P. 1
Bahan Ajar Etika Profesi

Bahan Ajar Etika Profesi

|Views: 820|Likes:
Published by faradhivaa

More info:

Published by: faradhivaa on Nov 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2015

pdf

text

original

BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Aspek Kuantitas. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja.e. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. c. b. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. 7 . didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya.

dan pejabat bebas. dalam pelaksanaan tugas pokoknya. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. c. pegawai . organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. 2. Pemerintah pun tidak tinggall diam. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan.b. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. pelayanan publik yang rumit dan membingungkan. keatas. Aspek biaya. B. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. Secara pribadi. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. Aspek Kualitas. Aspek waktu. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. kebawah. d. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. suap terhadap oknum aparat pemerintah. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. 8 . Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit.

dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. 9 . Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. Ketatalaksanaan (business process) c. praktek korupsi. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. harus ditata ulang atau diperbarui. Selain itu. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. Dengan kata lain. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. Kelembagaan (organisasi) b. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. tingkat efisiensi.maupun kesamping. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). komprehensif dan sistemik. b. c. Disadari sepenuhnya. yang antara lain diindikasikan dengan : a. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Oleh karena itu. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. d. sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

Jadi.e. yakni mewujudkan ketertiban sosial. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. f. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. Dalam hal ini. birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. Di Indonesia. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. Di negara demokrasi. Oleh sebab itu. 3. maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. dipertahankan. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. dan pelaksananya. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini.

Oleh sebab itu. etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. seperti halnya etika bisnis. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. pegawai negeri. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru. Tegasnya. dan pegawai BUMN/D. Jadi. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service). Oleh sebab itu. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). anggota TNI. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. mereka tidak termasuk sebagai birokrat. dan POLRI. 4. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. Dengan demikian. Sesuai dengan pengertian tersebut. walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda.

Dengan demikian. integritas berarti bahwa: a. d. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. objektivitas atau imparsialitas. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. sektor publik. Secara khusus. b. produktivitas. Dengan perkataan lain. 5. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). seperti integritas. Seperti halnya di sektor bisnis. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. keadilan. atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). seperti sektor bisnis. nilai-nilai. dan sebagainya. dan efektivitas. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. termasuk sektor publik (pemerintahan).bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. standar-standar. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. dituntut memiliki dua keunggulan. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). Dalam konteks pelayanan publik. yang dapat digunakan untuk 12 . Ada beberapa alasan. yaitu profesionalisme dan etika. baik normatif maupun objektif. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c.

yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. Dengan demikian. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. Etika berkaitan dengan perilaku moral. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Etika berkaitan dengan karya. Dengan cara sederhana. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. kinerja. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. atau prestasi. dan negara. Tegasnya. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. Oleh sebab itu. Dalam kenyataanya. bangsa. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak. b. etika adalah salah satu cabang filsafat. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. a. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. 13 . apa hak kita dan apa hak orang lain. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. setiap jam atau setiap hari.

Dalam hubungan ini. c. Dengan perkataan lain. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. Sebagai warga negara. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. dan manusiawi. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. Dalam konteks ini. bukan oleh ketakutan rakyat. transparan. Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. d. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi.program atau proyek. seperti cermat. kecintaan rakyat. bangsa dan negara. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . Secara kategoris. Senagai contoh. berkeadilan. cepat. objektif. Sementara itu. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut. ramah. kita akan membangun sebuah rumah. Jadi ketika.

Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. KTP. Sementara itu. Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. Pada saat ini. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. keamanan dan sejenisnya. setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). e. Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita.IMB dari pemerintah. misalnya. dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. SIM. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . Semakin hari. bahkan terhadap pemerintah secara umum. kolusi. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. Sudah barang tentu. Isu korupsi. masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. Contoh lain. selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya.

efisiensi. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). dan efektivitas. Dengan perkataan lain. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . dan manajemen berbasis kinerja. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. f. kemajuan teknologi. dengan sumber daya yang makin terbatas. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Dalam situasi seperti ini. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. Akan tetapi. Seperti di negara-negara lain.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. produktivitas. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. Nilai-nilai baru yang diadopsi. Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. diantaranya. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. seperti penakanan pada kinerja. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. demokratisasi. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya.

Dengan perkataan lain. Sudah barang tentu. rakyat. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. 17 . Selain itu. kolusi. falsafah negara (Pancasila). maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. Secara ringkas. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi. kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. Pejabat pemerintahan. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Panduan etika.jumlah pelaku korupsi. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. 6. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. karena tergabung dalam wadah KORPRI. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. Untuk unit-unit organisasi tertentu. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. Oleh sebab itu.

Jadi. Misalnya. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. dan di lingkungan profesi akuntansi. pengertian pelayanan publik. di samping berperan sebagai pribadi. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Teori dan Konsep Etika I. pada saat yang bersamaan seorang PNS.Perlu diingat. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan memperlajari: a. pengertian etika profesi. pengertian dan hakekat profesi. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. 3. etika dan disiplin PNS. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. memahami teori-teori etika. di lingkungan birokraasi. 2. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. Pengertian Etika 18 . yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. dan sebagai anggota profesi akuntansi. Dengan demikian. C. 2. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS). Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. anggota masyarakat umum. yaitu: 1.

Pengertian etika kepemimpinan b. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Bisnis. Bab ini akan mempelajari: a. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Deontologi. 3. 7. Pengertian pelayanan publik 19 . 4. keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. Bab ini akan mempelajari: a.b. Pengertian profesi dan etika profesi b. Prinsip-prinsip etika bisnis c. Etika Profesi. Konsep hak. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian. Teori-Teori Etika (Teleologi. Etika Kepemimpinan. Perbedaan etika dan etiket b. Urgensi etika profesi c. kewajiban. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Etika Pelayanan Publik. 6. 5. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Keutamaan) c. Pengertian nilai c. Pengertian etika bisnis b. Teori dan Konsep Etika II . Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Urgensi etika kepemimpinan c.

Definisi korupsi dan bahayanya b. Prinsip-prinsip anti korupsi c. Hak dan kewajiban PNS c. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. 8. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. 9. 1. Disiplin PNS. Pengertian etika kerja b. Pokok-Pokok Kepegawaian. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . 10. 11. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. Bab ini akan mempelajari: a. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Pengertian PNS b. Larangan-Larangan bagi PNS c. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Etika Kerja. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Aturan tentang Anti Korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian Korupsi. Urgensi disiplin PNS b. Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi.b.

Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS. Pengertian. Kode Etik Profesi Anggaran c. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. 14. Pengertian dan sumber kode etik c. 21 .c. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. Bab ini akan mempelajari: a. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. Urgensi memiliki etos pribadi b. Kode Etik Profesi Bea Cukai e. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Jiwa Korps dan Kode Etik. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Profesi Akuntan b. 12. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. 15. 13. Kode Etik Profesi PPLN f. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi). Kode Etik Profesi Pajak d.

22 .Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi. sebagai kelompok intelektual. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. Selanjutnya. misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa.

Ada beberapa alasan. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . keadilan. Pejabat pemerintahan. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. Selain itu. dan efektivitas. yaitu profesionalisme dan etika. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi.RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. dan sebagainya. baik normatif maupun objektif. Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). Dengan perkataan lain. seperti sektor bisnis. Seperti halnya di sektor bisnis. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. 3. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Mengetahui etika pelayanan publik. rakyat. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Secara ringkas. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. Oleh sebab itu. termasuk sektor publik (pemerintahan). dituntut memiliki dua keunggulan. 4. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. 2. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. produktivitas. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. 5. objektivitas atau imparsialitas. sektor publik. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Di sektor manapun. seperti integritas.

Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. pengertian etika profesi. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. LATIHAN 1. 3. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. memahami teori-teori etika. Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. pengertian dan hakekat profesi.pribadi. etika dan disiplin PNS. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. 2. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. pengertian pelayanan publik. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6.

3. Teori-Teori Etika (Teleologi. kode etik kelompok profesi. berarti timbul dari kebiasaan. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Konsep hak.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. 4. Semangat khas kelompok tertentu. keadilan dan kepedulian ___ A. ethikos. 2. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . Bagi ahli falsafah. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. 1. Deontologi. kewajiban. 3. etika adalah adat. Bagi sosiolog. misalnya ethos kerja. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. 2. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Etika Keutamaan).

Kriteria wajar. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. Menurut K. Menurut K. profesional. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . adil. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. 5. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. terpuji atau tercela. yaitu : 1. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. jujur. dan karenanya diperbolehkan atau tidak. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. terhadap organisasi dan staff. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. Menanamkan. terhadap diri sendiri dan profesi. Bertens. adil. Membantu pebisnis/calon pebisnis.profesi secara wajar. Bagi asosiasi profesi. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. 4. dari perilaku manusia. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. tapi masih lemah dan ragu. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. dan terhormat. Dalam etika sebagai ilmu. Bertens. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. 3. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. 2. jujur. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain.

Menurut ajaran agama. Agaknya. Untuk melengkapi tentang etika.berikut. Pertama. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. 3. Sebagai contoh. 4. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. 2. namun tidak ada gunanya dalam praktek. tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. Meta-Etika (Studi Konsep Etika). Disisi lain. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. Ini tentulah pemikiran sekuler. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. B. 1. dari sudut pandang si anak. karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. dan mungkin akan berlangsung terus. Dalam meta-etika. harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. yaitu disatu pihak. luhur dan baik dalam teori. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. etika normatif (studi penentuan nilai etika). penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif." Secara meta-etis. karena memang 27 . Salah seorang tokoh etika. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. Etika bukan sistem yang ideal.

Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Oleh karena itu. pengolahan tanah. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). 2. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. 3. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. tidak secara filosofissistematis. Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. karena. mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. seperti Pythagoras (582-500 SM). Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). nyaris milik sejarah etika. C.dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. dan masih banyak lainnya. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). Heraclitus (535-475 SM). 28 . Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. Konfusius (558-479 SM). meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip.

dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. sesuai dengan perintah akal budi. dan ketabahan. Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. karena ia harus benar. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. sebagai kebaikan tertinggi. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates.1. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. Aristoteles (384-322 SM). Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. tidak ada orang yang sengaja korup. Plato. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. menganalisis secara akurat. Murid Socrates. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Aristoteles. tetapi juga keadilan. Tidak seperti Plato. baik yang mutlak. barang-barang eksternal juga harus ada. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. dan kebajikan adalah kehati-hatian. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. 29 . dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. yang dicari demi dirinya sendiri. kesederhanaan. Menurut Sokrates. dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang.

berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. tidak seluruhnya jelas. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. adil atau tidak adil. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). panteistik atau rasa teistik. dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. dan lain-lain. menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. Stoa Romawi. Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). Chrysippus. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). Sinis. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. Tindakan sering baik atau buruk. yang tanpanya masyarakat 30 . menurut mereka. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. oleh karena itu. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. dan. Kaum Stoa. Epictetus (lahir sekitar tahun 50). tetapi sifat mereka. Kebajikan. Skeptis. yang membentuk keseluruhan alam. Para Sinis. Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. Epicurus. kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. Seneca (4 SM . tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM).AD 65). Cleanthes. Stoicisme.2.

Bonaventura (1221-1274). hati nurani. khususnya Albert (1193-1280) Besar. memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. Hukum abadi (lex aterna). Dominicus Soto. Ambrosius. tujuan akhir manusia. Clement dari Alexandria. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. 3. dan khususnya antara etika dan teologi moral. pernikahan. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. kebajikan kardinal. Tertullian. Molina. 24 persegi). dosa. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. 4. hukum alam. Hieronimus. dan De Lugo. Lessius. Suarez. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. kesatuan umat manusia. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. Irenaeus. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. serta sifat dan makna dari hukum moral. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. yang menolak hukum moral alam. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. Origenes. Thomas Aquinas (1225 -1274). Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. dan Duns Scotus (1274-1308). dan Agustinus. seperti Yustinus Martir. Sejak abad 31 . ii. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi.manusia tidak bisa ada. Hal ini terutama berlaku St Agustinus. nasib manusia. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. Contoh teolog besar adalah Victoria. dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. L. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen.

masih melekat pada filosofi Aristotel. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. Melanchthon. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. idiopatik. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Ada kecenderungan simpatik. Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. kedua kebaikan pribadi agen. ketiga menentang yang lainnya. karya-karya filosofis murni tentang etika. dan tidak wajar. 32 . Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang. dalam karyanya. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. seperti Helvetius. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. Condillac. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. Schwarz.keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. dan lainlain. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. maka apakah Hugo Grotius. sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. dan memiliki hak untuk semua hal. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). de la Mettrie. 5. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Yang lebih besar. "De jure belli et Pacis" juga sama. Keselarasan ini merupakan kebajikan. Holbach. sehingga muncul perang semua melawan semua.

dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. misalnya. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. GT Fechner. John Stuart Mill. Menurutnya. dalam orang-orang pesimis. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). Nietzsche. yang menurutnya. mutlak moral universal. dimana dia menemukan hukum. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. John Stuart Mill. Henry Sidgwick. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. E. Paulsen. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. di Jerman. 7. Alexander Bain. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. Sosialisme. yang otonom yaitu. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. Etika: Filsafat Evolusioner. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. 33 . Edward von Hartmann. Sistem Cumberland.6. F. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. harus diamati untuk kepentingan sendiri. dan kategoris. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. Beneke. Schleiermacher. sampai batas tertentu. di Inggris. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. F. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. Secara khusus. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. Altruisme. oleh serangkaian transformasi. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. dan lain-lain. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis.

seperti kesabaran. Oleh karena itu. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". Engels. moral religius. tidak tahu tentang pernikahan. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. semua. hati nurani. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. 34 . dan cinta sesama. dan karakter dari penilaian orang. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". Sebagai evolusionis. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. minat. Marx. pada keadilan pra-manusia. Menurut Max Nordau. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. dan pengendalian diri kasar. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. agama. konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. Pragmatisme berbeda dari Relativisme. Menurutnya.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. ketaatan kelemahlembutan. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. Proletariat bawah diinjak. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. Menurut K. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. dll juga terus berubah. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. maka ide-ide moralitas. F. kebenaran tidak mungkin berubah.

Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik. 1. Teori Teleleologi. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual.Kelemahan menjadi kebaikan. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada. tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. yakni pada yang baik (agathos). Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika. Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. Maka. pengecut berarti kesabaran. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia." Oleh karena itu. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. D. Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. keputusan dan kebijakan. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. 35 . II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. Oleh karena itu. Menurut Aristoteles. mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu.

Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. Dari ketiga teori tersebut. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. yaitu: a.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan. c. 3) Maksimalisme. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi. yaitu: 1) Konsekuensialisme. b. 36 . 2). Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. kecuali pelaku. 4) Universalisme. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. 2) Hedonisme. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain.

Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang.Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. tentu dalam perkembangan peradaban 37 . Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . bukan pada masing-masing tindakan secara individual. Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak.

Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. c. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. Teori Deontologi. 2. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. b. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. d. dan mayoritas berhak atas mereka. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak.

Selain Kant. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. otonomi makhluk rasional. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. Nah. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. Ross mengajukan jalan 39 . Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. d. dan menghargai. kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. tidak boleh menghina. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. membayar hutang. c. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross. membantu orang tua. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. Menurut Kant. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. f. Misalnya. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya.pelaksanaan kewajiban. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. b. Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. e. Menurut penilaian moral yang umum. dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan.

Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . e. dan mengatakan kebenaran.keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. Teori Keutamaan (Virtue). atau murah hati. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). baik eksplisit maupun implisit. h. Gratitude (kewajiban berterima kasih). Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). n. m. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. Benefience (kewajiban berbuat baik). Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. d. g. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. atau jujur. Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. j. dll. 3. f. dan sebagainya. intelegensi. i. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. (Velasquez. murah hati. kita harus melunasi hutang moril dan materiil. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). Justice (kewajiban keadilan). Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. Reparation (kewajiban ganti rugi). Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. jujur. b. l. c. melainkan: apakah orang itu bersikap adil. k.2005) .

Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. Disposisi. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. l. memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. Toleransi terhadap sesama. Keberanian/keteguhan. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. Kesantunan. Berkeadilan. o. Etika keutamaan memerlukan konteks. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. i. 41 . Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. e. Kesetiaan. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi.a. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. k. j. Pengendalian diri yang baik. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. c. cenderung ke dimensi pada umumnya). Kejujuran. Belas kasih. Keandalan. n. dll. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. f. d. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. menjadi peka m. g. Moderat ( tidak ekstrim. h. Bangga (tetapi tidak arogan). meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. tiga hal tersebut adalah: a. b. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. hubungan bisnis tidak terkecuali.

Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. Hak. Kemauan/kehendak. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Pembiasaan diri. f. c. orang di sekitarnya. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . b. Keberanian. dll. MacIntyre).b. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. Keutamaan cenderung bersifat permanen. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. E. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. yaitu kehidupan yang baik. Walaupun tidak mudah. yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. Hak merupakan konsep moral yang penting. Dengan demikian. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. e. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. Keutamaan dapat saja hilang. d. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles. misalnya.

saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu.Selain itu. 43 . Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. Hak positif dan hak negatif. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Contoh. d. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖.. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. atau kemanusiaan secara umum. Hak legal dan hak moral. Contoh kasus. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut. Hak moral lebih bersifat individu. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Contoh. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. Hak individual dan hak sosial. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Macam hak antara lain: a. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. c. Hak khusus dan hak umum. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. b. Contoh adalah hak milik.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian.

dan ekonomi. c. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 .Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. Menilai tindakan seseorang. Berikut ini adalah penjelasannya: a. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. Keadilan khusus. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. Mengapa? Menurut ahli etika. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Inilah yang disebut dengan hak sosial. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. 2. e. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. b. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Hak absolut. Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. b. Keadilan universal. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. Keadilan. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. Menurut konsep tradisional (Aristoteles). Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. politik. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian.

Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula.1) Keadilan distributif (distributive justice). politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok. Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. (contoh: pembagian kompor gas). misalnya merusak keseimbangan moral. bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima. yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban.

c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk. b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). 3) Keadilan retributif (retributive justice).a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan. b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. yaitu: 46 . Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman).

pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. a) Prinsip a. Dengan demikian. tidak hanya di Indonesia. dalam beberapa kasus. Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. 3. artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. dipelopori oleh 47 . artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. teman. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. (dalam konteks manfaat dan beban). b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer. ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). Kepedulian.

dengan tradisi. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. F. Menurut pandangan Etika Kepedulian. c. atau antara individu dengan kelompok. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. 3. dan permainan. Sekalipun sudah ada norma hukum. kebudayaan dan sejarahnya. e. b.gerakan Feminisme). sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. 2. kesopanan. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. sehingga sering mendapat celahcelah hukum. adat istiadat. 1. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. hukum. etika tetap diperlukan karena: a. Manusia hidup dalam jaringan norma moral. religius. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu. 48 . Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. d. Oleh karena itu. dan bukan an act of man.human act.

Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. masing-masing 49 . Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Etika. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). Irmayanti. apapun resikonya. mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. "the end justifies the means. b. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. damai dan sejahtera. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. c. even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. Manfaat etika adalah: a. Pluralisme moral diperlukan karena: a. disebut juga filsafat moral. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Menurut mereka. b. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. teratur. Dr. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. Lebih jauh lagi. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. penyalahgunaannyapun absolute.4. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. c. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. dkk. 5. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. jika kekuasaan itu absolut. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". pokoknya menang atau untung. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral.

hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. sebagai ―kompas‖ moral. b.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. b. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. kepercayaan. kejujuran. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. Fungsi etika profesi. kebebasan-tanggung jawab. Kode etik adalah sistem norma. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. Pertama. a. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. Kedua. melakukan riset dan sebagainya). 50 . Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu.

dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). Sinis. baik yang mutlak. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. menganalisis secara akurat. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. Aristoteles. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates. Menurut K. Menurut Socrates.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Plato. sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. dengan 51 . Bertens. Stoicisme. berarti timbul dari kebiasaan. Ethikos. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). Epicurus.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme.

dan Duns Scotus (1274-1308).  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. bahwa kesenangan adalah kejahatan. ii. Sosialisme. yaitu Konsekuensialisme.  Etika: Filsafat Evolusioner. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Bonaventura (1221-1274). pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Deontologi tidak terpaku pada 52 .kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. John Stuart Mill. dan khususnya antara etika dan teologi moral. Thomas Aquinas (1225 -1274). Hedonisme.  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. 24 persegi).  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant. dan Universalisme. TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Nietzsche.‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Altruisme. dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Maksimalisme. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis.

konsekuensi perbuatan. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari. dll. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. Disposisi 2.  Teori Keutamaan. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. self-improvement. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. justice. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. diantaranya kebaikan. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. Hak absolut. dan retributif). Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 . yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). keberanian. Hak individual dan hak sosial. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Kemauan / kehendak 3. dan non-maleficence. otonomi makhluk rasional. tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. reparation. yaitu fidelity. tiga hal tersebut adalah: 1. Tujuh kewajiban moral. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. gratitude. kompensasi. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. Menurut Kant. dan mengharrgai. kejujuran. Hak khusus dan hak umum. benefience. Hak positif dan hak negatif. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya.  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif.

 Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. b. melakukan riset). Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa.  Fungsi etika a. d. etika tetap diperlukan karena: a. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum. Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. c. Norma hukum cepat ketinggalan zaman. c. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. 54 . e. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Fungsi etika profesi.hukuman terhadap pelaku kesalahan. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Kode etik adalah sistem norma. b. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). b. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. yaitu: a.

Sokrates b. luhur dan baik dalam teori. a. Etika Terapan d. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Etika Deskriptif b. Latin c. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. a. Plato c. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. Etika Terapan b. Etika Normatif d. Moralitas sosial 55 .SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . Moral didasarkan atas wahyu d. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. Etika Analisis 4. Etika Deskriptif 2. Etika Normatif c. Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. a. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. b. Yunani Kuno b. 3. Hubungan Tuhan dengan dunia b. Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. yang berasal dari bahasa … . Phytagoras 6. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Romawi Kuno d. Aristoteles d. Yang bukan pengertian etika adalah … . d. Hukum universal 8. Meta-Etika c. a. Sistem yang ideal. Hukum alam d. Akal manusia c. yang tidak ada gunanya dalam praktek.

Etika Keutamaan c. Etika berdasarkan nafsu d. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Perilaku manusia d. Etika Kantian b. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral. Maksimalisasi d. kecuali … a. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. yaitu: a. Konsekuensi d. Kemauan/kehendak d. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Hedonisme c. yaitu: a. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Rasa malu b. Kewajiban berbuat baik c. kecuali: a. Etika hasil kreasi alam 9. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Universalitas b. Etika Teleleologi 10. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Akhlak manusia c. 56 . Hak manusia 14. Kewajiban tidak merugikan b. Menghargai makhluk rasional 12. Kewajiban menepati janji 13. Otonomi c.a. Keadilan 15. Kewajiban manusia b. Universalisme 11. Maksimalisasi b. salah satunya adalah Fidelity. Etika Deontologi d. Kebaikan b. Pembiasaan diri kecuali… a. Kewajiban ganti rugi d. Disposisi c.

a. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. kecuali. Mengingat kesuksesan masa lalu b. solvabilitas b. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. d. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat.. Sekalipun sudah ada norma hukum. Hak umum b... sehingga sering mendapat celah-celah hukum. Kepercayaan diri d. subjektivitas d.c.. c. objektivitas 20.. etika tetap diperlukan karena. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17... Hak absolut 18. a. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. a. Mengingat keterpurukan masa lalu c. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b... Hak sosial d. Hak moral c. kreativitas c. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a. a.. b.. 19. 57 . kecuali. Mengingat masa depan yang terbentang d. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Kelancangan 16. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari.. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu.

bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 .Essay 1. Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi. Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5. Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2. Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3.

etika adalah: a. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . tata krama. kandang. sikap. c. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. akhlak. tentram. perasaan. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. padang rumput. cara berpikir.watak. kebiasaan/adat. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. b. tenang. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Etika 1. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. protokoler dan lain-lain. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. tentang hak dan kewajiban moral. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian Etika. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang.

2000). Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). K. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti.2000). kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.kebiasaan. dan etika berarti ilmu akhlak. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). berarti moral. secara etimologis (asal usul kata). b. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.Bertens. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. yaitu: usila (Sanskerta). Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. mempunyai arti: a. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Istilah lain yang identik dengan etika. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. prinsip. c. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. Jadi.

etika Protestan dan sebagainya. b. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. ilmu tentang yang baik atau buruk. Menurut tinggi rendahnya. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. bukan objek itu sendiri. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. dambaan-dambaan dan keharusan. Etika berkaitan dengan nilai. kumpulan asas atau nilai moral. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. . Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. norma. dan kesejahteraan umum. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia.dibalik. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. dan moral. c. Misalnya nilai keindahan. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. c. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. kebenaran maupun lingkungan. kesegaran jasmani. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak. Misalnya. harapan-harapan. etika agama Budha. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. b. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.

yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. d. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. santun. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. antara rohani dengan jasmaninya. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. Manusia disebut etis. e. yang bersumber pada perasaan manusia. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. 2. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b.d. cipta) manusia. 4) Nilai religius. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Ada empat macam nilai-nilai kerohanian. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. budi. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. Macam-Macam Etika. Misalnya nilai-nilai pribadi. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan.

c. cukup informasi. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Jenis ketiga. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. yaitu sebagai berikut: a. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. Etika Normatif. Jenis kedua. menganjurkan dan merefleksikan. . Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. direktif dan reflektif. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. sebagai berikut: a. Etika Deskriptif. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. b. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jenis pertama. Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23). serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. b.

Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. 2. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. menurut para pakar ada beberapa pengertian. Hubungan Etika dengan Manusia.B. cara bersalaman. yaitu: 1. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. tata krama dalam pergaulan formal. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. isi. walaupun ada persamaannya. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. seperti cara berpakaian (tata busana).Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis.Definisi etiket. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak . dan sebagainya tentang barang itu. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. cara duduk. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. cara berbicara. Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Perbedaan Etika dan Etiket 1. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. C.

Wajar saja. Di berbagai kesempatan. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖. Bahkan di beberapa perguruan tinggi. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. yang telah diberikan karunia berupa akal. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. namun maknanya tidak mirip sama sekali. nilai atau . Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. 2. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. Dari segi ejaan. karena sedikitnya literatur. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖. kata ini hampir mirip dengan etika. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. Etika dan Etiket. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. Berbeda dengan kata etika. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati.

senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. Begitu pula dengan seorang koruptor. K. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. . senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. mafia kasus. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. yaitu : 1. maka etiket tidak berlaku. berbicara sopan. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. berjas rapih. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. Lihatlah mereka. 2. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. maka saya dianggap melanggar etiket. Sebagai contoh. rapih dalam berpakaian. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. maka saya dianggap melanggat etiket. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan.agama tertentu.

Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Nilai 1. dan berguna bagi manusia. Pengertian Nilai. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. 4. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. menunjukkan kualitas. D. Etika bersifat absolut. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . 3. Etika memandang manusia dari segi dalam. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. tapi di dalam penuh kebusukan. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. sifatnya belum operasional. dari luar sangan sopan dan halus. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Etiket bersifat relatif. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik.Etika selalu berlaku. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. bermutu. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. ―Jangan mencuri‖.

b. g.berharga.dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.Z. f. Kuntjaraningrat (1992:26) . M. a concept . nilai identik dengan apa yang diinginkan. Driyarkara (1966. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. e. c. nilai pengalaman pribadi semata.38) Nilai adalah hakekat suatu hal. a. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia.yang pantas. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. (Value is any idea. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. nilai ide platonic esensi. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita. etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. A. Pengertian Nilai Para Ahli. about what some one think is important in life) h. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan).W. nilai merupakan sarana pelatihan kita. 2.

” p. (Rokeach. 1994 hal. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga.I. 1973 hal. benar salah. 1994 hal. pujian dan kecaman. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat.” q. 3. patuh tidak patuh. benar dan adil l. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. . dorongan dan cegahan. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. adil tidak adil m. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. 2. (Schwartz. ukuran baik buruk. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. M. suatu keyakinan. John Dewey Value is any object of social interest j.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. melampaui situasi spesifik. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. harapan dan penyesalan. varying in importance. o. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. k. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. i. (Feather. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal.

yaitu: a. achievement. suatu keyakinan. 1985). Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. 1994). 1987). Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. b. Mayton II & Ball-Rokeach. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. self-direction). serta 5. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. . Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. 1973. yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya. 1994. 1973). Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. dan kejadiankejadian.4. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. motif sosial (interaksi). security). Rokeach. agama. masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. atau kedua-duanya (universalism. 1994. tradition. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. stimulation. Grube. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. Sebagaimana terbentuknya. Jadi. individu. Schwartz. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. hedonism.

enjoying life. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise. wealth. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. 1985). yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. 3.1973). Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. 2. ambitious. influential. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. preserving my public image dan social recognition. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. 4. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. capable. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. tantangan dalam hidup. Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. authority. yaitu : 1. Schwartz (1992. varied life. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. exciting life. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. .

5. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). 6. mencipta. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. freedom. moderate. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. seperti memilih. forgiving. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. 8. respect for tradition. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. choosing own goals. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. tradisi. accepting my portion in life. loyal. responsible. dan norma bertingkah laku. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. wisdom. toleransi. keyakinan. adat istiadat. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. atau agama. honest. 7. Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. memahami orang lain. mature love. social justice. dan penerimaan terhadap kebiasaan. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. Nilai khusus yang . 9. komitmen. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. inner harmony. curious. true friendship. equality. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. independent. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. devout. menyelidiki. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful.

healthy. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. Sebaliknya. social order. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security. reciprocation of favors. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. yaitu individual dan kolektif. hubungan antar manusia. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. family security. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. clean. sense of belonging. 3. Misalnya. Tipe nilai stimulation dan self-direction. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. honoring parents and elders. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. Tipe nilai achievement dan hedonism. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. Selain adanya 10 tipe nilai ini. self discipline. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. Tipe nilai power dan achievement. 10. keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. obedient.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. dan stabilitas masyarakat. Tipe nilai hedonism dan stimulation. praktis. harmoni. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. Struktur Hubungan Nilai. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. dan diri sendiri. Tipe nilai self-direction dan universalism.

. keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Tipe nilai universalism dan benevolence. Tipe nilai tradition dan security. yaitu : 1. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. Tipe nilai security dan power. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. Tipe nilai benevolence dan tradition. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. tradition. dan perlindungan terhadap stabilitas. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. Tipe nilai conformity dan tradition. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. Tipe nilai benevolence dan conformity. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. dan security. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada.keragaman dari hakekat kehidupan 6. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. ketaatan terhadap aturan tradisional. 2. Tipe nilai conformity dan security. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7.

1995. Schwartz. 1994). Fungsi Nilai. d. nilai adalah keyakinan (Rokeach. c. 1992. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. 1994. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. Schwartz. b. Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach. 1973. 1994). yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. bisa dipengaruhi dan diubah.4. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. . Schwartz. sikap. Nilai sebagai standar (Rokeach. Grube dkk. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. 1994). 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. Rokeach.. 1994). Schwartz. 1973. Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. 1973. Feather. 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. selain tuntutan sosial (Feather. 1994. 1992. 1994). 1973. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. memberitahu individu akan keyakinan. 1994). yang bisa diprotes dan dibantah.

stimulation. self-direction. yaitu pada tipe nilai hedonism. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. b. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. Schwartz value survey). Robinson dkk. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. tingkah laku seksual) kurang baik. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. Verkasalo. Rokeach value survey. achievement dan power. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a. Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis. dalam konsep Rokeach. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. 5.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. Pengukuran Nilai. 1973). Sejalan dengan hal ini. . Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. Schwartz. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan.

ekonomi dan lain-lain. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. Norma terdiri dari beberapa macam. tertib dan sentosa. Norma Kesopanan d. diantaranya adalah faktor pendidikan. Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma Kebiasaan (Habit) e. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku. orang tersebut cenderung melanggar . Norma Kesusilaan c. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. d. a. Norma Hukum 2. itu dikarenakan beberapa faktor. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. c. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. E. Jadi. Pengertian Norma. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. antara lain yaitu : a. Norma Agama b. Norma 1. nilainya yang dominan akan teraktivasi. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. dapat menggambarkan nilai-nilainya. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya.

Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖.norma-norma agama. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. tata krama atau adat istiadat. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. . Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. 5) ―Kamu jangan menipu‖. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. c. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. kepatutan. 4) ―Kamu harus beribadah‖. b. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.

3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. misalnya jual beli. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. Kegiatan melakukan acara selamatan. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara).Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. hamil atau membawa bayi‖. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. sanksinya berupa ancaman hukuman. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. kebiasaan. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. e. yurisprudensi. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. bus dan lain-lain. doktrin. d. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. . Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. diwajibkan mengganti kerugian‖. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. terutama wanita yang tua. yaitu kekuasaan negara. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. dan agama.

Anggota masyarakat yang . Dalam suatu masyarakat. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). a. b. Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. Misalnya. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. tetapi diterima sebagai norma pengatur. Norma dari Sudut Pandang Umum. sikap. Tata kelakuan. tetapi sekadar celaan. cemoohan. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. d. Misalnya.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. 3. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. c. norma dapat dibedakan sebagai berikut. Misalnya. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. atau ejekan. Jika cara itu dilakukan. di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan.

Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. Misalnya. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. lingkungan sekolah. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Jika terjadi perceraian. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. . hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. tentram dan damai tanpa gangguan. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. orang yang melakukan pelanggaran. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu.

Nilai adalah sesuatu yang berharga. ketaatan terhadap aturan tradisional. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. 6. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. Tradition 9. dan berguna bagi manusia. Benevolence 8. Achievement 3. Hedonism 4.RANGKUMAN 1. . (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. Schwartz (1992. Security. bermutu. Stimulation 5. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. tentang hak dan kewajiban moral. yaitu : 1. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Power 2. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. 2. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. dan sebagainya tentang barang itu. Conformity 10. Universalism 7. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. 5. 4. Self-direction 6. isi. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. menunjukkan kualitas.

Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. tertib dan sentosa. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat. 11. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Norma Kesopanan. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Norma Kesusilaan. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Norma Agama. (3) Fungsi LATIHAN 1. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman.7.

norma. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. dan mereka tidak merasa menyesal. bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . etika dan etikaet.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. Dari masalah nilai.

dan penyelenggara lainnya. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. Memahami pengertian etika profesi 2. Dampak langsungnya. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. Sejumlah pengamat.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. istilah etika di berbagai kesempatan. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. Memahami urgensi etika profesi 3. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. Etika Kita sering mendengar. Demikian pula. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. Mereka. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. membaca. atau bahkan menggunakan. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. misalnya. terus berkembang. misalnya. terus 4 .

menciptakan.berkembang dan semakin meningkat. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis. mencakup sifat manusia. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. 5 .Dalam dunia bisnis atau profesinal. Mengingat begitu pentingnya etika. 2. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Pengacara. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.

3. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. Karena nilai-nilai moral ini. tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. Pertama. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. Selain itu. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. c. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. sebagaimana dapat kita pahami nanti. d. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. bukanlah seorang profesional. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. seorang pencopet. Kedua. profesi memnag suatu pekerjaan. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. kelangsungan hidup dan sebagainya. b. lebih dari sekedar pekerjaan. e. keamanan. Adanya pengetahuan khusus. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Istilah profesi dalam bab ini. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. kerenanya. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. Tegasnya. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. 6 . tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. dan karenanya. Mengingat makna profesi dan profesional itu. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. Etika profesi 7 . dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. 8) Menentukan standarnya sendiri. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan. dalam hal ini adalah kode etik. 4. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. 1994: 6-7). Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Pengertian Etika Profesi.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis.

Sebagai bidang etika terapan. Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati. Namun demikian. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. Dengan demikian. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional. 8 . dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. dalam kaitannya dengan profesi.merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka.

tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Kode etik . keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. dan akuntan. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. Kode Etik Profesi Kode. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. 5. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. 8 (pokok-pokok kepegawaian).kekuasaan atau keahlian. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. atau sebaliknya. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. pengetahuan. 9 . Misalnya. penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. misalnya untuk menjamin suatu berita. dan hubungan dengan klien. Namun demikian tetap perlu diingat. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. Menurut UU no. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. pengalaman. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. pengacara.

Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis.Tetapi setelah kode etik ada. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri.b. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. Dengan membuat kode etik. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. yaitu profesi. 10 . sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial). c. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. pemikiran etis tidak berhenti. Salah satu contoh tertua adalah . SUMPAH HIPOKRATES.

Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Sanksi moral b. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. b. Namun demikian. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. 11 . Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain.Kode etik ini lebih memperjelas. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu.

Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. h. B. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. institusi. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . kebiasaan. i.c. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Menentukan baku standarnya sendiri. 6. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Hal ini disebabkan perbedaan adat. dan masyarakat pada umumnya b. j. kebudayaan. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang).

Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. lengkap. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 . dalam bahasa yang baik. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki. Selanjutnya. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita . bukan kepatuhan membuta.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi. tata krama. yang tidak dipaksakan dari luar.manusia bergaul. tanpa catatan.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. protokoler dan lain-lain. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya.Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini. tentram. tenang.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi.

Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. Tanpa etika profesi. d. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto. sesama profesi sendiri. Otonomi. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. b. C. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. c.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. 1999). Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. Prinsip integritas moral yang tinggi. Prinsip-Prinsip Etika Profesi. 14 . Keadilan. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Tanggung jawab.

Dengan nilai-nilai etika tersebut. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. yaitu masyarakat profesional. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.2. Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. 3. pemberi kredit. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. pemerintah. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. Peranan Etika Dalam Profesi. b. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. a. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). pemberi kerja. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. atau segolongan orang saja. investor. dunia bisnis dan keuangan. menghormati kepercayaan publik. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. c. pegawai.

Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. 4. susila atau tidak susila. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . c. a. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. d. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian .Budi tumbuhnya dalam jiwa. adalah pada perbuatan baik atau jahat. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya. b. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti.

seperti dalam buku Kusmanadji (2004. Tingkat kedua. perilaku tercela. kemauan. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik. c. Berdasarkan sistematika di atas. Burhanuddin Salam. pemborosan dan penggelapan dana. akibat atau hasil perbuatan tersebut. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1. Drs. pengabaian atau pelanggaran hukum. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. Tujuan baik. wil. dan cara mencapainya juga terlihat baik.perbuatan namanya pekerti. jadi masih berupa rencana dalam hati. d. Jadi suatu budi pekerti. dan cara mencapainya juga tidak baik. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. Tingkat ketiga. menutupnutupi kesalahan. perlakuan tidak adil. favoritisme. Tujuannya baik. b. Tingkat pertama. ketidakjujuran. cita-cita. dan kegagalan dalam berinisiatif. dari semasih berupa angan-angan. semasih belum lahir menjadi perbuatan. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . yaitu pekerti.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. niat hati. b. c. niat. Tujuannya tidak baik. D. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. yaitu baik atau buruk. cara mencapainya kelihatannya baik.16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. Tujuannya yang tidak baik.

Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi.Dalam hal ini.―imbalan‖. aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut.Selain itu. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai . Sebagi contoh. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi. seorang atasan dalam suatu instansi.Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi. Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria.maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan. tetapi hukum yang berlaku.Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up). seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan. Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif.Dalam banyak hal. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. 18 . Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna.Dalam hal ini.

16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). lembaga independen anti korupsi. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. Dengan perkataan lain. walaupun banyak pihak yang masih skeptic. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. jika bukan pengkhianatan. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. pemungutan liar 19 . Dalam bukunya Kusmanadji (2004. Dengan definisi yang luas tersebut. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. posisi.Oleh sebab itu. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri.Secara ekonomi dan politik. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. penerimaan suap atau uang pelican. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.2.Terakhir.Jadi. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. Korupsi. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. Namun dari sudut pandang etika. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya.

memperkaya diri sendiri. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan). dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall. orang lain atau korporasi. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). dan legalitas. Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. Jadi.(tidak sah). dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. Dengan kriteria tersebut. keadilan. Demikian pula. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. 31/1999). Menguntungkan diri sendiri c. Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No. 3/1971 yang diubah dengan UU NO. sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. objektivitas. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. datang terlambat di kantor. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. Melawan hukum b. Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. orang lain atau korporasi. kesempatan. karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. mangkir kerja. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 .

16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi. tanggung jawab.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur. Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest).Dlam konteks birokrasi publik. efisiensi. seperti loyalitas.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik. bangsa. sehingga perlu didefinisikan. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. diidentifikasi dan dikelola. masayrakat dan atau negara.Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). dan nepotisme (KKN). kolusi. 21 . jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi. dan negara. Secara historis. dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi. 3. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara. dan kejujuran. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. Kolusi . Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi.

Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. imparsialitas.Secara sederhana dan pragmatis. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan.Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. mekanisme pasar. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi. dan alokasi sumberdaya publik.. Seperti halnya pada definisi korupsi. Mendistorsi aturan hukum. pada definisi benturan kepentingan ini. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a. b. perumusan dan pelaksanaan kebijakan. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. hubungan pribadi. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat. 22 . maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan. Jadi kepentingan pribadi apa pun. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu.

Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. Karenanya. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. pejabat puncak menerima gaji. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 . Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan. a.4. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas.Namun setelah dua tahun penyelidikan. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA.Akhirnya. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002. Lembaga ini bekerja seperti bank.Skema ini akhirnya terurai. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. b. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999. Sementara itu.

Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. Akibatnya. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. recording revenue on contingent sales.diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi.4 miliar dari Waste Management. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖. pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Dengan Enron. Menurut SEC. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. salah satu klien terbesar Andersen. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Hasilnya. Andersen mampu membuat 80 persen 24 . c. Agustus 2002.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. Enron Bulan Oktober 2001. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1. d. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal.SEC juga menuduh Arthur Andersen. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron.Pada 2001. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. seperti pendapatan ―cookie jar‖.

tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. memiliki penyimpangan sebesar $3. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. Nancy Temple. Pada Juni 2005. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . Atas kasus itu. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Enron bangkrut.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang.Dia menginstruksikan David Duncan.Dalam sebulan. 5. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. Berita segera muncul ketika WorldCom. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. e.9 miliar. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. klien terbesar Andersen. Namun. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a.

Arthur Andersen. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. b. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. c. diantaranya: a. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. Dalam kasus Enron misalnya.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. namun mutu dan independensi audit dikorbankan.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. Adanya penyesatan informasi. 26 . b. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan. 6. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen.

Dengan adanya tindakan ini . Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi. agar hasilnya bisa memuaskan. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi.Akibatnya. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. 27 . 7. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. e.c. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. d. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. pelaporan.

d. chief accounting officer. Selain itu. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. Untuk menjamin independensi auditor. CFO. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. 28 . diantaranya: a. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. b. e. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. Sebagai tambahan. yaitu jika tidak ada. c.

Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 .KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. perilaku. tidak jujur.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. klien. etika. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. karakter moral yang rendah. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah. dan lemahnya pengendalian.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. dan lain sebagainya. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. akhlak.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum. dominasi kepercayaan. publik dan karyawan sendiri. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan.

Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI. peneliti dari Universitas Atmajaya. kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. Bekasi. Irwanto PhD. atau kecelakaan. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. kegagalan. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP.Akibatnya. Rabu (25/8) lalu.bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula. Jakarta. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR. Cibitung. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. 30 . baik secara profesi maupun hukum. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. 4) Pelecehan seksual dan sebagainya. Contoh nyatanya adalah kasus Drs.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. Dalam kasus malapraktik dokter. Di republik ini.Namun. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik. kelalaian. dokter selalu berada di pihak yang benar. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ).

bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan. seseorang dapat dikenai pidana. Menurut Menkes. Sayang. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu. bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi.Mestinya. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris.Artinya.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja. Akan tetapi.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan.‖Walaupun belum ada standar.‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut.Jika terbukti adanya malpraktik.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran.Apakah harus dipidana. penguatan lembaga penegakan etik profesi. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 .

Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer.Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan. Seorang patolog. ‖ ujar Kamri A. data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal. pengobatan.Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP. ‖ Jadi. ahli bedah.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan.‖ papar ahli Kesehatan.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu.Karena itu.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. Goerge Lundbreg. seperti kesalahan dalam diagnostik. tidak serius dan serius (termasuk kematian). namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien. kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible). dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. atau tindakan seperti operasi. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. Jika bersifat pidana. serta dicegah atau tidak. Prof Iwan Darmansjah. Mengutip Atul Gawande.implikasi publik alias tindakan pidana umum. 33 persen dari serangan jantung.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati. di Journal of the American Medical Association melaporkan. misalnya sekali-sekali atau sering. dalam complications. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien.Jenisnya juga dapat beragam. Selain itu.

yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen. tampak dan potensial! 33 . tampak dan potensial? 5. Fellina Azzahrapasien). Apa perbedaan benturan kepentingan aktual.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. termasuk dalam profesi kedokteran. Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual.Dalam perkembangannya. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2. perlu dilindungi dari perilaku.Sebagai dampak perubahan yang semakin global. dan hedonistik. dan korban lain yang mati sekalipun. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. SOAL-SOAL 1. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3. individualistik.Akibatnya. kasus Irwanto.kedokteran Indonesia. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah. materialistik. Kalau tidak.

yaitu: 1. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . 2. (etika dalam berbisnis). Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Memahami urgensi etika bisnis 3. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. 2. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. Menurut Zimmerer. Memahami pengertian etika bisnis 2.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1.

maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. 2. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 . Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. Disisi lain. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. hak-hak dan kewajiban. kontak sosial. tidak lekas tersinggung. Bertens.menghormati. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. kekayaan. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. yaitu disatu pihak. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. 3. tapi masih lemah dan ragu. Dalam etika sebagai ilmu. meningkatkan efisiensi kerja. kontrol diri. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. Etika bisnis menyangkut moral. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. kreditur. menimbulkan rasa saling menghargai. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. Menanamkan. pelanggan. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. tidak menyalahgunakan kedudukan. Dengan kata lain. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. yaitu : 1. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. toleran. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Menurut K.

maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. Suap menerima (Bribery). menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. Penipuan (Deception). adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. Bila studi etika telah membuka mata. tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. adalah tekanan. adalah tindakan memperdaya. Selain itu. 2. Paksaan (Coercion). Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. Pencurian (Theft). memberi. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. pemecatan. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. 4. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap.boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. kewarganegaraan. batasan. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). 3. tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. 5. atau agama. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. 36 . dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. jenis kelamin. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. atau penolakan industri terhadap seorang individu.

Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini. makin hari semakin meningkat. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi. Tindakan mark up. Oleh karena itu. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis.A. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Sebagai bagian dari masyarakat.B. Von der Embse dan R. yaitu: 1. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. Kalau sudah demikian. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. Bahkan. dalam 37 . ingkar janji. Pasalnya.

Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. 2) Prinsip Keadilan. seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. b. Keadilan distributive. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. Benefit terdiri dari 38 . Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini.dan kesamaan. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. baik secara perseorangan maupun secara kelompok.bertindak. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. kejujuran. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. antara lain: 1) Prinsip Hak. 2. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. Namun. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. 3. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan.

upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. pelayanan dan barang penebus kerugian. b. dan lain-lain. Sementara itu. pendidikan dan waktu luang. misalnya kehilangan nyawa manusia. kesejahteraan. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. b). Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. baik internal maupun eksternal perusahaan. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. pelayanan yang sama kepada konsumen. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. Beban terdiri dari tugas kerja. (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. c). Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Contohnya. Keadilan retributive. d. c.pendapatan. pekerjaan. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. 39 . Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. pajak dan kewajiban social. Keadilan kompensatoris.

tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. sekretaris dan lain-lain. 40 . Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. d. e. Misalnya. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. Hal ini jelas keliru. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen.e. entah melalui gambar maupun tulisan. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. Simpatik Kelolalah emosi. c. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Pada akhirnya. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. b. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya. seperti karyawan. Misalnya. Apalagi. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai.

Di samping itu. dll. melainkan lebih kompleks lagi. 2. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya.f. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. Artinya. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Pengendalian Diri Artinya. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Lakukan dengan Cara yang Baik. Jadi. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. 3. Lebih Baik. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. pemberian latihan keterampilan. terutama dalam hal pendidikan. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Perhatikan juga norma. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. kesehatan. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘.

dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. Untuk itu. 8. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. Kolusi. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. 6. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. 7. 5. Kongkalikong. 4. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. Koneksi. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. Menghindari Sifat 5K (Katabelece. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.teknologi.

jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. 43 . Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. politik. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. hukum. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. 10. 11. 9. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. C. dan sistem-sistem sosial lainnya. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. sementara ada ‗oknum‘. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. 2. yaitu: 1. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat.

yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. Kolusi. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. Di Indonesia. penipuan. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. adalah sesuatu yang mereka inginkan. Memasukkan gatra nilai etis 44 . korupsi. Manajemen beretika. perampokan bank oleh para konglomerat. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. pengrusakan lingkungan. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. Dalam ungkapan Theodore Levitt. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. monopoli. Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. 1. penimbunan barang.3. penindasan tenaga kerja. Bahkan.

Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. kepribadian. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin. c. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. menurut mereka.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. Bukan hanya melanggar etika bisnis. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. menurut kalangan ekonom seperti di atas. sikap. usia dan latar belakang etnis 45 . adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. prinsip ekonomi. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. belum lagi pembajakan film dan buku. Padahal. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. b. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar.Penampilan.

Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. karsa dan karya.Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. Pada umumnya. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. paling tidak semenjak jaman modern. Dorongan tidak selalu datang dari luar. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. d. Melalui pendekatan etika ini. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. Dalam kegiatan praktis. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan.

dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. Sebaliknya. Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. a. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. Artinya. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. organisasi yang baik. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. diperlukan suatu landasan yang kokoh. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. 47 .Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. karena berkilat belum tentu emas. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi.

bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. larangan beroperasi. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. misalnya melalui gerakan pemboikotan. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. larangan beredar. TELKOM dan PT. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Tindakan yang tidak etis. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). keputusan presiden. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. industri dan juga masyarakat. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. dan hak asasi manusia. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya. 49 . peraturan pemerintah. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. lingkungan alam. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. seperti bagaimana melakukan bisnis. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. Corporate Social Responsibility. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. Etika. b. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. dan lain sebagainya. perusahaan. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal). ISO (International Organization for Standarization). peraturan perusahaan. Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. Decent Works. dan sebagainya. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. Jadi. baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

Pada tingkat sistem. Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. persamaan. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. Pada tingkat organisasi. kesetiaan. kepercayaan. makin hari semakin meningkat. dan sistem. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. emosi atau religiusitas. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. misalnya toleransi. perusahaan ritel. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. ingkar janji. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya.Menurut Dawam Rahardjo. Pada tingkat individu. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. baik sebagai penguasa maupun manajer. Entah disengaja atau tidak. Tindakan mark up. Kalau sudah demikian. organisasi. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. Realitasnya. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. Salah satunya adalah melalui iklan. bahkan cenderung membohongi publik. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 .

hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. kejujuran. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. tanggungan. 500. produk dan layanan telepon seluler. Sementara itu. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. dan perusahaan penerbangan. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. Menurut etika formal dan informal. dipromosikan. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. mempromosikan. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel.000. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu. Pengabaian etika bisnis akan 51 . Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun. atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu. atau diiklankan.-. seperti pelayanan yang baik dan ramah. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. kondisi. mempromosikan.000. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional. jaminan. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. Dari sisi legal formal. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. kartu kredit. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa.

Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Konsumen merasa. Ketiga. termasuk dalam penentuan tarif sms. 52 . jika dicermati. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. prinsip otonomi. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan. Yang pertama. c. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. tidak saja pada masyarakat. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. Kedua. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis. Dalam kasus kartel ini. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. Seharusnya. Baik dalam hal mutu produk. sesuai dengan prinsip etika bisnis. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. tidak memiliki prinsip otonomi yang baik.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. harga produk.membawa kerugian. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. Maksudnya masing. maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran.

Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖. 53 . Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan. tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan.Keempat. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya. Kelima. prinsip integritas moral. Keputusan. tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme.keputusan itu. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. Jika pelaku bisnis. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan.

Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Prinsip Tidak Berniat Jahat. . yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery).RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Keadilan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach). Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. penipuan (deception). pencurian (theft). 3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. atau Dipandang Baik.A. Prinsip Kejujuran. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Simpatik. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination). paksaan (coercion). Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran. Prinsip Keadilan. Lebih Baik. Rendah Hati.

memelihara kesepakatan. koneksi. mampu menyatakan yang benar itu benar. mempertahankan jati diri. politik. yaitu: (1) sistemik. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. dan sistem-sistem sosial lainnya. menciptakan persaingan yang sehat. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. kongkalikong. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. kolusi dan komisi). dan (3) individu. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. (2) organisasi. dan menuangkan ke dalam hukum positif. b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . menghindari sifat 5K (katabelece. hukum. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas.RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang.

hak individu. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. dan keadilan. yaitu utilitarian. Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. meso dan makro. Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 . antara lain meliputi future transaction. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Diversifikasi usaha tersebut. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi.

Enron.) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron.Si. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. mulai dari Amerika. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. SE.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia.2 milyar. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor.. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 . termasuk wakil presiden Amerika Serikat. Eropa. Dedi Kusmayadi. M. sampai ke Asia.

hubungan bawahan ke atasan. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. dan hubungan antara atasan ke bawahan. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat. seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. walaupun memiliki persamaan. selain aturan tertulis. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang. Begitu juga dalam sebuah organisasi. masyarakat atau bernegara. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. A. Etiket dan Kepemimpinan 1. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). 58 .

cara duduk. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Etiket adalah menetapkan cara.Etiket bersifat relatif. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. 59 . dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. Etika adalah niat. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. cara berbicara. Definisi etiket. Etika bersifat absolut. b. d. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya.selain ada persamaannya. Bertens. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. cara bersalaman. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. Etiket adalah formalitas (lahiriah). tata krama dalam pergaulan formal.Menurut K. bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a.Etiket hanya berlaku. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. Etika berlakunya. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. 2. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. dalam buku berjudul Etika. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. c. sopan santun. 1994. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. seperti cara berpakaian (tata busana). menurut para pakar ada beberapa pengertian. Etika adalah nurani (bathiniah). jika ada orang lain yang hadir. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi.

karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. organisasi ke organisasi lain. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . 1. Tidak peduli mereka berbeda. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. B. bersifat universal. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. F. Respek Respek berarti menghargai orang lain. O'Donnell) c. yaitu respek. Irving R. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. empati dan kejujuran. seperti a. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. berasal dari kultur berbeda. tidak berubah. Massarik). Tannenbaum. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b.Koontz dan C. atau keyakinan berbeda. Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. Terdapat tiga prinsip dalam etiket. dan tak terbatas waktu dan tempat.

atau apabila terpaksa. dewasa dan manusiawi. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. 2.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. a. Apakah akan membuatmu senang atau berang. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain. 3. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. akan membuat seseorang terlihat bijaksana. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain.setiap orang dengan kelebihan. Misalnya dalam makan. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. apa pengaruhnya bagi orang lain. kekurangan. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. Sebelum bertindak atau berucap. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar. Pikirkan dulu. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. kalau sudah selesai terus mencuci 61 . kamu harus berpikir dulu. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. kesamaan dan perbedaan yang ada.

mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. C. f.. makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e.b. NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a. c. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖. d. mengakui 62 . Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction).Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi. makan dengan tangan kanan. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang.

Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting.Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya.politik. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. hukum. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas.pengkhutbah atau seorang orator. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi. baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya. dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan.ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 . maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. Hart.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a). Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan. metafisika.

Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum. demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. 64 . Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. tenang tanpa halhal yang istimewa. semuanya sama dalam kaca mata undang-undang. kolusi dan korupsi dapat dibendung.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa.kawanmaupun lawan. terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya. Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun.

2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin.Sebagai buku. 65 . kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan. Sebagai kitab ajaran...." (HR. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin. saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita. Muslim). serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik.Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan.

maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. b. Kesabaran. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan. ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. c. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. kata Blanchard dan Peale. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. menolong kita untuk 66 .

bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. saling mencerca dan mencaci maki. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. berperilakulah dengan teguh. Menurut mereka yang tidak setuju. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. Namun. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. namun tidak masuk 67 . ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. berbicara yang tidak pantas di depan publik. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Misalnya. e. Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. Misalnya. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. Jika memnag demikian. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. d. Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. Seorang pemimpin etik. D. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. Contoh kasus. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. menurut Blanchard dan Peale.

juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. misalnya lingkungan hidup. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖.dalam ranah etika. Oleh karena itu. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. 68 . Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. etika kepemimpinan sangatlah penting. Dalam hal ini. kemiskinan. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. 65. korupsi. Verkuyl. Bertens. 53). kekejaman. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. Lain halnya dengan etiket. Jadi. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. Secara umum. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. 31). etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. dan ketidakadilan. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika. Dalam suatu organisasi. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di samping memiliki hati nurani yang baik. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. Artinya. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. Di samping etika keutamaan. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. 51-52). Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. 69 . 54-56). mana yang benar dan mana yang salah. Di sini. apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). dan kebaikan sebagai etika keutamaan. Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. ada pula etika kewajiban. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. pelayanan. baik dan buruk.

ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. maupun para investor. baik untuk CEO. pelayanan pelanggan yang berkualitas. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya.Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. Di sini. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. tetapi juga perlu pembentukan watak. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya.  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. 70 . keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Dalam hal ini. yaitu produk yang berkualitas. Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. dan pengiriman yang berkualitas. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. pengetahuan dan komunikasi efektif. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. dewan direksi.

seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka. kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 . dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). Peter Block. Menurut seorang pakar kepemimpinan. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. Di Amerika. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali. dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi. Sayangnya. Sementara itu. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun.mengendalikan.  Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut. memecahkan masalah.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan.

bukan untuk melayani diri mereka sendiri. dan para pemegang saham. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. pelanggan. maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. Tidak ada orang yang 72 . KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut.individu daripada talenta/kemampuannya. Bagaimanapun ketika. Secara normal. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. pelanggan. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. dewan direksi. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. E. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. tantangan atau masalah-masalah. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya.

A. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. karena dari cara dia berbicara. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati.1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter. Gambar 3. kita dapat mengidentifikasi karakter dia. dan kuat. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. utuh. Covey. Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang. 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. sehat dan bahagia. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. bertindak dan merespon.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya.

dan memilih untuk tidak menjadi korban.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai. Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. baik besar maupun kecil. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. Apa pun situasinya. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. 74 .Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. hubungan. untuk tidak menjadi reaktif. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. keluarga. Covey) Habit 1 . dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. pribadi atau antarpribadi. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. Habit 2 – Start from the End Individu. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek.

bekerja dengan kekuatan tersebut. bukan ―aku‖. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. cara Anda. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. 11. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. berusaha memahami dulu. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. 111. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. … atau lebih banyak lagi. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy. menghargai. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. 75 . baru kemudian berusaha dipahami. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain.

Mengasah Gergaji. dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3. pikiran. saling memahami (Kebiasaan 5). Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1. dan jiwa. adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. hati. mental. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1).Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. 76 . Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. Kebiasaan 7. Tabel 3. 2. meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. dan spiritual.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4). dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. yang sosial/emosional.

77 . Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu.Sumber: The 8th Habit (Stephen R. prinsip-prinsip itu bersifat universal. komunitas. termasuk keluarga. Covey) A. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. memiliki tujuan. saling menghormati. Anda sama sekali tak akan berhasil. kerja sama kreatif. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. dan masyarakat. integritas. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. wewenang moral. Artinya. Kedua. saling memahami. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. Ketiga. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan.

sosial. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. Kebiasaan 1. dan baru 78 . dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji. B. fisik.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Menjadi Proaktif. pertama secara mental." Inilah kekuatan dari pilihan. 2. atau lingkungan." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1. sebuah cara berpikir. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan. Kebiasaan 2. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri.Gambar 3. Memulai dengan Tujuan Akhir. dan bukan sekadar determinasi genetik. tetapi juga sebuah paradigma. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi.

kemudian secara fisik. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. gairah. 79 . pembelajaran. tindakan. Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. disiplin." Ini adalah kekuatan fokus." Kebiasaan 4. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian). dan menghargai perbedaan. dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. dan 6—Berpikir Menang-Menang. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas. C. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami. 5." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen.

Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju. Stephen R. Dave Ulrich (Universitas Michigan). namun alamiah. untuk memenuhi tugas mereka. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. Dan ternyata. lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R." Keempat peran ini adalah untuk semua orang. Kendati demikian. apa pun posisinya. pengaruh tim dan organisasi Anda. bukan pada metode. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995.Gambar 3. Jack Zenger. banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior. Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. Sebagai contoh.

Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama. 81 . sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia. peran-peran ini tampaknya berurutan. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. Covey) D. Tetapi dari sisi lain. Kendati demikian. Gambar 3. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya. dan memberikan konsultasi. Dari satu sisi. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. pengamatan.

tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. Dengan kata lain. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. Anda akan melihat mengapa. kontribusi. tak beraturan. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. dan tergantung pada suasana hatinya. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. Sebagai contoh. Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. yang seperti juga dunia bisnis. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam.Stephen R. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas.

dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. tim. individu. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. Dengan mengingat adanya urutan ini. Dan yang paling akhir. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. era kelima dari peradaban. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . Dengan mempergunakan analogi fisik ini. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri.

Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. sebutkan? 10. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 . Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7. O'Donnell 3.Koontz dan C. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. Untuk keperluan itu.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1.

7. Direksi : Orang yang mahir. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Entitas 5. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. bank. 12. paguyuban. organisasi sosial. 10. dsb. 4. 14. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal.GLOSARIUM 1. paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. 9. Amanah 3. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. Etiket : Tata cara (adat sopan santun.yayasan. Kontak. 85 . kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). 11. 2. Hubungan. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). Kolaborasi 13. Globalisasi : cerdas. 6. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. Investor menanamkan keuntungan. ujud. Ahli (kepandaian). Etika : Satuan yang berwujud. fathonah 8. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan.

partai politik. dsb. 20.15. Penasihat menasihati. 17. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. : Menyampaikan 86 . organisasi. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. Sidiq 19. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. mencolok. 16. 18. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. Standar 21. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya).

R.com/My-Category/Pengertian-Etiket17645.DAFTAR PUSAKA Covey.cc/2008/06/etika-kepemimpinan.blogspot.lintau. The 8th Habit Covey.html http://www.scribd. 1994 http://pribumibrebes.R.kabarku.html http://www. Binarupa Aksara.html http://wawan-junaidi. Stephen. Stephen.co. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.com/2010/11/pengertiankepemimpinan.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 .

kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. apa hak kita dan apa hak orang lain. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. Pengertian pelayanan publik 2.Etika berkaitan dengan perilaku normal. kinerja atau prestasi. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. setiap jam. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya. Netralitas PNS A. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak. atau setiap hari.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. etika adalah salah satu cabang filsafat.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. Etika berkaitan dengan karya. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. Dengan cara sederhana kita dapat.

dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna . etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh.Jelasnya.Dengan demikian.Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.Oleh sebab itu. Dengan demikian. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik.Dalam kenyataannya. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. bangsa dan Negara.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi.Jadi. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. nilai-nilai. seperti halnya etika bisnis. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. Sesuai dengan pengertian tersebut. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis.

Secara khusus. objektivitas atau imparsialitas. sepertiintegritas. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. 5.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Sumber daya publik digunakan secara tepat. yaitu pertama. dan agama. seperti sektor bisnis.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Dalam pelayanan publik. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. Seperti halnya di sektor bisnis. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. 2.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. 3. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. kesamaan afiliasi politik. keadilan dan sebagainya. efisien dan efektif. integritas berarti bahwa : 1. Dengan perkataan lain. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. produktivitas dan efektivitas. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. yaitu profesionalisme dan etika. Ada beberapa alasan. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. termasuk sektor publik (pemerintahan). Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. 4. etnis. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. baik normatif maupun objektif. sektor publik. besarnya diskriminasi pelayanan. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). 1. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. B. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang .

sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit.Akibatnya. bukannya diskriminasi.Dan ketiga. Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu. khususnya jawa. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik. Tidak hanya itu. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. .Prosedur pelayanan.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. misalnya. mulai masa orde baru hingga kini. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Kedua. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita. Di samping itu.

Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan. pemerintahan milik .Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. sehingga banyak narapidana menjadi bebas. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya". Bahkan di penghujung tahun 1980-an.Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama.Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu.Kedua. Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh). jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. Artinya. buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Di awal tahun 1990-an. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Oleh karena itu. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. Artinya. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. kelompok-kelompok persaudaraan. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. Pemberdayaan semacam . Artinya. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik).Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. organisasi sosial. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. kelompok-kelompok persaudaraan.Pemberdayaan masyarakat. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri.Ketiga. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. tanggung jawabnya belum berakhir. organisasi sosial.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. Kedua. Artinya. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. Oleh karena itu. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat.Pemberdayaan masyarakat.Oleh karena itu.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa.

Artinya. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Ketiga. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. Oleh karena itu.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. Artinya. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. merangsang lebih banyak inovasi. Dengan cara ini. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. yaitu keterbatasan akan keuangan. tanggung jawabnya belum berakhir. melaui survei pelanggan. sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). meski dalam situasi keuangan yang sulit. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan.para pelanggannya. keempat. . pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil.

Kerjasama antara sektor pemerintah. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. mereka mendanai lebih banyak polisi. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan. dan membuat peraturan bangunan.Misalnya. Artinya.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. membangun sistem air dan pembuangan air kotor. Dan prinsip yang ketujuh.Untuk menghadapi kejahatan.Akan tetapi. dan pekerja publik relatif belum terdidik. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas.Misalnya. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. keenam. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika. untuk menghadapi sakit. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat. Artinya. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang. untuk mencegah kebakaran.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar. seperti berusaha mengontrol lingkungan. pada saat teknologi masih primitif. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran. Artinya. . untuk mencegah penyakit. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun.Untuk memerangi kebakaran. mereka mendanai perawatan kesehatan.kelima. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik.

peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik. pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. b. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. faster (kinerjanya cepat.Dengan demikian. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor . efisien). . Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. c. Pada dasarnya. Sementara itu. 2. Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. pengabdian (kepentingan publik). antara lain. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif.Oleh karena itu.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. tanggung jawab. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. C.yaitu: a. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . loyalitas. seperti good governance dan profesionalisme. kerahasiaan. legalitas dan kepatuhan. akuntabilitas. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). dan efisiensi. integritas dan kejujuran. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. transparansi. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil. Semangat nasionalisme d. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. dan status ekonomi. kebutuhan. 6. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 3. d. pengetahuan. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). dan kepercayaan dan keyakinan. c. dan harapan masyarakat. Transparansi Bersifat terbuka. agama. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. D. 2. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. ras. e.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. gender. keramahtamahan. golongan. Kesiagaan atau ketanggapan. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. . kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. yaitu: 1. Empati. Keandalan. 5. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. 4. yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. Jaminan.

listrik. perumahan. Keseimbangan hak dan kewajiban. Namun sangat disayangkan. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. Kesamaan Hak. Akuntabilitas 3.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. 6. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri. Kondisional 4.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. pendidikan. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan. E. Transparansi 2. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima. transfortasi. air bersih dan sebagainya. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya. Partisipatif 5.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini. . Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1.

tepat waktu. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1.Kriteria Pelayanan Publik: 1. Cuti. Sementara itu. Dan ruang kerja yang nyaman. jelas. 6. tipe ideal birokrasi mencakup . 7. 5. 3. UUD 1945. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2. Dan pensiun. 8. aman. Hak ahli waris 7. 10. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. Tunjangan cacat. 11. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. 4. Sopan. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. berdisiplin. 12. 5. mudah dijangkau. kesadaran dan tanggung jawab 5. ramah. tersedia sarana dan prasarana pendukung. Negara dan Pemerintah 2. bertanggung jawab. menurut Weber. 3. 9. Menyimpan rahasia jabatan. sederhana. Perawatan kesehatan. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. akurat. 4. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. 6. 2.

Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab. Pejabat diangkat karena profesional 6. 3. bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. bawah. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. Panca prasetya korpri A. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian).dan samping. dan PP no. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). 8 th 1974 jo uu no. sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. Namun. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. 2. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7. tugas. kewenangan 5. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. uu no. Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. 2.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar .1. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8.

etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). menjadi teladan dalam perilaku. mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . termasuk penelitian. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi. b. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. secara pengembangan diri. Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. f.tinggi. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. e. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖. sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan. percobaan. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a.Sementara itu. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. c. memenuhi kepentingan warga Negara. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. d. mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. dan inovasi.

a) Menegakkan aturan hukum. seperti kemanusiaan dan HAM. Lebih dari itu. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan. Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. memberikan manfaat publik.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik.Karena itu. dan tanggap. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi. pelaksana yang baik. B.Selain itu. kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. e) Memajukan demokrasi. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan. diskriminasi dan korupsi. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. d) Meningkatkan kinerja. Dalam lingkungan pelayanan publik. c) Menjadi teladan. para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan.a. memajukan kepentingan publik. kalau belum diuji atau dikaitkan . selalu memutakhirkan informasi. bersikap jujur. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik.

ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN.Misalnya. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan. Dan keempat. dan pengalaman masa lalu.dengan konsekuensinya. adat istiadat.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik. Bila ia didominasi oleh etika organisasi. Pertama. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis. keyakinan agama. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. etika sosial. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu. Kedua adalah etika profesi.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak. Dengan demikian. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu. budaya. Hierarki Etika. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan .

Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. ―orang pintar‖. Atau dengan kata lain. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam . kasih sayang. respek. cepat tanggap. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku. komunikasi terbuka dan transparansi.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. tokoh-tokoh karismatik. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. menaruh perhatian. etika moral Pancasila. pengembangan profesionalisme. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal. C. dedikasi. Dalam konteks ini. bekerja profesional. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. keramahan. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. Di Amerika Serikat.Pendapat tersebut tidak salah. ketabahan. dsb.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. kejujuran. namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. misalnya. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. kebenaran. kreativitas. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi.

dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki.Kadang-kadang.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu. peluang dari pihak. dan nasibnya bisa menjadi terancam. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres). ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan.Karena itu.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral. tapi tidak tepat dalam organisasi publik.beretika. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. yang insentifnya tidak jelas. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik. Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah. . kalau perlu insentif khusus. D. Akibatnya. bahkan sering dikutuk perbuatannya. Oleh karena itu. harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada.

Selain itu. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan. menjadi berkurang. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya. 2. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan .Untuk mengemban tugas ini. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi. netralitas PNS sangat diperlukan. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah.Pertama. maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. Stabilitas.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini. Ketiga. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. c. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d.Kedua.

profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. 7. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. nilai-nilai. 2. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. 43 Tahun 1999. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. 6.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. 5. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. Secara khusus. Oleh karena itu. seperti halnya bisnis. standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. 1. 4. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya.

PNS harus mampu mengelola pemerintahan. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. 9. Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. 14. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. melakukan fungsi manajemen pelayanan public. 13. 11. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). Dalam kaitan ini. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. masyarakat pemerintahan. secara khusus penting bagi akuntan profesional. 10. Namun. 12. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. Sebagai calon pengawal . kalancaran palaksanaan pelayanan.

tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik. 1. prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. 3. Jika seorang pegawai negeri ceroboh. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? . 4.nan public yang semakin baik. Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). 2.keuangan Negara.

dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya. Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara. Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi .

dan Pelayanan Publik. Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. . 2005). Bisnis. Etika Profesi Akuntansi.DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji.

3. group or institution. 4. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. yang kemudian menjadi ―etika‖. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. ideas or beliefs of a group. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. 2. disposition hingga disimpulkan sebagai character. to appear. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. moral values. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. karakteristik rohani. etos . Sejalan dengan waktu.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. community or culture. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. A. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja.komunitas. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. aspek-aspek etika kerja. kelompok atau suatu institusi. guiding beliefs of a person. ide atau keyakinan suatu kelompok. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. the characteristic spirit. nilai-nilai moral. Dalam bahasa Inggris. S. A. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. atau budaya.

mempercayai. the disposition. karakter. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. Dalam situs resmi kementerian KUKM. the governing or central principles in a movement.id). Menurutnya. or attitude peculiar to a specific people. culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. work of art. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. fundamental values or spirit. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . Berdasarkan rumusan ini. yaitu: 1. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. Menurut Anoraga (1992). budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain.depkop. Pada Webster's Online Dictionary. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. or the like. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni.diartikan dalam dua pemaknaan.go. character. bentuk ekspresi. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. mode of expression. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). kesungguhan atau semangat dalam bekerja. jika seseorang. pekerjaan seni. adatistiadat 2. menjadi prinsip-prinsip pergerakan. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. suatu organisasi. atau sikap khusus orang. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. atau sejenisnya. nilai atau jiwa yang mendasari. morale with regard to the tasks at hand. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. mores. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working. disposisi.

Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. karakteristik utama. yaitu: 1. sikap-sikap. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. kode perilaku. tekun. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. spirit dasar. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. komitmen. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. aspirasi-aspirasi. disiplin. prinsip-prinsip. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. pegawai kantor. A.pada satu kesimpulan utama. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. integritas. kode etik. pikiran dasar. rasional. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. dan standar-standar. terutama perilaku kerja. Apa pun pekerjaan kita. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. 3. sampai . entah pengusaha. keyakinankeyakinan. Kerja adalah rahmat. Mencetak prestasi dengan motivasi superior. kode moral. teliti. 2. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. kreatif dan produktif. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. 4.

Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. Kerja adalah amanah. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. Jadi. Hasilnya. Kerja adalah panggilan. Dia mengaku. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). Meski kadang membuat kita lelah. 7. . Kerja adalah ibadah. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. menulis merupakan sebuah kehormatan. Seremeh apa pun pekerjaan kita. semuanya bentuk aktualisasi diri. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. Kerja adalah kehormatan. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. 2. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. 3. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. kita bisa berucap pada diri sendiri. ―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. ahli hukum. 5. Baginya. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. Semua adalah seni. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. 6. adalah rahmat dari Tuhan.buruh kasar sekalipun. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. akuntan. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. Kerja adalah seni. Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. seorang fisikawan peraih nobel. 4. entah dokter. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. Apa pun pekerjaan kita. itu adalah sebuah kehormatan. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Kerja adalah aktualisasi. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun.

Kerja adalah Pelayanan. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. yaitu. 5. 2004). positif dan negatif. . 1. pedagang. bahkan penjaga mercusuar. Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. Apa pun pekerjaan kita. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. 2. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. Menempatkan pandangan tentang kerja. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia.8. maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. 2. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. polisi. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. 3. 4. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. 3. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2.

sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. serta menabung dan berinvestasi. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. B. dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. 5. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup. Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. yaitu: 1. berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. . berorientasi sukses (material). 2005). tidak mengumbar kesenangan .3. Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. Dengan demikian. bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958). 4. berdisiplin tinggi. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. dan modernitas (Sinamo. kemakmuran.namun hemat dan bersahaja (asketik). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Cara berpikir. bekerja tekun sistematik.

1995) mengatakan bahwa sikap mental. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. tekad. tekad. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. Rahardjo. Namiartha. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. Dharmika. etos kerja terkait dengan sikap mental. Subagyo.Menurut Rosmiani (1996). 2. Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. Usman Pelly (dalam Rahimah. disiplin dan semangat kerja. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . 3. yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. Sosial Politik Soewarso. KH. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan.

Namiartha. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. dan supervisi. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. hubungan dengan rekan kerja. 5. 6. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. 4. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. 1995). Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. keahlian dan keterampilan. kondisi kerja. Subagyo. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. keamanan kerja. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. Suri dan Nasution. 1995). yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Fauziah. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap.punggung masyarakat modern. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. 7. Ketika sebuah organisasi . sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Dharmika. status. Rahardjo. kebijaksanaan organisasi. Menurut Herzberg (dalam Siagian. yang termasuk diantaranya yaitu gaji.

etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. . 1992). kemungkinan berkembang/growth possibilities. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. Sebagai bidang etika terapan. Dengan demikian. tanggung jawab/responsibility. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). (Herzberg. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Namun demikian. dalam Anoraga.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. D. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. pengakuan/recognition. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. dalam kaitannya dengan profesi. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi.

pengetahuan. . atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). dan akuntan. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. kekuasaan atau keahlian. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. D. Misalnya. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. dan hubungan dengan klien. atau sebaliknya. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. bahwa setiap PNS wajib: a. Namun demikian tetap perlu diingat. misalnya. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. Dengan perkataan lain. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. pengalaman. Mengucapkan sumpah/janji PNS.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. pengacara. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1.

Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. Menaati segala peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. b. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. e. d. Negara Kesaruan Republik Indonesia. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). dan Pemerintah. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. kesadaran. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. perintah kedinasan. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. peraturan kedinasan. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. atau e. tata tertib di lingkungan kantor. . Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. c. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. c.b. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. d. peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. dan tanggung jawab.

Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. j. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. dan/atau golongan. Maksudnya. h. cermat. perintah kedinasan. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. g. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. tertib. dalam menjalankan tugasnya. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. dan materiil.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. dan/atau kepatutan. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. seseorang. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. cermat. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur. dan bersemangat untuk kepentingan negara. f. keuangan. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. . pemerintah. dan bersemangat demi kepentingan Negara. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. Bekerja dengan jujur. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. tertib. i. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya.

diklat. Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. mudah. . Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. n. j. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas.k. dan terukur. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. m. terjangkau. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. melaksanakan tugas. seminar. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. cepat. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. l. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. l. dan pendidikan formal lanjutan. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas.

d. f. Yang dimaksud dengan ―memiliki. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. atau meminjamkan barang. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. Bekerja pada perusahaan asing. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. c. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. membeli. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. 2. b. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. atau lembaga swadaya masyarakat asing. . barang. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan.barang baik bergerak atau tidak bergerak. membeli. bawahan. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. menggadaikan. e. teman sejawat. konsultan asing. Memiliki. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. golongan. menyewakan. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. menjual. menyewakan. Menyalahgunakan wewenang. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. bahwa setiap PNS dilarang: a. atau pihak lain. menjual. menggadaikan. g.

tugas kedinasan. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. h. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. PNS dilarang menerima hadiah. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. k. i. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Dewan Perwakilan Rakyat. kendaraan. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. Dewan Perwakilan Daerah. Dewan Perwakilan Daerah. dan program yang ditawarkan peserta pemilu. dan prosedur yang ditetapkan. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. misi.Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. standar. j. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. menyimak visi. Dewan . sinkronisasi dan integrasi dalam l. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden.

undangan. selama. dan masyarakat. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. ajakan. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. ajakan. atau dalam lingkungan unit kerjanya. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. himbauan. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. dan lain-lain. dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. dan lain. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang. seruan. pencari dana. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri.Perwakilan Rakyat Daerah. dan o. tenaga ahli. seruan. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. m. penyandang dana. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga. himbauan. petugas kampanye/tim sukses. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. dan masyarakat n. anggota keluarga. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum.lain. seragam dinas. . kendaraan dinas. selama. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye.

penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. 2. hukuman disiplin berat. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. 3. teguran tertulis. pembebasan dari jabatan. b. pernyataan tidak puas secara tertulis.F. b. 2. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. dan e. b. . Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. hukuman disiplin sedang. c. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. 4. Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. hukuman disiplin ringan. dan c. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. d. teguran lisan. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. dan c. dan c.

melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. seseorang. 7. 12. keuangan. . melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9.3. 4. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. 6. menjunjung tinggi kehormatan negara. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 8. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 9. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. kesadaran. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. b. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. bekerja dengan jujur. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. 5. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. 10. cermat. Pemerintah. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan c. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. tertib. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 11. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

Namun. tolong menolong. Tentu. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. kesopanan. Masih ada kejujuran. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. yang sudah melekat pada masyarakatnya. Sistematis. Pasal 9 angka 11. yaitu: Spesialisasi. Rasionalitas. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. Konsistensi. Efisiensi. tetapi harus digali lebih dalam. Dengan demikian. dan nilai-nilai etis lainnya. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. dan 13. Namun.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. Kerajinan. dengan etos . Pengharapan. Seperti visi Indonesia Raya. kesabaran. dan Cinta Kasih. Ketekunan. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. 12. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. Kerja keras. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. dan bersikap ramah. keadilan. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. G. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9.

tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Al Ashr : 1 – 3. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. yaitu tidak percaya dengan takhayul. 2. menghayati. a. lingkungan. menampakkan kemanusiannya. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok. S. 3. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. Q. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. 1. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. 2. Baginya pengertian terhadap makna . Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. Sebagai seorang muslim. bekerjalah untuk duniamu. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. Apabila setiap pribadi muslim memahami.

Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. bekerja tulus penuh kreativitas g. 3. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. bekerja tulus penuh syukur. Kerja adalah ibadah. bekerja tulus penuh kerendahan hati. h. c. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah kehormatan. sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. Kerja adalah seni. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. dan motivasi intrinsik individu. . sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. kondisi lingkungan/geografis. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. 4. sosial politik. b. Kerja adalah amanah.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. bekerja tulus penuh semangat. budaya. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. Sinamo: a. 2. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. bekerja tulus penuh kecintaan. 5. e. bekerja tulus penuh keunggulan. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. Delapan etos kerja menurut Jansen H. Kerja adalah rahmat. struktur ekonomi. bekerja tulus penuh tanggung jawab. RANGKUMAN 1. Kerja adalah aktualisasi. f. bekerja tulus penuh integritas. d. sehingga melahirkan sikap kikir. pendidikan. Kerja adalah pelayanan.

Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. yang tidak tertulis secara eksplisit. tetapi harus digali lebih dalam. Sedangkan etika kerja mengatur praktik. selalu berhitung. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. 5. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. LATIHAN I. menampakkan kemanusiannya. antara lain: a. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. hidup hemat dan efisien. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). b. menghargai waktu.4. dan keinginan untuk mandiri. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. Menurut anda. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. SOAL ESSAY 1. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan.

‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional.II. bukan lebih senang liburan. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai. Menurut Zainuddin. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa. dilanjutkan dengan cuti bersama. sebagai cuti bersama. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah.‖ ujarnya. terserah pribadi. Padahal. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama. 24 Mei 2011) . semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju.‖ ujarnya. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas. Padahal. bukan belajar. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. Yang namanya cuti. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. Senin (23/5) di Surabaya. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Arief khawatir. 3 Juni 2011. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat. Selain itu.‖ ujarnya. Selasa. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki.

" kata Tjiptardjo. (Sumber : Kompas. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. terima uang segini. itu sudah cukup. Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. Dia ngaku mengerjakan ini. Jumat (26/3/2010). "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . Jakarta. Jumat. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya." ungkap Tjiptardjo. Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak.Pertanyaan: 1. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja. Gayus Tambunan. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat.

. kepribadian. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). BUMD serta anak perusahaan. namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. pegawai BUMN. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil.GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. dan perangkat Pemerintah Desa. watak. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. serta keyakinan atas sesuatu. atau diserahi tugas negara lainnya. : adalah memberikan arti sikap. termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. karakter.

Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. . Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.

com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim. Republik Indonesia. Bogor: Grafika Mardi Yuana. Teori Motivasi Dan Aplikasinya. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri.htm . Sinamo. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses.blogspot.com/pengertian-etos-kerja. http://8etos.DAFTAR PUSTAKA Siagian. 2005.com/etos-kerja-pancasila.html http://kasihdalamkata. Sondang P.putra-putri-indonesia.htm http://www. Rineka Cipta.com/ http://www.putra-putri-indonesia. Dr.1995. Jakarta: PT. Jansen. Prof.

termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. merusak. menyogok. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP. rottenness. Istilah korupsi. dalam bahasa Belanda disebut korruptie. memalsu. serta prinsip-prinsip anti korupsi.BAB PENGERTIAN KORUPSI. menipu. faktor penyebab korupsi. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. A. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making.

Eropah Timur (eks Uni Sovyet). penyuapan. perusakan atau memalsukan dokumen.Jabatan. Diantara Negara-negara Asean. Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. Korea. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). penyuapan terhadap Hakim. pemalsuan uang. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. perdagangan senjata. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. Asia Tengah. Hongkong. . Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. Singapura. pemerasan. Negara-negara di Asia kecuali Jepang. karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. Kalau melihat peta korupsi dunia. Negara-negara di Afrika. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. money launder. Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. pidana narkotika. perjudian.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat. Pertama. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. mempermudah. aspek ketatalaksanaan. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. monopoli kekuasaan. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. yaitu aspek kelembagaan. secara ringkas. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. . Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. Selain itu. dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. dan aspek sumber daya manusia (SDM).

biaya. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. jaksa. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. Ketiga. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. efisien dan efektif. yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). Terkait dengan aspek yang pertama. patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. promosi. dalam aspek SDM ini.Kedua. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. Selain itu. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. aspek manajemen SDM. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. aspek ketatalaksanaan. perlu juga diperhatikan persoalan gaji. penempatan jabatan. penerapan kode etik dan majelis kode etik. seperti persyaratan. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. serta memuat janji layanan. . akuntabel. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. dan waktu.

Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka. aturan main. dan kontrol aturan main. ekonomi. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . proses pelaksanaan. dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. dan politik. 2. dan budaya. birokrat/manajerial. Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. 1. kewajaran. akuntabilitas. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan.  Evaluasi atas kinerja administrasi.I. keuangan.

pengerjaan teknis. . dan pertanggungjawaban secara teknis. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. mulai dari perencanaan. implementasi. b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget). baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. Lima langkah penegakan prinsip kewajaran.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. pelaporan finansial. taat asas.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri.  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. berkesinambungan. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust).dinamika struktural kelembagaan. laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan. Dalam bentuk yang paling sederhana. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan). prinsip pembebanan.  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. 3.

Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi. e) Informatif. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. 4. yaitu: a) Isi aturan main. undang-undang anti-monopoli. b) Pembuat aturan main. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. Empat aspek aturan main anti korupsi. pemahaman. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. persepsi. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. sikap. c) Pelaksana aturan main. dan lembaga pemasyarakatan. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. pengacara. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. kejaksaan.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. undang-undang desentralisasi. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . yaitu kepolisian. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. d) Kultur aturan main. pengadilan.

pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. Melalui pendidikan ini. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Setidaknya. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model.anti korupsi. 5. Sehingga. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. Tujuan kedua adalah. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. Misalnya. cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. J. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. Jika korupsi sudah diminimalisir. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum .

diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. Termasuk hal-hal kecil. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa.seperti KPK. Contoh lain. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. dan cenderung menjadi lumrah. perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. Kepolisian dan Kejaksaan agung. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. termasuk korupsi yang merugikan negara. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. Misalnya. korupsi waktu. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. . Dengan begitu. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. Oleh karena itu. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. Sehingga. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Menurut KPK. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya itu. kantor dan lain sebagainya. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. terlambat masuk sekolah. Selama ini.

hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi. Maka. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. Kedua. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. Misalnya. Dikhawatirkan. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. Pilihan pertama. Pertama. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. Untuk tahap awal. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Pada saat ini. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. diskusi. . Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. menambah satu mata pelajaran baru. simulasi.

seperti kepala sekolah. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. guru. K. dimana tidak ada penunggu warungnya. karyawan dan siswa. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Warung ini akan melatih kejujuran. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. Tanpa ada yang mengawasi. hanya berbekal kejujuran. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan.

” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan . membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. asal belanjaan sudah dibeli‖. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. kamu akan bilang ―Bu. semisal. biasanya setelah sampai di rumah. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang. Seharusnya ketika anak kita. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita. Kemudian juga. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli.” Itu namanya sudah korupsi. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. Misalnya. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan.

Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. anaknya juga. Dan ketika kita sudah terjerumus. misalnya berangkat kerja tepat waktu. Ayahnya koruptor. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri. Jadi. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. Selain menjaga hati kita. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. . tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi.

Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. c. Upaya pencegahan (preventif). yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. b. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). .L. dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. informal dan agama. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. antara lain sebagai berikut : a. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. d. Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Upaya penindakan (kuratif). 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien.

5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas.2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). Malaysia.9 miliar (2004). 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. EM. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). 9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). Dalam hal ini.

6. N. Sudan.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Clean government. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. IPK Indonesia adalah 2. 2. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Dukungan media massa. Paraguay. 3. 5. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Kamerun. Dukungan masyarakat secara aktif. Sedangkan survei TI pada 2005. 4. Political will. Profesional. Angola. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. Etiopia. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. Nigeria. disu-sul Surabaya. Somalia. Irak. Semarang dan Batam. Haiti & Myanmar. Medan. . In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. M. Pakistan. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi.2 sejajar dengan Azerbaijan. Libya dan Usbekistan. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Kenya. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1.

kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. 5. baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan. Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. Dan. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. 4. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. solusi yang efektif bagi upaya . Sayangnya. baik hukum pidana maupun perdata. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. baik pidana maupun perdata. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. Sedangkan. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum.2. 3. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah. Masalah kultur/budaya. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. Kurangnya kewibawaan pemerintah. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. Kurangnya mental pejabat pemerintah.b. 7. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi. dengan kata lain kedudukannya. 6. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. Berbeda dengan .Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. d. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. c.

F. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum. Pada negara ini.apa yang dikatakan oleh J. Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya. Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. Kurang tegasnya hukum. 8. Fakta- . Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you.F. sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J. Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum.

transparansi. akuntabilitas. daya tanggap. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang. kesetaraan. dan intelectual corruption. dan pemberdayaan masyarakat. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. akuntabilitas. legislation corruption. dan kontrol aturan main. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. antara lain: partisipasi. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. sistem politik. dan profesionalisme. yang umum dikenal adalah material corruption. pengawasan. penegakan hukum. aturan main. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. dan sistem budaya yang berorientasi vertikal.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. . sistem sosial yang sangat permisif. promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. seperti: sistem hukum. yaitu: aspek individu pelaku. wawasan ke depan. kewajaran. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. political corruption. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. aspek organisasi. efesiensi & efektifitas. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. pendidikan anti korupsi.

menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. upaya penindakan (kuratif). kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Kepolisian dan Kejaksaan agung. 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti.11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. kurangnya kewibawaan pemerintah. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. clean government. dukungan media massa. profesional. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). . Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. dan dukungan masyarakat secara aktif. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. Kedua adalah. dan kurang tegasnya hukum. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. kurangnya mental pejabat pemerintah.

Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. dan budaya! 7.LATIHAN 1. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2. sosial. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5. Di Indonesia. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Menurut Anda. Setibanya di sana.

seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik.GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. . Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat.

go.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.kpk. 2003).0fees. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih. 2006.disdik-kepri.net/?page_id=7 http://www.id/ http://www.com/index. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption.go.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi. .org/ http://www. Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi.bpkp. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi.

berikut beberapa diantaranya: 1.30 Tahun 1999. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No. Pasal 2 UU No. Setiap orang. bentuk deelneming yang terjadi : .20 Tahun 2001 UU No.28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming).31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A. jo UU No.

Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak. 897). Secara melawan hukum Melawan hukum. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum . Berkas perkara dan surat dakwaan satu. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP. tapi tidak ada kerja sama secara fisik. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b.6 Maret 1939 no. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan.R. tapi bisa ada kerja sama secara fisik. dan ada kerjasama secara fisik. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. Berkas perkara harus displit. b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H. yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. Kesempatan. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik. d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

A. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. Pasal 12 a UU No. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. No. (M. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. atau patut diduga d. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. 12. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa. Dalam jabatannya g. Padahal diketahui. Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. 77 K/Kr/1973) d. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Bertentangan dengan kewajibannya .Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. 19 Nop 1974. c. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. Menerima hadiah/janji c. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a.

Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Yang diketahuinya d. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. Menerima suatu pemberian atau janji c. Dalam jabatannya 15. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Pegawai negeri b. Bertentangan dengan kewajiban g. Yang diketahuinya d. Pasal 12 b UU No. Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. Padahal diketahui.13. Menerima hadiah c. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. atau patut diduga d. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Pegawai negeri b. Dalam jabatannya g. Menerima suatu pemberian c.

20 Tahun 2001. Korupsi yang merugikan keuangan negara. Setiap Orang b. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. . 2) memperkaya diri sendiri. yaitu: a. B. atau suatu korporasi. orang lain. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Bertentangan dengan kewajiban g.f. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. UU No.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. Memberi hadiah atau Janji c. b. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. Kepada Pegawai Negeri d. 3) dengan cara melawan hukum. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 jo. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara. Dalam jabatannya 16. 1 Milyar. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang.

UU No. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. UU No. kesempatan. atau suatu korporasi. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. 3) menyalahgunakan kewenangan. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. orang lain. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. atau sarana. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. 2.2) memperkaya diri sendiri. b. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 250 juta. 1 Milyar. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . 31 Tahun 1999 jo. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 20 Tahun 2001.

4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. UU No. 31 Tahun 1999 jo. d. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. Pegawai negeri menerima suap. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. 20 Tahun 2001. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. UU No. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 3) kepada pegawai negeri. 150 juta.1) setiap orang. . Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 2) memberikan hadiah atau janji. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. c. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. 250 juta. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya.

Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. 1 Milyar. 2) menerima hadiah atau janji. e. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. 20 Tahun 2001. 250 juta. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. UU No. f. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. 20 Tahun 2001.2) menerima pemberian atau janji. 31 Tahun 1999 jo. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b. . Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo.

2) menerima hadiah. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahuinya. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. 2) menerima hadiah. 250 juta. 1 Milyar. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. h. UU No. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No. . Menyuap hakim. 20 Tahun 2001. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. g.

j. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 750 juta. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 31 Tahun 1999 jo. Menyuap advokat. UU No. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 3) kepada hakim. UU No. 2) menerima hadiah atau janji. 20 Tahun 2001. 20 Tahun 2001. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. Advokat menerima suap. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. i. 750 juta. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. .

1 Milyar. penggunaan uang atau membiarkan . 2) menerima hadiah atau janji. 2) dengan sengaja. 20 Tahun 2001. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. a. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. 20 Tahun 2001. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. UU No. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. k. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. 3. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. 750 juta. 31 Tahun 1999 jo. Hakim dan advokat menerima suap. l. UU No. 1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.

Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. 31 Tahun 1999 jo. Bukti. merusakkan. 31 Tahun 1999 jo. Demikian halnya dengan buku. 4) Yang disimpan karena jabatannya. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. 2) dengan sengaja. 250 juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. mulai dari laporan keuangan. dapat berupa akta. . Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. b. Menurut pasal 10 huruf a UU No. UU No. atau membuat tidak dapat dipakai. 3) memalsu. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. 20 tahun 2001. hingga daftar peralatan kantor. menghancurkan. buku besar. Pegawai negeri menghancurkan bukti. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. surat. c. 2) dengan sengaja. 750 juta. buku dalam hal ini memiliki arti luas. UU No. 3) menggelapkan. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan.

350 juta. 4) barang. 20 tahun 2001. surat. e. 350 juta. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. merusakkan. surat. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. akta. Menurut pasal 10 huruf c UU No. 3) membantu orang lain menghilangkan. a. Menurut pasal 10 huruf b UU No. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. akta. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. menghancurkan. atau membuat tidak dapat dipakai. 2) dengan sengaja. merusakkan.4) barang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. atau membuat tidak dapat dipakai. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. surat. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. . unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. akta. d. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. 20 tahun 2001. 2) dengan sengaja. 31 Tahun 1999 jo. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. menghancurkan. 4. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 350 juta. 5) yang dikuasainya karena jabatannya. 31 Tahun 1999 jo. 4) barang. UU No. UU No.

Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. 1 Milyar. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. 5) menyalahgunakan kekuasaan. atau penyerahan barang. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 2) pada waktu menjalankan tugas. 31 tahun 1999 jo. 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. membayar. UU No. 2) pada waktu menjalankan tugas. c. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. b. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 31 tahun 1999 jo. 3) secara melawan hukum. atau menerima pembayaran dengan potongan. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 3) meminta atau menerima pekerjaan. 31 tahun 1999 jo. 1 Milyar. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. .Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. UU No. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. UU No. padahal kenyataannya tidak demikian.

5. a. 31 tahun 1999 jo. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan. atau pemilik took bahan bangunan. khususnya yang melibatkan si pemborong. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 31 tahun 1999 jo. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. tukang.. atau memotong pembayaran. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. .3) meminta atau menerima pekerjaan. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. 2) Melakukan perbuatan curang. 350 Juta. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. c. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. 350 Juta. b. UU No. ahli bangunan. 3) Dilakukan dengan sengaja. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. atau penjual barang bangunan. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan. Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. 1 Milyar. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan).

Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. 3) Dilakukan dengan sengaja. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. 350 Juta. d. 31 tahun 1999 jo. UU No. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 350 Juta. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 31 tahun 1999 jo. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang. 31 tahun 1999 jo. e. 350 Juta. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. UU No. . UU No. 2) Melakukan perbuatan curang. f. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp.

Seharusnya.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. atau. UU No. 31 tahun 1999 jo. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur. 7. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. 3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 20 Tahun 2001. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. . b. 4) Telah merugikan yang berhak. 6. 31 Tahun 1999 jo. yaitu: a. 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. persewaan. d. UU No. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. dengan sengaja. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. 1 Milyar. pengadaan. 1 Milyar. pegawai negeri atau penyelenggara negara. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). c. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.

Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. UU No. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No. perjalanan wisata. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. tiket perjalanan. dan fasilitas lainnya. barang.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. komisi pinjaman tanpa bunga. Disiplin . UU No. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. 20 Tahun 2001. fasilitas penginapan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. c. yakni meliputi pemberian uang. berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. dan keluhuran. pengobatan cuma-cuma. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui. 31 Tahun 1999 jo. 2) Menerima gratifikasi. 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. integritas. 1 Milyar. baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. rabat (discount). 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. ayat 1. 31 Tahun 1999 jo. UU No.

Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Berani menegakkan kebenaran . Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna. Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja.

Sudah ada motor. Sejak masa kanak-kanak. mau mobil. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . mulai usia dini hingga dewasa. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. apa yang kita dengar. Adanya sifat tamak. Di Jepang. Menurut psikologi kognitif. Sebab pertama. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. Melakukan korupsi. memang tak bisa ditolerir. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. Kita mengetahui. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. Namun.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). perbaikilah sistem. rasakan. Tidak puas dengan satu gunung emas. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). lihat. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. Kerakusan. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. pikirkan. cari gunung emas kedua dan ketiga. Sebab kedua. dusta. korupsi bisa timbul karena dua sebab. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. Kondisi internal seseorang. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. Kedua jenis korupsi tersebut. tidak puas. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. dan keinginan memperkaya diri sendiri. ingin motor. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. Mobil terbeli. ingin mobil mewah. Sementara. untuk memberantas korupsi jenis ini. Sudah punya rumah. Oleh sebab itu. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. perbaikilah orangnya. Karenanya.

Pasal 5 UU No. j.pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. RANGKUMAN 1. seperti halnya di Indonesia. Pasal 3 UU No. Pasal 419 ke 1 KUHP o. Pasal 12 a UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) i. 31 Tahun 1999 b. 31 Tahun 1999 d. 20 Tahun 2001 m. Pasal 5 UU No. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. 20 Tahun 2001 l. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. Pasal 11 UU No. Pasal 5 UU No. Pasal 11 UU No. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. adab di dalam kereta.31 Tahun 1999 . Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. Pasal 5 UU No. yang tidak saja berupa teori. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. Pasal 419 ke 2 KUHP p. Pasal 13 UU No. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. 31 Tahun 1999 c. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Pasal 2 UU No. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. 20 Tahun 2001 n. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. 20 tahun 2001 ayat (1) a g. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. Karenanya. Pasal 12 b UU No.

3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. 9) Menyuap advokat. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang. c. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 8) Menyuap hakim. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. 10) Advokat menerima suap. 4) Pegawai negeri menerima suap. . 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. 11) Hakim menerima suap. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. Korupsi yang merugikan keuangan Negara. 12) Hakim dan advokat menerima suap. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan.RANGKUMAN 2.

31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas. padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak.LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? . 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda. mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No. mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia.

tiket pesawat. komisi. Gratifikasi dapat berbentuk uang. diskon. Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. . dan fasilitas lain. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. barang. pinjaman tanpa bunga.

2010. kakbimo. Tim PKn-Pak. 20 Tahun 2001.wordpress. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi.Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Bogor: Tim PKn-Pak. 31 Tahun 1999. Tentang Pemberantasan TPK. Sebagaimana Diubah Dengan UU No.com/2011/05/23/1897/ . Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No. 2008.

Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1. 2004:8). 2. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. cara hidup. maupun seorang professional. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi. 3. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. Berdasarkan sumber www. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. kebiasaan seseorang. A. motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka. yakni gambaran. kebudayaan . organisasi.artikata. cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat.com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi. nilai. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter.

sikap. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. Nilai. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita. . sesuatu yang disukai dan diinginkan. padang rumput. 2) Berkaitan dengan hati nurani. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. perasaan. kandang. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. B. sesuatu yang baik. singkatnya. watak. akhlak. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. karena ia bertanggung jawab. cara berpikir. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. sesuatu yang menyenangkan. Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. kebiasaan. Nilai dan norma. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. sesuatu yang kita cari. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. adat. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. a.

kursi. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. Berhubungan dengan ciri sebelumnya. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. jangan berbohong. Seperti norma-norma lain juga. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. bangku. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Namun. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. misalnya jangan membunuh.3) Mewajibkan. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. Konon. universal atau partikular. sebagai totalitas. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. bahasa latin. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. kita harus mengatakan yang benar.

Dilihat dalam perspektif sejarah. Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. sulit untuk dipertahankan. . Sebagai contoh. 3) Seandainya relativisme moral itu benar. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. Kalau begitu. kalau diperiksa secara kritis. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. Sepanjang sejarah. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. Relativisme moral tidak tahan uji. seandainya relativisme moral itu benar.norma moral yang dianutnya. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. 1) Seandainya relativisme moral itu benar.

Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. Sementara itu. pendidikan. menurut Atwater. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Contoh konsep diri positif a. . Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. Optimis. 1983. relativisme moral tidak tahan uji.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. nilai-nilai yang kita anut. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. Konsep diri melibatkan perasaan. rekan/teman sebaya. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Percaya diri. b. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. masyarakat. Kalau diselidiki secara kritis. 2. Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. Konsep diri. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. serta keyakinankeyakinan kita. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. dan pengalaman. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. saudara sekandung. Oleh karena itu. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut.

f. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. e. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. Mengindahkan. d. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. Mudah marah. rugi. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. peka terhadap kritik. Pesimis. karakter pribadi.c. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. Peduli. Profesional. c. celaka) mudah putus harapan. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. berang. g. merasa sangat tidak senang. tidak sombong atas kemampuannya. Egois. . Merasa masih ada langit di atas langit. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. h. Senantiasa mengeluh. Rendah hati. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. gusar. f. Kreatif. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. memperhatikan. Memiliki daya cipta. Suka dipuji. Apriori. e. dan prestasi yang dimiliki. Pemarah. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. mementingkan diri sendiri. membaca. dan menulis. d. a. suka dielu-elukan. pengalaman. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. b. jika disebut gelar. mencela.

8) Yakin akan sukses. 7) Tidak takut gagal. Percaya diri. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. Tips agar percaya diri. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. .000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b.2.  Thomas A. dan segera dalam mengambil tindakan.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. 6) Berani berbuat spektakuler. sikap percaya bahwa semua orang sederajat. a. 2) Berpusat pada potensi. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. 3) Positive Thinking. Edison gagal 10. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. 1) Citra diri positif. 5) Yakin aktivitasnya urgent. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. 4) Egaliter.000 kali untuk menemukan lampu dan 50. Ciri orang yang percaya diri. kenali potensi diri. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha.

aman. spontan. karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. Dengan demikian. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. Kejujuran. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. Jujur adalah energy positif. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi. tanpa kejujuran.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. Jujur merupakan sikap pribadi. dan selamat. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. serta antara bentuk dan substansi. Menyatakan sesuatu dengan langsung. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. . tentram. a. lugas. Manfaat berperilaku jujur. antara fenomena dan yang diberitakan.

optimis. dengan hatinya yang bersih. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. 2) Ikut-ikutan. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. karena merasa aman. Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. 4) Menutupi rahasia. Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. yang tangguh dan kokoh. . atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. Faktor pendorong seseorang berbohong. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. 1) Adanya kekurangan. b. Jangankan berhasil. karena merasa tidak bersalah atau benar. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. 3) Demi kebaikan. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. dan percaya diri. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. melangkah pun tidak berani.

Orang‐orang yang kompeten. Jika tanaman kita mati.4. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. • • • Ditanam sejak kecil. dimulai ketika orang itu masih muda. 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. • • Integritas harus dilatih terus menerus. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. 4) Integritas sebagai Benih. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. . Integrity merupakan ‗bench mark‘. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. bawahan langsung. Pribadi Berintergritas. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. 1) Integritas sebagai Keterampilan. perlu waktu untuk kembali seperti semula. a. Peran integritas. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. Ciri-ciri integritas. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. Integritas harus dipelihara terus menerus . Semakin rajin dirawat. 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. 2) Integritas sebagai Pedoman. Mereka memberlakukan orang lain secara adil. b. dan pihak luar.

pengungkapan emosional. menunjukkan sikap tertentu. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. maka kehidupan baik. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. f. 5. Penekanan pada komunikasi tatap muka. begitupun sebalikna. hidup dengan keyakinan. c. d. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. h. Komunikasi. e. pengawasan. mengangkat bahu. dan informasi. 6. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi .com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". orang. Kepemimpinan. menggelengkan kepala. Menangani komunikasi buruk. kelompok. b. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. bahkan ketika itu tidak nyaman. g. tetap setia pada komitmen. organisasi. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. Menurut www. 10) Integritas. bahkan ketika merugikan Anda. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. Jika baik. misalnya tersenyum. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. Pesan dibentuk sesuai audiens. 8) Integritas. 9) Integritas. ketimbang dengan apa yang disukai. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali.wikipedia. motivasi.

orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. kapan. bagaimana pekerjaan dilakukan.  Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. sebab . Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. a. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. Berdasarkan penelitian. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. Dalam perkembanganya. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. mental. Teori kepemimpinan.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi. dan hasil yang akan dicapai. dan kepribadian. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. Contoh: membela bawahan. Jadi. berdasarkan teori ini. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.

Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. keterampilan dan sikapnya.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing. Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Berdasarkan sumber emperorderva. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . Dalam proses pengambilan keputusan.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. 5) Teori Kelompok. Gaya kepemimpinan. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . 2) Coaching. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. 4) Teori Kepemimpinan Situasi. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan.wordpress. berkomunikasi. b.

melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. 4) Delegating. baik bagi dirinya sendiri. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. bagi keluarga.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. Dalam hal ini. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. c. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Kepemimpinan sejati. bagi lingkungan pekerjaan. mendukung proses perkembangannya. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. 3) Supporting. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar.

Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. 7. tanpa kerendahan hati. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien. motivator. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager).yang dipimpinnya. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada . tanpa kedamaian diri. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input. Efisien tidak lain mengandung dua makna. Kenneth Blanchard. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. tanpa adanya integritas yang kokoh. Manajemenwaktu. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. dan visi serta misi yang jelas. dan pengawasan produktivitas waktu. dam maximizer.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka.Setelah pengorganisasian terjadi. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.maka penggerakan pun dilakukan. Manajemen waktu merupakan perencanaan. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam. pengorganisasian. penggerakan. inspirator. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan.

Manajemen konflik. dan tetap melakukan pengawasan. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. sport and sex. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. Mereka adalah fun. atau akan segera mempengaruhi secara negatif. 8. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. music.pemegang delegasi. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. food. Pendek kata. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. tetap mengorganisasikan. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. Kemudian menentukan peran dan visi peran. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. merencanakan pekerjaan selanjutnya. mouth. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. dan atau investasi waktu. tetap menggerakkan. film. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. . yaitu: tetap merencanakan. 3M. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. dan 3S. money. Oleh karenanya. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. sand. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. Menurut Killman dan . Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif.

melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. p. a. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. Pandangan tentang konflik.1993. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. Bentuk konflik. 1) Konflik fungsional. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. 2) Pandangan hubungan manusia. seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. c. konflik yang merintangi kinerja kelompok. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. b. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. 1) Pandangan tradisional. perbedaan peran dsb.4).Thomas (1978). baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tahapan perkembangan konflik. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil . 2) Konflik disfungsional. 3) Pandangan interaksionalis. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan.

Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. d. (wijono. dibandingkan dengan . Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. 1993. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Aspek positif dalam konflik. Pengelolaan konflik. individu. 3841). 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf. 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C.

Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. Tapi perlu diakui. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. Perasaan spontan saja tidak cukup.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. haruslah ada pengertian juga. Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. Hal ini lebih mendesak lagi. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. Di sisi lain. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. Menurut socrates. Malah bisa saja terjadi. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. .

Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika. 4. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. 2. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. 3. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1. Perilaku tidak etis. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . 5. D. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan. Memperkuat otonomi moral.

Tekanan. Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. d. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a.sesuai dengan prinsip moral yang baik. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. Untuk menjaga integritas pribadi. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya. b. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. Ketakutan. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. Masa bodoh. e. . seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. c. b. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. Balas dendam. c. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. karena ambisi jabatan. Ambisi. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. Misalnya.

Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. g. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya. c. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya.d. d. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. Namun demikian. di banyak negara modern sekarang. Baru sesudah problem-problem etis timbul. jika manusia tidak segera membatasi diri. b. f. a. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. e. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen.

Argumen bahwa menyontek. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. seseorang tidak berkewajiban untuk. misalnya. Sebagai contoh. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku. maka tindakan itu etis (if it‘s legal. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya. kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. Berdasarkan falsafah ini.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain. slogan tersebut harus diubah menjadi. Lazimnya. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. atau menjual produk cacat tersembunyi. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai. Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. 2. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan . melanggar rambu lalu lintas. ―Jika suatu tindakan tidak etis. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat.  Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal).

misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas. harapan. Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). Keteguhan (persistence). Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. c. dan visi kita. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. Tujuan (purpose). sederhana.seketika. Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. Perspektif (perspective). . dan didasarkan pada nilai-nilai. b. Lima prinsip berperilaku etis. Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. Kesabaran (patience). tetapi jika tidak. Norman Vincent Pale dan Kenneth H. E. Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. d. 1. Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu.

atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in.Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. or a promise or firm decision to do something‖. e. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. ternyata niat baik saja. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. a. 2. Alias tidak bermakna. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini. atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Komitmen etis. Komitmen ada janji yang harus ditepati. Unsur etos pribadi. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. tetapi dengan komitmen yang baik. atau sebuah janji. Kebanggaan (pride). Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini.

dan rendah). 2007).hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ). Kesadaran etis.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. biasa. dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. Dalam definisi ini. tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika. dan sikap perilaku. dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . Dengan mengutip R. yaitu pengetahuan.Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. keterampilan teknis. terjemahan. 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. karakteristik pribadi. karakter dasar mengarah pada motif. c. 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. b. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. konsep diri dan nilai-nilai seseorang. Kompetensi etis. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah.

Kepatuhan. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. atau konsep diri. kode etik. Kompetensi-kompetensi seperti motif. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. tetapi juga perbuatan orang lain. aturan organisasi. . karakteristik pribadi. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. Pemeriksaan 3K. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum. dan komplikasinya. harapan masyarakat. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. konsekuensi. kontribusi. a. 3. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. prinsip-prinsip moral.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. sebagai seorang pribadi. misalnya. dan konsekuensi. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. Jika kita adalah seorang atasan. Contohnya. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut.

kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. Konsekuensi. Hormati kebiasaan orang lain. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. misalnya. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum.b. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. menyediakan lapangan kerja. Akibat ini bisa positif atau negatif. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. Kontribusi. Kepatuhan:    Patuhi. Bagi organisasi bisnis. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. c. Kontribusi dan konsekuensi: . baik diniatkan maupun tidak diniatkan. kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. Patuhi kaidah-kaidah moral. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri.

jujur. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. pribadi berintegrita. Berpikirlah secara objektif. . kepemimpinan. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. Ajukan pertanyaan. percaya diri. ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas. komunikasi. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. bukan sebagai individu yang terisolasi. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat. manajemen waktu. dan manajemen konflik.

jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? . apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya. apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain.LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖.

tanggung jawab. Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. A. Namun demikian. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. . Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1.

Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. majikan atau klein. dan lebih dari itu. Untuk menjadi profesional. atau anggota suatu profesi. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). melainkan kepada masyarakat. dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif. sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri. Lebih dari itu. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat.  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat.  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. memiliki acuan karakter. seoarang harus belajar lama (dan keras). para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya. lulus ujianyang panjang dan sulit. Seorang profesional memiliki komitmen . Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. yaitu. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting.Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi.

 Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk .  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. Pelayanan publik. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional. Para anggota profesi yang melakukan kebohongan. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat. kepada para profesional. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. Oleh sebab itu.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. khususnya dalam hal pengawasan.

dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah.memperoleh banyak manfaat. berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. Mereka yang menjalani profesi (para profesional). perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. Mengacu kepada karakteristik umum di atas. tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. kerangka (pilar dan dinding). Lebih dari itu. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. dengan demikian profesi adalah pekerja. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. dan atap seperti gambar 1. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. tetapi juga komitmen moral. pengakuan dan penghasilan tinggi.

Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Standar teknis perilaku). atap ini meliputi 1. Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan .unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. Kode etik profesi) 3. fondasi dan kerangka memerlukan atap. dan 1. Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3. Asosiasi profesi 2. Proses pendidikan 2. Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional. Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. Bagi profesi.

harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. Dalam kenyataannya. Bagi suatu profesi. Pertama. Pada akhirnya. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik.penjelasan mengenai hal ini. . akibatnya sangat serius. dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. Kedua. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. dan (2) hukum dan jurisprudensi. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. B. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). (2) mengatur keanggotaan pada profesi. dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik. badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. Dengan perkataan lain. Dalam kaitan ini. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. bukan oleh pejabat pemerintah).

Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Ketiga . Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas. maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian.apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. . Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran). sehingga dapat digunakan sebagai acuan. sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat.kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. D. Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). C.

Apa sesungguhnya profesi itu? 7. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10. Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11.SOAL-SOAL 6. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? .

http://etikaprofesidanprotokoler. 2004. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Etika. Bisnis.blogspot.2008.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Ucok. Sarimah. dan Pelayanan Publik.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia. Profesi Akuntansi.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->