BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja.e. didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. b. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. 7 . Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. Aspek Kuantitas. c.

dalam pelaksanaan tugas pokoknya. keatas. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. suap terhadap oknum aparat pemerintah.b. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. 8 . pelayanan publik yang rumit dan membingungkan. Pemerintah pun tidak tinggall diam. 2. kebawah. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. c. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. Aspek Kualitas. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. Aspek waktu. dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. pegawai . d. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. B. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. Aspek biaya. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit. Secara pribadi. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas.dan pejabat bebas. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati.

Ketatalaksanaan (business process) c.maupun kesamping. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. Selain itu. 9 . sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. Dengan kata lain. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. c. praktek korupsi. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. harus ditata ulang atau diperbarui. d. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. Disadari sepenuhnya. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. b. Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. tingkat efisiensi. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. Kelembagaan (organisasi) b. Oleh karena itu. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. yang antara lain diindikasikan dengan : a. komprehensif dan sistemik.

tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. Dalam hal ini. Oleh sebab itu. f. dipertahankan.e. birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. Di negara demokrasi. dan pelaksananya. Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. Jadi. Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. 3. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. Di Indonesia. Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. yakni mewujudkan ketertiban sosial.

anggota TNI. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). 4. Oleh sebab itu. mereka tidak termasuk sebagai birokrat. Sesuai dengan pengertian tersebut. Tegasnya. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . seperti halnya etika bisnis. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. Oleh sebab itu. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). dan POLRI. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. Dengan demikian. dan pegawai BUMN/D. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service). walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. pegawai negeri. Jadi.

dan efektivitas. sektor publik. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. nilai-nilai. keadilan.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. standar-standar. Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. b. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). produktivitas. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. Dengan demikian. dituntut memiliki dua keunggulan. 5. dan sebagainya. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. seperti sektor bisnis. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. Ada beberapa alasan. termasuk sektor publik (pemerintahan). objektivitas atau imparsialitas. yaitu profesionalisme dan etika. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). Secara khusus. atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. baik normatif maupun objektif. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. Dalam konteks pelayanan publik. d. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. Dengan perkataan lain. seperti integritas. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. Seperti halnya di sektor bisnis. integritas berarti bahwa: a. yang dapat digunakan untuk 12 .

―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. setiap jam atau setiap hari. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. dan negara. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. atau prestasi. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Dalam kenyataanya. Oleh sebab itu. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. b. bangsa. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. Etika berkaitan dengan karya. 13 . etika adalah salah satu cabang filsafat. Dengan demikian.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. apa hak kita dan apa hak orang lain. Dengan cara sederhana. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Etika berkaitan dengan perilaku moral. Tegasnya. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. kinerja. a. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak.

Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. Dengan perkataan lain. transparan. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. kita akan membangun sebuah rumah. dan manusiawi. kecintaan rakyat. seperti cermat. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. Dalam konteks ini. Secara kategoris. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi. Dalam hubungan ini. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut. objektif. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. berkeadilan. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). Sementara itu. d. Senagai contoh. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. cepat. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. ramah. bukan oleh ketakutan rakyat. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya.program atau proyek. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. Jadi ketika. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . c. Sebagai warga negara. bangsa dan negara.

semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya. Sudah barang tentu. Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. e. Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. SIM. Semakin hari. Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. KTP. Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖.IMB dari pemerintah. Isu korupsi. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. keamanan dan sejenisnya. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. Pada saat ini. selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. kolusi. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. Contoh lain. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. bahkan terhadap pemerintah secara umum. Sementara itu. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. misalnya.

demokratisasi. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . Dalam situasi seperti ini. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya. Nilai-nilai baru yang diadopsi. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. efisiensi. Dengan perkataan lain. produktivitas. kemajuan teknologi. seperti penakanan pada kinerja. Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. dan efektivitas. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. Seperti di negara-negara lain. Akan tetapi. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. f. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. diantaranya. dengan sumber daya yang makin terbatas. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). dan manajemen berbasis kinerja. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks.

menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Untuk unit-unit organisasi tertentu. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. Secara ringkas. falsafah negara (Pancasila). Oleh sebab itu. Selain itu. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. Pejabat pemerintahan. rakyat. Panduan etika. 17 . Sudah barang tentu. kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi.jumlah pelaku korupsi. kolusi. dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. Dengan perkataan lain. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. 6. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. karena tergabung dalam wadah KORPRI.

PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. memahami teori-teori etika. 3. Teori dan Konsep Etika I. C. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Jadi. Dengan demikian. Pengertian Etika 18 . seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. pengertian pelayanan publik. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. 2. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja.Perlu diingat. Misalnya. Bab ini akan memperlajari: a. dan sebagai anggota profesi akuntansi. di samping berperan sebagai pribadi. pada saat yang bersamaan seorang PNS. yaitu: 1. Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. 2. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. dan di lingkungan profesi akuntansi. bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. etika dan disiplin PNS. pengertian dan hakekat profesi. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. Bab ini akan mempelajari: a. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS). pengertian etika profesi. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. anggota masyarakat umum. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. di lingkungan birokraasi.

Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Keutamaan) c. Pengertian profesi dan etika profesi b. Bab ini akan mempelajari: a. Konsep hak. 4. Teori-Teori Etika (Teleologi. Etika Bisnis. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian. 3. Pengertian etika kepemimpinan b. 6. Etika Kepemimpinan. Etika Pelayanan Publik. 5. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian pelayanan publik 19 . Teori dan Konsep Etika II . 7. Urgensi etika profesi c. Bab ini akan mempelajari: a. Perbedaan etika dan etiket b. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Urgensi etika kepemimpinan c. Pengertian etika bisnis b. Pengertian nilai c. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Deontologi. Prinsip-prinsip etika bisnis c. Etika Profesi. Bab ini akan mempelajari: a.b. keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. kewajiban.

Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. Hak dan kewajiban PNS c. Larangan-Larangan bagi PNS c. Bab ini akan mempelajari: a. 1. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. Pengertian Korupsi. 10. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. 9. Urgensi disiplin PNS b. Disiplin PNS. Pengertian PNS b. Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. Etika Kerja. Bab ini akan mempelajari: a. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Pengertian etika kerja b. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . Aturan tentang Anti Korupsi. Pokok-Pokok Kepegawaian. Definisi korupsi dan bahayanya b. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS.b. Prinsip-prinsip anti korupsi c. 11. 8.

13. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi). Jiwa Korps dan Kode Etik. 12. Kode Etik Profesi PPLN f. Urgensi memiliki etos pribadi b. 21 . Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian. Kode Etik Profesi Akuntan b. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Profesi Anggaran c. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. 15. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. 14. Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS. Bab ini akan mempelajari: a. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Pajak d. Pengertian dan sumber kode etik c. Kode Etik Profesi Bea Cukai e.c. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b.

pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. sebagai kelompok intelektual. 22 .Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. Selanjutnya.

dan sebagainya. Secara ringkas. dituntut memiliki dua keunggulan. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. 4. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. Ada beberapa alasan. Dengan perkataan lain. yaitu profesionalisme dan etika. seperti sektor bisnis. 3. Di sektor manapun.RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. objektivitas atau imparsialitas. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. produktivitas. termasuk sektor publik (pemerintahan). Mengetahui etika pelayanan publik. sektor publik. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. seperti integritas. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. Seperti halnya di sektor bisnis. Pejabat pemerintahan. Oleh sebab itu. dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. 2. keadilan. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. baik normatif maupun objektif. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). 5. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. Selain itu. rakyat. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. dan efektivitas. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara.

pengertian pelayanan publik. pengertian dan hakekat profesi. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. 3. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. pengertian etika profesi. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. memahami teori-teori etika. etika dan disiplin PNS. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5.pribadi. 2. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. LATIHAN 1. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya.

misalnya ethos kerja. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. berarti timbul dari kebiasaan. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. 3. 4. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . Bagi ahli falsafah.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. kewajiban. Deontologi. 1. etika adalah adat. keadilan dan kepedulian ___ A. 2. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. 3. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Teori-Teori Etika (Teleologi. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Etika Keutamaan). kode etik kelompok profesi. Konsep hak. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. Bagi sosiolog. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. ethikos. 2. Semangat khas kelompok tertentu.

terhadap diri sendiri dan profesi. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. jujur. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. Kriteria wajar. Membantu pebisnis/calon pebisnis. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. profesional. 3. 5. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. terpuji atau tercela. dan karenanya diperbolehkan atau tidak. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). 4. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. Dalam etika sebagai ilmu. adil. Bagi asosiasi profesi. jujur. tapi masih lemah dan ragu. dari perilaku manusia. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. Menurut K. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. Bertens. Menanamkan.profesi secara wajar. Menurut K. yaitu : 1. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. adil. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. dan terhormat. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. 2. terhadap organisasi dan staff. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Bertens.

Meta-Etika (Studi Konsep Etika). harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa.berikut. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. karena memang 27 . 2. 3. 4. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. B. Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. Salah seorang tokoh etika. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). Menurut ajaran agama. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. luhur dan baik dalam teori. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. namun tidak ada gunanya dalam praktek. yaitu disatu pihak. Untuk melengkapi tentang etika. Sebagai contoh. Pertama. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). 1. Agaknya. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. dari sudut pandang si anak."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. Ini tentulah pemikiran sekuler." Secara meta-etis. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. Etika bukan sistem yang ideal. dan mungkin akan berlangsung terus. etika normatif (studi penentuan nilai etika). suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. Disisi lain. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). Dalam meta-etika. penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis.

C. Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. 3. mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. seperti Pythagoras (582-500 SM). tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR).dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip. Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. nyaris milik sejarah etika. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. 2. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). Konfusius (558-479 SM). maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. pengolahan tanah. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. 28 . Heraclitus (535-475 SM). sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. karena. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. Oleh karena itu. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. tidak secara filosofissistematis. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. dan masih banyak lainnya. Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral.

harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. karena ia harus benar. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. Aristoteles. Menurut Sokrates. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. dan kebajikan adalah kehati-hatian. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. tidak ada orang yang sengaja korup. menganalisis secara akurat. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. Tidak seperti Plato. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. kesederhanaan. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. barang-barang eksternal juga harus ada. sebagai kebaikan tertinggi. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia. tetapi juga keadilan. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. baik yang mutlak. Plato. Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. sesuai dengan perintah akal budi. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. yang dicari demi dirinya sendiri.1. Murid Socrates. Aristoteles (384-322 SM). dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. 29 . tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. dan ketabahan.

2. Seneca (4 SM . Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). Kebajikan. Kaum Stoa. dan. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. yang membentuk keseluruhan alam. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. Chrysippus. yang tanpanya masyarakat 30 . Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). Tindakan sering baik atau buruk. Epicurus. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. tidak seluruhnya jelas. Cleanthes. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. menurut mereka. Sinis. dan lain-lain. Epictetus (lahir sekitar tahun 50). "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya. berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. tetapi sifat mereka. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. adil atau tidak adil. oleh karena itu. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. Para Sinis. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. Stoicisme. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). bahwa kesenangan adalah kejahatan. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia.AD 65). Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. Skeptis. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. panteistik atau rasa teistik. Stoa Romawi. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan.

memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. L. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. pernikahan. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. hukum alam. serta sifat dan makna dari hukum moral. Dominicus Soto. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. Molina. Ambrosius. yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Sejak abad 31 . 24 persegi). dan khususnya antara etika dan teologi moral. Contoh teolog besar adalah Victoria. kesatuan umat manusia. dan Agustinus. Hieronimus. Hal ini terutama berlaku St Agustinus. Suarez. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. nasib manusia. Irenaeus. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. seperti Yustinus Martir. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. Origenes. yang menolak hukum moral alam. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. 4. tujuan akhir manusia. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. Clement dari Alexandria. Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. dosa. hati nurani. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. kebajikan kardinal. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. ii. Tertullian. 3. dan Duns Scotus (1274-1308).manusia tidak bisa ada. dan De Lugo. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. Thomas Aquinas (1225 -1274). dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. Bonaventura (1221-1274). Hukum abadi (lex aterna). Lessius.

Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. masih melekat pada filosofi Aristotel. Condillac. sehingga muncul perang semua melawan semua. namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. 32 . menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. Ada kecenderungan simpatik. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). dalam karyanya. Holbach. dan lainlain. ketiga menentang yang lainnya. 5. Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas.keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. Keselarasan ini merupakan kebajikan. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". seperti Helvetius. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. de la Mettrie. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. Schwarz. Melanchthon. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. idiopatik. maka apakah Hugo Grotius. "De jure belli et Pacis" juga sama. karya-karya filosofis murni tentang etika. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. Yang lebih besar. kedua kebaikan pribadi agen. dan tidak wajar. Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang. dan memiliki hak untuk semua hal.

Menurutnya. GT Fechner. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. F. John Stuart Mill. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. Sistem Cumberland. E. Beneke. di Jerman. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. oleh serangkaian transformasi. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. yang menurutnya. sampai batas tertentu. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. Sosialisme. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. dan kategoris. misalnya. Etika: Filsafat Evolusioner. F. yang otonom yaitu. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. di Inggris. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. 33 . Paulsen. 7. Alexander Bain. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. Nietzsche. Schleiermacher. dimana dia menemukan hukum. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. Henry Sidgwick. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. mutlak moral universal. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. dan lain-lain. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. Altruisme. Edward von Hartmann. harus diamati untuk kepentingan sendiri. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. dalam orang-orang pesimis. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. Secara khusus.6. John Stuart Mill.

Oleh karena itu. Pragmatisme berbeda dari Relativisme. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". pada keadilan pra-manusia. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. ketaatan kelemahlembutan. mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. agama. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. dan cinta sesama. F. Sebagai evolusionis.seperti kesabaran. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. maka ide-ide moralitas. dan pengendalian diri kasar. Menurutnya. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. semua. 34 . kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. dan karakter dari penilaian orang. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. hati nurani.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. dll juga terus berubah. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. moral religius. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. tidak tahu tentang pernikahan. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. Menurut K. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. Proletariat bawah diinjak. kebenaran tidak mungkin berubah. Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. Engels. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". Marx. Menurut Max Nordau. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. minat.

nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. Maka. Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. 1. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. pengecut berarti kesabaran. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika. Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. keputusan dan kebijakan. Teori Teleleologi. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. 35 . kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. Oleh karena itu." Oleh karena itu. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. D. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. Menurut Aristoteles.Kelemahan menjadi kebaikan. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada. yakni pada yang baik (agathos). mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati. Dalam buku karangan Kusmanadji (2004.

2). Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. b. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. 4) Universalisme.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. kecuali pelaku. 3) Maksimalisme. 36 . c. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan. Dari ketiga teori tersebut. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. 2) Hedonisme. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. yaitu: 1) Konsekuensialisme. yaitu: a.

Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. bukan pada masing-masing tindakan secara individual. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. tentu dalam perkembangan peradaban 37 . Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia.Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila.

Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). 2. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. c.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman. dan mayoritas berhak atas mereka. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno. d. b. Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. Teori Deontologi. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008.

Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. f. c. membayar hutang. Misalnya. tidak boleh menghina. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. e. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. d. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. b. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. Nah. kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik.pelaksanaan kewajiban. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. Menurut Kant. Selain Kant. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. membantu orang tua. Ross mengajukan jalan 39 . Menurut penilaian moral yang umum. dan menghargai. otonomi makhluk rasional. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross. Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya.

2005) . b. Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. Teori Keutamaan (Virtue). d. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . dan sebagainya. g. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. i. Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). l. jujur. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. murah hati. j. atau murah hati. e. Benefience (kewajiban berbuat baik). intelegensi. dll. Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. kita harus melunasi hutang moril dan materiil. k. n. melainkan: apakah orang itu bersikap adil. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. f. baik eksplisit maupun implisit. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan.keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). Gratitude (kewajiban berterima kasih). Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. Justice (kewajiban keadilan). Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. dan mengatakan kebenaran. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. m. (Velasquez. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. 3. h. Reparation (kewajiban ganti rugi). atau jujur. c.

Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. l. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. Keandalan. i. Keberanian/keteguhan. o. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. Kesantunan. Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. Moderat ( tidak ekstrim. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Kesetiaan. 41 . menjadi peka m. Berkeadilan. Toleransi terhadap sesama. g. k. Bangga (tetapi tidak arogan). meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. n. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. d.a. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. e. Belas kasih. b. Disposisi. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. Kejujuran. j. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. f. c. dll. Etika keutamaan memerlukan konteks. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. h. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. cenderung ke dimensi pada umumnya). tiga hal tersebut adalah: a. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. hubungan bisnis tidak terkecuali. Pengendalian diri yang baik.

Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. e. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang.b. yaitu kehidupan yang baik. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. Hak. dll. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Dengan demikian. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut. f. Keberanian. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. Pembiasaan diri. b. misalnya. orang di sekitarnya. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. MacIntyre). Keutamaan dapat saja hilang. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. Walaupun tidak mudah. Keutamaan cenderung bersifat permanen. Hak merupakan konsep moral yang penting. Kemauan/kehendak. d. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles. E. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. c.

hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Contoh.Selain itu. Hak positif dan hak negatif. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. 43 . Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. Macam hak antara lain: a. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum. atau kemanusiaan secara umum. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Contoh kasus.. Contoh. Hak individual dan hak sosial. d. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian. Hak khusus dan hak umum. b. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖. Hak legal dan hak moral.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. Contoh adalah hak milik. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. c. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Hak moral lebih bersifat individu.

Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. b. Berikut ini adalah penjelasannya: a. e. Menurut konsep tradisional (Aristoteles). akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. Mengapa? Menurut ahli etika. Menilai tindakan seseorang. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. Keadilan khusus. 2. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan.Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. b. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. Keadilan. Keadilan universal. Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. Inilah yang disebut dengan hak sosial. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. politik. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Hak absolut. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. c. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. dan ekonomi. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban.

Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. (contoh: pembagian kompor gas). maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban. Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk. misalnya merusak keseimbangan moral. politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok. Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula.1) Keadilan distributif (distributive justice). Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima.

a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai. Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). yaitu: 46 . sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk. Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan. 3) Keadilan retributif (retributive justice). c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat.

dalam beberapa kasus. pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). dipelopori oleh 47 . kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. Dengan demikian. b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. tidak hanya di Indonesia. ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. (dalam konteks manfaat dan beban). a) Prinsip a. teman. khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Kepedulian. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). 3. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan.

Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . sehingga sering mendapat celahcelah hukum. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. atau antara individu dengan kelompok. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. 48 . tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar.human act. e. d. 2. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. etika tetap diperlukan karena: a. dan permainan. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. dan bukan an act of man. 1. b. Manusia hidup dalam jaringan norma moral. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Menurut pandangan Etika Kepedulian. Sekalipun sudah ada norma hukum. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. hukum. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. Oleh karena itu. adat istiadat. F. 3. kesopanan. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu. c. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. dengan tradisi. religius. kebudayaan dan sejarahnya.gerakan Feminisme). keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat.

Lebih jauh lagi. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. teratur. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan. 5. penyalahgunaannyapun absolute. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. b. b. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. Dr. disebut juga filsafat moral. Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. jika kekuasaan itu absolut. Pluralisme moral diperlukan karena: a. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). Irmayanti. "the end justifies the means. dkk. masing-masing 49 . tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. c. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. damai dan sejahtera. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. Menurut mereka. Etika. mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. c. Manfaat etika adalah: a.4. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. pokoknya menang atau untung. apapun resikonya. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara.

b. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. sebagai ―kompas‖ moral. Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. kepercayaan. Kode etik adalah sistem norma. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. melakukan riset dan sebagainya). 50 . Pertama. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. kejujuran. a. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. Kedua. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. b.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. Fungsi etika profesi. kebebasan-tanggung jawab. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional.

SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. berarti timbul dari kebiasaan. Bertens. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Aristoteles. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). Menurut K. menganalisis secara akurat. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Stoicisme. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. dengan 51 . dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Epicurus. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. Plato. baik yang mutlak. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Sinis.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Menurut Socrates. Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. Ethikos.

Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. 24 persegi).kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. dan Duns Scotus (1274-1308). Altruisme. Hedonisme. ii. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. John Stuart Mill. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. dan Universalisme. Deontologi tidak terpaku pada 52 . Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Maksimalisme. yaitu Konsekuensialisme. Thomas Aquinas (1225 -1274). TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. khususnya Albert (1193-1280) Besar. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. bahwa kesenangan adalah kejahatan.  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang.  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. Sosialisme. dan khususnya antara etika dan teologi moral. Nietzsche.  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan.  Etika: Filsafat Evolusioner. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Bonaventura (1221-1274).‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip.

yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 .  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Disposisi 2. dll. yaitu fidelity. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. Menurut Kant. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. justice. Tujuh kewajiban moral. reparation. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. tiga hal tersebut adalah: 1. Hak khusus dan hak umum. benefience. Hak absolut.  Teori Keutamaan. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari. dan retributif). William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). self-improvement. diantaranya kebaikan.konsekuensi perbuatan. Hak individual dan hak sosial. Kemauan / kehendak 3. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. dan non-maleficence. otonomi makhluk rasional. kejujuran. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. keberanian. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. gratitude. dan mengharrgai. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Hak positif dan hak negatif. kompensasi.

c. yaitu: a. d.hukuman terhadap pelaku kesalahan.  Fungsi etika a. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. b. 54 . Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. c. b. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum.  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Kode etik adalah sistem norma. Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. etika tetap diperlukan karena: a. e. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). Fungsi etika profesi. b. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. Norma hukum cepat ketinggalan zaman. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. melakukan riset).

Plato c.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . Etika Normatif d. Etika Normatif c. Aristoteles d. Latin c. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Etika Analisis 4. luhur dan baik dalam teori. a. Etika Deskriptif 2. Hukum alam d. b. 3. Akal manusia c. Etika Terapan b. Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. yang tidak ada gunanya dalam praktek. Hubungan Tuhan dengan dunia b. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. a. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. Sistem yang ideal. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. Meta-Etika c. a. Moral didasarkan atas wahyu d. Yunani Kuno b. Etika Deskriptif b. Hukum universal 8. Moralitas sosial 55 . Romawi Kuno d. yang berasal dari bahasa … . Sokrates b. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. Yang bukan pengertian etika adalah … . d. a. Etika Terapan d. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. Phytagoras 6.

Etika Keutamaan c. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral. Maksimalisasi d. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. salah satunya adalah Fidelity. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Universalisme 11. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. Otonomi c. Rasa malu b.a. Etika Teleleologi 10. Disposisi c. Kewajiban tidak merugikan b. Kewajiban ganti rugi d. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Etika berdasarkan nafsu d. Universalitas b. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Konsekuensi d. Etika hasil kreasi alam 9. yaitu: a. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. 56 . Kemauan/kehendak d. Kebaikan b. Pembiasaan diri kecuali… a. Etika Deontologi d. Menghargai makhluk rasional 12. kecuali … a. kecuali: a. Kewajiban berbuat baik c. Perilaku manusia d. Kewajiban manusia b. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Kewajiban menepati janji 13. Etika Kantian b. yaitu: a. Akhlak manusia c. Keadilan 15. Hedonisme c. Hak manusia 14. Maksimalisasi b.

subjektivitas d. kecuali.c. a. Sekalipun sudah ada norma hukum. a. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari. kecuali.. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a. Hak moral c. 19. sehingga sering mendapat celah-celah hukum. Hak absolut 18. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat.. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Mengingat keterpurukan masa lalu c.. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. Mengingat kesuksesan masa lalu b. etika tetap diperlukan karena.. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu. objektivitas 20.. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. Mengingat masa depan yang terbentang d. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. 57 . Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b.. kreativitas c. c. Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. solvabilitas b. Kepercayaan diri d. a. Hak umum b.. d. Kelancangan 16. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Hak sosial d.. b.. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. a.... Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c.

Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 . Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4. Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi. Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3.Essay 1. Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2.

Etika 1. c. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. tenang. kandang. tentram. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. tentang hak dan kewajiban moral. protokoler dan lain-lain. tata krama. akhlak. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. cara berpikir. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak.watak. sikap. etika adalah: a. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Pengertian Etika. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. b. kebiasaan/adat. perasaan. padang rumput.

Istilah lain yang identik dengan etika. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. K. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). yaitu: usila (Sanskerta). Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖. secara etimologis (asal usul kata).2000).Bertens. Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. 2000). prinsip.kebiasaan. dan etika berarti ilmu akhlak. b. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. Jadi. berarti moral. c. mempunyai arti: a. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu.

kesegaran jasmani. dan moral. b. c. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. kebenaran maupun lingkungan. . Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Menurut tinggi rendahnya. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. etika agama Budha. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak. ilmu tentang yang baik atau buruk. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. Misalnya nilai keindahan. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. dambaan-dambaan dan keharusan. dan kesejahteraan umum. kumpulan asas atau nilai moral. Misalnya. b. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. norma. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. c. bukan objek itu sendiri. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.dibalik. Etika berkaitan dengan nilai. harapan-harapan. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. etika Protestan dan sebagainya.

Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. cipta) manusia. Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. Misalnya nilai-nilai pribadi. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. d.d. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). santun. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Macam-Macam Etika. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. e. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b. antara rohani dengan jasmaninya. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. 4) Nilai religius. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . budi. 2. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. Manusia disebut etis. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. yang bersumber pada perasaan manusia.

etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. cukup informasi. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Jenis ketiga. sebagai berikut: a. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23). Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. b. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. menganjurkan dan merefleksikan. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. Jenis pertama.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. . direktif dan reflektif. yaitu sebagai berikut: a. Jenis kedua. c. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. b. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. Etika Normatif. Etika Deskriptif.

Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. walaupun ada persamaannya. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. yaitu: 1. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. menurut para pakar ada beberapa pengertian. isi. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. cara berbicara. Perbedaan Etika dan Etiket 1. dan sebagainya tentang barang itu. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. 2. Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. seperti cara berpakaian (tata busana). padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan.B. tata krama dalam pergaulan formal. cara bersalaman. Hubungan Etika dengan Manusia. C.Definisi etiket. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. cara duduk. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak .Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi.

Wajar saja. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. Bahkan di beberapa perguruan tinggi. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖. karena sedikitnya literatur. Berbeda dengan kata etika. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. yang telah diberikan karunia berupa akal. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. Etika dan Etiket. Di berbagai kesempatan. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. namun maknanya tidak mirip sama sekali. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. Dari segi ejaan. 2. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. nilai atau . Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam. kata ini hampir mirip dengan etika.

Lihatlah mereka. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. maka saya dianggap melanggar etiket. berjas rapih.agama tertentu. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. Sebagai contoh. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. . yaitu : 1. berbicara sopan. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. maka saya dianggap melanggat etiket. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. Begitu pula dengan seorang koruptor. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. rapih dalam berpakaian. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. mafia kasus. seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. 2. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. K. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). maka etiket tidak berlaku. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah.

Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Etiket bersifat relatif. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Etika memandang manusia dari segi dalam. sifatnya belum operasional. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. 3. dari luar sangan sopan dan halus. Nilai 1. Pengertian Nilai. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan.Etika selalu berlaku. baik sedang sendiri atau ada orang lain. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Etika bersifat absolut. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. bermutu. dan berguna bagi manusia. menunjukkan kualitas. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. 4. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. ―Jangan mencuri‖. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. D. tapi di dalam penuh kebusukan.

a concept .dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek. 2. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.Z.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. nilai identik dengan apa yang diinginkan. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.38) Nilai adalah hakekat suatu hal.yang pantas. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita. Kuntjaraningrat (1992:26) . Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. about what some one think is important in life) h. etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). nilai pengalaman pribadi semata.W. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia. M. e. b. c. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. a. Pengertian Nilai Para Ahli. (Value is any idea. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.berharga. f. Driyarkara (1966. nilai ide platonic esensi. nilai merupakan sarana pelatihan kita. g. A.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan.

benar salah. 1994 hal.” p. John Dewey Value is any object of social interest j. melampaui situasi spesifik. o. dorongan dan cegahan. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya.I. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. 2. suatu keyakinan. (Rokeach. 1994 hal. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. benar dan adil l. . 21) “Value as desireable transsituatioanal goal. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. harapan dan penyesalan. (Feather. i. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. 1973 hal.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. M. ukuran baik buruk. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. adil tidak adil m. varying in importance. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. 3. pujian dan kecaman. (Schwartz.” q. k. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. patuh tidak patuh.

. atau kedua-duanya (universalism. 1973. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. motif sosial (interaksi). Jadi. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. stimulation. Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. 1994). Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. self-direction). Grube. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. b. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. security). mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. Mayton II & Ball-Rokeach. tradition. 1987). dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. dan kejadiankejadian. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. 1994. agama. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. suatu keyakinan. conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. 1994. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. Sebagaimana terbentuknya. achievement.4. yaitu: a. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. Rokeach. 1985). yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya. hedonism. Schwartz. 1973). masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. serta 5. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. individu. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku.

yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. preserving my public image dan social recognition. 2. enjoying life. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. 3. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. tantangan dalam hidup. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. Schwartz (1992. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. 1985). Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. 4. yaitu : 1. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. . wealth. varied life. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise.1973). influential. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. capable. Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. exciting life. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. authority. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. ambitious.

Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. dan penerimaan terhadap kebiasaan. atau agama. honest. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. tradisi. 8. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. freedom.5. inner harmony. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. keyakinan. curious. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. independent. true friendship. komitmen. mature love. accepting my portion in life. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. 7. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. toleransi. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). forgiving. social justice. 9. mencipta. devout. Nilai khusus yang . respect for tradition. seperti memilih. memahami orang lain. equality. adat istiadat. wisdom. 6. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. dan norma bertingkah laku. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. responsible. Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. loyal. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. choosing own goals. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. menyelidiki. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. moderate.

Tipe nilai achievement dan hedonism. dan stabilitas masyarakat. Tipe nilai stimulation dan self-direction. obedient. Misalnya. Selain adanya 10 tipe nilai ini. harmoni. Tipe nilai self-direction dan universalism. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. clean. honoring parents and elders. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security. Tipe nilai power dan achievement. praktis. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. Struktur Hubungan Nilai. Tipe nilai hedonism dan stimulation. Sebaliknya. family security. reciprocation of favors. asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. 10. yaitu individual dan kolektif. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . social order. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. healthy. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. sense of belonging. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. 3. dan diri sendiri. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. hubungan antar manusia.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. self discipline.

keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. 2. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. Tipe nilai conformity dan tradition. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. Tipe nilai conformity dan security. Tipe nilai security dan power. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. ketaatan terhadap aturan tradisional. Tipe nilai universalism dan benevolence. dan security. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik.keragaman dari hakekat kehidupan 6. . Tipe nilai tradition dan security. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. yaitu : 1. Tipe nilai benevolence dan conformity. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. tradition. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. Tipe nilai benevolence dan tradition. dan perlindungan terhadap stabilitas.

. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. Feather. Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. 1994). Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. 1992. 1994. 1973. nilai adalah keyakinan (Rokeach. 1994). 1973. Schwartz. Rokeach. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. 1992. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. selain tuntutan sosial (Feather. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. 1973. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. 1973. 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. Schwartz. Schwartz. 1994). Nilai sebagai standar (Rokeach. Fungsi Nilai.. c. 1994).4. 1994). terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. 1995. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. bisa dipengaruhi dan diubah. sikap. b. Grube dkk. Schwartz. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. yang bisa diprotes dan dibantah. 1994. 1994). Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. d. memberitahu individu akan keyakinan. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather.

Robinson dkk. Verkasalo. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. yaitu pada tipe nilai hedonism. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. Pengukuran Nilai. tingkah laku seksual) kurang baik. achievement dan power. Rokeach value survey. Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. b. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. Schwartz. dalam konsep Rokeach. . Schwartz value survey). Sejalan dengan hal ini. stimulation. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. 1973). tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. self-direction. 5. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya.

Jadi. dapat menggambarkan nilai-nilainya. Norma Hukum 2. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. ekonomi dan lain-lain. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. tertib dan sentosa. Norma Kesusilaan c. Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. itu dikarenakan beberapa faktor. E. Norma terdiri dari beberapa macam. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. d. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. diantaranya adalah faktor pendidikan. nilainya yang dominan akan teraktivasi. orang tersebut cenderung melanggar . Norma Kesopanan d. a. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma Agama b.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. c. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. antara lain yaitu : a. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. Pengertian Norma. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. Norma Kebiasaan (Habit) e. Norma 1. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku.

. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. 5) ―Kamu jangan menipu‖. 4) ―Kamu harus beribadah‖. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. b.norma-norma agama. tata krama atau adat istiadat. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. kepatutan. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. c. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.

d. dan agama. hamil atau membawa bayi‖. doktrin. terutama wanita yang tua. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. yaitu kekuasaan negara. 3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. kebiasaan. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. bus dan lain-lain. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. diwajibkan mengganti kerugian‖. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. . 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. Kegiatan melakukan acara selamatan. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. e. sanksinya berupa ancaman hukuman. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. yurisprudensi. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). misalnya jual beli.

larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). Misalnya. Tata kelakuan. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. d. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. Dalam suatu masyarakat. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Jika cara itu dilakukan. Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. Misalnya. tetapi sekadar celaan. a. Misalnya. 3. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. c. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. Norma dari Sudut Pandang Umum. Anggota masyarakat yang . atau ejekan. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. cemoohan. tetapi diterima sebagai norma pengatur. sikap.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. b. norma dapat dibedakan sebagai berikut.

Masyarakat yang menginginkan hidup aman. . dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Oleh karena itu. tentram dan damai tanpa gangguan. Jika terjadi perceraian. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. orang yang melakukan pelanggaran. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. lingkungan sekolah. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Misalnya. sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin.

Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Stimulation 5. Benevolence 8. Self-direction 6. Nilai adalah sesuatu yang berharga. yaitu : 1. 2. Security. bermutu. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. dan berguna bagi manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. 5. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. menunjukkan kualitas. 4. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Hedonism 4. tentang hak dan kewajiban moral. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. Conformity 10. Tradition 9. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. dan sebagainya tentang barang itu. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik.RANGKUMAN 1. 6. Power 2. isi. Achievement 3. Universalism 7. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. ketaatan terhadap aturan tradisional. Schwartz (1992. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. .

Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. Norma Agama. tertib dan sentosa. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. 11. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. Norma Kesopanan. jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Norma Kesusilaan. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang .7. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia. (3) Fungsi LATIHAN 1. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum.

Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. etika dan etikaet. Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. norma. dan mereka tidak merasa menyesal. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. Dari masalah nilai.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6.

terus 4 . menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. dan penyelenggara lainnya. misalnya. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. misalnya. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. terus berkembang. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. istilah etika di berbagai kesempatan. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. Memahami urgensi etika profesi 3. membaca. atau bahkan menggunakan. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. Demikian pula. Etika Kita sering mendengar. Memahami pengertian etika profesi 2. Dampak langsungnya. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. Mereka. Sejumlah pengamat.

dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. 2. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. 5 . Pengacara. Mengingat begitu pentingnya etika.berkembang dan semakin meningkat. menciptakan. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. mencakup sifat manusia. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.Dalam dunia bisnis atau profesinal. Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.

profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. sebagaimana dapat kita pahami nanti. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. e. c. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. Istilah profesi dalam bab ini. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. Kedua. Karena nilai-nilai moral ini. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. Pertama. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. seorang pencopet. Selain itu. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. 6 . kelangsungan hidup dan sebagainya. 3. kerenanya. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. lebih dari sekedar pekerjaan. bukanlah seorang profesional.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. keamanan. Tegasnya. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. b. d. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. profesi memnag suatu pekerjaan. Adanya pengetahuan khusus.

4. dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Etika profesi 7 . 1994: 6-7). Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. 8) Menentukan standarnya sendiri. juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. dalam hal ini adalah kode etik. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Pengertian Etika Profesi. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis. mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. dan karenanya. Mengingat makna profesi dan profesional itu.

melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Namun demikian. dalam kaitannya dengan profesi. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional.merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. Dengan demikian. Sebagai bidang etika terapan. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. 8 . Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan.

Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Namun demikian tetap perlu diingat. atau sebaliknya. Menurut UU no. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. dan hubungan dengan klien. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. 8 (pokok-pokok kepegawaian). Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. 9 . pengetahuan. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Misalnya. Kode etik . misalnya untuk menjamin suatu berita. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. 5. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. pengacara. Kode Etik Profesi Kode. tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. dan akuntan. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. pengalaman. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a.kekuasaan atau keahlian. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan.

Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. c. yaitu profesi. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. SUMPAH HIPOKRATES. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Dengan membuat kode etik. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri.Tetapi setelah kode etik ada. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial). yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter.b.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 10 . Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. pemikiran etis tidak berhenti. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. Salah satu contoh tertua adalah .

Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional. Sanksi moral b. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.Kode etik ini lebih memperjelas. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. 11 . Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. Namun demikian.

Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. i. kebiasaan. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. Hal ini disebabkan perbedaan adat. dan masyarakat pada umumnya b. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. institusi. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. kebudayaan. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). B. 6.c. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. Menentukan baku standarnya sendiri. h. j.

Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita . Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki.manusia bergaul. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini. dalam bahasa yang baik. lengkap. tenang.Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi. yang tidak dipaksakan dari luar. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. tata krama. Selanjutnya. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang. protokoler dan lain-lain. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. tentram. tanpa catatan.Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 . Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. bukan kepatuhan membuta.

C. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. c. Keadilan. 14 . Otonomi.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. Prinsip integritas moral yang tinggi. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. b. Tanpa etika profesi. Tanggung jawab. sesama profesi sendiri. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. Prinsip-Prinsip Etika Profesi. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. 1999). d. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto.

Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi).” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. yaitu masyarakat profesional. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Peranan Etika Dalam Profesi. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. dunia bisnis dan keuangan. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Dengan nilai-nilai etika tersebut. Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik.2. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. b. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. pemberi kredit. pemerintah. atau segolongan orang saja. investor. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. c. pemberi kerja. 3. Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. pegawai. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. menghormati kepercayaan publik. a.

Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. adalah pada perbuatan baik atau jahat. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. a. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. b. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. 4. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. d. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya. Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian . bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. susila atau tidak susila. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. c.Budi tumbuhnya dalam jiwa.

16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. d. jadi masih berupa rencana dalam hati. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. niat. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. perilaku tercela. pengabaian atau pelanggaran hukum. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. b. dan cara mencapainya juga terlihat baik. wil. Berdasarkan sistematika di atas. menutupnutupi kesalahan. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. dari semasih berupa angan-angan. yaitu baik atau buruk.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. niat hati. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Tingkat kedua. c. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Tingkat ketiga. Tujuannya baik. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . Tujuan baik. yaitu pekerti. kemauan. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik. Drs. cara mencapainya kelihatannya baik. Tujuannya yang tidak baik. D. pemborosan dan penggelapan dana. Tingkat pertama. seperti dalam buku Kusmanadji (2004. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. dan kegagalan dalam berinisiatif. dan cara mencapainya juga tidak baik. favoritisme. Jadi suatu budi pekerti. cita-cita. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1.perbuatan namanya pekerti. perlakuan tidak adil. ketidakjujuran. Tujuannya tidak baik. c. semasih belum lahir menjadi perbuatan. akibat atau hasil perbuatan tersebut. Burhanuddin Salam. b.

Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai .Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu.maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan. Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya.Selain itu. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna.―imbalan‖.Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya.Dalam hal ini. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi. Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria. Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up). Sebagi contoh. tetapi hukum yang berlaku. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. 18 . aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.Dalam hal ini.Dalam banyak hal. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi. Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. seorang atasan dalam suatu instansi.

16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. penerimaan suap atau uang pelican. jika bukan pengkhianatan. Dalam bukunya Kusmanadji (2004. pemungutan liar 19 . yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. walaupun banyak pihak yang masih skeptic. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). posisi. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia.Secara ekonomi dan politik.2. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik.Jadi. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya.Terakhir. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. Korupsi. Dengan perkataan lain. lembaga independen anti korupsi. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. Dengan definisi yang luas tersebut.Oleh sebab itu. Namun dari sudut pandang etika.

Menguntungkan diri sendiri c. Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. Melawan hukum b. mangkir kerja. dan legalitas. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.(tidak sah). memperkaya diri sendiri. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No. 31/1999). sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. orang lain atau korporasi. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. datang terlambat di kantor. objektivitas. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). Dengan kriteria tersebut. menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. Demikian pula. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. Jadi. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan). keadilan. 3/1971 yang diubah dengan UU NO. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. kesempatan. Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. orang lain atau korporasi. menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall.

dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi. dan negara. dan kejujuran. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. efisiensi. Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. dan nepotisme (KKN). diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No.Dlam konteks birokrasi publik.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. Kolusi . seperti loyalitas.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi. Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest). Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. diidentifikasi dan dikelola. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik. kolusi. 21 .Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). tanggung jawab. sehingga perlu didefinisikan. masayrakat dan atau negara. jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. bangsa. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. 3. Secara historis. Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004.16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana.

perumusan dan pelaksanaan kebijakan. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik.. imparsialitas.Secara sederhana dan pragmatis. b. 22 . benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. hubungan pribadi. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. Mendistorsi aturan hukum. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik. dan alokasi sumberdaya publik. Seperti halnya pada definisi korupsi. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi. Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a. pada definisi benturan kepentingan ini. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. Jadi kepentingan pribadi apa pun. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi.Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. mekanisme pasar.

yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi. Sementara itu.Skema ini akhirnya terurai. pejabat puncak menerima gaji.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta.4. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 . dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal.Akhirnya. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. a. Lembaga ini bekerja seperti bank. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. Karenanya. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. b.Namun setelah dua tahun penyelidikan.

d. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. Akibatnya. Agustus 2002. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. recording revenue on contingent sales.Pada 2001. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. c.SEC juga menuduh Arthur Andersen. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron.diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi. Hasilnya. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1. Andersen mampu membuat 80 persen 24 .4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. Enron Bulan Oktober 2001. seperti pendapatan ―cookie jar‖. salah satu klien terbesar Andersen. Dengan Enron. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Menurut SEC. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖. pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta.4 miliar dari Waste Management.

menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination.Dia menginstruksikan David Duncan. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. Enron bangkrut. Berita segera muncul ketika WorldCom. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. e. Pada Juni 2005.9 miliar. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. Nancy Temple. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. klien terbesar Andersen. Atas kasus itu.Dalam sebulan. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. 5. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . Namun. memiliki penyimpangan sebesar $3. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya.

Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar. 26 . 6.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. Adanya penyesatan informasi. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. Arthur Andersen. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan. b. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis. diantaranya: a. namun mutu dan independensi audit dikorbankan. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. b. Dalam kasus Enron misalnya. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. c. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan.

Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi. tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. Dengan adanya tindakan ini . e. 27 . sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen.Akibatnya. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. pelaporan. 7. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. agar hasilnya bisa memuaskan. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. d. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi.c. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi.

menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. e. b. Selain itu. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. Sebagai tambahan. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. diantaranya: a. CFO. 28 . chief accounting officer. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. Untuk menjamin independensi auditor. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. d. yaitu jika tidak ada. c. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut.

Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. akhlak. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. perilaku. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan. klien. dan lemahnya pengendalian. publik dan karyawan sendiri. tidak jujur. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 .Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. etika. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. dan lain sebagainya. dominasi kepercayaan. karakter moral yang rendah.

baik secara profesi maupun hukum. Jakarta. Dalam kasus malapraktik dokter.Namun. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. kelalaian.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. dokter selalu berada di pihak yang benar. Rabu (25/8) lalu. peneliti dari Universitas Atmajaya. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter. Bekasi. Irwanto PhD.Akibatnya. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR. 30 . Cibitung. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ). tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). Di republik ini. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI. 4) Pelecehan seksual dan sebagainya. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik.bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula. kegagalan. atau kecelakaan.

kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban.Jika terbukti adanya malpraktik. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu.Mestinya.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran.Artinya. seseorang dapat dikenai pidana.Apakah harus dipidana. penguatan lembaga penegakan etik profesi.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. Menurut Menkes.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. Sayang.‖Walaupun belum ada standar. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir.‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 . Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut. Akan tetapi. bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin.

Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien. Jika bersifat pidana. Prof Iwan Darmansjah. Mengutip Atul Gawande.implikasi publik alias tindakan pidana umum. tidak serius dan serius (termasuk kematian). Seorang patolog. ‖ Jadi.Karena itu.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP. seperti kesalahan dalam diagnostik. Goerge Lundbreg. di Journal of the American Medical Association melaporkan. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. misalnya sekali-sekali atau sering. ‖ ujar Kamri A.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan.Jenisnya juga dapat beragam. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu.Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan. Selain itu.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. serta dicegah atau tidak. namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien. atau tindakan seperti operasi. pengobatan. 33 persen dari serangan jantung. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien. ahli bedah. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik.‖ papar ahli Kesehatan. dalam complications. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible). kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal.

Sebagai dampak perubahan yang semakin global. kasus Irwanto. Apa perbedaan benturan kepentingan aktual. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. tampak dan potensial! 33 . individualistik. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter.kedokteran Indonesia. SOAL-SOAL 1. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah.Dalam perkembangannya. dan hedonistik. Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual. Kalau tidak. dan korban lain yang mati sekalipun.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3. materialistik. termasuk dalam profesi kedokteran.Akibatnya. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. perlu dilindungi dari perilaku. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen. Fellina Azzahrapasien). tampak dan potensial? 5.

Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Memahami pengertian etika bisnis 2. Menurut Zimmerer. yaitu: 1. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). Memahami urgensi etika bisnis 3. 2. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. 2. (etika dalam berbisnis). Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. 3. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Dengan kata lain. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. hak-hak dan kewajiban. meningkatkan efisiensi kerja. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. Bertens. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. tidak menyalahgunakan kedudukan. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. kontrol diri. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. tapi masih lemah dan ragu. kreditur. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Dalam etika sebagai ilmu. tidak lekas tersinggung. Disisi lain. Menurut K. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 .menghormati. kontak sosial. yaitu disatu pihak. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. Etika bisnis menyangkut moral. pelanggan. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. toleran. 2. kekayaan. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Menanamkan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. menimbulkan rasa saling menghargai. yaitu : 1. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut.

Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). 5. jenis kelamin. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. atau penolakan industri terhadap seorang individu. tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. Bila studi etika telah membuka mata. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. batasan. 4. adalah tekanan. Selain itu. adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. Penipuan (Deception). adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. Paksaan (Coercion). 2. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. adalah tindakan memperdaya. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. kewarganegaraan. maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. 3. 36 . pemecatan. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. Suap menerima (Bribery). atau agama. memberi. Pencurian (Theft).boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis.

Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. Bahkan. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. makin hari semakin meningkat. Tindakan mark up. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Pasalnya. yaitu: 1. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis.A. Sebagai bagian dari masyarakat. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. dalam 37 . Von der Embse dan R. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat.B. Oleh karena itu. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. ingkar janji. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah demikian. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya.

Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a).dan kesamaan. antara lain: 1) Prinsip Hak. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. 2. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. 3. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. b. Namun. Keadilan distributive. seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. Benefit terdiri dari 38 . kejujuran. 2) Prinsip Keadilan. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis.bertindak. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

c). (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. kesejahteraan. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. Keadilan kompensatoris. pekerjaan. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. baik internal maupun eksternal perusahaan. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. pajak dan kewajiban social. pendidikan dan waktu luang.pendapatan. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. dan lain-lain. misalnya kehilangan nyawa manusia. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. c. b). Sementara itu. b. d. pelayanan yang sama kepada konsumen. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. Contohnya. Beban terdiri dari tugas kerja. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. 39 . Keadilan retributive. pelayanan dan barang penebus kerugian. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya.

Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. Misalnya. Apalagi. Hal ini jelas keliru. d. seperti karyawan. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. Misalnya. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. 40 . dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. c. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. entah melalui gambar maupun tulisan. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. b. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya.e. Pada akhirnya. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. e. Simpatik Kelolalah emosi. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. sekretaris dan lain-lain. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai.

Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. kesehatan. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. Di samping itu. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. Perhatikan juga norma. 2. dll. terutama dalam hal pendidikan. Jadi. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Lakukan dengan Cara yang Baik. melainkan lebih kompleks lagi.f. Artinya. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. pemberian latihan keterampilan. Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. Lebih Baik. 3. Pengendalian Diri Artinya. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya.

Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. Koneksi. Untuk itu. 4. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.teknologi. 6. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. 5. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. Kolusi. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. 8. 7. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah. Kongkalikong. Menghindari Sifat 5K (Katabelece. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah.

dan sistem-sistem sosial lainnya. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. 9. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. yaitu: 1. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. 43 . jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. hukum. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. C. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. 11. politik. 10. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. sementara ada ‗oknum‘. 2.

yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). korupsi. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. penipuan. Kolusi. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. 1. Memasukkan gatra nilai etis 44 . Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. Dalam ungkapan Theodore Levitt. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. monopoli. penindasan tenaga kerja. Bahkan. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. adalah sesuatu yang mereka inginkan. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. Di Indonesia. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. penimbunan barang. pengrusakan lingkungan. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster.3. Manajemen beretika. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. perampokan bank oleh para konglomerat. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a.

Padahal. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli.Penampilan. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. kepribadian. prinsip ekonomi. c. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. sikap. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. menurut kalangan ekonom seperti di atas. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. menurut mereka. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Bukan hanya melanggar etika bisnis. belum lagi pembajakan film dan buku. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain. usia dan latar belakang etnis 45 . b. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah.

alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia.Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. Dalam kegiatan praktis. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. Pada umumnya. paling tidak semenjak jaman modern. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. Melalui pendekatan etika ini. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. d. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Dorongan tidak selalu datang dari luar. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup. Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . karsa dan karya.

a. Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. 47 . menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. diperlukan suatu landasan yang kokoh. Sebaliknya. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. karena berkilat belum tentu emas. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. organisasi yang baik. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya.Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi. Artinya. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya.

2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . TELKOM dan PT. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. larangan beredar. bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT. misalnya melalui gerakan pemboikotan. Tindakan yang tidak etis. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. larangan beroperasi. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.

dan hak asasi manusia. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya.serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. 49 . Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. keputusan presiden. b. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. ISO (International Organization for Standarization). Etika. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. dan lain sebagainya. Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. lingkungan alam. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. perusahaan. Decent Works. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. peraturan perusahaan. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal). seperti bagaimana melakukan bisnis. dan sebagainya. peraturan pemerintah. Jadi. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. Corporate Social Responsibility. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. industri dan juga masyarakat. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct.

Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Entah disengaja atau tidak. emosi atau religiusitas. misalnya toleransi. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. makin hari semakin meningkat. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. persamaan. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . organisasi. Salah satunya adalah melalui iklan. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. Kalau sudah demikian. baik sebagai penguasa maupun manajer. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. kepercayaan. Realitasnya. bahkan cenderung membohongi publik. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. Pada tingkat organisasi. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. ingkar janji. kesetiaan. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. Pada tingkat individu. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. Pada tingkat sistem.Menurut Dawam Rahardjo. Tindakan mark up. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. perusahaan ritel. dan sistem. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis.

Pengabaian etika bisnis akan 51 . meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. kejujuran. kondisi. Menurut etika formal dan informal. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. seperti pelayanan yang baik dan ramah. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. mempromosikan. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa. jaminan. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. produk dan layanan telepon seluler. kartu kredit. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. 500. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. Dari sisi legal formal. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun. atau diiklankan. Selain itu. Sementara itu.-. tanggungan. atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu.000. dipromosikan. dan perusahaan penerbangan. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. mempromosikan. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik.000. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu.

membawa kerugian. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. 52 . Konsumen merasa. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Kedua. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. c. termasuk dalam penentuan tarif sms. jika dicermati. Dalam kasus kartel ini. Ketiga. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. harga produk. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. Yang pertama. Baik dalam hal mutu produk. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran. Seharusnya. prinsip otonomi. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. tidak memiliki prinsip otonomi yang baik.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. tidak saja pada masyarakat. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan. sesuai dengan prinsip etika bisnis. Maksudnya masing. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan.

Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan. 53 . maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme. Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. Kelima. kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya. Keputusan. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar. Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. prinsip integritas moral.Keempat.keputusan itu. tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Jika pelaku bisnis. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan.

Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach).A.RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Prinsip Tidak Berniat Jahat. Prinsip Keadilan. dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran. Keadilan. Rendah Hati. atau Dipandang Baik. 3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. paksaan (coercion). Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. pencurian (theft). Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. Lebih Baik. penipuan (deception). 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery). Prinsip Kejujuran. . Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. Simpatik. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination).

c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. mempertahankan jati diri. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. politik. menghindari sifat 5K (katabelece. (2) organisasi.RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. hukum. yaitu: (1) sistemik. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. koneksi. kolusi dan komisi). memelihara kesepakatan. dan menuangkan ke dalam hukum positif. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. dan (3) individu. menciptakan persaingan yang sehat. dan sistem-sistem sosial lainnya. mampu menyatakan yang benar itu benar. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. kongkalikong.

Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran. Diversifikasi usaha tersebut. antara lain meliputi future transaction. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. meso dan makro.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 . Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. hak individu. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. yaitu utilitarian. dan keadilan.

Si. Enron. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 . sampai ke Asia.2 milyar.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Eropa. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. SE. Dedi Kusmayadi. mulai dari Amerika. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr.. termasuk wakil presiden Amerika Serikat.) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. M.

Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang. hubungan bawahan ke atasan. 58 . masyarakat atau bernegara. Etiket dan Kepemimpinan 1. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. A. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. Begitu juga dalam sebuah organisasi. selain aturan tertulis. walaupun memiliki persamaan. dan hubungan antara atasan ke bawahan.

dalam buku berjudul Etika. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. sopan santun. 59 . dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. Etiket adalah menetapkan cara. cara bersalaman.Menurut K. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. cara berbicara. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. cara duduk. tata krama dalam pergaulan formal. Etiket adalah formalitas (lahiriah). bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. 2. Definisi etiket. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Etika berlakunya. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. b. seperti cara berpakaian (tata busana).Etiket bersifat relatif. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.selain ada persamaannya. Etika adalah nurani (bathiniah). Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. d. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. Etika adalah niat. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi.Etiket hanya berlaku. Etika bersifat absolut. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. c.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. menurut para pakar ada beberapa pengertian. jika ada orang lain yang hadir. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Bertens. 1994.

Tannenbaum. dan tak terbatas waktu dan tempat. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. empati dan kejujuran. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. bersifat universal. tidak berubah.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . Massarik). Respek Respek berarti menghargai orang lain. O'Donnell) c. atau keyakinan berbeda. F.Koontz dan C. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. berasal dari kultur berbeda. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. 1. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. Irving R. B. Tidak peduli mereka berbeda. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. organisasi ke organisasi lain. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. seperti a. yaitu respek. Terdapat tiga prinsip dalam etiket.

Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. a. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar. Sebelum bertindak atau berucap. apa pengaruhnya bagi orang lain. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. Misalnya dalam makan. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. atau apabila terpaksa. kalau sudah selesai terus mencuci 61 .setiap orang dengan kelebihan. kamu harus berpikir dulu. 2. akan membuat seseorang terlihat bijaksana. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain. 3. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. kekurangan. Pikirkan dulu. kesamaan dan perbedaan yang ada. Apakah akan membuatmu senang atau berang. dewasa dan manusiawi.

c. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain.Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). C. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future.. Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain. f.b. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction). NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut. makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e. d. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖. makan dengan tangan kanan. mengakui 62 . Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang.

baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya.ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 . Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia.pengkhutbah atau seorang orator.politik. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. hukum. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting. Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan. Hart. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta. metafisika. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika. dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a). Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket.Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya.

Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi. 64 . semuanya sama dalam kaca mata undang-undang. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum.kawanmaupun lawan.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. kolusi dan korupsi dapat dibendung. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman. tenang tanpa halhal yang istimewa. demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya.

.. Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur.Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan. 2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan. Muslim). Sebagai kitab ajaran. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini.. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini. 65 . saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat. serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat." (HR.Sebagai buku.

Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. menolong kita untuk 66 . kata Blanchard dan Peale. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. c. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. b. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan. ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. Kesabaran. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini.

Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. Namun. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. berperilakulah dengan teguh. Jika memnag demikian. berbicara yang tidak pantas di depan publik.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. namun tidak masuk 67 . Seorang pemimpin etik. Menurut mereka yang tidak setuju. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. Misalnya. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. menurut Blanchard dan Peale. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. d. Misalnya. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. e. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Contoh kasus. saling mencerca dan mencaci maki. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. D. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.

sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. Bertens. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja.dalam ranah etika. dan ketidakadilan. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. 68 . atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. misalnya lingkungan hidup. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. Lain halnya dengan etiket. Dalam suatu organisasi. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. Secara umum. Jadi. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. 31). etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. Oleh karena itu. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika. tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. Dalam hal ini. Verkuyl. etika kepemimpinan sangatlah penting. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. kemiskinan. 53). kekejaman. korupsi. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. 65. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya.

Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. 69 . ada pula etika kewajiban. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. baik dan buruk. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. Di samping etika keutamaan. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. mana yang benar dan mana yang salah. apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). 54-56). Di samping memiliki hati nurani yang baik. Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. Di sini. 51-52). Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). Artinya. Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. pelayanan. dan kebaikan sebagai etika keutamaan. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji.

Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. dewan direksi. pengetahuan dan komunikasi efektif. Dalam hal ini. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. yaitu produk yang berkualitas.Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. maupun para investor. 70 .  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. Di sini. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. tetapi juga perlu pembentukan watak. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. dan pengiriman yang berkualitas. pelayanan pelanggan yang berkualitas. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. baik untuk CEO. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma.

 Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. Sementara itu. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut. Sayangnya. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat. kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 . dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi. Menurut seorang pakar kepemimpinan. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka. dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun.mengendalikan. Peter Block. memecahkan masalah. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. Di Amerika.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0.

Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. pelanggan. dan para pemegang saham. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. tantangan atau masalah-masalah. pelanggan. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. Tidak ada orang yang 72 . dewan direksi.individu daripada talenta/kemampuannya. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. Secara normal. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. bukan untuk melayani diri mereka sendiri. E. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. Bagaimanapun ketika. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan.

utuh. bertindak dan merespon. Covey. Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang. sehat dan bahagia. 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. kita dapat mengidentifikasi karakter dia. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati.1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. A. Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. Gambar 3. karena dari cara dia berbicara. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. dan kuat.

untuk tidak menjadi reaktif. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. hubungan. keluarga. baik besar maupun kecil. 74 . Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga.Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek. Habit 2 – Start from the End Individu. dan memilih untuk tidak menjadi korban. pribadi atau antarpribadi.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. Apa pun situasinya. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. Covey) Habit 1 . Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi.

dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. 75 . Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. 111. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). bekerja dengan kekuatan tersebut. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. baru kemudian berusaha dipahami. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. … atau lebih banyak lagi. menghargai. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. bukan ―aku‖. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. cara Anda. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. berusaha memahami dulu. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. 11. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah.

dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. pikiran. Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. hati. dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. mental. saling memahami (Kebiasaan 5). Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1. Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4). dan jiwa. meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh.Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. dan spiritual. 2. Mengasah Gergaji. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. Kebiasaan 7. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). 76 . Tabel 3. Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. yang sosial/emosional.

memiliki tujuan. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. Kedua. Artinya. 77 . termasuk keluarga. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. Ketiga. Covey) A. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. dan masyarakat. kerja sama kreatif. wewenang moral. komunitas. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. integritas. saling memahami. Anda sama sekali tak akan berhasil. prinsip-prinsip itu bersifat universal. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. saling menghormati.Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu.

Memulai dengan Tujuan Akhir. 2. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. B. dan bukan sekadar determinasi genetik. atau lingkungan. dan baru 78 . adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. Kebiasaan 2. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1. dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. Kebiasaan 1. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi. fisik. sosial." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan. pertama secara mental." Inilah kekuatan dari pilihan. Menjadi Proaktif. sebuah cara berpikir.Gambar 3.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. tetapi juga sebuah paradigma.

gairah. dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. dan 6—Berpikir Menang-Menang. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian). Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas. tindakan. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. dan menghargai perbedaan. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. 5. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. C. disiplin." Kebiasaan 4. 79 . pembelajaran. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen." Ini adalah kekuatan fokus. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat.kemudian secara fisik.

kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda. Jack Zenger. pengaruh tim dan organisasi Anda. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995. Dan ternyata.Gambar 3. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. Kendati demikian. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. Stephen R. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. untuk memenuhi tugas mereka." Keempat peran ini adalah untuk semua orang. Dave Ulrich (Universitas Michigan). apa pun posisinya. bukan pada metode.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. namun alamiah. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. Sebagai contoh.

Tetapi dari sisi lain. Gambar 3. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia. peran-peran ini tampaknya berurutan.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama. 81 . Dari satu sisi. Covey) D. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. pengamatan. dan memberikan konsultasi. Kendati demikian. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya.

tak beraturan. kontribusi. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. Sebagai contoh. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan.Stephen R. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. yang seperti juga dunia bisnis. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. Dengan kata lain. dan tergantung pada suasana hatinya. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. Anda akan melihat mengapa. Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal.

tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. Dengan mengingat adanya urutan ini. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. era kelima dari peradaban. Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. Dan yang paling akhir. dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. individu. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. tim. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri.

Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. Untuk keperluan itu. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 . O'Donnell 3.Koontz dan C. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1. Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5. sebutkan? 10. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9.

Kolaborasi 13. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. Etiket : Tata cara (adat sopan santun. 85 . Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. 4. Kontak. 12.GLOSARIUM 1. Ahli (kepandaian). 9. Globalisasi : cerdas. 2. ujud. dsb. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen. 11. Hubungan. 14. paguyuban. 6. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). organisasi sosial. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. Etika : Satuan yang berwujud. Amanah 3. Investor menanamkan keuntungan.yayasan. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. Direksi : Orang yang mahir. Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. fathonah 8. 7. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). bank. kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. 10. Entitas 5.

Sidiq 19. 18. 16.15. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. 20. organisasi. 17. partai politik. mencolok. Penasihat menasihati. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. Standar 21. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. dsb. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). : Menyampaikan 86 .

Stephen.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 . Binarupa Aksara. The 8th Habit Covey.cc/2008/06/etika-kepemimpinan.com/My-Category/Pengertian-Etiket17645.co.R.com/2010/11/pengertiankepemimpinan.html http://www.DAFTAR PUSAKA Covey. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.scribd. 1994 http://pribumibrebes.R.blogspot.lintau.kabarku. Stephen.html http://www.html http://wawan-junaidi.

dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika. yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Pengertian pelayanan publik 2. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat.Etika berkaitan dengan perilaku normal. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. atau setiap hari. Etika berkaitan dengan karya.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. kinerja atau prestasi. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain. Dengan cara sederhana kita dapat. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya. apa hak kita dan apa hak orang lain. Netralitas PNS A. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . setiap jam. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. etika adalah salah satu cabang filsafat.

Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik. nilai-nilai. seperti halnya etika bisnis. Sesuai dengan pengertian tersebut. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru.Dalam kenyataannya. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik.Jadi.Dengan demikian. etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. bangsa dan Negara. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.Oleh sebab itu. Dengan demikian.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika.Jelasnya. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil. dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna . dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi.

Seperti halnya di sektor bisnis. Sumber daya publik digunakan secara tepat.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. besarnya diskriminasi pelayanan. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. produktivitas dan efektivitas. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. 1. objektivitas atau imparsialitas. 2. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang . seperti sektor bisnis. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. dan agama. Dengan perkataan lain. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik. Ada beberapa alasan.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.Secara khusus. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. integritas berarti bahwa : 1. sepertiintegritas. yaitu pertama. yaitu profesionalisme dan etika. baik normatif maupun objektif. B. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. 3. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. 4. 5. etnis.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. kesamaan afiliasi politik. sektor publik. termasuk sektor publik (pemerintahan). Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara. keadilan dan sebagainya. Dalam pelayanan publik. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. efisien dan efektif. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri.

kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. Kedua. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan. misalnya. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan. Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu. . Tidak hanya itu. Di samping itu.Dan ketiga. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.Akibatnya. bukannya diskriminasi.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. mulai masa orde baru hingga kini. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit. Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita.Prosedur pelayanan. khususnya jawa.

Artinya. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya".Kedua. Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.Di awal tahun 1990-an.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama. pemerintahan milik . majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh). Bahkan di penghujung tahun 1980-an. sehingga banyak narapidana menjadi bebas.Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu. buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh.Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.

tanggung jawabnya belum berakhir. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). Oleh karena itu. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. kelompok-kelompok persaudaraan. organisasi sosial. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Artinya.Oleh karena itu. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat.Ketiga. Pemberdayaan semacam . organisasi sosial.Pemberdayaan masyarakat. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. Artinya. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. kelompok-kelompok persaudaraan.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan.Pemberdayaan masyarakat. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. Artinya. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik.Oleh karena itu. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. Kedua. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani.

sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Artinya. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut. Oleh karena itu. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). meski dalam situasi keuangan yang sulit. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil.para pelanggannya. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. tanggung jawabnya belum berakhir. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. yaitu keterbatasan akan keuangan. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. merangsang lebih banyak inovasi. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. keempat. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. melaui survei pelanggan. Artinya. Ketiga. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. . Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. Dengan cara ini.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar.

pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik. seperti berusaha mengontrol lingkungan.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun.kelima. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu. untuk menghadapi sakit. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa. Artinya. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban. dan membuat peraturan bangunan.Untuk memerangi kebakaran. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. untuk mencegah kebakaran. mereka mendanai perawatan kesehatan.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar.Misalnya. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas. Artinya. untuk mencegah penyakit. keenam. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah. dan pekerja publik relatif belum terdidik. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat. . mereka mendanai lebih banyak polisi. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran.Akan tetapi. Kerjasama antara sektor pemerintah. Dan prinsip yang ketujuh.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan.Untuk menghadapi kejahatan.Misalnya. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika. membangun sistem air dan pembuangan air kotor.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. Artinya. pada saat teknologi masih primitif.

peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik.Dengan demikian. Pada dasarnya. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). seperti good governance dan profesionalisme. antara lain. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. tanggung jawab. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. 2. b.yaitu: a.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. legalitas dan kepatuhan. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien.Oleh karena itu. dan efisiensi. kerahasiaan. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. integritas dan kejujuran. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. pengabdian (kepentingan publik). . pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. C. Sementara itu. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. efisien). Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. Semangat nasionalisme d. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. faster (kinerjanya cepat. c. transparansi. akuntabilitas. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. loyalitas. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor .

Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. kebutuhan. 6. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. . yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. 3. keramahtamahan. Jaminan. golongan. pengetahuan.b. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. ras. agama. Keandalan. 2. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. 5. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Transparansi Bersifat terbuka. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. d. e. Empati. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. dan kepercayaan dan keyakinan. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. yaitu: 1. dan status ekonomi. dan harapan masyarakat. 4. D. c.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Kesiagaan atau ketanggapan. gender.

Partisipatif 5. air bersih dan sebagainya. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima. Kesamaan Hak. 6. transfortasi. listrik. perumahan. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. Keseimbangan hak dan kewajiban. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. Kondisional 4. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. E. Akuntabilitas 3.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. Transparansi 2.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009. pendidikan. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. . Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1. Namun sangat disayangkan. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya.

dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1.Kriteria Pelayanan Publik: 1. 4. 8. 11. sederhana. mudah dijangkau. menurut Weber. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2. Perawatan kesehatan. Menyimpan rahasia jabatan. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. 4. ramah. 6. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. 9. 10. Negara dan Pemerintah 2. aman. Dan ruang kerja yang nyaman. jelas. 2. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. Sopan. Tunjangan cacat. tersedia sarana dan prasarana pendukung. UUD 1945. 12. bertanggung jawab. Cuti. kesadaran dan tanggung jawab 5. 5. akurat. 7. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. 6. Hak ahli waris 7. Dan pensiun. 5. tepat waktu. 3. tipe ideal birokrasi mencakup . berdisiplin. Sementara itu. 3.

1. tugas. 8 th 1974 jo uu no. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7. Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. Namun. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. Pejabat diangkat karena profesional 6. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian). bawah. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi.dan samping. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. Panca prasetya korpri A. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. 3. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. 2. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9. 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. 2. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. uu no. dan PP no. kewenangan 5. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8.

Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. f. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: .tinggi. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi. mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. dan inovasi. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖. menjadi teladan dalam perilaku. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. termasuk penelitian. mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. secara pengembangan diri. memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. d.Sementara itu. sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan. b. memenuhi kepentingan warga Negara. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. percobaan. e. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. c. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih.

seperti kemanusiaan dan HAM. e) Memajukan demokrasi. kalau belum diuji atau dikaitkan . b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik. memajukan kepentingan publik.a. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan. Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan.Selain itu.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. selalu memutakhirkan informasi. B. c) Menjadi teladan. kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. pelaksana yang baik. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis. Dalam lingkungan pelayanan publik. diskriminasi dan korupsi. memberikan manfaat publik. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik.Karena itu. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi. bersikap jujur. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan. d) Meningkatkan kinerja. a) Menegakkan aturan hukum. dan tanggap. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. Lebih dari itu. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis.

keyakinan agama. Pertama. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan . Kedua adalah etika profesi. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. Bila ia didominasi oleh etika organisasi. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. dan pengalaman masa lalu. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua.Misalnya.dengan konsekuensinya. Hierarki Etika. budaya. ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu. Dengan demikian.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik. etika sosial.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata. adat istiadat. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. Dan keempat. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara.

Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. ―orang pintar‖. cepat tanggap.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. Di Amerika Serikat. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. tokoh-tokoh karismatik. kebenaran. misalnya. pengembangan profesionalisme. etika moral Pancasila. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas. C.Pendapat tersebut tidak salah. namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik. Atau dengan kata lain. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. ketabahan. kasih sayang. kreativitas. dedikasi. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik. dsb. bekerja profesional. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. respek. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam . Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. kejujuran. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. komunikasi terbuka dan transparansi. Dalam konteks ini. menaruh perhatian. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. keramahan. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera.

.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta. kalau perlu insentif khusus. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya. dan nasibnya bisa menjadi terancam. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman.Karena itu. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres). tapi tidak tepat dalam organisasi publik.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. D. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada. Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah.beretika. bahkan sering dikutuk perbuatannya. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral. Akibatnya. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut.Kadang-kadang. peluang dari pihak. yang insentifnya tidak jelas. Oleh karena itu. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika.

meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b. maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya.Untuk mengemban tugas ini. Stabilitas. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. 2. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan . Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi. menjadi berkurang. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS. c. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. Selain itu.Kedua. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya. netralitas PNS sangat diperlukan.Pertama. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Ketiga.

Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. 7. dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. 43 Tahun 1999. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. 6. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. 2. Oleh karena itu. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. nilai-nilai. Secara khusus. 1. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. 4.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. 5. Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. seperti halnya bisnis. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi.

Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. 10. Sebagai calon pengawal . Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. 13. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. 9. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. secara khusus penting bagi akuntan profesional. Namun. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. melakukan fungsi manajemen pelayanan public. kalancaran palaksanaan pelayanan. 12. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. 11. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. Dalam kaitan ini. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. masyarakat pemerintahan. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. 14.

Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. 2. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. 1. Jika seorang pegawai negeri ceroboh. prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5.nan public yang semakin baik. 4.keuangan Negara. 3. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? . Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik. tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya.

Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi . dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya. Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara.

dan Pelayanan Publik. . 2005). Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. Bisnis. Etika Profesi Akuntansi.

yang kemudian menjadi ―etika‖. guiding beliefs of a person. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. atau budaya. nilai-nilai moral. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. to appear. Sejalan dengan waktu. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. aspek-aspek etika kerja. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. 4. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan.komunitas. Dalam bahasa Inggris. etos . kelompok atau suatu institusi. 2. the characteristic spirit. disposition hingga disimpulkan sebagai character. A. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja. group or institution. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. 3. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. ide atau keyakinan suatu kelompok. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point. S. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. karakteristik rohani. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. ideas or beliefs of a group.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. moral values. A.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. community or culture. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya.

etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. disposisi. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas. budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. or the like. Menurutnya.depkop. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . nilai atau jiwa yang mendasari. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. adatistiadat 2. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia. bentuk ekspresi.go. character. Dalam situs resmi kementerian KUKM. suatu organisasi. jika seseorang. karakter.id). work of art. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. Menurut Anoraga (1992). mores. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah.diartikan dalam dua pemaknaan. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). morale with regard to the tasks at hand. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. or attitude peculiar to a specific people. mode of expression. yaitu: 1. Pada Webster's Online Dictionary. etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working. the disposition. Berdasarkan rumusan ini. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. menjadi prinsip-prinsip pergerakan. pekerjaan seni. atau sejenisnya. the governing or central principles in a movement. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. atau sikap khusus orang. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. mempercayai. fundamental values or spirit.

dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. yaitu: 1. prinsip-prinsip. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. aspirasi-aspirasi. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. entah pengusaha. integritas. Kerja adalah rahmat. kode moral. sikap-sikap. A. 4. 3. kode etik. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. disiplin. pegawai kantor.pada satu kesimpulan utama. tekun. keyakinankeyakinan. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. teliti. kode perilaku. Mencetak prestasi dengan motivasi superior. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. karakteristik utama. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. kreatif dan produktif. terutama perilaku kerja. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. pikiran dasar. spirit dasar. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. sampai . komitmen. rasional. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. Apa pun pekerjaan kita. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. 2. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. dan standar-standar. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif.

Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. 2. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. adalah rahmat dari Tuhan. semuanya bentuk aktualisasi diri. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. Semua adalah seni. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. entah dokter. 4. Seremeh apa pun pekerjaan kita. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. Kerja adalah seni. Meski kadang membuat kita lelah. menulis merupakan sebuah kehormatan. akuntan. 5. seorang fisikawan peraih nobel. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah amanah. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. 3. Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. ―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. Kerja adalah ibadah. Dia mengaku. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya.buruh kasar sekalipun. Hasilnya. 6. 7. Baginya. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Kerja adalah kehormatan. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Kerja adalah aktualisasi. ahli hukum. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. kita bisa berucap pada diri sendiri. Jadi. . Apa pun pekerjaan kita. itu adalah sebuah kehormatan.

Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. 3. 3. yaitu. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. 4. maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. 2004). Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. polisi. Kerja adalah Pelayanan. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. positif dan negatif.8. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. bahkan penjaga mercusuar. 1. 5. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. 2. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. 2. Apa pun pekerjaan kita. Menempatkan pandangan tentang kerja. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. pedagang. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. . Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya.

Dengan demikian. bekerja tekun sistematik. kemakmuran. sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. B. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern.3. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern.namun hemat dan bersahaja (asketik). Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup. Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. 5. Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. 4. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958). 2005). serta menabung dan berinvestasi. Cara berpikir. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. tidak mengumbar kesenangan . . dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. yaitu: 1. berdisiplin tinggi. berorientasi sukses (material). kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. dan modernitas (Sinamo.

KH. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara.Menurut Rosmiani (1996). kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. etos kerja terkait dengan sikap mental. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. tekad. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. Subagyo. 2. tekad. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). Namiartha. Rahardjo. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. 1995) mengatakan bahwa sikap mental. disiplin dan semangat kerja. yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. 3. Dharmika. Usman Pelly (dalam Rahimah. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain. Sosial Politik Soewarso. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja.

hubungan dengan rekan kerja. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. kebijaksanaan organisasi. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. 6. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Dharmika. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. 1995). keamanan kerja. Namiartha. tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri.punggung masyarakat modern. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Menurut Herzberg (dalam Siagian. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi. status. kondisi kerja. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. yang termasuk diantaranya yaitu gaji. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. Rahardjo. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. Ketika sebuah organisasi . 5. sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Subagyo. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. dan supervisi. 7. 1995). Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. Fauziah. 4. keahlian dan keterampilan. Suri dan Nasution.

Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. . Sebagai bidang etika terapan. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. pengakuan/recognition. 1992). dalam Anoraga. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. tanggung jawab/responsibility. D. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). kemungkinan berkembang/growth possibilities. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. Dengan demikian. dalam kaitannya dengan profesi. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. (Herzberg. Namun demikian. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement.

D. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. pengacara. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. pengalaman. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. Namun demikian tetap perlu diingat. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. bahwa setiap PNS wajib: a. dan hubungan dengan klien. pengetahuan.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. Dengan perkataan lain. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. atau sebaliknya. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. . Mengucapkan sumpah/janji PNS. dan akuntan. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Misalnya. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. misalnya. kekuasaan atau keahlian.

tata tertib di lingkungan kantor. c. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. atau e. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. perintah kedinasan. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. dan tanggung jawab. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). b. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. . dan Pemerintah. c. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian.b. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. e. Negara Kesaruan Republik Indonesia. peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. peraturan kedinasan. kesadaran. d. Menaati segala peraturan perundang-undangan. d. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang.

perintah kedinasan. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. . i. dalam menjalankan tugasnya. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. dan/atau kepatutan. pemerintah.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. tertib. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Bekerja dengan jujur. seseorang. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. g. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. dan materiil. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. h. tertib. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. cermat. dan bersemangat demi kepentingan Negara. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. dan/atau golongan. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. dan bersemangat untuk kepentingan negara. keuangan. Maksudnya. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. j. cermat. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. f. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur.

antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. diklat. m. j. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. n. dan pendidikan formal lanjutan. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. terjangkau.k. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. cepat. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. l. seminar. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. melaksanakan tugas. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas. . l. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. dan terukur. mudah. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai.

bawahan. b. menyewakan. menjual.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. atau lembaga swadaya masyarakat asing. e. Memiliki.barang baik bergerak atau tidak bergerak. menggadaikan. Bekerja pada perusahaan asing. atau meminjamkan barang. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. d. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. menggadaikan. 2. Menyalahgunakan wewenang. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. Yang dimaksud dengan ―memiliki. teman sejawat. atau pihak lain. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. g. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. membeli. menjual. f. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. menyewakan. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. konsultan asing. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. membeli. . barang. golongan. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. bahwa setiap PNS dilarang: a. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. c.

Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. menyimak visi. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. h. misi. Dewan Perwakilan Daerah. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. standar. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. dan program yang ditawarkan peserta pemilu. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. Dewan . atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. kendaraan. j. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. dan prosedur yang ditetapkan. PNS dilarang menerima hadiah. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. Dewan Perwakilan Rakyat. tugas kedinasan. i. k. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. Dewan Perwakilan Daerah. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS. sinkronisasi dan integrasi dalam l. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya.

m. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang. dan o. penyandang dana. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. dan lain-lain. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. himbauan. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara.Perwakilan Rakyat Daerah. tenaga ahli. . Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. petugas kampanye/tim sukses. seragam dinas. dan masyarakat n. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga. seruan. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. anggota keluarga.undangan. ajakan.lain. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. selama. himbauan. seruan. selama. dan lain. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. kendaraan dinas. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. atau dalam lingkungan unit kerjanya. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. dan masyarakat. ajakan. pencari dana.

penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. . Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. c. teguran lisan. hukuman disiplin sedang. b. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Negara Kesatuan Republik Indonesia. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. teguran tertulis. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. b. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. b. dan e. pembebasan dari jabatan.F. 2. hukuman disiplin ringan. dan c. 2. 4. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. hukuman disiplin berat. pernyataan tidak puas secara tertulis. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. d. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. dan c. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. b. 3. dan c.

teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. seseorang. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 11.3. bekerja dengan jujur. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. kesadaran. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. cermat. tertib. keuangan. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 4. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. 9. 10. Pemerintah. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 8. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. . menjunjung tinggi kehormatan negara. 7. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. b. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 12. 5. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. dan c. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. 6.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. Masih ada kejujuran. kesopanan. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Tentu. Konsistensi. Pasal 9 angka 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. tetapi harus digali lebih dalam. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. 12. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. dengan etos . Namun. Rasionalitas. Kerajinan. dan Cinta Kasih. Seperti visi Indonesia Raya. dan 13. yang sudah melekat pada masyarakatnya. Namun. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. dan bersikap ramah. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. tolong menolong. Pengharapan. Sistematis. Efisiensi. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. keadilan. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. Dengan demikian. Kerja keras. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. G. Ketekunan. kesabaran. yaitu: Spesialisasi. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. dan nilai-nilai etis lainnya.

menampakkan kemanusiannya. S. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. Sebagai seorang muslim. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. Al Ashr : 1 – 3. menghayati. 2. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. Baginya pengertian terhadap makna . Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. bekerjalah untuk duniamu. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. yaitu tidak percaya dengan takhayul. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. Apabila setiap pribadi muslim memahami. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. a.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. 1. lingkungan. Q. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. 3. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. 2. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok.

Delapan etos kerja menurut Jansen H. struktur ekonomi. 4. kondisi lingkungan/geografis. Kerja adalah ibadah. budaya. RANGKUMAN 1. b. Kerja adalah pelayanan. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. bekerja tulus penuh semangat. bekerja tulus penuh kerendahan hati. sosial politik. e. Kerja adalah seni. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. 5. Sinamo: a. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. Kerja adalah rahmat. c. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. 2. Kerja adalah amanah. f. Kerja adalah kehormatan. bekerja tulus penuh keunggulan. bekerja tulus penuh integritas. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. dan motivasi intrinsik individu. Kerja adalah panggilan. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. bekerja tulus penuh kreativitas g. . pendidikan. h. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. bekerja tulus penuh tanggung jawab. sehingga melahirkan sikap kikir. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. bekerja tulus penuh syukur. sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. d. 3. bekerja tulus penuh kecintaan. Kerja adalah aktualisasi. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan.

nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. menampakkan kemanusiannya. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. antara lain: a. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. menghargai waktu. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. SOAL ESSAY 1. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). LATIHAN I. tetapi harus digali lebih dalam. Menurut anda. b.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . selalu berhitung. 5. yang tidak tertulis secara eksplisit. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3.4. dan keinginan untuk mandiri. hidup hemat dan efisien. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan. Sedangkan etika kerja mengatur praktik. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional.

cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. 3 Juni 2011.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. ‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Menurut Zainuddin. Arief khawatir. dilanjutkan dengan cuti bersama.‖ ujarnya. Selasa. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas. sebagai cuti bersama. ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. Padahal. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah.‖ ujarnya. bukan lebih senang liburan. 24 Mei 2011) . selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju. Senin (23/5) di Surabaya. Yang namanya cuti. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama. Padahal. bukan belajar. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat. terserah pribadi.‖ ujarnya. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif.II. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. Selain itu.

Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. Dia ngaku mengerjakan ini. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. terima uang segini.Pertanyaan: 1. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. (Sumber : Kompas. Gayus Tambunan. Jumat. Jumat (26/3/2010). "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. itu sudah cukup. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak." kata Tjiptardjo. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. Jakarta." ungkap Tjiptardjo.

PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. .GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. atau diserahi tugas negara lainnya. kepribadian. termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. serta keyakinan atas sesuatu. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. dan perangkat Pemerintah Desa. BUMD serta anak perusahaan. pegawai BUMN. : adalah memberikan arti sikap. watak. karakter. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan.

Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. . Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.

blogspot. Teori Motivasi Dan Aplikasinya. Sondang P. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri.1995. Rineka Cipta.com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim.html http://kasihdalamkata. Prof. Jansen. Bogor: Grafika Mardi Yuana.com/pengertian-etos-kerja.htm . Sinamo.com/ http://www. Jakarta: PT.putra-putri-indonesia. http://8etos.putra-putri-indonesia. Dr.com/etos-kerja-pancasila. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses.DAFTAR PUSTAKA Siagian. Republik Indonesia.htm http://www. 2005.

namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. serta prinsip-prinsip anti korupsi. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. faktor penyebab korupsi. merusak. dalam bahasa Belanda disebut korruptie. yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. memalsu. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP. Istilah korupsi. menipu. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . menyogok. A. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi.BAB PENGERTIAN KORUPSI. rottenness. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya. corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making.

Kalau melihat peta korupsi dunia. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. . Asia Tengah. pemerasan. money launder. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). perdagangan senjata. Korea. perusakan atau memalsukan dokumen.Jabatan. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). Negara-negara di Asia kecuali Jepang. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). pemalsuan uang. Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. Hongkong. pidana narkotika. perjudian. Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. Singapura. karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. penyuapan terhadap Hakim. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. penyuapan. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. Negara-negara di Afrika. Diantara Negara-negara Asean.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. . seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. aspek ketatalaksanaan. Pertama. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. secara ringkas. dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. monopoli kekuasaan. agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. yaitu aspek kelembagaan. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. Selain itu. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. mempermudah. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. dan aspek sumber daya manusia (SDM). Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik.

serta memuat janji layanan. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). jaksa. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. dalam aspek SDM ini. Ketiga. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. . perlu juga diperhatikan persoalan gaji. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. dan waktu. aspek manajemen SDM. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. efisien dan efektif. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. seperti persyaratan. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. Selain itu.Kedua. akuntabel. aspek ketatalaksanaan. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. penempatan jabatan. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). Terkait dengan aspek yang pertama. promosi. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. biaya. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. penerapan kode etik dan majelis kode etik.

 Evaluasi atas kinerja administrasi. dan politik. dan kontrol aturan main. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan. proses pelaksanaan. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka. ekonomi. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). 1. dan budaya. 2. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan. akuntabilitas. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. kewajaran. Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. birokrat/manajerial.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. keuangan. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional.I. Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial. aturan main.

Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran. 3. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek.dinamika struktural kelembagaan.  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. Dalam bentuk yang paling sederhana. transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust). b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. . tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan. pelaporan finansial. implementasi.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana.  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. prinsip pembebanan. taat asas. mulai dari perencanaan. berkesinambungan. dan pertanggungjawaban secara teknis. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget). baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri. pengerjaan teknis. Lima langkah penegakan prinsip kewajaran. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan).

d) Kultur aturan main. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. pengadilan. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. c) Pelaksana aturan main. pemahaman. yaitu: a) Isi aturan main. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. pengacara. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. yaitu kepolisian. Empat aspek aturan main anti korupsi. persepsi. dan lembaga pemasyarakatan. maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. undang-undang desentralisasi. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. sikap. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. undang-undang anti-monopoli. e) Informatif. 4. kejaksaan. b) Pembuat aturan main.

Misalnya. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. Setidaknya. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. J.anti korupsi. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. Tujuan kedua adalah. Sehingga. 5. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. Melalui pendidikan ini. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. Jika korupsi sudah diminimalisir. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya.

terlambat masuk sekolah. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. Menurut KPK. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. Kepolisian dan Kejaksaan agung. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. Selama ini. Misalnya. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. Oleh karena itu. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. Termasuk hal-hal kecil. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. dan cenderung menjadi lumrah. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. Contoh lain.seperti KPK. Dengan begitu. termasuk korupsi yang merugikan negara. korupsi waktu. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. . Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. kantor dan lain sebagainya. Tidak hanya itu. Sehingga. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi.

Untuk tahap awal. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini. Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. . Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. Pilihan pertama. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. menambah satu mata pelajaran baru. diskusi. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Pertama. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. Pada saat ini. simulasi. Dikhawatirkan. Misalnya. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. Maka. Kedua. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa.

diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Tanpa ada yang mengawasi. Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. karyawan dan siswa. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. guru. dimana tidak ada penunggu warungnya. hanya berbekal kejujuran. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. seperti kepala sekolah. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. K. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. Warung ini akan melatih kejujuran. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan.

asal belanjaan sudah dibeli‖.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan . kamu akan bilang ―Bu.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. semisal. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. Seharusnya ketika anak kita. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. Misalnya. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita.” Itu namanya sudah korupsi. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. Kemudian juga. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. biasanya setelah sampai di rumah. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita.

Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi. maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. Selain menjaga hati kita. Ayahnya koruptor. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. anaknya juga. Dan ketika kita sudah terjerumus. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan. Jadi. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. . Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. misalnya berangkat kerja tepat waktu. tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi.

Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. c. informal dan agama. 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. antara lain sebagai berikut : a. dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). Upaya penindakan (kuratif). b. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. d. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. . Upaya pencegahan (preventif).L. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan.

7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005).2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . EM. Dalam hal ini. 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). 9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. Malaysia. 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005).9 miliar (2004).

N. Semarang dan Batam. M. Profesional. 3. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Irak. Pakistan. Paraguay.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Clean government. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia.2 sejajar dengan Azerbaijan. Political will. Dukungan media massa. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Dukungan masyarakat secara aktif. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. Somalia. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Kenya. Nigeria. IPK Indonesia adalah 2. Etiopia. . Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. disu-sul Surabaya. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. 2. Angola. Libya dan Usbekistan. Kamerun. Sedangkan survei TI pada 2005. Haiti & Myanmar. 5. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Sudan. 4. 6. Medan. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global.

baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. Sedangkan. Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia.2. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. solusi yang efektif bagi upaya . termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. 5. baik pidana maupun perdata. Sayangnya. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. baik hukum pidana maupun perdata. Sedangkan. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. 3. Dan. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. 4.

Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. dengan kata lain kedudukannya. Kurangnya kewibawaan pemerintah. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. d. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. Kurangnya mental pejabat pemerintah. 6. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. Berbeda dengan . Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. Masalah kultur/budaya.b. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. 7. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. c. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah.

8.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua. Kurang tegasnya hukum. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang.F. Fakta- . Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum. Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum. Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu.apa yang dikatakan oleh J. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum.F. Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. Pada negara ini.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you.

dan intelectual corruption. . penegakan hukum. akuntabilitas. legislation corruption. daya tanggap.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. dan pemberdayaan masyarakat. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. aturan main. dan kontrol aturan main. efesiensi & efektifitas. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. dan profesionalisme. sistem politik. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. yang umum dikenal adalah material corruption. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. political corruption. karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. wawasan ke depan. aspek organisasi. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. akuntabilitas. sistem sosial yang sangat permisif. seperti: sistem hukum. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. kewajaran. transparansi. pendidikan anti korupsi. antara lain: partisipasi. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang. kesetaraan. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). dan sistem budaya yang berorientasi vertikal. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. pengawasan. yaitu: aspek individu pelaku. promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam.

menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. Kedua adalah. dan kurang tegasnya hukum. . kurangnya kewibawaan pemerintah. clean government. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Kepolisian dan Kejaksaan agung. kurangnya mental pejabat pemerintah. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia.11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. upaya penindakan (kuratif). profesional. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. dukungan media massa. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. dan dukungan masyarakat secara aktif.

dan budaya! 7. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. Di Indonesia. Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Setibanya di sana. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. sosial. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI).LATIHAN 1. Menurut Anda. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12.

seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. .GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat.

.go.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.0fees.go.net/?page_id=7 http://www.php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih.com/index. 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.disdik-kepri. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi.org/ http://www.bpkp. Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi. 2003).kpk.id/ http://www.

20 Tahun 2001 UU No. Pasal 2 UU No.31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming). jo UU No. Setiap orang. berikut beberapa diantaranya: 1. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No.28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No. Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. bentuk deelneming yang terjadi : .BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya.30 Tahun 1999.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No.

sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum . a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. 897). d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama.R. b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. tapi tidak ada kerja sama secara fisik. Berkas perkara dan surat dakwaan satu. Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan. Secara melawan hukum Melawan hukum. tapi bisa ada kerja sama secara fisik. Kesempatan. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik.6 Maret 1939 no. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP. dan ada kerjasama secara fisik. Berkas perkara harus displit. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan.A. atau patut diduga d. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. Dalam jabatannya g.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. 12. No. (M. c. Pasal 12 a UU No. Padahal diketahui. Menerima hadiah/janji c. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. 19 Nop 1974. 77 K/Kr/1973) d. Bertentangan dengan kewajibannya . Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f.

Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Dalam jabatannya g. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Dalam jabatannya 15. Yang diketahuinya d. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Menerima suatu pemberian c. Menerima suatu pemberian atau janji c. Pegawai negeri b. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. Pegawai negeri b. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a.13. Yang diketahuinya d. Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. atau patut diduga d. Padahal diketahui. Menerima hadiah c. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. Pasal 12 b UU No. Bertentangan dengan kewajiban g. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e.

Kepada Pegawai Negeri d. B. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. Pasal 13 UU No. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Setiap Orang b. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.f. 20 Tahun 2001. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Bertentangan dengan kewajiban g. Korupsi yang merugikan keuangan negara. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. atau suatu korporasi. Dalam jabatannya 16. yaitu: a.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. 2) memperkaya diri sendiri. 1 Milyar. UU No. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1. orang lain. . 3) dengan cara melawan hukum. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. b. Memberi hadiah atau Janji c. 31 Tahun 1999 jo. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001.2) memperkaya diri sendiri. kesempatan. orang lain. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. 31 Tahun 1999 jo. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 1 Milyar. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001. 250 juta. atau sarana. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. 2. atau suatu korporasi. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. 3) menyalahgunakan kewenangan. b. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut.

20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999 jo. 150 juta. UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2001. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. c. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya.1) setiap orang. UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. 3) kepada pegawai negeri. UU No. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. 31 Tahun 1999 jo. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. d. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 2) memberikan hadiah atau janji. . Pegawai negeri menerima suap. 31 Tahun 1999 jo. 250 juta.

Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. 1 Milyar. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. f. . e. 20 Tahun 2001. 250 juta. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah atau janji.2) menerima pemberian atau janji. namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. UU No. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo.

4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. 2) menerima hadiah. 1 Milyar. 3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. UU No. h. 2) menerima hadiah. Menyuap hakim. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. 250 juta. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. UU No. g. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahuinya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. 20 Tahun 2001. . Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999 jo.

Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah atau janji. 20 Tahun 2001. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. j. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. UU No. i. 750 juta. . 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. Menyuap advokat. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 750 juta. 4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 3) kepada hakim. Advokat menerima suap. UU No.

31 Tahun 1999 jo. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. UU No. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. Hakim dan advokat menerima suap. 1 Milyar. l. 20 Tahun 2001. k. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah atau janji. 1 Milyar. a. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 31 Tahun 1999 jo. 2) Yang menerima pembayaran atau janji.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 3. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 750 juta. penggunaan uang atau membiarkan . Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. UU No. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. 20 Tahun 2001. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. 2) dengan sengaja.

c. Demikian halnya dengan buku. atau membuat tidak dapat dipakai. 2) dengan sengaja. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. Menurut pasal 10 huruf a UU No. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. 4) Yang disimpan karena jabatannya. 3) menggelapkan. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 3) memalsu. hingga daftar peralatan kantor. dapat berupa akta. buku besar. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. 31 Tahun 1999 jo.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. buku dalam hal ini memiliki arti luas. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. b. 250 juta. Pegawai negeri menghancurkan bukti. 31 Tahun 1999 jo. menghancurkan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) dengan sengaja. UU No. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. Bukti. mulai dari laporan keuangan. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. merusakkan. surat. UU No. . 750 juta. 20 tahun 2001. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan.

atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. 2) dengan sengaja. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001. merusakkan. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. akta. 31 Tahun 1999 jo. 3) membantu orang lain menghilangkan. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. atau membuat tidak dapat dipakai. 4) barang. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. surat. merusakkan. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 4) barang. atau membuat tidak dapat dipakai. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 350 juta. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. a. Menurut pasal 10 huruf b UU No. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. e. menghancurkan. 20 tahun 2001. surat. Menurut pasal 10 huruf c UU No. 2) dengan sengaja. 4.4) barang. UU No. 31 Tahun 1999 jo. surat. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. d. 350 juta. 350 juta. akta. menghancurkan. akta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 5) yang dikuasainya karena jabatannya. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. .

20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. 2) pada waktu menjalankan tugas. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. 31 tahun 1999 jo. . atau menerima pembayaran dengan potongan. UU No. UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. membayar. 31 tahun 1999 jo. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. padahal kenyataannya tidak demikian. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. 3) meminta atau menerima pekerjaan. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 1 Milyar. c. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. 31 tahun 1999 jo. 5) menyalahgunakan kekuasaan. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. 1 Milyar.Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 3) secara melawan hukum. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. atau penyerahan barang. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. b. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. 2) pada waktu menjalankan tugas.

Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. b. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya.3) meminta atau menerima pekerjaan. c. UU No. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. 31 tahun 1999 jo. 5. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. .. a. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. khususnya yang melibatkan si pemborong. tukang. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. 3) Dilakukan dengan sengaja. atau pemilik took bahan bangunan. ahli bangunan. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan. 1 Milyar. UU No. 350 Juta. atau penjual barang bangunan. atau memotong pembayaran. 31 tahun 1999 jo. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. 350 Juta. 2) Melakukan perbuatan curang.

f. UU No. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. 2) Melakukan perbuatan curang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. UU No. 31 tahun 1999 jo. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. 3) Dilakukan dengan sengaja. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. d. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. 350 Juta. 31 tahun 1999 jo. 31 tahun 1999 jo. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. . 350 Juta. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. UU No. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. e. 350 Juta.

Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). persewaan. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur. Seharusnya. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. 6. 7. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. c. 1 Milyar. 31 tahun 1999 jo. 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. pegawai negeri atau penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. yaitu: a. 4) Telah merugikan yang berhak. b. 20 Tahun 2001. dengan sengaja. atau. UU No. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. . 3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pengadaan. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. UU No. d. 1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No.

20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. ayat 1. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. UU No. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. komisi pinjaman tanpa bunga. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. 31 Tahun 1999 jo. dan keluhuran. baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. fasilitas penginapan. 20 Tahun 2001. pengobatan cuma-cuma. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. dan fasilitas lainnya. tiket perjalanan. rabat (discount). perjalanan wisata. 2) Menerima gratifikasi. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui. c.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. UU No. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. 1 Milyar. UU No. yakni meliputi pemberian uang. barang. 31 Tahun 1999 jo. integritas. 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. Disiplin . berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No.

Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum. Berani menegakkan kebenaran . Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya. Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain.Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi.

Di Jepang. Sebab kedua. Oleh sebab itu. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. Mobil terbeli. untuk memberantas korupsi jenis ini. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. Menurut psikologi kognitif. Melakukan korupsi. rasakan. Tidak puas dengan satu gunung emas. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Sudah punya rumah. Kerakusan. ingin motor. dusta. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. Namun. Adanya sifat tamak. mau mobil. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). ingin mobil mewah. Sementara. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. dan keinginan memperkaya diri sendiri. cari gunung emas kedua dan ketiga. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. memang tak bisa ditolerir. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. perbaikilah orangnya. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. Karenanya. lihat. dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. apa yang kita dengar. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. Kita mengetahui. Sejak masa kanak-kanak. korupsi bisa timbul karena dua sebab. Kondisi internal seseorang. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. tidak puas. mulai usia dini hingga dewasa. perbaikilah sistem. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . Sebab pertama. Kedua jenis korupsi tersebut. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. Sudah ada motor. pikirkan.

Pasal 13 UU No. j. yang tidak saja berupa teori. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. 20 Tahun 2001 l. Pasal 12 b UU No. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. 20 Tahun 2001 n. 31 Tahun 1999 d. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. Pasal 12 a UU No.31 Tahun 1999 . Pasal 2 UU No. Pasal 419 ke 1 KUHP o. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. Pasal 5 UU No. Pasal 5 UU No. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. 20 Tahun 2001 m. 20 tahun 2001 ayat (2) i. Pasal 3 UU No. adab di dalam kereta. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. seperti halnya di Indonesia. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. Pasal 419 ke 2 KUHP p. Karenanya. 31 Tahun 1999 b. RANGKUMAN 1. 31 Tahun 1999 c. Pasal 5 UU No. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. Pasal 11 UU No. Pasal 11 UU No. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. 20 tahun 2001 ayat (1) a g.pendidikan tentang kehidupan sehari-hari.

2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b.RANGKUMAN 2. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. Korupsi yang merugikan keuangan Negara. c. 9) Menyuap advokat. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. 12) Hakim dan advokat menerima suap. 4) Pegawai negeri menerima suap. 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. 10) Advokat menerima suap. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. 11) Hakim menerima suap. . 8) Menyuap hakim. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang.

padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? .LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia. 31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas. mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda.

Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. tiket pesawat. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. barang. Gratifikasi dapat berbentuk uang. dan fasilitas lain. diskon. . pinjaman tanpa bunga.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian. komisi.

Bogor: Tim PKn-Pak. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi.wordpress. Tentang Pemberantasan TPK. Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No. Sebagaimana Diubah Dengan UU No.com/2011/05/23/1897/ .Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. 31 Tahun 1999. Tim PKn-Pak. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. kakbimo. 20 Tahun 2001. 2010. 2008.

kebiasaan seseorang. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. yakni gambaran.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter. dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. Berdasarkan sumber www.com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat. 2. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. 3. cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. nilai. motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka.artikata. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi. organisasi. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis. maupun seorang professional. kebudayaan . 2004:8). A. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. cara hidup. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi.

sikap. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. sesuatu yang baik. kebiasaan. sesuatu yang disukai dan diinginkan. B. Nilai dan norma. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. sesuatu yang menyenangkan. karena ia bertanggung jawab. Nilai. kandang. adat. singkatnya. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. watak. cara berpikir. a. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. perasaan. 2) Berkaitan dengan hati nurani. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. . akhlak.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. sesuatu yang kita cari.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. padang rumput.

Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. kita harus mengatakan yang benar. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . misalnya jangan membunuh. bangku. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan. Konon. kursi. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. Namun. Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. universal atau partikular. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. Seperti norma-norma lain juga. sebagai totalitas. bahasa latin.3) Mewajibkan. Berhubungan dengan ciri sebelumnya. jangan berbohong. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu.

norma moral yang dianutnya. Relativisme moral tidak tahan uji. Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. 3) Seandainya relativisme moral itu benar. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. Sebagai contoh. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). kalau diperiksa secara kritis. . Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. sulit untuk dipertahankan. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. Kalau begitu. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. seandainya relativisme moral itu benar. 1) Seandainya relativisme moral itu benar. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Sepanjang sejarah. Dilihat dalam perspektif sejarah.

dan pengalaman. b. rekan/teman sebaya. 1983. . Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. relativisme moral tidak tahan uji. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. Kalau diselidiki secara kritis. Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. pendidikan. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Sementara itu. menurut Atwater. masyarakat. Oleh karena itu. nilai-nilai yang kita anut. Optimis. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. Konsep diri melibatkan perasaan. saudara sekandung. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. serta keyakinankeyakinan kita. Konsep diri. 2. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. Contoh konsep diri positif a. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. Percaya diri.

h. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. c. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. mencela. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. jika disebut gelar. Pemarah. berang. Mengindahkan. mementingkan diri sendiri. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. e. d. Rendah hati. Egois. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. celaka) mudah putus harapan. rugi. f. Apriori. dan menulis. membaca. Kreatif. peka terhadap kritik. f. Mudah marah. Suka dipuji. merasa sangat tidak senang. d. karakter pribadi. pengalaman. gusar. suka dielu-elukan. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. memperhatikan. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. . Profesional. tidak sombong atas kemampuannya. a. Memiliki daya cipta. Senantiasa mengeluh. e. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. dan prestasi yang dimiliki. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. Pesimis. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. Merasa masih ada langit di atas langit. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya.c. b. g. Peduli.

Ciri orang yang percaya diri. 7) Tidak takut gagal. a. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu.000 kali untuk menemukan lampu dan 50.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha. sikap percaya bahwa semua orang sederajat. 5) Yakin aktivitasnya urgent. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. 8) Yakin akan sukses. Percaya diri.  Thomas A. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. 1) Citra diri positif. 3) Positive Thinking. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. 2) Berpusat pada potensi.2. 4) Egaliter. dan segera dalam mengambil tindakan.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. . kenali potensi diri. 6) Berani berbuat spektakuler. Edison gagal 10.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b. Tips agar percaya diri.

dan selamat. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. spontan. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. aman. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. . karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. serta antara bentuk dan substansi. Jujur adalah energy positif. tanpa kejujuran. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. antara fenomena dan yang diberitakan. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. lugas. tentram.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. Manfaat berperilaku jujur. Kejujuran. Dengan demikian. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. Jujur merupakan sikap pribadi. Menyatakan sesuatu dengan langsung. a. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi.

Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. melangkah pun tidak berani. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain. . 3) Demi kebaikan. dan percaya diri. yang tangguh dan kokoh. optimis.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar. b. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. 4) Menutupi rahasia. 1) Adanya kekurangan. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. dengan hatinya yang bersih. Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. Faktor pendorong seseorang berbohong. karena merasa tidak bersalah atau benar. 2) Ikut-ikutan. karena merasa aman. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. Jangankan berhasil.

Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. . Orang‐orang yang kompeten. 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. Jika tanaman kita mati. • • Integritas harus dilatih terus menerus. Integrity merupakan ‗bench mark‘. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. perlu waktu untuk kembali seperti semula. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. Integritas harus dipelihara terus menerus . bawahan langsung. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. 4) Integritas sebagai Benih. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. 1) Integritas sebagai Keterampilan. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. dan pihak luar. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. • • • Ditanam sejak kecil. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. b. Semakin rajin dirawat.4. Mereka memberlakukan orang lain secara adil. 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. Peran integritas. Pribadi Berintergritas. Ciri-ciri integritas. a. 2) Integritas sebagai Pedoman. dimulai ketika orang itu masih muda.

Menangani komunikasi buruk. orang. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. 5. tetap setia pada komitmen. Menurut www. pengungkapan emosional. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. d. Kepemimpinan. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. menggelengkan kepala. bahkan ketika itu tidak nyaman. pengawasan. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". begitupun sebalikna. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. 9) Integritas. hidup dengan keyakinan. h. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. organisasi. 8) Integritas. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi . komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. kelompok. motivasi. mengangkat bahu. ketimbang dengan apa yang disukai. Jika baik.wikipedia. f. maka kehidupan baik. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. 6. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. 10) Integritas. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. dan informasi. menunjukkan sikap tertentu. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. misalnya tersenyum. Penekanan pada komunikasi tatap muka. g. bahkan ketika merugikan Anda. Komunikasi. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. e. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. Pesan dibentuk sesuai audiens. c. b. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya.

Jadi. kapan. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. Berdasarkan penelitian. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Teori kepemimpinan. dan hasil yang akan dicapai. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Contoh: membela bawahan. 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). dan kepribadian. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan. a. bagaimana pekerjaan dilakukan. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. mental. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. berdasarkan teori ini. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. sebab . 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi.orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama.  Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Dalam perkembanganya. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. keterampilan dan sikapnya. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. Gaya kepemimpinan. Dalam proses pengambilan keputusan. 5) Teori Kelompok.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. berkomunikasi. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat.wordpress. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Berdasarkan sumber emperorderva. 2) Coaching. 4) Teori Kepemimpinan Situasi. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing. b.

Dalam hal ini. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. 4) Delegating. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. bagi keluarga. baik bagi dirinya sendiri. Kepemimpinan sejati. c. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. 3) Supporting. bagi lingkungan pekerjaan. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. mendukung proses perkembangannya.

Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input. tanpa kerendahan hati. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. 7. inspirator.Setelah pengorganisasian terjadi. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). Tanpa perubahan dari dalam. motivator. tanpa kedamaian diri. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja. penggerakan. pengorganisasian.maka penggerakan pun dilakukan. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Manajemen waktu merupakan perencanaan. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien. dam maximizer. tanpa adanya integritas yang kokoh.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. dan pengawasan produktivitas waktu. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada . Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. Kenneth Blanchard. Manajemenwaktu. dan visi serta misi yang jelas.yang dipimpinnya. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Efisien tidak lain mengandung dua makna.

Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. money. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. Pendek kata. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. atau akan segera mempengaruhi secara negatif. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. tetap mengorganisasikan. Manajemen konflik. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. Oleh karenanya. film. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. Mereka adalah fun. 8. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. yaitu: tetap merencanakan. food. . Menurut Killman dan . tetap menggerakkan. Kemudian menentukan peran dan visi peran. merencanakan pekerjaan selanjutnya. sport and sex. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. dan atau investasi waktu. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. dan tetap melakukan pengawasan. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. sand. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. mouth. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. music. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan.pemegang delegasi. 3M. dan 3S.

Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. 2) Pandangan hubungan manusia. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil . keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. perbedaan peran dsb.1993. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. b. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. 1) Konflik fungsional.4). seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. 1) Pandangan tradisional. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai. konflik yang merintangi kinerja kelompok. c. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. a. Tahapan perkembangan konflik. 2) Konflik disfungsional. Pandangan tentang konflik. p. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan. baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. 3) Pandangan interaksionalis. Bentuk konflik.Thomas (1978).

2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. (wijono. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. Pengelolaan konflik. dibandingkan dengan . 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Aspek positif dalam konflik. individu. 3841). 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. d. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. 1993. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging. 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika.

Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. Menurut socrates. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. Malah bisa saja terjadi. . Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. Hal ini lebih mendesak lagi. Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. haruslah ada pengertian juga. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. Di sisi lain. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. Tapi perlu diakui. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. Perasaan spontan saja tidak cukup. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan.

Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan. Perilaku tidak etis. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. 2. 5. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. D. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. Memperkuat otonomi moral. 3. 4. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1.

faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. Ambisi. e. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. b. d. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. Ketakutan. Untuk menjaga integritas pribadi. karena ambisi jabatan. Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. . mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. Masa bodoh. Misalnya. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya.sesuai dengan prinsip moral yang baik. b. Tekanan. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. c. Balas dendam. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. c. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain.

d. g. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. jika manusia tidak segera membatasi diri. Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. d. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . di banyak negara modern sekarang. c. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. a. Baru sesudah problem-problem etis timbul. Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. Namun demikian. Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. f. b. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya. e. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis.

 Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal). Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut. atau menjual produk cacat tersembunyi. Lazimnya.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. ―Jika suatu tindakan tidak etis. misalnya. 2. melanggar rambu lalu lintas. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku. kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan . Argumen bahwa menyontek. maka tindakan itu etis (if it‘s legal. seseorang tidak berkewajiban untuk. Berdasarkan falsafah ini. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. slogan tersebut harus diubah menjadi. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat. Sebagai contoh.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain.

sederhana. Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). d. Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. E. Norman Vincent Pale dan Kenneth H. b. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. 1. Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas.seketika. harapan. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. dan didasarkan pada nilai-nilai. c. dan visi kita. Lima prinsip berperilaku etis. Tujuan (purpose). tetapi jika tidak. Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. Kesabaran (patience). Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. . Keteguhan (persistence). Perspektif (perspective). Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima.

Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Komitmen ada janji yang harus ditepati. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. atau sebuah janji. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini. Unsur etos pribadi. Kebanggaan (pride). bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. or a promise or firm decision to do something‖. meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. e. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. Alias tidak bermakna. 2. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. a. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. tetapi dengan komitmen yang baik. Komitmen etis. ternyata niat baik saja. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar.

Dalam definisi ini. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. b. c. konsep diri dan nilai-nilai seseorang.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. karakteristik pribadi. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ).Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. dan sikap perilaku. karakter dasar mengarah pada motif. misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. Kesadaran etis. Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. terjemahan. dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi. dan rendah). dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. biasa.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. 2007). 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. Dengan mengutip R. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . Kompetensi etis. Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. keterampilan teknis. yaitu pengetahuan. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul.

Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. 3.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum. Jika kita adalah seorang atasan. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. sebagai seorang pribadi. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. kode etik.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. . Contohnya. karakteristik pribadi. konsekuensi. dan komplikasinya. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. harapan masyarakat. Kepatuhan. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. kontribusi. misalnya. aturan organisasi. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. prinsip-prinsip moral. Kompetensi-kompetensi seperti motif. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. tetapi juga perbuatan orang lain. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. atau konsep diri. Pemeriksaan 3K. a. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. dan konsekuensi.

dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. misalnya. Kepatuhan:    Patuhi. kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. menyediakan lapangan kerja. Bagi organisasi bisnis. Hormati kebiasaan orang lain. Kontribusi dan konsekuensi: . kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. c. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. baik diniatkan maupun tidak diniatkan. Kontribusi. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. Patuhi kaidah-kaidah moral.b. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. Akibat ini bisa positif atau negatif. Konsekuensi.

dan manajemen konflik. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. komunikasi. . manajemen waktu.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. percaya diri. pribadi berintegrita. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. bukan sebagai individu yang terisolasi. kepemimpinan. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Berpikirlah secara objektif. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. jujur. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. Ajukan pertanyaan. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat.

apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya. apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain.LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖. jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? .

tanggung jawab. A.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. . Namun demikian. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi.

sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. melainkan kepada masyarakat. memiliki acuan karakter. seoarang harus belajar lama (dan keras).  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya.  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. Seorang profesional memiliki komitmen . Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat. majikan atau klein. lulus ujianyang panjang dan sulit. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. dan lebih dari itu. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi. atau anggota suatu profesi. Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. Lebih dari itu. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). yaitu. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. Untuk menjadi profesional. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat).Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri. dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup.

Pelayanan publik. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. Para anggota profesi yang melakukan kebohongan.  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk . Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat. Oleh sebab itu. yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. khususnya dalam hal pengawasan. kepada para profesional.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian.

Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. Lebih dari itu. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah. dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. tetapi juga komitmen moral. Mereka yang menjalani profesi (para profesional).memperoleh banyak manfaat. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. Mengacu kepada karakteristik umum di atas. pengakuan dan penghasilan tinggi. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. dengan demikian profesi adalah pekerja. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. dan atap seperti gambar 1. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. kerangka (pilar dan dinding). Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional.

Standar teknis perilaku). Asosiasi profesi 2.unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. fondasi dan kerangka memerlukan atap. Kode etik profesi) 3. Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional. Bagi profesi. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. dan 1.Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. Proses pendidikan 2. Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan . Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3. atap ini meliputi 1.

Bagi suatu profesi. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. dan (2) hukum dan jurisprudensi. badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. Dalam kenyataannya. Kedua. Pada akhirnya. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. Pertama. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. bukan oleh pejabat pemerintah). Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. Dengan perkataan lain.penjelasan mengenai hal ini. dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. akibatnya sangat serius. Dalam kaitan ini. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. . B. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi).

maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian. maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran). Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. D. Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas.apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. Ketiga . Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). C.kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. . Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat. sehingga dapat digunakan sebagai acuan.

SOAL-SOAL 6. Apa sesungguhnya profesi itu? 7. Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? . Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10.

Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji.Etika.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia.Ucok. Bisnis.com .blogspot. dan Pelayanan Publik. 2004.2008. http://etikaprofesidanprotokoler. Profesi Akuntansi. Sarimah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful