BAB PENGANTAR ETIKA PROFESI PNS

1

Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS 2. Menjelaskan urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi 3. Menjelaskan rencana perkuliahan Etika Profesi PNS

A. Kedudukan Mata Kuliah Etika Profesi PNS Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negaranegara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain. Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlombalomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut.

1

Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua

penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, PTS, maupun perusahaan pengangkutan. 2. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat

primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara, dan pelayanan perizinan. 3. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang

sekunder

diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 1. Efektif Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. 2. Sederhana Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit. 3. Transparan Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. 4. Efisiensi Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 5. Keterbukaan Berarti prosedur/tatacara persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan, waktu penyelesaian, rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang

2

berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak. 6. Ketepatan waktu Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya, 2. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers, 3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka, 4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas, 5. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Oleh karena itu, kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dari sisi mikro, hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Penetapan standar pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara

pelayanan. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan, identifikasi pelanggan, identifikasi harapan pelanggan, perumusan visi dan misi pelayanan, analisis proses dan prosedur, sarana dan prasarana, waktu dan biaya pelayanan. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan, tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-

3

kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. 2. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Dengan adanya SOP, maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas, sehingga dapat berjalan secara konsisten. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: a. Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Jika terjadi hal-hal tertentu, misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir, maka petugas lain dapat menggantikannya.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus; b. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan; d. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan; e. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan; f. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan

diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Atau dengan kata lain, bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. 3. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat, maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan, kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik;

4

4. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan; Sedangkan dari sisi makro, peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam hal-hal tertentu, memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out, dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang, pemerintah memegang peran sebagai pengatur; franchising, dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Disamping itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi, yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. Dalam Undang-undang 43 Tahun 1999 antara lain dinyatakan bahwa sebagai unsur aparatur negara Pegawai Negeri Sipil harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Ciri- ciri profesional adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan, memiliki Kompetensi di bidangnya, memiliki jiwa berkompetisi/bersaing secara jujur dan sportif, serta menjunjung tinggi etika profesi. Dua kata kunci yaitu Kompetensi dan etika Profesi adalah Basic prerequisite dari profesionalisme yang harus ditetapkan landasan dasarnya dalam rangka pembangunan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil. Kompetensi adalah sebagai tolok ukur seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, sedangkan etika profesi unsur aparatur negara. Oleh karena itu untuk dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil

5

yang profesional perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan dan kode etik Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif, dan efisien. Sedangkan pengertian kompetensi adalah persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas organisasi. Adapun pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah kewajiban, tanggung jawab, tingkah laku, dan perbuatan sesuai dengan nilai-nilai hakiki profesinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat serta pandangan hidup Bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai panduan bagi instansi untuk menyusun standar kompetensi melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 telah ditetapkan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktur Pegawai Negeri Sipil yang pada akhir tahun 2004 seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah telah dapat menyelesaikan standar kompetensi jabatan di setiap wilayahnya. Disamping itu pada saat ini telah dirancang Peraturan Pemerintah mengenai kode etik Pegawai Negeri Sipil yang pada hakikatnya mengatur tentang nilai-nilai perilaku kedinasan Pegawai Negeri Sipil, baik sebagai profesional maupun sebagai aparatur negara. Materi Nilai-nilai Perilaku Kedinasan antara lain: a. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya wajib berusaha

meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme di bidang tugasnya. b. Pegawai Negeri Sipil karena kedudukan atau jabatannya wajib menyimpan informasi resmi negara yang sifatnya rahasia. c. Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kedinasan yang berlaku. d. Pegawai Negeri Sipil wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

6

c. Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Adapun standar penilaian kinerja yang digunakan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja. atau jumlah pelayanan atau jasa yang diberikan dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja unit kerja dan instansinya. Kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam salah satu pendekatan yang disebut dengan Pendekatan Pencapaian Tujuan/Target. didalam implementasi penugasannya melakukan pemantauan dan pengendalian perilaku Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kode etik serta merekomendasikan pada pejabat pembina kepegawaian dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selanjutnya. baik yang berasal dari individu Pegawai Negeri Sipil maupun unit kerja lain atau instansinya. artinya penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. b. Dalam rangka penegakan kode etik dibentuk komisi kehormatan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai fungsi untuk menjabarkan lebih lanjut kode etik Pegawai Negeri Sipil. Aspek Kuantitas.e. yang didasarkan pada target dan telah disepakati atau ditentukan terlebih dahulu. 7 . menggambarkan kesepakatan tentang jumlah barang yang dihasilkan. yang dapat digunakan sebagai input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekaligus bagi penyerpurnaan aspek manajemen dan organisasi dari unit kerja atau instansi dimana Pegawai Negeri Sipil itu bekerja. Memberikan gambaran tentang kinerja unit kerja dan instansi dimana Pegawai Negeri Sipil tersebut bekerja. Memperoleh gambaran langsung tentang kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas pokoknya. Untuk itu pada saat ini sedang disusun Rencana Peraturan Pemerintah tentang Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja dengan tujuan untuk : a. Penilaian Pegawai Negeri Sipil berbasis kinerja dilaksanakan melalui Pendekatan hasil dan Pendekatan Kualitan.

c. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah dan memang terjadi di pemerintahan. Pemerintah pun tidak tinggall diam. Aspek Kualitas. pejabat pemerintah dengan kekayaan yang tidak masuk akal dan pemikiranpemikiran negatif lainnya terhadap instansi dan pejabat pemerintah. Weber yakin bahwa kompetensi teknik harus ditekankan dan evaluasi prestasi kerja didasarkan pada keunggulan. Aspek biaya. Urgensi etika profesi terhadap reformasi birokrasi 1. Reformasi Birokrasi Apa yang terlintas dalam benak kita apabila mendengar kata birokrasi. menggambarkan kesepakatan tentang besarnya anggaran yang digunakan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menghasilkan jumlah barang dan memberikan pelayanan dengan kualitas yang telah ditentukan. dengan pelaksanaan tugas pokoknya. organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individu pasti memerlukan pengendalian seluruh aktivitasnya. dalam pelaksanaan tugas pokoknya. Pengertian Birokrasi Menurut Max Webber Birokrasi. menggambarkan kesempatan tentang lamanya seoarang Pegawai Negeri Sipil menghasilkan jumlah barang dan pelayanan dengan kualitas yang telah disepakati. suap terhadap oknum aparat pemerintah. 8 . dalam pelaksanaan suatu tugas pokok seorang Pegawai Negeri Sipil pada periode tertentu. 2. atau mutu pelayanan/jasa yang diberikan. tetapi dibatasi oleh jabatannya yang disusun berdasarkan hierarki. menggambarkan kesempatan tentang mutu barang yang dihasilkan. pelayanan publik yang rumit dan membingungkan. Kementerian Keuangan Replubik Indonesia yang pertama kali menjalankan reformasi birokrasi di Indonesia. d. keatas. Secara pribadi. merupakan pemikiran dari Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiolog Jerman yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. untuk mewujudkan pemerintahan yang baik pemerintah melakukan reformasi birokrasi terhadap instansi-instansi pemerintahan.b. Pastilah yang terlintas adalah prosedur-prosedur yang berbelit. pegawai . Menurutnya organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuannya dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas.dan pejabat bebas. kebawah. Aspek waktu. B.

Pejabat dipilih berdasarkan kualifikasi professional. Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. c. b. terutama menyangkut aspek-aspek berikut : a. praktek korupsi. komprehensif dan sistemik. sehingga tidak termasuk upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner. Kelembagaan (organisasi) b. 9 . Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). memiliki jenjang karier yang pasti mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi dan memperoleh imbalan yang setara. harus ditata ulang atau diperbarui. efektivitas dan produktivitas dari birokrasi pemerintahan belum Optimal. Ketatalaksanaan (business process) c. kolusi dan nepotisme (KKN) masih berlangsung hingga saat ini. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan publik. Reformasi di sini merupakan proses pembaruan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. Oleh karena itu. Disadari sepenuhnya. Dengan kata lain. Pengertian Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaruan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan.maupun kesamping. dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. d. Selain itu. sumber daya manusia aparatur Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak berjalan dengan baik. tingkat efisiensi. yang antara lain diindikasikan dengan : a. sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. kondisi birokrasi pemerintahan saat ini masih belum seperti yang dicita-citakan. harus segera diambil langkah langkah yang bersifat mendasar.

e. Setiap warga Negara terikat oleh dan harus taat kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara yang bersangkutan. Jadi. hanya saja dalam menyediakan pelayanan umum dalam konteks pengaturan ini aparatur pemerintah memiliki kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh komponen lain di dalam masyarakat. para menteri adalah pejabat negara (publik) yang berkait erat secara langsung dengan (diangkat oleh) presiden 10 . f. Wujud dari usaha peningkatan kesejahteraan ini adalah pelayanan aparatur pemerintah kepada warga negara yang memperlukannya. yaitu pegawai negeri dikenal sebagai pelayan (abdi) masyarakat (public servants). dan pelaksananya. Dalam hal ini. Di Indonesia. Di negara demokrasi. birokrasi dipercayai untuk mengemban tanggung jawab untuk membuat kebijakan dan juga melaksanakan kebijakan tersebut. ada dua fungsi pokok pemerintahan Negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. maka sesungguhnya fungsi pengaturan merupakan bagian dari pelayanan umum. Pejabat birokrasi biasanya disebut dengan birokrat. birokrasi menyelenggarakan pelayanan umum atau pelayanan publik (public services). Kedua fungsi itu adalah fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan publik. yakni mewujudkan ketertiban sosial. Dalam rangka ketertiban sosial ini pemerintah bertanggung jawab untuk menentukan peraturan-peraturan tertentu yang secara hokum mengikat setiap warga Negara. birokrat adalah pejabat publik (pemerintahan) yang diangkat. tingkat efektifitas pengawasan fungsional dan pengawasan internal dari birokrasi pemerintahan belum dapat berjalan secara optimal. bahwa pemerintahan negara yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. Oleh sebab itu. tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. dan mereka mempunyai posisi yang relatif sangat aman. birokrat berbeda dengan pejabat publik yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Fungsi pelayanan oleh birokrasi mengacu kepada konsepsi negara kesejahteraan. dan dipromosikan melalui sistem merit (berdasarkan prestasi atau kinerja). Fungsi pengaturan pada dasarnya mengandung tujuan pokok pemeliharaan sistem. 3. Berdasarkan pengertian pelayanan umum seperti ini. Birokrat bukan pejabat publik yang diangkat secara politis. Fungsi Pelayanan Publik Dalam kerangka Negara demokrasi. dipertahankan.

atau birokrasu telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika. dan POLRI. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Nomor 17 Tahun 1974 yang diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999). Sesuai dengan pengertian tersebut. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk 11 . Focus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. Birokrat adalah mereka yang menduduki jabatan eselon I kebawah di kementerian atau lembaga-lembaga non-kementerian. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi benar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Pelayanan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan yang di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. walaupun tentu saja masingmasing istilah ini dapat memberikan nuansa yang agak berbeda. dan pegawai BUMN/D. istilah etika pelayanan publik mempunyai pengertian yang sama dan dapat dipertukarkan dengan istilah etika birokrasi atau etika pegawai negeri (khususnya PNS). Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. Oleh sebab itu. seperti halnya etika bisnis. etika pelayanan publik berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. Jadi. Tegasnya.yang dipilih rakyat melalui pemilihan umum. Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. Dengan demikian. 4. pegawai negeri yang membentuk pelayanan publik (public service) di Indonesia meliputi pegawai negeri sipil (PNS). Oleh sebab itu. anggota TNI. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. etikan pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar-standar etika baru. pegawai negeri. mereka tidak termasuk sebagai birokrat. Pengertian Etika Pelayanan Publik Uraian mengenai birokrasi dan pelayanan publik di muka secara jelas menunjukan pemerintahan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan fungsi atau pokok birokrasi berupa publik ini (disingkat pelayanan birokrasi) publik mempunyai (public penyelenggaraan service).

Dengan demikian. standar-standar. b. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. dan efektivitas. atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. termasuk sektor publik (pemerintahan). seperti integritas. Dalam konteks pelayanan publik. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integeritas dalam pelayanan publik (public service integrity). Prosedur pengambilan keputusan adalah transparansi bagi publik. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi dan sosial seluruh warga negara. khususnya masyarakat (publik) pengguna layanan birokrasi (external activities). d. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Integeritas mengacu kepada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. integritas berarti bahwa: a. Dengan perkataan lain. seperti sektor bisnis. nilai-nilai. produktivitas. Warga negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. 5. yang dapat digunakan untuk 12 . Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan c. Ada beberapa alasan. sektor publik. Seperti halnya di sektor bisnis. yaitu profesionalisme dan etika. keadilan. Secara khusus. dituntut memiliki dua keunggulan. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika.bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖ (sehingga biasa disebut dengan ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖) dalam berbagai situasi pelayanan publik. objektivitas atau imparsialitas. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. baik normatif maupun objektif. dan sebagainya. dan criteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dalam organisasi (internal activities) dan dalam berhubungan dengan pihak-pihak luar.

dan negara. atau prestasi. etika adalah salah satu cabang filsafat.menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Tegasnya. Etika berkaitan dengan perilaku moral. kinerja. Pernyataan berikut ini mencerminkan pengertian etika ini ―Bagaimana saya harus membawa diri dan bersikap?‖. dan apa yang merupakan perlakuan yang wajar dan adil bagi semua orang. Oleh sebab itu. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. b. bagaimana harta milik individu dan masyarakat seharusnya diperlakukan. yang di-karya atau kinerja itulah nama kita melekat. apa hak kita dan apa hak orang lain. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga negara. birokrasi berkewenangan untuk membuat kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Dalam kenyataanya. Etika berkaitan dengan karya. bangsa. Dengan cara sederhana. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. 13 . etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya‖. yaitu produk dari standar moral dan pertimbangan/keputusan moral. Fungsi ini memberikan kekuasaan birokrasi untuk menafsirkan atau menjabarkan suatu kebijakan ke dalam kegiatan. a.‖ Mengambil keputusan tentang ―bagaimana seharusnya kita hidup‖ adalah fondasi etika. Kekuasaan birokrasi Dalam menjalankan fungsinya. setiap jam atau setiap hari. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. Etika dan Kehidupan yang Baik Dalam bentuknya yang paling abstrak. etika berkaitan dengan ―bagaimana seharusnya kita hidup. ―Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil?‖ Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. Dengan demikian.

Kewibawaan pemerintah tersebut semakin besar jika dalam menjalankan fungsinya. aparatur pemerintahan berpegang teguh pada profesionalisme dan standar moral yang tinggi. dan manusiawi. kita berkewajiban untuk memperoleh 14 . kecintaan rakyat. pemerintahlah yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan umum tersebut. Hak ini makin nyata karena negara berkewenangan dalam pengaturan dan pengaturan ini menyebabkan setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. Hak dan Kepatuhan Warga Negara Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. transparan. Sementara itu. setiap individu tidak bisa menghindar untuk meminta pelayanan ketika memiliki kepentingan tertentu. pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan dambaan penyelenggara pemerintahan sendiri dan masyarakat secara umum. Dengan perkataan lain. bangsa dan negara. berkeadilan. timbul pertanyaan apakah birokrasi menjalankan kekuasaan atau kewenangannya tersebut dengan benar. yang pada gilirannya mempengaruhi kepentingan dan pelayanan publik. dimana pun tidak ada pemerintah yang secara resmi menyutujui tindakan dan keputusan yang buruk/tercela para anggotanya. Jadi ketika. Dalam konteks ini. Kebersihan dan kewibawaan ini pada dasarnya hanya dapat diperoleh jika birokrasi dan pelaksananya bebas dari perilaku negatif atau tercela. Sebagai warga negara. Dalam hubungan ini. apakah birokrasi tidak menyelewengkan kewenangannya tersebut demi kepentingan selain kepentingan masyarakat. Walaupun pelayanan umum dapat disediakan oleh komponen masyarakat selain pemerintah. objektif. kita akan membangun sebuah rumah. setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dari negara. melainkan kualitas pengabdian mereka kepada kepentingan masyarakat. cepat. Etika diperlukan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sekaligus sebagai kriteria untuk menilai baik atau buruknya suatu keputusan tersebut. d.program atau proyek. Senagai contoh. makin disadari bahwa sumber kewibawaan birokrasi dan aparaturnya bukanlah kekuasaan yang mereka miliki. Secara kategoris. c. Kewibawaan Pemerintah Dimana pun. bukan oleh ketakutan rakyat. seperti cermat. pemerintah mengatur bahwa setiap warga negara yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangungan (IMB). ramah.

sehingga ketika mencapai umur yang ditentukan. seorang warga negara harus berurusan dengan birokrasi untuk memperoleh layanan KTP. proyek busway dan perpanjangan waktu three in one oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). dan kita berhak mendapatkan pelayanan itu ketika kita membutuhkannya. Isu korupsi. e. ―Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah‖ atau ―Kalau bisa lama kenapa dipercepat‖ dan sejenisnya sering dilontarkan untuk menyebut kualitas atau kinerja pelayanan publik oleh birokrasi. Etika diperlukan untuk memandu dan menjadi kriteria apakah birokrasi telah menjalankan fungsi pelayanannya sesuai dengan standar teknis dan etis sebagaimana diharapkan oleh warga negara. setiap warga negara yang telah mencapai umur tertentu wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pada saat ini. Perkembangan kinerja pelayanan yang diperlukan untuk menghindari atau meiadakan risiko tuntutan 15 . Semakin hari. Sementara itu. Sudah barang tentu. masyarakat semakin berani untuk menggunakan hak-hak hukumnya menuntut pertanggung jawaban birokrasi ketika merasa dirugikan atau dilanggar hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang layak dari birokrasi. Ini tampak dari tanggapan yang cenderung negatif terhadap sejumlah inisiatif pemerintah (perhatikan. sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan. bahkan terhadap pemerintah secara umum.IMB dari pemerintah. Ini berarti pemerintah hatus menyediakan pelayanan IMB. tidak satu pun dari kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh birokrasi kita. Celah Harapan Masyarakat Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja pelayanan publik oleh birokrasi kita masih buruk. misalnya. Contoh lain. KTP. setiap warga masyarakat mengharapkan akan memperoleh pelayanan dari birokrasi dengan sebaik-baiknya. kolusi. Buruknya kinerja pelayanan publik ini telah menyebabkan sangat rendahnya kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. selain mengetahui betapa buruknya kinerja birokrasi. semakin kencang tuntutan agar birokrasi efisien dan menghasilkan pelayanan prima (excellent services). Anekdot-anekdot seperti ―Kasih amplop (uang) urusan beres‖. keamanan dan sejenisnya. bahkan sering dikatakan sebagai sangat buruk dan ditinjau dari kriteria pelayanan yang bermutu. SIM. dan nepotisme (KKN) adalah sangat khas yang lazim dikaitkan dengan birokrasi kita. masyarakat semakin menyadari dan semakin berani menuntut hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang sesuai.

Nilai-nilai baru yang diadopsi. diantaranya. penilaian kinerja instansi sesuai dengan kriteria standar pelayanan minimum. dan manajemen berbasis kinerja. dengan sumber daya yang makin terbatas. Dengan perkataan lain. otonomi daerah di negara ditengarai telah ―berhasil‖ memperluas wilayah dan memperbesar 16 . masyarakat kita juga menuntut birokrasi untuk berperilaku etis (dengan standar tinggi) dalam memberikan pelayanan. demokratisasi. kemajuan teknologi.ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan profesionalisme. agar dapat memenuhi tuntutan yang makin berkembang ini. dan efektivitas. Sebagaimana telah banyak diungkapkan oleh sejumlah pihak. desentralisasi dan otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. Warga negara mengharapkan para abdi negara melayani kepentingan mereka secara berkeadilan dan mengelola sumber daya publik sebaik-baiknya. Di Indonesia sendiri ada sejumlah inisiatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan. Ditambah dengan kenyataan mengenai buruknya kinerja pelayanan publik. f. secara signifikan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang secara tradisional berlaku. seperti penakanan pada kinerja. sehingga memberikan sumbangan kepada berfungsinya pasar dengan baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Pelayanan publik yang adil (fair) dan dapat diandalkan melahirkan kepercayaan publik dan menciptakan suatu lingkungan yang menguntungkan bagi bisnis dan bidang-bidang kehidupan lain umumnya. Pelayanan publik sering dinyatakan sebagai kepercayaan publik (public service is a public trust). PNS dituntut untuk menjalankan urusan-urusan pemerintah dengan cara-cara baru yang efektif dan lebih kompleks. peluang terjadinya perilaku menyimpang sangat besar. yaitu peningkatan sarana-prasarana pelayanan dan kompetensi teknis dalam pelayanan yang dilandasi oleh kesadaran dan komitmen terhadap norma-norma moral. Dalam situasi seperti ini. reformasi ini menimbulkan dampak ikutan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang selama ini hidup dan dianut di lingkungan birokrasi (pelayanan publik). Seperti di negara-negara lain. tekanan-tekanan dari arus globalisasi. tuntutan yang meningkat dari warga negara dan pengawasan yang makin besar dari masyarakat. efisiensi. pemerintah harus melakukan reformasi di berbagai bidang administrasinya. Akan tetapi. Reformasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pegawai negeri (khususnya Pegawai Negeri Sipil) melaksanakan tugas mereka dalam lingkungan yang berubah cepat. dan penerapan prinsip-prinsip good governance. produktivitas.

termasuk laranganlarangan yang harus dipatuhi. Selain itu. 6. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara professional dan menjunjung tinggi standar etika. rakyat. karena tergabung dalam wadah KORPRI. Secara ringkas. dan aturan-aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan perilaku seluruh aparatur pemerintahan yang diantaranya adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (tentang Pokok-pokok Kepegawaian). Dengan perkataan lain. Oleh sebab itu. Pejabat pemerintahan. sehingga Panca Prasetya KORPRI dapat dipandang sebagai panduan nilai-nilai bagi PNS dalam berperilaku. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi. diperlukan penyesuaianpenyesuaian infrastruktur etika untuk membangun iklim etis yang dapat menjamin keunggulan dalam pelayanan publik dan menjamin terwujudnya misi pelayanan publik. dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (tentang Peraturan Disiplin PNS). kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Sudah barang tentu. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi.jumlah pelaku korupsi. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. Panduan etika. kolusi. 17 . sesuai dengan tuntutan lingkungan yang baru. nilai-nilai tertinggi yang seharusnya diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) di Indonesia adalah nilai-niali yang bersumber dari konstitusi (UUD 1945). sangat diperlukan untuk memperjelas harapan dan tuntutan terhadap aparat birokrasi. maka PNS terikat juga dengan Panca Prasetya KORPRI. Sumber-sumber Nilai-nilai Etika Pelayanan Publik Dalam konteks pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik. Untuk unit-unit organisasi tertentu. kode etik atau aturan perilaku yang lebih khusus ditetapkan sesuai dengan sifat dan lingkup atau kekhususan tugas unit yang bersangkutan. falsafah negara (Pancasila).

Akuntan PNS ini seharusnya tunduk pula pada kode etik dan aturan perilaku yang berlaku di lingkungan profesi akuntansi. etika dan disiplin PNS. Pengertian Etika 18 .Perlu diingat. pada saat yang bersamaan seorang PNS. Jadi. memahami teori-teori etika. pengertian pelayanan publik. dan di lingkungan profesi akuntansi. Misalnya. Teori dan Konsep Etika I. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi Pns ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. 2. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. dan sebagai anggota profesi akuntansi. C. pengertian dan hakekat profesi. yaitu nilai-nilai dan standar etika yang berlaku di masyarakat umum. bahwa seorang PNS mungkin juga merupakan anggota suatu profesi. pengertian etika profesi. anggota masyarakat umum. Rencana perkuliahan etika profesi PNS Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. Bab ini akan memperlajari: a. Urgensi Etika Profesi PNS dalam reformasi birokrasi c. juga berperan sebagai aparatur birokrasi. 3. Kuliah Umum I (Pengantar Etika Profesi PNS). di samping berperan sebagai pribadi. Kedudukan mata kuliah Etika Profesi PNS b. seorang akuntan yang menjadi PNS adalah juga sebagai anggota Ikatan Akuntan Indonesia. Dengan demikian. 2. Mata kuliah Etika Profesi PNS terdiri dari enam belas bab. yaitu: 1. Rencana perkuliahan Etika Profesi PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah perkuliahan mahasiswa dapat memahami pentingnya mata kuliah Etika Profesi PNS dan gambaran umum tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan dalam mata kuliah Etika Profesi PNS. Bab ini akan mempelajari: a. PNS tersebut pada dasarna memiliki tiga sumber acuan etika. di lingkungan birokraasi.

Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian nilai c. 5. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Profesi. 7. 3. Pengertian etika kepemimpinan b. 6. Pengertian profesi dan etika profesi b. Etika Bisnis.b. Etika Pelayanan Publik. Urgensi etika profesi c. Isu-isu umum etika bisnis Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika bisnis agar dapat menjalankan tugasnya. Prinsip-prinsip etika profesi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami pengertian. Etika Kepemimpinan. urgensi dan prinsip-prinsip etika profesi. Bab ini akan mempelajari: a. 4. Prinsip-prinsip etika bisnis c. Urgensi etika kepemimpinan c. kewajiban. Pengertian pelayanan publik 19 . Etika Keutamaan) c. Karakter-karakter utama dalam etika kepemimpinan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kepemimpinan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai PNS. Bab ini akan mempelajari: a. Teori dan Konsep Etika II . Teori-Teori Etika (Teleologi. Konsep hak. Pengertian norma Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma. Deontologi. keadilan dan kepedulian Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami teori dan konsep etika. Pengertian etika bisnis b. Perbedaan etika dan etiket b. Bab ini akan mempelajari: a.

Netralitas PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik. Prinsip-prinsip anti korupsi c. Hak dan kewajiban PNS c. Bab ini akan mempelajari: a. Etika Kerja. 9. Bab ini akan mempelajari: a. Tingkat dan jenis hukuman PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang aturan-aturan disiplin sebagai PNS. Bab ini akan mempelajari: a. Jenis-jenis korupsi dan sangsinya 20 . 1. Larangan-Larangan bagi PNS c.b. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik c. Berbagai etika kerja PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika kerja. Perbedaan etika kerja dan etika profesi c. Aturan tentang Anti Korupsi. Pengertian PNS b. Bab ini akan mempelajari: a. Disiplin PNS. Pengertian Korupsi. Urgensi disiplin PNS b. Pokok-Pokok Kepegawaian. Faktor penyebab korupsi dan solusinya Tujuan yang ingin dicapai yaitu mahasiswa memahami definisi dan prinsipprinsip anti korupsi serta memahami penyebab terjadinya korupsi. Definisi korupsi dan bahayanya b. Pembinaan dan jabatan PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami hak dan kewajiban sebagai PNS serta pembinaan dan jabatan-jabatan dalam PNS. 11. 8. 10. Berbagai peraturan tentang anti korupsi b. Bab ini akan mempelajari: a. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi dan Faktor Penyebabnya. Pengertian etika kerja b.

21 . Faktor-faktor pendorong perilaku tidak etis c. 13. 15. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian dan pembinaan jiwa korps b. Jiwa Korps dan Kode Etik.c. Kode Etik Profesi Bea Cukai e. 12. Bab ini akan mempelajari: a. Aturan Kode Etik Kementerian Keuangan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami tentang Kode Etik Kementerian Keuangan. Bab ini akan mempelajari: a. Bab ini akan mempelajari: a. Pengertian dan Aturan Kode Etik PNS Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami urgensi pembentukan jiwa korps PNS dan pembentukan aturan kode etik PNS. Urgensi memiliki etos pribadi b. Kode Etik Profesi Akuntan b. tugas dan tanggung jawab kementerian Keuangan b. Kuliah Umum II (Membangun Etos Pribadi). Kode Etik Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Pajak d. Pengertian. Kode Etik Profesi PPLN f. Membentuk karakter anti korupsi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami aturan-aturan tentang anti korupsi. 14. Cara membentuk etos pribadi Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami cara membangun etos pribadi. Kode Etik Profesi Anggaran c. Pengertian dan sumber kode etik c. Tugas Pokok dan Fungsi Eselon I Kementerian keuangan c. Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Kode Etik Profesi Perbendaharaan Tujuan yang ingin dicapai yaitu setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Kode Etik pada Unit Eselon I Kementerian Keuangan sesuai dengan spesialisasinya.

22 . sebagai kelompok intelektual. peristiwa-peristiwa sehari-hari yang diliput oleh media massa. Selanjutnya. misalnya dapat digunakan sebagai tambahan bahan diskusi sesuai dengan pokok bahasannya. Untuk memperkaya wawasan mahasiswa. pada akhir modul ini diberikan beberapa contoh soal/kasus yang dapat digunakan untuk diskusi dalam rangka melatih kepekaan dan pemahaman mahasiswa akan isu-isu etis di lingkungan profesi.Perlu dikemukakan disini bahwa uraian dalam modul ini mengutamakan penekanan praktis yang terutama ditujukan untuk memicu kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu penting yang dapat dijumpai dalam perjalanan karir seorang professional di bidang akuntansi. Hal ini membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran dan kepekaan etis yang diperlukan saat-saat ini.

RANGKUMAN Pengantar etika profesi PNS memperkenalkan etika profesi PNS tersebut. rakyat. dan sedikit menjelaskan mengenai implikasi dan aplikasi etika profesi PNS pada profesi birokrat. keadilan. Mengetahui contoh-contoh pelayanan publik dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui etika pelayanan publik. warga negara mengharapkan aparatur birokrasi benar-benar menjadi ―abdi negara‖ dan ―abdi masyarakat‖. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. Pejabat pemerintahan. Seperti halnya di sektor bisnis. 3. 2. yaitu profesionalisme dan etika. Secara ringkas. aparatur birokrasi menetapkan juga kebijakan dan mengimplementasikannya. Selain itu. Di sektor manapun. dan efektivitas. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. aparatur birokrasi atau pegawai negeri telah dianggap sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan khusus yang diamanatkan oleh warga negara. seperti integritas. produktivitas. dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika. 4. kebijakan dan implementasinya ini mempengaruhi semua bidang kehidupan warga negara. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). termasuk sektor publik (pemerintahan). objektivitas atau imparsialitas. Tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. dan sebagainya. Ada beberapa alasan. Bab ini menjelaskan bahwa birokrat perlu menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tupoksi utamanya yaitu pelayanan publik. 5. sektor publik. relevansi dan makin pentingnya etika dalam pelayanan publik adalah karena fakta bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi. dituntut memiliki dua keunggulan. seperti sektor bisnis. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. menempatakan kepentingan publik di atas kepentingan 23 . sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. Dengan perkataan lain. baik normatif maupun objektif. Oleh sebab itu.

pengertian dan hakekat profesi. Sebutkan ciri-ciri pelayanan publik yang profesional 4. Mata kuliah ini menjelaskan tentang pengertian etika. Sebutkan aspek-aspek dalam standar penilaian kinerja 8. Jelaskan pengertian birokrasi menurut max weber 9. hukuman disiplin PNS serta kode etik Kementerian Keuangan. pengertian pelayanan publik.pribadi. 2. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilema etis di tempat kerja dan di luar tempat kerja. memahami teori-teori etika. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pns? 6. Jelaskan pengertian reformasi birokrasi secara umum 10. Jelaskan secara ringkas relevansi pentingnya etika dalam pelayanan publik 24 . etika dan disiplin PNS. Jelaskan pengertian integritas dalam konteks pelayanan publik 12. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat: 1. Meningkatkan kesadaran untuk mempraktekkan kode etik yang berlaku di tempat kerja. mengelola sumber daya publik yang tela dipercayakan secara profesional dan menjunjung tinggi standar etika. Mengapa diperlukan adanya standard operating procedures (sop)? 5. Sebutkan tiga jenis pelayanan publik berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya 3. LATIHAN 1. Terdapat dua fungsi pokok pemerintahan negara yang pelaksanaannya diserahkan kepada birokrasi. pengertian etika profesi. Sebutkan dan jelaskan kedua fungsi tersebut 11. Tujuan umum mata kuliah Etika Profesi PNS ini adalah memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai PNS. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap etika profesi PNS dan konsepkonsep yang menyertainya. 3. Jelaskan definisi dari kode etik pns 7. Apakah pelayanan kepada publik perlu ditingkatkan? jelaskan 2.

Konsep hak.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA I _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : 2 Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami Pengertian Etika. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa 25 . Semangat khas kelompok tertentu. Deontologi. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. keadilan dan kepedulian ___ A. Etika Keutamaan). kewajiban. 2. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. berarti timbul dari kebiasaan. etika adalah adat. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. 3. kode etik kelompok profesi. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. 2. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. 4. Teori-Teori Etika (Teleologi. 1. Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Etika memiliki banyak makna antara lain: 1. 3. Bagi ahli falsafah. ethikos. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia. misalnya ethos kerja. Bagi sosiolog.

Bagi asosiasi profesi. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. yaitu : 1. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. profesional. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Menurut K. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Menurut K. 2. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. terhadap organisasi dan staff. tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia. Bertens. 5. Kriteria wajar. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. Moralitas berarti aspek baik atau buruk. 4. dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. Membantu pebisnis/calon pebisnis. Menanamkan.profesi secara wajar. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. bukan hanya penting adanya norma-norma moral. 3. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran etika bisnis. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. jujur. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak). terhadap diri sendiri dan profesi. dan karenanya diperbolehkan atau tidak. adil. sekurang-kurangnya meliputi dua sisi 26 . Bertens. etika adalah kesepakatan bersama dan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. jujur. tapi masih lemah dan ragu. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Dalam etika sebagai ilmu. dan terhormat. dari perilaku manusia. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. adil. terpuji atau tercela.

Disisi lain. suatu perbuatan manusia adalah baik karena disetujui Tuhan. dari sudut pandang si anak. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat ini tidak dijelaskan lebih lanjut disini. Etika bukan sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. 2. dan mungkin akan berlangsung terus. Menurut ajaran agama. Etika bukan seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual. studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad. perlu juga ditambahkan tentang apa yang sebenarnya bukan etika (What ethics is not). 1. Dalam meta-etika. Etika bukan sesuatu yang relatif atau subjektif. bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang bola ketika sedang bermain. Ini tentulah pemikiran sekuler. namun tidak ada gunanya dalam praktek. luhur dan baik dalam teori. baik-buruknya tindakan tersebut harus dilihat menurut sudut pandang yang netral. penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat jika ada kasus kejadian klinis. karena elaborasinya dari sudut historis dan falsafah yang panjang dan rumit. Agaknya. Etika bukan sistem yang ideal. Pertama. 4. karena memang 27 ." Secara meta-etis. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Untuk melengkapi tentang etika. Meta-Etika (Studi Konsep Etika)."Seorang anak menendang bola hingga kaca jendela pecah. sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan.berikut. tindakan atau peristiwa yang dibahas dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya. harus dikatakan: etika mengikat tetapi tidak memaksa. Sedangkan Singer berpendapat (sama dengan Plato 2000 tahun sebelumnya). B. yaitu disatu pihak. Sebagai contoh. Peter Singer menerangkan sebagai berikut: 1. Meta-Etika sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. 3. bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi baik. Tiga Bagian Utama Etika Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). Salah seorang tokoh etika.

Menyikapi persoalan-persoalan yang semacam inilah. 2. C. pengolahan tanah. Akan tetapi kalau dilihat dari pihak pemilik jendela. dan masih banyak lainnya. 3. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. 28 . Oleh karena itu. Etika Terapan (Studi Penggunaan Nilai-Nilai Etika).dunianya (dunia anak-anak) memang salah satunya adalah bermain. meskipun mereka mengusulkan berbagai kebenaran moral dan prinsipprinsip. karena. seperti Pythagoras (582-500 SM). tentu ia akan mendefinisikan hal ini sebagai kesalahan yang telah dibuat oleh si anak. Berbagai bidang terapan di antaranya adalah bidang kesehatan. Mungkin juga kedua pihak dapat saling memberi maklum. Bagaimanapun juga hal-hal seperti ini tidak akan pernah menemui kejelasannya hingga salah satu pihak terpaksa kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. tidak secara filosofissistematis. pendapat yang dikemukakan oleh orang-orang bijak zaman dahulu. Sejarah etika menekankan pada berbagai sistem filosofis yang dalam perjalanan waktu telah dielaborasi dengan mengacu pada tatanan moral. nyaris milik sejarah etika. Konfusius (558-479 SM). maka meta-etika dijadikan bekal awal dalam mempertimbangkan suatu masalah. Heraclitus (535-475 SM). Etika Normatif (Studi Penentuan Nilai Etika). tanggung-jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Inggris Corporate Social Responsibility (CSR). Sejarah Etika Etika termasuk dalam ruang lingkup sejarah peradaban dan etnologi. Istilah etika pertama kali dipakai oleh orang Yunani. apalagi ia tidak sengaja melakukannya. yaitu dalam pengajaran Socrates (470-399 SM). sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Etika terapan memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. sebelum penetapan hasil pertimbangan dibuat. Si pemilik jendela berasumsi demikian karena ia merasa dirinya telah dirugikan. mereka melakukannya dengan cara yang dogmatis.

karena ia harus benar. tetapi hanya dalam aktivitas yang tepat untuk sifat manusia. Etika filosof Yunani Kuno: Socrates. Oleh karena itu kebajikan bisa diberikan lewat instruksi. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Kebajikan merupakan harmoni yang tepat dari kegiatan manusia. Dia berangkat dari titik bahwa semua orang cenderung untuk kebahagiaan sebagai objek akhir dari semua usaha mereka. ia tidak menganggap kebajikan terdiri dari kebijaksanaan saja. Menurut Sokrates. Dengan penetrasi yang tajam dari Aristoteles dan hasil penyelidikan kebajikan intelektual dan moral. tidak ada orang yang sengaja korup. kesederhanaan. Tetapi Plato berbeda dari Socrates. Aristoteles (384-322 SM). Satu-satunya yang kurang adalah bahwa visinya tidak menembus melampaui kehidupan duniawi ini. sebagai kebaikan tertinggi. yang mulai dengan ide-ide sebagai dasar pengamatan.1. Dengan karakteristik ketajaman ia membahas etika dan politik. Kebajikan memungkinkan manusia untuk memerintah sesuai keinginannya. yang dicari demi dirinya sendiri. dan bahwa ia tidak pernah melihat dengan jelas hubungan manusia dengan Tuhan. tetapi juga keadilan. Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam kehidupan yang sempurna dan abadi. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui usaha sendiri. barang-barang eksternal juga harus ada. dan ketabahan. Kebahagiaan ini tidak terdapat dalam barang-barang eksternal. Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. teorinya dianggap benar oleh sebagian besar orang. Plato. Aristoteles. Karena semua orang selalu mencari kebahagiaan. menganalisis secara akurat. sesuai dengan perintah akal budi. dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. 29 . baik yang mutlak. dan kebajikan adalah kehati-hatian. dan semua barang lainnya hanya berfungsi sebagai sarana. dan dengan bertindak demikian ia menjadi seperti Tuhan. tetapi untuk membentuk kebahagiaan yang sempurna. Murid Socrates. Sebagian besar masalah yang menyangkut etika itu sendiri. Kesenangan tertinggi secara alami terikat dengan kegiatan ini. harus dianggap sebagai pendiri nyata etika sistematis. objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Segala kejahatan muncul dari kebodohan. Tidak seperti Plato.

Seperti apakah hubungan Tuhan dengan dunia dalam pandangan mereka. Dia menyatakan bahwa kebaikan moral. Seneca (4 SM . Sensualisme murni atau Hedonisme pertama kali diajarkan oleh Aristippus dari Kirene (435-354 SM). tetapi sifat mereka. Kebajikan. Stoicisme. dalam hidup manusia sesuai dengan perintah rasional.2. tidak seluruhnya jelas. dan Kaisar Marcus Aurelius (AD 121-180). Stoa Romawi. "kenikmatan") dimulai dengan Democritus (460-370 SM). Sinis.AD 65). Chrysippus. menurut kesenangan adalah akhir dari kebaikan tertinggi usaha manusia. dan. menurut mereka. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. panteistik atau rasa teistik. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan. Sebuah gilirannya etika lebih hedonistik (edone. seperti alam setiap individu seseorang hanyalah bagian dari tatanan alam keseluruhan. yang menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Tindakan sering baik atau buruk. Epicurus. oleh karena itu. Ajaran ini segera berubah menjadi kesombongan dan penghinaan terbuka untuk hukum dan untuk sisa manusia (Sinisme). Skeptis. yang membentuk keseluruhan alam. Para Sinis. adil atau tidak adil. Kaum Stoa. ada di dalam manusia sebagai makhluk rasional yang berbeda dari makhluk buas. Cicero (106-43 SM) menguraikan tidak ada sistem filsafat baru miliknya sendiri. tetapi memilih pandangan-pandangan tertentu dari berbagai sistem filsafat Yunani yang tampaknya terbaik menurutnya. Epictetus (lahir sekitar tahun 50). Ia bersikeras terutama pada devosi kepada dewa-dewa. kebajikan adalah perjanjian yang harmonis dengan Tuhan. dan bahwa manusia benar-benar bijaksana atas hukum manusia. yang merupakan objek umum dari semua kebajikan. mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. Cleanthes. yang tanpanya masyarakat 30 . Epicurus (341-270 SM) berbeda dari Aristippus dalam prinsip bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual adalah hal yang tertinggi yang dapat dicapai manusia. bahwa kesenangan adalah kejahatan. dan lain-lain. Zeno (336-264 SM) dan murid-muridnya. Kebajikan adalah norma direktif yang tepat dalam attainment akhir ini. berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes. bukan karena institusi atau kebiasaan manusia. Antisthenes (444-369 SM) dan Diogenes dari Sinope (414-324 SM). Etika Filosof Yunani dan Romawi: Hedonisme.

Sistem etika Yunani dan Romawi berjalan atas kecenderungan skeptis. serta sifat dan makna dari hukum moral. pernikahan. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Origenes. Paganisme kuno tidak pernah memiliki konsep yang jelas dan pasti tentang hubungan antara Tuhan dan dunia. Hieronimus. hukum alam. Mereka yang mengeksposisi dan membela kebenaran Kristen. L. yang melanjutkan untuk benar-benar mengembangkan sepanjang garis filosofis dan untuk menetapkan dengan tegas sebagian besar kebenaran moralitas Kristen. Sejak abad 31 . hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Irenaeus. Hukum abadi (lex aterna). dll diperlakukan oleh dia di paling jelas dan tajam cara. Abad keenam belas ditandai dengan kebangkitan kembali pertanyaan etis. 3. dasar seluruh tatanan moral pada kebiasaan atau kesewenang-wenangan manusia. Dominicus Soto. kesatuan umat manusia. Clement dari Alexandria. 24 persegi). Pada fondasi diletakkan filsuf dan teolog Katolik yang berhasil terus membangun. dosa. Etika: Sejarah Moralitas Kristen. Kristen menjelaskan penuh pertanyaan ini dan pertanyaan lain yang sejenis. Bonaventura (1221-1274).manusia tidak bisa ada. dan membebaskan orang bijak dari ketaatan pada ajaran biasa dari tatanan moral. dan De Lugo. Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika. Tertullian. bahkan yang berada di luar pengaruh Wahyu Kristen. memanfaatkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para filsuf pagan. yang menolak hukum moral alam. seperti Yustinus Martir. dan Agustinus. Contoh teolog besar adalah Victoria. nasib manusia. jenis asli dan sumber dari segala hukum temporal. Kecenderungan ini dilanjutkan oleh kaum Sofis. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Lessius. hati nurani. Ambrosius. khususnya Albert (1193-1280) Besar. Corse ini segera diadopsi dalam periode awal. ii. Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Molina. Thomas Aquinas (1225 -1274). meskipun sebagian besar dijawab melalui teologi. Hal ini terutama berlaku St Agustinus. Suarez. kebajikan kardinal. dan khususnya antara etika dan teologi moral. 4. dan Duns Scotus (1274-1308). tujuan akhir manusia. Seperti Santo Paulus mengajarkan (Roma.

Ada kecenderungan simpatik. perang harus dilancarkan pada impuls yang tidak wajar. Shaftesbury (1671-1713) mendasarkan etika pada kasih sayang atau kecenderungan manusia. idiopatik. sehingga muncul perang semua melawan semua. kedua kebaikan pribadi agen. Dalam pencapaian kebajikan prinsip subjektif dari pengetahuan adalah moralitas. Para Reformator benar-benar memegang teguh kesucian sebagai sumber wahyu yang sempurna. dalam bukunya "Elementa philosophiae moralis". dan memiliki hak untuk semua hal. dalam karyanya. Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. 5. dan tidak wajar. sedangkan "akal sehat" disarankan oleh Thoms Reid (17101796) sebagai norma tertinggi perilaku moral.keenam belas jurusan etika (filsafat moral) telah didirikan di banyak universitas Katolik. 32 . Teori moralitas dikembangkan lebih lanjut oleh Hutcheson (1694-1747). Thomas Hobbes (1588-1679) mengandaikan bahwa manusia awalnya dalam kondisi kasar (Naturae status) di mana setiap orang bebas untuk bertindak saat dia senang. karya-karya filosofis murni tentang etika. menyebarluaskan ajaran sensualisme dan Hedonisme sebagaimana yang dipahami oleh Epicurus. Setiap makhluk diberkahi dengan dorongan yang diperlukan untuk menyatakan diri sebagai alasan tuntutan tidak bertentangan dengan alam. Yang pertama dari hal ini kepentingan umum. ketiga menentang yang lainnya. sedangkan kecenderungan idiopathetic dan simpatik harus dilakukan untuk menyelaraskan. seperti Helvetius. Kebebasan akan terdiri hanya dalam kemampuan untuk mengikuti dorongan alami unrestrainedly ini. Holbach. Keselarasan ini merupakan kebajikan. membutuhkan masing-masing untuk mengikuti dorongan ini dan sesak nafas setelah apapun yang berguna baginya. masih melekat pada filosofi Aristotel. dan lainlain. "Instituitiones juris et universalis Naturae Gentium" (1743). Di Perancis para filsuf materialistik abad kedelapan belas. maka apakah Hugo Grotius. de la Mettrie. "De jure belli et Pacis" juga sama. namun tidak muncul sampai abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Melanchthon. Condillac. Para penganut panteisme Spinoza Baruch (1632-1677) menganggap insting untuk mempertahankan diri sebagai dasar kebajikan. Untuk menjalani kehidupan moral yang baik. Yang lebih besar. sebagai contoh yang dapat kita contoh produksi Ign. Schwarz.

33 . Nietzsche. Edward von Hartmann. yang mempertahankan kepentingan umum umat manusia untuk menjadi akhir dan kriteria perilaku moral. Dari bangkai alasan teoretis murni ia berpaling untuk penyelamatan untuk alasan praktis. simpati (dalam sukacita) akan memungkinkan kita untuk mengambil kesenangan dalam tindakan altrusitic. John Stuart Mill. Dengan kemajuan evolusi kondisi yang ada akan menjadi lebih sempurna. Para pengikut Kant telah memilih satu doktrin lain dari etika dan gabungan berbagai sistem bersifat panteisme dengannya. harus diamati untuk kepentingan sendiri. dan kategoris. tanpa memperhatikan setiap kesenangan atau utilitas yang timbul darinya. 7. meskipun budaya menganggap yang terakhir dan kemajuan hanya sebagai sarana untuk tujuan akhir. Hukum ini tidak harus dipahami sebagai otoritas eksternal. yang otonom yaitu. terdiri dari memberikan Mutlak dari siksaan eksistensi. mutlak moral universal. Sosialisme. Dimulai dengan asumsi bahwa manusia. yang menurutnya. dan berbagai kompromi harus dibuat antara Altruisme dan Egoisme. Alexander Bain. dalam kooperasi dengan peradaban umat manusia progresif. E. Sebuah pandangan yang mirip berulang secara substansial dalam tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan.6. misalnya. Henry Sidgwick. di Inggris. Sebagian besar non-Kristen filsuf moral telah mengikuti jalan yang dilalui Spencer. di Jerman. Beneke. perilaku yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan dan kesenangan. John Stuart Mill. F. Altruisme. kebaikan mutlak seperti perilaku belum mungkin. diperbaharui secara positif dalam abad kesembilan belas oleh Auguste Comte dan memiliki banyak pengikut menghitung. Sejarah Filsafat Etika: Kant. Menurutnya. Schleiermacher. Fichte tempat tertinggi manusia yang baik dan nasib di spontaniety mutlak dan kebebasan. dalam orang-orang pesimis. oleh serangkaian transformasi. Herbert Spencer (1820-1903) berusaha untuk efek kompromi antara Utilitarianisme sosial (Altruisme) dan Utilitarianisme swasta (Egoisme) sesuai dengan teori evolusi. Karena kurangnya adaptasi manusia dengan kondisi kehidupan. sampai batas tertentu. Secara khusus. Etika: Filsafat Evolusioner. dan lain-lain. Sebuah revolusi lengkap dalam etika diperkenalkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). GT Fechner. karena ini akan heteromony yang asing bagi moralitas sejati. Sistem Cumberland. melainkan lebih merupakan hukum akal kita sendiri. F. dan akibatnya manfaat yang diperoleh individu dari perilaku sendiri akan sangat berguna bagi masyarakat luas. Paulsen. dimana dia menemukan hukum.

mereka menceritakan bagaimana awalnya umat manusia berjalan di atas muka bumi secara semi-biadab. konsep-konsep yuridis dan filosofis tapi refleks kondisi ekonomi masyarakat di benak pria. namun yang terakhir tidak mendasarkan pengamatan mereka pada prinsip-prinsip ilmiah. dan karakter dari penilaian orang. Charles Darwin telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan sepanjang jalan. F. Menurut Max Nordau. dan pengendalian diri kasar. semua. Proletariat bawah diinjak. Dengan bantuan analogi diambil dari etnologi. Menurutnya. sedangkan yang terakhir ini terus-menerus bervariasi. Engels. moral religius. tetapi pada pertimbangan sosial dan ekonomi. demikian juga Sosialis mendukung teori evolusi dari sudut pandang etika mereka. mereka mencari jejak pertama dan awal dari ide-ide moral dalam kasar itu sendiri. dan karena itu berbeda dari dalam gelar saja. Pragmatisme berbeda dari Relativisme. yaitu semua qulaities diperlukan dan berguna untuk keberadaannya . Marx. ajaran moral tidak lain hanyalah "kebohongan konvensional". kebenaran tidak mungkin berubah. Mereka yang berkuasa masih terus memandang kecenderungan egoistik mereka sendiri sebagai mulia dan baik. bahwa tidak hanya dianggap benar yang terbukti oleh pengalaman untuk menjadi berguna. Sekarang ini hubungan sosial tunduk kepada perubahan konstan. agama. tidak tahu tentang pernikahan. ketaatan kelemahlembutan. pada keadilan pra-manusia.seperti kesabaran. 34 . tidak ada kode universal moralitas yang mengikat semua manusia pada segala waktu. dan cinta sesama. dan mereka melihat dunia dengan cara mereka sendiri. Oleh karena itu. dan hanya dengan derajat mencapai tingkat yang lebih tinggi moralitas. maka ide-ide moralitas. hati nurani. Sebagai evolusionis. dan Spencer tidak ragu untuk belajar brute-etika. dll juga terus berubah. sementara rakyat memuji "naluri kawanan umum". dan eksponen lain dari "penafsiran materialistik dari sejarah" yang disebut. Apalagi keputusan yang dikeluarkan pada masalah-masalah agama dan moral hakiki tergantung pada kecenderungan. Hari Evolusionis mengikuti pandangannya dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana moralitas hewan telah dalam manusia terus menjadi lebih sempurna.secara bertahap berevolusi dari makhluk buas itu. minat. Nietzsche pencetus sekolah yang doktrin yang didirikan pada prinsipprinsip ini. Oleh karena hal yang sama tidak selalu berguna. kebaikan awalnya diidentifikasi dengan kemuliaan dan budi peringkat. Menurut K. Dengan demikian muncul pertentangan antara moralitas dan budak. Manusia berbeda satu sama lain dan selalu berubah.

II-1-II-2) dikemukakan bahwa teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis. "Moralitas adalah satu penipuan panjang dan berani. D. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Seperti bersandar dengan masing-masing individu untuk memutuskan siapa yang milik ini aristokrasi intelektual. tunduk kepada penindas membenci adalah ketaatan. Tidak ada order moral yang lebih tinggi yang orang-orang kalibrasi tersebut setuju. sehingga setiap orang bebas untuk membebaskan diri dari tatanan moral yang ada.Kelemahan menjadi kebaikan. Akhir dari masyarakat bukanlah kebaikan bersama anggotanya. Menurut Aristoteles." Oleh karena itu. kebaikan merupakan konsep fundamental dalam teori teleleologi. Itulah sebabnya teori etikanya sering disebut sebagai teori etika Eudaimonisme. Oleh karena itu. keputusan dan kebijakan. Maka. Yang baik yang menjadi tujuan akhir hidup manusia menurut dia adalah kebahagiaan atau kesejahteraan (eudaimonia). Aristokrasi intelektual adalah akhir sendiri. Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. Akibat dalam hal ini adalah konsekuensi baik. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. Superioritas intelektual di luar kebaikan dan kejahatan seperti yang dipahami dalam pengertian tradisional. Etika teleologis atau Etika Aristoteles. 1. Teori Etika Sejumlah teori dan konsep etika telah dikembangkan oleh beberapa filsuf atau pemikir dalam bidang etika. Yang baik adalah apa yang secara kodrati menjadi arah tujuan akhir (causa finalis) adanya sesuatu. yakni etika yang mengukur benar/salahnya tindakan manusia dari menunjang tidaknya tindakan tersebut ke arah pencapaian tujuan (telos) akhir yang ditetapkan sebagai tujuan hidup manusia. Teori Teleleologi. yang menyebabkan tindakan itu benar atau salah adalah bukan tindakan itu sendiri melainkan akibat dari tindakan tersebut. pengecut berarti kesabaran. nilai melekat pada konsep yang berlaku moralitas harus seluruhnya ulang. yakni pada yang baik (agathos). 35 . Setiap tindakan menurut Aristoteles diarahkan pada suatu tujuan. Pembelajaran teori etika tersebut untuk memperoleh kemudahan dalam mengupas persoalan etika dan sebagai panduan untuk menentukan benar atau salahnya suatu tindakan. mengernyit merendahkan diri menjadi rendah hati.

b. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Utilitarianisme Gabungan antara egoisme etis dan altruisme etis. Egoisme Etis Suatu tindakan benar atau salah tergantung semata-mata pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya. 3) Maksimalisme. Utilitarianisme mencakup empat prinsip. Hedonisme adalah prinsip bahwa kesenangan dan hanya kesenanganlah yang merupakan perbuatan tertinggi. Kebaikan didefinisikan sebagai kesenangan sedangkan keburukan didefinisikan sebagai kesedihan.Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008.‖ Dalam buku karangan Kusmanadji (2004. Manfaat (utility) dalam teori ini didefinisikan sebagai kesenangan dan tidak adanya kesedihan. c. 2) Hedonisme. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Konsekuensi yang harus dipertimbangkan adalah konsekuensi bagi setiap orang. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ―Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap orang lain. bahwa benar salahnya tindakan tergantung pada baik buruknya konsekuensi tindakan tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Prinsip yang berpendiran bahwa kebenaran tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensinya. 36 . 5-6) membedakan teori teleleologi menjadi 3. Sesuai dengan namanya utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya ―bermanfaat‖ dalam mengukur baik dan buruk. 2). yaitu: 1) Konsekuensialisme. yaitu: a. kecuali pelaku. Dari ketiga teori tersebut. Jeremy Betham dan John Stuart Mill. teori teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris. Altruisme Etis Berlawanan dengan egoisme etis. 4) Universalisme.

bukan pada masing-masing tindakan secara individual. maka apakah akan ada orang yang dikorbankan? Anggap saja ada anjing gila. Kasus di atas hanyalah sebatas anjing bagaimana jika manusia? Bukan tidak mungkin hal ini terjadi bahkan sudah terjadi. Apapun yang menjadikan umat manusia secara umum lebih baik atau memberikan manfaat adalah kebaikan . Utilitarianisme Aturan berpendirian bahwa manfaat dapat diperhitungkan pada kelompok-kelompok tindakan. dan apapun yang menyebabkan umat manusia menjadi lebih buruk atau menimbulkan kerugian adalah keburukan. Penganut utilitarisme akan menjawab tentu yang baik jika anjing itu dibunuh. tentu dalam perkembangan peradaban 37 . Jika semua yang dikategorikan sebagai baik hanya diperoleh dari manfaat terbanyak bagi orang terbanyak. Utilitarianisme Pluralistik disebut juga utilitarianisme dalam arti luas yaitu dengan mengartikan kebaikan sebagai kesejahteraan umat manusia. anjing tersebut suka menggigit orang yang lewat.Utilitarianisme Klasik dan Utilitarianisme Pluralistik Utilitarianisme Klasik mendefinisikan kebaikan tertinggi adalah kesenangan (pleasure) dan keburukan tertinggi adalah keburukan (plain) dan semua tindakan harus dievaluasi dengan ukuran kesenangan dan kesedihan yang dihasilkan bagi semua orang yang dipengaruhi. Meski pun sudah dialami manfaat dari utilitarisme bukan berarti utilitarisme secara teoritis tidak memiliki masalah. Lalu saran 3 orang tadi dikemanakan? Apakah mereka harus menerima itu begitu saja? Kalau menurut teori ini YA. Utilitarianisme Tindakan dan Utilitarianisme Aturan Utilitarianisme Tindakan berpendirian bahwa dalam semua situasi seseorang seharusnya melakukan tindakan yang memaksimalkan manfaat (utility) bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang. 7 dari 10 orang menyarankan anjing tersebut dibunuh sedangkan 3 lainnya menyarankan dibunuh. Dapat pula dinyatakan suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu sesuai dengan seperangkat aturan yang keberterimaannya secara umum akan menghasilkan selisih terbesar dari kebaikan atas keburukan bagi setiap orang.

Teori Deontologi. 6) dalam kaitannnya dengan teori deontologi dikenal: a. Salah satu sebab mereka didiskriminasikan karena mereka minoritas. Kasus diskriminasi ras kulit hitam dan diskriminasi etnis Tionghoa sebelum tahun 1997 tampaknya tidak terdengar asing lagi di telinga. c. Deontologi Pluralistik Teori ini dikemukakan oleh William David Ross yang mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prime face). dan mayoritas berhak atas mereka. Oleh utilitarisme hal ini dibenarkan selama diskriminasi membawa manfaat. Kata deon berasal dari Yunani yang artinya kewajiban. b. Dalam buku karangan Ucok Sarimah (2008.ada sejarah diskriminasi ras mau pun etnis. Deontologi Monistik Teori ini mendukung suatu kaidah umum seperti ―the golden rule‖ sebagi prinsip moral tertinggi yang menjadi dasar untuk menurunkan kaidah atau prinsipprinsip moral lainnya. Teori deontologi sebenarnya sudah ada sejak periode filsafat Yunani Kuno. Deontologi Tindakan Menurut teori ini. Menurut Teori Deontologi perbuatan tertentu adalah benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau kaidah yang diikuti untuk berbuat. bila seseorang dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan. Deontologi Kaidah Suatu tindakan benar atau salah karena kesesuaian atau tidak sesuainya dengan suatu prinsip moral yang benar. Mengingat dalam keuangan yang ada kebanyakan adalah angkaangka. seseorang harus segera memahami apa yang harus dilakukan tanpa mendasarkan pada peraturan atau pedoman. d. Sudah jelas kelihatan bahwa teori deontologi menekankan pada 38 . Kelebihannya adalah ketika berkenaan dengan bisnis dan keuangan. 2. Perhitungan ala utilitaris ini dapat berlaku sebagai tinjauan atas keputusan yang akan diambil. tetapi baru mulai diberi perhatian setelah diberi penjelasan dan pendasaran logis oleh filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. jadi keputusan dapat diambil secara mudah berdasarkan jumlah terbanyak bagi manfaat terbanyak.

Menurut penilaian moral yang umum. Suatu tindakan secara moral benar jika dan hanya jika dalam melaksanakan tindakan tersebut seseorang tidak memperlakukan orang lain semata-mata sebagai alat untuk memenuhi kepentingannya sendiri. membayar hutang. Menurut Kant. tetapi menghargai orang lain sebagai tujuan akhir bagi dirinya sendiri. apakah boleh membantu orang tua? Tentu itu harus. f. Suatu tindakan secara moral benar bagi seseorang pada situasi tertentu jika dan hanya jika alasan untuk melakukan tindakan tersebut merupakan alasan yang ia harapkan dimiliki oleh orang lain pada situasi yang sama. membantu orang tua. seseorang tidak perlu barangkali bahkan tidak boleh membiarkan konsekuensi buruk dari perbuatan sebenarnya baik. jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. d. Tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). Suatu tindakan adalah benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut menghargai kapasitas orang untuk memilih secara bebas bagi dirinya sendiri. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral: a. dan tidak berbohong adalah perbuatan yang bisa diterima secara universal. otonomi makhluk rasional. Ross mengajukan jalan 39 . kira-kira seperti itulah kewajiban yang dimaksud.pelaksanaan kewajiban. Nah. filsuf lain yang dikaitkan dengan Teori Deontologi adalah William David Ross. dengan kata lain deontologi melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. c. jika orang itu mempunyai kemampuan untuk mencegahnya. Jika ditanya secara langsung apakah boleh menghina orang? Tidak boleh. e. Lalu apa itu kewajiban menurut deontologi? Sulit untuk mendefinisikannya namun pemberian contoh mempermudah dalam memahaminya. Deontologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan. b. Selain Kant. Tindakan atau prinsip itu berasal dari. Berbeda dengan utilitarisme yang mempertimbangkan hasilnya lalu dilakukan perbuatannya. Misalnya. Semua orang bisa terima bahwa berbohong adalah buruk dan membantu orang tua adalah baik. Tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk relasional sebagai tujuan akhir. tidak boleh menghina. dan menghargai. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban.

b. Teori keutamaan sering juga dikatakan sebagai teori yang membicarakan tentang karakter yang merupakan keutamaan moral. kita harus melunasi hutang moril dan materiil. Gratitude (kewajiban berterima kasih). Kita harus memastikan bahwa kebaikan dibagikan sesuai dengan jasa orang yang bersangkutan. Justice (kewajiban keadilan). Benefience (kewajiban berbuat baik). g. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. melainkan: apakah orang itu bersikap adil. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.keluar dengan mengidentifikasi tujuh kewajiban moral pada pandangan pertama (prima face). dll. atau murah hati. berbuat apa pun yang dapat kita perbuat untuk memperbaiki keadaan oarng lain. Artinya bahwa kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. i. Ketujuh kewajiban moral tersebut adalah: a. Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. Teori keutamaan (virtue) adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Self-improvement (kewajiban mengembangkan diri). h. n. murah hati. f. Kita harus mengembangkan dan meningkatkan diri kita dibidang keutamaan.2005) . Isu utama teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter apa saja yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. k. intelegensi. d. Non-maleficence (kewajiban tidak merugikan). Kita harus menepati janji yang dibuat dengan bebas. Teori Keutamaan (Virtue). m. baik eksplisit maupun implisit. jujur. c. e. dan sebagainya. j. l. atau jujur. 3. Kita harus membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita. (Velasquez. Kita harus memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian karena tindakan kita yang salah. Reparation (kewajiban ganti rugi). Karakter yang umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah: 40 . Fidelity (kewajiban menepati janji/kesetiaan). Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. dan mengatakan kebenaran.

Kesetiaan. Moderat ( tidak ekstrim. i. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat seseorang terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. k. hubungan bisnis tidak terkecuali. tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. Belas kasih. Rasa malu membuat solider dengan kesalahan perusahaan. g. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. tiga hal tersebut adalah: a. Sedangkan tujuan hidup dapat ditentukan dengan mempertanyakan ―apa akhir dari kehidupan manusia?‖. meningkatkan peluang untuk memperoleh apa yang diinginkan. Kesantunan. 41 . tanggung jawab untuk menjunjung tinggi dan melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu dan organisasi. Pengendalian diri yang baik. Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis. Disposisi. Keberanian/keteguhan. Bangga (tetapi tidak arogan). mensyaratkan niat baik dan tulus untuk menyampaikan kebenaran. berusaha secara maksimal dan masuk akal dalam memenuhi komitmen. Keandalan. c. Toleransi terhadap sesama. j. b. memastikan bahwa manfaat atau keuntungan dibagikan sesuai dengan jasa pihak-pihak yang terkait dan berhak. d. artinya dalam menerapkan etika keutamaan kita perlu memiliki pemahaman mengenai hakikat manusia dan tujuan hidup ini. keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia. e. o. Hakikat manusia dapat diketahui dengan lebih memahami watak dari manusia itu sendiri. dll. Berkeadilan.a. l. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. f. cenderung ke dimensi pada umumnya). n. menjadi peka m. Loyalitas berarti bahwa seseorang tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji. Etika keutamaan memerlukan konteks. Bahwa manusia di dunia hanya bagian dari perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal sehingga dalam pribadi manusia secara otomatis memiliki sifa-sifat keutamaan. Kejujuran. h.

Motivasi atau maksud pelaku sangat penting karena itulah yang mengarahkan kehendak. Keutamaan tidak dimiliki manusia sejak lahir. f. dll. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: a. Walaupun tidak mudah. Tiga Konsep Moral Yang Penting 1. melainkan diperoleh dengan cara membiasakan diri atau berlatih. Keutamaan cenderung bersifat permanen. Dengan demikian. yaitu kehidupan yang baik. Hak. Pemahaman dan menentukan karakter-karakter yang baik terhadap tujuan akhir. Keutamaan dapat saja hilang. MacIntyre). Agar seseorang pada akhirnya dapat memiliki keutamaan moral. Keberanian. e. Pembiasaan diri. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan tetap. b. Keutamaan merupakan sifat baik dari segi moral yang telah mengakar dalam diri seseorang. misalnya. adalah keutamaan yang diperoleh melalui pembiasaan diri melawan rasa takut. Keutamaan adalah kecenderungan tetap yang menyebabkan kehendak tetap pada arah tertentu. yang memungkinkan individu memilih secara bebas dalam memenuhi kepentingan atau menjalankan aktivitas tertentu dan melindungi pilihan-pilihan tersebut. Perilaku berkeutamaan disertai dengan maksud baik. Dalam melangsungkan kehidupan kesehariannya manusia senantiasa melakukan suatu tindakan. d. Kemauan/kehendak. Suatu tindakan dinyatakan benar apabila tindakan yang dilakukan sepenuhnya mewujudkan atau mendukung keutamaan yang relevan. Hak merupakan konsep moral yang penting. walaupun tidak berarti tidak bisa hilang. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor lingkungan. dimengerti sebagai ciri-ciri karakter yang memungkinkan untuk mencapai kebaikankebaikan sosial (Aristoteles.b. E. orang di sekitarnya. tindakan yang dilakukannya ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah. Memberikan kandungan atau makna terhadap tujuan akhir tersebut. Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Seseorang mempunyai suatu hak apabila orang tersebut memiliki klaim untuk bertindak dengan cara tertentu atau mempunyai klaim 42 . c.

atau kemanusiaan secara umum. Hak ini memiliki kekuatan karena berasal dari kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip etika yang lebih umum. Contoh kasus. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat seperti yang orang kehendaki. Hak khusus berkaitan denggan individu-individu tertentu. Contoh. terlepas apakah diakui atau tidak oleh hukum. Macam hak antara lain: a. Hak legal ini lebih banyak berbicara tentang hukum atau sosial. d. Hak khusus dan hak umum.Selain itu. mengharuskan pihak lain untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. maka setiap veteran yang telah memenuhi syarat yang ditentukan berhak untuk mendapat tunjangan tersebut. Hak ini dimilki oleh semua manusia tanpa kecuali. Hak moral lebih bersifat individu. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. b. Contoh.mengeluarkan peraturan bahwa veteran perang memperoleh tunjangan setiap bulan. Hak legal adalah hak yang diakui dan ditegakkan sebagai bagian dari hukum. Contoh adalah hak milik. Hak positif adalah hak yang mewajibkan orang lain bertindak untuk kita. c. Hak individual dan hak sosial. Hak umum adalah hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. 43 . saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan.. Di dalam Negara kita Indonesia ini disebut dengan ― hak asasi manusia‖.terhadap orang lain agar orang lain tersebut berbuat dengan cara tertentu. tidak dibatasi oleh juridiksi tertentu. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. karena instrumen ini menciptakan sejumlah hak dan kewajiban bagi individu-individu yang membuat perjanjian. Hak negatif berkorelasi dengan kewajiban pada pihak lain untuk tidak bertindak terhadap kita. Hak positif dan hak negatif. Hak legal dan hak moral. Hak negatif terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Hak moral meliputi hak-hak yang secara moral seharusnya kita miliki. hak moral biasanya dianggap universal karena hak ini dimiliki oleh semua umat manusia. hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Sumber utama kekuatan hak khusus adalah kontrak atau perjanjian.

Seringkali dijadikan sebagai kriteria tunggal untuk menilai benar/salahnya suatu perbuatan. Tidak adil berarti mengambil terlalu banyak kekayaan. c. Ada 2 tokoh dalam hal ini yaitu Aristoteles dengan konsep keadilan tradisional dan John Rawls dengan konsep keadilan egalitarian. akan tetapi sebagai anggota masyarakat bersama dengan anggota-anggota lain. keadilan terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus. e. 2. Negara tidak boleh menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hakhak yang ia miliki. b. Keadilan yang berlaku bagi keseluruhan ―keutamaan‖. Inilah yang disebut dengan hak sosial. dan ekonomi. berlaku dimana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. menolak untuk menanggung bagian yang wajar dari suatu beban. Berkaitan dengan ―keutamaan‖ pada situasi khusus. Menurut konsep tradisional (Aristoteles).Hak individual adalah hak yang dimiliki individu-individu terhadap negara. Keadilan khusus. Orang yang adil adalah orang yang selalu berbuat benar secara moral dan mematuhi hukum. kebanyakan hak adalah hak prima facie yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Hak sosial bukan hanya hak kepentingan terhadap negara saja. Keadilan. kehormatan atau manfaat lain yangg diberikan oleh masyarakat. Keadilan universal. Adil berarti mengambil hanya bagian yang patut atau tepat. politik. Keadilan khusus dibagi menjadi 3 macam yaitu: 44 . Namun ternyata hak tidak ada yang absolut. Menilai tindakan seseorang. Konsep keadilan dipergunakan untuk: a. memberikan kepada siapa saja (tanpa pandang bulu) apa yang menjadi haknya. Hak absolut. Menilai praktik-praktik dan institusi sosial. Mengapa? Menurut ahli etika. Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian. Berikut ini adalah penjelasannya: a. b.

(contoh: pembagian kompor gas). Seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban apabila terdapat 3 kondisi sebagai berikut: 45 . Dengan memberikan kompensasi maka keadaan si korban dapat dikembalikan seperti semula. Alasan yang mendasari adanya kompensasi adalah terjadi suatu kekeliruan atau kecelakaan yang disebabkan kelalaian sehingga menyebabkan seseorang dalam keadaan lebih buruk. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. misalnya merusak keseimbangan moral. Prosedur yang adil akan membuahkan hasil yang adil. bukan masalah jumlah absolut dari manfaat / beban yang diterima.1) Keadilan distributif (distributive justice). Isu atau permasalahan keadilan distributif muncul ketika kita menilai institusi sosial. Keadilan distributif bersifat perbandingan (comparative). maksudnya bahwa pertimbangan dalam keadilan ini adalah perbandingan antara jumlah bagian masing-masing orang yang menerima manfaat atau dibagi beban. Keadilan kompensasi tidak bersifat perbandingan. Jumlah kompensasi yang harus diberikan kepada korban ditetapkan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. politik dan ekonomi dalam kaitannya dengan pembagian manfaat dan beban dari usaha bersama kepada para anggota kelompok. sehingga keseimbangan moral tercapai kembali. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. yaitu keadilan prosedur dan keadilan hasil (distribusi yang sesungguhnya dicapai). Prinsip yang mendasari keadilan distributif adalah bahwa orang yang sama dalam keadaan yang sama harus diperlakukan sama. Keadilan ini diperlukan dalam kondisi: a) Manfaat yang akan dibagikan (yang tersedia) lebih sedikit daripada jumlah dan keinginan orang. (contoh kasus banyak terjadi di Aceh). Tujuan kompensasi adalah mengembalikan apa yang hilang dari seseorang akibat kesalahan orang lain (bersifat memperbaiki). b) Beban atau pekerjaan yang tidak menyenangkan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah orang yang bersedia memikul (banyak contoh). Keadilan distributif dapat ditinjau dari 2 segi. 2) Keadilan kompensasi (compensatory justice).

b) Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut. Jumlah hukuman yang dikenakan kepada pelaku kejahatan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing kasus. Isu keadilan kompensasi dan retributif memperbaiki kesalahan. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kesalahan. Seseorang dapat diminta bertanggung jawab secara moral atau dapat dikenai hukuman sehingga keadilan retributif tercapai. b) Orang tersebut sungguh-sungguh melakukan kejahatan. perspektif keadilan muncul pada saat kita berupaya berhubungan dengan pertanyaan: Bagaimana keadilan akan dapat dicapai ketika beberapa orang yang bebas dan setara berusaha mencapai tujuannya namun berbenturan dengan orang lain yang juga berusaha mencapai tujuannya (yang mungkin saja tidak setara). 3) Keadilan retributif (retributive justice). Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip.a) Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence). c) Hukuman harus konsisten dan proporsional dengan kesalahannya. Pemulihan keseimbangan moral dalam kasus ini dicapai dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki (dengan cara memberikan hukuman). Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). Alasan yang mendasari pemberian hukuman adalah seseorang yang melakukan suatu kejahatan telah merusak kesimbangan moral karena menjadikan orang lain dalam keadaan buruk. yaitu: 46 . Konsep keadilan ini mengakomodasi suatu kondisi dimana terjadi banyak perbedaan yang menimbulkan kesulitan untuk menetapkan keadilan secara absolut. c) Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Seseorang tidak dapat dikenai hukuman jika ia tidak tahu atau tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ia perbuat. sehingga diperlukan adanya personal judgement untuk menetapkan kewajaran. Keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). Keadilan retributif tidak bersifat perbandingan.

b) Prinsip b Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang rasional akan membuat pengecualian terhadap prinsip a dan menerima bagian yang lebih kurang sama atas beberapa barang primer. ―setiap orang akan menjadi lebih baik dengan ketidaksetaraan daripada kesetaraan. baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Kebebasan tidak boleh dipertukarkan dengan kemakmuran. sesuai dengan tugas dan kedudukan yang terbuka bagi semua pihak berdasarkan persamaan kesempatan (prinsip kesetaraan dalam kesempatan). tidak hanya di Indonesia. khususnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak beruntung. Ketidaksetaraan dalam kekayaan dan kewenangan adalah adil hanya apabila ketidak-setaraan itu mengakibatkan kompensasi manfaat/ keuntungan bagi setiap orang. 3.a) Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. artinya setiap hubungan khusus yang kita miliki dengan orang-orang (keluarga. Hal ini tidak sesuai dengan teori etika kepedulian Dalam masyarakat luas. dalam beberapa kasus. Kepedulian. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah objektivitas atau ketidak berpihakan (impartiality). kepedulian dan keberpihakan telah menjadi prinsip moral penting sebagaimana dikemukakan oleh pandangan etika kepedulian atau etika komunitarian (historis. pegawai) harus dikesampingkan pada saat kita mengambil keputusan atau melakukan tindakan. artinya seseorang yang mengikuti kedua prinsip ini tidak boleh mengorbankan kebebasannya demi pihak yang paling kurang beruntung (prinsip meningkatkan kemakmurannya. a) Prinsip a. teman. (dalam konteks manfaat dan beban). Setiap orang memilki hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebelum ketidaksetaraan berdasarkan prinsip b dapat diterapkan. dipelopori oleh 47 . Dengan demikian. b) Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga: menguntungkan perbedaan).

tetapi komunitas yang di dalamnya individu-individu menemuka diri mereka dengan memandang diri mereka sendiri sebagai bagian integral dari komunitas yang lebih besar. Yang penting dalam etika komunitarian bukanlah individu-individu yang terisolasi. e. religius. kesopanan. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. melainkan memberikan perhatian dan tanggapan terhadap kebaikan orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dekat dan bernilai. karenanya Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Menurut pandangan Etika Kepedulian. kebudayaan dan sejarahnya. kewajiban moral tidaklah mengikuti prinsip-prinsip moral universal dan imparsial. manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya. b. 48 . keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. dan bukan an act of man. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. namun mencakup juga sistem hubungan yang lebih besar yang membentuk komunitas konkret. Manusia hidup dalam jaringan norma moral. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. F. 2006 mengungkapkan peran dan manfaat etika sebagai berikut. 1.human act. sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom. 3. adat istiadat. 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira. Manfaat Dan Fungsi Etika Ketut Rinjin.gerakan Feminisme). Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri. 2. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya . hukum. c. etika tetap diperlukan karena: a. d. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. sehingga sering mendapat celahcelah hukum. dengan tradisi. Etika Komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. dan permainan. atau antara individu dengan kelompok. Hubungan konkret tidaklah terbatas antar individu. Sekalipun sudah ada norma hukum. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Oleh karena itu.

penyalahgunaannyapun absolute. Lebih jauh lagi. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia.4. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. masing-masing 49 . b. adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia dan merefleksikan ajaran moral. Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. pokoknya menang atau untung. disebut juga filsafat moral. c. even at all out‖ tujuan menghalalkan segala cara. dalam kehidupan nyata etika setidaknya mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaimana yang akan dikemukakan berikut ini. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Irmayanti. Pluralisme moral diperlukan karena: a. Absolute power corrupts absolutely‖ serta pemimpin ala Machiavellian. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Dr. b. Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik (karena itu ajaran moral). mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib. dkk. sehingga siapapun yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas. Manfaat etika adalah: a. tapi etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan. apapun resikonya. c. Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. yang galak seperti singa dan licin seperti belut. "the end justifies the means. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. Perlu diwaspadai bahwa 'power tends to corrupt". damai dan sejahtera. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional. jika kekuasaan itu absolut. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. Jadi kekuasaan harus disertai dengan pengawasan dan penegakan hukum. Menurut mereka. teratur. juga Popon Sjarif menyoroti sejauh mana etika mengatur tindakan manusia dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. 5. Etika. mengajak mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.

ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. 50 . b. adanya kode etik akan melindungi klien dari perbuatan yang tidak profesional sehingga diharapkan dapat menjamin kepercayaan masyarakat (klienklien) terhadap pelayanan yang diberikan oleh si profesional.dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. Kode etik adalah sistem norma. etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. kejujuran. Etika dapat membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya. kebebasan-tanggung jawab. hak-kewajiban dalam bentuk pelayanan/jasa sebaik-baiknya terhadap kliennya. Pertama. Kedua. Hal lain yang disoroti sebagai fungsi etika dalam pergaulan ilmiah adalah masalah bebas nilai. b. Peran etika menjadi nyata agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. penunjuk jalan bagi si profesional yang berdasarkan nilai-nilai etisnya: hati nurani. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. Mereka boleh meneliti apa saja sejauh itu sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitiannya. Adapun peran kode etik adalah sebagai berikut: a. kepercayaan. Tanggung jawab mahasiswa dan ilmuan dipertaruhkan ketika ia dalam proses kegiatan ilmiahnya terutama dalam sikap kejujuran ilmiah. a. Bagi seorang professional yang bergerak di bidang tertentu. sebagai ―kompas‖ moral. Fungsi etika profesi. melakukan riset dan sebagainya). Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa.

dan sarana yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Aristoteles. Stoicisme. memberi pemahaman tentang spektrum bidang terapan etika sekaligus menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis. Dari sekian banyak pengertian yang diberikan pada etika. Etika normatif (studi penentuan nilai etika). baik yang mutlak. Menurut Socrates. Ethikos. definisi etika dapat disimpulkan sebagai studi untuk memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik tersebut. etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. dengan 51 . Plato menyatakan bahwa summum bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan. etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis.  Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan. Sinis. dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan utama. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual.RANGKUMAN PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. Epicurus. Plato. Skeptis Etika hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan kebahagiaan tertinggi manusia. Menurut K. berarti timbul dari kebiasaan. Aristoteles lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama. yaitu sebagai berikut:   Meta-etika (studi konsep etika). SEJARAH ETIKA  Etika Filsafat Yunani Kuno: Socrates.  Etika Filsafat Yunani dan Romawi: Hedonisme. tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. sebagai suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa. menganalisis secara akurat. Bertens.

TEORI ETIKA  Teori Teleleologi. Tuhan telah menulis hukum moral di hati semua orang. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari perhitungan. Teori teleleologi disebut juga teori konsekuensialis.‖ Utilitarianisme mencakup empat prinsip. khususnya Albert (1193-1280) Besar. John Stuart Mill. Maksimalisme. yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk kebahagiaan.  Etika: Filsafat Evolusioner. yaitu Konsekuensialisme. Para Sinis mengajarkan kebalikan dari Hedonisme. dan khususnya antara etika dan teologi moral.  Etika: Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an. dan Duns Scotus (1274-1308). Sosialisme.kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. dan bahwa manusia benarbenar bijaksana atas hukum manusia. bahwa kesenangan adalah kejahatan. Nietzsche. Teori Teleleologi yang sangat menonjol adalah utilitarianisme. ii. Hedonisme. Thomas Aquinas (1225 -1274).  Etika: Sejarah Filsafat Etika: Kant. Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan sebagai berikut: ― Suatu tindakan adalah benar jika dan hanya jika tindakan itu menghasilkan selisih terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang. menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Bonaventura (1221-1274). jadi selama melakukan kewajiban berarti sudah melakukan kebaikan. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan Antisthenes.  Etika: Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika Sebuah garis tajam pemisahan antara filsafat dan teologi. Benar atau salahnya tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut. dan Universalisme. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal dan kewajiban terhubung dengan mereka. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. Altruisme. pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad Pertengahan. Deontologi tidak terpaku pada 52 .  Teori Deontologi Teori deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. 24 persegi).  Etika: Sejarah Moralitas Kristen Santo Paulus mengajarkan (Roma.

reparation. self-improvement. tindakan atau prinsip itu menghargai makhluk easional sebagai tujuan akhir.  Keadilan Aristoteles mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal dan keadilan khusus (keadilan distributif. Menurut Kant. dan non-maleficence. artinya kewajiban-kewajiban tersebut harus dilaksanakan kecuali ada kewajiban lain yang lebih penting atau pada situasi tertentu ada kewajiban lain yang sama atau lebih kuat. diantaranya kebaikan. Isu utama dari teori keutamaan adalah membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara moral. tiga hal tersebut adalah: 1. Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang menimpa dan merugikannya. Tujuh kewajiban moral. otonomi makhluk rasional. Ada tiga hal yang mencerminkan keutamaan. yaitu fidelity. gratitude. Hak positif dan hak negatif. Kemauan / kehendak 3. Hak absolut. Pembiasaan diri TIGA KONSEP MORAL YANG PENTING  Hak Hak adalah suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. dan tindakan atau prinsip itu berasal dari. Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban. William David Ross mengidentifikasi tujuh kewajiban moral (prima face). yaitu tindakan atau prinsip itu haruslah secara konsisten universal (dapat diuniversalkan). keberanian. justice. Macam hak antara lain: Hak legal dan hak moral. Karakter yang pada umumnya dianggap sebagai keutamaan moral adalah watak baik yang ada pada setiap individu. dan mengharrgai. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. terdapat tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip itu bermoral. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian 53 .konsekuensi perbuatan. dan retributif). benefience. Hak individual dan hak sosial. Disposisi 2. dll. Hak khusus dan hak umum.  Teori Keutamaan. kompensasi. kejujuran.

 Fungsi etika a. keadilan diartikan sebagai kewajaran (fairness). baru kemudian dapat menerapkan prinsip b. etika tetap diperlukan karena: a. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia. melakukan riset). Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Ketidaksetaraan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa. b. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah. Kode etik adalah sistem norma. b. 54 .  Kepedulian Etika Kepedulian meliputi jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. e. yaitu: a. b. Norma hukum cepat ketinggalan zaman. Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa. Fungsi etika profesi. Berdasarkan konsep Egalitarian (John Rawls). Setiap orang memiliki kebebasan yang sama. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran. Kedua prinsip di atas disusun menurut urutan prioritas artinya menjalankan prinsip a dahulu. Etika Komunitarian melihat komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus dilestarikan dan dibina. c. Keadilan menurut Egalitarian didasarkan pada 2 prinsip. Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan ‗kode etik‘. d. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari.hukuman terhadap pelaku kesalahan. c. ilmuwan terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar. MANFAAT DAN FUNGSI ETIKA  Sekalipun sudah ada norma hukum.

Etika Normatif d. Studi yang menunjukkan bahwa etika merupakan pengetahuan praktis dalam 5. Studi tentang prinsip-prinsip perilaku baik dan benar sebagai falsafat moral. a. Etika Terapan d. Aristoteles d. Etika Deskriptif b. Sokrates b. luhur dan baik dalam teori. Etika Analisis 4. Siapa tokoh yang dianggap menjadi penggagas etika pertama kali? a. Latin c. Norma-norma yang dianut oleh kelompok. Plato c. Meta-Etika c. Adanya penilaian atas moral tiap manusia di hari akhir 7. yang tidak ada gunanya dalam praktek. a. yang berasal dari bahasa … . Hukum alam d. b. a. Moralitas sosial 55 . Asal mula kata etika adalah ―ethikos‖. Apa yang dimaksud etika filsafat evolusioner? b. Phytagoras 6. Hukum moral berasal dari Tuhan c. Sistem yang ideal. Yang bukan pengertian etika adalah … . Apa yang menjadi dasar filsafat etika Immanuel Kant? a. d. a. Etika Normatif c. Hubungan Tuhan dengan dunia b. Etika Terapan b. Etika Deskriptif 2.SOAL-SOAL Pilihan Ganda 1. Romawi Kuno d. Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia c. Akal manusia c. golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar. Apa inti dari filsafat etika periode perkembangan Kristen? a. Moral didasarkan atas wahyu d. 3. Spanyol berbagai aspek kehidupan adalah … . Jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya suatu tindakan atau peristiwa termasuk di salam studi … . Hukum universal 8. Yunani Kuno b.

Universalisme 11. Akhlak manusia c. Perilaku manusia d. yaitu: a. Kewajiban berbuat baik c. Etika Deontologi d. Etika berdasarkan nafsu d. salah satunya adalah Fidelity. Berikut ini merupakan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan. Hak manusia 14. Etika hasil kreasi alam 9. Salah satu teori yang mendasarkan penilaian etis dari sisi konsekuensi/akibat dari suatu tindakan adalah: a. yaitu: a. Kewajiban manusia b. Hedonisme c. Otonomi c. Rasa malu b. kecuali: a. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dalam Utilitarianisme. Etika manusia hasil dari evolusi hewan buas zaman dahulu c. tetapi juga jumlah terbesar konsekuensi baik setelah memperhitungkan konsekuensi buruk. Maksimalisasi d. kecuali … a. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak hanya memiliki konsekuensi berupa beberapa kebaikan. Menganggap bahwa etika manusia adalah perkembangan alam b. Pembiasaan diri kecuali… a. Kewajiban tidak merugikan b. 56 . Keadilan 15. Tiga kriteria agar suatu tindakan atau prinsip adalah bermoral. Kebaikan b. Hal utama yang dibahas dalam teori keutamaan (virtue) ini adalah … a. Hal berikut ini merupakan contoh yang mencerminkan sifat-sifat keutamaan. Dalam tujuh kewajiban moral menurut Ross.a. Kewajiban ganti rugi d. Etika Keutamaan c. Kemauan/kehendak d. Universalitas b. Kewajiban menepati janji 13. Disposisi c. Etika Kantian b. Konsekuensi d. Menghargai makhluk rasional 12. Maksimalisasi b. Etika Teleleologi 10.

kecuali. Hak umum b. Hak yang melibatkan klaim terhadap setiap orang. 57 ... a. kecuali. a.c. sehingga sering mendapat celah-celah hukum. Hak absolut 18. Mengingat keterpurukan masa lalu c. 19. Mengingat orang-orang yang ada di sekitar 17. solvabilitas b. Perbuatan yang menyebabkan kerugian merupakan perbuatan yang salah atau merupakan kelalaian (negligence) b.... Mengingat masa depan yang terbentang d. Perbuatan orang yang bersangkutan merupakan penyebab sesungguhnya kerugian tersebut d. Sekalipun sudah ada norma hukum. Etika tidak mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran.. keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat. objektivitas 20. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari. a. c. Perbuatan yang membuat seseorang merasa rendah diri dan tersakiti karena tingkah laku kita c. Berikut ini adalah kondisi dimana seseorang mempunyai kewajiban moral untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang menjadi korban. Norma dan hukum cepat ketinggalan zaman. Orang tersebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian. Kelancangan 16. Norma hukum tidak dapat menjangkau wilayah abu-abu. kreativitas c. d. Tindakan berikut yang dapat dilakukan agar dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat melakukan tindakan keutamaan adalah … a.. atau kemanusiaan secara umum merupakan pengertian dari. Salah satu karakteristik pokok sudut pandang etika adalah. etika tetap diperlukan karena. b. Hak sosial d. subjektivitas d..... a. Hak moral c.. Kepercayaan diri d. Mengingat kesuksesan masa lalu b.

Mengapa banyak tokoh filsafat di awal terbentuknya berasal dari bangsa Yunani? 3. Berikan contoh-contoh hak yang termasuk hak umum! 58 . Jelaskan kaitan etika terapan dengan etika pada umumnya! 2. Sebut dan jelaskan tindakan yang mencerminkan sifat keutamaan! 5. Berdasarkan Teori Teleleologi dan Deontologi.Essay 1. bagaimana kita dapat menentukan bahwa suatu tindakan itu baik atau tidak baik? 4.

sikap. kebiasaan/adat. kandang. b. Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. c.BAB TEORI DAN KONSEP ETIKA II 3 Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami perbedaan etika dengan etiket serta pengertian nilai dan norma A. akhlak. protokoler dan lain-lain. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macammacam etika dalam kehidupan bermasyarakat. tata krama. tentram. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. Pengertian Etika. cara berpikir. tenang. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. padang rumput.watak. tentang hak dan kewajiban moral. Sedangkan arti ta etha yaitu adat . etika adalah: a. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Etika 1. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak. Bentuk tunggal kata ‗etika‘ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. perasaan.

etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. K. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. yaitu: usila (Sanskerta).Bertens. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. secara etimologis (asal usul kata). Jadi. c. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).kebiasaan. berarti moral. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). Jadi arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. Sedangkan kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. etika mempunyai arti sebagai : ―ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)‖. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus.2000). Istilah lain yang identik dengan etika. dan etika berarti ilmu akhlak. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar ―Dalam dunia bisnis etika merosot terus‖ maka kata ‗etika‘ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‗etika‘ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‗nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‘. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). 2000). lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. Bertens terhadap arti kata ‗etika‘ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. prinsip. Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab). Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. b. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‗etika‘ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik . mempunyai arti: a. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K.

nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. etika agama Budha. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Nilai-nilai kenikmatan Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak.dibalik. harapan-harapan. c. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Nilai-nilai kehidupan Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan. dan kesejahteraan umum. kesegaran jasmani. b. etika Protestan dan sebagainya. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : a. norma. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. b. Misalnya. . kebenaran maupun lingkungan. Menurut tinggi rendahnya. ilmu tentang yang baik atau buruk. c. dan moral. Etika berkaitan dengan nilai. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. dambaan-dambaan dan keharusan. nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu: a. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Nilai-nilai kejiwaan Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. Contoh : Kode Etik Jurnalistik. kumpulan asas atau nilai moral. bukan objek itu sendiri. Misalnya nilai keindahan.

Nilai-nilai kerohanian Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu: a. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral. Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa c. cipta) manusia. budi. yaitu: 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau . Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. yang bersumber pada perasaan manusia. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan. antara rohani dengan jasmaninya. dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia b. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis. e. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. santun. Manusia disebut etis. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian.d. Misalnya nilai-nilai pribadi. 4) Nilai religius. 2. d. yang bersumber pada unsur kehendak manusia. Macam-Macam Etika.

karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. b. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. direktif dan reflektif. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. b. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jenis pertama. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23). sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. yaitu sebagai berikut: a. Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. sebagai berikut: a. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. menganjurkan dan merefleksikan. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Etika Normatif.norma-norma yang dikaitkan dengan etika. Jenis kedua. Etika Deskriptif. cukup informasi. . Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. Jenis ketiga. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. c. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.

padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. dan sebagainya tentang barang itu.Definisi etiket. menurut para pakar ada beberapa pengertian. Perbedaan Etika dan Etiket 1. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. 2. dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain. Hubungan Etika dengan Manusia. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. tata krama dalam pergaulan formal. walaupun ada persamaannya. Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun. cara bersalaman. Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. seperti cara berpakaian (tata busana). Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. cara berbicara. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak .Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi.B. yaitu: 1. isi. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). cara duduk. C.

Etika dan Etiket. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam. publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. kata ini hampir mirip dengan etika. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma. nilai atau . Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ‖etiket‖. sebut saja etika bisnis dan etika profesi. karena sedikitnya literatur. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan di beberapa perguruan tinggi. yang telah diberikan karunia berupa akal. Di berbagai kesempatan. Wajar saja. Berbeda dengan kata etika. etika di dalam Islam sama dengan akhlaq. akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. Banyak orang sangat familiar dengan kata ―etika‖. kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. namun maknanya tidak mirip sama sekali. 2. karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab.sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. Dari segi ejaan. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika.

seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. Begitu pula dengan seorang koruptor. senyamsenyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. maka saya dianggap melanggar etiket. berjas rapih. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. Bertens dalam bukunya yang berjudul ―Etika‖ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika. senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. . Sebagai contoh. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah. ―Jangan mencuri‖ merupakan suatu norma etika. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. 2. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. maka etiket tidak berlaku. rapih dalam berpakaian. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. maka saya dianggap melanggat etiket. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri.agama tertentu. ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya. Lihatlah mereka. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. berbicara sopan. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. Ini karena ia adalah orang yang disiplin. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain). Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. mafia kasus. yaitu : 1. namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket. K. selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral.

Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. bermutu. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. dan berguna bagi manusia. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas- . Pengertian Nilai. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. ―Jangan mencuri‖. D. 4. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etiket bersifat relatif. tapi di dalam penuh kebusukan. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Etika memandang manusia dari segi dalam. Nilai adalah sesuatu yang berharga. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan.Etika selalu berlaku. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai ―manusia berbulu ayam‖. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Etika bersifat absolut. menunjukkan kualitas. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. dari luar sangan sopan dan halus. Nilai 1. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. 3. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. ―Jangan membunuh‖ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. sifatnya belum operasional. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik.

nilai identik dengan apa yang diinginkan. Driyarkara (1966.batasyang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. g. b.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek. nilai ide platonic esensi. (Value is any idea. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat. A.yang pantas. e.W. Pengertian Nilai Para Ahli. 2. a. yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. Fraenkel (1977:6) Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh sesorang. f. Hendropuspito Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.38) Nilai adalah hakekat suatu hal. c. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari d. nilai merupakan sarana pelatihan kita. biasanya mengacu kepada estetika (keindahan). Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.berharga.Z. Kuntjaraningrat (1992:26) . about what some one think is important in life) h. M. nilai pengalaman pribadi semata. a concept . etika pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. Nilai sama dengan sesuatu yang menyenangkan kita.

2. patuh tidak patuh. 184) “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. o. . suatu keyakinan. melampaui situasi spesifik. Darji Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani n. berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu. benar salah. John Dewey Value is any object of social interest j.” p.Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat. 1973 hal. (Schwartz. varying in importance. pujian dan kecaman.I. 3. Encylopedi Brittanca 963 Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. 1994 hal. harapan dan penyesalan.” q. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai dalam hidup. Soelaeman Agama diarahkan pada perintah dan larangan. M. (Feather. yang penting dan berguna serta menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya. k. adil tidak adil m. (Rokeach. that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. dorongan dan cegahan. 5) “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. benar dan adil l. Kosasih Jahiri Tuntunan mengenai apa yang baik. Endang Sumantri Sesuatu yang berharga. i. 21) “Value as desireable transsituatioanal goal.” Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah 1. 1994 hal. ukuran baik buruk.

conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power. achievement. hedonism. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. 1994. terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai.4. dan kejadiankejadian. Rokeach. 1985). di mana ‗lebih diinginkan‘ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku (Kluckhohn dalam Rokeach. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. Schwartz. stimulation. suatu keyakinan. dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. Schwartz mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme. tradition. Sebagaimana terbentuknya. 1973). 1994). 1994. Schwartz menambahkan bahwa sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence. self-direction). yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya. Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‗diinginkan‘. maka nilai menjadi tahan lama dan stabil (Rokeach. ‗Lebih diinginkan‘ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku. security). kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik (Feather. motif sosial (interaksi). individu. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Grube. Jadi. dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai. masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu (Danandjaja. dan tuntutan institusi sosial (Schwartz & Bilsky. yaitu: a. mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku. agama. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah. serta 5. tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. b. nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Mayton II & Ball-Rokeach. Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua. . 1987). atau kedua-duanya (universalism. 1973.

Nilai khusus (spesific values) tipe nilai ini adalah : social power. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : pleasure. dan ditambah pengaruh pengalaman sosial. serta jika interaksi sosial dan institusi menuntutnya. yaitu : 1. wealth. Stimulation Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik akan variasi dan rangsangan untuk menjaga agar aktivitas seseorang tetap pada tingkat yang optimal. walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. Tipe nilai ini mengutamakan kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. Schwartz (1992. capable. Dari hasil penelitiannya di 44 negara. enjoying life. tantangan dalam hidup. Hedonism Tipe nilai ini bersumber dari kebutuhan organismik dan kenikmatan yang diasosiasikan dengan pemuasan kebutuhan tersebut. yaitu transformasi kebutuhan individual akan dominasi dan kontrol yang diidentifikasi melalui analisa terhadap motif sosial. ambitious. 4. 1985). . varied life. Power Tipe nilai ini merupakan dasar pada lebih dari satu tipe kebutuhan yang universal. akan menghasilkan perbedaan individual tentang pentingnya nilai ini. preserving my public image dan social recognition. exciting life. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. Unjuk kerja yang kompeten menjadi kebutuhan bila seseorang merasa perlu untuk mengembangkan dirinya. authority. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : daring. Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pencapaian status sosial dan prestise.1973). Unsur biologis mempengaruhi variasi dari kebutuhan ini. Salah satunya adalah bila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap (Danandjaja. Achievement Tujuan dari tipe nilai ini adalah keberhasilan pribadi dengan menunjukkan kompetensi sesuai standar sosial. influential. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah kegairahan. 2. serta kontrol atau dominasi terhadap orang lain atau sumberdaya tertentu. 3. Nilai khusus yang terdapat pada tipe nilai ini adalah: succesful.

inner harmony. dorongandorongan individu yang dipandang tidak sejalan dengan harapan atau norma sosial. mencipta. curious. freedom. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah penghargaan. dan penerimaan terhadap kebiasaan. Tipe ini dapat berasal dari dua macam kebutuhan. independent. equality. keyakinan. toleransi. dan perlindungan terhadap kesejahteraan umat manusia. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : creativity. moderate. Contoh nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : broad-minded. yaitu kebutuhan interaksi yang positif untuk mengembangkan kelompok. Bila prososial lebih pada kesejahteraan semua orang pada semua kondisi. loyal. serta interaksi dari tuntutan otonomi dan ketidakterikatan. komitmen. tradisi. devout. Self-direction Tujuan utama dari tipe nilai ini adalah pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent). social justice. Benevolence Tipe nilai ini lebih mendekati definisi sebelumnya tentang konsep prososial. adat istiadat. Nilai khusus yang . 8. 7. dan kebutuhan organismik akan afiliasi. Tradition Kelompok dimana-mana mengembangkan simbol-simbol dan tingkah laku yang merepresentasikan pengalaman dan nasib mereka bersama. dan norma bertingkah laku. Ini diambil dari kebutuhan individu untuk mengurangi perpecahan sosial saat interaksi dan fungsi kelompok tidak berjalan dengan baik. atau agama.5. Tradisi sebagian besar diambil dari ritus agama. 9. Tipe nilai ini mengutamakan penghargaan. true friendship. responsible. accepting my portion in life. Universalism Tipe nilai ini termasuk nilai-nilai kematangan dan tindakan prososial. respect for tradition. memahami orang lain. seperti memilih. tipe nilai benevolence lebih kepada orang lain yang dekat dari interaksi sehari-hari. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : helpful. Conformity Tujuan dari tipe nilai ini adalah pembatasan terhadap tingkah laku. wisdom. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : humble. honest. mature love. Self-direction bersumber dari kebutuhan organismik akan kontrol dan penguasaan (mastery). menyelidiki. 6. choosing own goals. Tujuan motivasional dari tipe nilai ini adalah peningkatan kesejahteraan individu yang terlibat dalam kontak personal yang intim. forgiving.

Tipe nilai stimulation dan self-direction. keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri 2. 10. hubungan antar manusia. Ini berasal dari kebutuhan dasar individu dan kelompok. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai. keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri 3. reciprocation of favors. Security Tujuan motivasional tipe nilai ini adalah mengutamakan keamanan. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut : 1. dan stabilitas masyarakat. harmoni. clean. Struktur Hubungan Nilai. social order. Sebaliknya. family security. karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain. keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang 5. Selain adanya 10 tipe nilai ini. sense of belonging. Tipe nilai self-direction dan universalism. Misalnya.termasuk tipe nilai ini adalah : politeness. keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya . asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis. Nilai khusus yang termasuk tipe nilai ini adalah : national security. praktis. Tipe nilai ini merupakan pencapaian dari dua minat. Schwartz juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan hubungan di antara nilai-nilai tersebut. yaitu individual dan kolektif. Tipe nilai power dan achievement. 3. dan diri sendiri. healthy. pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence. Tipe nilai hedonism dan stimulation. keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri 4. honoring parents and elders. dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. self discipline. obedient. Tipe nilai achievement dan hedonism. pencapaian nilai benevolence dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial.

ketaatan terhadap aturan tradisional. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self-enhancement maupun openness to change. keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri 10. dan security. Tipe nilai universalism dan benevolence. yaitu : 1. Tipe nilai conformity dan tradition. keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial 12. dan perlindungan terhadap stabilitas.keragaman dari hakekat kehidupan 6. Tipe nilai security dan power. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-enhancement adalah achievement dan power. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. Tipe nilai benevolence dan conformity. Tipe nilai benevolence dan tradition. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. Tipe nilai tradition dan security. Tipe nilai conformity dan security. keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup 11. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self-transcendence adalah universalism dan benevolence. tradition. keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi 7. keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada 9. Dimensi yang kedua adalah dimensi self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi self-enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity. 2. keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi 8. . keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada.

1992. yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai sebagai diinginkan atau tidak diinginkan. sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional. bisa dipengaruhi dan diubah. Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari. 4) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. Schwartz. Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan (Feather. Nilai sebagai standar (Rokeach. Rokeach.. 5) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain. fungsinya ialah: 1) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu (Feather. Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach. Schwartz. Grube dkk. b. 3) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. 2) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain. c. 1994). Schwartz. Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan.4. selain tuntutan sosial (Feather. Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. 1994). Fungsi Nilai. Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) Dari definisinya. 1973. yang bisa diprotes dan dibantah. Nilai itu sendiri merupakan keyakinan yang tergolong preskriptif atau proskriptif. sikap. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: a. nilai adalah keyakinan (Rokeach. memberitahu individu akan keyakinan. 1973. 1994. nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda. . 1973. memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz. 1995. 1992. 1994). Schwartz. Feather. terutama keterkaitannya dengan tingkah laku. Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan. 1994). 1994). d. 1994). 1994) sehingga pembahasan nilai sebagai keyakinan perlu untuk memahami keseluruhan teori nilai. 1973. 1994.

Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. Ia melakukan wawancara dengan para responden yang dimintanya untuk menjawab pertanyaan tentang nilai apa yang menjadi tujuan akhir mereka. Schwartz. Sejalan dengan hal ini. Antonovsky dan Sagiv (1997) melihat hubungan antara respon terhadap social desirability dan skala nilai berdasarkan pelaporan diri. b. stimulation. achievement dan power. 5. Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. tapi juga predisposisi untuk bertingkah laku yang sesuai dengan perasaan terhadap obyek dari keyakinan tersebut. Jadi pengukuran nilai yang menggunakan skala pelaporan diri pada penelitian yang banyak dipengaruhi aspek social desirability seperti dalam penelitian ini (mis.Hal ini sesuai dengan definisi dari Allport bahwa nilai adalah suatu keyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya (dalam Rokeach. dalam konsep Rokeach. Teknik ini telah digunakan oleh Rokeach (1973) untuk menggali nilai-nilai apa saja yang dimiliki seseorang. maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan. Pengukuran Nilai. Cara lain yang digunakan untuk mengetahui nilai individu adalah dengan teknik wawancara. termasuk untuk membedakan antara nilai ideal normatif dan nilai faktual yang ada saat ini. tingkah laku seksual) kurang baik. (1991) mengemukakan bahwa keyakinan. Robinson dkk. Verkasalo. Selama ini pengukuran nilai didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran (mis. memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: a. self-direction. bukan hanya pemahaman dalam suatu skema konseptual. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Evaluasi diri membutuhkan pemahaman kognitif maupun afektif terhadap diri sendiri. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. Schwartz value survey). Rokeach value survey. yaitu pada tipe nilai hedonism. . Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku. 1973). Mereka membuktikan bahwa terjadi bias pada pengukuran nilai yang mengandung aspek social desirability tinggi.

Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. dapat menggambarkan nilai-nilainya. itu dikarenakan beberapa faktor. Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku.Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya. E. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Norma Agama Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma Hukum 2. apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. Norma Kesopanan d. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. Norma Kesusilaan c. ekonomi dan lain-lain. Norma terdiri dari beberapa macam. c. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik. dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. d. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut. nilainya yang dominan akan teraktivasi. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia mengevaluasi topik tersebut. Norma Kebiasaan (Habit) e. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat. Pengertian Norma. orang tersebut cenderung melanggar . Norma Agama b. tertib dan sentosa. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Jadi. Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat. antara lain yaitu : a. apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. a. diantaranya adalah faktor pendidikan. Norma 1.

Norma Kesopanan Sebuah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. . Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal. laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. 2) ―Kamu dilarang mencuri‖. Norma ini merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah. 3) ―Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia‖. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya. tata krama atau adat istiadat. Norma Kesopanan ini timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1) ―Kamu dilarang membunuh‖. 5) ―Kamu jangan menipu‖. kepatutan. karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa ―siksa‖ kelak di akhirat. 2) ―Kamu harus berlaku jujur‖. 3) ―Kamu harus patuh kepada orang tua‖. 4) ―Kamu dilarang membunuh sesama manusia‖. b.norma-norma agama. dapat diterima oleh seluruh umat manusia. Norma Kesusilaan Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. c. atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain‖. Dengan kata lain norma kesusilaan merupakan peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. 4) ―Kamu harus beribadah‖. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan.

mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. doktrin. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat. yaitu kekuasaan negara. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa.Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia. diwajibkan mengganti kerugian‖. sanksinya berupa ancaman hukuman. 4) ―Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua‖. d. kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar. e. . Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain. sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan. 2) ―Jangan makan sambil berbicara‖. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. kebiasaan. terutama wanita yang tua. Norma Hukum Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). hamil atau membawa bayi‖. misalnya jual beli. Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun‖. yurisprudensi. dan agama. bus dan lain-lain. Kegiatan melakukan acara selamatan. Norma Kebiasaan (Habit) Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulangulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Norma Hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom. 3) ―Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat‖ dan. Contoh norma ini diantaranya ialah : 1) ―Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api. 2) ―Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan.

Jika cara itu dilakukan. Adat Istiadat (Custom) Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan polapola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adapt istiadat. Tata kelakuan.3) ―Dilarang mengganggu ketertiban umum‖. Cara (Usage) Cara mengacu pada suatu bentuk perbuatan yang lebih menonjolkan pada hubungan antarindividu. Dalam suatu masyarakat. kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. Tata Kelakuan (Mores) Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku. cemoohan. Misalnya. Norma dari Sudut Pandang Umum. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat. Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). tetapi diterima sebagai norma pengatur. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia. atau ejekan. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. 3. cara makan seperti itu dianggap tidak sopan. Misalnya. orang yang mengeluarkan bunyi dari mulut (serdawa) sebagai pertanda rasa kepuasan setelah makan. norma dapat dibedakan sebagai berikut. Misalnya. sikap. d. larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah (incest). Penyimpangan pada cara tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. c. sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. orang lain akan merasa tersinggung dan mencela cara makan seperti itu. Anggota masyarakat yang . a. b. di satu pihak memaksakan suatu perbuatan. tetapi sekadar celaan. Norma juga bisa berarti sebagai aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku.

Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Misalnya. termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga suatu saat keadaannya pulih kembali. maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. sering kita temukan perbedaan antara norma di suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Jika terjadi perceraian. orang yang melakukan pelanggaran. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Norma pada umumnya berlaku dalam suatu lingkungan. Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Oleh karena itu. lingkungan sekolah. hukum adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri.melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras. Masyarakat yang menginginkan hidup aman. lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. . sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. tentram dan damai tanpa gangguan.

dan sebagainya tentang barang itu. Stimulation 5. Conformity 10. . tentang hak dan kewajiban moral. Nilai adalah sesuatu yang berharga. (2)Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak.RANGKUMAN 1. 5. yaitu : 1. (3)Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat. dan berguna bagi manusia. Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar. bermutu. 6. ketaatan terhadap aturan tradisional. Macam Etika bisa dikelompokkan sebagai Etika Deskriptif dan Etika Normatif 3. 4. Hedonism 4. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ―etiket‖. Schwartz (1992. isi. Universalism 7. Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik. Self-direction 6. Tradition 9. pengertian etika ada tiga yaitu: (1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Power 2. (2) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia. yaitu: (1) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. Achievement 3. Security. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. menunjukkan kualitas. yaitu : (1) Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. 2. Benevolence 8. dan perlindungan terhadap stabilitas (2) dimensi pada self-transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia hakekatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensi selfenhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain.

11. Norma Kebiasaan (Habit) dan Norma Hukum. Apa arti nilai menurut kuntjaraningrat? berikan penjelasan! 3. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman. Macam-macam norma yng berlaku di masyarakat. Apakah yang dimaksud dengan Dimensi opennes to change. Schawartz mengungkapkan bahwa ada 10 tipe nilai yang dianut oleh manusia. Norma Kesusilaan. Orang yang lebih mudah untuk menemukan teman baru tetapi juga mudah untuk mendapatkan musuh karena sifatnya yang sombong termasuk dalam tipe yang . Fungsi utama dari nilai (1)Nilai sebagai standar (2) Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan motivasional (4) Nilai Sebagai Keyakinan (Belief) 8. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma Kesopanan.7. (3) Fungsi LATIHAN 1. Pengukuran nilai biasanya didasarkan kepada hasil evaluasi diri yang dilaporkan oleh individu ke dalam suatu skala pengukuran atau dengan teknik wawancara 9. Jelaskan perbedaan etika dan etiket! 2. jelaskan masing-masing dari nilai tersebut dan berikan penjelasan mengenai tipe-tipe nilai tersebut! 4. sebutkan contohcontoh yang termasuk dalam dimensi ini! 5. tertib dan sentosa. Indikator yang digunakan untuk menentukan nilai-nilaiseseorang antara lain (1) bagaimana cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu (2) tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari (3) memotivasi tingkah laku 10. Norma Agama.

bagaimana pendapat anda dengan permasalahan seperti ini? 9. Ada seorang preman yang dikampung selalu meminta uang dari orang-orang kaya yang ada di kampungnya. etika dan etikaet. Jelaskan fungsi nilai yang paling penting menurut anda! Berikan contohnya dalam kehidupan nyata! 7. Orang yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan rasa penyesalan dalam diri karena bertabrakan dengan hati sanubarinya. Orang yang melanggar norma hukum akan mendapat hukuman. bahkan tidak jarang mencuri dari orang-orang kaya itu. namun uang yang didapatnya digunakanuntuk membantu orang-orang yang di sekitarnya terutama untuk fakir miskin dan orang yang kurang mampu karena preman ini ingin membantu tetapi tidak punya pekerjaan. hukuman itu sendiri bersifat mengatur dan memaksa. Dari masalah nilai.mana menurut Schwartz? Jelaskan jawaban anda! 6. dan mereka tidak merasa menyesal. Sebutkan perbedaan dari mengatur dan memaksa itu sendiri! 10. Jelaskan beda antara nilai dan norma! Berikan contohnya sehingga mudah untuk dipahami! 8. sedangkan orang kaya ini sombong dan itdak mau membantu yang lain. jelaskan masalah ini dengan teori-toeri yang sudah ada! . norma. namun saat ini banyak orang melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan kebenaraan hati.

terus berkembang. eksistensi dan penerapan etika dalam dunia bisnis dan profesi. ketika menyeruak skandal-skandal keuangan seperti enron di AS. menyindir para pebisnis dan profesional dengan mempertanyakan. Mereka menuntut perlunya para penyelenggara negara memperhatikan etika. Demikian pula. Dampak langsungnya. Apalagi dengan perkembangan kehidupan sosial ekonomi budaya dan teknologi yang mendorong munculnya gejala-gejala moral yang fenomenal. ―masih adakah yang namanya etika itu?‖ Etika dalam kehidupan keseharian adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan keseharian. berarganisasi dan dalam menjalankan profesi. Mereka. misalnya. Kenyataan ini menunjukkan perhatian dan minat orang-orang terhadap etika dan seluk beluknya. misalnya. Memahami urgensi etika profesi 3. Memahami pengertian etika profesi 2. Etika Kita sering mendengar. membaca. menganggap bahwa banyak politisi berperilaku tidak etis atau tidak mempertimbangkan etika lagi. bahkan juga untuk pelaksanaan kampanye pemilihan umum. Pengertian Profesi dan Etika Profesi 1. Memahami prinsip-prinsip etika profesi A.BAB ETIKA PROFESI 4 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Sejumlah pengamat. terus 4 . dan mengusulkan agar disusun suatu kode etik bagi para anggota legislatif. dan penyelenggara lainnya. atau bahkan menggunakan. sejumlah pihak menegaskan kembali perlunya fondasi etika dalam berbisnis. istilah etika di berbagai kesempatan.

Pengertian Profesi Profesi berasal dari bahasa latin ―Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus. menciptakan. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. Dimulai dari ketika ia melakukan pemikiran. 2. 5 . di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi. Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Seorang petugas staf administrasi biasa berasal dari berbagai latar ilmu. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi. hampir semua profesi yang ada saat ini memiliki kode etika profesi yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan tertulis. Tentu saja memiliki sanksi sebagaimana peraturan lainnya bagi pelaku yang dianggap melanggarnya. etika merupakan prinsip-prinsip moralitas yang mengatur dan menjadi pedoman bagi para pelaku bisnis atau profesi. Mengingat begitu pentingnya etika. namun tidak demikian halnya dengan Akuntan. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia.berkembang dan semakin meningkat.Dalam dunia bisnis atau profesinal. mencakup sifat manusia. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. dan mengambil berbagai keputusan dalam menjalankan bisnis atau profesinya. Pengacara.

Syarat Suatu Profesi 1) Melibatkan kegiatan intelektual. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. profesi memnag suatu pekerjaan. 6 . tetapi seorang penjahat yang pada dasarnya anti moral atau immoral. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. tetapi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya.Secara populer sedikitnya ada dua pengertian yang diberikan pada istilah profesi. profesi sering dibedakan ke dalam dua jenis. seorang pencopet. Kedua. Istilah profesi dalam bab ini. d. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. kerenanya. Ciri-ciri suatu profesi diantaranya adalah: a. keamanan. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. profesi adalah bidang pekerjaaan yang dialnadasi oleh pendidikan keahlian tertentu. 3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. kelangsungan hidup dan sebagainya. maka menyatakan ―pencopet‖ adalah profesi tentulah tidak tepat. pekerjaan yang ditekuni dan menjadi tumupuan hidup. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. bukanlah seorang profesional. Tegasnya. selain mengandung arti pekerjaan sebagai panggilan dan tumpuan hidup dan standar yang tinggi. sebagaimana dapat kita pahami nanti. e. b. Selain itu. 5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. 4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Karena nilai-nilai moral ini. juga berarti pekerjaan yang bercirikan keluhuran dan komitmen moral yang tinggi. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Adanya pengetahuan khusus. Ciri-Ciri dan Syarat Profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 3. Suatu profesi dibangun dengan landasan yang bermoral karena seorang profesional memang dituntut untuk menghasilkan kinerja berstandar kualitas tinggi dan mengutamakan kepentingan publik. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. c. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. lebih dari sekedar pekerjaan. yaitu profesi baisa dan profesi luhur. Pertama. 2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.

mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi dilandasi dengan kmitmen moral yang tinggi pula. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yangmendasari praktek pelaksaan. Profesional (seorang profesional) adalah orang yang menjalani suatu profesi. Mengingat makna profesi dan profesional itu. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belumtentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Adapun hal yang perludiperhatikan oleh para pelaksana profesi. Etika profesi atau etika profesional merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan komunitas profesi. maka etika profesi merupakan unsur atau dimensi yang tak terpisahkan dari setiap profesi. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitandengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian. Akan tetapitanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi.6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. dan karenanya. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlahperlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen(klien atau objek). Pengertian Etika Profesi. 7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. juga belum cukup untuk menyatakan suatupekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi dengan keahlian saja yangdiperoleh dari pendidikan kejuruan.Sehingga perlu pemahaman atasetika profesi dengan memahami kode etik profesi. profesi dapat dengan mudahnyadisalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorangdibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasilmengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hakpencipta atas program yang dikomesikan itu. 1994: 6-7). etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. dan penguasaan teknik intelektual yang merupakanhubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. 4.Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untukkepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. 8) Menentukan standarnya sendiri. dalam hal ini adalah kode etik. Etika profesi 7 .

ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional) non-propfesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan atau kemampuan profesional. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational ethics) yang mengatur praktik. Dengan demikian. Etika profesi merupakan jantung harapan publik dalam kaitannya dengan tingkat kepercayaan dalam pekerjaan yang dikategorikan dengan sebutan profesional. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Sebagai bidang etika terapan. 8 . etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. Etika profesi atau etika profesional merupakan suatu bidang etika (sosial) terapan. Dengan berpedoman pada nilai-nilai etis. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakta yang berstandar tinggi. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersamaoleh para anggota profesi. Masyarakat menghargai profesi yang memegang teguh standar etika yang tinggi dan akan memandang rendah profesi itu jika kepercayaan yang mereka berikan dikhianati. dan karena itu jasa mereka sangat dibutuhkan dan dihargai oleh masyarakat. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. dalam kaitannya dengan profesi. yang antara lain digariskan dalam kode etik profesi. Namun demikian. para profesional meraih dan memiliki reputasi yang tinggi. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan.merupakan pembeda utama antara para profesional dengan orang-orang yang sekedar ahli di bidang yang mereka pilih untuk ditekuni ( pekerjaan). Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umumnya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan.

pengacara. Menurut UU no. yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. pengalaman. dapat diterapkan pada bidnag pekerjaan atau kehidupan yang lain.kekuasaan atau keahlian. penjahit akan mengambil alih pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Perbedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas pra profesional seperti dokter. yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. Kode etik . pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. tingkah laku dan perbuatan dalammelaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. Namun demikian tetap perlu diingat. Misalnya. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. dan akuntan. atau sebaliknya. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. 9 . dan hubungan dengan klien. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. Kode Etik Profesi Kode. adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. 8 (pokok-pokok kepegawaian). Kode etik profesi adalah pedoman sikap. misalnya untuk menjamin suatu berita. pengetahuan. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : a. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. Tuntutak akan standar profesionalisme dan etika untuk para profesionaladalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. 5.

salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus.b. pemikiran etis tidak berhenti. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. Salah satu contoh tertua adalah . Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan citacita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.Tetapi setelah kode etik ada. Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. c. Dengan membuat kode etik. yaitu profesi.Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalangan sosial). SUMPAH HIPOKRATES. karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. 10 . Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru.

Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Sanksi dikeluarkan dari organisasi c. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbangan-pertimbangan lain. Sanksi moral b. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.Sanksi Pelanggaran KodeEtik : a. b. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya normanorma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : a. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional. Namun demikian. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri.Kode etik ini lebih memperjelas. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi. 11 .

dan masyarakat pada umumnya b. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. Hal ini disebabkan perbedaan adat. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. Menentukan baku standarnya sendiri. Tujuan Kode Etika Profesi Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya 12 . Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi f. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya e. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. kebiasaan. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: a. Urgensi Etika Profesi Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. B. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas. h. institusi. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu d.c. 6. kebudayaan. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya g. j. i. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan c.

tanpa catatan.Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan. sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. dalam bahasa yang baik.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita . Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari.Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.Kita harus menggunakan keputusan yang etis untuk bertindak sesuai dengan semangat kode etik profesi. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. protokoler dan lain-lain. tata krama. bukan kepatuhan membuta. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agara mereka senang.Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. tentram. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilainilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.Bukan algoritma sederhana yang dapat menghasilkan keputusan etis atau tidak etis Kadang-kadang bagian-bagian dari kode etik dapat terasa saling bertentangan ataupun dengan kode etik lain. Selanjutnya.Kode etik yang baik menggariskan dengan jelas prinsip-prinsip mendasar yang butuh pemikiran. lengkap. tenang. dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki. yang tidak dipaksakan dari luar.Begitu juga dengan etika profesi yang keberadaannya sangat diperlukan bagi kalangan professional.manusia bergaul. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindaksecara tepat dalam menjalani hidup ini. karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan 13 .

Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat ―built-in mechanism‖ berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. c. Prinsip integritas moral yang tinggi. apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum.pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Prinsip-Prinsip Etika Profesi. d. Prinsip dan Peranan Etika Profesi 1. b. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto. Terdapat beberapa prinsip yang melekat dengan etika profesi diantaranya adalah sebagai berikut: a. Otonomi. C. 14 . sesama profesi sendiri. Tanggung jawab. Tanpa etika profesi. 1999). Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya dan tangggung jawab terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Keadilan.

Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik. pemerintah. Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang. c. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. investor. menghormati kepercayaan publik. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Peranan Etika Dalam Profesi. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan. bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa.2. yaitu masyarakat profesional. atau segolongan orang saja. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya. tetapi milik setiap kelompok masyarakat. sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. a. demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. pemberi kerja. 3. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat 15 . suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi). Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Dengan nilai-nilai etika tersebut. b. pemberi kredit. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. pegawai. sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. dunia bisnis dan keuangan.” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik.

Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan f. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya h. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. adalah pada perbuatan baik atau jahat.Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat e. dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya . Sistem Penilaian Etika Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. bila telah dilahirkan dalam bentuk 16 . Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi. d. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. Pengaruh sifat kekeluargaan Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut. kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya. b. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran.pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. susila atau tidak susila. a. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Pengaruh jabatan Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian . c. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. 4. karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri g.Budi tumbuhnya dalam jiwa.

Tingkat ketiga. pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa. Berdasarkan sistematika di atas. Tujuan baik. c. kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. cara mencapainya kelihatannya baik. dari semasih berupa angan-angan. jadi masih berupa rencana dalam hati. cita-cita. Penyimpangan etika ini dapat mengambil banyak bentuk antra lain. dan kegagalan dalam berinisiatif. yaitu baik atau buruk. Mal-praktik telah menjadi isu yang sering didengar di Indonesia. Burhanuddin Salam. Tujuannya yang tidak baik. yaitu pekerti. perilaku tercela. seperti dalam buku Kusmanadji (2004. dan cara mencapainya juga tidak baik. D. sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata. ketidakjujuran. Tujuannya tidak baik. Tingkat kedua. Drs. Jadi suatu budi pekerti. favoritisme. b. Mal praktik dalam Birokrasi Pelayanan Publik. Tujuannya baik. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak. d. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. akibat atau hasil perbuatan tersebut. c. dan cara mencapainya juga terlihat baik. b. Tingkat pertama. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. wil. Ketidakjujuran banyak terjadi dalam lilngkungan birokrasi contohnya pelayanan yang dibuat menjadi lebih cepat dari biasanya karena telahmenerima 17 . menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : a.perbuatan namanya pekerti. semasih belum lahir menjadi perbuatan. kemauan. niat hati. niat. perlakuan tidak adil. pengabaian atau pelanggaran hukum. mal administrasi adalah masalah etika karena menyimpang atau bahkan melanggar nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang seharusnya dijunjung tinggi. tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.16-1) mal-praktik dalam birokrasi atau maladministrasi pada dasarnya adalah praktik administrasi yang menyimpang dari etika administrasi dan sekaligus menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. menutupnutupi kesalahan. pemborosan dan penggelapan dana. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi : a.Dalam konteks pelayanan publik atau birokrasi. Isu-Isu Seputar Etika Profesi 1.

Ini umumnya terjadi karena kurang atau tiadanya rasa memiliki dan tanggung jawab sebagaimana diharapkan oleh masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola sumberdaya publik untuk kepentingan publik sebesar-besarnya. seperti ketidakberanian mengambil tindakan yang diperlukan padahal memiliki kewenangan untuk itu.Selain itu. Banyak pegawai yang mengetahui bahwa barang-barang dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi namun mereka dengan sengaja menggunakan barang tersebut. tidak sulit menemukan pegawai yang menggunakan barang-barang atau sarana lebih banyak dari yang diperlukan. Bentuk lain mal-administrasi adalah kegagalan menunjukkan inisiatif.maupun terhadap warga masyarakat yang menjadi pelanggan.Dalam hal ini. aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan.Banyak terjadi bahwa harga barang atau jasa yang dibeli jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya. misalnya kendaraan dinas untuk keperluan keluarga tanpa melalui proses perijinan yang ditetapkan. Perbuatan tercela yang dilakukan oleh aparatur negara mungkin tidak melanggar hukum tapi menurut standar etika perbuatan tersebut tidak patut contohnya mendahulukan pejabat daripada orang biasa padahal orang tersebut mengantre lebih dahulu. Banyak pejabat yang tidak berani mengambil keputusan dengan alasan menunggu adanya petunjuk pelaksana atau petujuk kriteria. Perlakuan tidak adil acap terjadi baik terhadap pegawai . ketidakmampuan memberikan usulan-usulan yang berguna.Dalam hal ini. karena merasa senang dengan seseorang dibawahnya atasan tersebut memperlakukan bawahannya secara berbeda dibandingkan dengan bawahan lainnya termasuk misalnya dalan hal pengusulan untuk promosi.Pemborosan dan inefisiensi juga sering terjadi di birokrasi. 18 . seorang atasan dalam suatu instansi. pemborosan atau inefisiensi sejenis ini bersangkut paut dengan penggelembungan harga (mark-up). tetapi hukum yang berlaku. tetapi hukum tersebut ditafsirkan sesuai dengan kepentingannya sendiri atu demi keuntungan pribadi.Dalam banyak hal. aparatur tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Pengabaian atau pelanggaran hukum mudah dijumpai di lingkungan birokrasi.―imbalan‖. Favoritisme lazimnya berkaitan dengan ketidakobjektifan aparatur pemerintah dalam menafsirkan hukum atau peraturan. Sebagi contoh.

Secara ekonomi dan politik. Korupsi merupakan isu etika yang banyak disoroti oleh penjuru dunia. pemungutan liar 19 .2. Korupsi. pejabat publik yang telah diserahi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya publik dan seharusnya memberikan jaminan bahwa mereka bekerja demi kepentingan publik yang ternyata membelokkannya demi kepentingan diri sendiri. korupsi dalam konteks birokrasi atau administrasi publikkorupsi dapat didefinisikan sebagai penggunaan jabatan. Dalam bukunya Kusmanadji (2004.Terakhir.Jadi. Dengan perkataan lain. maka sebenarnya banyak sekali tindakan atau keputusan pegawai negeri/pejabat publik yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. fasilitas atau sumberdaya publik untuk kepentingan atau kepentingan pribadi. jika bukan pengkhianatan. terhadap kepercayaan publik yang diberikan kepada pegawai atau pejabat publik. Perbuatan-perbuatan seperti pembelian atau pembayaran fiktif dan penggelembbungan harga. Dengan definisi yang luas tersebut. posisi. walaupun banyak pihak yang masih skeptic. dan Indonesia sendiri sebenarnya telah membangun kerangka atau system hukum dan kelembagaan untuk memberantas korupsi. Keuntungan atau kepentingan pribadi tersebut tidak terbatas pada kepentingan tau keuntungan keuangan (finansial). tetapi meliputi juga semua jenis manfaat sekalipun tidak secara langsung berkaitan dengan diri pegawai/pejabat yang bersangkutan. korupsi pada dasarnya merupakan pelanggaran. Pada saat ini diakui bahwa pola korupsi adalah sangat beragam dari satu negara ke negara lain.Oleh sebab itu.16-3) walaupun korupsi sering terjadi di hampir semua negara. korupsi ini dinilai memiliki dampak luar biasa karena menghambat pertumbuhan atau kemajuan ekonomi dan demokrasi megara yang bersangkutan. namun tindak korupsi ini lebih menonjol dikaitkan dengan jabatan negeri atau publik (negara) Mengingat dampak buruknya yang dipandang luar biasa terhadap kehidupan social dan ekonomi suatu negara. korupsi sangat merajalela bahkan ditengarai telah menjadi budaya. lembaga independen anti korupsi. pada saat ini gerakan memberantas korupsi bergaung dimana-mana. namun di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. penerimaan suap atau uang pelican. masalah korupsi ini telah dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga menjadi permasalahan hukum. yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dibentuk dan telah memulai menjalankan tugasnya. Korupsi sebenarnya bukan monopoli pegawai negeri atau pejabat publik. Namun dari sudut pandang etika.

karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak memperkaya dirinya atau tidak mengganggu perekonomian negara. atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan yang dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri. Merugikan negara atau perekonomian negara Selain itu. seorang pegawai bisa mengatakan bahwa ia tidak melakukan korupsi ketika menggunakan mobil dinas untuk perjalanan dalam rangka urusan pribadi/keluarga. menggunakan waktu kerja untuk jalan-jalan di mall. Definisi menurut hukum ini lebih spesifik dibandingkan dengan definisi menurut etika. dan perbautan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. mangkir kerja. dan legalitas. dan penerimaab hadiah atau sumbangan dapat dikategorikan sebagai korupsi. orang lain atau korporasi. orang lain atau korporasi. sesuai dalam pasal 3 termasuk sebagai korupsi adalah penyalahgunaan kewenangan. Perbuatan-perbuatan ini melanggar sumpah dan janji pegawai negeri dan sekaligus melanggar prinsip-prinsip etika seperti kejujuran. memperkaya diri sendiri. yaitu dengan memasukkan kriteria memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Menguntungkan diri sendiri c. keadilan. yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara (Pasal 2). menggunakan telepon kantor untuk urusan keluarga. Dari sudut pandang hukum dalam UU tentang Tindak Pidana Korupsi (UU No. 3/1971 yang diubah dengan UU NO. dan sejenisnya bukan korupsi melainkan perbuatan yang wajar-wajar saja. kesempatan. Ditinjau dari prinsip etika utilitarian. korupsi merupakan tindak pidana yang diartikan sebagai perbuatan melawan hukum. Demikian pula.(tidak sah). Kriteria ini dalam kasus-kasus tertentu banyak digunakan oleh koruptor untuk mengelak dari kejahatan. tetapi dalam jangka panjang jika terus-menerus terjadi (perbuatan yang 20 . datang terlambat di kantor. objektivitas. boleh jadi konsekuensi (kerugian) dari perbuatan-perbuatan tersebut tidak signifikan dalam jangka pendek. 31/1999). Dengan kriteria tersebut. secara hukum suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi jika memenuhi tiga kondisi : a. Jadi. Melawan hukum b. karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan erat dengan kewenangan atau kedudukan/jabatan pelaku yang bersangkutan dan keuntungan atau kepentingan pegawai/pejabat (termasuk keluarga dan kawan).

Benturan Kepentingan Isu etika penting lainnya yang bersangkut paut dengan birokrasi dan pelaku pelayanan publik adalah benturan kepentingan (conflict of interest). kolusi dan nepotisme merupakan dua bentuk pelanggaran etika pelayanan publik.Dengan makin intensif dan berkembangnya interaksi sector swasta dengan sektor publik.dam Mepotsme mengacu kepada permufakatan atau kerjasama (secara melawan hukum) dengan sesama pegawai/pejabat publik atau dengan pihak lain yang merugikan orang lain. seperti loyalitas. benturan kepentingan tidak dapat dihindarkan atau dihalangi. efisiensi.16-6) benturan kepentingan ini tidak harus berarti korupsi. Kolusi . dan negara. Sementara itu dari sudut pandang etika kewajiban. berbagai bentuk korupsi ditengarai tumbuh subur.Ketika pejabat publik memiliki kepentingan yang sah yang timbul di luar kapasitas mereka sebagai warga negara biasa (pribadi). dan nepotisme (KKN). tanggung jawab. jelas bahwa perbuatan-perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai (etika) yang seharusnya dipatuhi dan dijunjung tinggi. 3. pendefinisian benturan kepentingan dalam konteks birokrasi publik merupakan subjek beragam pendekatan. dan sebenarnya keduanya dipandang sebagai bentuk-bentuk dari tindak korupsi itu sendiri atau sebagai bagain dari tindak korupsi.Dlam konteks birokrasi publik. masayrakat dan atau negara. Sementara itu nepotisme adalh setipa perbuatan oleh pegawai/pejabat publik (secara melawan hukum) yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. Kolusi seperti halnya definisi yang digunakan dalam UU No. Korupsi sering disandingkan dengan kolusi dan nepotisme sehingga terkenal dengan istilah korupsi. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. tetapi sangat membahayakan karena merupakan pintu menuju korupsi. tetapi dampak buruknya dapat dirasakan di mana-mana. Sesuai dengan buku Kusmanadji (2004. kolusi.bersangkutan menjadi kebiasaan) konsekuensi buruk tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja instansi yang bersangkutan. sehingga perlu didefinisikan. diidentifikasi dan dikelola. dan kejujuran. bangsa. diakui bahwa korupsi ini bukan penyakit musiman atau bersifat sementara.Dalam perdebatan mengenai korupsi dan perumusan strategi pencegahan dan pemberantasannya. Secara historis. 21 .

atau kepentingan yang menyebabkan manfaat langsung bagi pejabat publik yang bersangkutan. 22 . Benturan kepentingan ini perlu mendapatkan perhatian. Benturan kepentingan yang tampak dapat dikatakan ada apabila tampak bahwa kepentingan pribadi seorang pejabat publik dapat secara tetapi tidak dalam menguntungkan mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugasnya kenyataannya tidak terjadi. benturan kepentingan berkaitan dengan bentuan antara tugas publik dan kepntingan pribadi pegawai/pejabat publik. Seperti halnya pada definisi korupsi. Jadi kepentingan pribadi apa pun. mekanisme pasar. perumusan dan pelaksanaan kebijakan. imparsialitas. dan kepentingan keluarga yang sah sekalipun. yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negative kinerja pejabat publik yang bersangkutan adalah relevan untuk mendefinisikan benturan kepentingan ini. perlu dikelola dan diselesaikan dengan tepat.Sementara itu benturan kepentingan potensial timbul apabila pejabat publik amemiliki kepentingan pribadi yang dapat menimbulkam benturan jika di kemudian hari terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab publik tertentu. yang dalam hal ini kepentingan pribadi tersebut dapat mempengaruhi secara tidak menguntungkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab publik pegawai/pejabat yang bersangkutan. maka situasi khusus ini lebih baik dianggap sebagai perilaku menyimpan. Melemahkan kepatuhan para pejabat publik teradap nilai-nilai legitimasi. atau penyalahgunaan wewenang atau bahkan suatu tindak korupsi bukan benturan kepentingan. pengertian ―kepentingan pribadi‖ tidak dibatasi hanya pada kepentingan keuangan. hubungan pribadi. Suatu benturan kepentingan dapat melibatkan aktivitas pribadi. b.Secara sederhana dan pragmatis. pada definisi benturan kepentingan ini. jika kepentingankepentingan tersebut dapat secara layak dianggap akan mempengaruhi secara negatif kinerja pejabat publik yang bersangkutan. dan alokasi sumberdaya publik. Mendistorsi aturan hukum. benturan ini termasuk dalam benturan kepentingan aktual. dan keadilann dalam pengambilan keputusan publik. Tanpa pengelolaan yang tepat benturan kepentingan ini berpotensi untuk menggerogoti kelangsungan pemerintahan yang demokratis karena a..Apabila suatu kepentingan pribadi dalam kenyataannya telah mengkompromikan (mempengaruhi secara negatif) pelaksanaan tugas atau kinerja pejabat publik.

Akhirnya. BFA Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS. mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. Sementara itu. membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. pejabat puncak menerima gaji. Sunbeam Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta. pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas. a. Karenanya.Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang 23 . yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002.4. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan ―skema Ponzi‖ setelah kasus peniupuan yang terkenal. laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA. yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya. Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA.Skema ini akhirnya terurai. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. b. Lembaga ini bekerja seperti bank. dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. Fakta-Fakta Pelanggaran Etika Profesi. pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian dari investor sejak 1986 dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan.Namun setelah dua tahun penyelidikan.

Hasilnya. Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen. seperti pendapatan ―cookie jar‖. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. Dengan Enron. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Enron Bulan Oktober 2001.4 miliar dari Waste Management. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron. recording revenue on contingent sales.SEC juga menuduh Arthur Andersen. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab. dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya. Akibatnya.4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. d. Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. salah satu klien terbesar Andersen.Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. c. Menurut SEC. Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi ―bill-and-hold‖. yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui ―tugas khusus‖.Pada 2001. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4. Waste Management Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1. Andersen mampu membuat 80 persen 24 .diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi. Agustus 2002.

Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. banyak perusahaanperusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi. terlihat dari tindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar pada kebangkrutan perusahaan. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana.Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. memiliki penyimpangan sebesar $3. Perusahaan Telekomunikasi Sayangnya. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate 25 . Enron bangkrut. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination. klien terbesar Andersen. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan. yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut. pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. Nancy Temple. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang. tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron.perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. 5. Andersen menyalahkan WorldCom dan berikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya.Banyak pihak yang menamainya sebagai ―bujukan koruptif‖ yang menyesatkan. Namun. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Berita segera muncul ketika WorldCom. Pada Juni 2005. Kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakan malpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain: a. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. e. pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi.9 miliar.Dia menginstruksikan David Duncan. Atas kasus itu.Dalam sebulan.

Standar-standar profesi akuntansi dan integritas yang menjadi contoh perusahaan-perusahaan lainnya luntur seiring motivasi meraup keuntungan yang lebih besar.Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. c. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis. 26 . Dalam kasus Enron misalnya. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Adanya penyesatan informasi. Arthur Andersen.Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan.governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. pihak manajemen Enron maupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasi Enron tetap dipertahankan. 6. Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar. dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan. Andersen tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya terjadi dengan Enron. b. dan perilaku manajemen perusahaan merupakan pelanggaran besar-besaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan.Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. Bukti Bahwa Budaya Perusahaan Andersen Berkontribusi Terhadap Kejatuhan Perusahaan Ada beberapa poin yang membuktikan bahwa budaya perusahaan berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. diantaranya: a. b. namun mutu dan independensi audit dikorbankan.

tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Dan untuk menekankan kepada independensi dan kualitas. Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan. dan proses tata kelola perusahaan sehingga oleh politisi AS diciptakan kerangka kerja baru terhadap akuntabilitas dan tata kelola perusahaan melalui Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk memulihkan kepercayaan yang cukup dan untuk menjadikan pasar modal kembali berfungsi normal. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Perubahan sikap lebih memprioritaskan mendapatkan bisnis konsultasi yang memiliki pertumbuhan keuntungan lebih besar lebih tinggi dibanding menyediakan layanan auditing yang obyektif yang merupakan dasar dari awal mula berdirinya Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen.c.Akibatnya. d. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. agar hasilnya bisa memuaskan. banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup. pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. Pada akhirnya ini menggiring pada kehancuran perusahaan. Kegagalan ini menimbulkan krisis yang serius terhadap kredibilitas akuntansi. Perusahaan terlalu fokus terhadap pertumbuhan. Dengan adanya tindakan ini . pelaporan. 27 . Undang-Undang Sarbanes-Oxiety bisa menetapkan pedoman dan arah baru untuk perusahaan dan bisa untuk pertanggungjawaban kepada divisi akuntansi. membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan keduanya yaitu non-audit dan jasa untuk klien yang sama dan memerlukan tinjauan berkala audit perusahaan. sehingga tanpa sadar menghasilkan perubahan mendasar dalam budaya perusahaan. Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula. Bagaimana UU Sarbanes-Oxiety Bisa meminimalkan Kesalahan Auditor dan Penyimpangan Akuntansi Akibat dari rentetan kasus itu. bisa untuk memerangi penipuan sekuritas dan akuntansi. e. 7.

KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. e. Selain itu. CFO. Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit. Berkaitan dengan pemusnahan dokumen. b. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan.Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan. yaitu jika tidak ada. Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. diantaranya: a. maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. 28 . Untuk menjamin independensi auditor. kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. c. d. Sebagai tambahan. alternatif perlakukan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. chief accounting officer.

Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran. Dalam kasus Andersen diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. sebuah negara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. Hal tersebut akan dapat dihindari melalui meningkatkan moral. dominasi kepercayaan. Hal yang harus menjadi sebuah pelajaran 29 . publik dan karyawan sendiri. perilaku. karena tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat. Faktor tersebut adalah merupakan perilaku tidak etis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam agama dan dalam bisnis membahayakan. dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungan dengan kolega.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kasus ini banyak terjadi perilaku tidak etis. klien.Perilaku tidak etis paling paling mengemuka disini adalah adalah adanya manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan seolah-olah kinerja perusahaan baik. Saran yang dapat diberikan yakni sangat dibutuhkan kode etik profesi yang dapat menopang praktik yang sehat bebas dari kecurangan. etika.Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. akhlak.Faktor penyebab kecurangan tersebut diantaranya dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain. dan lain sebagainya. tidak jujur. dan lemahnya pengendalian. Andersen telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder untuk memberikan suatu informasi yang adil mengenai pertanggungjawaban dari pihak agen dalam mengemban amanah. karakter moral yang rendah.

bahwa sesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akan menuai ketidakbaikan pula. baik secara profesi maupun hukum. kesalahan pengobatan oleh dokter tidak diatur secara khusus. Jakarta. Dalam kasus malapraktik dokter. kerugian kesehatan dan material selalu melekat dalam diri pasien. Cibitung. yang lumpuh akibat dokter salah mendiagnosis dan kasus Fellina Azzahra (16 bulan ). Ketiadaan aturan membuat bangsa ini tidak dapat mendefinisikan mana yang disebut malpraktik. Di republik ini. Bekasi. Rabu (25/8) lalu. kelalaian. Aturan lebih lanjut yang tidak ada itu antara lain menyangkut standar pelayanan medis dan standar profesi. sebenarnya ada dua pelanggaran profesi dan pelanggaran hukum. Misalnya : 1) Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) 2) Menerbitkan surat keterangan palsu. UU ini hanya di desain untuk diperjelas lebih lanjut dengan 29 peraturan pemerintah (PP) yang hingga kini baru terbentuk enam PP.Akibatnya. sedangkan dokter tidak sedikitpun tersentuh tanggung jawab dan nurani kemanusiaannya. dokter selalu berada di pihak yang benar. selama ini dalam setiap kasus malpraktik. kasus malapraktik sama sekali tidak disinggung.Semua ini disebabkan tidak ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penyelesaian kasus itu.Keluhan yang secara lansung diajukan pasien selalu ditolak dan dan dimentahkan dengan berbagai argumentasi medis dan alasan teknis. bocah yang ususnya bocor setelah dioperasi di Rumah Sakit Karya Medika. atau kecelakaan. 3) Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter. Contoh-contoh lain seperti kasus etikolegal diantaranya adalah pelanggaran di mana tidak hanya bertentangan dengan butir-butir LSDI dan/atau KODEKI. Contoh nyatanya adalah kasus Drs. Irwanto PhD. kegagalan. 30 . Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 23 Tahun 1992 pun tak dapat digunakan untuk menangani pelanggaran atau kelalaian dokter. 4) Pelecehan seksual dan sebagainya. peneliti dari Universitas Atmajaya. Terhadap tindakan medical errors yang diduga malapraktik itu tidak ada pertanggungjawaban. tetapi juga berhadapan dengan undang-undang hukum pidana atau perdata (KUHP/KUHAP). malah dalam Rancangan Undang-undang Praktik Kedokteran yang disetujui Komisi VII DPR.Namun.

ada pendapat apakah pelanggaran profesi itu tidak diarahkan kepada ganti rugi saja.Mestinya.Kelalaian itu bersifat pelayanan publik sehingga implikasinya adalah 31 . dan tindakan subpoena terhadap para saksi ahli yang enggan hadir di pengadilan. penguatan lembaga penegakan etik profesi. Di Indonesia pun seharusnya bisa dipanggil paksa. Apakah esprit de corp telah menimbulkan kesulitan menghadirkan dokter sebagai saksi ahli dalam proses hukum malpraktik? Ini adalah tanggung jawab profesi sehingga kalau dipanggil pengadilan seharusnya seorang profesional hadir.‖Untuk membuktikan ada tidaknya malpraktik. jika dipanggil untuk memberikan kesaksian tetapi mangkir tanpa alasan sah.Solusi ideal terhadap persoalan malpraktik ini tentunya memprioritaskan penanganan keluarga atau korban.Secara objektif tindakan malpraktik terpulang kepada disiplin profesi kedokteran.Jika terbukti adanya malpraktik.Terhadap pelanggaran yang sifatnya hukum. Sistem ini di Amerika Serikat disebut sebagai subpoena. tetapi praktik standar profesi sudah ada sejak dahulu. Sayang. mungkin hanya memperpanjang birokrasi bila ditangani bukan oleh peradilan umum. bukan tertuju kepada pribadi yang berkaitan dengan disiplin.‖Walaupun belum ada standar. Akan tetapi.Apakah harus dipidana. Bagaimana memulihkan korban dan apa yang dilakukan jika korban meninggal dunia. Namun sebelumnya cari dulu dokter yang lain lagi. Menurut Menkes.Itu harus ditimbang-timbang manakah yang paling cocok bagi kepentingan korban. Namun malpraktik dalam profesi kedokteran agak sulit dicabut.Dominasi kehendak untuk melakukan tindakan selamat-tidaknya seorang pasien yang di tangani ada ditangan dokter.Wacana yang terakhir ini tak mustahil terjadi.Artinya. kasus itu bisa dilanjutkan ke perkara perdata. seseorang dapat dikenai pidana.Semisal sekolah profesi hukum atau dokter sudah mengenalkan hal itu seperti sumpah Socrates.Begitu juga dari sisi kompetensi peradilan.‖ ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Achmad Sujudi. dalam menyikapi persoalan malpraktik harus berorentasi kepada korban. kelalaian yang terjadi dalam kegiatan pemberian terapi yang dilakukan dokter bukan kelalaian atau kesalahan yang bersifat organisatoris. kasus akan dibawa ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). bisa saja kasus ini di bawa ke pidana jika dokter yang menjadi saksi ahli di MKDKI menolak menilai rekannya. sistem hukum dinegeri ini pada mumnya belum memperhatikan persoalan itu.

di Journal of the American Medical Association melaporkan. dalam complications.Yang paling mengerikan ialah bila kesalahan itu disengaja demi tambahan imbalan. Selain itu. atau tindakan seperti operasi.Tindakan itu adalah malapraktik yang tentu menjadi kompetensi peradilan umum. namun hanya sebagian kecil yang berakhir dengan cedera atau bahkan kematian pada pasien. Prof Iwan Darmansjah. dan hampir dua per tiga dari kasus emboli paru. 33 persen dari serangan jantung. ‖ ujar Kamri A. 40 persen penyebab kematian yang di cantumkan tidak benar. Medical errors dapat dibagi dalam beberapa kategori.‖ papar ahli Kesehatan. ‖ Jadi.Jenisnya juga dapat beragam.Atau meninggalkan seorang pasien yang memerlukan pertolongan seperti diatur dalam pasal 304 KUHP.Kesalahan yang tidak disengaja dan manusiawi barangkali tak perlu masuk pengadilan.Medical errors jenis ini tergolong malapraktik sejati.Misalnya seorang dokter yang salah mendiagnosis seoarang pasien. keadaan ini tidak berubah sejak tahun 1938 hingga tahun 1960-1970 -1980 an. Profesi medik cenderung membuat kesalahan (fallible).Sesungguhnya kelalaian ini masuk katagori tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP.implikasi publik alias tindakan pidana umum. misalnya sekali-sekali atau sering. lalu obat yang diberikan adalah berdasarkan hasil diagnosis yang salah itu. Jika bersifat pidana. seperti kesalahan dalam diagnostik. maka dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah pasien. kelalaian itu merupakan kompetensi peradilan umum.Praktik kedokteran dalam pengertian luas hakekatnya merupakan perwujudan idealisme dan spirit pengabdian seorang dokter sebagaimana yang di ikrarkan dalam sumpah dokter dan kode etik 32 . data statistik kasus autopsi (bedah mayat) di Amerika Serikat yang menyebut dokter gagal mendiagnosa 25 pasien dari infeksi fatal. Mengutip Atul Gawande.Tentu tidak semua medical errors termasuk malapraktik dan tidak semua medical errors harus dihukum. Sebab daerah kelabu dalam ilmu kedokteran sangat besar. bukan implikasi internal yang berkonotasi pelanggaran disiplin. ahli bedah.Karena itu. staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar. sistem harus bisa menjaga dan bereaksi terhadap kesalahan seperti ini. pengobatan. Goerge Lundbreg. serta dicegah atau tidak. Seorang patolog.‖Manusia bukan mesin dan setiap kasus pasien tak pernah betul-betul identik. tidak serius dan serius (termasuk kematian).Kesalahan dalam praktik medis tak mungkin dihilangkan seperti pada mesin dan komputer.

materialistik. Fellina Azzahrapasien). SOAL-SOAL 1. Masyarakat (hedonistik dan unethical para oknum dokter itu. tampak dan potensial! 33 .Akibatnya. cukup diselesaikan dengan minta ‖maaf‖ saja. terjadi pula perubahan orieantasi dan motivasi pengabdian pada diri sebagian dokter.Sebagai dampak perubahan yang semakin global. Kalau tidak. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang hukum! 4. Sebutkan contoh benturan kepentingan aktual. maka perilaku dan sikap tindak profesioanal di sebagian kalangan dokter juga berubah. termasuk dalam profesi kedokteran. dan hedonistik. dan korban lain yang mati sekalipun. Apa perbedaan benturan kepentingan aktual. seluruh aspek kehidupan di dunia ini mengalami perubahan paradigma. tampak dan potensial? 5.Dalam perkembangannya. Mengapa bisa terjadi mal prakik dalam birokrasi? 2. Jelaskan pengertian korupsi dari sudut pandang etika! 3.Masyarakat kemudian memandang negatif profesi kedokteran setelah menyaksikan maraknya praktik-praktikyang semakin jauh dari nilai-nilai luhur sumpah dokter dan kedokteran. perlu dilindungi dari perilaku. individualistik. yang dalam konteks kontrak terapeutik juga disebut konsumen.kedokteran Indonesia. kasus Irwanto.

Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Memahami pengertian etika bisnis 2. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi: 1. etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapi. Menurut Zimmerer. Pengertian etika bisnis Pengertian Etika dapat dibedakan menjadi 2. (etika dalam berbisnis). Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. Memahami prinsip-prinsip etika bisnis A. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling . 2. Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. yaitu: 1. Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral). (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Sedangkan. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi 3.BAB ETIKA BISNIS 5 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. 2. Memahami urgensi etika bisnis 3.

Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya (kelak).menghormati. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. adanya norma-norma moral sangatlah penting namun yang tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. sekurangkurangnya meliputi dua sisi berikut. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis. kontak sosial. serta membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Menanamkan. tidak menyalahgunakan kedudukan. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. Etika bisnis menyangkut moral. ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis. toleran. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. studi dan pengajaran tentang etikabisnis 35 . meningkatkan efisiensi kerja. Dengan kata lain. menimbulkan rasa saling menghargai. pelanggan. Bertens. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. harus dikatakan bahwa etika mengikat tetapi tidak memaksa. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. kekayaan. tidak lekas tersinggung. kreditur. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. yaitu disatu pihak. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. Membantu pebisnis atau calon pebisnis. 2. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. yaitu : 1. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. kontrol diri. tapi masih lemah dan ragu. hak-hak dan kewajiban. Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Dalam etika sebagai ilmu. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. Menurut K. 3. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis. Disisi lain. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi.

Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. dalam etika bisnis juga tidak terlepas dari adanya ma salahmasalah. adalah tindakan memperdaya. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. atau agama. Paksaan (Coercion). Pencurian (Theft).boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang -orang tertentu yang disebabkan oleh ras. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. kewarganegaraan. atau adalah tindakan sesuatu berupa yang menawarkan. jenis kelamin. pemecatan. 36 . atau penolakan industri terhadap seorang individu. maupun pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. 3. tujuan meminta berharga dengan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. adalah tekanan. konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar. menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. memberi. 4. 5. batasan. Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 1. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. 2. Suap menerima (Bribery). Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. Penipuan (Deception). tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadia h. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. Bila studi etika telah membuka mata. Selain itu.

A. Sebagai bagian dari masyarakat. baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya.B. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan di bidang ekonomi. tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. ingkar janji. Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach) Menurut pendekatan ini. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Oleh karena itu. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. yaitu: 1. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Kalau sudah demikian. Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Prinsip Etika Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. setiap tindakan dalam dunia bisnis harus didasarkan pada konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Etika bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai (value creation) yang tinggi pula. Pasalnya. Tindakan mark up. Untuk mengatasi ‗keliaran‘ dunia bisnis tersebut. Langkah apa yang harus ditempuh? Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Von der Embse dan R. makin hari semakin meningkat. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. dalam 37 . Bahkan. tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi ‗binatang‘ ekonomi.

antara lain: 1) Prinsip Hak.bertindak. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.dan kesamaan. kejujuran. yaitu: Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) a. 3. tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. Keadilan distributive. Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) Adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alas an bukan akibat. dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. 2. 2) Prinsip Keadilan. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: a). Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach) Menurut pendekatan ini. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) Menurut pendekatan ini. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. Benefit terdiri dari 38 . seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Namun. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. b.

c. upah yang adil kepada karyawan sesuai kontribusinya. Keadilan kompensatoris. Beban terdiri dari tugas kerja. b). Prinsip Tidak Berniat Jahat Prinsip ini memiliki hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Prinsip Kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan suatu perusahaan. c).pendapatan. pajak dan kewajiban social. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. Prinsip Keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Sementara itu. 39 . kesejahteraan. Contohnya. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. d. Keadilan retributive. pelayanan dan barang penebus kerugian. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. menurut Muslich (1998 : 31-33) prinsip-prinsip etika bisnis terdiri dari: a. misalnya kehilangan nyawa manusia. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. Seseorang hukuman bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. pekerjaan. baik internal maupun eksternal perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. pendidikan dan waktu luang. b. pelayanan yang sama kepada konsumen. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dimilikinya. dan lain-lain. (ganti rugi) dan yaitu keadilan yang terkait dengan retribution atas kesalahan tindakan.

d. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya. seperti karyawan. konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah produk/ jasa. Hal ini jelas keliru. entah melalui gambar maupun tulisan. e. Apalagi. Rendah Hati Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Misalnya. Kecerdasan Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk. tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda. Kejujuran Banyak orang beranggapan bahwa bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapatkan keuntungan. Prinsip-prinsip itu terdiri dari: a.e. berikan upah kepada karyawan sesuai standar yang ada serta janganlah pelit untuk memberikan bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda. tidak berniat jahat dan prinsip keadilan. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran. c. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. apalagi sampai menjatuhkan produk pesaing. Pada akhirnya. Simpatik Kelolalah emosi. Adiwarman Karim merumuskan prinsipprinsip etika yang harus dianut dalam dunia bisnis. dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan. b. Tidak jauh berbeda dengan Muslich. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis bahkan termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis. sekretaris dan lain-lain. Keadilan Perlakukanlah setiap orang sesuai dengan haknya. 40 . misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga. Misalnya.

Di samping itu. budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. melainkan lebih kompleks lagi. Inilah etika bisnis yang ‗etik‘. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan. pemberian latihan keterampilan. baik oleh kalangan pengusaha sendiri sebagai pelaku utama dunia bisnis maupun oleh pemerintah itu sendiri. Suatu cara yang dianggap baik di suatu negara atau daerah. atau Dipandang Baik Sebagai pebisnis. Perhatikan juga norma. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. terdapat beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika. Pengendalian Diri Artinya. Artinya. Hal-hal pokok tersebut antara lain: 1. Lebih Baik. Lakukan dengan Cara yang Baik. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan 41 . Selain berbagai prinsip-prinsip etika bisnis tersebut. terutama dalam hal pendidikan. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. 2. kesehatan. belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di negara atau daerah lain. 3. Jadi.f. dll. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. bukan hanya dalam bentuk ‗uang‘ dengan jalan memberikan sumbangan.

5. Menghindari Sifat 5K (Katabelece. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. Kongkalikong. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya.teknologi. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. 4. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. Untuk itu. 8. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antar Golongan Pengusaha Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. Koneksi. jangan menggunakan ‗katabelece‘ dari ‗koneksi‘ serta melakukan ‗kongkalikong‘ dengan data yang salah juga jangan memaksa diri untuk mengadakan ‗kolusi‘ serta memberikan ‗komisi‘ kepada pihak yang terkait. Kolusi. Menerapkan Konsep ‗Pembangunan Berkelanjutan‘ Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa datang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak mengeksploitasi lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. 7. 6. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan 42 . sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah.

seperti ‗proteksi‘ terhadap pengusaha lemah. C. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. politik. sementara ada ‗oknum‘. hukum. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. Isu organisasi yang berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. 11. yaitu: 1. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. Memelihara Kesepakakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. 43 . 2. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. Isu-isu etika bisnis Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. 10. dan sistem-sistem sosial lainnya. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan ‗kecurangan‘ demi kepentingan pribadi. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. jelas semua konsep etika bisnis itu akan ‗gugur‘ satu semi satu. 9. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. Menuangkannya ke Dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut.pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Isu sistemik yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi.

korupsi. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Dalam ungkapan Theodore Levitt. menyediakan sesi-sesi orientasi untuk pegawai baru. penimbunan barang. pengrusakan lingkungan. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. Kolusi. Situasi seperti ini terjadi di dalam dan di luar organisasi bisnis. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. menuliskan misi dan tujuan perusahaan pada poster. yakni bertindak secara etis sebagai seorang manajer dengan melakukan tindakan yang benar (doing right thing). adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. monopoli. guna menjelaskan tujuan perusahaan dan lain-lain.3. Agar dapat menjalankan baik manajemen beretika maupun manajemen etika. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). dilatari oleh sebuah paradigma klasik. Mereka membuat lokakarya untuk mendefinisikan nilai-nilai dan proses-proses. Manajemen etika adalah bertindak secara efektif dalam situasi yang memiliki aspek-aspek etis. perampokan bank oleh para konglomerat. Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia a. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. Manajemen beretika. Bahkan. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari ―etika‖. para manajer perlu memiliki beberapa pengetahuan khusus. Isu individu yang menyangkut tentang pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan. penipuan. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. 1. Masalah Etika Klasik Di zaman klasik bahkan juga di era modern. Memasukkan gatra nilai etis 44 . adalah sesuatu yang mereka inginkan. Di Indonesia. penindasan tenaga kerja. ada yang mencetak statement nilai-nilai perusahaan di balik kartu identitas sebagai pengingat bagi para pegawai. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. Banyak eksekutif bisnis menganggap kultur korporat yang mereka pimpin.

Dari sudut pandang etika bisnis hal ini jelas-jelas melanggar dan parahnya pemalsuan serta pembajakan hak cipta marak terjadi di Indonesia. Diskriminasi dan Perbedaan Gender Gender adalah perbedaan perilaku antara pria dan wanita yang dikontruksisecara sosial. sikap. Bukan hanya melanggar etika bisnis. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. pemalsuan dan pembajakan merupakan tuntutan hukum pidana maupun perdata bagi pelakunya. belum lagi pembajakan film dan buku. Hal ini menyebabkan kerugian kompetitif dari tumpangan gratis terhadap biaya penelitian dan pengembangan serta pemasaran dari badan usaha yang sah.Penampilan. tanggung jawab keluarga adalah perilaku yang akanmembentuk peran gender. Di negara kita ini hampir 5 juta lagu dibajak tiap harinya. menurut kalangan ekonom seperti di atas. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. Mereka masih bersikukuh memegang jargon ―mitos bisnis a moral‖ Di sisi lain. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. Padahal. Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta Keuntungan usaha yang besar yang dapat diperoleh dari tumpangan gratis atas upaya kreatif dan investasi pihak lain dengan memperguankan tiruan dari produk-produk yang diinginkan dengan biaya lebih rendah dari yang ditimbulkan oleh produsen produk yang asli. menurut mereka. Bukan hanya itu produk-produk esensial bagi masyarakat seperti obat dan bahan makanan pun sering menjadi sasaran pemalsuan dan pembajakan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Peran ini juga berpengaruh oleh kelas sosial. Peran gender ini akan berubah seiring waktu dan berbedaantara satu kultur dengan kultur yang lainnya. yaitu perbedaan yang bukan ketentuan dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang dan gender sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang tersebut feminim atau maskulin.sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Sehingga dengan biaya produksi yang minim dengan menggunakan hak cipta atau kekayaan intelektual milik orang lain seorang pemalsu dan pembajak berharap dapat memperoleh untung yang besar. b. c. prinsip ekonomi. kepribadian. usia dan latar belakang etnis 45 .

Dalam etika bisnis juga harus memandang tentang kesetaraan serta prioritas. terjadilah ketidakseimbangan relasi antara manusia dan lingkungan hidup. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiannya untuk menerapkan etika bisnis secara jujur. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. Dalam kegiatan praktis. Dengan demikian maka secara intern pelaksanaanya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan gangguan lingkungan akan dianggap sebagai bisnis yang tidak etis. Pertanyaanya sekarang adalah apakah pendekatan etika human-centered tersebut tetap masih relevan diterapkan untuk jaman ini? 46 . Dorongan tidak selalu datang dari luar. Dorongan pelaksanaan etika bisnis dating dari luar yaitu lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan etika ini. Hal itu yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan Izin HO (Hinder Orgonasie) agar dapat dicegah adanya konflik dikemudian hari. paling tidak semenjak jaman modern. Bisnisman dituntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. Hal ini disebabkan karena bisnisman adalah juga manusia yang lengkap dengan rasa. akan tetapi sering muncul dari bisnis itu sendiri. Sangat disayangkan bahwa pendekatan etika tersebut tidak diimbangi dengan usaha-usaha yang memadai untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup dan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya. Dengan latar belakang seperti itulah kerusakan lingkungan hidup terus-menerus terjadi hingga saat ini. d. alam kemudian dijadikan ―obyek‖ yang dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan kebutuhan manusia. karsa dan karya. Pada umumnya. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat akan menggunakan tangan pemerintah sebagai penengah. Tidak dalam semua hal kesetaraan gender diterapkan. orang lebih suka menggunakan pendekatan etika human-centered dalam memperlakukan lingkungan hidup. Akibat adanya perbedaan sifat dari gender yang berbeda tidak bisa dipungkiri adanya prioritas terhadap wanita dan anak-anak tanpa menghalangkan kewajiban dan hak-hak mereka.

organisasi yang baik. Pendekatan etika ini dianggap lebih memadai sebab dalam praksisnya tidak menjadikan lingkungan hidup dan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya sebagai obyek yang begitu saja dapat dieksploitasi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis. Kasus Enron Kasus Enron yang selain menghancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional. diperlukan suatu landasan yang kokoh. karena berkilat belum tentu emas. sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Mereka memiliki nilai tersendiri sebagai anggota komunitas kehidupan di bumi.Menghadapi realitas kerusakan lingkungan hidup yang terus terjadi. oleh karena itu mereka juga layak diperlakukan dengan respect seperti kita melakukanya terhadap manusia 2. rasanya pendekatan etika human-centered tidak lagi memadai untuk terus dipraktekkan. Jenis pendekatan etika yang kiranya memungkinkan adalah pendekatan etika life-centered yang tadi sudah kita sebutkan. Etika Bisnis dari sudut pandang kasus dan peristiwa Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut. Sebaliknya. pendekatan etika ini justru sungguh menghargai mereka sebagai ―subyek‖ yang memiliki nilai pada dirinya. a. 47 . Mereka memiliki nilai kebaikan tersendiri seperti manusia juga memilikinya. kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja. Artinya. Nilai mereka tidak ditentukan dari sejauh mana mereka memiliki kegunaan bagi manusia. dan telah dibangun lebih dari 80 tahun. kita perlu menentukan pendekatan etis lain yang lebih sesuai dan lebih ―ramah‖ terhadap lingkungan hidup.

misalnya melalui gerakan pemboikotan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom. 2) 3) 4) Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja. minimal oleh pelatihan (training) untuk karyawan secara terus para pemegang saham. Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan. larangan beroperasi. bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat ini sudah sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di muka bumi ini.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena: 1) Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. TELKOM dan PT. sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE (antara lain PT. Tindakan yang tidak etis. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) Memperkuat sistem pengawasan Menyelenggarakan menerus. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis 48 . Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga Akan meningkatkan keunggulan bersaing. larangan beredar.

Ada dua hal yang perlu dimengerti mengenai etika bisnis. Semua bentuk masyarakat atau kelompok masyarakat memilliki perangkat aturan. yaitu pemahaman tentang kata etika dan bisnis. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness). dan lain sebagainya. ISO (International Organization for Standarization). Dalam kerangka yang lebih luas kita juga mengenal istilah code of conduct. Perangkat aturan tersebut bisa berupa undang-undang. Aturan itu mengatur hubungan internal dalam dunia bisnis. Jadi. dan hak asasi manusia. seperti bagaimana melakukan bisnis. lingkungan alam. industri dan juga masyarakat. Etika diperlukan untuk menciptakan hubungan yang tidak saling merugikan. berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. Decent Works. merupakan seperangkat kesepakatan umum yang mengatur hubungan antar individu. Di dunia bisnis terdapat pula seperangkat aturan yang mengatur relasi antar pelaku bisnis. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia bisnis. yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. sesuai dengan hukum yang berlaku (legal). baik yang tertulis maupun tidak tertulis. dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. peraturan perusahaan. Perangkat aturan ini dibutuhkan agar hubungan bisnis yang terjalin berlangsung fair. b. yang bertujuan mengatur pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan fair dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Etika bisnis dalam periklanan Berbicara mengenai etika bisnis. perusahaan. secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis. Corporate Social Responsibility. Etika.serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. dan sebagainya. kita akan masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak. individu dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir juga dikenal istilah Global Compact. peraturan pemerintah. keputusan presiden. kita yakin dapat menjadikan perusahaan menjadi kokoh. Lingkungan tersebut adalah masyarakat sekitar. 49 . Perangkat aturan tersebut bertujuan menjamin berlangsungnya hubungan baik antar anggotanya.

Pada tingkat individu. Salah satu modus yang sering dijadikan alat ‗pembohongan publik‘ adalah penawaran khusus yang disertai dengan sejumlah pembatasan yang dikenal dengan terminologi terms and condition apply atau ―syarat dan ketentuan berlaku‖. baik sebagai penguasa maupun manajer. seringkali kalah dalam upaya maksimalisasi laba melalui sikap yang individualistis melalui konflik dan persaingan yang tidak sehat. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. persamaan. Iklan yang mengandung penawaran khusus dengan syarat-syarat tertentu biasanya hanya diberikan tanda * (asterik) untuk menandakan ―syarat dan ketentuan berlaku‖.Menurut Dawam Rahardjo. Nilai moral yang selaras dengan etika bisnis. etika bisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang atas tanggungjawab pribadinya dan kesadaran sendiri. misalnya toleransi. emosi atau religiusitas. seseorang sudah terikat pada kebijakan perusahaan dan persepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya. kepercayaan. Tindakan mark up. sering kali tidak menjelaskan secara rinci batasan-batasan yang menyertai penawaran khusus tersebut. Salah satunya adalah melalui iklan. Hal ini tidak hanya terjadi di Dunia Barat. Di dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. pengusaha yang menjadi penggerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. etika bisnis beroperasi pada tiga tingkat yaitu individu. namun belakangan banyak promosi dan iklan yang tidak lagi sesuai dengan penawaran yang sebenarnya dilakukan produsen atau penjual. perusahaan ritel. makin hari semakin meningkat. tidak memperhatikan sumberdaya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. organisasi. tetapi juga dilakukan oleh para pebisnis di Dunia Timur. Pada tingkat organisasi. Promosi dan iklan dinilai efektif menarik calon pembeli. Pada tingkat sistem. seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu. dan sistem. bahkan cenderung membohongi publik. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. kesetiaan. Entah disengaja atau tidak. Kalau sudah demikian. ingkar janji. Realitasnya. para pelaku bisnis terkadang sering tidak mengindahkan etika. yang ditulis dengan huruf yang sangat 50 . tidak mengindahkan kepentingan masyarakat.

Pelanggaran terhadap isi pasal-pasal tersebut menimbulkan konsekuensi sanksi berupa hukuman penjara maksimal 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu atau jumlah tertentu.-. Kasus ini banyak terjadi pada iklan-iklan perusahaan ritel. karena pembohongan atau penipuan terhadap publik atau konsumen tidak hanya merugikan produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan itu sendiri. meskipun masih terbuka celah-celah untuk melakukan penyimpangan. jaminan. kondisi. Hal ini banyak dijumpai pada sejumlah iklan yang beredar di tanah air. mempromosikan. 500. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan. kartu kredit. praktek-praktek tersebut jelas melanggar Undang-undang No. seperti pelayanan yang baik dan ramah. dipromosikan. kegunaan suatu barang dan/atau jasa. tetapi juga akan melemahkan daya saing di tingkat internasional.kecil dan diletakkan di bawah iklan tersebut. Selain itu. produk dan layanan telepon seluler. Transaksi jual beli seharusnya menjunjung tinggi norma-norma baik yang berlaku di masyarakat. Tapi intinya adalah pada moral pebisnis itu sendiri. atau diiklankan. mempromosikan. tanggungan. praktik-praktik semacam ini jelas melanggar etika terutama berkaitan dengan kejujuran. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa. menghindari praktik-praktik penipuan maupun kebohongan public. Pasal 10 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan. mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai: harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa. dan perusahaan penerbangan. kejujuran. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pengabaian etika bisnis akan 51 . Menurut etika formal dan informal. keterangan lengkap tentang batasan-batasan yang berlaku hanya dapat diperoleh di lokasi-lokasi tertentu. Sementara itu.000. baik yang dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik. jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan. Ketentuan hukum tentang pelanggaran etika bisnis dalam beriklan sebenarnya sudah disusun.000. hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa. pasal 12 menyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan. Dari sisi legal formal.

Seharusnya. Dalam kasus kartel ini. Jika beberapa perusahaan telekomunikasi melakukan penawaran tariff sms tidak sesaui dengan yang seharusnya mereka tawarkan. tetapi juga tatanan ekonomi nasional. harga produk. Dalam sebuah bisnis prinsip keadilan harus dapat dijalankan. termasuk dalam penentuan tarif sms. mereka tidak diperlakukan secara adil dan tidak memperoleh bagian yang wajar dari beban (tariff penggunaan sms) yang ditanggungnya. Yang pertama. sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. tidak saja pada masyarakat. c. Masalah ketidakadilan ini terjadi ketiga terdapat provider-provider lain yang menawarkan tariff sms dengan harga jauh dibawah tariff yang selama ini ditawarkan. Mereka tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. berarti perusahaan memang mempunyai intensi untuk tidak berlaku jujurpada konsumennya. terdapat penipuan tariff sms yang ditawarkan kepada para konsumen. kasus kartel sms yang terjadi belakangan ini. prinsip otonomi. kasus kartel tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip kejujuran. sesuai dengan prinsip etika bisnis. Kongsi yang antar perusahaan telekomunikasi buat membuat mereka tidak lagi independent dalam menjalankan bisnis mereka. terdapat prinsip keadilan yang tidak ditegakkan. Setiap bisnis seharusnya mempunyai itikad bisnis yang baik yang direpresentasikan dalam sebuah kejujuran.membawa kerugian. Konsumen merasa. maka prinsip keadilan khususnya kepada konsumen tidak terjadi. Kedua. Ketiga. setiap perusahan atau bentuk usaha harus mempunyai otonominya sendiri dan mempunyai kemampuan untuk memilih hal yang mereka anggap patut dan baik untuk dilakukan. Maksudnya masing. 52 . pemberian informasi kepada konsumen atau rekan bisnisnya. Baik dalam hal mutu produk. Setiap perusahaan yang terdiri dari individu-individu dalam perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kasus kartel ini. tidak memiliki prinsip otonomi yang baik.masing perusahaan yang terlibat tidak mempunyai sifat otonomi karena kesepakatan yang antar mereka buat tidak memungkinkan mereka untuk menurunkan harga sms sesuai dengan harga riil sms yang seharusnya mereka jual pada konsumen. jika dicermati. Pelanggaran etika bisnis dalam bisnis kartel Dari prinsip-prinsip yang telah dijabarkan diatas. telah melanggar prinsip-prinsip etika bisnis.

Dilakukannya persekongkolan untuk menetapkan tariff sms diluar tariff sewajarnya. Kongsi perusahaan telekomunikasi yang dengan semena-mena mematok tariff sms jauh di atas harga yang seharusnya sama sekali tidak menguntungkan bagi para konsumen. prinsip integritas moral. Dalam sebuah bisnis seharusnya bukan hanya produsen yang diuntungkan.keputusan itu. pertanyaan yang selalu diajukan adalah tentang hal atau keputusan yang terbaik bagi perusahaan. Jika pelaku bisnis.keputusan bisnis diambil dengan pandangan yang dipusatkan kepada akibat yang mungkin timbul atau konsekuensi apabila terjadi pertentangan di antara keputusan. 53 . Yang paling terlihat dalam kasus ini hanyalah penggunaan prinsip utilitarianisme dalam menjalankan bisnisnya. Kelima.Keempat. Perusahaan telekomunikasi hanya berorientasi pada kegunaan yang ditawarkan dari adanya fasilitas sms yang ditawarkan pada konsumen dan menitikberatkan fokusnya pada pencapaian laba yang setinggi-tingginya. Utilitarianisme dalam hal ini dikenal sebagai salah satu dari pandangan dengan analisis laba-rugi (cost-benefit). kasus ini juga telah melanggar prinsip saling menguntungkan. Kartel sms yang dilakukan beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan adanya integrasi moral yang rendahkarenatidak bertujuan melakukan bisnis yang berpedoman pada prinsipprinsip etika bisnis pada umunya. yang merupakan suatu badan hukum yaitu perusahaan. Keputusan. mempertimbangkan hanya bagaimana agar suatu tindakan akan memberikan keuntungan yang besar. Utilitarianisme merupakan suatu bentuk etika teleological yang lebih dikenal oleh pelaku-pelaku bisnis yang memusatkan pandangannya terhadap masalah ―the bottom line‖. tentunya berpotensi untk mencoreng nama baik dan integritas moral sebuah perusahaan. tetapi konsumen juga harus merasakan keuntungan yang sama akibat pembelian barang atau penggunaan jasa mereka. maka hal ini adalah merupakan pandangan utilitarianisme.

Wagley dalam publikasi yang berjudul Management Journal pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pendekatan dalam merumuskan prinsip etika bisnis. Kecerdasan dan Lakukan dengan Cara yang Baik. dan diskriminasi tidak jelas (unfair discrimination). 2) Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu suap (bribery). Pendekatan Hak Individu (Individual Rights Approach). Prinsip Kejujuran. Rendah Hati. atau Dipandang Baik. Prinsip Tidak Berniat Jahat. yaitu: Pendekatan Utilitarian (Utilitarian Approach). paksaan (coercion). Lebih Baik. penipuan (deception). . Keadilan. Prinsip Keadilan.RANGKUMAN 1) pengertian Etika Bisnis dapat dibedakan menjadi:    Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan. 3) Rumusan prinsip etika bisnis menurut beberapa ahli dijabarkan sebagai berikut: a) Von der Embse dan R. Pendekatan Keadilan (Justice Approach) b) Muslich (1998 : 31-33) menjabarkan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut: Prinsip Otonomi. dan Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri c) Adiwarman Karim merumuskan prinsip-prinsip etika sebagai berikut: Kejujuran. Simpatik. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan bisnis. pencurian (theft).A. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.

menciptakan persaingan yang sehat. 5) Isu-isu yang dicakup oleh etika bisnis meliputi topik-topik yang luas. pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility). politik. Isu-isu ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 dimensi atau jenjang. yaitu: (1) sistemik. kongkalikong. dan (3) individu. c) Isu-isu individu dalam etika bisnis menyangkut pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul dalam kaitannya dengan individu tertentu di dalam suatu perusahaan 6) Isu-isu utama etika bisnis di Indonesia adalah: a) Masalah Etika Klasik b) Pemalsuan atau Pembajakan Hak Cipta c) Diskriminasi dan Perbedaan Gender d) Konflik Sosial dan Masalah Lingkungan 55 . dan menuangkan ke dalam hukum positif. dan sistem-sistem sosial lainnya. b) Isu-isu organisasi dalam etika bisnis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan etika tentang perusahaan tertentu. mampu menyatakan yang benar itu benar. hukum.RANGKUMAN 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam etika bisnis antara lain: pengendalian diri. konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama. memelihara kesepakatan. mempertahankan jati diri. menghindari sifat 5K (katabelece. kolusi dan komisi). (2) organisasi. a) Isu-isu sistemik dalam etika bisnis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan etika yang timbul mengenai lingkungan dan sistem yang menjadi tempat beroperasinya suatu bisnis atau perusahaan: ekonomi. menumbuhkan sikap saling percaya antar polongan pengusaha. koneksi. menerapkan konsep ―Pembangunan Berkelanjutan.

yaitu utilitarian. Apa yang dimaksud suap? Dan jelaskan pula masalah-masalah lainnya yang sering dihadapi dalam etika bisnis! 4) Prinsip etika bisnis terbagi menjadi tiga pendekatan dasar. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. Apakah yang dimaksud dengan prinsip tersebut? Jelaskan secara rinci! 6) Etika bisnis sangat menjunjung tinggi adanya keadilan. Jelaskan masing-masing pengertian tersebut! 2) Sebutkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam etika bisnis! 3) Suap (Bribery) merupakan salah satu jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis. hak individu. meso dan makro. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. antara lain meliputi future transaction. Sebutkan contoh implementasi prinsip keadilan dalam dunia bisnis sehari-hari! 7) Sebutkan beberapa hal pokok yang harus selalu dipegang teguh oleh para pelaku bisnis maupun pemerintah dalam rangka menciptakan praktik bisnis yang beretika! 8) Jelaskan beberapa pelanggaran prinsip etika bisnis yang terjadi dalam bisnis kartel! Kasus Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. dan keadilan.LATIHAN En v 1) Pengertian etika bisnis dapat dilihat secara mikro.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan 56 . Diversifikasi usaha tersebut. Prinsip etika bisnis menurut siapakah ini? Jelaskan masingmasing pendekatan tersebut! 5) Salah satu prinsip etika bisnis menurut Muslich adalah kejujuran. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985.

LATIHAN terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih.2 milyar. Enron. (Dikutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr. M. SE.Si.) Kasus enron yang menghebohkan dunia finansial khususnya Amerika Serikat melibatkan KAP Arthur Andersen yang sudah memiliki reputasi internasional yang dituduh terlibat manipulasi data keuangan perusahaan Enron.. Eropa. mulai dari Amerika. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. Menurut Anda etika bisnis dalam bentuk apa yang dilanggar dalam kasus ini? Jelaskan! 57 . sampai ke Asia. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Dedi Kusmayadi. termasuk wakil presiden Amerika Serikat.

Memahami pengertian etika kepemimpinan 2. walaupun memiliki persamaan. 58 . diperlukan suatu aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk mengatur hubungan antar individu. diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. Etika dan Etiket Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan. Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda karena itu diperlukan aturan-aturan yang menjamin agar tidak terjadi atau meminimalisir gesekan antar kepentingan. Memahami prinsip-prinsip etika kepemimpinan Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga. padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda. dan hubungan antara atasan ke bawahan. Hubungan antar ekan kerja yang dimaksud di sini mencakup hubungan antar rekan sejawat.BAB ETIKA KEPEMIMPINAN 6 ___________________________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Namun yang menarik disini adalah bagaimana seorang atasan seharusnya bersikap sebagai pemimpin agar bawahan bisa mengoptimalkan potensi kerjanya dan tercapainya tujuan organisasi. hubungan bawahan ke atasan. selain aturan tertulis. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores). seorang bawahan harus bersikap hormat dan sopan kepada atasan. masyarakat atau bernegara. Memahami urgensi etika kepemimpinan 3. A. bahkan terkadang cenderung berlebihan untuk membuat atasan senang. Begitu juga dalam sebuah organisasi. Selama inisudah menjadi pengetahuan umum seorang bawahan harus bersikap ke atasan. Etiket dan Kepemimpinan 1.

d. jika ada orang lain yang hadir. Etiket adalah formalitas (lahiriah). cara berbicara. dalam buku berjudul Etika. dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan. bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi. Etika bersifat absolut.selain ada persamaannya. b. Etiket adalah menetapkan cara. pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Definisi etiket. c.Etiket bersifat relatif. tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi. cara duduk. 1994. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi. kalau perbuatan baik mendapat pujian danyang salah harus mendapat sanksi. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya. dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. cara bersalaman. Keduanya memberikan pedooman tentang bagaimana seharusnya sesuatu perbuatan. Etika berlakunya.Etiket hanya berlaku. tata krama dalam pergaulan formal. Etika adalah niat. 59 . tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. yaitu secara umumnya sebagai berikut: a. Bertens. sopan santun. 2. Kepemimpinan Seperti telah dijelaskan sebelumnya. menurut para pakar ada beberapa pengertian. dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket. dan cara bertamu dengan sikap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.sedangkan kata etiket adalah berkaitandengan cara. Etika adalah nurani (bathiniah).Menurut K. seperti cara berpakaian (tata busana). untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan. yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatukebudayaan daerah tertentu. yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab.

berasal dari kultur berbeda.seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin. bersifat universal. Dari pendapat para ahli di atas bisa diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sebuah upaya untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki kemauan untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan terjadinya kesatuan visi dalam sebuah kelompok 3. B. karena sifat etiket yang berupa hukum tidak tertulis dan sangat relatif. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry) b. Tidak peduli mereka berbeda. Terdapat tiga prinsip dalam etiket. Respek Respek berarti menghargai orang lain. seperti a. karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. yaitu respek. O'Donnell) c. Massarik). Berbagai ahli mengungkapkan teori-teori mereka tentang definisi kepemimpinan. Etiket kepemimpinan Etiket kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H. organisasi ke organisasi lain. atau keyakinan berbeda. bahkan bisa berbeda dari satu bagian ke bagian lain. F. empati dan kejujuran. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada 60 . 1. dan tak terbatas waktu dan tempat. Irving R. peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap.Koontz dan C. Tannenbaum. Nilai-nilai umum etiket Walaupun etiket di setiap masyarakat bisa berbeda. tidak berubah. Etiket kepemimpinan sebagaimana etiket lainnya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

Empati Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. atau membuat diri kita terlihat buruk di mata orang lain. Kejujuran Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal. kejujuran yang akan kita katakan sebaiknya tidak menyinggung atau mengorbankan orang lain. setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. Kejujuran akan diterima di manapun kita berada. atau apabila terpaksa. 3. apa pengaruhnya bagi orang lain. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati. etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi.setiap orang dengan kelebihan. akan membuat seseorang terlihat bijaksana. Misalnya dalam makan. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu.Karena dengan bersikap respek kepada orang lain maka orang lain juga akan bersikap respek kepada kita. Etiket tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar. kejujuran yang kita terapkan haruslah lebih memiliki aspek manfaat dibanding mudharat. jangan sampai tindakan atau ucapankita menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitar kita. kamu harus berpikir dulu. dewasa dan manusiawi. alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia. kekurangan. Apakah akan membuatmu senang atau berang. Pikirkan dulu. Sebelum bertindak atau berucap. 2. kalau sudah selesai terus mencuci 61 . Namun kejujuran juga harus menilai situasi dan kondisi. Bila berkaitan hubungan dengan sesama manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika agar maksud yang kita sampaikan tidak disalahartikan atau sikap yang kita lakukan tidak menyinggung atau terlihat ganjil di lingkungan masyarakat tertentu Contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. a. kesamaan dan perbedaan yang ada.

Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. f. d. C. Moral ketaqwaan masalah secara cepat dan tepat (high commitment and melahirkanseorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain. Landasan Moral Kepemimipinan Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ―Innamalumamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu‖ Artinya suatuumat akan kuat karena berpegang teguh pada moralitas yang ada.. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. NILAI-NILAI UMUM ETIKET KEPEMIMPINAN a. Pimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi yangdimiliki organisasi kearah masa depan yang lebih cemerlang. makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. mengakui 62 . makan dengan tangan kanan. Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpentingadalah ―moral ketaqwaan‖. namun apabilamoral diabaikan maka tunggulah kehancuran umat tersebut. Pimpinan yang penuh kewibawaan sehingga mampumembangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkantujuan. mengucapkan salam ketika masuk ke rumah. tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama –sama menyelasaikan highabstraction). makan tidak boleh berdecap dan bersendawa e.Seorang pimpinan yang memiliki kemampuanrethingking future.Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpinbangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance).Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuhserta konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversencedalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. c. Pimpinan yang tidak hanya menguasai permasalahan yangdihadapi.b. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kompetensiuntuk mewujudkan visi organisasi secara bersamasama dengan sumber dayamanusia (SDM) yang dipimpinnya.

dan tentunya diakui kemampuannya dalam meimpin oleh kawan maupun lawan. Dalamproses penetapan kebijakan memberikan kesempatan orang yang dipimpinmemberikan kontribusi dalam agenda setting.Sementara pimpinan menjadi fasilitator yang penuhdedikatif dan responsif akomodatif terhadap kepentingan orang yang dipimpinnya. Baik itusebelum beliau diangkat menjadi nabi atau sesudahnya.Berikut iniadalah sebagaian akhlak dan kepribadiaan Rasulullah Saw : a).ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan. Untuk lebih memahami bagaimana seharusnya seorang pimpinan beretiket. bahkan ketika beliau sudah tidak ada atau sudah tidak menjadi pemimpin lagi. terarah dan berakhlakul karimah dalamsegala aspek kehidupan. b) Amanah (menyampaikan) Rasulullah Saw dikenal oleh masyarakat sebagai Al-Amin (manusia yangdapat dipercaya) Akhlak yang ditampilkan oleh beliau ini amatlah disegani 63 . maka kiita perlu melihat contoh-contoh pemimpin yang kesuksesan dan kewibawaanya sudah diakui oleh dunia. ekonomi ataupun masalahmsalah sosial. keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya. 1) Landasan Moral Kepemimpinan Rasullullah Rasulullah Muhammad Saw sudah diakui kehebatannya oleh seluruh dunia.pengkhutbah atau seorang orator. Seorang pemimpin yang sukse akan mmeninggalkan pengaruh yang berlangsung lama dan luas. baik ketika dia hidup bahkan hingga beliau sudah wafat. Sampai usia 40 tahunbeliau tidak dikenal sebagai negarawan. Sidik (Kejujuran) Selama hidupnya Rasulullah Saw sama sekali tak pernah berdusta. hukum. metafisika. tutur kata dan perilaku muliadan penampilan yang menawan. Ia tidakpernah tampak berbicara tentang masalah-masalah etika. Hart. beberapa penulis yang tidak ragu menuliskan beliau sebagai orang paling berpengaruh di dunia diantaranya Michael H. Diantara rahasia sukses Rasulullah Saw memimpin umat ini adalahterletak pada kepribadiannya yang utuh. Manfaatnya rakyat menjadi individuyang aspiratif dan responsive.politik. Namun tidak diragukan lagibahwa ia memiliki karakter yang luar biasa baiknya.Moral ketaqwaan mampu mendorong seorang pemimpin bersikaptransparan. baik pada masa kepemimpinannya atau ketika dia sudah tidak menjabat lagi.

Orang yang diserahi memegang amanah dapat dipercaya sehingga peluang untuktumbuh suburnya benalu nepotisme. 64 . Lalu datanglah Usamah bin Zaid yang merupakan orang terdekat Rasulullah Saw meminta dispensasi atau keringanan hukuman atas wanita bangsawan tadi. Sehingga beliau mampu bertemu dan bertatap muka dalam setiap arena dengan penuh kematangan dan persiapan yang prima e) Tabligh Meski Rasulullah Saw seorang yang buta huruf dan menjalankan kehidupan dengan biasa. kolusi dan korupsi dapat dibendung. semuanya sama dalam kaca mata undang-undang. d) Fathonah (Kecerdasan) Cara berfikir dan cara bertindaknya senantiasa dilakukan dengan cara-cara yang benar. jujur dan adil tanpa menutup diri dari sikap waspada dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul.Amanah adalah salah satu titipan yang bermakna kepercayaan.kawanmaupun lawan. tenang tanpa halhal yang istimewa. Allah Swtberfirman : c) Adil Dalam sebuah riwayat sahih (terpercaya) diceritakan tentang seorang wanita dari kalangan bangsawan Arab yang kedapatan mencuri dan akan segera diberlakukan hukuman potong tangan padanya. seluruh orang Arab tertegun penuh kekaguman. namun ketika ia mulai menyiarkan risalahnya. terpikat oleh kefasiahannya berbicara dan kemampuan berpidato yang amat baik dan mengagumkan serta tak ada bandingannya. Apa jawab beliau " Seandainya Fatimah binti Muhammad sendiri yang mencuri niscaya aku akan potong tangannya " Tak akan diskriminasi dalam masalah hukum. Umatmanusia yang siap memikul amanah dan memeliharanya Insya Allah akanmencapai kemenengan dan keberuntungan dalam kehidupannya. Ada praktek kolusi dan manipulasi dalam masalah hukum/undang-undang merupakan sumber kehancuran generasi generasiterdahulu. baik oleh penyair dan ahli pidato sekalipun. demikian statement dan kebijakan tegas Rasul kepada yang meminta keringanan hukuman.

berisi aturan-aturan yang bersifat imperatif atau mengharuskan. f) Ketaqwaan AlQur'an menyebutkan hal ini sebagai kualitas tertinggi seorang muslim dan Rasulullah Saw merupakan manusia tertinggi kualitas taqwanya dibandingkan manusia manapun yang ada di jagad ini. maka kepercayaan rayat atau masyarakat pun segera hilang dan segera pula timbul gejolak di sana sini.Hal inilah yang perlu diteladani oleh para pemimpin umat dewasa ini bila menginginkan diri mereka mendapatkan tempat di hati orang banyak sebab omongan yang tak jelas berbau provokasi. saya berpuasa namun juga berbuka dan sayapun menikahi wanita. Sebagai kitab ajaran. Bukankah amat sering kita mendengar pernyataan hati ini demikian lalu keesokan harinya diralat. Tetapi tentu saja ini juga merupakan bagian dari membangun kesadaran moral seorang pemimpin." (HR. Muslim). Sebagaimana pernyataan beliau : " Saya adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa dibandingkan kalian namun saya melaksanakan qiyamullail dan tidur. serat ini mengandung ajaran-ajaran moral yang seharusnya (das Sollen) dilakukan dan dijalankan oleh Raja ataupun pemimpin pada umumnya. 65 . kedustaan dan penuh caci maki sama sekali tak akan mendatangkan kebaikan. Demikianlah ciri-ciri moralitas yang mendasar dan yang senantiasa melandasi kepemimpinan Rasulluah Saw sehingga dengan moral force itulah manusia dapat mewujudkan potensi tertingginya dalam segala bidang sehingga terkendali secara baik.Sebagai buku.... Rasulullah Saw yang terbimbing oleh wahyu berhasil membangun sistem moral yang baku yang pasti mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menjalaninya terlebih lagi para pemimpin umat. 2) Moral Kepemimpinan dalam serat Jatipusaka Makutha Raja Serat Makutha Raja merupakan tulisan Sultan Hamengku Buwono V yang merupakan pedoman bagi raja atau pemimpin.

maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilainilai tersebut. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini. dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini: a. c. ditunjukkan bagaimana raja harus mengingat asal usul maupun niat ketika hendak menjadi seorang pemimpin. serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik. Kesabaran. Saran-saran untuk perilaku secara etik Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. kata Blanchard dan Peale. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. b.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. menolong kita untuk 66 . sebagaimana tertulis: Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik.Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula. Oleh karena itu perilakunya harus benarbenar tidak boleh meninggalkan aturan. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda.Dalam Serat Makutha Raja pupuh Sinom.

D. e. adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia. berbicara yang tidak pantas di depan publik. Misalnya. URGENSI ETIKA KEPEMIMPINAN Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia). memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. Etiket tetap penting untuk dipelajari dan dimiliki. Contoh kasus. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Namun. Etiket adalah hal-hal tentang sopan santun baik dari segi cara berbicara atau bersikap. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. saling mencerca dan mencaci maki. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. mungkin ada yang halus dan ada pula yang kasar. Jika memnag demikian. ―Kalau mau dosa bisa di mana saja. menurut Blanchard dan Peale. berperilakulah dengan teguh. namun tidak masuk 67 . Ada yang mengatakan tidak perlu ada pedoman etika karena yang penting adalah hatinya. cara berbicara yang kasar dan tingkah laku yang tidak sopan adalah sebuah etiket. Menurut mereka yang tidak setuju. d.bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. manusia itu kan lebih lihai dari aturan dan pedoman!‖. apakah benar pemimpin perlu dibuatkan pedoman etika? Pertanyaannya. apa arti ―tidak punya etika‖? Apakah hanya tentang kesantunan belaka. bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. pembuatan/penyusunan pedoman etika tersebut juga menimbulkan kontroversi. Misalnya. atau tentang moralitas dan integritas pemimpin? Hal ini penting karena etiket berbeda dengan etika. Seorang pemimpin etik.

tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. 53). korupsi. kemiskinan. Etika juga akan membimbing dan memampukan pemimpin dalam menghadapi persoalan akibat muncul/berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika. syarat pertama pemimpin yang beretika adalah memiliki hati nurani yang baik. Itulah sebabnya mengapa setiap pemimpin harus mengembangkan etika bagi dirinya dan perlunya ada pedoman etika sebagai pemimpin. Dalam suatu organisasi. serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. Dalam hal ini. Baik dan buruk dalam masyarakat sudah bukan urusan pribadi atau suatu masyarakat saja. Oleh karena itu. Jadi. Ada beberapa hal yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang beretika. siapa yang turut mengetahui? Maksud dari kata tersebut tentu ada suatu instansi di dalam diri manusia yang berfungsi sebagai saksi yang mengamati atau menilai kehidupan batin manusia dan mempertimbangkan sesuatunya (bdk. juga termasuk banyak kasus moralitas di dalam kehidupan pemimpin.dalam ranah etika. etika kepemimpinan sangatlah penting. ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? Etika memberikan tuntunan kepada para pemimpin di tengah-tengah masyarakat yang memiliki nilai yang beragam atau pluralism moral (Bertens. Kata ―hati nurani‖ berasal dari kata ―conscienta‖ yang berarti ―turut mengetahui‖ atau ―dengan diketahui oleh‖. kekejaman. Verkuyl. Secara umum. etika berbicara tentang baik dan buruk atau benar dan salah. tetapi sudah menjadi kepedulian bersama suatu konteks yang lebih besar. tetapi juga mempertimbangkan motif-motif hati si pemimpin. Di sini kita tidak berbicara tentang tingkah laku (behavior) yang terlihat. Lain halnya dengan etiket. Bertens. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya. 65. 68 . dan ketidakadilan. atau dengan kata lain mengubah tingkah laku yang terlihat saja. sudah tentu etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia yang hidup di zaman globalisasi. 31). misalnya lingkungan hidup.

Etika ini mempelajari keutamaan (virtue) sifat watak yang dimiliki manusia. Di samping memiliki hati nurani yang baik. Etika kewajiban menekankan pada ―being‖ manusia. tetapi akan memberi pujian jika melakukan perbuatan yang baik dan terpuji. tetapi juga mengembangkan watak serta karakter yang penuh pengorbanan. mana yang benar dan mana yang salah.hati nurani adalah suatu penghayatan tentang baik dan buruk yang berhubungan dengan tingkah laku konkret/nyata manusia (Bertens. Etika keutamaan bukan menilai perbutan. 51-52). Di sini. tetapi lebih kepada apakah manusia (kita) adalah orang yang baik atau buruk. pelayanan. apakah perbuatan tersebut baik ataukah buruk. Hati nurani retrospektif adalah hati nurani yang mengevaluasi terhadap perbuatan manusia pada masa lalu. Hati nurani prospektif adalah hati nurani yang memberikan penilaian atas perbuatan di masa yang akan dating. Harga diri dan integritas manusia sebagai pemimpin terletak pada hati nuraninya. Hati nurani retrospektif berfungsi sebagai instansi kehakiman yang mencela jika melakukan perbuatan yang tidak baik atau jahat. Di samping etika keutamaan. sebelum melakukan sesuatu hal maka hati nuraninya akan memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. ada pula etika kewajiban. Maksud dari etika keutamaan adalah berfokus kepada manusia dan martabatnya. 69 . apakah etika kewajiban ataukah etika keutamaan (bukan either-or). Hati nurani bekerja pada saat suatu hal sedang dilakukan seseorang. Ia memberikan nilai kondisional atas perbuatan manusia. dan bukan kepada apakah suatu perbuatan sesuai norma atau tidak. Hati nurani yang sehat dari seorang pemimpin adalah jika pemimpin tersebut memiliki hati nurani yang menuduh atau mencela yang disebut ―a bad conscience‖ jika melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki ‖a good conscience‖ atau ‖a clear conscience‖ jika melakukan sesuatu yang baik. dan kebaikan sebagai etika keutamaan. yaitu siapakah saya di hadapan Tuhan dan sesama. tetapi kedua-duanya perlu dipelajari dan dipraktikkan (both-and). Artinya. setiap pemimpin wajib memiliki komitmen terhadap etika keutamaan. Bentuk hati nurani ada dua yaitu hati nurani retrospektif dan prospektif (Bertens. 54-56). baik dan buruk. Kita wajib tahu mana yang benar dan yang salah. manusia bukan memilih mana yang harus dipegang.

Kepemimpinan adalah suatu konsep yang mengagumkan. baik untuk CEO. yaitu:  Ethical Communication Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. pengetahuan dan komunikasi efektif. Karakter atau watak manusia juga memerlukan norma. 70 .Hubungan antara etika keutamaan dan etika kewajiban adalah bahwa moralitas selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip sertakualitas manusianya juga. Manusia memerlukan pengembangan watak dan karakter yang baik yang disebut pengembangan etika keutamaan. tetapi juga perlu pembentukan watak. pelayanan pelanggan yang berkualitas. Pemimpin harus bertanggungjawab dalam memimpin. Dalam hal ini. Kepemimpinan mampu menyiratkan tanggung jawab. Tetapi pedoman dan sanksi saja tidak cukup menjadikan manusia baik. ―Kejujuran adalah tugas nomor satu‖ harus menjadi slogan entitas tersebut. Jika ada yang berkata bahwa DPR tidak perlu ada pedoman etika. keteladanan pemimpin saja tidak cukup dalam melaksanakan standar ini. Berikut ini adalah beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya. berarti dia tidak memahami fungsi etika kewajiban.  Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa aa tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi. maupun para investor. dewan direksi. Etika kepemimpinan terutama mempunyai arti penting pada waktu-waktu belakangan ini ketika kepercayaan publik telah terkikis oleh tindakan tidak baik dari banyak entitas nirlaba maupun entitas komersial. yaitu produk yang berkualitas. Ketika seseorang mengambil posisi sebagai pemimpin. bahwa manusia hanya bisa taat jika ada pedoman dan sanksi yang mengaturnya. ia mempunyai kesempatan untuk menempatkan kejujuran pada tempat tertinggi. Informasi yang jujur adalah informasi yang berkualitas. keduanya berjalan bersamaan di dalam kehidupan seorang pemimpin. Manusia tidak hanya baik karena menaati aturan. dan pengiriman yang berkualitas. Di sini.

 Ethical Collaboration Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. Peter Block. Sedangkan dalam bidang industri tidak memiliki standar masa kepemimpinan (tenure). Tujuan dari pemimpin yang beretika adalah untuk menurunkan risiko organisasi dengan cara mempeoleh para ahli (dalam hal ini adalah penasihat) yang terpercaya. memecahkan masalah.  Ethical Succession Planning Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian. Keuntungan yang besar hanya dapat terjadi jika pemimpin dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut.  Ethical Tenure Berapa lamakah seharusnya seorang pemimpin mepimpin organisasinya? Di Indonesia. dan mendanai dalam hal peningkatan kualitas. Sayangnya. Hal tersebut harus dipimpin oleh si pemimpin sendiri dengan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi 360 0. wakil rakyat dipilih setiap lima tahun sekali. dan menemukan issue-issue yang sedang dihadapi organisasi. kepemimpinan seringkali diukur lebih berdasarkan kepercayaan terhadap 71 . Pemimpin yang bijak berkolaborasi untuk menciptakan best practice. Di Amerika. secara alamiah pemimpin akan cenderung menciptakan ―lingkaran penasihat‖ yang tertutup. pemimpin pemerintahan memimpin selama empat sampai delapan tahun. Menurut seorang pakar kepemimpinan. Pemimpin yang menggunakan etika kolaborasi akan menjaga agar ―lingkaran penasihat‖ ini lebih terbuka dan cair. Sementara itu. dan melatih mereka tentang peran-peran yang mungkin akan mereka jalankan suatu saat nanti. seorang pemimpin yang beretika harus memberikan kesempatan pada para penerus yang potensial untuk berlatih dan membangun kemampuan kepemimpinan mereka.mengendalikan. ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi dan prosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat.

pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu. tantangan atau masalah-masalah. dan masyarakat luas harus menyingkir dan membiarkan pemimpin lain yang lebih baik mengambil alih kepemimpinan dan kekuasaannya. orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik. Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan. pelanggan. Pemimpin bekerja atas permintaan dari entitas. yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. KARAKTER UTAMA DALAM KEPEMIMPINAN Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut. Waktu adalah cara pengujian yang ampuh. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika. Block juga mengemukakan bahwa misi dari pemimpin yang beretika adalah untuk melayani institusi yang dipimpinnya. si pemimpin harus tetap memimpin hingga ia memilih untuk mundur dan turun jabatan. dewan direksi. maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. Tidak ada orang yang 72 . bukan untuk melayani diri mereka sendiri. Sedangkan pemimpin yang merusak kepercayaan bawahannya. pelanggan. kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek. misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. E. dan para pemegang saham. Jika kepercayaan dari masing-masing pemegang kepentingan tersebut tidak berubah/menurun.individu daripada talenta/kemampuannya. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orangorang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. Bagaimanapun ketika. Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. Secara normal.

7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif Di dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People yang dijabarkan oleh Stephen R. karena dari cara dia berbicara.1 Prinsip-rinsip Karakter Pribadi 73 . Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita. Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter. sehat dan bahagia. utuh. Gambar 3. merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang.dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya. dan kuat. Covey. serta menciptakan sebuah tim yang saling melngkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi. kita dapat mengidentifikasi karakter dia. bertindak dan merespon. kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. A.

untuk tidak menjadi reaktif.Proactive Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Covey) Habit 1 . pribadi atau antarpribadi. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang. dan tujuan yang paling berarti bagi mereka. mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain. bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja. 74 . Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan. dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. baik besar maupun kecil. Habit 4 – Think Win Win Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. Habit 2 – Start from the End Individu. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihanpilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga. Apa pun situasinya. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip. dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. dan memilih untuk tidak menjadi korban. Habit 3 – Put First thing first Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. hubungan. keluarga. tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek.Sumber: 7 habits of Highly Effective People (Stephen R.

111. cara Anda. dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan. … atau lebih banyak lagi. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya. 11. berusaha memahami dulu. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi. bekerja dengan kekuatan tersebut. Habit 6 – Synergy Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya. menghargai. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati. kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. bukan ―aku‖. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain. meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan. Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan ―kita‖. dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. Habit 5 – Effective Communication Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy.Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalahmenang). Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3. di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. 75 . baru kemudian berusaha dipahami.

dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi. Hal ini memerlukan rasa saling menghormati (Kebiasaan 4).Habit 7 – Sharpen the Saw Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang Ini dasar adalah kehidupan: karakter fisik. 76 . 2. Kebiasaan ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Kebiasaan 1. yang sosial/emosional. Mengasah Gergaji. dan kerja sama kreatif (Kebiasaan 6). Kemampuan untuk membuat janji adalah proaktivitas (Kebiasaan 1). hati. meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita. dan jiwa. mental. Apa yang dijanjikan adalah Kebiasaan 2. dan memenuhi janji adalah Kebiasaan 3. adalah meningkatkan kompetensi Anda di empat bidang kehidupan: tubuh. dan spiritual. Tiga Kebiasaan yang pertama bisa diringkas dalam sebuah pernyataan empat kata yang amat sederhana: Membuat dan memenuhi janji. pikiran. saling memahami (Kebiasaan 5). Tiga kebiasaan selanjutnya bisa diringkas dalam sebuah kalimat pendek: Libatkan orang dalam permasalahan dan carilah penyelesaiannya bersama-sama. Kebiasaan 7.1 adalah bagan yang menggambarkan prinsip dan para-digma dari masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan. Tabel 3.

atau pentingnya untuk terus-menerus memperbarui diri. saling menghormati. saling memahami. memiliki tujuan. Ketiga. Anda tidak bisa membantah pentingnya tanggung jawab atau inisiatif. Tujuh Kebiasaan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut karakter yang membentuk siapa dan apa diri Anda.Sumber: The 8th Habit (Stephen R. prinsip-prinsip ini abadi tak pernah berubah. kita tinggal mencoba berusaha membantahnya. integritas. Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah hal yang terbukti dengan sendirinya? Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kita dapat melihat tiga hal: Pertama. Anda sama sekali tak akan berhasil. kerja sama kreatif. 4 Peran Kepemimpinan itu adalah apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk mengilhami orang lain agar menemukan suara mereka. wewenang moral. dan keterampilan yang membuat Anda bisa memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. prinsip-prinsip itu mengatasi batas-batas budaya dan terkandung dalam semua agama utama dunia maupun falsafah hidup yang tak lekang oleh waktu. komunitas. prinsip-prinsip itu bersifat universal. Kebiasaan-kebiasaan ini memberikan basis bagi kredibilitas. prinsip-prinsip ini terbukti dengan sendirinya. 77 . Covey) A. Prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam 7 kebiasaan Lihatlah dengan saksama masing-masing prinsip tersebut. Kedua. termasuk keluarga. dan masyarakat. Artinya. Kebiasaan itu terletak pada inti dari peran pertama pada 4 Peran Kepemimpinan— yaitu menjadi Panutan. Dalam hal prinsip-prinsip yang mendasari 7 Kebiasaan.

pertama secara mental. adalah sebuah paradigma yang menyatakan bahwa semua hal diciptakan dua kali. tetapi juga sebuah paradigma. dan 3 diwakili oleh empat kata "membuat dan memenuhi janji. Menjadi Proaktif. B.2 Empat Peran Kepemimpinan Sumber: The 8th Habit (Stephen R. 2. melainkan "Saya bisa dan akan membuat janji. sebuah cara berpikir. Empat Peran Kepemimpinan membuat 7 Kebiasaan bisa menjadi hal utama yang dipraktikkan dalam organisasi. sosial. Covey) Kepemimpinan akan menciptakan sebuah ruang kehidupan yang sepenuhnya baru bagi 7 Kebiasaan.Gambar 3. dan baru 78 . adalah sebuah paradigma determinasi diri atau penetapan diri. Kebiasaan 2. dan bukan sekadar determinasi genetik." Inilah kekuatan dari pilihan. Memulai dengan Tujuan Akhir. Kebiasaan 1. dan bukan sekadar sebuah program pelatihan dengan gambar-gambar yang indah. Paradigma 7 Kebiasaan Masing-masing kebiasaan dalam 7 Kebiasaan tidak hanya mewakili sebuah prinsip. Saat kita memikirkan secara lebih mendalam bahwa Kebiasaan 1." kita menjadi paham mengenai paradigma yang menyertai masing-masing kebiasaan. atau lingkungan. fisik. dan kebiasaan-kebiasaan ini akan dipandang sebagai hal yang memiliki nilai vital secara strategis bagi sebuah organisasi.

pembelajaran. dan pembuatan komitmen ulang—apa yang disebut oleh bangsa Jepang sebagai "Kaizen. tindakan. dan Bersinergi—adalah paradigma-paradigma pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain—melimpahnya rasa hormat. dan 6—Berpikir Menang-Menang." Inilah sebabnya mengapa diagram melingkar yang dipergunakan di sepanjang buku ini memiliki sebuah mata panah yang tidak menutup lingkaran tersebut tetapi akan menciptakan sebuah spiral naik yang melambangkan sebuah perbaikan tanpa henti dalam masing-masing wilayah dari empat wilayah yang dipilih. Ini adalah isi dari janji tersebut—"Saya bisa memikirkan baik isi dari janji yang ingin saya buat maupun apa yang saya harapkan akan saya capai dari situ. disiplin. dan hati nurani —yang ditulis ulang untuk konteks organisasi." Ini adalah kekuatan fokus. gairah. Solusi Kepemimpinan dalam Organisasi Keputusan untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka membawa Anda langsung ke inti dari empat masalah kronis organisasi yang diakibatkan oleh model kontrol Era Industri yang dipakai saat ini. Ini adalah kebiasaan untuk pendidikan. Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami.kemudian secara fisik. 5. rasa saling memahami (menyeimbangkan antara pertimbangan dan keberanian). Ini adalah inti dari tim yang saling melengkapi. 79 . dan menghargai perbedaan. dan pelaksanaan—"Saya memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. C." Kebiasaan 4. Kebiasaan 7 adalah paradigma perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh. Empat Peran Kepemimpinan sebenarnya adalah empat karak-teristik kepemimpinan pribadi: visi. Kebiasaan 3 adalah paradigma prioritas.

Keempatnya adalah jalur untuk meningkatkan pengaruh Anda.Gambar 3. "bos yang melakukan semua pemikiran penting dan pembuatan keputusan. kalau kita membatasi keempat peran ini hanya untuk eksekutif senior. Stephen R. bukan pada metode. banyak pula pakar lain di bidang kepemimpinan yang secara terpisah telah menyusun model yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama. Dan ternyata. namun alamiah. Covey dan teman-temannya mengajarkan model 4 Peran Kepemimpinan sejak tahun 1995.3: Empat karakteristik kepemimpinan pribadi Sumber: The 8th Habit (Stephen R. Pemberdaya (gairah): Memfokuskan bakat pada hasil. Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola sistem agar tetap pada arah yang telah ditetapkan. pengaruh tim dan organisasi Anda. Kendati demikian. lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta. untuk memenuhi tugas mereka. Jack Zenger. Covey)     Panutan (hati nurani): Menjadi contoh yang baik. Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju. Mereka yang memegang posisi kepemimpinan formal dalam organisasi mungkin bisa melihat keempat peran ini sebagai cara yang menantang. Sebagai contoh. apa pun posisinya. Dave Ulrich (Universitas Michigan)." Keempat peran ini adalah untuk semua orang. dan Norm Smallwood yang menulis buku Results-Based Leadership (1999) 80 . hal itu hanya akan semakin memperkuat pola pemikiran yang mengatakan.

mereka mengembangkan sebuah model kepemimpinan empat kotak yang hampir sama persis dengan model 4 Peran.yang amat memperluas cakrawala wawasan kita. Gambar 3. tetapi Kita bisa melihat bahwa makna pada intinya sama. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian. sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia. peran-peran ini dijalankan secara bersamaan. 81 . Peran-peran ini berurutan karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya. Pentingnya Urutan Peran Keempat peran ini juga amat saling tergantung. Kendati demikian. Kedua sisi tersebut sama-sama benar. Covey) D. Dari satu sisi. Keempat proses atau peran ini tetap harus diper-hatikan secara terus-menerus.4: Apa yang dilakukan oleh Pemimpin Yang Sukses? Sumber: The 8th Habit (Stephen R. peran-peran ini tampaknya berurutan. peran-peran ini juga bekerja secara simultan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. dan memberikan konsultasi. Perbedaan utamanya hanya terletak pada peristilahan yang dipakai. Tetapi dari sisi lain. pengamatan.

Stephen R. kontribusi. misalkan seseorang tidak mampu memenuhi janji. dan pengembangan keahlian mendahului pengembangan tim dan sistem. merupakan ajang kompetisi yang amat sengit. dan Anda tidak akan bisa mengerjakan aljabar sebelum Anda memahami dasar-dasar matematika. dan tergantung pada suasana hatinya. dan hubungan yang saling memercayai adalah sebuah prasyarat mutlak untuk mengembangkan sebuah organisasi yang bercirikan kerja sama tim. bahkan janji yang dibuat untuk dirinya sendiri—hidupnya tidak konsisten. jawabannya sudah jelas: tidak mungkin. yang seperti juga dunia bisnis. Anda akan melihat mengapa. Dengan kata lain. Perumpamaan olahraga amat tepat dan memberikan gambaran kuat yang bisa kita hubungkan dengan bidang yang lebih luas yakni meningkatkan kapasitas dan menemukan suara kita. amat penting untuk pertama-tama membayar harga untuk berusaha menemukan suara pribadi Anda 82 . Persis seperti seorang anak tidak akan bisa berlari sebelum bisa berjalan atau tak bisa berjalan sebelum dia bisa merangkak. dan Anda juga tidak akan bisa mengerjakan soal-soal kalkulus sebelum Anda memahami aljabar. Dan jika dia tidak bisa mengembangkan kemampuan itu. Dan jika kepercayaan dalam hubungannya dengan orang lain kurang. Covey menggambarkan pentingnya urutan dari keempat peran ini dengan cara membandingkannya dengan olahraga profesio-nal. apakah dia akan memiliki dasar yang kuat untuk membangun sebuah keluarga yang efektif atau tim dan organisasi yang bisa membuat kontribusi yang signifikan? Sekali lagi. dan kerja sama dengan komunitas yang lebih luas. beberapa hal dasar yang diperlukan memang harus ada lebih dahulu sebelum yang lainnya bisa dilakukan. bahkan jika kedua hal ini saling tergantung. tidak mungkin dia bisa bermanfaat sebagai anggota tim dan menjadi bagian dari sebuah sistem pencetak kemenangan. Setelah kita memahami pentingnya urutan ini. Tubuh adalah sebuah sistem alamiah dan diatur oleh hukum-hukum alam. Ada-kah cara baginya untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh rasa saling percaya dengan orang lain? Jawabannya sudah jelas. Saat seorang pemain masuk ke sebuah sasana latihan profesional dengan kondisi tidak memenuhi syarat tidak memiliki kekuatan otot dan daya tahan jantungnya tidak beres dia tidak akan bisa mengembangkan keahliannya secara maksimal. tak beraturan. Sebagai contoh. pengembangan otot mendahului pengem-bangan keahlian. Pengembangan pribadi mendahului pengembangan hubungan yang saling memercayai.

bahkan banyak orang yang tampak kuat dan sehat. Dengan mempergunakan analogi fisik ini. Penempatan layanan bagi orang lain sebagai hal yang lebih tinggi daripada diri sendiri memberikan makna pada ketiga level tersebut dan membawa kita ke Era Kebijaksanaan.sebelum mencoba mengembangkan keahlian dalam membangun hubungan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dan pemecahan masalah secara kreatif. tim. era kelima dari peradaban. Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan betapa penting dan kuatnya urutan ini adalah dengan cara yang sering saya berikan kepada para peserta yang saya ajar. Dan sebelum mereka bisa melakukan lima puluh push-up pada tingkat pribadi dan hubungan. individu. mereka tidak akan memiliki ke-kuatan atau kebebasan untuk melakukan tiga puluh push-up emosional yang diperlukan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan dari hubungan yang lebih luas. Tetapi hanya sedikit yang sanggup melakukannya. Dengan mengingat adanya urutan ini. kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri. saya berpendapat bahwa sampai seseorang bisa melakukan dua puluh kali push-up emosional pada tingkat pribadi. dia akan bisa melakukan hal itu dengan mudah. mereka tidak akan mungkin bisa membangun sebuah tim dan menghasilkan sebuah budaya organisasi dengan tingkat kepercayaan dan kinerja yang tinggi. menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan 83 . Dan yang paling akhir. Saya mengundang seorang pria yang tampak amat kuat dan sehat untuk maju ke depan dan melakukan dua puluh kali push-up dengan punggung lurus. dan organisasi seperti itu kemudian bisa memperluas pengaruh mereka dengan melayani dan memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang menjadi tanggung jawab mereka. Jika dia benar-benar kuat dan selalu berlatih. Kerja yang bersifat sinergis dalam hubungan-hubungan yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti itu kemudian akan menjadi dasar untuk menciptakan sebuah tim atau organisasi dari orang-orang yang saling bekerja sama—tim-tim yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama. dan bersedia untuk memainkan peran mereka di dalam konteks tersebut. tetapi tidak sanggup melakukan lebih dari lima atau enam kali.

sebutkan? 10. Etika kepemimpinan dapat diterapkan dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari beberapa faktor yaitu? 9. seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal. Apa yang dimaksud dengan Etika dan jelaskan fungsinya? 2. O'Donnell 3. Jelaskan pengertian kepempimpinan menurut H. Sebutkan prinsip-prinsip etika berorganisasi? 7.Koontz dan C. Jelaskan Bagaimana hubungan etika kepempimpinan dengan organisasi? 8. Sebutkan beberapa komponen dari etika kepemimpinan beserta pentingnya! 6. Untuk keperluan itu. Seorang pemimpin yang sukses apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk apa pemimpin harus mempunyai etika? 5.dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi Latihan Soal-soal 1. Apa yang dimaksud dengan Etika Kepempimpinan? 4. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang visioner? 84 .

Globalisasi : cerdas. Ahli (kepandaian). 14. dan kebiasaan berhala-bihalal pada hari lebaran). 11. 12. Hubungan. fathonah 8. tujuan Orang yang uangnya mendapatkan kelebihan suara di parlemen. Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.GLOSARIUM 1. Entitas 5. Kolaborasi 13. 7. : Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Institusi : Sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang. bank. 2. dsb. Koalisi : Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh : Penanam di uang usaha atau dengan modal. 6. Etiket : Tata cara (adat sopan santun. adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan. Komunikasi : (Perbuatan) kerja sama dengan musuh. Amanah 3. 9. dsb) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. Kontak. paham sekali dalam suatu ilmu : Terpercaya : (Dewan) pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan. kecerdasan : Proses masuknya ke ruang lingkup dunia: ~ siaran televisi kita tidak dapat dihindarkan lagi. Investor menanamkan keuntungan. ujud. Etika : Satuan yang berwujud. 10. Gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi.yayasan. 85 . 4. paguyuban. Direksi : Orang yang mahir. : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Organisasi : Kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian- bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu. organisasi sosial.

partai politik. Slogan : Benar : Perkataan atau kalimat pendek yang menarik. 18. 20. 17. 16. organisasi. dsb. Orang yang : Keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). Metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu problem.15. mencolok. Pluralisme : Orang yang memberi nasihat dan saran. Prosedur : Tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Standar 21. Tabligh : Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. Sidiq 19. dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu idiologi golongan. Penasihat menasihati. : Menyampaikan 86 .

R.scribd.lintau. Stephen.kabarku. 1994 http://pribumibrebes.co.html http://wawan-junaidi.blogspot. Stephen.cc/2008/06/etika-kepemimpinan. Binarupa Aksara.html http://www.R.com/2010/11/pengertiankepemimpinan.com/doc/30836348/Landasan-Moral-Dan-EtikaKepemimpinan 87 .com/My-Category/Pengertian-Etiket17645. The 8th Habit Covey. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.html http://www.DAFTAR PUSAKA Covey.

Etika berkaitan dengan perilaku normal. etika adalah salah satu cabang filsafat. Dengan cara sederhana kita dapat. Pengertian pelayanan publik 2. kita dapat mengatakan bahwa etika berkenaan dengan bagaimana orang-orang melaksanakan urusan mereka. kapan hak individual kita berakhir dan kapan hak individual orang lain bermula. apa hak kita dan apa hak orang lain. Dengan demikian etika dapat diartikan secara luas sebagai ―keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjalankan kehidupannya.‖ Pertanyaan berikut ini mencerminkan pengertian . setiap jam.Tegasnya etika berkaitan bagaimana kita0020hidup. Netralitas PNS A. atau setiap hari. Asumsi-asumsi ini meliputi asumsi-asumsi bagaimana kita memperlakukan orang lain. dan apa yang merupakan perlakuan wajar dan adil bagi semua orang. Perilaku etis berarti jujur dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Prinsip-prinsip etika pelayanan publik 3. Konsep etika tidak lain adalah sejumlah asumsi dasar yang melandasi hampir semua hubungan dan transaksi di dalam masyarakat. bagaimana hak milik individu dan masyarakat diperlakukan.Mengambil keputusan tentang bagaimana kita hidup adalah fondasi etika. yaitu produk dari standar dengan moral dan pertimbangan/keputusan moral.BAB ETIKA PELAYANAN PUBLIK 7 _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa memahami beberapa hal tentang etika pelayanan publik yang meliputi: 1. Pengertian Etika Pelayanan Publik Dalam bentuknya yang paling abstrak. kinerja atau prestasi. Etika berkaitan dengan karya. yang di karya atau kinerja itulah nama kita melekat.

Pelayanan publik ini dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Indonesia disebut dengan pegawai negeri. pelayanan publik mempengaruhi seluruh segi kehidupan warga Negara. Birokrasi dan pelayanan publik menunjukkan kepada kita bahwa administrasi pemerintahan atau birokrasi pemerintahan mempunyai fungsi pokok berupa penyelenggaraan pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan bidang kehidupan penting yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat. standar-standar atau norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan oleh. Sesuai dengan pengertian tersebut. etika pelayanan publik harus mencakup prinsip-prinsip.Oleh sebab itu.Dengan demikian.Jadi. Dengan demikian. sudah selayaknya jika isu-isu atau dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik. bangsa dan Negara. Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. nilai-nilai. etika pelayanan publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru.Karena etika bersangkut paut dengan bagaimana agar manusia mencapai kehidupan yang baik. tetapi berkaitan dengan penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna . etika pelayanan publik berkaitan dengan prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. maka penerapan etika dalam konteks pelayanan publik dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasibenar-benar memenuhi harapan masyarakat tersebut. pegawai negeri atau birokrasi telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dalam sudut pandang etika. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi atau pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya dalam organisasi dan dalam hubungannya layanan birokrasi. pelayanan publik adalah identik dengan birokrasi atau administrasi pemerintahan dan pegawai negeri. seperti halnya etika bisnis.Jelasnya.etika ini: ―Bagaimana saya membawa diri dan bersikap?‖ ― Perbuatan-perbuatan mana yang harus saya kembangkan agar hidup saya sebagai manusia berhasil.Dalam kenyataannya.Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik. kita dapat mengatakan bahwa beretika dalam konteks pelayanan publik berarti mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik.

baik normatif maupun objektif. 1. Pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari dapat diandalkan. dituntut untuk memiliki dua keunggulan. Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. Ada beberapa alasan.Penyelenggaraan pelayanan masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-koncoan. besarnya diskriminasi pelayanan. dengan ukuran-ukuran seperti efisiensi. 4. produktivitas dan efektivitas. yaitu pertama. ada dua aspek penting yang umumnya diyakini sebagai penentu kinerja prima. Perilaku aparatur pemerintahan (pegawai negeri) sebagai pelayan publik adalah sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mereka mengabdikan diri. etnis. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. termasuk sektor publik (pemerintahan). dan pada saat yang sama dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi standar etika.Tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. dan merupakan syarat pokok bagi pemerintah untuk menyediakan kerangka yang terpercaya dan efektif bagi kehidupan ekonomi da sosial bagi seluruh warga Negara. Dalam pelayanan publik. yaitu profesionalisme dan etika. efisien dan efektif. integritas berarti bahwa : 1. Relevansi Etika Dalam Pelayanan Publik Di sektor manapun. yang dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi dan makin pentingnya etika dalam birokrasi atau pelayanan publik. Warga Negara memperoleh perlakuan ―tanpa pandang bulu‖ sesuai dengan ketentuan hukum dan peradilan. 5. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. 3. Sumber daya publik digunakan secara tepat. dan agama. sepertiintegritas.Secara khusus. Buruknya pelayanan publik memang bukan hal baru.Pranata dan mekanisme untuk memajukan integritas dipandang sebagai komponen pokok good governance. fakta di lapangan masih banyak menunjukkan hal ini.Integritas mengacu pada hubungan yang kuat antara nilai-nilai ideal dan perilaku nyata. yaitu keunggulan teknis (profesionalisme) dan keunggulan moral (etika). 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang . Prosedur pedngambilan keputusan adalah transparan bagi publik. Dengan perkataan lain. seperti sektor bisnis. Fenomena semacam ini tetap marak walaupun telah diberlakukan UU No. objektivitas atau imparsialitas. keadilan dan sebagainya. sektor publik. Seperti halnya di sektor bisnis. B. sektor publik juga dituntut untuk mencapai kinerja prima. 2. kesamaan afiliasi politik.

kendala infrastruktur organisasi yang belum mendukung pola pelayanan prima yang diidolakan. Prosedur dan etika pelayanan yang berkembang dalam birokrasi kita sangat jauh dari nilai-nilai dan praktik yang menghargai warga bangsa sebagai warga negara yang berdaulat. Kedua. eksistensi PNS (ambtennar) merupakan jabatan terhormat yang begitu dihargai tinggi dan diidolakan publik. Di antara beberapa aspek tersebut adalah kultur birokrasi yang tidak kondusif yang telah lama mewarnai pola pikir birokrat sejak era kolonial dahulu.Bersih dari KKN yang secara tegas menyatakan keharusan adanya kesamaan pelayanan. Di samping itu. sehingga filosofi PNS sebagai pelayan publik (public servant) dalam arti riil menghadapi kendala untuk direalisasikan.Ketidakpastian ini sering menjadi penyebab munculnya KKN. . Memang melakukan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi pemerintahan bukanlah pekerjaan mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan mengingat pembaharuan tersebut menyangkut pelbagai aspek yang telah membudaya dalam lingkaran birokrasi pemerintahan kita. misalnya.Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidakpastian tadi. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. Tidak hanya itu. mulai masa orde baru hingga kini. tidak dibuat untuk mempermudah pelayanan.Akibatnya. Hal ini terbukti dengan belum terbangunnya kaidah-kaidah atau prosedur-prosedur baku pelayanan yang memihak publik serta standar kualitas minimal yang semestinya diketahui publik selaku konsumennya di samping rincian tugas-tugas organisasi pelayanan publik secara komplit. pada satu pihak penyedia pelayanan dapat bertindak semaunya tanpa merasa bersalah (guilty feeling) kepada masyarakat. Hal ini terbukti dengan sebutan pangreh raja (pemerintah negara) dan pamong praja (pemelihara pemerintahan) untuk pemerintahan yang ada pada masa tersebut yang menunjukkan bahwa mereka siap dilayani bukan siap untuk melayani. sebab para pengguna jasa cenderung memilih menyogok dengan biaya tinggi kepada penyelenggara pelayanan untuk mendapatkan kepastian dan kualitas pelayanan.Prosedur pelayanan.Dan ketiga. khususnya jawa. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. bukannya diskriminasi. Standard Operating Procedure (SOP) pada masing-masing service provider belum diidentifikasi dan disusun sehingga tujuan pelayanan masih menjadi pertanyaan besar. tetapi lebih untuk melakukan kontrol terhadap perilaku warga sehingga prosedurnya berbelitbelit dan rumit.

9 Adapun 10 prinsip tersebut adalah pertama.Sistem pemeliharaan kesehatan tidak terkendali.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal. bukannya sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya. Bahkan di penghujung tahun 1980-an.8 Gagasan-gagasan Osborne dan Gaebler tentang Reinventing Government mencakup 10 prinsip untuk mewirausahakan birokrasi. Artinya. jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah "Ya". sekolah-sekolah di negeri AS adalah yang terburuk di antara negara-negara maju. buku terakhir ini ditulis oleh David Osborne dan Peter Plastik yang dipublikasikan pada tahun 1997. Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.Gagasan David Osborne dan Ted Gaebler tentang Reinventing Government tertuang dalam karyanya yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Publik Sector yang dipublikasikan pada tahun 1992 dan Banishing Bureaucracy: The Five Strategies for Reinventing Government.Kedua. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik yang terjadi di pemerintahan Amerika sehingga timbul krisis kepercayaan terhadap pemerintah. maka peran pemerintah seharusnya sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. Banyak kota dan negara bagian yang dibanggakan pailit dengan defisit multi-milyaran dolar sehingga ribuan pekerja diberhentikan dari kerja.Pengadilan dan rumah tahanan begitu sesak. Buruknya pelayanan publik ini dibuktikan dengan menurunya kualitas pendidikan. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa. pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh. sehingga banyak narapidana menjadi bebas. majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: "Sudah Matikah Pemerintahan?". jika pemerintahan diibaratkan sebagai perahu.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. pemerintahan milik .Di awal tahun 1990-an.Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis (mengarahkan) daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan (mengayuh).

Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. organisasi sosial. Artinya.Oleh karena itu. Wakil-wakil pemerintah tetap sebagai produsen jasa dalam banyak hal.Pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat.Ketiga.Upaya mengarahkan membutuhkan orang yang mampu melihat seluruh visi dan mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan yang saling bersaing untuk mendapatkan sumber daya. organisasi sosial. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat.Hal ini bertentangan dengan kemerdekaan sosial ekonomi mereka. untuk menjadi sumber dari penyelesaian masalah mereka sendiri. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. meskipun mereka sering harus bersaing dengan produsen swasta untuk memperoleh hak istimewa.Pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan semacam . hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka.Tetapi para produsen jasa publik ini terpisah dari organisasi manajemen yang menentukan kebijakan. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. Cara ini membiarkan pemerintah beroperasi sebagai seorang pembeli yang terampil. birokrasi pemerintahan yang berkonsentrasi pada pelayanan menghasilkan ketergantungan dari rakyat. Kedua. kelompok-kelompok persaudaraan.Upaya mengayuh membutuhkan orang yang secara-sungguh-sungguh memfokuskan pada satu misi dan melakukannya dengan baik.rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. kelompok-kelompok persaudaraan. Artinya. Pemberdayaan semacam ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. pemerintahan milik rakyat: memberi wewenang ketimbang melayani. tanggung jawabnya belum berakhir. Artinya. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan risorsis pemerintah menjadi habis terkuras. pendekatan pelayanan harus diganti dengan menumbuhkan inisiatif dari mereka sendiri. mendongkrak berbagai produsen dengan cara yang dapat mencapai sasaran kebijakannya.Oleh karena itu.

. dan menciptakan peluang lebih besar bagi keadilan. Daripada menaikkan pajak atau memotong program publik. memberi kesempatan kepada warga untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan. Ketika pemerintah mendorong kepemilikan dan kontrol ke dalam masyarakat. Ketiga. mendorong untuk menjadi pelanggan yang berkomitmen. Tradisi pejabat birokrasi selama ini seringkali berlaku kasar dan angkuh ketika melayani warga masyarakat yang datang keistansinya. Artinya. pemerintah wirausaha harus berinovasi bagaimana menjalankan program publik dengan dengan sumber daya keuangan yang sedikit tersebut.para pelanggannya. tetapi mereka berbeda dalam respon yang diberikan. berusaha memberikan seluruh pelayanan tidak hanya menyebabkan sumber daya pemerintah menjadi habis terkuras. tetapi masih bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan telah terpenuhi. pemerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.Pemerintah mungkin tidak lagi memproduksi jasa. hal ini tentunya mengakibatkan buruknya kualitas dan efektifitas pelayanan publik yang dilakukan mereka. Hasilnya diharapkan efisiensi yang lebih besar. meski dalam situasi keuangan yang sulit. melaui survei pelanggan. yaitu keterbatasan akan keuangan.ini nantinya akan menciptakan iklim partisipasi aktif rakyat untuk mengontrol pemerintah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah sebenarnya adalah milik rakyat. swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik. tetapi juga menyebabkan pelayanan yang harus disediakan semakin berkembang melebihi kemampuan pemerintah (organisasi publik). pemerintah mampu menciptakan nilai tambah dan menjamin hasil. Oleh karena itu. Di antara keunggulan sistem berorientasi pada pelanggan adalah memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya. Dengan melembagakan konsep profit motif dalam dunia publik. sebagai contoh menetapkan biaya untuk publik service dan dana yang terkumpul digunakan untuk investasi membiayai inoasi-inovasi di bidang pelayanan publik yang lain. pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat. keempat. pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan. kelompok fokus dan berbagai metode yang lain. merangsang lebih banyak inovasi. Artinya. tanggung jawab yang lebih besar dan terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif. tidak boros karena pasokan disesuaikan dengan permintaan.Tradisi ini harus diubah dengan menghargai mereka sebagai warga negara yang berdaulat dan harus diperlakukan dengan baik dan wajar. mendepolitisasi keputusan terhadap pilihan pemberi jasa. Dengan cara ini. tanggung jawabnya belum berakhir. sebenarnya pemerintah mengalami masalah yang sama dengan sektor bisnis.

. dan membuat peraturan bangunan. Beban keputusan harus dibagi kepada lebih banyak orang.Pola pemerintahan semacam ini harus diubah dengan lebih memusatkan atau berkonsentrasi pada pencegahan. tetapi lebih kepada strategi yang inovatif untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan kekuatan pasar berlaku. jika tidak diubah (masih berorientasi pada pengobatan) maka pemerintah akan kehilangan kapasitasnya untuk memberikan respon atas masalah-masalah publik yang muncul. Pola pencegahan (preventif) harus dikedepankan dari pada pengobatan mengingat persoalan-persoalan publik saat ini semakin kompleks. mereka mendanai lebih banyak polisi. untuk mencegah kebakaran. pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. yang memungkinkan keputusan dibuat "ke bawah" atau pada "pinggiran" ketimbang mengonsentrasikannya pada pusat atau level atas. maka sistem sentralisasi sangat diperlukan. sektor bisnis dan sektor civil socity perlu digalakkan untuk membentuk tim kerja dalam pelayanan publik.Tak ada waktu lagi untuk menunggu informasi naik ke rantai komando dan keputusan untuk turun. mereka membeli lebih banyak truk pemadam kebakaran. Artinya. Kerjasama antara sektor pemerintah. Pasar di luar kontrol dari hanya institusi politik. untuk mencegah penyakit. Artinya. mereka mendanai perawatan kesehatan.Misalnya. Dan prinsip yang ketujuh. membangun sistem air dan pembuangan air kotor.Akan tetapi. Dalam rangka melakukan optimalisasi pelayanan publik. pemerintahan tradisional yang birokratis memusatkan pada penyediaan jasa untuk memerangi masalah. Artinya. keenam. pada saat teknologi masih primitif. daripada beroperasi sebagai pemasok masal barang atau jasa tertentu. sekarang abad informasi dan teknologi sudah mengalami perkembangan pesat.Untuk memerangi kebakaran.Untuk menghadapi kejahatan. maka pemerintahan desentralisasilah yang paling diperlukan. komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban.kelima. banyak pegawai negeri yang terdidik dan kondisi berubah dengan kecepatan yang luar biasa.Misalnya. sehingga strategi yang digunakan adalah membentuk lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi dengan efisien dan menjamin kualitas hidup dan kesempatan ekonomi yang sama. komunikasi antar daerah yang terpencil bisa mengalir seketika.adalah pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar.Pemerintahan entrepreneur merespon perubahan lingkungan bukan dengan pendekatan tradisional lagi. pemerintahan atau organisasi publik lebih baik berfungsi sebagai fasilitator dan pialang dan menyemai pemodal pada pasar yang telah ada atau yang baru tumbuh. pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. dan pekerja publik relatif belum terdidik. untuk menghadapi sakit. seperti berusaha mengontrol lingkungan.

antara lain. loyalitas. Karakteristik Pelayanan Bermutu Masyarakat makin menyadari bahwa sebagai warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan terbaik dari pemerintah. Beberapa nilai-nilai dasar tersebut yaitu: a. akuntabilitas. masyarakat mengharapkan pegawai negeri dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan birokrasi yang efisien. integritas dan kejujuran. Pada dasarnya. .Dengan demikian. Adanya atau hadirnya fasilitas fisik. legalitas dan kepatuhan. peralatan dan orang (pelayan atau petugas) yang memenuhi syarat untuk pelayanan yang baik. sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal. Prinsip-prinsip umum dalam etika pelayanan publik Ada sejumlah prinsip etika dalam pelayanan publik yang dapat diidentifikasi dengan mengacu kepada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Pasal 6). seperti good governance dan profesionalisme.10 prinsip di atas seharusnya dijalankan oleh pemerintah sekaligus. pelayanan publik oleh birokrasi kita bisa menjadi lebih optimal dan akuntabel.Oleh karena itu. b. transparansi. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. efektif) cheaper (operasionalnya murah) dan kompetitif. 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yang smaller (kecil. c. kerahasiaan. pengabdian (kepentingan publik). Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin . Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilai-nilai baru. dan efisiensi.yaitu: a. Sementara itu. faster (kinerjanya cepat. Prinsipprinsip tersebut meliputi: objektivitas (netralitas atau imparsialitas) dan keadilan. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. pelayanan bermutu ditentukan oleh sekurang-kurangnya 5 faktor . Semangat nasionalisme d. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. dikumpulkan semua menjadi satu dalam sistem pemerintahan. Prinsip-prinsip Etika Dalam Pelayanan Publik 1. tanggung jawab. efisien). pada bunyi sumpah jabatan yang diucapkan setiap pegawai negeri ketika akan dilantik. C.

. Jaminan. 4. dan harapan masyarakat. Empati.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. kebutuhan. 6. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik Untuk mencapai standar pelayanan prima ini. Kesamaan hak Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku. D. Transparansi Bersifat terbuka. Akuntabilitas Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangkemampuan untuk memberikan undangan. keramahtamahan. yakni kemauan untuk memberikan pelayanan dengan segera atau cepat dan kesediaan untuk membantu pelanggan. dan kepercayaan dan keyakinan. golongan. 5. yaitu: 1. gender. Partisipasif Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi. Kondisional Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. 3.b. Keandalan. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara antara lain mengeluarkan Keputusan Nomor: 63/KEP/M. kemampuan untuk memberikan layanan yang diharapkan secara teliti dan konsisten. 2. c. mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. ada sejumlah prinsip yang harus dijadikan panduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. e. pengetahuan. Dalam rangka menyediakan panduan dan standardisasi penyelenggaraan pelayanan publik. dan status ekonomi. ras. kepedulian dan perhatian khusus kepada pelanggan (pihak yang membutuhkan pelayanan). agama. Keseimbangan hak dan kewajiban Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masingmasing pihak. Kesiagaan atau ketanggapan. d.

Agar dapat memberikan pelayanan publik yang prima. pendidikan. masyarakat sering mengeluh karena pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal.Undang-undang pelayanan publik diterbitkan dengan harapan mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima. Kesamaan Hak.Hal ini berdasarkan pada pasal 59 bahwa semua peraturan atau ketentuan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini paling lambat dua tahun. Padahal hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan hidupnya dari negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam pasal 27 sampai 34 serta lebih dioperasionalkan di dalam Undang-Undang. Namun sangat disayangkan. memenuhi asas-asas umum pemerintahan yang baik. air bersih dan sebagainya.Undang-undang tersebut ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2009.Ketentuan tentang sanksi ini menunjukkan tingginya tuntutan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang baik dari para penyelenggara pelayanan publik. Partisipatif 5. perumahan.Dasar hukum pelayanan publik yaang berlaku sekarang adalah Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Kondisional 4. . E. PNS harus memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dan criteria pelayanan publik serta hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri. 6. Akuntabilitas 3. transfortasi.Undang-undang pelayanan publik ini juga memberikan sanksi bagi pelaksana dan penyelenggara pelayanan publik yang tidak memenuhi ketentuan dalam UU ini. Prinsip-prinsip dan Manajemen Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik sangat penting dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya mensejahterakan rakyatnya. dan terjaminnya kepastian hak dan kewajiban serta kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Transparansi 2. Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik : 1. dalam berurusan dengan birokrasi pemerintahan. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan di bidang kesehatan. Keseimbangan hak dan kewajiban. listrik.

4. berdisiplin. Kewajiban Pegawai Negeri : 1. tepat waktu. Perawatan kesehatan. akurat. 7. mudah dijangkau. 3. Negara dan Pemerintah 2. 12. 2. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. Cuti. menurut Weber. Dan pensiun. 5. sederhana. 9. 5. dan hanya dapat mengemukakannya kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang Hak Pegawai Negeri : 1. Hak ahli waris 7. 10. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. 8. Dan ruang kerja yang nyaman.Kriteria Pelayanan Publik: 1. 4. tipe ideal birokrasi mencakup . ramah. Sementara itu. 3. aman. bertanggung jawab. UUD 1945. Tunjangan cacat. 6. Menyimpan rahasia jabatan. Sopan. Memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraannya. 6. tersedia sarana dan prasarana pendukung. Wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. jelas. 11. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. kesadaran dan tanggung jawab 5. gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya 2.

Nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah : nilai-nilai yang bersumber dari pancasila (dasar negara). sehingga jelas perbedaan kekuasaannya. Tupoksi masing-masing jabatan dalam hirarki secara spesifik berbeda  spesialisasi 4. 43 th 1999 (pokok-pokok kepegawaian). 30 th 1980 (peraturan disiplin pns) 3. 2. UUD 1945 (konstitusi) dan nilainilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Namun. Aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP no. uu no.dan samping. 2. Secara pribadi pegawai dan pejabat bebas. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. dan PP no.1. Panca prasetya korpri A. yang mengharuskan pegawai negeri mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. utamanya karena tuntutan pengabdian kepada publik yang sangat tinggi. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan rtis (moralitas). menjalankan tugas betapapun kesulitan dan risiko yang dihadapi tanpa pamrih. Struktur pengembangan karir dan promo berdasarkan senioritas dan merit sistem 8. Pejabat tidak boleh menggunakan jabatan dan sumber daya untuk kepentingan pribadi dan keluarga 9.Profesionalisme digunakan untuk merujuk kepada kompetensi teknis yang diperlukan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil berstandar . Para pejabat diangkat dengan suatu kontrak  urjab. Hakikat Profesionalisme Pelayanan Publik Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. Jabatan disusun secara hirarki dari atas. Pejabat diangkat karena profesional 6. Tiap pejabt berada di bawah pengendalian dan pengawasan suatu sistem yang dijalankan secara disiplin Sumber-sumber nilai dan panduan perilaku pelayanan publik 1. 3. Setiap pejabat memperoleh gaji dan pensiun 7. bawah. kewenangan 5. 42 th 2004 (pembinaan jiwa korps dan kode etik pns). 8 th 1974 jo uu no. tugas. bahkan dalam beberapa segi mengemban kewajiban profesional yang jauh lebih tinggi. tetapi tidak bebas menggunakan jabatan posisi untuk kepentingan pribadi.

Pelayanan publik adalah profesi menantang yang memerlukan komitmen tinggi untuk melayani publik. menjadi pakar di bidang spesialisai yang mereka pilih. dan unum meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai upaya g. c. karena gaji yang kompetitif sekalipun dianggap hanya menghamburkan uang Negara. termasuk penelitian. mempelajari dan menguasai pekerjaan mereka dibidang administrasi publik. d. percobaan. mendisiplinkan pelaku kesalahan dan anggota lainnya yang diyakini merusak reputasi profesi. dan secara khusus bukanlah ―majikan‖ yang senang atau mudah memberikan imbalan. b. menghindari benturan kepentingan dengan menempatkan nilai pengabdian kepada kepentingan publik diatas kepentingan pribadi. f. menjadi teladan dalam perilaku. Dalam menjalankan peran sebagai jembatan antara kepentingan Negara dan kepentingan warga Negara.Sementara itu. Publik adalah ―majikan‖ yang ―keras‖. memelihara pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang tinggi. dan inovasi. profesionalisme di lingkungan birokrasi menuntut adanya loyalitas secara penuh kepada pemerintah dan pengabdian penuh dalam menjalankan urusan publik. memenuhi kepentingan warga Negara. memenuhi kepentingan publik dan menghindari godaan untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada tugas. Mereka yang berkarir di lingkungan pelayanan publik atau birokrasi pemerintahan diharapkan untuk: a. Nilai-nilai profesionalisme yang menjadi acuan perilaku dalam pelayanan publik meliputi: . sehingga mereka harus menyusun prioritas dan memilih nilai-nilai mana yang harus digunakan. Profesionalisme di lingkungan pelayanan publik tidak mungkin menikmati kelimpahruahan seperti rekan mereka di sector swasta. Profesionalisme pelayanan publik bukan lagi sekedar pekerjaan atau jabatan lain. mengungkapkan kecurangan dan malpraktik. Dewasa ini para ―profesional‖ dalam pelayanan publik menghadapi begitu banyaj tuntutan yang saling berbenturan. secara pengembangan diri.tinggi. mengutamakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi kepentingan publik. etika lazimnya digunakan untuk merujuk kualifikasi perilaku moral (moralitas). e.

Profesional dalam pelayanan publik berarti memiliki komitmen terhadap cita-cita pengabdian kepada publik. a) Menegakkan aturan hukum. Dilema dalam beretika Sebagai sesuatu yang etis. Profesional di lingkungan pelayanan publik harus mengadopsi sejumlah nilai baru yang beberapa di antaranya mungkin berbenturan dan memerlukan prioritisasi.Nilai-nilai ini menuntut pegawai negeri untuk menjadi pelindung kepentingan publik. kaum teleologis ini berpendapat bahwa tidak ada suatu prinsip moralitas yang bisa dianggap universal. Lebih dari itu.Karena itu.a. B. memberikan manfaat publik. pelaksana yang baik. memajukan kepentingan publik. b) Menjamin adanya tanggung jawab dan akuntabilitas publik.Selain itu. selalu memutakhirkan informasi. Dalam lingkungan pelayanan publik. seperti kemanusiaan dan HAM. Profesional pada organisasi publik tidak bekerja sepenuhnya untuk memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri tapi juga untuk tujuan sosial. dan memperbaiki kondisi kehidupan tanpa mengharapkan imbalan. para pelaku betanggung jawab baik terhadap apa yang mereka kerjakan maupun terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan tetapi tidak atau gagal mereka kerjakan. bersikap jujur. kalau belum diuji atau dikaitkan . diskriminasi dan korupsi.Aturan hukum memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan. dan ini merupakan prinsip pertama pemerintahan yang demokratis. Mereka bertindak bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri tetapi untuk kepentingan publik secara keseluruhan. seorang profesional pada pelayanan publik harus berusaha menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. harus siap untuk dipersalahkan atau tidak dihargai walaupun kemudian terbukti bertindak benar. e) Memajukan demokrasi. d) Meningkatkan kinerja. c) Menjadi teladan. Profesional dalam pelayanan publik harus selalu meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang tanggung jawab mereka. dan tanggap. Ketidakpastian dan ketidakandalan merusak kredibilitas pemerintah dan kesewenangwenangan mengundang berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan kekuasaan.

yang sangat tergantung kepada beberapa faktor antara lain pengaruh orang tua. Kedua adalah etika profesi. ia barangkali akan melihat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam organisasi seperti menggunakan sistim ―senioritas‖ yang mengutamakan mereka yang paling senior terlebih dahulu.dengan konsekuensinya. Konflik antara nilai-nilai dari tingkatan etika yang berbeda ini sering membingungkan para pembuat keputusan sehingga kadang-kadang mereka menyerahkan keputusan . Pertama. atau mungkin didominasi oleh sistim meri t yang berarti ia akan mendahulukan orang yang paling berprestasi. yaitu norma-norma yang menuntun perilaku dan tindakan anggota masyarakat agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. yaitu serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan profesi tertentu.Adanya hirarki etika ini cenderung membingungkan keputusan para aktor pelayanan publik karena semua nilai etika dari keempat tingkatan ini saling bersaing. persoalan moral atau etika didalam konteks ini akhirnya tergantung kepada tingkatan etika yang paling mendominasi keputusan seorang aktor kunci pelayanan publik. tergantung kepada keyakinannya apakah tergolong absolutis atau relativis.Implikasi dari adanya dilema diatas maka sulit memberi penilaian apakah aktor-aktor pelayanan publik telah melanggar nilai moral yang ada atau tidak. etika sosial. Di dalam pelayanan publik terdapat empat tingkatan etika. adat istiadat. Hierarki Etika. menempatkan orang dalam posisi atau jabatan tertentu sangat tergantung kepada etika yang dianut pejabat yang berkuasa. Bila ia sangat dipengaruhi oleh etika sosial.Persoalan moral atau etika akhirnya tergantung kepada persoalan ―interpretasi‖ semata. ia akan mendahului orang yang berasal dari daerahnya sehingga sering menimbulkan kesan adanya KKN. etika atau moral pribadi yaitu yang memberikan teguran tentang baik atau buruk. Dan keempat. keyakinan agama. Ketiga adalah etika organisasi yaitu serangkaian aturan dan norma yang bersifat formal dan tidak formal yang menuntun perilaku dan tindakan anggota organisasi yang bersangkutan. Bila ia didominasi oleh etika organisasi. Dengan demikian. budaya.Hal yang demikian barangkali telah menumbuhkan suasana KKN di negeri kita.Misalnya. dan pengalaman masa lalu.

kreativitas. Atau dengan kata lain.akhirnya kepada pihak lain yang mereka percaya atau segani seperti pejabat yang lebih tinggi. keramahan. karena dapat digunakan sebagai penuntun tingkah lakunya. penggunaan keleluasaan untuk kepentingan publik. etika moral Pancasila. mengutamakan kepentingan publikdiatas kepentingan lain. C.Kehadiran kode etik itu sendiri lebih berfungsi sebagai alat kontrol langsung bagi perilaku para pegawai atau pejabat dalam bekerja. yang lebih penting adalah bahwa kode etik itu tidak hanya sekedar ada. namun harus diakui bahwa ketiadaan kode etik ini telah memberi peluang bagi para pemberi pelayanan untuk mengenyampingkan kepentingan publik. pengembangan profesionalisme. kesadaran beretika dalam pelayanan publik telah begitu meningkat sehingga banyak profesi pelayanan publik yang telah memiliki kode etik. dedikasi. Implikasi bagi Etika Pelayanan Publik di Indonesia Dibutuhkan Kode Etik.Pendapat tersebut tidak salah. Akan tetapi norma-norma tersebut juga terikat situasi sehingga menerima norma-norma tersebut sebaiknya tidak secara kaku. beri perlindungan terhadap informasi yang sepatutnya dirahasiakan. kejujuran. menaruh perhatian.Dalam praktek pelayanan publik saat ini di Indonesia. bahkan sudah ada sumpah pegawai negeri yang diucapkan setiap apel bendera. Nilai-nilai yang dijadikan pegangan perilaku para anggotanya antara lain integritas. kode etik tersebut kemudian dikembangkan atau direvisi agar selalu sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. Salah satu contoh yang relevan dengan pelayanan publik aalah kode etik yang dimiliki ASPA (American Society for Public Administration) yang telah direvisi berulang kali dan terus mendapat kritikan serta penyempurnaan dari para anggotanya. kebenaran. seharusnya kita selalu memberi perhatian terhadap dilema diatas. ―orang pintar‖. cepat tanggap. Kita mungkin perlu belajar dari negara lain yang sudah memiliki kedewasaan beretika. tetapi juga dinilai tingkat implementasinya dalam kenyataan. bekerja profesional. Di Amerika Serikat. Kedewasaan dan Otonomi Beretika. respek. komunikasi terbuka dan transparansi. misalnya. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu kode etik karena secara umum kita telah memiliki nilai-nilai agama.Bertindak seperti ini menunjukan suatu kedewasaan dalam .Bahkan berdasarkan penilaian implementasi tersebut. kasih sayang. ketabahan. Dalam konteks ini. para pemberi pelayanan publik harus mempelajari norma-norma etika yang bersifat universal. Kode etik pelayanan publik di Indonesia masih terbatas pada beberapa profesi seperti ahli hukum dan kedokteran sementara kode etik untuk profesi yang lain masih belum nampak. dukungan terhadap sistimmerit dan program affirmative action. tokoh-tokoh karismatik. dsb.

Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1. Kelemahan kita terletak pada ketiadaan atau terbatasnya kode etik. Pengalaman ini cenderung membuat mereka takut dan timbul kebiasaan untuk tidak mau ―repot‖ atau tidak mau ―berurusan‖ dengan hukum atau pengadilan.Diantara kita semua ada pihak yang sangat peduli dengan nilai-nilai etika atau moral. Akibatnya. Peraturan perundang-undangan yang merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 dengan pokok bahasan yang sama tersebut.Mereka adalah pihak yang berani membongkar rahasia dan menguji tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. bahkan seringkali kaku terhadap norma-norma moralitas yang sudah ada tanpa melihat perubahan jaman. D. baik yang berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Keputusan Presiden (Keppres). yang insentifnya tidak jelas.Karena itu. kalau perlu insentif khusus.Namun upaya untuk melakukan hal ini kadang-kadang dianggap sebagai upaya tidak terpuji. kita juga masih membiarkan diri kita untuk mendahulukan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks atau dimana kita bekerja atau berada.Kadang-kadang. tapi tidak tepat dalam organisasi publik. Dialog menuju konsensus dapat membantu memecahkan dilema tersebut. kemudian diikuti dengan berbagai peraturan pelaksanaannya. ekonomi dan sosial yang begitu cepat terjadi sejak paruh pertama tahun 1998 ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. bahkan sering dikutuk perbuatannya. diperlukan perlindungan terhadap para pengadu. . Pendahuluan Reformasi di bidang kepegawaian yang merupakan konsekuensi dari perubahan di bidang politik.Perlindungan dan Insentif Bagi Pengadu.pihak yang berpengaruh dalam pelayanan publik terus terbuka untuk melakukan tindakan-tindakan pelanggaran moral dan etika. melakukan pengaduan tentang pelanggaran moral.Kita juga masih membiarkan diri kita didikte oleh pihak luar sehingga belum terjadi otonomi beretika. untuk menjamin terlaksananya Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 ini secara baik dan terarah.beretika.Demikian pula kebebasan dalam menguji dan mempertanyakan norma-norma moralitas yang berlaku belum ada. dalam rangka meningkatkan moralitas dalam pelayanan publiki. Mungkin tindakan ini tepat dalam organisasi swasta. Oleh karena itu. harus ada kedewasaan untuk melihat dimana kita berada dan tingkatan hirarki etika manakah yang paling tepat untuk diterapkan. Mendahulukan orang atau suku sendiri merupakan tindakan tidak terpuji bila itu diterapkan dalam konteks organisasi publik yang menghendaki perlakuan yang sama kepada semua suku. peluang dari pihak. dan nasibnya bisa menjadi terancam.

Pertama. melakukan fungsi manajemen pelayanan publik.Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa.Artinya pelayanan pada pemerintah merupakan fungsi utama PNS.Kedua.Apabila sistem penggajian sudah ditata rapih. baik korupsi jabatan maupun korupsi harta. apabila mereka menerima sesuatu jabatan harus siap pula untuk melepas jabatan yang didudukinya itu pada suatu waktu tertentu. Bahkan kehilangan jabatan tersebut tidak perlu dikuatirkan. kalau tidak mungkin dihapuskan sama sekali dan d. 2. yang menjamin agar setiap PNS tidak perlu kuatir akan masa depannya serta ketenangan dalam mengejar karier. Stabilitas. Ketiga prasyarat ini akan menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap PNS. setiap PNS tidak perlu mengejar jabatan hanya sekedar untuk mempertahankan kesejahteraan hidup bersama keluarganya. sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. Apabila tujuan utama otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. menjadi berkurang. meskipun fungsi-fungsi pemerintahan lain telah diserahkan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten dalam rangka otonomi daerah yang diberlakukan saat ini.Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap PNS sehingga dapat dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai dengan tujuan kebijakan tersebut.Ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi peran ini adalah seberapa jauh masyarakat puas atas pelayanan yang diberikan PNS. c. Balas jasa yang sesuai untuk menjamin kesejahteraan PNS beserta keluarganya. maka PNS pada daerah-daerah tersebut mengerti benar keinginan dan harapan masyarakat setempat. Sehingga keinginan untuk melakukan korupsi. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. Dalam hubungan ini maka manajemen dan administrasi PNS harus dilakukan secara terpusat. Prasyarat Netralitas Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut diharapakan dalam manajemen sistem kepegawaian perlu selalu ada: b.Untuk mengemban tugas ini. Promosi dan mutasi yang sistematis dan transparan. sehingga setiap PNS dapat memperkirakan kariernya dimasa depan serta bisa mengukur kemampuan pribadi. sehingga desentralisasi dan otonomi terpusat pada pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. sistem kepegawaian yang memenuhi ketiga kreteria tersebut akan menjaga integritas dan kepribadian setiap PNS yang memang sangat diperlukan untuk mewujudkan . Ketiga. Selain itu. netralitas PNS sangat diperlukan.

2. dan kriteria penilaian terhadap aparatur birokrasi/pegawai negeri dalam menjalankan aktivitasnya di dlm orang & berhubungan dengan pihak-pihak luar khususnya masyarakat pengguna layanan birokrasi 3. Pelayanan publik yang beretika : mempertimbangkan cara yg tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ―pelayan publik‖―abdi negara/abdi masyarakat‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. perhatian pada isu-isu etika dalam pelayanan publik bermuara pada tujuan untuk mewujudkan integritas dalampelayanan publik. Seperti yang terjadi pada sektor bisnis. 4. standar-standar atau norma-norma moral (etika) yang harus dijadikan panduan.peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti diamanatkan dalam Undang-undang No. Etika pelayanan publik mencakup prinsip-prinsip. dengan cara-cara yang menjunjung tinggi prinsipprinsip etrika. Masyarakat kini tidak hanya makin sadar akan hak-haknya. 6. nilai-nilai. birokrasi juga memikul mandat baru untuk terus-menerus mereformasi diri guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Secara khusus. Pemahaman yang baik mengenai isu-isu etika dalam birokrasi akan memberikan bekal yang berharga bagi mereka jika mereka menjadi aparat birokrasi yang . Etika pelayanan publik memiliki interpretasi kurang lebih mempertimbangkan cara yang tepat untuk bertindak bagi pegawai negeri sebagai ‖palayan publik‖ dalam berbagai situasi pelayanan publik. dan pada saat yang sama mendorong aparatur birokrasi (PNS atau ‖abdi masyarakat‖) agar memiliki integritas yang tinggi. Aparat birokrasi kini makin dituntut untuk secara profesional menunjukkan kinerjanya yang berkualitas tinggi. tetapi juga makin berani untuk menggugat birokrasi (administrasi pemerintahan) yang ternyata tidak mampu bekerja secara profesional sesuai harapannya. 43 Tahun 1999. 7. 5. profesionalisme dan standar perilaku yang tinggi juga ditujukan pada birokrasi atau administrasi publik yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik. seperti halnya bisnis. 1. Oleh karena itu. tuntutan akan efisiensi dan efektivitas organisasi.

Hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan warga Negara akan pelayanan public yang baik. pegawai negeri juga dituntut profesionalismenya. Namun. Nilai-nilai tradisional mencerminkan misi pokok pelayanan publik dan tercermin Sementara itu. Semakin berkembang sistem pemerintaha yang ada di suatu Negara. Birokrasi pelayanan publik yang ideal harus ditunjang oleh keunggulan teknis dan keunggulan etis (moralitas).mengemban tugas-tugas pelayanan publik ataupun jika menjadi akuntan profesional yang independen dan melakukan pengkajian dan penilai terhadap sistem dan kinerja birokrasi. Pegawai negeri atau birokrasi pelayanan publik secara umum tidak dikategorikan sebagai suatu profesi. Prinsip-prinsip etika ini juga dapat dipandang sebagai kombinasi antara nilai-nilai yang berasal dari tradisi birokrasi/pelayanan publik (nilai-nilai tradisional) dan nilainilai baru. maka dituntut juga pelayanan public yang semakin baik. tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. masyarakat pemerintahan. tidak adanya kepastian biaya dan waktu pelayanan. nilai-nilai baru mencerminkan artikulasi dari etos baru akibat adanya perkembangan dan tuntutan baru. selain isu-isu etika birokrasi pada umumnya. melakukan fungsi manajemen pelayanan public. Pada dasarnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara manapun mempunyai tiga peran yang serupa. PNS harus mampu mengelola pemerintahan. rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. 14. Pelayanan publik ini tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan warga Negara. kalancaran palaksanaan pelayanan. 12. 10. Sebagai calon pengawal . secara khusus penting bagi akuntan profesional. perkembangan di bidang tata kelola pemerintahan (governance). sering mengeluh karenadalam berurusan dengan birokrasi pelayanan yang mereka terima dari aparatur pemerintah kurang memuaskan karena lambat dan mahal. dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah secara efektif dan efisien. 9. yaitu sebagai pelaksana peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan pemerintah. dan mereka siap bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk mencapai kinerja terbaiknya 8. 13. Perkembangan tersebut menuntut para akuntan profesional untuk senantiasa memastikan bahwa nilai-nilai etika mereka adalah mutakhir. yaitu besarnya diskriminasi pelayanan. Dalam kaitan ini. 11. tapi dalam pelaksanaannya itu sendiri harus ada sebuah etika yang menjamin kepuasan pelanggan.

tidak teliti sehingga pelaksanaan pekerjaannya selalu memerlukan waktu yang lebih lama dan menggunakan bahanbahan yang lebih banyak dari seharusnya. Nilai-nilai apa saja yang relevan untuk dijadikan prinsip etika dan perilaku dalam pelayanan publik? Jelaskan masing-masing. Jika seorang pegawai negeri ceroboh.keuangan Negara. 4. Prinsip apa saja yang ditetapkan untuk pelayanan publik di Indonesia? . 1. maka sudah sewajibnya kita semua mempelajari bagaimana manjadi pelayan masyarakan dan pengabdi Negara yang baik.nan public yang semakin baik. prinsip manakah yang tidak terpenuhi? 5. Berikan pengertian etika dan hubungkan dengan dengan fungsi pelayanan public dari birokrasi pemerintahan. 3. Ikhtisarkan secara singkat alasan-alasan pentingnya etika dalam pelayanan public (birokrasi). 2.

Birokrasi sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi keadaan untuk dipertanggungjawabkan. Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara. keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan publik setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Tugas pokok dan fungsi wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah Transparansi Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Tupoksi Otonomi .GLOSARIUM : Artikulasi perubahan ruang dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa. dimana fenom-fenom terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dana semacamnya.

2005). dan Pelayanan Publik. Etika Profesi Akuntansi. Materi Pokok Etika Bisnis dan Profesi untuk Mahasiswa Akuntansi ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.DAFTAR PUSTAKA Kusmanadji. . Bisnis.

kelompok atau suatu institusi. ideas or beliefs of a group. A. ide atau keyakinan suatu kelompok. aspek-aspek etika kerja. Mahasiswa dapat memahami etika kerja pegawai negeri sipil. nilai-nilai moral. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengertian etika kerja.komunitas. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai ‘sifat dasar‘. Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language. dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika kerja. kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. Disini terlihat bahwa etos dikenali berdasarkan sifat-sifat yang dapat terdeteksi oleh indera. tidak dengan apa yang dipikirkan orang tentang sifatnya sebelum ia mulai berbicara. community or culture. atau budaya. Pengertian Etika (Etos) Kerja Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ―tempat hidup‖. karakteristik rohani. Hornby (1995) dalam The New Oxford Advances Learner‘s Dictionary mendefinisikan etos sebagai. S.BAB ETIKA KERJA Tujuan Instruksional Khusus : 8 2 1. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. yang kemudian menjadi ―etika‖. etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang. 4. Aristoteles menggambarkan etos sebagai salah satu dari tiga mode persuasi selain logos dan pathos dan mengartikannya sebagai ‘kompetensi moral‘. etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point. 3. Ia menyatakan bahwa etos hanya dapat dicapai hanya dengan apa yang dikatakan seorang pembicara. to appear. guiding beliefs of a person. Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai. tetapi Aristoteles berusaha memperluas makna istilah ini hingga ‘keahlian‘ dan ‘pengetahuan‘ tercakup didalamnya. ‘pemunculan‘ atau ‘disposisi/watak‘. A. 2. etos . moral values. disposition hingga disimpulkan sebagai character. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti ―teori kehidupan‖. group or institution. Dalam bahasa Inggris. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai macam etika kerja. the characteristic spirit. Sejalan dengan waktu.Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan etika kerja dan etika profesi.

Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia.go. character. etos kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www. fundamental values or spirit. culture or a group that distinguishes it from other peoples or group.id).diartikan dalam dua pemaknaan. Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan. suatu organisasi. kita dapat melihat bagaimana etos kerja dipandang dari sisi praktisnya yaitu sikap yang mengarah pada penghargaan terhadap kerja dan upaya peningkatan produktivitas. disposisi. work of art. Berdasarkan rumusan ini. Dalam rumusan Jansen Sinamo (2005). pekerjaan seni. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan. atau suatu komunitas menganut paradigma kerja. nilai atau jiwa yang mendasari. semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Menurutnya. or the like. mempercayai. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. bentuk ekspresi. atau sikap khusus orang. adatistiadat 2. maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah. Pada Webster's Online Dictionary. mode of expression. budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain. maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. morale with regard to the tasks at hand. suatu pandangan moral pada pekerjaan yang dilakoni. Dalam situs resmi kementerian KUKM. dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut. mores. Sinamo (2005) memandang bahwa Etos Kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. menjadi prinsip-prinsip pergerakan. jika seseorang. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara . etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. karakter. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan. the disposition. or attitude peculiar to a specific people. the governing or central principles in a movement.depkop. dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. atau sejenisnya. kesungguhan atau semangat dalam bekerja. yaitu: 1. Menurut Anoraga (1992). etos kerja diartikan sebagai earnestness or fervor in working.

Keempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek etos kerja sebagai berikut: 1. pikiran dasar. karakteristik utama. bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan. spirit dasar. Sinamo (2005) lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka. keyakinankeyakinan. Kerja adalah rahmat. kode moral. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner.pada satu kesimpulan utama. Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini. prinsip-prinsip. pegawai kantor. dan standar-standar. teliti. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani. kode perilaku. sampai . Mencetak prestasi dengan motivasi superior. 2. integritas. sikap-sikap. dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif. Sinamo (2005) menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. 3. disiplin. entah pengusaha. komitmen. Keempat elemen itu lalu dia konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sanskerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama. Dengan ini maka orang berproses menjadi manusia kerja yang positif. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. terutama perilaku kerja. kode etik. Apa pun pekerjaan kita. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi. 4. rasional. kebiasaan (habit) dan budaya kerja. yaitu: 1. kreatif dan produktif. A. aspirasi-aspirasi. tekun. Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya. yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. Aspek-Aspek Etika (Etos) Kerja Menurut Sinamo (2005) setiap manusia memiliki spirit/roh keberhasilan.

bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa ―ada‖. 7. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. Kerja adalah amanah. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Jansen mencontohkan Edward V Appleton. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. ahli hukum. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Baginya. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah seni. 2. itu adalah sebuah kehormatan. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis). semuanya bentuk aktualisasi diri. Kerja adalah kehormatan. rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. Meski kadang membuat kita lelah. Hasilnya. Anugerah itu kita terima tanpa syarat. adalah rahmat dari Tuhan. Semua adalah seni. Seremeh apa pun pekerjaan kita. Apa pun pekerjaan kita. entah dokter. 6. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan. Dia mengaku. meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. menulis merupakan sebuah kehormatan. . seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. akuntan. ―I’m doing my best!‖ Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya. semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia.buruh kasar sekalipun. 4. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Kerja adalah ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. 3. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. 5. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. Kerja adalah aktualisasi. Jadi. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. kita bisa berucap pada diri sendiri. seorang fisikawan peraih nobel.

pedagang. Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia. . apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 1. 2. yaitu. Menurutnya etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif. Kerja adalah Pelayanan. Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia 2. Pekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral 4. yang disimpulkan sebagai berikut: 1. 4. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah. Menempatkan pandangan tentang kerja. positif dan negatif. sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia. 3. 2. Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia.8. polisi. Pekerjaan adalah suatu berkat Tuhan. maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur etos kerja. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki Etos Kerja yang tinggi. 3. Apa pun pekerjaan kita. Anoraga (1992) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang dalam memberi nilai pada kerja. 5. Pekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih Dalam penulisannya. Pekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti 5. 1. bahkan penjaga mercusuar. Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita. Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan. Akhmad Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap. Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia. 2004).

berorientasi sukses (material). 4. bekerja tekun sistematik. Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan. Cara berpikir. Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern. serta menabung dan berinvestasi. Weber (1958) memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional. yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan.namun hemat dan bersahaja (asketik). Dengan demikian. 5. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. dan modernitas (Sinamo.3. berdisiplin tinggi. sehingga penulisan ini mendasari pemahamannya pada delapan aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap etos kerja. kemakmuran. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etika (Etos) Kerja Etika (etos) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. tidak mengumbar kesenangan . Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan. . Agama Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek etos kerja yang dikemukakan oleh Sinamo. berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dan kemajuan ekonomi. 2005). kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan. B. jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi. yaitu: 1. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958). Dari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup.

disiplin dan semangat kerja. Ia menemukan etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah itu. etos kerja terkait dengan sikap mental. Kualitas etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. Pernyataaan di atas juga didukung oleh studi yang dilakukan Suryawati. Etos kerja juga sangat berpegang teguh pada moral etik dan bahkan Tuhan. tekad. jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang lebih baik. tekad. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi dan sebaliknya. Usman Pelly (dalam Rahimah. Budaya Selain temuan Rosmiani (1996) diatas. disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional. masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah. Subagyo. yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Orientasi ke depan itu harus diikuti oleh penghargaan yang cukup kepada kompetisi dan pencapaian (achievement). Dorongan untuk mengatasi kemiskinan. yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang . Namiartha. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya. bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja. Rahardjo. 2. Dharmika. Orientasi ini akan melahirkan orientasi lain. kebodohan dan keterbelakangan hanya mungkin timbul. etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. Etos kerja berdasarkan nilai-nilai budaya dan agama ini menurut mereka diperoleh secara lisan dan merupakan suatu tradisi yang disebarkan secara turun-temurun. Putri dan Weda (1997) yang menyimpulkan bahwa semangat kerja/Etos Kerja sangat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada dan tumbuh pada masyarakat yang bersangkutan. KH. dan Utomo (1995) menemukan bahwa tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. 1995) mengatakan bahwa sikap mental.Menurut Rosmiani (1996). 3. Sosial Politik Soewarso. Abdurrahman Wahid (2002) mengatakan bahwa etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara.

Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. Fauziah. Menurut Herzberg (dalam Siagian. yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. Struktur Ekonomi Pada penulisan Soewarso. faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik. 5. yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. keahlian dan keterampilan. keamanan kerja. dan supervisi. hubungan dengan rekan kerja. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap. yang termasuk diantaranya yaitu gaji. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu. dan Utomo (1995) disimpulkan juga bahwa tinggi rendahnya Etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseorang. kondisi kerja. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. 1995). tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi. 6. 4. disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan. Kondisi Lingkungan/Geografis Suryawati. Pendidikan Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Ketika sebuah organisasi . kebijaksanaan organisasi. yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Namiartha. Dharmika. Putri dan Weda (1997) juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis.punggung masyarakat modern. tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri. Rahardjo. motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri. Subagyo. Motivasi Intrinsik Individu Anoraga (1992) mengatakan bahwa Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Faktor hygiene ini merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada. yang akan menyebabkan ketidakpuasan. Suri dan Nasution. sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Rahimah. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. 1995). 7. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi. status.

1992). Etika Kerja vs Etika Profesi Etika profesi atau etika profesional (professional ethics) merupakan suatu bidang etika (social) terapan. dalam kaitannya dengan profesi.menargetkan kinerja yang lebih tinggi. kemungkinan berkembang/growth possibilities. Norma-norma ini biasanya dikodifikasikan secara formal ke dalam bentuk kode etik (code of ethics) atau kode (aturan) perilaku (code of conducts) profesi yang bersangkutan. Etika profesi berkaitan dengan kewajiban etis mereka yang menduduki posisi yang disebut profesional. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. dan pekerjaan itu sendiri/the work itself. Standar moral ini biasanya meliputi prinsip-prinsip moral tertentu yang disepakati untuk dijadikan sebagai nilai-nilai dan panduan bersama oleh para anggota profesi. Namun demikian. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses/achievement. Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya. tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi intrinsik. Etika profesi biasanya dibedakan dari etika kerja (work ethics atau occupational etchics) yang mengatur praktik. Halhal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pekerja hingga mencapai performa yang tertinggi. etika profesi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan standar moral atau prinsip-prinsip etika yang telah ada ke dalam praktik kehidupan profesi. Dengan demikian. kemungkinan untuk meningkat dalam jabatan (karier)/advancement. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). pengakuan/recognition. etika meliputi norma-norma yang mentransformasikan nilai-nilai atau cita-cita (luhur) ke dalam praktik sehari-hari para profesional dalam menjalankan profesi mereka. ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada alasan moral untuk mengeluarkan etika kerja dari kajian etika profesional karena keduanya tidak terlalu berbeda jenisnya kecuali yang menyangkut besarnya bayaran yang diterima dari pekerjaan mereka. D. Non-profesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. (Herzberg. yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan. dalam Anoraga. . Sebagai bidang etika terapan. tanggung jawab/responsibility. tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia.

adalah berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Ini terutama karena etika profesi mencakup prinsip-prinsip umum etika yang. atau sebaliknya.Pertimbangan utamanya adalah bahwa orang pada umunya tidak terlampau mengkhawatirkan terjadinya ―perampasan‖ atau ―pengambilalihan‖ pekerjaan. yang membedakannya dari pekerja non-profesional. meskipun etika profesi dibedakan dari etika kerja. pengacara. dan hubungan dengan klien. Misalnya. misalnya. Kewajiban PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3. pembuat roti akan secara sengaja mencampurkan racun kedalam roti yang dibuatnya. apakah diskresi atau kewenangan mereka dalam mengambil keputusan tidak mereka salah-gunakan semata-mata hanya untuk mengejar kepentingan mereka sendiri (self-interest) dengan mengabaikan kepentingan orang lain yang seharusnya mereka layani. Pembedaan antara etika profesi dan etika kerja lazimnya dilakukan mengingat aktivitas para profesional seperti dokter. penjahit akan mengambil alih pekerjaan tukang daging. sebagaimana prinsip-prinsip itu diberlakukan pada kehidupan profesi. Disiplin Pegawai Negeri Sipil 1. tidak memotong dan menimbang daging sesuai dengan ukuran yang dipesan. Para profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan. pengetahuan. D. melainkan mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan. bahwa setiap PNS wajib: a. Pelanggaran sumpah/ janji PNS ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. dan akuntan. Dengan perkataan lain. atau piñata rambut secara sengaja menyetrom pelanggannya yang sedang dikeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut elektrik (hair-dryer). kekuasaan atau keahlian. Mengucapkan sumpah/janji PNS. dapat diterapkan pada bidang pekerjaan atau kehidupan yang lain. kerangka dan prinsip-prinsip yang dicakup etika profesi tetap dapat diberlakukan sebagai etika kerja. . Namun demikian tetap perlu diingat. tetapi lebih mengkhawatirkan apakah mereka melaksanakan pekerjaan mereka hanya demi kepentingan mereka sendiri. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa tukang daging. pengalaman. Tuntutan akan standar profesionalisme dan etika terhadap profesional adalah jauh lebih tinggi dibandingkan terhadap non-profesional. masyarakat tidak atau kurang mengkhawatirkan bahwa tukang daging akan mengambil alih pekerjaan penjahit.

b. atau e. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. kebijakan negara dan Pemerintah serta tidak mempermasalahkan dan/atau menentang Pancasila. Yang dimaksud dengan ―setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah‖ adalah setiap PNS di samping taat juga berkewajiban melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. kesadaran. perintah kedinasan. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure atau SOP). Yang dimaksud dengan ―tugas kedinasan‖ adalah tugas yang diberikan oleh atasan yang berwenang dan berhubungan dengan: a. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Mengucapkan sumpah/janji jabatan Pelanggaran sumpah/ janji jabatan ini akan diberikan hukuman disiplin sedang apabila dikakukan tanpa alasan yang yang sah. c. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Menaati segala peraturan perundang-undangan. d. peraturan kedinasan. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian atau peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. dan tanggung jawab. b. . Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. c. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. d. dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Negara Kesaruan Republik Indonesia. tata tertib di lingkungan kantor. dan Pemerintah. e. Yang dimaksud dengan ―peraturan perundang-undangan‖ adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan.

g.Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai PNS ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. dan bersemangat untuk kepentingan negara. Maksudnya. Pegawai Negeri Sipil memiliki kewajiban dalam memberikan informasi dengan cepat kepada atasan. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. pemerintah. i. perintah kedinasan. Apabila pelanggaran berdampak negative pada instansiyang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. harus senantiasa memegang teguh rahasia jabatan berdasarkan perundangan. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan kewajibannya dengan memprioritaskan kepentingan-kepentingan umum dari kepentingan personalnya. dan bersemangat demi kepentingan Negara. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. keuangan. dalam menjalankan tugasnya. Jadi Setiap Pegawai Negeri Sipil. h. Bekerja dengan jujur. cermat. Apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan akan diberi teguran disiplin sedang. . dan materiil. dan/atau kepatutan. f. tertib. dan martabat PNS Pelanggaran yang didapat dari tidak melaksanakan kewajiban sebagai pns ini akan diberikan sanksi ringan bila telah berdampak negative pada unit kerjanya. j. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan jujur. setiap PNS wajib mendahulukan kepentingan-kepentingan Negara daripada kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan kelompok. dan/atau golongan. Menjunjung tinggi kehormatan Negara. Dan apabila pelanggaran berdampak negative pada pemerintah dan/atau Negara akan diberikan hukuman disiplin berat. tertib. cermat. jika mengetahui berbagai hal yang dapat memberikan kerugian atau berbahaya terhadap Pemerintah. Yang dimaksud dengan ―menurut sifatnya‖ dan ―menurut perintah‖ adalah didasarkan pada peraturan perundangundangan. seseorang.

Yang dimaksud dengan kewajiban untuk ―masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja‖ adalah setiap PNS wajib datang. dan pendidikan formal lanjutan. Yang dimaksud dengan ―memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier‖ adalah member kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pengembangan karier. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Yang dimaksud dengan ―memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat‖ adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas. dan terukur. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier. Yang dimaksud dengan ―sasaran kerja pegawai‖ adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. n. l. . Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. terjangkau. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. j. l. melaksanakan tugas. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. mudah. dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas.k. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. Yang dimaksud dengan ―menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya‖ adalah setiap PNS wajib menggunakan dan memelihara barang milik Negara dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan k. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. cepat. diklat. antara lain memberi kesempatan mengikuti rapat. seminar. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Yang dimaksud dengan ―membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas‖ adalah membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan. m.

membeli. menggadaikan. Menyalahgunakan wewenang. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. teman sejawat. Memiliki. Sebagai contoh : Seorang PNS yang tidak memiliki wewenang di bidang perizinan membantu mengurus perizinan bagi orang lain dengan memperoleh imbalan. atau meminjamkan barang.Yang dimaksud dengan ‖menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang‖ adalah menaati peratuan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah‖ adalah perbuatan yang dilakukan tidak atas dasar ketentuan termasuk tata cara maupun kualifikasi dokumen. menjual. menyewakan. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. Yang dimaksud dengan ―menyalahgunakan wewenang‖ adalah menggunakan kewenangannya untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut. menggadaikan. b. golongan.barang baik bergerak atau tidak bergerak. . Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional. membeli. Larangan PNS Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4. konsultan asing. c. 2. f. menjual. d. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. barang. bawahan. atau pihak lain. Yang dimaksud dengan ―memiliki. atau benda lain yang dapat dipindahtangankan. e. atau lembaga swadaya masyarakat asing. Bekerja pada perusahaan asing. bahwa setiap PNS dilarang: a. menyewakan. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. g.

dan prosedur yang ditetapkan. kendaraan. Contoh: PNS yang tidak memberikan dukungan dalam hal diperlukan koordinasi. Dewan Perwakilan Daerah. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. atau memberikan nilai hasil pekerjaan (Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai) tidak berdasarkan norma. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. Dewan . k. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. padahal diketahui dan patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan kewajibannya. dan program yang ditawarkan peserta pemilu. Yang dimaksud dengan ―menghalangi berjalannya tugas kedinasan‖ adalah perbuatan yang mengakibatkan tugas kedinasan menjadi tidak lancar atau tidak mencapai hasil yang harus dipenuhi. i. tugas kedinasan. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: 1) ikut serta sebagai pelaksana kampanye 2) menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS PNS sebagai peserta kampanye hadir untuk mendengar. sinkronisasi dan integrasi dalam l. menyimak visi. atau media lain yang bergambar partai politik dan/atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat. PNS dilarang menerima hadiah. j. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut partai‖ adalah dengan menggunakan dan/atau memanfaatkan pakaian. misi. h. Dewan Perwakilan Daerah. standar. tanpa menggunakan atribut Partai atau PNS.Yang dimaksud dengan ―jabatan‖ adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional tertentu. Yang dimaksud dengan ―bertindak sewenang-wenang‖ adalah setiap tindakan dengan atasan kepada bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan kedinasan seperti tidak memberikan tugas atau pekerjaan kepada bawahan.

dan/atau calon Presiden/Wakil Presiden dalam masa kampanye. dan masyarakat. atau dalam lingkungan unit kerjanya. ajakan. ajakan. pencari dana. dan o. dan masyarakat n. 3) sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. tenaga ahli.lain. seragam dinas. anggota keluarga. dan lain-lain. selama. m. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. himbauan. Yang dimaksud dengan ―menggunakan atribut PNS‖ adalah seperti menggunakan seragam Korpri. dan/atau 4) sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara. kendaraan dinas. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: 1) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. . seruan. penyandang dana. selama. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya.Perwakilan Rakyat Daerah. dan/atau 2) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. memberikan dukungan kepada calon dengan cara: 1) terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Yang dimaksud dengan ―terlibat dalam kegiatan kampanye‖ adalah seperti PNS bertindak sebagai pelaksana kampanye. 2) menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye 3) membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan masa atau Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. merugikan salah satu pasangan calon selama dan/atau kampanye. petugas kampanye/tim sukses. dan lain. anggota pemberian barang kepada PNS keluarga.undangan. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. himbauan. 4) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. seruan.

Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: a. Hukuman disiplin PNS PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 PP No 53 Tahun 2010 seperti yang disebutkan sebelumnya akan dijatuhi hukuman disiplin. 2. Negara Kesatuan Republik Indonesia. hukuman disiplin sedang. Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. 2. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. dan c. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah.F. teguran tertulis. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. b. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. b. dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3. Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. pembebasan dari jabatan. teguran lisan. b. Adapun Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin yang dapat dijatuhi berdasarkan Pasal 7 PP No 53 Tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. 4. . hukuman disiplin ringan. pernyataan tidak puas secara tertulis. c. hukuman disiplin berat. dan e. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. dan c. b. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4. dan c.

12. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8. pernyataan tidak puas secara tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 (sebelas) sampai dengan 15 (lima belas) hari kerja. apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15. Pemerintah. 8. kesadaran. 5. cermat. dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13. b. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. dan c. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. bekerja dengan jujur. 9. teguran tertulis bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 7. 11. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. 4. teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah terutama di bidang keamanan. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14. . seseorang. dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9. keuangan. 6. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian. 10. menjunjung tinggi kehormatan negara. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. tertib. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja.3. dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6. dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10.

13. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; dan 14. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. mengucapkan sumpah/janji PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 2. mengucapkan sumpah/janji jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 2, apabila pelanggaran dilakukan tanpa alasan yang sah; 3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negative bagi instansi yang bersangkutan; 4. menaati segala peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 6. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan; 10. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan,

keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan 20 (dua puluh) hari kerja; b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 21 (dua puluh satu) sampai dengan 25 (dua puluh lima) hari kerja; dan c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 26 (dua puluh enam) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; 12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% (dua puluh lima persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen); 13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 15, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 16, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; dan 17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban: 1. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 3, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara;

2. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 4, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 3. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 4. menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 5. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 7, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 8, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 9, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 8. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 10, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/ataunegara; 9. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 11 berupa: a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 31 (tiga puluh satu) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) hari kerja; b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja; c. pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 41 (empat puluh satu) sampai dengan 45 (empat puluh lima) hari kerja; dan

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih; 10. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 12, apabila pencapaian sasaran kerja pegawai pada akhir tahun kurang dari 25% (dua puluh lima persen); 11. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 13, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 12. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 14, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 13. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 17, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara, secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja. Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan:

1. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 2. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan; 3. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 9, apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja; 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 5. menghalangi berjalannya tugas kedinasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi; 6. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf a, huruf b, dan huruf c; 7. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara

mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf b; 8. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 14; dan 9. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d. Hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan: 1. menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 1; 2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 2; 3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 3; 4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 4; 5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 5, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 7; 8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 8; 9. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; 10. menghalangi berjalannya tugas kedinasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 11, apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara; 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara

Pengharapan. tetapi harus digali lebih dalam. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 12 huruf d. Namun. etika kerja Pancasila masih dalam bentuk cita-cita. Etos Kerja Pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. Namun. dengan cara menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye dan/atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan huruf c. etos kerja ini belum secara jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat seperti etos kerja Barat atau Jepang. kesabaran. G. Dengan demikian. dan nilai-nilai etis lainnya. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak tertulis secara eksplisit. Konsistensi. dan bersikap ramah. tolong menolong. hanya sepuluh (10) nilai ini yang ingin ditonjolkan sebagai bentuk sederhana dari etika kerja Pancasila. Masih ada kejujuran. Rasionalitas. Sistematis. Macam-Macam Etika (Etos) Kerja 1. 12. dan Cinta Kasih. Seperti visi Indonesia Raya. Kerajinan. Pasal 9 angka 11. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 angka 9. Tentu bukan hanya ini saja nilai-nilai dalam sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Keunikan etos kerja ini dengan etos kerja lainnya bisa dilihat dari 10 ciri utamanya. etos kerja ini dihubungkan dengan sistem keyakinan untuk membedakannya dari etos kerja yang bersifat sekular seperti yang ditawarkan oleh falsafah Pragmatisme. Kerja keras. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 13 huruf a. dengan etos . keadilan. dan Pasal 10 angka 9 dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan. Ketekunan. Tentu. kesopanan. Efisiensi. yang sudah melekat pada masyarakatnya. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. yaitu: Spesialisasi. dan 13. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah.sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara.

Al Ashr : 1 – 3. Q. Komitmen pada janji dan disiplin pada waktu merupakan citra seorang muslim sejati. Menghargai waktu Hal ini tercantum di dalam firman Allah. menghayati. Setiap langkah dalam kehidupan seorang muslim harus selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan menggunakan perhitungan yang rasional. Waktu bagi seorang muslim adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. Baginya pengertian terhadap makna . tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. suatu panggilan dan perintah Allah yang akan memuliakan dirinya. agar orang lain tersebut dapat berbuat sesuai dengan keinginannya. 1. Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. Apabila setiap pribadi muslim memahami. yaitu tidak percaya dengan takhayul. 3. Selalu berhitung Rasulullah pernah bersabda. Sebagai seorang muslim. 2. yang kemudian mendorong dirinya untuk terjun dalam samudra dunia dengan kehangatan iman. lingkungan. S. cita-cita yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa ini. bekerjalah untuk duniamu. a.kerja inilah bangsa Indonesia mampu mencapai negara yang adil dan makmur. memanusiakan dirinya sebagai bagian dari manusia pilihan. dan ruang serta waktu dengan nilai tauhid. Ciri – Ciri Etos Kerja Muslim Ciri – ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tigkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu merupakan bentuk ibadah. 2. menampakkan kemanusiannya. seakan – akan engkau akan hidup selama – lamanya dan beribadahlah untuk akhirat seakan – akan engkau akan mati besok. akan dan tampak kemudian pengaruh mau serta mengaktualisasikannya dalam kehidupannya maka dampaknya kepada lingkungan. Memiliki jiwa kepemimpinan ( leadership ) Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain. kita dituntut untuk memiliki kepemimpinan Islam sudah barang tentu seluruh peranan dirinya merupakan bayang – bayang dari kehendak Allah sehingga keputusan dirinya mampu mempengaruhi orang lain.

RANGKUMAN 1. bekerja tulus penuh keunggulan. d. b. Dia berhemat bukan dikarenakan karena ingin menumpuk kekayaan. dan motivasi intrinsik individu. Kerja adalah kehormatan. 5. bekerja tulus penuh kerendahan hati. Kerja adalah amanah. Kerja adalah seni. bekerja tulus penuh semangat. pendidikan. e. sehingga berhemat berarti mengestimasikan apa yang akan terjadi di masa depan.waktu merupakan tanggung jawab yang sangat besar. bekerja tulus penuh kecintaan. sedangkan jiwa yang terjajah akan terpuruk. bekerja tulus penuh tanggung jawab. Faktor yang mempengaruhi etos kerja antara lain agama. Hidup hemat dan efisien Seorang muslim mempunyai cara hidup yang sangat efisien di dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Kerja adalah panggilan. Kerja adalah pelayanan. sehingga melahirkan sikap kikir. struktur ekonomi. budaya. Delapan etos kerja menurut Jansen H. bekerja tulus penuh kreativitas g. Sebagai konsekuensi logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. bekerja tulus penuh integritas. sehingga dia tidak pernah mampu mengolah kemampuan serta potensi dirinya secara optimal. c. sosial politik. Tetapi berhemat dikarenakan bahwa tidak selamanya hidup itu berjalan mulus. Etika (Etos) kerja merupakan sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral. Kerja adalah ibadah. f. h. Kerja adalah aktualisasi. 4. Kerja adalah rahmat. 2. 3. kondisi lingkungan/geografis. Dia menjauhkan sikap yang tidak produktif dan mubadzir. bekerja tulus penuh syukur. Sinamo: a. Keinginan untuk mandiri Sesungguhnya daya inovasi dan kreativitas hanya terdapat pada jiwa yang merdeka. karena kedua sikap tersebut dijauhi dalam Islam. .

4.Etos kerja dapat dibedak ke dalam beberapa jenis. Sedangkan etika kerja mengatur praktik. LATIHAN I. dan keinginan untuk mandiri. Apa yang anda ketahui dengan etos kerja? Sebutkan faktor2 yang mempengaruhi etos kerja? 2. hidup hemat dan efisien. Sebutkan dan jelaskan kewajiban dan larangan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 5. bagaimanakah etos kerja PNS yang berkembang selama ini ? Hubungkan dengan teori etos kerja yang anda ketahui! . Etos Kerja Muslim Etos kerja muslim dapat difenisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya. tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur. Sebutkan tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan PNS menurut PP NO 53 Tahun 2010! 6. khususnya pada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Nonprofesional adalah pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonom dan kekuasaan atau kemampuan profesional. antara lain: a. Etos kerja pancasila Etos kerja Pancasila merupakan pemikiran. selalu berhitung. nilai-nilainya dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila. tetapi harus digali lebih dalam. menghargai waktu. Menurut anda. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para professional dalam menjalani kewajiban mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. yang tidak tertulis secara eksplisit. Beberapa ciri etos kerja muslin adalah memiliki jiwa kepemimpinan. b. hak dan kewajiban bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak disebut profesi (non-profesional). SOAL ESSAY 1. menampakkan kemanusiannya. 5. Jelaskan perbedaan antara etika kerja dan etika profesi! 3. Sebutkan dan jelaskan lima indikator untuk mengukur etos kerja menurut teori Akhmad Kusnan! 4.

SOAL KASUS Kasus I : Cuti Bersama Tak Mendidik Kerja Keras Pemerintah kembali memutuskan Jumat. Padahal.II. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam siaran persnya menjelaskan. Yang namanya cuti. bukan lebih senang liburan. dilanjutkan dengan cuti bersama. kebiasaan cuti bersama ini bisa jadi contoh tidak baik bagi anakanak sekolah.‖ ujarnya.‖ ujarnya. Selasa. ‖Anak-anak jadi lebih suka menantikan liburan. Indonesia sudah bermasalah dengan produktivitas dan etos kerja bangsa. Menurut Zainuddin. Arief khawatir. Selain itu. bangsa ini harus mengembangkan semangat dan kebiasaan bekerja keras. selama ini sebagian pegawai negeri sipil tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan yang menjadi momen rekreasi dan penyegaran bagi karyawan dan keluarga. Cuti bersama pada Jumat 3 Juni diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama. Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai. terserah pribadi. cuti bersama untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. ‖Terlalu banyak libur akan melemahkan etos kerja dan ujungnya menurunkan produktivitas nasional. ‖Benar-benar tidak mendidik bangsa agar suka kerja keras jika setiap kali ada hari kejepit.‖ ujarnya. sebagai cuti bersama. 24 Mei 2011) . serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama. Senin (23/5) di Surabaya. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Padahal. Kesepakatan untuk libur ini dinilai sebagai pembolosan yang disahkan.‖ kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Zainuddin Maliki. (INA/INE/ELN) (Sumber: Kompas. kebiasaan cuti bersama di Indonesia tidak mendidik karakter bangsa yang suka bekerja keras. bukan belajar. semestinya warga Indonesia bekerja keras bila ingin maju. 3 Juni 2011. ‖Hari kerja pun seperti libur karena jam kerja tidak dimanfaatkan secara produktif.

Gayus Tambunan. Jakarta." ungkap Tjiptardjo. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KITSDA. Gayus dipecat berdasarkan hasil rekomendasi Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur atau KITSDA yang menemukan adanya pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh Gayus. Hal ini kemudian dijadikan bukti untuk memecat Gayus secara tidak hormat dari Ditjen Pajak. "Dia diberhentikan itu karena pelanggaran dia sebagai pelanggaran kode etik. Gayus menurutnya mengaku telah menerima uang dari wajib pajak. (Sumber : Kompas. Jelaskan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh Gayus dalam kaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS dalam PP NO 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS! . itu sudah cukup. terima uang segini. Tetapi pelanggaran sebagai pegawai negeri sudah ada sehingga terancam hukuman diberhentikan tidak hormat. sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak. "Kalau sekarang status (Gayus) masih pegawai negeri. Jumat. Jumat (26/3/2010). Senin segera diusulkan ke Menkeu untuk diberhentikan. Dia ngaku mengerjakan ini. saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan. Bagaimana pendapat anda mengenai etos kerja PNS yang sering melakukan cuti bersama tersebut ? Berikan jawaban anda dengan jelas dan berlandaskan pada teori etos kerja.Pertanyaan: 1. Kasus II: Dirjen Pajak Pecat Gayus Tambunan Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo akhirnya memecat secara tidak hormat pegawainya." kata Tjiptardjo. 26 Maret 2010) Pertanyaan: 1.

dan perangkat Pemerintah Desa. Profesi : pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus Pegawai Negeri : warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. BUMD serta anak perusahaan. atau diserahi tugas negara lainnya. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999). . namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masingmasing. termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja seharihari Etika profesi : sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. kepribadian. karakter. Integrasi : suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat. PNS : salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). : adalah memberikan arti sikap. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. Etika kerja : sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan. KORPRI : organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. serta keyakinan atas sesuatu. watak. Etimologi Etos : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata.GLOSSARIUM Etika : cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. pegawai BUMN.

.Pragmatisme : aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.[ SOP : Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Teologi : ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.

putra-putri-indonesia. Dr. Prof.htm http://www. Sinamo. Bogor: Grafika Mardi Yuana.1995. http://8etos. 2005. Jakarta: PT. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Jansen. Republik Indonesia.com/2008/06/etos-kerja-bagi-masyarakat-muslim. Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses.com/etos-kerja-pancasila.blogspot.htm .com/ http://www. Teori Motivasi Dan Aplikasinya.putra-putri-indonesia.html http://kasihdalamkata.DAFTAR PUSTAKA Siagian.com/pengertian-etos-kerja. Sondang P. Rineka Cipta.

Dalam Al Qur‘an juga tidak didapati istilah korupsi. dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption. becoming or being corrupt Evil or wicked ways Bribery or dishonest dealings Decay. namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan. serta prinsip-prinsip anti korupsi. faktor penyebab korupsi. merusak. oleh karenanya perbuatan semacam itu dikelompokkan dalam Bab XXVIII dalam Pasal 415 sampai dengan Pasal 425 KUHP tentang Kejahatan .BAB PENGERTIAN KORUPSI. menipu. Korupsi di sektor publik yang banyak terjadi merupakan perbuatan pidana yang pada umumnya hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kualifikasi jabatan pada sektor publik. A. FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. rottenness. menyogok. dalam bahasa Belanda disebut korruptie. Istilah dan Definisi Korupsi Istilah korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio. yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. atau tindak pidana korupsi juga tidak dikenal dalam KUHP. corruptus atau kata kerjanya Corrumpere. memalsu. DAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI 9 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian korupsi. termasuk berbagai perbuatan tidak jujur. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah: A making. Istilah korupsi. sehingga termotivasi untuk menumbuhkan prinsip anti korupsi dalam dirinya.

money launder. Korea. perbuatan semacam ini terjadi dimana mana di seluruh dunia. Diantara Negara-negara Asean. yang akhirnya digunakan dalam UU No 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Korupsi. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes). perdagangan senjata.Jabatan. sulit pembuktiannya dan lain sebagainya. yang kemudian di tuangkan dalam undang-undang No 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan korupsi. penyuapan. penyuapan terhadap Hakim. dengan konvensi PBB anti korupsi yang ditanda tangani di Meirida Meksiko pada tahun 2003 (termasuk Indonesia) seluruh dunia telah mencanangkan upaya pemberantasan secara bersama di seluruh dunia. perusakan atau memalsukan dokumen. Eropah Timur (eks Uni Sovyet). tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking). pidana narkotika. perjudian. Hongkong. Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam korupsi (lebih baik dari pada Myanmar). Singapura. yang kesemuanya merupakan perbuatan pidana berkenaan dengan penyalahgunaan wewenang dan atau jabatan. oleh karenanya semua Negara berkepentingan untuk memberantasnya. Sejalan dengan telah diratifikasinya Konvensi PBB Anti Korupsi atau dikenal dengan United Nation Against Corruption (UNCAC) dengan UU Nomor 7 Tahun 2006. Negara-negara di wilayah Amerika Lain. Pasal-pasal kejahatan jabatan meliputi berbagai tindak pidana seperti penggelapan. Negara-negara di Afrika. Negara-negara di Asia kecuali Jepang. maka korupsi marak di Negara-negara berkembang atau baru berkembang seperti. Perbuatan korupsi bukanlah tindak kejahatan yang hanya terjadi di Indonesia. pemerasan. Korupsi telah menjadi perhatian seluruh dunia. karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri. Asia Tengah. . Kalau melihat peta korupsi dunia. pemalsuan uang. Istilah korupsi pertama kali digunakan dalam Peraturan Penguasa Perang Pusat No Prt/Peperpu/013/1958 terkait upaya pemberantasan korupsi. pengertian korupsi akan diperluas lagi dan meliputi lingkup: a. benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan sebagainya.

b. Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya; c. Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Master mindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya; d. Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta; e. Terdapat beberapa perbuatan yang dikriminalisasi seperti, insider trading, trade in influence, kejahatan perpajakan seperti transfer pricing dan manipulasi faktur pajak dsb. B. Bentuk atau Macam Korupsi Bentuk korupsi berbacam-macam, yang umum dikenal adalah material corruption atau korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Ada bentuk lain yaitu political corruption; yaitu korupsi terkait berbagai kebijakan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk peraturan sehingga menimbulkan legislation corruption. Money politic termasuk bagian dari political corruption yang berujung pada korupsi material (memperoleh jabatan dengan membayar dll). Bentuk lain adalah intelectual corruption berupa manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat, misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. C. Lingkup Korupsi Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik), karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. Memang untuk saat ini dalam KUHP dan undang-undang anti korupsi yang berlaku, pidana korupsi masih terbatas pada perbuatan korupsi yang terjadi di sektor publik. Berbagai kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi 77 % adalah korupsi terkait dengan penggunaan APBN dan APBD.

Namun tidak demikian halnya di negara lain, misalnya di Hongkong, Singapura, di negara negara Amerika dan Eropah. Bahwa perbuatan korupsi terjadi juga di sektor swasta. Sebagai contoh di Amerika Serikat, data Report to The Nation (ACFE:2006) menggambarkan organisasi yang terlibat dalam perbuatan curang atau korupsi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut : a. Perusahaan swasta: b. Perusahaan publik: c. Organisasi publik: d. Organisasi nir laba: 36,8% , jumlah kerugian: US $ 210,000 31,7 %, jumlah kerugian: US $ 200,000 17,6%, jumlah kerugian: US $ 100,000 13,9 %, jumlah kerugian: US $ 100,000

Fakta bahwa korupsi terjadi disektor swasta, dunia internasional pernah dihebohkan dengan kasus yang melibatkan Enron Corporation, perusahaan raksasa di Amerika Serikat seperti WorldCom, Merck dan sebagainya (investigasi SEC). Terakhir adalah kasus di sektor lembaga keuangan (Lehman Brother, Goldman Sachs dll) yang memicu terjadinya krisi ekonomi dunia. Di Indonesia pun terdapat berbagai kasus di sektor swasta, misalnya kasus Bank Summa, kasus BLBI, audit BI, audit beberapa perusahaan yang akan Go Public. Kasus yang menonjol antara lain adalah kasus yang melibatkan BNI 46, Kasus Bank Mandiri. Kini mencuat pula kasus Bank Century yang diduga telah terjadi political corruption dalam proses pengambil putusan bailout atas bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Mengapa perbuatan curang di sektor swasta disebut korupsi, intinya karena perbuatan itu nyata-nyata merugikan para stake holder yaitu: pemerintah, karyawan, pemegang saham, nasabah atau masyarakat. Oleh karenanya di lingkungan Internasional korupsi dirumuskan sebagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Sayangnya undang-undang anti korupsi di Indonesia belum mencakup perbuatan korupsi di sektor swasta. Dilihat dari sifat perbuatannya, secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang, seperti:

a. Tidak memperhatikan kepentingan umum atau kepentingan orang lain; contohnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Siapa yang membayar mendapat prioritas, sedangkan mereka yang miskin lebih sering terabaikan. b. Manipulasi informasi publik; banyak informasi yang disampaikan publik tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Informasi kepada publik lebih diarahkan untuk menentramkan masyarakat; contoh kekacauan dalam pemilu, pilkada, berbagai informasi yang simpang siur (Indonesia telah swa sembada beras, tetapi perlu impor beras). c. Melakukan mark up dalam pengadaan barang dan jasa; bukan rahasia umum, hampir semua pengadaan barang dan jasa di Indonesai di monopoli kelompok tertentu dan nilai transaksinya telah di mark up hingga lebih dari 40 %). d. Mengulur waktu dalam pemberian pelayanan; lihat contoh buitr a. e. Berperilaku boros, tidak efisien, tidak memperhatikan waktu sehingga pelaksanaan tugas berlarut-larut tanpa kepastian; bisa dilihat sikap perilaku aparatur pemerintahan di seluruh Indonesia. Di Kalangan perguruan tinggi juga terjadi, misalnya dosen mengurangi jam kulian, dosen tidak siap dan hanya memberikan diktat , penggangkatan dosen berdasarkan nepotisme, dosen tidak obyektif dalam memberi nilai ujian dll (hasil survai pada Perguruan Tinggi Agama) f. Menganggap penerimaan uang tanda terima kasih atas pelaksanaan kewajiban sebagai sesuatu yang wajar, sekalipun pada hakekatnya hal itu adalah pemerasan pasif, dan sebagainya. Bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Indonesia, korupsi pada hakekatnya adalah erosi nilai-nilai sosial yang berakibat sikap (attitude) dan perilaku (behavior) masyarakat mengganggap tindakan korupsi adalah wajar. D. Penyebab Perbuatan Korupsi Beberapa pendapat atau teori tentang penyebab korupsi, adalah sebagai berikut: 1. Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai,

serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement. Sebagai contoh, Dosen cukup berkuasa dalam kelas, sehingga dapat berbuat apa saja yang memaksa mahasiswa mengikuti perintahnya. Polisi Lalu Lintas dapat menentukan berapa denda harus dibayar karena punya kekuasaan. Demikian pula pemegang kekuasaan dapat memerintahkan apa saja kepada bawahannya walaupun melanggar hukum. 2. Jack Bologne menyebutkan bahwa penyebab korupsi dirumuskan dengan teori G(reed) O(pportunity), N(eed), E(xposure) atau disingkat GONE. Greed merupakan keserakahan dari pelaku. Opportunity atau kesempatan adalah kondisi kurangnya pengawasan, karena system yang jelek atau

mismanagement, atau disebut juga bad government. Need; Adalah kondisi dari pelaku, misalkan sangat membutuhkan, sehingga dia berusaha memperoleh sesuatu secara illegal. Exposure; adalah kondisi eksternal yang berpengaruh kepada pelaku, misalnya lingkungan yang hedonistic, tekanan di lingkungan kerja dan lain.lain. 3. Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan

butir 1, perlu

yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali

akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi. Negara Negara yang mengalami mismanagement disebut juga bad government atau Negara yang pemerintahannya belum melaksanakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Daniel Kaufman et al (World Bank Institution; 2005) mencermati praktek Governance di berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) yang diukur dari 6 variabel, dan setiap variable diberi nilai dengan skala 0-100. Keenam varaibel tersebut: 1. Voice and Accountability, mengukur kehidupan politik dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia;

2. Political Instability, mengukur kehidupan politik, keamanan termasuk masalah terorisme; 3. Goverment Effectiveness, mengukur kemampuan birokrasi memberikan dengan layanan publik; 4. Regulatory Burden, mengukur berbagai kebijaksanaan yang marketunfriendly; 5. Rule of Law, mengukur tingkat penegakkan hukum; 6. Control of Corruption, mengukur tindakan dalam pemberantasan korupsi. Hasil evaluasinya dengan enam tolok ukur tersebut, terutama unsur Government Effectiveness, Rule of Law dan Control of Corruption sampai dengan 50. Artinya Indonesia termasuk diperoleh nilai berkisar 25 diantara Negara yang

pemerintahannya masih tergolong Bad Governance, yang tercermin dari monopoli kekuasaan., yang berdampak timbulnya masyarakat korup (state capture corruption. Indikator lainnya yang membuktikan bahwa Negara Indonesia tergolong korup adalah : 1. Tingkat atau kemampuan bersaing di dunia internasional (Competitveness Growth Index); Indonesia berada dalam urutan ke 70 sampai dengan 50. 2. Tingkat atau kualitas pelayanan publik yang rendah. Skor rata-rata adalah 5,6 dibandingkan dengan kualitas pelayanan publik Korea yang mencapai skor 8 (data survai tingkat pelayanan publik oleh KPK). Penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) antara lain: 1. Aspek individu pelaku. a. Sifat tamak manusia. b. Moral yang kurang kuat. c. Penghasilan yang kurang mencukupi. d. Kebutuhan hidup yang mendesak. e. Gaya hidup yang konsumtif. f. Malas atau tidak mau kerja.

g. Ajaran Agama yang kurang diterapkan. 2. Aspek organisasi.

a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan. b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar. c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi yang kurang memadai. d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen. e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi. 3. Aspek tempat individu dan organisasi berada. a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat

berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.

E. Penyebab Korupsi di Indonesia Penelitian Daniel Kaufman, data lTransparansi Internasional yang menempatkan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) selama hampir 9 tahun antara 2,3- 2,8 (ditahun 2009) telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Malaysia (skor IPK sekitar 3,5), dan Singapura tergolong terbersih dengan skor 9. Dalam uraian diatas telah dijelaskan bahwa korupsi bukan perbuatan yang berdiri sendiri, dan tidak disebabkan oleh penyebab tunggal. Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain, dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek, seperti: a. Sistem hukum; pembangunan hukum yang cenderung sektoral sehingga membuka peluang terjadinya jual beli kasus. Korupsi sudah terjadi sejak saat pembuatan di lembaga legislatif. Pembangunan hukum lebih condong lebih fokus membela kepentingan kelompok, sehingga mendorong terjadinya berbagai korupsi di lingkungan peradilan. Tiadanya sikap patuh pada hukum. b. Sistem politik yang jelek yang lebih mengetengahkan kepentingan golongan, menjadi kendaraan untuk memperoleh kedudukan serta melupakan

pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena money politic dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. c. Sistem rekruitmen pegawai yang jelek, yang tidak memberikan penghargaan pada prestasi sumberdaya manusia, tetapi lebih mengedepankan sikap nepotisme dalam pemilihan, pengangkatan, penempatan para pegawai atau aparatur pemerintahan. Termasuk dalam hal ini jeleknya sistem penggajian, pengawasan pendidikan aparatur, disamping tiadanya sistem evaluasi kinerja yang memadai. d. Sistem sosial yang sangat permisif (tidak berani memberikan hukuman terhadap mereka yang melanggar hukum), tidak adanya sanksi sosial yang didukung oleh sikap masyarakat yang lebih mementingkan hak daripada kewajiban. e. Sistem budaya yang berorientasi vertikal, tunduk dan patuh pada kemauan atasan tanpa memperhatikan apakah perintahnya menyalahi hukum atau tidak. Hal ini terutama berdampak terhadap perilaku aparatur yang lebih patuh pada kemauan atasan daripada menjalankan tugas pekerjaannya

(termasuk menunggu perintah daripada menjalankan SOP yang ada). Sistem budaya yang jelek termasuk pula tidak bisa memahami pengertian rizki (reward). Setiap pemberian dianggap rizki. Masyarakat negara lain, hanya menerima sesuatu karena telah berbuat sesuatu (prestasi); jadi reward diperoleh karena hasil perbuatannya. Di Indonesia setiap pemberian diangap rizki, walaupun pemberian tersebut bersumber dari perbuatan tidak halal. Sebab sebab tersebut diperkuat oleh: a. Sistem pemerintahan sentralistik dan sangat represif serta tidak memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan sanksi sosial; b. Sistem pemerintahan yang otoriter, dimana lembaga lembaga kenegaraan yang ada lebih berperan sebagai lembaga legitimasi dari pada menjalankan tugas dan fungsinya; c. Kesejahteraan aparatur yang rendah yang menimbulkan dorongan kuat untuk korupsi; d. Law enforcement rendah (terkait sikap permisif terhadap masyarakat terhadap segala sesuatu yang negatif); e. Kondisi masyarakat yang hedonistik, materialistik dan menurunnya nilai nilai sosial yang pernah hidup; f. Income per kapita yang sangat rendah (penyebab korupsi by need).

Untuk lebih memahami keterkaitan antar sistem yang jelek sebagai unsur penyebab dapat dilihat dari triangle theory Donald Cresey (Examiner Manual:2006); kejahatan, kecurangan atau korupsi ditempat kerja disebabkan oleh tiga hal : a. Exposure atau problem yang dihadapai seseorang atau pegawai (ada tekanan) yang tidak dapat didiskusikan dengan orang lain, seperti mempunyai utang dalam jumlah besar, berjudi, punya simpanan, pengaruh masyarakat yang bersifat konsumerisme, atau mau balas dendam kepada pemilik perusahaan; b. Opportunity atau peluang (kesempatan), seperti memiliki ketrampilan yang mendukung perbuatan curang, lemahnya pengawasan, prosedur yang tidak jelas, tiadanya sanksi yang memadai atas pelanggaran yang terjadi dan sebagainya;

c. Rasionalisasi; persepsi yang memandang perbuatan curang atau korupsi sebagai suatu perbuatan wajar, sikap permisif masyarakat, nampak dari ungkapan:”ya wajar saja pegawai tersebut punya rumah kan sudah sekian tahun bekerja” (tanpa dilihat dari mana sumber dana untuk membeli rumah). F. Dampak atau Akibat Korupsi Telah diuraikan diatas bahwa Indonesia tergolong negara yang tinggi tingkat korupsinya. Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara, tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan, yaitu: a. Korupsi di Indonesia telah terjadi secara sistemik dan meluas sehingga tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi mengancam dan melanggar hak-hak sosial dan ekonomi secara luas, yang berdampak meningkatnya angka kemiskinan, menyengsarakan rakyat, serta dan kriminalitas. b. Bad system terkait dengan pengawasan di lingkungan birokrasi telah memunculkan molekulisasi kekuasaan; yaitu unit unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. Contohnya pemeriksa pajak, dia dapat memutuskan apa saja yang ditemui pada waktu pemeriksaan berlangsung, demikian pula Polisi Lalu Lintas, dapat meningkatnya masalah sosial

menentukan apa saja pada waktu melakukan tilang (DR. Daniel Sparingga: 2007). c. Bad system dan molekulisasi kekuasaan telah memunculkan berbagai peluang bagi aparatur untuk melakukan pungli, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi (high cost economic); Ekonomi biaya tinggi pada gilirannya akan melemahkan kemampuan bersaing Indonesia (competitiveness grrowth) di lingkungan Internasional (DR Hermawan: 2007). d. Belum diterapkannya prinsip Good Governance dapat meningkatkan terjadinya tindak pidana korupsi, yang disisi lain akan dijadikan alasan oleh negara lain untuk menolak ekspor produk Indonesia. e. Lingkungan korup berdampak berkurangnya kemampuan negara untuk

mengumpulkan dana (penerimaan negara) bagi pembangunan yang

mengancam pembangunan infrasruktur, mengancam pembangunan dan supremasi hukum. f. Rendahnya kualitas infrastruktur dan kualitas layanan publik, yang

berdampak terhadap perlakuan yang tidak adil tehadap masyarakat yang termarjinalkan. g. Korupsi mengancam sendi-sendi kehidupan demokrasi, karena

pembangunan yang tidak merata. h. Korupsi memungkinkan menjadi mata rantai berbagai kejahatan lain, misalnya penyelundupan, perdagangan obat narkotik, perdagangan manusia dll, seperti dalam pengiriman TKI Wanita. G. Kebijakan di Bidang Pencegahan Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: 1. Review dan rekomendasi perbaikan sistem atau yang lebih dikenal dengan Reformasi Birokrasi. 2. Promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 3. Pendidikan anti korupsi. 4. Pemberdayaan masyarakat. Beberapa kebijakan di bidang pencegahan adalah antara lain: 1. Mendorong segenap instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi dan peran sertanya dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing. 2. Melakukan deteksi untuk mengenali dan memprediksi kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi secara periodik untuk disampaikan kepada instansi dan masyarakat yang bersangkutan. 3. Mendorong lembaga dan masyarakat untuk mengantisipasi kerawanan korupsi (kegiatan pencegahan) dan potensi masalah penyebab korupsi (dengan menangani hulu permasalahan) di lingkungan masing-masing. H. Prinsip Good Governance Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau UNDP, memberikan definisi governance terkait dengan langkah otoritas politik sekaligus pengawasan dalam masyarakat terkait pengelolaan sumberdaya sosial dan pertumbuhan ekonomi. World Bank (WB) justru mendefinisikan governance sebagai

sikap di mana kekuasaan digunakan untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial sebuah negara. Tahun 1994, WB menguraikan beberapa aspek penting dalam terminologi governance. Pertama, terkait struktur rezim politik sebuah negara. Bagi WB, struktur ini sangat penting karena terkait pada sikap dan perilaku elite politik pada sumber daya ekonomi dan sosial dikelola. Artinya, kesadaran dan mentalitas elite politik dalam struktur tersebut berperan besar dalam perubahan kebijakan. Kedua, WB menekankan pada proses bagaimana sumber daya ekonomi dan sosial tersebut dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pakar politik pembangunan Goran Hyden (1999) mengaitkan governance dengan aturan politik baik secara formal maupun informal. Di dalam governance terdapat pula tolok ukur untuk melihat bagaimana kekuasaan dijalankan sekaligus upaya untuk meredam kebocoran anggaran. Agar kebocoran itu tidak terjadi, ada yang berteori agar kalau perlu, demi terwujudnya GG, pemerintah mencontoh cara kerja perusahaan swasta yang bekerja berdasar prinsip-prinsip efektivitas serta efisien. Berikut ini sepuluh prinsip Good Governance, antara lain: 1. Partisipasi. 2. Penegakan hukum. 3. Transparansi. 4. Kesetaraan. 5. Daya tanggap. 6. Wawasan ke depan. 7. Akuntabilitas. 8. Pengawasan. 9. Efesiensi & Efektifitas. 10. Profesionalisme. Tata pemerintahan yang baik, good governance, merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan suatu keadaan yang ideal bagi negara. Good governance adalah cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Tata pemerintahan yang buruk akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi suatu negara itu, misalnya pelayanan publik yang buruk, iklim investasi yang lemah, dan korupsi. Oleh karena itu, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,

dan inefisiensi dalam birokrasi yang bersifat mubazir. Setiap lembaga dan organisasi harus membentuk unit kepatuhan internal dan membangun pusat pengaduan layanan (complaint center) sehingga kerja dari suatu lembaga atau organisasi tetap dapat dikontrol dan diawasi. Di dalam kehidupan birokrasi yang ada saat ini. Reformasi birokrasi sangat perlu untuk direalisasikan mengingat berbagai permasalahan yang telah melanda negeri ini. Birkorasi reformasi yang baik sesungguhnya meliputi tiga hal utama yang patut untuk dibenahi. Hal-hal tersebut antara lain adalah kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban. yang direformasi adalah seluruh lembaga atau organisasi yag aktif dalam pemerintahan. langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan perbaikan adalah dengan menjadikan semua organisasi atau lembaga yang aktif dalam kegiatan pemerintahan menjadi sebuah lembaga atau organisasi yang mementingkan dan menekankan pada fungsi dan berorientasi kepada pemangku kepentingan. seperti korupsi dan pelayanan publik yang buruk. aspek ketatalaksanaan. mempermudah. dan aspek sumber daya manusia (SDM). agenda yang seharusnya menjadi prioritas utama adalah mereformasi birokrasi yang ada di Indonesia secara keseluruhan. yaitu aspek kelembagaan. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Departemen Keuangan merupakan contoh yang layak dari reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik. lembaga atau organisasi juga perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan mempercepat. Namun dalam konteks pemerintahan SBY-Boediono. disebabkan oleh birokrasi yang tidak berjalan dengan semestinya. Menurut dalam konteks perwujudan good governance pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. dalam aspek kelembagaan atau organisasi. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara menyeluruh itu. monopoli kekuasaan. dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Selain itu. . dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari lembaga atau organisasi tersebut. secara ringkas.good governance sangat perlu diwujudkan oleh pemerintah demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. terdapat hal-hal yang membuat situasi menjadi kondusif untuk melakukan penyimpangan. Pertama. antara lain adalah meningkatkan kinerja dari birokrasi sendiri dan memperbaiki tata pelayanan terhadap publik.

menerapkan sistem pemebritaan atau laporan yang otomatis dan terintegrasi (automatic and integrated reporting system). efisien dan efektif. yang harus dilakukan adalah membangun sistem kontrol (built in control system). aspek manajemen SDM. seperti persyaratan. Perbaikan sistem birokrasi dalam suatu lembaga. aspek ketatalaksanaan. Pemberantasan korupsi lebih baik diprioritaskan di area-area yang rawan. perlu juga diperhatikan persoalan gaji. dalam aspek SDM ini. dan penerapan indikator kinerja utama pada masing-masing SDM. promosi. penempatan jabatan. dan polisi) juga penting untuk langkah dan prakarsa anti korupsi berikutnya. serta pelatihan dan pendidikan yang baik demi mendapatkan SDM yang berkualitas dan dapat memberikan hasil yang baik. Terkait dengan aspek yang pertama. serta memuat janji layanan. Beberapa poin yang harus diperhatikan demi mendapatkan sumber daya manusia yang baik lagi bersih antara lain adalah basis kompetensi. jaksa. Selain itu. pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mentata kehidupan di segala area utama dalam pemerintahan demi memaksimalkan tata pemerintahan yang baik tersebut. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. dan waktu. Ketiga. Pengawasan dan pencegahan eksploitasi alam yang berlebihan dan pengrusakan lingkungan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah agar tidak menjadi lahan yang subur bagi tindakan penyimpangan seperti korupsi. patokan tata cara pelaksanaan dari lembaga-lembaga tersebut adalah harus sederhana dan transparan. Meningkatkan jumlah gaji harus dibarengi dengan perbaikan rekrutmen. Setelah melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. selain itu juga dibutuhkan fasilitas dan pemberlakuan lebih UU keterbukaan informasi untuk memastikan resiko dan adiministrasi transparan. akuntabel.Kedua. . Dengan diwujudkannya tata pemerintahan yang baik atau good governance diharapkan dapat menyelesaikan segala akar permasalahan di bangsa ini serta mencegahnya kembali menjadi masalah yang meresahkan seluruh rakyat Indonesia. memperbaiki serta memberantas segala penyimpangan di sistem peradilan (hakim. seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. biaya. penerapan kode etik dan majelis kode etik. serta menerapkan manajemen pemantauan kerja melalui indikator kinerja utama.

kewajaran. 2.  Untuk mencegah praktek KKN berdasarkan kepentingan pribadi. Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. Akuntabilitas juga berarti penggunaan kriteria untuk mengukur kinerja pejabat publik dan mekanisme pengawasan untuk menjaga agar standar tercapai. akuntabilitas. 1. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah prinsip politik (demokrasi) yang mengharuskan pejabat instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka kepada masyarakat (external control).I. Berikut merupakan penjelasan terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. aturan main. Tranparansi Transparansi merupakan prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka.  Evaluasi atas kinerja administrasi. dan politik. Akuntabilitas terdiri dari akuntabilitas legal. keuangan. kelompok atau asing yang merugikan kepentingan masyarakat/nasional. sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. Bagaimana mengukur akuntabilitas?  Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan. proses pelaksanaan. Prinsip Anti Korupsi Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. dampak dan manfaat yang diperoleh masyarakat baik secara langsung maupun manfaat jangka panjang dari sebuah kegiatan. birokrat/manajerial. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses . Kenapa Perlu Akuntabilitas?  Untuk mencegah konsepsi yang salah tentang kepentingan publik karena pejabat pemerintah dan PNS tidak mewakili secara merata semua kolempok sosial. dan kontrol aturan main. ekonomi. dan budaya.

 Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan strategi penggalangan (pemungutan) dana. berkesinambungan.dinamika struktural kelembagaan.  Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif. implementasi. mekanisme pengelolaan proyek mulai dari pelaksanaan tender. b) Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas. baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. . prinsip pembebanan. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses transparansi:  Proses penganggaran yang bersifat bottom up. mulai dari perencanaan. pelaporan finansial. dan pertanggungjawaban secara teknis. Hal ini terkait pula dengan proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan). yaitu: a) Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek. dan alokasi anggaran (anggaran belanja). Dalam bentuk yang paling sederhana.  Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang diusulkan oleh masyarakat sendiri. laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran. pengeluaran dan tidak melampaui batas (off budget).  Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. taat asas. 3. Lima langkah penegakan prinsip kewajaran. transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust). Kewajaran Prinsip kewajaran ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran. pengerjaan teknis. tapi juga secara teknis dan fisik dari setiap out put kerja-kerja pembangunan.

dan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau undang-undang . Sifat informatif merupakan ciri khas dari kejujuran. maupun lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara. pemahaman. yaitu: a) Isi aturan main. Kejujuran merupakan bagian pokok dari prinsip fairness.c) Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. undang-undang desentralisasi. dan lembaga pemasyarakatan. persepsi. b) Pembuat aturan main. pengadilan. sikap. Aturan main Aturan main anti korupsi dibuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Aturan main anti korupsi tidak selalu identik dengan undang-undang anti-korupsi. yaitu kepolisian. d) Kultur aturan main. Empat aspek aturan main anti korupsi. e) Informatif. Kualitas isi aturan main tergantung pada kualitas dan integritas pembuatnya. Aturan main anti korupsi akan efektif apabila di dalamnya terkandung unsurunsur yang terkait dengan persoalan korupsi. kejujuran dan proses pengambilan keputusan. 4. kejaksaan. Aturan main yang telah dibuat dapat berfungsi apabila didukung oleh aktoraktor penegak aturan main. undang-undang anti-monopoli. namun bisa berupa undang-undang kebebasan mengakses informasi. pengacara. yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai dasar penilaian kinerja. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan pembangunan. d) Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja. c) Pelaksana aturan main. Eksistensi sebuah aturan main terkait dengan nilai-nilai.

c) Revolusi yaitu mengontrol dengan mengganti aturan main yang dianggap tidak sesuai. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. Jika korupsi sudah diminimalisir. Lebih jauh kultur aturan main ini akan menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. Tiga model kontrol aturan main tersebut digunakan sesuai dengan sistem yang dibangun dalam suatu pemerintahan. Kontrol aturan main tersebut terdiri dari tiga model. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum . pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi dimasa depan tidak ada terjadi lagi. Melalui pendidikan ini. Setidaknya. cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi.anti korupsi. Pendidikan anti korupsi ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis siswa. diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. b) Oposisi yaitu mengontrol dengan menawarkan alternatif aturan main baru yang dianggap lebih layak. ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini. diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi. Pendidikan Anti Korupsi Untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih. yaitu: a) Partisipasi yaitu melakukan kontrol terhadap aturan main dengan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaannya. dalam sistem demokrasi yang sudah mapan (established). Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. model kontrol aturan main yang digunakan adalah partisipasi dan oposisi. Misalnya. Sehingga. Tujuan kedua adalah. Kontrol Aturan main Kontrol aturan main merupakan upaya agar aturan main yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. J. 5.

melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. Gerakan bersama anti korupsi ini akan memberikan tekanan bagi penegak hukum dan dukungan moral bagi KPK sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. . Kebiasaan tidak disiplin terhadap waktu ini sudah menjadi lumrah. Sehingga. Tidak hanya itu. pendidikan anti korupsi yang dilaksanakan secara sistemik di semua tingkat institusi pendidikan. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi termasuk sanksi yang akan diterima kalau melakukan korupsi. termasuk korupsi yang merugikan negara. Sehingga memang diperlukan edukasi bahwa perbuatan suap tersebut. Dengan begitu. masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor. kantor dan lain sebagainya. Termasuk hal-hal kecil. Sehingga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada polisi untuk korupsi. Materi ini dapat diikutkan dalam pendidikan anti korupsi ini. banyak orang yang tanpa pikir panjang dan tidak mau repot untuk sidang di pengadilan. akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi. sering terlambat dalam mengikuti sebuah kegiatan. Kepolisian dan Kejaksaan agung. ini termasuk salah satu bentuk korupsi. Selama ini.seperti KPK. Perbuatan ini banyak sekali ditemukan di jalan raya. Begitu juga dengan hal-hal sepele lainnya. Misalnya. dan cenderung menjadi lumrah. Oleh karena itu. korupsi waktu. terlambat masuk sekolah. Contoh lain. perlu pendidikan terpadu yang diselenggarakan di semua tingkatan institusi pendidikan. kebiasaan tidak mau repot ketika melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. Menurut KPK. bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. sangat banyak kebiasaan-kebiasaan yang telah lama diakui sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukan korupsi. diharapkan akan memperbaiki pola pikir bangsa tentang korupsi. Ketika ditilang oleh polisi lalu lintas.

tidak memungkinkan jika menambah mata pelajaran baru. melakukan integrasi pendidikan anti korupsi kedalam salah satu mata pelajaran yang ada. Dikhawatirkan. Kedua. Pada saat ini. siswa-siswa di sekolah telah dibebankan begitu banyak mata pelajaran.Tahap Pelaksanaan Kurikulum pendidikan anti korupsi ini disusun seperti kurikulum mata pelajaran yang lain dan diagendakan dalam kurikulum pendidikan nasional. nilai-nilai kejujuran yang menjadi aspek capaian utama dalam pendidikan anti korupsi dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Sementara esensi dari pendidikan anti korupsi ini tidak didapatkan. simulasi. Pilihan pertama. menambah satu mata pelajaran baru. Media yang dapat digunakan seperti tabel angka korupsi dan bahkan bisa digunakan media audiovisual seperti menonton video-video yang berhubungan dengan korupsi. Atau sekitar 4 sampai 5 kali pertemuan. Misalnya. studi kasus dan metoda lain yang dianggap akan membantu tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Teori yang dipelajari pada pendidikan anti korupsi tersebut dapat langsung dipraktekan dalam sebuah kegiatan nyata. . diskusi. Ada dua pilihan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi pada sekolah dan perguruan tinggi. Penyusunan kurikulum dimulai dari tujuan pembelajaran umum. Melakukan studi pustaka tentang negara-negara maju yang hidup tanpa korupsi. hasilnya tidak akan maksimal dan hanya sebatas pengetahuan teori saja yang didapatkan oleh siswa. pendidikan anti korupsi ini bisa disisipkan dalam bentuk satu pokok bahasan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. menambahkan mata pelajaran baru tentang pendidikan anti korupsi dirasa kurang memungkinkan. Metoda pembelajaran yang digunakan dapat berupa ceramah. Maka. Untuk tahap awal. Waktu yang dibutuhkan untuk satu pokok bahasan ini antara 8 sampai 9 jam. Mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Pertama. khusus serta indikator dan hasil belajar apa saja yang ingin dicapai setelah memperoleh pendidikan anti korupsi ini. pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. Ditambah lagi dengan pekerjaan rumah (PR) setiap mata pelajaran.

Semua transaksi berjalan dengan swalayan dan kesadaran membayar berapa harga barang yang di beli. guru. maka si pembeli mengambil kembaliannya sendiri. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah yaitu pada semua elemen pendidikan. Warung ini akan melatih kejujuran. diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Jika uang yang dimasukan ke kotak perlu kembalian. Semua barang ditempeli label harga dan pembeli membayar dengan sadar ke dalam sebuah kotak terbuka berisi uang. seperti kepala sekolah. K. Karena biasanya korupsi terlahir karena didikan dari . karyawan dan siswa. itu artinya bahwa walaupun korupsi sulit dihilangkan namun kalau terus menerus diberantas maka ia akan lenyap. Dengan adanya pendidikan anti korupsi ini. namun sepertinya kasus Korupsi makin marak di negeri ini.Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu rumah kita sendiri. Tanpa ada yang mengawasi. dimana tidak ada penunggu warungnya. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan. Kenapa harus rumah sendiri bukan dari diri sendiri ataupun juga lingkungan yang lebih luas lagi. sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. Kosakata terus-menerus menjadi kunci dari sebuah keberhasilan pemberantasan korupsi karena kalau hanya sekedar cari muka dalam memberantas korupsi maka sampai kapanpun korupsi tidak akan hilang. Korupsi seakan menjadi budaya yang telah mengakar dari generasi ke generasi hingga sulit untuk diberantas sampai ke akarnya namun bukan berarti tidak bisa karena seperti cerita lama bahwa batu yang keras bisa berlubang karena tetesan air. Pendidikan Anti Korupsi dalam Keluarga Walau telah dibentuk Undang-Undang Anti Korupsi kemudian berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang dikenal dengan nama KPK hingga lahirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Pengadilan Tipikor bahkan baru-baru ini dibentuk Satgas Mafia Hukum. Lingkungan sekolah akan menjadi pioneer bagi pemberantasan korupsi dan akan merembes ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. hanya berbekal kejujuran.

” Hal-hal yang mungkin sepele seperti contoh diatas mungkin adalah hal biasa namun disitulah letak kesalahan kita. Kenapa wajar karena kebiasaan itu seperti sebuah tradisi yang sulit dihilangkan.keluarga walaupun kita tidak menyadarinya. Padahal itu juga merupakan bagian dari korupsi. Misalnya. misalnya ―Kamu disuruh beli semen yang terbaik namun malah membeli semen kualitas tidak baik karena kamu berpikir yang penting semennya sudah dibeli. jangan membiasakan datang ke tempat guru sebelum ataupun sehabis ulangan dengan membawa bingkisan hadiah karena hal itu akan memberikan contoh yang buruk pada anak kita. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. Kemudian juga. ada baiknya kita beri nasehat dan jangan langsung membiarkannya begitu saja dan kalau itu diulangi nya kembali tak ada salahnya kita memberinya hukuman sebagai bentuk pembelajaran padanya bahwa mengambil uang tanpa sepengetahuan yang punya itu dilarang. Seharusnya ketika anak kita. “Ketika ingin memenangkan sebuah tender proyek tertentu ia mengirimkan hadiah pada pihak yang punya wewenang penentuan tender tersebut. ―Kamu dititipi ibumu uang untuk belanja di toko dan ternyata ada uang kembaliannya namun kamu malah membelanjakan uang kembalian tersebut tanpa sepengetahuan ibumu.” Atau ketika sebelum atau sesudah ulangan terkadang orangtuamu mengajak kamu ke tempat gurumu sambil membawakan bingkisan hadiah dengan harapan agar gurumu tadi memberikan nilai yang baik. tadi uang kembaliannya saya belikan‖ dan ibunya pun berkata ―Tidak apa-apa. Jadi untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan . asal belanjaan sudah dibeli‖. Kata-kata ―Tidak apa-apa‖ menjadikan kamu merasa hal itu biasa hingga akhirnya berlanjut ketika kamu sudah punya jabatan. Lalu dimana letak pembelajaran korupsinya. biasanya setelah sampai di rumah. kamu akan bilang ―Bu.” Itu namanya sudah korupsi. semisal. membelanjakan uang tanpa sepengetahuan kita. Karena bisa saja ditiru oleh anaknya suatu hari. Banyak hal yang sebenarnya adalah korupsi di keluarga kita namun terkadang dia lewat begitu saja karena menganggap itu adalah hal wajar.

Selain menjaga hati kita. Dan ketika kita sudah terjerumus. keluarga kita juga perlu mendukung dalam hal anti korupsi karena kalau keluarga tidak mendukung maka biasanya akan sulit dilakukan. terus memberikan nafkah serta makanan dari hasil korupsi maka istri dan anak kitapun bisa juga terjerumus dalam lingkaran itu. anaknya juga. Pemberian contoh anti korupsi dalam kehidupan nyata biasanya akan lebih membekas dalam ingatan. Dukungan pertama itu harus ada dari istri karena bagaimanapun dibalik kesuksesan suami selalu ada istri. Jadi.pemberian contoh karena kalau hanya berkutat pada teori maka pendidikan anti korupsi hanya akan menjadi sebuah buku tanpa amal. Namun dari semua itu bisa dilakukan kalau hati kita kuat dan tegar dalam menghadapi godaan lingkungan yang mungkin banyak koruptornya dan juga jangan memberikan makanan yang tidak halal kepada keluarga kita karena itu bisa mempengaruhi kejiwaan serta adanya dukungan keluarga karena bagaimanapun keluargalah yang bisa mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan bertindak. . Sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi kejiwaan walaupun ini tidak pernah ada penelitian namun itulah yang sering terjadi dimasyarakat. Pemberian contoh bisa dimulai dari dalam keluarga. misalnya berangkat kerja tepat waktu. Harus ada keseimbangan antara teori dengan praktik nyata yang kita berikan. Ayahnya koruptor. Penebangan itu bisa dilakukan dengan cara tidak membiasakan korupsi sejak dini atau memberikan contoh korupsi serta tentu adanya pendidikan anti korupsi. tidak memakai kendaraan dinas untuk keperluan pribadi. Namun juga dalam pendidikan anti korupsi hal yang perlu diperhatikan adalah hati karena bagaimanapun kalau hati sudah salah maka sulit memberikan jalan lurus karena itu hindarilah makanan yang bersifat haram semisal makanan dari hasil korupsi karena kalau sudah pernah memakan hasil uang korupsi maka ia akan mendarah daging dalam tubuh kita dan hanya tinggal masalah waktu saja kitapun bisa terjerumus juga dalam lingkaran hitam. untuk membasmi korupsi tidak bisa ditebang dari atas namun dari bawah yaitu keluarga. maka bisa saja ia mendorong suaminya untuk melakukan korupsi hanya untuk memenuhi gaya hidup istrinya. Ketika istri kita termasuk orang yang materialistis maka biasanya tuntutan terhadap gaya hidup begitu tinggi yang akibatnya bila sang suami tak mampu memberikan.

informal dan agama. 3) Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. 7) Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok.L. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan. Upaya penindakan (kuratif). Upaya pencegahan (preventif). d. c. 2) Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : 1) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). . Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. 6) Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. 4) Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. Upaya Pencegahan (Preventif) 1) Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. b. 5) Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. 8) Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. antara lain sebagai berikut : a.

Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. 9) Menetapkan seorang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15.2) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. Malaysia. 2) Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. EM. Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. 4) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). 5) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). 3) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). 6) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi . 10) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). 3) Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional.9 miliar (2004). 8) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. 5) Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. Dalam hal ini. masyarakat harus dididik agar: 1) Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. 7) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). 4) Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya.

Somalia. Sudan.me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Dukungan media massa. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. Irak. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi dan bahwa selama ini pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Libya dan Usbekistan. Haiti & Myanmar. Political will. 3.2 sejajar dengan Azerbaijan. Semarang dan Batam. disu-sul Surabaya. IPK Indonesia adalah 2. Dukungan masyarakat secara aktif. yang mencerminkan masih lemahnya political will pemerintah bagi upaya pemberantasan korupsi. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. 4. Hambatan atau Kendala Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: 1. Komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. Paraguay. . Angola. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. N. 6. Sedangkan survei TI pada 2005. Pakistan. Faktor-faktor Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: 1. Medan. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia. Kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. Etiopia. ICW lahir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Clean government. 5. M. Kamerun. Profesional. 2. Nigeria. Kenya. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi.

baik dari aspek isi maupun aspek teknik pelaksanaannya. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah dapat disentuh oleh hukum pidana. Insentif dan gaji yang rendah ini berpotensi mengancam profesionalisme. berita buruk yang keempat adalah rendahnya insentif dan gaji para pejabat publik. Diantara kelemahan-kelemahan tersebut adalah: a. Minimnya bantuan luar negeri ini merupakan cerminan rendahnya tingkat kepercayaan negara-negara donor terhadap komitmen dan keseriusan pemerintah di dalam melakukan pemberantasan korupsi. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. Sedangkan. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. 5. Kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Sayangnya. Sedangkan. Dan. 3. polisi dan KPK dan tidak adanya prinsip pembuktian terbalik dalam kasus korupsi. beberapa pihak yang lain berpendirian bahwa kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara adalah tidak tersentuh oleh hukum. 4. Tidak jelasnya pembagian kewenangan antara jaksa. baik hukum pidana maupun perdata. sehingga memungkinkan terjadinya ketimpangan dalam pemberantasan korupsi. baik pidana maupun perdata. solusi yang efektif bagi upaya . termasuk dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi.2. sehingga pejabat negara yang korup adalah dapat digugat secara hukum. sehingga pejabat-pejabat negara yang korup tersebut adalah tidak dapat digugat secara hukum. perdebatan tentang permasalahan tersebut cenderung berlarut-larut tanpa dapat memberikan pemberantasan korupsi di Indonesia. beberapa pihak yang lain lagi berpendapat bahwa hukum administrasi negara merupakan satu-satunya perangkat hukum yang dapat menyentuh kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh para pejabat negara. kapabilitas dan independensi hakim maupun aparat-aparat penegak hukum lainnya. Terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara.

Pejabat-pejabat yang bermental korupsi berpikir dalam hatinya mengenai apa yang bisa diambil negara dan bangsa ini. Lemahnya dan tidak jelasnya mekanisme perlindungan saksi. Masalah kultur/budaya. pengetahuannya dan jabatannya dia nilai dengan materi sehingga rahasia negara yang seharusnya dia pegang teguh malah diuangkannya. Dalam situasi masyarakat yang demikian ini akan dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik atau pihak ketiga lain yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah. d. Segala sesuatu akan dilihat dari kacamata materi saja sehingga lupa akan tugasnya sebagai pejabat pemerintah. 7. Berbeda dengan . Kurangnya mental pejabat pemerintah. dimana sebagian masyarakat telah memandang korupsi sebagai sesuatu yang lazim dilakukan secara turun-temurun. Sebagai contoh mengenai seorang perwira menengah ABRI menjual rahasia pertahanan nasional bangsa ini kepada bangsa lain dalam hal ini kepada bangsa Rusia.b. 6. Kurangnya kewibawaan pemerintah dimana anggota masyarakat bisa bersifat apatis terhadap segala anjuran-anjuran dan tindakan pemerintah. Mekanisme pemeriksaan terhadap pejabat–pejabat eksekutif dan legislatif juga terkesan sangat birokratis. c. sehingga seseorang yang dianggap mengetahui bahwa ada penyelewengan di bidang keuangan tidak bersedia untuk dijadikan saksi/memberikan kesaksian. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah bahwa korupsi dapat merusak mental para pejabat pemerintah. dengan kata lain kedudukannya. Hambatan yang kedua berkaitan dengan kurangnya transparansi lembaga eksekutif dan legislatif terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. terutama apabila menyangkut izin pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi. Iintegritas moral aparat penegak hukum serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan mereka dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi.Sifat sifat yang demikian ini jelas bahwa ketahanan Nasional akan rapuh karena anggota masyarakat merasa dirinya tidak ikut bertanggung jawab dalam keutuhan nasional atau negara. Kurangnya kewibawaan pemerintah. disamping masih kuatnya budaya enggan untuk menerapkan budaya malu.

Pada negara ini.seorang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum akan tetap bahagia dan tertawa sepanjang para penegak hukum masih dapat disuap dan hukum dapat dilumpuhkan dengan kekuatan uangnya.Kennedy pada waktu penyumpahan beliau sebagai presiden USA ―Don‘t ask what your do for your country can do for you. Kurang tegasnya hukum. Bahwa cita-cita terwujudnya tertib hukum tidak akan dapat dicapai jika korupsi meraja lela di kalangan penegak hukum. sebagaimana juga di negara-negara lain yang sedang berkembang ucapan J. Sesuatu hal yang sangat berbahaya lagi adalah jika sampai generasi muda ini mencontoh sifat korupsi yang berjangkit dalam masyarakat Indonesia sekarang. Tanggung jawab akan hal ini bukan hanya terletak pada penegak hukum saja tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. but ask your self what can you do for your country‖ yang terjemahannya sebagai berikut: ―janganlah kau bertanya apa yang dapat diberikan oleh Negara kepadamu tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang dapat kau sumbangkan kepada negaramu‖.Kennedy ini diputar balikan tanpa memikirkan kelanjutan hidup dari pada bangsa dan negaranya. 8.F. Hukum dan keadilan telah dapat diombang-ambingkan oleh uang. Fakta- .apa yang dikatakan oleh J. Tidak mengherankan bahwa timbul suara-suara sumbang dalam masyarakat yang mengatakan bahwa orang kaya atau pejabat kebal terhadap hukum. Dari kejadian-kejadian selama ini jelaslah bahwa sebagian besar penegak hukum sudah bermental korupsi sehingga menurunkan wibawanya sebagai penegak hukum. Artinya ia masih dapat membeli keadilan dan pengadilan bahkan penjara sekalipun dapat dibeli dengan kekuatan uang yang dimilikinya. Jika hal ini bisa terjadi maka cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang di cita-citakan bangsa ini semakin jauh dan tipis harapan-harapan untuk tercapai. sehingga hokum tidak dapat ditegakan terhadap penyelewengan atau pelaku-pelaku yang merong-rong ketertiban hukum itu. Negara Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya harus didasarkan kepada hukum jadi bukan berdasarkan pada kekuasaan oleh karenanya terwujudnya tertib hukum merupakan suatu keharusan bagi kitasemua.F. sehingga berubah menurut selera si penyuap dan timbullah kepincangankepincangan dan keanehan-keanehan penegak hukum dalam masyarakat. Keadilan dapat debelokkan sesuai dengan seleranya sepanjang para penegak hukum tersebut masih dapat disuap.

penegakan hukum. political corruption. transparansi. promosi penerapan prinsip-prinsip Good Governance. dan kontrol aturan main. 6) Korupsi tidak semata-mata mengurangi dana yang masuk ke kas negara. 2) Perbuatan korupsi tidak terbatas pada perbuatan mencuri uang rakyat saja (sektor publik). sistem rekruitmen pegawai yang jelek. RANGKUMAN 1) Bentuk korupsi berbacam-macam. antara lain: partisipasi. Mental dan karakter para pejabat penegak hukum merupakan faktor utama bagi pembinaan hukum nasional dan masyarakat adil dan makmur. . dan intelectual corruption. daya tanggap.fakta korupsi di atas menyebabkan pembangunan dan pembinaan hukum nasional akan terhambat. pendidikan anti korupsi. tetapi akibat yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. wawasan ke depan. tetapi perbuatan korupsi adalah perilaku yang menyimpang. karena dalam kenyataannya korupsi itu terjadi di baik di sektor publik maupun di sektor swasta. pengawasan. dan sistem budaya yang berorientasi vertikal. kesetaraan. yang umum dikenal adalah material corruption. seperti: sistem hukum. aturan main. 3) Dilihat dari sifat perbuatannya. kewajaran. akuntabilitas. 10) Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. dan aspek tempat individu dan organisasi berada. sistem politik. 7) Titik berat upaya pencegahan korupsi adalah melalui: Reformasi Birokrasi. efesiensi & efektifitas. 9) Prinsip-prinsip anti korupsi terdiri dari transparansi. 8) Sepuluh prinsip Good Governance. dan intinya disebabkan adalah berbagai sistem yang jelek. yaitu: aspek individu pelaku. akuntabilitas. aspek organisasi. dan pemberdayaan masyarakat. secara sosiologis korupsi tidak terbatas pada perbuatan menggunakan uang negara secara (material corruption) tidak sah seperti persepsi masyarakat pada umumnya. 5) Korupsi disebabkan oleh berbagai sebab yang saling berkaitan satu sama lain. legislation corruption. dan profesionalisme. 4) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengutarakan bahwa penyebab terjadinya korupsi dibagi menjadi tiga aspek. sistem sosial yang sangat permisif.

peraturan perundang-undangan yang menyangkut upaya pemberantasan korupsi mempunyai beberapa kelemahan yang terletak pada substansi peraturan perundang-undangan. Selain menghilangkan kebiasaan salah tersebut. kurangnya mental pejabat pemerintah. 14) Pemberantasan korupsi dapat lebih baik dan berhasil jika didukung oleh faktorfaktor di bawah ini yaitu antara lain: political will. komitmen yang kuat dari Pemimpin dan Elit. 13) Ada beberapa tindak nyata yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indonesia. kurangnya pengetahuan dan pengalaman aparat-aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).11) Ada dua tujuan yang ingin dicacai dari pendidikan anti korupsi ini. melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa. terjadinya perdebatan tiada henti tentang posisi dan kedudukan hukum dari kebijakan-kebijakan publik yang dilaksanakan oleh pejabat negara. dan dukungan masyarakat secara aktif. clean government. 12) Untuk memotong akar dari korupsi ini bisa diawali dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di rumah kita yang bisa menjadi contoh buruk bagi anak kita suatu saat nanti. ada baiknya kita juga memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini namun tentu juga diimbangi dengan pemberian contoh. dan kurang tegasnya hukum. Kedua adalah. upaya penindakan (kuratif). dukungan media massa. . 15) Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi antara lain: kurangnya dana yang diinvestasikan pemerintah untuk program pemberantasan korupsi. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa. antara lain sebagai berikut : upaya pencegahan (preventif). kurangnya kewibawaan pemerintah. kurangnya bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor bagi program pemberantasan korupsi. Kepolisian dan Kejaksaan agung. profesional. menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK.

Misalkan Anda seorang PNS yaitu sebagai auditor BPK RI. Di Indonesia. Suatu ketika Anda dan Tim Anda diminta memeriksa/mengaudit suatu proyek di luar Pulau Jawa selama seminggu. Bagaimanakah cara media masa untuk mendukung pembrantasan korupsi di Indonesia? 13. dan budaya! 7. Sebutkan akibat/dampak korupsi bagi bidang politik. Sebut dan jelaskan beberapa prinsip goodgovernance yang relevan jika dikaitkan dengan pemberantasan korupsi di negeri kita! 9. Anda dan Tim Anda diberikan fasilitas serba mewah dan tambahan uang saku oleh Pimpinan Proyek yang melebihi fasilitas yang diberikan oleh Instansi anda (BPK RI). Sebut dan jelaskan langkah-langkah penerapan prinsip kewajaran dalam kaitannya dengan pendidikan antikorupsi! 10. Apa yang dimaksud dengan ―Kantin Kejujuran‖? Apa saja hambatan dalam mengembangkan ―Kantin Kejujuran‖? Jelaskan! 11. Setibanya di sana. sosial. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bentuk korupsi! 3. bagaimanakah bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling efektif dalam rangka upaya pencegahan tindak korupsi? 8. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sistem-Sistem yang dianggap jelek tersebut! 6.LATIHAN 1. Jelaskan pengertian korupsi menurut pendapat anda berdasarkan teori-teori mengenai istilah dan definisi korupsi yang telah anda pahami! 2. Sebutkan lima contoh perilaku menyimpang yang terjadi di Perguruan Tinggi yang termasuk dalam lingkup korupsi! 4. Apakah pemberian insentif dan gaji yang tinggi kepada para pejabat dapat memberantas korupsi? Jelaskan pendapat anda dengan membandingkan teori dengan fakta yang terjadi (berikan alasannya)! . Sebutkan dan jelaskan faktor internal (dari dalam diri sendiri/individu) dan faktor eksternal (dari orang lain dan lingkungan) yang menyebabkan terjadinya korupsi! 5. Salah satu contoh praktik pendidikan anti korupsi dalam lingkungan sekolah adalah ―Kantin Kejujuran‖. Menurut Anda. Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut? Jelaskan! 12. penyebab utama korupsi adalah jeleknya sistem-sistem yang berlaku.

GLOSSARIUM Bailout : istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut. seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid. misalnya manipulasi oleh pemerintah tentang data statistik. Good governance : cara yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk melaksanakan wewenangnya dalam menyediakan barang dan jasa publik. Political corruption : korupsi terkait berbagai kebijakan. Material corruption : korupsi material terkait menggunakan uang secara tidak berhak untuk kepentingan sendiri. Intelectual corruption : manipulasi informasi untuk mencapai tujuan tertentu yang semuanya berdampak merugikan masyarakat. Konsumtif : perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Unit kecil ini dapat melakukan apa saja yang merugikan masyarakat. . Stakeholder : pemangku kepentingan atau segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. Molekulisasi kekuasaan : Unit kecil dalam organisasi yang memiliki kekuasaan tanpa dapat dikontrol oleh atasannya.

. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi.0fees.DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi.net/?page_id=7 http://www. Memahami untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi.go.php?option=com_content&view=article&id=57:pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum&catid=33:berita&Itemid=77 http://generasibersih.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. 2006.com/index.org/ http://www. 2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.bpkp.disdik-kepri.kpk. 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption.id/ http://www.go.

berikut beberapa diantaranya: 1. Setiap orang.28 Tahun 1999 Pasal 1 (2) UU No. jo UU No.20 Tahun 2001 UU No.31 Tahun 1999 4) Korporasi Adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. bentuk deelneming yang terjadi : . Pasal 2 UU No.BAB ATURAN TENTANG ANTI KORUPSI 10 Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai peraturan tentang anti korupsi serta jenisjenis korupsi dan sanksinya.30 Tahun 1999. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. sehingga termotivasi untuk membentuk karakter anti korupsi dalam dirinya A. meliputi: 1) Pegawai Negeri Pasal 92 KUHP UU No.31 Tahun 1999 2) TNI / POLRI 3) Swasta Pasal 1 (3) UU No. Permasalahan yang sering timbul adalah delik penyertaan (deelneming). Peraturan Tentang Anti Korupsi Banyak peraturan yang membahas mengenai anti korupsi.

Dalam perkara korupsi harus diperhatikan jabatan/kedudukan para peserta guna menentukan kapan berkas perkara harus displit dan kapan tidak.a) Medeplegen Antara sesama peserta ada kesadaran bekerja sama. Harus menggunakan sarana tersebut secara limitatif pada pasal 55 (1)ke 2 KUHP. sehingga antar sesama peserta dapat saling menyaksikan. dan bisa tidak ada kerja sama secara fisik. Secara melawan hukum Melawan hukum. dapat berarti : 1) Bertentangan dengan hukum . tapi bisa ada kerja sama secara fisik. b) Doenplegen Tidak ada kesadaran bekerja sama. 897). Kesempatan. Peran dan kualitas antar peserta bisa sama dan bisa tidak sama. tapi tidak ada kerja sama secara fisik. dan ada kerjasama secara fisik. yang melakukan tidak dipertanggung jawabkan. Berkas perkara antara pelaku dan pembantu displit b. Dalam hal ―turut serta melakukan‖ disyaratkan bahwa setiap pelaku mempunyai opzet dan pengetahuan yang ditentukan. a) Uitlokking Ada kesadaran bekerja sama. untuk dapat menyatakan telah bersalah turut serta melakukan haruslah diselidiki dan terbukti bahwa tiap-tiap peserta itu mempunyai pengetahuan dan keinginan untuk melakukan kejahatan itu. d) Medeplichtig Tidak ada kesadaran bekerja sama.6 Maret 1939 no. sarana atau keterangan itu diberikan pada si pelaku telah terdapat maksud untuk melakukan kejahatan (H. Berkas perkara harus displit. Yang menyuruh melakukan dipertanggung jawabkan.R. Berkas perkara dan surat dakwaan satu.

2) 3)

Bertentangan dengan hak orang lain atau hukum subyektif seseorang Tanpa hak atau tidak berwenang Jadi sifat melawan hukum meliputi : - Melawan hukum dalam arti formil, kalau perbuatan telah mencocoki semua

unsur delik. - Melawan hukum dalam arti materiil, kalau perbuatan oleh masyarakat dirasakan tidak patut, tercela yang menurut rasa keadilan masyarakat harus dituntut. c. Melakukan perbuatan Selama ini unsur ―melakukan perbuatan‖ memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dianggap hanya satu unsur saja, sehingga yang dibuktikan hanya unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, tanpa membuktikan apakah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan tujuan atau dikehendaki. Unsur ―melakukan perbuatan‖ sama maknanya dengan unsur ―dengan maksud‖ pada Pasal 362 KUHP, yang artinya dikehendaki atau sengaja, yang

merupakan unsur subyektif pada pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini. Membuktikan unsur ―melakukan perbuatan‖ dengan menggunakan teori kesengajaan, yaitu Wilstheorie dan Voorstellingtheorie. Bagian inti suatu delik meliputi unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif meliputi unsur Lalai/Culpa. ―Kesalahan― yang terdiri dari Sengaja/Opzet dan

d.

Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi Pengertian memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

harus dikaitkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 Tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001 : Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau

korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan, yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambahan kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk

memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Setiap orang yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi wajib membuktikan sebaliknya terhadap harta benda miliknya yang belum didakwakan, tapi juga diduga berasal dari tindak pidana korupsi : (Pasal 38B ayat (1) UU No. 20 tahun 2001). Dalam hal terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi, maka harta benda tersebut dianggap diperoleh dari tindak pidana korupsi. Merupakan beban pembuktian terbalik. (Pasal 38B ayat (2) UU no. 20 tahun 2001).

e.

Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Berbeda dengan unsur Pasal 1 ayat (1)a UU No. 3 tahun 1971 yang

merupakan delik materiil, maka Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 ini merupakan delik formil. Dengan diubah menjadi delik formil maka pengembalian hasil korupsi kepada negara tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana terdakwa karena tindak pidana telah selesai. (Pasal 4 UU ini). Pasal 2 UU ini pada dasarnya sama dengan Pasal 1 ayat (1) a UU No. 3 tahun 1971; Perbedaan terletak pada subyek delik Pasal 2 diperluas dan Unsur ―dapat‖ merugikan keuangan negara pada Pasal 2 merupakan delik formil sementara pada Pasal 1 ayat (1)a merupakan delik materiil. 2. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-Unsurnya : a. Setiap orang Pada dasarnya sama dengan unsur ―setiap orang‖ pada Pasal 2 di atas. Yang perlu diperhatikan kalau terjadi delik penyertaan, antara pejabat dan bukan

pejabat, antara yang punya kewenangan dan yang tidak punya kewenangan. Pastikan kapan perkara displit dan kapan tidak dalam hal terjadi delik penyertaan. b. Dengan tujuan Unsur ini juga sama dengan unsur ―melakukan perbuatan‖ pada Pasal 2 di atas, sehingga penyidik maupun penuntut umum harus bisa membuktikan adanya unsur sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kewenangan. c. Menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi Unsur itupun pada dasarnya sama dengan unsur ―memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi‖ pada Pasal 2 di atas. Jadi untuk membuktikan unsur ini hendaknya dihubungkan dengan Pasal 37 ayat (3) dan (4) UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 37A ayat (1) dan (2) UU No. 20 tahun 2001. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak selalu dalam bentuk uang akan tetapi dapat meliputi pemberian, hadiah, fasilitas, dan kenikmatan lainnya.

d. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan Unsur ini merupakan unsur melawan hukum dalam arti sempit atau khusus. Unsur ini merupakan unsur alternatif dari 6 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : 1. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan 2. Menyalahgunakan kewenangan karena kedudukan 3. Menyalahgunakan kesempatan karena jabatan 4. Menyalahgunakan kesempatan karena kedudukan 5. Menyalahgunakan sarana karena jabatan, atau 6. Menyalahgunakan sarana karena kedudukan

Dalam praktik hampir tidak pernah kita jumpai pilihan salah satu dari enam pilihan unsur yang tepat berdasarkan fakta yang ada, baik dalam berkas perkara hasil penyidikan, surat dakwaan, surat tuntutan bahkan dalam pertimbangan putusan pengadilan sekalipun. Hal ini disebabkan karena sulitnya membedakan antara kewenangan dan kesempatan, demikian juga antara jabatan dan kedudukan. Putusan MARI Tanggal 17-02-1992 No. 1340K/Pid/1992, memperluas pengertian Unsur Pasal 1 ayat (1).b UU No.3 Tahun 1971, dengan cara mengambil alih pengertian “ menyalahgunakan kewenangan “ yang ada Pasal 53 ayat (2) b UU No. 5 Tahun 1986 sehingga unsur “ menyalahgunakan kewenangan “ mempunyai arti yang sama dengan pengertian perbuatan melawan hukum Tata Usaha Negara yaitu, bahwa pejabat telah menggunakan kewenangannya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. e. Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Unsur ini juga merupakan unsur alternatif dari 2 (dua) pilihan kemungkinan yang bisa terjadi. Penjelasan mengenai unsur ini sama dengan penjelasan unsur yang sama pada Pasal 2 di atas. 3. Pasal 5 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 209 KUHP 4. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Dengan Maksud e. Untuk menggerakkannya melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. Dalam Tugasnya

g. Bertentangan Dengan Kewajibannya

5. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP Unsur-Unsurnya : a. Barang Siapa b. Memberikan hadiah atau janji c. Kepada Pegawai Negeri d. Karena Telah Berbuat Sesuatu atau Mengalpakan sesuatu e. Dalam Jabatannya f. Bertentangan Dengan Kewajibannya

6. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) a Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan atau menjanjikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Dengan Maksud e. Berbuat atau Tidak Berbuat Sesuatu dalam Jabatannya f. Yang Bertentangan Dengan Kewajibannya

7. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b Unsur-Unsurnya : a. Setiap Orang b. Memberikan sesuatu c. Kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara d. Karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban e. Dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

8. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (2) Unsur-Unsurnya : a. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara b. Yang Menerima Pemberian atau Janji c. Dimaksud Dalam Ayat (1) huruf a atau b

9. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Unsur-unsurnya : a. Setiap Orang b. Melakukan tindak pidana Pasal 418 KUHP

10. Pasal 418 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri b. Menerima pemberian atau janji c. Yang diketahui atau Patut harus diduganya d. Pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya atau menurut anggapan orang yang memberikan pemberian atau janji ada hubungan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki karena jabatannya

11. Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Pegawai negeri atau penyelenggara negara b. Menerima hadiah atau janji Yang dimaksud dengan ―pemberian‖ tidak harus dalam bentuk uang akan tetapi yang penting mempunyai nilai. Pemberian atau janji harus diterima, kalau ditolak atau tidak diterima maka yang memberikan yang dapat dipidana menurut Pasal 5 ayat (1) apabila maksudnya supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau mengabaikan sesuatu dalam jabatannya bertentangan dengan kewajibannya. Orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara menurut KUHP, tidak dipidana.

A. lagi pula penerima barang-barang itu bukan terdakwa melainkan isteri dan anak-anak terdakwa. Agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. c. 3 Tahun 1971 : Orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau kedudukannya atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya itu. Pasal 12 a UU No. Diketahui atau patut diduga Unsur ini merupakan unsur sengaja yang harus dibuktikan. Tersangka atau terdakwa harus tahu bahwa pemberian atau janji diberikan kepadanya karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. Terdakwa dipersalahkan melakukan korupsi cq menerima hadiah walaupun menurut anggapannya uang yang diterima itu dalam hubungannya dengan kematian keluarganya.Lain halnya menurut Pasal 1 (1) d UU No. Menerima hadiah/janji c. atau patut diduga d. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. 19 Nop 1974. (M. Dalam jabatannya g. Bertentangan dengan kewajibannya . Padahal diketahui. Hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. No. 12. 77 K/Kr/1973) d. Hadiah/janji tersebut diberikan untuk menggerakan e.

Telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu f. Agar ia melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu f. 20 Tahun 2001 Unsur-unsurnya : a. Bertentangan dengan kewajiban g. atau patut diduga d. Menerima suatu pemberian c. Pemberian atau janji itu telah diberikan kepadanya untuk menggerakan dirinya e. Padahal diketahui. 20 Tahun 2001Perumusan deliknya sama dengan Pasal 419 ke 1 dan 2 KUHP 14. Karena telah melakukan sesuatu atau mengalpakan sesuatu . Bertentangan dengan kewajibannya Pasal 12 a dan b UU No. Yang diketahuinya d. Dalam jabatannya 15. Pegawai negeri b. Pemberian itu telah diberikan kepadanya e. Pegawai negeri b. Pasal 419 ke 1 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pasal 12 b UU No. Pasal 419 ke 2 KUHP Unsur-unsurnya : a. Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara b.13. Hadiah/janji tersebut diberikan sebagai akibat/disebabkan e. Dalam jabatannya g. Yang diketahuinya d. Menerima suatu pemberian atau janji c. Menerima hadiah c.

B. 4) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. UU No. Dengan mengingat Kekuasaan atau Wewenang yang melekat pada hadiah atau janji dianggap jabatannya / kedudukannya ATAU pemberi melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 2 UU No. orang lain. 2) memperkaya diri sendiri. Sanksi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. yaitu: a. 31 Tahun 1999 jo. b. 20 Tahun 2001. . Terdapat dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara. 3) dengan cara melawan hukum. Jenis-jenis Korupsi dan Sanksinya 1.31 Tahun 1999 Unsur – unsurnya : a. Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan negara. atau suatu korporasi. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Bertentangan dengan kewajiban g.f. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. Korupsi yang merugikan keuangan negara. Pasal 13 UU No. Dalam jabatannya 16. Setiap Orang b. Memberi hadiah atau Janji c. 1 Milyar. Kepada Pegawai Negeri d.

kesempatan. atau sarana. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: . 1 Milyar. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut.2) memperkaya diri sendiri. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 3 UU No. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf a UU No. 3) menyalahgunakan kewenangan. UU No. 2. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap a. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001. Perbedaan jenis korupsi ini dengan poin sebelumnya adalah pada jenis korupsi ini kewajiban kerja pegawai negeri yang disuap tidak berhubungan langsung dengan kepentingan yang diminta oleh penyuap kepada pegawai negeri tersebut. atau suatu korporasi. UU No. b. Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. orang lain. 4) dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuai dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajiban. 4) yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. 250 juta. 31 Tahun 1999 jo. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 5) dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu.

31 Tahun 1999 jo. Jenis ini adalah variasi dari jenis korupsi pada poin sebelumnya. 20 Tahun 2001. 2) memberikan hadiah atau janji. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. 4) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. 4) dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap telah melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 13 UU No. 250 juta. UU No. d. 20 Tahun 2001. 2) memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. 20 Tahun 2001. 3) kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo.1) setiap orang. 31 Tahun 1999 jo. Perbedaannya adalah penyuapan dilakukan kepada seorang pejabat karena mengetahui akan kewenangan dan kekuasaan yang dapat menguntungkan penyuap. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 5 ayat (I) huruf b UU No. UU No. Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 150 juta. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. c. 3) kepada pegawai negeri. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. Pegawai negeri menerima suap. UU No. .

Pegawai negeri (penerima suap) dianggap korupsi karena hadiah atau janji yang dia terima diberikan. UU No. 20 Tahun 2001.2) menerima pemberian atau janji. karena ia telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. 1 Milyar. namun perbedaannya ada pada tindakan si penerima suap. Perbedaannya adalah si pegawai negeri dianggap bersalah karena menerima sogokan atau janji yang dia terima diberikan supaya dia mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. 20 Tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. . 3) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b. Serupa dengan jenis korupsi pada poin 2e. Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. UU No. f. 250 juta. e. Korupsi jenis ini adalah penajaman dari jenis korupsi pada poin 2d. 2) menerima hadiah atau janji. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf b UU No. Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 31 Tahun 1999 jo. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf a UU No. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 3) diketahuinya bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa agar hadiah atau janji sesuatu tersebut dalam diberikan jabatannya untuk yang menggerakannya melakukan bertentangan dengan kewajibannya. 31 Tahun 1999 jo.

Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. . Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf a UU No.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. 31 Tahun 1999 jo. 31 Tahun 1999 jo. Pegawai negeri menerima suap karena jabatan Dalam hal ini. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 20 Tahun 2001. UU No. 2) menerima hadiah. 3) diketahuinya. 250 juta. h. 3) diketahuinya bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya 4) patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. 1 Milyar. 4) patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau menurut pikiran. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) pegawai negeri ataup penyelenggara negara. Menyuap hakim. suap atau sogokan diberikan karena adanya kekuasaan dari pegawai negeri yang disuap yang dapat menguntungkan penyuap. g. UU No. 2) menerima hadiah. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001.

4) dengan maksud mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 750 juta. 750 juta. 31 Tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 6 ayat (I) huruf b UU No. 2) menerima hadiah atau janji. 3) kepada advokat yang menghadiri sidang pengadilan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. 20 Tahun 2001. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) advokat yang menghadiri sidang pengadilan. 20 Tahun 2001. 2) memberi atau menjanjikan sesuatu. Menyuap advokat.Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) setiap orang. UU No. j. . Advokat menerima suap. 3) kepada hakim. Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf d UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. i. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. 4) dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili.

20 Tahun 2001. 1 Milyar. UU No. suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim atau advokat. 3. 2) menerima hadiah atau janji. Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 750 juta. 20 tahun 2001 yang menjelaskan unsur-unsur korupsi jenis ini sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan untuk menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu. 2) dengan sengaja. 31 Tahun 1999 jo. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. 3) diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. l. Hakim menerima suap Korupsi jenis ini dirumuskan dalam Pasal 12 huruf c UU No. penggunaan uang atau membiarkan . 3) Sebagaimana pasal 6 ayat 1 huruf a atau huruf b. a. 31 Tahun 1999 jo. UU No. k. Pegawai negeri menyalahgunakan penyalahgunaan uang. 20 Tahun 2001. 2) Yang menerima pembayaran atau janji. 1 Milyar.Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Hakim dan advokat menerima suap. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Hakim. Sesuai pasal 6 ayat (2) UU No. Hal ini diatur dalam pasal 8 UU No. 31 Tahun 1999 jo.

20 tahun 2001. 750 juta. unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. 31 Tahun 1999 jo. 4) buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan akuntansi. Pegawai negeri menghancurkan bukti. Hal tersebut diatur dalam pasal 9 UU No. mulai dari laporan keuangan. c. mulai dari pemeriksaan keuangan hingga pemeriksaan jumlah peralatan kantor. buku besar. atau membuat tidak dapat dipakai. b. UU No. hingga daftar peralatan kantor. surat. 3) menggelapkan. 3) memalsu. Bukti. buku dalam hal ini memiliki arti luas. menghancurkan. Menurut pasal 10 huruf a UU No. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp. dapat berupa akta. 250 juta. 20 tahun 2001 Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp. atau daftar yang dipakai sebagai bukti atas suatu benda atau kegiatan. 31 Tahun 1999 jo. Suatu tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. 4) Yang disimpan karena jabatannya. merusakkan. 2) dengan sengaja.3) Menggelapkan atau membiarkan orang lain mengambil atau membiarkan orang lain menggelapkan atau membantu dalam melakukan perbuatan itu. Demikian halnya dengan buku. . Pemeriksaan administrasi dalam hal ini memiliki arti yang luas. 2) dengan sengaja.

3) membantu orang lain menghilangkan. 350 juta. 4) barang. Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 2) dengan sengaja. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Menurut pasal 10 huruf c UU No. akta. atau membuat tidak dapat dipakai.4) barang. 2) dengan sengaja. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. 3) membiarkan orang lain menghilangkan. atau daftar yang digunakan untuk menyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang. surat. 31 Tahun 1999 jo. d. surat. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. merusakkan. Pegawai negeri memeras karena kekuasaannya. surat. 350 juta. akta. Korupsi yang berhubungan dengan pemerasan. 4) barang. Menurut pasal 10 huruf b UU No. menghancurkan. 20 tahun 2001. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. a. merusakkan. 5) yang dikuasainya karena jabatannya. UU No. UU No. 20 tahun 2001. Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. atau daftar sebagaimana disebut pada Pasal 10 huruf a. unsurunsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. e. 350 juta. 31 Tahun 1999 jo. menghancurkan. . unsur-unsur dalam korupsi jenis ini adalah: 1) Pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu. akta. atau membuat tidak dapat dipakai. 4.

hanya saja kali ini pegawai negeri memeras dengan alasan uang atau pemberian illegal itu adalah bagian dari perantaraan atau hak dia. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. Pegawai negeri memeras pegawai negeri lain. b. atau menerima pembayaran dengan potongan. 4) seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. 5) menyalahgunakan kekuasaan. Korupsi jenis ini hampir sama dengan yang sebelumnya. c. 4) memaksa seseorang memberikan sesuatu. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. 1 Milyar. 31 tahun 1999 jo. UU No. atau penyerahan barang. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf e UU No. UU No. 3) meminta atau menerima pekerjaan. . 31 tahun 1999 jo. 31 tahun 1999 jo. atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya. membayar.Pemerasan dalam jenis korupsi ini adalah pemerasan yang paling mendasar. 2) pada waktu menjalankan tugas. UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Pegawai negeri memeras dengan alasan imbalan atas jasanya. 2) dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 3) secara melawan hukum. 2) pada waktu menjalankan tugas. dalam hal ini seorang pegawai negeri mempunyai kekuasaan sehingga dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. 20 tahun 2001 adalah: 1) pegawai negeri atau penyelenggara negara. padahal kenyataannya tidak demikian. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf f UU No. 1 Milyar. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan utang.

atau memotong pembayaran. khususnya yang melibatkan si pemborong.. Korupsi jenis ini melibtkan kecurangan dalam proyek bangunan. 350 Juta. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf a UU No. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pengawas bangunan atau pengawas penyerahan bangunan. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 350 Juta. 4) Sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (I) huruf a. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf b UU No. 31 tahun 1999 jo. Pemborong atau kontraktor curang (dalam proyek pembangunan). a. b. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. tukang. 31 tahun 1999 jo. atau penjual barang bangunan. 4) Yang dapat membahayakan keamanan orang atau keamanan barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. Pengawas proyek membiarkan anak buah melakukan kecurangan. 1 Milyar. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pemborong. UU No. 5. 3) Pada waktu membuat bangunan atau waktumenyerahkan bangunan. 2) Membiarkan dilakukannya perbuatan curang pada waktu membuat bangunan atau menyerahkan bangunan. c. . Korupsi yang berhubungan dengan kecurangan. 3) Dilakukan dengan sengaja. UU No. 5) diketahuinya bahwa hal tersebut bukanlah merupakan utang.3) meminta atau menerima pekerjaan. 4) seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum memiliki utang kepada dirinya. atau pemilik took bahan bangunan. Kecurangan pada rekanan TNI atau Polri. 2) Melakukan perbuatan curang. ahli bangunan.

31 tahun 1999 jo. 20 tahun 2001 adalah: 1) Setiap orang. UU No. UU No. 31 tahun 1999 jo. UU No. 3) Dilakukan dengan sengaja. 2) Melakukan perbuatan curang. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. e. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf d UU No. Pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas menerima penyerahan bahan bangunan atau penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. . 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf a atau c. 20 tahun 2001 adalah: 1) Orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan TNI dan atau kepolisian RI. 31 tahun 1999 jo. Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (2) huruf c UU No. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp. 3) Pada waktu menyerahkan barang keperluan TNI dan atau kepolisian negara RI. 2) Membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pasal 7 ayat (I) huruf c. 350 Juta. Penerima barang TNI atau Polri membiarkan kecurangan. Pengawas rekanan TNI atau Polri membiarkan kecurangan. 4) Dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang. 350 Juta. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 7 ayat (I) huruf c UU No. 350 Juta. f. d.

31 Tahun 1999 jo. dengan sengaja. c. 7. 5) Diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 6. pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya. 4) Telah merugikan yang berhak. b. 20 tahun 2001 adalah: 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara. 3) Seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 31 tahun 1999 jo. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. 1 Milyar. 2) Pada waktu menjalankan tugas menggunakan tanah negara yang diatasnya adalah hak pakai.Unsur-unsur korupsi jenis ini menurut pasal 12 huruf h UU No. atau. d. Salah satu bentuk korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak melapor ke KPK. 20 Tahun 2001. Tindakan yang tergolong ke dalam jenis korupsi ini adalah ikut sertanya pegawai negeri menjadi peserta tender pengadaan barang atau jasa untuk negara. pegawai negeri atau penyelenggara negara. . 1 Milyar. UU No. UU No. yaitu: a. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi(hadiah). Seharusnya. pengadaan. langsung atau tidak langsung turut serta dalam pemborongan. persewaan. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan. Unsur-unsur korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12 huruf i UU No. orang atau badan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan barang atau jasa ditunjuk melalui seleksi yang berjalan dengan bersih dan jujur.

Disiplin . 1) Pegawai negeri atau penyelenggara negara.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. UU No. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. yakni meliputi pemberian uang. 4) Penerimaan gratifikasi tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. barang. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran. Tindak korupsi jenis ini dijelaskan dalam Pasal 12B UU No. rabat (discount). 31 Tahun 1999 jo. baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. 20 Tahun 2001 dan Pasal 12C UU No. 1 Milyar. tiket perjalanan. berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. ayat 1. integritas. dan keluhuran. Nilainilai dasar yang dapat membentuk suatu individu menjadi pribadi anti korupsi antara lain: Jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui. fasilitas penginapan. Sebuah tindakan dapat dikategorikan ke dalam jenis korupsi ini jika memenuhi unsur sebagai berikut. 3) Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. 20 Tahun 2001. dan fasilitas lainnya. pengobatan cuma-cuma.Berdasarkan penjelasan Pasal 12B. 31 Tahun 1999 jo. gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. Membentuk Pribadi Anti Korupsi Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. komisi pinjaman tanpa bunga. Sangsi terhadap pelaku korupsi jenis ini adalah hukuman penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp. UU No. 2) Menerima gratifikasi. perjalanan wisata. c. UU No.

Hidup sederhana Sederhana adalah sebuah kata dengan banyak makna. Adil Adil sering diartikan sebagai sikap moderat. tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Dengan begitu orang tidak akan melakukan suatu perbuatan semata-mata atas kepentingannya sendiri. obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum. Mandiri Mandiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berdiri dikaki sendiri (berdikari) dan tidak mengandalkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Sederhana bisa berarti apa adanya atau seadanya saja. Berani menegakkan kebenaran . Maka dengan menerapkan hidup sederhana orang tidak akan mencari materi secara berlebihan yang kerap kali dikesampingkan halal atau haramnya. Kerja keras Arti kerja keras adalah berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keingingan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya. sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain. tergantung bagaimana bunyi kalimat yang menyertainya. Peduli dengan sesama Peduli dengan sesama dapat diartikan dengan perbuatan yang mengindahkan lingkungan dan tidak egois.Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Tanggung jawab Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak.

Kondisi internal seseorang. korupsi karena kebutuhan (corruption by need). Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. apa yang kita dengar. untuk memberantas korupsi jenis ini. Sebab pertama. Menurut psikologi kognitif. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. Melakukan korupsi. pendidikan karakter diajarkan dalam pelajaran ―seikatsuka‖ atau . Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang nuraninya sudah buta. Kerakusan. perbaikilah orangnya. perbaikilah sistem. Di Jepang. dusta. dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita. korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. Sudah ada motor.Berani menegakkan kebenaran adalah suatu sikap tidak takut maupun gentar saat kebenaran itu harus ditegakkan. Oleh sebab itu. dan keinginan memperkaya diri sendiri. ingin motor. Adanya sifat tamak. lihat. korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan. Sebab kedua. cari gunung emas kedua dan ketiga. memang tak bisa ditolerir. Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup. mau mobil. Sejak masa kanak-kanak. mulai usia dini hingga dewasa. pikirkan. Indonesia sebaiknya mencontoh Jepang dalam penerapan pendidikan karakter. ingin mobil mewah. Namun. Mobil terbeli. tidak puas. Dengan begitu pengalaman masa lalu dan juga pendidikan masa kini sangat berperan dalam membentuk karakter anti korupsi. Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. Sementara. rasakan. Karenanya. korupsi karena keserakahan (corruption by greed). Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. Tidak puas dengan satu gunung emas. Kedua jenis korupsi tersebut. korupsi bisa timbul karena dua sebab. Sudah punya rumah. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. Kita mengetahui.

Pasal 12 a UU No. Norma dalam masyarakat Jepang sangat terkait dengan ajaran Shinto dan Budha. Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 d. Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001 l. RANGKUMAN 1. Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001 m. Pasal 419 ke 1 KUHP o. 31 Tahun 1999 Pasal 418 KUHP k. Pasal 5 UU No. 20 tahun 2001 ayat (1) b h. Para pemimpin Jepang berani mundur dari jabatannya ketika tersandung kasus korupsi. yang tidak saja berupa teori. j. Pasal 209 ayat (1) ke 1 KUHP e. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Pasal 3 UU No. Pasal 419 ke 2 KUHP p. Pasal 209 ayat (2) ke 2 KUHP f. 31 Tahun 1999 b. pendidikan moral di sekolah Jepang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran khusus. tetapi menariknya agama ini tidak diajarkan di sekolah dalam bentuk pelajaran wajib. Peraturan-peraturan yang mengatur mengenai anti korupsi adalah: a. seperti halnya di Indonesia. Perilaku birokrat Jepang merupakan pembelajaran yang sungguh mulia dan elegan guna mendukung terwujudnya kultur antikorupsi secara jitu. Nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan seharihari di sekolah. (Murni Ramli : 2008) Budaya malu pada masyarakat pun dicontohkan oleh para pemimpin Jepang sebagai upaya mendidik warganya mewujudkan kultur antikorupsi.31 Tahun 1999 . 20 tahun 2001 ayat (1) a g. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktikkannya. 20 Tahun 2001 n. 20 tahun 2001 ayat (2) i. Pasal 12 b UU No. adab di dalam kereta. Karenanya.pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. Pasal 13 UU No. Siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 c. Pasal 11 UU No. Pasal 5 UU No.

Korupsi yang berhubungan dengan penyalahgunaan jabatan. Korupsi yang berhubungan dengan suap menyuap. 12) Hakim dan advokat menerima suap. 2) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya tidak berhubungan secara langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 5) Pegawai negeri menerima suap agar melakukan/tidak melakukan sesuatu. 9) Menyuap advokat. c. jenisnya adalah: 1) Menyuap pegawai negeri yang kewajiban kerjanya berhubungan langsung dengan kepentingan penyuap tersebut. 2) Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi. jenisnya adalah: 1) Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan keuangan Negara 2) Menyalahgunakan jabatan utuk mencari keuntungan dan merugikan Negara b. 7) Pegawai negeri menerima suap karena jabatan. Korupsi yang merugikan keuangan Negara. . 3) Memberi hadiah ke pegawai negeri karena jabatannya. 11) Hakim menerima suap. 8) Menyuap hakim. 5) Pegawai negeri membantu orang lain merusak bukti. 6) Pegawai negeri menerima suap karena tindakan yang telah dilakukannya. Jenis-jenis korupsi oleh pegawai negeri sipil yaitu: a. 3) Pegawai negeri menghancurkan bukti. jenisnya adalah: 1) Pegawai negeri menyalahgunakan penggunaan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang.RANGKUMAN 2. 4) Pegawai negeri membiarkan orang lain merusak bukti. 10) Advokat menerima suap. 4) Pegawai negeri menerima suap.

31 Tahun 1999! 4) Sebutkan 6 kemungkinan yang bisa terjadi dari unsur menyalahgunakan kewenangan! 5) Dari pertanyaan nomor 4 di atas.LATIHAN 1) Sebutkan dua bentuk tindakan Pegawai Negeri Sipil yang berupa korupsi yang merugikan keuangan negara serta jelaskan perbedaan diantara keduanya! 2) Sebutkan dan jelaskan perbuatan korupsi yang sering terjadi di dalam korporasi! 3) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur melakukan perbuatan dalam Pasal 2 UU No. menurut anda bagaimana caranya agar efektif? . mengapa korupsi masih banyak terjadi di Indonesia. padahal pendidikan agama telah dijadikan pelajaran wajib dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah? 15) Apakah segala aturan tentang anti korupsi itu sudah efektif? Jika tidak. 20 Tahun 2001! 7) Sebutkan unsur-unsur dari Pasal 419 ke 2 KUHP! 8) Ada berapa jenis korupsi yang berhubungan dengan suap-menyuap? Sebutkan! 9) Jelaskan apa yang dimaksud dengan gratifikasi? 10) Sebutkan unsur-unsur korupsi pegawai negeri menyalahgunakan tanah milik negara hingga merugikan orang lain! 11) Sebutkan dan jelaskan dua penyebab timbulnya korupsi! 12) Apakah yang dimaksud dengan seikatsuka? Jelaskan! 13) Bagaimana caranya membentuk pribadi anti korupsi? 14) Menurut anda. mengapa dalam praktiknya hampir tidak pernah dijumpai pilihan salah satu dari enam tersebut yang tepat berdasarkan fakta yang ada? 6) Jelaskan lebih lanjut mengenai unsur menerima hadiah atau janji dari pasal 11 UU No.

Seikatsuka adalah pendidikan karakter melalui pendidikan tentang kehidupan seharihari yang diterapkan oleh Jepang. pinjaman tanpa bunga. Gratifikasi merupakan tindak pidana korupsi berupa pemberian. barang. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Gratifikasi dapat berbentuk uang. . tiket pesawat. komisi. diskon. dan fasilitas lain.Glosarium Advokat adalah ahli hukum yang berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan.

Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. Tim PKn-Pak. kakbimo. Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. 2010.Daftar Pustaka Tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Tentang Pemberantasan TPK. 31 Tahun 1999.com/2011/05/23/1897/ . Sebagaimana Diubah Dengan UU No. Penjabaran Pasal-Pasal Tertentu UU No. 2008. Bogor: Tim PKn-Pak. 20 Tahun 2001.wordpress.

com etos diartikan sebagai ―pandangan hidup yg khas memberi watak kpd kebudayaan sifat. yakni gambaran. 3. cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. 2004:8). Bab ini mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan melakukan pembahasan terkait etos pribadi yang diharapkan dapat dijadikan pembelajaran untuk mewujudkan pribadi beretika. maupun seorang professional. nilai.artikata. kebudayaan . motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka. Memberikan gambaran mengenai perntingnya memiliki etos pribadi. Definisi Etos Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter.BAB MEMBANGUN ETOS PRIBADI 11 Tujuan Instruksional Khusus : 1. cara hidup. Memberikan tambahan pengetahuan mengenai etos pribadi dan ruang lingkupnya. kebiasaan seseorang. Memberikan penetahuan untuk membangun etos pribadi. Kemudian pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencerminkan etika tersebut dalam keseharian baik sebagai pribadi. A. dan adat-istiadat khas yg suatu golongan sosial dl masyarakat. Menjadi pribadi beretika tentu merupakan keinginan sebahgian besar orang dan bahkan mungkin telah menganggap dirinya sebagai seseorang yang berperilaku etis. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah. organisasi. Berdasarkan sumber www. 2.

a. Mewujudkan nilai moral merupakan ―himbauan‖ dari hati nurani. sesuatu yang baik. Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. Nilai moral mengakibatkan seseorang bersalah atau tidak bersalah. perasaan. Nilai. Nilai dapat kita artikan sebagai sesuatu yang menarik bagi kita. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. istilah ‗etika‘ pun berasal dari bahasa yunani kuno. sesuatu yang kita cari. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. Menurutnya etika adalah terjemahan dari ethos dalam bahasa yunani. Bertens memiliki pengertian agak berbeda terhadap etos. Nilai selalu mengandung semacam undangan atau himbauan. .kerja semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok‖. Lingkup Pembahasan Etos Pribadi 1. 2) Berkaitan dengan hati nurani. sesuatu yang disukai dan diinginkan. B. sesuatu yang menyenangkan. sikap. Nilai dan norma. kebiasaan. padang rumput. adat. kandang. akhlak. cara berpikir. karena ia bertanggung jawab. watak.‖ Jadi dapat disimpulkan bahwa etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa nilai ini menimbulkan ‖suara‖ dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral. Nilai moral Ciri-ciri nilai moral yaitu: 1) Berkaitan dengan tanggung jawab kita. singkatnya. Kata yunani ‗ethos‘ dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa.

3) Mewajibkan. 4) Bersifat formal Nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai lain. kursi. Berhubungan dengan ciri sebelumnya. bahasa latin. norma moral pun bisa dirumuskan dalam bentuk positif atau negatif. misalnya kita harus menghormati sesama manusia. bangku. Konon. nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Seperti norma-norma lain juga. Norma moral Kata indonesia ―norma‖ kebetulan persis sama bentuknya seperti dalam bahasa asalnya. Asal-usul ini membantu kita untuk mengerti maksudnya yaitu sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu. Biarpun nilai moral merupakan nilai-nilai tertinggi yang harus dihayati di atas semua nilai lain tetapi itu tidak berarti bahwa nilai ini menduduki jenjang teratas dalam suatu hierarki nilai-nilai. terdapatnya banyak kebudayaan yang berbeda-beda menyebabkan berbeda pula . Relativisme moral tidak tahan uji Norma-norma moral tidak pernah mengawang-awang di udara tapi tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan. jangan berbohong. dan sebagainya) sungguh-sungguh lurus. kita harus mengatakan yang benar. obyektif atau subyektif? Untuk mengetahui jawabannya marilah kita mulai dengan menyelidiki masalah yang biasanya disebut ―relativisme moral‖. universal atau partikular. Namun. Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan berhubungan dengan norma moral adalah: apakah norma moral itu absolut atau relatif. Dalam bentuk negatif norma moral tampak sebagai larangan yang menyatakan apa yang tidak boleh dilakukan. Kewajiban absolut yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia secara keseluruhan. sebagai totalitas. misalnya jangan membunuh. Dalam bentuk positif normal moral tampak sebagai perintah yang menyatakan apa yang harus dilakukan. dalam bahasa latin arti yang pertama adalah carpenter‘s square: siku-siku yang dipakai tukang kayu untuk mencek apakah benda yang dikerjakannya (meja.

Dilihat dalam perspektif sejarah. Tidak akan mungkin memperbaiki normanorma moral dalam suatu masyarakat. . kalau diperiksa secara kritis. seandainya relativisme moral itu benar. Begitu juga kebiasaan suku eskimo di kutub utara yang suka membunuh orang tua atau bayi yang baru lahir. Kalau begitu. 2) Seandainya relativisme moral itu benar. Sepanjang sejarah. 1) Seandainya relativisme moral itu benar. Sebagai contoh. maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Tidak bisa diterima bahwa setiap kebudayaan mempunyai kebenaran etis sendiri-sendiri. Tanpa ragu-ragu kita menilai sebagai kemajuan bahwa sekarang tidak lagi dapat ditemukan perbudakan atau pembunuhan ritual. norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna. Kritik ini bisa dijalankan dengan memperlihatkan konsekuensi-konsekuensi yang mustahil. Relativisme moral tidak tahan uji. sulit untuk dipertahankan. Padahal kita yakin bahwa kadang-kadang norma-norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. sehingga apa yang dianggap baik serta terpuji di tempat A bisa dianggap jahat serta tercela di tempat B. maka tidak bisa terjadi bahwa dalam satu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain. atau contoh lain penghapusan sistem penjajahan.norma moral yang dianutnya. perjumpaan dengan kebudayaan lain sudah sering mengakibatkan shock karena orang mengalami bahwa di situ berlaku nilai dan norma moral yang berbeda. ketika orang-orang inggris pertama mendarat di daerah Hudson Bay di amerika utara mereka terkejut ketika menemukan bahwa indian-indian di sana mempunyai kebiasaan membunuh orang tua mereka yang sudah tua. Misalnya mengubur janda hidup-hidup bersama dengan suami yang telah meninggal. maka tidak mungkin terjadi kemajuan di bidang moral. Pendapat bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya karena menjadi kebiasaan di suatu lingkungan budaya. memang ada kemajuan di bidang moral (walaupun dalam beberapa hal barangkali ada juga kemunduran). 3) Seandainya relativisme moral itu benar.

terutama sebagai akibat dari hubungan kita dengan orang lain. Sementara itu. sedang bagi orang lain hal yang sama adalah buruk. relativisme moral tidak tahan uji. menurut Atwater. Kalau diselidiki secara kritis. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (Self Development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. . Konsep diri. Hal ini terjadi karena konsep diri pada masing-masing individu terbagi menjadi 2. masyarakat. Contoh konsep diri positif a. Adapun tingkatan lingkungan yang turut andil membangun konsep diri seseorang adalah orang tua. yakni suatu gagasan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Konsep diri (Self Concept) tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri kita sendiri. pendidikan. Percaya diri. Suatu keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. Konsep diri melibatkan perasaan. nilai-nilai yang kita anut. Obyektivitas norma moral Baik buruknya sesuatu dalam arti moral tidak tergantung selera pribadi. konsep diri didefinisikan sebagai ―cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita.Semua konsekuensi dari relativisme moral tadi tidak bisa diterima. dan pengalaman. b. saudara sekandung. serta keyakinankeyakinan kita. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Konsep diri berasal dan berkembang dari masa kanak-kanak. 2. Optimis. Selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi sesuatu. Tidak mungkin bahwa bagi satu orang sesuatu adalah baik untuk dilakukan. rekan/teman sebaya.‖ Asal usul konsep diri adalah bahwa setiap kita tidak dilahirkan dengan konsep diri. Oleh karena itu. 1983. hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma moral adalah absolut.

Caranya adalah dengan mengetahui kesukaan. d. berang. Memiliki daya cipta. Pesimis serta takut bersaing dengan orang lain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Profesional. membaca. peka terhadap kritik. cenderung mempertahankan pendapatnya meskipun pendapatnya itu salah. Mengindahkan. Potensi diri dapat dikembangkan melalui pendidikan. Untuk membangun konsep diri positif maka diperlukan pikiran yang positif dan potential power. a. tidak sombong atas kemampuannya. Pesimis. rugi. merasa sangat tidak senang. c. bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah. Kreatif. Potential power adalah suatu sikap bagaimana seseorang mengeathui potensi yang dimilikinya. f. mencela. dan menulis. suka dielu-elukan. . g. Mudah marah. Peduli. makin merasa besar dan rajin bila dipuji. tidak terpengaruh oleh apapun dalam mengemban tugas. memiliki kemampuan untuk menciptakan Contoh konsep diri negatif. b. atau meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan orang lain. f.c. Rendah hati. Senantiasa mengeluh. cepat berkesimpulan (negatif) sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya. menghiraukan yang terjadi di sekitarnya. e. Apriori. Pemarah. Egois. celaka) mudah putus harapan. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. jika disebut gelar. mementingkan diri sendiri. dan prestasi yang dimiliki. karakter pribadi. Merasa masih ada langit di atas langit. e. memperhatikan. d. Suka dipuji. gusar. h. pengalaman.

. sikap percaya bahwa semua orang sederajat. Dalam bahasa berbeda percaya diri dirumuskan sebagai berikut. 6) Berani berbuat spektakuler. kenali potensi diri. 7) Tidak takut gagal. 3) Positive Thinking.  Henry Ford bangkrut 5 kali sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar b. Kita bisa melihat contoh orang-orang berikut ini yang tidak takut akan kegagalan dan terus berusaha. a. Keyakinan bahwa Tuhan bersama kita sangat penting sebab jika kita tidak mengikutkan Tuhan ketika kita yakin mampu melakukan sesuatu. 8) Yakin akan sukses. Agar dapat percaya diri maka berpikirlah positif. SC = PT + PP x A Langkah praktis untuk meningkatkan percaya diri. dan segera dalam mengambil tindakan. Kita jangan pernah merasa takut gagal karena jika kita merasa takut akan kegagalan niscaya kegagalan itu akan benar-benar mendekati kita.  Thomas A. Ciri orang yang percaya diri. 4) Egaliter.000 kali untuk menemukan aki (accumulator)  Kolonel Sanders ditolak 1. Tips agar percaya diri. maka ujungnya kita termasuk orang yang takabur/ujub/sombong karena menyepelekan kekuasaan Tuhan. Edison gagal 10. Percaya diri adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri jika Tuhan bersama kita. 5) Yakin aktivitasnya urgent.000 kali untuk menemukan lampu dan 50.000 toko namun perusahaan KFC miliknya sekarang menjadi salah satu restoran fast food terkenal di dunia.2. Percaya diri. 1) Citra diri positif. 2) Berpusat pada potensi.

Apapun manfaat utama berlaku jujur dalam kehidupan adalah sebagai berikut : 1) Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun. tanpa kejujuran. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan yang selalu dijunjung di masyarakat apapun. apa adanya akan menghemat waktu dan energy sehingga terjadilah efisiensi. Manfaat berperilaku jujur. tentram. Dengan demikian. lugas. Jujur adalah energy positif. . Kejujuran. karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. aman. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. a. Jujur merupakan sikap pribadi. spontan. Menyatakan sesuatu dengan langsung. antara fenomena dan yang diberitakan. bukan hanya dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi juga dalam hubungan dengan sesame manusia dan alam semesta. dan selamat.1) Prakarsai pembicaraan 2) Biasakan bicara terus terang 3) Memelihara kontak mata 4) Berjalan lebih cepat 5) Berpenampilan rapi 6) Cari kemenangan-kemenangan kecil 7) Beri diri sendiri hadiah 8) Biasakan duduk dikursi terdepan 9) Simpan prestasi masa lalu 10) Bergaullah dengan orang yang percaya diri 11) Biasakan berbahasa positif 3. Jujur adalah lawan kata dari bohong atau dusta. Secara logika jujur itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. serta antara bentuk dan substansi. Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta. setiap generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang abadi.

Orang-orang bijak mengatakan bahwa keraguan adalah seperdua (setengah) langkah menuju kegagalan. 3) Demi kebaikan. karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati. Terkadang seseorang bohong dengan terpaksa untuk menutupi suatu masalah yang bersumber dari orang lain. yang tangguh dan kokoh. kalau kita kehilangan rasa percaya diri disinilah ketika dampak positif dari kejujuran. melangkah pun tidak berani. Kekurangan dalam diri seseorang baik secara fisik maupun materi bisa membawa seseorang itu melakukan kebohongan. karena dengan berbohong dia merasa semua yang kurang pada dirinya bisa tertutupi dan dirinya bisa diterima dilingkungan sekitarnya. 2) Ikut-ikutan. karena merasa aman. dengan hatinya yang bersih. Seseorang ada pula yang berbohong demi kebaikan. pada hakekatnya selalu menuntuk rasa percaya diri. misalnya seseorang berbohong agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Faktor pendorong seseorang berbohong. lebih baik menjadi diri kita apa adanya. karena merasa tidak bersalah atau benar. Inilah modal dasar yang mesti dimiliki dalam meneliti sebuah karir. optimis. b. Bukankah banyak kegagalan di atas dunia ini hanya karena tidak percaya diri. 3) Akan tampil percaya diri dalam semua kegiatan hidup. Apapun yang dikerjakan dalam hidup ini. Hal inimembawa orang tersebut untuk berbohong agar rahasianya tidak diketahui. 1) Adanya kekurangan.2) Akan dihormati oleh sesame manusia. Padahal ini dapat menjadi malapetaka jika kebohongannya itu ketahuan. 4) Menutupi rahasia. Jangankan berhasil. 4) Suatu generasi akan lebih berani melawan sesuatu yang tidak benar. . atau seseorang berbohong untuk menjaga suatu rahasia yang dapat mengakibatkan masalah yang sangat fatal jika diketahui oleh orang lain. Seringkali seseorang memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. dan percaya diri.

• • Integritas harus dilatih terus menerus. Ciri-ciri integritas. • • • Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. 3) Integritas sebagai Bangunan yang Kokoh. Orang‐orang yang kompeten.4. Perlu diingat bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga. Integritas harus dipelihara terus menerus . jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat. Jika tanaman kita mati. dimulai ketika orang itu masih muda. rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran. Semakin rajin dirawat. Integrity merupakan ‗bench mark‘. Pribadi Berintergritas. Integrity merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang. . Integritas memiliki pengertian mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari‐hari. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup. Mereka memberlakukan orang lain secara adil. 2) Integritas dibangun di atas dasar disiplin. bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. dan pihak luar. bawahan langsung. b. 1) Integritas berasal dari sikap yang tidak mementingkan diri sendiri. Peran integritas. disirami dan akan berbunga di saat dewasa. perlu waktu untuk kembali seperti semula. 1) Integritas sebagai Keterampilan. 4) Integritas adalah kemampuan untuk bersabar ketika hidup ini tidak berjalan mulus. secara teliti dan handal berperilaku dengan cara yang etis dan dapat dipercaya dalam hubungan mereka dengan manajemen rekan kerja. akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. • • • Ditanam sejak kecil. a. 4) Integritas sebagai Benih. 5) Integritas adalah ketahanan uji yang memerlukan perilaku yang dapat diduga. 2) Integritas sebagai Pedoman. 3) Integritas adalah kekuatan moral yang terbukti tetap benar di tengah api godaan. harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari.

Kepemimpinan. pengungkapan emosional. pengawasan. 12) Integritas dibentuk melalui kebiasaan. 5.wikipedia. begitupun sebalikna. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. tetap setia pada komitmen. ketimbang dengan apa yang disukai. Manajer harus menyadari pentingnya komunikasi. 7) Integritas adalah menepati janji-janji. misalnya tersenyum. terhubung dilakukan dan masyarakat menciptakan. 9) Integritas. maka kehidupan baik. hidup dengan keyakinan. Pesan dibentuk sesuai audiens. komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan. kelompok. Menangani komunikasi buruk. e. Jika baik. menggelengkan kepala. Untuk melaksanakan komunikasi dengan efektif dalam organisasi maka: a. d. b. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan. Manajer harus memadankan antara tindakan dan ucapan. Menurut www. dengan lingkungan dan orang menggunakan informasi agar Pada umumnya. Fungsi komunikasi adalah sebagai alat kendali. h. 6. menunjukkan sikap tertentu. 8) Integritas. Penekanan pada komunikasi tatap muka. bahkan ketika itu tidak nyaman. mengangkat bahu. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi . Komunikasi. orang. motivasi. Harus ada komitmen pada komunikasi dua arah. komunikasi secara lisanatau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.com komunikasi adalah ―suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa dan lain". dan informasi. 10) Integritas. bahkan ketika merugikan Anda. 11) Integritas adalah pondasi dari kehidupan. tetap teguh pada nilai-nilai tertentu meskipun dirasakan lebih popular untuk mencampakkannya. f. Perlakuan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. c. organisasi.6) Integritas adalah kekuatan yang tetap teguh sekalipun tidak ada yang melihat. g.

Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Contoh: membela bawahan. Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. kapan. 2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. 3) Teori Kewibawaan Pemimpin. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. Teori kepemimpinan. Jadi. Dalam perkembanganya. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.  Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik.  Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Contoh: bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. a. Berdasarkan penelitian. sebab . 1) Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ). mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. berdasarkan teori ini. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ‖The Greatma Theory‖. mental. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. dan kepribadian. bagaimana pekerjaan dilakukan. dan hasil yang akan dicapai.

Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi . keterampilan dan sikapnya. Berdasarkan sumber emperorderva. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. berkomunikasi. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. 5) Teori Kelompok.wordpress.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi . Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. Dalam proses pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu.dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.com menyebutkan gaya kepemimpinan yang disebutkan Blanchard sebagai berikut: 1) Directing. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. b. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. 2) Coaching. Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. 4) Teori Kepemimpinan Situasi.

Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. mendukung proses perkembangannya. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka . maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Kepemimpinan sejati. bagi lingkungan pekerjaan. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. 3) Supporting. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pemimpin. melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar.juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. c. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. 4) Delegating. Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Dalam hal ini. bagi keluarga. baik bagi dirinya sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail.

dan makna investasi pada saat menggunakan waktu yang ada. pengorganisasian. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. 7. inspirator. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. dam maximizer. seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. bahwa ‖kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya‖.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. tanpa kedamaian diri. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. dan visi serta misi yang jelas. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. tanpa kerendahan hati. tanpa adanya integritas yang kokoh. yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada .maka penggerakan pun dilakukan. Sumber daya tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti perbandingan antara rasio output dengan input. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). Manajemen waktu merupakan perencanaan. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. dan pengawasan produktivitas waktu. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun – tahun. penggerakan.Setelah pengorganisasian terjadi. Waktu menjadi salah satu sumber daya untuk bekerja. Manajemenwaktu. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. Tanpa perubahan dari dalam. Efisien tidak lain mengandung dua makna. yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. motivator. Kenneth Blanchard.yang dipimpinnya.

yaitu: tetap merencanakan. Untuk dapat melakukan mannajemen waktu dengan baik maka pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu misi hidup. Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif. Waktu memiliki sifat yang sangat singkat dan tidak dapat digantikan karena itu penting untuk melakukan manajemen waktu. Dalam situasi dimana waktu yang telah direncanakan belum habis. komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan. tetap menggerakkan. tetap mengorganisasikan. dan atau investasi waktu. Oleh karenanya. . Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan. Manajemen konflik. bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik.pemegang delegasi. 3M. sand. dan tetap melakukan pengawasan. Kehidupan menjadi seimbang dan selaras serta dapat mencapai cita-cita atau tujuan yang diharapkan. Empat prinsip tersebut applikabel dalam semua pekerjaan. money. film. 8. dilakukanlah pengawasan berdasarkan rencana. Kemudian menentukan peran dan visi peran. Dalam menjalani kehidupan kita harus berhati-hati terhadap jebakan waktu yang dikenal dengan 3F. kualitas manajemen waktu berpedoman kepada empat indikator. Pendek kata. dan 3S. Menurut Killman dan . food. Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. music. sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. Perencanaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari pada perencanaan jangka pendek. sport and sex. Variasi terjadi di dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. merencanakan pekerjaan selanjutnya. mouth. atau akan segera mempengaruhi secara negatif. Mereka adalah fun. Melaksanankan manajemen waktu akan membuat hidup menjadi manatap dan bersemangat. Membuat rencana pekanan dan akhirnya membuat rencana harian. sedangkan pekerjaan telah tuntas sebaiknya dipergunakan untuk menambah kuantitas. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan. yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan.

1993. perbedaan peran dsb. 3) Pandangan interaksionalis. baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. 2) Konflik disfungsional. konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. 3) Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan. Tahapan perkembangan konflik. kelompok atau organisasi secara keseluruhan. p. seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono. Pandangan tentang konflik. a. konflik yang merintangi kinerja kelompok. 1) Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang tidak mengganggu dirinya. keyakinan bahwa konflik merupakan wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok. 4) Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) hasil . 2) Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya. 1) Pandangan tradisional.4). melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif. c. b. Bentuk konflik. Sementara itu manajemen konflik adalah penggunaan teknik pemecahan masalah dan perangsangan untuk mencapai konflik yang diinginkan. keyakinan bahwa konflik bukan hanya suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok. konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai.Thomas (1978). keyakinan bahwa semua konflik merugikan dan harus dihindari. 2) Pandangan hubungan manusia. 1) Konflik fungsional.

5) Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi C. artinya sudah menancap kuat dalam hati dan pikiran kita. 5) Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini. dibandingkan dengan . 2) Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 6) Akibat penyelesaian konflik 7) Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Etika adalah refleksi ilmiah tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma atau dari sudut baik dan buruk. (wijono. 3) Menumbuhkan semangat baru pada staf. ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik. 1993. Pengelolaan konflik. kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melelui perilaku. 1) Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Segi normatif itu merupakan sudut pandang yang khas bagi etika.Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya. 4) Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. Aspek positif dalam konflik. individu. 3841). yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan. d. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1) Disiplin 2) Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan 3) Komunikasi 4) Mendengarkan secara aktif 5) Toleransi e. Urgensi Memiliki Etos Pribadi Membicarakan etos tentu tidak lepas dari membicarakan etika karena etos bisa kita artikan juga sebagai etika yang sudah mendarah daging.

belum tentu dalam perilakunya akan menempuh tindakan-tindakan yang paling etis. . orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik pasti akan melakukannya juga. Menurut socrates. dari pengalaman kita sendiri kita semua mengenal orang-orang yang hampir tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. haruslah ada pengertian juga. sedangkan orang yang berbuat jahat melakukannya karena ketidaktahuan tentang apa yang baik. Kalau dikemukakan secara radikal ajaran ini sulit dipertahankan. Mahasiswa yang memperoleh nilai gemilang untuk mata kuliah etika. Pentingnya memiliki etos pribadi dapat digambarkan melalui bagaimana masalah etika dalam kehidupan sehari-hari. Tapi perlu diakui. Dimana ternyata cukupnya keilmuan seseorang tenatang etika ternyata terkadang tidak membuat seseorang menjadi beretika. etika sebagai filsafat praktis mempunyai batasnya juga. dengan itu belum terjamin perilaku etis yang baik. Hal ini lebih mendesak lagi. belu tentu dalam usahanya selalu akan mengambil keputusan etis yang paling tepat. tetapi selalu hidup etis dengan cara yang mengagumkan.ilmu-ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. studi tentang etika dapat memberikan suatu kontribusi yang berarti sekalipun studi itu sendiri belum cukup untuk menjamin perilaku etis yang tepat. Untuk memperoleh suatu sikap etis yang tepat. Di sisi lain. jadi hasil perbuatan yang tidak etis! Atau pengusaha yang mempunyai pengetahuan luas dan mendalam tentang etika bisnis dan telah membaca seluruh literatur tentang topik itu. Perasaan spontan saja tidak cukup. Itulah ajaran terkenal dari socrates yang disebut ―intelektualisme etis‖. Di sisi lain pendapat Socrates tersebut mengandung unsur kebenaran. Etika disebut juga sebagai filsafat praktis karena ia membahas tentang ―apa itu moral?‖ dan ―apa yang harus dilakukan manusia berkaitan dengan moral tersebut?‖. Pengetahuan tentang etika merupakan suatu unsur penting supaya orang dapat mencapai kematangan etis. Bila orang mempunyai pengetahuan mendalam mengenai ilmu etika. Malah bisa saja terjadi. nilai yang bagus itu hanya sekedar menyontek. Sudah sejak awal sejarah etika terdapat pandangan bahwa pengetahuan benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar juga. karena masalah-masalah etis jauh lebih banyak dan lebih kompleks dari pada zaman sebelumnya.

D. Menjadikan individu mahir mengenali dan memahami problem maupun isu moral dalam profesi. 2. 5. Perilaku tidak etis adalah perkataan dan tindakan seseorang yang tidak . Memperkuat otonomi moral. Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis 1. tentunya pernyataan ini dapat juga dibahasakan menjadi mengapa seseorang perlu mempelajari etika. Meningkatkan penghargaan baik terhadap kemungkinan penggunaan dialog rasional dalam memecahkan konflik-konflik moral maupun perlunya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan perspektif di kalangan orang – orang yang secara moral cukup baik. Bagian ini akan menguraikan argumen pendukung tentang perlunya etos pribadi bagi setiap individu sebagai berikut: 1. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan moral yang timbul karena aktifitas profesional 6. Berimajinasi tentang berbagai respons alternatif terhadap isu-isu yang bersangkutan dan pemecahan kreatif atas kesulitan-kesulitan praktis. Otonomi moral meliputi independen dan kepedulian moral. Perilaku tidak etis. Independen dalam hal mengatur diri sendiri dan adanya kemempuan berpikir dan kebiasaan berpikir secara rasional tentang isu-isu moral atas landasan kepedulian moral. Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang terampil dalam memahami menjelaskan. Peka terhadap kesulitan dan kepelikan sesungguhnya kesediaan mengalami dan mentoleransi ketidakpastian dalam membuat penilaian atas keputusan moral seseorang terhadap orang lain. dan kritis dalam mengkaji argumen-argumen yang berlawanan dengan isu moral. Mampu membentuk sudut pandang yang konsisten dan komprehensif berdasarkan pertimbangan atas fakta-fakta yang relevan.Mengapa penting bagi seseorang untuk memiliki etos pribadi. Meningkatkan ketepatan dalam menggunakan bahasa etika yang lazim. yang diperlukan untuk mengungkapkan dan membela dengan cukup baik pandangan moral seseorang terhadap orang lain. 4. 3.

faktor-faktor ini perlu senantiasa disadari dan diwaspadai‖. seorang pegawai berusaha mempermalukan atasannya tersebut di hadapan orang lain. karena ambisi jabatan. seorang pegawai berbohong dalam memberikan alasan keterlambatannya. misalnya karena takut dimarahi oleh atasan karena terlambat masuk kantor. yaitu kecendurungan untuk mengabaikan akibat-akibat dari tindakan Contoh perilaku tidak etis: a. Perilaku tidak etis seringkali berwujud tindakan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. karena ambisi kekuasaan maka seseorang tidak segan-segan melakukan skandal politik seperti politik uang. b. mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan etika. Penjualan produk keluar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan di dalam negeri. Untuk menjaga integritas pribadi. Misalnya. d. misalnya karena dinilai melakukan kesalahan oleh atasannya. Berikut ini adalah lima faktor yang sering dianggap sebagai pendorong perilaku tidak etis menurut Kusmanadji: a.sesuai dengan prinsip moral yang baik. Tekanan. e. misalnya karena ditekan oleh atasannya oleh atasannya untuk mencapai hasil atau kinerja tertentu. seorang pegawai menjelek-jelekkan rekan pegawai lainnya di hadapan atasannya agar atasannya lebih memilih dirinya daripada rekannya. Masa bodoh. Ambisi. seorang bawahan harus melakukan hal-hal yang tidak etis karena takut dikenai sanksi. c. Ketakutan. seorang pegawai atau manajer memalsukan data kinerjanya. Balas dendam. b. . c. Perusahan makanan bayi yang memaksakan suatu formula bagi bayi di banyak negara miskin sementara air susu ibu akan lebih sehat bagi bayi. Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang. Kusmanadji menyatakan dalam bukunya bahwa ―banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat tidak etis.

Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah di beberapa Negara berkembang untuk membuat barang yang bernilai tinggi. Tanda-tanda yang menimbulkan harapan Bukan saja sedikit perhatian utnuk etika dalam masyarakat. c. Ambivalensi kemajuan ilmiah Kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen. Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan. tapi sedikit sekali perhatian diberikan kepada studi mengenai masalah-masalah etisnya. Baru sesudah problem-problem etis timbul. Refleksi etis tentang persenjataan nuklir baru dimulai setelah bom atom pertama di hirosima dan nagasaki diledakkan. Teknologi yang tidak terkendali Ilmu dan teknologi digalakkan dengan cara mengagumkan. g. sudah menjadi kebiasaan luas bahwa rumah sakit-rumah sakit dan proyek-proyek penelitian biomedis mempunyai komisi etika yang mendampingi dan mengawasi rumah sakit atau proyek penelitian itu dari sudut etis. Yang dibawa oleh ilmu dan teknologi modern bukan saja kemajuan melainkan juga kemunduran bahkan kehancuran. d. a. e. Penjualan produk yang sudah kadaluwarsa. Masalah bebas nilai Ilmu dan moral tidak merupakan dua kawasan yang sama sekali asing satu dengan yang lain tapi ada titik temu di antaranya. Pemikiran etis hanya menyusul perkembangan ilmiah-teknologis. melainkan juga perhatian itu hampir selalu terlambat datang.d. Komisi etika seperti itu bisa menjadi semacam ―hati nurani‖ agar rumah . Di antara faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya masalah-masalah etis yang tidak pernah terduga sebelumnya di zaman sekarang adalah perkembanan pesat dan menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai kedudukan penting. Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekerjaan yang tidak beres. b. f. artinya di samping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. Pada saat-saat tertentu dalam perkembangannya ilmu dan teknologi bertemu dengan moral. etika sebagai ilmu mulai diikutsertakan. Namun demikian. di banyak negara modern sekarang. jika manusia tidak segera membatasi diri.

 Jika suatu tindakan sah atau dibenarkan menurut hukum (legal). seseorang juga menilai besarnya hukuman atau penalti (konsekuensi) jika terdapat pengungkapan tersebut. Berdasarkan falsafah ini. Sebagai contoh. perlukah mengembalikan uang pembayaran gaji yang ternyata berlebih karena secara tak sengaja petugas salah menghitung? Jika si penerima gaji yakin bahwa petugas pembayar akan mengetahui dan akan menuntut pengembalian dan dapat mempermalukan dirinya.sakit memberi pelayanan yang sungguh-sungguh manusiawi. maka si penerima akan mengembalikan kelebihan . 2. ―Jika suatu tindakan tidak etis.  Setiap orang melakukannya (everybody does it) Seseorang berperilaku tidak etis karena perilaku yang sama dilakukan oleh orang lain. misalnya. atau menjual produk cacat tersembunyi. kemungkinan tindakan tersebut juga tidak legal. seseorang tidak berkewajiban untuk. Orang yang memiliki etos pribadi seharusnya tidak menggunakan cara-cara ini untuk menutupi atau membenarkan perilakunya yang tidak etis. slogan tersebut harus diubah menjadi. it‘s ethical) Menggunakan argumen bahwa semua perilaku yang legal adalah etis sangat mendasarkan pada kesempurnaan hukum. Seperti telah dikemukakan pada bab 8. memalsukan informasi laba agar pajak rendah. Argumen bahwa menyontek. Lazimnya. menjual barang dinas untuk kepentingan pribadi adalah perilaku yang dapat diterima lazimnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa orang lain melakukannya dan karena itu dapat diterima.‖  Kemungkinan pengungkapan dan konsekuensi (likelihood of discovery and consequences) Argumen ini mendasarkan pada evaluasi kemungkinan orang lain akan menemukan atau mengungkap perilaku. Berikut adalah cara-cara pembenaran atau rasionalisasi yang dimaksud yang biasanya kita jumpai. melanggar rambu lalu lintas. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang untuk membenarkan perbuatannya yang dianggap salah oleh masyarakat. mengembalikan barang yang ditemukan kecuali orang lain atau pemiliknya dapat membuktikan bahwa itu miliknya. maka tindakan itu etis (if it‘s legal.

b. d. Kesabaran (patience). si penerima akan menunggu untuk melihat apakah petugas gaji akan dapat menemukan kesalahannya. Bagaimana cara membangun etos pribadi maka jawabannya adalah dengan menciptakan citra diri sebagai seseorang yang beretika dan memiliki rencana agar selalu dicitrakan seperti itu. dan visi kita. tetapi jika tidak.seketika. Keteguhan (persistence). Lima prinsip berperilaku etis. dan didasarkan pada nilai-nilai. Tujuan ini dapat kita tetapkan dengan menyatakan bahwa kita ingin menjadi seseorang yang sehat secara etis. E. . Blanchard mengemukakan lima prinsip untuk berperilaku etis yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar menjadi pribadi beretika. Norman Vincent Pale dan Kenneth H. Untuk ini kita perlu mempertahankan keseimbangan antara mencapai hasil dan cara kita mencapai hasil tersebut (tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai sesuatu). Merupakan hal yang dibutuhkan untuk memperoleh keyakinan bahwa berpegang teguh pada nilai-nilai etika akan membawa kita dalam kesuksesan jangka panjang. harapan. Cara Membangun Etos Pribadi Membangun etos pribadi merupakan sebuah upaya untuk menjadikan diri kita bertindak secara etis. Menjadi seseorang yang memiliki etos pribadi atau menjadi pribadi yang beretika merupakan suatu kondisi yang dangat dipengaruhi oleh individu sendiri. Tujuan (purpose). 1. sederhana. Tujuan ini sangat penting karena membantu kita dalam menentukan perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima. c. misi kita sebagai individu yang dinyatakan secara jelas. Meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir bagaimana dan kemana akan melangkah dan mencapai tujuan. Kelima prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut: a. Untuk dapat bertindak secara etis maka individu harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dilakukan. Perspektif (perspective).

Perolehan kebanggan dengan cara ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kokoh sehingga tidak mudah tergoda untuk berperilaku tidka etis. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan. meskipun untuk itu kita merasakan adanya ketidaknyamanan. tetapi dengan komitmen yang baik. Terdapat tiga poin yang menjadi unsur etos pribadi yang akan diuraikan pada bagian ini. dan kawankawan kita merasa tidak terkena dampaknya. Menjadi pribadi yang beretika maka kita perlu mengetahui apa saja unsur etos pribadi tersebut. Kebanggaan (pride). 2. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi. seseorang disebut berkomitmen ―when you are willing to give your time and energy to something that you believe in. ketika bersedia memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini. atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan. Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu. a. Kebanggaan akan kita peroleh ketika kesabaran dan keteguhan berhasil untuk dipertahankan. atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa . Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. Memiliki pendirian dan kemauan yang kuat untuk bertindak secara etis. or a promise or firm decision to do something‖. waktu dapat ―dibuat‖ dan energi dapat ―dikumpulkan‖. e. ternyata niat baik saja. Komitmen ada janji yang harus ditepati. Untuk membangun etos pribadi maka tidak cukup hanya dnegan mengetahui lima prinsip diatas. Alias tidak bermakna. Unsur etos pribadi. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. atau sebuah janji. Kita harus tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip etika yang kita yakini.Keteguhan memerlukan adanya komitmen untuk hidup berdasarkan prinsipprinsip etika yang tidak luntur karena berjalannya waktu. atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Komitmen etis. Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Menurut Cambridge Advanced Learner‘s Dictionary. bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan.

2) Kriteria Referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau kriteria tertentu. Suatu kemampuan untuk mempersepsikan (memahami) isu-isu etis dan implikasi-implikasi etis dari suatu situasi. tidak hanya untuk kepentingan ego pribadi.‖ Selama ini kompetensi dimaknai sebgai kemampuan untuk menguasai jenis kemampuan. c. biasa. terjemahan. karakteristik pribadi. b. konsep diri dan nilai-nilai seseorang. Dengan mengutip R. dan rendah). dapat menggali lima istilah dalam definisi kompetensi sebagai berikut.Pahlan (Competency Management: A Practicioner‘s Guide. dan akhirnya barulah penguasaan IPTEK melalui IQ bisa bermanfaat untuk membangun bisnis yang etis dalam rangka mencapai tujuan kemakmuran bersama bagi para stakeholders. misalnya konsepsi bahwa ―jika memenuhi aturan hukum berarti etis. 3) Hubungan Kausal mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan . 1) Karakter Dasar diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama. dan sikap perilaku.hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. karakter dasar mengarah pada motif. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya. Misalnya angka penjualan yang dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja karyawan yang beragam (unggul. Dalam definisi ini. Untuk memilih yang benar kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran moral yang sehat dan mengembangkan strategi-strategi praktis penyelesaian masalah. keterampilan teknis. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan konsepsi kita yang keliru mengenai etika. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. Kompetensi haruslah dimaknai kembali sebagai pengembangan integritas pribadi yang dilandasi iman yang kuat sebagai fondasinya(SQ). 2007). baru kemudian dapat membangun hubungan yang tulus/ikhlas dengan sesama (EQ). Kesadaran etis. Kompetensi etis. yaitu pengetahuan.

Ini biasanya merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut. kode etik. prinsip-prinsip moral. Jika kita adalah seorang atasan. harapan masyarakat. aturan organisasi. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja pekerjaan. siapapun kita maka kita harus menyadari dengan apa yang kita lakukan. dan konsep umum lain seperti kejujuran dan keadilan. maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat 4) Kinerja Unggul mengindikasikan tingkat pencapaian. karakteristik pribadi.pendemonstrasiannya memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul.misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam suatu situasi kerja. atau konsep diri. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan atau perilaku yang membuahkan hasil. Ketika kita sedang membangun diri menjadi individu yang memiliki etos pribadi maka perlu untuk memperhatikan apakah kita telah bertindak secara etis atau tidak. Pemeriksaan 3K. sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan tindakan. tetapi juga perbuatan orang lain. Memeriksa apakah suatu tindakan kita etis atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah pemeriksaan etika yang lebih dikenal dengan sebutan pengecekan tga K. kompetensi pengetahuan selalu digerakkan oleh kompetensi motif. Kita harus menyadari bahwa untuk posisi dan peran tertentu yang kita jalani. Maka dari itu dikenallah istilah pengecekan tiga K yang meliputi kepatuha. konsekuensi. Contohnya. a. kita bertanggung jawab tidak hanya untuk perbuatan kita sendiri. sebagai seorang pribadi. dan komplikasinya. dan konsekuensi. 5) Kinerja Efektif adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. kalau organisasi tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya. misalnya. Berarti hidup dan berperilaku sesuai dengan aturan hukum. Kompetensi-kompetensi seperti motif. 3. Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut. kontribusi. kita harus memperlakukan bawahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap berpegang pada kejujuran dan memperhatikan rasa keadilan. . Kepatuhan.

Bagi organisasi bisnis. Hormati kebiasaan orang lain. Kita harus senantiasa berusaha agar setiap keputusan dan tindakan kita tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bermanfaat juga bagi sebanyak mungkin orang lain. apalagi orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kita. Kontribusi. Konsekuensi berkaitan dengan pengaruh atau akibat dari keputusan dan perbuatan kita. Kepatuhan:    Patuhi. membantu memperbaiki individu dan masyarakat memenuhi kebutuhaanya. kita harus senantiasa menyadari peran kita dan berusaha agar selalu mencapai kinerja terbaik dalam rangka memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi dan kebaikan orang lain. c. misalnya. Kontribusi berkaitan dengan apa yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain atau masyarakat. tetapi jangan bergantung semata-mata pada ketentuan hukum. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperhitungkan akibat-akibat perbuatan kita bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha untuk memilih alternatif yang paling baik akibatnya bagi pihak-pihak terkait. Mengacu pada tiga K maka kita dapat melakukan hal-hal berikut ini sebelum mengambil tindakan. menyediakan lapangan kerja. Akibat ini bisa positif atau negatif. Patuhi kaidah-kaidah moral.b. Konsekuensi. tetapi tidak dengan mengorbankan prinsip etika Anda sendiri. baik diniatkan maupun tidak diniatkan. Sebagai individu atau anggota suatu organisasi. Kontribusi dan konsekuensi: . kontribusi meliputi memberikan penghargaan untuk kemitraan pelanggan. dan para pegawai serta masyarakat secara kualitas kehidupan keseluruhan.

Secara lebih sederhana etos dimaknai sebagai etika yang telah mendarah daging. Selain itu pembahsan juga meliputi masalah konsep diri. Berpikirlah secara objektif. 4) Untuk membangun pribadi beretika maka perlu adanya bekal pengetahuan mengenai prinsip berperilaku etis dan unsur etos pribadi. Etos pribadi akan membuat seseorang mampu mempertahankan otonomi moralnya (bertindak secara independen dan teratur). . 2) Pembahasan etos pribadi meliputi nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. jujur. Ajukan pertanyaan. Berpikirlah sebagai seorang anggota organisasi atau komunitas. Pemeriksaan tiga K bermanfaat untuk mengeatahui apakh suatu tindakan dilakukan dengan etis.    Pertimbangkan kesejahteraan orang lain. termasuk pihak-pihak yang tidak berpartisipasi. mampu menangani masalah dengan bahasa yang etis dan memandangnya dengan sudut pandang yang tepat. ―Jenis orang seperti apakah yang melakukan perbuatan semacam ini?‖ RANGKUMAN 1) Etos adalah suatu nilai yang mendasari sikap perilaku dan menjadi ciri khas bagi seseorang atau kelompok di mana saja mereka berada. bukan sebagai individu yang terisolasi. percaya diri. pribadi berintegrita. komunikasi. 3) Etos pribadi akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi beretika. Pikirkan diri sendiri (dan organisasi atau komunitas Anda) sebagai bagian dari masyarakat. Penting untuk memiliki etos pribadi karena dengan etos pribadi akan menjadi individu memiliki pemahaman yang lebi luas dalam menjalani kehidupan. dan manajemen konflik. Individu tersebut akan menjadi pribadi yang lebih memahami isu moral yang terjadi. kepemimpinan. manajemen waktu.

apa yang menjadi ciri khasnya? 7) Apa maksudnya. apakah persamaan dan perbedaannya? 6) Jika kita membandingkan nilai moral dengan nilai-nilai lain.LATIHAN 1) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan sejati? 2) Jelaskan unsur-unsur etos pribadi? 3) Jelaskan tentang pemeriksaan 3K? 4) Apa yang dimaksud dengan ―amoral‖? 5) Jika kita membandingkan ―etika‖ dan ―etiket‖. jika dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai berkat ilmu dan teknologi bersifat ambivalen? Bagaimana ambivalensi ini tampak? .

Namun demikian.BAB ATURAN KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK PROFESIPNS DI KEMENTERIAN KEUANGAN _____________________________________________________ Tujuan Instruksional Khusus: 1. Aturan kepegawaian dan kode etik di sebuah instansi bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan jaman. dari berbagai pandangan dan kenyataan yang dapat kita jumpai. dan hakhak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai. yakni yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh. Profesi dan Ciri-Cirinya Tidak ada definisi tunggal yang mencakup berbagai penggunaan kata profesi. tanggung jawab. Memahami Kode Etik Unit Eselon I Kementerian Keuangan 12 9 Dalam bab ini akan dipelajari tentang berbagai aturan kepegawaian dan kode etik yang berlaku di Kementerian Keuangan. . Namun pada bab ini akan dibahas sedikit tentang profesionalisme mengingat pegawai negeri juga adalah profesi yang terikat pada nilai-nilai profesional. Memahami Pokok-Pokok Kepegawaian dan Disiplin PNS 3. kita dapat mengatakan bahwa suatu profesi merupakan suatu kombinasi dari sejumlah karakteristik yang membentuk struktur profesi. A. Memahami pengertian profesi dan kode etik 2. Memahami Nilai-Nilai Kementerian Keuangan 4. Oleh karena itu dalam bab ini pembahasan tentang berbagai aturan tersebut diletakkan pada lampiran mengingat perubahannya yang cepat disesuaikan dengan perubahan zaman.

atau anggota suatu profesi.  Bidang Pengetahuan khusus dan pendidikan formal / profesional Fondasi suatu profesi adalah bidang pengetahuan khusus yang sangat penting bagi masyarakat. dan lebih dari itu. menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) keahlian di bidang yang besangkutan dalam suatu jumlah jam minimum tertentu. dan memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup.Ada lima karakteristik yang umumnya dapat dijumpai pada setiap profesi. Untuk menjadi profesional. Seorang profesional memiliki komitmen . seoarang harus belajar lama (dan keras). Ijin dari pihak berwenang (pemerintah dan asosiasi) untuk berparaktik sebagai profesional. Ini berarti jasa yang disediakan kepada masyarakat adalah sangat penting. sering kali dengan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma perilaku yang disepakati. Komitmen terhadap tujuan sosial (kebaikan) yang menjadi alasan bagi keberadaan profesi (pengabdian kepada masyarakat). Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat. Lebih dari itu. para profesional umumnya diharuskan oleh profesinya untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya. Ini pula yang mendasari keberadaan suatu profesi: suatu profesi ada untuk melayani masyarakat. memiliki acuan karakter. dan karenanya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang ekstensif. yaitu. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri. melainkan kepada masyarakat.  Komitmen terhadap tujuan sosial (pengabdian kepada masyarakat Seorang profesional tidak menuntut keistimewaan profesional agar dapat memaksimalkan keberuntungannya. majikan atau klein. tanggung jawab profesionalnya yang utama bukan kepada diri sendiri.      Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formal dan bersetifikat / berijasah (pendidikan formal dan profesional). lulus ujianyang panjang dan sulit. sehingga diperlukan tingkat keahlian yang tinggi.

yaitu sebutan profesional dan status prestise di atas rata-rata di dalam masyarakat.  Sistem pengaturan diri Untuk memberikan jasa dengan kualitas tinggi. ada satu lagi karakteristik yang biasanya menandai suatu profesi. biasanya pemerintah berkepentingan untuk melakuakan pengaturan tertentu. Kecurangan atau berperilaku yang melanggar praktik-praktik standar yang ditetapkan akan didisiplinkan oleh profesi itu sendiri. Tanggung jawab ini adalah sedemikian tingginya sehingga seoarang profesional harus bersedia mengorbankan kepentingan dirinya untuk memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat. suatu profesi mengorganisasikan diri dalam suatu wadah asosiasi yang selanjutnya menentukan tidak hanya standar teknis tetapi juga standar etika (kode etik atau kode perilaku) sebagai sarana untuk mengatur perilaku anggotanya (para profesional) baik didalam maupun diluar tugas-tugas profesional. baik langsung maupun tak langsung adalah tanggung jawabanya. Oleh sebab itu.terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. Karakteristik ini saebenarnya merupakan akibat dari empat karakteristik sebelumnya. antara lain melalui mekanisme perjanjian dan pemantauan. Para anggota profesi yang melakukan kebohongan. khususnya dalam hal pengawasan. dan karenta masyarakat rela memberikan bayaran yang tinggi.  Status dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat Selain keempat karakateristik pokok di atas. Sebagai imbalan dari pencapaian pemeliharaan atas jasa yang tinggi. mereka yang tetap menjadi anggota profesi berada dalam posisi menguntungkan untuk . Pelayanan publik. antara lain melalui mekanisme pendidikan dan ujian profesi atau sertifikat. kepada para profesional.  Pengawasan dan/atau perijinan oleh pemerintaj dan asosiasi profesi Karena jasanya sangat penting bagi masyarakat. Mereka yang menekuni pekerjaan yang memenuhi kriteria sebagai profesi memperoleh atau dan menyandang sebuatan profesional. Pihak profesi sendiri juga memberlakukan aturan masuk yang ketat.

(2) Proses ujian dan sertifikasi untuk memastikan apakah para praktisi memiliki pemahaman yang mantap terhadap pokok masalah. tetapi tidak seperti pekerjaan pada umumnya. Tuntutan ini menyangkut tidak saja keahlian. Lebih dari itu. Inilah yang menyebabkan jasa para profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan diperlukannya proses pendidikan yang ekstensif. perilakunya selalu diawasi atas dasar tolak ukur etika. Kerangka yang berdiri di atas fondasi suatu bangunan juga memilki kesamaan dengan sebuah profesi. Seorang profesional memiliki komitmen terhadap pandangan hidup yang secara intelektual kompleks dan menuntut pemuktahiran terus menerus atas pengetahuan dan keahlian. sehingga memungkinkan mereka untuk hidup sepenuhnya dari pekerjaan atau profesinya itu. Fondasi mendasari setiap profesi haruslah fondasi yang kokoh. dengan demikian profesi adalah pekerja. Harga diri yang tinggi karena menjadi anggota suatu kelompok elite (profesi) ini menyebabkan status profesional sangat diharapkan. kerangka (pilar dan dinding). Mereka menghadapi dilema moral secara rutin. suatu profesi dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan dengan tiga komponen utama : fondasi. Kerangka ini meliputi tiga unsur yaitu : (1) Proses pendidikan untuk memperoleh dan memelihara pengetahuan dan keahlian profesional. tetapi juga komitmen moral. Berdasarkan unsur-unsur pokok di atas. pengakuan dan penghasilan tinggi. Profesional menghadapai tuntutan yang sangat tinggi baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. berupa bidang pengetahuan yang diakui dan sangat penting atau esensial bagi kemakmuran masyarakat. dan mereka memegang teguh standar yang tinggi terhadap kode etik profesi. tidak seperti orang-orang lain yang menjalani pekerjaan pada umumnya.memperoleh banyak manfaat. dan (3) Rasa tanggung jawab (pengabdian) terhadap masyarakat dalam kaitanya dengan pemanfaatan pengetahuan ini . Mengacu kepada karakteristik umum di atas. Mereka yang menjalani profesi (para profesional). Para prefosional membuat pertimbangan-pertimbangan sulit yang membutuhkan kesatupaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi etis. dan atap seperti gambar 1.

Proses pendidikan 2. Masyakat kita menaruh harapan yang berbeda terhadap para profesional dibandingkan dengan terhadap mereka yang tidak dikatagorikan sebagai profesional. Kode etik profesi) 3.Agar menjadi sebuah bangunan yang utuh sehingga dapat digunakan sebagai tempat bernaung dan mengorganisasikan diri. Bagi profesi. atap ini meliputi 1. Standar teknis perilaku). Ciri-ciri suatu profesi sebagaimana diuraikan di muka secara tegas memberikan . Standar etika dan standar teknis diperlukan sebagai panduan bagi para profesional dalam perilaku dan menjalankan tugas-tugas profesional agar mereka dapat secara konsisten memberikan jasa bersatandar kualitas tinggi. Asosiasi profesi 2. Tanggung jawab terhadap masyarakat (3) standar teknis (2) kode etik (standar atau aturan etika / unsur. dan 1.unsur : (1) asosiasi profesional (organisasi Bidang pengetahuan yang diakui dan sangat Penting bagi kesejahteraan / kemakmuaran masyarakat Asosiasi dipelukan sebagai wadah untuk mengorganisasikan dan mengatur diri. fondasi dan kerangka memerlukan atap. Proses ujian dan lisensi/ sertifikasi 3.

Akan tetapi kehati-hatian perlu dilakukan dalam menerpakan standar-standar hukum pada masalsah-masalah etika karena tiga hal. Sumber-sumber Panduan Etika Salah satu ciri yang membedakan profesi dari pekerjaan lainnya adalah komitmen moral yang tinggi. para profesional bekerja dengan sesuatu yang sangat bernilai. dan (4) mengatur diri sendiri atau melakukan penilaian sendiri (antarsejawat. . kepercayaan menyangkut kompensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan adalah sangat penting. harapan masyarakat terhadap suatu profesi adalah sangat tinggi dan menentukan wujud profesi tersebut. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. Para profesional dapat juga mengacu pada kasus-kasus hukum dan pertimbangan/pendapat pengacara dalam menginterprestasikan kewajiban hukum dan pertahanan diri. (3) menerima penghasilan yang relatif tinggi. badan – badan pemerintah atau kelompok – kelompok kepentingan tertentu seperti para ahli lingkungan. hukum umumnya ketinggalan dari apa yang oleh masyakat dianggap etis. Pertama. dan dua di antaranya adalah sumber penting : (1) Kode etik. bukan oleh pejabat pemerintah). pengakuan masyarakat terhadap suatu profesi akan mementukan hak-hak yang dapat dimiliki dan dinikmati oleh profesi tersebut : (1) berpraktek. bukan hanya bagi para profesional yang terkait langsung. dan (2) hukum dan jurisprudensi. (2) mengatur keanggotaan pada profesi. B. Bagi suatu profesi. Kedua. tetapi bagi profesi secara keseluruhan. Dalam kenyataannya. Prinsip-prinsip ini dapat diperoleh dari banyak sumber. Sumber panduan etika yang dapat dikatakan pasti tersedia adalah kode etik atau aturan perilaku yang ditetapkan oleh asosiasi profesi dan kode etik ini menduduki peringkat yang penting. seringkali dengan suatu monopoli atau jasa yang ditawarkan. Dengan perkataan lain. Pada akhirnya. para profesional memerlukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip etika yang dapat digunakan sebagai pemandu perilakunya ketika menjalankan tugas profesional dan di luar penugasan profesional (dalam kehidupan pribadi). Kode etik lainnya bisa juga ada yang relevan seperti kode etik asosiasi perdagangan. Dalam kaitan ini.penjelasan mengenai hal ini. akibatnya sangat serius.

apa yang sesuai dengan hukum (legal)tidak selalu etis. Sedang aturan tentang disiplin PNS terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (terlampir). sehingga dapat digunakan sebagai acuan. Ketiga . Namun hal pertama yang perlu dipelajari dalam aturan kepegawaan PNS adalah mempelajari Pokok-Pokok Kepegawaian dan aturan tentang disiplin PNS. Aturan Kepegawaian bagi PNS Sebagai sebuah profesi. Aturan kepegawaian dalam profesi PNS selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan. Kode Etik Eselon I pada Kementerian Keuangan Sebagai sebuah kementerian yang mempelopori reformasi birokrasi di Indonesia. D. C. . maka Kementerian Keuangan telah menyusun Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (terlampir) yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh unit eselon 1 dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Kode Etik ini berfungsi untuk mengatur perilaku PNS agar sesuai dengan norma-norma etis yang telah ditetapkan dengan sanksi yang jelas. sehingga tercipta PNS yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat. Aturan tentang pokok-pokok kepegawaian PNS terdapat pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (ada pada lampiran). Pada setiap unit eselon 1 juga sudah disusun Kode Etik yang khas untuk setiap unit eselon I (terlampir).kemungkinan tidak banyak keputusan yang relevan dan sesuai dengan kasus yang sedang dihadapi. maka PNS terikat oleh aturan-aturan di dalam profesinya yang disebut sebagai aturan kepegawaian.

Apa ciri-ciri yang membedakan seorang profesional dengan orang yang menekuni pekerjaan biasa? 8. Jelaskan tentang hal-hal yang utama yang terdapat dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian! 10. Apa saja Nilai-Nilai Kementerian Keuangan? Jelaskan! 11.SOAL-SOAL 6. Apa saja yang merupakan sumber nilai-nilai etis bagi profesional? 9. Apa sesungguhnya profesi itu? 7. Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari Kode Etik pada setiap Eselon 1 Kementerian Keuangan? .

com .DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Kusmanadji.2008.Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia. Profesi Akuntansi. Bisnis. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.blogspot. dan Pelayanan Publik. http://etikaprofesidanprotokoler. Sarimah. 2004.Etika.Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Ucok.