BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. b. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. 7 . Aspek Kuantitas.e. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. c.

menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. B. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. keatas. dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. Pemerintah pun tidak tinggall diam. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. Aspek Kualitas. d. organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. dalam pelaksanaan tugas pokoknya. Aspek biaya. Secara pribadi. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia.b. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. kebawah. c. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit.dan pejabat bebas. 8 . pelayanan publik yang rumit dan membingungkan. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. 2. pegawai . Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. suap terhadap oknum aparat pemerintah. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. Aspek waktu. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas.

Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. Dengan kata lain. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. c. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. b. harus ditata ulang atau diperbarui. tingkat efisiensi. komprehensif dan sistemik. 9 . Kelembagaan (organisasi) b. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. praktek korupsi. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. Ketatalaksanaan (business process) c. yang antara lain diindikasikan dengan : a. sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. Disadari sepenuhnya. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. d. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. Oleh karena itu. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. Selain itu.maupun kesamping.

Oleh sebab itu.e. f. Di Indonesia. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. dipertahankan. 3. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . Dalam hal ini. Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. yakni mewujudkan ketertiban sosial. Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. Jadi. dan pelaksananya. Di negara demokrasi.

mereka tidak termasuk sebagai birokrat. Jadi. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). Dengan demikian. pegawai negeri. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. Tegasnya. dan POLRI. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. seperti halnya etika bisnis. atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . Sesuai dengan pengertian tersebut. walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. 4. Oleh sebab itu. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). anggota TNI. Oleh sebab itu.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. dan pegawai BUMN/D. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service).

nilai-nilai. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Dengan demikian. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. seperti integritas. standar-standar. atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). d. produktivitas. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. Seperti halnya di sektor bisnis. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. seperti sektor bisnis. Ada beberapa alasan. b. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. integritas berarti bahwa: a. dan sebagainya. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. objektivitas atau imparsialitas. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. Dengan perkataan lain. Secara khusus. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. Dalam konteks pelayanan publik. termasuk sektor publik (pemerintahan). sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. yang dapat digunakan untuk 12 . Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. baik normatif maupun objektif. keadilan. dan efektivitas. dituntut memiliki dua keunggulan. 5. yaitu profesionalisme dan etika. sektor publik.

Dalam kenyataanya. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. atau prestasi. Tegasnya. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. b. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. 13 . ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak. dan negara. Etika berkaitan dengan karya. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. a. bangsa. Dengan cara sederhana. Oleh sebab itu. kinerja. apa hak kita dan apa hak orang lain. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. Dengan demikian. etika adalah salah satu cabang filsafat. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. Etika berkaitan dengan perilaku moral. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. setiap jam atau setiap hari. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik.

ramah. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. transparan. Sementara itu. timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). kita akan membangun sebuah rumah. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. seperti cermat. berkeadilan. Secara kategoris. objektif. Senagai contoh. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. cepat. Dalam konteks ini. Dalam hubungan ini. Dengan perkataan lain. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. c. bukan oleh ketakutan rakyat.program atau proyek. Jadi ketika. bangsa dan negara. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. Sebagai warga negara. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. kecintaan rakyat. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . dan manusiawi. d. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut.

Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. bahkan terhadap pemerintah secara umum. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. kolusi. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . Sementara itu. keamanan dan sejenisnya. Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. Isu korupsi. Semakin hari. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. e. Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. misalnya. KTP. Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. Sudah barang tentu. masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya. Contoh lain. SIM. Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. Pada saat ini.IMB dari pemerintah. Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

produktivitas. dengan sumber daya yang makin terbatas. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. f. Seperti di negara-negara lain. Nilai-nilai baru yang diadopsi. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. dan efektivitas. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. Akan tetapi. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. diantaranya. kemajuan teknologi. seperti penakanan pada kinerja. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. Dalam situasi seperti ini.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. efisiensi. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan. demokratisasi. dan manajemen berbasis kinerja. Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya. tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. Dengan perkataan lain.

Untuk unit-unit organisasi tertentu. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). Sudah barang tentu. Pejabat pemerintahan. karena tergabung dalam wadah KORPRI. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi.jumlah pelaku korupsi. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. falsafah negara (Pancasila). 17 . kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. rakyat. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. Dengan perkataan lain. dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). Selain itu. 6. kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. Panduan etika. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). Secara ringkas. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. Oleh sebab itu. kolusi.

bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. Teori dan Konsep Etika I. pengertian pelayanan publik. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. dan di lingkungan profesi akuntansi. pengertian dan hakekat profesi. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. pengertian etika profesi. 2. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. 2. pada saat yang bersamaan seorang PNS. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. di samping berperan sebagai pribadi. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Jadi. Bab ini akan memperlajari: a. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. anggota masyarakat umum. Pengertian Etika 18 . etika dan disiplin PNS. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. 3.Perlu diingat. yaitu: 1. di lingkungan birokraasi. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. Bab ini akan mempelajari: a. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. Misalnya. Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. dan sebagai anggota profesi akuntansi. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. C. Dengan demikian. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. memahami teori-teori etika. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS).

Bab ini akan mempelajari: a. Urgensi etika kepemimpinan c. Bab ini akan mempelajari: a. kewajiban. keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Teori dan Konsep Etika II . Konsep hak. 5. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Pelayanan Publik. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Etika Bisnis. Bab ini akan mempelajari: a. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Etika Kepemimpinan. Deontologi. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian pelayanan publik 19 . Pengertian nilai c. 3. Pengertian etika bisnis b. 4. 7. Prinsip-prinsip etika bisnis c.b. Etika Keutamaan) c. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Pengertian profesi dan etika profesi b. Perbedaan etika dan etiket b. Urgensi etika profesi c. Etika Profesi. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian. 6. Teori-Teori Etika (Teleologi. Pengertian etika kepemimpinan b.

Pokok-Pokok Kepegawaian. Definisi korupsi dan bahayanya b. Prinsip-prinsip anti korupsi c. 1. Pengertian Korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Kerja. Disiplin PNS. Bab ini akan mempelajari: a. 9. Pengertian etika kerja b. Aturan tentang Anti Korupsi. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian PNS b. 11. Bab ini akan mempelajari: a. Larangan-Larangan bagi PNS c. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. 10. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c.b. Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. 8. Urgensi disiplin PNS b. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. Hak dan kewajiban PNS c. Bab ini akan mempelajari: a.

Kode Etik Profesi Pajak d. 21 . Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. 15. Pengertian. Urgensi memiliki etos pribadi b. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. Pengertian dan sumber kode etik c. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi). Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Anggaran c. 14. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. 12. Kode Etik Profesi PPLN f. Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Bea Cukai e. 13. Jiwa Korps dan Kode Etik. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Profesi Akuntan b.c. Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS.

Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. sebagai kelompok intelektual. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi. Selanjutnya. misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa. 22 .

4. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. dan efektivitas. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika).RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. dan sebagainya. Dengan perkataan lain. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. 2. Secara ringkas. Seperti halnya di sektor bisnis. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. sektor publik. Ada beberapa alasan. baik normatif maupun objektif. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. Pejabat pemerintahan. keadilan. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. Oleh sebab itu. rakyat. dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. 5. Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Mengetahui etika pelayanan publik. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. seperti sektor bisnis. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . termasuk sektor publik (pemerintahan). dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Selain itu. yaitu profesionalisme dan etika. seperti integritas. 3. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Di sektor manapun. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. produktivitas. objektivitas atau imparsialitas. dituntut memiliki dua keunggulan.

memahami teori-teori etika.pribadi. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. 3. pengertian pelayanan publik. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. pengertian etika profesi. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5. Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. pengertian dan hakekat profesi. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. LATIHAN 1. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. 2. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . etika dan disiplin PNS. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja.

Norma-norma yang dianut oleh kelompok. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Bagi sosiolog. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. etika adalah adat. Teori-Teori Etika (Teleologi. kewajiban. 3. Semangat khas kelompok tertentu. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. keadilan dan kepedulian ___ A. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. 1. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. ethikos. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . Bagi ahli falsafah. 4. Konsep hak. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Deontologi. Etika Keutamaan). 2. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. 3. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. kode etik kelompok profesi. misalnya ethos kerja. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. 2.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. berarti timbul dari kebiasaan.

4. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. jujur. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Kriteria wajar. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. 3. profesional. Bertens. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. adil. adil. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Menurut K. tapi masih lemah dan ragu. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. terpuji atau tercela. terhadap organisasi dan staff. terhadap diri sendiri dan profesi. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. Menanamkan. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . jujur. 5. dan karenanya diperbolehkan atau tidak. dan terhormat.profesi secara wajar. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. Membantu pebisnis/calon pebisnis. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. Dalam etika sebagai ilmu. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. yaitu : 1. Bertens. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. 2. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). Bagi asosiasi profesi. Menurut K. dari perilaku manusia.

baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. Sebagai contoh. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). 4.berikut. Untuk melengkapi tentang etika. dari sudut pandang si anak. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa." Secara meta-etis. Pertama. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. Disisi lain. Salah seorang tokoh etika. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. dan mungkin akan berlangsung terus."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. yaitu disatu pihak. Etika bukan sistem yang ideal. penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis. 3. harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa. Dalam meta-etika. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. 2. 1. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. luhur dan baik dalam teori. Agaknya. Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). Meta-Etika (Studi Konsep Etika). karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. Ini tentulah pemikiran sekuler. namun tidak ada gunanya dalam praktek. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. B. suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. karena memang 27 . bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. Menurut ajaran agama.

Konfusius (558-479 SM). Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). apalagi ia tidak sengaja melakukannya. 3. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. Heraclitus (535-475 SM). Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral.dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. pengolahan tanah. Oleh karena itu. nyaris milik sejarah etika. tidak secara filosofissistematis. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. 2. maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. dan masih banyak lainnya. Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. C. tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. 28 . Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. seperti Pythagoras (582-500 SM). Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. karena. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM).

dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. yang dicari demi dirinya sendiri. Menurut Sokrates. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. kesederhanaan. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Aristoteles (384-322 SM). Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. Plato. Tidak seperti Plato. karena ia harus benar. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. tetapi juga keadilan. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. sesuai dengan perintah akal budi. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. Murid Socrates. baik yang mutlak. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. Aristoteles. barang-barang eksternal juga harus ada. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. dan kebajikan adalah kehati-hatian. sebagai kebaikan tertinggi. menganalisis secara akurat. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. dan ketabahan. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. tidak ada orang yang sengaja korup. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia.1. 29 .

dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM).AD 65).2. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. yang membentuk keseluruhan alam. Kaum Stoa. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. panteistik atau rasa teistik. Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. tidak seluruhnya jelas. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). yang tanpanya masyarakat 30 . Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya. Epicurus. Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). Kebajikan. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. Seneca (4 SM . oleh karena itu. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. Skeptis. Cleanthes. bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. dan. dan lain-lain. Epictetus (lahir sekitar tahun 50). adil atau tidak adil. Para Sinis. seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. Stoicisme. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). tetapi sifat mereka. Tindakan sering baik atau buruk. berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Sinis. Stoa Romawi. menurut mereka. Chrysippus. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia.

tujuan akhir manusia. yang menolak hukum moral alam. memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. Lessius. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. Molina. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika.manusia tidak bisa ada. dan Agustinus. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. dan Duns Scotus (1274-1308). nasib manusia. Dominicus Soto. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. kesatuan umat manusia. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. Bonaventura (1221-1274). Hukum abadi (lex aterna). 4. Sejak abad 31 . Hal ini terutama berlaku St Agustinus. pernikahan. kebajikan kardinal. dan De Lugo. Tertullian. Contoh teolog besar adalah Victoria. 3. 24 persegi). Thomas Aquinas (1225 -1274). hukum alam. seperti Yustinus Martir. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. Irenaeus. dan khususnya antara etika dan teologi moral. serta sifat dan makna dari hukum moral. L. Suarez. Origenes. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. Ambrosius. dosa. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. Hieronimus. Clement dari Alexandria. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. hati nurani. dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. ii. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis.

Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. Holbach. Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. dan tidak wajar. dalam karyanya. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang.keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). de la Mettrie. dan memiliki hak untuk semua hal. Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). Schwarz. 32 . sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. Condillac. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. masih melekat pada filosofi Aristotel. karya-karya filosofis murni tentang etika. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. seperti Helvetius. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. Keselarasan ini merupakan kebajikan. Yang lebih besar. idiopatik. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. maka apakah Hugo Grotius. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". 5. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. Ada kecenderungan simpatik. "De jure belli et Pacis" juga sama. kedua kebaikan pribadi agen. namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. sehingga muncul perang semua melawan semua. dan lainlain. ketiga menentang yang lainnya. Melanchthon.

diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. yang menurutnya. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. Sosialisme. harus diamati untuk kepentingan sendiri. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. Alexander Bain. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. John Stuart Mill. dalam orang-orang pesimis. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. mutlak moral universal. dan kategoris. misalnya. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. Secara khusus. yang otonom yaitu. Sistem Cumberland. F. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. di Inggris. Sejarah Filsafat Etika: Kant. oleh serangkaian transformasi. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. Nietzsche. dan lain-lain. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. Edward von Hartmann. 33 . Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. Etika: Filsafat Evolusioner. Menurutnya. Henry Sidgwick. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. dimana dia menemukan hukum. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic.6. GT Fechner. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. Paulsen. di Jerman. John Stuart Mill. perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). E. Schleiermacher. 7. Beneke. Altruisme. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. sampai batas tertentu. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. F.

konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. semua. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. moral religius. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. Menurutnya. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. dll juga terus berubah. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika.seperti kesabaran. hati nurani. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . dan karakter dari penilaian orang. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. Marx. Proletariat bawah diinjak. Oleh karena itu. minat. Sebagai evolusionis. Menurut Max Nordau. dan pengendalian diri kasar. ketaatan kelemahlembutan. Menurut K.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. dan cinta sesama. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". Engels. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. tidak tahu tentang pernikahan. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. F. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. maka ide-ide moralitas. kebenaran tidak mungkin berubah. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. agama. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. pada keadilan pra-manusia. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. Pragmatisme berbeda dari Relativisme. 34 . mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab.

tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada. Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. keputusan dan kebijakan. Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. pengecut berarti kesabaran. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. Teori Teleleologi. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. yakni pada yang baik (agathos). Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. 35 . yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. Menurut Aristoteles. 1. D. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik. Maka." Oleh karena itu. Oleh karena itu. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis.Kelemahan menjadi kebaikan.

c. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. Dari ketiga teori tersebut. 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. 2). Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. yaitu: a. 3) Maksimalisme. kecuali pelaku.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. b. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. Utilitarianisme mencakup empat prinsip. 36 . 4) Universalisme. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi. 2) Hedonisme.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. yaitu: 1) Konsekuensialisme.

Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila. bukan pada masing-masing tindakan secara individual. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak.Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. tentu dalam perkembangan peradaban 37 . Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia.

6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Teori Deontologi. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. dan mayoritas berhak atas mereka. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. b. 2. c. Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman. d. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 .

kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross. jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. Nah. Misalnya. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. otonomi makhluk rasional. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. f. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. d. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. membantu orang tua. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. b. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. Menurut Kant. e.pelaksanaan kewajiban. dan menghargai. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. Ross mengajukan jalan 39 . Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. membayar hutang. tidak boleh menghina. Selain Kant. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. c. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Menurut penilaian moral yang umum.

Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). Justice (kewajiban keadilan). b. Benefience (kewajiban berbuat baik).2005) . i. m. Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). l. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. g. dan sebagainya. atau murah hati. Reparation (kewajiban ganti rugi). e. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. f. Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. 3. atau jujur. murah hati. Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. dan mengatakan kebenaran. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. intelegensi. j. Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. n. d. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. melainkan: apakah orang itu bersikap adil. jujur. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Gratitude (kewajiban berterima kasih). k. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. Teori Keutamaan (Virtue). (Velasquez. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan).keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). kita harus melunasi hutang moril dan materiil. h. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. dll. Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. c. baik eksplisit maupun implisit.

keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. d. Kesetiaan. Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. l.a. c. o. g. memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. b. Keberanian/keteguhan. h. cenderung ke dimensi pada umumnya). j. f. i. Toleransi terhadap sesama. Kejujuran. hubungan bisnis tidak terkecuali. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Moderat ( tidak ekstrim. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. e. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. Berkeadilan. meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. Bangga (tetapi tidak arogan). Belas kasih. n. Keandalan. 41 . Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. Kesantunan. Disposisi. k. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. tiga hal tersebut adalah: a. Pengendalian diri yang baik. menjadi peka m. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. dll. Etika keutamaan memerlukan konteks.

Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. Hak. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan.b. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. misalnya. orang di sekitarnya. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles. Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. yaitu kehidupan yang baik. c. Dengan demikian. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Walaupun tidak mudah. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. d. yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. Keutamaan dapat saja hilang. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. Kemauan/kehendak. f. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. Keutamaan cenderung bersifat permanen. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. dll. E. b. Pembiasaan diri. e. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. Hak merupakan konsep moral yang penting. Keberanian. MacIntyre).

Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Macam hak antara lain: a. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian. Hak moral lebih bersifat individu. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. atau kemanusiaan secara umum. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. Hak khusus dan hak umum.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. b. d. Contoh adalah hak milik. saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. Contoh. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Contoh kasus. 43 .. maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut. Hak individual dan hak sosial. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. Contoh. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖. c. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. Hak legal dan hak moral. Hak positif dan hak negatif. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki.Selain itu. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu.

memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. dan ekonomi. Keadilan universal. Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. c. e. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . Mengapa? Menurut ahli etika. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. Menurut konsep tradisional (Aristoteles). Keadilan khusus. Hak absolut. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. politik. 2. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. Berikut ini adalah penjelasannya: a. b. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. Inilah yang disebut dengan hak sosial. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. Keadilan. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut.Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. b. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. Menilai tindakan seseorang.

Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima. yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok. b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. misalnya merusak keseimbangan moral.1) Keadilan distributif (distributive justice). Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula. Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk. Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban. (contoh: pembagian kompor gas). Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya.

Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan. b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut.a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai. c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. yaitu: 46 . Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk. Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). 3) Keadilan retributif (retributive justice).

Dengan demikian. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. dalam beberapa kasus. teman. a) Prinsip a. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. 3. artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. (dalam konteks manfaat dan beban). Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). Kepedulian. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. tidak hanya di Indonesia. b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer. kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. dipelopori oleh 47 . Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang.

manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. hukum. b.human act. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. dan bukan an act of man. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. 1. dan permainan. atau antara individu dengan kelompok. etika tetap diperlukan karena: a. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. c. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. Menurut pandangan Etika Kepedulian. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. d. tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Oleh karena itu. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. e. 2. dengan tradisi. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. 48 . 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. F. 3. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira.gerakan Feminisme). adat istiadat. kebudayaan dan sejarahnya. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. sehingga sering mendapat celahcelah hukum. Sekalipun sudah ada norma hukum. Manusia hidup dalam jaringan norma moral. religius. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . kesopanan. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu.

Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. 5. Menurut mereka. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. damai dan sejahtera. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. dkk. b. Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku.4. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. jika kekuasaan itu absolut. penyalahgunaannyapun absolute. c. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. disebut juga filsafat moral. Dr. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. Lebih jauh lagi. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. Irmayanti. "the end justifies the means. tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan. c. pokoknya menang atau untung. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. masing-masing 49 . Manfaat etika adalah: a. even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. teratur. Etika. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. b. Pluralisme moral diperlukan karena: a. apapun resikonya. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt".

Kode etik adalah sistem norma. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. b.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. Kedua. melakukan riset dan sebagainya). Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. kepercayaan. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. Fungsi etika profesi. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. a. 50 . kejujuran. kebebasan-tanggung jawab. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. Pertama. sebagai ―kompas‖ moral. b. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah.

Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Menurut K.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. Aristoteles. Sinis. baik yang mutlak. Stoicisme. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. dengan 51 . objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. Epicurus. Plato. Ethikos. Menurut Socrates.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Bertens. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. berarti timbul dari kebiasaan. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. menganalisis secara akurat. Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan.

pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. Bonaventura (1221-1274).  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma. dan khususnya antara etika dan teologi moral. ii.  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant.  Etika: Filsafat Evolusioner. Deontologi tidak terpaku pada 52 .‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip. dan Duns Scotus (1274-1308). Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. John Stuart Mill. yaitu Konsekuensialisme. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. dan Universalisme. Altruisme.kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Nietzsche. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Maksimalisme. 24 persegi). Sosialisme. Thomas Aquinas (1225 -1274).  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Hedonisme.

Kemauan / kehendak 3. self-improvement. dan mengharrgai. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. benefience. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. yaitu fidelity. gratitude. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Hak khusus dan hak umum. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. Hak absolut. dll. kompensasi. Hak individual dan hak sosial. otonomi makhluk rasional. yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan).  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 . diantaranya kebaikan. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari.  Teori Keutamaan. Hak positif dan hak negatif. Tujuh kewajiban moral. kejujuran. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. tiga hal tersebut adalah: 1. dan non-maleficence. Disposisi 2. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. dan retributif). justice.konsekuensi perbuatan. reparation. Menurut Kant. keberanian.

Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. b. yaitu: a.  Fungsi etika a. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina.hukuman terhadap pelaku kesalahan. Norma hukum cepat ketinggalan zaman. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa. c. Kode etik adalah sistem norma. b. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. e. c. 54 . MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. d. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Fungsi etika profesi. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls).  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. melakukan riset). etika tetap diperlukan karena: a. b. Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan.

Etika Terapan d. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Hukum universal 8.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. Yang bukan pengertian etika adalah … . Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . Hukum alam d. Etika Deskriptif b. Moral didasarkan atas wahyu d. Aristoteles d. a. b. 3. Latin c. Etika Normatif c. a. luhur dan baik dalam teori. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Akal manusia c. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. Etika Terapan b. Etika Normatif d. Hubungan Tuhan dengan dunia b. Etika Analisis 4. Sokrates b. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. Yunani Kuno b. yang berasal dari bahasa … . Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. a. Etika Deskriptif 2. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. Moralitas sosial 55 . Plato c. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. Romawi Kuno d. Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . d. Meta-Etika c. Sistem yang ideal. yang tidak ada gunanya dalam praktek. Phytagoras 6. a. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7.

Etika hasil kreasi alam 9. Disposisi c. kecuali … a. Kewajiban manusia b. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Akhlak manusia c. Maksimalisasi d. Etika berdasarkan nafsu d. Kewajiban ganti rugi d. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Etika Teleleologi 10. salah satunya adalah Fidelity. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Otonomi c.a. Etika Deontologi d. Keadilan 15. Etika Keutamaan c. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral. kecuali: a. Etika Kantian b. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Kewajiban menepati janji 13. Perilaku manusia d. 56 . Kewajiban berbuat baik c. Hak manusia 14. yaitu: a. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Kebaikan b. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Menghargai makhluk rasional 12. Konsekuensi d. Maksimalisasi b. Pembiasaan diri kecuali… a. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Universalitas b. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. Kewajiban tidak merugikan b. Hedonisme c. yaitu: a. Universalisme 11. Rasa malu b. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. Kemauan/kehendak d.

Mengingat kesuksesan masa lalu b. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. kreativitas c. c... Kepercayaan diri d. 19. Hak umum b. Mengingat masa depan yang terbentang d... subjektivitas d. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b.. a. Hak absolut 18. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat.. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. 57 .. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a.c. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. d. kecuali. kecuali. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. Sekalipun sudah ada norma hukum. Hak moral c. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. a.. etika tetap diperlukan karena. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. a... Kelancangan 16... Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. a. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu. sehingga sering mendapat celah-celah hukum. objektivitas 20. Mengingat keterpurukan masa lalu c. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari. Hak sosial d. solvabilitas b. b.

Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi. Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4. Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 .Essay 1. Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3.

BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. tenang. kebiasaan/adat. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Etika 1. b. sikap. perasaan. etika adalah: a. tentram. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. tentang hak dan kewajiban moral. padang rumput. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. akhlak. Pengertian Etika. cara berpikir.watak. c. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. tata krama. kandang. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. protokoler dan lain-lain. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Sedangkan arti ta etha yaitu adat .

Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). yaitu: usila (Sanskerta). 2000). kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). dan etika berarti ilmu akhlak. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. secara etimologis (asal usul kata). Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K.2000). prinsip. b.Bertens. Istilah lain yang identik dengan etika. Jadi. c. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. K. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . mempunyai arti: a. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.kebiasaan. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. berarti moral. Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru.

bukan objek itu sendiri. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak.dibalik. Misalnya. kumpulan asas atau nilai moral. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. dan moral. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. norma. c. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. etika Protestan dan sebagainya. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. dambaan-dambaan dan keharusan. b. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. dan kesejahteraan umum. Etika berkaitan dengan nilai. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. kesegaran jasmani. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Misalnya nilai keindahan. harapan-harapan. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. . kebenaran maupun lingkungan. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. etika agama Budha. c. ilmu tentang yang baik atau buruk. Menurut tinggi rendahnya. b. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.

2.d. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. yang bersumber pada perasaan manusia. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Macam-Macam Etika. cipta) manusia. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. e. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. Manusia disebut etis. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. budi. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Misalnya nilai-nilai pribadi. 4) Nilai religius. antara rohani dengan jasmaninya. Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. d. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. santun. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak.

Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. c. b. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. sebagai berikut: a. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. Jenis kedua. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Jenis pertama. cukup informasi. menganjurkan dan merefleksikan. . karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. Etika Deskriptif. Etika Normatif. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. b. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. Jenis ketiga. Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. yaitu sebagai berikut: a. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23).norma-norma yang dikaitkan dengan etika. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. direktif dan reflektif. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.

isi. Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak . padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. yaitu: 1. seperti cara berpakaian (tata busana). cara bersalaman. walaupun ada persamaannya. C. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. menurut para pakar ada beberapa pengertian. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. cara duduk.Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. cara berbicara. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. tata krama dalam pergaulan formal.B. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. dan sebagainya tentang barang itu. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. 2. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. Perbedaan Etika dan Etiket 1.Definisi etiket. Hubungan Etika dengan Manusia. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis.

Wajar saja. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. yang telah diberikan karunia berupa akal. namun maknanya tidak mirip sama sekali. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. Di berbagai kesempatan. nilai atau . Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. Etika dan Etiket. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. Bahkan di beberapa perguruan tinggi. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. 2. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. Berbeda dengan kata etika. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. kata ini hampir mirip dengan etika. Dari segi ejaan. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. karena sedikitnya literatur. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖.

pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. rapih dalam berpakaian. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. Begitu pula dengan seorang koruptor. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. . maka saya dianggap melanggat etiket. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. berjas rapih. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. maka saya dianggap melanggar etiket. K. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. maka etiket tidak berlaku. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika.agama tertentu. berbicara sopan. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. mafia kasus. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. yaitu : 1. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. Sebagai contoh. 2. Lihatlah mereka. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia.

Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖. Pengertian Nilai. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. D. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. bermutu. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. menunjukkan kualitas. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. Etika bersifat absolut. sifatnya belum operasional. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. Nilai adalah sesuatu yang berharga. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. dan berguna bagi manusia. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. Etiket bersifat relatif. ―Jangan mencuri‖. Etika memandang manusia dari segi dalam. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . dari luar sangan sopan dan halus. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Nilai 1. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. 4. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. tapi di dalam penuh kebusukan. 3. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental.Etika selalu berlaku. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi.

dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.yang pantas. f.38) Nilai adalah hakekat suatu hal. M.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek. Pengertian Nilai Para Ahli. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat. nilai pengalaman pribadi semata. Driyarkara (1966. nilai identik dengan apa yang diinginkan. nilai merupakan sarana pelatihan kita.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. a concept . A. c. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang.berharga. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. Kuntjaraningrat (1992:26) . a. 2. e. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. g. etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. b.W. about what some one think is important in life) h.Z. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia. (Value is any idea. nilai ide platonic esensi.

benar dan adil l. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. varying in importance. melampaui situasi spesifik. 1973 hal. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. suatu keyakinan. benar salah. dorongan dan cegahan. o. i. ukuran baik buruk. (Rokeach. patuh tidak patuh. harapan dan penyesalan. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. 1994 hal.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. 1994 hal.” p. k. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. (Feather. (Schwartz. .” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1. M. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. adil tidak adil m.I. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. 2. John Dewey Value is any object of social interest j.” q. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal. pujian dan kecaman. 3. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states.

suatu keyakinan. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. serta 5. Schwartz. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. dan kejadiankejadian. 1994. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. individu. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. Sebagaimana terbentuknya. motif sosial (interaksi). ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. stimulation. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. 1994. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. achievement. Mayton II & Ball-Rokeach. self-direction). 1985). masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. Jadi. Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. b. dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. 1987). 1973. 1994). Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. Rokeach. . agama.4. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. hedonism. security). dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. yaitu: a. 1973). tradition. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. Grube. Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. atau kedua-duanya (universalism. yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya.

dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. exciting life.1973). Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. 2. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. 3. . ambitious. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. yaitu : 1. Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. Schwartz (1992. enjoying life. preserving my public image dan social recognition. 1985). authority. yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. wealth. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. 4. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. varied life. influential. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. capable. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. tantangan dalam hidup.

mencipta. inner harmony.5. menyelidiki. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. dan penerimaan terhadap kebiasaan. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. equality. Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. 9. 6. atau agama. adat istiadat. true friendship. komitmen. devout. honest. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. accepting my portion in life. independent. responsible. loyal. dan norma bertingkah laku. Nilai khusus yang . Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. tradisi. 8. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. mature love. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. freedom. wisdom. forgiving. 7. toleransi. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. moderate. memahami orang lain. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. respect for tradition. social justice. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. curious. seperti memilih. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. choosing own goals. keyakinan. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim.

hubungan antar manusia. family security. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. harmoni. obedient. Tipe nilai self-direction dan universalism. Misalnya. dan diri sendiri. Tipe nilai power dan achievement. Tipe nilai achievement dan hedonism. Tipe nilai stimulation dan self-direction. Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. honoring parents and elders. Struktur Hubungan Nilai. Sebaliknya. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. praktis. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. Tipe nilai hedonism dan stimulation. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. dan stabilitas masyarakat. yaitu individual dan kolektif. healthy. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. 3. sense of belonging. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. 10. self discipline. social order.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. reciprocation of favors. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. clean. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. Selain adanya 10 tipe nilai ini. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security. asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis.

keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. dan perlindungan terhadap stabilitas. . Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. Tipe nilai universalism dan benevolence. Tipe nilai security dan power. ketaatan terhadap aturan tradisional. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. Tipe nilai conformity dan security. Tipe nilai benevolence dan conformity. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada. yaitu : 1.keragaman dari hakekat kehidupan 6. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. dan security. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. Tipe nilai conformity dan tradition. Tipe nilai benevolence dan tradition. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. tradition. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Tipe nilai tradition dan security. 2. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity.

Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. 1994). Nilai sebagai standar (Rokeach. Rokeach. 1994). terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. yang bisa diprotes dan dibantah. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. selain tuntutan sosial (Feather. sikap. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. d. 1994). 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. 1994. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. nilai adalah keyakinan (Rokeach. 1992. 1973.4. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. 1994). c. Schwartz. Grube dkk. Schwartz. 1994). 1973. 1995. Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. Schwartz. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach. Fungsi Nilai. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. 1973. Schwartz. 1994. 1973. 1992. b. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. memberitahu individu akan keyakinan. bisa dipengaruhi dan diubah. Feather. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. 1994). 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. .. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather.

tingkah laku seksual) kurang baik. Sejalan dengan hal ini. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. Verkasalo. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. Rokeach value survey. Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. stimulation. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. 1973). yaitu pada tipe nilai hedonism. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Robinson dkk. self-direction. achievement dan power. b. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a. Schwartz. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. 5. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. Pengukuran Nilai. (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. . Schwartz value survey).Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. dalam konsep Rokeach. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis.

Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Norma Agama b. Norma 1. Pengertian Norma. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. Norma Hukum 2. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku. dapat menggambarkan nilai-nilainya. orang tersebut cenderung melanggar . Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. d. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. diantaranya adalah faktor pendidikan. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. Norma Kebiasaan (Habit) e. Norma terdiri dari beberapa macam. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. itu dikarenakan beberapa faktor. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. nilainya yang dominan akan teraktivasi. a. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. ekonomi dan lain-lain. c. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. tertib dan sentosa. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. antara lain yaitu : a. E. Norma Kesopanan d. Jadi. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma Kesusilaan c. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang.

tata krama atau adat istiadat. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. b. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. kepatutan. 5) ―Kamu jangan menipu‖. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. c. . Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya.norma-norma agama. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. 4) ―Kamu harus beribadah‖. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat.

Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. doktrin. diwajibkan mengganti kerugian‖. yaitu kekuasaan negara. sanksinya berupa ancaman hukuman. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). kebiasaan. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. e. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. misalnya jual beli. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. dan agama. hamil atau membawa bayi‖. . Kegiatan melakukan acara selamatan. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. bus dan lain-lain. terutama wanita yang tua. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. 3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. yurisprudensi. d.

b. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. tetapi diterima sebagai norma pengatur. Jika cara itu dilakukan. 3. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. Norma dari Sudut Pandang Umum. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. tetapi sekadar celaan. c.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. Anggota masyarakat yang . sikap. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). Tata kelakuan. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. norma dapat dibedakan sebagai berikut. a. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. Misalnya. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. Dalam suatu masyarakat. atau ejekan. Misalnya. d. cemoohan. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. Misalnya. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya.

Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. orang yang melakukan pelanggaran. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. . Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. tentram dan damai tanpa gangguan. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Jika terjadi perceraian. Misalnya. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Oleh karena itu. lingkungan sekolah. hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik.

6. Achievement 3. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. Universalism 7. menunjukkan kualitas. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. . Hedonism 4. isi. dan berguna bagi manusia. 4. Nilai adalah sesuatu yang berharga. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. bermutu. Power 2. 5. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. Stimulation 5. Tradition 9. Self-direction 6. yaitu : 1. tentang hak dan kewajiban moral. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. dan sebagainya tentang barang itu. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Conformity 10. Security. Schwartz (1992.RANGKUMAN 1. ketaatan terhadap aturan tradisional. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Benevolence 8. 2. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku.

11. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum. (3) Fungsi LATIHAN 1. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. Norma Kesusilaan. jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. Norma Kesopanan. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. tertib dan sentosa. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2. Norma Agama.7. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia.

Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. norma. dan mereka tidak merasa menyesal. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. etika dan etikaet. Dari masalah nilai.

ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. atau bahkan menggunakan. Mereka. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. membaca. Memahami pengertian etika profesi 2. Demikian pula.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. misalnya. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. terus 4 . Dampak langsungnya. terus berkembang. istilah etika di berbagai kesempatan. misalnya. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi. Sejumlah pengamat. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. dan penyelenggara lainnya. Etika Kita sering mendengar. Memahami urgensi etika profesi 3. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal.

Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. 2. menciptakan. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Mengingat begitu pentingnya etika. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. 5 . Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis.Dalam dunia bisnis atau profesinal. Pengacara. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu.berkembang dan semakin meningkat. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. mencakup sifat manusia. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas.

Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. Tegasnya. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. d. Kedua. keamanan. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. e. tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. b. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 3. profesi memnag suatu pekerjaan. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. lebih dari sekedar pekerjaan. c. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. kerenanya. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. Istilah profesi dalam bab ini. seorang pencopet. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. Selain itu. kelangsungan hidup dan sebagainya. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. 6 . Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. sebagaimana dapat kita pahami nanti. Karena nilai-nilai moral ini. Pertama. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. bukanlah seorang profesional. Adanya pengetahuan khusus. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.

juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. 1994: 6-7). 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Etika profesi 7 . dan karenanya. Pengertian Etika Profesi. mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula. 4. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. dalam hal ini adalah kode etik. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. 8) Menentukan standarnya sendiri. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. Mengingat makna profesi dan profesional itu. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai.

8 . dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. dalam kaitannya dengan profesi. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. Namun demikian. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. Sebagai bidang etika terapan. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati.merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Dengan demikian. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

yang membedakannya dari pekerja non-profesional. pengetahuan. Menurut UU no. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. 9 . dan akuntan. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. Misalnya. atau sebaliknya. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. pengacara. tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan.kekuasaan atau keahlian. 5. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. dan hubungan dengan klien. Kode etik . penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. misalnya untuk menjamin suatu berita. 8 (pokok-pokok kepegawaian). meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. Kode Etik Profesi Kode. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. pengalaman. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. Namun demikian tetap perlu diingat.

Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. pemikiran etis tidak berhenti. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial).Tetapi setelah kode etik ada. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu.b. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. Salah satu contoh tertua adalah . Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. c. 10 . karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. SUMPAH HIPOKRATES.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. yaitu profesi. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. Dengan membuat kode etik.

Kode etik ini lebih memperjelas. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. b. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. 11 . Namun demikian. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Sanksi moral b. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya.

Menentukan baku standarnya sendiri. kebiasaan. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. j. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e.c. kebudayaan. Hal ini disebabkan perbedaan adat. dan masyarakat pada umumnya b. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . h. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. i. B. institusi. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c. Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. 6.

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. tenang. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita .Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini. protokoler dan lain-lain. tata krama.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. bukan kepatuhan membuta.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan. dalam bahasa yang baik.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. tentram. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya.Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional. yang tidak dipaksakan dari luar. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 . Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. tanpa catatan.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Selanjutnya. lengkap.manusia bergaul. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.

Otonomi.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. Keadilan. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. c. Tanggung jawab. C. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. b. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto. Prinsip-Prinsip Etika Profesi. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. Tanpa etika profesi. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. d. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. 1999). Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. sesama profesi sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. 14 . Prinsip integritas moral yang tinggi. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. a. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). c. pegawai. menghormati kepercayaan publik. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. atau segolongan orang saja. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. 3. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. b. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. pemberi kerja. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. Peranan Etika Dalam Profesi.2. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. pemberi kredit. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. Dengan nilai-nilai etika tersebut. investor. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. yaitu masyarakat profesional. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. dunia bisnis dan keuangan. pemerintah.

Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. d. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. adalah pada perbuatan baik atau jahat. Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian . Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. susila atau tidak susila. 4.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e. bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . a. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya.Budi tumbuhnya dalam jiwa. b. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. c.

pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. dan cara mencapainya juga terlihat baik. d. Tujuannya tidak baik. Tujuan baik.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. ketidakjujuran. cara mencapainya kelihatannya baik. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . Berdasarkan sistematika di atas. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. dan cara mencapainya juga tidak baik. Tingkat pertama. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. favoritisme. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. dari semasih berupa angan-angan. pemborosan dan penggelapan dana. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Tujuannya yang tidak baik. niat. Burhanuddin Salam. niat hati. pengabaian atau pelanggaran hukum. kemauan. wil. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. c. dan kegagalan dalam berinisiatif.perbuatan namanya pekerti. D. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. yaitu pekerti. cita-cita.16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. c. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. Tingkat ketiga. jadi masih berupa rencana dalam hati. b. seperti dalam buku Kusmanadji (2004. perilaku tercela. Drs. menutupnutupi kesalahan. Jadi suatu budi pekerti. Tingkat kedua. semasih belum lahir menjadi perbuatan. akibat atau hasil perbuatan tersebut. yaitu baik atau buruk. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. perlakuan tidak adil. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1. b. Tujuannya baik. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.

Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi. Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria. Sebagi contoh. 18 . Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan.Dalam banyak hal. seorang atasan dalam suatu instansi.―imbalan‖. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up). Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut.Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai . misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi.Selain itu.Dalam hal ini.Dalam hal ini. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan. tetapi hukum yang berlaku. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi. Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif.maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan.

penerimaan suap atau uang pelican. Dengan definisi yang luas tersebut. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia.2. Namun dari sudut pandang etika. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. Dengan perkataan lain.16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. posisi. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara.Jadi.Oleh sebab itu. Dalam bukunya Kusmanadji (2004.Secara ekonomi dan politik. walaupun banyak pihak yang masih skeptic. pemungutan liar 19 . maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). Korupsi. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. jika bukan pengkhianatan. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum.Terakhir. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya. lembaga independen anti korupsi. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya.

objektivitas. menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. memperkaya diri sendiri. 3/1971 yang diubah dengan UU NO. karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. orang lain atau korporasi. Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. 31/1999). Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. mangkir kerja. orang lain atau korporasi. Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. dan legalitas. datang terlambat di kantor. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan.(tidak sah). karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan). Menguntungkan diri sendiri c. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. Demikian pula. Melawan hukum b. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. keadilan. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. kesempatan. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . Dengan kriteria tersebut. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. Jadi. menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall.

tanggung jawab. dan kejujuran. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana. jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. masayrakat dan atau negara. kolusi. bangsa. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan. 21 .Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No. kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik.Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. Kolusi . diidentifikasi dan dikelola. Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi. 3. sehingga perlu didefinisikan.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. dan nepotisme (KKN). Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest).16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi. efisiensi. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi. Secara historis. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara. seperti loyalitas. dan negara.Dlam konteks birokrasi publik. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi.

b. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi. Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. imparsialitas. mekanisme pasar. hubungan pribadi. perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pada definisi benturan kepentingan ini. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. 22 . atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. Jadi kepentingan pribadi apa pun. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan.Secara sederhana dan pragmatis.Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. Seperti halnya pada definisi korupsi. Mendistorsi aturan hukum. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan.. dan alokasi sumberdaya publik. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan.

b. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 .Skema ini akhirnya terurai. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal. Karenanya.Namun setelah dua tahun penyelidikan. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta. a. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002. Sementara itu.Akhirnya. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999. Lembaga ini bekerja seperti bank. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA. pejabat puncak menerima gaji. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi.4.

diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. Akibatnya.SEC juga menuduh Arthur Andersen. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab.Pada 2001. seperti pendapatan ―cookie jar‖. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron.4 miliar dari Waste Management. Andersen mampu membuat 80 persen 24 . Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya. salah satu klien terbesar Andersen. Enron Bulan Oktober 2001. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. c. recording revenue on contingent sales. Menurut SEC. Hasilnya. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. d. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Agustus 2002. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Dengan Enron. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖.

Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. memiliki penyimpangan sebesar $3. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. Namun.Dalam sebulan. Berita segera muncul ketika WorldCom. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi.Dia menginstruksikan David Duncan. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron. Atas kasus itu. Nancy Temple.9 miliar. Pada Juni 2005. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. klien terbesar Andersen. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. 5. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan. Enron bangkrut. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . e. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada.

dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan. Dalam kasus Enron misalnya. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. b. diantaranya: a. 26 . Arthur Andersen. 6. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. Adanya penyesatan informasi. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. namun mutu dan independensi audit dikorbankan. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan. b. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. c. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis.

agar hasilnya bisa memuaskan. pelaporan. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen.Akibatnya. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. d. Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. 7. Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. e. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. 27 . tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan.c. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. Dengan adanya tindakan ini . Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas.

controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. Untuk menjamin independensi auditor. Selain itu. Sebagai tambahan. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. diantaranya: a. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. d. chief accounting officer. e. b. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. 28 . menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. c. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. CFO. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. yaitu jika tidak ada.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut.

dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. etika.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. akhlak. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 . publik dan karyawan sendiri.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. klien. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. perilaku. tidak jujur. dan lemahnya pengendalian. dan lain sebagainya. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega. karakter moral yang rendah. dominasi kepercayaan. Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran.

4) Pelecehan seksual dan sebagainya. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya. Irwanto PhD. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. Cibitung.Akibatnya. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. peneliti dari Universitas Atmajaya.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis.Namun. kegagalan. kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. kelalaian. 30 . Bekasi. baik secara profesi maupun hukum. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik. Di republik ini. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter.bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. atau kecelakaan. Rabu (25/8) lalu. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR. Jakarta. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ). bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. Dalam kasus malapraktik dokter. Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. dokter selalu berada di pihak yang benar. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP.

Artinya.Mestinya. penguatan lembaga penegakan etik profesi.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 . tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir. seseorang dapat dikenai pidana. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata. Menurut Menkes. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan. Sayang.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris.Apakah harus dipidana. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates.‖Walaupun belum ada standar.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia.Jika terbukti adanya malpraktik. Akan tetapi.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi. bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu.

Jika bersifat pidana. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru.Jenisnya juga dapat beragam. Seorang patolog. misalnya sekali-sekali atau sering. atau tindakan seperti operasi. namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien. tidak serius dan serius (termasuk kematian).Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan. ‖ Jadi. ahli bedah. kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar. Mengutip Atul Gawande.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . serta dicegah atau tidak. ‖ ujar Kamri A.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP. lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar. 33 persen dari serangan jantung. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori. data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal. Prof Iwan Darmansjah.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik. Goerge Lundbreg.‖ papar ahli Kesehatan.Karena itu. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. seperti kesalahan dalam diagnostik. dalam complications.implikasi publik alias tindakan pidana umum. pengobatan. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible). di Journal of the American Medical Association melaporkan.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien.Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. Selain itu.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan.

tampak dan potensial! 33 . termasuk dalam profesi kedokteran. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. Kalau tidak.Sebagai dampak perubahan yang semakin global. perlu dilindungi dari perilaku. yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah.kedokteran Indonesia. Fellina Azzahrapasien). SOAL-SOAL 1. Apa perbedaan benturan kepentingan aktual. dan korban lain yang mati sekalipun. individualistik.Dalam perkembangannya. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2.Akibatnya. Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter. tampak dan potensial? 5. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. materialistik. dan hedonistik. kasus Irwanto.

yaitu: 1. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. 2. 2. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling .BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. Memahami urgensi etika bisnis 3. Memahami pengertian etika bisnis 2. Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). (etika dalam berbisnis). Menurut Zimmerer. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan.

3. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. tidak lekas tersinggung. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. kontak sosial. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. menimbulkan rasa saling menghargai. Menanamkan. yaitu : 1. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. toleran. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. Menurut K. pelanggan. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. hak-hak dan kewajiban. tapi masih lemah dan ragu. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. yaitu disatu pihak. Etika bisnis menyangkut moral. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Bertens. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. 2. Disisi lain. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. kreditur. kontrol diri. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 . kekayaan.menghormati. Dalam etika sebagai ilmu. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. meningkatkan efisiensi kerja. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. tidak menyalahgunakan kedudukan. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi.

adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. Suap menerima (Bribery). Bila studi etika telah membuka mata. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. 36 . 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. Penipuan (Deception). maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. atau agama. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. pemecatan. batasan. atau penolakan industri terhadap seorang individu. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. Selain itu. 2.boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. kewarganegaraan. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. Paksaan (Coercion). Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. 5. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). 3. adalah tekanan. dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. memberi. jenis kelamin. tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. Pencurian (Theft). tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. 4. adalah tindakan memperdaya. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman.

Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Kalau sudah demikian. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. Sebagai bagian dari masyarakat. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Von der Embse dan R. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Tindakan mark up. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini.A. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan.B. Bahkan. ingkar janji. Oleh karena itu. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. Pasalnya. makin hari semakin meningkat. yaitu: 1. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi. dalam 37 .

Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. b. Namun. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. 2) Prinsip Keadilan. antara lain: 1) Prinsip Hak. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain.dan kesamaan. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. 3. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. kejujuran.bertindak. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. 2. Keadilan distributive. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Benefit terdiri dari 38 .

(ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya. 39 . c. Sementara itu. misalnya kehilangan nyawa manusia. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. c). b).pendapatan. pajak dan kewajiban social. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. d. pelayanan dan barang penebus kerugian. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. Beban terdiri dari tugas kerja. pendidikan dan waktu luang. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. kesejahteraan. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. Keadilan retributive. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. dan lain-lain. Contohnya. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. baik internal maupun eksternal perusahaan. pekerjaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. pelayanan yang sama kepada konsumen. Keadilan kompensatoris. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. b.

Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. Pada akhirnya. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis. tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. b. Hal ini jelas keliru. Misalnya. Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan.e. entah melalui gambar maupun tulisan. sekretaris dan lain-lain. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Simpatik Kelolalah emosi. Misalnya. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. e. c. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. Apalagi. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. d. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. 40 . Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. seperti karyawan. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing.

Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. 2. kesehatan. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. Jadi. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. Pengendalian Diri Artinya. terutama dalam hal pendidikan. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. Lakukan dengan Cara yang Baik. pemberian latihan keterampilan. 3. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. Lebih Baik. dll.f. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. Artinya. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Di samping itu. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. melainkan lebih kompleks lagi. Perhatikan juga norma.

4. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. Untuk itu. 7. dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. Koneksi. 8. 6. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.teknologi. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . Menghindari Sifat 5K (Katabelece. 5. Kolusi. Kongkalikong.

Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. yaitu: 1. sementara ada ‗oknum‘. Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. dan sistem-sistem sosial lainnya. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. 11. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. C. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. 2. jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. hukum. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. 9. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. politik. 10. 43 . Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut.

Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. Memasukkan gatra nilai etis 44 . guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka.3. perampokan bank oleh para konglomerat. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). dilatari oleh sebuah paradigma klasik. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a. penindasan tenaga kerja. penipuan. Di Indonesia. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. Dalam ungkapan Theodore Levitt. Bahkan. 1. pengrusakan lingkungan. adalah sesuatu yang mereka inginkan. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. korupsi. Kolusi. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. Manajemen beretika. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. penimbunan barang. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). monopoli.

b. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. Bukan hanya melanggar etika bisnis. Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain. prinsip ekonomi. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. Padahal. Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial. belum lagi pembajakan film dan buku.Penampilan. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. c. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. sikap. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. usia dan latar belakang etnis 45 . kepribadian. menurut kalangan ekonom seperti di atas. menurut mereka.

terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. Dorongan tidak selalu datang dari luar. d. paling tidak semenjak jaman modern. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Melalui pendekatan etika ini. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini.Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. karsa dan karya. Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. Dalam kegiatan praktis. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. Pada umumnya.

kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. Sebaliknya. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. diperlukan suatu landasan yang kokoh.Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. karena berkilat belum tentu emas. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. a. Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. Artinya. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. organisasi yang baik. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi. 47 .

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. larangan beroperasi. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. Tindakan yang tidak etis. misalnya melalui gerakan pemboikotan. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja. TELKOM dan PT. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. larangan beredar. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT.

sesuai dengan hukum yang berlaku (legal).serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar. keputusan presiden. 49 . dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. peraturan perusahaan. Corporate Social Responsibility. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. perusahaan. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. industri dan juga masyarakat. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. dan hak asasi manusia. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. Jadi. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. dan sebagainya. dan lain sebagainya. seperti bagaimana melakukan bisnis. Decent Works. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. lingkungan alam. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. ISO (International Organization for Standarization). b. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. peraturan pemerintah. Etika. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness).

Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. kepercayaan. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. Kalau sudah demikian. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Entah disengaja atau tidak. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. persamaan. emosi atau religiusitas. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. perusahaan ritel. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. Pada tingkat individu. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. Pada tingkat sistem. Pada tingkat organisasi. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. Tindakan mark up. ingkar janji. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. kesetiaan. dan sistem. organisasi. bahkan cenderung membohongi publik. misalnya toleransi. makin hari semakin meningkat. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli.Menurut Dawam Rahardjo. baik sebagai penguasa maupun manajer. Salah satunya adalah melalui iklan. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Realitasnya. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya.

atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu. mempromosikan. jaminan. dan perusahaan penerbangan. Dari sisi legal formal. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. kejujuran. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. Sementara itu.000. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu. kartu kredit. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. atau diiklankan. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. mempromosikan. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. seperti pelayanan yang baik dan ramah. 500. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik. Pengabaian etika bisnis akan 51 . bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. produk dan layanan telepon seluler. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. kondisi. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan.-. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. Selain itu. tanggungan. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa. dipromosikan.000. Menurut etika formal dan informal. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut.

Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. Kedua. tidak saja pada masyarakat. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan. c. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis. sesuai dengan prinsip etika bisnis. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. termasuk dalam penentuan tarif sms. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Seharusnya. prinsip otonomi. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. Maksudnya masing. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Dalam kasus kartel ini. 52 . tidak memiliki prinsip otonomi yang baik. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. Konsumen merasa. Baik dalam hal mutu produk. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. Yang pertama. jika dicermati. Ketiga. harga produk. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya.membawa kerugian.

prinsip integritas moral. tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Keputusan. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan.Keempat. tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan. Kelima. 53 . Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan.keputusan itu. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. Jika pelaku bisnis. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar. maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya.

Simpatik. 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery). Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. Prinsip Kejujuran. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach). pencurian (theft). Lebih Baik. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination). Keadilan. Rendah Hati.RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. 3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. atau Dipandang Baik. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Prinsip Keadilan. dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran. paksaan (coercion). .A. penipuan (deception). Prinsip Tidak Berniat Jahat.

RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. (2) organisasi. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. yaitu: (1) sistemik. memelihara kesepakatan. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. menghindari sifat 5K (katabelece. politik. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. mempertahankan jati diri. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. menciptakan persaingan yang sehat. mampu menyatakan yang benar itu benar. kongkalikong. dan sistem-sistem sosial lainnya. hukum. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. dan (3) individu. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. kolusi dan komisi). dan menuangkan ke dalam hukum positif. koneksi.

Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 . Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. dan keadilan. meso dan makro. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. antara lain meliputi future transaction.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan. yaitu utilitarian. Diversifikasi usaha tersebut. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. hak individu. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas.

Eropa.) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron. Dedi Kusmayadi. Enron. SE.Si. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 .2 milyar. termasuk wakil presiden Amerika Serikat.. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. M. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. mulai dari Amerika.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr. sampai ke Asia.

Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Begitu juga dalam sebuah organisasi. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. Etiket dan Kepemimpinan 1. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. A. dan hubungan antara atasan ke bawahan. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang. walaupun memiliki persamaan. hubungan bawahan ke atasan. 58 . selain aturan tertulis. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. masyarakat atau bernegara.

Etiket adalah menetapkan cara. dalam buku berjudul Etika. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.Etiket bersifat relatif. b. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan. cara bersalaman. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. Etika bersifat absolut. seperti cara berpakaian (tata busana). jika ada orang lain yang hadir.Menurut K. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. Bertens. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. Etika adalah nurani (bathiniah). 2. Etika berlakunya. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan.Etiket hanya berlaku. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. cara duduk. bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. Etika adalah niat. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. Etiket adalah formalitas (lahiriah). kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. tata krama dalam pergaulan formal. Definisi etiket. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. 1994. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. d.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. sopan santun. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.selain ada persamaannya. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. c. menurut para pakar ada beberapa pengertian. 59 . cara berbicara. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.

yaitu respek. berasal dari kultur berbeda. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. Irving R. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. empati dan kejujuran. tidak berubah. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. Massarik). Terdapat tiga prinsip dalam etiket. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. 1. Tannenbaum. B. Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. Respek Respek berarti menghargai orang lain. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. seperti a. Tidak peduli mereka berbeda. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. F. O'Donnell) c. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. bersifat universal. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. dan tak terbatas waktu dan tempat.Koontz dan C. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. atau keyakinan berbeda. organisasi ke organisasi lain.

Sebelum bertindak atau berucap. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. kamu harus berpikir dulu. kekurangan. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. 3. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain. kesamaan dan perbedaan yang ada. dewasa dan manusiawi. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. 2. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. apa pengaruhnya bagi orang lain. Apakah akan membuatmu senang atau berang. kalau sudah selesai terus mencuci 61 . akan membuat seseorang terlihat bijaksana. Misalnya dalam makan. etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. atau apabila terpaksa. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita.setiap orang dengan kelebihan. Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. Pikirkan dulu. a. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar.

c. Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada. mengakui 62 . Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan.. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a. d. makan dengan tangan kanan. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya.Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). f.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future. C. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut. makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan.b. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction). Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi.

Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a). baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting. dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. hukum. Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta. metafisika. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi.ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. Hart. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 . maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika.pengkhutbah atau seorang orator. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas.politik. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan.Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya.

kolusi dan korupsi dapat dibendung. Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi. semuanya sama dalam kaca mata undang-undang. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum. terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. tenang tanpa halhal yang istimewa.kawanmaupun lawan. 64 . demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa.

. Sebagai kitab ajaran." (HR.. kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan.. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat. saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita. Muslim). 2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin.Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. 65 . Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan. serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik.Sebagai buku. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini.

maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. b. Kesabaran. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. c. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. kata Blanchard dan Peale. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan. menolong kita untuk 66 . ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik.

Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. D. menurut Blanchard dan Peale. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. Misalnya. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. Menurut mereka yang tidak setuju. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. Seorang pemimpin etik. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. berbicara yang tidak pantas di depan publik. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). Namun. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. Contoh kasus. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. e. Jika memnag demikian. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. saling mencerca dan mencaci maki.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. namun tidak masuk 67 . Misalnya. berperilakulah dengan teguh. Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. d.

Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. korupsi. Oleh karena itu. Dalam hal ini. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. Verkuyl. tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. etika kepemimpinan sangatlah penting. atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. misalnya lingkungan hidup. Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. 65. kemiskinan. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. kekejaman. dan ketidakadilan. Dalam suatu organisasi. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. 68 . Jadi. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. Secara umum. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. Bertens. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika. 53). sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. 31). Lain halnya dengan etiket. etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya.dalam ranah etika.

yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. pelayanan. Di samping memiliki hati nurani yang baik. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. dan kebaikan sebagai etika keutamaan. Di samping etika keutamaan. Di sini. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. 51-52). tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. Artinya. 54-56). Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. baik dan buruk. mana yang benar dan mana yang salah. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik. apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). 69 . Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. ada pula etika kewajiban. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia.

Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan.Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. Di sini. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. dewan direksi. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma. 70 . Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin.  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. pengetahuan dan komunikasi efektif. maupun para investor. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. tetapi juga perlu pembentukan watak. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. pelayanan pelanggan yang berkualitas. Dalam hal ini. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. dan pengiriman yang berkualitas. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. yaitu produk yang berkualitas. Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. baik untuk CEO. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin.

Menurut seorang pakar kepemimpinan. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. Di Amerika.mengendalikan. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 . dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice.  Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut. memecahkan masalah.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat. Sementara itu. Sayangnya. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. Peter Block.

misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. E. bukan untuk melayani diri mereka sendiri. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. tantangan atau masalah-masalah. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. dan para pemegang saham. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan. Tidak ada orang yang 72 . Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. pelanggan.individu daripada talenta/kemampuannya. dewan direksi. Secara normal. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. Bagaimanapun ketika. pelanggan. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh.

1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . bertindak dan merespon.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. Gambar 3. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. sehat dan bahagia. kita dapat mengidentifikasi karakter dia. karena dari cara dia berbicara. A. dan kuat. utuh. Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. Covey. 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang.

Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. Apa pun situasinya. hubungan. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. dan memilih untuk tidak menjadi korban. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. baik besar maupun kecil. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek.Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. Covey) Habit 1 . Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. untuk tidak menjadi reaktif. keluarga. pribadi atau antarpribadi. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai. 74 . Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. Habit 2 – Start from the End Individu. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja.

… atau lebih banyak lagi. 111. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy. baru kemudian berusaha dipahami. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. 75 . bekerja dengan kekuatan tersebut. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. cara Anda. bukan ―aku‖. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. 11. dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. berusaha memahami dulu. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. menghargai.

mental. 2. 76 . Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4). Kebiasaan 7. saling memahami (Kebiasaan 5). Mengasah Gergaji. Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. hati. yang sosial/emosional. Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. pikiran. dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita.Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. dan spiritual. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. dan jiwa. Tabel 3.

Kedua. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. wewenang moral. Covey) A. integritas. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. Anda sama sekali tak akan berhasil. dan masyarakat. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah.Sumber: The 8th Habit (Stephen R. memiliki tujuan. prinsip-prinsip itu bersifat universal. saling menghormati. 77 . Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. komunitas. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. kerja sama kreatif. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu. Artinya. saling memahami. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya. Ketiga. termasuk keluarga.

" kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. sebuah cara berpikir. dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. 2. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. tetapi juga sebuah paradigma. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1. adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. sosial. atau lingkungan. dan baru 78 . dan bukan sekadar determinasi genetik. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi. Memulai dengan Tujuan Akhir. pertama secara mental. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. Kebiasaan 2. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji. B." Inilah kekuatan dari pilihan. Kebiasaan 1. Menjadi Proaktif. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan.Gambar 3.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. fisik.

Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. pembelajaran. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian)." Kebiasaan 4. dan 6—Berpikir Menang-Menang. gairah. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami. dan menghargai perbedaan. disiplin. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut." Ini adalah kekuatan fokus." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih. 79 .kemudian secara fisik. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. 5. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen. C. tindakan. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas. dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi.

Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. Stephen R.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. Sebagai contoh. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju.Gambar 3. lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. namun alamiah. pengaruh tim dan organisasi Anda. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda. Dan ternyata. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. bukan pada metode. Kendati demikian. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. apa pun posisinya. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior." Keempat peran ini adalah untuk semua orang. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. Dave Ulrich (Universitas Michigan). Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . untuk memenuhi tugas mereka. Jack Zenger.

peran-peran ini tampaknya berurutan. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus. Kendati demikian. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. dan memberikan konsultasi. Tetapi dari sisi lain. Dari satu sisi. pengamatan. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. Gambar 3. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia. mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran. Covey) D. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. 81 . peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini.

tak beraturan. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal. Dengan kata lain. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. kontribusi. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. dan tergantung pada suasana hatinya. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas. Anda akan melihat mengapa. Sebagai contoh.Stephen R. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. yang seperti juga dunia bisnis. tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji.

dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. Dengan mengingat adanya urutan ini. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. tim. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. Dan yang paling akhir. era kelima dari peradaban. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. individu. dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama.

Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. O'Donnell 3. Untuk keperluan itu. seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. sebutkan? 10. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1.Koontz dan C. Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 . Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5.

12. dsb.yayasan. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Etiket : Tata cara (adat sopan santun. Kontak. 85 . Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. ujud. Globalisasi : cerdas. kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. Etika : Satuan yang berwujud. 11. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. Ahli (kepandaian). 4. Hubungan. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). Direksi : Orang yang mahir. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. 6. 10. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. fathonah 8.GLOSARIUM 1. Entitas 5. Amanah 3. organisasi sosial. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. Kolaborasi 13. 2. paguyuban. 7. paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. 9. bank. Investor menanamkan keuntungan. Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. 14. Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

16.15. organisasi. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. partai politik. dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. 18. dsb. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. : Menyampaikan 86 . 17. Sidiq 19. mencolok. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. Standar 21. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). Penasihat menasihati. 20.

com/My-Category/Pengertian-Etiket17645. 1994 http://pribumibrebes.html http://www.blogspot.html http://www.scribd. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 .R.lintau.com/2010/11/pengertiankepemimpinan.R.co.DAFTAR PUSAKA Covey. Stephen. Stephen.cc/2008/06/etika-kepemimpinan. Binarupa Aksara.html http://wawan-junaidi. The 8th Habit Covey.kabarku.

Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. Dengan cara sederhana kita dapat.Etika berkaitan dengan perilaku normal. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. Netralitas PNS A.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika. setiap jam.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . Pengertian pelayanan publik 2. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak. etika adalah salah satu cabang filsafat. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya. Etika berkaitan dengan karya. atau setiap hari. apa hak kita dan apa hak orang lain. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. kinerja atau prestasi. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain.

Dengan demikian. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri.Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik. seperti halnya etika bisnis.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.Jadi. etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. Sesuai dengan pengertian tersebut. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. nilai-nilai. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. bangsa dan Negara.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut.Oleh sebab itu.Jelasnya. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna . etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip.Dalam kenyataannya.Dengan demikian.

yaitu pertama. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. produktivitas dan efektivitas. kesamaan afiliasi politik.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. sektor publik. etnis. 5. keadilan dan sebagainya. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. 3. 2. efisien dan efektif. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. Seperti halnya di sektor bisnis. Dalam pelayanan publik. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. 4. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik. integritas berarti bahwa : 1. besarnya diskriminasi pelayanan. 1. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. B. Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. termasuk sektor publik (pemerintahan). Ada beberapa alasan. seperti sektor bisnis. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. yaitu profesionalisme dan etika.Secara khusus. Dengan perkataan lain. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. dan agama. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang . Sumber daya publik digunakan secara tepat. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. baik normatif maupun objektif. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. sepertiintegritas. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). objektivitas atau imparsialitas.

mulai masa orde baru hingga kini.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita.Prosedur pelayanan. bukannya diskriminasi. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan. misalnya. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat. Kedua. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi. Tidak hanya itu.Akibatnya. khususnya jawa. Di samping itu. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan.Dan ketiga. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik. .

Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh.Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya.Di awal tahun 1990-an. Bahkan di penghujung tahun 1980-an.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan. jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu. sehingga banyak narapidana menjadi bebas. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya". Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu. Artinya. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government.Kedua. pemerintahan milik .8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh).Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.

Ketiga. Artinya. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. organisasi sosial. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. tanggung jawabnya belum berakhir.Pemberdayaan masyarakat. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. Artinya. organisasi sosial. Pemberdayaan semacam .Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. kelompok-kelompok persaudaraan. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.Pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. Kedua. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik).rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani.Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.Oleh karena itu. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat.Oleh karena itu. kelompok-kelompok persaudaraan. Artinya. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya.

pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut. Dengan cara ini.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan. merangsang lebih banyak inovasi. keempat. Artinya. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya.para pelanggannya. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil. melaui survei pelanggan. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. Oleh karena itu. Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. Ketiga. sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. meski dalam situasi keuangan yang sulit.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. tanggung jawabnya belum berakhir. Artinya. . hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. yaitu keterbatasan akan keuangan. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.

membangun sistem air dan pembuangan air kotor. Dan prinsip yang ketujuh. Artinya. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. mereka mendanai lebih banyak polisi. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun.Misalnya.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah. untuk mencegah penyakit. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. dan pekerja publik relatif belum terdidik.kelima. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. pada saat teknologi masih primitif.Untuk menghadapi kejahatan. keenam. seperti berusaha mengontrol lingkungan. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika. .Misalnya. Kerjasama antara sektor pemerintah. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. untuk menghadapi sakit. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik.Untuk memerangi kebakaran. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas.Akan tetapi. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. Artinya. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik. Artinya. untuk mencegah kebakaran. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran. dan membuat peraturan bangunan. mereka mendanai perawatan kesehatan.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang.

c. Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. tanggung jawab.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. Pada dasarnya. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil. akuntabilitas. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik.Dengan demikian. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. efisien). peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. faster (kinerjanya cepat. Semangat nasionalisme d. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). b. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . Sementara itu. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. 2. kerahasiaan. transparansi. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. C. loyalitas. Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. . efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. seperti good governance dan profesionalisme. dan efisiensi.yaitu: a. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. legalitas dan kepatuhan.Oleh karena itu. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. antara lain. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor . integritas dan kejujuran. pengabdian (kepentingan publik).

2. agama. dan status ekonomi. Empati. . pengetahuan. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. 3. 4. Keandalan. Jaminan. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. kebutuhan. d. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). D. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. yaitu: 1. keramahtamahan. dan kepercayaan dan keyakinan. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. dan harapan masyarakat. gender. golongan.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. c. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. 5. yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan.b. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. Transparansi Bersifat terbuka. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. 6. e. ras. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. Kesiagaan atau ketanggapan. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan. listrik. Akuntabilitas 3. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 6. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang. Kondisional 4. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Namun sangat disayangkan. Keseimbangan hak dan kewajiban. pendidikan. air bersih dan sebagainya. Kesamaan Hak. Partisipatif 5.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. perumahan. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya. transfortasi. . Transparansi 2. E.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima.

8. tipe ideal birokrasi mencakup . Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. 4. Sementara itu. 12. UUD 1945.Kriteria Pelayanan Publik: 1. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2. Sopan. Hak ahli waris 7. 6. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1. 5. 3. sederhana. tersedia sarana dan prasarana pendukung. Perawatan kesehatan. 3. aman. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. akurat. Negara dan Pemerintah 2. Cuti. 7. Dan pensiun. mudah dijangkau. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. 9. 10. Menyimpan rahasia jabatan. ramah. 6. jelas. 5. 11. 2. menurut Weber. berdisiplin. Dan ruang kerja yang nyaman. kesadaran dan tanggung jawab 5. Tunjangan cacat. tepat waktu. 4. bertanggung jawab.

sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7. 2. 2. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). Pejabat diangkat karena profesional 6.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . Panca prasetya korpri A. uu no. Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. dan PP no. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9.1. kewenangan 5. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. 3. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8.dan samping. tugas. 8 th 1974 jo uu no. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. Namun. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian). Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. bawah.

b. Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. menjadi teladan dalam perilaku. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖.Sementara itu. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan. dan inovasi. e. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. c. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. secara pengembangan diri. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik.tinggi. mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. d. f. mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. memenuhi kepentingan warga Negara. percobaan. termasuk penelitian. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih.

kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. B. bersikap jujur. a) Menegakkan aturan hukum. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik. selalu memutakhirkan informasi. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. e) Memajukan demokrasi. kalau belum diuji atau dikaitkan .Karena itu. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik. d) Meningkatkan kinerja. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi. seperti kemanusiaan dan HAM. para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan. memberikan manfaat publik. memajukan kepentingan publik.a. pelaksana yang baik. c) Menjadi teladan. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. diskriminasi dan korupsi. Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. Dalam lingkungan pelayanan publik. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. Lebih dari itu. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis. dan tanggap.Selain itu.

etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. adat istiadat. keyakinan agama. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu. Pertama. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis. Bila ia didominasi oleh etika organisasi.dengan konsekuensinya.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita. budaya. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata.Misalnya. Kedua adalah etika profesi. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan . ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik. Hierarki Etika. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. dan pengalaman masa lalu.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. Dengan demikian.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan. Dan keempat. etika sosial.

yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. keramahan. Di Amerika Serikat. namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik. kejujuran. bekerja profesional. pengembangan profesionalisme. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. tokoh-tokoh karismatik. kreativitas. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik. menaruh perhatian. respek. Atau dengan kata lain. Dalam konteks ini. ketabahan.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi.Pendapat tersebut tidak salah. ―orang pintar‖.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam .Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. komunikasi terbuka dan transparansi. dsb. cepat tanggap. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik. dedikasi. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. C. kebenaran. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. etika moral Pancasila. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. kasih sayang. misalnya.

Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah. tapi tidak tepat dalam organisasi publik. D. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik. yang insentifnya tidak jelas.beretika.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman.Karena itu. Akibatnya.Kadang-kadang.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. . kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya. peluang dari pihak.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan. bahkan sering dikutuk perbuatannya. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres). Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada. dan nasibnya bisa menjadi terancam.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral. Oleh karena itu. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut. kalau perlu insentif khusus.

Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. 2. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan . Selain itu. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat.Kedua. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan. Stabilitas. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya. menjadi berkurang. meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah.Untuk mengemban tugas ini.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b. Ketiga.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d. netralitas PNS sangat diperlukan. c. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan.Pertama.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi.

dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. 43 Tahun 1999. seperti halnya bisnis. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. nilai-nilai. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. 7. Secara khusus. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. 6. dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. 4. 2. 1. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Oleh karena itu. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. 5. Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.

masyarakat pemerintahan. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. 10. kalancaran palaksanaan pelayanan. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. 13. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. secara khusus penting bagi akuntan profesional. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. 9. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). Dalam kaitan ini. melakukan fungsi manajemen pelayanan public. Sebagai calon pengawal . maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. Namun.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. 14. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. 12. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. 11.

2. 3. 4. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? . Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. 1. tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya. prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik. Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). Jika seorang pegawai negeri ceroboh.keuangan Negara.nan public yang semakin baik.

Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara. Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi .

DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. . Bisnis. Etika Profesi Akuntansi. 2005). Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. dan Pelayanan Publik.

Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. etos . ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. 2. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. Sejalan dengan waktu. atau budaya. group or institution. ide atau keyakinan suatu kelompok. guiding beliefs of a person. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. disposition hingga disimpulkan sebagai character. aspek-aspek etika kerja. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. 3. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. Dalam bahasa Inggris. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. nilai-nilai moral. the characteristic spirit. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. A. karakteristik rohani. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. S. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. to appear. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. kelompok atau suatu institusi.komunitas. 4. community or culture. yang kemudian menjadi ―etika‖. A. ideas or beliefs of a group. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja. moral values.

mode of expression. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni. suatu organisasi. bentuk ekspresi.diartikan dalam dua pemaknaan. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi.id). Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. adatistiadat 2. karakter. pekerjaan seni. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). nilai atau jiwa yang mendasari. Menurut Anoraga (1992). dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah. etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas. fundamental values or spirit. Menurutnya. morale with regard to the tasks at hand. work of art. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. or attitude peculiar to a specific people. yaitu: 1. budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. mempercayai. disposisi. menjadi prinsip-prinsip pergerakan. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. character. mores. the disposition. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. or the like.go. atau sejenisnya. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia.depkop. Dalam situs resmi kementerian KUKM. the governing or central principles in a movement. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. jika seseorang. Pada Webster's Online Dictionary. atau sikap khusus orang. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. Berdasarkan rumusan ini.

tekun. keyakinankeyakinan. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. kode etik. kreatif dan produktif. teliti. komitmen. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. integritas. terutama perilaku kerja. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. kode moral. disiplin. 3. yaitu: 1. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. entah pengusaha. dan standar-standar. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. A. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. kode perilaku. spirit dasar. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. Apa pun pekerjaan kita. 4. aspirasi-aspirasi. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. Mencetak prestasi dengan motivasi superior. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. 2. prinsip-prinsip. pegawai kantor. sikap-sikap. sampai . pikiran dasar. Kerja adalah rahmat.pada satu kesimpulan utama. rasional. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. karakteristik utama. kebiasaan (habit) dan budaya kerja.

―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. Meski kadang membuat kita lelah. Dia mengaku. . Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Kerja adalah seni. adalah rahmat dari Tuhan. semuanya bentuk aktualisasi diri. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. Kerja adalah ibadah. 4. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. Jadi. entah dokter. itu adalah sebuah kehormatan. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. 2. 6. 3. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. Apa pun pekerjaan kita. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. Kerja adalah amanah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. 5. ahli hukum. akuntan. menulis merupakan sebuah kehormatan. Baginya. 7. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. Jansen mencontohkan Edward V Appleton.buruh kasar sekalipun. Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Seremeh apa pun pekerjaan kita. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. seorang fisikawan peraih nobel. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. kita bisa berucap pada diri sendiri. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). Hasilnya. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. Kerja adalah aktualisasi. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah kehormatan. Semua adalah seni. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan.

8. bahkan penjaga mercusuar. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. 3. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. 3. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. 2004). Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. positif dan negatif. . Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. Apa pun pekerjaan kita. Kerja adalah Pelayanan. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. pedagang. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. 1. Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. polisi. 2. yaitu. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. 4. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. Menempatkan pandangan tentang kerja. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. 2. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. 5.

Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup. kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. yaitu: 1. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. 5. bekerja tekun sistematik. Dengan demikian. dan modernitas (Sinamo. sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958). berdisiplin tinggi. B. . Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas.3. berorientasi sukses (material). serta menabung dan berinvestasi. Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. tidak mengumbar kesenangan . Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. kemakmuran.namun hemat dan bersahaja (asketik). 4. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. 2005). Cara berpikir.

masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. etos kerja terkait dengan sikap mental. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. 2. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. Dharmika. Sosial Politik Soewarso. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. 1995) mengatakan bahwa sikap mental. disiplin dan semangat kerja. 3. Subagyo. Rahardjo. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. Namiartha.Menurut Rosmiani (1996). tekad. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. Usman Pelly (dalam Rahimah. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. KH. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. tekad. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain.

7. Suri dan Nasution. status. Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Dharmika. Ketika sebuah organisasi . Subagyo. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. hubungan dengan rekan kerja. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. Rahardjo. 1995). keahlian dan keterampilan. yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. kebijaksanaan organisasi. keamanan kerja. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. Menurut Herzberg (dalam Siagian. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Fauziah. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. 4. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi.punggung masyarakat modern. Namiartha. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. yang termasuk diantaranya yaitu gaji. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. 6. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. kondisi kerja. 5. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. dan supervisi. 1995). tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik.

Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. dalam kaitannya dengan profesi. Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Sebagai bidang etika terapan. (Herzberg. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. . Namun demikian. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. pengakuan/recognition. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. dalam Anoraga. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. Dengan demikian. kemungkinan berkembang/growth possibilities. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. D. Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). tanggung jawab/responsibility. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. 1992).

D. misalnya. dan akuntan. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. Misalnya. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. . pengacara. atau sebaliknya. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. Dengan perkataan lain. dan hubungan dengan klien. pengalaman. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. kekuasaan atau keahlian. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Mengucapkan sumpah/janji PNS. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. bahwa setiap PNS wajib: a. Namun demikian tetap perlu diingat.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. pengetahuan. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani.

peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. . tata tertib di lingkungan kantor. c. dan tanggung jawab. d. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. perintah kedinasan. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. e.b. b. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. peraturan kedinasan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan Pemerintah. atau e. c. Negara Kesaruan Republik Indonesia. kesadaran. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. d. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Menaati segala peraturan perundang-undangan. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang.

dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. keuangan. dan bersemangat untuk kepentingan negara. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur. Bekerja dengan jujur. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. seseorang. dalam menjalankan tugasnya. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. i. dan materiil. dan/atau golongan. f. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. cermat. . Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. dan/atau kepatutan. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. j. pemerintah. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. cermat. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. tertib. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. h. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. tertib. dan bersemangat demi kepentingan Negara. perintah kedinasan. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Maksudnya. g. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan.

sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan terukur. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. mudah. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. cepat. . n. dan pendidikan formal lanjutan. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. l. m. melaksanakan tugas. terjangkau. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. diklat.k. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. j. l. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. seminar. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas.

Yang dimaksud dengan ―memiliki. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. d. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. e. atau meminjamkan barang. teman sejawat. atau lembaga swadaya masyarakat asing. b. atau pihak lain. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. bawahan. Bekerja pada perusahaan asing. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. menyewakan.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. menggadaikan. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. .barang baik bergerak atau tidak bergerak. konsultan asing. c. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. f. golongan. menggadaikan. Menyalahgunakan wewenang. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. g. Memiliki. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. 2. menjual. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. bahwa setiap PNS dilarang: a. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. menjual. menyewakan. barang. membeli. membeli.

Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. dan prosedur yang ditetapkan. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. k. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. h. menyimak visi. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. Dewan Perwakilan Daerah. j. Dewan Perwakilan Rakyat. tugas kedinasan. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. Dewan .Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. PNS dilarang menerima hadiah. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. standar. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. dan program yang ditawarkan peserta pemilu. i. Dewan Perwakilan Daerah. misi. kendaraan. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. sinkronisasi dan integrasi dalam l. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian.

himbauan. ajakan. ajakan. dan masyarakat. tenaga ahli. selama. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. dan o. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. m. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan.undangan.Perwakilan Rakyat Daerah. petugas kampanye/tim sukses. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum.lain. seragam dinas. pencari dana. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang. anggota keluarga. kendaraan dinas. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. seruan. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. dan lain. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. selama. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. dan masyarakat n. . penyandang dana. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. himbauan. atau dalam lingkungan unit kerjanya. seruan. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga. dan lain-lain.

penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. b. hukuman disiplin sedang. hukuman disiplin berat. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. d. pernyataan tidak puas secara tertulis. b. Negara Kesatuan Republik Indonesia. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. 3. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. 4. pembebasan dari jabatan. dan e. teguran lisan. b. dan c. Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. hukuman disiplin ringan. . penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. dan c. 2. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. 2.F. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. c. dan c. teguran tertulis. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4.

apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. dan c. 4. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. b. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 12.3. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. tertib. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. . apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. 10. 8. menjunjung tinggi kehormatan negara. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. seseorang. cermat. bekerja dengan jujur. 11. 5. 7. keuangan. kesadaran. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Pemerintah. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. 9. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

Sistematis. tolong menolong. Kerajinan. Namun. keadilan. yang sudah melekat pada masyarakatnya. dan nilai-nilai etis lainnya. 12. Namun. Efisiensi. dan 13. Tentu. Kerja keras. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Ketekunan. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. Pasal 9 angka 11. G. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. Masih ada kejujuran. tetapi harus digali lebih dalam. dan bersikap ramah. Pengharapan. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. dan Cinta Kasih. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. kesabaran. dengan etos . yaitu: Spesialisasi. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. Dengan demikian. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. Rasionalitas.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. Seperti visi Indonesia Raya. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. kesopanan. Konsistensi.

Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. 2. 2. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. S. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. menghayati. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. Sebagai seorang muslim. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok. Apabila setiap pribadi muslim memahami. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. Al Ashr : 1 – 3. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. Baginya pengertian terhadap makna . agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. bekerjalah untuk duniamu. 1. Q. menampakkan kemanusiannya. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. yaitu tidak percaya dengan takhayul. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. 3. lingkungan. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. a. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati.

sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. bekerja tulus penuh kerendahan hati. Kerja adalah aktualisasi. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. struktur ekonomi. Kerja adalah kehormatan. 4. bekerja tulus penuh tanggung jawab. sosial politik.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. c. h. Kerja adalah amanah. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. budaya. Delapan etos kerja menurut Jansen H. Kerja adalah pelayanan. bekerja tulus penuh semangat. f. bekerja tulus penuh integritas. . Sinamo: a. kondisi lingkungan/geografis. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. Kerja adalah panggilan. sehingga melahirkan sikap kikir. b. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. Kerja adalah rahmat. Kerja adalah ibadah. bekerja tulus penuh kecintaan. Kerja adalah seni. pendidikan. RANGKUMAN 1. bekerja tulus penuh kreativitas g. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. bekerja tulus penuh keunggulan. d. 3. dan motivasi intrinsik individu. 5. bekerja tulus penuh syukur. e. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. 2.

Sedangkan etika kerja mengatur praktik. menghargai waktu. dan keinginan untuk mandiri. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. menampakkan kemanusiannya.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. SOAL ESSAY 1. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. LATIHAN I. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. tetapi harus digali lebih dalam. Menurut anda. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. hidup hemat dan efisien.4. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan. yang tidak tertulis secara eksplisit. 5. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. antara lain: a. selalu berhitung. b. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5.

Padahal. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama. bukan belajar. terserah pribadi. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. Selasa. Padahal. ‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas.‖ ujarnya. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. sebagai cuti bersama. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras.‖ ujarnya. bukan lebih senang liburan. Arief khawatir. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif. Menurut Zainuddin. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa. ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju. 24 Mei 2011) . 3 Juni 2011. Selain itu. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah. Senin (23/5) di Surabaya. dilanjutkan dengan cuti bersama. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.‖ ujarnya. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras.II. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. Yang namanya cuti. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA. Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. (Sumber : Kompas. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. Jumat. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat.Pertanyaan: 1." kata Tjiptardjo. "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. Jakarta. Dia ngaku mengerjakan ini. Jumat (26/3/2010). Gayus Tambunan. terima uang segini." ungkap Tjiptardjo. itu sudah cukup. Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak.

pegawai BUMN. serta keyakinan atas sesuatu. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. karakter. BUMD serta anak perusahaan. watak. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). kepribadian. Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. dan perangkat Pemerintah Desa. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). . termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. atau diserahi tugas negara lainnya. Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. : adalah memberikan arti sikap. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri.

[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. . Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.

htm http://www. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses.com/pengertian-etos-kerja. 2005.blogspot. Dr.putra-putri-indonesia.1995. Bogor: Grafika Mardi Yuana. Republik Indonesia. Jakarta: PT.htm . Rineka Cipta.html http://kasihdalamkata.com/etos-kerja-pancasila. Teori Motivasi Dan Aplikasinya. Sondang P. Sinamo.com/ http://www. Prof.putra-putri-indonesia.DAFTAR PUSTAKA Siagian.com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim. http://8etos. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Jansen.

termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. Istilah korupsi. dalam bahasa Belanda disebut korruptie. menyogok. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making. serta prinsip-prinsip anti korupsi.BAB PENGERTIAN KORUPSI. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. rottenness. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. merusak. menipu. memalsu. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. A. faktor penyebab korupsi. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi.

. oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. Singapura. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). Negara-negara di Afrika. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. perdagangan senjata. pemalsuan uang. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. perjudian. Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. Asia Tengah. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. Hongkong. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. penyuapan terhadap Hakim. Negara-negara di Asia kecuali Jepang. perusakan atau memalsukan dokumen. Diantara Negara-negara Asean. Korea. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). pidana narkotika. penyuapan. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a.Jabatan. money launder. Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. Kalau melihat peta korupsi dunia. pemerasan.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. . Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. monopoli kekuasaan. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. dan aspek sumber daya manusia (SDM). Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. yaitu aspek kelembagaan. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik.good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. mempermudah. Pertama. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. Selain itu. aspek ketatalaksanaan. secara ringkas. agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan.

Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. dan waktu. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. penerapan kode etik dan majelis kode etik. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. efisien dan efektif. Terkait dengan aspek yang pertama. Selain itu. seperti persyaratan. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. dalam aspek SDM ini. akuntabel. perlu juga diperhatikan persoalan gaji.Kedua. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. aspek manajemen SDM. Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. penempatan jabatan. promosi. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). jaksa. serta memuat janji layanan. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. aspek ketatalaksanaan. Ketiga. . pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. biaya. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM.

dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan.  Evaluasi atas kinerja administrasi. birokrat/manajerial. keuangan. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka.I. dan kontrol aturan main. Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial. akuntabilitas.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. ekonomi. Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. dan politik. dan budaya. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . 1. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. aturan main. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. 2. proses pelaksanaan. kewajaran.

. dan pertanggungjawaban secara teknis.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan). b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. 3. pengerjaan teknis. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). pelaporan finansial. implementasi. baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya.  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. Dalam bentuk yang paling sederhana. prinsip pembebanan.  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. berkesinambungan. taat asas. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget). mulai dari perencanaan. Lima langkah penegakan prinsip kewajaran. transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust).dinamika struktural kelembagaan.

Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. undang-undang desentralisasi. yaitu: a) Isi aturan main. sikap. pengadilan. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. persepsi. b) Pembuat aturan main. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. c) Pelaksana aturan main. d) Kultur aturan main. pemahaman. undang-undang anti-monopoli. pengacara. kejaksaan. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi. 4. e) Informatif. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. dan lembaga pemasyarakatan. Empat aspek aturan main anti korupsi.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. yaitu kepolisian.

Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. J. pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. Melalui pendidikan ini. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. 5. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.anti korupsi. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. Tujuan kedua adalah. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. Sehingga. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Misalnya. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. Jika korupsi sudah diminimalisir. Setidaknya.

perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. Termasuk hal-hal kecil. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. . korupsi waktu. termasuk korupsi yang merugikan negara. terlambat masuk sekolah. Tidak hanya itu. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. Dengan begitu. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. Sehingga. dan cenderung menjadi lumrah. Misalnya. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. kantor dan lain sebagainya. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan.seperti KPK. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. Oleh karena itu. Menurut KPK. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. Selama ini. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. Kepolisian dan Kejaksaan agung. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. Contoh lain.

Maka. simulasi. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. Misalnya. Untuk tahap awal. Kedua. . melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. Pertama. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini. diskusi. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. menambah satu mata pelajaran baru. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. Pada saat ini. Pilihan pertama. Dikhawatirkan. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah.

guru. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. dimana tidak ada penunggu warungnya. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. hanya berbekal kejujuran. seperti kepala sekolah. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan. Warung ini akan melatih kejujuran.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. karyawan dan siswa. Tanpa ada yang mengawasi. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. K.

Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan . Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. asal belanjaan sudah dibeli‖.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar. biasanya setelah sampai di rumah. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan.” Itu namanya sudah korupsi. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. kamu akan bilang ―Bu. Seharusnya ketika anak kita. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. semisal. Kemudian juga. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang. Misalnya. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu.

maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. Ayahnya koruptor. misalnya berangkat kerja tepat waktu. Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. anaknya juga. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. Selain menjaga hati kita. Jadi. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. . Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. Dan ketika kita sudah terjerumus. tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi.

Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. d. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. Upaya pencegahan (preventif). 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. b. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. . informal dan agama. 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya.L. Upaya penindakan (kuratif). antara lain sebagai berikut : a. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. c. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis.

EM. Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi.2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . 9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). Malaysia. 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005).9 miliar (2004). 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. Dalam hal ini. Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004).

Political will. Dukungan media massa. IPK Indonesia adalah 2. Kenya. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. 4. Medan. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. Etiopia. Sedangkan survei TI pada 2005. .2 sejajar dengan Azerbaijan. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Haiti & Myanmar. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. 2. Nigeria. 3. 5. Dukungan masyarakat secara aktif. Angola. Profesional. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Paraguay. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Pakistan. Clean government. Libya dan Usbekistan. Semarang dan Batam. Kamerun. Sudan. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Irak. disu-sul Surabaya. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi. Somalia. M. 6. N. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1.

Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. 4. baik hukum pidana maupun perdata. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. 3. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana.2. Sedangkan. Sayangnya. 5. solusi yang efektif bagi upaya . Dan. Sedangkan. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia. baik pidana maupun perdata. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum.

disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah. c. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi.b. dengan kata lain kedudukannya. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. 6. Berbeda dengan . terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. d. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah. Kurangnya mental pejabat pemerintah. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. Kurangnya kewibawaan pemerintah. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. 7. Masalah kultur/budaya. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

Fakta- . sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum. Kurang tegasnya hukum.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang. Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat. Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum.F. Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya. Pada negara ini.apa yang dikatakan oleh J. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang. 8. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J.F. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap.

. sistem politik. antara lain: partisipasi. aspek organisasi. akuntabilitas. dan pemberdayaan masyarakat. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. yang umum dikenal adalah material corruption. pendidikan anti korupsi. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. dan kontrol aturan main. transparansi. seperti: sistem hukum. aturan main. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. penegakan hukum. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. dan profesionalisme. dan sistem budaya yang berorientasi vertikal. pengawasan. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). akuntabilitas. wawasan ke depan. political corruption. dan intelectual corruption. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. sistem sosial yang sangat permisif. kesetaraan. efesiensi & efektifitas. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. legislation corruption. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. daya tanggap. yaitu: aspek individu pelaku. kewajaran.

dukungan media massa. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Kepolisian dan Kejaksaan agung. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. profesional. dan dukungan masyarakat secara aktif. . kurangnya kewibawaan pemerintah. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). kurangnya mental pejabat pemerintah. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. clean government.11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. upaya penindakan (kuratif). terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. dan kurang tegasnya hukum. Kedua adalah. peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan.

Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5. Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. dan budaya! 7. Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. sosial. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. Di Indonesia. Setibanya di sana. Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2.LATIHAN 1. Menurut Anda. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! .

Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri.GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. . dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik.

go.go. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi.org/ http://www.net/?page_id=7 http://www.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi.disdik-kepri. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption. 2003).php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih.kpk. 2006.id/ http://www. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.bpkp. .0fees.com/index. Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.

berikut beberapa diantaranya: 1. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No. Setiap orang. Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi.20 Tahun 2001 UU No. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming).28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No.31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A. bentuk deelneming yang terjadi : . jo UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Pasal 2 UU No.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No.30 Tahun 1999.

6 Maret 1939 no. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. Kesempatan. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan. d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama. dan ada kerjasama secara fisik.R. Berkas perkara harus displit. Berkas perkara dan surat dakwaan satu. tapi tidak ada kerja sama secara fisik. Secara melawan hukum Melawan hukum. 897). sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum . tapi bisa ada kerja sama secara fisik. Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak. a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Dalam jabatannya g. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. Bertentangan dengan kewajibannya . 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. 19 Nop 1974. No. 77 K/Kr/1973) d. c. atau patut diduga d. (M.A. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. 12. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. Padahal diketahui. Pasal 12 a UU No. Menerima hadiah/janji c.

20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Yang diketahuinya d.13. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. Bertentangan dengan kewajiban g. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. atau patut diduga d. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Pasal 12 b UU No. Padahal diketahui. Menerima suatu pemberian c. Menerima hadiah c. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Yang diketahuinya d. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Dalam jabatannya g. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Dalam jabatannya 15. Pegawai negeri b. Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. Menerima suatu pemberian atau janji c. Pegawai negeri b.

Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara. yaitu: a. UU No. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. 2) memperkaya diri sendiri. Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a.f. Memberi hadiah atau Janji c. Dalam jabatannya 16. 1 Milyar. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. 20 Tahun 2001. Setiap Orang b. B. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi yang merugikan keuangan negara. 3) dengan cara melawan hukum. atau suatu korporasi. orang lain. Bertentangan dengan kewajiban g. Kepada Pegawai Negeri d. . Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. b.

UU No. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. kesempatan. 31 Tahun 1999 jo. atau suatu korporasi. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. atau sarana. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. 20 Tahun 2001. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo. 3) menyalahgunakan kewenangan.2) memperkaya diri sendiri. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 1 Milyar. 250 juta. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. UU No. 20 Tahun 2001. orang lain. b.

31 Tahun 1999 jo. 150 juta. Pegawai negeri menerima suap. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp.1) setiap orang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. UU No. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. 2) memberikan hadiah atau janji. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. UU No. d. 20 Tahun 2001. . UU No. 20 Tahun 2001. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. c. 3) kepada pegawai negeri. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 jo. 250 juta. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 20 Tahun 2001.

Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. 31 Tahun 1999 jo. e. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. . karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 31 Tahun 1999 jo. 2) menerima hadiah atau janji. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. UU No. 250 juta. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. 1 Milyar.2) menerima pemberian atau janji. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. f. namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e.

3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. 2) menerima hadiah. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. 250 juta. g. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. 1 Milyar. UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. . h. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. 2) menerima hadiah. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahuinya. Menyuap hakim. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No.

Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 20 Tahun 2001. UU No. . 20 Tahun 2001. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. j. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. 2) menerima hadiah atau janji. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 750 juta. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 jo. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 3) kepada hakim. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 750 juta. Advokat menerima suap.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. i. Menyuap advokat. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili.

750 juta. 2) menerima hadiah atau janji. Hakim dan advokat menerima suap. 1 Milyar. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. UU No. l. k. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. 20 Tahun 2001. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. UU No. 3. 31 Tahun 1999 jo. 1 Milyar. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. a. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. UU No. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. 2) dengan sengaja. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. penggunaan uang atau membiarkan .

menghancurkan. UU No. 20 tahun 2001. Pegawai negeri menghancurkan bukti. UU No. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. buku dalam hal ini memiliki arti luas. 4) Yang disimpan karena jabatannya. . 750 juta. Demikian halnya dengan buku. 3) menggelapkan. buku besar. 2) dengan sengaja. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. surat. atau membuat tidak dapat dipakai. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. Menurut pasal 10 huruf a UU No. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. 31 Tahun 1999 jo. dapat berupa akta. b. hingga daftar peralatan kantor.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. 2) dengan sengaja. 250 juta. Bukti. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan. mulai dari laporan keuangan. merusakkan. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. c. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. 3) memalsu. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. 31 Tahun 1999 jo.

4. akta. 2) dengan sengaja. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. 20 tahun 2001. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 350 juta. a. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. UU No. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. atau membuat tidak dapat dipakai. 5) yang dikuasainya karena jabatannya. 350 juta. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Menurut pasal 10 huruf c UU No. 3) membantu orang lain menghilangkan. menghancurkan. Menurut pasal 10 huruf b UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo.4) barang. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001. 2) dengan sengaja. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. surat. akta. surat. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. atau membuat tidak dapat dipakai. 350 juta. menghancurkan. 4) barang. merusakkan. UU No. 4) barang. akta. . merusakkan. e. 31 Tahun 1999 jo. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. d. surat.

atau menerima pembayaran dengan potongan. membayar. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. . 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 3) meminta atau menerima pekerjaan. UU No. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. padahal kenyataannya tidak demikian. Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. UU No. b. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. c. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. atau penyerahan barang. 3) secara melawan hukum. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. 5) menyalahgunakan kekuasaan. 31 tahun 1999 jo. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. 2) pada waktu menjalankan tugas. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. 31 tahun 1999 jo. 2) pada waktu menjalankan tugas. 1 Milyar. 1 Milyar. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. 31 tahun 1999 jo.

20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. c. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Melakukan perbuatan curang. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. 1 Milyar. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. atau memotong pembayaran. 31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 350 Juta. . UU No. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. 5. 3) Dilakukan dengan sengaja. atau pemilik took bahan bangunan. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. UU No. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan. tukang. a. 31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. 350 Juta. ahli bangunan. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan.3) meminta atau menerima pekerjaan. b. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan.. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. atau penjual barang bangunan. khususnya yang melibatkan si pemborong.

. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. 350 Juta. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 3) Dilakukan dengan sengaja. f. 31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. 350 Juta. d. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. 350 Juta. 31 tahun 1999 jo. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. UU No. 2) Melakukan perbuatan curang. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. UU No. e. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 31 tahun 1999 jo. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI.

atau. . Seharusnya. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. 3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 31 Tahun 1999 jo. 7. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. pengadaan. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. c. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. b. 20 Tahun 2001. yaitu: a. persewaan.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. 4) Telah merugikan yang berhak. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. pegawai negeri atau penyelenggara negara. UU No. dengan sengaja. 1 Milyar. 1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. 31 tahun 1999 jo. d. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. 6. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur.

perjalanan wisata. baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. fasilitas penginapan. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. UU No. tiket perjalanan. yakni meliputi pemberian uang. barang. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. c. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. 31 Tahun 1999 jo. 1 Milyar. dan fasilitas lainnya. ayat 1. pengobatan cuma-cuma. 31 Tahun 1999 jo. dan keluhuran. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. UU No. Disiplin . komisi pinjaman tanpa bunga. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. integritas.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. rabat (discount). UU No. 2) Menerima gratifikasi. 20 Tahun 2001.

Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja. Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna.Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. Berani menegakkan kebenaran . Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum.

Oleh sebab itu. Kedua jenis korupsi tersebut. Adanya sifat tamak. Mobil terbeli. Menurut psikologi kognitif. Sejak masa kanak-kanak. Karenanya. apa yang kita dengar. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. perbaikilah sistem. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. Tidak puas dengan satu gunung emas. Sementara. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. Namun. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). Kita mengetahui. korupsi bisa timbul karena dua sebab. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . pikirkan. dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. Melakukan korupsi. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. tidak puas. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. dusta. Sudah ada motor. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. rasakan. Kerakusan. lihat. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). mau mobil. cari gunung emas kedua dan ketiga. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. Di Jepang. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. dan keinginan memperkaya diri sendiri. Sebab pertama. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. Sudah punya rumah. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. Kondisi internal seseorang. mulai usia dini hingga dewasa. memang tak bisa ditolerir. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. perbaikilah orangnya. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. Sebab kedua. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. ingin mobil mewah. untuk memberantas korupsi jenis ini.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. ingin motor.

pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 31 Tahun 1999 c. Pasal 12 a UU No. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. 31 Tahun 1999 d. j. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. Pasal 13 UU No. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha.pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. 31 Tahun 1999 b. 20 Tahun 2001 m. Pasal 5 UU No. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. yang tidak saja berupa teori. 20 tahun 2001 ayat (1) a g. RANGKUMAN 1. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. adab di dalam kereta. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. Karenanya. Pasal 5 UU No. Pasal 11 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. Pasal 5 UU No. Pasal 11 UU No. Pasal 419 ke 2 KUHP p. Pasal 2 UU No. 20 Tahun 2001 l. Pasal 12 b UU No. Pasal 3 UU No. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. 20 Tahun 2001 n. Pasal 419 ke 1 KUHP o.31 Tahun 1999 . seperti halnya di Indonesia. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) i.

2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 10) Advokat menerima suap. 12) Hakim dan advokat menerima suap. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. 11) Hakim menerima suap. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. c. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. . Korupsi yang merugikan keuangan Negara. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan.RANGKUMAN 2. 8) Menyuap hakim. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 9) Menyuap advokat. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 4) Pegawai negeri menerima suap. 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan.

padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak. 31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? . 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda.LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia. mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No.

komisi. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. barang. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian. tiket pesawat. dan fasilitas lain. diskon. Gratifikasi dapat berbentuk uang. . pinjaman tanpa bunga. Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang.

Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No. 2008.Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. 2010. Bogor: Tim PKn-Pak. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. 20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999.wordpress. kakbimo. Sebagaimana Diubah Dengan UU No. Tentang Pemberantasan TPK. Tim PKn-Pak.com/2011/05/23/1897/ .

Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter. Berdasarkan sumber www. maupun seorang professional. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1.artikata. organisasi. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. A. nilai. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan.com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat. 2004:8). motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka. 3. cara hidup. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi. yakni gambaran. kebiasaan seseorang. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. kebudayaan . Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. 2. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi.

watak. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. a. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. akhlak. kebiasaan. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. . Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. Nilai dan norma. sesuatu yang baik. 2) Berkaitan dengan hati nurani. sesuatu yang menyenangkan. karena ia bertanggung jawab. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. kandang. sikap. Nilai. perasaan. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. singkatnya. B. sesuatu yang kita cari. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. sesuatu yang disukai dan diinginkan.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. adat. cara berpikir. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. padang rumput. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita.

bahasa latin. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula .3) Mewajibkan. sebagai totalitas. Berhubungan dengan ciri sebelumnya. jangan berbohong. Konon. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. Seperti norma-norma lain juga. 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. misalnya jangan membunuh. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. universal atau partikular. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. kursi. Namun. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja. kita harus mengatakan yang benar. Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. bangku. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖.

1) Seandainya relativisme moral itu benar. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. . Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. Kalau begitu. sulit untuk dipertahankan. Relativisme moral tidak tahan uji. Sebagai contoh. kalau diperiksa secara kritis. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. Dilihat dalam perspektif sejarah. maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. Sepanjang sejarah. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. seandainya relativisme moral itu benar. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. 3) Seandainya relativisme moral itu benar. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu.norma moral yang dianutnya. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B.

Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. Konsep diri melibatkan perasaan. 2. Contoh konsep diri positif a. menurut Atwater. Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Konsep diri. Percaya diri. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. serta keyakinankeyakinan kita.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. 1983. relativisme moral tidak tahan uji. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. Optimis. . hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. saudara sekandung. b. Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. Oleh karena itu. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. Kalau diselidiki secara kritis. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. dan pengalaman. rekan/teman sebaya. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. pendidikan. masyarakat. Sementara itu. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. nilai-nilai yang kita anut.

peka terhadap kritik. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. Memiliki daya cipta. memperhatikan. Merasa masih ada langit di atas langit. Mengindahkan. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. Kreatif. Pemarah. b. c. mencela. e. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. Profesional. celaka) mudah putus harapan. Pesimis. f. e. g. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. dan menulis. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. tidak sombong atas kemampuannya. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Rendah hati. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. dan prestasi yang dimiliki. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. mementingkan diri sendiri. karakter pribadi. h. berang.c. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. pengalaman. Egois. suka dielu-elukan. Apriori. Peduli. f. Senantiasa mengeluh. Mudah marah. a. . membaca. d. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. d. merasa sangat tidak senang. rugi. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. gusar. jika disebut gelar. Suka dipuji. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya.

2) Berpusat pada potensi. 7) Tidak takut gagal.  Thomas A.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b. 5) Yakin aktivitasnya urgent.000 kali untuk menemukan lampu dan 50. a. sikap percaya bahwa semua orang sederajat. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. Edison gagal 10. Percaya diri. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha. 4) Egaliter. 6) Berani berbuat spektakuler.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. kenali potensi diri. dan segera dalam mengambil tindakan. 1) Citra diri positif. Tips agar percaya diri. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. 8) Yakin akan sukses. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. 3) Positive Thinking. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. . SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri.2. Ciri orang yang percaya diri.

lugas. Menyatakan sesuatu dengan langsung. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. spontan. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. antara fenomena dan yang diberitakan. Jujur adalah energy positif. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta. Kejujuran. karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. serta antara bentuk dan substansi. aman. dan selamat.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. tentram. Jujur merupakan sikap pribadi. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi. Dengan demikian. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. a. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. . tanpa kejujuran. Manfaat berperilaku jujur.

Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. yang tangguh dan kokoh. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. optimis. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. 4) Menutupi rahasia. dengan hatinya yang bersih. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. 2) Ikut-ikutan. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. melangkah pun tidak berani. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. . 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. b. atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. Faktor pendorong seseorang berbohong. Jangankan berhasil. dan percaya diri. 3) Demi kebaikan. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. 1) Adanya kekurangan. karena merasa aman. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar. karena merasa tidak bersalah atau benar. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya.

• • Integritas harus dilatih terus menerus. dimulai ketika orang itu masih muda. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. 4) Integritas sebagai Benih. Integrity merupakan ‗bench mark‘. . 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin.4. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. Semakin rajin dirawat. Integritas harus dipelihara terus menerus . Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. dan pihak luar. • • • Ditanam sejak kecil. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. Jika tanaman kita mati. Mereka memberlakukan orang lain secara adil. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. Orang‐orang yang kompeten. perlu waktu untuk kembali seperti semula. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. a. 1) Integritas sebagai Keterampilan. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. Peran integritas. Pribadi Berintergritas. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. Ciri-ciri integritas. 2) Integritas sebagai Pedoman. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. b. bawahan langsung.

Jika baik. Komunikasi. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. d. pengawasan. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Menangani komunikasi buruk. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi . komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. orang. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. hidup dengan keyakinan.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". Kepemimpinan. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. begitupun sebalikna. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. bahkan ketika merugikan Anda.wikipedia. menggelengkan kepala. g. 9) Integritas. Menurut www. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. c. 8) Integritas. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. Pesan dibentuk sesuai audiens. maka kehidupan baik. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. organisasi. 6. f. 10) Integritas. 5. menunjukkan sikap tertentu. misalnya tersenyum. h. Penekanan pada komunikasi tatap muka. dan informasi. motivasi. mengangkat bahu. bahkan ketika itu tidak nyaman. e. tetap setia pada komitmen. b. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. ketimbang dengan apa yang disukai. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. kelompok. pengungkapan emosional.

perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. Contoh: membela bawahan.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. mental. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. kapan. sebab . Teori kepemimpinan.orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). Dalam perkembanganya. bagaimana pekerjaan dilakukan.  Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. dan kepribadian. a. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi. Jadi. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Berdasarkan penelitian. dan hasil yang akan dicapai. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. berdasarkan teori ini. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.

sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. keterampilan dan sikapnya. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. 5) Teori Kelompok.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. berkomunikasi. Berdasarkan sumber emperorderva. 2) Coaching. b.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut.wordpress. Dalam proses pengambilan keputusan. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . 4) Teori Kepemimpinan Situasi. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. Gaya kepemimpinan.

melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. 4) Delegating. bagi keluarga. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. Dalam hal ini. Kepemimpinan sejati. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. bagi lingkungan pekerjaan. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. 3) Supporting. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . c. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. baik bagi dirinya sendiri. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. mendukung proses perkembangannya.

dan visi serta misi yang jelas. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. tanpa kedamaian diri.maka penggerakan pun dilakukan. Tanpa perubahan dari dalam. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada . Manajemen waktu merupakan perencanaan. 7. Manajemenwaktu. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). tanpa adanya integritas yang kokoh. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja. Efisien tidak lain mengandung dua makna. pengorganisasian. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. tanpa kerendahan hati. motivator. Kenneth Blanchard. dam maximizer. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan.Setelah pengorganisasian terjadi. inspirator. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input.yang dipimpinnya. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. dan pengawasan produktivitas waktu. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. penggerakan. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien.

3M. atau akan segera mempengaruhi secara negatif. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. tetap mengorganisasikan. film. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana.pemegang delegasi. Menurut Killman dan . Manajemen konflik. tetap menggerakkan. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. merencanakan pekerjaan selanjutnya. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. dan atau investasi waktu. 8. . dan tetap melakukan pengawasan. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. yaitu: tetap merencanakan. sand. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. food. money. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. sport and sex. Mereka adalah fun. Kemudian menentukan peran dan visi peran. dan 3S. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. mouth. Oleh karenanya. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. music. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. Pendek kata. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu.

melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil . kelompok atau organisasi secara keseluruhan. seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. 2) Konflik disfungsional. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. 3) Pandangan interaksionalis. 1) Pandangan tradisional. baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai. p. keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. konflik yang merintangi kinerja kelompok. Pandangan tentang konflik.Thomas (1978). b. a. 1) Konflik fungsional. Bentuk konflik. 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. c. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. 2) Pandangan hubungan manusia. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. perbedaan peran dsb.1993. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan.4). Tahapan perkembangan konflik.

artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C. individu. 1993. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. 3841). d. dibandingkan dengan . (wijono. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. Aspek positif dalam konflik. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf. Pengelolaan konflik. Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika.

orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. Menurut socrates. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. haruslah ada pengertian juga. Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. Hal ini lebih mendesak lagi. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. Malah bisa saja terjadi. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. . dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. Tapi perlu diakui. Di sisi lain. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. Perasaan spontan saja tidak cukup. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia.

D. 3. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. Memperkuat otonomi moral. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. Perilaku tidak etis. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. 4. 5. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1. 2.

yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. Misalnya. Ketakutan. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. e. karena ambisi jabatan. c. Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. Masa bodoh. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. Tekanan.sesuai dengan prinsip moral yang baik. Untuk menjaga integritas pribadi. Balas dendam. Ambisi. d. . b. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. b. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya. c.

Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen. Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. c. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Baru sesudah problem-problem etis timbul. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres.d. e. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. jika manusia tidak segera membatasi diri. a. Namun demikian. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. d. f. di banyak negara modern sekarang. g. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. b. Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis.

menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. maka tindakan itu etis (if it‘s legal.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku. Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan . misalnya. 2. Lazimnya. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya. Sebagai contoh. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. ―Jika suatu tindakan tidak etis. melanggar rambu lalu lintas.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya. Argumen bahwa menyontek. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat.  Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal). kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. atau menjual produk cacat tersembunyi. Berdasarkan falsafah ini. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. seseorang tidak berkewajiban untuk. slogan tersebut harus diubah menjadi.

Tujuan (purpose). Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. 1. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas. E. Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. c. Norman Vincent Pale dan Kenneth H. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. Lima prinsip berperilaku etis. . Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. sederhana. si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. dan visi kita. b. d. Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). Kesabaran (patience). Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima.seketika. harapan. Keteguhan (persistence). Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. Perspektif (perspective). tetapi jika tidak. Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. dan didasarkan pada nilai-nilai.

Alias tidak bermakna. atau sebuah janji. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. a. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. Unsur etos pribadi. 2. tetapi dengan komitmen yang baik. meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan.Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. ternyata niat baik saja. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. e. Kebanggaan (pride). ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. Komitmen etis. or a promise or firm decision to do something‖. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini. Komitmen ada janji yang harus ditepati.

Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. Kesadaran etis. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. karakteristik pribadi. konsep diri dan nilai-nilai seseorang. dan sikap perilaku.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. Kompetensi etis. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). karakter dasar mengarah pada motif.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. terjemahan. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ).Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. 2007). keterampilan teknis. biasa. 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. yaitu pengetahuan. tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi. Dalam definisi ini. c. b. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika. Dengan mengutip R. 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. dan rendah).

atau konsep diri. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. kode etik. tetapi juga perbuatan orang lain. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. harapan masyarakat. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. aturan organisasi. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. dan komplikasinya. karakteristik pribadi. Kepatuhan. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. . 3. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. a. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. prinsip-prinsip moral. Kompetensi-kompetensi seperti motif. kontribusi. dan konsekuensi. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. konsekuensi. Contohnya. Jika kita adalah seorang atasan. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. misalnya. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. Pemeriksaan 3K. sebagai seorang pribadi. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum.

baik diniatkan maupun tidak diniatkan.b. Bagi organisasi bisnis. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. Kontribusi dan konsekuensi: . apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. Hormati kebiasaan orang lain. Kontribusi. Kepatuhan:    Patuhi. kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. Akibat ini bisa positif atau negatif. c. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. Patuhi kaidah-kaidah moral. kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan. Konsekuensi. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. misalnya. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. menyediakan lapangan kerja.

termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. percaya diri. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. pribadi berintegrita. kepemimpinan. manajemen waktu. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Ajukan pertanyaan. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. jujur. . bukan sebagai individu yang terisolasi. Berpikirlah secara objektif. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. komunikasi. dan manajemen konflik.

LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖. jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? . apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain. apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya.

dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. tanggung jawab. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. Namun demikian.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. A. . Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3.

dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif.  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. majikan atau klein. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat. dan lebih dari itu. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). yaitu. Untuk menjadi profesional. atau anggota suatu profesi. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi. Seorang profesional memiliki komitmen . para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya.Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. lulus ujianyang panjang dan sulit.  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. seoarang harus belajar lama (dan keras). menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu. memiliki acuan karakter. sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. Lebih dari itu. melainkan kepada masyarakat.

Oleh sebab itu.  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional. kepada para profesional.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. Pelayanan publik. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. khususnya dalam hal pengawasan.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk . Para anggota profesi yang melakukan kebohongan. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri.

Lebih dari itu. tetapi juga komitmen moral. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. kerangka (pilar dan dinding). Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. dengan demikian profesi adalah pekerja. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. dan atap seperti gambar 1.memperoleh banyak manfaat. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. Mereka yang menjalani profesi (para profesional). tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah. Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. Mengacu kepada karakteristik umum di atas. pengakuan dan penghasilan tinggi. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri.

Bagi profesi.unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. Kode etik profesi) 3. Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan . Asosiasi profesi 2. fondasi dan kerangka memerlukan atap. Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3. dan 1.Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Proses pendidikan 2. atap ini meliputi 1. Standar teknis perilaku).

. dan (2) hukum dan jurisprudensi. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. Dalam kaitan ini. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. bukan oleh pejabat pemerintah). badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. B. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. Kedua. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. Bagi suatu profesi. Pertama.penjelasan mengenai hal ini. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. Pada akhirnya. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). Dengan perkataan lain. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. Dalam kenyataannya. kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. akibatnya sangat serius.

maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian. Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir).apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. sehingga dapat digunakan sebagai acuan. sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat. Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. . Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas. Ketiga . Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. C. Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. D. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran).kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi.

Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Apa sesungguhnya profesi itu? 7. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? . Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10.SOAL-SOAL 6. Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11.

DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji.com .Ucok.Etika. dan Pelayanan Publik. http://etikaprofesidanprotokoler. 2004. Profesi Akuntansi.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia. Sarimah.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.2008. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Bisnis.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful