http://infopendidikankita.blogspot.com/2012/04/akreditasi-sekolah.

html Akreditasi Sekolah
Akreditasi Sekolah Akreditasi sekolah, baik terhadap kinerja maupun kelayakannya, perlu dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. Akreditasi sekolah dilakukan oleh pemerintah dan kompeten untuk menentukan kelayakan suatu sekolah dalam rangka penjaminan mutu kepada publik. Penentuan kelayakan suatu sekolah didasarkan atas hasil akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS). Mengingat BAS merupakan lembaga baru, maka diperlukan pedoman yang dapat membantu/memfasilitasi penyelenggaraan akreditasi sekolah, mulai dari pembentukan BAS sampai penentuan hasil akhir akreditasi sekolah. Oleh karena itu, Buku Pedoman Akreditasi Sekolah ini dirancang untuk membantu pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan akreditasi sekolah. Buku Pedoman ini disusun dengan mengacu kepada KepMendiknas 087/U/2002 dan Kepmendiknas 039/U/2003. Buku Pedoman ini akan memberikan rambu-rambu tentang pelaksanaan akreditasi sekolah yang meliputi arti, tujuan, manfaat, sistem, pelaksanaan, monitoring dan publikasi, dan organisasi Badan Akreditasi Sekolah. Arti Akreditasi Sekolah Akreditasi sekolah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan dan kinerja suatu sekolah berdasarkan kriteria (standar) yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS) yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional 087/U/2002. Berdasarkan pengertian ini, akreditasi sekolah dapat ditafsirkan sebagai tindakan menilai tingkat kelayakan kinerja setiap sekolah melalui tindakan membandingkan keadaan sekolah menurut kenyataan dengan kriteria (standar) yang telah ditetapkan. Jika keadaan sekolah menurut kenyataan memenuhi standar, maka sekolah yang bersangkutan dinyatakan terakreditasi. Sebaliknya, sebuah sekolah dinyatakan tidak terakreditasi jika keadaan sekolah menurut kenyataan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, hasil akreditasi dinyatakan dalam bentuk pengakuan terakreditasi dan tidak terakreditasi. Sedangkan sekolah yang terakreditasi dapat diperingkatkan menjadi tiga klasifikasi, yaitu amat baik, baik, dan cukup. Mengacu pada pengertian akreditasi sekolah tersebut, maka perlu dilakukan dua tindakan. Pertama, menetapkan standar akreditasi sekolah yang akan digunakan sebagai tolok ukur/kriteria. Mengingat sekolah sebagai sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling terkait, maka perlu ditetapkan terlebih dahulu standar dari masing-masing komponen sekolah tersebut. Kedua, menilai kelayakan sekolah melalui tindakan membandingkan masing-masing komponen sekolah menurut kenyataan dengan standar/kriteria yang telah ditetapkan bagi masing-masing komponen sekolah.

Tujuan Akreditasi sekolah Keputusan Menteri pendidikan Nasional Nomor 087/U/2002 menyebutkan bahwa akreditasi sekolah bertujuan untuk: (1) memperoleh gambaran kinerja sekolah yang dapat digunakan sebagai alat pembinaan, pengembangan, dan peningkatan mutu; (2) menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan. Tujuan akreditasi tersebut memiliki makna bahwa hasil akreditasi: (1) memberikan gambaran tentang tingkat kinerja sekolah yang dapat digunakan untuk kepentingan pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja sekolah, baik kualitas, produktivitas, efektivitas, Efisiensi, dan inovasinya; (2) memberikan jaminan kepada publik bahwa sekolah tertentu yang telah dinyatakan terakreditasi menyediakan layanan pendidikan yang memenuhi standar kualitas nasional, dan (3) memberikan jaminan kepada publik bahwa siswa dilayani oleh sekolah yang benar-benar memenuhi persyaratan standar kualitas nasional. Manfaat Akreditasi Sekolah Hasil akreditasi sekolah memiliki manfaat sebagai berikut: 1. memberikan umpan balik bagi sekolah yang bersangkutan sehingga dapat dilakukan upayaupaya perbaikan, pengembangan, dan peningkatan kinerja sekolah; 2. membantu masyarakat dalam menentukan pilihan sekolah melalui informasi tentang peringkat akreditasi sekolah; 3. membantu pemetaan kelayakan dan kinerja sekolah secara mikro, meso, dan makro; dan 4. membantu pengembangan sekolah melalui pemberian informasi tentang posisi sekolah tertentu terhadap sekolah lainnya, posisi dinas pendidikan tertentu terhadap dinas pendidikan lainnya, dan sebagai informasi secara nasional tentang tingkat kinerja pendidikan di Indonesia yang dapat digunakan untuk pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja pendidikan secara mikro, meso, dan makro. Secara lebih spesifik hasil akreditasi bermanfaat bagi kelompok-kelompok kepentingan sebagai berikut: 1. Sekolah, bagi sekolah hasil akreditasi memiliki makna yang penting, karena ia dapat digunakan sebagai: a. Acuan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan rencana pengembangan sekolah b. Bahan masukan/umpan balik untuk usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan meningkatkan status jenjang akreditasi sekolah; c. Pendorong motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sekolah secara gradual di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan dimungkinkan di tingkat regional dan internasional;

d. Selain pengakuan sebagai sekolah yang berkualitas, hasil akreditasi juga memberikan manfaat bagi sekolah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga, dan dana. 2. Kepala Sekolah, hasil akreditasi diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk pemetaan indikator keberhasilan kinerja warga sekolah, termasuk kinerja Kepala Sekolah selama periode kepemimpinannya (satu periode adalah 4 tahun). Disamping itu hasil akreditasi juga diperlukan Kepala Sekolah sebagai bahan masukan untuk penyusunan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (misalnya Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/RAPBS). 3. Guru, hasil akreditasi merupakan dorongan bagi guru untuk selalu meningkatkan diri dari bekerja keras untuk memberi layanan yang terbaik bagi siswanya. Karena secara moral, guru senang bekerja di sekolah yang diakui sebagai sekolah baik, maka guru selalu berusaha untuk peningkatan diri (profesionalismenya) dan bekerja keras untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan hasil akreditasi. 4. Masyarakat (orangtua siswa), hasil akreditasi diharapkan menjadi informasi yang akurat untuk menyatakan kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh setiap sekolah; sehingga secara sadar dan bertanggung jawab masyarakat/orang tua dapat membuat keputusan dan pilihan yang tepat kaitannya dengan pendidikan bagi anak didik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing. Sementara itu bagi siswa sendiri akreditasi juga menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka memperoleh pendidikan yang baik, dan harapannya, sertifikat dari sekolah yang terakreditasi merupakan bukti bahwa mereka menerima pendidikan yang berkualitas tinggi. 5. Dinas Pendidikan, hasil akreditasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam rangka pembinaan dan pengembangan/peningkatan kualitas pendidikan di daerah masing-masing. Di samping itu hasil akreditasi bagi Dinas Pendidikan juga dapat menjadi bahan informasi penting untuk penyusunan anggaran pendidikan secara umum, dan khususnya anggaran pendidikan yang terkait dengan rencana biaya operasional Badan Akreditasi Sekolah di tingkat Dinas. 6. Pemerintah: bagi pemerintah hasil akreditasi juga sangat bermanfaat, karena diharapkan menjadi: a. Bahan masukan untuk pengembangan sistem akreditasi sekolah di masa mendatang dan alat pengendalian kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang bersifat nasional; b. Sumber informasi tentang tingkat kualitas layanan pendidikan yang dapat dipergunakan sebagai acuan untuk pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja pendidikan secara makro; c. Bahan informasi penting untuk penyusunan anggaran pendidikan secara umum di tingkat nasional, dan khususnya program dan penganggaran pendidikan yang terkait dengan peningkatan mutu pendidikan nasional. E. Ruang Lingkup

Taman Kanak. Laporan evaluasi diri disiapkan berdasarkan Petunjuk Evaluasi Diri. Sekolah Menengah Pertama (SMP). TKLB. Berturut-turut akan dikemukakan standar untuk masing-masing komponen sekolah. Selanjutnya bagi sekolah yang ingin mengajukan akreditasi atau reakreditasi diharapkan menyiapkan laporan evaluasi diri yang dibuat berdasarkan mukadimah dan standar yang dimaksud. Kekhasan kurikulum yang dilaksanakan di sekolah merupakan tambahan terhadap kurikulum nasional sehingga tidak mengurangi porsi kurikulum nasional. SMA. dan Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB). Pelaksanaan Kurikulum Standar kurikulum dibuat untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa apa yang diajarkan di sekolah benar-benar konsisten dengan prinsip dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam kurikulum nasional. 1. maka standar yang dimaksud harus disusun berdasarkan komponen-komponen sekolah. Karena itu mukadimah tersebut harus ditafsirkan sebagai bagian dari standar yang telah ditetapkan. Akreditasi dilakukan melalui tindakan membandingkan (benchmark) kondisi sekolah dalam kenyataan dengan kriteria (standar) yang telah ditetapkan. Standar minimum yangi dimaksud bersumber/mengacu pada standar nasional pendidikan. sekolah juga seharusnya melaksanakan kurikulum muatan lokal sebagai upaya pelestarian dan pengembangan berbagai . Sekolah Menengah Atas (SMA). SMK dan SMLB. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). Standar untuk masing-masing komponen sekolah yang ditetapkan berikut ini didahului oleh uraian singkat sebagai mukadimah yang memberikan rasional standar.kanak Luar Biasa (TKLB). dan mendefinisikan istilah-istilah. Selain itu. Mengingat sekolah sebagai sistem tersusun dari komponen-komponen yang saling terkait untuk mencapai tujuan sekolah. BASNAS mendorong agar sekolah menentukan standar yang lebih tinggi bagi dirinya dan selalu mencari cara-cara yang lebih baik untuk mencapai standar yang lebih tinggi. Standar Akreditasi Sekolah Standar akreditasi sekolah (standar minimum) adalah kriteria tertentu untuk menetapkan komponen-komponen pendidikan pada semua jenjang pendidikan TK. Sekolah Dasar (SD). yang diterbitkan secara terpisah dari Buku Pedoman ini. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB).Sekolah yang diakreditasi meliputi Taman Kanak-kanak (TK). Karena standar yang digunakan untuk mengakreditasi sekolah adalah standar minimum. Kurikulum/Proses Belajar Mengajar a. Mengingat standar merupakan sesuatu yang bersifat dinamis sejalan dengan perkembangan dan tuntutan mutakhir pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meskipun sekolah dibolehkan untuk mengembangkan atau melaksanakan kurikulum yang menjadi ciri khas dari sekolah yang bersangkutan. Sekolah yang memenuhi standar minimum akan dinyatakan terakreditasi dan yang tidak memenuhi. SD. dinyatakan tidak terakreditasi. SMP. Setiap sekolah harus memenuhi standar minimum yang telah ditetapkan oleh BASNAS. namun kurikulum nasional tetap harus dilaksanakan sepenuhnya. SDLB. SMPLB. maka pedoman tingkat/derajat standar juga akan berubah sesuai dengan perkembangan dan tuntutan pendidikan di masa depan. menafsirkan maknanya.

tujuan. esensi perencanaan pembelajaran adalah kesiapan segala hal yang diperlukan untuk berlangsungnya pelaksanaan proses belajar mengajar. Ketiga hal tersebut merupakan rangkaian utuh yang tidak dapat dipisah-pisahkan. mengajar dengan jelas. menggunakan variasi media/alat peraga pendidikan. Proses belajar mengajar adalah kejadian/peristiwa interaksi antara pendidik dan peserta didik yang diharapkan menghasilkan perubahan pada peserta didik. dan bagaimana melakukan penilaian. hingga bahan ajar yang siap untuk diajarkan kepada peserta didik. harapan-harapan. motivasi/semangat belajar. Perencanaan pembelajaran adalah penyusunan rencana tentang materi pembelajaran. Termasuk dalam perencanaan ini juga adalah memilih media/alat pendidikan. dari belum terdidik menjadi terdidik. maka bukti nyata berupa seperangkat dokumen kurikulum harus dimiliki oleh sekolah. menggunakan konteks/lingkungan sebagai sarana pembelajaran. Tingkat efektivitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh perilaku pendidik dan perilaku peserta didik. kedisiplinan. dari belum kompeten menjadi kompeten. bagaimana melaksanakan pembelajaran. waktu. memberdayakan peserta didik. satuan acara pelajaran. Perilaku pendidik yang efektif. yaitu dari belum mampu menjadi mampu.aspek yang menjadi ciri dan potensi daerah tempat sekolah berada. perhatian. pertanyaan. Semua ini dikemas sehingga silabus yang dikembangkan dan alokasi waktu yang dirumuskan benar-benar menjamin bahwa kurikulum nasional dan muatan lokal terlaksana dengan baik. pencatatan. Sekolah memiliki kalender dan jadwal yang jelas. dan evaluasi pembelajaran. menggunakan variasi metode pengajaran. mulai dari standar kompetensi. tempat. menggunakan jenis pertanyaan yang membangkitkan. Proses Belajar Mengajar Proses belajar mengajar adalah serangkaian aktivitas yang terdiri dari perencanaan. Disamping dokumen kurikulum. Pelaksanaan PBM. Inti dari proses belajar mengajar adalah efektivitasnya. dan perangkat informasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaannya sekolah berpegang pada dokumen kurikulum lengkap dan silabi yang dikembangkan mengacu kepada dokumen kurikulum tersebut. . pelaksanaan. Standar: Sekolah melaksanakan kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. silabus. Perencanaan PBM. Kurikulum adalah "apa" yang harus diajarkan kepada peserta didik agar menguasai kompetensi/kemampuan yang telah ditetapkan. dan sikap belajar yang positif. b. keseriusan. sekolah harus menunjukkan kepada publik bahwa kurikulum tersebut dilaksanakan sepenuhnya dengan alokasi waktu yang sesuai ketentuan. senang melakukan latihan soal. antara lain. keingintahuan. kerajinan. Jadi. Untuk meyakinkan kepada publik bahwa sekolah melaksanakan kurikulum nasional dan muatan lokal. fasilitas. Sedang perilaku peserta didik. antara lain. antusiasme. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu.

Untuk mewujudkan tingkat efektivitas yang tinggi dari perilaku pendidik dan pesena didik. Evaluasi PBM. kerajinan. pendekatan. (b) implementasi manajemen sekolah. dan (e) ketatalaksanaan sekolah. (c) kepemimpinan sekolah. Tujuan yang . dsb. Informasi hasil pembelajaran ini kemudian dibandingkan dengan hasil pembelajaran yang telah ditetapkan. Sekolah memiliki bukti tingkat efektivitas perilaku mengajar guru (kejelasan mengajar. dan sekolah memiliki bukti-bukti bahwa hasil evaluasi didokumentasikan dan digunakan untuk perbaikan penagajaran. Adapun misi sekolah adalah tindakan untuk merealisasikan visi. Jadi. keantusiasan mengajar. keseriusan. dan metode pembelajaran yang mampu memberdayakan dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. pembelajaran kooperatif/kerjasama. misi dan tujuan sekolah dan sejauhmana tujuan itu dicapai. a. wawasan masa depan atau visi sekolah adalah gambaran masa depan yang dicita-citakan oleh sekolah. 2. Pendekatan proses belajar mengajar agar menekankan pada pembelajaran aktif (cara belajar siswa aktif). fokus evaluasi pembelajaran adalah pada hasil. Jenis realita bisa asli atau tiruan. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses untuk mendapatkan informasi tentang hasil pembelajaran. Sekolah memiliki bukti bahwa guruguru menggunakan berbagai variasi strategi. dan pembelajaran kontekstual. Sebaliknya. Kegiatan sekolah idealnya dilakukan berdasarkan atas tujuan sekolah yang dirumuskan secara jelas. yang merumukan rumusan hasil yang diharapkan oleh sekolah. (d) pengawasan. Pendidik menggunakan berbagai jenis alat evaluasi sesuai karakteristik kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. baik hasil yang berupa proses maupun produk. perlu dipilih strategi proses belajar mengajar yang menggunakan realita dan jenis pengalaman. dsb. Administrasi/Manajemen Sekolah Standar administrasi/manajemen meliputi: (a) perencanaan sekolah. jika hasil nyata pembelajaran tidak sesuai dengan hasil pembelajaran yang ditetapkan. dan jenis pengalaman bisa konkret atau abstrak. Jika hasil nyata pembelajaran sesuai dengan hasil yang ditetapkan. Standar: Sekolah memiliki bukti bahwa guru-guru melakukan perencanaan yang dibuktikan misalnya dengan dokumen satuan pembelajaran. Sekolah memiliki bukti-bukti penggunaan variasi alat evaluasi sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. maka pembelajaran dapat dikatakan efektif. pembelajaran yang menyenangkan. Dengan kata lain.) dan Perilaku belajar siswa (semangat. Dalam rencana ini wawasan masa depan (visi) dijadikan pemandu bagi rumusan misi sekolah.) di kelas. sekolah memiliki bukti hasil belajar berdasarkan penggunaan variasi alat evaluasi yang dipakai. pembelajaran reflektif. Kriteria utama keunggulan sekolah adalah sejauhmana warga sekolah memahami dan menyadari visi. Perencanaan Sekolah Sekolah seharusnya memiliki rencana yang akan dicapai dalam jangka panjang (rencana strategis) yang dijadikan acuan dalam rencana operasional. maka pembelajaran dikatakan kurang efektif. Visi dan misi dijadikan acuan dalam merumuskan tujuan sekolah.

maka pelibatan masyarakat melalui wadah yang disebut Komite Sekolah merupakan upaya yang harus dilakukan oleh sekolah.dirumuskan berdasarkan visi dan misi sekolah ini selanjutnya dijadikan acuan dalam penyusunan rencana operasional yang bersifat lebih rinci dan lebih operasional. maka manajemen sekolah yang dimaksud adalah manajemen berpusat pada sekolah atau yang dikenal dengan manajemen berbasis sekolah (MBS). dengan catatan bahwa apa yang dilakukan oleh sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. siswa. keluwesan/ fleksibilitas. Dua hal yang merupakan inti dari manajemen sekolah adalah aspek dan fungsi. pengorganisasian. Dalam MBS. Mengingat perubahan terletak pada inisiatif dan komitmen dari para tenaga kependidikan yang bekerja di sekolah. supervisi. dana. pengkoordinasian. Manajemen dipandang sebagai aspek meliputi kurikulum. supervisi. baik oleh warga sekolah maupun masyarakat yang terkait dengan sekolah. pengorganisasian. baik berupa finansial. Manajemen dipandang sebagai fungsi meliputi pengambilan keputusan. dan . menengah. sekolah menerapkan pengambilan keputusan. perencanaan. terutama kompetensi lulusan. transparansi/keterbukaan. Standar: Sekolah memiliki rencana strategis dengan rumusan visi. dan hubungan masyarakat. tenaga/sumberdaya manusia. tenaga/sumberdaya manusia. pelaksanaan. relevansi. semua kegiatan harus dikaitkan dengan tujuan yang akan dicapai oleh sekolah (peningkatan kualitas. maka manajemen sekolah meliputi semua fungsi yang diterapkan pada semua aspek sekolah. dan inovasi) dan dilakukan menurut prinsip-prinsip MBS yang antara lain meliputi kemandirian. produktivitas. sarana dan prasarana. keterampilan). efektivitas. dalam jangka pendek. Tingkat partisipasi masyarakat dapat dilihat dari besar kecilnya dukungan mereka terhadap sekolah. pengkomunikasian. pemformulasian tujuan. b. siswa. misi. dan bukannya perintah serta petunjuk dari lapisan birokrasi atasan. efisiensi. Artinya. yang digunakan sebagai acuan bagi pengembangan rencana operasional dan program sekolah. perumusan tujuan. Manajemen sekolah Manajemen sekolah adalah pengelolaan sekolah yang dilakukan dengan dan melalui sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. akuntabilitas. pengkoordinasian. Oleh karena itu. perencanaan. jasa (pemikiran. moral. pengaturan ketenagaan. semangat kebersamaan. kesanggupan. dan keberlanjutan. dan hubungan masyarakat. pengaturan ketenagaan. dan kebutuhan sekolah. dan pengendalian pada semua aspek sekolah yang terdiri dari kurikulum. dana. pelaksanaan. dan tujuan yang jelas dan dipahami oleh setiap warga sekolah. dan pengendalian. pengkomunikasian. Rencana sekolah secara jelas menggambarkan tentang hasil yang akan dicapai. MBS adalah suatu model manajemen yang bertolak dari kemampuan. kemitraan/partisipasi. dan panjang yang dipahami oleh seluruh pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah (stakeholders). Dengan pola pemikiran manajemen sekolah yang meliputi aspek dan fungsi seperti tersebut diatas. tanggungjawab. sarana dan prasarana. Mengingat MBS berprinsip pada partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. MBS membolehkan adanya keragaman dalam pengelolaan sekolah yang didasarkan atas kekhasan dan kemandirian sekolah itu sendiri.

Standar: Manajemen sekolah dilaksanakan menurut aspek dan fungsi manajemen secara utuh. mendudukkan sumberdaya manusia lebih tinggi dari pada sumberdaya-sumberdaya selebihnya (uang. dan hubungan masyarakat. kepemimpinan bersifat visioner/transformatif. transparansi/ keterbukaan. Mengingat uniknya prinsip-prinsip MBS tersebut. cerdas. melakukan inovasi dan eksperimentasi agar menemukan cara-cara baru untuk mengerjakan sesuatu). Kepemimpinan Jika manajemen memfokuskan diri pada sekolah sebagai wadah/sistem. d. berani mengambil resiko sebagai pionir dalam pembaruan (kemauan untuk mengetahui yang belum diketahui. manajemen dan kepemimpinan. Guru-guru berkesempatan untuk mengembangkan karir. membentuk kultur. manajemen berurusan dengan sistem/wadah dan kepemimpinan berurusan dengan orang. maka kepemimpinan sekolah dapat didefinisikan sebagai berikut. akuntabilitas. Tugas dan fungsi manajer adalah mengelola para pelaksananya dengan sejumlah input manajemen seperti misalnya tugas & fungsi. Standar: Pimpinan sekolah menerapkan pola kepemimpinan yang bisa diterima oleh seluruh warga sekolah. siswa. Aspek-aspek manajemen sekolah yang dimaksud meliputi kurikulum. Berpangkal dari tugas dan fungsi pemimpin sekolah. menghargai orang lain atas kontribusinya. Kepemimpinan sekolah adalah kapasitas pemimpin sekolah dalam memahami dan mengembangkan dirinya. Dalam pelaksanaan pengawasan ini terkandung pula fungsi pemantauan yang diarahkan untuk melihat apakah semua kegiatan berjalan lancar dan semua sumber daya dimanfaatkan secara optimal. peralatan. kebijakan. Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang dibuktikan oleh penerapan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah yaitu kemandirian. program. efektif dan efisien.barang/benda. diperlukan. dan strategi sekolah). aturan main. Pengawasan dan monitoring dilakukan secara berkala dan tepat sasaran sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Pengambilan keputusan diambil secara partisipatif. c. menciptakan dan mengartikulasikan (visi. dana. menjaga integritas. Pimpinan sekolah bersifat terbuka dan melakukan melakukan pendelegasian tugas dengan baik. tujuan. maka diperlukan seorang kepala sekolah yang memiliki sifat-sifat sebagai manajer profesional. memberdayakan. Pengawasan Pengawasan merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen sekolah. dsb. mempengaruhi. bahan. misi. dan bertindak secara proaktif dalam kerangka untuk mencapai tujuan sekolah secara optimal. dan sustabilitas. perbekalan. kepemimpinan menekankan pada orang sebagai jiwanya. sasaran. tanggungjawab.). dan dinamis. kemitraan/partisipasi. Jadi. semangat kebersamaan. membimbing. sarana dan prasarana. tenaga/sumberdaya manusia. meyakini bahwa sekolah adalah tempat untuk belajar. memobilisasi. rencana. . keluwesan/fleksibilitas. memotivasi. Keduanya. perlengkapan. dan pengendalian agar sekolah sebagai wadah/sistem mampu berkembang. Sedang tugas dan fungsi pemimpin adalah memimpin warga sekolah agar posisi mereka sebagai jiwa/nyawa sekolah benar-benar sehat. memberi contoh.

yaitu organisasi dan regulasi sekolah. bahan. Menurut lingkupnya. dan terkoordinir secara kdnsisten jika didukung oleh organisasi sekolah yang cepat tanggap terhadap kebutuhan sekolah. tata persuratan dan kearsipan.Standar: Ada bukti-bukti yang menujukkan bahwa sekolah melaksanakan fungsi pemantauan dan pengawasan secara berkala termasuk pada kegiatan PBM di kelasyang hasilnya digunakan untuk perbaikan. terorganisir. Adapun sumberdaya sekolah yang dimaksud adalah sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya (uang. Ketatalaksanaan sekolah Penyelenggaraan sekolah akan berjalan lancar jika didukung oleh adminsitrasi/ketatalaksanaan yang efisien dan efektif. sarana dan prasarana. dsb. Oleh karena itu. Organisasi/Kelembagaan Standar organisasi/kelembagaan mencakup dua hal utama. (6) aturan. (4) kewenangan yang disertai tanggungjawab.). ketenagaan. yaitu adanya: (1) filosofi dan tujuan bersama. Secara umum.). Standar: Sekolah memiliki administrasi/ketatalaksanaan sekolah yang rapi. sekolah harus mengadministrasi semua kegiatan pada masing-masing lingkup administrasi tersebut. ketenagaan/kepegawaian. keuangan. kesiswaan. 3. efisien dan efektif pada lingkup proses belajar mengajar. (3) hirarki otoritas yang memberikan rantai komando. bahan. dan hubungan sekolah-masyarakat. peralatan. a. e. perlengkapan. kurikulum. dan hubungan sekolah-masyarakat. maka sekolah dapat dianggap sebagai organisasi yang memiliki karakteristik sebagai berikut. dsb. proses belajar mengajar. administrasi sekolah meliputi administrasi hasil belajar. Sebaliknya. Bersumber pada pengertian tersebut. Sekolah memiliki arsip informasi dan data yang mudah diakses sewaktu-waktu oleh warga sekolah maupun pihak lain yang memerlukan sesuai dengan aturan yang berlaku. tersatukan. kesiswaan. prosedur. sekolah perlu diorganisasikan secara tersistem sehingga memiliki struktur hirarkis yang terkoordinir secara rapi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (5) koordinasi upaya yang dilakukan secara sadar. Organisasi Program sekolah akan berjalan lancar. administrasi sekolah dapat diartikan sebagai upaya pengaturan dan pendayagunaan seluruh sumberdaya sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah secara optimal. kurikulum. (2) struktur organisasi yang disertai pembagian kerja (tugas dan fungsi) yang jelas dan menempatkan orang yang memiliki kemampuan dan kesanggupan di bidang kerjanya. peralatan. dan mekanisme kerja yang konsisten untuk . perlengkapan. sarana dan prasarana (perpustakaan. keuangan. sekolah yang administrasinya kurang efisien dan kurang efektif akan menghambat penyelenggaraan upaya sekolah. dengan catatan bahwa sumberdaya selebihnya tidak ada artinya apapun tanpa campur tangan jasa manusia. Secara rinci dan jelas.

Secara eksplisit dan jelas. dan alur akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Sekolah memerlukan lingkungan belajar yang aman.menjamin standar kinerja. prosedur kerja. (2) memampukan sekolah untuk melakukan jenis-jenis kegiatan/aktivitas melalui carcara seperti misalnya spesialisasi. yang ditampilkan dalam bentuk struktur organisasi. rantai komando. dengan adanya kejelasan siapa mengerjakan apa dan siapa melapor kepada siapa. tanggungjawab. (3) kepastian. Untuk memperoleh dokumen-dokumen legal yang dimaksud. struktur organisasi sekolah yang baik akan mampu menerjemahkan strategi kedalam pelaksanaan operasional yang produktif. akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sumberdaya manusia di sekolah. dan terkoordinir secara konsisten. dan kemanfaatan bagi warganya. pembagian kerja. Selain itu. tentunya sekolah harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang diperlukan. Sedang regulasi sekolah yang bersifat normatif diwujudkan dalam bentuk pedoman tatakrama dan tata tertib sekolah. keadilan. tertib. pembagian tugas dan fungsi yang jelas. keadilan. Sebagai lembaga legal yang diakui oleh publik. hubungan interaktif. sekolah harus memiliki sejumlah dokumen legal dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah yang bersangkutan. Pengorganisasian sekolah yang dilakukan secara cermat. (2) kegiatan sekolah yang terorganisir. Pelanggar regulasi harus dikenai sanksi yang diatur oleh sekolah dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. aturan. Untuk mencapai hal itu. prosedur kerja. keadilan. status sekolah. manual kerja. tersatukan. mekanisme kerja. dan dokumen-dokumen terkait lainnya. antara lain SK pendirian sekolah. kepastian. b. dan kepastian. dan (7) hubungan struktural dan fungsional yang diatur secara hirarkis. Regulasi sekolah yang bersifat yuridis diwujudkan dalam bentuk ketentuan-ketentuan (peraturan-peraturan) sekolah yang bersumber pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan ketentuan-ketentuan yuridis sekolah adalah contoh regulasi sekolah. dan pendelegasian kewenangan. teratur. dan (3) bisa menjaga semua kegiatan sekolah tetap terkoordinasi untuk mencapai tujuan. Dokumen-dokumen legal dan persyaratan-persyaratan yang dimaksud diperoleh dari pemerintah daerah. sekolah harus diatur dan dioperasikan berdasarkan ketentuan-ketentuan (regulasi sekolah) yang mampu menjamin ketertiban. Struktur organisasi yang baik akan mampu menampilkan setidaknya tiga hal: (1) mengurangi ketidakpastian internal dan ekstemal sekolah. upaya yang terkoordinir. Regulasi Sekolah Sekolah merupakan satuan dan jenis lembaga pendidikan yang secara legal diakui oleh publik. Standar: Sekolah memiliki struktur organisasi yang dapat menjamin: (1) kelancaran program sekolah. . yaitu yuridis dan normartif. dan tetap memiliki fokus meskipun dihadapkan pada keanekaragaman situasi. spesifikasi. dan (4) akuntabilitas internal dan ekstemal. dan nyaman sehingga proses belajar dapat berlangsung secara efektif. Kualifikasi. struktur organisasi sekolah memiliki hirarki kewenangan/otoritas. Regulasi sekolah memiliki dua sifat.

pusat sumber pembelajaran. kesiapan. dan afektif peserta didik. Ketersediaan. media pembelajaran. sarana pendidikan jasmani dan olah raga. dan sarana serta prasarana lain sesuai tuntutan program-program pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah. dan penggunaan sarana dan prasarana mutakhir. 5. pertumbuhan dan perkembangan psikomotor. bahan/material. ruang kelas. Sarana dan Prasarana Sekolah berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menyelenggarakan program pendidikan. Ketenagaan Ketenagaan sekolah meliputi tenaga pendidik dan tenaga penunjang. Standar: Sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi tujuan sekolah dan tuntutan pedagogik yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang bermakna. perpustakaan. menyenangkan. dan sarana serta prasarana lain sesuai tuntutan masing-masing mata pelajaran. baik yang bersifat yuridis maupun yang bersifat normatif. a.Standar: Sekolah memiliki bukti dokumen-dokumen resmi sebagai lembaga legal untuk menyelenggarakan pendidikan. ruang kelas. guru. secara periodik. dan memberdayakan sesuai tuntutan karakteristik mata pelajaran. dan peserta didik. media pembelajaran. dan kualitas serta berpegang pada esensi manajemen berbasis sekolah. Tenaga Pendidik . Pelanggar regulasi harus dikenai sanksi sesuai dengan aturan yang dibuat oleh sekolah dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. laboratorium. dan penggunaan sarana dan prasarana merupakan hal esensial bagi penyelenggaraan pendidikan di sekolah. laboratorium. sarana dan prasarana sekolah perlu dievaluasi secara sistematis sesuai dengan tuntutan kurikulum. Penegakan regulasi sekolah diterapkan secara adil dan teratur terhadap semua warga sekolah. Hal esensial lain adalah pengembangan keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan/ mengoperasikan sarana dan prasarana. kognitif. perpustakaan. tempat beribadah. menyenangkan. dan afektif peserta didik. bahan/material. relevansi. Pengadaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan prinsip kecukupan. Disamping itu. ruang praktek. kognitif. dan memberdayakan sesuai karakteristik mata pelajaran dan tuntutan pertumbuhan dan perkembangan psikomotor. 4. sarana pendidikan jasmani dan olahraga. fasilitas kesehatan dan keselamatan bagi peserta didik dan penyelenggara pendidikan. kesiapan. ruang praktek. Sekolah menjamin ketersediaan. Sekolah memiliki dan menerapkan regulasi sekolah seperti tata tertib dan tata krama. tempat bermain. Sarana dan prasarana yang dimaksud meliputi gedung. Sarana dan prasarana yang dimaksud meliputi gedung. serta cara-cara menggunakannya. tempat berkreasi dan rekreasi. pusat sumber pembelajaran. Penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi tuntutan pedagogik diperlukan untuk menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang bermakna. fasilitas kesehatan dan keselamatan bagi peserta didik dan penyelenggara pendidikan. tempat berkreasi dan rekreasi. tempat beribadah. tempat bermain.

pengelola. dan kesempatan untuk menggunakan sumberdaya sekolah untuk menunjang kelancaran tugasnya. pelayanan teknis dan kepustakaan. (2) memiliki kualifikasi dan kemampuan yang memadai sesuai dengan tingkat pendidikan yang ditugaskan. Pendidik pada pendidikan menengah kejuruan harus memiliki pengalaman industri selama dua tahun. dan menilai serta mengembangkan proses pembelajaran. Tenaga penunjang yang . b. Standar: Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang jumlahnya cukup/memadai yang ditunjukkan oleh kelayakan rasio guru-siswa (khusus pendidik). maka sekolah harus: (1) memiliki tenaga kependidikan yang cukup/memadai jumlahnya. pembinaan karir. Tenaga kependidikan merupakan jiwa sekolah dan sekolah hanyalah merupakan wadahnya. humanisms. pembelajaran. dalam arti kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kependidikan sesuai dengan bidang kerja yang ditugaskan.Tenaga kependidikan sekolah adalah mereka yang berkualiflkasi sebagai pendidik. tenaga kependidikan merupakan kunci bagi suksesnya pengembangan sekolah. penelitian dan pengembangan hal-hal praktis yang diperlukan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sekolah memiliki kepala sekolah yang kompeten/tangguh di bidang manajemen. Setiap tenaga kependidikan berkewajiban: (1) menjaga nama baik pribadi lembaga. Tenaga penunjang sekolah adalah mereka yang bertugas mendukung penyelenggaraan proses pembelajaran di sekolah. Tenaga Penunjang Sekolah selain memerlukan tenaga pendidik juga memerlukan tenaga penunjang. profesi. Karena itu. integritas kepribadian dan interaksi sosial baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat. Secara umum. pengawasan. Kualifikasi minimum untuk pendidik pada tingkat pendidikan prasekolah adalah lulusan D2 dan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah adalah lulusan sarjana kependidikan atau lulusan sarjana nonkependidikan ditambah sertifikat akta mengajar dari perguruan tinggi yang terakreditasi. kepemimpinan. melaksanakan. sekolah harus memberikan kondisi dan layanan bagi pengernbangan tenaga kependidikan. Tenaga kependidikan meliputi guru. tenaga kependidikan sekolah bertugas melaksanakan perencanaan. pengelolaan. pembimbingan. (2) melaksanakan tugas kependidikan yang menjadi tanggungjawabnya. Berkaitan dengan butir terakhir ini. penghasilan yang layak. konselor. laboran. Sekolah memiliki pendidik yang spesialisasinya relevan dengan matapelajaran yang diajarkan. penilaian. maka tenaga kependidikan berhak memperoleh perlindungan hukum. dan (4) memiliki kesanggupan kerja yang tinggi. Pendidik bertugas merencanakan. yang meliputi tenaga administratif. pelatihan. dan pustakawan yang kompeten. kepala sekolah dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. dan tenaga penunjang pendidikan. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. sosial. (3) memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi. penghargaan yang sesuai. Sekolah memberi kondisi dan layanan esensial bagi pengembangan tenaga kependidikan dan bagi peningkatan kinerja mereka. Mengingat pentingnya peran tenaga kependidikan bagi pengembangan sekolah. dan (3) meningkatkan kemampuan profesional yang meliputi kemampuan intelektual. dan teknis. Sebagai konsekwensi dari kewajiban yang dipikul. Pengelola sekolah bertugas mengelola dan memimpin tenaga pendidik dan tenaga penunjang di sekolah.

Siswa merupakan salah satu input yang sangat determinan bagi berlangsungnya proses pembelajaran. dan akuntabel sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Dalam lingkup sekolah. sekolah harus menyediakan dana pendidikan secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kesadaran akan hal perlu karena prestasi belajar siswa pada dasarnya merupakan upaya kolektif antara siswa dan guru. Standar: Sekolah memiliki tenaga penunjang yang kompeten untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan di sekolah. 7. Dana pendidikan di sekolah dialokasikan berdasarkan prinsip keadilan (equity/fairness) dan pemerataan (equality) yaitu tidak diskriminatif terhadap anggaran biaya yang diperlukan untuk masing-masing kegiatan sekolah. Untuk itu. Pengelolaan dana pendidikan di sekolah harus dilakukan secara transparan. Peserta Didik Standar peserta didik mencakup: (a) penerimaan pengembangan/pembinaan siswa dan (b) keluaran (output dan outcome). Pengelolaan dana sekolah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. sekolah berkewajiban menghimpun. Dalam mengalokasikan dana pendidikan. dan mengalokasikan dana untuk mencapai tujuan sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya tenaga penunjang harus bisa bekerjasama dengan tenaga pendidik. Artinya.dimiliki sekolah seharusnya memiliki kualifikasi yang sesuai atau sekurang-kurangnya pernah mengikuti pelatihan dalam bidang-bidang terkait. Sekolah menghimpun dana dari potensi sumber dana yang bervariasi. Sekolah mengelola dana pendidikan secara transparan. Pembiayaan/Pendanaan Sekolah menyediakan dana yang cukup dan berkelanjutan untuk menyelenggarakan pendidikan di sekolah. efisien. Dalam mengimpun dana. Terhadap tenaga penujuang ini sekolah melaksanakan pembinaan karir dengan baik. sumbangan masyarakat/orangtua siswa. Sekolah menilai kinerja tenaga penujang yang unsurunsurnya harus terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. hibah. sekolah perlu memperhatikan semua potensi sumberdana yang ada seperti misalnya subsidi pemerintah. sekolah berpegang pada prinsip keadilan dan pemerataan. dan jenis pendidikan. Standar: Sekolah menyediakan dana pendidikan yang cukup dan berkelanjutan untuk menyelenggarakan pendidikan di sekolah. terutama dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik. Jumlah tenaga penunjang yang tersedia disekolah memungkinkan mereka untuk bekerja secara efektif sehingga dalam menjalankan misi sekolah dapat lebih efektif. mengelola. a. 6. efisien. dan akuntabel sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. siswa baru dan . dan sumbangan perusahaan. Penerimaan Siswa Baru dan Pengembangan Siswa Peserta didik adalah warga masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. jenjang. peserta didik adalah siswa.

prestasi kesenian. pengambilan keputusan. Keluaran Keluaran sekolah mencakup output dan outcome. toleransi. antara lain. bebas penyakit). kreatif. kritis. Prestasi akademik meliputi. b. disiplin diri. Ketiga. kejujuran. dan perencanaan rekreasi. spiritual. NEM. lomba Fisika. dsb. hasil belajar harus mengekspresikan tiga unsur kemampuan. intelektual. afektif. baik mental maupun pisik. yang meliputi keterampilan olahraga (atletik. baik mental maupun fisik. seperti misalnya berpikir deduktif. kesopanan. pengembangan. makin tinggi pula kualitas pembelajaran. teater. misalnya. Prestasi non-akademik meliputi. dan Bahasa Inggris. Oleh karena itu. tanggungjawab. dan pembimbingan siswa. Pembinaan dan pengembangan siswa. emosi. ilmiah. dan angka putus sekolah. prestasi olah raga. yaitu kognitif. akan tetapi harus juga mengukur kemampuan berpikir ganda. dan prestasi kepramukaan. kesehatan (daya tahan. lomba karya ilmiah remaja. seperti misalnya. Kedua. dan evaluasi hasil belajar siswa. kasih sayang. yang pada dasarnya adalah mengukur kualitas batiniyah/karakter manusia. tidaklah cukup jika hasil belajar hanya diukur dengan hasil tes berupa NUAN. Mengingat hasil belajar merupakan peleburan ketiga unsur kemampuan tersebut yaitu kognitif. Pemberian kesempatan kepada siswa dalam berbagai upaya sekolah seperti misalnya pengembangan kepemimpinan siswa. pembinaan/ pengembangan. lateral. Sekolah memiliki program yang jelas tentang pembinaan. dan rasa merupakan tugas penting sekolah. induktif. dan psikomotor. karakter/kualitas pribadi. diskoveri. Output sekolah adalah hasil belajar yang merefleksikan seberapa baik peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran.Pada tataran input. afektif. pengembangan kurikulum.). Matematika. dan estetika. Standar: Penerimaan siswa baru didasarkan atas kriteria yang jelas. Sekolah memberi kesempatan yang luas kepada siswa untuk berperanserta dalam penyelenggaraan program sekolah. hasil belajar harus juga mengukur psikomotor. pembimbingan. dan berpikir sistem. visual. badminton. Sekolah melakukan evaluasi belajar yang memenuhi persyaratan evaluasi. angka mengulang. seperti misalnya iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. cara berpikir. transparan dan dipublikasikan. adalah merupakan contoh pemberian kesempatan kepada siswa. Seleksi siswa dimaksudkan untuk mendapatkan calon siswa baru yang memenuhi persyaratan baik akademis maupun non akademis yang diperlukan untuk sukses belajar. merupakan salah satu faktor dominan yang sangat berpengaruh pada kualitas proses pembelajaran. keberanian moral. nalar. prestasi non-akademik. Evaluasi hasil belajar siswa sangat diperlukan untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat keberhasilan siswa. sulit untuk menyatakann tingkat kemajuan prestasi belajar siswa. setidaknya ada enam hal yang harus diperhatikan oleh sekolah yaitu seleksi siswa baru. pemberian kesempatan. sepakbola. komitmen. hasil belajar harus juga mengukur kemampuan afektif. dan psikomotor. Penyiapan belajar siswa. maka hasil belajar dapat dikelompokkan kembali menjadi prestasi akademik. kemampuan kognitif tidaklah semata-mata mengukur prestasi belajar berupa NUAN saja. Tanpa evaluasi. Siswa memiliki tingkat kesiapan belajar yang memadai. dan kesenian (musik. Idealnya. Pertama. penyiapan belajar siswa. Makin tinggi tingkat kesiapan siswa. dan kriya). Yang tidak kalah penting dalam kaitannya dengan peserta didik adalah evaluasi belajar siswa. . eksploratif.

portofolio. Idealnya. pendidikan mengajarkan siswa tentang kecakapan yang diperlukan untuk menjalani hidup dan kehidupan di masyarakat tingkat lokal. informasi. Artinya. obyektivitas. moral. Disamping itu. Jadi. 8. reliabilitas. Sekolah yang baik memberikan banyak kesempatan/akses kepada alumninya untuk meneruskan pendidikan berikutnya dan kesempatan/akses untuk memilih pekerjaan. Model evaluasi seperti ini akan lebih valid. sekolah akan tumbuh subur jika mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitarnya. yaitu: (1) kesempatan pendidikan dan kesempatan kerja.Berpangkal pada pengelompokan hasil belajar tersebut. dan akses dapat ditingkatkan. hasil belajar selalu terkait erat dengan outcome. kesenian. Angka mengulang kelas dan angka putus sekolah relatif kecil. dan otentik untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Sekolah yang baik juga membekali kecakapan alumninya untuk mengembangkan diri dalam kehidupan. pendidikan juga harus mampu mengubah masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu. tes kinerja. yang terdiri dari tes tertulis. Hasil studi penelusuran digunakan untuk memperbaiki program-program sekolah dan didokumentasikan secara rapi agar mudah diakses oleh siapapun yang membutuhkan. relevansi. sekolah melakukan studi penelusuran alumni secara berkala untuk mengetahui status mereka. dan otentisitas yang tinggi. akan tetapi menggunakan model evaluasi terpadu. dsb. Outcome memiliki dua dimensi. yang dibuktikan oleh tingkat validitas. maka model penilaian yang digunakan tidak lagi semata-mata tes tertulis (kertas dan pensil). internasional. nasional. Outcome adalah dampak jangka panjang dari output/hasil belajar. Standar: Sekolah menghasilkan output/hasil belajar yang memadai dalam prestasi akademik dan prestasi non-akademik (olah raga. dan proyekproyek akademis/non-akademis yang dilakukan secara kerja kelompok.). Dalam kenyataan tidak selalu demikian karena outcome dipengaruhi oleh banyak faktor diluar hasil belajar. baik dampak bagi tamatan maupun bagi masyarakat. Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk studi penelusuran. Pada dasarnya. hubungan simbiosis antara sekolah-masyarakat merupakan keniscayaan. Lebih dari itu. Inilah fokus pendidikan yang sesungguhnya harus diperhatikan oleh sekolah. Sekolah menggunakan alat evaluasi yang relevan untuk mengukur hasil belajar ganda (prestasi akademik dan prestasi non-akademik). baik kesempatan melanjutkan pendidikan. reliabel. baik berupa finansial. Selain itu. dampaknya juga akan bagus. dan pengembangan diri alumni. Peranserta Masyarakat Idealnya. keterampilan kejuruan. Dukungan-dukungan dari masyarakat. obyektif. dan (2) pengembangan diri alumni. keagamaan. jika hasil belajar bagus. tugas-tugas. apa yang dididikkan di sekolah idealnya harus relevan dengan tuntutan-tuntutan nilai luhur dan harapan-harapan masyarakat. sekolah yang baik memiliki kepedulian terhadap nasib alumninya. Pengembangan diri yang dimaksud adalah pertumbuhan intelektualitas yang dihasilkan dari proses pembelajaran di sekolah. Studi penelusuran ini memiliki manfaat ganda yaitu. kesempatan kerja. yang esensinya adalah pelacakan terhadap alumninya. jasa . juga untuk mencari umpan balik bagi perbaikan program-program di sekolahnya sehingga mutu. selain peduli terhadap alumninya.

akan tetapi juga berbasis masyarakat. Bahkan ada kecenderungan bahwa pendidikan masa depan adalah pendidikan berbasis masyarakat. (3) mengupayakan jaminan komitmen sekolah masyarakat melalui kontrak sosial. keterampilan).(pemikiran. (2) menciptakan dan melaksanakan visi. yaitu pendidikan tidak lagi semata-mata merupakan kewenangan dan tanggungjawab pemerintah. Hubungan antara sekolah-masyarakat. dan pengontrol (controller). Pada dasarnya. sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah. dokter. organisasi profesi. kebijakan. dimiliki. dan sebagainya. yayasan. misi. tujuan. organisasi buruh. a. Dalam kerangka itulah. Lingkungan/Kultur Sekolah Standar lingkungan/kultur sekolah mencakup dua hal utama. ide-ide. maupun berupa barang. Masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki identitas dan kepentingan berbeda-beda. pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan yang diarahkan. sebagai pendukung. Dengan demikian. organisai pengusaha. dan pengambilan keputusan bersama. praktisi. lembaga ini harus diberdayakan. Konteks Sekolah Sekolah berada dalam lingkungan/konteks yang dinamis. yaitu konteks sekolah dan kultur sekolah. dsb. Oleh karena itu. Konteks adalah eksternalitas sekolah yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan sekolah dan karenanya harus . penghubung (mediator). Penyelenggaraan pendidikan tidak lagi semata-mata dimonopoli dan berbasis pemerintah (swadaya pemerintah). dan didukung oleh masyarakat sekitar yang dilayani oleh institusi pendidikan (sekolah). sebagai penasehat. tetapi sudah merupakan keharusan. pertemuan. tokoh masyarakat. misalnya kelompok-kelompok: orangtua siswa. akademisi. dan sebagai pengontrol pendidikan di sekolah. petani. Esensi kelembagaan ini adalah bahwa masyarakat memiliki peran sebagai pemberi pertimbangan (advisor). masyarakat memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan. rencana. hubungan sekolah-masyarakat bukan lagi sekadar penting. dan (3) mengembangkan model-model partisipasi masyarakat sesuai tingkat kemajuan masyarakat. Jadi. idealisme. ditulis dan dipublikasikan secara eksplisit dan jelas. kontak langsung secara individual. baik menyangkut substansi maupun strategi pelaksanaanya. Jika demikian. pendukung (supporter). baik sebagai mitra sekolah. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044 Tahun 2002 tentang Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. program. maka sekolah akan dipandang sebagai sekolah masyarakat dan bukannya sebagai sekolah pemerintah yang berada di masyarakat.). Standar: Peranserta masyarakat meliputi partisipasi warga sekolah dan masyarakat. konsekwensi logis dari otonomi pendidikan sangat jelas. tetapi masyarakat juga harus berperanserta secara aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya. Sekolah melibatkan dan memberdayakan masyarakat dalam pendidikan di sekolah melalui strategi-strategi sebagai berikut: (1) memberdayakan melalui berbagai media komunikasi (media tertulis. 9.

kerangka instrumen akreditasi sekolah dikelompokkan ke dalam dimensi sebagai berikut. 1.diinternalisasikan ke dalam penyelenggaraan sekolah. kebijakan pendidikan. harapan tinggi. Konteks yang umumnya terdiri dari: tuntutan pengembangan diri dan peluang masa depan tamatan. b. pemberdayaan bersama. Standar: Sekolah menumbuhkan dan mengembangkan budaya/kultur yang kondusif bagi peningkatan efektivitas proses pendidikan di sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. nilai. tujuan. keunggulan. makin kondusif budaya sekolah. rasa. dan kepemimpinan transformatif dan partisipatif. tenaga kependidikan sebagai pebelajar. tanggap. Kurikulum/proses belajar mengajar . kebiasaan menjadi masyarakat belajar. penyusunan instrumen akreditasi sekolah harus bersumber pada standar akreditasi sekolah. Budaya sekolah merupakan peleburan unsur-unsur aset kualitas batiniyah (akal. dan strategi pengembangan sekolah. kemajuan ipteks. B. nilai dan harapan masyarakat terhadap pendidikan. dan tuntutan globalisasi. kolegialitas. spirit) yang kemudian diekspresikan dalam bentuk sikap dan perbuatan lahiriyah. Artinya. budaya masyarakat belajar. penekanan pada pembelajaran. dan tradisi/kebiasaan yang telah dibentuk dan disepakati bersama oleh warga sekolah. makin efektif sekolahnya. dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap pendidikan. Hasil-hasil penelitian menyimpulkan bahwa budaya sekolah sangat berpengaruh terhadap efektivitas sekolah. emosi. wawasan masa depan (visi) yang sama. kepastian. perencanaan bersama. Sekolah yang mampu menginternalisasikan konteks ke dalam penyelenggaraan sekolah akan membuat sekolah sebagai bagian dari konteks dan bukannya terisolasi darinya. Kerangka Instrumen Akreditasi Sekolah Instrumen akreditasi disusun berdasarkan standar akreditasi sekolah yang telah ditetapkan. simbol. Kultur sekolah yang perlu ditumbuhkan dan dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas sekolah antara lain: berpusat pada pengembangan peserta didik. norma. harus diinternalisasikan ke dalam penyelenggaraan sekolah. profesionalisme. lingkungan belajar yang kondusif. keadilan. misi. yang dibuktikan oleh penerapan setiap sub budaya sekolah sebagaimana ditulis pada mukadimah. landasan hukum. Standar: Sekolah bersikap responsif. Secara umum. Standar akreditasi sekolah yang dimaksud meliputi rumusan standar dan mukadimahnya dari setiap standar yang ditulis. Artinya. dan peka terhadap dinamika konteks dan secara jelas menginternalisasikannya ke dalam rumusan visi. budaya korporasi atau kebiasaan bekerja secara kolaboratif/kolektif. respek terhadap setiap individu warga sekolah. tuntutan otonomi. Kultur Sekolah Kultur/budaya sekolah adalah karakter atau pandangan hidup (a way of life) sekolah yang merefleksikan keyakinan. sasaran.

dinyatakan tidak terakreditasi. beberapa ketentuan berikut perlu diperhatikan oleh sekolah: 1. C. 2. Organisasi/kelembagaan sekolah 4. Peringkat akreditasi sekolah terdiri atas tiga klasifikasi sebagai berikut: a. Sekolah diwajibkan mengajukan permohonan akreditasi ulang. Peranserta masyarakat 9. Lingkungan/kultur sekolah Masing-masing dimensi sekolah tersebut kemudian dibuat aspek. Penentuan Peringkat Akreditasi Sekolah Hasil akreditasi sekolah dinyatakan dalam peringkat akreditasi sekolah. A (AmatBaik) b. 4. Selanjutnya. Sekolah yang menghendaki untuk diakreditasi ulang dapat mengajukan permohonan sekurangkurangnya setelah 1 (satu) tahun terhitung sejak ditetapkannya peringkat akreditasi. Pembiayaan 7. Sekolah yang peringkat akreditasinya berakhir masa berlakunya dan telah mengajukan akreditasi ulang tetapi belum dilakukan akreditasi oleh BAS Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai . dan deskriptornya secara rinci sebagai kerangka dalam penyusunan instrumen akreditasi sekolah. sebelum 6 (enam) bulan masa berlakunya peringkat akreditasi berakhir. indikator. B (Baik) c. Administrasi/manajemen sekolah 3.2. 3. Ketenagaan 6. Sarana dan prasarana 5. Peserta didik/siswa 8. Peringkat akreditasi sekolah berlaku selama 4 (empat) tahun terhitung sejak ditetapkan peringkat akreditasinya. C (Cukup) Bagi sekolah yang hasil akreditasinya kurang dari C.

. proses evaluasi diri harus dilakukan menurut prinsip-prinsip dasar seperti yang berlaku pada prinsip-prinsip dasar akreditasi sekolah. berdasarkan hasil evaluasi diri. dan SMP) dilampiri hasil evaluasi diri yang telah diupayakan perbaikannya. dan disertai pula saran-saran perbaikan dan pengembangan/pembinaan. Dalam pengajuan akreditasi. kelemahan. Hasil evaluasi diri juga harus menggambarkan kenyataan yang ada di sekolah. sekolah melakukan perbaikan sendiri secara internal. Sekolah yang peringkat akreditasinya telah berakhir masa berlakunya dan menolak untuk diakreditasi ulang oleh BAS Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya. disertai hasil temuan. SD. siklus akreditasi sekolah adalah sebagai berikut. sekolah mengajukan akreditasi kepada BAS Provinsi (untuk SLB. D. Kedua. BAS Provinsi/Kabupaten/Kota dapat memutuskan untuk tidak melakukan visitasi dan berkas usulan akreditasi dikembalikan ke sekolah untuk diperbaiki. Siklus Akreditasi Sekolah Secara umum. Menindaklanjuti permohonan tersebut. Keempat. SMA. sekolah dapat mengajukan akreditasi. maka peringkat akreditasi sekolah yang bersangkutan dinyatakan tidak berlaku. SD. Evaluasi diri dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui profil sekolah yang sebenarnya dengan menggunakan rambu-rambu atau Petunjuk Teknis Evaluasi Diri yang disusun oleh BAS Nasional. Perbaikan dilakukan atas dasar hasil evaluasi diri yang dilakukan terhadap keseluruhan komponen sekolah. 5. Keenam. dan SMK) dan BAS Kabupaten/Kota (untuk TK. Ketiga. Sebaliknya. SMPLB. dan SMLB) dan BAS Kabupaten/Kota (untuk TK. sekolah melakukan evaluasi diri. BAS Provinsi/Kabupaten/Kota mempelajari usulan akreditasi sekolah untuk menentukan apakah perlu dilakukan visitasi atau tidak. Pertama. Setelah dilakukan evaluasi diri dan berbagai kekurangan. komponen-komponen yang rendah skornya perlu segera dilakukan perbaikan. Mengingat hasil evaluasi diri harus menggambarkan profil sekolah yang sebenarnya. Evaluasi diri dilakukan oleh sekolah sendiri. hasil visitasi digunakan untuk membuat keputusan tentang peringkat akreditasi sekolah yang bersangkutan. Jika hasil evaluasi diri layak. maka sekolah yang bersangkutan masih tetap menggunakan peringkat akreditasi terdahulu. Sekolah mengajukan permohonan untuk diakreditasi kepada BAS yang bersangkutan. maka BAS Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan visitasi kesekolah untuk memferifikasi hasil evaluasi diri. jika visitasi dilakukan. BAS Propinsi mengirim instrumen evaluasi diri. dan ancaman telah diupayakan pemecahannya. berdasarkan hasil evaluasi diri. Petunjuk Teknis Evaluasi Diri diperoleh dari BAS Propinsi (untuk TKLB. Hasil perbaikan dapat digunakan untuk mengajukan kembali usulan akreditasi. Tegasnya. Kelima. jika hasilnya tidak layak.dengan kewenangannya. dan SMP). SDLB. seyogyanya sekolah merasa yakin bahwa sekolahnya memang layak diusulkan untuk diakreditasi.

Jadi hasil evaluasi diri sekolah merupakan prasyarat wajib yang harus dikirim ke BAS sebelum dilakukan akreditasi sekolah oleh tim asesor. format. Baik akreditasi sekolah yang dilakukan oleh BAS Provinsi maupun oleh BAS Kabupaten/Kota. Secara umum. memiliki sarana dan prasarana pendidikan 4. Sekolah mengajukan permohonan akreditasi kepada BAS Propinsi untuk jenjang SLB. dan SMP dilakukan oleh BAS Kabupaten/Kota. Akreditasi dilakukan terhadap permohonan oleh sekolah kepada BAS dengan melampirkan dokumen hasil evaluasi diri sekolah. Penilaian dilakukan terhadap data. BAS menunjuk tim asesor untuk melakukan penilaian terhadap sekolah. Akreditasi sekolah untuk SLB. . dan cara-cara melakukan evaluasi diri dapat diminta dari BAS yang bersangkutan. Prosedur dan Mekanisme Akreditasi Akreditasi dilakukan oleh BAS melalui penilaian kinerja sekolah. prosedur dan mekanisme kerjanya dapat dikemukakan sebagai berikut: 1.PELAKSANAAN AKREDITASI A. dan SMK atau kepada BAS Kabupaten/Kota untuk jenjang TK. prosedur. memiliki surat keputusan kelembagaan unit pelaksana teknis (UPT) sekolah 2. berupa pedoman penyusunan evaluasi diri sekolah. telah menamatkan peserta didik B. atau SMP. memiliki siswa pada semua tingkatan kelas 3. SD. SD. melaksanakan kurikulum nasional 6. evaluasi diri adalah penilaian terhadap sekolah sendiri yang dilakukan sendiri oleh sekolah yang bersangkutan yang pelaksanaannya dapat menggunakan para ahli sejawat dari luar sekolahnya. Sekolah berkewajiban menyampaikan data dan informasi secara benar dan jujur sesuai kenyataan di lapangan. Data dan informasi yang sifatnya kualitatif dan kuantitatif diperoleh dari sekolah melalui respon yang disusun berdasarkan instrumen akreditasi yang diturunkan dari standar akreditasi. dan SMK dilakukan oleh BAS Provinsi. Akreditasi sekolah untuk TK. memiliki tenaga kependidikan 5. informasi. dan kenyataan di lapangan yang dimiliki oleh sekolah. Komponen. SMA. yaitu membandingkan kondisi nyata di sekolah dengan standar akreditasi yang telah ditetapkan. SMA. Persyaratan Sekolah yang Diakreditasi Sekolah yang akan diakreditasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1.

tim asesor memberikan rekomendasi kepada BAS untuk melakukan visitasi atau tidak. C. Usia maksimal 60 tahun. Jika menurut penilaian BAS bahwa hasil evaluasi diri tidak layak. b. 5. Hasil penilaian akhir oleh tim asesor juga disertai saran-saran pembinaan. Jika hasil evaluasi diri layak. dan peningkatan kinerja sekolah yang diakreditasi. Tim Asesor Tim asesor yang melakukan visitasi ke sekolah harus profesional dan cukup jumlahnya. Berdasarkan butir (7). maka BAS dapat memutuskan untuk tidak melakukan visitasi ke sekolah. Sekolah melakukan evaluasi diri berdasarkan instrumen yang dibuat oleh BAS dengan mengisi/merespon instrumen evaluasi tersebut secara benar. pengembangan. memiliki kemampuan dan integritas diri serta komitmen untuk melaksanakan tugasnya. . Nilai akhir dan peringkat akreditasi ditetapkan melalui sidang pleno BAS Provinsi atau Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya. Esensi visitasi ke sekolah adalah untuk melakukan cek-recek/validasi/verifikasi terhadap dokumen hasil evaluasi diri yang dilakukan oleh sekolah dengan kenyataan di lapangan yang dimiliki oleh sekolah. BAS Provinsi atau Kabupaten/Kota menerbitkan sertifikat tentang status (terakreditasi/tak terakreditasi) dan peringkat akreditasi sekolah sesuai dengan kewenangannya menggunakan format yang dikeluarkan oleh BAS Nasional. 7. pengembangan. maka penilaian akhir oleh tim asesor dilakukan disertai berita acara visitasi. Sekolah mengembalikan hasil evaluasi diri kepada BAS yang disertai surat permohonan untuk diakreditasi. Berdasarkan hasil penilaian terhadap evaluasi diri sekolah. Jadi keputusan melakukan atau tidak melakukan visitasi ke sekolah sangat tergantung dari penilaian oleh tim asesor terhadap evaluasi diri sekolah. Penetapan nilai akhir dan peringkat juga disertai saran-saran tindak lanjut (pembinaan. Jadi hasil evaluasi diri merupakan prasyarat wajib yang harus dikirimkan ke BAS sebelum akreditasi sekolah dilakukan. Untuk itu. dan lengkap sesuai dengan kenyataan di lapangan (sekolah yang diakreditasi).2. 8. Berdasarkan dokumen evaluasi diri dan visitasi ke sekolah yang dilakukan oleh tim asesor. Asesor ditunjuk oleh Ketua BAS berdasarkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut: a. berikut adalah beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penunjukan tim asesor. maka BAS mengirim tim asesor untuk melakukan visitasi ke sekolah. Hasil evaluasi diri oleh sekolah diperiksa oleh tim asesor (desk work). jujur. 4. 3. maupun peningkatan kinerja sekolah). 1. 6.

pakar. Untuk kepentingan tersebut. f. Kesalahan terhadap prosedur dan/atau hasil akreditasi bisa terjadi karena kesengajaan atau kekhilafan asesor. telah mengikuti pendidikan dan pelatihan akreditasi sekolah dan berhasil memperoleh sertifikat yang dikeluarkan BAS. 2. maka sekolah yang bersangkutan berhak mengajukan keberatan dan . seperti misalnya asosiasi profesi. Pemeriksaan terhadap Proses dan Hasil Akreditasi Untuk mengetahui apakah proses akreditasi dilakukan menurut prinsip-prinsip dasar akreditasi dan apakah hasil akreditasi sesuai dengan kenyataan yang ada di sekolah. memahami dan menguasai konsep serta prinsip-prinsip dasar pelaksanaan akreditasi sekolah termasuk mekanisme pelaksanaan visitasi. e. d. harus diberi sanksi.c. SMK dan SLB. praktisi. sewaktuwaktu perlu dilakukan pemeriksaan melalui sampling ke sejumlah sekolah di propinsi/kabupaten/kota tertentu. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui derajat ketelitian dan keakuratan terhadap prosedur dan/atau hasil akreditasi. Hasil pemeriksaan yang dilakukan secara sampling dapat digunakan untuk meluruskan praktik-praktik akreditasi yang tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. berpengalaman minimal 5 tahun dalam pelaksanaan dan pengelolaan pendidikan. Jika sekolah merasa keberatan terhadap keputusan tersebut. SMA. dan sebagainya yang diberi tugas untuk melakukan evaluasi secara sampling ke sejumlah sekolah di kabupaten/kota tertentu. Pengajuan Banding Dalam kenyataan mungkin saja terjadi bahwa keputusan tim asesor tentang proses akreditasi tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dan/atau hasil akreditasi tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di sekolah tersebut. g. Tim Asesor melaksanakan tugas sesuai dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh BAS Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya MONITORING DAN PUBLIKASI A. memiliki kemampuan untuk menggali bergagai data dan informasi yang akurat dan komprehensif dalam menggambarkan kelayakan dan kinerja sekolah. dan minimal S1/sarjana atau yang sederajat untuk jenjang SMP. Bagi asesor yang menyalahi prosedur dan ketentuan-ketentuan akreditasi yang berlaku dan melanggar kode etik sebagai asesor. BAS-Nasional dapat menunjuk komisi yang berasal dari asesor BAS-Nasional atau komisi independen yang berasal dari sumber lain. memiliki kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya D3/sarjana muda bagi anggota tim asesor jenjang TK dan SD. B. yaitu diberhentikan sebagai asesor.

Jika pengajuan banding tidak dapat dipecahkan/diselesaikan pada BAS Kabupaten/Kota (TK. SD. SMA. Data base harus dapat diakses oleh publik sewaktuwaktu melalui internet. SMK). Data Base dan Publikasi Hasil Akreditasi BAS-Nasional mengembangkan dan mengelola data base hasil akreditasi setiap sekolah. BAS terdiri BAS-Nasional. Anggota komisi ditunjuk oleh BAS-Nasional yang beranggotakan 3 orang untuk melaksanakan re-evaluasi ke sekolah yang bersangkutan. Sekolah dapat meminta klarifikasi tentang proses dan/atau hasil akreditasi tersebut melalui re-evaluasi akreditasi sekolah. sekolah dapat mengajukan banding ke BAS-Nasional. C. Hasil re-evaluasi merupakan hasil final yang tidak dapat digugat oleh sekolah dan BAS-Nasional. dan BAS Kabupaten/Kota. Kedudukan dan Sifat . Berdasarkan surat pengajuan banding tersebut. Data base hasil akreditasi diperlukan untuk mengetahui perkembangan setiap sekolah dan pemetaan mutu pendidikan secara nasional. SMP) dan BAS Provinsi (SLB. SD. sekolah yang bersangkutan menunjukkan dan menjelaskan butir-butir yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur dan/atau kenyataan yang ada di sekolah tersebut dengan bukti-bukti yang dapat dijamin kredibilitasnya. BAS bertugas melakukan penilaian kinerja sekolah. dan SMK). Pengajuan banding dilakukan melalui surat permohonan paling lambat tiga bulan. B. Hasil evaluasi diserahkan ke BAS-Nasional dan ke sekolah yang bersangkutan paling lambat 1 bulan setelah dilakukan penilaian kembali (re-evaluasi). BADAN AKREDITASI SEKOLAH A. Dalam surat permohonan banding tersebut. SMP) dan di BAS Provinsi (SLB. Nama Akreditasi sekolah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Sekolah yang disingkat (BAS). Hasil akreditasi diterbitkan melalui internet dan buku yang khusus memuat hasil akreditasi seluruh sekolah di Indonesia. Buku tersebut diterbitkan secara berkala (setiap tahun) yang berisi hasil akreditasi seluruh sekolah di Indonesia pada tahun tersebut dan memaparkan pemeringkatannya. BAS Provinsi. SMA. maka Badan Akreditasi Sekolah Nasional membentuk komisi yang diberi tugas untuk mengkaji dan melakukan re-evaluasi pengajuan banding tersebut. setelah keputusan akreditasi diterima oleh sekolah yang bersangkutan. BAS-Nasional kemudian dapat menugaskan Tim yang ditunjuk untuk melakukan klarifikasi proses dan hasil akreditasi ke sekolah.permohonan banding yang diajukan kepada BAS Kabupaten/Kota (TK.

BAS Provinsi. BAS Provinsi berkedudukan di ibukota Provinsi. dan asosiasi profesi pendidikan. BAS-Nasional mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan melaksanakan sosialisasi kebijakan tentang akreditasi sekolah. 5) penetapan dan penggandaan form atau blanko sertifikat asesor dan blanko sertifikat hasil akreditasi yang akan digunakan oleh BAS dalam mensertifikasi sekolah. 10) pembangunan basis data dan sosialisasi pemanfaatannya. Keanggotaan Anggota BAS-Nasional. . C. 9) pelaksanaan ketatausahaan BAS Nasional. Jumlah anggota BAS disesuaikan dengan keperluan. 3) pelaksanaan pemberdayaan atau pembinaan kepada BAS Propinsi/Kabupaten /Kota tentang pelaksanaan akreditasi. 6) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan akreditasi sekolah. BAS-NasionaI a. Masa jabatan keanggotaan BAS dalam satu periode selama 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali satu kali periode berikutnya. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS). 7) pemberian rekomendasi tentang tindak lanjut hasil akreditasi. pakar pendidikan. dan BAS Kabupaten/Kota berkedudukan di ibukota Kabupaten/Kota. bersifat mandiri dan profesional. 4) pendelegasian kewenangan melaksanakan akreditasi atas nama BAS Nasional terhadap sekolah-sekolah yang menjadi bagian dari lingkup tugasnya. D. praktisi sekolah. BAS merupakan badan non struktural yang bersifat independen. b. 8) pelaporan hasil akreditasi sekolah secara nasional.BAS-Nasional berkedudukan di Ibukota DKI Jakarta. BAS Kabupaten/Kota terdiri dari unsur pemerintah dan atau pemerintah daerah. Tugas dan Fungsi BAS 1. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada butir (a) BAS-Nasional mempunyai fungsi: 1) perumusan kebijakan dan penetapan perangkat akreditasi sekolah. 2) pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan perangkat akreditasi sekolah. lembaga swadaya masyarakat peduli pendidikan.

5) pelaporan hasil akreditasi sekolah tingkat Provinsi. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada butir (a). 5). SD. dan SMK. 6) pelaksanaan ketatausahaan BAS Provinsi. b.2. 7) pemanfaatan basis data untuk kepentingan tugas pembinaan sekolah pasca akreditasi. SD. . penerbitan sertifikat dan publikasi hasil akreditasi SLB. DAN SMP. 4) penetapan peringkat akreditasi. penetapan peringkat akreditasi. 2) pelaksanaan akreditasi SLB. 3) penindaklanjuti hasil akreditasi SLB. BAS Provinsi a. 3. penerbitan sertifikat. dan SMP. SD. pelaksanaan sosialisasi kebijakan tentang akreditasi TK. dan SMP. pemanfaatan basis data untuk kepentingan tugas pembinaan sekolah pasca akreditasi. SMA. BAS Kabupaten/Kota mempunyai fungsi: 1). 6). pelaporan hasil akreditasi sekolah tingkat Kabupaten/Kota. dan SMK. 2). BAS Kabupaten/Kota a. SD. BAS Kabupaten/Kota mempunyai tugas melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan akreditasi TK. dan publikasi hasil akreditasi TK. dan SMK. b. SMA. 4). pelaksanaan ketatausahaan BAS kabupaten/Kota. dan SMP. penindaklanjuti hasil akreditasi TK. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada butir (a). 3). SMA dan SMK. SD. dan SMK. BAS Provinsi mempunyai tugas melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan akreditasi SLB. SMA. dan SMP. 7). BAS Provinsi mempunyai fungsi: 1) pelaksanaan sosialisasi kebijakan tentang akreditasi SLB. pelaksanaan akreditasi TK. SMA.

Mengangkat tim asesor yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. b. . E. ketua merangkap anggota b. lembaga swadaya masyarakat peduli pendidikan. asosiasi profesi pendidikan. Tata Cara Pembentukan Pembentukan BAS-Nasional. yang jumlahnya sekurang-kurangnya 11 orang dan sebanyak-banyaknya sesuai dengan keperluan serta berjumlah gasal 2. birokrat pendidikan. Panitia persiapan bertugas mempersiapkan pembentukan BAS. BAS dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh sekretariat. Provinsi. dan yayasan penyelenggara pendidikan. BAS Provinsi dan BAS Kabupaten/Kota. Mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat tentang pembentukan BAS. BAS Provinsi. dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Tata Hubungan Tata hubungan antara BAS-Nasional. sekretaris merangkap anggota c. 3. dan BAS Kabupaten/Kota diawali dengan pembentukan panitia persiapan yang dibentuk oleh masing-masing Departemen Pendidikan Nasional. Agar BAS dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana disebut sebelumnya. Ketua dan Sekretaris BAS dipilih oleh dan dari anggota. dan BAS Kabupaten/Kota maupun antara BAS dengan pemerintah pusat dan daerah bersifat koordinatif. dan Kabupaten/Kota diatur sebagai berikut: a. Susunan Organisasi 1. Panitia persiapan berjumlah 7 (tujuh) orang terdiri dari praktisi pendidikan. dan Bupati/Wali Kota. F. Pembentukan Badan Akreditasi 1. Menyusun kriteria / persyaratan untuk menjadi anggota BAS dan menjaring calon anggota melalui forum terbuka / media masa / cara-cara lain yang demokratis dan transparan / terbuka. terutama tentang pentingnya pembentukan BAS dan upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam pembentukan BAS. maka susunan organisasi BAS Nasional. Tim Asesor Dalam melaksanakan akreditasi sekolah. Gubernur. anggota. pakar pendidikan. G. BAS Provinsi.4.

Prinsip-Prinsip Pembentukan Pembentukan BAS harus dilakukan secara transparan. Akreditasi sekolah merupakan salah satu upaya untuk memajukan pendidikan. kondisi ekonomi. Gubernur untuk BAS Provinsi. Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota BAS. kriteria calon anggota. yang berpengaruh kepala sekolah. Menyeleksi calon anggota berdasarkan kriteria/persyaratan tersebut. Buku Pedoman Akreditasi Sekolah ini terbuka terhadap kritik. 2. Dengan kesadaran semacam ini. tuntutan globalisasi. e. 3. Menyampaikan nama-nama pengurus dan anggota BAS kepada: Menteri Pendidikan Nasional untuk untuk BAS-Nasional. Penetapan BAS Calon anggota dan pengurus BAS yang telah terpilih kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (BAS-Nasional). akuntabel. Akreditasi sekolah. Setelah pengurus dan anggota BAS ditetapkan oleh masing-masing unit Pemerintahan tersebut. d. secara sendirian tidak mampu memecahkan segala tekanan masyarakat. Yang dimaksud dengan transparan adalah BAS harus dibentuk secara terbuka dan diketahui oleh masyarakat secara luas mulai dari tahap pembentukan panitia persiapan. untuk ditetapkan. Bupati/Walikota untuk BAS Kabupaten/Kota. proses pemilihan. maka panitia persiapan dinyatakan selesai tugasnya dan dibubarkan. utamanya standar akreditasi. dan penyampaian hasil pemilihan. Adapun akuntabel berarti bahwa panitia persiapan hendaknya menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerjanya dan penggunaan dana kepanitiaan. Mengumumkan nama-nama calon terpilih kepada masyarakat. f. Keungulan sekolah memerlukan lebih dari sekedar standar akreditasi kerena keunggulan kualitas lebih besar dari pada penjumlahan seluruh butir standar akreditasi. maka pemilihan anggota dan pengurus dapat dilakukan melalui pemungutan suara yang dilakukan secara bebas dan rahasia. isu sosial. proses sosialisasi oleh panitia persiapan. pengumuman calon anggota. Tentu saja alasannya jelas yaitu. tuntutan otonomi. Itulah sebabnya. Sedangkan demokratis berarti bahwa dalam proses pemilihan anggota dan pengurus dilakukan dengan musyawarah mufakat. standar akreditasi yang dipersiapkan untuk masa depan yang belum diketahui itu memiliki keluwesan. Jika musyawarah mufakat tidak berjalan mulus. yang selanjutnya diatur dalam AD dan ART. kondisi politik. tetapi BAS tidak pernah mengasumsikan bahwa segalanya cukup dengan akreditasi sekolah. Disadari bahwa akreditasi sekolah memang perlu. dan sebagainya. saran.c. keinovasian. kompleksitas sekolah tidak bisa serta merta hanya diupayakan dan dikontrol dengan akreditasi sekolah. dan masukan yang bermanfaat bagi penyempumaan. proses seleksi calon anggota. dan Surat Keputusan Bupati/Walikota (BAS Kabupaten/Kota). Surat Keputusan Gubemur (BAS Provinsi). . dan daya tanggap yang tinggi terhadap tantangan perubahan yang dihadapi. dan demokratis.

(b) efektif. dan (c) untuk kepentingan pengembangan. 2. meliputi berbagai aspek dan menyeluruh. informasi objektif tentangg kelayakan dan kinerja sekolah. Apa Akreditasi Sekolah itu? Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentuksn kelayakan dan kinerja sekolah. akreditasi dilakukan untuk setiap sekolah sesuai dengan kesiapan sekolah. yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat. 20 Tahun 2003 Pasal 60. Apa Prinsip-Prinsip Akreditasi Sekolah? Prinsip – prinsip akreditasi yaitu : (a) objektif. dan (d) keharusan (mandatori). hasil akreditasi memberikan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Apa Fungsi Akreditasi Sekolah? Fungsi akreditasi sekolah adalah : (a) untuk pengetahuan. Apa Dasar Hukum Akreditasi Sekolah? Dasar hukum akreditasi sekolah utama adalah : Undang Undang No. yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait. mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator amalan baik sekolah. (d) memandirikan. 3. 87/U/2002. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87 dan Surat Keputusan Mendiknas No. Apa Tujuan Akreditasi Sekolah? Akreditasi sekolah bertujuan untuk : (a) menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan (b) memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah 4.Konsep Akreditasi Sekolah Posted on 3 Februari 2008 oleh : Akhmad Sudrajat A. sekolah dapat berupaya meningkatkan mutu dengan bercermin pada evaluasi diri. AKREDITASI SEKOLAH 1. yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi 5. (b) untuk akuntabilitas. . (c) komprehensif. Peraturana Pemerintah No.

(c) memiliki sarana dan prasarana pendidikan. Apa Cakupam Akreditasi Sekolah? Akreditasi sekolah dilaksanakan mencakup : (a) Lembaga satuan pendidikan (TK. (c) organisasi dan kelembagaan sekolah. (b) evaluasi diri oleh sekolah. SMA. Bagaimana Prosedur Akreditasi Sekolah ? Akreditasi dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut : (a) pengajuan permohonan akreditasi dari sekolah. SD. yaitui (a) kurikulum dan proses belajar mengajar. 9. (h) peranserta masyarakat. (f) pembiayaan. (b) keseimbangan antara penilaian internal dan eksternal. maka sebelum pengisian instrumen evaluasi diri. (f) penerbitan sertifikat dan laporan akreditasi 10. Masing-masing kompoenen dijabarkan ke dalam beberapa aspek.6. SMK dan SMP atau kepada Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota untuk TK dan SD Pengajuan akreditasi yang dilakukan oleh sekolah harus mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Dinas Pendidikan. SMPLB. (e) penetapan hasil akreditasi. (d) sarana prasarana (e) ketenagaan. sekolah dapat melakukan konsultasi kepada BAN-SM mengenai pelaksanaan dan penggunaan instrumen tersebut. . sekolah melakukan langkah-langkah sebagai berikut : (a) Sekolah mengajukan permohonan akreditasi kepada Badan Akreditasi Propinsi (BAP)-S/M untuk SLB. (c) pengolahan hasil evaluasi diri . SMALB. Apa Komponen Penilaian Akreditasi Sekolah ? Akreditasi sekolah mencakup penilaian terhadap sembilan komponen sekolah. SMA) dan (b) Program Kejuruan/kekhususan (SDLB. Apabila belum memahami. dan (1) lingkungan dan kultur sekolah. (b) memiliki siswa pada semua tingkatan. (g) peserta didik. SMP. (b) Setelah menerima instrumen evaluasi diri. SMK) 8. Apa Persyaratan Sekolah agar Dapat Mengikuti Akreditasi? Sekolah dapat diikutsertakan aktrditasi apabila : (a) memiliki surat keputusan kelembagaan (UPT). dan (d) keseimbangan antara penetapan formal peringkat sekolah dan umpan balik perbaikan 7. Bagaimana Sekolah Mempersiapkan Akreditasi Sekolah? Dalam mempersiapkan akreditasi. Berdasarkan indikator dibuat item-item yang tersusun dalam Instrumen Evaluasi Diri dan Instrumen Visitasi. sekolah perlu memahami bagaimana menggunakan instrumen dan melaksanakan evaluasi diri. (d) visitasi oleh asesor. Apa Karakteristik Sistem Akreditasi Sekolah? Sistem akreditasi memiliki karakteristik : (a) keseimbangan fokus antara kelayakan dan kinerja sekolah. (b) administrasi dan manajemen sekolah. perlu dilakukan pengumpulan berbagai dokumen yang diperlukan sebagai sumber data dan informasi 11. Dari masing-aspek dijabarkan lagi kedalam indikator. (c) Mengingat jumlah data dan insformasi yang diperlukan dalam proses evaluasi diri cukup banyak.

. Dinas Pendidikan. Permohonan Akreditasi Ulang 6 bulan sebelum masa berlaku habis.dan perangkat akreditasi secara nasional. sistem. (b) Badan Akreditasi Propinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M). Penjelasan kualitatif dan saran-saran harus merujuk pada hasil temuan dan bersifat spesifik agar mempermudah pihak sekolah untuk melakukan pengembangan dan perbaikan internal dan pihak terkait (pemerintah daerah dan dinas pendidikan) melakukan pemberdayaan dan pembinaan lebih lanjut terhadap sekolah. (e) melaksanakan kurikulum nasional. Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota berkewenangan melaksanakan akreditasi untuk TK dan SD. Akreditasi Ulang untuk perbaikan diajukan sekurang-kurangnya 2 tahun sejak ditetapkan. Berapa Lama Masa Berlaku Akreditasi ? Masa berlaku akreditasi selama 4 tahun. Rapat pleno penetapan hasil akhir akreditasi harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu (50 % + 1) anggota BAN-SM Nilai akhir dan peringkat akreditasi juga dilengkapi dengan penjelasan tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing komponen dan aspek akreditasi. Apa Hasil dari Akreditasi ? Hasil akreditasi berupa : (a) Sertifikat Akreditasi Sekolah. standar. . Siapa Pelaksana Akreditasi Sekolah ? Pelaksana akreditasi sekolah terdiri dari : (a) Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). Badan Akreditasi Propinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) berkewenangan untuk melaksanakan kegiatan akreditasi SMP. dan rekomendasi. SMA. 15. organisasi penyelenggara pendidikan. Bagaimana Menetapkan Hasil Akreditasi ? Laporan tim asesor yang memuat hasil visitasi. kekuatan dan kelemahan. SMK dan SLB. 13.yang memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan. termasuk saran-saran tindak lanjut bagi sekolah. maupun Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka peningkatan kelayakan dan kinerja sekolah di masa mendatang. 12. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) merupakan: badan non struktural yang secara teknis bersifat independen dan profesional yang terdiri atas unsur-unsur masyarakat.(d) memiliki tenaga kependidikan. Sedangkan. dan (b) Profil Sekolah. catatan verifikasi. 14. dan (f) telah menamatkan siswa. dan rumusan saran bersama dengan hasil evaluasi diri akan diolah oleh BAN-S/M untuk menetapkan nilai akhir dan peringkat akreditasi sekolah sesuai dengan kondisi nyata di sekolah. dan organisasi yang relevan. perguruan tinggi. dan (c) Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota .Sertifikat Akreditasi Sekolah adalah surat yang menyatakan pengakuan dan penghargaan terhadap sekolah atas status dan kelayakan sekolah melalui proses pengukuran dan penilaian kinerja sekolah terhadap komponen-komponen sekolah berdasarkan standar yang ditetapkan BAN-SM untuk jenjang pendidikan tertentu. Penetapan nilai akhir dan peringkat akreditasi dilakukan melalui rapat pleno BAN-SM sesuai dengan kewenangannya.

3. Apa Tujuan Evaluasi Diri ? Tujuan evaluasi diri untuk mendapatkan informasi yang objektif. 5. agar diperoleh data evaluasi diri yang akurat dan objektif. Apa Manfaat Evaluasi Diri ? Manfaat evaluasi diri adalah : (a) membatu sekolah dalam perencanaan dan pengembangan lebih lanjut. transparan. EVALUASI DIRI 1. dilakukan pembinaan secara terus menerus sehingga mencapai pagu itu. Oleh karena itu. memilih dan memperoleh data dan informasi yang valid dari fakta yang dilakukan oleh sekolah yang bersangkutan. Sebaiknya di sekolah di bentuk Tim Evaluasi Diri yang bertugas untuk mendata dan . 2. (b) membantu pemerintah dalam tugas pemberdayaan sekolah. Dengan mengetahui kelayakan sekolah. dan akuntabel dari sekolah yang diakreditasi. sehingga diperoleh gambaran menyeluruh tentang keadaan sekolah untuk dipergunakan dalam rangka pengambilan tindakan manajemen bagi pengembangan sekolah. maka kepala sekolah perlu melakukan koordinasi untuk melakukan pengisian instrumen evaluasi diri. Dinas Pendidikan Provinsi. Bagaimana Pengaduan atas Hasil Akreditasi ? Ketidakpuasan terhadap hasil akreditasi dapat disampaikan kepada BAN-S/M dengan tembusan BAP-S/M /UPA Kabupaten/Kota setempat dan BAN-S/M melakukan verifikasi dan evaluasi.Hasil evaluasi dapat digunakan untuk menentukan tingkat kelayakan sekolah dibandingkan standar kelayakan nasional yang dijadikan pagu. menyampaikan hasilnya kepada BAP-S/M/UPA Kabupaten/Kota untuk ditindaklanjuti 17.16. Apa fungsi Evaluasi Diri? Fungsi evaluasi diri adalah sebagai penilaian pertama untuk menentukan kelayakan sekolah dibandingkan dengan standar kelayakan nasional 4. selanjutnya kepada sekolah yang belum mencapai tingkatan minimal dari pagu mutu. Apa Tindak Lanjut Hasil Akreditasi ? Hasil akreditasi ditindaklanjuti oleh Departemen Pendidikan Nasional. Bagaimana Sekolah Melaksanakan Evaluasi Diri ? Kegiatan evaluasi diri tidak boleh dilakukan secara sembarangan namun harus berdasarkan kondisi nyata sekolah. dan (c) sebagai bagian penting dari sistem akreditasi. Apa Evaluasi Diri itu ? Upaya sistematis untuk mengumpulkan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Penyelenggara sekolah guna kepentingan peningkatan mutu sekolah B.

skor jawaban pernyataan = 10. skor jawaban pernyataan = 30. yaitu : Bagian pertama tentang butir-butir soal untuk mengungkap sembilan komponen sekolah. baik komponen utama maupun komponen tambahan yang akan diperhitungkan untuk menentukan skor hasil akreditasi. skor butir untuk pernyataan terbuka jika tidak diisi diberi skor 0 dan jika diisi diberi skor 1. Setiap komponen disertai dengan data tentang analisis kelemahan dan kekuatan masingmasing komponen Bagian kedua berupa isian data penunjang tentang keadaan sekolah. maka skor komponen total = (0. bersifat dikotomis ( Ya=1) dan (Tidak=0).Pengisian instrumen evaluasi diri dapat disesuaikan dengan kebutuhan waktu. Setelah itu dijumlahkan dan dibagi dengan 100 untuk mendapatkan nilai ratusan.menyiapkan berbagai bukti fisik yang diperlukan guna mendukung pengisian instrumen evaluasi diri. maka skor komponen utama = 30/40 x 70 % = 0. sekolah harus mengisi Surat Pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Contoh : skor komponen utama = 0. Terdiri dari 185 butir pernyataan. Contoh : jumlah butir komponen I (utama) adalah 40.19.53 Skor komponen tambahan = 0. Setelah pengisian instrumen evaluasi diri. Menghitung skor komponen tambahan : Jumlah skor jawaban komponen tambahan dibagi dengan jumlah butir komponen tambahan dikali 30 %. Bagaimana Teknik Skoring Instrumen Evaluasi Diri ? Menghitung skor komponen utama :Jumlah skor total komponen utama dibagi dengan jumlah butir komponen Utama dikali 70 %. maka skor komponen tambahan = 10/15 x 30% = 0. 8. Contoh : jumlah butir komponen tambahan) adalah 15. Data ini hanya merupakan penunjang atas data yang tercantum pada Bagian Pertama dan tidak akan diolah menjadian skor akreditasi 7.53+0.53. 6. maka BAN-S/M tidak akan melakukan visitasi dan dokumen evaluasi diri akan dikembalikan pada sekolah yang bersangkutan untuk diperbaiki hingga mencapai minimal skor 56. Bagaimana Rancangan Instrumen Evaluasi Diri ? Instrumen Evalusasi Diri untuk setiap jenjang dan jenis sekolah terdiri dari :dua bagian utama. sekolah harus menyerahkan kembali instrumen tersebut dengan melampirkan dokumen pendukung yang diperlukan. dan setiap butir memiliki skor maksimal = 1. kemudian dikalikan 100.19) x 100 = 72 Menghitung nilai akhir evaluasi diri : Nilai komponen dikalikan dengan bobotnya masingmasing. Apabila skor evaluasi diri kurang dari 56.19 Menghitung untuk mendapatkan nilai ratusan : Jumlahkan skor komponen utama dan tambahan pada masing-masing komponen. setiap komponen memiliki bobot yang berbeda. Di samping itu. namun tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan. Bagaimana Menentukan Klasifikasi Peringkat Akreditasi Sekolah ? .

3. dan S1/sederajat (SMP dst). 4. (c) memperoleh informasi tambahan (pengamatan. VISITASI 1. (g) bertanggung-jawab terhadap kerahasiaan hasil visitasi. C (Cukup) dengan nilai 56 -70. dan (d) mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan tidak merugikan pihak manapun. dan akurat. Bagamana Proses Visitasi ? Proses visitasi merupakan rangkaian pelaksanaan akreditasi yang melekat dengan fungsi evaluasi diri dan sekolah diharapkan untuk senantiasa menjamin kelengkapan dan ketepatan data dan informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan akreditasi sekolah Visitasi dilaksanakan oleh Tim yang terdiri dari dua orang Asesor. (c) kualifikasi pendidikan minimal D3/Sarmud (TK/SD). 2. verifikasi data pendukung. Visitasi dilaksanakan jika suatu sekolah dinyatakan layak berdasarkan penilaian evaluasi diri. selanjutnya nilai akhir dibandingkan dengan kritria berikut ini :A (Amat Baik) dengan nilai 86 -100. B (Baik) dengan niali 71 – 85. efektif.. sehingga dapat mendukung hasil akreditasi yang komprehensif. 5. Siapakah Pelaksana Visitasi ? Pelaksana Visitasi adalah asesor yang memiliki persyaratan dan kewenangan. integritas diri dan komitmen untuk melaksanakan tugasnya. maka kegiatan visitasi harus mengikuti tata cara pelaksanaan yang baku. dan melaporkannya secara obyektif ke BAN-SM. (h) memiliki wewenang untuk menggali data/-informasi dari berbagai sumber di sekolah. Bagamana Tata Cara Visitasi ? .Untuk menentukan klasikasi peringkat akreditasi. (i) diangkat sesuai surat tugas (waktu). dengan berpegang pada prinsip-prinsip: obyektif. (e) telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh BAS/BAN-SM dan (f) bertanggung-jawab untuk melaksanakan tugasnya sesuai prosedur dan norma. (b) bemperoleh data/informasi yang akurat dan valid untuk menetapkan peringkat akreditasi. dan dapat diangkat kembali (jika layak dalam tugas tsb). wawancara dengan warga sekolah.. serta dapat memberikan manfaat. serta pendalaman hal-hal khusus yang berkaitan dengan komponen dan aspek akreditasi. dan pencermatan data pendukung). valid. wawancara. efisien. Visitasi dilaksanakan segera (maksimal 5 bulan) setelah sekolah mengirimkan evaluasi diri. (d) memahami dan menguasai konsep/prinsip akreditasi termasuk mekanisme visitasi. sebagai berikut : (a) memiliki kompetensi. Apa Tujuan Visitasi ? Visitasi bertujuan : (a) meningkatkan keabsahan dan kesesuaian data/informasi. Apa Visitasi itu ? Visitasi adalah kunjungan tim asesor ke sekolah dalam rangka pengamatan lapangan. (b) berpengalaman minimal 5 tahun dalam pelaksanaan dan pengelolaan pendidikan. Tidak terakreditasi jika kurang dari 56 C. Agar visitasi berjalan sesuai dengan tujuannya. dan mandiri.

(c) Penyusunan dan Penyerahan Laporan Asesor menyusun perangkat laporan. verifikasi dan validasi atau cek-ulang terhadap data dan informasi kuantitatif maupun kualitatif. Bersahabat dan membantu secara professional. (b) Verifikasi data dan informasi Asesor datang ke sekolah menemui Kepala Sekolah menyampaikan tujuan dari visitasi. (2) instrumen visitasi. wawancara. Jangan meminta hal-hal yang tidak diperlukan untuk akreditasi. Jangan mendebat argumentasi yang disampaikan oleh nara sumber (responden). dan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. norma. prosedur. Kegiatan klarifikasi. baik individual maupun tim yang terdiri dari (1) tabel pengolahan data. 6. dan (4) berita acara visitasi untuk selanjutnya diserahkan kepada BAP-S/M /UPA. Tunjukan kekompakan tim 7. Asesor diangkat oleh BAP-S/M /UPA untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan mekanisme.Tata cara visitasi dilakukan melalui tahapan – tahapam sebagai berikut : (a) Persiapan. melakukan klarifikasi. BAP-S/M/UPA menunjuk dan mengirimkan asesor. (3) rekomendasi atas temuan. Hindari suasana menekan. Sesuaikan diri dengan budaya setempat. Bagamana Tata Tertib Pelaksanaan Visitasi ? Pelaksanaan Visitasi mengikuti tata tertib sebagai berikut : . Jangan mengada-ada. Hindari kesepakatan atau bargaining yang negatif. Untuk pelaksanaan visitasi. observasi kelas. Bagamana Tata Krama Pelaksanaan Visitasi ? Pelaksanaan Visitasi mengikuti tata krama sebagai berikut            Lakukan wawancara dengan suasana yang kondusif. Jangan merasa berkedudukan lebih tinggi. verifikasi dan validasi dilakukan dengan cara membandingkan data dan informasi tersebut dengan kondisi nyata sekolah melalui pengamatan lapangan. (c) Klarifikasi Temuan Tim asesor melakukan pertemuan dengan warga sekolah untuk mengklarifikasi berbagai temuan penting atau ketidak sesuaian yang sangat signifikan antara fakta lapangan dengan data/informasi yang terjaring dalam instrument evaluasi diri. Jangan menggurui nara sumber (responden).

Sekolah yang divisitasi tidak dikenakan dan tidak diperkenankan mengeluarkan dana untuk apapun selama berlangsungnya kegiatan visitasi. Apa Larangan bagi Asesor ?     Asesor dilarang keras melakukan intimidasi agar sekolah berkeinginan atau memberikan sesuatu dalam bentuk apapun. Sekolah dilarang keras memanipulasi data dan memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. Apa Larangan bagi Sekolah ?    Sekolah dilarang keras melakukan kegiatan yang menghambat visitasi. Asesor dilarang keras melakukan perjanjian/kesepakatan yang dapat mengakibatkan tidak objektifnya hasil visitasi. Sampaikan secara jelas mengenai tujuan. Sekolah dilarang keras memberikan apapun kepada asesor yang akan mengurangi objektifitas hasil visitasi 10. . Asesor dilarang keras menerima sesuatu yang akan berdampak atau cenderung mempengaruhi objektifitas hasil visitasi. Tunjukkan surat tugas tanpa diminta oleh pihak sekolah. honor. Komponen pembiayaan antara lain.     Datang ke sekolah tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. mekanisme dan jadwal visitasi. Tidak diperkenankan untuk menerima pemberian dalam bentuk apapun (uang atau barang). Bagaimana Pembiayaan Visitasi ?    Besarnya biaya visitasi per sekolah ditentukan oleh BAN-S/M. Agar berpakaian rapih dan sopan 8. Asesor dilarang keras membuka kerahasiaan data/informasi yang diperoleh dan hasil visitasi 9. transportasi dan akomodasi yang memadai dan layak bagi tim asesor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful