BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. Aspek Kuantitas.e. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja. c. b. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. 7 . baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya.

organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. c. Aspek biaya. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. Secara pribadi. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. pegawai . keatas. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. 8 . Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. kebawah. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. suap terhadap oknum aparat pemerintah. 2. Aspek waktu. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit. menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan.dan pejabat bebas. Aspek Kualitas. dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. pelayanan publik yang rumit dan membingungkan. d. dalam pelaksanaan tugas pokoknya. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi.b. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. B. Pemerintah pun tidak tinggall diam.

Disadari sepenuhnya. Oleh karena itu.maupun kesamping. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. tingkat efisiensi. 9 . efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. b. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. komprehensif dan sistemik. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. d. sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Ketatalaksanaan (business process) c. Kelembagaan (organisasi) b. yang antara lain diindikasikan dengan : a. harus ditata ulang atau diperbarui. dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. c. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. Dengan kata lain. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. Selain itu. praktek korupsi. Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah.

maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. Di negara demokrasi. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. f. birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. dipertahankan. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan.e. birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. 3. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. Jadi. Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. yakni mewujudkan ketertiban sosial. birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Di Indonesia. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. dan pelaksananya. Dalam hal ini. Oleh sebab itu. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi.

kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . seperti halnya etika bisnis. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). Oleh sebab itu. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. dan POLRI. Oleh sebab itu. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. 4. Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service). pegawai negeri. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. Jadi. mereka tidak termasuk sebagai birokrat.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. Dengan demikian. Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). anggota TNI. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. Sesuai dengan pengertian tersebut. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru. dan pegawai BUMN/D. atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. Tegasnya.

dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. seperti sektor bisnis. atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. integritas berarti bahwa: a. dan efektivitas. baik normatif maupun objektif. dan sebagainya. dituntut memiliki dua keunggulan. Dengan demikian. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. sektor publik. Secara khusus. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. keadilan. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. standar-standar. seperti integritas. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). yaitu profesionalisme dan etika. Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. Dalam konteks pelayanan publik. Seperti halnya di sektor bisnis. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. termasuk sektor publik (pemerintahan). dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. 5. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. yang dapat digunakan untuk 12 . d. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Dengan perkataan lain. Ada beberapa alasan. objektivitas atau imparsialitas.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. b. produktivitas. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). nilai-nilai.

birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. 13 . Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. atau prestasi. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. kinerja. Dengan demikian. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. a. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Etika berkaitan dengan perilaku moral. dan negara. Tegasnya. setiap jam atau setiap hari. bangsa. Oleh sebab itu. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. etika adalah salah satu cabang filsafat. apa hak kita dan apa hak orang lain. Dalam kenyataanya. Etika berkaitan dengan karya. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. b. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral. ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Dengan cara sederhana.

timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. Sementara itu. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. transparan. kita akan membangun sebuah rumah. cepat. bukan oleh ketakutan rakyat. Senagai contoh. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. Dalam konteks ini. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi. ramah. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. berkeadilan. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. Secara kategoris. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. c. dan manusiawi. bangsa dan negara. kecintaan rakyat. Jadi ketika. Dalam hubungan ini. Dengan perkataan lain. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. Sebagai warga negara. d. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum.program atau proyek. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. objektif. seperti cermat. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut.

masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. Contoh lain. Sementara itu. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita. keamanan dan sejenisnya. Isu korupsi. bahkan terhadap pemerintah secara umum. Sudah barang tentu. e. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. Pada saat ini. kolusi. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. misalnya. Semakin hari.IMB dari pemerintah. setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). KTP. SIM. dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 .

Dalam situasi seperti ini. dan efektivitas. Dengan perkataan lain. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. dan manajemen berbasis kinerja. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. Seperti di negara-negara lain. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. kemajuan teknologi. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . dengan sumber daya yang makin terbatas. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. f. Nilai-nilai baru yang diadopsi. produktivitas. Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). seperti penakanan pada kinerja. efisiensi. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. Akan tetapi. demokratisasi. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya. diantaranya.

dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. rakyat. 17 . termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. Selain itu. kolusi. Pejabat pemerintahan. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. Panduan etika. Sudah barang tentu. Secara ringkas. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Dengan perkataan lain. 6. Untuk unit-unit organisasi tertentu. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika.jumlah pelaku korupsi. falsafah negara (Pancasila). warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). Oleh sebab itu. karena tergabung dalam wadah KORPRI.

memahami teori-teori etika. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. Bab ini akan memperlajari: a. Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS).Perlu diingat. Teori dan Konsep Etika I. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. di lingkungan birokraasi. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. pengertian dan hakekat profesi. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. pengertian pelayanan publik. pada saat yang bersamaan seorang PNS. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. di samping berperan sebagai pribadi. etika dan disiplin PNS. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. pengertian etika profesi. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. anggota masyarakat umum. Misalnya. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. 2. dan di lingkungan profesi akuntansi. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Bab ini akan mempelajari: a. dan sebagai anggota profesi akuntansi. 3. C. Jadi. Dengan demikian. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Pengertian Etika 18 . Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. yaitu: 1. 2.

Pengertian etika kepemimpinan b. Pengertian etika bisnis b. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian pelayanan publik 19 . Konsep hak. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Etika Kepemimpinan. 3. Pengertian nilai c. 4. Pengertian profesi dan etika profesi b. Teori dan Konsep Etika II . keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. Bab ini akan mempelajari: a. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Etika Bisnis. Teori-Teori Etika (Teleologi. 6. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Pelayanan Publik. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Profesi. kewajiban. Urgensi etika kepemimpinan c. 5. Bab ini akan mempelajari: a. Urgensi etika profesi c. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian. Prinsip-prinsip etika bisnis c. 7. Deontologi.b. Perbedaan etika dan etiket b. Etika Keutamaan) c.

Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian Korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. Etika Kerja. Disiplin PNS. Larangan-Larangan bagi PNS c. Definisi korupsi dan bahayanya b. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Pokok-Pokok Kepegawaian. 1.b. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. 10. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. 9. 8. Hak dan kewajiban PNS c. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Bab ini akan mempelajari: a. Prinsip-prinsip anti korupsi c. Pengertian etika kerja b. Bab ini akan mempelajari: a. Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian PNS b. Urgensi disiplin PNS b. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. Aturan tentang Anti Korupsi. 11. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 .

Bab ini akan mempelajari: a. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Urgensi memiliki etos pribadi b. Kode Etik Profesi PPLN f. 12. Bab ini akan mempelajari: a.c. Kode Etik Profesi Anggaran c. 15. Kode Etik Profesi Pajak d. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Profesi Bea Cukai e. Jiwa Korps dan Kode Etik. Kode Etik Kementerian Keuangan. 21 . Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS. Pengertian dan sumber kode etik c. Pengertian. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. 14. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Kode Etik Profesi Akuntan b. 13. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. Bab ini akan mempelajari: a. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi).

Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. Selanjutnya. pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi. 22 .Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. sebagai kelompok intelektual. misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa.

menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. termasuk sektor publik (pemerintahan). Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. 3. dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Di sektor manapun. Pejabat pemerintahan. seperti sektor bisnis. keadilan. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. Selain itu. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Secara ringkas. objektivitas atau imparsialitas. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. yaitu profesionalisme dan etika.RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. dituntut memiliki dua keunggulan. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). 5. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. Ada beberapa alasan. dan efektivitas. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. 4. 2. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. sektor publik. seperti integritas. produktivitas. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. Mengetahui etika pelayanan publik. dan sebagainya. baik normatif maupun objektif. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. Oleh sebab itu. rakyat. Seperti halnya di sektor bisnis. Dengan perkataan lain. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya.

Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. 3. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. memahami teori-teori etika. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. 2. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. pengertian etika profesi. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. LATIHAN 1. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5. pengertian pelayanan publik. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. etika dan disiplin PNS. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. pengertian dan hakekat profesi. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 .pribadi. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja.

3. 1. Konsep hak. 3. kewajiban. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. misalnya ethos kerja. berarti timbul dari kebiasaan. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Bagi ahli falsafah. Teori-Teori Etika (Teleologi. Etika Keutamaan). etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. 2. 4. keadilan dan kepedulian ___ A. ethikos. etika adalah adat. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Deontologi. Bagi sosiolog. Semangat khas kelompok tertentu. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. kode etik kelompok profesi. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. 2. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat.

untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. adil. jujur. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. dan karenanya diperbolehkan atau tidak. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Bagi asosiasi profesi. adil. Menanamkan.profesi secara wajar. Dalam etika sebagai ilmu. terhadap diri sendiri dan profesi. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. jujur. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. 5. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Bertens. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. tapi masih lemah dan ragu. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. 3. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. Menurut K. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. terpuji atau tercela. yaitu : 1. Bertens. dan terhormat. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. terhadap organisasi dan staff. Kriteria wajar. profesional. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. dari perilaku manusia. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Menurut K. 4. 2. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . Membantu pebisnis/calon pebisnis.

yaitu disatu pihak. harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa. 1. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. B. 3. suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. dan mungkin akan berlangsung terus. 4. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). dari sudut pandang si anak. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. Pertama. Etika bukan sistem yang ideal. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. Sebagai contoh. 2. Salah seorang tokoh etika. Agaknya. karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. Meta-Etika (Studi Konsep Etika)." Secara meta-etis. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. karena memang 27 . penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. Untuk melengkapi tentang etika. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). luhur dan baik dalam teori. Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. namun tidak ada gunanya dalam praktek. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa.berikut. Dalam meta-etika. Menurut ajaran agama. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Disisi lain. Ini tentulah pemikiran sekuler. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. etika normatif (studi penentuan nilai etika).

Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. C. tidak secara filosofissistematis. 2. nyaris milik sejarah etika. 28 . sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. Oleh karena itu. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. dan masih banyak lainnya. Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. karena. Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. Konfusius (558-479 SM). tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Heraclitus (535-475 SM).dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. 3. tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. pengolahan tanah. seperti Pythagoras (582-500 SM). maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral. Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip.

Plato. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. menganalisis secara akurat. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. dan ketabahan. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. tidak ada orang yang sengaja korup. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. dan kebajikan adalah kehati-hatian. Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia. Aristoteles (384-322 SM). yang dicari demi dirinya sendiri. 29 . dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. sesuai dengan perintah akal budi. barang-barang eksternal juga harus ada. kesederhanaan. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. baik yang mutlak. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. Aristoteles. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. sebagai kebaikan tertinggi. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. Murid Socrates. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. karena ia harus benar. Tidak seperti Plato. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan.1. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. Menurut Sokrates. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. tetapi juga keadilan. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan.

tidak seluruhnya jelas. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. Kebajikan. menurut mereka. menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. Para Sinis. Cleanthes. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). Stoicisme. "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. bahwa kesenangan adalah kejahatan. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral.AD 65). Skeptis. yang membentuk keseluruhan alam. bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. yang tanpanya masyarakat 30 .2. Chrysippus. Sinis. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. Kaum Stoa. dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. Epicurus. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya. adil atau tidak adil. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. Stoa Romawi. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). Epictetus (lahir sekitar tahun 50). oleh karena itu. berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. tetapi sifat mereka. Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. dan lain-lain. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. panteistik atau rasa teistik. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. dan. Seneca (4 SM . Tindakan sering baik atau buruk.

Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. dan Duns Scotus (1274-1308). bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. Hieronimus. dosa. serta sifat dan makna dari hukum moral. Origenes. 3. Hukum abadi (lex aterna). hati nurani. Irenaeus. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. 4. hukum alam. Ambrosius. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. nasib manusia. kesatuan umat manusia. Suarez. Contoh teolog besar adalah Victoria. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. Molina. Thomas Aquinas (1225 -1274). kebajikan kardinal. seperti Yustinus Martir. tujuan akhir manusia. 24 persegi). dan khususnya antara etika dan teologi moral. pernikahan. ii. yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. Tertullian. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Hal ini terutama berlaku St Agustinus. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. Dominicus Soto. Lessius. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. Sejak abad 31 . L.manusia tidak bisa ada. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. khususnya Albert (1193-1280) Besar. yang menolak hukum moral alam. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. dan Agustinus. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. Bonaventura (1221-1274). dan De Lugo. Clement dari Alexandria.

sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. Melanchthon. Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). dan tidak wajar. Ada kecenderungan simpatik. masih melekat pada filosofi Aristotel. de la Mettrie.keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. dan memiliki hak untuk semua hal. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. sehingga muncul perang semua melawan semua. Yang lebih besar. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. seperti Helvetius. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. dalam karyanya. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. maka apakah Hugo Grotius. "De jure belli et Pacis" juga sama. namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. idiopatik. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. Condillac. Holbach. 32 . membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. karya-karya filosofis murni tentang etika. 5. ketiga menentang yang lainnya. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". kedua kebaikan pribadi agen. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. dan lainlain. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). Keselarasan ini merupakan kebajikan. Schwarz. Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang.

dan kategoris. dimana dia menemukan hukum.6. yang menurutnya. Menurutnya. John Stuart Mill. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. Etika: Filsafat Evolusioner. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. F. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. Alexander Bain. F. Schleiermacher. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Beneke. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. 7. dan lain-lain. Nietzsche. Sistem Cumberland. Sosialisme. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. Edward von Hartmann. dalam orang-orang pesimis. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. Paulsen. perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. di Inggris. harus diamati untuk kepentingan sendiri. E. sampai batas tertentu. yang otonom yaitu. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. Altruisme. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. Secara khusus. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. GT Fechner. misalnya. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. mutlak moral universal. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. oleh serangkaian transformasi. 33 . John Stuart Mill. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). di Jerman. Henry Sidgwick. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia.

bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. tidak tahu tentang pernikahan. dan pengendalian diri kasar. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. agama. hati nurani. moral religius. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. pada keadilan pra-manusia. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik.seperti kesabaran. dan cinta sesama. mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. Engels. ketaatan kelemahlembutan. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. Oleh karena itu. Proletariat bawah diinjak. Menurutnya. maka ide-ide moralitas.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. Sebagai evolusionis. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. semua. Menurut Max Nordau. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". dll juga terus berubah. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. dan karakter dari penilaian orang. Menurut K. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. minat. Pragmatisme berbeda dari Relativisme. Marx. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. 34 . kebenaran tidak mungkin berubah. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. F. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah.

Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. keputusan dan kebijakan. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada.Kelemahan menjadi kebaikan. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. pengecut berarti kesabaran. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. Maka. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika." Oleh karena itu. yakni pada yang baik (agathos). Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. Teori Teleleologi. 35 . Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. 1. Oleh karena itu. Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. Menurut Aristoteles. D. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik. mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan.

yaitu: a. 36 . 3) Maksimalisme.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. Dari ketiga teori tersebut. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. b. 2). 2) Hedonisme. c. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. yaitu: 1) Konsekuensialisme. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. Utilitarianisme mencakup empat prinsip. 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. 4) Universalisme. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. kecuali pelaku. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang.

Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. bukan pada masing-masing tindakan secara individual. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan .Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia. Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. tentu dalam perkembangan peradaban 37 .

Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). dan mayoritas berhak atas mereka. b. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. 2. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . Deontologi Tindakan Menurut teori ini. Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Teori Deontologi. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. c. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno. Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak. d.

Menurut penilaian moral yang umum. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. c. Ross mengajukan jalan 39 . tidak boleh menghina. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. membantu orang tua. d. e. Nah. b. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross. otonomi makhluk rasional. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. Menurut Kant. f. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. Misalnya. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri.pelaksanaan kewajiban. Selain Kant. dan menghargai. jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. membayar hutang.

3. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. c. e. murah hati. Gratitude (kewajiban berterima kasih). f. Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. (Velasquez. jujur. Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). atau murah hati. dan mengatakan kebenaran. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. Justice (kewajiban keadilan). melainkan: apakah orang itu bersikap adil. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. dan sebagainya. k. d. Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. intelegensi.2005) . j. kita harus melunasi hutang moril dan materiil. dll. Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. b. l. m. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. i. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. g. Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . baik eksplisit maupun implisit. Teori Keutamaan (Virtue).keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). h. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Benefience (kewajiban berbuat baik). Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. Reparation (kewajiban ganti rugi). Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). n. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). atau jujur.

Kesantunan. Kesetiaan. Belas kasih. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. Moderat ( tidak ekstrim. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. Keandalan.a. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. dll. i. l. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. menjadi peka m. 41 . d. memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. h. j. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. e. g. Pengendalian diri yang baik. Bangga (tetapi tidak arogan). meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Berkeadilan. Etika keutamaan memerlukan konteks. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. cenderung ke dimensi pada umumnya). tiga hal tersebut adalah: a. Toleransi terhadap sesama. n. k. Keberanian/keteguhan. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. o. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. b. Disposisi. f. Kejujuran. hubungan bisnis tidak terkecuali. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. c.

Kemauan/kehendak. Pembiasaan diri. Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. Keutamaan dapat saja hilang. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. d. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. Keberanian. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . Keutamaan cenderung bersifat permanen. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. f. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. Hak. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles. orang di sekitarnya. e. Walaupun tidak mudah. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. Dengan demikian. c. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. dll. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. MacIntyre). yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. E. yaitu kehidupan yang baik. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. misalnya. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. b.b. Hak merupakan konsep moral yang penting.

Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. Hak positif dan hak negatif.. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. c. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. Contoh kasus. Macam hak antara lain: a. Hak individual dan hak sosial. Contoh. d. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖. 43 . Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang.Selain itu. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Contoh adalah hak milik. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. Hak khusus dan hak umum. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. Hak moral lebih bersifat individu. Contoh. b. Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. Hak legal dan hak moral. maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu. atau kemanusiaan secara umum. saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan.

Berikut ini adalah penjelasannya: a.Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . politik. e. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. dan ekonomi. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. Menilai tindakan seseorang. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. Menurut konsep tradisional (Aristoteles). Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. Inilah yang disebut dengan hak sosial. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. c. b. Mengapa? Menurut ahli etika. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. Keadilan universal. Hak absolut. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. b. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. Keadilan khusus. 2. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. Keadilan. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya.

bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk. maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban. Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan.1) Keadilan distributif (distributive justice). Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula. politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok. misalnya merusak keseimbangan moral. (contoh: pembagian kompor gas). yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). sehingga keseimbangan moral tercapai kembali.

c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk.a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). 3) Keadilan retributif (retributive justice). Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan. namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. yaitu: 46 . Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus.

Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. dipelopori oleh 47 . tidak hanya di Indonesia. b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). 3. a) Prinsip a. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. dalam beberapa kasus. b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer. artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. Dengan demikian. teman. (dalam konteks manfaat dan beban). Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Kepedulian. Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis.

2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu. hukum. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. 2. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. adat istiadat. Sekalipun sudah ada norma hukum. kesopanan. c. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. sehingga sering mendapat celahcelah hukum. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Menurut pandangan Etika Kepedulian. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. dan permainan. religius. sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Oleh karena itu. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. F. 48 . tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. atau antara individu dengan kelompok. dan bukan an act of man. manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. d. e. dengan tradisi. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. b. kebudayaan dan sejarahnya. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. 1. 3. etika tetap diperlukan karena: a. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Manusia hidup dalam jaringan norma moral.human act. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya .gerakan Feminisme). Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret.

Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Etika. b. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. disebut juga filsafat moral. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. Dr. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". penyalahgunaannyapun absolute. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. jika kekuasaan itu absolut. Manfaat etika adalah: a. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. Lebih jauh lagi. tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. c. teratur. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. b. Pluralisme moral diperlukan karena: a. dkk. "the end justifies the means. pokoknya menang atau untung. 5. damai dan sejahtera. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia.4. Irmayanti. Menurut mereka. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan. apapun resikonya. c. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. masing-masing 49 .

Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. b. melakukan riset dan sebagainya). a. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. 50 . Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. b. kepercayaan.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. Fungsi etika profesi. kejujuran. Pertama. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Kedua. penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. Kode etik adalah sistem norma. kebebasan-tanggung jawab. Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. sebagai ―kompas‖ moral. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional.

SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates. Plato. Epicurus.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Bertens.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Menurut Socrates. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. menganalisis secara akurat. Menurut K. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. Ethikos.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. baik yang mutlak. Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. berarti timbul dari kebiasaan. Aristoteles. sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Stoicisme. dengan 51 . Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. Sinis. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini.

‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Deontologi tidak terpaku pada 52 . yaitu Konsekuensialisme. Bonaventura (1221-1274). dan khususnya antara etika dan teologi moral. Sosialisme.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Thomas Aquinas (1225 -1274). dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia.  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant. dan Duns Scotus (1274-1308). Nietzsche. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Altruisme. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. Hedonisme. dan Universalisme.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi.kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan.  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. John Stuart Mill. TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. 24 persegi).  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang.  Etika: Filsafat Evolusioner. ii. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. Maksimalisme. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. khususnya Albert (1193-1280) Besar.

Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. reparation. Hak individual dan hak sosial. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). kompensasi. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. otonomi makhluk rasional. Hak khusus dan hak umum. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari. dan retributif).  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 . dan mengharrgai. tiga hal tersebut adalah: 1. yaitu fidelity. gratitude. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. justice.konsekuensi perbuatan. Tujuh kewajiban moral. diantaranya kebaikan. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. kejujuran. benefience. dll. self-improvement. Kemauan / kehendak 3. Disposisi 2. keberanian. Menurut Kant. Hak absolut. dan non-maleficence.  Teori Keutamaan. Hak positif dan hak negatif. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban.

 Fungsi etika a. Fungsi etika profesi. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar.  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. e. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah.hukuman terhadap pelaku kesalahan. b. Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa. yaitu: a. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. melakukan riset). Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. b. etika tetap diperlukan karena: a. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum. Norma hukum cepat ketinggalan zaman. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. d. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). c. 54 . keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. b. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. Kode etik adalah sistem norma. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. c. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu.

Etika Terapan b. 3. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. Etika Normatif d. Hukum alam d. Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Latin c. luhur dan baik dalam teori. Phytagoras 6. Etika Normatif c. yang tidak ada gunanya dalam praktek. Etika Deskriptif b. Aristoteles d. yang berasal dari bahasa … . a. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. Romawi Kuno d. Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. b. Hubungan Tuhan dengan dunia b. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . Moral didasarkan atas wahyu d. Sistem yang ideal. a. Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . Etika Deskriptif 2. Plato c. Akal manusia c. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Moralitas sosial 55 . a. Yunani Kuno b. Etika Terapan d. Sokrates b. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. d. Yang bukan pengertian etika adalah … . Etika Analisis 4. a. Meta-Etika c. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. Hukum universal 8.

a. Universalisme 11. Etika Teleleologi 10. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Etika hasil kreasi alam 9. Kebaikan b. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Kewajiban ganti rugi d. Perilaku manusia d. Kewajiban berbuat baik c. Pembiasaan diri kecuali… a. 56 . salah satunya adalah Fidelity. Hak manusia 14. Otonomi c. Kemauan/kehendak d. kecuali … a. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. yaitu: a. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Konsekuensi d. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Maksimalisasi b. Keadilan 15. Akhlak manusia c. yaitu: a. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Menghargai makhluk rasional 12. Kewajiban menepati janji 13. kecuali: a. Kewajiban tidak merugikan b. Etika Kantian b. Etika Deontologi d. Etika Keutamaan c. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Etika berdasarkan nafsu d. Universalitas b. Hedonisme c. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral. Rasa malu b. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Kewajiban manusia b. Maksimalisasi d. Disposisi c.

c. Hak absolut 18. kecuali. subjektivitas d. Kelancangan 16.. 57 . a. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c.. a. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. c.. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat... a. Mengingat kesuksesan masa lalu b. Hak moral c. b.. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari.. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman.. 19. kreativitas c. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. a.. Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. Kepercayaan diri d. solvabilitas b. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian.. Hak sosial d. Mengingat keterpurukan masa lalu c. objektivitas 20.. Hak umum b. etika tetap diperlukan karena. Mengingat masa depan yang terbentang d. d. kecuali. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. Sekalipun sudah ada norma hukum.. sehingga sering mendapat celah-celah hukum. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b.

Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4. Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 .Essay 1. Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi. Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. akhlak. etika adalah: a. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. kebiasaan/adat. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . tenang.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. tata krama. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. perasaan. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. padang rumput. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. tentram. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. c. cara berpikir. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. b. Etika 1. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.watak. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. sikap. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. kandang. Pengertian Etika. tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. protokoler dan lain-lain.

Istilah lain yang identik dengan etika. dan etika berarti ilmu akhlak. lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. secara etimologis (asal usul kata).2000).kebiasaan. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). prinsip. b. c. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti.Bertens. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. yaitu: usila (Sanskerta). K. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . sejak 1953 – mengutip dari Bertens. 2000). mempunyai arti: a. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). berarti moral. Jadi. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖.

dambaan-dambaan dan keharusan. norma. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. dan kesejahteraan umum. . maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. kebenaran maupun lingkungan. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. kesegaran jasmani. Etika berkaitan dengan nilai. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. ilmu tentang yang baik atau buruk. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Menurut tinggi rendahnya. c. b. kumpulan asas atau nilai moral. dan moral. b. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. bukan objek itu sendiri. Misalnya nilai keindahan. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. harapan-harapan. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak. etika agama Budha. etika Protestan dan sebagainya. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. Misalnya.dibalik. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. c.

4) Nilai religius. budi. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. e. Macam-Macam Etika. 2. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. yang bersumber pada perasaan manusia. antara rohani dengan jasmaninya. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya.d. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. Misalnya nilai-nilai pribadi. d. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. cipta) manusia. santun. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . Manusia disebut etis. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b.

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23). cukup informasi. Etika Deskriptif. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. Jenis ketiga. Jenis pertama. Etika Normatif. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. b. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Jenis kedua. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. sebagai berikut: a. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. direktif dan reflektif. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. c. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. b.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. yaitu sebagai berikut: a. . menganjurkan dan merefleksikan.

2. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. dan sebagainya tentang barang itu. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. cara duduk. seperti cara berpakaian (tata busana). Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. menurut para pakar ada beberapa pengertian. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖.Definisi etiket. walaupun ada persamaannya. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). isi. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. cara berbicara. yaitu: 1. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab.B. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak . C. Perbedaan Etika dan Etiket 1. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. tata krama dalam pergaulan formal. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. Hubungan Etika dengan Manusia. cara bersalaman.

mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. 2.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. karena sedikitnya literatur. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. Berbeda dengan kata etika. namun maknanya tidak mirip sama sekali. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. nilai atau . Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. kata ini hampir mirip dengan etika. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. yang telah diberikan karunia berupa akal. Di berbagai kesempatan. Etika dan Etiket. Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖. Wajar saja. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖. Dari segi ejaan. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan di beberapa perguruan tinggi.

yaitu : 1. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. rapih dalam berpakaian. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. maka saya dianggap melanggat etiket. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. mafia kasus. Lihatlah mereka. Begitu pula dengan seorang koruptor. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. maka saya dianggap melanggar etiket. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. Sebagai contoh. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. 2. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. berjas rapih. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. K. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika.agama tertentu. berbicara sopan. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. maka etiket tidak berlaku. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. . ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri.

Nilai adalah sesuatu yang berharga. D. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. Etiket bersifat relatif. 3. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. dari luar sangan sopan dan halus. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. ―Jangan mencuri‖. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan.Etika selalu berlaku. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Pengertian Nilai. menunjukkan kualitas. Nilai 1. bermutu. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. sifatnya belum operasional. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. baik sedang sendiri atau ada orang lain. dan berguna bagi manusia. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. 4. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Etika memandang manusia dari segi dalam. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. tapi di dalam penuh kebusukan. Etika bersifat absolut. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku.

nilai merupakan sarana pelatihan kita. A.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. Kuntjaraningrat (1992:26) . Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia. g.dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut. M. nilai ide platonic esensi. c. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia.38) Nilai adalah hakekat suatu hal. 2.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. Driyarkara (1966. e. b. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. a concept .Z. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. about what some one think is important in life) h. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). (Value is any idea.W.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat. etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. nilai identik dengan apa yang diinginkan. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita. f. Pengertian Nilai Para Ahli. nilai pengalaman pribadi semata.yang pantas.berharga. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. a.

yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. (Rokeach. 1994 hal. melampaui situasi spesifik.I. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. 3. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. pujian dan kecaman. 1973 hal. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. dorongan dan cegahan. . ukuran baik buruk.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. patuh tidak patuh. 2. M. suatu keyakinan. o.” q. (Schwartz. benar dan adil l. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. k.” p. benar salah. John Dewey Value is any object of social interest j. adil tidak adil m. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. harapan dan penyesalan. varying in importance. i. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. 1994 hal.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. (Feather. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states.

conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. Grube. agama. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. self-direction). achievement. 1985). dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. security). serta 5. 1987). b. Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. . nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. 1994). dan kejadiankejadian. Mayton II & Ball-Rokeach. Jadi. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. atau kedua-duanya (universalism. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. hedonism. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. yaitu: a. Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. Schwartz. stimulation. motif sosial (interaksi). Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. 1973). Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. 1994. suatu keyakinan. Sebagaimana terbentuknya. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. 1994. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. 1973. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. Rokeach.4. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. individu. tradition. masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja.

Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. 4. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. wealth. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. Schwartz (1992. authority. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. yaitu : 1. influential. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. 3. capable. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. preserving my public image dan social recognition. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise. exciting life. yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. enjoying life. ambitious.1973). varied life. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. . Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. 2. tantangan dalam hidup. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. 1985).

mencipta. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. toleransi. social justice. responsible. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. memahami orang lain. Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. dan norma bertingkah laku.5. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. curious. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. dan penerimaan terhadap kebiasaan. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. respect for tradition. freedom. devout. forgiving. 8. Nilai khusus yang . inner harmony. menyelidiki. Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. loyal. moderate. seperti memilih. atau agama. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. keyakinan. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). choosing own goals. 9. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). 7. independent. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. mature love. honest. 6. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. equality. komitmen. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. true friendship. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. wisdom. adat istiadat. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. accepting my portion in life. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. tradisi.

keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. dan diri sendiri. obedient. Tipe nilai self-direction dan universalism. family security. hubungan antar manusia. praktis. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. Struktur Hubungan Nilai. reciprocation of favors. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. 3. honoring parents and elders. yaitu individual dan kolektif. asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. Misalnya. Tipe nilai stimulation dan self-direction. dan stabilitas masyarakat. Tipe nilai power dan achievement. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. Selain adanya 10 tipe nilai ini. Tipe nilai hedonism dan stimulation. 10. harmoni. sense of belonging. Tipe nilai achievement dan hedonism. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. clean. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. healthy. social order. self discipline. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. Sebaliknya. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya .

Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. tradition. Tipe nilai benevolence dan conformity. Tipe nilai tradition dan security. 2. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. ketaatan terhadap aturan tradisional. . Tipe nilai conformity dan security. yaitu : 1. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada. keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. dan security. Tipe nilai conformity dan tradition. dan perlindungan terhadap stabilitas. Tipe nilai universalism dan benevolence. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. Tipe nilai benevolence dan tradition.keragaman dari hakekat kehidupan 6. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. Tipe nilai security dan power. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power.

Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. d. Grube dkk. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. c. 1994). yang bisa diprotes dan dibantah. 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. nilai adalah keyakinan (Rokeach. selain tuntutan sosial (Feather. Schwartz. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach. sikap. 1994. Schwartz. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. 1973. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. 1994). bisa dipengaruhi dan diubah. 1994). terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. Feather. 1973. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather. Nilai sebagai standar (Rokeach.. 1992. Schwartz. 1994). Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. Rokeach. 1994. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. Fungsi Nilai. b. 1994). 1995. 1992. Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. Schwartz. memberitahu individu akan keyakinan. 1973. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan.4. . Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. 1973. 1994).

(1991) mengemukakan bahwa keyakinan. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. b. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. Schwartz value survey). Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Pengukuran Nilai. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. achievement dan power. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. Sejalan dengan hal ini. 5. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a. stimulation. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. 1973). dalam konsep Rokeach. Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi. Rokeach value survey. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. yaitu pada tipe nilai hedonism. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. Verkasalo. tingkah laku seksual) kurang baik. Robinson dkk. self-direction. Schwartz. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. . bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual.

Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. nilainya yang dominan akan teraktivasi. Norma Agama b. Norma Kesopanan d. Jadi. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. dapat menggambarkan nilai-nilainya. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. Norma Kebiasaan (Habit) e. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. tertib dan sentosa. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. Norma Hukum 2. antara lain yaitu : a. d. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Norma 1. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. orang tersebut cenderung melanggar . Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. c. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma terdiri dari beberapa macam. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku. a. Norma Kesusilaan c.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. diantaranya adalah faktor pendidikan. E. Pengertian Norma. ekonomi dan lain-lain. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. itu dikarenakan beberapa faktor.

c. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. 5) ―Kamu jangan menipu‖. . Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. kepatutan. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. 4) ―Kamu harus beribadah‖. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.norma-norma agama. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. b. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. tata krama atau adat istiadat.

yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. dan agama. d. kebiasaan. terutama wanita yang tua. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. bus dan lain-lain. diwajibkan mengganti kerugian‖. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. hamil atau membawa bayi‖. e. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. misalnya jual beli. . yurisprudensi. sanksinya berupa ancaman hukuman. doktrin. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. 3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. Kegiatan melakukan acara selamatan. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar.

di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. sikap. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Misalnya. Jika cara itu dilakukan. c. kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. tetapi diterima sebagai norma pengatur. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. a. Dalam suatu masyarakat.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. tetapi sekadar celaan. d. b. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. Tata kelakuan. Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. cemoohan. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. Misalnya. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. 3. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. Anggota masyarakat yang . Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. atau ejekan. norma dapat dibedakan sebagai berikut. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. Norma dari Sudut Pandang Umum. Misalnya. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest).

sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. orang yang melakukan pelanggaran. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. tentram dan damai tanpa gangguan. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. Misalnya. lingkungan sekolah. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Jika terjadi perceraian. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. . maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. Oleh karena itu. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran.

Self-direction 6. Benevolence 8. Security. 2. Power 2. isi. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. menunjukkan kualitas. 5. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. bermutu. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Conformity 10. yaitu : 1.RANGKUMAN 1. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. ketaatan terhadap aturan tradisional. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. tentang hak dan kewajiban moral. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Tradition 9. Nilai adalah sesuatu yang berharga. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. 6. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. Achievement 3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. . Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. Hedonism 4. Universalism 7. Stimulation 5. 4. Schwartz (1992. dan sebagainya tentang barang itu. dan berguna bagi manusia.

7. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. tertib dan sentosa. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia. Norma Kesusilaan. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. Norma Kesopanan. 11. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Norma Agama. (3) Fungsi LATIHAN 1. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat.

Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. etika dan etikaet. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. norma. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. dan mereka tidak merasa menyesal. Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. Dari masalah nilai. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7.

Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. Demikian pula. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. atau bahkan menggunakan. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. Dampak langsungnya. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. dan penyelenggara lainnya. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. Mereka. Sejumlah pengamat. membaca. misalnya. istilah etika di berbagai kesempatan. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. Memahami urgensi etika profesi 3. Memahami pengertian etika profesi 2. terus 4 . Etika Kita sering mendengar. misalnya. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. terus berkembang.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1.

menciptakan. Mengingat begitu pentingnya etika. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. mencakup sifat manusia. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis.berkembang dan semakin meningkat. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. 2. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. 5 . di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi.Dalam dunia bisnis atau profesinal. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. Pengacara. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia.

Mengabdi pada kepentingan masyarakat. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. Tegasnya. sebagaimana dapat kita pahami nanti. Pertama. lebih dari sekedar pekerjaan. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. seorang pencopet. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Adanya pengetahuan khusus. kerenanya. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. kelangsungan hidup dan sebagainya. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. b. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. 6 . 3. Karena nilai-nilai moral ini. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. profesi memnag suatu pekerjaan. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. d. keamanan. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. Selain itu. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Istilah profesi dalam bab ini. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. bukanlah seorang profesional. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. e. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. c.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. Kedua. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu.

dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. dalam hal ini adalah kode etik. Pengertian Etika Profesi. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan. Mengingat makna profesi dan profesional itu.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. 4. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan. Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. 8) Menentukan standarnya sendiri. 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. dan karenanya. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). Etika profesi 7 . 1994: 6-7).

melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. 8 . para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi.merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati. Dengan demikian. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. Sebagai bidang etika terapan. dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. Namun demikian. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. dalam kaitannya dengan profesi. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik.

keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. pengetahuan. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. 8 (pokok-pokok kepegawaian). adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. 9 . yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. pengalaman. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. misalnya untuk menjamin suatu berita. pengacara. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. 5. Menurut UU no. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Kode Etik Profesi Kode. Namun demikian tetap perlu diingat. dan akuntan. Misalnya.kekuasaan atau keahlian. Kode etik . atau sebaliknya. Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. dan hubungan dengan klien.

b.Tetapi setelah kode etik ada. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. yaitu profesi.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. pemikiran etis tidak berhenti.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial). Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. 10 . yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. SUMPAH HIPOKRATES. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Salah satu contoh tertua adalah . Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. Dengan membuat kode etik. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. c.

Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. Sanksi moral b.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. Namun demikian. 11 . Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain.Kode etik ini lebih memperjelas. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. b. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.

bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. Menentukan baku standarnya sendiri. j. 6. dan masyarakat pada umumnya b. kebiasaan. institusi. h. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. kebudayaan. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. i. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. B. Hal ini disebabkan perbedaan adat. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.c. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya.

yang tidak dipaksakan dari luar.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi. tentram. Selanjutnya. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini. bukan kepatuhan membuta.Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional. tenang.Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. dalam bahasa yang baik.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. tata krama.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. protokoler dan lain-lain.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. tanpa catatan. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita . dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi. lengkap. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 .manusia bergaul.

c. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. Prinsip-Prinsip Etika Profesi. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab. Prinsip integritas moral yang tinggi. b. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. C. Otonomi. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto. sesama profesi sendiri. d. 1999). bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. 14 . Keadilan. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Tanpa etika profesi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.

b.2. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. pegawai. yaitu masyarakat profesional. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. c. pemberi kerja. dunia bisnis dan keuangan. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. 3. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. menghormati kepercayaan publik. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. atau segolongan orang saja. a.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. pemerintah. pemberi kredit. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. investor. Peranan Etika Dalam Profesi. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. Dengan nilai-nilai etika tersebut. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.

c. a. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. 4. bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . adalah pada perbuatan baik atau jahat. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e. Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut.Budi tumbuhnya dalam jiwa. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. susila atau tidak susila. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. d. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. b. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian .

b. pengabaian atau pelanggaran hukum. Tujuannya tidak baik. Burhanuddin Salam. dari semasih berupa angan-angan. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Tujuannya yang tidak baik. d.perbuatan namanya pekerti. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. D. c. ketidakjujuran. Tingkat kedua. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. Drs. Tingkat ketiga. perlakuan tidak adil.16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1. niat. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. yaitu pekerti. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. jadi masih berupa rencana dalam hati. seperti dalam buku Kusmanadji (2004. kemauan. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. b. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik. Tujuan baik. menutupnutupi kesalahan. favoritisme. cita-cita. Berdasarkan sistematika di atas. cara mencapainya kelihatannya baik. Jadi suatu budi pekerti. Tujuannya baik. Tingkat pertama.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. perilaku tercela. pemborosan dan penggelapan dana. dan cara mencapainya juga terlihat baik. dan kegagalan dalam berinisiatif. dan cara mencapainya juga tidak baik. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. c. yaitu baik atau buruk. wil. niat hati. akibat atau hasil perbuatan tersebut. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. semasih belum lahir menjadi perbuatan. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia.

Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai . Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria. Sebagi contoh.Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan.―imbalan‖.Dalam hal ini.maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan. aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up). Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna.Selain itu. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan.Dalam banyak hal. 18 . Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi.Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya. Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu.Dalam hal ini. seorang atasan dalam suatu instansi. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. tetapi hukum yang berlaku.

jika bukan pengkhianatan. Dengan perkataan lain. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya. Korupsi.16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara.Secara ekonomi dan politik.Oleh sebab itu. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana.Terakhir. posisi. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. Namun dari sudut pandang etika. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. Dalam bukunya Kusmanadji (2004. Dengan definisi yang luas tersebut.Jadi. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. pemungutan liar 19 . walaupun banyak pihak yang masih skeptic. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. penerimaan suap atau uang pelican. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik.2. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. lembaga independen anti korupsi.

menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. datang terlambat di kantor. objektivitas. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. memperkaya diri sendiri. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. orang lain atau korporasi. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). 3/1971 yang diubah dengan UU NO. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. dan legalitas. sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan). menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall. Menguntungkan diri sendiri c. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. Jadi. orang lain atau korporasi. 31/1999). Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran.(tidak sah). Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. Dengan kriteria tersebut. Melawan hukum b. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. Demikian pula. kesempatan. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. keadilan. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . mangkir kerja. Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No.

16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi. kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik. tanggung jawab. bangsa. Kolusi . 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. seperti loyalitas. diidentifikasi dan dikelola. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur. dan kejujuran. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi. kolusi. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan. sehingga perlu didefinisikan.Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). Secara historis.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No. 3. masayrakat dan atau negara. efisiensi. Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana. Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest). dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi. 21 .Dlam konteks birokrasi publik. Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. dan nepotisme (KKN). Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. dan negara.

22 . dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini.Secara sederhana dan pragmatis.. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. b. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi. Seperti halnya pada definisi korupsi. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan. hubungan pribadi.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. imparsialitas. pada definisi benturan kepentingan ini. perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat. mekanisme pasar. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. Jadi kepentingan pribadi apa pun. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. Mendistorsi aturan hukum. dan alokasi sumberdaya publik.

Sementara itu. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. pejabat puncak menerima gaji. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999.Namun setelah dua tahun penyelidikan. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. a. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta.4. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. Lembaga ini bekerja seperti bank. Karenanya. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas.Skema ini akhirnya terurai. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal.Akhirnya. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 . b. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA.

Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron.SEC juga menuduh Arthur Andersen. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. seperti pendapatan ―cookie jar‖.4 miliar dari Waste Management. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. recording revenue on contingent sales. c.diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. salah satu klien terbesar Andersen. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Menurut SEC. Akibatnya. Dengan Enron. Andersen mampu membuat 80 persen 24 . Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. d. Agustus 2002. pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. Enron Bulan Oktober 2001.Pada 2001. Hasilnya. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab.

Dia menginstruksikan David Duncan. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. Atas kasus itu. Namun. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. Pada Juni 2005.Dalam sebulan. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a. 5. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron. Berita segera muncul ketika WorldCom. Nancy Temple.9 miliar. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. Enron bangkrut. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. e. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. memiliki penyimpangan sebesar $3.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. klien terbesar Andersen. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya.

namun mutu dan independensi audit dikorbankan. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. Arthur Andersen. b.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Adanya penyesatan informasi. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. Dalam kasus Enron misalnya. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. b. diantaranya: a. Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. 6. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan. 26 . c.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron.

Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. 27 . Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi.Akibatnya. pelaporan. d. e. tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Dengan adanya tindakan ini . 7. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan.c. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. agar hasilnya bisa memuaskan. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal.

c. b. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. diantaranya: a. Untuk menjamin independensi auditor. Sebagai tambahan. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. Selain itu.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. d. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. e. yaitu jika tidak ada. chief accounting officer. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. CFO. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. 28 .

Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran. perilaku. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 .KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. dan lain sebagainya. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega. etika. publik dan karyawan sendiri. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. akhlak.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. karakter moral yang rendah. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. dan lemahnya pengendalian. tidak jujur. dominasi kepercayaan. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. klien. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain.

Bekasi. dokter selalu berada di pihak yang benar. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya. peneliti dari Universitas Atmajaya. Dalam kasus malapraktik dokter. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ). Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban.bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI. kegagalan. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. Rabu (25/8) lalu.Namun.Akibatnya. Cibitung. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. Jakarta. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR. Irwanto PhD. Di republik ini. kelalaian. atau kecelakaan. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. 30 .Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. baik secara profesi maupun hukum. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. 4) Pelecehan seksual dan sebagainya. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik.

penguatan lembaga penegakan etik profesi.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik. bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban.Artinya. Menurut Menkes. Akan tetapi.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja. seseorang dapat dikenai pidana. Sayang.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).Jika terbukti adanya malpraktik. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris. bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban.‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut.Apakah harus dipidana. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 .‖Walaupun belum ada standar. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi.Mestinya.

implikasi publik alias tindakan pidana umum. serta dicegah atau tidak. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. Jika bersifat pidana. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. atau tindakan seperti operasi. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien. ‖ Jadi. tidak serius dan serius (termasuk kematian).Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan.Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer. ahli bedah. ‖ ujar Kamri A. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. dalam complications. 33 persen dari serangan jantung. di Journal of the American Medical Association melaporkan.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati. pengobatan.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien.Jenisnya juga dapat beragam.Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan.Karena itu. misalnya sekali-sekali atau sering.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar. data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal.‖ papar ahli Kesehatan. Goerge Lundbreg. Mengutip Atul Gawande. Seorang patolog.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . Selain itu.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik. lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu. Prof Iwan Darmansjah. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible). kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum. seperti kesalahan dalam diagnostik.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP. namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien.

materialistik. termasuk dalam profesi kedokteran. kasus Irwanto. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah. tampak dan potensial? 5. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. Kalau tidak.Akibatnya. yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen. dan hedonistik. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter.Dalam perkembangannya. Fellina Azzahrapasien). SOAL-SOAL 1.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. dan korban lain yang mati sekalipun. tampak dan potensial! 33 . Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual. individualistik.Sebagai dampak perubahan yang semakin global. Apa perbedaan benturan kepentingan aktual.kedokteran Indonesia. perlu dilindungi dari perilaku.

Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. 2. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). Memahami pengertian etika bisnis 2. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . 2. Menurut Zimmerer. yaitu: 1. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Memahami urgensi etika bisnis 3. (etika dalam berbisnis). Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi.

tidak lekas tersinggung. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. Disisi lain. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. kontak sosial. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. kontrol diri. Bertens. Dalam etika sebagai ilmu. Menanamkan. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. 3. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. 2. yaitu disatu pihak. Dengan kata lain. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi.menghormati. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. hak-hak dan kewajiban. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. meningkatkan efisiensi kerja. tidak menyalahgunakan kedudukan. menimbulkan rasa saling menghargai. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. kekayaan. toleran. kreditur. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. pelanggan. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 . Menurut K. yaitu : 1. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. tapi masih lemah dan ragu. Etika bisnis menyangkut moral.

pemecatan. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. Pencurian (Theft). Paksaan (Coercion). dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. jenis kelamin. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. 2. Bila studi etika telah membuka mata. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. 3. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. adalah tekanan. memberi. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. Suap menerima (Bribery). tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. Selain itu. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. atau agama. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. kewarganegaraan. Penipuan (Deception). 4. maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. adalah tindakan memperdaya. batasan. 36 . atau penolakan industri terhadap seorang individu. 5. adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya.boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh.

Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah.B.A. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Bahkan. Pasalnya. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Kalau sudah demikian. makin hari semakin meningkat. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. Sebagai bagian dari masyarakat. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Von der Embse dan R. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. ingkar janji. Tindakan mark up. yaitu: 1. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi. Oleh karena itu. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. dalam 37 . baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.

Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. Keadilan distributive. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. 2) Prinsip Keadilan. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit.dan kesamaan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini.bertindak. Namun. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Benefit terdiri dari 38 . para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. 3. antara lain: 1) Prinsip Hak. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. b. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini. kejujuran. 2. seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis.

b). pajak dan kewajiban social. Sementara itu. d. baik internal maupun eksternal perusahaan. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. Contohnya. pendidikan dan waktu luang. kesejahteraan. pelayanan yang sama kepada konsumen. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. pelayanan dan barang penebus kerugian. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis.pendapatan. dan lain-lain. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. pekerjaan. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. 39 . Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. c). Keadilan kompensatoris. b. Keadilan retributive. misalnya kehilangan nyawa manusia. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya. c. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Beban terdiri dari tugas kerja.

c. Hal ini jelas keliru. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. e. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. Apalagi. Pada akhirnya. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. 40 . Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran.e. sekretaris dan lain-lain. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. Misalnya. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. entah melalui gambar maupun tulisan. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis. b. seperti karyawan. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. Misalnya. d. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. Simpatik Kelolalah emosi. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih.

Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. melainkan lebih kompleks lagi. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. 3. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. Lebih Baik. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. Artinya. pemberian latihan keterampilan. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. Jadi. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. kesehatan. Pengendalian Diri Artinya. Lakukan dengan Cara yang Baik. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. dll. 2. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Di samping itu.f. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. Perhatikan juga norma. Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. terutama dalam hal pendidikan.

sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . Kongkalikong. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. Untuk itu. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. 6. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi.teknologi. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. Koneksi. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. 8. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. 7. 4. Kolusi. 5. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. Menghindari Sifat 5K (Katabelece.

10. sementara ada ‗oknum‘. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. hukum. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. politik. 9. Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. 11. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. dan sistem-sistem sosial lainnya. C. yaitu: 1. 43 . 2. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati.

Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. monopoli. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. Kolusi. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. penipuan. 1. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. adalah sesuatu yang mereka inginkan. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. Manajemen beretika. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). pengrusakan lingkungan. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. penimbunan barang. Memasukkan gatra nilai etis 44 . Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. penindasan tenaga kerja. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. Dalam ungkapan Theodore Levitt. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). perampokan bank oleh para konglomerat. Di Indonesia. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a. Bahkan. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan.3. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. korupsi.

kepribadian. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. menurut kalangan ekonom seperti di atas. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin. usia dan latar belakang etnis 45 . Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. belum lagi pembajakan film dan buku. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. c. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender.Penampilan. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. Padahal. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial. Bukan hanya melanggar etika bisnis. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. sikap. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. menurut mereka.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. prinsip ekonomi. b. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain.

Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. Dorongan tidak selalu datang dari luar. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. karsa dan karya. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah.Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. Melalui pendekatan etika ini. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. d. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Pada umumnya. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . paling tidak semenjak jaman modern. Dalam kegiatan praktis. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri.

rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. organisasi yang baik. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. a. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi.Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. 47 . Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. karena berkilat belum tentu emas. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. Artinya. Sebaliknya. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. diperlukan suatu landasan yang kokoh. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi.

Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT. larangan beredar. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. misalnya melalui gerakan pemboikotan. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. larangan beroperasi. bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. TELKOM dan PT. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. Tindakan yang tidak etis.

dan lain sebagainya. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar. peraturan pemerintah. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Decent Works. peraturan perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact.serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. ISO (International Organization for Standarization). Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. perusahaan. 49 . Corporate Social Responsibility. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. Jadi. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. Etika. industri dan juga masyarakat. lingkungan alam. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. keputusan presiden. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. dan hak asasi manusia. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya. b. dan sebagainya. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal). seperti bagaimana melakukan bisnis. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu.

Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . Realitasnya. dan sistem. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. ingkar janji. Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. Tindakan mark up. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. bahkan cenderung membohongi publik. Pada tingkat sistem. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. misalnya toleransi. organisasi. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. Pada tingkat individu. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. perusahaan ritel. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. baik sebagai penguasa maupun manajer. Entah disengaja atau tidak. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Pada tingkat organisasi. emosi atau religiusitas. Salah satunya adalah melalui iklan. kesetiaan. Kalau sudah demikian. persamaan. kepercayaan. makin hari semakin meningkat. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut.Menurut Dawam Rahardjo. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi.

praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. tanggungan. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu. jaminan. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu. Sementara itu. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. 500. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. kejujuran. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. seperti pelayanan yang baik dan ramah. mempromosikan. Selain itu. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. atau diiklankan. dipromosikan. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan. Dari sisi legal formal. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik. kartu kredit. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa.-. kondisi. Pengabaian etika bisnis akan 51 . Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.000.000. Menurut etika formal dan informal. produk dan layanan telepon seluler. dan perusahaan penerbangan. mempromosikan.

telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. Seharusnya. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. tidak memiliki prinsip otonomi yang baik. Dalam kasus kartel ini. harga produk. Maksudnya masing. tidak saja pada masyarakat.membawa kerugian. jika dicermati.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. 52 . Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Konsumen merasa. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. Kedua. Baik dalam hal mutu produk. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. sesuai dengan prinsip etika bisnis. Ketiga. c. termasuk dalam penentuan tarif sms. prinsip otonomi. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan. Yang pertama. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran.

prinsip integritas moral. Keputusan. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. Jika pelaku bisnis.keputusan itu. kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan.Keempat. tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. Kelima. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya. Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme. 53 .

3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. Prinsip Kejujuran. penipuan (deception). Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery). paksaan (coercion). Prinsip Tidak Berniat Jahat. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. . Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi.RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). Simpatik. Prinsip Keadilan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach). atau Dipandang Baik. dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran.A. pencurian (theft). Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Lebih Baik. Rendah Hati. Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. Keadilan. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination).

memelihara kesepakatan. dan sistem-sistem sosial lainnya. koneksi. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. menciptakan persaingan yang sehat. dan (3) individu. politik. mampu menyatakan yang benar itu benar. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. hukum. dan menuangkan ke dalam hukum positif. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas.RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. mempertahankan jati diri. menghindari sifat 5K (katabelece. kongkalikong. kolusi dan komisi). (2) organisasi. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . yaitu: (1) sistemik. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama.

Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. Diversifikasi usaha tersebut. yaitu utilitarian. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. dan keadilan. meso dan makro. antara lain meliputi future transaction. hak individu. Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 .

SE..2 milyar. mulai dari Amerika. M. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr.) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 . Eropa. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Dedi Kusmayadi. termasuk wakil presiden Amerika Serikat.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.Si. sampai ke Asia. Enron. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian.

diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. Begitu juga dalam sebuah organisasi.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. masyarakat atau bernegara. walaupun memiliki persamaan. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat. 58 . hubungan bawahan ke atasan. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Etiket dan Kepemimpinan 1. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. selain aturan tertulis. Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. A. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). dan hubungan antara atasan ke bawahan. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga.

Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. cara bersalaman. Etika berlakunya. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. jika ada orang lain yang hadir. Bertens. 2. tata krama dalam pergaulan formal. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. Definisi etiket. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket.Menurut K. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. dalam buku berjudul Etika. Etiket adalah formalitas (lahiriah). bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan.Etiket bersifat relatif. c. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. seperti cara berpakaian (tata busana). Etika adalah niat. b. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. Etika adalah nurani (bathiniah).Etiket hanya berlaku. cara berbicara. 59 . Etiket adalah menetapkan cara. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. Etika bersifat absolut. sopan santun. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. 1994. d. menurut para pakar ada beberapa pengertian. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. cara duduk.selain ada persamaannya. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.

Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. yaitu respek. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. F. organisasi ke organisasi lain. empati dan kejujuran. bersifat universal. tidak berubah. Respek Respek berarti menghargai orang lain. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. O'Donnell) c. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . 1. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. Massarik). prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. berasal dari kultur berbeda. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. Tidak peduli mereka berbeda. B. seperti a.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. dan tak terbatas waktu dan tempat. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. Terdapat tiga prinsip dalam etiket. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. atau keyakinan berbeda.Koontz dan C. Tannenbaum. Irving R. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3.

dewasa dan manusiawi. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. kesamaan dan perbedaan yang ada. Sebelum bertindak atau berucap. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. atau apabila terpaksa. etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. 2. kamu harus berpikir dulu. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. Pikirkan dulu. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. akan membuat seseorang terlihat bijaksana. Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. kekurangan. apa pengaruhnya bagi orang lain. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain.setiap orang dengan kelebihan. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. a. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. Misalnya dalam makan. Apakah akan membuatmu senang atau berang. kalau sudah selesai terus mencuci 61 . 3. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia.

f. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction). Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada.. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. c. NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖. makan dengan tangan kanan.Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). C. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut.b. Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future. mengakui 62 . Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya. d.

politik.pengkhutbah atau seorang orator. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan. Hart. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a). Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 .Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya. Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. metafisika. hukum. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya.ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi.

terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. 64 . semuanya sama dalam kaca mata undang-undang. tenang tanpa halhal yang istimewa. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. kolusi dan korupsi dapat dibendung. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa. demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi.kawanmaupun lawan. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme.

saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita. Sebagai kitab ajaran. kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan.Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin... Muslim). 2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik. serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan." (HR. 65 .Sebagai buku.. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat.

kata Blanchard dan Peale. c. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini. maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan. Kesabaran. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. b. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi. ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik. menolong kita untuk 66 . Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda.

D. namun tidak masuk 67 . Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. berperilakulah dengan teguh. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. Menurut mereka yang tidak setuju. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. d. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. Namun. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. Misalnya. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. Misalnya. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). saling mencerca dan mencaci maki. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. Seorang pemimpin etik. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. berbicara yang tidak pantas di depan publik. e. Jika memnag demikian. menurut Blanchard dan Peale. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. Contoh kasus. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan.

kekejaman. kemiskinan. Secara umum. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. korupsi. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. 65. dan ketidakadilan. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Lain halnya dengan etiket. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. Dalam hal ini. Bertens. 68 . Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. Verkuyl. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. Dalam suatu organisasi. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. misalnya lingkungan hidup. 53). tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. 31). etika kepemimpinan sangatlah penting.dalam ranah etika. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. Oleh karena itu. sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. Jadi.

Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. 51-52). apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya. Artinya. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. pelayanan. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. Di sini. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. dan kebaikan sebagai etika keutamaan. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. Di samping memiliki hati nurani yang baik. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. 69 . Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. Di samping etika keutamaan. Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. baik dan buruk. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. 54-56). apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. mana yang benar dan mana yang salah. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. ada pula etika kewajiban. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens.

Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. Di sini. yaitu produk yang berkualitas. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. dan pengiriman yang berkualitas. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. baik untuk CEO.Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. pengetahuan dan komunikasi efektif. dewan direksi. 70 . yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi.  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. Dalam hal ini. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. pelayanan pelanggan yang berkualitas. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma. tetapi juga perlu pembentukan watak. maupun para investor. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan.

Sementara itu.mengendalikan. kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 . memecahkan masalah. dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti. Sayangnya. seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali. Di Amerika. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. Peter Block. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). Menurut seorang pakar kepemimpinan. dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya.  Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian.

maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. pelanggan. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. dan para pemegang saham. dewan direksi. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut.individu daripada talenta/kemampuannya. bukan untuk melayani diri mereka sendiri. tantangan atau masalah-masalah. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. Secara normal. pelanggan. Bagaimanapun ketika. E. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. Tidak ada orang yang 72 . Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang.

1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter. Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. dan kuat. kita dapat mengidentifikasi karakter dia. 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. utuh. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang. Gambar 3. A. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. sehat dan bahagia. Covey. karena dari cara dia berbicara. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. bertindak dan merespon.

Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. dan memilih untuk tidak menjadi korban. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif.Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. untuk tidak menjadi reaktif. 74 . keluarga. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai. Habit 2 – Start from the End Individu. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. hubungan. dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. Apa pun situasinya. Covey) Habit 1 . baik besar maupun kecil. pribadi atau antarpribadi.

bekerja dengan kekuatan tersebut. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. … atau lebih banyak lagi. dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy. 75 . tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. baru kemudian berusaha dipahami. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. 11. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). bukan ―aku‖. 111. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. cara Anda. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. berusaha memahami dulu. menghargai.

Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1. Kebiasaan 7. dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. mental. yang sosial/emosional. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3. pikiran. 76 .Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. saling memahami (Kebiasaan 5). 2. dan spiritual. hati. adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4). Tabel 3. dan jiwa.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. Mengasah Gergaji.

prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah. termasuk keluarga. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. saling memahami. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya. Anda sama sekali tak akan berhasil. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. integritas. 77 . Ketiga. prinsip-prinsip itu bersifat universal. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. kerja sama kreatif. Artinya. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. Kedua. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. saling menghormati. Covey) A. memiliki tujuan. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama.Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. komunitas. dan masyarakat. wewenang moral.

dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. Kebiasaan 2. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. sebuah cara berpikir.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji. tetapi juga sebuah paradigma. Kebiasaan 1. adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. pertama secara mental. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan. 2. B. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. Menjadi Proaktif. sosial. atau lingkungan. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. Memulai dengan Tujuan Akhir.Gambar 3. fisik." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan." Inilah kekuatan dari pilihan. dan baru 78 . Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi. dan bukan sekadar determinasi genetik.

Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian). Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih." Kebiasaan 4. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi. dan 6—Berpikir Menang-Menang. 79 . tindakan. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami. 5. dan menghargai perbedaan. dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen. gairah. C.kemudian secara fisik. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut." Ini adalah kekuatan fokus. disiplin. pembelajaran. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas.

banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda." Keempat peran ini adalah untuk semua orang.Gambar 3. namun alamiah. Kendati demikian. Dave Ulrich (Universitas Michigan). lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995. untuk memenuhi tugas mereka. apa pun posisinya. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. Stephen R. Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior. Sebagai contoh.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. pengaruh tim dan organisasi Anda. Jack Zenger. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. bukan pada metode. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. Dan ternyata. Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang.

peran-peran ini tampaknya berurutan. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus. pengamatan. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. Gambar 3. mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama. Dari satu sisi. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. dan memberikan konsultasi. 81 .4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. Tetapi dari sisi lain.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia. Covey) D. Kendati demikian.

Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. kontribusi. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. yang seperti juga dunia bisnis. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal.Stephen R. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. Sebagai contoh. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas. Anda akan melihat mengapa. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. Dengan kata lain. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. dan tergantung pada suasana hatinya. tak beraturan. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan.

Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. Dan yang paling akhir. Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut. era kelima dari peradaban. individu. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. tim. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. Dengan mengingat adanya urutan ini. bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah.

Untuk keperluan itu. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 .Koontz dan C. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9. sebutkan? 10. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7. O'Donnell 3. Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1.

Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. Etiket : Tata cara (adat sopan santun. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. paguyuban. Direksi : Orang yang mahir. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. 85 . organisasi sosial. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Hubungan. Kolaborasi 13. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. Amanah 3. Globalisasi : cerdas. dsb. 14. 7. 12. 4. paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. Kontak. 11. Investor menanamkan keuntungan. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. 9. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. Entitas 5.GLOSARIUM 1. ujud. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. Ahli (kepandaian). 2. 10. Etika : Satuan yang berwujud. 6. bank. fathonah 8.yayasan. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen.

Sidiq 19. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. dsb. : Menyampaikan 86 . mencolok. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. 20. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. 16. 18. Penasihat menasihati. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan.15. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. partai politik. organisasi. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. Standar 21. 17.

blogspot.com/My-Category/Pengertian-Etiket17645.R. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.R.scribd.lintau.html http://www.kabarku. 1994 http://pribumibrebes.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 .html http://www.DAFTAR PUSAKA Covey.cc/2008/06/etika-kepemimpinan. Stephen. Stephen. The 8th Habit Covey.com/2010/11/pengertiankepemimpinan.html http://wawan-junaidi.co. Binarupa Aksara.

kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. Netralitas PNS A. Dengan cara sederhana kita dapat. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. kinerja atau prestasi. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak. setiap jam.Etika berkaitan dengan perilaku normal. etika adalah salah satu cabang filsafat. apa hak kita dan apa hak orang lain.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain. Etika berkaitan dengan karya. atau setiap hari. yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Pengertian pelayanan publik 2.

dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna .Oleh sebab itu. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.Jadi. etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik.Dengan demikian. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik. Sesuai dengan pengertian tersebut.Jelasnya. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi.Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. nilai-nilai. bangsa dan Negara. seperti halnya etika bisnis.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis.Dalam kenyataannya.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. Dengan demikian. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru.

sepertiintegritas. baik normatif maupun objektif. 3.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. 4. etnis. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. Seperti halnya di sektor bisnis. 2. objektivitas atau imparsialitas. yaitu pertama. kesamaan afiliasi politik. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. seperti sektor bisnis. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Ada beberapa alasan. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. yaitu profesionalisme dan etika. produktivitas dan efektivitas. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). dituntut untuk memiliki dua keunggulan. Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. B. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. sektor publik. efisien dan efektif. Sumber daya publik digunakan secara tepat. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. 5. keadilan dan sebagainya. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. besarnya diskriminasi pelayanan. termasuk sektor publik (pemerintahan). Dalam pelayanan publik. Dengan perkataan lain. 1.Secara khusus. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. integritas berarti bahwa : 1.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang . dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara. dan agama. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan.

tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit. Kedua. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi. kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. misalnya. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik. Tidak hanya itu. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat.Akibatnya.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan.Dan ketiga. . Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat.Prosedur pelayanan. khususnya jawa. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan. Di samping itu. bukannya diskriminasi. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani. mulai masa orde baru hingga kini. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN.

buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. pemerintahan milik . Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Artinya.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?".Di awal tahun 1990-an.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. Bahkan di penghujung tahun 1980-an.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh).Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. sehingga banyak narapidana menjadi bebas. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya. jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya". maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu.Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali.Kedua. jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan.

birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. organisasi sosial.Pemberdayaan masyarakat. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. tanggung jawabnya belum berakhir.Ketiga. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Oleh karena itu. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. Artinya. Pemberdayaan semacam . birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. Kedua. Oleh karena itu.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. kelompok-kelompok persaudaraan.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. kelompok-kelompok persaudaraan.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. Artinya.Oleh karena itu. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. Artinya. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. organisasi sosial. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat.Pemberdayaan masyarakat. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani.Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.

hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. Ketiga. keempat. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya. tanggung jawabnya belum berakhir. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan. Oleh karena itu. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. Artinya. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. merangsang lebih banyak inovasi. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). Dengan cara ini. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. yaitu keterbatasan akan keuangan. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. . Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. melaui survei pelanggan. meski dalam situasi keuangan yang sulit. Artinya. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat.para pelanggannya. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil.

pada saat teknologi masih primitif. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. untuk mencegah penyakit. Kerjasama antara sektor pemerintah. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat. untuk menghadapi sakit. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang.Misalnya. untuk mencegah kebakaran.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. Artinya. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik.Untuk menghadapi kejahatan.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. Artinya. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan.Misalnya. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. mereka mendanai lebih banyak polisi. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran. Dan prinsip yang ketujuh. dan membuat peraturan bangunan. membangun sistem air dan pembuangan air kotor. keenam. seperti berusaha mengontrol lingkungan. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. . banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. mereka mendanai perawatan kesehatan. Artinya. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. dan pekerja publik relatif belum terdidik.kelima.Akan tetapi.Untuk memerangi kebakaran.

C. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. loyalitas. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. seperti good governance dan profesionalisme. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). b. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. antara lain. Sementara itu. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. kerahasiaan. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor . dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. 2. akuntabilitas.yaitu: a. dan efisiensi. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. legalitas dan kepatuhan. transparansi.Dengan demikian.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. faster (kinerjanya cepat. pengabdian (kepentingan publik). Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik. integritas dan kejujuran. Pada dasarnya. . pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. efisien). Semangat nasionalisme d. c. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien.Oleh karena itu. tanggung jawab.

c. D. 2. keramahtamahan.b. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. dan kepercayaan dan keyakinan. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. Transparansi Bersifat terbuka. Keandalan. golongan. pengetahuan. yaitu: 1. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. . yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. kebutuhan. 3. ras. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. 5. e. dan harapan masyarakat. agama. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. dan status ekonomi. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. Kesiagaan atau ketanggapan. Jaminan.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. 4. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). d. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. gender. Empati. 6.

Kondisional 4.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. air bersih dan sebagainya. transfortasi. Akuntabilitas 3. Namun sangat disayangkan. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang. pendidikan. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Keseimbangan hak dan kewajiban. E. Partisipatif 5. . listrik. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009. Kesamaan Hak. Transparansi 2. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. 6. perumahan.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan.

tersedia sarana dan prasarana pendukung. 8. Dan pensiun. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. ramah. berdisiplin. Cuti. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1. tipe ideal birokrasi mencakup . 4. akurat. Sopan. jelas. bertanggung jawab. 9. Menyimpan rahasia jabatan. UUD 1945. mudah dijangkau. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. tepat waktu. 12. aman. 3.Kriteria Pelayanan Publik: 1. Perawatan kesehatan. Sementara itu. 6. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. 3. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. 5. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. 2. 11. 4. Negara dan Pemerintah 2. 7. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2. Dan ruang kerja yang nyaman. 6. Tunjangan cacat. menurut Weber. 5. Hak ahli waris 7. 10. kesadaran dan tanggung jawab 5. sederhana.

kewenangan 5. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. uu no. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. 8 th 1974 jo uu no. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. tugas. 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3.dan samping. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. 2.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . Pejabat diangkat karena profesional 6. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). 2. 3. Panca prasetya korpri A. Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8.1. sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian). Namun. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9. Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. dan PP no. bawah. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no.

memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas.tinggi. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. c. Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. dan inovasi. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. b. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan. termasuk penelitian.Sementara itu. mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. f. secara pengembangan diri. e. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. d. menjadi teladan dalam perilaku. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. percobaan. memenuhi kepentingan warga Negara. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi.

kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. c) Menjadi teladan. a) Menegakkan aturan hukum. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik. pelaksana yang baik. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan.Karena itu. dan tanggap. selalu memutakhirkan informasi. diskriminasi dan korupsi. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar.Selain itu. seperti kemanusiaan dan HAM. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik. e) Memajukan demokrasi. Dalam lingkungan pelayanan publik. Lebih dari itu. B.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. memajukan kepentingan publik.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. bersikap jujur. memberikan manfaat publik. d) Meningkatkan kinerja. kalau belum diuji atau dikaitkan . Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan.a. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis.

budaya.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing.Misalnya. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. etika sosial. Dengan demikian.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis. Kedua adalah etika profesi. ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu. Hierarki Etika. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita.dengan konsekuensinya. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. Pertama. adat istiadat. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan . Bila ia didominasi oleh etika organisasi. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. dan pengalaman masa lalu. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. keyakinan agama. Dan keempat.

dedikasi.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. Dalam konteks ini. keramahan. misalnya. bekerja profesional. kejujuran.Pendapat tersebut tidak salah.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi. ―orang pintar‖. Atau dengan kata lain. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam . namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. C. komunikasi terbuka dan transparansi. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal. menaruh perhatian. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas. Di Amerika Serikat. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. kebenaran. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. ketabahan.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. tokoh-tokoh karismatik. kreativitas. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. kasih sayang.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. cepat tanggap. pengembangan profesionalisme. respek. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. etika moral Pancasila. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. dsb.

Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut.Kadang-kadang. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki. . diperlukan perlindungan terhadap para pengadu. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik. peluang dari pihak. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah.Karena itu. bahkan sering dikutuk perbuatannya.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu. kalau perlu insentif khusus. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman. yang insentifnya tidak jelas. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. dan nasibnya bisa menjadi terancam.beretika.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan. Akibatnya. tapi tidak tepat dalam organisasi publik. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres).Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut. D. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan. Oleh karena itu. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1.

maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat.Kedua.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan .Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d. netralitas PNS sangat diperlukan. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi. c. menjadi berkurang. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah.Untuk mengemban tugas ini. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier.Pertama. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. 2. Ketiga.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b. Stabilitas. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. Selain itu.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. PNS harus mampu mengelola pemerintahan.

1. 2. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. nilai-nilai. 43 Tahun 1999. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. 4. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. Oleh karena itu. 7. Secara khusus. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. 5.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. 6. Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. seperti halnya bisnis.

9. secara khusus penting bagi akuntan profesional. masyarakat pemerintahan. 11.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. Dalam kaitan ini. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. Namun. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). 14. 12. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. melakukan fungsi manajemen pelayanan public. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. kalancaran palaksanaan pelayanan. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 10. Sebagai calon pengawal . 13. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). 2. prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. 1.nan public yang semakin baik. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? .keuangan Negara. Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. 3. 4. tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya. Jika seorang pegawai negeri ceroboh.

Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan. Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi . dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya.

DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. Bisnis. Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. 2005). dan Pelayanan Publik. Etika Profesi Akuntansi. .

Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. A. 4. disposition hingga disimpulkan sebagai character. 2. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. ideas or beliefs of a group. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. etos . community or culture. group or institution. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. to appear. the characteristic spirit.komunitas. moral values. guiding beliefs of a person. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. Sejalan dengan waktu. karakteristik rohani. yang kemudian menjadi ―etika‖. Dalam bahasa Inggris. atau budaya. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. kelompok atau suatu institusi. A. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja. 3. S. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. ide atau keyakinan suatu kelompok. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. nilai-nilai moral. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. aspek-aspek etika kerja. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point.

mores. budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. Pada Webster's Online Dictionary. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. mempercayai. or attitude peculiar to a specific people. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. disposisi. Menurut Anoraga (1992). maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working. character. nilai atau jiwa yang mendasari.id). mode of expression. bentuk ekspresi. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia. Menurutnya. atau sejenisnya. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. atau sikap khusus orang.diartikan dalam dua pemaknaan. work of art. fundamental values or spirit. jika seseorang. yaitu: 1. the governing or central principles in a movement. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. karakter. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. or the like.go. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. adatistiadat 2. the disposition. pekerjaan seni. menjadi prinsip-prinsip pergerakan. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. morale with regard to the tasks at hand. culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah. suatu organisasi. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. Dalam situs resmi kementerian KUKM. Berdasarkan rumusan ini. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005).depkop.

Mencetak prestasi dengan motivasi superior. disiplin. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. sikap-sikap. keyakinankeyakinan. 4. prinsip-prinsip. pegawai kantor. komitmen.pada satu kesimpulan utama. integritas. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. kode perilaku. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. entah pengusaha. karakteristik utama. teliti. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. sampai . yaitu: 1. 2. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. aspirasi-aspirasi. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. terutama perilaku kerja. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. 3. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. kreatif dan produktif. A. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. dan standar-standar. Kerja adalah rahmat. Apa pun pekerjaan kita. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. tekun. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. spirit dasar. kode etik. pikiran dasar. kode moral. rasional. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia.

3. Kerja adalah seni. 5. menulis merupakan sebuah kehormatan. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. ―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. 7. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. akuntan. Kerja adalah ibadah. Apa pun pekerjaan kita. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. Seremeh apa pun pekerjaan kita. Kerja adalah amanah. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. semuanya bentuk aktualisasi diri. Kerja adalah kehormatan. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. Hasilnya. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. ahli hukum. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. 6. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. seorang fisikawan peraih nobel. entah dokter. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya.buruh kasar sekalipun. Meski kadang membuat kita lelah. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. Kerja adalah panggilan. kita bisa berucap pada diri sendiri. 4. 2. Dia mengaku. itu adalah sebuah kehormatan. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. . Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. adalah rahmat dari Tuhan. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. Baginya. Semua adalah seni. Kerja adalah aktualisasi. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. Jadi.

Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. polisi. yaitu. Kerja adalah Pelayanan. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. 2004). Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. 3. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. positif dan negatif. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. 2. 3. pedagang. 2. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. 4. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. Apa pun pekerjaan kita. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. . maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. bahkan penjaga mercusuar. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. 1. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. 5. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan.8. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. Menempatkan pandangan tentang kerja.

bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan.namun hemat dan bersahaja (asketik). Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. . dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. 5. Dengan demikian. kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. serta menabung dan berinvestasi. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. berorientasi sukses (material). bekerja tekun sistematik. Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. 2005). yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. B. yaitu: 1. Cara berpikir. Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. 4. dan modernitas (Sinamo. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup. tidak mengumbar kesenangan . berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. berdisiplin tinggi. kemakmuran. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958).3.

dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja.Menurut Rosmiani (1996). yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. 3. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. disiplin dan semangat kerja. masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. etos kerja terkait dengan sikap mental. Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. tekad. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). 1995) mengatakan bahwa sikap mental. Dharmika. tekad. 2. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. Subagyo. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain. Sosial Politik Soewarso. Usman Pelly (dalam Rahimah. Rahardjo. Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. Namiartha. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . KH. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan.

6. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. Namiartha. Menurut Herzberg (dalam Siagian. hubungan dengan rekan kerja. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Dharmika. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. Rahardjo. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi. kebijaksanaan organisasi. status. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. Subagyo. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. yang termasuk diantaranya yaitu gaji. keahlian dan keterampilan. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. 1995). 4. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. 1995). Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. Ketika sebuah organisasi . tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri. yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. keamanan kerja. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. dan supervisi. Fauziah. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. kondisi kerja. 5. Suri dan Nasution. 7.punggung masyarakat modern.

Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. kemungkinan berkembang/growth possibilities. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). Dengan demikian.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. 1992). Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. dalam kaitannya dengan profesi. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. tanggung jawab/responsibility. dalam Anoraga. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. Namun demikian. . Sebagai bidang etika terapan. pengakuan/recognition. D. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. (Herzberg.

melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. kekuasaan atau keahlian. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. misalnya. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. dan akuntan. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. Misalnya. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. pengalaman. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. dan hubungan dengan klien. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. pengetahuan. atau sebaliknya. pengacara. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Namun demikian tetap perlu diingat. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. bahwa setiap PNS wajib: a. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. D. . adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Dengan perkataan lain. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. Mengucapkan sumpah/janji PNS.

Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. d. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. b. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Negara Kesaruan Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. tata tertib di lingkungan kantor. dan Pemerintah. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). c. dan tanggung jawab. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. kesadaran. atau e. peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. peraturan kedinasan. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. e. perintah kedinasan. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. d. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. .b. Menaati segala peraturan perundang-undangan. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. c.

Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. seseorang. . Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. j. dalam menjalankan tugasnya. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. dan materiil. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur. perintah kedinasan. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. f. dan bersemangat demi kepentingan Negara. pemerintah. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Bekerja dengan jujur. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. Maksudnya. tertib. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. dan/atau golongan. cermat. tertib.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. g. keuangan. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. i. h. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. cermat. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. dan/atau kepatutan. dan bersemangat untuk kepentingan negara. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah.

Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. m.k. terjangkau. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. melaksanakan tugas. l. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. n. l. mudah. diklat. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. dan terukur. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. j. cepat. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. seminar. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. dan pendidikan formal lanjutan. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. . Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier.

Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. barang. golongan. e. Yang dimaksud dengan ―memiliki. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. menjual. d. Menyalahgunakan wewenang. menyewakan. menggadaikan.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. konsultan asing. f. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. bawahan. Memiliki. . atau meminjamkan barang. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. c. 2. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. Bekerja pada perusahaan asing. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. g. teman sejawat. atau pihak lain. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. bahwa setiap PNS dilarang: a.barang baik bergerak atau tidak bergerak. membeli. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. menyewakan. atau lembaga swadaya masyarakat asing. menjual. membeli. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. b. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. menggadaikan.

j. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. Dewan . Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. Dewan Perwakilan Rakyat. i. dan prosedur yang ditetapkan. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. dan program yang ditawarkan peserta pemilu.Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. h. PNS dilarang menerima hadiah. Dewan Perwakilan Daerah. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. misi. standar. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. tugas kedinasan. kendaraan. sinkronisasi dan integrasi dalam l. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. menyimak visi. Dewan Perwakilan Daerah. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. k.

pencari dana. dan lain. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. petugas kampanye/tim sukses.Perwakilan Rakyat Daerah. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga. kendaraan dinas. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. dan masyarakat. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain.undangan. himbauan. ajakan. m. dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. atau dalam lingkungan unit kerjanya. penyandang dana. seruan. himbauan. selama. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. selama. dan masyarakat n. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. seruan.lain. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. tenaga ahli. dan o. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. anggota keluarga. . dan lain-lain. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. seragam dinas. ajakan.

Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. dan c. 4. hukuman disiplin berat. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan c. b. pembebasan dari jabatan. Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. c. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1.F. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. dan e. pernyataan tidak puas secara tertulis. hukuman disiplin ringan. 2. hukuman disiplin sedang. b. . teguran tertulis. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. b. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. teguran lisan. 2. 3. d. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. dan c.

12. 4. cermat.3. 11. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. Pemerintah. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. keuangan. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. b. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. dan c. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. seseorang. 5. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. kesadaran. bekerja dengan jujur. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 9. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. 10. . melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 6. 8. menjunjung tinggi kehormatan negara. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. tertib. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. 7.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. kesabaran. dengan etos . 12. Dengan demikian. G. Namun. tetapi harus digali lebih dalam. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. Kerja keras. dan nilai-nilai etis lainnya.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. Rasionalitas. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. Pasal 9 angka 11. kesopanan. yaitu: Spesialisasi. Efisiensi. Ketekunan. dan bersikap ramah. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. Kerajinan. Seperti visi Indonesia Raya. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. dan 13. Tentu. Sistematis. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. tolong menolong. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. Namun. Konsistensi. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. dan Cinta Kasih. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. Masih ada kejujuran. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. yang sudah melekat pada masyarakatnya. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. keadilan. Pengharapan.

menampakkan kemanusiannya. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. 3. lingkungan. 1. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. bekerjalah untuk duniamu. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. Q. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok. S. Apabila setiap pribadi muslim memahami. yaitu tidak percaya dengan takhayul. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. a. Sebagai seorang muslim.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. Al Ashr : 1 – 3. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. menghayati. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. 2. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. Baginya pengertian terhadap makna . yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. 2.

bekerja tulus penuh semangat. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. Kerja adalah rahmat. Kerja adalah seni. bekerja tulus penuh kreativitas g. Kerja adalah aktualisasi. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. struktur ekonomi. kondisi lingkungan/geografis. h.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. bekerja tulus penuh keunggulan. budaya. RANGKUMAN 1. sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. Kerja adalah ibadah. bekerja tulus penuh tanggung jawab. bekerja tulus penuh integritas. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. Kerja adalah pelayanan. pendidikan. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. Delapan etos kerja menurut Jansen H. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. b. c. 2. 4. bekerja tulus penuh syukur. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. bekerja tulus penuh kecintaan. f. sosial politik. . Kerja adalah panggilan. bekerja tulus penuh kerendahan hati. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. e. 3. Kerja adalah amanah. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. sehingga melahirkan sikap kikir. d. Kerja adalah kehormatan. 5. dan motivasi intrinsik individu. Sinamo: a.

LATIHAN I. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). dan keinginan untuk mandiri. yang tidak tertulis secara eksplisit. hidup hemat dan efisien. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. Menurut anda. SOAL ESSAY 1. tetapi harus digali lebih dalam. Sedangkan etika kerja mengatur praktik. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. b. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. menghargai waktu. antara lain: a.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. 5. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. menampakkan kemanusiannya. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. selalu berhitung. Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional.4.

Senin (23/5) di Surabaya. Selasa. Menurut Zainuddin.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju. ‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. sebagai cuti bersama. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif. bukan belajar. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras. dilanjutkan dengan cuti bersama. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. Padahal. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah. Padahal. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. terserah pribadi. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas. Selain itu. Yang namanya cuti. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 3 Juni 2011. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama. ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat.‖ ujarnya.II. 24 Mei 2011) .‖ ujarnya. bukan lebih senang liburan.‖ ujarnya. Arief khawatir.

Jumat (26/3/2010). "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA. Dia ngaku mengerjakan ini. Jumat. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. itu sudah cukup. Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan." kata Tjiptardjo. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak.Pertanyaan: 1. Gayus Tambunan. "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. terima uang segini. (Sumber : Kompas. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat. Jakarta. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak." ungkap Tjiptardjo.

watak. karakter. namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. BUMD serta anak perusahaan. dan perangkat Pemerintah Desa. : adalah memberikan arti sikap. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999).GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). atau diserahi tugas negara lainnya. pegawai BUMN. Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. . Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. serta keyakinan atas sesuatu. kepribadian.

Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. .

2005. Jansen. Dr.htm http://www.putra-putri-indonesia.DAFTAR PUSTAKA Siagian. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses. Sondang P.putra-putri-indonesia. Jakarta: PT. Republik Indonesia.html http://kasihdalamkata.1995.com/etos-kerja-pancasila.com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim. Rineka Cipta. Prof. http://8etos.com/ http://www.blogspot.com/pengertian-etos-kerja.htm . Sinamo. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Bogor: Grafika Mardi Yuana. Teori Motivasi Dan Aplikasinya.

DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. serta prinsip-prinsip anti korupsi. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . Istilah korupsi. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. merusak. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. dalam bahasa Belanda disebut korruptie. menipu. A. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya. rottenness. faktor penyebab korupsi. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making.BAB PENGERTIAN KORUPSI. menyogok. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi. memalsu. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP.

penyuapan terhadap Hakim. Hongkong. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. perjudian. Diantara Negara-negara Asean. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. perdagangan senjata. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. pemalsuan uang. . karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). pemerasan. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya.Jabatan. Kalau melihat peta korupsi dunia. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). pidana narkotika. Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. money launder. Asia Tengah. Negara-negara di Asia kecuali Jepang. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. Singapura. Korea. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. Negara-negara di Afrika. perusakan atau memalsukan dokumen. penyuapan.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. mempermudah. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat. secara ringkas. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. . Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. aspek ketatalaksanaan.good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. yaitu aspek kelembagaan. Pertama. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. monopoli kekuasaan. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. dan aspek sumber daya manusia (SDM). disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. Selain itu. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut.

dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. penerapan kode etik dan majelis kode etik. Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. perlu juga diperhatikan persoalan gaji. aspek ketatalaksanaan. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. efisien dan efektif. biaya. promosi. Ketiga.Kedua. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). serta memuat janji layanan. akuntabel. aspek manajemen SDM. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. . jaksa. patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. dalam aspek SDM ini. seperti persyaratan. yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). Selain itu. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. dan waktu. penempatan jabatan. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. Terkait dengan aspek yang pertama.

aturan main. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka. dan politik. dan kontrol aturan main. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. keuangan. kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional.I. ekonomi. 2. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi.  Evaluasi atas kinerja administrasi. proses pelaksanaan.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . dan budaya. Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. 1. akuntabilitas. kewajaran. birokrat/manajerial. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan. dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan.

prinsip pembebanan. mulai dari perencanaan. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget). berkesinambungan. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust). pelaporan finansial. dan pertanggungjawaban secara teknis. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). taat asas. implementasi. b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan). . Lima langkah penegakan prinsip kewajaran.dinamika struktural kelembagaan.  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya.  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. 3. Dalam bentuk yang paling sederhana.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan. pengerjaan teknis. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran.

maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. pengadilan. pemahaman. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. sikap. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. persepsi. dan lembaga pemasyarakatan. Empat aspek aturan main anti korupsi. 4. e) Informatif. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. yaitu kepolisian. undang-undang anti-monopoli. c) Pelaksana aturan main. undang-undang desentralisasi. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. kejaksaan. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. d) Kultur aturan main. yaitu: a) Isi aturan main. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. pengacara. b) Pembuat aturan main.

c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. Tujuan kedua adalah.anti korupsi. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Jika korupsi sudah diminimalisir. pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. Sehingga. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. J. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. Setidaknya. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya. diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. Misalnya. Melalui pendidikan ini. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. 5.

sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. Misalnya. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. Tidak hanya itu. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. Dengan begitu. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. Kepolisian dan Kejaksaan agung. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. dan cenderung menjadi lumrah.seperti KPK. Termasuk hal-hal kecil. Sehingga. Menurut KPK. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. kantor dan lain sebagainya. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. termasuk korupsi yang merugikan negara. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. korupsi waktu. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. . Selama ini. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. Contoh lain. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. terlambat masuk sekolah. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. Oleh karena itu. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas.

Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. Pilihan pertama. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi. Maka. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. Pertama. Untuk tahap awal. Dikhawatirkan. . studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. menambah satu mata pelajaran baru. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. Pada saat ini. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. diskusi. Kedua. Misalnya. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. simulasi. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi.

Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini. guru. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . K. hanya berbekal kejujuran. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan. karyawan dan siswa. dimana tidak ada penunggu warungnya. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan. Warung ini akan melatih kejujuran. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. seperti kepala sekolah. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. Tanpa ada yang mengawasi. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum.

asal belanjaan sudah dibeli‖. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan .” Itu namanya sudah korupsi. Seharusnya ketika anak kita. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. biasanya setelah sampai di rumah. kamu akan bilang ―Bu. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. Kemudian juga. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. Misalnya. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan. semisal.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya.

Ayahnya koruptor. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. Jadi. misalnya berangkat kerja tepat waktu. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. . Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya. Dan ketika kita sudah terjerumus. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi. Selain menjaga hati kita. anaknya juga. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri.

3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. c. b. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). d.L. Upaya pencegahan (preventif). yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. antara lain sebagai berikut : a. Upaya penindakan (kuratif). . 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. informal dan agama. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal.

masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. EM. Dalam hal ini. 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). Malaysia. 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). 9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional.9 miliar (2004).2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi.

yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi. Political will. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. M. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Angola. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. 2. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1.2 sejajar dengan Azerbaijan. Sedangkan survei TI pada 2005. Dukungan media massa. Libya dan Usbekistan. Kamerun. Kenya. Pakistan. Irak. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. 3. Sudan. 4. Nigeria. Clean government. Profesional.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. disu-sul Surabaya. Dukungan masyarakat secara aktif. IPK Indonesia adalah 2. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Paraguay. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Somalia. Medan. Haiti & Myanmar. 6. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Semarang dan Batam. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. N. . 5. Etiopia.

sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. Sayangnya. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia. Dan. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. baik hukum pidana maupun perdata. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. Sedangkan. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. 4. termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. 3. baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. Sedangkan. Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. solusi yang efektif bagi upaya . Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi.2. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. 5. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. baik pidana maupun perdata. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik.

Masalah kultur/budaya. c.b. Kurangnya kewibawaan pemerintah. Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. Berbeda dengan . Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. d. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. dengan kata lain kedudukannya.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. 6. Kurangnya mental pejabat pemerintah. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. 7.

Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat. Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang. Pada negara ini. Kurang tegasnya hukum. Fakta- .F.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum. 8.F.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya.apa yang dikatakan oleh J. Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua. sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu.

kewajaran. . promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. wawasan ke depan. transparansi. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. political corruption. penegakan hukum. daya tanggap. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. aturan main. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. dan intelectual corruption. yang umum dikenal adalah material corruption. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. seperti: sistem hukum. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. pengawasan. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. sistem politik. kesetaraan. pendidikan anti korupsi. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. dan profesionalisme. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. sistem sosial yang sangat permisif. aspek organisasi. dan kontrol aturan main. akuntabilitas. yaitu: aspek individu pelaku. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. dan sistem budaya yang berorientasi vertikal. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. efesiensi & efektifitas. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. legislation corruption. antara lain: partisipasi. dan pemberdayaan masyarakat. akuntabilitas.

11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. dan kurang tegasnya hukum. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. profesional. peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). dan dukungan masyarakat secara aktif. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). . 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. upaya penindakan (kuratif). Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. clean government. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. Kedua adalah. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. dukungan media massa. kurangnya mental pejabat pemerintah. kurangnya kewibawaan pemerintah. terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. Kepolisian dan Kejaksaan agung. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi.

Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5.LATIHAN 1. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. Menurut Anda. Di Indonesia. dan budaya! 7. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku. Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. sosial. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . Setibanya di sana. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9.

Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat.GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. . misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid.

0fees.net/?page_id=7 http://www. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi.id/ http://www.kpk.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi. 2006.go.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi. . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption.org/ http://www.bpkp.com/index. Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi.go.disdik-kepri.php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih. 2003).

28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No. berikut beberapa diantaranya: 1. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No. Setiap orang. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a.31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming).20 Tahun 2001 UU No. jo UU No. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A.30 Tahun 1999.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya. bentuk deelneming yang terjadi : . Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi. Pasal 2 UU No.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No.

a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. tapi bisa ada kerja sama secara fisik. Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak. Kesempatan. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b. tapi tidak ada kerja sama secara fisik. Secara melawan hukum Melawan hukum. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP.R. 897). d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama. Berkas perkara harus displit. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama. Berkas perkara dan surat dakwaan satu. yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. dan ada kerjasama secara fisik. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum .6 Maret 1939 no. sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. c. 12. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. No. 77 K/Kr/1973) d. 19 Nop 1974.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. Bertentangan dengan kewajibannya . Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. atau patut diduga d. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. (M. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu.A. Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. Menerima hadiah/janji c. Pasal 12 a UU No. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. Dalam jabatannya g. Padahal diketahui. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa.

Bertentangan dengan kewajiban g. Pasal 12 b UU No. Pegawai negeri b. Menerima suatu pemberian c. Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Dalam jabatannya g. Pegawai negeri b. Menerima suatu pemberian atau janji c. Dalam jabatannya 15. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e. Padahal diketahui. Yang diketahuinya d.13. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. atau patut diduga d. Yang diketahuinya d. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Menerima hadiah c. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f.

f.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Memberi hadiah atau Janji c. b. Korupsi yang merugikan keuangan negara. atau suatu korporasi. . yaitu: a. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1. 2) memperkaya diri sendiri. B. Dalam jabatannya 16. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. orang lain. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Kepada Pegawai Negeri d. Setiap Orang b. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Bertentangan dengan kewajiban g. 20 Tahun 2001. 1 Milyar. 3) dengan cara melawan hukum. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara.

Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. atau sarana.2) memperkaya diri sendiri. b. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. 20 Tahun 2001. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. 1 Milyar. atau suatu korporasi. 3) menyalahgunakan kewenangan. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 250 juta. 31 Tahun 1999 jo. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. 2. kesempatan. 20 Tahun 2001. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. orang lain. UU No. UU No. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu.

. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. 150 juta.1) setiap orang. Pegawai negeri menerima suap. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. c. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. 250 juta. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya. UU No. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 2) memberikan hadiah atau janji. 20 Tahun 2001. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. UU No. 3) kepada pegawai negeri. d. 20 Tahun 2001. UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya.

namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. e. Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. 20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999 jo. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b. 1 Milyar. UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.2) menerima pemberian atau janji. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. f. 2) menerima hadiah atau janji. 250 juta. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 20 Tahun 2001. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. . Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. UU No. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. 31 Tahun 1999 jo.

20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999 jo. . 20 Tahun 2001. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. g. 3) diketahuinya. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah. h.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 1 Milyar. 2) menerima hadiah. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. Menyuap hakim. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. 250 juta. 3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No.

4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 2) menerima hadiah atau janji. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. i. UU No. 31 Tahun 1999 jo. 3) kepada hakim. Advokat menerima suap. j. . Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. 20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. Menyuap advokat. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 750 juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 750 juta. 20 Tahun 2001. UU No.

Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. penggunaan uang atau membiarkan . 1 Milyar. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. l.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) dengan sengaja. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1 Milyar. UU No. UU No. Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. 20 Tahun 2001. Hakim dan advokat menerima suap. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 20 Tahun 2001. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. 3. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah atau janji. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. 31 Tahun 1999 jo. k. 31 Tahun 1999 jo. 750 juta. UU No. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. 31 Tahun 1999 jo. a.

3) menggelapkan. mulai dari laporan keuangan. 20 tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. hingga daftar peralatan kantor.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. UU No. Demikian halnya dengan buku. 750 juta. c. 250 juta. surat. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. dapat berupa akta. b. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan. atau membuat tidak dapat dipakai. 31 Tahun 1999 jo. buku besar. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. UU No. Bukti. Pegawai negeri menghancurkan bukti. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. buku dalam hal ini memiliki arti luas. 2) dengan sengaja. 2) dengan sengaja. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. . Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Menurut pasal 10 huruf a UU No. 4) Yang disimpan karena jabatannya. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 3) memalsu. menghancurkan. merusakkan.

4) barang. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. 2) dengan sengaja. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. 350 juta. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. 4) barang. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Menurut pasal 10 huruf c UU No.4) barang. a. 20 tahun 2001. 350 juta. e. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. menghancurkan. atau membuat tidak dapat dipakai. akta. menghancurkan. 20 tahun 2001. merusakkan. d. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. atau membuat tidak dapat dipakai. 4. Menurut pasal 10 huruf b UU No. 3) membantu orang lain menghilangkan. akta. 350 juta. . 31 Tahun 1999 jo. surat. akta. surat. 31 Tahun 1999 jo. UU No. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. merusakkan. surat. UU No. 2) dengan sengaja. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 5) yang dikuasainya karena jabatannya.

Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. b. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. . 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain.Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. membayar. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. atau penyerahan barang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 31 tahun 1999 jo. 1 Milyar. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. c. UU No. 31 tahun 1999 jo. padahal kenyataannya tidak demikian. UU No. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. 31 tahun 1999 jo. 2) pada waktu menjalankan tugas. 3) meminta atau menerima pekerjaan. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. 3) secara melawan hukum. 2) pada waktu menjalankan tugas. 5) menyalahgunakan kekuasaan. 1 Milyar. atau menerima pembayaran dengan potongan. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya.

Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). 2) Melakukan perbuatan curang.3) meminta atau menerima pekerjaan. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. atau penjual barang bangunan. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. 1 Milyar. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. 3) Dilakukan dengan sengaja. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 5. khususnya yang melibatkan si pemborong. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. 31 tahun 1999 jo. 350 Juta. atau pemilik took bahan bangunan. a. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. tukang. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan. . 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. 350 Juta. atau memotong pembayaran. 31 tahun 1999 jo. UU No. ahli bangunan. c. UU No. b. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp.. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan.

UU No. e. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. 3) Dilakukan dengan sengaja.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. 350 Juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Melakukan perbuatan curang. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. . 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. 31 tahun 1999 jo. UU No. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 31 tahun 1999 jo. 350 Juta. d. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. f. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang. 350 Juta.

d. 1 Milyar. UU No. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. 7. atau. 31 Tahun 1999 jo. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. persewaan. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). b. yaitu: a. 6. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. c. pengadaan. 31 tahun 1999 jo.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. 4) Telah merugikan yang berhak. pegawai negeri atau penyelenggara negara. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1 Milyar. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. Seharusnya. dengan sengaja. 3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. . UU No.

3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No. integritas. berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. rabat (discount). pengobatan cuma-cuma. UU No. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. ayat 1.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. 20 Tahun 2001. c. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. komisi pinjaman tanpa bunga. barang. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. 31 Tahun 1999 jo. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. 2) Menerima gratifikasi. UU No. 1 Milyar.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. Disiplin . 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. tiket perjalanan. baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui. dan keluhuran. 31 Tahun 1999 jo. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. dan fasilitas lainnya. fasilitas penginapan. perjalanan wisata. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. yakni meliputi pemberian uang. UU No.

Berani menegakkan kebenaran . Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja. Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum.Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna.

Oleh sebab itu. Namun. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. Kita mengetahui. Mobil terbeli. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . Adanya sifat tamak. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Sebab kedua. perbaikilah sistem. Menurut psikologi kognitif. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. Di Jepang. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. cari gunung emas kedua dan ketiga. Karenanya. korupsi bisa timbul karena dua sebab. Sudah ada motor. mulai usia dini hingga dewasa. tidak puas. lihat. pikirkan. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. memang tak bisa ditolerir. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). Kerakusan. mau mobil. ingin motor. dusta. Kondisi internal seseorang. untuk memberantas korupsi jenis ini. dan keinginan memperkaya diri sendiri. Sudah punya rumah. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. Tidak puas dengan satu gunung emas. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. Sejak masa kanak-kanak. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. Kedua jenis korupsi tersebut. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. apa yang kita dengar. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. ingin mobil mewah. Sebab pertama. Melakukan korupsi. rasakan. perbaikilah orangnya. Sementara. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita.

pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. Pasal 3 UU No. Pasal 13 UU No. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 m. yang tidak saja berupa teori. Karenanya. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. Pasal 5 UU No.31 Tahun 1999 . Pasal 12 b UU No. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. Pasal 2 UU No. Pasal 5 UU No. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. 20 tahun 2001 ayat (2) i. Pasal 419 ke 1 KUHP o. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. 31 Tahun 1999 b. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. j. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. RANGKUMAN 1. Pasal 12 a UU No. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. seperti halnya di Indonesia. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 n. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. Pasal 5 UU No. adab di dalam kereta. Pasal 419 ke 2 KUHP p. 31 Tahun 1999 c. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. 20 Tahun 2001 l. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. 31 Tahun 1999 d. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. 20 tahun 2001 ayat (1) a g.

. 11) Hakim menerima suap. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a.RANGKUMAN 2. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. 10) Advokat menerima suap. 4) Pegawai negeri menerima suap. 8) Menyuap hakim. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 12) Hakim dan advokat menerima suap. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang. 9) Menyuap advokat. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. c. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. Korupsi yang merugikan keuangan Negara.

menurut anda bagaimana caranya agar efektif? . padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak. mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No.LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda. 31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas. mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia.

tiket pesawat. dan fasilitas lain. Gratifikasi dapat berbentuk uang. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian. pinjaman tanpa bunga. diskon. komisi. Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. .Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. barang.

Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Bogor: Tim PKn-Pak. 31 Tahun 1999. Tentang Pemberantasan TPK. Sebagaimana Diubah Dengan UU No. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. 2008. kakbimo. 2010.wordpress.com/2011/05/23/1897/ . 20 Tahun 2001. Tim PKn-Pak. Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No.

dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. 2004:8).BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1. motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka. cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi. Berdasarkan sumber www.artikata. nilai. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi. 3. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter. cara hidup. maupun seorang professional. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. yakni gambaran. 2. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. A. organisasi. kebudayaan .com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat. kebiasaan seseorang.

Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. B. kebiasaan. karena ia bertanggung jawab. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. sesuatu yang menyenangkan. 2) Berkaitan dengan hati nurani. padang rumput. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. . sikap.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. perasaan. Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. sesuatu yang baik. watak. sesuatu yang kita cari. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. sesuatu yang disukai dan diinginkan. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral. adat. a. Nilai dan norma. kandang. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. Nilai. akhlak. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. singkatnya. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. cara berpikir. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan.

Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. Seperti norma-norma lain juga. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. misalnya jangan membunuh. bahasa latin. kita harus mengatakan yang benar. Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. Namun. bangku. universal atau partikular. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . sebagai totalitas. Konon. Berhubungan dengan ciri sebelumnya. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. kursi.3) Mewajibkan. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. jangan berbohong. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja.

2) Seandainya relativisme moral itu benar. 1) Seandainya relativisme moral itu benar. 3) Seandainya relativisme moral itu benar. . Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. sulit untuk dipertahankan. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. Sebagai contoh. seandainya relativisme moral itu benar. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. Sepanjang sejarah. Dilihat dalam perspektif sejarah. Relativisme moral tidak tahan uji. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan.norma moral yang dianutnya. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. kalau diperiksa secara kritis. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. Kalau begitu. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir.

Konsep diri. menurut Atwater. dan pengalaman. Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. Sementara itu. b. masyarakat. serta keyakinankeyakinan kita. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. Kalau diselidiki secara kritis. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. Oleh karena itu. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. 2. Percaya diri. Contoh konsep diri positif a. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. Optimis. rekan/teman sebaya. Konsep diri melibatkan perasaan. pendidikan. nilai-nilai yang kita anut. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. saudara sekandung. . Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. relativisme moral tidak tahan uji. 1983. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita.

cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. pengalaman. Peduli.c. Kreatif. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. celaka) mudah putus harapan. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. e. Pesimis. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. rugi. a. jika disebut gelar. d. g. b. dan prestasi yang dimiliki. Egois. Memiliki daya cipta. Apriori. mementingkan diri sendiri. d. Rendah hati. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. mencela. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. Senantiasa mengeluh. Suka dipuji. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. Profesional. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. c. h. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. suka dielu-elukan. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. f. Mengindahkan. membaca. peka terhadap kritik. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. f. dan menulis. gusar. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. karakter pribadi. Pemarah. Merasa masih ada langit di atas langit. e. memperhatikan. tidak sombong atas kemampuannya. Mudah marah. merasa sangat tidak senang. . Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. berang.

Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. Edison gagal 10. 6) Berani berbuat spektakuler. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. sikap percaya bahwa semua orang sederajat. 8) Yakin akan sukses.2. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. kenali potensi diri.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. dan segera dalam mengambil tindakan.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b. 2) Berpusat pada potensi. Percaya diri. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri. 1) Citra diri positif.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. 4) Egaliter. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. .  Thomas A. 5) Yakin aktivitasnya urgent.000 kali untuk menemukan lampu dan 50. 7) Tidak takut gagal. Ciri orang yang percaya diri. Tips agar percaya diri. a. 3) Positive Thinking.

Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. serta antara bentuk dan substansi.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. lugas. tanpa kejujuran. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. Menyatakan sesuatu dengan langsung. Jujur adalah energy positif. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. . apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi. a. Kejujuran. antara fenomena dan yang diberitakan. tentram. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Dengan demikian. Jujur merupakan sikap pribadi. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. spontan. dan selamat. Manfaat berperilaku jujur. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. aman. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta.

Faktor pendorong seseorang berbohong. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. yang tangguh dan kokoh. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. 4) Menutupi rahasia.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. 1) Adanya kekurangan. 2) Ikut-ikutan. b. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. . melangkah pun tidak berani. Jangankan berhasil. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. dengan hatinya yang bersih. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar. dan percaya diri. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. karena merasa aman. 3) Demi kebaikan. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. optimis. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. karena merasa tidak bersalah atau benar. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain.

akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. Integrity merupakan ‗bench mark‘. dimulai ketika orang itu masih muda. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. b. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. dan pihak luar. 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin. 4) Integritas sebagai Benih. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. Ciri-ciri integritas. 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. Semakin rajin dirawat. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. Pribadi Berintergritas. . disirami dan akan berbunga di saat dewasa. • • Integritas harus dilatih terus menerus. Orang‐orang yang kompeten. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. Mereka memberlakukan orang lain secara adil.4. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. Jika tanaman kita mati. bawahan langsung. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. Integritas harus dipelihara terus menerus . Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. 1) Integritas sebagai Keterampilan. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. perlu waktu untuk kembali seperti semula. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. • • • Ditanam sejak kecil. Peran integritas. a. 2) Integritas sebagai Pedoman.

dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. c. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. bahkan ketika itu tidak nyaman. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. mengangkat bahu. 9) Integritas. menggelengkan kepala. 8) Integritas. 6. Menangani komunikasi buruk. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. g. misalnya tersenyum. 5. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. begitupun sebalikna. b. d. kelompok. tetap setia pada komitmen. Menurut www. Jika baik. Komunikasi. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. bahkan ketika merugikan Anda. dan informasi. hidup dengan keyakinan. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. orang. h. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. f.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". Kepemimpinan. Penekanan pada komunikasi tatap muka. 10) Integritas. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. motivasi. 7) Integritas adalah menepati janji-janji.wikipedia. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. menunjukkan sikap tertentu. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. e. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. pengawasan. ketimbang dengan apa yang disukai. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi . Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. organisasi. pengungkapan emosional.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. Pesan dibentuk sesuai audiens. maka kehidupan baik.

 Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. sebab . 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. Contoh: membela bawahan. 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. dan kepribadian. Jadi. berdasarkan teori ini. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. kapan. mental. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. a. bagaimana pekerjaan dilakukan.orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. Berdasarkan penelitian. Dalam perkembanganya. Teori kepemimpinan. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. dan hasil yang akan dicapai. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Berdasarkan sumber emperorderva. Gaya kepemimpinan.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. 5) Teori Kelompok. 2) Coaching. 4) Teori Kepemimpinan Situasi. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. berkomunikasi. b. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). Dalam proses pengambilan keputusan. Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. keterampilan dan sikapnya. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi .wordpress.

Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. bagi lingkungan pekerjaan. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. bagi keluarga. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Kepemimpinan sejati. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. mendukung proses perkembangannya. c. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. Dalam hal ini. baik bagi dirinya sendiri. 4) Delegating. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. 3) Supporting. melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar.

Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. 7.yang dipimpinnya. Kenneth Blanchard. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri.Setelah pengorganisasian terjadi. inspirator. tanpa adanya integritas yang kokoh. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. penggerakan. Efisien tidak lain mengandung dua makna. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada . Manajemenwaktu. Tanpa perubahan dari dalam. motivator. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). dam maximizer. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. dan visi serta misi yang jelas. pengorganisasian.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. Manajemen waktu merupakan perencanaan. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien. dan pengawasan produktivitas waktu. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input.maka penggerakan pun dilakukan. tanpa kerendahan hati. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. tanpa kedamaian diri.

Pendek kata. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. tetap mengorganisasikan. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. atau akan segera mempengaruhi secara negatif. yaitu: tetap merencanakan. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. 8. money. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. sand. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. dan tetap melakukan pengawasan.pemegang delegasi. Manajemen konflik. dan atau investasi waktu. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. food. Oleh karenanya. merencanakan pekerjaan selanjutnya. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. mouth. music. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. Mereka adalah fun. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. Kemudian menentukan peran dan visi peran. tetap menggerakkan. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. film. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. Menurut Killman dan . dan 3S. sport and sex. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. 3M. .

Tahapan perkembangan konflik. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. p. c. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai. 3) Pandangan interaksionalis. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. b. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Pandangan tentang konflik.Thomas (1978).4). 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil .1993. 2) Konflik disfungsional. keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. Bentuk konflik. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. 1) Konflik fungsional. a. 1) Pandangan tradisional. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. konflik yang merintangi kinerja kelompok. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. 2) Pandangan hubungan manusia. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. perbedaan peran dsb.

1993. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging. Pengelolaan konflik. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. (wijono. 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf. d. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. individu. 3841). Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika. artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. Aspek positif dalam konflik. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. dibandingkan dengan . 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya.

Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. Malah bisa saja terjadi. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. haruslah ada pengertian juga. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. . belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. Perasaan spontan saja tidak cukup. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. Tapi perlu diakui.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan. Hal ini lebih mendesak lagi. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. Menurut socrates. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. Di sisi lain. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek.

Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. D. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. Memperkuat otonomi moral. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. 5. 3.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. 2. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. Perilaku tidak etis. 4. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika.

Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. b. . c. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. Masa bodoh. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. Misalnya. d. karena ambisi jabatan. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. e. c. Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. b. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. Ketakutan. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. Untuk menjaga integritas pribadi.sesuai dengan prinsip moral yang baik. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. Ambisi. Balas dendam. Tekanan. faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya.

c. di banyak negara modern sekarang. e. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. d. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. g. Namun demikian. f. Baru sesudah problem-problem etis timbul. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. jika manusia tidak segera membatasi diri. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen. Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan.d. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. a. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. b. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang.

melanggar rambu lalu lintas. Lazimnya. Berdasarkan falsafah ini. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat.  Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal). kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. seseorang tidak berkewajiban untuk. maka tindakan itu etis (if it‘s legal. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya. Argumen bahwa menyontek. misalnya. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan . Sebagai contoh. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. slogan tersebut harus diubah menjadi. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. 2.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. ―Jika suatu tindakan tidak etis. atau menjual produk cacat tersembunyi. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya.

sederhana. tetapi jika tidak. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. dan visi kita. harapan. Tujuan (purpose). E. Perspektif (perspective). misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas. Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). Lima prinsip berperilaku etis. . Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. c. d. Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. b. Keteguhan (persistence). Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika.seketika. dan didasarkan pada nilai-nilai. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. Norman Vincent Pale dan Kenneth H. Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. 1. Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima. Kesabaran (patience).

e. meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. Unsur etos pribadi. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. a. or a promise or firm decision to do something‖. Komitmen etis. Kebanggaan (pride).Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini. tetapi dengan komitmen yang baik. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. Alias tidak bermakna. Komitmen ada janji yang harus ditepati. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. 2. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. ternyata niat baik saja. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. atau sebuah janji. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis.

Dalam definisi ini. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . c. yaitu pengetahuan. Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. Kompetensi etis. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). karakter dasar mengarah pada motif. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. dan sikap perilaku. karakteristik pribadi. dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. keterampilan teknis. dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. terjemahan.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. biasa. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika.Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. 2007). Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. b. dan rendah). tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi. konsep diri dan nilai-nilai seseorang. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ). Dengan mengutip R. Kesadaran etis. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan.

Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. misalnya. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. Kompetensi-kompetensi seperti motif. tetapi juga perbuatan orang lain. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. . Kepatuhan. dan komplikasinya. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. prinsip-prinsip moral. Pemeriksaan 3K. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. harapan masyarakat. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. karakteristik pribadi. a. sebagai seorang pribadi. kode etik. kontribusi. Jika kita adalah seorang atasan. aturan organisasi. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. 3.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. Contohnya.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. atau konsep diri. konsekuensi. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. dan konsekuensi. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan.

b. misalnya. Akibat ini bisa positif atau negatif. Bagi organisasi bisnis. menyediakan lapangan kerja. Kontribusi dan konsekuensi: . dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan. Hormati kebiasaan orang lain. Konsekuensi. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. c. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. Kepatuhan:    Patuhi. Kontribusi. Patuhi kaidah-kaidah moral. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. baik diniatkan maupun tidak diniatkan. kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita.

2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. dan manajemen konflik. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. Ajukan pertanyaan. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. . percaya diri. komunikasi. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). bukan sebagai individu yang terisolasi. manajemen waktu. kepemimpinan.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. jujur. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. pribadi berintegrita. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Berpikirlah secara objektif.

apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain.LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖. jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? . apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya.

Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3. Namun demikian. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. . dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. tanggung jawab.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. A. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional.

sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. memiliki acuan karakter.  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. atau anggota suatu profesi. para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya. dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup. dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif. lulus ujianyang panjang dan sulit. majikan atau klein. seoarang harus belajar lama (dan keras).Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. melainkan kepada masyarakat. Untuk menjadi profesional. Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu. dan lebih dari itu.  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri. Lebih dari itu. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). yaitu. Seorang profesional memiliki komitmen . sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi.

yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat. kepada para profesional. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. Pelayanan publik. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. Para anggota profesi yang melakukan kebohongan.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian.  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. Oleh sebab itu. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk . antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. khususnya dalam hal pengawasan. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat.

Mereka yang menjalani profesi (para profesional). Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis.memperoleh banyak manfaat. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. kerangka (pilar dan dinding). Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. Mengacu kepada karakteristik umum di atas. Lebih dari itu. tetapi juga komitmen moral. dan atap seperti gambar 1. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. pengakuan dan penghasilan tinggi. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. dengan demikian profesi adalah pekerja. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat.

fondasi dan kerangka memerlukan atap. Kode etik profesi) 3.Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan .unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. Asosiasi profesi 2. Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. Bagi profesi. Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3. dan 1. atap ini meliputi 1. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional. Standar teknis perilaku). Proses pendidikan 2.

bukan oleh pejabat pemerintah). kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. Kedua. Bagi suatu profesi. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. dan (2) hukum dan jurisprudensi. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. Dengan perkataan lain. . hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. akibatnya sangat serius. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek.penjelasan mengenai hal ini. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. Pertama. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. B. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. Pada akhirnya. Dalam kaitan ini. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. Dalam kenyataannya. badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber.

Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran). maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas. Ketiga . sehingga dapat digunakan sebagai acuan. Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). . Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat. Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. D. maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian.kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. C.apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia.

Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? . Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11.SOAL-SOAL 6. Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10. Apa sesungguhnya profesi itu? 7.

2004.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia. Profesi Akuntansi. Bisnis. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji. dan Pelayanan Publik.Ucok. http://etikaprofesidanprotokoler.2008.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Etika.blogspot. Sarimah.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful