BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. 7 . didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja.e. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. Aspek Kuantitas. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. c. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja. b. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

suap terhadap oknum aparat pemerintah. Pemerintah pun tidak tinggall diam. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. kebawah. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. c. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan.dan pejabat bebas. Aspek biaya. 8 . Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. Secara pribadi. 2. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. d.b. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit. keatas. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. B. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. pegawai . Aspek waktu. Aspek Kualitas. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. dalam pelaksanaan tugas pokoknya. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. pelayanan publik yang rumit dan membingungkan. organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya.

Disadari sepenuhnya. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. b. Dengan kata lain. Kelembagaan (organisasi) b.maupun kesamping. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. Ketatalaksanaan (business process) c. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. komprehensif dan sistemik. 9 . tingkat efisiensi. d. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. Selain itu. praktek korupsi. yang antara lain diindikasikan dengan : a. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). c. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. Oleh karena itu. harus ditata ulang atau diperbarui.

Di negara demokrasi. Jadi. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). dan pelaksananya. tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). yakni mewujudkan ketertiban sosial. maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. 3. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. Dalam hal ini. Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. f. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. dipertahankan. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat.e. birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. Oleh sebab itu. Di Indonesia. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara.

Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service). pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. mereka tidak termasuk sebagai birokrat. Oleh sebab itu. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. Oleh sebab itu. Dengan demikian. 4. seperti halnya etika bisnis. dan POLRI. walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. Jadi. Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. pegawai negeri.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. dan pegawai BUMN/D. Sesuai dengan pengertian tersebut. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. Tegasnya. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). anggota TNI. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999).

Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. nilai-nilai. produktivitas. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. objektivitas atau imparsialitas. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. termasuk sektor publik (pemerintahan). seperti sektor bisnis. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. standar-standar. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. baik normatif maupun objektif. dituntut memiliki dua keunggulan. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). seperti integritas. b. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Secara khusus. keadilan. 5. yang dapat digunakan untuk 12 . dan efektivitas. d. sektor publik. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. Dengan demikian. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. Dalam konteks pelayanan publik. atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. yaitu profesionalisme dan etika. dan sebagainya. Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. Ada beberapa alasan. Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. Dengan perkataan lain. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. Seperti halnya di sektor bisnis. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). integritas berarti bahwa: a.

bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. apa hak kita dan apa hak orang lain.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. Etika berkaitan dengan karya. b. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. a. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. 13 . atau prestasi. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. Dalam kenyataanya. Oleh sebab itu. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak. Etika berkaitan dengan perilaku moral. setiap jam atau setiap hari. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. Tegasnya. etika adalah salah satu cabang filsafat. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Dengan cara sederhana. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. bangsa. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. kinerja. Dengan demikian. dan negara.

Dengan perkataan lain. cepat. objektif. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. Senagai contoh. berkeadilan. transparan. kecintaan rakyat. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). d. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. kita akan membangun sebuah rumah. Jadi ketika. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi. Sementara itu.program atau proyek. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. Sebagai warga negara. dan manusiawi. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. ramah. Dalam konteks ini. bangsa dan negara. Dalam hubungan ini. c. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. seperti cermat. bukan oleh ketakutan rakyat. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . Secara kategoris.

Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. Sudah barang tentu. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. e. Isu korupsi. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. Pada saat ini. Contoh lain. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. bahkan terhadap pemerintah secara umum. Sementara itu. masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara.IMB dari pemerintah. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita. Semakin hari. masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. KTP. kolusi. Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. misalnya. dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. keamanan dan sejenisnya. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). SIM.

Seperti di negara-negara lain. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. dengan sumber daya yang makin terbatas. kemajuan teknologi. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. f. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. Nilai-nilai baru yang diadopsi. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. produktivitas. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. dan manajemen berbasis kinerja. efisiensi. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan. seperti penakanan pada kinerja. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). Akan tetapi. Dengan perkataan lain. demokratisasi. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. diantaranya. dan efektivitas. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. Dalam situasi seperti ini.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. dan penerapan prinsip-prinsip good governance.

kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. rakyat. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI.jumlah pelaku korupsi. termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. Secara ringkas. dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). Dengan perkataan lain. kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Oleh sebab itu. Untuk unit-unit organisasi tertentu. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). kolusi. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). Sudah barang tentu. karena tergabung dalam wadah KORPRI. Selain itu. 17 . 6. Panduan etika. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi. Pejabat pemerintahan. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. falsafah negara (Pancasila).

yaitu: 1. pada saat yang bersamaan seorang PNS. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS). bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. Dengan demikian. Pengertian Etika 18 . dan di lingkungan profesi akuntansi. pengertian pelayanan publik. 2. Misalnya. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. memahami teori-teori etika. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. 3. Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. Teori dan Konsep Etika I. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. anggota masyarakat umum.Perlu diingat. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. Bab ini akan mempelajari: a. C. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. pengertian etika profesi. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. di lingkungan birokraasi. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Bab ini akan memperlajari: a. pengertian dan hakekat profesi. Jadi. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. etika dan disiplin PNS. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. 2. dan sebagai anggota profesi akuntansi. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. di samping berperan sebagai pribadi.

Bab ini akan mempelajari: a. 3. Prinsip-prinsip etika bisnis c. Perbedaan etika dan etiket b. Pengertian pelayanan publik 19 . 5. Konsep hak. 7. Teori-Teori Etika (Teleologi. Pengertian etika kepemimpinan b. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian.b. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Urgensi etika profesi c. Teori dan Konsep Etika II . Bab ini akan mempelajari: a. Etika Pelayanan Publik. Etika Kepemimpinan. Pengertian profesi dan etika profesi b. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Deontologi. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Profesi. Pengertian etika bisnis b. keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Etika Keutamaan) c. Urgensi etika kepemimpinan c. Etika Bisnis. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Bab ini akan mempelajari: a. kewajiban. Pengertian nilai c. Bab ini akan mempelajari: a. 6. 4.

Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. 10. Disiplin PNS. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. 8. Hak dan kewajiban PNS c. Pengertian etika kerja b. Bab ini akan mempelajari: a. Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a.b. Pengertian PNS b. Definisi korupsi dan bahayanya b. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . 11. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Bab ini akan mempelajari: a. Urgensi disiplin PNS b. 1. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. Etika Kerja. Aturan tentang Anti Korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. 9. Larangan-Larangan bagi PNS c. Pokok-Pokok Kepegawaian. Pengertian Korupsi. Prinsip-prinsip anti korupsi c.

Pengertian. Kode Etik Profesi Akuntan b. Kode Etik Profesi Pajak d. Bab ini akan mempelajari: a. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi). Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. Bab ini akan mempelajari: a. Jiwa Korps dan Kode Etik. Kode Etik Profesi Bea Cukai e. 12. Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS.c. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. Bab ini akan mempelajari: a. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. 14. Urgensi memiliki etos pribadi b. Pengertian dan sumber kode etik c. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Anggaran c. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. 21 . Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. Bab ini akan mempelajari: a. 15. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. 13. Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi PPLN f.

pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa. 22 . misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya.Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Selanjutnya. sebagai kelompok intelektual.

dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. baik normatif maupun objektif.RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. rakyat. Seperti halnya di sektor bisnis. Oleh sebab itu. Di sektor manapun. seperti integritas. Pejabat pemerintahan. Mengetahui etika pelayanan publik. produktivitas. 2. termasuk sektor publik (pemerintahan). Dengan perkataan lain. 4. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. Secara ringkas. dan efektivitas. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. sektor publik. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. keadilan. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Selain itu. objektivitas atau imparsialitas. dituntut memiliki dua keunggulan. 3. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. Ada beberapa alasan. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. seperti sektor bisnis. yaitu profesionalisme dan etika. 5. dan sebagainya.

Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. pengertian dan hakekat profesi. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. pengertian etika profesi. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. 2. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. etika dan disiplin PNS. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. memahami teori-teori etika. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. LATIHAN 1. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. pengertian pelayanan publik. Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. 3.pribadi. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5.

BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. 3. Teori-Teori Etika (Teleologi. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. Etika Keutamaan). ethikos. Konsep hak. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. misalnya ethos kerja. keadilan dan kepedulian ___ A. berarti timbul dari kebiasaan. Semangat khas kelompok tertentu. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. 4. kode etik kelompok profesi. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. 3. etika adalah adat. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . 2. kewajiban. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Bagi sosiolog. 2. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. 1. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Deontologi. Bagi ahli falsafah. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas.

dan karenanya diperbolehkan atau tidak. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. 3. Kriteria wajar. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Menanamkan. terhadap diri sendiri dan profesi. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. Bertens. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. adil. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. jujur. profesional. yaitu : 1. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. dari perilaku manusia. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. Dalam etika sebagai ilmu. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. 5. Menurut K. tapi masih lemah dan ragu. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. terhadap organisasi dan staff. jujur. adil.profesi secara wajar. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Menurut K. 2. dan terhormat. Bagi asosiasi profesi. Bertens. 4. terpuji atau tercela. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Membantu pebisnis/calon pebisnis.

Meta-Etika (Studi Konsep Etika). Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis. karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. Ini tentulah pemikiran sekuler. Menurut ajaran agama. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. dari sudut pandang si anak. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). 4. luhur dan baik dalam teori. 3. baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. 1. suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. Agaknya. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. B. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. Disisi lain. harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa." Secara meta-etis. tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. Salah seorang tokoh etika. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. 2.berikut. namun tidak ada gunanya dalam praktek. Dalam meta-etika. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Sebagai contoh. dan mungkin akan berlangsung terus. Etika bukan sistem yang ideal. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). Untuk melengkapi tentang etika. Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. Pertama. yaitu disatu pihak. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. karena memang 27 .

pengolahan tanah. Oleh karena itu. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. 28 . dan masih banyak lainnya. nyaris milik sejarah etika. 2. 3. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip. Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. tidak secara filosofissistematis. tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. Heraclitus (535-475 SM).dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. seperti Pythagoras (582-500 SM). karena. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. Konfusius (558-479 SM). Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. C.

Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini.1. Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. Murid Socrates. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. karena ia harus benar. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. barang-barang eksternal juga harus ada. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. dan kebajikan adalah kehati-hatian. menganalisis secara akurat. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. 29 . teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. baik yang mutlak. kesederhanaan. sesuai dengan perintah akal budi. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. tidak ada orang yang sengaja korup. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. yang dicari demi dirinya sendiri. tetapi juga keadilan. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. Plato. dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. Aristoteles. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. sebagai kebaikan tertinggi. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia. Tidak seperti Plato. Menurut Sokrates. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. Aristoteles (384-322 SM). ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. dan ketabahan. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia.

Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia.2. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. dan. seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Kaum Stoa. yang membentuk keseluruhan alam. bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. Para Sinis. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. Chrysippus. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. Skeptis. kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. Stoicisme. dan lain-lain. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). Epictetus (lahir sekitar tahun 50). menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). Cleanthes. Stoa Romawi. Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. Tindakan sering baik atau buruk. Seneca (4 SM . tidak seluruhnya jelas. oleh karena itu. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan.AD 65). panteistik atau rasa teistik. tetapi sifat mereka. yang tanpanya masyarakat 30 . dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). bahwa kesenangan adalah kejahatan. Epicurus. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. menurut mereka. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. adil atau tidak adil. "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). Sinis. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). Kebajikan.

hati nurani. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Hal ini terutama berlaku St Agustinus. Lessius. dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. Thomas Aquinas (1225 -1274). Hieronimus. nasib manusia. dan Duns Scotus (1274-1308). yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. L. ii. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. Hukum abadi (lex aterna). dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. 3. kebajikan kardinal. dan De Lugo. pernikahan. Contoh teolog besar adalah Victoria. Irenaeus. dan khususnya antara etika dan teologi moral. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Suarez. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Bonaventura (1221-1274). dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. Origenes. Sejak abad 31 . Clement dari Alexandria. Tertullian. Molina. 4. serta sifat dan makna dari hukum moral. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. yang menolak hukum moral alam. Ambrosius.manusia tidak bisa ada. hukum alam. dan Agustinus. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. tujuan akhir manusia. 24 persegi). kesatuan umat manusia. Dominicus Soto. memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. seperti Yustinus Martir. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. dosa.

Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. dan tidak wajar. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. Holbach. Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). masih melekat pada filosofi Aristotel. Condillac. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis".keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. Ada kecenderungan simpatik. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. sehingga muncul perang semua melawan semua. de la Mettrie. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. ketiga menentang yang lainnya. maka apakah Hugo Grotius. 32 . karya-karya filosofis murni tentang etika. Melanchthon. dan memiliki hak untuk semua hal. dalam karyanya. "De jure belli et Pacis" juga sama. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. idiopatik. dan lainlain. seperti Helvetius. kedua kebaikan pribadi agen. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. Yang lebih besar. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. Keselarasan ini merupakan kebajikan. 5. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. Schwarz.

dan kategoris. Paulsen. GT Fechner. Henry Sidgwick. Schleiermacher. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). oleh serangkaian transformasi. Nietzsche. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. E. Alexander Bain. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Sosialisme. perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. misalnya. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. mutlak moral universal. dimana dia menemukan hukum. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. sampai batas tertentu. Etika: Filsafat Evolusioner. di Inggris. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. Edward von Hartmann. yang menurutnya. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. dalam orang-orang pesimis. Beneke. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. John Stuart Mill.6. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. dan lain-lain. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. Secara khusus. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. F. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. Altruisme. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. harus diamati untuk kepentingan sendiri. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. John Stuart Mill. yang otonom yaitu. Sistem Cumberland. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. 7. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. di Jerman. Menurutnya. F. 33 .

yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . 34 . konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. hati nurani. Menurut K. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. kebenaran tidak mungkin berubah. pada keadilan pra-manusia. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. dan cinta sesama. Sebagai evolusionis. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. Marx. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. minat.seperti kesabaran. Menurut Max Nordau. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. semua. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. agama. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. maka ide-ide moralitas. F. Proletariat bawah diinjak. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. dan karakter dari penilaian orang. dan pengendalian diri kasar. Menurutnya. ketaatan kelemahlembutan. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". Oleh karena itu. dll juga terus berubah. tidak tahu tentang pernikahan. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. Engels. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. moral religius. Pragmatisme berbeda dari Relativisme.

mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati. Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. Menurut Aristoteles. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. yakni pada yang baik (agathos). Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. Oleh karena itu. D. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. pengecut berarti kesabaran. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada. 35 . keputusan dan kebijakan. Maka.Kelemahan menjadi kebaikan. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. 1." Oleh karena itu. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. Teori Teleleologi.

Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. yaitu: 1) Konsekuensialisme. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. yaitu: a. 2) Hedonisme. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Dari ketiga teori tersebut. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. c. 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. 36 . Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. 2). Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. 3) Maksimalisme. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi. 4) Universalisme. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. b. kecuali pelaku. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang.

Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut.Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . bukan pada masing-masing tindakan secara individual. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. tentu dalam perkembangan peradaban 37 . Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang.

Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. Teori Deontologi. d. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. b. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. 2. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. dan mayoritas berhak atas mereka. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . c. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno.

c. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. membantu orang tua. Menurut Kant. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. Nah. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. d. dan menghargai. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. membayar hutang. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a.pelaksanaan kewajiban. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. otonomi makhluk rasional. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. Menurut penilaian moral yang umum. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. Misalnya. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross. Selain Kant. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. tidak boleh menghina. Ross mengajukan jalan 39 . Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. e. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). b. jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. f.

Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. k. j. Teori Keutamaan (Virtue). baik eksplisit maupun implisit. Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). l. Benefience (kewajiban berbuat baik).keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). f. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. (Velasquez. Reparation (kewajiban ganti rugi). atau murah hati. Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). dan mengatakan kebenaran. Gratitude (kewajiban berterima kasih). Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. jujur. m. intelegensi. n. g. 3. Justice (kewajiban keadilan). berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). kita harus melunasi hutang moril dan materiil. h. dll. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. e. Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. murah hati. b. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. dan sebagainya.2005) . d. c. i. Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. atau jujur. melainkan: apakah orang itu bersikap adil.

n. Disposisi. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. dll. Toleransi terhadap sesama. k. Kejujuran. Moderat ( tidak ekstrim. Keandalan. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. menjadi peka m. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. b. tiga hal tersebut adalah: a. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. Keberanian/keteguhan. cenderung ke dimensi pada umumnya). h. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Etika keutamaan memerlukan konteks. Berkeadilan. Bangga (tetapi tidak arogan). l. j. f. Kesetiaan. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. i. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. g. Belas kasih. d. 41 . Pengendalian diri yang baik. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. c. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. e. o.a. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. hubungan bisnis tidak terkecuali. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. Kesantunan.

E. orang di sekitarnya. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. Keberanian. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. f. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut. MacIntyre). Keutamaan cenderung bersifat permanen. Hak merupakan konsep moral yang penting. e.b. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. b. Dengan demikian. Kemauan/kehendak. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . Walaupun tidak mudah. misalnya. Hak. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. c. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. dll. Pembiasaan diri. yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. d. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. Keutamaan dapat saja hilang. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. yaitu kehidupan yang baik. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles.

Hak khusus dan hak umum.Selain itu. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. b. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖. Contoh adalah hak milik. 43 . maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian.. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Hak individual dan hak sosial. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. c. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. Macam hak antara lain: a. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu. atau kemanusiaan secara umum. d. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Contoh. Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. Hak moral lebih bersifat individu. Hak legal dan hak moral. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian. Contoh kasus. Hak positif dan hak negatif. Contoh. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial.

Menilai tindakan seseorang. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. c. politik. e. Keadilan khusus. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. Menurut konsep tradisional (Aristoteles). Mengapa? Menurut ahli etika. Inilah yang disebut dengan hak sosial. Hak absolut. Keadilan universal. 2. Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. Keadilan. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. Berikut ini adalah penjelasannya: a. Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. b. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. b.Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. dan ekonomi.

Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban.1) Keadilan distributif (distributive justice). Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). (contoh: pembagian kompor gas). b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). misalnya merusak keseimbangan moral. Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok. Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk.

namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. 3) Keadilan retributif (retributive justice).a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan. perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). yaitu: 46 . Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai. Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk.

―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. 3. (dalam konteks manfaat dan beban). Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. Kepedulian. artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. tidak hanya di Indonesia. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. a) Prinsip a. Dengan demikian. dalam beberapa kasus. dipelopori oleh 47 . teman.

tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. atau antara individu dengan kelompok. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . d. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. hukum. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. c. dengan tradisi. manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. dan permainan. b. Sekalipun sudah ada norma hukum. Manusia hidup dalam jaringan norma moral.human act. kebudayaan dan sejarahnya. dan bukan an act of man. 1. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. F. 48 .gerakan Feminisme). etika tetap diperlukan karena: a. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. e. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. 3. 2. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. religius. kesopanan. adat istiadat. sehingga sering mendapat celahcelah hukum. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Oleh karena itu. Menurut pandangan Etika Kepedulian. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran.

Menurut mereka. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. c. damai dan sejahtera. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. Manfaat etika adalah: a. Etika. jika kekuasaan itu absolut. mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. masing-masing 49 . sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. b. b. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". "the end justifies the means. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. pokoknya menang atau untung. Pluralisme moral diperlukan karena: a. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. Irmayanti. dkk. Lebih jauh lagi. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. disebut juga filsafat moral. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan.4. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. Dr. teratur. 5. apapun resikonya. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. c. even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. penyalahgunaannyapun absolute. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.

penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. sebagai ―kompas‖ moral. b. Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. a. Kode etik adalah sistem norma. Kedua. kepercayaan.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. Pertama. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Fungsi etika profesi. kebebasan-tanggung jawab. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. melakukan riset dan sebagainya). Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. 50 . b. kejujuran. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah.

Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. menganalisis secara akurat. baik yang mutlak.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Ethikos.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Aristoteles. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates. Sinis. Stoicisme. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Menurut K. Plato. Bertens. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. berarti timbul dari kebiasaan. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. Epicurus. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). dengan 51 .RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Menurut Socrates. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis.

Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan.  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. Nietzsche. bahwa kesenangan adalah kejahatan. dan Universalisme. Altruisme. Deontologi tidak terpaku pada 52 . Maksimalisme. Thomas Aquinas (1225 -1274). Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. yaitu Konsekuensialisme.kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. 24 persegi). Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. Sosialisme. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. ii. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan.  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. dan khususnya antara etika dan teologi moral.  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Bonaventura (1221-1274).‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan.  Etika: Filsafat Evolusioner. John Stuart Mill.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Hedonisme. dan Duns Scotus (1274-1308). khususnya Albert (1193-1280) Besar. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis.

yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). yaitu fidelity. kejujuran. reparation. benefience. justice. Menurut Kant. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. kompensasi. diantaranya kebaikan. Tujuh kewajiban moral. Hak positif dan hak negatif. Disposisi 2. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari.  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. keberanian. dan non-maleficence. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. gratitude. self-improvement.  Teori Keutamaan. dan mengharrgai. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Hak khusus dan hak umum. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 . tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. Kemauan / kehendak 3. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Hak individual dan hak sosial. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. otonomi makhluk rasional. Hak absolut. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. tiga hal tersebut adalah: 1.konsekuensi perbuatan. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. dll. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). dan retributif).

Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. c. Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. etika tetap diperlukan karena: a. b. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional.hukuman terhadap pelaku kesalahan. Fungsi etika profesi. yaitu: a. b. Norma hukum cepat ketinggalan zaman.  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. c. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina.  Fungsi etika a. d. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). 54 . Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. melakukan riset). Kode etik adalah sistem norma. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. b. MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. e. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.

Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. yang berasal dari bahasa … . Sistem yang ideal. Meta-Etika c. Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. Etika Terapan d. b. yang tidak ada gunanya dalam praktek. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. Latin c. a. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. luhur dan baik dalam teori. Moral didasarkan atas wahyu d. Etika Analisis 4. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. Etika Deskriptif 2. Etika Normatif c. Yang bukan pengertian etika adalah … . Akal manusia c. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. Aristoteles d. Hubungan Tuhan dengan dunia b. a. a. Romawi Kuno d. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Phytagoras 6. Etika Terapan b. Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. Hukum universal 8. Plato c. 3. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. a. Hukum alam d. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . Sokrates b. Moralitas sosial 55 . d. Yunani Kuno b. Etika Normatif d. Etika Deskriptif b.

Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Kewajiban manusia b. kecuali: a. Kewajiban tidak merugikan b. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Perilaku manusia d. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Kebaikan b. Universalisme 11. Hak manusia 14. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. yaitu: a. Etika Teleleologi 10. Keadilan 15. salah satunya adalah Fidelity. Rasa malu b. Etika Kantian b. Kewajiban ganti rugi d. Maksimalisasi b. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Kemauan/kehendak d. Konsekuensi d. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. Universalitas b. Menghargai makhluk rasional 12. 56 . Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral.a. Otonomi c. Maksimalisasi d. Pembiasaan diri kecuali… a. kecuali … a. yaitu: a. Etika Deontologi d. Disposisi c. Hedonisme c. Kewajiban berbuat baik c. Etika berdasarkan nafsu d. Etika Keutamaan c. Kewajiban menepati janji 13. Akhlak manusia c. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Etika hasil kreasi alam 9.

. a. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b. Mengingat keterpurukan masa lalu c.. Hak moral c. 57 .. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. solvabilitas b... Mengingat masa depan yang terbentang d. sehingga sering mendapat celah-celah hukum. a. etika tetap diperlukan karena. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. kecuali.. a. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17..... subjektivitas d.. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. Hak sosial d. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. c. d. 19. Hak absolut 18. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a. a. b. objektivitas 20. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari.. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Mengingat kesuksesan masa lalu b. Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. Kelancangan 16. kecuali. Kepercayaan diri d. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu. Sekalipun sudah ada norma hukum. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. kreativitas c. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c. Hak umum b.c.

Essay 1. Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3. Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4. Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2. Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 .

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian Etika. tentram.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. padang rumput. cara berpikir. tata krama. akhlak. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. b. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. etika adalah: a. tentang hak dan kewajiban moral. protokoler dan lain-lain. kandang. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . kebiasaan/adat. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. tenang. c. Etika 1. perasaan. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.watak. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. sikap.

yaitu: usila (Sanskerta). berarti moral. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. c. Jadi. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).kebiasaan. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. 2000).Bertens.2000). etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖. Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. secara etimologis (asal usul kata). b. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Istilah lain yang identik dengan etika. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. dan etika berarti ilmu akhlak. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. K. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. mempunyai arti: a. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. prinsip. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.

Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. norma. kesegaran jasmani. ilmu tentang yang baik atau buruk. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. dan kesejahteraan umum. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. Menurut tinggi rendahnya. Misalnya. bukan objek itu sendiri. kebenaran maupun lingkungan. kumpulan asas atau nilai moral.dibalik. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. etika Protestan dan sebagainya. etika agama Budha. b. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. c. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. dan moral. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. Etika berkaitan dengan nilai. b. c. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. dambaan-dambaan dan keharusan. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak. . Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. harapan-harapan. Misalnya nilai keindahan.

dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . e. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. santun. Manusia disebut etis. antara rohani dengan jasmaninya. budi. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. d. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. 4) Nilai religius. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas.d. Macam-Macam Etika. 2. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b. yang bersumber pada perasaan manusia. cipta) manusia. Misalnya nilai-nilai pribadi. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian.

Jenis kedua. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. yaitu sebagai berikut: a. Jenis ketiga. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. sebagai berikut: a. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23). . Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. b. menganjurkan dan merefleksikan. Jenis pertama. cukup informasi. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. c. b. Etika Normatif. direktif dan reflektif. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Etika Deskriptif. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya.

dan sebagainya tentang barang itu.Definisi etiket. cara berbicara. yaitu: 1. cara duduk. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. cara bersalaman. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. Perbedaan Etika dan Etiket 1. menurut para pakar ada beberapa pengertian. isi. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. tata krama dalam pergaulan formal.Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Hubungan Etika dengan Manusia. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak . seperti cara berpakaian (tata busana). dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. walaupun ada persamaannya. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. C. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). 2. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab.B. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat.

Di berbagai kesempatan. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. kata ini hampir mirip dengan etika. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. Dari segi ejaan. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. Etika dan Etiket. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. Wajar saja. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Berbeda dengan kata etika. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam. nilai atau . Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. Bahkan di beberapa perguruan tinggi. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. 2. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. yang telah diberikan karunia berupa akal. karena sedikitnya literatur. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. namun maknanya tidak mirip sama sekali.

Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. Sebagai contoh. . maka saya dianggap melanggat etiket. Begitu pula dengan seorang koruptor. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers.agama tertentu. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. mafia kasus. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. K. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. Lihatlah mereka. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. rapih dalam berpakaian. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. yaitu : 1. berbicara sopan. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. maka saya dianggap melanggar etiket. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. 2. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. berjas rapih. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. maka etiket tidak berlaku.

sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. menunjukkan kualitas. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. sifatnya belum operasional. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Pengertian Nilai. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. tapi di dalam penuh kebusukan. dari luar sangan sopan dan halus. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . ―Jangan mencuri‖. Etika bersifat absolut. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. Etiket bersifat relatif. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. 3. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. 4. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. Etika memandang manusia dari segi dalam.Etika selalu berlaku. D. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Nilai 1. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. dan berguna bagi manusia. bermutu. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.

Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. e. a concept . Pengertian Nilai Para Ahli.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). Kuntjaraningrat (1992:26) . Driyarkara (1966. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia. a. 2. etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. M. nilai pengalaman pribadi semata. nilai identik dengan apa yang diinginkan. c. A. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat. (Value is any idea. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. nilai ide platonic esensi. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d.dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut. f. about what some one think is important in life) h. b. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia.W.38) Nilai adalah hakekat suatu hal.yang pantas.Z.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek. nilai merupakan sarana pelatihan kita. g.berharga.

benar salah. John Dewey Value is any object of social interest j. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. ukuran baik buruk. (Rokeach. o. dorongan dan cegahan. patuh tidak patuh. 2. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. M. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal. 1994 hal. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. .I. melampaui situasi spesifik.” p. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. i. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. k. 3. 1973 hal. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. harapan dan penyesalan. 1994 hal. varying in importance. suatu keyakinan. pujian dan kecaman. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. adil tidak adil m. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik.” q. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. (Feather. (Schwartz. benar dan adil l.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1.

berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. hedonism. Sebagaimana terbentuknya. Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. 1994). Rokeach. masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. dan kejadiankejadian. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. tradition. Grube. . Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. suatu keyakinan. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya.4. 1994. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. achievement. 1973). Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. agama. Mayton II & Ball-Rokeach. atau kedua-duanya (universalism. yaitu: a. b. dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. 1987). security). ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. motif sosial (interaksi). Jadi. 1994. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. Schwartz. individu. 1973. self-direction). stimulation. 1985). serta 5.

1985). capable. Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. Schwartz (1992. yaitu : 1. exciting life. ambitious. authority. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. influential.1973). . 4. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. wealth. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. tantangan dalam hidup. Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. varied life. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise. enjoying life. 3. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. preserving my public image dan social recognition. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. 2.

5. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. social justice. responsible. wisdom. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. true friendship. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. toleransi. komitmen. adat istiadat. 9. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. dan penerimaan terhadap kebiasaan. menyelidiki. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. atau agama. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. 7. curious. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. forgiving. dan norma bertingkah laku. independent. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. seperti memilih. respect for tradition. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. keyakinan. accepting my portion in life. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. 6. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. honest. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. loyal. mencipta. moderate. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. 8. Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. freedom. choosing own goals. memahami orang lain. equality. mature love. devout. Nilai khusus yang . inner harmony. tradisi. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent).

Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. Struktur Hubungan Nilai. 3. hubungan antar manusia. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security. family security. honoring parents and elders.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. Misalnya. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. Sebaliknya. Tipe nilai stimulation dan self-direction. 10. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. harmoni. clean. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. praktis. reciprocation of favors. keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. Tipe nilai self-direction dan universalism. Tipe nilai achievement dan hedonism. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. Tipe nilai power dan achievement. dan stabilitas masyarakat. social order. sense of belonging. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. healthy. dan diri sendiri. yaitu individual dan kolektif. Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. Selain adanya 10 tipe nilai ini. self discipline. obedient. Tipe nilai hedonism dan stimulation.

Tipe nilai conformity dan security. dan security. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9.keragaman dari hakekat kehidupan 6. Tipe nilai security dan power. Tipe nilai tradition dan security. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. . Tipe nilai conformity dan tradition. Tipe nilai universalism dan benevolence. Tipe nilai benevolence dan conformity. yaitu : 1. 2. keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. Tipe nilai benevolence dan tradition. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. ketaatan terhadap aturan tradisional. dan perlindungan terhadap stabilitas. tradition. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction.

1994). 1992. . Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. 1994). 1995.. c. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach.4. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. Schwartz. 1994). sikap. 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. 1994). Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. nilai adalah keyakinan (Rokeach. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather. 1994). d. memberitahu individu akan keyakinan. b. 1992. 1973. bisa dipengaruhi dan diubah. Schwartz. Fungsi Nilai. Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. Nilai sebagai standar (Rokeach. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. selain tuntutan sosial (Feather. terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. 1994. 1994. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. Rokeach. 1973. 1973. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. Grube dkk. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. Schwartz. Schwartz. yang bisa diprotes dan dibantah. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. 1973. Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. Feather. 1994). sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional.

termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. b. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. . self-direction. stimulation. Schwartz. tingkah laku seksual) kurang baik. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. dalam konsep Rokeach. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis. Sejalan dengan hal ini. Schwartz value survey). tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. 5. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. 1973). Rokeach value survey. Robinson dkk. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. yaitu pada tipe nilai hedonism. achievement dan power. (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. Verkasalo. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. Pengukuran Nilai. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a.

E. a. d. Norma Kesusilaan c. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. c. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma Hukum 2. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. Pengertian Norma. tertib dan sentosa. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. dapat menggambarkan nilai-nilainya. ekonomi dan lain-lain. diantaranya adalah faktor pendidikan. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. Jadi. Norma 1. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. orang tersebut cenderung melanggar . apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. nilainya yang dominan akan teraktivasi. Norma Agama b. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. Norma Kebiasaan (Habit) e. Norma Kesopanan d. itu dikarenakan beberapa faktor. antara lain yaitu : a. Norma terdiri dari beberapa macam.

Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. c.norma-norma agama. 5) ―Kamu jangan menipu‖. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. . karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. 4) ―Kamu harus beribadah‖. kepatutan. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. b. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. tata krama atau adat istiadat.

3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. . Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. misalnya jual beli. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. sanksinya berupa ancaman hukuman.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Kegiatan melakukan acara selamatan. yurisprudensi. diwajibkan mengganti kerugian‖. d. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. yaitu kekuasaan negara. bus dan lain-lain. e. terutama wanita yang tua. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. kebiasaan. mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. hamil atau membawa bayi‖. doktrin. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. dan agama.

tetapi diterima sebagai norma pengatur. cemoohan. a. c. Jika cara itu dilakukan. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. Norma dari Sudut Pandang Umum. atau ejekan. Tata kelakuan. b. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. norma dapat dibedakan sebagai berikut. Anggota masyarakat yang . d. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. Misalnya. Misalnya. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). Dalam suatu masyarakat. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. 3. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. sikap. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). di satu pihak memaksakan suatu perbuatan.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. tetapi sekadar celaan. Misalnya.

melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Misalnya. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. . Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Oleh karena itu. orang yang melakukan pelanggaran. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. lingkungan sekolah. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. Jika terjadi perceraian. sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. tentram dan damai tanpa gangguan. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga.

Conformity 10. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan berguna bagi manusia. Stimulation 5. 5. Nilai adalah sesuatu yang berharga.RANGKUMAN 1. bermutu. 4. dan sebagainya tentang barang itu. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. Power 2. Benevolence 8. yaitu : 1. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. isi. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. menunjukkan kualitas. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. tentang hak dan kewajiban moral. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. Tradition 9. Universalism 7. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Self-direction 6. Hedonism 4. . pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. 6. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. Achievement 3. Schwartz (1992. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. 2. Security. ketaatan terhadap aturan tradisional.

Norma Agama. Norma Kesopanan. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. 11.7. Norma Kesusilaan. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia. (3) Fungsi LATIHAN 1. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat. tertib dan sentosa. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum.

bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. norma. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. etika dan etikaet. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. dan mereka tidak merasa menyesal. Dari masalah nilai.

istilah etika di berbagai kesempatan. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. atau bahkan menggunakan. membaca. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. dan penyelenggara lainnya.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Sejumlah pengamat. Etika Kita sering mendengar. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. Dampak langsungnya. misalnya. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi. Mereka. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. Demikian pula. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. misalnya. terus berkembang. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. Memahami urgensi etika profesi 3. terus 4 . Memahami pengertian etika profesi 2.

Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. menciptakan.Dalam dunia bisnis atau profesinal.berkembang dan semakin meningkat. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. 2. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. Mengingat begitu pentingnya etika. 5 . Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. Pengacara. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. mencakup sifat manusia. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis.

6 . Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. c. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. bukanlah seorang profesional. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. Pertama. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. kerenanya. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. profesi memnag suatu pekerjaan. Karena nilai-nilai moral ini. seorang pencopet. Kedua. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. keamanan. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. lebih dari sekedar pekerjaan. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. d. 3. sebagaimana dapat kita pahami nanti. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Istilah profesi dalam bab ini. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. b. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. Selain itu. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. e. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. Adanya pengetahuan khusus. Tegasnya. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. kelangsungan hidup dan sebagainya. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral.

etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. Mengingat makna profesi dan profesional itu. dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. dan karenanya. mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula. 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. 8) Menentukan standarnya sendiri. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan. Etika profesi 7 . 1994: 6-7). juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi. 4. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan. Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis. dalam hal ini adalah kode etik. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Pengertian Etika Profesi. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi.

Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Namun demikian. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Sebagai bidang etika terapan. dalam kaitannya dengan profesi. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Dengan demikian. Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati.merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. 8 . etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka.

Kode Etik Profesi Kode. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. 8 (pokok-pokok kepegawaian). adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. 5. dan hubungan dengan klien. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. pengetahuan. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. Namun demikian tetap perlu diingat. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. atau sebaliknya. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. pengacara. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. dan akuntan. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. 9 . keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Kode etik .kekuasaan atau keahlian. misalnya untuk menjamin suatu berita. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Misalnya. Menurut UU no. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. pengalaman.

seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Dengan membuat kode etik. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya.Tetapi setelah kode etik ada. 10 . yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. Salah satu contoh tertua adalah . profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu.b. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial). karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. c. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. SUMPAH HIPOKRATES. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. pemikiran etis tidak berhenti. yaitu profesi.

seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. Namun demikian. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.Kode etik ini lebih memperjelas. 11 . Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. b. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Sanksi moral b. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis.

Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. h. Hal ini disebabkan perbedaan adat. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. j. 6. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. i. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. institusi. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). B. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. dan masyarakat pada umumnya b. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Menentukan baku standarnya sendiri. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 .c. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. kebudayaan. kebiasaan. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c.

Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 . yang tidak dipaksakan dari luar.Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional. tenang. dalam bahasa yang baik. tentram. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. tata krama. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. protokoler dan lain-lain. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Selanjutnya.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi.manusia bergaul.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. tanpa catatan. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. lengkap. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita . bukan kepatuhan membuta.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain.

b. c. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. sesama profesi sendiri. Tanggung jawab. Keadilan. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. d. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Prinsip integritas moral yang tinggi. C. 14 . dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto. Otonomi. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Tanpa etika profesi. 1999). Prinsip-Prinsip Etika Profesi.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum.

Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . pemerintah. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. pemberi kredit. a. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Peranan Etika Dalam Profesi. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. pegawai. yaitu masyarakat profesional. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. atau segolongan orang saja. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. b. 3. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. dunia bisnis dan keuangan. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. Dengan nilai-nilai etika tersebut. c. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. pemberi kerja. menghormati kepercayaan publik. investor. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik.2.

c. Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian . Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. a. adalah pada perbuatan baik atau jahat. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran. d. 4. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.Budi tumbuhnya dalam jiwa. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. b. susila atau tidak susila.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut. dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya .

16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. kemauan. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. pengabaian atau pelanggaran hukum. yaitu pekerti. seperti dalam buku Kusmanadji (2004. niat. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. niat hati. Burhanuddin Salam. dari semasih berupa angan-angan. Tujuannya baik. cita-cita. dan cara mencapainya juga tidak baik. b. Tingkat pertama. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. jadi masih berupa rencana dalam hati. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. akibat atau hasil perbuatan tersebut. Tujuannya tidak baik. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. d. yaitu baik atau buruk. perlakuan tidak adil. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. ketidakjujuran. cara mencapainya kelihatannya baik. Tingkat kedua. Tujuannya yang tidak baik. Berdasarkan sistematika di atas. Jadi suatu budi pekerti. menutupnutupi kesalahan. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. perilaku tercela. Tingkat ketiga. Drs. c.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. c. dan cara mencapainya juga terlihat baik. D. b. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan.perbuatan namanya pekerti. wil. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1. favoritisme. Tujuan baik. pemborosan dan penggelapan dana. semasih belum lahir menjadi perbuatan. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. dan kegagalan dalam berinisiatif.

tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi. Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu. Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai . Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria. Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan. Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut.Dalam banyak hal.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi. tetapi hukum yang berlaku.Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up).maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan. Sebagi contoh. 18 . seorang atasan dalam suatu instansi.―imbalan‖.Dalam hal ini.Dalam hal ini.Selain itu.Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan.

Secara ekonomi dan politik. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya. posisi. Namun dari sudut pandang etika. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik. penerimaan suap atau uang pelican. pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. Korupsi.16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara. Dalam bukunya Kusmanadji (2004. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. Dengan definisi yang luas tersebut. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. walaupun banyak pihak yang masih skeptic. jika bukan pengkhianatan. lembaga independen anti korupsi.2.Terakhir. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran.Oleh sebab itu. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. Dengan perkataan lain. pemungutan liar 19 . namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia.Jadi. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial).

sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. orang lain atau korporasi. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. Dengan kriteria tersebut. Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No. memperkaya diri sendiri. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. kesempatan. Melawan hukum b. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. mangkir kerja. 31/1999). menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. Demikian pula. Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. datang terlambat di kantor. Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. 3/1971 yang diubah dengan UU NO. orang lain atau korporasi. Menguntungkan diri sendiri c. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan). tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2).(tidak sah). keadilan. karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. Jadi. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. dan legalitas. objektivitas.

Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. masayrakat dan atau negara.Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. Secara historis. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004. kolusi. Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan. 3. Kolusi . kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi. dan kejujuran. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. 21 . bangsa. tanggung jawab. diidentifikasi dan dikelola.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. efisiensi. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No. dan negara. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara. Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest).16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi. jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi. seperti loyalitas. sehingga perlu didefinisikan. dan nepotisme (KKN). dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi.Dlam konteks birokrasi publik. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana.

pada definisi benturan kepentingan ini. perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan alokasi sumberdaya publik. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan.Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. b. Jadi kepentingan pribadi apa pun.Secara sederhana dan pragmatis. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. Mendistorsi aturan hukum.. hubungan pribadi. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. 22 . imparsialitas. Seperti halnya pada definisi korupsi.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. mekanisme pasar. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi.

BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA. b. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 . membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. Karenanya. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. Lembaga ini bekerja seperti bank. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya.Skema ini akhirnya terurai. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. pejabat puncak menerima gaji.Akhirnya. a. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal.4.Namun setelah dua tahun penyelidikan. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi. Sementara itu.

Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun.SEC juga menuduh Arthur Andersen.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. c. Akibatnya. Hasilnya. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. Andersen mampu membuat 80 persen 24 . pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. salah satu klien terbesar Andersen. Enron Bulan Oktober 2001. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Dengan Enron. seperti pendapatan ―cookie jar‖. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖. recording revenue on contingent sales.4 miliar dari Waste Management. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. Menurut SEC. Agustus 2002.Pada 2001. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya.diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi. d. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan.

e.Dia menginstruksikan David Duncan. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. klien terbesar Andersen.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Atas kasus itu. Namun. Pada Juni 2005. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. Berita segera muncul ketika WorldCom. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. Enron bangkrut. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. memiliki penyimpangan sebesar $3. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya. 5.9 miliar.Dalam sebulan. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. Nancy Temple. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta.

Adanya penyesatan informasi. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. namun mutu dan independensi audit dikorbankan. diantaranya: a. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. 6. b. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Arthur Andersen. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. c.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. b. Dalam kasus Enron misalnya. 26 . bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron.

Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. Dengan adanya tindakan ini . 7. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. d. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. e. pelaporan.c. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi. tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik.Akibatnya. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. 27 . agar hasilnya bisa memuaskan.

controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. Sebagai tambahan. Selain itu. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. c. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. diantaranya: a. yaitu jika tidak ada. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. e. d. chief accounting officer. CFO. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. 28 . maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. b. Untuk menjamin independensi auditor. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut.

etika.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. perilaku. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 . dominasi kepercayaan. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. dan lain sebagainya. dan lemahnya pengendalian. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan. akhlak. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran. tidak jujur. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. publik dan karyawan sendiri. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. karakter moral yang rendah.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum. klien.

sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. Dalam kasus malapraktik dokter. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR. Jakarta. kelalaian. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. Irwanto PhD. atau kecelakaan. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. 30 . baik secara profesi maupun hukum. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP.Akibatnya. dokter selalu berada di pihak yang benar. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya.Namun. Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). 4) Pelecehan seksual dan sebagainya. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. kegagalan. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. Bekasi.bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula. Cibitung. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung. peneliti dari Universitas Atmajaya. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter. kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. Di republik ini. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ). Rabu (25/8) lalu.

bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin.Apakah harus dipidana. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa.Artinya. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata. penguatan lembaga penegakan etik profesi.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban. Sayang.Mestinya.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu.‖Walaupun belum ada standar.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia.Jika terbukti adanya malpraktik.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 .Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi. Akan tetapi.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi. seseorang dapat dikenai pidana. Menurut Menkes. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris.

Seorang patolog.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. ‖ Jadi. atau tindakan seperti operasi.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien.Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan. Mengutip Atul Gawande. namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP. misalnya sekali-sekali atau sering.Karena itu. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien. Prof Iwan Darmansjah.implikasi publik alias tindakan pidana umum.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum. data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal.Jenisnya juga dapat beragam. ‖ ujar Kamri A.‖ papar ahli Kesehatan.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar. seperti kesalahan dalam diagnostik.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible). ahli bedah. Goerge Lundbreg.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. 33 persen dari serangan jantung. serta dicegah atau tidak.Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP. tidak serius dan serius (termasuk kematian). kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum. pengobatan. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori. Selain itu. Jika bersifat pidana. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. dalam complications. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. di Journal of the American Medical Association melaporkan.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer.

Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2. individualistik. Fellina Azzahrapasien). tampak dan potensial! 33 . tampak dan potensial? 5. Apa perbedaan benturan kepentingan aktual.kedokteran Indonesia. dan korban lain yang mati sekalipun.Sebagai dampak perubahan yang semakin global. Kalau tidak. Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual. materialistik. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3.Akibatnya. kasus Irwanto.Dalam perkembangannya. termasuk dalam profesi kedokteran. dan hedonistik. yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen. perlu dilindungi dari perilaku. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. SOAL-SOAL 1.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4.

(dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3. Menurut Zimmerer. 2. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . (etika dalam berbisnis). Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. 2. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. Memahami urgensi etika bisnis 3. yaitu: 1. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Memahami pengertian etika bisnis 2. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2.

serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. kontrol diri. Dalam etika sebagai ilmu. tidak lekas tersinggung. Etika bisnis menyangkut moral. menimbulkan rasa saling menghargai. Dengan kata lain. 3. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. yaitu disatu pihak. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. hak-hak dan kewajiban. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. Menurut K. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. kontak sosial. yaitu : 1. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 . Disisi lain. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. Bertens. kreditur. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. toleran. tapi masih lemah dan ragu. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. tidak menyalahgunakan kedudukan.menghormati. 2. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. meningkatkan efisiensi kerja. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. kekayaan. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Menanamkan. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. pelanggan. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat.

tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. 2. tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. Penipuan (Deception). pemecatan. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. Pencurian (Theft). Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. adalah tekanan. Suap menerima (Bribery). Paksaan (Coercion). adalah tindakan memperdaya. tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. Selain itu. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. kewarganegaraan. batasan. 4. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. atau agama. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. jenis kelamin. memberi. atau penolakan industri terhadap seorang individu. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras.boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. 36 . Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). Bila studi etika telah membuka mata. 5. 3. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1.

Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. ingkar janji.B. Tindakan mark up. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Von der Embse dan R. yaitu: 1. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Bahkan. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. makin hari semakin meningkat. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi.A. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini. Kalau sudah demikian. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Sebagai bagian dari masyarakat. Oleh karena itu. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Pasalnya. dalam 37 . tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi.

tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. kejujuran. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan.dan kesamaan. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. Keadilan distributive. Namun. seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini.bertindak. Benefit terdiri dari 38 . Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. 3. antara lain: 1) Prinsip Hak. 2. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. b. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. 2) Prinsip Keadilan.

Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. d. Keadilan retributive. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. Contohnya.pendapatan. kesejahteraan. baik internal maupun eksternal perusahaan. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. b. pelayanan yang sama kepada konsumen. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Beban terdiri dari tugas kerja. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. misalnya kehilangan nyawa manusia. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. c. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya. pekerjaan. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. b). Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. c). Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. pajak dan kewajiban social. Keadilan kompensatoris. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. dan lain-lain. (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. pendidikan dan waktu luang. Sementara itu. pelayanan dan barang penebus kerugian. 39 .

tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. Apalagi. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. Pada akhirnya. c. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. b. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. sekretaris dan lain-lain. e. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. entah melalui gambar maupun tulisan. 40 . Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. Misalnya.e. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. Misalnya. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. Simpatik Kelolalah emosi. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. seperti karyawan. Hal ini jelas keliru. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. d. tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda.

atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . melainkan lebih kompleks lagi. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. kesehatan. Perhatikan juga norma. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Di samping itu. Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. 2. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. terutama dalam hal pendidikan. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Artinya. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. dll. Lakukan dengan Cara yang Baik. pemberian latihan keterampilan.f. Pengendalian Diri Artinya. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. 3. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. Jadi. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. Lebih Baik.

Kolusi. dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. Menghindari Sifat 5K (Katabelece. Kongkalikong. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. 5. Untuk itu.teknologi. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah. 8. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. 6. Koneksi. 4. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. 7.

Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. politik. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. sementara ada ‗oknum‘. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. hukum. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. 10. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. 2. dan sistem-sistem sosial lainnya. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. 9. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. 11. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. 43 . yaitu: 1. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. C. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya.

Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. penimbunan barang. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. Di Indonesia. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya.3. Manajemen beretika. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. 1. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. Kolusi. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. penindasan tenaga kerja. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. Memasukkan gatra nilai etis 44 . Dalam ungkapan Theodore Levitt. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. pengrusakan lingkungan. korupsi. monopoli. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a. yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). penipuan. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. perampokan bank oleh para konglomerat. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). adalah sesuatu yang mereka inginkan. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. Bahkan.

sikap. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. menurut mereka.Penampilan. kepribadian. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. usia dan latar belakang etnis 45 . Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain. Padahal. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial. menurut kalangan ekonom seperti di atas. prinsip ekonomi. belum lagi pembajakan film dan buku. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. c. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Bukan hanya melanggar etika bisnis. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. b. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin.

Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup.Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. Melalui pendekatan etika ini. paling tidak semenjak jaman modern. Pada umumnya. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. Dorongan tidak selalu datang dari luar. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. Dalam kegiatan praktis. Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. karsa dan karya. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. d. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka.

Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. Sebaliknya. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. diperlukan suatu landasan yang kokoh. karena berkilat belum tentu emas. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia.Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. organisasi yang baik. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. Artinya. 47 . pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. a. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi.

bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. larangan beroperasi. TELKOM dan PT. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. misalnya melalui gerakan pemboikotan. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. Tindakan yang tidak etis. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. larangan beredar. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.

Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Jadi. b. Etika. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. Decent Works. ISO (International Organization for Standarization). Corporate Social Responsibility. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. industri dan juga masyarakat. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. dan hak asasi manusia. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal). seperti bagaimana melakukan bisnis. peraturan pemerintah. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar. dan sebagainya.serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. keputusan presiden. peraturan perusahaan. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. perusahaan. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. 49 . Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. dan lain sebagainya. lingkungan alam. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis.

Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. dan sistem. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. misalnya toleransi. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. persamaan. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. bahkan cenderung membohongi publik. kepercayaan. emosi atau religiusitas. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. perusahaan ritel. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Pada tingkat sistem. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. Realitasnya. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. organisasi. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Tindakan mark up. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. baik sebagai penguasa maupun manajer. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. ingkar janji. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . Pada tingkat individu. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat.Menurut Dawam Rahardjo. kesetiaan. Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. Entah disengaja atau tidak. Kalau sudah demikian. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Salah satunya adalah melalui iklan. makin hari semakin meningkat. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. Pada tingkat organisasi.

Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. kartu kredit. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. dan perusahaan penerbangan. kondisi. tanggungan. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan. Sementara itu. Selain itu. seperti pelayanan yang baik dan ramah. dipromosikan. mempromosikan. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun. atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel. jaminan. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa.000. atau diiklankan. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional.000. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. 500. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. kejujuran. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. produk dan layanan telepon seluler. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. mempromosikan. Dari sisi legal formal.-. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. Menurut etika formal dan informal. Pengabaian etika bisnis akan 51 .

jika dicermati. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. harga produk. prinsip otonomi. 52 . setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. Dalam kasus kartel ini. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan.membawa kerugian. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. Baik dalam hal mutu produk. Seharusnya. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Maksudnya masing. Konsumen merasa. maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. tidak saja pada masyarakat. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran. tidak memiliki prinsip otonomi yang baik. sesuai dengan prinsip etika bisnis. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. c. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. Yang pertama. Kedua. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. Ketiga. termasuk dalam penentuan tarif sms. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini.

maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme. Kelima. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen.Keempat. Jika pelaku bisnis. Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. Keputusan. 53 . Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan.keputusan itu. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan. tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. prinsip integritas moral. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖.

Lebih Baik. penipuan (deception). Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. atau Dipandang Baik. 3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. Keadilan. Prinsip Tidak Berniat Jahat. Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. pencurian (theft). Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery). Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran.RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. . Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach).A. Simpatik. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination). Prinsip Kejujuran. Prinsip Keadilan. Rendah Hati. paksaan (coercion).

mampu menyatakan yang benar itu benar. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . dan (3) individu. menciptakan persaingan yang sehat. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. kolusi dan komisi). mempertahankan jati diri. politik. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). (2) organisasi. koneksi. kongkalikong. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. yaitu: (1) sistemik. menghindari sifat 5K (katabelece. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. memelihara kesepakatan.RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. hukum. dan menuangkan ke dalam hukum positif. b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. dan sistem-sistem sosial lainnya.

Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. hak individu. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. yaitu utilitarian. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Diversifikasi usaha tersebut. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 .LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. dan keadilan. antara lain meliputi future transaction. meso dan makro. Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan.

sampai ke Asia.) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron. Enron. Dedi Kusmayadi. SE. M. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 . Eropa.2 milyar. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor.. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. termasuk wakil presiden Amerika Serikat. mulai dari Amerika.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia.Si. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih.

Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat. 58 . padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. walaupun memiliki persamaan. dan hubungan antara atasan ke bawahan. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. A. diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. Etiket dan Kepemimpinan 1.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Begitu juga dalam sebuah organisasi. seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. masyarakat atau bernegara. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. hubungan bawahan ke atasan. selain aturan tertulis. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang.

Etiket hanya berlaku. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. cara bersalaman. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. Etika adalah niat. Definisi etiket. 2. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. Etika bersifat absolut. sopan santun. b. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. seperti cara berpakaian (tata busana). d.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. jika ada orang lain yang hadir. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. cara duduk. cara berbicara. dalam buku berjudul Etika. Etiket adalah formalitas (lahiriah). tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. menurut para pakar ada beberapa pengertian. 1994. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.Etiket bersifat relatif. 59 .Menurut K. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.selain ada persamaannya. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. c. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. Bertens. tata krama dalam pergaulan formal. Etika berlakunya. Etiket adalah menetapkan cara. Etika adalah nurani (bathiniah). bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan.

seperti a. Irving R. Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. Massarik). Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . Tannenbaum. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya.Koontz dan C. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. dan tak terbatas waktu dan tempat. organisasi ke organisasi lain. Terdapat tiga prinsip dalam etiket. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. bersifat universal. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. empati dan kejujuran. Tidak peduli mereka berbeda. yaitu respek. B. tidak berubah. F. 1. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. atau keyakinan berbeda. O'Donnell) c. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. berasal dari kultur berbeda. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. Respek Respek berarti menghargai orang lain.

kamu harus berpikir dulu.setiap orang dengan kelebihan.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. dewasa dan manusiawi. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. Sebelum bertindak atau berucap. 3. Misalnya dalam makan. Pikirkan dulu. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar. kalau sudah selesai terus mencuci 61 . 2. akan membuat seseorang terlihat bijaksana. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. a. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. kesamaan dan perbedaan yang ada. kekurangan. Apakah akan membuatmu senang atau berang. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. atau apabila terpaksa. Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. apa pengaruhnya bagi orang lain.

makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e.b. NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a. makan dengan tangan kanan. Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang. mengakui 62 .. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction). Bila dilanggar dianggap melanggar etiket.Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya. d. f. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut. C. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. c. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖.

1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia.politik. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 . maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a). Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting.Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan. hukum.ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas. baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. Hart. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta.pengkhutbah atau seorang orator. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya. metafisika. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial.

jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. tenang tanpa halhal yang istimewa. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. kolusi dan korupsi dapat dibendung. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa. Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi. 64 . semuanya sama dalam kaca mata undang-undang.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme.kawanmaupun lawan. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman. demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar.

2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin. kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik. 65 . Sebagai kitab ajaran.. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini.Sebagai buku. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan. Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur." (HR. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin. saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita.. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat.. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat.Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. Muslim). serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya.

sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik. c. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi. maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut. kata Blanchard dan Peale. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. b.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. menolong kita untuk 66 .Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom.

pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. menurut Blanchard dan Peale. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. Jika memnag demikian. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. Menurut mereka yang tidak setuju. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. D. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. d. e. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. Contoh kasus. Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. Misalnya. Misalnya. Namun. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. berperilakulah dengan teguh. namun tidak masuk 67 . Seorang pemimpin etik. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. saling mencerca dan mencaci maki. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. berbicara yang tidak pantas di depan publik. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman.

sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. Oleh karena itu. Jadi. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. 31). siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. kekejaman. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. Bertens. kemiskinan. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. Dalam suatu organisasi. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Lain halnya dengan etiket. korupsi. dan ketidakadilan. atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. etika kepemimpinan sangatlah penting. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. Dalam hal ini. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. 68 . tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. misalnya lingkungan hidup. etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. 65. Secara umum. Verkuyl.dalam ranah etika. 53). Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika.

Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik. 51-52). manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. ada pula etika kewajiban. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. 54-56). setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. Di samping etika keutamaan. Artinya. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. Di sini.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. mana yang benar dan mana yang salah. Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. 69 . Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. baik dan buruk. apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). dan kebaikan sebagai etika keutamaan. Di samping memiliki hati nurani yang baik. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. pelayanan. apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or).

