Instalasi pengolahan air ketel

Untuk penyuplaian air ketel diambil dari: 1. Perusahaan air minum Air dari PDAM ini belum tentu juga layak untuk air ketel 2. Pengeboran air sumur Air sumur banyak mengandung mineral yang bisa merusak ketel contoh silika dan kalsium 3. Air laut yang dusuling Penyulingan air laut dilakukan pada disalination plant. Air suling ini bisa mengandung Cl2 dan NaClyang sangat berbahaya bagi ketel 4. Air sungai atau air danau

Instalasi pengolahan air ketel cont.
• Untuk air yang mengandung banyak kotoran seperti air danau dan air sungai perlu adanya penyaringan dengan tujuan untuk memisahkan antara kotoran dan air murni. • Selain itu perlu adanya penyuntikan dengan Cl2 untuk membunuh binatang-binatang yang bersarang di air.

• Setelah air dijernihkan langkah selanjudnya adalah proses pemurnian awal dengan demineralisasi yaitu pemurnian air dengan pertukaran ion. Seperti pada gambar.
• Air air yang keluar dari demineralisasi masih mengandung gas gas oksigen dan amoniak, kemudian dialirkan ke daerator.

Proses demineralisasi

Daerator

Pusat listrik tenaga gas (PLTG) Gambar dibawah menjelaskan PLTG • Udara dinaikan bertekanan kira-kira 13kg/cm2 kemudian dialirkan keruang bahan bakar. • Dalam ruang pembakaran akan dihasilkan gas dengan suhu 1300oC dengan tekanan 13kg/cm2. akan tetapi kalau berupa minyak perlu dikabutkan dulu sebelum dibakar. • Gas hasil pembakaran ini disemprotkan keruang turbin untuk menggerakkan sudu-sudu turbin. • Apabila bahan bakar berupa gas maka langsung bisa dibakar. • Kemudian diruang pembakaran udara ini di campur dengan bahan bakar dan dibakar. . Proses pencampuran bahan bakar dan udara akan mempengaruhi efisiensi pembakaran.

Pembangkit listrik tenaga gas .

• Pembangkit jenis ini termasuk pembangkit termal dengan effisisensi paling rendah 15-25%. • Perlu pula dijaga tingkat kebisingan apabila menggunakan pembangkit jenis ini supaya ambang kebisingan dibawah standar.Operasi dan pemeliharaan • Dari segi operasi PLTG mempunyai waktu start yang pendek 15-30 menit dan dapat distart tanpa pasokan daya dari luar (Black start) • Waktu pemeliharaan (over haul) yang pendek sekitar 4000-5000 jam operasi. Apabila waktu start stop sering maka waktu pemeliharaan akan pendek. .

Pendinginan. • Pendinginan dilakukan dengan udara dari kompresor dan dialirkan ke sudu-sudu dan poros turbin. . • Sedangkan pendinginan minyak pelumas dilakukan dengan menggunakan heat exchanger. Untuk itu perlu lubanglubang pendingin diporos dan di sudu yang memerlukan teknologi yang baik.

.

Seingga dengan metode ini didapatkan daya sebesar 50% dari PLTG. • Gas buang dari PLTG yang umumnya masih diatas 400oC dimanfaatkan untuk memenaskan ketel PLTU.Pusat listrik tenaga gas uap (PLTGU) • Merupakan kombinasi antara PLTU dan PLTG. • Ketel uap yang digunakan untuk memanfaatkan gas buang dari PLTG didesain kusus dan lebih familier disebut sebagai HRSG (heat recovery steam generator) .

.

.

.

.

Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) •Pembangkit jenis ini biasanya dibangun untuk mencukupi beban didaerah terpencil atau baru dengan daya maximum <100MW. •Apabila lebih dari 100MW tidak eonomis menggunakan pembangkit ini .

akan tetapi sering mengalami kerusakan karena bagian yang bergerak mengalami putaran yang tinggi • Untuk Puataran diesel kurang dari 500 RPM dapat menggunakan bahan bakar kelas 2 dan 3.Pengaruh putaran PLTD • Biasanaya menggunakan mesin 4-langkah supaya pemakaian bahan bakar hemat • Dipasaran terdapat pembangkit diesel dari putaran 3001500 RPM. Untuk putaran yang dengan terlebih dulu dipanaskan untuk mencapai viskositas yang cukup rendah • Untuk mesin dengan RPM diatas 500 harus menggunakan HSD . Untuk daya yang sama semakin tinggi putaran semakin kecil dimensinya.

High speed diesel oil (HSD) • Kualitas 2 Intermediate diesel oil (IGO) • Kualitas 3 Marine fuel oil (MFO) Daya keluaran dari poros mesin diesel 4 langkah dirumuskan sebagai berikut: Dimana: S=jumlah silinder A=luas permukaan torak I=langkah torak BMEP=break mean effective preassure=tekanan rata-rata(kg/cm2) N=Jumlah putaran 2=untuk mesin 4 lanhgkah 1=untuk mesin 2 langkah K=Konstanta satuan 1/75 .Jenis bahan bakar diesel • Kualitas 1.

Penggunaan bahan bakar diesel • Secara umum penggunaan bahan bakar PLTD dipengaruhi oleh daya yang dibangkitkanya: Hourly fuel cost of DG can be explain as follow: Annual fuel cost (AFC) for single DG unit: constraint Cf : fuel cost per liter Tend : total time simulation .

Pembangkitan dalam sistem interkoneksi • Pembangkitan dalam sistem interkoneksi merupakan pembangkitan terpadu. frekuensi dll harus dijaga pada nilai yang diizinkan. • Diperlukan managemen dan pengoperasian pembangkit yang baik. . • Bisa bersifat otomatis dan manual dalam pengaturan beban. • Semua parameter baik tegangan. • Dengan sistem interkoneksi dapat meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.

.

Perkiraan beban .

.

KOMPETENSI POKOK BAHASAN Setelah mengikuti pokok bahasan ini. • • • • . Memprediksi kebutuhan yang diperlukan dalam proses produksi tenaga listrik. Mengerti tahapan dalam peramalan. Menentukan metode peramalan yang tepat. mahasiswa diharapkan mampu: Melakukan perencanaan produksi tenaga listrik dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen tenaga listrik.

lead time. horison. data dan hasil ramalan. • Peramalan adalah tahap awal. fitting error. • Metode: Kualitatif dan kuantitatif. 24 .Pengertian Peramalan • Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memprediksi masa depan. dan hasil ramalan merupakan basis bagi seluruh tahapan pada perencanaan produksi. forecast error. • Terminologi: perioda.

• Langkah pertama dalam perencanaan operasi sistem produksi energi listrik adalah menentukan peramalan yang akurat terhadap permintaan energi listrik yang akan diproduksi. • Teknik peramalan ini ditujukan untuk menghasilkan perencanaan produksi energi listrik yang akurat dalam merespon permintaan konsumen energi listrik. .PENDAHULUAN • Pokok bahasan ini merupakan pokok bahasan yang mengkaji perencanaan produksi energi listrik melalui penerapan metode peramalan.

dan hasil ramalan merupakan basis bagi seluruh tahapan pada perencanaan produksi. data dan hasil ramalan. . lead time. forecast error. • Peramalan adalah tahap awal.Definisi Peramalan • Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memprediksi masa depan. maka perlu dilakukan agregasi terlebih dahulu. fitting error. horison. bila data yang dimiliki adalah data item. • Metode: Kualitatif dan kuantitatif. • Proses peramalan dilakukan pada level agregat (part family). • Terminologi: perioda.

Peramalan Eksplanatoris dan Deret Berkala • Kedua pendekatan ini saling melengkapi dan dimaksudkan untuk jenis penggunaan yang berbeda. • Pendekatan ekspalanatoris mengasumsikan adanya hubungan sebab akibat di antara input dengan output dari suatu sistem. Input  Sistem Hubungan sebab dan akibat Output Peramalan Deret Berkala memperlakukan sistem sebagai kotak hitam. Sistem Input Output Proses Bangkitan forecasting@Marlien 27 .

METODE PERAMALAN forecasting@Marlien 28 .

Kaitan Pola Data dengan Metode Peramalan Time Series Patterns Naïve Model Stationer Simple Averages Moving Averages Single Exponential Smoothing Naïve Model Trend Effect Double Moving Averages Double Exponential Smoothing Seasonal Effect Naïve Model Winter’s Model Trend and Seasonal .

30 .

MODEL KUALITATIF forecasting@Marlien 31 .

32 . Tersedia informasi tentang masa lalu. Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut di masa mendatang. 2.Persyaratan Penggunaan Metode Kuantitatif: 1. 3. Informasi tersebut dapat di kuantitatifkan dalam bentuk data numerik.

.PERAMALAN TIME SERIES • Data time series : Data deret waktu yaitu sekumpulan data pada satu periode waktu tertentu • Peramalan time series : peramalan berdasarkan perilaku data masa lampau untuk diproyeksikan ke masa depan dengan memanfaatkan persamaan matematika dan statistika.

Tipe Data Time Series • Stasioner • Random • Trend • Musiman .

Data Time Series Stasioner .

Data Time Series Random .

Data Time Series Trend .

Data Time Series Musiman .

Mempertahankan efisiensi 2.Koordinasi pemeliharaan Dalam sistem interkoneksi terdiri dari puluhan unit pembangkit. Mempertahankan umur teknis Dalam perjalananya pemeliharaan ini memerlukan koordinasi yang baik supaya untuk mencukupi beban . Mempertahankan keandalan 3. Pembangkit ini memerlukan pemeliharaan dengan tujuan: 1.

Faktor-faktor pembangkitan • Faktor daya Adalah perbandingan antara besarnya beban rata-rata untuk selang waktu tertentu terhadap beban puncak dalam selang waktu yang sama. .

• Faktor kapasitas Menggambarkan seberapa besar sebuah unit pembangkit atau pusat listrik dimanfaatkan .

• Force outaged rate Menggambarkan sering tidaknya pembangkit mengalami gangguan .

Faktor beban 2. Hal-hal yang tercantum dalam neraca daya: 1. Biaya bahan bakar . Perkiraan produksi 3.Neraca Energi • Merupakan dasar untuk menyusun anggaran biaya bahan bakar.