TUGAS SEJARAH

DASAR-DASAR DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH

Oleh : TASHA ISTIQOMAH X.1

SMA NEGERI 1 BANJAR
Jl. K.H. Mustofa No. 1 Tlp. (0265) 741192 2012

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul “Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah” Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini. Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini. Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua

Banjar, November 2012

"Penulis"

Dasar-dasar Penelitian Sejarah

i

....................................... 3... 2 Jejak Sejarah di dalam Foklor................ 2........................................................................................... Interpretasi ...................... BAB III PENUTUP ............... Pemilihan Topik ................................................... Perkembangan Penulisan Sejarah Indonesia .... 4........................... Pengumpulan Data/ Sumber ........................................................... Verifikasi .... DAFTAR PUSTAKA Dasar-dasar Penelitian Sejarah ii .................. 2 3 5 9 12 12 13 14 15 15 17 B................................................... BAB II PEMBAHASAN ............................................ A.................................................................................................................................................. 1 Cara Masyarakat Masa Pra-aksara Mewariskan Masa i ii 1 2 2 Lampaunya ........ 5................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..................................................... 3 4 Tradisi Sejarah pada Masyarakat Masa Aksara ........................................................... BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... Langkah-langkah Dasar-dasar Penelitian Sejarah ............................................................................................................. Upacara dan Lagu ............ Dasar-dasar Penelitian Sejarah ............. Mitologi....... DAFTAR ISI .............................................................. 1.................... Legenda....... Historiografi ...........

Penelitian sejarah bermaksud membuat rekontruksi masa latihan secara sistematis dan objektif. 2007). Dimana terdapat hubungan yang benar-benar utuh antara manusia. telah menjawab pertanyaan “What is history?”. karena dalam metode sejarah banyak data yang didasarkan pada dokumen-dokumen. dan tempat secara kronologis dengan tidak memandang sepotong-sepotong objek-objek yang diobservasi. serta waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. Banyak ahli yang mempersamakan metode sejarah dengan metode dokumenter. Carr (dalam Gall. mengverifikasikan serta mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung bukti-bukti untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat. yang merupakan dialog tidak berujung antara masa lalu dan masa sekarang. Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian sejarah merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. dengan cara mengumpulkan. Penelitian sejarah dapat dilihat dari segi perspektif sejarah/historis. Artinya sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 1 . waktu. Sejarah adalah suatu proses interaksi yang terus-menerus antara sejarawan dan fakta yang ada. Metode sejarah tidak sama dengan metode dokumenter. Metode tersebut terdiri dari serangkaian langkah atau prosedur yang harus ditempuh oleh si peneliti dalam melakukan penelitiannya agar dapat berlangsung secara objektif. Sejarawan Inggris E.BAB I PENDAHULUAN Seseorang yang akan melakukan penelitian sejarah harus memahami metode sejarah. karena metode dokumenter dapat saja mengenai masalah maslah kini dan tidak perlu mengenai masalah lalu. Penelitian sejarah menggunakan catatan observasi atau pengamatan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang-ulang kembali. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dari peninggalan masa lampau.H. Dengan demikian metode sejarah dipandang sebagai alat atau sarana bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian dan penulisan sejarah. Gall & Borg. peristiwa. mengevaluasi.

Tradisi lisan ini diwariskan dan disebarluaskan sebagai milik bersama dan kemudian menjadi simbol identitas bersama. adat istiadat. Karya-karya yang disebarkan melalui tradisi lisan sering kali memuat sesuatu yang bersifat supranatural. Dalam karya-karya tersebut antara fakta dan imajinasi serta fantasi bercampur baur. Salah satu fungsi sejarah adalah untuk memberikan identitas seperti budaya. Cara masyarakat mewariskan masa lampaunya dengan cara:  Penuturan yakni dengan cara menuturkan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat kepada generasi penerusnya secara lisan. di luar jangkauan pemikiran manusia. norma-norma. baik pada masa masyarakat sebelum mengenal tulisan (masa pra-aksara) maupun sesudah mengenal tulisan (masa aksara). b. e. Dasar-dasar Penelitian Sejarah 1. legenda dan dongeng. jejak-jejak dan sejarah di masa lampau kepada masyarakatnya. Cara Masyarakat Masa Pra-aksara Mewariskan Masa Lampaunya a. d. Tradisi lisan ini antara lain berupa mitos. Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan (pra-aksara atau prasejarah) kisah sejarah disebarluaskan secara lisan sehingga menjadi bagian dari tradisi lisan mereka.  Pelatihan dan peniruan yaitu pewarisan pengetahuan dan kemampuan lewat perkataan atau perbuatan kepada generasi Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 2 . Sebuah tradisi lisan sering kali mengisahkan pengalaman masa lampau. Kisah sejarah sebagai pengalaman kolektif di masa lampau dapat menjelaskan keberadaan suatu masyarakat atau tempat dianggap penting.BAB II PEMBAHASAN A. c. yakni sejak adanya manusia pertama di dunia. f.

beternak. pesta rakyat. Jejak Sejarah di dalam Foklor.berikutnya. Foklor sebagian lisan adalah foklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan. 2. seperi mite. yakni disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau standar. Hadir dalam versi-versi bahkan variasi yang berbeda. bahasa rakyat seperti logat. bersawah. pertanyaan tradisional. baik dalam bentuk lisan maupun gerak isyarat. seperti teka-teki. seperti: kepercayaan rakyat (takhayul). Bentuk-bentuk Foklor a. Mitologi. gelar kebangsawanan. Anonim (penciptanya tidak diketahui). b.  Hasil karya yaitu pewarisan masa lampau kepada generasi berikutnya melalui hasil karya atau budaya yang dimilikinya sehingga pola hidup dan kehidupan masyarakat tersebut dapat diketahui. Bersifat tradisional. antara lain:      ungkapan tradisional. dan sebagainya. Ciri-ciri Foklor:      Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan. legenda dan dongeng. seperti peribahasa/pepatah. memasak makanan. Foklor lisan adalah foklor yang berbentuk murni lisan. kepandaian berburu. adat istiadat. julukan. permainan rakyat. tarian rakyat. cerita prosa rakyat. dan sebagainya. Foklor ialah sebagian kebudayaan manusia (kolektif) yang diwariskan secara turun-temurun. Menjadi milik bersama dari masyarakat (kolektif) tertentu. Upacara dan Lagu 1. Misalnya kepandaian membuat alat-alat dari batu maupun dari besi. Legenda. puisi rakyat seperti pantun. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 3 . dan sebagainya.

Calon Arang. upacara pengukuhan kepala suku. contohnya legenda Wali Songo. Dewi Nawangwulan dan sebagainya. dan sebagainya.c. dan sebagainya. pakaian dan perhiasan masing-masing daerah yang berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. Legenda dibagi menjadi empat kelompok:   Legenda keagamaan. upacara pernikahan. Legenda asal mula Rawa Pening. yang dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci. dan agama (kepercayaan). Legenda adalah cerita prosa rakyat yang mirip dengan mite. Upacara adat adalah rangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan-aturan tertentu berdasarkan adat-istiadat. dan sebagainya. gendruwo. seperti Legenda Sangkuriang. kerajinan tangan. Legenda tentang alam gaib. dan sebagainya. hantu. 4. Contohnya arsitektur rakyat. Lara Jonggrang. 3. Nyanyian rakyat/lagu adalah salah satu bentuk foklor yang terdiri atas kata-kata dan lagu yang beredar secara lisan di antara masyarakat Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 4 . Mite adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang empunya cerita. Legenda setempat. erat hubungan dengan suatu tempat. 2. Jenis-jenis upacara dalam masyarakat antara lain upacara penguburan mayat. contohnya cerita Panji. contohnya legenda tentang makhluk halus seperti peri. 5. Contoh: Dewi Sri (Dewi padi). Foklor bukan lisan (nonverbal foklor) adalah foklor yang berbentuk bukan lisan walaupun cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Legenda ditokohi oleh manusia yang adakalanya mempunyai sifat-sifat luar biasa dan sering kali juga dihubungkan dengan makhluk ajaib. Jayaprana.   Legenda perorangan. Nyai Roro Kidul (Dewi Laut Selatan). Mite selalu ditokohi oleh Dewa atau makhluk setengah dewa. sundel bolong. Joko Tarub.

4. dan untuk meninabobokan. terlebih dahulu seorang dalang mengadakan upacara keagamaan dengan membakar dupa dan memberikan saji. pembangkit semangat. antara lain wayang. untuk memelihara sejarah setempat. 3. Tradisi Sejarah pada Masyarakat Masa Aksara 1. Pada zaman sekarang banyak tradisi-tradisi yang dikomersilkan menjadi sarana hiburan bagi masyarakatnya ataupun masayarakat pendatang. Ada beberapa Tradisi sejarah masyarakat di Indonesia. mengiringi tarian/permainan anak-anak. upacara Grebeg dan Sekaten. adat dan tata cara penguburan. perjuangan. tradisi Sadranan. Nyanyian rakyat/lagu memiliki fungsi antara lain:    sebagai pelipur lara. 5. dan masih banyak lagi. upacara Labuhan. selamatan-selamatan dan kebiasaankebiasaan lainnya. Tradisi-tradisi hari raya. banyak adat istiadat yang disesuaikan dengan ajaran agama tersebut sehingga tidak terdapat lagi kebiasaankebiasaan upacara ritual yang mencelakakan fisik.tertentu dan banyak memiliki variasi. Sejak zaman dulu Bangsa Indonesia sudah mengenal kehidupan religius dan dijadikan pedoman untuk bersikap dan berperilaku dalam menjalani hidupnya. 3. Fungsi dan peran Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 5 . adat istiadat perkawinan. adat perkawinan. Sebelum pertunjukan wayang dilakukan. Hampir setiap kegiatan selalu dilandasi dengan upacara religius gaib dalam kegiatan mata pencaharian. 2. tata cara penguburan. Setelah pengaruh agama masuk. Pertunjukan wayang pada mulanya merupakan upacara pemujaan arwah nenek moyang. Banyak tradisi-tradisi yang dijadikan atraksi wisata oleh pemerintah daerah sebagai salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

yaitu wayang yang dibuat kayu seperti boneka. alat pukul dari kayu atau logam 6. celempung. Wayang Menak. c. yaitu alat musik pakai senar suling. dalang. yaitu lampu yang dipergunakan untuk memainkan wayang dan digantungkan di muka kelir. e. alat tiup dari bambu atau logam gamelan. terbagi ke dalam tiga bagian:    rebab. Umarmoyo dan Umarmadi. Perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk menggelar pertunjukan wayang: a. yaitu wayang kulit yang mengambil cerita Mahabarata dan Ramayana. b. keprak atau kecrek biasanya dibuat dari kayu atau logam yang akan digerakkan oleh dalang pada waktu ada keributan dalam peperangan. f.wayang sepanjang perjalanan hidupnya tidaklah tetap dan tergantung pada kebutuhan manusia. Ceritanya juga mengambil dari cerita Mahabarata dan Ramayana. d. Wayang Klithik. blencong. Ada beberapa jenis wayang. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 6 . kelir yang dibuat dari mori (kain katun putih) tempat dalang menancapkan dan memainkan wayang. yatu wayang dengan pelaku manusia. c. yaitu wayang kecil ceritanya berkisar pada zaman Majapahit yang mengkisahkan peperangan antara Damar Wulan dan Raja Menak Jingga dari Blambangan untuk merebutkan Ratu Kenaca Wungu dari Majapahit. d. Ceritanya berkisar pada kepahlawanan Amir Hamzah. Wayang Purwa. Wayang Menak banyak mendapat pengaruh dari agama Islam. Wayang Orang. yaitu orang yang memainkan lakon wayang.\ b. kotak penyimpan wayang. antara lain: a. gamelan.

yang berisi kisah seorang putra raja atau panji. dan hari Idul Adha/Kurban (Gerebeg Besar) pada tanggal 10 besar. permainan. 8. Upacara labuhan diselenggarakan di empat tempat: Parang Kusumo. Wayang Beber. f. Upacara labuhan yaitu upacara mengirimkan barang-barang dan sesaji ke tempat-tempat yang dianggap keramat sebagai penolak bala untuk keselamatan masyarakatnya. Upacara Grebeg biasanya didahului dengan Perayaan Sekaten yang berbentuk pasar malam yang biasanya dimulai 1 atau 2 minggu sebelum upacara tradisional Sekaten yang dilangsungkan di alun-alun utara dengan beraneka ragam jajanan. 7. dan pemeran yang digelar untuk menghibur masyarakat. yaitu wayang yang ceritanya diambilkan dari Buku Injil. 9. Upacara Grebeg dilakukan tiga kali setiap tahun oleh Keraton Yogyakarta maupun Keraton Surakarta. misalnya Panji Semirang. Tradisi Sadranan adalah tradisi pemberian sesaji untuk anggota keluarga yang telah meninggal dunia. hari Raya Idul Fitri (Grebeg Pasa) pada tanggal 1 Syawal setelah umat Islam menjalankan puasa selama satu bulan. Gunung Merapi dan Dlepih. yaitu pada hari kelahiran Nabi Muhamad SAW {Grebeg Maulud) pada tanggal 12 Mulud. Berbagai agama mempunyai hari penting (hari raya) yang selalu dilaksanakan dengan tradisi pola budaya masyarakat setempat. Gunung Lawu. Tradisitradisi tersebut adalah: Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 7 . berbagai pertunjukan. Wayang Gedhog. 10. Sadranan berasal dari kata srada yang berarti upacara peringatan terhadap seseorang yang telah meninggal dunia. yaitu wayang yang ceritanya diambil dari Kerajaan Daha dan Kediri. Upacara ini dilaksanakan setiap tahun oleh keluarga besar Keraton Yogyakarta sehari setelah penobatan dan pada waktu ulang tahun penobatan (tingalan dalem).e.

Imlek tidak sekedar pergantian tahun namun juga perubahan sikap. Tradisi Perayaan Natal dilaksanakan pada tanggal 25 Desember. c. Tradisi Perayaan Waisak merupakan hari raya umat Buddha yang biasanya jatuh pada hari purnamasidi (bulan purnama) di bulan Mei. Tradisi Perayaan Imlek dilakukan oleh umat Konghuchu (sebagian besar dianut oleh warga keturunan Tionghoa). serasi. pergantian dari musim dingin ke musim semi. Tradisi Perayaan Nyepi bagi umat Hindu dilasanakan dengan serangkaian upacara yang mempunyai tujuan menjadikan alam semesta bersih. pergantian rezeki menuju ke arah kehidupan yang lebih baik. Tanggal 25 Desember bagi umat Kristiani diyakini sebagai hari kelahiran Sang Juru Selamat (penyelamat dunia) yakni Yesus Kristus (Nabi Isa) yang turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia.a. Pada hari tersebut ada tiga peristiwa penting. Berbagai hal yang berkaitan dengan Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 8 . Imlek adalah pergantian tahun menurut kalender Cina. Dengan perayaan ini diharapkan dunia bebas dari malapetaka. Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri tradisi ini dilanjutkan dengan kunjungan silaturahim kepada orang tua. selaras dan seimbang yang disebut memarisudha bumi. Perayaan lebaran jatuh pada tanggal 1 Syawal. e. d. terbebas dari kebodohan dan kemiskinan. keluarga tetangga dan sanak saudara untuk saling memaafkan. kekacauan dan perang sehingga manusia hidup sejahtera. Tradisi Perayaan Lebaran (Idul Fitri) bagi umat yang beragama Islam dilakukan setelah umat Islam selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. Itulah sebabnya Waisak disebut juga Trisuci Waisak. b. tercapainya penerangan oleh Sang Buddha Gautama dan wafat Sang Buddha Gautama. yakni kelahiran Sang Buddha Gautama. setelah umat Kristen (Protestan dan Katholik) melakukan Ibadat Natal/Misa Natal di Gereja.

dikuburkan menanti berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum jenazah dikuburkan dalam hal ini upacara penguburan. Minang. Penulisan sejarah dikenal juga dengan istilah historiografi. Adat penguburan seperti ini dikenal pada suku Nias. historiografi kolonial. 11. masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang dikenal dengan Tiwah dan penganut ajaran Konghuchu.     dibiarkan hancur di alam terbuka disimpan di gua atau disimpan di bangunan khusus seperti yang dilakukan oleh masyarakat Tana Toraja. dan daerah lainnya. Biasanya upacara itu disertai dengan pengorbanan sejumlah hewan ternak sesuai dengan tingkat sosial ekonomi pada masyarakatnya. di antaranya adat perkawinan Aceh. 12. Perkembangan Penulisan Sejarah Indonesia 1. tiga. dikuburkan segera pada hari kematian seperti di kalangan pemeluk agama Islam. setiap suku mempunyai adat perkawinan sesuai dengan agama dan tradisi upacara yang ada di daerah masing-masing. kue keranjang. Adat dan tata cara penguburan di Indonesia berbeda-beda. Sumba dan Toraja. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 9 .tradisi perayaan Imlek ialah barongsai. 4. lampion dan tradisi pay kui (sungkeman). Irian. Dayak. Jawa. Ada berbagai cara penguburan. bergantung pada adat istiadat suku bangsa tersebut dan juga dipengaruhi oleh kepercayaan atau agama yang dianut suatu masyarakat. historiografi yakni Indonesia dapat dikelompokkan menjadi historiografi tradisional. Batak. dan historiografi nasional. Dari berbagai penulisan sejarah. Batak. antara lain:  dibakar (kremasi) seperti yang dilakukan masyarakat Bali yang disebut Ngaben. Banyak sekali ragam adat perkawinan di Indonesia. angpao.

pada umumnya tidak menggunakan atau mengabaikan sumber-sumber Indonesia. Penulisan tersebut dilakukan oleh orang-orang Belanda yang tidak banyak pernah melihat Indonesia. Historiografi kolonial merupakan penulisan sejarah yang membahas masalah penjajahan. Permasalahan yang dibahas adalah aktivitas bangsa Belanda. aktivitas para pegawai kompeni (orangorang kulit putih). pemerintahan kolonial. yakni masa kerajaan-kerajaan kuno. Raja atau pemimpin dianggap mempunyai kekuatan gaib dan kharisma (bertuah.2. seluk beluk kegiatan para Gubernur Jenderal dalam menjalankan tugasnya di tanah jajahan (Indonesia). maka sering juga disebut istana sentris. Sifat pokok historiografi kolonial antara lain:   Eropa-sentris atau Belanda-sentris. Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang berasal dari masa tradisional. Misalnya. yakni segala sesuatu dipusatkanpada pada raja atau keluarga raja (keluarga istana).  Religio sentris.    Religio magis. sakti). Sumber-sumber yang dipergunakan ialah dari arsip negara di negeri Belanda dan di Jakarta (Batavia).  Aktivitas rakyat tanah jajahan (rakyat Indonesia) hampir diabaikan sama sekali. 3. Penulisnya adalah para pujangga atau yang lain. Hikayat). artinya dihubungkan dengan kepercayaan dan halhal yang gaib. penjajahan Belanda di Indonesia. yang memang merupakan pejabat dalam struktur birokrasi tradisional yang bertugas menyusun sejarah (contohnya Babad. Bersifat regio-sentris (kedaerahan). Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 10 . Ciri-ciri historiografi tradisonal sebagai berikut.

Perkembangan historiografi pada abad ke-20 ditandai dengan perluasan secara horizontal (keluasan) maupun vertikal (kedalaman) subyek sejarah yang harus dikaji dan diteliti sehingga menuntut pula peningkatan dan penyempurnaan metodologi sejarah agar menghasilkan historiografi yang bervariasi dalam segi tema-tema. 4. Contoh historiografi nasional. Indonesian Sociological Studies karangan Schrieke. editor Sartono Kartodirdjo.H. sosial maupun budaya dari sudut pandang bangsa Indonesia. baik politik. Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia juga mengalami perkembangan sesuai perkembangan zaman yang mengalami adanya upaya saling mendekati (reapprochement) antara ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. Sifat-sifat atau ciri-ciri historiografi nasional:     Indonesia-sentris sesuai dengan cara pandang bangsa Indonesia mengandung character and nation-bulding (pembangunan karakter bangsa) disusun oleh orang-orang atau penulis-penulis Indonesia sendiri.C. karya A. dan masih banyak lagi. Jilid I sampai dengan VI. Jilid I sampai dengan XI.Contoh Historigrafi Kolonial. 6. Dewasa ini tidak jarang sejarah banyak menggunakan konsep-konsep umum yang digunakan dalam ilmu sosial untuk kepentingan analisis sehingga menambah kejelasan dalam eksplanasi atau interpretasi sejarah. Nasution. 5. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 11 . di antaranya Sejarah Nasional Indonesia. ekonomi. antara lain Indonesian Trade and Society karangan J. Van Leur. 7. Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia. Historiografi nasional adalah penulisan sejarah yang mengungkapkan kehidupan bangsa dan rakyat Indonesia dalam segala aktivitasnya.

Langkah-langkah Penelitian Sejarah 1. Pemilihan Topik Sebelum melakukan peneliian sejarah.B. Misalnya kita akan meneliti tentang sejarah peristiwa Lengkong. Untuk mengarahkan. Menarik untuk diteliti 2. Pemilihan topik harus memperhatikan hal-hal berikut : 1. Maka pertanyaan yang dapat kita ajukan adalah : Apa yang dimaksud dengan peristiwa Lengkong ? Mengapa peristiwa itu bisa terjadi ? Siapa tokoh pelaku dalam peristiwa itu ? Dimana terjadinya peristiwa itu ? Kapan terjadinya peristiwa itu ? Bagaimana jalannya peristiwa itu ? Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 12 . Ketersediaan sumber 4. Kelayakan topik penelitian dapat dilihat dari ketersediaan sumber yang dapat dijadikan bahan untuk penelitian. Jangan sampai kita menetapkan topik yang menarik tetapi sumbernya ternyata tidak ada. why (mengapa). who (siapa). Pertanyaan itu diajukan agar penelitian lebih bersifat ilmiah. Asli. Berbeda dengan penelitian ilmu pengetahuan lainnya. where (dimana). penelitian sejarah sangat tergantung kepada ketersedian sumber. bukan merupakan pengulangan 3. misalnya yang berhubungan dengan lingkungan sekitar kita Pemilihan topik ini sangat penting agar peneliti lebih terarah dan terfokus pada masalahnya. dalam topik tersebut sebaiknya kita ajukan terlebih dahulu pertanyaan yang akan menjadi masalah yang akan diteliti. Topik yang diteliti haruslah merupakan topik yang layak untuk dijadikan bahan penelitian dan bukan merupakan pengulangan atau duplikasi dari penelitian sebelumnya. langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan topik yang akan diteliti. Jadi topik yang diteliti harus merupakan hal yang baru dan diharapkan dapat memberikan informasi yang baru atau ditemukan teori baru. Pertanyaan itu meliputi: what (apa). when (kapan). Kedekatan emosional. dan how (bagaimana).

Yunani : Heureskein = menemukan). yaitu segala bentuk informasi mengenai peristiwa sejarah yang diperoleh dari berbagai tulisan. Sumber tersebut dapat berupa sumber lisan. fosil. sumber-sumber sejarah yang begitu banyak dan kompleks perlu diklasifikasikan.2. yaitu segala sesuatu yang dapat dipandang sebagai peninggalan sejarah yang dapat memberikan informasi tentang terjadinya peristiwa pada masa lampau. Untuk memudahkan penelitian. Sumber primer adalah sumber asli. Tahap ini disebut juga dengan heuristik (bhs. dan bendabenda peninggalan sejarah berupa artefak. Tahap heuristik adalah tindakan sejarawan untuk mengumpulkan sumber dan jejak-jejak sejarah yang diperlukan yang terkait dengan masalah yang diteliti. Adapun sumber sejarah berasal dari bukti-bukti sejarah (evidensi). Sumber lisan yaitu setiap tuturan lisan yang disampaikan oleh orang atau kelompok orang tentang suatu peristiwa nyata yang terjadi pada masa lampau. Tanpa adanya sumber. Pengumpulan Data/Sumber Setelah menetapkan topik. tulisan. berupa Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 13 . Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak menyampaikan kepada kita tentang sesuatu peristiwa dimasa lalu. Dan sumber yang berupa benda budaya peninggalan sejarah atau artefak adalah segala macam bentuk benda budaya yang diduga pernah digunakan oleh masyarakat manusia pada masa lampau yang dapat memberi informasi tentang peristiwa masa lampau. Sumber sejarah dapat dibagi kedalam dua jenis. Sedangkan sumber tulisan. yaitu sumber primer dan sumber sekunder. sejarawan tidak akan bisa berbicara apa-apa tentang masa lalu. prasasti. Pencarian dapat dilakukan diberbagai dokumen. Sumber sejarah merupakan bukti dan fakta adanya kenyataan sejarah. mengunjungi situs sejarah. atau dengan mewawancarai tokoh yang menjadi saksi atau mengetahui tentang suatu peristiwa sejarah. dan lain-lain. langkah selanjutnya adalah pengumpulan data sebagai sumber penelitian.

mengingat ada peristiwa yang sedikit sekali meninggalkan jejak. Kritik intern adalah penilaian keakuratan atau keautentikan terhadap materi sumber sejarah. baik dari segi kebenaran materi atau isi maupun keaslian dari data sumber tersebut. Kritik sejarah tersebut meliputi kritik intern yaitu kritik terhadap isi dan materi. Hal ini bisa terjadi karena jarak waktu. tetapi tidak hadir dan melihat peristiwa itu berlangsung. semakin banyak sumber sejarah yang dapat diperoleh. semakin langka dan sedikit sumber sejarah yang didapatkan. Identifikasi terhadap sipembuat Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 14 . sejarawan harus selalu memikirkan unsur-unsur yang relevan didalam dokumen itu sendiri secara keseluruhan. terlebih dahulu dilakukan Verifikasi (pengujian). yaitu orang yang tahu suatu peristiwa. Menemukan sumber sejarah tidaklah mudah. bahkan karena sesuatu hal tidak meninggalkan jejak sama sekali. Sumber sekunder adalah sumber yang diperoleh dari tangan kedua. Didalam proses analisa terhadap suatu dokumen. Sebaliknya. Dapat pula ditambahkan bahwa sumber sejarah dapat berupa sumber formal dan non formal. Semakin dekat jarak waktu antara sipeneliti dengan peristiwa sejarah. Verifikasi Sebelum data dan sumber sejarah yang terkumpul digunakan sebagai pendukung penelitian. semakin jauh jarak waktunya. Namun ada pula peristiwa yang meninggalkan jejak yang melimpah. Unsur didalam dokumen dianggap relevan dan dapat dipercaya (kredibel) apabila unsur itu paling dekat dengan apa yang telah terjadi. dan kritik ekstern yaitu kritik terhadap keaslian sumber-sumber tersebut. Dalam ilmu sejarah tahap ini disebut kritik. tetapi ada pula yang setelah beberapa waktu yang lama kemudian baru diketahui. Selain itu sumber sejarah ada yang dengan cepat ditemukan dan diketahui. 3. Sumber ini diperoleh dan dihasilkan dari sisa atau jejak dan orang yang sejaman dengan peristiwa itu.kesaksian pelaku atau saksi mata yang hadir dan melihat suatu peristiwa.

4. kepentingan. Bentuk penelitian yang dapat dilakukan sejarawan misalnya tentang waktu pembuatan dokumen. dokumen. ideology. 5. terutama dalam konteks hubungan sebab akibat atau adanya hubungan yang sangat berarti/signifikan. Pada tahap ini dapat berlaku sifat subjektifitas. Untuk membedakan itu suatu tipuan dari dokumen asli. ketertarikan. atau penelitian tentang bahan materi pembuatan.dokumen atau sumber sejarah pun perlu dilakukan untuk menguji keautentikannya. Historiografi Historiografi atau penulisan sejarah merupakan langkah bagaimana sejarawan mengkomunikasikan hasil penelitiannya untuk diketahui umum. Diantaranya yang penting adalah harus kronologis. sejarawan dapat menggunakan pengujian yang biasa digunakan didalam penyelidikan polisi dan kehakiman. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 15 . langkah berikutnya adalah memberikan penafsiran atau interpretasi. Interpretasi Setelah memberikan kritik terhadap sumber. Fakta yang dihasilkan melalui kritik harus dihubungkan antara yang satu dengan yang lainnya. Sejarawan melakukan penyusunan kisah sejarah sesuai dengan normanorma dalam disiplin ilmu sejarah. dan naskah. Kritik ekstern umumnya menyangkut keaslian bahan yang digunakan dalam pembuatan sumber sejarah. Disamping itu harus diupayakan seobjektif mungkin. karena sejarawan akan melihat sumber sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena diantara para sejarawan memiliki pandangan. Interpretasi pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan dalam menjawab permasalahan dari topik yang diteliti. seperti prasasti. Perbedaan penafsiran terhadap suatu peristiwa yang sama mungkin juga terjadi. wawasan. latar belakang sosial dan tujuan yang berbeda.

Deskriptif yang isinya lebih detail dan kompleks dibandingkan dengan narasi. deskriptif dan analitis.Dalam menulis sejarah berarti seorang sejarawan merekonstruksi sumber-sumber sejarah yang telah ditemukannya menjadi suatu cerita sejarah. Bentuk gabungan ini akan menampilkan unsur cerita. Sehingga tidak sekedar bercerita tetapi banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendalam dengan tinjauan berbagai aspek. Dan Analistis. Kemampuan menulis merupakan syarat yang penting bagi seorang sejarawan. Penulisan yang baik adalah gabungan antar unsur naratif. yang isinya lebih banyak berorientasi pada penelaahan masalah. Ia harus mampu berimajinasi dalam menyusun cerita sejarah. detail sumber dan analisa terhadap peristiwa sejarah. Bahkan apabila tulisan sejarah itu mampu mengajak pembacanya ikut menerawang kemasa silam dapat mengandung kesan berekreasi kemasa lampau. Bentuk-bentuk historiografi antara lain dapat berupa: Narasi yang isinya lebih banyak bercerita sesuai dengan apa yang diinformasikan oleh sumber sejarah. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 16 . Kemampuan berimajinasi dalam menulis menunjukan bahwa menulis sejarah mengandung unsur seni.

Dalam sebuah judul penelitian sejarah biasanya terdiri dari: 1 2 3 4 5 Masalah. Dari bukti ini disusun fakta yang merupakan pengungkapan tentang suatu keadaan atau peristiwa sejarah. serta waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. Penelitian sejarah menggunakan catatan observasi atau pengamatan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang-ulang kembali. Menurut Kuntowijoyo (2000) sebelum keempat langkah itu sebenarnya ada satu kegiatan penting. objek atau topik penelitian Subyek Lokasi atau daerah Tahun atau waktu terjadinya peristiwa Metode penelitian Dalam usaha penulisan sejarah. karena dalam metode sejarah banyak data yang didasarkan pada dokumen-dokumen. Metode sejarah tidak sama dengan metode dokumenter. yakni pemilihan topik/judul dan rencana penelitian.BAB III PENUTUP Penelitian sejarah dapat dilihat dari segi perspektif sejarah/historis. Topik atau judul penelitian memuat masalah atau objek yang harus dipecahkan melalui penelitian. Banyak ahli yang mempersamakan metode sejarah dengan metode dokumenter. Peninggalan-peninggalan manusia dari masa lampau disebut sebagai sumber sejarah. Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 17 . haruslah disusun berdasarkan bukti yang berupa peninggalan-peninggalan dari perbuatan manusia di masa lampau. karena metode dokumenter dapat saja mengenai masalah maslah kini dan tidak perlu mengenai masalah lalu.

Jakarta: Pusat Perbukuan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Agung.com Dasar-dasar dan Langkah-langkah Penelitian Sejarah 18 . (2009). Jakarta: Erlangga. (2009). Jakarta: Erlangga.DAFTAR PUSTAKA Listiani. Badrika. http://id.org http://crayonpedia. Mandiri Sejarah untuk SMA/MA Kelas X. (2006). Leo.wikipedia. I Wayan. Buku Sejarah untuk SMA/MA Kelas X. Dwi Ari. Sejarah untuk SMA/MA Kelas X.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful