P. 1
Kation Anion

Kation Anion

|Views: 482|Likes:
Published by Isal Kourengen

More info:

Published by: Isal Kourengen on Nov 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2015

pdf

text

original

Kation Anion

Analisa kualitatif mempunyai arti mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan. Didalam kation ada beberapa golongan yang memiliki ciri khas tertentu diantaranya : 1. Golongan I : Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg. 2. Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Ion golongan ini adalah Hg, Bi, Cu, cd, As, Sb, Sn. 3. Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun kation ini membentuk endapan dengan ammonium sulfida dalam suasana netral / amoniakal. Kation golongan ini Co, Fe, Al, Cr, Co, Mn, Zn. 4. Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III. Kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Ion golongan ini adalah Ba, Ca, Sr. 5. Golongan V : Kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan regensia-regensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir. Kation golongan ini meliputi : Mg, K, NH4+.

Untuk anion dikelompokkan kedalam beberapa kelas diantaranya :
   

Anion sederhana seperti : O2-, F-, atau CN- . Anion okso diskret seperti : NO3-, atau SO42-. Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi Anion kompleks halida seperti TaF6 dan kompleks anion yang berbasis bangat seperti oksalat .

Reaksi dalam anion ini akan lebih dipelajari secara sistematis untuk memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama. Hal ini meliputi asetat, formiat, oksalat, sitrat, salisilat dan benzoat. Analisis kualitatif menggunakan dua macam uji, yaitu reaksi kering dan reaksi basah. Reaksi kering dapat digunakan pada zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan digunakan untuk analisis semimikro dengan hanya modifikasi kecil. Untuk uji reaksi kering metode yang sering dilakukan adalah 1. Reaksi nyala dengan kawat nikrom : Sedikit zat dilarutkan kedalam HCL P. Diatas kaca arloji kemudian dicelupkan kedalamnya, kawat nikrom yang bermata kecil yang telah bersih kemudian dibakar diatas nyala oksidasi . 2. Reaksi nyala beilstein : Kawat tembaga yang telah bersih dipijarkan diatas nyala oksida sampai nyala hijau hilang. Apabila ada halogen maka nyala yang terjadi berwarna hijau. 3. Reaksi nyala untuk borat : Dengan cawan porselin sedikit zat padat ditambahkan asam sulfat pekat dan beberapa tetes methanol, kemudian dinyalakan ditempat gelap. Apabila ada borat akan timbul warna hijau. Metode untuk mendeteksi anion memang tidak sesistematik seperti yang digunakan untuk kation. Namun skema klasifikasi pada anion bukanlah skema yang kaku karena beberapa anion termaksud dalam lebih dari satu golongan.

Anion-anion dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Anion sederhana seperti O2,F- atau CN-. b. Anion oksodiskret seperti NO3- atau SO42-. c. Anion polimer okso seperti silikat, borad, atau fospat terkondensasi. d. Anion kompleks halide, seperti TaF6 dan kompleks anion yang mengandung anion berbasa banyak seperti oksalad Reaksi-reaksi dalam anion ini akan dipelajari secara sistematis untuk memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama, ini meliputi asetat, format, oksalad, sitrat, salisilad, benzoad, dan saksinat. REAKSI: Reaksi kation Golongan I Ag+ 1. Ag+ + HCL → AgCL ↓ putih + H2. 2Ag+ + 2 NaOH → 2AgOH + 2Na+ ↓ coklat 3. 2Ag+ + 2NH4 OH → 2 AgOH → NH+ Pb2+ 1. Pb2+ + 2NaOH → Pb(OH)2 ↓ putih + 2 Na+ Pb(OH)2 + 2NaOH → Na2Pb(OH)4 2. Pb2+ +2 NH4OH → Pb(OH)2 ↓ putih + 2 NH4+ 3. Pb2+ + 2KI → PbI2 Golongan II Hg2+

1. Hg2+ + 2KI → HgI2 ↓ merah + 2k+ HgI2 +2 KI → K2 HgI2 2. Hg2+ + 2 NaOH → Hg(OH)2 ↓ kuning +2 Na+ 3. Hg2+ +2 NH4OH →Hg(OH)2 ↓ putih + 2NH4+ 4. Hg2+ + 2CUSO4 → Hg(SO4 )2 + 2 CU2+ CU2+ 1. CU2+ + 2KI → CUI2 + 2K+ 2. CU2+ + 2 NaOH → CU(OH)2 ↓ biru + 2nA+ 3. CU2+ + 2NH4 OH → CU (OH)2 ↓biru + 2NH Cd2+ 1. Cd2+ + KI → 2. Cd2+ + 2NaOH → Cd(OH)2 + 2 Na+ Cd(OH)2 + NaOH → Cd(OH04 ↓ putih 3. Cd2+ + 2 NH4OH → Cd(OH)2 + 2 NH+ Golongan III A Fe2+ 1. Fe2+ + 2NaOH → Fe(OH)2 ↓ hijau kotor + 2Na+ 2. Fe2+ + 2NH4OH → Fe(OH)2 ↓ hijau kotor + 2NH4+ 3. Fe2+ + 2K4Fe(CN)6 → K4 {Fe(CN)6} ↓ biru + 4k+ 4. Fe2+ + KSCN → Fe(SCN)2 + 2K+ Fe3+ 1. Fe3+ + 3 NaOH → Fe(OH)3 ↓ kuning + 3Na+ 2. Fe3+ + 3 NH4 OH → Fe(OH)3 ↓ Kuning + 3NH4+

3. Fe3+ + 3K4Fe(CN)6}2 → K4{Fe(CN)6}2 ↓ biru +3k+ 4. Fe3+ + 3KCNS → Fe(SCN)3 + 3K+ Al3+ 1. Al3+ + 3NaOH → Al(OH)3 ↓ putih + 3Na+ 2. Al3+ + 3NH4OH → Al(OH)3 ↓ putih + 3NH4+ 3. Al3+ + KSCN → Golongan III B Zn21. Zn2- + NaOH → Zn(OH)2 ↓ putih + 2Na+ 2. Zn2- + Na2CO3 → ZN(CO3)2 ↓ putih + 2Na+ 3. Zn2- + K4Fe(CN )6 → Zn4{Fe(CN)6}2 tetap + 8k+ Ni2+ 1. Ni2+ + 2NaOH → Ni(OH)2 ↓ hijau + 2Na+ 2. Ni2+ + NH4OH → Ni(OH)2 ↓ hijau + 2NH4+ 3. Ni2+ + 2Na2CO3 → Ni(CO3)2 ↓ hijau muda + 2Na 4. Ni2+ + K4Fe(CN)6 → Ni4{Fe(CN)6}2 tetap + 8k+ CO21. CO2- + NH4OH → CO(OH)2 ↓ hijau + 2NH4 2. CO2- + 2NaOH → CO9OH)2 ↓ biru + 2Na+ 3. CO2- + K4Fe(CN)6 → CO4{Fe(CN)6}2 tetap + 8k+ 4. CO2- + 2Na2CO3 → CO(CO3)2 ↓ hijau muda + 2Na Golongan IV Ba2-

1. Ba2- + k2 CrO4 → BaCrO4 ↓ kuning 2. Ba2- + Na2CO3 → BaCO3 ↓ putih Uji nyala Ba → kuning kehijaun Ca2+ 1. Ca2+ + K2CrO4 → CaCrO4 Lart. Kuning +2K+ 2. Ca2+ + Na2 CO3 → CaCO3 + 2Na+ Untuk uji nyala Ca → merah kekuningan. Sr2+ 1. Sr2+ + K2CrO4 → SrCrO4 Lart. Kuning + 2K 2. Sr2+ + Na2CO3 → SrCO3 + 2Na+ Untuk uji nyala Sr → merah karmin Golongan V Mg2+ 1. Mg2+ + 2 NaOH → Mg(OH)2 putih + 2Na+ 2. Mg2+ + 2 NH4OH → Mg(OH)2 tetap + 2NH4+ 3. Mg2+ + Na3CO(NO2)6 → Mg3{CO(NO2)6} Lart. Merah darah + 3Na Reaksi Anion Anion golongan A Cl1. Cl- + AgNO3 → AgCl ↓ putih + NO3-

AgCl + 2NH3 → Ag(NH3)2 + Cl2. Cl- + Pb(CH3COO)2 → PbCl2 putih + 2 CH3COO3. Cl- + CuSO4 → I1. I- + AgNO3 → AgI putih + NO32. I- + Ba(NO3)2 → 3. 2I- + Pb(CH3COO)2 → PbI2 + 2 CH3COOSCN1. SCN- + AgNO3 → AgSCN putih + NO3 2. SCN- + Pb(CH3 COO)2 → Pb(SCN)2 putih + 2CH3COO3. SCN- + Pb(CH3 COO)2 → Pb(SCN)2 putih + 2CH3COOGolongan B S21. S2- + AgNO3 → Ag2S ↓ hitam + 2NO3 Ag2S + HNO3 2. S2- + FeCl3 → FeS hitam + HNO3 3. S2- + Pb(CH3COO)2 → PbSO4 hitam + 2CH3COOGolongan C CH3 COO1. CH3COO- + H2SO4 → CH3 COOH + SO4 2. CH3COO- + Ba(NO3)2 3. CH3COO- + 3FeCl3 + 2H2O→ (CH3COO)6 + 2HCL + 4H2O → 3Fe(OH)2

CH3COO- merah + 3CH3COOH +HCL Golongan D SO321. SO32- + AgNO3 → Ag2SO3 putih + 2 NO3 Ag2SO3 + 2HNO3 → 2AgNO3 + H2SO4 2. SO32- + Ba(NO3 )2 → BaSO3 putih + 2NO3 BaSO3 + 2HNO3 → Ba(NO3)2 + H2SO3 3. SO32- + Pb(CH3COO)2 → PbSO3 putih + 2CH3 COOPbSO3 + 2HNO3 → Pb(NO3) 2 + H2SO3 CO321. CO32- + AgNO3 → Ag2CO3 putih + 2NO3Ag2CO3 + 2NO3- → 2AgNO3 + H2CO3 2. CO32- + Mg(SO4)2 → MgCO3 putih + 2SO42Golongan E S2O3 1. S2O32- + FeCl3 → Fe(S2O3 )3 Cl + 2Cl2. Pb(CH3COO)2 → PbS2O3 putih + 2CH3COOGolongan F PO431. PO43- + Ba(NO3 )2 → Ba3(PO4 )2 putih + 2NO32. PO43- + FeCl3 → FePO4 putih kuning + 3 ClGolongan G 1. Anion NO32- → ↓ coklat tipis + FeSO4 + H2SO4 P.

2. NO32- + 4H2SO4 + 6FeSO4 → 6Fe + 2NO + 4SO4 + 4H2O SUMBER : Shvehla, G. 1995. Vogel Buku Teks Analisis Makro dan Semimikro I. PT. Kalman Media Pustaka: Jakarta. Haryadi. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Gramedia: Jakarta.

Senyawa Biner TATA NAMA SENYAWA BINER

a. Logam + Non Logam
1. Penaman senyawa biner mengikuti urutan berikut :

Bi – Si – As – C – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F 2. Tuliskan nama unsur logam tanpa modifikasi apa pun, kemudian diikuti nama unsur non logam dengan akhiran "ida". Contoh : NaCl = Natrium klorida 3. Unsur - unsur logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis, maka bilangan oksidasinya ditulis dengan angka romawi. Contoh : CrO = Kromium (II) oksida

b. Non Logam + Non Logam 1. Satu Jenis Senyawa Cara penulisan rumus dan senyawanya yaitu dengan menuliskan terlebih dahulu unsur dengan bilangan oksidasi positif baru kemudian diikuti unsur dengan bilangan oksidasi negatif + ida. Contoh : HCl = Hidrogen klorida H2S = Hidrogen sulfida 2. Lebih dari Satu Jenis Senyawa Cara penulisan rumus dan senyawanya yaitu dengan menuliskan terlebih dahulu unsur dengan bilangan oksidasi positif diikuti unsur dengan awalan mono / di / tri...../ deka dan akhiran "ida". Contoh : CO2 = Karbon dioksida NO2 = Nitrogen dioksida TATA NAMA SENYAWA ION

Senyawa ion terdiri atas suatu kation dan suatu anion. Kation umumnya adalah ion logam sedangkan anion dapat berupa anion non logam. Berikut ini beberapa contoh senyawa ion. Kation Na+ K+ Na+ Anion ClOHSO42Rumus Senyawa Ion NaCl KOH Na2SO4

Beberapa Jenis Kation No 1. 2. 3. 4. 5. Rumus Na+ K+ Mg2+ Ca2+ Ba2+ Nama ion Natrium Kalium Magnesium Kalsium Barium

Beberapa Jenis Anion No 1 2 3 4 5 Rumus OHO2FClPO43Nama ion Hidroksida Oksida Fluorida Klorida Fosfat TATA NAMA SENYAWA TERNER Senyawa terner sederhana meliputi asam, basa, dan garam. Asam, basa, dan garam adalah tiga kelompok senyawa yang paling terkait satu dengan yang lain. Reaksi asam dengan basa menghasilkan garam. a. Tata Nama Asam Rumus asam terdiri atas atom hidrogen dan suatu anion yang di sebut sisa asam. Akan tetapi perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul, bukan senyawa ion. Contoh : H3PO4 Nama asam : asam fosfat Rumus sisa asam : PO43b. Tata Nama Basa

Basa adalah zat yang didalam air dapat menghasilkan ion OH-. Pada umumnya basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH-. Nama basa sama dengan nama kationnya yang diikuti kata hidroksida. Contoh : NaOH (Natrium Hidroksida) Ca(OH)2 (Kalsium Hidroksida) c. Tata Nama Garam Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam. Rumus dan penamaannya sama dengan senyawa ion. Kation Na+ Ca2+ Al3+ Cu2+ Anion NO3NO3SO4S2Rumus Garam NaNo3 Ca(NO3)2 Al2(SO4)3 CuS Nama Garam Natrium Nitrat Kalsium Nitrat Aluminium Sulfat Tembaga (II) sulfida

TATA NAMA SENYAWA ORGANIK Senyawa organik adalah senyawa - senyawa karbon dengan sifat - sifat tertentu. Senyawa organik mempunyai tata nama khusus. Selain nama sistematis, banyak senyawa organik mempunyai nama lazim atau nama dagang. Beberapa di antaranya berikut ini : 1. 2. 3. 4. 5. CH4 CO(NH2)2 CH3COOH C6H12O6 C12H22O11

Jumlah senyawa organik sangat banyak dan tata nama senyawa organnik lebih kompleks karena tidak dapat ditentukan dari rumus kimianya saja tetapi dari rumus struktur dan gugus fungsinya. Disini hanya dibahas tata nama senyawa organik yang sedehana saja. Rangkuman materi berikut adalah :Pilihan Ganda 1. Bagaimana rumus molekul Argentonitrit a. Ag2NO2 b.AgNO2 c. AgNO3

d. AgNO

2. NaHCO3 mempunyai nama ... a. Sodium Karbonil b. Natrium Karbonat c.Natrium Karbonat Trioksida d. Natrium Hidrogen Karb Lingkarilah pilihan jawaban benar pada tempat yang telah disediakan sebelah huruf a, b, c, d dan e 1. Rumus molekul etanol, glukosa, dan karbon dioksida berturut-turut adalah.... a. C2H6O, C6H12O6, CO2 b. C2H5OH, C6H12O6, 2CO c. C2H6O, C5H11O5, CO2 d. C2H5OH, C6H12O6, CO2 e. C2H5OH, C6H6O6, CO2 2. Diketahui ion-ion Fe2+, Al3+, NO3-, PO43-, dan SO42- maka rumus kimia yang benar adalah ... a. Fe3(SO4)2 b. Fe2PO4 c. (NH)3(NO)4 d. Al2 (SO4)3 e. Al3 (NO3) 3. Rumus kimia senyawa Kalsium Fosfat adalah ... a. K3PO4 b. CaPO4 c. Ca3 (PO4)2 d. Ca2(PO4)3 e. CaF2 4. Nama yang tepat untuk senyawa FeS3 adalah ...

a. besi (III) sulfida b. besi (III) sulfat c. besi sulfat d. besi sulfat e. besi sulfit 5. Rumus kimia Aluminium sulfat adalah ... a. Al2 (SO3) b. Al (SO4)3 c. Al2 (SO3)2 d. Al2 (SO4)3 e. AlSO4 6. Nama ion- ion NH4+, Br-, NO3-, CrO42- berturut- turut adalah ... a. nitrogen, bromida, nitrit, kromat b. amonium, bromida, nitrat, kromat c. amonium, bromida, nitrit, kromat d. nitrogen, bromida, nitrat, dikromat e. amonium, bromida, nitrat, dikromat 7. Bilangan yang menyatakan perbandingan paling sederhana zat-zat yang terlibat dalam reaksi disebut... a. angka indeks b. bilangan bulat c. pengali d. koefisien reaksi e. Variabel reaksi 8. Nama yang tidak sesuai untuk rumus kimia zat berikut adalah... a. N2O4 = dinitrogen tetraoksida

b. SnO = timah (II) oksida c. CHI3 = iodoform d. HCHO = formaldehida e. CH3COH3 = alkohol 9. Senyawa yang hanya terdiri dari gabungan dua buah atom unsur disebut senyawa... a. asam b. basa c. garam d. biner e. terner 10. berdasarkan sistem STOCK pada senyawa biner SnO dinamakan .... a. stannooksida b. stanum (II) oksida c. stanioksida d.stanum (IV) oksida e. stanno dioksida

Senyawa ion merupakan senyawa yang dibentuk oleh kation (ion bermuatan positif) dan anion (ion bermuatan negatif), sehingga senyawa bersifat netral. Kation umumnya berupa ion logam, namun beberapa ion bukan logam seperti H+ (ion hidrogen) dan NH4+ (ion amonium). Sedangkan anion adalah ion bukan logam atau ion dari molekul yang disusun oleh beberapa unsur. Ada beberapa contoh ion yang bermuatan negatif ( anion ), misalnya : Contoh-contoh ion bermuatan negatif ( anion ) adalah: Anion ClBrFNO2NO3SO32SO42PO32PO43CNC2O42CH3COOClO3ClO2IMnO4S2CO32CrO42Cr2O72AsO43AsO3Nama ion klorida Bromida Fluorida Nitrit Nitrat Sulfit Sulfat Fosfit Fosfat Sianida Oksalat Asetat Klorat Klorit Iodida Permanganat Sulfida Karbonat Kromat Dikromat Arsenat Arseni

Senyawa ion bersifat netral, maka jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatifnya. Jika terjadi perbedaan muatan dapat disetarakan selanjutnya diberi indeks. Contoh : ion Na+ dengan Cl- , memiliki rumus molekul NaCl, karena muatannya sama. Namun untuk senyawa yang disusun oleh ion Ca2+ dengan Cl -, rumus molekul menjadi CaCl2, angka 2 (dua) pada atom Cl adalah indeks yang digunakan untuk menyetarakan muatan 2+ dari Ca. Untuk lebih mudah memahami penyetaraan muatan pada senyawa ion perhatikan berbagai variasi dari senyawa ion yang ada pada tabel. Contoh senyawa ion yang disusun dari kation dan anion: Kation Anion Senyawa

Na+ Ca2+ Fe3+ K+

S2NO3SO42PO43-

Na2S Ca(No3-)2 Fe2(SO42-)3 K3PO43-

Penamaan Senyawa Ion Jika telah memahami berbagai jenis ion dan penulisan rumus senyawa ion, mudah bagi kita untuk memberikan tata nama/penamaan senyawa ion. Berikut aturan dalam menuliskan tata nama senyawa ion dengan acuan nama dari berbagai jenis kation dan anion yang sudah kita ketahui: 1. Nama logam/ion positif/kation disebutkan terlebih dahulu, diikuti nama non logam/ion negative/anion dengan akhiran –ida. Contoh : • NaCl : Natrium klorida • MgCO3 : magnesium karbonat • Al(OH)3 : aluminium hidroksida 2. Bila logam/ion positif/kation mempunyai lebih dari satu jenis muatan/bilangan oksidasi seperti Fe2+ dan Fe3+, maka jumlah muatan ditulis dalam tanda kurung “( )” dengan huruf romawi. Contoh : • Fe(OH)2 : besi(II) hidroksida • FePO4 : besi(III) fosfat • PbSO4 : Timbal(II) sulfat

Tata Nama Senyawa Ion
October 15, 2011 Jejaring Kimia - Senyawa ion merupakan senyawa yang terbentuk dari ikatan ion. Ikatan ion sendiri mempunyai beberapa definisi, salah satunya adalah ikatan yang terbentuk antara ion positif dan ion negative. Ion positif disebut juga sebagai kation, dapat berupa kation monoatomik/ion logam (Na+, K+, Li+, Ca2+, Mg2+, Al3+, etc) maupun kation poliatomik seperti NH4+. Ion negative disebut juga sebagai anion, dapat berupa anion monoatomik/ion non logam (F-, Cl-, Br-, I-, O2-, S2-) maupun anion poliatomik (OH-, NO3-, CO32-, SO42-, PO43-, etc). Sebelum menuliskan nama senyawa ion, alangkah baiknya mengenal beberapa kation dan anion yang disajikan pada table berikut ini. Untuk kation dan anion yang lebih beragam, dapat di download di sini. (belum tersedia)

Berbagai Jenis Ion
Daftar nama kation/ion positif/ion logam

Daftar nama anion/ion negatif/ion non logam

Penulisan rumus senyawa ion
jika kita sudah mengetahui berbagai jenis ion, langkah selanjutnya adalah menuliskan rumus senyawa ion jika kation dan anion di atas saling berikatan. Penulisan rumus senyawa ion dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Kation/ion positif/ion logam ditulis terlebih dahulu 2. Senyawa haruslah netral, sehingga jumlah muatan positif dan muatan negative sama dengan cara mengatur indeks kation dan anion. Contoh penulisan rumus senyawa ion: K+ + Cl- --> KCl (Kalium clorida) | Jumlah muatan positif dan negatif sudah sama. Ca2+ + 2Cl- --> NaCl2 (natrium klorida) | Jumlah muatan positif 2x muatan negative sehingga ion negative x 2 Mg2+ + SO42- --> MgSO4 (magnesium sulfat) | Jumlah muatan positif dan negative sudah sama Al3+ + 3Br- --> AlBr3 (aluminium bromide) | Jumlah muatan positif 3x muatan negative sehingga ion negatif x 3 Rumus senyawa ion berkaitan dengan persamaan reaksi kimia yang dapat Anda simak di sini.

Penamaan Senyawa Ion
Jika Anda telah memahami berbagai jenis ion dan penulisan rumus senyawa ion, mudah bagi Anda untuk memberikan tata nama/penamaan senyawa ion. Berikut aturan dalam menuliskan tata nama senyawa ion dengan acuan nama dari berbagai jenis kation dan anion sudah Anda ketahui: 1. Nama logam/ion positif/kation disebutkan terlebih dahulu, diikuti nama non logam/ion negative/anion dengan akhiran -ida, seperti pada contoh berikut: NaCl : Natrium klorida MgCO3 : magnesium karbonat

Al(OH)3 : aluminium hidroksida 2. Bila logam/ion positif/kation mempunyai lebih dari satu jenis muatan/bilangan oksidasi seperti Fe2+ dan Fe3+, maka jumlah muatan ditulis dalam tanda kurung “( )” dengan huruf romawi, seperti pada contoh berikut: Fe(OH)2 : besi(II) hidroksida FePO4 : besi(III) fosfat PbSO4 : Timbal(II) sulfat

Unsur, Senyawa, Dan Campuran
Label: Kimia, Materi Pelajaran Diposkan oleh Memet Mulyadi Sabtu, 07 April 2012 Unsur, senyawa dan campuran (Plassa). Materi yang terdapat di bumi ini sangat beranekaragam dan tak terhitung jumlahnya. Mulai dari zat tunggal yang terdiri dari unsur dan senyawa, sampai dengan campuran yang merupakan kumpulan berbagai macam zat. Untuk memudahkan mempelajari materi tersebut dibuatlah penggolongan materi sebagai berikut.

A. Penggolongan Materi Air murni terdiri atas sejenis materi yaitu air, sedangkan air laut terdiri dari air dan berbagai zat lain yang terlarut atau tercampur di dalamnya, diantaranya adalah garam-garam. Materi seperti air murni, tergolong ke dalam zat tunggal/zat murni dan bersifat homogen. Zat tunggal artinya hanya satu-satunya zat dan tidak ada zat lain selain dirinya serta bersifat homogen artinya semua bagian zat itu bersifat serba sama baik sifat fisis (wujud, warna, rasa, bau, dll.) dan sifat kimianya (rumus kimia, kereaktifan, dll.). Zat tunggal dibedakan atas unsur dan senyawa. Sedangkan air laut terdiri dari berbagai jenis zat yang disebut campuran dan bersifat heterogen yang meliputi koloid dan suspensi. Berikut adalah bagan penggolongan materi.

Gambar 2.1 Bagan Penggolongan Materi B. Unsur 1. Pengertian unsur Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa. Bagian terkecil dari suatu unsur adalah atom. Beberapa contoh unsur adalah emas, perak, alumunium, tembaga, belerang, karbon, dan sebagainya. Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 112 unsur, ada yang ditemukan dalam keadaan bebas, seperti emas dan intan, tetapi sebagian besar unsur ditemukan dalam keadaan terikat sebagai suatu senyawa. Unsur dapat dikelompokkan ke dalam unsur logam, nonlogam, dan metaloid/semilogam. Berikut adalah perbedaan antara unsur nonlogam dan logam yang diberikan pada tabel 2.1.

Tabel 2.1 Perbedaan Unsur Logam dan Nonlogam

Ada beberapa unsur yang memiliki sifat seperti logam dan nonlogam. Unsur tersebut dikenal sebagai unsur metaloid/ semilogam. Contohnya adalah silikon, boron, germanium, arsen dan stibium (antimon). Unsur-unsur tersebut banyak digunakan sebagai semikonduktor.

2. Tabel Periodik Unsur Untuk memudahkan kita mempelajari unsur, unsur tersebut ditampilkan dalam Tabel Periodik Unsur yang dikenal sebagai Sistem Periodik Unsur (SPU). Dalam tabel periodik unsur-unsur ada yang diletakkan pada lajur tegak (kolom) yang disebut golongan dan lajur horizontal (baris) yang disebut periode. Pada satu golongan sifat unsur semakin mirip dan pada satu periode sifat unsur semakin berbeda. Berikut adalah gambar Tabel Periodik Unsur.

Gambar 2.2 Tabel Periodik Unsur 3. Lambang Unsur Untuk menyederhanakan nama unsur, para ilmuwan memberikan lambang unsur. Lambang unsur yang digunakan sampai sekarang dibuat oleh Jons Jacob Berzelius. Berikut adalah cara penulisan lambang unsur yang diusulkan oleh Jons Jacob Berzallius.

1. Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf dari huruf awal nama latinnya yang dituliskan dengan huruf kapital. Perhatikan contoh tabel berikut. Tabel 2.2 Nama unsur dan Lambangnya

2. Jika Huruf awal dari nama latinnya sama, maka diberi huruf lain yang dituliskan dengan huruf kecil. Perhatikan contoh dalam tabel berikut. Tabel 2.3 Nama Unsur dan Lambangnya

C. Senyawa 1. Pengertian Senyawa Senyawa adalah zat tunggal yang secara kimia masih dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dimana sifatnya berbeda dengan zat semula. Bagian terkecil dari suatu senyawa adalah molekul (gabungan dua atom unsur/lebih lebih baik sejenis ataupun berbeda jenis. Contohnya gula pasir yang berwarna putih, berwujud padat, dan berasa manis jika dipanaskan

sampai terbakar Berikut adalah hasil reaksinya.
 

akan

mengalami

reaksi.

Sebelum reaksi: gula pasir berwujud padat, berwarna putih, dan berasa manis Setelah reaksi terdapat zat baru:

- Zat yang berwujud padat, berwarna hitam, dan berasa pahit (karbon) Titik-titik cairan, tak berwarna, tak berasa, tak berbau (air) - Zat tak berwarna, tak berbau, dan mengeruhkan air kapur (karbon dioksida) Berarti kita dapat mengetahui bahwa gula dapat dipecah menjadi karbon, air, dan gas karbon dioksida melalui reaksi pembakaran. Air juga tergolong ke dalam senyawa. Air dapat diuraikan menjadi dua jenis zat lain, yaitu gas hidrogen dan oksigen. Penguraian air dapat terjadi jika uap air dipanaskan pada suhu tinggi atau jika air dialiri listrik. Sifat gas hidrogen dan oksigen berbeda dengan sifat air. Gas hidrogen mudah terbakar, sedangkan oksigen merupakan gas yang diperlukan pada proses pembakaran. Sementara air tidak dapat terbakar dan tidak dapat melangsungkan pembakaran.

Gambar 2.3 Penguraian Air menjadi Gas Hidrogen dan Oksigen oleh Arus Listrik 2. Lambang Senyawa/Rumus Kimia Sama halnya dengan unsur, senyawa pun perlu diberi lambang. Lambang untuk senyawa disebut rumus kimia. Berikut adalah rumus kimia dari beberapa senyawa yang ditampilkan dalam tabel. Tabel 2.4 Nama Senyawa dan Rumus Kimianya

Secara umum rumus kimia dapat dituliskan:

n: Koefisien yang menunjukkan jumlah molekul A, B, C: lambang atom unsur penyusun molekul senyawa x. y, z: Indeks tiap atom unsur penyusun, yang menunjukkan banyaknya atom unsur dalam setiap molekul Contoh: 2C6H12O6: 2 molekul glukosa disusun oleh 12 atom karbon, 24 atom hidrogen, dan 12 atom oksigen 3H2SO4: 3 molekul asam sulfat disusun oleh 3 atom sulfur, 6 atom hidrogen, dan 12 atom oksigen 3. Tatanama Senyawa Berdasarkan jenis unsur yang menyusun senyawa, senyawa dibedakan atas senyawa biner dan senyawa poliatom. a. Senyawa Biner: Senyawa yang terdiri atas 2 jenis unsur Senyawa biner dari logam dan nonlogam: nama logam disebut terlebih dahulu, kemudian nama nonlogam yang diberi akhiran –ida. Perhatikan contoh berikut.

Tabel 2.5 Beberapa senyawa dan Unsur Penyusunnya

Senyawa biner dari nonlogam: nama nonlogam yang ditulis pertama kali disebut terlebih dahulu, kemudian nama nonlogam berikutnya yang diberi akhiran ida. Jika ada pasangan unsur yang bersenyawa lebih dari satu jenis senyawa, maka penamaan senyawa tersebut dapat dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya. Angka-angka tersebut dinyatakan dalam bahasa yunani, yaitu sebagai berikut. Tabel 2.6 Angka dalam Bahasa Yunani

Perhatikan contoh berikut.

Tabel 2.7 Beberapa senyawa dan Unsur Penyusunnya

Senyawa biner dari hidrogen dan nonlogam - Menggunakan kata hidrogen sebagai nama depan, dan nama nonlogam sebagai nama belakang, diberi akhiran ida. - Menggunakan kata asam sebagai nama depan dan nama nonlogam sebagai nama belakang diberi akhiran ida. Tabel 2.8 Beberapa senyawa dan Unsur Penyusunnya

Senyawa poliatom: Senyawa ion (atom atau gabungan atom yang bermuatan listrik) yang terdiri dari dua atau lebih atom yang bergabung bersama-sama dalam satu ion. Penamaannya adalah nama ion positif (kation) disebut terlebih dahulu kemudian nama ion negatif (anion). Tabel 2.9 Beberapa senyawa dan Ion Penyusunnya

Secara umum senyawa ion dapat dituliskan sebagai berikut.

Selengkapnya, perhatikan beberapa nama kation dan anion berikut Tabel 2.10 Kation (Ion Positif)

Tabel 2.11 Anion (Ion Negatif)

D. Campuran Seperti yang telah diuraikan di atas, air laut tergolong ke dalam campuran karena air laut terdiri atas air dan berbagai garam. Dari contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa campuran merupakan gabungan dua jenis zat atau lebih. Campuran mempunyai sifat yang berbeda dengan senyawa. Dalam campuran sifat-sifat komponen tidak hilang. Ketika garam dapur dilarutkan dalam air, kedua zat itu tidak bersenyawa, melainkan bercampur. Rasa garam sebelum dan sesudah dicampurkan tetap terasa asin, begitu pula dengan air. Air sebelum dicampurkan dan sesudah dicampurkan tetap dapat memadamkan api. Kemudian juga garam dengan air dapat bercampur dalam berbagai komposisi sesuai yang dikehendaki. Tidak demikian halnya dengan bersenyawa. Senyawa mempunyai kompisisi tertentu. Air sebagai contoh, terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan perbandingan atom 2:1 Jadi, kita dapat menyatakan bahwa bersenyawa membentuk zat baru (berlangsung secara kimia), sedangkan bercampur tidak membentuk zat baru (berlangsung secara fisika). E. Jenis-Jenis Campuran Campuran 1. Ciri:ciri:

dapat Campuran

berupa: homogen

- Terdiri dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Biasanya, komponen yang lebih banyak jumlahnya disebut sebagai zat pelarut, sedangkan yang lebih sedikit disebut sebagai zat terlarut. Namun, jika larutan berwujud cair, maka komponen cair disebut sebagai zat pelarut. - Serba sama, tidak ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya Tidak dapat disaring Tidak terdapat lapisan (komponen padat dan cair tidak memisah) Contoh: Udara Air gula Sirup Air cuka - Air hujan - Spirtus

2. Campuran heterogen Campuran heterogen terdiri atas: a. Suspensi Ciri-ciri: Keruh Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya Dapat disaring Mengendap Terdapat lapisan (kompenen padat dan cair memisah) Contoh: Campuran terigu dan air Campuran pasir dan air Bubuk kopi dan air b. Koloid Ciri-ciri: Keruh - Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan mikroskop ultra) Dapat disaring dengan kertas saring ultra - Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri dalam waktu relatif lama Dapat menghamburkan cahaya Contoh: Air susu Cat Tinta santan Asap Kabut c. Larutan

Read more: Unsur, Senyawa, Dan Campuran | Plassa (Planet Studi Sains)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->