BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.e. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. b. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. c. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. 7 . Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. Aspek Kuantitas. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja.

dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. pelayanan publik yang rumit dan membingungkan. 8 . menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. 2. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. d. Secara pribadi. dengan pelaksanaan tugas pokoknya.dan pejabat bebas. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. B. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. suap terhadap oknum aparat pemerintah. Aspek biaya. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. dalam pelaksanaan tugas pokoknya.b. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. Aspek waktu. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. c. keatas. Aspek Kualitas. Pemerintah pun tidak tinggall diam. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. pegawai . untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. kebawah. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit.

sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Kelembagaan (organisasi) b. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. komprehensif dan sistemik. Dengan kata lain. c. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik.maupun kesamping. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. harus ditata ulang atau diperbarui. b. 9 . d. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. praktek korupsi. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. tingkat efisiensi. yang antara lain diindikasikan dengan : a. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. Oleh karena itu. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. Disadari sepenuhnya. Ketatalaksanaan (business process) c. Selain itu. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner.

Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. dipertahankan. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. f. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants).e. Di Indonesia. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. Di negara demokrasi. 3. yakni mewujudkan ketertiban sosial. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. Dalam hal ini. Oleh sebab itu. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. dan pelaksananya. Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Jadi. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem.

walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. anggota TNI.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. Oleh sebab itu. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service). Tegasnya. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. pegawai negeri. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Jadi. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). dan POLRI. dan pegawai BUMN/D. etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. Dengan demikian. Oleh sebab itu. mereka tidak termasuk sebagai birokrat. Sesuai dengan pengertian tersebut. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. seperti halnya etika bisnis. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . 4.

objektivitas atau imparsialitas. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. Ada beberapa alasan. sektor publik. termasuk sektor publik (pemerintahan). perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). dan sebagainya. baik normatif maupun objektif. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. yang dapat digunakan untuk 12 . Dengan demikian. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. Dalam konteks pelayanan publik. Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Dengan perkataan lain. b. yaitu profesionalisme dan etika. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. integritas berarti bahwa: a. produktivitas. standar-standar. dan efektivitas. Secara khusus. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. Seperti halnya di sektor bisnis. keadilan. dituntut memiliki dua keunggulan. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. d. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). 5. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. seperti sektor bisnis. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. seperti integritas. nilai-nilai. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan.

Oleh sebab itu. 13 . dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. Etika berkaitan dengan karya. a. apa hak kita dan apa hak orang lain. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. bangsa. Etika berkaitan dengan perilaku moral. atau prestasi. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. etika adalah salah satu cabang filsafat. ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. dan negara. kinerja. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. b. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Tegasnya. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. Dengan cara sederhana. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. setiap jam atau setiap hari.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. Dalam kenyataanya. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. Dengan demikian. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain.

ramah. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. bangsa dan negara. Dalam hubungan ini. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. berkeadilan. seperti cermat. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. dan manusiawi. kecintaan rakyat. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. cepat. transparan. Sebagai warga negara. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. Senagai contoh. Secara kategoris. Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. d. Sementara itu. bukan oleh ketakutan rakyat. Dalam konteks ini. timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar.program atau proyek. kita akan membangun sebuah rumah. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. c. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut. Dengan perkataan lain. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. objektif. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. Jadi ketika.

Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. kolusi. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. e. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. Sementara itu. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. Pada saat ini. misalnya. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk.IMB dari pemerintah. masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. Sudah barang tentu. selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya. masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. Isu korupsi. setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . bahkan terhadap pemerintah secara umum. Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. keamanan dan sejenisnya. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. KTP. Contoh lain. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). SIM. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita. Semakin hari.

Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. seperti penakanan pada kinerja. Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. kemajuan teknologi. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. dengan sumber daya yang makin terbatas. Dengan perkataan lain. Akan tetapi. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). diantaranya. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. efisiensi. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. demokratisasi. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. Dalam situasi seperti ini. Seperti di negara-negara lain. produktivitas. Nilai-nilai baru yang diadopsi. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. f. tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. dan manajemen berbasis kinerja. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. dan efektivitas. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan.

Panduan etika. Pejabat pemerintahan. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. Secara ringkas. maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. Oleh sebab itu. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. Untuk unit-unit organisasi tertentu. Selain itu. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru.jumlah pelaku korupsi. Dengan perkataan lain. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. 6. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. 17 . menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. karena tergabung dalam wadah KORPRI. rakyat. dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi. Sudah barang tentu. kolusi. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. falsafah negara (Pancasila).

yaitu: 1. C. Bab ini akan memperlajari: a. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. 3. anggota masyarakat umum. di samping berperan sebagai pribadi. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS). Bab ini akan mempelajari: a. bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. Teori dan Konsep Etika I. etika dan disiplin PNS. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. 2. pada saat yang bersamaan seorang PNS. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. Jadi. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. memahami teori-teori etika. dan sebagai anggota profesi akuntansi. 2. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Pengertian Etika 18 . Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Misalnya.Perlu diingat. pengertian dan hakekat profesi. pengertian pelayanan publik. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Dengan demikian. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. di lingkungan birokraasi. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. pengertian etika profesi. dan di lingkungan profesi akuntansi.

Urgensi etika profesi c. Bab ini akan mempelajari: a. 7. kewajiban. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Pelayanan Publik. Bab ini akan mempelajari: a. 6. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Konsep hak.b. Etika Kepemimpinan. Prinsip-prinsip etika bisnis c. Perbedaan etika dan etiket b. keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. 5. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Teori dan Konsep Etika II . Pengertian pelayanan publik 19 . Etika Profesi. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian. Pengertian etika kepemimpinan b. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Pengertian etika bisnis b. Etika Keutamaan) c. 3. Urgensi etika kepemimpinan c. Deontologi. Etika Bisnis. Pengertian nilai c. Pengertian profesi dan etika profesi b. 4. Teori-Teori Etika (Teleologi.

Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi. Pokok-Pokok Kepegawaian. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Hak dan kewajiban PNS c. Urgensi disiplin PNS b. 9. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. Bab ini akan mempelajari: a. Disiplin PNS. Definisi korupsi dan bahayanya b. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. 10. 8. 1. Aturan tentang Anti Korupsi. Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Etika Kerja. Prinsip-prinsip anti korupsi c. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. Pengertian PNS b.b. Pengertian Korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. 11. Larangan-Larangan bagi PNS c. Pengertian etika kerja b. Bab ini akan mempelajari: a. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c.

21 . Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS. Bab ini akan mempelajari: a. Urgensi memiliki etos pribadi b. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. Kode Etik Profesi Anggaran c. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. Kode Etik Profesi Akuntan b. Pengertian. 13. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi). Kode Etik Profesi PPLN f.c. 12. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Kode Etik Kementerian Keuangan. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Profesi Pajak d. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. Pengertian dan sumber kode etik c. 14. 15. Jiwa Korps dan Kode Etik. Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. Bab ini akan mempelajari: a. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Bea Cukai e.

misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. sebagai kelompok intelektual. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa. Selanjutnya.Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. 22 . pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi.

dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Seperti halnya di sektor bisnis. 3. 4. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. dan sebagainya. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. rakyat. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. Secara ringkas. seperti sektor bisnis. Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. Di sektor manapun. sektor publik. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. objektivitas atau imparsialitas. Dengan perkataan lain. Pejabat pemerintahan. baik normatif maupun objektif. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. dituntut memiliki dua keunggulan. yaitu profesionalisme dan etika. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. Mengetahui etika pelayanan publik. Oleh sebab itu. seperti integritas. termasuk sektor publik (pemerintahan). dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat.RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. Selain itu. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. 5. keadilan. Ada beberapa alasan. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). dan efektivitas. 2. produktivitas.

pengertian pelayanan publik. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan.pribadi. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. 2. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. etika dan disiplin PNS. LATIHAN 1. 3. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. pengertian dan hakekat profesi. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. memahami teori-teori etika. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. pengertian etika profesi.

kode etik kelompok profesi. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. berarti timbul dari kebiasaan. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. etika adalah adat. Konsep hak. 4. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. ethikos. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. 3.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. keadilan dan kepedulian ___ A. Bagi sosiolog. Deontologi. Etika Keutamaan). serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. Semangat khas kelompok tertentu. misalnya ethos kerja. 2. 1. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. kewajiban. Teori-Teori Etika (Teleologi. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Bagi ahli falsafah. 2. 3.

etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . 5. adil. 3. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. dan karenanya diperbolehkan atau tidak. adil. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. terhadap organisasi dan staff. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Bagi asosiasi profesi. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). Kriteria wajar. dan terhormat. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. profesional. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. jujur. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. 2. terpuji atau tercela. Menanamkan. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. Menurut K.profesi secara wajar. Membantu pebisnis/calon pebisnis. tapi masih lemah dan ragu. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. Dalam etika sebagai ilmu. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. Menurut K. jujur. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. terhadap diri sendiri dan profesi. yaitu : 1. dari perilaku manusia. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. Bertens. 4. Bertens. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit.

Agaknya. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). 3. Pertama. dan mungkin akan berlangsung terus. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). 2. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. Disisi lain. yaitu disatu pihak. 1. karena memang 27 . penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis. Sebagai contoh. Untuk melengkapi tentang etika. baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa. 4. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. Meta-Etika (Studi Konsep Etika). Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). namun tidak ada gunanya dalam praktek." Secara meta-etis. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Menurut ajaran agama. Dalam meta-etika. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. B. Etika bukan sistem yang ideal.berikut. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. Salah seorang tokoh etika. dari sudut pandang si anak. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Ini tentulah pemikiran sekuler. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. luhur dan baik dalam teori.

C. dan masih banyak lainnya. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. 28 . tidak secara filosofissistematis. Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela.dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. nyaris milik sejarah etika. maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. 2. Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. karena. 3. Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. Oleh karena itu. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). seperti Pythagoras (582-500 SM). pengolahan tanah. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. Konfusius (558-479 SM). Heraclitus (535-475 SM).

Plato. Menurut Sokrates.1. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. menganalisis secara akurat. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. 29 . Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. tetapi juga keadilan. sesuai dengan perintah akal budi. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. Tidak seperti Plato. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. dan kebajikan adalah kehati-hatian. Murid Socrates. Aristoteles (384-322 SM). kesederhanaan. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. tidak ada orang yang sengaja korup. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. sebagai kebaikan tertinggi. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. Aristoteles. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. dan ketabahan. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. barang-barang eksternal juga harus ada. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. yang dicari demi dirinya sendiri. harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. karena ia harus benar. baik yang mutlak. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia.

yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Epictetus (lahir sekitar tahun 50). dan lain-lain. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. Kaum Stoa. Stoa Romawi. Chrysippus. oleh karena itu. Seneca (4 SM . "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). bahwa kesenangan adalah kejahatan. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. tidak seluruhnya jelas. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. menurut mereka. yang tanpanya masyarakat 30 . berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). Tindakan sering baik atau buruk. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan.2. Skeptis. Kebajikan. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya. Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme).AD 65). Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. Para Sinis. Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. adil atau tidak adil. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. yang membentuk keseluruhan alam. dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. Cleanthes. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. dan. tetapi sifat mereka. Stoicisme. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. Epicurus. Sinis. Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. panteistik atau rasa teistik. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan.

yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. 4. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. Contoh teolog besar adalah Victoria. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. dan Duns Scotus (1274-1308). hati nurani. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. Origenes. memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. yang menolak hukum moral alam. Lessius. Clement dari Alexandria. dan De Lugo. Bonaventura (1221-1274). kebajikan kardinal. Hukum abadi (lex aterna). Etika: Sejarah Moralitas Kristen. Suarez. tujuan akhir manusia. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. seperti Yustinus Martir. Tertullian. Hal ini terutama berlaku St Agustinus. dosa. L. Molina. ii. kesatuan umat manusia. Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. pernikahan.manusia tidak bisa ada. Hieronimus. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. Ambrosius. Sejak abad 31 . serta sifat dan makna dari hukum moral. dan khususnya antara etika dan teologi moral. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. dan Agustinus. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. Dominicus Soto. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Irenaeus. hukum alam. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Thomas Aquinas (1225 -1274). 3. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. 24 persegi). nasib manusia.

Yang lebih besar. sehingga muncul perang semua melawan semua. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Condillac. dan memiliki hak untuk semua hal. namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Ada kecenderungan simpatik. Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). "De jure belli et Pacis" juga sama. Melanchthon. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. kedua kebaikan pribadi agen. masih melekat pada filosofi Aristotel. Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. dalam karyanya. karya-karya filosofis murni tentang etika. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747).keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. ketiga menentang yang lainnya. 5. maka apakah Hugo Grotius. Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. dan lainlain. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. 32 . Schwarz. de la Mettrie. idiopatik. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. Keselarasan ini merupakan kebajikan. seperti Helvetius. Holbach. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. dan tidak wajar.

di Jerman. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. yang otonom yaitu. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. misalnya. Edward von Hartmann. dan kategoris.6. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. mutlak moral universal. Sistem Cumberland. sampai batas tertentu. Menurutnya. John Stuart Mill. yang menurutnya. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. F. E. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. Secara khusus. dalam orang-orang pesimis. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. Altruisme. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. dan lain-lain. 33 . Beneke. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. Nietzsche. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. dimana dia menemukan hukum. 7. Paulsen. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. GT Fechner. Etika: Filsafat Evolusioner. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. John Stuart Mill. Schleiermacher. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. F. Alexander Bain. di Inggris. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). harus diamati untuk kepentingan sendiri. Henry Sidgwick. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. Sosialisme. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. oleh serangkaian transformasi.

konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. Oleh karena itu. Marx. Engels. mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. Pragmatisme berbeda dari Relativisme. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. pada keadilan pra-manusia. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. Menurutnya. dll juga terus berubah. dan karakter dari penilaian orang. Menurut Max Nordau. kebenaran tidak mungkin berubah. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. semua. Proletariat bawah diinjak. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. Menurut K. F. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . 34 . Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. agama. Sebagai evolusionis.seperti kesabaran. hati nurani. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. ketaatan kelemahlembutan. maka ide-ide moralitas. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. dan cinta sesama. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. moral religius. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. tidak tahu tentang pernikahan. Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. dan pengendalian diri kasar. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. minat. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas.

menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati. Maka. Oleh karena itu. Menurut Aristoteles. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. pengecut berarti kesabaran. 1. Teori Teleleologi. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). keputusan dan kebijakan. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. D. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada. 35 . Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. yakni pada yang baik (agathos). II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik.Kelemahan menjadi kebaikan. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. Etika teleologis atau Etika Aristoteles." Oleh karena itu.

Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. b. 2) Hedonisme. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. Dari ketiga teori tersebut. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. 2). 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. Utilitarianisme mencakup empat prinsip. 4) Universalisme. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. c. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. 3) Maksimalisme. kecuali pelaku. 36 . teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. yaitu: a. yaitu: 1) Konsekuensialisme. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk.

Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan.Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . bukan pada masing-masing tindakan secara individual. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila. tentu dalam perkembangan peradaban 37 . Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut.

Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. dan mayoritas berhak atas mereka. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). 2. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. c. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . Teori Deontologi. d. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. b. Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat.

dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. Menurut Kant. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. Misalnya. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. c. kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. tidak boleh menghina. jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. Menurut penilaian moral yang umum. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. dan menghargai. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. membayar hutang. e. membantu orang tua. Nah. d. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. Selain Kant. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross.pelaksanaan kewajiban. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. b. otonomi makhluk rasional. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. f. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. Ross mengajukan jalan 39 . Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus.

Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. murah hati. Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 .2005) . Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). m. i. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Benefience (kewajiban berbuat baik). Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. n. atau jujur. b. 3. Reparation (kewajiban ganti rugi). dan sebagainya. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. j. g. jujur. l. Gratitude (kewajiban berterima kasih). melainkan: apakah orang itu bersikap adil. d. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. h. Justice (kewajiban keadilan). (Velasquez. e. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. dll. dan mengatakan kebenaran. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. baik eksplisit maupun implisit. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan).keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). k. Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. intelegensi. kita harus melunasi hutang moril dan materiil. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. c. Teori Keutamaan (Virtue). Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. f. atau murah hati.

memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Kesetiaan. o. cenderung ke dimensi pada umumnya). Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. Etika keutamaan memerlukan konteks. k. dll. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. b. Disposisi. Keberanian/keteguhan. tiga hal tersebut adalah: a. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. f. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. Moderat ( tidak ekstrim. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. g. Toleransi terhadap sesama. Pengendalian diri yang baik. 41 .a. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. hubungan bisnis tidak terkecuali. Keandalan. Berkeadilan. i. menjadi peka m. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. Bangga (tetapi tidak arogan). Kesantunan. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. Belas kasih. l. c. j. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. h. Kejujuran. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. d. n. meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. e. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia.

Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. misalnya. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. Kemauan/kehendak. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. Pembiasaan diri. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. dll. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . Keutamaan dapat saja hilang. d. Hak merupakan konsep moral yang penting. E. orang di sekitarnya. c. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. MacIntyre). Keutamaan cenderung bersifat permanen. b. Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Walaupun tidak mudah. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. f. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. yaitu kehidupan yang baik. e.b. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. Dengan demikian. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. Keberanian. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. Hak. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut.

maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Hak positif dan hak negatif. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. atau kemanusiaan secara umum. Hak khusus dan hak umum. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. Hak individual dan hak sosial. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Contoh kasus. c.Selain itu. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. 43 . karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki.. Contoh adalah hak milik. Macam hak antara lain: a. Hak legal dan hak moral. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. Hak moral lebih bersifat individu. Contoh. b. Contoh. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu. d.

Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. Hak absolut. e. Keadilan khusus. c. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Keadilan. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. b. Menurut konsep tradisional (Aristoteles). berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. politik. dan ekonomi. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖.Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. Berikut ini adalah penjelasannya: a. Keadilan universal. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. Menilai tindakan seseorang. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. Mengapa? Menurut ahli etika. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. 2. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. Inilah yang disebut dengan hak sosial. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. b.

Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. (contoh: pembagian kompor gas). Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. misalnya merusak keseimbangan moral. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban. bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok. yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai).1) Keadilan distributif (distributive justice). Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula. b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk.

Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan. b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. yaitu: 46 . Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness).a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. 3) Keadilan retributif (retributive justice). Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk. Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai.

dalam beberapa kasus. Kepedulian. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. 3. khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. teman. tidak hanya di Indonesia. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. (dalam konteks manfaat dan beban). a) Prinsip a. Dengan demikian. dipelopori oleh 47 . artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan.

F. 1. Oleh karena itu. 3. 2. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. kesopanan. 48 . Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri.human act. atau antara individu dengan kelompok. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. kebudayaan dan sejarahnya. adat istiadat. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Menurut pandangan Etika Kepedulian. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. Manusia hidup dalam jaringan norma moral. 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. dan bukan an act of man.gerakan Feminisme). Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. hukum. b. d. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. c. dengan tradisi. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. e. manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. Sekalipun sudah ada norma hukum. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. dan permainan. religius. etika tetap diperlukan karena: a. sehingga sering mendapat celahcelah hukum.

Dr. dkk. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. damai dan sejahtera. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". teratur. mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. 5. Irmayanti. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. penyalahgunaannyapun absolute. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. Lebih jauh lagi. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan.4. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. c. mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. masing-masing 49 . b. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. jika kekuasaan itu absolut. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Pluralisme moral diperlukan karena: a. Etika. pokoknya menang atau untung. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Manfaat etika adalah: a. disebut juga filsafat moral. Menurut mereka. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. c. apapun resikonya. b. "the end justifies the means.

melakukan riset dan sebagainya). penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. a. Pertama. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Kode etik adalah sistem norma.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. sebagai ―kompas‖ moral. Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. kebebasan-tanggung jawab. b. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. 50 . Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Kedua. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. kepercayaan. b. Fungsi etika profesi. kejujuran.

SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates. sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Bertens. dengan 51 .  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. Aristoteles. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. berarti timbul dari kebiasaan. Epicurus.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). Plato. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. menganalisis secara akurat. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. baik yang mutlak. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Menurut Socrates.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Stoicisme. Sinis. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). Menurut K. Ethikos. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama.

dan Duns Scotus (1274-1308). dan khususnya antara etika dan teologi moral. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut.  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma. Altruisme. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. TEORI ETIKA  Teori Teleleologi.  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan.kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. Deontologi tidak terpaku pada 52 . Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. ii.  Etika: Filsafat Evolusioner. Thomas Aquinas (1225 -1274). Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut.  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Hedonisme.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. dan Universalisme. Bonaventura (1221-1274). dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. John Stuart Mill. Maksimalisme. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Sosialisme.‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip. 24 persegi). Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. Nietzsche. khususnya Albert (1193-1280) Besar. yaitu Konsekuensialisme. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis.

dan tindakan atau prinsip itu berasal dari. yaitu fidelity. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). Tujuh kewajiban moral. dan mengharrgai. justice. tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. tiga hal tersebut adalah: 1. gratitude. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. keberanian. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 .  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. Hak positif dan hak negatif. dll. Hak individual dan hak sosial. reparation. kejujuran. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Kemauan / kehendak 3. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban.konsekuensi perbuatan. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). dan retributif). Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Hak absolut. kompensasi. dan non-maleficence. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. diantaranya kebaikan. Disposisi 2. self-improvement. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Menurut Kant. otonomi makhluk rasional. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. benefience. Hak khusus dan hak umum. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat.  Teori Keutamaan.

Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. c. b. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran.  Fungsi etika a. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. b. etika tetap diperlukan karena: a. Kode etik adalah sistem norma. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. e. c. yaitu: a. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. d. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.hukuman terhadap pelaku kesalahan. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. Fungsi etika profesi. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa.  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. b. melakukan riset). Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. 54 . Norma hukum cepat ketinggalan zaman.

yang berasal dari bahasa … . Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Etika Deskriptif b. Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. a. luhur dan baik dalam teori. Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. Plato c. Hukum universal 8. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . Moral didasarkan atas wahyu d. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Meta-Etika c. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. b. a.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. Aristoteles d. Etika Terapan d. Sokrates b. Yunani Kuno b. Phytagoras 6. 3. Etika Normatif d. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Sistem yang ideal. Moralitas sosial 55 . Etika Analisis 4. Etika Deskriptif 2. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Hubungan Tuhan dengan dunia b. Akal manusia c. Etika Normatif c. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. Romawi Kuno d. a. Yang bukan pengertian etika adalah … . Hukum alam d. Latin c. a. yang tidak ada gunanya dalam praktek. Etika Terapan b. d. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b.

Kemauan/kehendak d. Perilaku manusia d. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Konsekuensi d. Pembiasaan diri kecuali… a. kecuali: a. Kewajiban manusia b. Universalisme 11. Maksimalisasi b. yaitu: a. Etika hasil kreasi alam 9. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. Hedonisme c. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Etika Keutamaan c. Rasa malu b. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. Etika Teleleologi 10. Keadilan 15. Etika Kantian b. Disposisi c. Hak manusia 14. Kewajiban menepati janji 13.a. Otonomi c. Akhlak manusia c. kecuali … a. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Kewajiban ganti rugi d. salah satunya adalah Fidelity. 56 . Universalitas b. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Maksimalisasi d. yaitu: a. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Etika berdasarkan nafsu d. Kewajiban berbuat baik c. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Etika Deontologi d. Kewajiban tidak merugikan b. Menghargai makhluk rasional 12. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Kebaikan b. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral.

c. kecuali. a. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu. sehingga sering mendapat celah-celah hukum.. kreativitas c. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. d. c.. a. objektivitas 20. Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. 57 . Kelancangan 16. Kepercayaan diri d. Sekalipun sudah ada norma hukum. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17. Hak absolut 18.. Mengingat keterpurukan masa lalu c. kecuali. a. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat.. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c. etika tetap diperlukan karena.. Hak sosial d. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a.. 19.. Mengingat masa depan yang terbentang d.. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. b. subjektivitas d. Hak moral c.. Mengingat kesuksesan masa lalu b.. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. Hak umum b. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran.. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. solvabilitas b.. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari. a.

Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2. Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5.Essay 1. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4. Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 . Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian Etika. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. Etika 1. tentang hak dan kewajiban moral. tenang. c. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. protokoler dan lain-lain. padang rumput. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. b. akhlak. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . tata krama. cara berpikir. tentram. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. kandang. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. kebiasaan/adat.watak. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. etika adalah: a. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. sikap. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. perasaan.

c. prinsip. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . 1988 – mengutip dari Bertens 2000). berarti moral. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). yaitu: usila (Sanskerta). secara etimologis (asal usul kata). Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. Jadi. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. K. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. mempunyai arti: a. Istilah lain yang identik dengan etika. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). dan etika berarti ilmu akhlak. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. 2000). sejak 1953 – mengutip dari Bertens. b.kebiasaan. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).Bertens. Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.2000).

harapan-harapan. kesegaran jasmani. Menurut tinggi rendahnya. norma. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. b. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. dan moral. Etika berkaitan dengan nilai. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. dambaan-dambaan dan keharusan. ilmu tentang yang baik atau buruk. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak. dan kesejahteraan umum. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. Misalnya nilai keindahan. bukan objek itu sendiri.dibalik. b. . Misalnya. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. c. kebenaran maupun lingkungan. etika Protestan dan sebagainya. c. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. kumpulan asas atau nilai moral. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. etika agama Budha. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan.

2) Nilai keindahan atau nilai estetis. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. santun. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. 4) Nilai religius. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. Misalnya nilai-nilai pribadi. budi. e.d. d. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Manusia disebut etis. antara rohani dengan jasmaninya. cipta) manusia. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. 2. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . Macam-Macam Etika. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. yang bersumber pada perasaan manusia. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. yang bersumber pada unsur kehendak manusia.

Etika Normatif. Jenis ketiga. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. sebagai berikut: a. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. b. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. Jenis kedua. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23). etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. menganjurkan dan merefleksikan. b. Etika Deskriptif. yaitu sebagai berikut: a. cukup informasi. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. . c. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. Jenis pertama. direktif dan reflektif.

Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. menurut para pakar ada beberapa pengertian. Hubungan Etika dengan Manusia. cara berbicara. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. seperti cara berpakaian (tata busana). Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Perbedaan Etika dan Etiket 1. yaitu: 1. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak . padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. cara bersalaman. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores).B.Definisi etiket. cara duduk. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. dan sebagainya tentang barang itu. walaupun ada persamaannya. 2. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. isi. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. tata krama dalam pergaulan formal. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab.Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. C.

Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. karena sedikitnya literatur. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖. Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. Berbeda dengan kata etika. Di berbagai kesempatan. Etika dan Etiket. Dari segi ejaan. nilai atau . Bahkan di beberapa perguruan tinggi. Wajar saja. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. namun maknanya tidak mirip sama sekali. yang telah diberikan karunia berupa akal. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. kata ini hampir mirip dengan etika. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. 2. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam.

―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. rapih dalam berpakaian. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. maka saya dianggap melanggar etiket. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. Lihatlah mereka. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. Begitu pula dengan seorang koruptor. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. berjas rapih. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. Sebagai contoh. . berbicara sopan. mafia kasus. maka saya dianggap melanggat etiket. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. 2. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita).agama tertentu. yaitu : 1. K. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. maka etiket tidak berlaku.

D. Etika bersifat absolut. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. 3. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. sifatnya belum operasional. Etiket bersifat relatif. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . bermutu. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. menunjukkan kualitas. tapi di dalam penuh kebusukan. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. dan berguna bagi manusia. ―Jangan mencuri‖. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. dari luar sangan sopan dan halus. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. 4. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖.Etika selalu berlaku. Etika memandang manusia dari segi dalam. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Pengertian Nilai. Nilai 1. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka.

biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). (Value is any idea.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu.dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut. nilai merupakan sarana pelatihan kita.Z. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. g. A. etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice.yang pantas. nilai pengalaman pribadi semata. f. about what some one think is important in life) h. M. c.W.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. Kuntjaraningrat (1992:26) .38) Nilai adalah hakekat suatu hal. Pengertian Nilai Para Ahli. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita. e. b. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia. a concept . Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. nilai identik dengan apa yang diinginkan. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat. nilai ide platonic esensi. Driyarkara (1966. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. 2. a.berharga.

that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. ukuran baik buruk. i. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. benar dan adil l. . (Feather. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. benar salah.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence.I. harapan dan penyesalan. (Rokeach. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. 3. k. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. 1973 hal. 1994 hal. adil tidak adil m. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. 1994 hal. John Dewey Value is any object of social interest j. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. dorongan dan cegahan. melampaui situasi spesifik. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. o. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup.” q. varying in importance. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. suatu keyakinan. M.” p. patuh tidak patuh. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal. pujian dan kecaman. 2. (Schwartz.

Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. Rokeach. yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. 1973. ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. security). . self-direction). individu. yaitu: a. hedonism. suatu keyakinan. b. Mayton II & Ball-Rokeach. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. 1985). 1987). 1994. Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. atau kedua-duanya (universalism. agama. achievement. dan kejadiankejadian. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. Schwartz. 1994). Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme.4. Jadi. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. 1973). Sebagaimana terbentuknya. motif sosial (interaksi). stimulation. tradition. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. serta 5. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. 1994. Grube.

Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. ambitious. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. 2. yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. 3. exciting life. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. influential. wealth. preserving my public image dan social recognition. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. tantangan dalam hidup. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. authority. capable. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. Schwartz (1992. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. 4. yaitu : 1. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. varied life. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. . enjoying life. 1985). Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja.1973).

freedom. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. komitmen. keyakinan. Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. wisdom. 8. responsible. honest. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. mencipta. toleransi. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. dan norma bertingkah laku. accepting my portion in life. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. tradisi. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). dan kebutuhan organismik akan afiliasi. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. seperti memilih. respect for tradition. Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. moderate. choosing own goals. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. menyelidiki. 6. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. devout. equality. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. true friendship. mature love. memahami orang lain. dan penerimaan terhadap kebiasaan. inner harmony. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. independent.5. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. Nilai khusus yang . social justice. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). 9. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. 7. loyal. atau agama. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. curious. forgiving. adat istiadat.

asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. Tipe nilai achievement dan hedonism. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. Tipe nilai power dan achievement. self discipline. honoring parents and elders. reciprocation of favors. Tipe nilai hedonism dan stimulation. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. Sebaliknya. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . obedient. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. praktis. yaitu individual dan kolektif. Struktur Hubungan Nilai. family security. clean. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. Tipe nilai stimulation dan self-direction. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. sense of belonging. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. healthy.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. Misalnya. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. hubungan antar manusia. dan stabilitas masyarakat. 3. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. social order. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. Tipe nilai self-direction dan universalism. dan diri sendiri. keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. Selain adanya 10 tipe nilai ini. Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. harmoni. 10. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security.

keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. Tipe nilai universalism dan benevolence. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada. tradition. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. Tipe nilai benevolence dan tradition. Tipe nilai conformity dan tradition. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. dan security. Tipe nilai security dan power. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. Tipe nilai tradition dan security. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. yaitu : 1.keragaman dari hakekat kehidupan 6. Tipe nilai benevolence dan conformity. 2. dan perlindungan terhadap stabilitas. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. Tipe nilai conformity dan security. . Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. ketaatan terhadap aturan tradisional.

1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. 1994). Schwartz. Schwartz. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. 1994). nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach. terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. Feather.. 1992. 1994). Nilai sebagai standar (Rokeach. memberitahu individu akan keyakinan. 1992. . 1994. 1973. 1994). Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather. b. 1973. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. 1994). Schwartz. d. 1973. bisa dipengaruhi dan diubah. Fungsi Nilai.4. Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. c. sikap. nilai adalah keyakinan (Rokeach. Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. Rokeach. yang bisa diprotes dan dibantah. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. 1973. Schwartz. selain tuntutan sosial (Feather. 1994). Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. 1995. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. Grube dkk. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. 1994. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain.

prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. Robinson dkk. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. achievement dan power. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a. Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. Rokeach value survey. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. Verkasalo. dalam konsep Rokeach. 1973). Pengukuran Nilai. Schwartz. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. stimulation. 5. tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. Sejalan dengan hal ini. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis. . memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. b. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. self-direction. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. Schwartz value survey). tingkah laku seksual) kurang baik.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. yaitu pada tipe nilai hedonism.

Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma 1. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku. Norma Kesusilaan c. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. ekonomi dan lain-lain. d. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. Norma Hukum 2. Norma Kebiasaan (Habit) e. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. Norma Kesopanan d. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. tertib dan sentosa. E.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. a. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. antara lain yaitu : a. nilainya yang dominan akan teraktivasi. dapat menggambarkan nilai-nilainya. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. orang tersebut cenderung melanggar . Pengertian Norma. Norma terdiri dari beberapa macam. itu dikarenakan beberapa faktor. diantaranya adalah faktor pendidikan. c. Jadi. Norma Agama b.

Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. kepatutan. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.norma-norma agama. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. 5) ―Kamu jangan menipu‖. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. b. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. . Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. tata krama atau adat istiadat. 4) ―Kamu harus beribadah‖. c.

kebiasaan. doktrin. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. e. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. diwajibkan mengganti kerugian‖. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. bus dan lain-lain. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. d. 3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. yurisprudensi. sanksinya berupa ancaman hukuman. yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. dan agama. . Kegiatan melakukan acara selamatan. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. terutama wanita yang tua. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. hamil atau membawa bayi‖. mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. misalnya jual beli. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini.

kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. Anggota masyarakat yang . 3. Misalnya. d. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. sikap. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. tetapi sekadar celaan. Dalam suatu masyarakat. Norma dari Sudut Pandang Umum. Jika cara itu dilakukan. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. Tata kelakuan. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. b. Misalnya. c. Misalnya. norma dapat dibedakan sebagai berikut.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. a. tetapi diterima sebagai norma pengatur. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. atau ejekan. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. cemoohan. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu.

Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. lingkungan sekolah. Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Jika terjadi perceraian. orang yang melakukan pelanggaran. Misalnya. tentram dan damai tanpa gangguan. sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. . hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing.

Achievement 3. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. isi. Tradition 9. bermutu. dan sebagainya tentang barang itu. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. Benevolence 8. Hedonism 4. 5. Schwartz (1992. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. Power 2. yaitu : 1. Universalism 7. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. . ketaatan terhadap aturan tradisional. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. 2. menunjukkan kualitas. dan berguna bagi manusia. Self-direction 6. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. 6. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. tentang hak dan kewajiban moral. 4. Stimulation 5. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.RANGKUMAN 1. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. Conformity 10. Security.

Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2.7. Norma Kesusilaan. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Norma Kesopanan. jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . (3) Fungsi LATIHAN 1. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. tertib dan sentosa. Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. Norma Agama. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat. 11. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia.

Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. dan mereka tidak merasa menyesal. Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. etika dan etikaet. Dari masalah nilai. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. norma.

dan penyelenggara lainnya. Demikian pula. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. atau bahkan menggunakan. terus berkembang. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. misalnya. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. Dampak langsungnya. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. Sejumlah pengamat. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. istilah etika di berbagai kesempatan.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. Etika Kita sering mendengar. membaca. Memahami urgensi etika profesi 3. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. misalnya. terus 4 . Memahami pengertian etika profesi 2. Mereka. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi.

Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. 5 .Dalam dunia bisnis atau profesinal. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.berkembang dan semakin meningkat. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. Pengacara. 2. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. menciptakan. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. mencakup sifat manusia. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Mengingat begitu pentingnya etika. Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan.

Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. e. Tegasnya. profesi memnag suatu pekerjaan. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. Istilah profesi dalam bab ini.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. kerenanya. tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. 3. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. d. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. c. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. Pertama. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. Kedua. kelangsungan hidup dan sebagainya. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. Selain itu. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. lebih dari sekedar pekerjaan. bukanlah seorang profesional. 6 . Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. Adanya pengetahuan khusus. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. seorang pencopet. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. Karena nilai-nilai moral ini. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. b. keamanan. sebagaimana dapat kita pahami nanti. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.

Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Mengingat makna profesi dan profesional itu. 4. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. dalam hal ini adalah kode etik. Etika profesi 7 . 1994: 6-7). mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi. etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan. 8) Menentukan standarnya sendiri. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). Pengertian Etika Profesi. dan karenanya.

etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. dalam kaitannya dengan profesi. Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. Namun demikian. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. Dengan demikian. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis.merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati. 8 . Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Sebagai bidang etika terapan. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional.

Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. pengalaman. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. pengetahuan. atau sebaliknya. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. Namun demikian tetap perlu diingat. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Misalnya. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. 5. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. Menurut UU no. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. dan hubungan dengan klien. Kode Etik Profesi Kode. 9 . tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. 8 (pokok-pokok kepegawaian). penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. dan akuntan.kekuasaan atau keahlian. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. Kode etik . pengacara. misalnya untuk menjamin suatu berita. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya.

Tetapi setelah kode etik ada. c. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. Salah satu contoh tertua adalah . karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial).b. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Dengan membuat kode etik. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. pemikiran etis tidak berhenti. SUMPAH HIPOKRATES. 10 . Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. yaitu profesi. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis.

b. 11 . Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Namun demikian. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Sanksi moral b.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar.Kode etik ini lebih memperjelas. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi.

Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. Hal ini disebabkan perbedaan adat. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c.c. B. Menentukan baku standarnya sendiri. i. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. kebudayaan. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. kebiasaan. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. 6. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. institusi. dan masyarakat pada umumnya b. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. h. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. j.

tanpa catatan. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang. bukan kepatuhan membuta. protokoler dan lain-lain. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Selanjutnya. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 .Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. tentram. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.manusia bergaul. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita .Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. tata krama. tenang. yang tidak dipaksakan dari luar. dalam bahasa yang baik. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. lengkap.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain.

Keadilan. Tanpa etika profesi. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto. sesama profesi sendiri. Prinsip integritas moral yang tinggi. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. d. Tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. b. 14 . Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. 1999). Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. C. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum. c. Prinsip-Prinsip Etika Profesi.

Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. pemberi kerja. atau segolongan orang saja. investor. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa.2. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. yaitu masyarakat profesional. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. dunia bisnis dan keuangan. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. b. pemerintah. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. Peranan Etika Dalam Profesi. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. pegawai. pemberi kredit. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. a. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Dengan nilai-nilai etika tersebut. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. menghormati kepercayaan publik. Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. 3. c. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah.

dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. 4. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. susila atau tidak susila. bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. adalah pada perbuatan baik atau jahat. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. c. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. a. Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. d. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian . Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e.Budi tumbuhnya dalam jiwa. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. b.

Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Tujuan baik. c.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. Tujuannya baik. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. c. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. perilaku tercela. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik. seperti dalam buku Kusmanadji (2004. Tujuannya yang tidak baik. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. dan cara mencapainya juga tidak baik. cita-cita. Drs. akibat atau hasil perbuatan tersebut. ketidakjujuran. pengabaian atau pelanggaran hukum. b. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik.perbuatan namanya pekerti. d. Berdasarkan sistematika di atas. pemborosan dan penggelapan dana. D. yaitu baik atau buruk. Tingkat pertama. cara mencapainya kelihatannya baik. semasih belum lahir menjadi perbuatan. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Burhanuddin Salam. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. dan kegagalan dalam berinisiatif.16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. perlakuan tidak adil. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. dari semasih berupa angan-angan. Tingkat kedua. kemauan. Tujuannya tidak baik. favoritisme. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. jadi masih berupa rencana dalam hati. niat. dan cara mencapainya juga terlihat baik. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. wil. menutupnutupi kesalahan. niat hati. yaitu pekerti. b. Tingkat ketiga. Jadi suatu budi pekerti.

18 .maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan. seorang atasan dalam suatu instansi. Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi. Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai . Sebagi contoh.―imbalan‖. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan. Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut. Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria.Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up).Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. tetapi hukum yang berlaku.Dalam hal ini.Dalam banyak hal.Dalam hal ini.Selain itu. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya. aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu. Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi.

16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. walaupun banyak pihak yang masih skeptic. Dalam bukunya Kusmanadji (2004. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. Korupsi. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. Dengan definisi yang luas tersebut. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya. pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri.Oleh sebab itu. lembaga independen anti korupsi.Secara ekonomi dan politik.2. Dengan perkataan lain. posisi. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi.Jadi. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. penerimaan suap atau uang pelican. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya. jika bukan pengkhianatan. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik. Namun dari sudut pandang etika. pemungutan liar 19 . Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga.Terakhir. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan.

datang terlambat di kantor. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. 3/1971 yang diubah dengan UU NO. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. Dengan kriteria tersebut. 31/1999). keadilan. orang lain atau korporasi. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. Menguntungkan diri sendiri c. kesempatan. objektivitas. dan legalitas. menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall. memperkaya diri sendiri. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan). Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. Jadi. menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. orang lain atau korporasi. Demikian pula. Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika.(tidak sah). mangkir kerja. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. Melawan hukum b. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). seperti loyalitas. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana. 21 . dan kejujuran. diidentifikasi dan dikelola. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara.Dlam konteks birokrasi publik. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur. Kolusi . Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest). 3.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. tanggung jawab.16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi. Secara historis. dan nepotisme (KKN). jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. sehingga perlu didefinisikan. Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan. bangsa. dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi. efisiensi. masayrakat dan atau negara. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. dan negara. kolusi.

Jadi kepentingan pribadi apa pun. 22 . hubungan pribadi. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. mekanisme pasar. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan. Seperti halnya pada definisi korupsi. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. perumusan dan pelaksanaan kebijakan. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. imparsialitas. b. Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. dan alokasi sumberdaya publik. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a. Mendistorsi aturan hukum. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat.Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. pada definisi benturan kepentingan ini.. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan.Secara sederhana dan pragmatis. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik.

laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. b. Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi.Skema ini akhirnya terurai. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 .Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA. pejabat puncak menerima gaji. Karenanya. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas. a.Akhirnya. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002. Sementara itu.Namun setelah dua tahun penyelidikan. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal. Lembaga ini bekerja seperti bank. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik.4. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta.

d.SEC juga menuduh Arthur Andersen. seperti pendapatan ―cookie jar‖. Hasilnya. Agustus 2002. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖. Andersen mampu membuat 80 persen 24 . pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. Enron Bulan Oktober 2001. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron. Akibatnya. Dengan Enron. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya. recording revenue on contingent sales. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. salah satu klien terbesar Andersen. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan.Pada 2001.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. Menurut SEC. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. c.4 miliar dari Waste Management.diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi.

yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. klien terbesar Andersen. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . memiliki penyimpangan sebesar $3.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. Berita segera muncul ketika WorldCom. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a. Enron bangkrut. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan.Dia menginstruksikan David Duncan. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya. Nancy Temple.Dalam sebulan. Atas kasus itu. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. Pada Juni 2005.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron.9 miliar. 5. e. Namun.

merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan. diantaranya: a. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. Dalam kasus Enron misalnya. b. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan. 26 . Adanya penyesatan informasi. Arthur Andersen. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. c. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. 6. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. namun mutu dan independensi audit dikorbankan. b. Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron.

Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. 27 . Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. d. e. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. agar hasilnya bisa memuaskan. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen.c. Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. 7. pelaporan. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. Dengan adanya tindakan ini .Akibatnya.