70 . Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. pengetahuan dan komunikasi efektif. baik untuk CEO. yaitu produk yang berkualitas. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi.  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. pelayanan pelanggan yang berkualitas. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. Di sini. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. dewan direksi. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. Dalam hal ini. tetapi juga perlu pembentukan watak. maupun para investor. dan pengiriman yang berkualitas. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin.Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga.

Sementara itu. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair. memecahkan masalah. seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun. dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian.mengendalikan. Sayangnya. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya. Peter Block. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice. Menurut seorang pakar kepemimpinan. dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup.  Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. Di Amerika. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 .

individu daripada talenta/kemampuannya. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. dan para pemegang saham. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. pelanggan. Tidak ada orang yang 72 . Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. dewan direksi. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. pelanggan. maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. Bagaimanapun ketika. tantangan atau masalah-masalah. Secara normal. E. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. bukan untuk melayani diri mereka sendiri.

merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang. bertindak dan merespon. kita dapat mengidentifikasi karakter dia. A. Gambar 3.1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . sehat dan bahagia. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Covey. dan kuat. 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. utuh. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. karena dari cara dia berbicara. Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya.

74 . Habit 2 – Start from the End Individu. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. keluarga. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. pribadi atau antarpribadi. dan memilih untuk tidak menjadi korban.Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. Covey) Habit 1 . Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. untuk tidak menjadi reaktif. dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. hubungan. Apa pun situasinya. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek. baik besar maupun kecil. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai.

Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. 111. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. bekerja dengan kekuatan tersebut. bukan ―aku‖. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. … atau lebih banyak lagi. baru kemudian berusaha dipahami. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. 11. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. berusaha memahami dulu. 75 . Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. menghargai. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. cara Anda. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri.

Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. Tabel 3. yang sosial/emosional. dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. 76 . mental. Mengasah Gergaji. Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1. adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. hati. Kebiasaan 7. 2. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4). Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. pikiran.Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). dan jiwa. saling memahami (Kebiasaan 5). dan spiritual. Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3.

komunitas. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. memiliki tujuan. termasuk keluarga. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. Kedua. 77 .Sumber: The 8th Habit (Stephen R. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah. dan masyarakat. wewenang moral. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. kerja sama kreatif. Ketiga. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. Artinya. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. Anda sama sekali tak akan berhasil. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. integritas. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. prinsip-prinsip itu bersifat universal. Covey) A. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. saling menghormati. saling memahami. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya.

Memulai dengan Tujuan Akhir." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. B. Kebiasaan 1. adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. sebuah cara berpikir. Kebiasaan 2. tetapi juga sebuah paradigma." Inilah kekuatan dari pilihan. dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. dan bukan sekadar determinasi genetik. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. dan baru 78 . Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi. atau lingkungan. sosial. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. fisik. 2. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji.Gambar 3. pertama secara mental. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1. Menjadi Proaktif.

5. Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan.kemudian secara fisik. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian)." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. tindakan. pembelajaran. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. disiplin." Ini adalah kekuatan fokus. C. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami." Kebiasaan 4. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. gairah. dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi. dan 6—Berpikir Menang-Menang. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi. dan menghargai perbedaan. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. 79 .

Dan ternyata. Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. Sebagai contoh. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan." Keempat peran ini adalah untuk semua orang.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. apa pun posisinya. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior. Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. Dave Ulrich (Universitas Michigan). bukan pada metode. namun alamiah.Gambar 3. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . pengaruh tim dan organisasi Anda. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995. banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. Jack Zenger. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda. lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. untuk memenuhi tugas mereka. Stephen R. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju. Kendati demikian.

mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. peran-peran ini tampaknya berurutan. 81 . peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. Covey) D. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. Tetapi dari sisi lain. dan memberikan konsultasi. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya. Dari satu sisi. Kendati demikian. Gambar 3. pengamatan. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan.

dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika.Stephen R. Anda akan melihat mengapa. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. Sebagai contoh. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. Dengan kata lain. yang seperti juga dunia bisnis. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. kontribusi. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. tak beraturan. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . dan tergantung pada suasana hatinya. tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu.

era kelima dari peradaban. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. Dengan mengingat adanya urutan ini.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri. bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. Dan yang paling akhir. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. individu. dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. tim.

Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. sebutkan? 10. seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 .Koontz dan C. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. O'Donnell 3. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7. Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. Untuk keperluan itu. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi.

fathonah 8. organisasi sosial. 12. Hubungan. Etiket : Tata cara (adat sopan santun. paguyuban. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. 10. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. Ahli (kepandaian). Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. Kontak. paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. ujud. 14. Etika : Satuan yang berwujud. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen. 4. Amanah 3. Investor menanamkan keuntungan. dsb. 2.yayasan. 9. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran).GLOSARIUM 1. Direksi : Orang yang mahir. 7. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. Kolaborasi 13. Globalisasi : cerdas. 11. bank. Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. 6. Entitas 5. 85 .

: Menyampaikan 86 . dsb. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. 16. Standar 21. Penasihat menasihati. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. mencolok.15. 17. partai politik. organisasi. dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). 20. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. Sidiq 19. 18.

co.html http://www. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 .DAFTAR PUSAKA Covey.R. Stephen.html http://wawan-junaidi. 1994 http://pribumibrebes. The 8th Habit Covey. Stephen.cc/2008/06/etika-kepemimpinan.lintau.html http://www.scribd.com/2010/11/pengertiankepemimpinan.com/My-Category/Pengertian-Etiket17645.blogspot. Binarupa Aksara.kabarku.R.

Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya.Etika berkaitan dengan perilaku normal. Pengertian pelayanan publik 2. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. Dengan cara sederhana kita dapat. setiap jam. yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. etika adalah salah satu cabang filsafat. apa hak kita dan apa hak orang lain. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. kinerja atau prestasi. Netralitas PNS A. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. Etika berkaitan dengan karya. atau setiap hari.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat.

Oleh sebab itu.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. nilai-nilai.Jelasnya. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. seperti halnya etika bisnis. Dengan demikian. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat.Jadi.Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru. Sesuai dengan pengertian tersebut. bangsa dan Negara.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi.Dalam kenyataannya. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik.Dengan demikian. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika. dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna . standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut.

efisien dan efektif. Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. yaitu pertama. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. B. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. Dalam pelayanan publik. produktivitas dan efektivitas. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 3. Dengan perkataan lain. baik normatif maupun objektif. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. 2. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. integritas berarti bahwa : 1. 5. yaitu profesionalisme dan etika. etnis. besarnya diskriminasi pelayanan. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. Seperti halnya di sektor bisnis. Ada beberapa alasan.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. 4. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. keadilan dan sebagainya. objektivitas atau imparsialitas. sektor publik. Sumber daya publik digunakan secara tepat. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. dan agama. kesamaan afiliasi politik. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang .Secara khusus. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. sepertiintegritas. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. 1. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. seperti sektor bisnis. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). termasuk sektor publik (pemerintahan).

Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar.Dan ketiga. Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita. mulai masa orde baru hingga kini. misalnya. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik. khususnya jawa. Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan.Akibatnya. Di samping itu.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani. kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan.Prosedur pelayanan. Tidak hanya itu. Kedua. bukannya diskriminasi. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit. . tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan.

Bahkan di penghujung tahun 1980-an.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja. buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh).Kedua. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya. Artinya.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. pemerintahan milik . jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu. jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya".Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. sehingga banyak narapidana menjadi bebas. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju. pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh.Di awal tahun 1990-an.

hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. kelompok-kelompok persaudaraan. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan.Pemberdayaan masyarakat. Artinya.Oleh karena itu. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. Pemberdayaan semacam . Kedua. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat.Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. organisasi sosial. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. Artinya. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. tanggung jawabnya belum berakhir.Ketiga. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.Oleh karena itu. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). Oleh karena itu. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. Artinya. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. kelompok-kelompok persaudaraan. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Pemberdayaan masyarakat. organisasi sosial. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri.

ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. Artinya. melaui survei pelanggan. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. meski dalam situasi keuangan yang sulit. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. tanggung jawabnya belum berakhir. Artinya. keempat. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. . Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. yaitu keterbatasan akan keuangan. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen. pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). merangsang lebih banyak inovasi. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. Dengan cara ini. sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan.para pelanggannya. Ketiga. Oleh karena itu. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa.

Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. mereka mendanai lebih banyak polisi. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul.Akan tetapi.Misalnya. pada saat teknologi masih primitif. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu. untuk menghadapi sakit. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. keenam.kelima. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. mereka mendanai perawatan kesehatan. dan membuat peraturan bangunan.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. . sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. Artinya. membangun sistem air dan pembuangan air kotor.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar. Kerjasama antara sektor pemerintah. Artinya. Artinya. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. seperti berusaha mengontrol lingkungan. untuk mencegah kebakaran.Untuk memerangi kebakaran.Untuk menghadapi kejahatan. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban. Dan prinsip yang ketujuh. untuk mencegah penyakit.Misalnya. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas. dan pekerja publik relatif belum terdidik.

seperti good governance dan profesionalisme. pengabdian (kepentingan publik). Pada dasarnya. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). C. . 2. faster (kinerjanya cepat. pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. kerahasiaan.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. b. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. integritas dan kejujuran.Dengan demikian. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. antara lain. legalitas dan kepatuhan. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. Sementara itu. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor . c. dan efisiensi. Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. loyalitas.Oleh karena itu. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. Semangat nasionalisme d.yaitu: a. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik. efisien). transparansi. akuntabilitas. Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. tanggung jawab. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil.

3. Kesiagaan atau ketanggapan. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Transparansi Bersifat terbuka. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. pengetahuan. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). agama. c. 2. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. yaitu: 1. ras. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. Jaminan. Empati. gender. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. 5. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. Keandalan. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. dan harapan masyarakat. kebutuhan. 4. golongan. keramahtamahan. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. dan status ekonomi. yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. . dan kepercayaan dan keyakinan. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas.b. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 6. d. D. e.

perumahan.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini. listrik. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1. Akuntabilitas 3. E. . Partisipatif 5. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang. pendidikan. transfortasi.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. Transparansi 2. Kondisional 4.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. 6. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. Namun sangat disayangkan.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Kesamaan Hak. air bersih dan sebagainya.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Keseimbangan hak dan kewajiban. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima.

4. jelas. Dan ruang kerja yang nyaman. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Dan pensiun. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1. 6. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. tepat waktu.Kriteria Pelayanan Publik: 1. 5. kesadaran dan tanggung jawab 5. 7. Sopan. mudah dijangkau. 11. berdisiplin. tipe ideal birokrasi mencakup . UUD 1945. 2. akurat. 6. Sementara itu. ramah. aman. 12. Negara dan Pemerintah 2. 3. bertanggung jawab. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. tersedia sarana dan prasarana pendukung. 10. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2. 5. 4. 9. menurut Weber. 8. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. Hak ahli waris 7. sederhana. Menyimpan rahasia jabatan. 3. Perawatan kesehatan. Tunjangan cacat. Cuti.

bawah. Namun. 8 th 1974 jo uu no. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8. Panca prasetya korpri A.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). kewenangan 5. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya.dan samping. Pejabat diangkat karena profesional 6. 2. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara).1. sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian). uu no. 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. 2. tugas. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. dan PP no. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7. 3. bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab.

mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. e. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖. f. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi. b. menjadi teladan dalam perilaku. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain.Sementara itu. memenuhi kepentingan warga Negara. mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. termasuk penelitian. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. percobaan. c. dan inovasi. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan.tinggi. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. d. secara pengembangan diri. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g.

kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. dan tanggap. B. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. Dalam lingkungan pelayanan publik.a. pelaksana yang baik. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. bersikap jujur. para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan. e) Memajukan demokrasi. d) Meningkatkan kinerja. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi. Lebih dari itu. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis. a) Menegakkan aturan hukum. seperti kemanusiaan dan HAM. selalu memutakhirkan informasi. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan.Selain itu. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan. kalau belum diuji atau dikaitkan . Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. diskriminasi dan korupsi.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis. c) Menjadi teladan. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. memberikan manfaat publik.Karena itu. memajukan kepentingan publik.

Bila ia didominasi oleh etika organisasi. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. Dengan demikian. Kedua adalah etika profesi. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis.dengan konsekuensinya. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. Dan keempat. dan pengalaman masa lalu. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. keyakinan agama. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu. Hierarki Etika. Pertama.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan. budaya.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan . yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara.Misalnya.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika. etika sosial. adat istiadat.

tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. menaruh perhatian. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. komunikasi terbuka dan transparansi. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. ―orang pintar‖. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. respek. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. Dalam konteks ini. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. etika moral Pancasila. pengembangan profesionalisme. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. keramahan. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. Di Amerika Serikat. C. Atau dengan kata lain. kejujuran. tokoh-tokoh karismatik. bekerja profesional.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. dedikasi.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. cepat tanggap. kebenaran. dsb. misalnya. kreativitas.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam . namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. kasih sayang. ketabahan.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku.Pendapat tersebut tidak salah. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal.

bahkan sering dikutuk perbuatannya. harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut. Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral.Kadang-kadang. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah. D. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. tapi tidak tepat dalam organisasi publik. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta. peluang dari pihak. kalau perlu insentif khusus.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. yang insentifnya tidak jelas.beretika. Akibatnya. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik.Karena itu. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres). dan nasibnya bisa menjadi terancam. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. .Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan. Oleh karena itu.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik.

sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d. Stabilitas.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut. menjadi berkurang.Kedua. c.Pertama. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi. Selain itu.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu.Untuk mengemban tugas ini. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan . meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. 2.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi. Ketiga. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. netralitas PNS sangat diperlukan.

dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. 43 Tahun 1999. 5. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. nilai-nilai. 2. Oleh karena itu. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. seperti halnya bisnis. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. 6. Secara khusus. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi. 7. 1. 4. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya.

tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Sebagai calon pengawal . perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). secara khusus penting bagi akuntan profesional. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. 13. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. 9. Dalam kaitan ini. Namun. kalancaran palaksanaan pelayanan. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. 11. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. 12. 14. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. melakukan fungsi manajemen pelayanan public. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. masyarakat pemerintahan. Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. 10. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik.

Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi).keuangan Negara. 3. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? . 2. 4. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik.nan public yang semakin baik. prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. Jika seorang pegawai negeri ceroboh. Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya. 1.

Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara. dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi . Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa.

Bisnis. Etika Profesi Akuntansi. dan Pelayanan Publik. . 2005).DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. atau budaya. guiding beliefs of a person. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. etos . to appear. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. 4. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. aspek-aspek etika kerja. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. yang kemudian menjadi ―etika‖. the characteristic spirit. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. 3. kelompok atau suatu institusi. 2.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja. A. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. disposition hingga disimpulkan sebagai character. nilai-nilai moral. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point. S. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. karakteristik rohani.komunitas. ide atau keyakinan suatu kelompok. Dalam bahasa Inggris. community or culture. A. group or institution. moral values. ideas or beliefs of a group.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. Sejalan dengan waktu.

mode of expression. atau sejenisnya. Dalam situs resmi kementerian KUKM. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. menjadi prinsip-prinsip pergerakan.diartikan dalam dua pemaknaan. the disposition. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni.go. atau sikap khusus orang. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. bentuk ekspresi. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. mempercayai. morale with regard to the tasks at hand. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. Berdasarkan rumusan ini. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia. culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working. adatistiadat 2. jika seseorang. character. mores. budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. or attitude peculiar to a specific people. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama.depkop. karakter. disposisi. or the like. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. fundamental values or spirit. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. Pada Webster's Online Dictionary.id). Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . the governing or central principles in a movement. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Menurutnya. suatu organisasi. nilai atau jiwa yang mendasari. pekerjaan seni. yaitu: 1. Menurut Anoraga (1992). work of art. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas.

Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. disiplin. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. kode etik. prinsip-prinsip. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. dan standar-standar. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. kode moral. Mencetak prestasi dengan motivasi superior. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. 4. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. keyakinankeyakinan. entah pengusaha. 2. integritas. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. teliti. pegawai kantor. aspirasi-aspirasi. kode perilaku. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. sampai . 3. Kerja adalah rahmat. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. Apa pun pekerjaan kita. A. kreatif dan produktif. spirit dasar. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. yaitu: 1. sikap-sikap. tekun. terutama perilaku kerja. rasional. karakteristik utama. pikiran dasar.pada satu kesimpulan utama. komitmen.

―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. 4.buruh kasar sekalipun. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. 3. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. seorang fisikawan peraih nobel. menulis merupakan sebuah kehormatan. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. akuntan. Apa pun pekerjaan kita. Kerja adalah amanah. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. Kerja adalah aktualisasi. Dia mengaku. Semua adalah seni. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. semuanya bentuk aktualisasi diri. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. Kerja adalah ibadah. Kerja adalah seni. Hasilnya. 2. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. itu adalah sebuah kehormatan. kita bisa berucap pada diri sendiri. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. Kerja adalah panggilan. entah dokter. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. adalah rahmat dari Tuhan. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Baginya. Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. ahli hukum. . Seremeh apa pun pekerjaan kita. 5. 6. 7. Meski kadang membuat kita lelah. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. Jadi. Kerja adalah kehormatan. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi.

4. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. Kerja adalah Pelayanan. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. Apa pun pekerjaan kita. 2004). 5. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. pedagang. yaitu. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. Menempatkan pandangan tentang kerja. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. 3. Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi.8. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. polisi. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. 2. 2. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. 1. bahkan penjaga mercusuar. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. . positif dan negatif. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. 3.

Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. bekerja tekun sistematik. Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. dan modernitas (Sinamo. yaitu: 1. 5. 4. Cara berpikir. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. serta menabung dan berinvestasi. tidak mengumbar kesenangan . Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan.namun hemat dan bersahaja (asketik). . bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup. kemakmuran. 2005). jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. berdisiplin tinggi. B.3. dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. berorientasi sukses (material). Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Dengan demikian. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958).

jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan.Menurut Rosmiani (1996). Sosial Politik Soewarso. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. 3. 1995) mengatakan bahwa sikap mental. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. Rahardjo. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. Usman Pelly (dalam Rahimah. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Namiartha. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. etos kerja terkait dengan sikap mental. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. KH. tekad. tekad. disiplin dan semangat kerja. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain. 2. Dharmika. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. Subagyo.

keahlian dan keterampilan. Suri dan Nasution. yang termasuk diantaranya yaitu gaji.punggung masyarakat modern. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. status. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Namiartha. kondisi kerja. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. 1995). sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. 6. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. 7. Dharmika. Fauziah. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. Ketika sebuah organisasi . keamanan kerja. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri. yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. Rahardjo. 1995). 4. 5. dan supervisi. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. hubungan dengan rekan kerja. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. Menurut Herzberg (dalam Siagian. kebijaksanaan organisasi. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. Subagyo.

Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. tanggung jawab/responsibility. dalam kaitannya dengan profesi. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. . Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. Sebagai bidang etika terapan. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. Namun demikian. Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. 1992). (Herzberg. pengakuan/recognition. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. kemungkinan berkembang/growth possibilities. dalam Anoraga. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Dengan demikian. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. D.

pengetahuan. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. pengacara. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). Namun demikian tetap perlu diingat. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. pengalaman. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. dan hubungan dengan klien. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Misalnya. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. bahwa setiap PNS wajib: a. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. atau sebaliknya. Mengucapkan sumpah/janji PNS. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. misalnya. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. dan akuntan. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Dengan perkataan lain. . kekuasaan atau keahlian. D.

Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. . kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. e. peraturan kedinasan. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. atau e. tata tertib di lingkungan kantor. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. perintah kedinasan. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan Pemerintah. dan tanggung jawab.b. d. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. c. kesadaran. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. d. c. Menaati segala peraturan perundang-undangan. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Negara Kesaruan Republik Indonesia. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. b. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan.

dan bersemangat untuk kepentingan negara. perintah kedinasan. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. dan materiil. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. pemerintah. j. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. . Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. g. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. keuangan. f. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. tertib. Maksudnya. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. dan/atau golongan. cermat. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. seseorang. Bekerja dengan jujur. h. dalam menjalankan tugasnya. dan/atau kepatutan. cermat. tertib. i. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. dan bersemangat demi kepentingan Negara. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur.

sesuai dengan peraturan perundang-undangan. j. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. dan pendidikan formal lanjutan. seminar. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. . Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. melaksanakan tugas. diklat. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. mudah.k. terjangkau. m. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. l. cepat. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas. dan terukur. l. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. n.

c. membeli. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. f. menyewakan. d.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. menjual. 2. menjual. teman sejawat. Menyalahgunakan wewenang. atau meminjamkan barang. bawahan. menggadaikan. membeli. atau lembaga swadaya masyarakat asing. atau pihak lain. Memiliki. e. g. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. b. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. menggadaikan. golongan. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. bahwa setiap PNS dilarang: a. Yang dimaksud dengan ―memiliki. konsultan asing. barang. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. Bekerja pada perusahaan asing. menyewakan.barang baik bergerak atau tidak bergerak. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. . dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak.

Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. Dewan Perwakilan Daerah. menyimak visi. Dewan Perwakilan Rakyat. i. tugas kedinasan. dan program yang ditawarkan peserta pemilu. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. j. standar. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. dan prosedur yang ditetapkan. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS.Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. misi. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. Dewan Perwakilan Daerah. kendaraan. h. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. sinkronisasi dan integrasi dalam l. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. PNS dilarang menerima hadiah. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. Dewan . k. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi.

undangan. dan masyarakat. dan o. seragam dinas. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang. m. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum.Perwakilan Rakyat Daerah. seruan. selama. ajakan. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. selama. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. atau dalam lingkungan unit kerjanya. petugas kampanye/tim sukses. tenaga ahli. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. seruan. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. dan lain.lain. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. . dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. himbauan. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. anggota keluarga. dan masyarakat n. ajakan. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. himbauan. dan lain-lain. penyandang dana. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. pencari dana. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. kendaraan dinas. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.

dan e. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. hukuman disiplin berat. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. b. 4. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. b. pernyataan tidak puas secara tertulis. hukuman disiplin sedang. hukuman disiplin ringan. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. . teguran tertulis. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. dan c. pembebasan dari jabatan. Negara Kesatuan Republik Indonesia. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. b. 3. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. b. dan c. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. c. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. 2. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a.F. d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. teguran lisan. dan c.

melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. seseorang. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. menjunjung tinggi kehormatan negara. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 10. b. cermat. dan c. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. bekerja dengan jujur. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. 11. 9. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. 12. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. keuangan. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. 7. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 4. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Pemerintah. 6. 8. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. kesadaran. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. . dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. tertib. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja.3. 5.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

yang sudah melekat pada masyarakatnya.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. kesopanan. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. yaitu: Spesialisasi. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. tolong menolong. dan nilai-nilai etis lainnya. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. dan bersikap ramah. Dengan demikian. dan Cinta Kasih. dan 13. Rasionalitas. Pengharapan. Efisiensi. Namun. Masih ada kejujuran. tetapi harus digali lebih dalam. 12. G. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. Pasal 9 angka 11. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Tentu. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. Sistematis. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. keadilan. Konsistensi. Kerajinan. Kerja keras. Ketekunan. kesabaran. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. Seperti visi Indonesia Raya. dengan etos . nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Namun.

3. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. S. 2. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. Q. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. lingkungan. menampakkan kemanusiannya. bekerjalah untuk duniamu. Apabila setiap pribadi muslim memahami. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. Al Ashr : 1 – 3. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. 2. menghayati. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. yaitu tidak percaya dengan takhayul. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. 1. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. a. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. Baginya pengertian terhadap makna . Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. Sebagai seorang muslim.

Kerja adalah seni. Kerja adalah rahmat. budaya. bekerja tulus penuh keunggulan. 2. bekerja tulus penuh tanggung jawab. bekerja tulus penuh integritas. bekerja tulus penuh syukur. h. bekerja tulus penuh kerendahan hati. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. pendidikan. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. bekerja tulus penuh semangat. RANGKUMAN 1. c. 4. bekerja tulus penuh kecintaan. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. Sinamo: a. kondisi lingkungan/geografis. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. bekerja tulus penuh kreativitas g. . Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah pelayanan. 5. Kerja adalah aktualisasi. Kerja adalah ibadah. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. sosial politik. e. 3. Kerja adalah amanah. b. f. struktur ekonomi. Delapan etos kerja menurut Jansen H. sehingga melahirkan sikap kikir.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. dan motivasi intrinsik individu. d. Kerja adalah kehormatan.

b. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. yang tidak tertulis secara eksplisit. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. menghargai waktu. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Menurut anda. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. LATIHAN I. selalu berhitung. menampakkan kemanusiannya. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6.4. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. antara lain: a.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. 5. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). dan keinginan untuk mandiri. SOAL ESSAY 1. Sedangkan etika kerja mengatur praktik. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. hidup hemat dan efisien. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. tetapi harus digali lebih dalam.

24 Mei 2011) . ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. Yang namanya cuti. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama. terserah pribadi. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju. bukan belajar. Senin (23/5) di Surabaya. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Menurut Zainuddin.II. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. 3 Juni 2011. Selain itu. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. bukan lebih senang liburan. Padahal. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas. Arief khawatir. Padahal.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai.‖ ujarnya. dilanjutkan dengan cuti bersama. Selasa. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah. sebagai cuti bersama. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat.‖ ujarnya. ‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa.‖ ujarnya.

Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . Gayus Tambunan. itu sudah cukup. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya." kata Tjiptardjo. terima uang segini. Jumat. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat. Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak." ungkap Tjiptardjo. "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. Jumat (26/3/2010).Pertanyaan: 1. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak. Jakarta. (Sumber : Kompas. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja. Dia ngaku mengerjakan ini. Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA.

watak. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. pegawai BUMN. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. atau diserahi tugas negara lainnya. BUMD serta anak perusahaan. dan perangkat Pemerintah Desa. : adalah memberikan arti sikap. karakter. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat.GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). kepribadian. serta keyakinan atas sesuatu. .

[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. .

com/ http://www. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses. Bogor: Grafika Mardi Yuana.com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim.DAFTAR PUSTAKA Siagian.blogspot. Prof. Jansen. 2005.1995.putra-putri-indonesia. Dr. Rineka Cipta. http://8etos.com/etos-kerja-pancasila. Teori Motivasi Dan Aplikasinya.com/pengertian-etos-kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Sondang P.html http://kasihdalamkata. Republik Indonesia. Jakarta: PT.htm http://www.putra-putri-indonesia. Sinamo.htm .

sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya. menyogok. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. rottenness. serta prinsip-prinsip anti korupsi. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. dalam bahasa Belanda disebut korruptie. A. Istilah korupsi. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. menipu. termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making. faktor penyebab korupsi. namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP.BAB PENGERTIAN KORUPSI. merusak. memalsu. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi.

Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). Negara-negara di wilayah Amerika Lain. Negara-negara di Afrika. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). Diantara Negara-negara Asean. Asia Tengah. karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. penyuapan. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. money launder. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. Hongkong. pidana narkotika. Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. . Negara-negara di Asia kecuali Jepang. perjudian. perdagangan senjata. perusakan atau memalsukan dokumen. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). pemalsuan uang. Korea. oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya. pemerasan. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. Kalau melihat peta korupsi dunia.Jabatan. penyuapan terhadap Hakim. Singapura.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik. secara ringkas. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. monopoli kekuasaan. dan aspek sumber daya manusia (SDM). agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. . Pertama. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. aspek ketatalaksanaan. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. Selain itu. yaitu aspek kelembagaan. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut.good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. mempermudah. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat.

patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. dan waktu. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. promosi. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. Selain itu. . jaksa. penempatan jabatan. penerapan kode etik dan majelis kode etik.Kedua. Terkait dengan aspek yang pertama. perlu juga diperhatikan persoalan gaji. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. aspek manajemen SDM. Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. efisien dan efektif. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. biaya. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). akuntabel. seperti persyaratan. aspek ketatalaksanaan. serta memuat janji layanan. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. dalam aspek SDM ini. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. Ketiga. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi.

Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. dan kontrol aturan main. kewajaran. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan. dan budaya. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka. dan politik. birokrat/manajerial. aturan main.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional. ekonomi. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). proses pelaksanaan. keuangan. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. 1. 2.  Evaluasi atas kinerja administrasi. Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial. akuntabilitas.I.

prinsip pembebanan. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. pelaporan finansial.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri.dinamika struktural kelembagaan.  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. 3.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran. . Dalam bentuk yang paling sederhana. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget). dan pertanggungjawaban secara teknis. berkesinambungan. pengerjaan teknis. taat asas. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan). baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan. transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust).  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. mulai dari perencanaan. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. Lima langkah penegakan prinsip kewajaran. implementasi.

e) Informatif. undang-undang anti-monopoli. pengacara. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. persepsi. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi. yaitu: a) Isi aturan main. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. undang-undang desentralisasi. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. c) Pelaksana aturan main. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. Empat aspek aturan main anti korupsi. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. dan lembaga pemasyarakatan. Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. 4. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. sikap. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. yaitu kepolisian. pemahaman. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. pengadilan. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. b) Pembuat aturan main. d) Kultur aturan main.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. kejaksaan. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan.

b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. Tujuan kedua adalah. Sehingga. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya.anti korupsi. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. Misalnya. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . 5. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. Melalui pendidikan ini. pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). J. Jika korupsi sudah diminimalisir. c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. Setidaknya. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal.

Termasuk hal-hal kecil. Dengan begitu. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. dan cenderung menjadi lumrah. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. korupsi waktu. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Tidak hanya itu. Oleh karena itu. Contoh lain. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. . melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. terlambat masuk sekolah. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. Kepolisian dan Kejaksaan agung. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. kantor dan lain sebagainya. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. Selama ini. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. Menurut KPK.seperti KPK. Sehingga. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. termasuk korupsi yang merugikan negara. perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. Misalnya.

Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. Kedua. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Misalnya. . Untuk tahap awal. simulasi. Dikhawatirkan. menambah satu mata pelajaran baru. hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. Pilihan pertama. Pertama. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. Pada saat ini. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi. diskusi. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Maka. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah.

Warung ini akan melatih kejujuran. K. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. dimana tidak ada penunggu warungnya. Tanpa ada yang mengawasi. seperti kepala sekolah. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. hanya berbekal kejujuran. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. guru.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. karyawan dan siswa.

Misalnya. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. asal belanjaan sudah dibeli‖. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan . Seharusnya ketika anak kita. semisal. biasanya setelah sampai di rumah. kamu akan bilang ―Bu. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. Kemudian juga. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita.” Itu namanya sudah korupsi.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti.

Jadi. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. Dan ketika kita sudah terjerumus. Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. Ayahnya koruptor. . anaknya juga. Selain menjaga hati kita. Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri. misalnya berangkat kerja tepat waktu. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan.

7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Upaya penindakan (kuratif). Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. b. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. c. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). .L. 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. antara lain sebagai berikut : a. informal dan agama. d. Upaya pencegahan (preventif).

Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi.9 miliar (2004). Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional.2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. Dalam hal ini. Malaysia. 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. 9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). EM. 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005).

4. Angola. N. Kenya. 3. Irak. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. 2. Pakistan. Nigeria. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Dukungan media massa. Medan. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Dukungan masyarakat secara aktif. Political will. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Sedangkan survei TI pada 2005. Libya dan Usbekistan. Etiopia. M. disu-sul Surabaya. Haiti & Myanmar. Somalia. Paraguay. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1. Semarang dan Batam. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Clean government.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi.2 sejajar dengan Azerbaijan. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. 5. IPK Indonesia adalah 2. 6. Profesional. Kamerun. Sudan. .

Sedangkan. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. 5. Dan. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. Sayangnya. baik hukum pidana maupun perdata. Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. 3. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. baik pidana maupun perdata. solusi yang efektif bagi upaya . termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara.2. 4. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. Sedangkan. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara.

b. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. c. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. Kurangnya kewibawaan pemerintah. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. dengan kata lain kedudukannya. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. 7. Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. Masalah kultur/budaya. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. d. Berbeda dengan . Kurangnya mental pejabat pemerintah. Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. 6.

sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J. Kurang tegasnya hukum. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang. Pada negara ini.apa yang dikatakan oleh J. Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap. 8. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua.F.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya.F. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang. Fakta- . Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum. Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum.

karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. penegakan hukum. aturan main. sistem sosial yang sangat permisif. dan pemberdayaan masyarakat. yaitu: aspek individu pelaku. akuntabilitas. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. efesiensi & efektifitas. dan profesionalisme. aspek organisasi. kewajaran. wawasan ke depan. pendidikan anti korupsi. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. dan sistem budaya yang berorientasi vertikal.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. yang umum dikenal adalah material corruption. transparansi. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. political corruption. pengawasan. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. seperti: sistem hukum. legislation corruption. promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. . RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. daya tanggap. akuntabilitas. tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. sistem politik. dan intelectual corruption. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. antara lain: partisipasi. dan kontrol aturan main. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). kesetaraan. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang.

11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. . peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. dukungan media massa. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. kurangnya mental pejabat pemerintah. Kedua adalah. terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. dan kurang tegasnya hukum. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. clean government. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Kepolisian dan Kejaksaan agung. upaya penindakan (kuratif). kurangnya kewibawaan pemerintah. dan dukungan masyarakat secara aktif. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. profesional.

Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. sosial. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5. dan budaya! 7. Menurut Anda. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13.LATIHAN 1. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Setibanya di sana. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Di Indonesia. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2. Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11.

GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. . misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan.

Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi.disdik-kepri. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi.0fees.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi.org/ http://www.go. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.kpk. . 2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption.go.php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih.bpkp. 2006.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.id/ http://www.com/index. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi.net/?page_id=7 http://www.

31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No. jo UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya.31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi. berikut beberapa diantaranya: 1. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A.30 Tahun 1999.28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No.20 Tahun 2001 UU No. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming). Setiap orang. bentuk deelneming yang terjadi : . Pasal 2 UU No.

dan ada kerjasama secara fisik. d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama. tapi bisa ada kerja sama secara fisik. a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. 897). sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H. Secara melawan hukum Melawan hukum. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. Berkas perkara dan surat dakwaan satu. b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. Kesempatan.R. Berkas perkara harus displit. yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. tapi tidak ada kerja sama secara fisik.6 Maret 1939 no. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum . Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. No.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. atau patut diduga d. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. 77 K/Kr/1973) d. 19 Nop 1974. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. c. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa.A. Padahal diketahui. 12. Dalam jabatannya g. (M. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Menerima hadiah/janji c. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pasal 12 a UU No. Bertentangan dengan kewajibannya .

Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. Menerima hadiah c. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Pasal 12 b UU No. Yang diketahuinya d. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f.13. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Padahal diketahui. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Bertentangan dengan kewajiban g. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Menerima suatu pemberian atau janji c. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. atau patut diduga d. Pegawai negeri b. Dalam jabatannya g. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Yang diketahuinya d. Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e. Dalam jabatannya 15. Menerima suatu pemberian c. Pegawai negeri b.

Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. Pasal 13 UU No. Bertentangan dengan kewajiban g.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. 20 Tahun 2001. Korupsi yang merugikan keuangan negara. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. B. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara.f. Dalam jabatannya 16. . yaitu: a. 31 Tahun 1999 jo. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1. atau suatu korporasi. UU No. 2) memperkaya diri sendiri. Setiap Orang b. Memberi hadiah atau Janji c. b. Kepada Pegawai Negeri d. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1 Milyar. 3) dengan cara melawan hukum. orang lain.

1 Milyar. 2. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. atau suatu korporasi. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 3) menyalahgunakan kewenangan. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. b. atau sarana.2) memperkaya diri sendiri. 250 juta. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. UU No. 20 Tahun 2001. orang lain. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. 20 Tahun 2001. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. 31 Tahun 1999 jo. kesempatan. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 31 Tahun 1999 jo. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban.

Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. UU No. . 20 Tahun 2001. 250 juta. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. UU No. Pegawai negeri menerima suap. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No.1) setiap orang. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. 3) kepada pegawai negeri. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. 20 Tahun 2001. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. d. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. 150 juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. c. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. 2) memberikan hadiah atau janji. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.

. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. 20 Tahun 2001. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. 250 juta. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. e. 20 Tahun 2001.2) menerima pemberian atau janji. namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. 31 Tahun 1999 jo. 2) menerima hadiah atau janji. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. f. 31 Tahun 1999 jo. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. UU No. UU No. 1 Milyar. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b.

31 Tahun 1999 jo. 3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No. 1 Milyar. 3) diketahuinya. h. 20 Tahun 2001. 250 juta. . 31 Tahun 1999 jo. 2) menerima hadiah. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. 2) menerima hadiah. g. UU No. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001. Menyuap hakim. UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara.

750 juta. UU No. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 31 Tahun 1999 jo.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. j. 20 Tahun 2001. 4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. . Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. Menyuap advokat. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. i. 2) menerima hadiah atau janji. 750 juta. Advokat menerima suap. 20 Tahun 2001. 3) kepada hakim. UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang.

Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. UU No. UU No. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 3. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Hakim dan advokat menerima suap. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. k. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. 31 Tahun 1999 jo. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001. penggunaan uang atau membiarkan . 1 Milyar. 2) dengan sengaja. a. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. l. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. UU No. 750 juta. 2) menerima hadiah atau janji. 31 Tahun 1999 jo. 1 Milyar. 31 Tahun 1999 jo. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. 20 Tahun 2001.

2) dengan sengaja. 250 juta. Pegawai negeri menghancurkan bukti. 3) memalsu. c. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 20 tahun 2001. UU No. 4) Yang disimpan karena jabatannya. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. surat. UU No. 3) menggelapkan. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. 31 Tahun 1999 jo.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. buku besar. Bukti. merusakkan. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. b. 31 Tahun 1999 jo. hingga daftar peralatan kantor. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Demikian halnya dengan buku. mulai dari laporan keuangan. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan. 750 juta. atau membuat tidak dapat dipakai. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. buku dalam hal ini memiliki arti luas. menghancurkan. . Menurut pasal 10 huruf a UU No. dapat berupa akta. 2) dengan sengaja.

a. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. akta. akta. 4) barang. d. merusakkan. Menurut pasal 10 huruf b UU No. 2) dengan sengaja. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. atau membuat tidak dapat dipakai. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. UU No. UU No. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. 3) membantu orang lain menghilangkan. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. atau membuat tidak dapat dipakai. surat. e. 20 tahun 2001. 5) yang dikuasainya karena jabatannya. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. Menurut pasal 10 huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. surat. 20 tahun 2001. surat. 31 Tahun 1999 jo. 4. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. . 350 juta. akta. menghancurkan. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. 4) barang. 350 juta. 31 Tahun 1999 jo. menghancurkan. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 2) dengan sengaja. merusakkan. 350 juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp.4) barang.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 31 tahun 1999 jo. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. . Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. 3) secara melawan hukum. 2) pada waktu menjalankan tugas. UU No. UU No. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. atau penyerahan barang. membayar. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. 31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. 3) meminta atau menerima pekerjaan. 2) pada waktu menjalankan tugas. atau menerima pembayaran dengan potongan. UU No. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. 1 Milyar. 5) menyalahgunakan kekuasaan. c. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. 31 tahun 1999 jo. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. b. 1 Milyar. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. padahal kenyataannya tidak demikian. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No.

20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. a. 350 Juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. . Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 5. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan.3) meminta atau menerima pekerjaan.. ahli bangunan. UU No. 350 Juta. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. 2) Melakukan perbuatan curang. 31 tahun 1999 jo. 31 tahun 1999 jo. Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). UU No. c. b. tukang. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan. atau memotong pembayaran. atau pemilik took bahan bangunan. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. 1 Milyar. 3) Dilakukan dengan sengaja. atau penjual barang bangunan. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. khususnya yang melibatkan si pemborong.

Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. e. 350 Juta. d. UU No. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. . Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. f. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. 3) Dilakukan dengan sengaja. 31 tahun 1999 jo. 2) Melakukan perbuatan curang. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 350 Juta. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. UU No.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. 350 Juta. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. 31 tahun 1999 jo. 31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No.

3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 4) Telah merugikan yang berhak. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. persewaan. 6.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. b. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. 1 Milyar. 20 Tahun 2001. yaitu: a. UU No. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. 7. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur. 1 Milyar. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. d. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. c. 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Seharusnya. atau. 31 Tahun 1999 jo. dengan sengaja. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. 31 tahun 1999 jo. . pengadaan. UU No. pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan.

1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. dan fasilitas lainnya. dan keluhuran. 2) Menerima gratifikasi.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 jo. barang. tiket perjalanan. pengobatan cuma-cuma. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. 31 Tahun 1999 jo. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. rabat (discount). berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. 1 Milyar. UU No. fasilitas penginapan. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. UU No. UU No. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. integritas. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. yakni meliputi pemberian uang. Disiplin . baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. ayat 1. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001. c. perjalanan wisata. komisi pinjaman tanpa bunga.

Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. Berani menegakkan kebenaran . Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak.

rasakan. dusta. Kondisi internal seseorang. Sebab kedua. Menurut psikologi kognitif. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. Kita mengetahui. perbaikilah orangnya. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. Kedua jenis korupsi tersebut. Namun. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. Sudah punya rumah. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. pikirkan. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. Sebab pertama. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . mulai usia dini hingga dewasa. apa yang kita dengar. Karenanya. perbaikilah sistem. Sementara. ingin mobil mewah. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. Sudah ada motor. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). Mobil terbeli. dan keinginan memperkaya diri sendiri. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. Melakukan korupsi. lihat. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. tidak puas. memang tak bisa ditolerir. Di Jepang.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. mau mobil. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. Sejak masa kanak-kanak. Kerakusan. ingin motor. untuk memberantas korupsi jenis ini. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. korupsi bisa timbul karena dua sebab. Adanya sifat tamak. Oleh sebab itu. Tidak puas dengan satu gunung emas. cari gunung emas kedua dan ketiga. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang.

Pasal 5 UU No. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. j.pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. 20 Tahun 2001 m. Pasal 12 a UU No. Pasal 12 b UU No. Pasal 13 UU No. Pasal 419 ke 1 KUHP o. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. yang tidak saja berupa teori. 20 tahun 2001 ayat (2) i. Pasal 5 UU No. Pasal 11 UU No. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 . Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. Karenanya. Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001 l. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. RANGKUMAN 1. Pasal 2 UU No. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. 20 tahun 2001 ayat (1) a g. Pasal 419 ke 2 KUHP p. adab di dalam kereta. Pasal 11 UU No. Pasal 5 UU No. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. 20 Tahun 2001 n. 31 Tahun 1999 d. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 31 Tahun 1999 c. seperti halnya di Indonesia. 31 Tahun 1999 b. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan.

3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. 12) Hakim dan advokat menerima suap. . 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. 11) Hakim menerima suap. 10) Advokat menerima suap. 9) Menyuap advokat. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang. c. Korupsi yang merugikan keuangan Negara. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. 4) Pegawai negeri menerima suap.RANGKUMAN 2. 8) Menyuap hakim. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut.

LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? . mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia. padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak. 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda. mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas.

komisi. dan fasilitas lain. diskon.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. Gratifikasi dapat berbentuk uang. pinjaman tanpa bunga. barang. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. tiket pesawat. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian. .

Tentang Pemberantasan TPK. 2008.Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Bogor: Tim PKn-Pak. Tim PKn-Pak. Sebagaimana Diubah Dengan UU No. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. kakbimo. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. 2010. Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No. 20 Tahun 2001.wordpress.com/2011/05/23/1897/ . 31 Tahun 1999.

cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. nilai. Berdasarkan sumber www. organisasi. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. kebudayaan . 2. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter. maupun seorang professional.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1. motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. 2004:8). cara hidup. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi.com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat.artikata. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis. dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. kebiasaan seseorang. yakni gambaran. 3. A. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi.

Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral. sesuatu yang baik. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. sesuatu yang kita cari. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. Nilai. padang rumput. perasaan. kebiasaan. adat. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. sesuatu yang menyenangkan. . sesuatu yang disukai dan diinginkan. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. cara berpikir. kandang. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. a. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. singkatnya. 2) Berkaitan dengan hati nurani. sikap. B. karena ia bertanggung jawab. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. Nilai dan norma. Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. akhlak. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. watak.

dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja. jangan berbohong. Berhubungan dengan ciri sebelumnya. bahasa latin.3) Mewajibkan. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. Namun. kursi. sebagai totalitas. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. misalnya jangan membunuh. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. bangku. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . misalnya kita harus menghormati sesama manusia. kita harus mengatakan yang benar. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. Seperti norma-norma lain juga. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. Konon. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. universal atau partikular.

. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual.norma moral yang dianutnya. 3) Seandainya relativisme moral itu benar. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. seandainya relativisme moral itu benar. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. sulit untuk dipertahankan. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. Sebagai contoh. Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. kalau diperiksa secara kritis. Dilihat dalam perspektif sejarah. Kalau begitu. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. Relativisme moral tidak tahan uji. 1) Seandainya relativisme moral itu benar. Sepanjang sejarah. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi.

1983. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Kalau diselidiki secara kritis. Contoh konsep diri positif a. serta keyakinankeyakinan kita. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. Konsep diri. Konsep diri melibatkan perasaan.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. saudara sekandung. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. Percaya diri. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. dan pengalaman. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut. Oleh karena itu. b. relativisme moral tidak tahan uji. 2. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. pendidikan. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. masyarakat. Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. menurut Atwater. . sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. Optimis. Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. rekan/teman sebaya. Sementara itu. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. nilai-nilai yang kita anut.

memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. Mengindahkan.c. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. c. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. Pesimis. Memiliki daya cipta. Rendah hati. dan menulis. membaca. rugi. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. e. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. mementingkan diri sendiri. gusar. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. tidak sombong atas kemampuannya. d. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. peka terhadap kritik. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. Senantiasa mengeluh. pengalaman. celaka) mudah putus harapan. a. jika disebut gelar. Suka dipuji. f. Egois. merasa sangat tidak senang. . makin merasa besar dan rajin bila dipuji. h. Profesional. f. memperhatikan. suka dielu-elukan. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. g. berang. d. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. b. dan prestasi yang dimiliki. karakter pribadi. e. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Merasa masih ada langit di atas langit. Peduli. Apriori. Mudah marah. Kreatif. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. Pemarah. mencela.

Percaya diri. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. kenali potensi diri. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. 5) Yakin aktivitasnya urgent. 2) Berpusat pada potensi. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. 8) Yakin akan sukses.  Thomas A. sikap percaya bahwa semua orang sederajat. 3) Positive Thinking. .  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b.000 kali untuk menemukan lampu dan 50. a. 1) Citra diri positif. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri. Ciri orang yang percaya diri. Tips agar percaya diri. 7) Tidak takut gagal. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. dan segera dalam mengambil tindakan.2. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha. 4) Egaliter.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. Edison gagal 10. 6) Berani berbuat spektakuler.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia.

Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. aman. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. Jujur merupakan sikap pribadi. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. dan selamat. Kejujuran. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. serta antara bentuk dan substansi. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. lugas. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. . Dengan demikian. Jujur adalah energy positif. karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi. a. antara fenomena dan yang diberitakan. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. tentram. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. spontan. Manfaat berperilaku jujur. tanpa kejujuran. Menyatakan sesuatu dengan langsung. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta.

melangkah pun tidak berani. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. optimis. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. 4) Menutupi rahasia. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain. Jangankan berhasil. 1) Adanya kekurangan. b. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. Faktor pendorong seseorang berbohong. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. 3) Demi kebaikan. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. . yang tangguh dan kokoh. 2) Ikut-ikutan. atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. karena merasa tidak bersalah atau benar. Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. dan percaya diri.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. karena merasa aman. dengan hatinya yang bersih. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati.

Pribadi Berintergritas. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. Orang‐orang yang kompeten. perlu waktu untuk kembali seperti semula. dimulai ketika orang itu masih muda. 1) Integritas sebagai Keterampilan. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. a. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. Ciri-ciri integritas. bawahan langsung. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. Jika tanaman kita mati. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. Mereka memberlakukan orang lain secara adil. Peran integritas. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. • • • Ditanam sejak kecil. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. Integrity merupakan ‗bench mark‘. 4) Integritas sebagai Benih. . Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. dan pihak luar. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. • • Integritas harus dilatih terus menerus. Semakin rajin dirawat. 2) Integritas sebagai Pedoman. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. b.4. Integritas harus dipelihara terus menerus . 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus.

Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. dan informasi. ketimbang dengan apa yang disukai. motivasi.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. orang. 9) Integritas. Jika baik. 6. bahkan ketika merugikan Anda. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. tetap setia pada komitmen. kelompok. begitupun sebalikna. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. misalnya tersenyum. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. Menurut www. organisasi. 8) Integritas. mengangkat bahu. d. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. menggelengkan kepala. Kepemimpinan. Menangani komunikasi buruk. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. 10) Integritas.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". e. komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. Penekanan pada komunikasi tatap muka. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Komunikasi. c. maka kehidupan baik. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. hidup dengan keyakinan. menunjukkan sikap tertentu. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. h.wikipedia. bahkan ketika itu tidak nyaman. 5. f. b. g. pengawasan. Pesan dibentuk sesuai audiens. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. pengungkapan emosional. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi .

 Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Berdasarkan penelitian. berdasarkan teori ini. dan hasil yang akan dicapai. kapan. Dalam perkembanganya. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. Teori kepemimpinan.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. sebab .orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. dan kepribadian. 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. bagaimana pekerjaan dilakukan. Jadi. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. mental. Contoh: membela bawahan. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. a.

5) Teori Kelompok. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. keterampilan dan sikapnya. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas.wordpress. berkomunikasi. 4) Teori Kepemimpinan Situasi. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. 2) Coaching. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . Gaya kepemimpinan. b.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Dalam proses pengambilan keputusan. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Berdasarkan sumber emperorderva.

Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Dalam hal ini. baik bagi dirinya sendiri. c. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. Kepemimpinan sejati. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. mendukung proses perkembangannya. bagi lingkungan pekerjaan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. bagi keluarga. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. 4) Delegating. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. 3) Supporting. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka .

Manajemenwaktu. dan visi serta misi yang jelas. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. Tanpa perubahan dari dalam. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada . Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). dan pengawasan produktivitas waktu. penggerakan. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.Setelah pengorganisasian terjadi. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja.maka penggerakan pun dilakukan. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. inspirator. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien.yang dipimpinnya. tanpa kerendahan hati. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. Kenneth Blanchard. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Efisien tidak lain mengandung dua makna. 7. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. dam maximizer. tanpa kedamaian diri. pengorganisasian. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. motivator. Manajemen waktu merupakan perencanaan. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. tanpa adanya integritas yang kokoh. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.

Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. mouth. Mereka adalah fun. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. Menurut Killman dan . Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. dan atau investasi waktu. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. . komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. dan 3S. Pendek kata. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. sand.pemegang delegasi. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. film. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. merencanakan pekerjaan selanjutnya. Oleh karenanya. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. Manajemen konflik. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. 8. sport and sex. food. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. music. tetap mengorganisasikan. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. dan tetap melakukan pengawasan. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. tetap menggerakkan. Kemudian menentukan peran dan visi peran. 3M. yaitu: tetap merencanakan. money. atau akan segera mempengaruhi secara negatif.

seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. konflik yang merintangi kinerja kelompok.4). keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. 1) Konflik fungsional. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. 3) Pandangan interaksionalis. c.Thomas (1978). konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok.1993. b. 2) Pandangan hubungan manusia. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan. 2) Konflik disfungsional. Pandangan tentang konflik. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil . 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. a. 1) Pandangan tradisional. Tahapan perkembangan konflik. p. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai. melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. perbedaan peran dsb. Bentuk konflik. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya.

(wijono. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. dibandingkan dengan . 1993. 3841). 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. Pengelolaan konflik. kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf. Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Aspek positif dalam konflik. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. individu.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging. d. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e.

karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. Hal ini lebih mendesak lagi. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. Di sisi lain. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. Malah bisa saja terjadi. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. Menurut socrates. . Perasaan spontan saja tidak cukup. Tapi perlu diakui. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan. Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. haruslah ada pengertian juga.

Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. D. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. Memperkuat otonomi moral. 3. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. 4. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. Perilaku tidak etis. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. 2. 5.

. Masa bodoh. e. b. Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Ketakutan. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. b. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. c. Tekanan. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. Untuk menjaga integritas pribadi. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya. karena ambisi jabatan. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. Misalnya. Ambisi. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. d. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. c. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. Balas dendam.sesuai dengan prinsip moral yang baik.

Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. b. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. f. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya.d. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya. Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. e. g. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. c. Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. d. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Namun demikian. a. di banyak negara modern sekarang. Baru sesudah problem-problem etis timbul. Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. jika manusia tidak segera membatasi diri. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen.

Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat. seseorang tidak berkewajiban untuk. Argumen bahwa menyontek. Sebagai contoh. kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan . 2. Berdasarkan falsafah ini. misalnya.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya. Lazimnya. ―Jika suatu tindakan tidak etis. atau menjual produk cacat tersembunyi.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi.  Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal). slogan tersebut harus diubah menjadi. maka tindakan itu etis (if it‘s legal. melanggar rambu lalu lintas. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut.

Kesabaran (patience). d. Tujuan (purpose). Perspektif (perspective). 1. Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. c. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. E. . Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. dan didasarkan pada nilai-nilai.seketika. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas. Lima prinsip berperilaku etis. dan visi kita. b. Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. Keteguhan (persistence). sederhana. tetapi jika tidak. Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima. harapan. Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. Norman Vincent Pale dan Kenneth H.

Komitmen ada janji yang harus ditepati. Unsur etos pribadi. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. atau sebuah janji. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan.Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. tetapi dengan komitmen yang baik. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. Komitmen etis. Kebanggaan (pride). meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. ternyata niat baik saja. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. e. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Alias tidak bermakna. a. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. 2. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. or a promise or firm decision to do something‖.

dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. Kompetensi etis. terjemahan. konsep diri dan nilai-nilai seseorang.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. Dalam definisi ini. misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. biasa. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ). tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi. Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. Kesadaran etis. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. c. keterampilan teknis.Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. Dengan mengutip R. b.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. 2007). Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. dan rendah). karakteristik pribadi. dan sikap perilaku. dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . yaitu pengetahuan. karakter dasar mengarah pada motif. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi.

5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. prinsip-prinsip moral. tetapi juga perbuatan orang lain. 3. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. . atau konsep diri. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. dan konsekuensi. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. Contohnya. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. kode etik. kontribusi. Jika kita adalah seorang atasan. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. a. harapan masyarakat. Kompetensi-kompetensi seperti motif. sebagai seorang pribadi. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. Kepatuhan. karakteristik pribadi. aturan organisasi. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. misalnya. Pemeriksaan 3K.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. dan komplikasinya. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. konsekuensi. Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum.

Kepatuhan:    Patuhi. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. baik diniatkan maupun tidak diniatkan. Akibat ini bisa positif atau negatif. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. Konsekuensi. kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan.b. Patuhi kaidah-kaidah moral. c. menyediakan lapangan kerja. Kontribusi. Bagi organisasi bisnis. Hormati kebiasaan orang lain. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. misalnya. Kontribusi dan konsekuensi: . Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita.

. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. dan manajemen konflik. pribadi berintegrita. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). manajemen waktu. komunikasi. bukan sebagai individu yang terisolasi. kepemimpinan. Berpikirlah secara objektif. Ajukan pertanyaan. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. percaya diri. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas. 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. jujur. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain.

apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain. apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya.LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖. jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? .

kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. Namun demikian. A. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. . Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. tanggung jawab. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3. dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai.

seoarang harus belajar lama (dan keras).  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional).  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. dan lebih dari itu. yaitu. Untuk menjadi profesional. sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. Lebih dari itu. Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri.Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. memiliki acuan karakter. para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. majikan atau klein. melainkan kepada masyarakat. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi. lulus ujianyang panjang dan sulit. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. Seorang profesional memiliki komitmen . atau anggota suatu profesi. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu.

yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk .  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. Para anggota profesi yang melakukan kebohongan. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. Oleh sebab itu. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. khususnya dalam hal pengawasan.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional. kepada para profesional. Pelayanan publik.

Mengacu kepada karakteristik umum di atas. Mereka yang menjalani profesi (para profesional). berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. dengan demikian profesi adalah pekerja. Lebih dari itu. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. tetapi juga komitmen moral. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. dan atap seperti gambar 1. Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah.memperoleh banyak manfaat. pengakuan dan penghasilan tinggi. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. kerangka (pilar dan dinding). dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya.

Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Standar teknis perilaku). Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3. Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional.unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. Proses pendidikan 2. Bagi profesi. fondasi dan kerangka memerlukan atap. Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan . Asosiasi profesi 2. dan 1. Kode etik profesi) 3. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. atap ini meliputi 1.

badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. Pada akhirnya. dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik.penjelasan mengenai hal ini. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. bukan oleh pejabat pemerintah). Pertama. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. Dengan perkataan lain. . tetapi bagi profesi secara keseluruhan. dan (2) hukum dan jurisprudensi. Dalam kaitan ini. B. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. Bagi suatu profesi. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. Dalam kenyataannya. Kedua. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. akibatnya sangat serius. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat.

Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas.apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. sehingga dapat digunakan sebagai acuan. Ketiga . Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian. Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat.kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. . Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran). D. Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). C. Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

SOAL-SOAL 6. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? . Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11. Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Apa sesungguhnya profesi itu? 7. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10.

dan Pelayanan Publik.blogspot.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. http://etikaprofesidanprotokoler.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia. Sarimah. Profesi Akuntansi. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Bisnis.Etika. 2004.Ucok.com .2008.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful