P. 1
Makalah Prestasi Atlet Dalam Berbagai Cabang Olahraga

Makalah Prestasi Atlet Dalam Berbagai Cabang Olahraga

|Views: 4,099|Likes:
Published by OLend Chabby Adjah

More info:

Published by: OLend Chabby Adjah on Nov 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Prestasi atlet diberbagai cabang olahraga dapat diraih melalui latihan yang teratur, peningkatan sarana prasarana pendukung, serta peningkatan pelatih yang berkualitas dan berpengalaman. Prestasi dan kualitas atlet diberbagai cabang olahraga harus ditingkatkan, agar tidak mengalami penurunan. Saat ini saja, prestasi Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional mengalami penurunan. Contohnya saja dalam tradisi meraih emas Olimpiade Indonesia yang sudah dimulai sejak tahun 1992 harus terhenti di ajang Olimpiade London. Bulutangkis yang selama ini menjadi tumpuan meraih medali emas tidak menempatkan satu wakilpun di babak final. Terhentinya tradisi emas di cabang bulutangkis masih ditambah perilaku tidak etis dan mencederai sportifitas yang ditunjukkan para atlitnya. Ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Meliana Jauhari harus angkat koper setelah main sabun dengan ganda Korea Selatan. Selain ganda Indonesia 6 pemain lainnya adalah ganda Korea Selatan Ha Jungeun/Kim Min-jung dan Kim Ha-na/Jung Kyung-eun dan ganda China u Yang/Wang Xiaoli. Federasi Badminton Dunia (BWF) memutuskan bahwa kedelapan atlet badminton, yang merupakan pemain ganda puteri dari Tiongkok, Korea Selatan dan Indonesia melanggar tata tertib untuk “tidak menggunakan salah satu upaya terbaik seseorang guna memenangkan pertandingan” dan “berperilaku dalam cara yang jelas-jelas merugikan pertandingan olahraga itu”. Tidak hanya bulutangkis, atlet cabang lainnya juga semakin menurun prestasinya, seperti sepakbola, bola voli, basket, serta olahraga lainnya. Seharusnya hal ini dapat menjadikan suatu pngalaman berharga supaya tidak ada lagi prestasi atlet yang mengecewakan.

1

makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: 1. 1. 2. Bagaimana cara meningkatkan prestasi atlet? 3. Tahapan peningkatan prestasi atlet. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh sarana dan prasarana terhadap prestasi atlet. 2 .2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. 1. Proses pemilihan atlet.3 Tujuan Makalah Sejalan dengan rumusan masalah diatas. Pengertian olahraga.4 Tujuan dan Manfaat Makalah Tujuan dan manfaat ini bertujuan penelitian untuk: • • • Untuk mengetahui prestasi olahraga Untuk mengetahui bagaimana motivasi atlet dalam meraih prestasi. Apakah yang dimaksud olahraga? 2. 3.1. penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut. Bagaimana proses pemilihan atlet? 1.

Olahraga adalah alat untuk melaksanakan ampera (amanat penderitaan rakyat) c. dan tata dunia baru. sangat dianjurkan kepada setiap orang untuk melakukan kegiatan olahraga secara rutin dan tersetruktur dengan baik. Olahraga juga merupakan suatu perilaku aktif yang menggiatkan metabolisme dan mempengaruhi fungsi kelenjar di dalam tubuh untuk memproduksi sistem kekebalan tubuh dalam upaya mempertahankan tubuh dari gangguan penyakit serta stress. Dengan kata lain.1 Definisi Olahraga Olahraga merupakan aktivitas yang sangat penting untuk mempertahankan kebugaran seseorang. SURYANTO RUKMONO. SENO GUMIRA AJIDARMA Olahraga adalah sarana kompetisi untuk menjadi nomer satu e. TIM GURU EDUKA Olahraga adalah suatu kegiatan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita b. yaiut: Negara Kesatuan RI yang kuat. JESSICA DOLLAND Olahraga adalah pereda stress yang sangat baik. baik secara jasmani maupun rohani d. S. Si Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat.BAB II PEMBAHASAN 2. Olahraga dapat mengalihkan pikiran dari kekhawatiran dengan cara meredakan ketegangan otot tubuh 3 . masyarakat adil dan makmur. Olahraga juga merupakan salah satu metode penting untuk mereduksi stress. Oleh karena itu. Berikut ini adalah pengertian dan definisi olahraga: a. SOEKARNO Olahraga adalah alat untuk melaksanakan tiga tujuan revolusi Indonesia.

2 Cara Meningkatkan Prestasi Atlet Peringkat prestasi olahraga di Indonesia khususnya pada cabang atletik mengalami penurunan dari tahun ke tahun. 2. “Di negara yang kerap meraih langganan juara telah lama menggunakan metodologi kepelatihan maupun unsur pendukung yang berbasis iptek. terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi dalam bidang olahraga. Sepanjang catatan sejarah Olimpiade dan kejuaraan dunia atletik. pelari cepat perorangan Indonesia dapat lolos ke semi final. KATHRYN MARSDEN Olahraga adalah pengusir stress terbaik yang pernah ditemukan g. HANS TANDRA Olahraga adalah gerakan tubuh yang berirama dan teratur untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran i. Hal ini sebenarnya bisa dicontoh oleh Indonesia untuk mendongkrak prestasi pada cabang lari cepat 100 meter perorangan.f. pada tahun-tahun berikutnya tidak ada satu pun catatan prestasi yang diraih. dan penerapan taktik yang tepat. CHATLES C. salah satunya adalah psikologi olahraga. MANZ Olahraga adalah sesuatu yang harus menjadi prioritas dan dijadwalkan tapi tetap realistis h. Pengajar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjelaskan. Namun.” jelasnya saat melaksanakan ujian terbuka program doktor di 4 . Miftakhul Jannah. Selain kesiapan fisik. SHETHA DARGAZELLI Olahraga adalah minyak yang membuat gerakan tubuh bergerak secara fleksibel dan mudah. faktor psikologis atlet juga berpengaruh terhadap pencapaian prestasi. hanya pada tahun 1988. pengusaan teknik.

” ujarnya. “Atlet yang memiliki regulasi emosi tinggi akan lebih konsentrasi terhadap tugas gerak yang harus dilakukan sehingga mempercepat waktu tempuh yang diraih. dan Resistensi Terhadap Prestasi Pelari Cepat 100 Meter Perorangan. dan evaluasi penguasaan faktor psikologis. asupan nutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis berupa regulasi emosi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap pencapaian prestasi atlet. Miftakhul mengambil sampel 51 orang atlet lari 100 meter perorangan yang mengikuti POMNAS XII tahun 2011. pemantauan saat latihan. goal setting turut mempengaruhi capaian prestasi seorang atlet. pemerintah perlu menjalankan sejumlah program pengelolaan atlet berbasis faktor psikologis yang terintegrasi.Fakultas Psikologi UGM.” Dalam penelitiannya. Efektivitas gerak yang dilakukan akan meningkatkan efisiensi waktu dalam kompetisi. Temuan lain juga memperlihatkan bahwa kepercayaan diri.” paparnya. Di antaranya melalui penggunaan faktor psikologis sebagai konstruk alat ukur untuk mengidentifikasi kemampuan atlet. 5 . pengelompokan atlet berdasar faktor psikologis. Kamis (14/6) dengan judul “Peran Konsentrasi. Regulasi Emosi. Kemampuan Goal Setting. Begitu pula atlet yang menetapkan goal setting dalam dirinya akan terdorong untuk presisten dalam berlatih untuk meraih prestasi. “Program pembinaan atlet pelari cepat berbasis aspek psikologis seperti pelatihan regulasi emosi perlu dilakukan untuk melengkapi latihan fisik. atlet meregulasi stimulasi emosi yang diterima dan memilih strategi yang tepat untuk melakukan tugas geraknya secara efektif. Ia menyarankan. konsentrasi. guna meningkatkan prestasi atlet lari Indonesia. Kepercayaan Diri. Atlet yang memiliki kepercayaan diri akan lebih berkonsentrasi terhadap tugas gerak yang harus dilakukan. agar prestasi pelari cepat lebih optimal. Melalui proses kognitif. melengkapi faktor fisik di awal intensifikasi latihan.

The Climber : Atlet tipe ini sepanjang hidupnya selalu merasa tertantang untuk mendaki puncak yang lebih tinggi. atlet tipe ini tanpa ragu akan berhenti. nasibnya. Orang-orang unggul adalah mereka yang terdorong untuk menunjukkan pada dunia dan membuktikan kehebatan dirinya. kelompok yang satu selalu cepat menyerah karena kegagalan. Perjalanan menuju puncak sukses dapat dianalogikan dengan sebuah pendakian. 2. turun dan pulang tidak melanjutkan pendakian. 3. Perbedaannya. Ia menolak tantangan pendakian ke puncak gunung. Lebih dari itu. Jika direnungkan.Dalam perjalanan menempuh karier. kekalahan. sedangkan kelompok yang lain belajar dan memetik hikmah dari kegagalan (La Rose. The Camper: Atlet tipe ini telah melakukan pendakian cukup jauh dan cukup tinggi. Schwartz (1996) mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mencapai keberhasilan yang besar tanpa menjumpai perlawanan. Lopez yang dikutip oleh William ( 2002 ) mengatakan bahwa suatu hal yang selalu dimiliki oleh para juara adalah harga diri yang tinggi. dan 6 . Tidak peduli latar belakang kehidupannya. atau keberuntungannya. 2000): 1. dan dengan analogi tersebut atlet dapat dklasifikasikan ke dalam tiga kelompok (Stolz. dan terjadi sewaktu latihan maupun pertandingan. ia selalu meneruskan pendakian sepanjang hayat.1996). The Quitter: Setelah mengalami kesulitan dan tantangan dalam mendaki. dan itu berlaku dalam setiap segi kehidupan. Inilah tipe orang yang memiliki AQ tinggi. kegagalan. Rintangan dan kesulitan dapat berasal dari lingkungan maupun dari dalam diri sendiri. derita dan kekecewaan yang pernah dialami oleh orang yang berhasil tidak berbeda dengan mereka yang menyerah dan membenamkan diri dalam penyesalan dan kegagalan. namun ia berhenti (berkemah) sebelum mencapai puncak karena sudah puas dengan prestasi yang telah dicapainya. Sesungguhnya kegagalan dan kekalahan atlet dalam bertanding adalah juga pelajaran untuk berhasil. kesukaran. atlet sering dihadapkan pada rintangan dan kesulitan. Idealnya seorang atlet harus merespon kesulitan seperti seorang Climber untuk sampai pada puncak prestasinya.

Sasaran kerja adalah produktivitas dan pencapaian. dan dunia membungkuk takzim kepada segelintir orang yang menyumbangkan 100 % kemampuannya. tetapi pasti membawa kita sangat dekat dengan kesuksesan. Thatcher yang dikutip oleh Susilo (2000). Untuk mencapai keduanya diperlukan pemikiran. Jordan lebih menekankan pada proses untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya (Williams. sebagai orang yang pernah menjadi orang nomor satu di Inggris mengatakan bahwa ia tak pernah mengenal orang yang bisa mencapai sukses tanpa kerja keras. perencanaan. maka jiwa akan menjadi rusak. namun merupakan sesuatu yang yang dilakukan dengan segala kemampuan secara terus menerus. dia tidak akan mengenal lezatnya belas kasih dan manisnya kasih sayang. dan oleh karena itu tidak dapat diajak bergaul. dan keringat. Seseorang yang tidak mengenal sakit dan kesulitan. Dengan demikian bekerja yang sesungguhnya bukanlah bekerja sekedarnya. kebanyakan orang mengeluarkan 25 % energi dari kemampuannya dalam bekerja. Akan tetapi adalah mungkin untuk mengalami hidup selebihnya tanpa kekalahan. kejelasan tujuan. Jordan sebagai atlet elite dalam cabang olahraga Bola Basket mengatakan bahwa sukses bukan sesuatu yang dikejar. Secara ekstrim. Senada dengan hal tersebut Dryden (2001) mengatakan bahwa kebanyakan orang gagal adalah yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ke 7 . Manusia yang seperti ini hatinya tidak akan tersentuh oleh apapun. yang banyak adalah mereka yang berhenti sebelum mencapai keberhasilan. Dunia angkat topi bagi mereka yang mengerahkan kemampuannya lebih dari 50 %.kemunduran. Dalam dunia kerja. Rousseau yang dikutip oleh Agus (2001) mengatakan bahwa jika tubuh banyak berada dalam kemudahan dan kesenangan. 2002 ). Menurut Carnegie yang dikutip oleh Williams (2002). Sukses mungkin menghampiri kita ketika kita tidak mengharapkannya dan kebanyakan orang tidak menyadarinya. kecerdasan. Edison yang dikutip oleh Stoltz (2002) mengatakan bahwa sibuk tidak identik dengan bekerja efektif. Sebenarnya tidak ada orang yang gagal. Rahasia sukses adalah kerja keras. Hal ini tidak selalu membawa kita ke puncak prestasi.

dan mereka yang berpikir tanpa bertindak. yaitu mereka yang bertindak tanpa berpikir. walaupun tantangan atau tekanan menghadang setiap langkah pekerjaannya. tetapi dimaknai sebagai tantangan yang akan membentuk kepribadian dirinya menjadi lebih cemerlang. tidak gampang patah. dan kesungguhan untuk melahirkan hasil unjuk kerja yang bernilai tinggi. Sikap percaya diri yang dilandaskan pada iman menyebabkan segala bentuk tekanan tidak dijadikan sebagai kendala. banyaknya para bintang yang selalu menghadapi tantangan sangat keras sebelum akhirnya mereka keluar sebagai pemenang. Berkaitan dengan hal tersebut. tetapi setiap kita sanggup bangkit dari kegagalan. Mereka sangat yakin bahwa nilai setiap pekerjaan akan terasa semakin bermakna bila mereka mampu mengatasi setiap tantangan yang dihadapinya. dinamika.titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah. Lebih dari itu Salak yang dikutip oleh Williams (2002) mengatakan bahwa ada dua macam orang gagal. Dalam bidang olahraga. Toto Tasmara (2001) mengatakan bahwa mereka yang memiliki sifat tabah adalah mereka yang mampu menghadapi tekanan. Konfusius yang dikutip oleh Williams (2002) mengatakan bahwa kemenangan terbesar kita bukanlah saat kita pernah mengalalmi kegagalan. Mereka tidak gampang menyerah. Tidak ada hasil yang gratis kecuali harus diperjuangkan. mungkin ia tidak akan menjadi bintang dunia basket seperti sekarang. Mereka menang karena mereka menolak menyerah oleh kekalahan yang pernah mereka alami. Forbes yang dikutip oleh Williams (2002) mengatakan bahwa sejarah menunjukkan. menyelam jauh ke dasar samudera. dan nilai tambah bagi seseorang. Tingkat Kecemasan 8 . kekuatan. Mereka sadar bahwa untuk memperoleh mutiara dibutuhkan perjalanan yang panjang. Greene yang dikutip oleh Williams (2002) mengatakan bahwa ia kadang-kadang berpikir seandainya Michael tidak pernah dicoret dari tim. Bekerja dalam tekanan justru akan menimbulkan kreativitas. Sikap tabah melahirkan keyakinan.

Singer yang dikutip Sudibyo (1993) mengemukakan bahwa aktivitas penuh ketegangan tidak selalu jelek bagi seorang atlet. Kematangan Emosi Emosi adalah suatu reaksi kognitif dan reaksi tubuh terhadap situasi tertentu. tidak bisa konsentrasi. 3) Emotional Affection. dan 4) Emotional Reconciliation. Tingkat kecemasan tertentu dapat mendorong terciptanya prestasi dalam olahraga. dan 4) Emotional Affirmation (Martin. Setiap atlet yang bertanding dalam peristiwa olahraga merasakan adanya peningkatan ketegangan emosional untuk mengantisipasi situasi pertandingan yang dihadapi. Di samping keempat pengendali tersebut. 2) Emotional Acceptance. Toleransi tingkat kecemasan seseorang berbeda. otot-otot menjadi tegang. 2003). Pada beberapa orang. 2) Pengalaman. 9 . tanpa sebab yang jelas. dan 3) Proses berpikir. Jantung berdenyut semakin keras dan cepat. pernafasan menjadi cepat dan dangkal. dan akhirnya menurunkan prestasi. Singer menunjukkan dua gejala yang berhubungan dengan emosi. Bagi atlet pada umumnya kecemasan yang tertinggi disebabkan oleh persaingan dalam mencapai prestasi atau takut tidak berprestasi. Ditinjau dari reaksi mental dan emosional.Kecemasan adalah suatu perasaan tak aman. Kecemasan yang melewati batas ambang kemampuan seseorang atlet meninbulkan dampak negatif. bahkan dalam beberapa kasus dianggap perlu. untuk mencapai tingkat kematangan emosi harus didorong oleh empat komponen berikut: 1) Emotional Awareness. muka menjadi merah dan mulai berkeringat. 2) Emotional Spirituality. Emosi terkait pada tiga aspek yaitu: 1) Persepsi. Dalam kondisi cemas timbul reaksi fisiologis dan psikologis dalam organisme tubuh. kehilangan koordinasi gerak. Ronge yang dikutip Sudibyo (1993) mengatakan bahwa manusia sebagai suatu organisme mengikuti hukum alam. antara lain. Ada hubungan timbal balik antara jiawa dan raga yang telah menjadi bahan kajian para ahli psikologi. 3) Emotional Authenticity. yaitu tidak adanya kesiapan atau kesiapan berlebih untuk menang atau kalah. Setiap orang adalah normal untuk mengalami kecemasan. Ada empat komponen pengendali emosi: 1) Emotional Knowledge.

sering mengulang dalam ujian. Jika seorang atlet tidak memiliki tingkat kematangan emosi yang tinggi maka dapat diduga bahwa ia tidak akan mamapu berpikir cepat dan jernih untuk mengambil keputusan dan tindakan yang tepat dalam situasi pertandingan yang ketat. Kemampuan beradaptasi dengan berbagai hirargi social 2. Pengendalian emosi merupakan kunci pengendalian diri dalam menghadapi situasi kompetisi yang sangat menekan. tetapi setelah bekerja sangat sukses dalam kariernya.Seorang atlet yang ingin mencapai prestasi puncak harus didukung oleh tingkat kematangan emosi yang tinggi. Keterbukaan diri meghadapi masalah dan berpikir inovatif serta kecerdikan menghadapi masalah. Kesadaran diri (self awareness) adalah kemampuan mengobservasi dan mengenali diri sendiri 10 . 1. Hal ini didukung antara lain hasil penelitian yang menunjukkan bahwa semakin tinggi IQ semakin rendah sosialisasinya. Kemampuan bertahan terhadap stress dan berbagai tekanan 5. bahkan prestasinya jelek. Martin (2003) mengatakan bahwa banyak riset dilakukan kepada orangorang sukses di berbagai bidang kehidupan menemukan lima karekteristik kepribadian penentu kesuksesan yaitu: 1. mahasiswa yang dulu lulus cumlaude dan ber IQ tinggi malah tidak berkembang dalam pekerjaannya. Sejak Daniel Goleman. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal guna meningkatkan kecerdasan emosional para atlet. semangat juang. jawabannya terletak pada kemampuan mengendalikan diri. Menurut Goleman. dan kemampuan memotivasi diri. seorang doctor psikologi Harvard menerbitkan buku Emotional Intelligence (1995) dunia seakan terperangah. Keinginan bekerjasama 3. ketekunan. Kapasitas untuk dipercaya dan bertahan pada suatu komitmen 4. Selain itu fakta di masyarakat menunjukkan bahwa banyak orang yang semasa sekolah dan kuliah biasa-biasa saja. yang dominan menentukan kesuksesan seseorang bukan IQ tetapi EQ. Sebaliknya banyak pelajar.

Martin (2003) mengataka bahwa manfaat lain yang lebih manarik dari emosi manusia dikemukakan sebagai berikut: diri pada sudut pandang orang lain sekaligus 1 Emosi manusia berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energi 2 Emosi memberi kegairahan dalam kehidupan manusia 3 Emosi bermanfaat sebagai memperkuat pesan atau informasi yang disampaikan (reinforcer) 4 Emosi sebagai penyeimbang kehidupan kita (balancer). Keadaan ini adalah dalam kondisi relaks tanpa stress. Menjaga relasi (handling relationship) adalah kemampuan berinteraksi dan menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain (interpersonal). Empati (empaty) adalah kemampuan untuk mengelola sensitivitas. dengan kata lain emosi memungkinkan kita menjaga proses homeostatis dalam diri kita. Keadaan alpha adalah keadaan putaran gelombang otak dengan frekuensi 7 – 13 per detik. Di tahun 1971 Rappaport yang dikutip Gregor (2000) mengatakan emosi tidak hanya diperlukan dalam penciptaan ingatan. Orang tidak akan sukses di bidang apapun kecuali mereka senang menggeluti bidang tersebut. Relaksasi Untuk mencapai keadaan relaks kita harus masuk ke pikiran bawah sadar. Memotivasi diri sendiri (motivating oneself) adalah kemampuan mengendalikan emosi guna mendukung pencapaian tujuan pribadi 4. tetapi emosi adalah dasar dari pengaturan memori.2. Dalam kondisi alpha konsentrasi akan terpusat pada satu hal dalam satu saat. menempatkan menghargainya 5. Dewasa ini emosi digunakan sebagai kunci gerakan Accelerated Learning termasuk memacu keinginan mencapai prestasi puncak bagi seorang atlet. Kita harus membuka filter Retcular Activating System yang membatasi 11 . mencapai gelombang energi otak alpha. Mengelola emosi (managing emotional) adalah kemampuan mengelola emosi secara akurat dan memahami alasan di baliknya 3. yang membuka jalan menuju ke pikiran bawah sadar secara efektif.

maka ia akan kembali pada kondisi beta. Dalam kondisi alpha pikiran kita dalam keadaan relaks tetapi siaga serta kreatif. Afirmasi bisa digunakan dalam berbagai bidang kehidupan antara lain. sehingga mampu memaksimalkan 12 . Aribowa (2002) mengtakan bahwa pada saat pertama kali latihan relaksasi kita memerlukan waktu kira-kira 15 menit. Menurut Taufiq (2003) syarat untuk melakukan relaksasi adalah: 1) Lingkungan yang tenang. kita dapat secara kreatif menciptakan dan juga memecahkan berbagai persoalan kehidupan yang kita hadapi. dan memenangkan kejuaraan dalam olahraga atau pun seni. untuk mengubah citra diri. Dalam menuju flow ini atlet membentuk kondisi khusus dalam dirinya. memberikan energi dan kesegaran. seolah-olah melakukan dengan sesungguhnya. Pada lapisan kesadaran tertinggi (alam pikiran bawah sadar terdalam) kita akan dapat mencapai target dan tujuan lebih cepat dan lebih mudah serta akan dapat mengatasi hambatan-hambatan pengalaman negatif. Jika berada dalam keadaan theta. Dalam kondisi relaks kita dapat melakukan afirmasi. dimana saja dan kapan saja kita mau. serta mengantar kita masuk ke lapisan kesadaran yang lebih tinggi sehingga kita mampu membangun realitas yang kita kehendaki. Menuju Flow Yang dimaksud dengan menuju flow adalah kemampuan berimajinasi untuk memvisualisasikan tentang proses latihan atau pertandingan yang akan dilakukan. 6. Selanjutnya setelah beberapa kali berlatih membutuhkan waktu cukup 3 menit. Afirmasi merupakan cara yang paling mudah dan sederhana untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar kita. Ketika seseorang berpikir dua hal atau lebih dalam satu saat. dan 4) Posisi yang nyaman. 2) Menetapkan satu objek untuk memusatkan perhatian. Pada akhirnya jika sudah sangat terlatih . meningkatkan kepercayaan diri. Dengan teknik relaksasi kita bisa masuk ke dalam keadaan alpha ataupun theta yang sangat berguna untuk mencapai kondisi relaks. proses relaksasi ini hanya cukup dilakukan dalam waktu 30 – 60 detik. Contoh teknik relaksasi otot secara rinci dapat dilihat pada lampiran no. 3) Sikap pasif (pasrah).pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Sukses yang dicapai karena motivasi dan tekad luar biasa yang muncul dari visi tentang sesuatu yang mereka inginkan. Contoh teknik menuju flow secara rinci dapat dilihat lampiran no. Napoleon berperang dalam otaknya sebelum berperang dalam peperangan yang sesungguhnya. yang akan membawa mereka selangkah lebih dekat dengan impiannya. Kondisi flow dapat dicapai apabila seorang atlet mampu mengesampingkan pikiran yang dapat menghambat bersatunya energi.keterampilan serta meminimalkan hambatan yang ada. Visi adalah kemauan melihat tujuan dan membayangkan langkah demi langkah untuk mencapainya dengan jelas. menemukan kunci sukses ke puncak prestasi bukan talenta bawaan (bakat). Hasil studi Benyamin Bloom selama 5 tahun terhadap 120 atlet. artis dan sarjana top Amerika. 6. karena imajinasi dapat memicu kreativitas dan meningkatkan motivasi. Visi. dan Aksi dengan rumus: HASRAT + VISI + AKSI = SUKSES Hasrat adalah sesuatu yang menjadi perhatian. Rose juga mendefinisikan motivasi yang kuat dengan cara berikut: KEMAUAN KUAT = VISI YANG JELAS + PERCAYA DIRI Visi penting. Dia menyatakan imajinasi lebih kuat ketimbang kemauan kuat. Untuk menuju flow dibutuhkan pula keterampilan yang memadai serta otomatisasi gerak sehingga tidak lagi diperlukan analisis yang mendalam saat bertanding. sangat ingin melakukannya atau yang dicita-citakan. Aksi adalah melakukan sesuatu setiap hari sesuai rencana. Dalam pikiran harus diciptakan kepercayaan yang tinggi akan sukses. Einstein yang dikutip oleh Rose (2003) mengatakan bahwa imajinasi lebih penting dari pada pengetahuan. Gelombang Energi Otak 13 . jika tidak bisa menatap arah yang jelas akan tersandung dan jatuh. sekalipun banyak rintangan dan hambatan yang dihadapi. Marilyn King yang dikutip Rose (2003) mengemukakan tiga karakter utama yang dimiliki kebanyakan orang sukses yaitu: Hasrat.

2) Theta. 2003) 2. 3) Alpha. turnamen bulu tangkis ini akan berlangsung selama tiga hari dan berakhir Sabtu besok 7 Juli 2012.3. Anwari minta kepada pengurus kabupaten untuk rutin menggelar turnamen minimal 2 kali dalam setahun. dan 4) Beta (Gregor. 14 . Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Tengah Mochamad Anwari saat melantik pengurus Pengkab PBSI Purbalingga masa bakti 2012 – 2016 di gedung Kong Kwan siang tadi menuturkan. Aribowo. guna mencari bibit baru Pelantikan Pengkab PBSI Purbalingga berbarengan dengan pembukaan Kejurkab Bulu Tangkis Purbalingga Open 2012. Ketua panitia turnamen Eko Purwanto menuturkan.Gelombang otak diukur oleh mesin yang disebut elektro-ensefalograf (EEG). Mesin ini mengukur berapa bunyi tut yang muncul di layar dalam setiap detik. Dalam event inilah akan kelihatan dan muncul bibit atlit bulutangkis yang dapat diambil untuk menguatkan tim bulutangkis daerah. 20 juta 600 ribu. 2002. Jumlah putaran per detik itu menentukan keadaan gelombang otak. biasanya dilakukan melalui turnamen-turnament. Sehingga diharapkan pengurus PBSI Purbalingga mampu menjaring atlit yang mampu bertanding di kancah regional maupun nasional. Pencarian bibit-bibit atlit bulutangkis yang ada di daerah. saat ini sangat sulit mencari atlit muda berbakat. Proses Pemilihan Atlet Pemilihan atlet dalam cabang olahraga biasanya berbeda-beda. misalnya dalam olahraga bulutangkis. Oleh para ilmuwan gelombang energi otak itu dibagi dalam empat tingkat yaitu: 1) Delta. Taufiq. 2000. Peserta turnamen Purbalingga Open 2012 diikuti oleh 298 peserta yang memperebutkan total hadiah senilai Rp. Karena kekurangan bibit bulutangkis ini.

1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. misalnya dalam olahraga bulutangkis. Dalam event inilah akan kelihatan dan muncul bibit atlit bulutangkis yang dapat diambil untuk menguatkan tim bulutangkis daerah.BAB III KESIMPULAN 3. Pemilihan atlet dalam cabang olahraga biasanya berbeda-beda. 2. Prestasi atlet diberbagai cabang olahraga dapat diraih melalui latihan yang teratur. The Camper: Atlet tipe ini telah melakukan pendakian cukup jauh dan cukup tinggi. 3. atau keberuntungannya. 15 . 2000): The Quitter: Setelah mengalami kesulitan dan tantangan dalam mendaki. namun ia berhenti (berkemah) sebelum mencapai puncak karena sudah puas dengan prestasi yang telah dicapainya. Pencarian bibit-bibit atlit bulutangkis yang ada di daerah. ia selalu meneruskan pendakian sepanjang hayat. serta peningkatan pelatih yang berkualitas dan berpengalaman. Perjalanan menuju puncak sukses dapat dianalogikan dengan sebuah pendakian. Inilah tipe orang yang memiliki AQ tinggi. atlet tipe ini tanpa ragu akan berhenti. nasibnya. turun dan pulang tidak melanjutkan pendakian. dan dengan analogi tersebut atlet dapat dklasifikasikan ke dalam tiga kelompok (Stolz. The Climber : Atlet tipe ini sepanjang hidupnya selalu merasa tertantang untuk mendaki puncak yang lebih tinggi. peningkatan sarana prasarana pendukung. Ia menolak tantangan pendakian ke puncak gunung. Tidak peduli latar belakang kehidupannya. biasanya dilakukan melalui turnamen-turnament.

Seri Manajemen Peningkatan Mutu Atlet. I Bafadal. Jakarta: Ciputat Pers. 2000. 2004. Azhar.DAFTAR PUSTAKA Asnawir dan M. Jakarta: PT Mizan Publika. Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Ibrahim. Akyas. 2002. II 16 . Cet. Cet. Basyiruddin Usman. 2003. Media Pembelajaran. I Azhari. Media Pengajaran. I Arsyad. Cet. Cet.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->