28 . diantaranya: a. chief accounting officer. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. Selain itu. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. CFO. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. c. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. Sebagai tambahan. b. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. d. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit. e. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. Untuk menjamin independensi auditor. yaitu jika tidak ada. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. dan lemahnya pengendalian. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega. dominasi kepercayaan. dan lain sebagainya. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 . perilaku. karakter moral yang rendah. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah. akhlak. tidak jujur. publik dan karyawan sendiri. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. etika. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. klien.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu.

kegagalan. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ). UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP. malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR. Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. Irwanto PhD. baik secara profesi maupun hukum. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung. Rabu (25/8) lalu. Di republik ini. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). Bekasi. Cibitung. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. Jakarta.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. 30 .Namun. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. 4) Pelecehan seksual dan sebagainya. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik.bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula.Akibatnya. peneliti dari Universitas Atmajaya. Dalam kasus malapraktik dokter. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. kelalaian. atau kecelakaan. dokter selalu berada di pihak yang benar. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu.

Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. Menurut Menkes.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan.Mestinya.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban. penguatan lembaga penegakan etik profesi. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi. Sayang. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut. bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 . bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah. seseorang dapat dikenai pidana.Artinya. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. Akan tetapi. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).Jika terbukti adanya malpraktik.‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates.Apakah harus dipidana.‖Walaupun belum ada standar.

di Journal of the American Medical Association melaporkan.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum.Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP. 33 persen dari serangan jantung. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati. kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible).Karena itu. seperti kesalahan dalam diagnostik. misalnya sekali-sekali atau sering. dalam complications.Jenisnya juga dapat beragam. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar.Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan. serta dicegah atau tidak. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar. Jika bersifat pidana. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum. Goerge Lundbreg. tidak serius dan serius (termasuk kematian).Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . Prof Iwan Darmansjah. ‖ ujar Kamri A. Selain itu.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik. atau tindakan seperti operasi. ‖ Jadi. namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. Seorang patolog. Mengutip Atul Gawande. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru. pengobatan.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan.implikasi publik alias tindakan pidana umum.‖ papar ahli Kesehatan.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer. lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu. ahli bedah.

yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen.kedokteran Indonesia. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu.Dalam perkembangannya. Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual. termasuk dalam profesi kedokteran. tampak dan potensial! 33 . materialistik. SOAL-SOAL 1.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. dan korban lain yang mati sekalipun. perlu dilindungi dari perilaku. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2. individualistik. tampak dan potensial? 5. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah. Fellina Azzahrapasien).Sebagai dampak perubahan yang semakin global. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3. kasus Irwanto. Apa perbedaan benturan kepentingan aktual. dan hedonistik. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter. Kalau tidak.Akibatnya.

Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. yaitu: 1. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3. Memahami pengertian etika bisnis 2. Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Menurut Zimmerer.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. Memahami urgensi etika bisnis 3. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. 2. (etika dalam berbisnis). 2.

Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. menimbulkan rasa saling menghargai. Bertens. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. kekayaan. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. yaitu : 1. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. Disisi lain. kontak sosial. tidak menyalahgunakan kedudukan. kontrol diri. Menurut K. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 . Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. tapi masih lemah dan ragu. Dalam etika sebagai ilmu. meningkatkan efisiensi kerja. Etika bisnis menyangkut moral. Dengan kata lain. pelanggan. 2.menghormati. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. 3. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. toleran. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. Menanamkan. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. hak-hak dan kewajiban. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. tidak lekas tersinggung. yaitu disatu pihak. kreditur.

adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. 36 . kewarganegaraan. Paksaan (Coercion). jenis kelamin. atau penolakan industri terhadap seorang individu. adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. adalah tindakan memperdaya. memberi. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. pemecatan. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. Penipuan (Deception). batasan. 3. 4. Selain itu. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. atau agama. Pencurian (Theft). dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. adalah tekanan. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. Bila studi etika telah membuka mata. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. Suap menerima (Bribery). 2. maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana.boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. 5. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh.

dalam 37 . Oleh karena itu. Sebagai bagian dari masyarakat. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Bahkan. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. makin hari semakin meningkat. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini.A. Pasalnya. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. ingkar janji. yaitu: 1. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Kalau sudah demikian. Tindakan mark up. Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. Von der Embse dan R.B. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.

antara lain: 1) Prinsip Hak. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. 3. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. Keadilan distributive. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain.dan kesamaan. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini. 2. Namun. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. Benefit terdiri dari 38 . Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. b. 2) Prinsip Keadilan. kejujuran. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya.bertindak. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan.

pelayanan dan barang penebus kerugian. c). dan lain-lain. pelayanan yang sama kepada konsumen. pajak dan kewajiban social. Contohnya. b. Keadilan kompensatoris. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. Beban terdiri dari tugas kerja. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. c. d. baik internal maupun eksternal perusahaan. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. pendidikan dan waktu luang. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. Sementara itu.pendapatan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. 39 . kesejahteraan. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. Keadilan retributive. (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. pekerjaan. misalnya kehilangan nyawa manusia. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. b). Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran.

tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. sekretaris dan lain-lain. Misalnya. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Apalagi. b. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis.e. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya. Simpatik Kelolalah emosi. c. e. Hal ini jelas keliru. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. seperti karyawan. 40 . apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. Misalnya. Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. d. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. entah melalui gambar maupun tulisan. Pada akhirnya. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk.

Pengendalian Diri Artinya. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. pemberian latihan keterampilan. Lebih Baik. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. melainkan lebih kompleks lagi. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. dll. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda.f. kesehatan. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Lakukan dengan Cara yang Baik. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. Perhatikan juga norma. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. 2. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. Jadi. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. 3. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. Di samping itu. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. terutama dalam hal pendidikan. Artinya. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis.

sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah. Untuk itu. 5. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. 7. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. Menghindari Sifat 5K (Katabelece. 4. dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. Koneksi.teknologi. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. 6. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. 8. Kongkalikong. Kolusi. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas.

Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. 11. 2. jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. hukum. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. 43 . politik. 10. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. sementara ada ‗oknum‘. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. dan sistem-sistem sosial lainnya. yaitu: 1. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. C. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. 9.

1. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. Memasukkan gatra nilai etis 44 . penipuan. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. monopoli. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. Dalam ungkapan Theodore Levitt. adalah sesuatu yang mereka inginkan. Kolusi.3. pengrusakan lingkungan. Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. Manajemen beretika. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. perampokan bank oleh para konglomerat. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. penimbunan barang. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. Bahkan. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a. korupsi. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. penindasan tenaga kerja. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. Di Indonesia.

Penampilan. sikap. kepribadian. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah. Bukan hanya melanggar etika bisnis. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. usia dan latar belakang etnis 45 . adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin. c. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. b. menurut kalangan ekonom seperti di atas. menurut mereka. Padahal. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. prinsip ekonomi. belum lagi pembajakan film dan buku. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar.

Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. d. paling tidak semenjak jaman modern. Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. Pada umumnya. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. Dalam kegiatan praktis. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. karsa dan karya.Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. Melalui pendekatan etika ini. Dorongan tidak selalu datang dari luar. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka.

Sebaliknya. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. organisasi yang baik. 47 .Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. diperlukan suatu landasan yang kokoh. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. Artinya. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. a. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. karena berkilat belum tentu emas. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional.

Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. misalnya melalui gerakan pemboikotan. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. larangan beredar. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. Tindakan yang tidak etis.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini. larangan beroperasi. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. TELKOM dan PT.

individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. lingkungan alam. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. seperti bagaimana melakukan bisnis. Etika. Decent Works. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. peraturan pemerintah. keputusan presiden. perusahaan. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. dan sebagainya. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. peraturan perusahaan. dan hak asasi manusia. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. Jadi. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. 49 . ISO (International Organization for Standarization). industri dan juga masyarakat. dan lain sebagainya. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. b. Corporate Social Responsibility. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal).serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak.

namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. Entah disengaja atau tidak. perusahaan ritel. organisasi. Kalau sudah demikian. Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. makin hari semakin meningkat. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan.Menurut Dawam Rahardjo. baik sebagai penguasa maupun manajer. persamaan. bahkan cenderung membohongi publik. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. Pada tingkat sistem. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. Salah satunya adalah melalui iklan. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. dan sistem. Pada tingkat individu. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. kepercayaan. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. Realitasnya. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. Pada tingkat organisasi. kesetiaan. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. Tindakan mark up. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. emosi atau religiusitas. misalnya toleransi. ingkar janji. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis.

seperti pelayanan yang baik dan ramah. Sementara itu. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa. dan perusahaan penerbangan. Menurut etika formal dan informal. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. Selain itu. mempromosikan. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. mempromosikan. 500.-. tanggungan. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. kejujuran. kartu kredit. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No. dipromosikan. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu.000. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. produk dan layanan telepon seluler. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun. Pengabaian etika bisnis akan 51 . baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel. jaminan. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. Dari sisi legal formal. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan.000. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. atau diiklankan. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. kondisi.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp.

tidak memiliki prinsip otonomi yang baik. harga produk. c. sesuai dengan prinsip etika bisnis. Konsumen merasa. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Dalam kasus kartel ini. jika dicermati. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. Kedua. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. tidak saja pada masyarakat. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. Ketiga. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. Yang pertama. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. prinsip otonomi. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Baik dalam hal mutu produk. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. Maksudnya masing. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. 52 . maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. termasuk dalam penentuan tarif sms. Seharusnya. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas.membawa kerugian. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis.

Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. prinsip integritas moral.Keempat. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar. kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖. Jika pelaku bisnis. Keputusan. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya.keputusan itu. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. Kelima. Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen. Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan. maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. 53 . tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka.

3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach). yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). Prinsip Tidak Berniat Jahat. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination).A. 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery).RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Prinsip Keadilan. dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran. Keadilan. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. paksaan (coercion). . Rendah Hati. Simpatik. penipuan (deception). Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. atau Dipandang Baik. Prinsip Kejujuran. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. pencurian (theft). Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Lebih Baik. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis.

menciptakan persaingan yang sehat. mampu menyatakan yang benar itu benar. memelihara kesepakatan. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. dan (3) individu. politik. hukum. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. dan menuangkan ke dalam hukum positif. menghindari sifat 5K (katabelece. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . yaitu: (1) sistemik. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. koneksi. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). (2) organisasi. kolusi dan komisi). kongkalikong. mempertahankan jati diri. dan sistem-sistem sosial lainnya.RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri.

kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. meso dan makro. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. yaitu utilitarian.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 . antara lain meliputi future transaction. Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan. dan keadilan. hak individu. Diversifikasi usaha tersebut.

suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia.2 milyar. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 . kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. sampai ke Asia. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr. SE..Si. mulai dari Amerika.) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron. termasuk wakil presiden Amerika Serikat. Enron. Eropa. M. Dedi Kusmayadi.

Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). 58 . Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. hubungan bawahan ke atasan. A. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. Begitu juga dalam sebuah organisasi. selain aturan tertulis. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. walaupun memiliki persamaan. seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. dan hubungan antara atasan ke bawahan. Etiket dan Kepemimpinan 1. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. masyarakat atau bernegara. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1.

59 . Etiket adalah menetapkan cara. Etiket adalah formalitas (lahiriah).Menurut K. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. seperti cara berpakaian (tata busana). bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. jika ada orang lain yang hadir. cara duduk. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. sopan santun. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. menurut para pakar ada beberapa pengertian. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi.Etiket hanya berlaku. dalam buku berjudul Etika. tata krama dalam pergaulan formal.Etiket bersifat relatif. 2. d. Definisi etiket. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. c. cara bersalaman. 1994. Bertens. cara berbicara. b.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. Etika adalah niat.selain ada persamaannya. Etika berlakunya. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. Etika bersifat absolut. Etika adalah nurani (bathiniah). pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.

bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. organisasi ke organisasi lain. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. Terdapat tiga prinsip dalam etiket. seperti a. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. B. yaitu respek. Tidak peduli mereka berbeda. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. bersifat universal. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. O'Donnell) c.Koontz dan C. Respek Respek berarti menghargai orang lain. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. berasal dari kultur berbeda. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. atau keyakinan berbeda. tidak berubah.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. F. Massarik). 1. Tannenbaum. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. Irving R. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . dan tak terbatas waktu dan tempat. empati dan kejujuran.

etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. dewasa dan manusiawi. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. Misalnya dalam makan. Pikirkan dulu.setiap orang dengan kelebihan. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. 3. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar. 2. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. apa pengaruhnya bagi orang lain. kekurangan. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. akan membuat seseorang terlihat bijaksana. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. kamu harus berpikir dulu. Sebelum bertindak atau berucap. Apakah akan membuatmu senang atau berang. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. a. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain. Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. kesamaan dan perbedaan yang ada. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. atau apabila terpaksa. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. kalau sudah selesai terus mencuci 61 .

makan dengan tangan kanan. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan.. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction). mengakui 62 . NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada. C. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya. d. f. Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain.b. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket.Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). c.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future.

Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan.pengkhutbah atau seorang orator. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia. hukum. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 .Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a). dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan.politik. Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi. maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika.ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya. baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi. Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. metafisika.Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya. Hart. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan.

kolusi dan korupsi dapat dibendung. demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman.kawanmaupun lawan. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. semuanya sama dalam kaca mata undang-undang. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar. terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. 64 . namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum. Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman. tenang tanpa halhal yang istimewa. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa.

Muslim).Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi.." (HR. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat. Sebagai kitab ajaran.. Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini. 2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya.. kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan.Sebagai buku. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan. 65 . Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat. saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin.

berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. menolong kita untuk 66 . b. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan. c. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. kata Blanchard dan Peale. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini.

Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. saling mencerca dan mencaci maki. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. e. Misalnya. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. Namun. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. Contoh kasus. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. D. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. namun tidak masuk 67 . Jika memnag demikian. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. Menurut mereka yang tidak setuju. Seorang pemimpin etik. menurut Blanchard dan Peale. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. berbicara yang tidak pantas di depan publik. d. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. Misalnya.

Bertens. tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. Dalam suatu organisasi. etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. Oleh karena itu. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika.dalam ranah etika. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. Verkuyl. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. 31). Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. korupsi. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. etika kepemimpinan sangatlah penting. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. 65. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. kekejaman. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. Jadi. Lain halnya dengan etiket. dan ketidakadilan. 68 . Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. 53). misalnya lingkungan hidup. Dalam hal ini. kemiskinan. Secara umum.

dan kebaikan sebagai etika keutamaan. apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). pelayanan. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. ada pula etika kewajiban. 54-56). Di samping etika keutamaan. Di samping memiliki hati nurani yang baik. 69 . Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. 51-52). Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. Di sini. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. Artinya. baik dan buruk.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. mana yang benar dan mana yang salah. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya.

keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. yaitu produk yang berkualitas. Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. baik untuk CEO. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. pengetahuan dan komunikasi efektif. pelayanan pelanggan yang berkualitas.  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. 70 . Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. Di sini. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi. tetapi juga perlu pembentukan watak. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma.Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. maupun para investor. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. dan pengiriman yang berkualitas. dewan direksi. Dalam hal ini.

kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 . Sayangnya. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian. memecahkan masalah. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut.mengendalikan. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). Menurut seorang pakar kepemimpinan. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya. Di Amerika. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice. dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat.  Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. Peter Block. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. Sementara itu. seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka.

maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. dewan direksi. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. tantangan atau masalah-masalah. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. dan para pemegang saham. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas.individu daripada talenta/kemampuannya. bukan untuk melayani diri mereka sendiri. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut. pelanggan. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. Tidak ada orang yang 72 . Secara normal. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. pelanggan. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. E. Bagaimanapun ketika. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya.

kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. sehat dan bahagia. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. karena dari cara dia berbicara. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter. utuh. Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. Gambar 3. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. kita dapat mengidentifikasi karakter dia. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. dan kuat.1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. bertindak dan merespon. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang. Covey. A.

Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai.Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. Habit 2 – Start from the End Individu. baik besar maupun kecil. 74 . dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. keluarga. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. Apa pun situasinya. hubungan. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. untuk tidak menjadi reaktif. Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek. Covey) Habit 1 . pribadi atau antarpribadi.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. dan memilih untuk tidak menjadi korban. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting.

dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. baru kemudian berusaha dipahami. … atau lebih banyak lagi.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). bekerja dengan kekuatan tersebut. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. cara Anda. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. menghargai. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. 75 . 111. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. bukan ―aku‖. 11. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy. berusaha memahami dulu. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang.

Mengasah Gergaji. Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. Kebiasaan 7. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). saling memahami (Kebiasaan 5). 2. dan spiritual.Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. hati. yang sosial/emosional. 76 . Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. dan jiwa. dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3. Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4). Tabel 3. pikiran. adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. mental. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji.

kerja sama kreatif. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. Artinya. memiliki tujuan. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. 77 . prinsip-prinsip itu bersifat universal. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. Anda sama sekali tak akan berhasil. Covey) A. wewenang moral. Kedua. komunitas. saling memahami. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. integritas. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu. termasuk keluarga. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. Ketiga. saling menghormati. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah.Sumber: The 8th Habit (Stephen R. dan masyarakat. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya.

fisik. sosial. B. dan baru 78 . tetapi juga sebuah paradigma. atau lingkungan. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. Kebiasaan 2.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. 2. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. Kebiasaan 1. sebuah cara berpikir. Menjadi Proaktif." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan." Inilah kekuatan dari pilihan. adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1.Gambar 3. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi. dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. Memulai dengan Tujuan Akhir. pertama secara mental. dan bukan sekadar determinasi genetik.

dan menghargai perbedaan. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. disiplin. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. pembelajaran. 79 . dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi. 5. gairah.kemudian secara fisik. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian). dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. dan 6—Berpikir Menang-Menang. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. C." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih." Ini adalah kekuatan fokus. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh." Kebiasaan 4. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami. tindakan.

untuk memenuhi tugas mereka. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995. Stephen R. Dan ternyata. banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. Jack Zenger. apa pun posisinya. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju." Keempat peran ini adalah untuk semua orang. lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda.Gambar 3. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . Dave Ulrich (Universitas Michigan). Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior. Kendati demikian. namun alamiah. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. pengaruh tim dan organisasi Anda. bukan pada metode. Sebagai contoh. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil.

Kendati demikian. dan memberikan konsultasi. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. Dari satu sisi. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus. Tetapi dari sisi lain. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran. Covey) D. 81 . peran-peran ini tampaknya berurutan. pengamatan. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. Gambar 3. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai.

tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . Anda akan melihat mengapa. dan tergantung pada suasana hatinya. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. Dengan kata lain. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas.Stephen R. tak beraturan. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. Sebagai contoh. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal. kontribusi. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. yang seperti juga dunia bisnis. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam.

dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. Dan yang paling akhir. era kelima dari peradaban. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. Dengan mengingat adanya urutan ini. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. tim. bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. individu. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri.

Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 . seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. O'Donnell 3. Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. Untuk keperluan itu.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1.Koontz dan C. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9. sebutkan? 10. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6.

Kolaborasi 13. bank. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). Kontak. 9.yayasan. Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). 10. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. 85 . 14. Globalisasi : cerdas. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. 12. Entitas 5. paguyuban. 6. paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. Ahli (kepandaian). 11. dsb. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. 4. ujud. Hubungan. Etiket : Tata cara (adat sopan santun. organisasi sosial. 2. kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. 7. Investor menanamkan keuntungan. Etika : Satuan yang berwujud. Direksi : Orang yang mahir. fathonah 8. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Amanah 3.GLOSARIUM 1. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu.

Penasihat menasihati. 20. organisasi. 17. dsb. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. 18. mencolok. dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. Standar 21. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). : Menyampaikan 86 . Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. Sidiq 19. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. 16. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. partai politik. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.15.

com/My-Category/Pengertian-Etiket17645.kabarku.R.co. Stephen.html http://wawan-junaidi.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 . 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.html http://www. 1994 http://pribumibrebes.scribd. The 8th Habit Covey.DAFTAR PUSAKA Covey.lintau.R.html http://www. Binarupa Aksara.com/2010/11/pengertiankepemimpinan.cc/2008/06/etika-kepemimpinan.blogspot. Stephen.

Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. setiap jam. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain. kinerja atau prestasi. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak. yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. atau setiap hari.Etika berkaitan dengan perilaku normal. apa hak kita dan apa hak orang lain. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. Pengertian pelayanan publik 2. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Netralitas PNS A. Etika berkaitan dengan karya. etika adalah salah satu cabang filsafat. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya. Dengan cara sederhana kita dapat.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian .

maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. Dengan demikian. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna . etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. seperti halnya etika bisnis.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik.Dalam kenyataannya.Dengan demikian. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil. Sesuai dengan pengertian tersebut. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. nilai-nilai.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik.Oleh sebab itu. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. bangsa dan Negara. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri.Jelasnya.Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri.Jadi. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip.

5.Secara khusus. keadilan dan sebagainya. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. B.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. baik normatif maupun objektif. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. yaitu pertama. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik. 2. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang . ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. Sumber daya publik digunakan secara tepat. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara. 1. termasuk sektor publik (pemerintahan). besarnya diskriminasi pelayanan. sektor publik. kesamaan afiliasi politik. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. yaitu profesionalisme dan etika. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. seperti sektor bisnis. Seperti halnya di sektor bisnis. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. dan agama. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). objektivitas atau imparsialitas. efisien dan efektif. Dalam pelayanan publik. sepertiintegritas. etnis. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. 4. Dengan perkataan lain. Ada beberapa alasan. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. produktivitas dan efektivitas. integritas berarti bahwa : 1. Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. 3.

Di samping itu.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan.Prosedur pelayanan. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. . Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu.Akibatnya. Kedua. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. misalnya. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Tidak hanya itu. Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita. kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. bukannya diskriminasi. mulai masa orde baru hingga kini.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit.Dan ketiga. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit. khususnya jawa. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani.

majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil.Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. pemerintahan milik .Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya". Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. Bahkan di penghujung tahun 1980-an.Kedua. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh). sehingga banyak narapidana menjadi bebas. jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju. pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Artinya. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan.Di awal tahun 1990-an.

organisasi sosial. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. Artinya.Pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.Pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. organisasi sosial. kelompok-kelompok persaudaraan. kelompok-kelompok persaudaraan. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka.Oleh karena itu. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. Pemberdayaan semacam .Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Artinya. tanggung jawabnya belum berakhir.Ketiga. Artinya. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik.Oleh karena itu. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. Kedua. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat.

sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya. meski dalam situasi keuangan yang sulit. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya.para pelanggannya. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik. Artinya. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. . Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. Ketiga. Dengan cara ini. keempat. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. tanggung jawabnya belum berakhir. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. Oleh karena itu. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik).Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. merangsang lebih banyak inovasi. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. melaui survei pelanggan. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. Artinya. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut. yaitu keterbatasan akan keuangan. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen.

Untuk memerangi kebakaran. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik. untuk mencegah penyakit. .Misalnya.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. Dan prinsip yang ketujuh. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang. seperti berusaha mengontrol lingkungan. Artinya. Artinya. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu. mereka mendanai lebih banyak polisi.Misalnya. mereka mendanai perawatan kesehatan. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika. Artinya. pada saat teknologi masih primitif. dan pekerja publik relatif belum terdidik. untuk menghadapi sakit. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa.Untuk menghadapi kejahatan. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. keenam.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik.kelima. Kerjasama antara sektor pemerintah. untuk mencegah kebakaran. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. dan membuat peraturan bangunan. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas.Akan tetapi. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat. membangun sistem air dan pembuangan air kotor. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah.

kerahasiaan. Semangat nasionalisme d. seperti good governance dan profesionalisme. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. legalitas dan kepatuhan. peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik.yaitu: a. faster (kinerjanya cepat. Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor . Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. C.Dengan demikian. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. b. integritas dan kejujuran. 2. antara lain. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. transparansi. Pada dasarnya. pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. loyalitas. pengabdian (kepentingan publik). . nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. c. Sementara itu. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. akuntabilitas. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien. efisien). sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan.Oleh karena itu. dan efisiensi. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. tanggung jawab.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten.b. 6. 3. gender. dan status ekonomi. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. D. golongan. . Kesiagaan atau ketanggapan. 2. 4. dan harapan masyarakat. dan kepercayaan dan keyakinan. pengetahuan. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 5. d. yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. Jaminan. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. c. agama. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. keramahtamahan. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. Empati. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. yaitu: 1.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. kebutuhan. Keandalan. e. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. Transparansi Bersifat terbuka. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). ras.

transfortasi. Namun sangat disayangkan. perumahan.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. 6. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Akuntabilitas 3. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini. pendidikan. listrik.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. Kesamaan Hak. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. Keseimbangan hak dan kewajiban. Partisipatif 5. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1. . Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya. Kondisional 4. Transparansi 2. E. air bersih dan sebagainya.

9. Negara dan Pemerintah 2. Cuti. 2. Sopan. 10. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3.Kriteria Pelayanan Publik: 1. 8. kesadaran dan tanggung jawab 5. 7. 4. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. tersedia sarana dan prasarana pendukung. Hak ahli waris 7. 11. menurut Weber. Dan pensiun. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. Sementara itu. sederhana. jelas. akurat. 6. berdisiplin. aman. Menyimpan rahasia jabatan. Perawatan kesehatan. tepat waktu. 5. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2. UUD 1945. bertanggung jawab. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1. 5. 3. 12. ramah. Tunjangan cacat. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. tipe ideal birokrasi mencakup . mudah dijangkau. Dan ruang kerja yang nyaman. 6. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. 4. 3. Kewajiban Pegawai Negeri : 1.

8 th 1974 jo uu no. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. 3. Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . Pejabat diangkat karena profesional 6. Panca prasetya korpri A. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9. bawah. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. 2. 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. dan PP no. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). 2.1. bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. Namun. tugas. Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7.dan samping. kewenangan 5. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. uu no. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian).

mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. d. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih. termasuk penelitian. sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan.Sementara itu. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. percobaan. Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. menjadi teladan dalam perilaku. e. c. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. dan inovasi. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. f. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. b. mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. memenuhi kepentingan warga Negara. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. secara pengembangan diri. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖.tinggi. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi.

B.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. memberikan manfaat publik. d) Meningkatkan kinerja. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan. selalu memutakhirkan informasi. kalau belum diuji atau dikaitkan . Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.Karena itu. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan. bersikap jujur.a. memajukan kepentingan publik. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik. pelaksana yang baik. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi. kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. c) Menjadi teladan. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis. Dalam lingkungan pelayanan publik. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. e) Memajukan demokrasi.Selain itu. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik. dan tanggap. diskriminasi dan korupsi. Lebih dari itu. a) Menegakkan aturan hukum. seperti kemanusiaan dan HAM.

Hierarki Etika.Misalnya. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. keyakinan agama.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita. adat istiadat.dengan konsekuensinya. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan . ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu. dan pengalaman masa lalu. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. etika sosial. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan. Pertama.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. Bila ia didominasi oleh etika organisasi. budaya.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing. Dan keempat. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. Dengan demikian. Kedua adalah etika profesi. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis.

komunikasi terbuka dan transparansi. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku. bekerja profesional. Di Amerika Serikat. cepat tanggap. misalnya. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi. kebenaran. kasih sayang. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. menaruh perhatian. respek. dsb. tokoh-tokoh karismatik. ―orang pintar‖. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. C. ketabahan. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. keramahan.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam . etika moral Pancasila. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. kreativitas. dedikasi. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut.Pendapat tersebut tidak salah. namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal. Dalam konteks ini. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. pengembangan profesionalisme. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas. kejujuran. Atau dengan kata lain. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak.

melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral. tapi tidak tepat dalam organisasi publik. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut. Oleh karena itu. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1. D. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.beretika.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. kalau perlu insentif khusus.Kadang-kadang. Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya. bahkan sering dikutuk perbuatannya.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu. . harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan. Akibatnya. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan. dan nasibnya bisa menjadi terancam. peluang dari pihak. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman. yang insentifnya tidak jelas.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu.Karena itu.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres). untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut.

2. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier. Stabilitas.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan . Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya. PNS harus mampu mengelola pemerintahan.Kedua. maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. netralitas PNS sangat diperlukan. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik. Ketiga.Untuk mengemban tugas ini. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan.Pertama. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS. menjadi berkurang.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS. Selain itu. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut. c.

Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. Oleh karena itu. 4. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi. nilai-nilai. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. 7. Secara khusus. 5. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. 1. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. 43 Tahun 1999. 6. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. seperti halnya bisnis. 2.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No.

rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. secara khusus penting bagi akuntan profesional. masyarakat pemerintahan. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. Dalam kaitan ini. 14. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). melakukan fungsi manajemen pelayanan public. 11. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. PNS harus mampu mengelola pemerintahan.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. 13. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 10. 9. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. Sebagai calon pengawal . 12. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. Namun. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. kalancaran palaksanaan pelayanan. Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara.

Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? .nan public yang semakin baik. Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). 1. 2. 4. 3.keuangan Negara. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik. Jika seorang pegawai negeri ceroboh. Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya.

dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara. Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi .

Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. dan Pelayanan Publik. 2005).DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. Bisnis. . Etika Profesi Akuntansi.

to appear.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. group or institution. etos . Dalam bahasa Inggris. disposition hingga disimpulkan sebagai character. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. moral values. kelompok atau suatu institusi. yang kemudian menjadi ―etika‖. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. aspek-aspek etika kerja. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. karakteristik rohani. A. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. A. the characteristic spirit. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. nilai-nilai moral. 2. guiding beliefs of a person. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. atau budaya. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. ide atau keyakinan suatu kelompok. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. Sejalan dengan waktu.komunitas. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. 3. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja. ideas or beliefs of a group. 4. S. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. community or culture.

Pada Webster's Online Dictionary.depkop. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. karakter. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. yaitu: 1. work of art. mores. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah. or the like. pekerjaan seni.id). culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. Dalam situs resmi kementerian KUKM. nilai atau jiwa yang mendasari. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia. Menurut Anoraga (1992). mempercayai. character. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. suatu organisasi. the disposition. or attitude peculiar to a specific people. Menurutnya. adatistiadat 2. menjadi prinsip-prinsip pergerakan. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). fundamental values or spirit. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. jika seseorang. disposisi. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja.diartikan dalam dua pemaknaan.go. etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working. atau sikap khusus orang. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. mode of expression. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. atau sejenisnya. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas. bentuk ekspresi. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. morale with regard to the tasks at hand. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. the governing or central principles in a movement. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. Berdasarkan rumusan ini.

Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. pikiran dasar. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. yaitu: 1. prinsip-prinsip. 4. aspirasi-aspirasi. Apa pun pekerjaan kita. 3.pada satu kesimpulan utama. integritas. kreatif dan produktif. Kerja adalah rahmat. teliti. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. pegawai kantor. tekun. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. disiplin. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. keyakinankeyakinan. kode moral. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. karakteristik utama. rasional. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. kode perilaku. spirit dasar. komitmen. terutama perilaku kerja. sikap-sikap. entah pengusaha. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. dan standar-standar. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. 2. sampai . Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. A. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. kode etik. Mencetak prestasi dengan motivasi superior. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan.

adalah rahmat dari Tuhan. ―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. semuanya bentuk aktualisasi diri. Hasilnya. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. itu adalah sebuah kehormatan. ahli hukum. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. akuntan. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Kerja adalah seni. 3. Seremeh apa pun pekerjaan kita. Baginya. seorang fisikawan peraih nobel. Apa pun pekerjaan kita. Dia mengaku. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. kita bisa berucap pada diri sendiri. menulis merupakan sebuah kehormatan. Semua adalah seni. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik.buruh kasar sekalipun. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. Kerja adalah ibadah. . Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. 7. Meski kadang membuat kita lelah. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. 5. 4. Jadi. Kerja adalah aktualisasi. 6. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. entah dokter. Kerja adalah amanah. 2. Kerja adalah kehormatan. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. Kerja adalah panggilan. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun.

4.8. Apa pun pekerjaan kita. 1. maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. pedagang. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. 2. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. bahkan penjaga mercusuar. polisi. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. 2. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. yaitu. 2004). Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. 5. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. Kerja adalah Pelayanan. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. . Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. positif dan negatif. Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. 3. 3. Menempatkan pandangan tentang kerja. Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja.

B. . berorientasi sukses (material). sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. dan modernitas (Sinamo. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. 5. serta menabung dan berinvestasi. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional.3. 4. Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup.namun hemat dan bersahaja (asketik). bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. kemakmuran. yaitu: 1. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958). tidak mengumbar kesenangan . kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. Dengan demikian. berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. Cara berpikir. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. 2005). bekerja tekun sistematik. berdisiplin tinggi.

kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. Namiartha. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. etos kerja terkait dengan sikap mental. disiplin dan semangat kerja. tekad. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. 3. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. 2. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. Usman Pelly (dalam Rahimah. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. tekad. Subagyo. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. 1995) mengatakan bahwa sikap mental. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. Rahardjo. KH. masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain.Menurut Rosmiani (1996). yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. Dharmika. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). Sosial Politik Soewarso.

yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi.punggung masyarakat modern. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. Namiartha. dan supervisi. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. 1995). Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Subagyo. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. hubungan dengan rekan kerja. 6. Suri dan Nasution. Rahardjo. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. Dharmika. kondisi kerja. tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri. kebijaksanaan organisasi. keamanan kerja. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. yang termasuk diantaranya yaitu gaji. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. 4. Fauziah. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. Ketika sebuah organisasi . 5. 1995). Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. status. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. 7. keahlian dan keterampilan. Menurut Herzberg (dalam Siagian. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi.

Sebagai bidang etika terapan.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. dalam Anoraga. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. (Herzberg. Dengan demikian. tanggung jawab/responsibility. dalam kaitannya dengan profesi. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. Namun demikian. 1992). Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. . D. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. kemungkinan berkembang/growth possibilities. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. pengakuan/recognition. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi.

masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Namun demikian tetap perlu diingat. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. Misalnya. pengacara. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. Dengan perkataan lain. atau sebaliknya. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. Mengucapkan sumpah/janji PNS. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. misalnya. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). pengalaman. dan hubungan dengan klien. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. bahwa setiap PNS wajib: a. pengetahuan. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. dan akuntan. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. kekuasaan atau keahlian. . Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. D. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging.

c. perintah kedinasan. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. Menaati segala peraturan perundang-undangan. dan Pemerintah.b. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. d. Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. peraturan kedinasan. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. atau e. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Negara Kesaruan Republik Indonesia. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. d. b. . standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). dan tanggung jawab. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. c. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. kesadaran. tata tertib di lingkungan kantor. e. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila.

Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. h. j. dan materiil. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. dan bersemangat demi kepentingan Negara. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. keuangan.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur. seseorang. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. dan/atau kepatutan. dan/atau golongan. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. f. tertib. cermat. i. dan bersemangat untuk kepentingan negara. . setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. Bekerja dengan jujur. dalam menjalankan tugasnya. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. perintah kedinasan. Maksudnya. cermat. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. g. pemerintah. tertib.

Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. dan pendidikan formal lanjutan. terjangkau. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. l. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. l. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. seminar. cepat. melaksanakan tugas.k. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. . Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. m. n. j. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas. dan terukur. mudah. diklat. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. . membeli. konsultan asing. f.barang baik bergerak atau tidak bergerak. menggadaikan. Memiliki. teman sejawat. bahwa setiap PNS dilarang: a. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. b. golongan. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. menyewakan. menyewakan. Menyalahgunakan wewenang. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. Yang dimaksud dengan ―memiliki. 2.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. atau pihak lain. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. bawahan. menggadaikan. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. atau meminjamkan barang. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. atau lembaga swadaya masyarakat asing. c. menjual. menjual. d. barang. Bekerja pada perusahaan asing. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. membeli. g. e.

k. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. misi. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. Dewan Perwakilan Daerah. sinkronisasi dan integrasi dalam l. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. tugas kedinasan. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. kendaraan. Dewan . dan prosedur yang ditetapkan. PNS dilarang menerima hadiah. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. Dewan Perwakilan Rakyat. h. dan program yang ditawarkan peserta pemilu. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. standar. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan.Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. Dewan Perwakilan Daerah. i. menyimak visi. j.

himbauan. dan masyarakat.Perwakilan Rakyat Daerah. kendaraan dinas. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. selama.undangan. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. seragam dinas. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. petugas kampanye/tim sukses. seruan. penyandang dana. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara.lain. dan lain. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang. dan masyarakat n. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. . seruan. tenaga ahli. pencari dana. himbauan. atau dalam lingkungan unit kerjanya. anggota keluarga. ajakan. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga. ajakan. m. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. selama. dan o. dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. dan lain-lain.

apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. b. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. hukuman disiplin berat. c. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. Negara Kesatuan Republik Indonesia. pernyataan tidak puas secara tertulis. . dan c. b. b. dan c. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. teguran lisan. dan c. Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1.F. pembebasan dari jabatan. 2. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. b. hukuman disiplin sedang. 4. dan e. hukuman disiplin ringan. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. 3. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. teguran tertulis. 2. d. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun.

4. 8. seseorang. Pemerintah. b. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. tertib. cermat. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. dan c. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 5. 10. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. 9. keuangan. 6. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 7. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14.3. 11. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. 12. menjunjung tinggi kehormatan negara. . bekerja dengan jujur. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. kesadaran. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

Masih ada kejujuran. Seperti visi Indonesia Raya. Rasionalitas. yang sudah melekat pada masyarakatnya. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. kesabaran. 12. tolong menolong. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. Kerajinan.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. tetapi harus digali lebih dalam. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. Konsistensi. dan bersikap ramah. dan 13. kesopanan. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Pengharapan. Efisiensi. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. G. yaitu: Spesialisasi. dan nilai-nilai etis lainnya. Dengan demikian. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. keadilan. dengan etos . Kerja keras. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. Namun. Pasal 9 angka 11. Sistematis. dan Cinta Kasih. Tentu. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. Namun. Ketekunan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa.

Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. Q. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. Apabila setiap pribadi muslim memahami. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok. 2. 1. 3. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. lingkungan. 2. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah. Al Ashr : 1 – 3. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. S. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. Baginya pengertian terhadap makna . menampakkan kemanusiannya. Sebagai seorang muslim. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. a. bekerjalah untuk duniamu. menghayati. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. yaitu tidak percaya dengan takhayul. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur.

sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. pendidikan.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. dan motivasi intrinsik individu. budaya. bekerja tulus penuh kecintaan. e. 3. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. bekerja tulus penuh semangat. Sinamo: a. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. d. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. 5. Kerja adalah aktualisasi. h. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. Delapan etos kerja menurut Jansen H. Kerja adalah amanah. Kerja adalah kehormatan. 2. 4. bekerja tulus penuh kreativitas g. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. bekerja tulus penuh integritas. struktur ekonomi. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. kondisi lingkungan/geografis. bekerja tulus penuh keunggulan. bekerja tulus penuh kerendahan hati. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah seni. bekerja tulus penuh syukur. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. sehingga melahirkan sikap kikir. b. bekerja tulus penuh tanggung jawab. Kerja adalah rahmat. c. Kerja adalah pelayanan. sosial politik. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. RANGKUMAN 1. f. Kerja adalah ibadah. .

4. hidup hemat dan efisien. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. yang tidak tertulis secara eksplisit. Menurut anda. SOAL ESSAY 1. menghargai waktu. Sedangkan etika kerja mengatur praktik. Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. selalu berhitung. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). 5. menampakkan kemanusiannya. LATIHAN I. b. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . dan keinginan untuk mandiri.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. tetapi harus digali lebih dalam. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. antara lain: a.

‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama.‖ ujarnya. dilanjutkan dengan cuti bersama. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa. 24 Mei 2011) . ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif. Arief khawatir. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Selasa. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. Menurut Zainuddin. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas. Padahal. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. 3 Juni 2011. bukan belajar.II. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat.‖ ujarnya.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. Selain itu. sebagai cuti bersama.‖ ujarnya. Yang namanya cuti. terserah pribadi. bukan lebih senang liburan. ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. Padahal. Senin (23/5) di Surabaya. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga.

Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. Jumat (26/3/2010). saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA." kata Tjiptardjo." ungkap Tjiptardjo. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. Jumat. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya. (Sumber : Kompas.Pertanyaan: 1. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak. Dia ngaku mengerjakan ini. terima uang segini. Jakarta. Gayus Tambunan. itu sudah cukup. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja.

termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. pegawai BUMN. karakter. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. : adalah memberikan arti sikap. watak. Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata.GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. serta keyakinan atas sesuatu. kepribadian. BUMD serta anak perusahaan. atau diserahi tugas negara lainnya. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). dan perangkat Pemerintah Desa. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. .

[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. .

http://8etos. Dr. Prof. Sinamo.DAFTAR PUSTAKA Siagian. 2005.putra-putri-indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Jansen. Jakarta: PT.1995.com/etos-kerja-pancasila.com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim. Teori Motivasi Dan Aplikasinya.htm . Sondang P.com/ http://www.blogspot.com/pengertian-etos-kerja.html http://kasihdalamkata. Bogor: Grafika Mardi Yuana. Rineka Cipta.htm http://www. Republik Indonesia. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses.putra-putri-indonesia.

atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. merusak. namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. menipu. termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya.BAB PENGERTIAN KORUPSI. faktor penyebab korupsi. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. rottenness. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi. A. Istilah korupsi. corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. menyogok. memalsu. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . serta prinsip-prinsip anti korupsi. dalam bahasa Belanda disebut korruptie.

Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. pemalsuan uang. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. pidana narkotika. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya. Diantara Negara-negara Asean. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. Korea. penyuapan. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya.Jabatan. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. money launder. karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. pemerasan. penyuapan terhadap Hakim. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. Singapura. Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. Negara-negara di Afrika. . perdagangan senjata. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). perjudian. perusakan atau memalsukan dokumen. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. Negara-negara di Asia kecuali Jepang. Kalau melihat peta korupsi dunia. Asia Tengah. Hongkong.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

dan aspek sumber daya manusia (SDM). terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. .good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. Pertama. Selain itu. yaitu aspek kelembagaan. Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. monopoli kekuasaan. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. aspek ketatalaksanaan. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. mempermudah. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. secara ringkas. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat.

patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. aspek manajemen SDM. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). dalam aspek SDM ini. perlu juga diperhatikan persoalan gaji. dan waktu. promosi. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. Ketiga.Kedua. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. Selain itu. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. efisien dan efektif. . Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. serta memuat janji layanan. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. seperti persyaratan. biaya. penempatan jabatan. penerapan kode etik dan majelis kode etik. akuntabel. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. jaksa. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. Terkait dengan aspek yang pertama. aspek ketatalaksanaan.

2. dan kontrol aturan main. dan budaya. birokrat/manajerial. proses pelaksanaan. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan. Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial.I. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. dan politik. kewajaran.  Evaluasi atas kinerja administrasi. 1. aturan main. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. keuangan. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional. Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. ekonomi. akuntabilitas.

Lima langkah penegakan prinsip kewajaran. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. prinsip pembebanan.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri.  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif.  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. berkesinambungan. . Dalam bentuk yang paling sederhana. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget). laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran. Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran.dinamika struktural kelembagaan. baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. mulai dari perencanaan. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). pengerjaan teknis. implementasi. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust). mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. pelaporan finansial. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan). b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. taat asas. dan pertanggungjawaban secara teknis.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. 3.

pemahaman.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. undang-undang desentralisasi. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . c) Pelaksana aturan main. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. pengadilan. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. b) Pembuat aturan main. pengacara. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. e) Informatif. maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. sikap. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. kejaksaan. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. 4. d) Kultur aturan main. yaitu kepolisian. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. dan lembaga pemasyarakatan. yaitu: a) Isi aturan main. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Empat aspek aturan main anti korupsi. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. persepsi. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. undang-undang anti-monopoli.

Misalnya. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. Tujuan kedua adalah. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak.anti korupsi. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. 5. cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Melalui pendidikan ini. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. Sehingga. J. pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Setidaknya. Jika korupsi sudah diminimalisir. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established).

ini termasuk salah satu bentuk korupsi. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. Selama ini. terlambat masuk sekolah. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. termasuk korupsi yang merugikan negara. dan cenderung menjadi lumrah. kantor dan lain sebagainya. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya.seperti KPK. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. Contoh lain. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. Tidak hanya itu. Dengan begitu. . perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. Sehingga. Misalnya. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. Menurut KPK. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. korupsi waktu. Oleh karena itu. Kepolisian dan Kejaksaan agung. Termasuk hal-hal kecil.

pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. Untuk tahap awal. Dikhawatirkan. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. Pada saat ini. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. Maka.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. Pilihan pertama. simulasi. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Kedua. diskusi. hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa. . Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. menambah satu mata pelajaran baru. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. Misalnya. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Pertama. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini.

K. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan. seperti kepala sekolah. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. hanya berbekal kejujuran. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. karyawan dan siswa. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. guru. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan. Warung ini akan melatih kejujuran. dimana tidak ada penunggu warungnya. Tanpa ada yang mengawasi. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian.

tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. biasanya setelah sampai di rumah. kamu akan bilang ―Bu. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan .keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. Seharusnya ketika anak kita. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. Misalnya. asal belanjaan sudah dibeli‖. semisal. Kemudian juga. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti.” Itu namanya sudah korupsi. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan.

Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. . Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi. Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. Selain menjaga hati kita. Jadi. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. Ayahnya koruptor. anaknya juga. Dan ketika kita sudah terjerumus. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan. misalnya berangkat kerja tepat waktu. tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam.

dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. antara lain sebagai berikut : a. 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. Upaya pencegahan (preventif). Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan.L. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. c. d. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Upaya penindakan (kuratif). Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). b. . 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. informal dan agama. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa.

9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. Malaysia.9 miliar (2004). 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas.2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. Dalam hal ini. 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. EM. Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004).

2 sejajar dengan Azerbaijan. 4. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. Political will. Sedangkan survei TI pada 2005. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi. Paraguay. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. M. Profesional. 3. Dukungan masyarakat secara aktif. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. . 6. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. N. Medan. 5. Etiopia. Sudan. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. disu-sul Surabaya. Irak. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Somalia. Kenya. Clean government. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Nigeria. IPK Indonesia adalah 2. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Angola. Kamerun. Semarang dan Batam. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Dukungan media massa. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Haiti & Myanmar. 2. Pakistan. Libya dan Usbekistan.

berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. 3. 5. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. solusi yang efektif bagi upaya . baik hukum pidana maupun perdata.2. 4. Sedangkan. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. Sayangnya. Dan. Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. baik pidana maupun perdata. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. Sedangkan. Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan.

6. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. Kurangnya kewibawaan pemerintah. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. c. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. Masalah kultur/budaya. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah.b. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. 7. Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. dengan kata lain kedudukannya. d. Kurangnya mental pejabat pemerintah. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. Berbeda dengan . Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang. Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang.F. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. 8. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. Kurang tegasnya hukum. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J.F. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat. Pada negara ini.apa yang dikatakan oleh J. Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya. Fakta- . sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu.

promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. yang umum dikenal adalah material corruption. dan kontrol aturan main. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. seperti: sistem hukum. aspek organisasi. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. aturan main. political corruption. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang. transparansi. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. wawasan ke depan.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. yaitu: aspek individu pelaku. karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. kesetaraan. sistem politik. efesiensi & efektifitas. akuntabilitas. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. pendidikan anti korupsi. dan pemberdayaan masyarakat. penegakan hukum. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. dan intelectual corruption. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. antara lain: partisipasi. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. daya tanggap. sistem sosial yang sangat permisif. . tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. akuntabilitas. dan profesionalisme. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. legislation corruption. kewajaran. dan sistem budaya yang berorientasi vertikal. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. pengawasan.

dukungan media massa. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. Kedua adalah. terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. dan dukungan masyarakat secara aktif. . komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti.11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. dan kurang tegasnya hukum. kurangnya mental pejabat pemerintah. kurangnya kewibawaan pemerintah. upaya penindakan (kuratif). upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). profesional. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. clean government. Kepolisian dan Kejaksaan agung.

Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10.LATIHAN 1. Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. sosial. Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. dan budaya! 7. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku. Menurut Anda. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Setibanya di sana. Di Indonesia. Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2.

Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. . Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya.GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok.

kpk.go.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih.id/ http://www.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption. Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.0fees.disdik-kepri. 2006. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi.org/ http://www.net/?page_id=7 http://www. . 2003).bpkp.go.

berikut beberapa diantaranya: 1.30 Tahun 1999. jo UU No.31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Setiap orang. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A. bentuk deelneming yang terjadi : . Pasal 2 UU No. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming). 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No.20 Tahun 2001 UU No.28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No.

Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP. 897). b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b. Secara melawan hukum Melawan hukum. dan ada kerjasama secara fisik. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. tapi tidak ada kerja sama secara fisik. sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama.6 Maret 1939 no. d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum . a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan.R. yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. tapi bisa ada kerja sama secara fisik.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. Berkas perkara dan surat dakwaan satu. Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik. Berkas perkara harus displit. Kesempatan.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. atau patut diduga d. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. 77 K/Kr/1973) d. No. (M.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. 19 Nop 1974. c.A. Menerima hadiah/janji c. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. Bertentangan dengan kewajibannya . Dalam jabatannya g. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Padahal diketahui. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. 12. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pasal 12 a UU No. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa.

Bertentangan dengan kewajiban g. Padahal diketahui. Menerima suatu pemberian atau janji c. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f.13. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Dalam jabatannya 15. Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pasal 12 b UU No. Menerima hadiah c. Dalam jabatannya g. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. Yang diketahuinya d. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Yang diketahuinya d. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. Menerima suatu pemberian c. atau patut diduga d. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e. Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. Pegawai negeri b. Pegawai negeri b.

3) dengan cara melawan hukum. Kepada Pegawai Negeri d. b. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 31 Tahun 1999 jo. Pasal 13 UU No. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. UU No. B. Dalam jabatannya 16. 20 Tahun 2001. Bertentangan dengan kewajiban g. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. atau suatu korporasi. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut.f. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. orang lain. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Setiap Orang b. . Memberi hadiah atau Janji c. 1 Milyar. yaitu: a. 2) memperkaya diri sendiri. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. Korupsi yang merugikan keuangan negara.

Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. UU No. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. kesempatan. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. atau suatu korporasi. 3) menyalahgunakan kewenangan. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. 1 Milyar. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 2. 20 Tahun 2001. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 31 Tahun 1999 jo. orang lain. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . 250 juta. atau sarana.2) memperkaya diri sendiri. 31 Tahun 1999 jo. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. UU No. b. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 20 Tahun 2001.

Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. 2) memberikan hadiah atau janji. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. d. 250 juta. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya.1) setiap orang. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001. 3) kepada pegawai negeri. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 150 juta. 20 Tahun 2001. . Pegawai negeri menerima suap. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. UU No. 31 Tahun 1999 jo. 31 Tahun 1999 jo. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 20 Tahun 2001. c. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.2) menerima pemberian atau janji. 20 Tahun 2001. 250 juta. f. 1 Milyar. . namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. UU No. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. 31 Tahun 1999 jo. Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. e. UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah atau janji. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.

suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 3) diketahuinya. 2) menerima hadiah. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 20 Tahun 2001.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 250 juta. g. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No. . 31 Tahun 1999 jo. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. UU No. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. 2) menerima hadiah. 1 Milyar. h. Menyuap hakim. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. 31 Tahun 1999 jo.

. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. 20 Tahun 2001. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 750 juta. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 2) menerima hadiah atau janji. UU No. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 750 juta. 3) kepada hakim. Menyuap advokat. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. i. j. 31 Tahun 1999 jo. 31 Tahun 1999 jo.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. UU No. Advokat menerima suap.

1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) menerima hadiah atau janji. 31 Tahun 1999 jo. penggunaan uang atau membiarkan . k. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. 2) dengan sengaja. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. 1 Milyar. 31 Tahun 1999 jo. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. a. l. 20 Tahun 2001. UU No. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. UU No. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 31 Tahun 1999 jo.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. UU No. 20 Tahun 2001. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. 3. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. 750 juta. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. Hakim dan advokat menerima suap.

Pegawai negeri menghancurkan bukti. b. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. buku besar. 2) dengan sengaja. mulai dari laporan keuangan. 31 Tahun 1999 jo. 3) memalsu. atau membuat tidak dapat dipakai. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. 4) Yang disimpan karena jabatannya. merusakkan. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. 3) menggelapkan. buku dalam hal ini memiliki arti luas. UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 20 tahun 2001. . 750 juta. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 2) dengan sengaja. Bukti. Menurut pasal 10 huruf a UU No. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. c. 31 Tahun 1999 jo. surat. Demikian halnya dengan buku.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 250 juta. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. dapat berupa akta. hingga daftar peralatan kantor. menghancurkan.

a. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 4) barang. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. merusakkan. 31 Tahun 1999 jo. UU No. e. atau membuat tidak dapat dipakai. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. 2) dengan sengaja. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. surat. menghancurkan. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. 5) yang dikuasainya karena jabatannya. 4. UU No. surat. merusakkan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. . akta. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. akta. akta. 20 tahun 2001. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. 350 juta. 350 juta. d. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. 4) barang. menghancurkan. Menurut pasal 10 huruf c UU No. atau membuat tidak dapat dipakai. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 350 juta.4) barang. 20 tahun 2001. Menurut pasal 10 huruf b UU No. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 3) membantu orang lain menghilangkan. surat. 2) dengan sengaja.

20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. padahal kenyataannya tidak demikian. 31 tahun 1999 jo.Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. membayar. 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. . Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1 Milyar. 3) secara melawan hukum. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. 2) pada waktu menjalankan tugas. 2) pada waktu menjalankan tugas. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 1 Milyar. 3) meminta atau menerima pekerjaan. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. 5) menyalahgunakan kekuasaan. atau menerima pembayaran dengan potongan. atau penyerahan barang. c. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. 31 tahun 1999 jo. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. b. 31 tahun 1999 jo. UU No.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. c. 2) Melakukan perbuatan curang. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. 31 tahun 1999 jo. b. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 350 Juta. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. ahli bangunan. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. khususnya yang melibatkan si pemborong. 1 Milyar. 350 Juta. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. 5. tukang. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. . atau pemilik took bahan bangunan. 3) Dilakukan dengan sengaja. 31 tahun 1999 jo. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. a. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No.3) meminta atau menerima pekerjaan. atau penjual barang bangunan. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan. UU No. atau memotong pembayaran. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong..

Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. 350 Juta. . UU No. f. UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. 3) Dilakukan dengan sengaja. 31 tahun 1999 jo. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. e. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Melakukan perbuatan curang. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. 350 Juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 31 tahun 1999 jo. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. d. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. 350 Juta. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. 31 tahun 1999 jo. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang.

3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. c. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur. UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. pegawai negeri atau penyelenggara negara. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). 1 Milyar. b. d. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 1 Milyar.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. Seharusnya. 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. 6. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 20 Tahun 2001. 31 tahun 1999 jo. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. dengan sengaja. . atau. pengadaan. 7. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. yaitu: a. 4) Telah merugikan yang berhak. persewaan. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya.

UU No. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. dan keluhuran. 1 Milyar. 31 Tahun 1999 jo. komisi pinjaman tanpa bunga. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. yakni meliputi pemberian uang. dan fasilitas lainnya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. integritas. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. ayat 1. rabat (discount). c. 2) Menerima gratifikasi. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 jo. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. perjalanan wisata. pengobatan cuma-cuma. tiket perjalanan. fasilitas penginapan. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. UU No. 20 Tahun 2001. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. barang. UU No. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. Disiplin .

Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya.Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. Berani menegakkan kebenaran . Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna.

Kedua jenis korupsi tersebut. perbaikilah orangnya. Kerakusan. Sebab kedua. Oleh sebab itu. Sebab pertama. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. dan keinginan memperkaya diri sendiri. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. Sejak masa kanak-kanak. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. dusta. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. memang tak bisa ditolerir. Sudah punya rumah. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. Sudah ada motor. Adanya sifat tamak. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). Kondisi internal seseorang. Kita mengetahui. Menurut psikologi kognitif. apa yang kita dengar. lihat. rasakan. tidak puas. korupsi bisa timbul karena dua sebab. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. Melakukan korupsi. ingin mobil mewah. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. perbaikilah sistem. Karenanya. mulai usia dini hingga dewasa. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. Tidak puas dengan satu gunung emas. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). Sementara. Namun. cari gunung emas kedua dan ketiga. pikirkan. untuk memberantas korupsi jenis ini. mau mobil. Mobil terbeli. ingin motor. Di Jepang.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau .

Pasal 13 UU No. Pasal 5 UU No.pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. Pasal 12 a UU No. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. seperti halnya di Indonesia. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Pasal 5 UU No. Pasal 419 ke 2 KUHP p. 20 tahun 2001 ayat (2) i. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. Pasal 3 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a g.31 Tahun 1999 . Karenanya. 31 Tahun 1999 c. Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001 n. RANGKUMAN 1. j. Pasal 11 UU No. adab di dalam kereta. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. Pasal 419 ke 1 KUHP o. 31 Tahun 1999 d. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. 20 Tahun 2001 l. Pasal 2 UU No. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001 m. Pasal 12 b UU No. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 b. yang tidak saja berupa teori.

9) Menyuap advokat. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. Korupsi yang merugikan keuangan Negara. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. 10) Advokat menerima suap. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 4) Pegawai negeri menerima suap. c.RANGKUMAN 2. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. 11) Hakim menerima suap. 12) Hakim dan advokat menerima suap. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. . 8) Menyuap hakim. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut.

padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak.LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? . mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia. 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda.

Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. komisi. . barang.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. tiket pesawat. dan fasilitas lain. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian. Gratifikasi dapat berbentuk uang. diskon. pinjaman tanpa bunga.

Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No.Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim PKn-Pak. Tentang Pemberantasan TPK. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. Bogor: Tim PKn-Pak. 31 Tahun 1999. Sebagaimana Diubah Dengan UU No. kakbimo. 20 Tahun 2001. 2010.com/2011/05/23/1897/ .wordpress. 2008.

A. Berdasarkan sumber www. 2. organisasi. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter. kebudayaan . yakni gambaran. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi. cara hidup. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. maupun seorang professional.com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1.artikata. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis. dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. 3. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi. 2004:8). cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. kebiasaan seseorang. nilai.

Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. akhlak. adat. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. kebiasaan. kandang. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. Nilai dan norma. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. Nilai. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral. sesuatu yang disukai dan diinginkan.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. 2) Berkaitan dengan hati nurani. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. padang rumput. sikap. sesuatu yang kita cari. watak. sesuatu yang baik. sesuatu yang menyenangkan. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. a. singkatnya. perasaan. karena ia bertanggung jawab. cara berpikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. . Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. B. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada.

Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. kursi. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. Berhubungan dengan ciri sebelumnya.3) Mewajibkan. kita harus mengatakan yang benar. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. bangku. bahasa latin. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. Seperti norma-norma lain juga. universal atau partikular. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. jangan berbohong. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja. Namun. misalnya jangan membunuh. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. Konon. sebagai totalitas. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan.

Kalau begitu. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. Dilihat dalam perspektif sejarah. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. kalau diperiksa secara kritis. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. . perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. Sebagai contoh. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya.norma moral yang dianutnya. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. Relativisme moral tidak tahan uji. seandainya relativisme moral itu benar. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Sepanjang sejarah. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. sulit untuk dipertahankan. 1) Seandainya relativisme moral itu benar. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. 3) Seandainya relativisme moral itu benar. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua.

Konsep diri. Optimis. relativisme moral tidak tahan uji. serta keyakinankeyakinan kita. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. Konsep diri melibatkan perasaan. pendidikan. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. Kalau diselidiki secara kritis. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. nilai-nilai yang kita anut. masyarakat. Contoh konsep diri positif a. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. 2. menurut Atwater. Percaya diri. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. b. rekan/teman sebaya. saudara sekandung. Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. dan pengalaman. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. . Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. Oleh karena itu.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. 1983. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Sementara itu.

e. Mudah marah. . suka dielu-elukan. Pesimis. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. karakter pribadi. gusar. Egois. f. e. h. Pemarah. Rendah hati. g. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. c. Memiliki daya cipta. a. b. memperhatikan.c. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. Suka dipuji. dan prestasi yang dimiliki. Peduli. pengalaman. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. Senantiasa mengeluh. jika disebut gelar. Profesional. rugi. berang. Mengindahkan. merasa sangat tidak senang. Merasa masih ada langit di atas langit. Kreatif. dan menulis. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. membaca. mencela. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. peka terhadap kritik. celaka) mudah putus harapan. d. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. Apriori. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. d. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. mementingkan diri sendiri. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. f. tidak sombong atas kemampuannya.

7) Tidak takut gagal.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. Percaya diri. . 3) Positive Thinking. a. 2) Berpusat pada potensi. 5) Yakin aktivitasnya urgent. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif.2.000 kali untuk menemukan lampu dan 50. 4) Egaliter. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. Tips agar percaya diri. dan segera dalam mengambil tindakan. Edison gagal 10. 1) Citra diri positif. kenali potensi diri. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri.  Thomas A. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. 8) Yakin akan sukses. Ciri orang yang percaya diri. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. sikap percaya bahwa semua orang sederajat. 6) Berani berbuat spektakuler.

Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. Jujur merupakan sikap pribadi. Jujur adalah energy positif. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. a. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. . antara fenomena dan yang diberitakan. dan selamat. Kejujuran. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. spontan. serta antara bentuk dan substansi. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. Manfaat berperilaku jujur. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. Menyatakan sesuatu dengan langsung. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. aman. tanpa kejujuran.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. lugas. Dengan demikian. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi. tentram.

Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. 1) Adanya kekurangan. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. Faktor pendorong seseorang berbohong. Jangankan berhasil. karena merasa tidak bersalah atau benar. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. melangkah pun tidak berani. dan percaya diri. 3) Demi kebaikan. 2) Ikut-ikutan. karena merasa aman. . b. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. yang tangguh dan kokoh. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. 4) Menutupi rahasia. optimis. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. dengan hatinya yang bersih. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. lebih baik menjadi diri kita apa adanya.

Orang‐orang yang kompeten. Pribadi Berintergritas. perlu waktu untuk kembali seperti semula. • • Integritas harus dilatih terus menerus. a. 1) Integritas sebagai Keterampilan. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. Mereka memberlakukan orang lain secara adil. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. 2) Integritas sebagai Pedoman. Integrity merupakan ‗bench mark‘. 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. 4) Integritas sebagai Benih. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. bawahan langsung. Integritas harus dipelihara terus menerus . Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. Ciri-ciri integritas. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. . • • • Ditanam sejak kecil. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. b. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. Jika tanaman kita mati. Semakin rajin dirawat. dimulai ketika orang itu masih muda. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. Peran integritas.4. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. dan pihak luar.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi . tetap setia pada komitmen. 6. menunjukkan sikap tertentu. d. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. b. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. bahkan ketika merugikan Anda. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. kelompok. Menangani komunikasi buruk. Penekanan pada komunikasi tatap muka.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. pengawasan. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. Komunikasi.wikipedia.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". dan informasi. organisasi. mengangkat bahu. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. h. bahkan ketika itu tidak nyaman. f. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. g. 9) Integritas. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. maka kehidupan baik. Jika baik. hidup dengan keyakinan. 10) Integritas. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. 8) Integritas. c. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. begitupun sebalikna. misalnya tersenyum. Kepemimpinan. Menurut www. motivasi. pengungkapan emosional. 5. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. orang. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. menggelengkan kepala. ketimbang dengan apa yang disukai. Pesan dibentuk sesuai audiens. e.

dan hasil yang akan dicapai. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan.orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). Dalam perkembanganya. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi.  Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. Jadi. sebab . Berdasarkan penelitian. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. mental. Contoh: membela bawahan. kapan. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. dan kepribadian. bagaimana pekerjaan dilakukan. a. berdasarkan teori ini. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. Teori kepemimpinan.

2) Coaching. Gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.wordpress. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. b. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. 4) Teori Kepemimpinan Situasi. Dalam proses pengambilan keputusan. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). keterampilan dan sikapnya.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. berkomunikasi. Berdasarkan sumber emperorderva. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . 5) Teori Kelompok.

dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. bagi lingkungan pekerjaan. baik bagi dirinya sendiri. melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. mendukung proses perkembangannya. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. bagi keluarga. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. c. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. 4) Delegating. Kepemimpinan sejati. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. 3) Supporting. Dalam hal ini. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

yang dipimpinnya. tanpa adanya integritas yang kokoh. pengorganisasian. 7. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. motivator. Manajemenwaktu.Setelah pengorganisasian terjadi. Efisien tidak lain mengandung dua makna. Kenneth Blanchard. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. dan visi serta misi yang jelas. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. penggerakan.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. tanpa kedamaian diri. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. inspirator. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau.maka penggerakan pun dilakukan. dan pengawasan produktivitas waktu. dam maximizer. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. Tanpa perubahan dari dalam. Manajemen waktu merupakan perencanaan. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. tanpa kerendahan hati. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada .

mouth. merencanakan pekerjaan selanjutnya. Oleh karenanya. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. money. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik.pemegang delegasi. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. tetap menggerakkan. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. dan atau investasi waktu. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. dan 3S. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. Kemudian menentukan peran dan visi peran. sport and sex. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. music. tetap mengorganisasikan. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. Pendek kata. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. film. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. dan tetap melakukan pengawasan. 8. yaitu: tetap merencanakan. Mereka adalah fun. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. 3M. atau akan segera mempengaruhi secara negatif. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. Manajemen konflik. food. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. . Menurut Killman dan . Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. sand.

b. 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari.Thomas (1978).1993. baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan. keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. 1) Pandangan tradisional. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. konflik yang merintangi kinerja kelompok. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai. 3) Pandangan interaksionalis. Bentuk konflik. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil .4). seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. 1) Konflik fungsional. p. perbedaan peran dsb. c. a. 2) Pandangan hubungan manusia. 2) Konflik disfungsional. Tahapan perkembangan konflik. melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. Pandangan tentang konflik. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan.

kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. 3841). 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C. (wijono. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Aspek positif dalam konflik. Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika. 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Pengelolaan konflik. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging. 1993. d. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. dibandingkan dengan . ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. individu.

orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. . Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. Perasaan spontan saja tidak cukup. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. Tapi perlu diakui. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. Menurut socrates. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. Di sisi lain. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. Malah bisa saja terjadi. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. Hal ini lebih mendesak lagi. haruslah ada pengertian juga. belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga.

D. 5. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. 2. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . Perilaku tidak etis. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. Memperkuat otonomi moral. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. 4. Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. 3. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral.

Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. d. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. karena ambisi jabatan. faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. b.sesuai dengan prinsip moral yang baik. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. b. Ketakutan. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. Untuk menjaga integritas pribadi. e. Ambisi. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. Balas dendam. Tekanan. c. . Misalnya. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Masa bodoh. c. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi.

di banyak negara modern sekarang. d. jika manusia tidak segera membatasi diri. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya.d. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang. e. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. b. a. c. g. Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. Namun demikian. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen. f. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. Baru sesudah problem-problem etis timbul. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan.

maka tindakan itu etis (if it‘s legal. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. Argumen bahwa menyontek. misalnya. melanggar rambu lalu lintas. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat. slogan tersebut harus diubah menjadi. ―Jika suatu tindakan tidak etis.  Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal). it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. seseorang tidak berkewajiban untuk. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. 2. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya. Lazimnya. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. Sebagai contoh. kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. atau menjual produk cacat tersembunyi.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain. Berdasarkan falsafah ini. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan .

Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. Lima prinsip berperilaku etis.seketika. tetapi jika tidak. . harapan. d. Tujuan (purpose). dan didasarkan pada nilai-nilai. Keteguhan (persistence). Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. dan visi kita. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. c. Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima. Perspektif (perspective). Kesabaran (patience). Norman Vincent Pale dan Kenneth H. sederhana. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. E. b. 1. misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas.

Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. ternyata niat baik saja. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini. tetapi dengan komitmen yang baik. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini.Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. a. e. Kebanggaan (pride). Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. atau sebuah janji. 2. Unsur etos pribadi. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. or a promise or firm decision to do something‖. Komitmen ada janji yang harus ditepati. atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. Komitmen etis. Alias tidak bermakna. Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖.

misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika. konsep diri dan nilai-nilai seseorang. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. karakteristik pribadi.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . terjemahan. karakter dasar mengarah pada motif. dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. c. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). 2007). Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. biasa. Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders.Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. Kompetensi etis. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ). Kesadaran etis.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. yaitu pengetahuan. Dalam definisi ini. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. dan rendah). b. Dengan mengutip R. tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi. dan sikap perilaku. keterampilan teknis.

Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. karakteristik pribadi. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. atau konsep diri.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. prinsip-prinsip moral. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. aturan organisasi. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. kontribusi. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. Kepatuhan. 3. Kompetensi-kompetensi seperti motif. misalnya.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. konsekuensi. a. tetapi juga perbuatan orang lain. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. dan komplikasinya. . harapan masyarakat. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. kode etik. Jika kita adalah seorang atasan. dan konsekuensi. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. Pemeriksaan 3K. Contohnya. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. sebagai seorang pribadi. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan.

kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. Kepatuhan:    Patuhi. Bagi organisasi bisnis. Kontribusi dan konsekuensi: . Konsekuensi. Hormati kebiasaan orang lain. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan. Akibat ini bisa positif atau negatif. kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. menyediakan lapangan kerja. c.b. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. Kontribusi. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. baik diniatkan maupun tidak diniatkan. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. Patuhi kaidah-kaidah moral. misalnya.

Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. Ajukan pertanyaan. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. dan manajemen konflik. jujur. ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. percaya diri. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. kepemimpinan.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. Berpikirlah secara objektif. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. manajemen waktu. bukan sebagai individu yang terisolasi. . pribadi berintegrita. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas. komunikasi. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat.

apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain. apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya.LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖. jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? .

Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. tanggung jawab. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. A. Namun demikian.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. .

Untuk menjadi profesional. Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup.Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. melainkan kepada masyarakat. memiliki acuan karakter.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). majikan atau klein. Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat.  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. seoarang harus belajar lama (dan keras). Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. dan lebih dari itu. lulus ujianyang panjang dan sulit. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi. yaitu. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri. Lebih dari itu. atau anggota suatu profesi.  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu. Seorang profesional memiliki komitmen . Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif. para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya.

Para anggota profesi yang melakukan kebohongan. khususnya dalam hal pengawasan. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. kepada para profesional.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi.  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. Pelayanan publik.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk . Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. Oleh sebab itu. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat.

dan atap seperti gambar 1. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. Lebih dari itu. Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. dengan demikian profesi adalah pekerja. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. pengakuan dan penghasilan tinggi.memperoleh banyak manfaat. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. Mengacu kepada karakteristik umum di atas. Mereka yang menjalani profesi (para profesional). Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. kerangka (pilar dan dinding). Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. tetapi juga komitmen moral. Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika.

Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan . Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional. Kode etik profesi) 3.Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Bagi profesi. dan 1. Standar teknis perilaku).unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. atap ini meliputi 1. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. Asosiasi profesi 2. Proses pendidikan 2. fondasi dan kerangka memerlukan atap. Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3.

Dengan perkataan lain. bukan oleh pejabat pemerintah). akibatnya sangat serius. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. dan (2) hukum dan jurisprudensi. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik. Dalam kenyataannya. Bagi suatu profesi. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. Pertama. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. Pada akhirnya. Dalam kaitan ini. . badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri.penjelasan mengenai hal ini. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. B. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. Kedua. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan.

Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran).kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). sehingga dapat digunakan sebagai acuan. D. Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas. Ketiga . maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian. sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat. maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. C. .

Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10. Apa sesungguhnya profesi itu? 7.SOAL-SOAL 6. Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? . Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11.

Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia.blogspot.Etika. http://etikaprofesidanprotokoler.2008. 2004.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Profesi Akuntansi.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji. dan Pelayanan Publik. Bisnis. Sarimah.Ucok.com .