Kewajiban Orang Tua terhadap Anak

2.1.1.05.009 | Hadits

Tujuan Umum
Menguatkan ikatan dengan sunnah Rasulullah Saw, berdasarkan pada landasan fahm (pemahaman) , cinta, mengerti akan pikiran-pikiran pokoknya, dan ikatan dengan petunjuk-petunjuknya, beramal dengan hukumnya diiringi dengan pemahaman yang baik, merumuskan sasaran-sasaran yang tepat sebagai petunjuk untuk segala zaman dan tempat, dan kembali kepadanya dalam segala hal lebih-lebih ketika terjadi pertentangan.

Tujuan-tujuan Kognitif
1. membaca nash hadits dengan baik 2. menghafalkan hadits-hadits yang sudah ditentukan 3. menyebutkan perawi hadits, pentakhrijnya, dan derajatnya. 4. menyebutkan tema hadits 5. menjelaskan arti kosa kata hadits 6. membuktikan arti hadits dengan ayat-ayat al Qur`an sedapat mungkin 7. Menjelaskan tentang ajaran Islam yang memuliakan Keluarga 8. Menjelaskan tentang hak anak perempuan 9. Allah sangat menyayangi anak melebihi kasih sayang ibu terhadap anaknya 10. Meletakkan Anak dalam pelukan atau Pangkuan 11. Menerangkan urgensi kasih sayang kepada anak, terutama yang masih kecil, yaitu dengan menciumnya, mengecupnya dan meletakkannya di pelukan atau pangkuan 12. Menerangkan bahwa rizki itu ada di tangan Allah swt, dan bahwa tidak ada anak yang dilahirkan kecuali ia membawa rizkinya 13. Menerangkan larangan Nabi tentang membunuh anak karena takut miskin 14. Menyimpulkan nilai-nilai tarbiyah dari hadits ini

Tujuan Afektif dan Psikomotorik
1.berinteraksi dengan bagus terhadap hadits-hadits Rasulullah Saw 2.tekun menghafal matan (isi) hadits 3.komitmen dengan arti dan arahan hadits tersebut 4.komitmen dengannya dalam kehidupan nyatanya 5.punya kepedulian menyebarkannya dan menyeru orang lain kepadanya, dimulai dari keluarga, kerabat dekatnya dan orang yang berhak mendapatkannya 6.berusaha untuk teliti (selektif) dalam menyebarkannya pada orang lain 7.menegaskan keshohihan hadits tersebut sebelum meriwayatkannya 8.pintar mengambilnya sebagai dalil dalam kesempatan yang berbeda-beda Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H

13. 3. 20. 18. Menyiapkan acara televisi yang edukatif untuk menerangkan urgensi menyayangi anak dan cara yang cocok untuk mendidik anak 2. 15. afektif dan psikomotor) c. wanti-wanti terhadap sikap gampang marah dan emosi bahwa Allah Swt sangat mengasihi hamba-hamba-Nya kasih sayang terhadap manusia dan lemah lembut terhadap hewan seorang mukmin mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri aktif untuk menyatukan orang-orang mukmin dan menyuruh untuk menolong mereka menghormati hak-hak kaum muslimin menganjurkan untuk belajar sunnah memperdalam pelajaran yang telah lalu melalui buku-buku hadits dan syarahnya studi analisa dan tematik untuk menyimpulkan sasaran hadits. 19. harokah ataupun fikroh menambah hadits yang berhubungan dengan bab itu (pemahaman dan hafalan) bersikap lembut kepada anak laki-laki atau wanita bertawakkal kepada Allah dalam mencari rizki Pilihan Kegiatan Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah: Kegiatan Pembuka Mengkomunikasikan tema dan tujuan kajian Kewajiban Orang tua terhadap anak Kegiatan Inti: a. 21. Menulis cerita yang mengungkapkan bahwa rizki ada di tangan Allah. 12. Berdikusi dan tanya jawab tema tersebut (lihat tujuan Kognitif. dan anak itu dilahirkan dengan membawa rizkinya. baik dilalah dakwah. menerangkan luasnya rahmat Allah Swt 2. Kajian tentang tema Kewajiban Orang tua terhadap anak b. 17. 11.saling mengasihi antara kita 10. tarbiyah. Penekanan dari Murobbi tentang nilai dan hikmah yang terkandung dalam kajian tersebut Kegiatan Penutup: a. 14. yang melaluinya dapat menjelaskan betapa luasnya rahmat Allah Swt Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . menjelaskan maksud dari rahmat itu 3.9. 16. Kesimpulan (lihat Tugas mandiri dan lihat kegiatan pendukung) Evaluasi Kegiatan-kegiatan Penunjang 1. b. Tujuan Tarbiyah Dzatiyah 1. memberi bukti mengapa Nabi Saw memilih kuda. Menulis makalah yang membahas tentang bahaya pembatasan keturunan dengan berargumen pada berkurangnya sumber daya alam.

memahami dan mempraktekkannya 3.4. Buku-buku hadits yang terpercaya (mu`tamad) (Shohih Bukhori – Shohih Muslim-Riyadlus Sholihin) 2. Menerangkan faidah dari hadits tersebut Sarana-sarana Evaluasi dan Mutabaah 1. pencatatan untuk menegaskan ketelitian membaca nash hadits. memberi kesempatan untuk mengutarakan apa yang terbetik dalam hati yang berhubungan dengan arti hadits Maroji` Tarbiyah Dzatiyah 1. Menyimpulkan hakikat-hakikat dan nilai-nilai tarbawi yang dituju oleh dua hadits mulia tersebut 8. 5. Sayyid Nuh. Riyadush Sholihin Karya Imam Nawawi Targib dan Tarhib Karya Mundziri Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . berbaur melalui kunjungan-kunjungan. rihlah dan aktifitas yang berbeda-beda 4. Menjelaskan hubungan seorang muslim dengan kerabatnya yang bukan muslim 7. Menerangkan pentingnya seorang muslim memperhatikan halal dan haram dalam urusannya 6. wirid muhasabah pada bidang yang dituju oleh hadits 6. menyiapkan formulir untuk menegaskan tercapainya sasaran 5. Buku-buku syarah hadits (Fathul Bari – an Nawawi dalam syarah Muslim – Dalilul Falihin fi Syarhi Riyadis Sholihin) 3. 4. Taujihat Nabawiyah karya Dr. menyimpulkan hakikat-hakikat dan nilai-nilai tarbawi yang dituju oleh hadits itu 5. dialog dan diskusi 2.

Menyayanginya.‪“Dan tiadalah Kami mengutus kamu.‬ ‫عدم قت ل ولده خ شية أ ن‬ ‫ندا ـ و ه و خلق ك ـ ثم قا ل أ:ي ؟ قاألن: تقت ل ولد ك ،‬ ‫يأك ل معه‬ ‫خ شية أ ن يأك ل مع ك . ل تعال ى ت صدي ق ق و ل النب ي‬ ‫وأنز ل‬ ‫صل ى ا ل عليه و والذي"ن ل يد عو ن م ع ا ل إل ه ًا‬ ‫سلم‬ ‫آخر "‬ ‫:‪Penjelasan Rasmul Bayan‬‬ ‫:‪Hadits dalam hak-hak anak terhadap Orang tua‬‬ ‫‪1.‪membuahkan hasil berupa rahmatan lil ‘alamin‬‬ ‫‪Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H‬‬ . sebagaimana yang disebutkan Allah Taala kepada‬‬ ‫. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam‬‬ ‫)701 :‪(Al-Anbiya‬‬ ‫‪Dengan misi yang sangat mulia itulah. Dilarang membunuh anak.‫‪Muhtawa‬‬ ‫أ خذ النب ي ـ صل ى ا ل عليه و سلم ـ إبرا هيم ، فقبل ه و ش م ه‬ ‫م ن ل ير حم ل ي ر حم‬ ‫ما يل ي م ن هذه البنا ت شيئ ًا فأ ح س ن إلي هم ك ن له‬ ‫ستر ًا م ن النا ر‬ ‫ل أر حم بعباده م ن هذه ب ولد ها‬ ‫أ ن النب ي ـ صل ى ا ل عليه و سلم ـ و ض ع صبي ًا ف ي‬ ‫ح جره ي حنكه ، فبا ل عليه ، فد عا بما ء فأتبعه‬ ‫ُ‬ ‫ع ن أ سا مه ب ن زيد ـ ر ض ي ا ل عن هما ـ قا ل : "‬ ‫أ حادي ث ف ي‬ ‫حق و ق ا لو لد و ض ع ال صب ي ف ي ال ح جر كا ن ر س و ل ا ل ـ صل ى ا ل علي ه و سلم ـ يأ خذن ي‬ ‫أ و عل ى الف خذ‬ ‫ّ‬ ‫فيقعدن ي عل ى ف خذه ، ويقعد ال ح س ن اب ن عل ي‬ ‫عل ى ال والدي ن‬ ‫عل ى ف خذه ا ل خر ى ، ثم ي ض م هما ، ثم يق و ل :‬ ‫الل هم ار حم هما ، فإن ي أر حم هما‬ ‫ع ن عبد ا ل ب ن م سع ود ـ ر ض ي ا ل عنه ـ قا ل : "قل ت‬ ‫يا: ر س و ل أا ل الذن ب أ ع ظم ؟ قا لأ ن ت جع ل ل‬ ‫:‬ ‫ي.‪Rasulullah saw‬‬ ‫ر حمة ال ولد‬ ‫وتقبيله و ش مه‬ ‫َ َ َ ْ ََْ َ ِ ّ َ ْ َ ً ِْ َ َ ِ َ‬ ‫وما أرسلناك إل رحمة للعالمين‬ ‫”. karena takut rizkinya dimakan anak‬‬ ‫‪Pendahuluan‬‬ ‫‪Islam turun sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Meletakkan anak di atas paha‬‬ ‫‪3. merangkulnya dan menciumnya‬‬ ‫‪2. dapat dipahami bahwa syariat Islam akan memberikan‬‬ ‫‪perhatian yang sangat tinggi terhadap segala hal yang terkait dengan tindakan-tindakan yang akan‬‬ ‫. قا ل : أ ي ؟ قا ل أ:ن ت زان ي‬ ‫ثم‬ ‫حليل ة جار ك ا.

” ( An-Nisaa: 34) ‫أل أخبرك بخير ما يكنز المرء المرأة الصالحة إذا نظر إليها‬ َ ْ َ ِ َ َ َ َ ِ ُ َ ِ ّ ُ َْ َ ْ ُ ْ َ ْ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َِ ُ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ َِ ‫َ ّته‬ ‫سر ْ ُ وإذا أمرها أطاعته وإذا غاب عنها حفظته‬ “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? Wanita shalihah: jika dilihat (suami) menyenangkan dan jika (suami) meninggalkannya ia menjaga dirinya dan harta suaminya. “ . Jika ia tidak suka dengan salah satu perilakunya. ia dapat menerima perilakunya yang lain (Muslim) Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H .(An Nisaa: 19) ُ ّ َ ِ َ َ ِ ِ ْ َ ِْ ٌ َ ِ َ ٌ َِ َ ُ َ ِ ّ َ ‫فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ ال‬ “…Sebab itu maka wanita yang saleh. A.Sebagai salah satu dari implementasi misi rahmatan lil ‘alamin Islam sangat memperhatikan pola hubungan antar manusia (mu’amalah insaniyah) .” (Abu Dawud dan Nasa’i) “ Janganlah seorang (suami) mukmin membenci seorang (istri) mu’minah. (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka.” Dengan demikian. Hubungan suami-istri Perhatian terhadap keutuhan dan keharmonisan keluarga diingatkan dengan sangat jelas dalam AlQur’an mengenai hakikat dan tujuan pembentukan keluarga itu sendiri. ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. oleh karena Allah telah memelihara (mereka. Memuliakan Keluarga 1. Perhatikan firman Allah Taala dalam Ar-Rum: 21 ً ّ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ْ َِ ُ ُ ْ َ ِ ً َ ْ َ ْ ُ ِ ُ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ََ ْ َ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ‫ومن ءاياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجع مل بينك مم م مودة‬ َ ُ ّ َ َ َ ٍ ْ َ ِ ٍ َ َ َ َِ ِ ّ ِ ً َ ْ َ َ ‫ورحمة إن في ذلك ليات لقوم يتفكرون‬ “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.. dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka…” (Al-Baqarah: 187) ‫وعاشروهن بالمعروف فإن كرهتموهن فعسى أن تكرهمموا ش ميئا ويجع مل ال م‬ ُ ّ َ َ ْ ََ ًْ َ ُ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ّ ُ ُ ُْ ِ َ ْ َِ ِ ُ ْ َ ْ ِ ّ ُ ُ ِ َ َ ‫فيه خيرا كثيرا‬ ً َِ ً ْ َ ِ ِ “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Tuntunan interaksi harmonis suami isteri dapat kita lihat dalam beberapa pesan Al-Qur’an dan Hadis: ّ ُ َ ٌ َ ِ ْ ُ ْ ََ ْ ُ َ ٌ َ ِ ّ ُ ‫هن لباس لكم وأنتم لباس لهن‬ “… mereka itu adalah pakaian bagimu.. mawaddah dan rahmah merupakan suatu kondisi yang hendaknya diciptakan oleh pasangan suami isteri di dalam rumah tangganya.Dan ini memerlukan suatu upaya yang sistematis dan konstruktif dari kedua belah pihak. padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. akan dibahas bagaimana Islam memerintahkan umatnya untuk memuliakan keluarga sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kehidupan sosial yang penuh dengan kedamaian dan sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. sakinah. Dalam makalah yang ringkas ini. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.

Menyusuinya dalam waktu yang cukup (2 tahun) . dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar. sedang anak itu mengetahuinya maka Allah akan menutup diri dari orang itu. َ َ َ ّ ّ ِ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ِ ِ ْ َِ َ ِ ْ َْ َ ّ ُ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ ُ ُ َ ِ َ ْ َ ‫والوالدات يرضعن أولدهن حولين كاملين لمن أراد أن يتم الرضاعة‬ “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. keras. Melantunkan adzan di telinga kanan saat lahir ke dunia. Memberi nama yang baik. tidak boleh menolaknya. Aku melihat Rasulullah saw azan di telinga Husein ketika dia baru saja dilahirkan oleh Fatimah ra. Dan kewajibanmu adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan baik” “Sesungguhnya aku berdandan untuk istriku. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” ( Al-Baqarah: 233) e. Dalam hal ini. Sungguh menjadi kewajiban orang tua untuk menjadikan anak-anak mereka orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Memuliakan anak berarti memenuhi hak-hak mereka.“Takutlah kepada Allah dalam (memperlakukan) wanita karena kamu mengambil mereka dengan amanat Allah. Yaitu sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW berupa pemberian makanan manis dan lembut di saatsaat pertama kehidupan anak (bisa dengan kurma atau madu) d. b. Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . bahkan sejak awal kehidupan mereka dimulai yakni: a. sebagaimana dia berdandan untukku” (Perkataan Ibnu Abbas RA) 2. Sabda Nabi: ُ َ ‫ََ ّ َ َ ُ ٍ َ َ َ َ َده َ ُ َ َ ْ ُ ُ ِ َ ْ ِ ْ َ َ َ ّ ِ ْ ُ َ َض‬ ‫وأيما رجل جحد ول َ ُ وهو ينظر إليه احتجب ال منه وف َحه‬ ُ َ ِ ِ َ َ ِّ َ ِ ُ ُ ََ ‫على رءوس الولين والخرين‬ Barang siapa yang mengingkari anaknya. Menerima kelahiran Menerima kelahiran mereka dengan penuh sukacita. (Al-Hakim) c. dan engkau halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Tahnik. Memuliakan anak Memuliakan keluarga juga berarti meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak. (At-Tahrim: 6) . patokan paling utama adalah perintah Allah Taala kepada orang-orang beriman untuk menjaga keselamatan keluarganya dari api neraka ُ ّ َ ُ ُ َ ً َ ْ ُ ِ ْ ََ ْ ُ َ ُ ْ َ ُ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس‬ ْ ُ َ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ َ ٌ َ ِ ٌ َ ِ ٌ َ ِ َ َ َ ْ ََ ُ َ َ ِ ْ َ ‫والحجارة عليها ملئكة غلظ شداد ل يعصون ال ما أمرهم‬ َ َ ُ َ ْ ُ َ َ ُ‫َ َ ْع‬ ‫ويف َلون ما يؤمرون‬ “ Hai orang-orang yang beriman. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. dan keburukannya akan ditunjukkan di hadapan orang-orang terdahulu dan kemudian (Ad Darami) .

f. di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku.Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. dan menimbang rambut tersebut lalu dikonversi dalam satuan emas atau perak yang selanjutnya disedekahkan kepada faqir miskin.Imam Ibnu Qayim mengatakan bahwa ada hubungan yang erat antara nama dengan kualitas anak. Sebaliknya seorang anak akan merasa malu dan rendah diri apabila nama yang disandangnya buruk. Kewajiban orang tua pada akhirnya disempurnakan dengan membantu mereka dalam membangun keluarga dengan menikahkannya. Rasulullah saw. kehormatan dan kesehatannya. juga sangat jelas diperintahkan Allah Taala: ‫وقضى ربك أل تعب مدوا إل إيمماه وبالوال مدين إحسممانا إممما يبلغ من عن مدك الكب مر‬ َ َ ِ ْ َ َ ْ ِ ّ َ ُْ َ ّ ِ ً َ ْ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ُ ّ ِ ّ ِ ُ ُ ْ َ ّ َ َ ّ َ َ َ َ .‫أحمد ُما أو كلهممما فل تقمل لهممما أف ول تنهرهممما وقمل لهممما قمول كريممما‬ ً ِ َ ً ْ َ َ ُ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ ِ ْ َ َ ‫َ َ ُه‬ ‫واخفضْ لهما جناح الذل من الرحمة وقل رب ارحمهما كما ربياني صغيرا‬ ً َِ ِ َ َّ َ َ َ ُ ْ َ ْ ّ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ّ َ ِ ّ ّ َ َ َ َ ُ َ ِ ْ َ “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Pemberian nama yang baik akan mendorong yang punya nama untuk berbuat baik sesuai dengan makna yang terdapat di dalam namanya. Al Qur’an secara monumental telah mengisyaratkan pentingnya pendidikan anak ini melalui kisah Lukman ketika sedang mendidik anaknya: ٌ ‫وإذ قال لقمان لبنه وهو يعظه يابني ل تشرك بال إن الشرك لظلم عظي‬ ‫َِ ْ َ َ ُ ْ َ ُ ِ ْ ِ ِ َ ُ َ َ ِ ُ ُ َ ُ َ ّ َ ُ ْ ِ ْ ِ ِ ِ ّ ّ ْ َ َ ُ ْ ٌ َ ِ م‬ ّ “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya. janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. maka anak akan menjadi individu yang mature dewasa dan bertanggung jawab.” ( Luqman: 13) Dengan pendidikan yang benar menurut apa yang diajarkan Allah Taala. Orang tua berperan dalam memilih siapa calon suami/istri putraputri mereka menurut ukuran kebaikan Islam. Dengan khitan berarti sejak kecil ia sudah dipelihara harga diri. Memuliakan orang tua Sedangkan bagaimana anak bersikap kepada orangtuanya. Aqiqah: Menyembelih hewan qurban untuk kelahiran mereka pada hari ketujuh. serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi kemaslahatan umat. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Selanjutnya memuliakan anak berarti juga memberikan pendidikan yang baik kepada mereka. karena nama yang diberikan orang tua mengandung do’a dan harapan. Cukur rambut: Pada hari yang ketujuh pula dilakukan pencukuran rambut. atau tiada makna. “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua ekor kambing yang memenuhi syarat dan bayi perempuan cukup dengan satu ekor kambing. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. bersabda. 3.” (Ad-Darami) g. Khitan: Dari segi medis khitan jelas bermanfaat bagi kesehatan. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . ِ ِ ْ َ ِ َ ِ ِ ِ ّ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ َْ َ َ ِ َ َ ‫يا فاطمة احلقي رأسه وتصدقي بزنة شعره‬ “Wahai Fatimah Timbanglah rambut al Husain dan sedekahkanlah perak seberat itu” (Al-Hakim) h.

dapat dilakukan melalui telpon atau surat. Selalu menjaga silaturahim dengan cara mengunjungi mereka secara rutin (berkala) sesuai kemampuan. c. h. c. pangan dan papan. meskipun cuma sebuah bingkisan kecil. Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . terutama tentu saja kebutuhan hidup sehari-hari berupa sandang. masalah-masalah mereka. Berikan pula buku atau majalah yang patut mereka baca. i. g. Memberi mereka hadiah sesuatu yang menyenangkan mereka. Menganjurkan mereka meningkatkan ibadah. Janganlah lupa memberikan mereka buah tangan apabila kita pulang dari bepergian jauh. e. menganjurkan bahkan membantunya berobat ke dokter. men-sholatkan atasnya. membacakan istighfar atas keduanya dan melaksanakan janji (wasiat) nya.penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku. memperbanyak dzikir dan menghadiri atau mendengarkan ceramah atau majelis ta’lim yang baik buat mereka. Bila jarak tempat tinggal jauh. …. dan menghormati teman-teman keduanya (Abu Dawud) Di antara tindakan-tindakan praktis membina hubungan yang baik kepada orangtua dalam konteks memuliakan mereka adalah: b. Tanyailah keadaan kesehatan mereka.” ( Al-Isra: 23-24) Bahkan Allah selalu mensejajarkan perbuatan mengabdi kepada-Nya dan bertauhid dengan berbuat baik kepada orang tua: ‫واعبدوا ال ول تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسانا‬ ً َ ْ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ َِ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ّ َ ُ ُْ َ “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sesekali ajaklah mereka rihlah bersama ke suatu tempat yang baik. patutlah kita memberangkatkan mereka ke tanah suci Mekkah untuk ibadah Haji. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. pola kerja dan pola hidup agar menjadi sehat. Mendidik anak-anak untuk menghormati dan menggembirakan mereka (kakek-nenek) Pamit kepada mereka ketika hendak bepergian jauh. serta menghubungkan ikatan yang tidak dapat dihubungkan melainkan karena keduanya. Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa memuliakan kedua orangtua terus berlanjut meskipun keduanya telah tiada: َ ْ ِ ُ ْ َ َْ َ َ َ ّ ِ ِ ّ َ َ َِ ِ ْ ِ ِ َ ٍ ْ َ ُ َِ ْ َ ‫عن أبي أسيد مالك بن ربيعة الساعدي قال بينا نحن عند‬ َ ‫ّ َ َ ْ ِ َ َّ َ ِ ْ َ َه َ ُ ٌ ِ ْ َ ِ َ َم‬ ‫رسول ال صلى ال عليه وسلم إذ جاء ُ رجل من بني سل َة‬ ُ َّ ّ ِ ُ َ ِ َ ْ ‫َ َ ل َ َ ُ َ ّ َ ْ َ ِ َ ِ ْ ِ ّ ََ َ ّ َ ْ ٌ ََ ّ ُ َ ِ ِ ب‬ ‫فقا َ يا رسول ال هل بقي من بر أبوي شيء أبرهما به َعد‬ ِ ‫موت ِما قال نعم الصلة عليهما والستغفار لهما وإنفاذ عهدهما‬ َ ِ ِ ْ َ ُ َ ْ َِ َ ُ َ ُ َ ْ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ َ َ ُ َ ّ ْ َ َ َ َ َ ‫َ ْ ِه‬ ُ َ ْ َِ َ ِ ِ ّ ِ ُ َ ُ َ ِ ّ ِ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ‫من بعدهما وصلة الرحم التي ل توصل إل بهما وإكرام‬ ‫صديقهما‬ َ ِ ِ َِ Abu Usaid (Malik) bin Rabi’ah Assa’diyah berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW mendadak datang seorang dari Bani Salimah dan bertanya: Ya Rasulullah apakah masih ada jalan untuk berbakti terhadap ayah bundaku sesudah mati keduanya? Jawab Nabi: Ya.” (An Nisa 36) Ini menunjukkan bahwa memuliakan kedua orangtua bukan perkara sepele. kasihilah mereka keduanya. Bila memiliki rezeki yang cukup. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak. Memelihara kesehatan mereka dengan cara memonitor kesehatan mereka. Menganjurkan mereka untuk memperbaiki pola makan. f. d. Memenuhi kebutuhan mereka.

‫الدنيا‬ ‫ ريحانتاي من‬berarti bagian parfum duniawiku. Lalu Rasululahn saw memandanginya dan bersabda: “Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi” (Al Bukhari) Penjelasan: Rasulullah saw mencium Al Hasan bin Ali –ra. Itulah ciuman yang Rasulullah saw lakukan kepada cucunya. (AlBukhari) Ibnu Al Baththal berkata: ، ‫يجو ُ تقبيل الولد الصغير في كل عضو منه ،وكذا الكبير عند أكثر العلماء‬ ِ َُ ِ َ ْ ُ ُ ُ ِْ ّ َ ّ ِ ِ ََ َ ِ ْ َ ‫َ ز‬ ِ ََ ‫مال لم يكن عورة ، فل تقبل عورة الولد‬ ُ َِ ُ ُِ ْ َ ْ َُ ْ َ َ َ Diperbolehkan mencium anak kecil. Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . Rasulullah saw melihatnya dengan pandangan yang kurang menyenangkan karena ia tidak pernah mencium anaknya. Rasulullah saw menerangkan dua cucunya Al Hasan dan Al Husain. sehingga Islamnya menjadi baik. di semua anggota badannya. Putra Fathimah –ra. sehingga anaknya merasakan kasih sayangnya dengan menciuminya. Menyayangi Anak dan Menciuminya ‫1 ـ عن أنس بن مالك ـ رضي ال عنه ـ قال: أخذ النبي ـ صلى ال عليه‬ ٍَ َ َ َ ُّ ‫وسلم ـ إبراهيم ، فقبله وشمه‬ ُ َّ َ َ Dari Anas bin Malik –ra. Demikian juga orang dewasa – menurut mayoritas ulama-. ُ ‫ فقبل‬Mencium dengan mulutnya. HR Al Bukhari dari Ibnu Umar –ra. kecuali auratnya. di hadapan Al Aqra’ bin Habis At Tamimiy yang sedang duduk. sepertinya ia adalah ُ ‫َ َ ّ َه‬ َُّ َ ‫ :ريحانة‬pengharumnya َ ِ Anak-anak itu diciumi serasa parfum – sepertinya. َْ ّ َ ِ ّ ََ َ ْ َ َ ُ Kalimat. Maka tidak boleh hukumnya mencium aurat anak. َ ْ َ َ َ ْ َ َّ َ ِ ْ َ َ ّ ‫2 ـ عن أبي هريرة رضي ال عنه قال قبل رسول ال َلى ال عليه وسلم الحسن بن‬ ُ ّ‫َ ُ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ َ َ ّ َ َ ُ ُ ّ ص‬ ِ ُ ‫علي وعنده القرع بن حابس التميمي جالسا فقال القرع إن لي عشرة من الولد ما‬ َ ِ ََ ْ ْ ِ ً َ َ َ ِ ّ ِ ُ َ ْ َْ َ َ َ ً ِ َ ّ ِ ِ ّ ٍ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ َْ ُ َ ْ ِ َ ّ ِ َ ُ َ ْ ُ َ ُ َ ْ َ َ ْ َ َ َ ّ ُ َ ّ‫ّ َ َ ْ ِ َس‬ ‫قبلت منهم أحدا فنظر إليه رسول ال صلى ال عليه و َلم ثم قال من ل يرحم ل يرحم‬ ُ َّ ّ ُ ُ َ ِ ْ َِ َ َ َ َ ً َ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ّ َ ِ Dari Abu Hurairah ra. ‫ وشمه‬mencium dengan hidungnya. untuk merubah sikapnya terhadap anak-anaknya. Hadits ini menunjukkan cinta anak dan menciumnya. dua putera Fatimah dengan kalimat: ‫ هما ريحانتاي من الدنيا‬Keduanya adalah keharumanku di dunia.Sungguh indah bagaimana Islam memberikan pedoman-pedoman yang jelas dan rinci bagaimana sebuah keluarga dibangun dengan cara-cara yang bersahaja dan penuh nilai-nilai luhur. menunjukkan cinta dan kasih sayangnya. B. Al Hasan lahir pada tahun 2 (dua) Hijriyah. Ketika itu Al Aqra’bin Habis At Tamimiy sedang duduk berada di hadapan Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw bersabda. Berkata: Rasulullah saw menggendong Ibrahim dan menciuminya. َ ْ ِ َ ْ ِ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ‫أخذ النبي ـ صلى ال عليه وسلم ـ إبراهيم‬ َّ ّ ِ ّ َ َ َ Rasulullah mengambil anaknya –Ibrahim. dan aku belum pernah menciumi seorang pun.berkata: Rasulullah saw menciumi Al Hasan bin Ali. Ia seorang mu’allaf.dari ibunya Mariyah Al Qibthiyah. Lalu Al Aqra’ berkata: Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak.

Rahmat dari sesama makhluk adalah termasuk dalam amal shalih. Masyru’iyyah (disyariatkannya) mencium anak. Karena balasan itu serupa dengan amalnya.berkata: Telah datang padaku seorang wanita bersama dengan dua orang anaknya meminta sesuatu kepadaku. Sesungguhnya orang yang berfikir dan bersemangat untuk membuat kebaikan pada dirinya sendiri akan berusaha agar rasa kasih sayang itu menjadi akhlak dan kepribadiannya. Dari hadits di atas dapat disimpulkan antara lain: 1. Secara tekstual hadits َ ْ ََْ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ini menerangkan bahwa ibu itu tidak makan sedikitpun. dan ihsan (berbuat baik) . Kemudian Rasulullah saw datang dan aku ceritakan kepadanya. 2. dan kasih sayang sesama manusia. ‫3 ـ عن عائشة رضي ال عنها قالت دخلت امرأة معها ابنتان لها تسأل فلم تج ـد عن ـدي‬ ِ ْ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ٌ ََ ْ ْ َ َ َ ْ َ َ َ ْ َ ّ َ ِ َ َ َ ِ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ْ ََ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ َ ّ ِ َ ُ ْ َ ْ ََ ٍ َ ْ َ َ ْ َ ً ْ َ ‫شيئا غير تمرة فأعطيتها إياها فقسمتها بين ابنتيها ولـم تأك ـل منهــا ث ـم قــامتْ فخرج ـت‬ ٍ ْ َ ِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ِ ُ ْ َ َ َ َ ُ ُ ْ َ ْ ََ َ ْ ََ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ ‫فدخل النبي صلى ال عليه وسلم علينا فأخبرته فقال منْ ابتلي م ـن هـذه البنــات بش ـيء‬ ُ َّ ّ ِ ّ َ َ َ َ ِ ّ ْ ِ ً ِْ ُ َ ّ ُ ‫كن له سترا من النار‬ Dari Aisyah –isteri Rasulullah saw. Seorang ibu yang memprioritaskan anaknya daripada dirinya adalah bentuk kasih sayang yang tidak diragukan lagi. ibu itu kemudian membaginya untuk kedua anaknya. Atau keduanya dibaca jazm (mim dibaca sukun/mati) dan kata Man berstatus syarat. Ketika tidak ada sesuatupun yang bisa diberikan kecuali sebutir kurma. mendapatkan nikmat lahir batin. lalu aku tidak temukan kecuali sebutir َ ُ ْ َ ْ َ َ ً َ ِ َ ً َ ْ َ ِ ْ ِ ْ ِ َ ْ ََ ِ َُ ْ َ kurma. Orang yang menyayangi orang lain mendapatkan keberuntungan rahmat Allah dan kasih sayang sesama manusia yang akan menjadi penolong di kala sempit dan pembela pada saat yang dibutuhkan. Kata “rahmat” kasih sayang dari sesama makhluk adalah kelembutan hati yang membuat seseorang memuliakan. C. HR Al Bukhari. ‫ فقسمتها بين ابنتيها‬Kemudian wanita itu membaginya untuk kedua anaknya. sedangkan rahmat dari Allah swt adalah balasan atas amal shalih yang dilakukan. Hal ini menunjukkan kedermawanan Ummul Mukminin Aisyah – ra. lalu aku berikan padanya.َُ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ‫ من ل يرحم ل يرحم‬Barang siapa yang tidak menyayangi maka ia tidak disayangi. barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak disayangi. Jawaban Rasulullah kepada Al Aqra menunjukkan bahwa mencium anak itu bertujuan untuk menunjukkan kasih sayang dan perhatian. bukan kelezatan atau syahwat. 3. Boleh juga kedua ya’ dibaca rafa’ (huruf mim dibaca dlammah) dengan menstatuskan kata “Man” sebagai isim Maushul. lalu aku berikan kepadanya. dan hal ini adalah sunnah Nabi yang mulia. Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . َُ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ‫ من ل يرحم ل يرحم‬Huruf ya pertama di baca fathah dan ya’ kedua dibaca dlammah. agar mendapatkan rahmat Allah dan kasih sayang sesama manusia. Aku hanya memiliki sebutir korma. Orang yang tidak menyayangi sesama manusia dan makhluk hidup lainnya akan terhalang dari rahmat Allah. ia akan hidup dengan kehidupan yang baik. Hak Anak Perempuan Dan orang yang mendapatkan rahmat Allah. dan sebaliknya. lalu pergi. daripada dirinya sendiri. dan akan berakhir dengan kebaikan (husnul khatimah) . ia lebih prioritaskan untuk wanita itu. Nabi bersabda: barangsiapa yang dikaruniai anak-anak perempuan lalu berbuat baik kepada mereka. Barang siapa yang menyayangi ia akan disayangi. maka anak-anak itu akan menjadi penghalangnya dari neraka. Muslim dan At Tirmidzi Penjelasan: ‫معها ابنتان‬Membawa dua anaknya ‫ تسألني فلم تجد عندي تمرة واحدة فأعطيتها‬Ia memintaku. Namun pada umumnya para rawi membacanya dengan rafa’.

sedikit atau banyak. lalu Aisyah –ra ُ ُ ْ ّ َ ‫َ َ َ َ ّ ِ ّ َّ ُ ََ ْ ِ َ َّ َ ف‬ menceritakan hal ini kepadanya. Orang yang sangat membutuhkan diperbolehkan meminta-minta. Kata satr dan hijab memiliki makna yang sama. pahala yang disebutkan di atas itu akan diperoleh pelaku kebaikan sehingga anak itu mandiri dengan menikah atau lainnya.ْ َ َ َ َ ْ َ َ ُّ ‫ ثم قامت فخرجت‬Kemudian wanita itu bangkit dan keluar. D. 4. Sebaiknya bersedekah dengan apa yang ada. Kurang berharganya sebutir kurma itu tidak menghalanginya dari bersedekah. Sesungguhnya menyayangi anak perempuan dan berbuat baik kepadanya akan menjaga dari apai neraka. 3. bersama dengan kedua anaknya dari rumah Aisyah –ra. Berbuat baik kepada anak antara lain dengan infaq (membiayai) ta’dib (mendidik) dsb. Karena pada umumnya mereka lemah dalam memenuhi kebutuhan pribadinya. mampu memenuhi kebutuhannya. Allah sangat menyayangi anak melebihi kasih sayang ibu terhadap anaknya ‫4 ـ عن عمر بن الخطاب رضي ال عنه قدم على النبي صلى‬ َّ ّ ِ ّ ََ َ ِ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ َ ُ ‫ال عليه وسلم سبي فإذا امرأة من السبي قد تحلب ثديها تسقي‬ ِ ْ َ َ َ ْ َ ُ ُ ْ َ ْ َ ِ ْ ّ ْ ِ ٌ ََ ْ َ ِ َ ٌ ْ َ َ ّ َ َ ِ ْ َ َ ّ ُ ُ َ َ ْ ََ َ ِ ْ َ ِ ُ ْ َ َ ْ َ َ ُ ْ َ َ َ ِ ْ ّ ‫إذا َجدت صبيا في السبي أخذته فألصقته ببطنها وأرضعتْه‬ ِ َِّ ْ َ َ ‫ِ َ و‬ ‫فقا َ لنا النبي صلى ال عليه وسلم أترون هذه طارحة ولدها‬ َ َ َ َ ً َ ِ َ ِ ِ َ َ ْ َ ُ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ّ ُ َّ ّ ِ ّ َ َ ‫َ َ ل‬ ُ ‫ِ ّ ِ ُ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ّ َ ْح‬ ‫في النار قلنا ل وهي تقدر على أن ل تطرحه فقال ل أر َم‬ ُ َ ‫بعبا ِه من هذه بولدها‬ َ ِ ََ ِ ِ ِ َ ْ ِ ِ ‫ِ ِ َ د‬ Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . Maka pahala akan diberikan kepada pelaku kebaikan kepada satu anak perempuan sebagaimana balasan kebaikan itu akan diperoleh pelaku kebaikan kepada lebih dari satu anak perempuan. Dari hadits ini dapat diambil pelajaran: 1. apakah akan memperlakukan mereka dengan baik atau tidak baik. Seperti yang dilakukan oleh Aisyah ra. " ‫ فدخل النبي ـ صلى ال عليه وسلم ـ َحدثته‬Kemudian Rasulullah saw masuk. yang secara fisik lebih kuat. selama tidak bertujuan untuk membanggakan diri dan membangkit pemberian. dari kata: ُ ‫ :البل‬ujian. Artinya barang siapa yang diuji seperti ujian anak-anak ini. Dalam riwayat lain: ‫ كن له حجابًا‬mereka menjadi hijab ً ْ ِ ‫ُ ّ َه‬ (penutup) . Seperti yang dilakukan oleh ibu dari dua anak perempuan tadi kepada Aisyah ra 2. Diperbolehkan menceritakan kebaikan yang dilakukan. Berbeda dengan laki-laki. Seperti yang dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah ra dalam bercerita kepada Rasulullah tentang wanita itu dan kedua anaknya. ‫ْ َ َء‬ Dalam riwayat lain ‫ابتلى‬ ُِ ْ Lalu Rasulullah saw bersabda: ‫يلي‬ َِ َْ ‫ :من‬barang siapa yang diuji. Secara zhahir. dengan sebutir kurma. ْ‫م‬ ‫ " َن‬dari kata: ‫ :الولية‬menguasai. lebih cair dalam berfikir. pada umumnya. yang menjadi pekerjaan orang-orang baik untuk berusaha terlindung dan selamat darinya. " ‫ " كن ل ُ سترا‬Mereka menjadi penghalang. untuk dinilai. Hadits ini menegaskan tentang hak anak perempuan. Dalam riwayat lain ‫من بلى‬ ُ ََ ِ َُْ huruf ba’ dibaca dhammah.

َْ َ ُ ْ َ َ ْ ََ َ ِ ْ َ ِ ُ ْ َ َ ْ َ َ ُ ْ َ َ َ ِ ْ ّ ‫إذا وجدت صبيا في السبي أخذته فألصقته ببطنها وأرضعته‬ ِ َِّ ْ َ َ َ َ ِ dapatkan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu. lam taukid (penegasan) . ‫ ثديها‬Berbentuk mufrad (kata tunggal) dibaca rafa’ sebagai fa’il. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya. Tidak mungkin ia lemparkan anaknya ke dalam api. Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Al Hafizh Ibnu Hajar berkata –dalam Fathul Bari. untuk meringankan air susunya. telah mengalir air susu darinya. (Al Bukhari dan Muslim).(Al A’raf:156-157) Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . setelah kalimat itu – Ia ِ ّْ ‫إذا وجدت صبيا في السبي‬ ِ َِّ ْ َ َ َ َ ِ Artinya: Wanita itu bergegas berjalan mencari anaknya yang hilang.. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul. Ia resah dengan air susunya yang telah terkumpul di buah dadanya –ketika ia menemukan anak kecil ia ambil dan ia susuinya. dari kata sa’i (berjalan cepat) mencari anaknya yang hilang.ia segera menggendong. nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil.. lalu menemukan anak kecil lagi –dan itulah anaknya sendiri. dan menyusuinya.. ال ـذين‬ ‫يتبعون الرسول النبي الم ـي ال ـذي يج ـدونه مكتوبــا عن ـدهم فــي‬ ِ ْ ُ َ ْ ِ ً ُ ْ َ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ّ ّ ُْ ّ ِ ّ َ ُ ّ َ ُ ِ ّ َ ِ ِ ْ ِْ َ ِ َ ْ ّ ‫التوراة والنجيل‬ “Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia Ini dan di akhirat. ‫ العباد‬Para hamba yang dimaksudkan adalah kaum mukminin yang bertaqwa yang beramal shalih. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orangorang yang bertakwa.siap mengeluarkan susu.Dari Umar bin Al Khaththab ra.berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah saw.ia ambil dan ia peluk dalam perutnya dan menyusuinya. Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya melebihi wanita itu sayang kepada anaknya. ‫ تسعى‬A’in dibaca fathah. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul-Bari. Lalu Rasulullah saw bersabda: ‫ أترون‬ta’ dibaca fathah artinya: apakah kamu menyangka wanita itu melemparkan anaknya ke dalam api. Kami jawab. dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami". berbentuk Mabni Majhul (didatangkan) ‫ سبى‬Tawanan dari Hawazin َّ ُ ُْ َ ‫ تحلب‬Ha’ dibaca fathah dan lam diberi tasydid. Lalu Nabi Muhammad saw bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak. Lalu Rasulullah saw bersabda: ‫ ل‬lam pertama dibaca. Seperti firman Allah: َ َ َ ْ َ ِ َ ْ ُ ّ ِ ِ َ ‫َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ِ ِ ّ ْ َ َ َ َ ً َ ِ َْخ‬ ‫واكتب لنا في هذه الدنيا حسنة وفي ال ِرة إنــا ه ـدنا إلي ـك قــال‬ ‫عذابي أصيب به من أشاء ورحمتي وسعت كل ش ـيء فس ـأكتبها‬ َ ُُْ َ َ َ ٍ ْ َ ّ ُ ْ َ ِ َ َِ ْ َ َ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ُ ِ ُ ِ َ َ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ِ ّ َ َ َ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ّ َ َ ِ ِّ ‫للذين يتقون ويؤتون الزكاة والذين ه ـم بآياتنــا يؤمنــون. Allah tidak akan melemparkannya ke neraka karena sangat sayang kepada mereka. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa –sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawananan itu. Penjelasan: ََِ ‫ قدم‬Qaf dibaca dhammah. ia mengambilnya lalu memeluknya dan menyusuinya. melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya.

Dan Allah tidak akan melemparkan kekasihnya ke dalam api neraka. Rasulullah saw memanfaatkan kesempatan perhatian para sahabat terhadap fenomena kasih sayang ibu kepada anaknya. ra. sehingga bisa ditangkap secara fisik untuk hal-hal yang tidak mudah difahami. Para sahabat bertanya: Ibu ini tidak akan melemparkan anaknya ke dalam api. Walau demikian Rasulullah saw mendekatkan pemahaman itu kepada para pendengar dengan keadaan wanita tersebut. atau anak itu adalah Al Husain bin Ali seperti dalam riwayat Al Hakim. agar mendapatkan pengertian yang tepat. Rasulullah saw tidak melarang melihat wanita dalam hadits di atas.hadits ini dikuatkan pula oleh riwayat Imam Ahmad dan Al Hakim dari Anas. Pemanfaatan kesempatan untuk menyampaikan dakwah. Itulah rahmat Allah yang tidak akan terjangkau oleh akal. lalu anak itu kencing di pelukannya. Dari hadits ini dapat diambil pelajaran: 1. Boleh melihat tawanan wanita. bahwa Nabi Muhammad saw meletakkan anak kecil di pelukannya kemudian mentahniknya (menyuapi dengan kurma yang telah dukunyahnya) . yaitu Abdullah bin Az Zubair. lalu meminta air dan mengguyurnya. E. Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . seperti yang diriwayatkan oleh Ad Daru Quthniy. Meletakkan Anak dalam pelukan atau Pangkuan ‫عن عائشة أن النبي صلى ال عليه و َلم وضع صبيا في‬ ِ ّ ِ َ َ َ َ َ ّ ‫ّ َ َ ْ ِ َس‬ ُ َّ ّ ِ ّ ّ َ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ َ ْ ََ ٍ َ ِ َ َ َ ِ ْ ََ َ َ َ ُ ُ ّ َ ُ ِ ْ َ ‫حجرهِ يحنكه فبال عليه فدعا بماء فأتبعه‬ Dari Aisyah ra. untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak ada seorangpun yang lebih sayang melebihi Allah. 3. dan menjadi tempat bergantung dalam semua urusan. ibu itu ketakutan bahwa anaknya akan jatuh. 2. Rasulullah saw bersabda: Dan Allah tidak akan melemparkan kekasihnya ke dalam api neraka. berkata: ْ ِ ٍ َ َ ِ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ ‫عن أنس قال مر النبي صلى ال عليه وسلم في نفر من‬ ُ َّ ّ ِ ّ ّ َ َ َ ٍ َ َ ْ َ ‫أصحابه وصبي في الطريق فلما رأت أمه القوم خشيت َلى‬ َ ‫ّ ِ ِ َ َ ّ ََ ْ ُ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ ع‬ ِ ّ َِ َ ِ ِ َ ْ َ ‫َ َ ِ َ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ُ ُ ْ ِ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ ْه‬ ُ ‫ولدها أن يوطأَ فأقبلت تسعى وتقول ابني ابني وسعت فأخذت‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ ُ َ َ ُ َ ّ َ َ َ ْ َ ِ ِ ُِْ ِ َ َْ َ ِ ّ ِ َ ل‬ َ ‫فقال القوم يا رسول ال ما كانت هذه لتلقي ابنها في النار قا‬ ِ َ ّ ‫ّ َ َ ْ ِ َ َّ َ َ َ َ َ َ ُ ّ َ ّ َج‬ ‫فخفضهم النبي صلى ال عليه وسلم فقال ولء ال عز و َل ل‬ ِ ُ َّ ّ ِ ّ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ّ ِ ُ َ َِ ِ ُْ ‫يلقي حبيبه في النار‬ Dari Nabi saw: Rasulullah saw melintasi sekelompok sahabatnya –ada seorang anak kecil di tengah jalan. meskipun yang dijadikan contoh sesuatu yang tidak akan dapat terjangkau hakekatnya. Penggunaan contoh sebagai alat bantu. lalu ia bergegas menghampiri dan memanggil-manggil: anakku-anakku. Dan Rasulullah saw bersabda: Allah lebih sayang dari pada ibu itu menyayangi anaknya. Tidak pernah ada dalam makhluk Allah yang lebih sayang dari ibunya. dan mengambilnya. Allah swt lebih sayang dibandingkan dengan orang yang harus menyayangi. 4. lalu dialihkan kepada kasih sayang yang lebih besar. Ketika ibunya melihat hal itu. Bahkan dalam hadits tadi termuat pembolehan melihatnya. ibu itu berjalan cepat. (Al-Bukhari) Penjelasan: ََ ِ َ ْ َ ‫ عن عائشة‬Isteri Nabi Muhammad saw ‫ أن النبي صلى ا ّ عليه وسلم وض َ صبيا‬Sesungguhnya Nabi Muhammad ّ ِ َ ‫ُ َ َ ْ ِ َ َّ َ َ َع‬ ‫َ ّ ّ ِ ّ َّ ل‬ ‫ـ‬ saw meletakkan anak kecil.

ِ‫ حجره‬Ha’ dibaca kasrah. dipanggil pula ّ ِ ْ ‫ْ ِ ّ ْن‬ ‫ الحب اب ُ الحب‬kesayangan putra kesayangan Rasulullah saw. ِْ َ Keterangan keadaan ketika Nabi ‫ يحنكه‬mentahniknya. kemudian Rasulullah saw memeluk kami berdua. Hal ini menunjukkan perhatian dan cinta Rasulullah kepada keduanya. dan bersabda: Ya Allah sayangilah keduanya. untuk mendapatkan berkah ludah Nabi Muhammad saw. antara lain: 1. yang bercampur dengan rasa kurma yang manis. karena belum mukallaf (bertanggung jawab) . Rasulullah saw memeluk keduanya kemudian berdoa: ”Ya Allah sayangilah keduanya. Lalu anak itu mengencingi bajunya. karena sesungguhnya kami menyayanginya dan mengasihinya. dan Hasan bin Ali duduk di paha yang lain. ada pula yang membacanya fathah. tidak membalasnya. Hal ini membuktikan rasa cinta. Usamah lebih tua dari Al Hasan. Menyayangi anak kecil. Hadits ini berisi tentang keutamaan Usamah bin Zaid dan Hasan bin Ali. (Al Bukhari) Penjelasan: ٍ َْ ِ َ َ َ ُ ْ َ ‫عن أسامة بْن زيد‬ Dari Usamah bin Zaid bin Haritsah. bekas kencing itu dengan air. dan jim dibaca sukun/mati. Larangan Membunuh Anak Karena takut berkurang makananannya ‫عن عبد ال قال قلت يا رسول ال أي الذنب أعظم قال أن‬ ْ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ْ ّ ّ َ ّ َ ُ َ َ ُ ُْ َ َ ّ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ ّ َ ّ ُ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ِ ّ ‫َ ْ َل‬ ‫تجع َ ل ندا وهو خلقك قلت ثم أي قال أن تقتل ولدك خشية أن‬ ِ Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . Mayoritas pendapat tentang umur Al Hasan adalah ketika Rasulullah saw wafat ia berusia 8 (delapan) tahun. dan memperhatikannya. dengan curahan cinta Rasulullah saw kepada keduanya. sedangkan Usamah ketika itu berusia 19 (sembilan belas) tahun. Dari hadits ini dapat diambil pelajaran. yaitu menyuapinya kurma setelah kurma itu ُ dikunyahnya. -lalu Rasulullah mendudukkan aku ُ ُ di atas pahanya dan Al Hasan bin Ali duduk di paha lainnya. berkata: Rasulullah saw pernah mengangkatku dan mendudukkan aku di atas pahanya. F. karena sesungguhnya aku menyayanginya. ِ ْ ََ َ َ َ ‫فبال عليه‬ ُ َ َ ْ ََ ٍ َ ِ َ َ َ ‫ فدعا بماء فأتبعه‬lalu Nabi mengguyur ُ ّ ‫عن أسامة بن زيد رضي ال عنهما كان رسول ال صلى ال‬ َّ ّ ُ ُ َ َ َ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ٍ ْ َ ِ ْ َ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ‫عليه وسلم يأخذني فيقعدني على فخذه ويقعد الحسن على‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ِ ِ ِ َ ََ ِ ُ ِ ْ ُ َ ِ ُ ُ ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ‫فخذه الخرى ثم يضمهما ثم يقول اللهم ارحمهما فإني‬ ّ ِ َ َ ُ ْ َ ْ ّ ُ ّ ُ ُ َ ّ ُ َ ُ ّ ُ َ ّ ُ َ ْ ُْ ِ ِ ِ َ ‫أرْحمهما‬ ََُُ َ Dari Usamah bin Zaid –ra. antara lain: Bahwa meletakkan anak kecil di pangkuan adalah salah satu bentuk rahmat dan kasih sayang. Dari hadits ini dapat diambil pelajaran. Nabi Muhammad saw meletakkan anak itu dalam pelukannya dan mentahniknya 2. Bersabar menghadapi prilakunya.

Dan Allah turunkan ayat yang membenarkan ungkapan Rasulullah ini: َ ّ َ ِ ّ َ ْ ّ َ ُُ ْ َ َ َ َ َ َ ً َِ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ِ ّ َ ‫والذين ل يدعون مع ال إلها آخر ول يقتلون النفس التي حــرم‬ ِ ‫ال إل بالحق ول يزنون ومن يفعل ذلك يلق أثاما‬ ً َ َ َ ْ َ َ َِ ْ َ ْ َ ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ْ ِ ّ ِ ّ ُ Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar. Akan tetapi jika ada larangan membunuh anak karena takut makan bersama. maka karena alasan lainnya. barang siapa yang melakukan yang demikian itu. Rasulullah saw menjawab: َ َ َ َ ‫َ ْ َ ْ ُ َ ََ َ َ َ ْ َ ً َ ْ َ ْك‬ ‫ أن تقتل ولدك خشية أن يأ ُل معك‬Engkau bunh anakmu karena takut makan bersamamu. niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)”. lalu bagaimana mungkin kamu َ َ ََ َ ُ َ mensekutukannya? Maha suci Allah dari apa yang mereka sekutukan. yang menyebabkan dosa yang sangat besar? Sedangkan Allah menjamin: ْ ُ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ّ َِ ْ ُ ُ ُ ْ َ ُ ْ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ُ ُ ْ َ َ َ ‫ول تقتلوا أولدكم خشية إملق نح ـن نرزقه ـم وإيــاكم إن قتله ـم‬ ‫كان خطئا كبيرا‬ ً َِ ًْ ِ َ َ ”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu Karena takut kemiskinan. lebih harus dilarang. kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. ًِ ‫ ندا‬sekutu. (Al-Isra’:31) Ibnu Mas’ud bertanya lagi: Lalu dosa apa lagi yang sangat besar? Jawab Nabi: Kamu berzina dengan isteri tetanggamu. dan tidak berzina.ُ ّ َ َ ْ ََ َ ِ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ َ َ َ ‫َ ْ ُل‬ ‫يأك َ معكَ قال ثم أي قال أن تزاني حليلة جارك وأنزل ال‬ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ ‫تصديق قول النبي صلى ال عليه وسلم‬ ُ َّ ّ ِ ّ ِ ْ َ َ ِ ْ َ Dari Abdullah bin Mas’ud –ra berkata: Aku bertanya: Ya Rasulallah. dan tidak berzina. AL Furqan: 68) Penjelasan: " ُ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ ً َ ْ َ ُ َ ََ ِ ْ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ّ ُ َ ‫" باب النهي عن قتل المرء ولده خشية أن يأكل معه‬ Membunuh anak adalah perbuatan terlarang secara umum. Karena perbuatan ini mengandung penodaan besar kepada orang yang seharusnya dihormati. yaitu tetangga. Allah swt menurunkan ayat yang membenarkan ungkapan Rasulullah ini dalam surah Al-Furqan: 68 َ ّ َ ِ ّ َ ْ ّ َ ُُ ْ َ َ َ َ َ َ ً َِ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ِ ّ َ ‫والذين ل يدعون مع ال إلها آخر ول يقتلون النفس التي حــرم‬ ِ ‫ال إل بالحق ول يزنون ومن يفعل ذلك يلق أثاما‬ ً َ َ َ ْ َ َ َِ ْ َ ْ َ ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ْ ِ ّ ِ ّ ُ ”Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar. Kemdian apa lagi? Jawabnya: Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan makananmu. QS. Kenapa ada ketakutan seperti ini. ‫ وهو خلقك‬Hanya Allah yang telah menciptakanmu. tidak hanya karena takut makan bersama saja. Kemudian apa lagi? Jawabnya: Engkau berzina dengan isteri tetanggamu. (AlFurqan:68) Dari hadits ini dapat diambil pelajaran antara lain: Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . barang siapa yang melakukan yang demikian itu. niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya) . dosa apakah yang paling besar? Rasulullah saw menjawab: Engkau menjadikan sekutu bagi Allah –padahal Allah yang telah menciptakanmu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”. Lalu Ibnu Mas’ud menanyakan dosa apa lagi yang lebih besar.

Dan diterangkan dengan adanya dosa yang sangat besar. Modul Tarbiyah Muayyid – Edisi 01-1430 H . membunuh anak. dan berzina dengan isteri tetangga.Larangan mensekutukan Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful