KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji syukur kami panjatkan kepad Allah SWT, karena kami dapat menyelesaikan makalah tentang Bilangan Kompleks. Adapun makalh ini kami buat dalam memenuhi tugas Teori Bilangan dan juga untuk menambah ilmu pengetahuan dan pemahaman kita pada dunia pendidikan. Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Serta tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Mata Kuliah Teori Bilangan Nurul Hikmah, S.Si atas bimbingannya. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan kata-kata dalam makalah kami, seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca. Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Hormat kami,

Tim Penyusun

1

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang …..…………………………………………………………….. 3 1.2 Perumusan Masalah …………………………………………………………..... 3 1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………………. 3

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah Bilangan ………………………………………………………………. 4 2.2 Bilangan Kompleks ……………………………………………………………. 5

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………….. 6 3.2 Saran ……………………………………………………………………………. 7

DAFTAR PUSTAKA

2

nilai b adalah 0. maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a. Jika pada suatu bilangan kompleks.1 Latar Belakang Bilangan kompleks adalah bilangan yang terdiri dari bilangan riil dan imajiner. Bilangan riil a disebut juga bagian riil dari bilangan kompleks. 1.1 Sejarah Bilangan 2. Bilangan kompleks mempunyai bilangan konjugat yang digunakan pada operasi arimatik pembagian. dan bilangan real b disebut bagian imajiner. 3 .2 Perumusan Masalah 2. Dalam matematika.2 Bilangan Kompleks 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas Teori Bilangan dan selain itu juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca. dan i adalah bilangan imajiner tertentu yang mempunyai sifat i 2 = −1.BAB I PENDAHULUAN 1. bilangan kompleks adalah bilangan yang berbentuk dimana a dan b adalah bilangan riil.

Bilangan nol merupakan salah satu penemuan yang sangat penting. Dengan operasi pengurangan. Secara sederhana. Bilangan Asli merupakan bilangan yang pertama kali dikenal manusia. Perluasan ini kemudian dikenal sebagai bilangan Cacah. Sebagai contoh. sedangkan keadaan kedua bisa kita tulis dengan bilangan 0. yaitu persamaan linear dan persamaan kuadrat. Perluasan bilangan bulat dapat juga dijelaskan dengan operasi pada dua bilangan cacah. sejarah bilangan dapat kita mulai dengan bilangan Asli. menuliskan bilangan-bilangan yang besar sangat sulit.1 Sejarah Bilangan Sejarah bilangan dapat kita telusuri dengan berbagai pendekatan. Dengan modal bilangan asli dan persamaan linear kita akan sampai pada kesimpulan bahwa harus ada bilangan nol. 6 – 4 = 2 dan 2 4 . penulisan bilangan-bilangan yang besar pun menjadi mudah. Jelas bahwa bukan anggota bilangan asli. perkalian. Keadaan pertama dapat kita tulis dengan bilangan asli. pengurangan. dan sistem bilangan rasional. Bilangan asli yang sudah dikenal tentu harus dilengkapi dengan suatu aturan untuk mengoperasikan bilangan tersebut. tetapi kemudian dipopulerkan oleh Bangsa Arab pada era keemasan Islam. Bagaimana dengan keadan yang ketiga jika yang menjadi kerangka acuan adalah keberadaan uang. dengan persamaan kuadrat kita akan sampai pada kesimpulan bahwa harus ada bilangan real dan bilangan kompleks. bilangan Cacah pun ternyata tidak dapat sepenuhnya merepresentasikan objek dalam dunia nyata. Perkembangan selanjutnya. ternyata diketahui bahwa jika dua bilangan cacah dikurangkan maka hasilnya belum tentu bilangan cacah. sistem bilangan bulat. Operasi tersebut adalah penjumlahan. sistem bilangan asli harus diperluas dengan menyertakan 0 sebagai anggota. Oleh karena itu. Sebagai contoh. Sebelum ada bilangan nol. dan pembagian. Hal ini akan membawa kita pada perluasan sistem bilangan cacah menjadi menjadi bilangan bulat. 5 – 5 = 0. Bilangan nol pertama kali digunakan di China dan India. Kita dapat menyusun ulang sejarah bilangan berdasarkan solusi persamaan. Dengan adanya bilangan nol.BAB II PEMBAHASAN 2. Kemudian.

3. muncul himpunan bilangan kompleks. 2. Selanjutnya gabungan bilangan cacah dengan bilangan negatif ini yang kemudian membentuk bilangan bulat.1. tetapi 4 – 6 tidak ada interpretasinya dalam bilangan cacah. dan mempunyai unsur identitas. dan anggota bilangan bulat adalah Z={…. Kalau bilangan bulat dikembangkan lebih luas maka bilangan bulat itu masuk di himpunan bilangan rasional.…}. Himpunan bilangan kompleks dinotasikan dengan dan $latex i= \sqrt{-1}} $.. komutatif. memiliki invers (lawan) dan komutatif.2. Oleh karena itu.. Namun. Gabungan bilangan rasional dan bilangan irasional membentuk sistem bilangan real. Tidak ada bilangan real yang memenuhi sifat demikian. Perluasan himpunan bilangan real adalah himpunan bilangan kompleks. Kemunculan bilangan kompleks dapat diilustrasikan oleh usaha mencari solusi persamaan kuadrat Bilangan yang memenuhi persamaan kuadrat itu adalah bilangan yang kuadratnya adalah -1.-2. bilangan rasional dan irasional itu termasuk dalam rumpun bilangan REAL.masih merupakan bilangan cacah. dengan m tidak dapat dinyatakan dalam bentuk m/n dengan m dan n bilangan bulat dan n≠0 berarti ada bilangan lain di luar bilangan rasional. asosiatif. Bilangan tersebut dikenal sebagai bilangan irasional. Bilangan real dapat didefinisikan sebagai bilangan yang dapat digunakan untuk mengukur. Terhadap penjumlahan bilangan bulat bersifat tertutup. Nah. Terhadap perkalian. tertutup.-1. Perluasan dari sistem bilangan bulat tersebut adalah sistem bilangan rasional.0. Miringnya (hypotenusa) adalah . Sistem bilangan real membentuk lapangan terurut dan lengkap. 5 . memiliki unsur identitas.2 Bilangan Kompleks MENGENAL BILANGAN KOMPLEKS Bilangan Bulat? Itu sudah biasa.-3. Bilangan rasional didefinisikan sebagai bilangan yang dapat ditulis sebagai dan n bilangan bulat dan n≠0. asosiatif. bilangan bulat memiliki sifat. Notasi himpunan bilangan bulat adalah ℤ.

Lalu. BAGAN BILANGAN KOMPLEKS 6 . memperlihatkan betapa luasnya himpunan bilangan kompleks. gabungan antara himpunan REAL dan IMAJINER adalah himpunan BILANGAN KOMPLEKS. Lingkaran yang paling besar itu menunjukkan himpunan bilangan kompleks.

Lalu. sedangkan y adalah bagian IMAJINER. . (Lebih mudahnya.) Contoh Soal 1: Ada 4 bilangan kompleks yang disimbolkan z1. √ . Simbol mempunyai sifat ngotak-ngatik. dan masih banyak lagi. Misalnya. √ . Sekilas tentang bilangan imajiner. di mana x merupakan bagian REAL. Untuk pangkat yang lebih tinggi. Misalnya: √ (ini salah!!) √ √ √ ( ) Seharusnya: √ √ √ √ Untuk menghindari kesalahan. kita tahu bahwa bilangan kompleks adalah gabungan antara bilangan Real dengan bilangan Imajiner. NOTASI Bilangan kompleks (z) terdiri dari gabungan bilangan Real dan Imajiner. Misalnya. dan suatu bilangan kompleks digambarkan dengan sebuah titik pada bidang kompleks. ini seperti menggambar titik pada koordinat x dan y. maka: Oleh karena itu. z1 = 3 + 6 . dan z4. maka dapat ditulis sebagai √ . di sini kita akan berurusan dengan bilangan . z3. 7 . Bilangan imajiner adalah bilangan yang merupakan akar kuadrat dari suatu bilangan negatif. Lalu. Banyak sekali orang yang keliru mengoperasikan bilangan imajiner. √ . Oleh karena itu. selalu konversikan bilangan imajiner ke dalam bentuk (ini dinamakan sebagai bentuk standar).dst.BAGIAN I DEFINISI BILANGAN KOMPLEKS Dari prakata sebelumnya. z2. dapat kita notasikan dengan hubungan penjumlahan. √ . √ dapat kita tulis juga menjadi √ √ . Himpunan bilangan kompleks digambarkan pada bidang kompleks. Notasi di atas menunjukkan bahwa x adalah bagian REAL. Bilangan x dan y.. sedangkan y adalah bagian imajiner murni. kita tinggal . (√ ) . keduanya adalah bilangan REAL. Kita definisikan bahwa .

4 titik itu digambar sebagai berikut. Gambarkan titik-titik z1. z3. di sini didapat bahwa x=5 dan y = (√ Ini adalah lokasi titik z di bidang kompleks ). √ ) 8 . di mana z=x + y . Jika (√ . dan z4 di bidang kompleks! Jawab: Kita buat koordinat x dan y. gambarkan z dalam bidang √ kompleks! Jawab: Bentuk z diubah dulu atau disederhanakan. z3 = -2-2 . (√ √ (√ √ √ (√ ) Nah. tentukan x dan y.. Contoh Soal 2: Suatu bilangan kompleks z dinotasikan sebagai z = (x + y ).3 . z4 = 4 .z2 = -3+2 . z2. Lalu.

z2. Jadi. d dan z1. z2 = b + 2c . (ii) 5 = 5+0 . x=0 dan y=0. z1 = c + a . (iii) = 0+ . Contoh Soal 3 (pemahaman): Bisakah kamu memberi contoh bilangan yang bukan bilangan kompleks? Jawab: Bilangan yang bukan kompleks adalah bilangan yang mengandung bilangan yang tidak imajiner dan tidak real juga.Titik yang berwarna merah adalah titik yang dimaksud. x=0 dan y= Contoh Soal 5: Jika z1 = z2 = z3. 9 . Tentukan a. Contoh Soal 4 (pemahaman): Suatu bilangan kompleks z dinotasikan sebagai z = (x + y ). b. Tentukan nilai x dan y dari bilangan: (i) 0 (ii)5 (iii) Jawab: (i) 0 = 0+ o . Jadi. z3 = a+2 . dan z3! ..d . c. Jadi. x=5 dan y=0. Misalnya √ √ dan masih banyak lagi.

Contoh Soal 7 (pengurangan): (2-3 )-(8-2 )=. (3+4 )(2-5 ) = 6 -15 + 8 -20 . Jawab: Lakukan perkalian biasa terlebih dahulu.... BAGIAN II OPERASI BILANGAN KOMPLEKS Di sini akan dijelaskan operasi bilangan kompleks yang meliputi penjumlahan. (2-3 )-(8-2 ) = 2 -3 -8 +2 = -6 . b = -2. Langsung ke contoh soal : Contoh Soal 6 (penjumlahan): (3+2 )+(-2+7 ) =. z1 = z2 = z3 c + a = b + 2c = a+2 .. pengurangan. perkalian.... Contoh Soal 8 (perkalian): (3+4 )(2-5 ) = .d ... kita tinggal menghubung-hubungkan koefisiennya. c = b = a+2 . 10 .... dan pembagian.. Jawab: Dikerjakan sama seperti penjumlahan.Jawab: Di sini.. (ii) c= a+2 Substitusikan nilai c ke persamaan 2 a = 2(a+2) a = 2a + 4 a = -4 Secara otomatis. Jawab: (3+2 )+(-2+7 ) = 3 + 2 -2 + 7 = 1 + 9 . (Substitusi biasa) Kita dapatkan z1 = z2 = z3 = c + a = -2 -4 . Oleh karena itu. (i) a = 2c = -d . c=-2. kita harus tahu bahwa 2 bilangan kompleks p + q dan r+s dikatakan sama jika dan hanya jika p = r DAN q = s. kita dapatkan nilai d = 4..

sekawan/konjugatnya adalah 3-4i. akan muncul "Dalil Moivre" juga. yaitu 3+4i. Jawab: Lihat bagian penyebut. 11 . Note: bilangan kompleks jika digunakan di koordinat polar dapat menjadi sangat fleksibel dan *luar biasa*. Namun.)=24-8 -18 -6=18-27 .)=(8-6 )(3. kita akan mengalikannya secara biasa. Kalikan bilangan konjugat ini di pembilang dan penyebut..Lalu ubah menjadi 1. karena kita belum belajar hal itu.. = = = = = Contoh Soal 10 (pemangkatan Sederhana): Jika z = 3.. Tentukan . (3+4 )(2-5 ) = 6 -15 + 8 +20 = 26 -7 . Maka. Contoh Soal 9 (pembagian): = . Di sini... Rumus-rumus euler dapat diturunkan dari definisi bilangan kompleks di koordinat polar. Jawab: Hasil dari pemangkatan dapat diselesaikan dengan dalil De Moivre.)(3. = (3. (lihat langkah di bawah).)(3.) = (9-6 -1)(3.

(z)=r arg. jika berbicara di koordinat polar. adalah sudut yang dihitung dari sumbu x positif berputar berlawanan dengan arah jarum jam (tentunya ini materi SMA yang sebenarnya tidak perlu dijelaskan lagi).y). z_= x+y z_= z_= Disingkat menjadi z= Dapat dikatakan juga: 12 . disebut sebagai argumen z. sedangkan r disebut sebagai modulus (panjang) z. Namun. arah dengan panjang r.(z) = Kembali lihat gambar di atas. kita akan mengatakan bahwa titik z berada di (r. Notasi: mod. ). Di sini. Oleh karena itu. Artinya.BAGIAN III BILANGAN KOMPLEKS DALAM POLAR z = x+y dapat digambarkan dalam bidang kompleks. kita dapat menggambarkannya secara kartesius maupun polar. Lihat gambar di bawah untuk lebih jelasnya: Jika titik z digambarkan secara kartesius tentunya kita akan mengatakan bahwa titik itu berada di koordinat (x.

Gunakan metode perbandingan. Operasi bilangan kompleks secara geometris dalam bentuk vektor dapat dilakukan sebagai berikut (z1 dan z2 diketahui): menggambar z1+z2 (menggunakan metode jajargenjang biasa.z2 = z. bilangan kompleks z = x+y secara geometris dapat dinyatakan dengan vektor posisi.Lihat kembali pada gambar.z2 z1.) menggambar z1-z2 Ingat bahwa: z1-z2 = z1+(-z1) menggambar z1. misalkan z = z1.z2 Perkalian ini sedikit tricky.1 13 .z2 = z z1.

. BAGIAN IV DALIL DE MOIVRE Dengan sistem polar mempermudah perkalian dan pembagian bilangan-bilangan kompleks.. yang dikaitkan (digunakan) adalah panjang vektor itu.. Lihatlah bagian yang bisa digabung. kita akan mencoba mengalikan keduanya.. Misalkan kita punya bilangan kompleks z1 dan z2 dimana: Sekarang.. Di sini.. Lalu.menggambar z1:z2 Gunakan metode perbandingan (seperti waktu kita mengalikan z1. (Ingat: pada vektor ada pengertian dot dan cross product).. persamaan itu *secara ajaib* menjadi: 14 .z2) Catatan: penggambaran perkalian dan pembagian bilangan kompleks dengan vektor tak ada hubungannya dengan arah vektor..

akan menghasilkan rumus: Catatan: Perkalian-perpangkatan/pengambilan akar-pembagian bilangan-bilangan kompleks akan cepat dilakukan dengan menggunakan sistem polar. Jawab: Seandainya kita tidak mau menggunakan dalil de Moivre pun.Disingkat menjadi: Dengan sendirinya. Hitunglah . apabila argumen-argumen bilangan kompleks tersebut merupakan sudut-sudut kelipatan dari Contoh Soal 1: . maka kita akan menemukan dalil de Moivre: n bilangan bulat . Jika . kita bisa mengerjakan soal ini secara *tradisional*. Yaitu dengan mengalikannya satu per satu. r= = ----> (karena terletak di kuadran 4) 15 . = = = Nah. Note: Bagaimana jika kita melakukan pembagian bilangan kompleks z1 dan z2? Maka. atau . bagaimana jika kita ingin mengerjakannnya secara dalil de Moivre? Akan lebih mengerti jika kita menggambar titik z itu.

Contoh Soal 2: Hitunglah .. kita akan menggunakan dalil de Moivre.. .. Hasilnya sama. Tapi. itu sangat buangbuang waktu.= . Jadi. Langkahnya sama seperti nomor 1. lalu tinggal masuk ke rumus. Jadi. Jawab: Soal di atas dapat dikerjakan dengan mengalikan z sebanyak 7 kali. Hitung r dan . 16 . Contoh Soal 3: Tentukan nilai z.

Dengan mensubstitusikan nilai n=0.Jawab: Masih ingatkan notasi ini: Hal ini juga berlaku untuk . Oleh karena itu. Jika n=3.2. dalil de Moivre hanya berfungsi jika n adalah bilangan bulat... + (di mana n =0..) Ingat Dalil De Moivre ---> ---> ---> ---> . maka: ---> = ---> . maka persamaan di atas menjadi Soal di atas dapat ditulis dalam bentuk: .. 17 . .1. = = =2 = = = = = = Ingat. maka kita akan mendapatkan 3 nilai z.1.3. z= = = . kita sekarang sudah mendapatkan z.2.

Ingat-ingat kembali. = Kita dapatkan persamaan berikut: = = = <----. cis[arg(z)] Lalu.diambil dari ruas paling kiri dan kanan. kita buat n mendekati tak hingga (agar bisa sesuai dengan konsep awal. oleh karena itu digunakan banyak singkatan atau permisalan: Ingat konsep awal euler bahwa: Dengan melihat konsep itu. cobalah untuk menguraikan bentuk = = . Oleh karena itu. maka menjadi: Lanjut : = Kita beri notasi mod. = = = = 18 . dapat dikatakan bahwa: Kita tulis ulang dalam bentuk x dan y. konsep euler). z jika dinotasikan dalam polar adalah sebagai berikut.(z)] . Lalu.BUKTI PERSAMAAN EULER Bukti ini terlalu banyak.. ingatlah dalil De Moivre yang bunyinya berikut. untuk kedua ruas. z = [mod.

ingatlah dalil De Moivre yang bunyinya berikut. Dekati n = hingga tak terhingga (agar sesuai dengan konsep awal. Oleh karena itu.diambil dari ruas paling kiri dan kanan. z jika dinotasikan dalam polar adalah sebagai berikut. = Kita dapatkan persamaan berikut: = = <---------. kita kembali ke persamaan awal. z = [mod. maka menjadi: Nah. yaitu persamaan di bawah: = Kita beri notasi arg.. Jika ditulis ulang Ingat-ingat kembali.. untuk kedua ruas. = Oleh karena itu: = <----. dapat dikatakan bahwa: Kita tulis ulang dalam bentuk x dan y.diambil ruas yang paling kiri dan kanan.(z)] . konsep euler).diambil dari ruas paling kiri dan kanan.Oleh karena itu: = menjadi: <----. cis[arg(z)] Lalu. Jika ditulis ulang menjadi: = 19 .

kita lakukan operasi penjumlahan atau pengurangan pada kedua persamaan: Dari eliminasi tersebut menghasilkan 2 identitas berikut: *) *) VARIABEL KOMPLEKS <REVIEW> Ini adalah materi review dari materi-materi bilangan kompleks sebelumnya. Selanjutnya.. (i) . Substitusikan dan . (ii) Lalu. maka: Seandainya y negatif... maka menjadi: Terbukti KEADAAN KHUSUS Jika x=0. yaitu : (i) Mengenal Bilangan Kompleks (ii) Dalil De Moivre (iii) Persamaan Euler Kita akan me-review ketiga materi itu dalam contoh-contoh soal.Kita sudah mendapatkan dan . maka persamaan eulernya menjadi: Seandainya y positif. kita kembali ke konsep awal.. maka: . 20 .

= .) . Bentuk polar: = = = = = = .. jangan kaget apabila simbol yang sering dipakai di sini adalah ataupun . Jawab: = = = Bentuk cartesius: = = + atau dapat ditulis saja tanpa i. Dipakai begitu karena penulisannya lebih singkat. Jadi. Yang di Note: adalah simbol lain dari atas maksudnya hanya sebagai informasi saja.BAGIAN I REVIEW QUESTION 1. 21 . (tidak dapat disederhanakan lagi. sedangkan adalah simbol lain dari . Diketahui . Gambarkan dalam diagram Argand. Tuliskan kembali dalam bentuk cartesius dan bentuk polar.

. Namun. Ingatlah dalil de moivre: So. Diketahui Tuliskan kembali . Jawab: . dalam bentuk polar. kita akan mencari = __= (atau ) 22 .Gambar dalam diagram Argand: 2. = = = . = = .. . hal tersebut akan memakan waktu sedikit lebih lama ketimbang jika kita menyelesaikannya dengan langsung. Ingat bahwa ada rumus: Jadi. = Kita bisa saja mencari nilai menjadi bentuk = dengan mengubah terlebih dahulu bentuk pembagian tersebut (dengan cara kali sekawan).. Dengan konsep yang sama seperti di atas.

3. kita dapatkan sbb: Maka. Karena pangkat tertingginya 4. Untuk mencari hasil kali akar-akarnya. dan . karena dalam konsep polar. Kita cukup memakai cara cerdik. maka banyaknya akar kompleks juga 4. Jawab: 23 .) Jadi. 4. Diketahui Tentukanlah . kita tahu bahwa: Selesai. Berapakah banyak akar kompleks dari persamaan tersebut? Tentukanlah hasil perkalian dari semua akar kompleks tersebut. . Note: ini hanya berlaku dalam konsep bilangan kompleks. Persamaan di atas terbentuk dengan proses sbb: Dengan mengalikan seluruhnya. kita bisa memanipulasi sudut. .__= __= __= (di sini. Jawab: Banyak akarnya sesuai dengan pangkat tertinggi dari . . dengan menghubungkannya ke persamaan di soal. Diketahui = . kita tidak perlu mencari satu per satu nilai dari .

karena bentuk akarnya sulit disederhanakan atau bahkan tidak bisa disederhanakan. Lalu. Dengan demikian.. pembagian. kita hubung-hubungkan ruas kiri dengan ruas kanan.. kita dapatkan keempat akarya sbb: 24 . ^^ Ruas kiri kita gunakan dalil de moivre.. Ruas kanan kita ubah menjadi polar. Namun. Bilangan kompleks dapat dioperasikan dalam penjumlahan. jawaban dari soal di atas adalah: .) Jadi.. untuk pengakaran bilangan kompleks.. karena sudah menuju dimensi non-kompleks misalnya akar dari bukan lagi bilangan kompleks karena akar pangkatnya 4. di sini kita diminta menemukan semua akar kompleks dari yang banyak akarnya ada 4.Berhati-hatilah menjawab soal ini. . ____ ____ (berlaku untuk n bilangan bulat.. Kita kerjakan soal ini seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya. Jawab: Penjelasan: bentuk soal di atas merupakan perbaikan dari soal sebelumnya.. hal ini masih belum dapat dipastikan. perkalian. namun lebih cepat. Diketahui Tentukanlah . Dengan demikian. dan pemangkatan. SELESAI 5. pengurangan.

6. Ketika kedua ruas 25 . Dari persamaan euler . jika kita gunakan persamaan euler untuk menyelesaikan ruas kiri. maka hasilnya adalah -1. kita tahu bahwa: Kita akarkan kedua ruas. maka: Namun. sehingga: -1 = 1 Mana yang salah dari proses di atas? Jawab: Bentuk soal di atas mirip bentuk ini: Jika . maka: . maka: (bentuk polar) (bentuk cartesius) SELESAI BAGIAN II APA YANG SALAH?? 1. Tuliskan kembali nilai dalam bentuk cartesius dan polar.SELESAI. Diketahui . Jawab: Cukup mengingat persamaan euler.

untuk menghindari kesalahan.. ataupun bilangan yang tanda positif negatinya belum diketahui.. Meskipun . operasi menghilangkan e dari ke itu salah. Dari persamaan euler . namun kita tidak boleh menganggap kalau .. Artinya. Keperiodikan dalamnya. Namun.. (i) . maka: Mana yang salah dari proses di atas? Jawab: Jawabannya mudah... bukan?? Itu disebabkan karena fungsi sinus dan cosinus. kita tahu bahwa: Kita ln-kan kedua ruas.. Jadi... Kesalahannya adalah: operasi pengakaran pada suatu variabel atau bilangan yang nilainya belum pasti. merupakan fungsi PERIODIK. 26 . dianggap benar karena dalam polar.diakarkan. kita dapatkan: . maka hasilnya yang kontradiksi dengan persamaan awal. (ii) Dengan menggabungkan pers (i) dan (ii).. 2. kita harus selalu menghindari operasi pengakaran ini. maka operasi pengakaran kedua ruas itu dilarang. juga bisa dianggap benar kalau kita menganggap persamaan akhirnya dilihat dalam sudut pandang polar.. Bentuk di atas mirip seperti fungsi sinus maupun cosinus. sama halnya seperti fungsi dapat dilihat dari adanya elemen sinus dan cosinus di Jadi.

1 Kesimpulan 3.BAB III PENUTUP 3.2 Saran 27 .

com/2008/12/bilangan-kompleks-ii-dalil-de-moivre.wordpress.wordpress.html http://hendrydext. Schaum Outline:Matematika Universitas.blogspot.com Gazali.blogspot. Graha Ilmu.com/2009/03/variabel-kompleks-iv-review. Wikaria.com/2008/12/mengenal-bilangan-kompleks.com/2008/12/bukti-persamaan-euler.blogspot.com/2010/06/02/sinyal-kompleks-dan-penginderaan-kompresif/ http://ilmumatematika.html http://hendrydext.html www.html http://hendrydext.blogspot. Kalkulus I.ariaturns.DAFTAR PUSTAKA http://suksmono.com/bilangan-kompleks/ http://hendrydext. 28 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful