SISTEM EKONOMI KERAKYATAN MELALUI WADAH GERAKAN KOPERASI INDONESIA

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Disusun oleh :
Fajar Finanda 7101411148 Pendidikan Ekonomi Koperasi

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

politik. reposisi koperasi. koperasi sistem ekonomi Indonesia. Setiap pergerakan koperasi itu dapat memajukan bidang sosial. Gerakan Koperasi Indonesia sangat berpengaruh dalam sistem ekonomi kerakyatan dikarenakan ada begitu banyak aspek yang ikut didalam setiap pergerakan koperasi di Indonesia. .ABSTRAK Karya ilmiah mengenai Sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah gerakan koperasi indonesia. Karya ilmiah ini ini disusun agar pembaca lebih mengenal tentang sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi yang ada disekeliling kita dan agar kita semua tergugah untuk berpartisipasi dalam menangani masalah ekonomi di kehidupan rakyat kecil yang makin berat. Dari setiap bidang tersebut tercermin betapa bergunanya koperasi dalam kerakyatan di Indonesia. Kata kunci sistem ekonomi kerakyatan. ekonomi bahkan budaya.

. Wadah ini juga sebagai sebuah kegiatan produksi dan konsumsi yang apabila dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil. 12 Tahun 1967 dan UU No. selain sebagai agen pendistribusian hasil-hasil produk masyarakat.ekonomi masyarakat dapat bangkit dan tersedia sebuah wadah koperasi yang sangat membantu perekonomian masyarakatnya. Ekonomi rakyat terutama yang dikampung dapat diperkuat melalui wadah Koperasi. Ekonomi rakyat seperti ini dapat dikategorikan sebagai bisnis tetapi sesunguhnya merupakan kegiatan hidup sehari-hari yang sama sekali bukan kegiatan bisnis yang mengejar untung. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan. yang kepentingankepentingan ekonominya selalu dapat lebih mudah dibantu atau diperjuangkan melalui koperasi. tetapi melalui organisasi koperasi yang menerima tugas dari anggota untuk memperjuangkannya dapatberhasil.1 Latar Belakang Koperasi di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN 1. Wadah koperasi ini mempunyai peran yang sangat besar dalam membuka kesempatan dan peluang usaha masyarakat di kampung. tukang ojek dan pedagang kaki lima. Ekonomi Kerakyatan dalam arti yang lebih luas mencakup kehidupan petani. yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha). Kini Wadah koperasi yang di bentuk di kampung-kampung merupakan sebuah wadah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. nelayan. prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. Di Indonesia. dan media penyedia barang-barang konsumsi. menurut UU tahun 1992. didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Kepentingan-kepentingan ekonomi rakyat seperti inilah yang kurang mendapat perhatian oleh pengambil kebijakan ekonomi. pedagangan asongan. 25 Tahun 1992.

karena apabila diterapkan secara baik dan benar maka kesejahteraan dan masa depan bangsa akan terwujud.karena mereka merupakan calon pemimpin bangsa ini di masa depan. Karya ilmiah ini ini disusun agar pembaca lebih mengenal tentang sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi yang ada disekeliling kita dan agar kita semua tergugah untuk berpartisipasi dalam menangani masalah ekonomi di kehidupan rakyat kecil yang makin berat.1. Dengan demikian kalau konsep Ekonomi kerakyatan ini benar-benar bangkit maka secara otomatis mata pencaharian sebagian besar rakyat memiliki daya tahan tinggi terhadap ancaman dan goncangan-goncangan harga internasional. 1.3 Sasaran Melihat pentingnya masalah ekonomi kerakyatan yang ada di Negara kita ini. Generasi muda adalah satu-satunya harapan bagi bangsa untuk melestarikan kesejahteraan bangsa ini. .contohnya penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak. Dan ini adalah satu wujud kepedulian masyarakat terhadap keadaan ekonomi yang semakin merosot. Produksi pangan rakyat merosot dan timbul kelaparan di berbagai tempat. Dengan dibuatnya karya ilmiah ini saya sangat berharap pembaca dapat menerapkan sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi.2 Tujuan Sesuai dengan judul Karya ilmiah ini yaitu Sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah gerakan koperasi indonesia.

Ekonomi kerakyatan ini dikembangkan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat local dalam mengelola lingkungan dan tanah mereka secara turun temurun. Oleh karena itu. Sistem Ekonomi Kerakyatan Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat. dan lainnnya kegiatan disekitar lingkungan alamnya serta kerajinan tangan dan industri rumahan. Meskipun usaha-usaha perorangan tidak harus berbentuk koperasi. Koperasi mendahulukan keperluan bersama dan menomorduakan kepentingan individual. Aktivitas ekonomi kerakyatan ini terkait dengan ekonomi sub sisten antara lain pertanian tradisional seperti perburuan. Dalam konsep pemikiran Hatta pada dasarnya segala usaha yang hanya dapat dikerjakan bersama-sama oleh banyak orang. Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya. yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian. Secara ringkas Konvensi ILO169 tahun 1989 memberi definisi ekonomi kerakyatan adalah ekonomi tradisional yang menjadi basis kehidupan masyarakat local dalam mempertahan kan kehidupannnya. maka lambat laun dikuatirkan akan terjadinya semangat kapitalisme yang berakibatkan pada pemerasan dan penindasan terhadap orang banyak yang lemah oleh sekelompok kecil masyarakat yang cerdik dan bermodal. koperasi harus memiliki fungsi mendidik masyarakat dalam hal mengurus kepentingan bersama. peternakan. al. secara ideologis. mereka secara sukarela dapat bersatu dan membentuk koperasi. B. Jika bangsa tidak mengindahkan sistem ini. mencari ikan. mestilah memakai bangun koperasi. masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia adalah bagaimana membangun sistem ekonomi yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong. Pertanyaan ideologis tersebut terjawab bahwa dasar perekonomian yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong ialah koperasi. Kegiatan ekonomi dikembangkan untuk membantu dirinya sendiri dan masyarakatnya.. kerajinan.. perkebunan. Koperasi dalam Sistem Ekonomi Indonesia Menurut Haryoso et.(2006: 13-16). yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya. makanan. Usaha yang dikerjakan secara bersama-sama ini dilawan dengan usaha perorangan. artinya hanya ditujukan untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya sendiri. dsb. Kesemua kegiatan ekonomi tersebut dilakukan dengan pasar tradisional dan berbasis masyarakat. Usaha-usaha yang dapat dikerjakan secara perorangan dan tidak menguasai hajat hidup orang banyak ini tidak harus berbentuk koperasi.BAB II ISI A. sehingga tidak mengekploitasi sumber daya alam yang ada. .

Dengn adanya lumbung akan mengurangi gejolak harga pada saat panen dan masa paceklik. Ajaran dan konsepsi ekonomi Bung Hatta menggariskan bahwa kopersi harus menjadi wadah utama dalam perekonomian Indonesia. memiliki peluang besar untukmemperbaiki sistem distribusi barang. Salah satu sebab rendahnya kualitas barang-barang adalah tidak cukupnya sarana produksi yang dimiliki oleh rakyat. Memperkuat Permodalan Masyarakat pada umumnya mengalami kesulitan permodalan. Dalam hal ini Hatta menjelaskan tujuh tugas koperasi Indonesia. Menyingkirkan Penghisapan Kalau suatu desa ingin makmur maka harus dibebaskan dari “lintah darat” atau sistem ijon karena secara nyata telah merugikan masyarakat. maka koperasi dapat juga disebut sebagai wadah “rakyat kecil” (petit people). Koperasi diselenggarakan oleh orangorang kecil dengan modal kecil pula. Koperasi yang bertujuan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat luas seharusnya memperbaiki harga pasar. . barang kerajinan dan barang-barang pertukangan yang diperlukan oleh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Memperbaiki Harga Pedagang selalu berusaha untuk menjual barang dangn harga yang setinggi-tinginya. Dengan koperasi masyarakat harus digerakan untuk menabung sebagai sumber modal. yaitu keterbelakangan. bahwa tugas koperasi Indonesia sangatlah luas terkait masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. mayoritas penduduk Indonesia bertempat tinggal di desa. Lumbung harus menjadi alat untuk menyesuaikan produksi dan konsumsi atau srbagai buffer stock. 4. maka kopersi memiliki peran untuk secara bersama-sama memiliki sarana produksi yang diutuhkan. Memelihara Lumbung Sistem lumbung harus diperbaharui disesuaikan dengan tuntutan masa. Lintah darat bisa diberantas dengan pendirian koperasi-kopersi sompan pinjam. misalnya menimbun barang pada saat barang mulai langka untuk mendapatkan laba sebesarbesarnya. yaitu pangan. 5. 3. Maka koperasi mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama. Hatta menegaskan. Memperbaiki Produksi Ada tiga jenis barang utama yang produksinya harus segera diperbaiki. Memperbaiki Kualitas Barang Koperasi harus memperbaiki kualitas barang-barang yang dihasilkan oleh rakyat Indonesia. 6. Memperbaiki Distribusi Para pedagang umumnya telah mempermainkan distribusi untuk kepentingan mereka sendiri. 2. 1. maka gerakan koperasi hendakmnya dimulai dari pedesaan. 7. Lumbung pasi juga berfungsi untuk penyediaan bibit pada musim tanam. kondisi demikian merugikan masyarakat luas.Hatta melihat.

gIobaIisasi/liberalisasi ekonomi dunia sekarang ini. pada gilirannya posisi politisnya pun akan membaik sehingga posisi tawar mereka akan menguat. Melihat perkembangan akhir-akhir ini jelas tidak tampak adanya reformasi di bidang ekonomi lebih-lebih di sektor moneter. dengan asumsi akan menciptakan efek menetes ke bawah jelasjelas sudah gagal total karena yang dihasilkan adalah keserakahan yang melahirkan kesenjangan. Hal tersebut dimungkinkan karena koperasi memiliki peluang yang cukup besar mengingat potensi ekonomi anggota koperasi walaupun kecil-kecil tetapi sangat banyak dan tersebar. Kebijaksanaan moneter khususnya di bidang perkreditan adalah penyebab utama kehancuran sistem ekonomi Indonesia yang harus dibayar bukan saja dari segi materi tetapi juga biaya sosial (social cost) yang sangat besar. baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan politis. dalam kondisi krisis ekonomi. terlebih lagi dengan kondisi keuangan pemerintah sekarang ini yang semakin menyempit karena lebih banyak bersandar pada pinjaman dari luar negeri (terutama IMF).Latar Belakang Masalah C. Dengan menguatnya posisi ekonomi dari mereka. adalah untuk membangun kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasi kemampuan keuangan dengan rekapitulasi bank-bank. Kendala dan Reposisi Koperasi Sejalan dengan ide pengembangan eksistensi koperasi. untuk digerakan dan diarahkan dalam rangka memperbaiki posisi ekonominya. sehingga . Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mereka harus membangun koperasi. untuk memperkuat posisi tawar (bargaining position) mereka. memang perlu tetapi pencapaian pertumbuhan ini hendaknya melalui pemerataan yang berkeadilan. Untuk itu mutlak diadakan reformasi total di bidang moneter secara lebih khususnya adalah reformasi kredit (credit reform). baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan dalam satu kiprah yang simultan. Pembangunan pertumbuhan. yang pada gilirannya eksistensinya dalam penentuan kebijaksanaan perekonomian nasional juga akan semakin membaik. atau baik sebagai badan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat. Keikutsertaan warga masyarakat sebagai pelaku ekonomi tersebut diperlukan dalam upaya mencapai sasaran-sasaran makro pembangunan ekonomi yaitu penyembuhan ekonomi nasional. namun di sisi lain terlihat bahwa kebijaksanaan makro pembangunan ekonomi masih memberikan kesempatan yang lebih besar bagi para pengusaha besar terutama di sektor moneter. upaya untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pembangunan koperasi adalah sangat penting. alternatif terbaik bagi koperasi dan usaha kecil adalah menghimpun kekuatan sendiri. Dengan berkoperasi mereka dapat menghimpun kekuatan kecil-kecil yang ada padanya. Paradigma pembangunan yang menitik beratkan pada pertumbuhan. Jika dari sisi yang satu penyembuhan ekonomi nasional diharapkan dapat dipercepat dengan mengembangkan eksistensi usaha kecil dan koperasi. Hal tersebut didasarkan atas pemikiran bahwa pembangunan koperasi tidak dapat lagi hanya disandarkan pada pendanaan dari pemerintah. bahkan kecenderungan yang ada. Dalam menghadapi situasi seperti ini.

Kelembagaan Koperasi Sejumlah masalah kelembagaan koperasi yang memerlukan langkah pemecahan di masa mendatang meliputi hal-hal: 1) Kelembagaan koperasi beum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan usaha. b) Mekanisme hubungan dan pembagian kerja antara Pengurus. serta pemusatan koperasi. 2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik. keinginan dan kepentingan dari pada anggotanya.mampu membentuk kekuatan yang cukup besar baik dari aspek produksi. Permasalahan yang dihadapi dalam membangun sistem ekonomi kerakyatan khususnya koperasi adalah masalah struktural dengan berbagai cirinya. Permasalahan yang dihadapi koperasi dalam tiga dekade terakhir ini dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Mekanismenya belum dapat dikembangkan secara fleksibel untuk mendukung meluas dan mendalamnya kegiatan usaha koperasi. koperasi konsumsi dan koperasi jasa. manajemen dan usaha dengan baik. dan justru dengan berkoperasi mereka bersatu dan berupaya untuk tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang lebih kuat dan dapat diandalkan. masalah kelemahan pengelolaan/manajemen dan kelangkaan akan modal. Sedangkan kelangkaan akan modal disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat kita umumnya masih lemah. Badan Pemeriksa dan Pelaksana Usaha (Manajer) masih belum berjalan dengan serasi dan saling mengisi. Namun pada saat yang sama. struktur dan pendekatan pengembangan kelembagaan yang kurang memadai bagi pengembangan usaha. Kelemahan pengelolaan/ manajemen disebabkan olen tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masyarakat masih terbatas. pembangunan sistem ekonomi ini juga mengalami suatu kendala yang besar. Aspek kelembagaan yang banyak dipermasalahahkan antara lain adalah daerah kerja. konsumsi maupun jasa-jasa. Hal ini disebabkan adanya kekuatan. Hal ini antara lain disebabkan oleh: a) Pengurus dan Badan Pemeriksa (BP) yang terpilih dalam rapat anggota serta pelaksana usaha pada umumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. model kelembagaan koperasi produksi. sehingga kurang mampu untuk melaksanakan pengelolaan organisasi. . c) Penyelenggaraan RAT koperasi masih belum dapat dilakukan secara tepat waktu dan dirasakan masih belum sepenuhnya menampung kesamaan kebutuhan. Misalnya saja. serta kurang tepat dalam menanggapi perkembangan nngkungan.

Adapun masalah yang berkaitan dengan pengembangan usaha adalah : 1) Dalam pelaksanaan usaha. 5) Belum terciptanya pola dan bentuk-bentuk kerjasama yang serasi. . 2) Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tataniaga yang efektif dan efisien. kurang diikuti dengan tindakan-tindakan yang konsisten dan konsekuen dari seluruh lapisan struktur birokrasi pemerintah. baik dalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan kebutuhan pokok para anggotanya. sehingga program pengembangan sub-sektor koperasi seolah-olah berjalan sendiri. terutama yang menyangkut kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota. Aspek Lingkungan Aspek lingkungan yang terdiri dari kondisi ekonomi. Di satu pihak kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan. 3) Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan persyaratan lunak untuk mengembangkan usaha. 2) Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi antara program pengembangan koperasi dengan program pengembangan sub-sektor lain. Selain itu koperasi masih belum mampu melaksanakan pemupukan modlal sendiri yang mengakibatkan sangat tergantung pada kredit dari bank walaupun biayanya lebih mahal. politik. Adapun kondisi lingkungan yang dapat diidentifikasikan. tanpa dukungan dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya. sosial dan budaya. tidak dapat dilepaskan dari proses pengembangan koperasi. koperasi masih belum sepenuhnya mampu mengembangkan kegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum memiliki kemampuan memanfaatkan kesempatan usaha yang tersedia. di pihak lain dapat menimbulkan hambatan bagi perkembangan koperasi. dan kemampuan para pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah dimiliki. 4) Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi. di luar kegiatan program pemerintah. baik antar koperasi secara horizontal dan vertikal maupun kerjasama antara koperasi dengan BUMN dan Swasta. c.b. sebagai berikut 1) Kemauan politik yang kuat dari amanat GBHN 1999-2004 dalam upaya pengembangan koperasi. Usaha Koperasi Masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan usaha koperasi tidak dapat dipisahkan dari masalah kelembagaan serta alat kelengkapan organisasi koperasi dan kemampuan para pengelolanya seperti yang diuraikan di atas.

koperasi sering membawa nilai-nilai baru yang kadang-kadang kurang sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat yang lemah dan miskin terutama yang berada di pedesaan.3) Dirasakan adanya praktek dunia usaha yang mengesampingkan semangat usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong-royong. melalui suatu mekanisme yang menempatkan koperasi dan usaha kecil sejajar dengan perusahaan-perusahaan milik swasta dan perusahaan milik pemerintah. Pola Reposisi Peran Koperasi Keberhasilan koperasi dalam melaksanakan peranannya antara lain sangat ditentukan faktor-faktor sebagai berikut: a. sehingga di lingkungan semacam itu kehidupan berkoperasi masih sukar dikembangkan. selain koperasi memiliki kesempatan untuk eksis dalam usaha-usaha yang selama ini seakan "diharamkan" untuk koperasi. Kemampuan menciptakan posisi pasar dan pengawasan harga yang layak antara lain dengan cara: 1) Bertindak bersama dalam menghadapi pasar melalui pemusatan kekuatan dari anggota. Keikutsertaan pemerintah dalam program ini dibatasi hanya sebagai fasilitator dan regulator. 6) Sebagai organisasi yang membawa unsur pembaruan. seperti dalam pengelolaan hutan dan ekspor/impor. D. 2) Memperpendek jaringan pemasaran. . 5) Sikap sebagian besar masyarakat di lingkungan masyarakat yang miskin dirasakan masih sulit untuk diajak berusaha bersama. Program ini juga sekaligus juga dapat membuktikan bahwa koperasi dan usaha kecil mampu berperan sebagai kelembagaan yang menopang pemberdayaan ekonomi rakyat dalam sistem ekonomi kerakyatan. Upaya Penanganan Masalah Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan reposisi peran koperasi yang secara mandiri dilakukan oleh koperasi dan pengusaha kecil. Dalam hal ini. Strategi tersebut merupakan langkah yang perlu diLempuh berdasarkan pemikiran bahwa dengan program ini memungkinkan permasalahan yang dihadapi koperasi dapat ditangani sekangus. 4) Masih adanya sebagian besar masyarakat yang belum memahami dan menghayati pentingnya berkoperasi sebagai satu pilihan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

serta manajer yang terampil dan berdedikasi. dengan cara penumpukan modal anggota. sesuai dengan ide dan prinsip dasarnya. Pembangunan kerja sama dengan pelaku ekonomi lainnya diprioritaskan pada pengembangan hubungan dengan pengusaha menengah dan perusahaan besar milik negara. . reposisi koperasi diprogramkan untuk mengeliminir permasalahan yang dihadapi koperasi. dan Badan Pemeriksa. diantaranya perubahan teknologi. Kemampuan koperasi untuk menghimpun dan menanamkan kembali modal.3) Memiliki alat perlengkapan organisasi yang berfungsi dengan baik seperti pengurus.Dengan kedudukan dan peranan koperasi yang demikian dan sesuai dengan kebijaksanaan program pembangunan koperasi dalam era reformasi yang dititik beratkan pada upaya memandirikan koperasi. Pengaruh dari koperasi terhadap anggota yang berkaitan dengan perubahan sikap dan perilaku yang lebih sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan. Penggunaan sarana dan prasarana yang tersedia secara optimal untuk mempertinggi efisiensi. yang selanjutnya kembali ditanggung secara bersama oleh anggotanya. pengolahan dan pemasaran yang tidak mungkin dapat dicapai oleh anggota secara sendiri-sendiri. pasar dan dinamika masyarakat. penelitian kualitas yang cermat dan sebagainya b. f. reposisi peran koperasi pada hakikatnya ditujukan menyelaraskan peran koperasi. Pembebanan resiko dari anggota kepada koperasi sebagai satu unit usaha. Di samping untuk mengembalikan tujuan pembangunan koperasi. Selanjutnya hubungan dan pola kerjasama koperasi dengan pelaku ekonomi lainnya haruslah serasi. e. d. Terciptanya keterampilan teknis di bidang produksi. 4) Memiliki kemampuan sebagai suatu unit usaha dalam mengatur jumlah dan kualitas barang-barang yang dipasarkan melalui kegiatan pergudangan. Sifat hubungan tersebut haruslah saling menguntungkan dan tidak menimbulkan ketergantungan koperasi kepada bangun ekonomi yang lain. Rapat Anggota. c. serta dilandasi oleh pola kerjasama antar koperasi sendiri secara horizontal dan vertikal.

Penerapan sistem ekonomi kerakyatan Indonesia melalui wadah lembaga koperasi harus ditangani dengan serius. . politik.dan kelembagaan koperasi dan lain-lain.agar salah satu tujuan pemerataan koperasi Indonesia dapat berjalan. Dan bila semuanya telah berjalan maka ekonomi masyarakat dapat bangkit dan tersedia sebuah wadah koperasi yang sangat membantu perekonomian masyarakatnya.segala bentuk-bentuk permasalahan yang telah di jabarkan di atas hendaknya kita benahi kembali.BAB III PENUTUP Simpulan Gerakan Koperasi Indonesia sangat berpengaruh dalam sistem ekonomi kerakyatan dikarenakan ada begitu banyak aspek yang ikut didalam setiap pergerakan koperasi di Indonesia.memperbaiki harga. Indonesia bukanlah satu satunya negara yang menerapkan sistem koperasi kerakyatan tetapi hampir menyeluruh negara negara yang berkembang juga menggunakan sistem ekonomi kerakyatan ini. Dari setiap bidang tersebut tercermin betapa bergunanya koperasi dalam kerakyatan di Indonesia.mulai dari penyebaran koperasi yang sampai saat ini belum merata. Usaha-usaha penanggulangan masalah telah dipaparkan dengan jelas di karya ilmiah mulai dari memperbaiki distribusi. Saya berharap pembaca dapat mengerti dan menerapkan pola-pola ekonomi berbasis koperasi ini sesuai dengan aturan-aturan nya di lingkungan masyarakat sekitar nya.dan dengan sistem ini kita terapkan sistem ekonomi gotong-royong sesuai dengan prinsip koperasi yang tidak mengutamakan kepantingan individual melain kan kepentingan bersama.masyarakat dan juga individualindividual yang terkait. sistem ekonomi dapat terdongkrak dengan adanya koperasi kerakyatan ini.baik dari golongan pemerintah.reposisi koperasi semuanya telah dijelaskan dengan jelas.keterbelakangan koperasi. ekonomi bahkan budaya. Setiap pergerakan koperasi itu dapat memajukan bidang sosial.

http://cetak. www. 2002.html. Jakarta: Penerbit Erlangga. Basri.com/read/xml/2010/07/15/ . www.ekonomi rakyat. Perekonomian Indonesia.net tentang koperasi .kompas.e-dukasi. Faisal.org/index 1 php.DAFTAR PUSTAKA http://Koperasi/dalam/sistem/ekonomi-indonesia.