Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1.

Perkenalan Kaizen New Shorter Oxford English Dictionary merumuskan kaizen sebagai perbaikan berkesinambungan dari penerapan cara cara kerja, efesien pribadi dan sebagainya, sebagai filosofi bisnis. Dalam bahasa Jepang, kaizen berarti perbaikan berkesinambungan. Istilah ini mencakup pengertian perbaikan yang melibatkan semua orang, baik manajer dan karyawan, melibatkan biaya dalam jumlah tak seberapa. Filsafat berpandangan bahwa cara hidup kita, baik kehidupan kerja, kehidupan sosial maupun kehidupan rumah tangga, hendaknya terfokus kepada upaya perbaikan terus menerus. Meskipun perbaikan dalam bersifat kecil dan berangsur, namun proses mampu membawa hasil yang dramatis mengikuti waktu, juga sebuah pendekatan yang beresiko rendah. 2.1.1. Konsep Utama Kaizen Manajemen harus belajar untuk menerapkan konsep dan sistem yang mendasar tertentu dalam rangka mewujudkan strategi:       Kaizen dan manajemen Proses versus hasil Siklus PDCA/SDCA Mengutamakan kualitas Berbicara dengan data Proses berikut adalah konsumen

Pada saat memperkenalkan kaizen, manajemen puncak harus menggariskan kebijakan ini secara jelas dan teliti. Mereka kemudian harus pula menetapkan jadwal penerapan dan menampilkan kepemimpinan dengan mempraktekan proses kaizen diantara mereka.

6

Kaizen dan manajemen

Jepang berpandangan terhadap Fungsi suatu pekerjaan, manajemen mempunyai dua komponen utama yaitu: pemeliharaan dan penyempurnaan. Pemeliharaan mengacu kepada kegiatan yang ditujukan kepada pemeliharaan standar teknologi, manajerial dan operasi saat ini, atau pemeliharaan yang berkaitan dengan kegiatan untuk memelihara teknologi, sistem manajerial, standar operasional yang ada dan menjaga standar tersebut melalui pelatihan serta disiplin. Penyempurnaan mengacu kepada penyempurnaan standar saat ini.

Manajemen Puncak Manajemen Madya Supervisor Karyawan

Perbaikan Pemeliharaan

Gambar 2.1. Pandangan Jepang terhadap Fungsi Tugas Sumber: Gemba Kaizen, Masaaki Imai

Menyempurnakan standar berarti menetapkan standar yang lebih tinggi. Setelah hal ini tercapai, kini menjadi tugas pemeliharaan manajemen agar standar baru itu diterapkan. Penyempurnaan berkesinambungan hanya dapat tercapai bila karyawan berusaha untuk mencapai standar yang lebih tinggi. Pemeliharaan dan penyempurnaan tidak dapat dipisahkan bagi manajer Jepang. Penyempurnaan dapat dipecah menjadi kaizen dan pembaruan (Inovasi). Kaizen berarti penyempurnaan kecil yang diperoleh sebagai hasil usaha yang berkesinambungan. Pembaruan melibatkan penyempurnaan drastis sebagai hasil investasi besar dengan teknologi dan peralatan baru. .

Periksa (check) merujuk pada penetapan apakah penerapan tersebut berada dalam jalur yang benar sesuai . Siklus PDCA dan SDCA  Rencana (plan) berkaitan dengan penetapan target untuk perbaikan (karena kaizen adalah cara hidup. konsisten dan langsung guna menjamin keberhasilan proses kaizen. Kegagalan mencapai hasil yang direncanakan merupakan cermin dari kegagalan proses. JIT (just-in-time) dan TPM (total productive maintenance). QCD (quality. Masaaki Imai  Kaizen Proses Versus Hasil menekan pola pikir berorientasi proses. Kaizen berfokus kepada usaha manusia – suatu orientasi yang sangat berbeda dengan orientasi hasil yang diterapkan di Barat. Pendekatan berorientasi proses harus pula diterapkan dalam pencanangan berbagai strategi kaizen: siklus PDCA (plan-do-check-act).7 Manajemen Puncak Manajemen Madya Supervisor Karyawan Inovasi Kaizen Pemeliharaan Gambar 2. cost. Manajemen harus mengenali dan memperbaiki kesalahan pada proses tersebut. delivery).2. karena proses harus disempurnakan agar hasil dapat meningkat. TQM (total quality management). Strategi kaizen harus didemonstrasikan secara terbuka. Perbaikan dibagi Menjadi Inovasi dan Kaizen Sumber: Gemba Kaizen. maka selalu harus ada target perbaikan untuk semua bidang) dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut. siklus SDCA (standardize-do-check-act). Lakukan (do) berkaitan dengan penerapan dari rencana tersebut. Elemen yang paling penting dalam menerapkan kaizen adalah komitmen dan keterlibatan penuh dari manajemen puncak.

8 rencana dan memantau kemajuan perbaikan yang direncanakan. Tindak (act) berkaitan dengan standarisasi prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menerapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya. Jadi siklus SDCA menerapkan standarisasi guna mencapai kestabilan proses. biaya dan penyerahan (QCD) adalah menempatkan kualitas pada prioritas tertinggi. Siklus PDCA berputar secara berkesinambungan. segera setelah suatu perbaikan dicapai. mereka mengambil resiko mengorbankan tidak hanya kualitas. sedang PDCA merujuk pada fungsi perbaikan. perusahaan tidak akan mampu bersaing jika kualitas produk dan pelayanannya tidak memadai. Mengumpulkan data tentang keadaaan saat . Berbicara Dengan Data  Kaizen adalah proses pemecahan masalah. Mengutamakan Kualitas  Tujuan utama dari kualitas. sedangkan PDCA menerapkan perubahan guna meningkatkannya. Mencoba menyelesaikan masalah tanpa data adalah pemecahan masalah berdasarkan perasaan – suatu pendekatan yang tidak ilmiah dan tidak objektif. Praktek mengutamakan kualitas membutuhkan komitmen manajemen karena manajer seringkali berhadapan dengan berbagai godaan untuk membuat kompromi berkenaan dengan persyaratan penyerahan atau pemotongan biaya. tetapi juga kehidupan bisnisnya. keadaan perbaikan tersebut dapat memberikan inspirasi untuk perbaikan selanjutnya. Pada awalnya. agar suatu masalah dapat dipahami secara benar dan dipecahkan. setiap proses kerja baru belum cukup stabil. proses tersebut harus distabilkan melalui siklus SDCA. Masalah tersebut harus dikenali untuk kemudian data yang relevan dikumpulkan serta ditelaah. Dalam hal ini. Tidak jadi soal bagaimana menariknya harga dan penyerahan yang ditawarkan pada konsumen. SDCA berkaitan dengan fungsi pemeliharaan. Sebelum melakukan siklus PDCA berikutnya.

berarti melibatkan semua orang dalam organisasi. Lebih lanjut pengertiannya diperluas kearah pemasok. istilah yang lebih dikenal secara internasional.2. konsumen yang sesungguhnya – konsumen eksternal dipasar – dapat dipastikan akan menerima produk atau jasa layanan berkualitas tinggi sebagai akibatnya. manajemen madya.1. Huruf T pada TQC/TQM menekan total. agen penjualan dan penjual. 2.9 ini membantu anda memahami kearah mana fokus harus diarahkan. Proses Berikut Adalah Konsumen  Kebanyakan orang dalam bekerja selalu berhubungan dengan konsumen internal. Bila semua orang didalam perusahaan mempraktekan aksioma ini. Sistem Utama Kaizen Berikut ini adalah sistem utama yang harus mendapat posisi penting guna mencapai sukses strategi kaizen:       Total Quality Control / Total Quality Management (TQC/TQM) Sistem produksi Just-In-Time (sistem produksi Toyota) Total Productive Maintenance Penjabaran kebijakan perusahaan (policy deployment) Sistem Saran (suggestion system) Kegiatan kelompok kecil (small group activities) Total Quality Control / Total Quality Management  Salah satu prinsip dari manajemen Jepang adalah total quality control (TQC) yang pada awal pertumbuhannya menekan pengendalian pada proses untuk mencapai kualitas. supervisor dan para pekerja langsung. Huruf T ini juga mengacu pada kepemimpinan dan kinerja . Kenyataan ini hendaknya dipakai sebagai dasar komitmen untuk tak pernah meneruskan produk cacat ataupun informasi yang salah kepada proses berikutnya. Prinsip ini telah berevolusi menjadi sistem yang mencakup semua aspek manajemen dan sekarang dirujuk dengan istilah total quality management (TQM). dari manajemen puncak. Hal ini menjadi langkah awal dalam upaya perbaikan.

Total Productive Maintenance  TQM menekankan peningkatan kinerja manajemen dan kualitan. Seperti halnya TQM yang melibatkan semua orang didalam perusahaan.10 manajemen puncak (top management). tata letak sel produksi berbentuk U dan pengurangan waktu set up. aliran proses satu unit (one-piece-flow). menyelesaikan produk pada saat yang tepat secara mencolok dapat memperbesar tingkat keuntungan perusahaan. TPM bertujuan untuk memaksimalkan efesiensi peralatan melalui sistem terpadu untuk pemeliharaan preventif (penjagaan) guna memperpanjang usia peralatan. Sistem produksi ini didukung oleh konsep seperti pacu kerja (takt time – waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit secara harmonis) diatas siklus kerja (cycle time). Huruf C merujuk pada pengendalian (control) atau pengendalian proses. mencapai sistem produksi yang ramping dan luwes dalam menampung fluktuasi dari permintaan dan pesanan konsumen. suatu faktor yang sangat esensial untuk penerapan TQC/TQM yang berhasil. jidohka (otonomasi). Dalam TQC/TQM. TPM juga melibatkan semua orang didalam perusahaan. sistem produksi tarik (pull production). proses kunci harus dikenali. Peran manajemen dalam TQC/TQM adalah menerapkan rencana untuk memeriksa proses dan membandingkan hasilnya guna memperbaiki proses tersebut dan bukan mengecam proses berdasarkan hasil yang dicapai. Sistem Produksi Just-In-Time  Just-in-time (JIT) bertujuan menghapuskan segala jenis kegiatan tak bernilai tambah. Untuk mewujudkan gagasan ideal sistem produksi Just-in-time. sedangkan TPM berfokus kepada peningkatan kualitas peralatan. 5S ata 5R dianggap sebagai kegiatan pendahuluan pra . serangkaian kegiatan kaizen harus diterapkan secara terus menerus guna menghapuskan berbagai kegiatan tak bernilai tambah yang ada di gemba. Just-in-time secara dramatis akan mengurangi biaya. dikendalikan dan diperbaiki secara berkesinambungan agar hasilnya meningkat.

Sistem Saran  Sistem saran berfungsi sebagai bagian terpadu untuk kaizen secara perorangan dan menekan peningkatan moral serta memperbesar manfaat positif dari partisipasi karyawan. diturunkan melalui jenjang organisasi sampai mencapai tingkat operasional tenaga kerja ditempat kerja. Menbudayakan pola pikir kaizen dan disiplin diri dikalangan karyawan adalah sasaran utama dari sistem saran ini. Kaizen yang sejati dalam pelaksanaan dan penerapannya membutuhkan pemantauan yang ketat dan terperici. dampaknya akan menjadi terbatas bila semua orang melakukannya hanya demi kaizen semata. Namun. Manajer Jepang memandang peran utama dari sistem saran sebagai sarana menumbuhkan minat terhadap kaizen. Manajemen harus menetapkan sasaran yang jelas guna memandu semua orang dan memastikan bahwa semua kepemimpinan dan kegiatan kaizen diarahkan guna mencapai tujuan tersebut.11 TPM. Dengan terjabarnya strategi ketingkat yang makin bawah. yaitu dengan memberdayakan karyawan mereka dalam mengajukan saran. diluar itu kegiatan 5R dapat menghasilkan pencapaian yang tinggi meskipun terpisah dari TPM. tanpa suatu tujuan yang lebih nyata. Kaizen sangat efektif ketika setiap orang bekerja untuk mencapai target dan manajemen harus menentukan target. Kaizen tanpa target seperti suatu perjalanan tanpa tujuan. Manajemen puncak juga harus memiliki rencana untuk menjabarkan dan mewujudkan strategi itu. Pertama-tama manajemen puncak harus menetapkan strategi jangka panjang. rencana ini akan memuat makin banyak rencana tindakan maupun kegiatan nyata secara spesifik. . Penjabaran Kebijakan Perusahaan  Meskipun strategi kaizen ditujukan pada kegiatan menciptakan perbaikan. yang dijabarkan menjadi strategi jangka menengah dan tahunan.

Dirancang tidak hanya menangani masalah kualitas. Gugus kendali mutu telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas produk dan produktivitas di Jepang.tanpa kegiatan ini. perusahaan tak akan ada. namun juga masalah biaya. kita harus memahami aspek bisnis apa yang paling penting untuk diperbaiki. Jenis yang paling terkenal adalah gugus kendali mutu. namun juga kualitas dari proses yang menghasilkan produk maupun jasa layanan tersebut. Sasaran Akhir Dari Strategi Kaizen Karena kaizen berkaitan dengan perbaikan. keselamatan kerja dan produktivitas. yang tercermin di pasar setiap saat.12  Kegiatan Kelompok Kecil Strategi kaizen mencakup pula kegiatan kelompok kecil – informal. Bila tiga kondisi yang dirumuskan dalam QCD itu terpenuhi. sukarela. Oleh . menjual dan memelihara produk atau jasa layanan tersebut. memproduksi.2.1. 2. Semua bisnis memiliki tiga kegiatan utama yang berkaitan langsung dengan kegiatan menghasilkan keuntungan: mengembangkan. Penyerahan (D) adalah menyerahkan produk atau jasa layanan secara tepat jumlah dan tepat waktu. Oleh karena itu kerja sama silang fungsi sangat penting. Mereka juga harus menetapkan prioritas dari perbaikan QCD dalam kebijakannya. 2. Biaya (C) berkaitan dengan biaya keseluruhan.3. Gemba Kaizen Dalam bahasa Jepang. Kegiatan QCD merupakan jembatan antar fungsi atau antar departemen dalam organisasi. gemba berarti tempat yang sebenarnya – tempat dimana kejadian terjadi. kelompok antar unit dalam perusahaan yang terorganisir untuk melakukan tugas spesifik dalam lingkungan gugus tugas. memproduksi dan menjual. Manajemen puncak bertanggung jawab untuk melakukan penilaian terhadap posisi QCD perusahaan. sejak merancang. Kualitas (Q) dalam QCD tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk jadi atau jasa layanan. seperti juga kerja sama dengan pemasok atau dengan agen penjualan. maka konsumen terpuaskan.

Sumber daya ini mencakup tenaga kerja. Sebuah perusahaan yang memproduksi produk atau jasa layanan berkualitas dengan harga yang wajar dan menyerahkan kepada konsumen pada saat yang tepat akan memberikan kepuasan bagi konsumen sehingga mereka akan selalu loyal. Manajemen Laba Mnjn Mutu & Keselamatan Operasi Karyaawan Informasi Manajemen Biaya Manajemen Logistik Peralatan Produk & Material Standarisasi Pemeliharaan Tempat Kerja Penghapusan Pemborosan Kerjasama Tim Manajemen Visual Peningkatan Moral Gugus kendali Mutu (5 S) (Muda ) Disiplin Pribadi Sistem Saran Gambar 2. dan menemukan penyebab utamanya serta . informasi. Dua kegiatan utama yang terjadi di gemba sehari-hari yang berkaitan dengan manajemen sumber daya adalah pemeliharaan dan kaizen. Bangunan Manajemen Gemba Sumber: Gemba Kaizen.3. dalam pengertian umum gemba berarti tempat tiga kegiatan utama ini terjadi.13 karena itu. Bangunan gemba menggambarkan pandangan global dari kegiatan-kegiatan yang terjadi di gemba guna mencapai sasaran QCD. Setiap kali terjadi masalah atau ketidakwajaran. manajer harus bertindak menyelidikinya. Yang pertama merujuk pada kegiatan mematuhi standar dan menjaga keadaan yang ada. sedang yang terakhir berkaitan dengan meningkatkan standar tersebut. atau dalam konteks yang lebih khusus gemba sering kali diartikan tempat dimana produk atau jasa layanan dibuat. Standarisasi Dalam mewujudkan QCD perusahaan harus mengelola berbagai sumber daya secara tepat dari hari ke hari. Pengelolaan harian dari berbagai sumber daya ini membutuhkan standar. peralatan dan material. Masaaki Imai a.

5R atau pemeliharaan tempat kerja yang mencakup berbagai kegiatan pemeliharaan. serta penghapusan muda (pemborosan). kaizen dapat meningkatkan kualitas. Standar yang lain disebut standar operasional yang berkaitan erat dengan cara karyawan melaksanakan tugasnya dalam rangka mewujudkan QCD. diantaranya standar manajerial yang dibutuhkan untuk mengelola karyawan dalam konteks administrasi. Bila standar manajerial berkaitan dengan keperluan internal dalam mengelola karyawan.14 mengubah standar yang ada atau menerapkan standar baru guna mencegah terjadinya masalah berulang. Standar menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gemba kaizen dan merupakan dasar dari perbaikan sehari-hari. Standar terbagi menjadi dua. . Bila diterapkan dengan benar. ramping dan efisien. Proses penerjemahan tersebut tidak membutuhkan teknologi maupun kecanggihan apa-apa. prosedur mempersiapkan bon pengeluaran dan sebagainya. didalamnya tercakup aturan administrasi. uraian tugas. Tiga kegiatan utama kaizen yang paling mendasar – standarisasi . Standarisasi di gemba seringkali diterjemahkan kebutuhan teknologikal dan teknikal yang telah ditetapkan oleh staft rekayasa teknik kedalam standar operasional harian yang dipahami oleh tenaga kerja. standar operasional berkaitan dengan permintaan atau tutuntan eksternal terhadap QCD guna memuaskan konsumen. pedoman dan kebijakan bagi karyawan. Yang dibutuhkan hanyalah rencana yang jelas dari manajemen untuk dijabarkan dalam tahapan yang logis. Tiga kegiatan ini tidak boleh diabaikan dalam membangun sarana QCD yang berhasil. mengurangi biaya secara tajam dan memenuhi tepat waktu penyerahan kepada konsumen tanpa investasi yang besar maupun terobosan teknologi baru.

7. Merupakan cara yang terbaik. Seiri adalah seni “membuang”. 6. Perasaan jenuh karena ruangan yang terlalu padat. 9. dan yang sebenarnya tidak kita perlukan. penguasaan kemampuan. Seiri (Ringkas) Merupakan suatu seni membuang. Menjadi dasar untuk memelihara dan memperbaiki proses. 4. 5. Memberikan arah sasaran tugas dan petunjuk sasaran latihan. b. Masaaki Imai menyampaikan konsepnya tentang Kaizen 5S sebagai berikut: 1. dan memperkecil variabelitas. tetapi juga membuang benda-benda yang akan ada. 8. ‘Thea art of throwing things away”. Maksudnya. Menunjukan kaitan antara sebab dan akibat. Dasar untuk audit dan diagnosis. penyimpanan barang-barang ini termasuk pula barang yang sebenarnya tidak diperlukan. b. berusaha . 5S dan Pemeliharaan Tempat Kerja 5S merupakan lima langkah penataan dan pemeliharaan tempat kerja dikembangkan melalui upaya intensif dalam bidang manufaktur. Memungkinkan untuk menjadi sumber penyebab kecelakaan kerja. Kerugian-kerugian yang mungkin muncul akibat penumpukan barang yang sebenarnya tidak diperlukan antara lain: a. Seiri merupakan kegiatan memilah mana yang kita perlukan. termudah dan paling aman dalam Memberikan cara terbaik dalam melestarikan pengetahuan dan Sebagai cara untuk mengukur kinerja. 3. 2.15  Ciri-ciri pokok standar: 1. c. Waktu pencarian suatu barang menjadi semakin lama. Standar sebagai sarana untuk mencegah pengulangan kesalahan melaksanakan tugas. Membuang bukan saja barang-barang yang sudah ada. yang sering kita perlukan. Merupakan dasar untuk pelatihan. Hal ini muncul Seiring dengan adanya budaya menyimpan barang.

dimakan rayap.16 lebih selektif untuk memilih barang-barang yang disimpan saat ini dan akan disimpan (dalam artian sempit: akan dibeli) nantinya. kualitas. dan memang seharusnya demikian. Sebagian orang merasa bahwa penataan merupakan suatu hal yang mudah. Dengan pembersihan kita sekaligus “memeriksa” Cleaning is inspection. Seiso (Resik) Seiso berarti pembersihan. b. dan sebagainya. a. dan mudah dalam hal pengambilan (storage) dan pengembalian (retrieval)). dan keselamatan. Tapi sejauh mana penataan yang baik telah kita jalankan masih merupakan pertanyaan. Efisiensi Cara penyimpanan barang harus hemat (tempat. Keselamatan Cara penyimpanan dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah timbulnya cidera. Ada 3 mekanisme dimana kegiatan ini akan memberikan hasil “mengejutkan” di tempat kerja. . Kegiatan membersihkan dipercaya sebagai pembawa semangat dan gairah baru bagi manusia. dan tergelincir. seperti sakit punggung. Dilakukan bersama-sama dan dalam skala besarbesaran. a. Kualitas Seiton harus dilakukan dengan memperhatikan kualitas. Macro Level Membersihkan segala sesuatu yang kotor dan membereskan sebab-sebab munculnya kotoran tersebut. 2. Suatu penataan yang baik adalah penataan yang mengacu pada efisiensi. c. biaya. Seiton (Rapi) Seiton berarti penataan dan penyimpanan. kusam. 3. Barang-barang yang disimpan harus selalu berada dalam kondisi siap: tidak berkarat.

Dari 3 tahap ini. dan mencari cara untuk mengeliminasinya. Kebanggaan akan tempat kerjanya pun akan bertambah. tempat kerja akan berubah menjadi lebih menyenangkan dan itu adalah hasil kerjanya sendiri. Bersifat personal dan dilakukan sebagai bagian pekerjaan sehari-hari. maka shitsuke memastikan bahwa semua orang selalu menggunakan “alat” tersebut dengan benar. rapih dan resik. kontaminan. c. Shitsuke(Rajin) Shitsuke berarti pembiasaan atau disiplin pribadi. secara benar dan mempertahankan 3S yang pertama. Membakukan dan mempertahankan hasil 3S sebelumnya. Setelah melakukan pembersihan secara lebih mendetail. 4. Ia mulai menyelidiki sumber-sumber debu. Micro Level Operator mulai melakukan kegiatan “membersihkan”nya dengan lebih teliti sampai ke komponen-komponen yang lebih spesifik dari mesinnya. Membakukan berarti berusaha menciptakan suatu mekanisme dimana ketidakberesan-ketidakberesan baru yang akan mengancam kondisi 3S sebelumnya dapat diidentifikasi dengan segera. dapat dikatakan mempertahankan keadaan yang sudah ringkas. 5.17 b. Semua kegiatan 4S diatas tidak akan mungkin bertahan lama. . tanpa membuat semua orang yang melakukannya berulang-ulang. Individual Level Membersihkan tempat kerja yang lebih spesifik sesuai tempat kerja masingmasing. Seiketsu (Rawat) Seiketsu berarti pemantapan. Misalnya operator bubut membersihkan mesin bubut yang menjadi tanggung jawabnya. bahkan mungkin tidak akan terlaksana. pekerja mulai berpikir tentang cara mempertahankan kebersihan. geram. Pekerja yang bangga atas pekerjaannya adalah aset perusahaan yang tak ternilai.

pemborosan diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak mempunyai atau tidak memberi nilai tambah. mendahului jadwal produksi lebih buruk dari pada terlambat produksi. Dalam sistem produksi Tepat Waktu. 2. Pemborosan Persediaan Produk jadi.18 c. cacat produksi. Produksi yang berlebih berasal dari asumsi dan pandangan yang salah yaitu:  Berproduksilah sebanyak yang anda mampu lakukan. atau ketidakhadiran karyawan. Taichi Ohno mengelompokan pemborosan di gemba ke dalam tujuh jenis yaitu: 1.   masing. Bila pemborosan persediaan tidak ada. setengah jadi.  Manfaatkan mesin untuk memproduksi lebih dari yang diperlukan. karena Terapkan penggunaan mesin yang mahal agar depresiasi tinggi dan kapasitas yang dimiliki memang lebih. Dengan kelebihan barang persediaan tidak ada nilai tambah yang tercipta bahkan terjadi penurunan kualitas diakibatkan bertambahnya waktu (adanya kadaluarsa). Pemborosan (Muda) Muda dalam bahasa jepang berarti pemborosan. Pemborosan Produksi Berlebih Pemborosan pada produksi merupakan dampak dari seseorang yang selalu khawatir terhadap berbagai masalah yang dihadapi seperti gangguan mesin. (lulus inspeksi langsung adalah persentase dari produk yang dapat diselesaikan tanpa pengerjaan ulang). atau komponen yang berstatus persediaan merupakan pemborosan.  memaksa untuk menaikan tingkat pemanfaatannya. sehingga mereka memaksakan diri untuk berproduksi lebih banyak agar selalu berada disisi yang aman. Biarkan setiap jalur kerja untuk meningkatkan produktivitasnya masingTingkatkan kecepatan output mengimbangi “lulus inspeksi langsung” yang produksi yang mampu diikuti oleh berikutnya.  kurang karena tingkat cacat yang dihasilkan. berbagai pemborosan . Pemborosan jenis ini merupakan akibat dari upaya mendahului jadwal produksi. abaikan kecepatan Berikan kebebasan kepada operator untuk bekerja secara borongan.

Pemborosan Pengerjaan Ulang Karena Cacat Hasil produksi yang cacat dapat mengganggu produksi dan membutuhkan pengerjaan ulang yang mahal. absensi dan lain-lain. Permasalahan terjadinya cacat bisa ditanggulangi dengan menerapkan motto “benar sejak awal”. Pemborosan Proses Kadang-kadang teknologi yang kurang tepat atau rancangan produk yang kurang baik berakibat pada pemborosan yang terjadi pada pemrosesan. berjalan dan sebagainya. kita harus mengamati cara operator menggunakan tangan dan kakinya. 3. 4. preposisi. Pemborosan Gerak Kerja Gerakan kerja seseorang yang tidak berkaitan langsung dengan nilai tambah adalah tidak produktif dan merupakan pemborosan. dari pengamatan itu dapat dipikirkan penataan dari komponen serta dikembangkan peralatan dan jig yang tepat juga. Produk cacat dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin atau peralatan yang terdapat pada proses berikutnya. hal ini merupakan pemborosan sumber daya maupun upaya yang telah ditanamkan. Tingkat persediaan yang rendah memberikan petunjuk penting dan terfokus bagi kita dalam merumuskan masalah yang harus ditangani dan juga hal ini memberikan dorongan untuk segera menangani begitu sasaran ynag dituju oleh sistem produksi Just In Time. 5. Dalam mengenali pemborosan gerakan kerja. gangguan mesin. Pemborosan pada pemrosesan pada banyak kasus umumnya diakibatkan karena kegagalan dalam melakukan sinkronisasi proses. Persediaan seringkali dipandang sebagai tingkat permukaan air kolam yang menyembunyikan berbagai masalah yang tersembunyi dibawahnya. . Gerakan-gerakan yang tidak memberi nilai tambah antara lain: mengambil benda kerja. seperti: kualitas.19 lainnya dapat dihindari. membawanya dan menggunakannya.

mutu. d. Tiga Dosa Istilah muda. Saat ini kaizen diterapkan dalam produksi. seperti jalur kerja yang tidak seimbang. Lebih jauh lagi. lewat ambang batas. sedangkan muri berarti keterpaksaan. Mura berarti ketimpangan. Manajemen Visual Sistem visual adalah sistem pembagian informasi yang menghubungkan tugas yang harus dilaksanakan dengan informasi yang dibutuhkan untuk mengerjakannya dan dalam waktu yang cepat. beragam. Sistem visual akhir-akhir ini dipandang sebagai cara efektif menerapkan kaizen. muri (di Indonesia dialih konsepkan menjadi tiga dosa) di Jepang sering kali digunakan bersama dan dikaitkan dengan pemborosan.20 6. 7. atau ketidakteraturan. Seperti juga pemborosan yang merupakan lembar periksa praktis dalam memulai kaizen. istilah mura dan muri digunakan juga sebagai sarana kemudahan mengingat (reminder) di gemba. Keadaan timpang. komponen yang belum tersedia. namun sesungguhnya memindahkan material maupun benda kerja sama sekali tidak menciptakan nilai tambah pada barang tersebut. Pemborosan Transportasi Transportasi adalah kegiatan penting dalam operasi di gemba. Visual display adalah display yang memberikan informasi pada manusia melalui proses indera penglihatan oleh mata. mura. maupun terpaksa merupakan indikasi masalah. keamanan dan sebagainya. atau gangguan mesin. Pemborosan Waktu Tunggu Pemborosan waktu tunggu terjadi bila terdapat operator yang tidak bekerja (menganggur) atau saat operator menunda bekerja sebagai teknik mengatasi berbagai keadaan. Display adalah alat petunjuk yang memberikan informasi kepada manusia melalui indera manusia. keragaman. kesulitan. Visual display dibagi lagi . ketimpangan dan keterpaksaan selalu mengandung pemborosan yang perlu dihapuskan.

Jenis yang paling terkenal dari kegiatan kecil ini adalah gugus kendali mutu. Upaya untuk meningkatkan mutu dan produktivitas serta kinerja suatu satuan kerja baik dunia usaha maupun birokrasi perlu dilaksanakan terus menerus sedemikian sehingga dapat berfungsi dan mencapai tujuannya secara optimal. Kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan kaizen secara berkelompok. e.M. display statis dan display dinamis. serta konsep perilaku manusia yang mengutamakan motivasi dan pendekatan demokrasi. E. J. telah mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi baik pada perusahaan. Konsep serta prinsip organisasi dan manajemen ini. Juran dan Dr. tidak ada perubahan dalam nilai maupun pengertian. misalnya nilai suhu ruangan pada suatu waktu tertentu yang berubah-ubah sesuai dengan keadaan saat itu. terutama di Eropa dan Amerika Serikat dikembangkan konsep manajemen dan organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja organisasi. Kegiatan Kelompok Kecil (Gugus Kendali Mutu) Kegiatan kelompok kecil merupakan kegiatan informal. dan merupakan kelompok antar unit dalam perusahaan yang diorganisir untuk melakukan tugas spesifik dalam lingkungan gugus tugas. namun juga masalah biaya. keselamatan kerja. Kegiatan ini tidak hanya menangani masalah kualitas. Sejak dahulu. Total Quality Control (Pengendalian Mutu Terpadu) diprakarsai oleh Dr. Fayol dengan 14 prinsip-prinsip. dan produktivitas. Konsep Taylor tentang Manajemen ilmiah. sukarela. Yang dimaksud dengan display statis adalah display yang memberikan informasi yang tetap sama dari waktu ke waktu. Sementara display dinamis adalah display yang memberikan informasi yang berubah nilainya atau pengertiannya dari waktu ke waktu. Deming dan dikembangkan di Jepang oleh Kaoru Ishitawa dengan menerapkan Quality Control Circle (QCC) atau gugus .21 menjadi dua yaitu.W. Visual display dinamis biasanya digunakan untuk memberikan informasi mengenai nilai suatu keadaan pada suatu waktu tertentu. Antara lain dapat dikemukakan adalah konsep Max Weber tentang Birokrasi. pemerintahan dan organisasi sosial.

ketua GKM atau pimpinan perusahaan atau organisasi. Membudayakan pola pikir kaizen dan disiplin diri dikalangan karyawan . Sistem Saran Sistem saran sebagai sarana menumbuhkan minat terhadap kaizen. Penerapan GKM secara konsisten pada perusahaan akan sangat bermanfaat bagi semua pihak. Objek perbaikan (tema) GKM sangat luas meliputi bahan. GKM merupakan bagian integral dari PMT dalam suatu organisasi. lingkungan dan lain-lain.22 Kendali Mutu (GKM). guna meningkatkan mutu dalam arti luas. produk. Tema perbaikan atau objek dapat berasal dari anggota gugus. antara lain:         Perbaikan mutu dan peningkatan nilai tambah Peningkatan produktivitas sekaligus penurunan biaya Peningkatan kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai target Peningkatan moral kerja dengan mengubah tingkah laku Peningkatan hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan Peningkatan keterampilan dan keselamatan kerja Peningkatan kepuasan kerja Pengembangan tim (gugus kendali mutu) f. Tujuan GKM ini adalah untuk mendayagunakan seluruh asset yang dimiliki perusahaan atau instansi terutama sumber daya manusianya secara lebih baik. produktivitas dan daya saing. proses. Karena keberhasilan ini. betapapun kecil arti saran tersebut. GKM adalah salah satu konsep baru untuk meningkatkan mutu dan produktivitas kerja industri/jasa. menerapkan GKM diperusahaan-perusahaan industri guna meningkatkan mutu. sejumlah negara industri maju dan sedang berkembang termasuk Indonesia. Terbukti bahwa salah satu faktor keberhasilan industrialisasi di Jepang adalah penerapan GKM secara efektif. GKM adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri dari 3 – 8 orang dari unit kerja yang sama. fasilitator. yaitu dengan memberdayakan karyawan dalam mengajukan saran. yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.

. 2. Peningkatan moral dan perbaikan disiplin pribadi karyawan sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran produksi. g. Displin Pribadi dan Peningkatan Moral Disiplin pribadi adalah batu pertama yang terdapat pada bangunan gemba. tim merupakan sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Untuk dapat dianggap sebagai tim maka sekumpulan orang tertentu harus memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Tidak semua kumpulan orang dapat dikatakan tim. Sistem saran berfungsi sebagai bagian terpadu untuk kaizen secara perorangan dan menekan peningkatan moral serta memperbesar manfaat positif dari partisipasi karyawan. sehingga dapat membentuk kerangka usaha pencapaian misi. Kerja Sama Tim Kerja sama tim merupakan salah satu unsur fundamental dalam TQM. Dalam pelaksanaan kaizen peran serta karyawan sangat dibutuhkan karena merekalah yang melakukan proses produksi.23 adalah sasaran utama sistem saran. Ada kesepakatan terhadap misi tim Agar suatu kelompok dapat menjadi tim dan supaya tim tersebut dapat bekerja dengan efektif. semua anggotanya harus memahami dan menyepakati misinya. Suatu kelompok atau grup dapat menjadi tim manakala ada kesepakatan terhadap misi dan ketaatan terhadap peraturan yang berlaku. karyawan yang memiliki disiplin pribadi yang baik dapat diandalkan untuk mengikuti dan mematuhi standar kerja yang berlaku dalam mengusahakan sasaran QCD (Imai. Manajer Jepang memandang peran utama dari sistem saran sebagai sarana menumbuhkan minat terhadap kaizen. Semua anggota menaati peraturan tim yang berlaku Semua tim harus mempunyai peraturan yang berlaku. h. 1998).

Penggunaan Analisis Sebab Akibat:       Untuk mengenal penyebab yang penting Untuk memahami semua akibat dan penyebab Untuk membandingkan prosedur kerja Untuk menemukan pemecahan yang tepat Untuk memecahkan hal apa yang harus dilakukan Untuk mengembangakan proses Langkah-langkah membuat diagram Sebab Akibat Langkah 1: Gambarlah sebuah garis horizontal dengan suatu tanda panah pada ujung sebelah kanan dan suatu kotak didepannya. Sayangnya.3. Hubungan kotak tersebut dengan garis panah yang miring ke arah garis panah utama. Oleh karena itu setiap anggota tim harus dapat saling membantu dalam beradaptasi terhadap perubahan secara positif. 4. Akibat atau masalah yang ingin Dianalisis ditempatkan dalam kotak AKIBAT Langkah 2: Tulislah penyebab utama (manusia. yaitu diagram yang menunjukkan sebab akibat yang berguna untuk mencari atau menganalisa sebab-sebab timbulnya masalah sehingga memudahkan cara mengatasinya. 2. tim dapat berjalan dengan baik apabila tanggung jawab dan wewenang dibagi dan setiap anggota diperlakukan secara adil. . Ada pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil Keberadaan tim tidak meniadakan struktur dan wewenang. orang umumnya menolak perubahan. mesin dan metode) dalam kotak yang ditempatkan sejajar dan agak jauh dari garis panah utama.24 3. perubahan bukan saja tak terelakan tetapi juga diperlukan sekali. Diagram Sebab Akibat (Fishbone Diagram) Disebut juga “Grafik Tulang Ikan”. bahan. Orang beradaptasi terhadap perubahan Dalam TQM.

Hubungkan penyebab kecil tersebut dengan sebuah garis panah dari penyebab utama yang bersangkutan. Langkah 3: Tulislah penyebab kecil pada diagram tersebut di sekitar penyebab utama. Diagram sebab akibat (fishbone diagram) 2.4. Sementara display dinamis adalah display yang memberikan informasi yang berubah nilainya atau pengertiannya dari waktu ke waktu. .25 Kadang-kadang mungkin. Visual Display Display adalah alat petunjuk yang memberikan informasi kepada manusia melalui indera manusia (indera penglihatan).4.4. tidak ada perubahan dalam nilai maupun pengertian. Visual display dibagi menjadi dua yaitu. display statis dan display dinamis. Visual display dinamis biasanya digunakan untuk memberikan informasi mengenai nilai suatu keadaan pada suatu waktu tertentu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2. yang penyebab kecil tersebut mempunyai pengaruh terhadap penyebab utama. Yang dimaksud display statis adalah display yang memberikan informasi yang tetap sama dari waktu ke waktu. Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Akibat Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Gambar 2. atau mungkin diperlukan untuk menambahkan lebih dari empat macam penyebab utama.

1993). Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran huruf yang akan digunakan pada perancangan display. Legibility berhubungan dengan atribut dari masing-masing abjad sehingga dapat dibedakan antara yang satu dengan yang lain. Tebal huruf ini bergantung pada warna latar belakang dengan tingkat pencahayaan. Sedangkan readability berhubungan dengan kualitas yang membuat isi informasi dapat dikenali dengan baik. 2. rasio yang digunakan jika warna huruf hitam dengan latar belakang putih adalah 1:6 sampai 1:8.  Untuk huruf atau warna yang sangat cerah. Visibility berhubungan dengan kualitas dari karakter atau simbol yang membuatnya dapat dilihat dengan baik dari kondisi lingkungannya. huruf atau angka tersebut harus dicetak tebal dengan rasio tebal dengan tingginya lebih kecil.  Untuk huruf hitam dengan warna latar belakang yang sangat cerah. Rasio . yaitu: 1. semakin tebal huruf maka semakin mudah dibaca. maka digunakan yang tebal. perancangan display harus mempunyai visibility.  Jika pencahayaan dikurangi. misalnya 1:5. Perbandingan lebar dengan tinggi huruf atau angka Rasio atau perbandingan antara lebar dengan tinggi huruf atau angka digunakan untuk menghitung lebar dan tinggi dari masing-masing huruf atau angka. legibility dan readability yang baik. Oleh sebab itu. Tebal huruf atau angka Berhubungan dengan perbandingan antara tebal dengan tinggi huruf atau angka. Berikut ini adalah beberapa ketentuan yang dapat digunakan sebagai patokan dalam menentukan tebal huruf atau angka:  Untuk pencahayaan yang baik. rasio harus dikurangi menjadi 1:2 sampai 1:20.26 misalnya nilai suhu ruangan pada suatu waktu tertentu yang berubah-ubah sesuai dengan keadaaan saat itu (Sanders. sedangkan rasio yang digunakan jika warna huruf putih dengan latar belakang hitam adalah 1:8 sampai 1:10.  Untuk pencahayaan atau kontras dengan latar belakang yang kurang baik.

(Persamaan 2.(Persamaan 2...(Persamaan 2. maka digunakan persamaan 2.000 jenis huruf atau angka ini dibagi menjadi empat bagian besar yaitu Roman. Untuk menggunakan persamaan 2.45 x 10-5 x S x d ……………………….. 3..4 tetap harus menggunakan persamaan 2.35 yang mempunyai nilai yang sama dengan 1 points (pt) dalam .. tetapi jarak pembacaannya dekat maka dimensi atau ukuran huruf yang dihasilkan kurang baik karena hurufnya bisa menjadi terlalu tipis sehingga sulit untuk dibaca...1) HL = W = Ws ……………………………………….....1 dan 2..... Untuk menentukan tebal huruf yang dibaca pada jarak yang bervariasi oleh orang-orang dengan nilai snellen acuity yang berbeda pula...2) R 3 xH L …………………………………….. maka digunakan persamaan yang dikembangkan oleh The National Bureau of Standards (Sanders.. Kemudian HL tersebut dibagi dengan 0.3) 5 = tebal huruf atau angka = nilai penyebut dari snellen acuity yang digunakan = jarak pembacaan = tinggi huruf atau angka = rasio antara tebal dengan tinggi huruf atau angka = lebar huruf atau angka Dimana: WS S d HL R W Untuk pembacaan jarak dekat yang kurang dari 5000 mm.. Script dan Black Letter. 1993)... Untuk pembacaan dari jarak yang cukup jauh... Jenis huruf atau angka Ada lebih dari 30..4 Persamaan-persamaan diatas sebenarnya masih dapat digunakan. Gothic.27 yang paling umum digunakan antara lebar dengan tinggi huruf atau angka adalah 3:5..... Persamaan tersebut dapat dilihat pada rumus berikut:    WS = 1....2 untuk mendapatkan nilai WS (dalam mm) dan nilai HL.

...35 (Persamaan 2.28 program Microsoft. 0........………………………….  pt = HL …………………..4) . sehingga akhirnya didapat ukuran huruf yang digunakan dalam satuan pt..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful