P. 1
MODUL PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

MODUL PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

|Views: 1,572|Likes:
Published by Boy StreEz
Modul perancangan tata letak fasilitas (PTLF)
Modul perancangan tata letak fasilitas (PTLF)

More info:

Published by: Boy StreEz on Nov 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/26/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

MODUL PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS ( PTLF

)
Area Parkir Mobil

Dapur & Kebersihan

Toilet pria
Ruang Tamu, Satpam, & Resepsionis

Humas
Pemasaran Dept.

Bench I
i n i n i n i n i n maintenance maintenance maintenance maintenance maintenance Bench I Bench I Bench I Bench I Bench I o u t o u t o u t o u t o u t

oper ator

oper ator

operator

operator

operator

maintenanc e

maintenanc e o u t i n disc. sand operator o u t

maintenanc e i n disc. sand operator o u t

maintenanc e i n disc. sand operator o u t

Gambar & Desain

Produksi Dept.

Secretary

Rack
Administrasi SDM
i n i n i n maintenance maintenance maintenance Bench I Bench I Bench I

i n disc. sand operator

Circ Saw (Fabrikasi)
maintenance

Ruang Arsip

Manager
Presiden Direktur

Manager

maintenance

maintenance

Ruang Istirahat

Musholla Kantor

Akuntansi Keuangan Logistik Kualitas

Spray Booth
maintenance

Musholla

Planner (Prefabrikasi)
outcoming

Drill Press (Fabrikasi)
maintenanc e maintenanc e maintenanc e maintenanc e operator operator operator operator

Koperasi

maintenance maintenance Joint outcomin outcoming er g operator operator

maintenance

operator

Area Parkir Truk

maintenance

BENGKEL

oven

Menara Air

GARASI

incoming

Taman

Area Parkir Mobil

incoming incoming

incoming

maintenance

Area Parkir Motor

maintenance

oven

operator

Kloset

Rumah Jaga

operator

outcoming

4.18

Ruang Ganti Pemadam Kebakaran

outcoming

maintenance

operator

Gardu PLN
maintenan ce Be o i nch u n I t maintenan ce Be o i nch u n I t
Rumah Jaga

Produk 3

GBBU

Area Parkir Mobil

Area Parkir Motor

GBBP

Area Parkir Motor

D

Lapangan Voli
Area Parkir Mobil

Kolam

Taman

Taman

Taman

Asrama Pegawai

Locker

Kloset

Area Parkir Motor

TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2012

maintenan ce Be o i nch u n I t

maintenan ce Be o i nch u n I t

Produk 1

maintenan ce Be o i nch u n I t

maintenan ce Be o i nch u n I t

maintenan ce Be o i nch u n I t

maintenan ce Be o i nch u n I t

Musholla

maintenance
outcoming operator

maintenan ce Be o i nch u n I t

Bench III
Finished Rod Stick 0.75D Rough Lumber ¼”

incoming

Cut Off Saw (Prefabrikasi)

Receiving

Rough Lumber ¾”

maintenan ce Be o i nch u n I t

Produk 2

Rough Lumber 2”

Warehousing Shipping

Finished Rod Stick 1.5D

outcoming

maintenance Ci maintenance Ci rc rc incoming incoming outcoming sa sa operator w operator w operator operator

Area Parkir Mobil

Musholla

Asrama Pegawai

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM - 1

Jointer (Prefabrikasi)
Tempat Pembuangan Limbah

incoming

maintenance

outcoming

Bench II

incoming

operator

Kloset

Locker

Jointer (Fabrikasi)
maintenance Be o nch ut II

incoming

incoming

maintenance Ci rc outcoming sa w operator

maintenance

outcoming

incoming

Oven

incoming

maintenance Ci rc outcoming sa w operator

outcoming

operator

maintenance

operator

Dept. Keuangan
Manager

Disc Sand (Assy)

maintenance

in

o u t
maintenanc e maintenanc e maintenanc e

maintenanc e

maintenanc e

maintenanc e

maintenanc e

Ruang Fotokopi

in

in

operator

operator

in

i n

disc. sand operator

o u t

i n

disc. sand operator

o u t

i n

disc. sand operator

o u t

i n

disc. sand operator

Taman

maintenance

maintenance
o u t

operator

maintenance

in

maintenance

in

SDM Dept.

Disc Sand (Fabrikasi)

operator

operator

Manager

maintenance

maintenance

Taman

Pemasaran

Gardu PLN

oper ator maintena nce

oper ator maintena nce

oper ator maintena nce

oper ator maintena nce

oper ator maintena nce

in

in
maintenanc e operator operator maintenanc e operator operator maintenanc e operator operator

Toilet wanita

Ruang Rapat & Seminar

maintena nce

maintena nce

maintena nce

operator

operator

Area Parkir Motor

maintena nce

maintena nce

i n maintenance Bench I o u t

i n maintenance Bench I o u t

i n maintenance Bench I o u t

i n maintenance Bench I o u t

i n maintenance Bench I o u t

maintenance

operator operator

in in

maintenance

o u t

o u t

o u t

o u t

incoming maintenance operator outcoming incoming

maintenanc e

maintenanc e

operator operator

operator operator

maintenanc e

maintenanc e

maintenance

maintenance

maintenanc e

maintenanc e

oven

operator

operator

operator outcoming

in

in

maintenance Be o nch ut II maintenan ce Be o i nch u n I t

Maintenance

Rough Lumber ½”

BIODATA ASISTEN PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS 2012

Nama NRP TTL No. HP Motto Nama NRP TTL No. HP Motto Nama NRP TTL No. HP Motto Nama NRP TTL No. HP Motto Nama NRP TTL No. HP Motto Nama NRP TTL No. HP Motto Nama NRP TTL No. HP Motto

: Aditya Fitrul Aziz : 08.04.2.1.1.00012 : Lamongan, 11 April 1990 : 085655241356 : Sed Magis Amica Veritas : Ahmad Mas’ud : 08.04.2.1.1.00087 : Jombang, 28 Juni 1990 : 085727074072 : Talk less do more : Amalia Faikhotul Hima : 08.04.2.1.1.00076 : Mojokerto, 6 Januari 1991 : 085731163532 : Life is Beautiful : Andy Dwi Rahman Hadi : 08.04.2.1.1.00040 : Surabaya, 12 April 1990 : 085655205190 : Never Talk Only No Action : Eka Hafidatul Jannah : 08.04.2.1.1.00025 : Situbondo, 25 Januari 1990 : 087750509494 : Gunakan Waktu Sebaik-Baiknya : Frasi Bagus Maulana : 08.04.2.1.1.00092 : Pamekasan, 08 Oktober 1989 : 085732840329 : Don’t be yourself, just be a good self! : Rosalia Arista Dewi : 08.04.2.1.1.00086 : Bangkalan, 31 Maret 1990 : 085655116059 : Jangan Pernah Menyesali Hari yang Telah Berlalu

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM - 2

PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS (PABRIK)
“SELAMAT DATANG DI LABORATORIUM ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA”
PENGANTAR
PT. SgA (SUGENG gak ALIM) merupakan sebuah perusahaan multi nasional dari Jawa Timur. Sejak berdiri di tahun 2001 hingga sekarang, perusahaan ini telah banyak melakukan kerja sama dengan banyak industri, baik perusahaan kecil maupun besar di Indonesia. PT. SgA berencana membangun pabrik “alas kaki”. Untuk mewujudkan keinginan tersebut PT. SgA memerlukan Perancangan Tata Letak Pabrik “alas kaki”. Tujuan utama perancangan tata letak pabrik adalah memperoleh rancangan tata letak yang efisien, yaitu tata letak dengan pergerakan material (ongkos pemindahan material) antar departemen di dalam pabrik yang minimum. Tata letak yang efisien selanjutnya dapat mengurangi ongkos produksi. Berdasarkan penelitian, ongkos pemindahan material dapat mencapai 30% - 75% dari total ongkos produksi (Sule, 1991). Pada praktikum ini mahasiswa TI Universitas Tronojoyo berfungsi sebagai KONSULTAN yang diharapkan mampu menyelesaikan semua masalah dan merencanakan Tata Letak Pabrik. Disamping itu mahasiswa TI sebagai konsultan yang handal harus mampu menginterpretasikan dan menjelaskan kepada Client maksud dari Perancangan Tata Letak Pabrik tersebut., sehingga client merasa puas dan tidak ragu lagi akan kemampuan mahasiswa TI Universitas Tronojoyo. Tujuan dari proyek praktikum ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan perancangan tata letak pabrik, dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam perancangan pabrik “alas kaki”. Proyek praktikum ini dikerjakan dalam bentuk kelompok kecil dengan anggota dua orang. Proyek ini terdiri dari delapan tugas yang harus

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM - 3

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .4 . Perincian mengenai masing-masing tugas dapat dilihat pada gambar 1.diselesaikan dalam waktu sepuluh minggu.

Pelayanan Produksi Penentuan Matriks Aliran dan Tabel penempatan awal Tidak Penyusunan AAD Optimal? Ya Penyusunan ARC Perbaikan penyusunan AAD Penyusunan ARD Penyusunan Template STOP Gambar 1.5 .START Penyusunan OPC. AC. FLOWCHART PRAKTIKUM PTLF PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . Routing Sheet Penyusunan MPPC Perancangan Struktur Organisasi dan SDM Perhitungan Luas Lantai Pabrik dan Kantor Perhitungan Ongkos Material Handling Penentuan Luas Lantai Bag.

Menentukan proses produksi untuk menghasilkan setiap komponen yang akan dibuat. sehingga memudahkan proses manufaktur. dengan menentukan letak relatif mesin-mesin dan tempat kerja. 6. Memperoleh waktu baku dari setiap operasi yang dilakukan. Melakukan pemilihan peralatan pemindahan material. Mengatur aliran material dan non material. Menentukan apa yang akan diproduksi. dan ruang makan. 8. 7. 13. Routing sheet digunakan sebagai panduan. 11. Memberikan rancangan tata letak fasilitas sistem manufaktur. 4. Merancang alokasi tempat kerja. dan gudang serta sistem pemindahan material pada pabrik ”Alas Kaki”. 10. 3. tempat kerja. Menentukan kebutuhan personil dan pelayanan pabrik. Menyeimbangkan lintas produksi sehingga mencegah terjadinya bottleneck pada salah satu atau beberapa stasiun kerja. 6. Menghemat pemakaian bangunan atau tanah. 4. Menentukan kebutuhan luas pabrik. Menentukan kebutuhan kantor. Menentukan berapa banyak produk dibuat. Merancang tata letak secara terinci dan bentuk bangunan. seperti air. Menentukan urutan perakitan. 14. Merancang tata letak pada setiap stasiun kerja. dalam hal ini produk yang ingin dihasilkan adalah “Alas Kaki” 2. Routing sheet sebagai panduan dan akan diketahui pula jenis peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam operasi tersebut. Menekan penanaman modal yang tinggi pada peralatan. 15. 12. 5. Memelihara fleksibilitas susunan operasi baik dalam hal prosedural ataupun non prosedural. Menganalisis aliran material.TUJUAN Praktikum perancangan tata letak pabrik memiliki tujuan sebagai berikut: 1. yang meliputi mesin. Pertimbangan kapasitas mesin perjamnya dilakukan dengan memperhitungkan pula efisiensi dan kemampuan mesin tersebut. 9. PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . 3. dalam hal ini produk yang dirancang untuk dibuat adalah berdasarkan proyeksi demand selama lebih kurang 5 tahun ke depan.6 . PROSEDUR PELAKSANAAN Prosedur pelaksanaan perancangan tata letak pabrik adalah sebagai berikut: 1. Menentukan jumlah mesin yang dibutuhkan. Memelihara perputaran barang. 5. 16. kamar mandi. Menentukan komponen apa saja yang dibuat dan apa saja yang akan dibeli atau disubkontrakkan. 2.

AAD GABUNGAN 1. TABEL OMH REVISI 1. SKETSA PRODUK 2. KRITERIA LOKASI MODUL VIII (2 MINGGU) 1. TABEL OMH 2. STRUKTUR ORGANISASI 1. RANC TATA LETAK AWAL 2. FORMAT MATRIKS ONGKOS MODUL IV (1 MINGGU) 1. ROUTING SHEET 2. DATA TEKNIK 3. MATRIKS ONGKOS. OPC 3. TABEL KEBUTUHAN SDM MODUL III (1 MINGGU) 1. TABEL KEBUTUHAN LUAS 2. RANCANGAN TATA LETAK AWAL 1. DATA KEBUTUHAN BAHAN MODUL I (1 MINGGU) 1. TABEL OMH MODUL V (1 MINGGU) 1. Modul Praktikum PTLF PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . AAD GABUNGAN MODUL VII (1 MINGGU) 1. AAD PABRIK 2.STAR 1. LUAS LANTAI PABRIK 2.7 . MPPC 1. FORMAT OMH 2. AAD 2.TEMPLATE PABRIK 1. AC 1. FORMAT ROUTING SHEET MODUL II (1 MINGGU) 1. BERAT 3. KELAYAKAN INVESTASI END Gambar 2. SOFTWARE TATA LETAK MODUL VI (1 MINGGU) 1. ARD 3. TABEL BIAYA 2. ARC 2. PERHIT BIAYA PRODUKSI 2. Exploded PART 2. WinQSB 3.

Tabel 1. Jadwal pengerjaan Proyek Perancangan Tata Letak Pabrik “ALAS KAKI” PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .8 .

TUJUAN (Part Drawing. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan KASUS 1 : PART DRAWING  Tujuan pembuatan Sketsa Produk    Mengetahui dimensi produk Mengetahui gambaran proses produksi dan perakitan produk Mengetahui keterkaitan antar komponen dalam suatu produk KASUS 2 : OPERATION PROCESS CHART  Tujuan Pembuatan Operation Process Chart (OPC)   Mengetahui kebutuhan mesin dan penganggarannya. OPC.MODUL I KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI I.     Memperlengkap informasi untuk keperluan analisis. apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang paling penting. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja. Sebagai alat untuk latihan kerja.    Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik.9 . Assembly Chart) : : : : Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. Mengetahui komponen-komponen yang membentuk produk Mengetahui urutan perakitan komponen yang membentuk produk Mengetahui komponen yang menjadi bagian suatu rakitan-bagian (sub assembly) Mengetahui aliran komponen ke dalam sebuah rakitan Mengetahui keterkaitan antara komponen dengan rakitan-bagian Mengetahui gambaran menyeluruh dari proses rakitan Mengetahui urutan waktu komponen bergabung bersama Mengetahui suatu gambaran awal dari pola aliran bahan      PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . Memperkirakan kebutuhan akan bahan baku (dengan mempertimbangkan efisiensi di tiap operasi/pemeriksaan). KASUS 3 : ASSEMBLY CHART  Tujuan Pembuatan Assembly Chart (AC) Memperjelas suatu Peta Aliran Proses.

gambar teknik memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh manufaktur untuk memproduksi komponen tersebut. Gambar ini dibuat dengan tujuan memberikan gambaran fitur geometrik yang akurat dan tidak ambigu dari sebuah komponen.2. tampilan (misalnya sisi dan garis). yang biasanya dibuat sesuai dengan konvensi standar untuk layout.3] adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses pengerjaan material. Informasi yang terangkum dalam sebuah gambar teknik antara lain: Gambar 3. jenis material yang digunakan. nomenklatur.II. PROSEDUR Part Drawing adalah jenis gambar teknik yang digunakan untuk menunjukkan secara lengkap dan jelas kebutuhan pemesinan. Part Drawing PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .10 . ukuran. mulai dari bahan baku (material) hingga menjadi komponen atau produk jadi. Informasi yang terdapat pada OPC meliputi waktu. dan mesin atau peralatan yang diperlukan untuk memproses material. LANDASAN TEORI Operation Process Chart (OPC) [1.3] merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara komponenkomponen yang akan dirakit menjadi sebuah produk. Assembly Chart [1. dan sebagainya. interpretasi. III. Assembly Chart bermanfaat untuk menunjukkan komponen penyusun dari suatu produk dan menjelaskan urutan perakitan komponen. Dengan demikian.

yang menunjukkan bahwa material tersebut masuk ke dalam proses. diletakkan disisi paling kanan. yang menunjukkan terjadinya perubahan proses. Lambang-lambang ditempatkan dalam arah vertikal. Arti Gambar Berikut ini adalah arti lambang yang terdapat dalam OPC. Pada bagian bawah peta dibuat ringkasan yang memuat informasi seperti jumlah operasi. dan identifikasi lain: nama objek yang dipetakan.Prinsip Pembuatan Operation Process Chart (OPC)        Pada baris paling atas terdapat nama peta (“Peta Proses Operasi’’). Peletakan lambang storage hanya di akhir saja yaitu saat keseluruhan produk telah selesai. sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut atau sesuai dengan proses yang terjadi. = operasi = pemeriksaan = penyimpanan Lambang ini dicantumkan setelah seluruh proses selesai nx = pengulangan untuk sebagian proses = pengulangan untuk seluruh proses suatu material. sebelum ter-assembly nx PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .Sedangkan penulisan waktu prosesnya hanya untuk 1 komponen saja tetapi saat menghitung jumlah waktu proses secara keseluruhan maka waktu proses yang tadi harus dikalikan sebanyak jumlah pengulangan proses tersebut. cara lama atau cara sekarang. Jika ada lebih dari satu part yang sama maka boleh dibuatkan lambang 2x     bendera yang bertuliskan jumlah partnya. nomor peta. jumlah inspeksi. nama pembuat peta. Untuk proses yang terjadi berulang kali dapat dilakukan looping tetapi jumlah yang dicantumkan harus sesuai banyaknya proses yang dilakukan. Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan. tanggal dipetakan. dan waktu yang dibutuhkan. dan nomor gambar.11 . Persen reject tidak dimasukkan dalam OPC Untuk material yang mengalami proses pengerjaan paling banyak. misal Penggunaan alat bantu yang digunakan dituliskan dengan tanda panah dari arah kiri. Material yang akan diproses diletakkan di atas garis horizontal.

inspeksi dalam bentuk persegi (bujur sangkar). Lambang operasi digambarkan dengan bentuk lingkaran. dan penyimpanan dalam bentuk segitiga sama sisi. PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .12 .

231 menit 231-20 Circ.277 menit 210-10 Potong panjang 6" Jointer 0.093 menit 2x 2x 2x 0.694 menit Glue 200-10 Rakit side & end ke chassis Bench I 0.694 menit Sand paper Sand disc 210-20 Circ.233 NAMA PART NAMA MATERIAL 3 per ketebalan 5/4" 231 NAMA PART NAMA MATERIAL 3 per ketebalan 5/4" 210 NAMA PART NAMA MATERIAL 3 per ketebalan 4/4 0.087 menit 233-10 Rampas lebar 1" Jointer Potong panjang 1.13 .5" 233-20 Circ saw 0.463 menit 210-40 Drill 2 lubang kait Drill press 0. Pada AC untuk part yang jumlahnya lebih dari 1 harus ditulis ulang sesuai jumlah partnya tetapi untuk part pembantu yang jumlahnya banyak dan berukuran kecil boleh ditulis jumlahnya dan tidak perlu ditulis ulang sebanyak jumlah partnya. saw Potong panjang 6' 0.173 menit Disc sand Drill 6 lubang paku 210-30 Drill press 6x 0.misal wheel (6) PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .302 menit 200-15 Keringkan lem Rack Prinsip pembuatan Assembly Chart     Bagian paling kiri AC merupakan nama partnya Semakin ke kiri penomoran S bertambah seedangkan semakin ke bawah penomoran A bertambah Nama komponen yang diletakkan paling atas merupakan base (tempat komponen lain ditempelkan).277 menit 231-10 Rampas lebar 1" 0. saw Ampelas ujung 0.

baut. Komponen-komponen yang akan dirakit dihubungkan oleh garis menuju ke sebuah lingkaran membentuk subassembly atau assembly. Pada akhir garis ditulis nomor komponen. Dari lingkaranlingkaran komponen tersebut dibuat garis horizontal ke arah kiri. Komponen yang paling dulu dirakit diletakkan di bagian paling atas dan yang paling akhir dirakit diletakkan di paling bawah. Kemudian dibuat lingkaran untuk menyatukan tiap komponen yang dirakit pada operasi yang baru ditulis. Assembly Chart (AC) yyy x SiAj yyy x SiAj yyy x A yyy x SiAj yyy x x : nomor part. yang terakhir dirakit diletakkan di bawah. Penyusunan subassembly tiap tingkatnya dilakukan dengan rata kanan Nomor subassembly atau assembly ditempatkan dalam lingkaran. yang berarti bahwa terjadi proses perakitan. Komponen sebaiknya disusun menurut urutan pemasangannya. nama . Untuk tiap komponen dibuatkan lingkaran.14 . berada dalam lingkaran kecil yyy : nama part.dan jumlah yang dirakit. nilai j bertambah dari atas ke bawah Komponen bahan pembantu yang dimasukkan hanya yang diskrit atau yang masih berwujud (misal: paku. mur. dsb).    Komponen-komponen ditulis secara berurutan dari atas ke bawah. lingkarang yang agak besar SiAj : sub assembly A : final product   Nilai i bertambah dari kanan ke kiri. Body Box Car 233 S8A3 Roof Box Car 233 BOX CAR 6 X Drive Nail 905 S7A2 S9A4 6X Wheel 905 S8A4 S6A3 6X Washer Flat 910 S5A2 Screw Hook 925 Screw Eye 930 PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .

. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan. sedangkan nama komponen dituliskan sebelum lingkaran tersebut. John Wiley & Sons. LAPORAN Format Pembuatan Sketsa Produk Ketentuan pembuatan Sketsa Produk: 1. Jann H. dan diberi judul di sisi bawah kanan kertas. Sketsa dengan skala proporsional dibuat secara manual dengan pensil. 1.. Apple. James A. D. Jurusan Teknik Industri. Teknik Tata Cara Kerja. Canada. disertai surat pengantar.IV. Iftikar Z. landscape. VI. DAFTAR PUSTAKA Bandung. Tjakraatmadja. 2. PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map. Planning and Design. Manufacturing Facilities: Location. Sketsa produk. Sule. et al.15 . 1990.. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan. ITB. (1991). V. dengan garis tepi sesuai dengan batas laporan. Boston 3. Facilities Planning. Sub-Assembly dan Assembly : 18 mm  Nomor komponen yang akan dirakit ditulis di dalam lingkaran. Penerbit ITB. 2. PWS Kent. James M. Format Pembuatan Operation Process Chart Ketentuan pembuatan OPC: Lihat Prinsip Pembuatan Operation Process Chart (OPC) Format Pembuatan Assembly Chart Ketentuan pembuatan Assembly Chart:  Diameter lingkaran pada Assembly Chart: 1. Sutalaksana. Tompkins. Ruhana Anggawisastra. dibuat explode view di kertas A4. 1996. 4.. Komponen-komponen yang akan dirakit : 10 mm 2. PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .R.

OPC adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses pengerjaan material. pekerjaan. Multi Product Process Chart) KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI : : : : Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan I. dan banyaknya bahan yang cacat proses (reject). dan alat atau mesin yang digunakan. jika diberikan data efisiensi mesin. dan gabungan antara Pre-Fabrikasi dengan Fabrikasi. PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . atau aktivitas) Mengetahui urutan proses yang dilalui material pada mesin Mengetahui kebutuhan mesin   II LANDASAN TEORI Routing Sheet [2] dibuat berdasarkan Operation Process Chart (OPC). Pembuatan Routing Sheet dilakukan untuk mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan. jenis material yang digunakan. pekerjaan. yaitu bagian Assembly. Pada OPC terdapat informasi-informasi seperti waktu proses. mulai dari bahan mentah hingga menjadi produk jadi. bagian. MPPC untuk produksi “Alas Kaki” ini dibuat dalam dua bagian besar. atau aktivitas. bahan. bagian. Multi Product Process Chart (MPPC) [1] digunakan untuk mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan sesuai dengan keperluan produksi (terutama untuk job-shop) dan untuk mengetahui keterkaitan produksi antara komponen suatu produk atau antar produk. ketersediaan (availability) mesin.  TUJUAN Tujuan Pembuatan Routing Sheet  KASUS 1 : ROUTING SHEET Mengetahui kebutuhan jumlah mesin teoritis dalam memproses bahan dasar hingga menjadi produk akhir    Mengetahui kebutuhan jumlah mesin aktual Mengetahui jumlah kebutuhan material produk Mengetahui urutan proses yang dilalui material pada mesin KASUS 2 : MULTI PRODUCT PROCESS CHART  Tujuan Pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC)  Mengetahui keterkaitan produksi antara komponen suatu produk atau antar produk.MODUL II (Routing Sheet. bahan.16 .

FLOW PROCESS CHART MODUL II START Pengumpulan Data yang Dibutuhkan Operation Process Chart Efisiensi dan Availability Mesin Data Demand Bahan Reject Proses Pembuatan Routing Sheet Proses Pembuatan MPPC FINISH III. PROSEDUR ROUTING SHEET Perhitungan Routing Sheet dimulai dari operasi terakhir pada tiap komponen dan bekerja mundur ke operasi pertama.17 . Keterangan Routing Sheet :             Kolom 1 : Nomor Operasi Kolom 2 : Nama Operasi Kolom 3 : Nama Mesin Kolom 4 : Kapasitas Mesin Teoritis Kolom 5 : Efisiensi mesin Kolom 6 : Availability Mesin Kolom 7 : Kapasitas Mesin Aktual Kolom 8 : Reject Kolom 9 : Jumlah yang Diharapkan (Output) Kolom 10 : Jumlah yang Harus Disediakan (Input) Kolom 11 : Jumlah Mesin Teoritis Kolom 12 : Waktu Proses (menit) PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .

MPPC digunakan untuk mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan sesuai keperluan produksi (terutama jobshop) dan untuk mengetahui keterkaitan produksi antara komponen suatu produk atau antar produk. Dengan demikian. yaitu untuk memperhatikan aliran bahan dari setiap operasi sampai menjadi produk akhir. atau aktivitas.18 . Pengisian kolom pada routing sheet Assembly. demikian seterusnya sampai dengan operasi pertama. bagian.Perhitungan untuk Routing Sheet dibuat berdasarkan Peta Proses Operasi yang telah dibuat. pekerjaan. Sedang kolom jumlah yang diharapkan pada operasi diatasnya diisi dengan hasil perhitungan jumlah diharapkan pada operasi terakhir. bahan.  Perhitungan Jumlah yang Harus Disiapkan Jumlah yang harus disiapkan = jumlah yang diharapkan/ (100% . dan Prefabrikasi dihitung dengan rumus sebagai berikut:  Perhitungan Kapasitas Mesin Aktual Kapasitas Mesin Aktual = kapasitas mesin teoritis x efisiensi mesin x availibilitas mesin  Jumlah yang diharapkan diambil dari jumlah yang harus disiapkan pada operasi sesudahnya.%reject) v Pada operasi terakhir tiap komponen. dapat diperoleh informasi-informasi yang diperlukan PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . kolom jumlah yang diharapkan diisi dengan demand masing-masing komponen. Fabrikasi.  Perhitungan Jumlah Mesin Teoretis Jumlah mesin teoritis = jumlah yang harus disiapkan/ kapasitas mesin aktual  Perhitungan Waktu Proses Waktu proses = 60 / kapasitas mesin aktual MULTI PRODUCT PROCESS CHART Multi Produk Process Chart (MPPC) adalah diagram yang menggambarkan urutan proses yang dilalui oleh material sampai menjadi produk jadi.

Tuliskan bagian. seperti jumlah mesin teoretis. waktu yang sama. 1. dst. 3.untuk analisis lebih lanjut. LAPORAN Format Pembuatan Routing Sheet Ketentuan pembuatan Routing Sheet: PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . dan jumlah mesin aktualnya. IV. karena struktur peta ini akan menunjukkan pengaturan atau urutan yang sesuai ) 2. di bawah jenis komponen yang sesuai. proses dan mesin yang harus dilalui komponen pada sisi kiri kertas. kegiatan. Tahap-tahapan pembuatan MPPC dapat dilihat di bawah ini. semua faktor diperhitungkan (tidak diperlukan urutan yang pasti.19 . Dari Routing Sheet. Analisis peta yang dihasilkan untuk :  Urutan mundur.  Pedoman pengaturan yang akan menghasilkan pola aliran efisien. berurutan dari atas ke bawah. 4. menunjukkan kemungkinan pengaturan kembali bagian. dan lain sebagainya. meskipun mungkin saja terjadi suatu urutan mundur. menunjukkan kebutuhan akan komponen proses pada tempat yang sama. catat operasi pada tiap komponen. 5. proses atau mesin yang sesuai. dengan menggunakan lingkaran yang tertulis nomor operasinya. berhadapan dengan nama departemen. Pada kolom paling kanan dihitung jumlah mesin teoritis untuk tiap kelompok mesin. memperhatikan :  Urutan yang selogis mungkin. dst. langkah pengerjaan yang dilalui material dengan melewati proses dari beberapa mesin. Hubungkan lingkaran menurut urutannya.  Kesamaan pola aliran.

130 2 0. 1996. Facilities Planning. 1990.562 60 3.129 20 1. DAFTAR PUSTAKA 1.Format Pembuatan MPPC Departemen Komponen Mesin Train 200 – Assembly Gondola 1. PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map.289 0.289 55 60 0.477 30 1.103 40 30 0. VI..20 .432 11 Bench III 2 V..91 7 400 – Assembly Caboose 1. Bandung.781 3.361 Oven 35 0.764 20 100 – Assembly Engine 3.435 300 – Assembly Box Car 0.291 50 1.171 40 0. Tompkins.359 0.216 60 0.250 35 45 0.826 2 Disc Sand A S S E M B L Y 20 0.361 45 30 0. James A.374 3 Bench II 50 2. Canada. John Wiley & Sons.477 20 0. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan.623 15 1.120 1.289 35 45 0.432 15 0..818 30 3. PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .171 7.477 10 10.094 40 50 0. James M.864 50 2.177 8 Spray Booth 30 0.249 2.818 1000 – Pack Train Jumlah Mesin Jumlah Mesin Teoritis Aktual Bench I 10 10 12.498 0.273 60 0.370 0. disertai surat pengantar.126 0.818 40 0.145 20 0.899 13 Rack 0.296 15 35 0. Apple. 2.147 10 10 1. Penerbit ITB.289 0. et al.409 1. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan.

atau aktivitas. Pengetahuan tersebut akan sangat berguna untuk mengetahui besarnya investasi yang dibutuhkan dalam : 1. gudang bahan baku pembantu. dan departemen yang terdapat pada bagian produksi. maintenance. bahan. dan sebagainya. Mengetahui luas area yang perlu disediakan perusahaan dalam pendirian pabrik beserta alokasinya luas untuk setiap departemen. mesin Jointer. seperti mesin Circular Saw. pekerjaan.21 . Perancangan Struktur Organisasi Proses yang dilakukan pada tahap ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan lengkap mengenai : 1. kantor dan pelayanan personil kantor. II. pelayanan pabrik. luas lantai yang dihitung adalah receiving. Mengetahui jumlah material yang dibutuhkan.. keluar masuk material. mesin sejenis dikelompokkan dalam satu departemen. Struktur Organisasi) KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI I.MODUL III (Luas Lantai Pabrik. Selain itu perangkat di atas juga berguna untuk memudahkan perhitungan dan analisa pada tahap perencanaan selanjutnya. Dalam perhitungan luas lantai pabrik ini harus diperhatikan besar Allowance. bagian. warehouse. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . shipping. Di bagian produksi. DASAR TEORI Perhitungan Luas Lantai Pabrik Perhitungan luas lantai pabrik diperlukan untuk mengetahui luas area yang perlu disediakan perusahaan dalam pendirian pabrik beserta luas untuk setiap departemen. TUJUAN Pada tahap sebelumnya dari perencanaan tata letak pabrik ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada stakeholder mengenai kebutuhan mesin dan material untuk dapat menghasilkan produk (kapasitas produksi yang dibutuhkan). Mengetahui keterkaitan produksi antara komponen suatu produk atau antar produk. Allowance diberikan antara lain untuk operator. Perhitungan Luas Lantai Pabrik 2. pelayanan produksi. transportasi. : : : : Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. gudang bahan baku utama. 3. maintenance. 2. dan kelonggaran untuk perkantoran dan fasilitas pendukung lainnya.

Panjang Allowance material ini ditentukan berdasarkan panjang maksimum dari komponen yang keluar/masuk ke/dari sebuah mesin yang telah diberi Allowance sebesar 20%. PROSEDUR Tahap-tahap yang dilakukan pada perhitungan luas lantai pabrik dan kantor adalah sebagai berikut : 1. Perhitungan luas lantai pabrik serta penentuan faktor kelonggaran A. Bagian Produksi Gudang Bahan Baku Utama Gudang Bahan Baku Pembantu Receiving Warehouse Shipping Maintenance Pelayanan Produksi Pelayanan Pabrik Pelayanan Personil Pabrik LUAS LANTAI A.  Allowance material Allowance material dibagi menjadi dua. G. B.  Allowance Material pada incoming dan outgoing ditetapkan sebesar 20 % dari panjang material terpanjang. C. jumlah pegawai yang diperlukan. PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . D. III. uraian pekerjaan masing-masing jabatan. I.Struktur Organisasi Struktur organisasi digunakan untuk mengetahui jumlah departemen yang diperlukan. J. H. F. Lebar Allowance ditentukan sebesar 1 m. yaitu Allowance untuk material incoming dan Allowance untuk material outgoing.22 . E. sedangkan lebarnya (G) disesuaikan. BAGIAN PRODUKSI  Jumlah mesin diambil dari Routing Sheet  Allowance operator Allowance operator berfungsi sebagai area pergerakan operator selama proses pemesinan. dan pangkat atau golongan dari masing-masing jabatan. Pengumpulan data umum perusahaan  Jumlah jam kerja / shift = 8 jam  Jumlah shift / hari = 2 shift  Jumlah hari kerja / minggu = 5 hari 2. sedangkan panjangnya dirumuskan: Panjang = B+C + D.

 Lebarnya ditentukan : Jika Lebar maksimal Material < lebar mesin G = Lebar mesin Jika Lebar maksimal Material > lebar mesin G = Lebar maksimal Material

B = Panjang Material Terpanjang + 20% C = Panjang Mesin D = Panjang Material Terpanjang + 20%  Allowance Gang (Transportasi) ditetapkan sebesar 20% dari panjang material terpanjang yang dipindahkan. Jika panjang material lebih kecil dari lebar a l a t a n g k u t ( c o n t o h : lift truck), maka gunakan lebar alat angkut (lift truck) + 20% A=E=F=H A = Panjang Material Terpanjang + 20% Jika Panjang Material terpanjang < dimensi alat angkut, gunakan: A = Dimensi Alat Angkut + 20% Dimensi = Panjang, Lebar  Allowance maintenance Allowance ini diberikan untuk area perawatan mesin/ stasiun kerja. Perhitungannya sama dengan Allowance orang. Lebarnya ditentukan sebesar 1 m, sedangkan panjangnya dirumuskan: Panjang = B+C + D.  LUAS SATU MESIN Luas satu mesin dirumuskan: = Luas mesin + luas material Incoming + luas material Outgoing + luas allowance Maintenance + luas alowance operator  LUAS RUANGAN = X * Y. X=A+B+C+D+E Y=F+1+G+1+H  TOTAL LUAS RUANGAN = JUMLAH MESIN x LUAS RUANGAN.

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM - 23

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM - 24

B. GUDANG BAHAN BAKU UTAMA Luas lantai gudang bahan baku utama ditentukan berdasarkan kebutuhan bahan untuk memenuhi demand. Data yang tersedia adalah jumlah part per produk, sedangkan data-data lain yang dibutuhkan dalam penghitungan ini adalah:  Karakteristik bahan yang diambil dari tabel kebutuhan rough lumber pada routing sheet.  Jumlah part dari satu unit rough lumber dari tabel kebutuhan rough lumber pada routing sheet.  Kebutuhan part per jam dari kolom jumlah kebutuhan part dari tabel Kebutuhan Rough lumber pada routing sheet.  Bahan terpakai = 95% x jumlah part dari 1 unit rough lumber Bahan terpakai adalah jumlah bahan yang benar-benar terpakai dari setiap part. Besar bahan terpakai dalam perhitungan ini adalah 95% untuk setiap part, sedangkan sisa 5% diasumsikan merupakan scrap yang terbuang pada saat proses produksi. Bahan terpakai 95% = 95% * Jumlah part dari 1 unit Rough lumber  Kebutuhan part per lead time Lead time yang digunakan dalam perhitungan ini adalah satu minggu dengan jam kerja sebagaimana dijelaskan pada data umum perusahaan. Kebutuhan part dirumuskan: = kebutuhan part/jam * (5 hari/minggu * 2 shift/hari * 8 jam/shift) = kebutuhan part/jam * 80 jam  Kebutuhan rough lumber per lead time = kebutuhan part per lead time / bahan terpakai (95%)  Kebutuhan rough lumber sejenis per lead time diperoleh dengan menjumlahkan semua kebutuhan rough lumber sejenis per lead time untuk part-part yang terbuat dari rough lumber yang sama dan dibulatkan ke atas..  Jumlah rough lumber per tumpukan = Max. tinggi tumpukan (2,5 m) / tebal rough lumber sebelum proses prefab ( lihat modul 1 ). 1 inch = 0,0254 m Karena ketinggian maksimum tumpukan rough lumber ditentukan 2,5 m, maka jumlah rough lumber per tumpukan dirumuskan:

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM - 25

= rounddown (2.5 m. dimensi alat angkut) + 20% PR = Panjang Rough Lumber LR = Lebar Rough Lumber  Luas lantai = jumlah tumpukan x panjang Rough lumber x lebar rough lumber sebelum proses prefab = jumlah tumpukan x PR x LR  TOTAL Luas lantai = PG x LG = (A + PR + B) x (C + LR + D) PG = Panjang Gudang LG = Lebar Gudang  Allowance untuk Transportasi dan Gang TOTAL Luas Lantai – Luas Lantai PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .26 .  Jumlah tumpukan = kebutuhan rough lumber sejenis per lead time / jumlah rough lumber per tumpukan  Allowance untuk Transportasi dan Gang ditetapkan : A=B=C=D A = MAX(dimensi Material awal.5 m/ketebalan awal rough lumber) Ketebalan awal rough lumber ini dapat diketahui dari karakteristik Rough lumber pada Tabel kebutuhan Rough lumber pada Routing Sheet. Round down dilakukan karena batas ketinggian tumpukan maksimum tidak boleh melebihi 2.

PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .27 .

Jumlah tumpukan dirumuskan sebagai berikut: = roundup(unit received per lead time/Jumlah unit received per tumpukan)  Allowance untuk Transportasi dan Gang  Luas lantai = luas lantai per tumpukan x jumlah tumpukan PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .C. received per smaller unit. yang meliputi tipe. Data yang tersedia adalah: Jumlah part per produk Karakteristik bahan. lebar. tinggi tumpukan (2. yang meliputi tebal.28 . tebal.5 m/ketebalan awal unit received) Round down dilakukan karena ketinggian tumpukan tidak boleh lebih dari 2.  Luas lantai per tumpukan = panjang unit received x lebar unit received  Jumlah tumpukan = unit received per lead time / jumlah unit received per tumpukan (dibulatkan ke atas) Jumlah tumpukan adalah banyaknya tumpukan dari setiap jenis bahan pembantu dengan tinggi maksimum setiap tumpukan sebesar 2.5 m. GUDANG BAHAN BAKU PEMBANTU Luas lantai gudang bahan baku pembantu ini dihitung berdasarkan kebutuhan untuk satu minggu.5 m.5 m. panjang dan lebar bahan  Karakteristik unit received.5 m) / tebal unit received Batas ketinggian maksimum untuk unit received adalah ditetapkan sebesar 2. Unit received per lead time dirumuskan: = kebutuhan bahan per lead time / (received per smaller unit * unit received)  Jumlah unit received per tumpukan = max. panjang. dan unit received Data lain yang digunakan adalah kapasitas produksi (dalam unit) yang diperoleh   dari tabel assembly pada routing sheet. Jumlah unit received per tumpukan dirumuskan: = rounddown (2. Langkah-langkah perhitungan:  Kapasitas produksi diambil dari Routing Sheet  Jumlah produk per lead time dihitung untuk lead time 1 minggu  Jumlah produk per lead time dirumuskan: = kapasitas produksi per jam * 80 jam  Kebutuhan bahan per lead time = jumlah produk per lead time x jumlah part per produk  Kebutuhan bahan per lead time dirumuskan: = Jumlah produksi per lead time * jumlah part per komponen  Unit received per lead time = kebutuhan bahan per lead time / (received per smaller unit x unit received)  Unit received per lead time adalah jumlah paket (unit received) yang diperlukan untuk memenuhi produksi selama satu minggu. yaitu jumlah bahan pembantu maksimum yang harus ada untuk setiap komponen assembly.

WAREHOUSE  Jumlah tumpukan = produksi per minggu / jumlah dus kecil per dus besar / jumlah dus per tumpukan (dibulatkan ke atas)  Kebutuhan dus besar = produksi per minggu / jumlah dus kecil per dus besar  Luas lantai = jumlah tumpukan x luas per tumpukan Data diketahui :   Produksi/jam = 100 unit Jam kerja 1 minggu = 5 hari kerja/minggu * 2 shift/hari * 8 jam/shift = 80 jam/minggu Karakteristik dus : Tinggi = 1 m Panjang = 1 m Lebar =1m = 60 dus kecil = 1 produk xxx = 60 produk xxx /dus besar  Kapasitas : Dus besar Dus kecil Total kapasitas PRAKTIKUM PTLF – TI UTM .12 BOX/KARTON D.29 .

5 m Jumlah dus/tumpukan =2 Luas tumpukan = 1 m2 Perhitungan : Produksi/ minggu Produksi/minggu Kebutuhan : Jumlah tumpukan/minggu = Round up ( (produksi/minggu)/(jumlah dus kecil per dus besar/jumlah dus per tumpukan) ) = Round up ( 8000 unit/minggu /( 60 dus kecil /2 dus per tumpukan) ) = 67 tumpukan Kebutuhan Dus Besar = produksi per minggu / jumlah dus kecil per dus besar = roundup(8000 unit/minggu / 60 unit per dus) = 134 Kebutuhan Luas Lantai = jumlah tumpukan * Panjang Kardus * Lebar Kadus = (produksi/jam) * (jam kerja/minggu) = 100 unit/jam * 80 jam/minggu = 8000 unit/minggu Luas lantai warehousing = jumlah tumpukan * PWH * LWH m2 Allowance : Allowance di sini memperhitungkan transportasinya saja untuk memberikan ruang untuk pergerakan forklift atau lift truck pada saat pemindahan bahan. Luas lantai warehousing .30 .Kebutuhan Luas Lantai PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . = 2. besarnya Allowance ini disuaikan dengan ukuran forklift atau lift truck .   Tinggi tumpukan maks.

Untuk kasus jika di dalam warehouse menggunakan Rak: TINGGI = 2.Kebutuhan Luas Lantai M PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . Luas lantai warehousing .25 M Hitung Jumlah Box per Rak Hitung Jumlah Rak yang dibutuhkan di warehouse PRWH = Panjang Rak Warehouse LRWH = Lebar Rak Warehouse Kebutuhan Luas Lantai = jumlah Rak * PRWH * LRWH Luas lantai warehousing = jumlah Rak * PWH * LWH m2 = Jumlah Rak * (C + LRWH + D) * (A + PRWH + B) Allowance : Allowance di sini memperhitungkan transportasinya saja untuk memberikan ruang untuk pergerakan forklift atau lift truck pada saat pemindahan bahan.31 .5 M B LE A R = 25 2. PANJANG = 3. besarnya Allowance ini disuaikan dengan ukuran forklift atau lift truck .

E. a.896) = 66. RECEIVING Luas lantai receiving = 30 % x luas gudang (bahan baku utama dan pembantu) + allowance 100% Luas gudang total adalah luas gudang bahan baku utama ditambah dengan luas gudang bahan baku pembantu. LUAS LANTAI BAGIAN MAINTENANCE Data yang diberikan adalah : Nama dan ukuran dimensi mesin Jumlah mesin PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . Perhitungan : Luas lantai receiving = 0. Data diketahui : Luas lantai gudang bahan baku utama = 85 m2 Luas lantai gudang bahan baku pembantu = 25.5376 m2 G.32 . LUAS LANTAI SHIPPING Ditetapkan sebesar 10% dari luas lotal lantai warehousing Perhitungan : Luas lantai shipping = 10% * luas lantai warehousing F.896 m2 b.6 * (85 + 25.

33 .H. PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . KANTOR  Jumlah dan luas ruangan kantor ditentukan berdasarkan kebutuhan  Ukuran dan jumlah ruangan yang terdapat pada data teknis dapat digunakan sebagai acuan. Ukuran dan jumlah ruangan boleh diubah jika diperlukan.

Keuangan. Pemasaran harus ada dalam struktur organisasi.  Sebaiknya Struktur Organisasi dibuat “ramping” dan hemat tenaga kerja PRAKTIKUM PTLF – TI UTM . departemen lain dapat ditambahkan jika diperlukan.RINGKASAN LUAS LANTAI STRUKTUR ORGANISASI Cara pembuatan Struktur Organisasi dan perencanaan sumber daya manusia :  Departemen Produksi.  Deskripsi tugas (job description) masing-masing bagian harus jelas dan spesifik.34 .

V. John Wiley & Sons.. Apple. Bandung. disertai surat pengantar. 1996. 1. DAFTAR PUSTAKA 1990. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan. Tompkins. James M. et al.. Facilities Planning. Penerbit ITB. . PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map. James A. Canada. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan.IV.. 2.

Pemindahan bahan yang berlangsung pada departemen receiving dan departemen storage (penyimpanan bahan utama dan bahan pembantu) b. Membuat Matriks Aliran 4. perusahaan dapat segera melakukan langkah perbaikan untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas. Kegunaan lainnya adalah untuk melihat tingkat efisiensi dalam proses material handling sehingga apabila terjadi pemborosan. Perhitungan ongkos material handling dibagi ke dalam 3 bagian yaitu : a. Penghitungan ongkos material handling sangat berguna antara lain dalam menentukan harga jual produk. Pemindahaan bahan / komponen pada departemen warehousing dan shipping : : : : Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. 2. c. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan .MODUL IV (OMH. TUJUAN Tujuan yang ingin dicapai dalam tahap ini adalah : 1. TATA LETAK AWAL) KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI I. Rancangan alternatif tata letak awal pabrik. fabrikasi. Membuat perhitungan Ongkos Pemindahan Material 2. MATRIKS ALIRAN. Membuat Matriks Ongkos 3. Membuat Tata Letak Awal Output tahap ini akan memberikan informasi yang jelas dan lengkap mengenai : 1. dan assembly. MATRIKS ONGKOS. II. serta biaya operasi dari alat angkut yang bersangkutan. TEORI Ongkos Material Handling Perhitungan ongkos material handling memegang peranan yang sangat penting karena ongkos pemindahan material merupakan salah satu komponen biaya produksi yang persentasenya cukup besar. jenis alat angkut yang akan dipergunakan dalam proses pemindahan material antar departemen. Pemindahaan bahan / komponen pada departemen prefabrikasi.

dan manusia. sedangkan pada bagian fabrikasi . Tujuan suatu material saat dipindahkan 3. dan warehousing b. Pada bagian receiving . antara lain : a.Pembagian pembuatan perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Beikut ini adalah penjelasannya : Matriks Ongkos Matriks Ongkos merupakan sebuah tabel berbentuk from-to-chart yang berisi hasil perhitungan ongkos pemindahan material untuk tiap tempat asal dan tujuan. walking pallet. material masih merupakan bahan mentah. c. Demand yang akan diproduksi 5. Volume material untuk periode produksi 6. Selain kegunaan penghitungan ongkos material handling yang telah dijelaskan di atas. . Pembagian departemen dalam pabrik secara garis besar terbagi tiga yaitu receiving. dengan tabel tersebut dapat diketahui kapasitas alat maupun tenaga kerja yang digunakan yaitu lift truck. material sudah menjadi komponen. Matriks Ongkos diperlukan untuk mempermudah pembacaan ongkos pemindahan material sebagai hasil rekapitulasi perhitungan ongkos pemindahan material dalam bentuk from-to-chart. Jenis transportasi penanganan material 9. Dengan demikian penghitungan ongkos untuk ketiga kondisi material yang berbeda tersebut juga turut dibedakan. material merupakan produk jadi yang telah dipak dan siap untuk didistribusikan melalui proses shipping. Biaya material handling secara keseluruhan. Berat total material yang dipindahkan 7. Karena perbedaan kondisi material yang ditangani. Pada bagian warehousing . Nomor material dan nama material 4. Biaya transportasi untuk sekali angkut dan juga keseluruhan 10. Jarak yang perlu ditempuh dalam pemindahan 8. Asal suatu material saat dipindahkan 2. Dari hasil perhitungan biaya yang berupa tabel dapat diketahui beberapa informasi penting yaitu : 1. produksi.

sebagai dasar penyusunan perencanaan tata letak. Kedua matriks ini didapatkan dari hasil perhitungan Weighted Matrix. Skala prioritas ditentukan berdasarkan nilai koefisien outflow. Dengan kata lain departemen yang memiliki nilai koefisien outflow yang lebih besar memiliki prioritas yang lebih tinggi. Yj = total berat komponen / jam yang masuk ke departemen j Matriks Outflow merupakan suatu diagram yang memperlihatkan berapa flow yang keluar dari suatu departemen. Nilai koefisien outflow ini diperoleh dengan cara yang dapat kita nyatakan dalam rumus sebagai berikut: Koef _ Outflow  Xij / Yj Matriks Outflow dimana :   Xij = berat komponen / jam dari departemen i ke departemen j. terurut mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil. Dalam activity relationship diagram digunakan garis-garis yang menunjukkan hubungan kedekatan antar mesin. Yj = total berat komponen / jam yang keluar dari departemen j Skala prioritas menunjukkan urutan prioritas suatu departemen terhadap departemen lain. Weighted Matrix Weighted Matrix merupakan suatu diagram yang memperlihatkan berapa jumlah berat / jam dari komponen – komponen yang mengalami perpindahan dari departemen yang satu ke departemen lainnya. Nilai koefisien inflow ini diperoleh dengan cara yang dapat kita nyatakan dalam rumus sebagai berikut: Koef _ Inflow  Xij / Yj dimana :   Xij = berat komponen / jam dari departemen i ke departemen j. Matriks Inflow Matriks Inflow merupakan suatu diagram yang memperlihatkan berapa flow yang masuk ke suatu departemen. Kedekatan tersebut didefinisikan oleh peneliti dengan beberapa ukuran menurut nilai outflow antar mesin : Skala Prioritas .Matriks Aliran Matriks Aliran terdiri atas Matriks Inflow dan Matriks Outflow.

sehingga kadang-kadang tidak semua kolom harus diisi.1 Berhubungan rendah : 0. Kolom (5) – Demand/jam (kebutuhan/jam) Kolom ini diisi dengan jumlah kebutuhan barang tiap jam. 0.jam dengan kolom volume komponen untuk mendapatkan volume total dari komponen yang dibutuhkan tiap jamnya. Satuannya adalah dalam m3. Kolom (10) – Volume/jam Kolom ini diisi dengan hasil perkalian antara kolom demand.5 Berhubungan sedang : 0. PROSEDUR Keterangan mengenai kolom-kolom pada tabel penghitungan ongkos pemindahan material adalah sebagai berikut : 1. 4. dan Tinggi/Tebal (t) Kolom ini diisi ukuran material yang akan dipindahkan. 2. 0. tabung. Kolom (10) = Kolom (5) x Kolom (9).d. Kolom (3) – To (ke) Kolom ini diisi dengan tempat tujuan perpindahan material. (7). 3.09 s. III. Kolom (6) . dsb.   Berhubungan kuat : >1 s. 5. (7).499 s. Kolom (9) – Volume Komponen Volume komponen yang dimaksud adalah volume barang atau material yang dipindahkan berdasarkan data kolom (6). >0 Pendefinisian lainnya adalah dengan melihat ketebalan garis. Penghitungan ini harus menggunakan data-data yang ada pada penghitungan sebelumnya di Routing Sheet dan sebagian pada penghitungan luas lantai.d.Semakin tebal garis maka semakin besar hubungan kedekatannnya. (8) – Panjang (p). Kolom (4) – Nomor Komponen Kolom ini diisi dengan kode tentang barang atau material yang dipindahkan. 6. Dalam identifikasi dimensi material ini dapat ditemui bentuk-bentuk yang spesifik seperti bola.d. (8). Kolom (2) – From (dari) Kolom ini diisi dengan tempat asal barang atau material berpindah. (nomor) Kolom ini diisi bila terdapat kombinasi dari pasangan suatu tempat asal dan tempat tujuan dari perpindahan suatu barang/material. gallon. Kolom (1) – No. 7. Lebar (l). Ongkos Pemindahan Material . 8.

Lac. Kolom (13) – Jumlah Berat (kg) Kolom ini diisi dengan jumlah dari berat total dan komponen-komponen yang mengalami perpindahan dari tempat asal dan tempat tujuan yang sama. Lem 1250 kg/m3 7. Benang 100 kg/m3 8. Kolom (12) = Kolom (10) x Kolom (11). Lacquar 1000 kg/m3 9. Kolom (15) – Rp/m Merupakan ongkos perpindahan material tiap meter perpindahan. 12. Kertas 450 kg/m3 3. yaitu:        0-20 kg diangkut dengan tenaga manusia 21-60 kg diangkut dengan walking pallet >60 kg diangkut dengan lift truck Catatan: Pemindahan material dari receiving ke gudang bahan baku utama dilakukan per minggu. Plastik 850 kg/m3 4. Cat 3750 kg/m3 6. Besi 7250 kg/m3 5. Thinner 500 kg/m3 10. Pemindahan material dari gudang bahan baku utama ke gudang bahan baku pembantu dilakukan per minggu. Data-data berat jenis material adalah sbb: 1. Kolom (14) – Jenis Transportasi Kolom ini diisi dengan jenis transportasi yang dipakai perpindahan itu. Pemindahan material dari warehouse ke shipping dilakukan per minggu. Kolom (11) – BJ (Berat Jenis) Berat jenis material adalah berat suatu material tiap satuan volume tertentu (kg/m). 13. 11.9. Sand paper 750 kg/m3 10. Kolom ini diisi dengan ongkos penggunaan alat pemindahan material untuk tiap 1 meter perpindahan sesuai dengan jenis transportasinya. Kayu 600 kg/m3 2. Kolom (12) – Berat Total (kg) Kolom ini diisi dengan hasil perkalian antara kolom volume/jam dengan berat jenis komponennyauntuk mendapatkan berat total untuk setiap material yang akan dipindahkan. Data-datanya adalah sbb: . Pemindahan material pada bagian produksi dilakukan per satu jam. Disc sand 750 kg/m3 11.

. 2. Matriks Berat Pengisian Matriks Berat dilakukan dengan melihat perhitungan yang telah dilakukan pada tabel Ongkos Pemindahan Material (kolom Berat Total (kg) ) Matriks Aliran Pengisian Matriks Aliran dilakukan dengan memperhitungkan aliran material yang terjadi dalam satu jam.. Matriks Aliran terdiri atas Matriks Inflow dan Matriks Outflow. Nilai pada Matriks Inflow dan Outflow dihitung dengan cara sebagai berikut : Matriks PRIORITAS Matriks ini dibuat dengan cara melihat nilai di outflow sesuai dengan aliran yang bersesuaian. Setiap kolom 1.   Tenaga manusia Rp 150/m Walking pallet Rp 2..000/m Lift truck Rp 5. lihat besarnya berat komponen / jam yang sesuai (dari hasil langkah 1)  Bagi berat/jam komponen yang bersangkutan dengan jumlah total berat komponen /jam pada baris j . Pengisian Matriks Ongkos dilakukan dengan melihat pada tabel perhitungan Ongkos Pemindahan Material (kolom OMH (Rp / m) ).. j = lokasi tujuan) dihitung dengan cara :  Untuk setiap Xij yang akan dihitung. j = lokasi tujuan) pada matriks ongkos didapatkan dari Ongkos Material Handling dari OMH dengan besaran Rp / m. Besarnya koefisien inflow Xij (i = lokasi asal.000/m Matriks Ongkos Nilai untuk setiap flow dari departemen i ke departemen j (i = lokasi asal. Prioritas diurutkan mulai dari nilai outflow terbesar hingga terkecil Matriks Inflow Langkah Pembuatan : 1.n di setiap baris lokasi asal diisi dengan berat komponen / jam yang terjadi.3.2.

3. Tidak berlaku jika jumlah sel yang dibutuhkan untuk departemen tersebut kecil sekali  Luas sel = 3 x 3 m2  Aturan tambahan peletakan sel : Spray Both. j = lokasi tujuan) dihitung dengan cara :  Untuk setiap Xij yang akan dihitung.  Luas departemen (jumlah sel) = luas departemen / luas sel  Minimal tebal sel untuk departemen non mesin (contoh : GBBU) adalah 2 sel.2. Konversi luas ke dalam bentuk jumlah sel diperlukan karena representasi tata letak disajikan dalam bentuk diskrit.. melainkan tersusun dari kumpulan sel (sel menyatakan satuan ukuran tata letak). 2. Keterangan selengkapnya dapat dibaca pada Panduan Penggunaan Perangkat Lunak Perancangan Tata Letak Pabrik. fabrikasi. namun untuk departemen dengan mesin (prefabrikasi. perlu dilakukan perhitungan Luas Lantai Pabrik dalam bentuk jumlah sel. Oven. yang akan terjadi bila hanya terdapat satu departemen asal.n di setiap baris lokasi asal diisi dengan berat komponen / jam yang terjadi. Jadi representasi tata letak tidak berupa gambar kontinu atau gambar sebenarnya. Besarnya koefisien outflow Xij (i = lokasi asal. karena masing-masing koefisien menunjukkan berat komponen / jam departemen asal dibagi jumlah biaya dari seluruh departemen asal sehingga tentu saja nilainya maksimum sama dengan 1.. assembly) maka tebal sel minimal 3 sel.. Matriks Outflow Langkah Pembuatan : 1. Receiving. lihat besarnya berat komponen / jam yang sesuai (dari hasil langkah 1)  Bagi berat/jam komponen yang bersangkutan dengan jumlah total berat komponen /jam pada kolom j Nilai koefisien ini diperlukan sebagai input penentuan skala prioritas. . yaitu ukuran tata letak dibulatkan ke dalam selang (interval) tertentu. dan Shipping diletakkan di sisi luar pabrik. Tata Letak Awal Untuk pembuatan Tata Letak Awal. Setiap kolom 1.Nilai tertinggi koefisien inflow maksimal satu.. Prosedur perhitungan jumlah sel dalam Luas Lantai Pabrik:  Luas departemen diambil dari perhitungan Luas Lantai Pabrik Modul 3.

LAPORAN Format Perhitungan Ongkos Pemindahan Material BAHAN BAKU UTAMA BAHAN BAKU PEMBANTU PRODUK JADI Judul tabel perhitungan Ongkos Pemindahan Material : .IV.

 Yj = total berat komponen / jam yang keluar dari departemen j .Xi LUAS LANTAI Yi Koef _ Inflow  Xij / Yj dimana :  Xij = berat komponen / jam dari departemen i ke departemen j.  Yj = total berat komponen / jam yang masuk ke departemen j Xi LUAS LANTAI Yi Koef _ Outflow  Xij / Yj dimana :  Xij = berat komponen / jam dari departemen i ke departemen j.

.Disusun berdasarkan urutan nilai outflow dari yang paling besar sampai yang paling kecil.

.

Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Tugas Sarjana. ITB. Canada. James A..V. Panduan Penggunaan Perangkat Lunak Perancangan Tata Letak Pabrik. et al. DAFTAR PUSTAKA Bandung. Apple. 2. Tompkins. Perancangan Perangkat Lunak Tata Letak Fasilitas yang Memperhatikan Fungsi Departemen dan Menghasilkan Keluaran Tata Letak Berbentuk Gambar Dua Dimensi (AutoCAD). James M.. . John Wiley & Sons. 1996. disertai surat pengantar. PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan. Facilities Planning. 4. Penerbit ITB. 1990.. 1. VI. 1997 3. Jenny.

Hasil dari perbaikan tata letak berupa AAD. OMH Revisi) KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI I. Tentukan pula departemen-departemen yang tidak akan diubah letaknya selama proses iterasi dilakukan. Petunjuk penggunaan Win Qsb: 1. Melakukan perbaikan tata letak dengan perangkat lunak PTLP 2. serta biaya operasi dari alat angkut yang bersangkutan. Perhitungan Ongkos Pemindahan Material diperlukan untuk mengetahui jenis alat angkut yang akan dipergunakan dalam proses pemindahan material antar departemen. Membuat Area Allocation Diagram 3.MODUL V (AAD. Masukkan koordinat sel-sel tiap departemen sesuai dengan tata letak ruangan yang akan diiterasi dan setiap departemen diberi nomer penanda (dalam abjad). III. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan Perancangan Tata Letak Pabrik (PTLP). PROSEDUR dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak : : : : Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. Area Allocation Diagram (AAD) adalah diagram yang menunjukkan luas lantai produksi sebenarnya yang akan dibangun beserta alokasi penempatan departemen yang akan menghasilkan biaya produksi terkecil. Membuat perhitungan Ongkos Pemindahan Material untuk tata letak yang telah diperbaiki II. 2. TUJUAN 1. Masukkan flow per unit cost yang terjadi pada penggunaan alat material handling antar departemen sesuai dengan data matriks ongkos yang telah dibuat sebelumnya . yaitu WIN-QSB (Facility Location and Layout Perbaikan Tata Letak Perbaikan Tata Letak dilakukan sesuai dengan prosedur yang terdapat pada Panduan Penggunaan Perangkat Lunak Perancangan Tata Letak Pabrik. TEORI Perbaikan tata letak Planing) .

maka jumlah alternatif perbaikan adalah 3x4 = 12 buah. dsb). Area Allocation Diagram Ketentuan Pembuatan : 1. Kantor dan pendukung atau pelayanan pabrik akan ditambahkan kemudian. Karena ada 4 metode dalam setiap alternatif layout. Prioritas (dari matriks prioritas) Prioritas kedekatan antar departemen yang terangkum dalam matriks prioritas menjadi kriteria pertama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan layout terbaik.3. maka faktor determinan terakhir adalah besarnya ongkos material handling. Apabila dengan atau tanpa modifikasi mesin. Feasibilitas Feasibilitas dalam pemilihan alternatif perbaikan tata letak lebih menekankan pada cukup atau tidaknya mesin ditempatkan dalam departemen. yaitu: 1. Lampiran input dan iterasi terbaik dari hasil pengolahan dari setiap alternatif . Tata letak yang memberikan nilai OMH terkecil tentunya akan lebih disukai. dan berlaku sebaliknya. Klik fungsi Solve and Analyze pada tab menu QS. Dibuat dengan ukuran 1:200 dari ukuran sebenarnya. Pemilihan ini dilakukan per alternatif layout . 2. 3. dipilih alternatif perbaikan yang memberikan OMH minimum.mesin bisa diatur sehingga cukup untuk diletakkan pada suatu departemen. 3. Ongkos material handling terkecil Setelah alternatif-alternatif yang dibandingkan memenuhi kedua kriteria diatas.per metode. maka alternatif tersebut dikatakan feasible. 2. Dari ke-12 alternatif perbaikan terbaik tiap metode. gunakan keempat metode untuk tiga alternatif yang telah dibuat pada modul 4 : • • • • 2-OPT (improve by exchanging 2 departements) 3-OPT (improve by exchanging 3 departements) Improve by exchanging 2 departements then 3 departements Improve by exchanging 3 departements then 2 departements Analisis hasil: Pemilihan layout terbaik dari tata letak awal dengan menggunakan beberapa kriteria. Perhatikan ukuran mesin dan kebutuhan khusus setiap ruang. sesuaikan spesifikasi pada perhitungan luas lantai. dan ketentuan khusus (sisi terbuka.

(nomor) Kolom ini diisi bila terdapat kombinasi dari pasangan suatu tempat asal dan tempat tujuan dari perpindahan suatu barang/material. 3.60 kg diangkut dengan walking pallet  61 kg . Kolom (1) . 2. AAD yang dibuat sejumlah 2. yaitu bahwa alat pemindahan material hanya horisontal atau vertikal (tidak diagonal). sedangkan AAD kedua menggambarkan peletakan mesin-mesin pada setiap departemen tanpa menggunakan dimensi dan disertai alat material handling berdasarkan hasil perhitungan OMH .20 kg diangkut dengan tenaga manusia  21 . Ongkos Pemindahan Material Perhitungan Ongkos Pemindahan Material pada modul V merupakan lanjutan dari perhitungan Ongkos Pemindahan Material pada modul IV. Kolom (4) .To (ke) Kolom ini diisi dengan tempat tujuan perpindahan material. Kolom (5) – Jumlah Perpindahan Apabila berat lebih besar dari 1 ton.Jarak (m) Perhitungan titik pusat dilakukan dengan menghitung pusat massa dari departemen yang bersangkutan.From (dari) Kolom ini diisi dengan tempat asal barang atau material berpindah. Jarak yang dimaksud adalah jarak antara titik pusat kedua departemen pada kolom (2) From dan kolom (3) To. Kolom (4)-(15) ditiadakan. Kolom (3) . Perhitungan jarak dilakukan dengan asumsi dapat bergerak rectilinier. yaitu :  0 .untuk setiap metode Keterangan. K olom (6) . 4. dimana AAD pertama hanya menggambarkan tata letak hasil perbaikan tanpa mesin (disertai dengan dimensi lengkap baik dimensi total maupun dimensi per departemen).No. 4. Kolom (2) .1 ton diangkut dengan lift truck .Jenis Transportasi Kolom ini diisi dengan jenis transportasi yang dipakai pada perpindahan itu. maka jumlah perpindahan adalah Jumlah perpindahan = Roundup berat material yang dipindahkan / 1 ton 5. sehingga tabel perhitungan Ongkos Pemindahan Material menjadi seperti berikut ini : 1.

000/m 7. 6.  Pemindahan material pada bagian produksi dilakukan per satu jam.Catatan :  Pemindahan material dari receiving ke gudang bahan baku utama dilakukan per minggu.  Pemindahan material dari warehouse ke shipping dilakukan per minggu. Data-datanya adalah sebagai berikut :  tenaga manusia Rp 150/m  walking pallet Rp 2. Kolom (8) = Kolom (4) x Kolom (5) x Kolom (7) 8. IV.  Pemindahan material dari gudang bahan baku utama ke gudang bahan baku pembantu dilakukan per minggu. Kolom (8) . Kolom (8) . Kolom (7) – Rp / m Merupakan ongkos perpindahan material tiap meter perpindahan.Ongkos Pemindahan Material (Rp) Kolom ini diisi dengan hasil perkalian antara kolom Jarak dengan kolom ongkos perpindahan material per meternya.Ongkos Pemindahan Material Kumulatif (Rp) Kolom ini diisi dengan akumulasi ongkos pemindahan material yang telah dihitung di atasnya.000/m  lift truck Rp 5. PROSEDUR Format Perhitungan Ongkos Pemindahan Material Format judul tabel perhitungan Ongkos Pemindahan Material . Kolom ini diisi dengan ongkos penggunaan alat pemindahan material untuk tiap 1 meter perpindahan sesuai dengan jenis transportasinya. sehingga akhirnya didapat ongkos pemindahan material total per jam.

Deborah G. 1. 4. Mufid Djoko. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan.. 2. disertai surat pengantar. Tatar. Yogyakarta. Panduan Penggunaan Perangkat Lunak Perancangan Tata Letak Pabrik Pedoman Penggunaan AutoCAD Purwanto. 1993. Digital Press. A Programmer’s Guide to COMMON LISP. 3. Penerbit Andi Offset. 5. Tugas Sarjana. ITB.V. PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map. 1997. 1987 . VI. DAFTAR PUSTAKA Jenny. Perancangan Perangkat Lunak Tata Letak Fasilitas yang Memperhatikan Fungsi Departemen dan Menghasilkan Keluaran Tata Letak Berbentuk Gambar Dua Dimensi (AutoCAD). Pedoman Pemakaian AutoLISP.

Ukuran kualitatif ini dinilai melalui huruf-huruf yang tercantum pada tabel 1. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan Activity Relationship Diagram (ARD) ARC digunakan untuk merencanakan dan menganalisis keterkaitan antar kegiatan. Manfaat ARC yaitu: o Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya serta alasannya. Activity Relationship Chart (ARC) Activity Relationship Chart (ARC) adalah salah satu teknik untuk merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan.MODUL VI (ARC. dibutuhkan Activity Relationship Diagram (ARD) untuk mendapatkan gambaran tentang tata letak suatu departemen relatif terhadap departemen lainnya. TEORI Pada tugas-tugas sebelumnya kita telah merencanakan tata letak lantai produksi. dengan ARC kita belum memperoleh gambaran tentang letak suatu departemen relatif terhadap departemen lainnya. Membuat Area Allocation Diagram Gabungan (AAD Gabungan) II. pelayanan pabrik. Selanjutnya akan direncanakan tata letak fasilitas pendukung. Namun. ARD. Penentukan tata letak fasilitas-fasilitas pendukung tersebut ditentukan berdasarkan hubungan kedekatan antar ruangan dalam memenuhi kebutuhan pengguna fasilitas. Tabel 1 Huruf dan Artinya pada ARC Warna Kedekatan Keterangan Absolutely important Very important Important Ordinary Unimportant Undesirable Kode A E I O U X : : : : Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. o Memperoleh suatu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya ARC menggunakan ukuran kualitatif untuk menilai hubungan antar fasilitas. TUJUAN 1. Oleh karena itu. Membuat Activity Relationship Diagram (ARD) 3. antara lain: kantor. pelayanan produksi. dan pelayanan personil pabrik. Tools yang digunakan untuk menentukan hubungan kedekatan ini adalah ARC dan ARD. Membuat Activity Relationship Chart (ARC) 2. AAD Revisi) KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI I. .

warehouse. dan pelayanan personil pabrik (sesuai output modul 3 PTLP). assembly. yaitu : 1. serta masingmasing fasilitas pelayanan produksi. ARC Gabungan ARC gabungan menunjukkan hubungan seluruh fasilitas yang ada di perusahaan. produksi. 2. Dalam pembuatan ARC gabungan ini perlu diperhatikan tiga hal berikut:  Fasilitas dalam kantor diintegrasikan menjadi satu fasilitas dan diberi nama “Kantor”. Gudang Bahan Baku Utama (GBBU).  ARC Gabungan menunjukkan hubungan kantor. dan receiving disatukan menjadi satu fasilitas dan diberi nama “Produksi”. fabrikasi. Gudang Bahan Baku Pembantu (GBBP). shipping.  Ruang prefabrikasi. Gambar 1 Keterangan Gambar dan Ukuran pada ARC .III. ARC Kantor ARC kantor menunjukkan hubungan antar departemen dan fasilitas dalam kantor saja. pelayanan pabrik. PROSEDUR Activity Relationship Chart (ARC) Pada tugas ini diperlukan dua ARC.

Pelayanan Produksi -Pelayanan Pabrik : kuning : hijau : biru : merah muda .3. Warna : -Kantor & Pendukung Personil Kantor -Produksi -Maintenance.  Software blocplan hanya digunakan untuk membuat ARD kantor. Pelayanan Personil Pabrik. Misalkan.  ARD gabungan dibuat manual berdasarkan hasil dari ARC yang telah dibuat. Output blocplan ini merupakan ARD. kode alasan yang digunakan adalah seperti tabel dibawah Tabel 2 Contoh Kode Alasan dan Keterangan Activity Relationship Diagram (ARD)  Setelah diperoleh ARC kantor dan ARC gabungan. Bentuk Gambar 2 Keterangan dan Ukuran pada ARD 2.2. maka digunakan perangkat lunak blocplan untuk membuat tata letak berdasarkan hubungan keterkaitan yang telah dibuat pada ARC.Kode Alasan Untuk setiap tingkat kepentingan. yang dicantumkan dalam ARC dalam bentuk kode 1. dan seterusnya. Ketentuan pembuatan : 1. harus dijabarkan alasan-alasan yang melatarbelakangi alasan penentuan tingkat kepentingan tersebut.

Pada contoh dibawah ini karena komputer Bunga (bukan nama sebenarnya) menyimpan BLOCPLAN di directory E.3. Input dir untuk melihat daftar folder pada Directory E: . o Dua departemen dengan kode kedekatan A harus diletakkan bersebelahan. Tata letak diusahakan sedapat mungkin mengikuti ARC yang telah dibuat. Input directory dimana folder software BLOCPLAN ditempatkan pada Hard Disk Anda. Input e:/ untuk mengganti Directory Z menjadi E: ( E: merupakan tempat dimana Blocplan berada) 3. o Dua departemen dengan kode kedekatan E boleh diletakkan bersebelahan. maka ketik mount e e:/ (tekan ENTER) 2. atau bersentuhan pada titik sudutnya.   Dua departemen dengan kode kedekatan X sama sekali tidak boleh bersinggungan Berikut adalah panduan penggunaan software BLOCPLAN Prosedur penggunaan BLOCPLAN: 1.

Anda akan segera dapat menjalankan software BLOCPLAN dan dapat segera melanjutkan prosedur dibawah ini. maksimum 18 buah 4. Pilihlah (K) 3. 5. Pada E:\BLOCPLAN> Input BPLAN90 Maka. Tampilan Awal (Nyalakan Caps Lock Komputer Anda) 2. Disk (D) merupakan file yang sudah disimpan sebelumnya di hard drive komputer Anda. Tekan ENTER untuk menginput relasi ke departemen selanjutnya. Pilihan input data. Prosedur dalam menjalankan blocplan ini adalah sebagai berikut: 1. Pada E:\ Input cd blocplan. Masukkan nama-nama departemen beserta luas areanya sampai dengan departemen ke-18. Masukkan jumlah departemen di dalam kantor. sedangkan Keyboard (K) merupakan file baru yang akan di-input. . maka akan muncul tampilan sebagai berikut: 5. Masukkan hubungan kedekatan antar departemen yang didapatkan berdasar ARC kantor. Input luas sesuai dengan kolom LUAS LANTAI yang didapat dari LUAS + ALLOWANCE pada modul 3.4. Konfirmasi data luas area departemen 6.

pilih opsi nomor 4 Automatic Search 11. gunakan angka default Blocplan saja 8. input 20 (karena maksimal sebesar 20). . Masukkan Nilai Vektor. Single Story Layout 10. Menu Single Story. Menu utama.7. Pilih jumlah layout yang ingin dihasilkan. Rekapitulasi skor tiap departemen yang dihitung berdasarkan nilai vektor 9. Maka akan dicari 20 layout. pilih opsi 3.

Blocplan akan menanyakan departemen mana saja yang lokasinya kita tentukan sendiri. . Pilih nilai adjacency yang paling mendekati 1.12. Setelah dilakukan komputasi pada 20 layout. kemudian save problem data. akan ditampilkan nilai adjacency score dari tiap layout yang dihasilkan. 13. Departemen yang lokasinya ditentukan sendiri (INI HANYA CONTOH) serta fixed adalah resepsionis & satpam yang diletakkan di bagian depan dekat pintu masuk. 14. 16. Jika terdapat lebih dari 1 layout yang adjacency score nya paling tinggi. dan bagian produksi yang ditempatkan di bagian bawah. lalu bagian dapur yang terletak di bagian tengah kanan. pilih salah satu dengan memberikan pertimbangan-pertimbangan tertentu terhadap letak suatu ruangan. Berikut ini merupakan contoh hasil layout terbaik (adjacency score paling mendekati 1) Layout 16 Layout 18 15. Kembali ke menu utama (STEP ke-x).

1990. V. dipisahkan kembali sesuai kebutuhan ruangan pada perhitungan Luas Lantai... dan ketentuan khusus (sisi terbuka. John Wiley & Sons. DAFTAR PUSTAKA Apple. termasuk di dalamnya penempatan pintu. Bandung. PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map. 2. 2006. disertai surat pengantar. AAD yang dibuat bukan hanya menggambarkan letak dan luas ruang yang diperlukan. 5. Sunderesh. dll. Tompkins. Dibuat dengan ukuran 1:200 dari ukuran sebenarnya. IV. Penerbit ITB. 1. lokasi Kantor dan Pabrik sedapat mungkin dipisahkan. Canada.Area Allocation Diagram Gabungan Ketentuan Pembuatan : 1. Perhatikan ukuran mesin dan kebutuhan khusus setiap ruang. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan.. . lebar gang. sesuaikan spesifikasi pada perhitungan luas lantai. 3.). James A. tembok serta jendela. Usahakan keseluruhan kompleks telah berbentuk persegi dengan batas-batas luar pabrik yang jelas. namun masih dalam satu diagram. PWS Publishing Company. 1996. Boston. tetapi harus sudah ada isinya (misal untuk kantor sudah ada meja kursi). Gudang.. 3. Facilities Planning. Heragu. dsb). Facilities Design 2nd Edition. Ruang-ruang yang pada ARD disatukan (misalnya Produksi. 4. et al. James M. Pada AAD Gabungan. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan. 2.

Pembuatannya disesuaikan dengan AAD. beserta ketentuan-ketentuan yang telah ada pada tugas sebelumnya. Dari AAD dan perhitungan luas lantai. 5. 2. ataupun perluasan dari departemen terdekat. 2. beserta deskripsi peletakkan mesin dan juga fasilitas-fasilitas lain yang mendukung. . TEORI Template : : : : (Template) Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. Manfaat dari pembuatan template adalah: 1. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan Tujuan dari pengerjaan modul 7 ini adalah. Definisi template adalah gambar tata letak lengkap yang merupakan hasil akhir dari seluruha proses perancangan tata letak yang dilakukan. dapat diperoleh jumlah setiap jenis mesin pada area produksi.MODUL VII KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI I. Memberikan gambaran yang lebih jelas dan lengkap mengenai aliran material yang terjadi pada lantai produksi Hal-hal yang diperhatikan pada penyusunan template: 1. Warna aliran material berbeda-beda. Departemen dummy pada AAD dapat dialokasikan sebagai gang. II. dapat ditentukan detail peralatan kantor yang diperlukan serta tata letaknya pada setiap ruangan yang bersangkutan. serta aliran material antar departemen. 4. Memberi informasi mengenai luas pabrik dan kantor dalam ukuran yang representative. Penyusunannya mempertimbangkan penempatan incoming dan outgoing material. sesuai dengan jenis alat penanganan material yang digunakan. sbb: Membuat Template Dibuat berdasarkan AAD baik kantor maupun gabungan yang telah dibuat sebelumnya. Pada setiap aliran material disertai pula kode material yang dipindahkannya. Dari AAD dan bagan struktur organisasi. 3. dan tata letaknya di departemen-departemen yang bersangkutan. Template disusun dengan skala 1 : 200 6. TUJUAN 1.

ITB. Penerbit ITB. DAFTAR PUSTAKA 1. Aksesoris lain Gerbang. James A. James M. 2.. Bandung. Loading dock Adanya loading dock di sekitar area receiving dan shipping.. 1990. John Wiley & Sons. PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map. dll bebas.asrama pegawai. 1996 . Penggunaan jenisnya bebas sesuai kebutuhan. 1997 3. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan. disertai surat pengantar. lebar gerbang dan sebagainya disesuaikan dengan kebutuhan yang dibuat seefisien mungkin.Tugas Sarjana. et al. Tompkins.). Facilities Planning. Apple. lebar pintu. Jenny. Canada. Dibuat seindah dan sekreatif mungkin serta memungkinkan alur kendaraan dalam lingkungan pabrik yang logis. Template diprint di kertas kalkir IV. taman. lebar jalan untuk transportasi. Tebal dinding. III. Perancangan Perangkat Lunak Tata Letak Fasilitas yang Memperhatikan Fungsi Departemen Fungsi Departemen dan Menghasilkan Keluaran Tata Letak Berbentuk Gambar Dua Dimensi (AutoCAD). PROSEDUR Pembuatan template: Skala 1 : 200 Aliran material pada departemen produksi (sesuai dengan AAD yang telah dibuat di modul 5) Garis pembatas antar departemen pada lantai produksi Jenis garis Lebar garis : garis putus-putus tipe 02 pada visio : tipe 03 pada visio Tembok pembatas ruangan dan pagar luar pabrik Ambil dari stencil visio: (shape – buildin plan . kolam. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan..7. V. tempat parkir.

pelayanan pabrik.  Office Merupakan biaya pembangunan kantor. SgA (SUGENG gak ALIM) 1 Minggu Minimal 2 Pertemuan Ongkos Produksi Perhitungan ongkos produksi dilakukan selama satu tahun. TUJUAN 1. Land Merupakan biaya pembelian tanah. yang diasumsikan sebanyak 2 buah untuk kantor. . Diasumsikan tiap lampu dapat menerangi 16 m2. Berdasarkan template yang telah dibuat. pelayanan produksi. Bangunan (meliputi kantor dan pabrik)  Plant Merupakan biaya pembanguan pabrik. dan pelayanan personil pabrik. dan 1 buah untuk pelayanan. termasuk di dalamnya adalah luas kantor. Dihitung dari total luas tanah yang digunakan perusahaan. Dihitung dari luas tanah yang digunakan untuk pendirian pabrik. Melakukan perhitungan ongkos produksi 2. 3 buah untuk pabrik. maintenance. pelayanan kantor. Jumlah lampu = (total luas tanah – luas tanah untuk pabrik – luas tanah untuk kantor) ÷ 16 m2  Dust Collection Merupakan biaya pembelian alat kebersihan. PROSEDUR : : : : Mahasiswa TI Universitas Tronojoyo PT. Kelayakan Investasi) KONSULTAN CLIENT WAKTU KONSULTASI I. 2. Melakukan analisis kelayakan investasi II. maka dihitung biaya-biaya berikut: Investasi Elemen biaya investasi ini meliputi: 1.MODUL VIII (Ongkos Produksi.  Lighting Merupakan biaya pembelian lampu (selain lampu plant dan office).

Telepon terdapat di setiap ruangan divisi dan ruang CEO yang masing-masing berjumlah 1 buah. Lampu meja hanya ditempatkan pada meja CEO dan meja Director.  Auxiliary . 3. yang diasumsikan 1 buah untuk taman. motor.  Office Merupakan biaya furniture dan peralatan yang digunakan di kantor.   Landscaping Merupakan biaya pembangunan taman per m2. dan 1 buah untuk sudut-sudut area perusahaan. dan wash table. di mana terdapat 1 buah portal masuk dan 1 portal keluar perusahaan yang masing-masing panjangnya 4 m. urinal pria. Parking Merupakan biaya pembangunan lahan parkir per m2.  Material Handling Merupakan biaya pembelian alat-alat pemindah material di dalam pabrik. Peralatan (Mesin-mesin produksi)  Production Merupakan biaya pembelian mesin-mesin produksi sesuai kebutuhan yang telah ditentukan saat menghitung luas lantai produksi. kantin & dapur. baik kantor maupun pelayanan. 2 buah untuk jalan. yaitu lift truck dan walking pallet.  Gates Merupakan biaya pembangunan portal per m2. kloset. Plumbing Merupakan biaya pemasangan jalur pipa air bersih dan air kotor dari menara air menuju mushola. Power Panel Merupakan biaya pembelian panel kontrol untuk lighting.   Jalan Merupakan biaya pembangunan jalan per m2. Diasumsikan pengangkutan material dengan tenaga manusia tidak menggunakan alat bantu. termasuk parkir mobil. dan garasi.

office equipment.025% dari nilai plant (tabel A).  Property damage and public liabilities  Plant : biaya asuransi terhadap kerusakan pabrik yang besar preminya 0. auxiliary equipment dan atau biaya bagi itemitem yang terkena depresi lainnya diperoleh dari akumulasi nilai yang diperoleh dari tabel investasi.  Office : biaya asuransi terhadap kerusakan kantor yang besar preminya : nilai dari investasi awal (tabel A) biaya pembelian bahan baku per tahun biaya pembelian bahan baku pembantu per tahun biaya pembelian dus besar yang digunakan untuk mengepak dus kecil yang berisi toy train per tahun . Inventory Value Raw material Purchased part Packing material Salaries & Wages Acuan besar gaji per bulan untuk setiap pegawai dalam perusahaan. material handling equipment. Perhitungan depresiasi terhadap item-item tersebut dilakukan dengan menggunakan metode straight line. biaya depresiasi untuk production equipment. Metode ini mengasumsikan bahwa aset terdepresiasi secara konstan setiap tahunnya selama umur manfaatnya. diasumsikan sebesar 10% dari working capital Annual Administration Overhead Office Salaries Social securities : 4% dari salaries & wages (tabel D) Workmen compensation : 5% dari nilai salaries & wages (tabel D) Insurance  Fire : biaya asuransi terhadap kebakaran yang besar preminya 0. Capital investment 2. building.04% dari nilai investasi awal (tabel A) kecuali bagian land. Penggunaan selanjutnya disesuaikan dengan struktur organisasi yang telah dibuat sebelumnya Required Investment 1. Working Capital Salaries & Wages Inventory Value 3.Merupakan biaya pembelian peralatan selain yang digunakan bagian produksi dan kantor Depresiasi Pada praktikum ini. Other expenses : total gaji pegawai (tabel D) : nilai pembelian bahan baku (tabel C) : biaya di luar capital investment dan working capital.

pensil.00 Mesin-mesin yang tidak menggunakan listrik antara lain Bench I. diasumsikan Rp 300.015 kWH / lampu serta nilai 1 kWH = Rp 1000. Bench II.00 Production cost / year Administration Overhead : biaya administration sebelumnya (tabel F) overhead yang telah dihitung : 18% dari Salaries & Wages /bulan untuk tingkat manager ke atas.  Amortization : sama dengan jumlah total biaya depresiasi  Taxes Building Machinary Equipment Inventory     : pajak bangunan sebesar 0.00/hari Employee Benefit lainnya. Dan 15% dari salaries & wages /bulan untuk karyawan : biaya perawatan bangunan sebesar 8% nilai building .00  Water : nilai konsumsi air untuk setiap pekerja yang diasumsikan sebesar 10 liter / hari dimana 1 liter = Rp 2. dll yang nilainya sebesar 8% dari nilai total office (tabel A) Building maintenance (tabel A). Bench III dan Rack  Light : biaya kebutuhan listrik untuk penerangan yang besarnya 0.025% dari nilai kantor (tabel A). Annual Expenses Salaries & Wages Value Factory Supplies : total gaji pekerja langsung & tak langsung (tabel D) Inventory : nilai pembelian bahan baku (tabel C) :biaya pengadaan kebutuhan rutin pabrik.025% dari nilai mesin (tabel A) : pajak inventory sebesar 0.5 kWH / mesin serta nilai 1 kWH = Rp 1000. Diasumsikan sebesar 10% dari nilai plant (tabel A) Maintenance Equipment : biaya perawatan mesin tahunan sebesar 10% nilai mesin (tabel A) Utility/Tahun  Power : biaya kebutuhan listrik untuk tiap mesin produksi yang besarnya 0.500.015% dari inventory value ( tabel C) Office supplies : biaya kebutuhan harian kantor seperti kertas. Telepon : biaya penggunaan telepon.025% dari nilai building (tabel A) : pajak peralatan mesin sebesar 0.0.000. pulpen.

Annual Expenses : biaya pengoperasian pabrik per tahun yang telah dihitung sebelumnya (tabel G) Material Handling : biaya material handling selama 1 tahun (tabel OMH perbaikan) Selling Price    Production unit cost per jam : biaya produksi total per jam Waktu proses = waktu assembly + waktu fabrikasi + waktu prefabrikasi Biaya produksi per sub assembly diperoleh dengan cara memproporsikan jumlah dan waktu proses sub assembly terhadap production unit cost per jam Rumus proporsi: Kemudian.nya. Biaya produksi sub-assembly = Biaya produksi per jam per unit *proporsi   Biaya produksi per jenis produk diperoleh dengan menjumlahkan seluruh biaya sub assembly. Profit : Profit ditentukan berdasarkan kebijakan tiap konsultan Harga jual standar per sub-assembly ditetapkan sebagai berikut : Harga jual standar per varian produk merupakan harga jual standar sub-assembly – subassembly penyusunnya. penjualan sebesar (100 – x)% dari demand. harga jual standar varian produk EGBC adalah Rp 95.Penjualan varian produk mengikuti ketentuan sebagai berikut : o Produk dengan harga jual di bawah harga jual standar. dimana: Sisa produk sebesar x% dari demand diasumsikan tidak terjual dengan harga jual yang ditetapkan.000. penjualan diasumsikan 100% (sales =demand) o Produk dengan harga jual melebihi harga jual standar. . Sebagai contoh. sehingga terpaksa dijual murah dengan harga jual sebesar 50% dari biaya produksinya.

Pengeluaran dan pemasukan tahun ke-3 besarnya kembali seperti biasa (tidak perlu (1-fraksi)). maka Waktu pembangunan plant = 21600/12000 = 1.8)*pengeluaran 1 tahun. IRR dan payback period dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :    Suku bunga (i) disesuaikan dengan suku bunga Bank Indonesia (SBI). ke-7 dan ke-10 dengan asumsi bahwa kedua equipment ini sudah dimiliki perusahaan sejak tahun ke-0. musholla.  Pembelian office dan auxiliary equipment terjadi di tahun ke-4. Jadi dalam perhitungan analisis kelayakan investasi (untuk memudahkan) dilakukan pembulatan ke bawah dari waktu pembangunan plant.8-1 = 0. kolam. Rounddown (waktu pembangunan plant) = 1 tahun. Kemudian waktu pembangunan plant tersebut di-round down sehingga dapat diketahui besarnya fraksi.  Arus kas (cashflow=CF) tahun pertama operasi dihitung dengan rumus : (1 – fraksi) * (CF 1 tahun) Contoh: Luas lahan = 21600 m2. . berdasarkan fungsi luas lahan. Ketentuannya adalah 1 tahun dapat membangun plant seluas 12000 m2. dll) yang belum tercantum di tabel ditambahkan sesuai kebutuhan. 1 tahun = 50 minggu Analisis Kelayakan Investasi Analisis Kelayakan Investasi dilakukan dengan menggunakan 3 buah metode yaitu NPV. Begitu pula dengan pemasukan yang terjadi pada tahun kedua. sarana olahraga.8 Jadi pada tahun pertama pabrik belum bisa beroperasi.0.Catatan :   Perhitungan lain apabila diperlukan (seperti: pembangunan asrama. Kegiatan produksi baru dimulai pada tahun kedua dan besarnya pengeluaran adalah (1. Kegiatan produksi baru dimulai setelah plant selesai dibangun.8 tahun.5% Periode Analisis 10 tahun Pembangunan plant selama 1 tahun. maka Fraksi = 1. Akibatnya tidak ada pengeluaran dan pemasukan yang tercatat selama tahun pertama. Semakin luas lahan maka pembangunan diasumsikan akan semakin lama. Waktu pembangunan plant = luas lahan/12000. SBI 2010 = 6.

Data Teknis .

.

.

.

.

.

. PENGUMPULAN LAPORAN Laporan dikumpulkan dalam sebuah map. 1996 .III. Facilities Planning. Penerbit ITB. disertai surat pengantar. James M. Jenny. ITB. John Wiley & Sons. Batas pengumpulan laporan adalah satu minggu setelah tugas diberikan. DAFTAR PUSTAKA Apple. IV. Canada.. James A. Bandung.Tugas Sarjana.. et al. Tompkins. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 1997 3. 2. Perancangan Perangkat Lunak Tata Letak Fasilitas yang Memperhatikan Fungsi Departemen Fungsi Departemen dan Menghasilkan Keluaran Tata Letak Berbentuk Gambar Dua Dimensi (AutoCAD). 1. 1990.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->