruangan terpisah kecuali apabila mesin tersebut membuat produk yang sama Mesin yang dilengkapi dengan sistem pengendali udara yang tertutup boleh ditempatkan dalam ruangan tanpa pemisah Untuk mencegah terjadinya campur aduk antar granul maupun tablet.

1.7. Tinta yang digunakan hendaklah tinta yang memenuhi persyaratan untuk bahan makanan. Perhatian khusus hendakl ah diberikan untuk menghindarkan terjadinya campur-baur selama proses pemeriksaan.6.16. Krim dan Salep (Non-steril) 6.7. atau pada bets yang berbeda. Air hendaklah memiliki bilangan kuman dalam batas ambang yang dapat diterima. pengerjaannya hendaklah dipisahkan. 6.7.17. krim dan salep hendaklah dibuat sedemikian rupa agar produk terlindung dari pencemaran mikroba dan pencemaran lain. Produk berupa cairan.17.7.Com . Daerah produksi dimana produk dan juga wadah-wadah bersih tanpa tutup terpapar ke lingkungan hendaklah diventilasi secara efektif dengan udarayang disaring. Baja taHan karat berkualitas tinggi adalah bahan pilihan untuk bagian peralatan yang bersentuhan dengan produk yang sedang diproses.4. 6.7.7.7.16.17. pipa dan pompa yang digunakan hendaklah dirancang dan dipasang sedemikian rupa sehingga memudahkan pembersihan dan sanitasi bila perlu. Cairan.17. Pemberian Tanda Tablet Bersalut dan Kapsul 6. 35 IlmuFarmasi. Apabila pada saat yang sama dilakukan pemberian tanda pada produk yang berbeda.17. pemilahan dan proses pengkilapan kapsul dan tablet bersalut. Dalam merancang peralatan hendaklah diperhatikan agar tidak terdapat lekukan atau sambungan mati ('dead-legs') atau bagian-bagian di mana kotoran dapat terkumpul dan menumbuhkan mikroba. Peralatan tanki.3. Peralatan gelas sedapat mungkin dihindarkan penggunaannya. wadah. 6.3. 6.7.16. Kualitas kimiawi dan mikrobiologi air yang digunakan hendaklah ditetapkan dan selalu dipantau.16.7.2.2. Tindakan khusus hendaklah diberikan untuk menghindari campur-baur produk selama proses pemberian tanda pada tablet bersalut dan kapsul. 6.1. Sistem pembuatan dan pemindahan secara tertutup sangat dianjurkan. 6.

6.7. Tongkat pengukur hanyaboleh digunakan untuk wadah tertentu dan telah dikalibrasi untuk wadah yang bersangkutan.17.7.8.8. Apabilajaringanpipadigunakanuntukmengalirkanbahan baku atau produk ruahan.1.7. Perhatian hendaklah diberikan untuk mempertahankan homogenitas campuran.8.8. Jaringan pipa hendaklah dirancang dan dipasang dengan tepat sehinga mudah dibongkar dan dibersihkan. suspensi dan produk lain selama pengisian. produk steril dapat digolongkan dalam dua kategori utama yaitu yang harus diproses dengan cara aseptik pada semua tahap. Produk steril hendaklah dibuat dengan pengawasan khusus dan memperhatikan hal-hal terinci dengan tujuan untuk menghilangkan pencemaran mikroba dan partikel lain. 6.Com . Ketelitian suatu sistem pengukur hendaklah diverifikasi.17. Perhatian hendaklah diberikan pada sistempemindahan bahan melalui pipa untuk memastikan bahan tersebutpindah ke tujuan yang tepat. dan yang disterilkan dalam wadah akhir yang disebut 36 IlmuFarmasi. 6. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada awal. sesudah penghentian dan pada akhir proses pengisian untuk memastikan produk selalu dalam keadaan homogen. Menurut cara produksi.6.9. Hal ini banyak tergantung pada keterampilan. Pengawasan dalam proses dalam pembuatan produk steril merupakan hal yang sangat penting. Proses pencampuran dan pengisian hendaklah divalidasi. 6.2. Apabila produk ruahan tidak akan segera dikemas maka waktu paling lama produk boleh disimpan dan kondisi penyimpanan produk hendaklah ditetapkan dan diikuti.7. 6. Dibandingkan dengan pembuatan obat jenis lain pembuatan obat steril memerlukan perhatian yang lebih besar.17. 6.17. Tongkat ini hendaklah dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dan tidak menyerap. Produk Steril 6.7. latihan dan sikap dari orang yang terjibat.5. Sistem pengadaan air proses yang disanitasi dengan bahan kimia hendaklah divalidasi untuk memastikan bahan sanitasinya telah dibersihkan secara efektif. 6. hendaklah diusahakan agar sistem tersebut mudah dibersihkan.7.17.

3. 6. Tekanan udara dalam ruangan hendaklah lebih tinggi dari ruangan di sebelah. Ruang ini digunakan juga untuk persiapan komponeft dan pembuatan larutan. Penghitungan rutin mikroba dalam ruangan hendaklah dilakukan sebelum dan selama proses pengolahan. serta tidak lebih dari 500 mikroba viabel setiap meter kubik udara. 6. produk steril hendaklah disterilisasi akhir. Saringan yang digunakan ini hendaklah diperiksa pada waktu pemasangan dan secara berkala.000 partikel berukuran 5 mikron atau lebih. juga sterilisasi akhir. 20.8.1. Ruang ini.6. Ruang bersih yang digunakan untuk kegiatan bersih namun tidak harus kegiatan steril. tidak boleh mengandung lebih dari 3. Semuaproduk steril hendaklah dibuat pada kondisi yang terkendali dan dipantau dengan teliti. Petugas masuk ke ruang ini melalui suatu ruang penyangga udara atau cara 37 IlmuFarmasi.Com . Ruang steril digunakan untuk kegiatan steril. Pembuatan produk steril memerlukan tiga kualitas ruangan yang berbeda: 6.6.2.6. 6. Semua permukaan dalam daerah pengolahan hendaklah dirancang dengan tepat sehingga memudahkan kebersihan dan pembasmihamaan.3. Pelaksanaan proses akhir atau pengujian akhir tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya andalan untuk menjamin mutu produk akhir dalam hal kandungan mikroba dan partikel. Untuk mendapat keyakinan terhadap sterilisasi produk steril yang dibuat secara aseptik tanpa sterilisasi akhir diperlukan tindakan khusus. Ruangan hendaklah selalu bebas debu dan dialiri udara yang melewati saringan bakteri.6.8.000 partikel berukuran 0.8.500. Produk yang akan disterilisasi akhir dapat diproses di ruang ini.8.6. dalam pedoman disebut Ruang Kelas HI. Ruang ganti pakaian dimana di satu daerah pakaian kerja pabrik ditanggalkan dan di daerah sebelahnya yang bersih pakaian pelindung steril dikenakan. Data perhitungan mikroba hendaklah didokumentasikan.5. Bilamungkin.4.5 mikron atau lebih.8. Memasuki ruangan ini hendaklah melalui suatu ruang penyangga udara atau jalan terusan lain yang sesuai.8. 6 8. Hasil perhitungan hendaklah dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. 6. Untukmembuat produk steril diperlukan suatu ruangan terpisah yang khusus dirancang.

daerah di bawah aliran udara laminer disebut Ruang Kelas I. Penting diperhatikan bahwa kontaminasi mikroba di ruangan bersih dan ruangan steril tidak melebihi nilai batas yang ditentukan. yang akan bekerja di daerah bersih atau daerah steril.8.8. serta tidak lebih dari 100 mikroba viabel setiap meter kubik udara. Standar yang tinggi dari higiene dan kebersihan perorangan adalah suatu hal yang esensial.2.8.8. Pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan sedapat mungkin dilaksanakan dari luar.8. hendaklah mendapat pelatihan dalam bidang yang berkaitan dengan pembuatan produk steril. Daerah ini hendaklah dipantau terhadap kontaminasi mikroba.8.Com .8.000 partikel berukuran 0. luka dan lain-lain) yang dapat menyebabkan penyebaran mikrobayang tidak normal jumlah dan jenisnya. P e r s o n a l i a 6. termasuk higiene dan dasar mikrobiologi. influenza. batuk. 38 IlmuFarmasi. 6. 2000 partikel berukuran 5 mikron atau lebih.3. Semua karyawan. Di samping itu perlu dilakukan pemenksaan kesehatan secaraberkala.500 partikel berukuran 0. Karyawan hendaklah diinstruksikan untuk melaporkan setiap kondisi kesehatan (misalnyadiare.lain yang sesuai.5 mikron atau lebih. dalam pedoman disebut Ruang Kelas II. Ruang ini. 6.8. 6. Karyawan yang bekerja khusus di daerah bersih dan daerah steril hendaklah dipilih dengan seksamauntuk memastikan bahwa mereka dapat diandalkan untuk bekerja dengan penuh disiplin serta tidak menderita suatu penyakit atau memiliki kondisi kesehatan yang dapat menimbulkan pencemaran mikrobiologi terhadap produk.8.7. Setiap meter kubik udara di bawah aliran udara laminer dalam ruang steril tidak boleh mengandung lebih dari 3.8. 6.8. Dalam pedoman. 6. tidak boleh mengandung lebih dari dari 350.5 mikron atau lebih dan tidak boleh mengandung partikel berukuran 5 mikron atau lebih serta kandungan mikroba viabel harus kurang dari satu. Bila sedang ada kegiatan hanya karyawan dalam jumlah terbatas dan yang diperlukan yang boleh berada di daerah bersih dan daerah steril.4.termasuk dari bagian pemeliharaan. infeksi kulit atau rambut.1.

Pakaian steril hendaklah selalu dipakai tiap kali memasuki ruangan steril.9.3. 6.9. Pakaian untuk daerah bersih dan daerah steril hendaklah dicuci.1. Karyawan yang masuk ke kamar ganti pakaian hendaklah sudah memakai pakaian kerja standar. Penutup kepala hendaklah menutup seluruh rambut dan janggut dan diselipkan ke dalam leher baju.8.8.9.8. perhiasan dan kosmetika tidak boleh dipakai dalam daerah bersih dan daerah steril.8. Penutup muka yang digunakan hendaklah yang tidak melepaskan serat. Pakaian yang dipakai dari rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam kamar ganti pakaian yang berhubungan langsung dengan daerah bersih atau daerah steril. 6.4. Setiap kali meninggalkan daerah steril penutup muka ditanggalkan. Pakaian ini hanya boleh dipakai di daerah bersih atau di daerah steril sesuai dengan peruntukkannya.9. 6.9.9. dapat mencegah pencemaran yang berasal dari wajah dan enak dipakai.6. yang diikat di pergelangan tangan dan pergelangan kaki. Karyawan yang memasuki daerah bersih atau daerah steril hendaklah mengganti pakaiannya dengan pakaian khusus termasuk penutup kepala dan penutup kaki. diseterika.Com . Pakaian ini tidak boleh melepaskan serat atau partikel dan hendaklah mampu menahan partikel yang dilepaskan oleh tubuh.8.8. Fasilitas pencucian hendaklah terpisah. Arloji. Di daerah steril kary awan hendaklah memakai pakaian steril model terusan ataupun model celana baju yang dapat disatukan dengan bagian leher.2. Cara berpakaian dan cara pencucian anggota badan hendaklah mengikuti prosedur tertulis. 39 IlmuFarmasi. Pakaian ini hendaklah enak dipakai dan agak longgar untuk mencegah gesekan. Sarung tangan plastik atau karet yang dipakai hendaklah bebas serbuk. P a k a i a n 6. disterilkan dan ditangani dengan tepat sehingga tidak terkena cemaran. Penutup kaki hendaklah menyelubungi seluruh kaki dan bagian ujung celana diselipkan ke dalam penutup kaki. 6.5. Ujung lengan baju diselipkan ke dalam sarung tangan.

10. 40 IlmuFarmasi.6.4.2. Produk steril diolah di ruang produksi yang dirancangbangun dan dikonstruksi secara khusus. pengisian larutan dan sterilisasi hendaklah terpisah. Daerah untuk masing-masing jenis pekerjaan yang berbeda seperti penyiapan bahan awal dan komponen lain.Com . Ruangan-ruangan pengolahan hendaklah dialiri udara bertekanan positif secara efektif melalui saringan yang memiliki efisiensi yang diinginkan. mesin (pemotong ampul. maka sebelum digunakan untuk perflbuatan produk steril ruangan tersebut hendaklah dtdesinfeksi dengan cara yang tepat dan dialiri udara tersaring serta diverifikasi terhadap persyaratan ruang steril. Permukaan dinding. lantai dan langit-langit hendaklah licin.8. Saringan udara terakhir hendaklah dipasang langsung atau sedekat mungkin pada lubang masuk udara ke dalam ruangan. 6.8. penutup vial dan Iainlain) dan kegiatan yang dapat menyebarkan partikel ke suatu daerah yang tinggi risikonya terhadap produk.8. penyiapan larutan. Produk non-steril tidak boleh diolah bersamaproduk steril di daerah yang sama dan pada saat yang sama. Perhatian khusus perlu diberikan untuk memastikan bahwa aliran udara tidak menyebarkan partikel dari tubuh karyawan. Jika ruang steril digunakan untuk pengolahan produk non-steril.10. 6. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada daerah dengan risiko tinggi yaitu daerah yang udaranyaberhubungan langsung dengan produk. Aliran udara ini hendaklah mewujudkan perbedaan tekanan positif relatif terhadap sekitarnya dan juga di antara ruangan atau daerah kegiatan yang berbeda. kedap air dan tidak retak untuk mengurangi penyebaran atau penumpukan partikel dan untuk memungkinkan penggunaan bahan pembersih dan bahan desinfektan berulang kali. Bangunan 6.10.1. Kayu tanpa pelapis sebaiknya tidak dipakai.10. terpisah dari daerah produksi lain.8. 6.8. Diperlukan sistem peringatan terhadap adanya kegagalan penyaluran udara dan alat penunjuk perbedaan tekanan antara ruangan atau daerah yang sangat membutuhkan perbedaan ini.10.3.

11. 6.10. dialiri secara efektif dengan udara tersaring dengan tekanan positif yang lebih rendah dari padatekanan di daerah bersih dan di daerah steril.8. Suhu ruangan dan kelembaban hendaklah dijaga pada tingkat yang tidak menyebabkan karyawan berkeringat secara berlebihan dalam pakaian kerjanya. Pipa dan saluran tersebut sedapat mungkin dibenarnkan ke dalam dinding yang dilaluinya.9. Untuk mengurangi penumpukan debu serta memudahkan pembersihan. Sudut antara dinding.5.10. Langit-langit hendaklah ditutup rapat dengan selayaknya untuk mencegah pencemaran dari ruang atas.8.Com . 6. peralatan yang dapat bergerak maupun tidak bergerak dan tampuk lampu listrik hendaklah sesedikit mungkin.10.8.8.7. Jalan masuk untuk petugas ke daerah steril dan daerah bersih hanya dapat melalui kamar ganti pakaian dimana pakaian kerja pabrik yang dikenakan diganti dengan pakaian pelindung khusus.8. berisi udarapenyangga untuk men cegah aliran balik. rak. Kamar ganti pakaian hendaklah dirancang dan digunakan dengan tepat untuk 41 IlmuFarmasi. Semua saluran lantai hendaklah terbuka. 6. cukup dangkal dan mudah dibersihkan serta dihubungkan dengan saluran pembuangan luar dengan tepat untuk mencegah kemungkinan pencemaran mikroba.10. 6. lantai dan langit-langit di daerah steril dan daerah bersih hendaklah dibuat melengkung.6. Pipa dan saluran hendaklah dipasang dengan tepat sehingga tidak ada bagian tersembunyi yang sukar di bersihkan.10. 6.10.8. Saluran pembuangan hendaklah dihindarkan di daerah steril kecuali bila sangat diperlukan. 6.10.tidak boleh ada bagian tersembunyi dan sukar dibersihkan. Bak cuci di daerah steril hendaklah ditiadakan. lemari.6. Jika dipasang hendaklah dilengkapi dengan jebakan yang efektif dan mudah dibersihkan.10.8. Kamar ganti pakaian hendaklah dilengkapi dengan ruang penyangga udara. tanpa perlengkapan yang mencegah air untuk meluap dan mendapat pasokan air yang setidaktidaknya memiliki kualitas layak minum.8. Sudut yang menonjol. Semua bak cuci yang dipasang di daerah bersih hendaklah terbuat dari baja tahan karat.

10.6.Com . 6.10. Daerah bersih dan daerah steril tidak boleh digunakan untuk melaksanakan pengujian sterilitas atau pengujian mikrobiologi lain.8. Pintu sorong hendaklah dihindarkan karena gigi sorong sulit dibersihkan.8.1.11. Bila mekanisme membuka pintu seperti tersebut tidak mungkin. membatasi pencemaran mikroba dan partikel terhadap pakaian pelindung dan memungkinkan pemisahan berbagai tahap penggantian pakaian serta pencucial anggotabadan.12. Daerah bersih. Ban ini berakhir pada dinding tersebut dan transportasi produk selanjutnya hanya lewat melalui permukaan statis. Ruang antara atau ruang penyangga udara untuk lalu lintas bahan. 6. Ban berjalan tidak boleh menembus dinding pembatas daerah steril.11. hendaklah ada prosedur atau sistem yang tepat yang dapat mencegah pintu luar dan pintu dalam dibuka serentak. Bila pembersihan dilakukan dengan menggunakan desinfektan hendaklah jenisnya ditukar secara bergilir untuk mencegah timbulny a mikroba yang resisten Desinfektan dan bahan deterjen yang digunakan hendak- 6.10. 6.14.8.15. peralatan dan barang lain ke dalam daerah bersih dan daerah steril diatur dengan tepat sehingga hanya satu pintu pada satu sisi saja yang dapat dibuka pada satu saat.2. daerah steril dan daerah lain yang berkaita hendaklah sering dibersihkan dengan cermat sesuai program tertulis.8. wadah dan peralatan. 6.11. Ruangan ganti pakaian hanya digunakan untuk petugas dan tidak boleh dipakai untuk lalu lintas bahan.13.8.8.8.10. Kebersihan dan Higiene 6. Sistem mekanik atau elektronik untuk komunikasi lisan dari dan ke daerah steril hendaklah dirancang dan dipasang dengan tepat sehingga mudah dibersihkan dan didesinfeksi secara efektif. 42 IlmuFarmasi. Perhatian khusus diperlukan untuk menghindarkan pencemaran daerah steril bilamana barang dilewatkan melalui ruang penyangga udara atau suatu ruang antara.

Hasil pengenceran hendakJah ditempatkan dalam wadah yang telah dicuci bersih dan tidak boleh disimpan kecuali telah disterilkan.8.13. 6. Peralatan hendaklah dirancang dan dipasang dengan tepat sehingga mudah dibersihkan. Hasil validasi hendaklah didokumentasikan. pengambilan contoh daii udara atau cara lai n y ang sesuai. 6. 6.12. 6. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada bahan awal yang digunakan untuk sediaan parenteral yang bervolume besar.8.8.1.8. Pemantauan hendak-iah dilaksanakan ketika proses produksi sedang ber-langsung.1. Validasi terhadap hasil pemasangan. Catalan tentang hasil pemantauan hendaklah didokumentasikan dan tindakan perbaikan diiakukan segera setelah terdapat penyimpangan yang berarti.3. cara apus pada permukaan benda. Daerah bersih dan daerah steril hendaklah sering dipantau secara mikrobiologi dengan cara pemaparan cawan petri.12.8.3. Bahan awal tidak boleh mengandung mikroba atau pirogen dalam kadar yang berarti. Colokan listrik dan perlengkapan layanan hendaklah dirancang dan di tempatkan dengan tepat sehingga petugas yang melakukan perawatan dan perbaikan sejauh mungkin tidak perlu masuk ke daerah bersih atau daerah steril. P e n g o l a h a n 6.4.Com .12. lah dipantau terhadap pencemaran mikroba.12..8. Peralatan 6. 43 IlmuFarmasi. sistem saringan udara dan alat penyuling adalah sangat penting. didesinfeksi atau disterilkan sesuai kebutuhan.12.5. Wadah yang sudah sebagian kosong tidak boleh diisi kembali.11.2. Spesifikasi bahan awal hendaklah mengandung persyaratan pemantauan kandungan mikroba. Alat pencatat hendaklah dikalibrasi dengan seksama pada saat pemasangan dan kemudian diperiksa setiap selang waktu tertentu.8. jika perlu disertai dengan batas tertentu.8. t 6.13. pemeliharaan berkala serta pemeriksaan terhadap kemampuan peralatan yang kritis seperti sterilisator.

Volume larutan ruahan sebaiknya dibuat tidak lebih besar dari kapasitas pengisian sehari dan hendaklah disimpai ke dalam wadah akhir serta disterilkan pada hari yan) sama.5. Jarak waktu antara sterilisasi peralatan.2.8.10. Hendaklah dilakukan tindakan untuk mencegah pen cemaran produk oleh mikroba pada semua tahap peng olahan baik sebelum maupun sesudah sterilisasi.13. Pembilasan terakhir hendaklah dilakukan dengan air suling atau air dengan kualitas yang sesuai.13.6.8.Com .13.13.13. Wadah dan bahan yang dapat melepaskan partikel atau seratjangan dibawake daerah bersih atau daerah steril.13. 6.8. 6. Pengolahan 44 IlmuFarmasi.7.8. 6.4.8. kegiatan di daerah bersih dan daerah steril dibatasi sesedikit mungkin demikian pula dengan gerakan petugasnya. 6.13.8.6.3. 6. wadah dan komponen lain dengan waktu penggunaannya dalam proses aseptik hendaklah sesingkat mungkin. Instalasi pengolahan air hendaklah dirancang-bangun dikonstruksi dan dirawat dengan tepat untuk menjamin agar air yang dihasilkan memenuhi persyaratan kualitas yang ditentukan. wadah dan komponen lainnya hendaklah ditangani dengan tepat untuk mencegah pencemaran kembali. Jarak waktu antara pencucian dan sterilisasi peralatan wadah dan komponen lain hendaklah sesingkat mungkin 6. peralatan pengolahan air dan air olahan hendaklah dipantau secara teratur terhadap pencemaran kimiawi dan mikroba dan jika perlu terhadap endotoksin pirogen. Jarak waktu antara mulainyapembuatan larutan dan sterilisasi hendaklah sesingkat mungkin dengan bata waktu tertentu yang ditentukan. Hasil pemantauan dan tindakan penanggulangan yang dilakukan hendaklah didokumentasikan. Untuk mencegah penyebaran partikel dan mikroba secara berlebihan.13.8. Sumber air. 6.8.9. Larutan ruahan sisa yang pengisian dan sterilisasiny tidak dapat diselesaikan pada hari yang sama hendaklai disimpan secara khusus.13.8. Setelah pembersihan terakhir.8. Alat pengolah air tidak boleh dioperasi kan melebihi kapasitas yang dirancang. 6.

6.14.13.8.14. semua katup pengaman hendaklah dilindungi dengan saringan bakteri yang hidrofobik. 45 IlmuFarmasi. 5 S. Sterilisasi dapat dilakukan dengan sterilisasi cara panas (dengan cara pemanasan basah dan pemanasan kering) dengan gas etilen oksida.8. 6. atau bilamana para petugas sedang dilatih. 14. Tiap cara sterilisasi mempunyai keterbatasan dan digunakan untukpenerapan tertentu. nomor bets dan tanda apakah sudah disterilkan atau belum. Sterilisasi cara panas merupakan pilihan utama.Com . 6. Diperlukan cara yang jelas untuk membedakan produk yang telah dan belum disterilkan.11. perlu dilakukan pengamanan yang ketat untuk jnencegah pencemaran mikroba dari indikator tersebut.14. Validasi juga dilakukan bila ada perubahan yang berarti dalam proses atau peralatan.8.13.8. Untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan timbulnya zat pirogen. atau dengan cara radiasi pengionan. S t e r i l i s a s i 6.12. Efektifitas prosedur aseptik hendaklah divalidasi bila suatu proses aseptikbaru diperkenalkan dan dilanjutkan secara berkala. Semua keranjang.1. 6. 6.2.8. Bilamana indikator biologi digunakan. Barang yang digunakan di daerah steril dan memerlukan sterilisasi hendaklah disterilkan dan dimasukkan melalui unit sterilisator dua pintu atau cara lain yang dapat memberikan hasil yang sama.8.8. Bilamana air dan larutan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. baki dan wadah untuk produk atau komponen lain hendaklah diberi label yang jelas yang mencantumkan nama. 6. dengan penyaringan yang dilanjutkan dengan pengisian secara aseptik ke dalam wadah akhir yang steril. air suling yang akan digunakan untuk pengolahan tidak boleh dibiarkan lebih dari 24 jam kecuali dengan kondisi khusus misalnya disimpan pada suhu sekurang-kurangnya 70° C.13. penyimpanan dan distribusi air hendaklah tepat sehingga pertumbuhan mikroba dapat dicegah.3.13.14.13.

Indikator kimia dan biologi dapat digunakan sebagai tambahan tetapi tidak menggantikan peran pengawasan fisik.8. Waktu. Pada periode pendinginan setelah mencapai fase suhu tertinggi hendaklah dicegah kemungkinan kontaminasi terhadap muatan yang sudah steril oleh udara tidak steril yang masuk ke otoklaf pada saat pendinginan tersebut berlangsung.1. tetapi tekanan digunakan hanya untuk mencapai suhu yang dikehendaki dan tidak berperan dalam sterilisasi.8.8.16. 6.16. Sterilisasi Cara Panas 6.3. larutan bukan air dan bahan lain yang tahan terhadap suhu sterilisasi yang dikehendaki. 46 IlmuFarmasi.15.8. 6. .17. suhu dan tekanan digunakan untuk mengawasi dan memantau proses.8.8.15. Cara ini cocok untuk larutan air dan bahan yang dapat dibasahi air. Pemanasan kering cocok untuk sterilisasi peralatan. Sterilisasi panas basah dicapai dengan menggunakan uap airjenuh yang bertekanan dalam rongga sterilisasi yang sesuai. Bahan jenis lain hendaklah disterilkan dengan cara lain.Com .8.16. 6. Barang yang akan disterilkan.17.2.16.16.2. Sterilisasi Panas Basah 6.8.8. Sterilisasi Panas Kering 6. hendaklah dibungkus dalam suatu bahan yang memungkinkan penghilangan udara dan penetrasi uap air. 6. terdapat hubungan yang pasti antara suhu dan tekanan uap air.1.4.6.1. 6. dan yang dalam keadaan normal tidak akan mengakibatkan pencemaran balik oleh mikroba setelah sterilisasi. selain dari produk berair dalam wadah tertutup rapat.8. Hendaklah diperhatikan agar uap air yang digunakan pada sterilisasi mempunyai mutu yang tepat dan tidak mengandung bahan tambahan dalam kadar yang dapat mencemari produk atau peralatan. 6. Dalam kondisidemikian. Catatan suhu-waktu hendaklah merupakan bagian dari catatan bets.15. Semua siklus sterilisasi cara panas hendaklah dicatat pada suatu grafik suhu-waktu atau dengan cara otomatik lain yang sesuai.

6.8. Hasil pemeriksaan dicatat pada catatan bets. 6.8.19. 6.19.2.18. suhu.22 mikron atau yang sama kemampuannya menahan mikroba.8. lamanya persentuhan dengan bahan dan tingkat kontaminasi mikroba. kelembaban. 47 IlmuFarmasi.18.18. 6. Cara sterilisasi dengan penyaringan sebaiknya tidak dipakai bila sterilisasi carapanas masih memungkinkan. 6. Seluruh siklus sterilisasi hendaklah dipantau dengan indikator biologi yang tepat yang ditempatkan pada seluruh muatan Catatan hasil pemantauan merupakan bagian dari catatan bets. Sterilisasi dengan Gas Etilen Oksida 6.2. Larutan atau cairan dapat disterilkan dengan penyaringan dengan ukuran nominal pori 0. Efektifitas gas etilen oksida sebagai bahan sterilisasi tergantung pada konsentrasi. misalnya menyerap bahan berkhasiat dari larutan atau melepas zat ke dalam larutan.8. 6.4. Sistem penyalur udara dan penghisap udara pada lemari sterilisasi hendaklah dilengkapi saringan yang tepat.8.8.3.18.Com .6.1. 6.17. Bilamana dimungkinkan hendaklah digunakan cara sterilisasi lain sebagai pilihan daripada sterilisasi dengan gas etilen oksida.1. Pemanasan hendaklah dilakukan di dalam suatu lemari sterilisasi atau peralatan lain yang dapat mencapai kondisi sterilisasi pada seluruh muatan.8. 6.18.8. Sterilisasi Cara Saring 6.8. Masa pakai saringan steril hendaklah dibatasi untuk memastikan tidak terjadinya pertumbuhan mikroba di dalam saringan tersebut. 6.2.19. Saringan tidakboleh menimbulkan akibat yang merugikan pada larutan. Karena sterilisasi cara saring mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan cara sterilisasi lain dianjurkan melakukan penyaringan ulang melalui saringan bakteri steril segera sebelum pengisian. Hasil saringan ditampung di dalam wadah yang sudah disterilkan.8.5.8.18.18. Keutuhan perangkat saringan hendaklah diperiksa dengan metode yang tepat misalnya uji tekanan titik-gelembung atau uji tekanan aliran-maju yang dilakukan segera sebelum dan sesudah pemakaian saringan.

19.20.20. 6. Selama sterilisasi dosis radiasi hendaklahrdipantau.6.5. 6.19.8.8. Catatan hasil pemantauan merupakan bagian dari catatan bets. Radiasi dapat dilakukan oleh pabrik pembuat produk atau oleh seorang petugas di perusahaan penerima kontrak yang memiliki fasilitas radiasi. Sterilisasi Cara Radiasi 6. Cara ini hanya dipakai bila telah terbukti bahwa tidak ada efek yang merugikan produk. 6.8.4.Com . suhu.5. Sterilisasi dengan cara radiasi dipakai terutama untuk mensterilkan bahan dan produk yang peka terhadap panas.8.4. konsentrasi gas dan kelembaban dalam rongga sterilisasi.20. Hendaklah dibuat catatan pemeriksaan bahwa semua indikator biologi telah disingkirkan dari produk. suhu dan kelembaban nisbi selama satu siklus hendaklah diawasi dan dicatat dalam suatu grafik atau dengan cara otomatik lain yang sesuai.8.8.8.19.3. 6. Dalam hal ini kedua belah pihak harus memiliki otorisasi yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut. Setelah sterilisasi selesai bahan hendaklah diletakkan dalam ruangan yang berventilasi baik untuk menghilangkan sisa etilen oksida serta produk hasil reaksinya. 6. Catatan ini merupakan bagian dari catatan bets.8.20.2. Tekanan. Radiasi yang digunakan dapat berupa sinar gamma dari radio isotop (misalnya Cobalt-60) atau elektron berenergi tinggi yang berasal dari suatu akselerator elektron. 48 IlmuFarmasi.20.8.6. Pabrik pembuat produk bertanggungjawab atas kualitas produk termasuk pencapaian tujuan dari produk yang diradiasikan. Selama siklus sterilisasi hendaklah dicatat waktu untuk menyelesaikan satu siklus.1. 6. 6. Untuk tujuan ini hendaklah ada prosedur pengukuran dosis yang menentukan jumlah atau ukuran dosis yang diterimaoleh produk.20. Hendaklah diambil langkah untuk mencegah pencemaran balik bahan yang sudah steril. .3. 6.8.20. tekanan. Indikator biologi hendaklah dipakai hanya sebagai tambahan. Hendaklah diberikan penandaan yang jelas untuk membedakan bahan yang sudah dan yang belum diradiasi.

9. 6.10.8.20. Pabrik pembuat produk bertanggung jawab atas pemantauan mikrobiologi. Alat pencatat hendaklah digunakan untuk memantau suhu penyimpanan. Setiap penyimpangan hendaklah dilaporkan dan dituntaskan.1. 6. Metode dan tempat penyimpanan catatan hendaklah disetujui bersama oleh pihak perusahaan radiasi dan pabrik pembuat produk yang diradiasi.21.8.21. non-absortif. 6.Com .8. 6. 49 IlmuFarmasi. Air untuk injeksi dibuat dengan caradistilasi atau cara lain yang sesuai. 6. 6.8.8. 6.20.7. Jumlah wadah yang diterima. Air untuk injeksi yang dipakai dalam formulasi dianggap dan diperlakukan sebagai bahan awal.2.8. Dosis minimum sterilisasi yang biasa adalah 2. Air untuk injeksi disimpan dalam wadah yang bersih.20.21. Rentang dosis sterilisasi yang diperoleh setiap wadah dalam satu bets atau satu pengiriman hendaklah dinyatakan secara tertulis oleh petugas radiasi. 6.5 megarad. Air yang digunakan untuk membuat produk steril termasuk sistem penyimpanan dan penyalurannya hendaklah diawasi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan untuk setiap kegiatan.8.20.8. Catatan proses dan pengawasan masing-masing bets yang diradiasi hendaklah diteliti dan ditanda-tangani oleh petugas yang ditunjuk dan kemudian disimpan.8.21.21.21. steril. Air yang tidak disirkulasi hanya boleh digunakan dalamwaktu tidak lebih dari 24 jam. 6.8. tidak reaktif. non-aditif dan dilindungi dari kontaminasi.21.Rancang bangun sarana radiasi dan penggunaan pelat peka radiasi dapat membantu memberikan kepastian hal ini. Air untuk injeksi disimpan dan disirkulasi terus menerus pada suhu sekurang-kurangnya 70° C.5.4.8.8. Kegiatan ini mencakup pemantauan lingkungan dimana produk dibuat dan pemantauan produk segera sebelum diradiasi sesuai yang ditetapkan dalam registrasi produk. A i r 6. 6.6.3. diradiasi dan dikirim keluar hendaklah direkonsiliasi satu dengan yang lain dan didokumentasikan.

1. Indikator Biologi dan Kimia 6.8. 6.23. Tindakan pengamanan yang ketat hendaklah dilakukan dalam menangani indikator biologi.Com . hendaklah dilaksanakan dengan penerangan dan latar belakang yang tepat. 6.22. 6. untuk mencegah pencemaran oleh indikator tersebut ke dalam daerah yang 50 IlmuFarmasi. dikeringkan dani disterilkan hendaklah dipakai dalam batas waktu yang ditentukan. Wadah yang telah diisi dengan larutan injeksi hendaklah diperiksa satu persatu terhadap partikel yang terlihat. 6. Bila pemeriksaan dilakukan secara elektronik atau fotoelektrik.22.2. 6.8.5. 6.8.8. Wadah akhir yang telah dicuci.2.22. 6. Ampul hendaklah ditutup dengan menggunakan tehnik menarik ujungnya daripada menutup ujungnya.8. Wadah akhir produk steril hendaklah ditutup kedap dengan cara yang tepat. hendaklah adaprosedur yang memastikan tidak ada sisa yang tertinggal dalam wadah. maka efektifitas alat tersebut hendaklah divalidasi dan kepekaannya dipantau.6.8. Bila menggunakan deterjen atau bahan sejenis dalam pembilasan awal dari wadah.22.6. Bila pemeriksaan ini dilakukan dengan mata.8.3.22.8.22.4.23.23.8. Petugas pemeriksa hendaklah diberi selang waktu istirahat yang cukup selama kegiatan pemeriksaan dan mendapat pemeriksaan mata secara teratur. Petugas tidak dibenarkan memegang wadah dengan tangan! telanjang. Indikator biologi dan kimia yang dipakai tersendiri tidak dapat dijadikan sebagai bukti bahwa sterilisasi telah berlangsung efektif dan hanya dapat menunjukkan bahwa sterilisasi telah gagal. Pemantauan menggunakan indikator biologi kurang dapat diandalkan dibandingkan dengan pemantauan cara fisik kecuali pada sterilisasi dengan gas etilen oksida. Penyelesaian Produk Steril 6. 6. Kesempumaan penutupan wadah akhir hendaklah diperiksa dengan prosedur yang sesuai.22. Pembilasan akhir hendaklah menggunakan air suling atau air dengan kualitas yang sesuai.23.8.8.3.1.

5. kartu titik warna. rekonsiliasi terhadap produk ruahan dan bahan pengemas tercetak.9. gas etilen oksida dan sterilisasi cara radiasi biasanya tersedia dalam bentuk pita.9.1. Indikator ini akan berubah wama sebagai akibat dan reaksi kimia yang terjadi karena proses sterilisasi. sachet atau dosimeter plastik.9. Perubahan wama ini mungkin terjadi sebelurn waktu sterilisasi diselesaikan. Untuk kegiatan pengemasan hendaklah adaprosedur tertulis yang menguraikan penerimaan serta identifikasi produk ruahan dan bahan pengemas. Sebelum kegiatan pengemasan dimulai hendaklah dilakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa peralatan dan ruang kerja dalam keadaan bersih dan bebas dari produk dan sisa produk lain atau dokumen yang tidak diperlukan untuk kegiatan yang dilakukan. tanggal daluwarsa 51 IlmuFarmasi. tabung kecil. Semua kegiatan pengemasan hendaklah dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang diberikan dan menggunakan bahan pengemas yang tercantum dalam Prosedur Pengemasan Induk.Pengemasan 6. kecuali dosimeter plastik yang digunakan pada proses sterilisasi cara radiasi. 6.1. 6.9. 6. keutuhan dan kualitas barang yang sudah dikemas. 6. karton dan komponen lain yang memerlukan prapenandaan dengan nomor bets atau lot. Setiap penyerahan produk ruahan dan bahan pengemas hendaklah diperiksa dan diteliti terhadap kesesuaian dengan Prosedur Pengemasan Induk atau perintah pengemasan khusus.9. Label.Com . 6.8. Oleh karena itu indikator tersebut tidak cukup memadai sebagai bukti sterilisasi. Pra-penandaan pada Bahan Pengemas 6.3.4. Rincian pelaksanaan pengemasan hendaklah dicatat dalam catatan pengemasan bets.2. Indikator biologi harus disimpan menurut spesifikasi produsennya. pengawasan dalam proses selama pengemasan.5.9. dan pemeriksaan akhir terhadap hasil pengemasan.tadinya telah bersih secara mikrobiologi. Indikator kimia untuk sterilisasi panas.4. Proses pengemasan hendaklah dilaksanakan di bawah pengawasan ketat untuk menjaga identitas. pengawasan untuk menjamin bahwa produk ruahan dan bahan pengemas (tercetak ataupun tidak tercetak) yang akan dipakai adalah benar. lembar perekat. Kegiatan pengemasan berfungsi membagi-bagi dan mengemas produk ruahan menjadi obat jadi. 6.23.9.

Prosedur ini hendaklah menjelaskan titik-titik pengambilan contoh.3. spesifikasi yang harus diperiksa dan batas yang masih dapat diterima untuk setiap spesifikasi. memastikan bahwa semua bahan dan produk terkemas yang berasal dari kegiatan pengemasan sebelumnya telah benarbenar disingkirkan dari jalur pengemasan itu dan daerah sekitarnya.9.9.7.7. 6. jumlah contoh yang diambil untiik pemeriksaan. Prosedur tertulis untuk pengawasan dalam proses hendaklah dipatuhi. dan 6.5.9.6.9. Bahan pengemas yang sudah ditentukan untuk prapenandaan hendaklah disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di daerah yang terpisah dan terjamin keamanannya. Pengawasan selama proses hendaklah meliputi juga prosedur umum sebagai berikut: (a) volume atau jumlah unit dosis yang diisi dari produk yang dikemas hendaklah diperiksa pada saat pengemasan dimulai dan 52 IlmuFarmasi. Seluruh bahan pengemas yang telah diberi pra-penandaan hendaklah diperiksa sebelum dipindahkan ke daerah pengemasan.9. 6.1. Pengawasan Selama Proses 6.5.1.6.4.9.2.7.3.9. 6. 6. Pra-penandaan pada bahan pengemas hendaklah dilaksanakan di suatu daerah yang terpisah dari kegiatan pengemasan lain.2.9. meneliti kebersihan jalur dan daerah sekitarnya. Kesiapan Jalur Pengemasan Segera sebelum menempatkan bahan pengemas pada jalur pengemasan hendaklah diadakan pemeriksaan kesiapan jalur pengemasan yang bersangkutan oleh petugas yang ditunjuk. 6. memastikan kebersihan peralatan yang akan dipakai.dan informasi lain yang sesuai dengan perintah pengemasan hendaklah diawasi secara ketat pada setiap tahap proses sejak diterima dari gudang sampai menjadi bagian dari oba jadi atau dimusnahkan.5. 6.Com .9.6.9.6.2. 6. sesuai dengan prosedur tertulis yang ditentukan untuk: 6. frekuensi pengambilan contoh.

9. 6. jumlah. Wadah yang akan diisi hendaklah diserahkan ke bagian pengemasan dalam keadaan bersih. Produk yang bentuk atau rupanya sama atau hampir sama.8.4.9.1. Semua petugas bagian pengemasan hendaklah dilatih supay a menghayati pentingnya pengawasan dalam proses dan 53 IlmuFarmasi. hendaklah dilakukan pula pemerik saan secara terpisah oleh bagian pengawasan mutu selama dan setelah selesai pengemasan.8. Catatan ini merupakan bagian dari catatan pengemasan bets. Terjadinya kesalahan dalam pengemasan dapat diperkecil dengan cara sebagai berikut: (a) pemakaian label gulungan.9. (c) penggunaan alat pembaca kode dan penghitung label elektronik.9. dan (e) disamping pemeriksaan secara visual selama pengemasan berlangsung.8.Com . 6.2. Pelaksanaan Pengemasan 6. Demikian halnya dengan seluruh komponen yang digunakan untuk pengemasan. 6.9. (d) label dan barang cetak lain dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki tanda yang berbeda jelas terhadap produk yang berlainan.8. nama dan nomor bets produk yang sedang dikemas hendaklah dapat terlihat dengan jelas.3. tidak boleh dikemas pada jalur berdampingan.3. nomor bets dan status produk tersebut. kecuali ada pemisahan secara fisik. 6. Hasil pengujian dan pemeriksaan selamaprosestersebut hendaklah dicatat.8.8. Wadah yang dipakai untuk menyimpan produk ruahan.9. 6.6. 6.5. Pada setiap jalur pengemasan. (b) pemberian kode bets langsung pada jalur pemasangan label.(b) produk yang telah dikemas hendaklah diperiksa seSama proses pengemasan berlangsung dengan selang waktu yang teratur untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang tertulis dalam Prosedur Pengemasan Induk.9.8. 6.7. obat yang baru dikemas sebagian atau sub-bets hendaklah diberi label atau ditandai untuk menunjukkan identitas.9.

hendaklah diserahkan kepada supervisor dan tidak boleh langsung dikembalikan ke jalur pengemasan. Produk yang telah diisikan ke dalam wadah akhirtetapi belum diberi label hendaklah dipisahkan dan diberi tanda untuk menjagajangan tercampur dengan produk lain.8. 6. melaporkan terjadinya tiap penyimpangan yang mungkin terlihat sewaktu mereka menjalankan tugas masing-masing. Daerah pengemasan terpisah diperlukan untuk beberapa produk tertentu misalnya obat berdosis rendah yang mempunyai risiko tinggi. Bila produk tersebut setelah diperiksa oleh supervisor ternyata identitasnya sama dengan bets yang sedang dikemas dan keadaannya baik. bahan pengemas ataupun produk yang kemudian dapat mengotori produk yang sedang dikemas "atau menjadi sumber pencemaran atau yang da-pat menyebabkan terjadinya pencampur-bauran hendaklah dibersihkan secara cermat.11.9.9.8. produk yang beracun dan bahan yang dapat menimbulkan kepekaan. Kalau identitasnya berlainan maka barang tersebut hendaklah dimusnahkan dan jumlahnya dicatat. 6.9.9.10. Peralatan untuk pengemasan yang bagian-bagiannya tidak bersentuhan langsung dengan produk ruahan namun dapat menjadi tempat menumpuknya debu. maka supervisor dapat mengembalikannya ke dalam proses pengemasan yang sedang berjalan. Hendaklah dilakukan tindakan untuk menghindarkan penyebaran debu selama proses pengemasan produk kering.9.8.8.8. 6.6. Setiap bahan pengemas-cetak yang ditemukan pada waktu pembersihan hendakJah diberikan kepada supervisor.9. 54 IlmuFarmasi.8. daerah pengemasan hendaklah dibersihkan. Produk yang telah selesai atau yang hampir selesai dikemas yang ditemukan berada di luar jalur pengemasan. yang selanjutnya menempatkan bahan itu dalam wadah tertentu untuk keperluan rekonsiliasi dan memusnahkan setelah proses pengemasan berakhir.7. Petugas kebersihan hendaklah dilatih untuk menghindari tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya campur-baur atau pencemaran silang. serpihan.12.Com . 6. Dalam waktu tertentu selama hari kerja dan setiap saat terjadi tumpahan bahan.8.9. 6.

9.9. 6. 6.9. Bila ada karton yang tidak penuh maka jumlah kemasan yang ada di dalam hendaklah dituliskai\pada karton tersebut.9. Hanya obat jadi yang berasal dari satu bets pengemasan saja yang boleh ditempatkan pada satu palet. hendaklah diijinkan meninggalkan daerah pengemasan untuk memakan obatnya.16. 6. 6. namun dalam keadaan bagaimanapun obatnya tidak boleh dibawa ke daerah pengemasan. Bahan tersebut hendaklah dibawa dengan tangan atau dalam wadah tertutup yang diberi tandajel as.15.9. Bahan yang diperlukan dalam pengemasan seperti pelincir. Udara bertekanan tidak boleh digunakan untuk membersihkan peralatan di daerah pengemasan karena dapat menimbulkan pencemaran silang. produk yang dikemas akhir hendaklah diperiksa dengan teliti untuk memastikan bahwa kemasan obat tersebut sesuai dengan persyaratan dalam Prosedur Pengemasan Induk.13. Pada penyelesaian proses pengemasan.3.9.8.Com . Petugas yang memerlukan obat untukpenyakitnyayang tidak membahayakan produk atau orang lain sekitarnya. perekat. Penggunaan sikat sebagai alat pembersih hendaklah dibatasi karena dapat menimbulkan pencemaran dari bulu sikat atau partikel yang menempel pada sikat.2. Supervisor hendaklah mengawasi perhitungan dan pemusnahan bahan pengemas dan produk ruahan yang tidak 55 IlmuFarmasi.9.8.8. Bahan dan produk tersebut hendaklah diberi tanda yangjelas.14. 6. Petugas hendaklah diingatkan untuk tidak menaruh bahan pengemas atau produk ke dalam saku mereka. Penyelesaian Proses Pengemasan 6.8.6.1. 6. 6. cairan pembersih hendaklah ditempatkan dalam wadah yang berbeda dengan wadah produk dan diberi tanda yang menyebutkan isinya jelas.9. tinta.4.9.9.9.9.9.9. Setelah proses rekonsiljasi pengemasan diselesaikan. kelebihan bahan pengemas dan produk ruahan yang akan disingkirkan hendaklah diawasi dengan ketat agar hanya bahan dan produk yang dinyatakan memenuhi syarat saja yang dapat dikembalikan ke gudang untuk dimanfaatkan lagi.

10.2. 6.10. Bets yang mengandung sisa produk atau bahan atau produk pulihan hanyaboleh diluluskan setelah semua bets asal sisa produk atau bahan atau produk pulihan yang bersangkutan telah dinilai dan dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.10. Jumlah yang dimusnahkan hendaklah dicatat pada catatan pengemasan bets. Sisa produk yang tidak layak untuk diolah ulang atau bahan pulihan yang tidak memenuhi spesifikasi. Bahan atau Produk Pulihan 6.6.10. serta hasilnya masih memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dan tidak terjadi perubahan yang berarti terhadap mutunya.7.1.2. Dokumentasi hendaklah secara tepat mencatat prosedur pengolahan ulang yang telah dilakukan. Hendaklah ada pembatasan yang disetujui oleh bagian pengawasan mutu terhadap jumlah sisa produk atau bahan atau produk pulihan yang dapat ditambahkan ke dalam bets berikutnya.Com . Prosedur penanganan sisa produk dan bahan atau produk yang akan diolah ulang atau dipulihkan dan carapenambahannya ke dalam bets berikutnya hendaklah disahkan secara khusus dan didokumentasikan. 6.10.10. Setelah rekonsiliasi cocok. 6. 6.9.9. Supervisor hendaklah menghitung dan mencatat pemakaian bersih untuk semua bahan pengemas dan produk ruahan. kemanjuran atau keamanan tidak boleh ditambahkan ke dalam bets berikutnya.2. Sisa Produk 6.4.9.2. * 6.9.3.2.1.9. 6.dapat dikembalikan lagi ke gudang.2.10. 6. Setiap penyimpangan hasil pengemasan yang tidak dapat dijelaskan atau kegagalan untuk memenuhi spesifikasi hendaklah diselidiki secara teliti dengan mempertimbangkan bets atau produk lain yang mungkin terpengaruh juga. 6. 56 IlmuFarmasi.9.5. obat jadi tersebut hendaklah dikarantina sambil menunggu pelulusan dari bagian pengawasan mutu. Semua sisa bahan pengemas yang tidak terpakai dan sudah diberi tanda hendaklah dimusnahkan. mutu. Bahan atau produk dapat diolah ulang atau dipulihkan asalkan bahan atau produk tersebut layak untuk diolah ulang melalui prosedur tertentu yang disahkan.

11. dapat diberi label kembali atau diolah ulang ke bets berikut asalkan tidak ada resiko terhadap mutu produk dan pengerjaan pengolahan ulang hendaklah disahkan dan didokumentasikan secara khusus.1.3. produk ini tidak boleh dipertimbangkan untuk didistribusikan kembali atau diolah ulang. 6. 6. Hendaklah dipertimbangkan perlunya penguj i an tambahan terhadap semua obat jadi yang mengandung bahan atau produk pulihan atau sisa produk. Evaluasi tersebut meliputi sifat produk. Prosedur pengolahan ulang hendaklah secara khusus disahkan dan didokumentasikan.2.12. diberi label kembali atau diolah ulang ke bets berikut hanya setelah dievaluasi secara kritis oleh petugas berwenang di bagian pengawasan mutu. Prosedur tertulis hendaklah mencantumkan cara penyerahan obat jadi ke daerah karantina.3.3. Obat jadi yang dikembalikan dari peredaran dan sudah lepas dari pengawasan pabrik pembuat dapat dipertimbangkan untuk dijual kembali.10. Bila obat jadi tersebut diberi label kembali maka pengerjaannya perlu lebih hati-hati untuk meng-hindarkan campur-baur dengan produk lain atau terjadinya kesalahan pemberian label. 6. 6.10.6. Karantina obat jadi merupakan titik akhir pengawasan sebelum obat jadi diserahkan ke gudang dan siap untuk didistribusikan.12. kondisi produk dan riwayat serta lamanya produk dalam peredaran.adi 6. Karantina Obat Jadi dan Penyerahan ke Guclung Obat J.10.2. 6.2. Pengolahan Ulang 6.12.3. cara penyimpanan sambil menunggu pelulusan.3.1. Obat jadi yang dikembalikan dari gudang pabrik. 6. Obat Kembalian 6.10.Com .11. pengawasan ketat hendaklah dilaksanakan untuk memastikan bahwa produk dan catatan menyeluruh tentang bets yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. misal karena label atau kemasan luar kotor atau rusak. 57 IlmuFarmasi.1. Bilamana ada keraguan terhadap mutu.11. Pengolahan ulang tidakboleh dilakukan tanpapersetujuan bagian pengawasan mutu. kondisi penyimpanan khusus yang ditetapkan. setelah dilakukan penilaian yang memberi kesimpulan bahwa risiko pengolahan ulang dapat diabaikan. Sebelum obat jadi dipindahkan ke gudang.

6. selama obat jadi itu masih berada di daerah karantina.9. 6. Bagian pengawasan mutu menyimpan obat jadi dalam kemasan yang dipasarkan dan jumlah yang cukup sebagai contoh pertinggal yang akan digunakan untuk pengujian di masa mendatang.5. Tidak boleh ada obat yang diambil dari suatu bets. Pengawasan Distribusi Obat Jadi 6. 6. 58 IlmuFarmasi. dan obat tersebut hendaklah disimpan di tempat penyimpanan yang cocok di daerah karantina dengan kondisi tertentu.3. 6. 6. Sistem distribusi hendaklah dirancang dengan tepat sehingga menjamin bahwa obat jadi yang pertama masuk didistribusikan lebih dahulu.7. 6.13. Sambil menunggu pelulusan oleh bagian pengawasan mutu.12. hendaklah diberi label yang jelas yang menyatakan syarat penyimpanan yang diharuskan.2.4. seluruh bets atau lot yang sudah terkemas hendaklah ditahan dalam status karantina.3.12. Produkjadi memenuhi persyaratan pengawasan mutu dalam semua spesifikasi pengolahan dan pengemasan.12.Com .6.7. 6.4.12.12.5.7. sesuai hasil pemeriksaan bagian pengawasan mutu.12. petugas gudang hendaklah mencatat pemasukan bets yang bersangkutan ke dalam kartu persediaan obat.1.12. Sewaktu menerima obat jadi tersebut. Setelah bagian pengawasan mutu meluluskan suatu bets atau lot. Setiap obat jadi yang membutuhkan syarat penyimpanan khusus. Pelulusan obat jadi oleh bagian pengawasan mutu harus didahului dengan penyelesaian yang memuaskan dari hal berikut: 6.7.12. obat jadi tersebut hendaklah dipindahkan dari daerah karantina ke tempat gudang obat jadi. Daerah karantina merupakan daerah terbatas hanya bagi petugas yang benar-benar dibutuhkan bekerja atau yang diberi wewenang untuk masuk ke daerah tersebut. Kemasan akhir atau penandaan memenuhi persyaratan.7.6. Rekonsiliasi bahan pengemas cetakcocok.13. 6. 6.12. persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pelulusan dan cara pemindahan selanjutnya ke gudang obat jadi.12. 6.1.8.7.12. Obat jadi yang diterima di dalam daerah karantina sesuai dengan jumlah yang tertera pada dokumen pemindahan barang. 6.12. kecuali sebagai contoh untuk bagian pengawasan mutu.

1. kondisi wadah dan tanda pelulusan dari bagian pengawasan mutu.4. Semua bahan hendaklah disimpan pada jarak yang cukup terhadap bahan lain maupun terhadap dinding dan tidak diletakkan di lantai. Prosedur tertulis mengenai distribusi obat hendaklah dibuat dan dipatuhi. Penyimpanan di luar gedung diperbolehkan bagi bahan yang dikemas dalam wadah kedap (misalnya drum logam) yang mutunya tidak terpengaruh oleh suhu.3.Com . Setiap bahan awal.2.14. 6.6.14.13.14.13.14.1. 6.4.13. 6. Kegiatan pergudangan hendaklah terpisah darikegiatan lainnya. Produk Antara.14. 6. Sistem tersebut mencakup pula carapencatatan yang tepat sehingga distribusi tiap bets dapat segera diketahui untuk mempermudah penyelidikan dan penarikan kembalijikadiperlukan. produk ruahan dan obat jadi yang disimpan hendaklah mempunyai kartu persediaan obat.2. Semua bahan baku dan bahan pengemas yang diserahkan ke gudang penyimpanan hendaklah diperiksa identitas.1.1. Penyimpangan terhadap prinsip pertama masuk pertama keluar hanya diperbolehkan untuk jangka waktu pendek dan hany a atas persetujuan pimpinan yang bertanggungjawab.1. 6. 59 IlmuFarmasi.1. 6. Semua penyerahan ke tempat penyimpanan. Semua bahan hendaklah disimpan secara rapih dan teratur untuk mencegah risiko tercampur-baur atau pencemaran serta memudahkan pemeriksaan dan pemeliharaan.14. Produk Ruahan dan Obat Jadi 6. termasuk barang kembalian hendaklah dicatat dengan baik. Setiap kondisi penyimpanan khusus yang dibutuhkan hendaklah disediakan. Kartu tersebut hendakfah senantiasa direkonsiliasi dan jika terdapat penyimpangan hendaklah dicatat disertai penjelasan.2.14. Penyimpanan Bahan Awal. 6. Penyimpanan Bahan Baku dan Bahan Pengemas 6.1. Bahan hendaklah disimpan dalamkondisi lingkungan yang sesuai.3. 6. kelembaban dan faktor lainnya.1.14. 6.1. produk antara.6. 6.5.2.14.14.

2. misalnya setelah disimpan lama atau setelah kena udara. 6.2. mutu dan kemurniannyabila perlu. 6. Bahan pengemas-cetak hendaklah disimpan di daerah penyimpanan tertentu dan dikeluarkan dengan pengawasan yang ketat.14. Setiap wadah produk antara.14.14. Pembuatan obat berdasarkan kontrak berarti pembuatan sebagian atau keseluruhan dari suatu obat oleh satu atau lebih pabrik pembuat 60 IlmuFarmasi.Com . Bahan baku dan bahan pengemas yang ditolak tidak boleh disimpan bersama-sama dengan bahan yang sudah diluluskan.14.14.6.2.3. Bila identitas atau kondisi wadah suatu produk antara.2.4.1. Bila identitas atau kondisi wadah suatu bahan baku atau bahan pengemas diragukan atau tidak sesuai dengan identitas atau persyaratan kondisi hendaklah wadah tersebut dikirim ke daerah karantina untuk selanjutnya diperiksa oleh bagian pengawasan mutu. produk ruahan dan obat jadi diragukan atau tidak sesuai dengan identitas atau persyaratan kondisi. 6.2.14. produk ruahan dan obat jadi hendaklah dikarantina sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan dari bagian pengawasan mutu.14. 6. Setiap penyerahan hendaklah diperiksa untuk memastikan bahwa bahan yang diserahkan sesuai dengan dokumen penyerahan. 6. hendaklah wadah tersebut dikarantina untuk selanjutnya diperiksa oleh bagian pengawasan mutu. 6. Persediaan tertua dan yang mendekati tanggal daluwarsa dari bahan baku dan bahan pengemas yang telah diluluskan hendaklah dipergunakan lebih dahulu. 6. Produk antara. Penyimpanan Produk Antara. Pembuatan Obat Berdasarkan Kontrak 6.5.3.15. tetapi disimpan dalam daerah khusus yang diperuntukkan bagi bahan yang ditolak.14.14.15. produk ruahan dan obat jadi yang diserahkan ke daerah penyimpanan hendaklah diperiksa mengenai identitas serta kondisi wadahnya.3.2. 6.3.6. panas atau pengaruh lain yang merugikan mutunya.3.14.1.2. Produk Ruahan dan Obat Jadi 6.3. kekuatan. 6. Bahan baku dan bahan pengemas hendaklah di uji ulang mengenai identitas.4.3.

6. peralatan. Penerima Kontrak tidak boleh melakukan kegiatan apapun yang dapat mempengaruhi mutu produk yang dibuat untuk Pemberi Kontrak.Pemberi Kontrak bertanggungjawab mengevaluasi kemampuan Penerima Kontrak untuk melaksanakan dengan baik pekerjaan yang diberikan serta memastikan bahwa prinsip dan pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) diikuti secara cermat. 6. 6. 6. produk ruahan dan obat jadi yang dikirimkan Penerima Kontrak telah memenuhi spesifikasi dan sudah diluluskan oleh manajerpengawasan mutu.6.15. 6. Perjanjian kontrak antara Pemberi Kontrak dan Penerima Kontrak hendaklah merinci tanggungjawab masing-masing pihak yang berkaitan dengan produksi dan pengawasan mutu. 6. Semua aspek yang berhubungan dengan kontrak pembuatan obat termasuk usulan perubahan teknis atau pengaturan lain hendaklah sesuai dengan registrasi obat jadi yang bersangkutan.15. Pemberi Kontrak hendaklah memastikan bahwa semua produk antara.(disebut Penerima Kontrak) untuk kepentingan pihak lain (disebut Pemberi Kontrak). Pemberi Kontrak hendaklah memastikan bahwa Penerima Kontrak telah memiliki izin operasional dan sertifikat CPOB yang sesuai dengan bentuk sediaan obat yang akan dikontrakkan.Com . 6. Penerima Kontrak tidak boleh mengal ihkan pekerj aan kontrak apapun yang tercantum dalam persetujuan kontrak kepada pihak lain. 6.10.15. dan bahan atau produk lain. personalia.8.9.3 Hendaklah dibuat suatu perjanjian kontrak yang mencakup seluruh aspek produksi dan pengaturan teknis terkait.15.4.7.11.5. Pemberi Kontrak hendaklah memastikan bahwa Penerima Kontrak telah sepenuhny a mengetahui masalah yang berkaitan dengan pembuatan produk ataupun pekerjaan yang mungkin menimbulkan bahaya terhadap bangunan dan fasilitas.15.15.15.15. 6. Penerima Kontrak hendaklah memastikan bahwa semua produk atau bahan yang dikirimkan Pemberi Kontrak sesuai dengan tujuan penggunaannya. Aspek teknis dari kontrak hendaklah disusun oleh orang yang kompeten dan 61 IlmuFarmasi.15.15.2. Pemberi Kontrak hendaklah memberikan kepada Penerima Kontrak seluruh informasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan kontrak dengan tepat sesuai registrasi obat jadi dan peraturan lain yang berlaku. 6.

6. pelaksana produksi dan pengawasan mutu termasuk pengawasan dalam proses. Semua aspek dalam kontrak mengenai pembuatan obat hendaklah sesuai registrasi obat jadi dan disetujui kedua belah pihak.15. contoh pertinggal serta distribusi obat hendaklah disimpan langsung oleh Pemberi Kontrak atau tersedia setiap saat diperlukan oleh Pemberi Kontrak. 6.13. kontrak hendaklah merinci pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan produk cacat dan penarikan kembali obat jadi.14. analisis. 6.15.15. Kontrak hendaklah merinci cara pelulusan suatu bets untuk diedarkan setelah dipastikan bahwabets tersebut dibuat sesuai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam registrasi obat jadi.12. Disamping itu.Com . Kontrak hendaklah merinci pihak yang bertanggung jawab dalam pembelian bahan.15. Catatan pembuatan.15. Catatan apapun yang berhubungan dengan penilaian mutu produk hendaklah dapat langsung diperoleh Pemberi Kontrak bila terjadi keluhan atau kecurigaan adanya kerusakan/cacat terhadap suatu obat. 62 IlmuFarmasi. serta pengambilan contoh dan pengujian. pengujian bahan dan pelulusannya. Kontrak hendaklah memuat pasal yang mengizinkan Pemberi Kontrak memeriksa fasilitas pembuatan obat di Penerima Kontrak. mempunyai pengetahuan yang memadai tentang teknologi farmasi dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).6.

4.1. produk antara.4. kemurnian. 7.1.1.2. Sistem pengawasan mutu hendaklah dirancang dengan tepat untuk menjamin bahwa tiap obat mengandung bahan yang benar dengan mutu dan jumlah yang telah ditetapkan dan dibuat pada kondisi yang tepat dan mengikuti prosedur standar sehingga obat tersebut senantiasa memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan untuk identitas. 7.1. produk antara. mutu dan keamanannya. 7. Menyiapkan instruksi tertulis yang rinci untuk tiap pemeriksaan.1. pengkajian dokumentasi bets.2.1. program penyimpanan contoh dan penyusunan serta penyimpanan spesifikasi yang berlaku dari tiap bahan dan produk termasuk metode pengujiannya. pengujian dan analisis. pemantauan lingkungan kerja. Sistem dokumentasi dan prosedur pelulusan oleh bagian pengawasan mutu hendaklah menjamin bahwa pemeriksaan dan pengujian yang diperlukan telah dilaksanakan dan bahwa bahan awal. kadar.Com . produk ruahan dan obat jadi. pemeriksaan dan pengujian bahan awal. produk ruahan tidak digunakan dan bbatjadi tidak didistribusikan atau dijual sebelum hasil pemenksaan dan pengujian mutu dinilai telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. 1 .1. 7 .7. uji validasi. PENGAWASAN MUTU Pengawasan mutu adalah bagian yang esensial dari cara pembuatan obat yang baik untuk memastikan tiap obat yang dibuat senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk keperluan tersebut harus ada suatu bagian Pengawasan mutu yang berdiri sendiri.4. B agian pengawasan mutu melaksanakan tugas pokok sebagai berikut: 7. Menyusun dan merevisi prosedur pengawasan dan spesifikasi. 63 IlmuFarmasi.3 . Keterlibatan dan rasa tanggung jawab semua unsur yang berkepentingan dalam seluruh rangkaian pembuatan adalah mutlak untuk mencapai sasaran mutu yang ditetapkan mulai dari saat obat dibuat sampai distribusi obat jadi.1. Pengawasan mutu meliputi semua fungsi analisis yang dilakukan di laboratorium termasuk pengambilan contoh. Pengawasan mutu meliputi juga program uji stabilitas. 7. Ketentuan Umum 7.

4.1.1.1. pengemasan dan pengujian obat jadi bets yang bersangkutan sebelum meluluskannya untuk didistribusikan. Mengevaluasi stabilitas semua obatjadi secaraberlanjut.4. Meluluskan atau menolak setiap bets bahan awal.8. Menyimpan contoh pertinggal untukrujukan di masa mendatang. 7. 7.6. produk ruahan dan obat jadi. produk antara.1.5.4.14. Meneliti semua dokumentasi yang berhubungan dengan pengolahan.10.4. Mengambil bagian atau memberikan bantuan dalam pelaksanaan program validasi. bilaperlu bekerja sama dengan bagian lain.12.1. Menyimpan catatan pemeriksaan dan pengujian semua contoh yang diambil.11.15. 7. 7.4. Menyusun rancangan dan prosedur tertulis mengenai pengambilan contoh untuk pemeriksaan. Mengevaluasi obat kembalian dan menetapkan apakah obat tersebut dapat digunakan langsung atau diproses ulang atau harus dimusnahkan.1.4.4.7. 7.1. Mengevaluasi semua keluhan yang diterima atau kekurangan yang ditemukan mengenai suatu bets.1. dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.3.1. Menetapkan tanggal daluwarsa dan batas waktu penggunaan bahan awal dan obatjadi berdasarkan data stabilitas dan kondisi penyimpanannya. 7. 7.1. 7. 7.9.4.Com . 7. 64 IlmuFarmasi. 7.7.4.1. dan menyiapkan instruksi mengenai cara penyimpanan bahan awal dan obatjadi di pabrik berdasarkan data stabilitas.4.4.13.1. Menyediakan baku pembanding sekunder sesuai spe sifikasi yang terdapat pada prosedur pengujian yang berlaku dan menyimpan baku pembanding ini pada kondisi yang tepat. 7.4. Mengevaluasi dan menyetujui prosedur pengolahan ulang suatu produk: Menyetujui penunjukan pemasok bahan baku dan bahan pengemas yang diketahui dan dipercayai mampu atau dapat diandalkan untuk memasok bahan awal yang memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditetapkan perusahaan.4.1.4. bahan awal jikadiperlukan.

2.2. udara. 65 IlmuFarmasi.4. 7.4.6.2. Laboratorium pengujian hendaklah dirancang-bangun. 7.2.16. 7.1.1.1.1.1. 7.2. dilengkapi peralatan dan memiliki ruang yang memadai sehingga dapat menampung dan melaksanakan semua kegiatan yang diperlukan.Com . Dalam hal ini perlu diperhatikan tersedianya sambungan pipa atau adaptor yang tidak dapat saling ditukarkan untuk gas atau cairan berbahaya. dan Memberikan rekomendasi untuk pembuatan obat oleh pihak lain atas dasar kontrak setelah diadakan evaluasi terhadapkontraktoryangbersangkutan dan dinilai marnpu membuat obat yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan perusahaan. gas.2. penyaluran ke luar untuk gas serta asap yang berbahaya dan ventilasi. Unit pengendali udara yang terpisahjiendaklah dipasang untuk masing-masing laboratorium biologi. Ruangan laboratorium biologi. uap dan sebagainya hendaklah diberi penandaan yang jelas.2. Hendaklah disediakan sarana yang sesuai dan aman untuk sampah dan sisa bahan yang akan dibuang. Ruangan terpisah bagi instrumen mungkin diperlukan untuk melindungi terhadap gangguan listrik. 7.2. mikrobiologi dan kimia hendaklah dipisahkan satu dengan yang lain.2. Bahan beracun dan mudah terbakar hendaklah disimpan di tempat yang dirancang khusus dan terpisah.1. Bangunan 7. 7. Semua pipa serta peralatan penyalur air.7. getaran. Ruangan laboratorium hendaklah terpisah dari ruangan produksi.7. kelembaban yang berlebihan dan gangguan luar lainnya atau bilamana instrumen tersebut perlu diisolasi dari peralatan lainnya.1. 7. mikrobiologi dan radioisotop.2.1.1. Rancangan laboratorium hendaklah memperhatikan kecocokan bahan bangunan yang dipakai.1. Laboratorium Pengujian 7.4. 7.1.17.3.5. Ikut serta dalam program inspeksi-diri bersama bagian Iain dalam perusahaan.

7. 7.2.3.2. Setiap karyawan yang diberi tugas mengawasi atau yang langsung melakukan pekerjaan laboratorium hendaklah mempunyai pendidikan.1. Pancuran air pengaman dan pembasuh mata hendaklah tersedia di dekat tempat kerja.4. Prosedur tetap untuk pengoperasian tiap instrumen dan peralatan hendaklah tersedia dan diletakkan di dekat instrumen atau peralatan yang bersangkutan.2. Peralatan dan instrumen hendaklah dirawat dan dikalibrasi dalam selang waktu yang telah ditetapkan dan pelaksanaannya didokumentasikan.2. Alat yang rusak hendaklah tidak digunakan sebelum diperbaiki.3. 7.6. Peralatan 7.2. Personalia 7.2.2. 7. 66 IlmuFarmasi. 7.3. 7. Peralatan serta instrumen laboratorium pengujian hendaklah cocok untuk prosedur pengujian yang dilakukan. 7. Pemeriksaan untuk memastikan bahwa instrumen berfungsi baik hendaklah dilakukan tiap hari atau sebelum instrumen tersebut digunakan.3.Com . Tiap karyawan hendaklah memakai pakaian pelindung dan alat pengaman seperti respirator atau masker.2.3. Hendaklah diberi penandaan yang jelas untuk menunjukkan peralatan yang tidak berfungsi baik atau sedang dirawat.2. pelatihan dan pengalaman yang sesuai untuk memungkinkan pelaksanaan tugasnya dengan baik.5.3. Tugas dan tanggung jawab masing-masing karyawan hendaklah jelas baik secara tertulis dalam uraian jabatannya maupun dalam bentuk lain yang sesuai.2.2.3.2.1.2. kaca mata pelindung dan sarung tangan yang tahan terhadap asam atau alkali sesuai dengan keperluan untuk melaksanakan tugasnya. Tanggal kalibrasi dan perawatan yang telah dilakukan serta tanggal kalibrasi dan perawatan berikutnya harus jelas tertera pada masing-masing instrumen atau dengan cara lain yang sesuai.3. 7.2.2.

6. batas waktu penggunaan. 7.2.2.2. tanggal pertama kali tutup wadahnya dibuka dan bila perlu kondisi penyimpanannya.4. 7. Baku pembanding hendaklah berada dalam tanggungjawab seseorang yang ditunjuk.2.5.5. Baku Pembanding 7. Besar inokulum dalam kontrol positif harus disesuaikan dengan kepekaan pertumbuhan yang diinginkan.2.4.5.Com .5. Kontrol positif maupun kontrol negatif hendaklah digunakan untuk memastikan kecocokan media pem biakan yang dipakai. tanggal pembuatan. Pereaksi dan Media Pembiakan 7. 7. kondisi penyimpanan. Pada label dicantumkan konsentrasi. Spesifikasi dan Prosedur Pengujian 7.1.1.2.3. 67 IlmuFarmasi.2.2.2. 7.5. tanggal standarisasi ulang harus dilaksanakan.7.4. 7. Prosedur pengujian hendaklah divalidasi dengan mem-perhatikan fasilitas dan peralatan yang ada sebelum prosedur tersebut digunakan dalam pengujian rutin.2. Semua baku pembanding hendaklah disimpan dan digunakan secara tepat agar tidak berpengaruh terhadap mutunya.4.2. berikut tanggal pembuatan dan tanda tangan petugas yang membuat pereaksi tersebut.5. faktor standarisasi. Baku pembanding primer hanya digunakan untuk tujuan seperti diuraikan dalam monograf yang bersangkutan. tanggal daluwarsa. 7.1. 7.5. Penerimaan dan pembuatan pereaksi dan media pembiakan hendaklah dicatat.2. 7.2.4. Pereaksi yang dibuat di laboratorium hendaklah mengikuti prosedur pembuatan tertulis dan diberi label yang sesuai. Pada label baku pembanding hendaklah dicantumkan konsentrasi.2.6.3. B aku pembanding sekunder atau baku pembanding kerj a dapat dibuat dan dipakai setelah dilakukan pengujian yang sesuai dan pemeriksaan secara periodik dan teratur untuk mengoreksi penyimpangan yang terjadi serta menjamin ketepatan hasilnya.

pembacaan buret.4. terutama yang menyangkut perhitungan. 7. 68 IlmuFarmasi.5.2. produk ruahan dan obat jadi hendaklah memuat ketentuan dan cara pemeriksaan dan pengujian mengenai identitas. (c) peralatan dan instrumen yang diperlukan untuk pengujian. Catatan Analisis Catatan analisis hendaklah mencakup: (a) nama dan nomor bets contoh. 7. kualitas dan kadar atau potensi. larutan dapar dan Iain-lain yang diperlukan untuk pengujian. kemurnian. Spesifikasi dan prosedur pengujian untuk tiap bahan awal produk antara. Prosedur pengujian hendaklah memuat: (a) banyaknyacontoh yang diperlukan untuk pengujian dan yang hams disimpan untuk rujukan masa mendatang. 7.2. (f) pernyataan mengenai toleransi yang diperbolehkan.6.6. (b) nama petugas yang mengambil contoh.7.7.2. 7. Spesifikasi hendaklah memuat frekuensi pemeriksaan ulang dari tiap bahan baku yang ditentukan dengan mempertimbangkan stabilitasnya.2. (g) pemyataan apakah memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan spesifikasi. dan (e) nilai sasaran dan toleransi dari tiap pengujian. Hasil pengujian. (e) perhitungan dalam unit ukuran dan rumus yang digunakan. (d) rumus perhitungan yang digunakan.6. Semuapengujian yang dilakukan hendaklah mengikuti instruksi yang tercantum dalam prosedur pengujian untuk masing-masing bahan atau produk. (b) banyaknya masing-masing pereaksi.2.Com .3. volume dan pengenceran. (h) tanggal dan tanda tangan petugas yang melakukan pengujian dan petugas yang memeriksa perhitungan.2. hendaklah diperiksa oleh supervisor sebelum bahan atau produk tersebut diluluskan atau ditolak. (d) semua data analisis seperti bobot.6. (c) metode analisis yang digunakan.

3.2.Com . prinsip penetapan kadar dianggap cocok untuk prosedur yang ditetapkan.1. bahan baku. direvisi atau diganti. Contoh pertinggal dengan identitas jelas yang mewakili setiap bets obat jadi dalam bentuk kemasan lengkap hendaklah disimpan untuk jangka waktu tertentu.2.3.1. (j) namapemasok. Kalibrasi Instrumen Kalibrasi instrumen yang dipakai dalam pengujian hendaklah dilakukan secaraberkala untuk menjamin bahwa instrumen tersebut senantiasa memberikan hasil pengukuran atau penimbangan yang tepat.2.2. produk antara.(i) pernyataan apakah diluluskan atau ditolak serta saran mengenai tindakan selanjutnyayang ditandatangani dan diberi tanggal oleh petugas yang berwenang. Validasi dimaksudkan untuk mengetahui ketelitian dan ketepatan kadar tetapi bukan mengenai penyebab dari penyimpangan yang diamati. Jumlah contoh pertinggal sekurang-kurangnyaduakali dari jumlah contoh yang dibutuhkan untuk pengujian lengkap kecuali untuk uji sterilitas.2.8. 7.1.1. dan (k) jumlah keseluruhan dan jumlah wadah. 7. 69 IlmuFarmasi. Validasi 7.2.3.8.8.1.3. Contoh pertinggal dengan identitas jelas yang mewakili setiap bets bahan baku berkhasiat yang diterima hendaklah disimpan untuk jangka waktu tertentu. Prosedur Penetapan Kadar Dalam pelaksanaan validasi. Contoh obat jadi ini disimpan dalam kondisi yang sama dengan kondisi yang tertera pada label.8. Bagian pengawasan mutu hendaklah melakukan validasi terhadap hal berikut: 7. 7. jumlah keseluruhan dan jumlah bahan awal yang diterima. 7.3. produk ruahan dan obat jadi dari bets atau lot yang dianalisis. Apabila ketelitian dan ketepatan dari penetapan kadar tidak memuaskan maka prosedur tersebut perlu ditinjau. dirancang kembali. 7. Contoh Pertinggal 7. bahan pengemas.

Bagian pengawasan mutu hendaklah memberi bantuan yang diperlukan atau m engambil bagian dalam pelaksanaan validasi berkala oleh bagian lain. Revisi berkala dari tiap spesifikasi perlu dilakukan dengan memperhatikan edisi terakhir dari farmakope nasional atau kompendia resmi lain. 70 IlmuFarmasi.7.Com . (c) teknik dan peralatan untuk mengambil contoh.4. produk ruahan dan obat jadi dapat dilihat dalam butir 10. Pengawasan terhadap Bahan Awal. Secara keseluruhan keabsahan kesimpulan mengenai mutu produk tidak dapat didasarkan pada pengujian yang dilakukan terhadap contoh yang tidak mewakili satu bets. (e) peringatan terhadap pengambilan contoh bahan atau produk yang tidak stabil dan / atau steril.1. Spesifikasi Tiap spesifikasi hendaklah disetujui terlebih dahulu dan disimpan oleh bagian pengawasan mutu. (d) risiko terjadi kontaminasi silang.4. Produk Ruahan dan Obat Jadi 7. Petugas pengambil contoh hendaklah mengikuti pelatihan tentang tata cara pengambilan contoh yang tepat pada awal penugasannya dan kemudian secara tetap dan teratur.3. Oleh karena itu pengambilan contoh yang tepat adalah bagian yang esensial dari sistem pemastian mutu.2. Produk Antara. wadah dan label secara visual. dan (g) pentingnya mencatat hal yang tidak diharapkan atau tidak biasa. 7.2. (b) prosedur tetap pengambilan contoh. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh merupakan operasi penting karena hanya sebagian kecil saja dari satu bets yang diambil untuk pengujian mutu. 7.4. terutama bagian produksi untuk menjamin bahwa setiap produk yang dihasilkan selalu memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.2. Hal-hal yang dicakup dalam spesifikasi bahan awal.1.2.4. 7. (f) pentingnya memperhatikan pemerian bahan. Topik pelatihan meliputi: (a) rencana dan pola pengambilan contoh. produk antara.

sifat bahan (misalnya bahan pengemas primer dan / atau bahan penge mas cetak). pengambil contoh dan tanda bahwa contoh diambil dari wadah tersebut. Jumlah contoh yang digunakan sebagai contoh representatif hendaklah ditentukan secara statistik dan dirinci dalam rencana pengambilan contoh. Jumlah contoh yang dapat dicampur menjadi satu contoh komposit hendaklah ditetapkan dengan pertimbangan sifat bahan. Instruksi pengambilan contoh hendaklah meliputi: (a) cara dan rancangan pengambilan contoh.4. Identitas suatu bets bahan baku yang diterima dalam beberapa wadah hany a dapat dipastikan apabila contoh bahan diambil dari tiap wadah dan dilakukan pemeriksaan identitas terhadap semua contoh.2.2. nomor bets. (b) peralatan yang digunakan. Contoh yang diambil untuk pemeriksaan identitas dapat digunakan untuk maksud ini. Rencana pengambilan contoh bahan pengemas hendaklah mempertimbangkan : jumlah yang diterima. 7. 7.Com .7. 71 IlmuFarmasi.4. metode produksi dan pengetahuan tentang pelaksanaaan sistem pemastian mutu di pabrik pembuat bahan berdasarkan hasil audit pabrik yang dilakukan.2.4.7.4.6. Jumlah contoh yang digunakan sebagai contoh representatif hendaklah ditentukan secara statistik dan dirinci dalam rencana dan polapengambilan contoh.2. Mutu suatu bets bahan baku dapat dinilai dengan cara mengambil dan menguji contoh yang mewakili bets tersebut. Pengambilan contoh hendaklah dilakukan dengan tepat untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau efek lain yang mempengaruhi mutu. 7. 7.2. Wadah kemudian ditutup rapat secara hati-hati. pengetahuan tentang pemasok dan homogenitas contoh komposit itu sendiri.4. Contoh hendaklah mewakili bets dari bahan yang diambil.4.2. (c) banyak contoh yang diambil. tanggal peng ambilan contoh. Wadah bahan atau produk yang telah diambil contonnya hendaklah diberi label yang mencantumkan'antara lain isi wadah.4.5.3.2. 7. Pengambilan contoh hendaklah dilakukan sesuai prosedur tetap.

2.3.10. tipe wadah contoh yang digunakan. (f) peringatan khusus untuk diperhatikan terutama yang berkaitan dengan pengambilan contoh bahan produk steril atau berbahaya. sebelum dan sesudah pemakaian dan disimpan secara terpisah dari alat laboratorium lainnya. 7.4. dan persyaratan lain yang telah ditetapkan. Pengujian 7.2. dan (h) instruksi tentang cara pembersihan dan penyimpanan alat pengambil contoh. Peralatan yang digunakan untuk mengambil contoh hendaklah dibersihkan dan jikaperlu disterilkan. Bahan Pengemas Bahan pengemas hendaklah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan khususnya dalam hal kesesuaian jenis bahan terhadap produk yang diisikan ke dalam bahan tersebut. Peringatan khusus diperlukan untuk penanganan bahan berbahaya atau bahan produk berpotensi tinggi.4. (g) kondisi penyimpanan. (c) nomor wadah bahan dari mana contoh diambil. 7.3. 7. 7.3. Bahan Baku Setiap bahan baku hendaklah diuji terhadap spesifikasi identitas.4. dan (e) tanggal pengambilan contoh. Perhatian hendaklah diberikan pada saat pengambilan contoh untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau campur-baur terhadap atau oleh bahan atau produk yang diambil contohnya. yakni apakal untuk pengambilan contoh secara normal atai aseptik.8. Tiap wadah contoh hendaklah diberi label yang menunjukkan: (a) nama bahan contoh.Com .4.instruksi membagi-bagi contoh sesuai kebutuhan.2.4.1. kekuatan. (d) tanda tangan petugas yang mengambil contoh. (d) (e) 72 IlmuFarmasi.9. Semua alat yang bersentuhan dengan bahan atau produk hendaklah bersih. (b) nomor bets atau lot.2. 7.4. kualitas. kemurnian.

4.Cacat fisik yang kritis dan yang berdampak besar serta ketepatan tanda identitas bahan yang dapat memberi kesan meragukan terhadap kualitas produk hendaklah diperiksa.5. namun produk hasil pengolahan ulang harus memenuhi semua spesifikasi dan persyaratan mutu lain yang ditetapkan sebelum diluluskan untuk distribusi.3. Produk Antara dan Produk Ruahan (a) Untuk menjamin keseragaman dan keutuhan bets.3. Hasil uji yang memenuhi syarat tidaklah 73 IlmuFarmasi. 7.Com . (b) Bets produk yang tidak memenuhi spesifikasi obat jadi dan persyaratan mutu lain yang ditetapkan hendaklah ditolak. Obat Jadi (a) Tiap bets produk hendaklah dilakukan pengujian terhadap spesifikasi yang ditetapkan dan dinilai memenuhi syarat sebelum diluluskan untuk distribusi. Pengolahan ulang dapat dilakukan apabila memungkinkan.4. pengawasan dalam proses hendaklah dilakukan dengan mengambil contoh yang mewakili setiap bets produk antara dan produk ruahan untuk pengujian terhadap identitas.4.3.3. 7. Persetujuan dari bagian pengawasan mutu mutlak diperlukan sesudah selesainya tahap produksi yang kritis atau apabila produk telah lama tersimpan sebelum tahap produksi selanjutnya dilaksanakan. (b) Produk antara dan produk ruahan yang ditolak hendaklah diberi tanda dan diawasi dengan sistem karantina yang dirancang untuk mencegah penggunaannya dalam proses produksi lanjutan kecuali apabila produk tersebut memenuhi syarat untuk diolah ulang. kemurnian dan kualitasnya. Produk Steril (a) Uji sterilitas Uji sterilitas yang dilakukan terhadap obat jadi hendaklah dianggap sebagai langkah terakhir dari serangkaian tindakan pengawasan untuk menjamin sterilitas. 7.4. kekuatan.

Uji endotoksin/pirogen 1) Pada pembuatanpbat steril hendaklah dipertimbangkan perlunya pengujian bahan baku. 2) Air yang digunakan sebagai bahan baku atau obat jadi sangat berisiko mengandung endotok sin. termasuk dari tempat yang diperkirakan paling dingin pada muatan yang disterilkan secara panas dan yang berasa! dari awal dan akhir pengisian bets secara aseptik. 3) Bila hasil pengujian terhadap suatu bets ternyata tidak memenuhi syarat. Air untuk injeksi tidak boleh mengandung lebih dari 0.25 Unit endotoksin per ml. makapenyebab kegagalan ini hendaklah ditelusuri dan kemudian dilakukan tindakan perbaikan yang sesuai. dan jamur. p r o d u k r u ah an d an o b a t jad i te rh ad ap endotoksin / pirogen. sehingga tidak selalu memungkinkan tumbuhnya semua mikroba. hasil uji sterilitas dapat digunakan sebagai pedoman untuk meluluskan atau menolak suatu bets. dan 4) Semua hasil uji sterilitas hendaklah didokumentasikan.(b) menjamin sterilitas dari keseluruhan bets tersebut karena ada kemungkinan wadah yang tidak steril tidak terpilih pada pengambilan contoh. 74 IlmuFarmasi.Com . hendaklah tertera dalam prosedur tetap pengujian. 2) Contoh suatu bets hendaklah diambil secara acak. Dalam melakukan uji sterilitas hendaklah diperhatikar hal berikut: 1) Pedoman tentangjumlah minimal wadah contoh yang harus diuji serta metode standar yang dipakai untuk pengujian berbagai jenis sediaan terhadap bakteri aerob. bakteri anaerob. Sekalipun demikian dengan cara pengambilan contoh yang tepat dan pemakaian media yang sesuai untuk pengujian. Disamping itu metode pembiakan yang dipakai memiliki kepekaan yang terbatas.

Obat injeksi hendaklah memenuhi syarat uji endotoksin / pirogen yang ditetapkan.4.4.3.5.4.4.5. prosedur tertulis mengenai pengambilan contoh.4. Prosedur pengawasan tersebut dimaksudkan untuk memantau hasil produksi dan melakukan validasi terhadap kemampuan proses produksi yang mungkin menjadi penyebab dari variabilitas produk dalam prases. Jumlah contoh dan metode pengujian hendaklah mampu mendeteksi adanya organisme penunjuk (misalnya Pseudomonas) dalam konsentrasi kecil.5.4.Com . dan ditetapkan dengan menggunakan metode statistik yang tepat dimana perlu.3.5. Untuk menjamin keseragaman bets dan keutuhan obat jadi. 7.4.4. 7.1.4. Spesifikasi ini hendaklah dijabarkan dari rata-rata proses yang diterima sebelumnya serta bila mungkin berdasarkan perkiraan variabilitas proses. Pengawasan Lingkungan Pengawasan lingkungan kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut: 7. Pemantauan secara teratur terhadap mutu kimiawi dan mikrobiologi dari air yang digunakan dalam pengolahan obat. terutama yang keluar dari tempat dimana air itu akan langsung digunakan.2. peng awasan dan pengujian atau pemeriksaan terhadap produk selama proses dari tiap bets hendaklah ditetapkan dan diikuti. Pengawasan Selama Proses 7.4. 7. kualitas dan kemurniannya pada tahap yang tepat dan 75 IlmuFarmasi. Spesifikasi pengawasan selama proses hendaklah konsisten dengan spesifikasi obat jadi. 7. Pengujian berkala terhadap lingkungan sekitar ruang produksi untuk mendeteksi adanya bahan obat lain yang akan mencemarkan produk yang sedang diolah. Produk selama proses hendaklah diuji identitas. Pemantauan berkala secara mikrobiologi terhadap lingkungan produksi. kekuatan.4.4. Pengawasan terhadap pencemaran yang ada di udara sekitar. 7.4. 7.4.2.4.3) Endotoksin / pirogen menjadi lebih berbahaya dalam obat injeksi volume besar. 7.1.

3.6. Hendaklah ditetapkan batas waktu penyimpanan yang sesuai untuk setiap bahan awal. produk antara. 7. 7. Setelah batas waktu ini bahan atau produk tersebut harus diuji ulang oleh bagian pengawasan mutu terhadap identitas.6. Uji stabilitas lanjut hendaklah dilakukan terhadap obat jadi hasil pengolahan ulang bila diperlukan.4.3. Jalur pengemasan hendaklah diperiksakembali oleh bagian pengawasan mutu sebelum kegiatan pengemasan berjalan. Pengolahan ulang tidak boleh dilakukan sebelum prosedurnya diperiksa dan disetujui oleh bagian pengawasan mutu.2. 7.5. Bagian pengawasan mutu hendaklah ikut serta dalam pembuatan 76 IlmuFarmasi. Bila suatu bahan disimpan padakondisi yang tidaktepat bahan tersebut hendaklah diuji ulang dan diluluskan oleh bagian pengawasan mutu sebelum digunakan. 7.5.6.5. kualitas dan kemurniannya.2.7. 7. 7. kekuatan.1.7.6.1. Pengolahan Ulang 7. 7.4.4.4.6.4. Berdasarkan hasil uji ulang tersebut bahan atau produk itu dinyatakan diluluskan kembali untuk dipakai atau ditolak.4.Com .5.dinyatakan diluluskan atau ditolak oleh bagian pengawasan mutu selama proses produksi.4.2.5.4.5. 7. Produk akhir yang sudah dikemas hendaklah dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. pertengahan dan pada akhir pengemasan.5.6. Selama pengemasan berlangsung hendaklah diambil contoh produk yang dikemas permulaan.1. produk ruahan dan obat jadi. Pengujian tambahan terhadap obat jadi hasil pengolahan ulang hendaklah dilakukan sesuai ketentuan.1. 7.7. Pengolahan ulang suatu bets produk dapat dipertimbangkan hanya apabila risiko yang mungkin sekali terjadi akibat pengolahan ulang telah dievaluasi secara meyakinkan dan dinilai dapatdiabaikan. Pengawasan pada Pengemasan 7. Pengujian Ulang Bahan atau Produk yang Telah Disetujui 7. 7. 7. Metode pengolahan ulang hendaklah disahkan secara khusus dan didokumentasi secara lengkap. Evaluasi Bagian Pengawasan Mutu terhadap Prosedur Produksi 7.

7.Prosedur Pengolahan Induk dan Prosedur Pengemasan Induk untuk setiap ukuran bets suatu produk untuk menjamin keseragaman dari bets ke bets yang diproduksi.5.1.7. Laporan tertulis mengenai penyelidikan tersebut hendaklah dibuat disertai dengan kesimpulan dan tindak lanjut. 7.1. Penelitian stabilitas hendaklah dilakukan dalam hal berikut: 7. Penyelidikan hendaklah dilanjutkan terhadap bets lain dari produk yang sama dan produk lainnya yang mungkin ada hubungannya dengan penyimpangan atau kegagalan tertentu. metoda pengujian yang spesifik. pengujian stabilitas dilakukan sebelum maupun sesudah rekonstitusi.8.8. Produk baru (umumnya dilakukan pada bets percobaan). pada obat jadi untuk rekonstitusi.8.2.2.6. bermakna dan dapat diandalkan. 7. dan 7. jumlah contoh danjadwal pengujian berdasarkan kriteria statistik tiap sifat yang diuji untuk menjamin kebenaran perkiraan stabilitas.2. 7.8. 7.4.8. Hendaklah dirancang program pengujian stabilitas untuk mengetahui sifat stabilitas dari obat jadi dan untuk menentukan kondisi penyimpanan yang cocok serta tanggal daluwarsa.3.2. Penelitian Stabilitas 7.2. Program pengujian stabilitas hendaklah dipatuhi dan mencakup: 7.1. pengujian produk dalam kemasan yang sama dengan kemasan yang dipasarkan. kondisi penyimpanan.Com .7. 77 IlmuFarmasi. 7.8.2.8. Tiap perubahan dan penyesuaian pada Prosedur Pengolahan Induk atau Prosedur Pengemasan Induk harus disetujui oleh bagian pengawasan mutu sebelum diterapkan diproduksi. Peninjauan Catatan Bets Produksi 7. Bagian pengawasan mutu hendaklah memberikan persetujuan atas prosedur pembersihan dan sanitasi peralatan produksi.8.2. Tiap bets yang menyimpang atau gagal dalam memenuhi spesifikasinya hendaklah diselidiki secaratuntas. Semua catatan produksi dan pengawasan tiap bets obat jadi hendaklah diteliti oleh bagian pengawasan mutu untuk menentukan apakah pembuatan bets bersangkutan memenuhi semua prosedur yang telah ditetapkan sebelum diluluskan untuk distribusi.2.3.1.7.8. 7. 7. 7.3.8.2.

Semuakeluhanyangditerimasecaratertulis ataupunlisanhendaklah diteliti dengan cermat. Isi keluhan Isi keluhan hendaklah mengandung: (a) nama produk. bentuk sediaan. 7. Pembahan formula.5.2. kondisi saat beredar. dimanaperlu.9. dan (c) sifat keluhan (diberikan lengkap). lokasi terjadinya keluhan. 7. Bets yang diluluskan dengan pengecualian yaitu yang sifatnya berbeda dengan standar atau bets yang diolah ulang. kemasan dan nomor bets.3. dll.Com . 7. 7.7.9.8. catatan produksi dan kondisi penyimpanan produk yang dikeluhkan. Hendaklah dilakukan pengamatan lanjut terhadap contoh pertinggal obatjadi. Memiliki kemasan baru yang berbeda dengan standar yang telah ditetapkan.8. Hendaklah dibuat catatan keluhan terhadap obat berikut penanganannya dan mencakup informasi antara lain : 7.1. (b) tanggal.3. dan (c) catatan pengujian.8.3.1. 7.9. Hasilpenelitian Objek penelitian hendaklah mencakup: (a) produk yang dikeluhkan (daerah peredaran.9.).8.9.4.3. (b) contoh pertinggal.4.8. 7. 7.2.2. Bagian pengawasan mutu bekerjasama dengan bagian produksi dan/atau bagian pemasaran hendaklah meneliti penyebab keluhan dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah terulangnya keluhan tersebut. Produkyang beredar.3. dan 7.9. 78 IlmuFarmasi. metode pengolahan dan sumber bahan baku. Hendaklah dirancang suatu sistempenanganan keluhan terhadap obat yang mencakup prosedur tetap dan penunjukan petugas yang bertanggung jawab menerima keluhan.3. Keluhan terhadap Obat 7.3. kondisi pemakaian produk. nama dan alamat pemberi keluhan.3.

7. Obat kembalian yang akan dimusnahkan hendaklah ditangani sedemikian rupa untuk memastikan pemusnahan dilaksanakan dengan benar dan juga mencegah kemungkinan produk tersebut jatuh ke tangan yang tidak berwenang.11. Obat kembalian hendaklah diberi identitas yang jelas dan disimpan di daerah terpisah di gudang.4.3.11.10. Dalam hal obat kembalian akan dikemas ulang agar dapat dijual kembali.3. bentuk sediaan. 7. Hendaklah dilakukan pemeriksaan fisik dan diteliti secara kritis apakah perlu dilakukan pengujian atau tidak terhadap semua obat kembalian. Catatan penanganan obat kembalian hendaklah disimpan. 7.2. nomor bets. 7. terkena asap atau kebakaran hendaklah dimusnahkan.10.10.3. tanggal pemusnahan dan metode pemusnahan akhir.4. kekuatan.1.4.9. Catatan keluhan terhadap obat hendaklah disimpan untuk jangka waktu tertentu. kerusakan.9.3. daluwarsa atau hal lain yang menimbulkan keraguan atas mutu produk itu. Obat Kembalian Bagian pengawasan mutu hendaklah bertanggungjawab atas pemeriksaan produk yang dikembalikan karena adanya keluhan. Tindak lanjut yang dilaksanakan antara lain tindakan perbaikan. bentuk kemasan. tanggapan kepada pemberi keluhan. dan penarikan kembali obat.10.Com .10. Penilaian terhadap Pemasok 7. 7. 7.10.7. alasan pengembalian. Catatan hendaklah mencakup nama produk. Bagian pengawasan mutu hendaklah ikut bertanggungjawab bersama departemen yang relevan untuk memilih pemasok yang mampu dan 79 IlmuFarmasi.9. Produk yang memenuhi spesifikasi dan karakteristik yang ditentukan boleh dipindahkan statusnya menjadi obat jadi yang diluluskan dan dikembalikan ke persediaan agar dapat didistribusikan kembali. Obat kembalian yang sebelumnya berada pada kondisi penyimpanan yang tidak wajar termasuk kondisi suhu.1. maka produk tersebut hendaklah diberi kode baru sesuai prosedur yang ditetapkan. 7.5. Evaluasi hasil penelitian 7. 7.6. jumlah yang dikembalikan.10. 7. kelembaban dan tekanan ekstrim.

reputasi atau jaminan yang dianggap cukup sehingga inspeksi tidak diperlukan. kecuali pemasok itu mempunyai riwayat. Sebagai calon pembeli. 7.11.Com . Daftar pemasok terpilih untuk bahan awal hendaklah dibuat dan ditinjau secara berkala. Inspeksi terhadap pemasok perlu dilakukan. Semua pemasok hendaklah dievaluasi secara berkala. 7.4.5.3. dapat dipercaya dalam penyediaan bahan awal yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.11. Semua calon pemasok hendaklah dievaluasi sebelum diberi pesanan. bagian produksi dan bagian pembelian untuk menetapkan pemasok yang memenuhi syarat.7. 80 IlmuFarmasi. Inspeksi hendaklah dilakukan bersama oleh wakil dari bagian pengawasan mutu.11. wakil-wakil dari bagian pengawasan mutu bagian produksi dan bagian pembelian hendaklah menilai kualifikasi teknis dari pemasok dan berusaha mengetahui sikapnya terhadap mutu. 7.11.11.6.2. 7.

Bangunan termasuk fasilitas untuk karyawan 8.2.1. 8.3. 8. Produksi 8. Karyawan 8. 8.1.1. Peralatan 8. Seluruh tindakan perbaikan yang disarankan hendaklah dilaksanakan. INSPEKSI DIRI Tujuan inspeksi diri adalah untuk melakukan penilaian apakah seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu dalam pabrik memenuhi ketentuan CPOB.8.3. Penyimpanan bahan awal dan obat jadi 8. Untuk pelaksanaan inspeksi diri ditunjuk tim inspeksi yang mampu menilai secara objektif pelaksanaan CPOB.1.1. Liputan dan Frekuensi Inspeksi Diri Inspeksi diri dapat dilakukan bagian demi bagian sesuai kebutuhan namun inspeksi diri yang menyeluruh hendaklah dilakukan sekurangkurangnya sekali setahun.5. Perawatan gedung dan peralatan Tim Inspeksi Diri Tim inspeksi diri ditunjuk oleh manajemen perusahaan terdiri dari sekurangkurangnya 3 orang yang ahli di dalam bidang pekerjaannya dan paham mengenai CPOB.4.Com . Tiap anggota tim hendaklah bebas dalam melakukan inspeksi dan dalam memberikan penilaian atas hasil inspeksi.6.1. 81 IlmuFarmasi. Program inspeksi diri hendaklah dirancang untuk mendeteksi kelemahan pelaksanaan CPOB dan untuk menetapkan tindakan perbaikan.8.1.1.7.1. Prosedur dan catatan mengenai inspeksi diri hendaklah didokumentasikan. Anggota tim dapat berasal dari lingkungan perusahaan atau dari luar perusahaan. Pengawasan mutu 8.2. Hal-hal yang Diinspeksi Untuk mendapatkan standar inspeksi diri yang minimal dan seragam disusun daftar periksa selengkap mungkin.1. Dokumentasi 8. Daftar periksa hendaklah mengandung pertanyaan mengenai ketentuan CPOB yang meliputi: 8. Inspeksi diri hendaklah dilakukan secara teratur.

82 IlmuFarmasi.2.Com . usul tindakan perbaikan Tindak Lanjut Inspeksi Diri Berdasarkan laporan inspeksi diri. 8. Laporan Inspeksi Diri Setelah menyelesaikan inspeksi diri hendaklah dibuat laporan yang mencakup 8.4.4.4.1.3. manajemen perusahaan hendaklah mengevaluasi laporan dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.8.5. penilaian dankesimpulan 8.4. hasil inspeksi diri 8.

2. Terhadap tiap keluhan dan laporan hendaklah dilakukan penelitian dan evaluasi secara seksama termasuk: (a) (b) meninjau seluruh inforrnasi yang masuk tentang keluhan atau laporan tersebut melakukan pemeriksaan atau pengujian terhadap contoh yang diterima dan bila perlu memeriksa juga contoh pertinggal bets yang bersangkuatan meneliti kembali semua data dan dokumentasi yang berkaitan. 9. 9. keluhan mengenai mutu menyangkut keadaan fisik.2. 9.l. 9.3.1.9. reaksi toksis.1.2. Keluhan dan laporan hendaklah ditangani oleh bagian terkait sesuai dengan jenis keluhan atau laporan yang diterima. efek samping yang merugikan atau masalah efek terapeutik. catatan distribusi.3.2. kemudian diambil tindak lanjut yang sesuai dan dibuatkan laporan. termasuk catatan bets.1. keluhan atau laporan tentang efek samping yang merugikan seperti reaksi alergi. catatan hasil pengujian dan sebagainya. Semua keluhan dan laporan keluhan hendaklah diteliti dan dievaluasi dengan cermat. Jenis keluhan dan laporan dapat berupa: 9.1. 9.1. PENARIKAN KEMBALI OBAT DAN OBAT KEMBALIAN 9.1. 9.1. (c) 83 IlmuFarmasi. kimia dan biologi dari produk atau kemasannya.1.1.Com .1. Penanganan Keluhan dan Laporan 9. Keluhan terhadap Obat dan Laporan Keluhan terhadap obat dan laporan keluhan dapat menyangkut mutu.1.1.2. reaksi fatal atau hampir fatal dan lain sebagainya. PENANGANAN KELUHAN TERHADAP OBAT.2.1. keluhan dan laporan medis lain seperti kurang manjur atau kurang memberikan respon klinis.1 Hendaklah dibuat catatan tertulis mengenai semua keluhan dan laporan yang diterima.

Keputusan Penarikan Kembali 9.2.2.1.2.2. Penarikan kembali seluruh obat tertentu dari peredaran dapat menyebabkan penghentian sementara atai penghentian tetap tehadap pembuatan jenis obat yang bersangkutan.3.2. Penarikan Kembali Obat Penarikan kembali obat dapat berupa penarikan kembali satu atau beberapa bets atau seluruh obat jadi tertentu dari semua mata rantai distribusi.3. 9.1. 9.2. dan (c) tindak lanjut lain yangsesuai.1.1.2. TindakLanjut 9.2. Atas dasarhasil evaluasi dan penelitian dilakukan tinda lanjut berupa antara lain : (a) tindakan perbaikan y ang diperlukan.2.Com . Keputusan penarikan kembali dapat pula sekaligus merupakan penghentian pembuatan obat yang bersangkutan.1. Hasil pelaksanaan penanganan keluhan dan laporan termasuk hasil evaluasi penelitian dan tindak lanjut yann diambil hendaklah dicatat dan dilaporkan kepada bagian terkait dan kepada pejabat pemerintah yang berwenang 9. 9.3.2. Keputusan penarikan kembali dapat berupa penarikan kembali satu atau beberapa bets atau seluruh obat yang bersangkutan. 84 IlmuFarmasi. Penarikan kembali dapat dilakukan atas prakarsa produsen sendiri atau instruksi instansi pemerintah yang berwenang 9. 9.1.1. Keputusan untuk melakukan penarikan kembali suatu obat adalah tanggung jawab manajer pengawasan mutu dan pimpinan perusahaan.1.1. . Pelaksanaan Penarikan Kembali 9.2.9. (b) penarikan kembali bets obat atau seluruh obat yan bersangkutan.2.4. Tindakan penarikan kembali hendaklah dilakukan segera setelah diketahui adanya obat yang tidak memenuhi persyaratan atau yang mempunyai efek samping yang tidak diperhitungkan sebelumnya yang membahayakan kesehatan.1. Penarikan kembali dilakukan apabila ditemukan adanya produk yang tidak memenuh persyaratan mutu atau atas dasar pertimbangan adanya efek samping yang tidak diperhitungkan yang merugikan kesehatan.3. 9.1.

1. b) obat kembalian yang masih dapat diolah ulang.1.4.2.2. atau sebab lain mengenai kondisi obat. hasil penarikan kembali dan embargo obat. Berdasarkan evaluasi obat kembalian dapat digolongkan sebagai berikut: i a) obat kembalian yang memenuhi spesifikasi sehingga dapat dikembalikan ke persediaan. 9.2.2. selain tindakan penarikan kembali hendaklah segera diambil tindakan khusus agar obat yang bersangkutan dikenakan embargo untuk tidak digunakan. Pabrik hendaklah membuat prosedur untuk menahan.1. identitas. 9. Obat Kembalian Obat kembalian adalah obat jadi yang telah beredar.3.Com . dan c) obat kembalian yang tidak memenuhi spesifikasi dan tidak boleh diolah ulang. yang kemudian dikembalikan ke pabrik karena adanya keluhan. cepat dan tuntas. Dalam hal ini penarikan kembali hendaklah dilakukan pula sampai pada tingkatkonsumen.4. wadah atau kemasan sehingga menimbulkan keraguan akan keamanan. 85 IlmuFarmasi. kerusakan. 9.4. Prosedur Penanganan Obat Kembalian Hendaklah dibuat prosedur penanganan obat kembalian dengan memperhatikan hal-hal berikut: 9.1. Hendaklah dibuat catatan dan laporan pelaksanaan.5. masalah keabsahan. menyelidiki dan menganalisis obat yang dikembalikan serta menetapkan apakah obat tersebut dapat diproses kembali atau harus dimusnahkan. Identifikasi dan pencatatan mutu dari obat kembalian. Bagi obat yang mengandung resiko besar terhadap kesehatan. daluwarsa. mutu danjumlah obat yang bersangkutan. 9. Terhadap obat kembalian dilakukan evaluasi yang seksama untuk menentukan apakah obat yang bersangkutan dapat diolah kembali atau dimusnahkan.9.3. Hendaklah dibuat pedoman dan prosedur penarikan kem bali obatjadi yang tepat sehinggapenarikan kembali dan embargo dapat dilakukan dengan cepat dan efektif dari seluruh mata rantai distribusi.2. Sistem dokumen pabrik hendaklah dapat mendukung pelaksanaan penarikan kembali dan embargo efektif.1. 9.

4. Untuk tiap pemusnahan obat kembalian hendaklah dibuat berita acara yang ditandatangani oleh pelaksa pemusnahan dan saksi.4. Keputusan untuk melakukan pengolahan ulang obat kembalian hendaklah dilakukan oleh manajemen perusahaan atas dasar evaluasi yang seksama.4.6.2. Terhadap obat kembalian hendaklah dilakukan penelitian. 9. pemeriksan dan pengujian oleh bagian pengawasan mutu untuk menentukan tindak lanjut.4. 9. 9.9. 9. Penanganan Obat Kembalian yang Ditolak Obat kembalian yang tidak dapat diolah ulang hendaklah dimusnahkan Hendaklah dibuat prosedur pemusnahan bahan atau produk yang ditolak yang mencakup pencegahan pencemaran lingkungan dan mencegah kemungkin. Obat kembalian yang diterima hendaklah dikarantina. Dokumentasi Pelaksanaan penanganan terhadap obat kembalian dan tidak lanjut yang dilakukan hendaklah dicatat dan dilaporkan.3.4. Perlunyapengujian tambahan terhadap produk hasil pengolahan ulang 9. jatuhnya obat tersebut ke tangan orang yang tidak berwenang. 86 IlmuFarmasi.Com .5.5.

pengendalian serta evaluasi seluruh rangkaian kegiatan pembuatan obat.3. bila diperlukan. Dokumentasi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap petugas mendapat instruksi secara rinci dan jelas mengenai bidang tugas yang harus dilaksanakannya sehingga memperkecil risiko terjadinya salah tafsir dan kekeliruan yang biasanya timbul karenahanyamengandalkan komunikasi lisan. kemudian diparaf dan dibubuhi tanggal. pengawasan mutu. DOKUMENTASI Dokumentasi pembuatan obat merupakan bagian dari sistem informasi manajemen yang meliputi spesifikasi.1.1. Setiap perubahan hendaklah disahkan secara resmi. dan dijaga agar selalu aktual.1. Hendaklah diberi juga kemungkinan bagi peninjauan berkala maupun perbaikan. pergudangan. hendaklah dikoreksi dengan suatu cara yang tepat sehingga tulisan atau catatan semula tidak hilang sama sekali dan koreksi itu ditulis dan dicantumkan disamping tulisan semula. perlengkapan dan personalia. Dokumen hendaklah mencakup semua data penting.5. distribusi dan hal spesifik lainnya yang berkaitan dengan CPOB.4.1. 10. pemeliharaan peralatan. benar dan efektif. Ketentuan Umum 10. tetapi tidak perlu berlebihan.6. 10. perencanaan. 10.2. prosedur. misal ko ndisi lingkungan. 10. metode dan instruksi.1. relaksanaan.1. 10.Com . Sistem dokumentasi digunakan pula dalam pemantauan dan pengendalian. 10. Dokumen hendaklah dirancang dan dibuat dengan teliti. Jika dokumen memuat instruksi hendaklah ditulis dalam nada perintah serta disusun dalam langkah yang diberi nomor urut. Apabila terjadi atau ditemukan suatu kekeliruan pada dokumen.1. agar dapat digunakan dengan mudah. Dokumen hendaklah dapat mencatat kegiatan di bidang produksi. Sistem dokumentasi hendaklah menggambarkan riwayat lengkap dari setiap bets atau lot suatu produk sehingga memungkinkan penyelidikan serta penelusuran terhadap bets atau lot produk yang bersangkutan. Hendaklah ada suato sistem untuk menghindarkan terjadinya penggunaan dokumen yang sudah tidak berlaku.1.10. Instruksi tersebut 87 IlmuFarmasi.

produk antara.Com . 10. dan (j) tanggal diterbitkan spesifikasi. Spesifikasi Bahan Baku 10. karakteristik fisika dan karakteristik kimia serta standar mikrobiologi. produk ruahan dan obat jadi. (h) masa pakai jika diperlukan.hendaklah jelas.1.1. Setiap dokumen produksi hendaklah dibubuhi tanggal dan tandatangan dan disahkan oleh manajer produksi maupun manajer pengawasan mutu. 10. (c) pemerian.2. j ika perlu. Spesifikasi Dokumen spesifikasi meliputi spesifikasi bahan baku.8.2. (f) jenis pengujian spesifik yang diperlukan dalam rangka penilaian ulang terhadap bahan yang sudah daluwarsa untuk menentukan kemungkinan perpanjangan masa daluwarsanya. Dokumen dan catatan yang berkaitan dengan suatu bets sebagaimana contoh rujukan obatjadi serta bahan awalnya hendaklah disimpan oleh perusahaan untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan keperluannya dan/atau jangka waktu yang ditentukan Badan POM.1. 88 IlmuFarmasi. Bagian atau orang yang menerima turunan dokumen hendaklah tercantum setidak-tidaknyapada dokumentasi aslinya. (g) kondisi penyimpanan atau tindakan pengamanan lain yang diperlukan. bahan pengemas. 10. Dokumentasi hendaklah tersediabagisemuapihak terkait.9.1. Spesifikasi bahan baku hendaklah memuat: (a) nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan. tepat. 10.7. (d) rujukan monograf atau metode pengujian yang diguna kan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan.1. (e) frekuensi pengujian ulang terhadap bahan yang di simpan. (i) nama pemasok yang disetujui. tidak berarti ganda dan ditulis dalam bahasa yang dimengerti oleh pemakai. (b) nama dan kode yang diberikan oleh pemasok. jika ada. 10.1.2.

2. wama.2. (e) rujukan monograf atau metodapengujian yang diguna kan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan. (i) nama pemasok yang disetujui. Spesifikasi produk antara.3. (d) rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan.2.2. karakteristik fisika dan karakteristik kimia serta standar mikrobiologi. Spesifikasi Bahan Pengemas 10. 10.2.2. bila perlu. (d) gambar teknis. Spesifikasi Produk Antara. Spesifikasi bahan pengemas dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk.1. Produk Ruahan dan Obat Jadi 10. dimensi. hendaklah memuat: (a) nama dan kode produk yang digunakan perusahaan.2. sesuai dengan bentuk sediaan dan tahap pembuatannya. (g) kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan yang diperlukan. (b) bentuk sediaan dan kekuatannya.2. (e) sifat fisika.Com .1. (c) pemerian. (h) masa pakai j ika diperlukan. produk ruahan atau spesifikasi obat jadi.2. jika ada. (b) nama dan kode yang diberikan oleh pemasok. teks. ketebalan. Spesifikasi bahan baku dapatterpisah atau termasukdalam Dokumen Produksi Induk. Spesifikasi bahan pengemas hendaklah memuat : (a) nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan.2. kekuatan. (f) frekuensi pemeriksaan ulang terhadap bahan yang disimpanjika perlu. (c) pemerian antara lain jenis bahan. 10. kerapatan. 10.2. pH. dan (j) tanggal diterbitkannya spesifikasi. seperti bobot standar atau volume pengisian (termasuk nilai batas).3. kekentalan.1. 89 IlmuFarmasi.10.

10. tindakan pengamanan selama penyimpanan 90 IlmuFarmasi. (b) Prosedur Produksi Induk terdiri dari Prosedur Pengolahan Induk dan Prosedur Pengemasan Induk yang merupakan pedoman pengolahan dan pengemasan yang lebih rinci untuk masing-masing obat jadi dengan bentuk sediaan. nama penyusun dan bagian.1.1. kekuatan.2.Com .dan (i) spesifikasi kemasan dan label. 10. Dokumen Produksi Induk « 10.3.3. Dokumen Produksi Induk hendaklah mefnuat nama produk. 10.1. waktu hancur dan kemanfaatan hayati in-vitro. kekuatan serta besarnya bets. Spesifikasi produk antara. (g) masapakai atau batas daluwarsa. bentuk sediaan. produk ruahan atau spesifikasi obat jadi dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk. pengolahan dan pengemasan. Isi dokumen induk hendaklah memuat: (a) bagian umum yang memuat jenis kemasan atau alternatif kemasan. (f) spesifikasi obat jadi hendakiahjugamencakup jenis dan spesifikasi bahan pengemasan yang digunakan.2. (h) kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan yang diperlukan.kekerasan.3. pernyataan tentang stabilitas produk. Prosedur Produksi Induk pada dasarnya telah divalidasi. nama pemeriksa yang terlibat. daftar isi dan daftar distribusi. 10. bilaperlu.3.1. keregasan.3. Dokumen Produksi Dokumen produksi terdiri dari: (a) Dokumen Produksi Induk yang merupakan pedoman dasar produksi untuk tiap jenis obat jadi dengan bentuk sediaan dan kekuatan tertentu tanpamemperhatikan besarnyabets. (c) Catatan Produksi Bets yang terdiri dari catatan pengolahan bets dan catatan pengemasan bets yang pada dasarnya merupakan turunan dari Prosedur Produksi Induk yang sudah berisi data dan informasi mengenai pelaksanaan produksi. Adakalanyapada catatan produksi bets prosedur yang dicantumkan dalam Prosedur Produksi Induk tidak dicantumkan lagi secara nnci. pemerian.2.

(d) spesifikasi bahan baku.3. (g) garis besar prosedur pengolahan dan pengemasan. Prosedur Pengolahan Induk Prosedur pengolahan induk adalah dokumen yang kemudian digandakan untuk pencatatan pengolahan tiap bets produk. (f) spesifikasi bahan pengemas. baik.2. (e) daftar lengkap bahan pengemas. Prosedur Pengolahan Induk hendaklah menyediakan ruang untuk mencatat data pengolahan. (h) daftar peralatan yang dapat dipakai untuk pengolahan dan pengemasan. yang tidak akan berubah maupun yang akan mengalami perubahan selama proses.2. 10. tindakan pengamanan dan hal khusus yang perlu diperhatikan selama pengolahan dan selama penyimpanan produk antara dan produk ruahan. dan (j) masa pakai produk. Dokumen ini hendaklah dibuat.2. dibubuhi tandatangan oleh manajer produksi serta diperiksa secara terpisah. 10. diberi tanggal dan ditandatangani oleh manajer pengawasan mutu.Com .serta tindakan pengamanan lain yang perlu dilaksanakan selamapengolahan dan pengemasan. Prosedur Pengolahan Induk hendaklah mencakup hal berikut: (a) nama dan kekuatan produk serta pemerian bentuk sediaan. (i) pengawasan dalam proses yang harus dilaksanakan selama pengolahan dan pengemasan. 10. termasuk pengawasan dalam proses yang harus dilakukan bagian produksi dan pengawasan yang harus dilakukan bagian pengawasan mutu.1.3.3.2. (b) komposisi/formula untuk tiap satuan takaran maupun (c) daftar lengkap bahan baku. Prosedur Pengolahan Induk ini hendaklah memuat prosedur dan instruksi lengkap dan rinci mengenai pengolahan. 91 IlmuFarmasi.

2.3. dibubuhi tanggal dan tanda tangan oleh manajer produksi serta diperiksa secara terpisah. (f) jumlah bets berbeda dari bahan berkhasiat dan tidak berkhasiat yang boleh digunakan dalam satu bets produk. Dokumen ini hendaklah dibuat. Prosedur Pengemasan Induk hendaklah menyediakan ruang untuk mencatat data pengemasan.3. dengan menyebutkan nama serta kode yang spesifik untuk menunjukkan karakteristik mutu. diberi tanggal dan ditandatangani oleh manajer pengawasan mutu. 10. 10. tindakan pengamanan dan hal khusus yang perlu diperhatikan selama pengemasan.Com . dan (i) lokasi pengolahan dan peralatan yang akan digunakan. (d) pemyataan mengenai pemakaianjumlah bahan baku yang dilebihkan yang telah diperhitungkan. Prosedur Pengemasan Induk Prosedur Pengemasan Induk adalah dokumen yang kemudian digandakan untuk pencatatan pengemasan tiap bets produk. Prosedur Pengemasan Induk hendaklah memuat prosedur dan instruksi lengkap dan rinci mengenai pengemasan termasuk pengawasan dalam proses yang harus dilakukan bagian produksi dan bagian pengawasan mutu. (h) pernyataan mengenai hasil teoretis dan batas presentase termasuk persentase maksimum dan minimum hasil nyata yang diperoleh terhadap hasil teoritis yang diperkenankan. jika diperlukan. misal monograf rujukannya.3.3. (e) banyaknya sisa produk yang boleh ditambahkan ke dalam bets berikutnya.(b) daftar lengkap bahan baku. 10.3. Prosedur Pengemasan Induk hendaklah mencakup hal berikut: 92 IlmuFarmasi.3.1. (c) nama dan bobot atau ukuran dalam sistem metrik dari tiap bahan berkhasiat dan tidak berkhasiat untuk tiap satuan takaran atau ukuran bets. (g) pernyataan mengenai bobot atau ukuran teoritis yang diperoleh pada tahap pengolahan tertentu.

dan (e) lokasi pengemasan dan peralatan yang akan digunakan. tutup dan bahan pengemas lain termasuk satu contoh label dan penandaan lainnya yang ditandatangani dan dibubuhi tanggal oleh petugas yang berwenang untuk memberi persetujuan atas penandaan seperti itu.3. (e) nomor bets dan nomor persetujuan rujukan serta banyaknya sisa produk atau bahan pulihan yang digunakan jika ada.3. 10. 10.4. Catatan Pengolahan Bets hendaklah menunjukkan setiap langkah pengolahan yang telah diselesaikan dan mencakup data sebagai berikut: (a) Nomor bets: (b) tanggal mulai dan tanggal selesai pengolahan. bentuk sediaan dan kekuatan serta pemerian produkruahan. Catatan Pengolahan Bets 10. dibubuhi tandatangan oleh manajerproduksi.(a) nama.4. 93 IlmuFarmasi.Com .1. (b) daftar lengkap wadah. (c) identitas setiap peralatan utama serta identitas jalur atau lokasi yang digunakan. (d) bobot atau volume sebenarnya dan nomor bets dari masing-masing bahan baku yang digunakan selama pengolahan serta paraf petugas yang menimbang atau mengukur dan paraf petugas yang melaksanakan pemeriksaan tandingan. Formulir untuk Catatan Pengolahan Bets adalah reproduksi dari Prosedur Pengolahan Induk yang kebenarannya diperiksa. Catatan Pengolahan Bets hendaklah diadakan bagi setiap bets obat dan hendakJah mencakup data lengkap tentang pelaksanaan pengolahan dan pengawasan terhadap bets yang bersangkutan.4.3.2. (c) pernyataan mengenai hasil teoretis dan batas persentase maksimum dan minimum hasil nyata yang diperoleh terhadap hasil teoretis yang diperkenankan. (d) prosedur rekonsiliasi antara produk ruahan dan bahan pengemas yang dikeluarkan.

5. 94 IlmuFarmasi. 10. hasil pengawasan selama proses dan uji laboratorium.1.3. (c) identitas tiap peralatan utama serta jalur atau lokasi yang digunakan.3. Catatan Pengemasan Bets 10. dan penyelidikan terhadap kegagalan proses yang spesifik atau ketidak-sesuaian hasil nyata. Formulir untuk Catatan Pengemasan Bets adalah reproduksi dari Prosedur Pengemasan Induk yang kebenarannya diperiksa.5.Com . paraf petugas yang melakukan dan supervisor yang mengawasi atau memeriksa setiap langkah pengolahan: rincian tiap penyimpangan dari ProsedurPengolahan Induk.2. persetujuan yang dibubuhi tanggal dan tandatangan olen petugas berwenang yang menyatakan bahwa semua langkah pengolahan telah dilaksanakan sesuai Prosedur Pengolahan Induk dan bahwa tiap penyimpangan proses maupun variasi hasilnya dijelaskan secukupnya. Catatan Pengemasan Bets hendaklah diadakan bagi setiap bets obat dan hendaklah meliputi data lengkap tentang pelaksanaan pengemasan dan pengawasan terhadap bets yang bersangkutan. pengambilan contoh yang dilakukan dalam berbagai tahap pengolahan.3. dibubfuhi tanggal dan tandatangan oleh manajer prodcrksi.5. (b) tanggal mulai dan tanggal selesai pengemasan. 10.(f) (g) (h) (i) (j) (k) (11 (m) catatan tentang pelaksanaan pembersihan peralatan yangdipakai. termasuk jumlahnya. hasil nyata maupun persentase terhadap hasil teoritis pada tiap tahap pengolahan yang kritis. Catatan Pengemasan Bets hendaklah menunjukkan setiap langkah pengemasan yang telah diselesaikan dan mencakup data sebagai berikut : (a) Nomor bets. dan persetujuan terhadap penyimpangan tersebut.

dan (b) Catatan analisis dan laporan hasil pengujian. (j) pengambilan contoh yang dilakukan selama dan sesudah pengemasan termasuk jumlah contoh. 10. dan (n) penyelidikan terhadap kegagalan proses yang spesifik atau ketidak-sesuaian hasil nyata. (i) contoh bahan pengemas cetak yang digunakan dan catatan pemeriksaannya termasuk bahan pengemas cetak yang diberi kode penandaan.Com . 10. (k) paraf petugas yang melakukan dan supervisor yang mengawasi atau memeriksa setiap langkah pengemasan: (1) catatan rekonsiliasi dan disposisi bahan pengemas yang tidak terpakai: (m) hasil pengujian obatjadi. Dokumen Pengawasan Mutu Dokumen pengawasan mutu terdiri dari : (a) Prosedur pengawasan mutu dan metode pengujian. (g) pemeriksaan kesiapan jalur pengemasan sebelum dan sesudah pengemasan oleh petugas yang berwenang: (h) hasil nyata maupun persentase terhadap hasil teoritis pada waktu penyelesaian pengemasan. (e) hasil pengawasan dalam proses.4.4. Catatan tentang hasil uji stabilitas biasanya diadakan sendiri.(d) jumlah nyata dan nomor bets dari masing-masing bahan pengemas dan produk ruahan yang digunakan serta paraf petugas yang menimbang atau menghitung dan paraf petugas yang melaksanakan pemeriksaan tandingan. Laporan hasil pengujian dapat berupa sertifikat analisis. Prosedur pengambilan contoh u»tuk pengujian merupakan dokumen yang sangat penting dalam pengawasan mutu.1. Prosedur Pengambilan Contoh untuk Pengujian Prosedur pengambilan contoh untuk pengujian hendakJah menguraikan rancangan dan metode pengambilan contoh yang disahkan dengan 95 IlmuFarmasi. (f) catatan tentang pelaksanaan pembersihan peralatanyangdipakai.

(c) tindakan pengamanan selamapengambilan contoh termasuk penggunaan pakaian khusus oleh petugas yang mengambil contoh. Catatan Pengambilan Contoh Hendaklah diadakan catatan pengambilan contoh untuk pengujian sesuai dengan prosedur pengambilan contoh yang disetujui.4.membubuhi tanda tangan dan diberi tanggal oleh pejabat yang bervvenang serta mencakup hal sebagai berikut: (a) metode pengambilan contoh untuk pengujian termasuk rancangan pengambilan dan standar yang digunakan. produk antara. (b) alat dan wadah yang digunakan. Catatan analisis hendaklah memuat data sebagai berikut: (a) tanggal pelaksanaan pengujian. (d) nama petugas atau bagian yang diberi wewenang untuk pengambilan contoh: (e) lokasi pengambilan contoh: (f) jumlah contoh yang diambil: dan (g) pola pembagian contoh apabila diperlukan. Metode Pengujian Metode pengujian adalah prosedur rinci untuk pengambilan contoh dan pengujian terhadap spesifikasi bahan awal. 10. Prosedur pengujian hendaklah mencakup pereaksi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan analisis. produk ruahan dan obat jadi sesuai dengan metode pengujian yang disetujui. (b) nama produk.4. Hendaklah dibuat catatan analisis dan laporan hasil pengujian terhadap bahan awal.4.4.1. 96 IlmuFarmasi.4. termasuk kode produk jika ada.Com . (c) nama pemasok. Catatan Analisis dan Laporan Hasil Pengujian 10. Catatan analisis dan laporan hasil pengujian hendaklah mencantumkan pelulusan atau penolakan bahan atau produk disertai tanggal dan tanda tangan analis yang melakukan pengujian dan supervisor.3. 10. 10. 10. produk ruahan dan obat jadi.2. produk antara.4.4.4.2. uji identifikasi dan penetapan kadar serta formula perhitungan untuk memperoleh hasil analisis.

(g) jumlah yang diterima.4. (c) nama bahan atau produk. (j) catatan hasil pengujian yang dilakukan yang dibubuhi tanggal dan tanda tangan analis dan supervisor. dan (m) rujukan silang terhadap sertifikat yang diterbitkan sebelumnya. (1) nomor sertifikat yang diterbitkan untuk keputusan pelulusan atau penolakan. (f) pernyataan pelulusan atau penolakan disertai penjelasan yang diperlukan.4. hendaklah memuat pulahal berikut: (a) deskripsi bahan pengemas yang digunakan. (e) hasil pengujian dan nilai batas standar. (d) hasil pengujian setelah setiap masa penyimpanan tertentu.4. (c) kondisi penyimpanan produk seperti suhu dan kelembaban.2. (b) nomor sertifikat.4. dan 10. 10. (h) tanggal pengambilan contoh dan jumlah contoh. 97 IlmuFarmasi. (i) rujukan metode pengujian atau monograf yang digunakan.4. bentuk sediaan dan kekuatan: (d) nomor bets dari pabrik.(d) tanggal penerimaan. (e) nomor bets asal pemasok.4.3. (k) pernyataan pelulusan atau penolakan dari bagian pengawasan mutu yang dibubuhi tanggal dan tanda tangan penanggungjawab. Sertifikat analisis merupakan laporan hasil pengujian dan hendaklah memuat hal berikut: (a) nama dan alamat pabrik atau lembaga yang menerbitkan sertifikat tersebut. (f) nomor bets yang diberikan oleh bagian pengawasan mutu. jika diperlukan. Catatan uji stabilitas selain memuat hal yang tersebut pada butir 10.4.Com . (b) masa pelaksanaan uji stabilitas. dan (g) tanggal dan tanda tangan analis dan manajer pengawasan mutu.

5. 10.5. Dianjurkan untuk membuat kartu persediaan dengan warna berbeda untuk tiap kelompok produk. Kartu persediaan hendaklah menjadi alat untuk melaksanakan prinsip pertama masuk pertama keluar dan pertama mendekati daluwarsa pestama keluar.1. apakah dikarantina. bahan berkhasiat.2.1.5. bahan pembantu.Com . 10. Penyimpangan dari prinsip ini dapaj diijinkan uwtuk jangka waktu pendek dan hanya atas persetujuan manajer yang berwenang.5. Kartu Persediaan Hendaklah diadakan kartu persediaan yang berisi catatan atau sistem dokumentasi lam tentang jumlah yang diterima. Dokumen Penyirapanan dan Distribusi Hendaklah diadakan dokumen penyimpanan dan distribusi obat. 10. Catatan hendaklah dibuat sedemikian rupa sehingga data distribusi tiap bets obatjadi yang lengkap.5. Catatan distribusi mencakup distribusi obatjadi dari pabrik saja. produk antara.2. diluluskan atau ditolak. Dokumen tersebut berupa kartu persediaan dan catatan distribusi yang dapat dikerjakan secara manual atau komputerisasi. misalnya bahan pengemas. (d) nomor bets.3.5.2. dikeluarkan dan yang tersedia untuk tiap bahan awal. 10.1.1. (c) jumlah penerimaan atau penyerahan dan sisa persediaan. (e) lokasi penyimpanan. aktual 98 IlmuFarmasi. produk ruahan dan obatjadi. 10. Kartu persediaan hendaklah memuat: (a) nomor kode dan nama bahan atau produk.5.1. (b) tanggal penerimaan dan pengeluaran atau penyerahan. produk antara.(e) hasil pengujian dibandingkan dengan spesifikasi produk dan hasil pengujian awal. Catatan Distribusi Obat Jadi 10. produk ruahan atau obatjadi. 10. dan (f) status bahan.1.

10. (e) jumlah produk yang diserahkan. Hendaklah dibuat prosedur pemeliharaan dan pember sihan untuk tiap peralatan yang mencakup jenis pekerjaan yang harus dilakukan dan jadwal pemeliharaan.2. dan (h) syarat penyimpanan khusus atau tindakan pengamanan yang mungkin diperlukan untuk penanganan produk Persediaan obat jadi hendaklah dicatat dalam kartu persediaan seperti yang disebutkan dalam butir 10. pembersihan dan pemantauan kondisi ruangan dan peralatan pembuatan obat adalah prosedur dan catatan untuk pemeliharaan dan pembersihan ruangan dan peralatan.6.10.6. Hendaklah dibuat prosedur pembersihan peralatan yang digunakan dalam proses produksi yang menjelaskan cara pembersihan tiap pergantian produk atau pergantian bets. Prosedur dan Catatan Pemeliharaan dan Pembersihan Peralatan 10. Catatan distribusi hendaklah memuat data sebagai berikut: (a) nama dan alamat penerima. Pelaksanaan pemeliharaan dan pembersihan hendaklah dicatat. pembasmian hama serta catatan pemantauan partikel di udara sekitar dan/atau mikroba viabel di daerah tertentu.1. Prosedur pembersihan hendaklah mencakup metode serta 99 IlmuFarmasi.1.2.2.1. (d) nama. 10.3.Com .1. bentuk sediaan dan kekuatan produk. Dokumen Pemeliharaan.5. (c) tanggal penyerahan. Pembersihan dan Pemantauan Kondisi Ruangan dan Peralatan Dokumen terpenting dalam pemeliharaan. (f) nomor bets.1.5.1.5.6. termasuk perbaikan dan penggantian suku cadang. dan progresif dapat dengan mudah diikuti dan diperoleh segera untuk memudahkan pelaksanaan tindakan penarikan kembali yang efektif dan cepat apabila diperlukan oleh pabrik.6. (b) nomor dan tanggal surat perintah penyerahan. (g) tanggal daluwarsa. 10. 10.jika ada.2.

Prosedur dan Catatan Pemantauan Partikel di Udara Sekitar dan Mikroba Hendaklah dibuat prosedur pemantauan partikel udara dan mikroba di daerah tertentu yang mencakup metode pemantauan dan daerah yang dipantau.6.6. metode kerja. 10.1. spesifikasi. Prosedur dan Catatan Pembasmian Hama Hendaklah diadakan prosedur pembasmian hama yang mencakup jadwal pembasmian. cara pembersihan. daerah yang harus diliputi. peralatan dan bahan pestisida yang digunakan. termasuk tingkat siaga dan tingkat pengambilan tindakan.1.6. Hasil pemantauan hendaklah dicatat.2. Dokumen Penanganan Keluhan Terhadap Obat. 10.3. (c) sumber keluhan atau laporan. Obat Kembalian dan Pemusnahan Obat 10. peralatan dan bahan pembersih yang digunakan.1.2. Hendaklah dibuat prosedur penanganan keluhan dan laporan mengenai reaksi yang merugikan dari obat. metode penanganan dan evaluasi dari keluhan.peralatan dan bahan pembersih yang digunakan. Penarikan Kembali Obat. 100 IlmuFarmasi. (b) jenis keluhan atau laporan. yang mencakup definisi tentang kelyhan dan reaksi merugikan dari obatjenis keluhan dan laporan. waktu dan jadwal pembersihan. Catatan keluhan terhadap obat dan laporan reaksi merugikan dari obat memuat: (a) nama produk dan nomor bets. Pelaksanaan pembasmian hama hendaklah didokumentasikan. 10.7. Prosedur dan Catatan Penanganan Keluhan Terhadap Obat 10.7. tindakan pengamanan. Pelaksanaan pembersihan hendaklah dicatat dan dilampirkan ke dalam catatan bets yang bersangkutan. bagian atau orang yang terlibat dalam pelaksanaan pembasmian hama tersebut.7. Prosedur dan Catatan Pembersihan Daerah Produksi Hendaklah dibuat prosedur pembersihan untuk daerah produksi yang mencakup ruangan yang harus dibersihkan.1. 10. 10.Com .4.7. Pelaksanaan pembersihan hendaklah didokumentasikan.

ringkasan tentang keluhan atau laporan.7.7. 10. hasil penyelidikan.7. (b) tanggal dimulai dan selesainyapenarikan kembali. Prosedur dan Catatan Penanganan Obat Kembalian Hendaklah dibuat prosedur penanganan obat kembalian yang memuat pedoman untuk pengambilan keputusan apakah obat kembalian dapat digunakan kembali. Hendaklah dibuat prosedur pemusnahan bahan atau produk yang ditolak yang mencakup tindakan pencegahan pencemaran lingkungan dan kemungkinan jatuhnya bahan atau produk yang bersangkutan ke tangan orang yang tidak berwenang.2.2.1. (g) evaluasi dari penarikan kembali.2.3. Hendaklah dibuat prosedur penarikan kembali obat untuk satu bets atau lot atau seluruh bets obat dari peredaran.2. 10. nomor bets dan ukuran bets.7. Penanganan dan pemusnahan obat kembalian hendaklah didokumentasikan.7.Com . (h) tindak lanjut: dan (i) laporan penanganan penarikan kembali termasuk laporan kepadapemerintahjikadiperlukan. 10. diolah ulang atau dimusnahkan. Prosedur dan Catatan Penarikan Kembali Obat 10.(d) (e) (f) (g) (h) contoh produk yang bersangkutan. 10.4. dan tanggapan dan tindak lanjut terhadap keluhan atau laporan. (e) jumlah produk yang dikembalikan. Prosedur dan Catatan Pemusnahan Bahan dan Produk yang Ditolak 10.4. (d) jumlah sisa dan jumlah yang telah didistribusikan dari bets atau lot produk yang bersangkutan pada tanggal awal penarikan kembali. (c) alasan penarikan kembali. 101 IlmuFarmasi. (f) sumber produk yang dikembalikan. evaluasi dari keluhan atau laporan. Hendaklah dibuat catatan tindakan penarikan kembali yang mencakup : (a) nama produk.7.1.

Prosedur dan Catatan Inspeksi Diri 10. (d) nama petugas yang melaksanakan dan yang menyaksikan pemusnahan. pereaksi dan alat kalibrasi yang diperlukan. Hendaklah dibuat prosedur untuk pelaksanaan inspeksi-diri atas bangunan dan sistem pabrik. 10. Prosedur mencakup daftar periksa dan formulir inspeksi-diri. 10. Hendaklah dibuatcatatan pemusnahan bahan atauproduk yang ditolak yang memuat antara lain: (a) nama. (b) asalbahan atauproduk.9. Hendaklah dibuat catatan pelaksanaan dan hasil inspeksi-diri yang mencakup evaluasi dan kesimpulan dari tim serta tindak lanju: perbaikan yang diperlukan.8. 10. Prosedur kerja pada umumnya dibuat berdasarkan manual peralatan bersangkutan.8.2.4. Prosedur kalibrasi hendaklah mencakup jadwal. Dokumen Untuk Peralatan Khusus Dokumen terpenting untuk peralatan khusus adalah prosedur kerja dan kalibrasi berikut catatan pemakaian alat dan kalibrasi alat. 102 IlmuFarmasi.2.10.9.1. 10. dan (e) tanggal pemusnahan. Prosedur dan Catatan Kalibrasi Peralatan Khusus Hendaklah dibuat prosedur kalibrasi untuk tiap peralatan khusus untuk memastikan bahwa peralatan yang bersangkutan memberi hasil penimbangan atau pengukuran yang akurat.8. standar rujukan. nomor bets dan jumlah bahan atau produk yang ditolak. Pelaksanaan dan hasil kalibrasi hendaklah didokumentasikan.Com .9. (c) metode pemusnahan. Prosedur Kerja untuk Peralatan Khusus Hendaklah dibuat prosedur kerja untuk setiap peralatan tertentu untuk menghindarkan terjadinya penanganan yang salah yang dapat mempengaruhi kualitas suatu bets produk yang menggunakan alat tersebut atau yang dapat merusak alat.1.7. susunan tim dan jadwal inspeksi-diri. 10.2. metode kalibrasi atau buku pedoman kalibrasi yang digunakan.

1. (b) nama karyawan yang mengikuti pelatihan.Com . (c) nama instruktur. 103 IlmuFarmasi. (e) peragaan yang dilakukan. dan (f) evaluasi terhadap peserta pelatihan. Hendaklah dibuat catatan pelaksanaan dan hasil pelatihan CPOB yang mencakup: (a) tanggal pelatihan. bagian atau lembaga yang memberikan pelatihan.10.2.10. Pedoman dan Catatan Pelatihan CPOB Bagi Karyawan 10.10. 10.jika ada.10. Hendaklah dibuat pedoman pelatihan CPOB bagi karyawan sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab masingmasing. (d) materi pelatihan serta alat bantu yang digunakan.

antigen.1. 104 IlmuFarmasi. pemeliharaan. Seluruh personalia yang terlibat dalam pembuatan produk biologi termasuk personalia yang menangani pembersihan. (c) ekstraksi dari jaringan biologi hewan dan manusia.ADDENDUM I PEMBUATAN PRODUK BIOLOGI 1. informasi terkait dan pelatihan higiene dan mikrobiologi. Karena bahan biologi berpotensi sebagai sumber kontaminasi dan juga sangat rentan mengalami kontaminasi silang. dan produk lain hasil fermentasi (termasuk antibodi monoklonal dan produk yang diperoleh dari r-DNA) yang dibuat dengan metode pembuatan berikut: (a) biakan mikroba: (b) biakan sel dan mikroba. dan (d) propagasi substrat hidup pada embrio atau hewan. pengawasan mutu dan administrasi. hormon. Personalia dan Pelatihan 2. 2. proses pembuatan produk biologi hendaklah dilakukan pada ruang atau sistem yang mampu mencegah keluarnya bahan biologi ke lingkungan luar atau daerah kerja sekitarnya. hendaklah mendapatkan pelatihan tambahan yang spesifik berkaitan dengan produk yang dibuat. imunosera. Oleh karena itu pengawasan dalam proses berperan sangat penting dalam pembuatan produk biologi. Produk biologi yang dicakup dalam CPOB ini adalah vaksin.Com .2. Seluruh pelatihan hendaklah dilakukan secara teratur dan didokumentasikan dengan baik Personalia yang bertanggungjawab dalam produksi dan pengawasan mutu hendaklah memiliki pengetahuan memadai yang terkait dengan 2. Pengawasan mutu produk biologi biasanya mencakup tehnik analitis biologi yang memiliki tingkat variabilitas yang lebih besar dibandingkan penentuan secara fisikokimia. Pendahuluan Pembuatan produk biologi memerlukan pertimbangan khusus dan perhatian tambahan berkenaan dengan sifat produk dan proses yang terlibat. enzim.

memerlukan perhatian tambahan berkaitan dengan sarana dan peralatan. pilek.2. Pengunjung tidak diperperbolehkan memasuki daerah produksi. Tingkat pengendalian lingkungan terhadap kontaminasi oleh partikel dan mikroba di sarana produksi hendaklah diterapkan kepada produk dan tahapan produksinya.4.Com . infeksi kulit atau rambut. dan melakukan pengecekan kesehatan secara teratur. terutama selama proses produksi dimana organisme hidup digunakan. 2. demam yang tidak diketahui penyebabnya. 3. Risiko kontaminasi silang antara produk biologi. Daerah tersebut hendaklah mempunyai sistem ventilasi yang benar-benar terpisah. 2.7. pemeliharaan. yang dapat menyebarkan kuman ke dalam lingkungan kerja. Proses pembuatan produk biologi steril hendaklah dilakukan setidaknya pada ruangan Kelas II dan diisi di ruangan Kelas I 3.3. seperti pemakaian fasilitas dan peralatan khusus. apabila diperlukan dengan vaksin yang sesuai. batuk. Karyawan tidak diperbolehkan melalui daerah lain dimanaterpapar kuman hidup atau binatang yang memungkinkan daerahnya terkontaminasi dengan produk lain atau kuman yang berbeda dengan yang ditanganinya. pengetahuan medis biologi atau kimia dan pengalaman praktis yang memadai untuk melaksanakan fungsi mereka atau proses pembuatan yang dilakukan. Produksi vaksin BCG dan produk tuberkulin hendaklah terbatas untuk orang yang telah dimonitor secara hati-hati melalui pengecekan teratur status imunologi dan sinarX. Karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan hendaklah berbeda dengan karyawan yang menangani hewan.2. Daerah yang digunakan untuk memproses jaringan hewan dan mikroba yang tidak diperlukan pada proses produksi yang sedang berlangsung dan daerah untuk melakukan uji yang melibatkan hewan atau mikroba hendaklah terpisah dari sarana yang digunakan untuk pembuatan produk biologi steril. luka. pengawasan mutu. berkenaan dengan kontaminasi bahan baku dan resikonya terhadap produk akhir. produksi bersama dan penggunaan sistem 105 IlmuFarmasi. 2.6. 2. dan penanganan hewan hendaklah divaksinasi. 3.3. Bangunan dan Peralatan 3. Seluruh personalian yang terlibat dengan produksi. kefarmasian.1. Karyawan hendaklah melaporkan keadaan seperti diare.5.

4. Produksi pada sarana yang sama dapat diterima untuk organisme pembentuk spora yang lain dimana sarana tersebut khusus diperuntukkan produk kelompok ini dan tidak boleh ada lebih dari satu produk diproses pada saat yang sama. rancang bangun gedung dan peralatan hendaklah memungkinkan proses dekontaminasi yang efektif dengan fumigasi. Daerah bertekananudarapositif hendaklah digunakan untuk pengolahan produk steril. Pada umumnya. Tahap proses setelah panen dapat dilakukan secara bersamaan di sarana produksi yang sama asalkan tindakan pencegahan yang sesuai dilakukan untuk mencegah kontaminasi silang.tertutup. sarana khusus hendaklah digunakan pada produksi vaksin BCG dan pada penanganan organisme hidup yang digunakan pada produk tuberculin.5.9. 3. organisme yang diduga bersifat patogen ditangani pada daerah yang khusus dirancang bertekanan negatif. Untuk vaksin yang dimatikan dan toksoid. 3. Udara dari daerah ini tidak boleh disirkulasi balik melainkan dibuang melalui penyaring sterilisasi atau tindakan 106 IlmuFarmasi. Unit pengendali udara hendaklah dibuat untuk daerah pengolahan dimana patogen hidup ditangani. proses yang paralel hendaklah hanya dilakukan setelah inaktivasi biakan atau sesudah proses detoksifikasi.10. 3. sesuai dengan persyaratan perlindungan untuk produk tersebut.8. Organisme yang membentuk sporahendaklah ditangani di saranakhusus untuk kelompok produk tersebut sampai proses inaktivasi selesai. Pada prinsipnya. Apabila daerah bertekanan negatif atau lemari pengaman digunakan untuk memproses patogen secara aseptis.7. 3. 3. daerah tersebut hendaklah dikelilingi dengan daerah steril bertekanan positif. Namun demikian untuk daerah tertentu yang digunakan untuk mikroba patogen hendaklah bertekanan negatif untuk mencegah penyebaran mikroba patogen keluar dari daerah tersebut. Sifat produk dan peralatan yang digunakan akan menentukan tingkat pemisahan yang diperlukan untuk menghindari kontaminasi silang. 3.6. bilaperlujugapembersihan dan sanitasi setelah selesai produksi tersebut. Clostridium botulinum dan Clostridium tetani. 3.Com . Hendaklah digunakan sarana khusus dalam menangani Bacillus anthracis. Produksi secara bersamaan di tempat yang sama menggunakan biofermentor sistem tertutup dapat diterima untuk produk antara lain antibodi monoklonal dan produk yang menggunakan teknik r-DNA. Jika produk tertentu akan diproduksi secara bergantian. tata-letak ruang.

11. Penggunaan sistem bersihkan-di-tempat dan sterilisasi-di-tempat sangat dianjurkan.2.16.katupdan saringan udarahendaklah dirancang secara tepat untuk memudahkan proses pembersihan dan sterilisasi. dekontaminasi lain untuk mencegah keluarnya patogen kelingkungan sekitarnya. Katup pada tangki fermentasi hendaklah dapat disterilisasi dengan uap secara sempurna. 3.14. Kecukupan prosedur pembersihan dan dekontaminasi hendaklah divalidasi. Sistempemipaan. 4.1.Com . Karyawan di sarana hewan hendaklah dilengkapi dengan baju khusus.13.3. 4. Rancang bangun dan penataan gedung produksi dan peralatan hendaklah memungkinkan proses pembersihan dan dekontaminasi yang efektif (misalnya dengan fumigasi). Sarana ini hendaklah terpisah dari daerah produksi dan pengawasan mutu. sarana pakaian dan sarana mandi.15. 3. 3. Sarana pemeliharaan hewan dilengkapi sistem ventilasi terpisah hendaklah disediakan untuk hewan yang dipakai dalam produksi dan pengawasan mutu produk biologi.3. Limbah yang kemungkinan mengandung mikrobapatogen hendaklah didekontaminasi secara efektif. 3. Peralatan yang digunakan selama menangani organisme hidup hendaklah dirancang untuk menjaga biakan agar tetap dalam keadaan murni dan tidak terkontaminasi oleh sumber dariluar selama proses. Adanyakeanekaragaman produk atau proses biologi. Penanganan Hewan 4. Dalam hal ini dapat disediaakan bahan dalam jumlah sedikit yang disimpan di daerah produksi akantetapi tidak boleh dikembalikan lagi ke gudang.12. 3. 4. Status kesehatan hewan dari mana bahan baku berasal dan yang akan digunakan untuk keperluan pengujian mutu dan uji keamanan hendaklah dipantau dan dicatat. beberapabahan tambahan atau bahan pembantu hendaklah diukur atau ditimbang selama proses produksi (misalnya dapar). Hewan digunakan untuk produksi dan pengujian mutu untuk sejumlah produk biologi. 107 IlmuFarmasi. Kurungan primer hendaklah dirancang dan diuji untuk membuktikan bebas dari risiko kebocoran. Penyaring udara hendaklah hidrofobik dan divalidasi selamajangkawaktu pemakaiannya.

5.2.2. jika memungkinkan dengan uap. 5.1. Sumber. dan insinerator untuk memusnahkan linibah dan bangkai hewan.1. 5. Jika pengujian memakan waktu yang lama dapat dimungkinkan untuk mengolah bahan sebelurn menerima hasil uji dengan ketentuan bahwa pelulusan produk akhir tergantung pada hasil uji tersebut.1. Bah anb aku 5.1.2. 5.1.3.2. Metode seperti iradiasi dapat juga digunakan untuk inaktivasi bahan biologi. atau propagasi padaembno dari binatang hendaklah inengikuti sistem lot benih induk dan lot benih kerja dan/atau hank sel untuk mencegah terjadinya perubahan sifat yang menyimpang yang mungkin terjadi karena berulang-ulangnya subkultur atau pelipatgandaan generasi.4. Kesesuaian penggunaan hendaklah dapat diperlihatkan dengan melihat konsistensi karakteristik dan mutu dari bets produk yang berurutan.4. Lot benih dan bank sel hendaklah dibuat. biakan sel. 5.Com .2. asal dan kesesuaian bahan baku hendaklah ditetapkan secara jelas dalam spesifikasi bahan. Jumlah generasi (pelipatgandaan. 5. pasase) antara lot benih atau bank sel dan produk akhir hendaklah konsisten dengan dokumen registrasi untuk pemasaran.2.1.3. 108 IlmuFarmasi. Produksi sediaan biologi dengan biakan mikroba. Hendaklah ada sarana untuk desinfeksi kandang hewan.2.4. Lot Benih dan Bank Sel 5. Lot benih induk dan bank sel hendaklah dipersiapkan dari mikroba galur asli (strain I dan sel dan dipelihara pada media atau biakan khusus serta dalam kondisi penyimpanan yang menjamin kemumian dan kestabilannva. Proses sterilisasi panas adalah rnetode pilihan bila sterilisasi dibutuhkan. Lot benih dan bank sel hendaklah dikarakterisasi secara memadai dan diuji terhadap cemaran.Peningkatan skala proses tidak boleh mengubah hubungan mendasar ini. dan digunakan 5. Pengendalian Produksi 5. disimpan.

2.Com .7. 5. Wadah penyimpanan hendaklah tertutup kedap.2. Bukti adanya stabilitas dan pemulihan lot benih dan bank sel hendaklah didokumentasikan.1 Media biakan yang digunakan hendaklah memiliki sifat merangsang pertumbuhan yang dibutuhkan.3.2 Penambahan bahan atau biakan ke dalam fermentor dan tangki lain sertapengambilan contoh hendaklah dilakukan secara hatihati dalam kondisi yang terkendali untuk menghindari terjadinya kontaminasi. 5. wadah tersebut tidak boleh dikembalikan ke persediaan semula. Lot benih dan bank sel yang berbeda hendaklah disimpan sedemikian rupa untuk menghindari keraguan dan kontaminasi silang. tidak boleh ada bahan hidup atau infektif lain (seperti virus. 109 IlmuFarmasi.8. 5. 5. Suhu penyimpanan hendaklah dicatat secara terusmenerus untuk lemari pembeku. Persediaan bahan hendaklah disimpan dengan cermat dan rapi. 5. dan apabila disimpan dalam nitrogen cair hendaklah dipantau volumenya. sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan risiko kontaminasi atau perubahan. Lot benih dan bank sel hendaklah disimpan terpisah dari bahan lain.5.2. Semua wadah dari bank sel induk atau bank sel kerja dan lot benih hendaklah ditangani dengan cara yang sama selama penyimpanan. dan disimpan pada suhu yang tepat.2. Selama pembuatan lot benih dan bank sel.3.3. Setiap penyimpangan dari batas yang telah ditentukan dan tindakan perbaikan yang telah dilakukan hendaklah dicatat. 5.6. Pembuatan lot benih dan bank sel hendaklah dilakukan di dalam lingkungan terkendali yang sesuai untuk melindungi lot benih dan bank sel.5. cell lines atau galur sel) yang ditangani secara bersamaan di daerah yang sama dan oleh orang yang sama.9.2. diberi label yang jelas. Proses Pembuatan 5. Hanya karyawan yang diberi wewenang yang diizinkan untuk menangani bahan ini dan penanganan tersebut hendaklah dilakukan dalam pengawasan seorang penanggung jawab. Sekali dipindahkan dari penyimpanan. Akses ke bahan yang disimpan hendaklah dikendalikan.

tapi yang tidak dapat dilakukan pada produk akhir hendaklah dilakukan pada tahapan produksi yang tepat. Penambahan gas.4. Peralatan yang digunakan untuk kromatografi hendaklah dikhususkan hanyauntuk pemurnian satu produk dan hendaklah disterilisasi dan disanitasi diantara bets yang akan dilakukan. dan Iain-lain ke dalam fermentor hendaklah melalui penyaring sterilisasi yang terpasang di lini proses.Com . misalnya untuk pencegahan kontaminasi.2.4 5.3. misalnya penghilangan virus. Hendaklah dilakukan validasi proses pembuangae atau inaktivasi virus. bahan pengurang busa..5. memantau laju pertumbuhat dll.5 5. 6.6 Sentrifugasi dan pencampuran produk hendaklah dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah peyebaran kuman hidup ke daerah sekelilingnya.3.3 5. yang timbul dari cara produksi jenis ini.3. Pengawasan dalam proses hendaklah diterapkan selama proses produksi untuk menjamin konsistensi mutu produk biologi. asam atau basa. produk antara dan produk akhir.1. Kriteria penerimaan masa pakai dan metode sanitasi atau sterilisasi kolom kromatografi hendaklah ditetapkan. kecuali untuk komponen media biakan. media.3. 6. Mediabiakan lebih baik disterilisasi -di -tempat ("in situ" . Contoh pertinggal dibutuhkan dalamjumlah yang cukup untuk bahan baku. Proses produksi tertentu seperti fermentasi hendaklah terus menerus dipantau. Data yang yang terkumpul menjadi bagian dari catatan bets.3. 6. Pemakaian peralatan yang sama untuk proses berbeda tidak dianjurkan. Tindakan khusus hendaklah dilakukan pada saat menghilangkan atau inaktivasi virus untuk mencegah risiko terkontaminasinya kembali produk yang sudah tidak mengandung virus atau yang telah diinaktivasi dengan produk yang belum dilakukan penanganan. Pengawasan dalam proses yang penting untuk mutu. Pengawasan Mutu 6. Jika biakan sel abadi (continuous culture) digunakan pertimbangan khusus hendaklah diberikan terhadap persyaratan pengujian mutu. 110 IlmuFarmasi. 6.

3. produk antara. 7. produk ruahan dan produk akhir. Spesifikasi untuk bahan baku hendaklah mencakup sumber.Com . Spesifikasi hendaklah dibuat untuk bahan awal.2. 111 IlmuFarmasi. 7. Dokumentasi 7. Semua galur mikroba yang digunakan untuk produksi dan pengujian hendaklah didokumentasikan.1. asal.7. metode pembuatan dan uji yang diterapkan terutamauji mikrobiologi.

Hendaklah tersedia ruangan dengan ukuran yang memadai untuk proses pembuatan. Pembuatan gas medisinal umumny a dilakukan dengan menggunakan sistem tertutup. Personalia Petugas yang bertanggungjawab meluluskan suatu bets hendaklah memiliki pengetahuan yang menyeluruh dan pengalaman praktis di bidang produksi dan pengawasan mutu gas medisinal. dan (c) pemisahan bagi tabung dengan status yang jelas misalnya "menunggu diisi".2. 3. 3.3. 2. sehingga pembuatan gas medisinal hendaklah memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). "sudah diisi". Oleh karena itu pencemaran lingkungan terhadap produk adalah kecil. "lulus".ADDENDUM II PEMBUATAN GAS MEDISINAL 1.1. "karantina". Meskipun demikian gas medisinal digolongkan sebagai obat. 112 IlmuFarmasi. (b) daerah terpisah dengan penandaan bagi tabung kosong dan tabung yang sudah terisi. Pendahuluan Karena pembuatan gas medisinal merupakan proses industri khusus yang tidak lazim dilakukan oleh industri farmasi. maka pabrik gas medisinal tidak selalu mengetahui peraturan yang ditetapkan untuk industri farmasi.Com . 3. pengisian dan pengawasan mutu dengan tata letak ruang sedemikian rupa untuk menghindari risiko terjadinya campur-baur Bangunan hendaklah bersih dan rapi agar memudahkan pelaksanaan pekerjaan yang benar. Meskipun demikian risiko terjadinya kontaminasi silang dengan gas lain masih ada. Ruang pengisian hendaklah memiliki ukuran dan tata ruang yang memadai untuk menyediakan : (a) daerah terpisah yang diberi tanda bagi gas yang berbeda dan ukuran tabung yang berbeda. Bangunan dan Peralatan 3. Seluruh karyawan harus memiliki pengetahuan cara pembuatan obat yang baik yang berhubungan dengan gas medisinal serta menyadari aspekpentingyangkritis danbahayapotensial bagi pasien pengguna gas medisinal tersebut.

Adalah perlu untuk memastikan bahwagas yang benar diisikan ke dalam tabung yang benar. Penandaan di lantai. dengan ketentuan bahwa mutu gas non medisinal paling sedikit sama dengan mutu gas medisinal dan tabung disiapkan sesuai dengan persyaratan khusus. Kegiatan pemeliharaan dan perbaikan tidak boleh mempengaruhi mutu gasmedisinal. 3. sampel dari gas yang baru dikirim hendaklah diuji dahulu dan dinyatakan lulus uji. pemberian label dan pemberian tanda hendaklah digunakan sesuai dengan kondisi. Tidak boleh ada sambungan antar pipa dari gas yang berbeda. Seluruh proses pemindahan gas medisinal cair dan yang didinginkan dari tempat penyimpanan primer hendaklah mengikuti prosedur tertulis yang disiapkan untuk menghindari pencemaran. pemakaian dinding pemisah. 4. 3.2. Produksi dan Pengawasan Mutu 4. 4. Penggunaan jenis manifold dan penghubung katup wadah hendaklah mengikuti peraturan nasional dan internasional.Com . Pengisian gas medisinal dan non-medisinal boleh dilakukan dari pipa yang samatetapi di ruangan yang berbeda. 4.6. Gas yang baru dikirim boleh ditambahkan ke dalam tangki penyimpanan gas yang berisi gas yang sama dari pengiriman sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut: (a) sebelum ditambahkan. atau 113 IlmuFarmasi. Gas medisinal cair yang didinginkan boleh dikirimdengan tangki untuk gas non-medisinal dengan syarat mutu gas non-medisinal minimal sama dengan gas medisinal. 3.8. Untuk mencegah pencemaran oleh gas non-medisinal hendaklah dipasang katup satu arah (non-return valve) pada pipa pemasok ke ruang pengisian dari gas non-medisinal. keadaan dan kompleksitas dari keseluruhan proses. Selama produksi mutu dan tingkat kemurnian gas hendaklah dipantau secara terus-menerus. Metode pemisahan yang dipilih tergantung dari sifat.3. Mulut tabung gas hendaklah diberi segel pengaman. Manifold hendaklah dilengkapi dengan alat penghubung pengisian khusus yang hanya cocok untuk tiap katup dari satu jenis gas saja atau suatu campuran gas sehingga wadah yang salah tidak dapat ditautkan pada manifold.4.9. 3.7.1.3. Gas medisinal hendaklah diisikan di daerah terpisah dari gas non-medisinal dan tidak boleh terjadi pertukaran tabung diantara ke dua daerah ini. palang pemisah.5. 3. Tabung gas medisinal hendaklah memiliki karakteristik teknis yang sesuai.

noda bakar bekas las.(b) Jika produk akhir berupa satu macam gas. Pemeriksaan yang dilakukan sebelum pengisian hendaklah meliputi: (a) pemeriksaan tiap tabung secara visual pada katup dan bagian luarnya terhadap kemungkinan terdapat penyok. 4. Sebagai alternatif. maka setiap komponen hendaklah diperiksa secara terpisah. Tabung gas baru dan tabung yang dikembalikan setelah dipakai hendaklah diuji dengan tes tekanan serta dilakukan pemeriksaan secara visual. Tiap tabung hendaklah diberi kode untuk mengetahui tanggal tes hidrostatik terakhir. bekas oli atau pelumas: (b) pemeriksaan sambungan katup dari tiap tabung gas atau tabung gas cair untuk memastikan bahwa jenis sambungan katup ini sesuai dengan gas yang akan diisikan.4. Manifold gas medisinal hendaklah dipakai hanya untuk satu jenis gas saja atau suatu campuran gas. (c) pemeriksaan untuk memastikan bahwa tes hidrostatik telah dilakukan sesuai dengan persyaratan. gas yang tersisa di tiap tabung dianalisis secara lengkap.7. 4. Terhadap tabung yang dikembalikan untuk diisi ulang hendaklah dilakukan persiapan sebagai berikut : gas yang tersisa di dalanf setiap tabung hendaklah dikeluarkan dengan cara di purge (ditiup kemudian diisi gas sehingga sedikit bertekanan setelah itu kelebihan tekanan gas dikeluarkan atau tabung dibuat vakum (paling sedikit 635 mmHg atau tekanan absolut di bawah 150 mbar). Hendaklah dipertimbangkan untuk membalikkan tabung pada waktu ditiup untuk membantu mengeluarkan cemaran berbentuk cairan. 4. dan jika produk akhir adalah suatu campuran gas. maka contoh dapat diambil dari tangki penyimpanan yang berisi gas dari beberapa pengiriman atau dari tabung pertama yang diisi gas. Pembersihan dan penyemburan alat dan pipa pengisian hendaklah mengikuti prosedur tetap serta diperiksa tidak adanya sisa bahan pembersih atau bahan cemaran lain sebelum sistem pengisian diluluskan untuk dipakai. 4. 4. kerusakan lain. dengan syarat bahwa pipa pengisian telah ditiup dan diberi gas dahulu (purging) setelah pengiriman gas yang terakhir ditambahkan ke tangki penyimpanan.Com . 114 IlmuFarmasi.5.8. dan (d) pemeriksaan untuk memastikan bahwa tiap tabung diberi kode warna dan diberi label.6.

peralatan dan satu bets produk ruahan gas yang sama. maka contoh tidak perlu diambil setelah pengisian dengan syarat perusahaan pengisian gas memberikan sertifikat analisis dari contoh yang diambil dari tangki.15. dan paling sedikit satu tabung dari tiap tautan manifold diperiksa identitas dari gas yang lainnya dari campuran tersebut. 4. Jika suatu produk akhir gas medisinal diproduksi dengan mencampurkan tiga jenis gas dan diisikan ke dalam tabung. maka setiap tangki hendaklah diperiksa identitas dan kadarnya. 4.11.12. maka setiap tabung hendaklah diperiksa identitas dan kadar dari salah satu macam gas. maka setiap tabung hendaklah diperiksa identitas dan kadar dari dua macam gas dan paling sedikit satu tabung dari setiap tautan manifold hendaklah diperiksa identitas dari gas ketiga campuran tersebut. maka paling sedikit satu tabung dari tiap tautan pengisian hendaklah diperiksa identitas dan kemurniannya setiap kali terjadi penggantian tabung. Jika gas cair kriogenik diisikan ke dalam tangki kriogenik untuk dikirim kepada pemakai. Jika satu macam gas medisinal akan diisikan menggunakan manifold multisilinder (satu manifold dengan beberapa tautan pengisian tabung gas). Jika satu tabung diisi lebih dari satu macam gas. Hendaklah dilakukan pemeriksaan yang sesuai untuk memastikan bahwa tabung sudahdiisi.10.17.14.13. maka paling sedikit satu tabung dari setiap siklus pengisian yang tidak terputus hendaklah diperiksa identitas dan kadarnya. 4. Jika tangki kriogenik yangadadi lokasi pemakai akan diisi ulang di tempat pemakai itu sendiri dengan menggunakan mobil tangki. Jika suatu produk akhir gas medisinal diproduksi dengan mencampurkan dua macam gas yang berbeda dan diisikan ke dalam tabung.4.Com . Jika satu macam gas medisinal diisikan ke dalam tabung satu-per-satu. 4. 4. Contoh siklus pengisian yang tidak terputus adalah satu shift produksi dengan petugas. Tiap tabung yang sudah diisi hendaklah diperiksa kebocorannya dengan carayang sesuai. maka selama pengisian hendaklah dilakukan analisis secara terus-menerus terhadap campuran gas tersebut. 115 IlmuFarmasi. 4. maka hendaklah dipastikan bahwa proses pengisian akan menghasilkan campuran gas yang benar dan homogen dalam tiap tabung.16. 4. Jika gas dicampurkan langsung di dalam pipa pengisian (misal campuran gas nitrogen oksida dengan oksigen). 4.9. misal dengan mengoleskan cairan pemeriksa kebocoran pada daerah sekitar katup.

4.18. Sampel pertinggal tidak diperlukan kecuali jika ditentukan. 5. Penandaan Tiap tabung hendaklah diberi label dan kode warna. Penandaan nomor bets dapat dilakukan pada label terpisah. Penyimpanan - Pelulusan 6.1. Segera setelah diisi seluruh tabung hendaklah dikarantina hingga dinyatakan diluluskan oleh petugas yang berwenang. 6.2. Tabung gas hendaklah disimpan di bawah pelindung dan tidak terpapar terhadap suhu yang tinggi. Ruang penyimpanan hendaklah bersih, kering. aliran udara baik dan bebas dari bahan yang mudah terbakar. 6.3. Penyimpanan hendaklah diatur agar terdapat pemisah untuk gas yang berbeda. untuk tabung terisi dan tabung kosong serta memungkinkan dilakukan perputaran persediaan..

6.

116

IlmuFarmasi.Com

ADDENDUM III PEMBUATAN INHALASI DOSIS TERUKUR BERTEKANAN (AEROSOL)
1. Pendahuluan Pembuatan aerosol memerlukan pertimbangan khusus karena sifat alami dari bentuk sediaan ini. Pembuatan hendaklah dilakukan dalam kondisi yang dapat menekan sekecil mungkin teijadinya pencemaran mikroba dan partikel di dalam ruangan yang terkendali kondisinya misalnya suhu dan kelembaban rendah. Ada dua macam metode pengisian yang umum dilakukan, yaitu : (a) Proses pengisian-ganda (pengisian dengan tekanan). Untuk produksi bentuk ini bahan berkhasiat disuspensikan dalam propelan bertitik didih tinggi, kemudian diisikan ke dalam wadah, ditutup dengan katup, melalui katup diisikan propelan lain yang bertitik didih rendah. Suspensi bahan berkhasiat dalam propelan dijagapada suhu rendah untuk mengurangi kehilangan akibatpenguapan. (b) Proses pengisian-tunggal (pengisian dingin). Bahan berkhasiat disuspensikan dalam suatu campuran propelan, kemudian dijagapada tekanan tinggi atau pada suhu rendah atau kedua-duanya. Suspensi ini kemudian diisikan langsung ke dalam wadah dengan satu kali pengisian. 2. Bangunan 2.1. Pembuatan dan pengisian hendaklah dilakukan di ruang produksi dengan tingkat kebersihan Kelas III atau lebih baik. 2.2. Suhu dan kelembaban ruang pembuatan dan pengisian hendaklah dikendalikan sedemiWan rupa untuk mencegah terjadinyakondensasi dan penguapan propelan. 2.3. Jika berat jenis propelan yang dipakai lebih tinggi dari udara, maka hendaklah disediakan penghisap udara di bawah dekat lantai. 2.4. Hendaklah berhati-hati jikamenggunakan propelan yang mudah terbakar. Untuk mencegah terjadinya ledakan api,hendaklah tersedia ruangan dan peralatan yang tahan ledakan.

117

IlmuFarmasi.Com

3. Pengendalian Produksi

3.1. 3.2.

3.3. 3.4. 3.5.

3.6. 3.7.

Katup aerosol berperan penting untukmendapatkan bentuk dan dosis yang tepat oleh karena itu hendaklah divalidasi. Wadah dan katup hendaklah dibersihkan untuk memastikan tidak adanya sisacemaran seperti bahan pembantu operasional (misal: pelumas) atau cemaran mikroba. Wadah dan katup yang telah bersih hendaklah selalu disimpan di dalam wadah yang bersih dan tertutup dan selalu dicegah terhadap pencemaran selamapenanganan selanjutnya. Seluruh propelan (bentuk cair atau gas) hendaklah disaring untuk menghilangkan partikel yang lebih besar dari pada 0.2 mikrometer. Hendaklah dijagaagarsuspensi selalu homogen sejakdari awal pengisian hingga selesai proses pengisian. Untuk mencegah masuknyakelembaban ke dalam produk, maka ujung saluran pengisian hendaklah selalu disembur (purge) dengan gas nitrogen kering atau udara kering atau tindakan lainnya. Tangki dan alat lain hendaklah dibersihkan sesuai prosedurpembersihan yang telah divalidasi untuk memastikan bebas dari cemaran. Hanyatangki serta alat yang bersih dan kering sajayangboleh digunakan.

4. Pengawasan Mutu 4.1. Jika proses pengisian-ganda yang dipakai, perlu dipastikan bahwa kedua pengisian menghasilkan berat yang benar untuk memperoleh komposisi yang benar. Untuk tujuan ini pemeriksaan berat 100 % padatiap tahap sangat dianjurkan. Tiap wadah yang sudah diisi hendaklah diperiksa terhadap kebocoran. Uji kebocoran hendaklah dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah pencemaran mikroba atau sisa kelembaban. Uji fungsi katup hendaklah dilakukan terhadap tiap wadah yang sudah diisi dan disimpan setelah waktu tertentu.

4.2.

4.3.

118

IlmuFarmasi.Com

PADANAN KATA Absolut Air olahan Airminum Airmumi Airsuling Airuntukinjeksi Akurasi Aliran balik Antibodi hemolitik Antibodi monoklonal Autolog Badan Pengawas Obat Bahan Bahan awal Bahan baku Bahan biologi Bahan mudah terbakar Bahan pembantu proses Bahan pengemas Bahan pengemas cetak Bahan pengemas tidak tercetak Bahan pengurang busa Bahan pulihan Bahan/produk sangat beracun Bak kontrol Baku pembanding Baku pembanding kerja Baku pembanding primer Ban berjalan Bangunan .Distilled water .Reference standard .Back-siphonage .Printed packaging materials .Water for Injection . Substance.Fabrication aid .Recovered material .Defoaming agent .Potable water .Autologous .Biological material .Purified water .Com .Absolute .Regulatory Agency .Treated water .Highly toxic material/product .Accuracy .Unprinted packaging materials .Trapped gullies .Premises 119 IlmuFarmasi.Raw material .Packaging material .Hemolytic antibodies .Primary reference standard .(In) Flammable materials. Material .Conveyor belt .Starting material .Agent.Monoclonal antibodies .Secondary AVorking reference standard . Combustible material .

refrigerated (gas) Injury Mix-up Mixture of substances Aseptic means Route of administration Good Manufacturing Practice (GMP) Records Batch packaging record Batch processing record Recesses Representative sample Sample Cross match Retained / Retention sample Clean area / room Controlled area / room Contained area / room Decontamination Desinfection Desinfectant Cationic detergent Detoxification Grounded 120 IlmuFarmasi.Bank sel induk Bank sel kerja Batas waktu penggunaan Bersentuhan.Com . biological Log book Liquefied. kontak Bersihkan-di-tempat Bets Biakan sel Biakan sel abadi Bilangan kuman Biogenerator Biologi Buku catatan harian Gas cair yang didinginkan Cacat (padamesin) Campur-baur Campuran bahan Cara aseptik Cara pemberian Cara Pembuatan Obat yang Baik(CPOB) Catatan Catatan pengemasan bets Catatan pengolahan bets Ceruk Contoh representatif (yang mewakili) Contoh Cocok silang Contoh pertinggal Daerah bersih Daerah terkendali Daerah terkurung Dekontaminasi Desinfeksi Desinfektan Deterjen kationik Detoksifikasi Dibumikan Master cell bank Working cell bank Shelf-life Contact Clean-in-place (CIP) Batch Cell culture Continuous culture Microbial count Biogenerator Biology.

Valve .Non-return valve 121 IlmuFarmasi.Personnel. Operator .Swirling effect .Instruction circular .Path taken Calibration (Animal) quarters Filter bag Hard capsule Quarantine Color spot card Karyawan Katup Katup satu arah .Strain (microorganism) .Liquified gas .Com .Dikendalikan Diluluskan Dinding pemisah Dipantau Ditolak Dokter ahli Dokumen bets Dokumen registrasi Dokumentasi Dosis terukur Efek putaran melingkar Galur (mikroba) Gas cair Gigi sorong Hasil nyata Hasil standar Hasil teoritis Higiene Homolog Imunisasi Inaktivasi Insinerator Interaksi Instruksikerja Jalur Kalibrasi Kandang (hewan) Kantung penyaring Kapsul keras Karantina Kartu titik warna - Controlled Released / Passed Partition Monitored Rejected Qualified Physician Batch dossier Marketing authorization dossier Documentation Metered dose .Sliding gear Actual yield Standard yield Theoretical yield Hygiene Homologous Immunization Inactivation Incinerator Interact .

diluluskan Manifold Manifold multi-silinder Masa pakai Media pembiakan Memudahkan Mencair Menghilangkan virus Mikroba Mikrobiologi Monograf Noda bakar las Nomor bets Nomor lot - Bare wood Viral safety Explosion proof Relative humidity Complaint Line clearance Integrity Capacity performance Cross contamination Hatchway Acceptance criteria Affinity chromatography Primary containment Secondary containment Safety cabinet Adhesive tape / patch Dies In-line Ligand Lot Master seed lot Working seed lot Released/passed Manifold Multi-cylinder manifold Time period. microbiological Monograph .Com .Lot number 122 IlmuFarmasi.Arc burns .Kayu tanpa pelapis Keamanan terhadap virus Kedap eksplosi Kelembaban nisbi Keluhan Kesiapan jalur pengemasan Keutuhan Kinerjakapasitas Kontaminasi silang Kotak penyangga udara Kriteria penerimaan Kromatografi afmitas Kurungan primer Kurungan sekunder Lemari kerja pengaman Lembar perekat Lesung tablet (pada) Lini proses Ligan Lot Lot benih induk Lotbenihkerja Lulus. life span Culture media (To) facilitate Thawing Virus removal Micro-organism Microbiology.Batch number .

Obat Obat jadi Obat kembalian Organisme hidup Palet Panci penyalut Pancuran airpengaman Pantau Pasase Patogen Patogenik Petugas berkualifikasi Pelatihan Pelincir Pelipat-gandaan Pemasok terpilih Pemastian mutu Pembiakan mikroba Pembiakan sel dan mikroba Pembuatan Pemakaian bersih Pemasok Pembasuh mata Pemberian (obat) Pembuangan saniter Pemolesan.Pallet . multiple Approved vendor Quality assurance Microbial culture Microbial and cell culture Manufacturing Net-used Supplier Eye bath (Drug) administration Sanitary disposal Polishing Recovery In-process control Quality control Packaging Air control /handling Fluid bed drier Barrier Dust collector Two-shot filling process One-shot filling process Processing 123 IlmuFarmasi. Pengkilapan Pemulihan Pengawasan selama proses Pengawasan (pengendalian) miitu Pengemasan Pengendalian udara Pengering pusar beliung Penghalang pemisah Penghisap debu Pengisian-ganda Pengisian-tunggal Pengolahan - Drug Finished product (drug) Returned (drug) product Live organism .Coating pan Safety shower Monitor Passage Pathogen Pathogenic Qualified person Training Lubricant Doublings.Com .

Pengolahan ulang Penyaring sterilisasi Penyaring ventilasi udara Penyemburan (oleh gas) Pereaksi Perintah pembuatan bets Pernyataan Perputaran stok Personalia. rancang-bangun Reaksi yang merugikan Rekonsiliasi Reprodusibilitas Ruang antara Ruang bersih Ruang ganti pakaian Ruang pencetakan tablet Ruang penyangga udara Reprocessing Sterilizing filter Air vent filter (Gas) Purging Reagents Batch manufacturing order Statement Stock rotation Personnel First in first out (FIFO) (Any appropriate) modifier Sliding door Pyrogen Precision Intermediate product Biological product Medicinal (drug) product Bulk product Cellular product Non-sterile product Production. Karyawan Pertama masuk pertama keluar Perubahan (yang ada) Pintu sorong Pirogen Presisi Produk antara Produkbiologi (Produk) Obat Produk ruahan Produk selular Produk non-steril Produksi Produksi beberapa bets dari satu produk secara berurutan Propagasi Propelan Prosedur Prosedur pengemasan induk Prosedur pengolahan ulang Rancangan.Com . Manufacturing Production on a campaign basis Propagation Propellant Procedure Master packaging procedure Reprocessing procedure Design Adverse reaction Reconciliation Reproducibility Buffer room Clean room Gowning room Compressing cubicle Air-lock 124 IlmuFarmasi.

Expiry Manufacturing date Cryogenic tank s Lay out Hydrostatic test Dipstick Air breaks Air handling unit Forward flow pressure test Bubble point pressure test Killed vaccines 1 IlmuFarmasi.Ruang (daerah) steril Saluran air limbah Sarana khusus Sediaan parenteral bervolume besar Segel yang tampak apabila dirusak Selang waktu Sentrifugasi Serologi Serokonversi Sisa produk Sisa uap Sistem bank sel Sistem lot benih Status imunologi Sterilisasi akhir Sterilisasi cara panas Sterilisasi dengan penyaringan dia atau ultra Sterilisasi panas basah Sterilisasi panas kering Sterilisasi cara radiasi Sterilisasi cara saring Sterilisasi-di-tempat Subkulturisasi berulang Substrat hidup Tanggal daluwarsa Tanggal pembuatan Tangki kriogenik Tata letak ruang Tes hidrostatik Tongkat pengukur Udara penyangga Unit pengendali udara Uji tekanan aliran maju Uji tekanan titik gelembung Vaksin yang dimatikan Sterile room (area) Drain Dedicated facility Large volume parenteral (LVP) Tamper-evident seal Interval Centrifugation Serology. serological Seroconversion Product residue Residual moisture Bank cell system Seed lot system Immunological status Terminal sterilization Heat sterilization Sterile dia or ultra filtration Sterilization by moist heat Sterilization by dry heat Sterilization by radiation Sterilization by filtration Sterilization-in-place (SIP) Repeating sub-cultures Live agents Expiration date.Com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful