Prof, Drs. Manihar Situmorang, M.Sc. P.Hd. ( msitumorang@lycos.com ) http://nucleus-smart.blogspot.

com/2010/11/contoh-proposal-penelitian-kualitatif.html

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

GUDANG Laporan Penelitian Tindakan Kelas Hubungi e_mail ktiptk@gmail.com sms:081913127080
teknologidankomunikasi.com/.../contoh+judul+proposal+penelitian+ kuantitatif+bahasa+indonesia.html 02:23 Sidiq Budiyanto http://dewiku.com/hotnews-contoh-proposal-ptk-bahasa-indonesia-smk-pdf-info.html SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME COOPERATIVE LEARNING DAN ANALISIS SIKAP DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KENAKALAN SISWA SMK SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN SMK (STUDI KASUS SISWA JURUSAN TEKNIK BANGUNAN DI SMK XXXX) Peningkatan Pembelajaran Menulis Karangan Deskriptif Menggunakan Kosakata Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Model Pembelajaran Pendidikan Luar Ruang Pada Siswa Kelas XI Teknik Mekanik Otomotif A SMK Tahun Pelajaran 2009/ 2010, yang mengkaji tentang dikotomisasi pembelajaran Bahasa Indonesia didalam kelas dengan diluar kelas. sehingga akan diketahui perspektif pembelajaran Bahasa Indonesia yang baik di SMK. PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS NARASI (KODE PTK-0003) : SKRIPSI PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS NARASI (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMK terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. (Studi Kasus pada Siswa Kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMKN 1 Sintang) Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dalam Menulis Paragraf pada Siswa kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMKN 1 Sintang Tahun Pelajaran 2011/2012 Format Proposal PTK Medan 1. lembar sampul 2. lembaran identitas dan pengesahan 3. materi proposal I. Judul MENINGKATKAN

Pendahuluan 2.1 latar belakang masalah 2.2 identtifikasi masalah 2.3 rumusan masalah 2.4 Tujuan penelitian 2.5 kegunaan penelitian III Kajian Pustaka IV Metodologi penelitian 4.1 Rancangan Penelitian Kaji Tindak 4.2 Cara Pelaksanaan 4.3 Teknik Pengumpulan Data 4.4 Analisis Data 4.5 Analisis Reflektif 4.6 Pembahasan Evaluatif V DAFTAR PUSTAKA 4. Jadwal Penelitian 5. Anggaran biaya penelitian a. uang lelah atau honor b. transportasi c. bahan & alat (ATK) d. lain-lain (konsumsi, fotocopy, transportasi dll) 6. Riwayat Hidup Peneliti

II.

B. Pendahuluan Berdasarkan informasi dari beberapa guru SMK di Semarang mengatakan bahwa sebagian besar siswa SMK sangat sulit dikendalikan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa banyak yang bertindak menurut kata hatinya. Kenyataan yang terjadi saat ini, ada guru yang sama sekali tidak dihiraukan oleh siswanya sendiri. Siswa lebih tertarik pada pembelajaran produktif sesuai dengan bidang keahliannya daripada mata pelajaran adaptif normatif. Guru telah mencoba untuk mengatasinya, tetapi masih saja guru belum berhasil untuk memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan hasil diskusi antara guru adaptif normatif, sampailah pada suatu intuisi bahwa pada umumnya dalam belajar, siswa menginginkan sebuah suasana yang harmonis dan menyenangkan. Tetapi permasalahan tidak berhenti pada hal itu saja. Konsep menyenangkan antara guru dan siswa SMK sangatlah berbeda dan sangat sulit untuk dapat dipertemukan kedua konsep tersebut sehingga permasalahan tersebut tetap saja berlangsung sampai dengan saat ini. Dengan permasalahan tersebut, yang terjadi saat ini adalah rendahnya hubungan antar personal guru dengan siswa SMK. Guru lebih banyak melakukan tugas mengajar untuk mengejar ketercapaian SK-KD, sehingga kurang mengikutsertakan tugas membimbingnya. Dan siswa pun akhirnya menjadi acuh tak acuh, sehinga proses pendidikan yang terjadi di sekolah menjadi sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adanya permasalahan tersebut dapat diduga bahwa akhirnya pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Outhred & Michelmore dalam Silberman (2001) bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang diberikan selama sekolah seakan-akan menjadi sia-sia. Mereka hanya secara formalitas bersekolah hanya untuk mendapat uang saku, dan akhirnya orientasi mereka bersekolah pun menjadi lain. Sikap seperti inilah yang kemudian dilampiaskan kepada tawuran dan hal-hal negatif lain. Sudah menjadi rahasia umum bahwa siswa SMK mudah untuk melakukan tawuran. Tanpa ikatan yang kuat dari sekolah bukan hal yang mustahil jika setiap hari terjadi perkelahian di sebuah SMK.

Untuk mengatasi permasalahan yang diuraikan tersebut perlu adanya suatu penelitian yang menerapkan suatu strategi pembelajaran tertentu yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada materi pelajaran. Selain itu juga perlu dilakukan sebuah penelitian yang mengukur sikap siswa dan guru dalam pembelajaran. Penelitian ini difokuskan kepada siswa dan guru SMK jurusan teknik bangunan. C. Rumusan Masalah Permasalahan yang telah diuraikan dalam pendahuluan dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kejenuhan siswa SMK terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia? 2. Bagaimanakah cara meningkatkan motivasi siswa SMK untuk belajar bahasa Indonesia? Untuk menjawab permasalahan tersebut akan di jawab melalui penelitian dengan berdasarkan pada refleksi awal (keadaan sebelum penelitian dilakukan). Selanjutnya permasalahan yang ada diuraikan dalam pertanyaan sebagai berikut. 1) Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kemalasan siswa SMK dalam pembelajaran bahasa Indonesia? 2) Bagaimanakah pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi siswa SMK dalam proses pembelajaran dalam kelas? 3) Bagaimanakah pola hubungan guru dan siswa SMK yang seharusnya dilembangkan dalam proses pembelajaran? D. Pemecahan Masalah Berdasarkan ketiga permasalahan yang telah dirumuskan, maka untuk memecahkan masalah tersebut dilakukan kegiatan sebagai berikut. Untuk memecahkan masalah pertama dilakukan dengan mengadakan diskusi antar pihak yang terkait di luar siswa yang bersangkutan, kemudian dirumuskan pemecahannya. Selain itu dilakukan penelitian kualitatif yang menganalisis sikap siswa dan hubungannya dengan guru di kelas. Untuk memecahkan masalah kedua akan digunakan strategi pembelajaran kkontekstual, di mana dalam metode ini dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap pengetahuan baru yang diberikan berkorelasi dengan konteks dalam kehidupan siswa sehari-hari, dan pengembangan pengetahuan berdasarkan pengalaman nyata. Untuk memecahkan masalah ketiga peneliti akan menggunakan analisis sikap guru dan siswa. Guru dan siswa diberikan angket untuk mengetahui sejauhmana sikap guru terhadap siswa dan sebaliknya sejauhmana sikap siswa terhadap guru kelasnya. Dengan analisis sikap ini nantinya akan dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Metode Diskusi sebagai upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMKN 1 Sintang Tahun Pelajaran 2012/2013 Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan metode diskusi sebagai upaya peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas VIII C SMP N 2 Randublatung tahun ajaran 2007/2008 dan mengidentifikasi peningkatan keterampilan berbicara siswa yang meliputi keterampilan bertanya dan menjelaskan serta keberanian untuk tampil di depan guna melaporkan hasil diskusi. Objek penelitian ini adalah kemampuan berbicara siswa yang dilakukan pada waktu berdiskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang meliputi kemampuan bertanya dan menjelaskan serta keberanian tampil di depan kelas.

Keterampilan bertanya siswa meningkat mulai dari 0 % (tidak ada yang bertanya) menjadi 3%(1 siswa) . ada 3 sis wa ( 9 %).Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pendahuluan Berdasarkan informasi dari beberapa guru SMK di Semarang mengatakan bahwa sebagian besar siswa SMK sangat sulit dikendalikan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa banyak yang bertindak sekeinginan hatinya. Konsep menyenangkan antara guru dan siswa SMK sangatlah berbeda dan sangat sulit untuk dapat dipertemukan kedua konsep tersebut sehingga permasalahan tersebut tetap saja berlangsung sampai dengan saat ini. catatan lapangan. Dengan permasalahan tersebut. ada guru yang sama sekali tidak dihiraukan oleh siswanya sendiri. dan 53 %(15 siswa ). dan 18 siswa (64%). Pelaksanaan tindakan pembelajaran terbagi menjadi tiga putaran yang terus meningkat setiap putarannya. putaran 1 terdapat 2 siswa (6 %). siswa menginginkan sebuah suasana yang harmonis dan menyenangkan. putaran 2. Wawancara dengan guru bidang studi dan kepala sekolah dilakukan mulai dari dialog awal sampai penyimpulan hasil penelitian. dan review. Guru hanya mementingkan tugas mengajar tanpa mengikutsertakan tugas membimbingnya. serta tampil di depan kelas. Dan siswa pun akhirnya menjadi acuh tak acuh. Berdasarkan hasil diskusi antara guru kelas dan dosen. tetapi masih saja guru belum berhasil untuk memecahkan masalah tersebut. Tetapi permasalahan tidak berhenti pada hal itu saja. 7 siswa (19%). dokumentasi. Tindak mengajar yang dilakukan guru cenderung berangsur membaik. Dokumentasi diambil selama pembelajaran berlangsung yang berupa foto-foto dan rekaman dalam bentuk CD.observasi. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa yang meliputi bertanya dan menjelaskan. Observasi dan catatan pengamatan dilakukan selama tindakan berlangsung. dan putaran 3 ada 19 siswa ( 67 %). Review/tanggapan guru diberikan setelah penelitian selesai. sehinga proses pendidikan yang terjadi di sekolah menjadi sulit diterapkan dalam kehidupan . perubahan juga terjadi pada pada aktivitas guru selama mengajar. Keterampilan menjelaskan sebelum penelitian 0%. Kenyataan yang terjadi saat ini. Guru telah mencoba untuk mengatasinya. Kolaborasi antara peneliti dan guru bahasa Indonesia secara terus menerus menunjang kelancaran penelitian ini. Keberanian tampil di depan kelas juga mengalami peningkatan. sampailah pada suatu intuisi bahwa pada umumnya dalam belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara. mulai dari 0% menjadi 6 siswa (8%). 16 %( 6 siswa). yang terjadi saat ini adalah rendahnya hubungan antar personal guru dengan siswa SMK. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI XXXX PROGRAM PASCASARJANA RANCANGAN TESIS Diajukan oleh : Nama : XXXX NIM : XXXX Program Studi : Pendidikan Matematika A. Judul COOPERATIVE LEARNING DAN ANALISIS SIKAP DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KENAKALAN SISWA SMK SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN SMK (STUDI KASUS SISWA JURUSAN TEKNIK BANGUNAN SMK DI XXXX) B. Selain peningkatan dan perubahan yang terjadi pada diri siswa.

.. Metode pembelajaran yang bagaimanakah yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat siswa SMK dalam proses pembelajaran dalam kelas? c.. E.. Untuk mengatasi permasalahan yang diuraikan tersebut perlu adanya suatu penelitian yang menerapkan suatu strategi pembelajaran tertentu yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada materi pelajaran...... di mana dalam metode ini dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting.. Sikap seperti inilah yang kemudian dilampiaskan kepada tawuran dan hal-hal negatif lain.. Pendidikan yang diberikan selama sekolah seakan-akan menjadi sia-sia.. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK? Bagaimanakah cara meningkatkan minat siswa SMK untuk belajar? Untuk menjawab permasalahan tersebut akan di jawab melalui penelitian dengan berdasarkan pada refleksi awal (keadaan sebelum penelitian dilakukan). Selanjutnya permasalahan yang ada diuraikan dalam pertanyaan sebagai berikut.... Tanpa ikatan yang kuat dari sekolah bukan hal yang mustahil jika setiap hari terjadi perkelahian di sebuah SMK. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK? b... Dengan analisis sikap ini nantinya akan dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.. Mereka hanya secara formalitas bersekolah hanya untuk mendapat uang saku.. Tinjauan Pustaka 1. Untuk memecahkan masalah ketiga peneliti akan menggunakan analisis sikap guru dan siswa. JUDUL UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSA KATA SISWA UNTUK MENGUNGKAPKAN MAKNA DALAM BENTUK ESEI PENDEK BERBENTUK .. a... Pembelajaran Kooperatif Dalam strategi pembelajaran perlu dikembangkan suatu strategi pembelajaran yang memungkinkansiswa belajar aktif . Untuk memecahkan masalah pertama dilakukan dengan mengadakan diskusi antar pihak yang terkait di luar siswa yang bersangkutan.. Selain itu dilakukan penelitian kualitatif yang menganalisis sikap siswa dan hubungannya dengan guru di kelas... Posted by noer al khosim on 07:10 in PTKsmp | 2 komentar I.. Untuk memecahkan masalah kedua akan digunakan strategi pembelajaran kooperatif. dst... Guru dan siswa diberikan angket untuk mengetahui sejauhmana sikap guru terhadap siswa dan sebaliknya sejauhmana sikap siswa terhadap guru kelasnya... C...... Sudah menjadi rahasia umum bahwa siswa SMK mudah untuk melakukan tawuran.. Selain itu juga perlu dilakukan sebuah penelitian yang mengukur sikap siswa dan guru dalam pembelajaran....sehari-hari.......... penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial. Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah yang telah dirumuskan akan dilakukan kegiatan sebagai berikut. Bagaimanakah hubungan guru dan siswa SMK yang seharusnya? D.. dan akhirnya orientasi mereka bersekolah pun menjadi lain.. Contoh Proposal PTK Bahasa Inggris SMP. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Outhred & Michelmore dalam Silberman (2001) bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari....... Belajar aktif meliputi... Penelitian ini difokuskan kepada siswa dan guru SMK jurusan teknik bangunan. Rumusan Masalah Permasalahan yang telah diuraikan dalam pendahuluan dapat dirumuskan sebagai berikut. Adanya permasalahan tersebut dapat diduga bahwa akhirnya pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. kemudian dirumuskan pemecahannya.. yaitu hasil belajar akademik.

berbicara. Mengidentifikasi berbagai informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure. b. Oleh karena itu. Tata Bahasa. BIDANG KAJIAN Model Pembelajaran Bahasa Inggris III.PROCEDURE DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DI KELAS IX SMP NEGERI 4 CIAMIS. Siswa disuruh membaca teks esei pendek berbentuk procedure kemudian mereka menterjemahkannya. Dari hasil refleksi penulis diperoleh data bahwa selama proses pembelajaran siswa sangat pasif dan mengeluh serta munculnya rasa tidak percaya diri. dan menulis. penulis mencoba merencanakan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul. Pembelajaran mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat. Kreatif. Efektif. membaca. Setelah menamatkan studi. Pengajaran Bahasa Inggris di SMP meliputi empat kemampuan berbahasa yaitu : Menyimak. pembelajaran ini sangat tidak epektif atau dengan kata lain pembelajaran tersebut tidak berhasil (Gagal). Pelajaran Bahasa Inggris di SMP berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang ilmu pengetahuan. Kemampuan mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat. PENDAHULUAN Latar Belakang Kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu kebutuhan dan keharusan di era komunikasi dan globalisasi sekarang ini. dan Menyenangkan) harus dilaksanakan. Untuk mengatasi kegagalan pembelajaran tersebut diatas. penulis berusaha mencari solusi yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report telah penulis lakukan secara klasikal. Mereka sangat kesulitan mngerjakan tugas tugasnya. dan seni. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH Perumusan Masalah . Prinsip PAKEM (Pembelajaran Aktif. tetapi Guru harus bisa menjadi seorang fasilitator dan motor yang mampu memfasilitasi dan menggerakan siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan. lancar. cerdas. Dari ke empat keterampilan berbahasa tersebut diatas. pembelajaran keterampilan Membaca ( Reading) ternyata kurang dapat berjalan sebagaimana mestinya. teknologi. II. IV. “Upaya meningkatkan kemampuan kosa kata siswa untuk mengungkapkan makna dalam bentuk esei pendek berbentuk procedure dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping di Kelas IX SMPN 4 Ciamis. penulis berhipotesis bahwa teknik belajar (teori belajar) Kontruktivisme sangatlah tepat kalau dipakai dalam pembelajaran ini. Kegagalan tersebut merupakan masalah yang harus diatasi. Mengidentifikasi makna gagasan dalam teks berbentuk procedure. Dalam pembelajaran tersebut penulis menjelaskan materi pokok yang terdapat dalam indicator sebagai berikut : a. mereka diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri. Hasil pembelajaran tersebut ternyata dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Uraian tersebut diatas merupakan kegagalan terhadap hasil dan proses belajar. Selanjutnya siswa mengidentifikasi dan mencari makna gagasan dan informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure tersebut. Jelas. Semua itu harus didukung oleh unsur unsur bahasa lainnya yaitu : Kosa kata. dan Pronuonciation sesuai dengan tema sebagai alat tujuan dari pembelajaran itu sendiri. terampil dan berkepribadian siap ikut serta dalam pembangunan nasional. lancar. Penulis mencoba menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Guru bukan lagi merupakan sosok yang ditakuti dan bukan pula sosok otoriter. Berdasarkan pengalaman penulis. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mencari satu teknik pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas. dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP).

TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagi berikut : 1. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah untuk dijadikan penilaian guna mendapatkan tunjangan sertifikasi guru/pendidik. efisien. Bagi Siswa 1. Meningkatkan kompetensi komunikatif dan prestasi belajar Bahasa Inggris. 2. dan menyenangkan. Bagi Guru 1.Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas maka penulis telah merumuskan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : “Apakah melalui Model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam memahami dan merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure di kelas IX SMP Negeri 4 Ciamis?” V. 4. 5. Teks Procedure dikenal pula dengan istilah directory dan biasanya dalam pembentukannya menggunakan kalimat imperative ( Suruhan ). Contextual Teaching Learning ( CTL ) . dan hasil belajar siswa yang lebih tinggi. 3. 3. Membantu meningkatkan kualitas profesionalisme guru sebagai pendidik. VII. Meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berkomunikasi. Materials atau bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu barang / melakukan suatu aktifitas yang sifatnya opsional. B. Mengembangkan model pembelajaran yang efektif. gagasan. Steps atau Tahapan-tahapn proses pembuatan dan pelaksanaan aktifitas. Siswa dapat melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengungkapkan ide. Mengembangkan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif. Teks Procedure Teks Procedure digunakan untuk memberikan petunjuk tentang langkahlangkah/metoda/cara-cara melakukan sesuatu ( Otong Setiawan Djuhaeri. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah yang merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat dari golongan IVa ke jenjang berikutnya. kreatifitas. 3). Meningkatkan keaktifan. Goal atau tujuan kegiatan. 5. VI. 2006 : 38 ). 2. Bagi Sekolah Melalui Model pembelajaran Mind Mapping membantu memperbaiki pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Ciamis. Meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure. Teks Procedure umumnya berisi tips atau serangkaian tindakan atau langkah dalam membuat suatu baran atau suatu aktifitas. pendapat dan perasaannya secara sederhana baik lisan ataupun tulisan. Meningkatkan rasa senang dan motivasi belajar. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan merespon makna dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan dan tulisan secara akurat. Membantu memperbaiki / meningkatkan proses dan hasil belajar mengajar. 4. LANDASAN TEORI A. 3. 2). lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure. Teks ini umumnya memiliki generic structure ( susunan umum ): 1). MANFAAT HASIL PENELITIAN A. A. efisien. C. dan yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi komunikatif mereka. 2.

Penilaian Otentik ( Authentic Assestment ). dan Evaluasi (evaluation). Rencana Penelitian 1. mencakup : 1. Perbedaan perbedaan tersebut akan berdampak pada proses dan hasil sebuah pembelajaran. Mendiskusikan model pembelajaran interaktif. 2. 4. dan pekerjaan. Menyadari kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi dalam berbagai konteks seperti rumah. Lama Tindakan Waktu untuk melaksanakan tindakan mulai dari Siklus I dan Siklus II selama 3 bulan. 3. Menyiapkan instrumen (angket.pedoman.observasi. Mengidentifikasi masalah. Subjek Penelitan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 4 Ciamis berjumlah 40 Orang. Mengajarai siswa memonitor dan mengarahkan pembelajaran mereka sendiri sehingga menjadi siswa mandiri. Merancang model pembelajaran klasikal. Perbedaan perbedaan tersebut akibat dari perbedaan minat. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Refleksi (reflektion). 4. dan Refleksi ( Reflektion ). Pendekatan CTL itu sendiri memiliki 7 elemen penting yaitu : Inquiri ( Inquiri ). B. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Model pembelajaran Mind Mapping. Pendekatan yang paling sering digunakan di era KTSP adalah Contextual Teaching Learning ( CTL ) yang dikembangkan dalam model Cooperative Learning. Masyarakat Belajar ( Learning Community ). Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan guru-guru SMP Negeri 4 Ciamis. 5. Berbagai pendekatan. pengalaman. Maka dari itu. kemampuan. masyarakat. Mendorong siswa untuk belajar dari sesama teman dan belajar bersama dan 6. Pertanyaan ( Questioning ). strategi dan model pembelajaran telah dikembangkan oleh para ahli untuk mengcover kemampuan berpikir siswa yang berbeda beda tersebut. Para ahli berpendapat bahwa model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan di era pendidikan sekarang yang lebih menekankan pada kontektual. Menerapkan penilaian autentik. kesenjangan. VIII. Blancard (2001) mengembangkan strategi pembelajaran kontektual dengan : 1. Menekankan pemecahan masalah. 2002 : 24 ). Observasi (observation). Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. 5. Mengaitkan pembelajaran pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda. dan menyenangkan. Pemodelan ( Modeling ).Setiap siswa mempunyai kemampuan berfikir yang berbeda-beda. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1998) yang mencakup kegiatan Perencanaan (planning).d. 4. Waktu Penelitian Waktu penelitian mulai perencananan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut mulai Januari s. 3. Penulis menyetujui bahwa pendekatan CTL sangat cocok untuk digunakan dan sesuai dengan KTSP. April 2010 pada semester 2 tahun pelajaran 2009-2010. Kontruktifistik ( Kontruktifism ). 2. cara belajar. Tempat penelitian SMP Negeri 4 Ciamis Kabupaten Ciamis 3. Ketika siswa melihat suatu persoalan maka cara dan intensitas berfikir setiap siswa pun berbeda pula. Tindakan (action). Menganalisis dan merumuskan masalah. penulis mendesain satu teknik pembelajaran yang lebih sedrhana tanpa mengurangi esensi dari CTL itu sendiri. hanya saja tujuh pilar CTL ini dianggap terlalu berat untuk digunakan semua dalam pembelajaran di SMP Negeri 4 Ciamis khususnya kelas IX. 2. .tes akhir). dan sebagainya ( Depdiknas. Proses pembelajaran ini di teliti melaluiPenelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus dengan kegiatan sebagai berikut : SIKLUS ke-1 Tahap Perencanaan (planning). bermakna.

5. hasil yang diharapkan adalah agar 1). Guru memiliki kemampuan merancang dan menerapkan model pembelajaran yang interaktif dengan kerja kelompok khusus pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran klasikal dan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran dan memberikan umpan balik. Mengantisipasi dengan mencari solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahapan-tahapan kegiatan. 2). mencakup : 1. Melakukan analisis pemecahan masalah. 3. Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Melakukan diskusi dengan guru SMP Negeri 4 Ciamis dan Kepala Sekolah untuk rencana observasi. Menerapkan model pembelajaran klasikal.6. Merancang perbaikan berdsarkan refleksi siklus 1. Untuk kreatifitas peserta . 3. Dari rancangan pembelajaran interaktif dan pemberian tugas kerja kelompok dolakukanj validasi oleh teman sejawat dan kepala sekolah. mendiskusikan. Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. mencakup : 1. Dari setiap kegiatan pada Siklus 1 dan Siklus 2. Melakukan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran klasikal. 2. 3. mencakup : 1. Tahap Mengamati (observation). Melakukan refleksi terhadap kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Peserta didik memiliki kemampuan dan kreatifitas serta selalu aktif terlibat dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. 2. 2. Menyusun rekomendasi. Menganalisis temuan saat melakukan observasi pelaksanaan observasi. Terjadi peningkatan prestasi anak didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Menyusun kelompok belajar peserta didik 7. Merencanankan tugas kelompok Tahap Melakukan Tindakan (action). dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran berikutnya. 2. 3. 3. Mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran. dan 3). mencakup : 1. mencakup : 1. Melaksanakan langkah-langkah sesuai dengan perencanaan. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Tahap Refleksi (reflection). 2. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran klasikal yang dilakukan guru di kelas IX. Mengevaluasi hasil refleksi. 4. 4. SIKLUS ke-2 Tahap Perencanaan (planning). 5. Tahap Melakukan Tindakan (action). Analisis data untuk lebih menjamin keakuratan data penelitian dilakukan perekaman dalam video photo. Mencatat perubahan yang terjadi. 2. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan permasalahan yang ada dalam bentuk laporan hasil penelitian. Melakukan pengamatan pada setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana. 4. mencakup : 1. Tahap Mengamati (observation). Melakukan refleksi terhadap hasil belajar peserta didik. Melaksanakan tindakan perbaikan dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Mencatat setiap perubahan dan kegiatan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran klasikal. 4.

DAFTAR PUSTAKA Kemmis. Wibawa. Jakarta:Dirjen Dikgu dan Tentis. Penelitian Tindakan Kelas. 24 Pebruari 2010 9. Bandung:LPMP Tags: PTKsmp PTK Bahasa Indonesia Judul : Peningkatan Pembelajaran Menulis Karangan Deskriptif Menggunakan Kosakata Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Model Pembelajaran Pendidikan Luar Ruang Pada Siswa Kelas XI Teknik Mekanik Otomotif A SMK Tahun Pelajaran 2009/ 2010. Mulyana. 2007. 2006. 10 Pebruari 2010 7. et. sehingga akan diketahui perspektif pembelajaran Bahasa Indonesia yang baik di SMK. 2006. 3 Januari 2010 Video photo 2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. 03 Pebruari 2010 6. Jakarta. Jakarta: Dirjen PMPPTK. 17 Januari 2010 4. Slamet. The Action Research Planner. 10 Januari 2010 3. R. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendasmen Dirtendik: 2003. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. 24 Januari 2010 5. Depdiknas. Depdiknas. 17 Pebruari 2010 8. LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) BAHASA INDONESIA CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) : . S. yang mengkaji tentang dikotomisasi pembelajaran Bahasa Indonesia didalam kelas dengan diluar kelas. 7-14 Maret 2010 Tahap Kegiatan Siklus 1 : Tahap Perencanaan ( Planing ) Tahap Melakukan Tindakan tiap-tiap pengamatan (action) Tahap Mengamati (observation) Tahap Refleksi (reflection) Siklus 2 : Tahap Perencanaan (planning) Tahap Melakukan Tindakan (action) Tahap Mengamati (observation) Tahap Refleksi (reflection) Tahap Analisis Data dan Deskripsi Temuan sebagai bahan laporan Menyusun Laporan PTK Data XII.al. Suhardjono. IX. Suharsimi. Pertemuan Ket. Penelitian Tindakan Kelas. Tgl. Jakarta. antara bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2009 dan rencana berlangsung selama 2 bulan secara berkesinambungan. Basuki. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Penelitian Tindakan Kelas dalam Pengembangan Propesi Guru. 2003. Deakin:Deakin University. Dengan agenda kegiatan sbb : No. JADWAL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2009-2010. 1988. Arikunto. 01 Maret 2010 10. dan Taggart. 2005.didikdalam pembelajaran digunakan observasi dan angket dan untuk perolehan hasil belajar peserta didik digunakan deskripsi kuantitatif. 2005. 1.

baik secara lisan maupun tertulis. dan kepedulian siswa akan tumbuh dan berkembang dengan baik. bisa jadi cerpen yang ditulis tidak selesai karena merasa kehabisan bahan cerita. Para siswa juga tidak didiajak. salah satunya bentuk cerpen. dan menulis. Kenyataannya.LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) BAHASA INDONESIA UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IX C SMP NEGERI DENGAN METODE BARAKU BAB I PENDAHULUAN A. termasuk kelas IX C. penumbuhan apresiasi budaya dan penyaluran gagasan. Pada tahap akhir. jelas tidak membuat siswa tertarik dan bersemangat mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Latar Belakang Masalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP/MTs dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra. B. bahwa pembelajaran apresiasi sastra membantu pendidikan secara utuh. Baru kemudian siswa disuruh menulis cerpen berdasarkan teori yang telah disampaikan guru. Para siswa dijejali dengan pengertian cerpen. budi pekerti. (3) mengembangkan cipta dan rasa. kemanfaatan pembelajaran sastra akan dirasakan oleh para siswa. Bahasa dipergunakan sebagai alat berkomunikasi antarpenutur untuk berbagai keperluan dan situasi pemakaian. Melalui sastra siswa diajak untuk memahami. Para siswa tidak dilatih untuk merumuskan pengertian dan cirri-ciri cerpen secara mandiri. dan sebagainya. kepekaan. Seringkali pembelajaran masih didominasi guru dengan metode ceramah yang berlebihan. masalah dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX C SMPN 1 Cangkringan dengan . melalui pembelajaran sastra yang tepat kreativitas siswa akan terbina sehingga mampu menghasilkan berbagai produk sastra. pembelajaran apresiasi sastra selama ini. dan menghayati karya sastra. Para siswa hanya menulis cerpen sebisanya saja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa fungsi utama bahasa adalah sebabagai sarana komunikasi. (2) meningkatkan pengetahuan budaya. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pembelajaran apresiasi sastra memiliki empat manfaat. Apabila metode yang digunakan masih monoton. khususnya pembelajaran menulis cerpen di kelas IX. yaitu aspek mendengarkan. Dengan mempelajari kesastraan. siswa pun kurang bangga terhadap hasil karya pribadinya. Lebih parah lagi. Agar pembelajaran apresiasi sastra. Hal senada dikatakan oleh Rahmanto (1988: 6 ). Kedua kemampuan itu meliputi empat aspek. Nilai-nilai serta pesan moral yang ada dalam sastra akan dihayati para siswa yang selanjutnya akan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. pembelajaran sastra memiliki fungsi utama sebagai penghalus budi. Hal ini terbukti saat siswa mengumpulkan karyanya. Wajar pula kalau cerpen yang dihasilkan siswa jauh dari harapan guru. rasa kemanusiaan. Dengan demikian. hampir seluruh siswa selalu menaruh karyanya di bawah karya temannya agar tidak dibaca oleh guru atau pun temannya pada saat itu. Pembatasan masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut. bila hasil karya puisi siswa yang terkumpul hanya sekedar dinilai belum diberi umpan balik oleh guru. apalagi dibimbing untuk menemukan unsure-unsur pembangun cerpen berdasarkan cerpen yang dibacanya. Keempatnya terintegrasi dalam pembelajaran. (4) menunjang pembentukan watak. ciri-ciri cerpen. khususnya menulis cerpen menarik perlu diterapkan metode yang tepat sesuai tuntutan kurikulum 2006 (KTSP). dan kepedulian sosial. masih menggunakan metode yang tradisional. wajar saja kalau siswa sering mengalami kebingungan tentang bagaimana menulis cerpen. imaginasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif. Salah satu metode tersebut adalah metode BARAKU. Sementara itu. unsur-unsur pembangun cerpen. menikmati. siswa juga mampu mengapresiasi karya sastra dalam arti menghasilkan produk karya sastra. Bahkan. Tidak hanya itu saja. rasa kemanusiaan. Hal itu bisa dipahami bahwa jika pembelajaran sastra disampaikan dengan metode yang tepat. peningkatan kepekaan. Akibatnya. berbicara. yaitu (1) membantu keterampilan berbahasa. membaca. apalagi dipajang atau didokumentasi sebagai sebuah antologi cerpen.

3. C. Waktu pelaksanaan tindakan adalah bulan Agustus. b. dst. kemungkinan disebabkan oleh adanya beberapa faktor. meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen. b. Guru dapat menentukan pendekatan pembelajaran menulis cerpen secara tepat. . (KODE PTK-0004) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI DENGAN TEKNIK PARAFRASE WACANA DIALOG (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 3. Untuk mengetahui secara pasti prestasi pembelajaran menulis cerpen. Manfaat Penelitian 1.. Selanjutnya ditentukan frekuensi dan bentuk tindakan yang akan dilaksanakan. Berdasarkan hasil prasurvei tersebut kemudian dilakukan analisis awal tindakan. meningkatkan kemampuan para siswa kelas IX C dalam menulis cerpen. maka dilakukan kegiatan prasurvei dengan menganalisis hasil kerja siswa sebelum siswa diberi tindakan. Cara Pemecahan Masalah Kurang berkualitasnya hasil karya cerpen siswa serta kurang termotivasinya para siswa kelas IX C SMPN 1 Cangkringan dala pembelajaran menulis cerpen.. Untuk Siswa a. (KODE PTK-0006X) : TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME ASSISTED LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT RESMI (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) . siklus III merupakan hasil refleksi siklus II.metode yang mampu menghasilkan karya sastra secara optimal serta meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan : 1. (KODE PTK-0003) : SKRIPSI PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS NARASI (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 2. Sekolah mendapatkan gambaran tentang pembelajaran menulis cerpen yang benar-benar bermanfaat bagi siswa sekaligus menyenangkan.. Guru menjadi termotivasi untuk melaksanakan proses belajar mengajar yang lebih variatif dan inovatif. D. siklus II merupakan hasil refleksi siklus I. Motivasi belajar siswa dalam menulis cerpen semakin meningkat. September dan Oktober 2007. via SMS : 081913127080) Browse » Home » judul ptk » JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) 1. (Selengkapnya hub. Dalam penelitian tindakan ini digunakan 3 siklus. (2) kurang terpupuknya motivasi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen. Untuk Guru a. E. Untuk Sekolah a. di antaranya (1) lemahnya metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen. Kemampuan siswa dalam menulis cerpen semakin meningkat. 2. Sekolah diharapkan semakin termotivasi untuk menyediakan sarana prasarana sebagai media pembelajaran. b. (KODE PTK-0005) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 4. 2.

(KODE PTK-0032X) : TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMERANKAN TOKOH DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BERMAIN DRAMA RENDRA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 15. (KODE PTK-0008X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN METODE KOOPERATIF INTEGRASI MEMBACA DAN KOMPOSISI (CIRC) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 7. (KODE PTK-0007X) : TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI DENGAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 6. (KODE PTK-0011) : SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN DRAMA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DRAMA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 10. (KODE PTK-0010X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MEDIA GAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 9. (KODE PTK-0027) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA SISWA KELAS VII B SMP X MENGGUNAKAN MEDIA CERITA BERGAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 14. (KODE PTK-0033X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN MEDIA GAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 16. (KODE PTK-0035) : SKRIPSI PTK PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VIII B SMP X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) . (KODE PTK-0009X) : TESIS PTK USAHA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 8.5. (KODE PTK-0034X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS I MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERPADU (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 17. (KODE PTK-0026) : SKRIPSI PTK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERDISKUSI SISWA KELAS IX A SMPN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 13. (KODE PTK-0022X) : TESIS PTK PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X SMKN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 12. (KODE PTK-0021X) : TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN INTEGRATIF SISWA KELAS VIII SMPN (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 11.

(KELAS III) 28. (KODE : PTK-0072) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI MEDIA PIAS-PIAS KATA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) . (KODE PTK-0042X) : TESIS PTK PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS SURAT DINAS MELALUI PENERAPAN PENILAIAN BERBASIS KELAS PADA SISWA KELAS VIII (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 21. (KODE PTK-0036) : SKRIPSI PTK PENERAPAN REMEDIAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA LANCAR SISWA KELAS II SDN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 19. (KODE PTK-0043) : SKRIPSI PTK IMPROVING STUDENTS SPEAKING ABILITY THROUGH PROJECT WORK (MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS) – (SMK KELAS X) 22.18. (KODE : PTK-0071) : SKRIPSI PTK LATIHAN BERCERITA TENTANG TOKOH IDOLANYA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) . (KODE PTK-0057) : SKRIPSI PTK PENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) – (SDLB KELAS III) 24. SKRIPSI PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS NARASI PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS NARASI . (KODE : PTK-0064) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS KARANGAN NARASI FAKTUAL DENGAN METODE CURAH GAGASAN (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) – (SMP KELAS VII) 26. (KODE PTK-0041X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA SISWA KELAS IV SDN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) 20.(KELAS III) 29. (KODE : PTK-0059) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) – (SMP KELAS VII) 25. (KODE PTK-0052) : SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN METODE KOOPERATIF INTEGRASI MEMBACA DAN KOMPOSISI (CIRC) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) – (SD KELAS I) 23. (KODE : PTK-0069) : SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SEDERHANA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) . (KODE : PTK-0065) : SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI TEKNIK BERCERITA DI KELAS V (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) – (SD KELAS V) 27.(KELAS I) 31.(KELAS VI) 30. (KODE : PTK-0070) : SKRIPSI PTK PENGGUNAAN TEKNIK REKA CERITA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) .

23.Akar dan Logaritma di Kelas X MAN…. 12. 7. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Konsep Keanekaragaman Hayati Melalui Penerapan Model Investigasi Kelompok di SMAN…. Upaya Peningkatan Keaktivan Belajar Siswa melalui Metode Demonstrasi dan Latihan pada Pembelajaran Teknik Tailoring Kelas II SMK…. Penerapan Model Pembelajaran Advanced Organizer untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kimia Siswa Kelas XI IPA SMAN…. Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Acelerated Instruction (TAI) untuk Mengatasi Permasalahan dalam Pembelajaran Kimia Akibat Heterogenitas Kemampuan Siswa di Kelas X SMAN…. 20. 11. 14. 15. Implementasi Metode Pembelajaran SQ3R Berbantuan LKS Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia Siswa Kelas X SMA…. Meningkatkan Penguasaan Konsep Matematika Pokok Bahasan Statistika dengan Model Pembelajaran Kreatif Tipe NHT pada Siswa Kelas XI SMAN…. Efektivitas Pembelajaran Kimia Kelas X Semester I SMA…Melalui Penerapan Metode Eksperimen Berwawasan Lingkungan 16. 17. Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA…. Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia dengan Pendekatan Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Peningkatan Ketrampilan Scientifik dalam Mata Pelajaran Fisika di SMAN… 24. 22. Meningkatkan Kemampuan Aspek Psikomotor Melalui Pembelajaran Berbasis Laboratorium pada Materi Termokimia di SMA N…. Implementasi Portofolio Berbasis Asessement Autentik untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Pembelajaran Matematika di SMA N …. Penerapan Metode Pembelajaran Konsultatif (Sebuah Inovasi dalam Pembelajaran Inovatif Kurikulum Berbasis Kompetensi ) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Biologi Kelas XI SMAN…. 10. Penggunaan Model Pembelajaran Siklus Belajar dan Belajar Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMAN …. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Kimia Sesuai KBK 2004 di Kelas X SMAN… dengan Model Pembelajaran Kooperatif STAD 19. 2. 25. Upaya Menumbuhkan Semangat Siswa Mencapai Standar Kompetensi dengan Model Pembelajaran Heroik dan Turnamen Matematika SMA 21. Peningkatan Kualitas Pembelajaran untuk Melatih Ketrampilan Berpikir dalam Proses Ilmiah Melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah di SMAN…. Penerapan Pola Pembelajaran Edutainment untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas XI IPS di SMAN….110 Judul Peneltian Tindakan Kleas / PTK 1. Penerapan Pembelajaran Perpekstif Pemodelan Matematika Bermediasi RME untuk Penalaran dan Penguasaan Konsep Statistika bagi Siswa Kelas XI SMAN…. 6. 5. Penerapan Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah yang Diintervensi dengan Peta Konsep untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia di SMA…. Pemaksimalan Potensi Siswa Kelas X SMA…dengan Pendekatan Penerapan Penelitian dalam Pembelajaran Kimia 18. 13. Model Pembelajaran Seni Rupa di SMA Negeri… dengan Menggunakan Desain Media Reproduksi Grafika untuk Mengembangkan Kreativitas Anak 9. 4. Memanfaatkan Metode Debat Secara Formal untuk Mengoptimalkan Pemahaman Biotika Pada Pembelajaran Materi Kesehatan Reproduksi Siswa Kelas XI MAN ….Melalui Model Pembelajaran Inkuiri 3. Meningkatkan Ketrampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas II IPA SMA …. . 8. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Diklat Menyiapkan dan Menyajikan Minuman Non-Alkohol Siswa II A1 SMKN…. Efektivitas Model Pembelajaran Rogers dalam Mengatasi Kesulitan Siswa Memahami Konsep Matematika Pokok Bahasan Bentuk Pangkat.

. 38.SMAN… 45. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X. Penerapan Strategi Berbasis Masalah Untuk Menumbuhkan Pemahaman Siswa Kelas XI IPA.2 terhadap Konsep Kesehatan Repruduksi (KesPro) di SMAN …. Penerapan Metode Inquiry untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X.4 Melalui Strategi Berbasis Masalah di SMAN …. Peningkatan Hasil Belajar Biologi dengan Metoda Inquiry di Kelas X.2 dengan Menggunakan Multimedia di SMAN …. 29.26. 27.3 di SMAN …. Penerapan Strategi Mind Mapping untuk Meningkatkan Kompetensi Berbicara Bahasa Inggris Siswa Kelas XII IPA SMAN… 41. 40. 50. 28. Peningkatan Partisipasi Siswa dengan Model Inkuiri Berbasis CTL pada Pembelajaran Kewarganegaraan Kelas XI SMAN…. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X . 47. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kimia di MAN…Melalui Pendekatan Kontekstual dengan Mengoptimalkan Kegiatan Pembelajaran di Laboratorium 31. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI ) Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA… 35. 46. 32.7 Tahun Ajaran 2008-2009 di SMAN …. Penerapan Pendekatan Kolaboratif Murder sebagai Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas XII IPS SMAN…. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Partisipatif Mata Pelajaran Sejarah Siswa Kelas XI IPS… 36. . Meningkatkan Hasil dan Proses Pembelajaran Siswa Tentang Kinematika Melalui Pembelajaran Multimodel Berbasis CTL pada Siswa Kelas X SMAN…. Peningkatan Pembelajaran Masalah Ekonomi Internasional dalam Pembelajaran Ekonomi Siswa Kelas XII IPS Negeri…Melalui Penerapan Metode Bervariasi 37. 42. Penerapan Model Pembelajaran Role Playing (Bermain Peran ) untuk Meningkatkan Pemahaman Makna Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Siswa Kelas XII IPA SMAN….5 SMA…. Pendekatan Selingtemas Dikombinasikan Pemakaian Multimedia dalam Pembelajaran Kimia Kelas X untuk Meningkatkan Kompetensi Kerja Ilmiah Siswa SMAN…. Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA di SMAN …. A dengan Metode InquIry di SMAN …. Penerapan Kombinasi Metode Tugas dan Try Out untuk meningkatkan Perolehan Nilai Ujian Nasional mata pelajaran Biologi di SMAN ….2 dengan Menggunakan Multimedia di SMAN …. 1 dengan Metode InquIry di SMAN …. Pelaksanaan Pembelajaran Kimia yang Berorientasi pada Struktur dalam rangka Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SMA…. 49. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X. 51. Upaya Peningkatan Kemampuan Penguasaan Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Menggantung )Schneper) Melalui Metode Drill Siswa Kelas X SMA…. Penerapan Strategi Berbasis Masalah Untuk untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA. 30. Pemanfaatan Simulasi Komputer Sebagai Media Pembelajaran untuk Mengatasi Miskonsepsi Fisika Konsep Mekanika Siswa Kelas XI SMAN…. 48. 39. 54. Penerapan Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X. Peningkatan Hasil Belajar Konsep Gelombang Mekanik Melalui Pendekatan Kooperatif Model TGT Menggunakan Figjig Siswa Kelas XII IPA SMAN…. 43. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA. 44. 33. di SMAN …. 52. Peningkatan Hasil Belajar Biologi dengan Menggunakan Multimedia pada Siswa Kelas XI IPA. Peningkatan Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigasion dalam Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri… 34. Implementasi Perangkat Model Geometri Molekul dalam Pembelajaran Pokok Bahasan Teori Domain Elektro dan Gaya Antarmolekul di Kelas XI SMAN…. 53.

Upaya Meningkatkan Kemampuan Reading Comprehension Siswa Kelas X2 SMA ….55. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas XII Melalui Model Pembelajaran Inquiri 79. Meningkatkan Pemahaman dan Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas X SMA… dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif . Penerapan Metode Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI 63. Meningkatkan Keterampilan Menulis Wacana Argumentasi Siswa Kelas X SMA …. 57. Meningkatkan Penguasaan Konsep Matematika Pokok Bahasan Statistika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada Siswa Kelas XI SMA …. 82. Penggunaan Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA Tahuan Ajaran 2008-2009 di SMAN …. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Konsep Peluang melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas XI MA …. Akar dan Logaritma di Kelas X Madrasah Aliyah …. 61.6 dengan Multimedia di SMAN …. Melalui Pengintegrasian Metode Clustering dan Journalist's Questions 75. 65. 58. 72. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X. 68.6 Tahun Ajaran 2008-2009 di SMAN …. Penerapan Pengajaran Konseptual Interaktif dan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X3 SMA … 69. 59. 62.Fisika …. Penggunaan Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X.dengan Menggunakan Pendekatan Genre-Based Approac 74. dengan Metode Investigasi Kelompok 78. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Diklat Menyiapkan. 76. Pembelajaran Berbasis Masalah sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas I Madrasah Aliyah Negeri …. Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Melalui Pendekatan Komunkatif padaSiswa Kelas X di SMAN … 64. Peningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui Pendekatan Matematika Realistik di Kelas 7 SMPN … 77. 66. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA dengan Bimbingan Responsif di SMAN …. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI IPS dengan Metode InquIry di SMAN …. Efektivitas Model Pembelajaran Rogers dalam Mengatasi Kesulitas Siswa Memahami Konsep Matematika Pokok Bahasan Bentuk Pangkat. Implementasi Metode Pembelajaran SQ3R Berbantuan LKS untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri …. Penerapan Model PBL pada Pelajaran Biologi untuk Meningkatkan Kompetensi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri …. Menyajikan Minuman Non-Alkohol Siswa II A1 SMKN 2 Singaraja 70. 80. 73.Tahun Pelajaran 2006/2007 67. Upaya Menuntaskan Indikator Pembelajaran Siswa dengan Model Direct Instruction Konsep Tata Surya Mata Pelajaran IPA . Penerapan Model Pembelajaran Advanced Organizer untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kimia Siswa XI Ilmu Alam SMA Negeri 81. 56.2 SMAN …. Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Narasi Siswa Kelas XI SMA Negeri …. Peningkatan Perolehan Nilai Ujian Nasional Siswa Kelas XII IPA. Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Terpimpin dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas X SMA Negeri … 71. Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA Mwnggunakan Stratefi Pembelajaran Inquiry di SMAN ….2 dengan Kombinasi Metode Problem Solving dan Try Out di SMAN … 60. Penerapan Strategi Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas X. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi dengan Metode Kuis pada Siswa Kelas XII IPS ….

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Biologi melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Penyelidikan Kelompok pada Siswa Kelas X SMAN … 94.Pengefektifan Pembelajaran Menulis Cerpen melalui Pemanfaatan Pertanyaan "Bagaimana Jika …" pada Siswa Kelas X MAN …. 99.83. 84. Peningkatan Pemahaman Geografi dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Kelas X SMA Negeri … 105. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Game Tournaments) untuk Meningkatkan Kreativitas dan Prestasi Belajar Matematika (Studi di SMA… 97.Optimalisasi Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar dalam Meningkatkan Aktivitas Bertanya dan Kemampuan Menjelaskan Konsep dan Prinsip Fisika di Kelas 1 107. 89. 106. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika pada Materi Aritmetika Sosial Menggunakan Pendekatan Kontekstual 85.Penggunaan Model Pembelajaran Siklus Belajar dan Belajar Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri … 103. Meminimalkan Kesalahan Siswa Kelas III-IPA SMAN ….. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Biologi melalui Pembelajaran Kooperatif (Tipe Pendekatan Struktural Think-Pair-Share) Siswa SMA Negeri … 93. Penerapan Metode Pembelajaran Konsultatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Biologi Kelas II SMAN 1 …. 546.dalam Menyelesaikan Persamaan Trigonometri Melalui Strategi Konflik Kognitif dan Problem Solving dalam Pembelajaran Kooperatif 87. Upaya Mengembangkan Kemampuan Siswa Meneliti Sejarah Lokal melalui Model Inkuiri pada Siswa Kelas X SMA Negeri …. Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Semester 1 SMA ….melalui Penerapan Metode Eksperimen Berwawasan Lingkungan 90. Memanfaatkan Metode Debat Secara Formal untuk Mengoptimalkan Pemahaman Bioetika pada Pembelajaran Materi Kesehatan Reproduksi Siswa Kelas XI MAN ….Model Pembelajaran Seni Rupa di SMA dengan Penggunaan Desain Media Reproduksi Grafika untuk Mengembangkan Kreativitas Anak 102. 95.Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe STAD untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XII SMA Negeri . Implementasi Portofolio Berbasis Asesmen Autentik untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan hasil Pembelajaran Matematika di SMA Negeri….. Penerapan Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah yang Diintervensi dengan Peta Konsep untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia di SMA 100.Upaya Menciptakan Suasana Belajar Menyenangkan melalui Optimalisasi Jeda Strategis dengan Karikatur Humor pada Mata Pelajaran Matematika di SMA Negei ….. 104. 101.Tahun Ajaran 2006 – 2007 96. 92.Proses dan Hasil Belajar Matematika melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siswa Kelas II SMA Negeri …. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Mengintegrasikan NilaiNilai Imtaq dalam Pembelajaran Biologi di SMAN …. 86.Usaha Peningkatan Efektifitas Belajar Mengajar melalui Pendekatan Penyajian Garis Gerak Perubahan pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA . Penerapan Strategi Belajar dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching untuk Meningkatkan Keaktipan Belajar Siswa Prestasi Hasil Belajar pada Siswa Kelas III di SMA Negeri ….Upaya Peningaktan Keaktifan Belajar Siswa melalui Metode Demonstrasi dan Latihan pada Pembelajaran Teknik Tayloring Kelas II A Semester 3 SMKN …. Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan Wacana Berbahasa Inggris Siswa Kelas XI dengan Text-Based Listening di SMAN I … 91. 98. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dalam Peningkatan Motivasi dan Partisipasi Siswa serta Kualitas Hasil Belajar di SMA Negeri …. 108. Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction (TAI) untuk Mengatasi Permasalahan dalam Pembelajaran Kimia Akibat Heterogenitas Kemampuan Siswa di Kelas X SMA …. 88. Efektivitas Pembelajaran Kimia Kelas X Semester I SMA ….

teknologi. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu hasil kebudayaan yang harus dipelajari dan diajarkan. dan pengalamannya kepada orang lain. Bahasa memungkinkan manusia dapat memikirkan suatu masalah secara teratur. pikiran. Menyimak dan berbicara biasanya dipelajari sebelum memasuki bangku sekolah.109. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan atau merupakan catur tunggal. Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki sejumlah kemampuan mengaplikasikan berbagai teori belajar dalam berbagai pengajaran. Pada hakikatnya bahasa adalah alat yang berfungsi untuk berkomunikasi. baik itu di SD. dkk. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan . berbicara. Dalam pengajaran atau proses belajar-mengajar guru memegang peran sebagai sutradara sekaligus aktor. Sedangkan aspek kemampuan bersastra meliputi keterampilan mendengarkan (menyimak). Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek. 1993:1). dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. 2004:1). (dalam Henry Guntur Tarigan. dan seni. Menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. yaitu: menyimak (mendengarkan). membaca. BAB I PENDAHULUAN A. Kaitannya dengan pembelajaran di sekolah dasar. kemudian berbicara. Membicarakan pengajaran bahasa Indonesia tidak akan lepas dari kegiatan menulis. (2) sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya. Aspek kemampuan berbahasa meliputi keterampilan mendengarkan (menyimak). guru memegang tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah. kemampuan memilih dan menerapkan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Hal tersebut tidak menjadi pengecualian bagi guru bahasa Indonesia karena tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang mempunyai peran yang penting dalam dunia pendidikan.Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Konsep Keanekaragaman Hayati melalui Penerapan Model Investigasi Kelompok di SMA …. dan kemampuan membuat suasana belajar yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan. kemampuan melibatkan siswa berpartisipasi aktif. Secara umum fungsi dan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai sarana: (1) sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa. Artinya. SMP maupun SMA pada dasarnya mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu mengembangkan keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut. perasaan. dengan bahasa manusia dapat menyampaikan pesan. dan (5) sarana pengembangan penalaran (Depdiknas. dan menulis yang berkaitan dengan ragam bahasa non sastra. sedangkan membaca dan menulis dipelajari setelah memasuki bangku sekolah.Pemaksimalan Kompetensi Siswa Kelas X SMA … dengan Pendekatan Penerapan Penelitian dalam Pembelajaran Kimia 110. berbicara. mula-mula dengan belajar menyimak atau mendengarkan bahasa. Pada setiap keterampilan berbahasa mempunyai keterkaitan yang sangat erat antara satu dengan yang lain. 2004: 10). Sebaliknya. (4) sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah. berbicara. dan menulis. Dawson. pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi aspek kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra. dan menulis yang berkaitan dengan ragam sastra. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa biasanya melalui suatu hubungan yang berurutan dan teratur. dan berkelanjutan. membaca. (3) sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia dalam rangka meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan. dibina. membaca. (Sarwiji Suwandi. Dengan bahasa kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk. Pengajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya merupakan salah satu sarana mengupayakan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia secara terarah. Maka dari itu melalui proses pengajaran bahasa Indonesia diharapkan siswa mempunyai kemampuan yang memadai untuk dapat menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. tanpa bahasa peradaban manusia tidak mungkin dapat berkembang baik. sesudah itu belajar membaca dan menulis. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia. terus-menerus.

(3) kurangnya kemampuan siswa dalam mengembangkan paragraf. siswa sekolah dasar sudah dituntut mampu menggunakan ejaan. pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mereka mendapatkan materi tentang menulis. rendahnya kualitas pembelajaran menulis narasi di kelas V SD Negeri X tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kompetensi pembelajaran menulis narasi siswa kelas V SD Negeri X tidak sesuai dengan yang diharapkan. kemampuan berbahasa. 1993: 3). Adapun pembelajaran menulis pada siswa kelas V SD salah satunya membahas tentang menulis karangan berdasarkan pengalaman (menulis narasi). Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek. Artinya. masalah yang ada membutuhkan adanya perbaikan dalam pembelajaran menulis narasi. dan pemilihan kata atau diksi yang kurang tepat. maka pembelajaran menulis tersebut perlu disampaikan dengan metode yang tepat sehingga mencapai standar kompetensi yang diharapkan yaitu siswa mampu mengungkapkan pikiran. Akibatnya nilai keterampilan menulis narasi siswa SD Negeri X Kelas V masih tergolong rendah. melainkan memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda.9). Untuk itu peneliti bersama guru kelas V SD Negeri X melakukan sharing ideas untuk mencari solusi yang tepat dalam mengatasi kesulitan siswa dalam menuangkan idenya dalam bentuk tulisan narasi sehingga kemampuan dan motivasi siswa untuk menulis meningkat. Kemampuan menulis di sekolah dasar sangat penting karena merupakan penanaman dasar menulis ke jenjang yang lebih tinggi. sudah menuntut siswa untuk membangun pemahaman tentang tata cara menulis. Padahal. penuh jejalan teori-teori linguistik yang rumit. Hal ini khususnya dalam kemampuan membaca dan menulis (Helpian Purnama: 2007). Pada umumnya siswa belum maksimal menuangkan gagasan mereka secara kronologis. (4) guru kesulitan dalam membangkitkan minat belajar siswa. Berbeda dengan kemampuan yang lain. pengembangan ide atau gagasan. Hal ini dilakukan agar mendorong siswa secara keseluruhan terlibat aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis. misalnya dapat dilihat dari tugas karangan siswa. dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas untuk mata pelajaran menulis narasi (mengarang) yang hanya mencapai angka 6. membuat surat pribadi. Serta tidak ramah terhadap upaya mengembangkan kemampuan berbahasa siswa. kosakata. Kemampuan menulis seperti halnya dengan kemampuan berbahasa yang lain. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya (Mohammad Ali Mochtar: 2003). khususnya kemampuan menulis. Berdasarkan paparan di atas. Menulis merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki dan dikuasai oleh siswa sekolah dasar. sehingga siswa mendapat porsi yang sedikit dalam mengekspresikan ide dan gagasan mereka. Pembelajaran menulis di SD antara lain mempelajari tentang pengenalan huruf. perasaan. namun mereka kurang memiliki ekspresi gagasan yang berkesinambungan dan belum mempunyai urutan logis dengan menggunakan kosa kata dan tata bahasa atau kaidah bahasa yang digunakan. Guru bersama peneliti menyadari bahwa kemampuan setiap anak tidak sama. ejaan.ekspresif. Untuk itu peneliti bersama guru memberikan alternatif penerapan pendekatan kontekstual untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran menulis tersebut. dan dilanjutkan dengan pengembangan menyusun karangan. yaitu: (1) siswa kesulitan dalam menuangkan idenya kedalam bentuk tulisan yang utuh. Secara umum memang siswa mampu menulis. dan mampu membuat kalimat dan menghubung-hubungkan kalimat dalam satu paragraf sesuai dengan tingkat kemampuan siswa SD. (5) guru belum menemukan metode atau cara yang tepat untuk menyampaikan materi menulis. Menurut hasil pengamatan peneliti. informasi. (2) kurangnya kemampuan siswa dalam menentukan topik menulis narasi.0 (standar ketuntasan belajar minimal untuk Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD Negeri X adalah 6. Meski demikian. bersifat hafalan. yaitu tidak akan datang secara otomatis. Selain itu melihat pembelajaran yang selama ini diterapkan lebih didominasi oleh guru. Pendekatan Kontekstual adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada prospek keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan . selama ini pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah cenderung konvensional. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Sebagai salah satu materi pembelajaran. Hal itu dibuktikan dengan siswa masih mengalami kesulitan menuangkan idenya ke dalam bentuk tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Demikian halnya dengan siswa kelas V SD. melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur (Henry Guntur Tarigan.

maka tujuan dalam penelitian ini adalah. 1. peneliti memperoleh pengalaman dan wawasan pembelajaran menulis di sekolah. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan kebahasaan. Dari hasil pengamatan dan pengalaman langsung tersebut. (3) inquiry. B. sampai kegiatan refleksi. Manfaat Praktis a. 1. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah peneliti paparkan di atas. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat peneliti sampaikan terbagi dalam manfaat praktis dan teoretis. dan (3) guru akan termotivasi untuk mencari media pembelajaran baru (modelling) dari berbagai sumber. bahwa melalui pendekatan kontekstual: (1) situasi pembelajaran lebih kondusif. dan belakang). dengan menerapkan ketujuh komponen tersebut siswa diajak untuk terlibat langsung mulai dari pemahaman materi. karena siswa dilibatkan secara penuh dalam pembelajaran dan posisi guru lebih berpindah-pindah (depan. Bagi Guru 1) Menawarkan inovasi cara pembelajaran menulis narasi. Seberapa jauh penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil keterampilan menulis narasi pada siswa kelas V SD Negeri X? C. karena pendekatan kontekstual mengarahkan guru untuk menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi guna membangkitkan minat siswa dalam pembelajaran. . yaitu (1) konstruktivisme. 2. terutama dalam kegiatan menulis. d. (5) modelling. 3) Meningkatkan kualitas mata pelajaran Bahasa Indonesia. 2) Memotivasi siswa dalam kegiatan menulis. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran keterampilan menulis narasi pada siswa kelas V SD Negeri X. tengah. pembentukan kelompok belajar. sehingga siswa menjadi aktif. Melalui pendekatan kontekstual ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kualitas dan antusias siswa dalam menulis narasi. (2) Guru tidak lagi menggunakan metode konvensional. khususnya menulis narasi dengan pendekatan kontekstual. (6) refleksi. sehingga pembelajaran lebih berpusat pada siswa. Seberapa jauh penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan proses keterampilan menulis narasi pada siswa kelas V SD Negeri X? 2. (4) learning community. b. Adapun komponenkomponen yang terdapat dalam CTL. (2) questioning. Meningkatkan kualitas hasil pembelajaran keterampilan menulis narasi pada siswa kelas V SD Negeri X. Alasan dipilihnya pendekatan kontekstual ini adalah. 2. c. Bagi Sekolah Meningkatkan kualitas pembelajaran menulis baik proses ataupun hasil sehingga menghasilkan kualitas siswa yang baik pula di sekolah tersebut. diskusi. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di depan. 2006: 253). peneliti dapat melakukan kajian-kajian lebih lanjut untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran menulis narasi dengan pendekatan kontekstual. dan (7) authentic assessment. Selain itu.menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Wina Sanjaya. Bagi Siswa Memudahkan siswa dalam berlatih dan belajar keterampilan menulis. Bagi Peneliti Dengan melakukan penelitian di sekolah secara langsung. D. maka peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan uraian di atas dan kaitannya dengan penelitian ini adalah bahwa pendekatan kontekstual perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis narasi siswa kelas V SD Negeri X berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

berbicara 30%. Namun. untuk itu minat menulis pada siswa hams selalu . pada umumnya mereka lebih menyukai jenis karangan narasi. siswa juga merasakan situasi pembelajaran menulis yang membosankan. jenis-jenis karangan. tetapi setelah diberikan tes awal mengenai pengertian karangan serta unsur-unsur karangan narasi diperoleh data yaitu hanya 13% siswa yang mengetahui pengertian karangan. Sejalan dengan pernyataan tersebut. Siswa merasakan kesulitan menuangkan ide-ide karena keterbatasan penguasaan kosakata. Siswa masih bingung membedakan berbagai jenis karangan. membaca 16%. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kegiatan menulis merupakan kegiatan yang paling sedikit dilakukan jika dibandingkan dengan kegiatan menyimak. keterampilan menulis tampaknya masih sangat sedikit mendapat perhatian. 2002:84) terhadap keterampilan berbahasa. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap siswa kelas VII SMPN X. memperlihatkan perbandingan yang cukup signifikan yaitu keterampilan menyimak 45%. dan menulis 9%. Berdasarkan hasil angket awal observasi yang dilakukan oleh Iis Handayani kepada siswa kelas VII SMP. siswa pada umumnya kurang menguasai bahkan tidak tahu sama sekali tentang karangan narasi. Alwasilah (2003) mengungkapkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menulis. serta unsur-unsur karangan narasi. kondisi objektif yang terjadi pada masyarakat Indonesia hingga saat ini adalah masih membudayanya aliterasi yaitu masyarakat yang dapat membaca dan menulis. Banyak alasan yang muncul mulai dari sulit menemukan ide sampai bingung harus memulai tulisan dari mana. masih banyak siswa yang belum menguasai keempat keterampilan berbahasa terutama keterampilam menulis. tetapi pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum menguasai keterampilan menulis.Browse » Home » Penelitian Tindakan Kelas » SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME || Kategori : Penelitian Tindakan Kelas (KODE : PTK-0059) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) BAB 1 PENDAHULUAN 1. Untuk memulai menulis pun siswa masih kesulitan. Menulis dapat dipersepsi sebagai bagian literasi yang dapat dijadikan media pengembangan diri. Keterampilan menulis memang tidak mudah. Oleh karena itu. Hal ini dikemukakan pula oleh Iis Handayani (2007:2) dalam skripsinya yang berjudul Pembelajaran Menulis Karangan Narasi Sugestif dengan Strategi Field-Trip (karyawisata) Berdasarkan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas VII SMP Negeri Z menunjukkan berdasarkan pengamatan di SMPN tersebut. Pembelajaran menulis yang sering diterapkan pada siswa sekadar teori saja dan selalu terfokus di dalam kelas. Memang disadari bahwa keterampilan menulis sangat diperlukan dalam kehidupan modern. dan mambaca. jenis-jenis karangan serta unsur-unsur karangan narasi selebihnya yaitu 87% mereka masih belum mengetahui pengertian karangan. tetapi tidak suka membaca dan menulis. berbicara. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mau berlatih dan malas menulis.1 Latar Belakang Suatu bangsa dikatakan telah memiliki kebudayaan yang maju jika masyarakatnya telah membiasakan diri dalam kegiatan literasi (baca-tulis). Sebagaimana hasil penelitian Rankin (dalam Cahyani.

" Semboyan ini cocok dan relevan dengan pengajaran keterampilan berbahasa.P. salah satu kelemahan pengajar dalam kelas di Indonesia terletak pada komponen metode. 2) Pada umumnya mereka sangat miskin dengan bahan yang akan mereka tulis. Cara guru mengajar mempengaruhi cara siswa belajar. mengajar secara rutin. Selain itu juga. 1) Mereka kesulitan mengungkapkan pendapatnya ke dalam sebuah bentuk tulisan. terutama untuk menulis karangan narasi. Jarangnya melakukan latihanpun dapat mengakibatkan siswa kurang terampil dalam menulis. . menurut Leni Mariana Kartiwi (2008:3) dalam skripsinya yang berjudul Penggunaan Teknik Wawancara dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas XII SMPN W menjelaskan di dalam KTSP 2006 tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Guru keterampilan berbahasa hendaknya jangan sampai tenggelam dalam penyakit lama. membaca. Menurut Beeby yang dituliskan oleh Tarigan (1986:98). Terampil berbahasa berarti terampil menyimak. Masalah yang sekarang dilontarkan dalam pembelajaran mengarang adalah siswa menggunakan diksi yang tepat dan judul yang sejalan dengan tema dan jalan cerita. yakni. termasuk pengajaran keterampilan berbahasa. Kondisi ini secara jujur diakui oleh para guru dan sekaligus merupakan tantangan baginya. Bila guru mengajar hanya dengan metode ceramah maka siswa pun belajar dengan cara mengahafal. Guru keterampilan yang mengetahui aneka ragam teknik pengajaran keterampilan berbahasa dan dapat mempraktikkannya sangat membantu yang bersangkutan dalam mengajarkan keterampilan berbahasa. Tulisan siswa menjadi kaku dan kurang santai untuk sebuah tulisan. (Beeby. Bila guru mengajar dengan memberikan banyak latihan maka siswa belajar melalui pengalaman. Suasana yang menarik. Bertolak dari permasalahan di atas peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi dengan Menggunakan Metode Konstruktivisme (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VII SMPN X). Ungkapan itu berbunyi: "Teach not about the language. "Inti dari seluruh proses pendidikan dan hasil akhir dari seluruh rencana pendidikan letaknya dekat dengan hal ini jika bukan pada metode mengajar sendiri maka pada cara belajar yang lahir mengikutinya". Untuk mewujudkan hal itu. Pada penelitiannya dihasilkan sebuah simpulan bahwa pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan teknik reka cerita gambar cukup efektif meningkatkan kemampuan siswa menulis karangan narasi. Adapun hambatan yang berhubungan dengan kurangnya minat siswa dalam hal tulis-menulis. Mengajarkan berbahasa cocok untuk tujuan keterampilan berbahasa sedang mengajarkan tentang bahasa sesuai dengan tujuan pengajaran yang bersifat pengetahuan. 3) Kurang memadainya kemampuan kebahasaan yang mereka miliki.ditanamkan. (2007:2) dalam skripsinya yang berjudul Pembelajaran Menulis Karangan Narasi dengan Menggunakan Media Flash Card (Penelitian pada Siswa Kelas XI SMK Y) menunjukkan bahwa banyak siswa yang menganggap keterampilan menulis itu sulit. pemilihan dan penggunaan teknik pengajaran yang tepat. Pembelajaran dengan menggunakan teknik yang menarik memang lebih efektif. Pendek kata. dan menulis. Guru-guru cenderung mengajar secara rutin. Mengajarkan bahasa atau berbahasa sangat berbeda dengan mengajarkan tentang bahasa. siswa selalu disibukkan dengan struktur kalimat yang baik dan benar. Kurang variasi dalam penyampaian materi. Dalam dunia pengajaran bahasa ada suatu ungkapan yang patut diperhatikan oleh seorang guru bahasa. monoton. Ini berarti bahwa keterampilam bahasa Indonesia harus menghasilkan siswa-siswa yang terampil menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi. keempat aspek keterampilan berbahasa perlu diajarkan secara terpadu. Seperti pada penelitian yang telah dilakukan oleh Dini Guswati pada tahun 2006 dengan judul Pembelajaran Menulis Karangan Narasi dengan menggunakan teknik Reka Cerita Gambar. yaitu sebagai berikut. tanpa variasi. merangsang. baik secara lisan maupun tulis. 1979:85). 5) Kurang kesadaran akan pentingnya latihan menulis. Hal ini menyebabkan siswa mengalami hambatan dalam menulis. Novel Linda H. berbicara. Padahal. Dalam kenyataannya. menimbulkan gairah belajar yang tinggi. memberikan keuntungan bagi pelaksanaan proses belajar mengajar. menulis merupakan suatu proses yang tidak langsung menghasilkan sebuah produk yang bagus. 4) Kurang pengetahuan tentang kaidah-kaidah menulis. Gairah belajar yang tinggi dapat menimbulkan prestasi belajar yang tinggi pula.

rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut. melihat gambar atau foto. 1) Pembelajaran menulis karangan narasi dikatakan berhasil apabila semua aspek dalam rencana pelaksanaan pembelajaran sudah mencapai kriteria baik. dll. . mendengarkan musik.6 Hipotesis Tindakan Metode konstruktivisme dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa.4 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini. 3) Mendeskripsikan hasil pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode konstruktivisme. 2) Pengajaran menulis karangan di sekolah tidak dilaksanakan secara maksimal sehingga kemampuan siswa dalam menulis karangan masih kurang. kriteria keberhasilan dalam penelitian ini sebagai berikut.2 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah yang akan menjadi bahan penelitian ini adalah sebagai berikut. 1.1. Metode yang peneliti terapkan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu metode konstruktivisme. 1) Pengajaran menulis yang diharapkan oleh kurikulum masih belum berhasil dibuktikan dengan masih banyaknya siswa yang belum mampu menulis karangan narasi dengan baik. Pengalaman di sini bisa didapatkan dari berbagai hal dan melalui banyak cara misalnya berdiskusi dengan teman. Konstruktivisme di sini dimaksudkan untuk mengajak siswa mengingat kembali pengalamannya untuk dijadikan ide di dalam menulis karangan narasi. 1) Manfaat teoretis Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah adanya teori-teori yang bisa diambil dengan menerapkan metode konstruktivisme dalam pembelajaran menulis karangan narasi yang selama ini belum pernah dilakukan oleh orang lain. peneliti membatasi masalah pada kesulitan siswa dalam menulis karangan narasi.3 Batasan Masalah Dalam penelitian ini.7 Kriteria Keberhasilan Dalam penelitian ini. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode konstruktivisme. 3) Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang kompleks dan sulit sehingga diperlukan latihan secara intensif. 2) Manfaat praktis Manfaat praktis adalah manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Manfaat yang diharapkan setelah melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut.5 Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut. 2) Pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi dikatakan berhasil apabila pelaksanaan berjalan lancar dan semua aspek penilaian proses pembelajaran sudah mencapai kriteria baik. 1) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode konstruktivisme . 1. Di sini peneliti memfokuskan jenis karangan narasi ekspositoris. 1. Beberapa manfaat praktis yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu: (a) guru mampu membimbing siswa agar mudah mengeluarkan ide dalam menulis karangan narasi (b) guru mampu membimbing siswa agar mudah mengembangkan unsur-unsur karangan agar karangan menjadi lebih menarik (c) guru mampu membimbing siswa agar mudah memutuskan judul apa yang akan ia gunakan dalam pembelajaran menulis karangan narasi. 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode konstruktivisme? 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode konstruktivisme? 3) Bagaimana hasil pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode konstruktivisme? 1. 1.

1. Oleh karena itu. Rabu. Pandeglang. serta dapat memberikan sumbang saran yang positif bagi para guru-guru PKn di lapangan. gambar. dan lembaran kerja. 2) Pembelajaran menulis karangan narasi adalah suatu proses belajar atau pengalaman belajar agar seseorang itu terampil dalam menulis karangan narasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan penulis (guru) dalam penyusunan strategi pembelajaran PKn. peneliti akan menjelaskan istilah yang mendasar pada proposal ini sebagai berikut.3) Hasil pembelajaran menulis karangan narasi dikatakan berhasil apabila terdapat kenaikan pada nilai siswa dari setiap siklusnya. penelitian ini mencoba menggali upaya-upaya yang dapat dilakukan guru dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil belajar. Pemilihan masalah ini didasarkan atas pertimbangan rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn di SMPN 1 Cadasari. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VII B SMP Negeri 1 Cadasari. Di sini guru memanfaatkan pengalaman yang telah siswa alami untuk dijadikan sebuah karangan. Pandeglang)” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn. Kegiatan penelitian dilakukan dengan menerapkan rencana tindakan berupa penerapan pembelajaran CTL melalui metode diskusi dengan berbagai teknik dan media pembelajaran yang sederhana. . memberikan masukan yang berarti bagi instansi pemerintah cq. 22 Februari 2012 Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas: "KONTRIBUSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN CTL TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PKn PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 CADASARI PANDEGLANG" 09:51 FORUM GURU INDONESIA No comments Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook ABSTRAK "KONTRIBUSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN CTL TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Suatu Penelitian Tindakan Kelas Pada Pelajaran PKN Materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Kelas VII B SMPN 1 Cadasari. namun menarik dan bervariasi berupa kasus. buku teks. dalam materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat. 3) Metode konstruktivisme adalah suatu metode yang menuntut siswa untuk membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Dinas Pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.8 Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi antara peneliti dengan pembaca dalam memahami proposal ini. Hasil pengamatan dari mitra peneliti dijadikan bahan refleksi untuk menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana tindakan berikutnya. Proses penelitian dilakukan dengan memanfaatkan mitra peneliti untuk mengetahui perkembangan motivasi belajar siswa dan kelemahan serta kekurangan peneliti selama KBM berlangsung. Masalah ini juga banyak dihadapi sekolah-sekolah yang letaknya di pedesaan dengan latar belakang sosial ekonomi menengah ke bawah. 1) Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan kejadian yang dijalin dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu.

rumusan permasalahan penelitian ini adalah “Bagaimana kontribusi penerapan pendekatan pembelajaran CTL terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam Pelajaran PKn?” 3. Penerapan pendekatan kontekstual dalam kegiatan belajar mengajar menuntut guru untuk dapat membantu siswa mencapai tujuannya. bahkan diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya. Media tersebut oleh peneliti diberi nama “I3 apakah ini Hurup ataukah Angka” *) Kata Kunci CTL = Contectual Teaching and Learning A. (Depdiknas. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Bahkan telah ditemukan pula sebuah media pembelajaran yang menurut pandangan peneliti sangat cocok digunakan dalam pembelajaran materi kemerdekaan mengemukakan pendapat. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas. PENDAHULUAN 1. guru harus lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi materi pelajaran. Dengan demikian peranan guru sangat penting dalam memotivasi siswa agar dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Walaupun nilai mata pelajaran PKn kenyataanya rendah. Dalam upaya itu. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran PKn perlu adanya strategi. Ketepatan pemilihan strategi pembelajaran akan memiliki dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa sehingga pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam penguasaan konsep atau materi pembelajaran khususnya. Apalagi dalam mata pelajaran PKn atau kelompok mata pelajaran non-UN(Ujian Nasional). Peranan guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). diperoleh kesimpulan bahwa semakin efektif penggunaan pendekatan pembelajaran CTL akan semakin meningkat pula motivasi belajar siswa. Siswa diharapkan sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dibanding mata pelajaran PKn atau kelompok mata pelajaran non-UN lainnya. mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pem¬bimbing. De¬ngan konsep itu. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. bukan dari apa yang diberikan atau dikatakan guru. apa man¬faatnya. Dengan demikian. pendekatan dan sarana pembelajaran yang diminat siswa. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. tetapi mereka tidak butuh pelajaran tersebut untuk ditingkatkan. . dalam status apa mereka. 2. dan bagaimana mencapainya. yakni konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam ke¬hidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Latar Belakang Motivasi belajar siswa untuk mengikuti kegiatan belajar pada lingkungan masyarakat di pedesaan masih sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa banyak siswa yang lebih berfokus pada pelajaran Matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diyakini dapat meningkatan motivasi belajar siswa adalah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Sesuatu yang baru dapat berupa pengetahuan atau keterampilan harus datang dari proses menemukan sendiri. mulai dari yang sederhana hingga yang sukar/rumit untuk dilaksanakan. pendekatan dan sarana pembelajaran ini bermacam-macam model dan bentuknya. (2) untuk dapat mengetahui kontribusi penerapan pendekatan Contectual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn.Setelah diadakan tiga siklus penelitian. Strategi. 2003:1) Melalui penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran siswa perlu mengerti apa makna belajar. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran Contectual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran PKn. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya. melalui penerapan pendekatan pembelajaran CTL guru dituntut mampu memilih dan menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah serta karakteristik siswa. Dalam konteks ini.

Setiap kelompok belajar mendapat tugas berupa lembaran kerja yang berisi contoh kasus yang berkaitan dengan materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat. (lihat lampiran) c. c. Setelah selesai diskusi kelompok. f.Pd) i) Mitra Peneliti : Guru PS (Aat Jumiat) j) Materi yang diajarkan : Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat k) Alat/Media yang digunakan : Cerita kasus. b. guru mengundi kelompok dan nomor kelompok anggota yang harus tampil menyampaikan hasil diskusi. Kelompok lain yang belum tampil memberikan tanggapan. Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 3 siklus penelitian yakni sebagai berikut: Siklus 1: Guru melaksanakan KBM metode diskusi dengan model konvensional a. saran atau pertanyaan. Mempersiapkan format pengamat untuk menilai pertumbuhan motivasi belajar siswa. (lihat lampiran) 3. Konteks Implementasi Konteks implententasi penelitian ini. Rencana Tindakan Penelitian a. a. saran atau pertanyaan. Kelompok lain yang belum tampil memberikan tanggapan. Guru menjelaskan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Siklus 2 : Guru melaksanakan KBM metode diskusi dengan beberapa perbaikan.4. (3) semoga dapat memberikan sumbang saran yang positif bagi para guruguru PKn di lapangan. Guru menjelaskan secara singkat materi pembelajaran. Mempersiapkan rencana pembelajaran yang memuat materi. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok. media dan langkah-langkah atau skenario kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL. . Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: (1) sebagai bahan pertimbangan penulis dalam penyusunan strategi pembelajaran PKn selanjutnya. cq Dinas Pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. b. gambar dan Lembaran Kerja l) Jadwal/waktu kegiatan : Terlampir 2. c. d. Mempersiapkan format penilaian untuk melihat keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran. adalah sebagai berikut: a) Nama sekolah tempat penelitian : SMPN 1 Cadasari b) Alamat sekolah : Jl. e. Rego Km. (lihat lampiran) b. Setiap kelompok belajar mendapat tugas berupa Lembaran Kerja yang berisi contoh kasus yang berkaitan dengan materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat yang harus didiskusikan. masing-masing 5 orang. fisik sekolah : Pedesaan e) Latar belakang Sosial Ekonomi orang tua siswa : menengah ke bawah f) Kemampuan siswa : sedang g) Motivasi belajar siswa : rendah h) Nama Peneliti : Guru Mata Pelajaran PKn (Aina Mulyana. DESKRIPSI KONTEKS IMPLEMENTASI 1. Pada akhir kegiatan guru memberikan penilaian dan refleksi dengan cara mengemukakan kesan yang diperoleh setelah mengikuti pelajaran.S.04 Cadasari Pandeglang c) Kelas : VIIB d) Lingk. (2) diharapkan dapat dijadikan masukan bagi instansi pemerintah. termasuk adanya penilaian proses dan teknik pelaporan hasil diskusi kelompok yang dilakukan dengan cara mengundi nomor kelompok dan nomor anggota yang harus melaporkan hasil diskusi. Guru menugaskan kepada kelompok tertentu untuk menyampaikan hasil diskusi tersebut dalam diskusi kelas. e. Masing-masing anggota kelompok diberi nomor kepala/nomor anggota 1 – 5. Guru menjelaskan rencana kegiatan yang akan dilakukan siswa. Pada akhir kegiatan guru memberikan penilaian dan refleksi dengan cara mengemukakan kesan yang diperoleh setelah mengikuti pelajaran. Guru membagi siswa dalam 8 kelompok yang anggotanya terdari 5 orang/siswa d.

Guru menjelaskan rencana kegiatan yang akan dilakukan siswa. Hal tersebut terlihat berdasarkan tabel berikut ini: Tabel 1 PROSENTASE DATA HASIL OBSERVASI PERKEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Siklus 1 Tanggal 03 Mei 2005 Berdasarkan tabel tersebut.50% atau ditafsirkan lebih dari setengahnya masih kurang memiliki keinginan tersebut. Guru memberikan atau menampilkan media I3 apakah ini Hurup ataukah Angka.Siklus 3: Guru melaksanakan KBM dengan metode diskusi dengan beberapa perbaikan. a. Guru membagi siswa dalam 8 kelompok. (c) keinginan untuk mendapatkan hasil yang terbaik terutama dalam diskusi kelompok. 4. kegiatan belajar dilakukan dengan model diskusi yang menggunakan pendekatan CTL sesuai dengan rencana tindakan (lihat bab II bagian C). C. d. (b). Penilaian Penilaian produk atau hasil belajar dilakukan melalui post test yang dilakukan setelah kegaiatan belajar berakhir (hasil penilaian produk dapat dilhat pada lampiran). Berdasarkan data hasil pengamatan mitra peneliti hasilnya menunjukkan bahwa siswa sebenarnya telah mampu beradaptasi dengan pola pendekatan ini. Guru menunjuk salah satu nomor pada kelompok dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama kelompok mereka atau memberikan tanggapan atas gambar atau kasus tertentu. Namun. Kegiatan mitra ini sekaligus mengobservasi berbagai kekurangan atau kelemahan peneliti (guru) selama proses belajar berlangsung. Tahap pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap atau tiga siklus. (perhatikan siklus penelitian yang terdapat pada lampiran) Pada siklus pertama (Ke-1).50% siswa atau ditafsirkan lebih dari setengah dari jumlah seluruh siswa masih kurang memiliki kemauan untuk menyediakan alat serta sumber belajar yang diperlukan. Siswa secara berkelompok mendiskusikan media gambar serta kasus tersebut. yang anggotanya terdiri dari 5 orang. gambar serta kasus yang berkaitan dengan materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat. terdapat 5 point yang masih harus diperbaiki oleh peneliti (guru) yakni: (a) keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok. b. yakni 55% atau ditafsirkan lebih dari setengahnya ternyata kurang memiliki rasa keingintahuan dan keberanian. keterlibatan siswa dalam diskusi kelas.50% atau ditafsirkan sebagian besar masih kurang terlibat. Pada akhir kegiatan guru memberikan penilaian dan refleksi dengan cara mengemukakan kesan yang diperoleh setelah mengikuti pelajaran. yakni 52. masih terdapat banyak kekurangannya sehingga pada tahap ini belum terlihat adanya pertumbuhan motivasi belajar siswa. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pelaksanaan kegiatan penelitian dilaksanakan setelah perencanaan dianggap selesai. hal lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah masih kurangnya keseriusan siswa dan keaktifan siswa dalam . c. yakni 57. (d) timbulnya rasa keingintahuan dan keberanian siswa. g. yakni 87. karena pada pelajaran sebelumnya pola pendekatan ini telah diperkenalkan. Masingmasing anggota kelompok diberi nomor kepala atau nomor anggota 1 – 5. Selain ke-5 point tersebut. Sedangkan penilaian perkembangan motivasi belajar siswa dilakukan oleh mitra peneliti dengan mengamati perubahan aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran PKn (lihat lampiran). (e) kemauan siswa menyediakan alat-alat atau sumber/bahan pelajaran yang dibutuhkan. f. yakni 90% atau ditafsirkan sebagian besar masih kurang terlibat.

Atas dasar hasil refleksi (berupa diskusi antara peneliti dan mitra peneliti) terhadap masalah tersebut diperoleh kesepakatan pendapat bahwa: 1. seperti media gambar. hal ini terbukti dari data hasil pengamatan yang dilakukan mitra peneliti seperti telihat pada tabel berikut ini: Tabel 2 PROSENTASE DATA HASIL OBSERVASI PERKEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Siklus 2 Tanggal 10 Mei 2005 Berdasarkan data tersebut telah terdapat perbaikan motivasi belajar siswa diantaranya sudah terlihat kemauan menyediakan alat-alat atau sumber/bahan pelajaran yang dibutuhkan. Number Head To Gether. Pada tahap ini telah terlihat adanya pertumbuhan motivasi belajar siswa. Pengetahuan anak akan informasi masih sangat kurang yang disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu. keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok dan dalam diskusi kelas. serta sekitar 47. serta . Hal tersebut seperti terungkap melalui tabel 2 di atas yang menunjukkan bahwa 50% atau ditafsirkan setengahnya dari seluruh jumlah siswa masih kurang memiliki keinginan untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam belajar termasuk dalam pelaksanaan diskusi kelompok. (lihat rencana tindakan siklus 2) Pada siklus ke-2 kegiatan belajar dilakukan dengan menggunakan pendekatan CTL melalui penerapan metode diskusi yang lebih menekankan tanggung jawab individu. Siswa sudah terbiasa untuk tidak bertanya bahkan banyak siswa yang merasa malu bertanya serta takut kalau pertanyaannya salah. Berdasarkan hasil diskusi di atas. seperti model Jigsaw Learning. Faktor kompetisi di dalam kelas yang kurang mendukung menuntut adanya keterlibatan guru dalam kegiatan diskusi kelas dengan cara membantu memberikan pertanyaan atau mengarahkan. (4) Guru harus memberitahukan atau menekanankan kepada siswa tentang adanya penilaian proses kegiatan belajar. Dalam pembalajaran materi Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat dapat digunakan media yang oleh peneliti diberi nama “I3 Apakah Ini Angka atau Hurup”. (3) Langkah-langkah pengerjaan tugas baik tugas individu maupun kelompok harus dijelaskan secara terperinci oleh guru.50% siswa atau ditafsirkan kurang dari setengahnya dari seluruh siswa kelas VII B masih kurang memiliki rasa keingintahuan dan keberanian misalnya dalam mengajukan pertanyaan. maka ditetapkan rencana tindakan untuk siklus berikutnya atau siklus ke-2. oleh karena itu diusahakan agar contoh kasus yang ditampilkan bukan kasus yang terlalu sulit dipahami siswa. Sekalipun demikian. perlunya memamerkan hasil karya siswa (fortopolio) yang telah dinilai. Oleh karenanya secara sabar perlu diberikan penanaman kebiasaan bertanya pada siswa melaui kegiatan tanya jawab dan diskusi yang menuntut tanggung jawab indivdual. (lihat lampiran) 3. diperoleh kesepahaman sebagai berikut: (1) Budaya baca dikalangan dikalangan siswa masih rendah. dalam hal “timbulnya rasa keingintahuan dan keberanian siswa” serta “adanya keinginan untuk mendapatkan hasil yang terbaik terutama dalam diskusi kelompok” belum sepenuhnya nampak dalam kegiatan pembelajaran. dalam pembelajaran guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang dapat dipahami dan memotivasi anak. Atas dasar hasil diskusi antara peneliti dan mitra peneliti. atau lainnya. 2. (2) Pola pendekatan CTL dengan metode diskusi sebaiknya lebih banyak menggunakan model yang lebih banyak menuntut tanggung jawab individu.mengikuti pelajaran.

karakteristik siswa serta ketersediaan sarana dan prasarana. Berdasarkan hasil diskusi di atas. (lihat rencana tindakan siklus 3 pada bab I). BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Sebagian besar siswa pada umumnya telah memiliki motivasi belajar yang cukup. Saran Adapun saran yang dapat penulis sampaikan adalah: (1) Pelaksanaan pendekatan CTL dalam pembelajaran PKn perlu terus ditingkatkan mengingat cukup signifikan dampak postitif penerapannya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. karakteristik siswa serta ketersediaan sarana dan prasarana.pemberian penghargaan (reward) kepada siswa atau kelompok yang memperoleh hasil terbaik. sehingga mempunyai banyak pilihan untuk diterapkan sesuai dengan materi dan/atau kompetensi dasar. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan CTL dalam pembelajaran PKn apabila dikelola dengan baik ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. bahkan ada yang sudah baik. strategi dan/atau model pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan seluruh materi pembelajaran. Salah satunya dengan menerapakan media I3 Apakah ini angka atau Hurup. (2) Guru PKn harus dapat mengenali dan menggunakan berbagai metode. (2) Tidak ada satu metode. oleh karena guru dituntut memilih atau menentukan metode. . Hasil yang diperoleh pada tahap ini banyak terlihat adanya pertumbuhan motivasi belajar siswa. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Proses belajar dengan pendekatan CTL yang dilakukan dengan baik ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar dalam mengikuti pelajaran PKn. strategi dan/atau model pembelajaran. terlihat adanya peningkatan motivasi belajar siswa bila dibandingkan keadaan sebelumnya (lihat tabel 2 dan 3). strategi dan/atau model pembelajaran yang sesuai dengan materi dan/atau kompetensi dasar. maka ditetapkan rencana tindakan untuk siklus berikutnya atau siklus ke-3. (3) Media I3 apakah ini Hurup ataukah Angka? Merupakan salah satu media yang cocok digunakan untuk mengajarkan materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di SMP B. Pada siklus ke-3 ini pembelajaran tetap dilakukan dengan metode diskusi namun terdapat beberapa perbaikan. hal tersebut terbukti dari data hasil pengamatan yang dilakukan mitra peneliti seperti telihat pada tabel berikut ini: Tabel 3 PROSENTASE DATA HASIL OBSERVASI PERKEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Siklus 1 Tanggal 17 Mei 2005 Berdasarkan tabel 3 di atas.

Jakarta Depdiknas. Psych. (2003) Penelitian Tindakan Kelas. Eresco. Bandung . Direktoral Pendidikan Lanjutan Pertama. Kaifa.DAFTAR PUSTAKA Danial.A. Jakarta Gerungan. Dirjendikdasmen. Yappendis. Endang AR. (1991) Psikologi Sosial. Active Learning. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah. (2003) Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Direktorat PLP. Dr.. W. H.Pd. (2000) Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Dipl. Dr. Melvin L (2002). Bandung Silberman. Depdiknas. Yogyakarta Bobbi DePorte & Mike Hernacki. 101 Strategi Pembelajaran. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful