KONSEP MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BIO-PSIKO-SOSIAL-SPIRITUAL

Manusia ad makhluk misterius à banyak hal ttg manusia yg belum terungkap – mengapa manusia berbuat sesuatu untuk sesuatu

Manusia ad makhluk unik à tdk ada dua individu yg identik (sama) kendati dibesarkan dlm suatu kondisi lingkungan yg sama pula.

Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Dalam mencapai kebutuhannya tersebut, manusia mencoba belajar menggali dan menggunakan sumber-sumber yang diperlukan berdasarkan potensi dengan segala keterbatasannya. Manusia secara terus menerus menghadapi berbagai perubahan lingkungan dan selalu berusaha menyesuaikan diri agar tercapai keseimbangan à interaksi dengan lingkungan dan menciptakan hubungan antar manusia secara serasi.

Dalam teori keperawatan sering memandang manusia sebagai manusia holistik à Bio-Psiko-SosialSpiritual a. Memiliki kaidah jasmaniah yg terpadu sitem organismik · masing-masing mempunyai fungsi · tunduk pada hakekat hukum alam lahir-berkembang-tua-mati · mempunyai individu b. Sebagai makhluk hidup yg memiliki jiwa · Ia diperintah/dikendalikan oleh ego · Ia dipengaruhi oleh perasaan,kata hati · Ia memiliki daya pikir karena mempunyai intelegensia · Ia memiliki aspek spiritual dlm aspek terjang c. Sebagai makhluk sosial · Ia dilahirkan, hidup, berperan di tengah-tengah masyarakat dengan norma serta sistem nilainya. · Ia adalah anggota keluarga, masyarakat, dunia

d. baik secara fisiologik maupun psikologik. masyarakat. dan mungkin masih terjadi tumpang tindih atau pergeseran diantara tingkatan tersebut. memperbaiki serta mempertahankan status quo. misalnya refleks muntah bila perut kemasukan zat yang merangsang. hal ini ditujukan untuk mengurangi kecemasan dan melindungi ego. Tingkat II Apabila adaptasi defensif pada tingkat I tidak sanggup menurunkan stress. Pembagian tingkatan ini berdasarkan pada jumlah dan kekuatan stress. misalnya meningkatnya rasa haus pada pasien demam dan secara psikologik menggunakan mekanisme kompensasi.· Ia memiliki peranan yg harus ia sumbangkan untuk kepentingan dirinya. biasanya terjadi dlm kehidupan sehari-hari. Tingkat I Adaptasi ini merupakan reaksi pertahanan ( adaptasi defensif ) ang normal terhdp stress. Sebagai makhluk dengan dasar spiritual · Ia memiliki keyakinan dan kepercayaan · Ia menyembah tuhan atau sembahyang Adaptasi secara umum ( GAS ) dapat diperinci menjadi lima tingkatan. pembekuan darah pada saat terjadi perlukaan pada jaringan. Individu tersebut mampu untuk menurunkan stress awal dengan adaptasi fisiologik atau psikologik. Secara psikologik mekanisme pertahanan yang dipakai antara lain rasionalisasi. Tingkat III . individu akan melakukan adaptasi kompensatif. Adaptasi tingkat I ini bersifat sementara dan sebagian besar ditujukan untuk melindungi. Adaptasi ini menimbulkan kesadaran bahwa telah terjadi suatu kegagalan. kemampuan orang bereaksi serta ketepatan reaksi itu sendiri. dan pada umumnya tidak disadari. fantasi.

penggunaan mekanisme kompensasi yang berlebihan atau penggunaan gejala fisik yang menunjukkan ketidak mampuan seseorang untuk menangani atau mengurangi sumber kecemasan dan merupakan tanda bahwa individu tersebut memerlukan bantuan. sedangkan secara psikologik individu tidak mampu lagi menghadapi kenyataan dan mulai menarik diri. Secara psikologik individu akan kalut dan cenderung untuk menggunakan mekanisme pertahanan diri yang berlebihan dan tidak pada tempatnya.Pada tingkat ini mekanisme pertahanan dan kompensatif telah gagal dan menunjukkan adanya masalah kesehatan yang memerlukan adaptasi yang menyeluruh dan mendalam. berjalan mondar-mandir atau meremas-remas tangannya. kehidupan terancam dan gangguan ini dapat bersifat sementara atau menetap. rasa tidak tenteram. Fungsi organ dpt terganggu. Apabila tindakan dari pihak luar tidak sanggup menghentikan sikulus stress adaptasi ini. Tingkat IV Pada tingkat ini akan timbul stress baru yang memerlukan adaptasi lebih lanjut. dapat menimbulkan stress baru yaitu terjadinya ketidak seimbangan cairan dan elektrolit. dan mungkin diekspresikan dlm bentuk kemarahan. . misalnya rasa sakit. frustasi. terancam dan konflik. khawatir. karena tidak tepat dan tidak sesuai baik dari segi lokasi maupun intensitasnya. misalnya suhu tubuh yang meninggi akibat sress mikrobiologik. atau pada pasien yang mengalami oedema laryng karena reaksi alergi. lemah. sampai oedema berkurang. berbicara sangat cepat. demam yang terjadi pada proses peradangan. Tingkat V Pada tingkat ini biasanya stress banyak dan berat. maka akan terjadi kerusakan yang menetap. biasanya membutuhkan bantuan berupa trakheotomi. misalnya pada pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal karena obat-obatan. pada umumnya memerlukan bantuan dialisa sampai obat tersebut keluar dari seluruh sistem tubuh pasien tersebut. Kemampuan individu untuk beradaptasi telah terganggu dan ia dipaksa untuk bereaksi terhdp stress tambahan yang muncul. juga pikiran serta persepsinya semakin kacau dan kalut ( reaksi kebingungan yang akut ) Tugas individu ! Buat penjelasan 3 tahap Reaksi GAS & Krisis Adaptasi secara psikologik Stress psikik ( emosional ) menimbulkan kecemasan. Secara psikologik.

3. Mekanisme yang tidak berorientasi kepada kenyataan. . Mekanisme Pertahanan Diri : 1. Displacement. 2. 2. sifatnya hanya sementara. Denial. berguna agar individu lebih berhati-hati dan waspada Kecemasan sedang – berat à dpt mengganggu pikiran dan tingkah laku à penurunan kesadaran dan persepsi ( penglihatan dan pendengaran terganggu ) à panik à kontak realitas terganggu. Berfungsi hanya untuk melindungi atau bertahan dari hal-hal yg tidak menyenangkan atau mencemaskan dan tidak langsung memecahkan masalah. Kecemasan ringan à terjadi sehari-hari.Kecemasan diartikan sebagai perasaan khawatir secara terus menerus terhadap sesuatu hal yang akan terjadi. mentransfer perasaan yg tidak menyenangkan dan agresif dari objek satu ke yang lain tapi bertentangan dengan norma masyarakat. Individu tidak menyadari bahwa mekanisme tersebut sedang terjadi dan terjadi diluar kesadaran. mengingkari/menolak untuk melihat apa yang jelas bagi siapapun. Secara sadar · Minta pertolongan pada orang lain · Rela dan mengungkapkan perasaan · Mencari informasi lebih banyak ( klarifikasi ) · Mencoba merumuskan / merencanakan tindakan à problem solving · Menggunakan cara pemecahan masa lampau b. Secara tidak sadar Menggunakan mekanisme defensif c. Menggunakan gejala fisik Terjadi reaksi konversi Ciri mekanisme pertahanan diri : 1. Reaksi terhadap kecemasan : a. tetapi tidak jelas sebabnya.

suatu keadaan stress psikologis yg ditransfer secara fisiologis. Dikatakan unik karena manusia memiliki beragai macam perbedaan dengan setiap manusia lain. Sebagai mahluk biologi manusia memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. kemunduran dalam hal tingkah laku. Konversi. Manusia sebagai mahluk biologis Manusia adalah mahluk hidup yang lahir. dimana manusia perbedaan dengan manusia lain dalam salah satu atau beberapa segi meliputi bio. Menarik diri. Manusia adalah mahluk yang utuh dan unik. Proyeksi. Represi. mentransfer perasaan yg tidak menyenangkan dan agak agresif dari objek satu ke objek lain dan tidak bertentangan dengan norma masyarakat. 7. melepaskan diri baik perhatian/minat dari lingkungan sosial secara langsung. menggunakan alasan-alasan yang dapat diterima utk menjelaskan tingkah laku yg tidak sesuai. Manusia adalah terdiri dari satu kesatuan yang merupakan karakteristik dan berakal. Manusia sebagai mahluk individu. Fantasi. menyalahkan orang lain untuk ketidak mampuan pribadinya atas kesalahan yang diperbuat. mengganti dengan situasi yg lebih memuaskan dan menyenangkan yg diciptakan sendiri yg merupakan situasi yg berkhayal/fantasi. mempunyai cara yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya manusia dipengaruhi oleh berbagai macam factor meliputi : . Regresi. Sebagai mahluk yang utuh manusia terdiri dari bio psiko sosio dan spiritual. 5. perasaan2. dan pengalaman2 yg menyakitkan ditekan kealam tidak sadar dan sengaja dilupakan. pemikiran2. Sublimasi. Rasionalisasi.3. 9. 1. tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan. Manusia adalah satu dari sekian banyak mahluk ciptaan tuhan yang diberikan banyak kelebihan dari mahluk yang lain. Manusia merupakan susunan sel-sel yang hidup yang membentuk satu jaringan dan jaringan akan bersatu membentuk organ dan system organ. 4. memiliki sifat-sifat yang unik yang ditimbulkan oleh berbagai macam-macam kebudayaan. 8.psiko sosio dan spiritual. 10. 6.

Tunduk terhadap hukum alam c. konsep diri. Memiliki struktur kepribadian yang terdiri dari Id ( aspek bio ). Manusia sebagai mahluk psikologis a. dan karsa (tujuan). Sebagai mahluk yang tidak dapat lepas dari orang lain. Memiliki kebutuhan psikologis agar pribadi dapat berkembang Kebutuhan psikologis terdiri dari pengurangan ketegangan. b. sosialisasi dengan orang lain 3). kemesraan dan cinta. Faktor social. politik. 6). Memiliki daya pikir dan kecerdasan d. dan saling menghargai manusia lain dari masa kanak-kanak sampai dengan meningal dunia. Manusia sebagai mahluk spiritual . 4). iklim/cuaca. Manusia hidup dalam kelompoknya (keluarga. cita-cita. kepuasan alturistik. saling mencintai. Memiliki kebutuhan 2.1). Faktor lingkungan. Faktor fisik : geografis. nilai-nilai. motivasi. dan engkau adalah aku (Tat Twan Asi) c. Factor fisiologis : system tubuh manusia 5). ekonomi. berhubungam. 4. manusia memiliki cipta (kemampuan untuk melakukan sesuatu). b. menyesuaikan diri. Manusia sebagai mahluk social Manusia membutuhkan manusia lain didalam menjalani kehidupannya. 2). Spiritual : pandangan. Faktor psikodinamik : kepribadian. Manusia selalu bersosialisasi. b. e. kehormatan dan kepuasan ego. Ciri-ciri mahluk sosial adalah : a. Memiliki kepribadian yang unik 3. rasa (perasaan). masyarakat). agama. Ego ( aspek psikologi ) dan Super ego ( aspek social ). menghormati. meliputi idiologi. budaya. Dipengaruhi perasaan dan kata hati c. manusia suci bagi manusia lain (Homosacra Res Homonim).

b. Pengertian sakit . untuk menjadi khalifah dibumi. Pengertian sehat 2. KONSEP SEHAT SAKIT 1. Memiliki keyakinan dan kepercayaan Menyembah tuhan B. Bukti manusia mahluk spiritual : a.Manusia diciptakan oleh Allah SWT. memiliki jiwa yang sempurna. dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

STRESS DAN ADAPTASI 1. mengancam atau merusak keseimbangan atau ekuilibrium dinamis seseorang. Perubahan atau stimulus yang membangkitkan keadaan stress disebut stresor. Stress adalah suatu ketidakseimbangan diri/jiwa dan realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari à perubahan yang memerlukan penyesuaian Sering dianggap sebagai kejadian atau perubahan negatif yang dapat menimbulkan stress. sakit atau kematian orang yag dicintai. jatuh cinta Stress adalah keadaan yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan yang diterima sebagai suatu hal yang menantang. Respon tubuh tersebut merupakan satu seri reaksi fisiologis yang disebut General Adaptasi Sindrom (GAS). perkawinan.C. kejadian. putus cinta Perubahan positif juga dapat menimbulkan stress. mekanisme ini disebut stress koping yaitu suatu kompensasi dengan mekanisme fisiologis dan psikologis. seperti cedera. atau perubahan yang dapat menimbulkan stress pada seseorang. seperti naik pangkat. Seseorang akan berusaha menghindari atau mengatasi stress dengan mengubah situasi dengan tujuan yang diingginkan sampai tercipta keadaan adaptasi. Jenis Stress Stress fisik Stress kimiawi Stress mikrobiologis Stress fisiologis Stress proses tumbuh kembang Stress psikologis atau emosional Penyebab . Sifat stressor sangat berbeda-beda. Stress Hans Selye (1956) mendefinisikan stress sebagai respon nonspesifik tubuh terhadap setiap kebutuhan tanpa memperhatikan sifatnya. Lazarus dan Folkman (1994) mendefinisikan stress psikologis sebagai hubungan khusus antara seseorang dengan lingkungan yang dihargai oleh orang tersebut sebagai pajak terhadap sumber dayanya dan membahayakan kemampuannya.

ct scan yang mengunakan sesuatu alat yang asing dipikiran klien. dan informasi. Tanda fisik : curah jantung meningkat. Tubuh menghasilkan banyak respons setempat terhadap stress. Stresor psikologis berupa reaksi emosi.Penyebab stress dapat berasal internal dan eksternal yang bersifat bersifat fisik. peredaran darah cepat. kelelahan) Proses pemeriksaan seperti rontgent. Respon Fisiologi Terhadap Stress Hans Selye (1956) Mengidentifikasi dua respon fisiologis terhadap Stress. akomodasi mata terhadap cahaya. Eksternal stressor : Stressor fisik dapat berupa perubahan suhu panas atau dingin dan agen kimia. suara. Internal stressor : Perubahan fisiologis yang tampak melalui tanda dan gejala (nyeri. Proses perawatan seperti tindakan pemberian obat parenteral. sikap tenaga kesehatan. kemiskinan. alat tenun dan kebersihannya serta tidak adanya bel. General Adaptation Syndrom (GAS) 1) Fase Alarm ( Waspada) Melibatkan pengerahan mekanisme pertahanan dari tubuh dan pikiran untuk menghadapi stressor. prosedur invasive. psikososial dan spiritual. Stresor transisional berupa pertumbuhan dan perkembangan. melahirkan. yaitu : a. Respon setempat ini termasuk pembekuan darah dan penyembuhan luka. takut atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Responnya berjangka pendek. dll. Stresor social (ekonomi) berupa penolakan. Local Adaptation Syndrom (LAS). model tempat tidur. ketegangan otot dan daya tahan tubuh menurun . b. gejala stress memengaruhi denyut nadi. jam berkunjung. Reaksi psikologis “fight or flight” dan reaksi fisiologis. Penilaian klien terhadap penyakit dan lingkungan. darah di perifer dan gastrointestinal mengalir ke kepala dan ekstremitas. perkawinan. Banyak organ tubuh terpengaruh. hubungan klien dengan keluarga. fisiologis.

Pengalaman masa lalu Pengamlaman klien masa lalu seseorang mempengaruhinya dalam menghadapi stressor. Sifat stresor stressor yang sama memberikan arti yang berbeda bagi seseorang. b. Dampak stressor dapat dipengaruhi oleh beberapa factor : a. Jumlah stresor Pada waktu yang bersamaan seseorang memiliki beberapa atau banyak stressor yang harus dihadapi. Bila teratasi à gejala stress menurun àtau normal 3) Fase Exhaustion (Kelelahan) Merupakan fase perpanjangan stress yang belum dapat tertanggulangi pada fase sebelumnya. Luka diwajah seorang aktris menjadi stressor yang berat dibanding orang biasa. penyakit arteri koroner. c. Seorang klien yang mendapatkan perlakuan yang kurang baik oleh perawat maka ketika sakit dan harus dirawat kembali akan bertambah cemas. e. Koping . Bila usaha melawan tidak dapat lagi diusahakan. dll. Tingkat perkembangan Menikah pada seorang yang masih remaja berbeda rekasinya dengan seseorang yang telah dewasa (tergantung kesiapannya). sehingga stressor yang kecil dapat menjadi berat. Tubuh berusaha menyeimbangkan kondisi fisiologis sebelumnya kepada keadaan normal dan tubuh mencoba mengatasi faktor-faktor penyebab stress. Stresor Setressor adalah setiap faktor yang dapat menimbulkan stress/ mengganggu keseimbangan. Energi penyesuaian terkuras. d. 3. Timbul gejala penyesuaian diri terhadap lingkungan seperti sakit kepala. gangguan mental.2) Fase Resistance (Melawan) Individu mencoba berbagai macam mekanisme penanggulangan psikologis dan pemecahan masalah serta mengatur strategi. maka kelelahan dapat mengakibatkan kematian 2. Lama pemajanan terhadap stressor Semakin lama seseorang terpapar stressor maka orang tersebut mengalami penurunan kemampuan dalam mengatasi masalah karena kelelahan.

Adaptasi melibatkan refleks. Monsen. Sumber adaptif terdapat dalam setiap dimensi ini. 1976. 1992). Floyd dan Brookman. perkembangan. Oleh karenanya. seseorang harus mampu berespons terhadap stressor dan beradaptasi terhadap tuntutan atau perubahan yang dibutuhkan. . Tanda vital biasanya meningkat dan klien . Ada banyak bentuk adaptasi. Karena banyak stressor tidak dapat dihindari. Namun demikian. Stresor yang menstimulasi adaptasi mungkin berjangka pendek. Suatu proses adaptif terjadi ketika stimulus dari lingkungan internal dan eksternal menyebabkan penyimpangan keseimbangan organisme. Adaptasi membutuhkan respons aktif dari seluruh individu. mekanisme koping dan idealnya dapat mengarah pada penyesuaian atau penguasaan situasi (Selye. keluarga atau komunitas terhadap stress. promosi kesehatan sering difokuskan pada adaptasi individu. dan indicator tersebut bervariasi menurut individunya. Namun demikian mungkin terjadi proses yang serupa dalam dimensi psikososial dan dimensi lainnya. ADAPTASI FISIOLOGIS Indikator fisiologis dari stress adalah objektif. lebih mudah diidentifikasi dan secara umum dapat diamati atau diukur. Adptasi Adaptasi adalah proses dimana dimensi fisiologis dan psikososial berubah dalam berespon terhadap stress. Adaptasi fisiologis memungkinkan homeostasis fisiologis. indicator ini tidak selalu teramati sepanjang waktu pada semua klien yang mengalami stress.4. Agar dapat berfungsi optimal. ketika mengkaji adaptasi klienterhadap stress. seperti demam atau berjangka panjang seperti paralysis dari anggota gerak tubuh. perawat harus mempertimbangkan individu secara menyeluruh. emosional. DIMENSI ADAPTASI Stres dapat mempengaruhi dimensi fisik. mekanisme otomatis untuk perlindungan. Dengan demikian adaptasi adalah suatu upaya untuk mempertahankan fungsi yang optimal. sosial dan spiritual. intelektual.

Indikator fisiologis stress 1. 3. Kenaikan tekanan darah 2. Perubahan nafsu makan 12. Telapak tangan berkeringat Tangan dan kaki dingin 5. Sakit kepala 8. Indikator fisiologis timbul dari berbagai sistem. Indikator ini dapat timbul sepanjang tahap stress. Mual. Durasi dan intensitas dari gejala secara langsung berkaitan dengan durasi dan intensitas stressor yang diterima. Keletihan 7. Riset telah menunjukkan bahwa stress dapat mempengaruhi penyakit dan pola penyakit. Suara yang bernada tinggi 10. Perubahan frekwensi berkemih 14. Gelisah. Oleh karenanya pengkajian tentang stress mencakup pengumpulan data dari semua sistem.muntah dan diare. bahu. Postur tubuh yang tidak tegap 6. 11. Peningkatan ketegangan di leher. kesulitan untuk tidur atau sering terbangun saat tidur ADAPTASI PSIKOLOGIS . punggung. dan metode sanitasi yang lebih baik telah menurunkan angka kematian. pengetahuan tentang nutrisi yang meningkat. tetapi sejak ditemukan antibiotic. Sekarang penyebab utama kematian adalah penyakit yang mencakup stressor gaya hidup. kondisi kehidupan yang meningkat.penyakit infeksi adalah penyebab kematian paling utama. Peningkatan denyut nadi dan frekwensi pernapasan 4.mungkin tampak gelisah dan tidak mampu untuk beristirahat aberkonsentrasi. Dilatasi pupil 15. Pada masa lampau.Hubungan antara stress psikologik dan penyakit sering disebut interaksi pikiran tubuh. Perubahan berat badan 13. Gangguan lambung 9.

o Penurunan produktivitas dan kualitas kinerja pekerjaan. Indikator emosional / psikologi dan perilaku stress : o Ansietas o Depresi o Kepenatan o Peningkatan penggunaan bahan kimia o Perubahan dalam kebiasaan makan. mekanisme koping yang berhasil di masa lalu.Emosi kadang dikaji secara langsung atau tidak langsung dengan mengamati perilaku klien. mimpi siang hari ) o Ketidakmampuan berkonsentrasi pada tugas. Tarstasky. o Kecendrungan untuk membuat kesalahan (mis. o Mudah lupa dan pikiran buntu o Kehilangan perhatian terhadap hal-hal yang rinci. 1992 . fungsi peran. konsep diri dan ketabahan yang merupakan kombinasi dari tiga karakteristik kepribadian yang di duga menjadi media terhadap stress. o Preokupasi (mis. o Kelelahan mental o Perasaan tidak adekuat o Kehilangan harga diri o Peningkatan kepekaan o Kehilangan motivasi. komitmen terhadap aktivitas yang berhasil. 1993). o Peningkatan ketidakhadiran dan penyakit o Letargi . dan antisipasi dari tantangan sebagai suatu kesempatan untuk pertumbuhan (Wiebe dan Williams. maka reaksi terhadap stress yang berkepanjangan ditetapkan dengan memeriksa gaya hidup dan stresor klien yang terakhir. Ketiga karakteristik ini adalah rasa kontrol terhadap peristiwa kehidupan. Stress mempengaruhi kesejahteraan emosional dalam berbagai cara. tidur. pengalaman terdahulu dengan stressor. o Ledakan emosional dan menangis. dan pola aktivitas. buruknya penilaian). Karena kepribadian individual mencakup hubungan yang kompleks di antara banyak faktor.

dan harga diri berkembang melalui hubungan berteman dan saling berbagi di antara teman. stress ditunjukkan oleh ketidakmampuann atau ketidakinginan untuk mengembangkan hubungan berteman. MEKANISME PEMBELAAN EGO Bila digunakan terus menerus akibatnya ego bukannya mendapat perlindungan. Dalam bentuk yang ekstrem. 1992).Bayi atau anak kecil umumnya menghadapi stressor di rumah . Pada setiap tahap perkembangan. Pada tahap ini. Anak-anak usia sekolah biasanya mengembangkan rasa kecukupan. Mereka mulai mnyedari bahwa akumulasi pengetahuan dan penguasaan keterampilan dapat membantu mereka mencapai tujuan . Dewasa muda berada dalam transisi dari pengalaman masa remaja ke tanggung jawab orang dewasa. Konflik dapat berkembang antara tanggung jawab pekerjaan dan keluarga. stress yang berkepanjangan dapat mengarah pada krisis pendewasaan. tetapi remaja tanpa sistem pendukung sosial sering menunjukkan peningkatan masalah psikososial (Dubos. seseorang biasanya menghadapi tugas perkembangan dan menunjukkan karakteristik perilaku dari tahap perkembangan tersebut. Remaja dengan sistem pendukung sosial yang kuat menunjukkan suatu peningkatan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap stressor. 1992). ADAPTASI PERKEMBANGAN Stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan tugas perkembangan. Oleh .Remaja biasanya mengembangkan rasa identitas yang kuat tetapi pada waktu yang bersamaan perlu diterima oleh teman sebaya. Stress yang berkepanjangan dapat mengganggu atau menghambat kelancaran menyelesaikan tahap perkembangan tersebut. Jika diasuh dalam lingkungan yang responsive dan empati.o Kehilangan minat o Rentan terhadap kecelakaan. melainkan lama kelamaan akan mendapat ancaman/bencana. Stresor mencakup konflik antara harapan dan realitas. mereka mampu mengembangkan harga diri yang sehat dan pada akhirnya belajar respons koping adaptif yang sehat (Haber et al.

Dengan demikian ia merasa harga dirinya bertambah tinggi.karena mekanisme ini Tidak realistik Mengandung banyak unsur penipuan diri sendiri Distorsi realitas pemutarbalikan realitas). Represi membantu individu mengontrol impuls-impuls berbahaya. dimana salah satu ciri atau segi tertentu dari figure itu ditransfer pada dirinya. berbalik menuduh bahwa temannya tersebut mencoba merayunya 4. INTROJEKSI Merupakan bentuk sederhana dari identifikasi. 15 tahun mengubah model rambutnya menirukan artis idolanya yang ia kagumi. normanorma dari luar diikuti atau ditaati. REPRESI Penyingkiran unsur psikik (sesuatu afek. ketika seorang adiknya dilahirkan. 2. sehingga ego tidak lagi terganggu oleh ancaman dari luar. PROJEKSI Hal ini berlawanan dengan introjeksi.IDENTIFIKASI Ingin menyamai seorang figur yang diidealkan. Contoh : Seorang wanita muda yang menyangkal bahwa ia mempunyai perasaan seksual terhadap rekan sekerjanya. Mekanisme Pembelaan EGO 1. . dimana menyalahkan orang lain atas kelalaian dan kesalahan-kesalahan atau kekurangan diri sendiri. 3. impuls-impuls sendiri. motif. Contoh : Teguh. Contoh : Rasa benci atau kecewa terhadap kematian orang yang dicintai dialihkan dengan cara menyalahkan diri sendiri.Contoh :Suatu pengalaman traumatis menjadi terlupakan 5. Contoh : Seorang anak yang mulai berkelakuan seperti bayi. dimana nilai-nilai. keinginan keinginan. konflik) sehingga menjadi nirsadar dilupakan/tidak dapat diingat lagi). pemikiran. REGRESI Kembali ke tingkat perkembangan terdahulu (tingkah laku yang bersifat primitif).

fantasi dari sumber yang sebenarnya (benda. DISPLACEMENT Mengalihkan emosi. akan memperlakukan orang tersebut dengan kasar. ACTING OUT Langsung mencetuskan perasaan bila keinginan terhalang. Misalnya : Seorang ibu yang menyesal karena telah memukul anaknya akan segera memperlakukannya penuh dengan kasih sayang 8. 7. usaha-usaha yang bermanfaat 10.Esvi yang berumur 4 tahun mulai mengompol lagi sejak adiknya yang baru lahir dibawa pulang dari rumah sakit 6. Misalnya : Seorang wanita yang tertarik pada teman suaminya. arti simbolik. Mudah dikenal karena sifatnya ekstrim dan sukar diterima. . impuls yang tidak baik. benda atau keadaan lain. perasaan yang sebenarnya. keadaan) kepada orang lain. orang. Misalnya : Seorang pemuda bertengkar dengan pacarnya dan sepulangnya ke rumah marah-marah pada adik-adiknya 9. seolah-olah menghapus suatu kesalahan. Impuls yang berasal dari Id yang sukar disalurkan oleh karena mengganggu individu atau masyarakat. oleh karena itu impuls harus dirubah bentuknya sehingga tidak merugikan individu/masyarakat sekaligus mendapatkan pemuasan Misalnya : Impuls agresif disalurkan ke olah raga. REACTION FORMATION Bertingkah laku berlebihan yang langsung bertentangan dengan keinginankeinginan. SUBLIMASI Mengganti keinginan atau tujuan yang terhambat dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat. UNDOING Meniadakan pikiran-pikiran.

FIKSASI Berhenti pada tingkat perkembangan salah satu aspek tertentu (emosi atau tingkah laku atau pikiran. menghindarkan diri dari pembicaraan mengenai pacar. sehingga tidak menjatuhkan harga dirinya. RASIONALISASI Memberi keterangan bahwa sikap/tingkah lakunya menurut alasan yang seolah-olah rasional. SIMBOLISASI Menggunakan benda atau tingkah laku sebagai simbol pengganti suatu keadaan atau hal yang sebenarnya Misalnya : kelemahan dengan menonjolkan kemampuannya atau . Misalnya : Munawir yang menyalahkan cara mengajar dosennya ketika ditanyakan oleh orang tuanya mengapa nilai semesternya buruk. KOMPENSASI Menutupi kelebihannya. Misalnya : Seorang gadis yang tetap berbicara kekanak-kanakan atau seseorang yang tidak dapat mandiri dan selalu mengharapkan bantuan dari orang tuanya dan orang lain. Misalnya : Seorang gadis yang telah putus dengan pacarnya. 15.Misalnya : Mengatasi problem dengan jalan paling sedikit bertengkar 11. DENIAL Menolak untuk menerima atau menghadapi kenyataan yang tidak enak. dsb) sehingga perkembangan selanjutnya terhambat. 14. berusaha dalam hal menonjolkan prestasi pendidikannya 13. Misalnya : Saddam yang merasa fisiknya pendek sebagai sesuatu yang negatif. perkawinan atau kebahagiaan 12.

Seorang anak remaja selalu mencuci tangan untuk menghilangkan kegelisahannya/kecemasannya. ternyata ia pernah melakukan masturbasi sehingga perasaan berdosa/cemas dan merasa kotor 16. DISOSIASI Pemisahan suatu kelompok proses mental atau perilaku dari kesadaran /identitasnya.html . Misalnya : Seorang laki-laki yang dibawa ke ruang emergensi karena mengamuk ternyata tidak mampu menjelaskan kembali kejadian tersebut (ia lupa sama sekali) 17. http://ia-hadiansyah. Misalnya : Seorang mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas-tugasnya tiba-tiba merasa sakit sehingga tidak masuk kuliah. Keadaan dimana terdapat dua atau lebih kepribadian pada diri seorang individu. KONVERSI Adalah transformasi konflik emosional ke dalam bentuk gejala-gejala jasmani. Setelah ditelusuri.com/2011/10/konsep-manusia-sebagai-makhluk-bio.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful