BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. 7 .e. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan. b. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. Aspek Kuantitas. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. c.

Aspek biaya. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. Secara pribadi. keatas. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. suap terhadap oknum aparat pemerintah. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. Aspek Kualitas. c. Pemerintah pun tidak tinggall diam. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. pelayanan publik yang rumit dan membingungkan.b. 2. Aspek waktu. Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. pegawai . atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. d. B.dan pejabat bebas. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. 8 . kebawah. dalam pelaksanaan tugas pokoknya. menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit.

9 . praktek korupsi. sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat.maupun kesamping. Oleh karena itu. tingkat efisiensi. Selain itu. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. Dengan kata lain. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. b. komprehensif dan sistemik. harus ditata ulang atau diperbarui. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. Kelembagaan (organisasi) b. dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. c. memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. d. Ketatalaksanaan (business process) c. Disadari sepenuhnya. yang antara lain diindikasikan dengan : a.

dan pelaksananya.e. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. yakni mewujudkan ketertiban sosial. birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). Dalam hal ini. f. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . Jadi. tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. Di Indonesia. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. dipertahankan. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. Di negara demokrasi. 3. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. Oleh sebab itu. Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi.

dan pegawai BUMN/D. dan POLRI. mereka tidak termasuk sebagai birokrat. 4. pegawai negeri. Tegasnya. Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. Oleh sebab itu. Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service). seperti halnya etika bisnis. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Sesuai dengan pengertian tersebut. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. Oleh sebab itu. etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. Dengan demikian. atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). Jadi. anggota TNI. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS).

etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. integritas berarti bahwa: a.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. Dengan perkataan lain. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. yang dapat digunakan untuk 12 . b. dituntut memiliki dua keunggulan. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). seperti integritas. produktivitas. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar. objektivitas atau imparsialitas. d. Dengan demikian. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. Ada beberapa alasan. Secara khusus. Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. nilai-nilai. atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). dan efektivitas. Dalam konteks pelayanan publik. baik normatif maupun objektif. 5. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. termasuk sektor publik (pemerintahan). Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. dan sebagainya. Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. yaitu profesionalisme dan etika. standar-standar. seperti sektor bisnis. Seperti halnya di sektor bisnis. keadilan. sektor publik.

Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Oleh sebab itu. dan negara. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. 13 . kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. etika adalah salah satu cabang filsafat. bangsa. Etika berkaitan dengan karya. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Etika berkaitan dengan perilaku moral.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. Dengan cara sederhana. a. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Dalam kenyataanya. Tegasnya. etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. kinerja. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. apa hak kita dan apa hak orang lain. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. b. Dengan demikian. setiap jam atau setiap hari. atau prestasi.

timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. Dalam hubungan ini. c. seperti cermat. Sebagai warga negara. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. berkeadilan. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi.program atau proyek. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. kecintaan rakyat. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . objektif. Jadi ketika. d. dan manusiawi. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). Dalam konteks ini. Sementara itu. bangsa dan negara. Secara kategoris. bukan oleh ketakutan rakyat. ramah. Senagai contoh. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. kita akan membangun sebuah rumah. transparan. Dengan perkataan lain. cepat. Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki.

proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. Sudah barang tentu. dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. Contoh lain. masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. Pada saat ini. Isu korupsi. Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. Semakin hari. Sementara itu. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. SIM. keamanan dan sejenisnya. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. e. sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP.IMB dari pemerintah. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). KTP. setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai. misalnya. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. kolusi. bahkan terhadap pemerintah secara umum. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya.

sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. produktivitas. diantaranya. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya. Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). Dalam situasi seperti ini. Nilai-nilai baru yang diadopsi. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. dan manajemen berbasis kinerja. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). seperti penakanan pada kinerja. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan. dengan sumber daya yang makin terbatas. Akan tetapi. Dengan perkataan lain. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. demokratisasi. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. efisiensi. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. kemajuan teknologi. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. Seperti di negara-negara lain. dan efektivitas. f.

Secara ringkas. termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. Sudah barang tentu. kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. falsafah negara (Pancasila). karena tergabung dalam wadah KORPRI. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. 17 . Untuk unit-unit organisasi tertentu. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. Oleh sebab itu. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. 6. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. rakyat. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. Selain itu. Pejabat pemerintahan. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. kolusi. Dengan perkataan lain.jumlah pelaku korupsi. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. Panduan etika.

Bab ini akan mempelajari: a. etika dan disiplin PNS. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. di samping berperan sebagai pribadi. bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. Bab ini akan memperlajari: a. pengertian etika profesi. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. 3. 2. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. Jadi. Dengan demikian. di lingkungan birokraasi. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS). Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. Teori dan Konsep Etika I. Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. dan sebagai anggota profesi akuntansi. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. yaitu: 1. Misalnya. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. pengertian pelayanan publik. pengertian dan hakekat profesi.Perlu diingat. C. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. anggota masyarakat umum. 2. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. dan di lingkungan profesi akuntansi. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. memahami teori-teori etika. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. pada saat yang bersamaan seorang PNS. Pengertian Etika 18 .

Perbedaan etika dan etiket b. Urgensi etika kepemimpinan c. Bab ini akan mempelajari: a. 4. kewajiban. Pengertian etika kepemimpinan b. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Etika Keutamaan) c. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Bisnis. Pengertian profesi dan etika profesi b. Teori dan Konsep Etika II . keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. Pengertian nilai c. 5. Urgensi etika profesi c. Etika Pelayanan Publik. Bab ini akan mempelajari: a.b. Bab ini akan mempelajari: a. 6. Prinsip-prinsip etika bisnis c. Teori-Teori Etika (Teleologi. Konsep hak. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Etika Kepemimpinan. Deontologi. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian etika bisnis b. 3. Etika Profesi. Pengertian pelayanan publik 19 . Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. 7. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian.

Pengertian etika kerja b. 9. Pengertian Korupsi. Prinsip-prinsip anti korupsi c. Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Larangan-Larangan bagi PNS c. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. Definisi korupsi dan bahayanya b. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. Etika Kerja. 10. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. 11. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a.b. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . Urgensi disiplin PNS b. Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Aturan tentang Anti Korupsi. Bab ini akan mempelajari: a. Pokok-Pokok Kepegawaian. Pengertian PNS b. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. 8. Disiplin PNS. 1. Hak dan kewajiban PNS c.

Bab ini akan mempelajari: a. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Urgensi memiliki etos pribadi b. 12. Pengertian. 21 . Kode Etik Profesi Anggaran c. Jiwa Korps dan Kode Etik. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Profesi Bea Cukai e. Bab ini akan mempelajari: a. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. 13. Pengertian dan sumber kode etik c.c. Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS. Bab ini akan mempelajari: a. Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Pajak d. 15. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. Kode Etik Profesi PPLN f. Kode Etik Profesi Akuntan b. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. 14. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi).

Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. Selanjutnya. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa. pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi. sebagai kelompok intelektual. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini. misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. 22 .

Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. keadilan. seperti sektor bisnis. Selain itu. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. Di sektor manapun. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. objektivitas atau imparsialitas. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. Dengan perkataan lain. Secara ringkas. Oleh sebab itu. dituntut memiliki dua keunggulan. 3. 4.RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. produktivitas. Seperti halnya di sektor bisnis. sektor publik. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. 5. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. Ada beberapa alasan. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. dan sebagainya. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. dan efektivitas. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. baik normatif maupun objektif. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . yaitu profesionalisme dan etika. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Pejabat pemerintahan. seperti integritas. termasuk sektor publik (pemerintahan). rakyat. Mengetahui etika pelayanan publik. 2. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika.

Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. pengertian etika profesi. etika dan disiplin PNS. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. LATIHAN 1. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5. 2. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1.pribadi. 3. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. memahami teori-teori etika. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. pengertian pelayanan publik. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. pengertian dan hakekat profesi. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya.

4. ethikos. Deontologi. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. Bagi sosiolog. 2. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. etika adalah adat. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . berarti timbul dari kebiasaan. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. kewajiban. 2. Bagi ahli falsafah. keadilan dan kepedulian ___ A. Teori-Teori Etika (Teleologi. kode etik kelompok profesi. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Etika Keutamaan). Norma-norma yang dianut oleh kelompok. 3. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Konsep hak. 1. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. Semangat khas kelompok tertentu. 3. misalnya ethos kerja.

adil. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. terpuji atau tercela. terhadap organisasi dan staff. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. 3. 5. Bertens. Bagi asosiasi profesi. Dalam etika sebagai ilmu. 2. Membantu pebisnis/calon pebisnis. Menurut K. profesional. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. dari perilaku manusia. tapi masih lemah dan ragu. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. 4. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). jujur. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. dan terhormat.profesi secara wajar. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. terhadap diri sendiri dan profesi. jujur. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . dan karenanya diperbolehkan atau tidak. Kriteria wajar. Bertens. adil. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. yaitu : 1. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. Menanamkan. Menurut K. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis.

" Secara meta-etis. Untuk melengkapi tentang etika. 2. baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. Salah seorang tokoh etika. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). 3. Dalam meta-etika. Meta-Etika (Studi Konsep Etika). tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. dan mungkin akan berlangsung terus. Pertama. harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa. Sebagai contoh. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. 1. penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. dari sudut pandang si anak. suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. Agaknya. luhur dan baik dalam teori. Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. 4.berikut. B. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Etika bukan sistem yang ideal. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. karena memang 27 . Menurut ajaran agama. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). yaitu disatu pihak. Disisi lain. Ini tentulah pemikiran sekuler. namun tidak ada gunanya dalam praktek. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya).

Oleh karena itu. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. 28 . 2. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral. maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika). Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). 3. tidak secara filosofissistematis. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). karena. nyaris milik sejarah etika. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. seperti Pythagoras (582-500 SM). dan masih banyak lainnya. Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum.dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. Konfusius (558-479 SM). tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. C. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. Heraclitus (535-475 SM). mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis. Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. pengolahan tanah.

dan ketabahan. sesuai dengan perintah akal budi.1. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. tetapi juga keadilan. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. yang dicari demi dirinya sendiri. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. barang-barang eksternal juga harus ada. menganalisis secara akurat. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. tidak ada orang yang sengaja korup. kesederhanaan. Aristoteles (384-322 SM). tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. Tidak seperti Plato. dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. Menurut Sokrates. baik yang mutlak. 29 . dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Aristoteles. dan kebajikan adalah kehati-hatian. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. Plato. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. karena ia harus benar. sebagai kebaikan tertinggi. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. Murid Socrates. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia.

Para Sinis. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. tidak seluruhnya jelas. adil atau tidak adil. panteistik atau rasa teistik. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. yang membentuk keseluruhan alam. Skeptis. Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. Chrysippus. Cleanthes. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. dan. Epictetus (lahir sekitar tahun 50). Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. Kebajikan. Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). Stoa Romawi. berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes.2. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Tindakan sering baik atau buruk. Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone.AD 65). bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. Epicurus. yang tanpanya masyarakat 30 . Seneca (4 SM . Sinis. oleh karena itu. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. Stoicisme. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. dan lain-lain. seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. menurut mereka. "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. Kaum Stoa. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. tetapi sifat mereka. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya.

serta sifat dan makna dari hukum moral. Dominicus Soto. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. dan Agustinus. 4. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Clement dari Alexandria. kesatuan umat manusia. hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. Suarez. Bonaventura (1221-1274). Origenes. dosa. Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma. 3. pernikahan. Sejak abad 31 . ii. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. nasib manusia. yang menolak hukum moral alam. Lessius. Tertullian. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. 24 persegi). hukum alam. dan khususnya antara etika dan teologi moral. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. Hieronimus. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. dan De Lugo. Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. Thomas Aquinas (1225 -1274). Ambrosius. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. L. hati nurani. tujuan akhir manusia. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. kebajikan kardinal. Contoh teolog besar adalah Victoria. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. Irenaeus. khususnya Albert (1193-1280) Besar. seperti Yustinus Martir. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. dan Duns Scotus (1274-1308). Molina. Hal ini terutama berlaku St Agustinus. Hukum abadi (lex aterna).manusia tidak bisa ada.

sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. dalam karyanya. idiopatik. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. 32 . 5. ketiga menentang yang lainnya. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. karya-karya filosofis murni tentang etika. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral. Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang.keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. Schwarz. "De jure belli et Pacis" juga sama. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Holbach. de la Mettrie. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. maka apakah Hugo Grotius. dan tidak wajar. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. seperti Helvetius. Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). dan memiliki hak untuk semua hal. Melanchthon. Ada kecenderungan simpatik. Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. Yang lebih besar. masih melekat pada filosofi Aristotel. sehingga muncul perang semua melawan semua. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. dan lainlain. Keselarasan ini merupakan kebajikan. Condillac. kedua kebaikan pribadi agen.

Sosialisme. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. Schleiermacher. Etika: Filsafat Evolusioner. 33 . melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. Nietzsche. Menurutnya. dimana dia menemukan hukum. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. 7.6. oleh serangkaian transformasi. Altruisme. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. mutlak moral universal. Edward von Hartmann. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. Sistem Cumberland. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. F. E. harus diamati untuk kepentingan sendiri. Henry Sidgwick. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. John Stuart Mill. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. dan lain-lain. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. misalnya. yang menurutnya. Secara khusus. sampai batas tertentu. yang otonom yaitu. dan kategoris. di Jerman. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. John Stuart Mill. Beneke. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan. Alexander Bain. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. F. dalam orang-orang pesimis. Paulsen. di Inggris. GT Fechner. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan.

ketaatan kelemahlembutan. Menurut Max Nordau. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. minat. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah. Menurutnya. Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. F. Marx. 34 . Pragmatisme berbeda dari Relativisme. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". semua.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. dan pengendalian diri kasar. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. hati nurani. maka ide-ide moralitas. agama. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. dll juga terus berubah. moral religius. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. Engels. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. Sebagai evolusionis. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. tidak tahu tentang pernikahan. Oleh karena itu. Proletariat bawah diinjak. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. dan karakter dari penilaian orang. mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. pada keadilan pra-manusia. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. Menurut K. kebenaran tidak mungkin berubah.seperti kesabaran. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna. dan cinta sesama.

Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. pengecut berarti kesabaran. Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. 35 . Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. D. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. Maka. Oleh karena itu. 1. mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati.Kelemahan menjadi kebaikan. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik. yakni pada yang baik (agathos). Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis." Oleh karena itu. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. keputusan dan kebijakan. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. Menurut Aristoteles. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. Teori Teleleologi.

Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. 3) Maksimalisme. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. 2). yaitu: 1) Konsekuensialisme. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. c. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. kecuali pelaku. b. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. 4) Universalisme.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. yaitu: a. 36 . Dari ketiga teori tersebut. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. 2) Hedonisme.

dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia. Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. tentu dalam perkembangan peradaban 37 .Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. bukan pada masing-masing tindakan secara individual. Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak.

Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a. b. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. c. Teori Deontologi. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno. dan mayoritas berhak atas mereka. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008. Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. 2. Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. d. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman.

tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. Menurut penilaian moral yang umum. Nah. Misalnya. jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. b. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud. Ross mengajukan jalan 39 . tidak boleh menghina. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. d. Menurut Kant. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. Selain Kant. f. Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri.pelaksanaan kewajiban. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. e. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. membantu orang tua. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. membayar hutang. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. otonomi makhluk rasional. c. dan menghargai. dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya.

f. Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). Reparation (kewajiban ganti rugi). j. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. atau jujur. d. dll. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan. n. dan sebagainya. Gratitude (kewajiban berterima kasih). Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. c. e. Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. i. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). (Velasquez.keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). melainkan: apakah orang itu bersikap adil. k.2005) . m. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. b. atau murah hati. h. dan mengatakan kebenaran. Benefience (kewajiban berbuat baik). intelegensi. kita harus melunasi hutang moril dan materiil. murah hati. l. Teori Keutamaan (Virtue). 3. baik eksplisit maupun implisit. Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. jujur. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. g. Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. Justice (kewajiban keadilan).

f. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. d. cenderung ke dimensi pada umumnya). b. mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. n. h. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. Kesantunan. e. memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. 41 . Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. c. Etika keutamaan memerlukan konteks. Kejujuran. o. Keandalan. Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. Toleransi terhadap sesama. tiga hal tersebut adalah: a. meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. Moderat ( tidak ekstrim. Berkeadilan. k. menjadi peka m. j. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. hubungan bisnis tidak terkecuali. Keberanian/keteguhan. tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. g. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral.a. Belas kasih. Bangga (tetapi tidak arogan). Pengendalian diri yang baik. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. dll. Disposisi. Kesetiaan. i. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. l.

Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles. misalnya. b. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. Pembiasaan diri. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut.b. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. Keutamaan dapat saja hilang. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. orang di sekitarnya. Keberanian. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. d. Walaupun tidak mudah. Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. Kemauan/kehendak. yaitu kehidupan yang baik. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. e. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. MacIntyre). Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. dll. Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. c. E. Hak merupakan konsep moral yang penting. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. f. Dengan demikian. Keutamaan cenderung bersifat permanen. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . Hak. yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut.

Hak legal dan hak moral. Contoh. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖. Contoh adalah hak milik. Hak positif dan hak negatif. c. Contoh kasus. Hak khusus dan hak umum.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. d. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Hak individual dan hak sosial. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian. b. Contoh. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. Hak moral lebih bersifat individu. atau kemanusiaan secara umum. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian. Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu.Selain itu. Macam hak antara lain: a. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan.. maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. 43 . Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki.

Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. Keadilan khusus. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. Inilah yang disebut dengan hak sosial. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. b. Hak absolut. e. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. Menurut konsep tradisional (Aristoteles). Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. Menilai tindakan seseorang. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. Keadilan universal. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Keadilan. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. Mengapa? Menurut ahli etika. Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. politik. b. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. Berikut ini adalah penjelasannya: a. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. 2. c.Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. dan ekonomi.

bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima. Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk. sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. misalnya merusak keseimbangan moral. Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban. 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice). Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). (contoh: pembagian kompor gas). Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok.1) Keadilan distributif (distributive justice). Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh).

b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk. c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara).a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). 3) Keadilan retributif (retributive justice). c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. yaitu: 46 . b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan.

b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan). Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang. artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. a) Prinsip a. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. dipelopori oleh 47 . kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. (dalam konteks manfaat dan beban). b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. Kepedulian. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. teman. dalam beberapa kasus. 3. tidak hanya di Indonesia. Dengan demikian. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan.

48 . manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu.gerakan Feminisme). karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. dan bukan an act of man. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. kesopanan. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. 2. religius. adat istiadat. c. atau antara individu dengan kelompok. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. Sekalipun sudah ada norma hukum. 1. F. sehingga sering mendapat celahcelah hukum. hukum. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. kebudayaan dan sejarahnya. 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. Menurut pandangan Etika Kepedulian. Manusia hidup dalam jaringan norma moral. 3. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. dengan tradisi. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. b. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. dan permainan. etika tetap diperlukan karena: a. Oleh karena itu. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial.human act. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin. d. e. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari.

4. Dr. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. penyalahgunaannyapun absolute. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. "the end justifies the means. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. Lebih jauh lagi. apapun resikonya. teratur. jika kekuasaan itu absolut. b. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. Etika. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan. c. dkk. Menurut mereka. tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. disebut juga filsafat moral. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. pokoknya menang atau untung. Irmayanti. Manfaat etika adalah: a. masing-masing 49 . adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. c. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. b. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. damai dan sejahtera. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). 5. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. Pluralisme moral diperlukan karena: a.

Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Kedua. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. a. b. b. sebagai ―kompas‖ moral. Fungsi etika profesi. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. 50 . Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. kejujuran. kepercayaan. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. melakukan riset dan sebagainya). kebebasan-tanggung jawab. Pertama. penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. Kode etik adalah sistem norma. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya.

Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Sinis. SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Epicurus. Ethikos. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Menurut K. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. Plato.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). menganalisis secara akurat. Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. dengan 51 . definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. berarti timbul dari kebiasaan. Stoicisme. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Menurut Socrates. Aristoteles. baik yang mutlak. Bertens. sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Etika normatif (studi penentuan nilai etika).

Altruisme. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. ii.  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. yaitu Konsekuensialisme. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Hedonisme.  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma.  Etika: Filsafat Evolusioner.  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. John Stuart Mill. dan khususnya antara etika dan teologi moral. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. Deontologi tidak terpaku pada 52 . Maksimalisme. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. dan Universalisme. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. Bonaventura (1221-1274). dan Duns Scotus (1274-1308).kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan.‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Nietzsche. 24 persegi). khususnya Albert (1193-1280) Besar. dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. Sosialisme. Thomas Aquinas (1225 -1274).

Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 . reparation. justice. Disposisi 2. benefience. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari. dan non-maleficence. kejujuran. Menurut Kant. otonomi makhluk rasional. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). kompensasi. yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). Hak positif dan hak negatif.  Teori Keutamaan. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. Kemauan / kehendak 3. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat.  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. Tujuh kewajiban moral. diantaranya kebaikan.konsekuensi perbuatan. Hak khusus dan hak umum. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. keberanian. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. tiga hal tersebut adalah: 1. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. self-improvement. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. gratitude. tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir. Hak absolut. dll. Hak individual dan hak sosial. yaitu fidelity. dan mengharrgai. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. dan retributif).

Kode etik adalah sistem norma. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. 54 . d. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu.  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Fungsi etika profesi. etika tetap diperlukan karena: a. c. e. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). b. c. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. yaitu: a. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. b.hukuman terhadap pelaku kesalahan. b. melakukan riset). Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Norma hukum cepat ketinggalan zaman. MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran.  Fungsi etika a. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah.

Hukum universal 8. Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . d. Moral didasarkan atas wahyu d. Akal manusia c. Etika Deskriptif 2. Aristoteles d. Meta-Etika c. yang tidak ada gunanya dalam praktek. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Etika Analisis 4. Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. Plato c. a. Etika Terapan d. Sokrates b. Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. luhur dan baik dalam teori. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. Phytagoras 6. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Moralitas sosial 55 . Hubungan Tuhan dengan dunia b. Sistem yang ideal. Romawi Kuno d. Etika Deskriptif b. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. Latin c. b. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. Yang bukan pengertian etika adalah … . a. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. Etika Normatif c.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. yang berasal dari bahasa … . Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. Hukum alam d. Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. a. Yunani Kuno b. Etika Terapan b. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . a. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. 3. Etika Normatif d.

Disposisi c. kecuali: a. Etika berdasarkan nafsu d. Perilaku manusia d.a. yaitu: a. 56 . Universalitas b. Otonomi c. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral. Rasa malu b. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Kewajiban manusia b. Kebaikan b. Kewajiban tidak merugikan b. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Etika Deontologi d. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Maksimalisasi d. Kemauan/kehendak d. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross. Pembiasaan diri kecuali… a. kecuali … a. Kewajiban ganti rugi d. Konsekuensi d. Menghargai makhluk rasional 12. Hak manusia 14. yaitu: a. Hedonisme c. Maksimalisasi b. Kewajiban berbuat baik c. Kewajiban menepati janji 13. Keadilan 15. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. Universalisme 11. Etika Keutamaan c. Etika Teleleologi 10. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. salah satunya adalah Fidelity. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. Etika hasil kreasi alam 9. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Etika Kantian b. Akhlak manusia c. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan.

. a. objektivitas 20. a. Hak umum b.. Mengingat kesuksesan masa lalu b. c. b. kecuali... Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c.. Hak absolut 18. Mengingat keterpurukan masa lalu c.. Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari. kreativitas c.c. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. kecuali. subjektivitas d. Sekalipun sudah ada norma hukum. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17.. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b.. a. Mengingat masa depan yang terbentang d. Hak moral c. Hak sosial d. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu.. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a. solvabilitas b. Kelancangan 16. a. d. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. sehingga sering mendapat celah-celah hukum... Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari.. etika tetap diperlukan karena. Kepercayaan diri d. 19. 57 .

Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 . Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5. Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi. Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2.Essay 1. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4.

kandang. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. c. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. tentang hak dan kewajiban moral. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. b. etika adalah: a.watak. tenang. tata krama. akhlak. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. perasaan. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . kebiasaan/adat. cara berpikir. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. sikap. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. padang rumput. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. tentram. protokoler dan lain-lain. Etika 1. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. Pengertian Etika. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. secara etimologis (asal usul kata). Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). sejak 1953 – mengutip dari Bertens. Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). yaitu: usila (Sanskerta). dan etika berarti ilmu akhlak. etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖.kebiasaan. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. mempunyai arti: a. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. 2000). Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. c.2000). Jadi. Istilah lain yang identik dengan etika. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. berarti moral. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . 1988 – mengutip dari Bertens 2000).Bertens. prinsip. b. K. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. kebenaran maupun lingkungan. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. etika agama Budha. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. norma. dan moral. ilmu tentang yang baik atau buruk. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. harapan-harapan. b. bukan objek itu sendiri. dambaan-dambaan dan keharusan. Etika berkaitan dengan nilai. c. . Misalnya nilai keindahan. b. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. kesegaran jasmani. Menurut tinggi rendahnya. dan kesejahteraan umum. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai.dibalik. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. etika Protestan dan sebagainya. kumpulan asas atau nilai moral. c. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. Misalnya.

Ada empat macam nilai-nilai kerohanian. santun. cipta) manusia. d. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. Misalnya nilai-nilai pribadi. Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. e. Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. budi. Manusia disebut etis. yang bersumber pada perasaan manusia. 4) Nilai religius. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. antara rohani dengan jasmaninya. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Macam-Macam Etika. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya.d. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. 2.

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. b. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. . b. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. direktif dan reflektif. Jenis kedua. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. c. Etika Normatif. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. sebagai berikut: a. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Jenis ketiga. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. menganjurkan dan merefleksikan. cukup informasi. Etika Deskriptif. Jenis pertama. yaitu sebagai berikut: a. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23).

Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. walaupun ada persamaannya. Hubungan Etika dengan Manusia. cara berbicara. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak . cara duduk. menurut para pakar ada beberapa pengertian. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores).Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. isi. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. dan sebagainya tentang barang itu. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab.B. yaitu: 1. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. cara bersalaman. 2. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. Perbedaan Etika dan Etiket 1. tata krama dalam pergaulan formal.Definisi etiket. C. seperti cara berpakaian (tata busana). Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.

Berbeda dengan kata etika. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab. nilai atau . Dari segi ejaan. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Etika dan Etiket. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖. yang telah diberikan karunia berupa akal. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. 2. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. kata ini hampir mirip dengan etika. Di berbagai kesempatan. namun maknanya tidak mirip sama sekali. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. karena sedikitnya literatur. Bahkan di beberapa perguruan tinggi. Wajar saja. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam.

Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. K. Lihatlah mereka. Sebagai contoh. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. berjas rapih. Begitu pula dengan seorang koruptor. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. maka saya dianggap melanggar etiket. maka saya dianggap melanggat etiket. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. . Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. mafia kasus. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain).agama tertentu. yaitu : 1. rapih dalam berpakaian. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. maka etiket tidak berlaku. seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. berbicara sopan. 2.

Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. ―Jangan mencuri‖. Nilai adalah sesuatu yang berharga. menunjukkan kualitas. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. dan berguna bagi manusia. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. D. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. 4. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Nilai 1. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan.Etika selalu berlaku. tapi di dalam penuh kebusukan. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Etiket bersifat relatif. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Etika bersifat absolut. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. bermutu. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. sifatnya belum operasional. Pengertian Nilai. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. Etika memandang manusia dari segi dalam. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖. dari luar sangan sopan dan halus. 3.

2. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita.38) Nilai adalah hakekat suatu hal. Driyarkara (1966.dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut. (Value is any idea. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. f.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.berharga. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. nilai identik dengan apa yang diinginkan. nilai pengalaman pribadi semata. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. c. a. nilai ide platonic esensi. nilai merupakan sarana pelatihan kita. g. A. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia. M. about what some one think is important in life) h.W.yang pantas. Kuntjaraningrat (1992:26) . b.Z. e. a concept . Pengertian Nilai Para Ahli.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan.

Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. benar salah. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. 1973 hal. pujian dan kecaman.” q. patuh tidak patuh. benar dan adil l.I. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. ukuran baik buruk. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. 1994 hal. John Dewey Value is any object of social interest j. 3. M. melampaui situasi spesifik. 2. k. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. varying in importance.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. (Feather.” p. . 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. adil tidak adil m. i. o. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. (Rokeach. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. harapan dan penyesalan. suatu keyakinan. 1994 hal.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1. (Schwartz. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal. dorongan dan cegahan.

dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. tradition. stimulation. achievement. 1973). dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. hedonism. security). . tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. individu. b. 1994. masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power.4. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. dan kejadiankejadian. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. 1985). agama. Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. Mayton II & Ball-Rokeach. Grube. ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. self-direction). 1973. serta 5. atau kedua-duanya (universalism. suatu keyakinan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. Schwartz. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. 1994). yaitu: a. Rokeach. 1987). Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya. motif sosial (interaksi). Sebagaimana terbentuknya. Jadi. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai. 1994. Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan.

Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise. Schwartz (1992. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. capable. ambitious. tantangan dalam hidup. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. enjoying life. 3. influential. yaitu : 1. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. exciting life. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. . Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. 4. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. varied life. Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. wealth. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial.1973). authority. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. 2. preserving my public image dan social recognition. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. 1985).

Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. seperti memilih. mencipta. keyakinan. toleransi. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. memahami orang lain. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). dan penerimaan terhadap kebiasaan. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. adat istiadat. 7. responsible. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. 8. honest. freedom. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. devout. moderate. independent. accepting my portion in life. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. equality. inner harmony. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). komitmen. respect for tradition. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. loyal. menyelidiki. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. social justice. Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. true friendship. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. wisdom. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. 6. 9.5. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. dan norma bertingkah laku. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. tradisi. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. curious. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. choosing own goals. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. Nilai khusus yang . atau agama. forgiving. mature love.

obedient. 3. dan diri sendiri. harmoni. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security. 10. clean. Tipe nilai power dan achievement. healthy. Struktur Hubungan Nilai. Tipe nilai self-direction dan universalism. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. Sebaliknya. honoring parents and elders. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. self discipline. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. Tipe nilai hedonism dan stimulation. Tipe nilai achievement dan hedonism. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. Selain adanya 10 tipe nilai ini. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. social order. sense of belonging. asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. hubungan antar manusia. yaitu individual dan kolektif. dan stabilitas masyarakat. reciprocation of favors. family security.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. Misalnya. Tipe nilai stimulation dan self-direction. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. praktis. Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai.

Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Tipe nilai conformity dan tradition. Tipe nilai conformity dan security. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. dan perlindungan terhadap stabilitas. . Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. dan security. 2. tradition. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. Tipe nilai tradition dan security. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada. Tipe nilai benevolence dan tradition. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. Tipe nilai security dan power.keragaman dari hakekat kehidupan 6. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. Tipe nilai benevolence dan conformity. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. ketaatan terhadap aturan tradisional. Tipe nilai universalism dan benevolence. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. yaitu : 1.

1973. 1973. Rokeach. 1994). bisa dipengaruhi dan diubah. selain tuntutan sosial (Feather. b. Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. nilai adalah keyakinan (Rokeach. 1973. c. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Fungsi Nilai. sikap. 1994). Schwartz. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach. yang bisa diprotes dan dibantah. memberitahu individu akan keyakinan. 1992. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. Nilai sebagai standar (Rokeach.4. Grube dkk. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. 1995. 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. Schwartz. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather. Schwartz. 1994). 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. 1973. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda.. 1994). Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. 1994). 1994. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. Schwartz. 1992. . Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. Feather. 1994. d. 1994).

achievement dan power. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. . b. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. Pengukuran Nilai. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. Rokeach value survey. Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. Sejalan dengan hal ini. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. stimulation. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. 5. yaitu pada tipe nilai hedonism. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. Schwartz value survey). (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Schwartz. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis. Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi. 1973). self-direction. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. Robinson dkk. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Verkasalo. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. dalam konsep Rokeach. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. tingkah laku seksual) kurang baik.

a. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma Kesusilaan c. nilainya yang dominan akan teraktivasi. itu dikarenakan beberapa faktor. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. ekonomi dan lain-lain. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. d. diantaranya adalah faktor pendidikan. Norma Agama b.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. Norma Hukum 2. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma terdiri dari beberapa macam. antara lain yaitu : a. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. Norma Kesopanan d. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. dapat menggambarkan nilai-nilainya. Jadi. Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. c. orang tersebut cenderung melanggar . Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Pengertian Norma. tertib dan sentosa. Norma Kebiasaan (Habit) e. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. E. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. Norma 1. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku.

Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. 5) ―Kamu jangan menipu‖. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. b. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. kepatutan. c. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah.norma-norma agama. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. . 4) ―Kamu harus beribadah‖. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. tata krama atau adat istiadat.

kebiasaan. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. sanksinya berupa ancaman hukuman. doktrin. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. terutama wanita yang tua. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. e. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. 3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. Kegiatan melakukan acara selamatan. bus dan lain-lain. diwajibkan mengganti kerugian‖. yurisprudensi. d. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. hamil atau membawa bayi‖. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. misalnya jual beli. yaitu kekuasaan negara. . dan agama. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.

Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. Anggota masyarakat yang . atau ejekan. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. Jika cara itu dilakukan. 3. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. Norma dari Sudut Pandang Umum. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. cemoohan. norma dapat dibedakan sebagai berikut. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. Misalnya. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. Misalnya. sikap. Tata kelakuan. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. a. kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. tetapi sekadar celaan. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). Misalnya. c. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. Dalam suatu masyarakat.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. d. tetapi diterima sebagai norma pengatur. b. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut.

sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. lingkungan sekolah. tentram dan damai tanpa gangguan.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. Jika terjadi perceraian. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. orang yang melakukan pelanggaran. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. Misalnya. Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. Oleh karena itu. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. .

yaitu : 1. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. 6. 5. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. 2. Schwartz (1992. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Power 2. . Conformity 10. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Security. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. Benevolence 8. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Self-direction 6. Tradition 9. isi. Achievement 3. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. dan berguna bagi manusia. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Hedonism 4. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Stimulation 5. dan sebagainya tentang barang itu. bermutu. ketaatan terhadap aturan tradisional. tentang hak dan kewajiban moral. 4. menunjukkan kualitas. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Universalism 7. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama.RANGKUMAN 1.

jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. Norma Kesopanan. tertib dan sentosa. (3) Fungsi LATIHAN 1. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum.7. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat. Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. 11. Norma Agama. Norma Kesusilaan. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9.

etika dan etikaet. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. Dari masalah nilai. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. dan mereka tidak merasa menyesal. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati. bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. norma.

Mereka. Dampak langsungnya. Etika Kita sering mendengar. Memahami urgensi etika profesi 3. Sejumlah pengamat. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. misalnya. misalnya. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. terus 4 . ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. atau bahkan menggunakan. Demikian pula. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. membaca. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. terus berkembang. Memahami pengertian etika profesi 2. dan penyelenggara lainnya. istilah etika di berbagai kesempatan.

Mengingat begitu pentingnya etika. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis. menciptakan. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. mencakup sifat manusia. Pengacara. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. 5 . 2. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi.Dalam dunia bisnis atau profesinal. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi.berkembang dan semakin meningkat.

profesi memnag suatu pekerjaan. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. sebagaimana dapat kita pahami nanti. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. 3. kelangsungan hidup dan sebagainya. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. keamanan. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. Karena nilai-nilai moral ini. d. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. lebih dari sekedar pekerjaan. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. bukanlah seorang profesional. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. 6 . seorang pencopet. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. kerenanya. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. Kedua. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. c. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. Tegasnya. Pertama. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. Adanya pengetahuan khusus. e. Istilah profesi dalam bab ini. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. Selain itu. b. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. Etika profesi 7 . dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Mengingat makna profesi dan profesional itu. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula. 8) Menentukan standarnya sendiri. dan karenanya.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. 1994: 6-7). juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan. Pengertian Etika Profesi. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan. dalam hal ini adalah kode etik. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. 4. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian.

Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. Sebagai bidang etika terapan. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. Dengan demikian. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati. Namun demikian. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. dalam kaitannya dengan profesi. dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. 8 .merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi.

tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. pengetahuan. 5. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. Kode etik profesi adalah pedoman sikap. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. Misalnya. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain. misalnya untuk menjamin suatu berita. dan hubungan dengan klien. 8 (pokok-pokok kepegawaian). meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. pengacara. pengalaman.kekuasaan atau keahlian. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Kode etik . Menurut UU no. 9 . keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. dan akuntan. Kode Etik Profesi Kode. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. atau sebaliknya. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Namun demikian tetap perlu diingat. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan.

Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial). Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. yaitu profesi.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Salah satu contoh tertua adalah . Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus.Tetapi setelah kode etik ada. pemikiran etis tidak berhenti. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki.b. Dengan membuat kode etik. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 10 . tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. SUMPAH HIPOKRATES. c. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu.

Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu.Kode etik ini lebih memperjelas. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 11 . demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Sanksi moral b. Namun demikian.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. b. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c.

B. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c. Menentukan baku standarnya sendiri. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. h. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. j. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. kebudayaan.c. i. Hal ini disebabkan perbedaan adat. 6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. dan masyarakat pada umumnya b. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. kebiasaan. institusi. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita .manusia bergaul. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 .Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki. tata krama. bukan kepatuhan membuta.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. tentram. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Selanjutnya.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan. tenang. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini. protokoler dan lain-lain. dalam bahasa yang baik. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. lengkap. yang tidak dipaksakan dari luar. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. tanpa catatan.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi.Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi.

pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. sesama profesi sendiri. Otonomi. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. Keadilan. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum. 14 . Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. b. Prinsip integritas moral yang tinggi. C. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. 1999). Prinsip-Prinsip Etika Profesi. d. Tanpa etika profesi. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab. c.

Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. Peranan Etika Dalam Profesi. yaitu masyarakat profesional.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. investor. a. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. c. menghormati kepercayaan publik. 3. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. pemberi kredit. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. atau segolongan orang saja. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. b. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). Dengan nilai-nilai etika tersebut. dunia bisnis dan keuangan. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. pemberi kerja.2. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. pemerintah. pegawai. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien.

adalah pada perbuatan baik atau jahat. a. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya.Budi tumbuhnya dalam jiwa. d. c. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 .pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. b. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. 4.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. susila atau tidak susila. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian . Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e.

perlakuan tidak adil. Tujuannya baik. Berdasarkan sistematika di atas. ketidakjujuran.16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. yaitu pekerti. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. Tujuan baik. dan cara mencapainya juga terlihat baik. D. perilaku tercela. Tingkat pertama. Tujuannya yang tidak baik. yaitu baik atau buruk. akibat atau hasil perbuatan tersebut. Jadi suatu budi pekerti. Tingkat ketiga. menutupnutupi kesalahan. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. niat. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. dari semasih berupa angan-angan. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. wil. Tujuannya tidak baik. d. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . dan kegagalan dalam berinisiatif. kemauan. pemborosan dan penggelapan dana. jadi masih berupa rencana dalam hati.perbuatan namanya pekerti. c. semasih belum lahir menjadi perbuatan. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a. Burhanuddin Salam. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a. Tingkat kedua.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. dan cara mencapainya juga tidak baik. b. c. niat hati. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. cita-cita. Drs. pengabaian atau pelanggaran hukum. seperti dalam buku Kusmanadji (2004. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. b. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik. cara mencapainya kelihatannya baik. favoritisme.

Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai . aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. seorang atasan dalam suatu instansi. 18 . karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi.―imbalan‖. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi.Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya.maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan. tetapi hukum yang berlaku. Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi.Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya.Dalam banyak hal. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up). Sebagi contoh. Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan.Selain itu. Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu.Dalam hal ini. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan.Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi.Dalam hal ini. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna.

namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). pemungutan liar 19 . walaupun banyak pihak yang masih skeptic.Terakhir. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik. jika bukan pengkhianatan. Korupsi.Jadi.Secara ekonomi dan politik. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi.Oleh sebab itu. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya.16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara.2. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. posisi. Dalam bukunya Kusmanadji (2004. lembaga independen anti korupsi. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. Dengan definisi yang luas tersebut. Dengan perkataan lain. penerimaan suap atau uang pelican. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. Namun dari sudut pandang etika.

Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. 3/1971 yang diubah dengan UU NO. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. kesempatan. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan). Demikian pula. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. objektivitas. orang lain atau korporasi. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. Melawan hukum b.(tidak sah). mangkir kerja. Dengan kriteria tersebut. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. memperkaya diri sendiri. sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. keadilan. Menguntungkan diri sendiri c. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. 31/1999). dan legalitas. Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). datang terlambat di kantor. orang lain atau korporasi. Jadi. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No.

Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). diidentifikasi dan dikelola. Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No.Dlam konteks birokrasi publik. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest). tanggung jawab. dan negara. Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara. efisiensi. dan kejujuran. Kolusi . bangsa. dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi. kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik. kolusi. Secara historis. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi. sehingga perlu didefinisikan.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. 3. dan nepotisme (KKN). 21 . Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur. seperti loyalitas. masayrakat dan atau negara.16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi.

imparsialitas.Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. b. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi. Mendistorsi aturan hukum. Jadi kepentingan pribadi apa pun. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan.Secara sederhana dan pragmatis. pada definisi benturan kepentingan ini. mekanisme pasar. Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan. atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. hubungan pribadi. Seperti halnya pada definisi korupsi. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan.. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a. dan alokasi sumberdaya publik.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan. 22 . perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik.

dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. Sementara itu.Akhirnya. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. pejabat puncak menerima gaji.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 . Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA.4. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999.Skema ini akhirnya terurai. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. a. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi. Lembaga ini bekerja seperti bank. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal. b. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik.Namun setelah dua tahun penyelidikan. Karenanya.

Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab. Akibatnya.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. Enron Bulan Oktober 2001.Pada 2001. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. Menurut SEC. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. salah satu klien terbesar Andersen.SEC juga menuduh Arthur Andersen. seperti pendapatan ―cookie jar‖. recording revenue on contingent sales.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. Hasilnya. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron. Dengan Enron. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya.4 miliar dari Waste Management. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖.diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1. d. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖. Andersen mampu membuat 80 persen 24 . Agustus 2002. c.

Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. memiliki penyimpangan sebesar $3. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. 5.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002.Dia menginstruksikan David Duncan. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Berita segera muncul ketika WorldCom. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron. klien terbesar Andersen.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a. e.Dalam sebulan. Atas kasus itu. Pada Juni 2005. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Enron bangkrut.9 miliar. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya. Namun. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan. Nancy Temple.

Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. b.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. diantaranya: a. Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan. Adanya penyesatan informasi. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. c. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Dalam kasus Enron misalnya. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Arthur Andersen. namun mutu dan independensi audit dikorbankan. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis. 26 .Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. 6. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. b. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan.

tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. e. pelaporan. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. agar hasilnya bisa memuaskan. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. d. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. Dengan adanya tindakan ini . Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi. 7. 27 . Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan.c.Akibatnya. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen.

yaitu jika tidak ada. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. diantaranya: a. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. chief accounting officer. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. CFO. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. 28 . Sebagai tambahan. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. Untuk menjamin independensi auditor. b. e. Selain itu. c. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. d.

karakter moral yang rendah.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. perilaku. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 . Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. dominasi kepercayaan. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. tidak jujur. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. dan lemahnya pengendalian. akhlak. etika. Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran. klien. dan lain sebagainya.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. publik dan karyawan sendiri. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.

30 . Cibitung. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. peneliti dari Universitas Atmajaya. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ).bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula. Dalam kasus malapraktik dokter. kelalaian. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. 4) Pelecehan seksual dan sebagainya. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP. atau kecelakaan. Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik. kegagalan. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung.Akibatnya.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. selama ini dalam setiap kasus malpraktik.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. Di republik ini. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya. Bekasi. Rabu (25/8) lalu. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. baik secara profesi maupun hukum. malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR.Namun. kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. Jakarta. dokter selalu berada di pihak yang benar. Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter. Irwanto PhD. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP).

Sayang. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates.‖Walaupun belum ada standar.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan.Jika terbukti adanya malpraktik.Apakah harus dipidana.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban. bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia. Menurut Menkes. dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan.Artinya. bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu.‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 .Mestinya.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran. seseorang dapat dikenai pidana. ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata. penguatan lembaga penegakan etik profesi. Akan tetapi.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan. Goerge Lundbreg. Seorang patolog. atau tindakan seperti operasi.Karena itu. data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal. dalam complications.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . misalnya sekali-sekali atau sering.Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer.Jenisnya juga dapat beragam. kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar. ‖ ujar Kamri A. serta dicegah atau tidak. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible). Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru. ‖ Jadi. Jika bersifat pidana. di Journal of the American Medical Association melaporkan. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. Mengutip Atul Gawande. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar. namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik.implikasi publik alias tindakan pidana umum. seperti kesalahan dalam diagnostik. tidak serius dan serius (termasuk kematian). Prof Iwan Darmansjah. lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. ahli bedah. pengobatan. 33 persen dari serangan jantung.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. Selain itu.Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP.‖ papar ahli Kesehatan.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien.

Fellina Azzahrapasien). Apa perbedaan benturan kepentingan aktual. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. Kalau tidak. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja.kedokteran Indonesia. dan korban lain yang mati sekalipun. yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah. tampak dan potensial? 5.Sebagai dampak perubahan yang semakin global. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2.Akibatnya. individualistik. SOAL-SOAL 1. Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual. termasuk dalam profesi kedokteran. tampak dan potensial! 33 . perlu dilindungi dari perilaku. kasus Irwanto. materialistik. dan hedonistik. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter.Dalam perkembangannya.

(dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. 2. Memahami pengertian etika bisnis 2. Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. Menurut Zimmerer. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. 2. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. yaitu: 1. (etika dalam berbisnis). Memahami urgensi etika bisnis 3. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1.

Bertens. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. tidak lekas tersinggung. toleran. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. Etika bisnis menyangkut moral. Menurut K. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Dengan kata lain. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. kreditur. kontrol diri. kontak sosial. hak-hak dan kewajiban. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Dalam etika sebagai ilmu. kekayaan. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. 2. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. tidak menyalahgunakan kedudukan. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. meningkatkan efisiensi kerja. Menanamkan. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. Disisi lain. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. 3. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. menimbulkan rasa saling menghargai. tapi masih lemah dan ragu. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 .menghormati. yaitu : 1. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. yaitu disatu pihak. pelanggan. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis.

memberi. pemecatan. 3. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. 5. adalah tindakan memperdaya. Suap menerima (Bribery).boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. atau agama. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. Bila studi etika telah membuka mata. maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. 36 . dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. 4. tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. 2. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. Paksaan (Coercion). tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. Pencurian (Theft). Penipuan (Deception). tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. kewarganegaraan. adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. batasan. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. atau penolakan industri terhadap seorang individu. Selain itu. adalah tekanan. jenis kelamin. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak.

dalam 37 . kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Von der Embse dan R. Bahkan. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis.B. Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. Oleh karena itu. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. ingkar janji. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Pasalnya. Kalau sudah demikian. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Tindakan mark up. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. yaitu: 1. Sebagai bagian dari masyarakat.A. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini. makin hari semakin meningkat. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat.

kejujuran. Benefit terdiri dari 38 . yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. antara lain: 1) Prinsip Hak. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini. 3. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. 2) Prinsip Keadilan. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit.dan kesamaan. Keadilan distributive. Namun. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. b. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut.bertindak. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. 2. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. Contohnya. Sementara itu. kesejahteraan. d. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. c). menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya. Keadilan kompensatoris. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. pelayanan dan barang penebus kerugian. misalnya kehilangan nyawa manusia. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis.pendapatan. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. b). Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. 39 . Keadilan retributive. pekerjaan. pendidikan dan waktu luang. Beban terdiri dari tugas kerja. dan lain-lain. pelayanan yang sama kepada konsumen. (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan. b. c. baik internal maupun eksternal perusahaan. pajak dan kewajiban social.

c. 40 . Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Apalagi. e. seperti karyawan. entah melalui gambar maupun tulisan. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Simpatik Kelolalah emosi. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. Misalnya. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda.e. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis. d. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Pada akhirnya. tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. sekretaris dan lain-lain. Hal ini jelas keliru. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. b. misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. Misalnya. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya.

Lakukan dengan Cara yang Baik. 3. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. 2. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1.f. pemberian latihan keterampilan. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Lebih Baik. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. Pengendalian Diri Artinya. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . Jadi. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Di samping itu. terutama dalam hal pendidikan. Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. Artinya. kesehatan. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. dll. Perhatikan juga norma. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. melainkan lebih kompleks lagi.

Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. 8. 7. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. Kongkalikong. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. 4.teknologi. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. Kolusi. Untuk itu. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. Koneksi. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. 6. 5. Menghindari Sifat 5K (Katabelece.

Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. hukum. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. 9. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. 11. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. 10. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. C. 43 . dan sistem-sistem sosial lainnya. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. yaitu: 1. 2. sementara ada ‗oknum‘. politik. Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat.

Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. korupsi. penipuan. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. Memasukkan gatra nilai etis 44 . Dalam ungkapan Theodore Levitt. penindasan tenaga kerja. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith.3. penimbunan barang. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin. monopoli. Di Indonesia. yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. 1. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. perampokan bank oleh para konglomerat. pengrusakan lingkungan. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. adalah sesuatu yang mereka inginkan. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. Kolusi. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. Manajemen beretika. Bahkan. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a.

menurut kalangan ekonom seperti di atas. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. menurut mereka. belum lagi pembajakan film dan buku. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial.Penampilan. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Bukan hanya melanggar etika bisnis. usia dan latar belakang etnis 45 . tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. Padahal. sikap. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar. b. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin. prinsip ekonomi. kepribadian. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. c. Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain.

Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. karsa dan karya. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. paling tidak semenjak jaman modern. Melalui pendekatan etika ini. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam kegiatan praktis. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. d. Dorongan tidak selalu datang dari luar. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 .Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. Pada umumnya. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup.

Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. a. karena berkilat belum tentu emas. 47 . Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Sebaliknya. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. diperlukan suatu landasan yang kokoh. Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi.Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. Artinya. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. organisasi yang baik. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis.

TELKOM dan PT. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 .Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini. misalnya melalui gerakan pemboikotan. Tindakan yang tidak etis. larangan beredar. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. larangan beroperasi. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT.

perusahaan. dan sebagainya. peraturan pemerintah. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. dan hak asasi manusia. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. Corporate Social Responsibility. seperti bagaimana melakukan bisnis.serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. keputusan presiden. peraturan perusahaan. Decent Works. ISO (International Organization for Standarization). Etika. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya. Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. industri dan juga masyarakat. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal). dan lain sebagainya. b. 49 . lingkungan alam. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. Jadi. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar.

sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. kesetiaan. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. organisasi. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. dan sistem. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. bahkan cenderung membohongi publik. baik sebagai penguasa maupun manajer. Pada tingkat organisasi. persamaan. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . misalnya toleransi. emosi atau religiusitas. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. Kalau sudah demikian. kepercayaan. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. Pada tingkat sistem. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. Pada tingkat individu.Menurut Dawam Rahardjo. Realitasnya. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. makin hari semakin meningkat. Tindakan mark up. Salah satunya adalah melalui iklan. Entah disengaja atau tidak. perusahaan ritel. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. ingkar janji. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan.

Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. Menurut etika formal dan informal. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. seperti pelayanan yang baik dan ramah. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu. jaminan. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun. Pengabaian etika bisnis akan 51 . kartu kredit. Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. tanggungan. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No.-. Dari sisi legal formal. Sementara itu. kejujuran. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik.000. mempromosikan. kondisi. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. 500. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. mempromosikan.000. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. produk dan layanan telepon seluler. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. atau diiklankan. dipromosikan. atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu. Selain itu. dan perusahaan penerbangan.

maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. Seharusnya. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. tidak saja pada masyarakat. c. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. prinsip otonomi. Yang pertama. Kedua. termasuk dalam penentuan tarif sms. pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Dalam kasus kartel ini. 52 . Ketiga. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. jika dicermati. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. harga produk. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran. tidak memiliki prinsip otonomi yang baik. Maksudnya masing. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Baik dalam hal mutu produk. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka.membawa kerugian. sesuai dengan prinsip etika bisnis. Konsumen merasa. tetapi juga tatanan ekonomi nasional.

Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen. kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme. Kelima. tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar. Jika pelaku bisnis. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya. Keputusan. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. 53 . prinsip integritas moral. Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya.keputusan itu.Keempat. Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan.

Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. Lebih Baik. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery). Prinsip Tidak Berniat Jahat. yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination). paksaan (coercion). Prinsip Keadilan.RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach). Keadilan. atau Dipandang Baik. pencurian (theft). dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran. Prinsip Kejujuran. Simpatik. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. . Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. 3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. penipuan (deception). Rendah Hati.A.

pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. koneksi. mempertahankan jati diri. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan. memelihara kesepakatan. yaitu: (1) sistemik. hukum. b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. menciptakan persaingan yang sehat. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. menghindari sifat 5K (katabelece. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . kolusi dan komisi). politik. dan (3) individu. dan menuangkan ke dalam hukum positif. kongkalikong. dan sistem-sistem sosial lainnya.RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. mampu menyatakan yang benar itu benar. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. (2) organisasi.

Diversifikasi usaha tersebut. hak individu. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. meso dan makro. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. yaitu utilitarian. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. dan keadilan. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 . Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan. antara lain meliputi future transaction.

Enron. sampai ke Asia. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. termasuk wakil presiden Amerika Serikat.2 milyar. Dedi Kusmayadi. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. mulai dari Amerika. SE. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor.. Eropa. M.LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr.Si. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 .) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron.

diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. hubungan bawahan ke atasan. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. dan hubungan antara atasan ke bawahan. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. A. selain aturan tertulis. walaupun memiliki persamaan. diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. masyarakat atau bernegara. Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). Etiket dan Kepemimpinan 1. 58 . Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. Begitu juga dalam sebuah organisasi.

Definisi etiket. seperti cara berpakaian (tata busana). Etika berlakunya.selain ada persamaannya. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. sopan santun. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan. Bertens. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. jika ada orang lain yang hadir.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. b. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. tata krama dalam pergaulan formal. dalam buku berjudul Etika. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Etika adalah nurani (bathiniah). Etika adalah niat. d. cara bersalaman.Etiket bersifat relatif. c. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.Menurut K. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. Etika bersifat absolut. bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. menurut para pakar ada beberapa pengertian. 2. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. Etiket adalah formalitas (lahiriah). 1994. untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. Etiket adalah menetapkan cara. cara berbicara. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya.Etiket hanya berlaku. 59 . cara duduk. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.

karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. seperti a. Respek Respek berarti menghargai orang lain. O'Donnell) c. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap. atau keyakinan berbeda. Massarik). Tidak peduli mereka berbeda. Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. F. 1. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. Terdapat tiga prinsip dalam etiket. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. organisasi ke organisasi lain. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. Tannenbaum. tidak berubah. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. B.Koontz dan C.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. Irving R. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. bersifat universal. empati dan kejujuran. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. yaitu respek. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. dan tak terbatas waktu dan tempat. berasal dari kultur berbeda.

kalau sudah selesai terus mencuci 61 . Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. Misalnya dalam makan. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. atau apabila terpaksa. a. kesamaan dan perbedaan yang ada. akan membuat seseorang terlihat bijaksana. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. 2. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar. Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. Sebelum bertindak atau berucap. Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia.setiap orang dengan kelebihan. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. apa pengaruhnya bagi orang lain. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. 3. Apakah akan membuatmu senang atau berang. dewasa dan manusiawi.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. Pikirkan dulu. kekurangan. kamu harus berpikir dulu.

d. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya. makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction). makan dengan tangan kanan. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang. mengakui 62 . namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut. f.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a. C.Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain.b. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan.Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖.. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan. c.

Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan.ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. metafisika. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 . Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a).Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya. Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi.pengkhutbah atau seorang orator. Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting. maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia.politik. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. hukum. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan. dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan. Hart. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya.

demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman. Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi. semuanya sama dalam kaca mata undang-undang. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya. terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan. 64 . tenang tanpa halhal yang istimewa. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. kolusi dan korupsi dapat dibendung. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum.Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme.kawanmaupun lawan. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman.

Sebagai kitab ajaran. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik. Muslim). saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita..Sebagai buku.. 65 . 2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin. Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat.." (HR. kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan. berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat.Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin. serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya.

Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. c. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. menolong kita untuk 66 . kata Blanchard dan Peale.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom. Kesabaran.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. b. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda.

serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. berbicara yang tidak pantas di depan publik. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. e. Seorang pemimpin etik. Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. Misalnya. Jika memnag demikian. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Namun. Misalnya. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). d. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. berperilakulah dengan teguh. menurut Blanchard dan Peale. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. D. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. namun tidak masuk 67 . saling mencerca dan mencaci maki. Contoh kasus. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. Menurut mereka yang tidak setuju.

dan ketidakadilan. tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. kekejaman. Verkuyl. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin. Bertens. 53). korupsi. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. misalnya lingkungan hidup. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. Secara umum. Dalam hal ini. Jadi. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin.dalam ranah etika. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. Dalam suatu organisasi. Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. etika kepemimpinan sangatlah penting. Lain halnya dengan etiket. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. 65. kemiskinan. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. Oleh karena itu. 31). 68 . atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan.

tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. mana yang benar dan mana yang salah. Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). Artinya. 51-52). pelayanan. Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik. Di samping memiliki hati nurani yang baik. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. baik dan buruk. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. ada pula etika kewajiban. yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. 69 . 54-56). apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya. dan kebaikan sebagai etika keutamaan. Di samping etika keutamaan.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. Di sini.

Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. dewan direksi. Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. yaitu produk yang berkualitas. Di sini. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. tetapi juga perlu pembentukan watak. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. 70 . Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. pengetahuan dan komunikasi efektif.  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi.Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. maupun para investor. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma. dan pengiriman yang berkualitas. baik untuk CEO. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban. pelayanan pelanggan yang berkualitas. Dalam hal ini. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas.

Sayangnya. Peter Block. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). Menurut seorang pakar kepemimpinan. Di Amerika. seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka. memecahkan masalah. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair.  Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat.mengendalikan. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun. Sementara itu. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut. dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi. dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti. kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 . dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat. Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian. Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali.

Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. E. pelanggan. Secara normal. maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. tantangan atau masalah-masalah. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya.individu daripada talenta/kemampuannya. pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. dan para pemegang saham. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. Bagaimanapun ketika. pelanggan. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. Tidak ada orang yang 72 . dewan direksi. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. bukan untuk melayani diri mereka sendiri. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan.

7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. dan kuat. sehat dan bahagia. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. Gambar 3.1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter. Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. Covey. A.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. karena dari cara dia berbicara. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang. utuh. bertindak dan merespon. kita dapat mengidentifikasi karakter dia.

Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. 74 . hubungan. Covey) Habit 1 .Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. pribadi atau antarpribadi. dan memilih untuk tidak menjadi korban. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. keluarga. Apa pun situasinya. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. untuk tidak menjadi reaktif. baik besar maupun kecil. Habit 2 – Start from the End Individu. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai.

bekerja dengan kekuatan tersebut. 111. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. 75 .Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy. 11. baru kemudian berusaha dipahami. cara Anda. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. menghargai. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. bukan ―aku‖. berusaha memahami dulu. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. … atau lebih banyak lagi. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan.

Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1. hati. mental. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6).Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. saling memahami (Kebiasaan 5). Kebiasaan 7.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3. 76 . adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. yang sosial/emosional. dan spiritual. Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. Tabel 3. 2. pikiran. dan jiwa. Mengasah Gergaji. Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4).

prinsip-prinsip itu bersifat universal. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu. termasuk keluarga. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi.Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. dan masyarakat. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah. memiliki tujuan. komunitas. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda. Kedua. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. saling menghormati. saling memahami. kerja sama kreatif. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. Anda sama sekali tak akan berhasil. Artinya. wewenang moral. integritas. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. Ketiga. Covey) A. atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. 77 .

Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. sebuah cara berpikir. sosial. B. Memulai dengan Tujuan Akhir. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan. atau lingkungan. 2. dan baru 78 .Gambar 3. tetapi juga sebuah paradigma. Menjadi Proaktif. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. fisik. pertama secara mental.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1. dan bukan sekadar determinasi genetik." Inilah kekuatan dari pilihan. Kebiasaan 2. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji. adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. Kebiasaan 1.

Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. 79 . dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih. dan menghargai perbedaan. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. C. tindakan.kemudian secara fisik. Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi." Kebiasaan 4. 5. disiplin. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami. pembelajaran. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian). dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi. gairah. dan 6—Berpikir Menang-Menang." Ini adalah kekuatan fokus.

banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . Stephen R. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995. apa pun posisinya. Dave Ulrich (Universitas Michigan). Sebagai contoh. Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju. Kendati demikian.Gambar 3. Jack Zenger. Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. pengaruh tim dan organisasi Anda. hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan. untuk memenuhi tugas mereka. Dan ternyata. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. bukan pada metode." Keempat peran ini adalah untuk semua orang. lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. namun alamiah.

peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. dan memberikan konsultasi. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama. Covey) D. Gambar 3. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai. pengamatan. mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran. peran-peran ini tampaknya berurutan. Kendati demikian. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. 81 . Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. Tetapi dari sisi lain. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. Dari satu sisi. Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya.

misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. kontribusi. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal.Stephen R. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas. Sebagai contoh. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. yang seperti juga dunia bisnis. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. Dengan kata lain. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. Anda akan melihat mengapa. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam. tak beraturan. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. dan tergantung pada suasana hatinya. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas.

Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. Dengan mengingat adanya urutan ini. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. Dan yang paling akhir. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri. tim. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. era kelima dari peradaban. dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut. individu. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan. bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat.

seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7. Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4.Koontz dan C. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 . Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. Untuk keperluan itu. O'Donnell 3. sebutkan? 10. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2.

9. Etiket : Tata cara (adat sopan santun. 10. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya.GLOSARIUM 1.yayasan. 12. 11. Investor menanamkan keuntungan. Ahli (kepandaian). bank. Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. ujud. organisasi sosial. Direksi : Orang yang mahir. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. paguyuban. Entitas 5. Etika : Satuan yang berwujud. Globalisasi : cerdas. 6. 7. 14. 85 . Kolaborasi 13. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. Kontak. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. Amanah 3. fathonah 8. Hubungan. 2. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. dsb. 4. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen.

Sidiq 19. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. organisasi. dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. 17. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. partai politik. 20. dsb. Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. Standar 21. 18. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. Penasihat menasihati. 16. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). : Menyampaikan 86 .15. mencolok.

Stephen.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 . The 8th Habit Covey. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.R.html http://www.DAFTAR PUSAKA Covey.html http://www.R.com/My-Category/Pengertian-Etiket17645.lintau.cc/2008/06/etika-kepemimpinan. 1994 http://pribumibrebes.blogspot.html http://wawan-junaidi.kabarku.scribd.co. Stephen.com/2010/11/pengertiankepemimpinan. Binarupa Aksara.

‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. Netralitas PNS A. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral. yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak.Etika berkaitan dengan perilaku normal. kinerja atau prestasi. apa hak kita dan apa hak orang lain. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. Dengan cara sederhana kita dapat. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain. atau setiap hari. setiap jam. etika adalah salah satu cabang filsafat.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. Pengertian pelayanan publik 2. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. Etika berkaitan dengan karya.

Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip.Dalam kenyataannya. seperti halnya etika bisnis. Sesuai dengan pengertian tersebut.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika. dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna . tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada.Oleh sebab itu. Dengan demikian.Jelasnya. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru. bangsa dan Negara.Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. nilai-nilai. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.Dengan demikian. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi.Jadi. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Dengan perkataan lain. baik normatif maupun objektif. seperti sektor bisnis. Sumber daya publik digunakan secara tepat. produktivitas dan efektivitas. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. efisien dan efektif. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. kesamaan afiliasi politik. B. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. yaitu profesionalisme dan etika. Ada beberapa alasan. Seperti halnya di sektor bisnis. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. integritas berarti bahwa : 1. termasuk sektor publik (pemerintahan). sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. sepertiintegritas. objektivitas atau imparsialitas. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. etnis. 5. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. 3.Secara khusus. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. 4. dan agama.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. 2. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru. 1. besarnya diskriminasi pelayanan. sektor publik. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang . Dalam pelayanan publik. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara. yaitu pertama. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini. Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik. keadilan dan sebagainya.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

bukannya diskriminasi.Prosedur pelayanan.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi.Akibatnya. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Kedua. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. . Di samping itu. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. khususnya jawa. Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat.Dan ketiga. kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. mulai masa orde baru hingga kini. misalnya. Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita. Tidak hanya itu. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Di awal tahun 1990-an. majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya". pemerintahan milik . Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak.Kedua.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu. jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh). sehingga banyak narapidana menjadi bebas. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja. Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. Artinya. Bahkan di penghujung tahun 1980-an.9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama. buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997.

untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri.Oleh karena itu. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka.Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Artinya. kelompok-kelompok persaudaraan. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras.Pemberdayaan masyarakat.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. Artinya. Pemberdayaan semacam .Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. Artinya. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.Ketiga. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat.Oleh karena itu. Oleh karena itu. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. tanggung jawabnya belum berakhir. organisasi sosial. Kedua. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. kelompok-kelompok persaudaraan.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan.Pemberdayaan masyarakat. organisasi sosial. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif.

yaitu keterbatasan akan keuangan. Dengan cara ini. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. merangsang lebih banyak inovasi. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. tanggung jawabnya belum berakhir. pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. Artinya. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. meski dalam situasi keuangan yang sulit. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan. Ketiga. keempat. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya.para pelanggannya. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. Oleh karena itu.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. . Artinya. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan. melaui survei pelanggan. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut.

Kerjasama antara sektor pemerintah. untuk mencegah kebakaran. untuk menghadapi sakit. untuk mencegah penyakit.Misalnya.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik.Untuk menghadapi kejahatan. mereka mendanai lebih banyak polisi. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. Artinya. keenam. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik.Misalnya. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati.Untuk memerangi kebakaran. pada saat teknologi masih primitif. dan membuat peraturan bangunan.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas. Artinya. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan.kelima. seperti berusaha mengontrol lingkungan. Artinya. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa. . maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. membangun sistem air dan pembuangan air kotor. mereka mendanai perawatan kesehatan. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku. dan pekerja publik relatif belum terdidik.Akan tetapi. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran. Dan prinsip yang ketujuh. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu.

peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. loyalitas. c. integritas dan kejujuran. legalitas dan kepatuhan. b. pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. kerahasiaan.yaitu: a. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. tanggung jawab. C. Sementara itu. . Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. pengabdian (kepentingan publik).Oleh karena itu. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil.Dengan demikian. antara lain. Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. efisien). seperti good governance dan profesionalisme. dan efisiensi. akuntabilitas. Pada dasarnya. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. transparansi. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. faster (kinerjanya cepat. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor . Semangat nasionalisme d.

. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. 2. golongan. Jaminan. yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. 4. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. pengetahuan. Kesiagaan atau ketanggapan. kebutuhan. Empati. keramahtamahan. dan status ekonomi. D. Transparansi Bersifat terbuka. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. d. yaitu: 1. dan kepercayaan dan keyakinan. gender. 6. agama. 3. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini.b.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. dan harapan masyarakat. c. ras. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. e. 5. Keandalan. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan).

pendidikan.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009. Akuntabilitas 3. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang. E. . Transparansi 2.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. 6.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. Kondisional 4. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan. Kesamaan Hak. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini. transfortasi.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Keseimbangan hak dan kewajiban. perumahan. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya. Partisipatif 5. Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri. air bersih dan sebagainya. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. listrik. Namun sangat disayangkan.

ramah. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. menurut Weber. 3. 11. Negara dan Pemerintah 2. kesadaran dan tanggung jawab 5. 3. 10. Sopan. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1. 12. tepat waktu. 5. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. 9. Tunjangan cacat. 5. berdisiplin. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. 8. 4. aman. 4. Cuti. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2. UUD 1945. 2. bertanggung jawab. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. akurat. Hak ahli waris 7. 6. Perawatan kesehatan. jelas. Sementara itu. Dan pensiun. tipe ideal birokrasi mencakup . Menyimpan rahasia jabatan. tersedia sarana dan prasarana pendukung.Kriteria Pelayanan Publik: 1. 7. mudah dijangkau. 6. Dan ruang kerja yang nyaman. sederhana. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya.

Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. 3. kewenangan 5. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian). 2. Jabatan disusun secara hirarki dari atas.dan samping. menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. Pejabat diangkat karena profesional 6. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi. bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). uu no. 8 th 1974 jo uu no. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi.1. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. bawah. tugas. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . 2. Panca prasetya korpri A. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7. Namun. Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). dan PP no. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9.

memenuhi kepentingan warga Negara. f. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. secara pengembangan diri. mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. b. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi. e. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan. dan inovasi.Sementara itu. menjadi teladan dalam perilaku. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. c. mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. termasuk penelitian. d. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih.tinggi. percobaan. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas).

para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan. B. Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik. c) Menjadi teladan. Lebih dari itu. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan.Karena itu. memajukan kepentingan publik. e) Memajukan demokrasi.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis. dan tanggap.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan. kalau belum diuji atau dikaitkan . Dalam lingkungan pelayanan publik. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan. pelaksana yang baik. seperti kemanusiaan dan HAM. memberikan manfaat publik. bersikap jujur. d) Meningkatkan kinerja.Selain itu. selalu memutakhirkan informasi. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi.a. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. a) Menegakkan aturan hukum. kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. diskriminasi dan korupsi.

Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan . dan pengalaman masa lalu.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. Hierarki Etika. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika.dengan konsekuensinya. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu. Dengan demikian. etika sosial. budaya. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik.Misalnya. keyakinan agama. Bila ia didominasi oleh etika organisasi. Dan keempat. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. adat istiadat. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. Pertama. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial. Kedua adalah etika profesi.

Dalam konteks ini. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku. dedikasi.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam . kejujuran. pengembangan profesionalisme. etika moral Pancasila. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. Atau dengan kata lain. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. Di Amerika Serikat. keramahan. bekerja profesional.Pendapat tersebut tidak salah. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal. komunikasi terbuka dan transparansi.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. ―orang pintar‖. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. respek. ketabahan.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas.Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. misalnya. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. kreativitas. C. menaruh perhatian. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. cepat tanggap. kasih sayang. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. kebenaran. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. dsb. tokoh-tokoh karismatik.

Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu.Kadang-kadang. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres).beretika. . harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah. dan nasibnya bisa menjadi terancam. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya. Oleh karena itu. peluang dari pihak. bahkan sering dikutuk perbuatannya.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut. Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. tapi tidak tepat dalam organisasi publik. Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan. Akibatnya. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika.Karena itu. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada. D. kalau perlu insentif khusus. yang insentifnya tidak jelas. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki.

Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b. menjadi berkurang.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya. Selain itu. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier. 2. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan . Ketiga. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d. meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini.Pertama. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. c.Kedua. Stabilitas. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih.Untuk mengemban tugas ini. netralitas PNS sangat diperlukan. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan.

tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. 2. seperti halnya bisnis. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. 7. nilai-nilai. 4. 6.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. 43 Tahun 1999. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan. Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi. 5. 1. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. Oleh karena itu. Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. Secara khusus. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik.

PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. 12. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. 10. 9. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. 14. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). masyarakat pemerintahan. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. 13. Dalam kaitan ini. Namun. melakukan fungsi manajemen pelayanan public.mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. kalancaran palaksanaan pelayanan. Sebagai calon pengawal . Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. secara khusus penting bagi akuntan profesional. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas). dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. 11. Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan.

3. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? . Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. 4. 2. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing.nan public yang semakin baik. Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. Jika seorang pegawai negeri ceroboh. tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya. 1. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik.keuangan Negara.

dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya. Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan.GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi .

Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. 2005). dan Pelayanan Publik.DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. Bisnis. Etika Profesi Akuntansi. .

Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. moral values. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. Dalam bahasa Inggris. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. Sejalan dengan waktu. kelompok atau suatu institusi. group or institution. disposition hingga disimpulkan sebagai character. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. karakteristik rohani. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. 2. nilai-nilai moral. guiding beliefs of a person. 4. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. atau budaya. etos . Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. aspek-aspek etika kerja. yang kemudian menjadi ―etika‖. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja.komunitas. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi. ideas or beliefs of a group. 3. to appear. ide atau keyakinan suatu kelompok. community or culture. the characteristic spirit. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja. S. A.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. A. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera.

Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. suatu organisasi. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. yaitu: 1. mode of expression. the disposition. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. pekerjaan seni. Menurutnya. or the like. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. character. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. mempercayai. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . culture or a group that distinguishes it from other peoples or group. atau sikap khusus orang. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. Pada Webster's Online Dictionary. Dalam situs resmi kementerian KUKM. bentuk ekspresi.id). etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working.diartikan dalam dua pemaknaan. Menurut Anoraga (1992). nilai atau jiwa yang mendasari. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. morale with regard to the tasks at hand. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah.depkop. adatistiadat 2. atau sejenisnya. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. disposisi. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. jika seseorang. mores. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). Berdasarkan rumusan ini. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas.go. budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. the governing or central principles in a movement. etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. karakter. work of art. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. or attitude peculiar to a specific people. fundamental values or spirit. menjadi prinsip-prinsip pergerakan. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi.

dan standar-standar. prinsip-prinsip. Mencetak prestasi dengan motivasi superior. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. rasional. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. A. 2. kode moral. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. disiplin. 4. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras.pada satu kesimpulan utama. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. spirit dasar. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan. Apa pun pekerjaan kita. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. integritas. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner. kode etik. yaitu: 1. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. kode perilaku. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. kreatif dan produktif. Kerja adalah rahmat. pikiran dasar. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. 3. sampai . keyakinankeyakinan. komitmen. sikap-sikap. karakteristik utama. terutama perilaku kerja. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. entah pengusaha. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. aspirasi-aspirasi. pegawai kantor. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. teliti. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. tekun.

seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. 7. seorang fisikawan peraih nobel. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. ahli hukum. Dia mengaku. akuntan. Semua adalah seni. Kerja adalah ibadah. ―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. 3. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. itu adalah sebuah kehormatan.buruh kasar sekalipun. Seremeh apa pun pekerjaan kita. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). . semuanya bentuk aktualisasi diri. Kerja adalah kehormatan. 6. entah dokter. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. Kerja adalah seni. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. 2. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. Baginya. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. menulis merupakan sebuah kehormatan. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Kerja adalah aktualisasi. 5. Apa pun pekerjaan kita. 4. Jadi. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. Kerja adalah panggilan. Meski kadang membuat kita lelah. Kerja adalah amanah. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. kita bisa berucap pada diri sendiri. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. Hasilnya. adalah rahmat dari Tuhan.

1. Apa pun pekerjaan kita. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. 3. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. 4. 2. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. positif dan negatif. apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. 2004). sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. pedagang. 2. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. yaitu. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. polisi. bahkan penjaga mercusuar. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. Menempatkan pandangan tentang kerja. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia. Kerja adalah Pelayanan. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. 5. . 3. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5.8.

Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. serta menabung dan berinvestasi. bekerja tekun sistematik. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958). dan modernitas (Sinamo. kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. . berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. tidak mengumbar kesenangan . Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. yaitu: 1. Cara berpikir. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor.3. Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. 4. kemakmuran. berorientasi sukses (material). bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. 2005).namun hemat dan bersahaja (asketik). 5. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. berdisiplin tinggi. B. Dengan demikian. dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo.

masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. Dharmika. Rahardjo. tekad.Menurut Rosmiani (1996). tekad. yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. etos kerja terkait dengan sikap mental. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. Namiartha. 2. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. Sosial Politik Soewarso. 1995) mengatakan bahwa sikap mental. Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. 3. Subagyo. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . Usman Pelly (dalam Rahimah. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. disiplin dan semangat kerja. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. KH. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik.

yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. 5. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. 1995). motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. kebijaksanaan organisasi. Fauziah. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. dan supervisi. Ketika sebuah organisasi . Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Rahardjo. Namiartha. 4. yang termasuk diantaranya yaitu gaji. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. Menurut Herzberg (dalam Siagian. hubungan dengan rekan kerja. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. keamanan kerja. Dharmika. Suri dan Nasution. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. 7. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. keahlian dan keterampilan. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. kondisi kerja. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. 1995).punggung masyarakat modern. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi. 6. status. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. Subagyo. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri.

dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. Sebagai bidang etika terapan. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. Dengan demikian. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. tanggung jawab/responsibility. Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. kemungkinan berkembang/growth possibilities. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. D. . etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. 1992). yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. dalam Anoraga. Namun demikian. dalam kaitannya dengan profesi. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. (Herzberg. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. pengakuan/recognition. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi.

Namun demikian tetap perlu diingat. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Mengucapkan sumpah/janji PNS. misalnya. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. . Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Misalnya. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. atau sebaliknya. Dengan perkataan lain. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. pengetahuan. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. bahwa setiap PNS wajib: a.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. pengacara. pengalaman. D. dan hubungan dengan klien. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. dan akuntan. kekuasaan atau keahlian. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah.

tata tertib di lingkungan kantor. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Negara Kesaruan Republik Indonesia. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan Pemerintah. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. d. e. b. kesadaran. peraturan kedinasan. c. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. dan tanggung jawab. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945.b. Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. . peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. Menaati segala peraturan perundang-undangan. atau e. perintah kedinasan. d. c.

Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. tertib. j. . Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. dan bersemangat demi kepentingan Negara. seseorang. Maksudnya. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. dan bersemangat untuk kepentingan negara. pemerintah. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. dan/atau golongan. f.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. dan materiil. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. cermat. dan/atau kepatutan. dalam menjalankan tugasnya. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. Bekerja dengan jujur. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. perintah kedinasan. i. h. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. keuangan. g. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur. tertib. cermat.

Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. cepat. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. l. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. terjangkau. l. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya.k. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. dan pendidikan formal lanjutan. n. diklat. melaksanakan tugas. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. j. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas. m. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. dan terukur. . Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. mudah. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. seminar.

membeli. 2. membeli. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. e. barang. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. b. Menyalahgunakan wewenang. g. menggadaikan. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. d. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. Memiliki. atau meminjamkan barang. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. . Yang dimaksud dengan ―memiliki. f. teman sejawat. menjual. menjual. Bekerja pada perusahaan asing. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan.barang baik bergerak atau tidak bergerak. menyewakan. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. bahwa setiap PNS dilarang: a. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. atau pihak lain. menggadaikan. c. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. menyewakan. golongan. bawahan. konsultan asing. atau lembaga swadaya masyarakat asing.

dan prosedur yang ditetapkan.Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. PNS dilarang menerima hadiah. Dewan Perwakilan Daerah. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. k. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. i. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. Dewan Perwakilan Rakyat. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Dewan . kendaraan. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. j. sinkronisasi dan integrasi dalam l. tugas kedinasan. menyimak visi. Dewan Perwakilan Daerah. misi. h. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. standar. dan program yang ditawarkan peserta pemilu.

dan lain-lain. tenaga ahli. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum.undangan. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. seruan. selama. selama. ajakan. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. pencari dana. dan lain.Perwakilan Rakyat Daerah. atau dalam lingkungan unit kerjanya. seragam dinas. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga. ajakan. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. dan o. dan masyarakat n. m. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. penyandang dana. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. kendaraan dinas. himbauan. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. dan masyarakat. dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang.lain. seruan. himbauan. petugas kampanye/tim sukses. anggota keluarga. .

teguran lisan. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. hukuman disiplin sedang. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. pembebasan dari jabatan. 2. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. b. dan e. 2. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. pernyataan tidak puas secara tertulis. teguran tertulis. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. dan c. Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. dan c. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. b. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. hukuman disiplin ringan. . Negara Kesatuan Republik Indonesia. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. 3.F. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. 4. c. hukuman disiplin berat. d. dan c. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. b. b.

masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. tertib. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. kesadaran. . memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. dan c. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 8. 9. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 6. Pemerintah. seseorang. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. cermat. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7.3. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. menjunjung tinggi kehormatan negara. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. keuangan. bekerja dengan jujur. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. 4. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 11. 12. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. 5. b. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 7. 10.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

Tentu. yang sudah melekat pada masyarakatnya. dan 13. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Namun. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. Dengan demikian. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. kesopanan. keadilan. Pasal 9 angka 11. Pengharapan. dengan etos . dan Cinta Kasih. dan bersikap ramah. Efisiensi. 12. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. yaitu: Spesialisasi. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. Seperti visi Indonesia Raya. tolong menolong. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. G. Ketekunan. Kerja keras. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. kesabaran. Konsistensi. Sistematis. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Kerajinan. Namun. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. tetapi harus digali lebih dalam. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. dan nilai-nilai etis lainnya. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. Masih ada kejujuran. Rasionalitas. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran.

menampakkan kemanusiannya. menghayati. S. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. Al Ashr : 1 – 3. 2. lingkungan. 1. a.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. bekerjalah untuk duniamu. Q. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah. Sebagai seorang muslim. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. 3. Apabila setiap pribadi muslim memahami. Baginya pengertian terhadap makna . yaitu tidak percaya dengan takhayul. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain. 2. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok.

waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. 4. bekerja tulus penuh kecintaan. Kerja adalah ibadah. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. Kerja adalah panggilan. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. sosial politik. budaya. Kerja adalah aktualisasi. 2. bekerja tulus penuh syukur. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan. bekerja tulus penuh tanggung jawab. Kerja adalah kehormatan. c. kondisi lingkungan/geografis. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. bekerja tulus penuh integritas. dan motivasi intrinsik individu. d. h. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. . Kerja adalah amanah. Delapan etos kerja menurut Jansen H. 5. Sinamo: a. Kerja adalah seni. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. struktur ekonomi. bekerja tulus penuh kreativitas g. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. Kerja adalah rahmat. bekerja tulus penuh kerendahan hati. sehingga melahirkan sikap kikir. b. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. e. 3. f. pendidikan. Kerja adalah pelayanan. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. bekerja tulus penuh semangat. sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. bekerja tulus penuh keunggulan. RANGKUMAN 1.

5. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4. Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila.4.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. dan keinginan untuk mandiri. b. hidup hemat dan efisien. antara lain: a. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. SOAL ESSAY 1. selalu berhitung. LATIHAN I. menghargai waktu. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . Menurut anda. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). tetapi harus digali lebih dalam. Sedangkan etika kerja mengatur praktik. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. menampakkan kemanusiannya. yang tidak tertulis secara eksplisit.

Senin (23/5) di Surabaya. Selain itu. 24 Mei 2011) . Padahal.‖ ujarnya. Selasa. Yang namanya cuti. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai. Padahal. Menurut Zainuddin. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan. 3 Juni 2011. bukan belajar. sebagai cuti bersama. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah. ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit. ‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama.‖ ujarnya. bukan lebih senang liburan. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa. Arief khawatir. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat.‖ ujarnya. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras. dilanjutkan dengan cuti bersama.II. terserah pribadi.

26 Maret 2010) Pertanyaan: 1. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak. Dia ngaku mengerjakan ini. Gayus Tambunan. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. terima uang segini. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya. Jumat. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA. itu sudah cukup." ungkap Tjiptardjo." kata Tjiptardjo. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja. Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat. Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. (Sumber : Kompas. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. Jumat (26/3/2010). Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik.Pertanyaan: 1. Jakarta. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! .

. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. watak. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. karakter. Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. : adalah memberikan arti sikap. dan perangkat Pemerintah Desa. Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. pegawai BUMN. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). kepribadian. serta keyakinan atas sesuatu. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. atau diserahi tugas negara lainnya.GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. BUMD serta anak perusahaan.

[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. . Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.

com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim. Sondang P. Jansen.blogspot.htm http://www. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. 2005.putra-putri-indonesia. Dr. Republik Indonesia. Sinamo. Prof.com/ http://www.1995. Jakarta: PT.DAFTAR PUSTAKA Siagian. Bogor: Grafika Mardi Yuana.htm .com/etos-kerja-pancasila. Teori Motivasi Dan Aplikasinya.html http://kasihdalamkata.putra-putri-indonesia. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses. Rineka Cipta.com/pengertian-etos-kerja. http://8etos.

namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. A. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan . serta prinsip-prinsip anti korupsi. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya. Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP. termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. faktor penyebab korupsi. dalam bahasa Belanda disebut korruptie.BAB PENGERTIAN KORUPSI. rottenness. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. memalsu. yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making. merusak. Istilah korupsi. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. menyogok. menipu.

oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. Hongkong. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. pidana narkotika. Korea. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. money launder. . dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. Negara-negara di Afrika. pemerasan. tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). Negara-negara di Asia kecuali Jepang. penyuapan terhadap Hakim. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. perusakan atau memalsukan dokumen. Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. pemalsuan uang. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. perdagangan senjata. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). Asia Tengah.Jabatan. perjudian. Kalau melihat peta korupsi dunia. Singapura. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. Diantara Negara-negara Asean. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. penyuapan. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes).

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

Selain itu. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Pertama. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. dan aspek sumber daya manusia (SDM). yaitu aspek kelembagaan. . lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat. aspek ketatalaksanaan. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik.good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. secara ringkas. dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik. mempermudah. monopoli kekuasaan. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan.

Terkait dengan aspek yang pertama. promosi. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. penerapan kode etik dan majelis kode etik. perlu juga diperhatikan persoalan gaji. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). aspek manajemen SDM.Kedua. Ketiga. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. akuntabel. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. . seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. dan waktu. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. penempatan jabatan. biaya. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). Selain itu. aspek ketatalaksanaan. jaksa. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. dalam aspek SDM ini. seperti persyaratan. efisien dan efektif. serta memuat janji layanan.

Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. ekonomi.I. dan kontrol aturan main. akuntabilitas. kewajaran. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional. keuangan. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka. 2. Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control). Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. dan politik.  Evaluasi atas kinerja administrasi. proses pelaksanaan. dan budaya. birokrat/manajerial. aturan main.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. 1. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial. dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan.

taat asas. baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. Lima langkah penegakan prinsip kewajaran.dinamika struktural kelembagaan. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. pengerjaan teknis.  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. berkesinambungan. mulai dari perencanaan. b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. prinsip pembebanan. implementasi.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan).  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. Dalam bentuk yang paling sederhana. 3. pelaporan finansial.  Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. . dan alokasi anggaran (anggaran belanja). Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. dan pertanggungjawaban secara teknis. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget). transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust). laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran.

pengadilan. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. sikap. dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . dan lembaga pemasyarakatan. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. kejaksaan. yaitu: a) Isi aturan main. Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. c) Pelaksana aturan main. e) Informatif. b) Pembuat aturan main. maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. pemahaman. pengacara. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. persepsi. d) Kultur aturan main. undang-undang desentralisasi. 4.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. undang-undang anti-monopoli. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. yaitu kepolisian. Empat aspek aturan main anti korupsi. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi.

pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Melalui pendidikan ini. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya. 5. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. Tujuan kedua adalah. Sehingga. J. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. Misalnya. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. Jika korupsi sudah diminimalisir. Setidaknya.anti korupsi. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih.

kantor dan lain sebagainya. Oleh karena itu. . Selama ini. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. Contoh lain. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. Termasuk hal-hal kecil. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. termasuk korupsi yang merugikan negara. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas. Tidak hanya itu. Misalnya. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas.seperti KPK. perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. Dengan begitu. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. korupsi waktu. Sehingga. dan cenderung menjadi lumrah. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. terlambat masuk sekolah. Kepolisian dan Kejaksaan agung. Menurut KPK.

hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. Pilihan pertama. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Maka. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran. simulasi. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. menambah satu mata pelajaran baru. . Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Misalnya. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. Pada saat ini. Dikhawatirkan. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. Kedua. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi. diskusi. Untuk tahap awal. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. Pertama. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan.

maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. dimana tidak ada penunggu warungnya. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. karyawan dan siswa. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. seperti kepala sekolah. Warung ini akan melatih kejujuran. Tanpa ada yang mengawasi. guru. Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini. hanya berbekal kejujuran. K. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri.

Seharusnya ketika anak kita. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita.” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi.” Itu namanya sudah korupsi. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan . Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. kamu akan bilang ―Bu. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. biasanya setelah sampai di rumah. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan. semisal. asal belanjaan sudah dibeli‖.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu. Kemudian juga. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. Misalnya.

tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. Dan ketika kita sudah terjerumus. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan. Selain menjaga hati kita. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. anaknya juga. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. misalnya berangkat kerja tepat waktu. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. Jadi. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri. Ayahnya koruptor. . maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal.

Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. Upaya penindakan (kuratif). Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. antara lain sebagai berikut : a.L. d. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. b. . Upaya pencegahan (preventif). 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. informal dan agama. 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. c.

9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). EM. masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005).9 miliar (2004). 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . Dalam hal ini. 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. Malaysia. 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian.2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru.

Angola. disu-sul Surabaya. Etiopia.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Haiti & Myanmar. IPK Indonesia adalah 2. Sedangkan survei TI pada 2005. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Kenya. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Pakistan. Kamerun. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Medan. N. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1. Political will. 5. . Dukungan masyarakat secara aktif. Libya dan Usbekistan.2 sejajar dengan Azerbaijan. M. 4. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi. Paraguay. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Nigeria. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. Profesional. Somalia. 3. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Sudan. Dukungan media massa. Clean government. Semarang dan Batam. 6. Irak. 2. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo.

Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Dan. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. baik hukum pidana maupun perdata. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. solusi yang efektif bagi upaya . Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. 4. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan. Sedangkan. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. baik pidana maupun perdata. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa.2. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. Sayangnya. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia. 3. 5.

dengan kata lain kedudukannya. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. d.b. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah. Kurangnya mental pejabat pemerintah. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi. Kurangnya kewibawaan pemerintah. 7. Masalah kultur/budaya. c. 6. Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. Berbeda dengan . Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah.

Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya. Kurang tegasnya hukum. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. 8. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua.apa yang dikatakan oleh J.F. Pada negara ini. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum. Fakta- . Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat.F. sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu. Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang.

akuntabilitas. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. efesiensi & efektifitas. dan kontrol aturan main. penegakan hukum. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang. aspek organisasi. sistem sosial yang sangat permisif. daya tanggap. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. yaitu: aspek individu pelaku. legislation corruption. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. dan pemberdayaan masyarakat. karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. antara lain: partisipasi. kesetaraan. sistem politik. pengawasan. wawasan ke depan. dan profesionalisme. promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. . dan sistem budaya yang berorientasi vertikal. sistem rekruitmen pegawai yang jelek. yang umum dikenal adalah material corruption. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. pendidikan anti korupsi. kewajaran. akuntabilitas. political corruption. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. transparansi. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. dan intelectual corruption.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. seperti: sistem hukum. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. aturan main. tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. clean government. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. dan dukungan masyarakat secara aktif. dan kurang tegasnya hukum.11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. kurangnya kewibawaan pemerintah. Kepolisian dan Kejaksaan agung. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. upaya penindakan (kuratif). . profesional. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. dukungan media massa. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. kurangnya mental pejabat pemerintah. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK. Kedua adalah. 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

sosial. Di Indonesia.LATIHAN 1. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2. Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Setibanya di sana. dan budaya! 7. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. Menurut Anda. Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5.

Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri.GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. . misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi.org/ http://www. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi.com/index.go.bpkp. 2003). Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi. 2006.net/?page_id=7 http://www.id/ http://www.kpk. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption.0fees.disdik-kepri.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi.go. .

31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. berikut beberapa diantaranya: 1.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No. bentuk deelneming yang terjadi : . Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi.28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No.20 Tahun 2001 UU No. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A.30 Tahun 1999. Pasal 2 UU No. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya. Setiap orang. jo UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming).

yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama. tapi bisa ada kerja sama secara fisik. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan. Secara melawan hukum Melawan hukum. Berkas perkara harus displit. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik. b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak.R. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan. d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum .a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. 897). Kesempatan. sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H. tapi tidak ada kerja sama secara fisik.6 Maret 1939 no. Berkas perkara dan surat dakwaan satu. dan ada kerjasama secara fisik. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

Pasal 12 a UU No. Menerima hadiah/janji c. c. Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. 12.A. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. 77 K/Kr/1973) d. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa. 19 Nop 1974.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e. Bertentangan dengan kewajibannya . Padahal diketahui. Dalam jabatannya g. (M. atau patut diduga d. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. No.

Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pasal 12 b UU No. Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. Bertentangan dengan kewajiban g. Yang diketahuinya d. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Menerima suatu pemberian atau janji c. Pegawai negeri b. Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. Menerima suatu pemberian c.13. Dalam jabatannya g. Yang diketahuinya d. Menerima hadiah c. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. Dalam jabatannya 15. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e. Pegawai negeri b. atau patut diduga d. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Padahal diketahui. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f.

orang lain.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Kepada Pegawai Negeri d. B. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara.f. 2) memperkaya diri sendiri. b. Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Pasal 13 UU No. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. yaitu: a. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Memberi hadiah atau Janji c. . Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Dalam jabatannya 16. Korupsi yang merugikan keuangan negara. Bertentangan dengan kewajiban g. 20 Tahun 2001. UU No. 1 Milyar. Setiap Orang b. 31 Tahun 1999 jo. 3) dengan cara melawan hukum. atau suatu korporasi.

UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. atau suatu korporasi. UU No. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. atau sarana. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. 31 Tahun 1999 jo. 31 Tahun 1999 jo. 20 Tahun 2001. b. 1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. orang lain. 2. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. kesempatan. 250 juta. 3) menyalahgunakan kewenangan. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu.2) memperkaya diri sendiri.

150 juta. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. 2) memberikan hadiah atau janji. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. UU No. 20 Tahun 2001. 20 Tahun 2001. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. UU No. Pegawai negeri menerima suap. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. c. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 3) kepada pegawai negeri. . UU No. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. 20 Tahun 2001. d. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 31 Tahun 1999 jo. 31 Tahun 1999 jo.1) setiap orang. 250 juta.

Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 20 Tahun 2001. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. UU No. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 1 Milyar.2) menerima pemberian atau janji. 2) menerima hadiah atau janji. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. . 20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999 jo. 250 juta. Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. f. e. namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. 31 Tahun 1999 jo. 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b.

g. 31 Tahun 1999 jo. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. 3) diketahuinya. 2) menerima hadiah. UU No. 2) menerima hadiah. 1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Menyuap hakim. h. 20 Tahun 2001. 250 juta. 20 Tahun 2001. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. UU No. . 31 Tahun 1999 jo.

31 Tahun 1999 jo.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. Menyuap advokat. . Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. 750 juta. 750 juta. 2) menerima hadiah atau janji. UU No. 20 Tahun 2001. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. Advokat menerima suap. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. j. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. i. 3) kepada hakim.

Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 3. k. UU No. 31 Tahun 1999 jo. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 2) dengan sengaja. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. 31 Tahun 1999 jo. Hakim dan advokat menerima suap. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. a. UU No. 31 Tahun 1999 jo.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 750 juta. 1 Milyar. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. UU No. l. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. 2) menerima hadiah atau janji. 20 Tahun 2001. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. penggunaan uang atau membiarkan . 1 Milyar. 20 Tahun 2001.

3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. 31 Tahun 1999 jo. Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. 4) Yang disimpan karena jabatannya. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. mulai dari laporan keuangan. menghancurkan. buku besar. surat. Bukti. 250 juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 750 juta. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. 20 tahun 2001. Demikian halnya dengan buku. 3) memalsu. Pegawai negeri menghancurkan bukti. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan. c. hingga daftar peralatan kantor. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 3) menggelapkan. 2) dengan sengaja. UU No. 31 Tahun 1999 jo. dapat berupa akta. UU No. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. b. buku dalam hal ini memiliki arti luas. . 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. merusakkan. Menurut pasal 10 huruf a UU No. 2) dengan sengaja. atau membuat tidak dapat dipakai.

merusakkan. surat. 4) barang. Menurut pasal 10 huruf c UU No. 2) dengan sengaja. 31 Tahun 1999 jo. merusakkan. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. 20 tahun 2001. 5) yang dikuasainya karena jabatannya. 31 Tahun 1999 jo. akta. surat. e. 2) dengan sengaja. 350 juta. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. a. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. menghancurkan. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. akta. akta. d. menghancurkan. atau membuat tidak dapat dipakai. 4. 20 tahun 2001.4) barang. surat. 350 juta. 4) barang. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 3) membantu orang lain menghilangkan. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. atau membuat tidak dapat dipakai. . unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 350 juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Menurut pasal 10 huruf b UU No.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. 2) pada waktu menjalankan tugas. . atau menerima pembayaran dengan potongan.Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. padahal kenyataannya tidak demikian. hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 31 tahun 1999 jo. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. atau penyerahan barang. 2) pada waktu menjalankan tugas. 31 tahun 1999 jo. UU No. UU No. 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 31 tahun 1999 jo. 5) menyalahgunakan kekuasaan. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 1 Milyar. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 3) meminta atau menerima pekerjaan. 3) secara melawan hukum. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang. c. 1 Milyar. b. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. membayar.

2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang. UU No. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. a. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. atau memotong pembayaran. 350 Juta. khususnya yang melibatkan si pemborong. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. 2) Melakukan perbuatan curang.. b. ahli bangunan. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan.3) meminta atau menerima pekerjaan. 3) Dilakukan dengan sengaja. c. . 1 Milyar. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. atau penjual barang bangunan. 31 tahun 1999 jo. 31 tahun 1999 jo. tukang. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. 5. 350 Juta. atau pemilik took bahan bangunan. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri.

3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 350 Juta. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. UU No. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. . Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 350 Juta. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. 350 Juta. UU No. 2) Melakukan perbuatan curang. 3) Dilakukan dengan sengaja.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 31 tahun 1999 jo. 31 tahun 1999 jo. d. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. e. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. f. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 31 tahun 1999 jo.

7. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. atau. UU No. Seharusnya. b. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. pengadaan. 1 Milyar. d.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai. dengan sengaja. UU No. 6. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. 31 tahun 1999 jo. persewaan. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. 4) Telah merugikan yang berhak. 20 Tahun 2001. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. . c. 3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). pegawai negeri atau penyelenggara negara. yaitu: a. 31 Tahun 1999 jo. 1 Milyar. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. pengobatan cuma-cuma.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. dan keluhuran. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. 31 Tahun 1999 jo. UU No. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui. berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. tiket perjalanan. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. integritas. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. 1 Milyar. ayat 1. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. Disiplin . komisi pinjaman tanpa bunga. rabat (discount). c. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. perjalanan wisata. 20 Tahun 2001. 2) Menerima gratifikasi. UU No. dan fasilitas lainnya. barang. fasilitas penginapan. 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. 31 Tahun 1999 jo. yakni meliputi pemberian uang.

tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum. Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois. Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja.Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Berani menegakkan kebenaran .

ingin motor. Oleh sebab itu. Namun. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. ingin mobil mewah. korupsi bisa timbul karena dua sebab. perbaikilah sistem. Kita mengetahui. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. Sebab pertama. Kerakusan. Mobil terbeli. lihat.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. untuk memberantas korupsi jenis ini. dan keinginan memperkaya diri sendiri. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. Melakukan korupsi. Kondisi internal seseorang. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. Kedua jenis korupsi tersebut. cari gunung emas kedua dan ketiga. dusta. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. tidak puas. Adanya sifat tamak. Sudah punya rumah. dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. Sementara. Sudah ada motor. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. Sejak masa kanak-kanak. Di Jepang. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. pikirkan. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . perbaikilah orangnya. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. apa yang kita dengar. Menurut psikologi kognitif. memang tak bisa ditolerir. Karenanya. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. Tidak puas dengan satu gunung emas. mau mobil. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). rasakan. Sebab kedua. mulai usia dini hingga dewasa.

pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. Pasal 5 UU No. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. Pasal 2 UU No. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 20 tahun 2001 ayat (1) a g. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. Pasal 12 b UU No. 31 Tahun 1999 c. Pasal 11 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001 l. 31 Tahun 1999 d. Pasal 11 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) i. j. seperti halnya di Indonesia. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. 31 Tahun 1999 b. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. Pasal 5 UU No. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. 20 Tahun 2001 m. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. RANGKUMAN 1. Pasal 13 UU No. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran.31 Tahun 1999 . Karenanya. Pasal 419 ke 1 KUHP o. Pasal 12 a UU No. adab di dalam kereta. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. yang tidak saja berupa teori. Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001 n. Pasal 419 ke 2 KUHP p. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. Pasal 3 UU No.

Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 11) Hakim menerima suap. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 8) Menyuap hakim. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. Korupsi yang merugikan keuangan Negara. 10) Advokat menerima suap. 12) Hakim dan advokat menerima suap. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. 9) Menyuap advokat. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang.RANGKUMAN 2. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. 4) Pegawai negeri menerima suap. 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. . c.

mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? .LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak. mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia. 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda. 31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas.

barang. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. diskon. dan fasilitas lain. tiket pesawat. . Gratifikasi dapat berbentuk uang.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian. komisi. pinjaman tanpa bunga.

Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No. 2010.com/2011/05/23/1897/ . 31 Tahun 1999. 20 Tahun 2001. Tentang Pemberantasan TPK.Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim PKn-Pak. Bogor: Tim PKn-Pak. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi.wordpress. 2008. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. Sebagaimana Diubah Dengan UU No. kakbimo.

yakni gambaran. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi.com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat. kebiasaan seseorang. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis. motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka. 3. kebudayaan . organisasi. A.artikata. Berdasarkan sumber www. cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. cara hidup. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. 2. maupun seorang professional. dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. 2004:8). Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1. nilai.

Nilai. watak. sesuatu yang menyenangkan. Nilai dan norma. sesuatu yang kita cari. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. cara berpikir. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno.kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. sesuatu yang baik. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral. perasaan. sikap. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. kebiasaan. singkatnya.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. . Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. kandang. padang rumput. karena ia bertanggung jawab. sesuatu yang disukai dan diinginkan. adat. akhlak. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. a. 2) Berkaitan dengan hati nurani. Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. B. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita.

Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan.3) Mewajibkan. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. misalnya jangan membunuh. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. kita harus mengatakan yang benar. Konon. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. bangku. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . Berhubungan dengan ciri sebelumnya. Namun. Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. bahasa latin. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. Seperti norma-norma lain juga. sebagai totalitas. jangan berbohong. universal atau partikular. kursi. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja.

Sepanjang sejarah. sulit untuk dipertahankan. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. . maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. 1) Seandainya relativisme moral itu benar. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). Dilihat dalam perspektif sejarah.norma moral yang dianutnya. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Relativisme moral tidak tahan uji. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan. Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. seandainya relativisme moral itu benar. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. Sebagai contoh. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. 3) Seandainya relativisme moral itu benar. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. Kalau begitu. kalau diperiksa secara kritis. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral.

Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. Konsep diri melibatkan perasaan. menurut Atwater. masyarakat. Optimis. Contoh konsep diri positif a. serta keyakinankeyakinan kita. pendidikan. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. 1983. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. nilai-nilai yang kita anut.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. 2. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. Kalau diselidiki secara kritis. Percaya diri.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. Oleh karena itu. rekan/teman sebaya. Sementara itu. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. Konsep diri. relativisme moral tidak tahan uji. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut. saudara sekandung. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. dan pengalaman. . Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. b.

tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. Suka dipuji. mencela. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. f. Pesimis. peka terhadap kritik. merasa sangat tidak senang. suka dielu-elukan. Mengindahkan. tidak sombong atas kemampuannya. h. b. karakter pribadi. gusar. e. celaka) mudah putus harapan. rugi. c. dan prestasi yang dimiliki. . cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. Egois.c. d. mementingkan diri sendiri. Mudah marah. e. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. Merasa masih ada langit di atas langit. Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. Pemarah. Rendah hati. Senantiasa mengeluh. membaca. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. pengalaman. g. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. memperhatikan. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. dan menulis. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. Profesional. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. f. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. Memiliki daya cipta. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. Peduli. berang. a. jika disebut gelar. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. Apriori. d. Kreatif.

 Thomas A. kenali potensi diri. 3) Positive Thinking. sikap percaya bahwa semua orang sederajat.2.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri. 4) Egaliter. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. Tips agar percaya diri. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita. a. 1) Citra diri positif. dan segera dalam mengambil tindakan. 6) Berani berbuat spektakuler. 5) Yakin aktivitasnya urgent. 8) Yakin akan sukses. 2) Berpusat pada potensi. Edison gagal 10. Percaya diri.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. Ciri orang yang percaya diri.000 kali untuk menemukan lampu dan 50. 7) Tidak takut gagal. .

Jujur adalah energy positif. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. a. spontan.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta. Jujur merupakan sikap pribadi. serta antara bentuk dan substansi. aman. tanpa kejujuran. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi. Dengan demikian. Kejujuran. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. lugas. Manfaat berperilaku jujur. dan selamat. Menyatakan sesuatu dengan langsung. tentram. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. . karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. antara fenomena dan yang diberitakan. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi.

Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. Faktor pendorong seseorang berbohong. yang tangguh dan kokoh. karena merasa aman. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain. 1) Adanya kekurangan.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. optimis. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. Jangankan berhasil. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. b. atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. melangkah pun tidak berani. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar. karena merasa tidak bersalah atau benar. 3) Demi kebaikan. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. . Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. 2) Ikut-ikutan. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. 4) Menutupi rahasia. Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. dan percaya diri. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. dengan hatinya yang bersih. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui.

2) Integritas sebagai Pedoman. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. Mereka memberlakukan orang lain secara adil. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. • • • Ditanam sejak kecil. . perlu waktu untuk kembali seperti semula. Orang‐orang yang kompeten. Pribadi Berintergritas. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. dan pihak luar. Integrity merupakan ‗bench mark‘. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. Peran integritas. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. Integritas harus dipelihara terus menerus . 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. 4) Integritas sebagai Benih. Jika tanaman kita mati. b.4. 1) Integritas sebagai Keterampilan. Ciri-ciri integritas. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. dimulai ketika orang itu masih muda. Semakin rajin dirawat. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. bawahan langsung. a. • • Integritas harus dilatih terus menerus. 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin.

pengungkapan emosional. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. organisasi. Penekanan pada komunikasi tatap muka. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. orang.wikipedia. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. d. maka kehidupan baik. Kepemimpinan. Menurut www. hidup dengan keyakinan. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. Pesan dibentuk sesuai audiens. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. 8) Integritas. misalnya tersenyum. pengawasan. bahkan ketika itu tidak nyaman. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. kelompok. bahkan ketika merugikan Anda. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. g. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. 10) Integritas. begitupun sebalikna. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. dan informasi. tetap setia pada komitmen.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". Komunikasi. 5. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. mengangkat bahu. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. e. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. b. motivasi. 9) Integritas. c. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi . f. Menangani komunikasi buruk. h. Jika baik. ketimbang dengan apa yang disukai. komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. menunjukkan sikap tertentu. menggelengkan kepala.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. 6.

Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik. berdasarkan teori ini. bagaimana pekerjaan dilakukan. Jadi. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. sebab . Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. dan kepribadian. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi.  Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. mental. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. Dalam perkembanganya. kapan. 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). a. dan hasil yang akan dicapai. Teori kepemimpinan. Contoh: membela bawahan. Berdasarkan penelitian.

Gaya kepemimpinan. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. b. Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . 2) Coaching. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. 5) Teori Kelompok. keterampilan dan sikapnya. 4) Teori Kepemimpinan Situasi.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . Dalam proses pengambilan keputusan. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Berdasarkan sumber emperorderva.wordpress. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. berkomunikasi.

melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. bagi keluarga. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. bagi lingkungan pekerjaan. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. Dalam hal ini. c. Kepemimpinan sejati. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. baik bagi dirinya sendiri. 3) Supporting. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. 4) Delegating. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. mendukung proses perkembangannya.

yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada . pengorganisasian. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). dan pengawasan produktivitas waktu. Kenneth Blanchard. motivator. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖. tanpa adanya integritas yang kokoh. Manajemen waktu merupakan perencanaan. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. inspirator. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien.maka penggerakan pun dilakukan. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Manajemenwaktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja.yang dipimpinnya. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input. Tanpa perubahan dari dalam. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. dan visi serta misi yang jelas. 7. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. tanpa kerendahan hati.Setelah pengorganisasian terjadi. dam maximizer. tanpa kedamaian diri. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Efisien tidak lain mengandung dua makna.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. penggerakan.

tetap menggerakkan. Pendek kata. Oleh karenanya. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. dan atau investasi waktu. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. tetap mengorganisasikan. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. Kemudian menentukan peran dan visi peran. . money. sport and sex. Menurut Killman dan . atau akan segera mempengaruhi secara negatif. sand. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. Mereka adalah fun. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. Manajemen konflik. film. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. food. dan 3S. dan tetap melakukan pengawasan.pemegang delegasi. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. 3M. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. music. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. 8. mouth. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. yaitu: tetap merencanakan. merencanakan pekerjaan selanjutnya. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama.

keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. Bentuk konflik. baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. Pandangan tentang konflik. 1) Konflik fungsional. perbedaan peran dsb. Tahapan perkembangan konflik. 1) Pandangan tradisional. keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. konflik yang merintangi kinerja kelompok. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. 2) Konflik disfungsional.1993.4). 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil . p. 3) Pandangan interaksionalis.Thomas (1978). a. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. 2) Pandangan hubungan manusia. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai. c. b.

3841). artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. 1993. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. dibandingkan dengan . 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging. Aspek positif dalam konflik. individu.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. Pengelolaan konflik. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. d. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf. kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. (wijono. 5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C.

Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. Hal ini lebih mendesak lagi. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. Malah bisa saja terjadi. haruslah ada pengertian juga. Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. Tapi perlu diakui. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya. belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. Menurut socrates. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. Di sisi lain. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. . Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. Perasaan spontan saja tidak cukup.

2. 4. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. D. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. Memperkuat otonomi moral. Perilaku tidak etis. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. 3. 5. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6.

Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. c. b. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis. Ketakutan. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. Masa bodoh. c. faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. Untuk menjaga integritas pribadi. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya. b. Ambisi. . karena ambisi jabatan. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. Balas dendam. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. Tekanan. Misalnya. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. e. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. d. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika.sesuai dengan prinsip moral yang baik. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya.

Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya. di banyak negara modern sekarang. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. g. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen. Baru sesudah problem-problem etis timbul. e. Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. jika manusia tidak segera membatasi diri. a. d. Namun demikian. c. b. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan.d. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya. Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. f.

misalnya. seseorang tidak berkewajiban untuk. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya. maka tindakan itu etis (if it‘s legal. 2. slogan tersebut harus diubah menjadi. melanggar rambu lalu lintas. Seperti telah dikemukakan pada bab 8.  Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal).‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. ―Jika suatu tindakan tidak etis. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat. Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. Sebagai contoh. atau menjual produk cacat tersembunyi. Lazimnya. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. Berdasarkan falsafah ini. seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima. Argumen bahwa menyontek. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan .

Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. Keteguhan (persistence). Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. E. Tujuan (purpose). Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. d. misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas. Perspektif (perspective). si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. Norman Vincent Pale dan Kenneth H. Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. Lima prinsip berperilaku etis. dan didasarkan pada nilai-nilai. tetapi jika tidak. sederhana. Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. b. harapan. 1. Kesabaran (patience). c. Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu).seketika. . Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. dan visi kita.

Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. Unsur etos pribadi. a. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. e.Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . tetapi dengan komitmen yang baik. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. Komitmen ada janji yang harus ditepati. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. or a promise or firm decision to do something‖. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini. atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Komitmen etis. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. 2. Alias tidak bermakna. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. Kebanggaan (pride). meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. atau sebuah janji. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini. ternyata niat baik saja.

misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. Kesadaran etis. 2007). b.Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. Kompetensi etis. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. dan rendah). Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. karakter dasar mengarah pada motif. karakteristik pribadi.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. Dalam definisi ini. biasa. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi. Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. dan sikap perilaku. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ). yaitu pengetahuan. dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut. c.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. 2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. Dengan mengutip R. konsep diri dan nilai-nilai seseorang. terjemahan. keterampilan teknis. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika.

harapan masyarakat. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. prinsip-prinsip moral. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. kontribusi. Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. a. sebagai seorang pribadi. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. misalnya. Contohnya. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. Kepatuhan. karakteristik pribadi. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. atau konsep diri. Kompetensi-kompetensi seperti motif.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. konsekuensi. dan konsekuensi. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. Pemeriksaan 3K. kode etik. dan komplikasinya. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. aturan organisasi. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. 3. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. Jika kita adalah seorang atasan. . Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum. tetapi juga perbuatan orang lain. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani.

Bagi organisasi bisnis. Patuhi kaidah-kaidah moral. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. c. Hormati kebiasaan orang lain. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. Akibat ini bisa positif atau negatif. Kontribusi dan konsekuensi: . Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. baik diniatkan maupun tidak diniatkan.b. misalnya. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. menyediakan lapangan kerja. Kepatuhan:    Patuhi. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. Konsekuensi. Kontribusi. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan. kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan.

Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. jujur. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. manajemen waktu. dan manajemen konflik. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. bukan sebagai individu yang terisolasi. kepemimpinan. Ajukan pertanyaan. Berpikirlah secara objektif. 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. . percaya diri. ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). pribadi berintegrita. komunikasi. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri.

apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya. apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain. jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? .LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖.

Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. tanggung jawab. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. Namun demikian. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. A. . Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi.

yaitu. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. lulus ujianyang panjang dan sulit. seoarang harus belajar lama (dan keras).  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. memiliki acuan karakter. Untuk menjadi profesional. Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri.  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri. dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup. para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya.Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). dan lebih dari itu. Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. Lebih dari itu. sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. majikan atau klein. atau anggota suatu profesi. melainkan kepada masyarakat. Seorang profesional memiliki komitmen . dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu.

baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. kepada para profesional. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk .  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat. Oleh sebab itu. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. Pelayanan publik.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi. khususnya dalam hal pengawasan. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan.  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional. Para anggota profesi yang melakukan kebohongan.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian.

kerangka (pilar dan dinding). sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. pengakuan dan penghasilan tinggi. Mereka yang menjalani profesi (para profesional). Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. dan atap seperti gambar 1. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. tetapi juga komitmen moral. Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Mengacu kepada karakteristik umum di atas. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. Lebih dari itu. tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh.memperoleh banyak manfaat. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya. dengan demikian profesi adalah pekerja. Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. (2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah. dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian.

Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3. Kode etik profesi) 3. Asosiasi profesi 2. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. Proses pendidikan 2. atap ini meliputi 1. Standar teknis perilaku). fondasi dan kerangka memerlukan atap.unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri.Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Bagi profesi. Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. dan 1. Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan . Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional.

dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. bukan oleh pejabat pemerintah). Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. B. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. Dengan perkataan lain. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. Dalam kaitan ini. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. Pertama. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. Pada akhirnya. Dalam kenyataannya. pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. . akibatnya sangat serius. Kedua. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. Bagi suatu profesi.penjelasan mengenai hal ini. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. dan (2) hukum dan jurisprudensi. dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik.

Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian.apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. Ketiga . maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. . Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir). Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas. C. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran). Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat.kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. sehingga dapat digunakan sebagai acuan. D.

Apa sesungguhnya profesi itu? 7. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? . Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10. Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11.SOAL-SOAL 6.

Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Ucok.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia.2008. Sarimah. 2004.com .blogspot. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. dan Pelayanan Publik. Bisnis. http://etikaprofesidanprotokoler.Etika. Profesi Akuntansi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful