PENDAHULUAN Banyak orang kesulitan menemukan pembahasan mengenai perkosaandalam literatur fiqh Islam.

Bagi fiqh, perkosaan bukan merupakan pidana atau kejahatan yang berdiri sendiri dengan konsekwensi hukum tersendiri. Konsepsi pidana fiqh [al-hudûd] yang mungkin terkait dengan perkosaan adalah 'tindak kejahatan atas kehormatan' [hak al-'ardh], yang berupa perzinaan dengan ancaman hukum cambuk 100 kali atau rajam sampai mati, dan tuduhan berzina dengan tanpa bukti [al-qadzaf] yang diancam cambuk 80 kali. Tetapi perkosaan berbeda dengan perzinaan. Karena perkosaan mengandung unsur pemaksaan dan kekerasan. Pidana kekerasan tubuh [al-jinâyah wa al-jirâh] dalam fiqh juga tidak membicarakan mengenai tindak pemerkosaan. Dalam pembahasan fiqh, ada dua tindak pidana kekerasan terhadap anggota tubuh; yang berat yaitu pembunuhan dan yang ringan adalah yang dibawah pembunuhan. Tindak pidana ringan bisa terjadi atas berbagai anggota tubuh; telinga, mata, tangan, termasuk terhadap penis. Baik berupa pemotongan anggota tubuh, pencederaan, maupun penghilangan fungsi anggota tersebut. Anehnya, tidak ada pembahasan mengenai tindak pidana terhadap vagina [al-farj] atau tindak perusakan selaput dara perempuan (misalnya dengan pemerkosaan). Pertama kali dalam makalah ini penulis akan memberikan definisi dan perbedaan antara perzinaan dan pemerkosaan. Dilanjutkan dengan metode istinbat hukumnya. Semoga makalah ini menjadi media bagi kita semua dalam rangka menggapai ridha-Nya. Amiin.

PEMBAHASAN A. Pengertian, Perbedaan dan Dalil tentang Perzinaan dan Pemerkosaan Perzinaan atau zina secara bahasa berarti fahisyah, yaitu perbuatan keji. Secara istilah bahwa zina merupakan perbuatan berhubungan kelamin antara seorang laki-laki dengan perempuan yang tidak terikat dalam hubungan perkawinan1[1]. Jadi pada intinya zina adalah perbuatan hubungan kelamin [coitus] yang dilakukan di luar perkawinan yang sah. Unsur utama dalam pidana perzinahan adalah perbuatan jima' di luar perkawinan.
1[1] Ali, Zainuddin. Prof.Dr, Hukum Pidana Islam, (Cet. 1, Jakarta: Sinar Grafika, 2007) hlm. 37

sekaligus memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual. "Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran. padahal mereka sendiri menginginkan kesucian. maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. Dan barangsiapa yang memaksa mereka. Sekalipun sebenarnya ada ayat yang sudah mengarah pada pelarangan 'tindak pemaksaan' dalam persoalan seksual. dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.com/pemerkosaan/ 3[3] QS. anggota-anggota tubuh lain atau suatu benda -.com. atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. Sedang pemerkosaan atau perkosaan.bahkan jika dangkal -. Sumber-sumber primer fiqh. 3[3]. maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (terhadap mereka yang dipaksa) sesudah mereka dipaksa itu". seperti yang diambil dari Wikipedia. seperti al-Qur'an dan Hadits. dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. tetapi perkosaan tidak identik dengan perzinahan. dipahami tidak banyak mengungkapkan penyebutan pidana perkosaan secara langsung. 2 yang artinya: Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. Perzinahan mungkin bisa menjadi landasan awal bagi rumusan tindak perkosaan. anggota tubuh lainnya seperti tangan.Ayat al Quran yang mengatur perzinaan adalah Surat an-Nuur. yaitu pemaksaan dan kekerasan yang sering berakibat trauma yang berkepanjangan bagi si korban. Organisasi Kesehatan Dunia mengartikan pemerkosaan sebagai "penetrasi vagina atau anus dengan menggunakan penis. merupakan suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis. dan hari akhirat. jika kamu beriman kepada Allah." Mahkamah Kejahatan Internasional untuk Rwanda tahun 1998 merumuskan pemerkosaan sebagai "invasi fisik berwatak seksual yang dilakukan kepada seorang manusia dalam keadaan atau lingkungan yang koersif"2[2]. karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi.wikipedia. 2[2] http://www. An-Nuur: 33 . Tindak perkosaan memiliki unsur tambahan dari sekedar hubungan kelamin.dengan cara pemaksaan baik fisik atau non-fisik.

Sebagian ulama mewajibkan kepada pemerkosa untuk memberikan mahar bagi wanita korban pemerkosaan. Jika dia sudah menikah maka hukumannya berupa dirajam. dan jika belum menikah maka dia dihukum cambuk 100 kali serta diasingkan selama satu tahun. Pemerkosaan Menurut Hukum Islam Hukum Islam untuk kasus pemerkosaan ada dua: 1. Orang yang melakukan tindak pemerkosaan semacam ini dihukum sebagaimana hukuman orang yang berzina. Jadi dari definisi di atas sangat jelas perbedaan antara pemerkosaan dan perzinaan. banyak yang terganggu hubungan seksualnya dengan suaminya. tetapi mungkin sampai sama sekali tidak bisa melakukan hubungan intim (dyspareunia). pertama upaya untuk melarang segala bentuk terhadap pemaksaan korban dan eksploitasi seksual. adalah yang relasi mengenaskan. Bagi anak gadis yang di bawah umur. Yang tidak tetapi yang saja juga terburuk. mimpi buruk. Tidak sedikit dari korban-korban pemerkosaan yang mengalami kesulitan untuk bergaul dan melakukan interaksi sosial dengan baik. B. ketakutan. selama pemerkosaan sosial. maupun paska-kejadian. incest dan perkosaan berakibat lebih buruk lagi. seksual dengan pasangannya. Di antara mereka. Pemerkosaan tanpa mengancam dengan menggunakan senjata. mengganggu kehidupannya. Tidak sebatas tidak bisa menikmati hubungan seks (frigiditas dan anorgasmus). perilaku sosial dan seksual yang menyimpang. gangguan mental. terjadi Karena korban pada Penderitaan terus Baik saat paska dalam terbayangi trauma kejadian kejadian yang pergaulan pemerkosaan. Akibat pemerkosaan Persoalan utama dalam hal ini adalah kenistaan yang menimpa korban perkosaan. seksual agar kedua dukungan dan bisa kembali menjadi pendampingan eksploitasi aman dan percaya diri.Ayat ini setidaknya mengisyaratkan kepada dua hal. Yang paling umum adalah kegelisahan yang berlebihan. . Pada perzinaan tidak ada unsur pemaksaan sedang dalam pemerkosaan ada pihak yang memaksa dan yang dipaksa (korban).

baik masih gadis maupun sudah menikah. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i. hukuman bagi perampok telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya. 2:734). “Dalil pendapat yang kami sampaikan. Imam Al-Laits. Pemerkosaan dengan menggunakan senjata. atau dibuang (keluar daerah). namun tidak wajib membayar mahar. Sementara. Sementara. pemerkosa dijatuhi hukuman had (rajam atau cambuk). Abu Hanifah dan Ats-Tsauri mengatakan. sementara kewajiban membayar mahar terkait dengan hak makhluk ….” . sedangkan wanita yang diperkosa tidak mendapatkan hukuman sama sekali. adalah mereka dibunuh atau disalib. berhak mendapatkan mahar yang sewajarnya dari laki-laki yang memperkosanya. Sementara. (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia. jika dia wanita merdeka (bukan budak). dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar. dan pendapat yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. 2. ْ ُ ُ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ ّ َ ُ ْ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ً َ َ ‫ِ ّ َ َ َ ُ ّ ِ َ ُ َ ِ ُ َ ّ َ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ ْ َ ِ َ ْض‬ ‫إنما جزاء الذين يحاربون ال ورسوله ويسعون في الر ِ فسادا أن يقتلههوا أو يص هلبوا أو تقط هع أي هديهم وأرجله هم‬ َ ‫مهههههن خلف أو ينفهههههوا مهههههن الرض ذلهههههك لههههههم خهههههزي فهههههي الهههههدنيا ولههههههم فهههههي الخهههههرة عهههههذاب عظيهههههم‬ ٌ ِ َ ٌ َ َ َِ ِ ِ ْ ُ ََ َ ْ ّ ِ ٌ ْ ِ ْ ُ َ َ َِ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ُ ْ َ ٍ ِ ْ ِ “Sesungguhnya. hukuman terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi. adalah bahwa untuk hukuman had ini terkait dengan hak Allah. Orang yang memerkosa dengan menggunakan senjata untuk mengancam. ‘Dia berhak mendapatkan hukuman had. Imam Al-Baji melanjutkan. “Menurut pendapat kami. tentang orang yang memperkosa wanita.” (Al Muwaththa’. bahwa hukuman had dan mahar merupakan dua kewajiban untuk pemerkosa. dihukumi sebagaimana perampok. 5:268).Imam Malik mengatakan.” (Al-Muntaqa Syarh Al-Muwaththa’. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang. jika wanita tersebut adalah budak maka dia wajib memberikan harta senilai kurang sedikit dari harga budak wanita tersebut. Yang demikian itu.’” Kemudian. Adapun hukuman dalam masalah ini hanya diberikan kepada pemerkosa. Imam Sulaiman Al-Baji Al-Maliki mengatakan. “Wanita yang diperkosa. jika wanita tersebut adalah wanita merdeka (bukan budak) maka pemerkosa wajib memberikan mahar kepada sang wanita. Sementara.

Al-Maidah: 33) Dari ayat di atas. jika tidak terdapat dua hal di atas maka dia berhak mendapat hukuman (selain hukuman had). saat ini bisa diganti dengan penjara. Kemudian lewat beberapa 4[4] http://konsultasisyariah. Adapun terkait wanita korban. si laki-laki lari. dan ketika selesai memperkosa. ada seorang perempuan pada masa Nabi Saw yang keluar rumah hendak melakukan shalat di masjid. Dibunuh. yang bisa membuat dirinya atau orang semisalnya akan merasa takut darinya. yang mengharuskan ditegakkannya hukuman had. Harus ada bukti atau pengakuan pelaku Ibnu Abdil Bar mengatakan. 72338)4[4]. Misalnya: dipotong tangan kiri dan kaki kanan. atau pelaku mengakui perbuatannya. b.com/hukum-kasus-pemerkosaan . jika terdapat bukti yang jelas. Diasingkan atau dibuang. fatwa no. Jâmi' al-Ushûl. baik karena dia tidak mengakui atau tidak ada empat orang saksi. IV/270.” (AlIstidzkar. ia dijumpai seorang laki-laki yang menggodanya. d. Pengadilan boleh memilih salah satu di antara empat pilihan hukuman di atas. c. diasuh oleh Syekh Muhammad Shaleh Munajid. Disalib.(QS. sehingga bisa terwujud keamanan dan ketenteraman di masyarakat. a. dan memaksanya (dibawa ke suatu tempat) untuk berhubungan intim. Akan tetapi. Hal ini bisa diketahui dengan teriakannya atau permintaan tolongnya. Di tengah jalan. tidak ada hukuman untuknya jika dia benar-benar diperkosa dan dipaksa oleh pelaku. “Para ulama sepakat bahwa orang yang melakukan tindak pemerkosaan berhak mendapatkan hukuman had. hadits: 1823). Tindak perkosaan pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw. seperti yang terungkap dalam sebuah teks hadits yang diriwayatkan Imam Turmudzi dan Abu Dawud. “Jika tidak terdapat bukti yang menyebabkan dia berhak mendapat hukuman had. ada empat pilihan hukuman untuk perampok: Dipotong kaki dan tangannya dengan bersilang. yang dia anggap paling sesuai untuk pelaku dan bisa membuat efek jera bagi masyarakat. maka (diberlakukan) pengadilan ta’zir (selain hukuman had). dari sahabat Wail bin Hujr ra (lihat Ibn al-Atsir. no. "Suatu hari. Si perempuan menjerit. 7:146) Syeikh Muhammad Shalih Munajid memberikan penjelasan untuk keterangan Ibnu Abdil Bar di atas.” (Disarikan dari Fatawa Al-Islam. Tanya-Jawab.

si laki-laki berkata: "Ya Rasul. saya yang melakukannya". yang kalau saja taubat itu dilakukan seluruh pendudukan Madinah. menerima terhadap Hanya perbedaanya.orang Muhajirin. sementara dalam pemerkosa hukuman. kedua kasus dilepas. mayoritas ulama hadits dan ulama fiqh menempatkan tindak tindak korban perkosaan perkosaan harus sama hanya persis pelaku Tetapi dengan tindak yang perzinahan. Karena itu. Lalu kepada laki-laki tersebut Nabi menyatakan suatu perkataan baik (apresiatif terhadap pengakuannya) dan memerintahkan: "Rajamlah". sehingga antara keduanya dapat dijatuhi hukuman rajam atau cambuk. sementara tersebut dalam tindak perzinahan kedua pelaku harus menerima hukuman. Kemudian berkata: "Sesungguhnya ia telah bertaubat. Mereka mengejar dan menangkap laki-laki tersebut yang diduga telah memperkosanya. ia berkata: "Ya. Ketika dihadapkan kepada perempuan tersebut. ancaman hukuman adalah sama. . yang tidak dilakukan dengan pemaksaan dan kekerasan. ia mengarahkan: "Lelaki itu telah memperkosa saya". dan korban perkosaan dilepaskan dengan harapan akan memperoleh ampunan dari Allah Swt. niscaya akan diterima" Pemerkosa memang dihukum pada masa Nabi Saw. ini orangnya". sama persis dengan hukuman perzinahan. Pada saat itu. Ketika hendak dihukum. Rasul berkata kepada perempuan: "Pergilah. KESIMPULAN DAN PENUTUP KESIMPULAN Dari pemaparan tentang pemerkosaan di atas dapat disimpulkan bahwa perkosaan berbeda dengan perzinaan. pihak yang terlibat melakukan dengan sukarela. Mereka dihadapkan kepada Rasulullah Saw. Allah telah mengampuni kamu". Pada perzinaan. hukuman pemerkosaan -yang dilakukan dengan cara paksa dan kekerasan-.

bahkan menurut beberapa ulama korban pemerkosaan harus diberi sejumlah mahar.05 persen mengaku sudah hilang keperawanannya saat kuliah. Sungguh dapat dikatakan bangsa kita sedang mengalami apa yang dinamakan degradasi moral. data ini hasil survey acak selama kurun waktu 6 bulan yang dilakukan oleh Kantor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Ponorogo pada tanggal 17 Desember 2010. mulai Juli 1999 hingga Juli 2002.Pada pemerkosaan. Semoga makalah ini dapat menjadi media bagi kita dalam rangka talabul ‘ilm. Sedang bagi korban. data angka presentasenya sedikit lebih besar lagi. penulis meminta maaf ika terdapat kata-kata yang tidak berkenan di hati. PENUTUP Demikian makalah ini kami sampaikan. Kemudian ditemukannya penelitian di Kab. Contoh konkritnya ialah Pada tahun 2002. pernah dipublikasikan hasil survei Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) terhadap mahasiswa Jogjakarta. artis. A. Sebanyak 14 persen dilakukan di tempat kos putri atau rumahkontrakannya. dengan melibatkan sekitar 1. Latar Belakang Negara Indonesia akhir-akhir ini banyak diwarnai dengan munculnya kehebohan mengenai video-video mesum yang beredar dari berbagai kalangan baik dari pejabat. Nampaknya sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku . rajam atau penjara5[5]. hingga siswa atau siswi SMA sederajat dan SMP sederajat. Data di atas menujukkan bahwa tempat kos-kosan telah menjadi sarang kumpul kebo (seks bebas). sebanyak 63 persen melakukan seks bebas di tempat kos priapasangannya. Penelitian itu dilakukan selama tiga tahun. Ditinjau dari tempatmereka melakukan seks bebas.[1] Dulunya bangsa kita terkenal dengan keramahannya kesantunannya serta menjaga adat ketimuran yang menghargai kesusilaan. Ponorogo bahwa 80% remaja putri melakukan hubungan seksual pranikah sedangkan pada remaja pria. Selanjutnya 21 persen di hotel kelas melati yang tersebar di Jogjakarta dan2 persen lagi di tempat wisata yang terbuka. 5[5] Penjara di sini sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 285 yang berbunyi:” Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang istrinya untuk bersetubuh dengan dia diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Dari 1.660 responden itu. tidak dihukum.660 responden yang berasal dari 16 perguruan tinggi.” BAB I PENDAHULUAN 1. pegawai negeri sipil PNS dan paling parah yang mengakibatkan kita miris dengan keadaan bangsa ini ialah hal tersebut sudah terjadi dikalangan lingkungan pelajar mulai mahasiswa. 97. baik negeri maupun swasta di Jogjakarta. Amiin. pelaku pemerkosa dapat dijatuhi hukuman cambuk. karena pernah melakukan seks berpasangan atau berzina.

Membolehkan zina berarti membiarkan kekejian dan hal ini dapat meruntuhkan masyarakat. hal ini diperparah tindakan dari pemerintah baik yang berupa sanksi dan berupa pencegahan seakan-akan berjalan ditempat tidak menghasilkan suatu yang signifikan. Dalam hal ini. di dalama hukum nasional kita peraturan mengenai perzinahan merupakan tindak pidana perkosaan pencabulan dan merupakan delik aduan.[3] Oleh karena itu sebenarnya hukum positif belum mampu menjawab dan menyelesaikan permasalahan bangsa khususnya bidang tindak pidana perzinahan sehingga ketentuan yang tertuang dalam aturan KUHP perlu direvisi dengan memasukkan nilai-nilai yang ada di budaya masyarakat adat-istiadat serta agama yang ada di Indonesia. Dimana dalam hukum Islam perbuatan zina merupakan perbuatan yang keji sehingga harsu di hukum dengan berat karena merusak sistem kemasyarakatan dan mengancam keselamatannya. sedangkan keluarga merupakan dasar untuk berdirinya masyarakat. Zina merupakan pelanggaran atas sistem kekeluargaan . Sehingga kumpul kebo di negara kita ini seakan-akan dihalalkan dan banyak dilakukan oleh masyarakat.lagi. penulis tertarik mengkaji mengenai bagaimana analisis yuridis tindak pidana perbuatan zina (perzinahan) dalam perspektif hukum Islam 1. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut : Bagaimana analisis yuridis tindak pidana perbuatan zina (perzinahan) dalam perspektif hukum Islam ? BAB II PEMBAHASAN . Hukum Islam yang bertujuan untuk kebahagian hidup manusia di dunia dan akhirat serta kemaslahatan hidup umat manusia baik rohani maupun jasmani. Mengenai hukum positif Indonesia tidak tegas mengenai aturan hal tersebut sehingga banyak sekali orang yang melakukan perzinahan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang di kemukakan di atas. individu dan sosial[2] mengatur dengan jelas dan terang masalah perzinahan. B. Sungguh ironis melihat perbuatan itu terjadi sehingga moral generasi bangsa kita semakin terjerumus dalam hal-hal yang sesat yang tidak memandang agama sebagai pegangan dan pedoman hidup.

Zainuddin.DAFTAR PUSTAKA Al Quran Al Karim Ali.Dr. Pada pasal 284 KUHP[7] ayat (1) “ Diancam pidana penjara paling lama Sembilan bulan : 1. Jakarta: Sinar Grafika. Pengertian tersebut jelas berbeda dengan pengertian menurut hukum Islam. Zina dalam pengertian istilah adalah hubungan kelamin antara seorang lelaki dengan seorang perempuan yang satu sama lain tidak terikat dalam hubungan perkawinan. Berbeda dengan hukum positif yang hanya menjatuhkan hukuman bagi pezina yang sudah kawin.[4] Menurut pandangan hukum Islam. seorang pria telah nikah yang melakukan zina. yaitu perbuatan keji. Para fuqaha (ahli hukum Islam) mengartikan zina. padahal diketahui. 1. Hanya saja. Prof. zina secara harfiah berarti fahisyah. yaitu melakukan hubungan seksual dalam arti memasukkan zakar (kelamin Pria) kedalam vagina wanita yang dinyatakan haram. Dimana didalam hukum positif perbuatan zina (perzinaan) diatur di dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) tepatnya mengenai Bab kejahatan terhadap kesusilaan. (Cet. maka ia terkena had[6] zina. 2. bukan karena syubhat. . 1. 2007) 1. Dalam hukum Islam perbuatan zina sangatlah berat hukumannya dan merupakan perbuatan yang keji atau buruk yang harus dihindari. dan atas dasara syahwat[5]. tetapi berlaku bagi siapa saja yang berhubungan badan sementara mereka bukan suami istri. kemudian bagi yang belum kawin atau atas dasar suka sama suka atau lazimnya dikalangan masyarkat menyebut dengan kumpul kebo tidak diberi hukuman. Zina menurut hukum Islam tidak terbatas pada orang yang sudah menikah saja. Pengertian dan Pandangan Zina dalam Hukum positif dan Hukum Islam Pengertian zina dalam hukum pidana Islam tidak seperti pandangan yang dikemuakan oleh sistem hukum yang lain salah satunya ialah sistem hukum barat atau hukum positif negara Indonesia yang menyebut zina sebagai perbuatan berhubungan antara laki-laki dan perempuan layaknya suami isteri. Dasar Hukum Zina dalam hukum Islam Dalam dasar hukum mengenai perzinahan di dalam hukum Islam juga terjadi perbedaan dengan hukum postif. baik sudah menikah atau belum menikah. 1. a. dimana salah satunya atau kedua-duanya sudah menikah. bahwa pasal 27 BW berlaku baginya. ada perbedaan hukuman yang akan dijatuhkan terhadap orang yang telah atau pernah menikah dengan orang yang belum pernah menikah. Hukum Pidana Islam. Siapa pun yang terbukti secara meyakinkan telah melakukan perzinahan.

adanya pengaduan dari suami atau isteri yang tercemar. Berbeda pengaturan dengan yang ada di dalam hukum Islam. baik secara langsung maupun tidak langsung memberikan peluang kepada persetubuhan di luar nikah antara laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat pernikahan dengan orang lain[8]. Garis hukum yang termuat didalam surat-surat tersebut ialah sebagai berikut[9] : 1) Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina hukuman dari tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali cambukan 2) Pelaksanaan hukuman cambuk bagi pezina dalam poin 1 diatas. a. dalam tempo tiga bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pisah meja dan tempat tidur.com/pemerkosaan/. Dalam AlQuran diantaranya diatur di dalam surat An-Nuur ayat 2. As Sunnah/Al Hadist dan Al Ra’yu.Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) http://www. b. seorang wanita telah nikah yang melakukan zina 1. karena alasan itu juga. Di dalam hukum Islam sumber hukum Islam ialah AlQuran.” Dari rumusan ketentuan Pasal 284 KUHP tersebut maka unsur-unsur perzinahan adalah sebagai berikut : adanya persyaratan telah kawin. tidak boleh ada belas kasihan kepada keduanya yang mencegah kamu untuk menjalankan hukum Allah jika kamu beriman kepada allah dan hari akhirat. . akses pada 11 Oktober 2011 http://konsultasisyariah. Dengan kata lain. seorang wanita tidak nikah yang turut serta melakukan perbuatan itu padahal diketahui olehnya.com/hukum-kasus-pemerkosaan. apabila laki-laki dan perempuan yang kedua-duanya belum menikah dan melakukan hubungan seks di luar ikatan pernikahan yang sah maka tidak dapat dikategorikan sebagai perzinahan dan tidak dapat dijerat oleh hukum. Al-Israa’ ayat 32. Pada ayat (2) : “tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/istri yang tercemar. dan An-Nuur ayat 30-31. ketentuan Pasal 284 KUHP.wikipedia. akses pada 11 Oktober 2011 b. padahal diketahui bahwa yang turut bersalah telah nikah dan pasal 27 BW berlaku baginya. dan si turut serta harus mengetahui bahwa pasangannya terikat perkawinan. An-Nisaa’ ayat 15. bahwa yang turut bersalah telah nikah dan pasal 27 BW berlaku baginya”. seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu. Berdasarkan ketentuan Pasal 284 KUHP. dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW.

Ibnu Abbas. Dasar hukum tentang perbuatan zina di dalam hadis cukup banyak diantaranya ialah hadis riwayat (HR) Abu Hurairah ra. Abdullah bin Umar ra. Ubadah bin ash-Shamit ra. Garis hukum yang termuat didalam hadisthadist tersebut ialah sebagai berikut[10] : 1) Rasullah SAW telah menentukan bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Dalam hukum Islam jelas . 5) Rasulullah SAW menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak seratus kali dan diasingkan selama setahun kepada pemuda yang melakukan zina dengan istri orang. 2) Seorang pezina tidak akan berzina jika ketika itu dia berada dalam keimanan.3) Pelaksanaan hukuman kepada pezina harus disaksikan oleh sekumpulan orang-orang beriman. Sayyidina Umar bin Khattab ra. Zaid bin Khalid ra. dimana dalam hukum postif memberikan peluang terjadinya perzinahan dengan sanksi yang tidak tegas dan hanya diberikan pada yang sudah nikah sementara yang belum tidak dikenai sanksi. Kemaluanlah yang menentukan dalam berbuat zina atau tidak. Kemudan Rasul melakukannya dan diikuti oleh para sahabat. sedang istri orang tersebut dihukum rajam. 6) Wanita yang beriman harus menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. 4) Para wanita yang mengerjakan perbuatan keji dalam bentuk zina harus disaksikan oleh 4 orang saksi. 3) Sesungguhnya Allah mengutus Rasullaah SAW mengatur tentang hukuman rajam. Dasar hukum antara hukum positif dan hukum Islam jelas berbeda. 4) Hukuman rajam yang terdapat dalam Alquran harus dilaksanakan oleh manusia kepada pezina yang pernah kawin. 5) Janganlah kamu mendekati zina karena zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suaru pekerjaan yang buruk. baik laki-laki maupun perempuan bila terbukti bukti yang nyata dan atau dia telah hamil atau pengakuannya sendiri.

Kuat ingatan. Bilangan saksi harus empat orang. Dapat melihat. Islam . maka had tidak bisa dilakukan[11]. Karena apabila kurang kesaksiannya tidak bisa diterima. sehingga dapat menghilangkan syubhat (ketidakjelasan) dalam perbuatan zina. 1. Dapat berbicara. Apabila hakim ragu-ragu. dan dianggap sah oleh hakim. Saksi haruslah memeliki syaratsyarat yang harus dipenuhi baik syarat-syarat umum atau syarat-syarat khusus untuk tindak pidana zina yakni[12] : 1) Syarat-syarat umum terdiri dari: Baliq (dewasa). Persaksian harus meyakinkan. Berakal. 3. Oleh karenanya. Pengakuan harus dinyatakan empat kali atau berulang-ulang 2. Peristiwa Zina belum kadaluwarsa. Harus menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Tidak ada penghalang persaksian.diatur dengan baik dari Alquran dan Hadis Rasulullah SAW untuk menjauhi zina karena merupakann perbuatan yang buruk dan keji sehingga sanksinya berat sekali dalam hukum Islam berupa rajam dan cambuk 100 kali serta diasingkan. Pembuktian dengan pengakuan Pengakuan dapat digunakan sebagai alat bukti untuk tindak pidana pebuatan zina dengan syaratsyarat sebagai berikut[13] : 1. 1. Pembuktian dengan saksi Para Ulama telah sepakat bahwa tindak pidana zina tidak bisa dibuktikan kecuali dengan empat orang saksi. pembuktian zina harus dapat menghasilkan titik terang yang meyakinkan hakim untuk dasar dapat melaksanakannya had zina. diterima. Pengakuan harus terperinci dan menjelaskan tentang hakikat perbuatan. Adil. Pembuktian Tindak Pidana perbuatan Zina (Perzinahan) dalam hukum Islam Zina dalam hukum Islam merupakan kejahatan yang serius dengan ancaman hukum yang serius pula. . Ada tiga macam cara pembuktian zina yaitu : 1. Persaksian harus dalam satu majelis. 2) Syarat-syarat Khusus untuk tindak pidana Zina terdiri dari : Laki-laki. Hal tersebut sesuai dengan dsar hukum yang ada di Alquran dan Hadis Rasulullah SAW.

Dibawah ini akan dijelaskan mengenai kedua macam sanksi/hukuman yaitu[14] : 1. Apabila terdapat syubhat dalam terjadinya zina maka tidak dijatuhi hukuman kepadanya. Macam-macam Sanksi/Hukuman perbuatan Zina (Perzinahan) dalam Hukum Islam Dari sumber hukum Islam aquran dan hadis hukuman zia itu ada dua macam. 1. Artinya hukum Islam menjaga hak-hak individu apabila individu tersebut benar-benar tidak melakukan zina melainkan diperkosa atau difitnah oleh orang lain. Dalam tindak pidana perbuatan zina untuk membuktikannya cukup sulit karena juga harus memenuhi syarat-syarat. • Hukuman dera atau cambuk dilakukan pada jejaka atau gadis yang melakukan perbuatan zina yang jelas diatur dalam Alquran surat An-Nuur ayat 2[15] : “perempuan yang berzina dan laki-lak yang berzina makaderalah tiap-tiap seorang dari keduanyaseratus kali. Hukuman untuk Zina Ghair Muhshan ada dua macam yaitu hukuman dera (cambuk) seratus kali dan hukuman pengasingan. misal : hamilnya wanita karena perkosaan atau mengaku dipaksa atau selama ia tidak mengaku berbuat zina maka tidak dijatuhi hukuman. maka tidak dijatuhi hukuman. Pengakuan dinyatakan dalam siding pengadilan atau luar siding pengadilan.3. 4. atau tidak diketahui suaminya. Pembuktian dengan Qarimah Qarimah adalah tanda yang dianggap sebagai alat bukti dalam perbuatan zina yakni timbulnya kehamilan pada seorang wanita yang tidak bersuami. terganutng kepada keadaan pelakunya pakah ia belum berkeluarga (ghair muhshan) atau sudah berkeluarga (muhshan). pengakuan dan adanya tanda atau kehamilan dalam rahim seorang wanita. 1. Pengakuan harus sah atau benar. 4. Hukum Islam menegaskan bahwasanya dalam menentukan seseorang melakukan perbuatan zina harus dibuktikan terlebih dahulu melalui keterangan saksi. dan janganlah belas kasihan keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama . penerapannya tidak sembarangan untuk dilakukan. Dalam pembuktian zina dalam pengakuan ini apabila pembuat pengakuan menarik pengakuannya atau lari ketika akan dilaksanakan hukuman. yang dinyatakan oleh orang yang berakal dan mempunyai kebebasan. Dalam hukum Islam.

yaitu rajam bagi muhshan dan dera (cambuk) seratus kali ditambah pengasingan selama satu tahun bagi pezina ghair muhshan. Hukuman ini bebas dilakukan kapanpun baik siang atau malam baik panas atau dingin namun bagi wanita hamil ditunda hingga melahirkan[17]. Hukuman dera (cambuk) menurut hukum Islam ialah merupakan kehendak Allah atau masyarakat. Hukuman rajam merupakan hukuman yang telah diakui dan diterima oleh hamper semua fuqaha[16] 1. dan hari Akhirat. dan hendaklah (pelaksanaan)hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”. Dalam pelaksanaan hukuman terdapat pertanyaan siapakah yang melaksanakan hukuman caranya hukum rajam dan dera bagaimana. Dalam jaman Rasulullah SAW selalu memerintahkan kepada para sahabat untuk melaksanakan hukuman. Hukuman dera seratus kali didasarkan pada surat An-Nuur ayat 2. jika kamu beriman kepada Allah. hukumannya berupa dera seratus kali dan rajam. 1. Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan jalan dilempari dengan batu atau sejenisnya. lemparan pertama dilakukan oleh saksi yang memberikan kesaksian setalah itu diteruskan oleh imam dan pejabat kemudian masyarakat. Pelaksanaan hukuman rajam dengan cara pezina baik laki-laki atau perempuan dipendam kedalam tanah sampai bagian dada kemudian dilempari batu sampai mati. sehingga pemerintah atau individu tidak berhak memberikan pengampunan. • Hukuman pengasingan ini didasarakan pada hadis Ubadah Ibn Ash-Shami ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda: ambillah dari diriku.Allah. ambillah dari diriku. sesungguhnya Allah telah memberikan jalan ke luar bagi mereka (pezina) “ . Pelaksanaan Hukuman perbuatan Zina dalam hukum Islam Apabila tindak pidana zina sudah bisa dibuktikan dan tidak ada syubhat maka hakim harus memutuskannya dengan menjatuhkan hukuman had. Dalam hukum Islam menurut para fuqaha sepakat bahwa pelaksanaan hukuman harus dilakukan oleh imam atau wakilnya (pejabat yang ditunjuk). 5. Jejaka dengan gadis hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam. . Hukuman untuk Zina Muhshan Zina muhshan adalah zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah berkeluarga.

merupakan jenis penyakit yang mencemaskan. baik terhadap mental maupun fisik seseorang 3) Keharmonisan hubugan keluarga sebagai suami istri berkurang atau rusak karena ada yang berzina. pergunjingan dan dikucilkan serta diasingkan termasuk di Indonesia. maupun keluarga. baik terhadap diri. Tujuan dan hikmahnya Hukum Islam terhadap perbuatan Zina Hukuman terhadap pelaku zina demikian berat. Perbuatan zina dalam hukum Islam jelas perbuatan yang buruk dan keji sehingga sanksi dan hukumannya berat. 2) Perbuatan zina. menjadikan seseorang enggan melakukan pernikahan sehingga dampal negatif akibat keengganan seseorang untuk menikah cukup kompleks. 1. Namun hukum Islam sebenarnya mengajarkan kita bagaimana sebagai manusia untuk menjaga fitrahnya bahwa manusia itu makhluk yang sempurna dan mempunyai akal sehingga masalah moral dan kesusilaan haruslah dijaga dengan baik. Penyakit tersebut berjangkit melalui hubungan kelamin dan HIV/AIDS belum ditemukan obatnya.Hukuman dera (cambuk) dilaksanakan dengan menggunakan cambuk seratus kali dan dilakukan oleh algojo seperti di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan dihadiri oleh masyarakat. dan masyarakat begitu besar yang antara lain sebagai berikut[18] : 1) Penyakit kelamin seperti virus HIV/AIDS penyakit gonorcho atau syphilis. Negara Indonesia seharusnya sudah harus memulai mengatur dengan tegas permasalah perzinahan dan mengambil nilai-nilai yag terkandung di dalam hukum Islam. dimana dilakukan dalam keadaan berdiri kemudian dicambuk tanpa belas kasihan sampai seratus kali. 6. 4) Di negara manapun yang menghormati nilai-nilai kesusilaan. Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP yang baru sebenarnya sudah memuat mengenai perzinahan dalam pasal 485 yang mengatur bahwa tidak hanya yang sudah berkeluarga yang dikenai sanksi melainkan yang belum ada ikatan pernikahan dikenai sanksi jika terbukti . masyarakatnya akan mencela dan memberikan sanksi moral berupa cemoohan. mengingat dampak negatif yang ditimbulkan akibat perbuatan zina.

melakukan perbuatan zina. BAB III PENUTUP 1. Malang. tetapi berlaku bagi siapa saja yang berhubungan badan sementara mereka bukan suami istri. Ahmad Wardi Muslich. B. Jakarta. yang sudah berkeluarga dikenai hukuman rajam. Kesimpulan Zina menurut hukum Islam tidak terbatas pada orang yang sudah menikah saja. 2009. Bayumedia Publishing. Sehingga sudah sepatutnya dan selayaknya RUU KUHP yang baru disahkan. 2005. Di dalam hukum Islam dasar hukumnya ialah AlQuran. A. Bogor A. Bogor selatan. Pengantar Ilmu hukum. Ghalia Indonesia. Ghalia Indonsia. As Sunnah/Al Hadist dan Al Ra’yu. . Hukum Pidana Islam. Sinar Grafika. 2007. 1. adat-istiadat dan bangsa yang beradab berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang sesuai dialam falsafah bangsa kita Pancasila. Hukum Pidana Dalam Sistem Hukum Islam. 2005. Pengantar Hukum Indonesia dalam Tanya jawab jilid 1.Ridwan Halim. pembuktian atas pengakuan pelaku zina dan pembuktian Qarimah atau tanda kehamilan telah melakukan perzinahan dikenai hukuman cambuk seratus kali dan pengasingan bagi yang belum berkeluarga. Kemudian dalam pasal 487 mengatur mengenai hidup besama atau lazimnya orang awam menyebut kumpul kebo dikenai sanksi. Asadulloh Al Faruk. DAFTAR PUSTAKA Abdul Rahman Budiono. Saran Seharusnya pemerintah dan dewan perwakilan rakyat memandang perzinahan merupakan masalah yang berat dan harus dikenai sanksi yang keras karena demi menciptakan generasi bangsa yang baik dan melanjutkan peradaban negara Indonesia yang menjaga norma kesusilaan. Siapa pun yang terbukti secara meyakinkan melalui pembuktian dengan saksi. baik sudah menikah atau belum menikah.

kompasiana. Dudu Duswara Machmudin. 2000. 2007. RajaGrafindo Persada. Hartono hadisoeprapto. Bandung. 1989.com/seksologi/2010/12/22/80-gadis-tak-lagi-perawan (online) diakses tanggal 11 Oktober 2012. Hukum Islam Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta. http://kesehatan. 3 VOL. Satjipto Rahardjo. Jurnal Hukum No. 16 JULI 2009: 311 – 336. Moh. Makalah Lidya Suryani Widayati. University of Muhammadiyah Malang.wikipedia. SUSIATININGSIH (2006) Tindak Pidana Perzinaan Menurut Pasal 284 KUHP (Analisa Yuridis Normatif Berdasarkan Hukum Pidana Islam). Yogyakarta. Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 2000. Sudikno Mertokusumo. Refika Adiatama. Hukum Pidana Islam. ___________2005. Jakarta. Penafsiran dan Konstruksi Hukum. Undergraduate thesis. Zainuddin Ali. 2000. http///www. 2009. Pengantar Tata Hukum Indonesia. Yogyakarta. Pengantar Ilmu Hukum sebuah sketsa. Moeljatno. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Yuda Bakti Ardiwisastra. Balai Pustaka. Mengenal Hukum : Suatu Pengantar. . Jakarta.S. 2011. Makalah SUSIATININGSIH.com (online) diakses tanggal 11 Oktober 2012. Bandung. Sinar Grafika. Revisi Pasal Perzinaan dalam Rancangan KUHP: Studi Masalah Perzinaan di Kota Padang dan Jakarta. 1999.C. Liberty. Ilmu Hukum. 1986. Bumi Aksara. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia.T Kansil. Daud Ali. Liberty. Alumni. Alumni. Bandung. 2007. Jakarta. PT.

Jakarta. [9] Op. Joseph Schacht.[1] http://kesehatan. Bogor. Sinar Grafika. cit. Ahmad Wardi Muslich.kompasiana. . Jakarta. Hadd adalah suatu hak atau tuntutan dari allah (haqq Allah). H. Hukum Pidana Islam. cit. H. Ahmad Wardi Muslich. Hukum Islam Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. 16 JULI 2009: 311 – 336. baik dengan lemparan batu atau rajam bagi pezina.Zainuddin Ali. sehingga tidak ada kemungkinan pemaafan atau penyelesain yang ramah tamah. Hlm 53-54. Hukum pidana dalam sistem hukum Islam. RajaGrafindo Persada. Hlm 54 [3] Ahmad Wardi Muslich. [4] Asadulloh al Faruk. Jakarta. 2010. Hukum Pidana Islam. 2007 hlm 37. Hukum Pidana Islam.Zainuddin Ali. [2] Moh. Pasal 284 ayat 1 dan 2. hlm 43-48.Zainuddin Ali. Sinar Grafika. 2000. Ghalia Indonesia. Jurnal Hukum No. Hukum Pidana dalam Sistem Hukum Islam. [7] Moelyatno. [5] H. Hlm 46-48. Bandung. Hlm 27. Nuansa. Hlm 39-40. 3 VOL. [13] Ibid. Revisi Pasal Perzinaan dalam Rancangan KUHP: Studi Masalah Perzinaan di Kota Padang dan Jakarta. Jakarta. Asadulloh al Faruk. Pengantar hukum Islam. [8] Lidya Suryani Widayati. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Daud Ali. Pt Bumi AKsara. 2005. cit. [11] Op. Hukum Pidana Islam.com/seksologi/2010/12/22/80-gadis-tak-lagi-perawan/ (online) diakses tanggal 11 Oktober. 2007. Hukum Pidana Islam. [12] Op. [10] Ibid. Hlm 24. 2009. [6] Had ialah bentuk jamaknya dari hudud yakni peraturan Allah yang bersifat membatasi par excellence : yaitu hukuman mati. hlm 4. Hlm249-250.

cit. hlm 57-58 [18] Op. Hukum Pidana Islam. Sinar Grafika.[14] Ahmad Wardi Muslich. hlm 33 [17] Ibid. Jakarta.Zainuddin Ali. H. Ahmad Wardi Muslich. Ahmad Wardi Muslich. 2005. Hukum Pidana Islam. cit. hlm 29-40 [15] Alquran surat An-Nuur ayat 2 [16] Op. Hlm 51-52 .