P. 1
miometritis

miometritis

|Views: 428|Likes:
Published by Fitri Apriani Gadil
asuhan kebidananan patologi ibu nifas dengan miometritis
asuhan kebidananan patologi ibu nifas dengan miometritis

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fitri Apriani Gadil on Nov 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/19/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN IV PATOLOGI MIOMETRITIS

DI SUSUN OLEH : ADE LESTARI TRI UTAMI (10.002) DINI OCTARIANI (10.008) FITRI APRIANI GADIL (10.010) NURBAINI FEBRIYANTI (10.024) Kelas : III-A KELOMPOK 6

AKADEMI KEBIDANAN ASSYIFA Jl. DR. SINTANALA, KOMPLEK PURNABHAKTI NO. 64 TANGERANG – BANTEN TAHUN AJARAN 2012/2013

peritonitis. penyumbatan tuba dan fertilitas.com/2011/06/asuhankebidanan-pada-ibu-nifas-dengan. infeksi pelvik yang menahun.Pengertian Metritis atau miometritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. maka terminologi yg lebih disukai adalah metritis disertai selulitis pelvis.MPH. (Prof.A. 2009 : 262) Metritis atau miometritis adalah infeksi uterus pasca persalinan dikenal sebagai endometritis. dan jaringan para metrium. infeksi panggul kronik. endomiometritis. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi abses pelvik.html) Metritis atau miometritis adalah radang miometrium. emboli paru. syok. (Sarwono Priwirohardja. Metritis adalah infeksi post partum. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Miometritis akut biasanya terdapat pada abortus septic atau infeksi post partum. (Sarwono Priwirohardja. Ilmu Kebidanan. trombosis vena. . Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal. emboli pulmonal. karena infeksi yang timbul tidak hanya mengenai desidua. (http://tiayuliawardani-midwifeisme. thrombosis vena yang dalam. dan endoparametritis.dr Abdul Bari Saifudin SpOG. 2010 : 647 ) Metritis atau miometritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. Kelambatan terapi akan menyebabkan abses. peritonitis.blogspot. sumbatan tuba dan infertilitas. Metritis akuta biasanya terdapat pada abortus septik atau infeksi post partum. miometrium. syok septik. 2002 : 92 ) Metritis adalah radang miometrium. Penyakit ini tidak berdiri merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas. Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. dispaerunia.

Ilmu Kebidanan. (Sarwono Priwirohardja. Metritis Kronik Metritis kronik adalah diagnosis yang dahulu banyak dibuat atas dasar menometroragia dengan uterus lebih besar dari biasa. Ilmu Kebidanan. Perluasan dapat terjadi lewat jalan limfe atau lewat trombofeblitis dan kadang-kadang dapat terjadi abses. 2007 : 286) . 2007 : 286) Metritis dibagi menjadi dua yaitu: a. b. Penyakit ini tidak berdiri sendiri. akan tetapi merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas. sakit pinggang dan leukorea. Kerokan pada wanita dengan endometriudm yang meradang (endometritis) dapat menimbulkan metritis akut. Akan tetapi pembesaran uterus pada seorang multipara umumnya disebabkan oleh pertambahan jaringan ikat akibat kehamilan. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi : 1) Abses pelvic 2) Peritonitis 3) Syok septic 4) Dispareunia 5) Trombosis vena yang dalam 6) Emboli pulmonal 7) Infeksi pelvik yang menahun 8) Penyumbatan tuba dan infertile (Sarwono Priwirohardja. Kerokan pada wanita dengan endometrium yang meradang dapat menimbulkan metritis akut. Metritis akuta Metritis Akuta biasanya terdapat pada abortus septic atau infeksi postpartum.Penyakit ini tidak berdiri sendiri. Pada penyakit ini miometrium menunjukkan reaksi radang berupa pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang. akan tetapi merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas.

Penyebab yang sering menimbulkan peradangan ini adalah infeksi.Tanda dan Gejala a. ada anggota keluarga yang mengalami miometritis. Sakit pinggang d. menderita penyakit yang dapat mempengaruhi menstruasi secara normal. Gangguan kesuburan (keluarnya menstruasi yang lama dan banyak) i. Sebab lain selain terjadinya infeksi adalah lama belum memiliki anak masa menstruasi yang melebihi dari tujuh hari. Demam b. C. Nyeri di punggung kaki (betis) h. Keluar lochea berbau. Nyeri di daerah pelvic g. menderita infeksi panggul yang dapat menyebabkan kerusakan sel.Etiologi Miometritis atau metris ini adalah kelanjutan dari endometritis yang penyebarannya secara cepat dan tidak segera ditangani. siklus menstruasi antara 2-7 hari atau lebih singkat. Gangguan buang air besar (sembelit atau kembung) . Selain itu alat – alat yang digunakan pada saat melakukan abortus atau partus tidak diperhatikan pencegahan infeksinya yang lalu digunakan pada saat abortus atau partus. keputihan yang berbau c. Radang uterus yang akuta biasanya diakibatkan oleh infeksi gonorea atau akibat infeksi pada post abortus dan postpartum. Nyeri abdomen e.B. Nyeri saat berhubungan seksual f.

Parametritis ( infeksi sekitar rahim ) b. . Memberikan dukungan emosional kepada pasien agar pasien tenang dan dapat menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang terjadi pada dirinya.  Memberikan tablet penambah darah untuk memperbaiki kadar haemoglobinnya. Karena peradangan uterus meluas dengan cepat akan menimbulkan komplikasi kejaringan sekitar. Pencegahan Cara pencegahan terjadinya miometritis adalah setiap tindakan medis yang berhubungan dengan alat reproduksi terutama alat reproduksi interna. Dengan memperhatikan pencegahan infeksi setidaknya mengurangi tranmisi kuman dan juga perawatan setelah dilakukan tindakan medis agar tidak terjadi infeksi. Pembentukan nanah sehingga terjadi abses pada tuba atau indung telur) F. Salpingitis ( infeksi saluran otot ) c. Tetapi jika sudah terinfeksi segera kenali gejala yang ada dan tangani secara dini dengan prinsip mencegah penyebaran yang meluas.Pengaruh Terhadap Nifas      Gangguan ketidaknyamanan Kontisipasi ( susah buang air besar ) Sulit untuk menyusui Cemas Gelisah E. Diantaranya : a. Ooforitis ( infeksi indung telur ) d.D.Penatalaksanaan   Menjelaskan tentang kemungkinan penyakit yang diderita.

lakukan pengeluaran baik secara digital atau kuret yang lebar. penyumbatan tuba dan infertilitas. infeksi pelvik yang menahun. peritonititis. .bila pada evaluasi uterus nekrotik dan septik lakukan histerektomi subtotal. syok septik. Bila terdapat pus lakukan drainase Bila tidak ada perbaikan dengan pengobatan konservatif dan ada tanda peritonitis generalisata lakukan laparotomi dan keluarkan pus. dyspareunia . Antibiotika spektrum luas : Ampisilin 2 g iv / 6 jam Gentamisin 5 mg kg / BB Metronidasol 500 mg iv / 8 jam (Lanjutkan antibiotik ini sampai ibu tidakpanas selama 24 jam )       Memberikan uterotonika (bila dibutuhkan) Berikan transfusi darah Packed Red Cell ( bila dibutuhkan ) Profilaksi Antitetanus ( terapi pertimbangan) Bila dicurigai ada sisa plasenta. thrombosis vena yang dalam. Prinsip penatalaksanaan yang mendasar adalah cegah terjadinya perluasan radang kejaringan lainnya dan lakukan pengobatan yang adekuat agar tidak terjadi abses pelvik. emboli pulmonal.

kesadaran : compos mentis. ibu mengatakan badannya panas. Ibu mengaku sudah dua kali melahirkan dan tidak pernah keguguran.R usia 27 tahun. TFU : 3 jari dibawah . O : KU : baik. tidak ada varises. Ibu melahirkan 3 hari yang lalu. mata : konjungtiva : tidak anemis. R: 20x/menit. Genitalia: lochea rubra. abdomen : Palpasi : nyeri tekan perut bagian bawah. perdarahan 3 kali ganti pembalut. muka tidak odema. mata : konjungtiva : tidak anemis. Ekstermitas atas-bawah : simetris dan tidak oedema. dan ibu mengatakan keluar darah nifas yang berbau.00 wib Ny. anus tidak haemorroid.X usia 27 tahun datang ke BPS. Perineum terdapat luka parut. Ibu mengaku sudah dua kali melahirkan dan tidak pernah keguguran.Contoh Kasus Tanggal : 02 Oktober 2012 Pukul : 07. TFU : 3 jari dibawah pusat. keadaan emosional : cemas. Ibu melahirkan 3 hari yang lalu. Ibu mengatakan sakit pinggang dan perut dibagian bawah. N : 80x/menit. Ibu mengatakan sakit pinggang dan perut dibagian bawah. sclera: tidak ikterik. sclera: tidak ikterik. TTV : TD : 120/80 mmHg. R: 20x/menit.7˚C. N : 80x/menit. keadaan emosional : cemas. Pemeriksaan penunjang 9 % MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN METODE SOAP S : Ny. kesadaran : compos mentis. muka tidak odema. TTV : TD : 120/80 mmHg. ibu mengatakan badannya panas.7˚C. abdomen : Palpasi : nyeri tekan perut bagian bawah. S: 38. dan ibu mengatakan keluar darah nifas yang berbau. S: 38. KU : baik.

Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini. Kolaborasi dengan dokter spesialis kandungan untuk penanganan lebih lanjut. tidak ada varises. Observasi keadaan umum ibu dan tanda.pusat. 5. Perineum tidak terdapat luka parut. 2. Memberikan dukungan emosional kepada ibu yaitu dengan cara memberi dukungan psikologis agar kecemasan ibu berkurang. 4. Memasang infus kepada ibu dan transfusi darah jika dibutuhkan 7. Memberikan obat-obatan atibiotik. perdarahan 3 kali ganti pembalut. A : Ny R usia 27 tahun P2AO post partum 3 hari dengan miometritis. Ekstermitas atas-bawah : simetris dan tidak oedema. Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene yaitu mengganti celana dalam sehabis buang air kecil. Masalah :   P: 1. 6. obat untuk menurangi rasa sakit dan obat anti piereutik.Menjelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya .tanda vital ibu 3. 8. . anus tidak haemorroid. Genitalia: lochea rubra. Gangguan ketidak nyamanan Ibu merasa cemas dan gelisah.

blogspot. Ilmu Kebidanan.dr Abdul Bari Saifudin SpOG.DAFTAR PUSTAKA Sarwono Priwirohardja.MPH. 2009 Sarwono Priwirohardja.com/2011/06/asuhan-kebidananpada-ibu-nifas-dengan.html . 2007 http://tiayuliawardani-midwifeisme. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Ilmu Kebidanan. Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal. 2002 Sarwono Priwirohardja. 2010 Prof.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->