Penda Hulu An

PENDAHULUAN Banyak orang kesulitan menemukan pembahasan mengenai perkosaandalam literatur fiqh Islam.

Bagi fiqh, perkosaan bukan merupakan pidana atau kejahatan yang berdiri sendiri dengan konsekwensi hukum tersendiri. Konsepsi pidana fiqh [al-hudûd] yang mungkin terkait dengan perkosaan adalah 'tindak kejahatan atas kehormatan' [hak al-'ardh], yang berupa perzinaan dengan ancaman hukum cambuk 100 kali atau rajam sampai mati, dan tuduhan berzina dengan tanpa bukti [al-qadzaf] yang diancam cambuk 80 kali. Tetapi perkosaan berbeda dengan perzinaan. Karena perkosaan mengandung unsur pemaksaan dan kekerasan. Pidana kekerasan tubuh [al-jinâyah wa al-jirâh] dalam fiqh juga tidak membicarakan mengenai tindak pemerkosaan. Dalam pembahasan fiqh, ada dua tindak pidana kekerasan terhadap anggota tubuh; yang berat yaitu pembunuhan dan yang ringan adalah yang dibawah pembunuhan. Tindak pidana ringan bisa terjadi atas berbagai anggota tubuh; telinga, mata, tangan, termasuk terhadap penis. Baik berupa pemotongan anggota tubuh, pencederaan, maupun penghilangan fungsi anggota tersebut. Anehnya, tidak ada pembahasan mengenai tindak pidana terhadap vagina [al-farj] atau tindak perusakan selaput dara perempuan (misalnya dengan pemerkosaan). Pertama kali dalam makalah ini penulis akan memberikan definisi dan perbedaan antara perzinaan dan pemerkosaan. Dilanjutkan dengan metode istinbat hukumnya. Semoga makalah ini menjadi media bagi kita semua dalam rangka menggapai ridha-Nya. Amiin.

PEMBAHASAN A. Pengertian, Perbedaan dan Dalil tentang Perzinaan dan Pemerkosaan Perzinaan atau zina secara bahasa berarti fahisyah, yaitu perbuatan keji. Secara istilah bahwa zina merupakan perbuatan berhubungan kelamin antara seorang laki-laki dengan perempuan yang tidak terikat dalam hubungan perkawinan1[1]. Jadi pada intinya zina adalah perbuatan hubungan kelamin [coitus] yang dilakukan di luar perkawinan yang sah. Unsur utama dalam pidana perzinahan adalah perbuatan jima' di luar perkawinan.
1[1] Ali, Zainuddin. Prof.Dr, Hukum Pidana Islam, (Cet. 1, Jakarta: Sinar Grafika, 2007) hlm. 37

atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. merupakan suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis. seperti al-Qur'an dan Hadits. tetapi perkosaan tidak identik dengan perzinahan. An-Nuur: 33 . Sedang pemerkosaan atau perkosaan.com. Dan barangsiapa yang memaksa mereka. anggota tubuh lainnya seperti tangan. Organisasi Kesehatan Dunia mengartikan pemerkosaan sebagai "penetrasi vagina atau anus dengan menggunakan penis. Sumber-sumber primer fiqh. jika kamu beriman kepada Allah.wikipedia. 3[3]. Tindak perkosaan memiliki unsur tambahan dari sekedar hubungan kelamin. yaitu pemaksaan dan kekerasan yang sering berakibat trauma yang berkepanjangan bagi si korban. seperti yang diambil dari Wikipedia. dipahami tidak banyak mengungkapkan penyebutan pidana perkosaan secara langsung.dengan cara pemaksaan baik fisik atau non-fisik.Ayat al Quran yang mengatur perzinaan adalah Surat an-Nuur. anggota-anggota tubuh lain atau suatu benda -. Sekalipun sebenarnya ada ayat yang sudah mengarah pada pelarangan 'tindak pemaksaan' dalam persoalan seksual. padahal mereka sendiri menginginkan kesucian.com/pemerkosaan/ 3[3] QS. maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. dan hari akhirat. 2[2] http://www. sekaligus memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual. "Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran. maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (terhadap mereka yang dipaksa) sesudah mereka dipaksa itu".bahkan jika dangkal -. dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. Perzinahan mungkin bisa menjadi landasan awal bagi rumusan tindak perkosaan. 2 yang artinya: Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah." Mahkamah Kejahatan Internasional untuk Rwanda tahun 1998 merumuskan pemerkosaan sebagai "invasi fisik berwatak seksual yang dilakukan kepada seorang manusia dalam keadaan atau lingkungan yang koersif"2[2].

Tidak sedikit dari korban-korban pemerkosaan yang mengalami kesulitan untuk bergaul dan melakukan interaksi sosial dengan baik. Pemerkosaan Menurut Hukum Islam Hukum Islam untuk kasus pemerkosaan ada dua: 1. Di antara mereka. ketakutan. Pada perzinaan tidak ada unsur pemaksaan sedang dalam pemerkosaan ada pihak yang memaksa dan yang dipaksa (korban). tetapi mungkin sampai sama sekali tidak bisa melakukan hubungan intim (dyspareunia). pertama upaya untuk melarang segala bentuk terhadap pemaksaan korban dan eksploitasi seksual. . Pemerkosaan tanpa mengancam dengan menggunakan senjata. seksual agar kedua dukungan dan bisa kembali menjadi pendampingan eksploitasi aman dan percaya diri. perilaku sosial dan seksual yang menyimpang. adalah yang relasi mengenaskan. Jika dia sudah menikah maka hukumannya berupa dirajam. terjadi Karena korban pada Penderitaan terus Baik saat paska dalam terbayangi trauma kejadian kejadian yang pergaulan pemerkosaan. Yang paling umum adalah kegelisahan yang berlebihan. Yang tidak tetapi yang saja juga terburuk. incest dan perkosaan berakibat lebih buruk lagi. B. Tidak sebatas tidak bisa menikmati hubungan seks (frigiditas dan anorgasmus). selama pemerkosaan sosial. Sebagian ulama mewajibkan kepada pemerkosa untuk memberikan mahar bagi wanita korban pemerkosaan. Bagi anak gadis yang di bawah umur. mengganggu kehidupannya. Akibat pemerkosaan Persoalan utama dalam hal ini adalah kenistaan yang menimpa korban perkosaan.Ayat ini setidaknya mengisyaratkan kepada dua hal. Orang yang melakukan tindak pemerkosaan semacam ini dihukum sebagaimana hukuman orang yang berzina. maupun paska-kejadian. gangguan mental. Jadi dari definisi di atas sangat jelas perbedaan antara pemerkosaan dan perzinaan. banyak yang terganggu hubungan seksualnya dengan suaminya. dan jika belum menikah maka dia dihukum cambuk 100 kali serta diasingkan selama satu tahun. seksual dengan pasangannya. mimpi buruk.

Sementara. Imam Al-Baji melanjutkan. Imam Sulaiman Al-Baji Al-Maliki mengatakan. Orang yang memerkosa dengan menggunakan senjata untuk mengancam. ْ ُ ُ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ ّ َ ُ ْ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ً َ َ ‫ِ ّ َ َ َ ُ ّ ِ َ ُ َ ِ ُ َ ّ َ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ ْ َ ِ َ ْض‬ ‫إنما جزاء الذين يحاربون ال ورسوله ويسعون في الر ِ فسادا أن يقتلههوا أو يص هلبوا أو تقط هع أي هديهم وأرجله هم‬ َ ‫مهههههن خلف أو ينفهههههوا مهههههن الرض ذلهههههك لههههههم خهههههزي فهههههي الهههههدنيا ولههههههم فهههههي الخهههههرة عهههههذاب عظيهههههم‬ ٌ ِ َ ٌ َ َ َِ ِ ِ ْ ُ ََ َ ْ ّ ِ ٌ ْ ِ ْ ُ َ َ َِ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ُ ْ َ ٍ ِ ْ ِ “Sesungguhnya. jika wanita tersebut adalah wanita merdeka (bukan budak) maka pemerkosa wajib memberikan mahar kepada sang wanita. “Wanita yang diperkosa. Pemerkosaan dengan menggunakan senjata.Imam Malik mengatakan. “Menurut pendapat kami. hukuman terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi. Yang demikian itu. ‘Dia berhak mendapatkan hukuman had. Sementara. jika dia wanita merdeka (bukan budak). pemerkosa dijatuhi hukuman had (rajam atau cambuk). Sementara. bahwa hukuman had dan mahar merupakan dua kewajiban untuk pemerkosa.” (Al-Muntaqa Syarh Al-Muwaththa’. dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar. Adapun hukuman dalam masalah ini hanya diberikan kepada pemerkosa. jika wanita tersebut adalah budak maka dia wajib memberikan harta senilai kurang sedikit dari harga budak wanita tersebut. dan pendapat yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. hukuman bagi perampok telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya. sementara kewajiban membayar mahar terkait dengan hak makhluk …. atau dibuang (keluar daerah).” . dihukumi sebagaimana perampok. Imam Al-Laits.” (Al Muwaththa’. Sementara. dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i. adalah mereka dibunuh atau disalib. berhak mendapatkan mahar yang sewajarnya dari laki-laki yang memperkosanya. “Dalil pendapat yang kami sampaikan. sedangkan wanita yang diperkosa tidak mendapatkan hukuman sama sekali. 2:734). baik masih gadis maupun sudah menikah. 5:268). tentang orang yang memperkosa wanita. adalah bahwa untuk hukuman had ini terkait dengan hak Allah. namun tidak wajib membayar mahar. (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia. Abu Hanifah dan Ats-Tsauri mengatakan.’” Kemudian. 2.

dari sahabat Wail bin Hujr ra (lihat Ibn al-Atsir. Tanya-Jawab. Jâmi' al-Ushûl. ada seorang perempuan pada masa Nabi Saw yang keluar rumah hendak melakukan shalat di masjid.com/hukum-kasus-pemerkosaan . Adapun terkait wanita korban. yang mengharuskan ditegakkannya hukuman had. c. “Para ulama sepakat bahwa orang yang melakukan tindak pemerkosaan berhak mendapatkan hukuman had. Disalib. Al-Maidah: 33) Dari ayat di atas. jika tidak terdapat dua hal di atas maka dia berhak mendapat hukuman (selain hukuman had). tidak ada hukuman untuknya jika dia benar-benar diperkosa dan dipaksa oleh pelaku. baik karena dia tidak mengakui atau tidak ada empat orang saksi. Diasingkan atau dibuang. IV/270. Tindak perkosaan pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw. seperti yang terungkap dalam sebuah teks hadits yang diriwayatkan Imam Turmudzi dan Abu Dawud. “Jika tidak terdapat bukti yang menyebabkan dia berhak mendapat hukuman had. 72338)4[4]. Harus ada bukti atau pengakuan pelaku Ibnu Abdil Bar mengatakan. dan memaksanya (dibawa ke suatu tempat) untuk berhubungan intim.” (Disarikan dari Fatawa Al-Islam. Si perempuan menjerit. a. ada empat pilihan hukuman untuk perampok: Dipotong kaki dan tangannya dengan bersilang. Di tengah jalan. Hal ini bisa diketahui dengan teriakannya atau permintaan tolongnya. 7:146) Syeikh Muhammad Shalih Munajid memberikan penjelasan untuk keterangan Ibnu Abdil Bar di atas. b. maka (diberlakukan) pengadilan ta’zir (selain hukuman had). saat ini bisa diganti dengan penjara. Akan tetapi. atau pelaku mengakui perbuatannya. "Suatu hari. Dibunuh. no. yang bisa membuat dirinya atau orang semisalnya akan merasa takut darinya. Pengadilan boleh memilih salah satu di antara empat pilihan hukuman di atas. si laki-laki lari. jika terdapat bukti yang jelas. yang dia anggap paling sesuai untuk pelaku dan bisa membuat efek jera bagi masyarakat. d. dan ketika selesai memperkosa. hadits: 1823). diasuh oleh Syekh Muhammad Shaleh Munajid. Misalnya: dipotong tangan kiri dan kaki kanan. Kemudian lewat beberapa 4[4] http://konsultasisyariah. sehingga bisa terwujud keamanan dan ketenteraman di masyarakat. fatwa no.(QS.” (AlIstidzkar. ia dijumpai seorang laki-laki yang menggodanya.

menerima terhadap Hanya perbedaanya. Mereka dihadapkan kepada Rasulullah Saw. ia mengarahkan: "Lelaki itu telah memperkosa saya". sama persis dengan hukuman perzinahan. KESIMPULAN DAN PENUTUP KESIMPULAN Dari pemaparan tentang pemerkosaan di atas dapat disimpulkan bahwa perkosaan berbeda dengan perzinaan. sementara tersebut dalam tindak perzinahan kedua pelaku harus menerima hukuman. yang kalau saja taubat itu dilakukan seluruh pendudukan Madinah. Rasul berkata kepada perempuan: "Pergilah. Kemudian berkata: "Sesungguhnya ia telah bertaubat. ancaman hukuman adalah sama. Ketika dihadapkan kepada perempuan tersebut. ini orangnya". sehingga antara keduanya dapat dijatuhi hukuman rajam atau cambuk. ia berkata: "Ya. dan korban perkosaan dilepaskan dengan harapan akan memperoleh ampunan dari Allah Swt. Allah telah mengampuni kamu". hukuman pemerkosaan -yang dilakukan dengan cara paksa dan kekerasan-. sementara dalam pemerkosa hukuman. Karena itu. niscaya akan diterima" Pemerkosa memang dihukum pada masa Nabi Saw. yang tidak dilakukan dengan pemaksaan dan kekerasan. mayoritas ulama hadits dan ulama fiqh menempatkan tindak tindak korban perkosaan perkosaan harus sama hanya persis pelaku Tetapi dengan tindak yang perzinahan. Ketika hendak dihukum. si laki-laki berkata: "Ya Rasul. Lalu kepada laki-laki tersebut Nabi menyatakan suatu perkataan baik (apresiatif terhadap pengakuannya) dan memerintahkan: "Rajamlah". pihak yang terlibat melakukan dengan sukarela. Pada perzinaan. Pada saat itu.orang Muhajirin. . Mereka mengejar dan menangkap laki-laki tersebut yang diduga telah memperkosanya. saya yang melakukannya". kedua kasus dilepas.

Nampaknya sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku . A. 97. karena pernah melakukan seks berpasangan atau berzina. pegawai negeri sipil PNS dan paling parah yang mengakibatkan kita miris dengan keadaan bangsa ini ialah hal tersebut sudah terjadi dikalangan lingkungan pelajar mulai mahasiswa. dengan melibatkan sekitar 1. Sebanyak 14 persen dilakukan di tempat kos putri atau rumahkontrakannya. data angka presentasenya sedikit lebih besar lagi. pernah dipublikasikan hasil survei Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) terhadap mahasiswa Jogjakarta. data ini hasil survey acak selama kurun waktu 6 bulan yang dilakukan oleh Kantor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Ponorogo pada tanggal 17 Desember 2010. tidak dihukum. Ponorogo bahwa 80% remaja putri melakukan hubungan seksual pranikah sedangkan pada remaja pria. Contoh konkritnya ialah Pada tahun 2002. 5[5] Penjara di sini sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 285 yang berbunyi:” Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang istrinya untuk bersetubuh dengan dia diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Dari 1. mulai Juli 1999 hingga Juli 2002. Sungguh dapat dikatakan bangsa kita sedang mengalami apa yang dinamakan degradasi moral.660 responden itu. Kemudian ditemukannya penelitian di Kab. Ditinjau dari tempatmereka melakukan seks bebas.[1] Dulunya bangsa kita terkenal dengan keramahannya kesantunannya serta menjaga adat ketimuran yang menghargai kesusilaan. penulis meminta maaf ika terdapat kata-kata yang tidak berkenan di hati. Penelitian itu dilakukan selama tiga tahun. Semoga makalah ini dapat menjadi media bagi kita dalam rangka talabul ‘ilm.660 responden yang berasal dari 16 perguruan tinggi. Amiin. Latar Belakang Negara Indonesia akhir-akhir ini banyak diwarnai dengan munculnya kehebohan mengenai video-video mesum yang beredar dari berbagai kalangan baik dari pejabat. PENUTUP Demikian makalah ini kami sampaikan. pelaku pemerkosa dapat dijatuhi hukuman cambuk. artis.05 persen mengaku sudah hilang keperawanannya saat kuliah. sebanyak 63 persen melakukan seks bebas di tempat kos priapasangannya. bahkan menurut beberapa ulama korban pemerkosaan harus diberi sejumlah mahar.Pada pemerkosaan. Sedang bagi korban. baik negeri maupun swasta di Jogjakarta. hingga siswa atau siswi SMA sederajat dan SMP sederajat. rajam atau penjara5[5]. Data di atas menujukkan bahwa tempat kos-kosan telah menjadi sarang kumpul kebo (seks bebas). Selanjutnya 21 persen di hotel kelas melati yang tersebar di Jogjakarta dan2 persen lagi di tempat wisata yang terbuka.” BAB I PENDAHULUAN 1.

hal ini diperparah tindakan dari pemerintah baik yang berupa sanksi dan berupa pencegahan seakan-akan berjalan ditempat tidak menghasilkan suatu yang signifikan. Membolehkan zina berarti membiarkan kekejian dan hal ini dapat meruntuhkan masyarakat. individu dan sosial[2] mengatur dengan jelas dan terang masalah perzinahan. di dalama hukum nasional kita peraturan mengenai perzinahan merupakan tindak pidana perkosaan pencabulan dan merupakan delik aduan. sedangkan keluarga merupakan dasar untuk berdirinya masyarakat. Hukum Islam yang bertujuan untuk kebahagian hidup manusia di dunia dan akhirat serta kemaslahatan hidup umat manusia baik rohani maupun jasmani. Zina merupakan pelanggaran atas sistem kekeluargaan . Dalam hal ini. penulis tertarik mengkaji mengenai bagaimana analisis yuridis tindak pidana perbuatan zina (perzinahan) dalam perspektif hukum Islam 1. Mengenai hukum positif Indonesia tidak tegas mengenai aturan hal tersebut sehingga banyak sekali orang yang melakukan perzinahan. Dimana dalam hukum Islam perbuatan zina merupakan perbuatan yang keji sehingga harsu di hukum dengan berat karena merusak sistem kemasyarakatan dan mengancam keselamatannya.lagi. Sungguh ironis melihat perbuatan itu terjadi sehingga moral generasi bangsa kita semakin terjerumus dalam hal-hal yang sesat yang tidak memandang agama sebagai pegangan dan pedoman hidup. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut : Bagaimana analisis yuridis tindak pidana perbuatan zina (perzinahan) dalam perspektif hukum Islam ? BAB II PEMBAHASAN . B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang di kemukakan di atas. Sehingga kumpul kebo di negara kita ini seakan-akan dihalalkan dan banyak dilakukan oleh masyarakat.[3] Oleh karena itu sebenarnya hukum positif belum mampu menjawab dan menyelesaikan permasalahan bangsa khususnya bidang tindak pidana perzinahan sehingga ketentuan yang tertuang dalam aturan KUHP perlu direvisi dengan memasukkan nilai-nilai yang ada di budaya masyarakat adat-istiadat serta agama yang ada di Indonesia.

Siapa pun yang terbukti secara meyakinkan telah melakukan perzinahan. dimana salah satunya atau kedua-duanya sudah menikah. Pengertian tersebut jelas berbeda dengan pengertian menurut hukum Islam. bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.Dr.DAFTAR PUSTAKA Al Quran Al Karim Ali. padahal diketahui. seorang pria telah nikah yang melakukan zina.[4] Menurut pandangan hukum Islam. 2. Dimana didalam hukum positif perbuatan zina (perzinaan) diatur di dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) tepatnya mengenai Bab kejahatan terhadap kesusilaan. 1. zina secara harfiah berarti fahisyah. 1. Berbeda dengan hukum positif yang hanya menjatuhkan hukuman bagi pezina yang sudah kawin. Zina menurut hukum Islam tidak terbatas pada orang yang sudah menikah saja. Pengertian dan Pandangan Zina dalam Hukum positif dan Hukum Islam Pengertian zina dalam hukum pidana Islam tidak seperti pandangan yang dikemuakan oleh sistem hukum yang lain salah satunya ialah sistem hukum barat atau hukum positif negara Indonesia yang menyebut zina sebagai perbuatan berhubungan antara laki-laki dan perempuan layaknya suami isteri. yaitu melakukan hubungan seksual dalam arti memasukkan zakar (kelamin Pria) kedalam vagina wanita yang dinyatakan haram. ada perbedaan hukuman yang akan dijatuhkan terhadap orang yang telah atau pernah menikah dengan orang yang belum pernah menikah. kemudian bagi yang belum kawin atau atas dasar suka sama suka atau lazimnya dikalangan masyarkat menyebut dengan kumpul kebo tidak diberi hukuman. Hanya saja. Hukum Pidana Islam. yaitu perbuatan keji. Para fuqaha (ahli hukum Islam) mengartikan zina. Dasar Hukum Zina dalam hukum Islam Dalam dasar hukum mengenai perzinahan di dalam hukum Islam juga terjadi perbedaan dengan hukum postif. (Cet. dan atas dasara syahwat[5]. Zainuddin. maka ia terkena had[6] zina. Zina dalam pengertian istilah adalah hubungan kelamin antara seorang lelaki dengan seorang perempuan yang satu sama lain tidak terikat dalam hubungan perkawinan. . 2007) 1. tetapi berlaku bagi siapa saja yang berhubungan badan sementara mereka bukan suami istri. Dalam hukum Islam perbuatan zina sangatlah berat hukumannya dan merupakan perbuatan yang keji atau buruk yang harus dihindari. a. baik sudah menikah atau belum menikah. Jakarta: Sinar Grafika. Prof. 1. Pada pasal 284 KUHP[7] ayat (1) “ Diancam pidana penjara paling lama Sembilan bulan : 1. bukan karena syubhat.

dan An-Nuur ayat 30-31. Pada ayat (2) : “tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/istri yang tercemar. Berbeda pengaturan dengan yang ada di dalam hukum Islam. Al-Israa’ ayat 32. Dalam AlQuran diantaranya diatur di dalam surat An-Nuur ayat 2.wikipedia. An-Nisaa’ ayat 15. b. seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu. seorang wanita telah nikah yang melakukan zina 1. As Sunnah/Al Hadist dan Al Ra’yu.” Dari rumusan ketentuan Pasal 284 KUHP tersebut maka unsur-unsur perzinahan adalah sebagai berikut : adanya persyaratan telah kawin.com/pemerkosaan/. adanya pengaduan dari suami atau isteri yang tercemar. dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW. dalam tempo tiga bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pisah meja dan tempat tidur.com/hukum-kasus-pemerkosaan. tidak boleh ada belas kasihan kepada keduanya yang mencegah kamu untuk menjalankan hukum Allah jika kamu beriman kepada allah dan hari akhirat.Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) http://www. seorang wanita tidak nikah yang turut serta melakukan perbuatan itu padahal diketahui olehnya. apabila laki-laki dan perempuan yang kedua-duanya belum menikah dan melakukan hubungan seks di luar ikatan pernikahan yang sah maka tidak dapat dikategorikan sebagai perzinahan dan tidak dapat dijerat oleh hukum. Dengan kata lain. . bahwa yang turut bersalah telah nikah dan pasal 27 BW berlaku baginya”. Di dalam hukum Islam sumber hukum Islam ialah AlQuran. padahal diketahui bahwa yang turut bersalah telah nikah dan pasal 27 BW berlaku baginya. karena alasan itu juga. akses pada 11 Oktober 2011 b. dan si turut serta harus mengetahui bahwa pasangannya terikat perkawinan. Berdasarkan ketentuan Pasal 284 KUHP. Garis hukum yang termuat didalam surat-surat tersebut ialah sebagai berikut[9] : 1) Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina hukuman dari tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali cambukan 2) Pelaksanaan hukuman cambuk bagi pezina dalam poin 1 diatas. baik secara langsung maupun tidak langsung memberikan peluang kepada persetubuhan di luar nikah antara laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat pernikahan dengan orang lain[8]. akses pada 11 Oktober 2011 http://konsultasisyariah. ketentuan Pasal 284 KUHP. a.

3) Sesungguhnya Allah mengutus Rasullaah SAW mengatur tentang hukuman rajam. Dalam hukum Islam jelas . Dasar hukum antara hukum positif dan hukum Islam jelas berbeda.3) Pelaksanaan hukuman kepada pezina harus disaksikan oleh sekumpulan orang-orang beriman. dimana dalam hukum postif memberikan peluang terjadinya perzinahan dengan sanksi yang tidak tegas dan hanya diberikan pada yang sudah nikah sementara yang belum tidak dikenai sanksi. 4) Para wanita yang mengerjakan perbuatan keji dalam bentuk zina harus disaksikan oleh 4 orang saksi. Sayyidina Umar bin Khattab ra. Ubadah bin ash-Shamit ra. Abdullah bin Umar ra. 5) Rasulullah SAW menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak seratus kali dan diasingkan selama setahun kepada pemuda yang melakukan zina dengan istri orang. Zaid bin Khalid ra. 2) Seorang pezina tidak akan berzina jika ketika itu dia berada dalam keimanan. Dasar hukum tentang perbuatan zina di dalam hadis cukup banyak diantaranya ialah hadis riwayat (HR) Abu Hurairah ra. Garis hukum yang termuat didalam hadisthadist tersebut ialah sebagai berikut[10] : 1) Rasullah SAW telah menentukan bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. 5) Janganlah kamu mendekati zina karena zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suaru pekerjaan yang buruk. Kemaluanlah yang menentukan dalam berbuat zina atau tidak. Ibnu Abbas. 6) Wanita yang beriman harus menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. 4) Hukuman rajam yang terdapat dalam Alquran harus dilaksanakan oleh manusia kepada pezina yang pernah kawin. sedang istri orang tersebut dihukum rajam. Kemudan Rasul melakukannya dan diikuti oleh para sahabat. baik laki-laki maupun perempuan bila terbukti bukti yang nyata dan atau dia telah hamil atau pengakuannya sendiri.

Oleh karenanya. Saksi haruslah memeliki syaratsyarat yang harus dipenuhi baik syarat-syarat umum atau syarat-syarat khusus untuk tindak pidana zina yakni[12] : 1) Syarat-syarat umum terdiri dari: Baliq (dewasa). Persaksian harus dalam satu majelis. Tidak ada penghalang persaksian. Persaksian harus meyakinkan. 2) Syarat-syarat Khusus untuk tindak pidana Zina terdiri dari : Laki-laki.diatur dengan baik dari Alquran dan Hadis Rasulullah SAW untuk menjauhi zina karena merupakann perbuatan yang buruk dan keji sehingga sanksinya berat sekali dalam hukum Islam berupa rajam dan cambuk 100 kali serta diasingkan. diterima. Kuat ingatan. maka had tidak bisa dilakukan[11]. Peristiwa Zina belum kadaluwarsa. . Pembuktian Tindak Pidana perbuatan Zina (Perzinahan) dalam hukum Islam Zina dalam hukum Islam merupakan kejahatan yang serius dengan ancaman hukum yang serius pula. 1. Pembuktian dengan pengakuan Pengakuan dapat digunakan sebagai alat bukti untuk tindak pidana pebuatan zina dengan syaratsyarat sebagai berikut[13] : 1. Harus menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Bilangan saksi harus empat orang. Dapat berbicara. Pengakuan harus dinyatakan empat kali atau berulang-ulang 2. Hal tersebut sesuai dengan dsar hukum yang ada di Alquran dan Hadis Rasulullah SAW. sehingga dapat menghilangkan syubhat (ketidakjelasan) dalam perbuatan zina. 3. dan dianggap sah oleh hakim. Berakal. Apabila hakim ragu-ragu. Dapat melihat. Pembuktian dengan saksi Para Ulama telah sepakat bahwa tindak pidana zina tidak bisa dibuktikan kecuali dengan empat orang saksi. 1. pembuktian zina harus dapat menghasilkan titik terang yang meyakinkan hakim untuk dasar dapat melaksanakannya had zina. Karena apabila kurang kesaksiannya tidak bisa diterima. Islam . Pengakuan harus terperinci dan menjelaskan tentang hakikat perbuatan. Adil. Ada tiga macam cara pembuktian zina yaitu : 1.

3. Dalam tindak pidana perbuatan zina untuk membuktikannya cukup sulit karena juga harus memenuhi syarat-syarat. Hukum Islam menegaskan bahwasanya dalam menentukan seseorang melakukan perbuatan zina harus dibuktikan terlebih dahulu melalui keterangan saksi. Pengakuan dinyatakan dalam siding pengadilan atau luar siding pengadilan. maka tidak dijatuhi hukuman. 1. pengakuan dan adanya tanda atau kehamilan dalam rahim seorang wanita. Macam-macam Sanksi/Hukuman perbuatan Zina (Perzinahan) dalam Hukum Islam Dari sumber hukum Islam aquran dan hadis hukuman zia itu ada dua macam. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai kedua macam sanksi/hukuman yaitu[14] : 1. Artinya hukum Islam menjaga hak-hak individu apabila individu tersebut benar-benar tidak melakukan zina melainkan diperkosa atau difitnah oleh orang lain. Pengakuan harus sah atau benar. yang dinyatakan oleh orang yang berakal dan mempunyai kebebasan. 4. Dalam pembuktian zina dalam pengakuan ini apabila pembuat pengakuan menarik pengakuannya atau lari ketika akan dilaksanakan hukuman. misal : hamilnya wanita karena perkosaan atau mengaku dipaksa atau selama ia tidak mengaku berbuat zina maka tidak dijatuhi hukuman. terganutng kepada keadaan pelakunya pakah ia belum berkeluarga (ghair muhshan) atau sudah berkeluarga (muhshan). penerapannya tidak sembarangan untuk dilakukan. Pembuktian dengan Qarimah Qarimah adalah tanda yang dianggap sebagai alat bukti dalam perbuatan zina yakni timbulnya kehamilan pada seorang wanita yang tidak bersuami. 1. dan janganlah belas kasihan keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama . Hukuman untuk Zina Ghair Muhshan ada dua macam yaitu hukuman dera (cambuk) seratus kali dan hukuman pengasingan. Apabila terdapat syubhat dalam terjadinya zina maka tidak dijatuhi hukuman kepadanya. • Hukuman dera atau cambuk dilakukan pada jejaka atau gadis yang melakukan perbuatan zina yang jelas diatur dalam Alquran surat An-Nuur ayat 2[15] : “perempuan yang berzina dan laki-lak yang berzina makaderalah tiap-tiap seorang dari keduanyaseratus kali. Dalam hukum Islam. atau tidak diketahui suaminya. 4.

Allah. Hukuman dera seratus kali didasarkan pada surat An-Nuur ayat 2. Hukuman rajam merupakan hukuman yang telah diakui dan diterima oleh hamper semua fuqaha[16] 1. 5. Dalam pelaksanaan hukuman terdapat pertanyaan siapakah yang melaksanakan hukuman caranya hukum rajam dan dera bagaimana. dan hari Akhirat. Dalam jaman Rasulullah SAW selalu memerintahkan kepada para sahabat untuk melaksanakan hukuman. Hukuman ini bebas dilakukan kapanpun baik siang atau malam baik panas atau dingin namun bagi wanita hamil ditunda hingga melahirkan[17]. Pelaksanaan hukuman rajam dengan cara pezina baik laki-laki atau perempuan dipendam kedalam tanah sampai bagian dada kemudian dilempari batu sampai mati. Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan jalan dilempari dengan batu atau sejenisnya. • Hukuman pengasingan ini didasarakan pada hadis Ubadah Ibn Ash-Shami ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda: ambillah dari diriku. sesungguhnya Allah telah memberikan jalan ke luar bagi mereka (pezina) “ . ambillah dari diriku. jika kamu beriman kepada Allah. dan hendaklah (pelaksanaan)hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”. yaitu rajam bagi muhshan dan dera (cambuk) seratus kali ditambah pengasingan selama satu tahun bagi pezina ghair muhshan. sehingga pemerintah atau individu tidak berhak memberikan pengampunan. hukumannya berupa dera seratus kali dan rajam. Hukuman untuk Zina Muhshan Zina muhshan adalah zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah berkeluarga. 1. Jejaka dengan gadis hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam. Dalam hukum Islam menurut para fuqaha sepakat bahwa pelaksanaan hukuman harus dilakukan oleh imam atau wakilnya (pejabat yang ditunjuk). Hukuman dera (cambuk) menurut hukum Islam ialah merupakan kehendak Allah atau masyarakat. Pelaksanaan Hukuman perbuatan Zina dalam hukum Islam Apabila tindak pidana zina sudah bisa dibuktikan dan tidak ada syubhat maka hakim harus memutuskannya dengan menjatuhkan hukuman had. . lemparan pertama dilakukan oleh saksi yang memberikan kesaksian setalah itu diteruskan oleh imam dan pejabat kemudian masyarakat.

2) Perbuatan zina. masyarakatnya akan mencela dan memberikan sanksi moral berupa cemoohan. mengingat dampak negatif yang ditimbulkan akibat perbuatan zina. Tujuan dan hikmahnya Hukum Islam terhadap perbuatan Zina Hukuman terhadap pelaku zina demikian berat. Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP yang baru sebenarnya sudah memuat mengenai perzinahan dalam pasal 485 yang mengatur bahwa tidak hanya yang sudah berkeluarga yang dikenai sanksi melainkan yang belum ada ikatan pernikahan dikenai sanksi jika terbukti . baik terhadap mental maupun fisik seseorang 3) Keharmonisan hubugan keluarga sebagai suami istri berkurang atau rusak karena ada yang berzina. 1. dan masyarakat begitu besar yang antara lain sebagai berikut[18] : 1) Penyakit kelamin seperti virus HIV/AIDS penyakit gonorcho atau syphilis. pergunjingan dan dikucilkan serta diasingkan termasuk di Indonesia. maupun keluarga. dimana dilakukan dalam keadaan berdiri kemudian dicambuk tanpa belas kasihan sampai seratus kali. baik terhadap diri. Namun hukum Islam sebenarnya mengajarkan kita bagaimana sebagai manusia untuk menjaga fitrahnya bahwa manusia itu makhluk yang sempurna dan mempunyai akal sehingga masalah moral dan kesusilaan haruslah dijaga dengan baik. Negara Indonesia seharusnya sudah harus memulai mengatur dengan tegas permasalah perzinahan dan mengambil nilai-nilai yag terkandung di dalam hukum Islam. merupakan jenis penyakit yang mencemaskan. Perbuatan zina dalam hukum Islam jelas perbuatan yang buruk dan keji sehingga sanksi dan hukumannya berat. 6. 4) Di negara manapun yang menghormati nilai-nilai kesusilaan. Penyakit tersebut berjangkit melalui hubungan kelamin dan HIV/AIDS belum ditemukan obatnya. menjadikan seseorang enggan melakukan pernikahan sehingga dampal negatif akibat keengganan seseorang untuk menikah cukup kompleks.Hukuman dera (cambuk) dilaksanakan dengan menggunakan cambuk seratus kali dan dilakukan oleh algojo seperti di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan dihadiri oleh masyarakat.

Bogor selatan. adat-istiadat dan bangsa yang beradab berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang sesuai dialam falsafah bangsa kita Pancasila. tetapi berlaku bagi siapa saja yang berhubungan badan sementara mereka bukan suami istri. As Sunnah/Al Hadist dan Al Ra’yu. Di dalam hukum Islam dasar hukumnya ialah AlQuran. Kesimpulan Zina menurut hukum Islam tidak terbatas pada orang yang sudah menikah saja. baik sudah menikah atau belum menikah. Pengantar Hukum Indonesia dalam Tanya jawab jilid 1. Hukum Pidana Dalam Sistem Hukum Islam. Asadulloh Al Faruk. 1. Kemudian dalam pasal 487 mengatur mengenai hidup besama atau lazimnya orang awam menyebut kumpul kebo dikenai sanksi. Siapa pun yang terbukti secara meyakinkan melalui pembuktian dengan saksi. Pengantar Ilmu hukum. Bogor A. Ahmad Wardi Muslich. 2005. A. . yang sudah berkeluarga dikenai hukuman rajam. Malang. Hukum Pidana Islam. Bayumedia Publishing. 2007. 2005. pembuktian atas pengakuan pelaku zina dan pembuktian Qarimah atau tanda kehamilan telah melakukan perzinahan dikenai hukuman cambuk seratus kali dan pengasingan bagi yang belum berkeluarga. Sehingga sudah sepatutnya dan selayaknya RUU KUHP yang baru disahkan. DAFTAR PUSTAKA Abdul Rahman Budiono. Jakarta.Ridwan Halim. 2009. BAB III PENUTUP 1. Ghalia Indonesia. Saran Seharusnya pemerintah dan dewan perwakilan rakyat memandang perzinahan merupakan masalah yang berat dan harus dikenai sanksi yang keras karena demi menciptakan generasi bangsa yang baik dan melanjutkan peradaban negara Indonesia yang menjaga norma kesusilaan. B. Ghalia Indonsia.melakukan perbuatan zina. Sinar Grafika.

2011. Bumi Aksara.kompasiana. Zainuddin Ali. Bandung. Undergraduate thesis. Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Satjipto Rahardjo. 2000. . Revisi Pasal Perzinaan dalam Rancangan KUHP: Studi Masalah Perzinaan di Kota Padang dan Jakarta. SUSIATININGSIH (2006) Tindak Pidana Perzinaan Menurut Pasal 284 KUHP (Analisa Yuridis Normatif Berdasarkan Hukum Pidana Islam).S.T Kansil. Jakarta.C. Makalah Lidya Suryani Widayati. Makalah SUSIATININGSIH. Hartono hadisoeprapto. University of Muhammadiyah Malang. 2000. Bandung. Ilmu Hukum. Sudikno Mertokusumo. Jakarta. Penafsiran dan Konstruksi Hukum. Daud Ali. Jakarta. Refika Adiatama. 1999. 16 JULI 2009: 311 – 336. Alumni. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta. Yuda Bakti Ardiwisastra. Jurnal Hukum No. Sinar Grafika. Balai Pustaka. 1989. 2000. http///www. Yogyakarta. Bandung. Pengantar Ilmu Hukum sebuah sketsa. Mengenal Hukum : Suatu Pengantar. Moh. 2007. Dudu Duswara Machmudin. Pengantar Tata Hukum Indonesia. Alumni. ___________2005. Liberty. Liberty. RajaGrafindo Persada.com/seksologi/2010/12/22/80-gadis-tak-lagi-perawan (online) diakses tanggal 11 Oktober 2012.wikipedia. 3 VOL. Hukum Islam Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. 2009. 1986. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 2007. Hukum Pidana Islam. Moeljatno.com (online) diakses tanggal 11 Oktober 2012. PT. Yogyakarta. http://kesehatan.

Jakarta. 2007 hlm 37. Hukum Pidana Islam. Hlm 39-40. hlm 43-48. 2005. . [2] Moh. Ahmad Wardi Muslich. Ghalia Indonesia.Zainuddin Ali.Zainuddin Ali. 2007. [4] Asadulloh al Faruk. Hukum pidana dalam sistem hukum Islam. Jurnal Hukum No.Zainuddin Ali. Hlm 24. Hlm249-250. 2000. [11] Op. Pt Bumi AKsara. Sinar Grafika. Hukum Pidana Islam. Joseph Schacht. [5] H. Hlm 27. Hlm 53-54. Pasal 284 ayat 1 dan 2. 2009. Jakarta. H. [9] Op. [6] Had ialah bentuk jamaknya dari hudud yakni peraturan Allah yang bersifat membatasi par excellence : yaitu hukuman mati. 2010. Jakarta. sehingga tidak ada kemungkinan pemaafan atau penyelesain yang ramah tamah. Hukum Islam Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. RajaGrafindo Persada. Bandung. Hukum Pidana Islam. cit. Hlm 54 [3] Ahmad Wardi Muslich. cit. Asadulloh al Faruk. Hlm 46-48.[1] http://kesehatan. [8] Lidya Suryani Widayati. [13] Ibid. Hadd adalah suatu hak atau tuntutan dari allah (haqq Allah). Daud Ali. Hukum Pidana Islam. hlm 4. Revisi Pasal Perzinaan dalam Rancangan KUHP: Studi Masalah Perzinaan di Kota Padang dan Jakarta. [12] Op. Hukum Pidana Islam. Bogor. 3 VOL. 16 JULI 2009: 311 – 336. baik dengan lemparan batu atau rajam bagi pezina. cit.kompasiana.com/seksologi/2010/12/22/80-gadis-tak-lagi-perawan/ (online) diakses tanggal 11 Oktober. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jakarta. Ahmad Wardi Muslich. Hukum Pidana dalam Sistem Hukum Islam. [10] Ibid. Pengantar hukum Islam. Sinar Grafika. [7] Moelyatno. Nuansa. H.

Ahmad Wardi Muslich. Jakarta. Ahmad Wardi Muslich. hlm 57-58 [18] Op. hlm 29-40 [15] Alquran surat An-Nuur ayat 2 [16] Op.Zainuddin Ali. Hlm 51-52 . cit. H. Sinar Grafika. Hukum Pidana Islam.[14] Ahmad Wardi Muslich. Hukum Pidana Islam. cit. hlm 33 [17] Ibid. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful